Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Lailahaillallah. [musik] 0:07 [musik] 0:13 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 0:15 rabbil alamin. Allahumma sholli ala 0:16 sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina 0:18 Muhammad. Asalamualaikum warahmatullahi 0:20 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat pendengar 0:22 radio silaturahim yang dirahmati Allah. 0:25 Alhamdulillah saya Muhammad Fahri temani 0:27 Ondi dan juga Anis hadir di acara sirah 0:30 Nabawiyah bersama Ustaz Salman Alfarizi. 0:34 Alhamdulillah sekarang kita bisa sharing 0:36 live dan alhamdulillah Ustaz Salman 0:39 telah hadir di studio. Kita sapa saja 0:40 ikhwan dan akhwat. Asalamualaikum 0:42 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Salman. 0:44 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:46 wabarakatuh Bang Fahri. Sudah lama nih 0:48 kita enggak berjumpa nih sama Ustaz 0:49 Salman [tertawa] nih. Kalau dengar nama 0:51 Ustaz Salman ini yang terengyang-nyang 0:53 itu khasnya suaranya energik ya. 0:56 Masyaallah. 0:57 Full power. 0:58 Barakallahu fik. Barakallahu fik. 1:00 E gimana Ustaz memelihara semangat puasa 1:02 nih di hari yang ke-14 ya? Kalau engak 1:04 usah sekarang 1:05 eh sudah ke 1:06 15 15 ya 15 hari 1:08 15 Ramadan. 1:08 15 Ramadan hari Jumat yang katanya ada 1:11 isu apa gitu kan. 1:13 Ee alhamdulillah ee kita sering saya 1:16 sampaikan jalani seperti biasa ya 1:18 seperti tahun-tahun sebelumnya. 1:21 Anggap apa yang sedang terjadi ini tidak 1:23 perlu dipikirkan ee terlalu serius ya. 1:26 Teru 1:26 kita tetap puasa, kita tetap beribadah 1:29 kepada Allah Subhanahu wa taala, kita 1:30 tetap lakukan semua rutinitas kita 1:33 seperti biasa. 1:35 Tawakal alah. 1:36 Tawakal al ya. 1:37 Iya. 1:37 Jaga kesehatan. 1:38 Jaga kesehatan tentunya. Jaga kesehatan, 1:40 jaga makanan. Justru dengan puasa kayak 1:43 gini nih ee kita lebih hati-hati makan, 1:46 lebih hati-hati nih kan gitu kan. Jadi 1:48 banyak hikmahnya juga jadinya 1:50 lebih terjaga ya. 1:51 Teraga tetap terjaga. Iya. Betul. 1:52 Dan juga seiring dengan apa kita 1:55 kegiatan di rumah juga banyak kumpul 1:56 dengan keluarga lebih dekat lagi ya 1:58 Ustaz ya. Spirit kumpul dengan keluarga 2:01 itu sebenarnya bagi orang yang 2:03 mengetahui ee mengalahkan ee apa yang 2:07 sedang ada sekarang. Nah, itu makanya ee 2:10 Allah berikan kita konsep tenang gitu 2:12 ya, sabar. Ee idza asobathum musibah 2:16 qolu inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. 2:19 Ini ini konsep yang konsep yang sangat 2:22 sederhana dibahasakan Al-Qur'an. Namun 2:24 ketika kita amalkan dampaknya luar biasa 2:27 ee luar biasa dahsyat sekali. 2:29 Jadi orang diajarkan oleh Allah bila kau 2:33 tertimpa musibah kau cukup merespon 2:36 dengan innalillah. 2:38 Kami ini milik Allah 2:40 wa inna ilaihi rojiun. Dan kami akan 2:43 kembali kepada Allah Subhanahu wa taala. 2:45 Bagi yang paham ini refleks ee yang 2:48 sangat dahsyat yang membuat jiwa dia 2:51 tenang. Jiwa dia tenang. 2:53 Kemudian ketika jiwanya tenang ee dia 2:55 kumpul dengan anaknya, dia dikumpul 2:57 dengan keluarganya. Ini punya energi 3:00 positif yang luar biasa. 3:01 Betul. Menaikkan imun tubuh juga. 3:02 Tenaganya 3:03 menaikkan imun tubuh, menaikkan ee ket 3:06 apa ya? berpikir berpikir saya di 3:08 masa-masa saya kan enggak ke mana-mana 3:10 nih Bang Fahri sudah hampir 2 bulan nih. 3:13 Itu buku yang saya saya kan bukan 3:16 penulis sebenar ya, 3:17 tapi karena desakan keperluan pesantren 3:19 sekarang ma menulis. 3:20 Saya nulis fikih selesai, 3:23 saya nulis tauhid selesai, saya nulis 3:26 sirah nabawi itu mungkin sudah hampir 3:28 300 halaman. 3:29 Subhanallah. 3:29 Saya nulis gramar bahasa Arab sederhana 3:32 selesai. 3:32 He. 3:33 Saya ide dari teman-teman ya dari kita 3:36 di pesantren saya nulis hadis 3:38 entrepreneur. 3:39 Iya. Jadi kita bikin 40 hadis 3:41 entrepreneur, 40 hadis tentang akhlak. 3:43 Kita mau sedang bikin tafsir ayat 3:45 akhlak, tafsir ayat interpret. Jadi ada 3:47 ada hal-hal lain yang yang yang luar 3:52 biasa dari Allah Subhanahu wa taala 3:53 ketika kita merespon semuanya dengan 3:56 inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Tapi 3:59 kalau direspon, aduh gimana sih? Panik 4:02 ya. 4:03 Panik 4:04 kacau semuanya. [tertawa] 4:06 Pesantren masih berjalan seperti biasa. 4:08 Seperti biasa, Bang Fahri semuanya 4:09 berjalan. Hanya saja ee hampir ee 60% 4:13 libur. 4:14 H sebagian ada yang libur libur ya. 4:17 Kita malah banyak ee bertani berernak. 4:19 Heeh. He 4:20 di yang akan kita bahas ini 4:21 fokus berernak. Berani 4:22 iya kita bertani beternak dan kita juga 4:26 membangun. 4:27 Heeh. 4:28 Tapi supaya budgetnya low jadi kita jadi 4:31 tukang. Jadi saya ngaduk semen, saya 4:34 ngaci, saya masang hebel, guru-guru yang 4:36 lain juga gitu. Karena kita enggak ada 4:38 enggak ada ini kan enggak ada yang ee 4:40 dilakukan. Jadi 4:42 kita alih karena itu tadi karena kita 4:44 tenang meresponnya, 4:45 cepat kita e kita dapat ee ee 4:48 kegiatan-kegiatan yang bermanfaat 4:51 gitu, Bang Fari. 4:53 Energinya dialihkan ke hal-hal yang 4:55 lebih bermanfaat lagi, Ustaz, ya. Luar 4:57 biasa. [berdehem] 4:58 Tema hari ini pertanian dalam Islam. 5:01 Betul. Nah, yang ingin bergabung nanti 5:03 bertanya juga, Anda bisa langsung ke 5:05 WhatsApp kami di 0811999720 5:09 ataupun telepon di 021 8451512. 5:13 Silakan, Ustaz. 5:14 Jazakullah khair. Asalamualaikum 5:17 warahmatullahi wabarakatuh. 5:19 Nahmaduka ya manahtan subula hidayah 5:23 wasalatu wassalamu ala sayyidina 5:26 Muhammad ibni abdillah waa alihi wa 5:29 ashabihi waman tabiahu yaumilamah. 5:33 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 5:35 syarikalah wa ashadu anna muhammadan 5:37 abduhu wa rasuluh man la nabiya ba'. 5:40 Amma ba'du. 5:42 Pendengar pemirsa channel YouTube Rasil 5:45 yang dimuliakan Allah subhanahu wa 5:47 taala. 5:49 Tentu puji syukur kita kepada Allah atas 5:52 limpahan karunia yang tak terhingga. 5:54 Selawat salam kepada Nabi Besar Muhammad 5:58 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kita 6:00 termasuk yang mendapatkan syafaat nanti 6:02 di hari kiamat darinya. Amin ya rabbal 6:03 alamin. Alhamdulillah. 6:06 Ee pemirsa pendengar kita baca dulu 6:09 al-Fatihah kita hadiahkan kepada 6:10 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 6:12 para ulama al auliya asyuhada asliihin 6:14 dan semua orang-orang yang beriman yang 6:15 sudah mendahului kita. Amin. 6:16 Wabil khusus kita minta kepada Allah 6:18 agar apa yang sedang kita alami diangkat 6:20 oleh Allah subhanahu wa taala. Kemarin 6:23 dibersihkan oleh Allah subhanahu wa 6:24 taala. Penyakit-penyakit disembuhkan 6:26 oleh Allah subhanahu wa taala. 6:28 Perekonomian kembali dinormalkan oleh 6:30 Allah subhanahu wa taala. Ala hadin niah 6:32 waliulli niyatin shihah wa hadratin 6:35 nabiil mustofa shallallahu alaihi 6:37 wasallam. Alfatihah. 6:39 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 6:45 Bismillahirrahmanirrahim. 6:49 Alhamdulillah 6:51 rabbil alamin 6:54 arrahmanirrahim. 6:56 Maliki yaumiddin. 7:00 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta 7:05 ihdinasiratal 7:07 mustaqim 7:09 sirathalladzina 7:11 an'amta alaihim ghairil maghdubi alaihim 7:15 waladin. 7:21 Amin. 7:25 pemirsa pendengar yang kami muliakan. Ee 7:28 alhamdulillah hari ini kita bertemu di 7:31 udara 7:33 dalam kajian serial sirah nabawi. Tapi 7:36 hari ini saya ee bersama teman-teman di 7:39 pesantren kemarin bikin hadis 40 hadis 7:42 entrepreneur. Di sana kami menemukan 7:46 betapa Islam ini sangat mendukung 7:50 wiraswasta entrepreneur ya. He. 7:53 Ee saya mengajak juga dari mikrofon 7:55 Rasil ini jangan lagi melulu 7:58 bercita-cita menjadi pegawai negeri atau 8:01 menjadi ee B pegawai BUMN atau menjadi 8:06 pegawai perusahaan-perusahaan asing yang 8:08 m gaji yang besar. Saya kira itu ee 8:11 cita-cita yang sudah ketinggalan, 8:13 cita-cita yang mm apa namanya ya? Yang 8:17 enggak keren lagi ya. E yang keren itu 8:19 ketika ada anak muda di zaman ini 8:22 bercita-cita jadi petani, jadi nelayan, 8:25 jadi ee apa namanya? teknik sivil yang 8:28 mampu membangun ini dan itu. Ini yang 8:31 kita rindukan di dalam agama kita ini. 8:34 Nah, saya insyaallah akan coba berbagi 8:37 tentang hadis-hadis yang kita kumpulkan 8:38 dan hari ini pertemuan pertama sesudah 8:41 masa apa namanya ini e si wabah Mbak 8:44 Corona ini 8:45 kita ee kita akan membahas tentang 8:49 entrepreneur yang paling mudah dilakukan 8:52 dan ee tidak memerlukan modal besar dan 8:54 dampaknya sangat luar biasa itu apa? 8:57 Pertanian. 8:58 Ada sabda Nabi begini ini luar biasa. 9:01 Andai kalian menyadari bahwa besok hari 9:03 kiamah gitu ya. Andai kalian menyadari 9:06 bahwa besok hari kiamah falyagris maka 9:09 menanamlah. Begitu kira-kira dari 9:11 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 9:13 Ini ada motivasi dari Rasulullah 9:16 sallallahu alaihi wasallam. Coba 9:17 bayangkan Nabi bilang di situ hadis itu 9:19 luar biasa. Ini kita sudah diumumkan 9:21 besok ni kiamat nih bab hari besok hari 9:23 kiamat. Maka perintah Nabi nanamlah. 9:26 Nanam apa coba? Nah, itu. [berdehem] 9:29 Tapi Nabi bilang nanamlah gitu kan. Ee 9:33 nanam nanam enggak ada yang cepat. Tapi 9:35 itulah spirit dari ee bertani itu dari 9:38 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 9:39 ya. Nah, ee Al-Qur'an juga bercerita 9:43 tentang pertanian di banyak ayat ini. 9:45 Saya buka salah satu di antaranya adalah 9:48 ee di surah An-Nahl. Di surah An-Nahl 9:50 ya. Auzubillahiminasyaitanirrajim. 9:56 Hualladzi 9:58 anzala minasama 10:01 maa 10:03 lakum minhu syarabun waminhu syajarun 10:07 fihi tusimun. 10:10 Yumbitu lakum bihizara'a wazzaituna 10:13 wnakhila wal a'naba wamin kulli 10:17 tsamarat. 10:19 Inna fi dzalika laatan liqaumin 10:23 yatafakkarun. 10:27 ini ee kata Allah begini ya, dia dialah 10:31 Tuhan yang menurunkan hujan dari langit 10:34 bagi kalian. Ini ee orang Islam itu 10:37 selalu mengatakan hujan itu berkah. 10:40 Berkah. 10:41 Tapi sayangnya umat Islam kebagian 10:44 sangat sedikit dari berkahnya hujan. 10:47 Nah, kalau kita pandang perspektif 10:49 pertanian. Kenapa? Karena hujan itu 10:53 menjadi berkah. 10:55 yang banyak berkahnya itu hujan itu bagi 10:57 petani. Saya sekarang seorang petani ya 10:59 pemirsa pendengar ini. Saya seorang 11:01 petani. Saya bilang saya ini sekarang 11:03 sudah alih profesi bukan jadi ustaz 11:05 lagi. Petani peternak saya sekarang itu 11:08 kita petani kalau datang hujan 11:11 sumringahnya luar biasa. Kita sedang 11:13 menanam 11:14 rumput odot dan rumput sulam jana untuk 11:17 kebutuhan ternak kambing dan sapi kita. 11:19 Kita sedang menanam sente sama ee talas 11:24 Bogor ya. Talas Bogor dan Sente. Ini 11:28 nanti berguna untuk pakan ikan nila dan 11:31 ikan gurame terutama. 11:33 Nah, talesnya dimakan 11:35 manusia ya kan? Talesnya dimakan 11:38 manusia, daunnya dimakan sama ikan. Nah, 11:41 itu kerennya pertanian itu dahsyat 11:42 berkah ya. 11:43 Kita juga sedang menanam ubi. Ubi itu 11:46 berkahnya luar biasa. Ubi itu nanti 11:48 panen 11:49 dimakan oleh kita manusia ubinya dimakan 11:52 oleh kambing daunnya. 11:55 Daunnya 11:55 hari ini, Bang Fahri, hari ini 11:58 kita membeli bibit jagung. Beli bibigit 12:01 jagung ya. Jagung itu nanti jagungnya 12:03 dipanen oleh manusia ya. Jagungnya 12:06 dipanggil oleh manusia. 12:08 Batang dan daunnya 12:09 buat kambing. 12:10 Dicacah buat kambing. Bonggolnya Bang 12:13 Fahri dicacah juga buat kambing. 12:15 Oh, bonggolnya juga suka ya. nya Bang 12:17 Fahri 12:18 kan keras gitu enggak ya? Kalau jagung 12:20 manis kan dibeli kan eh dimakan dipanen 12:23 kan untuk jagung rebus sudah direbus 12:25 bonggolnya itu kan 12:26 dicacah lagi jadi pakan kambing 12:29 itu kulit jagungnya 12:31 masih juga bisa [tertawa] digunakan. 12:33 Jadi saya ketika diskusi sama 12:35 kawan-kawan, umat Islam kita ini kok ya 12:38 ketinggalan dari Rasulullah dari ajaran 12:40 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 12:41 Bang Fahri kenapa kau bilang begitu? 12:44 Umat Islam itu selalu bilang hujan itu 12:46 berkah. Heeh. 12:47 Apanya gitu? Kita kebagian banjirnya 12:49 doang loh. Karena umat Islam sekarang 12:52 itu gengsi jadi petani. Enggak ada umat 12:55 Islam yang mau jadi petani kecil. 12:57 He. 12:57 Kalau ada SMS aku hari ini. Oh, itu ya 13:00 terutama anak muda ini ya. Terutama anak 13:02 muda yang mendengarkan kita atau ada 13:04 ayah yang punya anak yang memang serius 13:07 ingin bertani ya. Karena ini dari Allah 13:10 bukan dari Salman dan ini dari 13:12 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 13:13 dari Allah dan rasulnya. Lihat nih di 13:15 surah Annahl ayat 10. Hualladzi anzala 13:19 minasama maa. Dia yang menurunkan air 13:22 hujan dari langit. Lakum minhu syarabun. 13:25 Di antara air hujan itu ada yang menjadi 13:27 air minum bagi kita. Itu ya yang kita 13:28 tentu jelas ya. Waminhu syajarun. Dan 13:32 ada yang menumbuhkan pepohonan. K tanya 13:34 dulu umat Islam mana yang sekarang yang 13:36 yang numbuhkan pepohonan. Nah ini dan 13:39 ini dahsyat kawan-kawan ya. ini mengenai 13:42 pertanian ini bagi umat Islam ini dan 13:44 ini ajaran Al-Qur'an. Ee 13:48 di masa-masa datang wabah ini saya 13:50 benar-benar fokus dengan beberapa usaha 13:52 pesantren ya, yaitu termasuk pohon ini 13:56 mengenai pohon ya. Ee dalam masa-masa 13:59 libur ini saya berkunjung kepada orang 14:01 kampung sekitar pesantren yang punya dua 14:05 pohon alpukat Miki. Ada yang tahu 14:07 alpukat Miki enggak sih? Mirip alpukat 14:09 mentega kalau kata orangnya. Lebih enak 14:12 kalau menurut saya. 14:12 Bi tebal dagingnya ya. 14:13 I tebal dagingnya, Bang. Dan e dagingnya 14:16 itu nyes-nyes gimana gitu rasanya. 14:19 Kalau orang Medan itu si alpukat ini di 14:23 dikerok. Jangan dijus. Kalau saya enggak 14:25 dijus. Jadi dikerok 14:26 masih ada teksturnya gitu ya. 14:27 Iya. Dikerok. Masukin ke gelas. Taruh 14:30 es, taruh susu, taruh gula aren. 14:33 H. Mantap. 14:35 Agak dibenyek-benyek gitu, Bang Fahri. 14:37 Ya Allah, itu luar biasa ya. Apalagi 14:39 apat mentega ini tadi 14:41 saya ngobrol, Bang. Dia bilang, "Ya, 14:43 Ustaz, minim-minim nih pohon saya nih 14:45 kalau sekali panen Ustaz Rp25uta katanya 14:48 satu pohonnya." 14:49 Satu pohon dan itu tengkulak datang. 14:52 Heeh. 14:53 Jadi kalau dia mau serius jual ke orang 14:56 lain, jangan jual ke tengkulak. Mungkin 14:58 lebih dari situ. Jadi dua pohon dia 14:59 dapat Rp5 juta. 15:01 Dan si alpukat Miki ini istimewanya 15:03 selesai dia dipanen, dia siap-siap 15:06 berbunga dan berbuah lagi. 15:08 Nah, ini dari Allah nih. Bukan. Lakum 15:10 minhu syajar syarabun waminhu syajar. 15:13 Heeh. 15:13 Dari air hujan itu sebagiannya jadi 15:16 pepohonan. Umat Islam. Kalau kalau umat 15:19 Islam cuma jadi PNS, pohon apa? 15:21 Hm. 15:24 Institut Pertanian Bogor itu 15:26 lebih banyak jadi apa namanya? Jadi jadi 15:29 pegawai mereka daripada jadi petani gitu 15:32 ya. 15:33 Padahal Al-Qur'an berbicara mengenai ini 15:35 ya pertanian ini kan waminhu syajar dan 15:37 daripadanya pepohonan. Kalau kita bahas 15:39 pertanian tentang pepohonan pemirsa 15:42 pendengar yang saya muliakan Indonesia 15:44 ini adalah gudangnya pohon. Kita mau 15:47 cerita pohon apa aja jadi duit di negara 15:49 yang hebat ini. Kalau kita di pesantren 15:52 memilih alpukat sama durian. Karena saya 15:56 kira gini, kalau rajanya buah itu kan 15:58 durian ya. Enggak ada orang yang khusus 16:00 ee naik mobil sekeluarga mau ke mana? 16:03 Mau makan alpuket tuh enggak ada. 16:06 Mau ke mana? Makan rebutan tuh enggak 16:07 ada, tapi mau ke mana? Makan durian dulu 16:09 ada. 16:10 Nah, itu luar biasa itu ya. Kita juga 16:12 studi banding kemarin di masa-masa kayak 16:14 gini nih melihat ada orang punya kebun 16:17 duri e pohon durian padahal cuma satu 16:20 biji saja di depan rumahnya itu 16:22 menghasilkan uang yang sangat luar biasa 16:23 untuk membantu perekonomian keluarga. 16:26 Maka itu yang kita ee lakukan ya tanam 16:29 pohon alpukat, pohon durian karena ini 16:31 dari Allah. Karena ini ajaran dari 16:33 Allah. Jadi hujan ini berkah. Kalau kita 16:37 jadikan dia menjadi bukan berkah sih 16:39 misalim abra kedabra gitu jadi berkah 16:42 kagak. Jadi kita harus harus olah dia 16:45 diolah menjadi apa? Jadi poon. 16:47 Iya. 16:47 Itu yang dianjurkan oleh Allah Subhanahu 16:49 wa taala. Jadi jadi kan dia pohon. Nah 16:51 Indonesia ini gudangnya pohon. Kita bisa 16:53 nanam mahoni, kita bisaisa nanam jati. 16:56 Kita bisa nanam cengkeh, kita bisa nanam 16:58 macam-macam. Kita ini di Sumatera malah 17:00 ditanam sawit semua. itu rugi itu saya 17:02 menurut saya. 17:03 Jadi saya kalau ada Sumatera Utara yang 17:05 dengar saya nih boleh sampaikan ke 17:07 Gubernur Sumatera Utara jangan jadi 17:09 sawit semua 17:10 itu bodoh kita menurut saya ada potensi 17:13 lain kan ada cengkeh, ada lada dan 17:15 lain-lain sebagainya 17:17 yang bermanfaat untuk kita semua. Karena 17:19 kalau kita nanam ee sawit semuanya 17:21 serentak ya dikontrol orang nanti 17:24 harganya. 17:25 Tapi kalau yang nanam sawit sebagian ada 17:27 nanam cengkeh sebagian jadi enggak ada 17:29 yang bisa mengcut kita semua gitu kan. 17:32 Ah, ini dari Allah ya. Dia turunkan air 17:35 dari hujan dari langit itu sebagian 17:38 untuk kita minum. 17:40 Lagi-lagi yang jadi bisnis minum ini 17:43 juga orang-orang yang tidak beragama 17:44 Islam malah yang untung ya. Tapi ada 17:47 salah satu saudara kita di Bintaro itu 17:48 Yufia. Itu orangorang Islam bikin usaha 17:52 minum. Jadi berkahlah buat beliau. 17:54 Semoga diberkahi oleh Allah Subhanahu wa 17:55 taala. Nah, pohon fihi tusimun 18:00 dengan dan ada pula yang menumbuhkan 18:04 rerumputan. 18:06 Jadi, air hujan itu ada yang menumbuhkan 18:08 rerumputan. Ni bagi kita peternak nih, 18:10 saya terutama nih yang sedang melawan 18:12 sudah pernah kemarin kita alami musim 18:14 panas sulit betul mencair rumput itu 18:16 kerepotan kita. Maka di saat-saat musim 18:19 hujan seperti ini kita tanam rumput 18:21 nanti supaya saat-saat musim panas 18:23 rumput kita standby. Tentu ada 18:25 managemennya bagaimana rumput ini supaya 18:28 bisa standby. Mulai dari kita latih ee 18:30 kambing kita dan sapi kita itu makan 18:32 rumput yang kering. Jadi saat kita 18:34 seperti ini sekarang kita sudah arit 18:37 rumput, kita keringkan 18:39 nanti ada konsepnya ee dikasih molases 18:42 dan lain sebagainya, dikasih garam 18:44 sehingga walaupun kering tetap renyah 18:46 buat si kambing. Nah, jadi Allah bilang 18:49 air itu aku turunkan dari hujan. Ee saya 18:52 bilang tadi yang pertama memang untuk 18:53 minuman ya. Tadi bahasan kita pertanian 18:56 untuk pepohonan dan juga untuk 18:57 menumbuhkan rerumputan. 19:00 Enggak kebayang kan ada petani rumput ya 19:03 itu ya belum pernah mungkin Bang Fahri 19:06 juga belum kan saya adalah petani rumput 19:08 Bang Fahri [tertawa] 19:10 datang aja ke pesantren saya kita tanam 19:12 odot dan sulam jana itu luas sekali jadi 19:15 kita petani rumput dan bahkan beberapa 19:18 warga sekitar itu saya ajak bukan 19:19 beberap ada dua orang mungkin sekarang 19:21 ee tanam aja rumput nanti kami beli 19:24 itu bibitnya ada rumput ya 19:26 bibit rumput 19:26 ada beli Kang Fahi beli itu 19:28 jadi kita beli rumput Odot itu bibitnya 19:30 beli rumput sulam jana itu bibit buat 19:33 pakan sapi aja. 19:34 Buat pakan sapi. Jadi dia nutrisinya 19:35 lebih bagus dari rumput-rumput yang 19:37 lain. Jadi peta jadi Al-Qur'an bercerita 19:42 Allah turunkan air dari langit untuk 19:44 menumbuhkan rerumputan. 19:46 Heeh. 19:47 Engok kalau orang yang enggak tahu ya 19:48 udah tumbuh aja rumput gitu kan. 19:50 Tapi ketika kita serius ternyata ada 19:53 berkah di sana memang. 19:54 Iya. Nah, kita ketika kita tanam rumput 19:57 loh ternak kita jadi jadi santai. 20:01 Jadi kita tidak perlu lagi ngarit rumput 20:03 ke mana-mana. Di sekitar peternakan kita 20:06 saja. 20:06 Iya. Belum ada kan petani rumput ya? 20:08 Belum ada tapi belum belum populer. 20:10 Belum populer ya. Belum banyak. Padahal 20:11 itu makanan pokok dari hewan ternak 20:14 sapi dan kambing. 20:16 Dan luar biasa kawan-kawan ya. Kalau ini 20:18 kita kampanyekan ini ya, salah satu 20:21 ternak yang enggak bisa dicatrel oleh 20:23 bandar itu ternak kambing dan ternak 20:25 sapi. Ini sulit dia dicatatrel ya. 20:27 Karena apa? 20:28 Ee kalau ternak lele, ternak ikan, 20:31 ternak ayam itu bisa dicartrel oleh 20:33 pemodal karena pakannya itu buatan. 20:36 Sudah kalau kambing ini ya pakannya 20:38 alami. 20:39 Betul. [tertawa] 20:40 Jadi orang miskin semiskin-miskinnya pun 20:43 bisa beternak kambing itu kan. Apalagi 20:45 tanah di Indonesia ini luas-luas kan 20:46 gitu ya. Jadi Allah bilang kuturunkan 20:49 dari langit air untuk kain minum, untuk 20:53 menumbuhkan pepohonan kalian, untuk 20:54 menumbuhkan rerumputan. Di sini 20:56 dijelaskan oleh Allah rerumputan yang 20:58 aku tumbuhkan itu menjadi makanan ternak 21:01 bagi kalian. Nah, ini dari Allah ini ya. 21:05 Terus apa kata Allah dalam Al-Qur'an 21:06 lagi di surah An-Nahl tetap ayat 21:08 ke-11nya? 21:10 Yumbu lakum bihizzara'a wazzaituna 21:15 w nakakhila wal a'naba wamin 21:21 tsamarat. 21:23 Inna fi dzalika la laatan liqaumi 21:29 yatafakkarun. 21:32 Dengan air hujan itu Allah menumbuhkan 21:34 tanaman ya. tanamannya 21:38 beraneka ragam tentunya. Tapi karena 21:41 Al-Qur'an ini di negara Arab supaya 21:44 orang Arab lebih familiar, maka Allah 21:46 contohkan yang pertama zaitun. Nah, ini 21:49 dia ada di di dataran Arab ya. Kurma 21:53 juga ada dataran Arab. Anggur ada juga 21:56 dataran Arab ya. Tapi dan segala macam 21:59 buah-buahan. 22:02 Allah membikin bahasanya ada yang 22:04 universal, tanaman dan buah-buahan. Tapi 22:08 ada beberapa contoh spesifik zaitun, 22:10 kurma, dan anggur. 22:12 Kalau saya menelaah ayat ini berbeda 22:17 dengan beberapa teman-teman saya yang 22:19 menelah ayat ini. Mereka terobsesi betul 22:22 agar bertani kurma, bertani anggur, 22:25 bertani 22:26 zaitun 22:27 yang disebutkan di Al-Qur'an itu. 22:28 Iya, yang disebutkan Al-Qur'an ini. 22:29 Karena mereka bahkan terobsesi bikin 22:31 kebun Al-Qur'an. 22:32 Kalau di Indonesia menurut saya tidak 22:35 usah kaku kita. Jadi enggak usah harus 22:37 zaitun, enggak usah harus kurma. Karena 22:40 gini, biaya operasional menanam kurma 22:42 dan zaitun di Indonesia itu ee perlu 22:47 besar sekali walaupun 22:50 daerahnya kan gitu ya. Kecuali pilih 22:51 daerah-daerah yang cocok-cocok. 22:54 Maka ayat ini bukan berarti hanya 22:56 anggur, zaitun dan kurma. Tapi enggak. 23:00 Ee tanaman lain juga diapresiasi oleh 23:02 Allah Subhanahu wa taala. Buah-buahan 23:04 lain juga diapresiasi oleh Allah. 23:05 Subhanahu wa taala. Jadi, seolah-olah 23:08 Allah ingin bilang, "Nah, kalau kita di 23:09 Indonesia ya tanam padi, ya tanam 23:12 kedele, tanam ubi, tanam singkong, 23:15 apalagi di masa-masa sekarang. Coba 23:19 masa-masa sekarang ini saya sih berdoa 23:22 semoga kondisi ini cepat berakhir ya." 23:26 I 23:26 tapi kalau kondisi ini tetap seperti ini 23:29 ee ee kita yang paling dikhawatirkan 23:32 pangan tetap pangan yang paling 23:33 dikhawatirkan. Mau Bapak punya uang R 23:36 triliun, 23:37 itu kan R triliun itu cuma kertas dan 23:39 angka gitu ya. 23:40 Kalau pangannya enggak ada, 23:42 beli apa ya? 23:42 Beli apa? Saya dengar tadi ngobrol sama 23:45 Pak Ehsan di luar selesai siaran bahwa 23:47 Vietnam tidak mau jual berasnya, India 23:49 tidak mau jual berasnya, 23:51 terus orang Indonesia baru gigit jari 23:52 sekarang katanya, "Hello, ke mana aja 23:55 kalian orang Indonesia? Asik. Jadi PNS 23:58 sih, jadi PNS, pegawai BUMN, pegawai ee 24:02 perusahaan-perusahaan internasional. Ini 24:04 baru tahu nih sekarang. 24:05 Heeh. 24:05 Ini pemerintah pura-pura aja bahwa 24:07 persediaan pangan masih kuat. 24:11 Enggak tahu ya 24:11 kalau faktanya kita enggak karena kan 24:13 gini ya, sawah kita sudah jadi bandara, 24:15 sawah kita sudah jadi perumahan, sawah 24:17 kita sudah jadi tol. 24:19 Asik kayak kita kayak enggak ada ide 24:21 lain. Kalau bangun bandara kenapa harus 24:23 di sawah sih? Cari tanah lain kenapa 24:25 sih? Nah, gitu kan. E sekarang baru 24:27 ketahuan nih 24:29 mewujudkan lahan pertanian baru itu 24:32 mahal. 24:33 Tidak mudah mewujudkan lahan pertanian 24:35 baru. Tapi bisa tentu pasti bisa. 24:37 Apalagi untuk Indonesia itu pasti bisa. 24:39 Nah, di saat-saat seperti ini justru 24:41 yang survive nanti adalah petani 24:43 sebenarnya. Nah, survive petani dan luar 24:46 biasanya 24:48 yang lebih survive lagi itu tentu kalau 24:51 di Makkah Madinah mereka diuntungkan 24:53 dengan adanya kurma ya dan diuntungkan 24:55 dengan adanya anggur, diuntungkan dengan 24:57 adanya zaitun. Tapi setelah kita teliti 25:00 ulang kembali di Indonesia pun kita 25:03 sangat diuntungkan. kita ada ubi. 25:07 Iya. 25:08 Ubi itu ee tumbuh ditanam 3 bulan 25:12 kemudian sudah panen, Bang. Bang Fahri. 25:15 Dan ubi itu nutrisinya sangat bagus 25:18 sekali. Kemudian ubi ini bisa dimakan 25:20 tanpa lauk, Bang Fahri. 25:22 Heeh. 25:22 Kalau kau lapar, kau bisa makan. Enggak 25:24 usahlah. Sering kok saya di rumah itu ee 25:27 sering request sama istri saya, "Bang, 25:28 abang pagi mau sarapan apa?" "Ui sama 25:30 kopi enggak pakai gula." 25:32 Hm. Karena ubinya sudah manis, ya. 25:33 Ubinya udah manis. 25:34 Alami lagi. 25:35 Alami dia. Apalagi ubi ungu ya itu manis 25:37 dia. 25:38 Ada juga ubi madu kan Cilembu itu. 25:40 Ya Allah coba kalau udah ngomongin 25:42 jenis-jenis madunya itu 25:44 Indonesia eh ubinya Indonesia ini keren 25:46 sekali. Ubi aja entah berapa macam 25:48 jenis. 25:49 Iya 25:49 tales saja berapa macam jenis. Bang 25:51 Fahri di saat-saat seperti ini ya saya 25:54 berharap kondisi ini membuka 25:57 ke kebekuan pemikiran anak muda 26:00 Indonesia terutama dan paling utama lagi 26:02 orang tua yang selalu 26:04 mengajak anaknya jadi pegawai negeri 26:06 lagi jadi pegawai negeri lagi. Enggak 26:08 ada orang tua yang mau jadi anaknya jadi 26:09 petani. 26:10 Ketakutan orang kalau anaknya jadi 26:12 petani. Nah saat ini terbukti nih 26:16 kita di pesantren Bang Fahri 26:18 sudah nanam ubi. Hari ini nanam jagung. 26:21 dan nanam ubi di beberapa lokasi dengan 26:23 itu pesantrennya Ustaz Salman di 26:24 belakangnya luas gitu ya mungkin untuk 26:25 pertanian 26:26 alhamdulillah ada tanah untuk kita 26:28 bertani 26:29 gitu ya ada juga tanah orang Jakarta kan 26:32 banyak punya tanah di sana itu 26:34 dan orang Jakartanya enggak tahu di mana 26:36 tanahnya enggak tahu di mana kan gitu 26:37 dititipkan garap di situ. Kita minta 26:39 tolong kita garap jadi 26:40 jadi ubi. 26:42 Kenapa? Karena baru saja kita dengar 26:44 katanya kemarin Juni berakhir kan ini 26:47 sekarang diperpanjang lagi mungkin 26:48 Oktober berakhir ya. 26:51 Ini kita mau mati kelaparan apa mau mati 26:53 gara-gara virus ini kan kita enggak tahu 26:55 nih kan dua-duanya mengunjungkan 26:56 kematian bahkan kalau virus doang kita 26:58 mati kalau ekonomi kacau balau orang 27:00 enggak makan perang nanti. 27:02 Heeh. Lebih bahaya lagi. 27:03 Lebih bahaya lagi. Ah ada solusi dari 27:05 Allah di Al-Qur'an diceritakan itu apa 27:08 ya? Bertani gitu. He 27:09 ini kan masih Mei, Juni, Juli, Agustus, 27:13 September ubi panen, Pak. 27:15 3 bulan 27:16 tanam hari ini. 27:18 Tanam hari ini, September ubi panen. 27:20 Jagung itu 2 bulan apa 3? Enggak nyampai 27:23 3 bulan jagung. Hari ini kita nanam 27:25 jagung. Ini Mei kan? 27:27 He. 27:27 Mei, Juni, Juli panen kita jagung. 27:31 Tuh, bayangkan. Nanti kalau jagung ini 27:34 sudah kita panen, kita tinggal rebus 27:36 bisa langsung dimakan. 27:37 Heeh. Enaknya Indonesia itu ya. Jadi ada 27:40 beberapa makanan pokok di Indonesia 27:43 yang itu bisa langsung kita santap tanpa 27:46 tanpa menggunakan lauk. 27:48 Iya. 27:49 Maka kalau boleh kita kampanye jangan 27:50 beras lagi gitu loh. 27:51 He 27:52 maksudnya ya. Tapi saya dibantah juga 27:54 ente ngomong jangan beras lagi. Gimana 27:56 sih? katanya 27:57 beras itu kan ee 28:00 prosesnya itu ya kita sudah panen di dia 28:02 nih kan sesudah kita panen beras itu 28:05 kita perlu jemur dulu baru kita giling 28:07 iya 28:08 dan baru kita masak baru harus ada 28:10 lauknya gitu kan banyak 28:12 kalau jagung itu Bang Fahri kita kalau 28:15 udah udah udah kita tinggal petik 28:16 masukin ke 28:18 kuali atau ke periuk panci yang ada air 28:21 mendidihnya cukup sudah 28:22 itu bisa langsung dikonsumsi 28:24 dia dia angkat sudah matang langsung K 28:26 subsid enak. 28:27 Heeh. 28:27 Enggak perlu kau pakai 28:29 stik, enggak perlu pakai ikan, enggak 28:31 perlu pakai sambal, enggak perlu itu 28:32 semuanya. 28:33 Nah, ini makanya sama dengan ubi juga 28:35 gitu. Ubi itu 28:36 abang angkat dia sudah panen. 28:38 Heeh. 28:39 Angkat dia sudah panen tinggal kau taruh 28:41 di air. Air mendidih sudah 28:42 rebus matang dia makan. Dan gizinya 28:45 masyaallah tabarakallah 28:48 enggak kalah dibandingkan dengan ee 28:50 beras. Cuman orang kita ini sudah 28:52 menganggap bahwa nasi adalah 28:54 satu-satunya yang bertahan di perut. 28:55 Jadi kalau dia belum makan nasi kayaknya 28:57 belum gitu kan. 28:58 Msetnya nasi gitu loh. Padahal jagung 29:00 juga sama gitu kan 29:02 kandungannya sama kandungannya kandungan 29:03 karbohidratnya malah tinggi kandungan 29:06 gula 29:06 gulanya lebih bagus malah di jagung 29:08 daripada dibandingkan yang ada di 29:10 beras gitu kan. Nah, itu jadi ee di 29:14 saat-saat seperti ini, kajian pertanian 29:16 ala Rasulullah sallallahu alaihi 29:17 wasallam yang satan dan ala Al-Qur'an 29:19 dan sunah ini yang kita sedang kaji ini 29:22 justru sangat luar biasa ya, sangat 29:24 hebat ee manfaatnya untuk masyarakat 29:27 kita. 29:28 Ah, jadi gini sekalian juga saya 29:30 mengajak karena saya saya berdoa semoga 29:33 ee Mbak Corona ini besok berakhir. Tapi 29:36 kalau sampai Oktober saya ajak kepada 29:38 kita semua tanam ubi atau jagung di 29:40 rumah masing-masing. 29:41 He. 29:42 Di depan di belakang rumah masing-masing 29:43 aja. Tuh kan mungkin ada tanah kita 29:46 semer 2 m kan. 29:47 Heeh. 29:48 Enggak usah enggak usah harus luas. 1 29:49 semet 2 m aja. Kita enggak tahu nih 29:52 pakan ini seperti apa nanti. Minimal 29:54 kita membantu negara ini standby-nya 29:57 pakan di rumah kita masing-masing gitu. 29:59 Dan ini ajaran Al-Qur'an dan ini bukan 30:01 harus ada wabah, bukan. Ada atau tidak 30:04 ada wabah, pertanian ini tetap 30:05 dimotivasi oleh Al-Qur'an gitu ya. 30:08 Nah, sekali lagi ya. Jadi dari air hujan 30:10 itu ditumbuhkan oleh Allah beberapa 30:13 macam tanaman di antaranya zaitun, 30:15 kurma, dan anggur dan buah-buahan. 30:17 ngomongin buah-buahan Indonesia ini 30:20 menyimpan entah berapa macam buah. Ya 30:24 Allah 30:25 surga duniaah 30:26 surga. Betul, Pak ini Indonesia kita ini 30:28 ya sayangnya lagi-lagi 30:30 anak-anak muda kita atau orang tua-orang 30:32 tua modern ini enggak ada yang 30:34 mengarahkan anaknya ke sana gitu loh. 30:38 Buah kita itu banyak betul. 30:41 Masa sekarang ee lengkeng aja, lengkeng 30:44 Bangkok katanya lebih enak. Durian 30:47 musangking katanya dari Malaysia. Pepaya 30:50 aja pepaya Thailand atau pepaya mana 30:53 gitu ya. Eh, kayak Indonesia ini enggak 30:57 ras buah kita itu ya mengalahkan 31:00 mengalahkan pepaya Thailand, mengalahkan 31:03 lengkeng Thailand atau Bangkok 31:04 mengalahkan mengalahkan sebenarnya 31:07 sangat potensi 31:09 Indonesia ini buah-buahannya. Belum lagi 31:12 ada buah yang luar biasa Bang Baah. Buah 31:14 kelapa. 31:15 Kelapa. 31:16 La haula wala quwwata illa billah. 31:17 Itu manfaatnya banyak sekali. 31:19 Lailahaillallah. Oh, Bangri itu ya itu 31:22 kalau ada anak muda itu yang mau nanam 31:24 kelapa. 31:25 Heeh. 31:26 Dia misalnya beli tanah di mana gitu 31:28 luas ya. Dia cek potensi kan kita ada 31:31 laboratorium, cocok enggak nih tanah ini 31:33 untuk tanam kelapa? Dia tanam kelapa 31:36 itu, Bang Fahri. Dia tunggu sampai 31:38 berbuah. Berbuah itu dia tinggal mau 31:39 putuskan mau bikin minyak kelapa atau 31:42 mau bikin air kelapa. Dan itu 31:44 menguntungkan dua-duanya. 31:46 Iya. 31:47 Kalau dia bikin minyak kelapa, dia bisa 31:50 jual kelapanya, dia bisa jual sabutnya, 31:53 dia bisa jual tempurungnya. 31:55 [tertawa] 31:56 Udah upkir ini kelapa nih, Bang Bari. 31:59 Apkir kelapa harus ditebang kan itu 32:01 pohonnya makin apkir tuh kelapa makin 32:04 mahal tuh harga poonnya. 32:07 Coba 32:07 buat kayu apa gitu ya. 32:08 Oh, ya Allah itu luar biasa. 32:11 Tapi berkahnya hujan yang diceritakan 32:14 Allah untuk menanamkan tanaman ini 32:16 lagi-lagi hanya kebagian banjir untuk 32:18 orang Islam Indonesia. H. 32:20 Kenapa? Karena orang Islam Indonesia gak 32:22 mau mikirin ke sana. Gak mau dia mikir 32:25 ke sana. Itu Bang Fahri. Ya. 32:28 Saya ingin betul mengkampanyekan ini 32:30 melalui Ruha Alfajar, melalui Radio 32:32 Rasil. Saya sampaikan ke ceramah-ceramah 32:35 di mana-mana saya ajak orangnya. Karena 32:37 ini cerita Al-Qur'an bukan cerita orang 32:40 lain. Ini cerita Al-Qur'an dan e 32:42 cerita Al-Qur'an ini potensi terbesarnya 32:44 justru di Indonesia menurut saya di 32:46 negara agraria seperti kita ini. 32:47 Iya. 32:48 Kalau cerita pertanian kita di Makkah 32:50 Madinah ya terbatas seperti Bang Fahri 32:52 bilang tadi. Bang Fahri malah nanya 32:54 pertani apa gitu kan. 32:55 Iya 32:56 ya terbatas kurma, zaitun, anggur. Udah 32:58 itu doang 32:59 karena kurang begitu subur temp. 33:01 Kurang begitu subur tempatnya. Kita kita 33:03 ini Bang Fahri tahu enggak ada pohon 33:05 aren namanya. Aren ya? 33:07 Oh, Aren. Nak, saya ndak tahu ada enggak 33:10 orang Indonesia yang bertani aren. Tapi 33:13 saya, Bang Fahr ini ya, kalau Allah 33:16 berikan saya nanti kelebihan rezeki, 33:19 tani-tani berikutnya yang akan saya 33:20 lakukan adalah kalau saya punya tanah 33:22 misalnya ini ya, 33:23 saya akan coba buka tani kelapa atau 33:26 tani aren 33:28 karena kalau tani sawit sudah banyak 33:29 orang, tani kar sudah banyak orang gitu 33:31 ya. 33:32 Tani cengkeh juga. Tani aren 33:35 jarang ya. K 33:36 jarang 33:37 itu hasilnya gula gula itu 33:39 hasilnya hasilnya ada ada beberapa Bang 33:41 Bari banyak pertama ijuknya itu bagus 33:47 dia kan menghasilkan ijuk 33:48 ijuknya ya di pohonnya itu ya 33:49 iya ijuk itu 33:51 atap yang paling yang paling keren 33:53 menurut saya ijuk 33:55 i 33:55 genteng apa macam-macam di kampung saya 33:58 itu dulu di dekat kampung saya namanya 34:01 kampung sibanggor nama kampungnya 34:03 sianggor Heeh. 34:05 Si Banggor itu ada si Banggor Julu, si 34:07 Banggor Tongas, Si Banggor Jae, ada 34:10 kampung-kampung di sekitar situ yang 34:11 orang kampung itu tanah male itu 34:14 menggunakan atap ijuk. 34:15 Ijuk atapnya semua 34:17 itu ijuk. Atap ijuk itu, Bang Fahri 70 34:21 tahun umurmu itu ijuk tetap bertahan 34:23 tuh. 34:24 Oh, termasuk 34:24 meninggal kau nanti Bang Fahri sudah 70 34:26 tahun cucumu masih [tertawa] 34:29 bisa pakai untuk atap hijau gitu. 34:32 Tapi bisa menahan air ya? 34:33 Menahan. 34:34 Jadi gini Bang P. Kalau cuaca lagi 34:37 dingin, ijuk itu menghangatkan rumah. 34:39 He. 34:40 Kalau cuaca lagi panas, 34:41 mendinginkan, 34:42 mengademkan itu rumah. 34:43 Itu kayak teknologi canggih. 34:46 Canggihnya luar biasa. Sayangnya orang 34:48 si Banggor julu sama orang utana Male 34:50 ini karena e arennya udah ditebangin. 34:53 Mereka sekarang sudah pakai genteng, 34:55 pakai asbes. 34:56 Jadi kita ini kadang-kadang ada 34:58 ada hal-hal modern yang enggak perlu 35:00 kita pakai sebenarnya. 35:01 Heeh. Ada hal-hal modern yang 35:02 menyesatkan kehidupan sebenarnya. Nah, 35:05 ini kalau saya punya rezeki, kalau ada 35:07 investor yang mau nih, saya sarankan 35:10 enggak usah saya ngelola, Bapak aja yang 35:12 kelola. Bapak punya tanah 40 hektar 35:13 misalnya, 35:14 tanam [berdehem] aja aren. 35:16 Ah, tanam aren itu niatnya jangan hanya 35:19 sekedar bisnis. Nah, ini kadang-kadang 35:20 orang kalau datang ke saya itu langsung 35:23 menanya ke saya kalau ngomongin 35:25 pertanyaan itu untungnya apa gitu loh. 35:27 Betul. Untung rugi. Jadi, 35:28 untung rugi. Jadi, orang tuh sekarang 35:29 maunya kalau dia sumber keinvestasikan 35:32 uang R miliar, dia selalu mengharap 35:35 bahwa kalau saya depositkan uang R 35:37 miliar ke bank, saya akan dapat bunga 35:39 sekian. Kalau saya tanam aren, jadi apa 35:41 gitu kan. 35:42 Jangan itu. Kita juga harus sumbang 35:45 paru-paru dunia ini adalah pepohonan. 35:48 kita harus sumbang ee emisi-emisi rumah 35:51 kaca, emisi atap-atap yang kita butuh 35:54 munculkan sekarang ini apa akibatnya 35:56 untuk dunia. Jadi jangan melulu uang. 35:59 Jadi kalau kita bicara pertanian nih 36:01 kayak tadi kita bicara lele tadi di situ 36:03 dengan Pak Isan. Kalau kita bicara lele, 36:05 ternak lele bersaingan dengan 36:07 orang-orang yang tak jujur, rugi kita. 36:09 He. 36:09 Tapi kalau kita bicara ternak lele agar 36:11 orang-orang Islam yang ingin konsumsi 36:14 lele, niat kita nih ternak lele agar 36:17 orang-orang Islam yang konsumsi lele 36:19 benar-benar halalan thayiban itu 36:21 pahalanya berkah. 36:23 Berkah pahalanya kita beternak sapi dan 36:26 beternak kambing. Kenapa? Bukan sekedar 36:28 bisnis. Tujuannya kita ingin mensuplai 36:32 ke pasar agar akikah kambing orang lebih 36:35 sehat, agar ak agar korban sapi orang 36:38 lebih sehat. Di mana sekarang banyak 36:40 pengusaha-pengusaha yang tidak 36:41 berdandaskan Al-Qur'an diti dan ternak. 36:44 Pas musim musim-musim kurban itu kambing 36:48 disuntik, itu kambing apa e sapi dikasih 36:52 vitamin entah apa sehingga kelihatan 36:54 gemuk padahal isinya entah apa gitu kan. 36:56 Heeh. 36:57 Jadi niat kita adalah menstabilkan 36:59 semesta, menstabilkan e kehidupan ini 37:03 dan tidak melalui untung yang kita 37:05 bicarakan ada berkeh kalau kata orang 37:07 Betawi 37:08 iya berkehnya apa ya kan gitu kan 37:10 berkehnya ini yang tidak tidak ada 37:12 value-nya. He. 37:14 Kalau pakai hitung-hitungan selalu 37:16 untungnya berapa ya enggak semangat kita 37:18 meemang bertani. Kita lebih bagus buka 37:21 ee bukalapak.com atau apa tuh itu 37:24 perusahaan-perusahaan elektrik seperti 37:26 yang dibikin Jackma ya. Ya kayak itu 37:28 untung 37:29 tapi untung itu mau sampai mana? Saya 37:32 tanya kalau untung yang kita bik 37:35 dapatkan itu justru memperkeruh ee ee 37:38 apa namanya ya? Keseimbangan alam 37:41 semesta ya ngapain? Iya. 37:43 Ya kan? Terus kalau kita jadi petani dan 37:45 peternak, kita bukan sekedar dapat 37:47 berkah, tapi kita ikut menjaga 37:48 keseimbangan semesta, gitu loh. 37:50 Heeh. 37:51 Itu yang kita ini. Coba kalau kita tanam 37:53 aren tadi, Bang. Kita kembali ke aren 37:55 tadi. Karena saya ingin betul ada orang 37:56 yang bertani aren. 37:58 Ijuknya dipakai untuk ee itu ya untuk 38:01 atap. Itu ada lidinya. Lidinya itu 38:04 banyak sekali gunanya bisa kita cari. 38:07 Ijuknya itu selain atap bisa jadikan 38:09 tali. Belum lagi setiap Ramadan konsumsi 38:12 apa namanya buahnya itu ee kolangkaling 38:15 ya. 38:15 Kolangkaling caruluk. Kalau Sunda bilang 38:17 kalau orang Medan bilang now 38:20 ya 38:21 itu semua di Sabang saya merok kayaknya 38:23 udah 38:23 Sabang PO makan itu Bang Kolangkal. 38:26 Iya 38:27 itu belum dikaji secara e olahan-olahan 38:30 lain. Itu baru sekedar 38:32 direndam pakai gula, pakai sirup itu 38:35 doang enak. 38:36 Sesederhana itu atau enggak dikolak. He 38:38 coba persembahan alam untuk Republik 38:41 Indonesia yang beragama Islam ini 38:42 diapain ini sama kita ini? Kita sibuk 38:46 sibuk pungkirin corona ini apa macam 38:49 udah pacul itu tanah ya gitu pacul aja 38:54 ngapain repot mikir-mikirin si corona 38:57 ini enggak enggak usah dipikirin tetap 38:59 proaktivitas 39:00 social distancing di pertanian bisa kita 39:02 bikin lu memang macul jangan dekat-dekat 39:05 Bang Fah 39:06 iya kena pacul 39:07 kalau kok kena kalau kalau pacul 39:08 dekat-dekatan nih kena pacul jadi 39:11 pertanyaan ini otomatis sudah social 39:13 distance 39:14 Hand sanitizer. 39:16 Kalau kau kena najis babi, Bang Fahri, 39:20 mau kau pakai apap pun mencucinya tak 39:23 bisa. Harus pakai apa? 39:24 Tanah. 39:25 Tanah. 39:26 Kalau kau bertani. Ya Allah, 39:29 steril total, Pak. Tapi jarang orang, 39:33 saya justru mendapatkan ide ini 39:35 saat-saat ke saat-saat kayak gini. Ya 39:37 Allah. Heeh. 39:39 Bertani ini ternyata Al-Qur'an, cerita 39:42 pertanian loh. Banyak loh, Bang. Cerita 39:44 pertanian di Al-Qur'an ini banyak 39:46 sekali. Ternyata saya serius itu Allah 39:48 Subhanahu wa taala saat-saat seperti 39:50 ini, ya Allah ketahanan panganan luar 39:53 biasa. Orang lagi takut social 39:55 distancing. Memang orang bertani itu 39:57 social distancing. 39:59 Orang takut dengan 40:01 eh hand sanitizer. Ternyata yang paling 40:03 bisa menghilangkan kuman yang paling 40:05 parah dinilai oleh agama ini adalah 40:07 tanah. 40:08 Terus kita butuh udara segar ya kan? 40:11 Heeh. 40:12 Kau pikir udara yang paling segar di 40:14 ruangan AC ini? Ya kagak bro. 40:16 Di kebon 40:18 banyak pohon ya. di mana sirkulasi 40:20 antara karbon dioksida dan O2 itu 40:24 ee pertukarannya sempurna. 40:26 Heeh. 40:27 Antara sapi, antara kayu, antara 40:29 rerumputan, antara apa di situ siklusnya 40:32 sempurna. Betul. 40:33 Belum sinar matahari tapi. 40:34 Ya Allah, belum kau terpap orang baru 40:37 sekarang ngomong katanya berjemur jam 40:39 10. Bengak kali kau. Makanya Al-Qur'an 40:42 ini cantik main sudah. Alquran cantik 40:45 betul Alquran kita ini. Jadi Al-Qur'an 40:47 kita ini diajaknya kita bertani ternyata 40:51 ya Allah 40:53 manfaatnya seabrek-abrek. 40:55 Seabrek-abrek. 40:57 Seabrek-abrek. 40:58 Orang sibuk ke ee fitness ke gym ke mana 41:03 bayar. Dia nge-gym di ruangan berac itu 41:06 sama aja bohong. 41:07 Hm. Enggak berkeringat nih. 41:08 Enggak berkeringat. Sirkulasi udara 41:11 enggak benar di situ, Bang. He. 41:12 Badan kau boleh berotot, 41:15 tapi sudah berapa banyak orang yang 41:17 berotot-otot itu bermasalah 41:18 kesehatannya? 41:19 He. 41:20 Terutama sesudah menjelang 40 tahun. 41:22 Coba kau lihat petani berotot, makin tua 41:25 [berdehem] makin sehat. 41:26 Nah, jadi 41:27 ee saya melihat tani yang diceritakan 41:30 Allah di Al-Qur'an. Saya melihat sabda 41:32 Nabi. Dia bilang, "Kalau kau sadar besok 41:35 hari kiamah, maka bertanilah." 41:37 Heeh. ternyata menyimpan segudang 41:40 manfaat bagi kita. Segudang manfaat. 41:44 Belum lagi, Bang Fahri bila bicara 41:46 dengan kalau sudah selesai misalnya si 41:49 Mbak Corona ini, kita di situ ada ada 41:54 sosial yang sangat luar biasa, interaksi 41:56 sosial yang sangat luar biasa. 41:58 Kita tukar tukar benih dengan tetangga 42:01 kita, kita [berdehem] tukar hasil panen. 42:03 Itu luar biasa sekali ya. Dan hebat 42:05 betul persahabatan kita dengan alam pun 42:08 semakin semakin semakin tinggi erat ya. 42:12 Ini manusia modern ini sudah jauh dari 42:15 semesta, sudah jauh dari alam ya. Jadi 42:18 dia tidak di bukan berarti saya 42:21 menghilangkan ketauhidan dalam hal ini 42:23 ya. Justru tauhid itu mendorong 42:26 seseorang agar cinta kepada semesta ini 42:28 gitu ya. Kalau ada orang yang tidak suka 42:31 dengan semesta, sesudah belajar tauhid 42:33 itu tauhid palsu. 42:35 Iya. 42:35 Jadi ada kalau Al-Qur'an justru 42:37 Al-Qur'an cerita tentang ee pertanian 42:40 dan peternakan ini ya. Saya belum baca 42:43 tentang peternakannya nih, Bang. Karena 42:44 hari ini baru pertanian doang kan gitu 42:46 ya. Saya pindah ke surah lain di dalam 42:49 Al-Qur'an di surah Abasa. 42:52 Ee abasa wa tawalla ini ya surah ini 42:55 surah ke ke-80. Kalau tadi surah 42:59 An-Nahl, lupa saya surah ke berapa ya. 43:01 Surah ke-80. Coba pemirsa buka 43:03 Al-Qur'annya di ayat ke-24. 43:08 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 43:12 Bismillahirrahmanirrahim. 43:16 Falyzuril 43:18 insanu ila thaamih. 43:22 Anna shobabnal maa asobba 43:27 tumma syaqaqnal ardha syaqqo faambatna 43:32 fiha habba wa inab wa qatba waitun 43:39 waitun 43:40 wa nakhla wa hadiqo 43:44 ghulba wa fakihatan 43:48 wa abba 43:50 mataakum 43:54 Nah, itu ya itu itu dulu sampai situ 43:55 saya baca ya. Kita terjemahkan ya. Maka 43:58 hendaklah manusia memperhatikan 44:00 makanannya. Ah, kita itu ada perintah 44:04 dari Allah. Ternyata bukan ngumpulin 44:06 hepengnya tapi memperhatikan makanannya. 44:10 Di kondisi-kondisi seperti ini kelihatan 44:12 betul ya. Saya sudah dihubungi oleh 44:14 beberapa orang yang punya duit banyak 44:16 udah enggak berlaku duitnya kan. Nah, 44:18 gitu kan. Ah, enggak berlaku duitnya. 44:21 Mau diapakan? Harus makan. Kan enggak 44:23 mungkin duit dimakan. Maka manusia itu 44:25 hendaklah memperhatikan makanannya, 44:27 sumber pakannya. 44:30 Anna shobabnal maba. 44:33 Kamilah yang benar-benar mencurahkan 44:35 hujan dari langit. Lagi-lagi sama dengan 44:37 surah An-Nahl tadi, hujan. Ya, lagi-lagi 44:39 ceritanya tentang hujan. Dan yang banyak 44:41 curah hujannya itu ya Indonesia ya. Gitu 44:44 ya. 44:49 Kemudian kami yang benar-benar 44:51 merekahkan tanah. Bagi petani paham 44:54 betul ya. Kalau datang kemarau panjang 44:57 tanah itu e kaku keras tapi ketika 45:00 datang hujan 45:02 gembur ya. 45:02 Gembur dia keren sekali. Siap ditanami 45:05 dia. Ya. Faambatna 45:08 fiha habba. Kemudian kami tumbuhkan 45:11 biji-bijian di permukaan tanah itu. 45:15 Kira-kira negara mana yang biji-bijian 45:17 tumbuh, Bang Fahri? 45:19 Asia Indonesia. 45:20 Nah, Asia Indonesia paling utama. Udah 45:22 Indonesia sudah kita bilang dah bukan 45:24 Arab ini. 45:25 Iya. Jadi Al-Qur'an ini kayaknya memang 45:28 paham betul 45:29 ini motivasi untuk orang Indonesia gitu 45:31 loh. 45:31 Jadi biji-biji yang tumbuh di Indonesia. 45:33 He he. 45:34 Biji-biji tumbuh Indonesia. Coba D VOC 45:38 perusahaan yang paling besar sepanjang 45:40 sejarah katanya ya. Sampai sekarang 45:41 belum ada yang bisa menyaingangi VOC. 45:43 Bang Fahri. He. 45:44 Ee seluruh dunia ini dikumpulkan 45:46 usaha-usaha Jackma, Bill Gates apa itu 45:48 belum mampu menandingi aset VOC. Mereka 45:51 itu segitu besarnya usaha mereka, mereka 45:54 mencari Indonesia. 45:55 He. 45:56 Untuk apa? Untuk pertaniannya. 45:58 Betul. 45:59 Rempah-rempah yang mereka butuhkan. 46:02 Eh, orang Indonesia enggak enggak nanam. 46:05 Enggak nanam kunyit, enggak nanam si 46:08 jahit, biji-biji semua nih kan. Enggak 46:10 nanam e lengkos, enggak nanam kencur. 46:13 Siapa sekarang yang mikirin itu? 46:15 He 46:16 padahal saya sebut aja Indofood itu, 46:19 Bang, 46:20 butuh butuh rempah. 46:22 Betul untuk produk-produk 46:23 untuk produk raciknya dia, Indom kita 46:26 sebut ajal Indomia di apanya di semua 46:28 itu 46:29 seabrek-abrek. Iya. Saya orangnya di BS 46:33 dia menuply dia saya sudah diajak ke 46:36 tempatnya dia. Ya Allah. K bilang untung 46:38 dia beragama Islam. Syukur kau beragama 46:40 Islam. Gu bilang namanya Pak Roni itu. 46:42 Alhamdulillah Bapak beragama Islam. Gua 46:44 bilang. 46:45 Kenapa? Bukan masalah persaingan antara 46:47 Islam nonmuslim atau Islam Cina dan 46:49 enggak bukan. Saya enggak berbicara di 46:51 situ. Saya berbicara bahwa Al-Qur'an 46:54 menyinggungi dan ini kitab suci kita 46:55 gitu. Dan ini tidak diamalkan oleh umat 46:57 ini. 46:58 Umat ini asik berdebat. 47:00 aja kerjanya, teriak-teriakannya itu 47:03 enggak ada yang yang yang bermanfaat 47:06 untuk hidup itu jarang menurut saya yang 47:08 itu real gitu loh. 47:10 Jarang menurut saya ini yang harus kita 47:12 kampanyekan nih. Jarang yang mau 47:15 mengkamanekan hal-hal seperti dan ini 47:17 cerita Al-Qur'an. Coba Al-Qur'an 47:19 faambatna fiha habba. Dan itu Indonesia, 47:22 Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian. 47:24 Biji-bijian apa aja tumbuh di republik 47:26 yang hebat ini? 47:28 Kemiri itu tumbuh subur di republik yang 47:31 kita cintai ini. Itu coba tadi tuh kalau 47:35 kita tanam jahe, kita tanam kunyit, kita 47:37 tanam lengkas, kita tanam lempuyang. 47:40 Tahu lempuyang enggak, Bang? 47:41 Iya. Sejenis rempah-rempah gitu ya? 47:43 Iya. Lempu yang kita tanam. Oh, di Medan 47:46 itu ada namanya UB atau apa lupa saya 47:49 nama bahasa Indonesianya, lupa saya. itu 47:51 di kalau dimasak itu jadi wangi 47:53 masakan-masakan kita itu gak ada yang 47:56 ngerjain itu. Itu saya yakin kalau 47:58 dicari ekstraknya dijadikan bubuk 48:00 dimasukkan ke bubu masakan Allah. 48:03 Bubuk baru itu 48:04 y mantap total itu. Itu itu Indonesia di 48:09 Arab ini enggak ada. 48:10 Iya 48:11 di Arab enggak ada. Paling Kapulaga 48:13 doang ada di Arab [tertawa] 48:15 itu loh. Paling tapi kalau kita ke Mesir 48:18 mungkin ada ya. Kalau kita ke Palestina 48:20 ada. Kalau kita ke Syam ada, kalau kita 48:22 ke Yaman ada. Namun di Makkah Madinah 48:24 ini kalaupun ada dikit. Betul. Kita 48:26 lihat yang ada ini di Indonesia 48:28 banyaknya. Tapi lagi-lagi sayangnya 48:31 Muslim Indonesia belum melirik ini. 48:34 Belum melirik ini. Kemudian memang di 48:36 sini Allah bilang wainab waqba. 48:39 Tumbuh-tumbuhan itu berupa anggur dan 48:41 kurma yang istimewa. Tentu karena 48:44 Al-Qur'an berhadapan dengan orang Arab 48:46 Madinah pada waktu orang Arab Mekah. 48:48 Waitun 48:50 waakhla, zaitun dan kurma. Lagi-lagi 48:53 saya bukan anti dengan mazhab yang 48:54 mengatakan ya boleh saja kita tanam di 48:56 sini kurma zaitun dan lain sebagainya. 48:58 Tapi kalau saya pribadi lebih 49:00 menyarankan kita itu local wisdom saja. 49:02 Apa yang tumbuh di kita? Kalau jambu 49:04 kelutuk ya jambu kelutuk kita tanam. 49:06 Coba bayangkan ee kalau kita petani 49:10 jambu lutuk dan kita punya-punya pula 49:13 pengusaha muslim yang bikin pabrik jus 49:16 jambu yang itu fresh. Wih, itu saya 49:19 enggak kebayang itu ya. 49:21 Hebatlah. Wahadaqulba 49:24 kebun yang lebat. Di mana kebun yang 49:26 lebat itu, Bang Fahri? Ya, di Indonesia. 49:28 Indonesia hutannya juga banyak. 49:30 Iya. Di Arab di mana kau jumpa kebon? 49:33 gurun semuair. [tertawa] 49:35 Jadi saya semenjak di virus ini ya 49:39 karena banyak menelaah menemukan 49:41 ilmu-ilmu baru yang dahsyat yang kita 49:43 akan sharing di sini itu ajaran dari 49:45 Al-Qur'an maupun Rasulullah sallallahu 49:46 alaihi wasallam. Ini Al-Qur'an sedang 49:48 mengkhitab orang Indonesia. Wahai yang 49:50 punya kebun. Nah itu ya jangan bikin 49:53 tanah. Saya ini gini kepada pemirsa 49:56 pendengar yang sudah mendengarkan. Jika 49:58 Bapak punya tanah, jika Bapak punya 50:00 tanah kosong entah di mana, 50:01 haram loh hukumnya, Pak. Bapak anggur 50:03 itu berpuluh-puluh tahun. Mending Bapak 50:05 ajak orang kerja sama ee dia tanam nanti 50:08 hasilnya seperti apa. Apalagi kehidupan 50:10 Bapak sudah mapan, mungkin Bapak tidak 50:12 usah minta banyak apa nam banyak bagi 50:15 hasilnya. Yang penting tanah itu 50:17 berproduksi. Karena kita di hadis kita 50:20 dilarang oleh Rasulullah sallallahu 50:21 alaihi wasallam ee ee mematikan tanah 50:24 ya. Mematikan tanah itu ya. 50:26 Maka saya ajak siapapun yang punya tanah 50:28 luas yang dikosongkan instrofeksi diri, 50:31 istikharah kepada Allah subhanahu wa 50:32 taala, istigfar banyak-banyak kepada 50:33 Allah karena itu larangan dari Allah 50:36 Subhanahu wa taala dan Rasul-Nya untuk 50:38 mematikan tanah kita. Coba kita lihat 50:40 lagi ayat selanjutnya. Waakihatan 50:42 wa abba buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan. 50:46 Cerita buah-buahan, cerita biji-bijian 50:49 itu di Al-Qur'an, Pak. H. 50:51 Dan itu ada di Indonesia. 50:54 Indonesia ini ya. Mata allakum. Coba 50:57 kata Allah sebagai bekal hidup bagi 51:00 kalian wahai Salman. [tertawa] 51:04 Ya. Jadi Allah turunkan hujan, Allah 51:07 hidupkan biji-bijian, tumbuh-tumbuhan, 51:10 pohon-pohonan. 51:12 bekal hidup kalian supaya kalian 51:15 hidupnya itu bebas, tidak dikontrol 51:17 orang lain. Saya teringat betul Raja 51:19 Faisal PD sekali dulu ya. Ketika Amerika 51:22 dan konco-konco pebisnis minyak 51:25 internasional menawarkan supaya lebih 51:27 makmurnya kehidupan mereka di Saudi 51:29 Arabia agar digali minyak-minyak mereka, 51:32 potensi mereka pada waktu itu. Dia 51:34 bilang apa? Eh, gak usah. Saya sudah 51:36 terbiasa makan kurma 51:38 dan roti. Ha, pas ini. Jadi bekal hidup 51:41 itu ya kurma. Bekal hidup itu di 51:43 Indonesia ya pertanian dan peternakan 51:45 kita itu bekal hidup. Ini saat ini nih 51:48 terutama nih bekal hidup kecarian orang 51:50 sekarang. 51:50 Iya. 51:51 Katanya tadi malah Pak Jokowi mau bikin 51:53 lahan pertanian. Terlambat ET Jokowi 51:56 terlambat bat. 52:00 Tapi daripada enggak mending terlambat. 52:02 Iya. Mudah saya doakan mudah-mudahan 52:05 Presiden yang mulia Joko Widodo berhasil 52:08 kembali menumbuhkan spirit pertanian dan 52:11 perkebunan untuk anak muda Indonesia. 52:13 Jangan orang tua, 52:15 anak muda Indonesia. Dan 52:17 mudah-mudahan [berdehem] 52:18 pemerintah men-support betul 52:20 habis-habisan potensi-potensi pertanian 52:22 di Republik Indonesia. Jangan asih e 52:25 tentang ini buktinya modern-modern ini 52:27 enggak ada gunanya masih bangun mall aja 52:30 kerjanya kan. He. 52:31 Saya nih kemarin, Bang Par diskusi 52:34 dengan beberapa petani di kampung kita 52:37 di pesantren. Doakan saya ada rezeki 52:40 tahun 2020 ini harus kita wujudkan pasar 52:43 khusus petani. 52:45 Iya. 52:45 Jadi pasar ini yang boleh jualan hanya 52:47 petani. 52:48 Petani aja. 52:48 Kalau dia tidak petani, dia enggak boleh 52:50 jualan. 52:50 He. 52:52 Oh. Kita bahas. Oh, kenapa begitu sama 52:54 ada ada nanti efeknya positifnya ada. 52:57 sehingga petani itu kan San Diego Uno 53:01 itu pernah kampanye kata dia dari petani 53:04 itu ada sembilan mata rantai yang harus 53:06 kita putus. Dia bingung waktu itu. 53:08 Mudah-mudahan dengar dia ini. Tapi 53:09 mungkin sudah tahu dia ya. 53:11 Yang paling mudah itu memutus mata 53:13 rantai ee si tengkula ini kita ciptakan 53:17 pasar khusus petani. 53:19 Iya. Bisa langsung menjual ke pasar itu. 53:22 Iya. Bukan hanya itu, Bang. Iya. Supaya 53:24 gitu. Tapi kita betul-betul 53:26 sensor layaknya mensensor orang pakai 53:28 alat si Covid-19 ini. Ente petani, 53:31 petani di mana? 53:32 I 53:32 kalau bukan petani enggak boleh jualan 53:34 di sini. Wah, itu 53:38 selesai. 53:39 Tengk meninggal semuanya. [tertawa] 53:43 Iya, tapi harus dibantu pemerintah 53:45 karena kan pasarnya harus dibuat sekeren 53:48 mungkin, sebagus mungkin, tidak ada 53:50 preman di sana, tidak ada apa di sana. 53:52 sehingga petani itu leluasa. 53:54 Jadi nanti hasilnya apa? Petani merasa 53:56 menjual hasil taninya lebih murah dan 53:59 pemerintah tidak terlalu repot hanya 54:00 menyiapkan pasar. Konsumen merasakan 54:04 lebih tidak ada lagi besok ee harga cabe 54:06 naik, harga kentang naik, harga bawang. 54:08 Nah, gak ada karena gak ada yang katrol. 54:11 Nah, itu ya. Jadi itu membutuh mata 54:14 rantai ee apa namanya? Tengkula itu 54:16 tadi. Tengkulak itu baik ikan misal yang 54:18 kita mau bikin tuh pasar tern tani dan 54:21 pasar ternak. Jadi, petani dan peternak 54:23 jualan di pasar itu dan kita akan 54:25 umumkan pembelinya itu sudah kita bahas 54:28 kemarin tinggal mencari bagaimana punya 54:30 ee apa namanya? Punya bensinnya supaya 54:34 ee pasar ini bisa dibangun. Minimal kita 54:36 mau contohkan dulu di kampung kita. 54:38 Hm. Ah, jadi kalau berhasil kita 54:40 proposalkan ke kecamatan, ke bupati, ke 54:44 menteri, ke mana ya supaya tengkula itu 54:46 enggak ada itu. Jadi mataakum semua 54:50 sumber pertanian-pertanian yang 54:51 disiapkan oleh Allah Subhanahu wa taala 54:53 ini adalah mataakum, bekal hidup. 54:55 Terus walian'amikum 54:58 dan bekal juga untuk pertanian kalian. 55:02 Ya Allah, kalau bicara pertanian 55:03 peternakan kalian kalau bicara 55:05 peternakan di Indonesia ini ternak apa 55:08 sih yang enggak hidup di Indonesia ini, 55:09 Bang Fahri? 55:10 Heeh. 55:11 Di Indonesia ini orang ternak jangkrik 55:13 ada aja ada. 55:14 Ada 55:15 ternak laler, ada orang tapi magot 55:18 namanya. 55:19 He. 55:19 Bukan sembarang laler. 55:21 Ternak ular. Bukan ular ulat. Ul 55:24 ulat buat pakan. 55:25 Pakan burung murai terutama 55:27 murai itu sekarang kan peternak murai 55:30 lagi giat. Betul ya. Tapi 55:32 harganya lagi jatuh ini karena semakin 55:34 banyak. Maka selalu saya saya bilang 55:36 kalau ada yang ternak murai jangan 55:37 ikut-ikutan ternak murai banyak jatuh. 55:40 Jatuh itu jatuh. Aku bilang justru 55:42 ketika ada orang ternak murai kita 55:45 ternak apa kek yang lebih keren dari 55:47 murai sehingga persaingan harga bukan 55:49 antara sesama murai. Saya bilang gitu 55:51 sama teman-teman. 55:52 Misalnya kita di pesantren ternak nila, 55:54 jangan semua nila. Saya bilang, "Bapak 55:56 ternak lele, Bapak ternak emas, Bapak 55:58 ternak gurame. Nanti pasar kita ini 56:00 jualan gitu. Itu jangan semua ternak 56:04 gurame jatuh nanti ternak gurame. 56:06 Tiba-tiba musim apa 56:08 serbu nih musim warung kopi. Semua orang 56:11 bikin warung kopi." Ah, 56:13 latah [tertawa] 56:13 kali ya gitu. Jangan gitu kita. Jadi 56:15 ternaknya juga gitu. Jadi inilah saran 56:18 dari Al-Qur'an. Ee hadisnya cuma satu 56:21 kita sampaikan. Hadis-hadis lain nanti 56:22 mungkin di selain kesempatan karena 1 56:24 jam saya lihat ya. Ya, saya ulangi lagi, 56:27 Al-Qur'an ataupun sunah dan juga 56:29 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 56:30 langsung memotivasi kita untuk bertani 56:33 ee bertani ya. Dan pertanian ini ee 56:36 sangat banyak manfaatnya. Bahkan 56:37 ditegaskan oleh Allah tadi mataakum 56:40 sebagai bekal hidup kalian. E di 56:42 musim-musim seperti ini betul-betul 56:45 bahwa pertanian adalah mata allakum. 56:47 baik dia sumber pangan yang bertahan 56:50 atau kondisi virus ini justru petani 56:53 saya yakin sangat bersih. Kenapa tadi? 56:56 Karena social distancing memang terjadi 56:58 di sana. Karena ee dia bersentuhan 57:01 dengan tanah dan tanah itu adalah 57:02 pembunuh kuman yang paling luar biasa. 57:04 Ee kemudian apalagi tadi? Udaranya 57:07 betul-betul sejuk ee matahari langsung 57:10 kena, keringat langsung keluar dan 57:13 sehat. Betul. Ini saja mungkin Bang 57:15 Fahri yang bisa saya sampaikan. Silakan, 57:17 Ustaz. 57:17 Saya serahkan ke Bapak. 57:18 Aduh, Subhanallah. Ee kita tercerahkan 57:21 ya. Ternyata pertanian itu dampaknya 57:24 luar biasa sekali, Ustaz Salman. 57:25 Betul. 57:26 Karena memang selama ini ee apa namanya? 57:30 Identiknya pertanian itu ee kemiskinan 57:33 gitu ya. 57:33 Iya. 57:34 Kenapa seperti itu? Padahal kalau kitaah 57:36 lebih lanjut lagi serius di bidang 57:38 pertandingan ini ternyata selain 57:40 bermanfaat bagi orang lain juga bisa 57:41 tentunya untuk kayak ekonomi kita lebih 57:43 meningkat lagi. Insyaallah. Betul.Allah. 57:46 Masyaallah. 57:46 Yang ingin bergabung atau Anda ingin ee 57:49 bertanya atau ingin memberikan komentar 57:52 bisa Anda pergunakan WhatsApp kami 57:53 Ikhwan Awat di 0811999720 57:58 ataupun Anda ingin telepon di 57:59 0218451512. 58:02 Kita kembali setelah jedan nasid berikut 58:04 ini. [musik] 58:10 [musik] 58:16 [musik] 58:21 [musik] 58:24 Allahu Akbar. 58:27 Allahu Akbar. 58:31 [musik] 58:32 Lailahaillallah. 58:38 [musik] 58:45 Radio Rasil untuk Islam yang satu. Masih 58:47 bersama kami ikhwan akhwat, pendengar 58:48 kami di Sukabumi, Semarang, Batam, 58:51 Pontianak, Magelang, Banyuwangi, di 58:53 Yogyakarta ataupun Anda di seluruh dunia 58:55 yang bisa menyimak kami di 58:57 www.radiosilaturrahim.com. 59:00 Kita tengah bersama-sama di acara sirah 59:02 Nabawiyah bersama Ustaz Salman Alfarizi 59:04 membahas mengenai pertanian dalam Islam. 59:07 Tadi seolah-olah wahyu yang Allah 59:09 turunkan ini apa ee menyindir orang 59:12 Indonesia ya yang lahannya luas tapi 59:15 enggak dimanfaatkan dengan baik. Memang 59:17 untuk orang Indonesia 59:19 itu kalau ku bilang tempelekan untuk 59:21 orang Indonesia itu. [tertawa] 59:24 Makanya kalau ada tanah yang luas gitu 59:27 ya. 59:28 Di apa namanya? dicocok tanam gitu ya. 59:30 Dicok tanam diolah 59:31 kalau diolah misalnya Bang Fahri punya 59:33 tanah di kampung 50 hektar gitu ya. 59:35 He subhanallah luas ya namanya. Iya 59:39 tinggal ngomong kan kita. 59:40 Iya 59:41 semoga diaminkan sama malaikat ya kan. 59:43 Amin 59:43 ya tanam jangan dibiarkan kosong gitu 59:46 aja. Jangan dijual ke pabrik gitu ya, 59:48 bikin 59:48 dijual ke pabrik. Orang Indonesia ini 59:51 sebenarnya gini ya, lucunya orang 59:52 Indonesia ini banyak orang Indonesia 59:54 yang punya tanah tapi tidak diolah. 59:56 Banyak orang yang pengin ngolah tapi 59:58 enggak punya tanah. 59:59 Nah, itu dia nah orang yang punya tanah 1:00:03 ini harus saya sadarkan bahwa kalau kau 1:00:05 sudah punya tanah seluas itu, izinkan 1:00:08 aja diolah sama orang kampung. 1:00:10 Heeh. Yang memang ahli dalam bertani. 1:00:12 Memang ahli. Kalau perlu Bapak malah 1:00:14 ciptakan pasarnya. 1:00:16 H 1:00:16 jadi Bapak bilang, "Olah nih, yang 1:00:18 penting saya enggak mau ngambil untung 1:00:20 apa-apa. Hasilnya 100% buat kalian, tapi 1:00:22 yang beli saya." 1:00:24 I 1:00:24 saya berani bilang gitu tuh, Pak Pari. 1:00:26 Heeh. 1:00:27 Saya berani gitu. Jadi nih saya kasih 1:00:30 modal buat tanam rumput olah. Yang 1:00:32 penting modalnya jangan hilang. Nah, 1:00:34 terus yang jui rumputnya, yang beli 1:00:36 rumputnya saya. Terus bagi hasil ya 1:00:37 enggak usah ada. Gu bilang gitu. 1:00:39 Tapi modalnya jangan hilang dia. 1:00:41 Iya. 1:00:42 Itu kita lakukan, Bang. 1:00:44 Mudah-mudahan bisa sih dilakukan sama 1:00:46 yang dengar kita ya. 1:00:47 Insyaallah mungkin juga ada yang pengin 1:00:49 kerja sama untuk membuka lahan apa gitu 1:00:51 ya. 1:00:52 Tadi pohon apa aren siat kita tadi ke 1:00:55 depannya bisa ekspor ijuk. 1:00:57 Ekspor ijuk ke mana gitu kan. Eks 1:01:00 kolangkaling. 1:01:00 Kolangkaling atau malah gula arennya. 1:01:03 Gula arenn itu lebih bagus daripada gula 1:01:05 putih. Jelas. Sugar brown. 1:01:07 Lebih aman gitu ya. 1:01:08 Lebih aman 1:01:09 daripada gula putih kan. Whiteizon gitu. 1:01:11 Ih gula putih itu banyak ininya. 1:01:13 Baik, ada yang bertanya Ustaz nih dari 1:01:15 Bapak Sofyan Effendi. Asalamualaikum 1:01:17 warahmatullahi wabarakatuh Ustazam 1:01:19 warahmatullahi [berdehem] wabarakatuh. 1:01:20 Tanamlah pohon walaupun esok akan 1:01:22 kiamat. Itu hadis atau apa gitu, Ustaz? 1:01:24 Tadi saya agak begitu jelas dengarnya. 1:01:26 Hadis. 1:01:27 Hadis ya. 1:01:27 Hadis. Cuman rawi siapa? Mungkin pekan 1:01:30 depan akan saya sampaikan ya. Atau nanti 1:01:32 WA saya akan sampaikan hadis ee dari 1:01:36 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 1:01:39 bahwa Nabi bersabda, "Andai kau tahu 1:01:40 besok kiamat maka tanamlah. 1:01:43 Nah, itu hadis dari Rasulullah 1:01:44 sallallahu alaihi wasallam. Sengking 1:01:46 sengking penginnya Nabi agar umat ini 1:01:49 jadi petani gitu loh menanam. Karena kan 1:01:51 Nabi di Madinah ikut memotivasi para 1:01:54 sahabat. Nabi pernah menanam kurma 1:01:57 sebanyak berapa ratus batang? 300 batang 1:01:59 di kebunnya Salman al-Farisi radhiallahu 1:02:00 anhu wardah. 1:02:01 He. 1:02:02 Di Khaibar nama Nabi nanam kurma. 1:02:05 Nabi itu enggak pernah membiarkan ada 1:02:06 tanah kosong langsung diolah. Ada tanah 1:02:08 kosong langsung diolah. Ada tanah kosong 1:02:10 langsung diolah. Dan perspektif Nabi 1:02:12 sallallahu alaihi wasallam tadi tidak 1:02:14 seperti orang modern yang selalu 1:02:15 mencarinya untung untung untung enggak 1:02:18 selalu 1:02:19 bicara di untung gitu Bang 1:02:21 walaupun besok kiamat tanaman harus 1:02:22 ditanam gitu ya 1:02:24 saking gregetnyaam 1:02:25 saking greget 1:02:26 sen kita untuk bertani gitu ya 1:02:28 memanfaatkan tanaman yangul 1:02:30 tanah yang kosong 1:02:31 ada penelepon yang ingin bergabung hal 1:02:34 asalamualaikum 1:02:35 waalaikumsalam 1:02:36 dengan siapa di mana Pak 1:02:37 Nasrul di Depok Ustaz 1:02:38 Pak Nasrul silakan 1:02:40 Asalamualaikum Ustaz Salman. 1:02:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:43 wabarakatuh. 1:02:44 Iya nih gara-gara corona jadi jarang 1:02:45 main ke sana lagi Ustaz Salman. 1:02:47 Allah nih Pak Nasrul nih sering nyampai 1:02:50 ke sana 1:02:52 sembakonokya. [tertawa] 1:02:54 Subhanallah. 1:02:56 Terima kasih, Pak Nasrul. Ya, ahlan. 1:02:57 Baik. Tanya Ustaz ini kan ee lebih 1:03:00 banyak kepada masyarakat dengan 1:03:02 keterbatasan lahan. Iya. 1:03:04 Kemudian sebenarnya sih ee kalau saya 1:03:06 dengarin tadi itu luar biasa semangat 1:03:09 kita untuk bergantung sama Allah. 1:03:11 Kira-kira yang paling apa ya yang paling 1:03:14 masif buat kita yang punya lahan sedikit 1:03:16 itu nanam apa yang rasanya juga langsung 1:03:20 dapat manfaat dari pertama mungkin ya ke 1:03:23 kegembiraan kita dari Allah apa 1:03:25 menyuburkan tanaman kita. He. 1:03:27 Kira-kira secara apa komunitas gitu 1:03:29 lebih baik apakah setiap daerah itu di 1:03:32 apa ya di ee diserukan untuk menanam 1:03:36 satu tanaman yang sama gitu, Ustaz. Itu 1:03:38 aja. Terima kasih, Ustaznya luar biasa. 1:03:41 Asalamualaikum warahmatullahi 1:03:42 wabarakatuh. War 1:03:44 Pak Nasrul ni kita sudah berjanjian nih 1:03:45 ketemuan, habis wabah ini harus ketemuan 1:03:47 kita ya. Masyaallah. Terima kasih banyak 1:03:50 terhadap bantuan Pak Nasrul yang sudah 1:03:52 banyak membantu santri di pesantren ya. 1:03:54 Heeh. 1:03:54 Semoga diberkahi oleh Allah Subhanahu wa 1:03:56 taala. Semua yang bantu kita pendengar 1:03:57 hasil sangat banyak sekali. Semoga semua 1:03:59 diberkahi oleh Allah Subhanahu wa taala. 1:04:00 Amin ya rabbal alamin. [mendengus] 1:04:02 Ee kalau tadi pertama kalau untuk kita 1:04:05 yang terbatas lahannya, 1:04:07 saya sih menyarankan ubi ya, Pak ya. 1:04:10 Karena ubi ini mudah kita asal kita 1:04:13 gemburkan tanahnya. 1:04:16 Nah, bakaran sampah kita itu kita taruh 1:04:19 di situ. Kalau ada kotoran kambing kita 1:04:21 taruh. Udah tunggu besok langsung 1:04:24 sesudah kita ee dinginkan tanahnya, 1:04:27 tanam aja ubi beberapa pohon semer 2 m, 1:04:30 sem* 1 semer tuh bisa nanti melihat 1:04:33 proses tumbuhnya dia nanti akhirnya dia 1:04:36 punya ubi itu seperti yang diceritakan 1:04:38 tadi dalam Al-Qur'an la ayat la ayat 1:04:42 lakum ya menjadi pertanda tentang 1:04:43 kekuasaan Allah Subhanahu wa taala itu 1:04:45 real betul-betul real bagi orang yang 1:04:48 mau bertani. Jadi saya menyarankan ya 1:04:50 seperti itu atau yang juga manfaatnya 1:04:53 dahsyat ya. Selain ubi yang juga 1:04:56 manfaatnya dahsyat rempah-rempah. 1:04:58 Rempah-rempah juga dahsyat sekali 1:05:00 manfaatnya untuk kita. Misalnya karena 1:05:03 lahan kita kecil tanam saja jahe. 1:05:05 He. 1:05:05 Nah, ini jahe rempah-rempah kunyit gitu 1:05:08 ya. 1:05:08 Sekarang lagi ini juga lagi naik down 1:05:10 juga jahe. 1:05:10 Oh, sangat luar biasa apa gitu ya biasa. 1:05:13 sangat luar biasa karena sempat diisukan 1:05:16 bahwa sangat manjur untuk corona ini kan 1:05:19 gitu ya. Padahal belum tentu 1:05:21 belum tentu. Jangan kayak gitu. Jahe itu 1:05:24 ada atau enggak ada corona banyak 1:05:26 manfaatnya. Udah [tertawa] gitu aja Bang 1:05:28 Fahri ya. Enggak usah harus ada corona 1:05:30 jah itu banyak manfaatnya dan enaknya 1:05:32 jah ini Pak Pak Bang Fahri 1:05:34 kita nanam dia, dia enggak ngerepotin 1:05:36 kita. 1:05:37 Iya tanam lupain aja udah 1:05:38 lupain aja dia tumbuh 1:05:39 dia tumbuh. Udah enggak kau pupu enggak 1:05:42 santai aja. 1:05:44 Maka kan saya sempat kemarin tuh pengin 1:05:46 agar pesantren nanam itu, tapi belum 1:05:47 belum belum belum terealisasi, baru 1:05:49 beberapa poon gitu ya, 1:05:51 belum terealisasi gitu ya. Ah, jadi 1:05:53 hal-hal yang seperti ini kalau kita 1:05:55 punya lahan kecil manfaatnya besar 1:05:57 karena kalau jahe bisa buat obat kita 1:06:00 bisa macam-macam. Kalau singkong tadi eh 1:06:02 singkong agak lama ya. Kalau si ubi tadi 1:06:06 bisa buat makan kita gitu gitu itu keren 1:06:09 sekali dan Bapak akan merasakan sensasi 1:06:12 yang luar biasa. ketika ngerebus ubi 1:06:14 ungu yang itu dipanen dari halaman 1:06:16 belakang rumah kita. 1:06:17 Beda rasanya. 1:06:18 Beda banget 1:06:19 kita urus dirawat. 1:06:21 Nunggu 3 bulan, Bang Fahri. 1:06:23 Nunggu 3 bulan gitu loh. 1:06:25 Itu hebat betul gitu ya. Ah kemudian 1:06:28 kalau tadi ditanya saya secara sektor 1:06:31 nasional tadi sempat ditanya tadi 1:06:33 mengenai daerah masing-masing gitu ya. 1:06:35 Saya mengajaknya gini, kalau saya 1:06:37 presiden Indonesia ini ya, maka ada ada 1:06:41 tiga sektor yang menjadi pusat perhatian 1:06:43 saya kalau saya jadi presiden Indonesia. 1:06:45 W gitu. 1:06:46 Yang pertama tentu tetap pendidikan. 1:06:48 Pendidikan 1:06:48 ya tetap pendidikan. Yang kedua 1:06:50 pertanian. 1:06:51 Pertanian peternakan ya ini saya jadikan 1:06:53 satu paket. Yang ketiga, nelayan. 1:06:56 Itu itu ini program saya itu. Jadi 1:06:59 pendidikan harus benar ya. ee pertanian 1:07:03 peternakan harus pertanian peternakan 1:07:05 harus benar, nalayan harus benar, yang 1:07:06 kelima kesehatan gitu ya. 1:07:08 Ini menjadi program saya kalau saya jadi 1:07:10 presiden. Kenapa aku bilang begitu? 1:07:13 Presiden Indonesia itu harus punya 1:07:14 program pertanian yang bagus untuk 1:07:16 Republik Indonesia. Jadi kalau Pak Anis 1:07:18 Baswedan ingin jadi presiden nanti di 1:07:19 tahun 2024, wei kan enggak mana tahu ya 1:07:23 kan. 1:07:24 Kalau beliau ingin jadi itu, kalau 1:07:26 pendidikan saya yakin Pak Anis Baswedan 1:07:28 sangat ahlilah. Saya terinspirasi dari 1:07:30 beliau dari Indonesia mengajar kan 1:07:32 ee cuman enggak tahu saya di tentang 1:07:34 pertanian gitu ya. Dia harus punya 1:07:36 orang-orang pertanian yang memang 1:07:37 betul-betul mumpuni apa itu tadi yang 1:07:39 seperti yang tanya Pak Nasrul tadi, 1:07:40 jangan semua kita nanam mangga. Jangan. 1:07:44 Dari Sabang Pek Merauke itu harus ada 1:07:45 lokal wisdom-nya masing-masing. 1:07:47 Ee di Papua buah apa sih yang bagus? 1:07:50 Nah, gitu. 1:07:51 Itu yang ditanam di Papua. Apa sih 1:07:53 namanya buahnya itu mirip rasanya rasa 1:07:56 durian kayak lengkeng gitu, rambutan 1:07:58 gitu. Apa? 1:08:00 Ah, di lidah saya. Tapi saya tanam di 1:08:02 pesantren, Bang Fari. 1:08:04 Saya nanam itu di pesant pernah pernah 1:08:05 dengar sih obat gitu ya. Buat obat juga 1:08:07 bisa ya. 1:08:08 Ee saya kalau tapi enak rasanya. 1:08:10 Enak rasanya. Ah, kok lupa saya sih? 1:08:13 Kalau yang tahu deh. 1:08:14 Iya, ada yang tahu coba WA gitu ya. Saya 1:08:16 lupa namanya kita padahal nanam di 1:08:17 pesantren itu. 1:08:18 Hm. Coba dari Papua itu ada rambutan 1:08:21 rambutan Papua itu keren sekali ya. 1:08:24 Kita ke NTT, NTB, kita ke Maluku, kita 1:08:28 ke Sulawesi. Sulawesi itu ada beberapa 1:08:30 provinsi, Kalimantan kita tanah Jawa, 1:08:33 Sumatera itu punya lokal wisdom 1:08:35 pertanian yang beraneka ragam. Kalau 1:08:38 Matoa 1:08:38 I 1:08:39 Matwaa katanya. 1:08:40 Makasih nih Bu Tini nih. Matawa katanya 1:08:42 Ustaz. Betul. Matawa. Matawa. Benar 1:08:44 benar benar Matoa. Enak. 1:08:45 Mat bagus. Enak ya. 1:08:46 Enak Bang rasanya. Rasa kalau kita gigit 1:08:49 tuh kayak durian tapi teksturnya 1:08:51 lengkeng atau rambutan. 1:08:53 Perpaduan antara durian lengkeng. 1:08:54 Iya itu dia enak banget. Enak banget 1:08:56 dari Papua katanya itu kita tanam di 1:08:57 pesantren 1:08:58 kurang populer ya. 1:08:59 Ya di Indonesia 1:09:00 karena orang Indonesia ini lebih lebih 1:09:02 nyari drama Korea sih. Drama Korea, sub 1:09:05 Korea. Ah macam yang hebat aja. Korea 1:09:08 itu hebatan kita gitu loh. Jadi kalau 1:09:10 saya kalau tadi saya tanya kita harus 1:09:13 apa ya per daerah itu punya 1:09:15 keistimewaan. Jadi keistimewaan daerah 1:09:17 itulah yang harus kita kita tumbuhkan. 1:09:20 Misalnya kita bicara kelapa tadi, enggak 1:09:22 semua wilayah Indonesia cocok kelapa, 1:09:24 Bang. 1:09:24 Iya. 1:09:25 Ada ada wilayah-wilayahnya. 1:09:27 Iya. Wilayah-wilayah yang sudah cocok 1:09:29 kelapa dianalisa oleh si presiden ini. 1:09:32 Udah jer dia tanam kelapa. He. 1:09:34 Iya. Analisa daerah-daerah yang cocok 1:09:36 tanam atau e apa tadi? Aren tadi. 1:09:39 Aren. He 1:09:39 tanam. Daerah yang cocok apa? Tanam. Itu 1:09:42 sesuaikan dengan daerahnya. 1:09:44 itu kalau dimainkan itu 1:09:46 kalah kayak dunia [tertawa] negara lain 1:09:49 datang orang seluruh dunia datang 1:09:51 belajar ke republik ini sayanya kok 1:09:53 enggak ada presiden kita yang ngeh ke 1:09:55 situ gitu loh Susilo Bambang Yudoyono 10 1:09:57 tahun loh nakak enggak ada gerak ke situ 1:10:00 nih Bapak Joko Widodo Joda gak ada gitu 1:10:03 loh enggak ada baru Pak Soeharto yang 1:10:06 berbicara itu dia bikin program ee 1:10:09 bendungan irigasi 1:10:11 suasembada beras itu dia bagus 1:10:12 sebenarnya dalam hal itu ya. Saya setuju 1:10:14 dengan dia dalam hal itu dan saya harap 1:10:15 nanti ada presiden yang ngomongin itu. 1:10:17 Nah, jadi kalau saya tanya nanam apa 1:10:20 kalau skalanya besar ya kita punya IPEB. 1:10:24 Iya. 1:10:25 Bawa ke laboratori laboratorium tanah. 1:10:27 Bawa penelitinya ada di situ. 1:10:29 Ada. Saya kenal Habib Idrus tuh di 1:10:31 Kampung Rambutan tuh temannya Pak Fahid, 1:10:32 Pak Ihsan tuh. 1:10:33 Dia ahli tanah. 1:10:35 Tanah itu ternyata memang beda-beda. 1:10:37 Iya. 1:10:37 Ini tanah nih cocok di sini tanam sayur 1:10:39 doang nih. 1:10:40 H 1:10:41 gitu. Jangan tanam pohon-pohonan. Enggak 1:10:42 cocok di sini. 1:10:44 Ah, kalau ini tanahnya cocoknya 1:10:45 pohon-pohonan. Itu sampai bisa kita cek 1:10:47 di cocok pohon durian apa pohon apa gitu 1:10:50 segitunya. Ya 1:10:51 ya Allah. Kalau kita main kan itu ini 1:10:54 virus corona kayak ini datang kita mah 1:10:57 hongkang-hongkang kaki aja kita santai. 1:10:59 Kenapa? Standby semuanya. H 1:11:01 ah gitu. Jadi saya kadang-kadang kok 1:11:04 kita lupakan potensi ini gitu kan. Nah 1:11:07 ayo kita mainkan potensi ini kembali. 1:11:09 terutama saya berharap ada ada anak muda 1:11:11 satu aja minimal yang dengar kita ini 1:11:13 yang punya spirit ini gitu ya yang ingin 1:11:15 merubah 1:11:16 ee Indonesia ini dari situ. Dan saya 1:11:17 harap ada orang timnya Anis Basuedan 1:11:19 yang mendengarkan kita kalau dia jadi 1:11:21 presiden nanti tahun 2024 1:11:23 dia harus harus fokus di pertanian ini 1:11:26 ya harus fokus. Saya yakin kalau kita 1:11:28 fokus di pertanian Indonesia ini jadi 1:11:30 raja di dunia ini. Insyaallah. 1:11:31 Subhanallah. 1:11:33 Ah jadi gitu Pak Nasrul ya. Kalau untuk 1:11:34 yang sendiri-sendiri saya menyarankan 1:11:37 yang lahan terbatas ya ubi atau 1:11:39 jahe-jahean atau jagung gitu yang yang 1:11:41 langsung dampak kita bisa kita nikmati. 1:11:44 Tapi kalau kalau tadi skalanya 1:11:46 daerah-daerah ya saya mengajak setiap 1:11:49 daerah itu punya ciri khas buah 1:11:51 masing-masing dan itulah yang harus kita 1:11:53 angkat, kita boomingkan, kita iklankan 1:11:56 gitu ya. Terima kasih Pak Nasullah. 1:12:00 Matoa 1:12:01 ya. Matoa [tertawa] 1:12:03 belum sudah pernah makan belum, Bang? 1:12:04 Belum. Saya baru dengar juga nih. 1:12:06 Mahal loh harganya kalau kita beli itu 1:12:08 di mall kayaknya belum ada ya. 1:12:09 Mall ada di total buah itu saya sudah 1:12:11 pernah ketemu di Allresh juga pernah 1:12:14 ketemu kita itu. 1:12:15 Asalamualaikum Ustaz Salman. Masyaallah 1:12:17 Pak Ustaz Salman ceramahnya bagus 1:12:19 sekali. Semoga banyak petani yang 1:12:21 bertahan di zaman seperti ini. Amin. 1:12:23 Amin. Amin. Amin. 1:12:24 Dan tanahnya semoga aja enggak dijualin 1:12:26 ya. Yang punya tanah banyak tanamin 1:12:28 pohon-pohonan apa kayak gitu. 1:12:30 Tanamin. Sekali lagi yang punya tanah 1:12:31 banyak ajaklah petani bertani. 1:12:34 Enggak usah bagi hasil. Terus apa dong? 1:12:37 Bapak bikin pasarnya. Jadi petani itu 1:12:40 jual ke Bapak. Keuntungan Bapak adalah 1:12:42 membeli langsung ke petani. Kalau ini 1:12:44 dimainkan 1:12:45 saya yakin ini cara kedua, Pak Sandono 1:12:48 kalau dengar saya. Ini cara kedua Pak 1:12:50 Sandegono untuk memutus mata rantai 1:12:52 tengkulak. 1:12:53 Heeh. He. 1:12:53 Bapak Sandono punya uang nih. 1:12:54 Iya. Punya tanah mungkin dia kosong 1:12:56 daripada Bapak ngurusin batu bara terus 1:12:58 gitu loh. I kan 1:12:59 ayo. Kalau batu bara kan cuma 1:13:00 menghasilkan uang. Bapak makin kaya 1:13:02 doang. 1:13:02 Iya. 1:13:03 Kalau jadi petani, petani makmur mereka 1:13:05 punya lahan tanpa beli tanah tetap Bapak 1:13:08 punya. 1:13:09 Mereka garap ee ke hasil 100% buat 1:13:12 mereka, buat si petani ini. Terus 1:13:13 keuntungan saya pemilik lahan apa? Saya 1:13:15 yang beli hasil tani mereka. 1:13:17 He. 1:13:17 Saya yang bawa hasil tani mereka ke 1:13:19 Jakarta. Saya di Jakarta sudah punya 1:13:21 pasarnya. Jer ketemu langsung sama 1:13:24 sama siapa? sama pembeli konsumen 1:13:25 langsung. 1:13:26 Iya. 1:13:26 Oh, itu keren sekali kalau itu 1:13:28 mensejahterakan petani juga. 1:13:29 Mencejerakan petani dan menejarakan 1:13:31 masyarakat Indonesia. 1:13:31 Menaikan level petani juga nanti. Jadi 1:13:33 pengin pada pengin jadi petani akhirnya 1:13:35 pada pengin jadi petani nanti. 1:13:37 Subhanallah. [tertawa] 1:13:38 Iya. Saya bacakan SMS yang sudah banyak 1:13:40 yang masuk. Ibu Helma di Cibubur pecinta 1:13:43 rasil ngepan sama Ustaz Salman katanya. 1:13:45 Saya guru TK ingin sekali bersilaturahim 1:13:47 ke Ponpes Pak Ustaz Salman mengajak 1:13:49 anak-anak melihat pertanian di Ponpes. 1:13:51 Bolehkah Pak Ustaz? Bu 1:13:52 di manakah alamatnya? [tertawa] 1:13:54 WA saya nanti wa saya share location 1:13:56 nanti insyaallah. Ahlan wasahlan Bu 1:13:57 Helma saya ucapkan ahlan wasahlan. 1:13:59 Silakan datang kita tunjukkan 1:14:01 lokasi-lokasi pertanian kita yang tidak 1:14:04 mungkin banyak orang luas kali ya. Bukan 1:14:06 kira kita memanfaatkan lahan saja. 1:14:08 Memanfaatkan lahan dan nanam beberapa 1:14:10 jenis ee tumbuhan. E karena di Indonesia 1:14:13 itu ada istilah tumpang sari. 1:14:15 Tumpang sari. Betul. Jadi satu lahan itu 1:14:18 ada beberapa tanaman gitu kan. 1:14:20 Kita bikin kolam ikan. Kolam ikan itu 1:14:22 kan ada jaraknya. 1:14:24 Jarak itu bikin tanaman. Nih sedang kita 1:14:26 mau pelajari di atas kolam ikan itu kan 1:14:28 ada aquaponic namanya ya. Aquaponik itu 1:14:31 ee mudah sekali ya. Mudah sekali tinggal 1:14:34 kita cari botol-botol bekas kita potong 1:14:36 atau aqua gelas bekas itu kita kita 1:14:38 kasih bolongan. Kita kasih bibit 1:14:40 kangkung, bibit bempak coy. 1:14:41 Itu enggak pakai tanah? 1:14:42 Enggak pakai tanah. Dia hanya mfaatkan 1:14:43 nutrisi air yang ada di ikan. He 1:14:45 kan gini, Bang. Ikan itu kan eek dia di 1:14:47 situ. Ikan itu juga mengeluarkan sesuatu 1:14:50 yang tidak bermanfaat buat dia, tapi 1:14:51 tidak bermanfaat buat dia, 1:14:53 bermanfaat buat tumbuhan. 1:14:55 Itu keren sekali. Iya, simbiosis 1:14:58 metalisme sangat luar biasa. Ahlan 1:14:59 wasahlan Bu Helma. 1:15:01 Silakan ya yang datang. Nanti kalau 1:15:02 misalkan pengin nomor teleponnya nanti 1:15:04 saya e coba ke WA Rasil aja ya. 1:15:06 Iya, WA aja Rasil. Betul. 1:15:08 ee dua SMS terakhir nih sebelum pamit 1:15:12 dari hamba Allah, 1:15:13 "Pak saya di belakang rumah saya ada 1:15:15 sedikit lahan kosong tapi di tidak 1:15:17 ditanami karena enggak tahu tanaman apa 1:15:18 yang cocok." 1:15:19 Terus yang kedua, cita-cita kebanyakan 1:15:22 anak negeri ini adalah jadi pekerja. 1:15:24 Ustaz jarang yang ingin jadi pengusaha. 1:15:26 Apakah ini mental anak negeri yang 1:15:28 kurang ber tergemleng atau para pendidik 1:15:31 yang kurang paham terhadap anak 1:15:32 didiknya? Baik, saya yang pertama tadi 1:15:36 ya, lahan Bapak yang di belakang rumah 1:15:38 lagi-lagi umbi-umbian lebih saya 1:15:40 sarankanlah 1:15:41 lebih cepat juga ya mudah 1:15:43 panennya. Bapak hanya perlu 1:15:44 menggemburkan kalau ada ee kotoran sapi 1:15:47 atau kambing yang dekat silakan diambil. 1:15:49 Kalau enggak ada datang ke pesantren 1:15:50 gratis. 1:15:51 Heeh. 1:15:52 Gratis. Bakar-bakaran kalau ada dekat 1:15:53 Bapak silakan diambil. Ee kalau enggak 1:15:56 ada ya Bapak ciptakan sendiri bisa. Itu 1:15:58 mudah sekali ya. Digemburkan, dicampur 1:16:00 sama itu, didinginkan sebentar. Kalau 1:16:03 eek kambing atau eek sapinya masih belum 1:16:05 dingin, dinginkan. Karena kalau ditanam 1:16:06 langsung bisa mati tumbuhannya. 1:16:08 Bapak tanam umbi-umbian aja. Umbi-umbian 1:16:09 yang paling saya sarankan ya ubi. Ubi ya 1:16:12 kalau enggak kentang juga boleh. 1:16:14 Kentang juga boleh, ubi juga boleh. Asal 1:16:16 gembur insyaallah dia mudah sekali. Ee 1:16:20 kalau belum terbiasa macul lakukan 1:16:22 pemanasan. Jangan main tekepok tersakit 1:16:25 [tertawa] lagi. 1:16:26 Macul itu ada ilmunya ya. Macul itu ada 1:16:28 ilmunya. bagaimana caranya itu ada 1:16:30 semuanya boleh datang kita kita ajarkan 1:16:32 nanti bagaimana cara macul gitu kan. 1:16:34 Ah yang selanjutnya tadi apa katanya 1:16:36 bahwa 1:16:37 din 1:16:38 anak negara ini anak negeri ini kenapa 1:16:39 jadi pekerja PNS gituja 1:16:42 ini kesalahan ini ee tidak berarti 1:16:45 mengkambing hitamkan, tapi harus kita 1:16:47 kita sadari. Pertama ee sekolah juga 1:16:51 selalu penginnya menciptakan pekerja 1:16:54 gitu ya. He. 1:16:55 Ee orang tua juga selalu agar anaknya 1:16:57 bisa kerja. Jadi manusia-manusia juga 1:16:59 inginnya kerja gitu ya. Kita rebutan 1:17:03 kerja ke Sudirman, ke Kuningan, ke Gatot 1:17:05 Subroto, semuanya kerja di sana 1:17:07 macet-macet, bermacet-macet ria. Gaji 1:17:09 hanya UMR doang. Kalau kekurangan kita 1:17:11 demo ya. Kemudian kita tinggalkan lahan 1:17:14 di Sukabumi, lahan di Cianjur, lahan di 1:17:16 Cirebon, lahan di apa. Karena alasan 1:17:18 kita alasan klasik, modal gak ada, 1:17:20 pemerintah enggak perhatikan terus 1:17:22 enggak bisa hidup. Karena ee karena 1:17:25 gini, mindsetnya itu udah enggak enggak 1:17:27 benar. gitu ya. 1:17:28 Kalau kita mindsetnya ikut menstabilkan 1:17:31 semesta, ikut ee menyumbangkan udara dan 1:17:34 lain sebagainya untuk semesta ini, 1:17:36 semesta ini juga akan berterima kasih 1:17:38 kepada kita dan Allah Subhanahu wa taala 1:17:39 akan berikan kita keberkahan-keberkahan 1:17:41 yang lainnya kalau ini kita lakukan. 1:17:43 Maka saya ajak kita gak usah takut, gak 1:17:45 usah khawatir, jadilah entrepreneurship 1:17:47 ya wiraswasta. Saya berbicara pertanian 1:17:50 hari ini. Entrepreneurship banyak yang 1:17:53 di disuguhkan oleh Al-Qur'an bukan hanya 1:17:55 pertanian. Nanti boleh nanti kita 1:17:57 berturut-turut membahas tentang 1:17:59 hadis-hadis yang terpan Rasulullah 1:18:00 sallallahu alaihi wasallam ini ya. 1:18:02 Nah ee ee ee saya meng apa namanya tadi 1:18:06 ya? Ee merubah ini tidak mudah. Maka 1:18:10 lagi-lagi kalau kita jadi presiden 1:18:11 republik ini ah pendidikan kita ya 1:18:14 jangan meluluh untuk jadi orang yang 1:18:16 SPDI, LCMA. Saya ini sering diundang 1:18:19 orang ceramah saya dibikin gelar LCMA. 1:18:21 Saya diam aja padahal saya bukan LC bkan 1:18:23 bukan MA. Ada malah yang ngundang saya, 1:18:26 Dr. Salman Alfarisi, LC. MA. Saya diam 1:18:29 aja, tulis kalian terserah kalian gitu 1:18:31 ya. Karena bagi saya e enggak ada jangan 1:18:35 juga terlalu ke situ ujung-ujungnya 1:18:38 ijazah lagi, ujung-ujungnya gelar lagi. 1:18:41 Dan kita menuhankan betul gelar-gelar 1:18:43 itu, angka-angka yang ada di kertas itu. 1:18:45 Padahal enggak ada kreativitas yang 1:18:47 dimun itu amanah bagi Institut Pertanian 1:18:50 Bogor 1:18:52 melestarikan semua pertanian yang ada di 1:18:54 republik yang kita banggakan ini. Saya 1:18:56 saya ingin betul jadinya katanya I saya 1:18:59 enggak tahu betul apa enggak itu ya. 1:19:01 atau Institut Perasuransian Bogor malah 1:19:05 jadinya kan gitu ya. Ah, jadi ee ini 1:19:08 harus kita rubah Pak yaong rubahnya saya 1:19:12 pikir melalui pendidikan atau selain 1:19:14 pendidikan sekolah SD SMP yang formal. 1:19:17 Saya mengajak seluruh ustaz jangan lagi 1:19:19 asik bahas qunut, bahas bahas e rakaat 1:19:22 tarawih, bahas ee dukhan mau datang, 1:19:26 bahas ee khilafah, bahas enggak enggak 1:19:30 itu udah terlalu sering dibahas, sudah 1:19:32 ketinggalan zaman pembahasan-pembahasan 1:19:34 seperti itu. Al-Qur'an menyiapkan 1:19:37 kajian-kajian entrepreneur yang sangat 1:19:39 beraneka ragam. Ah, saya mengajak 1:19:42 ustaz-ustaz, ayo dong ceramah mengenai 1:19:44 entrepreneur. Jangan asik tentang hukum 1:19:47 aja. Coba nih yang dibahas orang di 1:19:49 bulan Ramadan mengenai imsak. Cetek, 1:19:52 Kak. Ya Allah, aku bilang kok umat Islam 1:19:54 ini enggak ada move on, move on-nya gitu 1:19:56 loh. Jadi mereka sibuk mencari dalil 1:19:59 imsak, baik yang pro imsak atau yang 1:20:01 enggak pro imsak. Gu bilang, "Kalian 1:20:02 dua-duanya bengak." Gua bilang yang 1:20:04 mencari dalil perlunya imsak bengak, 1:20:06 yang mencari dalil enggak perlunya imsak 1:20:08 juga bengak menurut aku. Heeh. 1:20:10 Kenapa? 1:20:11 Karena tertinggal jauh umat ini mengenai 1:20:14 cerita entrepreneur dalam Al-Qur'an. Itu 1:20:16 perspektif yang saya lihat yang saya 1:20:18 bilang bengak ya. Jangan bukan bengak 1:20:20 secara mutlak berarti bapak-bapak yang 1:20:22 berdebat mengenai imsak. Maksud aku gini 1:20:24 loh. Untungnya kalau kita imsak orang 1:20:27 sedunia ini apa? Untungnya kalau orang 1:20:29 enggak imsak sedunia ini apa gitu loh. 1:20:31 Enggak ada. Maka yang harus kita bahas 1:20:33 adalah ayat-ayat yang bercerita tentang 1:20:35 bagaimana agar umat Islam ini produktif. 1:20:37 Nah, gitu ya. Kita rubah mindsetnya 1:20:39 orang Indonesia ini yang mau kerja lagi, 1:20:42 kerja lagi, kerja lagi, kerja lagi. 1:20:44 Akhirnya dipekerja semua kita noh. 1:20:46 Pekerja kita di Cina katanya di kapal 1:20:48 dibuang begitu aja entah apa ya engak 1:20:50 salah kita sendiri. Kenapa kita jadi 1:20:52 pekerja? H 1:20:54 laut kita punya, ikan kita punya. Bikin 1:20:58 kapal anak negeri ini bisa. 1:21:00 Kita malah kerja di orang lain. 1:21:01 Kita malah bikin kerja di kapal orang 1:21:03 lain. 1:21:04 Anak negeri ini, Bang Fahri. Abang Fahri 1:21:06 pernah lihat enggak anak negeri ini bisa 1:21:07 bikin kapal? Saya punya saudara di 1:21:10 kampung namanya Waiten. 1:21:12 Nama dia Waiten. Coba teman saya ini 1:21:14 namanya Uyung. Teman sekelas saya dulu 1:21:16 di pesantren. Ayahnya tukang bikin 1:21:19 sampan, Pak. Mau bikin sampan kecil, 1:21:21 sampan gede tergantung hepengnya. 1:21:23 He 1:21:24 bisa anak negeri 1:21:26 dukung ya kayak gitu. 1:21:27 Cuman memang waiten ini juga bilang 1:21:28 sekolah kau y biar jangan jadi tukang 1:21:30 sampan kau katanya. 1:21:32 Kenapa memang karena tidak ada dukungan 1:21:34 memang pemerintah kita ini bengak juga 1:21:35 memang sudah tahu potensi rakyat bagus 1:21:38 malah nyari yang lain gitu kan. 1:21:40 Maka kalau Pak Anis Bas dan di presiden 1:21:43 2024 kalau kau enggak perhatikan Pak 1:21:45 Anis ini potensi-potensi ini, kau 1:21:47 presiden bengak juga gitu kan ya. Kita 1:21:50 bilang gitulah. Kenapa enggak pula kan 1:21:52 potensi masyar cambak akhirnya pekerja 1:21:55 kita sekarang teriak-teriak pekerja kita 1:21:57 karena kayak gitu sebenarnya kita ini 1:21:59 harus look at yourself bro. 1:22:01 Heeh. 1:22:02 Kenapa kita enggak kerjakan itu dari 1:22:03 dulu? Ikan saya punya kenalan, dia 1:22:07 kolonel angkatan laut. Marinir marinir 1:22:09 angkatan laut. Dia dulu pernah ee 1:22:11 tugasnya ee ee ee berlayar dari Sabang 1:22:15 sampai Merauke dalam setahun menjaga 1:22:17 perbatan statan republik. Tahu enggak 1:22:19 apa? Bang Baahi dia cuma taruh pancing 1:22:21 tuh yang umpannya entah apa cekek 1:22:24 semenit wah tongkol udah dapat 1:22:27 tanpa umpan itu 1:22:28 tanpa peralatan canggih kayak 1:22:30 orang-orang di coba pernah enggak nonton 1:22:33 e e national graphic kalau mereka bikin 1:22:36 e nangkap ikan tuna iya itu Discovery 1:22:38 Channel ya kan itu pakai komputer pakai 1:22:41 pakai ini pakai canggih sekali kita 1:22:44 enggak perlu bray enggak perlu itu punya 1:22:47 sampan kau pawa ke tengah laut Dapat ini 1:22:50 aku ya, Bang Fahri tahu ikan tri Medan 1:22:53 enggak? 1:22:53 Heeh. Kecil-kecilan. 1:22:54 Kecil-kecil itu enaknya pol. 1:22:57 Ibu Susi kemarin bikin peraturan yang 1:22:59 bikin heboh. Entah saya enggak tahu 1:23:01 analisanya seperti apa. Yang jelas itu 1:23:03 orang kampung kita itu idenya itu buat 1:23:06 nangkap ikan teri itu enggak perlu tuh 1:23:08 kapal-kapal pakai komputer apa macam 1:23:11 pokok harimau enggak perlu. 1:23:12 I enggak perlu yang aneh-aneh dia bikin 1:23:14 gitu bisa mereka. Nah, potensi-potensi 1:23:17 ini harusnya kalau aku Bu Susi kemarin 1:23:20 jangan langsung dibasmi tapi dipelajari 1:23:22 bagaimana caranya supaya bisa mereka 1:23:24 angkat ikan teri ini tapi tidak merusak 1:23:27 alamnya di bawah laut itu. Ini malah 1:23:29 dibombardir. Gua bilang enggak enggak 1:23:31 usah begitu. Gua bilang jadi kita harus 1:23:33 bahas. Jadi kita perlu presiden yang 1:23:35 memang ngerti Indonesia gitu loh. Bukan 1:23:38 yang mau nyari panggung, bukan mau nyari 1:23:40 hepeng. 1:23:41 Nah ini Pak Presiden-presiden kita jadi 1:23:43 presiden langsung jadi kaya raya dia 1:23:45 kan. Jadi ya kalau kayak gitu ya, 1:23:47 Presiden ya 1:23:49 enggak enggak bisa memang jadi kita Pak 1:23:52 kalau tanya tadi kenapa anak negeri ini 1:23:53 begini ya 1:23:54 menyinggung sudah ke wilayah pemerintah 1:23:56 gitu kan ke pemerintah yang yang kreatif 1:23:59 yang memikirkan bagaimana agar anak 1:24:00 negeri ini 1:24:02 eeemiliki semangat wiraswasta yang 1:24:04 memilik mempunyai apa namanya dukungan 1:24:06 penuh dari bangsa. Potensi kita itu ada 1:24:09 di pertanian, peternakan, nelayan itu 1:24:12 besar besar besar besar besar sangat 1:24:15 besar. 1:24:16 Saya tunggu ada presiden yang berani 1:24:17 mengulai itu. Wallahuam. 1:24:19 Aduh, insyaallah. Subhanallah. 1:24:22 Ya, sampai kita disebut sebagai negara 1:24:24 yang apa namanya? E macan tertidur gitu 1:24:27 ya. 1:24:27 Iya, benar. Benar. 1:24:28 Potensinya banyak tapi e enggak 1:24:30 dimanfaatkan. 1:24:31 Enggak dimanfaatkan. 1:24:33 Sayang kali sayang. 1:24:34 Baik ustaz. kita dibatas oleh waktu 1:24:35 mungkin ada yang ada yang disampaikan di 1:24:38 baik kesimpulannya sederhana sekali dari 1:24:40 kajian kita ini. Wahai umat Islam 1:24:41 Indonesia terutama bertanilah terutama 1:24:45 yang berbakat bertani ya. Bertanilah 1:24:46 yang berbakat bertani. Untuk seri bakat 1:24:49 lainnya insyaallah akan kita coba 1:24:51 sampaikan hadis-hadis dari sirah nabawi 1:24:53 dan Al-Qur'an. Cerita tentang 1:24:54 entrepreneur jenis lainnya. 1:24:56 Mudah-mudahan semangat-semangat pemuda 1:24:59 tentang pertanian semakin hebat di 1:25:00 Indonesia ini. 1:25:01 Amin. 1:25:01 Ini sa yang bisa saya sampaikan. 1:25:02 Wabillahi taufik walhidayah. Mohon maaf 1:25:04 segala yang salah. Asalamualaikum 1:25:05 warahmatullahi wabarakatuh. 1:25:06 Waalaikumsalam. Terima kasih Ustaz 1:25:07 Salman Alfariz atas pencerahannya, atas 1:25:10 ilmunya di pagi hari ini di acara Sirah 1:25:11 Nabawiyah dengan tema pertanian dalam 1:25:13 Islam. Semoga menginspirasi kita juga 1:25:16 menambah wawasan kita. Ikhwan akhwat 1:25:18 yang sudah bergabung terima kasih 1:25:19 banyak. Yang belum sempat terbanyakkan 1:25:20 mohon maaf karena waktu yang terbatas. 1:25:22 Saya Fahri temani Anis dan juga Ondi Nur 1:25:25 pamit. Subhanakallahumma wabihamdika 1:25:26 asadu alla ilahailla anta astagfiruka wa 1:25:28 atubu ilaik. Wasalamualaikum 1:25:30 warahmatullahi wabarakatuh.