Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- ali sayyidina Muhammad. Alhamdulillah
- kita jumpa lagi di pagi hari ini bersama
- Ustaz Husin Min Hamid Alatas juga Ustaz
- Abu Bakar Baraja dan Mbah Hajah Nur
- Nuning dalam acara psikologi keluarga.
- Di sini juga tentu saja ada Atep
- Siabudi, ada Gustaf, ada Hafiz dan Ustaz
- Hasan Sajali yang ikut mendukung acara
- ini sehingga kita tambah semangat ya.
- Ada berapa kasus ya Mbak Luning? Dua
- kasus apa tiga kasus ya? masuk ee nanti
- akan dibahas oleh Ustaz Husein dan Ustaz
- Abu Bakar Baraja. Asalamualaikum Ustaz
- Husein, Ustaz Abu Bakar.
- Ee kasus yang pertama adalah tentang
- seorang wanitanya mengadu karena
- calonnya nih belum dapat kerja. Lalu
- bagaimana bapak ibunya juga sudah cerai,
- masing-masing sudah kawin lagi. Nah,
- bagaimana dia menghadapi persoalan ini?
- Yang satu lagi seorang suami yang sudah
- cerai dengan istrinya. Dia sudah punya
- calon baru. Memang sudah dicarikan
- beberapa rumah, tapi tidak cocok. Tapi
- dengar-dengar sekarang sudah kembali
- lagi ke istri pertama. Apakah ini perlu
- ee nikah lagi dan perlu dirilis lagi
- masalah-masalah lamanya? Demikian ee
- Ustaz Husin supaya mendapat keberkahan
- dalam acara ini, kita mari kita membaca
- al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin arrahmanirrahim.
- Maiki
- yaumiddin. Iyaka na'budu wa iyaka
- nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina an'amta
- alaihim ghairil maghdubi alaihim
- waladin.
- [Musik]
- Alhamdulillah kita sudah baca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan dengan
- al-Fatihah ini Allah kasih kemudahan
- bagi kita untuk menyelesaikan
- masalah-masalah yang kita hadapi. Mbak
- Nun silakan dibacakan kasusnya seperti
- apa. Terima kasih Mas Krishna.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz Husein, Ustaz Abu
- Bakar, dan semua yang bersama-sama
- psikologi keluarga. Mudah-mudahan dua
- kasus ini juga mempersuasi kita ya.
- Siapa tahu ada yang perlu juga
- jawabannya. Jadi yang pertama ini suami
- sudah cerai mau kawin lagi dan untuk
- istri bar calon istri barunya dia
- carikan rumah yang keren-keren cukup
- mewah tapi calon istrinya enggak cocok
- melulu. Akhirnya betek mungkin dia
- kembali lagi ke istri lamanya. Nah,
- pertanyaannya Ustaz, haruskah menikah
- lagi dengan istri pertamanya dan
- bagaimana dengan perilaku mantan
- istrinya yang suka kasar perlu enggak
- dibahas pada saat nanti kita kembali
- bersama? Itu yang pertama. Kemudian yang
- kedua, Ustaz Husein dan Ustaz Abu Bakar.
- Saya usianya masuk 26 tahun.
- seorang wanita yang sudah kuliah selesai
- tapi belum dapat pekerjaan. Saya ingin
- menikah tapi belum ada laki-laki yang
- datang ngajak serius. Ada juga yang
- memasuki tetapi saya enggak suka dengan
- perilakunya, Ustaz. Jadi saya masih
- menunggu seorang laki-laki yang baik.
- Mencari seseorang yang baik memang juga
- susah ya. Gimana caranya dong, Ustaz?
- biar saya mendapatkan seorang laki-laki
- yang baik. Kedua orang tua saya sejak
- saya masih SMP sudah pisah dan
- masing-masing sudah punya pasangan,
- punya suami dan punya istri. Ustaz, apa
- yang harus saya lakukan? Terima kasih.
- Iya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Allahumma sholli ala
- sayyidina wa nabina
- Muhammadin imamil
- muttaqin almab'i rahmatan lil alamin wa
- ala alihi thyibin wasohabatihil ghuril
- mayamin
- wasairina ala nahjihi alqawimi ila
- yaumiddin. Subhanaka la ilma lana illa
- maa alamtana innaka antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyil
- adzim. Allahumma atina minika rahmah
- waimna min ladunka ilman nafi' waf'na
- bima
- alamtana. Amma ba'du. Ikhwan- akhwat
- pendengar yang dirahmati Allah.
- Salamullahi jamian warahmatullah
- wabarakatuh.
- Kehidupan penuh dengan
- liko-liku, terutama kehidupan rumah
- tangga. terkadang panas, terkadang
- dingin. Terkadang kita saksikan mereka
- mengarungi kehidupan dengan perasaan
- seolah-olah dunia milik
- mereka. Terkadang mereka merasakan dunia
- mengkhianati mereka.
- Padahal kalau kita perhatikan
- bersama-sama, Allah Subhanahu wa taala
- menetapkan norma-norma syariatnya
- selaras dengan norma-norma alamiah.
- Artinya yang berlaku di tengah-tengah
- alam ini baik itu lapang maupun sempit,
- susah maupun mudah, bahagia atau tidak
- tergantung bagaimana selarasnya kita
- dengan norma-norma syariat yang Allah
- Subhanahu wa taala ajarkan.
- Orang yang taat pada Allah mengikuti
- bimbingan
- petunjuknya. Walaupun hidup mereka
- biasa-biasa. Sebetulnya mereka orang
- yang paling menikmati
- kebahagiaan. Tapi ada orang hidup di
- tengah-tengah kehidupan yang megah,
- mewah,
- gemerlap. Orang menganggap mereka orang
- yang paling beruntung. Laki-lakinya
- berpendidikan tinggi, kaya raya.
- Wanitanya juga berpendidikan tinggi,
- cantik, jelita. Ternyata selalu mereka
- melalui hidup dengan keluh kesah sampai
- orang mengatakan kalian berdua tidak
- bersyukur. Lalu masing-masing mereka
- mengatakan kalian tidak tahu keadaan
- kami yang
- sebenarnya. Jadi sebetulnya salah
- besar orang-orang yang berpaling
- meninggalkan Allah Subhanahu wa taala.
- Akhirnya begitu Allah meninggalkan
- mereka, mereka kehilangan segala-galanya
- walaupun memiliki segala-galanya.
- Nah, kasus
- pertama seorang laki-laki
- yang menetapkan untuk berpisah dari
- istrinya lalu bertemu dengan seorang
- wanita baru. Dia sudah merasa cocok
- dengan wanita ini dan dia seorang
- ustazah
- ya. Lalu si
- laki-laki rencana untuk mempersiapkan
- rumah barunya.
- dia bawa calon istrinya ke sana kemari
- untuk memilih rumah.
- Ternyata dia tidak cocok di sana maupun
- di sini. Apa yang
- ditawarkan ternyata belum memuaskannya.
- Padahal itu semua merupakan rumah-rumah
- mewah di daerah-daerah yang
- elit. Akhirnya rupanya dia merasa jemu
- terhadap istri yang kedua. Ternyata
- tidak lebih baik dari yang pertama. Dia
- berpikir untuk kembali pada yang
- pertama.
- akan memulai hidup baru bersama yang
- pertama. Mudah-mudahan mereka bisa
- menemukan kebahagiaan mereka dan
- memperbaiki kesalahan mereka dengan
- pengalaman perpisahan ya yang mungkin
- menjadi pelajaran buat istri, pelajaran
- juga buat dirinya. Terkadang kita ini ee
- berpikir bahwa kita dengan wanita baru
- bisa menemukan kebahagiaan kita.
- Ternyata begitu dia mencoba, dia temukan
- ternyata yang
- baru sebetulnya apa? Tidak lebih baik
- dari yang pertama. Kalau kita masih bisa
- memperbaiki hubungan kita dengan istri
- kita, hendaknya jangan kita coba-coba
- untuk apa? Coba-coba untuk berpisah.
- Apalagi kalau sudah memiliki anak karena
- konsekuensinya dan resikonya cukup
- besar.
- akhirnya bukan keluar dari kemelut, maka
- kita akhirnya menghadapi kehidupan yang
- kusut di sana sini kita akhirnya apa?
- Harus membawa
- persoalan. Nah,
- bagi suami yang ingin kembali kepada
- istrinya, kalau dia berpisah dari
- istrinya belum menghabisi masa idahnya.
- Masa idah ini masa ya di mana seorang
- wanita statusnya masih sebagai
- istri
- hingga waktu idahnya
- berlalu. Nah, waktu idah ni bilangan
- waktu yang ditetapkan Allah Subhanahu wa
- taala bagi wanita yang masih memiliki
- kebiasaan datang bulan yang masih
- subur itu sebanyak tiga kali suci dan
- haid.
- tiga kali suci dan haid. Jadi kalau
- seorang wanita katakan
- diceraikan pada katakan hari
- kesembilan, hari kesemi semilan masih
- dalam keadaan suci. Karena kalau dia
- bukan dalam keadaan suci, lalu suaminya
- menjatuhkan cerai pada saat itu tidak
- sah juga. Bukan dalam keadaan datang
- bulan.
- Dia hanya boleh menceraikan istrinya
- pada saat istrinya dalam keadaan suci
- dan pada masa sucinya belum pernah
- digauli. Karena kalau pernah digauli
- sebelumnya kemudian dia ceraikan itu
- dikhawatirkan nanti muncul kecurigaan
- seandainya dia hamil. Apakah hamil dari
- dirinya? Apakah hamil dari orang
- lain. Jadi yang dibenarkan Allah
- sebagaimana dalam suratut thalaq. Ya
- ayyuhan nabi idza thaqtumunisa
- fatholiquunna liiddatihin. Wahai nabi ya
- sampaikan pada umatmu bila kalian ingin
- menceraikan istri kalian maka ceraikan
- mereka pada saat mereka dapat memulai
- idah mereka itu pada saat suci sebelum
- digauli. Bukan dalam keadaan haid, bukan
- dalam keadaan suci yang pernah digauli
- pada masa sucinya.
- Nah, apabila diceraikan istrinya pada
- masa suci sebelum dia
- menyentuhnya, maka si istri harus
- menunggu satu kali suci kemudian
- berakhir dengan apa? Dengan berakhirnya
- masa haidnya. Kemudian masuk lagi satu
- kali suci
- kemudian haid, kemudian masuk lagi suci.
- Nah, begitu waktu haid yang ketiga
- berakhir, maka berakhirlah hubungan di
- antara
- mereka. Kalau mereka ingin kembali lagi,
- maka diharuskan menikah kembali. Tapi
- kalau pada masa
- iddah si suami ingin kembali pada
- istrinya tidak perlu menikah lagi. Dia
- bisa mengatakan pada istrinya, "Saya
- ingin kembali kepada kamu." Ya, si istri
- tidak dapat menolak tanpa alasan yang
- diterima. Kalau suaminya KDRT, ya KDRT
- suka memukul istrinya, maka penolakan si
- istri bisa diterima. Itu pun
- diselesaikan di pengadilan. Jadi kalau
- suami ingin kembali pada istrinya, si
- istri masih dalam waktu idah, dia tidak
- perlu menikah
- lagi. Nah, kalau dia tidak kembali lagi,
- maka mereka menghadirkan dua orang saksi
- yang adil yang menyaksikan bahwa mereka
- ingin
- berpisah. Tujuannya untuk menjaga
- kehormatan mereka dan hak masing-masing.
- Ini merupakan hukum dan adab perceraian
- yang ditetapkan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Jadi kalau seandainya bapak berpisah
- dengan
- istri dan dia masih dalam waktu idah,
- Bapak tidak perlu menikah lagi. Kalau
- seandainya apa? Kalau seandainya sudah
- berakhir waktu idahnya tapi surat surat
- perkawinan belum
- diselesaikan, Bapak bisa menikah di
- hadapan seorang ustaz dengan
- menghadirkan ya saksi dari pihak
- keluarga. tidak perlu kita harus ke
- penghulu lagi karena surat masih
- apa?
- Masih masih berpasangan, belum berpisah.
- Tapi kalau sudah berpisah kemudian
- surat-surat sudah diselesaikan, maka
- dengan sendirinya kembali lagi ke Kantor
- Urusan Agama untuk mengembalikan
- hubungan Anda. Jadi hendaknya
- betul-betul soal perceraian ini
- dipertimbangkan
- matang-matang dan mohon kepada Allah
- untuk menuangkan rasa sakinah dalam
- hati, kedamaian yang bisa membangun
- kerja sama dalam keridaan Allah.
- Kalau Anda berdua lupa kepada Allah atau
- salah satunya lupa kepada Allah, Anda
- tidak akan pernah merasakan kebahagiaan
- yang
- sejati. Akhirnya Anda akan melalui
- kehidupan rumah tangga dalam hati yang
- tidak nyaman, tidak tentram. Anda
- terpaksa untuk tetap berpasangan
- walaupun hati sudah apa? Tidak suka.
- Akhirnya Anda bisa saja melakukan
- perbuatan-perbuatan yang tidak benar di
- luar. Jadi sebaiknya dalam mengarungi
- kehidupan rumah tangga, Anda bertakwa
- pada Allah dan selalu mohon kepada Allah
- agar memberikan kedamaian, kebahagiaan
- di hati Anda berdua agar Anda
- betul-betul menjadi pasangan yang
- betul-betul mampu untuk mengemban amanat
- Allah, mendidik anak-anak juga dalam
- keridaan Allah Subhanahu wa taala.
- Dan sebagai pelajaran ya bagi kita
- semua. Saya temukan rata-rata orang yang
- berapi untuk
- berpisah. Berapa lama kemudian mereka
- menyesal? Ada seorang wanita mengadu
- kepada seorang
- pengacara. Keluh kesahnya mengenai
- perilaku suaminya.
- Akhirnya si pengacara ini perempuan
- kebetulan hatinya panas berapi-api
- mendengarkan cerita wanita ini.
- Langsung diajak si wanita untuk
- mengajukan gugatan perceraian. Kamu
- enggak usah pusing-pusing. Saya yang
- mengurus
- nanti.
- Akhirnya diwakili oleh pengacara
- ini mengurus perceraian di antara
- mereka hingga mereka berpisah.
- Akhirnya si pengacara telah merasa
- dirinya telah melakukan satu perbuatan
- baik yang mulia menolong seorang wanita,
- membebaskannya dari apa? Dari kehidupan
- yang tidak bahagia. Beberapa bulan
- kemudian si pengacara bertemu kembali
- dengan wanita ini. Ternyata wajahnya
- kusam,
- kurus, penuh dengan kesedihan. Si
- pengacara tanya, "Ada apa lagi? apa yang
- kamu rasakan? Dia bilang, "Mbak,
- ternyata saya merasa sekarang saya lebih
- menderita dibandingkan saat saya masih
- bersuam." Dia merasa dia seperti
- layangan
- putus. Walaupun dia cukup cantik, tapi
- kenapa semenjak berpisah dia baru
- merasakan betul-betul apa
- nilai kehidupan rumah tangga bersama
- suaminya. A si pengacara langsung
- mengatakan, "Mulai saat ini saya
- bersumpah tidak akan lagi melibatkan
- diri saya. Ya, dalam urusan perceraian
- semacam ini saya menyesal. Saya
- menganggap ya dengan memisahkan mereka
- akan berbahagia tapi ternyata tidak
- seperti yang diduga. Jadi kehidupan
- suami istri ini seperti apa? Seperti
- sesuatu yang telah menyatu dengan
- daging. Kalau ditarik
- apa? Akhirnya bukan seperti rambut dalam
- adonan ditarik dia tidak akan melekat.
- Tapi kalau sudah menyatu sekian lama
- hidup bersama, mereka terkadang tidak
- merasakan nilai dari hubungan mereka.
- Begitu berpisah baik si wanita maupun si
- laki-laki merasakan penyesalan. Oleh
- karena itu sebaiknya diberikan nasihat.
- Kalau kesalahan dari pihak laki-laki
- agar dia memperbaiki dirinya, diingatkan
- juga akan tanggung jawab di hadapan
- Allah. Juga peran istri dan kebaikannya.
- Kalau kesalahan dari pihak istri, coba
- diberikan nasihat agar dia menyadari dan
- diingatkan akan nikmat Allah. Kalian
- berpasangan saat ini, kalau kalian
- berpisah, kalian bisa menyesali
- ya akibat-akibat yang timbul setelah
- perceraian. Dan hampir kebanyakan orang
- yang bercerai ya mereka menyesal.
- Kecuali kalau sebab perceraiannya memang
- satu hal yang apa yang mendasar seperti
- perselingkuhan atau perbuatan-perbuatan
- yang tidak
- benar. Adapun kasus yang kedua, seorang
- wanita sudah berusia 26 tahun sudah
- lulus kuliah, belum ada pekerjaan.
- sampai saat ini statusnya masih single,
- belum bersuami. Dan dia sedang menunggu
- ya pangeran atau Arjuna ya yang datang
- untuk menjemput dirinya. Pernah satu
- kali seorang
- laki-laki melamarnya tapi dia tidak
- merasa apa cocok karena perilakunya yang
- tidak
- baik. Seorang wanita memang selalu dalam
- kear menunggu.
- Kecuali kalau ada pihak keluarga yang
- memperkenalkan ke sana
- kemari. Dan biasanya pihak wanita itu
- gengsi kalau harus memperkenalkan
- wanitanya kepada pihak
- laki-laki. Padahal
- sebetulnya seorang ayah dan ibu dari
- seorang wanita tidak perlu sama sekali
- merasa gengsi untuk menjemput pria baik.
- Kalau dia kenal ada lelaki baik-baik ya
- yang bertanggung jawab. Kalau dia
- perkenalkan anaknya pada pria tersebut
- bukan merupakan satu yang merendahkan
- dirinya. Kecuali kalau dia melihat ee
- katakan ee harta sebagai tolok ukur ya
- atau jabatan dan lain-lain sebagainya.
- Tapi kalau untuk mendapatkan pria yang
- baik, yang saleh bagi istri itu
- merupakan tanggung jawab seorang ayah.
- Jadi bisa saja dia berkenalan dengan ee
- dia memperkenalkan anak dari
- teman-temannya atau orang yang katakan
- dia apa direkomendasikan oleh temannya
- yang baik untuk mengenal
- putrinya. Tapi ternyata ayah dari wanita
- ini sudah menikah dengan wanita yang
- lain. Si ibu juga sudah menikah dengan
- pria yang lain. Masing-masing disibukkan
- dengan pasangannya yang bukan orang
- tuanya.
- Akhirnya menambahkan betul-betul apa?
- kesedihan bagi wanita ini. Nah, di saat
- anti tidak menemukan orang yang bisa
- membantu, coba mohon pada
- Allah. Bangun
- malam kemudian sujud, setelah bertasbih
- mohon pada Allah agar Allah kirimkan
- baginya pasangan yang saleh, yang baik,
- yang akan membahagiakan dirinya dan dia
- dapat hidup bersama dalam keridaan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Jangan sekali-kali kita memandang sepele
- doa. Doa ini betul-betul merupakan
- keajaiban yang luar
- biasa. Dan inti daripada ibadah kita
- kepada Allah adalah doa. Dan Allah
- paling senang melihat hambanya yang
- memohon dan berdoa kepadanya. Bahkan
- Allah memberikan apa? Kabar gembira.
- Uduni astajib laku. Mohon padaku.
- Niscaku akan kabulkan permintaan kalian.
- Ini janji dari Allah.
- Dan Allah juga ingatkan betapa dekatnya
- Allah dengan kita. Wa saalaka ibadi anni
- fainni qib. Apabila hambaku bertanya
- padamu di mana aku, sesungguhnya aku
- amat dekat. Bahkan lebih dekat kepada
- kita daripada kedua orang tua kita.
- dari orang yang paling dekat dengan
- kita, Allah lebih dekat lagi. Tanpa kita
- bersuara, hati kita ya berbisik atau
- bersuara dengan lirih mengajukan
- permohonan kita, Allah Subhanahu wa
- taala mendengarkan
- semua harapan dan permintaan kita. Nah,
- kalau seandainya
- anti betul-betul mendekatkan diri kepada
- Allah, merapat ke sisinya, memohon
- dengan
- sungguh-sungguh, perbanyak mengerjakan
- salat, perbanyak juga beristigfar, mohon
- pada Allah insyaallah Allah subhanahu wa
- taala kirimkan bukan hanya pria yang
- baik bagi Anda, tapi pria yang
- betul-betul akan membawa kebahagiaan
- bagi Anda. Jangan pernah berkecil hati,
- jangan pernah berputus asa, dan jangan
- kita merasa seolah-olah kita ini
- sendiri. Selagi kita bersama Allah,
- berarti kita bersama alam dan seluruh
- istrinya. Karena alam dan seluruh
- istrinya di tangan Allah. Begitu pula
- laki-laki yang Anda idam-idamkan di
- tangan Allah, hatinya juga di tangannya.
- Allah kuasa untuk menggerakkan hatinya
- datang kepada Anda, ya, mengajukan
- pinangan.
- Oleh karena itu, persiapkan diri Anda
- untuk menyambut pinangan tersebut dengan
- syarat Anda mohon kepada Allah dan
- jalankan perintah Allah Subhanahu wa
- taala. Semoga Allah kirimkan buat Anda
- pria yang akan membawa kebahagiaan bukan
- hanya dalam kehidupan dunia tapi juga
- dalam kehidupan akhirat nanti.
- Wallahuam.
- Iya, ikhwan akhwat.
- Jadi mendengar apa yang disampaikan oleh
- Ustaz Husein coba deh ya yang masih
- merasa perlu ganti orang ganti pasangan
- untuk merenungkan kembali kira-kira apa
- yang akan disampaikan Ustaz Abu Bakar ya
- terkait dengan kasus ini. Yuk kita
- simak.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah segala nikmat yang
- diberikan kepada
- kita, segala
- curahan hati yang begitu
- menyenangkan dan kita mendapatkannya
- dengan
- kebahagiaan dan kita mendapatkan dengan
- senang hati karena curahan nikmat dan
- syukur yang diberikan Allah.
- senantiasa selalu membuat bergembiranya
- hati
- kita. Hati kita
- ini tidak akan bisa senang dan bahagia
- ketika kalau nikmat dan syukurnya
- Allah tidak berdekatan dengan kita.
- Kalau kita berdekatan dengan Allah,
- selalu kita akan merasakan apa yang tadi
- dikatakan bahwa alam ini juga
- pegangannya Allah dan kita dekat dengan
- alam ini.
- Subhanallah. Begitu
- nikmatnya. Hati kita ini nikmatnya bukan
- main. Namun hati ini
- bergerak, hati ini mencar. Hati
- ini berkeliaran ke
- mana-mana. Ke mana dia
- datangnya? Kita tidak
- tahu mau ke mana. Dia tidak
- tahu. Melihat ada
- seorang istri yang pertama, dia kurang
- menyenangkan. Dia akan cari lagi untuk
- menjadi senang.
- Bukan bagaimana istri yang pertama itu
- dibimbing,
- diarahkan agar supaya dia
- benar-benar kalau dia tidak bisa
- benar-benar tidak bisa
- dibimbing itu apa
- katanya. Namun
- pikirannya ada yang lain, ada yang naman
- nantinya. Di sinilah
- tempatnya. Begitu goyangnya hatinya dia.
- Dia melihat seorang wanita, dia
- senang. Dia
- ambil, dia
- nikahkan. Apa
- tadi? Bingung. Mencari tempat, mencari
- bayangan. Apa yang terjadi ketika
- menjadi seorang istri tidak pernah ikut
- sama
- suami? Menjadi seorang istri tidak ikut
- sama suami. Apa yang
- terjadi? Kalau yang pertama ikut tapi
- menentang, ikut tapi ngomel dan berbagai
- macam misalnya.
- Ada beberapa perbedaan itu. Perbedaan
- inilah yang membuat hatinya tidak
- tenang. Jadi
- bagaimana kembalikan pada
- dirinya. Ajak dirinya kepada Allah. Ajak
- dirinya kepada Allah dengan
- aturan-aturan Allah. Insyaallah yang
- pertama bisa.
- bisa melakukan dan berjalan bersama,
- insyaallah akan lebih
- baik. Apa yang terjadi? Kok bisa dia
- bisa diarahkan? Benar. Ketika seseorang
- yang benar-benar bisa diarahkan kepada
- Allah, dia akan
- ikut. Bukan yang kedua.
- Dikasih rumah yang mewah, dia enggak
- mau. Dikasih rumah yang kayak gini dia
- tidak mau. Artinya dia tidak mau dengan
- diri kita. Dengan rumahnya saja sudah
- tidak mau, apalagi sama
- dirinya. Dengan rumah yang mewah saja
- dia tidak inginkan, bagaimana dengan
- diri kita? Itu yang namanya yang kedua.
- Jadi bagaimana dong yang pertama kah?
- Yang kedua kah? Pilihan dia mau balik
- lagi sama yang kedua eh yang pertama dia
- bingung bagaimana nih saya mau balik
- lagi sama yang yang pertama. Yang kedua
- diapakan? Apakah dipisahkan? Apa yang
- tidak?
- Itulah yang menjadikan proses di mana
- dirinya
- bisa. Kalau memang bisa mengambil
- dua-duanya itu yang lebih bagus. Kalau
- cuman bisa satu saja ya pilih saja
- satu. Bingung memilihnya ke yang mana,
- yang pertama apa yang
- kedua. Itulah yang membingungkan.
- Ya. Jadi membingungkan. Kalau yang kedua
- sudah dipisahkan tinggal yang pertama.
- Bagaimana yang pertama ini bagaimana
- mengarahkan kepada Allah? Mengarahkan
- kepada Allah nikmatnya bukan main.
- arahkan berjanji akan
- setia dan taat kepada Allah dan orang
- tua. Ketika dia sudah senang dan dia
- taat kepada Allah, kalau dia taat kepada
- Allah, kepada suami juga
- taat. Jadi taatnya kepada suami karena
- Allah, bukan karena dirinya.
- Itu yang lebih
- baik. Itu yang bisa membuat hati kita
- menjadi kuat, menjadi senang, menjadi
- bahagia karena seorang istri yang taat
- kepada
- Allah. Karena seorang istri yang taat
- sama Allah pasti dia akan taat kepada
- suaminya. Tidak akan pernah bisa ke sana
- kemari. Kalau yang pertama mau diajak
- kepada Allah, insyaallah itu lebih baik.
- Kalau yang kedua mau diajak kepada
- Allah, insyaallah akan lebih baik.
- Bagaimana? Ya dikasih rumah apapun dia
- terima. Bukan waduh dikasih rumah kayak
- gini, aduh enggak enak. Oh, dikasih
- rumah ini kurang bagus, ini kurang
- bagus. Semuanya kurang bagus. Apa yang
- dia inginkan?
- rumah yang
- bagaimana? Apakah dia sendiri dengan
- bisa menentukan dirinya? Itu kita enggak
- tahu. Yang pertama, yang kedua. Kalau
- dia mau balik lagi yang pertama,
- insyaallah tadi sudah diterangkan masa
- idah dan masa yang belum idah.
- Ya, kalau sudah masa idah ya, kalau
- sudah selesai menikah lagi. Kalau belum
- selesai langsung
- merujuk. Itu yang pertama.
- Bagaimana melihat dan mengajak dia
- kepada Allah dan dia mau mengikuti apa
- yang diaturkan karena Allah, insyaallah
- dia akan bisa lebih
- baik. Oke, itu yang pertama. Terus yang
- masih mencari pasangan. Yang masih
- mencari
- pasangan. Nah, ini yang lebih baik.
- Yang kedua, seorang wanita sudah usia 26
- tahun dia merasakan
- sendiri. Dia merasakan sendiri. Padahal
- di rumahnya ada ibunya, di bapaknya juga
- ada karena dia sudah pisah ya. Ee mama
- sama ibu papanya suka sudah pisah.
- Papanya sudah menikah, ibunya sudah
- menikah. Jadi dia dengan hidup dengan
- siapa? Sebelum dia mencari seorang
- laki-laki yang baik, dia perhatikan dulu
- dirinya. Perhatikan dirinya. Apakah
- dirinya juga baik?
- berkeinginan menjadi orang yang baik,
- tapi
- permasalahan ibu dan
- bapaknya yang semula waktu
- SMP terjadi keributan, saya enggak tahu
- apakah menjadikan keributan.
- Apakah pisanya dia melihat apa yang
- terjadi? Apa yang
- membuat ibunya marah sama bapaknya? Apa
- yang membuat bapaknya marah pada ibunya?
- Itu yang terjadi yang masuk kita
- mendengarkan. kita di dalam kamar, kita
- berada di satu pojok atau di
- mana kita
- mendengar karena siapa itu? Apakah
- karena diri saya, apakah karena orang
- lain atau karena siapa? Itu masih
- terka-terkahan pada waktu SMP.
- Jadi pada waktu dia masih SMP sebelum
- berpisah dia
- melihat
- ketidakcocokan antara dirinya dan ee
- antara dirinya dengan orang ee sori.
- Jadi ketidakcocokan orang tua dengan
- orang tua. Jadi mama sama ibunya tidak
- pernah
- cocok.
- Apa yang terpikirkan oleh si wanita itu?
- Dia membayangkan kalau nanti aku
- menikah, apakah nanti suamiku seperti
- bapak? Aku menjadi seorang ibu yang
- seperti ibuku.
- Tidak. Itu tidak pernah
- terjadi. Karena yang melakukan itu ibu
- dan bapaknya, bukan dirinya.
- Tapi itu yang terbayang dan itu yang
- terlihat, yang
- tergambarkan. Bagaimana dong kalau
- misalnya saya menikah dan ibu saya
- seperti menekankan kepada saya, kamu
- harus begini, kamu harus begini. Apakah
- itu tidak
- terpengaruh?
- Perhatikan. Ketika kita ingin menikah,
- kita umur 26 tahun. kita sudah menjadi
- diri
- kita, sudah menjadi diri kita sendiri,
- bukan ibu dan bapak. Boleh ibu dan bapak
- memberikan pengarahan.
- Boleh. Kalau baik kita ambil, kalau
- tidak baik kita
- lepaskan. Yang penting itu dia akan
- menjadikan kebaikan buat kita.
- Nah, menjadikan seorang bagaimana
- mendapatkan seorang
- laki-laki yang baik. Kita baikan dulu
- bahwa itu ibu saya, itu bapak saya.
- Katakan perbuatan yang negatif lepaskan.
- Jangan masukkan dalam pikiran.
- Kalau ada di dalam pikiran yang selalu
- terpikirkan, katakan itu tidak pernah
- terjadi bahwa mereka semuanya yang
- melakukan itu adalah mereka bukan saya.
- Jadi kita harus tegaskan sama diri kita
- bahwa yang melakukan itu mereka bukan
- saya menjadikan seorang wanita yang
- baik. Karena kita
- membersihkan, kita membersihkan apa-apa
- yang terekam, apa-apa yang masuk dalam
- pikiran kita. Kalau dia sudah masuk ke
- dalam pikiran kita, kita lepaskan. kita
- lepaskan, kita tinggalkan bahwa dia itu
- tidak
- benar. Karena dia itu tidak benar, jadi
- kita
- lepaskan. Kita lepaskan dan kita baru
- merasa diri kita. Nah, kalau kita sudah
- menjadi diri kita, yakinkan bahwa akan
- ada laki-laki yang baik. Karena Allah
- meyakinkan kepada diri kita memberikan
- informasi bahwa wanita wanita yang baik
- akan mendapatkan seorang laki-laki yang
- baik. Itu pasti. Jadi ada laki-laki yang
- baik akan kita dapatkan
- seorang ee laki-laki yang baik akan
- mendapatkan seorang wanita yang baik.
- Karena orang-orang yang baik ini mencari
- kebaikan insyaallah pasti akan datang
- setelah yang tadi Ustaz katakan kita
- mendekatkan diri pada Allah,
- bersujud ya,
- berdoa itu kemudian bersihkan diri kita.
- Jadi apa yang kita akan dapat yang
- bersih insyaallah yang bersih itulah
- yang
- terbaik
- insyaallah. Oke. Dan masih ada sedikit
- waktu kayaknya perlu tambahan dari Ustaz
- Husein deh. Silakan Ustaz.
- tadi
- ada pertanyaan pertanyaan yang belum
- terjawab itu. Apakah perlu si istri ini
- atau mantan istrinya diberikan nasihat
- karena ada sikap-sikap yang kurang
- baik. Ini memang
- harus diselesaikan melalui nasihat yang
- baik ya.
- Dan setiap orang berumah tangga, baik
- itu pria maupun wanita, mereka harus
- tahu apa kewajiban
- masing-masing. Jangan hanya haknya yang
- mereka tahu, tapi kewajibannya. Sering
- laki-laki selalu mengingatkan istrinya
- untuk taat, hormat kepadanya. Kalau
- tidak kamu tidak akan mencium bau
- surga. Lalu pernahkah dia bertanya pada
- dirinya? sudahkah dia menjalankan
- kewajiban pada
- istrinya? Karena kalau
- seorang menuntut haknya pada orang lain,
- tapi hak orang lain tidak dipenuhi, ini
- betul-betul merupakan tindakan yang
- tidak benar.
- Ini yang dinamakan almudofifin. Bukan
- hanya dalam
- perdagangan di saat berkaitan dengan
- haknya yang minta dipenuhi tapi hak
- orang lain dikurangi. Tapi menyangkut
- juga dalam pergaulan
- kita. Hargai orang lain sebaga
- sebagaimana kamu ingin
- dihargai. Hormati orang lain sebagaimana
- kamu ingin dihormati. berikan hak orang
- lain sebagaimana kamu ingin hak kamu
- diberikan. Oleh karena itu, setiap pria
- wanita yang berpasangan, mereka harus
- tahu
- kewajiban kewajiban mereka pada
- pasangannya sebelum dia menuntut
- haknya. Kemudian juga masing-masing
- harus tahu mana yang tidak boleh mereka
- lakukan. Apa yang tidak boleh dilakukan
- seorang suami pada istrinya.
- Begitu juga apa yang tidak boleh
- dilakukan seorang istri ya yang telah
- bersuami. Ini harus betul-betul
- dipahami. Jangan masing-masing hanya
- terbawa oleh egonya melihat pihak lain
- bersalah tapi tidak pernah bercermin
- melihat kesalahan dirinya.
- Nah, kalau seandainya seorang suami
- merasa terganggu dengan sikap istrinya,
- perbuatan yang tidak benar,
- ya kalau dia bisa memberikan nasihat
- langsung, itu lebih baik agar tidak
- melibatkan orang luar. Dalam hal
- ini, kalau perlu ajak istri untuk
- bersama-sama melakukan evaluasi dan
- perbaikan. Coba masing-masing kita
- melihat. Kalau saya punya kesalahan
- mungkin saya enggak bisa melihat ya.
- Enggak bisa merasakan. Mungkin kamu
- merasakan bahwa ada perbuatan saya yang
- tidak benar atau kamu melihat bahwa ada
- perbuatan saya yang salah. Mari kita
- bersama-sama melakukan perbaikan. Begitu
- juga kamu juga harus memiliki apa? Niat
- yang sama. Jadi saya lihat katakan kamu
- dalam hal ini ya katakan tidak benar
- selama ini sikap kamu mungkin terbawa
- cemburu atau kamu menganggap ini
- merupakan hal yang biasa tapi membuat
- saya menyakitkan
- hati. Nah, jadi sama-sama membuka diri
- bukan hanya melihat kesalahan
- pasangannya tapi dia juga siap untuk
- dikoreksi ini demi kebahagiaan mereka.
- rumah tangga ini merupakan rumah rumah
- rumah mereka bukan rumah orang lain.
- Jadi alangkah indahnya kalau
- masing-masing berusaha untuk menambal ya
- yang perlu ditambal, memperbaiki yang
- perlu diperbaiki, menghias apa yang
- perlu dihias karena mereka yang akan
- menikmati, mereka juga yang akan susah.
- Jadi setiap
- pria yang sudah bersuami, yang sudah
- beristri juga mereka memiliki anak harus
- tahu kewajiban mereka pada istri, pada
- anak. Begitu juga seorang istri pada
- suami dan pada
- anak-anaknya. Kalau mereka tidak
- melakukan hal ini, maka harapan untuk
- bisa menikmati rumah tangga yang penuh
- dengan suasana sakinah, mawadah, dan
- rahmah itu semuanya hilang.
- Dan ketahuilah bahwa ini tidak bisa
- digantikan dengan
- uang, tidak bisa digantikan dengan mobil
- mewah untuk menghibur ya. E katakan
- istri kita ya yang katakan merasa sakit
- hati dengan perbuatan kita. Akhirnya
- mobil mewah digunakan untuk keluyuran ke
- sana kemari
- nanti bergaul dengan orang-orang yang
- tidak baik. Begitu juga diberikan uang,
- diberikan kredit kas yang katakan
- unlimited bisa digunakan juga untuk
- hal-hal yang tidak benar dan tidak akan
- pernah tumbuh di hati istri cinta pada
- suami hanya dengan uang yang diguyurkan,
- dengan mobil, dengan fasilitas hidup.
- Akhirnya apa? Dia
- merasa ini semua diberikan suami karena
- perasaan
- bersalah. Akhirnya bisa saja
- disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak
- baik. Begitu juga suami. Istri tidak
- mungkin sama sekali bisa membuat
- suaminya hormat mencintainya kecuali
- dari perilaku yang baik dan mulia.
- Bagaimanapun dia kaya raya, cantiknya
- kalau tidak berperilaku baik dan mulia,
- suami tidak akan
- menghormatinya. Orang tidak akan mungkin
- bisa hormat dengan kekayaan maupun
- kedudukan. Itu semuanya hanya merupakan
- apa? penghormatan yang semu.
- Tapi dengan perilaku yang baik dan
- mulia, lama-kelamaan akan tumbuh rasa
- hormat, rasa cinta yang mendalam di hati
- seseorang. Oleh karena itu, ada seorang
- laki-laki Mbak
- Ununing, dia kawin dengan seorang wanita
- yang cantik, jelita, yang selalu menjadi
- tutur pembicaraan.
- Dia bangunkan rumah mewah pada saat
- itu. Sampai Presiden Bung Karno saja iri
- dengan apa yang disaksikan. Artinya pada
- saat itu
- kemewahan yang diberikan untuk istrinya
- luar
- biasa. Rumah ya pada saat tahun-an itu
- menggunakan remote control semuanya.
- Baik tamannya, pintu rumah depannya,
- belakangnya, kemudian juga atapnya
- terbuka menggunakan remote control. Jadi
- peralatan canggih yang digunakan di
- Eropa, di Amerika digunakan oleh orang
- tersebut. Setiap tahunnya diberikan
- hadiah berlian pada hari ulang
- tahunnya. Berlangsung suasana ini,
- hadirin sekalian. Tapi
- ternyata si istri itu apa?
- Maka dia merasa cantik jelita, ya.
- Merasa menjadi tutur di sana sini. Di
- saat dia memandang suaminya dengan
- pria-pria di luar yang mengaguminya,
- ternyata suaminya kurang begitu apa?
- Menarik dan
- menawan. Jadi dia merasa apa yang
- diberikan suami itu merupakan hal yang
- pantas. Bahkan di mata dia mungkin
- kurang.
- Allah kasih satu hari kebetulan usahanya
- sedang
- menurun. Pada tahun itu dia tidak
- berikan hadiah ulang tahun berlian
- sebagaimana biasanya. Marah si istri.
- Dianggap suami belum melaksanakan
- kewajibannya. Dianggap ini merupakan
- apa?
- Kewajiban. Suaminya merasa dia
- memberikan segala-galanya untuk
- istrinya, tapi dia tidak menghargai.
- Satu kali dia tidak mampu untuk
- memberikan.
- Dan Yesus menggantikan dalam waktu yang
- lain, tapi si istri tidak
- menghargainya. Pada saat itu banyak
- wanita iri dengan apa? Dengan wanita
- ini.
- Subhanallah. Setiap hari laki-laki ini,
- Mbak yang merawat, yang mengurus, yang
- menyediakan makanan kemenakan istrinya
- yang kecantikannya biasa-biasa aja.
- Si perempuan yang merawat dia ini
- biasa-biasa kecantikannya penuh dengan
- rasa hormat merawat, menyediakan
- makanan. Bahkan pada saat makan dia
- duduk
- mendampingi. Ayo
- lama-kelamaan laki-laki
- ini, subhanallah hatinya mulai merasa
- jemu terhadap istrinya dan merasa jiji.
- Subhanallah. Dia menikah dengan
- kemenakan
- istrinya. Si istri marah dengan luar
- biasa. Apa kelebihan anak ini
- dibandingkan
- saya? Coba kamu sebutkan lebih
- cantik, lebih menarik. Si laki-laki
- mengatakan dia lebih baik dari kamu. Dia
- menghargai. Menghargai saya lebih baik
- daripada kamu. Sedangkan kamu yang
- selama ini menerima kebaikan, kamu tidak
- menghargai saya sedikit pun. Akhirnya si
- laki-laki dengan ringan meninggalkan
- istrinya, menikah dengan kemenakan
- istrinya yang biasa-biasa saja.
- Jadi jangan pernah wanita merasa bangga
- dengan
- kecantikannya. Setiap hari bangun pagi
- dia bukan menyebut nama Allah tapi
- bercermin di hadapan cermin mulai
- mengagumi wajahnya, membersihkan
- dirinya, terus sampai suaminya berbicara
- pun dia lagi asyik membersihkan
- wajahnya.
- Semua diurus oleh pembantu. Dia
- beranggapan dengan kecantikannya dia
- bisa menjerat menguasai hati laki-laki.
- Akhirnya wali iyadzubillah wajahnya
- Melayu. Laki-laki yang dulu mendambahkan
- dirinya mengatakan apa? Sekarang sih
- kita enggak mau m yang
- begini. Jadi kesimpulannya yang bisa
- membuat orang hormat
- adalah akhlak dan perilaku yang baik.
- Adapun hadiah pemberian kalau tidak
- diiringi dengan sikap perilaku yang baik
- tidak akan menimbulkan cinta, tidak akan
- menimbulkan rasa hormat. Oleh karena
- itu, seorang laki-laki hubungan bersama
- istrinya bisa langgeng kalau dihormati
- istrinya. Tapi apabila istrinya
- melakukan perbuatan-perbuatan yang
- mencederai kehormatannya, rasa cinta
- tersebut bisa dengan mudah meninggalkan
- dirinya.
- Begitu juga seorang wanita bisa
- menghargai
- suaminya, bisa menghormatinya apabila
- dia betul-betul menjadi seorang
- laki-laki yang baik, yang tanggung jawab
- dan punya kepribadian. Walaupun tidak
- memiliki banyak harta, wanita akan
- menghormati apa? Laki-laki semacam ini.
- Bahkan bukan hanya istrinya, orang lain
- pun akan hormat padanya.
- Jadi, mari bersama-sama kita mengenali
- ya apa yang wajib untuk kita
- lakukan, apa yang tidak boleh kita
- lakukan, apa yang menjadi hak-hak bagi
- pasangan kita, hak-hak bagi anak kita,
- hak-hak juga bagi orang lain. Kita
- berusaha untuk memenuhinya
- sebelum kita menuntut hak kita pada
- orang lain. Kalau seandainya orang lain
- tidak mampu memenuhi kewajiban mereka
- pada kita yang menjadi hak kita, kita
- bersikap lapang dada memaafkan, berbuat
- ihsan. Keadilan, kebaikan satu dihitung
- dengan satu, keburukan juga dicatat ya.
- Sedangkan ihsan kita memaafkan
- kekurangan orang lain. Dan kita berupaya
- untuk berbuat lebih baik kepada orang
- lain dari apa yang menjadi haknya. Lebih
- baik daripada apa yang menjadi haknya.
- Kalau seandai kita hidup dengan
- mengikuti tuntunan Allah mengharapkan
- ridanya, kita bisa menerima semua ini.
- Jangan selalu merasa tidak puas, selalu
- menuntut sampai kapan pun orang semacam
- ini tidak akan pernah bahagia
- hidupnya. Oleh karena itu Allah
- ingatkan, "Innallaha yammuru bil adli
- wal ihsan waaiil qurba." Allah
- perintahkan kita untuk berlaku adil.
- Kemudian di samping adil, wal ihsan.
- Kita berbuat ihsan. Karena terkadang
- apa? Terkadang keadilan tidak cukup.
- Karena apa? Karena pihak lain tak mampu
- untuk memenuhi kewajibannya karena
- kelemahan dan kekurangannya. Contoh
- jangan jauh-jauh. Seorang suami,
- pasangan suami istri hidup cukup lama.
- Waktu dia sehat, dia mampu untuk
- menjalankan kewajiban dia. Bahkan lebih
- memperlakukan istrinya, anaknya dengan
- baik.
- Satu hari dia mengalami
- kecelakaan. Si laki-laki tidak mampu
- lagi untuk berusaha memberikan nafkah
- buat istrinya. Menjalankan tugas dia
- sebagai seorang suami sebagaimana
- mestinya.
- Nah, si wanita kalau melihat masa lalu
- suaminya begitu baik, penuh tanggung
- jawab,
- kepedulian, dengan sendirinya dia akan
- memaklumi kekurangan suaminya pada saat
- ini. Tapi ada sebagian orang merasa apa?
- Kamu sudah tidak mampu lagi untuk
- memenuhi kewajiban kamu sebagai suami.
- Saya menuntut untuk berpisah.
- Itu hak dia untuk menuntut ya. hak dia.
- Tapi kalau dia berlapang dada ya
- mengingat kebaikan suaminya yang begitu
- besar memberikan maaf dan siap untuk
- mengarungi kehidupan dengan penuh apa?
- Dengan penuh kecintaan. Itu yang
- dinamakan ihsan. Kamu memaklumi
- kekurangan orang lain. Kamu memberikan
- orang lain lebih daripada haknya. Karena
- keadilan terkadang tajam. Keadilan
- terkadang kemudian dilembutkan dengan
- perbuatan ihsan. Seperti orang berhutang
- kepada kita sudah jatuh tempo untuk
- membayar kewajiban dia. Ternyata dia
- tidak mampu. Kita tangguhkan. Berulang
- kali diberikan waktu tidak mampu
- membayar. Kita punya hak menuntut. Tapi
- kalau kita maafkan
- waquir lakum intuntum tamamun. Orang
- yang suka berbuat ihsan seperti ini akan
- mendapatkan balasan yang lebih baik dari
- sisi Allah. dosa-dosanya yang besar yang
- tadinya tak terampuni dengan perbuatan
- ihsan Allah ampuni kesalahan dan
- dosanya. Belum lagi Allah gantikan
- dengan yang lebih baik daripada apa yang
- dipersembahkan dan
- diberikan. Hidup sebetulnya tidak
- menuntut dari kita banyak
- hal. Cukup kamu bersama Allah istiqamah
- di jalannya. Hati kamu akan menjadi
- lapang. Hidup kamu akan damai dan kamu
- akan dicintai Allah. juga dicintai oleh
- orang-orang di sekeliling
- kamu. Mudah-mudahan kita semua Allah
- Subhanahu wa taala bimbing dan tuntut
- untuk selalu berjalan dalam
- keridaannya. Allah ampuni, maafkan
- kesalahan kita dan Allah perbaiki serta
- membantu kita untuk bersikap lebih baik
- pada masa berikutnya. Tidak mengulangi
- kesalahan demi kesalahan. Allah ampuni
- kedua orang tua kita yang berjasa dalam
- mendidik kita dan mudah-mudahan anak
- kita kelak menjadi anak-anak yang
- berbakti kepada kita dan taat pada Allah
- subhanahu wa taala. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik walfu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Jadi ikhwan
- akhwat saling memahami kemudian juga
- saling menghormati menjaga sikap itu
- enggak boleh sedikit pun kita tinggalkan
- ya Mas Krisna waktunya habis.
- Alhamdulillah telah kita dengarkan tadi
- nasihat-nasihat dari guru-guru kita
- Ustaz Husin Alas dan Ustaz Abu Bakar
- Baraja. Mudah-mudahan apa yang e
- disampaikan dapat memberi jalan keluar
- bagi kita. Saya Muhammad Krishna AT
- Setiabudi dan juga
- eh Pak Algi mohon pamit. Wabillahi
- taufik walidah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.