Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi wab.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa ali sayidina Muhammad. Alhamdulillah
- sekarang kami sedang berada di studio 3
- RSIL. Kita jumpa lagi dalam acara
- psikologi keluarga untuk mendengar hasil
- di manap pun Anda berada. Ada dua kasus
- yang masuk ya. Tapi di sini perlu kami
- jelaskan di sini ada ramai ya. Ada Atep
- Setiabudi, ada Gustaf, Ustaz Haidir dari
- Mesir, kemudian Ustaz Hasan Sjali dan
- Hafiz. Nah, oke e saya Muhammad Krishna,
- Mbak Nuning juga sudah ada. Ustaz Husin
- Alatas dan Ustaz Abu Bakar Baraja.
- Asalamualaikum Ustaz Husin. Ustaz Abu
- Bakar Baraja. Kasus yang masuk ada dua.
- Yang pertama seorang suami yang
- kehilangan istrinya karena sakit panas
- ya enggak enggak begitu berat sakitnya.
- ee tapi dia belum berencana untuk nikah
- lagi. Yang kedua ee tentang istri yang
- suaminya pertamanya bagus komunikasinya
- tapi setelah 8 tahun komunisinya tidak
- bagus. Bercualah ee kalau ditanya
- jawabnya ee pakai kode-kode gitu aja.
- Nah, nanti akan dibahas oleh Ustaz
- Husein. Nanti detailnya seperti apa akan
- dibacakan oleh Mbah Haj Nur Nuning.
- Asalamualaikum Mbak Nuning.
- Waalaikumsalam. He. Oke, kita mulai
- acara ini dengan membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin arrahmanirrahim.
- maiki
- yaumiddin iyaka na'budu wa iyyaka
- nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina an'amta
- alaihim ghairil maghdubi alaihim
- waladin Amin.
- Alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam ee apa menghadapi berbagai
- kasus yang kita hadapi sehari-hari.
- Baik, Mbak Noni bisa dibacakan buah
- kasusnya seperti apa.
- Terima kasih, Mas Krishna.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz Husein, Ustaz Abu
- Bakar, dan ikhwan akhwat di manaun.
- Mudah-mudahan kasus kali ini pun akan
- mempersuasi kita semua.
- Yang pertama dari seorang pria yang
- sudah menikah 5 tahun kemudian ditinggal
- meninggal karena istrinya sakit meskipun
- hanya sakit panas saja. Dan sampai
- sekarang sudah 6 bulan saya tidak ingin
- memaksakan diri untuk menikah lagi. Saya
- masih trauma
- menghadapi karena saya sangat sayang
- dengan istri saya yang meninggalkan saya
- secara dadakan. Saya sedih sendirian,
- Ustaz. Mohon pencerahannya. Itu kasus
- yang pertama. Kemudian kasus yang kedua
- dari pasangan suami istri yang sudah
- menikah 11 tahun dengan dua anak
- laki-laki dan perempuan. Setelah 8 tahun
- ini pernikahan jadi biasa saja dan kami
- sekarang ini jarang sekali
- berkomunikasi. Sebagai istri, Ustaz,
- saya sibuk dengan anak dan suami sibuk
- dengan pekerjaannya kelihatannya. suami
- senang menyendiri dan setiap kali
- didekati selalu
- menghindar. Saya pun sebagai istri juga
- enggak mau mendekatinya dengan kondisi
- seperti itu. Sehingga kurang lebih 3
- tahun kami diam-diaman saja. Setiap
- ditanya jawabannya geleng kepala atau
- hanya dengan gerakan tangan. Emang sih
- waktu saya
- menikah ee saya juga banyak diam.
- Tetapi
- ketika sudah mengenal dan mengerti saya
- jadi banyak bicara. Tapi dia tetap diam
- aja, Ustaz. Saya bingung Ustaz
- menghadapinya. Saya harus
- bagaimana? Mohon penjerahannya. Iya. Itu
- dua kasusnya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. Allahumma sholli ala
- Muhammadin wa ali Muhammad.
- Assalamualaika ya
- Rasulullah. Asalamualaina wa ala
- ibadillah shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumina
- minika rahmah.
- [Musik]
- na
- bimaambanaidna
- ilman menjawab dua kasus yang tadi kita
- dengar.
- Pertama-tama seorang pria yang menikah
- selama 5 tahun.
- Tahu-tahu secara tiba-tiba
- istrinya hanya disebabkan karena
- demam secara mendadak meninggalkan
- diri. Ini betul-betul
- merupakan pukulan trauma tanpa
- persiapan. dia tidak sakit ya, tidak ada
- tanda-tanda
- sebelumnya. Ketika rumah tangga sedang
- hangat-hangatnya, tahu-tahu sang istri
- meninggalkan
- dirinya. Memang kalau kita hanya melihat
- cobaan ini secara lahir, kita akan
- terpukul dan
- trauma. Tapi kalau kita menyadari
- bahwasanya
- kematian itu merupakan satu hal yang
- apa? yang wajar. Setiap makhluk
- hidup pasti akan tiba saatnya dia
- meninggalkan dunia ini kembali kepada
- Allah. Bisa saja suami lebih dulu, bisa
- saja istrinya lebih
- dulu. Dan Allah Subhanahu wa taala
- jadikan kematian dan kehidupan ini untuk
- menguji siapa di antara kita yang
- terbaik amalnya. Alladzi khalaqal maut
- wal hayah
- liyabluakum ayyukum ahsanu amala. Allah
- yang telah menciptakan kematian begitu
- juga kehidupan untuk menguji siapa di
- antara kalian yang terbaik amalnya.
- yang hidup dengan baik dan
- mulia atas dasar iman kepada Allah
- kepada hari akhir perilakunya, sikapnya
- baik pada saat senang
- susah, baik pada saat bahagia maupun
- bersedih, pada saat lapang dan sempit
- tetap di jalan Allah. Ini merupakan
- orang-orang yang terbaik dan mulia.
- Nah, Bapak sebagai seorang suami
- dicoba setelah hidup berumah tangga
- selama 5 tahun dalam suasana yang
- indah,
- harmoni atau Bapak kehilangan apa yang
- Bapak
- cintai, kehilangan kehangatan,
- kehilangan juga teman dalam kesepian,
- kesendirian. Tapi ini bukan perpisahan
- untuk
- selama-lamanya. Hanya perpisahan
- sementara.
- Apabila bapak ya bersama istri dalam
- ketaatan kepada Allah Subhanahu wa
- taala, bila tiba saatnya kita akan
- meninggalkan dunia ini dan berkumpul di
- tempat yang lebih
- indah. Jangan kita memandang kehidupan
- dunia ini panjang sama sekali tidak.
- Allah berfirman dalam suratul Ma'arij,
- innahum yaraunahu baida wararahu qoriba.
- Mereka memandangi jauh palata kami
- begitu apa? begitu
- dekat. Jadi kalau kita setiap hari
- menyaksikan bagaimana kelahiran dan
- kematian silih berganti, begitu pula
- suka duka. Kita memahami bahwa kehidupan
- dunia bukanlah tempat kediaman yang
- abadi. Sebagaimana Imam Syafi'i berkata,
- "Inna lillahi ibadan fut."
- Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba
- yang cerdik dan
- bijak. Thaqu dunya wufl
- fitan. Mereka menceraikan dunia dari
- hati mereka. Mereka
- khawatir menghadapi berbagai macam
- fitnah dan
- godaan. Mereka menceraikan dunia bukan
- berarti tidak bekerja, tidak berusaha,
- tapi tidak menjadikan pasangan hidup
- mereka. Mereka hanya jadikan sebagai
- sarana untuk membangun kehidupan yang
- lebih indah. Berbuat kebaikan dengan
- hartanya, berbagi dengan mereka yang
- membutuhkan, juga berbagi untuk
- perjuangan di jalan Allah.
- Innalillahi
- ibadanun
- fitha. Mereka merenungkan dan
- memperhatikan karakteristik kehidupan
- dunia. Setelah mereka menyadari dunia
- bukan tempat kediaman yang
- abadi, mereka menjadikan dunia ini
- bagaikan samudera. Lalu mereka
- menjadikan amal-amal saleh mereka
- sebagai bahtera untuk mengarungi samudra
- kehidupan
- ini. Merekalah orang yang sukses. Tidak
- seperti mereka yang menjadikan dunia
- sebagai pasangannya, tambatan hidupnya.
- Begitu hilang daripadanya, kehilangan
- harapannya.
- Jadi hendaknya Bapak selalu menjadikan
- Allah sebagai harapan,
- sandaran, pegangan, dambaan. Mencintai
- Allah melebihi kecintaan kita kepada
- diri kita, keluarga kita, dan kehidupan
- dunia ini. Ini cinta yang akan
- membangun, menjaga, melindungi, dan
- mensucikan. Jangan kita
- mencintai makhluk atau diri kita atau
- keluarga kita melebihi kecintaan kita
- kepada Allah Subhanahu wa taala. ini
- yang akan menimbulkan rasa kecewa,
- duka, lara yang tak terobati.
- Semakin kita mengingat, semakin kita
- merasakan perihnya hidup ini. Tapi kalau
- kita tahu sebetulnya kita tidak pernah
- kehilangan waktu bersama kita secara
- fisik bersama kita setelah dia meninggal
- dunia walaupun secara fisik tidak
- bersama kita, tetap kenangan kebaikannya
- di hati kita dan satu hari nanti kita
- akan berkumpul bersamanya. Nah, Bapak
- sebagai seorang manusia yang butuh akan
- pasangan, seandainya Bapak menikah lagi
- tidak mengkhianati dia. Karena
- kecemuruan di hati dia telah apa? Telah
- berakhir dengan cobaan dalam kehidupan
- dunia ini. Dia memandang Bapak ya,
- melantikan untuk saat-saat
- berkumpul. Oleh karena itu, bila Anda
- butuh untuk menikah, silakan menikah
- agar ada teman yang mendampingi Anda dan
- Anda dapat melupakan duka, kesedihan
- dalam kehidupan dunia. Dan insyaallah
- Anda akan dikumpulkan kembali bersama
- orang yang dicintai. Tapi jangan pernah
- menganggap
- bahwasanya problema derita yang Anda
- hadapi akan membuat nangis langit dan
- bumi. Sama sekali
- tidak. Karena setiap waktu kita akan
- jumpai ada pertemuan, ada perpisahan.
- Ada jamuan, ada juga saat kita bubar
- meninggalkan jamuan tersebut. Ada
- senang, ada susah, ada lapang, ada
- sempit, ada bahagia, ada pula duka, dan
- lara. Semuanya untuk menguji kita siapa
- yang terbaik amalnya di antara
- kita. Jadi kalau Bapak mengingat Allah,
- mengingat hari akhir dan istri Bapak
- sebetulnya tidak meninggalkan Bapak,
- Bapak dapat menjalani kehidupan dengan
- pasrah sambil bersiap-siap untuk kembali
- pada Allah. Nah, selagi ada kesempatan
- kita beramal. Bapak berumah tangga juga
- menikahi seorang wanita yang baik itu
- juga bahagian dari amal saleh yang
- dicintai Allah subhanahu wa taala.
- Semoga Allah menggantikan Bapak dengan
- pasangan yang lebih baik saat ini dalam
- kehidupan dunia dan kumpulkan Bapak
- bersama istri Bapak yang meninggalkan
- Bapak dalam kehidupan yang lebih indah.
- Harmoni penuh betul-betul kecintaan.
- Adapun kasus yang kedua, kasus ini ya
- sebetulnya seperti seorang
- dokter. Seorang pasien mengatakan saya
- demam ya, saya merasakan ini maupun itu.
- Si dokter tidak memiliki data-data medis
- mengenai pasien bagaimana hasil
- lab-nya. Ingin diketahui apa kira-kira
- penyebab dari demamnya? Apa karena
- virus? Apa karena bakteri? Kalau dia
- memiliki data-data berkaitan dengan
- penyebabnya, dia bisa memberikan resep
- yang sesuai. Nah, sekarang Ibu mengeluh
- setelah menikah selama 8 tahun. Pada 3
- tahun terakhir suami ibu tidak lagi apa
- berkotek. Kalau ditanya berdiam,
- menggeleng atau menggunakan isyarat
- tangan. Kita ingin tahu apakah
- penyebabnya penyebab eksternal datang
- dari luar. karena dia frustasi, kecewa,
- ingin mendapatkan apa yang diinginkan
- gagal atau jabatan yang diimpikan
- ternyata diberikan pada orang lain
- atau penyebabnya internal. Penyebabnya
- mungkin dia
- tersinggung dengan ucapan
- ibu. Dia tersinggung tapi ibu tidak
- merasakan sama sekali. Karena terkadang
- seorang di saat dia bersama dengan
- suaminya dan cukup dekat, terkadang dia
- enggak menjaga ucapannya terhadap
- istrinya eh terhadap suaminya. Suami
- juga terhadap istri sama dengan dua
- kabel yang esolatornya
- hilang. Akhirnya terjadi apa? Koslet.
- Nah, ada sebagian laki-laki di saat
- koslet emosinya ya langsung apa?
- Meledak.
- Ada justru yang sebaliknya. Dia diam.
- Dia diam. Akhirnya mulai menggerogoti
- apa? Menggerogoti ketenangan,
- kebahagiaan. Dia lebih suka bersikap
- acuh
- takacuh. Kalau yang temperamen
- ketahuan, dia
- tersinggung, dia marah atau dia merasa
- kurang diperhatikan. Tapi kalau yang
- menyimpan dalam hati ini yang repot.
- Oleh karena itu saya ingatkan kepada
- Ibu, coba Ibu minta seorang yang bisa
- kira-kira mengorek dari hati suami ini
- apa kira-kira yang menyebabkan dirinya
- mengalami hal ini? Apakah problema
- eksternal? Apakah problema internal?
- Atau dia katakan sedang
- menghadapi kondisi yang membuat dia
- dalam keadaan
- frustasi. Mungkin Ustaz Abu Bakar Baraja
- bisa menolong. Artinya bisa
- berkomunikasi dengan suami ibu. Karena
- kalau enggak ditanyakan kita enggak tahu
- dan kita enggak mengetahui yang gaib.
- Begitu juga tidak mengetahui apa yang
- tersimpan di hati seseorang. Tapi
- biasanya setiap ada kasus seperti ini ya
- kita bisa menemukan
- sebabnya. Walaupun terkadang seorang
- bapak, seorang ibu, bahkan istri tidak
- mengetahui sebabnya h karena orang
- tersebut tertutup. Tapi kalau seandainya
- ada seseorang yang bisa mengorek,
- bertanya secara perlahan-lahan, bisa
- ditemukan
- penyebabnya. Begitu juga kasus seorang
- istri yang berdiam, sikapnya berubah.
- Dia melayani suami hanya kewajiban saja.
- Tapi di hatinya sama setiap ditanya
- semua apa sebabnya? Dia enggak mau
- menjawab. Dengan sendirinya butuh ada
- orang di sisinya yang bisa mengeluarkan
- unek-uneknya.
- Terkadang penyebabnya itu sepele.
- Arti menurut kita harus sepele, tapi
- menurut dia itu merupakan hal yang vital
- karena menyangkut kehormatannya,
- menyangkut harga dirinya, ya, menyangkut
- hal yang apa yang berkaitan dengan
- lukanya. Orang lain tidak terluka tapi
- buat dia itu ucapan melukai hatinya.
- Nah, sering kita jumpai kasus seperti
- ini. Seorang
- tersinggung dari seseorang mulai
- hubungannya merenggang. Kalau ditanya,
- "Kenapa kamu?" Dia enggak pernah
- menjawab sama sekali.
- Dan temannya merasakan, "Saya enggak
- pernah sama sekali apa melakukan sesuatu
- yang membuat dirinya tersinggung."
- Akhirnya mereka mencari ke sana kemari.
- Ternyata terhadap orang yang dipercaya
- cerita bahwa dia tersinggung dengan apa
- yang diucapkan oleh orang tersebut.
- Si teman kaget, ini kan masalah sepele,
- buat yang lain sepele. Tapi karena dia
- punya trauma, dia merasakan bahwa ucapan
- ini menyakitkan hatinya. I. Jadi, kalau
- kita perhatikan
- bersama-sama setiap kali kita menjumpai
- fenomena pemandangan keadaan yang
- kadang-kadang tidak menyenangkan, coba
- kita cari di belakangnya ada apa dan
- yakin pasti ada sebabnya. Enggak mungkin
- sama sekali dia bersikap seperti ini
- tanpa ada sebabnya. Sebabnya bisa
- kembali dari hal-hal yang di luar. Heeh.
- Atau kembali kepada istrinya.
- Terkadang istri bersikap acuh,
- menyepelekan dirinya, suami minta, istri
- enggak menanggapi, malah memberikan
- jawaban yang tidak menyenangkan. Sekali,
- dua kali, lama-lama suaminya enggak mau
- lagi bicara. Diam. Heeh.
- Ini merupakan hal-hal yang perlu kita
- tahu. Jadi, Ibu kalau bisa jangan ibu
- juga menanggapi dengan hal yang
- sama karena dia masih suami ibu, ibu
- juga masih istrinya. Diam-diaman dalam
- rumah membuat dua-duanya terluka.
- Membuat kondisi dan keadaannya semakin
- apa? Semakin buruk. Coba ibu dekati. Ibu
- ambil hatinya keluarkan kata-kata manis.
- Tanyakan padanya,
- "Mas, kenapa kamu seperti itu?
- Kalau seandainya sebabnya karena saya
- mengucapkan melakukan sesuatu yang
- menyakiti kamu, saya minta
- maaf. Gitu kan gitu. Kalau seandainya
- sebabnya dari luar, apa yang bisa
- kamu apa yang kamu silakan curhat.
- Mungkin saya bisa membantu kamu
- meringankan paling tidak ya atau
- memberikan
- masukan dengan kemampuan yang saya
- miliki. Kita kan namanya suami istri
- bersatu. Walaupun kita dua tubuh
- sebetulnya satu hati kan. Enggak mungkin
- si perempuan bisa mencari solusi di luar
- atau laki-laki juga keluar. Berdua ini
- bersama-sama harus menyelesaikan
- urusannya dengan cara yang bijak. Asal
- ada kemauan, niat yang baik, tidak ada
- satuun persoalan yang tidak bisa
- dipecahkan. Tapi kalau persoalan
- berlarut-larut sama dengan apa? Dengan
- ee baju putih ternoda oleh
- warna rabbal.
- Alhamdulillah ternoda oleh satu warna.
- Karena lama tidak dibersihkan lama
- kelamaan menjadi
- apa? Menjadi sulit, menjadi alat untuk
- dibersihkan. Tapi kalau pertama kali
- kena langsung dibersihkan apa? Tapi
- terkadang seorang tuh
- gengsi. Dia mengucapkan sesuatu
- menyinggung dia malu. Akhirnya jaim
- walaupun tahu dirinya salah tidak mau
- mengaku salah. Minta maaf. Kalau dia
- minta maaf pada saat itu, insyaallah
- akan segera hilang. Begitu juga seorang
- wanita. Hendaknya suami istri jangan
- suka jaim, jangan suka jaga
- image. Hendaknya sama-sama terbuka,
- transparan. Kalau dia salah, dia minta
- maaf. Bukan satu yang hina kalau suami
- minta maaf pada istrinya. Dan bukan satu
- kerendahan ya kalau seorang istri
- mengaku salah di hadapan suaminya.
- Jangan dengarkan omongan
- perempuan-perempuan sekarang.
- Jangan mau kamu
- diinjak. Enak-enakan laki-laki ya.
- Mentang-mentang kita lemah, kita
- dipermainkan. Lalu mulai mereka
- menghasut ya, bahkan mendorong si wanita
- untuk memberontak bahkan
- bercerai. Begitu terjadi
- perceraian, dia menjadi seorang janda
- datang ke rumah temannya yang masih
- memiliki suami. Temannya bilang, "Jangan
- sering-sering kemari dong. Kamu kan
- janda. Nanti suami saya terpikat." Betul
- gak?
- datang ke tempat lain juga begitu. Si
- perempuan bilang, "Kan, kamu yang suruh
- saya bercerai. Kamu mengatakan supaya
- jangan martabat kita diinjak-injak. Kita
- kan cuma kasih masukan." Masyaallah.
- Tapi kamu yang menanggung dong. Masa
- kita menanggung. Jadi kalau antum
- perhatikan orang lain jarang memberikan
- nasihat yang baik sebagaimana yang
- disukai untuk dirinya.
- Karena pada saat dia memanas-manasi
- seorang perempuan untuk memberontak,
- melawan, dia enggak pertimbangkan
- kebahagiaannya karena bukan dia. Yang
- penting apa? Dia bisa melampiaskan
- kedongkolannya pada kaum laki-laki
- melalui apa? Teman wanitanya. Nah, kalau
- terjadi korban dia bukan apa? Bukan
- bukan yang menghancurkan. Ya. Jadi, Ibu
- jangan sekali-kali terbawa oleh berbagai
- macam celotehan di kalangan perempuan
- yang tidak bertanggung jawab, yang tidak
- peduli terhadap kebaikan ibu. Tapi coba
- ibu dengarkan suara hati ibu. Ibu
- periksa apakah ada kesalahan. Kalau ibu
- masih belum menemukan, datang pada
- suami.
- Tanyakan. Kondisi seperti ini tidak
- baik, Mas. Kalau seandainya saya salah,
- saya mohon maaf. Tolong terangkan apa
- kesalahan saya. Saya akan
- perbaiki. Kan lebih baik terbuka begitu
- kan daripada masing-masing menutup
- diri. Padahal kita tahu bahwasanya apa?
- Di luar matahari terang tapi dia tutup
- jendela, tutup hordengnya. Berarti apa?
- Dia menutup cahaya dari kehidupannya.
- Coba buka diri, jauhkan diri dari
- keangkuhan,
- kesombongan, dari ego. Insyaallah
- mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- bukakan kesadaran pada suami. Dia bisa
- memperbaiki dirinya menjadi suami yang
- baik. Karena kita harus tahu kita butuh
- suami itu bukan hanya pada saat muda.
- Semakin tua ya kebutuhan kita semakin
- besar. Begitu juga laki-laki semakin tua
- semakin besar kebutuhannya terhadap
- pasangan.
- yang berada di sampingnya. Di saat
- seorang berpisah di hari tua, katakan
- istri meninggal dunia, itu akan membuat
- suaminya menjadi rapuh. atau sebaliknya.
- Contoh Pak Harto yang tadi begitu
- bersemangat, tegas begitu sang istri
- meninggal dunia
- dan istrinya bukan ratu kecantikan,
- wanita biasa-biasa saja, tapi hidup
- bersama-sama berdua itu baru akan terasa
- kebutuhan kita padanya pada saat dia
- pergi. Ternyata keberhasilan kita selama
- ini tidak lepas dari pengaruh istri di
- samping kita.
- Jadi jangan biarkan putus
- asa atau katakan setan masuk di
- tengah-tengah kita untuk membuat hidup
- kita menjadi suram. Tapi mari
- bersama-sama kita kembali pada Allah
- mengoreksi diri kita dan bisa
- betul-betul bersikap hangat pada
- pasangan dan saling memaafkan satu
- dengan lainnya. Wallahuam.
- Masyaallah.
- Jadi
- kalau dari yang disampaikan Ustaz Husein
- ditambah dengan apa yang akan kita simak
- dari Ustaz Abu Bakar Baraja lengkap
- sudah bagaimana menghadapi kasus yang
- sebetulnya kelihatannya sederhana tapi
- berat bagi yang menjalaninya. Silakan
- Pak Abu Bakar.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah, segala puji dan puja
- kepada
- Allah. Satu-satunya yang kita
- akan ambil
- kepujaan. Bagaimana kita memuji dan
- memuja hanya kepada Allah.
- Ketika kita
- memuja dengan hati yang lepas, dengan
- hati yang tenang, kita akan mendapatkan
- sesuatu. Apa itu yang sesuatu itu? Kita
- akan mendapatkan ketenangan.
- diri kita akan lebih
- tenang. Ketika kita memuji
- Allah, kita
- tenang daripada kita memuji orang
- lain. Kalau kita memuji Allah
- tenang. Kalau memuji orang lain enggak
- tenang. Apa sebabnya? Karena ada
- berbagai permasalahan yang terjadi di
- antara kita dengan dirinya.
- satu-satunya adalah
- Allah. Kemudian apa yang kita akan
- dapatkan ketika Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam
- memberikan
- santunan,
- teladan itu yang kita ikutkan. Karena
- Allah
- menciptakan tauladan untuk
- umat hanya pada Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam. Jadi, bagaimana kita
- bisa menguatkan diri kita hanya kepada
- Allah dan Rasul-Nya?
- Bagaimana dengan keadaan kita ketika
- kasus yang
- [Musik]
- pertama 5 tahun
- menikah ketika dia ditinggal pergi oleh
- seorang
- istri, dia merasa kebingungan, merasa
- kesendirian. Padahal begitu banyak
- orang-orang dia tidak pernah mendapatkan
- sesuatu yang lebih kecuali
- istrinya. Dia lupa bahwa Allah lebih
- dekat daripada dirinya, lebih dekat
- daripada siapapun. Dia
- lupa karena pada saat 5 tahun
- bersama masih
- senang tiba-tiba
- mendadak cuman
- panas
- meninggal. Itu yang menjadikan
- pikirannya yang tidak tenang.
- Padahal dia sudah lepas, dia sudah
- hilang, dia sudah pergi. Enggak akan
- datang lagi di dunia. Dia tidak akan
- datang lagi. Di akhirat dia akan datang
- lagi. Apakah saya harus ikut juga?
- Tidak. Karena kehidupan dunia itu
- dipaksakan, bukan dipaksakan, diharuskan
- kepada kita untuk berjalan bersamanya.
- bersama dengan siapa? Dengan berbagai
- macam. Ketika kita sudah ditinggalkan,
- dia sudah pergi, artinya dia sudah
- pergi. Dia tidak akan pernah datang
- lagi. Bagaimana? Saya senang, saya
- kagum, saya menyenangkan, hati saya
- tenang.
- itu pada saat itu. Setelah ini sudah
- enggak ada
- lagi. Digantikan sama siapa? sama orang
- lain
- tentunya orang itu sudah tidak ada
- lagi. Siapa istri saya sudah tidak ada
- lagi.
- Dia sudah
- pergi. Dia sudah
- pergi. Dia tidak akan pernah datang
- lagi. Dia enggak akan pernah hadir lagi.
- kita mikirkan, kita merenungkan, dia
- tidak akan pernah
- hadir. Maka bagaimana kita biar
- menghadirkan? Ya, banyak yang cari, cari
- orang lain lagi. Kalau memang bisa cari
- orang lain
- lagi. Insyaallah trauma bagaimanapun
- kita katakan itu tidak pernah
- terjadi. Jadi, kita anggap semuanya
- sudah tidak ada lagi. Yang baru, yang
- baru itu yang
- penting. Karena Allah sudah
- menetapkan dirinya sudah diambil
- kembali. Dia tidak akan pernahkan hadir.
- Dia pergi. Dia sudah
- pergi. Dia sudah
- pergi. Apa yang penting? Yang penting
- dia sudah tidak ada
- lagi. Dia sudah ada lagi. Siapa yang
- ada? Siapa yang ada di hadapan kamu itu
- dia bersama
- kamu. Dia yang akan bersama, berjalan,
- berbicara,
- berkomunikasi,
- berinteraksi. Dia yang akan menghidupkan
- kamu. Jadi kalau yang sudah tidak ada ya
- sudah lepas. dia sudah tidak akan
- ada dan dia tidak akan kembali lagi.
- Jadi trauma sudah tidak akan pernah ada
- lagi. Itu yang
- penting. Oke. Insyaallah lebih baik dia
- sudah tidak ada.
- Dan ada ee kasus yang
- kedua
- komunikasi suami
- istri di mana yang satu menceritakan
- sesuatu dan yang satunya mendengarkan.
- Begitu
- indahnya ketika
- bersama-sama
- berjalan, melakukan
- aktivitas,
- berkomunikasi, berbicara,
- ngobrol sambil menceritakan sesuatu
- pekerjaan, suatu pendidikan
- anak-anak, kita mendengarkan sebagai
- seorang suami, sebagai seorang istri
- menceritakan
- Sebagai seorang suami bercerita itu
- kehidupan
- keluarga. Begitu indahnya,
- nikmatnya.
- Apa yang
- terjadi
- ketika selama 3
- tahun menikah 8 tahun, 3 tahun
- berikutnya sudah tidak berkomunikasi
- lagi. Pertama mungkin sedikit demi
- sedikit lama-lama hilang dan tidak
- berkomunikasi. Apa yang terjadi?
- Bisa saja kita sebagai seorang istri
- yang mengatakan kepada suami sesuatu
- yang tidak
- menyenangkan. Kita melayani dengan
- biasa, dengan baik, dengan
- tentram, tapi ada sesuatu yang tidak
- bisa diungkapkan.
- Ada kata-kata kita sebagai seorang istri
- yang
- menyatakan yang menyatakan bahwa apapun
- yang
- terjadi dia menyatakan, dia mengatakan
- tapi kita enggak tahu apa yang kita
- katakan. Karena suami tidak
- menyatakan, suami tidak
- mengungkapkan apa yang terjadi. Kok
- tinggal diam-diaman aja selama 3 tahun
- diam-diaman.
- Ada yang
- terjadi
- misalnya ketika lagi
- bersama kita ditanya atau di bercerita
- menceritakan kita diam saja kita sibuk
- sama
- anak. Artinya suami ingin menyampaikan,
- mengungkapkan kita sibuk dengan
- anak-anak.
- Jadi enggak
- kesampaian. Sang suami tidak
- menyampaikan, tidak
- bisa. Akhirnya dia
- diam. Dia mengambil sikap yang tegas.
- Dia diam.
- Tapi dia tidak bisa
- mengungkapkan mungkin
- saja ada satu kata kita sebagai seorang
- istri yang menyatakan
- berkeinginan minta sesuatu atau meminta
- sesuatu pada dirinya yang yang dirinya
- tidak
- mampu. Seorang istri minta sesuatu yang
- di mana seorang suami tidak bisa
- memberikan, itu juga akan
- membuat komunikasinya juga akan
- berhenti. Karena apa? Karena dia pengin,
- dia tidak mampu memberikan tapi istrinya
- minta. Tapi istrinya mengatakan itu
- biasa aja, enggak dikasih juga enggak
- apa-apa. Tapi permintaan itu yang akan
- membuat
- dirinya dia
- diam. Dia diam. Pada suatu saat nanti
- dia minta
- lagi, dia diam juga. Pada satu saat lagi
- dia minta lagi, dia diam juga. Apa yang
- terjadi dengan diamnya dia?
- Mungkin saja itu yang
- terjadi. Bisa
- juga komunikasi ketika kita lagi
- berkomunikasi ada
- perdebatan. Ada perdebatan yang tidak
- akan
- terputus. Istrinya keras bertahan dengan
- pendapatnya.
- suami mengatakan, "Oh, kenapa kok kamu
- masih bisa pendapat seperti itu?" Tidak,
- ini yang
- benar. Tapi si istri hanya sebagai
- enggak ngerti, enggak tahu. Nah, suami
- mengatakan, "Kenapa kamu ngomong seperti
- itu?" Dia bilang, "Ini yang benar. Ini
- enggak bisa." Tapi terus lepas, biasa
- aja. Tapi suami mengatakan dia tidak
- benar.
- Dia diam, suami itu
- diam dengan tiga poin
- ini ya. Dengan
- perlahan-lahan
- ditutup
- perasaannya, ditutup perasaannya itu
- untuk mengungkapkan.
- Jadi
- perasaannya untuk
- mengungkapkan sang
- suami susah untuk
- mengungkapkan. Nah, bagaimana kita
- sebagai seorang
- istri? Sebagai seorang
- istri bagaimana kita
- menyampaikan pertama kali kita mohon
- maaf.
- Maafkan
- aku. Istrinya, suaminya diam aja. Oh,
- mungkin ada kata-kata yang tidak
- [Musik]
- menyenangkan. Katakan, "Maafkan
- aku." Jadi dengan mengucapkan maafkan
- aku membuat hatinya menjadi
- lumer. Beku menjadi lumer. Karena apa?
- karena kata-kata maafkan
- aku. Tiap kali memberikan sesuatu,
- maafkan
- aku. Tiap kali mau berkomunikasi,
- maafkan aku. Jadi seringkan kata-kata
- maafkan aku. Ketika maaf tersebut yang
- bisa membuka dirinya.
- Kemudian kita
- katakan, apa yang membuat diri kamu
- menjadi diam? Apa yang membuat diri kamu
- sehingga
- tertutup? Dan dia senang. Tapi kita
- sudah minta
- maaf. Pertama kita sudah minta maaf.
- Kemudian kita katakan, "Apa yang
- menjadikan diri kamu menjadi diam?
- Sang suami mengatakan, "Enggak, enggak
- ada apa-apa." Oh, enggak ada apa-apa.
- Oh, mungkin saya salah. Maafkan
- aku. Mungkin saya tidak menyampaikan apa
- yang kamu inginkan. Maafkan
- aku dengan sedikit demi sedikit itu yang
- akan
- membuka dengan akan membuka
- dirinya. Apalagi ketika itu kita
- tersenyum. Dan
- usahakan tidak terlalu lama kita
- membicarakan cukup maafkan aku. Apa yang
- terjadi? apa yang melakukan, apa yang
- membuat kamu seperti ini? Cukup itu
- saja ya. Dengan seperti ini kalau
- terus-menerus akan
- membuka sang suami akan
- terbuka. Yang tadinya dia tidak bisa
- ngomong, akhirnya dia akan loh kamu itu
- kalau dibilangin enggak mau
- dengerin. Oh, iya. Jadi aku tidak mau
- dengerin, oh itu kamu bilang gitu. Oh
- iya kita kan
- tenang. Nah kamu kalau lagi berdebat
- kamu sudah lebih kuat, kamu lebih benar.
- Oh, saya membenarkan diri saya
- introspeksi
- diri dengan kita mengatakan maafkan aku.
- Itu akan membuka dirinya. Dan setelah
- bilang, "Maafkan
- aku,"
- terjadi? Apa yang membuat kamu seperti
- ini?
- Nanti dia akan mengungkapkan suami akan
- menyampaikan insyaallah bagaimanapun
- bagaimana dia akan diamnya dia tapi kita
- yang akan
- berbicara insyaallah dia akan
- terbuka. Insyaallah.
- Insyaallah. Jadi ikhwan akhwat
- sering-sering minta maaf itu keren
- banget. meskipun nanti bisa saja
- dikomentarin, apaan sih? Maaf lagi, maaf
- lagi. Dan kalau memang orang menjadi
- terluka hanya karena gengsi atau ee
- harga diri dan juga jujur tapi melukai
- perasaan, pilih mana nih? Kayaknya
- tambahan dari Ustaz Husein perlu deh
- kita simak. Silakan, Ustaz.
- Kejujuran tidak akan menghalangi kita
- untuk bersikap lemah
- lembut. Ada orang
- beranggapan qulil
- haqam. Katakan yang hak walaupun
- pahit. Maksudnya bukan menggunakan diksi
- yang kasar. Tidak. Jadi jangan kita
- beranggapan bahwasanya menyampaikan
- kebenaran itu diperlukan sikap yang
- kasar.
- Tidak. Contoh Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi
- wasallam. Allah berfirman padanya,
- "Udu'u ila sabili rabbika bil hikmah wal
- mauidatil
- hasanah." Wajadilhum billati hiya ahsan.
- Ajak orang berdiskusi berdialog dengan
- cara yang lebih baik. Bagaimana kita
- bisa masuk ke hatinya?
- Kata-kata yang kasar, sikap yang arogan
- akan membuat hati setiap orang
- tertutup. Sebelum orang mengetahui ini
- baik atau buruk, dia akan
- mempertimbangkan
- perasaannya. Di saat orang memulai
- pembicaraan, yang menyinggung, yang
- menyakiti, yang merendahkan dirinya,
- jangan harap dia akan membuka hatinya.
- Saya teringat satu hari pada musim
- haji saya berkunjung mengunjungi seorang
- ulama
- terkemuka. Kebetulan di samping saya
- pada saat itu ada seorang jenderal yang
- pada saat itu masih aktif. Dia sedang
- mencari-cari
- kebenaran. Lalu saya ajak ke tempat
- dia. Lalu dia mengajukan pertanyaan.
- Minta saya terjemahkan, dari mana kita
- harus mulai, Min?
- Aina ulama tersebut langsung mengatakan
- kepadanya, "Ibda bifathi qulubinas."
- Mulai dengan membuka hati
- manusia. Fasaufa yaftahuna uquahum.
- Niscaya mereka akan membuka akal mereka,
- pikiran
- mereka. Jangan kamu mulai dengan
- menyakiti perasaan orang. Betapapun
- indahnya argumen yang kamu
- sampaikan, dia akan menutup
- dirinya. Nah, kita bersama pasangan kita
- hidup bersama-sama di satu atap.
- Ya, hendaknya betul-betul walaupun kita
- telah dekat bersama, jangan pernah kita
- lupa untuk menjaga kata-kata kita.
- Oleh karena itu Allah berfirman, "Ya
- ayyuhalladzina amanutaqulah waquulu
- qulan sadida." Wahai orang yang beriman,
- bertakwalah pada Allah dan ucapkan
- perkataan yang
- sadid. Sadid bukan hanya benar, tapi
- sadid itu dalam bahasa Arab dengan wazan
- fa'il diambil dari kata kerja sadda
- yasuddu. Sadda yang artinya
- menutup seperti syadda yasyuddu.
- Kemudian sifah musyabbahahnya syadid.
- Begitu juga sadda
- yasuddu. Kemudian sadid artinya pilih
- kata-kata di samping benar tapi
- kata-kata yang bisa apa? Mendekatkan
- yang jauh, merapatkan yang renggang.
- Artinya memilih kata-kata diksi yang
- baik.
- Hingga Allah Subhanahu wa taala dalam
- suratul Isra mengingatkan
- kita bahwa kata-kata
- itu bisa apa? Bisa menarik ya, bisa
- mempesona, tapi bisa juga membuat apa?
- Kebencian tumbuh di
- hati. Waqul ibadi yaquulullati hiya
- ahsan. Sampaikan pada hamba-hambaku
- untuk berbicara memilih kata-kata yang
- terbaik.
- Innitana yanzagu bainahum. Karena setan
- itu berusaha untuk apa? Untuk
- menumbuhkan, menggosok kebencian,
- permusuhan, salah paham di antara
- mereka.
- Innitana insani aduan mubina.
- Sesungguhnya setan adalah musuh yang
- nyata bagi manusia.
- Jadi kata-kata ini bisa betul-betul
- mempesona, membuat orang tertarik ya.
- Walaupun terkadang isinya bukan hal yang
- baik,
- tapi bisa menarik karena dia memilih
- diksi yang baik. Nah, bagaimana kalau
- seandainya isinya baik disampaikan,
- dikemas dengan cara yang baik pasti akan
- lebih apa? Mesap. Orang yang paling
- utama untuk mendengarkan kata-kata baik
- dari kita, pasangan kita yang dekat
- bersama kita. Jangan kita anggap, "Ah,
- udah dekat ini, udah enggak ada jarak di
- antara kita." Suami berbicara tidak
- menjaga perasaan istri, istri tidak
- menjaga perasaan apa? Suami akhirnya
- rumah tangganya bagikan kebun yang
- menumbuhkan duri. Bukan menumbuhkan apa?
- Bukan menumbuhkan buah-buah yang
- bermanfaat. Di saat dia membuka
- jendelanya, dia menyaksikan pohon duri
- di mana-mana tempat. Ini merupakan hal
- yang enggak menyenangkan. Oleh karena
- itu, kalimah thayyibah itu kalimat yang
- paling dicintai Allah.
- Memiliki akar yang kuat di hati. Ya.
- Kemudian batang dan dahan dengan
- daun-daun yang rindang memberikan
- keteduhan dengan buah-buahnya tidak
- pernah berhenti. Itu buah dari kalimah
- thayibah. Tapi walaupun kamu berikan dia
- materi, berikan apa yang dibutuhkan,
- tapi dengan menyakiti
- perasaannya, tidak akan ada rasa cinta
- di hatinya. Yang ada apa? Rasa sakit
- hati. Kata-katanya sudah berakhir, sakit
- hatinya tersimpan dalam apa? lubung
- hatinya yang paling dalam. Jadi, mari
- bersama-sama kita berupaya betul-betul
- untuk apa? Menggunakan kalimah
- thayyibah. Bahkan kalimah thayibah ini
- yang terangkat ke sisi
- Allah. Manana yuridul izzata falillahil
- izzatu jam. Ilaihi yasadul kalimutibu
- wal amalus shu
- yarfa. Siapa yang ingin kemuliaan
- ketahuilah kemuliaan semua di tangan
- Allah. Datang kepada Allah ikuti
- petunjuk bimbingannya. mohon padanya
- Allah berikan kemuliaan bagi
- kamu. Walaupun kamu tadi dari orang yang
- rendah, begitu kamu mendekat kepada
- Allah, Allah akan angkat dan muliakan
- kamu. Tapi walaupun orang dari kalangan
- mulia, kalau dia tidak mengikuti Allah,
- tidak menghormatinya, Allah akan
- jatuhkan martabat dirinya. Ilaihi
- yas'adul kalimut thayib. Kepada Allah
- yang naik itu hanya kata-kata yang baik.
- Jadi yang naik yang disambut oleh Allah
- yang akan menghasilkan buahnya adalah
- alkalimut thaib wal amal shih yarfa dan
- amal-amal saleh akan diangkat ke sisi
- Allah subhanahu wa taala. Jadi quluan
- sadida ucapkan kata-kata di samping
- benar tapi pilih kata-kata yang
- mendekatkan, yang merapatkan, yang
- menjadi
- jembatan membawa kebaikan bagi keduanya.
- Yuslih lakum amalakum.
- Janji dari Allah, Allah akan perbaiki
- amal kalian. Wagfir lakum dunubakum. Dan
- Allah akan ampuni dosa-dosa kalian.
- Waman
- yutiillahaasulahu faqad
- fauzanima. Siapa yang mentaati Allah dan
- rasulnya, dia orang yang telah meraih
- kesuksesan yang amat besar. Jadi
- ternyata kata-kata yang baik ini luar
- biasa.
- Walaupun dia seorang alim, hafiz,
- Al-Qur'an, habib atau kiai, kalau
- berkata kasar, jangankan manusia, hewan
- pun menjauh.
- Tapi subhanallah, iblis datang dengan
- kata-kata yang manis, dengan rayuan
- telah banyak menipu orang. Sebagai
- contoh, kita saksikan bagaimana iblis
- bisa menyebarkan kerusakan dengan
- rayuannya dan janji-janji yang indahnya.
- Nah, yang kita perlu lakukan bukan
- membawa janji palsu, membawa kebenaran,
- tapi dikemas, disampaikan dengan cara
- yang baik, yang bijaksana, dengan penuh
- ketulusan dan kecintaan, insyaallah akan
- masuk ke dalam hati
- manusia.
- Wallahuam. Mungkin cukup ya.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullah. wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jadi, Mas Krishna kata-kata
- penting banget ya ternyata ya. Kalau
- pria cuma bisa 7.000 kata sehari,
- perempuan bisa 30.000 kata. Wow, itu
- adalah informasi yang sudah sering kita
- dengar. Tapi waktu kita habis, Mas
- Krishna. Ya, alhamdulillah kita telah
- dengar tadi nasihat dari Ustaz Husin
- Alatas dan Ustaz Abu Bakar beraja
- tentang bagaimana kita menyikapi kasus
- itu ya. Mudah-mudahan ee Allah mudahkan
- dalam penyelesaiannya. Baik, terima
- kasih Ustaz Bubar Baraja. Saya Muhammad
- Krishna AT Budi dan Algi mohon pamit.
- Wabillahi taufik walhidayah
- wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.