Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TV. [musik] 0:13 Asalamualaikum warahmatullahi 0:14 wabarakatuh, Bang Toni. 0:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. 0:19 Bagaimana kabarnya di pagi hari ini, 0:21 Bang Toni? 0:21 Alhamdulillah sehat walafiat. 0:24 Alhamdulillah pasti tentu saja mengamati 0:27 terus gitu ya isu-isu terkini yang 0:29 terjadi. Namun di pagi hari ini Bang 0:32 Toni kita ada tiga hal ini ya yang ee 0:36 ingin disoroti, dibahas dan juga di ee 0:39 minta pendapat dan analisanya dari Bang 0:41 Toni. Ee yang pertama di tengah-tengah 0:45 pusingnya Presiden Prabowo gitu ya. 0:49 Karena banyak pengamat yang melihat itu. 0:51 Karena sampai saat ini negosiasi dengan 0:55 ee Iran ee kaitannya dengan kepentingan 0:58 Indonesia di Sat Harus sepertinya ee 1:00 ditolak oleh ee Iran. Ya, dugaannya 1:04 seperti itu walaupun tidak ramai di 1:06 dalam ee pemberitaan di tengah-tengah 1:08 kepusingan itu. Ini yang mencuat karena 1:11 ee pekan ini majalah Tempo menyoroti 1:14 mengenai ee akan mendekat atau is ada 1:17 istilah merjernya Partai Nasdem dengan 1:21 eh Grindra. Jadi langkah Suryapoloh yang 1:24 mendekati Prabowo lalu respon dari 1:27 Prabowo gitu ya di tengah-tengah 1:28 dinamika politik ini sebenarnya bisa 1:31 kita lihat itu sinyal apa, Bang Toni? 1:34 Apakah ini penyelamatan untuk Partai 1:38 Nasdem atau emang gara-gara ada 1:40 kepentingan ee tertentu gitu ya? Itu 1:44 yang pertama, Bang Toni. Yang kedua, 1:45 kita juga ingin menyoroti perihal eh 1:50 mantan wakil presiden e Indonesia, Pak 1:54 Yusuf Kala gitu ya. Karena ada beberapa 1:58 ee hal juga disoroti komentar mengenai 2:01 ee bagaimana dalam salah satu kutipan ee 2:05 pidatonya Pak JK yang yang mengangkat 2:08 isu tentang e konflik beragama di ee 2:11 Indonesia ini, ini kan jadi perhatian 2:13 banyak orang gitu. Apalagi ada beberapa 2:16 kelompok yang memperkarakan tentang ee 2:19 hal ini. Namun kita ingin melihat juga 2:22 sebenarnya konflik yang terus terjadi 2:24 gitu ya di beberapa daerah yang akhirnya 2:26 sampai disoroti oleh ee Pak JK dengan 2:28 komentar-komentarnya. Kan komentar ini 2:31 mungkin bisa dipahami secara letterl ada 2:33 juga secara ee lebih mendalam gitu. 2:35 Sebenarnya ini ee kalimat apa nih yang 2:37 harus dipahami gitu ya. Banyak yang 2:40 membelajk di sini gitu ya. Banyak yang 2:42 membelajk di sini. Bagaimana Bang Toni 2:44 melihat sebenarnya urusan konflik ee 2:48 agama dalam tanda petik gitu ya yang 2:50 terjadi di ee negeri ini sebenarnya 2:52 penyelesaiannya memang belum tuntas gitu 2:55 ya karena muncul lagi muncul lagi 2:57 isu-isu seperti ini gitu ya. Apakah 2:59 negara ini memang kurang hadir? Lalu 3:01 yang ketiga, Bang Toni yang sedang viral 3:03 tentu saja gitu ya, Universitas 3:06 Indonesia yang melakukan investigasi 3:08 kasus dugaan pelecehan seksual secara 3:11 verbal yang melibatkan 16 mahasiswa di 3:14 Fakultas Hukum. Nah, banyak netizen yang 3:17 menganggap bahwa ini mahasiswa hukum 3:19 gitu, belajar hukum ee terlibat kasus 3:23 hukum gitu ya, sebelum mereka menjadi 3:25 ahli hukum. Nah, ini sebenarnya potret 3:28 apa? Apakah benar-benar ini seperti 3:31 gunung es, masalah akhlak di perguruan 3:34 tinggi gitu ya atau lebih fokusnya ee ke 3:37 mana nih masalah mahasiswa ini Bang 3:39 Toni? Tiga hal itu Bang Toni. Monggo. 3:41 Baik. Ee kita mulai soal merger ya. Ini 3:45 out of the box. Ini [tertawa] 3:47 out of the box. 3:51 Enggak enggak kepikiran oleh siapapun 3:53 [tertawa] gitu kalau kemudian mengajak 3:55 merger. 3:56 Iya. Eh, muncul pertanyaan, kenapa tidak 3:59 ngajak merger partai-partai yang tidak 4:01 masuk parlemen? Perlu dibantu, perlu 4:03 ditolong, perlu diangkat, perlu 4:05 diakomodir, misal eh PSIlah 4:10 gitu kan. Keren kan? 4:12 Kalau Pak Prabowo misalnya ngajak PSI 4:13 untuk gabung supaya nanti ee orang-orang 4:17 di PSI, kader-kader PSI bisa masuk di 4:19 parlemen kan keren gitu. 4:21 Hm. 4:22 Keren gitu kan. Terus kemudian atau 4:25 Glora eh Glora Merger aja sini supaya 4:29 dapat ini di kan keren gitu loh. Tapi 4:32 kalau ngajak Mak Nasdem gitu loh ee 4:35 punya parlemen cukup besar dan hasil 4:37 survei terakhir oleh Polracking ya yang 4:39 tadi pagi saya baca paling terakhir itu 4:43 5% masih menjadi partai yang kuat 4:47 loh. I 4:48 ya. Kemudian ketik ee ketika Pak Prabu 4:51 mengungkapkan itu enggak ketemu 4:53 logikanya, enggak ketemu argumentasinya, 4:56 akhirnya muncul sebuah pertanyaan ini 4:59 arahnya ke mana? Apakah arahnya itu mau 5:02 membunuh Nasdem gitu? 5:04 [tertawa] 5:05 I ya atau ini memang e merupakan satu 5:10 karena Nasdem sama Ahmad Ali di PSI PSI 5:14 itu adalah Pak Jokowi itu punya 5:16 berseberangan lah kondisi kayak gini kan 5:19 e karena Ahmad itu mantan ket 5:22 ya adalah kemudian persebrangan ada 5:25 historinya gitu kan PPSI apakah ini 5:28 bagian daripada ee 5:32 membuka ruang 5:34 tawar-menawar antara Pak Prabowo dengan 5:37 Pak Jokowi kan bisa saja. 5:39 Iya. 5:41 Tapi tapi yang jelas itu adalah the box. 5:45 Sesuatu yang ee dianalisis melalui legal 5:49 politik tidak ketemu ya. Kemudian 5:51 diungkapkan tentu ada yang tersirat. 5:56 Kalau Presiden kepada Suraballah Jok ya 5:59 saya pikir enggak. Kalau kemudian 6:00 diungkapkan oleh beberapa ditelisik oleh 6:03 beberapa oleh media ke beberapa kader 6:06 yang ee Pak Suryapo enggan ya terus 6:10 kemudian karena ideologi macam-macam ya 6:12 berbeda karakter berbeda logi 6:14 macam-macam gitu ya itu bahasa halus. 6:17 Coba kalau yang ngomong bukan Pak 6:19 Prabowo, yang ngomong bukan presiden, 6:21 yang ngomong bukan yang nawar bukan 6:23 bukan apa ee seorang penguasa kebaran 6:27 jenggotalnya SBY 6:29 ngajak itu nguk itu Nasdem emang apa 6:32 Demokrat partai yang paling kecil di DPR 6:34 kok ngajak-ngajak kita 6:37 seperti itu. cuman karena yang ngomong 6:39 penguasa ya ee tentu penolakannya itu 6:42 terukur, responnya itu ee ee tetap ee 6:47 apa namanya softly gitu ya atau hal 6:51 menimbulkan sebuah resistensi ya. Kalau 6:53 dalam konteks ini kan Indonesia kalau 6:55 penguasa kan menakutkan gitu kan bisa 6:57 karena apa semua instrumen dipegang bisa 6:59 berbuat apa saja ya penguasa mana 7:01 apaapan saja di manaun menurut saya 7:03 bukan hanya di Indonesia 7:04 ya apalagi kalau penguasa itu di negara 7:07 monarki wah lebih ngeri lagi gitu 7:09 ajakan bisa jadi perintah gitu ya bisa 7:12 diperintah itu benar istilah itu. Apakah 7:16 betul ajakan itu adalah perintah yang 7:18 tadi saya barang apakah ini kalau lu 7:20 masih hidup bunuh loh gitu loh. Nah, 7:22 daripada lu terancam gitu kan, mendingan 7:24 lu gabung sama gue, lu pasti hidup. Tapi 7:26 ini juga menyebabkan sebuah sinyal 7:28 dukungan Pak Prabowo kepada Nasdep, "Lu 7:31 gabung deh, lu mau dibunuh itu sama sana 7:34 gitu gitu [tertawa] 7:36 ya. W up kalau lu gabung ya." Kira-kira 7:39 gini atau mungkin maksudnya adalah eh 7:42 Nasdem gabung. Gabung itu bukan 7:43 mergertai, tapi gabung ke ke ini dong, 7:46 kekuasaan dong gitu, koalisi gitu kan. 7:50 kita lagi menghadapi banyak masalah. 7:52 Sebab apa? ee tulisan saya belum bisa 7:54 posting ya, Pak Prbowo. Di tengah e apa 7:57 beberapa kekuatan di antaranya adalah 8:00 ada kekuatan Solo, 8:02 ada kekuatan ee apa Cikeas ya kan 8:06 kemudian ada kekuatan ee [tertawa] 8:11 ya itu itu nanti duluah kekuatan 8:14 kemudian ada kekuatan dari ee Anis di 8:18 situ. Jadi dikepung oleh di belakang 8:21 Anis itu ada JK, di belakang Anis ada 8:24 Suryapaloh, di belakang Anis ada 8:26 beberapa orang. Artinya ada empat 8:28 kekuatan ya yang ee tidak sepenuhnya 8:32 bisa dirangkel oleh ee Pak Prabowo. Jadi 8:37 saya kok begini ya, Pak. Apa namanya 8:40 bukan karena soal moral, bukan karena 8:42 soal etik ya. Ini adalah soal 8:45 kepentingan politik. Bagaimanapun Pak 8:47 Jokowi itu punya beban, bukan 8:49 pribadinya, tapi punya beban. Ada 8:52 kaisang di situ, ada Gibran di situ. 8:55 Yang jelas kepentingan politik ke 8:56 depannya berbeda 8:58 dengan Pak Prabowo. 9:00 Ya, sementara Pak SBY bukan kepentingan 9:03 personal sudah selesailah Pak SBY. Tapi 9:05 ada anaknya 9:07 AHY yang memang kendali ee terhadap 9:11 ee Demokrat gitu kan ya. tentu punya 9:15 kepentingan. Di situ ada Megawati dengan 9:17 PDB yang berada di luar koalisi, tapi 9:20 karena e masih membangun narasi-narasi 9:23 yang terukur ee sebab si Puan masih jadi 9:27 ketua DPRD. 9:29 Apalagi kalau kemudian di 9:30 belakang-belakang itu masih ada 9:32 sandra-sandra kasus yang bisa diungkap 9:34 gitu. 9:35 Di situ ada Anis berada di luar sama 9:38 meskipun di situ juga ada Nasdem. Kalau 9:40 partai baru kan belum belum terbukti 9:43 gitu lohkan rakyat ya. Tidak menutup 9:45 kemungkinan juga Anis pada akhirnya ee 9:48 apa menjadi e apa menjadi ee calon ketua 9:52 umumnya Nasrem tidak menutup 9:53 kemungkinan. Ah kekuatan-kekuatan yang 9:57 signifikan ini itu tidak berada di dalam 9:59 genggaman Pak Prabowo. Apakah kemudian 10:01 ketika AHY itu menjadi menteri ee lalu 10:04 SBY semuanya bisa setel sama Prabowo 10:07 mengikuti penguasa? Enggak. 10:10 ya solo apakah mengikuti penguasa justru 10:14 banyak orang mengatakan ya termasuk 10:15 katot Normantio ya masih dalam masih 10:18 dalam kendali Solo kan gitu. 10:20 Heeh. H 10:21 ya. Dan apalagi kemudian Nasdem datang 10:24 ya tetap sama penguasa semua sedang 10:26 membangun apa menjaga hubungan baik 10:29 apalagi di dalam sebuah negara yang saat 10:33 ini kena dampak global yaitu perang di 10:36 Selat Hurmus, Iran, Amerika, Israel. 10:39 Sehingga ketika hargan minyak itu naik 10:42 ya nanti kalau kemudian betul-betul 10:44 perang lagi kecatan senjata. Kenjatan 10:47 senjata atau ee titik damai itu enggak 10:50 mungkin. Kenapa? Karena 15 item yang 10:53 diusulkan oleh si Trump dan 10 item oleh 10:57 Iran itu enggak ketemu. Dalam teori 11:00 konflik begini. Kalau ada kepentingan 11:03 dua dua belah pihak dan kepentingan itu 11:06 bersinggungan dan tidak bisa didamaikan, 11:09 tidak bertabrakan ya maka tidak maka 11:12 akan terjadi konflik. Ya, Ira maunya 11:15 Amerika diusir. I Amerika enggak 11:17 mungkinlah. Kalau soal salat Hurmus kamu 11:20 palakin masih oke gitu loh. Tapi kalau 11:23 Anda mengusir Irak, mengurus Amerika 11:25 dari sana e sebagai pemegang geopolitik 11:28 ya, pengontrol atau polisi dunia ya 11:30 enggak mungkin artinya lu ngajak perang. 11:32 Hm. 11:34 Kan sederhananya begitu gitu kan. 11:35 sebenarnya begitu loh ya. Contohlah 11:38 misal misal sederhana analogi yang 11:40 analogi ini 11:42 i ee dipukul orang dipukul kemudian kena 11:45 kasus hukum ya ee bisa damai ya tapi 11:50 kompensansinya rumahmu sementara rumah 11:52 dia satu-satunya kan enggak mungkin. 11:54 Iya iya iya. Kira-kira gitu ya kan ya. 11:57 Ee aku pukul aku maafkan kamu tapi ini 12:00 racun kamu apa bunuh diri. Ya enggak 12:03 mungkin dia dipukul orang miskin tapi 12:06 dia minta oke kompensasimu aku dapat 12:08 jadi menantum anakmu yang cantik ya. 12:09 Padahal dia orang kaya yang mukul ini. 12:11 Kan enggak mungkin. 12:12 Iya. Iya. 12:14 Ya artinya kalau apa yang kemudian 12:16 terjadi ya konflik. Kalau ini konflik 12:18 kemudian berlanjut ya otomatis ya naik 12:22 ee memang pasar gelap yang di dibikin 12:25 oleh Rusia jual minyak itu murah. Iran 12:28 masih bisa jual minyak. Kenapa masih 12:30 hidup? Karena mereka jual minyak di 12:32 pasar gelap dan harganya murah. Tetapi 12:35 ketika kondisi seperti ini ya apa kata 12:39 Rusia? Enggak bisa berlaku sistem bisnis 12:42 supply and demand. Harga normal. Iya. 12:45 Per hari di Rusia dapat 12,5 triliun 12:49 gitu. 12:51 [tertawa] Jadi, jadi ee ini harus di 12:54 dipahami. Oleh karena itu, gitu kan ee 12:59 kondisi situasi seperti ini maka bisa 13:02 menjadi alat baca atau mesti 13:04 pertimbangan untuk membaca apa arah atau 13:07 pesan implisit yang diungkapkan oleh Pak 13:10 Prabowo itu. Nah, gitu ya. He. 13:13 Nah, itu yang e yang pertama. Yang 13:16 kedua, ya. Yang kedua soal 13:19 ee 13:20 komentar Pak JK ini yang tentang konflik 13:22 agama itu ya. [berdehem] Itu kan hal 13:24 biasa itu orang ramai-ram. 13:27 Jadi ya memang kan ada ee ee di dalam 13:31 video itu seringkali ada konten cutting 13:33 kan kalau sudah dipotong diputus ya yang 13:36 kemudian ya banyak kan di video cuman 13:39 banyak ada jutaan yang tidak 13:41 dipersoalkan. 13:42 Iya. Iya. 13:43 pemotongan-pemotongan itu yang kemudian 13:45 ketika ini mudahlah nanti k 13:47 diklarifikasi ketemu ee selesai itu kan 13:50 muncul pendukung ya atau muncul kontra 13:53 yang kemudian melaporkan merasa ini dan 13:55 itu dan memang kalau kita bicara tentang 13:57 konflik agama untuk apa namanya saat ini 14:02 ya kecuali agama betul-betul ee menjadi 14:06 ee kekuatan menjadi pensuplai sebuah 14:08 negara negara dikeliki masan agama itu 14:12 apa konflik muncul itu memungkinkan. 14:15 Saya bilang konteks kekinian itu ya 14:17 agamanya menjadi trigger, penguat dan 14:19 melegitimasi sebuah konflik 14:22 ya bukan agamanya dalam konteks ini 14:25 pemakanan pemahaman yang keliru dan 14:27 salah atau distorsi terhadap nilai agama 14:31 yang kemudian membuat orang menggunakan 14:33 agama itu dan itu ada cela 14:35 ya. Tetapi ee konflik itu kan muncul 14:39 karena distribusi yang tidak adil, yang 14:41 tidak merata. Hm. 14:43 Kan itu judulnya kalau kita baca 14:45 misalnya dari Ibnu Khaldun 14:46 konflik-konflik yang terjadi. 14:48 Kalau kemudian kita ee baca dari apa 14:51 teori-teori konflik lah misalnya Marx 14:54 kemudian kita baca dari Harkimer ya kita 14:58 baca dari macam-macamlah yang berbasis 14:59 teori konflik itu bahkan ee robot Mton 15:04 gitu ya. Jadi konflik itu terjadi 15:07 apabila gitu kan ada kepentingan yang 15:10 tidak terdistribusikan secara balance, 15:12 secara merata. 15:14 Nah, kemudian konflik itu membutuhkan 15:17 trigger. 15:19 Nah, 15:19 gitu kan. Ee membukan trigger 15:22 kadang-kadang juga membutuhkan 15:23 legitimasi. Mungkin triggernya bukan 15:25 agama. agama kemudian di disalah ee 15:29 gunakan untuk melegitimati atau agama 15:32 kemudian jadi trigger yang pada 15:34 hakikatnya itu adalah ketimpangan. Jadi 15:37 masalah utama ketimpangan kemudian 15:40 karena ee apa ketimpangan ini tidak 15:43 cukup kuat untuk menciptakan sebuah 15:46 konflik butuh trigger ya ee butuh 15:48 pemantik ini kan sebenarnya ee apa drami 15:53 ya drami yang sudah ada banyak e bensin 15:57 di titik-titik tertentu kalau tidak ada 15:59 api ya kan tidak akan menyala. 16:02 Nah api ini pemantik ini trigger. 16:04 triggernya itu bisa agama, bukan agama 16:07 dalam pengertian yang sesungguhnya, tapi 16:09 pemakanaan manusia terhadap agama ya, 16:12 pemanaan umat terhadap agama, umat agama 16:15 naman agama itu berpotensi salah pahami 16:18 ya disalah artikan dan pada akhirnya 16:20 disalah gunakan. Dan ini bagian klasik 16:23 kalau menurut saya akan terjadi ya. Jadi 16:26 ee apakah agama kemudian dijadikan 16:29 sebagai trigger, digunakan sebagai 16:31 trigger pengant atau agama dijadikan 16:33 sebagai sebuah legitimasi ketika suit 16:35 itu sudah terjadi dan itu ya. Jadi 16:38 sekali lagi tidak ada salah agama itu 16:40 semua baik, 16:41 semua bagus ya. Soal benar atau 16:45 keyakinan atas kebenaran ya itu 16:46 masing-masing ya dalam Islam. Lakum 16:48 dinukum wali yatin 16:50 ya. agamamu, agamamu, agamaku, agamaku, 16:53 ya. Ya, kamu silakan dengan agamamu, 16:55 kami juga dengan agama kami. Ya, tetapi 16:58 kalau orang mengatakan bertamu, apakah 17:00 itu baik? Semua agama mengatakan baik. 17:02 Jujur, apakah baik semua agama 17:03 mengatakan baik. Maling, apakah buruk 17:05 semua agama mengatakan buruk. Ya, sopan 17:08 itu baik, semua akan mengatakan baik. di 17:10 situ untuk urusan relasi sosial ada 17:12 titik temu, 17:14 di situ ada etika-etika universal, 17:16 tetapi seringki kemudian disalahgunakan 17:19 oleh kepentingan-kepentingan tertentu 17:22 atau oleh orang-orang yang tidak 17:24 memahami secara baik terhadap agamanya. 17:27 He 17:28 itulah yang kemudian itu ketika 17:30 memberikan penjelasan ada konten casting 17:33 difoto seolah-olah 17:36 itu bukan kan kan gitu dan itu ya ee ini 17:40 tidak akan meluas kok ini biasa saja dan 17:43 ituu nanti ya buat ramai-rama lah 17:45 ibaratnya ee apa namanya ngobrol itu ada 17:49 kopinya gitulah kira-kira gitu kan. 17:51 Iya. Oke. Kemudian yang ketiga, 17:53 tapi e Pak Toni sebelumnya ee dari kami 17:58 menyimak gitu ya secara utuh ternyata di 17:59 video itu kami dapat pernyataan JK ee 18:03 justru dengan statementnya ini mengajak 18:05 rakyat sama umat beragama yang di 18:08 Indonesia kan heterogen dan majemuk ini 18:11 untuk bisa membangun relasi yang dinamis 18:14 gitu. Jadi bisa ketemu di satu titik 18:16 nilai Indonesia itu apa. Nah, ini kan 18:18 yang diingatkan gitu. mungkin ini bisa 18:19 pesan juga ke negara ataupun pejabat 18:21 juga gitu ya. 18:23 Iya. Apa ee apa namanya? JK enggak 18:26 menyinggung negara, tapi menyinggungnya 18:28 disinggung JK itu adalah jangan pesan 18:31 yang ee ingin disampaikan secara pokok, 18:35 secara mendasar itu adalah bahwa 18:38 seringki terjadi penyalahgunaan agama 18:41 untuk menciptakan konflik. Kan itu 18:44 sebenarnya jangan terjebak pada konflik 18:46 itu. 18:47 Jangan terjebak pada menyalahkan agama. 18:49 Semua agama itu baik ya. 18:52 Semua agama baik. Kalau benar 18:53 masing-masing keyakinan. Tapi semua 18:55 agama ee dalam konteks relasi sosial 18:58 semuanya ee baik. Tidak ada agama yang 19:01 menyuruh orang itu perang kecuali 19:03 mempertahankan diri. 19:05 Semua agama juga begitu. Jangan serang 19:07 kalau ada ee penganut agama kemudian 19:10 menggunakan dalil dalilnya kemudian 19:12 kitab sucinya ya kemudian mengutip nabi 19:16 e mengutip nabinya kemudian menyerang 19:18 orang lain gitu kan ee menggunakan 19:21 doktrin-doktin menyerang orang lain 19:23 tanpa sebab ya itu penyalahgunaan agama 19:27 apapun tapi kalau dalam rangka Anda 19:29 dibunuh ya Anda mempertahankan diri 19:31 salah lain tapi kondisi sekarang itu kan 19:33 ada kehadiran negara siapa yang bisa 19:35 membunuh agama 19:36 Negara punya tentara, agama enggak punya 19:38 instrumen ya untuk perang atau untuk 19:41 mempertahankan. Yang punya instrumen ada 19:42 negara. Dan negara kita adalah negara 19:45 yang berketuhanan yang maha esa. 19:47 Mengurus semua agama secara sama, secara 19:50 ee adil, secara profesorsional. 19:53 Iya. itu menjamin semua umat beragama 19:55 menjalankan agamanya dengan senang 19:57 menjamin dengan 20:00 terganggu oleh dogma doktrin dan 20:02 penyalahunan yang lain. 20:04 Oke. 20:08 Oke. Kemudian yang ketiga 20:11 kasus di HI ini perlu perlu refleksi 20:15 bersama ya. Heeh. 20:16 Kenapa ada mahasiswa? Kalau ada satu 20:19 mahasiswa melakukan pelejahan itu di 20:21 mana-mana terjadi. 20:22 H 20:23 itu 20:25 ya. Namanya juga pohon ya pasti ada 20:27 rumputnya di bawahnya 20:29 ya. Tapi kalau kemudian pohonnya itu 20:31 rumputnya terlalu banyak dan tidak 20:33 kemudian diurus ya pohon itu akan busuk 20:36 kan gitu. 20:37 Ee tapi ya makanya tidak boleh banyak. 20:39 Ini kasus 16 orang ya yang dilecehkan 20:43 secara verbal 20:45 satu itu 16 orang itu kan rombongan 20:47 kolektif 20:49 tidak bisa dianggap enteng ini kalau 20:51 satu orang ya banyak kasus dari dulu 20:53 dari tahun ke tahun pasti ada tapi kalau 20:55 kemudian 16 orang ini masalah besar 20:59 sudah begitu di fakultas kata Masangga 21:01 tadi di fakultas hukum lagi. 21:03 Heeh. 21:04 Ya, itu di UI lagi universitas yang 21:08 dianggap baik di Indonesia gitu kan ya. 21:11 Terus kemudian yang dilecehkan siapa 21:12 objeknya sampai 27 orang. 21:14 Dosen ada dosen juga 21:15 ya 20 mahasiswi ya 21:19 kemudian 21:21 ada tujuh dosen 21:23 sama dosen perempuan. Luar biasa ini. 21:26 Serius dan super serius. 21:28 Iya. Iya. 21:29 Ya. Ee tetapi kita tidak mau melihat 21:31 kasusnya ya. kemudian dampak hukumnya 21:33 pematan dan sebagainya ya itu urusan 21:35 kampus lah itu ya semua sepakat 21:38 dihukumlah yang proporsional yangil dan 21:41 dihukum dengan ketegasan gitu kan supaya 21:43 hukum itu kan fungsinya di antaranya 21:45 preventif supaya tidak terjadi tidak 21:47 terulang lagi oleh orang lain atau oleh 21:49 mahasiswa itu sendiri. Tetapi yang ingin 21:51 kita kaji adalah apa faktor penyebabnya 21:55 yang sampai kemudian mencip ee 21:58 menciptakan seperti ini gitu. Heeh. 22:01 Heeh. 22:02 Ini yang ini kan menjadi serius apa 22:04 penyebabnya. 22:05 Iya. Iya. Iya. 22:06 Gitu kan. Nah, ada paling tidak ee dua 22:09 hal Mas Angga ya. 22:11 H 22:12 yang pertama adalah bahwa ee 22:18 terjadi penurunan 22:20 tingkat intelektual mahasiswa yang cukup 22:22 signifikan. 22:22 Heeh. Heeh. 22:24 Ya. Diksi-diksi mahasiswa menjadi ee 22:27 apa? Menurun gitu. 22:29 Iya. 22:29 Kenapa? Ya, karena mahasiswa sayaarang 22:32 referensinya ada alam metsor. 22:34 Nah, 22:36 mahasiswa tidak baca banyakbanyak tidak 22:38 baca buku semua. Tidak. Artinya jumlah 22:41 mahasiswa yang tidak baca buku itu lebih 22:43 banyak daripada jumlahnya daripada 22:45 tahun-tahun yang ketika buku cetak itu 22:48 muncul. Sekarang buku cetak enggak ada. 22:50 Iya. Jadi juga sangat minim 22:53 ya. Sementara ketika buka HP lihat 22:56 medsos, lihat ee lihat WA, WAG, kemudian 23:00 lihat TikTok, lihat apa yang munculkan 23:02 itu. Jadi enggak jadi buka buku. 23:04 Heeh. He he. 23:05 Ee berapa persen porsi waktunya 23:08 mahasiswa membaca atau membuka medsos 23:11 dengan membuka buku? 23:14 Saya ini dosen. Saya tanya kepada 23:16 mahasiswa, "Anda baca buku berapa?" Anda 23:18 sama sekali enggak baca, enggak buka. 23:20 Pokoknya 23:22 sampai bilang gitu loh, Anda coba 23:24 membaca buku 2 jam 1 hari buka di situ. 23:28 Anda buka medsos itu dari 24 jam bisa 10 23:30 jam. Saya bilang 23:32 ya Anda bisa main-main ke teman bisa 23:34 pacaran. Katakan Anda pacaran 3 jam gitu 23:37 masa enggak ada waktu 1 sampai 2 jam 23:38 baca buku. Hm. 23:41 Dan itu akan mempengaruhi ya mindset, 23:44 karakter berpikir ya e apa cara berpikir 23:47 yang kemudian berpengaruh terhadap 23:49 karakter mahasiswa. 23:50 Yang kedua adalah gitu kan 23:53 ee 10 tahun terakhir ini bahkan 12 tahun 23:57 itu demokrasi kita, ruang demokrasi itu 24:00 menyempit. 24:01 Heeh. Heeh. 24:02 Sehingga kreativitas mahasiswa, inovasi 24:05 mahasiswa di dalam dialektika publik, di 24:08 dalam dialektika 24:09 ee apa kepedulian kepekaan terhadap ee 24:13 situasi ya dan dinamika kekinian itu 24:16 berkurang drastis. 24:17 Apalagi nalarnya nih. 24:20 Iya ya. Itu kan berangkat dari karena 24:22 nalar, karena suplly. Nalar itu kan dari 24:24 suplai. Kalau otak seringkiali dipakai 24:26 menjadi cerdas, menjadi terasa. Ya 24:29 makainya otak gimana? nya makai otak itu 24:31 membaca, riset gitu, berdiskusi, 24:34 ruang-ruang bacaan, ruang-ruang diskusi. 24:38 Kemudian ruang-ruang diskusi. Diskusi di 24:40 antaranya adalah ee kepekaan terhadap ee 24:44 situasi kekinian ya yang berkembang itu 24:47 menurun, itu makin sempit 24:50 ya. ee ada yang diungkapkan ee apa ee 24:56 istilah intelektual organik ya, 24:58 intelektual yang peduli terhadap 24:59 lingkungannya dan itu ada pada mahasiswa 25:02 ada meskipun banyak mahasiswa aktivis 25:04 peduli betul terhadap lingkungan dan 25:06 mereka baca buku, mereka berdiskusi, 25:08 mereka seminar, mereka berdialog ya 25:10 ketika kemudian jadi dosen ya ngurus 25:12 kampus saja sendiri tidak ngurus yang 25:14 lain. 25:15 Akhirnya menjadi ya intelektual 25:19 tradisional organiknya hilang. justru ee 25:21 intelektual organik itu tumbuh pada masa 25:24 sekarang itu menjadi mahasiswa he 25:27 gitu loh. Ah kalau ini kemudian tidak 25:29 diberikan ruang bahaya dan kenyataannya 25:32 memang bukan hanya di UI saja dari 25:35 Januari sampai April 2026 ini sudah ada 25:38 233 kasus. 25:40 Hm. 25:41 46-nya itu adalah kasus pelachan 25:44 pelacayan seksual 46%. Yang lain 25:48 kekerasan gitu kan boleh. Hm. 25:50 Ini sebuah menjadi sebuah ee ironi bagi 25:54 ee bagi bangsa ini mahasiswa yang 25:56 seharusnya ya kalau kita filsafat itu 25:59 kan kata Sokrates kan ya ee bahwa ee apa 26:06 meskipun tidak sepenuhnya benar tetapi 26:08 paling tidak bisa menjadi e kaidah yang 26:11 umum ya meskipun ada 26:13 pengetahuan-pengesalian ya. ya ee orang 26:16 kalau pintar itu bijak gitu loh. 26:19 Orang kalau pintar itu bermoral meskipun 26:21 banyak orang pintar di DPR yang enggak 26:22 bermoral juga gitu kan ya. Ya 26:26 gitu Mas Angga. 26:27 Iya iya iya. Bagi institusi kampus yang 26:31 perlu 26:32 dibenahi apa nih? yang yang perlu 26:34 dibenahi adalah ya ee para ini ada 26:38 sistem ya pertama negara mendorong untuk 26:40 buku cetak wakilah itu itu penting gitu 26:43 loh menghidupkan kembali ee apa 26:46 narasi-narasi intelektual gitu 26:48 ya. Terus kemudian yang kedua ya ee ada 26:53 ya ini sifat susah kalau dipatnya 26:55 anjuran juga sih ya 26:56 ya. ter kemudian ee apa meminta kepada 27:00 mahasiswa untuk membaca ee membaca 27:03 membuku lagi gu kemudian yang terutama 27:05 bagi negara membuka ruang publik ya 27:08 public spare ee mengambil 27:11 inisiasi-inisiasi gagasan-gagasan, 27:13 ide-ide ya dari kampus ya sama juga di 27:17 antaranya dari mahasiswa ya untuk 27:18 disampaikan dimasukkan dan menjadi 27:21 aspirasi kepada pemerintah dan ini harus 27:23 dibuka lebar 27:25 ya jangan lagi ada ancaman-ancaman 27:28 intimidasi muncul dan sebagainya. Itu 27:30 yang membuat otak mahasiswa peguh karena 27:32 daripada enggak ngambil resiko gitu 27:34 kanan cuek saja ya. Nah, ini ini yang 27:37 menjadi akumulasi. Kalau ini kemudian 27:39 bertahun-tahun public sper ini tidak 27:41 dibuka ya ee ini ke depan akan menjadi 27:45 negara bodoh. Kita akan punya 27:46 generasi-generasi masa depan yang 27:48 yang tidak membanggakan dan 27:50 menggembirakan. 27:52 Oke, oke, oke. Baik, Bang Toni sebagai 27:54 eh penutup Bang Toni, ada satu hal yang 27:59 disoroti juga oleh publik dengan 28:01 berbagai macam isu-isu yang naik. 28:04 Biasanya ada pengalihan-pengalihan isu 28:05 juga gitu ya. 28:08 Kita ini ee cerdas gitu menanggapi 28:10 isu-isu yang terjadi itu bagaimana Bang 28:12 Toni dari seorang Bang Toni. 28:14 Iya. Satu yang yang pertama adalah kita 28:17 perlu untuk ee memiliki kepedulian dan 28:21 kepekaan bahwa kita ee adalah bagian 28:24 daripada bangsa ini dan kita memang 28:26 dilahirkan menjadi 28:29 yang memang harus memiliki kepedulian. 28:31 Kemudian yang kedua dijaga objektivitas 28:34 dalam memberikan kepedulian itu. Jadi 28:37 bukan karena kepentingan A, kepentingan 28:39 B, tetapi ee perlu bahwa kita ee 28:43 memberikan masukan, memberikan kritis 28:45 pedulian dan kepakaan kita betul-betul 28:48 murni, objektif ya demi demi menjadi 28:52 bagian dari potenis kita kepada bangsa 28:54 dan negara itu. Jangan cuek, jangan 28:56 asosial, jangan apaptif ya ee dengan 28:58 keadaan bangsa bekerja apapun ya. ini 29:01 diniatkan untuk membantu negara ya untuk 29:04 ee memperbaiki dan berada di dalam jalur 29:07 yang tepat. Kemudian yang ketiga ya 29:09 memang harus baca perlu referensi, perlu 29:12 data, perlu informasi yang valid ya. Ee 29:15 ketika kita ee memberikan komentar mulai 29:18 dari yang diri sendiri di media net dan 29:21 sebagainya kita memberikan komentar ikan 29:24 ini harus berbaik 29:26 yang valid ya. Ee kemudian menggunakan 29:29 menjadikan ilmu yang kita miliki itu 29:32 video analisis ya. alat untuk 29:34 menganalisis terhadap data dan informasi 29:36 serta pengajannya itu penting. Tapi 29:39 kalau kita miskin bacaan, memori di atas 29:41 kita ya, maka yang terjadi adalah 29:44 ramainya medos oleh mereka yang 29:47 mengambil data-data invalid atau 29:49 data-data mata atau data-data yang tidak 29:51 sinkron yang pada akhirnya ee terjadi 29:54 katuhan yang itu menimbulkan sebuah yang 29:59 tidak konstruktif. 30:01 Baik, Bang Toni. Terima kasih banyak 30:04 dialognya di pagi hari ini. Semoga Bang 30:05 Toni selalu sehat. Insyaallah kita jumpa 30:07 lagi pekan depan ya. 30:08 Amin. Sama-sama. 30:10 Asalamualaikum. Waalaikumsalam 30:11 warahmatullahi wabarakatuh.