Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:08 [musik] 0:11 Bismillahirrahmanirrahim. 0:13 Asalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang disayang 0:18 Allah subhanahu wa taala. Syukur 0:20 alhamdulillah di Jumat yang penuh berkah 0:23 ini kita dipertemukan dalam acara dari 0:27 Radio Silaturahim yang mudah-mudahan 0:30 akan membuat kita para akhwat mampu 0:35 melangkah ke depan dengan jauh lebih 0:38 mantap karena kita tahu apa yang harus 0:40 kita lakukan dan apa yang sebaiknya 0:42 tidak kita lakukan di fikih wanita yang 0:45 hadir setiap hari Jumat ini. Kami 0:48 berharap kita para wanita, para akhwat 0:52 sekali lagi lebih mampu untuk 0:54 menempatkan diri sebagai hamba Allah 0:57 yang layak mendapatkan rida dan 1:00 ampunannya. Tidak lupa salam selawat 1:03 kepada kekasih kita bersama Rasulullah 1:06 sallallahu alaihi wasallam yang 1:08 merupakan penghulu umat juga untuk 1:12 keluarga dan kerabatnya. Siang ini 1:14 seperti biasa Ustazah Herlini Amran 1:17 sudah siap di ruang dengar dan ruang 1:21 Anda untuk bisa menyaksikannya juga di 1:23 YouTube. Asalamualaikum warahmatullahi 1:25 wabarakatuh, Ustazah. 1:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:29 wabarakatuh. Sehat, Mulin? 1:31 Sehat. Alhamdulillah. 1:33 senang sekali enggak berhalangan hadir. 1:36 Jadi bukan siaran ulang yang dimunculkan 1:40 karena kami terus terang ingin tahu 1:43 banyak tentang bagaimana sebagai wanita 1:46 ini kita menempatkan diri. Apalagi di 1:49 zaman seperti sekarang nih, Ustazah, 1:51 stres itu menjadi nama tengah kita 1:53 semua. Nuning stres purnamaning sih ya. 1:57 Herlini stres Amran gitu. [tertawa] 2:00 Jadi kalau ini jadi bahasan keren nih, 2:03 Ustazah. 2:04 Iya. Iya, Mak. 2:06 Jadi tepatnya siang ini bagaimana 2:10 mengatasi 2:11 stres 2:13 tentu secara islami. I 2:16 baik silakan Ustazah. 2:18 Baik terima kasih. Jazakillah Mbak 2:20 Nuning. Bismillahirrahmanirrahim. 2:22 Alhamdulillah. Alhamdulillah. 2:31 Allahumma shi ala sayidina Muhammad waa 2:34 ali sayidina Muhammad kama shita ala 2:36 sayidina Ibrahim waa ali sayidina 2:38 Ibrahim. Mudah-mudahan kita di Jumat 2:41 yang penuh keberkahan ini Allah 2:43 melimpahkan kita kenikmatan iman, 2:46 kenikmatan Islam, kenikmatan Quran 2:49 sehingga kita mampu menghadapi semua 2:52 bentuk cobaan yang mendera kita. Yang 2:55 namanya hidup di dunia pasti penuh 2:57 dengan cobaan dan ujian. Tema kita 3:00 mengatasi stres dalam kehidupan. Ya, 3:03 memang saat apalagi saat ini sejak COVID 3:07 ya banyak sekali terjadi 3:09 perubahan-perubahan dalam kehidupan dan 3:12 tentu saja pertama kita mendapatkan 3:15 perubahan tersebut mungkin kaget ya ee 3:19 apa terkejut ya apalagi sampai ada hal 3:22 yang sangat besar dalam kehidupan kita. 3:24 Kita dipisahkan dengan orang yang kita 3:26 cintai barangkali. Nah, di sini kita ee 3:30 membahas sedikit ya tentang bagaimana 3:32 mengatasi stres dalam kehidupan. 3:35 Ee sebelum pembahasan lebih lanjut, saya 3:38 ingin sedikit aja ya menjelaskan ee 3:41 pengertian stres itu ya. Karena sudah 3:43 menjadi bahasa kita, bahasa Indonesia. 3:46 Stres itu kan suatu bentuk tanggapan 3:48 atau respon seseorang baik secara fisik 3:52 maupun mental terhadap suatu perubahan 3:55 di lingkungannya yang dirasa mengganggu. 3:57 dan mengakibatkan dirinya terancam. Ya, 3:59 itu ya itu jadi stres. Jadi, sesuatu 4:01 yang ee respon dari diri kita ya, baik 4:05 fisik ataupun mental. Nah, ee saya ingin 4:08 membahas lebih awal lagi ya, lebih dasar 4:11 lagi bahwa semua manusia yang Allah 4:15 ciptakan itu tujuan penciptaannya itu 4:18 adalah sebagaimana dalam Al-Qur'an. W 4:20 khalaqtul jinna wal insa illa 4:23 liya'budun. Jadi memang Allah 4:25 menciptakan manusia itu memang untuk 4:28 mengabdi kepada Allah, beribadah 4:30 kepadanya. Jadi fungsi kehidupan manusia 4:33 di dunia ini ya dengan segala macam 4:36 aneka rupa permasalahan di dalamnya yang 4:39 namanya orang hidup pasti ada masalah 4:42 itu fungsi kehidupan manusia itu adalah 4:43 sebagai khalifah yaitu membangun dan 4:47 mengelola segala potensi alam sesuai 4:50 dengan kehendak Allah. Nah, jadi 4:52 kedudukan yang dipegang dan ee peranan 4:55 yang dimainkan ee ee oleh manusia ini 4:59 nantinya akan dipertanggungjawabkan di 5:02 hadapan Allah, akan dinilai, akan 5:04 diperhitungkan. Jadi, semua peranan kita 5:08 itu akan mendapatkan ee penilaian dan 5:10 akan mendapatkan balasan ya. Apakah 5:12 balasannya baik atau balasannya buruk 5:15 sesuai dengan ee peran yang telah kita 5:17 jalankan ya. Nah, tentu saja ee manusia 5:21 yang mendapatkan yang buruk tentu akan 5:23 merasakan kesengsaraan, ya, merasakan 5:26 kerugian, penyesalan tentu saja dan 5:28 manusia yang memperoleh balasan yang 5:30 baik pasti akan merasakan kebahagiaan. 5:32 Jadi ee fungsi manusia dalam kehidupan 5:35 ini ya hanya menjalankan peranan peranan 5:37 yang sebaik-baik peranan yang telah 5:40 Allah e berikan kepada kita. Nah, tentu 5:43 Allah telah menciptakan kita tentu saja 5:45 dengan semua bekal ya. kita makhluk yang 5:47 paling mulia, yang paling bertakwa. Jadi 5:49 jelas Allah menciptakan manusia itu 5:52 dengan sebaik-baik bentuk, sebaik-baik 5:54 rupa. Dan manusia itu memiliki ee tiga 5:57 unsur ya. Manusia itu memiliki tiga 6:00 unsur ee yang ee masing-masing unsur ini 6:04 ee perlu asupan, perlu makan ya. Jadi 6:07 kalau Allah menciptakan manusia itu kan 6:09 ada ee manusia itu kan terdiri dari 6:11 jasad dan roh ya. Ee jadi ee jasad dan 6:15 ruh. Jadi ee paling tidak itu ada akal 6:17 ya. Jadi tiga unsur yang dimiliki oleh 6:19 manusia 6:23 ada jasad, ada ruh. Nah, selama ini kita 6:27 sebagai manusia yang Allah ciptakan itu 6:30 ee diakui atau tidak diakui ini tiga 6:34 tiga unsur ini ya. Akal, ruh, dan jasad. 6:37 Itu yang banyak kita beri asupan makanan 6:39 itu biasanya apa? Jasad, fisik. Selama 6:43 ini kan asupan yang kita perhatikan 6:46 kepada ee anak kita itu ibu-ibu ya. Kita 6:49 sebagai ibu pasti yang utama tuh pasti 6:51 makanan. Padahal manusia itu terdiri 6:54 dari tiga unsur. Ada akal, ada jasad, 6:57 dan ruh. Nah, asupan ee yang selama ini 7:01 diperhatikan itu lebih banyak kepada 7:03 jasad apa ee makanan aja ya, makanan, 7:06 minuman ya. Jadi kalau kita lihat 7:08 semuanya tuh butuh makanan, butuh 7:11 asupan. Akal. 7:13 itu asupannya itu agar fungsinya optimal 7:15 itu kalau tidak dipenuhi itu akan 7:18 menjadi disfungsi ya enggak enggak 7:20 enggak ini enggak berfungsi lagi akalnya 7:22 banyak ya misalnya banyak berpikir 7:25 banyak membaca update status 7:27 memperbanyak informasi memperbanyak 7:30 mendengarkan atau membaca ya ee 7:33 nilai-nilai keislaman, bekal-bekal 7:35 keilmuan ya itu fungsinya ee asupan ee 7:38 makanan yang bergizi untuk akal ya. 7:41 banyak mendengarkan ee ee ceramah ee 7:44 ilmu-ilmu tentang keislaman. Jadi, akal 7:46 kita butuh makanan. Kalau ada orang yang 7:49 akalnya tidak dipakai untuk berpikir itu 7:52 suka lola ya, loading lambat gitu, 7:55 loadingnya lama ya. Nah, ternyata memang 7:57 mungkin asupan untuk akalnya itu ee 7:59 tidak diberikan sesuai dengan 8:01 kebutuhannya. Begitu juga jasad kita. 8:04 Selama ini kita hanya banyak memberikan 8:06 perhatian jasad ya. Nah, asupan ee untuk 8:09 jasad kita itu makanan itu ya makanan 8:12 dan minuman. Nah, kalau makanan 8:14 minumannya tidak bergizi saja itu badan 8:16 jadi obesitas atau mungkin ee banyak 8:19 penyakit ya. Nah, itu pun harus dipilih. 8:22 Nah, asupan untuk jasad ini kalau tidak 8:24 dipenuhi badan kita akan lemas pasti 8:27 sakit. Mungkin kalaknya pening, matanya 8:30 berkunang-kunang, pusing, lama-lama bisa 8:32 pingsan. Tuh kalau asupan jasad tidak di 8:36 ee penuhi. Nah, bagian yang terpenting 8:39 dari diri manusia itu di antara jasad 8:43 dan tadi ee akal tadi itu adalah roh. 8:47 Roh inilah yang menghubungkan dengan 8:49 Allah sebagai kekuatan. Ruh itu kan 8:52 berasal dari Allah yang ditiupkan kepada 8:54 manusia ya. Maka ruh inilah yang menjadi 8:58 asupan ee lewat ibadah, lewat tausiah, 9:01 duduk di majelis taklim. Jadi ee tadi 9:04 ilmu ya hanya untuk kepentingan akh tapi 9:06 roh inilah yang mencernanya. Roh inilah 9:09 yang akan menjadi pribadi yang kokoh, 9:11 yang kuat. Roh inilah yang akan mampu 9:14 bertahan sebesar apapun ee musibah, 9:18 ujian, cobaan yang menimpa. Jadi, asupan 9:21 roh ini sangat penting sekali ya agar 9:23 manusia itu menjadi pribadi yang kuat, 9:25 yang kokoh, tangguh, tahan terhadap 9:27 segala ujian dan cobaan sebesar apapun 9:30 ujian dan cobaan ya. Sebab banyak orang 9:33 ee banyak misalnya gini ee orang yang 9:36 asupan fisiknya berlebih tapi asupan 9:38 ruhnya tuh sangat sulit dipenuhi. Maka 9:41 kita lihat orang itu jiwanya lemah 9:43 walaupun fisiknya kuat ya. Walaupun dia 9:46 ee apa secara fisik kuat tapi ketika 9:49 asupan rohnya itu tidak diberikan itu 9:51 jiwanya lemah ya. Ee makanya kita lihat 9:54 ya orang-orang yang bunuh diri itu kan 9:56 kadang-kadang fisiknya kuat keker gitu 9:59 ya. Tapi karena lemah rohnya maka dia 10:01 tidak tahan terhadap berbagai macam 10:03 cobaan. Nah, walaupun fisik kelihatannya 10:06 kuat, tapi kalau jiwanya lemah dan 10:08 mereka lupa memberikan asupan pada 10:10 rohnya, itu akhirnya mereka tidak akan 10:12 mampu bersaing dengan 10:13 tantangan-tantangan yang ada. ya. Maka 10:16 kalau kita lihat contohnya misalnya yang 10:17 ditakuti oleh Yahudi Zionis ya di 10:20 Palestina dulunya itu Syekh Ahmad Yasin 10:22 ya kan beliau itu kan lumpuh ya yang ada 10:24 kepalanya aja yang apa yang bagian 10:26 kepala ke atas saja yang normal itu 10:29 badannya yang lumpuh aja ditakuti 10:31 makanya sampai di apa namanya dibunuh ya 10:34 oleh ee Zionis Yahudi. Kenapa? Karena 10:36 dia punya kekuatan roh ya. Ada kekuatan 10:38 yang tidak tampak ya. Jadi orang yang ee 10:42 tidak memiliki roh yang kuat. Nah, 10:44 inilah orang-orang yang rentan dengan 10:46 stres, orang yang lemah ya ee yang ee 10:50 secara ruhnya itu yang berdampak 10:53 [tertawa] berefek kepada fisiknya. 10:56 Jadi itulah ee sebabnya Ibnu ee Ibnu 10:59 Qayyim ya itu mengatakan [berdehem] ya 11:01 bahwa tidak semua penyakit fisik 11:04 disebabkan oleh gejala fisik, bisa juga 11:08 dari ruh. Jadi orang yang sakit fisiknya 11:11 itu bisa disebabkan karena cemas ya. 11:13 Nah, kalau kebutuhan ruhnya tidak 11:15 terpenuhi ya paling yang dia penuhi itu 11:17 adalah kebutuhan ee fisiknya, makan dan 11:20 minum, makan dan minum. Jadi, kebutuhan 11:22 ruhnya itu ee tidak ini akan muncul 11:25 masalah di situ ya. Akan muncul ee 11:28 pribadi yang lemah, tidak tahan banting, 11:31 cepat berputus asa, akhirnya stres 11:34 lama-lama ya begitu ya nauzubillah ya, 11:36 bunuh diri itu karena rohnya lemah. Nah, 11:39 sebaliknya ada orang yang rohnya kuat ya 11:42 diberi asupan ruh ya ya dengan qiam 11:44 mulai tadi ya dengan ee baca Quran, 11:47 dengan mendengarkan kajian-kajian ya 11:49 ruhnya kuat walaupun fisiknya lemah. 11:51 Maka kita lihat orang yang saum ya, 11:53 orang yang puasa ya itu kan asupan ee 11:56 makanan fisiknya kan kurang tapi ee 11:59 dengan rohnya yang kuat itu ee dirinya 12:03 itu langsung ee menuju Allah ya. Artinya 12:06 merasa dekat dengan Allah ee walaupun 12:09 makanannya kurang, fisiknya kurang. Nah, 12:11 ini dia akan menjadi pribadi yang kuat. 12:14 Jadi, antara makanan yang berlebihan 12:16 dengan mengosongkan perut itu menjadi 12:18 sebuah pembeda. Mana yang dekat dengan 12:21 Allah, mana yang tidak. Ah, itulah 12:23 bedanya dengan hewan ya. Hewan atau 12:25 binatang tu kan ee tidak punya asupan 12:27 ruhi. Dia hanya asupan jasad saja. Nah, 12:31 inilah yang ee membedakan orang yang 12:35 memberikan ee keseimbangan kebutuhan ya 12:38 antara ruh, akal, dan jasad. Jadi, kita 12:41 sebagai hamba Allah apalagi terutama 12:43 ibu-ibu ya yang rentan sekali ee ditimpa 12:46 stres ya dengan berbagai macam ujian dan 12:48 cobaan itu perlu menyeimbangkan 12:51 kebutuhan makanan rohnya, makanan akal 12:55 atau jasadnya itu perlu. Paling tidak 12:57 kekuatan roh itu luar biasa ya. Nah, 13:00 jadi ee pendengar yang dirahmati Allah, 13:04 ketika kita menghadapi kehidupan ini, 13:07 kita paham tadi kan kita sudah mencoba 13:09 ya menyicipi hidangan rohi, hidangan 13:13 akli ya. Kita paham bahwa hidup di dunia 13:15 ini adalah ujian ya. Tidak luput dari 13:18 berbagai cobaan, kesusahan ataupun 13:21 kesenangan yang namanya hidup ya. 13:29 Allah yang menciptakan hidup, 13:31 menciptakan mati. Ee Allah itu ingin 13:34 menguji kita semua di antara kita tuh 13:36 mana yang ahsanu amala, yang paling baik 13:40 amalnya. Jadi memang ee hidup itu memang 13:43 ujian dan setiap manusia itu pasti akan 13:45 diuji siapapun dia. 13:55 Jadi pasti itu ya pasti Allah akan 13:57 berikan cobaan kepada kita. Enggak hanya 13:59 orang-orang beriman, orang-orang Islam 14:01 saja, seluruh manusia itu akan diuji. 14:05 Ya, diuji dengan kelaparan, [tertawa] 14:07 ketakutan, kekurangan ee harta ya, PHK, 14:11 kekurang susah ee mencari ee nafkah ya, 14:15 atau mungkin kehilangan orang yang kita 14:18 cintai. Itu semua pasti diuji. Apalagi 14:21 dalam kondisi ee pandemi saat ini ya, 14:23 banyak sekali ujian-ujian yang telah 14:26 diderita oleh saudara-saudara kita. 14:28 Mungkin kita juga ya yang di PHK yang 14:32 income-nya berkurang, banyak sekali yang 14:34 sakit. Nah, itu semua adalah ujian dari 14:36 Allah. Nah, alladina idza asobathum 14:40 musibah qolu inna lillahi wa inna ilaihi 14:43 rojiun. Jadi orang-orang yang apabila 14:45 ditimpa musibah dan ujian itu mereka 14:48 mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi 14:52 rjiun. Jadi ini menarik nih ya kata-kata 14:57 inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. 15:00 Bahwa kami ini adalah ee milik Allah dan 15:04 kami akan kembali kepada Allah. Ini 15:07 kalimat-kalimat yang ee luar biasa ya. 15:10 Itu adalah bentuk dari keimanan ya. 15:13 Bagaimana ee keimanan kepada Allah ya. 15:16 Jadi kalau kita ee sebagai hamba Allah 15:19 ee benar-benar menyadari bahwa kita ini 15:22 adalah milik Allah dan akan kembali 15:25 kepadanya, pasti kita akan terhibur 15:26 dengan kalimat ini. Ini adalah kalimat 15:29 keimanan. Innalillah wa inna ilaihi 15:32 rojiun. Innalillahi wa inna ilaihi 15:35 rojiun. Itu kalimat keimanan. Kalimat 15:37 yang seakan-akan ini adalah hiburan 15:40 ketika kita ditimpa musibah. Ini disebut 15:42 kalimat istirja. Jadi kalimat istirja 15:45 ini merupakan penyembuh dan obat paling 15:48 mujarab ya bagi orang yang sedang 15:51 tertimpa musibah ya. Ini ee Ibnu Qayyim 15:53 Aljauziyah mengatakan seperti itu. Ini 15:55 kalimat mujarab. Nah, Allah memberikan 15:58 manfaat baik dalam waktu dekat maupun 16:00 dalam waktu yang ee akan datang. Jadi, 16:03 [berdehem] kalimat ini, kalimat istirja 16:05 ini adalah memuat dua prinsip yang 16:09 sangat agung ya. Jika ee seseorang mampu 16:12 merealisasikan dan memahami kedua 16:14 prinsip ini, maka dia pasti akan 16:16 terhibur ya ketika ditimpa musibah. Jadi 16:19 tidak hanya sekedar ucapan aja ya 16:21 innillahi wa inna ilaihi rjiun. Enggak. 16:22 Itu ada kalimat keimanan. Sama seperti 16:25 kalau saya bandingkan ya dengan kalimat 16:28 syahadat. 16:29 Kalimat syahadat itu kan kalimat pintu 16:31 gerbang masuk Islam. Nah, apakah semua 16:33 orang yang mengucapkan syahadat otomatis 16:35 dia masuk Islam? Belum tentu ya. Kita 16:38 lihat m misalnya kita punya tetangga 16:39 nonmuslim setiap hari dia dengar azan 16:42 ya, dia hafal kalimat syahadat ya. Terus 16:44 dia datang kepada kita, "Eh, saya hafal 16:45 dong ee syahadat orang Islam. Asyhadu 16:48 alla ilahaillallah wa asyhadu anna 16:50 muhammadar rasulullah." Apakah dia 16:52 otomatis masuk Islam? Belum tentu. Itu 16:54 kan hanya ucapan. Begitu juga kalimat 16:56 istirja ini. Kalimat istirja ini kalau 16:59 hanya diucapkan begitu saja tanpa ada 17:02 keimanan yang mengiringinya, itu hanya 17:04 ucapan begitu saja. enggak ada maknanya. 17:07 Kalimat itu mesti dipahami, mesti 17:09 dihayati, dan mesti ee direnungi 17:13 maknanya. Jadi kalau kalimat istirja ini 17:16 innillahi wa inna ilaihi rojiun ini itu 17:20 ee memiliki dua prinsip pokok ya. 17:23 Pertama bahwasanya innalillahi 17:26 bahwanya manusia, keluarga dan harta itu 17:29 hakikatnya milik Allah. Innalillahi 17:33 milik Allah semuanya. tidak lebih hanya 17:35 sebagai pinjaman semuanya itu hanya 17:37 titipan. Sehingga jika Allah 17:39 mengambilnya dari seseorang, apapun yang 17:42 dia titipkan itu, maka dia ibarat 17:44 seorang pemilik barang yang sedang 17:46 mengambil ee dari peminjamnya. Kita ini 17:48 kan hanya meminjam. Jadi manusia itu 17:50 juga begitu, tidak punya apa-apa ya. 17:53 Ketika lahir itu tidak memiliki apa-apa. 17:56 Setelahnya ketika meninggal pun tidak 17:58 memiliki apa-apa. Jadi segala sesuatu 18:00 yang dimiliki oleh manusia itu, oleh 18:03 seorang hamba itu tidak lebih hanya 18:05 seperti barang pinjaman atau titipan 18:07 yang bersifat sementara. Seorang hamba 18:10 juga bukan yang telah bukanlah yang dia 18:13 menjadikan dirinya memiliki sesuatu, 18:15 enggak punya apa-apa. Semuanya anak 18:18 kita, suami kita, harta kita, semua yang 18:21 kita miliki itu hanya titipan. Suatu 18:23 saat pasti Allah akan mengambilnya. Ya. 18:27 Jadi, kita tidak bisa ee mempertahankan 18:29 ee bukan hal yang bukan milik kita. 18:32 Pasti semuanya akan kembali kepada 18:34 pemiliknya yaitu Allah. Semuanya itu 18:36 akan lenyap, semuanya itu akan ee 18:38 binasa. Dan ee manusia itu tidak mampu 18:41 menjadi ee menjadikan milik Allah tuh 18:43 menjadi miliknya yang terus abadi. 18:45 Enggak bisa. Sesayang apapun kita kepada 18:48 anak kita ya, kepada keluarga kita, 18:51 kepada pasangan hidup kita ya, suatu 18:53 saat nanti pasti akan diambil oleh 18:56 Allah. Kalaupun tidak sekarang nanti 18:58 pasti akan terjadi. Maka kita harus 19:00 bersiap-siap. Nah, kalau yang sudah 19:02 diambil ya innalillahi semuanya milik 19:05 Allah. apapun usaha manusia itu tidak 19:08 akan mampu untuk menjadikan miliknya itu 19:10 menjadi kekal abadi, tidak akan mampu 19:12 menjadikan dirinya sebagai pemilik 19:14 hakiki. Enggak akan mampu, ya. Dan 19:17 seseorang itu harus membelanjakan 19:19 miliknya berdasarkan perintah 19:21 pemiliknya. Jadi artinya kita perlakukan 19:24 apa yang telah menjadi titipan kita yang 19:26 dititipkan oleh Allah itu perlu di ee 19:31 sesuaikan dengan apa yang dikehendaki 19:32 oleh pemiliknya. Ya, kita perhatikan apa 19:35 [berdehem] perintahnya, perhatikan apa 19:37 larangannya, bagaimana kita 19:39 memperlakukannya, bagaimana kita 19:41 membelanjakannya. Karena memang bukan 19:42 milik kita kan titipan aja. Allah yang 19:45 sang pemiliklah yang berhak untuk 19:47 mengaturnya. Kita enggak berhak untuk 19:49 mengaturnya. ketika dititipkan kepada 19:51 kita ya kita sesuaikan dengan pesan dari 19:54 pemilik itu ya pemilik yang hakiki maka 19:58 semuanya itu inn lillahi kita ini adalah 20:02 milik Allah itu yang pertama jadi 20:05 menyadari menginsaf memahami bahwa semua 20:09 yang ada pada kita bukan milik kita 20:12 suatu saat pasti akan diambil olehnya 20:14 tunggu waktu saja yang kedua, wa inna 20:19 ilaihi 20:20 Dan kita akan kembali kepadanya bahwa 20:24 kesudahan dan tempat kembali seorang 20:26 hamba itu adalah kepada Allah pemilik 20:28 yang hak. Ya, seseorang sudah pasti akan 20:31 meninggalkan dunia ini, pasti akan 20:33 menghadap Allah ya. Mau 20:35 sendiri-sendiriah atau mungkin bareng 20:37 dengan yang lain mungkin terjadi 20:39 peristiwa kecelakaan atau apa ya paling 20:41 tidak pasti semuanya akan kembali kepada 20:43 Allah ya. Ketika diciptakan pertama kali 20:46 kan kita sendiri-sendiri ya, tidak 20:47 memiliki harta. tidak membawa keluarga, 20:50 tidak ada anak, tidak ada istri, kita 20:53 lahir sendiri. Ya, begitu juga ketika 20:55 kita menghadap kepada Allah, pasti kita 20:58 akan menghadap sendiri. [berdehem] 20:59 Kita hanya membawa amal kebaikan atau 21:02 amal keburukan. Nah, jika awal mula dan 21:05 kesudahan seseorang hamba adalah seperti 21:08 itu, maka bagaimana kita bisa bangga ya, 21:11 berbangga-bangga, bersombong-sombong 21:13 dengan apa yang kita miliki. Enggak ada 21:17 hak kita untuk berbangga-bangga. 21:19 Bagaimana kita harus mempertahankan hak 21:21 kita? Enggak ada. Semuanya tuh akan 21:22 punah. Kita akan kembali kepada Allah. 21:24 Yang kita pikirkan adalah bagaimana 21:27 saatnya kita akan kembali kepada Allah, 21:30 bekal apa yang harus kita bawa. Jadi 21:33 beginilah ee kehidupan ini ya. Jadi 21:35 itulah kalimat istirja. Kalimat istirja 21:37 yang luar biasa. Kalimat-kalimat yang 21:40 mampu menghibur kita. Inna lillahi wa 21:44 inna ilaihi rojiun. Nah, jadi manusia 21:46 itu akan diuji oleh Allah. Pasti akan 21:48 diuji semuanya. Ya, apakah itu alkhauf? 21:51 Ya, wabakum 21:53 bisai minal khauf. Khauf itu artinya 21:55 ketakutan. Ketakutan di situ maksudnya 21:58 adalah ee krisis yang menimpa kejiwaan. 22:01 ya. Misalnya apakah itu karena depresi, 22:05 stres, kan ketakutan ya. Jadi kita akan 22:07 diuji oleh Allah dengan sesuatu yang 22:09 bersifat ee apa namanya? ketakutan ya. 22:12 Apakah gangguan kecemasan ya itu wajar 22:16 ya karena memang itulah ujian manusia 22:19 dalam kehidupan ini. Pasti akan diuji 22:21 dengan ketakutan. Begitu juga alju walju 22:25 yaitu kelaparan ya. Jadi ini krisis yang 22:27 menimpa fisik ya. Ya, bisa juga sakit, 22:31 bisa juga ya artinya yang menimpa fisik 22:33 apapun itu juga adalah bagian dari ujian 22:36 hidup dan juga wqsim minal amwal 22:39 kekurangan harta ya kekurangan harta 22:42 misalnya terlilit hutang, PHK, hidup 22:46 susah, pokoknya masa ekonomi ya itu juga 22:48 bagian dari ujian yang menimpa manusia 22:51 juga. Alanfus wqsi minal amwali walus. 22:55 Kekurangan jiwa itu seperti kehilangan 22:57 keluarga ya. Nah, bisa juga di sini ee 23:00 terjadi 23:02 ee kesalahpahaman dalam rumah tangga ya, 23:04 percekcokan dan segala macam ya. Ada 23:07 jiwa kita yang hilang ya ketika terjadi 23:09 ee perceraian ya. Atau misalnya 23:13 atamarot, kekurangan buah-buahan. 23:14 Maksudnya krisis yang menimpa usaha ya. 23:17 Mungkin gagal panen atau rugi dalam jual 23:19 beli dan sebagainya. Nah, inilah bentuk 23:22 ujian yang menimpa manusia yang pasti 23:24 akan dialaminya. Namanya hidup itu pasti 23:27 penuh dengan ujian. Tapi ujian ini akan 23:29 sukses kalau berhasil ee menyikapinya 23:34 dengan tadi ya kalimat istirja tadi. 23:36 Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Jadi 23:40 setiap manusia itu pasti akan diuji. 23:41 Enggak ada manusia yang tidak diuji. 23:43 Seluruhnya pasti punya ujian tapi bentuk 23:45 ujiannya itu berbeda-beda. Masalahnya 23:48 stres kah gitu ya. Nah tadi stres itu 23:50 kan tadi sudah dijelaskan ya bagaimana 23:53 ee respon dari diri kita. Orang yang 23:55 beriman pasti kembalikan kepada Allah 23:57 ya. 24:03 Inna lillahi wa inna ilaihiun. Jadi 24:06 inilah hal-hal yang menimpa hidup kita. 24:09 Itu keniscayaan ya. Ujian itu pasti. 24:12 Stres itu apakah stres itu? Bagaimana 24:14 mengelolanya ya. Nah, sekarang kita 24:17 lihat ya. ee cobaan yang paling berat 24:20 yang dialami itu ee biasanya adalah 24:24 asyadul bala itu adalah para anbiya, 24:26 para nabi. Kita lihat contoh ya misalnya 24:29 Nabi Ayub Alaih Salam ya seperti dalam 24:32 surah Al-Anbiya ayat 8384 [berdehem] ya. 24:35 Stres enggak Nabi Ayub? Coba lihat ya. 24:41 Kita tahu Nabi Ayub ya, beliau itu 24:44 selama ee bertahun-tahun bahkan sampai 24:47 ada yang menyebutkan belasan tahun ya 24:50 itu beliau ee anaknya meninggal semua, 24:53 hartanya habis, dirinya pun sakit. 24:57 Dirinya pun sakit itu seluruh dirinya 24:59 itu sakit semua sakit. yang ee dalam 25:01 sejarah disebutkan yang sehat itu hanya 25:04 dua, yaitu hati dan lisannya saja. 25:07 Seluruh tubuhnya itu menderita kesakitan 25:10 semua. Kita biasa bayangkan ya, itu 25:12 seakan-akan ujian berlapis-lapis ujian, 25:15 musibah berlapis-lapis musibah. Anak 25:17 meninggal saja satu, kita sudah 25:19 merasakan kehilangan tuh yang luar biasa 25:21 ya. Bertahun-tahun kita sedih, menangis, 25:24 itu baru satu anak. Kalau anak banyak 25:26 diambil Allah sekaligus, itu sedihnya 25:29 tuh luar biasa. Tidak hanya itu. 25:32 Kemudian yang terjadi apa? Hartanya pun 25:34 habis. Ya, sekarang juga kalau kita 25:36 lihat di masa pandemi ini ya ee orang 25:39 yang banyak hartanya kaya bisa jatuh 25:41 miskin karena sakit ya. Nah, jadi Nabi 25:43 Ayub pun juga begitu. Sakit itu kan 25:46 menyebabkan orang jadi jatuh miskin kan 25:48 karena berobat itu kan mahal ya. Nah, 25:50 Nabi Ayub sendiri kita lihat bagaimana 25:52 anaknya semuanya meninggal, hartanya 25:55 semuanya habis. Itu kan luar biasa ya 25:57 penderitaan. Mungkin kalau sebagian 25:59 orang, "Udahlah ambil aja hartaku, 26:00 enggak apa-apa yang penting anakku 26:02 hidup." Ya, tapi Nabi Ayub tidak. 26:04 Semuanya diambil. Tidak cukup sampai di 26:06 situ. Dirinya pun sakit. Dirinya 26:09 menderita sakit bertahun-tahun lamanya. 26:12 Nah, ini Nabi Ayub stres enggak? Nabi 26:13 Ayub tidak kan? Kita lihat bahkan kita 26:15 lihat doanya yang diabadikan dalam surah 26:18 Al-Anbiya ayat 83 ini ya, 84 ini ya. 26:22 Ehbi eh kalau bahasa ininya doanya itu 26:27 anta arhamahimin. Ya Rabbku, ya Allah 26:31 sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit 26:33 dan engkau adalah Rabb yang maha 26:35 penyayang di antara semua penyayang. 26:37 Tidak kita dapatkan ee isi dari doa Nabi 26:41 Ayub ini minta kesembuhan. Sebagaimana 26:44 istrinya ee meminta, "Engkau kan seorang 26:46 nabi, engkau kan seorang yang taat. 26:49 Cobalah [berdehem] minta sehat, minta 26:50 sembuh kepada Allah. Nabi Ayub 26:52 mengatakan, "Rasanya aku enggak belum 26:56 belum apa namanya rasanya di mana 26:58 posisiku. Kayaknya enggak tahu diri 26:59 banget gitu ya kalau minta sembuh. 27:01 Sementara Allah telah banyak memberikan 27:03 kita karunia, nikmat dan kasih 27:05 sayangnya. Hanya beberapa tahun ini 27:07 kalau dihitung misalnya tahun itu 27:09 sekitar 17 atau 18 tahun. Tapi 27:11 berpuluh-puluh tahun Allah telah 27:13 memberikan kita nikmat anak ya karunia 27:16 harta kesehatan. Rasanya enggak sanggup 27:19 ya Nabi Ayub untuk meminta memohon 27:21 kesehatan. Tapi yang beliau sampaikan 27:23 kepada Allah ada kalimat yang indah. Rbi 27:26 anni masanat buru. Ya Rabb aku ini 27:29 ditimpa penyakit. Jadi hanya informasi 27:31 bersifat informasi dan Allah itu maha 27:33 tahu. Aku sakit loh ya Allah dan Engkau 27:36 adalah penyayang di antara semua 27:38 penyayang. Masyaallah ini Nabi Ayub. 27:40 Jadi yang namanya tidak kita temukan 27:43 yang namanya stres ini baru sakit satu 27:44 aja udah kayak enggak mau salat lagi, 27:46 enggak mau apa ya nauzubillahik. Tapi 27:48 beliau bertambah dekatnya kepada Allah. 27:51 Makau 27:56 yaumina. 28:03 Jadi Allah eh memberikan ya menjawab doa 28:06 Nabi Ayub ini. Kami perkenankan 28:09 seruannya lalu kami lenyapkan penyakit 28:12 yang ada padanya. Kami kembalikan 28:15 keluarganya kepadanya. Kami lipat 28:17 gandakan bilangan mereka. Jadi anaknya 28:19 juga lahir terus ya berturut-turut ya 28:21 sebagai suatu rahmat dari sisi kami dan 28:23 untuk menjadi peringatan bagi semua yang 28:26 menyembah Allah. Jadi ini contoh buat 28:29 kita ya. Artinya kita bisa mengatasi 28:32 stres sebesar apapun ujian cobaan yang 28:35 menimpa kita selama ruh kita itu 28:37 betul-betul diisi dengan ee optimal. 28:41 Sebagaimana Nabi Ayub tidak kurang rasa 28:43 syukurnya, tidak ada keluhannya, maka 28:45 Allah berikan 28:47 luar biasa ya akhir yang baik. Artinya 28:50 innamal usri yusro. Allah akan berikan 28:54 kemudahan [berdehem] 28:55 setelah mengalami banyak kesulitan. 28:57 Begitu itulah janji Allah. Jadi itu Nabi 28:59 Ayub Alaih Salam Allah berikan contoh 29:01 ya, bagaimana beliau mampu mengatasi 29:04 kondisi stres ya. Kalau manusia 29:06 mengatakan itu, "Wah, kalau enggak kuat 29:08 iman, wah stres banget itu ya. Anaknya 29:10 meninggal, hartanya habis, dirinya sakit 29:13 ya." Bahkan kita juga temukan ya 29:14 beberapa kasus ya saat ini orang yang 29:17 menderita sakit di rumah sakit karena 29:18 enggak kuat dengan cobaan sakit, dia 29:20 bunuh diri. Nauzubillah minzalik ya. 29:22 Nah, itu karena memang mungkin ruhnya 29:24 itu gersang ya. Tidak ada asupan gizi 29:26 rohnya. Mungkin tidak diberikan asupan 29:28 hanya fisiknya saja ya, asupan ee 29:31 dasarnya saja. Nah, kita bisa mencontoh 29:34 seperti itu ya. menjadi contoh kita atau 29:37 Ibunda Maryam alaih salam ya. Kita tahu 29:40 bagaimana ibunda Maryam ini itu kalau 29:43 kita renungi ya cobaan ujian beliau tuh 29:46 luar biasa tuh berat banget ya bagaimana 29:49 beliau yang beribadah kepada Allah yang 29:51 telah dinazarkan oleh ibundanya dalam 29:53 kandungan itu sudah dinazarkan ee apa 29:57 waqat Imron ya jadi istri Imran ini 30:00 ibunda eh Maryam ini ibunya ini kan 30:03 sudah menazarkan sejak dalam kandungan 30:05 itu luar biasa ya asupan rohnya itu 30:08 lebih besar itu Ya inni nadartuaka fiqni 30:11 muharqbal minni innaka antul alim. Jadi 30:15 sudah dinazarkan, aku nazarkan nanti 30:17 anak [berdehem] yang aku kandung ini 30:18 menjadi muhararan, orang yang hamba 30:20 Allah yang beribadah untuk ee apa ee 30:23 beribadah di Al-Quds, ya. Nah, kita 30:25 lihat bagaimana beliau beribadah di 30:28 mihrabnya. Ternyata Allah berikan ujian 30:31 yang sangat berat. Coba bayangkan ya, 30:33 seorang wanita yang suci, yang salihah, 30:37 yang beribadah kepada Allah, tiba-tiba 30:39 hamil. Bagaimana kondisinya? Ya sekarang 30:41 aja hamil ada bapaknya aja masih ini, 30:43 masih stres juga ya, enggak kuat nerima 30:46 apalagi tidak ada yang menghamilinya, 30:49 tahu-tahu hamil ya karena kekuasaan 30:51 Allah. Maka kita lihat bagaimana beliau 30:53 itu luar biasa ya cobaan penderitaannya 30:56 ya. Di mana orang-orang Yahudi pada saat 30:58 itu menuduh beliau itu berzina. Ya 31:00 Allah, hati itu ya luar biasa ya 31:03 penderitaan batin mentalnya tuh luar 31:05 biasa. Nah, ternyata beliau 31:11 apa yang beliau ucapkan kepada Allah 31:19 itu ya maksudnya di sini e beliau itu 31:21 berdoa kepada Allah, "Ya Rabb, aduha ya 31:24 Allah, alangkah baiknya aku mati sebelum 31:27 ini dan aku menjadi orang yang tidak 31:29 berarti lagi [berdehem] dilupakan." Jadi 31:31 sebenarnya keluhan ini adalah bentuk ee 31:34 rasa beliau berat sekali menanggung 31:36 beban itu ya. Ya Allah seandainya aku 31:38 enggak ada gitu ya. Itu itu ee kalau 31:41 dilihat dari kata stres itu itu 31:43 sepertinya itu kalimat menunjukkan ya 31:47 tanda kutip ya stres ya. Tapi beliau 31:49 mampu mengelolanya. Malaikat Jibril 31:52 kemudian menyeru kepadanya atas perintah 31:54 Allah dengan mengatakan ee 31:58 menyeru ya ala tahzani. Jangan sedih, 32:01 jangan berduka cita. Q jaaluki 32:05 eh eh saria. Jadi jangan kau sedih, 32:07 jangan berduka cita. Jadi bentuk sedih 32:09 ya kalau diartikan itu stres ya. Jadi 32:11 bagaimana mengatasi ada hiburan dari 32:13 Allah ya. Kamu itu ee enggak usah sedih. 32:17 Allah ee menjadikan di bawahmu tuh ada 32:19 anak sungai. Untuk kekuatanmu 32:21 goyangkanlah kurmanya. Coba lihat ya, 32:23 bagaimana beliau mengatasi kesedihannya 32:26 ini dengan ketawakalan yang tinggi 32:29 kepada Allah. Ketika Allah perintahkan, 32:32 "Goyangkanlah pohon kurma ini ya." Jadi 32:35 untuk memberikan kekuatan kepada beliau. 32:37 Padahal kita tahu ya, pohon kurma itu 32:39 sangat ee kokoh, enggak akan mungkin 32:42 bisa digoyangkan oleh seorang wanita 32:44 yang sedang hamil tua. Ya, orang 32:46 laki-laki kekar beberapa orang. 32:48 Laki-laki aja belum tentu bisa 32:49 menggoyangkan karena koknya. Tapi karena 32:52 kekuatan ketawakalannya kepada Allah, 32:54 ikhtiarnya. Dia tidak ingin 32:56 berlanjut-lanjut terus-menerus berputus 32:59 asa. Ya, beliau percaya kepada Allah, 33:01 dia goyangkan, jatuh itu kurma untuk 33:03 memberikan kekuatan kepada beliau. Nah, 33:05 itu Maryam. Jadi tidak larut dalam 33:07 kesedihan, tapi ketawakalannya karena 33:10 rohnya kuat, rohnya itu luar biasa 33:14 asupannya ya itu membuat ketawakalannya 33:16 semakin tinggi. Itu ibunda Maria. Kita 33:19 ini belum seberapa ujian kita 33:20 dibandingkan orang-orang yang terdahulu 33:22 ya. Begitu juga dengan Nabi Muhammad 33:25 sallallahu alaihi wasallam. Bentuk ujian 33:27 beliau tuh luar biasa berat ya. 33:29 bagaimana beliau selama 13 tahun diteror 33:33 ya, tidak hanya fisik tapi juga mental. 33:36 Ah, luar biasa deh. Itu perjuangan yang 33:38 kokoh banget ya. Sampai-sampai dalam 33:40 surat Alkahfi ayat 6 itu eh Allah dalam 33:44 firmannya itu menjelaskan 33:51 janganlah engkau bersedih hati yang 33:53 sangat mendalam. Ya, itu kan kalau kita 33:55 lihat ee bisa sebagian orang mengatakan 33:58 itu adalah maksudnya stres ya. Tapi kan 34:00 stresnya itu perasaan sedih aja karena 34:03 orang-orang tidak mau mengikuti seruan 34:06 Rasulullah karena berpaling kepada 34:07 Rasulullah ya tidak mau beriman. Nah, 34:09 jangan engkau bersedih hati kata Allah 34:11 ya. Walaqamu 34:16 bimaquun. Kami tahu bahwa dadamu tuh 34:19 jadi sempit. Ya, jadi sebagian orang 34:21 mengatakan itu adalah ee rasa stres yang 34:24 dirasai oleh Rasulullah tapi ee beliau 34:26 bisa mengatasinya karena mereka ee 34:29 orang-orang yang tidak beriman itu 34:30 sangat-sangat merongrong Rasulullah. 34:33 Jadi artinya di sini bagaimana ee kita 34:35 diajarkan umat Muhammad sallallahu 34:37 alaihi wasallam mengatasi stres, 34:40 mengatasi beban kehidupan, mengatasi 34:42 kesedihan, mengatasi cobaan-cobaan yang 34:44 ada. Nah, ada beberapa hal ya ee untuk 34:47 mengatasinya itu ya. Yang pertama itu 34:52 miliki visi hidup ya. Jadi kita harus 34:54 punya visi hidup ya. Tadi kan wama 34:57 khalaqtul jinna wal insa illa 34:59 liya'budun. Visi hidup kita itu adalah 35:01 ya beribadah kepada Allah. Jadi semua 35:04 aktivitas kehidupan kita mulai dari kita 35:07 bernafas, berkeluarga, beraktivitas, 35:10 semua yang kita kerjakan kita niatkan 35:13 hanya mengharapkan rida Allah. Nah, ini 35:16 jadi ketika kita memiliki visi hidup, 35:18 kita paham kita ini nanti akan kembali 35:21 kepada Allah. Kita paham, kita sadari 35:23 bahwa ini hanya sementara. Nah, ini 35:25 untuk mengatasi stres ya. Jadi tidak 35:27 berlarut-larut. Inilah orang beriman itu 35:30 luar biasa ya. ketika mendapatkan ujian 35:32 dia bersabar, ketika dia mendapatkan 35:35 kenikmatan dia bersyukur. Nah, itulah 35:37 uniknya orang beriman. Jadi itu ee 35:39 mengatasi stres ya buat kita semua, saya 35:42 dan Anda semua. Pertama, kita harus 35:44 punya visi hidup dan visi hidup yang 35:47 paling utama dan pertama itu adalah yang 35:50 tertuang dalam surat Alkahfi yaqbihi 35:56 amalan wibi 36:00 a. 36:03 Jadi visi hidup kita itu adalah liqa 36:06 dengan Rabb kita. Ini ayat ini pakai 36:08 kalimat liqa ya. Liq ini kalimat kita 36:10 yang biasa kita sebut-sebut ya. 36:12 Pertemuan perjumpaan liq. Jadi barang 36:15 siapa yang yarju yarju itu yang berharap 36:19 yang menginginkan, yang mendambahkan, 36:21 yang ee merindukan. Pokoknya ingin rojak 36:24 ya ingin berharap ya bisa berjumpa 36:27 dengan Allah. Liq dengan Rabnya. Ini 36:29 visi hidup. Maka falal amalan shihah. 36:33 Maka beramallah dengan amalan yang baik. 36:36 Berusahalah, berikhtiarlah, bekerjalah 36:38 dengan sebaik-baiknya kehidupan, 36:40 pekerjaan apapun yang bisa kita lakukan. 36:43 Jadi kemudian yusri biibadhi ahada. Ya, 36:47 jangan mensekutukan Allah dengan apapun. 36:49 Artinya di sini adalah ikhlaskan semua 36:52 yang kita kerjakan hanya untuk 36:54 mengharapkan rida Allah. Nah, inilah 36:57 visi orang beriman ingin jumpa dengan 36:59 Allah. Dan ini adalah senikmat-nikmatnya 37:02 ee pertemuan dan ee visi, 37:04 senikmat-nikmatnya kehidupan ya dalam e 37:07 di yaumil akhir nanti. Karena semua yang 37:09 ada di surga itu kanunat wunat war itu 37:14 kan semuanya ada ya. Yang enggak pernah 37:16 dilihat oleh mata, tidak pernah 37:18 terdengar oleh telinga, tidak pernah 37:20 terbes oleh hati ada. Tapi ada 37:22 kenikmatan yang lebih dari itu semua 37:25 yaitu kenikmatan melihat wajah Allah. 37:28 Subhanallah. liqa yaqpa 37:33 dengan Allah. Ini adalah visi 37:36 orang-orang yang beriman yang insyaallah 37:38 dengan visi ini mampu mengatasi semua 37:41 cobaan beban kehidupan yang ada. 37:44 Kemudian yang kedua, jangan biarkan 37:47 terjadinya krisis ruhiah. Jangan sampai 37:50 kita tuh kalau kalau orang yang ee 37:53 kurang makan kan ada busung lapar ya. 37:55 Jadi busung ruhiyah kalau begitu ya. 37:57 Jadi jangan biarkan terjadinya krisis 37:59 Ria. Berikan asupan yang seimbang. Jadi 38:03 yang kita perhatikan jangan hanya 38:04 [berdehem] makanan fisik saja yang 38:06 dipikirkan makan apa hari ini, bergizi 38:09 atau tidak. Perlu juga kita memikirkan 38:12 makanan apa yang akan dikonsumsi oleh 38:15 ruh kita. Ya, itu kan makanan itu tadi 38:17 dengan qiamulail, tilawah Al-Qur'an, 38:20 membekali diri dengan ilmu-ilmu agama, 38:23 banyak berzikir ya, banyak ee mengingat 38:27 Allah, itu semuanya asupan ruh kita ya. 38:30 Itu yang kedua. Kemudian yang ketiga, 38:33 kita pahami konsep istirja tadi ya. Tadi 38:36 saya sudah sampaikan konsep istirja ya. 38:39 Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. 38:43 Sesungguhnya kami milik Allah. dan kami 38:46 hanya ee kembali kepada Allah. Jadi 38:49 kalimat ini mewakili makna pasrah ya, 38:53 tawakal dan rida kepada takdir Allah. 38:56 Jadi tidak hanya sekedar ucapan saja 38:58 tapi betul-betul dirinya, pemahamannya, 39:01 pribadinya, kehidupannya itu memang 39:03 sudah memasrahkan kepada Allah sesuai 39:06 dengan takdir yang Allah berikan. Nah, 39:08 begitu Mbak Nuning. Sebelumnya kita ee 39:12 lanjutkan lagi ya. 39:14 Subhanallah. Masyaallah. 39:16 Alhamdulillah. Ucapan apaagi ya yang 39:19 bisa kita sampaikan? Karena [berdehem] 39:22 terus terang ikhwan akhwat, terutama 39:25 para akhwat ya. Apa yang tadi barusan 39:27 kita dengar memang kita banget. Kita 39:32 semua punya air mata masing-masing. Kita 39:35 semua punya derita kita. Dan kita semua 39:38 pasti pernah mengalami apa yang disebut 39:41 stres. Tetapi dengan gambaran barusan 39:45 insyaallah kita jadi punya pegangan 39:48 lebih mantap. Santapan rohani yang 39:51 paling lezat apa? Ya, bisa jadi ada di 39:54 antara kita yang bilang zikir itu paling 39:56 enak. Baik, nanti kita lanjutkan kembali 39:59 ee acara kita di fikih wanita ini. Tapi 40:03 sebelum kita teruskan, 40:06 silakan Anda bisa kirim WA atau juga 40:10 telepon. Saya juga ingin menyapa 40:12 teman-teman yang ada di Magelang, Radio 40:14 Almas, kemudian di Palembang Rasal, 40:20 Radio Madina di Pontianak serta suara 40:23 Habibullah di Banyuwangi. Juga di Jogja 40:26 ada radio 40:28 Rasil di Piungan, kemudian di Bondowoso 40:32 juga ada silaturahim di Banyu 40:36 Radio Angkasa 7 yang juga 40:37 menyebarluaskan siaran kita. Tentu juga 40:40 yang di Sukabumi ya, Latsa serta Luciana 40:43 number one di Semarang dan Sea Batam. 40:47 Baik, nanti pertanyaan yang Anda kirim 40:49 akan dijawab oleh Ustazah Herlini. Kami 40:52 kembali sesudah jeda berikut. 40:56 [musik] 41:04 Masih bersama Rasil untuk Islam yang 41:07 satu. Dan seperti yang kita simak tadi 41:11 dari apa yang dipaparkan Ustazah Herli 41:15 ini bahwa [terkesiap] ya 41:17 [menghela napas] 41:18 seringki orang-orang yang 41:21 telah melewati penderitaan luar biasa 41:24 seperti cerita kisah para nabi kita tadi 41:28 dari berbagai kesulitan digunakan 41:31 sebagai cara belajar sekaligus juga 41:34 mampu melakukan perubahan besar. Terima 41:36 kasih ya yang tetap bersama Rasil. Saya 41:39 ke pertanyaan yang sudah dikirim 41:42 Mbak Nuning. Kita lanjutkan kali sedikit 41:45 lagi ya. 41:45 Oh masih ada. Baik. 41:46 Masih sedikit lagi ya. Ee tadi untuk 41:51 mengatasi 41:52 ee stres kita ee jelaskan ya tadi sudah 41:56 bagaimana kita harus memiliki visi hidup 41:58 ya dan kita niatkan semua aktivitas kita 42:01 ini untuk menghadap ee mengharap rida 42:04 Allah. Kemudian jangan terjadi krisis 42:06 ruhiah. Pahami konsep [berdehem] 42:08 istirja. Kemudian berprasangka baik 42:10 kepada Allah ya. Bagaimana kita husnuzon 42:13 kepadanya ya. Banyak ayat-ayat apalagi 42:16 surat ya. Misalnya surah Al-Insyirah ya. 42:19 Innamal usri yusro. Setiap ee kesulitan 42:23 pasti ada kemudahan ya. Itu disebut 42:24 sampai tiga kali ya. Kemudian dalam 42:26 surat Albaqarah ayat 286 ya itu yang 42:30 menjelaskan tentang ehbana 42:33 wahmilah 42:37 tuilnaq. 42:41 Itu kan permintaan dan doa yang kita 42:42 baca terus-menerus ya agar kita tidak 42:45 diberikan beban yang berat ya 42:47 sebagaimana yang Allah berikan kepada 42:49 orang-orang yang terdahulu. Kita juga 42:51 mohon kepada Allah agar kita tidak 42:53 diberikan ee beban yang kita tidak 42:56 sanggup untuk memikulnya. Jadi, 42:57 banyak-banyak berprasangka baik kepada 42:59 Allah. Kemudian hadirkan rasa syukur dan 43:02 sabar dalam diri kita. Karena syukur dan 43:05 sabar ini dua-duanya di surga. 43:07 Mensyukuri karunia nikmat yang banyak 43:09 telah Allah berikan kepada kita dan kita 43:11 bersabar terhadap ujian cobaan musibah 43:14 yang menimpa diri kita. Dan yang 43:15 keenamnya itu doa. Jadi, bagaimana ee 43:18 banyak sekali doa-doa di antaranya ya 43:20 yang diajarkan Rasulullah sallallahu 43:22 alaihi wasallam agar kita bisa menjaga 43:25 hati dalam menghadapi problematika 43:27 kehidupan ini ya. Misalnya kita 43:29 diajarkan doa tidur. Doa tidur nih unik. 43:32 Kalau yang kita hafal selama ini kan 43:34 doanya pendek dan singkat ya. Bismika 43:37 Allahumma amut wa ahya. Atau kalau 43:39 dulunya bismika Allahumma ahya wa amut 43:41 ya. Ini ada doa yang panjang ya. Di 43:43 antaranya misalnya Allahumma aslamtu 43:46 nafsi ilaika. Ya Allah aku berserah diri 43:50 kepada Engkau. Wajahtu wajhi ilaika. Aku 43:54 serahkan urusanku kepadamu. Wauwri 43:58 ilaika. Aku eh berharap eh hanya 44:02 kepadamu. Ya. Kemudian eh wawadu amri 44:06 ilaika rbatan warbatan ilaika. La maljaa 44:10 wala manja minka illa ilaika. Amantu 44:14 bikitabika alladzi anzalta wabirasulika 44:18 alladzi arsalta. Jadi cukup panjang ini 44:20 ya. Jadi aku serahkan diriku padamu ya 44:23 Allah. Aku serahkan semua urusanku 44:25 kepadamu dengan harap dan cemas. Karena 44:28 tidak ada tempat berlindung dan tempat 44:30 yang aman dari azabmu kecuali dengan 44:32 berlindung kepadamu. Aku beriman kepada 44:34 kitab-Mu yang telah Engkau turunkan. Aku 44:36 beriman kepada rasul-Mu yang telah 44:38 Engkau utus. Jadi ini sebelum tidur. 44:40 Jadi semua beban-beban yang menimpa 44:43 kita, yang menjadi ganjaran dalam hidup 44:45 kita, dalam pikiran kita, serahkan 44:47 semuanya kepada Allah. Nah, ini adalah 44:48 bentuk ketawakalan ya. Jadi tawakal ini 44:51 ee sebenarnya kalau dilihat ya ini mampu 44:55 obat manjur dari stres ya. Karena stres 44:58 itu lebih sering disebabkan oleh pikiran 45:00 negatif pada manusia. Nah, tawakal 45:03 kepada Allah ini mengajarkan kita untuk 45:06 selalu bersikap dan berpikiran positif, 45:09 ya. Jadi, seorang yang bertawakal kepada 45:11 Allah itu akan bisa bersyukur terhadap 45:15 apapun yang dia terima. Ya. Kemudian 45:17 kalau di sesuatu yang menimpa dirinya, 45:19 apakah itu ditimpakan suatu musibah atau 45:21 cobaan, dia berserah diri kepada Allah 45:24 dan sabar menghadapinya. Jadi, orang 45:26 yang tawakal itu mereka orang yang 45:27 sabar, ya. sabar dan sadar untuk 45:31 berserah diri kepada Allah sehingga 45:33 tidak ada yang perlu dicemaskan dalam 45:35 menghadapi apapun yang sulit. Nah, jadi 45:37 orang yang tawakal inilah orang yang 45:39 tidak mudah terkena stres, orang yang 45:42 selalu sehat walafiat ya. Jadi 45:45 mudah-mudahan kita semua mampu ee 45:48 menjalankannya insyaallah selama kita 45:51 mampu mengatasinya insyaallah. Begitu, 45:53 Mbak Nun. 45:57 Doa sebelum tidur kita nanti ditambah ya 46:00 agar bisa lebih sesuai dengan apa yang 46:04 kita dambahkan. Ustazah, ada beberapa 46:07 pertanyaan kita boleh langsung ya. 46:10 Asalamualaikum Ustazah Herlina. Saya 46:14 sering sekali merasa stresam 46:16 dengan anak-anak saya yang disuruh salat 46:20 masih semaunya. Baca Quran juga harus 46:23 diingatkan terus. Stres saya rasa 46:27 penyesalan saya karena tidak mengajarkan 46:30 tentang Islam sejak dini kepada mereka. 46:34 Bagaimana cara mengatasinya ya, Ustazah? 46:37 Karena saya sering merasa gelisah di 46:40 saat anak saya dewasa nanti lepas dari 46:42 penjagaan saya, gimana? Apakah mereka 46:45 akan masih mengerjakan salat? Terima 46:48 kasih jawabannya ya dari Ibu Umi Iqbal. 46:53 Iya. Ee Ibu Umi Iqbal sepertinya ini 46:56 juga mewakili para ibu-ibu yang lainnya 46:59 ya ketika menyadari terlambat ya tidak 47:03 dari awal mengajarkan anak ya. Misalnya 47:06 kalau yang anaknya sudah menjadi penegak 47:10 salat, pendiri salat itu memang sejak 47:12 kecil sudah ditanamkan ya. Seperti 47:15 misalnya 47:16 pada saat usia-usia sebelum 7 tahun ya 47:20 orang tua memang perlu bersabar ya pagi 47:22 subuh dibangunkan. Kadang-kadang kan 47:24 orang tua merasa ah enggak wajib ini 47:26 enggak usah dibangunkanlah biarkan saja. 47:28 Nah, dampaknya setelah mereka baligh itu 47:31 sulit untuk mengingatkan karena belum 47:34 dibiasakan, belum menjadi jam 47:36 biologisnya untuk salat ya. Belum ee 47:42 ya belum dibiasakan ee untuk mendirikan 47:44 salat ya walaupun masih usia dini ya. 47:47 Jadi sekaranglah kita menerima dari buah 47:49 apa yang telah [berdehem] kita tanam. 47:51 Tapi tidak perlu berkecil hati ya Ibu 47:53 ya. Hidup itu kan terus berjalan, terus 47:57 terus setiap saat kita doakan anak-anak 47:59 kita. Bahkan doa yang di sampaikan ee 48:03 Nabi Ibrahim yang diabadikan dalam 48:05 Al-Qur'an dalam surah Ibrahim ayat ee 14 48:08 ya 48:10 surat 14 ayat 40 ya. Rbij'alni muqimah 48:15 waminriyati rbana wa taqobbal dua. Itu 48:19 kita kita bacakan rbalni muqimah. Ya 48:22 Allah jadikan kami penegak salat, 48:24 pendiri salat. Waminriyati, 48:27 begitu juga keturunan kami. Nah, kalau 48:29 ada pengkhususan sebutin namanya. Siapa 48:32 dia nama anak kita? Wamin durriyati. Min 48:35 siapa? Misalnya namanya Umar, Aisyah. 48:38 Sebutin itu. Terus kita doakan. Rbana 48:40 watqobbal doa. Ya, terus diingatkan 48:43 dengan kasih sayang. Terus didoakan. 48:46 Bahkan kalau untuk mengingat 48:49 Quran surah 20 ayat 132 ya. Ahlaka 48:55 wastobir alaika. Perintahkan keluargamu 48:58 untuk mendirikan salat dan bersabarlah 49:00 atas perintah itu. Jadi enggak jangan 49:02 ada rasa bosan, jangan ada rasa berkecil 49:06 hati, rasa malas, rasa apa ya untuk 49:09 mengingatkan anak-anak kita dengan cara 49:11 yang baik. Yuk, nak salat yuk gitu ya. 49:13 kita berikan pemahaman-pemahaman ya. 49:16 Apalagi anaknya sudah terlanjur balih 49:18 atau mungkin terlanjur ee mulai dewasa 49:21 ya kita dengan kasih sayang ya atau 49:23 kalau perempuan kita ajak berjamaah ya 49:26 kita doakan terus ya. Insyaallah 49:28 mudah-mudahan kita perlu dan wajib 49:31 berprasangka baik kepada Allah. 49:33 Mudah-mudahan anak-anak kita ini menjadi 49:35 anak-anak yang saleh salihah gitu. 49:37 Kemudian yang kedua dijaga dari 49:39 lingkungan. Kita kan yang mendidik anak 49:42 kita, kita yang menyekolahkannya, kita 49:44 yang membesarkannya. Cari lingkungan 49:46 anak-anak kita yang dapat mendukung 49:48 keimanannya. Kita periksa pergaulannya 49:51 ya, anak kita mau disekolahkan di mana, 49:53 bagaimana ee teman-temannya di sana, ada 49:56 enggak aktivitas keislaman di sana? Kita 49:58 titipkan kepada ee gurunya ya, tolong 50:01 dibimbing. Artinya itu usaha dan ikhtiar 50:04 kita ya. Kemudian tentu saja kita ee 50:07 yang tidak kalah pentingnya itu masalah 50:09 komunikasi. 50:10 Jangan sampai hubungan dengan anak kita 50:14 itu hubungan seperti hubungan antara 50:17 dokter dan pasien ya. [tertawa] Ya, 50:19 dokter pasien itu kan begitu. Sakit apa 50:20 ya? Artinya atau mungkin ee kayak 50:23 otoriter gitu ya. Ee artinya pokoknya 50:27 gitu ya habis taat ini resep coba 50:29 pokoknya jadi ada komunikasi ee intensif 50:33 ya saling mendengar. Jadi kalau kita 50:35 lihat barangkali ee antara ee komunikasi 50:39 masjid ya, antara imam dengan makmum kan 50:42 imam itu kan diikuti. Tapi bukan berarti 50:44 imam itu enggak bisa ditegur. Ketika dia 50:47 ada salah makmum kan bisa menegurnya 50:50 salah dalam ee bacaannya atau apa. Kan 50:52 ada ya teguran kalau untuk yang 50:54 laki-laki ya dengan ee tasbih ya. Kalau 50:57 perempuan kan dengan tepuk tangan. Jadi 50:58 intinya adalah komunikasi ya. 51:01 Mudah-mudahan dengan doa dan ee 51:04 memperhatikan pergaulannya, kita 51:05 berharap kelak anak-anak kita menjadi 51:07 anak-anak yang pendiri sebelah salat. 51:09 Insyaallah. 51:11 Iya. Mudah-mudahan bagi yang memang 51:15 masih merasa kurang begitu 51:20 lega dengan kondisi salat anak-anak, 51:23 berjuang terus, berdoa terus ya, Ustazah 51:26 ya. Karena beberapa dari pertanyaan ini 51:30 juga hampir sama yang bilang ayahnya itu 51:34 enggak pernah negor karena ingin menjadi 51:36 nice father. Jadi yang suruh marah, yang 51:39 suruh negor saya terus. 51:42 Wahai para pria, cobalah untuk bantu 51:46 anak-anak menjadi anak yang saleh dan 51:49 salehah. Oke, kita lanjutkan ke Mbak 51:51 Hani. Mbak Hani bertanya terkait dengan 51:56 Asalamualaikum Ustazah Herlini Amran 51:59 yang 52:00 baik hati. Apakah bergabung di sebuah 52:03 komunitas yang bersifat [mendengus] 52:05 positif bisa membantu kita untuk 52:08 terhindar atau bisa membantu kita 52:10 menyelesaikan masalah-masalah yang 52:13 memicu stres. Terima kasih. 52:17 Ee tadi disebutkan apa? Lingkungan yang 52:20 positif ya. He 52:22 ee memang betul lingkungan yang positif 52:26 ya tanda kutip tentu saja sesuai dengan 52:28 norma-norma keislaman ya. Positif di 52:31 sini tentu yang tidak bertentangan 52:33 dengan nilai-nilai Islam ya. Positif di 52:35 sini tentu bermanfaat ya. Insyaallah 52:38 lingkungan atau komunitas seperti itu 52:40 dapat mendukung kita ya, dapat ee 52:42 mengarahkan kita dan itu adalah 52:44 kebutuhan kita ya. Jadi ee makanya 52:48 lingkungan yang positif ini yang perlu 52:50 kita pahami juga positif yang bagaimana 52:53 gitu kan banyak lingkungan yang 52:55 positif-positif ya yang tanda kutip ya. 52:58 Apakah lingkungan yang 53:01 apa yang dapat menambah keimanan kita 53:05 atau positif di sini dapat ee 53:10 memacu semangat kita dalam hal ee 53:14 duniawi kan itu juga positif bukan 53:16 negatif ya. Makanya dilihat di sini 53:18 kalau membawa dampak dan bermanfaat 53:21 untuk dunia dan akhirat kita itu bisa 53:25 menghilangkan atau paling tidak 53:27 mengatasi stres. Insyaallah. 53:31 Iya. Mudah-mudahan kita semua bahkan di 53:35 WA grupwa WA grup yang ada di HP kita 53:38 juga semuanya positif ya Ustazah 53:41 Herlini. 53:42 Iya. Alhamdulillah. Selanjutnya kepada 53:45 Mbak 53:46 Emilda. 53:48 Asalamualaikum Ustazah Herlini. Syukron 53:51 nasehatnya 53:53 sungguh sangat mencerahkan. 53:56 Terkadang hanya karena hal-hal yang 53:58 sepele tanpa kita sadari tiba-tiba kita 54:02 berkeluh kesah, kita stres. Kalau di 54:05 saat kita merasakan hal yang tidak 54:07 nyaman, misalnya sakit atau tertimpa 54:11 suatu musibah, apa yang harus selalu 54:14 kita lakukan, Ustazah? Kalau kita 54:16 mengeluhnya pada Allah, bolehkan seperti 54:20 kita membaca lailahaillallah. 54:25 La ilahailla anta subhanaka ini kuntu 54:28 minazolimin sebanyak-banyaknya 54:31 dan istigfar lainnya. 54:33 Mohon pencerahannya. Terima kasih. Iya. 54:38 Dari siapa? Mbak Nun? 54:39 Mbak Emilda. 54:41 Mbak Milda ya. Ee alhamdulillah semua 54:46 puji syukur kita panjatkan kepada Allah. 54:48 Jadi, ada seorang ee alim ketika 54:52 diberikan ujian musibah itu ee sakit 54:55 yang luar biasa itu ee seluruh tubuhnya 54:59 itu dia masih mengucapkan alhamdulillah 55:02 binat alhamdulillahilladzi binikmatihti 55:05 tatimushat. Masih mengucapkan 55:07 kalimat-kalimat ee pujian kepada Allah. 55:10 Ketika ditanya, "Engkau sakitnya parah 55:12 ini." Ee apa? Kenapa mengucapkan itu? 55:16 Kenapa tidak berdoa minta kesembuhan? 55:18 Apa beliau katakan? Selama aku masih 55:21 bisa menelan air buat minum, selama itu 55:26 nikmat karunia Allah tuh tak terhingga. 55:28 Jadi artinya hanya bisa minum, enggak 55:30 bisa makan. Ya, itu nikmat yang luar 55:32 biasa walaupun seluruh tubuhnya sakit. 55:34 Nah, jadi intinya adalah semakin kita 55:37 mensyukuri nikmat karunia Allah, semakin 55:41 Allah memberi menambahkan nikmatnya. 55:43 Nah, ketika sakit kita juga ee 55:47 barangkali sebagian mengatakan ini 55:49 adalah ujian musibah dan cobaan. Tapi 55:52 bagi yang lain itu mengatakan ini adalah 55:54 nikmat karunia. Kenapa? Karena kondisi 55:57 sakit seseorang [berdehem] ketika dia 55:59 ikhlas dan rida dengan kondisi tersebut 56:03 itu Allah akan habiskan semua 56:04 dosa-dosanya. Allah akan hapus semua 56:07 kesalahan-kesalahannya. dirinya itu 56:09 seperti bayi yang baru dilahirkan tanpa 56:11 dosa. Karena ujian cobaan itu akan ee 56:15 menghilangkan ee akan menghapus 56:17 dosa-dosa kita kalau sabar. Ya. Jadi 56:20 ujian coba itu Allah berikan kepada 56:23 hambanya itu agar seluruh 56:25 kesalahan-kesalahan hambanya itu ee 56:28 tidak ada lagi, tidak dinilai lagi oleh 56:31 Allah, tidak dihisab lagi. Jadi, ada 56:32 sebuah riwayat menjelaskan bahwa ketika 56:35 seorang hamba yang sebenarnya dia tuh 56:39 ingin berharap surga Allah, tapi dengan 56:42 amal ibadahnya tuh enggak mencukupi, 56:44 enggak memadai untuk masuk ke dalam 56:46 surganya, maka dengan kasih sayang 56:48 Allah, hamba tersebut diberikan ujian 56:50 sakit. Nah, dengan sakit itu dan dia 56:53 bersabar dengan ee sakit itu, itulah 56:56 yang menyebabkan terangkat derajatnya 56:58 sehingga dapat memasuki surga. Maka 57:00 makanya pahala orang yang bersabar itu 57:03 eh inir 57:06 eh apa sesungguhnya pahala orang-orang 57:09 yang sabar itu maka e tidak ada e hisab 57:13 ya 57:15 ajruhum itu pahalanya ituiri hisab tanpa 57:18 hisab. Jadi ketika sakit itu ee 57:22 penyikapan berbeda ya. bagi orang-orang 57:25 yang memiliki ruh tingkat tinggi itu ini 57:28 ee mereka akan bersyukur dengan sakitnya 57:31 itu ya sebagaimana Nabi Ayub yang ee 57:34 lakukan yaitu dia ee dosa-dosanya 57:38 diampuni. Dia ee ya kalaupun ada rasa 57:42 sakit barangkali dia hanya berkeluh 57:44 kesah kepada Allah. Karena bagi dirinya 57:46 itu berkeluh kesah di dunia ini hanya 57:49 boleh kepada dua saja. pertama kepada 57:52 Allah yang telah menciptakannya. Yang 57:55 kedua kepada tabib atau dokter yang akan 57:57 mengobatinya. Sebab kalau kepada dokter 58:00 tidak ada kelukesan, nanti dokternya 58:02 bingung sakit apa ini ya [tertawa] 58:03 tidak berkeluk kesah. Hanya dua itu. 58:06 Nah, adapun ee kepada yang lain boleh 58:08 enggak kita mengutarakan rasa sakit 58:10 kita? Tapi di sini tidak dalam rangka 58:14 berkeluh kesah tapi hanya sekedar 58:16 informasi. Kan suka ditanya apa yang 58:18 dirasa. Iya nih kepala pusing pegal. 58:21 Nah, itu bukan bentuk ee keluh kesah. 58:24 Tapi itu juga tergantung niat. Innamal 58:26 bitniat. Nah, pada saat sakit itulah 58:29 kondisi kita dekat dengan Allah, 58:31 perbanyak mengingat Allah, bahkan doanya 58:33 pun dikabulkan. Bahkan ee para salaf 58:36 saleh dulu ya, kalau ada orang sakit itu 58:38 dia minta doa kepada orang yang sakit. 58:41 Loh, bukannya didoain mereka paham. 58:43 Karena orang yang sakit itu apabila 58:46 ikhlas dan rida itu tanpa dosa lagi 58:49 artinya dirinya sudah bersih. Nah, 58:51 ketika berdoa makbul. Maka ee kita atau 58:55 mungkin pendengar yang sedang ee Allah 58:57 berikan ujian sakit itu sebenarnya 59:00 berbahagialah karena dosanya sudah 59:02 diampuni Allah, diangkat derajatnya. 59:04 tinggal bagaimana kita ee terus memupuk 59:07 rasa ikhlas, rida, dan sabar ini. Adapun 59:10 zikir bahkan pahala-pahala dari ibadah 59:13 kita pun ngalir ketika kita sehat, kita 59:15 mampu untuk baca Quran satu juz misalnya 59:18 ya, bisa salat tahajud, bisa salat-salat 59:20 sunah yang lain. Ketika sakit kita 59:22 terbaring, enggak bisa ngapa-ngapain. 59:24 Selama ibadah yang kita lakukan itu 59:26 rutin pada saat sehatnya, pada saat 59:29 sakit kita ikhlas dan rida dengan 59:31 ketentuan Allah, pahala-pahala dari 59:33 ibadah yang kita kerjakan selama ini itu 59:35 akan terus mengalir. Nah, oleh karena 59:37 itu ee pada saat kondisi sakit ya kita 59:40 banyak zikir. Apapun kalimat zikir kita 59:43 kita ungkapkan, kita baca ya. Zikir 59:46 maksurat pagi dan petang. Kalau memang 59:49 enggak bisa membaca Al-Qur'an karena 59:50 kondisi lagi sakit ya kita bisa 59:53 mendengarkan. Kalau kita hanya bisa 59:55 berzikir, kita bisa berbaca istigfar, 59:57 bisa baca tadi ya doa Nabi Yunus tadi 59:59 ya, lailahailla anta atau doa ee apa ee 1:00:03 istigfar ya, e satu jagat ya, Allahumma 1:00:06 anta rabbi. Atau bisa hasbunallah 1:00:08 wanikmal wakil. Apapun bentuknya kita 1:00:11 bisa lantunkan, kita bisa ee ungkapkan, 1:00:15 kita bisa sebutkan. Bahkan kalau perlu 1:00:16 banyak-banyak doa 1:00:18 mendoakan keluarga kita, anak-anak kita, 1:00:22 masyarakat, pemerintah kita, umat Islam. 1:00:25 Ya, kita doakan agar Islam diberikan 1:00:28 kemenangan. Kita mendapatkan pemimpin 1:00:31 yang saleh, beriman, bertakwa. Pokoknya 1:00:32 doakan semua yang baik-baik. Insyaallah 1:00:35 doanya orang sakit makbul. 1:00:37 Jadi diselingin sambil berzikir, sambil 1:00:40 mendoakan. 1:00:42 Baik, ini yang terakhir pertanyaannya 1:00:46 dari hamba Allah. Saya dititipi anak ee 1:00:50 punya anak autis. Beban mendampinginya 1:00:53 bukan ringan. Sudah 13 tahun saya tidak 1:00:57 pernah punya kemerdekaan untuk diri saya 1:01:00 sendiri. Saya sudah berzikir, Ustazah, 1:01:03 tapi masih penuh dengan kecemasan. 1:01:05 Bagaimana ya ikhlas sementara saya tidak 1:01:08 bisa melakukan apapun kecuali 1:01:10 mendampinginya. Saya ingin Allah rida 1:01:13 dan mengampuni semua dosa saya. Tapi 1:01:17 saya tidak bisa ngapa-ngapain. Ini beban 1:01:19 sekali, Ustazah. Apa yang harus saya 1:01:22 lakukan? Iya. 1:01:24 Masyaallah, Ibu ini banyak sekali 1:01:27 karunia yang Allah berikan. Ya, pujian 1:01:30 itu kan untuk meningkatkan posisi kita 1:01:33 di hadapan Allah. Selama kita ikhlas 1:01:36 menjalaninya itu berat loh. Belum tentu 1:01:39 orang lain sanggup. Tapi Allah berikan 1:01:41 kepada ibu ujian seperti itu karena ibu 1:01:43 sanggup ya. Jadi ee tetap pupuk 1:01:47 kesabaran, [berdehem] keikhlasan ya. 1:01:49 Insyaallah dalam proses mendampingi 1:01:53 Ananda ini di situ banyak berlipat-lipat 1:01:56 kebaikan dan pahala yang didapat. Ya, 1:01:58 banyak berdoa ya Allah jadikan ini 1:02:01 sebagai pahalaku, bekalku untuk di 1:02:03 akhirat ya. Karena karena karena ee aku 1:02:07 apa? mendampingi [berdehem] putraku ini. 1:02:08 Aku penginnya seperti yang lain-lain, 1:02:10 bisa ke mana-mana. Tapi karena Engkau 1:02:12 berikan aku ujian ini, maka ini jadikan 1:02:15 ini sebagai pemberat timbangan amal 1:02:17 salehku. Insyaallah begitu, Ibu. Jadi 1:02:20 artinya orang-orang yang mungkin Ibu 1:02:22 lihat, "Ih, bebas enak banget ya ibu-ibu 1:02:24 bisa enggak punya beban itu enggak dapat 1:02:26 apa." Belum tentu di banyak bekal untuk 1:02:29 di akhirat. Tapi Ibu sudah jelas di 1:02:31 depan mata. Ini titipan Allah, amanah 1:02:34 Allah yang ibu rawat dengan baik. ya 1:02:37 tadi selama 13 tahun. Subhanallah itu 1:02:40 pahalanya luar biasa, Ibu ya. Artinya ee 1:02:44 Allah akan memberikan kita ujian sesuai 1:02:46 dengan kemampuan kita. Dan Ibu adalah 1:02:48 orang terpilih untuk dapat menanggung 1:02:52 semua ujian dari Allah. Karena Allah 1:02:54 sayang dengan ibu. Allah ingin ibu itu 1:02:57 diampuni semua dosa dan kesalahannya, 1:03:00 diterima amal ibadahnya. Ya, luar biasa, 1:03:02 Ibu. Ya, tetap sabar, Bu. Insyaallah. 1:03:05 Saya ingin cerita, ada seorang wanita di 1:03:07 masa Rasulullah 1:03:09 ee beliau ini terkena penyakit yang 1:03:12 sangat ee bisa dikategorikan parah ya, 1:03:15 sulit disembuhkan ya. Ee ada yang 1:03:17 menyebutkan itu sakit ayan, ada yang 1:03:19 menyebutkan sakit apalah, epilepsi 1:03:21 apalah pokoknya ya. Tapi memang itu 1:03:23 sakit itu berat karena tiba-tiba kambuh 1:03:26 itu enggak mengenal situasi kondisi. 1:03:27 Tahu-tahu sudah apa namanya tergeletak 1:03:30 begitu kemudian ya kejang-kejang atau 1:03:32 apalah ya pokoknya kondisi sakit yang 1:03:35 luar biasa yang yang. Nah dia datang 1:03:37 kepada Rasulullah sallallahu alaihi 1:03:38 wasallam sahabat ini ya Rasulullah uduni 1:03:42 ya doakan saya biar saya sembuh dengan 1:03:44 penyakit saya. Karena Rasulullah kan 1:03:45 doanya makbul. Nah, kemudian Rasulullah 1:03:48 mengatakan memberikan pilihan. Engkau 1:03:50 mau aku doakan engkau dan engkau sembuh 1:03:53 atau engkau bersabar dengan kondisi 1:03:57 seperti ini dan bagimu hisab. Nanti kamu 1:04:01 engkau dibangkitkan tidak ada hisab ya, 1:04:03 tidak ada. Artinya engkau akan 1:04:05 mendapatkan surga. Pilih mana? Akhirnya 1:04:07 sahabat ini milih, "Ya Allah, ya 1:04:09 Rasulullah aku memilih surga tapi doakan 1:04:11 padaku ketika aku kambuh auratku tidak 1:04:15 terlihat." Nah, jadi artinya apa? Di 1:04:17 sini buah dari kesabaran itu luar biasa. 1:04:22 Biri hisab itu tidak ada hisabnya. Itu 1:04:26 adalah bentuk kebahagiaan dan karunia 1:04:28 yang Allah berikan di dunia ini. Jadi, 1:04:30 kesabaran ibu selama ini insyaallah akan 1:04:33 berbuah. Mungkin nanti orang-orang akan 1:04:35 cemburu sebagaimana orang-orang yang 1:04:37 cemburu nanti di yaumil akhir dalam 1:04:39 sebuah riwayat itu dijelaskan ya ketika 1:04:41 dia tahu bagaimana pahala yang didapat. 1:04:45 ee dari buah kesabaran seseorang itu apa 1:04:48 katanya? Ya Allah, seandainya aku 1:04:50 dihidupkan lagi di dunia, aku maulah 1:04:52 tanganku dipotong-potong ya, kulitku di 1:04:55 apa di dicincang-cincang gitu ya, karena 1:04:57 ee aku akan bersabar karena dia tahu 1:04:59 bagaimana pahala yang didapat oleh 1:05:01 orang-orang yang bersabar nanti di 1:05:02 yaumil akhir. Jadi seandainya aku nanti 1:05:05 ee apa? seandainya nanti ee kalau boleh 1:05:07 balik lagi ke dunia, aku mau seperti 1:05:10 itu. Jadi dicincang tangannya tuh 1:05:11 dipotong-potong, dicincang kulitnya itu 1:05:13 karena dia tahu pahalanya besar. Nah, 1:05:15 insyaallah Bu 1:05:16 mudah-mudahan ee Ibu mendapatkan ee 1:05:19 pahala buah dari kesabaran ini 1:05:21 insyaallah ya. Dan jangan lupa doakan 1:05:23 kita semua ya, Ibu ya. Iya. 1:05:26 Mudah-mudahan semua jawaban yang kita 1:05:30 dengar juga mewakili kebutuhan kita. 1:05:32 Ustazah Herlini, waktu kita sudah di 1:05:34 penghujung. Silakan dirangkum bahasan 1:05:36 ini. 1:05:36 I pendengar yang dirahmati Allah bahwa 1:05:40 hidup di dunia ini penuh dengan ujian 1:05:43 dan cobaan dan Allah memberikan kita 1:05:45 ujian hidup ya karena memang kita hidup 1:05:47 di dunia penuh dengan ujian dan cobaan 1:05:50 dan berhasil orang-orang sukseslah 1:05:53 orang-orang yang mampu menghadapinya, 1:05:55 mampu menyikapi kehidupan tersebut. Dan 1:05:57 kalimat yang sangat baik untuk mengobati 1:06:01 semua bentuk ujian cobaan musibah itu 1:06:03 adalah kalimat istirja. Inna lillahi wa 1:06:07 inna ilaihi rojiun. Kita milik Allah dan 1:06:11 kita akan kembali kepada Allah. Kita 1:06:13 akan pulang kepadanya. Kita enggak 1:06:14 selama-lamanya di dunia ini. Dunia ini 1:06:17 hanya tempat ujian cobaan sementara. 1:06:19 Kita akan kembali nanti menuju Allah. 1:06:21 Dan ketika kita kembali menuju Allah, 1:06:24 kita berharap dan berdoa semoga 1:06:27 kembalinya kita dalam keadaan mulus, 1:06:29 keadaan baik, dalam keadaan husnul 1:06:32 khatimah. Bihallah bihusnil khatimah. H 1:06:36 astagfirullahi wakum. Asalamualaikum 1:06:39 warahmatullah wabarakatuh. 1:06:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:43 wabarakatuh. Terima kasih Ustazah 1:06:46 Herlini. 1:06:47 Begitu banyak yang sudah kita dapatkan 1:06:51 gambaran untuk menghadapi berbagai stres 1:06:55 yang melanda di dalam perjalanan hidup 1:06:57 kita. Kalau kita bisa lepasan, kita bisa 1:07:00 tenangkan hati. Dan bisa jadi juga kita 1:07:04 perlu mengingat doa sebelum tidur tadi 1:07:06 ya, bahwa aku berserah diri kepada-Mu ya 1:07:10 Allah. Kuserahkan semua persoalan 1:07:12 masalahku. berserah diri dan berlindung 1:07:15 hanya padamu, beriman dan kalau Anda 1:07:20 baca, Anda hafalkan, nanti insyaallah ya 1:07:22 kita menjadi jauh lebih nyaman. Ustazah 1:07:24 Herdini terima kasih sekali lagi dan 1:07:27 juga untuk sahabat-sahabat surgaku 1:07:30 akhwat yang disayang Allah. Billahi 1:07:33 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 1:07:35 warahmatullah wabarakatuh.