Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:38 [Musik] 1:49 [Musik] 1:56 [Musik] 2:04 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 2:05 warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma 2:07 sholli ala sayyidina Muhammad Sayyidina 2:09 Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa 2:11 lagi hari ini, hari Rabu tanggal 14 2:13 Ramadan 1444 Hijri atau tanggal 5 April 2:18 2023. Seperti biasa, Radio Sulutari 2:21 menampilkan kembali acara tamu kita. 2:24 Dulu kita pernah 2:26 menghadirkan Bapak Prof. Wisnu Garjito. 2:30 Beliau adalah ahli kelapa. Tapi sekarang 2:33 beliau sudah almarhum. Ahli kelapa bukan 2:35 saja se-Indonesia tapi 2:37 sedunia. Oke, sekarang kami hadirkan 2:41 ahli kedelai. Jadi Indonesia tidak perlu 2:44 import relay kalau ditanamkan 2:46 semestinya. Bahkan kita bisanya malah 2:49 ekspor kalau bisa. Kami menghadirkan 2:51 ahli kedelei yaitu eh seorang pria muda 2:56 yang lahirnya di Demak tanggal 11 Mei 2:58 tahun 72. SD-nya di Bakung, Mijen, 3:01 Demak. SMP-nya di Mijen, SMA 1-nya di 3:05 SMA 1 Kudus. Kemudian kuliah di UNSUT, 3:09 ambil jurusan pertanian, teknologi 3:11 pertanian. Kemudian S2-nya di IPB, 3:14 Bioteknologi, S3-nya juga di IPB. 3:20 Tolong siapkan pulpen sama kertas karena 3:22 nanti kami akan bacakan nomor HP beliau. 3:25 Beliau adalah ahli kedelai Prof. Ali Zum 3:29 Mazhar yang tinggalnya di Serang. Prof. 3:32 Ali Zum Mazhar tinggal di Serang. 3:35 Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Ustaz 3:38 Prof Ali. Alhamdulillah baik. Selamat 3:41 datang di Rasil. Terima kasih. Dulu 3:43 pernah di Rasil ya. Sekarang kita 3:44 panggil lagi Rasil. Kalau dulu di 3:45 radionya di radionya. 3:48 Oke, pertanyaan-pertanyaan kenapa kok 3:50 tinggalnya di Serang, Prof. Wali iya ya. 3:53 Karena Serang bagi saya itu menarik 3:55 karena laboratorium saya ada di Serang 3:57 di Banten di lahan seluas 60 hektar 4:01 hektar yang saya kelola du lebih dari 20 4:04 tahun yang lalu ya dari tempatnya 4:06 ekstrem menjadi bagus. Jadi saya 4:08 mendekatkan pada pusat penelitian saya 4:10 dan di sana juga bahwa Banten itu bagus 4:14 untuk menjadi penyangga pangannya. untuk 4:17 Jakarta karena dekat kan. Nah, dia juga 4:20 menjadi daerah transitor antara ee 4:23 Lampung dengan ibu kota yang pemusatan 4:26 penduduk di situ. Dan Banten itu dulu 4:28 adalah tempat pertama kali penjajah 4:30 datang loh. Yaitu untuk mencari apa itu 4:33 ee lada itu juga basis ee transitnya di 4:38 Banten. Mudah-mudahan dari Banten ini 4:40 kita bisa go internasional. 4:42 Amin. Induk Banten. Iya. Dan 4:44 alhamdulillah kemarin juga dengan kita 4:47 punya tempat di Banten itu sudah 4:48 dikunjungi juga Menteri Pertanian 4:50 Malaysia. Heeh. Ee beberapa minggu yang 4:52 lalu kok Menteri Pertanian Malaysia gitu 4:54 loh. Iya. Nah, ya itu karena Menteri 4:58 Pertanian Malaysia ini yang sekarang ini 5:00 Pak Datuk ee Sri ee Bang Matsabu kalau 5:05 saya ee sebut ya. ee Abang Mat Sabu atau 5:09 Muhammad bin Sabu, Datuk Seri Muhammad 5:11 bin Sabu itu sangat berminat untuk 5:14 membangun negaranya sekarang ini untuk 5:16 menjadi negara yang bisa mandiri pangan. 5:18 Maka beliau melihat teknologinya itu ada 5:22 di tempat kita semua gitu. Mulai padi 5:25 yang umurnya sangat pendek di mana 5:27 penanaman setahun bisa at kali. Kan 5:30 Malaysia juga mau penanaman padi yang 5:32 umurnya ee dia memprogramkan dalam 2 5:36 tahun bisa 5 kali panen. Terus saya 5:38 jawab, "Di saya itu bukan 2 tahun 5 kali 5:42 panen, tapi di tempat saya sudah 2 tahun 5:44 8 kali panen." Wah, kaget itu. Yang 2 5:47 tahun 5 kali panen aja di sana belum 5:48 ketemu itu belum selesai. Akhirnya ya 5:52 sudah ee potong kompas. Kalau mereka ee 5:56 ee semua lembaga risetnya di sana diajak 5:58 ke tempat laboratorium kita mulai dari 6:00 MARDI kemudian DOE dan semua lembaga 6:03 risetnya untuk melihat dan membuktikan 6:05 sendiri Indonesia bisa dan kita dianggap 6:08 sebagai abangnya harus memberikan 6:10 bantuan kepada adiknya 6:13 untuk keperluan tadi itu ya untuk 6:15 keperluan bangsa dan negaranya. Ini dia 6:17 tipe alumni IPB yang berkiprah di dunia 6:21 pertanian. Karena yang lainnya ada yang 6:23 jadi wartawan, ada yang 6:26 kerja di bank. Ini IPB yang 6:29 benar-benar apa menuangkan pikiran untuk 6:32 dunia pertanian kita. Ee Profesor Alizum 6:37 Masar dulu zaman parto kita kan kedelai 6:40 itu produksinya bisa satu berapa dalam 6:44 tanah? 1 juta hektar tanah ya. Iya, 6:47 lebih dari 1 juta hektar. Jadi kita bisa 6:48 ekspor ya kedelai ya. Kalau waktu itu 6:51 sudah sasembada. Sua sembada artinya 6:54 artinya semua kebutuhan kedele di dalam 6:57 negeri di Indonesia ini sudah bisa 6:58 dicukupi produksi dari lokal. Karena 7:01 pada tahun 90-an 92 khususnya penanaman 7:04 kedelih di Indonesia ini zaman Pak Harto 7:06 itu sudah mencapai 1,2 juta hektar. 7:10 Walaupunitasnya itu masih sekitar 7:12 rata-rata 1 sampai 1,2 itu itu karena 7:16 belum ketemu migo itu sekarang kan ada 7:20 ada migo ya kalau sudah ketemu migo 7:22 mungkin lain cerita dikembangkan 1 juta 7:25 hektar kita langsung melompat bisa 7:28 ekspor gitu migo itu apa migo tuh ada 7:31 yang belum tahu migo ee migo itu brand 7:33 name atau semacam istilah ya penyebutan 7:36 terhadap ee teknologi yang saya punya 7:38 yang namanya hasil penemuan teknologi 7:40 mikroba Google atau Google Microb. Kalau 7:42 di internet kok ada Google-Google-nya 7:44 sih? Iya. Karena gini, Pak. Mikroba yang 7:46 saya temukan itu dia identik atau mirip 7:51 seperti mesin pencari Google. Kalau 7:53 mesin pencari Google kan dalam dunia 7:54 software. Tapi kalau ini kan dalam dunia 7:56 mikroba. Nah, dia itu mencari 7:59 unsur-unsur yang diperlukan oleh tanaman 8:01 yang berasal dari tanah, air, dan udara. 8:04 kemudian dikumpulkan dan itu menjadi 8:06 nutrisi yang membuat percepatan tumbuh 8:08 kembang tanaman itu sehingga bisa 8:10 maksimal hasilnya dan tanah menjadi 8:12 subur. Nah, itulah Google kan juga brand 8:15 internasional. Nah, jadi ini istilah 8:18 yang kita gunakan ini adalah sebagai 8:21 implementasi dari hasil paten 8:24 internasional yang saya punya yang pada 8:26 tahun 2003 lah saya patenkan itu yang 8:31 ber nama dengan teknologi bioperforasi 8:34 the bioperforation technology and 8:37 organic biofertilizer. 8:39 Masyaallah beliau juga ke Arab Saudi 8:42 juga loh. bisa ditanam Arab tadi 8:45 ternyata bisa bertanam kedele di sana. 8:50 Ee ini variitasnya variitas kedelai ee 8:54 mikroba Figo 2 ee di 8:58 Desa apa? Panca Ranca Sanggal. Ee 9:01 Rancanggal, Kecamatan Cinangka, 9:03 Kabupaten Serang. I 45 ton per 1 hektar 9:08 bisa dihasilkan ya. 4,5 sampai 6,4 ton. 9:11 4,5 ton per hektar. luar biasa ini dan 9:14 tidak menggunakan pupuk kimia ya. 9:16 kita lebih cenderung lebih banyak 9:18 menggunakan sistem mikroba tadi. Jadi 9:21 kimia pun kita tidak anti atau tidak 9:23 menolak, tetap menggunakan kalau 9:25 diperlukan tapi tidak sebanyak yang 9:27 direkomendasikan. bisa separuhnya, bisa 9:30 sepertiganya. lah. Ini adalah cerita 9:33 kedele itu merupakan hasil dari ee 9:37 inovasi saya mungkin 20 tahun yang lalu 9:40 itu. Jadi pada waktu mengikuti pembukaan 9:44 lahan sejuta hektar lahan gambut zaman 9:46 Pak Harto itu di Kalimantan Tengah tahun 9:48 '98 ya, saya menemukan teknologi tadi 9:51 mikroba he ee yang unik yang bisa 9:54 membuat tanah gambut itu bisa ditanami 9:57 untuk segala macam jenis tanaman pangan 10:00 kita. Hm. Nah, alhamdulillah di situ 10:03 juga saya mencoba kedele dan kedele itu 10:07 dengan menggunakan teknologi mikroba 10:08 Google ini bisa tumbuh setinggi 3 m. Oh, 10:11 padahal yang biasa kan 40 cent ya. Ya, 10:13 40 60 cent itu sudah baguslah itu. Ini 10:16 sampai 3 m, Pak. Artinya banyak 10:20 biji-biji yang bisa dihasilkan dari 10:23 sebatang pohon kedelai. Ya, benar. Kalau 10:25 yang normal itu kan paling hasilnya 10:28 20 polong sampai 60 polong ya. Kalau 10:31 kedelai rata-rata di Indonesia itu lah 10:33 ini satu pohon itu bisa sampai 10:37 3.030 polong. Jadi berapa kali lipat ya? 10:41 Sayaar satu pohon bisa berapa polong? 10:43 Bisa berapa polong? Bisa 3.000 30 10:47 polong. Satu pohon. Satu pohon yang 10:50 normal kan cuma 20 sampai 60. Tingginya 10:52 3 m. Tingginya 3 m. Wah. ratusan kali 10:55 lipat. Nah, apakah kedelai itu harus 10:59 bisa hanya bisa ditanam di tempat di 11:01 tanah-tanah tertentu saja apa di Jakarta 11:03 bisa enggak? Bisa. Bisa. Saya menanam di 11:06 bawah pohon di di bawah gedung waktu itu 11:08 di dekat Menara Imperium. Itu pun 11:10 tanaman kedele saya pada waktu itu tahun 11:13 2004 itu ya itu sudah 2 seteng meteran 11:17 itu padahal di bawah gedung imperium 11:19 yang sebelumnya dibangun itu tahun 2003. 11:22 Di Kuningan. daerah Kuningan ya. Di kota 11:24 pun kita bisa tanam. Jadi kedele itu 11:27 bisa ditanam di lahan yang luas dalam 11:30 bentuk farm ataupun di pekaran rumah 11:33 bisa. Dan untuk di seluruh Indonesia ini 11:36 tidak ada daerah yang tidak bisa 11:38 ditanami kedele kecuali tidak mau 11:40 ditanami kedele gitu. 11:43 Itu aja. Nah, kenapa kok kita kok masih 11:45 impor? 11:47 Nah, itulah ee yang kita menjadi 11:49 prihatin ya dan miris dengan adanya 11:52 impor yang berlebihan ini sudah 11:55 mematikan atau membunuh petani kedeli 11:57 kita yang tadi ya 1,2 juta hektar 12:01 penanam misalnya 1 hektar aja 12:03 berkontribusi menyerap ee tiga orang 12:07 keluarga tani ya kalau misalkan 1,2 kan 12:10 sudah banyak banget itu sudah jutaan kan 12:13 sudah bisa 3 juta orang yang bekerja di 12:15 kedele itu lebih. Nah, ini dengan adanya 12:19 impor sekarang itu tinggal hanya 10% 12:22 petani di seluruh Indonesia yang menanam 12:24 kedele. He. Dan itu menjadi kurang 12:27 diminati karena tadi kepentingan impor 12:30 lebih besar daripada kepentingan 12:32 memakmurkan petani. Itu kepentingan 12:35 memakmurkan segelintir orang itu lebih 12:38 utama daripada memakmurkan jutaan orang 12:41 petani. Kalau kata Pak Iksan komisi, 12:42 komisi, komisi. Nah, itu silakan 12:45 diterjemahkan 12:46 sendiri karena sudah terjemahannya sudah 12:49 dipahami. 12:52 Oke, Ikhwan dan Hawat. Kami di acara 12:55 tamu kita ini mengundang Profesor Prof. 12:59 Ali Zum 13:00 Mashar. Ini beliau lahir di Demak ya. 13:04 Beliau adalah ahli tanaman kedelai. 13:07 Menurut beliau kita sebetulnya tidak 13:10 perlu tidak perlu impor tapi bahkan bisa 13:12 mengekspor kedelai. Dia punya metode ee 13:17 apa migo itu tingginya bisa 3 m dan bisa 13:22 menghasilkan berapa polong tadi itu? 13:24 3.000 polong ya. 3.30-an 3.30 satu 13:27 pohon. Satu pohon. Sedangkan kalau 13:29 kedele yang biasa itu cuma 40 centti. 13:32 Cuma berapa? Sekitar 20 sampai 60. 13:36 Masyaallah. Kami akan membacakan nomor 13:39 HP beliau. Profor Ali Zoom Mashar. Bisa 13:42 lihat di Google tuh. Profor Ali Zoom 13:45 Mazhar. Kami akan bacakan nomor HP-nya. 13:47 Siapkan pupen sama 13:49 kertasnya. Beliau adalah 13:52 ahli tanaman kedelei. Ini nomornya 08. 13:57 Sudah 111. Satunya 3 kali. 14:02 3 14:05 44 62 08 14:09 1 Satunya 3 kali 3 kemudian 44 62 14:15 Profesor Ali Zoom Mas Arab. Nah, tadi e 14:19 prof kan bilang mau diundang ke Arab 14:21 Saudi ya. Emang di sana bisa ditanamin 14:23 kedelei? Ya kalau kedele itu bisa hidup 14:27 di daerah tropis sampai subtropis. Jadi 14:30 seampir permukaan bumi di Indonesia itu 14:32 bisa hanya tinggal mencari jenisnya. Dan 14:35 alhamdulillah kalau kedele ini sudah ee 14:39 bukan barang yang ee aneh karena Amerika 14:43 pun sudah mengembangkan Brazil, kemudian 14:46 Argentina, Kanada dan semua negara meng 14:49 dan kita impor dari sana lagi dan kita 14:51 impor dari sana ya impor kita besar 14:54 sekali Pak Ustaz itu setahun itu hampir 14:57 lebih dari 2,5 juta 14:59 ton juta ton. Nah, coba dengan harga 15:02 yang sekarang ini mencapai 14.000 per 15:06 kilogramnya ya, berapa banyak uang 15:08 devisa yang keluar? Kan hampir 40 15:10 triliun ya, 30 triliun lebih kan 15:13 setahunnya. Nah, kalau tinggal kali 15:14 berapa berapa lama kita itu tergantung 15:17 mau 10 tahun atau mau 15 tahun. Nah, ini 15:23 ee 15:24 adalah pemborosan ataupun pengeluaran 15:27 yang harusnya tidak perlu diberikan 15:29 kepada negara lain. Karena negara kita, 15:32 petani kita masih butuh banyak dana 15:34 untuk ini, Pak Ustaz. Supaya 15:38 angka yang sebanyak itu paling tidak 15:39 bisa untuk mensejahterakan petaniah ya. 15:42 Oke, Prof. Ada yang tanya. 15:44 Asalamualaikum, Prof. Prof. Wali. Saya 15:46 ingin tanya ee kedeleai itu bisa dibuat 15:48 selain untuk tempe dan tahu untuk apa 15:53 lagi? Katanya banyak sekali kedele ini 15:56 apa keperluannya ya? ee bisa mulai dari 15:58 yang produk primer, sekunder, bahkan 16:00 tersier sehingga derivat 1, derivat 2, 3 16:03 4 yang paling katakanlah yang paling 16:06 sederhana adalah dipakai langsung ya 16:08 dari kedele dipakai langsung untuk tahu 16:11 untuk tempe itu tinggal difermentasi 16:13 tahu tofu tauo kemudian tauo juga ya iya 16:17 susu kedele. Kemudian ada juga perasa 16:20 penyedap rasa yang non MSG itu dari 16:22 kedele dan juga enzim kedele itu bisa 16:25 diekstrak juga untuk kosmetik, untuk 16:28 kecantikan, untuk menyuburkan 16:31 ee regenerasi perempuan maupun 16:34 laki-laki. Jadi besar sekali manfaat 16:37 kedelai. Yang paling utama kedelai itu 16:39 adalah sumber protein termurah di 16:41 Indonesia. Yang dari dulu zaman kita 16:45 orang tua dan nenek moyang kita itu 16:47 kecerdasannya paling banyak dari kedele. 16:49 He. Karena dulu kedele sudah menjadi 16:51 tanaman yang familiar bagi masyarakat 16:53 desa kan khususnya di Jawa itu. Oke. 16:56 Asalamu Prof. Ali. Saya mau tanya kedele 16:58 itu ada berapa macam? Ee dan bagaimana 17:03 cara penanamannya 17:04 dan beli bibitnya di mana? Iya. Oke. 17:09 Kalau kedele macam-macam kedele itu 17:11 banyak sekali, Pak. Mau kedele yang 17:13 warnanya kuning biasa soya apa yang 17:16 green ee yellow soya yang kita pakai 17:18 untuk itu. He. Kemudian ada yang hijau 17:22 seperti damame yang langsung dimakan, 17:24 direbus, dimakan langsung. Ada yang 17:26 kedele hitam yang dipakai untuk susu. 17:28 Buat kecap. Itu apa? Kecap ya. Itu 17:30 kedele itu tergantung dari jenisnya. Itu 17:32 kalau di Indonesia aja sudah ada ratusan 17:35 varietas. di dunia ini ada ribuan 17:37 varietas. Oh, begitu. Jadi tergantung 17:40 dari ee sumber pemuliaannya. Kalau 17:44 misalkan kita muliakan ya selama ini kan 17:47 dulu kedele Indonesia itu terkenalnya 17:49 kedele-kedele kecil ya. Di mana itu 17:51 kemudian menjadi perolokan dari 17:53 orang-orang importir bahwa atau 17:55 orang-orang negara ee subtropis kedelai 17:58 Indonesia adalah kedelnya kecil-kecil. 18:00 He. Kemudian hitam atau jelek. 18:03 Itu kan zaman dulu. He jangan perubahan 18:07 ee teknologi. Kita sudah menguasai 18:10 bioteknologi, perkawinan kedele antara 18:13 subtropis dan tropis sehingga bisa 18:14 menghasilkan kedele-kedele yang besar. 18:17 Di saya sendiri saya punya 21 galur 18:20 varietas kedele mau yang jenis macam apa 18:23 aja dan itu produktivitasnya di atas 3 18:27 ton per hektar. Bahkan yang di kemarin 18:30 dipanen Pak Menteri Pertanian itu yang 18:32 tanggal 20 ee tanggal 14 September Mia 18:36 Menteri Pertanian kita Menteri Malay. 18:38 Kalau Menteri Pertanian Malaysia di 18:39 bulan Maret kemarin He. Itu produsinya 18:42 sudah bisa mencapai 6,4 ton per hektar. 18:45 Itu Serang semua apa di mana-mana? Itu 18:47 di Serang. Lah yang di beberapa daerah 18:48 itu sudah berkembang di di berbagai 18:51 daerah di Indonesia juga ada. Tapi yang 18:53 spotnya kecil-kecil dan itu dulunya. 18:56 Sekarang kita mulai lagi dengan 18:58 memfokuskan di Serang sebagai pusat 19:00 perbenian kedele unggul. Nah, nanti 19:03 kalau mencari kedele unggul yang dari 19:05 saya itu adalah ada namanya kedele Migu 19:07 Ratu Serang yang tingginya rata-rata 19:10 kalau petani ya bisa 1,2 m lah. H 19:14 produktivitasnya rata-rata 4,5 ton per 19:17 hektar. Minim 3 ton lah bisa dapat itu. 19:20 Nah, ini sudah lebih tinggi daripada 19:22 kedele Amerika. 19:24 itu masih antara 2,7 sampai 3,7 ton 19:28 perektar, kita sudah bisa 4,5 sampai 19:31 6,4. Jadi enggak ada lagi yang 19:34 dipertanyakan tentang teknologi kita itu 19:36 lebih lebih rendah dari mereka dan kita 19:38 justru lebih untung. Kenapa? Kedeli 19:41 kalau kita tanam daerah subtropis hanya 19:42 setahun sekali. He. Kalau di daerah kita 19:45 ini saya itu menanam kedele dengan yang 19:47 varietas umur pendek, Pak Ustaz, ya. 19:50 Setahun empat kali. Sekarang saya 19:51 kerjakan untuk yang kedelim Migu ini 19:53 bisa paling tidak dua kali atau tiga 19:55 kali. Setahun. Setahun. Sehingga kalau 19:58 di Amerika setahun per hektarnya itu 3,7 20:01 ton. 3,75 di kita per tahunnya kalau dua 20:05 kali kan andaikan 4 ton aja sudah bisa 8 20:08 ton jauh lebih tinggi. Yaah. Nah, tetapi 20:11 di Amerika di dikembangkan bisa ratusan 20:15 atau puluhan juta hektar. Di Indonesia 20:18 paling puluhan ribu. Hm. H beda sekali 20:21 kan? Padahal tanah kita luas kan gitu. 20:25 Profesalis sudah pernah mengetuk pintu 20:27 pemerintah belum? dalam hal ini 20:29 pengembangan ya berkali-kali saya 20:31 mengetuk pintu ke pemerintah baik baik 20:33 ada kemarin ee baru saja di bulan Maret 20:36 juga kunjungan saya tunjukkan kepada 20:39 Bapak ee Dr. Andi Wijayanto Gubernur Lem 20:42 Hamnas agar melihat bahwa kita itu 20:44 bangsa yang sejatinya bisa berdaulat dan 20:47 mandiri pangan baik padi maupun kedele. 20:49 dan saya tunjukkan hasil-hasil karya 20:50 saya kepada beliau Gubernur Lehnas agar 20:53 ini bisa membuat dorongan ee 20:57 optimisme bangsa ini khususnya dari sisi 21:01 pemerintah untuk memberdayakan dan 21:03 kembali kepada kita. Kita sebagai bangsa 21:07 agraris yang dianugerahi sumber daya 21:10 alam pertanian berlimpah itu agar 21:13 disyukuri. Cara mensyukuri gimana? ya 21:16 memakmurkan dan memuliakan petani salah 21:18 satunya petani kedele. Dengan kita itu 21:21 bisa memuliakan petani maka petani 21:24 sebagai peci bersemangat dong untuk 21:25 nanam kedele karena hidupnya sejahtera. 21:27 Dan dengan sejahteranya petani maka 21:31 otomatis bangsa ini menjadi lebih 21:34 betul-betul mandiri dan berdaulat 21:36 pangan. 21:37 Dan kita semua bangsa di seluruh dunia 21:40 ini akhir-akhir ini banyak prihatin dan 21:43 khawatir dengan krisis pangan yang sudah 21:45 mulai melanda di beberapa negara 21:48 khususnya karena perubahan iklim yang 21:51 menyebabkan Amerika saja, Pak, ya, 21:53 produksi kedele itu turun loh. H 1 juta 21:57 karena apa? Ya, pertama perubahan iklim. 22:00 Yang kedua memang apa itu kondisi 22:04 eh adanya perang Rusia-Ukraina ini 22:08 sarana input produksi itu juga terhambat 22:10 seperti pupuk-pupuk kimia. Nah, 22:12 kebetulan mereka kan negara-negara yang 22:13 mengandalkan pupuk kimia yang berasal 22:15 dari gas. Dan itu dengan adanya 22:19 perang Rusia-Ukraina ini, input pupuk 22:22 dunia itu rata-rata naik 300%. Hm. He 22:26 lah bagaimana bisa meng-cover produksi 22:28 kalau dia itu mengandalkan kekuatan di 22:30 pupuk kimia. Nah, syukur Indonesia ini 22:33 ada 22:35 tanah yang begitu subur dan kita 22:38 memiliki teknologi mikroba seperti 22:40 mikroba Google ini. Jadi saya kira 22:43 petani di Indonesia ini nanti kalau 22:46 mengembangkan kedelit tidak tergantung 22:47 dengan pupuk kimia semata gitu. karena 22:51 sudah ada alternatif-alternatif lah. 22:52 Itulah anugerah Tuhan yang ada di bumi 22:55 Indonesia. Dan cara mensyukirinya apa? 22:57 Ya dikembangkan. Pemerintah 22:58 mengembangkan teknologi yang saya 23:00 temukan ini secara massal. Kemudian 23:03 dibuat suatu gerakan. Kalau Pak Harto 23:05 aja bisa membuat yang namanya gerakan 23:08 Bimas ya, masa zaman sekarang itu enggak 23:10 bisa membuat gerakan perdaulat pangan 23:13 dengan intensifikasi tadi. Kalau kita 23:17 kesulitan membuka lahan baru di 23:19 Indonesia ini, maka dengan cara 23:21 intensifikasi dengan teknologi yang 23:23 membuat produktivitas bisa melompat tiga 23:26 kali lipat dalam sekal kali tanam. 23:28 Apalagi kalau dengan kita temukan 23:30 varietas-varitas baru yang umurnya 23:32 pendek ini, maka 23:34 otomatis walaupun lahan kita itu sempit, 23:37 Pak Ustaz, itu bisa mencukupi 23:39 kesejahteraan petani. Tetapi kalau kita 23:41 biarkan lahan petani kita itu kan kurang 23:43 dari 3 0,3 hektar per petani. Kalau kita 23:48 biarkan dengan cara konvensional yang 23:50 menjadi petani makin miskin, jadi buruh 23:52 yang tidak akan naik kelas. Tetapi 23:55 dengan menerapkan atau dengan adanya 23:57 sumbangan dan bantuan teknologi untuk 24:01 pribitas itu kepada petani yang 24:03 dilakukan secara masif dalam bentuk 24:04 garakan, maka walaupun lahan petani 24:07 kecil kita bisa berkontribusi 24:08 meningkatkan dua kali tiga kali lipat. 24:11 Hitungan saya sih sederhana. 24:14 Kalau kita lahan kita itu 1 juta hektar 24:18 misalkan ya dalam 1 hektar yang selama 24:21 ini produksinya katakanlah misalkan 24:23 hanya 1 ton kan cuma 1 juta ton. Heeh. 24:25 I. Nah, kalau kita mau mengejar produksi 24:29 3 juta ton maka kita kan harus menambah 24:33 luas lahan 2 juta hektar. Iya. Menambah 24:35 luas membuka lahan 2 juta hektar biaya 24:37 awalnya itu luar biasa lebih besar 24:39 daripada biaya memproduksi. Iya. Nah, 24:42 saya punya solusi enggak usah itu nanti 24:46 dulu ditunda 24:47 dulu hari lagi. Sekarang terapkan di 24:50 lahan yang ada tadi 1 juta hektar dengan 24:53 intervensi atau dengan inputan teknologi 24:55 baru yaitu bioteknologi benih unggul 24:59 yang dari Migo itu yang bisa potensinya 25:01 sampai 6 ton ya. Kalaupun di lapangan 25:04 dapat 4 ton, 3 ton kan alhamdulillah 25:07 lebih sudah bagus. Dan yang kedua itu 25:10 dia menggunakan masukan-masukan yang 25:13 pertanian yang lebih ramah lingkungan 25:15 yang regeneratif dengan menggunakan 25:16 teknologi mikroba Google. Nah, kalau itu 25:18 dari 1 hektar bisa menjadikan katakanlah 25:21 enggak usah 6 ton, 3 ton aja untuk 25:23 kedelai, maka setara kita itu menutup ee 25:29 pengeluaran untuk buka selain baru 25:31 setara dengan 2 juta hektar, kan. Nah, 25:34 padahal dengan peningkatan produksi 2 25:38 tambahan 2 juta ton itu berarti petani 25:41 meningkat pendapatannya menjadi 4 kali 25:43 lipat. Nah, inilah dengan yang sempit 25:47 KTL 1/4 hektar nilainya hanya 1/4AT. 25:50 Tapi 25:51 kalau ee produktivitasnya naik dan ee 25:54 produksinya bisa sampai tiga kali lipat, 25:57 maka keuntungan atau income petani itu 26:00 akan naik empat kali lipat. Jadi setara 26:01 dia itu memiliki pendapatan dari 1 26:04 hektar walaupun dia mengelola tanah 26:06 cuman 0,25 hektar misalnya begitu. 26:10 Masyaallah sederhana sekali. Dan Migu 26:12 itu hasil 26:13 dari I Prof sendiri ya. Alhamdulillah 26:16 itu penemuan yang saya sudah tekuni dari 26:19 tahun 99 2000 ya. He. Dan itu adalah 26:24 anugerah dari Allah Subhanahu wa taala. 26:26 Di 26:27 tengah keprihatinan saya melihat petani 26:31 transmigran yang selalu gagal tanam 26:35 karena tanahnya enggak bisa ditanami 26:37 oleh zat asam dielan gambut sejak hektar 26:39 Kalimantan itu. Nah, ini Allah 26:43 menurunkan di dalamnya sana itu sebagian 26:46 kecil dari makhluk-makhluk yang 26:48 penyeimbang atau sebagai obatnya untuk 26:51 tanah yang marginal itu. Nah, itulah 26:53 yang kemudian yang bisa saya dapatkan 26:55 yang kemudian saya kasih nama dengan ee 26:57 Microbab Biop 2000 atau yang sekarang 27:01 dikenal dengan nama Mikroba Google itu. 27:04 Mikroba Google. Oke, luar biasa Iwan 27:07 Danot. Kami masih berbincang-bincang 27:09 dengan Profesor ahli Zoom Mazhar. Beliau 27:13 adalah ahli tanaman kedelai. Beliau kita 27:16 sebbenarnya tidak perlu mengimpor 27:18 kedelai malah kita mungkin bisa 27:21 mengekspor kedelai. Karena kedelai kita 27:23 kualitasnya 27:24 bagus, lebih banyak ee 27:28 polong-polongnya. Oke, tanya. 27:29 Asalamualaikum, Prof. Apakah bisa 27:31 diselang-seling dengan tanaman padi? Itu 27:34 sangat memungkinkan sekali karena justru 27:36 itu yang terbaik menurut saya ya. Selama 27:38 ini kalau kita itu ee menanam padi itu 27:43 padi-padi padi itu kan tanahnya satu 27:46 unsur ha terserap terus. Nah, kalau kita 27:48 bisa sering padi-padi kedele, maka akan 27:51 terjadi keseimbangan dan dan inilah yang 27:53 kemudian menjadi bahwa ee kita akan 27:57 membuat klaim kepada dunia bahwa 28:00 pertanian kita itu bukan 28:02 sebagai ee apa? Sumber penghasil emisi 28:06 emisi gas rumah kaca. Bayangkan kalau 28:09 tanah itu digenangi terus, kita kasih 28:11 masukan bahan organik mungkin dari sisa 28:13 tanaman maupun kimia. Apa yang terjadi? 28:16 terjadi metanogenesis atau keluarnya gas 28:19 metan. Tetapi kalau penanaman kita itu 28:22 tidak cara menggenang di padi maupun 28:25 kedeli, maka tidak ada keluar gas metan. 28:27 Dan itu kita bisa diklare bahwa 28:28 pertanian Indonesia sudah pertanian 28:30 regeneratif yang tidak memberikan 28:32 kontribusi ee emisi gas rumah kaca. 28:36 Justru sekarang ini saya sudah menemukan 28:38 baru lagi yang namanya padi yang 28:41 yang ee ramah ramah lingkungan. Heeh. 28:45 Pertama karena dia umurnya pendek tapi 28:48 perjnya setinggi. He. Yaitu bisa nyampai 28:50 16 ton per hektar. Tapi umurnya 2,5 28:53 bulan sudah bisa 28:54 dipanen. 2,5 bulan padi normal itu 28:57 paling cepat di atas 3 bulan itu. Hm. 29:00 Itu sudah genja. Oke. Padi yang sekarang 29:03 ini adalah padi yang ultra genja namanya 29:05 padi Trisakti dan itu tidak butuh banyak 29:08 air gitu. Oke. Baik. Kita terima telepon 29:10 dulu ya. Halo. Asalamualaikum. 29:12 Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakuh. 29:14 Bu Asniati, Mas Krishna. Halo. Dengan 29:17 siapa ini? Maaf, Bu Asniati. Oh, silakan 29:19 Ibu. Radionya bisa tolong dikecilkan 29:21 supaya tidak feedback. Silakan, Ibu 29:23 Haji. 29:27 Kecilnya enggak ya? Profesor Ali Zoom 29:30 Mashar, silakan. Asalamualaikum, Prof. 29:34 Waalaikumsalam, Ibu. Kedengaran enggak, 29:37 Mas Kna? Kedengaran. Kedengaran. 29:38 Silakan. Iya, saya kan ibu rumah tangga 29:41 biasa, Mas K. Cuma saya juga heran 29:43 negara kita kan yang subur ya masa kedil 29:45 aja kudu impor kata saya pernah tahu 29:48 dari tahun 0 di samping rumah ponakan 29:51 saya itu yang suaminya meemang orang 29:53 Jawa nanam kedel itu Mas Krishna 29:57 ini sekarang bagaimana Prof ini dari 30:01 komunitas bergabung untuk TP supaya 30:04 pemerintah jangan ngimpor melulu gitu 30:06 Mas coba Pak Prof ini berpikir gitu dari 30:10 komunitas untuk 30:12 anu tempe gitu kan pengrajin-pengrajin 30:16 itu diitas supaya jangan mengandalkan 30:19 impor impor memperkaya orang-orang di 30:21 atas saja Mas Krisma kasihan kita rakyat 30:24 kita ini. Itu aja tanggapan saya Mas 30:26 Krisna. Makasih. Asalamualaikum. 30:28 Masukannya ini bisa ditanam di 30:30 pekarangan ya? Bisa. Di pot pun bisa, 30:32 Pak. Di pot ya? Di pot pun bisa. Bisa. 30:34 Itu ada yang tadi tanya bibitnya dari 30:36 mana ya? Nah, bibit itu mudah. kita bisa 30:38 kalau mencari bibit dari kami itu dari 30:40 komunitas kami di masyarakat petani dan 30:42 pertanian organik Indonesia itu sudah 30:44 ada di 34 kabuk provinsi. Ada juga kita 30:48 sedang kembangkan dari 1 kg benih itu 30:52 nanti pada periode berikutnya kita bisa 30:55 menanam 3 hektar. Setelah 3 hektar kita 30:57 bisa menanam 30:59 125 hektar untuk bibit. Nah, di situ 31:03 jadi kita bisa mandiri benih dan bisa 31:06 juga untuk mandiri memasuk ee kedele 31:10 untuk pengrajinu tempe. Karena apa? 31:13 Kalau kedelai kita ini sudah pastilah 31:15 dijamin kualitasnya jauh lebih bergizi 31:17 dan lebih bagus daripada dari kedeleai 31:20 yang digunakan pengrajin yang berasal 31:21 dari impor. Hanya bedanya kan masalah 31:24 keseragaman itu mudah karena keseragaman 31:26 itu hanya masalah di sortir. Ee ada 31:31 ayakan dan digader mana yang kecil dan 31:34 mana yang besar dan pada umumnya kedele 31:36 kita ini sudah ukurannya sama bahkan 31:39 lebih besar daripada kedil-kedil yang 31:40 diimpor itu. Hm. Masyaallah. sudah lebih 31:43 besar daripada ide impor. Karena yang 31:46 kedele migo itu contohnya itu sudah 19 31:48 gr. Kedele impor masih 17 gram rata-rata 31:51 per 100 biji. Kedele dega itu misalkan 31:54 22 gr per 100 biji. Bahkan ada kedele 31:57 saya itu yang 32 gr per100 biji. Dua 32:00 kali kedele impor. Nah, sekarang yang 32:04 menjadi ee apa itu? Kalau ibu mau 32:08 membantu ya upayakan bahwa kedele yang 32:12 ditanam petani itu dipakai oleh para 32:15 pengrajin. Jangan pengrajin itu pada 32:18 takut 32:19 kepada takut diputus pasukannya oleh 32:22 kedele impor karena mau menggunakan 32:24 kedele lokal. Sementara ini kan begitu 32:26 ada pengancaman-pengancaman pada 32:28 pengrajin. Kalau menggunakan kedelai 32:31 lokal atau kalau menggunakan tidak 32:34 menggunakan impor atau dia pernah 32:36 menggunakan kedele lokal itu nanti 32:39 berikutnya bisa diputus itu suplainya. 32:42 Nah, kalau impor mah memang gudangnya 32:44 sudah disiapkan sampai ke tingkat 32:45 kecamatan. Nah, ini yang terbaik adalah 32:48 kita bekerja dengan hati untuk 32:51 kesejahteraan dan kemakmuran semuanya. 32:53 Caranya gimana? kita harus membuat 32:55 emosional eh sense of belonging lah. 32:59 Kita merasa bahwa kedelai itu adalah 33:02 milik kita. He. Berasal dari bangsa kita 33:04 ditanam oleh tetangga, saudara kita dan 33:08 oleh bangsa kita. Maka itu yang lebih 33:10 utama digunakan dulu sebelum kita 33:11 menggunakan yang impor itu. Kecuali 33:14 kalau kita itu enggak mampu atau 33:16 kekurangan baru impor lah. Kalau sudah 33:19 pertama yang impor itu diutamakan ya 33:22 tentu yang kita itu petani kita yang 33:25 kurang modal ya pasti kalah bersaing ya 33:30 untuk bisa memasuk secara kontinue. Nah, 33:32 ini sebetulnya tanggung 33:33 jawab pemerintah maupun tanggung jawab 33:36 kita semua juga lembaga-lembaga yang 33:38 peduli pada ekonomi kerakyatan, ekonomi 33:41 masyarakat. Mari kalau kita mau membenai 33:44 ini membuat suatu ikatan sirkular ee 33:50 sirkular ee agriculture. Artinya apa? 33:54 kita menanam dan kita mengolahnya 33:56 sendiri atau mulai dari pengolah itu 33:59 mengandalkan dari pasukan petani dan 34:02 nanti dari pasukan petani itu akan 34:04 mensuplai kepada pengrajin. Nah, 34:07 kekurangannya baru boleh mengambil dari 34:10 tempat lain, jangan dibalik. Maka dengan 34:13 demikian akan semua hidup. Kalau 34:16 pengrajin hidup berarti ada tenaga kerja 34:18 yang ter ee terhidupi. Nah, kalau 34:22 pengrajin itu menggunakan ee 34:25 kedeleai produksi petani, berarti ada 34:28 petani, pekerjaan petani yang terhargai. 34:30 Ada keuntungan di situ. Beda kalau 34:33 menggunakan kedele impor yang untung 34:35 siapa? Petani di luar. Kenapa tenaganya 34:38 dari luar? Nah, ini dari kita tinggal 34:40 suruh membeli aja. Ya memang enak, 34:41 gampang. Tetapi dalam jangka panjang ini 34:45 tidak membuat Indonesia lebih baik, tapi 34:48 justru membuat kita makin tidak mandiri 34:51 dan tidak berdaulat pangan. Kenapa? 34:53 Karena kalau kita itu mau menjadi bangsa 34:57 yang berdaulat, nomor satu yang dibenahi 34:58 adalah pangannya berdaulat. Kalau yang 35:01 lain-lain itu lebih mudah daripada 35:03 pangan. 35:05 Begitu orang mengatakan bahwa kalau mau 35:07 menguasai dunia, menguasai orang seluruh 35:10 dunia, maka kuasailah pangannya. Hm. 35:13 Tetapi kalau Indonesia sangat 35:14 memungkinkan itu. Nah, Indonesia 35:16 memungkinkan. Dan kalau kita mau 35:18 menguasai suatu bangsa, kuasai 35:20 energinya. He. Satu bangsa loh ya. Kalau 35:24 satu dunia atau semua orang, zaman Nabi 35:27 Yusuf aja sudah memberikan ira pada 35:30 kita. 35:31 Di saat negara-negara lain itu 35:33 kekurangan pangan dan tidak bisa di 35:36 menghidupi rakyatnya, maka enggak usah 35:40 pakai perang. Rajanya itu sudah tunduk 35:43 minta-minta untuk menjadi negara bagian 35:46 dari kerajaan Yusuf untuk diberi makan, 35:48 kan gitu. Jadi beda dengan misalkan 35:52 energi. Kalau untuk menguasai negara 35:54 harus menggunakan perang 35:56 baru energinya dikuasai 35:58 tambah-tambahnya. Tapi kalau pangan, 36:00 buat negara itu kelaparan, nanti tinggal 36:03 bernegosiasi saja mau enggak itu apa 36:07 ikut kasih kami ya kan gitu. Nah, 36:10 Indonesia mau enggak menjadi negara 36:13 yang katakanlah tadi tergantung atau 36:16 menjadi dijajah secara halus 36:19 gitu. Kalau sudah pangannya itu, kalau 36:22 suatu bangsa enggak bisa membiayai makan 36:25 rakyatnya, maka berapapun kekayaan yang 36:28 ada di dalam negara itu enggak ada 36:29 enggak ada harganya. Punya emas satu 36:31 gunung pun bisa diserahkan begitu aja 36:34 demi 1 kilo 36:36 makan untuk hidup 1 tahun kan begitu. 36:38 Betul enggak? Iya. Oke. Ada pertanyaan 36:41 dari Bapak Amir Zaki Mubarak. 36:42 Asalamualaikum 36:44 Prof. Pak kedelai Migo bisa mencapai 36:48 berapa kali panen? per tahun untuk satu 36:51 kali tanam dan dengan kondisi negara 36:53 kita saat ini cenderung untuk disabotase 36:56 pihak tertentu. Karena pejabat maunya 36:58 impor 37:00 ya inilah kita harus sadar ya sadar 37:03 dengan dasarnya bahwa kedele di 37:05 Indonesia itu bisa ditanam sepanjang 37:07 tahun. Jadi kalau umur kedele Migo Ratu 37:11 ini umurnya 3 bulan, paling tidak kita 37:14 bisa setahun menanam tiga kali. Dan saya 37:16 sudah buktikan musim hujan kita tanam 37:18 juga berhasil panen. Musim kemaru 37:21 apalagi atau apalagi musim yang cocok. 37:23 Yang terpenting adalah kita masih 37:26 kalah dengan negara produsen kedele. 37:29 Kenapa? Karena infrastruktur untuk 37:32 kedele khususnya di paskapan itu tidak 37:34 diperhatikan terjun bebas. Misalkan 37:36 begini, kalau kita panen di musim hujan, 37:39 apa yang paling utama? Masalah di musim 37:41 hujan kan masalah pengeringan. tidak ada 37:44 fasilitas pengeringan, tidak ada 37:47 fasilitas untuk melindungi tanaman yang 37:49 dipanen itu kena hujan. Nah, makanya 37:51 kedelinya menjadi kualitasnya jatuh di 37:54 musim hujan. Nah, kalau itu fasilitasnya 37:56 dibuat sama seperti negara produsen 37:59 kedele yang lain atau mungkin bahkan 38:01 lebih baik karena kita bisa setahun bisa 38:04 menanam dua tiga kali itu bukan 38:06 mustahil. 38:07 Jadi sangat sangat ee ideal orang bisa 38:13 menanam 38:14 kedele. Paling tidak dua kali tanam 38:17 kedele, satu kali selingan tanaman lain. 38:20 Bolehlah misalnya kacang tanah ataupun 38:22 jagung. Nah, ini bisa kita kerjakan. 38:25 Nah, untuk mendapatkan bibit ini juga 38:28 bukan hal yang 38:29 sulit. Hanya dibuat sulit karena apa? 38:33 tidak ada satuun industri perbenian 38:36 kedele yang ada di Indonesia ini. 38:38 Meskipun pemerintah memiliki BPSB dan 38:41 sebagainya, tapi tidak 38:43 mengembangkan ee swasta pengembang benih 38:46 kedele dan petani penanam kedele itu 38:50 hanya secara naluri aja menyimpan 38:52 benihnya paling satu black, dua black 38:54 ya. Satu black itu sama 38:57 satu kantong, dua kantong hanya untuk 39:00 kebulan dia sendiri. nanti di musim awal 39:02 musim kemaro itu secara mandiri. Nah, 39:05 sekarang ada enggak seperti industri di 39:08 negara tetangga itu ya bahwa benih itu 39:11 sudah betul-betul dilakukan 39:12 diindustrikan secara profesional dan 39:17 kapanp lah. Sekarang pada saat kita mau 39:20 mengembangkan kedil besar-besar semua 39:22 bingung tidak ada benihnya. Kenapa? 39:24 Karena enggak ada industri benih yang 39:25 didukung oleh pemerintah apalagi 39:28 difasilitasi untuk menjadi maju. 39:31 Paling tidak kalau ada industri benih 39:34 kedele itu ya diberi pasar yang kontinue 39:37 dan difasilitasi dengan infrastruktur 39:40 seperti apa itu kalau di Malaysia itu 39:43 saya lihat itu namanya ada logi. Logi 39:45 itu pusat perbenian. Kalau dulu kita itu 39:48 seperti sayang yang Sri tapi ya 39:50 peralatannya di sana lebih canggih. 39:51 Semua dari Jerman di kita masih 39:54 tradisional itu bedanya. 39:56 Oke, selanjutnya 39:59 dari Asalamualaikum Prof. Fali, saya 40:02 tahu para pengajen tempe tidak mau 40:04 menggunakan kedelai ee lokal karena 40:08 kedelainya ee kedai lokal kecil-kecil. 40:10 Betulah begitu. Itu opini yang dibangun 40:14 memang dan itu saya katakan ya 1000% 40:18 tidak benar ya. Kalau memang kedil kita 40:21 kecil itu memang kedil Bahola yang zaman 40:23 Mojopahit itu ini sudah zaman modern 40:26 teknologi pemulian 40:28 pertanam pemulian benih itu berkembang 40:31 pesat ya. Contohnya saya sendiri dulu 40:34 memang saya menanam kedele yang 40:36 kecil-kecil karena memang eranya ya 40:38 kedele kecil masih dipakai untuk susu 40:41 tahu seperti kedele selamet wilis dan 40:44 itu dulu dipakai untuk tempe pun gurih 40:46 lah sekarang pengrajin menggunakan 40:48 kedele besar kita pun sudah mengikuti 40:50 bahwa kita punya kedele yang biji besar 40:52 nah hanya permasalahan ini masih ke 40:54 kehabisan akal lagi ini apa para 40:57 importir untuk membangun opini untuk 40:59 mendeskriresikan bahwa kita itu enggak 41:02 mampu gitu ya. Silakan cari akal untuk 41:06 mengatakan bahwa kedeli kita tidak ada 41:08 yang besar, tapi faktanya sudah ada 41:10 banyak. Jadi sudah sudah mulai terbalik 41:12 itu. He. Jadi sekarang sudah mulai 41:14 bingung mencari alasan untuk ini ya. 41:17 Karena memang selama ini kenapa kok kita 41:19 pakai kedil itu? itu adalah opini yang 41:21 dibangun 41:22 agar bahwa kedele impor yang dipakai 41:25 pembenaran agar kedele impor yang 41:27 dipakai yang memiliki ukuran seragam 41:29 bijinya besar lah sekarang kita sudah 41:32 ada kedeleai lokal yang bijinya besar 41:33 dan rasanya jauh lebih enak mau apa lagi 41:36 yang ditanyakan kan tidak ada lag itu 41:39 dulu memang kedele lokal yang besar itu 41:42 kan untuk membangun opini bahwa agar 41:46 pengrajin tergantung dengan kedil-kedil 41:48 ukuran besar 41:51 Padahal untuk tahu tempe tidak ada 41:54 alasan kedelik kecil tidak bisa dipakai. 41:56 Justru lebih gurih kan gitu. Oke, ada 41:59 telepon lagi. Halo. Asalamualaikum. 42:01 Waalaikumsalam warahmatullah. Halo. 42:03 Asalamualaikum. Waalaikumsalam 42:04 warahmatullahi. Pak Krishna 42:08 mau dengan Prof. Ali. Pak Krishna. 42:09 Dengan Pak siapa? Dengan Pak Hidayat. 42:12 Pak Hidayat. Silakan Pak Hidayat. 42:14 Asalamualaikum Prof. Waalaikumsalam. 42:18 Ini gini, tadi saya ee menyimak tadi 42:21 bahwa ada juga padi namanya padi 42:24 Trisakti. Nah, ini saya petani padi nih 42:27 di Subang, Pak Prof. Itu sudah bisa 42:31 dibeli di ini di pasar umum itu apa 42:33 bibitnya tentang itu apa dan bagaimana 42:37 rasa itunya nasinya. 42:40 Terus tadi Prof bilang kan hanya 2 42:43 seteng bulan terus e rasanya gimana gitu 42:47 perah apa enggak gitu bisa didapatkan di 42:51 mana itu beli bibitnya gitu Prof. Saya 42:53 itu aja terima kasih asalamualaikum 42:55 warahmatullahi wabarakatuh. 42:57 Waalaikumsalamsalam warahmatullahi 42:59 wabarakatuh. Mas Anis kalau bisa 43:00 nomornya dicatat nih Pak Hidayat ni 43:01 petani dari Subang. Silakan. Iya Pak 43:03 Hidayat. Memang ee yang cukup 43:06 spektakuler dari penemuan saya adalah 43:09 padi yang memiliki brand atau menjadi 43:12 ciri pencirinya adalah padi yang umur 43:15 ultra ginjah. Yaitu belum ada yang orang 43:17 lain yang pertama kali menemukan ini. 43:21 Saya meneliti dari tahun ee 2003 dan 43:25 kemudian saya lanjutkan 2012 dan 2014 43:28 sudah saya coba kembangkan. Nah, ini 43:31 yang disebut dengan nama padi Trisakti. 43:33 Kalau di Google Bapak cari pasti banyak 43:36 yang akan jualan itu di marketplace itu 43:38 ya padi Trisati Padi Trisanti. Tapi 43:40 mungkin itu banyak tidak ori ya karena 43:43 bukan dari kami langsung itu. Jadi sudah 43:46 banyak ber menyebar ketok tular dari 43:49 masyarakat. Nah benih yang ori itu ada 43:52 di kami di Asosiasi Petani Migo 43:55 Indonesia. Apmigo ya bisa bergabung di 43:59 APMIGO atau ambil di Serang itu karena 44:03 ini padi juga sudah ee sudah kita 44:07 didaftarkan melalui Ibu Ibu Bupati 44:10 Serang. Saya kasihkan atau saya hibahkan 44:13 hasil penemuan padi Trisakti 1. Heeh. 44:16 Ini kepada Ibu Bupati untuk menjadi padi 44:19 revolusioner kesejahteraan. Masyaallah. 44:22 Walaupun penelitian itu panjang, tapi 44:24 kalau ada pejabat atau ada pimpinan yang 44:27 baik akan saya berikan, Pak. Akan saya 44:30 hibahkan itu hasil hasil penemuan saya 44:32 itu yang penting untuk masyarakat ini 44:35 sudah di Serang sudah banyak berkembang 44:37 ya. Kemudian melalui petani asosiasi 44:42 Amigo, kemudian 44:43 Mapurina, kemudian ee jemaah-jamaah yang 44:47 lainlah. intinya ada adalah kita sebagai 44:51 ee 44:52 komunitas yang peduli untuk kedaulatan 44:56 pangan dan kemandirian pangan Indonesia 44:59 boleh menggunakan padi Trisakti ini. 45:02 Baik, untuk Pak Hidayah dicatat saja 45:03 nomor telepon Profesor Ali Zum Mazhar. 45:07 Profesor Ali Zum Mazhar nomornya 45:11 [Musik] 45:13 0811 satunya tiga kali kemudian tiga. 45:17 Kemudian 45:19 44, kemudian 45:22 62811 satunya 3 kali 3 45:27 44 45:29 62. Ee asalamualaikum Prof Ali. Prof. 45:32 Ali selain ngurusin kedelai tanaman 45:36 apaagi yang menjadi perhatian ee Prof. 45:39 Ali saya lebih banyak di kalau untuk 45:43 yang sekarang fokusnya ke tanaman pangan 45:45 pajale ya. padi, kedele, dan jagung 45:49 banjale. Iya. Nah, padi itu sudah 45:53 menjadi prioritas juga karena padi ini 45:57 menjadi solusi bagi pangan ee 45:59 bangsa-bangsa Asia ya. He. Ee dan itu 46:03 produktivitasnya yang saya temukan saya 46:05 jamin lebih tinggi daripada padi 46:06 hibrida. Hm. Ee produktivitasnya 46:09 tingginya berapa? 46:10 Lebih tinggi maksudnya produksinya ya, 46:12 Pak ya? Enggak tinggi tanamannya. 46:14 tanaman ada yang 90, ada yang paling 46:17 tinggi 150. Ada yang bisa ditanam di 46:20 tanah sawah, rawa, tanah. Contoh 46:23 misalkan padi Trisakti Tornado itu kan 46:25 daerah yang asam, kemudian daerah pasang 46:28 surut, daerah kering bisa tumbuh dan 46:31 padinya rasanya enak sekali ya. He. Nah, 46:33 pada saat itu rasanya seperti IR4 46:36 gabungan antara antara IR4 sama Jerang 46:39 lah. Sekarang sudah diproduksi berapa 46:41 banyak? Kalau memproduksi di Pat kami 46:43 selalu ada banyak ya. Kalau padi ini 46:47 sudah diterima juga oleh 46:50 bulok food station ataupun topi koki itu 46:54 menggunakan brand kita yang apa beras 46:56 merahnya itu sudah pada pendengar hasil 46:58 mau beli itu ada yang jual ya. Tentu 47:01 mungkin kalau di lapangan mengatakan 47:03 langsung kan enggak ada karena beras di 47:05 lapangan kan sudah dicampur-campur Pak 47:07 ya. Oh iya. Tapi kalau mau langsung ke 47:08 tempat kami yang belinnya itu langsung 47:11 silakan datang ke Serang. Siap. Itu ada 47:13 berapa pun ada. Heeh. Itu oke. Ee salam. 47:18 Asalamualaikum Prof. Untuk kedelai 47:20 penyakit apa yang sangat mengganggu ee 47:23 untuk kedelai tanaman kedelai? 47:26 Tanaman kedele itu sama seperti tanaman 47:28 kacang-kacang yang lain. Penyakitnya itu 47:31 sebetulnya sudah diatasi dengan varietas 47:33 yang unggul ya. Seperti misalkan 47:35 penyakit yang karat daun. Sekarang 47:37 kedil-kedili kita harus lebih tahan 47:38 karat daun. Itu hasil penyilangan itu 47:41 sudah bisa teratasi. Jadi gak ada 47:43 masalah. Yang kedua itu paling walang 47:45 sangit. Walang paling banyak. Walang 47:47 sait itu karena kalau kita membiarkan 47:49 kayak semacam walang angin, walang sait 47:51 itu pada masa berbunga atau berbuah ee 47:55 kemudian dia itu menghisap ee polongnya 47:58 maka dia akan hitam atau bahkan kosong 48:00 kempes itu aja. Yang atas ini gimana ya? 48:03 Sekarang sudah banyak sekali obat-obatan 48:05 ya, pestisida yang berkembang walang 48:07 sangit itu tanaman yang apa hama yang 48:09 paling gampang dimatikan kok obat-obatan 48:11 yang murah juga yang organik ada ada itu 48:14 banyak kalau organik itu kita 48:15 menggunakan ee sere ya ee semacam apa 48:20 itu ekstrak dari Saih itu selesai hilang 48:23 he atau 48:26 selesai dengan katakanlah nimbah daun 48:29 nimba sama serai itu kita ekstrak kita 48:31 fermentasi dengan mikro Coba Google 48:34 setelah 3 hari kita pakai semprotkan 48:36 hilang atau itu hama juga akan mandul. 48:39 Itu kalau burung enggak ya? Burung 48:41 burung enggak makan Pak. Burung itu 48:43 karena kalau mau makan gimana? Dia kan 48:45 di dalam polong harus di-kocek dulu itu 48:48 kecuali burung. 48:51 Asalamualaikum. Prof. Visi dan 48:54 misi surat inovasi untuk kemandirian 48:58 tentang Kedal sangat baik. Namun oknum 49:00 para penyelenggara negara justru 49:02 mematikan hal baik itu karena setan 49:05 menguasainya dan tidak menguntungkan 49:07 pribadi oknum. Bila gerakan ini sebagai 49:09 aksi massal rakyat, bagaimana 49:12 pemasarannya? Siapa yang 49:15 fasilitasi menampung panen ini? 49:19 Ya. Baik, terima kasih. Ini pertanyaan 49:21 yang tajam dan bagus, Pak Rahman. Ya, 49:23 Rahman. Pertama kalau saya sih mengajak 49:26 kita semua mari kita doakan para 49:27 pimpinan pejabat kita yang masih apa itu 49:31 yang masih lupa terhadap kebutuhan 49:34 masyarakat Kedel ya. Mari kita doakan 49:37 agar sadar agar insaf mengutamakan 49:40 kepentingan bangsa dan ee rakyat 49:43 khususnya di bidang pani itu lebih di 49:45 atas dari kepentingan segala-galanya. 49:47 Nah, kalau mereka sudah sadar kemudian 49:49 mari kita buat gerakan. Paling 49:52 tidak kita akan mendoakan ke depan ada 49:55 pemimpin yang baik yang lebih peduli dan 49:59 mensejahterakan atau memuliakan para 50:02 pejuang pangan bangsa ini. Karena moto 50:05 kita, Pak. Saya dari inovasi itu misi 50:08 saya atau moto saya adalah untuk 50:12 menyelesaikan agar tidak ada kelaparan 50:16 dan kekurangan pahan di dunia. He. 50:18 Dengan penemuan-penemuan inovasi 50:20 teknologi baik varietas maupun pupuk 50:22 yang revolusioner yang memiliki 50:25 produktivitas yang tinggi. Nah, misi 50:28 ini agar kenapa? Karena dalam hadis 50:33 Rasulullah pun bahwa kemiskinan atau 50:36 kelaparan itu mendekatkan pada 50:38 kekufuran. He. Paling gampang orang 50:40 kufur adalah apabila dia kelaparan. Itu 50:43 kan. Betul. Betul ya, Pak Ustaz? Iya. 50:45 Nah, oleh karena itu jawaban nomor satu 50:47 supaya kita yang menjadi orang-orang 50:49 yang beriman, menjadi bangsa yang 50:52 baldatun thayibatun warun gfur itu ya 50:54 penuhilah perutnya. isi perut dari 50:57 rakyat kita agar tenang berpikir, tenang 51:01 beribadah, tenang 51:03 membangun yang lain-lain. Pendidikan 51:06 juga baik. Nah, supaya itu baik dari 51:09 mana? Maka supaya itu baik adalah maka 51:11 kita belilah makanan makanan rakyat itu 51:14 dari yang halalan thayibah yang 51:17 bagaimana? Yang diproduksi sendiri oleh 51:19 bangsa sendiri. Sehingga kita tahu 51:21 kejelasan asal-usulnya. tidak ada unsur 51:25 yang untuk mengacaukan 51:28 pikiran bangsa ini. Boleh loh, Om. Saya 51:32 membuat apa itu satu alibi kecurigaan. 51:34 Suatu negara yang dikasih pakan oleh 51:36 negara lain, bisa jadi di dalam 51:38 makanannya itu diinjeksikan atau 51:41 disisipkan apakah itu gen, apakah itu 51:43 racun supaya bangsa yang diberi makan 51:46 tadi makin lama makin lemah kan terjadi 51:49 lost generasi kan. Bisa jadi kan i 51:51 genosid, tetapi itu kan jangka panjang. 51:53 Kita enggak tahu lah. Apakah kita mau 51:55 tergantung negara lain yang akan 51:57 menjajah secara halus melalui pangan? 52:00 Kan kita enggak mau. Kalau kita enggak 52:01 mau, ya mari kita memperanam sendiri. 52:04 Membangun pangan itu dari hasil 52:06 karya-karya inovasi yang unggul dari 52:08 bangsa sendiri. He. Dan itu diberikan 52:10 kepada rakyat kita agar rakyat petani 52:13 dan ee masyarakat bisa mengkonsumsi 52:17 makanan yang jelas asal-usulnya dan yang 52:20 baldatun thayibatun itu yang untuk 52:24 dimulai dari ee makanan yang halalan 52:26 thayibah kan itu. Oke. Dari hasil petani 52:29 kita. Asalamualaikum Prof. Apakah 52:32 Profitas untuk jagung yang bagus? 52:36 Nah, kalau jagung secara khusus saya 52:38 tidak ada. Tapi banyak teman-teman 52:41 breeder saya, ada teman breeder saya 52:43 memiliki banyak varietas jagung yang 52:46 juga belum berkembang. Saya dulu 52:48 meneliti jagung memang ya tahun 52:51 20046-an menghasilkan jagung yang lebih 52:54 besar dari jagung-jagung yang dijual 52:56 oleh multinasional. 52:58 Namun karena sulitnya birokrasi untuk 53:02 mendapatkan rilis izin ee keluar 53:05 varietas ya indukannya saya musnahkan 53:08 karena saya daripada nanti dimanfaatkan 53:10 orang lain. He. Dan itu memang konyol 53:13 dan merugikan saya juga. He. Kalau jadi 53:16 sekarang saya enggak tak musnahkan saya 53:18 jual kepada negara yang mau 53:20 mengembangkan kan begitu supaya riset 53:23 saya juga terbayarkan kan gitu. 53:26 Nah, untuk jagung ada banyak. Enggak 53:28 usah khawatir. Sepanjang kita mau 53:30 memanfaatkan dan mau menggunakan dengan 53:33 sungguh-sungguh, kita ada semua. 53:36 H. Jadi kesimpulannya bertani dengan 53:40 ilmu nih ya harus Pak Beda ya. Karena 53:43 man arad dunya faalai ilmi ward akhirah 53:46 fa ilmi. Kalau kita mau dunia bagus, 53:48 punya ekonomi bagus, ya pakai ilmulah. H 53:50 masa kita hanya menonton ikut mengekor 53:53 aja supaya dapat ilmu yang bermanfaat 53:56 apa banyak-banyak melakukan inovasi itu 53:58 baru keren punya ilmu yang bermanfaat 54:01 karena tidak ada yang namanya inovasi 54:03 itu tidak memberikan ilmu yang 54:05 bermanfaat atau tidak memberikan 54:06 manfaat. Inovasi tujuannya adalah 54:08 menyelesaikan masalah 54:10 manusia supaya menjadi lebih baik. 54:13 Dulu kalau saya jalan-jalan ke Karawang 54:15 tuh lewat di Galengan sawah itu sawah 54:17 itu tinggi-tinggi. Jadi kita ketutupan 54:19 itu. Sekarang sudah enggak ada 54:20 sawah-sawah yang tinggi-tinggi gitu. 54:22 Udah enggak ada lagi ya yang tinggi 54:24 maksudnya yang bagaimana? Oh pohonnya 54:26 tinggi, Pak. Tinggi. Oh ya memang kalau 54:28 dulu ya kita itu ee tanah kita masih 54:32 luas, masih subur ya. Nah, memang 54:35 terakhir-terakhir ini kita prihatin 54:37 bahwa ee 70% lebih tanah produktif 54:41 pertanian kita itu menjadi tanah yang 54:43 sakit. Kalau dulu tanamannya bisa 54:45 tinggi-tinggi, tentu sekarang banyak 54:46 yang kerdil-kerdil dan apa tergantung 54:50 pada pupuk kimia serta pestisida. Itu 54:53 salah satu juga ee perubahan yang 54:56 terjadi yang inilah yang harusnya kita 54:59 pikirkan. Bagaimana mengembalikan tanah 55:02 yang Bapak lihat di Karawang tadi? 55:03 Tadinya bagus-bagus, hijau, pupuknya 55:06 enggak banyak, kemudian apa? Hasilnya 55:08 melimpah. Nah, sekarang semakin lama 55:12 semakin tergantung pupuk. Itu harus kita 55:13 kembalikan. Cara mengembalikan gimana? 55:15 Kita kembalikan makhluk-makhluk yang 55:18 Tuhan berikan untuk keseimbangan di 55:20 dalam tanah itu ke dalamnya kembali. Ya, 55:23 kalau kita contohnya kalau manusia 55:25 ditransmigrasikan ya. Nah, kita harus 55:27 mentransmigrasikan juga mikroba Google 55:30 itu kepada tanah-tanah yang rusak sakit 55:32 tadi supaya subur dan tanamannya bagus. 55:35 Dulu kan di sawah tuh banyak belut, 55:37 banyak burung, banyak apa ular juga ya. 55:40 Nah, itulah sekarang karena revolusi 55:43 hijau yang mengandalkan ee pestisida 55:46 tadi dan pupuk kimia menyebabkan 55:49 makhluk-makhluk yang hidup bersama dalam 55:52 ekosistem tadi banyak yang tergeser, 55:55 hilang. Nah, itu yang menyebabkan kita 55:58 prihatin sehingga kita banyak ee ya bisa 56:02 jadi ya mohon maaf banyak mungkin 56:05 pejabat-pejabat yang istrinya saudaranya 56:09 kena kanker itu karena dari makanannya. 56:11 He ya. Kenapa kalau dari makanan ya? 56:14 Kalau kalau makanan misalkan tadi 56:16 makanan tidak bagus dan tidak organik 56:18 ada residu pestisida dan racun-racun 56:22 yang ada di tanaman yang dimakan 56:24 terus-menerus secara masif ya. dari 56:26 jenis itu lama-lama kan akan berpindah 56:28 ke dalam tubuh manusia kan. Iya. Di 56:30 dalam tubuhnya itu sepanjang melebihi 56:32 dari kekuatan tubuh itu kan malah akan 56:35 mengganggu sel-sel tadi untuk menjadi 56:37 hiperaktif sehingga menjadi kanker atau 56:40 tumor itu dan itu dari ulah kesalahan 56:44 kita sendiri. Kenapa kita mengembangkan 56:47 teknik kimia dan pestisida itu yang 56:49 menjadi utama itu mestinya itu adalah 56:51 sebagai solusi yang terakhir ya. Oke. 56:55 Kemudian dari Bapak R. Asalamualaikum 56:57 Rali. Profali, berapa harga normalnya, 57:00 idealnya untuk kedelai per kilo? E kedai 57:03 lokal dan kedelai impor berapa harganya? 57:05 Demikian. Oh, dari Wahyu. Dari Pak 57:08 Wahyu. Iya. Itu ya kalau kedelelo impor 57:12 kalau enggak disubsidi itu harganya 57:13 Rp15.000 per kg, Pak. Karena pemerintah 57:16 memberikan subsidi Heeh. 1.000 perak 57:19 sehingga bisa turun kan. He. Normalnya 57:22 kalau kita menanam kedil yang paling 57:24 tidak kan 57:25 R3.000 itu harga jualnya ya. Harganya di 57:29 ini tidak sampai seperti itu. Tapi 57:32 kondisi perang Rusia-Ukraina ini membuat 57:35 pasokan yang tidak stabil dan di Amerika 57:39 sendiri kan turun besar sekali 1 juta 57:44 hektar itu penurunan lahan produksinya. 57:48 ee ya ada 1 juta tonan lebih turunan. Ee 57:53 nah yang lagi naik itu dari Brazil itu 57:58 sampai 57:59 150-an juta ton. Kalau Amerika sekarang 58:02 turun menjadi 100 ya 117an 115 juta ton 58:06 lah. Itu yang tadinya dia 120-an. Jadi 58:09 cukup besar penurunan. Nah Indonesia ini 58:12 tergantung hampir 58:16 70% lebih. kedil yang kita impor dari 58:19 Amerika H itu. Nah, kalau kedele kita 58:25 yang saya produksi itu cost 58:29 production-nya paling sekitar hanya 58:31 R.000 kan. Nah, kalau ini bisa kita jual 58:35 Rp2.000 ada keuntungan yang di situ yang 58:38 bisa dinikmati oleh petani. Oke. Nah, 58:41 bisa dijual du harga Rp2.000 sampai 58:44 sekarang saya menyerap kedele petani itu 58:47 antara rata-rata 14 minimal 12 itu yang 58:50 kemudian kita pakai untuk kebutuhan kita 58:53 itu tentu kediri lokal kita ini. 58:56 Asalamualaikum Prof. Apakah betul 58:57 pertanian di Vietnam lebih maju dari 58:59 Indonesia? 59:02 Sebetulnya pertanian di Indonesia ini 59:04 sudah cukup maju cuman tidak 59:05 terorganisir dan tidak dikelola dengan 59:07 baik. Tidak. Vietnam tidak berarti lebih 59:10 maju dari kita. Kenapa? Saya pernah ke 59:12 Vietnam mungkin 8 tahun yang lalu lah 59:16 memberikan advice untuk merubah lahan ee 59:21 karet mereka dirubah menjadi lahan padi 59:24 dan jagung. Saya langsung ke 59:26 sana. Bedanya fasilitas pemerintah 59:30 terhadap petani itu di sana jauh lebih 59:32 besar. H dibanding di Indonesia. Support 59:35 di Indonesia. Petani supportnya di 59:37 Indonesia itu sangat kecil untuk tanaman 59:39 pangan paling 1 hektar enggak ada lah R 59:42 juta 1 juta. Beda dengan Malaysia. 59:46 Malaysia supportnya 1 hektar 10 juta 59:48 lebih. H support pemerintah terhadap 59:51 petani padi misalnya ya itu di atas R10 59:54 juta. Bahkan ada yang namanya di luar 59:56 negeri itu di contohnya di Malaysia itu 59:59 subsidi ee output. Jadi siapa yang bisa 1:00:03 menanam yang menghasilkan produk ee 1:00:06 sekian ton per 1 tonnya dapat tambahan 1:00:10 lebih dari Rp1 juta itu lah. Kalau dapat 1:00:13 10 ton kan berarti tambahnya lebih dari 1:00:15 R10 juta plus inputnya tadi disubsidi ee 1:00:19 atau di diberikan oleh pemerintah itu di 1:00:23 Amer di Vietnam peralatan mekanisasi dan 1:00:27 tanah disiapkan oleh negara di kita 1:00:29 sawah sewa. He. Nah, dan itu menjadi 1:00:33 mahal kan jadinya dan di sana bisa jadi 1:00:35 lebih murah. Intinya apa? Kos produksi 1:00:40 itu di seluruh dunia itu sama. Yang beda 1:00:43 adalah ee insentif yang diberikan untuk 1:00:47 memproduksi itu masing-masing negara 1:00:48 berbeda dan itu yang menjadikan 1:00:51 disvarias harga. H kalau negara yang 1:00:53 memberikan fasilitas input atau 1:00:56 fasilitas insentifnya untuk produksi 1:00:58 petani itu besar, tentu dia bisa berani 1:01:01 menurunkan produksi. Bayangkan enggak 1:01:03 ada lagi kan biaya produksi yang 1:01:04 dikeluarkan petani. Contoh di Malaysia, 1:01:07 seandainya pemerintah di sana itu 1:01:10 mewajibkan petani menjualnya harga lebih 1:01:14 murah dari kos produksi kan gak ada 1:01:17 masalah. Iya, karena sudah dicover dia 1:01:20 sudah dapat cover. Dia kan hanya dapat 1:01:22 untungnya aja. Betul enggak, Pak? Tidak 1:01:25 mikir mengembalikan modal gitu loh. Nah, 1:01:27 di Indonesia beda. Indonesia itu mulai 1:01:30 dari menyiapkan lahan, sewa sendiri ya, 1:01:34 sewa lahan itu harus bayar kan 1 1:01:36 hektarnya mahal lagi di Indonesia itu 1:01:38 lahan subur kayak di Karawang pasti 1:01:40 20-an juta per tahun lebih atau R juta 1:01:43 ke atas. 1:01:44 Belum bibitnya belum beli bibit pupuk 1:01:47 tenaga kerja juga makin mahal kan gitu 1:01:50 lah. Bagaimana mau disuruh harganya 1:01:51 menjadi lebih murah? H siapa yang akan 1:01:54 tombok kecuali sewa tanah dibayar 1:01:57 pemerintah. Mekanisasi pengolahan tanah 1:01:59 dibayar pemerintah. Mereka pengolan 1:02:01 tanah juga dibayar oleh negara itu loh 1:02:03 disiapkan oleh negara termasuk Thailand, 1:02:06 Vietnam, Malaysia itu saya hanya 1:02:09 berkiblat di negara-negara tetangga 1:02:10 saja. Jadi jangan kemudian dikatakan 1:02:13 bahwa petani kita itu apa manja enggak 1:02:16 mampu memproduksi harga lebih murah. 1:02:18 Lihat dulu dong apa yang diberikan 1:02:20 kepada petani dulu baru petani bisa 1:02:22 memberikan harga yang murah. He. Oke. 1:02:25 Kalau pemerintah contoh Malaysia kalau 1:02:27 dia subsidi outputnya pun ada, subsidi 1:02:29 inputnya ada insentifnya. Ya, kalau dia 1:02:32 mau disuruh menurunkan harga pasaran 1:02:35 untuk konsumen untuk rakyat seluruh 1:02:36 Malaysia itu harganya lebih murah dari 1:02:38 Indonesia, ya bisa saja. 1:02:41 dan tetap untung lah. Petani suruh 1:02:43 menurunkan di Indonesia itu di apa lebih 1:02:47 dari cost produkinya. Masa petani harus 1:02:49 makin kere itu si itu peran 1:02:52 pemerintahnya itu. 1:02:56 Ee ee asalamualaikum ee Prof. ee di 1:03:01 Indonesia di kota mana saja yang 1:03:03 penghasil kedelei? 1:03:06 Kedele ini hampir di seluruh Indonesia 1:03:08 itu ee bisa tumbuh ya. Dulu banyak 1:03:12 sekali juga berkembang di Aceh, wilayah 1:03:14 Aceh wong saya tanam di Tulang Bawang ee 1:03:18 apa itu di Lampung juga ada banyak Medan 1:03:22 di daerah ee Palokuro, kemudian di ee 1:03:27 apa itu yang daerah kebun sawit yang 1:03:30 dulu itu ee sekarang ini jadi kebun 1:03:33 sawit itu dulu daerah Kedele. Kemudian 1:03:35 di daerah Jawa Tengah mau di Grobokan 1:03:38 mau di daerah Wonogiri, daerah Bantul 1:03:41 itu juga dari Kitasnya beda-beda ya 1:03:43 kualitasnya beda-beda antar antar daerah 1:03:45 itu. Masalah kualitas itu tergantung 1:03:47 dari satu ee varietas ya. Yang kedua 1:03:53 adalah perlakuan di pasca panen. Jadi 1:03:56 kalau genetiknya sama ya kualitasnya 1:03:58 sama. kualitas sama pasti kualitasnya 1:04:00 sama karena mengatut kandungan protein, 1:04:04 lemak dan nutrisinya itu pasti stabil. 1:04:07 Yang beda itu juga akan cara perlakuan 1:04:11 teknologinya. Kalau teknologinya dibuat 1:04:14 bagus, kualitasnya lebih bagus. Kalau 1:04:15 teknologinya itu setengah-setengah, ya 1:04:17 hasilnya setengah-setengah. Dia doyan 1:04:18 air enggak sih ini kedele? Enggak. 1:04:21 Makanya di daerah NTB itu daerah Kedele, 1:04:23 daerah Lombok, daerah itu daerah 1:04:25 Kedelee. NTT pun bisa ditanami kedele. H 1:04:28 itu. Kemudian di daerah Jawa Timur juga 1:04:30 banyak kedel daerah-daerah kebun, 1:04:32 daerah-daerah yang kering itu. Justru 1:04:35 ini kedele itu bagus untuk ee rotasi 1:04:39 tanaman ya. setelah padi musim keringnya 1:04:42 kedele atau daerah-daerah yang kering 1:04:46 itu ditanami kedele karena di samping 1:04:47 dia itu menghasilkan ee protein dia juga 1:04:51 menyuburkan tanah. Jadi setelah kedele 1:04:54 untuk ditanami apa saja tanahnya lebih 1:04:55 subur itu. 1:04:58 Oke. Baik. Minta nomor teleponnya Prof. 1:05:02 dong. Oke. Ini silakan dicatat ya. 1:05:05 Profesor Ali Zoom Masar nomor 1:05:08 teleponnya. Beliau beralamat di 1:05:11 Serang nomornya 08. 1:05:15 Kemudian 1 1 satunya 3 kali kemudian 3 1:05:21 kemudian 1:05:22 44 kemudian 62 08 1:05:27 1ya 3 * 3 1:05:32 44 62 1:05:36 0811 3 4 6. 1:05:41 Ini ada yang tanya lagi. Jadi 1:05:44 kesimpulannya kedele itu umurnya berapa 1:05:47 yang menggunakan teknologi MIGO? Ee 1:05:50 kedele di Indonesia ini ada yang umurnya 1:05:54 72, ada yang 90, ada yang 90 ee 5. Ya. 1:06:01 Yang kedua, jadi banyak pilihan Pak. 1:06:04 Kalau kedele Migo ini yang saya buat 1:06:07 umur 8790. 1:06:09 Ada juga kedeleai yang umurnya kurang 1:06:11 dari itu. Itu sudah ada di beberapa 1:06:14 variet ee galur yang kita punya. 1:06:19 Jadi maksimal di Indonesia itu paling 1:06:21 100 hari kedele. Se setahu saya ya. Beda 1:06:26 dengan yang di ee daerah subtropis di 1:06:29 Jepang itu kedelinya 4 bulan, Pak. Lama 1:06:32 ya? Iya. He. 150-an 160 hari di situ. Ee 1:06:40 Prof. Apa kelebihan dari susu kedelei? 1:06:43 Ada nanya susu kedele. 1:06:45 Nah, susu kedele ini itu ada kandungan 1:06:49 lisinnya. 1:06:51 Jadi, itu tidak dimiliki di 1:06:54 susu-susu ee dari hewani ya. Yang kedua 1:06:58 untuk 1:07:01 ee ibu-ibu yang katakanlah menyusui yang 1:07:06 anaknya itu ada alergi terhadap susu 1:07:08 sapi, maka susu kedele tidak. itu. Dan 1:07:12 yang lebih bagus lagi ini adalah kedele 1:07:16 ini bukan untuk susu kedeleai bukan 1:07:19 hanya sekedar untuk anak-anak ya, tapi 1:07:21 ibu-ibu itu sebetulnya harusnya wajib 1:07:23 itu kalau mau supaya supaya kulitnya 1:07:27 halus karena vitamin E-nya kan tinggi 1:07:29 dan dia punya genesttin dan 1:07:31 progestorennya itu ada tinggi ya. itu 1:07:33 semacam hormon untuk reproduksi atau ee 1:07:39 regenerasi sel sehingga akan kelihatan 1:07:42 lebih mudah. Kemudian juga 1:07:46 reproduktifnya ee organ reproduksinya 1:07:49 itu juga menjadi lebih sehat untuk lebih 1:07:53 subur ya. Lah kalau yang seperti itu kan 1:07:56 banyak disukai sama wanita, ibu-ibu kan. 1:08:01 Prof, saya punya tanah. Bagaimana saya 1:08:03 enggak ngerti soal pertis, tapi saya 1:08:05 tertarik dan kedelai. Ee apakah saya 1:08:07 bisa menanam kedele dan mohon sarannya? 1:08:11 Gampang, Bu. Ibu bisa menanam kedele di 1:08:13 mana aja. Kalau kalau Ibu mau 1:08:16 menseriusen ini, kita ada tempatnya 1:08:19 untuk vokasi dan untuk pelatihannya. He. 1:08:22 Biasanya magang pun kita terima di 1:08:24 tempat pusat pelatihan 4B ya, pusat 1:08:27 penelitian pengembangan, dan penerapan 1:08:29 bioteknologi kita yang ada di Serang itu 1:08:32 lahannya 60 hektar. Jadi bisa untuk 1:08:34 pelatihan, untuk magang. Nah, kalau 1:08:37 sudah paham di situ 3 bulan, minimal 1 1:08:40 bulan ditempatkan di mana aja 1:08:42 insyaallah. Enggak. Dia mintanya nanti 1:08:45 make money enggak? Yo pastilah kalau 1:08:48 kita nanam kalau tidak menghasilkan duit 1:08:50 untuk apa gitu. 1:08:52 Oh, gitu. Pasarnya sudah ada ya? Pasar 1:08:54 enggak usah khawatir karena dari impor 1:08:56 aja kita 2,7 ya kan. Kalau kita mau 1:08:59 kerjakan sendiri juga lebih banyak lagi. 1:09:01 Kita bisa membangun juga nanti dengan 1:09:04 teman-teman di Parad Nusantara, kemudian 1:09:07 di Desa Emas, kemudian di Apmigo, di 1:09:10 Maporina itu dengan pesan-pesantren kita 1:09:13 bikin sendiri yang namanya apa itu ee 1:09:16 pengrajin tahu tempe yang berasal dari 1:09:17 kedai lokal. He. Nah, ini setidaknya 1:09:21 bisa ngukur kebutuhan lokal kecilnya 1:09:23 berapa sehingga pasukannya berapa. Nah, 1:09:25 itulah yang harus kita hitung. Nah, 1:09:27 sehingga misalkan kalau saya kiai di 1:09:30 satu pondok 1:09:31 pesantren punya apa itu santri saya kan 1:09:34 3.000 atau 4.000 pasti kan tiap hari ada 1:09:38 menu tahu tempe toh. Iya. lah itu 1:09:40 daripada lagi enggak perlu beri lagi. 1:09:43 Suruh nanti unit usahanya dari pesantri 1:09:45 itu membuat produksi tahu tempe tapi 1:09:48 kedelinya suruh tanam dari petani 1:09:50 sekitar kan itu selesai urusan. Waduh. 1:09:52 Dan kedele migu kita ini gitu. Ini ada 1:09:55 yang ada yang tanya kalau mencari 1:09:57 pekerja tani susah enggak sih? Katanya 1:09:59 agak susah sekarang. Iya. Kalau sekarang 1:10:01 ini memang terjadi pergeseran ya 1:10:04 shifting dari mereka sudah kenal HP ya. 1:10:06 ya sudah kenal HP soalnya. Iya. Oleh 1:10:09 karena itu kita juga sudah mengajarkan 1:10:11 sekarang aplikasi teknologi untuk ee 1:10:14 kedele ini sudah menggunakan digital 1:10:16 juga. Oh. Jadi ee ada aplikasi untuk 1:10:20 ngontrol tanaman, untuk mengingatkan 1:10:23 kapan harus dilakukan kegi 1:10:25 tindakan-tindakan penyiraman enggak 1:10:26 perlu ya. Penyiraman tiap berapa lama 1:10:28 sekali enggak perlu sepanjang ada musim 1:10:30 hujan itu enggak perlu katanya enggak 1:10:32 doyan enggak terlalu doyan air memang. 1:10:36 Kedel tidak memerlukan penyiraman yang 1:10:37 khusus. Tetapi kalau kita dalam musim 1:10:39 kemaro paling tidak di setiap katakanlah 1:10:42 seminggu sekali bolehlah itu 1:10:43 diintermitten dikasih air masuk itu 1:10:45 supaya enggak terlalu kering. Kalau 1:10:46 terlalu kering juga enggak produksinya 1:10:49 kurang bagus. Itu ini ada yang tanya 1:10:51 kalau yang modern kita bisa menggunakan 1:10:53 ini ya sprayer pakai Dok bagaimana eh 1:10:56 Prof? bagaimana kalau daerah ee pada 1:10:58 larang karena di sana ada tanah kapur 1:11:00 bisa tumbuh. 1:11:02 Nah, kedele ini bisa tumbuh mulai dari 1:11:05 pH 1:11:07 4,5 atau 4 ya pada kedele tertentu 1:11:11 sampai pH8. Jadi bisa sepanjang di situ 1:11:15 jangan kapur murni, harus ditambahkan 1:11:17 kompos lah. Oh, gitu. Iya. Atau 1:11:19 tambahkan bahan organik. Kalau kampur 1:11:21 murni kan ya panas ya. 1:11:23 Heeh. Itu kalau tanahnya mengandung 1:11:26 kapur misalkan bahannya ada sekitar di 1:11:28 atas tujuh gak ada masalah malah bagus 1:11:30 kedele itu nanti bijinya itu apa padat 1:11:35 dan berisi. Oke. Waduh kalau cerita sama 1:11:39 Prof. Ali enggak habis-habis nih kita 1:11:41 sudah dibatasi oleh waktu ini. Terakhir 1:11:43 sekarang saya akan bacakan lagi nomor HP 1:11:45 dari Prof. 1:11:47 Ali Zum Mashar. Beliau adalah ahli ee 1:11:51 tanaman kedelei. Silakan dicatat 1:11:54 nomornya. 1:11:55 08 111 satunya tiga kali. Kemudian 3. 1:12:01 Kemudian 1:12:04 44 1:12:07 6211ya 3 kali 3 1:12:11 44 62. Prof. Ali Zoom Masar. Silakan 1:12:16 lihat di Google juga ada. Terima kasih 1:12:18 Prof sudah memberi pengetahuan kepada 1:12:20 kita semua. Ini kapan-kapan mau undang 1:12:23 lagi ya. Eh, monggo silakan. Saya 1:12:25 Muhammad Krishna juga Neza juga Anis dan 1:12:29 kami terima kasih kepada Aangci yang 1:12:32 sudah menghadirkan Prof ini ya. Oke, 1:12:35 kita jumpa lagi di lain waktu. Saya 1:12:37 Muhammad Krishna. Wasalamualaikum 1:12:38 warahmatullahi wabarakatuh. 1:12:40 Waalaikumsalam.