Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:02 [bernyanyi] 0:11 [musik] 0:12 berasil TV. 0:20 Bismillahirrahmanirrahim. 0:21 Alhamdulillahirabbil alamin hamdan 0:23 katsir thyyiban mubarokan fik ma yuhibbu 0:26 rbuna wa yardo. Allahumma sholli 0:28 wasallim wabarik ala sayyidina 0:29 Muhammadin wa ala alihi wasohbihi 0:31 wabarik wasallim. Asalamualaikum 0:33 warahmatullahi wabarakatuh 0:35 pemirsa pendengar hasil di mana pun Anda 0:37 berada. Apa kabar? Saya Firman Muslim 0:40 Tahir menemani minggu malam ikhwan 0:43 akhwat semua. Alhamdulillah ini acara 0:46 pertama 0:48 kami setelah kemarin lebaran. Sebelum 0:50 acara mulai saya ucapkan min aidin mina 0:52 min aidin wal faizin taqabalallah minna 0:55 wainkum. Mohon maaf dan lahir dan batin. 0:58 Semoga ikhwan akhwat 1:01 dapat melanjutkan 1:03 hari-hari setelah kemarin kita berpuasa, 1:06 menyucikan diri, 1:08 berlebaran dan masuk bulan Syawal 1:11 menjadi manusia yang lebih baik. Pada 1:13 malam ini ada yang kurang ikhwan akhot 1:15 semua. Saya biasa ditemenin sahabat 1:18 saya, Kak Musa yang dia late pulang 1:22 kampung. Tapi alhamdulillah saya 1:24 ditemeni oleh kakak-kakak saya yang baik 1:27 dan salehah. Alhamdulillah sudah hadir 1:30 di sini kakak saya seorang perawat yang 1:33 baik hati, tidak sombong, dan gemar 1:36 mengenabung. Namanya Uni Ita. Apa kabar, 1:39 Uni? Asalamualaikum. Waalaikumsalam. 1:42 Sehat, Uni? 1:43 Alhamdulillah sehat, Man. 1:44 Sudah makan? Sudah, 1:46 sudah. Alhamdulillah. 1:47 Dan satu lagi tamu spesial yang saya 1:49 impor jauh-jauh dari Tanah Karo, Om Pung 1:52 Boru saya yang katanya, "Eh, Firman 1:55 Ompung Pengin lihat kota Jakarta ini." 1:57 Itu katanya. Saya saya undang jauh-jauh. 2:00 Beliau adalah dokter Mea. 2:04 Horas Ompung. 2:05 Horas. 2:05 Horas. Asalamualaikum Ompung. Sehat 2:07 Omung. 2:07 Waalaikumsalam. 2:09 Sehat ya? Ahi? 2:10 Sehat alhamdulillah. 2:12 Ee semoga Kak Musa saya siaran dengan 2:15 sedikit kesal karena Kak Musa tidak 2:17 menemati saya. Nanti Kak Musa akan saya 2:20 ledek dalam acara ini. Ya, 2:23 tema malam ini 2:26 fight nomor 2:28 tapi gimana nih, Kak Kak Ita sama dokter 2:31 Mia menjalani lebaran. 2:34 Lebaran ke mana aja? Enggak bisa mudik 2:36 dong. 2:36 Enggak, enggak mudik. 2:37 Ambil mudik. 2:37 Heeh. Di rumah aja. E kecuali dokter M 2:40 yang emang minta diimpor dari Tanah Karo 2:41 untuk datang ke Jakarta. 2:42 Eh, silakan aja Ahi, nanti kita akan 2:45 main jawab-jawaban. Saya lagi berpikir 2:47 nih, masalahnya kagum banget nih sama 2:49 Bapak-bapak di depan ini. [tertawa] 2:52 Lebaran enggak ke mana-mana nih. 2:53 Enggak, enggak ke mana-mana. 2:55 Lebaran banyak yang gagal mudik. 2:58 Iya. 2:59 Jakarta jadi majat. 3:00 Iya, pasti 3:01 mall penuh. Dan ternyata bukan hanya 3:03 aja, di semua daerah di tempat 3:06 hiburannya. 3:09 Penuh keramaian. 3:11 Baik yang 3:12 kerumunan ya. 3:12 Penuh kerumunan. Kerumunan apa? 3:14 Keramaian. 3:15 Kerumunan yang membuat ramai 3:17 itu masuknya pelanggaran apa pidana itu? 3:21 [tertawa] 3:22 Heeh. Jawab terkenal lagi pasal 3:26 di mana-mana ada ya 3:28 macet segala macam ya. Tapi itulah 3:31 namanya lebaran. 3:32 Iya. 3:33 Orang menyambut dengan sukacita. Setelah 3:35 setelah sekian lama kita terbelenggu 3:37 dengan ee rasa panik, rasa takut. Tahun 3:42 lalu kita tahun ini akhirnya meledak. 3:46 Rasa rindu yang tidak bisa ditahan lagi. 3:49 Ya, tapi begitulah. Tapi kalau bisa 3:51 tetap dijaga prokes tetap dijaga ya, 3:54 Dokter ya. 3:56 tetap dijaga. 3:59 Dan 4:00 selain isu COVID juga kita mendapatkan 4:03 isu kemarin seperti biasa ya rutin dari 4:06 tahun ke tahun dari tahun ke tahun 4:08 setiap bulan Ramadan pasti 4:11 Palestina di 4:13 bom 4:13 bombardir 4:14 Heeh. 4:14 oleh pasukan Zionis Israel selalu 4:18 dari tahun ke tahun dari tahun ke tahun. 4:19 Untungnya ee berita dari Sosmet ini 4:25 berkembang cepat. 4:26 Iya, betul. 4:27 Sehingga detik perdetik, menit per menit 4:30 informasi itu mengalir deras. 4:32 Iya. 4:32 Ternyata benar. yang ditakutin tentara 4:35 Zionis itu adalah 4:38 image yang ditampilkan oleh media massa. 4:41 Dan akhirnya alhamdulillah orang pun 4:43 banyak yang sadar walaupun banyak 4:45 zionis-zionis hidung pesek yang tetap 4:47 masih membela Israung pesek ya. 4:49 Iya. Zionisung pesek 4:51 membela Israel. 4:54 Ya begitulah. 4:56 Mungkin Bilulus kulusin tembus mafulus 4:58 mamfus ya kan. Karena ada [tertawa] 5:00 karena ada dorongan duit mereka bisa 5:03 mengorban bisa lebih membela orang yang 5:09 ee menyiksa saudaranya sendiri. 5:12 Iya. 5:12 Iya, betul. Padahal lebih baik diam aja. 5:14 Padahal lebih baik diam aja kalau memang 5:16 dia diam. 5:16 Lebih diam. Padahal kalau dia mengaku 5:18 dirinya Islam. 5:19 Iya. 5:19 Pertama, kalau dia mengaku dirinya 5:21 Islam, dia harus sadar bahwa 5:23 setiap orang beriman itu adalah 5:25 bersaudara. 5:26 Iya. Betul. Di mana kalau satu bagian 5:28 tubuhnya tersakiti, 5:29 yang lain akan sakit. 5:30 Yang lain ikut sakit. 5:31 Betul. Betul. 5:32 Walaupun kita hidup dengan kecukupan, 5:34 kesenangan. Kalau dia beriman, kalau dia 5:36 beragama Islam melihat saudaranya sakit 5:38 ikut sakit menderita. 5:39 Betul. 5:40 Kalau dia bukan beragama Islam pun dia 5:42 manusia aja 5:43 yang punya peri kemanusiaan aturan ikut 5:45 merasa penderitaan. Buku mencari alasan 5:48 pembelaan. 5:48 Iya. 5:50 Toh akhirnya kelihatan kan hati nurani 5:53 itu enggak bisa do bohong ya, Dok. Ya. 5:54 Iya. Iya dong. Akhirnya semua bersuara. 5:58 Betul. 5:58 Akhirnya alhamdulillah gencetan senjata. 6:01 Jangan senang dulu tapi kali ya. 6:03 Ah ini pada senang nih. Ada gencatan 6:05 pada senang. 6:06 Euforia ini nih bahaya. 6:08 Kenapa, Dok? Euforia jangan dulu. 6:10 Ee biasanya sih mereka ada taktik-taktik 6:13 ya. Nih [berdehem] nih ini orang nih 6:15 licik nih. Licin-licin kayak belut. Apa 6:17 belut apa lindung gua enggak tahu 6:19 tapi ah bisa jadi 6:23 mereka lagi ngatur strategi kayaknya nih 6:26 ngambil momen kita lengah 6:28 bisa masuk lagi 6:29 masuk lagi masuk lagi 6:30 bisa begitu kan 6:31 oke ikhwan akhwat ee orang yang saya 6:34 undang ini kompeten loh untuk 6:36 membicarakan kondisi Palestina Gaza dan 6:39 Perjuangan karena mereka ini adalah 6:42 perawat-perawat dan dokter-dokter dari 6:44 Mercy yang memang tahu kondisi 6:47 keadaan di sana. Tapi kita enggak 6:49 ngebahas secara detail itunya. Tenang, 6:50 Dok. Itu kan udah ada pesan sponsor ya 6:52 kan. [tertawa] 6:53 Kemarin ngomongnya enggak begini ya. 6:55 Enggak, saya cuma biar biar orang ah nih 6:58 tamu yang didatangin enggak kompeten 6:59 nih, enggak layak ngomong nih. 7:01 Kata siapa? Marketing. Marketing 7:03 naikin mutu. 7:05 Kata siapa? 7:06 Iya. 7:06 Ya, kata orang yang has 7:09 kata orang yang gitu. Tapi ini 7:11 orang-orang yang saya datangin sangat 7:12 kompeten dan sangat paham. Tapi Kak Ita 7:15 low profile. Eh, Doter Mea juga low 7:18 profile. Gitu nih. Gitu. 7:20 Betul, betul, betul, betul. 7:21 Bagi ikhwan akhwat yang inin ingin 7:23 bergabung dengan dalam acara kami dapat 7:25 mengirimkan WhatsApp ke 0811999720 7:32 atau menelepon di 0218451512. 7:37 Saya akan ngobrol-ngobrol dulu dengan 7:39 narasumber-narasumber saya. Kita drter 7:42 meat. 7:42 H. pengalaman Dr. Me dan Kak Ita selama 7:45 ini sebagai orang Indonesia yang 7:47 memantau perkembangan 7:50 Palestina. 7:50 Iya. 7:52 What next? 7:54 Apa yang akan terjadi selanjutnya 7:57 kira-kira? 7:58 Waduh, kalau pertanyaannya apa yang akan 8:00 terjadi selanjutnya agak ribet ya. 8:03 Iya. Iya. 8:04 Atau pendapat dr. Ita dan 8:08 tentang kondisi saat ini 8:10 yang jelas muslim harus bersatu. 8:12 Nah. 8:13 itu karena bisa juga nih isu-isu 8:17 sektarian 8:18 bakal memecah 8:19 jadi perjuangannya enggak fokus. 8:21 Mazhab-mazhab ini loh udah mulai pada 8:23 mikirin oh ini gara-gara ini ini Pak ini 8:25 dari si ini dari sisi, ini dari si B ini 8:28 dari si A. 8:29 Nah, 8:29 nah ini nih yang harusnya di diubah 8:31 dulu. Jangan dulu ada masalah-masalah 8:34 begini. Udah kita muslim bareng-bareng 8:36 fokus dulu Palestina ini. Sekarang ee 8:39 kita gabung buat ngebantu di sana. Heeh. 8:42 Hilangin dulu deh yang masalah 8:44 sektor-sektor itu segala macam politik 8:47 kemanusiaan dulu yang depan mata. Itu 8:49 yang paling jelas. 8:50 Kemanusiaan yang di depan mata. 8:52 Iya. 8:53 Tapi kan kemarin juga sempat ada isu 8:54 ramai ya. Oh ngapain sih ngurusin 8:57 Palestina? Bukan urusan kita lah. Jauh 8:59 tuh urusan orang Arab. Gimana tuh, Dok? 9:01 Itu yang ngomong orang Islam apa bukan? 9:03 Nah, itu pertanyaannya dulu. 9:05 Manusia yang ngomong. 9:06 Manusia ngomong. Kalau manusia ngomong 9:08 sebenarnya untuk itu susah juga ya. 9:11 Sebenarnya sih, sebenarnya memang 9:12 mungkin iya saya ingat perkataan ee 9:15 almarhum dr. Yose bahwa ee Palestina itu 9:19 kita urus, tapi dalam negeri juga kita 9:22 enggak boleh abai. 9:23 Betul. 9:23 Nah. Heeh. 9:24 Nah, ee mungkin ada sebagian yang 9:27 mengatakan bahwa kita di dalam sini juga 9:29 masih banyak kok konflik, masih ini. 9:31 Ngapain sih Palestina? Padahal dia 9:33 salah. Hal-hal begini itu berkaitan 9:35 sebenarnya. Karena kita tahu saya sih 9:39 sebenarnya agak-agak sedikit ee 9:42 ragu-ragu ya mau cerita bahwa ini nih di 9:44 Indonesia juga masalah isu-isu terorisme 9:47 juga besar gitu ya. Tapi ee 9:51 apa namanya? Ada yang teriak-teriak 9:53 begini adalah orang-orang yang pas saya 9:54 buka latar belakangnya ya emang dia 9:57 biasanya enggak suka dengan yang katanya 10:00 kita dibilang kadrun. Nah, kayak 10:01 gitu-gitu nih. Jadi, 10:03 jadi sebenarnya kalau mereka 10:05 kadrun ya kan orang Medan asli 10:07 gue padahal gua bukan kadrun loh. Gua 10:09 padahal masih codot. 10:10 Oh, codot. Codot di apa tuh? Di codot ni 10:13 codot. [tertawa] 10:14 Iya kan gua 10:16 makanya heran gitu. Jadi, jadi dia tidak 10:19 ee tidak tidak balance gitu. Jadi dia 10:22 malah kepengin bahwa hanya Indonesia aja 10:23 yang perlu di ini. Sama halnya dengan 10:25 misalnya Mercy berinisiasi membangun ee 10:29 rumah sakit Indonesia nih he 10:30 di Gaza plus yang dengan Palestina 10:32 dengan Rohingya ya Myanmar. 10:34 Mereka selalu bilang bahwa ngapain sih 10:36 ngurus-ngurus luar 10:37 ngurus luar aja di Indonesia juga banyak 10:39 nih yang belum gitu ya Kak ya. 10:41 Nah itu hal-hal yang begini 10:42 sekadang-kadang kita bingung ini ngapain 10:43 sih orang-orang ini? Kenapa sih rasa 10:45 kemanusiaannya kayaknya udah ganti 10:48 dengan pri setengah kemanusiaan atau 10:50 gimana gitu ya? setengah kemanusiaan. 10:52 Nah, gitu kan. 10:53 Kalau gue ngelihatnya 10:55 mereka berusaha membuyarkan kefokusan 10:58 kita. 10:59 Sekarang kita fokus saat ini nih. 11:00 Oke. Oke. 11:01 Pihak-pihak yang kayak gitu yang bermain 11:03 itu yang berusaha ngebuyain nih 11:05 perjuangan nih. Dilihat nih umat Islam 11:07 sudah mulai bersatu nih ngebantu 11:08 Palestina. 11:08 Heeh. He. 11:09 Ya kan udah isu-isu yang kayak gitu 11:11 ngapain sih ngurusin negara lain? Negara 11:13 sendiri aja belum benar 11:15 mecah ya. 11:16 Heeh. Pecah [berdehem] jadinya 11:17 ini model-model 11:19 model-model pilgada. Pilgada. Jadi dia 11:21 pecah nih calon ini kayak gituah. 11:24 Lu suka gitu kan, Man? 11:25 Apa 11:25 suka gitu kan mecah-mecah gitu kan 11:27 fokus-fokus orang gitu kan. Setuju. 11:28 Setuju. Setuju. 11:29 Iya. Makanya 11:30 saya mencah-mencah kalau ada suatu 11:31 intrig yang ingin saya masukkan gitu. 11:33 Tuh kan. 11:34 Oh udah Oni setuju. 11:35 Oh begitu ya. Jadi benar ya. Barangkali 11:38 ini dipecah-pecah karena ada satu 11:39 intrigetnya nih. 11:42 Alhamdulillah Allah memberikan berbagai 11:45 macam kenikmatan kepada Indonesia. 11:48 Iya. He. 11:49 Negeri yang luas. 11:50 Iya. 11:51 Kaya. 11:53 Oh, SDM-nya banyak. 11:54 Iya. 11:55 Ya kan para orang Indonesia dari Sabang 11:58 sampai Merauke itu punya satu ciri khas 12:00 yang sama loh, Dok. Pemaaf. 12:03 Iya, betul. 12:04 Pemaaf. Eh, ada dua. Ada dua. Pelupa. 12:07 Lu jangan lupa mahan. Pelupa. 12:10 Gila, itu benar-benar pelupanya. 12:12 Melupakan kesalahan. 12:13 Tinggal kasih nih, tinggal kasih satu 12:15 masalah. Lupa. 12:16 Heeh. 12:17 Langsung ke fokus ke masalah yang baru. 12:19 Yang penting materai 6.000. Oh, sekarang 12:21 sudah 10.000 12:23 10.000. 12:24 Tapi jangan disebut pelupanya itu karena 12:26 pemaafnya orang Indonesia tuh sangat 12:28 pemaaf. 12:28 Oh, iya. Yang positif positif. 12:30 Nah, bayangkan kalau kita nih orang 12:33 Indonesia nih bersatu 12:34 h 12:35 memikirkan sesuatu yang positif. 12:38 Iya. 12:38 Apa jadinya? 12:39 Jualan lo ikan rica-ric laku 12:41 pastinya. [berdehem] 12:42 Iya. 12:43 Oh, gua bisa promo di sini ya? Ni promol 12:45 nih. Di [tertawa] sini nih biasa 12:47 asin ada. Iya 12:48 nyiapin 12:50 sekalianlah nanggung. [tertawa] 12:52 Jangan jangan unik pot aja ya. 12:55 Jangan unik po aja 12:56 kamusa yang senang. 12:57 Bayang kan Indonesia ini potensi yang 12:59 sangat besar. Kita dari kekayaan alam. 13:01 Batu bara ada 13:02 ada 13:03 gas ada 13:03 ada 13:04 minyak ada. 13:05 Kurang gimana baiknya 13:05 nikel ada. 13:06 Emas kita lepas 13:07 mangan ada semua ada. 13:09 Emas itu dari di Papua sampai di Jawa 13:11 ada. Ada emas yang berat-berat ada di 13:13 Jawa 13:13 sampai ada lagunya Kus plus apa tongkat 13:15 kayu jadi apa? 13:16 Tanaman 13:17 tanaman. Nah itu saking saking kayanya 13:19 kita nih gila ketahuan banget umur gua 13:22 itu. Pas dokter bilang pus saya bilang 13:24 wah itu e sepantaran ayah kayak 13:26 [tertawa] 13:28 kayaknya teman ayah. 13:29 Kayak teman ayah 13:30 kan ketawa gua jadi keluar deh man. 13:31 Terus 13:32 sayangnya sayangnya 13:35 Indonesia ini yang terdiri dari ribuan 13:38 pulau. 13:39 Oke. 13:39 Ratusan bahasa. He. 13:42 Berbagai macam etnis. 13:45 Oke. 13:46 Mudah dipecah, berah, mudah, rapuh. 13:48 Sangat. Iya. Sangat. 13:50 Kalau Indonesia ini solid bersatu, 13:53 memikirkan ke depan, enggak usil dengan 13:55 masalah orang, 13:56 kadang-kadang usil sama masalah orang 13:58 bukan untuk ngebantu, 14:00 untuk dijadiin bahan omongan. Julit. 14:02 Kalau pengin tahu masalah orang dan kita 14:04 bantu solusi dan kita selesaikan 14:06 masalahnya itu oke. 14:08 Coba kalau Indonesia 14:10 menakutkan, Indonesia jadi sangat kuat 14:12 loh. Apa yang dimau ada di di Indonesia. 14:15 Iya. 14:16 Makanya penjajah-penjajah pada masuk ke 14:17 Indonesia kan semua alasan perdagangan. 14:20 Padahal 14:21 sampai sebetulnya gold gospel 14:24 gospel 14:25 and glory 14:26 masuk karena itu masuk di perdagangan 14:28 apa segala macam. Heeh. 14:29 Indonesia nih e catching banget nih. 14:31 Banget 14:32 e catching banget. Cuman kita ini 14:34 terlalu mudah dipecah belah. 14:37 Heeh. 14:37 Nah, Dok sama Kak Ita ini kan Kak Ita 14:42 sama 14:44 dokter nih sering ke daerah-daerah yang 14:45 kena bencana, 14:48 sering kena 14:50 musibah. 14:53 Saya takut nih justru 14:55 kita ini bersatu 14:57 pada 14:58 pada saat Allah kasih musibah kepada 15:00 kita. Itu yang saya takutkan. 15:03 Jadi kita dikasih bencana terus biar 15:05 kita bersatu gitu. Maksudnya 15:07 yang saya takutkan itu supaya 15:11 mudah-mudahan kita sadar gitu. Wah kita 15:13 harus bersatu nih. Kita supaya solid, 15:15 supaya kuat. 15:17 Yang saya khawatirkan 15:19 setelah ujian itu berlaru 15:22 membaik, 15:23 lupa lagi. 15:24 Lupa lagi. 15:25 Makanya pelupa kan 15:26 lupa. 15:26 Nah, masuk enggak 15:27 masuk. Nah, yang sekarang poinnya baru 15:29 masuk. 15:30 Pelupa. Pelupa. 15:32 Oh, jangan lupa satu lagi Indonesia 15:34 bukan dikasih bencana aja 15:35 apa? 15:36 Dikasih model macam All England waktu 15:38 itu. Kita bersatu tuh semua tuh. 15:40 Oh, iya. 15:41 Oh, iya. 15:42 Untuk menyerang itu. 15:43 Iya. Untuk menyerang kita menyerang juga 15:45 nomor satu. 15:45 Benar, benar, benar. 15:47 Andai kata itu kita bikin menyerang ee 15:51 itu Israel, Jonis 15:52 situs 15:53 situsnya 15:54 itu hebat loh. Cuman sayang kita kepecah 15:56 ini doang tuh. 15:58 Jujur ya tadi kata-kata itu sebenarnya 16:01 kalimat yang tadi bilang itu ya man itu 16:03 sebenarnya yang berusaha jangan sampai 16:06 kesebut 16:07 yang mana 16:08 itu tadi andai kata jangan sampai kita 16:11 di ini dulu dikasih ini. Nah, itu itu 16:12 yang sebenarnya paling menakutkan karena 16:14 itu paling menakutkan. 16:15 Saya emang iman saya itu cuman ya 16:17 seujung kuku juga enggak ada masih 0,00. 16:19 Tapi yang saya tahu bahwa Allah itu 16:21 memberi sesuatu enggak pandang tidak 16:23 tidak apa namanya azab itu datang lu mau 16:27 saleh enggak saleh kena. 16:29 Aduh 16:29 iman yang saleh banget kena. 16:31 Apalagi 16:32 kita yang enggak kebagian saleh. Saleh 16:34 banget 16:35 kena. Apalagi onuh. 16:36 Iya. Apalagi on 16:39 Ondi makanya enggak mau kelihatan. 16:41 Iya. [tertawa] Iya. Takut. 16:42 Padahal udah terang loh, Andi. Udah 16:43 terang loh, Andi. Udah terang 16:45 Andi. Kalau lampu mati kita kabur. 16:47 Oh, [tertawa] 16:49 jangan, jangan ketularan Bang Iman dong. 16:51 [berdehem] 16:53 Nah, terus tapi menarik ya ee Kak Ita ee 16:58 dokter Mea. Saya pakai dokter kaku juga 17:01 ya. Ompung aja. Ompung. Jadi, Kak Kak 17:04 Itapung 17:04 lu ngadeng-ngadi lu 17:06 pada saat kemarin 17:09 agresi militer Zionis pada Palestina ini 17:13 saya ngelihat nih orang Indonesia 17:15 bersatu nih semua. Wah, sadar akan kita 17:17 kepedulian kita kepada ee Palestina. 17:21 Walaupun suara sumbang minoritas lah. 17:23 Suara sumbang itu minoritas. 17:25 Ada minoritas kita itu saya ngelihat 17:28 semangat. Ya Allah, alhamdulillah nih 17:31 orang bersatu padu 17:32 segala macam. Akhirnya gencetan senjata 17:35 seperti yang tadi Kak Ita bilang jangan 17:38 ee Ompung Boru bilang jangan sampai ini 17:40 euforia. 17:41 Iya. 17:41 Euforia karena kita 17:43 ee ini mungkin mereka tarik napas dulu 17:46 ya ibaratnya ber perenang 17:48 nyelem sekarang lagi ke atas dulu 17:50 bentar lagi nyelem lagi. 17:51 Nah, pas lagi kayak gini ruporia 17:53 berlebihan. 17:55 Enggak ingat lagi deh. 17:56 Iya. Eh, ingat kan kemarin itu e dari 17:59 Amerika, dari mana semuanya itu kan pada 18:01 apa namanya? Ee bersatu demonstrasi 18:04 besar-besaran. 18:04 Iya. 18:06 Lalu kemudian dikasih gencatan senjata. 18:07 Stop dulu dong. 18:09 Kayaknya sih takut untuk dikasih apa 18:12 namanya? 18:13 Ee somasi lah ibaratnya tanda kutip. 18:15 Jadi lebih baik gencatan senjata dulu, 18:17 memecah dulu nih yang kemarin pada 18:18 kumpul-kumpul 18:20 agar dibikin lupa dulu. Aku sih takutnya 18:23 karena teman-teman maksudnya aku lihat 18:25 juga gencatan senjata. Alhamdulillah 18:27 kemenangan di tangan itu. Padahal 18:28 sebenarnya 18:29 justru kita ini yang harus waspada. 18:32 Ingat banget ya. Kita kita ibaratnya 18:34 enggak boleh terlalu larut dalam 18:36 kegembiraan. 18:36 Kegembiraan 18:38 makanya gitu. 18:40 Nah, ee terus ya itulah selesai nih 18:46 pencetan senjata. Kita mau ke mana 18:48 berikutnya? 18:49 Betul. 18:50 Iya enggak? 18:51 Betul. Betul. ee apa yang harus kita 18:53 lakukan berikutnya? 18:55 Apakah perhatian kita terputus? 18:57 Iya. 18:58 Apakah kita coba menghimpun ten saat 19:01 mungkin mereka ini saat ini sedang 19:02 menghimpun tenaga 19:04 aturan kita juga menghimpun tenaga ya. 19:05 Io kita konsolidasi 19:08 manusia manusia yang punya rasa 19:10 kemanusiaan konsolidasi kita atur. 19:14 Karena yang diginiin bukan hanya di 19:15 Palestina aja nih. 19:17 Iya 19:17 ada di daerah lain lah, ada di Rohingya 19:20 lah segala macam segala macam 19:22 di Kasmir 19:25 Bu. Bahkan mungkin enggak usah 19:27 jauh-jauh, mungkin di daerah Indonesia 19:29 ada yang ee masih kondisinya kayak 19:32 diperlakukan tidak adil. Kan ada nih 19:35 ada 19:37 yang enak kalau kita konsolidasi untuk 19:38 mengatur kekuatan, mengatur strategi 19:41 untuk menjaga kestabilitas ini nih. 19:44 Persatuannya terus dijaga nih, 19:45 dimaintain baik-baik kan. Enak ya, Dok, 19:48 ya? 19:48 He, benar, benar. Benar banget. He. 19:50 Ee 19:52 gue ngerasa ya kayaknya kok kita 19:55 kehilangan sosok pemersatu itu apa? Cuma 19:58 perasaan gue aja gitu loh. 20:01 Gitu enggak sih? Kayaknya dulu tuh kalau 20:03 misalnya dalam satu komando 20:06 asik gitu loh. Ada yang ngomandoi. 20:09 Nih sekarang kayaknya kita merasa 20:10 kayak sendiri-sendiri jalan sendiri 20:12 sendiri sendiri. 20:13 Ngerasa enggak sih? 20:14 Dan kayak kalau saya ngerasa begini 20:17 terlalu banyak orang yang sok tahu. 20:19 Betul. 20:20 Kadang-kadang yang baru netes sudah 20:22 dijadikan ahli. 20:25 H [berdehem] 20:25 iya kan? Ee udahlah mata gua udah tahu 20:28 maksudnya traveling kan pasti pikirannya 20:29 kan ke mana-mana 20:31 kadang-kadang. Jadi dia kita suka 20:33 dijadikan ahli dadakan, analis dadakan 20:37 apa segala macam. Kemudian ini lalu juga 20:39 kemudian yang turun mau turun ke sana 20:42 adalah orang-orang yang sebenarnya bukan 20:44 kompeten 20:46 pengin berlomba-lomba menunjukkan bahwa 20:47 ini gua lebih jago, ini gua lebih ini, 20:49 ini gua lebih ini. Gua yang lebih fokus 20:51 sama Palestina. Padahal hal-hal kayak 20:53 gitu sebenarnya gampang ya. He he. 20:55 Kalau memang kita fokus sama 20:56 kemanusiaannya 20:59 itu yang apa namanya akan masing-masing 21:02 niatnya dulu deh. Niatnya baik untuk 21:04 kemanusiaan. Pasti kita bisa bersatu. 21:07 Salah satu contoh aja rata-rata mau 21:10 berangkat ke Palestina nih. 21:11 He. 21:13 Untuk mati syahid. 21:16 Itu yang kadang-kadang suka ee apa 21:18 namanya? Satu salah satu contoh hal 21:20 kecil aja. Padahal kalau niatnya adalah 21:23 salah satu contoh misalnya niatnya mau 21:26 membantu saudara-saudara di sana 21:28 memberikan bantuan apa apa bla bla bla 21:30 kemanusiaan mau datang ke sana membantu 21:32 orang yang terluka apa segala macam itu 21:35 enak banget tuh digabungnya buat 21:36 teman-teman semua itu yang makanya k 21:39 luruskan niat 21:40 luruskan niat makanya kadang-kadang 21:42 akhirnya apa pemerintah menutup 21:45 untuk kita berangkat ke sana apa kata 21:48 kata yang misalnya nih ya saya enggak 21:49 tahu apakah ini benar 21:51 Sehingga akhirnya dari pihak pemerintah 21:53 atau pihak di luar pun merasa bahwa 21:56 kata-kata untuk mau siap mati said. Wah, 21:58 ini adalah teroris dalam tanda kutip 22:00 teroris-teroris baru nih yang mau dat 22:02 bisa jadi seperti itu. Aku ingat banget 22:03 nih perkataan-perkataan yang kayak gini. 22:05 Kita suka diskusi sama almarhum ya ya 22:07 Kak ya. 22:08 Almarhum dokter ya. 22:09 Iya. 22:12 Iya. Niat niat untuk mati syahid bukan 22:15 ni niatnya ingin berjuang melakukan 22:19 tindakan kemanusiaan. 22:21 banget benar. 22:23 Kalaupun akhirnya mati mati sahit itu 22:25 bonus 22:25 bonus. Yes. Aduh, aku senang banget 22:27 kata-kata itu bonus. 22:29 Tiap gajian ada bonus enggak sih? Iya. 22:31 Mati pun ada bonus. 22:32 Heeh. Terus tiap kita pergi ke mana 22:34 tiba-tiba bonus dikasih mie ayam itu kan 22:36 luar biasa ya bonus itu ya. 22:38 Itulah betul kan di 22:40 kalau oni bebek pesannya malam ini. 22:41 Bebek 22:42 itu bonus itu bonus Bang 22:44 hati-hati jangan yang jangan bebek itu 22:47 benar. Jadi benar ya kalau dibilang 22:48 niatnya mati syahid. 22:51 Syahid. 22:52 Jadi kalau kalau dipikir-pikir 22:55 strategi yang lu bawa apa? 22:57 Sip. 22:58 Bagus tuh. 22:59 Apa yang sudah dipersiapkan untuk sana? 23:01 He. 23:01 Kalau niat datang untuk mati syahid, 23:04 jangan ngerepotin orang gitu kan. 23:06 Iya dong. Lu datang ngabis-ngabisin 23:08 tanah aja di sana. Kan ibaratnya gitu. 23:11 Kita di sini udah banyak gitu. Ibaratnya 23:12 kata pralik kita di sin kayak gitu-gitu 23:14 udah banyak gitu. 23:16 Iya iya. Iya. Kan orang ee apa namanya? 23:19 Perangnya bukan ee apa namanya face to 23:21 face kok. 23:22 Heeh. Bukan perang darah. 23:23 Bukan perang darah kayak gitu. Ini 23:24 perangnya antara dum dum dum. Lu mau 23:26 mati said apa? Maunya maksudnya mau 23:28 ngebantuin. Eh lu di sebelah sini aja 23:30 biar nanti titik gate of bom-nya ke gue 23:32 lu sebelah sana aja. 23:33 Kayak ngejar layangan di 23:35 iya [tertawa] betul. 23:36 Iya kan? 23:37 Woi ada roket. Kejar-kejar gitu 23:40 sebelah sono gitu ya. 23:41 Kita layangan ngejar woi. Layangan 23:42 kejar. 23:43 Eh gua udah capek jaga malam nih. Lu 23:44 gantian deh. Gantian. Gue yang jaga 23:45 malam. Nah, kan kayak itu kan ya Allah 23:48 itu Gaza dengan itu sudah punya mereka 23:50 brigade-brigadenya yang luar biasa. 23:52 Hal-hal kayak begitu mereka sudah ada 23:54 gitu. 23:54 Jadi kalau emang mau ngebantu dengan oke 23:57 ee apa yang kita bantu misalnya saya 23:59 fokus dengan ee medis. 24:01 Yes. 24:01 Yes. 24:02 Saya foto saya di sana saya mau bawa ee 24:06 memasak deh. 24:08 Mau jadi bikin dapur umum besar gitu. 24:10 Iya. Saya tim konstruksi nih. Ini bikin 24:12 bikin bangunan lapangan sebentar gitu 24:14 kan yang 24:15 darurat. Nah, rumah enggak permanen gitu 24:17 ya. Betul. 24:18 Harus ada misi jangan datang. Lu mau 24:21 apa? 24:21 Syahid 24:22 lu enggak kompeten untuk datang ke sana. 24:24 Udah ibaratnya apa sih minimal lu bantu 24:27 doa apa kalaupun memang lu enggak kepent 24:30 emang semua juga pada kepengin berangkat 24:32 ke sana. Siapa sih yang enggak kepengin 24:33 ya? 24:34 Semua pada kepengin gitu. 24:38 Okewat kami akan break sebentar. 24:40 Bagi ikhwan akhwat yang ingin bergabung 24:42 dalam acara ini dapat mengirimkan 24:45 WhatsApp ke 08111999720 24:51 atau telepon di 0218451512. 24:54 Ikan walaupun obrolan ini penuh 24:56 bercandaan, ketawaan, tapi tamu-tamu 24:58 saya ini sangat kompeten. Beliau-beliau 25:01 ini dari Mercy, Medical Emergency Rescue 25:04 Committee yang kita tahu apa yang sudah 25:07 eh Tim Mercy lakukan di Palestina. 25:09 Enggak hanya Palestina ya, Dok ya? 25:12 Ya, kait di Indonesia di setiap pokoknya 25:14 ee doyannya ke tempat bermasalah 25:17 [tertawa] 25:17 gitu. 25:18 Nyari masalah. 25:19 Nyari masalah. 25:20 Di mana ada tempat bermasalah 25:22 kita datang. 25:23 Udah itu ibaratnya. [tertawa] 25:24 Iya. You call me. 25:26 You call me I be there. Gitu 25:29 Iwan Awat. Kami akan kembali setelah 25:31 jeda berikut. Jangan [musik] 25:44 berasil TV [musik] 25:52 masih dalam acara Minggu malam santui 25:54 bersama saya Firman ditemani Ondi yang 25:57 hitam manis. Tapi untung enggak 25:59 kelihatan kamera jadi aman. Kita juga 26:02 Fahri di meja operator. 26:04 Sayang sekali lagi saya sebutkan Kak 26:05 Musa ee komentarnya di YouTube Rasil 26:08 enggak mau saya baca. Saya sebelah sama 26:10 Kak Musa. [tertawa] 26:13 Oke. Bagi ikan Ahmad yang ingin 26:14 bergabung dalam acara ini dapat 26:15 mengirimkan WhatsApp ke 08 26:18 111999720 26:22 atau menelepon di 0218451512. 26:26 Ikhwan Akhwat, saya ingin mengajak 26:28 Ikhwan Akhwat bergabung memberikan 26:30 komentar atau cerita eh apa perasaan 26:34 Ikhwan Akhwat waktu apa perasaan Ikhwan 26:36 Akhwat? Apa yang ikhwan akhwat lakukan? 26:40 Apa yang ikhwan akhwat akan lakukan saat 26:43 mendengar ee Israel membombardir 26:47 saudara-saudara kita di Palestina 26:49 kemarin? Saya tunggu WhatsApp masuknya. 26:51 Nah, untuk sebelum WhatsApp masuk saya 26:53 nih ada saya baca WhatsApp masuk nih. 26:55 Ini saya diingetin sama pendengar hasil 26:57 dari Bunda Emilda. 27:00 Asalamualaikum warahmatullahi 27:01 wabarakatuh. Kak Iman 27:02 bacain juga dong nomor rekening 27:03 Mercy-nya. Semoga semakin banyak yang 27:05 peduli sama keadaan saudara-saudara kita 27:08 di Palestina. Ayo silakan dokter Mea 27:10 yang enggak tahu nomor rekening Mercy 27:11 atau Kak Ita 27:12 enggak. [tertawa] Kebetulan kita sudah 27:15 banyak banget nih di otak jadi kayaknya 27:17 perlu dibacakan aja. E enggak apa-apa 27:19 Kakak Iman. Oke, Ifaat. Jadi, Mercy 27:24 kembali membuka saluran donasi 27:27 untuk karena akan mengirim tim medis 27:29 lagi ya. 27:29 Insyaallah. 27:30 Tim medis apa yang dikirim tim operasi 27:33 lagi? 27:34 Sudah. Bukan urusan rumah sakit ya. 27:36 Mungkin nanti menyus tapi obat-obat, 27:38 peralatan medis akan karena Mercang 27:40 lembaga kemanusiaan yang 27:42 fokus pada 27:43 fokus medis. 27:44 Setahunya kayaknya ini berkesinambungan 27:46 nih pengirimannya nanti. 27:47 Berkesin. Oh, terus ya ini lanjut 27:48 akan lanjut. Heeh. 27:49 Oh, gitu ya. Biasanya karena kita akan 27:51 diolling kan jadi kayak gitu diolling. 27:54 J Oh kemarin juga sudah ada konferensi 27:56 persnya ya. Heeh. 27:57 Ivan saya akan membacakan nomor rekening 28:01 Mercy. Ee ada beberapa nomor rekening. 28:04 Bagi ikhwan akhwat yang ingin 28:06 menyalurkan bantuan untuk tim medis 28:09 Mercy yang akan berangkat ke Palestina 28:12 ee dapat mengirimkan ke nomor rekening 1 28:16 BCA di 686. 28:20 01 53 678. Saya ulangi. Kalau BCA 28:25 6860153678. 28:28 Di BNI Syariah sekarang apa ya? Bank 28:30 Syariah 28:31 Indonesia ya. 28:32 Bank syariah 28:33 di 081192973. 28:39 Saya ulangi lagi. BNI Syariah 081192973. 28:45 Kalau Bank Mandiri di 12400811925. 28:53 Kalau BRI 033 28:55 501007 28:59 60308-nya 29:02 kurang tuh, Man. 29:03 Apaan? 29:04 033 29:05 501 29:06 Heeh. 29:07 00. 29:09 Iya. Kosong-nya tiga kali ya. 29:11 03 BRI ya. BRI 033 503* 29:16 760308. 29:19 Bank Mega Syariah di 1000. 29:22 Yes. 29:23 209 29:24 400. Semuanya atas nama Medical 29:28 Emergency Rescue Comite. 29:31 Bukan atas nama pribadi ya. 29:32 Bukan atas nama 29:33 atas nama pribadi. 29:34 Nah, 29:35 dokter Mea gitu kan. 29:36 Kalau dokter Mea minta bantuan rekening 29:38 itu biasa untuk kuliner. [tertawa] 29:44 pada 29:44 tahu soalnya kan dia juga ininya 29:47 [tertawa] 29:47 belinya di kopi sombong 29:49 kopi sombong 29:50 kopi sombong kopi kopi itu produk saya 29:53 kopi paling enak 29:53 pikir kopi sombong bohongan ternyata 29:55 benar-benar bohong sombong benar 29:58 saya mau nanya nih ke Kak Ita sama D 30:01 Mobi 30:02 banget sih ke tempat kayak gitu ke 30:04 tempat konflik lah ke tempat bencana 30:06 alam kalau Ondi kan suka ke tempat 30:08 pemancian ikan 30:09 lah 30:10 [tertawa] 30:11 Ondi kalau nyari di mana? Empang mancing 30:14 empang sama batu akik. Batu akik 30:15 [tertawa] 30:16 udah enggak jaman kata zaman. 30:18 Apa yang dicari di sana? 30:22 Kalau ditanya kayak gitu susah ya kan? 30:24 Heeh. Agak susah. 30:25 Tadi minta ditanya sekarang saya tanya 30:26 susah. [tertawa] 30:28 Ohakak nyandak dipikir 30:32 kenapa sih? Kenapa sih? 30:33 Ini Kak Ita kalau ini ke mana? Bencana 30:35 Jogja datang. Datang 30:37 bencana Sumatera Barat datang 30:39 datang 30:39 Aceh datang 30:40 datang 30:41 mana lagi 30:42 ee kerusuhan Priuk [tertawa] 30:46 Mbah Priuk 30:48 ada 30:48 ada rohingya 30:50 rohingya 30:51 Pakistan udah deh udah datang 30:54 kalau dokter Mia ke mana repot buat 30:55 dokter Mea [tertawa] 30:57 dokter Mia ke mana aja Dok 30:59 lokasi strategi spesialnya mainannya 31:01 gunung gu 31:02 mainannya konflik udah 31:04 poso 31:05 poso Oh, 31:06 Muji waktu itu. 31:09 Terus kemudian apalagi ee bagian Somalia 31:12 kan pokoknya tempat-tempat konflik lah. 31:14 Ambon. Ambon. 31:15 Ambon kan belum ada. 31:16 Belum belum belum. Belum belum. 31:18 Kenapa hobi banget ke daerah situ? 31:21 Ke daerah-daerah konflik. 31:22 Gini, 31:23 kesan apa yang didapat? 31:25 Bahagia. 31:26 Serius? 31:27 I. 31:27 Iya. 31:27 Kan nyari air susah. 31:29 Yes. 31:29 Iya. 31:31 Oh, tidur susah. 31:33 I 31:33 iya. 31:34 Badan pasti pegal-pegal. banget nyamuk 31:36 di mana-mana. 31:37 Iya. 31:37 Iya. 31:38 Bahagia gitu. 31:39 Bahagia 31:40 emang 31:41 itu ingat yang pernah kita bahas 31:43 titik bahagia setiap orang tuh 31:45 beda. 31:46 Ada yang bahagia kalau beli barang baru, 31:49 tapi ada juga orang-orang tertentu 31:52 bahagia apabila bisa membantu orang lain 31:54 dan membahagiakan orang lain. Betul. 31:56 Yes. Insyaallah ya. Insyaallah. 31:58 Jadi gini eh apa namanya? Eh yang 32:02 membedakan Mercy dengan NGO lain adalah 32:06 Mercy menjadi mediator 32:10 untuk bagian yang berkonflik. Salah satu 32:13 contoh waktu pada saat Gam dulu waktu 32:15 zamannya dokter Yosi Maluku lalu 32:18 kemudian dialirkanlah ke kita untuk 32:20 hal-hal begini seperti Mesuji lalu 32:24 mediator jadi yang mendamaikan yang 32:26 konflik 32:26 mencoba mendamaikan 32:27 mencoba mendamaikan fasilitatornya kita 32:31 lalu kemudian bagaimana kita bisa 32:33 mendapatkan orang-orang yang susah 32:34 didapat 32:36 tanda kutip 32:37 he 32:38 ee Mercy ee insyaallah bisa. 32:43 Kenapa sih kalau ada pertanyaan, kenapa 32:45 sih doyan banget hal-hal begitu? Ingat, 32:48 Mercy itu ee yang unik adalah kita 32:51 mendekati orang-orang itu kita bukan mau 32:54 mengubah ideologinya. Karena mengubah 32:56 ideologi seseorang itu susah ya. He. 32:58 Iya. [berdehem] 32:59 Kita mau meng apa namanya? Mau masuk ke 33:02 mereka adalah agar mereka tidak 33:04 menggunakan kacamata kuda. Eksklusif. 33:06 Selama ini orang-orang yang tanda kutip 33:08 itu adalah orang-orang yang sepertinya 33:10 eksklusif. 33:11 yang berjalannya hanya itu saja. Mereka 33:13 bertemannya dengan orang-orang itu saja. 33:16 Lalu tiba-tiba kita masuk ke situ, kita 33:19 menunjukkan bahwa ada orang di 33:20 sekeliling yang berbeda dengan mereka, 33:22 tapi kita pure sebagai medis. Lalu 33:26 mereka matanya kebuka dan kita berteman 33:28 dengan orang-orang itu. 33:30 Bisa gitu ya? bisa 33:31 bisa 33:32 bisa sampai saat ini. 33:35 Dan itu yang itu yang sebenarnya adalah 33:37 yang membedakan Mercy dengan yang lain. 33:39 Kalau kata Bang Yogi eh dokter Yogi itu 33:42 di Mercy bilang bahwa baksos apa itu 33:45 sudah banyak orang-orang. He. 33:47 Tapi yang dilakukan Mercy adalah 33:49 langsung pada TKP dan kita bisa 33:52 mendekati dan punya jaring orang-orang 33:54 yang tanda kutip tadi itu. Itu yang 33:56 merupakan hal yang berbeda, anti 33:57 mainstream dari situ. He. 33:59 Dan itu adalah hal yang sangat 34:01 membahagiakan apabila pada saat kita 34:02 kembali ke Jakarta atau kembali ke 34:04 tempat masing-masing, mereka tetap 34:06 kontak sama kita. 34:08 Ada rasa percaya 34:10 gitu ya. Itu paling susah. 34:12 Teras itu paling susah didapatkan. Nah, 34:14 kita mencoba mendapatin itu dan 34:15 alhamdulillah 34:17 sejauh ini ya hubungan kita baik gitu 34:20 ya. Heeh. 34:21 Orang-orang dulu mungkin alergi dengan 34:23 Ustaz Abu Bakar Basir. 34:24 Iya. 34:25 Hm. 34:26 Tahulah. 34:26 He 34:27 yang dekat ke Ustaz Abu pasti cap itu 34:29 pasti ada. 34:30 Heeh. 34:31 Tapi Dr. Jose selalu bilang kalau 34:33 kemanusiaan di atas segalanya enggak 34:36 boleh pandang bulu. 34:38 Ketika dia termarginalkan gitu loh ya. 34:41 Ya, ketika orang menganggap sesuatu 34:44 seram tentang beliau, kita coba masuk 34:47 sampai sekarang alhamdulillah. Dan bukan 34:50 berarti ee Mercy kan memberi pelayanan 34:54 medis ya 34:54 yang saat orang lain menghindar. Bukan 34:56 berarti orang yang dicap misalnya 34:59 keras, 34:59 iya, 35:00 radikal, teroris, enggak berhak 35:02 mendapatkan pelayan medis yang terbaik. 35:04 True. 35:04 Betul. Justru di saat tim lain takut, 35:08 takutnya sebenarnya mereka juga mau 35:09 nolong. Cuma cap itu kan susah nih diin 35:12 Mercy masuk. Kita tunjukkan bahwa kita 35:15 enggak peduli dengan cap-cap negatif 35:17 gitu kan. 35:18 Kita tetap masuk bahwa kemanusiaan itu 35:20 jauh lebih tinggi nilainya. 35:22 Yang bolak-balik ke Ustaz Abu Kak Ita 35:25 Mea 35:25 yang jelas Dr. Mea yang pasti pasti ada 35:28 nanti timnya gantian. 35:29 Hm. 35:30 Jadi yang dibilang dokter pribadi itu 35:32 ini. Padahal mewakili Mercy dia gantian 35:34 nih. Yang ikutnya siapa? Gantian 35:36 tergantung kebutuhan. 35:37 Nah. ee karena kan beliau sudah berusia 35:41 lanjut butuh dokter penyakit dalam, 35:44 dokter ortopedi, dokter saraf, dokter 35:47 rehap medik gitu. Jadi bergantian kita 35:49 dan saat itu ya pelayanan medis yang 35:52 diberikan. 35:52 Oh iya, pelayanan medis. Tapi ingat ee 35:55 yang berbeda adalah semua orang yang 35:57 kita datangi itu kan berbagai macam 35:58 karakter. 36:00 Jadi ee medis medis oke. Tapi kemudian 36:04 jangan lupa ada masalah-masalah psikis 36:06 yang juga kita datang. gitu. Itu itu 36:08 yang 36:09 itu yang harusnya ee apa namanya ee 36:13 menjadi ininya Mercy ya, PR-nya Mercy 36:16 bahwa setiap yang didatangi adalah tidak 36:18 hanya melulu kasih obat, periksa ini, 36:20 tapi bagaimana ee apa namanya ee kita 36:23 juga berinteraksi komunikasi yang baik 36:25 dengan mereka apa ee kita lagi-lagi 36:29 selama ini kan memang kita ee sepertinya 36:31 memang tidak terlalu mengekspos tentang 36:33 Ustaz Abu Bakar Basir karena waktu itu 36:35 kan beliau masih dalaman 36:37 tahanan. 36:38 Lalu kemudian setelah pulang ini kita 36:40 nanti akan nanti Mercy akan rencana 36:42 membuat ee suatu catatan tentang ini 36:44 bagaimana dari awal sampai akhir sampai 36:47 kemudian beliau bebas karena itu apa 36:50 namanya ee komitmen dari Mercy ya 36:52 komitmen dari Mercy untuk mengawal 36:54 sampai akhir. Dan sampai saat ini pun 36:56 Ustaz Abu masih sangat bagus 36:57 komunikasinya 36:58 karena ee diambil alih oleh Mercy Jogja 37:00 dan Solo di sana. 37:01 Hm. 37:02 Ustaz Abu itu orang menyangka bahwa 37:04 beliau sangat keras. 37:05 Iya. Padahal sisi humanisnya itu luar 37:08 biasa. Salah satu contoh aja ee Ustaz 37:12 Abu itu dengan segala ininya pokoknya 37:14 dengan hadis dan dalil-dalil yang ini. 37:16 Tapi kalau dengan Mercy berubah melunak. 37:19 Jadi salah satu pada saat kita pulang 37:21 ya, Kak ya. Contoh-contoh waktu kita 37:22 pulang kemarin 37:24 kita saking 37:25 heeh pulang dari Solo kita saking sudah 37:26 merasa sangat dekatnya dengan seorang 37:28 ustaz Abu Bakar Basir 37:30 seperti ayah sendiri. seperti sendiri ya 37:32 itu nangislah apa dan Ustaz Abu pun juga 37:34 terharu kayaknya kan. 37:36 Kemudian waktu beliau mengantarkan kami 37:38 itu udah enggak pakai senda lagi, 37:40 jalan tertatih-tatih ke halaman masjid 37:42 itu yang dingeruki. 37:44 Lalu kemudian lupa. Lalu kita bilang ini 37:47 dah ustaz coba dadah ustaz. Ustaz yang 37:49 biasanya bilang fi amanillah ini. Udah 37:51 enggak 37:51 dadah 37:52 dadah. 37:53 Baik. Terus [tertawa] 37:54 seorang ustaz 37:57 ustaz umi dengan keluarga beliau dadah. 38:01 Ya enggak terasa kita juga netes ya air 38:03 mata ya. Ustaz senang ngelihat ustaz 38:05 bebas. sekarang ada di tengah keluarga 38:08 gitu. Tapi habis itu kita mikir, kok 38:10 ustaz dadah ya barusan? Biasanya ustaz 38:12 amanilah bismillah kalian hati-hati gitu 38:14 kan. 38:15 Terus gini oh iya ya barusan dadah ya. 38:17 Kebetulan direkam kan kita ngerekam pas 38:20 kita lihat iya 38:21 dadah. 38:22 Dadanya pun pertama pakai tongkat. pakai 38:23 tongkat 38:24 terus diambil sama anak beliau kan 38:26 tongkatnya baru dia lupa kalau dia ada 38:28 pakai tongkat gitu diambil itu itu ada 38:30 videonya dan itu itu kayaknya ee touch 38:33 banget ya maksudnya kayaknya ee ke kita 38:36 tuh kayak gimana gitu jadi ya udah tapi 38:38 ya setelah itu 38:39 bukan settingan ya 38:40 enggak ada settingannya seorang ustaz 38:42 dietting aduh hebat banget itu ya 38:44 [tertawa] 38:45 aduh 38:45 ya Allah 38:47 gitu jadi ya ya gituan jadi itu yang 38:49 membuat kita bahagia 38:51 sangat sederhana 38:54 dan mungkin berbeda dari yang lain. Dan 38:56 kita juga bingung kenapa kita bisa 38:58 bahagia dengan hal-hal seperti itu. Ya, 39:01 itu yang yang mungkin ee apa namanya? 39:04 Teman-teman yang lain pun mau kita ajak 39:06 untuk hal-hal. Jadi mungkin memang harus 39:08 ada regenerasi ya. Heeh. 39:09 Harus ada regenerasi untuk itu. Jadi 39:11 enggak 39:12 L4 L lagi gitu. 39:15 Nah, terus tadi kita 39:19 saya mau nyinggung dikit kan tadi kan 39:22 kita nyinggung bahwa tim Mercy akan 39:25 mengirimkan 39:27 ee tim medis lagi 39:28 ke Palestina 39:30 ya. 39:31 Ee kapan rencana keberangkatan? 39:33 Cepat mungkin. 39:34 Secepat mungkin. 39:36 Ee nah ini yang saya mau tanyain. 39:40 Kalau NGO lain tuh cepat loh bikin promo 39:42 di mana-mana. Jadi kita mendapatkan 39:44 informasinya mudah 39:48 ya. 39:49 Mercy memang enggak sengaja enggak 39:50 mengumbar cepat informasi itu 39:54 nunggu udah matang. Apa karena karena 39:56 apa mungkin karena Mercy itu fokus kita 39:58 ngirimnya ini jadi dirapihin dulu sampai 40:01 detail 40:02 baru diumumkan. Seperti apa sih, 40:05 Dok? 40:05 Iya, Kak. bisa jadi sih begitu karena 40:07 kita sangat hati-hati dalam e m-publish 40:12 e rencana kita 40:13 karena ini kan ini ini terkait dengan 40:16 dan terkait dengan dana umat 40:18 terkait dengan dana umat ee kita juga 40:21 sangat berhati-hati 40:22 ee apa yang harus kita lakukan itu sudah 40:24 harus difix di rapat kecil 40:28 apa yang harus kita lakukan kemudian 40:30 kita koordinasi dengan kebetulan Mercy 40:32 kan ada rumah sakit Indonesia 40:34 di Gaza yang artinya ada Teman-teman 40:36 kita juga di sana. 40:37 Heeh. Kita matangin apa kebutuhannya, 40:40 kemudian menghubungi pihak rumah sakit. 40:43 Fix, butuh bantuan kesehatan. Nah, 40:47 makanya timnya pun sangat diseleksi 40:49 untuk yang berangkat. 40:51 Karena itu tadi terkait dana umat. 40:53 Enggak gampang. 40:55 Soalnya pertanggungjawabannya Dr. Ben 40:56 pernah bilang setiap rupiah yang ada di 40:59 di bawah ee tanggung jawab dia harus 41:02 beli pertanggungjawaban di hadapan 41:04 Allah. Nah, kalau sudah ngomong Allah 41:05 sudah takut tuh kita tuh 41:07 masalah dana nih enggak bisa main-main. 41:11 H 41:11 harus fokus seefisien mungkin 41:13 penggunaannya. Mengirim tim pun harus 41:16 benar-benar tim yang sangat dibutuhkan 41:19 gitu. 41:19 Jadi kalau bisa tim sekecil mungkin ya. 41:22 Sekecil mungkin dan seefisien mungkin. 41:25 Efisien, efektif. 41:27 Efisien dan efektif. Iya. Jadi enggak 41:30 setiap uang yang keluar tuh memang bisa 41:32 dipertanggungjawabkan yang jelas gitu. 41:34 Harus harus 41:35 rencana yang mau di kirim dokter apa 41:38 aja? 41:39 Bedah sih rata-rata 41:39 dokter bedah rata-rata 41:41 dokter bedah anestesi. 41:43 Dokter bedah anestesi terus bawa obat 41:45 segala macam masuk masih tetap harus 41:47 lewat Mesir dulu. 41:48 Oh iya iya 41:49 sampai Mesir. 41:51 Iya 41:51 nunggu izin boleh masuk dulu. 41:52 Izin baru masuk baru. 41:54 Gampang enggak sih sekarang tuh 41:55 kondisinya kan lagi kondisi Covid gini 41:57 nih kita perginya aja berat. Iya. Ini 42:00 yang jadi masalah karena pandemi ya. 42:02 Iya. 42:02 Jadi mungkin kita masuk, kita enggak 42:05 tahu nih apakah kita masuk di isolasi 42:06 dulu nanti bisa masuk atau gimana. 42:09 He 42:09 orang kan selalu berpikir 42:11 bingung juga ya kalau isolasi 2 minggu 42:12 enggak sih lama juga ya. 42:14 Bisa jadi tergantung kebijakan negara 42:16 lah. Iya sih. 42:17 Apa seminggu, 5 hari atau malah 2 minggu 42:19 kita enggak tahu juga. 42:20 Kan dari sini kita PCR 42:22 sampai di sana PCR lagi dong untuk masuk 42:24 ke sana. Jangan kita nolong malah kita 42:26 nularin. Nah, itu kan yang enggak boleh. 42:29 Tim yang berangkat juga harus 42:30 benar-benar diseleksi bahwa sehat lahir 42:32 batin 42:34 gitu. 42:37 Di itu kayaknya ada telepon. 42:41 Wah, enggak ada operatornya 42:45 itu. Jadi belum dapat informasi ya. 42:48 Misalnya masih nunggu informasi di 42:51 tunggu berapa lama segala macam. 42:54 Iya. Heeh. 42:55 Biasanya nanti ya kalau penyerahan visa 42:57 itu ya. 42:57 Iya. Kalau sudah dapat vis. Heeh. Heeh. 43:01 Mesir kan. 43:02 He. 43:04 Oke. Oke. 43:06 Nih kita akan break nanti kita akan 43:07 kembali. Kang Fahri kita break dulu ya 43:09 sebentar ya. Nanti kita balik lagi, 43:11 Teman-teman. Jangan ke mana-mana yang 43:13 mau bergabung dalam acara kami bisa 43:15 menghubungi WhatsApp di 08111999720 43:20 atau telepon di 0218451 43:23 1512. Ikot jangan ke mana-mana. Kita 43:25 akan gembil [musik] 43:34 [musik] 43:39 TV. 43:47 Selamat malam Ikwan akhwat. Masih dalam 43:48 acara Minggu malam santui. K. Hari ini 43:50 kita ber membahas tema apa? Fight no 43:55 more bersama narasumber-narasumber 43:58 spesial saya, 44:01 Kak Ita dan Ompungboru. 44:04 Ini saya akan membacakan WhatsApp masuk 44:06 dari 0817 44:08 6857. Sekian sekian sekian. 44:12 Thanks to Mercy. Insyaallah karena 44:14 kalian Allah selalu menjaga negeri ini 44:17 yang terbaik buat kalian. Masyaallah. 44:20 Bagi ikhwan, bagi ikhwan akhwat yang 44:22 ingin bergabung dalam acara ini dapat 44:24 mengirimkan WhatsApp di 0811999720 44:30 atau telepon di 0218451512 44:33 atau komentar di YouTube Rasil Rasil TV. 44:37 Iya. Kal tadi ada telepon masuk ya 44:41 udah enggak ada. Saya akan membacakan 44:44 lagi beberapa komentar nih dari sahabat 44:46 saya yang meninggalkan saya malam ini. 44:49 Kak Musa. Kakak Mea, Kakak Itavor. Ah, 44:53 gombal kalian Kak Musa. 44:59 Dok Kak Ita. He. 45:01 Ini kan kalau saya lihat itu ya ngelihat 45:04 di sosmet di Instagram itu kayaknya 45:07 mental-mental 45:10 anak-anak kecil Palestina tuh kuat-kuat 45:12 banget ya. 45:13 Iya. 45:14 Paling saya ngelihat ada anak yang lagi 45:17 mungutin barang-barang dari rumahnya. Ee 45:21 cuma nanya lagi ngapain? Ngumpulin 45:23 barang. Ngumpulin barang yang dari rumah 45:25 mau dikasih ke ibu. Terus rumah kamu di 45:28 mana? hancur nanti juga dibangun lagi. 45:30 Kayaknya mentalnya enteng banget gitu. 45:32 Sedangkan kita tuh 45:35 yang orang-orang gede seperti saya nih 45:38 ngelihat seperti itu enggak mungkin 45:39 punya saya kayaknya enggak mungkin rumah 45:41 hancur, kondisi enggak aman, 45:45 makan enggak jelas, enggak tahu tidur di 45:47 mana, enggak mungkin punya mental 45:49 seperti itu. 45:51 Kalau pengalaman 45:53 ee 45:54 drter Ita Ompung Boru ini ke daerah 45:57 dekonfiksi menghadapi orang-orang 45:59 seperti itu gimana? menghadapi anak-anak 46:01 yang seperti ini nih gimana sih? Banyak 46:03 emang real yang seperti itu? Banyak yang 46:05 kayak gitu. 46:06 Banyak banget 46:08 real ya. Jadi bukan hanya di sosmate aja 46:10 yang keadaan real-nya tuh emang 46:12 iya. 46:14 Bahkan kadang-kadang kita juga yang tua 46:16 ini jadi malu. Gila ya bisa kebentuk 46:18 kayak gitu nih anak kecil. 46:19 Ada ada ada satu contoh kemarin waktu 46:21 pas lagi mau Idul Fitri. 46:24 Heeh. 46:25 ngelihat ee postingan teman kita mau 46:29 Idul Fitri pada saat itu sudah mulai kan 46:31 agresi Israel. 46:32 Iya. 46:33 Lalu 46:33 Iya. Mau Idul Fitri ya? 46:34 Iya. 46:35 Terus ada teman bikin postingan 46:38 ee mau glowing menjelang 46:42 ee hari raya. 46:44 Lalu kemudian tak posting lah. Ada tuh 46:47 kan yang anak kecil menangis dia di 46:49 rumah sakit dan kebetulan pas itu kalau 46:51 enggak salah di RSI kalau enggak salah 46:52 ya. He 46:53 di ini dan segala macam. Kita masih 46:56 sibuk memikirkan kue apa untuk lebaran 46:58 memikirkan ini. Sedangkan sebelah sana 47:00 masih belum masih dia tidak merasakan 47:02 sama sekali nikmatnya Idul Fitri. 47:05 Dan kemudian akhirnya teman japri dia 47:08 merasa bahwa kesindir. 47:09 Hm. 47:10 Tapi aku tapi tak bilangin bahwa 47:12 alhamdulillah masih merasa berarti masih 47:14 ada sisi manusia. 47:15 Ada sisi kemanusiaannya 47:16 itu dia. Aku sendiri ya jujur aja ya man 47:19 kalau gue begitu mungkin gua nangis kali 47:21 ngambek kali. Gua itu unik po gua datang 47:24 gue 47:25 ambilambilin 47:25 ambil-ambilin kalau perlu ya kan 47:27 tendang-tendangin tuh yang pohon yang 47:29 harganya R500 juta apa segala macam 47:31 tendang-tendangin [tertawa] ya enggak 47:33 gila gitu kan 47:34 ini ini ini benar-benar mereka ini 47:36 anak-anak kecil yang kemudian 47:38 ee apa namanya mereka masih ada tuh yang 47:41 apalagi ada yang postingan yang anak 47:42 kecil dia nangis 47:44 karena ada dentuman roket apa segala 47:47 macam tapi teman di samping-sampingnya 47:50 kakaknya itu kakaknya 47:52 Ini kan coba kalau kita coba kalau gua 47:54 nangis itu belum tentu Kak ngasih tahu 47:56 gua apa eh dasar nih enak bandel banget 47:59 cengeng banget pasti begitu itu hal yang 48:01 membuat kita berbeda banget sama 48:03 orang-orang sana 48:04 ya salut ya salut ya 48:05 terbentuk terbentuk udah terbentuk 48:07 langsung terbentuk bayang 48:09 karena enggak mungkin dia instan gitu 48:11 pasti dia ngelihat yang atas-atasnya 48:13 orang tuanya segala macam 48:14 orang tuanya 48:15 dan mereka enggak kan ada mungkin 48:18 kenalan-kenalan kita yang menikah dengan 48:19 orang sana enggak mau diajak dia keluar 48:21 dari sana enggak mau ya 48:22 enggak mau 48:25 udah enggak usah ngomong yang 48:26 kenalan-kenalan 48:28 yang ada aja udah 48:29 itu juga kali ya kadang-kadang perempuan 48:31 dari Indonesia 48:33 ee jangan didatangin dulu ke Gaza karena 48:35 suka enggak fokus mungkin karena saking 48:37 banyak cakep-cakepnya orang-orang sana 48:39 [tertawa] ya enggak sih? Iya enggak? 48:42 Aduh, jadi [tertawa] 48:44 jadi belok fokus. 48:46 Oh, maaf. Habis ngebayangin aja punya 48:49 punya ini dengan mereka yang sudah 48:51 siap-siap fighterfighter kan walaupun 48:53 ini judulnya fight nomor 48:55 fight nomor. Udahlah jangan 48:56 berantem-berantem lagiah. 48:58 Udah 49:00 pilpresnya udah selesai, pilgoup-nya 49:03 udah selesai. 49:06 A kita damai untuk supaya lebih fokus 49:09 yang lebih nih saya baca lagi nih ya 49:11 komentar-komentar masuk. 49:13 Mana mana mana mana tadi ya biar dokter 49:16 Mea Ompung buru bahayu bahagia sedikit. 49:20 Srikandi Srikandi Srikat hebat dari 49:23 Indonesia terus 49:24 dari Ibu Sri Rahayu dari Ibu Hani juga 49:27 masyaallah keren gitu. 49:30 Dokter Masa keren enggak saat melakukan 49:31 bantuan seperti itu? Malu. 49:33 Wah, gua keren nih. Gua udah begini lah. 49:35 [tertawa] 49:36 Gitu. Kadang-kadang kan ada ada juga 49:38 orang gini ya, saat melakukan suatu 49:42 manusiawi gimana ya? Bingung juga saya 49:44 nanya. Manusiawi enggak sih? Misalnya 49:46 kita habis ngebantu 49:49 terus orang banyak yang bersimpatik, 49:51 kita bilang, "Wih gua nih berjasa juga 49:55 nih." 49:56 Lu manusiawi. Sangat. Manusiawi malah 49:58 kadang-kadang gua bilang dong gue keren. 50:00 Bilang makasih. 50:01 Berat enggak? Berat enggak? Berat 50:02 enggak? itu menahan rasa seperti itu 50:05 waktu awal-awal. 50:05 Apalagi tiba-tiba postingannya viral ke 50:07 mana-mana. Wah, Doter Mea nih Ompung 50:10 Boru. Gua hebat banget. 50:12 Tapi enggak ada kata-kata Ompung Boru. 50:13 [tertawa] 50:14 Mulai detik ini, 50:16 mulai detik ini Ompung Boru dan 50:18 terkenalnya Om Ita aja enggak ada 50:19 kata-kata Uni langsung kita musuh. 50:21 Kak Ita dan Ompung Boru. Insyaallah 50:23 mulai saat ini Ompung Boru. Dokter Mea 50:25 itu Ompung Boru. 50:27 [tertawa] 50:28 Andik 50:30 apa 50:30 ketawa lu enggak enak. Jangan ketahuan. 50:31 Di 50:32 gimana sih? Itu kan godaan ya. Apalagi 50:35 ee sekarang ini salah satu godaan famous 50:38 itu ketenaran itu. Wah, godaan terus. 50:41 Famous and money itu luar biasa. 50:43 Dua-duanya. Tapi kalau di relawan itu 50:45 mungkin famous ya. 50:47 Famous mungkin kalau untuk masalah di 50:48 dunia kerelawanan famous. Karena lu 50:50 kadang-kadang relawan lu enggak dibayar 50:52 gitu kan. unpaid volunteer nih apalagi 50:55 tapi eh untuk menjadi seorang yang pure 50:59 hanya berada murni untuk ee yang baik 51:02 aja menjadi baik itu menjadi orang apa 51:04 namanya kita niatnya baik itu susah 51:06 benar dan itu harusnya belajar dari 51:08 pengalaman 51:09 h 51:10 sering turun ke lapangan learning by 51:12 doing 51:13 i 51:13 nah itu yang bisa kita dapatkan jadi lu 51:15 matangnya di lapangan nah itu yang 51:17 mungkin ee baru akan bisa kita dapatkan 51:20 setelah kita sering turun ke sana ke 51:21 saya ke dan Dan tim 51:24 tim pun akhirnya Heeh satu tim sama kita 51:25 yang sering sama kita adalah akhirnya 51:27 mereka belajar juga untuk itu yang tidak 51:28 tidak selalu mengekspos ke medsos mau 51:32 ekspos nanti 6 bulan 1 tahun 51:35 sudah selesai 51:36 sudah selesai [berdehem] lama baru itu 51:38 tapi kan mengenai kalau kalau kondisi 51:40 terkini di Palestina perlu dong diekspos 51:43 perlu itu sangat perlu itu berbeda ya 51:45 berbeda untuk kasusnya 51:47 nih kita ada di sini nih itu kan kadang 51:49 kan ada yang kadang-kadang bikin 51:52 kita ada berada di Hei guys, kita berada 51:55 di daerah ini. [tertawa] Kita kayak mau 51:57 wisata, bencana, Bu. 51:59 Iya, kan? 52:00 Jadi, jadi itu yang itu yang apa 52:02 namanya? Yang harusnya sebelum 52:03 berangkat, Teman-teman harus sudah 52:05 dikasih doktrin macam-macam kayak gitu 52:07 dulu. 52:09 Kang Fahi ada telepon masuk enggak? Ada. 52:12 Enggak ada. Nah, ee Kak Ita Omboru 52:18 demen banget Omong Borunya. 52:20 Saya pernah dapat ee nasehat dari bukan 52:23 nasehat ngobrol sama teman juga aktivis 52:26 gini 52:27 kebaikan ini harus ditularkan. 52:30 Iya 52:31 disebarkan. 52:33 Salah satunya kalau sekarang ini sosmet 52:35 ya aktif di sosmet. 52:36 Nah kaitan dan Om Pungboru kenapa enggak 52:39 melakukan itu? Asalamualaikum 52:40 warahmatullahi wabarakatuh. Saya Om 52:41 Pungboru sedang mengadakan ee 52:44 pengobatan 52:45 pengobatan di daerah ini ya. Masyarakat 52:47 di sini butuh bantuan sangat banyak 52:49 karena banyak yang cedera kurang gizi. 52:51 Enggak apa-apa. Yuk eeat bergabung berma 52:55 Umpung Boru gitu. Kenapa enggak 52:56 melakukan itu? 52:58 Kalau di bencana alam mungkin. 53:00 Bencana alam mungkin. 53:01 Tapi di kalau di tempat konflik kita 53:02 butuh siasah kan. 53:05 Ada hal-hal yang sebenarnya kita belum 53:06 boleh publish saat itu gitu. Jadi ini 53:09 yang makanya untuk masuk ke tempat 53:11 konflik itu memang tidak gampang 53:13 walaupun sebenarnya nilai jualnya sangat 53:16 tinggi tapi ya itu dia tadi ee apa 53:19 namanya ee ada hal yang harus kita 53:22 banyak 53:22 yang harus di ee bukan rahasiakan ya 53:25 artinya emang tidak untuk dipublish 53:26 tidak saat itu tidak boleh dulu jadi 53:29 nah makanya kita sekarang mau kita 53:31 sekarang mau bikin nanti misalnya nanti 53:33 ada ke depan adalah mungkin semacam 53:35 kayak untold story atau 53:36 iya 53:37 atau di balik di balik misi ini atau di 53:39 balik ini. Jadi, ada hal-hal yang kayak 53:42 semacam ee salah satu contoh adalah 53:43 kemarin Ustaz Abu Bakar Baasir. Kita 53:45 belum publish karena beliau masih ada di 53:47 ee dalam tahanan atau apa gitu. Lalu 53:49 kemudian 53:50 ee misi poso 53:54 ini yang kita belum bisa publish karena 53:56 saat ini masih ada lah yang membuat kita 53:59 enggak boleh publish dulu walaupun 54:00 sebenarnya itu sangat luar biasa ya. 54:02 Iya, 54:03 Kak ya. Jadi harus kita saling menjaga 54:05 nih situasi kayak gini nih. He he. 54:07 Apalagi sekarang lagi hot-hotnya nih. 54:09 Hotnya sebenarnya di pos itu kan lagi 54:11 hot-hotnya nih. 54:11 Oh gitu ya. 54:13 Walaupun enggak ada beritanya sebetulnya 54:15 lagi hot. 54:15 Hot 54:16 sangat. 54:17 Emang ada sedang ada apa di sana? 54:19 konflik lagi 54:20 lagi konflik lagi. Jadi gini ee di poso 54:23 itu kan sebenarnya ee 54:27 daerah yang menurut kita menurut kita 54:30 dan kebetulan juga Kaita juga pernah ke 54:31 sana juga itu adalah daerah yang sangat 54:33 suram suram tanda kutip. Kalau misalnya 54:36 mungkin merdeka, oh hari merdeka itu 54:39 bagi posa menurut kita belum merdeka di 54:41 sana. 54:42 He. 54:43 Karena mereka sendiri sebenarnya masih 54:45 merasa bahwa ee bayangkan kita waktu 54:48 datang ke sana mereka itu 54:49 penduduk-penduduk yang di satu tempat 54:51 nih. Saya enggak kasih tahu, kita enggak 54:52 kasih tahu, enggak bisa kasih tahu 54:54 lokasinya. 54:55 Lokasinya 54:56 mereka curiga dengan aparat misalnya 54:59 aparat ini gitu. 55:01 He. 55:02 Itu mereka pasti akan curiga kenapa? 55:03 Karena mereka sudah kenyang dan capek. 55:07 Jadi hal-hal ini yang sebenarnya enggak 55:09 di-publish kan. He 55:10 yang kita kita juga harus hati-hati 55:11 banget karena jaring-jaring dari Mercy 55:14 sendiri itu juga ee kita juga harus ee 55:17 menjaga mereka. 55:18 Heeh. 55:18 Mercy tuh kalau ngasih masuk ke sana tuh 55:21 butuh apa? Pelan-pelan dulu enggak? Oh 55:24 iya. 55:24 Ee pernah enggak ngalamin niatnya baik 55:28 ingin ngasih bantuan segala macam tapi 55:31 dapat resistance. 55:32 Heh. 55:34 Dapat penolakan. 55:36 Kalau pas kita alhamdulillah. Enggak, 55:38 enggak. 55:39 Alhamdulillah. 55:40 Enggak tahu. Mereka tahu kita gitu ya. 55:41 Bukan kegranian nih. 55:43 Heeh. 55:43 Kita masuk sebutin kami dari Mercy gitu 55:46 kan. Penerimaannya welcome. 55:49 Tapi memang itu butuh negosiasi. 55:51 Butuh negosiasi. 55:52 Negosiasi dulu. Jadi butuh waktu 55:53 seminggu. 55:54 Heeh. Untuk memberi mereka percaya untuk 55:56 kasih percaya itu. 55:58 Pernah enggak gagal misi gagal datang 56:00 enggak bisa melakukan apa-apa. 56:02 H. Di mana nih? 56:04 Di mana pun 56:05 ee 56:05 lokal atau internasional? 56:07 Rohingya. Rohingya sepat 56:09 e rahya. Tapi kita enggak bisa bikin. 56:11 Iya, tapi kita enggak bisa bikin 56:12 pengobatan yang datang kedua kali. 56:14 Oh iya, yang kedua kali kita enggak 56:15 bisa. Tapi di misi rohingya yang kedua 56:17 itulah kita dapat izin untuk mendirikan 56:19 rumah sakit. 56:19 Mendirikan rumah sakit yang sekarang nih 56:21 sudah berdiri. 56:22 He 56:22 sudah berjalan rumah sakit juga 56:23 belum. Tapi sudah berdiri bangunan 56:25 masih karena ada kudeta ini kan militer 56:27 kan. Heeh. Juta ini 56:29 tapi rumah sakit sudah jadi 56:31 sudah ada 56:32 belum dipakai 56:33 untuk saat ini belum karena diag sama 56:35 bangunan masih aman ya. Aman 56:37 aman. Alhamdulillah aman. 56:38 Tapi karena misinya mercy kemanusiaan 56:40 aman dong. Enggak enggak ada gangguan 56:41 dari mana-mana ya. Insyaallah ya. 56:43 Insyaallah sejauh ini aman. 56:45 Tapi fokus terdekat adalah Palestina 56:47 lagi. 56:47 Iya. Untuk sementara ini adalah kita 56:49 Palestina lagi dan tapi tidak menutup 56:51 kemungkinan ke manapun yang butuh 56:53 yang lebih urgen ya. 56:54 Iya lebih urjan. Heeh. 56:55 Karena saat ini Palestina ya. 56:58 Ini saya baca komentar dari Fajar Bekasi 57:01 ikut nyimak. Barakallah fikum. Bincang 57:04 santo yang penuh makna. Semoga Allah 57:06 selalu melindungi saudara-saudara kita 57:08 di Palestina dan kita semua. Insyaallah. 57:12 Amin ya rabbal alamin. Haim boleh nanya 57:14 enggak? 57:14 Boleh. Boleh. Boleh. Bang nanya ke 57:16 siapa? 57:16 Dua-duanya. Ke dokter M sama ke Opung 57:18 Boru sama 57:20 Pakita. Ikut-ikut 57:21 man. [tertawa] Lu 57:24 bebet atau enggak? 57:24 Udah nular. 57:26 Ee di saat melakukan misi kemanusiaan 57:28 gitu Opung Boru sama Kak Ita pernah 57:31 enggak sih ngerasain jenuh gitu? 57:33 Jenuhnya tuh saat apa gitu? Mm. Sejauh 57:36 ini ya? 57:37 Iya. 57:38 Belum enggak ya? 57:40 Enggak. 57:41 Enggak. 57:41 Kenapa bisa enggak? 57:43 Ee 57:45 contohnya gini ee 57:49 waktu misi Pakistan ya. 57:51 Heeh. 57:52 Pakistan kan ngeri-ngeri sedap walaupun 57:54 waktu itu turunnya itu dalam rangka 57:56 banjir yang melanda seperlima negara 57:59 Pakistan. Wih, kapan itu? 58:01 2010 58:03 kalau enggak salah 2010. 58:05 Nah, duta besar kita bilang ee kita mau 58:10 ke selatan Pakistan. Duta besar kita 58:13 melarang karena di sana masih ada 58:14 terjadi golak pergolakan politik antara 58:17 ee vaksik ini dengan yang ini gitu ya. 58:20 Cuma bilang gini, kalau kalian ke sana 58:23 dutaan enggak mau ngambil resiko. Kalau 58:26 kalian mati di sana, kita enggak bisa 58:28 ngambil mayat kalian, gitu kan. 58:33 Terus ee kebetulan waktu itu korlabnya 58:37 dokter Dani. 58:38 Hm. 58:39 Dani, 58:39 Denur. 58:40 Heeh. Spesialis sudah sarap. Agak-agak 58:42 sarap juga dia tuh. 58:43 [tertawa] 58:44 dia ngambil keputusan bahwa kalau memang 58:47 kita akan ke sana, 58:50 kita jalan. Akhirnya dengan sedikit 58:53 konflik tuh di kedutaan, kita keluar 58:55 malam itu juga dari konflik. Setelah 58:57 dokter Josep bilang, "Keluar kalian 58:59 tujuannya ke sana untuk membantu yang di 59:01 sana keluar dari kedutaan." 59:04 Jadi dibilang 59:08 takut ya. Ya, tugas kita memang dari 59:11 awal kan gitu. Kita memberikan bantuan 59:12 kemanusiaan. He. 59:13 Ke daerah yang terdampak paling berat. 59:15 He. 59:16 Kita pergi keluar malam itu juga dari 59:17 kedutaan. 59:19 Berangkat tuh langsung 59:20 berangkat malam itu juga. Pamitnya 59:22 bukannya dengan duta besar. Karena kalau 59:24 kita pamit sama duta besar dilarang 59:25 lagi. 59:26 He. 59:26 Akhirnya salah satu ee bagian politik ee 59:30 atas ya kalau gitu ya 59:32 ee kebudayaan lah gitu. Pokoknya bilang, 59:34 "Pak, mohon maaf kami bukan enggak 59:36 sopan. Mersi izin malam ini juga kita 59:39 keluar dari kedutaan 59:41 gitu." 59:43 Kalau dibilang terus pas kita keluar 59:46 yang alhamdulillah sampai kita balik 59:48 kurang lebih 2 minggu apa 3 minggu kita 59:49 di Pakistan yang beliau takutkan itu 59:52 enggak terjadi. 59:54 Justru keberangkatan kita malam itu 59:56 memberikan dampak yang sangat positif 59:58 karena benar kita bisa ke daerah yang 1:00:00 benar-benar terdampak ee dari banjir 1:00:02 Pakistan 1:00:04 gitu. Bahkan waktu malam itu 1:00:08 ee kita ditampung sempat kita seminggu 5 1:00:11 hari apa seminggu ditampung di rumah 1:00:14 amir mujahid Pakistan. Kita juga enggak 1:00:17 tahu kalau ternyata itu amir mujahid 1:00:19 amirnya. 1:00:21 Dari situ kita bilang, "Oh, Allah ini 1:00:24 memberangkatkan kita. Padahal kita tuh 1:00:25 mau keluar mau ke daerah bencana gitu 1:00:27 doang kan. 1:00:28 Ternyata kita tidurnya di situ, di rumah 1:00:30 beliau." 1:00:31 Nah, itu pengalaman yang exciting gitu 1:00:33 loh. Ternyata ketakutan juga enggak 1:00:35 beralasan juga kalau di daerah konflik. 1:00:37 Rencana Allah kan kadang enggak seperti 1:00:39 yang kita 1:00:40 enggak di di luar 1:00:41 di luar nalar kita. Heeh. 1:00:44 Kalau saya sih kenapa suka untuk kembali 1:00:48 lagi ke tempat yang hal yang sama, ke 1:00:49 tempat yang model-model begitu. 1:00:51 Karena apa? Dalam setiap perjalanan itu 1:00:53 pasti ada peristiwa yang lucu. 1:00:54 Iya. 1:00:55 Dan itu menambah sahabat. 1:00:57 Iya, betul. 1:00:58 Ee apa namanya? begitu banyak perjalanan 1:01:02 itu itu kita bisa jadikan cerita yang 1:01:05 buat orang lain juga senang 1:01:07 mendengarnya. He. 1:01:08 Lalu kemudian, ih padahal kita yang 1:01:10 ngalaminnya itu luar biasa kan di 1:01:12 pada saat itu ya waktu ngalamin 1:01:14 waktu saya tahun 111 ya dikirim Mercy 1:01:17 untuk ke Somalia itu cuma berdua 1:01:19 bayangin dan kita masih anak 1:01:21 kerucul-kerucul. 1:01:23 Bayangin 1:01:23 pengalaman pertama 1:01:24 pengalaman pertama. 1:01:26 Jadi itu kalau kalau dari e kalau dari 1:01:28 lo Kak Ita lu ke itu dulu ya ke apa 1:01:31 namanya? Ke KBRI dulu. 1:01:32 Masuk KBRI dulu. 1:01:33 Kalau kalau kita untung kita enggak ke 1:01:35 KBRI. 1:01:35 Heeh. Karena kalau kita 1:01:38 dikunci karena memang dulu ada ee dari 1:01:41 ee media Indonesia datang dia dikunci 1:01:44 enggak bisa keluar dari 1:01:45 enggak bisa keluar akhirnya dari dari ee 1:01:47 apa namanya rumah KBRI. 1:01:49 Iya. 1:01:49 Nah, kalau kita enggak jadi gini Allah 1:01:52 tuh selalu memberikan hal-hal yang tidak 1:01:54 kita duga itu selalu ee 1:01:58 kita khususnya ee aku dapetin itu selama 1:02:01 setiap perjalanan. He. 1:02:03 Jadi, jadi waktu itu waktu sama hal ini 1:02:06 ini memang memang ee namanya pengalaman 1:02:09 pertama itu memang menjadi suatu hal 1:02:11 yang sangat amaz bagi saya gitu kan. 1:02:14 Jadi ee kita siapin siapin 100 eh 50 1:02:19 ijazah kalau enggak salah. 1:02:20 Jadi katanya disuruh siapin untuk karena 1:02:22 nanti setiap checkpoint 1:02:23 diperiksa kan 1:02:24 periksa kan kita enggak tahu itu Alabab, 1:02:26 kita enggak tahu itu tentara Kenya kan 1:02:28 mereka beda-beda. 1:02:29 Waktu itu tuh lagi hot-hotnya ya. 1:02:30 hot-hotnya waktu itu. Tapi pada saat 1:02:33 kita lewat sampai ke sampai ke Mogadisu 1:02:38 itu kita cuman satu diperiksa. Jadi 1:02:41 bayangin, Man. Jadi ini jadi waktu itu 1:02:44 Dokternya ngomong gini ee ada dulu 1:02:46 namanya Drter Reza itu teman saya juga 1:02:48 sekarang sudah ortopedi. 1:02:49 Sekarang sudah ortopedi nih. Itu adik 1:02:50 juga ya. 1:02:52 Ja kamu jagain Meak. Oke. Waktu pada 1:02:55 saat mau berangkat. 1:02:56 Kenapa suka hilang sendiri gitu? Ee 1:02:58 kadang-kadang e kalau misalnya lihat 1:03:00 [tertawa] 1:03:00 laki-laki hitam kayak onik gitu 1:03:03 suka kepenginnya penginnya ini aja narik 1:03:05 apa gitu [tertawa] pengin dibukin gitu 1:03:06 kan. 1:03:07 Pengin ngarungin gitu ya. 1:03:08 Iya penginnya gitu aja. Nah terus pada 1:03:11 saat dalam perjalanan ini supir ngomong 1:03:12 sama saya kan sopir Somalia. 1:03:15 Jadi dokter ee saya ini ee kan nanya nih 1:03:18 masalah alyabab kan. Alabab itu gimana 1:03:20 sih gitu. Oh kita tidak tahu alyabab itu 1:03:23 gimana. Alabab itu bisa saja sayauk. 1:03:26 Heeh. He, 1:03:27 bisa saja ee apa namanya? Oh, istri 1:03:29 saya. 1:03:30 Iya, 1:03:30 bisa saja itu teman saya. 1:03:32 Pokoknya enggak ketahuanab itu. Dia itu 1:03:34 enggak tahu. Dan lo tahu, man, gue 1:03:37 langsung kaget 1:03:38 nengok ke belakang gua, teman gue 1:03:41 [tertawa] 1:03:42 lagi tidur. Gue sampai ini orang malah 1:03:45 gue yang ngejaga dia. Sampai pun sampai 1:03:47 di sana pun begitu. Jadi dia sibuk main 1:03:50 game, gua sibuk. Aduh, kan itu kan di 1:03:52 sana kan bunyi bom, suruh pindah. 1:03:54 Makanya kita setiap di Somalia itu harus 1:03:56 pakai baju lengkap karena 1:03:58 takut nanti ada yang nyerang kita harus 1:04:00 pindah ke markas yang lain kayak 1:04:01 gitu-gitu. Jadi, tapi itu kenapa? 1:04:04 Kenapa? Karena saya bilang bahwa kalau 1:04:07 Allah sudah kalau kita niatnya sudah 1:04:08 baik, kita datang ke sana insyaallah 1:04:11 hasilnya itu baik. 1:04:11 Iya. 1:04:12 Bayangkan itu bombom dan itu adalah misi 1:04:14 pertama saya dan teman saya itu untuk ke 1:04:16 luar negeri dan konflik pula. I lalu 1:04:20 kemudian orang bombom ini pada nyari 1:04:22 saya nih. Mia mana? Mia mana? Sini saya 1:04:24 lagi sibuk tidur di apa namanya di tidur 1:04:28 bukan di dalam ini, tapi tidur di 1:04:30 lapangannya. 1:04:31 He. 1:04:31 Mau ngelihatin apa? Gua lihat 1:04:33 bintang-bintangnya kayak sampah 1:04:35 penuh banget di langit itu dan itu 1:04:37 mengalihkan ketakutan karena bunyi-bunyi 1:04:40 itu apa? Senjata-senjata. Kembunyi 1:04:42 tembakan kan. 1:04:44 Tapi aku sibuk ngelihatin langit gila 1:04:46 ini sampah sampah banget. Ada rasi-rasi 1:04:48 apalah rasi apalah gitu. 1:04:49 Indah banget g 1:04:50 indah banget. Lu lihat bulannya itu 1:04:52 segede lebih kalah dari el. Eh, lu kalah 1:04:54 deh pokoknya. Lu kan udah gede banget 1:04:55 nih, M. 1:04:57 Ini ini lebih gede lagi dari lo. 1:04:58 Alhamdulillah lu kayaknya harus ke 1:04:59 Afrika. Heeh. Lu merasa kecil di sana. 1:05:02 Jadi 1:05:03 gua ngelihatin ya ampun. Nah, kalau 1:05:05 misalnya hitam masih hiteman mereka man 1:05:07 dari lui. 1:05:09 Ondi dan gua merasa gua cantik banget di 1:05:11 sana. [tertawa] 1:05:13 Gua putih banget ya. Iya kan? 1:05:14 Berarti Kaiman merasa kecil kalau di 1:05:16 sana. 1:05:16 Kecil banget. 1:05:17 Oh wah. Bang harus ke sana Bang. Dan itu 1:05:19 yang membuat ih ternyata Allah tuh baik. 1:05:21 Karena apa? Pada saat kita kembali ke 1:05:23 Jakarta kan dokter kan ada yang ditembak 1:05:25 di sana dapat 1:05:27 samayabab. Jadi jadi 1:05:29 bukan dokter Mercy kan 1:05:30 bukan bukan ada dokter dibayar ya kalau 1:05:32 enggak salah ya dia. Jadi tapi maksudnya 1:05:34 hal-hal kayak gitu yang membuat kita 1:05:36 edik. Ih apaagi nih nanti nih tantangan 1:05:38 apaagi nih? Heeh. Habis itu terus 1:05:40 diterjunin ke Mesuji lah ke Rohingya 1:05:43 kayak gitu-gitu. Dokter Jose itu selalu 1:05:45 memberi kekuatan sama kita. Udah kalau 1:05:48 kamu ee memudahkan urusan orang pasti 1:05:52 Allah akan mudahkan. Bayangin gu jadi 1:05:54 gini, pada saat ee kita udah kayak 1:05:57 missing, 1:05:58 kayak lost in the city gitu kan, gue gue 1:06:00 di apa namanya? Di kenya gitu sempat 1:06:03 gini, gila gue ya, gue lost-nya 1:06:05 hilangnya di Spanyol kek, 1:06:07 di Itali kek gitu kan. Nih di sini kan 1:06:09 hitung-hitung gimana gua mau misalnya 1:06:10 nanti misalnya gitu ada yang naksir atau 1:06:12 apa kan 1:06:14 ya di Itali gitu ya yang bagusan dikit 1:06:16 gitu kan. dipilih dipilih [tertawa] 1:06:18 rasis maksudnya rasis loh kan 1:06:21 enggak ini ketemunya ya ampun ya ampun 1:06:23 gitu jadi ya ya ada hal-hal yang kayak 1:06:25 gitu maaf nih man makanya jangan 1:06:27 ngundang gu 1:06:28 jadi [tertawa] 1:06:28 mungkin karena begini ya kalau kalau 1:06:31 enggak salah di Alanbiya ayat 107 Allah 1:06:33 berfirman azubillahiminasyaitanirrajim 1:06:36 wama arsalnaka illa rahmatan lilil 1:06:37 alamin 1:06:38 ee intinya ee berbuat baiklah ee 1:06:41 menjadikan rahmat di muka bumi gitu 1:06:44 walaupun di sebagian tafsir di situ 1:06:46 ditulisnya ee dalam kurung Nabi 1:06:49 Muhammad. 1:06:50 Kita umatnya Nabi Muhammad ya kita 1:06:51 mengikuti 1:06:53 ee sunahnya Nabi Muhammad yaitu menjadi 1:06:56 rahmah di muka bumi ini. 1:06:58 Kalau kita bertujuan baik insyaallah 1:06:59 Allah yang akan menjaga kita ya karena 1:07:01 kita sudah mengikuti perintah Allah 1:07:04 apalagi kita melakukannya secara ikhlas. 1:07:07 Dan benar kata Kak tadi 1:07:09 kalau kita mempermudah urusan orang 1:07:11 Allah akan mempermudah urusan kita. 1:07:13 Kalau kita ngebantu orang lain, Allah 1:07:15 yang akan ngebantu kita. 1:07:16 Beda kan sama lu kan? Kalau memang bisa 1:07:18 dipersulit, ngapain dipermudah? 1:07:19 Nah, 1:07:20 kan lu gitu kan biasanya. 1:07:21 Udah bukan dulu lagi. Sekarang sudah 1:07:23 beda sekarang [tertawa] 1:07:25 ini saya membaca WhatsApp masuk dari 1:07:28 teman-teman ada beberapa WhatsApp masuk 1:07:30 sebentar sebentar dari Abu Abdillah. 1:07:33 Asalamualaikum uncle Firman. 1:07:35 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:36 wabarakatuh. 1:07:37 Jadi semangat lagi nih saya pernah jadi 1:07:39 relawan guru di Aceh waktu bencana 1:07:41 tsunami. 1:07:41 Masyaallah. Masyaallah. yang ingat jadi 1:07:43 relawan itu mesti strugle dengan secara 1:07:46 segala kondisi. Cuma memang berbeda 1:07:48 mungkin ya kalau relawan di lokasi 1:07:50 konflik sukron 1:07:52 beda ya 1:07:53 di lokasi konflik sama bencana alam 1:07:56 ee mungkin mungkin beda beda teknisnya 1:07:58 kali ya. 1:07:59 Beda teknisnya karena di kita waktu di 1:08:01 Lombok kita ngerasain gempa dan itu kan 1:08:04 juga 1:08:06 apa namanya membuat kita jadi deg-degan 1:08:07 juga gitu. Jadi, jadi mungkin ee tidak 1:08:11 saya enggak bermaksud mengecilkan bahwa 1:08:13 oh kalau di bencana begini di enggak 1:08:15 semua ada ada beda-bedanya. Jadi mungkin 1:08:17 ada adrenalin sendiri ya. 1:08:19 Iya. Mungkin kalau di bencana alam kita 1:08:21 negosiasi-negosiasinya enggak alat dan 1:08:23 segala macam kita tinggal ini ini ini. 1:08:25 Walaupun di situ juga mengerikan apa 1:08:27 misalnya pada saat itu kita ada kena 1:08:29 bencananya juga kita ngerasain 1:08:32 gempa susulan biasanya 1:08:34 kan hunos ya. Hidung siapa gitu kan. 1:08:35 Iya. Hunos 1:08:36 hunos. Siapa kan? Heeh, benar. Ini kita 1:08:39 sama Kak Ita tuh waktu itu di Lombok tuh 1:08:41 ngerasain gempa. 1:08:43 Skala tuuh 1:08:44 lagi tidur 1:08:45 enggak? 1:08:46 Oh, bukan lagi misi diki 1:08:49 [tertawa] 1:08:50 ini gara dia ini apa namanya? Gara-gara 1:08:52 bilang bulan sama dia jadi agak sedikit 1:08:54 ini 1:08:56 Korea. 1:08:57 Saya baca WhatsApp lagi dari Ibu Tin. 1:08:59 Asalamualaikum warahmatullahi 1:09:00 wabarakatuh. 1:09:01 Uncle Firman Dr. Dita. Ompung Boru. 1:09:03 Benar. [tertawa] 1:09:05 Bu, jangan mau Bu dibohongin Bu. 1:09:08 Berarti berarti doktrin kita berhasil, 1:09:10 Bang. 1:09:11 Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir 1:09:13 batin. Taqobalallah minna wainkum. 1:09:15 Alhamdulillah Indonesia punya 1:09:17 orang-orang yang tergabung dalam Mercy. 1:09:19 Khususnya wanita tangguh seperti Kak Ita 1:09:21 dan Om Pungu. Omung 1:09:23 mungkin pujian manusia enggak terlalu 1:09:24 berarti untuk orang-orang di Mercy. 1:09:26 Barakallah. 1:09:28 Ya, mungkin kadang-kadang ya godaan yang 1:09:31 tadi kita bahas godaan terberat itu 1:09:33 kadang-kadang saat kita melakukan 1:09:35 kebaikan kita pengin dipuji. 1:09:36 Betul. 1:09:37 Padahal kalau kita ikhlas enggak 1:09:38 mengharapkan kita 1:09:39 kita rianya mengharapkan balasan dari 1:09:41 Allah aja kali ya. 1:09:42 Enggak usah balasan dari manusia karena 1:09:44 balasan dari Allah 1:09:45 pasti melebihi 1:09:47 prediksi kita, 1:09:47 prediksi dan batas logika kita. 1:09:49 Betul. Kalau manusia kita ngasih satu ya 1:09:51 kita sudah tahu kalau kita kasih ini 1:09:53 balasannya ini. Tapi kalau Allah beyond 1:09:55 expectation 1:09:57 di luar ekspektasi kita ya. Saya baca 1:10:00 lagi dari Bapak Mukhtar di Jakarta 1:10:02 Timur. Asalamualaikum Rasil. 1:10:04 Mudah-mudahan kru Rasil dan pendengar 1:10:05 Rasil serta seluruh tim Mercy selalu 1:10:07 dalam lindungan serta limpahan Allah 1:10:10 subhanahu wa taala. Amin. Amin. Amin. 1:10:12 Allahum amin. 1:10:14 Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1442 1:10:17 Hijriah. Mohon maaf lahir batin dari Pak 1:10:19 Mukhtar Cirasas untuk Ompung Boru. 1:10:24 Ini dari [tertawa] 1:10:27 wah ini dari 08770572. 1:10:32 Sekian sekian sekian sekian. 1:10:33 Asalamualaikum warahmatullahi 1:10:35 wabarakatuh. 1:10:35 Waalaikumsalam 1:10:36 semua. Saya Ahmad dari Lombok seorang 1:10:39 tuna netra. 1:10:40 Masyaallah. Saya sampaikan selama 1:10:42 selamat buat semua yang berkontribusi 1:10:45 membantu saudara kita di Gaza. Baik itu 1:10:48 dengan harta, tenaga, pikiran, dan tidak 1:10:51 kalah pentingnya dengan share atau 1:10:53 sebarkan info atau suara kita di media 1:10:56 sosial untuk membantu Palestina dalam 1:11:00 isu kemanusiaan, kepedulian kita. Mari 1:11:02 kita sebarkan kebenaran membantu saudara 1:11:04 kita. Karena ada oknum yang sengaja 1:11:07 memutarbalikkan fakta 1:11:09 supaya isu kepedulian membantu saudara 1:11:11 kita hilang. 1:11:12 Iya. 1:11:13 Maka bantu juga sebarkan isu kemanusiaan 1:11:16 ke kemanusiaan ini. Terima kasih Rasel 1:11:18 TV dan semua. Terima kasih. Barakallahu 1:11:21 fikum. Nah tuh Dok penting nih. Mercy 1:11:23 punya rumah sakit. 1:11:24 He. 1:11:25 Mercy punya tim di sana. 1:11:27 Oke. 1:11:27 Mungkin kita bisa merujuk ke Mercy untuk 1:11:29 info-info terkini 1:11:31 di Palestina. Instagram Mercy apaan sih 1:11:33 kalau boleh tahu? Kita mendapatkan 1:11:35 informasi e paling gampang dari Mercy. 1:11:39 Dari mana? Instagram. 1:11:40 Instagram. 1:11:41 Facebook. Eh Facebook ya. He Facebook. 1:11:42 Facebook-nya Facebook siapa? 1:11:44 Mercy Indonesia. 1:11:44 Mersi Indonesia. 1:11:45 Mercy Indonesia. Udah enggak pakai titik 1:11:48 ngapa-ngapa. 1:11:49 Nah, jadi ikhwan akhwat yang ingin 1:11:50 mendapatkan informasi terkini e tentang 1:11:53 Palestina di Mercy bisa follow 1:11:55 Facebook-nya 1:11:57 Mercy di Mery Indonesia. 1:11:59 Iya. 1:12:00 Kalau Instagramnya 1:12:01 sama Mery Indonesia juga. Messia juga. 1:12:04 Titik. Enggak ada apa? Oh, gabung 1:12:05 Meribadi. 1:12:08 [tertawa] Enggak penting. Jangan follow 1:12:10 juga 1:12:10 isinya enggak penting. 1:12:11 Enggak ada cuman buat belanja online. 1:12:15 Masyaallah. [tertawa] 1:12:16 Eh, manusiawi kan 1:12:17 tetap masih ada manusiawi. Benar, benar, 1:12:19 benar, benar. 1:12:20 Ondi mau ada pertanyaan terakhir enggak? 1:12:21 Kita udah .30 nih. 1:12:23 Enggak ada. 1:12:23 Udah selesai gini doangin 1:12:28 setahun gua pikir [tertawa] 1:12:31 nantangin lama. Udah diteleponin nih 1:12:32 sama tokoh penting. Man tolong udahin 1:12:35 itu Ompong Boru, jangan kebanyakan 1:12:37 ngomong gitu katanya. M. [tertawa] 1:12:41 Baik, terima kasih Kak Ita. Ompung Boru. 1:12:43 Ada nasehat masukan terakhir buat 1:12:46 kami-kami yang awam 1:12:48 supaya jelas arahnya ke mana dari Kak 1:12:51 Ita dan Ompung Boro. 1:12:54 Untuk sekarang ya. 1:12:55 Iya, untuk sekarang. 1:12:56 Mohon doanya untuk ee perjuangan 1:12:58 Palestina. Kita fokus itu dulu. He. 1:13:00 Jangan mau terpecah dengan segala 1:13:02 isu-isu yang memecah. 1:13:05 He 1:13:05 itu aja kita fokus bantuan kemanusiaan 1:13:08 untuk saudara-saudara kita di Palestina. 1:13:10 Baik di Gaza maupun di 1:13:13 Alakso Westbank. 1:13:14 Oke. 1:13:15 Omong baru 1:13:15 enggak? Udah ikut aja 1:13:17 gitu ya. 1:13:17 Heeh. 1:13:18 Karena kita sudah kompak 1:13:19 udah karena kita kompak ya kan katanya 1:13:21 untuk Palestina bersatu juga. Palestina 1:13:23 bersatu. 1:13:23 Benar. Benar benar benar. Dan jangan 1:13:25 lupa doain juga buat tim Mercy yang akan 1:13:28 berangkat sebentar lagi untuk 1:13:30 mengirim tim medis ya 1:13:31 dan tetap istikamah 1:13:33 dan titip tetap istikamah enggak tergoda 1:13:36 dengan goda-godaan dunia dan goda-godaan 1:13:38 perjuangan. 1:13:39 Semoga Allah menjaga tim Merc menjaga 1:13:42 Kak Ita Om Pungboru, menjaga kita semua 1:13:46 dan menjaga saudara-saudara kita yang di 1:13:48 Palestina. Ya Allah, 1:13:49 semoga Allah 1:13:52 menjaga kita semualah dan membawa 1:13:53 kemenangan untuk umat Islam. 1:13:55 Amin. 1:13:55 Dan menjaga persatuan di dunia ini. 1:13:57 Insyaallah. Amin ya rabbal alamin. Amin 1:13:58 ya rabbal alamin. 1:13:59 Ikhwan akhwat, demikian acara Minggu 1:14:02 Malam Santui pada malam hari ini. Saya 1:14:03 Muslim, saya firman Muslim Tirer 1:14:05 ditemani Odi Mandi dan Kang Fahri. Undur 1:14:08 diri dulu apabila ada kata-kata yang 1:14:10 kurang berkenan karena banyak bercanda 1:14:12 di sana. Sini mohon dibukakan pintu maaf 1:14:14 sebesar-besarnya. Subhanakallahumma 1:14:16 wabihamdika asadu alla ilahailla anta. 1:14:19 Astagfirum. 1:14:21 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:14:23 wabarakatuh. 1:14:24 Waalaikumsalam.