Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- dengan
- doa-doa setiap langkah adalah
- ibadahnya. Salam salam
- radio silaturahim dan rasil visual untuk
- Islam yang satu. Terima kasih Wanahwat
- masih bersama kami dalam tausiah siang
- bersama Ustaz Ahmad Zaki membahas kitab
- Mukhtarul Hadis Annabawiyah. Dan kita
- sudah memasuki sesi kedua dan yaitu
- ialah sesi tanya jawab. Kami akan
- membacakan satu persatu pertanyaan yang
- telah datang dari ikhwan dan akhwat
- melalui pesan SMS, WhatsApp ataupun
- telepon kita juga masih menunggu. Baik,
- Ustaz. Satu persatu kami akan bacakan
- pertama dari hamba Allah di Jakarta.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah.
- Bagaimana Ustaz caranya memaafkan dengan
- ikhlas? Karena setelah memaafkan sudah
- tidak pernah komunikasi dengan orang
- yang zalim tersebut. Syukur Ustaz atas
- nasihat dan pencurahannya hamba Allah di
- Jakarta Selatan. Iya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- alhimna rusdana waimna ma yanfauna
- wazidna
- ilma. Memaafkan orang lain dengan
- ikhlas. Sebenarnya ini kata-kata
- memaafkan termasuk ikhlas bukan hal yang
- gampang
- sebenarnya. Kalau secara teori kita
- sering sebut-sebut ikhlas memaafkan.
- Ternyata secara amal
- praktik cukup sulit bahkan sangat
- sulit. Saya juga merasakan hal
- ini. Tapi karena memang ini
- sulit kalau kita bicara di luar
- kemampuan kita mungkin
- iya. Tapi mau tidak mau ini harus kita
- paksa. Kalau jiwa kita sebenarnya
- memberontak.
- jiwa kita enggak mau memaafkan kesalahan
- orang. Tapi karena memang agama yang
- mengharuskan kita seperti itu
- dan Allah janjikan kalau kita memaafkan
- orang lain nanti pahalanya, surganya dan
- sebagainya itu janji Allah.
- Nah, karena memang kita rindu surga,
- kita ingin mendapatkan keridaan Allah,
- kita enggak mau dimurka oleh
- Allah, mau tidak mau kita
- memaafkan. Nah, jadi memaafkan dengan
- ikhlas ini kalimat ikhlas itu sendiri
- itu kalimat ikhlas dari kata kholis,
- kholuso yaklusu itu bersih,
- murni, enggak ada campuran.
- Makanya ada istilah kalau di timbangan
- neto itu kalau bahasa Arabnya itu
- alwaznu alkalis. Timbangan khalis yang
- bersih, berat,
- bersih. Jadi khalis,
- bersih. Nah, kalau ikhlas berarti
- membersihkan,
- memurnikan. Jadi berarti enggak ada
- campuran apa-apa. Jadi kalimat ikhlas,
- kalau saya ikhlas berarti saya
- membersihkan hati saya dari
- tujuan-tujuan yang enggak bagus.
- Saya harus ikhlas salat. Saya sodqah,
- harus ikhlas. Berarti saya enggak boleh
- ada tujuan kecuali hanya Allah. Keridaan
- Allah enggak ada yang lain. Kalau ada
- setitik noda, katakan
- 99% keridaan Allah yang kita inginkan.
- Tapi ada 1% yang bukan karena Allah
- Taala. Itu mungkin yang 1% yang bagaikan
- najis akan menajiskan yang
- 99. Jadi ini cukup sulit ya sebenarnya.
- Tapi mau enggak mau harus kita paksa
- belajar berusaha walaupun sulit. Karena
- memang yang sulit itulah yang akan
- mendapatkan pahala besar. Karena
- besarnya pahala makanya sulit. Kalau
- yang kecil-kecil, yang gampang-gampang
- itu enggak sebesar yang
- sulit. Jadi ikhlas itu membersihkan hati
- dari tujuan selain Allah Taala. Nah,
- termasuk ikhlas dalam memaafkan. Berarti
- lupakan semua kesalahan orang. Jangan
- ada lagi disimpan di hati. Kalau masih
- kita simpan di hati kebencian, dendam
- dan sebagainya, berarti belum ikhlas.
- Sewaktu-waktu akan muncul lagi. Karena
- masih ada di hati. Karena masih ada maka
- tidak mustahil yang tinggal 1% bahkan
- tinggal 0,1% pun akan bisa membara. Jadi
- setitik api akan bisa membakar sebuah
- gedung, sebuah apartemen itu mungkin
- bisa terjadi. Nah, oleh karena itu yang
- ikhlas bersihkan
- sebersih-bersihnya. Nah, bagaimana di
- tengah jalan namanya manusia terkadang
- ingat lagi, ingat lagi, tekan lagi,
- hilangkan lagi, hilangkan lagi, berusaha
- lupakan lagi, lupakan lagi ya kebencian
- kita, dendam kita berusaha keluarkan
- lagi, hilangkan lagi. Jadi yang namanya
- setan memang enggak akan tinggal diam.
- Dia berusaha merusak kita. Bahkan
- melalui jaringan-jaringan saraf, melalui
- peredaran darah itu setan merusak kita.
- Sebagaimana kata Nabi, innana yajri bini
- adama majradam. Setan ini akan merusak
- amal kita, merusak akidah kita,
- keikhlasan kita itu melalui
- bisikan-bisikan, melalui aliran-aliran
- darah. Nah, jadi paksakan ya.
- paksakan. Siapapun juga kalau memang
- sudah minta maaf datang dengan baik-baik
- kita maafkan. Tapi kalau memang enggak
- minta maaf silakan kita maafkan juga
- lebih baik. Seandai kata dia tidak minta
- maaf, dosa tetap dia punya dosa. Dia
- akan berurusan kepada Allah Taala nanti
- di yaumul qiamah. Adapun kita memaafkan
- itu sesuatu yang baik. Jadi terpisah
- kita memaafkan sebaik kebaikan kita akan
- dapat pahala. Adapun yang tidak minta
- maaf, dia urusannya di akhirat nanti.
- Wallahuam. Baik, Ustaz. Kita beralih ke
- pertanyaan selanjutnya. Ini ada dua
- pertanyaan, Ustaz. Yang sama kita
- bacakan e sekaligus. Yang pertama dari
- hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Ustaz
- mengenai reuni 212 kemarin, apakah Ustaz
- melihat ini sebagai awal persatuan umat?
- Yang kedua, asalamualaikum Pak Ustaz
- dari Pasar Poncol Senin. Apakah
- fenomena-fenomena tanda-tanda
- kebangkitan Islam akhir-akhir ini sesuai
- sabda Rasulullah, yaitu umatku akan
- bangkit dari tiga pertemuan laut seperti
- 212 kemudian ee nular ke 812. Bukankah
- lokasi ini Jakarta dan Kuala Lumpur
- cocok dengan sabda Rasulullah dari Pasar
- Poncol Senin? Dua pertanyaan, Ustaz.
- Iya. E bismillahirrahmanirrahim.
- reuni
- 212. Walaupun kita sebagai manusia ya
- tetap ada kelemahan, kemalahan,
- kelemahan, kekurangan. Tapi dalam hal
- ini selagi kita melihat dengan hati yang
- bersih, kejernihan, kita enggak akan
- melihat kekurangan
- tadi. Kalau ada orang melihat
- kekurangan, kekurangan, dan kekurangan,
- bahkan kebaikan dianggap satu kejelekan.
- Karena memang melihat dengan kebencian,
- melihat dengan hati yang kotor, tentu
- akan menilai akan kotor lagi. Yang baik
- dilihat akan jelek, yang cantik pun jadi
- buruk. Nah, bagaimana kita melihatnya
- dengan kacamata apa? Dengan kacamata
- kebencian. Nah, itu akan lahir satu
- kebencian. Jadi kembali kepada diri kita
- masing-masing. Janganlah kita menilai
- kaum muslimin, menghujat, menghakimi.
- Bahkan dalam salah satu riwayat
- dikatakan, "Irfau alsinatakum anil
- muslimin." Angkat lidah kalian dari kaum
- muslimin. Jangan kalian sakiti, jangan
- kalian teror, jangan kalian hina. Nah,
- apalagi ini aksi 12 apa? 212 yang memang
- sudah mendapatkan respon bagus. Bahkan
- orang-orang nonmuslim saja, bahkan di
- London, Inggris pun ikut-ikutan bikin
- aksi yang sama. Itu London bukan bukan
- negara muslim, tapi memang di kota
- Londonnya banyak kaum muslimin di sana.
- Jadi ini banyak dari Austral, dari Itali
- bahkan itu negara Katolik ee apa Roma di
- sana ya itu masih menilai bagus. Kenapa
- ada sebagian orang Islam yang masih
- menilai dengan apa? Nyinyir, nyeleneh.
- Nah, ini kembali karena memang ada satu
- kebencian, ada satu hati yang kotor,
- maka Allah keluarkan, Allah buktikan
- siapa dirinya, apa yang keluar dari
- mulutnya itu karena memang hatinya
- seperti itu. Jadi ini bukti. Nah,
- insyaallah kita semua ini khususnya yang
- ada di studio ini mudah-mudahan hatinya
- bagus semuanya. Amin. Saya melihat ini
- bahkan apa berulang-ulang kali kalau
- saya ingat kadang saya sedih, kadang
- saya meneteskan air mata. Terharu ya.
- Inilah yang saya rindukan, yang saya
- tunggu-tunggu. Kemudian Allah satukan.
- Dan mudah-mudahan persatuan ini
- langgang. Allah jaga seluruh ulama,
- asatidah, kiai dan yang ada di sana.
- Nah, mudah-mudahan Allah pelihara hati
- mereka sampai akhirnya tercipta satu
- kondisi yang baik yang islami ke
- depannya nanti. Nah, kemudian yang kedua
- masalah ee fenomena ya yang apa yang
- memang katanya sudah disabdakan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Dalam hal ini memang saya enggak tahu
- pasti ya, tapi memang riwayat cukup
- banyak.
- Jadi ini saya enggak enggak merujuk ke
- hadis Nabi, tapi ada sebuah yang pernah
- saya dengar, saya juga enggak punya
- kitabnya.
- ada ya. Saya pernah
- dengar ee yang mansub bahwa kitab itu
- dinisbahkan kepada Sayidina Ali bin Abi
- Thalib radhiallahu
- anhu. Jadi ada tulisan-tulisan
- kata-kata yang tersimpan yang kemudian
- ditulis ulang dan ditafsirkan oleh
- penulis. Jadi ada satu negara cuma belum
- ada nama Indonesia pada saat itu di
- zaman dulu. Kata-kata Indonesia kan juga
- baru, belum terlalu lama. Jadi di zaman
- dahulu memang sudah ada bahwa daerah
- yang terdiri dari ribuan pulau yang
- dikelilingi
- lautan dan
- jumlah apa manusianya pun cukup banyak
- dan ini terbukti cukup banyak.
- Kemudian banyak bangsa-bangsa lain pun
- datang ke sana.
- Banyak orang Arab ada di
- Indonesia ini dan banyak orang yang bisa
- hafal
- Quran. Jadi dari bukti-bukti ini memang
- dipastikan ya Indonesia
- ternyata itu yang paling tepat memang
- Indonesia terdiri dari ribuan pulau
- dikelingi oleh laut-laut.
- Jumlah manusianya pun ya ratusan juta
- nilai ya jumlahnya.
- Kemudian banyak bangsa-bangsa lain pun
- datang berdatangan ke Indonesia. Nah,
- termasuk dari dunia Arab banyak yang
- hafal Quran dan diterangkan lagi negara
- ini bukan negara Arab, negara
- ajam. Jadi persis seperti yang
- dilukiskan kalau memang benar ada hadis
- Nabi yang mengatakan begitu, ini tepat.
- E tapi saya enggak tahu persisnya tapi
- yang jelas itu dari kitab yang pernah
- saya dengar memang seperti itu. Enggak
- meleset. Miah fil Miah 100% Indonesia.
- Nah, kalau Malaysia ke sananya lagi.
- Tapi yang lebih pasti itu Indonesia.
- Nah, Malaysia juga karena memang masih
- Asia Tenggara ya, masih ASEAN. Nah, ini
- pun sama juga. Nah, insyaallah apa yang
- di katakan oleh Rasulullah kalau memang
- benar ada hadisnya dan apa yang pernah
- diungkapkan oleh Al Imam Ali bin Abi
- Thalib Radhiallahu Anh e ini
- mudah-mudahan menjadi sebuah kenyataan
- bahwa kebangkitan
- Indonesia akan lahir dari Indonesia dan
- ini memang banyak
- prediksi-prediksi orang luar memang
- seperti itu dan mudah-mudahan prediksi
- mereka ataupun keinginan kita semoga di
- tahun depan menjadi sebuah kenyataan.
- Wallahuam. Baik, kita beralih ke Tenjo
- Bogor. Ada Bapak Aris. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Ustaz,
- seperti apakah yang meninggal husnul
- khatimah? Ciri-cirinya, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kalau secara pasti ya saya juga enggak
- tahu karena
- ini ghaib sebenarnya
- ya. Ada orang yang lahiriahnya matinya
- suul khatimah jelek. Tapi ternyata
- sebelum dia meninggal dunia dia tobat
- kepada Allah. Ada orang nonmuslim secara
- kasat mata dia mati dalam keadaan enggak
- beriman. Tapi siapa yang tahu ternyata
- detik-detik wafatnya menjelang sakaratul
- maut dia mengucapkan syahadah. Ini juga
- enggak enggak ketahuan ya. Nah, cuma
- yang saya juga cuma katanya ya itu di
- antara tanda orang mati husnul khatimah
- keningnya
- berkeringat. Ya, itu di antara tandanya.
- Tapi wallahuam juga ee dan mudah-mudahan
- benar ya.
- Nah, cuma terlepas dari itu dari
- tanda-tanda. Enggak semua orang juga
- bisa
- perhatikan, enggak semua orang juga tahu
- dan juga belum tentu pasti
- juga. Nah, yang jelas kita berusaha
- terus-menerus. Kita pernah dengar hadis
- Nabi yang mengatakan, "Man kana akhiru
- kalamihi la ilahaillallah dakhalal
- jannah."
- orang yang akhir ucapannya sebelum
- meninggal atau katakan orang tersebut
- koma seminggu, 2
- minggu dia enggak sempat menyebut
- lailahaillallah orang koma 2 minggu
- kemudian
- meninggal atau orang
- kecelakaan tahu-tahu meninggal dunia
- kita enggak tahu semua. Nah, jadi bagi
- kita berusaha terus-menerus, perbanyak
- zikir, perbanyak istigfar, perbanyak
- lailahaillallah. Nah, dengan tujuan kita
- punya harapan semoga kita bisa
- mengakhiri kata-kata terakhir kita
- dengan ucapan lailahaillallah. Tapi
- latihan dari sekarang. Bersihkan hati
- juga. Jangan cuma zikir di mulut hati
- kita benci kepada kaum muslimin. Itu
- enggak akan terjadi. Sulit untuk
- terjadi. Nah, jadi biasakan ya bersihkan
- hati, tanamkan kecintaan kita kepada
- agama Allah. Jangan benci kepada agama
- Allah. Jangan benci kepada kaum
- muslimin. Ya Quran imam
- kita tanpa
- kita
- apa? Memusuhi orang yang berbeda. Jadi
- tetap kita junjung tinggi kebinekaan.
- kita
- toleransi. Nah, tapi tetap hati kita
- bersama Allah Taala. Kita bela agamanya
- insyaallah kita mendapatkan husnul
- khatimah. Wallahuam. Baik, kita dari
- Bogor beralih ke Bekasi kembali.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah. Ustaz, mengenai saum dan
- salat tarawih. Dulu biasanya ketika
- salat tarawih saya suka mengajak para
- jemaah untuk mengisi safnya di untuk
- memenuhi di depan terlebih dahulu.
- banyak yang tidak mau, namun saya tetap
- mengajaknya untuk ee menempatkan posi di
- paling depan. Kemudian juga saya
- seringkiali atau kerap kali dipandang
- sinis soal ajakan tersebut. Nah, ini
- bagaimana, Ustaz, dan apa ee keutamaan
- menempati saf di paling depan? Syukran.
- Ee
- bismillahirrahmanirrahim. Ya, memang
- disunahkan kita berada di saf paling
- depan. Karena saf paling depan
- insyaallah pahalanya pun lebih besar
- nanti, Pak. ee saf kedua ya nomor dua
- lebih kecil. Saf ketiga bahkan saf
- terakhir yang paling kecil. Jadi dalam
- masalah salat ini saf pertama kalau bisa
- kita
- rebutan. Jadi bukan seperti kita
- sekarang malas-malasan di saf yang
- paling depan. Kalau bisa kita rebutan di
- saf pertama.
- rebutan kita
- merapat. Bahkan dianjurkan seorang imam
- ketika hendak salat sebelum takbir,
- perhatikan dulu jemahnya. Jangan jemah
- belum rapi, saf pertama masih banyak
- yang kosong kemudian sudah bertakbir.
- Kecuali kalau memang jemahnya
- segitu, baru 10 orang enggak ada lagi.
- Ya sudah, yang 10 orang kita perhatikan
- baru kita
- takbir. Jadi itu tugas imam sebenarnya.
- Tapi boleh-boleh saja kita bantu. Nah,
- cuma memang kalau saya perhatikan di
- lapangan ada orang yang memang bicara
- itu kurang sopan. Kadang ada yang
- sikapnya pun kurang
- bersahabat, menghimbau tapi dengan
- kata-kata yang kurang lemah lembut dan
- sebagainya yang akhirnya
- menimbulkan apa? Ketidaknyamanan. Nah,
- jadi walaupun saya enggak tahu pasti apa
- penyebabnya, nah tapi tolong diusahakan.
- Jadi dengan bahasa-bahasa yang lebih
- santun lagi, begitu juga terutama
- seorang imam ya jangan sekali-kali agak
- sedikit kasar mengeluarkan kata-kata
- yang pedas. Karena saya juga ee berapa
- kali dapat cerita bahkan ada seorang
- imam yang saya anggap itu kurang sopan,
- memang enggak sopan sama sekali. Dia
- sudah maju ke posisi imam.
- Kemudian memang setiap masjid belum
- tentu
- seragam campuran. Ada yang pakai nawaitu
- usoli di lidah, ada yang enggak pakai.
- Ada yang pakai qunut, ada yang enggak.
- Ada yang zikir bersama, ada yang enggak.
- Itu biasa. Saya juga sudah ratusan
- tempat lah saya apa mengalami masalah
- begini. Nah, jadi ada seorang imam
- begitu sudah maju kemudian dia berbalik
- mengatakan kepada jemaahnya, "Enggak
- usah pakai usoli, enggak usah pakai
- qunut, itu bidah."
- Akhirnya ada yang mukul
- imam. Ini kesalahan. Benar-benar kurang
- sopan. Kalau memang dia enggak mau pakai
- qunut, enggak usah maju, enggak usah
- jadi imam. Ikut makmum cukup. Karena
- masjid ini masjid yang pakai qunut.
- Nah, ini karena memang salahnya dia jadi
- akhlaknya kurang bagus, fanatik buta.
- Itulah akibatnya. Nah, jadi saya juga
- enggak tahu persis yang Bapak alami.
- Jadi, tolong dengan cara yang selembut
- mungkin kalau memang Bapak nanti dicemok
- dan lain-lain, selebihnya ini memang
- bukan tugas Bapak. Jadi, selebihnya
- Bapak kasih tahu imam tapi dengan
- cara-cara yang santun.
- Jangan kita apa
- dikit-dikit apa Sayidina Umar itu tegas
- pakai pedang ya coba aja pakai pedang
- ribut ya. Jadi jangan kita mencontoh
- tapi yang bukan kapasitas kita. Jangan
- sekali-kali seperti itu. Nah termasuk
- kemarin ada di satu pengajian ya di
- YouTube saya lihat ada satu apa
- pengajian jemaah bertanya kepada
- ustaznya. Ustaz gimana pandangan ustaz
- terhadap reuni 12?
- Kemudian ustaz ini mengatakan Rasulullah
- perang Badar, perang Uhud menang.
- Rasulullah enggak pernah bikin roni.
- Perang Badar, perang Uhud. Ini enggak
- perlu sebenarnya. Jadi jangan disamakan
- Nabi enggak begini. Nah, jadi sudah
- terlalu jauh perbedaan. Jadi yang
- penting intinya sama. Intinya sama.
- Enggak menyimpang
- sudah. Nah, jadi ini sebenarnya tugas
- imam. Tapi juga imam dengan sopan.
- Jangan apa ee apa mengikuti Sayidina
- Umar yang memang bukan kapasitas kita.
- Jadi tolong kita ikuti Nabi, ikuti
- sahabat, ikuti keluarga Nabi, tapi
- berkaca
- diri siapa kita, bagaimana keadaan
- lingkungan dan sebagainya. Eah ini
- tentunya membutuhkan akhlak. Jadi orang
- kalau tidak berakhlak, hatinya keras,
- maka menimbulkan reaksi negatif.
- Wallahuam. Baik, kita beralih ke
- pertanyaan
- lainnya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah. Dari hamba Allah eh
- tentang fastabul khairat. Ketika kita
- sedang berada di mall lalu kita salat ee
- musala pasti penuh. Ada yang sengaja
- berlama-lama salat dan berdoa sampai
- antrian salat menjadi sangat panjang.
- Apakah ini baik, Ustaz? Ataukah kita
- harus memikirkan saudara muslim kita
- agar mereka tidak ketinggalan waktu
- salatnya? Iya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Itulah yang saya katakan
- semuah-memuahnya harus dengan akhlak.
- Jadi kalau kita yang pengin lama, semua
- yang sunah-sunah kita borong, padahal
- kondisi enggak memungkinkan. Berarti
- egois di sini. Nah, termasuk antrian
- wudu. Saya kalau lagi antrian banyak
- cukup saya sekali-sekali, enggak perlu
- saya tiga kali. Yang sunah-sunah saya
- enggak perlu amalkan karena antren
- panjang. Orang mau salat juga sama kita,
- mau ingin berjamaah. Tapi karena kita
- semua tiga-tiga kekumurnya tiga ini
- tiga. Jadi yang sunah saya tinggalkan
- cukup yang
- wajib ya. Jadi harus dengan akhlak pakai
- etika. Nah itulah ketika kita beribadah
- tanpa etika tanpa memikirkan orang lain
- maka akan terjadi hal-hal yang kurang
- bagus. Jadi segala-galanya tetap dengan
- akhlak sampai kita beribadah juga kepada
- Allah. Ada adab-adabnya. adab salat,
- adab ini, adab itu ada semua. Nah, jadi
- semua harus dengan adab. Ketika
- enggak disertai dengan adab, maka tidak
- ada lagi nilainya. Ini termasuk ketika
- kita salat, kita harus konsentrasi.
- Jangan mikirkan apa-apa karena kita lagi
- menghadap Allah. Sopan dong kepada
- Allah. Jangan mikirkan yang
- lain. Itu satu soal pikiran dan hati.
- Kemudian anggota badan kita jangan
- banyak gerak kita lagi menghadap Allah
- Taala. Makanya ada yang membatalkan
- salat, gerakan-gerakan. Jangan sampai
- orang seenaknya. Tapi ada kalau kita
- lihat itu tangannya gerayangan ke sana
- kemari yang kalau menurut kita sudah
- batal. Garuk sana garuk sini. Ada yang
- seperti itu juga. Ini enggak ada
- adabnya.
- Batal. Karena enggak dibutuhkan itu
- gerakan. Ada yang matanya ke mana-mana.
- Di sini kan konsentrasi ke tempat sujud
- atau ke depan pandangannya. Jangan
- jelalatan kayak di ngelirik sana
- ngelirik
- sana. Ini banyak itu tanpa adab. Nah,
- jadi segala sesuatu membutuhkan adab.
- Nah, ketika ketulusan cara yang
- mengikuti sunah kemudian adab, nah
- insyaallah itulah merupakan satu
- kesatuan. Makanya rukun agama ada tiga.
- Ada iman, Islam, dan ihsan.
- Ada akidah, ada syariah,
- ada apa? Akhlak. Itu selalu
- tiga ya. Dalam ibadah itu
- dibutuhkan. Ya, kalau tanpa adanya
- ihsan, satu akhlak, ketulusan, maka
- enggak ada artinya juga. Kalau cuma saya
- ngikutin Nabi tapi enggak ada ketulusan
- saya Islam. Yang penting saya Islam tapi
- saya enggak mau ngikuti syariat Islam.
- Enggak bisa. Jadi dalam ibadah, dalam
- beragama harus mengikuti ketentuan Quran
- dan sunah, harus ada ketulusan. Kemudian
- dalam praktiknya harus ada akhlak.
- Insyaallah merupakan apa? Tiga komponen
- yang menjadi syarat mutlak dalam kita
- berbuat baik. Wallahuam. Baik,
- sebenarnya kita sudah sampai di
- pengujung acara di tausiah siang kali
- ini, Ustaz. Kesimpulannya, Ustaz, di
- acara ini?
- Nah, para pendengar pemirsa TV Rasil,
- saya hanya akan
- mengatakan, marilah kita bersihkan hati
- kita menyaksikan kaum muslimin berkumpul
- di
- mana-mana. Mereka sudah mulai bangkit,
- mereka sadar. Begitu juga khususnya
- ulama-ulama, para asatizah, kiai dan
- habaib. Marilah kita dukung perjuangan
- mereka. Kita doakan mereka semoga mereka
- benar-benar bersatu dalam kebaikan.
- Mereka tidak terpecah belah. Allah
- berikan kemantapan. Allah jaga dari
- hal-hal yang akan membuat kita
- hancur. Saya ingin
- mengajak mulai sekarang di samping kita
- doa untuk diri kita, tapi juga untuk
- kaum muslimin, untuk bangsa dan negara.
- Mari kita biar punya andil dalam
- perjuangan agama, perjuangan membela
- bangsa dan negara, menegakkan kebenaran
- dan keadilan.
- Insyaallah kalau kita sudah berusaha,
- kita berdoa, kita berjuang dan
- sebagainya, insyaallah kita merupakan
- bagian dari mukmin yang kamilul iman
- yang insyaallah kita akan meraih
- kebahagiaan dunia dan akhirat mati
- husnul khatimah. Amin ya rabbal alamin.
- In uridu illal
- islahat w taufqi illa billah alaihi
- tawakaltu waaihi unib. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik. Wasallallahu
- ala nabiyana Muhammadin waa alihi
- wasahbihi wasallam. Walhamdulillahi
- rabbil alamin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Demikian ikhwan akhwat tausiah salan
- kali ini bersama Ustaz Ahmad Zaki. Dan
- tentunya kami ucapkan banyak terima
- kasih Ustaz. Semoga kita diberi
- kesehatan dan kelapangan sehingga kita
- bisa bertemu lagi di ee hari Senin
- mendatang. Dan ini akhwat juga kami
- ucapkan banyak terima kasih kepada para
- penanya di siang hari ini. Baik dari
- hamba Allah di Jakarta Selatan, hamba
- Allah di Bekasi, para hamba Allah,
- kemudian Bapak Aristi Tenjo Bogor dan ee
- hamba Allah di Pasar Poncenin ya. Kami
- mengucapkan banyak terima kasih telah
- berpartisipasi di siang hari ini. Dan
- akhirnya akhwat saya Panji Ahmad
- bersakur yang bertugas ada Fajar sebagai
- kameraman dan switcher ada Yusuf
- Subangkit dan Bang Anis di meja operator
- dan Ibu produser kita baah mau berdiri
- kita tutup bersama. Tausiah siang kali
- ini dengan doa kafatul majelis.
- Subhanakallahum wabihamdik asadu alla
- ilahailla wabillahiufik walidah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]