Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [Musik] 0:10 [Musik] 0:14 Bismillahirrahmanirrahim. 0:15 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:17 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:19 sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat 0:21 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:24 Asalamualaikum warahmatullahi 0:26 wabarakatuh. Alhamdulillah kami hadir 0:29 kembali di ruang dengar Ikhwan dan 0:31 Akhwat pada hari Jumat siang hari ini. 0:33 Seperti biasa acara fikih wanita bersama 0:36 guru kita Ustazah Herlini Amran. Beliau 0:39 telah hadir di tengah-tengah kita. Mari 0:41 kita sapa terlebih dahulu. 0:42 Asalamualaikum warahmatullahi 0:44 wabarakatuh, Ustazah. 0:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:48 wabarakatuh. Apa kabar, Mbak? 0:50 Alhamdulillah baik, Ustazah. 0:52 Alhamdulillah. Ustazah bagaimana apa 0:54 kabar? Alhamdulillah luar biasa. Allahu 0:57 Akbar. Allahu Akbar. Masyaallah. Luar 1:00 biasa. Pokoknya semangat Ustazah selalu 1:02 tertular sampai di studio. Masyaallah. 1:05 Amin. Insyaallah. Baik. Dan insyaallah 1:07 ya Ustazah selama kurang lebih 90 menit 1:10 ke depan Ustazah akan membahas tema kita 1:13 pada siang hari ini. Wabil khusus 1:15 istri-istri mari merapat jangan 1:17 jauh-jauh dari radio karena topiknya 1:19 sangat menarik karena kita akan belajar 1:22 dari istri Rasulullahi sallallahu alaihi 1:25 wasallam. Tafadal ustazah. 1:27 Ya. 1:29 Bismillahirrahmanirrahim. 1:31 Alhamdulillah. 1:32 Alhamdulillahilladzi hadana 1:38 wah Allahumma shi wasallim wik sayidina 1:42 Muhammadin wa 1:45 alihi. Allah 1:50 inuka amal. 1:53 yang kita harapkan dan yang kita tuju di 1:56 di kehidupan di dunia ini hanya hanyalah 1:59 mencari rida Allah dan mudah-mudahan 2:02 kita diberikan keistikamahan dalam 2:04 menjalani hari-hari kita dan mampu 2:08 meneladani kehidupan Rasulullah 2:11 sallallahu alaihi wasallam beserta ee 2:13 istri-istri beliau insyaallah. Nah, hari 2:15 ini kita akan bahas belajar dari istri 2:19 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 2:21 Karena mereka itu adalah teladan ya, 2:24 teladan yang menjadi panduan dalam ee 2:28 menjalankan fungsi kita sebagai 2:31 khalifatullah fil ard terutama untuk 2:33 wanita. Kenapa kita belajar dengan 2:36 istri-istri baginda nabi Rasulullah 2:39 sallallahu alaihi wasallam? Karena 2:40 mereka adalah ibu-ibu kita ya. Dalam 2:43 surat al-Ahzab ayat 6, anabiyu aula bil 2:47 mminina min anfusihim wa azwajuhu 2:51 ummahatuhum. Ya, nabi itu lebih utama 2:55 bagi orang-orang beriman dan ee dari 2:57 diri mereka sendiri ya. Jadi memang nabi 3:00 itu Rasulullah sallallahu alaihi 3:01 wasallam adalah ee harus kita utamakan 3:04 ya melebihi diri kita. Beliau adalah 3:06 teladan kita. Wa azwajuhu umahatuhum. 3:10 istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. 3:13 Jadi ketika kita berbicara tentang 3:16 istri-istri baginda Nabi Rasulullah 3:18 sallallahu alaihi wasallam, mereka 3:20 adalah ibu kita, Ummahatul Mukminin. 3:24 Umahatul Mukminin ya, ibunya orang-orang 3:26 yang beriman. Masyaallah, Bunda kita ya. 3:30 Rasanya juga kalau kita menyebut nama 3:32 bunda, Bunda kita tuh kayaknya enggak 3:34 sopan ya kalau nyebut namanya saja ya. 3:37 Ya, kalau jangankan nama ee ee umahatul 3:40 mukminin ya, istrinya para istri-istri 3:42 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 3:44 menyebut nama ibu kita saja yang masih 3:47 bersama kita itu rasanya kalau menyebut 3:50 namanya saja itu sudah jelas enggak 3:51 sopan ya atau nama nenek kita. kita 3:54 menyebut ee umahatul mukminin ibunya ee 3:58 ibunya orang beriman itu bisa dengan ee 4:01 menambahkan radhiallahu anha untuk satu 4:04 orang misalnya ibunda Khadijah 4:06 radhiallahu anha atau ibu 4:07 ya. Kenapa kita belajar dari istri 4:11 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? 4:12 Mereka adalah umahatul mukminin. Mereka 4:15 itu adalah puncak keteladanan kaum 4:18 muslimah. Posisinya sebagai seorang ibu. 4:22 Jadi tentu sebagai seorang anak itu 4:24 tentu hanya melihat apa yang dilakukan 4:27 oleh seorang ibu yang kemudian dia mampu 4:29 untuk menirunya dalam kehidupan 4:31 sehari-hari. Nah, ketika kita berbicara 4:34 tentang istri-istri Rasulullah 4:36 sallallahu alaihi wasallam itu berbicara 4:38 tentang wanita mulia ya, maka kita jaga 4:41 lisan kita ya dari semua pembahasan yang 4:43 ee tidak baik, tidak sopan, tidak adab 4:46 ya. suami istri kita umat Muhammad 4:50 sallallahu alaihi wasallam saat ini 4:52 mestinya menjadikan Rasulullah dan Ummul 4:55 Mukminin sebagai teladan. teladan dalam 4:58 prinsip dalam kehidupan ini. Tentu kita 5:02 sudah paham ya, sudah tahu ya siapa saja 5:06 istri baginda Rasulullah sallallahu 5:08 alaihi wasallam ya yang di antaranya 5:10 nanti kita akan belajar dari apa yang 5:12 menjadi ee yang telah diperintahkan 5:15 kepada mereka dalam kehidupan 5:16 sehari-hari. Istri-istri itu namanya ee 5:20 Ibunda Khadijah binti Khuwailid, Ibunda 5:23 Saudah binti Zamah, Ibunda Aisyah binti 5:26 Abu Bakar, ibunda Hafsah binti Umar bin 5:29 Khattab, eh Ibunda Zainab binti 5:32 Khuzaimah, ibunda Ummu Salamah ya 5:34 namanya itu Bunda Hindun binti Abu 5:36 Umayyah, Ibunda Zainab binti Jahasy, 5:39 Ibunda Juwairiyah binti AlHarit, ibunda 5:43 Ummu Habibah Romlah ee binti Abu Sufyan, 5:46 ibunda IU Sofiah binti Huyai, Ibunda 5:48 Maimunah binti Alharid, dan yang 5:51 terakhir ya ee Bunda Maria Alqibtiah. 5:54 Nah, kita tidak membahas pribadi-pribadi 5:57 dari Ummul Mukminin tersebut. Kita 5:59 belajar dari secara umum yang di ee 6:03 abadikan dalam Al-Qur'an yang khitabnya 6:05 kepada beliau yang tentu kalau khitabnya 6:08 kepada beliau itu ditujukan untuk kita 6:10 semua. Karena mereka adalah panutan 6:12 kita, mereka adalah keduah uswah kita, 6:15 teladan kita. Nah, biasanya seseorang 6:18 yang sudah menjadi teladan tentu lebih 6:20 baik lagi. Jadi, tidak samaan ya. 6:23 Contohnya seperti kita dengan anak-anak 6:25 kita ketika seorang ibu, kita seorang 6:28 ibu menginginkan kebaikan kepada untuk 6:31 putra-putri kita, tentu kita sudah 6:33 menjalaninya. Tentu kita lebih baik lagi 6:35 dari mereka. Enggak boleh samaan. 6:37 Makanya ketika ee Allah ee memberikan 6:42 panduan kepada istri-istri Nabi itu ee 6:46 disebutkan oleh Allah 6:49 yaisa ya. Wahai istri-istri Nabi, eh 6:53 kalian itu tidak sama seperti 6:55 perempuan-perempuan yang lain. Ya tentu 6:57 saja karena mereka ada teladan kita ya 6:59 di samping istri Rasulullah sallallahu 7:01 alaihi wasallam. teladan kita. Dan tentu 7:03 sosok sosok teladan tuh harus memberikan 7:06 contoh dan harus menunjukkan sikap yang 7:08 lebih baik lagi daripada orang yang 7:10 dicontohnya. Ini termasuk dalam 7:11 kehidupan kita sehari-hari ya. orang tua 7:15 sebagai role model ya, contoh telad dan 7:17 harus lebih baik daripada putra-putrinya 7:19 karena dia akan menjadi sosok yang akan 7:22 ditiru. Begitu juga para guru ya harus 7:25 menjadi lebih baik lagi daripada 7:28 murid-muridnya atau misalnya para ulama, 7:31 para kiai, ya, para alim itu harus lebih 7:34 baik lagi daripada orang yang ee 7:36 didakwahinya. Jadi artinya di sini 7:39 sesuatu yang kita ee contoh itu tentu 7:41 harus lebih baik lagi. Nah, contoh dan 7:43 teladan yang abadi itu yang dimuat di 7:47 dalam Al-Qur'an itu adalah ee 7:49 istri-istri Rasulullah sallallahu alaihi 7:50 wasallam, ya. Nah, apa yang kita 7:53 pelajari dari mereka yang tentu saja ee 7:57 belajar dari istri Rasulullah sallallahu 7:59 alaihi wasallam. Kalau kita kan membahas 8:00 yang dalam Al-Qur'an ya yang di ee yang 8:04 disampaikan atau yang dikhitabkan Allah 8:06 kepada mereka dalam Al-Qur'an misalnya 8:09 dalam surat Al-Ahzab ayat 33 itu kita 8:14 menyontoh mereka, belajar dari mereka 8:16 dalam hal ketaatan dan beramal saleh. 8:27 yaillahi 8:30 eh. Jadi barang siapa di antara kamu ini 8:35 kan khitabnya ditujukan e ayat ini tentu 8:38 saja kepada eh istri-istri Nabi 8:41 ya. Ya. Barang siapa di antara kamu 8:44 sekalian maksudnya istri-istri nabi ini 8:47 taat ya. Jadi tetap taat kepada Allah 8:49 dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal 8:52 saleh, niscaya, kami berikan kepadanya 8:54 pahala dua kali lipat dan kami sediakan 8:57 baginya rezeki yang mulia. Artinya apa? 9:00 kita meneladani, mencontoh, dan belajar 9:03 dari istri-istri Nabi ini adalah dalam 9:05 hal ketaatan dan beramal saleh. Kita 9:09 berusaha dalam ee menjalankan keseharian 9:13 kita ya dengan mentaati perintah Allah 9:15 dan menjauhi larangannya agar nanti 9:17 anak-anak kita pun melihat contoh yang 9:20 terbaik ya. Misalnya dalam kehidupan 9:23 sehari-hari ya ketaatannya misalnya 9:25 kewajiban salat lima waktu. 9:28 mestinya orang tua itu memberikan contoh 9:31 kepada anak-anaknya bahwa salat lima 9:34 waktu di awal diusahakan di awal waktu 9:37 itu adalah kewajiban sehingga ketika 9:40 orang tuanya sudah menjalankan ya 9:42 otomatis anak-anaknya akan mengikuti. 9:44 Nah, jadi memang kita akan ee mencontoh 9:47 ya ee belajar dari ketaatan dan amal 9:52 saleh dari istri-istri Rasulullah 9:54 sallallahu alaihi wasallam. Jadi ee 9:57 tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya. 9:59 Ya, ini keteladanan beliau. Kita belajar 10:01 dari beliau. Kemudian apalagi? Menjaga 10:04 sikap. Ya, menjaga sikap ya. Misalnya 10:06 dalam surat Alahzab 32 ya. 10:23 Ini ditujukan kepada istri Nabi karena 10:25 mereka adalah teladan kita. Kita harus 10:27 belajar dari mereka. Kita harus 10:29 mencontoh mereka ya. Mereka adalah 10:31 ibu-ibu kita. Wahai istri-istri Nabi, 10:34 kamu tidaklah sama dengan wanita yang 10:37 wanita yang lain." Jelas istri Nabi itu 10:39 enggak bisa disamakan dengan 10:40 wanita-wanita yang lain karena posisinya 10:43 adalah umahatul mukminin. Ibunya 10:46 orang-orang beriman. Tentu melebihi 10:49 memiliki 10:50 kelebihan-kelebihan. Kalau berbuat baik 10:52 pahalanya Allah berikan berlipat ganda. 10:55 Kalau berbuat salah juga dosanya 10:56 berlipat ganda. Maka sebagai teladan 11:00 kita, ibu-ibu orang beriman ini, ummatul 11:03 mukminin ini, Allah perintahkan kepada 11:05 mereka, "Kamu tidak sama dengan wanita 11:07 lain jika kamu bertakwa. Maka 11:11 jangan bil, jangan kamu tunduk dalam 11:14 berbicara sehingga orang-orang yang ada 11:18 penyakit dalam hatinya itu akan e 11:21 tergoda, ya. Dan waan ma'rufah. Jadi 11:24 maksudnya di sini adalah 11:27 kita belajar dari istri Rasulullah 11:30 sallallahu alaihi wasallam yang Allah 11:32 perintahkan kepadanya, "Janganlah kamu 11:35 tunduk dalam berbicara." berbicaranya 11:37 jangan mendayu-dayu, jangan 11:39 bermanja-manja, jangan apa ya ee 11:42 berbicara yang membuat orang itu 11:45 tergoda. Kan di sini dikatakan 11:49 eh karena hati orang-orang maksudnya 11:52 kalau laki-laki atau lawan jenis itu 11:54 enggak semuanya bersih. pasti ada e 11:57 sesuatu yang ketika dia mendengarkan 12:00 kata-kata rayuan, lembut, mendayu gitu 12:04 ya dari perempuan lain itu hatinya 12:05 langsung deh tergoda. Maka sebagai ee 12:09 ibunya orang beriman itu diperintahkan 12:11 Allah untuk menjaga pembicaraan dalam 12:15 arti ee ungkapan-ungkapan kata. Jangan 12:18 ngomongnya sambil ya apa merayu-rayu. 12:21 Jadi 12:22 berbicaralah sebagaimana adanya. Jangan 12:25 sampai orang yang hatinya berpenyakit, 12:28 yang hatinya belum tentu beriman itu 12:30 tergoda, terayu, terbujuk. Nah, di 12:31 situlah masuk nanti setan. Maka kita 12:34 lihat ya, setan itu kan menggoda tidak 12:37 hanya dari sisi perempuan, tapi juga 12:38 dari sisi laki-laki. Bahkan yang lebih 12:40 parah lagi itu kadang-kadang sudah punya 12:43 pasangan ya, sudah punya pasangan halal. 12:46 Tapi karena cara berbicara ya itu godaan 12:49 setan ya dengan kemudian hati yang 12:51 berpenyakit ini yang mudah tergoda 12:53 akhirnya plop kenalah. Akhirnya seiring 12:56 perjalanan waktu timbullah nanti hal-hal 12:58 yang tidak diinginkan yang 13:00 ujung-ujungnya dengan perjalanan waktu 13:01 nauzubillah minzalik target setan itu 13:04 terjadinya perzinahan. Maka ini 13:06 dinamakan orang-orang selingkuh itu kan 13:08 dimulai dari situ ya, dari cara dari 13:10 mulai menarik perhatian, cara berbicara, 13:13 maka diop ya ngomongnya itu jangan 13:16 mendayu-dayu. Ngomonglah apa adanya. 13:19 Jangan sampai ber dibuat-buat ucapannya 13:22 itu bahasanya itu kayak bahasa apa, Mbak 13:24 Olin ya? Kalau orang merengek-rengek 13:26 manja gitu ya, yang kayak apa sih gitu 13:29 bisa ketahuanlah ya. Nah, di sini jaga 13:32 itu kita adalah perempuan ee ee umat 13:37 Muhammad sallallahu alaihi wasallam, 13:38 ibunda kita umhatul mukminin itu telah 13:41 mencontohkan kepada kita kalau untuk 13:43 berbicara jangan mendayu-dayu ya. Maka 13:46 di sini waan ma'rufah ucapkanlah 13:49 perkataan yang makrufah. Yang makrufah 13:52 ini maksudnya yang dikenal. lebih kenal. 13:54 Artinya ucapan yang baik yang tidak ee 13:58 menimbulkan ee apa namanya? 14:00 godaan-godaan yang semua orang tahu itu 14:02 ucapannya tegas. Ucapannya itu ee memang 14:05 memiliki makna yang apa yang disampaikan 14:07 supaya sampai kepada ee pendengarnya 14:09 tidak untuk menggoda makrufah dikenal 14:13 ya. Baik seperti itu ee sikap ibunda ee 14:18 istri ee Rasulullah sallallahu alaihi 14:19 wasallam. Maka kita pun mengikutinya. 14:22 Kita belajar dari mereka. Jaga sikap ya. 14:25 Tutup peluang orang tergoda dengan kita. 14:28 Tutup peluang jangan sampai kita 14:30 menggoda orang ya. Nauzubillah minzalik. 14:32 Karena ketika kita sudah ada niatan 14:35 untuk menggoda orang, kemudian orang 14:37 tergoda, dua-duanya tuh dosa. 14:38 Nauzubillah minzalik. Setan tuh tidak 14:40 ingin ee manusia itu dalam keadaan 14:42 baik-baik saja, beriman saja, menjaga 14:45 adab akhlak saja. Tidak. Setan itu ingin 14:47 menggoda, ingin menjerumuskan manusia 14:51 untuk melakukan perbuatan yang fahsya. 14:53 Ya, maka sebagai 14:57 teladan bagi orang yang beriman, 15:00 ummahatul mukminin, maka kita pun ikut 15:02 ya tidak tunduk dalam berbicara, tidak 15:05 mendayu-dayu. Kita menjaga sikap 15:07 sebagaimana yang telah dicontohkan oleh 15:09 umahatul mukminin, istri-istri 15:11 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 15:12 Nah, itu ee kita belajar dari mereka dan 15:15 kita amalkan. Mudah-mudahan kita 15:17 bersamanya nanti di surga. Kemudian 15:20 selanjutnya kita 15:22 belajar dengan apa yang telah 15:24 dicontohkan oleh istri-istri Rasulullah 15:26 sahu alaihi wasallam ini adalah dalam 15:28 hal menjaga aurat. dalam surah Al-Ahzab 15:31 ayat 33 ya kan jelas ya ee ayat apa ee 15:36 Alazab eh ayat surah 33 ayat 55 ya surat 15:41 menjaga aurat itu mm ayat 59 juga ya 15:45 dalam ayat 55 ini surah Al-Ahzab itu 15:48 cukup eh 16:04 itu ya. Tidak ada dosa atas istri-istri 16:07 Nabi untuk berjumpa tanpa hijab ya, 16:10 tanpa tabir dengan bapak mereka, anak 16:12 laki-laki, saudara laki-laki disebutkan 16:15 ya ini adalah mahram mereka semua. Itu 16:17 enggak ada enggak ada salah. Ini untuk 16:19 istri-istri Nabi. Selain itu harus pakai 16:21 hijab. Nah, kemudian untuk yang umum 16:23 untuk e ada panduannya bahkan tidak 16:25 hanya istri Nabi tapi anak-anaknya. 16:42 ya. Jadi Allah memerintahkan kepada 16:45 Nabi, "Hai Nabi, katakanlah kepada 16:49 istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan 16:52 perempuan-perempuan orang beriman." 16:54 Jadi Allah memerintahkan kepada Nabi 16:57 supaya Nabi itu mengajarkan menyampaikan 17:00 ee kepada istrinya dan kepada 17:02 anak-anaknya dan kepada kaum perempuan 17:04 beriman. Apa? Untuk mengulurkan memakai 17:07 jilbab ke seluruh tubuh. Menutupi 17:09 tubuhnya dengan jilbab. Ya, itu yang 17:12 lebih mudah untuk dikenal karena itu 17:13 tidak mereka tidak diganggu dan Allah 17:15 maha pengampun lagi maha penyayang. 17:16 Artinya apa? dalam hal menutup aurat. 17:20 Maka teladan kita ee perempuan-perempuan 17:24 beriman, muslimah ya teladan kita adalah 17:27 keluarga Nabi. Karena Allah telah 17:29 memerintahkan kepada nabinya untuk 17:31 menyampaikan ee kepada istrinya dan 17:34 anak-anaknya itu untuk menutup aurat. 17:36 Jadi sekali lagi dalam kehidupan kita 17:40 sehari-hari khususnya yang terkait dalam 17:42 hal menutup 17:43 aurat ee pegangan kita, panduan kita, 17:47 teladan kita adalah keluarga Nabi. 17:49 Sekali lagi keluarga Nabi. Jadi bukan 17:51 keluarga kiai, bukan keluarga ustaz ya. 17:54 Karena bisa jadi ada cobaan dan ujian 17:57 pada sebagian kecil ustaz ya atau ulama 17:59 yang di suaminya itu menyebarkan, 18:02 berdakwah, menyebarkan Islam. sementara 18:04 mungkin ada istri atau keluarganya atau 18:06 anak-anaknya tidak menutup aurat, maka 18:09 keteladanan kita bukan pada keluarga, 18:11 ustaz, ulama atau apapun ketika mereka 18:14 belum mampu atau keluarganya belum mampu 18:16 untuk menutup aurat. Teladan kita adalah 18:19 keluarga Rasulullah sallallahu alaihi 18:21 wasallam. Ya, karena ada orang 18:24 terinspirasi, "Ah, ngapain sih kamu 18:26 nutup-nutup aurat pakai jilbab?" Itu aja 18:28 tuh istri ustaz itu aja, ulama itu aja 18:30 enggak nutup tuh kamu berlebihan gitu 18:32 ya. itu istri itu anaknya aja enggak tuh 18:35 kayak begitu. Padahal bapaknya alim, 18:36 Mak. Ilmunya luas itu. Masyaallah itu 18:38 ya. Nah, bisa apa namanya ya? Al-Qur'an 18:42 e mereka kuasai itu. Kenapa kamu 18:45 berlebih-lebihan? Lihat istrinya tuh. 18:46 Nah, kita sekali lagi kaum muslimah, 18:50 teladan kita, ikutan kita, contoh kita, 18:54 kdwah- uswah kita itu hanya keluarga 18:58 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, 19:00 Nabi dan keluarganya. Maka itulah 19:02 sebabnya ya ee kita selalu berselawat 19:05 tidak hanya kepada Nabi juga kepada 19:07 keluarganya. Sebagaimana Nabi Ibrahim 19:09 Alaih Salam kita berselawat kepadanya 19:11 dan keluarganya karena memang 19:12 keluarganya patut dicontoh. Jadi contoh 19:15 teladan kita dalam hal ee misalnya 19:18 pakaian ya untuk muslimah keluarga Nabi 19:21 ya. Bisa jadi misalnya keluarganya ustaz 19:24 atau ulama itu mungkin ada yang belum 19:26 makai mungkin istrinya atau anaknya. 19:28 Bisa jadi ulamanya sudah menyampaikan 19:31 tapi belum ee terbuka hidayah, belum 19:33 memakai ya. Jadi bisa jadi sudah 19:36 disampaikan tapi enggan ya. Jadi makanya 19:38 teladan kita adalah keluarga Rasulullah. 19:41 Kita tidak meneladani sesuatu yang tidak 19:43 sesuai dengan ee apa yang telah 19:45 dicontohkan oleh Rasulullah dan 19:47 keluarganya. Maka ee di 19:50 sini kita dalam hal pakaian ya menutup 19:53 aurat surat Al-Ahzab ayat 59 ini Allah 19:57 perintahkan kepada Nabi untuk 19:59 menyampaikan kepada istrinya anak-anak 20:01 anak-anaknya dan perempuan beriman untuk 20:03 menutup aurat. Karena menutup aurat itu 20:06 hukumnya wajib ya. Menutup aurat ini ee 20:11 kita belajar dari menutup aurat dalam 20:15 surat Al-Ahzab ayat 59. 20:18 Kemudian kita belajar dan meneladani 20:21 lagi umahatul mukminin istri Rasulullah 20:23 sallallahu alaihi wasallam itu dalam hal 20:25 orientasi hidup. Orientasi hidup ya. 20:29 Misalnya dalam surah Al-Ahzab ya 2829 20:33 semuanya kebanyakan surat Alahzab ya. 20:35 ya. 20:46 Jadi di sini ee Allah memerintahkan 20:50 kepada Nabi ya, "Hai Nabi, katakan 20:53 kepada istri-istrimu, jika kamu sekalian 20:56 menginginkan kehidupan dunia dan 20:59 perhiasannya, maka marilah supaya 21:01 kuberikan kepadamu mut'ah ya bagian ya 21:05 ee maksud pemberian ya. Dan aku ceraikan 21:08 kamu dengan cara yang baik. Dan jika 21:10 kamu sekalian menghendaki keridaan Allah 21:13 dan Rasul-Nya serta kesenangan negeri 21:16 akhirat, maka sesungguhnya Allah 21:19 menyediakan bagi siapa yang berbuat baik 21:21 di antaramu pahala. Ya, jadi dalam 21:25 orientasi hidup ya tentu saja kita juga 21:28 berharap yang belajar Islam ini tidak 21:31 hanya kaum muslimah, tapi juga 21:32 keluarganya apalagi para suami ya. 21:35 Karena kalau suami tidak mempelajari 21:37 agama, jauh dari agama, itu akan sulit 21:40 mengimbangi dengan istrinya yang shat. 21:43 Ya, untuk ujian ya bagi istri yang 21:45 salihah ketika memiliki suaminya jauh 21:47 dari agama. Tapi ini tantangan ya, 21:50 tantangan bagaimana membawa suaminya 21:53 untuk suatu saat mampu mereka beriringan 21:56 sejalan dalam menjalani ee kehidupan ini 21:59 dengan ee kesamaan visi ya. Nah, jadi 22:04 dalam ayat ini ini orientasi hidup ya. 22:06 Memang betul keluarga Nabi itu menjadi 22:09 contoh maka tidak layak kalau istrinya 22:11 itu bermewah-mewahan sementara suaminya 22:14 adalah nabi rasul. Petunjuk bagi umat 22:17 ini. Nah, bagaimana petunjuk bagi umat 22:20 ini? Ternyata istrinya itu kubur dunia. 22:23 Tentu akan sulit ee menjalankan atau ee 22:26 memberikan contoh yang baik kepada 22:27 umatnya. Maka Rasulullah memberikan 22:30 mereka pilihan. Kalau kalian 22:33 menginginkan kehidupan dunia dengan 22:35 segala apa yang ada di dalamnya, dengan 22:37 segala perhiasannya, aku berikan, ya 22:40 kita cerai. Tapi kalau kamu menghendaki 22:43 keridaan Allah dan Rasul-Nya dan ee 22:45 berharap ya orientasinya akhirat itu ya, 22:48 maka Allah sediakan bagimu pahala ee 22:51 yang banyak. Nah, jadi di sini bahwa ee 22:55 ketika kita 22:58 menjadikan keluarga Rasulullah utamanya 23:01 istri-istri Rasulullah dalam kehidupan, 23:03 bahwa yang kita pentingkan adalah 23:05 keridaan Allah dan Rasul-Nya. Artinya 23:08 kita tidak akan ee menuntut ya suami 23:11 yang apabila memang ee 23:15 kemampuannya ya artinya mencukupi ya 23:17 tapi tidak terobsesi untuk memilih 23:20 sampai suami itu menghalalkan segala 23:23 cara. Kan kita tahu ya terjadinya ee 23:27 misalnya korupsi atau 23:28 perbuatan-perbuatan yang melanggar 23:30 syariat itu biasanya itu dari ee 23:33 dorongan istri, tuntutan istri ya. 23:35 karena ketidakpuasan istri kemudian 23:37 meminta suaminya untuk ee menyediakan 23:40 fasilitas yang ada sehingga ketika minim 23:44 ilmu agama dan pengamalannya akhirnya 23:46 berbagai semua cara ditempuh apakah 23:49 dengan korupsi atau dengan penyelewengan 23:51 dan segala macam hanya karena ingin 23:53 membahagiakan istri. Di sinilah kita 23:56 jadikan ee istri Rasulullah sebagai 23:59 contoh ya, bahwa kita dalam kehidupan 24:02 ini yang kita utamakan, yang kita tuju 24:05 adalah ridanya Allah ya. Kita bantu 24:08 suami kita untuk sama-sama mencari rida 24:11 Allah, menggapai rida Allah ya. Jadi 24:14 tidak menuntut tapi ayo sama-sama karena 24:17 memang kehidupan kita ini hanya 24:19 sementara ya. Jadi ketika para 24:23 suami ee dengan keterbatasannya ya 24:27 artinya kita dorong ya artinya kita 24:30 boleh ya ee mendorong memotivasi tapi 24:33 bukan untuk orientasi ee dunia tapi 24:36 untuk orientasi akhirat. Bukankah 24:39 sebaik-baik harta itu ada di tangan 24:41 orang yang saleh? Ketika harta ada di 24:43 tangan orang yang saleh, dia bisa 24:45 berbuat apapun untuk kemanfaatan bagi 24:47 umat. Ya kan? Jadi artinya di sini 24:49 adalah orientasi. Orientasi tujuan itu 24:52 yang kita inginkan adalah hanya untuk 24:54 mengharapkan rida Allah. Ya. Jadi bukan 24:56 masalah hartanya, kekayaannya, tapi 24:58 bagaimana harta dan kekayaan itu tidak 25:00 ada di hati tapi adanya di tangan. Jadi 25:03 ini dalam orientasi kehidupan. Kita 25:06 belajar dari istri Nabi bagaimana 25:07 orientasi hidupnya itu adalah untuk 25:10 mencari rida Allah. Nah, kemudian ee 25:13 kita lihat lagi ee bagaimana teladan ee 25:17 dalam ee kehidupan sehari-hari ya. 25:20 Kesetiaan dan dukungan. Kesetiaan ya. 25:22 Jadi istri Rasulullah itu setia dengan 25:24 Rasulullah walaupun beliau itu dengan 25:27 kehidupan apapun. Jadi artinya komitmen 25:30 antara suami dan istri ini perlu dijaga. 25:32 Maka oleh karena itu samakan dulu 25:34 visinya, tujuan, tujuan hidupnya tuh 25:36 apa. Jadi itu dulu dirumuskan ini rumah 25:39 tangga mau dibawa ke mana. Kalau kita 25:41 bicara Rasulullah dan istrinya itu sudah 25:42 jelas ya sudah selesai pembahasannya 25:45 sudah paham kita ya. Tapi kita nah kita 25:47 belajar dari keluarga ee istri Nabi 25:49 tentu kita juga dengan suami juga harus 25:51 merumuskan ini orientasinya ke mana, apa 25:54 tujuan kita berumah tangga. Kalau tidak 25:56 sama tujuan antara suami dan istri dalam 25:59 rumah tangga, ini alamat kapalnya akan 26:02 tenggelam ee sebelum sampai ke tujuan, 26:05 maka rumuskan dulu. Nah, setelah 26:07 merumuskan dan dalam ee kehidup tujuan 26:10 kehidupan ini barulah kita ee memiliki 26:13 komitmen ya kesetiaan dan kita mendukung 26:16 ya. Sebagaimana yang dicontohkan oleh 26:18 Ibunda Khadijah binti Khuwailid, istri 26:20 pertama Rasulullah sallallahu alaihi 26:22 wasallam. itu contoh keteladanan dalam 26:25 kesetiaan dan dukungannya. Beliau 26:27 mendukung Rasulullah karena mereka sudah 26:29 memiliki visi yang sama. Karena ibunda 26:31 Khadijah tahu apa yang Rasulullah 26:33 inginkan. Beliau dukung semuanya, 26:35 emosional, finansial, semua ya. Ketika 26:38 dakwah sulit didukung semua karena 26:40 mereka sudah selesai dalam hal tujuan 26:42 pernikahan, orientasi kehidupan selesai. 26:46 Makanya ini penting dulu. Kalau suami 26:48 istri tidak memiliki kesamaan dalam 26:51 prinsip kehidupan berumah tangga, 26:53 tujuannya seperti apa, itu sulit untuk 26:55 menyamakan. Ya, suami beda dengan istri, 26:57 akhirnya sulit ya. Maka oleh karena itu 27:00 kesetiaan dan dukungan ini akan 27:04 bermanfaat untuk hubungan suami istri 27:06 tersebut. ya kita lihat ya bagaimana 27:09 Ibunda Khadijah seluruh hartanya, 27:12 seluruh ee finansial yang dia miliki itu 27:15 habis untuk ee untuk dakwah ya mendukung 27:18 Rasulullah. Bahkan kesan inilah ya yang 27:22 menyebabkan Rasulullah sallallahu alaihi 27:24 wasallam setia dengan beliau walaupun 27:26 beliau sudah tiada. Jadi kesan dalam 27:29 kehidupan selama 25 tahun berumah tangga 27:32 itu ya Rasulullah tidak menikah lagi 27:33 dengan siapapun ya. Beliau itu adalah 27:35 istri satu-satunya itu. Setelah 27:37 meninggal pun Rasulullah tuh masih 27:39 mengingat beliau ya. Yang menyebabkan 27:41 kecemburuan Ibunda Aisyah ya. Rasul e 27:44 ibunda Khadijah sudah wafat. Rasul masih 27:46 mengenang ya. Aisyah coba buatkan 27:48 kambing. Boleh kambing berikan kepada ee 27:51 temannya ee Khadijah kepada ee 27:54 saudaranya. Sampai ibunda Khadijah itu 27:56 ee ibunda Aisyah itu cemburu. Ya 27:58 Rasulullah yang sudah meninggal aja 28:00 masih diingat-ingat. Engkau kan sudah 28:01 dapat yang muda cantik lagi. Nah, itu ya 28:03 Rasulullah tuh merah wajahnya karena 28:05 memang tidak menyukai kalimat itu. 28:07 Sampai Rasulullah mengatakan itu beliau 28:10 itu tidak bisa tidak akan bisa hilang 28:12 dari hatiku ya. Bahwa dialah yang 28:15 pertama kali beriman darinya aku 28:18 memiliki keturunan dan beliau 28:20 menyerahkan semua harta di mana orang 28:22 itu tidak mendukung ee secara finansial. 28:26 Jadi inilah kesan Rasulullah, kesetiaan 28:28 beliau sampai terus ya. Bahkan 28:31 diriwayatkan ketika Fatu Makkah itu ee 28:35 tempat Rasulullah ee markas ya untuk ee 28:39 menyerang ee apa menyerbu ee Ka'bah itu 28:42 apa e Masjidil Haram itu itu di hujung. 28:45 Hujun itu adalah tempat makamnya ee 28:47 kuburannya ee Ibunda Khadijah. 28:49 Seakan-akan beliau menyatakan, "Wahai 28:52 istriku tercinta." Ya, walaupun sudah 28:53 meninggal ini menunjukkan kesetiaan. 28:55 Dulu engkau mendukung dakwah ini dari 28:57 nol. Sekarang Allah telah memberikan 28:59 kekuasaan dengan berhasilnya Makkah ini 29:02 dibebaskan dari kemusyrikan. Ya, 29:04 masyaallah. Inilah kesetiaan Rasulullah. 29:05 Nah, inilah bentuk ee kesetiaan dan 29:08 dukungan. Begitu Mbak Oli. Nanti kita 29:10 sambung 29:12 ya. Sama untuk Ukhti yang saat ini 29:16 menyimak luar biasa catatan-catatan 29:17 penting yang telah disampaikan Ustazah. 29:19 Namun nanti akan dilanjutkan. Kami akan 29:22 ambil jeda nasyid dan ee sambil 29:25 mendengarkan silakan mempersiapkan 29:27 pertanyaan yang bisa dikirimkan ke nomor 29:30 WhatsApp seperti biasa nomor yang tidak 29:31 berubah 29:38 0811999720. Insyaallah nanti ustazah 29:40 akan membahasnya. Tapi setelah kita 29:42 break berikut 29:43 [Musik] 29:50 ini, Radio Silaturahim Rasil TV. Ikhwan 29:53 dan akhwat, saat ini kami live juga 29:56 hybrid bersama Ustazah Herlini Amran 29:58 dengan tema kita belajar dari istri 30:01 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 30:03 Telah banyak hal yang dipaparkan oleh 30:05 Ustazah, namun masih ada lagi yang 30:06 disampaikan Ustazah Tafadul. I. Baik. 30:09 Bismillahirrahmanirrahim. 30:11 belajar dari istri-istri Rasulullah 30:12 sallallahu alaihi wasallam adalah dalam 30:13 hal kesetiaan dan dukungan. Setia 30:17 mendukung apa yang dilakukan oleh suami 30:20 kita dalam kondisi susah, sulit selama 30:24 mereka itu dalam satu orientasi ya 30:26 menuju rida Allah bergandengan tangan. 30:29 Jadi luar biasa bentuk kesetiaan dan 30:31 dukungan ya. Apapun yang terjadi ketika 30:33 suami kita dalam keadaan sulit dan 30:37 susah, sakit atau apapun. Nah, inilah 30:39 bentuk ee kesetiaan dan dukungan. 30:42 Kemudian ee belajar dari istri-istri 30:45 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 30:47 itu adalah dalam hal ee kebijaksanaan 30:50 dan pengetahuan ya. Maksudnya di sini 30:53 kita lihat Ibunda Aisyah radhiallahu 30:56 anha itu beliau itu ee banyak ya 30:59 meriwayatkan hadis-hadis yang bersumber 31:01 dari para ee yang bersumber dari tentu 31:03 dari suami dari Rasulullah sallallahu 31:05 alaihi wasallam. Kemudian para sahabat 31:06 tuh banyak ee menuntut ilmu dari beliau. 31:09 Artinya seorang istri yang 31:12 berpengetahuan itu tentu dapat menjadi 31:14 partner diskusi yang baik bagi suaminya. 31:16 Maka kita mencontoh ee istri Rasulullah 31:19 itu adalah terus-menerus menuntut ilmu, 31:22 meng-update ilmunya agar mampu ee 31:25 menjadi partner diskusi suami. Kalau 31:28 memang suaminya ee sudah ee memiliki 31:31 barangkali lebih memahami daripada 31:34 istrinya. Tapi ini 31:35 tantangan sebagaimana ee kita mencontoh 31:39 istri-istri Nabi untuk terus meng-update 31:41 ilmu belajar terus ya. Karena ee 31:43 istri-istri Nabi ini selalu ya ee 31:45 menjadikan Rasulullah sebagai ee apa 31:49 namanya? Guru besar ya. Artinya belajar 31:50 terus di rumah di manaun ya. Kenapa 31:52 Rasulullah itu menikah lebih dari satu 31:54 itu? karena memang ee butuh istri-istri 31:56 yang nanti mampu menyampaikan, 31:58 mengajarkan apa yang telah didapat dari 32:01 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 32:02 kepada para ee kaum muslimah. Nah, oleh 32:05 karena itu contoh yang kita ambil di 32:07 sini adalah terus mengembangkan diri, 32:10 belajar sehingga ee menjadi teman 32:13 diskusi. Suami itu menjadi teman 32:14 diskusi. Itu kalau suami memiliki sama 32:17 ya ee pengetahuannya. Nah, kalau ujian 32:20 cobaan dalam kehidupan kita ini kan 32:22 ujian ee tidak hidup ini kan penuh 32:25 ujian. Tidak semua yang kita harapkan, 32:27 yang kita ingin inginkan itu ada. Tidak 32:29 semua hidup itu ideal. Ya, kalau istri 32:31 itu kan mengidealkan. Kalau seorang 32:33 perempuan tuh kan mengidealkan apa? Aku 32:35 pengin punya suami yang dapat jadi imam, 32:37 yang mampu membimbingku, yang mampu ah 32:39 itu sih kayaknya mimpi ya. Enggak ada 32:42 yang ideal di muka bumi ini ya. He. Nah, 32:44 pada saat kita diuji misalnya dengan 32:46 pasangan yang tingkat wawasan 32:49 pengetahuannya mungkin masih belum 32:51 memadai seperti kita, kita bimbing tanpa 32:55 menggurui. Karena salah satu 32:57 satu-satunya kelemahan para pemimpin itu 32:59 adalah tidak mau dipimpin ya, gengsinya 33:01 tinggi. Nah, jadi terus ee meng-update 33:04 ilmu kemudian mengajak ya mengajak dalam 33:06 arti mencontohkan dengan ee kelembutan 33:09 tentu saja ya dengan jadi sehingga tanpa 33:12 terasa suami ini mampu ya untuk menjadi 33:15 teman diskusi partner ya dalam ee 33:17 kehidupan sehari-hari. Nah, kalau kita 33:19 contohkan ini di masa Nabi juga ada 33:22 keluarga-keluarga para ee keluarga 33:24 sahabat ya, sahabat sahabiat itu Ummu 33:27 Sulaim. Ummu Sulaim dengan suaminya Abu 33:29 Thalhah itu kan kita tahu yang sangat 33:34 kuat imannya itu Ummu Sulaim. Sulaim 33:37 ilmunya Ummu Sulaim kan Ummu Sulaim itu 33:41 sampai dia kokoh teguh itu ya dengan 33:43 pendiriannya itu sampai dia tuh rela 33:45 bercerai dengan suaminya. Suaminya itu 33:47 kan bapaknya Anas bin Malik ya. ketika 33:50 dia ngajak suaminya masuk Islam, 33:52 suaminya enggak mau, ya dia ee memilih 33:54 ee bercerai karena suaminya menentukan 33:57 pilihan cerai atau kita apa kamu ee ikut 34:00 aku gitu ya. Dia memilih itu keimanan. 34:03 Nah, setelah dia ee bercerai anaknya di 34:06 ee di ee diminta kepada Rasul untuk 34:10 berkhidmat kepadanya, belajarlah ya. 34:12 Nah, kemudian beliau dilamar oleh 34:15 seseorang yang ee apa namanya? Baik, ya. 34:19 tapi belum Islam. Nah, kemudian Ummu 34:22 Sulaim memberikan syarat kalau mau 34:24 menikah dengan denganku ya harus muslim 34:27 dulu, Islam dulu. Nah, akhirnya maharnya 34:29 itu adalah Islamnya. Nah, kita lihat 34:31 bagaimana interaksi Ummu Sulaim dengan 34:33 Abu Thalhah sampai Abu Thalhah ini 34:35 menjadi salah seorang sahabat yang 34:38 dicintai oleh Nabi Muhammad sallallahu 34:39 alaihi wasallam. Bahkan tingkat 34:41 amalannya, pengamalan itu luar biasa. 34:42 Beliau tuh menginfakkan kebun yang 34:45 letaknya strategis itu ya. Masyaallah. 34:48 Bahkan ketika ada tamu kemudian Rasul 34:50 menawarkan siapa yang bisa mau menjamu 34:52 tamu ini? Semua sahabat pada diam. Itu 34:54 Abu Thha yang ngajak ayo ke rumah. 34:56 Padahal istrinya belum di ee apa 34:59 namanya? Diberitahu. Padahal mereka juga 35:01 ketika itu tidak ada makanan. Karena Abu 35:03 Talha tahu istrinya itu pasti akan bisa 35:05 menerima apa yang dilakukan oleh Abu 35:07 Thalhah. Kemudian disampaikan, "Ini ada 35:09 tamu nih. Ya, makanan cukup hanya untuk 35:11 anak-anak." Ya sudah kalau gitu 35:12 anak-anak suruh tidur aja. kita per 35:14 makan kita kita jamu nih tamu ini. Nah, 35:16 akhirnya lampunya di digelapkan ya tamu 35:19 itu makan ya kayak yang tuan rumah juga 35:21 pura-pura makan dikira tamu mereka juga 35:23 makan itu. Jadi artinya Ummu Sulaim tu 35:26 mampu ya mengajak suaminya seperti 35:30 akhirnya mereka sama-sama jadi 35:32 partnership dakwah. Masyaallah. Jadi itu 35:34 ya kebijaksanaan dan pengetahuan terus 35:37 meningkatkan wawasan keilmuan ya 35:39 berpengetahuan sehingga ee kita mampu ya 35:43 mengikuti sebagaimana keluarga ee 35:45 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 35:46 dan dengan istrinya. 35:49 Selanjutnya keteladanan ya belajar dari 35:52 istri-istri Rasulullah sallallahu alaihi 35:53 wasallam adalah dalam hal kelembutan dan 35:55 kasih 35:57 sayang. Istri-istri nabi ini dikenal 36:00 dengan kelembutan dan kasih sayang. 36:03 Mereka berusaha untuk menciptakan rumah 36:05 tangga itu penuh dengan cinta dan 36:08 kedamaian. Karena kalau sudah 36:09 teriak-teriak aja tuh sudah enggak 36:11 nyaman ya. Kita lihat misalnya ee di 36:14 antaranya ya semua istri Nabi itu lembut 36:15 semua ya. Walaupun orang Arab ya katanya 36:17 orang Arab itu biasanya ngomongnya 36:19 teriak-teriak ya. Tapi tidak ya artinya 36:21 di keluar Nabi itu Rasulullah itu sangat 36:23 lembut lebih lembut kali dari orangorang 36:25 Timur ya. Itu kita lihat aja beliau itu 36:28 menjaga perasaan istrinya itu Rasulullah 36:30 ya. karena beliau adalah pemimpin, 36:32 beliau adalah seorang nabi rasul ya yang 36:34 memberikan ee keteladanan contoh untuk 36:36 keluarganya agar bisa ditiru oleh 36:38 umatnya. Ya, kita tahu kan dalam 36:40 perjalanan Rasulullah pulang malam itu 36:42 ketika mengetok pintu ya, ketika pada 36:45 malam hari ee mengetok pintu enggak 36:48 dibukakan karena Ibunda Aisyah itu ee 36:50 tertidur itu beliau enggak gedor-gedor 36:52 pintu. Beliau letakkan sorbannya di 36:55 depan pintu. Beliau tidur di depan ee 36:57 pintu ee rumahnya. Coba bayangkan kalau 37:00 suami sekarang mah digedor-gedor ya. 37:01 Kalau pas dibuka marah-marah gitu ya. 37:03 Kenapa terlambat 37:05 kok dikunci pintu gitu? Iya. Tuh udah 37:08 gimana sih suami capek-capek pulang 37:10 ngomel-ngomel apa macam ya. Padahal itu 37:13 bukan orang bukan orang Timur kan 37:15 lembut-lembut katanya. Katanya orang 37:16 Arab kasar-kasar. Enggak juga. Seseorang 37:19 itu akan lembut ketika di ketika 37:21 mendapatkan atau mengamalkan nilai-nilai 37:24 keislaman. Islamlah yang membuat 37:26 seseorang itu menjadi dari kasar menjadi 37:28 lembut. Ya. Nah, istri-istri Nabi ini 37:31 penuh dengan cinta dan kedamaian. 37:32 Misalnya contoh ya, ini contoh dalam ee 37:36 apa namanya? Banyak sih kalau kita lihat 37:38 ya e di istri-istri Nabi ini contoh yang 37:39 yang nyata ya. Misalnya Um Ummu 37:42 Salamah. Ummu Salamah ini ee beliau ini 37:46 seorang komunikator yang baik ya. Jadi 37:49 dalam menghadapi masalah rumah tangga, 37:51 masalah umat itu beliau tuh mampu 37:53 menjadi ee penenang Rasulullah 37:55 sallallahu alaihi wasallam. Misalnya ya 37:57 ketika perjanjian Hudaibiyah itu ya ee 38:00 kita tahu bagaimana perjanjian 38:02 Hudaibiyah terjadi. Itu kan Rasulullah 38:05 berniat awalnya tuh kan untuk 38:06 melaksanakan umrah ya. Ternyata ee tidak 38:09 dihadang oleh orang-orang kafir Quraisy 38:11 tuh. Enggak enggak ini tidak menyetujui 38:13 ya. Padahal Rasul sudah siap-siap tuh 38:14 sudah bawa ternaknya untuk apa namanya 38:17 semua sudah persiapan lengkap ternyata 38:18 di apa di tidak disetujui. Akhirnya 38:21 terjadilah ee perundingan ya. Kemudian 38:24 Utsman bin Affan lah yang berunding 38:26 ternyata enggak ada dengar kabarnya. 38:28 Akhirnya ada isu-isu dibunuh dan segala 38:30 macam arti itu ya. Akhir muncullah 38:32 perjanjian Hudaibiyah ya yang bolehnya 38:34 tahun depan. Nah, maksudnya di sini 38:36 untuk ee menyelesaikan ee ee apa namanya 38:39 ibadah ini kan harus tahalul ya waktu 38:41 itu ya. Ee karena belum enggak bisa 38:43 masuk tapi sudah niat. Karena kalau 38:44 sudah niat itu kan mesti diselesaikan 38:46 tapi karena belum bisa masuk berarti kan 38:48 ada umat um umratul qada. Nah, ini 38:50 maksudnya ketika tahalul potong rambut 38:52 itu Rasul memerintahkan kepada para 38:54 sahabat, "Sudah cukur rambutmu. Enggak 38:56 ada yang mau diam karena kesal banget 38:58 ya. Ini orang kita mau umrah ini kok 39:02 orang-orang ya pokoknya keselah gitu ya. 39:04 Enggak mau satu pun diam karena 39:05 kesalnya. Akhirnya Rasulullah kesal 39:08 juga. Ini umat disuruh enggak nurut, 39:11 disuruh tahalul. Akhirnya ee beliau 39:13 menyampaikan kepada Ummu Salamah, "Ya 39:15 celakalah umat ini tidak lagi mengikuti 39:17 mematuhi nabinya." Terus kata kata Um ya 39:20 Rasulullah, sini ya kita keluar. Saya 39:22 saya yang akan mencukur rambutmu. Gitu 39:24 ya. Jadi artinya kita contohkan saja 39:26 nanti mereka akan melihat, mereka akan 39:28 melakukannya. Jadi ee masukan dari Ummu 39:31 Salamah ini dengan kelembutannya, dengan 39:33 kecerdasannya, dengan kemampuannya 39:35 berkomunikasi itu mampu mengatasi 39:38 masalah. Akhirnya apa yang terjadi? 39:39 Rasulullah keluar terus kemudian 39:40 dipotong rambutnya oleh ee Ummu Salamah. 39:43 Sahabat melihat ya Rasul para sahabat 39:45 juga ngikutin. Karena kita tahu ya Mbak 39:47 Olin, apapun yang dilakukan oleh 39:50 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 39:53 itu semuanya ditiru oleh para sahabat 39:55 ya. Pokoknya masyaallah ya namanya 39:58 qudwah uswah seorang yang masyaallah itu 40:01 kalau melihat wajahnya segan gitu ya. 40:03 Bahkan diriwayatkan ya untuk wudu aja 40:05 tuh enggak enggak ada air yang sampai 40:06 jatuh ke tanah itu direbut oleh para 40:08 sahabat itu untuk 40:10 keberkahan. Nah ini Ummu Salamah 40:13 kemampuan beliau, kelembutannya 40:15 masyaallah mampu menenangkan. bukan 40:16 nyala-nyalahin ya kan kadang-kadang ada 40:19 model suami yang sudah saling 40:20 salah-salahin misalnya ya istrinya 40:23 sedang sakit ditambil kamu makanya 40:25 bukannya malah menenangkan ya atau 40:28 suaminya sakit malah di ya bukannya 40:31 ditenangkan. Nah, ini kita mencontoh 40:33 keluarga baginda Nabi sallallahu alaihi 40:35 wasallam dalam hal kelembutan dan kasih 40:37 sayang. Ya, bahkan kalau kita lihat ya 40:39 itulah ajaran Islam. Nah, setingkat Nabi 40:42 Musa saja itu ketika berdakwah kepada 40:45 Firaun itu sampai kaulan lainan berkata 40:48 lembut. Ini Firaun disuruh ngomong 40:51 lembut gitu ya. Apalagi keluarga kita, 40:54 istri kita, suami kita, anak kita tentu 40:56 lebih berhak untuk mendapatkan 40:58 kelembutan seorang istri atau seorang 41:00 suami. Maka kita mulai karena kita 41:02 perempuan ya kan berbicara ee di sini 41:05 tentang belajar dari istri-istri nabi. 41:07 Kita mulai dari kita ya, belajar 41:09 kelembutan ya, kasih sayang. Enggak 41:12 ngomel-ngomel sampai berteriak-teriak 41:14 apa namanya masyaallah. Nah, ini ee 41:17 mencontoh dari istri-istri Rasulullah 41:19 sallallahu alaihi wasallam. kelembutan 41:21 dan kasih sayang. Kemudian 41:23 kesabaran. Kesabaran itu adalah kunci 41:26 dalam menghadapi berbagai ujian dan 41:28 cobaan dalam rumah tangga. Ya, sabar ya, 41:32 sabar. Ini istri Nabi itu semuanya pada 41:33 sabar ya. Termasuk Zainab ee ibunda 41:36 Zainab binti Jasy ya. Kemudian ee oh 41:39 luar biasa dia apalagi ibunda Khadijah, 41:41 ibunda. Semuanya itu istri Nabi itu ee 41:44 memiliki tingkat kesabaran yang luar 41:46 biasa ya. Nah, kita di sini juga 41:50 sebagai istri-istri ya, ibu-ibu ya, 41:53 berusaha untuk sabar ya. Karena memang 41:57 pahala orang yang bersabar ini itu di 42:00 hisab besar banget ya pahalanya. 42:03 Masyaallah. Sabar itu luar biasa 42:08 ya. Sabar itu ketika benturan pertama. 42:11 Kalau udah terjadi kita marah-marah 42:13 mikir lagi kayaknya tadi salah deh. Yang 42:15 namanya sahabat yang pertama kali. 42:17 Mudah-mudahan kita menjadi istri yang 42:20 sabar. Dan ini terwakili dengan yang 42:22 dilakukan. Contohnya misalnya kesabaran 42:25 para sahabat itu ya. Kalau kita lihat 42:27 Ummu Sulaim itulah contoh yang luar 42:29 biasa ya. Karena dia ingin mengajak 42:32 mendidik ee mengajarkan suaminya yang 42:35 Islamnya itu adalah maharnya ya. Ketika 42:37 dia punya anaknya sakit gitu ya. Itu 42:40 tentu kalau anak sakit kemudian 42:42 meninggal tentu kalau tidak kuat 42:44 kesabaran itu mungkin sudah. Nah, orang 42:46 yang suami suami yang yang masuk Islam 42:48 itu baru masuk Islam itu kan tentu akan 42:50 tergoncang. Nah, beliau itu menjaga itu 42:53 ketika suaminya baru pulang dari 42:55 bepergian dia layani dulu. Dikasih 42:57 makan, dikenyangkan perutnya, kemudian 42:59 dilayani ee nafsunya ya, biologisnya ya. 43:03 Setelah semuanya terkenyangi ya, ee 43:05 perutnya semuanya baru dia ngomong, 43:08 "Kalau tetangga meminjam ee apa kita 43:11 meminjam barang dari tetangga kemudian 43:12 yang pemiliknya meminta kembali 43:14 bagaimana?" Ya, kembalikan. anak kita 43:16 juga telah kembali kepada pemiliknya 43:18 kayak begitu ya. Itu kan luar biasa 43:20 kesabaran Ummu Sulaim tersebut ya. Ee 43:24 contoh-contoh para sahabat ya dan istri 43:26 Rasulullah juga tentu ee kita lihat 43:29 bagaimana sabarnya Ibunda Aisyah ketika 43:31 difitnah dalam hadisul ifqi. Ya Allah 43:34 luar biasa ya. Itu fitnah itu tidak 43:37 mudah ya. Fitnah yang terlalu ya menuduh 43:41 berbuat fahsya ya berzina. Nauzubillah 43:44 minzalik. Oh ya Allah. Beliau tuh tidak 43:46 ini disuruh minta tidak mau ini tidak 43:48 berbuat salah ya. Jadi karena 43:51 ketawakalan, kesabaran ya ibunda Aisyah 43:54 radhiallahu anha sampai Allahlah yang 43:56 membersihkan namanya. Waduh enggak enak 43:58 banget dituduh begitu. Ya Allah rasanya 44:01 tuh mungkin kalau waduh luar biasa ya 44:03 sabarnya itu luar biasa ya istri Nabi 44:05 itu ya tidak ngomong-ngomong tidak tidak 44:07 berusaha untuk apa namanya membela diri 44:10 kan kalau orang membela diri enggak aku 44:12 tuh enggak begitu demi Allah kayak gitu 44:14 ya tapi beliau serahkan kepada Allah 44:16 itulah Ibunda Aisyah kemudian juga 44:18 termasuk kebersihan dan kerapian jadi 44:21 Rasulullah itu kan menyuruh umatnya 44:24 untuk bersih yaur satru iman kebersihan 44:28 kesucian itu sebagian dari iman. Jadi 44:30 Rasulullah itu menghargai kebersihan, 44:32 kerapihan. Bahkan kita lihat ya 44:34 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 44:36 ini itu ee menjaga kebersihan dirinya ee 44:41 mulutnya kan dengan siwak ya. Jadi 44:43 artinya mentang-mentang suami 44:46 kadang-kadang kan suami itu enggak kalau 44:47 memang dalam rumah tangga kan suka gitu 44:49 ya Mbak ya. Ya, istri ini jadi mau ma 44:52 bau mulut, bau apa itu sembarangan ya 44:55 enggak peduli lagi. Enggak. Justru 44:56 Rasulullah itu menampilkan kerapian 44:59 kebersihan di depan istrinya. Begitu 45:01 juga sebaliknya. Kan indah sekali ya 45:04 kalau suami istri itu wangi. Masyaallah 45:07 enggak bau keteh kan. Nauzubillah 45:11 minzalik. Ini menyenangkan gitu ya. Nah 45:13 itu yang dicontohkan oleh Rasulullah dan 45:15 istri-istri Nabi. Istri-istri Nabi itu 45:17 berusaha tampil ya dengan kebersihannya. 45:21 Tidak, tidak istilahnya tuh walaupun 45:23 dengan kepakaian sederhana tapi kan 45:25 tidak kumuh ya, tidak ya. Kalau kita kan 45:28 kadang-kadang sudah biasa pakai duster 45:29 ya, Mbak ya. Akhirnya tanpa terasa ya 45:33 enggak beriring dengan jalannya waktu 45:35 akhirnya suami tertarik dengan orang 45:37 lain gitu ya. Karena dilihat istrinya 45:39 begitu-gitu aja. Jadi justru tampilan 45:42 yang rapi, yang baik itu sebenarnya 45:45 untuk suami dan itu adalah ibadah. Jadi 45:48 kalau kita mau dandan, mau apa ya udah 45:50 dandan di rumah niatkan untuk suami dan 45:53 itu pahala. Justru yang banyak terjadi, 45:55 Mbak ya. Maksudnya di keluarga yang 45:57 ujung sana tuh yang di mana tuh? Itu tuh 46:00 di rumah tuh ya bajunya dtera, 46:03 bolong-bolong tambelnya, bawa bawang, 46:05 buka maskeran itu ya. Kalau di rumah pas 46:08 keluar ya cantik banget. Jadi cantiknya 46:10 untuk orang lain. Nah, bukan begitu yang 46:12 dicontohkan oleh istri Nabi. 46:15 Penampilannya, kebersihannya, 46:16 kerapihannya itu hanya untuk suami. Nah, 46:19 ini juga dilakukan oleh Abdullah bin ee 46:22 Mas'ud ya. Beliau berdandan ee untuk 46:25 istrinya, istrinya juga berdandan untuk 46:26 dirinya. Masyaallah. Jadi memang 46:29 perawatan diri dan kebersihan itu 46:31 menjadi ibadah kalau memang ee ditujukan 46:34 untuk pasangan ya wangi ya. Menjaga 46:37 kebersihan ya ee tidak kotor, tidak 46:40 kumu, menjaga pokok penampilan ya ee itu 46:43 bisa tercermin dari siwak ya. Rasul tuh 46:45 selalu bawa siwak kan enggak enak kan 46:47 kalau bawa mulut ya. Nauzubillah 46:49 minzalik itu. Jadi memang 46:52 kebersihan-kebersihan itu sudah terbukti 46:54 ya di keluarga Nabi sallallahu alaihi 46:56 wasallam. Termasuk kebersihan rumah ya. 46:58 Kebersihan rumah. Bahkan beliau itu 47:00 membantu istrinya di rumah ya. Menyapu 47:03 lantainya, merapikan tempat tidur, 47:05 bahkan menambal ee bajunya yang sobek 47:08 atau sendalnya yang apa namanya itu di 47:10 apa? Di artinya beliau tuh berusaha 47:12 untuk melayani dirinya sendiri. Ini 47:15 menyenangkan istri kan? Jadi istri 47:16 tambah cinta gitu loh Mbak ya. Jadi 47:18 bukan hanya bukan berarti ee enak di 47:21 istri suami sudah mencari nafkah 47:23 kemudian. Enggak begitu juga. Ini kan 47:25 kita nih partnership ya. Sama-sama istri 47:28 di rumah tuh juga capek loh apalagi 47:30 punya anak enggak ada khodimat. Jadi ini 47:33 sebagian suami kadang-kadang merasa ya 47:35 karena mentang-mentang sudah mencari 47:37 nafkah kemudian sampai di rumah 47:39 penginnya dilayani 100% padahal dia 47:41 enggak lihat istrinya. Istrinya tuh 47:43 anaknya banyak semua ditangani sendiri. 47:46 Jadi, ya Allah, akhirnya nuntut ngapain 47:48 aja kamu di rumah dari tadi begini-gini 47:50 rumah kotor berantakan. Nah, ini jadi 47:52 ini tidak kita inginkan ya. Sama-sama 47:55 bersama lihat Rasulullah bagaimana 47:57 beliau ee mencintai istrinya kemudian 48:00 ikut membantu. Ya, kita tahu ya 48:02 sebagaimana Ibunda Aisyah ee sampaikan 48:05 Rasul itu juga di rumah juga sama ya, 48:07 tapi kalau sudah dengar azan semuanya 48:09 diberhentikan dengar azan ya, kemudian 48:12 segera salat gitu ya. Jadi inilah 48:14 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya 48:15 merawat dirinya, pakaiannya ya dan itu 48:18 juga dilakukan oleh istri-istri Nabi ya 48:21 sallallahu alaihi wasallam ya. Jadi 48:23 inilah contoh teladan kita belajar dari 48:27 istri Rasulullah sallallahu alaihi 48:28 wasallam. Wallahuam 48:34 bis yang dicontohkan oleh istri 48:37 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 48:39 di antaranya toladan kesabaran, 48:41 kerapihan, kesetiaan, dan masih banyak 48:45 lagi yang merupakan ee panduan untuk 48:47 kita menjadi istri yang salehah. 48:50 Insyaallah kami akan langsung masuk ke 48:53 tanya dan jawab ya, Ustazah ya. Kita 48:54 langsung saja bacakan ini dari hamba 48:56 Allah, Ustazah. Asalamualaikum 48:58 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah 48:59 Harlini Amran. Waalaikumsalam 49:02 warahmatullahi wabarakatuh. Ustazah 49:05 kalau mendengar ee apa ee sebentar 49:09 ustazah jika mendengar penjelasan 49:10 ustazah mereka sangat bersabar 49:14 menghadapi ee suami. Namun banyak yang 49:17 juga yang berkata itu kan suaminya nabi. 49:21 Kalau suami seperti suami-suami kita, 49:24 apakah kita juga harus takzim seperti 49:27 umahatul mukminin contohkan? Ustazah 49:30 mohon bimbingannya. 49:32 Iya. Ee betul itu keluarga Nabi. Tapi 49:35 kan kita bukan seperti istri-istri Nabi 49:37 juga ya. Siap hidup dengan apa adanya. 49:40 Paling tidak kita bisa mencontoh ee itu 49:42 Mbak Olin yang kita sampaikan tuh Asiah. 49:45 Iya. Istri Firaun. Firaun. Iya. Jadi ee 49:48 Bunda Asiah ini beriman. Masyaallah ya. 49:52 Luar biasa ya. Bagaimana ee beliau ini 49:56 sangat hormat banget Firaun. Tapi dengan 49:59 kelembutannya Firaun takluk ya. Dan 50:03 Bunda Asia ini bersabar sampai titik 50:05 puncak beliau itu ee ketahuan beriman 50:09 kemudian disiksa ya oleh ee Firaun itu 50:12 ya disalib itu ya di e apa di Sahara ya 50:16 panas sekali. Akhirnya beliau berdoa 50:18 rbili baitan indaka baitan fil jannah 50:21 sampai berdoa ya Allah bangunkan aku di 50:23 sisi rumah di surga istana di surga 50:26 selamatkan aku dari Firaun dan ee kaum 50:29 zalim ya Firaun dan perbuatannya. 50:31 Artinya apa? Ee kalau kita lihat seorang 50:34 istri ketika memiliki suami yang tidak 50:37 seperti Rasulullah, karena kita juga 50:39 bukanlah istri-istri Nabi, maka ini 50:41 adalah ladang pahala buat kita untuk 50:44 mendakwahnya, untuk mengajakkan 50:46 mengajaknya kepada ee keimanan ya. 50:49 Karena statusnya itu adalah suami. Jadi 50:51 intinya gini, Mbak. Selama masih terikat 50:54 dalam akad nikah, ya dalam akd nikah, 50:58 dalam tali pernikahan, selama status 51:00 kita adalah seorang istri, selama itu 51:03 kewajiban kita untuk menjadi istri yang 51:06 salihat. Artinya apa? Kita akan ditanya, 51:10 akan bertanggung jawab di hadapan Allah 51:12 terhadap apa yang telah menjadi 51:13 kewajiban kita sebagai seorang istri. 51:15 Nah, adapun suami, suami yang dengan 51:18 berbagai macam model ya, mungkin yang 51:20 ini yang itu atau mungkin suaminya yang 51:22 apa yang tanda kutip ya, zalim atau apa 51:25 itu urusan dia dengan Allah karena dia 51:27 akan mempertanggungjawabkan amalannya di 51:29 hadapan Allah. Tapi kita sebagai istri 51:32 selama terikat dengan tali pernikahan, 51:34 selama itu kewajiban kita ee menjadi 51:36 istri yang shah. Begitu, Mbak. Jadi 51:39 enggak pakai ya kan suami yang mana dulu 51:41 kan taat tapi enggak pakai tapi jadi di 51:44 sini istri yang salihah taat kepada 51:46 suami itu enggak pakai tapi gitu Mbak 51:49 enggak pakai syarat. Enggak pakai syarat 51:52 selama masih terikat dengan ee akad 51:54 nikah ya tali pernikahanah. Heeh. Heeh. 51:56 Dan selama suaminya bukan Firaun kata 51:59 Ustazah suami kita bukan Firaun. Baik 52:02 saya akan beralih ke pertanyaan 52:04 berikutnya. Ibu Julia bertanya. 52:06 Asalamualaikum warahmatullahi 52:07 wabarakatuh. Waalaikumsalam. 52:08 Waalaikumsalam warahmatullah. Ustazah, 52:11 izin bertanya. Saya dulu pernah bekerja 52:14 dan menduduki posisi yang cukup penting 52:17 sebagai pemimpin salah satu perusahaan 52:20 swasta. Karena satu dan lain hal, saya 52:22 memutuskan untuk berhenti bekerja dan 52:24 mengurus ketiga anak saya yang saat ini 52:28 alhamdulillah sudah memasuki ee sekolah 52:32 SMP, SMA, dan ada yang SD. Namun ustazah 52:35 yang paling berat menurut saya adalah 52:38 menurunkan ego sebagai bekas pemimpin 52:41 wanita di depan suami saya yang saya 52:44 mungkin perasaannya tidak dihargai atau 52:47 disuruh-suruh karena biasanya saya kan 52:49 juga suka bisa nyuruh-nyuruh saja 52:51 kemudian tidak punya penghasilan sendiri 52:53 sehingga tidak leluasa. mau minta juga 52:55 kadang-kadang rasanya ada ee sungkan, 52:59 segan, dan merasa jadi tidak mampu. 53:02 Mohon e mohon nasihatnya Ustazah untuk 53:06 mematikan ego dan perasaan yang sangat 53:09 mengganggu ini kadang-kadang Ustazah. 53:11 Terima kasih. Iya. Ee mudah-mudahan apa 53:14 yang Ibu lakukan ini untuk mencari rida 53:17 Allah. Mudah-mudahan itu yang utama ya. 53:20 Kita ee Ibu berhenti ini karena Allah. 53:22 Nah, begini. Pernikahan ini adalah 53:25 ibadah yang terpanjang dalam kehidupan 53:27 kita. Artinya sejak mulai akad nikah ya 53:31 ee orang tua kita ya dengan suami itu ya 53:35 ketika sudah terjalin ya nikah ya aku 53:39 terima nikah itu pahala sudah jalan. 53:43 Artinya pernikahan itu bagi kita tuh 53:45 adalah ladang amal pahala. Jadi, apapun 53:48 yang kita lakukan dalam pernikahan ini 53:51 kalau tujuannya hanya semata-mata untuk 53:53 mencari rida Allah, di situlah pahala. 53:55 Kita mau disuruh-suruh mau apa ya, ya 53:58 Allah karena Engkau ya Allah. Bukan 53:59 karena suami karena Engkau ya Allah. 54:00 Jadi orientasi pikiran kita tuh bukan 54:02 karena suami. Aku berbuat gini bukan 54:04 karena suami tapi karena Allah lah yang 54:06 memerintahkanku. Ya bahkan ada juga yang 54:08 suaminya tuh enggak mau bantu di rumah 54:10 masalah rumah. Ya Allah benar-benar 54:12 kebangetan gitu ya. Tapi akhirnya dia 54:15 dia lakukan sendiri ya. Tapi lakukan 54:17 sendiri kalau ngomel, kalau ngendumel, 54:20 kalau ngeluh pas sayang kasihan gitu ya 54:23 udah capek enggak dapat pahala rugi kan. 54:26 Nah, oleh karena itu seberat apapun 54:30 tugas kita di rumah ya lihat suami kayak 54:32 begitu ya sudah jalani aja ini pahala 54:34 untukku. Jadi prinsipnya siapa yang 54:36 paling banyak beramal, siapa yang paling 54:39 susah, sulit, siapa yang paling ee capek 54:41 gitu ya dalam ee hidup berumah tangga 54:44 ini dia akan memborong semua pahalanya. 54:46 He iya kan Allah tuh tidak akan 54:49 menyiakan tetesan keringat seorang ibu 54:51 ya. Jadi ketika ada Asma binti Yazid 54:54 datang kepada Rasulullah sallallahu 54:56 alaihi wasallam itu dia utusan dari kaum 54:58 perempuan saat itu. Ya, ini sama 55:01 modelnya ya. Enak ya jadi laki-laki ya 55:03 keluar rumah gitu ya dia bisa bebas bisa 55:05 ini cuma nyari nak doang gitu ya. Nyari 55:07 duit doang untuk keluarga. kita di rumah 55:10 ngurusin dia, ngurusin anaknya, ngurusin 55:13 semua ya, istilahnya dari kasur dapur 55:16 sumur gitu ya. Kata Nabi, apa yang 55:18 dilakukan oleh perempuan di rumah itu 55:21 seperti yang dilakukan oleh suami di 55:23 luar. Jadi setiap apapun yang dia 55:25 lakukan itu pahala sama seperti pahala 55:27 jihad gitu. Jadi ya sudah ini bagian 55:30 dari amal saleh kita insyaallah ya 55:32 selama niatnya karena Allah. Jadi itu ee 55:36 untuk mengatasi ego itu ya kita kan 55:38 bekerja bukan karena dia, bukan karena 55:40 tapi karena Allah semata. Kita kan nanti 55:42 di yaumil akhir di di hari kiamat nanti 55:45 kan nanti akan mempertanggungjawabkan 55:48 amal kita kan masing-masing. Kita enggak 55:50 bergantung ke suami masing-masing. Allah 55:52 akan mempertanyakan, meminta tanggung 55:54 jawab kita terhadap apa yang telah 55:56 menjadi kewajiban kita. Sementara suami 55:59 atau siapapun itu tidak urusan kita. dia 56:01 mau berbuat zalim, dia mau semena-mena, 56:04 mau apapun urusan dia dengan Allah. He. 56:06 Maka oleh karena itu kita perbanyak 56:08 bekal-bekal kita selama di dunia ini ya 56:10 dengan cara dengan bergerak beramal 56:13 apapun ya karena Allah semata. Nah, itu 56:16 ya itu menjadi motivasi kita untuk 56:17 beramal. Nah, kemudian selanjutnya 56:20 berhenti bekerja itu kan bukan berarti 56:22 berhenti beramal ya. Artinya ee boleh 56:26 kok wanita itu bekerja ya tentu saja 56:29 tidak ee mengabaikan keluarganya, 56:32 anak-anaknya. Artinya di sini perlu ada 56:34 tawazun ee keseimbangan ya. Di rumah 56:37 juga bisa kan mencari income ya, tidak 56:41 melulu jadi ibu rumah tangga kan. 56:43 Artinya kita bisa berpikir ya, bagaimana 56:45 kita bisa berusaha mendatangkan hasil ya 56:49 ee mendatangkan maisyah ee penghasilan 56:52 yang dengan penghasilan itu kita bisa 56:54 berbuat banyak ya, kita bisa bersedekah 56:56 dan segala macam. Bukankah Rasulullah 56:58 pernah memerintahkan kepada perempuan 57:00 pada saat itu kata Saakna ya 57:03 berinfaklah, bersedekahlah kalian karena 57:05 aku banyak melihat kalian itu di neraka. 57:06 Jadi sedekah itu adalah untuk 57:08 meringankan kita ya. Nah, sekarang 57:10 pertanyaannya ketika para sahabat 57:13 sahabiat itu bersedok itu uang dari 57:15 mana? H kalau untuk uang dari suami kan 57:18 ya itu ya itu kan punya suami yang istri 57:20 itu hanya sebagai perantara tapi tidak 57:23 ada halangan, tidak ada larangan 57:26 bersedekah, berinfak tuh dari hasil 57:28 penghasilan perempuan itu sendiri. 57:30 Karena di dalam Islam juga menjamin 57:32 harta 57:33 kepemilikan. Ya, kita lihat contohlah 57:35 enggak usah jauh-jauh. Ummatul mukminin, 57:37 ibunda Khadijah itu yang kaya, yang 57:40 memiliki harta itu 57:42 siapa? Itu kan beliau ist ibunda 57:45 Khadijah. Karena mereka saling setia, 57:47 saling percaya. Itu 15 tahun pertama 57:49 pernikahan sebelum Rasulullah diutus 57:51 menjadi nabi itu semua aset itu 57:54 diserahkan kepada Nabi. Beliaulah yang 57:56 menggantikan posisi ibunda Khadijah. 57:58 Jadi beliau itu di rumah artinya mereka 57:59 kerja sama ya. Artinya ee di sini 58:02 bagaimana ibunda Khadijah itu juga 58:04 seorang wanita yang memiliki penghasilan 58:07 ya. Termasuk juga pernah Rasulullah 58:09 mengatakan yang pertama kali menyusulku 58:11 nanti adalah yang paling panjang 58:13 tangannya. Nah, yang paling panjang tuh 58:15 yang mana? Ketika istri Nabi Ibnda Es 58:17 coba di tangannya mana yang panjang gitu 58:19 ya. E bukan itu maksudnya kata 58:21 Rasulullah itu yang paling banyak 58:22 bersedekah, berinfak. Ternyata di antara 58:24 mereka itu adalah Zainab binti Jahsy. 58:26 Karena beliau tuh punya usaha. Jadi 58:28 istri-istri Nabi itu sebenarnya punya 58:29 usaha seperti ibunda Sauda itu beliau ee 58:32 masakan ya kemudian di apa dijual ada 58:35 kerajinan tangan. Intinya apa? Ibu di 58:38 rumah tuh bukan berarti ibu apa namanya 58:40 ya itu ee tidak punya penghasilan. Ibu 58:43 bisa misalnya di waktu-waktu di rumah ya 58:46 dengan ya itu kan tinggal memikirkan apa 58:49 usaha yang bisa dilakukan di rumah tanpa 58:52 mengurangi kewajiban dan perhatian 58:53 kepada anak begitu ya. Jadi, sehingga 58:56 ketika meminta kepada suami jadi enggak 58:58 sungkan lagi. Ya, di sinilah pentingnya 59:01 komunikasi ya dengan suami ya. Bisa jadi 59:05 ee ada sebagian suami yang keberatan 59:08 istrinya itu berhenti gitu ya kerja. 59:10 Hah, nanti penghasilannya berkurang. Ada 59:12 juga yang begitu. Nah, ini kepada suami 59:13 ini perlu di ee ya tadi ya komunikasi 59:16 ya. Kadang-kadang ada yang sampai ee 59:19 menyesalkan gitu ya. Itu enggak benar 59:21 juga. Ayo, ini rumah tangga mau dibawa 59:23 ke mana? ketika penghasilan itu dari 59:25 satu sumber kemudian ee yang istri itu 59:29 kira-kira ada peluang. Jadi prinsipnya 59:31 gini, Mbak. Dalam kehidupan rumah tangga 59:34 itu memang perlu ada komunikasi ee dari 59:37 hati ke hati. Karena kalau berbicara 59:39 masalah income, penghasilan, nafkah itu 59:41 kadang-kadang sensitif. Kadang-kadang 59:43 pasangan itu ada yang tidak terbuka ya, 59:46 ada suami yang tidak terbuka. Jadi 59:48 ketika istri tidak membantu, nah ini 59:49 pentingnya nih komunikasi ya. Nah, kalau 59:52 ada orang atau istri yang mendapatkan 59:54 ujian suami seperti itu udah pelit gitu 59:58 ya, kemudian perhitungan segala macam, 1:00:02 kemudian masyaallah ya itu banget wangi 1:00:04 lagi enggak wangi lagi. Udah gitu 1:00:07 katanya kasar lagi. Ya Allah, ujian. 1:00:09 Subhanallah. Nah, ini ketika kesabaran 1:00:12 istri dengan ee apa nam mempertahankan 1:00:15 rumah tangga itu pahalanya luar biasa. 1:00:17 Argo pahalanya tuh bisa berlipat-lipat. 1:00:19 Insyaallah kan ada ist, "Sudahlah aku 1:00:22 sabar begini demi anak-anak salah." 1:00:24 Heeh. Kenapa salah? Bukan karena Allah, 1:00:26 karena anak-anak enggak dapat pahala 1:00:28 itu. He. Jadi kesabaran itu karena Allah 1:00:31 gitu ya. Ya. Jadi, jadi akhirnya jadi 1:00:33 anak-anak bisa memiliki orang tua utuh 1:00:36 kan begitu, Mbak. Jadi bukan karena 1:00:37 anak-anak, karena Allah gitu ya. Nah, 1:00:39 kemudian dicarikan solusinya ya sudah 1:00:41 upaya apa ya kita bisa memiliki ee 1:00:44 income tersendiri yang kita enggak jadi 1:00:46 minta-minta ya. kita bisa berinfak. 1:00:49 Karena seorang istri dia menafkahi 1:00:50 keluarganya, membantu suaminya, 1:00:52 pahalanya dapat dua. Sementara suami 1:00:54 ketika dia bakil, dia pelit, dia itu 1:00:56 urusannya dengan Allah. Apalagi sampai 1:00:58 zalim itu urusan dia dengan Allah. 1:00:59 Enggak rugi kita. Jadi sekali lagi 1:01:02 jangan hitung-hitungan karena Allah juga 1:01:04 tidak menghitung. Masyaallah. 1:01:06 Berbahagialah memiliki suami yang 1:01:09 masyaallah tapi setiap ada kelebihan 1:01:11 pasti ada kekurangannya ya. Masya juga 1:01:14 manusia dan masih hidup saja ya. Betul. 1:01:17 Betul. Yang penting prinsipnya ee untuk 1:01:19 Allah, demi Allah, dan karena Allah biar 1:01:22 lebih tenang menghadapi ujian. Baik, 1:01:24 masih ada kesempatan satu pertanyaan 1:01:26 lagi Ustazah ya. Ini dari suami 1:01:28 nampaknya Ustazah izin membacakan. Boleh 1:01:30 disebutkan Pak ya ini namanya dari Pak 1:01:33 Bahroni. Asalamualaikum warahmatullahi 1:01:35 wabarakatuh Ustazah. Waalaikumsalam. 1:01:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:39 wabarakatuh. Bagaimana kalau ada istri 1:01:42 suka curhat di HP atau WhatsApp atau di 1:01:44 Facebook, tidak langsung ke suaminya. 1:01:46 Akhirnya si suaminya juga curhat lewat 1:01:49 handphone atau ee WhatsApp dan Facebook. 1:01:52 Gimana dong ya, Ustazah yang salah 1:01:54 HP-nya atau orangnya ya, Ustazah? Kalau 1:01:56 akhirnya HP yang dikambing hintapkan 1:01:58 kemudian dibanting? Mohon pencerahannya 1:02:00 untuk suami istri tersebut, 1:02:03 ya. Ee jadi begini, sebagai seorang 1:02:06 suami dia akan bertanggung jawab di 1:02:08 hadapan Allah. He seperti apa rumah 1:02:11 tangga yang dia jalankan itu. Ketika ada 1:02:14 perilaku-perilaku yang tidak sesuai 1:02:16 dengan nilai-nilai Islam, Allah akan 1:02:18 menuntutnya nanti di yaumil akhir. 1:02:20 Karena dia adalah pemimpin, pembimbing, 1:02:23 pengayom. Jadi sebagai seorang suami 1:02:25 ketika melihat istri curhat-curhatan itu 1:02:28 mestinya diajak istri, ayo kita 1:02:30 selesaikan masalah ini. Kan Anda 1:02:32 pemimpin ya, pemimpin. Jadi tidak 1:02:35 sekedar hanya mengeluhkan ee perilaku 1:02:37 istri. Ayo, di mana kepemimpinan Anda 1:02:39 itu harus harus ditunjukkan? Ya, tentu 1:02:42 saja dengan cara yang baik ya, pemimpin 1:02:44 ya tidak sewenang-wenang, tidak otoriter 1:02:46 ya, tidak apa ya, tidak galak ya. 1:02:49 Pemimpin yang penyayang. Ayo dipanggil, 1:02:51 diajak istri yuk kita bicara yuk. Ajak 1:02:53 ke mana keluar dengan kelembutan. Ayo 1:02:55 kita mulai terbuka dari hati ke hati. 1:02:57 Apa sih yang kau rasakan? Gitu ya. 1:02:59 Intinya gini mbak ee rapat keluarga. 1:03:03 Masyaallah ini kan rapat ya. He. Kita 1:03:05 kan ingin rumah tangga kita itu sampai 1:03:07 menuju surga Allah ya, bersama-sama di 1:03:10 surganya. Kita inginnya begitu ya. 1:03:13 Sementara setan itu menginginkan manusia 1:03:16 itu bersama-samanya di neraka. Nah, 1:03:19 setan itu lebih visioner dari kita. Tiap 1:03:21 malam mereka tuh evaluasi apa yang telah 1:03:23 mereka lakukan terhadap manusia. Ya, 1:03:25 macam-macam tuh. Nah, yang paling dekat 1:03:27 posisinya itu dengan pemimpin setan itu 1:03:30 adalah yang berhasil membubarkan rumah 1:03:32 tangga, menghancurkan ee institusi 1:03:34 keluarga. Ya, jadi dia sasarannya itu 1:03:37 dan itu karena mereka ingin manusia itu 1:03:39 semuanya ke neraka. Setiap malam mereka 1:03:41 rapat. Kita inginnya masuk surga 1:03:44 sama-sama, enggak pernah rapat. Gimana 1:03:46 ceritanya itu ya. Nah, oleh karena itu 1:03:50 agar ini bisa ditanggulangi bersama, ayo 1:03:52 kita selesaikan bersama-sama. Ajak istri 1:03:54 ya dari hati ke hati. Yuk, kita bicara 1:03:56 yuk dari ini ada masalah apa, 1:03:57 selesaikan. Jadi, jangan diam atau 1:03:59 masing-masing kita ungkapkan apa sih 1:04:02 yang jadi masalah dalam rumah tangga 1:04:03 ini. Terus bagaimana solusinya? Ya, ajak 1:04:06 keluar, Pak. Ajak ngomong gitu. Istinya 1:04:07 kita ini ya sampai ini bagaimana nih 1:04:09 rumah tangga ini mau dibawa ke mana? Ini 1:04:12 seperti ini kan enggak baik. Ini 1:04:13 bagaimana solusi? Pasti ada sebabnya ya. 1:04:15 Kenapa istri melakukan itu dan suami 1:04:18 melakukan itu pasti ada sebabnya. Dan 1:04:20 setiap permasalahan, setiap permasalahan 1:04:22 itu harus diselesaikan. Nah, 1:04:24 permasalahan itu bukan berarti bukan ee 1:04:27 bukan dilihat dari besarnya masalah, 1:04:29 tapi bagaimana mampu kita menyikapi 1:04:30 masalah. Ada masalahnya itu besar, tapi 1:04:33 ketika mampu untuk menyelesaikannya jadi 1:04:35 kecil. Ada masalahnya kecil, tapi karena 1:04:37 tidak mampu menyelesaikannya jadi besar. 1:04:40 Bisa-bisa malah bubar ke rumah tangga. 1:04:42 Nah, oleh karena itu coba dulu 1:04:43 diselesaikan ajak ngomong dari ke hati 1:04:45 istri kita ee suami ya. Ini mau dibawa 1:04:49 ke mana rumah tangga. Terus minta saling 1:04:51 nasehat. itu salahnya di mana? Aku 1:04:53 salahnya di mana? Aku tuh jadi saling 1:04:55 curhat-curhatan lah ya. Jadi istilahnya 1:04:57 gini, "Mbak, aku tahu apa yang kau mau, 1:05:00 kau tahu apa yang ku mau. Kau dan aku 1:05:01 tahu sama-sama apa yang kau dan aku mau 1:05:04 gitu ya. Jadi tidak ada lagi." Coba 1:05:05 ulang 1:05:06 Ustazah lancar kayaknya. Aku tahu yang 1:05:09 kamu mau selama aku tahu yang kamu mau. 1:05:13 Oh, salah. Oh, bukan. Aku tahu. Aku tahu 1:05:15 apa yang kau mau. Kau tahu apa yang aku 1:05:16 mau. Kau tahu yang aku mau. Kau dan aku 1:05:18 sama-sama tahu apa yang kau dan aku mau. 1:05:22 Oke, gitu ya. Jadi tidak ada yang 1:05:25 dirahasiakan. Jadi kalau misalnya mentok 1:05:27 ee egonya tinggi kali ya, salah satu 1:05:30 atau keduanya, ambil cari orang ketiga 1:05:34 ya. E hak min ahliha wahakama ahli. ya e 1:05:38 cari ee pihak ketiga sebagai mediator ya 1:05:41 untuk mampu menjembatani ee ee 1:05:45 komunikasi yang tersumbat ini yang 1:05:46 dipercaya. Mudah-mudahan ketika mereka 1:05:49 punya keinginan sama untuk ee menjaga 1:05:53 rumah tangga ini, mereka ingin sama-sama 1:05:56 tidak mau menghancurkan ee rumah tangga 1:05:58 ini. Insyaallah dengan hadirnya pihak 1:06:01 ketiga itu yang sama-sama mereka akui 1:06:04 ya, mau mau mendengarkan nasihatnya, 1:06:06 insyaallah ketika mereka punya niat 1:06:08 karena Allah, Allah lah yang nanti akan 1:06:10 mendamaikan mereka. Jadi enggak ada lagi 1:06:11 curhat-curhatan itu. Apalagi kalau 1:06:13 curhat di luar ya itu bisa dosa jariah 1:06:15 loh itu. Apalagi kalau misalnya orang 1:06:17 tahu, "Oh, kamu ya, keluarga kamu, oh 1:06:19 suami kamu ya, istri kamu." Akhirnya 1:06:21 apa? Gibahnya tuh jadi jamai. Gibahnya 1:06:24 sudah viral itu dosanya ngalir terus ke 1:06:26 kita kan. Enggak boleh gibah, enggak 1:06:27 boleh buka aib keluarga kan. Kalau kita 1:06:30 buka aib keluarga nanti Allah akan buka 1:06:31 aib kita nanti diamul akhir. Aduh, 1:06:33 malunya kayak gimana gitu ya. Ya, 1:06:35 mudah-mudahan sambil doa ya dengan doa 1:06:37 semoga Allah jaga rumah tangga kita 1:06:38 insyaallah. Amin. Ya. Baik, Ustazah. 1:06:40 Nampaknya pertanyaan dari Pak Barod 1:06:43 merupakan pertanyaan terakhir sekaligus 1:06:44 menutup kajian kita pada siang hari ini. 1:06:47 Sebelum kami tutup, kiranya kesimpulan 1:06:49 kita, Ustazah ya. Keluarga Rasulullah 1:06:53 sallallahu alaihi wasallam ini 1:06:55 memberikan contoh yang sempurna bagi 1:06:57 kita dalam berbagai aspek kehidupan dari 1:07:00 ketakwaan, keimanan, keberanian, 1:07:03 kelembutan dari ee pengetahuan, ilmu 1:07:06 pengetahuan, dari kasih sayang, dari 1:07:08 semua hal. Mereka adalah teladan yang 1:07:11 abadi bagi umat Islam dalam menjalani 1:07:13 kehidupan yang sesuai dengan nilai-nilai 1:07:15 keislaman. 1:07:16 Mudah-mudahan kita bersama-sama dengan 1:07:19 keluarga Nabi sallallahu alaihi wasallam 1:07:22 e di surganya 1:07:23 insyaallah. Astagfirullahai wakum. 1:07:25 Asalamualaikum warahmatullahi 1:07:27 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:07:29 warahmatullahi wabarakatuh. Jazakilah 1:07:31 khairan kasiran ustazahili Amran atas 1:07:34 waktunya, atas ilmunya, pengingatnya dan 1:07:37 mudah-mudahan ee tema kita yaitu belajar 1:07:40 dari istri Rasulullah sallallahu alaihi 1:07:42 wasallam bisa kita terapkan terutama 1:07:44 untuk para istri yang menyimak pada 1:07:45 siang hari ini di rumahnya masing-masing 1:07:48 insyaallah menuju keluarga yang sakinah, 1:07:51 mawadah, warahmah, berkumpul semuanya di 1:07:54 jannah. Amin. Amin ya rabbal alamin. 1:07:56 Kami yang bertugas pada hari ini 1:07:57 mengucapkan terima kasih untuk para 1:07:59 pendengar yang menyimak dari awal hingga 1:08:02 akhir juga. Kami ee mohon maaf apabila 1:08:04 ada kekurangan. Yang bertugas pada hari 1:08:06 ini saya karolin didampingi oleh Ondi 1:08:09 juga Algi nampaknya sudah digantikan 1:08:11 Abang Yusuf. Kami undur diri dan kami 1:08:14 tutup dengan doa. Subhanaka allahumma 1:08:17 wabihamdika ashadu alla illa anta 1:08:19 astagfiruka wa atubu ilaih. Wabillahi 1:08:22 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum. 1:08:24 warahmatullahi wabarakatuh. 1:08:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08:28 wabarakatuh.