Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:35 Rasul TV 1:13 Bismillahirrahmanirrahim, 1:14 Assalamualaikum warahmatullahi 1:15 wabarakatuh. Alhamdulillahirobbil alamin 1:18 washolatu wassalamu ala sayyidina 1:20 Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain. 1:22 Robbi zidni ilman Allahumma anfa'ni bima 1:25 alamtani wa alimni ma yanfa'ni warzuqni 1:28 ilman yanfa'ni. Ikhwan akhwat yang 1:30 dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala 1:31 masih dipancarkan dari Jalan Masjid 1:33 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, 1:36 Cibubur, Bekasi. Ikhwan akhwat Radio 1:38 Silaturahim di gelombang AM 720 1:42 yang memancar meng-cover area 1:45 Jabodetabek. Di manapun saja Anda berada 1:48 semoga dalam keadaan sehat walafiat. Dan 1:50 siaran Rasul juga di di di-relay atau 1:54 disiarkan juga di daerah-daerah lain 1:56 melalui Radio Sela FM di Batam, ada juga 1:59 Latansa di Sukabumi, Suara Habibullah di 2:01 Banyuwangi, dan juga daerah-daerah 2:04 lainnya Ikhwan Akhwat yang bisa 2:07 menjangkau seluruh daerah melalui siaran 2:09 streaming juga di 2:10 www.radioselawatfm.com. 2:12 Dan Ikhwan Akhwat siaran kami di pagi 2:14 hari ini juga disiarkan secara live 2:16 melalui channel YouTube Rasya TV. Jadi 2:18 Anda yang 2:19 ee nanti tidak sempat mendengarkan 2:22 secara utuh siaran pagi hari ini, Anda 2:23 bisa setelah ini mencari file-file-nya 2:26 di YouTube Rasya TV. Dan Ikhwan Akhwat 2:30 senang sekali saya Angga Aminudin 2:31 ditemani oleh Ondy di kameramen, ada 2:33 juga Anis di meja operator hadir dalam 2:37 acara rutin kita setiap hari Selasa pagi 2:39 menuju siang hari ini kajian ekonomi 2:42 Islam bersama narasumber kita dari Dewan 2:44 Syariah Nasional Ustad Ikhwan Basri yang 2:47 alhamdulillah beliau telah hadir di 2:48 studio. Assalamualaikum warahmatullahi 2:50 wabarakatuh, Pak Ustad. 2:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:52 wabarakatuh. 2:53 Apa kabarnya, Pak Ustad? 2:54 Alhamdulillah sehat. 2:56 Sehat, Pak Ustad ya? 2:57 Sehat, insyaallah. 2:58 Alhamdulillah kita dapat kembali 2:59 melanjutkan kajian kita tentang ekonomi 3:02 Islam dan Ikhwan Akhwat 3:05 hal atau isu tentang ekonomi pasti 3:09 selalu menarik bagi masyarakat karena 3:12 ini kaitannya langsung dengan ee 3:16 kehidupanlah gitu, Pak Ustad ya. 3:18 Baik itu yang tatarannya dalam hal 3:21 akademis, praktis, teoritis gitu ya. 3:23 Kita di Rasya ini kita coba 3:25 kita coba ramu itu semua, kita sampaikan 3:27 kepada Ikhwan Akhwat supaya Ikhwan 3:28 Akhwat itu 3:30 paham gitu dan kita bisa mengikuti gitu 3:32 kajian ekonomi itu seperti ini gitu. 3:33 Apalagi landasannya sekarang adalah 3:35 Islam. Dan di kesempatan kali ini Ikhwan 3:38 Akhwat kita akan mengangkat satu topik 3:40 yaitu ekonomi berbasis agama. 3:43 Adakah masa depannya? Hal ini ketika 3:46 kita melihat bukan hanya di bidang 3:49 ekonomi saya ke ke lain ya, Pak ya. 3:51 Iya. 3:52 Seperti di bidang pendidikan, ee 3:55 bidang ee sosial gitu ya, atau 3:58 bidang-bidang lainnya. Sekarang ini 4:00 muncul satu 4:02 bukan sekarang, sebenarnya sudah lama 4:03 gitu ya. 4:04 Sudah lama. 4:04 Muncul sebuah isme gitu ya, sebuah 4:07 pemahaman bahwa ketika segala sesuatu 4:09 bidang itu dikaitkan dengan agama enggak 4:10 akan maju. 4:11 Akhirnya mereka ada yang anti agama gitu 4:13 ya, bahkan anti Tuhan. Dan ini sekarang 4:16 melanda ke pemikiran-pemikiran generasi 4:18 muda nih, Pak Ustaz, gitu ya. 4:20 Sekali. 4:20 Ternyata yang mengkampanyekan itu ee 4:22 bukan kalangan yang biasa-biasa saja, 4:24 ini kalangan akademisi, filsuf, saintis. 4:28 Artis. 4:29 Artis, ekonom, orang-orang terkenal gitu 4:31 ya. Mereka tuh sepertinya anti agama 4:34 gitu ya, karena agama ini dikatakan oleh 4:37 mereka bisa 4:38 ee bukan memajukan, malah menghambat 4:41 kemajuan gitu di berbagai bidang. 4:42 Termasuk ternyata di bidang ekonomi juga 4:44 ada pemikiran-pemikiran seperti ini 4:45 gitu. 4:46 Kalau ekonomi dibasiskan terhadap agama, 4:49 saya mungkin bisa lebih khusus lagi, 4:50 apalagi agamanya tuh Islam gitu ya. 4:52 Ketika mendengar Islam ini sepertinya 4:53 Barat ataupun yang anti Islam tuh 4:56 kayaknya ee berat gitu ya kalau misalkan 4:59 Islam ini bisa masuk ke berbagai hal, 5:01 berbagai bidang kehidupan. Nah, kita 5:03 akan lihat sebenarnya ekonomi berbasis 5:05 agama ini masa depannya seperti apa di 5:07 era 5:08 yang sekarang ini disebut era VUCA, Pak 5:10 Ustaz. Ada satu kata dari VUCA ini 5:13 ambiguity gitu ya. Ketidakpastian itu 5:15 kelihatan banget gitu. 5:17 Ketidakpastian itu terlihat gitu ya. 5:20 Baik. Ee di topik ini kita juga nanti 5:22 akan ee mendengarkan pembahasan dari 5:24 Ustaz dan kami juga menerima masukan, 5:27 komentar, dan pertanyaan dari Anda yang 5:29 bisa Anda sampaikan ke nomor WhatsApp 5:30 Rasil di 08111999720, atau Anda bisa 5:32 komen langsung di live YouTube kami di 5:34 Rasil TV. Baik, Pak Ustaz, bagaimana Pak 5:36 Ustaz bisa menjelaskan mengenai ekonomi 5:37 berbasis agama masa depannya seperti 5:39 apa? 5:42 Terima kasih, Mas Angga. 5:44 Assalamualaikum warahmatullahi 5:46 wabarakatuh. 5:47 Alhamdulillahirobbil alamin. 5:50 Washolli wasallim sholatan wa tasliman 5:54 ya likoni bi maqomi amiril anbiya wal 5:56 mursalin 5:58 Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi 6:00 ajmain amma ba'du. 6:02 Para pemirsa Rasail TV dan para 6:04 pendengar Radio Silaturahim yang 6:06 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 6:08 Alhamdulillah 6:10 kita bersyukur ke hadirat Allah 6:12 subhanahu wa taala 6:14 atas segala limpahan rahmat-Nya 6:17 yang terus dicurahkan kepada kita 6:18 sekalian 6:20 sehingga pada hari ini, pada pagi hari 6:22 ini 6:23 antara lain kita bisa menyimak ya siaran 6:26 Rasail TV 6:28 dan Radio Silaturahim 6:30 secara live yang minggu lalu kita off ya 6:33 karena ada hambatan teknis itu dan 6:37 akhirnya pada minggu sekarang ini kita 6:38 bisa siaran online, eh siaran eh 6:42 langsung atau siaran live dan semua itu 6:45 karena 6:46 curahan daripada 6:48 rahmat Allah subhanahu wa taala. 6:50 Para pemirsa dan para pendengar Radio 6:53 Silaturahim yang dirahmati Allah 6:54 subhanahu wa taala. 6:56 Mas Angga tadi memberikan mukadimah ya, 6:59 yang 7:00 eh merupakan suatu fenomena ya, 7:02 seolah-olah eh melihat suatu fenomena di 7:06 mana 7:07 pada masa sekarang ini 7:09 kita 7:10 hidup dengan berpijak pada nilai-nilai 7:13 agama itu 7:15 sukar atau 7:17 tidak PD atau dibuat tidak percaya 7:20 atau bingung jadinya ya 7:23 karena banyak sekali 7:25 hal-hal ya yang datangnya dari sains 7:30 datangnya dari seni 7:32 datangnya dari pemikiran-pemikiran 7:34 yang berbasis kepada materialisme 7:38 berbasis kepada ateisme 7:41 atau berbasis kepada 7:44 atau berbasis kepada 7:47 apa itu namanya keragu-raguan atas 7:49 wujudnya Tuhan ya, agnostisisme ya. Ini 7:54 merajalela 7:56 di mana-mana bahkan kalau rata-rata kita 7:59 ketemu orang 8:01 dari Barat atau dari orang-orang yang 8:04 sudah berpendidikan Barat 8:07 kata-kata Tuhan itu sudah tidak ada bagi 8:09 mereka 8:10 ya, yang ada itu alam ya 8:13 seolah-olah alam itu adalah Tuhan karena 8:15 alam yang yang yang perkasa 8:18 di mata mereka ya, yang bisa mengubah 8:20 ini mengubah itu 8:22 itu adalah alam dan karena itu maka 8:25 dalam pandangan mereka alam itu 8:26 Mahakuasa 8:28 ini adalah sebuah keyakinan yang 8:31 meniadakan Tuhan ya, semakin hari kita 8:34 datang semakin kita lihat 8:38 keyakinan ini makin banyak ya 8:40 makin banyak sehingga kalau kita lihat 8:42 ateistik ya, orang-orang yang menjadi 8:45 ateis di negara-negara Eropa dan Jepang, 8:49 di Korea Selatan 8:51 ya, itu banyak sekali di atas ada yang 8:54 di atas 40% 8:56 ada yang di atas 25% dan lain sebagainya 9:00 dan parahnya lagi adalah 9:03 ide-ide yang beraliran ini 9:06 berbasiskan materialisme, ateisme, 9:09 agnostisisme ini 9:11 diterjemahkan dalam bentuk ya, 9:13 katakanlah 9:14 jurnal, katakanlah eh artikel dan seni 9:19 ya 9:20 film ya, kemudian 9:23 apa karya sastra ya dan lain sebagainya 9:27 dibaca oleh oleh jutaan orang 9:30 didengar oleh jutaan orang 9:33 dan memberikan pengaruh kepada pemikiran 9:36 mereka yang mengakibatkan merajalela. 9:40 Nah, 9:41 kemudian bukan hanya dalam hal itu saja, 9:43 pemikiran-pemikiran ini masuk ke dalam 9:45 sektor-sektor 9:47 eh dunia pendidikan, 9:49 dunia kita, dunia ekonomi, 9:52 sehingga kita dapatkan bahwa semua 9:56 ajaran-ajaran ekonomi yang kita pakai, 9:59 yang kita ambil dari Barat itu 10:01 semuanya sudah mencampakkan nilai-nilai 10:03 agama 10:05 di dalamnya. 10:06 Sehingga apa yang diharapkan oleh agama 10:10 dibenarkan berdasarkan ilmu, 10:13 apa yang dilarang oleh agama 10:17 dianggap baik, dianggap memberikan 10:20 manfaat dan itu harus berlaku 10:23 di seluruh dunia 10:25 lewat 10:26 pendidikan, lewat lembaga keuangan dan 10:28 lain sebagainya. 10:30 Sehingga kalau kita kembali kepada agama 10:33 dalam bidang apapun, ya banyak 10:35 tantangannya. 10:36 Terutama apabila kita ini bersinggungan 10:38 dengan 10:39 peradaban Barat, ya. 10:41 Nah, salah satu yang menjadi concern ini 10:43 adalah apa namanya tadi itu? 10:46 Adakah masa depan 10:48 ekonomi yang berbasis agama, ya? 10:51 Ya, apakah ada masa depannya sampai 10:53 segitu? 10:54 Karena 10:56 eh bagi mereka agama itu 10:58 adalah sudah tidak ada peran lagi. 11:01 Apalagi kalau kita melihat teori 11:04 Auguste Comte 11:05 Auguste Comte itu kalau kita baca, ya. 11:08 Tapi kalau kita orang Indonesia biasanya 11:10 menggunakan kita 11:12 pronunciation-nya itu Auguste Comte. 11:15 Sesuai tulisan. 11:16 Iya. 11:17 Karena saya belajar di SMA dulu juga 11:18 namanya begitu. Guru saya juga bilangnya 11:21 Auguste Comte. Tapi kalau kita lihat di 11:23 Google pronunciation-nya itu Auguste 11:26 Comte, ya, gitu. 11:28 Nah, itu dia menulis sebuah buku tebal 11:31 sekali tentang filosofi tentang 11:33 filsafatnya 11:35 filsafat positif ya, jadi menurut dia 11:38 itu 11:40 semua peradaban manusia ini melewati 11:42 tiga tahap ya 11:44 yang pertama adalah apa ya mythological 11:46 state ya 11:47 yang theological state yang kedua adalah 11:50 eee philosophical state kemudian yang 11:53 terakhir adalah 11:55 eee positive state ya jadi tiap-tiap 11:58 bangsa 11:59 tiap-tiap peradaban itu melalui seperti 12:02 ini tiga tahapan 12:04 tiap tahapan theological state itu pada 12:06 prinsipnya adalah 12:08 masyarakat ketika masyarakat kemajuan 12:10 peradabannya masih sangat rendah dia 12:12 percaya bahwa ada kekuatan gaib yang 12:15 menguasai dan itu membuat mereka membuat 12:18 suatu ajaran atau ritual yang intinya 12:21 adalah 12:22 keagamaan semua agama tanpa kecuali baik 12:25 itu agama politeisme atau agama 12:28 monoteisme di mata August Comte ini 12:31 sama saja itu state-nya sama ya 12:35 kemudian yang kedua adalah filosofi ya 12:38 philosophical state nah ini kalau-kalau 12:40 kita lebih 12:42 sering kita baca itu lebih kepada eee 12:45 referensi di Romawi, di Yunani di mana 12:47 August Comte ini orang Perancis ini 12:49 tinggalnya di sana jadi tahu ya 12:52 bahwa zaman Democritus, zaman Plato, 12:55 zaman 12:57 apa namanya sebelum Plato itu apa 12:59 Socrates ya Socrates, Plato kemudian 13:02 Aristoteles dan seterusnya dan 13:04 seterusnya banyak lagi ratusan filsafat 13:07 ahli filsafat Yunani 13:10 yang itu adalah tahapan di mana mereka 13:13 berfilsafat artinya menolak bahwa apa 13:16 namanya segala kekuatan yang tidak bisa 13:18 kita terjemahkan ini diakibatkan oleh 13:22 oleh Tuhan oleh dewa-dewa ya mereka itu 13:24 adalah orang-orang yang tidak percaya 13:26 pada itu semua, tapi bicara bahwa ee ada 13:29 filosofinya. Makanya kita kenal dengan 13:31 filosofi apa namanya dari Socrates, ada 13:35 dari Plato, dari 13:37 ee Aristoteles yang kemudian 13:41 di 13:42 diterjemah atau dipelajari oleh kaum 13:45 muslimin 13:46 sehingga melahirkan 13:48 Ibnu Sina, melahirkan 13:50 Al-Kindi, 13:52 Al-Farabi, ya. 13:53 Dan lain sebagainya. Ya. Bahkan 13:56 Al-Farabi 13:57 disebut Al-Mu'allim Ats-Tsani. 14:00 Ya, guru kedua. Al-Mu'allim Al-Awwal itu 14:02 Aristoteles. 14:04 Kemudian Al-Farabi itu Al-Mu'allim 14:06 Ats-Tsani, ya. 14:07 Itu karena Al-Farabilah yang 14:10 me-me-menyelamatkan 14:12 pikiran-pikiran 14:14 daripada Aristoteles itu dan 14:15 menterjemahkan dalam bahasa Arab 14:17 dan menjadi sangat terkenal di kalangan 14:19 kaum muslimin, ya. 14:21 Ya. 14:22 Ya, itu. 14:23 Nah, 14:24 itu adalah ee pada waktu itu dianggap 14:27 sebagai ee ee state yang kedua atau 14:30 philosophical state. 14:32 Yang ketiga adalah positif, ya. 14:35 Ee state atau apa namanya tahapan 14:38 positif. Nah, tahapan positif ini adalah 14:41 kalau di di Eropa itu ya mungkin dimulai 14:44 dari sebelum 14:46 zamannya Auguste Comte itu sendiri 14:48 karena 14:49 sudah mulai ada apa namanya gerakan 14:51 Renaisans, ada gerakan ee positivis itu 14:55 sudah mulai semenjak Roger Bacon, 14:58 semenjak Descartes, semenjak Newton, ya. 15:01 Ya, ini sampai kepada masa dia 1800-an 15:04 gitu. Dan di situ adalah abad pencerahan 15:07 yang sangat ee keras penentangannya 15:10 terhadap agama 15:12 dan kuatnya 15:14 ee kuatnya dorongan untuk menggunakan 15:17 akal atau reason 15:19 sebagai sumber kebenaran, ya. 15:22 Ee banyak sekali ahli filsafat pada masa 15:24 itu, ya. Ada Immanuel Kant, ya. 15:27 Kemudian yang yang ahli-ahli filsafat 15:31 tapi masuk dalam kategori sosial, 15:33 kemudian ekonomi kayak Karma, Friedrich 15:36 Engels, dan dan masih banyak lagi, ya. 15:39 Banyak sekali, ya. 15:41 Nah, ini adalah sudah tahapan positif. 15:42 Dalam tahapan seperti ini menurut 15:45 Auguste Comte itu, ya, agama tidak ada 15:48 tidak ada lagi peranannya, ya. 15:50 Makanya ada judulnya dalam buku Islam 15:53 The Misunderstood Religion, itu judul 15:55 yang pertama is religion obsolete? 15:58 Apakah agama itu sudah kuno, ya? Enggak 16:01 perlu lagi kita pakai agama, ya? Atau 16:03 agama itu masih kita perlukan 16:06 pada saat di mana pun manusia itu 16:08 hidupnya? 16:09 Banyak ini ulama atau cendekiawan muslim 16:12 itu menanggapi apa namanya klasifikasi 16:16 dari Auguste Comte ini dengan mengatakan 16:18 bahwa 16:19 itu tidak harus menjadi 16:22 suatu hal yang berurutan dari 1 2 3, 16:27 enggak. 16:28 Di setiap masyarakat ada tiga itu. 16:31 Kayak misalnya sekarang ini, ya. 16:33 Kita sudah menurut menurut Auguste Comte 16:35 ada di alam positif, ya. Yang semua akan 16:38 dipecahkan dengan sains, ya. Tapi 16:40 masyarakat kita percaya dukun, percaya 16:42 kerumbul, percaya pohon, dinamisme, 16:45 animisme ada di mana-mana, ya. Walaupun 16:48 kita terang benderang di alam sains 16:50 Jadi, tidak benar itu, ya. Dan saya 16:52 setuju dengan pendapat ini bahwa apa 16:56 yang dikatakan itu oleh Auguste Comte 16:58 itu bukan merupakan tahapan yang harus 17:00 kita lalui dari mito apa namanya 17:04 theological state, kemudian baru ke 17:07 philosophical state, kemudian baru yang 17:09 ketiga yaitu positive state. Enggak 17:11 begitu. Karena tiga-tiganya itu ada pada 17:14 adanya masa sekarang sekarang, ya. 17:16 Jadi, ahli yang masih percaya kepada 17:18 kekuatan magic, kekuatan di luar sana, 17:21 banyak ya. 17:23 Baik, apa namanya kepercayaan ke Tuhan 17:25 itu mungkin mitos bagi sebagian orang, 17:28 tetapi penggemarnya banyak ya. 17:30 Ataupun tidak ya, karena bagi orang yang 17:33 percaya kepada kekuatan ilmu pengetahuan 17:37 sebagai satu-satunya sumber kekuatan, 17:39 maka selain daripada itu dianggap 17:41 sebagai mitos ya, tidak ada peranan. 17:43 Tetapi, sekarang semua ada di dalam alam 17:47 kita sekarang ini. Ketiga-tiganya itu 17:49 ada, jadi tidak harus itu berurutan. 17:53 Dan itu bukan berarti bahwa setiap 17:54 masyarakat itu mengalami tiga itu secara 17:57 berurutan, tidak. Tetapi, semua fenomena 18:01 ketiga-tiganya itu ada dalam satu waktu 18:03 ya. 18:04 Itu maka tidak benar. Bahkan kalau 18:06 menurut Islam ya, manusia pertama kali 18:08 ke dunia itu bukan dalam keadaan gelap, 18:11 terang benderang karena manusia pertama 18:13 itu Adam alaihissalam Adam itu seorang 18:15 rasul, seorang nabi dan seorang rasul. 18:18 Dan beliau diberikan 18:20 pengetahuan tentang semua nama. 18:24 Wa allama Adamal asmaa kullaha. 18:27 Tsumma aradahum alal malaikati. 18:29 Faqala ambiuni 18:31 bi asmi haula. 18:33 Dan seterusnya ya. 18:35 Dan jadi dalam ayat itu dikatakan bahwa 18:37 Allah telah memberikan 18:39 membekali pengetahuan 18:41 tentang nama-nama semua kepada Nabi 18:43 Adam. 18:44 Jadi, dalam Nabi Adam sebagai manusia 18:46 pertama dalam persepsi kita, maka 18:49 manusia pertama itu bukan turun ke dunia 18:52 ini dalam keadaan gelap, 18:54 dalam keadaan tidak tahu apa-apa. 18:56 Sudah tahu semuanya, mana yang baik mana 18:59 yang buruk ya gitu. 19:00 Jadi, seperti inilah keyakinan kita itu. 19:04 Kalau semua manusia dipanggil Bani Adam, 19:06 berarti seluruh keturunannya itu adalah 19:08 anak Adam dan Nabi Adam adalah orang 19:11 yang pertama diturunkan ke dunia dan 19:13 sudah berposisi sebagai nabi, sebagai 19:16 rasul, tentunya dia punya risalah, 19:18 tentunya dia 19:19 tahu bagaimana harus menyebarkan Allah 19:21 Subhanahu Wa Ta'ala dan lain sebagainya 19:23 dan lain sebagainya. Jadi intinya adalah 19:25 itu. Kita tidak ke sana lebih detail ya, 19:27 tapi itu pandangan kita. 19:29 Jadi seperti yang dikatakan oleh August 19:31 Comte ini 19:33 oleh para ulama Islam dianggap sebagai 19:34 suatu hal yang 19:36 ya istilahnya pateluwangan akal yang 19:38 spekulatif ya, spekulatif ya sifatnya. 19:41 Orang boleh saja berpikiran demikian, 19:43 tapi kita juga boleh berpikiran yang 19:45 berbeda dari itu berdasarkan 19:48 data yang atau berdasarkan hujah yang 19:51 lebih lebih kuat, yaitu kita ambil dari 19:53 Alquran dan As-Sunnah. Jadi intinya 19:55 bahwa eee 19:58 tidak benar bahwa kita harus melalui 20:00 tiga tahapan itu. Karena ketiga-tiganya 20:02 itu ada pada zaman sekarang ini. 20:04 Dan karena itu juga bahwa 20:07 tidak berarti bahwa peranan agama ini 20:09 berkurang karena kemajuan teknologi, 20:11 kemajuan ilmu pengetahuan. Bahkan 20:13 semakin hari semakin menunjukkan kepada 20:15 kita 20:16 bahwa peranan agama begitu penting dalam 20:18 kehidupan, ya. Karena 20:20 ada faktor yang 20:22 dalam diri manusia yang tidak akan bisa 20:24 digantikan oleh 20:25 kemajuan teknologi, 20:27 kemajuan eee ilmu pengetahuan. 20:30 Kalau itu diganti oleh pengetahuan, maka 20:32 manusia itu menjadi tidak sempurna dan 20:34 mereka akhirnya menderita secara 20:36 intelektual, secara batin dan lain 20:39 sebagainya, ya. 20:40 Samalah dengan kita itu menga mengubah 20:43 mengubah alam, mengubah karena kemampuan 20:45 manusia mengubah alam bisa 20:48 eee apa namanya membikin benih-benih 20:50 yang begini-begini-begini itu bisa 20:52 semua. Tapi 20:54 kalau mengedit 20:56 mengedit apa DNA dan lain sebagainya 20:58 sebenarnya manusia itu bisa. Tapi kalau 21:00 dilakukan kan berbahaya bagi manusia, 21:02 ya. 21:03 Berbahaya, ya. Karena manusia menjadi 21:06 unpredictable, ya perilakunya nanti apa 21:09 kita tidak tahu, karena itu menyalahi eh 21:12 apa namanya 21:13 sunatullah, ya. 21:15 Nah, oleh karena itu maka kita rasakan 21:17 bahwa sekarang ini peranan agama justru 21:20 banyak, ya. 21:21 Kalau kita lihat dari data saja orang 21:23 yang masuk Islam orang yang mencari 21:25 kebenaran, bukan hanya mencari kebenaran 21:27 Islam, tapi orang mencari-cari yang 21:29 benar itu yang mana di antara agama ini 21:31 itu setiap saat ada, ya. Meskipun 21:33 berakhir atau berlabuh dengan Islam 21:36 mayoritasnya seperti itu berlabuh kepada 21:39 yang lain seperti itu, kayak misalkan 21:42 sekarang ini kata Mas Angga tadi 21:44 Oppenheimer, ya. Itu sebelum mati, ya, 21:47 sang pembuat bom atom pertama ini kan. 21:50 He eh. 21:50 Dia cari kebenaran 21:52 karena enggak tenang hatinya kata 21:53 He 21:54 katanya karena dia akan eh melihat 21:56 begitu masal, begitu hebatnya senjata 21:58 pembunuh bom atom ini. 22:00 Dia akhirnya tidak tenang. Tapi apa yang 22:02 dia cari? 22:03 Kan dia cari buku namanya Bhagavad Gita. 22:06 He eh. 22:06 Iya. 22:07 Bhagavad Gita itu yang di yang terakhir 22:09 dicari, bukan Alquran. Maknanya apa? 22:12 Orang itu siapapun juga akan 22:13 mencari-cari 22:15 pembenaran untuk eh me apa namanya 22:18 menenangkan batinnya. Nah, dia belum 22:20 ketemu, ya, belum ketemu. 22:22 Eh belum ketemu eh sumbernya sudah sudah 22:25 meninggal, ya. 22:27 Kalau di ilmuwan-ilmuwan yang lain kan 22:29 banyak, ya. Kemudian dikasih Alquran 22:33 ceritanya seperti itu dia kagum terhadap 22:34 Alquran. Tapi ini kayaknya belum ketemu 22:37 tadi kita cerita itu, ya. 22:39 Saya belum lihat filmnya. 22:42 Ya, jadi 22:44 intinya adalah bahwa 22:46 sulit kita katakan bahwa peran agama itu 22:50 tidak diperlukan dalam kehidupan modern 22:52 karena semuanya akan bisa dipecahkan 22:54 oleh sains. Baik itu natural sciences 22:57 atau social sciences, ya. 23:00 Itu tidak akan bisa. Dan buku yang saya 23:03 baca dulu judulnya adalah 23:05 Is Religion Obsolete, ya. Apakah agama 23:07 itu ketinggalan zaman? Artinya bahwa 23:10 kita beragama ini adalah berada pada 23:12 pada abad yang sebelumnya seharusnya. 23:14 Karena sekarang ini 23:15 era kita, era ilmu pengetahuan, tidak 23:17 perlu lagi manusia berpegangan pada 23:20 kitab suci, berpegangan kepada agama, 23:23 karena semua toh bisa diselesaikan 23:25 dengan sains. Semua bisa diselesaikan 23:28 dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. 23:31 Sehingga tidak perlu agama itu menjadi 23:33 pegangan kita. Nah, pernyataan ini 23:35 pernyataan yang sebetulnya gegabah, ya. 23:38 Ya. Karena kapan pun kita ini akan perlu 23:41 kepada agama. 23:43 Karena kepercayaan kepada agama itu 23:46 ada dalam diri manusia. 23:47 He eh. 23:48 Walaupun dia dilahirkan di komunis, di 23:50 alam komunis, di alam ateis, 23:53 ada itu, ya. Ada keba- fitrah itu ada. 23:56 Itu apa namanya sudah dipatri oleh Allah 23:58 subhanahu wa taala bahwa setiap jiwa itu 24:01 fitrahnya itu salimah, fitrah itu 24:03 hanifah. Fitrahnya itu lurus, yaitu 24:05 percaya kepada Tuhan, percaya kepada 24:07 Allah subhanahu wa taala. Nah, 24:09 berdasarkan itu maka peran agama terus 24:11 ada. Nah, karena kita ini tadi bercerita 24:14 tentang ekonomi yang berdasarkan agama, 24:16 ini kita kaitkan dengan itu. Lalu, 24:18 apakah 24:20 eh apakah eh ekonomi yang berbasiskan 24:23 agama punya masa depan, ya. 24:26 Kalau dikaitkan dengan Islam, ya, 24:29 Islam itu 24:31 masa depan. Kalau kita baca bukunya 24:34 Sayyid Qutb, ya, yang judulnya apa saya 24:36 lupa. Al Mustaqbal Li Hadza Ad Din. 24:39 He eh. 24:39 Masa depan untuk Islam, ya. Kemudian 24:41 kita buku baca buku-buku yang 24:45 senada seperti itu, kan, misalkan hampir 24:48 semua buku Muhammad Qutb itu itu judul 24:51 akhirnya itu 24:52 masa depan untuk Islam, masa depan untuk 24:54 Islam. Apa pun buku itu yang Anda baca, 24:57 mulai Syubhat Syubhat Haulal Islam, 25:00 eh kemudian Jahiliyatul Qarn Al-Isyrin, 25:03 Jahiliyah abad 20 dan lain-lain 25:04 sebagainya. Maka kalau kita baca buku 25:06 itu di bab akhir, selalu beliau katakan 25:10 bahwa 25:11 jika semuanya seperti ini, ya, maka 25:14 solusinya cuman ada satu, yaitu Islam, 25:17 ya. Kemudian kalau kita baca bukunya 25:20 eh Nadwi, ya, Abul Hasan Ali An-Nadwi, 25:23 judulnya 25:25 Maza 25:26 Khasirat Dunya Bi Inhitatil Muslimin. 25:30 Apa kerugian dunia 25:32 akibat kaum muslimin merosot. 25:35 Apa yang menyebabkan dunia ini rugi 25:36 ketika kaum kaum muslimin merosot. Nah, 25:39 itu Anda akan diberikan jawaban yang 25:41 luar biasa. Seorang alim, eh Abul Hasan 25:45 Ali An-Nadwi rahimahullah, ulama dari 25:47 India yang tulisannya sangat tajam 25:50 melihat peradaban, apa namanya, abad 20 25:54 ini, abad 21 sekarang, ya. 25:56 Di mana 25:57 materialisme, sekularisme, 26:00 ateisme, agnotisme, semua membanjiri 26:04 muka bumi ini. Seolah-olah manusia itu 26:07 tidak lagi perlu kepada Tuhan dan 26:08 seolah-olah manusia itu mampu mengatur 26:11 semua peradabannya menjadi nyaman, 26:14 menjadi makmur, menjadi damai. Ternyata 26:16 itu semuanya tidak ada. 26:18 Dan itu semuanya terjadi karena kaum 26:19 muslimin merosot. Peran mereka di dalam 26:21 dunia 26:23 eh mengecil, mengecil dan minimal. 26:25 Sehingga tidak ada peran sedikitpun 26:27 dalam percaturan dunia dan akibatnya 26:29 dunia menjadi menderita begitu dalam, 26:33 ya, meluas, ya. 26:35 Itu bukunya menarik sekali. 26:36 Maza Khasirat Dunya 26:39 Bi Inhitatil Muslimin. 26:41 Apa 26:42 eh kerugian dunia ketika kaum muslim 26:45 merosot. Artinya ketika kaum muslimin 26:47 itu sudah tidak punya peran. 26:50 Dikerdilkan, bahkan negara-negara Islam 26:52 ini menjadi jajahan daripada negara 26:54 Barat. Dan itu bukan hanya rugi kita 26:57 sebagai muslim, tapi dunia pun rugi. 27:00 Nah, 27:01 sebelum-sebelumnya kan ada buku-buku 27:03 seperti "Mada 27:04 Limada Ta'akhkhara Muslimuna wa 27:06 Taqaddama Ghairuhum?" Kenapa kaum 27:08 muslimin mundur sementara selain mereka 27:10 maju? Eh, Amir Syakib Arsalan itu 27:13 ditulis tahun 27:14 '45, pas Perang Dunia Kedua itu ya. 27:17 Dan itu mungkin menginspirasi banyak 27:19 penulis belakangan. Yang intinya adalah 27:21 bahwa tidak 27:23 tidak ada alasan bahwa 27:25 tidak ada hujjah, tidak ada alasan, 27:27 tidak ada 27:28 eh, bantahan yang cukup bahwa agama itu 27:32 surut ya. Justru peranan agama semakin 27:35 hari semakin 27:36 eh, diperlukan dalam kehidupan kita. 27:38 Dan se- setiap hari kita melihat betapa 27:41 banyaknya orang 27:43 non-Islam masuk Islam. 27:45 Bukan hanya orang awam, tapi 27:48 para apa, ulama, para ilmuwan, 27:52 pendeta, pastur, 27:55 ya, dan lain sebagainya 27:56 berbondong-bondong masuk Islam di Barat 27:58 dan di Timur dan di 28:00 dan juga di Indonesia. Ini menunjukkan 28:02 bahwa 28:03 peranan agama ke depan itu 28:06 sangat besar. 28:07 Dan manusia haus akan peranan agama ini. 28:10 Manusia sebetulnya sudah lelah dengan 28:11 materialisme. 28:12 Iya. 28:13 Eh, sudah capek dengan ini semuanya. 28:15 Tapi 28:16 penggantinya ini belum nampak ya, harus 28:18 diusahakan datang. 28:20 Oleh karena itu maka kita yakin bahwa 28:23 sebuah ekonomi yang didasarkan pada 28:26 ajaran agama yang benar itulah ekonomi 28:28 masa depan. Sekalipun sekarang ini belum 28:31 bisa kita melihat bagaimana kekuatannya. 28:34 Sebab 28:35 riba masih merajalela. 28:37 Dan riba didukung oleh orang-orang yang 28:40 bodoh dari umat Islam mendukung riba, 28:43 mendukung gharar, 28:45 dan tidak ada upaya dari mereka untuk 28:47 menggali bahwa justru sistem ekonomi 28:50 Islam yang kita bangun dari Alquran dan 28:52 Asunnah ini, inilah penyelamat ekonomi 28:54 dunia. 28:55 Itu sedikit sekali orang yang ke sono, 28:58 ya. Tetapi orang yang sedikit yang 28:59 mencoba untuk sibuk menyediakan sistem 29:02 agar supaya ekonomi Islam ini berjalan 29:04 dengan baik atau berkembang dengan baik, 29:06 nah sekarang ini dibuat ragu-ragu, ya. 29:09 Dibuat ragu-ragu 29:11 kemudian dicemooh, mungkin dibully juga 29:13 begitu, ya. 29:14 Iya. 29:15 Sampai ada kata-kata 29:17 riba bank syariah lebih riba daripada 29:19 bank konvensional, ya ini kacau balau, 29:21 ya, ya. 29:22 Iya. 29:23 Jailun Jailun Murakkab. 29:24 Iya, iya. 29:25 Wong Islam melarang melarang riba maka 29:27 bank syariah menjadi riba yang lebih 29:29 besar daripada yang lain ini 29:31 Jailun Murakkab kalau saya katakan 29:33 demikian. Ya ini ini termasuk 29:35 kekuatan-kekuatan atau apa namanya 29:38 teriakan-teriakan yang ingin melemahkan 29:40 semangat mereka yang berjuang menegakkan 29:43 ekonomi Islam. Tapi ya enggak apa-apa. 29:45 Salah, memang seperti ini ada 29:47 eh dalam hal perjuangan di dalam 29:49 memperjuangkan kebenaran pasti ada yang 29:53 yang meledek, ya. Meledek atau 29:56 merendahkan dan lain sebagainya. Tapi 29:57 kita yakin bahwa 29:59 Al Mustaqbal li hadza din 30:01 Al Mustaqbal eh lil iqtisad al 30:04 Islamiyah. Kalau dikatakan bahwa masa 30:06 depan 30:08 The future is Islam masa depan adalah 30:10 untuk Islam, maka the future is Islamic 30:13 economy. 30:14 Ya, begitu, ya karena bagian daripada 30:17 Islam itu ekonominya, maka ekonomi yang 30:19 berdasarkan Islam dia punya masa depan 30:21 sebagaimana Islam punya masa depan, 30:23 begitu Mas Angga. 30:24 He 30:25 Ya, penjelasan yang menjawab bagaimana 30:28 sebenarnya tadi diawali dengan tahapan 30:31 peradaban dari 30:36 pendapat yang mewakili 30:38 orang-orang barat, bisa begitu, Pak 30:39 Ustaz, ya. 30:40 Dan juga kita melihat bagaimana cara 30:42 berpikir eh seperti itu 30:44 eh menjadikan eh semua paham yang 30:47 berbasis materialisme ini 30:49 mereka berharap gitu punya masa depan 30:52 sementara mereka itu meninggalkan 30:54 agamanya mereka. Padahal bagi 30:56 orang-orang yang beragama gitu ya, semua 30:58 berasal dari kepercayaan 31:01 ehnya agama itu pasti memiliki masa 31:02 depan yang sangat jelas. Dalam hal ini 31:04 ketika kita melihat bagaimana ekonomi 31:07 Islam ini basisnya dari agama. 31:09 Mengaitkan 31:11 masa depan agama berarti kan 31:14 mengaitkan juga keberadaan Tuhan gitu 31:17 ya, Pak Ustaz ya. 31:19 Saya jadi teringat satu buku Masa Depan 31:21 Tuhan yang Karen Armstrong itu. 31:23 Buku yang menjawab sebenarnya pemikiran 31:25 para kaum fundamentalis dan para ateis 31:28 gitu ya. Buku yang menjawab itu. 31:30 Ada satu eh pertanyaan yang selalu 31:33 muncul ketika mereka membandingkan 31:35 bagaimana 31:36 eh masa depan agama lalu dengan mereka 31:39 yang berkecimpung dalam sains. Karena 31:41 tadi kan mereka 31:43 berpatokannya hanya kepada 31:45 sains 31:47 yang terbukti gitu, nyata, langsung 31:50 terlihat, goals-nya ada gitu. 31:52 Mereka tidak tidak mengambil indikator 31:56 masa depannya itu misalkan ada ada hari 31:59 akhir gitu ya, ada amal baik, ada amal 32:01 buruk yang akan dihitung. 32:03 Nah, itu jadi mereka tuh betul-betul 32:05 materialismenya itu 32:07 jadi jadi jadi pemikiran paling depanlah 32:10 buat mereka gitu ya. Akhir akhirnya 32:12 mereka melihat fakta aja gitu, Pak 32:13 Ustaz. Ya, lihat aja faktanya, pasti 32:15 begitu aja. Lihat aja faktanya, pasti 32:16 begitu. 32:18 Gimana itu, Pak Ustaz? 32:19 Jadi, mereka itu membuat kacamatanya. 32:22 Kacamatanya dibuat dari sains ya. 32:24 Ehm. 32:24 Dan dengan kacamata sains itu atas atas 32:27 nama sains, mereka mem melihat semua 32:29 fakta, melihat suatu fenomena 32:32 ditafsirkan berdasarkan 32:34 sains. 32:35 Iya. 32:36 Sains sendiri 32:37 didasarkan pada 32:39 aga- agama ateis sebetulnya. 32:41 Ketidakpercayaan. Pak, eh sains ini 32:44 meskipun ada ya apa namanya 32:48 saintis-saintis yang muslim, yang 32:50 mungkin beragama Katolik atau Kristen 32:52 dan lain sebagainya, banyak masih. Masih 32:54 kita lihat itu seperti itu. Tapi yang 32:56 leading, ya. Yang leading dan yang 33:00 berkoar-koar terang-terangan 33:03 itu adalah ateisme. 33:04 Hmm. 33:05 Ya, kayak misalkan yang Stephen Hawking, 33:07 Stephen Hawking. 33:08 ya istilahnya panglimanya fisika abad 21 33:12 misalnya, itu kan ke mana-mana 33:14 menunjukkan bahwa tidak ada Tuhan dalam 33:16 semua terjadi dengan sendirinya. Alam 33:18 semesta membikin dirinya sendiri tanpa 33:20 campur tangan Tuhan dan mendekati 33:22 kematian dia sangat yakin bahwa tidak 33:24 ada Tuhan. Subhanallah, lailahaillallah, 33:27 masyaallah. Sekarang maksudnya 33:30 eh seperti yang dikatakan Alquran 33:31 bersama orang-orang yang senasib dengan 33:33 dialah. Tidak percaya kepada Tuhan. Nah, 33:35 semua fenomena 33:37 bahkan juga semua ajaran yang ada dalam 33:39 agama itu ditinjau kembali dengan 33:42 kacamata sains. 33:43 Gitu loh. 33:44 Di paling tidak diragukanlah, ya. Kan 33:47 kalau kepercayaan agama itu nomor satu 33:49 adalah adanya Tuhan. 33:50 Hmm. 33:51 Itu nomor satu, ya. 33:53 Pasti ada Tuhan ini adalah rukun yang 33:55 pertama, ya. 33:56 Nah, ini coba dilihat oleh mereka dengan 33:59 kacamata sains yang baru bahwa Tuhan itu 34:01 enggak perlu ada. Nah, itu kan sudah 34:02 lama sebenarnya 300 tahun yang lalu. 34:04 Hmm. 34:05 Mulai apa namanya mulai eh kelompok yang 34:09 ingin mengembalikan kemegahan eh apa 34:12 namanya Barat ya, Renaisans, 34:14 Renaisans. 34:15 itu yang mulai eh mulai menjadikan 34:19 apa namanya kebenaran dari gereja, dalam 34:21 hal ini agama itu tidak perlu dipercaya. 34:24 Hmm. 34:24 Awalnya halus, awalnya halus. Ya, 34:26 kasusnya misalkan 34:28 Giordano Bruno, 34:30 ya. Yang menceritakan bahwa bumi ini 34:33 bulat itu bertentangan dengan 34:35 kepercayaan gereja disuruh harus disuruh 34:38 bertobat ya, kalau enggak dihukum mati 34:40 ya. Kemudian 34:42 Ya, Copernicus ya misalnya itu juga yang 34:45 menemukan bahwa 34:47 Matahari itu adalah pusat tata surya 34:49 yang bertentangan dengan keyakinan 34:51 gereja pada waktu itu disuruh tobat, 34:53 suruh narik kembali dan semua 34:55 ilmuwan-ilmuwan yang terkenal di Eropa 34:57 itu yang mempunyai keyakinan berbeda 34:59 dari gereja disuruh tobat. Kalau enggak 35:01 dibunuh. Ya. Tetapi klaim-klaim gereja 35:04 ini kan dari hari ke hari Salah. Eee dan 35:09 sementara klaim daripada sains semakin 35:10 hari semakin benar. 35:12 Dan itu berjalan 200 tahun mulai dari 35:15 1806, 35:16 1600-an sampai 1700-an awal daripada 35:21 1800 nah itu sudah mencapai puncaknya, 35:24 gereja kalah ya. 35:25 Timbullah sekularisme di situ bahwa 35:28 selama ini katanya kita ini salah karena 35:30 menjalankan kehidupan berdasarkan agama 35:32 dan ternyata agama itu mitos belaka 35:34 tidak ada kebenarannya 35:36 apalagi kemudian dengan teori Agus Comte 35:38 tadi tamatlah agama itu, sekarang sudah 35:41 enggak waktunya lagi kita beragama, kita 35:43 waktunya untuk percaya kepada sains. 35:45 Semua akan selesaikan dengan sains. Nah 35:47 sekarang ini lagi hot-hotnya ini. 35:49 Itu. Tapi kita sudah tahu bahwa 35:52 tidak mungkin menghapuskan agama itu 35:54 dari apapun juga. 35:55 Kalau kita kalau kita kalau kita percaya 35:58 bahwa agama itu Eee mudah dihapuskan 36:01 harusnya sudah selesai ketika Uni Soviet 36:03 itu menguasai dunia, karena pada waktu 36:05 Uni Soviet itu semua orang beragama 36:07 disikat. 36:08 Revolusi Lenin eee kemudian dilanjutkan 36:11 Stalin kalau dihitung berapa korban umat 36:14 Islam karena itu kebanyakan terjadi di 36:16 negara-negara Islam, Kazakhstan, 36:18 Turkmenistan ya termasuk Chechnya dan 36:21 lain sebagainya Kaukasus Kaukasia. 36:23 Armenia, Azerbaijan dan ini tuh 36:25 negara-negara Islam semua. Itu menjadi 36:28 komunis lewat revolusi Lenin itu kan 36:30 sebetulnya memakan puluhan juta. 36:33 Wallahualam, hanya Allah yang tahu 36:34 berapa kaum muslimin dibantai, menjadi 36:37 korban revolusi 36:39 komunis. Tapi begitu kejamnya komunis 36:41 termasuk yang terjadi di Indonesia, 36:43 itu juga gagal. Enggak hanya kembali 36:45 kepada agama. Jadi, 36:48 kalau saya enggak saya katakan bahwa 36:50 apapun kekuatannya untuk menghilangkan 36:52 agama itu enggak bisa. 36:54 Yuriduuna ayyutfi'uu nuurallahi bi 36:56 afwaahihim. Ya. 36:58 Wallahu mutimmu nuurihi walau karihal 37:00 kaafirun. Ya. Ya. Mereka ingin 37:02 menghapuskan agama. 37:04 Mereka ingin menghapuskan Islam. 37:07 Tetapi Allah tidak 37:09 apa berkehendak berbeda. Justru Allah 37:11 menyempurnakan agama. Ya. 37:13 Wallahu mutimmu nuurihi walau karihal 37:15 kaafirun. Ya. 37:16 Meyakinkan 37:18 eh kita bisa menjelaskan sekarang ke 37:21 posisi ekonomi Islam nih, Pak Ustaz. 37:23 Ya. 37:23 Posisi ekonomi Islam dalam menumpas 37:25 argumen-argumen itu tuh bagaimana gitu 37:27 ketika mereka langsung menyampaikan, 37:30 "Oh, lihat datanya seperti ini, faktanya 37:32 begini." 37:34 Pada saat sekarang kita kalau berbicara 37:37 tentang 37:38 keberhasilan ekonomi Islam enggak ada. 37:41 Enggak ada. 37:42 Ya mungkin dalam tingkat yang sangat 37:45 sangat kecil, individual, korporasi dan 37:48 lain sebagainya. Atau ajakan ajakan 37:51 dalam bidang ekonomi untuk kembali 37:54 kepada agama. Tapi ini kan belum belum 37:56 ada 37:57 penganutnya yang setia gitu loh. Maka 37:59 itu semuanya akan bisa dibantai oleh 38:02 oleh data, oleh oleh apa namanya bukti 38:06 kehebatan ekonomi yang sekarang. Ekonomi 38:09 kapitalis misalnya. Yang 38:12 yang ciri khasnya ya kalau kita lihat 38:15 adalah 38:16 riba. 38:17 Ya. Yang ciri khasnya adalah riba. Dan 38:18 riba sendiri dilarang oleh Islam. Nah, 38:20 sekarang ini ekonomi Islam berusaha 38:23 untuk menghilangkan riba. 38:26 Tetapi tidak banyak orang yang 38:28 memberikan sambutan, 38:30 hatta ulama sendiri, ya. Karena mereka 38:33 mengartikan riba itu berbeda. Nah, 38:35 start-nya sudah sudah berbeda ini. Jadi, 38:37 mereka melegalisasikan yang ada ini 38:40 sesuai dengan syariat. Bahwa riba adalah 38:44 terma tidak termasuk bunga bank dan lain 38:47 sebagainya. 38:48 Kalau kita ikuti pemikiran mereka ini, 38:51 riba itu akhirnya enggak ada maknanya 38:53 sama sekali. 38:53 Iya. 38:54 Enggak ada maknanya. Kalau bunga bank 38:55 tidak riba, kalau bunga-bunga itu bukan 38:57 riba, lalu riba itu apa? Enggak ada 38:59 jadinya. 39:00 La madlula, 39:02 ya, fil hayat. Tidak ada bukti 39:05 apa yang dimaksud dengan riba itu apa? 39:07 Enggak ada, ya. 39:08 Jadi, kita jadi bingung, ya. Lalu, 39:10 kenapa diharamkan? Makanya kita kembali 39:13 kepada ee dasar, ya. Riba itu kayak apa, 39:17 ya. Nah, ekonomi Islam ini 39:20 kalau kita lihat dari sejarahnya, ya, 39:23 sekira-kira 40 tahun yang lalu, 39:25 misalnya. Kalau kita lihat ee konferensi 39:28 Mekah tahun 1900 39:31 75, ya, 39:33 yang melahirkan tokoh-tokoh ekonomi 39:35 Islam, kayak misalkan 39:37 Khurshid Ahmad, Umar Chapra, Nejatullah 39:40 Siddiqi, 39:41 Anas Zarqa dan lain sebagainya, 39:43 ya, 39:44 banyak sekali, ya. 39:46 Itu 39:47 mereka ini adalah 39:49 tokoh-tokoh ulama semuanya 39:52 yang meyakini bahwa 39:56 apa namanya ekonomi Islam itu adalah 39:58 sangat berbeda 39:59 Ehm. 39:59 dari ekonomi yang sekarang ada, 40:02 ya. 40:03 Bahwa Islam mengharamkan riba harus 40:05 segera kita implementasikan. 40:08 Tapi, bagaimana kita akan 40:09 mengimplementasikan larangan riba 40:11 kalau seluruh dunia, seluruh 40:14 pojok bumi ini 40:16 tidak ada satupun wilayah yang di 40:18 dalamnya tidak ada riba. Ya itu perlu 40:21 suatu mental yang kuat. 40:23 Apa mungkin kita bisa 40:25 keluar dari riba, misalnya begitu ya. 40:28 Itu loh, jadi 40:29 dari awalnya itu bagi orang yang tidak 40:31 tahu masalah itu akan terasa sangat 40:35 berat, bagaimana kita akan keluar dari 40:37 kungkungan riba atau dominasi riba ini. 40:40 Karena kita hampir tidak bisa hidup 40:42 tanpa riba. Di saat itu kita harus hidup 40:44 tanpa riba. Kita harus kembali kepada 40:46 Alquran bahwa 40:48 Allah mengharamkan riba. 40:50 Iya. 40:50 Makanya kemudian timbul konferensi 40:52 banyak sekali. Berkali-kali, kalau kita 40:56 lihat eh bukunya Yusuf Qardhawi itu 41:00 kesepakatan ulama zaman sekarang tentang 41:03 haramnya bunga bank itu adalah seperti 41:05 ijmak. 41:06 Iya. 41:07 Ya seperti ijmak. 41:08 Ya, saya baca bukunya itu. 41:10 Iya. 41:11 Jadi sudah berkali-kali mereka kaum 41:14 muslimin mengada kan 41:15 apa namanya mengadakan eh konferensi 41:19 eh muktamar ulama untuk membahas tentang 41:23 riba dan semua konferensi itu 41:25 menyepakati bahwa termasuk riba adalah 41:28 bunga bank. Hatta 41:31 eh ini Syekh Wahbah Zuhaili 41:34 Wahbah 41:35 Syekh Wahbah Zuhaili itu dalam kitabnya 41:37 Al Fiqh Al Islami Wa Adillatuhu itu 41:39 tentang bank periba itu tentang faedatul 41:42 buluk ya. 41:43 Iya. 41:43 Faedatul buluk ya. Eh bunga bank itu 41:46 beliau katakan "Huwa haramun haramun 41:48 haramun." Tiga kali. 41:50 Kemudian yang lain-lain banyak sekali. 41:52 Jadi kalau seperti ini saya sudah eh eh 41:55 mereka berangkat dari dari kaum muslimin 41:58 yang menyen men mencetuskan ekonomi 42:01 Islam ini berangkat dari pemahaman riba 42:04 yang benar dan berusaha untuk 42:06 menghindarkan diri dari riba dan 42:08 bagaimana kita membuat sebuah 42:10 perekonomian atau sebuah gagasan ekonomi 42:13 yang bebas dari riba, yang bebas dari 42:15 goror, yang bebas dari maisir dan lain 42:17 sebagainya, itu adalah satu saat yang 42:19 pertama. Dan ini kita sudah berada pada 42:23 dekade yang kelima misalnya. Ya, 42:25 harusnya sudah ada bukti 42:27 sedikit-sedikit. Tapi dominasi riba tadi 42:31 masih begitu dominan. 42:32 Kita sulit sekali untuk menghindarkan, 42:34 apalagi kemudian pada periode yang 42:36 sekarang ini 42:37 buli-buli yang disampaikan oleh 42:39 orang-orang yang ragu terhadap Islam itu 42:41 mulai mulai apa? Mulai bermain di dalam 42:46 pikiran mereka yang bergerak dalam 42:48 ekonomi Islam, sehingga lama-kelamaan 42:50 mereka semangatnya 42:51 luntur-lunturlah. 42:53 Tapi saya yakin bahwa ini adalah suatu 42:56 periode di mana kita akan tetap bertahan 42:59 dan kita akan melihat itu sebagai suatu 43:01 tantangan saja. Dan kelanjutannya kita 43:03 akan lihat bahwa yang benar adalah ini. 43:07 Fa amma azzabad 43:09 fayadzhabu fayadzhabu jufa. Adapun buih 43:12 ini dia akan hilang. Tapi waamma 43:14 mayanfaunnas, apa yang bermanfaat bagi 43:16 manusia akan tetap 43:19 tsabit tsabit tsabit. 43:22 Baik. 43:23 Sangat berbeda kita lihat masa depan ya. 43:25 Mungkin masa depan ekonomi Islam itu 43:27 akhirat, masa depan ekonomi selain Islam 43:31 Ya, tapi kita sebelum ke akhirat ini 43:32 jaya dulu. 43:33 Oh, iya. Sebelum ke akhirat jaya dulu. 43:36 Yang belum merasakan kejayaan masih 43:37 nanti 43:39 Baik, Pak Ustaz. 43:40 Ah, tidak terasa ya. Studi studio ini 43:43 sudah menunjukkan pukul 10.11. Kita 43:45 langsung saja ke beberapa komentar dan 43:47 pertanyaan sudah masuk dari Ikhwan dan 43:49 Akhwat, Pak Ustaz ya. 43:50 Silakan. 43:50 Ini saya akan pertama ke 43:52 komentar-komentar yang masuk melalui 43:54 akun YouTube Rasya TV di siaran live 43:56 kita di pagi hari ini. 43:58 Ada Pak Ilham, ada juga Pak Qosim, ada 44:01 juga Ibu Rusdiati. 44:03 Kalau Pak Ilham ini menuliskan 44:05 Assalamualaikum warahmatullahi 44:06 wabarakatuh, Pak Ustaz. sebagaimana 44:07 kajian 44:08 di dalam fikih muamalah, maka berbagai 44:11 transaksi di dalam kegiatan ekonomi yang 44:13 mengandung aspek goror, riba, maisir, 44:16 secara tegas dilarang di dalam Islam, 44:18 karena bisa menyebabkan hal yang tidak 44:20 baik. Tapi kita sudah ketahui, namun 44:22 masih saja dijalankan ini, Pak Ustaz, 44:24 ya. 44:25 Lalu, Pak Qasim, assalamualaikum, Pak 44:26 Ustaz, yang dirahmati Allah, dewasa ini 44:28 perkembangan ekonomi syariah menuai masa 44:31 yang membanggakan. 44:33 Mulai dari dukungan pemerintah, misalnya 44:35 keterlibatan OJK, MUI, organisasi 44:39 percepatan 44:40 perekonomian syariah, seperti KNKS 44:44 Komite Nasional Ekonomi Syariah dan 44:46 Keuangan Syariah yang dipimpin langsung 44:48 oleh Presiden dengan wakil ketua 44:52 dan dengan wakil Presiden K.H. Ma'ruf 44:53 Amin. 44:55 Semoga negara kita istikamah berjuang 44:57 untuk meningkatkan ekonomi yang berbasis 44:59 agama, dalam kata lain, ekonomi Islam. 45:02 Benarkah begitu, Pak Ustaz? Ada juga ini 45:05 dari Wali, assalamualaikum, Pak Ustaz, 45:07 senang sekali melihat dari data yang 45:08 dikeluarkan oleh berbagai lembaga 45:10 ekonomi syariah global berdasarkan 45:12 Global Islamic Finance, Indonesia berada 45:15 di posisi ke-1 pada tahun 2021. 45:18 Di mana tahun sebelumnya berada di 45:19 urutan 2 berdasarkan Global Islamic 45:21 Economy Report, Indonesia berada di 45:24 urutan 4 tahun 2021 dan sebelumnya juga 45:26 berada di urutan 5. Sedangkan 45:28 berdasarkan Islamic Finance, Indonesia 45:30 berada di urutan kedua. Mohon 45:32 tanggapannya, Pak Ustaz. 45:34 Terima kasih, ini data-data yang bagus 45:36 sekali, ya. 45:37 Eee sudah lama kita mendapatkan 45:41 selalu nomor posisi, kalau nomor 1, 45:42 nomor 2, gitu, ya. 45:43 Iya. 45:44 Bahkan kalau kita lihat eee 45:46 kepatuhannya kepada syariah, Indonesia 45:48 nomor 1. 45:48 Eee. 45:49 Bank Sentral Indonesia atau Bank 45:50 Indonesia itu adalah bank sentral yang 45:52 paling taat kepada syariah sebetulnya, 45:54 kalau dikaitkan dengan itu. 45:55 Eee. 45:56 Yang kita bukan kita persoalkan, yang 45:58 kita ceritakan adalah bahwa sekalipun 46:01 begitu banyak pihak-pihak yang sudah 46:04 memberikan support kepada apa 46:06 perkembangan ekonomi Islam misalkan ada 46:09 OJK terus kita sudah meloloskan 46:11 undang-undang perbankan, asuransi 46:15 pegadaian dan lain sebagainya semuanya 46:17 menunjukkan ada perbankan syariah bahkan 46:20 perbankan syariah bagian daripada 46:21 perbankan nasional asuransi juga 46:24 syariah juga sebagai bagian daripada 46:26 asuransi nasional dan lain sebagainya 46:29 alhamdulillah seperti itu sudah cukup 46:31 banyak kemudian mata kuliah ekonomi 46:33 Islam diterima sebagai mata kuliah yang 46:36 ada di perguruan tinggi negeri, swasta, 46:38 Islam bahkan 46:39 perguruan tinggi yang dikelola oleh 46:42 orang-orang non muslim ya banyak seperti 46:44 itu 46:45 nah 46:46 namun demikian kalau kita lihat di dalam 46:48 pencapaian atau performa itu kan 46:51 share daripada keuangan syariah 46:55 dalam hal ini perbankan syariah atau 46:56 misalkan asuransi syariah relatif 46:58 dibandingkan dengan yang konvensional 47:00 itu belum ada perubahan 47:02 hmm 47:02 ya 47:03 ada dalam perbankan signifikan ya 47:05 misalkan dari dulu kita itu angkanya 47:09 belum dari 5% 47:11 atau kalaupun pernah 5% di atas 5% itu 47:14 balik lagi 47:14 hmm 47:15 kepada di bawah 5% jadi kalau dilihat 47:18 dari indikasi seperti itu sepertinya 47:22 kita ini stagnan ya stagnan tidak begitu 47:24 maju tapi dalam hal lain konsep misalnya 47:28 dalam hal pendidikan 47:30 itu itu sangat sangat apa ya kita lihat 47:33 bahwa 47:34 peminatan kepada ekonomi Islam dan 47:37 keuangan syariah itu terjadi di 47:38 mana-mana ya di Indonesia di luar negeri 47:41 tetapi tidak diimbangi dengan atau tidak 47:45 ditunjukkan dengan share 47:47 atau market share daripada 47:49 keuangan syariah di dalam 47:52 hubungannya dengan 47:54 konvensional gitu ya 47:55 hmm 47:56 tapi itu bisa kita 47:58 tambahin lagi dengan tidak harus itu 48:00 saja yang kita 48:01 include atau kita 48:03 eh subordinasikan ke dalam ekonomi 48:06 Islam, tapi ada misalkan halal industri 48:09 itu juga penting untuk kita masukkan dan 48:10 kalau kita itu masukkan itu jadi 48:12 jumlahnya 48:13 lumayan ya 48:14 tinggi gitu ya, berbeda dari yang tadi 48:16 itu. 48:17 Ya makanya ada Komite Nasional untuk 48:19 Ekonomi Islam seperti itu itu penting 48:21 sekali. Ya ini dulu 48:24 diusahakan supaya ada untuk 48:27 menghilangkan 48:29 apa ya namanya egoisme sektoral gitu loh 48:31 supaya departemen atau kementerian ini 48:33 bisa sinergi sama-sama untuk 48:37 memajukan ekonomi syariah itu tapi 48:40 walaupun sudah dibentuk itu antara 48:42 periode sebelumnya dengan sudah dibentuk 48:44 ini 48:45 melihat kalau saya lihat itu belum ada 48:48 perubahan 48:49 signifikan 48:50 gitu. 48:51 Belum ada perubahan signifikan dan juga 48:53 mungkin 48:54 belum ada hasil yang bisa dirasakan oleh 48:56 masyarakat sekarang. 48:58 Ada ada ada ya masa enggak ada sama 49:00 sekali adalah 49:01 ada ya maksudnya. 49:03 Ini ada hamba Allah nih Pak Ustaz yang 49:04 menyampaikan WhatsApp-nya 49:05 Assalamualaikum warahmatullahi 49:06 wabarakatuh Pak Ustaz. 49:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:08 wabarakatuh. 49:11 Izin cerita Pak Ustaz kami pernah 49:12 mempunyai usaha grosiran 49:15 tapi pada waktu itu 49:18 usaha ini tidak lepas dari ribawi 49:20 iya 49:21 dan ujung-ujungnya habis Pak Ustaz 49:24 bahkan masih meninggalkan hutang yang 49:26 tidak sedikit 49:28 tapi alhamdulillah saat ini ada usaha 49:31 kecil-kecilan yang melibatkan 49:33 pedagang-pedagang keliling 49:35 dan saya berusaha untuk mengikuti 49:37 aturan-aturan yang sesuai syariah 49:40 alhamdulillah dari usaha kecil-kecilan 49:42 tersebut pelan-pelan sudah bisa membantu 49:46 membayar sisa-sisa hutang 49:48 dari supplier yang dulu 49:50 apakah memang seperti itu Pak Ustaz, 49:52 sunatullah menjalankan 49:54 ekonomi sesuai dengan syariah? Mohon 49:56 pencerahan. 49:58 Alhamdulillah. Jadi, 50:00 yang ee saya tanggapi dari statement ini 50:03 adalah bahwa 50:05 kalau niat kita itu ingin menerapkan 50:07 ekonomi Islam 50:09 dan ekonomi Islam itu yang kita pahami 50:11 He eh. 50:12 ya. Jadi, pertama-tama kita pahami 50:14 ekonomi Islam seperti itu. 50:16 Lalu, kita ingin mengimplementasikannya 50:19 seperti yang kita 50:20 konsepkan itu 50:22 berjalan dengan baik. Nah, di sini ee 50:26 terlihat apa namanya, terlihat hasilnya 50:28 kan ya. Sudah bisa begini begini. 50:30 He eh. 50:30 Jadi, ee adalah ada keberkahan. 50:33 Dalam pengertian bahwa 50:35 berkah itu kalau kita terjemahkan dari 50:37 dari bahasa Arab, berkah itu kasratul 50:39 khair ya. 50:40 Ke banyak banyak banyak kebaikan. 50:42 Kasratul 50:43 Nah, artinya adalah 50:45 ee dengan dengan kita melazimi, mentaati 50:48 apa yang boleh, apa yang tidak boleh 50:50 dalam muamalah ini 50:53 ya, semata-mata kita ingin taat kepada 50:54 Allah subhanahu wa taala 50:56 maka muamalah yang kita lakukan ini 50:58 selain kita transaksinya sesuai dengan 51:00 syariah, ada keberkahan di sana ya. 51:03 Karena keberkahan itu terjadi kalau kita 51:05 itu taat kepada aturan Allah ya. Nah, 51:08 ini terbukti kalau ini saya lihat sih Bu 51:10 seperti itu ya. 51:10 He eh. 51:11 Nah, saya juga merasakan bahwa 51:13 misalkan saja 51:15 kita punya janji untuk membayar utang 51:17 kepada suatu kelompok atau teman kita 51:20 atau orang yang kita hutangi. Sementara 51:22 kita itu enggak punya uang untuk 51:24 membayar 51:25 deadline-nya tinggal satu hari, kita 51:26 enggak punya enggak kebayang 51:28 besok tinggal besok saya harus bayar apa 51:31 pada teman. Tapi, kalau kita itu apa 51:33 namanya 51:35 ee berserah kepada Allah subhanahu wa 51:36 taala 51:37 itu akan ada jalan keluar ya. 51:39 He eh. 51:40 Ya. 51:41 Itu apa namanya, namanya keberkahan di 51:43 pertolongan Allah itu ada di situ gitu 51:45 loh maksudnya. 51:46 Jadi, ee selama kita ini mentaati Allah 51:48 dalam hal muamalah, 51:50 selama itu kita akan berharap bahwa 51:52 keberkahan itu ada. 51:54 Dan keberkahan itu akan memberikan 51:55 kebaikan yang banyak kepada diri kita. 51:58 Bisa berupa 51:59 uang, bisa berupa rezeki yang lain. 52:02 Rezeki Allah jangan hanya kita 52:04 definisikan uang, ya. Banyak sekali, ya. 52:07 Pertolongan Allah, 52:09 pertolongan orang lain kepada kita ya 52:10 rezeki. Ilmu kita rezeki, suara kita 52:13 rezeki, dan lain sebagainya. 52:15 Itu jangan kita mengartikan rezeki dalam 52:17 bentuk materi saja, tapi banyak sekali 52:19 di luar daripada itu, ya. 52:21 Saya kira ini pengalaman yang perlu, 52:24 perlu dilanjutkan dan perlu kita yakin 52:26 bahwa muamalah yang kita lakukan dengan 52:29 melazimi, mentaati daripada ketentuan 52:32 agama, haram tidak boleh kita 52:35 tinggalkan, 52:36 halal boleh kita lakukan dan lain 52:37 sebagainya, maka itulah yang akan 52:39 mendatangkan 52:41 berkah. 52:42 Insya Allah. 52:44 Selanjutnya Pak Ustaz ada Pak Mas'ud ini 52:46 di Batam. Assalamualaikum warahmatullahi 52:48 wabarakatuh. 52:49 Waalaikumsalam. 52:51 Pak Ustaz, kebenaran bisa saja kalah, 52:53 tetapi tidak pernah salah. Alhamdulillah 52:56 sekarang ekonomi Islam mulai menyadarkan 52:59 umat di bumi ini. Secara tidak sadar 53:02 insya Allah ekonomi Islam akan diakui 53:04 dunia. 53:06 Sekarang yang saya baca dengan 53:08 keterbatasan saya di dunia 53:10 mulai sadar bahwa kemunafikan itu tidak 53:13 baik. Walau ditutupi kebenaran pasti 53:17 akan muncul. 53:20 Akan muncul dengan kebenaran. 53:23 Begitu, Pak Ustaz. 53:23 Iya, terima kasih. 53:24 Ustaz, apakah sifat Allah qiyamuhu 53:26 binafsihi bisa ditiru oleh sebuah 53:27 negara? Diterjemahkan bahwa negara harus 53:30 qiyamuhu binafsihi, kemandirian 53:32 maksudnya. 53:35 Iya. Qiyamuhu binafsihi ini artinya 53:37 Allah itu tidak butuh kita lah. Allah 53:39 ghani. Allah itu tidak membutuhkan 53:41 makhluknya. 53:42 Iya. 53:43 Ya, seperti itu. Kalau kita ini fakir, 53:46 ya, membutuhkan Allah kapan saja tanpa 53:49 terkecuali, ya. 53:50 Begitu. Tapi bahwa kita itu diminta 53:52 untuk qiyam ala nafsi, berdiri sendiri 53:56 dalam pengertian kita mencukupi 53:58 kebutuhan kita sendiri itu wajib 53:59 hukumnya, 54:01 Setiap individu dalam Islam ini 54:03 diwajibkan untuk bisa memenuhi 54:06 kebutuhannya. 54:07 Hajatuhu, ya, ad-dharuriyat, 54:10 hajatuhu al-hajiyat, hajatuhu 54:13 at-tahsiniyat. Semua ini harus dia 54:16 penuhi 54:17 dari dirinya sendiri, maksudnya itu. 54:20 Begitu yang dimaksud. Tapi qiyamuhu 54:21 binafsihi dalam pengertian sifat Allah 54:23 seperti itu, maksudnya Allah itu tidak 54:25 butuh kepada hambanya, tidak butuh 54:27 kepada makhluknya. 54:29 Ya, dia berdiri sendiri tidak 54:31 membutuhkan yang lain gitu loh. Tapi 54:32 kalau kita maksudkan dengan dalam diri 54:35 kita, maksudnya adalah kita wajib 54:37 memenuhi kebutuhan diri kita sendiri 54:40 dengan 54:42 diri kita. 54:43 Jangan kita menganggap apa 54:45 apa menyandingkan atau jangan sampai 54:47 kita itu menggantungkan 54:49 pemenuhan kebutuhan diri kita dari pihak 54:51 lain, itu maksudnya. 54:53 Ini Mas Angga, ya. 54:55 Begitu, Pak Masud, semoga terjawab tadi 54:58 mengenai 55:00 bagaimana sebenarnya ekonomi Islam ini 55:02 walaupun kalah gitu, ya, tapi tidak 55:04 pernah salah. 55:06 Itu pernyataannya bagus, ya. 55:08 Bahwa yang yang yang benar tidak selalu 55:11 menang, ya. 55:11 Iya. 55:12 Kalau kita lihat sejarah manusia itu 55:14 dari zaman dulu 55:16 lebih dominan yang kalah yang yang salah 55:18 yang menang, ya. 55:19 Iya. 55:19 Periodenya lebih lama seperti sekarang. 55:22 Periode yang apa namanya yang baik itu 55:25 sebentar, ya. 55:26 Tidak tidak tidak banyak, tetapi yang 55:28 dicatat Alquran seperti itu. Ya, 55:30 misalkan 55:31 periode Nabi Sulaiman menjadi raja 55:34 itu berapa 45 tahun. Sebelumnya kayak 55:36 apa? 55:37 Dan setelahnya jadi kayak apa Bani 55:39 Israel? 55:40 Tidak ada dalam sejarah, ya. Ribuan 55:42 tahun setelah itu enggak dikenal, ya. 55:45 Ya, kemudian Islam juga begitu. 55:47 He eh. 55:47 Nah, 55:48 700 tahun pertama, 55:50 ya, kalau kita lihat Baghdad 1258 55:54 Masehi jatuh. 55:55 Nah, sekarang sampai sekarang belum 55:57 bangkit-bangkitnya. 55:58 Nah, 56:00 kita lihat bahwa seperti itu. Tapi bukan 56:02 berarti bahwa 56:03 yang benar itu apa namanya yang salah 56:06 itu benar gitu loh dalam pengertian ini. 56:08 Tapi yang yang yang yang benar itu bisa 56:11 kalah, ya. 56:12 Nah, 56:13 hukumnya kan 56:15 al haqqu bila nidzamin yaghlibu al 56:17 bathilu binidzamin. 56:19 Kebenaran 56:21 tapi tidak diatur dengan baik akan 56:23 dikalahkan oleh kebatilan yang diatur 56:24 dengan baik. Ya, seperti itulah. 56:27 Ya, itu tidak menunjukkan apa-apa bahwa 56:30 apa namanya al Islam ya'lu wala yu'la 56:32 itu itu sudah menjadi apa namanya sudah 56:34 menjadi kebenaran. 56:35 Bahwa konsep dalam pengertian konsep 56:37 dalam pengertian ajaran Islam itu luhur 56:40 tidak ada yang lebih luhur daripada 56:42 Islam. 56:43 Tapi sebagai seorang muslim, ya, kalah 56:45 dari orang kafir itu itu 56:47 sangat terjadi, sangat mungkin terjadi, 56:49 ya. 56:51 Baik, Pak Ustaz, ini itu menjadi 56:52 pertanyaan terakhir yang bisa kita 56:54 jawab. Mohon maaf eh 56:55 pertanyaan-pertanyaan lain yang tidak 56:57 sempat terjawab. Sebagai penutup, Pak 56:58 Ustaz, dari pembahasan kita. 57:00 Terima kasih, Mas Angga. Jadi, 57:02 eh topiknya pada hari ini agak agak 57:04 berat ya karena 57:06 Mas Angga memberikan topik bahwa apa 57:09 namanya 57:10 ilmu ekonomi yang atau ilmu ekonomi yang 57:13 didasarkan pada agama itu enggak punya 57:16 masa depan. Padahal kalau kita eh cek 57:18 dengan baik bahwa tidak ada masa depan 57:21 agama yang 57:22 terang kecuali Islam. Al mustaqbalu al 57:24 mustaqbalu li ad din. 57:27 Masa depan eh isme atau paham apapun 57:30 kalau dilihat kita kaitkan dengan Islam, 57:33 maka yang lainnya itu tidak masa depan. 57:35 Ini hanya sekonyong-konyong menang, 57:37 sebentar-sebentar menang, tapi tidak 57:39 akan kekal. 57:41 Kan, karena yang memberikan manfaat 57:43 kepada manusia hanya Islam dan 57:45 hanya Islamlah yang punya masa depan. 57:47 Oleh karena itu, jika ekonomi ini 57:49 didasarkan pada ajaran Islam, maka dia 57:52 akan kekal 57:53 sekekal agama Islam itu sendiri. Jika 57:57 Islam is our future, then Islamic is 58:02 also our future. 58:05 Ya, kita lihat. Jika Islam adalah masa 58:06 depan, maka ekonomi Islam adalah masa 58:08 depan kita. Dan tidak ada yang lain, ya. 58:11 Setelah itu kita akan runtuh dunia ini 58:14 menjadi kiamat, ya, 58:15 ke alam yang berbeda. Tapi, kita sangat 58:18 yakin sebelum itu terjadi, Islam akan 58:21 memimpin dunia dan ekonomi Islam akan 58:23 memimpin ekonomi dunia. 58:25 Saya kira itu, ya. 58:26 Baik. Terima kasih banyak, Pak Ustaz, 58:28 atas ilmunya dan juga waktunya. 58:31 Eh, Ikhwan Akhwat, demikianlah kajian 58:32 ekonomi Islam edisi hari ini. Semoga apa 58:35 yang disampaikan oleh Ustaz Ikhwan Basri 58:37 dapat bermanfaat bagi kita semua. Mohon 58:40 maaf atas segala kesalahan kata. Kami 58:42 undur diri. Billahi taufiq wal hidayah. 58:44 Subhanakallahumma wa bihamdika. Asyhadu 58:46 alla ilaha illa anta. Astaghfiruka wa 58:48 atubu ilaik. Assalamualaikum 58:50 warahmatullahi wabarakatuh.