Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:54 Rasul TV 1:19 Bismillahirrahmanirrahim. 1:21 Assalamualaikum warahmatullahi 1:22 wabarakatuh. Alhamdulillah wa 1:24 syukrulillah wala haula wala quwwata 1:27 illa billah. Asyhadu alla ilaha illallah 1:29 wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna 1:31 Muhammadan abduhu wa rasulullah. Amma 1:33 ba'du. 1:34 Masih di pancar luaskan dari jalan 1:35 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis 1:38 Cibubur Bekasi, Radio Silaturahim dan 1:41 juga Rasul TV untuk Islam yang satu. 1:44 Ikhwan dan akhwat para pendengar Radio 1:46 Silaturahim dan juga pemirsa YouTube 1:48 Rasul TV di manapun ikhwan dan akhwat 1:51 berada, 1:52 kami doakan semoga kabar ikhwan akhwat 1:54 masih dalam keadaan sehat walafiat dan 1:56 mudah-mudahan aktivitas ikhwan dan 1:58 akhwat di hari ini diberikan kelancaran 2:00 oleh Allah subhanahu wa taala dan 2:02 tentunya 2:03 selalu kita doakan juga bagi ikhwan 2:05 akhwat yang mungkin hari ini sedang 2:08 tidak enak badan ataupun sedang sakit 2:10 semoga Allah memberikan kesembuhan 2:12 kepada ikhwan dan akhwat dan juga 2:15 mudah-mudahan dengan rasa sakit yang 2:17 kita rasakan tergugur juga dosa-dosa 2:19 kita. Amin ya rabbal alamin. 2:22 Senang sekali Muhammad Ali Sumaalim dan 2:24 kru Radio bertugas pada pagi hari ini 2:26 ada Ondy Saputra di kameramen Radio TV 2:29 dan juga Agus Susilo di operator radio 2:32 dapat hadir kembali 2:34 dalam program acara tausiah pagi edisi 2:37 hari ini yaitu di hari Kamis di tanggal 2:42 11 Rajab 1444 Hijriah bertepatan di 2:47 tanggal 2 Februari 2023. 2:51 Ikhwan dan akhwat kami juga menyapa 2:53 ikhwan akhwat yang berada di daerah yang 2:55 berada di wilayah Batam, Magelang, 2:57 Pontianak 2:59 dan yang berada di wilayah Sukabumi 3:01 mendengarkan melalui Radio Latansa FM 3:03 dan juga ikhwan akhwat yang berada di 3:05 wilayah Palembang, Bondowoso, Banyuwangi 3:08 dan juga Yogyakarta. 3:10 Ikhwan dan akhwat di pagi hari ini 3:13 tentu kami hadir setiap hari Kamis yaitu 3:16 dengan kajian tafsir Ibnu Katsir bersama 3:20 narasumber kita 3:22 Ustaz Umar Rasyid Hasan. 3:25 Alhamdulillah beliau telah hadir di 3:26 studio. Mari kita sapa terlebih dahulu. 3:28 Assalamualaikum warahmatullahi 3:29 wabarakatuh, Pak Ustaz. 3:30 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:31 wabarakatuh. 3:32 Alhamdulillah Pak Ustaz ya kita dapat 3:34 berjumpa kembali 3:36 dengan kondisi Ustaz sehat walafiat 3:38 tentunya. 3:39 Alhamdulillah sehat walafiat 3:40 Masya 3:42 doa-doa dari ikhwan dan akhwat juga Pak 3:44 Ustaz ya. 3:45 Alhamdulillah. 3:46 Yang selalu menunggu ingin menyimak 3:50 tausiah yang diberikan oleh Ustaz Umar 3:53 Rashid Hasan untuk ikhwan dan akhwat, 3:55 masya Allah. Tentunya dalam kajian 3:56 tafsir Ibnu Katsir. 3:58 Insya Allah di pagi hari ini Ustaz akan 4:01 membahas di Quran surat Al-Ankabut, Pak 4:05 Ustaz ya. 4:06 Iya. 4:07 Di surat Al-Ankabut, surat yang ke-29 4:10 dan membahas di ayat yang ke-56 hingga 4:14 ayat yang ke-60. 4:17 Insya Allah Pak Ustaz akan membahas ya. 4:19 Di pagi hari ini. Tentunya kami juga 4:21 mengundang bagi ikhwan dan akhwat yang 4:22 ingin memberikan pertanyaan seputar 4:25 pembahasan kita, langsung saja bisa di 4:27 line telepon di 0218451512. 4:31 Untuk ikhwan akhwat ingin mengirimkan 4:32 pertanyaan melalui line WhatsApp bisa di 4:34 08111999720. 4:39 Dan bagi pemirsa Rashid TV yang ingin 4:43 memberi komentar ya juga pertanyaan bisa 4:45 di kolom chat YouTube Rashid TV ya. 4:47 Tentu di bawah ini ada kolom chat live 4:51 langsung dan bagi ikhwan akhwat yang 4:53 belum subscribe YouTube Rashid TV, mohon 4:56 di-subscribe dan juga jangan lupa 4:57 di-like video-videonya dan saling 5:00 berbagi untuk teman-teman saudara 5:02 langsung di-share video-video dari 5:05 Rashid TV. Semoga dapat bermanfaat bagi 5:07 kita semuanya. Langsung saja kita buka 5:09 acara tausiah pagi dengan membaca doa 5:11 thalabul ilmi. Bismillahirrahmanirrahim, 5:13 Rabbi zidni ilman, Allahumma anfa'ni 5:16 bima alamtani wa alimni ma yanfa'uni 5:19 warzuqni ilman yanfa'uni. Amin. 5:23 Baik Pak Ustaz untuk tausiahnya, 5:24 tafadhol. 5:25 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. 5:29 Pada semua pendengar dan pemirsa 5:33 televisi Rashid di mana saja berada, 5:35 asalamualaikum warahmatullahi 5:37 wabarakatuh. 5:38 Waalaikumsalam warahmatullahi 5:40 Alhamdulillahirabbil alamin wassalatu 5:42 wassalamu ala asyrofil anbiya wal 5:44 mursalin 5:46 nabiyina Muhammadin wa ala alihi wa 5:48 sahabat ajmain ama ba'ad. 5:51 Subhanaka la ilmalana illa ma alamtana 5:53 innaka antal alimul hakim. 5:56 Watu ba'alaina innaka antat tawwabu 5:58 rahim. 5:59 Allahuma inna nas aluka ilman nafi'a wa 6:01 rizqan wasi'a wa amalan mutaqabbala. 6:04 Allahuma inna na'uzubika min ilmin la 6:06 yanfa'u min qolbin la yakhsya. 6:09 Wa min nafsin la tusba' wa min da'watin 6:11 la tustajabullah. 6:13 Ikhwan yang dimuliakan oleh Allah 6:15 subhanahu wa ta'ala. 6:16 Enggak terasa kita sudah hampir sudah 6:19 09.30 lebihan ya saya. 6:21 Ya. 6:23 Kita langsung saja ikhwan membahas 6:26 kajian kita di surat Al-Ankabut ayat 6:29 56 sampai insyaallah mmm ayat 60 kalau 6:32 ada waktu. 6:35 Ini ayat buat kita sangat-sangat penting 6:39 untuk dikaji karena ayat ini 6:41 menggambarkan 6:43 kepada semua hamba-hamba Allah 6:46 eee terhadap 6:49 keadaan mereka baik dikala senang 6:51 ataupun dikala susah. 6:54 Ya, terutama sekali pada saat 6:56 hamba-hamba Allah ini dalam keadaan 6:58 susah payah. 7:00 Sempit hidupnya, rezekinya seret gitu 7:02 loh. 7:03 Serba serba menderita dan macam-macam. 7:07 Maka ini ayat patut direnungkan bersama 7:10 khusus kepada mereka-mereka yang 7:11 mengalami 7:13 ujian hidup yang sangat berat. Terutama 7:15 dalam 7:16 mungkin urusan materi karena dengan 7:18 urusan materi ini akan berkembang 7:19 kesulitannya 7:21 dan 7:22 kalau penyakit itu nanti akan menjadi 7:23 penyakit kronis. 7:26 Komplikasi. Ya, itu. Kalau sudah ekonomi 7:29 nanti komplikasi kemana-mana. Pendidikan 7:31 ya. 7:32 Pendidikan ya kan. 7:33 Juga kondisi keluarga dan macam-macam. 7:39 Maka digambarkan di sini sebelum saya 7:41 bacakan tafsirnya bahwa 7:44 jika seseorang memang di satu tempat 7:47 hidupnya itu 7:50 menderita 7:51 tertekan 7:53 dadanya sempit 7:55 tidak bisa memegang tidak bisa 7:57 mengembangkan 7:59 waktu-waktu kehidupannya pada hal-hal 8:01 yang dia inginkan gitu nah di sini maka 8:03 harus merubah sikap 8:06 rubah sikap itu agar apa agar ada 8:08 perubahan dengan apa cara pindah dari 8:11 tempat itu gitu loh 8:13 jangan melulu merasa 8:15 cukup dengan tempat yang dia 8:18 di dalamnya itu serba tertekan hijrah 8:21 pindah gitu dan ini ayat menggambarkan 8:24 kepada kondisi itu 8:26 maka Allah subhanahu wa taala berfirman 8:29 audzubillahiminasyaitanirrajim 8:31 ya ibadiyalladzina amanu 8:34 inna ardhi wasi'atun gitu wahai 8:38 hamba-hambaku yang beriman 8:41 sesungguhnya 8:43 negeriku sangat luas 8:45 gitu 8:47 tanahnya begitu lapang banyak Indonesia 8:51 jadi saya dari Sabang sampai Merauke 8:55 fa iyyaya fa'budun maka 8:58 hendaklah kepadaku saja kalian beribadah 9:02 Ibnu Katsir mengatakan hadza 9:05 amrun minallahi taala li ibadihil 9:08 mukminin bil hijrati minal balad 9:11 alladzi la yaqdiruna fihi ala 9:14 iqamatiddin 9:16 ila ardillahil wasi'ah haitsu yumkinu 9:19 iqamatadddin 9:22 bi ay yuahidullaha wa ya'buduhu kama 9:25 amarohum 9:26 ini ayat 9:28 memberikan kepahaman pada kita dari 9:30 Allah subhanahu wa taala bahwa Allah itu 9:31 memerintahkan pada kita 9:33 ini sudah jatuh perintah dari Allah 9:35 untuk kita yaitu orang-orang beriman 9:38 untuk melakukan hijrah, begitu. 9:42 Melakukan hijrah terutama sekali dari 9:44 negeri yang di dalamnya tidak hidup 9:47 hukum-hukum Allah. 9:49 Jadi, tujuan hijrah itu adalah untuk 9:51 menghidupkan hukum-hukum Allah, 9:52 diterapkannya hukum Allah dalam 9:54 kehidupan. Nah, jika dia di satu tempat 9:57 itu hukum-hukum Allah ini mandul 10:00 tidak bisa hidup hukum Allah itu, ya, 10:03 kan? Maka, hijrahlah ke satu negeri yang 10:05 di sana 10:07 bisa diterapkan hukum-hukum Allah. 10:09 Begitu. 10:11 Karena 10:12 karena apa? Karena negeri Allah itu yang 10:14 sangat luas, begitu loh. 10:16 Ehm. 10:17 Maka, hijrahlah pada satu tempat itu. 10:19 Hijrahlah pada satu tempat yang bisa 10:21 iqamatuddin, mendi 10:24 menegakkan agama Allah. 10:26 Menegakkan agama Allah itu, ya, Nak, 10:28 Anis, antara mengesakan Allah dan 10:30 menyembahnya, kan, begitu. Itu 10:32 menegakkan agama. 10:34 Mengesakan Allah dengan menyembah Allah 10:36 itu sama juga menegakkan agama. Begitu. 10:39 Begitu. Seperti yang diperintahkan oleh 10:41 Allah subhanahu wa taala. Makanya Allah 10:42 katakan, "Ya ibadiyalladzina amanu 10:45 inna ardhi wasi'ah, fa iyyaya fa'budun." 10:47 Begitu. Wahai orang-orang, wahai hambaku 10:50 yang beriman 10:51 sesungguhnya informasi dariku, kata 10:53 Allah, "Negeriku sangat luas. Ehm. 10:56 Hijrahlah kalian. Jika di satu tempat 10:58 kalian tidak bisa hidup dengan hukumku 11:01 hijrahlah pada satu tempat yang kamu 11:03 bisa hidup ehm dengan menghidup-hidupkan 11:05 hukumku." Itu maksudnya. 11:07 Beribadah, mengesakan, menerapkan segala 11:10 hukum Allah subhanahu wa taala. 11:13 Maka, di sini Rasul sallallahu alaihi 11:15 wasallam ya, menyampaikan pada kita 11:19 ehm tentang 11:21 ehm 11:23 makna dari tafsir tentang ayat ini Rasul 11:26 mengatakan, "Al bilad biladullah." 11:30 "Wal ibad ibadullah." 11:32 "Fahaitsu ma ashobta khoiron fakim. 11:37 Nah ini Rasul mengatakan negeri itu 11:39 adalah milik Allah. 11:41 Paham? 11:42 Negeri. 11:42 Negeri, negeri, negeri Jakarta, Eropa. 11:47 Di Washington itu kan negeri gitu kan, 11:49 di Cina itu milik Allah bukan milik 11:51 siapa-siapa kan, Australia, Afrika. 11:54 Milik Allah. Artinya alam raya ini milik 11:58 Allah. 11:59 Dan hamba-hamba Allah yang 12:02 manusia yang ada di di semua negeri 12:04 Allah itu adalah hamba Allah semuanya. 12:07 Kalau hamba Allah ya baik muslim ataupun 12:09 kafir hamba hamba Allah. 12:11 Maka khusus kepada orang beriman di mana 12:13 saja kalian dapati tempat yang cocok 12:15 untuk kamu hidup itu loh maksudnya. 12:19 Maka hiduplah di situ sebagai penduduk, 12:21 fakim. 12:22 Bikin rumah di atasnya ya kan, berusaha 12:25 mencari rezeki di dalamnya kan begitu, 12:27 mendidik anak. 12:28 Menata kehidupan dan sebagainya, bikin 12:31 istilahnya 12:32 tamadun apa tamadun itu. 12:36 Civilization gitu peradaban kan gitu. 12:40 Gitu. 12:41 Nah ini dengan ayat ini sebetulnya ada. 12:45 Kita bisa menepis sebetulnya. 12:47 Kepada orang yang mengatakan bahwa agama 12:49 Islam itu bukan asalnya dari Indonesia. 12:52 Tapi agama Islam adalah agama Arab yang 12:54 datang ke sini sehingga di di di di 12:57 di divonis agama Islam itu agama penda. 12:59 Pendatang, eh agama Islam itu bukan 13:01 agama pendatang. 13:03 Agama Islam itu adalah agama yang 13:05 diturunkan oleh Allah ke buminya. 13:08 Sedangkan bumi milik siapa? 13:10 Bumi milik siapa? 13:11 Allah. 13:12 Milik Allah. 13:14 Jadi ketika agama diturunkan ke bumi mau 13:16 di Amerika kek, mau di Australia kek, 13:18 mau di Eropa kek. 13:20 Itu kehendak Allah dan dia bukan bukan 13:22 pendatang, justru agama Islam itu yang 13:25 Allah turunkan dari langit itu menjadi 13:27 pribumi bukan pendatang. 13:29 Itu loh. 13:31 Nah. 13:32 Kan ada yang ngomong begitu kan? 13:33 Agama Arab agama sebut dari Arab jadi 13:36 dia harus 13:36 harus menyesuaikan diri dengan adat-adat 13:38 yang ada di Nusantara katanya kan begitu 13:41 sehingga ada Islam Nusantara Nusantara 13:42 ini per perkara yang harus diluruskan 13:45 oleh masyarakat muslim. 13:47 Itu. 13:48 Di 13:49 makanya Rasul mengatakan menjelaskan al 13:51 bilad biladullah ikhwatul iman. 13:54 Negeri ini adalah milik Allah. 13:56 Wal ibad ibadullah adapun manusia yang 13:58 hidup di negeri ini adalah milik hamba 14:00 Allah. Maka siapapun gitu kan 14:03 dari hamba-hamba Allah ini yang 14:04 mendapatkan tempat yang cocok untuk 14:06 hidup mereka maka dirikanlah rumah di 14:09 sana. 14:10 Dulu waktu zamannya khalifah 14:12 Umar bin Khattab khalifah-khalifah 14:14 muslim itu 14:15 masyarakat 14:17 muslim yang belum punya rumah itu 14:19 dibebaskan menyekat-nyekat tanah untuk 14:21 hidup mereka sebab memahami hadis ini 14:23 kan gitu. Dan pemerintah khalifah saat 14:26 itu ya menaunginya gitu loh. 14:29 Mengurus kepentingan kehidupan seperti 14:31 itu dibebaskan kan gitu. 14:33 Sehingga mereka bisa membangun ekonomi 14:36 peradaban pendidikan ketika mereka sudah 14:39 jadi orang kaya ditekan-tekan mereka 14:42 di di diwajibkan pada mereka 14:44 melaksanakan hukum Islam kan? Apa? 14:46 Zakat. 14:48 Dikeluarkan. 14:49 Iya kan? Untuk merajinkan dia berbakti 14:52 pada Allah harus mengeluarkan 14:55 dihimbau untuk banyak mengeluarkan infak 14:56 dan sodaqoh. Sodaqoh ini peradaban gitu. 15:01 Sekali lagi ikhwan 15:02 hadisnya harus dihafal bila al biladu 15:04 biladullah wal ibadu ibadullah fa haitsu 15:09 ma ashabta khairan fa aqim. 15:11 Gitu. 15:12 Negeri adalah milik Allah hamba milik 15:14 Allah itu kan maka hamba Allah ini yang 15:18 mendapatkan tempat yang cocok 15:20 ya 15:22 untuk didiami sebagai katakanlah 15:24 penduduk, maka hiduplah di situ sebagai 15:26 penduduk, begitu kan? 15:28 Ya, enggak mesti di Cirebon, meskipun 15:29 orang asli Cirebon, kalau di Cirebon itu 15:31 enggak cocok hidupnya, 15:33 hijrah. 15:34 Cileungsi. 15:35 Ya kan? 15:36 Orang Cileungsi enggak cocok nih 15:37 hidupnya, pindah Banten. 15:39 Orang Banten enggak cocok, pindah ke 15:41 Medan. Begitu seterusnya, supaya mereka 15:44 mencicipi daripada kenikmatan 15:47 eh negeri yang Allah berikan sebagai 15:49 anugerah buat mereka. Makanya sekarang 15:50 kita nampak kan Anis, di Cileungsi orang 15:53 orang Sumatera banyak kan? 15:54 Banyak. 15:54 Eh, orang Cileungsi di Sumatera juga 15:56 Pak. 15:59 Itu, orang Cirebon di Sulawesi, 16:02 ngalideg. 16:03 Apa ngalideg tuh? Banyak sekali. 16:05 Keluarga Ustaz banyak di sono. 16:07 Dari Manado sampai Ujung Pandang tuh 16:09 keluarga Ustaz ada sana. Jadi pengusaha 16:11 semua sana. 16:12 Gitu kan? 16:13 Eh, orang Sulawesi-nya ada yang nikah ke 16:15 ke orang kampung Ustaz, dibawa kemari, 16:17 kan begitu tuh hidup namanya, peradaban 16:19 namanya. 16:21 Itu Nak. 16:23 Lalu Allah Subhanahu Wa Ta'ala 16:25 mengingatkan kepada kita dengan ayatnya, 16:27 "Kullu nafsin 16:29 dzaiqotul maut, tsumma ilaina turja'un." 16:34 Ayo kita maknakan, kita tafsirkan. 16:37 "Ai ainama kuntum yudrikumul maut." Di 16:40 manapun kalian berada wahai manusia, 16:42 kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala, ini 16:43 tafsirnya. 16:44 Pasti yang namanya kematian itu akan 16:46 menghampirimu. 16:49 Itu, dan hanya soal waktu, begitu kan? 16:52 Saya teringat dengan Ko 16:55 Ko siapa yang meninggal Ko Ko Stevan ya? 16:57 Iya, Ko Stevan. 16:58 Ko Stevan pernah 17:00 mengatakan hidup itu hanya menunggu dua. 17:03 Menunggu mati dan menunggu salat. 17:07 Ko Stevan almarhum, Allah yarham, dari 17:09 kalangan Tionghoa, sahabat kita, saudara 17:11 kita. Dia mengatakan, "Hidup ini hanya 17:14 hanya menunggu mas masalah saja." 17:17 Yang ditunggu oleh manusia itu satu 17:18 kematian 17:20 dan yang kedua adalah menunggu waktu 17:21 salat. 17:23 Itu pentingnya salat. 17:25 Orang beliau saja ya subhanallah dan dia 17:27 dia sudah dokter nangis. 17:29 Dokter dari Timur Tengah dari Riyadh. 17:31 Subhanallah. 17:32 Ah itu 17:33 manusia pilihan Allah dari kalangan 17:35 eh bangsa Tionghoa yang ada di 17:37 Indonesia. Allahu Akbar semoga beliau 17:38 menjadi ahli surga dan kita akan ikut di 17:41 belakang beliau insya Allah Ta'ala. Nah 17:43 itu. 17:44 Jadi di manapun kita berada pasti 17:46 diancam dengan kematian. 17:48 Oleh karenanya ah ini himbauan para 17:51 ustad 17:52 eh 17:54 kepada diri dan keluarga serta 17:55 masyarakatnya pesan moral dari para 17:57 ustad para alim ulama para ustad eh para 18:00 kiai-kiai ini kepada diri dan keluarga 18:02 serta masyarakatnya fakunu fi taatillahi 18:05 wahaisu ma amarakumullah. 18:08 Fakunu fi ibadah fi taatillahi wahaisu 18:12 amarakumullah. 18:15 Maka kalau ia kematian itu selalu 18:16 merongrong kehidupan kita hendaknya kita 18:19 wahai ikhtal iman 18:21 tetaplah pada ketaatan terhadap Allah 18:25 kapanpun di manapun dan 18:27 saat bagaimanapun kondisinya. 18:30 Itu kan. 18:32 Dan soal ketaatan tentunya yang 18:33 diperintahkan oleh Allah jangan taat 18:35 pada Allah yang tidak diperintahkan kan 18:37 gitu. Sekarang masyarakat banyak taat 18:39 pada Allah tapi melakukan juga yang 18:41 tidak diperintahkan ini masalahnya. 18:43 Pencampuran antara yang hak dengan yang 18:45 batil oleh hamba Allah itu sekarang 18:48 dilakukan. 18:49 Contohnya pencampuran antara hak dengan 18:51 yang batil 18:52 kalau dia habis salat subuh ya kan 18:55 tahajud dengan witir iya eh besoknya 18:58 masih percaya sama dukun paranormal gitu 19:00 kan itu kan 19:02 campur aduk. 19:03 Klenik dunia klenik kejawen. 19:06 Atau dia masih salat subuh tadi malam 19:07 pun tahajud eh dia bergabung dengan 19:10 kelompok liberalisme semisal. 19:12 Bergabungnya hidupnya dengan kelompok 19:15 yang ee pluralis gitu, mencampuradukkan 19:18 yang hak dengan yang batil, hidup serba 19:20 ingin bebas. Ah, itu hati-hati dengan 19:22 kondisi kayak begitu. 19:24 Ehm, kematian akan selalu ikhwatul iman 19:26 merongrong kehidupan kita. Fa innal 19:29 mauta la budda minhu wala mahida anhu. 19:33 Allahu Akbar. Dan soal kematian tidak 19:35 mungkin bisa di ingkari. Tidak bisa 19:37 dipungkiri dia akan datang. 19:40 Nah, menghampiri kita. Summa ilallahi 19:42 marji' ya wal ma'ab. Kemudian hanya 19:46 kepada Allah kita akan pulang 19:48 dan akan kembali. 19:49 Itu nangis. 19:51 Allah itu tempat kita pu pulang dan 19:53 tempat kita kembal kembali. Kalau sudah 19:55 kita pulang pada Allah, jangan sampai 19:56 kita enggak punya rumah. 19:59 Jangan sampai kita enggak punya tempat. 20:01 Jangan sampai kita tidak memiliki 20:03 kemuliaan. 20:04 Itu loh. 20:06 Maka kita cari rumah di dunia ini, cari 20:09 kemuliaan di dunia ini untuk apa? Untuk 20:11 ketika kita kembali pulang pada Allah, 20:13 kita itu sudah disiapkan oleh Allah 20:15 subhanahu wa ta'ala, "Tuh rumah antum." 20:16 Nah, begitu. Begitu. 20:20 Faman kana muti'an lahu jazahu afdhalal 20:23 jaza, maka jika kita manusia hidup di 20:26 dunia ini taat pada Allah 20:28 dengan semua sesuai dengan perintah 20:31 Allah subhanahu wa ta'ala, maka Allah 20:32 tidak sia-siakan amal-amal itu, 20:34 perjuangan itu, pengorbanan itu. 20:38 Jazahu afdhalal jaza, maka Allah akan 20:40 memberikan imbalan 20:42 yang afdhal, yang lebih bagus daripada 20:45 apa yang kita lakukan di dunia 20:47 sebagai imbalan jasanya itu. 20:49 Wawafahu atamma sawab, dan Allah tidak 20:52 akan memungkiri janjinya. 20:54 Akan selalu menyempurnakan ikhwatul iman 20:58 pahala-pahala yang semestinya memang 21:01 hambanya dapatkan. Tuh. 21:04 Walihaadzal qola ta'ala, walladzina 21:06 amanu wa amilus sholihat, lanu wala 21:15 Qala ta'ala walladzina amanu wa amilus 21:17 shalihat, lalu lanubawwi annahum minal 21:20 jannati ghurafan tajri min tahtihal 21:22 anhar. Silakan kembali pada artinya 21:25 ini usah tafsirnya, begitu kan. 21:28 Ayatnya sudah jelas. 21:30 Maka Rasul sallallahu alaihi wasallam 21:31 untuk supaya kita ini semangat dalam 21:33 hidup Nganis, Rasul mengarahkan pada 21:35 informasi-informasi menarik sebetulnya. 21:38 Dan informasi menarik ini sebetulnya 21:39 boleh diulang berkali-kali. Apa kata 21:41 Rasul? Nanti kalau kalian 21:45 mmm berhasil masuk surga kata Rasul 21:47 sallallahu alaihi wasallam 21:48 ada sebagian kalian yang sudah disiapkan 21:49 oleh Allah subhanahu wa taala istana 21:52 yang dari jarak kejauhan saja istana itu 21:54 kelihatan apa yang ada di dalamnya. 21:56 Tembus pandang Nganis. 21:58 Juga kalau kita sudah masuk istana itu 22:01 apa yang ada di luar dari istana itu 22:03 bisa kita lihat. 22:05 Wih, 22:06 dari luar kita bisa dalamnya, dari dalam 22:08 kita bisa apa yang di luar, tembus 22:10 tembus tembus pandang. Sampai 22:12 bidadarinya pun penuh tembus tembus 22:14 pandang. Allahu Akbar. 22:16 Nah, ketika itu para sahabat bertanya, 22:18 "Ya Rasulallah, istana istana kayak 22:20 begitu untuk siapa?" 22:23 Karena mereka juga penasaran kan begitu. 22:25 Maka Rasul menjawab 22:28 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 22:29 menjawab, "Ikhwatal Iman 22:32 a'addaha 22:33 ya kan 22:35 a'addahallahu ta'ala istana seperti itu 22:38 Allah siapkan buat siapa? 22:41 Eee 22:43 liman at'ama tha'ama 22:46 wa athabal kalama 22:49 wa taba ash shalata was shiyama wa qama 22:53 bil lail wan nasu niyama 22:56 Allahu Akbar. 22:58 Istana seperti itu Allah akan 23:00 peruntukkan bagi hamba-hambanya yang 23:02 kalau bicara indah didengar, enak yatim 23:05 piatu. 23:06 Mungkin ibu-ibu jompo. Nenek-nenek. Iya 23:09 kan. Atau tetangga kita membutuhkan. 23:12 Atau orang kafir sekalipun kalau butuh 23:14 makanan kita kasih. Itu asal kita jangan 23:17 ikut agamanya kan begitu. Akidahnya. 23:21 Orang kafir telanjang butuh pakaian kita 23:23 kasih enggak? Kita kasih. 23:25 Itu itu urusan muamalah namanya. 23:27 Muamalah muamalah bainan nas. Gitu kan. 23:31 Itulah istana bagi yang seperti itu 23:33 diberikan oleh Allah subhanahu wa taala 23:35 untuk yang kalau bicara itu nyaman 23:37 didengarkan oleh telinga. 23:39 Nah. 23:40 Dan yang suka memberikan makanan pada 23:42 yang membutuhkan. Lalu dia suka salat 23:44 yang wajib ya. 23:46 Dan melakukan puasa dalam waktu bulan 23:48 Ramadan. Subhanallah bahkan salatnya 23:51 ditambah sunah dan puasanya ditambah 23:53 sunah. Dan ketika datang malam 23:57 mereka tidak biarkan malam-malam itu 23:58 berlalu terkecuali mereka bangun malam 24:01 untuk tahajud dan melakukan salat witir, 24:04 berdoa pada waktu sahar. Itulah ikhwatul 24:07 iman saat manusia lelap tidur 24:10 mereka-mereka 24:12 menyiapkan kebaktian pada Allah 24:14 subhanahu wa taala. Demi apa? Demi 24:15 mendapatkan nanti istana yang di luarnya 24:18 bisa di kita lihat dari dalam yang dalam 24:20 kita bisa dari luar. 24:22 Allahu Akbar. 24:23 Hmm. 24:32 Maka di sini ikhwatul iman alladzina 24:34 shobaru wa ala robbihim yatawakkalun iya 24:38 kan. Maka orang-orang yang sabar 24:40 dalam hal ini enggak sabar daripada ala 24:43 dinihim 24:44 sabar kepada agamanya. Wahajaru wahajaru 24:48 ilallahi wanabadzu al a'da. Orang-orang 24:52 sabar yang dimaksud adalah sabar atas 24:54 agamanya. 24:55 Dan kalau memang agamanya mengajak 24:57 berjihad, untuk berhijrah, maka dia 25:00 berhijrah dan berjihad. Hah? 25:02 Memerangi musuh. Wafa raqu al ahl wal 25:05 aqriba. Sudah jelas kalau memerangi 25:07 musuh, berjuang itu pasti keluarganya 25:10 ditinggalkan. Betul enggak Anis? 25:12 Orang-orang yang dekatnya ditinggalkan 25:13 ibtiga wajhillah. Semuanya itu hanya 25:16 untuk mengharapkan ridho Allah subhanahu 25:18 wa taala. Waraja'an. Ma'indahu wa 25:21 tasdiqun mau'idahu. Dan itu merupakan 25:24 pengharapan dari orang-orang yang sabar. 25:26 Untuk selalu apa? Untuk selalu berharap 25:29 mendapatkan apa yang telah Allah 25:30 janjikan. 25:32 Buat dirinya kelak di akhirat. Allahu 25:33 Akbar walillahil hamd. 25:36 Nampaknya jelas ya sudah ya 25:38 ayat-ayat tadi. 25:40 Kemudian ikhwan. 25:43 Ada informasi tentang. 25:46 Hah. 25:47 Bahwa. 25:48 Dunia ini tidak seluas daun kelor 25:52 artinya begitu kan. 25:54 Dunia itu tidak sempit. Ya memang Allah 25:56 juga sudah menyatakan begitu kan. 25:59 Eee dan di sini memang ada perintah. 26:02 Kepada hambanya untuk sering melakukan 26:05 perjalanan gitu loh. Agama kita ini 26:07 agama yang yang suka kepada eee objek 26:10 wisata sebetulnya Anis. 26:12 Dan menyuruh untuk kita melakukan 26:14 plesiran gitu. 26:16 Nah plesiran-plesiran ini sifatnya eee 26:19 menjawab seruan Allah untuk beribadah 26:21 sebetulnya. Gitu. 26:23 Mmm. 26:24 Maka ketika itu. 26:26 Eee Rasulullah Shallallahu Alaihi 26:27 Wasallam menyampaikan. 26:29 Dari riwayat Asy-Syafi'i. 26:31 Safiru. 26:33 Tasihhu. Waturzaqu. Allahu Akbar. Maka 26:37 lakukanlah oleh kalian. Apa? Eee. 26:41 Wisata. Eee lakukanlah traveling. 26:45 Lakukanlah apa? Eee peng peng peng peng 26:47 peng eee. 26:48 Berkelana. 26:50 Gitu. 26:51 Orang jauh dari rumah itu apa? Berkelana 26:52 atau merantau? Lakukanlah perantauan 26:55 itu. Lakukanlah traveling itu. 26:58 Maka jika kamu melakukannya kata Rasul, 27:01 jasad-jasadmu itu akan sehat. 27:04 Ketimbang orang ngedekem saja kayak 27:06 kayak di rumah saja, ketutup sama 27:09 dinding rumah-rumah jendelanya. Lebih 27:11 baik kita keluar, bisa ngelihat duni 27:13 dunia. 27:16 Iya kan? Eee jangan alasan enggak punya 27:18 ongkos. 27:19 Eee dari rumah diam, keluar ke gunung 27:22 kek. 27:23 Iya kan? Jalan-jalan ke mana? Kan enggak 27:26 harus bayar. Iya kan? Isti sehat lagi 27:28 jalan, iya kan? Itu artinya kita 27:31 maknakan yang sempitnya saja, kalau di 27:33 rumah kita terkungkung, aduh mau ke 27:35 mana-mana enggak punya duit, keluar. 27:38 Eee walaupun sekilo dua kilo, lihat apa 27:40 kanan kiri yang ada di hadapanmu itu. 27:43 Depan belakang itu harus diperhatikan, 27:45 sehingga kamu akan menjadi orang sehat. 27:47 Eee dan di saat yang sama Allah berikan 27:50 rezeki, Allahu Akbar. Yang tadinya di 27:52 rumah diam, enggak ada enggak ada 27:54 cita-cita apa, keluar oh ternyata di 27:56 pinggir saya ini banyak orang yang me 27:59 menge pengrajin ibaratnya pohon setek, 28:03 begitu. Di Kamojang itu terkenal nah ini 28:05 di kota Ustaz itu terkenal eee 28:07 setekannya. 28:09 Iya, pohon apapun itu setek begitu kan. 28:11 Oh ternyata saya enggak bisa nyetek 28:13 juga, bisa ngejualin kan begitu, 28:15 ketimbang diam. Enggak usah pakai modal 28:17 asal ada keinginan, bilang ke yang punya 28:19 katakan, "Pak boleh saya jual, saya 28:21 setor." Itu begitu akhirnya dan itu 28:23 ratusan orang begitu, bahkan ribuan 28:25 jumlahnya yang menjual itu. 28:27 Yaitu setor setiap seminggu sekali, ada 28:30 sehari sekali, begitu kan kepada 28:32 pemiliknya itu. Ah itu akan akan 28:34 mendapat rezeki, begitu. 28:37 Dan Rasul mengatakan di hadis yang lain, 28:40 "Safiru 28:42 eee turbahu wasumu tasihu." 28:46 "Wagzu 28:48 tagnamu." Allahu Akbar. Ini perintah 28:50 Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam, ya 28:51 kan. 28:52 Maka lakukanlah wisata, traveling atau 28:55 berkelana, ya kan. Hah. 28:58 Maka kalian akan beruntung. 29:01 Dan 29:03 akan sehat, begitu. Dengan puasa yang 29:06 kalian lakukan. Kemudian jika suatu saat 29:09 harus berperang, ikuti perang. Maka 29:11 setelah perang itu pasti akan 29:13 mendapatkan goni Hmm. Ghonimah. Kalau 29:16 ghonimah dibagibagikan menjadi apa? 29:18 Menjadi kekaya kekayaan. Namun lah ingat 29:21 Ikhwatal Iman, 29:23 persoalan kekayaan itu Rasul Shallallahu 29:25 Alaihi Wasallam seperti dalam ayat 29:27 terakhir, "Waka ayyim min dabbatin la 29:31 tahmilu rizqaha." Ya kan. 29:33 Dan berapa banyak dari hamba Allah, dari 29:36 dabbah. Kita ini dabbah. Dabbah itu 29:38 makhluk melata. 29:39 Kita makhluk melata dengan dua ka dua 29:41 kaki. Itu kan. Enggak bisa kita ini 29:44 mencari rezeki sendiri. 29:46 Tetapi apa kata Allah? 29:48 Hah. Allahu yarzuquha wa iyyakum. Dan 29:52 Allah memberikan kepada semua jenis 29:54 dabbah, termasuk manusia, rezekinya itu. 29:58 Dabbah itu binatang melata, Nanis. 29:59 Binatang melata itu ada yang di perut 30:02 bumi, 30:03 ada yang di angkasa, 30:05 ada yang di lautan. 30:07 Betul enggak? Di perut bumi seperti apa? 30:09 Cacing-cacing. Di angkasa seperti 30:11 burung-burung. Di dalam air? 30:14 Ikan. 30:14 Ikan. Nanis pintar, bisa menjawab, ya 30:17 kan. Itu semuanya 30:20 dabbah menurut Alquran. 30:23 Di mana rezeki mereka-mereka itu, 30:25 termasuk kita? Allah katakan tadi, ya 30:27 kan. Allahu yarzuquha wa iyyakum. Allah 30:32 yang memberikan rezeki pada mereka, 30:33 termasuk dirimu. 30:35 Hah. 30:36 Wahuwas Samiul Alim, dan Allah sangat 30:39 Maha 30:41 Sami, mendengar dan Maha Mengetahui 30:43 terhadap kondisi 30:45 ee kondisi hamba-hambanya, ya toh? Dari 30:48 dabah dan para jin dan manusia, Allah 30:51 Maha tahu. 30:52 Maka Allah akan beri semua kebutuhan 30:54 hidupnya. Namun ingat Ikhwatal Iman, 30:56 persoalan harta benda itu 30:59 coba renungkan baik-baik. 31:01 Namun hadisnya ini hadis gharib ya. Tapi 31:04 meskipun hadis gharib, karena ada 31:06 informasi yang dari Ibnu Katsir 31:08 sebab sedangkan kita sedang mem buka 31:10 tafsir Ibnu Katsir, kita sampaikan. Tapi 31:12 kedudukan hadisnya gharib. 31:16 Dan di sana pun ada hasan gharib, nah 31:17 itu. 31:19 Nah, 31:20 Rasul mengatakan dari dari ayat yang 31:22 terakhir itu 31:25 faqala Rasulullah sallallahu alaihi 31:27 wasallam 31:28 innallaha azza wajalla 31:31 lam ya'muruni 31:33 bi kanzi dunya. 31:36 Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala 31:38 belum pernah, gitu kan, dan tidak pernah 31:41 menyuruhku untuk mengumpulkan dunia. 31:45 Dunia itu kalau dikumpulin apa Nannis? 31:47 Ee dari makanan pokok, semisal. 31:50 Kemudian dari makanan tidak pokok, 31:53 semisal. 31:54 Dari perhiasan, semisal. Dari kendaraan, 31:56 semisal. Dari rumah, semisal. Semua 31:59 dunia. 32:00 Ya kan? 32:02 Rasul tidak disuruh Allah untuk 32:03 mengumpulkan itu semuanya. 32:05 Enggak. 32:08 Wala bi tibai syahawat, dan aku kata 32:11 beliau sallallahu alaihi wasallam 32:14 tidak diperintahkan oleh Allah untuk 32:15 mengikuti selera hawa nafsuku. 32:18 Ya kan? Kalau beliau iya mau, oh apapun 32:21 dia miliki. Bahkan 32:23 pemuka-pemuka Quraisy ketika mereka tuh 32:26 benci kepada Rasul, menawarkan beberapa 32:28 hal pada Rasul. "Ya Muhammad, jika 32:30 engkau mau menjadi orang terkaya, 32:32 bagaimana? Aku akan berikan ke kau 32:34 sehingga kamu menjadi terkaya di Mekkah 32:35 ini." Kan begitu. 32:37 "Jika kamu ingin kedudukan maka kami 32:39 akan mengangkatmu sebagai pimpinan. 32:42 Dan jika kamu ingin berwanita 32:44 kami akan memilih wanita-wanita kita 32:46 yang tercantik buat dirimu. 32:49 Apa yang 32:50 kekurangannya, kan begitu. 32:51 Tapi nabi kita bukan untuk itu hidup. 32:54 Kan begitu. 32:54 Tujuannya. 32:55 Tujuannya, bukan untuk bukan untuk itu. 32:57 Maka terkenal jawaban Rasulullah 32:58 Shallallahu Alaihi Wasallam. 33:00 Mereka bilang asal tinggalkan agama ini. 33:03 Maka Rasul mengatakan ya ammi 33:22 Tidak aku akan tinggalkan wahai ammi, 33:24 pamanku, perkara agama ini. Jika mereka 33:27 sanggup meletakkan matahari di tangan 33:30 kananku, rembulan di tangan kiriku, 33:32 niscaya tidak aku let 33:34 lepaskan perkara agama ini, kan begitu. 33:36 Sampai Allah memuliakan agamanya atau 33:39 aku hancur bersamanya. Ini pernyataan 33:42 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. 33:44 Begitu juga pada dunia. 33:47 Kalau dia mau mengikuti selera hawa 33:48 nafsunya, tentu diterima dong tawaran 33:50 daripada orang-orang Quraisy itu, kan. 33:52 Tapi Rasul tidak. Inilah yang hakikatnya 33:54 harus kita ikuti, kan begitu. 33:57 Wala bittiba'i syahawat. Tidak untuk 33:59 mengikuti selera hawa nafsuku. 34:07 Ternyata kata beliau Shallallahu Alaihi 34:09 Wasallam dari perbendaharaan dunia 34:12 itu ternyata sebagian orang ingin hidup 34:14 selamanya di dunia. Baqiyah selamanya. 34:18 Padahal kita tidak mungkin hidup di 34:19 dunia selama selamanya. Dunia itu adalah 34:21 fa fana, begitu loh. Nah, ini juga 34:25 pintar menjawab, ya kan. Fana dunia itu. 34:28 Kan kita tinggalkan. Tetapi kata Rasul 34:31 famin kanji dunia 34:33 dari perbendaharaan dunia itu 34:36 apa sih? Yuridu biha hayatul baqiyah. 34:38 Keinginan manusia itu hidup di dunia 34:41 kalau mau seribu tahun, seribu tahun. 34:44 Padahal seribu tahun itu terbatas, kan 34:46 begitu. 34:49 Fainnal hayata biyadillah. 34:53 Dan ingatlah kata Rasul sallallahu 34:54 alaihi wasallam, sesungguhnya hidup itu 34:57 ada di genggaman kekuasaan Allah 35:00 subhanahu wa taala. 35:02 Ada di genggaman tangan Allah subhanahu 35:03 wa taala. 35:04 Ala wa inni la aknezu dunia dinaran wala 35:08 dirhama. 35:09 Ingatlah kalian harus tahu bahwa aku 35:12 tidak pernah 35:13 menabung 35:15 menumpuk-numpuk, begitu kan. 35:18 Apakah kekayaan berupa dinar atau 35:20 kekayaan berupa dirham? 35:22 Dulu pada zaman Rasul itu sudah ada 35:23 dinar, sudah ada dir dirham. 35:26 Ingat oleh kamu, ketahui aku ini nabimu 35:29 tidak pernah menabung, 35:30 mengumpul-ngumpulkan kekayaan berupa 35:33 dinar, berupa dirham. Wala akhbaru 35:36 rizqon li ghodda. 35:37 Dan aku tidak pernah menyimpan apapun 35:40 makanan ya kan. 35:43 Rezeki yang Allah berikan. 35:46 Dan rezeki itu tidak pernah bermalam di 35:47 rumahku sampai besok hari. 35:50 Artinya Rasul sallallahu alaihi wasallam 35:51 itu kalau ada yang memberikan hadiah, 35:52 Rasul itu kan tidak mendapat, tidak 35:54 menerima sedekah. 35:56 Rasulullah beserta keluarganya 35:59 kalau ada Habib di Indonesia ini sudah 36:01 terdata nama beliau langsung nasabnya 36:04 kepada Rasul maka keturunan Rasul itu 36:06 tidak boleh mendapatkan 36:08 sedekah, tapi mendapatkan, boleh 36:10 menerima hadi hadiah. Jika ada Nabi 36:13 Muhammad saat itu mendapatkan hadiah, 36:16 maka hadiah itu tidak bermalam di di 36:17 rumah Rasul sallallahu alaihi wasallam. 36:20 Tidak sampai besok. 36:21 Tapi langsung malam itu diberi, 36:23 diberikan. Saat kalau enggak salah Ustaz 36:25 membaca hadis, ketika itu Rasul salat. 36:29 Dalam salatnya teringat ada satu cincin 36:31 emas yang diberikan hadiah 36:33 dari 36:34 eh, 36:35 umat untuk dia 36:37 dan malam sifatnya. 36:39 Ketika itu setelah salat dia teringat, 36:40 langsung bergegas mencari cincin itu, 36:43 iya kan? 36:44 Eh, lalu diberikan kepada yang lain. 36:46 Dia tidak bermalam di rumah Rasulullah 36:48 sallallahu alaihi wasallam. Kalau kita 36:49 gimana, Anis? 36:52 Sini deh. 36:53 Gitu kan. Dari yang ini, sini deh. 36:56 Semua diterima, taruh di koper. 36:58 Gitu kan. Ayo kita. 37:00 Maka dengan adanya uraian surat 37:02 Al-Ankabut ayat berapa, Anis? 37:06 Ayat 56 sampai eh, 60 ini 37:10 ini dunia Allah subhanahu wa taala, 37:12 ikhwan, luas-luas. 37:15 Jangan merasa sempit hidup. Iya kan? 37:18 Kalau memang di satu tempat kita tidak 37:20 bisa mengembangkan potensi, gitu kan. 37:23 Maka tempat itu jangan terus di situ 37:25 antum. 37:26 Gerak. 37:28 Eh. 37:29 Contohnya aja orang Majalengka susah 37:31 hidup, ke Bandung lah. 37:33 Ke Kelapa Nunggal. 37:34 Ke Kelapa Nunggal lah. 37:35 Gitu kan. 37:36 Ke Citereup lah, kan gitu kan. 37:39 Eh. Sebaliknya orang Kelapa Nunggal 37:41 susah hidup di Kelapa Nunggal, aduh 37:43 sempit gua hidup nih, debu karena banyak 37:45 debu dari mo eh, Holcim. 37:48 Gitu. 37:50 Banyak debu dari gunung kapur di 37:52 belakang rumah Ustaz tuh gunung kapur, 37:54 Anis. 37:55 Ribuan mobil yang ngangkut itu apa 37:57 enggak berdebu? Makanya Ustaz sebentar 37:59 mau pindah. 38:01 Males ngebersihin debu itu. 38:04 Iya. 38:05 Sempit hidup di Kelapa Nunggal, eh. Di 38:07 sana tuh ada tempat yang kalau kamu 38:10 pergi sana hidupmu itu sudah mantap. 38:12 Gitu kan. Maka Rasulullah mengatakan fa 38:14 idza mak wajad taum ak, akim fa akim. 38:17 Maka jikalau kamu sudah mendapatkan 38:19 tempat yang nyaman buatmu, buat istrimu, 38:21 anak keluargamu. Bisa berkembang, ya 38:24 kan, ekonominya, bisa pintar-pintar 38:27 anaknya, bisa memiliki rumah yang masya 38:30 Allah, nyaman, tanah lapang, kolam ikan, 38:33 peternakan lele, peternakan kambing, 38:36 peternakan ayam kita punya, pindah. 38:39 Hijrah. 38:41 Nah, begitu. 38:43 Sama juga kalau hidup di perumahan 38:44 sempit yang hanya 70 m. 38:47 Kan? 38:48 70 m, 70 m itu apa memang luas? Sempit. 38:52 Buat usaha sempit banget, apalagi anak, 38:53 cucu Ustaz banyak, ya itu kan. 70 m itu 38:56 paling 6 * 2, berapa? 38:59 70 m. 39:01 Katakanlah 5 * 39:03 Ya Allah, 6 * 12 lah katakan, ya kan? 39:07 Sempit banget itu. 39:09 Tapi kalau yang belum punya, ya itu juga 39:10 cukup, ya kan? Kalau sudah lama di situ, 39:13 aduh, harus mengembangkan hidup nih. 39:15 Jual. 39:16 Cari tempat lain. 39:18 Kalau itu perumahan sampai dimiliki, 39:20 lakunya 200 juta, jual Anis, 200 juta, 39:24 bisa di Karawang menjadi 1.000 m dengan 39:27 rumah di dalamnya. Oh, indah itu. 1.000 39:29 m ente bisa bikin kolam, 1.000 m ente 39:32 bisa beli bebek, 1.000 m bisa ente beli 39:34 ayam, kambing. Nah, saya jangan sapi, 39:37 sapi mahal. 39:38 Nah, itu. Nah, itu Ikhwan. 39:40 Nah, ini Ikhwan yang dirahmati Allah 39:42 subhanahu wa taala, ayat ini kalau kita 39:44 kaji bersama, Allahu Akbar. Allah itu 39:46 sangat dedeh ke hambanya, hambanya. Apa 39:49 dedeh itu? 39:50 Sayang, cinta, dedeh, mikahiman Allah 39:54 itu kepada hambanya. Maka jangan kita 39:56 nih salah mikahiman. 39:58 Kita tidak terima dengan kasih sayang 40:00 Allah. 40:01 Mengandalkan yang ada itu enggak boleh, 40:03 tetapi umat ini harus berkembang dengan 40:05 apa yang dimiliki. 40:07 Dari Allah sebagai anugerahnya. 40:09 Itu Ikhwan. 40:11 Cukup insya Allah taala apa yang Ustaz 40:12 sampaikan sebagai penyemangat hidup, ya 40:15 kan? 40:16 Dikala kita di satu tempat ini 40:19 tidak mau bisa mengembangkan potensi 40:22 apa yang Allah berikan pada diri kita 40:24 sebagai anugerah, maka pindah hijrah. 40:26 Untuk apa? Untuk perubahan dan untuk 40:29 kebagus kebahagiaan diri, keluarga dan 40:31 masyarakatnya. Wallahualam bissawab. 40:33 Wallahualam bissawab, baik. Syukron 40:36 Ustad untuk tausiahnya di pagi hari ini. 40:39 Jadi kalau memang merasa lebih baik di 40:41 tempat lain, tempat lain Ustad ya? 40:43 Pergi. 40:44 Pergi Ustad, hijrah. 40:45 Berhijrah. 40:45 Karena 40:46 Allah ini memiliki 40:48 Iya. 40:48 segalanya Ustad ya, bahkan dunia. 40:50 dengan rumah 70 meter. 40:53 Masya Allah Ustad ya. 40:55 Ya, ini karena keindahan alam yang 40:57 sangat luar biasa sekali Ustad ya. 40:59 Mudah-mudahan kita diberikan petunjuk 41:01 dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Amin ya 41:03 rabbal alamin. Baik. Ikhwan dan akhwat, 41:06 para pendengar Radio Sautul Quran dan 41:07 juga pemirsa Rasel TV. 41:09 Tentunya kami mengundang bagi 41:11 ikhwan-akhwat yang ingin mengirimkan 41:12 pertanyaan bisa langsung di line telepon 41:15 di 0218451512. 41:19 Bagi ikhwan-akhwat yang ingin 41:19 mengirimkan pertanyaan melalui line 41:21 WhatsApp bisa di 08111999720. 41:27 Dan bagi pemirsa Rasel TV yang ingin 41:29 memberikan 41:30 pertanyaannya bisa di kolom chat live 41:33 chat ya, di live chat YouTube Rasel TV 41:36 yang sedang berlangsung. Ini salah 41:39 satunya ada Ibu Anggit Andayani, ada 41:42 Dalima 12, ada AA Subagja yang selalu 41:45 menyimak katanya Ustad. 41:46 Surat Mi, assalam 41:48 bismillah alhamdulillah menyimak Ustad. 41:50 Dan juga ada Muhammad Kadafi, 41:52 assalamualaikum baru menyimak dan juga 41:54 ada Ibu Liza Emilda yang menyimak selalu 41:58 juga Ustad. Dan ada Bapak Syafi Juana 42:02 dari Cianjur hadir katanya, masya Allah. 42:06 Ya, masya Allah ya. 42:07 Silahkan ikhwan-akhwat yang ingin 42:09 mengirimkan pertanyaannya dan kita rehat 42:10 sejenak Ustad ya, sambil menikmati 42:13 Air sudah habis lagi Ustadz ya, Masya 42:15 Allah. Iya, tisu Ustadz ya. 42:17 Baik Ikhwan dan Akhwat, kita rehat 42:19 sejenak pastikan Anda tetap di Radio 42:20 Silaturahim untuk Islam yang satu. 45:47 Rasil TV 46:11 Radio silaturahim dan juga Radio Sil TV 46:13 untuk Islam yang satu. Terima kasih 46:15 Ikhwan dan Akhwat pendengar dan juga 46:17 pemirsa masih menyimak acara tausiah 46:19 pagi bersama 46:22 guru kita Ustaz Umar Rasyid Hasan dalam 46:24 kajian ee Tafsir Ibnu Katsir. 46:28 Ustaz sudah membahas di Quran surat 46:31 ee Al-Ankabut di surat yang ke-29 di 46:34 ayat yang ke-56 hingga ayat yang ke-60. 46:37 Kita sudah masuk untuk sesi tanya dan 46:39 jawab. Oh iya, silakan silakan bagi 46:41 pemirsa yang ingin mengirimkan 46:41 pertanyaannya. Dan langsung saja Pak 46:43 Ustaz ya, kita membacakan pertanyaan 46:45 yang masuk. Ini datangnya dari Sukabumi 46:48 Pak Ustaz dari Bapak Mail. 46:50 Assalamualaikum warahmatullahi 46:51 wabarakatuh Pak Ustaz. 46:52 warahmatullahi wabarakatuh Bapak Mail. 46:54 Eee Ustaz, seluruh isi bumi ini kan 46:57 milik Allah subhanahu wa taala. Namun 46:59 kenapa Allah subhanahu wa taala membuat 47:02 hamba-hamba yang suka merusak buminya 47:05 Allah subhanahu wa taala. Syukran Pak 47:06 Ustaz. 47:07 Bismillahirahmanirahim. Inilah kondisi 47:10 yang memang tidak boleh kita tidak bisa 47:11 kita pungkiri ya. 47:13 Alam raya yang semestinya dijaga, 47:15 dipelihara sebagai nikmat ya kan dan 47:18 karunia Allah malah dirusak. 47:20 Ya kan? 47:21 Coba kalau kita jaga bersama-sama ya kan 47:24 semua hasilnya, semua yang dieksplorasi 47:28 itu bisa di kita manfaatkan untuk 47:30 kesejahteraan hidup. 47:32 Tapi lagi-lagi manusia ini memang 47:34 perusak gitu kan. Dhoharol fasadu 47:36 filbarri wal bahri bima kasabat 47:38 aidinnas. 47:40 Lahir kerusakan itu di laut, di daratan 47:43 karena memang ulah manusia. 47:45 Nah ini kepada masalah-masalah kerusakan 47:47 ini coba kita arahkan pada mereka yang 47:49 suka merusak alam ini berhenti. 47:52 Supaya apa? Supaya nikmat itu 47:55 betul-betul kita bisa rasakan. 47:58 Dan mencicipi bersama, kan gitu. 48:00 Apalagi kalau pemerintahnya adil, 48:02 bijaksana. 48:03 Dieksplorasi kekayaan emas, dieksplorasi 48:06 kekayaan naik nikelnya, bauksitnya, 48:08 tembaganya, iya kan? 48:10 Semua hasil kekayaan alam ini diberikan 48:13 kepada yang semestinya, kepada rakyat 48:15 yang membutuhkan, bukan kepada rakyat 48:17 orang lain, kan gitu. 48:19 Makanya yang merusak-rusak ini, ke eh 48:21 khusus kepada Bapak yang bertanya tadi, 48:23 ini sebetulnya bukan pertanyaan tapi 48:24 sharing, iya kan? Sharing untuk apa? 48:27 Untuk saling kita menasehati pada 48:29 orang-orang yang suka merusak alam ini, 48:31 hentikan 48:32 eh praktek-praktek pengrusakan itu. 48:35 Hutan yang begitu indah, iya kan? 48:38 Hutan yang begitu dahsyat. Indonesia ini 48:40 memiliki hutan yang 48:42 sinar matahari saja enggak bisa tembus 48:44 di lu kalah 48:45 ke hutan itu. Saking apa? Saking 48:47 padatnya dedaunan yang rimbun itu 48:49 menutup bumi. Tapi sekarang botak-botak 48:52 di mana-mana, kan? Siapa yang merusak? 48:54 Manusia. Kalau manusianya beragama Islam 48:56 sih mending, iya kan? 48:58 Ini manusianya manusia keparat, orang 49:01 kafir, orang musyrik, 49:03 ini kan subhanallahilazim itu. 49:06 Eh, manusia perusak ini. 49:09 Coba kita lihat yang namanya hamparan 49:11 permadani alam yang menyerap eh 49:14 apa namanya tanaman padi. 49:16 Ya Allah, sebelum mereka menguning, woi, 49:18 itu bak hamparan permadani yang hijau. 49:22 Ketika sudah menguning, berubah warna. 49:25 Permadani yang berwarna kuning, Allahu 49:26 Akbar. Itu keindahan alam, sekarang 49:29 sudah dirusak oleh apa? 49:31 Oleh zat-zat se seperti apa itu, 49:34 merkuri, iya kan? 49:36 Zat-zat merkuri. 49:37 Ya, seperti kali-kali besar Ciliwung, 49:40 iya kan? 49:41 Eh, kita memiliki kali yang dulu 49:43 terkenal sekali, Citarum. Itu dirusak, 49:46 semua sudah rusak. Ikan saja enggak 49:48 hidup di situ. Jangan ikan, cebong saja 49:50 enggak hidup. 49:52 Cebong saja enggak hidup, 49:53 bakteri-bakteri enggak hidup. 49:55 Mati sama zat-zat seperti itu. Ini 49:58 Ikhwan, jadi yang merusak-rusak ini 49:59 hentikan. Tangan, kaki, pikiran bukan 50:02 untuk merusak alam. 50:04 Tapi tangan, kaki, pikiran kita untuk 50:06 mengolah alam itu menjadi hal yang 50:08 bermanfaat buat masyarakat kita. Maka 50:11 benar kata beliau tadi, kenapa justru 50:13 Allah menciptakan manusia perusak? Itu 50:16 ujian kita hidup di dunia. 50:18 Untuk apa? Untuk kita berpikir jangan 50:19 seperti seperti mereka, kan gitu nah 50:21 hadis. Jangan seperti perus-perusak 50:23 alam. Yuk kita lestarikan alam sekitar, 50:25 agar apa? Agar nikmat. Agar apa yang 50:29 datang pada kita sebagai manfaatnya, 50:31 Allahu Akbar. Membahagiakan diri kita, 50:34 memberikan semangat kehidupan buat kita. 50:37 Wallahualam bissawab. 50:38 Wallahualam bissawab. Baik, syukron Pak 50:39 Ustaz untuk pertanyaannya. Ini 50:42 kita beralih ke Bekasi, tadi dari 50:43 Sukabumi Pak Ustaz ya. Ini ada Bapak 50:45 Aminudin di Bekasi. Assalamualaikum 50:48 warahmatullahi wabarakatuh Pak Ustaz. 50:49 Waalaikumsalam. 50:50 Assalamualaikum warahmatullahi 50:50 wabarakatuh. 50:51 Eh, ini di luar tema Pak Ustaz. Izin 50:53 bertanya, bagaimana menikmati salat Pak 50:55 Ustaz? Terima kasih sebelumnya dan 50:57 sesudahnya. 50:59 Menikmati salat tentu tidak seperti kita 51:01 menikmati hidangan makanan. 51:03 Iya kan? 51:04 Iya. 51:05 Hidangan makanan saja beragam kan, ada 51:06 nasi rasanya seperti itu. 51:08 Heem. 51:08 Iya kan? Belum nasi ditambah dengan apa? 51:11 Ikan 51:12 ikan gulai. 51:13 Iya kan? Rasanya seperti itu. Belum lagi 51:15 nasi ditambah dengan apa? Makanan yang 51:17 paling enak dari Padang itu apa namanya? 51:18 Rendang. 51:19 Rendang. 51:19 Heem. 51:20 Nah, berbeda kan? 51:21 Heem. 51:22 Itu saja rasa makanan 51:24 sangat berbeda 51:26 yang kita cicipi itu. 51:28 Nah, hendaknya salat pun harus beragam 51:30 rasanya. 51:32 Heem. 51:32 Iya kan? Bagaimana kita merasakan salat 51:35 itu betul-betul menjadi kebutuhan hidup 51:37 kita? 51:38 Ya coba untuk khusyuk. Kalau tidak 51:40 khusyuk bagaimana mungkin kita akan bisa 51:42 mencicipi rasa salat? 51:44 Bagaimana khusyuk itu? Setidaknya Ikhwan 51:47 fillah untuk kita mendapatkan 51:49 kekhusyukan dalam salat itu 51:51 salat itu kan ada syarat. 51:53 Syaratnya penuhi, di antaranya niat, 51:56 menghadap kiblat, bajunya bersih dari 51:58 najis, kan begitu itu di antaranya. 52:01 Lengkapi setelah syarat itu rukunnya. 52:04 Rukun salat itu takbiratul ihram, ya 52:06 kan, dan lain sebagainya. 52:09 Lengkapi juga kewajibannya. 52:11 Ya, di antara kewajiban itu tasyahud 52:13 awal itu kewajiban. 52:15 Dan lengkapi kalau mampu sunah-sunah 52:17 salat itu. Kalau ini sudah lengkap 52:19 semuanya, kita praktik salat, oh 52:21 masyaallah indah rasanya. Rasa salat itu 52:24 seperti nanti hidangan makanan yang 52:26 beragam itu. 52:28 Khusyuk, subhanallah, khusyuk 52:30 betul-betul khusyuk dalam hati. Saat 52:32 kita mengucapkan 52:33 bismillahirrahmanirrahim, 52:35 terbayang oleh kita 52:37 sifat 52:38 yang hakikinya Allah rahman rahim. Maha 52:40 pengasih, Maha pengasih lagi Maha 52:42 penyayang. Alhamdulillahirabbil 52:45 alamin, terasa sangat itu. Yang namanya 52:47 kita wajib memuji Allah penguasa alam 52:50 raya ini. Dialah pemiliknya, kan begitu. 52:53 Arrahmanirrahim, ditambah diulang lagi, 52:55 zat yang Maha pengasih dan penyayang. 52:57 Maliki yaumiddin, Dia menjadi raja kelak 53:00 di hari akhir. Yang ketika hari akhir 53:03 berakhir dunia dikiamatkan semuanya 53:06 ada yang tidak mengalami kiamat saat 53:07 itu, apa? 53:09 Arsy Allah sampai ke atas itu tidak 53:10 mengalami kiamat dengan malaikat yang 53:12 ada di dalamnya, karena nanti akan 53:15 malah fokus sesuatu, kalau kiamat 53:16 seluruhnya seluruhnya kan nanti 53:18 urusannya bagaimana kan, nanti kalau 53:20 sudah seluruhnya tiada makhluk selain 53:22 Allah subhanahu wa taala, baru saat itu 53:24 Allah berfirman, ya kan, manil mulku 53:26 yaum dan sebagainya. Ya itu. 53:29 Jadi coba kita lihat 53:30 dari Maliki yaumiddin iyyaka na'budu wa 53:33 iyyaka nasta'in, ya, hanya kepadamu ya 53:36 Allah 53:37 aku menghambakan diriku, menyembahmu 53:41 setiap Engkau panggil zuhur, engkau 53:44 panggil asar, engkau panggil magrib, 53:46 isya, subuh. Bahkan aku mendekat-dekat 53:49 pada dirimu dengan sunah. 53:51 Ehm. 53:51 Gitu kan. Wa iyyaka nastain dan hanya 53:53 kepadamu aku memohon. Apapun bentuk 53:56 permintaanku aku serah padamu. 53:58 Ihdinas siratal mustaqima siratal lazina 54:01 an'amta alaihim ghairil maghdubi alaihim 54:02 walad 54:03 Amin. 54:04 Amin. 54:04 Makanya untuk kita mendapatkan rasa 54:06 khusyuk dalam salat sehingga ada rasa 54:08 ketika salat kita lakukan setidaknya 54:11 makna salat itu harus kita dalami. 54:13 Ehm. 54:14 Kalau tidak, ya apapun keinginan kita 54:16 salat ini ada rasanya hambar nantinya. 54:19 Ham, hambar. Ini arahan ustaz kepada 54:22 yang bertanya. Wallahualam bisawab. 54:23 Wallahualam bisawab. Baik, nampaknya ini 54:25 pertanyaan terakhir Pak Ustaz. 54:26 Masyaallah. 54:26 Mungkin bisa disimpulkan untuk 54:27 pembahasan kita di pagi hari ini. 54:29 Tafadhol Pak Ustaz. 54:30 Kesimpulannya ikhwan, ayat yang ustaz 54:32 bahas bersama antum semuanya 54:35 ini adalah ayat penyemangat, gitu. Ayat 54:38 jangan putus asa. 54:41 Ehm. 54:41 Ulah cukup jeung nu aya. Tuh, begitu. 54:44 Jangan cukup dengan apa yang ada. Kalau 54:46 bisa kembangkan yang ada itu menjadi 54:47 apa? Menjadi varian-varian kenikmatan 54:50 yang lain. 54:51 Ehm. 54:51 Sehingga dengan begitu kita bisa 54:53 berbagi. 54:54 Ehm. 54:54 Iya kan. Kalau mobil satu jangan cukup 54:56 satu. 54:57 Tamak pada Allah, harus memiliki dua, 54:59 tiga. Yang satu, dua, tiganya untuk 55:01 orang. 55:01 Ehm. 55:02 Kan gitu. 55:02 Betul, Ustaz. 55:03 Ya, rumah jangan cukup satu, dua, empat, 55:05 lima. Lebih-lebihnya untuk anak dulu. 55:08 Ya, setelah itu cucu baru ke orang lain. 55:10 Begitu seterusnya tanah, begitu 55:12 seterusnya toko dan 55:14 kita hidup bersama masyarakat luas yang 55:17 di antara mereka butuh bantuan kita. 55:20 Ini ayat penyemangat hidup kaum muslimin 55:23 di manapun berada. 55:24 Dan masalah dunia, apa kata Rasul 55:26 sallallahu alaihi wasallam? Ad dunya 55:28 darun liman la daralah. 55:30 Wa malun liman la malalah. Wa lahu 55:33 yujma'u liman la aqlalah. 55:35 Dunia itu rumah bagi yang belum memiliki 55:38 rumah. 55:39 Maka pada zaman dulu Nak Anis, orang 55:41 yang belum punya rumah itu dia 55:42 sekat-sekat tanah. 55:43 Ehm. 55:44 Bebas, karena dia mengerti ini tanah 55:46 Allah. 55:46 Iya. 55:47 Ehm, nanti pemerintah memeriksa baru dia 55:49 loh, kenapa kamu berdiam di sini? 55:52 Aku berdiam di atas tanah Allah, ini 55:55 miliknya, aku hambanya. 55:56 Ehm. 55:57 Ehm, kalaupun perlu dicatat bahwa aku 55:59 menjadi penduduk sini silakan kamu 56:00 catat, kan begitu. Itu pun di zaman dulu 56:03 khalifah. 56:03 Ehm. 56:04 Dan pemerintah itu mengawasi. 56:06 Kalau dia kurang makan dibantu makanan. 56:08 Ehm. 56:09 Kalau dia sakit dia sembuhkan, itu 56:12 pemerintah yang adil. 56:14 Ehm. 56:14 Oleh karenanya Ikhwatul Iman, melalui 56:16 ayat-ayat yang penyemangat ini mari 56:18 sama-sama kita semangat hidup. Ehm, 56:20 semangat hidup menghadapi masalah jangan 56:23 ehm, 56:23 lembek, jiwanya jangan kerdil, ayo 56:26 semangat. 56:27 Ini ayat penyemangat. 56:29 Khusus kepada saudara kita di Cianjur 56:31 yang insya Allah sekarang dalam 56:32 recovery. 56:33 Ustaz Nur kemarin ke mana lagi? 56:35 Ehm. 56:36 Empat berapa gitu kan, karena Ustaz 56:38 punya ponakan sana. 56:39 Ehm. 56:39 Mang empat lagi nih katanya, Allahu 56:41 Akbar, kalau perlu 56:42 ehm, kemari ke Kelapa Nunggal Kelapa 56:44 Nunggal saja, ya. Kalau kalau aman ya 56:46 silakan situ terus. Nah ini penyemangat 56:49 kepada mereka untuk apa? Untuk masih 56:50 memiliki harapan hidup setelah musibah 56:53 ini dialami bersama, insya Allah kita 56:55 menyongsong harapan yang lebih baik di 56:57 masa akan datang. 56:58 Ehm. 56:58 Wallahu a'lam bishawab. 56:59 Wallahu a'lam bishawab, kami ucapkan 57:01 jazakallah khair kepada Ustaz Umar 57:02 Rashid Hasan yang telah memberikan 57:04 tausiah dan juga menjawab pertanyaan 57:06 dari Ikhwan dan Akhwat. 57:08 Semoga apa yang 57:10 Ustaz sampaikan dapat bermanfaat bagi 57:12 Ikhwan dan Akhwat, mudah-mudahan dapat 57:14 mengaplikasikannya dan juga 57:15 mudah-mudahan menambah keimanan dan juga 57:17 ketakwaan kita di sisi Allah Subhanahu 57:19 wa Ta'ala. 57:20 Sekali lagi terima kasih Ikhwan Akhwat 57:21 telah menyimak acara kita di pagi hari 57:23 ini, simak selalu program tausiah pagi 57:25 di setiap hari Kamis di pukul 09.30. 57:29 Semoga Ikhwan dan Akhwat selalu dalam 57:31 keadaan sehat walafiat. Amin ya rabbal 57:33 alamin. Saya Muhammad Aris Mualim 57:35 beserta kru Rasil yang bertugas ada Ondy 57:37 di kameramen Rasil TV dan juga ada Agus 57:39 Susilo di ruangan operator radio dan 57:43 juga sahabat para pejuang dakwah yang 57:45 merelay acara kita di pagi hari ini yang 57:47 berada di Banyuwangi, Bondowoso, Jogja 57:50 dan juga berada di Sukabumi, Batam, 57:52 Palembang dan juga yang berada di 57:54 wilayah Pontianak. 57:56 Semoga kita selalu diberikan kesehatan 57:58 oleh Allah subhanahu wa taala. Kita 57:59 tutup dengan acara acara ini dengan 58:02 membaca doa kafaratul majelis. 58:03 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an 58:06 la ilaha illa anta astagfiruka wa atubu 58:08 ilaik. Kurang lebihnya kami mohon maaf. 58:11 Wassalamualaikum warahmatullahi 58:12 wabarakatuh.