Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:02 Amin. 0:07 [musik] 0:18 Wa ala ali sayidina Muhammad. ikhwan dan 0:21 akhwat yang dapat meraih kami baik itu 0:23 lewat rasil visual di YouTube maupun 0:26 lewat ruang dengan Ikhwan dan Akhwat di 0:28 radio Ikhwan dan Akhwat di mana pun 0:30 berada. Alhamdulillah saya Carolin live 0:32 kali ini walaupun juga secara virtual 0:35 dari tempat kami masing-masing 0:37 di ee tempat saya kemudian Ustazah masih 0:39 di kediaman ustazah. Mudah-mudahan 0:41 ikhwan dan akhwat yang saat ini 0:43 kebetulan sedang beraktivitas di luar ee 0:47 diberikan kenyamanan juga keamanan. 0:50 Jangan lupa jaga kesehatan dengan selalu 0:52 pakai masker dan cuci tangan. Baik. Ee 0:54 alhamdulillah kali ini Ustazah Amran 0:58 dengan fikih wanita guru kita telah 0:59 hadir di tengah-tengah kita. Mari kita 1:02 sapa terlebih dahulu. Asalamualaikum 1:03 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. 1:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07 wabarakatuh. Alhamdulillah agak seru 1:10 nampaknya di sekitar ustazah ya. 1:12 Iya lagi ramai lagi ngumpul. 1:13 Alhamdulillah terasa ustazah. 1:15 Alhamdulillah yang penting Ustazah sehat 1:17 Ustazah ya. 1:18 Alhamdulillah Mbak Olin juga sehat ya. 1:20 Alhamdulillah berkat doa Ustazah 1:22 dan luar biasa nampaknya walaupun masih 1:25 sedikit ee bocoran atau belum dapat 1:27 bocoran sama sekali adalah tema yang 1:29 diungkap Ustazah tadi sebelumnya dengan 1:33 ee apa ya tadi Ondi langsung 1:35 meneruskannya dengan hal-hal yang lain 1:37 cuman untuk lebih lanjutnya atau lebih 1:38 jelasnya kita akan dengarkan ikhwan dan 1:40 [berdehem] akhwat tema yang akan dibahas 1:42 saja selama 90 menit ke depan yaitu aku 1:46 ikhlas ya Rabb. Nah, 1:47 aku rida ya Rabbi. 1:49 Aku [tertawa] rida tuh malah aku rida ya 1:52 Rabb gitu. Afwan, Ustazah tafadol 1:54 Ustazah silakan dimulai. 1:56 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 1:59 Asalamualaikum warahmatullahi 2:01 wabarakatuh. 2:03 Alhamdulillah Alhamdulillahilladzi 2:07 hadana lihadza w kunna linahtadiya laula 2:10 ananallah. 2:12 Allahumma shi wasallim wabik ala 2:14 sayidina muhammadin waa alihi 2:18 aj 2:19 allahum inalukaubika 2:25 amin ya rabbal alamin. 2:27 Eh mudah-mudahan kita semua saat ini 2:31 dalam keadaan rida terhadap Allah 2:34 sebagai Rabb kita, Rasulullah sebagai 2:36 nabi kita, dan Islam sebagai agama kita. 2:46 Pembahasan kita pada siang hari ini 2:49 tentang rida. Jadi, aku rida ya Rabb. 2:52 Mudah-mudahan kita semua menjadi hamba 2:54 Allah yang rida terhadap semua 2:57 ketentuan-ketentuan yang telah Allah 2:58 berikan kepada kita. Biasanya setiap 3:01 pagi pada saat kita melantunkan wirid 3:05 pagi dan petang itu salah satu yang kita 3:08 lantunkan, yang kita baca dan kita 3:11 ulang-ulang itu dengan doa tadi ya. Ritu 3:15 billahiabba. 3:17 Aku rida Allah sebagai Rabbku. Gitu ya. 3:21 Jadi ini pembahasan kita. Aku rida ya 3:24 Rabb. Kemudian ee doa juga selalu ya 3:28 kita panjatkan kepada Allah dengan 3:30 Allahumma inni asaluka ridal jannah. Ya 3:35 Allah ee aku mohon ridamu, mohon 3:39 kepadamu ridamu dan surgamu. Nah rida 3:42 pembahasan rida ini memang pembahasan 3:44 yang perlu kita dalami bersama, kita 3:47 pahami bersama sehingga kita mampu 3:50 mengamalkannya dalam aktivitas-aktivitas 3:53 sehari-hari kita. Apalagi dalam kondisi 3:56 saat ini ya, pandemi yang sudah setahun 3:59 yang bisa dikategorikan tahun dukacita 4:02 ya nasional ya bagi kita semua. Banyak 4:04 kerabat-kerabat kita yang telah tiada. 4:07 Bahkan tingkat kesulitan, musibah ujian 4:10 juga sangat besar ya. Bagaimana kita 4:13 mampu rida dalam menjalaninya ya. 4:16 Pengertian rida ini dari berasal dari 4:19 kata rod yard artinya menerima suatu 4:24 perkara dengan lapang dada tanpa merasa 4:27 kecewa ataupun tertekan. Jadi 4:29 benar-benar menerima dalam keadaan 4:32 lapang dada. Secara istilah rida ini 4:35 adalah menerima semua kejadian yang 4:39 menimpa dirinya dengan lapang dada, 4:42 menghadapinya dengan tabah, tidak merasa 4:45 kesa, tidak putus asa, tidak kecewa, 4:49 tidak mengeluh, ya menerima dengan 4:52 lapang dada. Jadi rida ini pada dasarnya 4:56 berkaitan erat dengan keimanan ya. Jadi 4:59 ini iman, ya. Jadi enggak enggak bisa 5:02 hanya sekedar ucapan di mulut saja, di 5:04 lisan saja. Apalagi di sudah hafal yaitu 5:08 billahi wabil islami, tapi dalam 5:10 kehidupan sehari-harinya banyak 5:12 mengeluh, banyak menggugat takdir Allah. 5:14 Ini tidak mencerminkan apa yang telah 5:16 dia ucapkan. Maka yang dalam keimanan 5:18 ini ada tiga hal ya yang perlu kita 5:20 pahami. Kita ucapkan dengan lisan, kita 5:23 yakini dengan hati nurani kita dan kita 5:27 ee praktik, kita amalkan dengan anggota 5:29 tubuh, dengan perbuatan kita. Inilah 5:31 yang dinamakan dengan iman. Nah, rida 5:34 ini ee ada dua macam ya, yang terkait 5:36 dengan keimanan. Ee rida ee rida Allah 5:40 kepada hambnya dan rida hamba kepada 5:43 Allah ya kan. 5:46 ini dalam ee Almausuah Alislamiyah itu 5:48 ee dijelaskan ya dalam ee 5:52 apa namanya dalam surat ee Albainah ya 5:55 ee radhiallahu anhum waradu anh gitu ya. 5:59 Jadi Allah rida terhadap mereka dan 6:01 mereka pun rida kepada Allah. Jadi dua 6:03 hal di sini bagaimana ee kita rida 6:06 kepada Allah dan Allah pun meridai kita. 6:09 Jadi rida Allah kepada hambanya ini 6:12 adalah berupa tambahan kenikmatan pahala 6:16 dan ee ditinggikan derajatnya, 6:19 kemuliaannya, posisinya di sisi Allah. 6:21 Itu ridanya Allah kepada hamba-hambnya. 6:24 Sedangkan rida seorang hamba kepada 6:26 Allah itu punya arti maknanya itu adalah 6:29 menerima dengan sepenuh hati aturan dan 6:34 ketetapan Allah. Jadi menerima aturan 6:36 Allah itu kan artinya melaksanakan semua 6:39 perintah Allah, menjauhi semua 6:41 larangannya. Jadi yang rida seorang 6:43 hamba terhadap Rabbnya, penciptanya, 6:45 terhadap Allah itu terimalah semua ee 6:49 aturan-aturan Allah ya. Saman waatan 6:52 atau samna wa. Ketika Allah perintahkan 6:55 menutup aurat, ikutilah. Ketika Allah 6:57 perintahkan untuk salat lima waktu, 7:00 laksanakanlah. ketika Allah larang untuk 7:02 berzina, jangan di ee lakukan. Jadi, ini 7:06 yang disebut dengan rida terhadap aturan 7:08 Allah. Sedangkan ee rida terhadap 7:11 ketetapan Allah ini adalah dengan cara 7:14 bersyukur. Jadi, bersyukur ketika 7:17 mendapatkan nikmat dan bersabar ketika 7:21 ditimpa musibah. Ya, jadi inilah e 7:23 definisi rida ya. Ee terkandung dengan 7:26 isyarat bahwa rida itu bukan berarti 7:28 menerima begitu saja ya. apa yang 7:30 menimpa kita tanpa ada usaha. Enggak 7:33 harus ada usaha ya. Harus ada ee apa? 7:37 Ikhtiar ya. Ikhtiar kita ya. Sebagaimana 7:40 Allah kan katakan innallahir mainttairu 7:45 Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum 7:47 sampai kaum itu mengubah e keadaan 7:50 dirinya sendiri. Jadi yang namanya rid 7:52 ini enggak sama dengan pasrah. Beda ya. 7:55 Ketika sesuatu yang tidak diinginkan 7:57 datang menimpa kita dituntut untuk R. 8:00 Dalam artian kita yakin bahwa apa yang 8:02 telah menimpa kita ini adalah takdir 8:04 yang telah Allah tetapkan. Tapi kita 8:06 dituntut untuk berusaha. Jadi usaha dulu 8:09 ya. Jadi rida ini adalah usaha aktif ya. 8:12 Jadi berbeda dengan ee sikap pasrah yang 8:15 menerima kenyataan begitu saja tanpa ada 8:18 usaha untuk mengubahnya. Walaupun 8:21 sebenarnya di dalam rida itu sendiri 8:24 terdapat makna yang hampir sama dengan 8:26 pasrah. Pasrah itu kan artinya menerima 8:29 dengan lapang dada suatu perkara ya. 8:31 Pokoknya udahlah pasrah aja, terima 8:33 ajaalah mau gimana lagi gitu ya. Itu kan 8:35 pasrah. Tapi rida enggak. Rida ini 8:38 dituntut adanya usaha untuk mencapai 8:41 suatu ee target ya. Jadi ada target yang 8:44 kita usahakan, yang kita inginkan untuk 8:47 mengubah kondisi kita yang ada ya. Nah, 8:50 kemudian apapun yang akhir hasil 8:53 akhirnya kita rida. Nah, jadi rida ini 8:56 ee artinya usaha dulu ya. Rida ee karena 8:59 rida ini ee terhadap aturan Allah ini 9:01 kan perintah Allah ya. Ee usaha dulu deh 9:04 hasil akhirnya sudah. Misalnya gini, ada 9:07 orang ee merencanakan suatu pernikahan, 9:12 semua sudah disiapkan dengan matang ya, 9:16 kartu undangannya pokoknya semua detail 9:19 itu sudah di sudah disiapkan dengan luar 9:22 biasanya gitu dengan ee apa dengan 9:25 pokoknya hampir dikategorikan sempurna 9:28 semuanya sudah di sudah pokoknya sudah 9:31 udah perencanaannya sudah matang. Nah, 9:32 menjelang hari H misalnya ini banyak 9:35 kasus terjadi ya. ee penganten prianya 9:39 datang ya ee dengan mobil rombongan. 9:43 Ternyata qadarullah terjadi kecelakaan 9:45 tabrakan 9:47 meninggal 9:48 penganten pri Nah ini ini bagaimana kan 9:51 ini suatu hal yang di luar dugaan kita 9:54 padahal kita sudah usahakan ya inilah 9:56 yang namanya ketentuan dan takdir Allah 9:58 yang kita wajib rida dengannya. Jadi 10:01 rida terhadap takdir Allah ini itu rida 10:04 terhadap yang buruk ataupun yang baik. 10:06 takdir tersebut misalnya sakit ya ini 10:09 kita sudah berusaha untuk menjaga 3 M 10:13 tadi ya cuci tangan segala macam tapi 10:16 ternyata qadrallah kena juga tuh COVID 10:18 ya mau enggak mau kan kita harus rida ya 10:21 kita berusaha mencari takdir Allah yang 10:23 yang ee yang terbaik kita berobat tapi 10:26 qadar Allah ujung-ujungnya wafat itulah 10:28 yang namanya rida itu memang hasil akhir 10:31 yang mau enggak mau harus kita upayakan 10:33 ya jadi usaha dulu ini contoh misalnya 10:36 nya Khalifah [berdehem] 10:38 Umar bin Khattab ketika beliau ee 10:41 mencari tempat berteduh dari hujan deras 10:43 ya kemudian ee ditanya, "Kenapa engkau 10:46 lari dari takdir Allah wahai Umar?" Kan 10:48 itu hujan juga takdir Allah kan? Allah 10:50 turunkan hujan takdir Allah. Kenapa 10:52 engkau lari menghindar gitu ya dari ee 10:54 berteduh dari hujan lebat? Apa kata 10:56 Umar? Saya lari dari takdir Allah yang 10:59 satu ke takdir Allah yang lain. Ya, jadi 11:02 di sini ee berbeda ya antara rida dengan 11:05 pasrah tuh beda banget ya. Pasrah itu 11:08 pasti sikap akhirnya tuh fatalis ya. 11:11 Fatalisme ya. Sedangkan rida itu justru 11:13 mengajak orang untuk optimis. Itu 11:15 bedanya. Nah, jadi ee dari pembahasan 11:19 tadi ee ee kita bisa lihat ya bagaimana 11:23 di dunia ini sudah menjadi ketetapan 11:25 dari Allah Subhanahu wa taala. Semuanya 11:27 itu kan di ee sudah diatur ya oleh Allah 11:30 di Laul Mahfuz ya. Adanya malam 11:33 pergantian malam siang, adanya alam yang 11:36 ee indah yang ee kita pergi mencari ee 11:40 apa tempat-tempat yang baik ya. adanya 11:42 musibah, adanya ujian, COVID ini juga 11:44 tidak lepas dari ketentuan dan takdir 11:46 Allah ya. Walaupun barangkali ada yang 11:49 menyebutkan ini rekayasa itu terserahlah 11:51 mau rekayasa mau apapun tapi kan kita 11:54 tahu ini adalah bagian dari takdir Allah 11:56 yang sudah terjadi. Ya. Jadi ee termasuk 11:59 juga bagaimana Allah menciptakan kita 12:01 sebagai hamba-hambnya, sebagai manusia 12:04 juga sudah ketentuan Allah takdir. Ada 12:06 yang ada yang Allah ciptakan cantik ya, 12:10 ada yang biasa-biasa saja. ada yang 12:12 sempurna, ada yang cacat, ya beragam ya 12:15 wujud yang telah Allah ciptakan untuk 12:17 kita semua ya. Nah, kita sebagai manusia 12:21 di sini hanya mampu membuat rencana ya. 12:23 Sehebat apapun rencana kita itu hanya ee 12:27 takdir Allah lah yang berlaku. Ya, mau 12:29 enggak mau manusia itu harus menerima 12:31 apapun yang terjadi dalam kehidupan ini. 12:34 Baik itu yang ee takdirnya yang baik 12:38 atau takdirnya yang buruk. Nah, di 12:40 sinilah kita sebagai manusia beriman 12:42 kepada takdir Allah yang tentu saja kita 12:44 harus rida dengan ketentuannya ya. 12:48 Manusia itu ee bisa merasakan nikmat 12:50 yang diberikan Allah, tapi bisa juga 12:52 merasakan ujian dan cobaan yang 12:54 diberikan Allah. Jadi semuanya itu tidak 12:56 lepas dari qada dan qadar ya. Takdir 12:59 Allah yang mau enggak mau kita wajib 13:00 untuk ee rida ya. Makanya ini bentuk 13:04 nilai keimanan yang luar biasa. Rida 13:06 gitu ya. rida itu menerima dengan lapang 13:08 dada, dengan keikhlasan. Apapun yang 13:11 Allah kehendaki itu pasti terjadi. Ya, 13:13 itu semuanya rida. Contoh misalnya gini, 13:16 pedagang ya. Sekarang ni di masa COVID 13:18 banyak orang yang jatuh miskin, yang 13:20 usaha-usaha itu banyak yang ee apa yang 13:24 yang rugi ya. Ada pedagang yang 13:26 berjualan dari siang sampai malam tapi 13:29 enggak laku-laku ya. Benar-benar kondisi 13:32 ekonomi kita terpuruk ya. Padahal dia 13:34 sudah berusaha ya. ini kan sudah sudah 13:37 takdir dia kan usaha. Tapi ya memang 13:39 Allah lah yang menentukannya. Mau enggak 13:40 mau harus rida ya. Bagaimana ee 13:43 pelanggarnya sudah tidak pelanggarnya 13:45 juga enggak ada enggak ada uang untuk 13:46 belanja ya. Nah, ini semua adalah 13:49 ketentuan Allah. Kita tidak bisa menolak 13:51 takdir ya. Intinya tuh rida di sini nih. 13:55 Ini adalah ketentuan Allah. Kita 13:57 diperintahkan Allah untuk berusaha. 13:59 Hasil akhir hasil akhirnya adalah rida 14:01 dengan ketentuan Allah ya. Nah, ini ee 14:05 banyak hal ya dalam kehidupan ini ya ee 14:07 kita harus rida. Bahkan ee 14:09 pemikiran-pemikiran yang terkontaminasi 14:13 juga harus diluruskan. Mungkin ada di 14:15 kalangan generasi kita banyak membaca 14:17 buku-buku liberal, buku-buku feminis. 14:19 Akhirnya terbentuklah pemikirannya, 14:21 pemikiran feminis yang suka menggugat ee 14:24 ee kewenangan Allah ya. Kenapa aku 14:27 lahirnya perempuan? Kenapa enggak kayak 14:29 laki-laki? Wah, pokoknya banyak yang 14:31 menolak takdir ya. Allah takdirkan dia 14:33 seorang laki-laki. Tapi hatiku nih 14:35 perempuan gitu ya. Ini sudah ketentuan 14:38 Allah, takdir Allah. Allah ciptakan. 14:40 Kalau enggak zakar wal imma unsa. Kalau 14:43 enggak laki-laki ya perempuan. 14:44 Sesuaikanlah fungsi kita sebagaimana 14:47 Allah menciptakan kita. Kalau memang 14:49 laki-laki wujud kita, fisik kita, 14:51 jadilah laki-laki yang benar sebenar 14:53 sebenarnya laki-laki sesuai dengan 14:55 ajaran Islam. Nah, ini kan rida dengan 14:57 ketentuan Allah yang telah menciptakan 14:59 kita. Enggak usah dipikir kenapa saya 15:01 jiwaku ee bertentangan dengan fisiku. 15:04 Nah, itu enggak perlu lagi di ee ungkap. 15:06 Berarti itu enggak rida dengan ketentuan 15:08 Allah. Misalnya ketika ee Allah berikan 15:11 ujian orang yang kita cintai itu wafat 15:14 ya ee karena COVID ya. Ini banyak sekali 15:16 saya banyak di lingkungan kita yang 15:17 terdekat ya. baik itu ee saudara, 15:20 keluarga, mungkin ada ibunya atau 15:22 ayahnya yang tidak ada gejala ee 15:24 barangkali ee mulai pilek atau apa 15:26 ternyata positif ya dibawa ke rumah 15:29 sakit langsung apa dirawat di sana 15:31 berapa hari [berdehem] langsung 15:31 meninggal kan ada yang begitu ya. itu 15:33 kita enggak diperkenankan untuk 15:35 menggugat Allah. Kenapa? Kenapa? Kenapa? 15:38 Coba seandainya. Seandainya itu enggak 15:40 boleh lagi. Ketika Allah telah takdirkan 15:43 kita rida. Ya, makanya ketika ada yang 15:46 ditimpa musibah, ucapan iman yang kita 15:48 keluarkan apa? Inna lillahi wa inna 15:52 ilaihi rojiun. Kita nih milik Allah dan 15:55 kita kembali kepada Allah. Jadi, semua 15:57 yang menimpa kita ini sudah bagian dari 16:00 takdir dan ketentuan Allah. Kita rida. 16:03 kita ikhlas menerimanya. Nah, jadi ini 16:06 adalah bagian dari ketentuan dan 16:07 ketetapan Allah. Rida ini adalah bagian 16:10 dari keimanan. Apakah memiliki tubuh 16:13 yang cacat, pekerjaan yang di PHK, tidak 16:16 memiliki keturunan, atau misalnya ee 16:19 terjadi masalah dalam rumah tangganya 16:21 ya. Banyak kasus ya ee pada saat pandemi 16:23 ini rumah tangga itu banyak terjadi 16:25 perceraian-perceraian ya. Kenapa terjadi 16:27 perceraian? bisa jadi salah satunya 16:29 kurang rida dengan qada dan qadar ya. 16:32 Jadi kurang rida menerima mungkin 16:34 suaminya PHK atau mungkin suaminya tidak 16:36 rida dengan kondisinya akhirnya 16:38 selingkuh ya tidak puas dengan apa 16:40 adanya ya artinya apalagi yang dicari 16:43 rumah tangga yang kita bina dari awal 16:46 kemudian harmonis ya ini godaan setan ya 16:49 enggak rida dengan kondisi yang ada cari 16:50 yang lain ini ee ini menyebabkan ee 16:53 terjadinya kesulitan kita sendiri 16:55 artinya di sini ee apapun yang kita 16:59 lakukan dalam kehidupan ini bila kita 17:01 tidak rida Rid, kita sendiri akan 17:03 menerima dampaknya, akibatnya. Ya, 17:05 berbahagialah orang-orang yang rida ya, 17:08 yang menerima ketentuan dan ee takdir 17:10 Allah ya. Rumah tangga yang dibina 17:12 bertahun-tahun dia ikhlas, dia rida. 17:14 Jadi, apapun yang terjadi dia rida dan 17:17 ikhlas karena Allah ya insyaallah 17:19 mudah-mudahan itu yang terbaik ya. Ee 17:22 kebanyakan kita kan ee biasanya ditanya 17:24 ya, mau cari apa sih dalam kehidupan ini 17:27 ya? Kan suka gitu ditanya. Kadang-kadang 17:29 jawabannya gini, mau cari rid Allah. 17:32 ya kan itu gampang sekali kita ucapkan 17:34 ya. Apa tujuan hidup kita ingin cari 17:38 rida Allah ya? Apakah semudah itu? Ya 17:41 memang menjawabnya mudah ya mencari rida 17:44 Allah karena memang rida Allahlah yang 17:47 kita cari. Tapi apakah kita mudah 17:50 semudah kita mengucapkan untuk mencari 17:52 rida Allah? Itu kembali kepada keimanan 17:54 ya. Jadi sebenarnya rida Allah yang kita 17:57 cari, yang kita minta dalam kehidupan 18:00 ini itu sebenarnya tuh caranya tuh 18:02 adalah kita sendiri yang harus rida 18:04 dengan takdir dan ketentuan Allah. Kita 18:07 sendirilah yang membuktikan bahwa rida 18:10 Allah itu akan kita raih. Kita sendiri 18:13 yang akan mencarinya, yang 18:14 membuktikannya. Ketika kita ingin 18:16 mencari rida Allah, dimulai dari diri 18:18 kita, kita harus rida dulu dengan 18:20 ketentuan Allah. Kita harus rida dulu 18:22 dengan takdir Allah. Kita rida dengan 18:24 ketetapan Allah. Apapun yang Allah 18:26 takdirkan kepada kita, kita rida. Nah, 18:28 di situlah nanti kita dapatkan rida 18:30 Allah, ya. Karena subjek utama rida 18:32 Allah itu diri kita sebenarnya. Diri 18:35 kita sendiri inilah yang harus rida 18:37 kepada Allah. Bahwa ee ee ketentuan yang 18:40 telah Allah takdirkan kepada kita itulah 18:42 yang terbaik. Walaupun yang kita rasakan 18:44 itu adalah sesuatu yang tidak enak. 18:46 Karena memang kadang-kadang ee rida itu 18:49 bertentangan dengan hawa nafsu kita ya. 18:51 Jadi ee kita berat memang rida itu berat 18:54 ya. Kita menerima ketentuan yang kita 18:57 sendiri enggak suka ya. Tapi ketika kita 19:00 utama tujuan kita mencari rida Allah mau 19:02 enggak mau kita jalani dengan ikhlas. 19:05 Contoh misalnya gini, kita mau sehat 19:07 berbekam ya kan ee sekarang ee aktivitas 19:11 bekam itu kan salah satu sunah 19:12 Rasulullah. Emang enak tuh ditusuk-tusuk 19:13 sama jarum sakit kan. 19:16 Tapi karena kita tujuannya untuk 19:18 kesehatan, untuk kesembuhan, walaupun 19:21 terasa sakit dengan tusukan ee jarum 19:24 jarum tersebut, kita rida, kita rela 19:27 gitu ya, tubuh kita ditusuk-tusuk. Nah, 19:29 inilah ee yang dinamakan rida. Jadi ee 19:32 tidak mungkin kalau kita tidak rida 19:35 dengan takdir Allah itu tidak mungkin 19:37 Allah merida kita. Jadi, kita dulu 19:40 mencari apa? berusaha untuk rida dengan 19:43 ketentuan Allah, dengan takdir Allah, 19:45 dengan ketetapan Allah, insyaallah rida 19:47 Allah pun akan kita dapatkan. 19:50 Nah, kemudian ee di sini ada perbedaan 19:53 antara rida dengan ikhlas ya kayaknya 19:55 sama ya, sama gitu ya sepertinya ee apa 20:00 namanya definisi rida dengan ikhlas. 20:02 Sebenarnya ada perbedaan. Terkadang 20:05 memang rida itu disamakan artinya dengan 20:07 ikhlas ya. Namun sebenarnya ada dua hal 20:10 yang berbeda di sini. Rida itu kan 20:13 artinya suka, rela ya, senang yang 20:16 berhubungan dengan takdir, qada dan 20:18 qadar, nerima gitu ya dengan lapang 20:20 dada. Itu kan rida. Rida itu kan artinya 20:24 mempercayai sesungguh ee 20:26 sesungguh-sungguhnya bahwa apa yang 20:28 menimpa kepada kita baik suka maupun ee 20:32 tidak suka maupun duka itu adalah yang 20:34 terbaik menurut Allah. Jadi apapun yang 20:37 Allah berikan kepada kita, apakah kita 20:39 suka atau tidak suka, sedih ataupun 20:42 gembira atau apapun, itulah yang terbaik 20:45 ee menurut Allah untuk kita. Dan apapun 20:48 yang digariskan oleh Allah kepada 20:49 hamb-Nya itu pastilah akan berdampak 20:52 baik pula kepada hambnya. Jadi takdir 20:54 yang Allah berikan kepada kita itulah 20:56 yang terbaik untuk kita. Nah, perilaku 20:59 yang ditampakkan oleh seorang hamba yang 21:01 rida adalah dia tidak membenci apa yang 21:04 terjadi yang menimpa dirinya. sehingga 21:06 terjadi atau tidak terjadi sama saja 21:08 baginya. Apa yang dia dapatkan apakah 21:11 itu kebahagiaan ataupun kesulitan, 21:13 kesedihan, musibah, bencana atau apapun 21:15 yang menimpa dirinya, dia rida ee dengan 21:18 ee apa yang diberikan Allah itu. Itulah 21:21 yang dinamakan rida. Sementara ikhlas. 21:25 Ikhlas ini adalah melakukan amal 21:27 perbuatan ee perintah Allah ya, 21:29 perbuatan-perbuatan syariat yang 21:31 ditujukan itu hanyalah ee mencari apa? 21:34 Hanyalah karena Allah. Jadi beribadah 21:36 murni kepada Allah, tidak mengharapkan 21:39 imbalan atau ee apa perhatian ee dari 21:43 orang lain. Jadi artinya itu yang 21:44 bedanya dengan ikhlas. Ikhlas ini kita 21:47 jalani semua apa yang telah menjadi 21:49 kewajiban kita itu hanya untuk 21:52 mengharapkan ee 21:55 ee ee imbalan dari Allah. Artinya pahala 21:57 ya. Mengharapkan balasan dari Allah. 21:59 Hanya Allah yang kita tuju bukan orang 22:01 lain. Itu ikhlas. Bahkan kalau ee ee 22:04 tingkatan rida seorang hamba sudah 22:06 mencapai ee tingkat yang tertinggi itu 22:08 dia pasti akan memuji Allah apapun yang 22:11 Allah berikan kepada dirinya. Apakah itu 22:13 nikmat atau bencana karena dia yakin apa 22:16 yang menimpa dirinya itu semata-mata itu 22:17 untuk kebaikan dirinya. Dan dia yakin 22:19 bahwa Allah pasti akan memberikan 22:22 memberikan yang terbaik untuk hambanya. 22:23 Walaupun itu sesuatu hal yang tidak dia 22:25 sukai. Seorang hamba yang rela, yang 22:28 senang menerima apapun yang diberikan 22:30 Allah kepadanya itu apakah nikmat 22:33 ataupun musibah ataupun bencana itu 22:35 pasti itu yang terbaik untuknya. 22:36 Walaupun memang tidak sesuai dengan hawa 22:38 nafsu kita. Jadi rida itu memang sesuatu 22:41 yang kadang-kadang bertentangan dengan 22:43 hawa nafsu kita ya. Rasanya perih, sakit 22:46 tapi kalau kita rida dengan ketentuan 22:48 Allah dan kita ikhlas dalam 22:50 menjalaninya, ah insyaallah itulah yang 22:53 terbaik untuk kita ya. 22:55 Mengapa sih manusia sulit rida? 22:58 Memang ee manusia itu memang sulit rida 23:00 karena memang tidak bisa ee penyebabnya 23:02 adalah karena memang tidak ee husnuzan 23:05 dengan Allah, tidak berbaik sangka 23:07 kepada Allah. Ya kadang-kadang ee kita 23:10 sebagai manusia tuh lupa ya bahwa Allah 23:12 itu maha baik. Pasti ada hikmah yang 23:15 terkandung dari sesuatu yang Allah 23:17 berikan kepada kita ya. Jadi ketika 23:20 Allah menimpakan kepada kita ujian, 23:23 cobaan ya, ee kesulitan, kekurangan ya, 23:28 terus kita ee kalau yang tidak ada 23:30 husnuznya kepada Allah, tidak ada baik 23:32 sangkanya dengan Allah, pasti dia akan 23:34 menganggap Allah tuh pilih kasih ya. 23:36 Kenapa sih Allah begini Allah enggak 23:38 sayang? Ya, ini pasti itu terjadi. Dan 23:40 ini adalah bagian kedangkalan iman. Ini 23:43 semuanya adalah faktor keimanan ya. 23:46 Faktor keimanan inilah yang menyebabkan 23:48 manusia itu enggak rida ee kepada apa 23:50 yang Allah tentukan bagi dirinya. Nah, 23:53 ini Mbak tentang rida ya. Selanjutnya 23:55 nanti kita bahas lagi. 23:58 Baik. Alhamdulillah ikhwan dan akhwat 24:00 kita telah dengarkan penjelasan Ustazah 24:03 Herlini Amran dan kita akan ambil jeda 24:06 sesaat. Namun kami berikan kesempatan 24:09 bagi ikhwan dan awan yang ingin 24:10 menyampaikan pertanyaan. sudah ada 24:11 beberapa yang masuk ee namun masih ada 24:15 yang ee kesempatan untuk yang lainnya 24:16 silakan silakan. Nomornya juga masih 24:18 sama di 0811999720 24:24 untuk WhatsApp atau bisa lewat telepon 24:27 langsung di 0218451512 24:31 kami nantikan dan insyaallah kami akan 24:33 segera kembali setelah nasyid berikut 24:35 ini. 24:50 [musik] 25:00 [musik] 25:01 Amin. 25:07 [musik] 25:14 Rad silaturahim juga Rasil visual lewat 25:17 YouTube Rasil Ikhwan dan Awar. Saat ini 25:19 kami live di Fikih Wanita bersama 25:21 Ustazah Herlini Amran. Aku rida ya 25:24 Rabbi. Merupakan tema pada siang hari 25:27 ini. Sudah ee hampir 80% penjelasan dari 25:31 Ustazah. Namun ada beberapa hal yang 25:32 masih akan disampaikan. Tafadul Ustazah. 25:34 Ya. Bismillahirrahmanirrahim. 25:37 Rida ini memang sulit. Hanya imanlah 25:39 yang mampu untuk menjalankannya. Tidak 25:42 bisa hanya diucapkan dengan kata, tapi 25:44 perlu ada ee pembuktiannya. Jadi ada 25:47 beberapa manfaat rida yang dirasakan 25:49 oleh ee kita sebagai hamba Allah. Dengan 25:52 rida maka kita akan ee memunculkan rasa 25:55 optimis yang kuat dalam menjalani dan 25:58 menata menata kehidupan ini. Ya, jadi 26:01 apapun ujian yang Allah berikan pada 26:03 saat kita rida dengan ketentuan Allah 26:06 ini tentu kita akan berharap berharap 26:09 ridanya Allah ya. Karena kita sudah rida 26:11 dengan ketentuan Allah. dengan ee rida, 26:14 dengan ketentuan Allah, kita ambil 26:15 hikmahnya untuk kehidup kehidupan yang 26:17 akan datang. Pasti setiap apapun yang 26:20 Allah berikan kepada kita, takdir apapun 26:23 yang Allah berikan, tentukan kepada 26:25 kita, pasti ada hikmah yang terbaik. 26:28 Tidak mungkin Allah itu memberikan 26:30 sesuatu yang tidak baik. Pasti di setiap 26:32 kedukaan pasti ada kebahagiaan. Ya. Jadi 26:34 ini menimbulkan rasa optimis ketika kita 26:37 diuji dengan mungkin ee pasangan hidup 26:40 kita yang ee menyakiti kita atau 26:42 menzalimi kita atau dengan anak-anak 26:44 yang bel yang tidak berbakti kepada 26:46 orang tuanya. Padahal kita sudah 26:47 berusaha untuk maksimal ee mendidiknya 26:50 atau mungkin mertua atau tetangga atau 26:52 apapun ya atau masalah rezeki semuanya 26:54 ketika kita rida dengan ketentuan Allah 26:57 insyaallah kita akan merasakan buahnya 26:59 kelak ya. Kemudian orang yang berhati 27:01 rida atas keputusan dan ketentuan Allah 27:04 itu hatinya menjadi lapak, jauh dari 27:06 sifat-sifat yang ee tidak baik. 27:08 Hati-hati yang ee penuh dengan hasad, 27:11 iri, dengki, ee apa tomak dan segala 27:15 macamnya. Hatinya itu akan rida, akan 27:17 ikhlas, akan lapang terhindar dari 27:20 berbagai macam penyakit hati. Sekarang 27:22 kan penyakit hati itu tidak hanya 27:24 terkait dengan agama, tapi juga medis 27:26 ya. ada orang yang stres ya, manajemen 27:29 stres, ada yang ee orang-orang yang 27:31 mengalami 27:33 apa namanya ee kecemasan tingkat tinggi. 27:35 Jadi sekarang nih banyak sekali loh ya 27:37 ee apa namanya istilah-istilah dalam ee 27:41 penyakit kejiwaan ya yang berkembang itu 27:43 semuanya berawal dan bermula dari hati. 27:47 ketika hatinya rida atas takdir dan 27:50 ketentuan Allah itu enggak ada tuh yang 27:52 namanya penyakit-penyakit hati, enggak 27:53 ada yang namanya ee kecemasan dan segala 27:56 karena hatinya lapang, hatinya ikhlas 27:58 kepada Allah, rida dengan ketentuan 28:00 Allah, Allah berikan dia kebahagiaan. 28:02 Ya, kemudian rida ini juga akan 28:04 menumbuhkan sikap husnuzon kepada Allah, 28:07 berbaik sangka kepada Allah. 28:09 ketentuan-ketentuan Allah yang telah 28:10 diberikan kepada kita, yang telah 28:12 ditetapkan kita, kita berbaik sangka. 28:14 Pasti Allah akan memberikan kebahagiaan 28:17 setelah diberikannya ujian. Jadi ketika 28:19 manusia itu teguh dengan imannya dan dia 28:22 senantiasa beramal saleh, tapi Allah 28:24 masih juga memberikan ee ujian-ujian 28:26 atau musibah yang ee terlihat ee sangat 28:30 menyulitkan, di situlah insyaallah akan 28:33 kita dapatkan buahnya ya. Jadi husnuzzan 28:35 kepada Allah pasti Allah memberikan yang 28:38 terbaik untuk hambanya. Ini husnuzon ya. 28:40 Jangan jadi jangan jangan sampai suzon 28:42 ini. Nauzubillah. Misalnya ada orang 28:44 yang sudah PHK ketiban apa kena penyakit 28:48 meninggal kemudian keluarganya serba 28:50 sulit. Akhirnya dalam apa? Dalam 28:52 pikirannya menyebutkan mungkin Allah 28:54 murka ya sama kami ya. Mungkin Allah 28:56 enggak rida ya. Ya iya itu suzon. Ketika 28:59 seseorang hamba bersuzon kepada Allah, 29:02 berburuk sangka bahwa Allah enggak 29:04 sayang, ini mungkin adalah azab Allah, 29:06 barangkali ini adalah peringatan Allah 29:08 dan seterusnya itu itulah yang terjadi. 29:10 Ana abdi aku kan tergantung sangkaan 29:13 hambaku kepadaku. Maka bersangka baiklah 29:15 kepada Allah. Jadi ketika ada musibah 29:18 atau ujian yang menimpa diri kita ya 29:20 misalnya ini Mbak beberapa ee waktu ini 29:23 Mbak saya dapat banyak ee konsultasi 29:25 dari ee ibu rumah tangga yang luar biasa 29:28 ya. Ya Allah, emang ujian banget ya 29:30 bertahun-tahun ya ee apa ee membina 29:33 rumah tangga diawal dari diawali dari 29:36 nol ya susah bersama. Setelah mapan, 29:39 sukses ternyata ee terjadilah 29:42 perselingkuhan itu istri curhat 29:44 bagaimana sakitnya, sedihnya. Kita bisa 29:46 bayangkanlah ya bagaimana ee 29:48 penderitaan-penderitaan selama ini 29:50 enggak nyangka ya. Ya, artinya inilah 29:52 manusia ya. apapun dalam kehidupan ini 29:55 kan tidak semuanya sesuai dengan 29:57 keinginan kita. Allah pasti akan menguji 29:59 kita ya dengan apapun yang Allah 30:01 kehendaki. Nah, pada saat kita rida 30:04 dengan ujian ini, insyaallah nanti suatu 30:07 saat kita akan menerima ee balasannya 30:10 ya. Banyak kasus ya. Ee artinya 30:12 orang-orang yang berbuat zalim itu ya 30:15 tidak akan sekarang mungkin dia merasa 30:17 di atas angin ya. Dia merasa bisa 30:20 berbuat semau-maunya seakan-akan dunia 30:22 miliknya. dia bisa menzalimi orang 30:24 dengan kekuasaannya. Dia bisa ee 30:26 mengkriminalisasikan orang tertentu yang 30:28 tidak dia sukai. Dia bisa berbuat apa 30:29 sekarang? Coba nantilah hidup ini kan 30:32 silih berganti. Ingat loh gitu. Yang di 30:34 atas pasti di bawah, yang yang muda 30:37 pasti nanti tua. Nanti suatu saat nanti 30:39 Allah akan ee Allah itu maha adil. 30:42 Ketika keadilan Allah belum ditampakkan 30:44 di dunia ini, nanti keadilan Allah akan 30:46 ditampakkan di akhirat. Dan kita hidup 30:48 di dunia ini enggak selamanya. Ada 30:49 saatnya kita kembali kepada Allah. Dunia 30:52 ini hanya sementara. Makanya hati-hati 30:54 orang yang berbuat zalim kepada 30:56 siapapun. Allah maha melihat, Allah maha 30:59 mengawasi, Allah melihat apa yang kita 31:01 lakukan. Dan Allah akan membalas semua 31:03 apa yang telah kita kerjakan. Maka ber 31:06 ee runtunglah beruntunglah orang-orang 31:08 yang rida dan sabar. Insyaallah nanti 31:10 akan ee diberikan pahala yang berlipat 31:12 terhadap orang yang rida. Kalau orang 31:14 sudah rida, apapun kesalahan, apapun itu 31:16 enggak akan dilihat. Misalnya gini deh, 31:18 seorang ibu yang rida dengan anaknya 31:21 berbuat apapun, kesalahan anaknya pasti 31:24 dimaafkan, pasti diampuni. Karena ini 31:25 anak sudah diridai oleh ibunya dan anak 31:28 ini juga telah mencari ee sesuatu yang 31:30 membuat orang tuanya rida. Ya, jadi 31:32 kesalahan-kesalahan itu enggak akan di 31:34 enggak akan di ee perhatikan lagi. Sama 31:37 kayak inilah kayak kita mau berangkat 31:39 haji kan tujuannya apa? menunaikan 31:40 ibadah haji kan enggak mudah juga ya 31:42 ibadah haji, perjalanan yang panjang 31:45 mungkin dari desa ee perjalanan itu 31:47 memang luar biasa ya, banyak kesulitan 31:50 kita dapatkan ya, luar biasa. Tapi 31:53 karena tujuan kita itu adalah mulia, 31:56 semua penderitaan-penderitaan yang 31:57 terjadi itu enggak akan kita anggap 31:59 sebagai suatu hal yang berat. Kita akan 32:01 jalani dengan ringannya. Nah, begitulah 32:04 orang yang rida ya. Dengan setiap 32:06 kesulitan yang ee dihadapi pasti akan 32:09 ada jalan keluarnya dan pasti akan 32:11 mendapatkan sesuatu yang akan 32:13 membahagiakan. Pasti akan ada kemudia 32:15 kemudahan di ujungnya karena Allah rida 32:18 dengannya. Nah, dengan rida Allah inilah 32:20 akan menumbuhkan rasa cinta kasih ya 32:23 terhadap sesama makhluk. Ketika 32:25 seseorang sudah ada rida di hatinya, dia 32:27 melihat orang tuh bukan musuhnya lagi. 32:29 Enggak ada lagi dendam. Dia memaafkan 32:32 ya. Karena yang dia cari adalah rida 32:34 Allah ya. Jadi inilah Mbak ee tentang 32:36 rida yang memang sebenarnya perlu kita 32:39 tidak hanya sekedar mengucapkan tapi 32:41 perlu juga ee mengamalkan, mendalami dan 32:44 berusaha untuk ee kita bisa 32:45 menjalankannya dalam kehidupan 32:47 sehari-hari. Ritu billahi wabil islamina 32:51 Muhammadin nabi waasul. 32:54 Amin. Masyaallah. Ustazah terima kasih 32:57 atas pencerahannya pada siang hari ini 32:59 mengingatkan kita semua untuk makin 33:01 bersyukur dan menerima apapun ketungguan 33:03 Allah. Dan mudah-mudahan ini menjadi 33:05 penguat untuk ikhwan dan akhwat yang 33:07 saat ini mungkin saja ee sedang 33:09 diberikan ujian di antaranya yang 33:11 memberikan pertanyaannya. Berikutnya 33:13 ini, Ustazah. Kita langsung ke tanya dan 33:15 jawab, Ustazah, ya. 33:16 I. Baik. 33:17 Saya akan memulai dari Ibu Sri ee 33:20 bertanya, Ustazah. Asalamualaikum 33:21 warahmatullahi wabarakatuh. 33:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:25 wabarakatuh. Apa bedanya, Ustazah rida 33:28 dengan tawakal? Syukran. 33:31 Ya, tentu saja berbeda ya. Kalau tawakal 33:34 itu adalah hasil akhir yang kita 33:36 pasrahkan kepada Allah. Sedangkan rida 33:39 ini adalah dari awal. Dari awal kita 33:42 lapang dada, kita menerima dengan apa 33:45 adanya. Kita ee 33:48 apa artinya? Kita dengan rida ini semua 33:51 yang telah Allah berikan kepada kita itu 33:54 kita terima. Ya, kalau tawakal itu kan 33:57 setelah kita berusaha hasil akhirnya 34:00 kita ee apa? Sandarkan kepada Allah. 34:03 Kalau rida ini kan menerima menerima 34:05 semua perkara ya dengan lapang dada. 34:08 Apapun yang Allah berikan sukakah, 34:10 dukakah, ujianah, kesenanganah apa semua 34:13 dengan hati kita terima. Kalau tawakal 34:15 ini kan sesuatu yang kita usahakan dulu 34:18 baru kita tawakal kepada Allah. Misalnya 34:21 ee kita ee bawa kendaraan ya dikunci 34:23 dululah supaya enggak kan sekarang 34:25 banyak maling nih ya. Maling meraja lela 34:27 karena memang keadaan ekonomi sulit. 34:30 Sudah dikunci sudah masih juga 34:31 dimalingi. Nah sekarang kita kan bisanya 34:33 berikhtiar. Nah akhir hasil akhir 34:35 setelah kita kunyit kita tawakal kepada 34:37 Allah ya. Jadi menyerahkannya semua 34:39 kepada Allah. Jadi memang beda-beda 34:41 tipis gitu ya ininya apa namanya 34:43 pengertiannya ya. 34:45 Begitu Mbak 34:46 ya. Baik Ibu Sri ee sudah terjawab ya. 34:49 Saya akan beralih ke Bapak Hamidi di 34:51 sini. Asalamualaikum warahmatullahi 34:52 wabarakatuh, Ustazah yang terhormat. 34:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 34:56 wabarakatuh. 34:57 Bagaimanakah Ustazah ketika kita 34:59 dizalimi dan orang yang menzalimi bebas 35:02 tidak dapat tersentuh oleh hukum? Apakah 35:04 ini boleh kita tidak rida? Terima kasih, 35:07 Ustazah. 35:08 Jadi begini, Pak, ya. ee ketika kita 35:10 bermuamalah dengan orang yang menzalimi 35:13 kita, tentu ee sebagai ikhtiar kita 35:17 tentu ketika kita dirugikan kita boleh 35:20 kok ya artinya melaporkan ya ke pihak 35:23 yang berwenang misalkan ya itu kan 35:25 ikhtiar kita untuk mengambil hak. Karena 35:27 dalam Islam itu kan harus ada maqasidus 35:29 syariah itu kan harus dijaga ya yaitu 35:31 hibzul mal, hibzun nafs gitu ya. ee 35:34 menjaga harta, jiwa, ee keturunan, 35:37 darah, dan seterusnya itu kan harus kita 35:39 jaga ya, harusnya kita pelihara. Jadi 35:41 ketika ada orang yang mengambil hak 35:43 kita, menzalimi kita, kita boleh untuk 35:46 mempertahankannya ya mungkin dengan cara 35:49 misalnya ee sesuai dengan peraturan 35:51 undang-undang ya. Ternyata gitu ya lepas 35:54 juga ya karena masalah hukum itu kan ya 35:56 namanya hukum ya ternyata tidak terjerat 35:58 sedikit pun dia bergentayangan enggak 36:01 kena jerat terus bagaimana kita serahkan 36:03 kepada Allah ya artinya Allah maha adil 36:06 Allah maha tahu apa yang ee Allah akan 36:10 lakukan terhadap kita enggak rugi ya 36:12 dalam arti ee ketika kita rid kita sudah 36:15 upaya kan tadi ya rida itu kan usaha 36:17 dulu ternyata dia lepas ya dia zalim 36:19 kepada kita dia lepas dari jerat hukum 36:21 dia sew wenang-wenang misalnya ada 36:23 Allah, Allahlah nanti yang akan 36:25 membalasnya. Karena wal aqibatu lil 36:28 muttaqin, akibat yang baik itu pasti 36:30 bagi orang yang bertakwa. Sedangkan 36:32 orang yang zalim itu kasihan. 36:33 Sebenarnya, Mbak Olin, ketika kita dalam 36:36 menjalani hidup di dunia ini mendapati 36:39 orang-orang yang tidak baik, orang-orang 36:41 yang zalim, orang yang sewenang-wenang, 36:43 orang yang ee apa berjalan ee tidak 36:47 sesuai dengan ee hukum Allah, ya artinya 36:49 semau-maunya saja. Tentu saja ee bukan 36:52 kita yang dirugikan. Bukan kita yang 36:54 dirugikan, tapi yang dirugikan itu 36:56 adalah dirinya sendiri. Jadi orang-orang 36:58 yang berbuat zalim, orang-orang yang 37:00 berbuat tidak sesuai dengan aturan Allah 37:02 itu bukan kita pada hakikatnya yang 37:04 dirugikan, tapi dialah yang merugikan 37:06 dirinya sendiri. Kasihan orang-orang 37:08 yang seperti itu. Ya, jadi artinya bukan 37:11 kita mengasihani diri kita kok hidup 37:13 kita jadi malang ya. Tidak. Ketika kita 37:16 sabar, ketika kita rida, kita ikhlas, 37:19 kita tawakal dengan ketentuan Allah 37:21 setelah kita berusaha, tapi hasil 37:23 akhirnya seperti ini, ya sudah roditu 37:25 billahi rabba itu kasihan orang itu. Ya, 37:28 jadi ee sebenarnya yang kita kasihani 37:30 adalah orang-orang yang ingkar, yang 37:33 zalim, yang fasik ya, yang orang-orang 37:35 yang berbuat sewenang-wenang. Kasihan 37:38 mereka. Kalau misalnya ee kita dunia 37:41 kita dihabisi atau dibuat ee susah oleh 37:44 mereka karena kita hidup dizalimi oleh 37:46 mereka itu akhirat mereka yang kita 37:48 sudah rugikan. Akhirat orang tersebut 37:51 sudah kita rugikan buat dia karena di 37:52 akhirat dia tidak akan mendapatkan 37:54 apapun. Jadi boleh jadi ini sama seperti 37:57 perkataan asma ya Mbak Olin ee anaknya 38:00 ini ee Abdullah bin Abdullah ya ee 38:04 ketika dia di ee apa namanya? dizalimi 38:07 oleh Haj bin Yusuf pada masa itu. Ya, 38:10 itu apa kata Asma ee binti Abu Bakar? 38:12 Engkau telah ee ee engkau telah ee 38:16 celakakan dunianya. Jadi, engkau telah 38:18 habisi dunianya. Artinya di dunia ini 38:20 dia hidup dalam kondisi ee tidak baik. 38:22 Tapi sesungguhnya akhiratmu telah 38:24 diambil olehnya. Jadi, engkau di akhirat 38:25 enggak dapat apa-apa lagi. Gitu ya. 38:28 Jadi, bolehlah orang itu menzalimi kita 38:29 di dunia walaupun kita tidak mungkin 38:32 tidak ee bisa untuk membalas 38:33 kezalimannya. Pada dasarnya kita akan 38:35 mendapatkan hasil akhir di akhirat. Tapi 38:38 orang yang menzalimi kita tuh kasihan 38:40 mereka. Di akhirat mereka justru akan 38:42 menjadi orang yang celaka. Ya, ini 38:44 konsepnya kacamatanya kacamata ukhrawi. 38:46 Ya, kalau kita melihat dari sisi rida 38:49 ya. Insyaallah Allah tuh maha adil. 38:51 Pengadilan di dunia enggak bisa adil, 38:52 tapi pengadilan Allahlah di akhirat yang 38:54 sangat adil dan maha adil gitu, Mbak. 38:57 Adakah ee saran ataupun ee sirah yang 39:02 memberikan kita contoh apabila ada orang 39:03 yang zalim kemudian kita mendoakan 39:05 kebaikan untuk orang yang menzalimi kita 39:07 tersebut? Ustazah 39:10 ee ini sebenarnya memaafkan ya. Jadi 39:13 artinya bukan bukan apa namanya orang 39:17 yang menzalimi itu ee artinya ketika 39:19 kita memaafkan orang yang menzalimi itu 39:22 mungkin jauh lebih baik ya walaupun itu 39:24 berat ya memaafkan kesalahan-kesalahan 39:28 orang yang menzalimi kita tuh jauh lebih 39:31 berdampak kepada diri kita dan kita 39:32 berharap orang tersebut mendapatkan 39:35 hidayah tapi itu tentu saja ee sesama 39:38 ini ya ee hidayah itu kan Allahlah yang 39:41 berhak memberikan itu sesama umat umat 39:42 Islam ya. Artinya kalau selama hatinya 39:44 tidak summun bukmun umum fahum itu ya 39:47 tidak tertutup mata hatinya 39:48 mudah-mudahan masih adalah cahaya-cahaya 39:50 iman. Tapi kalau hatinya sudah tertutup 39:52 ya sebagaimana ee ee Firaun gitu ya itu 39:56 wallahualam itu kembali kepada Allah 39:59 ee apakah diberi hidayah atau tidak. 40:01 Kita hanya bisa memaafkan. Setiap orang 40:04 yang menzalimi kita, kita maafkan 40:06 perbuatannya itu jauh lebih luar biasa 40:09 dampaknya. Misalnya contoh, Mbak dalam 40:11 rumah tangga ya, ketika suami sudah 40:14 berbuat zalim misalkan, 40:17 kemudian pintu maaf bagi istrinya, untuk 40:20 suami itu luar biasa ya. Pasti hasil 40:22 akhir itu akan didapat oleh istrinya. 40:25 Kalau di masa Rasulullah ya kalau itu 40:27 kalau kita lihat Umar ya, Umar bin 40:30 Khattab itu kan termasuk yang didoakan. 40:32 Bahkan beliau tuh sebenarnya ingin 40:33 membunuh Rasulullah ya, tapi kan ke 40:35 adiknya dulu ya. Jadi karena berkat doa 40:37 Rasulullah hidayah. 40:39 Jadi ee hidayah bagi orang yang berbuat 40:42 sewenang-wenang. Ya, itu tingkat iman 40:44 yang tinggi banget ya. 40:47 Masyaallah Rasulullah mendoakan Sayidina 40:50 Umar. Ya, benar Ustazah ya itu ceritanya 40:51 Ustazah ya. Jadi yang paling yang paling 40:53 benar adalah kita memaafkan Ustazah ya. 40:57 Kalau itu ee memang hak kita, tapi kalau 40:59 hak merugikan masyarakat, berdampak 41:02 kepada masyarakat itu memang harus 41:04 sesuai setimpalah dengan ininya dengan 41:06 perbuatannya. Sebagaimana doa Nabi Nuh, 41:08 Mbak. 41:09 Nabi Nuh itu kan berdakwah 950 tahun. 41:12 Makanya doanya di surat yang terakhir. 41:15 Minal kafirar. Ya Allah, jangan Engkau 41:18 biarkan orang kafir itu bertempat 41:20 tinggal di muka bumi ini semuanya tuh 41:22 gitu ya. Jadi minta kehancuran dan ee 41:24 kematian untuk orang-orang kafir. Karena 41:26 memang dakwah beliau tuh sudah sekian 41:28 lama untuk berdakwah tidak dapat 41:30 sambutan gitu. 41:32 Jadi ada saatnya, ada masanya memaafkan, 41:34 ada saatnya juga mendoakan kecelakaan 41:36 tergantung tingkat kezalimannya, Mbak. 41:41 Baik, Ustazah ya. Ee terjawab Bapak 41:43 Hamidi ya insyaallah ya. Karena saya 41:45 akan beralih ke pertanyaan berikutnya 41:47 ini dari Ibu Hani. Saya akan bacakan. 41:49 Asalamualaikum warahmatullahi 41:51 wabarakatuh, Ustazah. 41:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:54 wabarakatuh. 41:55 Saat menerima musibah atau kondisi yang 41:57 sangat sulit secara terus-menerus, 41:59 terkadang harus ekstra mengolah hati 42:01 untuk bisa menerima semuanya. Terkadang 42:04 pun rasa sedih dan kecewa sering timbul 42:06 di lain waktu. Apakah proses hal seperti 42:09 itu berarti memang kita tidak rida atau 42:11 bagaimana, Ustazah? 42:13 Ee memang gini, Mbak. masalah rida. 42:16 Masalah rida itu kan semua terkait 42:19 dengan keimanan ya. Semakin tinggi 42:22 keimanan seseorang itu semakin ridanya 42:25 sudah mencapai puncaknya. Maka dalam hal 42:28 ini kita ee memang mengharuskan diri 42:31 kita untuk mendekatkan diri kepada Allah 42:33 agar ee rida kita itu tetap ee bisa 42:37 tidak berubah-rubah, tidak tergoda oleh 42:39 setan. Ya, makanya dalam hal ini ee 42:42 Rasulullah memberikan kita ee nasihat ya 42:45 dalam hadis riwayat Imam Muslim tak k wa 42:49 gitu ya. Maksudnya bunyinya apa? 42:50 Maknanya gini, "Jangan kamu katakan 42:52 seandai kalau saya begini, seandainya 42:54 saya begini akan jadi begini. Coba 42:55 seandainya saya begini jadi begini gitu 42:57 ya kan suka seandainya seandainya." Itu 42:59 Rasulullah enggak enggak menyukai 43:00 kalimat itu. Tapi katakanlah qaddarallah 43:04 wyaa faala. Ini sudah takdir Allah, 43:08 sudah ketentuan Allah. apapun yang Allah 43:10 kehendaki itu pasti terjadi. Jadi itu 43:12 kan semuanya bermain dalam hati ya. 43:15 Godaan setan tuh selalu menggoda kita 43:16 ya. Setan tuh enggak akan membiarkan 43:18 kita dalam kondisi rida, ikhlas, sabar 43:21 itu pasti ada ee was-was yang dibisikkan 43:24 di hati manusia ya, di pikiran kita. 43:26 Nah, pada saat was-was itu ada di 43:28 pikiran kita tuh berskelebat ya, semua 43:31 ee bentuk-bentuk ee tidak menerima atau 43:34 kurang menerima dengan ketentuan Allah 43:36 segera di ee hapus dengan ee doa tadi 43:40 ya. Doa ee qadarallah wyafaala atau tadi 43:44 ya eh ritu billahi atau amantu billah. 43:48 Aku beriman kepada Allah. Jadi artinya 43:51 ee bisikan itu jangan dibiarkan ee 43:54 mengembara dalam jiwa kita sehingga 43:57 apa namanya berlawanan terus ya ee itu 44:00 kita hindari. Jadi jangan biarkan setan 44:02 itu menguasai diri kita ya. Jadi ini ee 44:05 bentuk keimanan yang memang harus kita 44:07 jaga terus-menerus ya. Itu kan proses 44:09 iman tuh kan proses ya proses 44:11 meningkatkan diri. Ee semua kembali 44:14 kepada usaha kita bagaimana mendekatkan 44:17 diri kepada Allah ya. Artinya 44:18 laksanakan. Tidak hanya ibadah yang 44:20 wajib, ibadah sunah laksanakan yang 44:23 sunah-sunah kita. Kalau kita yang sudah 44:25 menjalankan ibadah sunah itu dalam hadis 44:28 ee annawi arbain itu ya, annawawi itu 44:31 seseorang hamba yang tidak hanya wajib, 44:32 sunah dilaksanakan. Maka ketika dia 44:34 berjalan itu ya kakinya itu kan artinya 44:36 Allah lah di bawah pengawasan tangannya 44:38 itu tangan Allah lah yang artinya semua 44:41 kendali dirinya tuh di bawah pengawasan 44:43 Allah. Tapi itu kan butuh usaha kan. Kan 44:47 enggak mudah juga untuk melaksanakan 44:48 ibadah-ibadah sunah itu. Enggak hanya 44:51 sekedar wacana, tapi memang harus ada 44:53 implementasi. Bangun malam, tahajud, itu 44:56 kan butuh usaha. Itu baca Quran gitu 44:59 kan. Jadi ini kaitannya dengan iman ya. 45:02 Jadi memang aplikasi keimanan itu akan 45:05 tercermin dalam ibadah-ibadah harian 45:07 kita. 45:10 Oke, ee cukup jelas Ibu Hani ya karena 45:13 saya ee beralih ke pertanyaan Bapak Yudi 45:16 di Cibubur City Bogor. Asalamualaikum 45:18 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. 45:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:21 wabarakatuh. 45:22 Bagaimana, Ustazah, agar kita bisa rida 45:24 dari cobaan yang beruntun dari Allah 45:26 Subhanahu wa taala? 45:29 Ya, tadi saya sebutkan bahwa rida ini 45:31 kaitannya dengan keimanan, ya. Baik 45:34 sangka kita kepada Allah. Kemudian ee 45:36 meyakini bahwa di setiap musibah tuh 45:39 pasti ada kebahagiaan, pasti ada yang 45:41 terbaik yang Allah akan berikan kepada 45:43 kita lewat ujian ini. Ya, kita dalam 45:46 kehidupan sehari-hari kalau untuk 45:47 mendapatkan sesuatu yang indah kan pasti 45:49 melewati yang tidak yang tidak indah 45:51 dulu kan. Contoh misalnya kita mau ke 45:54 apa mau menikmati pembanangan air terjun 45:57 misalnya di pergunungan kan enggak 45:59 gampang juga ke sana kan ke pegunungan 46:01 itu lewat bukit-bukitlah mungkin enggak 46:04 bisa lewat kendaraan jalan kaki pokoknya 46:06 banyak sekali kesukaran-kesukaran yang 46:09 kita alami. Tapi hasil akhirnya ketika 46:12 melihat air terjun subhanallah hilang 46:14 tuh semuanya tuh capeknya itu kan. Nah, 46:16 itu contohnya seperti itu. Jadi, ketika 46:18 Allah berikan kita ujian yang beruntun 46:20 dan terus-menerus, ini yang perlu 46:22 ditanamkan di hati kita adalah husnuzzan 46:25 kepada Allah. Berbaik sangka. Ini pasti 46:27 Allah akan memberikan sesuatu yang indah 46:29 dari akhir ee ujian tersebut. Kayak 46:32 yakin aja insyaallah kita rida dan kita 46:34 dengan keridaan dan ee keikhlasan kita 46:37 insyaallah mudah-mudahan ee baik sangka 46:40 kita itu akan diwujudkan oleh Allah. 46:42 Pasti ada hal yang akan Allah berikan 46:45 yang terbaik. Itu yakinlah pasti ada 46:46 kejutan-kejutan di luar dugaan kita. 46:49 Amin. 46:50 Iya. Baik, Ustazah. Kemudian saya 46:53 lanjutkan dari Ibu Aidi Garut. Eh, 46:56 asalamualaikum warahmatullahi 46:57 wabarakatuh, Ustazah. 46:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:00 wabarakatuh. 47:02 Apakah demi membahagiakan keluarga, 47:04 terutama orang tua, kita mendapatkan 47:06 rida dari Allah Subhanahu wa taala, 47:08 sedangkan hati kitanya yang kurang 47:10 begitu rida menjalankannya? Dalam 47:12 masalah ini adakah kezaliman? Afan, 47:15 Ustazah 47:17 ee maksudnya dengan orang tua ya. 47:19 Dia menjalankan sesuatu karena ingin 47:22 membahagiakan orang tua. Jadi ingin 47:24 mendapatkan rida orang tua cuman ada 47:26 rasa enggak ikhlasnya atau enggak ada 47:28 rasa tidak ridanya gitu, Ustaz. Apakah 47:30 itu termasuk zalim? 47:32 Jadi gini, yang namanya orang tua ya, 47:34 ketika kita menjalankan segala sesuatu 47:37 tuh harus dengan rida dan ikhlas selama 47:40 yang kita jalankan itu ee atau perintah 47:43 dari orang tua itu tidak bertentangan 47:45 dengan nilai-nilai ee dengan ee Islam 47:48 ya, dengan perintah Allah. Artinya 47:50 selama kita menjalankan ee sesuatu yang 47:53 untuk menyenangkan orang tua selama 47:55 tidak bertentangan dengan ajaran Islam 47:58 ya kan kita enggak boleh taat kepada 47:59 makhluk kalau itu maksiat ya. Tapi 48:01 selama tidak bermaksiat kepada Allah 48:04 kita jalani dengan rida dan ikhlas itu 48:06 udah deh bismillah deh ee jangan sampai 48:09 ada keterpaksaan-keterpaksaan. 48:11 Karena kalau yang namanya terpaksa 48:12 berarti enggak rida. Yang namanya rida 48:15 tuh pasti dengan ikhlas menjalankannya. 48:17 pasti dengan senang hati karena 48:19 berharapkan ee rida dari Allah. Jadi 48:23 enggak akan ada rasa-rasa dizalimi. Saya 48:24 dizalimi sama orang tua nih. Tidak. Yang 48:27 namanya zalim itu kan orang-orang yang 48:30 ee mengambil hak kita, orang-orang yang 48:34 ee mencederai apa ee kita ya. Tapi ini 48:39 kan terhadap orang tua kan perintah 48:40 Allah. Wabil walidaini ihsana. Itu kan 48:43 perintah Allah. Nah, ketika kita 48:45 menjalankan perintah Allah dengan 48:47 berbuat baik kepada orang tua, enggak 48:49 ada tuh yang namanya zalim. 48:52 Kecuali ini kan kita harus tahu juga hak 48:54 dan kewajiban ya. Kalau misalnya seorang 48:56 perempuan istri tentu ee yang utama itu 49:00 kan suaminya kan di bawah tanggungan 49:02 suaminya. Jadi ketika dia berbakti 49:04 kepada orang tua tuh suaminya harus 49:05 tahu. Jadi jangan pula ya terjadi karena 49:08 ingin ee berbuat baik kepada orang tua, 49:10 ninggalin keluarganya, ninggalin 49:13 suaminya, ninggalin anak-anaknya, itu 49:14 keliru 49:16 ya. Jadi artinya selama tidak 49:18 bertentangan dengan ee nilai-nilai 49:20 keislaman itu berbuat baik kepada orang 49:22 tua itu enggak ada unsur zalimnya. Zalim 49:24 kepada siapa ya? kecuali tadi ya 49:27 melanggar ee hukum tadi ya, melanggar 49:29 dia dia akhirnya ke rumah orang tuanya 49:33 untuk melayani orang tuanya. Kemudian 49:36 punya anak, punya ee suami dia 49:38 tinggalkan. Nah, itu namanya dia zalim 49:40 itu. Nah, sekarang tinggal dikompromikan 49:43 antara dua hal ya. Kalau bisa orang 49:45 tuanya diajak tinggal di rumahnya. Jadi, 49:47 dia bisa sekaligus melayani suaminya dan 49:49 orang tuanya. Jadi sekali lagi dalam 49:52 berbakti kepada orang tua itu enggak ada 49:53 yang zalim. kita tidak berbuat zalim. 49:56 Insyaallah dengan keikhlasan dan mencari 49:59 rida Allah, insyaallah kita akan dapat 50:00 ridanya dengan menjalankannya dengan 50:02 keikhlasan dan rida gitu. 50:05 Baik, saya jelaskan ya. Ee ini tadi dari 50:08 Bu Ai di Garut. Mudah-mudahan ee sudah 50:11 mulai rida. [tertawa] 50:13 Baik. Ee sudah ada penelepon masuk, 50:14 mudah-mudahan masih menunggu. 50:15 Asalamualaikum. 50:19 Asalamualaikum. Masih standby kah Fahri 50:22 atau Ondi penelepon? 50:28 Gimana? 50:30 Saya skip nampaknya 50:32 ya. Mungkin penelepon bisa ee 50:36 menyampaikan lewat WhatsApp ya karena 50:38 saya akan beralih ke pertanyaan lewat 50:40 WhatsApp dulu ya. Ee dari Ibu Ira, 50:43 Ustazah di Kalibata. Asalamualaikum 50:45 warahmatullahi wabarakatuh. 50:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:48 wabarakatuh. Baik, saya akan pelan-pelan 50:50 membacakannya karena agak sedikit ambigu 50:52 pertanyaannya. Apakah beda atau 50:55 pengaruhnya terhadap diri kita kaitannya 50:59 dengan rida dari Allah, dengan tetap 51:02 ikhtiar dan tidak perlu rida kepada 51:04 Allah? Khususnya ini pada orang yang 51:06 kafir tapi orang yang ikhtiar dan rida 51:11 eh tapi orang yang ikhtiar dan tidak 51:14 memerlukan rida Allah tapi Islam atau 51:16 keimanannya kurang. 51:18 Maksudnya gimana? Saya belum nyambung, 51:20 Mbak. 51:21 Ya, makanya saya pelan-pelan baca. Jadi, 51:23 ee untuk orang yang kafir atau orang 51:25 yang bukan Islam, mereka tetap 51:27 berikhtiar. 51:29 Namun mereka tidak memerlukan rida Allah 51:31 kan, Ustazah? Apakah beda hukumannya 51:34 dengan orang yang melakukan hal yang 51:36 sama tapi Islam, tapi dia tidak 51:39 memerlukan rida tapi tetap ikhtiar gitu 51:42 aja. 51:43 Iya. I paham. Jadi gini statusnya gitu 51:45 ya. Apakah rida yang dilakukan oleh 51:48 orang kafir dengan rida yang dilakukan 51:50 orang muslim tuh sama atau tidak? 51:52 Iya. Iya. 51:53 Gini aja deh, yang namanya kafir enggak 51:54 usah dihitung deh gitu ya. 51:56 Betul saja. 51:57 Karena yang namanya kafir itu enggak 51:58 bagian dari pembahasan. Karena jelas ya 52:00 orang-orang kafir ya. Innalladzina 52:02 kafaru gitu ya. Sudah jelas finari 52:04 khidina fiha. Udahlah itu sudah bagian 52:06 dari sebaik apapun yang dia lakukan di 52:09 dunia ini selama tidak ada syahadatnya 52:12 itu dalam akidah kita mereka itu di 52:14 neraka. ya. Misalnya ee banyak 52:17 orang-orang ee kafir yang banyak ee 52:19 andilnya ya di dunia mungkin banyak ee 52:22 apa kebaikan-kebaikannya ya tetap kalau 52:24 dalam akidah Islam di akhirat dia enggak 52:27 akan mendapatkan balasan surga tetapi 52:29 neraka. Tapi Allah itu maha adil. Ketika 52:32 dia di dunia berbuat yang terbaik dia 52:34 apapun yang dia lakukan misalnya rida 52:36 dengan kehidupan ee apa ada, tapi dia 52:38 bukan karena mencari rida Allah ya. 52:39 Karena memang ya memang ya kalau dia 52:42 memang baik di dunia ya Allah pasti akan 52:44 balas juga kebaikan. Misalnya banyak 52:46 orang kafir yang berinfak kan, 52:49 bersedekah, dermawan banget kan banyak 52:51 tuh. Ya Allah akan berikan dia harta 52:53 yang berkah. Maksudnya di sini harta 52:55 yang berlipat ya kan. Semakin kaya dia 52:58 ee semakin banyak berinfak semakin kaya. 53:00 Itu sudah hukum Allah itu bisa 53:02 didapatkan baik dia orang kafir atau 53:04 orang muslim gitu. itu dibalasnya kan di 53:06 dunia atau mungkin ketika dia meninggal 53:09 dicabut dengan ee gampang banget enggak 53:11 pakai sakit-sakit gitu ya nyawanya 53:13 dicabut. Kalau sebentar orang muslim, 53:15 orang Islam yang taat itu susah banget 53:17 meninggalnya, sakitnya bertahun-tahun ya 53:19 kan? Allah maha adil dengan sakitnya 53:21 Allah ingin ampuni dosanya setelah nanti 53:23 di akhirat masuk surga. Nah, orang kafir 53:25 enggak ada cerita sudah selesai gitu ya. 53:27 Nah, Allah sudah balas dia di dengan eh 53:31 anar khidina fiha gitu. 53:35 [berdehem] 53:36 Baik. Ee Ibu Ira sudah jelas ya, jadi 53:38 tidak usah mikirin orang kafir. Kita 53:41 fokus kepada saudara sean dan diri kita 53:42 sendiri. Baik ya. Ee Ustazah izinkan 53:45 saya ke pertanyaan selanjutnya dari 53:47 hamba Allah, Ustazah. 53:50 Yakni hamba Allah di Bogor, Ustazah. 53:51 Asalamualaikum warahmatullahi 53:53 wabarakatuh. 53:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:56 wabarakatuh. 53:57 Ustazah, saya belajar untuk rida atas 54:01 Allah, atas kondisi yang Allah berikan 54:02 kepada saya. Saat ini saya sudah 54:05 bekerja, namun di mata kedua orang tua 54:08 saya, saya kurang selalu. Saya selalu 54:10 dibandingkan oleh kakak saya yang saat 54:12 ini karirnya menurut mereka lebih cerah, 54:15 lebih terang, dan lebih menjanjikan. 54:18 Dari kecil saya merasa saya dinomor 54:21 duakan. Apakah perasaan saya ini 54:24 pertanda bahwa saya tidak rida akan 54:26 kondisi yang saya terima saat ini? Mohon 54:29 nasihati saya, Ustazah. 54:31 Ee begini, ini kan ee perasaan ya, 54:34 bermain dengan perasaan. Jadi intinya 54:36 gini, ini ee hamba Allah ya, adik ya. 54:39 I 54:39 ee laksanakan aja yang apa adik bisa 54:42 lakukan ya, apapun hasilnya tapi sikap 54:46 kepada orang tua itu jangan berubah ya. 54:49 Jadi walaupun orang tua memperlakukan 54:52 sepertinya tidak adil gitu ya, apa 54:55 membandingkan sudah enggak usah 54:56 diperhatikan itu, tapi lakukan yang 54:58 terbaik untuk orang tua. Insyaallah 55:00 nanti suatu saat nanti Allah akan 55:02 berikan ee bukti ya bahwa yang kita 55:04 lakukan ini karena Allah mencari ridanya 55:07 pasti balasan yang terbaik untuk kita. 55:09 Keberkahan itu pasti ada. Jadi rasa-rasa 55:12 rasa-rasa itu harus dihilangkan. Rasa 55:14 kurang ee dapat perhatian. rasa ee 55:19 dianak tirikan itu hilangkan itu. Yang 55:21 penting kan sekarang kan yang ditanya 55:23 Allah kepada kita kan apa yang kita 55:24 lakukan kan bukan apa yang orang tua 55:26 lakukan kepada kita atau apa orang lain 55:28 lakukan. Artinya kita nanti menghadap 55:31 Allah di yaumil akhir adalah akan 55:33 mempertanggungjawabkan apa yang telah 55:34 kita lakukan. Jadi apapun yang kita 55:37 terima dari orang tuh urusan dia dengan 55:39 Allah. Nah, begitu juga mungkin dengan 55:40 orang tua ya. Yang penting adinda ini 55:43 lakukanlah apa yang bisa dilakukan. Ee 55:45 berbuat hormat. jangan pernah 55:47 menyinggung perasaannya. Pokoknya 55:50 bagaimana berkhidmat ya kepada orang tua 55:52 walaupun sepertinya rasanya orang tua 55:55 itu berlaku tidak adil. Insyaallah nanti 55:56 suatu saat Allah akan membuktikan bahwa 55:59 ee kita lakukan ini karena keikhlasan 56:01 pasti kita akan dapatkan. Jadi siapa 56:02 yang menanam dia yang memanen gitu ya. 56:05 Pastilah. Jadi semua yang kita lakukan 56:06 akan berdampak kepada diri kita. Kita 56:09 menanam kebaikan, kita akan dapatkan 56:11 kebaikan.Ayaallah. 56:11 Amin. Amin. Insyaallah. Baik. Tetap 56:14 semangat ya, adik di manap pun berada. 56:17 Baik, selanjutnya masih dari hamba 56:18 Allah. Ustazah, asalamualaikum 56:19 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. 56:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:22 wabarakatuh. 56:23 Saya tergerak untuk bertanya hal 56:25 tersebut ee mengingat banyak pertanyaan 56:28 berkaitan dengan rida orang tua. 56:30 Ustazah, suami suami saya mualaf dan 56:34 sudah lebih dari 5 tahun tidak menemui 56:36 orang tuanya dengan alasan dendam. 56:39 Karena menurut ia, orang tuanya tidak 56:42 berlaku baik ee kepadanya waktu ia 56:45 beragama lain, apalagi ketika ia 56:48 beragama Islam. Belakangan ini ayah dan 56:51 ibunya sakit dan minta ingin bertemu 56:53 dengan suami saya. Namun sampai saat ini 56:56 suami saya belum tergerak untuk menemui 56:59 kedua orang tuanya. Mohon Ustazah 57:01 nasehat apa yang harus saya berikan 57:04 kepada suami saya agar memaafkan dan mau 57:07 menemui kedua orang tuanya. 57:10 yang bukan Islam ya. 57:12 Iya. Jadi begini ee Mbak atau Ibu ya, 57:16 coba deh diajak ngomong dari hati ke 57:18 hati suami kita ini bahwa dalam ajaran 57:21 Islam itu kan salah satu perintahnya itu 57:23 kan berbuat baik kepada orang tua 57:26 walaupun nonmuslim. Artinya kita itu 57:29 kewajiban. Kita ingin menjadi seorang 57:31 muslim yang baik tetap harus baik kepada 57:33 orang tua walaupun orang tua itu ee 57:36 tidak Islam ya. Jadi kalau memang masih 57:38 sulit didoakan. Nah, kalau memang belum 57:41 mau minta izin boleh enggak saya yang 57:43 datang? Jadi artinya ibu inilah yang 57:47 datang kepada mertua. 57:49 Datang bawakan oleh-oleh, minta izin 57:51 dulu sama suami ya. Insyaallah 57:53 mudah-mudahan ya kalau suaminya 57:55 insyaallah pastilah ini ya. Kalau 57:57 suaminya belum bisa memaafkan tapi nih 57:59 pasangannya ini berusaha untuk menjalin 58:01 kembali hubungan baik. datang deh bawa 58:03 anak-anak, kemudian bawa buah tangan. 58:06 Artinya di kalau bisa dinasihatkan ya 58:09 apa secara pelan-pelan ya. Mudah-mudahan 58:12 siapa tahu dengan ee sikap ibu ini 58:15 terbuka pintu hidayah kepada mertua 58:18 sehingga dia masuk Islam tuh pahalanya 58:19 besar itu. 58:20 Masyaallah. 58:21 Iya. Jadi kalau suami belum mau, ibu 58:24 dulu deh yang datang. 58:25 Hm. 58:26 Begitu 58:27 itu ya. Jadi diawali dengan ee istrinya 58:31 boleh Ustaz ya, tapi dengan izin suami. 58:33 Iya. Iya, begitu. 58:34 Oke. Baik ya. Ee satu-satu dulu berarti 58:37 dijalani ya, Ibu yang beranya. 58:38 Mudah-mudahan jadi pintu apa? 58:41 Silaturahim untuk berikutnya. Amin. 58:43 Dan pahalanya besar loh, Mbak. 58:44 Memasukkan orang ke dalam Islam tuh 58:46 pahalanya jariah tuh. Luar biasa itu. 58:48 Betul. Betul. Baik, Ibu ee mudah-mudahan 58:51 ee bisa tergerak hati suami dan mertua. 58:55 Insyaallah. Eh, saya akan beralih ke 58:58 pertanyaan berikutnya ya, Ustazah. Dari 59:01 ini tidak mencatatumkan nama hamba-hamba 59:03 Allah ya ini ya. Ee Ustazah, 59:05 asalamualaikum warahmatullahi 59:06 wabarakatuh. 59:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:09 wabarakatuh. 59:10 Ibu baru ditinggal anak pertama tanggal 59:13 13 November 2020. Almarhum ayahnya 59:17 meninggal 32 tahun yang lalu. Tapi ibu 59:20 merasa lebih berduka pada anak saya ini 59:23 daripada waktu almarhum bapaknya 59:25 meninggal. Apakah itu termasuk tidak 59:28 rida atas keputusan Allah Subhanahu wa 59:30 taala? Ustazah 59:31 ee jadi gini, masalah rida atau tidak 59:34 itu yang bisa melihat itu sebenarnya 59:36 yang bersangkutan ya. Jadi rasa sedih 59:39 itu wajar ya manusiawi ya. Rasul juga 59:42 sedih ketika ee putra beliau Ibrahim 59:45 wafat ya menangis itu wajar ya sedih 59:48 kehilangan tu wajar tapi selama 59:50 kesedihan itu tidak ee ee terdampak 59:54 kepada keseharian ya artinya enggak ada 59:57 masalah misalnya sedih-sedih tapi tetap 1:00:00 menjalankan kewajiban ee ibadah-ibadah 1:00:02 fardu bermuamalah hanya hati aja yang 1:00:05 sedih ya itu enggak ada masalah rasa 1:00:06 sedih ya kan proses ya karena ee namanya 1:00:09 kehilangan itu memang berat ya Dalam 1:00:11 kehidupan kita, ujian paling berat dalam 1:00:14 kehidupan ini adalah berpisah dengan 1:00:16 orang yang kita cintai. Jadi kalau rasa 1:00:18 sedih itu wajar ya manusiawi. Yang 1:00:20 enggak wajar itu, yang tidak rida itu 1:00:22 adalah ketika ee menggugat Allah. Kenapa 1:00:26 Allah ambil anakmu? Kenapa bukan aku 1:00:28 dulu? Kenapa? Nah, itu itu namanya 1:00:29 enggak rida ya. Jadi ee dilihat dari 1:00:33 keseharian. Kalau kesehariannya murung 1:00:35 tapi tetap melaksanakan ibadah-ibadah 1:00:37 kewajiban. Artinya sebagai manusia biasa 1:00:40 ya itu itu masih wajar butuh proses 1:00:42 sebenarnya ya butuh proses apalagi masih 1:00:45 baru beberapa tahun ini kan 2020 ya 1:00:48 Mbak. 1:00:49 Iya 1:00:50 saja baru 13 November 2020. 1:00:53 Iya masih baru. Wajar ya sedih itu. 1:00:55 He yang almarhum ee suaminya nampaknya 1:00:59 sudah lama sekali. 32 tahun yang lalu. 1:01:01 Iya 32 tahun ya. Bedalah ya. 1:01:04 Betul. Betul. Betul. Baik. Ee 1:01:06 mudah-mudahan Ibu yang berduka ee 1:01:09 diberikan ketegaran dan keikhlasan. 1:01:11 Nanti gini aja, Mbak disampaikan kepada 1:01:14 ini kepada ibunya dengan apa? Doakan 1:01:17 nanti biar bisa berjumpa pula di surga 1:01:20 disatukan kembali. Jadi digantikan rasa 1:01:22 sedih itu dengan doa dan harapan kepada 1:01:24 Allah agar berkumpul kembali di surga. 1:01:27 Iya. Amin. Insyaallah. Amin. Baik. Ee 1:01:30 saya akan beralih ke Umi Bari di 1:01:33 Sukabumi. Asalamualaikum warahmatullahi 1:01:35 wabarakatuh, Ustazah. 1:01:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:38 wabarakatuh. 1:01:39 Ee benarkah ini caranya untuk 1:01:42 mendapatkan rida Allah apabila saya 1:01:43 membaca Al-Qur'an namun tidak dengan 1:01:46 terjemahannya dengan niat membaca 1:01:48 Al-Qur'an agar dapat mampu mencapai 1:01:51 target khatam Qurannya 10 hari satu 1:01:53 kali. Mohon pencaranya, Ustaz. 1:01:56 Ya, ini amaliah-amaliah ya. Artinya ini 1:01:59 juga bagian dari amal ibadah ya. 1:02:01 Insyaallah apapun perbuatan baik itu 1:02:03 Allah akan rida insyaallah selama kita 1:02:05 lakukan karena Allah karena mencari 1:02:07 ridanya. Tapi memang ada yang lebih 1:02:09 afdal lagi. Yang lebih afdal lagi adalah 1:02:12 ee tidak hanya sekedar mencapai target 1:02:15 tapi dapat memahami kandungan makna dari 1:02:19 ayat-ayat cinta yang Allah berikan 1:02:21 kepada kita sehingga kita dapat 1:02:23 mengamalkannya dalam keseharian. 1:02:25 Bukankah Al-Qur'an itu diturunkan untuk 1:02:27 diamalkan? Ya, jadi artinya untuk baca 1:02:29 juga enggak masalah. Pasti dapat pahala 1:02:31 kan setiap bacaan huruf yang kita baca 1:02:33 satu huruf dapat pahala 10. Ya, itu 1:02:35 insyaallah ee bagian dari amal saleh. 1:02:38 Tapi ada yang lebih baik lagi. Jadi 1:02:40 kalau bisa sih sebenarnya tetap ya itu 1:02:43 target enggak masalah karena tujut 1:02:44 karena Allah kan. Tapi adalah satu ayat 1:02:47 yang dibaca per harian ya yang dibaca 1:02:50 terjemahannya, dibahas tafsirnya atau 1:02:52 dibaca tafsirnya. Jadi mudah-mudahan 1:02:55 dengan ee membaca ini mudah-mudahan 1:02:57 Allah tambahkan keimanan kita, 1:03:00 keberkahan dalam hidup kita. Insyaallah. 1:03:02 Insyaallah. Amin. Baik, Ustazah. Ee ini 1:03:06 pertanyaan berikutnya dari hamba Allah. 1:03:07 Asalamualaikum warahmatullahi 1:03:09 wabarakatuh, Ustazah. 1:03:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:11 wabarakatuh. 1:03:12 Saya yatim piatu sejak saya kecil, 1:03:14 Ustazah. Bagaimana dengan pernyataan 1:03:17 yang e nyatakan bahwa rida Allah adalah 1:03:20 rida orang tua juga? Namun saya tidak 1:03:22 memiliki orang tua, Ustazah. Jadi dari 1:03:25 mana saya harus meraih rida dari yang 1:03:27 setara dengan rida orang tua? Ya. Ee ini 1:03:31 memang ee hadisnya ridallah firidal 1:03:34 walidain itu adalah bagi orang tuanya 1:03:36 yang memang ee berinteraksi dengan anak 1:03:39 tersebut ya. Artinya bagaimana anak ini 1:03:41 bisa berbakti kepada orang tuanya, tidak 1:03:44 menyakiti hatinya, tidak durhaka. ya 1:03:46 artinya bagaimana bermuamalah, 1:03:48 berinteraksi dengan orang tua sehingga 1:03:50 orang tua rida. Itu kan habis itu kan 1:03:53 berlaku untuk itu supaya anak tidak 1:03:54 durhaka. Nah, sekarang orang tua sudah 1:03:56 tidak ada. Ee bagaimana bisa mendapatkan 1:03:59 rida? Ya, berarti ambil rida dari rida 1:04:02 dengan takdir Allah tidak memiliki orang 1:04:04 tua 1:04:06 itu kan juga mesti rida juga. Berat loh. 1:04:08 He. 1:04:08 Seorang anak yang tidak memiliki orang 1:04:11 tua itu jangan sampai 1:04:13 membanding-bandingkan diri kita dengan 1:04:15 orang lain. Ih enak ya dia masih ada 1:04:18 orang tuanya. Saya sudah enggak ada di 1:04:20 pula. Itu nanti enggak rida loh. 1:04:22 Mc kenapa sih Allah? Nah nanti kalau 1:04:24 sudah menggugat Allah itu enggak ada 1:04:25 rida lagi. 1:04:27 Nah jadi rida yang kita dapatkan itu 1:04:29 adalah ee dengan ee kasus orang tua 1:04:31 sudah tidak ada rida dengan takdir 1:04:33 Allah. kita tidak memiliki lagi orang 1:04:35 tua. Nah, nanti didoakan, "Ya Allah, aku 1:04:38 rida dengan ketentuanMu tidak memiliki 1:04:40 orang tua karena aku sudah yatim piatu 1:04:42 sejak kecil. Oleh karena itu, ridailah 1:04:44 aku, ya Allah." Nah, begitu. He he. 1:04:47 Baik, Ustazah. Nampaknya itu merupakan 1:04:49 pertanyaan terakhir Ustazah. Mohon 1:04:52 kiranya ee kita mendapatkan kesimpulan 1:04:55 dari pembahasan kitab siang hari ini. 1:04:57 Tafadul, Ustazah. 1:04:58 I. Baik. ee rida terhadap ketetapan 1:05:01 Allah adalah buah termulia dari mahabbah 1:05:04 dan makrifatullah. 1:05:06 Salah satu ukuran cinta adalah rida 1:05:09 terhadap perbuatan kekasih-Nya, baik itu 1:05:12 manis ataupun pahit. Maka rida ini 1:05:14 adalah bentuk keimanan terhadap Rabbnya. 1:05:17 Bentuk mahabbah, bentuk cinta kepada 1:05:19 Allah. Rida kepada Allah ini 1:05:21 mengharuskan hamba untuk selalu beriman 1:05:24 kepada Allah, beriman kepada qada dan 1:05:27 qadarnya. Mencintainya, mentaati 1:05:30 syariatnya, mencintai rasul-Nya, 1:05:33 mengikuti keteladannya, menjadikan Islam 1:05:35 sebagai agama pilihan hidupnya, 1:05:38 mengorientasikan hidupnya dengan penuh 1:05:40 keikhlasan untuk meraih cinta dan rida 1:05:43 Allah. Oleh karena itu ee ada tiga 1:05:46 kategori rida yang harus di ee kita 1:05:48 lakukan ya, yang harus kita jalan. 1:05:50 Pertama adalah rid by bisyariatillah. 1:05:53 Rida terhadap syariat Allah. berarti 1:05:56 kita menerima dan menjalankan syariatnya 1:05:59 dengan ikhlas gitu ya. Kedua, rid 1:06:02 biqadaillah, rida dengan ketentuan 1:06:04 Allah. Artinya tidak menolak dan 1:06:07 membenci apa yang telah Allah tetapkan 1:06:09 untuk kita. Termasuk segala sesuatu yang 1:06:12 tidak menyenangkan. Apakah itu bentuk 1:06:14 musibah, ujian, cobaan. Karena ujian dan 1:06:17 cobaan dari Allah itu akan merupakan 1:06:19 tangga peningkatan derajat iman. Allah 1:06:21 ingin mengangkat derajat kita di 1:06:23 hadapannya. Karena Allah cinta dengan 1:06:24 kita, maka kita diberikan ujian. 1:06:26 Kemudian yang ketiga, rid birizkillah. 1:06:29 Rida dengan rezeki Allah artinya 1:06:32 menerima dan merasa cukup. Yaitu qanaah 1:06:35 ya terhadap rezeki yang dianugerahkan 1:06:37 Allah kepada kita. Tidak rakus, tidak 1:06:40 serakah walaupun sedikit tapi 1:06:42 mudah-mudahan ee cukup ya. Atau kalaupun 1:06:45 sedikit dan tidak mencukupi tetap rida 1:06:48 ya. Yang penting usaha. Nah, dengan 1:06:50 demikian menggapai rida Allah itu adalah 1:06:53 merupakan keharusan bagi setiap umat 1:06:56 Islam ya. Karena Allah menjadikan rida 1:06:59 ini sebagai balasan di kehidupan akhir 1:07:01 ya. Ee misalnya dalam surat ee yang di 1:07:05 apa namanya? Dalam surat Gasiah ya. 1:07:07 Wujuh ya 1:07:10 wujuh yaumaidin naimah. Pada hari itu 1:07:13 banyak wajah yang berseri-seri 1:07:16 ya. 1:07:21 Mereka berada dalam surga yang tinggi 1:07:23 ya. Jadi 1:07:30 jadi wajah mereka nanti di yaumil akhir 1:07:33 di surga itu berseri-seri gembira cerah 1:07:35 ya. Kenapa? Karena mereka senang dengan 1:07:38 usahanya. Radiah. Dia rida dengan 1:07:40 usahanya. Dia senang dengan usahanya. 1:07:42 apa yang telah dia lakukan di dunia fi 1:07:44 jannatin aliah. Mereka berada dalam 1:07:46 surga yang tinggi. Ya, ini ee bagian 1:07:49 dari ee kewajiban kita harus rida kepada 1:07:52 Allah agar kita dapat akhir yang baik. 1:07:54 Ee terakhir ee ada doa ya ee yang 1:07:57 diajarkan Nabi kepada Zaid ee doa ee 1:08:00 tentang rida ini. Kenapa Rasulullah 1:08:02 mengajarkan doa ini? Karena Rasulullah 1:08:05 ingin mengingatkan Zaid dan kita semua 1:08:07 untuk memandang bahwa apa yang kita 1:08:09 alami di dunia ini baik senang ataupun 1:08:12 sedih itu adah hakikatnya adalah perkara 1:08:14 kecil. Tidak ada artinya jika 1:08:16 dibandingkan dengan mengingat Allah yang 1:08:18 maha besar. Mengingat kematian, 1:08:20 mengingat perjumpaan dengan Allah. Dan 1:08:22 tidak ada kenikmatan yang lebih utama 1:08:24 bagi penghuni surga melainkan memperoleh 1:08:27 kesempatan memandang wajah Allah. Nah, 1:08:29 doa yang diajarkan itu adalah 1:08:41 Allah aku mohon sesudah keputusanmu, 1:08:45 kesejukan hidup setelah kematian, 1:08:47 kelezatan memandang wajahmu, dan 1:08:49 kerinduan berjumpa dengan 1:08:54 warahmatullah wabarakatuh. 1:08:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08:58 wabarakatuh. Jazakillah khairan khairan 1:09:00 Ustazah Helini Amran, guru kita. 1:09:02 Insyaallah bermanfaat besar ilmunya dan 1:09:05 pemaparannya pada siang hari ini. Yang 1:09:07 menyimak dari awal hingga akhir 1:09:09 mudah-mudahan Allah rida untuk kita 1:09:11 semua ee yang sudah menyediakan waktu 1:09:14 dan menuntut ilmu. Mudah-mudahan 1:09:15 menjadikan kita muslim dan muslimah yang 1:09:16 lebih baik dari sebelumnya. Baik. Ee 1:09:18 kami juga minta maaf apabila ada 1:09:20 pertanya-pertanyaan yang terlewat atau 1:09:21 tidak terbacakan dan tidak terjawab oleh 1:09:23 Ustazah. Mudah-mudahan diberikan 1:09:24 kesempatan di ee minggu yang lain. 1:09:27 Mudah-mudahan Ustazah panjang umur dan 1:09:28 sehat, kita semua sehat, Ustazah ya. 1:09:30 Amin. Amin. 1:09:31 Amin. Amin ya rabbal alamin. Saya yang 1:09:33 bertugas pada hari ini, Koline 1:09:35 didampingi ada Odi dan Fahri kalau tidak 1:09:38 salah eh di belakang meja operator undur 1:09:41 diri. Saya akan e tutup dengan doa 1:09:44 kafarul majelis. Subhanakallahumma 1:09:46 wabihamdika asadu an asagfuahaikum. 1:09:53 warahmatullahi wabarakatuh. 1:09:56 Waalaikumsalam