Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:07 [musik] 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang disayang 0:20 Allah subhanahu wa taala. Apa kabar hari 0:22 ini? Alhamdulillah ya sehat dan penuh 0:25 semangat untuk mengisi dan melewati hari 0:28 Kamis yang mudah-mudahan menjadi hari 0:31 yang membuat kita lebih banyak 0:33 berkontribusi pada kehidupan. Dan tentu 0:36 saja tidak lupa salam selawat kita 0:39 lantunkan kepada kekasih kita Muhammad 0:41 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 0:43 beserta keluarga dan kerabatnya. Untuk 0:46 Kamis pagi seperti biasa wirausaha 0:49 muslim hadir ke ruang Anda sampai dengan 0:52 pukul 11.30 nanti bersama Ustaz 0:55 Valentino Dinsi yang sudah siap untuk 0:57 kita semua. Asalamualaikum 0:58 warahmatullahi wabarakatuh. 0:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01 wabarakatuh. 1:02 Alhamdulillah sehat bugar afat. 1:04 alhamdulillah sehat-sehat 1:06 dalam kondisi seperti sekarang ini di 1:09 mana bisnis kayaknya hampir jadi pilihan 1:13 semua orang ya [tertawa] 1:14 meskipun itu rumahan atau mungkin ya 1:17 seperti itu kaitannya dengan berbisnis 1:20 kalau pagi ini yang akan dibahas ee 1:25 seperti siapa 1:27 ya tidak ada lain contoh teladan kita 1:30 kan kata Allah jelas laqakum fi 1:32 rasulillahi 1:35 Sungguh telah ada teladan contoh yang 1:37 paling the best bagi kalian lakum fi 1:40 rasulillah daripada diri Rasulullah. 1:43 Makanya hari ini kita bicara bagaimana 1:46 ee berbisnis seperti Rasulullah dan para 1:48 sahabat. kita ittiba kepada Rasul dan 1:50 tentu saja mengikuti eh kurun yang 1:53 paling baik ya kuntum khair ummah yaitu 1:55 masa Rasulullah bersama sahabat adalah 1:58 masa yang paling baik bagi umat manusia 2:01 dari dulu dan sampai hari ini. 2:02 Insyaallah 2:03 masih bisa diterapkan saat sekarang ini 2:05 meskipun itu sudah ee ratusan bahkan 2:09 1400 hampir 15 tahun. Justru 2:12 kondisi-kondisi seperti inilah 2:15 di mana kita lihat tren di dunia 2:17 bagaimana orang-orang ini mulai kembali 2:19 kepada sunah. Manusia kembali kepada 2:21 back to nature. Manusia ingin kembali 2:23 menjadi orang-orang yang jujur, yang 2:24 adil, yang tentram, yang damai. Maka 2:27 tidak ada contoh yang paling baik 2:29 kecuali Rasulullah dan para sahabatnya. 2:32 Nah, inilah bekal kita. Karena contoh 2:35 Rasulullah bersama para sahabatnya 2:37 adalah sesuatu banget untuk membuat 2:40 usaha kita, bisnis kita sejalan dengan 2:43 apa yang kita rindukan dan tidak keliru, 2:45 tidak salah pilih arahnya. Silakan 2:48 ya. Terima kasih Mbak Ning. 2:49 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 2:51 warahmatullahi wabarakatuh. 2:53 Inalhamdulillah alladzi alfa baina 2:55 qulubina faasbahna binikmatihi ikadu 2:58 alla ilahaillallah asadu anna muhammadan 3:00 abduhu wa rasuluhu la nabiya ba'dah. Eh, 3:03 Mbak Nuning. Eh, ikhwan akhwat, para 3:05 pendengar e Radio Rasil dan TV Rasil di 3:08 mana pun berada. Di depan saya ini ada 3:09 dua buku nih, Mbak Nuning ya. 3:11 Buku yang satu warnanya kuning, yang 3:13 satu warnanya merah. 3:14 Merah. 3:14 Yang kuning ini. Jadi, saya ingin 3:16 menyapa dulu kepada teman-teman saya, 3:18 para pembaca buku saya 16 tahun yang 3:20 lalu. 3:21 Buku dengan judul Jangan Mau Seumur 3:23 Hidup jadi orang gajian. Jadi, itu buku 3:25 terbit 16 tahun yang lalu. Ee sekarang 3:28 rasanya menjadi kenyataan ya. Ketika 3:32 dulu saya diejek orang ee jangan mau 3:35 jadi orang gajian, saya sudah membaca 3:37 zaman, ya. Jadi di halaman pertama buku 3:40 ini saya tulis sebuah mantra yang mantra 3:43 itu saya tulis kembali di dalam buku 3:45 saya yang ke6 ke-19 yang terakhir ini. 3:48 Milenial tajir banjir rezeki. 3:51 Ya, jadi mantra itu sampai hari ini 3:52 belum pernah bisa dibantah orang. Jadi 3:54 bunyi mantranya itu begini. Satu hal 3:56 yang saya jamin, suatu saat Anda pasti 3:59 kehilangan pekerjaan. 4:02 Ya, saya bilang suatu saat Anda pasti 4:03 kehilangan pekerjaan. Apakah karena 4:06 pensiun? Jadi kalau orang pensiun hilang 4:07 pekerjaannya, 4:09 dipecat 4:10 ya Anda dipecat atau tempat perusahaan 4:13 Anda bekerja bangkrut. 4:15 Dan semua itu jadi kenyataan. Kita 4:17 kehilangan pekerjaan apa? karena 4:18 pensiun, karena kita dipecat, karena 4:21 keadaan ekonomi yang tidak menentu 4:22 seperti pada hari ini. Hari ini selama 4:25 masa COVID dari bulan Maret, data yang 4:28 saya dapatkan dari Googling itu di ee 4:31 Google itu kira-kira lebih dari 7 juta 4:33 orang di PHK selama during ee 4:36 coronavirus 4:38 ya. Selama masa pandemi ini ada kurang 4:40 lebih 7 juta orang kehilangan pekerjaan 4:42 dipecat puluhan ribu perusahaan bangkrut 4:46 ya tutup dan lagi-lagi menyebabkan orang 4:49 juga kehilangan pekerjaan. Buku saya 4:52 mengajak Anda berpikir. Jadi saya bilang 4:55 satu hal yang saya jamin suatu saat Anda 4:56 pasti kehilangan pekerjaan. Apakah 4:58 karena pensiun dipecat atau perusahaan 5:00 tempat Anda bekerja bangkrut. Buku saya 5:02 mengajak Anda untuk berpikir think ya. 5:06 berpikir sebelum itu terjadi. Jadi 5:09 berpikir dan bertindak sebelum itu 5:12 terjadi. He. 5:13 Jadi kalau yang jadi sekarang korban 5:15 PHK, korban perusahaannya bangkrut juga 5:18 pensiun enggak tahu mau apa, ya sudah 5:20 kenyataan. Makanya agar tidak terjadi 5:22 itu, saya nyiapkan lagi buku yang ke-19 5:25 ini, Milenial Tajir Banjir Rezeki. Saya 5:28 membaca juga, saya sekali lagi saya 5:30 mencoba untuk membaca masa depan. 16 5:33 tahun yang lalu saya tulis buku Jangan 5:34 Mau Sumur Hidup jadi orang gajian 5:36 menjadi eh regional bestseller terbit 5:39 dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, 5:40 dan bahasa Malaysia ya. 300.000 kopi. 5:44 Kemudian kejadian ya kemudian saya 5:48 sekarang ini di tengah COVID ini di 5:51 tengah juga krisis yang berulang lagi 5:54 ini kita sudah krisis Mbak Nuning karena 5:56 pertumbuhan ekonomi kita sudah negatif 5:58 3,7%. He 6:00 saya membaca lagi bagaimana masa depan 6:03 anak saya, anak antum semua para 6:05 pendengar dan juga cucu kita. Makanya 6:09 saya menulis buku yang ke-19 ini 6:10 judulnya Milenial Tajir Banjir Rezeki. 6:13 Karena saya mencoba membayangkan 6:14 bagaimana masa depan para milenials 6:17 kalau mereka tidak disiapkan, kalau 6:18 mereka tidak dididik, kalau mereka tidak 6:20 mempersiapkan diri, pasti akan kejadian 6:22 seperti yang terjadi pada orang tua 6:24 mereka. ya. Ketika terjadi krisis, 6:26 depresi yang luar biasa, maka 6:29 terjadilah. Nah, makanya buku yang ke-19 6:31 ini, Milial Tajir Bajir Berezeki adalah 6:33 mencoba menjawab permasalahan itu. Jadi, 6:36 kepada Bapak-bapak yang seumuran saya 6:38 nih, yang sekarang [tertawa] 6:40 16 tahun yang lalu kan anaknya masih 6:41 kecil-kecil, sekarang sudah punya anak 6:43 milenials, punya anak usianya 20, 21, 6:47 23, 24, 25. 6:49 Yuk, kita persiapkan mereka menjadi 6:52 pengusaha. Karena masa depan ini 6:54 belonging to them. Masa depan ini adalah 6:57 miliknya eh generasi milenials yang 6:59 jumlahnya 90 juta. Jadi cara yang paling 7:03 baik mempersiapkan masa depan adalah 7:05 dengan cara kita menjalani persiapan itu 7:08 untuk masa depan. Makanya hari ini kita 7:11 bicara kembali lagi seperti seolah-olah 7:13 kita membicarakan basic ya Mbak Nuning. 7:15 Berbisnis seperti Rasulullah dan 7:17 para sahabat ya. Jadi sebelum kita bahas 7:20 topik itu, saya kasih berapa dalil dulu 7:22 maning ya. Berapa dalil yang menyebabkan 7:25 bahwa taufik ini menjadi relevan dan 7:28 kenapa kita harus mensiapkan 7:29 mempersiapkan generasi masa depan adalah 7:31 generasi pengusaha ya. Karena Rasulullah 7:33 bilang, "Alaikum bit tijarah." 7:36 Ya, alaikum bit tijarah. Hendaklah 7:39 kalian berdagang. Jadi ini kalau pakai 7:42 bahasa fil amr kalimat perintah. 7:44 Alaikum. Hendaklah kalian bittijarah, 7:48 berbisnis. 7:50 Karena sesungguhnya 9 dari 10 pintu 7:53 rezeki itu terdapat dalam bisnis. Jadi 7:57 dahsyat sekali bahwa 9 dari 10 ya. Jadi 8:00 bukan satu dari 10, bukan 5 dari 10, 8:03 tapi 9 dari 10 pintu rezeki itu terletak 8:07 pada perniagaan atau berbisnis. Jadi 8:10 satu ketika kita menjalankan bisnis ini 8:12 sesungguhnya kita sedang menjalankan 8:14 sunah Rasulullah Muhammad sallallahu 8:15 alaihi wasallam. Dan sesungguhnya ketika 8:17 kita menjalankan sudah maka kita 8:19 mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu 8:20 wa taala. Jadi dalil yang pertama adalah 8:22 perintah dari Rasulullah sallallahu 8:23 alaihi wasallam bahwa kita harus 8:25 berbisnis. Jadi perintahkanlah diri kita 8:27 dan anak-anak kita untuk menekuni bisnis 8:29 karena ilan dari 10 pintu rezeki 8:31 terletak di bisnis di perniagaan. Dan 8:35 ketika sekarang sedang krisis yang luar 8:37 biasa ini, maka pasti akan bisa 8:39 mengeluarkan jalan itu dengan berbisnis, 8:41 dengan berniaga, dengan berdagang. Ya. 8:44 Ee itu dalil yang pertama. Dalil yang 8:46 kedua di mana ee Rasulullah sallallahu 8:50 alaihi wasallam juga ee bersabda ya 8:53 berkata bahwa attijarut shodiqul amin 8:57 attajir sodiqul amin pedagang yang sodq 9:01 yang jujur alamin amanah ma nabiyin 9:06 wasiddiqin wasyuhada pedagang yang jujur 9:10 terpercaya lagi amanah ya attajir 9:15 Amin. Pedagang yang jujur, shodq, dan 9:18 amin, amanah, terpercaya. Maan nabiyin. 9:22 Mereka kelak akan bersama nabi 9:25 assiddiqin, orang-orang shodq, 9:27 orang-orang jujur, orang-orang benar. 9:29 Termasuk apa? Sahabat Rasulullah namanya 9:31 Abu Bakar Siddiq. Julukannya Abu Bakar 9:33 Siddiq, orang yang jujur, orang yang 9:35 benar. Wasyuhada. Dan bersama dengan 9:38 para syuhada. Dahsyat ya. bahwa bisnis 9:41 ini bukan cuman sekedar perkara kita 9:43 untung rugi, tetapi sesungguhnya bisnis 9:46 ini bisa memasukkan kita ke dalam 9:48 surganya Allah Subhanahu wa taala dan 9:50 bukan sembarang surga. Karena kata 9:52 Rasulullah, assodqu tajirul amin ya 9:54 attajirus shod amin pedagang yang jujur 9:58 dan amanah maan nabiin maa bersama 10:02 bersama para nabi bersama orang-orang 10:04 yang sodq orang-orang yang terpercaya 10:06 dan orang-orang jujur fil jannah di 10:08 dalam surga dan surganya bukan 10:10 sembarangan surga menuning. Surganya 10:12 satu level jadi ibaratnya kalau kita nih 10:14 sekarang saya di radio Rasil 10:16 di belakang kan ada kompleks tuh ya ada 10:17 kluster ya [mendengus] ada kluster. Nah, 10:20 jadi kalau maan nabiin wasiddiqin was 10:23 syuhada itu kita satu kluster. Jadi 10:25 kalau kita berada dengan nabi, dengan 10:28 orang-orang yang jujur dan amanah itu 10:30 satu kluster ya dan satu tingkat. Kan 10:33 surga itu ada bertingkat-tingkat, Mbak 10:34 Nuning ya. Jadi tergantung 10:36 tingkatan-tingkatnya. Tapi pedagang yang 10:38 jujur dan amanah dia akan berada satu 10:42 tingkat, satu lantai, satu kluster 10:45 dengan Nabi, dengan orang-orang yang 10:47 sodq ya siddiqin dan juga dengan para 10:50 orang-orang yang amanah dan para syuhada 10:52 di masyaallah ya. Jadi itu satu hal yang 10:55 menguatkan kita bahwa menjadi pedagang 10:58 itu mulia. Menjadi pedagang itu bisa 11:01 punya kesempatan satu level, satu 11:03 klaster ya, satu tingkat sama 11:05 Rasulullah. para orang-orang yang sodq 11:08 dan para orang-orang yang mati syahid. 11:09 Masyaallah. Kenikmatan seperti apalagi 11:12 yang lebih hebat daripada itu? Itu yang 11:13 pertama. Kemudian ee dalil-dalil itu 11:17 sudah sampaikan. Kita melihat sekarang 11:18 bagaimana pribadi Rasulullah sallallahu 11:20 alaihi wasallam ya. Jadi hampir semua 11:23 nabi adalah pedagang. Bukan pedagang 11:26 apa? Pengembala kambing. Tapi khusus 11:28 nabi akhir zaman ini, Nabi Muhammad 11:31 sallallahu alaihi wasallam ini nabi 11:32 spesial edisinya. Edisi penutup edisinya 11:35 spesial. Dia adalah pedagang sukses. 11:38 Jadi kalau kita coba lihat nih, saya 11:39 coba runut sedikit bahwa masa kecil 11:43 Rasulullah itu ngembala kambing sampai 11:44 umur 12 tahun. Ketika umur 12 tahun, 11:47 Rasulullah ikut berdagang kepada 11:49 pamannya ke Syam. Berdagang Rasulullah 11:52 ke Syam dari umur 12 tahun. Terus Rasul 11:54 berdagang umur 0 sampai 12 itu masa 11:57 kanak-kanak. Kemudian setelah 5 tahun 12:00 Rasulullah magang temenin pamannya 12:02 dagang ke Syam, ke Syria, ke Palestina 12:05 dan macam-macam. Itu yang saya baca 12:07 dapat datanya bahwa Rasulullah tuh masa 12:10 remajanya, masa perdagangannya dan pada 12:11 umur 17 tahun itu Rasulullah bikin 12:13 perusahaan sendiri. 12:14 He. 12:15 Ya. Jadi setelah 5 tahun magang 12:16 Rasulullah dengan pamannya Rasulullah 12:18 bikin perusahaan sendiri dan kemudian 12:20 Rasulullah mulai membawa dagangan 12:22 orang-orang Arab. Ya. Jadi yang 12:24 dahsyatnya bahwa dalam masa magangnya 12:28 Rasulullah sampai Rasulullah bikin 12:29 perusahaan sendiri itu Rasulullah sudah 12:31 mengarungi kurang lebih 17 negara. 12:34 Wah. 12:34 Jadi dari umur belasan tahun itu 12:37 Rasulullah sudah traveling ya. Bukan 12:39 backpackeran nih. Ini traveling bisnis 12:42 17 negara. Jadi seorang anak muda 12:47 berdagang traveling 17 negara melihat 12:50 peradaban dunia pada saat itu. 12:53 Peradaban dunia yang sedang maju, yang 12:54 sedang tumbuh ya dan segala macam 12:57 melihat karakter manusia. Jadi jiwanya 12:59 Rasulullah itu karakternya terbentuk 13:01 dengan perniagaan dan dengan pergaulan 13:03 internasional ya. Dan Rasulullah 13:05 bergaulnya internasional 17 negara 13:07 sampai umur berapa? Rasulullah terus 13:09 berdagang sampai umur 37 tahun. Jadi 13:13 umur 12 sampai 37 tahun Rasulullah 13:15 berbisnis-bisnis terus sampai kaya raya. 13:20 Dan akhirnya dilamar oleh Khadijah dari 13:22 umur 12 sampai 37. 13:25 Berapa tahun? 25 tahun. H. 13:27 Kemudian di umur 37 tahun di puncak 13:30 kedewasan, puncak kematangan, puncak 13:32 kesuksesan. Rasulullah bertahanus, 13:34 merenung, memikirkan masyarakat Arab 13:36 yang jahiliah. Kemudian Rasulullah 13:38 bertahanus di Goahira selama kurang 13:40 lebih 3 masa, 3 tahun, 3 Ramadan. Dan 13:43 pada umur 40 tahun maka diangkatlah 13:45 menjadi nabi dan rasul. Umur 40 tahun. 13:48 Dan ketika menjadi nabi dan rasul, 13:49 Rasulullah stop, bisnisnya stop. 13:53 habis waktunya, 13:55 pikirannya, 13:56 hartanya, bahkan untuk berdakwah sampai 13:59 wafat umur 63. 14:03 Umur 40 jadi nabi dan rasul. Wafat umur 14:05 63, 23 tahun. Berdagang dari umur 12 14:10 sampai umur 37, 25 tahun. 14:14 Jadi, masyaallah. Jadi rupanya inilah 14:18 keistimewaan Nabi akhir zaman bahwa 14:20 Rasul terbentuk jiwanya sebagai seorang 14:23 pengusaha, sebagai seorang pedagang ya. 14:25 Pergaulannya internasional bertemu ya. 14:29 Dan uniknya Rasulullah ini berdagangnya 14:30 unik Mbak Nuning. Dan karena dia 14:33 julukannya kan Al-Amin. 14:34 He. 14:35 Maka 14:37 yang kelak menjadi istri Rasulullah kan 14:39 Khadijah binti Khuwailid ya, ibunda kita 14:42 Khadijah binti Khuwailid. Dan Khadijah 14:44 itu pernah dengar dari pamannya pendeta 14:47 Buhairo gitu kan bahwa ini calon Nabi. 14:49 Maka Khadijah ini pengin lihat 14:52 karakternya Rasulullah. Maka dikasih 14:54 bisnis dititipin duitnya kepada ee 14:57 Rasulullah untuk diputerin. Jadi 14:59 Khadijah sebagai investor nitipin harta 15:02 kepada Rasulullah Muhammad. Ya, saat itu 15:05 nama si Muhammad belum menjadi rasul 15:06 dititipin untuk diputar. Tapi Rasul 15:09 Khadijah pengin tahu gimana karakter 15:11 orang ini. Maka dia kirim asistennya 15:14 yang namanya Maisarah. Maisarah ini 15:16 laki-laki ya untuk mendampingi 15:18 Rasulullah pedagang dari Makkah ke 15:20 liling dunia. Dan uniknya Rasulullah ini 15:23 dahsyat. Ini tak pernah terbayangkan 15:25 oleh orang-orang Arab sebelumnya. 15:27 Biasanya kalau orang Arab katakan 15:29 Rasulullah nih Muhammad ya dititipin 15:31 Khadijah nitip duit. Yang lain juga 15:34 nitip duit kepada Rasulullah. Kalau 15:35 orang-orang Arab itu ya udah duitnya 15:37 dibawa. pergi ke Syam ya, pergi ke luar 15:40 negeri belanja kebutuhan-kebutuhan orang 15:42 Madinah ya. Beli beras, beli enggak ada 15:45 beras, beli gandum, beli susu, beli 15:47 keju, beli macam-macam, beli pakaian. 15:50 Kemudian dari Syam baru bawa lagi barang 15:51 dagangannya di luarnya jualin di Arab. 15:53 Kan begitu. Ini Rasulullah enggak. 15:55 Rasulullah itu ya memang dia dapat wahyu 15:59 gimana tidak cerdas Rasulullah ya 16:01 walaupun enggak bisa baca tulis kan tapi 16:04 cerdas Rasulullah ini. Maka sama 16:06 Rasulullah itu dia Rasulullah melakukan 16:07 suatu kebiasaan yang ini prinsip dagang 16:09 yang dahsyat. Jadi pada saat orang-orang 16:11 nitipin duit ya sudah pergi ke Syam ya 16:15 ee perjalanan kurang lebih sebulan 16:17 sampai 2 bulan beli belanja kemudian 16:19 pulang lagi bawa barang dagangan jualan 16:21 di Makkah. Rasulullah enggak. Rasulullah 16:23 dengan unta-untanya itu bawa barang 16:25 dagangan dari Makkah, produk-produk 16:27 Makkah ke Syam. Orang Syam enggak pernah 16:31 kenal ini produk-produk Makkah, kurmanya 16:34 segala macam. Ada kurma Madinah, ada 16:36 kurma Makkah, ada kerajinan segala 16:38 macam. Jadi Rasulullah pergi kalau 16:40 bahasa saya itu kalau kita dagang pakai 16:43 mobil kontainer, kontainnya kosong 16:46 ya kan. Nanti belanja kontainer penuh 16:48 baru pulang kontainer isi. Rasulullah 16:50 enggak pergi dari Makkah kontainernya 16:52 dia isi penuh barang dagangan Makkah. 16:55 Jalan sampai di Syam ya sampai di Syam. 16:59 Udah begitu sampai di Syam orang-orang 17:01 pada istirahat ngasok besok mau belanja 17:03 kan mau borong. Rasulullah enggak sampai 17:05 istirahat sebentar kemudian Rasul 17:07 keliling menawarkan barang-barang Makkah 17:11 kepada orang-orang di Syam. Jadi 17:12 memperkenalkan ini namanya kurma, ini 17:15 kurma, ini kurma Madinah, ini kelas 17:18 satu, ini kelas du, ini kelas 3. Dikasih 17:20 tahu kualitinya ya. Nanti kita akan 17:22 bahas berapa prinsipnya. Kemudian 17:24 Rasulullah itu kan kalau kita gambarkan 17:27 Nabi Yusuf ini kalau kita cerita tentang 17:30 Nabi Yusuf kan hafal bagaimana Zulaikha 17:33 ketika diserang oleh semua perempuan 17:35 Mesir itu malu. Makanya 17:38 e apa ee punya ide kan bagaimana 17:42 Zulaikhah ini. Maka dikumpulinlah para 17:44 pejabat-pejabat, para 17:46 perempuan-perempuan, para ibu-ibu di 17:48 rumahnya ee Khadijah eh Khadijah 17:51 rumahnya 17:54 Zulaikha. Dikasih apel, kasih buah, 17:58 terus dikasih pisau yang tajam buat 18:00 ngupas gitu kan. Kalau kita kan makan 18:02 apel digeragot aja menuning ya. Orang 18:04 miskin makan apel digeragot. Kalau orang 18:06 elit dikupas dulu 18:08 dikupas. Begitu dikasih pisau tajam 18:10 kupas apel. Kemudian Yusufnya dimasukin. 18:13 Yusuf udah didandanin luar biasa. 18:16 Perempuan-perempuan itu begitu ngelihat 18:17 Nabi Yusuf langsung takjub kan kata 18:20 mahasyalillah. Dia bilang ini mah bukan 18:23 manusia ini malaquul karim. Ini malaikat 18:25 yang mulia. Kenapa? Gantengnya luar 18:27 biasa Nabi Yusuf. Padahal kegantengan 18:30 Nabi Yusuf itu hanya sepertiga 18:32 kegantengannya Rasulullah. 18:34 Kebayang kan? 18:35 Yusuf aja orang sampai apa? motong 18:38 motong tangan ya mengiris tangan 18:40 jari-jari teriris. Ini Rasulullah 18:43 ganteng, 18:44 gagah, jujur, ramah. Masyaallah ya. 18:49 Datang Rasulullah dagang dengan 18:52 kegantengannya, dengan kegagahannya, 18:54 dengan senyumannya, dengan tutur katanya 18:56 yang lembut, dengan perilakunya yang 18:58 luar biasa, dengan kemudahan dalam 18:59 bertransaksi ya dengan kejujurannya ini 19:02 barang kelas 1, kelas dua, Kristian itu 19:04 keliling Rasulullah ke Syam. 19:06 Satu hari dagangan Rasulullah habis 19:08 mendunding diborong sama orang Syam. 19:10 Orang Syam terpikat kan dengan 19:12 kepribadiannya, 19:14 tutur katanya, ketampanannya, 19:16 senyumannya dan segala macam. Ya udah 19:20 habis barang dagangan dapat duit kan 19:22 Rasulullah istirahat besoknya Rasulullah 19:25 belanja. 19:27 Plus tadi kan dagangannya sudah habis 19:29 nih dapat duit kan belanja Rasulullah 19:31 kan 19:32 belanja plus model yang dititipin dari 19:34 orang-orang Arab kan Rasulullah belanja 19:37 dan belanjanya kepada siapa? Kepada 19:38 pedagang-pedagang yang kemarin dia jual 19:40 ya. Pedagang kita sudah senang sama 19:41 Rasulullah 19:42 ya kan? Udah senang, udah simpati. Ini 19:45 orang jujur, ini orang ramah, ini orang 19:48 terpercaya. Itu satu hari Mak Nuding 19:51 yang dititip sama Rasul duitnya habis 19:52 buat belanja. 19:54 Wow. kebutuhan barang dagangan. 19:56 He. 19:57 Jadi pergi kontainernya Rasulullah 19:59 penuh, mau pulang kontainernya juga 20:01 penuh kan. Penuh lagi nih. Nah, orang 20:05 Arab sudah habis belanja biasanya apa? 20:07 Pesta-pesta mabuk-mabuk dulu, zina dan 20:10 segala macam gitu kan. Puas-puasin dulu 20:12 karena perjalanan kan 1 bulan sampai 2 20:14 bulan capek. Rasul enggak begitu sudah 20:16 penuh dagangan sudah siap besoknya Rasul 20:19 kembali langsung kembali ke Makkah dari 20:23 Syam. 20:25 Karena Rasul langsung kembali, 20:26 Rasulullah lebih cepat kan, lebih cepat 20:29 sampai sampailah dia di perbatasan pintu 20:33 gerbangnya Ka'bah. Orang ngelihat, "Loh, 20:37 ini kok udah ada kafilah dagang yang 20:39 balik. Waktunya ini masih seminggu atau 20:41 2 minggu lagi biasanya kan gitu kan. 20:43 Tapi kok ini ada yang sudah balik. Siapa 20:46 begitu lihat teriak itu rombongan 20:48 kafilah dagangnya Al-Amin Muhammad sudah 20:52 akan sampai. Begitu yang disebut 20:54 Al-Amin, kafilah dagang sudah sampai. 20:57 Orang Arab pada keluar semua nih para 20:58 pedagang-pedagang kan nyerbu transaksi 21:01 Mbak Nuning di depan pintu gerbang kota 21:03 Makkah. 21:04 Jadi belum masuk Makkah barang dagangnya 21:06 sudah habis. 21:07 Masyaallah 21:08 dahsyat itu jeniusnya Rasulullah sampai 21:11 habis dah duit dia terima kan nih duit 21:15 pergi bawa duit ada untungnya pulang 21:18 bawa dagangan 21:19 dagang ada untungnya untungnya dua kali 21:21 lipatnya 21:22 sudah Rasulullah enggak lagi istirahat 21:24 segala macam langsung Rasulullah jumpai 21:26 para investornya temuin Khadijah ini 21:29 modal Anda, ini keuntungannya 21:32 temuin lagi yang lain. Jadi dibalikin 21:34 semua sama Rasulullah tuh modal-modal 21:36 investasinya dibalikin ditambah dengan 21:39 keuntungannya. 21:41 Jadi masyaallah itu jenius ya. Tak 21:45 pernah terbayangkan oleh orang Arab 21:46 sebelumnya 21:48 di mana cara berbisnis seperti ini. 21:50 Heeh. He. 21:51 Kalau saya bayangin kita ini orang-orang 21:53 dari Cianjur masuk ke pasar induk bawa 21:56 sawi, bawa jagung ya, bawa mangga, bawa 21:59 macam-macam tuh kan Mbak Nuning. Jadi 22:01 datang bawa barang dagangan kontennya 22:03 penuh. Begitu pulang 22:05 yang dibawa lain lagi tapi penuh lagi. 22:07 Lagi gitu kan. Apalagi nih? Oh, 22:08 kebutuhan di Cianjur butuhnya apa? Ee 22:11 butuhnya apa? Minyak apa segala macam 22:13 atau bukunya apa balik. Jadi pulang 22:16 pergi itu kontainernya terisi dan 22:18 keuntungannya jadi doble. Jadi ini satu 22:21 kejeniusan yang dilakukan oleh 22:22 Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi 22:23 wasallam sebelum menjadi nabi dan rasul 22:25 sebagai seorang pedagang. Ya beginilah 22:28 kejeniusannya ya. Jadi dalilnya sudah 22:31 ada, contoh praktik bisnisnya juga sudah 22:34 ada ya. Dan ketika Rasulullah itu kalau 22:37 orang kan jadi bos nih ada kuli-kulinya 22:40 makan mah sendiri aja Rasulullah enggak 22:41 diajak Maisarah. Ayo makan Maisar 22:43 sama-sama makan. Diajak ngobrol segala 22:45 macam. Kemudian kalau ada keuntungannya 22:47 dibagi Maisarah. Jadi Maisarah cerita 22:50 sama Khadijah kan 22:52 bosnya Maisarah nih kan tuannya begini 22:55 kepribadian Muhammad. Oh tambah tambah 22:57 tambah kesemsem ya. Khadijah Khadijah 23:00 itu sudah orang termasuk orang paling 23:02 kaya di Mekah pada saat itu. Itu 23:04 orang-orang kaya pada ngelamar Khadijah 23:05 semuanya. 23:06 He. 23:07 Khadijah enggak mau ya enggak mau ya. 23:10 Kenapa enggak mau? Kita enggak tahu. 23:11 Memang ada rahasianya di situ. Kemudian 23:14 saat itu Khadijah ee bicara sama 23:15 temannya Khadijah kenapa engkau tolak 23:17 semua? Tapi e ada enggak mau gitu kan, 23:19 enggak cocok segala macam. Sebenarnya 23:21 kata kata teman Khadijah, ada yang cocok 23:23 sebenarnya dengan engkau. Siapa kata 23:25 Khadijah? Alamin Muhammad. Kata 23:27 Khadijah, "Mana dia mau sama saya kayak 23:29 gitu." Ah, itu mah urusan saya gitu. 23:32 [tertawa] 23:32 Kata temannya urusan saya. Udah kemudian 23:35 temannya pergi lagi ya kepada 23:37 Rasulullah. "Ya Muhammad, itu Khadijah 23:40 ini ditawar semua orang ditolak. 23:42 Sebenarnya ada yang cocok dengan dia." 23:44 "Siapa?" "Engkau" katanya. Ah, mana dia 23:46 mau saya katanya kan semua aja ditolak 23:48 yang lain nah itu urusan saya gitu kan. 23:51 Udah jadi begitulah peran comblang ya. 23:53 Bagaimana akhirnya Rasulullah Khadijah 23:56 ee keda itu menikah karena apa? Karena 23:58 memang terpikat dengan kepribadiannya ee 24:00 dengan ee jadi Rasulullah itu kan 24:03 memikat dari tutur kata, fisikal dan 24:05 segala macam. Saya enggak kebayang 24:07 bagaimana kalau Nabi Yusuf aja sepertiga 24:09 kegantengannya itu tangan sampai 24:10 teriris-iris. Bagaimana Rasulullah yang 24:12 kegantengannya lokasi full? 24:15 Jadi sepertiga nih Yusuf ini 24:17 kegandangannya sepertiganya Rasulullah. 24:19 Rasulullah ya Allah ya. Jadi ee itulah 24:22 bagaimana karakter yang membeduk. Nah 24:24 kemudian sekarang ee bagian kedua kita 24:26 bicara bagaimana ee prinsip-prinsip 24:29 bisnis yang diajarkan oleh Rasulullah 24:31 kepada para sahabat-sahabatnya. Kita 24:33 ketahui bagaimana ketika Abdurrahman bin 24:37 Auf ini sahabat Rasul yang paling kaya 24:38 itu ada dua. Satu Abdurrahman bin Auf 24:40 yang paling kaya. Yang kedua, Utsman bin 24:42 Affan 24:43 yang menjadi menantunya Rasulullah. Ya, 24:45 bagaimana Abdurrahman bin Auf itu kan 24:47 kita kalau baca sirah hijrah dari Makkah 24:50 ke Madinah itu kan enggak bawa apa-apa. 24:52 Semuanya ditinggalin, ditodong di tengah 24:54 jalan. Hartanya diambil sama orang-orang 24:56 kafir Quraisy. Maka hijrah dari Makkah 24:58 sampai ke Madinah. Sampai Madinah enggak 25:01 punya apa-apa kecuali baju yang nempel 25:02 doang. Mbak Nuning. 25:03 He. 25:03 Ya. Tapi kemudian dipersaudarakan, 25:06 ditaakihkan dengan kalau saya tidak 25:08 salah namanya Saad atau As'ad. Derakan 25:12 saat ini orang konglomeratnya Makkah, 25:14 Madinah. 25:15 H 25:15 Abdurrahman bin Auf konglomeratnya 25:17 Makkah tapi enggak punya apa-apa waktu 25:19 hijrah karena enggak punya duit kan 25:21 habis semuanya ditinggal. Terus kata 25:23 saat ini, "Ya Abdurrahman 25:26 saya ini orang yang paling kaya di 25:29 Madinah ya. Kalau engkau mau itu dia 25:32 tunjuklah kebun kurma ini, ini harus 25:34 punya idea semua. Kalau engkau mau akan 25:36 aku berikan setengah kepada engkau. 25:40 Kita kalau ditawarin orang ada 25:41 konglomerat datang ke kita. Saya orang 25:44 paling kaya nih di Indonesia. 25:46 Harta kekayaan saya ada katakan 3.000 25:48 triliun. 25:49 Kalau mau saya kasih 50%. Wah kali itu 25:52 mau mau mau gitu kan. Kok Abdurrahman 25:54 bin Auf enggak ngomong. Kemudian kata 25:56 Saad lagi aku memiliki beberapa orang 25:58 istri. 26:00 Kalau engkau mau, silakan engkau pilih 26:02 yang mana. Nanti akan aku ceraikan dan 26:04 selesai masa idah akan kuikahkan dengan 26:06 engkau. Dikasih harta berlimpah 26:09 triliunan. 26:10 Dikasih istri yang ya orang kaya pasti 26:13 istrinya cantik kan begitu kan. Orang 26:15 kaya terkaya di Madinah kan dia bebas 26:18 milih. Tapi apa kata Abdurrahman bin 26:20 Auf? Barakallahi fi ahlum waalikum. 26:25 Semoga Allah memberikan keberkahan 26:27 kepada keluargamu dan kepada hartamu. 26:31 Ini nolaknya halus gitu kan. Tunjukkan 26:34 saja di mana letaknya pasar. 26:37 Jadi Abdurrahman bin Auf ini punya jiwa 26:39 yang ifah ya menjaga diri ya. Enggak 26:42 semententang-mentang ada orang kayak 26:43 nawarin. Wah boleh juga nih kayak gitu 26:45 kan. Enggak. Dia menjaga diri 26:47 semoga Allah memberikan keberkahan. 26:48 Malah didoakan barakallah fi ahlum 26:50 waikum. Semoga Allah memberikan 26:52 keberkahan pada hartamu dan pada 26:54 keluargamu. Tunjukkan saja di mana 26:55 letaknya pasar. Jadi nolaknya halus nih. 26:59 Kemudian diletak ditunjukilah pasar. 27:01 Abdurrahman bin Auf langsung keliling 27:02 pasar. Dan Rasul juga memerintahkan 27:05 Abdurrahman bin Auf untuk bikin pasar 27:07 muslim. Studi pasar Abdurrahman bin Auf. 27:10 Ini orang kaya pengusaha ulung unggul 27:13 ya. Tangannya tangan Midas. Orang bilang 27:15 sentuhannya sentuh emas. Apa yang 27:16 dipegang jadi duit ya. Bahkan 27:18 Abdurrahman bin Auf itu mengatakan, saya 27:21 kutip kata-kata beliau dalam buku saya 27:22 tuh tujuh raja dan sukses Abdurrahman 27:24 bin Auf bilang, "Sejak itu hidupku 27:27 makmur dan bahagia." 27:28 Heeh. 27:28 Jadi, sejak dia memeluk Islam hidupnya 27:30 makmur. Makmur itu melimpah harta benda, 27:33 kekayaan, ya. Dan bahagia. Bahagia itu 27:35 tenang jiwanya. Dan seandainya aku 27:37 angkat sebuah batu, diangkat sebuah 27:39 batu, kata Abdul, "Kejumpai emas dan 27:40 perak di bawahnya." Jadi apapun yang 27:43 dipegang Abdurrahman Maud, apapun 27:44 didagang Abdul pasti laku ya. Pergi ke 27:48 pasar itu dia dagang sehari dapat 27:52 untung, seminggu nikah dia dengan apa? 27:55 Dengan emas. 27:56 Jadi dahsyat. 27:58 Nah, hari ini kita akan bongkar, saya 28:01 akan kasih strategi dagangnya ya. Teknik 28:04 dagangnya Abdurrahman bin Auf dan Utsman 28:06 bin Affan ya. yang kurang lebih 28:09 kata-katanya mirip-mirip nih ee ikhwan 28:12 akhwat, para pendengar, pemirsa 28:14 perhatikan betul nih. Ini kunci kunci 28:16 daripada suksesnya Abdurrahman bin Auf, 28:18 Utsman bin Affad sehingga mereka menjadi 28:20 orang terkaya di Makkah. 28:22 Dan tentu saja mereka belajar kepada 28:24 gurunya siapa? Rasulullah Muhammad 28:26 sallallahu alaihi wasallam. 28:28 Jadi kalau teman-teman yang ingin jadi 28:29 pengusaha 28:30 berbisnis seperti Rasulullah dan para 28:32 sahabat, perhatikan lima kunci ini ya. 28:34 ya, lima strategi bisnisnya Utsman bin 28:37 Affan ya. Saya ingin mengutip langsung 28:39 dari kata-katanya Utsman bin Affan ya. 28:42 Jadi dalam hal bisnis ini bagaimana kita 28:45 berbisnis seperti Rasulullah dan para 28:46 sahabat tadi Rasulullah dengan 28:49 personality touch dengan kejuran segala 28:50 macam ya. Tapi harus dipastikan dulu 28:53 ketika kita ingin berbisnis dua hal ini 28:56 fundamental harus paham dulu. He. 28:59 Pertama, tidak boleh menjual 29:00 barang-barang yang haram. Ya, kita tidak 29:03 boleh bertransaksi dengan barang yang 29:05 haram dan dua dengan proses transaksi 29:07 yang haram juga. Contohnya apa? Pakai 29:10 riba. Enggak boleh. Jadi ketika kita 29:12 bisnis pastikan satu barangnya halal, 29:14 kedua juga prosesnya juga halal ya. 29:17 Tidak mengandung riba, ya. Tidak goror 29:19 segala macam. Jadi itu dulu ya. Kemudian 29:23 prinsip dasarnya bagaimana? Perhatikan 29:25 nih, ini kata-katanya 29:27 Abdurrahman Utsman bin Affan nih. 29:28 Langsung saya kutip nih. Kata Utsman bin 29:30 Affan yang pertama prinsipnya adalah 29:33 kuntu ualij 29:36 ya. Kuntu ualij ya. Saya terjemahkan 29:37 saja. Jadi kalau kita mau berbisnis kata 29:40 Abdurrahman bin Auf, kuntu al 29:44 kami mengerjakan sendiri. Jadi kalau 29:46 kita berbisnis ya kerjain sendiri. 29:50 Katakan kita jualan bubur ya udah kita 29:52 kerjain sendiri. Kita yang masak 29:54 buburnya 29:55 bukan reseller ya 29:56 kita e bukan reseller nih kerjain 29:57 sendiri. Tapi walaupun jadi reseller 29:59 enggak apa-apa tapi kerjain sendiri gitu 30:00 kan. Jadi jangan jadi bos. Saya punya 30:04 kenalan, Mbak ya. Dia nikah dengan anak 30:06 menteri. 30:08 W anak menteri kan kaya dong nih 30:10 menterinya menteri basah lagi. Bagian 30:11 basah nih. Udah kantornya mewah. Punya 30:15 sekretaris punya satpam langsung angkat 30:17 anak buah. 30:20 Keren kan? M bagus, kantor bagus, 30:22 fasilitas lengkap. Cuman apa? Omsetnya 30:25 kagak ada. Jadi menang gaya doang 30:27 mentereng gitu kan. Mentereng tapi kagak 30:29 ada omsetnya tutup. Kenapa? Dia cuman 30:32 pengin jadi bos. Kelihatan seperti kayak 30:34 bos, anak bos jadi bos. Dia ditipu 30:37 orang. 30:39 Saya dulu pernah kerja di perusahaannya 30:42 Pak Zulkifli Hasan, ketua MPR. pernah 30:44 jadi pimpinan di situ. 30:45 He he. 30:45 Saya punya perusahaan dagang ya, 30:47 produksi, manufacture, dan selling, 30:49 trading. Kita punya berapa? 500 mobil 30:52 atau berapa? Sales kita 1700. Nah, saya 30:55 kepala sales pernah merintis sebelum 30:57 jadi pimpinan saya jadi kepala sales. 31:00 Ya kan? Karena saya pernah jadi sales. 31:02 Saya tahu kan caranya bohong A, bohong 31:05 B, bohong C ya. yang cara macam-macam 31:07 sudah tahu. Jadi begitu kita punya anak 31:09 buah, kita punya anak buah sales, a kita 31:12 enggak bisa dibohongin sama anak buah 31:13 kita. Kenapa? Kita pernah jadi sales. 31:14 Jadi sudah tahu trik-triknya bohong, 31:16 caranya nyatut, caranya nipu, dan segala 31:18 macam. Kita tahu walaupun kita tidak 31:20 lakukan tapi kita tahu kan. Ya, makanya 31:23 kata Umar bin Khattab tuh laiful Islam 31:25 illa yiful jahiliyah. Seorang itu tidak 31:28 akan mengenal Islam kecuali dia mengenal 31:29 kejahiliahan. 31:31 Abu Um e Umar bin Khattab rajanya 31:35 jahiliah gitu kan. Jadi begitulah kuntu 31:38 walid ketika kita melakukan sendiri kita 31:40 tahu slukbluk bisnis itu. Kita tahu 31:44 lubang-lubangnya kita tahu 31:45 celah-celahnya sehingga apa? Kita tidak 31:47 pernah bisa ditipu. Jadi kita sebagai 31:49 marketingnya, kita sebagai bagian 31:51 pencatatan bagian keuangannya, bagian 31:53 kalau perlu bagian ngangkat-ngangkat 31:54 mejanya, dorong gerobaknya. Jadi prinsip 31:57 yang pertama dalam Islam itu yang 31:58 diajarkan Rasul dan para sahabatnya 32:00 kalau kita berbisi itu kuntu alij 32:02 kerjain sendiri. Jangan sok jadi bos. 32:05 Jangan gaya jadi bos. Kalaupun anak kita 32:08 ini orang kaya, orang tua kita orang 32:10 kaya, orang tua kita punya bisnis, mulai 32:12 merintis dari bawah. Dari bawah. Jangan 32:15 tiba-tiba langsung duduk jadi direktur 32:16 utama. Enggak ngerti kita proses 32:18 bisnisnya. Tapi kalau kita mengerjakan 32:21 sendiri, kita tahu betul proses 32:22 bisnisnya. Dan karena kita tahu 32:24 seluk-beluknya bisnis, kita tidak akan 32:26 mudah ditipu oleh seseorang. Jadi 32:28 betul-betul kita paham tentang bisnis 32:29 kita. Kuntu ualij yang pertama. 32:33 Prinsip yang kedua kata Utsman bin Affan 32:36 eh wa unammi 32:39 wa unammi itu artinya bisnis itu kalau 32:41 kita berbisnis harus tumbuh 32:43 ya. Jangan bisnis rugi melulu. Bisnis 32:46 rugi. Bisnis rugi. Bisnis rugi. Kalau 32:49 mau bisnis rugi jangan bisnis ya. Atau 32:51 mau sedekahin aja kan kayak gitu. Jadi 32:53 kalau bisnis harus adanya tumbuh. 32:55 Katakan kita bisnis nih sekarang ya. Ini 32:58 saya alhamdulillah nih ini bukan promosi 32:59 ini dikasih baju nih saya nih ya. 33:01 Semalam silaturahim ke rumah teman saya 33:04 dikasih baju apa mereknya nih? 33:08 Apa yang kuning nih? 33:09 Enggak kebaca 33:11 Wusuki. 33:13 Oh 33:14 ya wanusuki. Saya bilang habis Wanusuki 33:16 besok edisi kedua Om Mahyaya. Pasti 33:19 besok ada lagi Omah Mati. Ternyata 33:21 wanusuki itu kan dan ibadahku. Kalau 33:24 bahasa Arabnya kan gitu. Inati wanusuki 33:25 wahya w mati. Wusuki itu bahasa Jepang. 33:29 Wa itu wow. 33:31 Nusuki itu aku suka. Ya. Ini dia dulu. 33:35 Wah ini kerja di perusahaan lumayan 33:37 besar Mbak. Teman saya ini kita Wusuki 33:39 ya. [mendengus] Ah karena silaturahim ke 33:42 rumah dia sambil ngopi. Pulang ustaz 33:44 kasih baju. Ya udah saya pakai aja. Tadi 33:47 mau pakai baju apa? Enggak ada. Ya udah, 33:48 baju sekalian promosiin nih kita kan ya. 33:51 Kita promosiin punya teman kita ya. Jadi 33:53 ee wa Unammi dia mulai dari awal apa dia 33:56 bikin sendiri bayar ke tukang jahit ya 33:59 apa namanya maklon ya maklon dikasih 34:01 merek Wanusuki. Dia orang branding 34:03 memang dibikin merek. Udah jangan 34:06 tiba-tiba langsung gede. Wah saya ingin 34:07 kayak Robani. Enggak begitu ya. Robani 34:10 itu berapa puluh tahun ya. Kita mulai 34:12 dulu kayak teman saya ini jual berapa 34:14 berapa kodi ya dikit dulu ya. Sekarang 34:17 katakan bulan ini jualannya berapa? 34:20 Jualannya 10 qadi. Bulan depan naik lagi 34:23 jadi 20 qadi. 34:25 Ya, naik lagi 25, naik lagi 30. Jadi 34:28 bisnis itu harus tumbuh. Ketika bisnis 34:30 tumbuh kita optimis tapi kalau kita 34:32 bisnis rugi mulu. Akhirnya kan lemas 34:34 kita. Tapi kalau kita bisnis tumbuh. 34:36 Kuntu uid waammi. 34:39 Ya. Yang kedua adalah pastikan bahwa 34:41 bisi kita tumbuh. Entar tahun depan buka 34:43 cabang satu lagi, tahun depan buka lagi 34:46 cabang dua, tahun depan kan cabang tiga. 34:48 Itu namanya waunami tumbuh. Jadi bisnis 34:50 harus tumbuh. Ketika bisnis tumbuh kita 34:51 optimis, kita semangat. Prinsip yang 34:53 ketiga yang diajarkan oleh Utsman bin 34:56 Affan, wala asari ribhan. Kata Utsman 35:00 bin Affan, "Kami tidak pernah menolak 35:03 keuntungan sekecil apapun." Ya, enggak 35:06 apa-apa jualan baju. Untungnya berapa? 35:09 Rp10.000. Alhamdulillah. Kalau kita 35:11 syukur lain syakartum lazidannakum. Kita 35:14 syukurin nikmat yang Allah berikan Allah 35:16 tambah gitu kan. Jadi wala asari ribhan. 35:20 Jangan kadang-kadang kita kan wah kalau 35:22 saya mau untung maunya untung yang gede 35:24 gitu kan. Beli bajunya Rp20.000 maunya 35:26 jualnya Rp100.000 ya. Ya orang jualnya 35:29 beli Rp20.000 orang jualnya Rp25.000 dia 35:31 jual Rp100.000 Ibu enggak ada yang beli 35:33 karena kemarin ya itu kemarin saya lihat 35:35 di Shopee ee saya terlihat di toko 35:36 online harganya cuman segitu karena 35:38 orang sekarang bisa tinggal ngecek kan 35:39 googling saja gampang. Jadi wala astari 35:43 ribhan jangan pernah mau ngambil untung 35:45 gede-gede. Sedikit tapi banyak ya masih 35:48 ingat enggak iklan gini? Cintailah 35:51 produk-produk 35:52 Indonesia itu namanya Eli Markus. Tahu 35:55 betul saya dulu jualannya di mana tuh? 35:56 Di Senin. 35:57 Jualan apa? Jualan panci, jualan gayung, 36:00 jualan ember. Ya, buruan tahun kemudian 36:03 dia punya pabrik namanya Maspion. Orang 36:05 Cina jualan baut. Alah, baut apaan sih? 36:08 Tahu kan baut untungnya berapa? Baut 36:10 harganya paling berapa? 50 perak. Ya, 36:13 untungnya berapa? Untung paling juga 36:15 satu perak, dua perak. Tapi karena 36:17 ditekun, dia gigih enggak nolak 36:19 keuntungan. Untung cuma seperak, dua 36:20 perak. Akhirnya semua baut di Indonesia 36:22 yang suplly dia. 36:23 He. 36:24 Orang kalau mau ngambil baut pasti ke 36:25 dia. Ya, itu yang namanya wala asari 36:28 ribhan. Jangan kita ee anggap sepele 36:32 untung yang kecil. Tapi kalau untungnya 36:33 cuman satu perak, tapi semua orang 36:35 belinya sama kita, sama 36:37 jadi monopoli kan kita jadi luar biasa 36:39 untungnya jadi gede ya. Wala astari 36:42 ribhan. Prinsip yang ketiga. Prinsip 36:44 yang keempat ya. Prinsip yang keempat 36:46 adalah wala asari syaikhan. Kata Abdurah 36:50 Utsman bin Affan, "Kami tidak pernah 36:53 menjual barang-barang yang sikhon." Seon 36:55 itu tua. 36:56 He. 36:56 Jadi 36:58 kualitas. Jadi sama kayak gini. Oh kalau 37:01 beli beras kepak itu aja tuh berasnya 37:03 baru dari petani gitu kan. Oh kalau beli 37:06 sayur dekat rumah saya ada tuh sayur 37:08 Batak tuh dia langsung dari petani. Jadi 37:10 menjual barang-barang yang baru yang 37:12 fresh ya. Kalau bikin roti fresh from 37:16 the oven. Begitu beli masih hanget 37:18 gitu kan. Jadi prinsip yang keempat 37:20 adalah jangan pernah jual barang-barang 37:22 yang afkir, barang-barang yang sudah mau 37:24 expire, tapi juallah barang-barang yang 37:26 baru, barang-barang yang fresh, 37:27 barang-barang yang segar, sehingga orang 37:29 mengasosiasi kita. Oh, pokoknya kalau 37:31 beli barang yang baru loh, yaitu kalau 37:34 sayur segar sama Pak Anunu, oh kalau 37:36 beras sama Bu, itu tuh kenapa? Terkenal 37:39 ya. Kalau maui gandum ya Abdurrahman bin 37:41 Auf ya. Oh, kalau beli keju susu Utsman 37:45 bin Affan. Jadi orang terkenal dengan 37:49 kebaruannya dengan quality ya. Jadi 37:52 jangan sekarang krisis 37:54 harga semua pada naik ya. Tapi kalau 37:57 menerapkan prinsip yang keempat daripada 38:00 Utsman bin Affan ini begini. Katakan 38:03 harganya naik. Biasanya bubur kita satu 38:05 piring Rp8.000 38:07 kan gitu ya. Pakai ayam dan segala 38:08 macam. 38:09 Ini karena harga-harga naik ya kita 38:12 naikin harga ini juga langsung sret. 38:15 Enggak 38:17 apa-apa. Tapi yang jelek nih kalau orang 38:19 Melayu kita nih begitu harga naik kita 38:22 harganya tetap orang jual jadi Rp10.000 38:24 manoning kita jual tetap Rp8.000 tapi 38:27 apa ingredien ingredien apa kualitasnya 38:30 kita turunin. Berasnya diganti yang 38:32 lebih murah ayamnya potong yang tadi 38:34 gede-gede dikecil-kecilin gitu kan. 38:36 Cakuenya yang tadi masih baru. Wah cakwe 38:38 sisa kemarin masih ada pakai aja dulu. 38:40 Jadi kualitasnya turun. Jadi begitu 38:42 orang makan kok rasanya enggak kayak 38:44 yang kemarin nih gitu kan. Karena nulin 38:45 kualitas. Tapi kalau kita berbisin nih, 38:47 prinsip keempat ada Utsman bin Affan, ya 38:50 sudah harga naik, semua juga naik, 38:52 naikin aja harganya berapa pasaran jadi 38:55 Rp10.000 naikin Rp10.000 ya. Tapi jangan 38:57 turunkan kualitas nanti kasih tahu, Pak. 39:00 Mohon maaf Pak, harganya naik Pak ya. 39:01 Karena barang-barang pada naik itu. Yang 39:03 lain juga tukang burada naik Rp10.000 39:05 Pak. Saya jual sama yang lain, Pak. 39:06 R.000. Orang ngerti. 39:08 Iya. 39:08 Ya. Jadi jangan pernah bermain dengan 39:11 quality ya. Jadi prinsip yang keempat 39:13 adalah juallah barang-barang yang 39:14 berkualitas. W asari. Dan yang terakhir 39:18 prinsip yang kelima yang diajarkan oleh 39:20 ee sahabat Rasulullah dan sahabat 39:21 Rasulullah ini belajar kepada gurunya 39:23 Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi 39:24 wasallam adalah wa aj'ala rosa rin. Wa 39:29 aj'ala rosa rain. Kami menjadikan satu 39:32 jadi dua. 39:34 Satu jadi dua. Nah, ini ilmunya ilmu 39:36 tingkat tinggi manuning. 39:37 Gimana? 39:37 Kalau tadi yang pertama kan waunami 39:40 tumbuh ya. Ya. Kemudian yang ketig 39:44 untung walaupun sedikit. Tapi kalau yang 39:46 kelima ini 39:49 dia kalau pakai bahasa bisi itu ada 39:51 terjadinya namanya multiply atau 39:53 leveraging. 39:55 Tek dua kali lipat. 39:57 Itu karena pengalaman jam terbang. Saya 39:59 kasih contoh. Katakan nih. Katakan saya 40:03 tinggal di sini nih di Rasil. 40:06 di depan ada tanah kosong nih. He 40:08 Pak Iksan nih ya. Saya belajar sama Pak 40:11 Iksan karena ada 1000 m harganya katakan 40:15 di sini ee R juta per meter. Saya 40:19 tawar-tawar bisa dapat 1,5 1000 m kal 40:23 kali R,5 juta 1,5 miliar ya kan? R,5 40:26 miliar. 40:27 Kalau saya jual 1,5 miliar udah ya ee 40:31 saya jual katakan 2 miliar bisa aja kan. 40:33 Jadi 1,5 miliar saya beli, saya jual 2 40:35 miliar, saya untung R00 juta. 40:38 Tapi karena saya sudah jam terbangnya 40:40 sudah panjang, sudah belajar sama 40:41 Abdurrahman bin sama Usbidin Afan, 40:43 bagaimana satu jadi dua 1000 m saya 40:46 kaing Pak Nuning. 1000 m katakan KLB-nya 40:51 koefisien luas bangunannya boleh katakan 40:53 80%. 40:54 Jadi dari 1000 m, 800 m dibangun. 40:58 Dari 800 m saya kaing jadi 8 tak 100 100 41:03 ya jadi 8 kaing. 41:05 Kemudian saya bangun rumah dua lantai 41:08 modalnya Rp300 juta ya. R300 juta 41:12 8 2,4 miliar ya. He 41:14 2,4 miliar. Tadi beli tanahnya 1,5 jadi 41:17 3,9 miliar jadi 8 kaing. 8 ka tingkatin 41:23 dua dua lantai rumah di kalimanggis ini 41:26 saya bisa jual 2 miliar. 2 miliar 8 16 41:31 miliar tadi. Padahal tadi modalnya cuman 41:35 3,9. 41:36 Modal 3,9 bisa jadi 16 miliar. Itu 41:39 berapa kali lipat? 41:41 Lima 41:41 ya. Lima kali lipat. Nah, itulah yang 41:43 disebut dengan wa aj'ala rasa rin. 41:46 Bagaimana terjadi namanya multiplikasi 41:49 dan multiplikasi itu pelipat gandaan 41:51 itu, leveraging itu hanya bisa terjadi 41:54 dengan jam terbang yang banyak. He. 41:56 Ya. Jadi jangan tiba-tiba ee ada teman 41:58 saya, Mbak ingin bisnis properti. Wah, 42:01 karena ngelihatin bisnis properti lagi 42:03 bagus, langsung beli tanah, langsung 42:05 bangun rumah mewah, ngutang ke bank ya. 42:09 terus enggak laku, akhirnya tanahnya 42:11 disita habis. Jadi kalau perlu ya udah 42:13 kita jadi broker dulu, jualan tanah 42:15 dulu, jualan kavling sedikit rumah 42:18 kluster dulu satu kluster berapa? Satu 42:20 kluster katakan tiga rumah, naik 5 42:23 rumah, 10 rumah terus panjang ya. Jadi 42:26 jangan tiba-tiba langsung bangun 42:28 langsung ya enggak bisa kayak Pak Iksan 42:30 langsung bangun tujuh tower. Modalnya 42:33 berapa ya? Modalnya 3 triliun. Enggak 42:35 mungkin ya. Jadi pelan-pelan pelan-pelan 42:37 sehingga kalau kita menerapkan kalimat 42:40 prinsip ini dahsyat ya. Dan inilah 42:42 prinsip-prinsip yang diajarkan oleh 42:45 Utsman bin Affan dengan kata-katanya 42:47 langsung. Yang pertama adalah kuntu 42:49 alij. Kami kerjakan sendiri. Yang kedua 42:52 waunami. Bisnis itu harus tumbuh 42:55 berkembang. Wala asari ribhan. Jangan 42:58 abaikan keuntungan walaupun kecil. Wala 43:00 asari. Jangan pernah menjual 43:03 barang-barang yang tidak berkualitas. 43:06 Kemudian lakukan leveraging atau pelipat 43:09 gandaan dalam bisnis. Kalau kita lakukan 43:11 itu dan itulah sesungguhnya yang 43:12 diajarkan oleh sahabat Rasulullah Utsman 43:14 bin Affan, Abdurrahman bin Auf sehingga 43:16 mereka menjadi orang terkaya pada 43:18 masanya dan mereka belajar dari gurunya 43:20 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 43:23 Kalau contohnya bisa menjadi orang 43:25 terkaya di masanya, bisa jadi kalau Anda 43:29 terapkan apa yang tadi disampaikan 43:32 akan membuka celah-celah baru, ya. Tapi 43:35 yang jelas jangan jual sesuatu yang 43:38 haram itu sudah pasti dan juga dengan 43:40 cara yang ee halal ya, tidak mengandung 43:44 riba. Insyaallah mudah-mudahan ee Anda 43:46 terpersuasi. Jangan lupa bahwa itu semua 43:48 bisa dilihat cangking daunnya di buku 43:50 yang ditulis apa saja dan bagaimananya. 43:54 Dan nanti di akhir acara akan kami 43:56 sebutkan bagaimana mendapatkan buku 43:59 tersebut. Sementara kita jedas jenak 44:02 untuk kemudian kami akan sampaikan WA 44:05 yang Anda kirim atau kalau Anda mau 44:07 telepon silakan ke 845 1512. 44:14 [musik] 44:23 [musik] 44:29 [musik] 44:34 [musik] 44:37 Terima kasih. Masih bersama wirausaha 44:39 muslim dengan Valentino Din yang tengah 44:42 membahas bagaimana berbisnis 44:46 seperti yang Rasulullah lakukan dan 44:49 begitu banyak hal yang membuat kita bisa 44:53 jadi Anda berencana untuk kalau pensiun 44:56 itu pasti datang berarti usaha juga 44:58 harus juga dikerjakan. Ya, kita boleh 45:01 langsung ke pertanyaan ini. 45:03 Asalamualaikum. Kalau karakter 45:05 kepribadian ternyata punya peran penting 45:07 di dalam berbisnis ini saya bingung 45:11 gampang sekali dihutangin karena enggak 45:13 tegaan. Modal belum balik dagangan sudah 45:16 habis. Harus bagaimana nih? Dan itu 45:19 angkanya lumayan besar. Akhirnya saya 45:23 kembali makan gaji gaji doang. 45:26 Bagaimana? 45:26 Iya memang apa ketegasan dalam bisnis 45:29 itu memang perlu. Kadang-kadang orang 45:32 suka bilang tega gitu kan. Sebab ada 45:35 orang yang tertentu kalau dibujuk-bujuk 45:37 segala pakai bujuknya pakai 45:38 nangis-nangis lagi gitu kan. 45:39 Anaknya mau sekolah, mau bayar uang 45:41 sekolah segala macam dan ini dan begitu 45:43 nangis enggak enak kasih. Tapi 45:45 gilirannya susah. Kan itu yang terjadi 45:48 tuh. 45:49 Ya. Jadi memang ketika kita akan 45:51 mengutangi ya sudah kita jelas dulu ini 45:53 utang utang apa, utang produktif atau 45:55 utang konsumtif. Kalau hutang produktif 45:57 dia untuk dagang, untuk ini dan kita 45:59 lihat dia memang dia punya usaha, kita 46:01 percaya. Tapi kalau untuk hutang 46:02 konsumtif dia enggak bisa makan segala 46:04 macam, ya sudah niatin aja buat sedekah 46:06 kayak gitu. Daripada kita minjamin terus 46:09 pusing. Jadi memang kadang-kadang ee 46:11 pengusaha itu perlu jiwa yang tegas juga 46:14 dan memang itu dilatih di dalam bisnis 46:16 gitu kan. Walaupun kadang-kadang orang 46:17 suka lihat, oh kejam banget sih. Kayak 46:19 gitu ya. Sebab kalau enggak kejam begitu 46:21 kamu enggak bayar kan kayak gitu. 46:23 Bayangkan kalau kamu satu kemplang. Ada 46:26 sembilan yang kemplang pusing kan gitu 46:29 kan 46:29 pingsan. 46:30 Iya. [tertawa] 46:31 Iya. Jadi biar bagaimanapun juga 46:33 ketegasan 46:34 ketegasan perlu 46:35 bukan enggak tega berarti jahat ya. 46:37 Iya. 46:38 Heeh. Karena kalau dikaitkan dengan 46:40 kisah Rasulullah yang begitu baik hati 46:43 dan peduli ee beda makna dengan yang 46:47 dimaksud ee tegaan. Ya, 46:49 makanya kata Rasulullah itu kan ee 46:53 permudah ee dalam bertransaksi dan 46:57 permudah juga dalam menagih. 46:59 H 46:59 ya. Jadi ee 47:02 samhan ila iza wasamhan ila asari. Jadi 47:06 mudah dalam bertransaksi dan juga mudah 47:08 dalam nagih gitu kan. Jadi kadang-kadang 47:10 kita nagih juga jangan pakai dep 47:12 collektor. Sekarang kan heran ya 47:14 bunganya e 12% 1 hari. 47:17 He 47:17 ya. Ini kan depank-bank gelap ini kan 47:20 sebulan bisa bunganya ada yang 30%, ada 47:23 yang 15% bahkan ada yang 30% karena 47:26 memang dia niatnya memerangkap ya. Kita 47:29 janganlah terjebak kepada hal-hal yang 47:31 sifatnya seperti itu. Riba ya. Jangan 47:33 kita terjebak dalam riba. 47:35 Jadi itu yang mesti kita pertimbangkan. 47:39 Ini ada cerita dari Bekasi, Bapak Dr. 47:43 Andes Marhadi Katmiadi, M.Si. si dia 47:46 dari Dinas Pendidikan baca buku ustaz di 47:49 tahun 2012 [tertawa] 47:51 langsung ambil langkah dan jujur jatuh 47:54 bangun 47:55 bisnis RPOB ternak lele ternak puyuh 47:59 akhirnya di 2018 ee pensiun sebelum 48:04 waktunya 48:06 karena harusnya 2020 ya dan 48:10 maaf 48:13 di usia 60 sudah punya punya usaha 48:16 ternak dan 48:18 [batuk] 48:20 mendidik mengedukasi generasi muda 48:23 hampir 10 orang. 48:24 Hm. 48:26 Sepertinya enggak pernah pensiun dari 48:28 aktivitas ini. [tertawa] 48:29 Terima kasih e karena sudah mempersuasi 48:33 dan 48:35 mudah-mudahan cerita saya membuat yang 48:38 lain ingin juga seperti itu. 48:41 Iya. Yang penting apa? Ee jangan pernah 48:43 berhenti. Jadi kalau kita nyoba gagal 48:47 berhasil, nyoba lagi gagal lagi, gagal 48:50 lagi berhasil, gagal lagi gagal gagal 48:55 gagal gagal kapok kemudian berhenti. Ya 48:57 sudah pada saat kita berhenti gagal 48:59 itulah kegagalan kita. Tapi kalau kita 49:01 coba gagal berhasil, coba lagi gagal 49:05 lagi, gagal lagi, coba lagi berhasil, 49:06 coba lagi berhasil coba lagi gagal, 49:08 gagal, gagal, gagal, kemudian coba lagi 49:10 berhasil, berhasil, berhasil dan kita 49:12 berhenti pada saat ya pada sitah 49:13 berhasil. Dan ee di buku Jangan Mau 49:16 Sumur Hidup jadi orang gajian yang saya 49:17 tulis, saya memasukkan hasil penelitian 49:19 dari profesor ee dari Amerika kalau 49:22 enggak salah John Dual itu mengatakan 49:25 seseorang itu mengalami kegagalan 49:27 sebelum berhasilan sebanyak rata-rata 49:29 kali. Jadi dia gagal kali itu chance 49:33 untuk keberhasilin ada satu kali ya. 49:35 Jadi ee yang masih gagal enggak apa-apa 49:38 yang penting jangan berhenti terus saja 49:40 tapi sempurnakan. Di mana salahnya 49:43 pelajari di mana kesalahannya dan jangan 49:45 ulangi kesalahan yang sama. Jadi ibarat 49:47 pepatah kita jangan mau terperosok pada 49:49 lubang yang sama. Jadi terus terus terus 49:51 dan yakinlah suatu saat keberhasilan 49:54 itu, kesuksesan akan datang menghampiri 49:55 kita. 49:57 Iya, ini dari hamba Allah. Ustaz tadi 50:00 bilang jangan jual barang yang 50:04 jelek. Saya kebetulan hanya reseller. 50:08 Dulu memang bagus, tapi kemudian 50:11 kualitasnya bisa jadi seperti yang 50:14 dikatakan pelanggan 50:16 menurun. 50:17 Saya hanya cari untung dari sini, tidak 50:20 memperhitungkan soal kualitas. Saya 50:23 dianggap bersalah jugaah, Ustaz? Ya, itu 50:25 dia orientasi kita cuman untung, tidak 50:28 memperhatikan hak-hak konsumen. Kan 50:31 konsumen ingin juga mendapatkan barang 50:33 yang bagus gitu kan. Jadi ee kayak 50:36 sekarang nih, Mbak Nuning, saya menjual 50:39 obat yang kebetulan saya dapatkan dari 50:41 teman saya seorang profesor ya. 50:43 Pernah bicara juga di sini Pak Garjit 50:45 kan ee dia jual namanya Flu sama VCO, 50:50 extra VCO ya. saya jualkan produknya itu 50:53 dan alhamdulillah beberapa orang yang 50:55 pakai ee hasilnya Profesor Garjito ini 50:59 sembuh baik dari COVID dan segala macam. 51:01 Jadi testimoni kan ee terus ee Prof. 51:04 Garjito juga memberikan testimoni produk 51:06 yang dia buat gitu kan ya. Saya sebagai 51:08 penjual kan saya selalu adalah saya 51:11 harus menjadi orang pengguna pertama 51:12 juga kan. 51:13 H 51:13 sebelum saya jual saya gunakan saya beli 51:16 fluare-nya saya beli apa ekstra VCO-nya. 51:19 Saya enggak suka minum VCO, tapi istri 51:21 saya suka minum VCO sehingga bisa turun 51:24 berat badannya sampai 20 kilo. Minum 51:27 VCO, minyak kelapa gitu kan. Tapi 51:29 kelapanya agak lain, enggak berasa 51:30 kelapa. [mendengus] Terus saya gunakan 51:32 fluir yang untuk anti COVID itu ya. Dan 51:35 memang kebetulan Profesor Garjito ini 51:37 bilang ke saya waktu saya ngomong ke 51:38 rumahnya, dia meneliti bersama dengan ee 51:41 mantan Menteri kesehatan sebelumnya 51:43 siapa 51:44 yang 51:46 Siti Fadilah 51:48 Supari ya. Jadi dia meneliti obat ini 51:51 apa anti Covid ini ee namanya fluuk itu 51:55 bersama dengan Siti Fadilah. Saya pakai 51:57 Mbak disemprotkan lima kali ke mulut ya 52:01 ee lima kali ke kiri, lima kali ke kanan 52:04 tengah-tengah jadi lima. Kemudian 52:05 semprotkan ke hidung lubang hidung tiga 52:07 kali gitu kan. Jadi ketika saya sesek 52:09 napas atau terlalu capek, udah saya 52:13 setelah wudu saya semprot saya ya enak 52:16 saya rasa ya udah makanya saya berani 52:18 jual. Kenapa? Karena memang ee saya 52:20 sudah sebagai pengguna merasakan juga 52:23 manfaatnya. Jadi jangan kita ee cuman 52:26 yang penting untung saja. Jadi kesalahan 52:27 kita ini para pedagang cuman berpikir 52:29 untung tanpa memperhatikan kualitas. 52:32 Apalagi begitu produsennya kualitas 52:34 diturunin dia tetap jualan aja. Akhirnya 52:37 lama-lama orang enggak jadi beli. 52:38 Kenapa? Kok rasanya enggak kayak dulu? 52:40 Karena dia enggak nyicipin ya, enggak 52:41 nyumb sendiri. 52:42 Karena dia bukan sebagai user. Kalau 52:44 saya selalu apa yang saya jual selalu 52:46 saya cicipin dulu ya. Saya coba dulu, 52:48 saya tes dulu dan secara berkala juga 52:51 stabis saya pasti beli lagi. Kenapa? 52:52 Selalu pada periode tertentu dan saya 52:55 juga kritik kata Pak ini kok ini begini 52:58 saya minta kemasannya bisa enggak begini 53:00 dan begitu. Ya. Jadi saya pikirnya 53:03 prodesen juga akan senang ketika dia 53:05 mendapat mitra atau reseller atau agen 53:08 atau konsumennya juga kritis terhadap 53:11 dirinya kayak gitu. Jadi alhamdulillah 53:13 akhirnya Prof. Garjito ini Pak Ustaz, 53:15 Pak Ustaz yang pegang ya untuk pemasaran 53:17 nasionalnya. Jadi dia serahkan kepada 53:19 syarikat dagang Islam baru. Bahkan ustaz 53:21 saya gabung ke syarikat Dagang Islam 53:23 Baru dan saya tunjuk syarikat Dagang 53:25 Islam Baru untuk menjadi wholeseller, 53:27 pemasar utama ee produknya. dia 53:29 produknya ada ribuan, Pak. 53:31 Tapi saya bilang enggak mau. Saya dua 53:32 saja. Satu fluir itu yang untuk anti 53:35 corona. Yang satu lagi apa? Ee VCO 53:39 ekstra ya untuk kesehatan dan untuk juga 53:41 ee menurunkan bukan bukan bukan 53:44 menurunkan apa ber 53:45 ee apalah istilahnya. Kalau perempuan 53:47 tuh enggak suka dibilang ya ee enggak 53:49 suka dibilang kurus ya. Sukanya ee 53:51 menurunkan berat badan. Iya. Jadi 53:54 sebagai reseller jangan enggak nyobain 53:56 ya. Jadi kualitas tetap harus kita 53:58 pertahankan. Kalau misalnya sudah 54:00 menurun jauh ya tidak kita ee 54:03 cari lagi res ini yang lain produsen 54:04 yang lain. 54:05 Baik, berikutnya dari Ibu Bonita. 54:07 Asalamualaikum, Ustaz. 54:08 Waalaikumsalam warahmatull. 54:09 Semoga dirahmati Allah. Ee apakah 54:11 sahabat Utsman bin Affan mempunyai 54:14 prinsip etika dalam berbisnis yang tetap 54:17 dipegang teguh? Nah, ini seperti apa 54:20 gerangan? Jawabannya ditunggu. itu 54:22 etiknya jelas banget kan tidak menjual 54:25 ee barang-barang yang walaikon enggak 54:28 jual barang-barang yang tidak 54:29 berkualitas dan tidak menjual yang sikon 54:32 tuh barang-barang yang tua yang apalagi 54:34 expire ya 54:35 tua aja enggak jadi selalu kalau bahasa 54:38 kita dagang ini tukang roti fresh from 54:41 the oven 54:42 jadi betul-betul bari matang masih fresh 54:44 dari oven itu yang dijual jadi quality 54:46 ya sehingga pada saya bilang pada 54:49 akhirnya ketika kita menjaga kualitas 54:51 ketika kita katakan jualan beras. Oh, 54:53 kalau beras paling bagus memang berasnya 54:54 Pak Anu. Oh, kalau sayur paling bagus 54:56 tuh sayur di sono. Karena 54:58 terkenal orang bahwa toko itu adalah 55:01 menjaga kualitas dan tidak pernah ada 55:03 barang-barang yang expire. Bahkan 55:05 mendekati expire saja pun tidak. 55:07 I itu terkait juga dengan kualitas ya 55:11 etikanya dan menjaga 55:13 ee bayangkan kalau expire dijual kalau 55:16 itu obat bisa jadi racun. 55:18 Iya. Oke, yang berikutnya dari Pak 55:20 Samsul di Cibinong. Asalamualaikum. Eh, 55:24 waalaikumsalam warahmatullah. 55:25 Ustaz Valentinud si ada dua pertanyaan 55:27 nih. Pernah saya dengar cerita Nabi kita 55:30 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 55:32 berdagang dengan teknik 55:33 Bapak Ibu saya beli barang ini dengan 55:35 harga sekian. Silakan Bapak Ibu beli 55:37 berapa saja. 55:38 Benarkah cerita ini? 55:40 Kemudian yang kedua, bagaimana teknik 55:42 yang baik dalam hal menjual jasa? 55:45 Misalnya berceramah atau mengajar. 55:47 Apakah kita tentukan tarif tertentu atau 55:50 terserah kepada pembeli jasa? 55:52 I jadi memang satu yang pernah saya 55:54 dapatkan juga itu ketika Rasulullah 55:57 berdagangnya bagaimana julukan al-amin 55:59 salah satu itu ketika Rasulullah ee 56:01 katakan jualan kurma. Ini kurma kelas 1, 56:03 ini kurma kelas 2, kurma kelas 3. Jadi 56:06 Rasulullah m-differentiate tentang 56:08 produknya. Diferensiasi produknya ada 56:10 kurma kelas 1, kelas 2, kelas 3. Kalau 56:12 ini ada yang jeleknya di sini. Yang ini 56:14 baiknya di sini. Jadi secara itu 56:16 transparan ya. Bagaimana? Kemudian juga 56:18 kalau ini harganya dari tuan saya 56:21 katakan 1 kilo harganya Rp25.000. 56:25 Ini harga modal saya. Silakan kalau 56:27 Bapak mau melebihkan berapa. 56:29 Oh, jadi silakannya itu pasti setelah 56:31 menyebutkan harga aslinya ya. 56:33 Iya. Ini kan saya sempat juga nonton 56:35 film nih Wali 4 ya, 56:36 Mbak. Itu kan Apoi dan kawan-kawan itu 56:39 pasar apa sih? Pasar ee Genjing Syariah 56:43 itu kan sempat jadi ada edukasinya. Saya 56:45 senang nonton film itu karena adiknya 56:47 ini dari modalnya saya sekian ee silakan 56:51 dilebihkannya terserah. Nah, cuman yang 56:54 terjadilah kita enggak boleh bohong. 56:56 Katakan modalnya Rp2.000 56:58 bilangnya 25 56:58 kita bilangnya 25. Nah, agak sulitnya 57:01 kita Melayu itu orang kita pribumi itu 57:04 kejujuran itu memang satu itu yang 57:06 sulit. Nah, dan pada akhirnya pertanyaan 57:09 yang kedua, karena agak sulit diterapkan 57:11 kayak gitu, ya sudah kita menjual dengan 57:14 harga saja, terserah konsumen saja. 57:16 Katakan ee saya belinya Rp20.000, ya 57:18 saya jual aja Rp30.000. Berapa harganya, 57:21 Pak Kurma? Rp30.000. Jadi, konsumen 57:23 enggak bertanya kan gitu kan. Boleh 57:25 kurang enggak? Kadang-kadang kalau 57:26 emak-emak kan begitu tuh, 57:28 ya sudah tinggal tawar-menawar. Karena 57:30 saya juga kadang-kadang sering ke pasar 57:31 nih, beli ayam tawar juga. pintar 57:34 nawarnya saya daripada istri saya karena 57:36 saya tukang dagang kan kayak gitu. 57:38 Berapa harganya, Pak? Sekian. Sekian 57:40 boleh enggak nih? Ya udah, Pak. Ya udah 57:43 kasih boleh. Jadi tawar-menar suatu hal 57:45 yang biasa dan boleh saja 57:46 ya. Jadi ee yang penting intinya satu 57:48 jangan berdusta ya. Jangan ada ee kita 57:52 ee dagang bohong. Pernah teman saya 57:55 menerapkan juga model kayak gitu. Bikin 57:57 satu komunitas, bikin satu lingkungan, 57:59 bikin ee ini pasar ya, pasar muslim. 58:03 Kemudian dibuat ketentuan 58:06 keuntungannya 58:07 hanya boleh ee sekian persen. 58:11 Oh, 58:12 terjadi lagi yang dagang kan pasti jadi 58:14 kayak bohong juga. [tertawa] Mana bisa 58:16 kita tentukan untungnya berapa kan kayak 58:18 itu lebih baik sudah tentukan saja. Saya 58:20 bilang katakan harganya Rp20.000, harga 58:24 pasaran berapa? R25. Jual Rp25.000. 58:26 Terus Anda sebagai pemilik pasarnya 58:29 ambil aja untung katakan berapa? 3% dari 58:33 nilai barang yang dijual sudah selesai. 58:35 Jadi proses transaksinya clear. Jadi 58:37 pedagangnya enggak bohong. Kalau 58:39 dibilang hanya boleh mengambil sekian, 58:41 akhirnya pedagangnya jadi bohong juga. 58:42 Kayak gitu. Jadi lebih baik sudah 58:44 tentukan harganya katakan sekilo 58:46 Rp30.000 dan ee karena Anda jualan di 58:50 pasar saya dan Anda enggak bayar biaya 58:52 sewanya ee kita minta 10% atau ee 7% 58:57 dari harga jual R30.000 7% berarti ee 59:01 berapa? 2. 100 kan? Ya sudah setiap yang 59:05 laku pakai komputer kelihatan oh 59:07 transaksi Anda hari ini ee R1 juta 59:10 berarti Anda bayar 7% Rp70.000 ya bayar 59:14 sini ee haknya saya ee Rp70.000 dari 59:17 hasil penjualan Anda. Jadi ee 59:19 transparansi dibuat dari awal. Jadi 59:21 enggak jadi tidak terjadi multitafsir di 59:24 dalam proses transaksi yang menyebabkan 59:26 ada salah satu pihak yang cenderung bisa 59:28 untuk berdusta. 59:30 Iya, mudah-mudahan menginspirasi kita. 59:33 Pensiun itu pasti. Tetapi kalau kita 59:37 punya kegiatan berbisnis, pilih terserah 59:40 mana yang Anda suka, itu akan ee membuat 59:43 perjalanan terasa lebih menyenangkan. 59:45 Kita rangkum bahasan pagi ini. 59:46 Iya. Jadi ee 59:49 sebelum saya kasih tadi kan prinsip ya, 59:52 kuncinya saya kasih nanti beberapa 59:53 kuncinya. 59:54 He. 59:54 Bahwa apa yang kami lakukan ee di 59:57 syarikat dagang Islam baru ya. Jadi 59:59 sekarang sini saya mentajuk mengangkat 1:00:01 tajuk ee syarikat dagang Islam baru. 1:00:03 Jadi nanti praktis sejak 2021 Mbak 1:00:07 Nuning saya tidak akan lagi ee 1:00:09 mengangkat mereknya MTW Majelis Taklim 1:00:11 Miraosa. Tapi saya akan selalu berbicara 1:00:14 atas nama sebagai chairman atau founder 1:00:16 pendiri daripada syarikat dagang Islam 1:00:18 baru. 1:00:19 Jadi kalau orang tanya syarikat dagang 1:00:20 Islam baru itu apa sih? Syarikat dagang 1:00:22 Islam baru adalah sebuah gerakan ekonomi 1:00:25 umat. Ya, ini gerakan ekonomi umat. He 1:00:27 he. 1:00:28 Yang bertujuan untuk membangun 1:00:31 persatuan dan sinergi antara pedagang 1:00:35 muslim, pengusaha muslim, dan konsumen 1:00:38 muslim. Ya, karena apa? Kita jangan lagi 1:00:41 teriak anti Cina, anti aseng, anti 1:00:43 asong, anti aseng ya segala macam, tapi 1:00:45 kita enggak melakukan sesuatu. Jadi 1:00:46 syarikat dagang Islam baru ingin 1:00:48 membangun sinergi ya membangun ekonomi 1:00:51 umat dengan cara membangun sinergi dan 1:00:54 persatuan antara pedagang muslim, 1:00:55 pengusaha muslim, dan konsumen muslim. 1:00:58 Dan pastilah kita salah satunya di 1:00:59 antara itu. 1:01:00 Kalau kita tidak pengusaha muslim, 1:01:02 pemilik modal, kita mungkin pedagang, 1:01:05 reseller, agen, distributor atau kita 1:01:08 konsumen yang setiap hari belanja untuk 1:01:10 kebutuhan hari-hari kita. Ya. Dan kalau 1:01:12 ini terjadi dahsyat. Nah, kuncinya ada 1:01:15 beberapa kita rangkum. Yang pertama 1:01:18 adalah faktor pertama adalah Allah. 1:01:20 Selalu libatkan Allah dalam semua 1:01:22 aktivitis kita. Dalam aktivitas kita 1:01:25 berbisnis, apakah sebagai pedagang, 1:01:27 sebagai pengusaha atau sebagai konsumen 1:01:29 muslim, maka libatkan Allah selalu dalam 1:01:32 seluruh aktivitas kita. Satu adalah 1:01:34 Allah, Allah lagi, Allah terus, Allah 1:01:36 terus-menerus. Yang kedua adalah ilmu. 1:01:40 Ya, makanya kajian kita pada hari ini 1:01:42 dan selanjutnya ataupun yang lalu dan 1:01:44 akan datang adalah dalam rangka kita 1:01:46 membekali kita dengan ilmu agar kita 1:01:48 terbebas daripada yang haram dan 1:01:50 syubhat. Dan kita harus menjadi mengerti 1:01:52 tentang teknik atau strategi dalam kita 1:01:54 berdagang agar kita memperoleh 1:01:57 keberuntungan. Ya. Jadi, kedua adalah 1:01:59 ilmu. Ilmu, ilmu, ilmu lagi, ilmu lagi, 1:02:03 ilmu lagi. Belajar. Yang ketiga ya, kita 1:02:06 perlu yang namanya mentor. 1:02:08 Kita perlu guru, perlu pembimbing ya, 1:02:12 perlu ee mentor ya, ee perlu yang bisa 1:02:16 ngarahin kita. Jadi carilah mentor dan 1:02:19 makanya syarikat dagang Islam baru ini 1:02:21 saya minta nanti beberapa teman-teman 1:02:22 saya yang sudah sukses jadi pengusaha, 1:02:24 yang sukses jadi konglomerat, yang 1:02:26 sukses ee jadi bankers, yang sukses jadi 1:02:30 ee doktor dan segala macam. termasuk 1:02:32 dalam rangka ilmu itu saya minta yang 1:02:34 menjadi pembimbing saya itu kan Dr. Oni 1:02:36 Syahroni. Bilang, "Ustaz Oni 1:02:39 tolong saya diawasin dari segi apa ee 1:02:42 hukum-hukum apa transaksi akad-akad 1:02:45 transaksinya supaya enggak batil." Malah 1:02:47 dia usul, "Ustadz, saya usulin begini 1:02:48 aja ustaz, kita bikin begini begegitu." 1:02:49 Jadi malah akhirnya datang ide-ide 1:02:51 gagasan itu. Kenapa? Ketika kita minta, 1:02:54 kita siap, gurunya datang. Ya. Yang 1:02:56 ketiga adalah mentor, ya. Yang keempat 1:02:59 adalah komunitas. komunitas. Kita perlu 1:03:02 environment, kita perlu community, kita 1:03:06 perlu close loop ekonomi. Makanya 1:03:08 syarikat dagang Islam baru inilah sebuah 1:03:10 community yang saya buat untuk membangun 1:03:13 persatuan dan sinergi antara pedagang 1:03:15 muslim, pengusaha muslim, dan konsumen 1:03:17 muslim. Sebuah close loop ekonomi. 1:03:20 Sebuah ekonomi yang kita jumlahnya 1:03:21 mayoritas muslim ini 1:03:24 87,3% 1:03:26 dari 270 juta penduduk Indonesia. Itu is 1:03:29 a big market. 1:03:31 Saya tidak rela orang Islam cuma jadi 1:03:33 pasar. Saya tidak rela orang Islam cuma 1:03:35 jadi objek saja. Saatnya kita menjadi 1:03:38 pelaku, kita menjadi pemain. Paling 1:03:40 tidak kita sebagai pedagang muslimnya ya 1:03:43 atau sebagai konsumen muslimnya. dan 1:03:45 harapan kita ke depan menjadi pengusaha 1:03:47 muslimnya ya yang bisa ee menciptakan ee 1:03:51 produk-produk sendiri sehingga apa yang 1:03:54 kita makan apa yang kita beli daripada 1:03:57 saudara kita, apa yang kita jual apa 1:03:59 yang diproduksi oleh saudara kita dan 1:04:01 sesungguhnya syarikat dagang Islam baru 1:04:04 hadir untuk itu. 1:04:07 Iya. Mudah-mudahan 1:04:09 benar-benar terpersuasi ya karena 1:04:11 pensiun pasti tadi. Bisa jadi kita atau 1:04:15 kami, kami adalah pabrik kata-kata. Kami 1:04:17 adalah pengusaha lirik dan kami adalah 1:04:19 pedagang narasi dan pedagang kalimat. 1:04:24 silakan beli dengan harga doa saja. 1:04:28 Karena rangkaian kata yang disampaikan 1:04:30 oleh Rasil baik yang melalui ee 1:04:36 AM-nya atau Anda simak melalui 1:04:38 YouTube-nya itu adalah rangkaian kata 1:04:41 penuh makna dan menginspirasi serta 1:04:45 mempersuasi kita semuanya untuk bisa 1:04:47 mendekatkan kita pada Ilahi Rabbi. Kalau 1:04:50 ini ee namanya dagang. Tapi perlu satu 1:04:53 lagi Mbak. Jadi kalau teman-teman yang 1:04:55 ingin mendukung gerakan kita itu ya ee 1:04:58 memiliki bukunya atau mendukung apa yang 1:05:00 sedang kami lakukan melalui syarikat 1:05:02 dagang Islam baru ini 1:05:03 ke nomor handphone saya e WA saya 0813 1:05:09 1961 1:05:10 1961 1:05:11 8972 1:05:13 8972 1:05:14 0813 19618972. 1:05:18 Baik. Jadi itulah tadi sekali lagi 1:05:21 081319618972. 1:05:26 Nomor yang bisa dihubungi ketika Anda 1:05:29 ingin ee membaca lebih lanjut lagi 1:05:32 terkait bahasan kali ini. Terima kasih 1:05:34 untuk kebersamaan ini. Billahi taufik 1:05:35 walhidayah. Asalamualaikum 1:05:37 warahmatullahi wabarakatuh. 1:05:38 Waalaikumsalam.