Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 irahim. Assalamualaikum warahmatullahi 0:01 wabarakatuh, brother and sister. Apa 0:04 kabar semua? [musik] 0:06 Semoga hari ini kita lebih baik dari 0:08 hari kemarin dalam segala hal. [musik] 0:10 Pahit-pahitnya sama deh sama hari 0:12 kemarin. Jangan sampai lebih buruk. 0:15 Insyaallah. Amin ya rabbal alamin. 0:17 [musik] 0:18 Enggak kerasa udah lebih dari setahun 0:19 Mas Covid belum meninggalkan kita. Betah 0:22 banget ya. Dia enggak [musik] sadar apa 0:25 tuh si Covid kita udah sebel banget. 0:27 Kalau aja Covid itu manusia, [musik] 0:29 pasti udah kita usir. Sayang aja dia 0:32 makhluk yang tak terlihat dan lemah. 0:34 Namun demikian, sepertinya [musik] kok 0:36 semakin menguat ya. Ada apa gerangan? 0:40 Dari cuma [musik] satu grup si Covid-19 0:42 sekarang menjadi 10 grup yang berbeda 0:44 dan semakin ganas. [musik] Kira-kira apa 0:47 ya solusinya? 0:49 Bukankah Allah menjadikan manusia 0:50 khalifah di muka bumi? Seharusnya kita 0:53 dong paling superior. Kok ini kita 0:55 kalah? Padahal gajah aja bisa kita 0:59 kalahin sampai hampir punah. [musik] 1:00 Begitu juga ikan paus yang sedemikian 1:02 besarnya juga bisa kita tumpas hampir 1:05 [musik] punah. Lah ini COVID-19 kenapa 1:08 belum bisa ya? Guys, sadarlah Allah 1:13 sedang menguji kita [musik] dan menegur 1:15 kita. Manusia yang superior ini kalah 1:17 dengan makhluk kecil. [musik] Malu 1:19 enggak tuh? Namun sayangnya kita 1:22 bukannya sadar malah makin sombong dan 1:25 zalim. Bukannya kita lari merintih, 1:27 [musik] minta ampun dan pertolongan 1:29 Allah, malah kita ngikutin kezaliman 1:32 COVID. Enggak percaya 1:35 nih contohnya. [musik] 1:37 Korupsi bansos kurang zalim apa? Dan 1:40 berapa banyak korupsi-korupsi yang 1:42 dilakukan makhluk superior ini dalam 1:43 kondisi saudaranya yang sedang sulit? 1:46 Kita [musik] dengan mudah menyaksikan 1:48 puluhan triliun hak masyarakat dimakan 1:51 oleh para elit yang serakah. 1:53 Mungkin mereka sedang lupa [musik] atau 1:57 bingung nyimpan otaknya ditaruh di mana. 1:59 Ya, [musik] Guys. Allah berfirman dalam 2:03 surat Azzumar ayat 53 sampai 54. 2:08 Katakanlah kepada hamba-hambaku yang 2:10 melampaui batas terhadap diri-diri 2:12 mereka, janganlah kalian berputus asa 2:15 dari rahmat Allah. Sesungguhnya [musik] 2:17 Allah mengampuni semua dosa. 2:20 Sesungguhnya Dialah zat yang maha 2:22 pengampun [musik] lagi maha penyayang. 2:25 Maka kembalilah kepada Tuhanmu dan 2:27 berserah dirilah kepadanya sebelum 2:30 datangnya azab [musik] 2:32 kemudian kalian tidak dapat lagi 2:34 mendapat pertolongan. 2:37 Jangan-jangan para pelaku kezaliman 2:39 [musik] ini memang lagi menanti battle 2:41 sama Allah kali ya. pengen tahu kuat 2:43 mana. Habisnya [musik] zalim kok enggak 2:46 berhenti-berhenti. Padahal teguran Allah 2:48 sedemikian gamblang dan jelas. Yuk deh 2:52 [musik] kita aja yang masih memiliki 2:53 sedikit akal dan iman segera bertaubat 2:56 dan memohon agar [musik] tbat kita 2:58 diterima. Dengan demikian semoga bantuan 3:01 Allah azza waalla segera datang 3:03 insyaallah. [musik] 3:04 Amin ya rabbal alamin. Wasalam. 3:11 [musik] 3:12 Amin. 3:30 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 3:32 warahmatullah wabarakatuh. 3:35 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 3:38 nastain w dunya waddin wasatu wasalamu 3:41 ala asili wal mursalin wa alihi wasbihi 3:44 ajmain. Apa kabar semuanya di mana pun 3:47 Anda berada ya di malam dengan hujan 3:51 rintik-rintik yang syahdu k sant banget 3:55 [tertawa] 3:56 Iwan semua di mana pun Anda berada 3:59 senang sekali saya Muhammad Musa Alqaf 4:01 beserta guru saya uncle Firman Muslim 4:03 Tahir kembali hadir menemani Anda semua 4:06 di Minggu malam santuy 4:09 semoga semuanya sehat K Iman 4:11 amin 4:12 Ondi semoga sehat Mas Fahri dan Semua 4:15 pendengar hasil di mana pun berada. 4:18 Walaupun di luar hujannya dari tadi 4:20 magrib di Cibubur nih syahdu banget 4:22 teman-teman malam hari ini 4:23 syahdu banget. Dingin. Kemudian sekarang 4:27 hujannya nih udah enggak deras cuma 4:28 rintik-rintik tapi ee suasana sejuknya 4:31 masih dapat. Paling enak nih selimutan 4:34 gak benak. Kita akhir aja kita tidur aja 4:37 langsung. 4:37 Terima kasih. [tertawa] Wabillah. 4:40 Wasalamualaikum warahmatullahi 4:41 wabarakatuh. Ya Allah. Kiman apa kabar? 4:43 Kim 4:43 baik-baik ustazah. Baik-baik. Apa kabar 4:45 kamu? 4:45 Sehat Gan. Sehat, sehat, sehat sehat. 4:47 Sehat. Ya, begitulah fisik sehat. Tapi 4:49 kita semua nih akhir-akhir ini lagi 4:51 deg-degan nih. 4:52 Betul. Betul. 4:53 Kita deg-degan ya karena mendapatkan 4:56 berita COVID yang sedemikian tinggi. 4:58 Betul. 4:59 Monjak. Betul. 5:00 Yang waduh. 5:02 Tapi kalau ngelihat Piala Eropa 5:04 stadionnya penuh. 5:05 Betul. MotoGP Giman. Tadi habis magrib, 5:07 habis magrib MotoGP live itu tribunya 5:10 tuh penuh. Memang beberapa sisi enggak 5:12 penuh ya, tapi ada sisi-sisi tribun yang 5:14 penuh. 5:15 Heeh. 5:16 Tapi Indonesia enggak ya. 5:17 Indonesia enggak begitu. 5:18 Mungkin karena gini, Kak Musa, 5:21 negara-negara yang sekarang sudah bebas 5:23 itu mereka berakit-rakit dahulu, 5:24 bersenang-senang, berenang-renang 5:26 kemudian. 5:26 Betul. 5:27 Mereka akan lockdown, bersakit-sakit 5:29 dahulu. Sekarang mereka sudah 5:30 senang-senang, 5:31 sudah bisa bebas segala macam. Ya, 5:33 paling ada kasus dikit-dikitlah. Nah, 5:36 dan mereka dikasih tahu COVID. Wah, udah 5:39 ee percaya patuh mungkin ada yang 5:41 langgar dikit tapi ee udah deh 5:44 ketat gitu ya. 5:44 Ketat kita kan 5:46 betul 5:47 lost tambahin satu dan mereka berani 5:49 tegas tidak membuka perbatasan 5:52 untuk negara-negara yang sedang rawan. 5:54 Nah, betul. Sedangkan Indonesia 5:58 kita enggak tertib. 5:59 Betul. 5:59 Harus akuin kita enggak tertib. 6:01 Coba kita enggak usah jauh-jauh dari 6:02 sini. ke Bogor aja lah. Ke puncak. 6:05 Hm. 6:06 Mayoritas banyak pada buka masker. 6:08 Betul 6:09 ya kan? 6:11 Kejonggol. 6:12 H. 6:12 Aduh, Pak. Covid mah enggak lewat dia 6:14 gitu. [tertawa] 6:17 Kadang yang pakai masker malah yang 6:19 diintimidasi. Kayak 6:20 nah apa-apa nih pakai masker gitu 6:22 alasan udah tawakal, tawakal, tawakal. 6:25 Eh, SB tawakal. Enggak begitu. Kan 6:28 pernah ada kejadian sahabat Rasul datang 6:30 ke masjid 6:31 bawa unta. 6:32 Bawa unta. Untanya enggak diikat. 6:33 Dilepas gitu. Rasulullah tegur, "Kok 6:35 enggak diikat?" Tawakal Allah. Allah. 6:37 Kata Rasul, "Tawakal tuh enggak gitu. 6:40 Usaha maksimal, ikat itu tali kudanya, 6:44 lepasin. Ee udah tinggalin pasrah ke 6:46 Allah itu tawakal. Kalau kita enggak, 6:49 usahanya enggak ada tawakal. 6:50 [tertawa] 6:51 Tapi yang lebih kejam lagi udah tawakal 6:53 mereka bikin isu. 6:55 Wah nih COVID enggak ada nih. W teori 6:57 konspirasi lah, black ketek lah. Ada apa 7:00 ini teori orang-orang remason nih. 7:03 Afriason. 7:04 Ofrimason. Wahyudi. Wahyudi. Udah deh 7:07 bikin isu ke mana-mana nyeberinik. 7:11 Jadi orang yang tadinya percaya setengah 7:13 percaya jadi ragu jadi enggak percaya. 7:14 Iya. I kan. 7:15 Terus berkoar-koar di mana-mana. Terus 7:18 yang lebih jahat lagi, udah udah begitu 7:20 aja udahlah cukup 7:21 bikin konten-konten yang meyakini 7:24 orang-orang awam yang enggak paham bahwa 7:26 ini semua bohongan. 7:28 Iya. 7:29 Sehingga makin banyaklah orang enggak 7:30 percaya. 7:31 Betul. 7:32 Apakah mereka enggak ya enggak yang ana 7:34 pikir mereka enggak apa ya enggak 7:36 berpikir ya pertanggungjawabannya mereka 7:39 di hadapan Allah gimana nanti. Betul. 7:41 Bahkan kayata ya. Ada yang eh orang 7:45 tuanya nih sakit, gejalanya semuanya 7:48 COVID, tapi orang ayahnya ini bersih 7:50 keras enggak mau dibawa ke rumah sakit 7:51 karena takut dicovidkan. Bersi keras 7:53 anaknya nih k keeh Bapak ini Bapak udah 7:56 jalannya COVID nih. Fix nih. Ayo kita ke 7:58 rumah sakit. Sebelum terlambat bapaknya 8:00 ngomong enggak. Saya kalau ke rumah 8:01 sakit nanti dicovidkan. Sampai akhirnya 8:04 debat panjang berhari-hari akhirnya 8:06 orang tuanya sudah mulai gawat. Mau 8:09 enggak mau orang tuanya dibawa ke rumah 8:10 sakit. 8:10 Ketika di rumah sakit sudah terlambat. 8:12 berpulang. 8:12 Akhirnya berpulang. Kenapa begitu? 8:14 Karena bapaknya mungkin dapat 8:15 broadcastan tentang COVID-COVID 8:18 konspirasi. 8:19 Betul. 8:20 Memang kita perlu ee enggak enggak perlu 8:23 panik. 8:24 Iya. 8:24 Tapi kita perlu waspada. 8:25 Benar. Panik jangan waspada. Iya. Yang 8:28 jeleknya Kak Musa. 8:29 He. 8:29 Coba kita perhatiin di grup WhatsApp deh 8:31 sekarang. 8:31 He. 8:32 Pasti ada satu orang 8:34 yang hobinya sharing berita. 8:36 Iya benar. sharing beritanya berita 8:38 hoaks. 8:39 H. 8:40 Nah, mereka bilang kalau kita bilang ini 8:43 berita hoaks lah kenapa ini dikasih? Dan 8:46 yang lebih jahatnya lagi bukan yang 8:48 bukan orang awam yang menyibarkan 8:49 berita-berita hoa ini, tapi para 8:51 produsen-produsen yang meyakini orang 8:53 bahwa ini semua enggak seperti itu. 8:56 Iya 8:56 kan jahat banget. Padahal kita di 8:59 Al-Hujurat Allah sudah mengingatkan kita 9:01 di Al-Hujurat ayat 6 mengenai tabayun 9:03 ya. He. Apabila hai orang-orang beriman, 9:05 apabila ada orang fasik datang kepadamu 9:07 membawa berita, periksa 9:09 gitu kan. Intinya seperti itulah, Kak 9:11 Musa. Dan cara memperiksanya gampang kok 9:13 sekarang. Zaman sekarang tuh gampanglah 9:15 bisa browing, bisa nanya apa segala 9:17 macam. 9:18 Iya. 9:18 Tapi kenyataannya. 9:20 Nah, sehingga ee 9:25 itu kan berbuat memberikan memberikan 9:27 berita bohong itu kezaliman juga Ustaz. 9:29 Betul. Mungkin aja COVID ini yang 9:31 awalnya teguran Allah pada kita. 9:33 He. 9:34 Supaya kita kembali kepada Allah. 9:37 Jangan sampai ini menjadi azab Allah 9:39 buat kita. 9:41 Jangan sampai kita sudah enggak sempat 9:42 minta tolong lagi ke Allah nih. 9:43 Nauzubillahzalik. 9:45 Mumpung kita masih bisa minta tolong. 9:46 Ayolah jangan berbuat zalim. 9:50 Yang bikin berita hoaks. Lu dapat berapa 9:53 sih? Dapat dari konten YouTube lu. Lu d 9:56 dapat konten dapat dari konten dapat 9:58 berapa? enggak takut hukumannya di 10:00 akhirat gimana. 10:02 Iya kan? Mereka mikirin, "Wow, 10:04 subscriber gua segini, viewer gua 10:06 segini, wah gua dapat segini." Iya. 10:08 Enggak, enggak berarti kok. Uang haram 10:10 itu uang jin dimakan setan. 10:14 Iya. 10:15 Uang uang jin itu dimakan setan nantinya 10:17 enggak berasa. Walaupun dapat sebanyak 10:18 apapun enggak berasa loh kok hilang ke 10:20 mana nih? Gitu, Kak. Usa. 10:22 Betul, 10:22 betul, [tertawa] 10:23 betul, betul, betul. Jadi ee tetap 10:26 waspada dan jangan panik ya. Ada ada ada 10:29 cerita menarik Kem dari salah satu guru 10:32 besar kita nih Kem. Keman kenal sama 10:34 anaknya Keman kenal baik sama menantunya 10:36 Keman kenal baik. Ee waktu Musa 10:39 berkunjung nih ke beliau, beliau cerita 10:41 sa katanya ada seorang ulama dulu ini 10:44 cerita nih. Ada ulama didatangin sama 10:46 virus. Kata virusnya ee wahai ulama aku 10:50 izin nih aku mau menyerang area kawasan 10:54 ini. Aku akan menyerang 200 orang. 10:57 pergi tuh virus dari ulama. Kemudian 11:01 ternyata di area itu yang meninggal 500 11:03 orang ke Iman. 11:04 H 11:05 enggak? Setelah sekian lama datang lagi 11:07 virus nih sama ulama ditanya, "Kenapa 11:09 kamu berbohong?" Katanya kamu cuma mau 11:11 menyerang 200 orang. Kenapa yang 11:12 meninggal di area ini 500 orang? Kata 11:15 virusnya gini, "Enggak. Saya enggak 11:16 bohong. Saya nyerang 200 orang. Yang 11:19 300-nya lagi itu meninggal karena 11:20 kecemasan." [tertawa] 11:24 Yang saya serah 200 orang. Nah. Begitu 11:27 juga sekarang nih COVID. Benar kita 11:29 harus waspada. Cuma banyaknya tuh 11:32 kecemasan-kecemasan yang ada akhirnya 11:35 menimbulkan penyakit-penyakit yang baru. 11:36 Oh iya betul. 11:37 Betul. Kayak saya saya enggak tuh kayak 11:40 gitu. He. 11:41 Jadi ee ketemu seseorang 11:46 berapa hari kemudian? 45 hari kemudian 11:48 itu orang cerita, "Bro, gua positif. 11:51 Panik." 11:52 Iya benar. 11:53 Waduh. [tertawa] 11:55 Saat palik itu langsung terasa kok 11:56 tiba-tiba pilek, kok tiba-tiba neleng, 11:59 enggak enak, kok tiba-tiba [tertawa] 12:00 jadi pusing segala macam. 12:01 Sebelum dapat kabar itu enggak terasa 12:03 tuh langsung sehari dua hari, hari 12:05 ketiga saya bilang, "Udahlah ceklah 12:07 cek segala macam, segala macam." 12:11 Pas ketahuan 12:12 hasilnya negatif itu penyakit hilang. 12:14 Enggak minum obat [tertawa] hilang aja. 12:17 Kadang-kadang apa? You wisu setan ini 12:22 menggempur hati kita nih. Mikir hati 12:25 kita waswas salat enggak khusyuk, tidur 12:28 kepikir aduh kok gua COVID gimana? Aduh 12:30 anak gua kayak gitu kan saya itu 12:32 canginya saya tergempur habis. 12:35 Akhirnya yang tadinya enggak sakit jadi 12:36 sakit tuh Kiman. 12:37 Iya betul 12:37 betul. Tapi yang unik, Kak Musa, yang 12:40 unik, Kak Musa, 12:42 kadang-kadang 12:44 justru orang yang melakukan kezaliman 12:46 ini 12:47 H 12:48 mereka bisa menikmati kepanikan orang. 12:52 Dan uniknya lagi saat orang-orang yang 12:54 dia bikin panik kena ujian Allah, dia 12:58 enggak bebas. 13:00 Dan orang ini happy. Wah, lu kena, lu 13:02 kena, kena, gua enggak, gua kerjaan gua 13:05 tambah berhasil apa segala macam. 13:07 Padahal mereka enggak sadar, mungkin aja 13:08 itu lagi Allah istidraj. 13:10 Oh iya, 13:11 iya. Enggak 13:11 dipur dulu, 13:12 dipur habis entar counter attack mampus 13:15 tuh. Kayak Itali kan [tertawa] 13:17 digempur counter attack boleh gol cuman 13:19 satu tapi menang. 13:21 Tapi menang. Iya iya iya. 13:22 Itulah ibaratnya orang-orang yang di 13:24 istidra. 13:24 Iya betul. Dikasih kebahagiaan, 13:26 kenikmatan. Justru itu malah enggak 13:29 ditegur sama Allah ya. Enggak diingetin. 13:31 Karena kebanyakan kita ini gagal saat 13:33 diberi uji ujian kebahagiaan. Kaya 13:35 betul 13:36 kebanyakan orang, saya enggak bisa 13:38 bilang 100% mungkin 13:39 h 13:40 70% orang yang dikasih ujian kesulitan 13:43 akan ingat Allah, 13:44 akan lari kembali ke Allah, menangis 13:46 kepada Allah, memohon kepada Allah 13:48 segala macam. 13:49 70% orang yang dikasih ujian kesulitan. 13:51 Tapi kalau happy, 13:54 dikasih kerjaan numpuk, salatnya lalai. 13:57 Salatnya di awal waktu salat lain. 14:00 [tertawa] 14:01 Jadi di awal waktu, tapi salat 14:03 selanjutnya. salat zuhur di awal waktu 14:05 asar, waktu 14:06 salat asar di awal waktu magrib, salat, 14:09 salat magrib di awal waktu isya. Ya, 14:11 seperti itu. Wah, nih kerjaan gua gitu. 14:14 Happy mereka menikmati itu. Padahal 14:16 siapa tahu mereka diistidraj. 14:19 Ya Allah. 14:20 Siapa tahu Allah lagi meminta kita, 14:21 "Kamu kalau saya kasih kebahagiaan, kamu 14:24 masih ingat aku enggak?" 14:26 Saya pernah di ada saya baca di mana nih 14:29 hadis qudsi apa? 14:32 Eh, apa saya enggak berani ngomong hadis 14:34 qudsi deh, takut salah. He. 14:36 Saya dinasin ulama, dia bilang Allah itu 14:38 pencemburu. 14:40 Hm. 14:41 Enggak mau diomor duakan. 14:42 Hm. 14:43 Allah itu 14:45 sayang ke kita. 14:48 Maunya sayang kita ke Allah pun total. 14:50 Hm. 14:52 Allah itu enggak mau ditunda-tunda. 14:55 Panggilan salat. Bayangin Allah yang 14:57 menciptakan kita, memanggil kita untuk 14:59 datang ke ke Allah. 15:02 Padahal kita yang butuh Allah. Harusnya 15:04 kita yang secara logikan harusnya kita 15:05 kalau kita yang butuh Allah, kita yang 15:07 menanti-nanti untuk dekat Allah. 15:09 Enggak usah dipanggil. 15:09 Enggak usah dipanggil. 15:10 Betul. Orang kita yang butuh 15:12 ini. Kita yang butuh. Allah yang maha 15:14 kuasa. Allah enggak butuh kita tapi 15:16 Allah yang manggil kita. Yuk, sini yuk 15:17 dekat. Mau apa lagi, Sayang? Ibaratnya 15:19 gitu kayak kita ke anak kita, kayak Musa 15:22 bilang, "Eh, nama anakmu Kak Musa bilang 15:24 rambus ini sayang." 15:26 [tertawa] 15:28 Anak yang mana nih? Bukan ya. Aduh K mau 15:31 maaf nih istri mertua sema dengar nih 15:34 [tertawa] K 15:36 enggak mungkin juga ngasih nama rambu 15:38 enggak mungkin juga Iz sini sayang sini 15:40 sayang 15:41 udah mainnya tadi main apa pasti kan 15:43 gitu orang tua kan 15:44 iya betul 15:45 begitu juga Allah tuh total saying ke 15:48 kita kitanya harus total juga jangan 15:50 nunda-nunda Allah rezeki dari Allah aja 15:52 kita tunda-tunda ke Allah gimana sih 15:54 iya benar 15:55 nah kadang-kadang orang diistidraj ini 15:57 kadang-kadang orang yang dikasih 15:58 kesibukan kerja mungkin karena Allah 15:59 lagi. Ayo, benar enggak kamu sayang ke 16:02 aku? 16:02 Heeh. 16:03 Benar enggak kamu layak saya kasih 16:05 kebahagiaan? 16:06 H. 16:06 Benar enggak kamu layak saya kasih 16:09 rezeki yang begitu melimpah? 16:12 Kan orang tuh kalau coba kamu misalnya 16:14 pergi ke acara atau enggak usah ke acara 16:17 ya ke hajat atau apa, doa yang paling 16:19 banyak aminnya apa? 16:25 Ya Allah berikanlah kami rezeki yang 16:27 berlimpah ruah, yang berkah, melimpah, 16:30 segera tanpa putus, yang mengalir 16:32 bagaikan air sungai itu pasti aminnya. 16:34 Amin. 16:36 Benar, benar, [tertawa] benar, benar. 16:38 Tapi kalau ya Allah jadikanlah ke 16:39 hambamu ini hamba-hamba yang bersyukur, 16:41 yang tabah, 16:43 yang berdayaya, yang yang ringan 16:45 membantu orang lain, itu aminnya 16:47 tipis-tipis. Kamu 16:48 aminnya kayak ambience aja. Tapi kalau 16:51 minta rezeki aminnya Oh. 16:53 Apalagi kalau jodoh 16:54 enteng jodoh. Ya Allah berikanlah jodoh 16:57 yang kalau cowok pasti jodoh yang 16:59 cantik, salehah, kaya raya, pintar. 17:03 Enggak ada [tertawa] 17:08 mintanya sempurna, kita sendiri sempurna 17:10 gitu. 17:11 Kitanya jauh. [tertawa] Betul. Eh, 17:13 Kiman, tapi istidraj nih, Kak tadi 17:15 ngomong istidraj jadi kepikiran 17:18 istidraj ini enggak cuma di rezeki kan. 17:20 Maksudnya gini, ada mungkin orang-orang 17:22 yang zalim sama ulama. 17:24 I 17:24 akhirnya ulama ini ketika dia menzalimi, 17:27 berhasil dia menzalimi ulama ini. Ulama 17:29 ini dihukum sekian sekian tahun 17:31 panjanglah atas perbuatan yang tidak dia 17:33 lakukan. 17:33 I 17:34 yang tidak beliau lakukan. 17:36 Akhirnya orang ini puas. Tuh kan benar 17:38 dia tuh emang enggak saleh karena dia 17:40 aja enggak bisa ee doa dia aja enggak 17:42 diijabah. 17:43 Iya. 17:44 Berbangga diri. Padahal bisa jadi ulama 17:46 ini sedang diuji oleh Allah. 17:50 oknum zalim ini sedang di istidrojin 17:53 oleh Allah gitu. Kayak mana ya? 17:54 Bahkan bisa jadi ulama ini sedang Allah 17:56 selamatkan. 18:00 Hmm. Maksudnya 18:03 misalnya ada orang 18:04 yang dijatuhi hukuman h 18:06 atas tuduhan kesalahan yang sebetulnya 18:08 tidak dia lakukan. 18:09 Betul. 18:10 Atau mungkin dilakukan tapi tidak layak 18:11 mendapat hukuman seperti itu. Mendapat 18:13 perlakuan tidak adil. 18:14 Berarti 18:15 mungkin ditahan sedang Allah selamatkan. 18:18 Kalau di luar mungkin ada kejadian lebih 18:19 besar yang bisa menimpa dia. 18:21 Oh iya 18:21 enggak? 18:22 Betul betul. 18:22 Kuncinya istidraj kan begini aja kamusa. 18:25 Efek istidraj itu adalah kita merasa 18:27 besar, kita merasa hebat dan menjauhkan 18:29 kita dari Allah. Kuncinya itu aja. 18:31 Kalau bagi saya sih. 18:32 Hmm. Iya. Benar. Benar. 18:34 Setiap hal kalau saya mengkoreksi diri 18:36 saya begini. Setiap hal yang membuat 18:38 saya jauh dari Allah, saya langsung 18:40 koreksi diri. 18:42 Iya. 18:42 Saya lagi diistiraidraj nih. 18:44 Allah lagi menjauh dari saya. 18:47 Iya. Dan itu bukan terbatas pada materi 18:49 ya, 18:49 bukan terbatas pada 18:50 bisa jadi kezaliman. 18:52 Kezaliman, kekuasaan apa segala macam. 18:54 Betul. 18:55 Bisa jadi 18:56 power, pengaruh ya. 18:58 Karena kalau Allah sayang ke kita, Allah 18:59 enggak mau jauh diri kita. 19:00 Betul. 19:01 Makanya bers yang Allah sayangi adalah 19:05 orang kaya yang bersyukur. 19:06 Hm. 19:07 Ya kan? Anak muda yang bertobat. 19:09 He. 19:10 Orang kaya yang bersyukur. 19:12 He. 19:12 Sama satu lagi apa sih? Saya lupa 19:14 dikasih tahu. Bayangin udah tetap kaya 19:16 terus bersyukur. Sedangkan Allah akan 19:19 berfirman, "Bersyukur. Bersyukurlah 19:21 padaku yang sedikit maka kau akan ku 19:22 tambah." 19:23 Betul. 19:24 Ini orang sudah kaya terus bersyukur ya 19:25 wajar aja mereka kaya terus atau orang 19:27 yang sukses, jabatannya bagus wajar aja. 19:31 Iya. 19:31 Bersyukur terus kok. 19:33 Iya. Enggak. Dan bukti syukurnya cuman 19:35 bukan lip service. 19:36 Iya. 19:37 Ya kan? Bukan alhamdulillah saya gitu. 19:39 Enggak. Dia bersyukur misalnya 19:40 mendapatkan rezeki banyak dia berbagi. 19:42 Iya. Dia bersyukur mendapatkan jabatan 19:45 tinggi. Dia peduliin siapa 19:47 di bawahannya. Dia bersyukur mendapatkan 19:50 posisi enak. Dia ingin berbagi keenakan 19:52 itu dengan orang lain. Itu bukti 19:53 bersyukur yang sebenarnya. Bukan 19:55 bersyukur dimakan sendiri. Itu hawek 19:57 namanya. [tertawa] 20:00 Maruk itu. 20:01 Benar. Benar. Benar. Dan akhirnya 20:03 orang-orang yang semakin memberi akan 20:05 semakin banyak diberikan rezeki oleh 20:07 Allah. Ya. 20:08 Iya. 20:08 Ustaz Husein kalau enggak salah sempat 20:10 cerita tuh ibaratnya tuh sungai. 20:12 Heeh. Kalau [berdehem] seandainya kita 20:15 memberikan berarti uang yang kita terima 20:17 langsung kita alirkan. 20:18 Iya. 20:18 Terus berarti kan dari atas terus 20:19 ngalir. Kalau yang tidak kita alirkan 20:21 ibaratnya ee selokan mampet. 20:23 I 20:24 iya kan? Jadi karena tidak kita salurkan 20:26 akhirnya udah rezekinya segitu-gitu aja 20:28 enggak? Karena kalau dikasih lebih jadi 20:30 luber. 20:31 Iya. 20:32 Sedangkan kalau semua ngalir 20:33 eh airnya nyari tempat lain yang bisa 20:34 diisi. 20:35 Iya betul betul. Karena yang ini tidak 20:37 dialirkan. 20:39 Eh, saya baca tulisannya Syekh Mutawali 20:42 Asrawi bilang begini, 20:44 "Ini bagi saya dalam banget. 20:47 Kalau di negara yang mayoritas Islam ada 20:51 orang miskin, ada orang fakir yang 20:54 menderita di sana, He. 20:56 Tandanya ada orang-orang yang merampas 20:58 hak orang lain sesama muslim." Bayangin. 21:02 Oh, di sini dong. 21:03 Saya mautawali Asrawi ngomong kayak 21:04 gitu. 21:06 Karena seharusnya di Islam itu he 21:09 ee 21:11 makanya ada batasan zakat, ada apa, ada 21:14 perhitungannya bukan karena ngajarin 21:16 kikir, bukan. Kalau kamu susah, kamu 21:18 enggak perlu mikirin orang lain dulu. 21:20 Kalau untuk diri diri kamu sendiri 21:22 kesulitan. Iya enggak? 21:24 Iya. Betul. 21:24 Batasan zakat aja kan ada aturannya 21:26 segala macam, segala macam ada 21:28 aturannya, Kak Musa. 21:29 Betul. 21:29 Kenapa? Allah kan sayang ke hambanya. 21:32 Tapi Allah pengin orang yang sudah 21:33 mampu, orang yang berlebih, bagi dong. 21:36 Sharing. 21:36 Iya. 21:38 Iya. Enggak 21:39 betul. Dan enggak 21:40 ada sahabat kan. Ustaz tadi pernah 21:42 cerita kalau enggak salah ee ada seorang 21:44 sahabat yang berusaha memiskinkan diri. 21:47 Semuanya sudah dikasih harta dia. Dia 21:49 pengin miskin. 21:51 Salah satu sahabat populer kok saya cuma 21:53 lupa namanya. Akhirnya dia semua harta 21:56 yang sudah diberikan dikasih. Dia punya 21:58 apaagi? Dikasih, dikasih, dikasih. 22:00 Akhirnya di satu titik justru dia malah 22:04 ee dapat harta yang lebih besar. Keman 22:06 pasti pernah pernah dengar ceritanya 22:07 Keman. Cuma bisa lupa dia beli oh ada 22:11 dia pengin memiskinkan diri dengan cara 22:13 ada orang jual karena butuh barangnya 22:15 busuk. 22:16 Kalau enggak salah busuk ya? 22:17 Iya busuk kurma busuk. 22:18 Kurma busuk ya? 22:19 I 22:19 iya kan? 22:20 Nah akhirnya dibeli dengan rat tinggi 22:22 ada orang yang datang nyari kurma busuk. 22:24 Iya benar. Dia beli ke rumah busuk itu. 22:27 Ya udahlah emang gua pengin miskin nih. 22:28 Beli semuanya semuanya beli. Habis 22:30 hartanya nih. Yes. Alhamdulillah miskin. 22:32 Ternyata ada satu kawasan yang terkena 22:34 wabah obatnya kurma busuk. Semua kurma 22:37 busuk ada di dia. 22:38 Beli dengan harga tinggi. Harga tinggi. 22:40 Miskin dah gua. [tertawa] 22:43 Makanya ee niatin apapun karena Allah. 22:46 Betul. 22:47 Karena Allah. 22:48 Betul. 22:48 Kalau niat karena Allah asal jangan niat 22:49 jahat karena Allah. Janganlah. Itu itu 22:52 perbuatan yang Allah larang. Ya, 22:53 gara-gara apun kita siaran karena Allah 22:55 niat ya siapa tahu walaupun 22:58 ee ketawa-tawa isinya membawa sedikit 23:00 kebaikanlah. 23:01 Amin. Amin. Amin. Nah, itu relevan 23:03 dengan 23:04 ee orang-orang yang melakukan maksiat 23:07 tapi baca bismillah. Enggak boleh 23:08 berarti kan yang Kem sampaikan kan 23:10 seperti [tertawa] itu, Kak. Ya, 23:11 karena beberapa saat lalu tuh viral di 23:14 media sosial Kak Iman. Nah, orang 23:16 melakukan maksiat, minum-minum, 23:17 minum-minuman kelas tapi menyebut-nyebut 23:19 nama Allah kan tuh kontradiktif. 23:23 Sesuatu yang sesuatu yang justru mungkin 23:25 dosanya jauh lebih besar. 23:27 Ibaratnya kayak nantang itu sama Kak 23:28 Musa. 23:28 Iya. 23:29 Kayak rampok mau ngerampok rumah Kak 23:32 Musa. Kamusa gua rampok ya rumah lu. Ya 23:35 nantang. 23:36 Iya. 23:37 Siap siap-siap aja kamu kamusa yang 23:39 sakti itu bisa menghantem habis-habisan. 23:42 Yaak. 23:43 Benarbenar. Iya. Kalau manggil Kak Musa 23:45 kan misalnya Kak Musa ee saya datang ke 23:48 unipod Kak Musa izin mau beli bunga ini 23:51 nih Kak Musa. Oh iya silakan silakan. 23:53 Senang dong. 23:54 Iya 23:54 Kak Musa. Terima kasih ya bunganya bagus 23:56 loh. Saya beli di atas harga pasaran. 23:59 Tem senang [tertawa] ya kan pasti 24:01 menanti-nanti saya untuk hadir lagi. 24:03 Benar benar benar [tertawa] 24:05 benar benar-benar aja. Ini 24:08 kan sponsor tiap malam kan. Ini makanya 24:11 bilang benar nih supaya lebih banyak 24:13 kesebutinya. [tertawa] 24:14 Benar 24:16 sampai lupa kan malam hari ini kita 24:18 pembahasannya ini bukan ini sebenarnya 24:21 kita jadi ini karena judulnya kan bad 24:22 habits kebiasaan jelek kebiasaan orang 24:25 bikin hoak nyebar bohong adu domb 24:28 perbuatan zalim bangga dengan kezaliman 24:30 itu bad habits kan 24:32 di kebiasaan kita bad habits itu bukan 24:34 lagunya ya yang kita bahas tapi 24:36 kebiasaan buruk ni jadi ikwan dan yang 24:38 mau ikut berpartisipasi ayo langsung 24:41 kirim WhatsApp ikhwan dan ke nomor 08 24:44 8111 24:46 berapa K? [tertawa] 24:47 0811999720 24:52 atau telepon interaktif ke 021845 24:56 15 24:57 12. 24:58 Oke, Kak Afat jangan ke mana-mana. be 25:01 right back 25:02 setelah yang satu ini. [musik] 25:10 [musik] 25:27 Masih bersama saya Muhammad Musa Alqaf 25:29 angkau Firman Muslim Tahir Ondi Mandi 25:33 dan Mas Fahri di meja operator di Minggu 25:35 malam santui ngobrolin yang asik-asik 25:37 yang 25:38 ringan-ringan tentang Islam dan 25:41 keseharian. Malam hari ini Wana Nawat 25:43 kami masih membahas tentang bad habit. 25:46 Sebenarnya itu pembahasannya [tertawa] 25:49 lagunya nyanyiin dikit dong Kiman. 25:53 Janganlah malu nanti pada minta nyanyi 25:54 terus. Mungkin banyak yang belum tahu 25:56 Hewan dan Nawa, tapi fakta menarik ini 25:59 harus diketahui halayak ramai. Kiman ini 26:01 vokalis [tertawa] 26:04 drummer drummer 26:05 enggak ka ini vokalismer 26:07 kalau lagi manggung tuh a keman auranya 26:09 luar biasa 26:11 [tertawa] 26:12 makanya jangan dilihat kalau jangan 26:14 dilihat 26:15 dan salah satu ee founder purgato dia 26:19 keman ya 26:19 bukan enggak itu keman itu 26:22 bukan bukan bukan kalau itu justru musuh 26:24 saya asalnya tapi akhirnya [tertawa] 26:25 jadi temenan 26:26 purgatori ini menarik mungkin banyak 26:28 yang belum tahu tapi purgatori ini di 26:30 tengah tengah-tengah manggung kadang 26:32 melantunkan selawat ya Keman ya. 26:34 D karena kan lagu mereka tuh ada yang 26:36 pakai ee terjemahan Al-Qur'an apa segala 26:38 macam gitu ya. 26:39 Jadi memang 26:40 dia emang konsepnya memang mental mental 26:42 dakwah pasti ya. 26:43 Jadi dakwahnya dalam ee musik 26:46 musik dan ya akhirnya anak-anak yang 26:48 enggak kesentuh sama ulama-ulama ya 26:49 kesentuh sama mereka. 26:51 Iya. Anak-anak metal, anak-anak pang 26:53 itu kalau lihat videonya di YouTube ada 26:54 ya lagi konser tiba-tiba semuanya diam 26:57 angkat tangan satu jari ke Allah. Itu 26:59 kalau enggak salah di Cirebon kalau 27:00 enggak salah ya. 27:01 Iya, 27:02 kalau enggak salah di Cirebon. 27:04 Jadi lagi suara metal, keras-kerasnya 27:06 semuanya. Terus ee diinstruksikan untuk 27:09 hening, angkat satu jari ke atas terus 27:11 selawatan. Ih, keren. 27:13 Keren. 27:14 Tadi itu kita pasang lagu Deri. Ustaz 27:15 Deri semoga dengar ya. Semoga sehat 27:17 terus. Gimana saudara-saudara kita, 27:19 teman-teman kita yang ada di Bekasi, 27:23 yang ada di Palembang, yang ada di 27:25 Dumai, yang ada di Batam, yang ada di 27:27 Sukabumi, 27:28 Bondowoso, 27:28 yang ada di Bondowoso, 27:30 Semarang. 27:30 Semarang Imron apa kabar Imron? 27:33 Semoga sehat selalu, Bang Imron 27:35 sehat terus. 27:36 Ada juga di Batam udah ya. 27:38 Di Batam ada Kang Fai and the Geng tuh 27:41 pernah sekali cer ada acara mereka di 27:43 Batam sekali siaran tiga tiga hostnya 27:46 tiga perempuan semua. Oh bintang 27:48 [tertawa] 27:49 usah tahu bintang tamunya ke Edo waktu 27:51 itu ya 27:54 pendengar kita juga banyak ya. 27:55 Alhamdulillah ya. Apa kabar pendengar 27:57 Batam? Semoga sehat selalu. 27:59 Ada Mbak Adik pendengar Batam. 28:00 Hm. Mbak Adik pendengar Batam. Terus 28:03 siapa lagi? 28:04 Ee ada Ibu Susi, Mas Agus, ada Pak Budi. 28:10 Yang unik ada pendengar hasil dari Bukit 28:12 Asam Lampung. 28:13 Oh iya. 28:14 Heeh. 28:14 Lewat apa dengarnya? Enggak tahu lewat 28:17 radio. 28:17 Oh lewat radio emang nyampe K. 28:19 Terus ada pendengar hasil di Krakat 28:20 Steel 28:21 Cilegon. 28:22 Cilegon. 28:22 Oh streaming mungkin ya. 28:24 Enggak radio juga yang streaming itu 28:26 yang dari Kaltim. 28:27 Oh. Eh ada daerah-daerah yang 28:30 radio-radio lokalnya tuh merelasil 28:32 Keman. 28:32 Iya. 28:32 Tapi memang kita enggak tahu 28:34 karena pernah suatu hari Muhammad adik 28:37 ee dia ke Sabang. 28:39 Dari Sabang nih nyebrang ke pulau apa 28:41 gitu. He. 28:42 Di di pulau itu dia kok suaranya kayak 28:44 kenal. Ternyata di pulau itu bukan su 28:47 [tertawa] 28:48 bukan. Ternyata lagi mendengarkan Rasil. 28:52 Dilihat didengar insertnya ini rahasil 28:54 nih. Cuma enggak tahu tuh dapatnya dari 28:56 mana tapi ketangkap. 28:58 Jadi ee semoga semuanya sehat. 29:00 Ada ada andil pendengar juga yang 29:02 ngebantu Rasil. Kalau kita tap tetap 29:04 siaran 29:05 ikut kebagian pahalanya juga. 29:07 Iya benar. Kayak waktu itu kan Rasil 29:08 pernah awal-awal tuh 29:10 kita jatuh tiang listrik roboh. 29:12 Oh iya 29:12 pernah. Terus kita sebutin kita siaran 29:15 agak terganggu karena tiang listrik 29:16 [berdehem] jatuh. 29:17 Membutuhkan biaya berapa tiba-tiba ada 29:19 yang SMS berapa biaya yang diperlukan? 29:21 Kita sebutin segini X rup tiba-tiba 29:24 dibalasin udah udah ditransfer tuh. 29:26 Masyaallah 29:27 kalau enggak salah Pak Umeda itu. Kalau 29:29 enggak salah Pak Umeeda. Pak Umeda, apa 29:30 kabar Pak Umeda? Orang keren tuh Pak 29:32 Umeda tuh. Masah jariah tuh. 29:35 Iya ya karena jadi jariah beliau tu. 29:37 I jariah benar 29:39 keren. 29:39 Itu bukan bad habits tuh. 29:41 Itu good habit. 29:42 Amal saleh tuh. 29:43 Amal saleh. 29:44 Kak Iklan Ah yang mau bergabung dalam 29:45 acara ini. WhatsApp ke mana kamusa? 29:47 0811999720 29:52 atau telepon ke 29:53 0218451512. 29:56 Perlu saya sebutin juga enggak nomor 29:57 Musa? 29:58 Jangan dong. 29:59 [tertawa] Jangan dong. 30:02 Nomor dia aja Iwan. Kalau Iot mau 30:04 WhatsApp Ondi [tertawa] 0812 30:09 berapa ni? Enggak kan Bang Musa kan biar 30:12 unit po-nya ini 30:15 nomor unit kalau [tertawa] nomor 30:19 J ada beberapa WhatsApp masuk nih Keman 30:21 kita bacakan dulu sebelum kita 30:22 ngobrol-ngobrol lebih jauh 30:23 jangan pertanyaan [tertawa] 30:27 dari Bunda Fajar WhatsApp menggunakan 30:29 handphone Bapak Aryanto suaminya minggu 30:32 malam santui santai tapi bermakna kami 30:35 sekeluarga ikut nyimak barakallah rasil 30:36 dan semua yang sedang bermalam minggu 30:38 santu semoga Semoga semua sehat-sehat 30:40 selalu dalam perlindungan Allah 30:42 Subhanahu wa taala dari Bunda Fajar dan 30:44 keluarga di Bekasi. 30:46 Mudah-mudahan bermanfaat ya Bunda Fajar 30:47 ya, 30:47 Kak Iman dan semua syukron motivasi dan 30:49 nasihat kerennya 30:51 HP Bunda Fajar mati jadi bajak HP suami 30:53 lebih komen di MMS. 30:55 Jangan baca WhatsApp suami yang lain ya 30:57 Bu. [tertawa] 30:59 Bahaya bahaya karena ada poster jangan 31:02 sampai Anda kena COVID. Bayangkan Anda 31:04 masuk UGD 14 hari handphone Anda t 31:06 dipegang istri. [tertawa] 31:09 Bayangkan. Jadi jangan sampai kena COVID 31:12 ini. Kalau Rida dengar bahaya K Musa. 31:14 Oh mus sih enggak apa-apa 31:15 karena sudah dihapus dulu. [tertawa] 31:20 Yang dengar asli circle ya. 31:22 Ini bukan santo. Ini pembazan kita 31:25 tegang. 31:26 Heeh. Keluarga besar Rida dengar hasil 31:28 Keman. [tertawa] 31:30 Bukan cuma keluarga inti keman keluarga 31:31 besar. Jadi tolong jangan membuat saya 31:34 kenapa-napa itu Kak Husni K Madinah di 31:37 New Zealand dengar [tertawa] juga enggak 31:38 tuh? 31:39 Dengar 31:40 jadi bahaya. Lanjut. 31:41 Tenang cuman bercanda kok Musa Saleh. 31:43 Amin. Oh ada Bu Hani ngasih tahu kisah 31:46 yang kurma tadi adalah kisah Abdurrahman 31:48 bin Auf. 31:49 Oke. 31:49 Hm. Nasihat dari Ibnu Sina yang di awal 31:52 tadi tentang kepanikan dari Bu Hani. 31:54 Yang pertama adalah kepanikan adalah 31:56 separuh penyakit. 31:57 He. 31:58 Ketenangan adalah separuh obat. He. 32:01 Dan kesabaran adalah awal dari 32:03 kesembuhan. 32:05 Masyaallah. Telepon masuk. 32:07 Ada telepon masuk. Halo. Asalamualaikum. 32:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 32:11 wabarakatuh. 32:13 Dari mana? Di dari mana? Di mana? Dari 32:16 siapa? Di mana, Bu? Ibu kalau bisa 32:17 volume radionya boleh dikecilin, Bu, 32:20 supaya enggak feedback ke sini. 32:21 Iya, iya. Sebentar, sebentar. Oke, 32:24 sudah. 32:25 Iya. 32:26 Asalamualaikum, Nak. 32:27 Waalaikumsalam, Ibu. Sehat, Ibu? 32:30 Alhamdulillah sehat walafiat. 32:33 Dari siapa, Ibu? 32:34 Minta bantuan nih singgung di Batam 32:36 dong. 32:37 Oh iya tadi sudah kita singgung. 32:39 Batam itu pendengarnya paling loyal. 32:42 Saya Zahwatul Fikri 32:44 dengan Bu Ibu siapa, Bu? 32:46 Saya Ibu Lubis. 32:48 Oh, Ibu Lubis. Sehat, Bu Lubis? 32:51 Alhamdulillah, Nak. Sehat, 32:53 alhamdulillah. Batam, gimana keadaannya 32:54 sekarang, Bu? 32:55 Batam saya enggak tahu, makanya tolong 32:57 singgung Batam. Ada ponakan saya di sana 33:00 tuh. 33:02 Siapa namanya, Bu? 33:03 Ee namanya Zahwatul Fikri. 33:06 Oh, si Fikri. [tertawa] 33:11 Fikri aja. 33:12 Wah, kerap banget kita. 33:14 Mudah-mudahan sehat, Bu. Insyaallah, Bu. 33:16 Heeh. Tolong singgung supaya jangan 33:19 tergoda dengan apa ya? Ee kemarin dia 33:23 sempat tergoda itu, Nak. Hampir aja dia 33:25 meninggalkan agamanya tuh. Ya Allah. 33:29 Nah, itu makanya saya dengar Rasil. 33:31 Aduh, tolong singgung deh itu ponakan 33:34 saya di anak yatim piatu. 33:36 Siap, Bu. Insyaallah kita 33:37 singgung-singgung setelah ini, Bu. 33:39 Iya, terima kasih ya, Nak. 33:41 Makasih, Bu. Asalamualaikum. Rasil. 33:44 Iya. 33:45 Amin ya rabbal alamin. 33:48 Anak-anak pada sukses ya, Nak. 33:49 Amin. Asalamualaikum. 33:51 Barakallah. 33:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:54 wabarakatuh. Doain dengerin [tertawa] 33:57 doain. [berdehem] 33:57 Enggak masuk enggak jangan tersinggung 33:59 ya. Enggak maksud singgung Fikriin. 34:01 Insyaallah sehat-sehat ya Fikri. Ada 34:04 cerita menarik 34:04 meninggalin Islam lah. Islam tuh asik 34:06 kok santui banget kok. Enak banget. 34:08 Woles kok agamanya agama paling enak 34:10 paling santai. Buat apa ditinggalin yang 34:12 enak-enak ya enggak? 34:13 H tetap bertahan Fikri. 34:16 Apapun masalahnya Islam solusinya. 34:18 Islam solusinya. 34:20 Ada lagi. 34:21 Telepon masuk kali ini. Ini Kari ada 34:22 telepon masuk. Angkat dulu boleh. Oh, 34:24 enggak ada Kemanak ada. 34:25 Ada ee tentang anak ada cerita yang 34:28 relevan Keman sama penelepon Bulubis 34:30 barusan. Eh, Dokter Band salah satu 34:32 predimers kemarin cerita salah satu 34:34 temannya itu 34:35 punya anak tunggal dididik sama dia. 34:38 Beliau ini mendidik anaknya dengan 34:40 disiplin. Kemudian dimasukkan sekolah 34:42 Kristen supaya disiplin. Karena ee 34:44 sekolah Kristen pada saat itu lebih 34:47 disiplin dan lebih bagus secara kualitas 34:49 menurut dia. He. 34:50 Akhirnya anak ini sukses secara ee 34:53 finansial. 34:54 selesai kuliah ke Amerika. Di Amerika 34:57 hidup sukses secara finansial, kemudian 34:59 menikah dengan orang Amerika dan dia 35:01 sangat bangga sekali. Alhamdulillah anak 35:03 saya sukses, semuanya sudah dia dapat. 35:06 Akhirnya di satu titik anaknya ee ikut 35:10 agama suaminya, agama Kristen. 35:13 Kemudian setelah ikut agama Kristen dan 35:16 orang tua ini tidak lama kemudian 35:17 istrinya meninggal. 35:19 Hm. 35:20 Hijrahlah ayah ini. Ketika ketika hijrah 35:23 ayahnya nyesel sepanjang hari. Ya Allah 35:25 kenapa dulu anak saya saya didik ee 35:28 beda agama di soal Kristen dididik cuma 35:30 memikirkan dunia. Akhirnya yang tadinya 35:32 kebanggaannya 35:33 ee memuncak sekarang jadi berganti 35:36 menjadi kesedihan. Aduh gimana nih? 35:37 Enggak ada yang doain saya anak 35:38 satu-satunya ketika nanti saya meninggal 35:41 enggak ada yang doain. Sekarang juga 35:42 enggak bisa menemeni karena dia tinggal 35:44 di ee Amerika. Dan akhirnya pesan dia 35:47 cuma satu. 35:48 Jadi kalau seandainya mau mendidik anak, 35:51 prioritaskan agama. 35:54 Karena kalau dididik dengan agama, 35:56 sejauh-jauhnya dia melenceng, dia tahu 35:57 jalan pulang. Ada Tuhan masuk. 35:59 Asalamualaikum. 36:00 Asalamualaikum warahmatullahi 36:02 wabarakatuh. Kak Iman, Mbak Musa 36:04 semuanya. 36:05 Waalaikumsalam. Ibu siapa? Dengan siapa? 36:07 Di mana? Bu 36:09 Asmiati, Kak Musa. 36:10 Oh, Bu Asmiati sehat, Bu Asmiati. 36:13 Alhamdulillah. 36:14 Alhamdulillah. lagi di mana, 36:16 Bos? Kiman, 36:19 menurut saya COVID agama pergi kita 36:22 harusah kubro nih, Kak Iman kali ya. 36:27 Khususnya [berdehem] pada pemangku 36:29 penguasaan ini yang kayak pada sambung 36:32 pada joling kali ya, Mbak Aiman. 36:35 [tertawa] 36:36 Ya, kita doain Bu semoga 36:38 pemimpin-pemimpin kita insyaallah 36:40 amanah, insyaallah baik-baik. Lima iman. 36:43 Kalau yang berkerumun 36:45 yang pada 36:48 apa namanya yang kampanye yang itu ini 36:50 kagak dihukum 36:53 yang datang dihukum itu kan jalim Kak 36:55 Iman. [tertawa] Saya bisa sedih aja Kak 36:59 Iman cuma bisa berdoa. 37:01 Iya berdoa 37:01 Allah sadarkan mereka yang pada joli. 37:04 Amin. Amin. Amin. 37:05 Amin. Amin. 37:05 Tolong yang dijoli segera dibalikan. 37:10 Iya. Amin. Terima kasih banyak buat 37:13 Smiati. Itu aja. 37:15 Insyaallah kita berdoa sama-sama ya Bu. 37:17 Ini kan kata saya jadi kayak zaman 37:19 Firaun kali ini caranya 37:23 kita enggak pada sadar sombong adigung 37:26 gunung. 37:28 Itu aja Kak Imang Kak Musa mudah-mudahan 37:31 para-para pengasa pada dengar hasil yang 37:35 amin amin amin ya Allah. Asalamualaikum 37:37 war 37:38 makasih Bu sehat-sehat ya Bu. 37:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 37:41 wabarakatuh. Basmati ini pendengar lama 37:43 drasil kayak 37:44 tapi begini kam. 37:45 Heeh. 37:48 Saya ngajak semua pendengar yuk 37:50 sama-sama kita mencerna. 37:51 Hm. 37:52 Selama ini 37:55 kalau ada kezaliman terlihat di depan 37:56 mata, kita menyalahkan pemimpin dan 37:58 zalim. 37:59 Hm. 38:01 selama ini. Oke, anggaplah misalnya para 38:05 penegak hukum, para pemimpin melakukan 38:07 kezaliman, melakukan ketidakadilan, 38:09 melaku melanggar dari sumpah jabatan dan 38:10 segala macam. Anggap demikian. Anggap 38:12 demikian. 38:15 Tapi terus kita ingat, pemimpin itu dari 38:18 lahir dari rahim umat, lahir dari rahim 38:21 masyarakat. 38:23 Bisa enggak mau enggak kita sama-sama 38:26 untuk memperbaiki bangsa ini? 38:29 Pertama kita perbaiki diri dulu kita 38:31 sendiri dulu. 38:33 Punya salah sesama manusia kita saling 38:35 meminta maaf. Yang kedua, kita bertobat. 38:40 Yang ketiga, kita berbuat baik sebaik 38:42 mungkin untuk lingkungan ketiga. 38:45 Keempat, kita belajar kembali ke 38:47 Al-Qur'an. Dekati diri Al-Qur'an 38:51 sehingga apapun kita lakukan dan apapun 38:53 yang kita lakukan, kita mohon bimbingan 38:55 Allah. 38:57 Jadinya kalau kita beranggapan bahwa 38:59 pemimpin yang sekarang ini enggak ideal, 39:02 kalau kita sudah memperbaiki diri dulu 39:03 dari sekarang, kita memperbaiki 39:05 lingkungan, kita belajar lagi, kita 39:07 mendekatkan diri ke Al-Qur'an, dan yang 39:10 penting jangan mudah tergoda dengan 39:12 uang. 39:13 Kadang-kadang kemarin kan 39:14 ee pemilihan itu banyak yang menang 39:17 karena saweran. 39:18 Betul. 39:19 Iya enggak? 39:19 Betul. 39:20 Ayo deh kita cross check diri sendiri. 39:22 He. 39:22 Ini yang sudah terjadi terjadi. 39:24 Hm. Emang sih enggak bisa didiamkan 39:26 misalnya dianggap ini satu kesalahan 39:27 kita teguran, tapi kita harus 39:30 mempersiapkan ke depannya. Yuk, 39:31 melakukan pendidikan untuk diri kita 39:33 sendiri. Semoga ke depannya lebih baik. 39:36 Kita sekarang belajar jangan cuma bisa 39:38 menyalahkan orang lain. 39:39 Iya. 39:40 Karena pada saat kita nunjuk satu jari 39:41 ke orang, tiga jari ke kita. Kusa 39:44 betul. 39:46 Yuk, kita perbaikin diri sendiri dulu. 39:47 Jangan, jangan, jangan kritikin orang 39:49 melulu. 39:50 Kritikin silakan lakukan. Tapi lebih 39:52 banyak kritikan pada diri sendiri dulu 39:55 sebelum mengritik ke orang. 39:57 Emang sih kadang-kadang saya sedih ya, 39:58 Kak Musa ya. He 40:00 ee yang saya takutkan adalah 40:02 kalau enggak salah 40:04 hadis atau ulama menyatakan bahwa 40:07 apabila 40:07 hm 40:08 orang-orang 40:09 h 40:10 yang para petingginya, para penguasnya 40:13 sudah memperton mempertontonkan 40:15 kezaliman dengan sedemikian rupa tanpa 40:18 malu lagi 40:19 tunggu saatnya azab Allah akan datang. 40:22 Naubillah 40:22 itu saya takut. 40:24 Nauzubillahzalik. 40:26 Kita harus bedain antara azab dengan 40:28 ujian. Iya. 40:30 Kayak kita aja ujian untuk naik kelas. 40:32 Betul. 40:32 Ujian itu diberikan pada orang-orang 40:34 yang layak. 40:35 Iya. 40:35 Tapi kalau azab itu amarah Allah K Musa. 40:39 Iya. Astagfirullahalazim. Seram ya. 40:41 Itu yang kita takut. 40:44 Yuk sama-sama deh kita memperbaiki diri 40:46 sendiri dulu. Kita memperbaiki diri, 40:48 memperbaiki keluarga, memperbaiki 40:50 lingkungan. Perhatian. 40:52 Kalau ada tetangga kita yang miskin, 40:53 kasihlah semampunya berapa. He. 40:56 Jangan terlalu egois lah. 40:57 He. 40:58 Salah satu ya kadang-kadang salah satu 41:00 contoh egois lah kalau kawinan jangan 41:02 sampai malam-malam ya. Apalagi masang 41:04 dandutan terus petasan. Janganlah enggak 41:06 bisa tidur juga. [tertawa] 41:10 Di kampung kita kadang masih ada tuh 41:12 dangdutan sampai malam. 41:14 Tapi suaranya udah kecil sekarang. Ud. 41:15 Udah kecil suaranya. Udah kecil. 41:17 Ganti k pakai masih klasik. [tertawa] 41:21 Ya Allah. 41:22 Ya Allah. Asalamualaikum uncle dari GFA 41:25 Yurega di komen YouTube. Kasih tips dong 41:28 cara ngilangin was-was saat sakit, 41:30 apalagi yang punya penyakit panic 41:31 attack. 41:33 Nah, Kak Musa nih yang dokter nih 41:35 terapis nih tahu tentu solusinya. 41:37 Silakan Kusa dijawab. [tertawa] 41:39 Cara menghilang was-was sadar 41:42 ee istigfar. 41:44 Istigfar sebaik-baiknya obat adalah 41:46 istigfar. 41:48 Ee yaitu zikir p Allah. Kalau dulu guru 41:50 Musa, guru kita nih, Keman, Keman juga 41:52 kenal bilang ketika kita was-was, ketika 41:55 kita panik, ketika kita ee berada dalam 41:59 tekanan 42:00 cuma satu, zikir kepada Allah. Karena 42:03 ala bikrillahi tatmainalub. Kalau sudah 42:06 zikir tenang hati, 42:07 enggak enggak usah ngapa-ngapain. Kadang 42:10 yang kita perlukan tuh cuma mengambil 42:12 momen sendiri, zikir, mendekatkan diri 42:15 pada Allah. Ternyata nanti eh solusinya 42:17 gim gini doang. 42:18 Iya. 42:20 Kadang-kadang kejadiannya begini, Kak 42:21 Musa. He. 42:23 Apa kan ada peribahasa bilang 42:28 saat malam sudah semakin gelap. 42:30 He. 42:31 Tunggu saatnya. Tandanya sebentar lagi 42:32 matahari akan terbit. 42:34 Iya. 42:34 Iya. Enggak. Saat kita kegelapan, W 42:36 jangan panik. Tunggu sebentar lagi akan 42:38 terang. Kadang-kadang kita ini panik, 42:40 aduh kok begini enggak bisa. Enggak gini 42:42 gini enggak bisa. Kadang-kadang coba 42:44 rileks dulu 42:46 ngadu ke Allah. Ya Allah, saya ini sudah 42:48 berusak semaksimal mungkin dan kayaknya 42:52 ini titik kekuasaan lu. Kekuasaan 42:54 engkaulah yang berkuat, yang bermain. 42:56 Bantulah saya ya Allah. Karena Allah 42:58 pasti ngebantu kita kok. Asal kitanya 43:00 juga nurut sama Allah. Jangan kitanya 43:01 membangkang tapi butuh bantuan Allah. Ya 43:04 enggak begitu juga. 43:05 Iya. Jangan sombong ya. 43:07 Yakin aja. Kadang-kadang e sebetulnya 43:09 kita bisa ngasih nasihat kamusa. Kita 43:12 bisa ngasih masukan. 43:14 Oh aturan supaya enggak par. Tapi pada 43:15 kenyataannya pada saat kita mengalami 43:17 kepanikan sendiri kadang-kadang suka 43:19 lupa dengan nasihat kita. 43:20 Betul. 43:21 Kalau bisa ingat, kalau ibu bisa ingat, 43:23 kalau saya bisa ingat, kalau kita semua 43:25 bisa ingat, kalau kita lagi panik, 43:27 He 43:28 ingatlah bahwa kita ini makhluk Allah, 43:30 makhluk yang kecil bagi Allah. 43:32 Iya. 43:32 Dan masalah yang besar, jangan bilang 43:35 masalah itu besar, 43:36 tapi bilang masalah saya punya Allah 43:38 yang maha besar. 43:39 Betul. 43:40 Insyaallah hilang. 43:41 Betul. Kayak lagu ustaz dari tadi 43:43 kemarin tadi kan yang berjudul tawakal, 43:45 dunia ini tempat masalah. 43:47 Betul. 43:47 Tapi ingat kembingan 43:50 yang maha kuat. 43:51 Betul. 43:52 Mudah-mudahan kita semua bisa selalu 43:54 ingat seperti itu. 43:55 Amin ya rabbal amin. Amin. 43:56 Sekarang aja saya lagi enggak panik bisa 43:58 ngomong gini. Pas lagi panik belum tentu 43:59 juga. 44:00 Iya benar. Benar. Benar. Benar. Nah, 44:02 jangan lupa juga ee nasihat Rasulullah 44:05 sallallahu alaihi wasallam. Jangan ambil 44:07 keputusan penting ketika saat terlalu 44:10 senang atau saat terlalu 44:12 sedih. 44:13 Sedih atau saat terlalu marah. 44:15 Iya. 44:16 Emosi ketika memuncak baik itu terlalu 44:19 senang ataupun mau terlalu sedih, jangan 44:21 ambil keputusan. Termasuk ketika panik, 44:24 tenangin diri dulu, cooling down. Kalau 44:27 kata Del Karni gini, ee bayangkan di 44:31 jidat kamu ada tombol pause. Ketika ada 44:35 satu momen yang kamu harus ambil 44:36 keputusan dan kamu dalam keadaan ee 44:39 panik, tekan tombol itu di tengah-tengah 44:43 jedat antara ee dua pelipis di 44:45 tengah-tengahnya tekan tombol itu. Kamu 44:47 diam 5 detik. E langsung deh kita zikir. 44:49 Kalau kita kan Islam nih, kita zikir 5 44:52 detik aja supaya kita bisa mengambil ee 44:55 mengambil langkah yang lebih solutif dan 44:58 tidak terburu-buru. Musa tanya Mang 45:00 Saleh itu kalau saya 45:03 ke studio main-ak 45:05 [tertawa] 45:07 itu yang dikatakan Kak kepada saya benar 45:10 itu saya harus saya ingat tuh. 45:12 Heeh. Tunggu aja 5 detik. Karena 45:14 kadang-kadang apalagi lagi marah ya Kak 45:17 Musa. 45:17 Iya. 45:18 Ee Sayidina Ali pernah bilang gini, 45:20 "Amarah itu diawali oleh kegilaan, 45:23 diakhiri dengan penyesalan." 45:25 Iya, benar. Benar juga ya. Diawali dari 45:28 kegilaan, diakhiri dengan penyesalan. 45:31 Penyesalan. 45:31 Iya. 45:32 Biasa yang kita lakukan lagi marah tuh 45:34 enggak bisa bergir penyesalan. 45:35 Betul. Betul. 45:36 Ngamuk-ngamuk apa segala macam. 45:39 Betul. 45:39 Istri ninggalin suaminya dalam kondisi 45:41 marah. I entar pas sadar 45:44 nyesal. 45:44 Nyesal 45:45 termasuk ee hal-hal kecil tuh kayak kita 45:47 marahin anak ya. 45:48 Heh. 45:49 Ketika kita marah anak kan kadang kita 45:51 lagi terlalu capek akhirnya marah sama 45:53 anak. Setelah itu nyesal, "Ya Allah, 45:55 kenapa dimarahin ini anak padahal enggak 45:57 punya dosa. Mungkin dia cuma pengin 45:58 bermain. 45:59 Mungkin dia cuma pengin mengekspresikan 46:02 ee perasaan hatinya. H [berdehem] 46:04 tapi malah kita bentak." 46:06 Nah, itu antum yang enggak pernah marah. 46:07 Gimana ana? 46:08 Enggak dong. 46:09 Antum kan orang paling sabar yang pernah 46:10 ana kenal. 46:12 Setuju, Bang. Yang pertama dong 46:14 setuju. 46:15 Tidak begitu Angga Firman. Oke, ada 46:18 WhatsApp masuk. 46:20 Kita bacakan lagi, Kak. Iman kalau 46:22 seandainya punya suami yang baik, punya 46:26 anak yang baik, punya rezeki yang cukup, 46:29 apakah itu termasuk istidraj? 46:33 Bagaimana? Ada WhatsApp masuk, silakan 46:35 dijawab. 46:35 Suami yang baik, 46:37 anak yang baik, 46:38 He. 46:38 Apalagi? 46:40 Rezeki yang cukup. Rezeki yang cukup. 46:42 He. 46:43 Apakah itu termasuk istidraj? 46:44 Heeh. 46:46 Yang ibu dapatkan itu membuat ibu jauh 46:48 dari Allah apa enggak? 46:50 Betul. Betul. 46:52 Kalau membuat ibu jauh dari Allah, 46:54 istidraj. 46:55 Tapi kalau buat ibu, 46:56 kalau membuat ibu makin banyak 46:57 bersyukur, beribadah segala macam, 47:00 anugerah. 47:01 Insyaallah bukan. 47:02 Insyaallah itu anugerah. Ya, 47:03 insyaallah itu anugerah. Pokoknya 47:05 kuncinya itu aja, Bu. Pengin tahu ini 47:07 istidraj apa bukan? Lihat membuat jauh 47:10 kita jauh dari Allah apa enggak. Kalau 47:12 saya kadang-kadang memikirkannya seperti 47:14 itu. Kalau membuat kita jauh dari Allah 47:16 ya ini istidraj lah. Tapi biasanya pas 47:18 sadar gitu kita kalau diistidraj itu 47:20 biasa enggak sadar kamusta. 47:22 Iya. Iya. 47:22 Kalau masih sadar tuh tadinya masih ada 47:24 keimanan di hatinya 47:25 masih mengintrospeksi diri orang saleh. 47:27 Insyaallah. 47:27 Iya. Ya Allah. Mudah-mudahan Musa. 47:29 Enggak dong muslim terakhir enggak dong. 47:33 Iya. Mudah-mudahan dan ahad kita semua 47:35 jauh dari sidroj. Mudah-mudahan Allah 47:37 masih mengingatkan kita ketika kita 47:39 melenceng, ketika kita mulai tidak di 47:42 TRK yang seharusnya kita berada. 47:45 Nah, Kak Musa, kadang-kadang ini Kak 47:48 Musa, 47:49 ee 47:50 seringki orang sadar 47:54 udah terlambat. 47:55 Hm. 47:56 Iya enggak? 47:57 Iya. 47:57 Kita melakukan kesalahan, pada saat 47:59 melakukan kesalahan kita penuh emosi, 48:01 wah segala macam. 48:03 Melakukan kezaliman, kezaliman segala 48:05 macam. 48:07 Pas sadar 48:09 udah enggak bisa kita lakukan apa-apa. 48:12 Ya, ada orang kayak gitu. 48:13 He. 48:14 Tapi kalau kita masih bernyawa, 48:16 He. 48:17 Masih bisa bernafas, 48:18 He. 48:18 Dan khawatir tobat. Karena Allah akan 48:21 tetap menerima tobat hambanya. 48:23 He. 48:24 Selama roh masih ada di badan, 48:26 selama belum meninggalkan kerongkongan. 48:28 Kalau udah kayak gitu seperti Firaun, ya 48:30 it's too late. 48:31 Iya. 48:32 Ah, terlambat. 48:32 Oh, itu contohnya tistro tuh ya. Firaun 48:34 ya. 48:34 Iya. 48:35 Kurang apa? Firaun dikasih harta enggak 48:36 kira-kira? 48:38 Bukan cuman harta, jabatan. Punya apa? 48:40 Orang merasa dirinya Tuhan kok. 48:42 Betul. Betul. 48:42 Mau matiin orang tinggal perintah. 48:44 Matiin orang. 48:44 Betul. 48:45 Membiarkan orang hidup tinggal mau di 48:47 mana? Oh, mau hidup. Ah, kasih. Kan 48:49 ngerasa Firaun seperti itu. 48:51 Iya. 48:51 Merasa dirinya sudah seperti Tuhan. Apa 48:53 yang tidak bisa saya lakukan? Kenapa 48:54 kamu enggak bisa menganggap saya Tuhan? 48:56 Semua bisa saya lakukan. Menghilangkan 48:58 nyawa orang sama membiarkan orang hidup, 49:00 saya bisa lakukan. 49:02 Udah Allah kasih semuanya. dikasih 49:05 teguran, 49:07 minta dihilangin, masih tetap ingkar. 49:10 Kasih teguran lagi, ingkar. Kasih 49:12 teguran lagi, ingkar. 49:15 Untung aja umat Nabi Muhammad 49:19 tidak seperti itu. 49:20 Iya. 49:21 Allah ini paling sayang ke umatnya Nabi 49:23 Muhammad, 49:23 Iya. Benar, benar, benar. Salah satunya 49:26 kalau kita dengar ee ustaz kita dulu 49:28 cerita, salah satunya umat Nabi Muhammad 49:30 ini dikasih umur pendek-pendek. He. 49:32 Jadi kesempatan untuk beribadahnya tuh 49:35 tidak harus beratus-ratusan tahun 49:37 seperti umat-umat sebelumnya. 49:38 He. 49:38 Sehingga peluang masuk surganya lebih 49:40 besar. 49:41 Iya. 49:41 Mudah-mudahan umur yang diberikan kita 49:43 bisa manfaatin. Kimannya 49:45 pendek-pendek licik-licik juga. 49:46 [tertawa] 49:50 Ada cerita gini, Kak Musa. Ada cerita 49:51 gini. Biasa kita kalau mau salat Kak 49:54 Musa langsung setan bisikin kita kan 49:55 gitu. Allahu Akbar. Orang salat. Heeh. 49:59 Terus pas lagi salat setan bisikin, 50:02 "Udah bacanya ina atau ina aja yang 50:05 pendek yang pendek biar cepat selesai. 50:08 Ngapain panjang-panjang? 50:10 Enggak apa-apa kok baca in atau inan 50:12 terus kebisikin terus. W gitu pas walat 50:15 dolin amin kan salat sendiri 50:18 pas lagi diam sebentar setan bisikin 50:21 udah in atau in jangan panjang-panjang 50:22 biar cepat selesai. Dasar dia nih orang 50:25 sakti langsung bilang eh ayat pendek kan 50:27 sunah. Enggak usah deh, langsung aja 50:28 [tertawa] 50:30 lebih parah dari setan. 50:32 Lebih parah dari setan ternyata 50:34 [tertawa] 50:36 ruku 50:36 jadi enggak baca surat. 50:38 Enggak baca enggak baca baca surat Fix 50:40 aja lah. 50:41 Karena dia juga enggak mau ngikutin 50:42 setan. [tertawa] 50:44 Setan J surat pendik jadi enggak dibaca 50:45 sekalian. 50:47 Ya Allah 50:47 sekalian bablas. 50:49 Sekalian bablas. Tapi memang membiasakan 50:52 kebiasaan-kebiasaan baik Kim Iman 50:54 ternyata 50:55 ee bisa dimulai dari perubahan-perubahan 50:58 kecil yang kita lakukan. 50:59 H 51:00 ada eh British Cycling ya, organisasi 51:03 sepedanya Inggris. 51:04 He. 51:05 Itu dari tahun 1908 51:08 sampai tahun 2003 itu enggak pernah 51:11 juara sama sekali. Hampir satu abad 51:14 enggak pernah juara. 19 51:15 908 ya kalau enggak salah sampai 2 tahun 51:18 2003 tuh prestasinya sangat minim sampai 51:21 akhirnya datang pelatih loh saya harus 51:24 baca namanya nih agak ribet namanya 51:27 adalah Sir Dev Brailford 51:30 H 51:31 datang di tahun 2002 yang [berdehem] 51:32 dilakukan sederhana banget Keman dia mau 51:35 membuat timnas 51:37 sepeda Inggris nih juara yang dilakukan 51:39 cuma perubahan-perubahan kecil mulai 51:41 dari oh ternyata nih pakai celananya nih 51:44 harus celana pendek yang ada ee 51:47 pemanasnya supaya otot-otot bisa lebih 51:49 optimal. Oh, ternyata nih jok ee di di 51:53 bannya perlu di ee lapisin alkohol 51:56 supaya bannya lebih optimal. Mobil kita 51:59 nih dikasih warna putih. Kenapa? Supaya 52:02 nanti ketika kita dalam perjalanan di 52:04 sepedanya itu kelihatan kalau ada debu, 52:06 perubahan-perubahan kecil dilakukan 52:08 sampai akhirnya di cuma dalam waktu 3 52:11 tahun 2005 mulai berprestasi itu 52:13 Inggris. sampai akhirnya sekarang salah 52:15 satu timnas paling berprestasi timnas 52:19 sepedanya Inggris sampai kan puncaknya 52:21 tuh tur France ya kalau 52:23 kalau sepeda kan 52:23 to the Frank 52:24 Tour the Frank tuh Inggris juara sempat 52:26 jadi juara umum juara olimpiade dan 52:28 lain-lain dan akhirnya ketika 52:30 diwawancara enggak saya cuma melakukan 52:31 perubahan-perubahan kecil 52:33 karena dari perubahan-perubahan kecil 52:35 lama-lama menjadi besar 52:36 betul 52:37 kita harus perubahan 1% nah itu mungkin 52:39 bisa juga tuh kita aplikasikan dalam 52:40 keseharian maksudnya ya enggak usah 52:43 muluk-muluklah lah target salat witir 52:45 sebelum salat subuh kan kalau targetnya 52:47 salat tahajud suka kelewatan nih 52:49 enggak usah salat tahajud deh salat 52:50 witir satu rakaat sebelum azan subuh 52:53 satu rakaat dulu aja ya 52:54 he satu rakaat dulu aja 52:55 perubahan-perubahan kecil 52:55 atau kalau enggak sebelum tidur deh gitu 52:57 deh 52:57 sebelum tidur deh iya enggak kan kita 52:59 susah mungkin bangun bangun sebelum 53:01 subuh sebelum tidur satu rakaat baca ee 53:04 lima ayat deh sebelum tidur enggak usah 53:06 satu surat 53:07 he 53:07 kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan 53:09 1% aja perubahannya 53:11 kalau 1% itu dilakukan setiap ap hari 53:14 dalam waktu 1 tahun sudah 365% 53:18 sudah 3,6 kali kita lebih baik. 53:21 Bayangkan 10 tahun itu yang Oni bilang 53:24 ke Musa tadi K. 53:25 Enggak, enggak itu Musa enggak mungkin 53:27 Oni melakukan itu. Enggak mungkin 53:28 enggak mungkin enggak mungkin enggak 53:30 mungkin enggak mungkin. 53:31 Tapi kamu sebenar juga untuk perbuatan 53:33 baik itu lakukan yang kecil dulu. E 53:36 begitu juga perbuatan jahat. Ada dalil 53:38 yang berbunyi begini kam takutlah kalian 53:40 atas 53:41 dosa-dosa kecil. He. 53:43 Karena dosa-dosa kecil ini kadang-kadang 53:45 kita enggak berasa, 53:46 tapi numpuk numpuk numpuk jadi suatu 53:48 kebiasaan. 53:49 Hmm. 53:52 Betul, betul, betul. Cuma 1% gitu. Cuma 53:55 berbuat baik, berbuat jahat sedikit gitu 53:57 ya. 53:58 Belanja spret kembalinya ada 54:01 kembalinya misalnya 4.550. 54:04 He. 54:05 Ambil 50-nya. Ambil 50. Lama-lama kalau 54:09 udah terbiasa coba deh naikin. Coba deh 54:12 naikin. Coba naikin. Eh akhirnya dana 54:16 bansos digarap [tertawa] 54:18 10.000 diambil. 54:19 Dan bansos kan kecil kamus. 54:21 Iya betul. Cuma Rp10.000.000 54:23 pengalinya dong. 54:25 R.000. [tertawa] 54:28 Itu dosa-dosa kecil kadang-kadang 54:30 membuat kita merasih ngerasa enggak 54:31 bersalah. 54:32 Iya betul. Betul. Karena cuma kecil ya 54:36 sampai akhirnya perbuatan dosa besar 54:38 tidak lagi terasa sebagai perbuatan 54:39 dosa. 54:40 Iya. 54:42 Okeat yang mau bergabung dalam acara 54:43 kami dalam sesi terakhir hubungi kami di 54:46 0811999720 54:50 atau di 54:51 0218451512. 54:54 Kita akan kembali 54:57 [musik] 55:06 [musik] 55:08 berasil TV. 55:15 Masih bersama kami Ikhwan dan Akhwat di 55:17 mana pun Anda berada. yang berada di 55:19 meja makan, yang berada sudah berada di 55:21 kamar, di perjalanan mungkin atau 55:23 mungkin di tempat kerja. Semoga semua 55:26 kita diberikan perlindungan oleh Allah 55:27 Subhanahu wa taala di tengah-tengah masa 55:29 pandemi. Masih bersama saya Muhammad 55:31 Musa Alqf dan uncle firman di Minggu 55:33 malam santui di pembahasan Bad Habit. 55:35 Bad habit. 55:36 Paling tidak ada lima cara mudah untuk 55:39 memulai kebiasaan baru yang lebih baik. 55:42 dikutip dari ide and times yang pertama 55:45 keimanan membangun kesadaran dan 55:47 mengubah pola pikir. 55:49 Hm. 55:50 Awalnya kita harus merencanakan ihuanat 55:53 dengan serius dan siap menghadapi 55:54 ketidaknyamanan yang mungkin kita 55:56 rasakan karena perbuatan eh karena 55:59 kebiasaan baru yang kita lakukan. 56:01 Yang kedua, buatlah perubahan kecil 56:03 secara konsisten. Karena kalau kita mau 56:06 berubah, kalau kita mulai dari perubahan 56:08 besar pasti berat. 56:09 Iya. Mau kurus sehari olahraga 2 jam, 56:13 makan diet cuma boleh buah, enggak makan 56:16 nasi pasti berat. Paling hari kadang 56:18 cuma 2 hari keman 56:19 habis itu balas dendam. 56:20 Habis itu balas dendam. 56:22 Perubahan-perubahan kecil aja Iwan dan 56:23 akwat tapi konsisten. Karena nantinya 56:26 ketika kita sudah merasa berhasil 56:28 melakukan perubahan kecil, tubuh nih 56:30 merasa lebih percaya diri untuk 56:32 melakukan perubahan-perubahan kecil 56:33 lainnya yang akhirnya berubah menjadi 56:35 besar. Yang ketiga, miliki jadwal dan 56:38 rencana yang spesifik. 56:41 Apa tujuannya? Supaya kita lebih terarah 56:44 dan kita tahu apa yang harus kita 56:45 lakukan. Jadi, rencana yang rencana 56:48 perubahan yang kita inginkan bukan cuma 56:50 angan-angan karena sudah kita tuangkan 56:52 dalam bentuk rencana-rencana yang lebih 56:53 spesifik. 56:55 Yang keempat, mengapresiasi atas 56:57 pencapaian yang sudah kita dapatkan. Oh, 57:00 penting nih kayak 57:02 betul. 57:03 Betul. karena kita memberikan reward 57:05 kepada diri kita sendiri. Dan ketika 57:07 kita memberikan reward, kita memberikan 57:09 penghargaan kepada diri kita sendiri, 57:12 akhirnya diri kita jadi lebih 57:13 termotivasi untuk mencapai 57:16 penghargaan-penghargaan selanjutnya. 57:17 Terakhir, mempertahankan motivasi yang 57:20 kuat seperti saat pertama kali 57:22 melakukannya. 57:23 Kalau Ikwan dan Ah mulai kendor, 57:25 ingat-ingat pertama kali itu mau berubah 57:28 karena apa? Mungkin karena istri, 57:31 mungkin karena suami, mungkin karena 57:34 calon istri, calon suami, mantan istri, 57:37 mantan suami lagi. [tertawa] 57:40 Astagfirullahalazim. 57:41 Mertua dengar nih. 57:45 Ada dari Butini Giman. Asalamualaikum 57:46 warahmatullahi wabarakatuh, Kak Musa 57:48 uncle firman. Di kampung saya ada 57:50 tradisi kalau hajatan hiburannya 57:52 dangdutan organ tunggal. 57:55 Setiap penyanyinya mau tampil, mereka 57:57 mengucapkan salam. Assalamualaikum. 58:01 Mereka nih ganggu orang-orang sekitarnya 58:03 karena besoknya kan orang sekitar mau 58:05 masuk kerja. 58:06 He. 58:07 Tapi mereka enggak pernah merasa 58:08 bersalah karena mereka sudah memulai 58:09 penampilan mereka dengan islami 58:11 mengucapkan asalamualaikum 58:13 warahmatullahi wabarakatuh. Adakah 58:15 solusi dari Uncle Firman untuk 58:17 menghilangkan tradisi tersebut? Syukr. 58:20 Enaknya megang teknik gini. Apapun 58:23 tulisannya tinggal [tertawa] ditambahin 58:24 uncle firman. Kak Iman yang jawab. 58:27 Kok saya nih kumpulin preman saya saya 58:30 bayar bubar [tertawa] 58:34 susah Bu kayak gitu kadang-kadang 58:36 eh 58:38 edukasi mengedukasi lingkungan itu hal 58:40 yang paling sulit tuh 58:41 betul 58:42 susah kita mau ngomong gimana jangan ya 58:46 jangan ini ngeganggu tapi udah udah 58:48 kebiasaan 58:48 iya dan udah dalam waktu yang lama itu 58:51 kebiasaan dilakukan 58:52 bahkan masalah ini nih kalau enggak 58:53 salah ada di Al-Qur'an Kang Musa. Aduh, 58:55 astagfirullah. Surat Al'raf apa kalau 58:58 enggak salah? 58:58 H 58:59 intinya kalau enggak salah kalau ee jadi 59:02 emang diingatkan juga ada kejadian 59:04 seperti ini ada di Al-Qur'an yang saat 59:06 dikasih teguran mereka berdali bahwa ini 59:08 sudah jadi kebiasaan kami kebiasaan dari 59:10 nenek moyang. He 59:12 kadang-kadang alasan kebiasaan itu yang 59:14 susah 59:15 padahal kebiasaannya tidaklah baik ya. 59:17 Enggak baik. Nah, ada yang lebih susah 59:19 lagi adalah kalau orang berhadapan 59:21 dengan orang-orang yang merasa paling 59:22 benar. 59:23 Hmm. Hm. 59:24 Dengan dalil kekuatan pokoknya. 59:27 Iya. 59:27 Ah, udah deh. 59:28 Saya kalau sudah berhadapan dengan orang 59:30 pakai pokoknya dan dia merasa yang 59:32 paling benar, saya mendingan jadi 59:34 pendengar yang baik. 59:36 Diam aja. 59:37 Karena dia udah enggak butuh lagi 59:38 masukan untuk perubahan. Ya 59:39 udah enggak bisa. 59:40 Iya. 59:41 Yang takut adalah takutnya kalau 59:43 orang-orang ini termasuk yang 59:44 khatamallahu alaubihim waim. 59:49 Orang yang Allah tutup matanya, hati, 59:50 dan telinganya, 59:53 akalnya. 59:54 Astagfirullahalazim. 59:54 Takut tuh kalau enggak ditutup pasti 59:57 bisa dibilangin kalau udah ditutup. 1:00:01 Iya. 1:00:02 Takutnya dapat ujian dulu baru 1:00:03 bagus-bagus kalau dapat ujian 1:00:04 berubahnya. Kalau dapat azan. 1:00:07 Iya. 1:00:07 Kok diistidraj? 1:00:08 Betul. Atau kalau dipanggil sebelum 1:00:11 berubah. Woi sini woi [tertawa] 1:00:15 dipanggil keariban Allah. 1:00:16 Ya Allah. Ya Allah ya Rabb ya Allah. Ada 1:00:18 kebiasaan buruk, ada B habit baru yang 1:00:21 lagi tren Keman sekarang, yaitu 1:00:23 memamer-mamerkan kemaksiatan. 1:00:25 Hm. 1:00:26 Ee ada yang lagi trending nih, belum 1:00:28 beberapa waktu lalu di media sosial anak 1:00:30 muda. Dia nih pamer setelah berhasil ee 1:00:34 menzinahi sekian ratus wanita. 1:00:36 He. 1:00:38 Dan diucapkan dengan ee bangga 1:00:40 seakan-akan itu sebuah prestasi 1:00:41 bangga. 1:00:42 Padahal itu sebuah aib sebenarnya. Yang 1:00:45 menarik ee salah satu pembahasan Ustaz 1:00:48 Fatih Karim di YouTube-nya, jangan 1:00:50 sampai negeri ini diazab karena dua hal. 1:00:54 Yang pertama karena ee karena 1:00:58 kemaksiatan sudah dipertontonkan. 1:01:03 Dan yang kedua karena riba sudah 1:01:06 dianggap wajar. 1:01:11 Akhirnya jangan sampai karena memamerkan 1:01:14 kemaksiatan ini efeknya adalah 1:01:17 memotivasi orang-orang lain untuk 1:01:19 melakukan kemaksiatan yang sama. Wih, 1:01:21 dia udah berhasil sama 100 wanita nih. 1:01:23 Berarti gua bisa nih 200. 1:01:25 Gua bisa nih 150. 1:01:27 Bayangin kalau ada yang ter motivasi 1:01:29 karena itu doa jariah, dosa jariah dia 1:01:31 itu gimana? 1:01:33 Iya. Dan yang lebih dikhawatirkan lagi 1:01:35 perlu ditambahin satu lagi. Kalau orang 1:01:37 para alim ulamanya 1:01:39 udah tidak bisa mengeluarkan suaranya. 1:01:42 Hm. 1:01:43 Entah karena takut, entah karena enggak 1:01:45 peduli, atau udah hanya mementingkan 1:01:48 diri sendiri atau karena ancaman. Siapa 1:01:51 yang akan memperbaiki kita? 1:01:53 Iya. 1:01:55 Ya, orang melakukan zalim, kezaliman, 1:01:57 kemaksiatan dipamerkan di yalah apapun 1:02:01 [tertawa] apa apapun agama kalian, 1:02:04 semua agama pasti melarang kok. 1:02:07 Iya enggak? 1:02:07 Iya. 1:02:08 Kalau orang sudah memamerkan 1:02:10 kesalahannya, tandanya saya khawatir 1:02:13 sudah enggak ada iman di hatinya. Itu 1:02:15 yang saya khawatirkan. Kamu 1:02:17 kenapa bisa dia bisa bangga dengan 1:02:19 kezaliman, 1:02:21 perbuatan maksiatnya? 1:02:23 Bangga. 1:02:25 Karena secara 1:02:27 kodrat manusia, kodrat setiap manusia, 1:02:30 apapun agamanya, apapun agamanya pasti 1:02:33 akan menolak perbuatan jelek. 1:02:36 Hm. 1:02:37 Perbuatan maksiat pasti hatinya menolak. 1:02:41 Tapi kalau hatinya udah menerima dan 1:02:44 merasa bangga, 1:02:46 itu yang saya bingung. Kan kadang-kadang 1:02:49 manusia ini bisa lebih mulia daripada 1:02:50 malaikat atau bisa lebih rendah daripada 1:02:52 hewan. 1:02:54 Iya, betul. 1:02:54 Coba K Musa, 1:02:57 Kak Musa pernah ngelihat gajah kawin 1:02:59 enggak? 1:03:01 Belum. 1:03:02 Gajah gajah kawin itu sangat sulit 1:03:04 disusah dilihat dan sembunyi-sembunyi 1:03:07 enggak mau kelihatan. 1:03:08 Kalau ketahuan kita nonton, gajah bisa 1:03:10 nyambit-nyambit pakai belalainya 1:03:12 nyambit-nyambitin 1:03:13 tanah batu yang ada di sekitar dia. 1:03:15 Intinya marahlah dia ya. 1:03:16 Enggak mau. 1:03:17 Hm. He 1:03:18 gajah aja tahu hal itu bukan hal untuk 1:03:20 ditonton-tontonin. 1:03:21 He. 1:03:22 Ini kok dipamer-pamerin cerita. 1:03:25 Iya. 1:03:26 Apa sih motivasi dia cerita sudah 1:03:27 melakukan perbuatan yang sebetulnya 1:03:30 enggak disetujui semua agama? Apa 1:03:31 motivasinya? 1:03:33 Merasa bangga, merasa sombong, merasa 1:03:34 hebat. 1:03:37 Enggak dong. Harusnya enggak. Kalau 1:03:40 orang merasa hebat dan melakukan 1:03:42 perbuatan maksiat, perbuatan zalim, saya 1:03:43 enggak ngerti itu 1:03:45 hatinya gimana. Iya, 1:03:49 betul. 1:03:50 Berat loh kamu apalagi sampai ada yang 1:03:52 termotivasi. 1:03:54 Iya. Dan akhirnya ee tercipta sebuah 1:03:57 kultur yang memang itu sudah sewajarnya 1:03:59 dilakukan di tengah-tengah masyarakat 1:04:01 gitu. 1:04:01 Dan bad habit baru lagi sekarang ini 1:04:03 mempamerkan kekayaan. 1:04:06 Oh iya iya iya iya. Trending tuh. 1:04:09 Tren banget. Orang mau bikin konten 1:04:10 pameran kekayaan naik. 1:04:13 Hm. 1:04:13 Entah itu dia dapat dengan cara halal. 1:04:15 Cara halal tuh macam-macam kamu. Bukan 1:04:17 berarti bukan nipu doang. Enggak. Satu 1:04:20 penghasilan yang dia kerjakan itu 1:04:23 misalnya contoh 1:04:24 ee ada ribanya enggak? 1:04:27 Iya. 1:04:28 Menzalimi orang enggak? 1:04:29 Hm. 1:04:29 Nyakitin perasaan orang enggak. 1:04:31 Kan itu harus dilihat semuanya. 1:04:33 Tapi kalau kita lihat tren sekarang 1:04:35 adalah orang memamerkan kekayaannya. 1:04:37 Hm. 1:04:38 Kamu bangga diri kamu kaya itu 1:04:40 manusiawi. 1:04:42 Tapi diingat bukan untuk dipamerin. 1:04:45 Karena kekayaan yang kamu miliki itu 1:04:47 tanggung jawab di diri kamunya semakin 1:04:49 berat. 1:04:51 Iya. 1:04:51 Hisab kita semakin lama. 1:04:53 Betul. 1:04:53 Allah akan mempertanyakan apa aja dari 1:04:56 kekayaan yang kamu kumpulkan, apa aja 1:04:58 yang sudah kamu lakukan buat umat? Apa 1:05:00 aja yang sudah kamu lakukan untuk sesama 1:05:02 manusia? 1:05:03 Iya. Apakah apa yang sudah kamu lakukan 1:05:05 untuk ee sama makhluk hidup? 1:05:09 Kan Allah bilang Rasulullah itu kan wama 1:05:11 arsanaka illa rahmatanil alamin. Aku 1:05:13 menurunkanmu di atas bumi ini 1:05:16 sebagai pembawa kebaikan di muka bumi. 1:05:17 Iya. 1:05:18 Kalau kita mengaku mengikuti, kalau kita 1:05:20 mengaku umatnya Nabi Muhammad, kita 1:05:22 harus mencontoh Nabi Muhammad, kan? 1:05:24 Betul. 1:05:24 Kalau Nabi Muhammad membawa kebaikan, 1:05:26 kita pun harus melakukan menjadi pembawa 1:05:28 kebaikan. Oke. Kamu kaya apa yang sudah 1:05:31 kamu lakukan buat 1:05:34 ee alam ini? 1:05:36 Kau menempuh kekayaan untuk nambah 1:05:38 kekayaan lagi, nambah kekayaan lagi, 1:05:39 nambah kekayaan lagi, 1:05:41 enggak ada gunanya. 1:05:42 Berkah enggak kekayaannya? 1:05:43 Iya. Kadang-kadang 1:05:46 ada orang itu seperti yang pernah saya 1:05:49 omongin minggu lalu, doa paling penting, 1:05:51 "Ya Allah, belikanlah aku ee rasa cukup 1:05:55 dan bersyukur." Kadang-kadang punya uang 1:05:57 orang uang banyak itu enggak tetap 1:06:00 merasa tetap kurang. Kamu saya ada orang 1:06:03 merasa dapat uangnya segini tapi Allah 1:06:05 memberikan rasa cukup memberikan dirinya 1:06:08 hatinya kaya enggak mengemis enggak 1:06:11 mengiba-iba. 1:06:13 Kapan waktu salat dia salat kapan waktu 1:06:15 berkumpul dan keluarga berkumpul kapan 1:06:17 waktu istirahat istirahat. Kapan waktu 1:06:20 bersosialisasi bersosialisasi kapan 1:06:22 waktu bekerja bekerja. 1:06:24 Itu kan yang enak. 1:06:25 Iya. sampai saya pada dengar cerita ee 1:06:29 orang-orang dulu nenek ee kakek-kakek 1:06:32 nenek, kakek-kakek kita, bapak-bapak 1:06:34 kita tuh kadang-kadang 1:06:37 kerjanya enggak 9 to5 kok. Kerjanya 1:06:39 sedikit, 1:06:41 ibadahnya banyak tapi kerjaannya beli 1:06:44 tanah lagi, beli tanah lagi, beli tanah 1:06:46 lagi, beli tanah lagi. 1:06:47 Ya kan kita yang sudah banting tulang 1:06:49 kadang-kadang sebelum jam 09.00 udah 1:06:51 ngurusin kerjaan 1:06:53 weekend masih ngurusin kerjaan yang ada 1:06:56 jual tanah lagi jual tanah lagi 1:06:58 [tertawa] ya aset makin dikit nah itu 1:07:01 nilai keberkahan dan kecukupannya itu 1:07:03 kadang-kadang yang susah kamul 1:07:05 banyak belum tentu cukup 1:07:07 betul 1:07:08 iya enggak 1:07:08 dan belum banyak belum tentu berkah 1:07:11 enggak cuma cukup karena benar kata 1:07:12 keiman orang tua zaman dulu tuh sebelum 1:07:15 matahari tenggelam sore sudah di rumah 1:07:18 bercengkerama sama anak-anak Mereka 1:07:20 sudah selesai. 1:07:21 Iya. Dan kadang mulainya juga enggak 1:07:23 pagi-pagi banget, masih sempat sarapan 1:07:24 bareng ya. 1:07:25 Iya, masih sempat sarapan bareng. 1:07:27 Heeh. 1:07:28 Kita pergi sekolah, dia masih ada di 1:07:29 rumah. 1:07:30 Masih ada di rumah. 1:07:31 Masih baca koran belum mandi. 1:07:32 Iya. 1:07:33 Belum siap-siaplah. 1:07:34 Betul. 1:07:34 Asalamualaikum ya. Pergi dulu. I. 1:07:37 Tapi rezekinya banyak ya. 1:07:39 Keberkahan itu. 1:07:41 Betul. Betul. 1:07:41 Kayaknya yang hilang dari zaman kita itu 1:07:43 keberkahan 1:07:44 dan rasa rahmat itu kamu saya. 1:07:48 Wallahuam. Kamu saya yang tahulah. 1:07:50 Waduh, [tertawa] 1:07:51 kenapa closing statementnya kamu saya 1:07:53 yang tahu. Asalamualaikum warahmatullahi 1:07:55 wabarakatuh, Kang Musa dan Mas Firman. 1:07:57 Semoga sehat selalu ya. Amin. 1:08:00 Begini, aku enggak punya apa-apa untuk 1:08:02 kupersembahkan untuk agama Allah, tapi 1:08:04 aku punya harta yang enggak ternilai 1:08:06 harganya, yaitu putra-putraku yang 1:08:08 kupersembahkan, diriku, waktuku, 1:08:11 hartaku, nyawaku, bahkan putra-putraku 1:08:14 sudah aku wakafkan untuk agama Allah, 1:08:16 untuk memakmurkan masjid-masjid Allah, 1:08:19 dirinya, suaranya, waktunya, semuanya 1:08:21 keluarga kami, kami persembahkan untuk 1:08:23 memakmurkan rumah-rumah Allah. Doakan 1:08:26 kami selalu istikamah dalam menolong 1:08:27 agama Allah. Amin. Insyaallah ya Rabb. 1:08:29 Ya Allah. 1:08:30 Insyaallah. 1:08:31 Masyaallah. Kalau orang sudah siap 1:08:33 mewakafkan hidupnya ini 1:08:34 ee untuk 1:08:36 Allah kan emang kita diperintah kita 1:08:38 diberi kehidupan kita untuk beribadah 1:08:40 pada Allah. Kamu? 1:08:41 Iya. 1:08:41 Bukan untuk nyari duit memperkaya diri. 1:08:43 Beribadah kok. 1:08:44 Iya. Ee yang menarik sekarang konsep 1:08:46 wakaf bukan cuma wakaf harta, wakaf 1:08:48 bangunan. Ada wakaf diri. Kayak di 1:08:51 pesantren Gontor tuh keren banget. Ada 1:08:53 program wakaf diri. ee orang 1:08:56 beliau-beliau ini mengabdikan dirinya di 1:08:58 Pesantren Gontor untuk mendidik 1:09:00 anak-anak untuk menjadi ee generasi 1:09:03 penerus bangsa yang islami. Wakaf 1:09:05 dirinya diwakafkan sudah enggak enggak 1:09:07 dibayar. Tapi tentu memang Gontor 1:09:08 memberikan ee kebutuhannya dicukupkan. 1:09:11 Tapi secara 1:09:14 di urusan dia dengan dunia sudah selesai 1:09:17 karena dia sudah mewakafkan dirinya 1:09:18 untuk ee agama Islam melalui jontor. 1:09:22 Banget. Kalau di kita dia berpikir wakaf 1:09:24 diri dia berkorban enggak dapat banyak 1:09:26 kok. 1:09:27 Iya 1:09:27 dapat pasti dapat ilmu. 1:09:29 Betul. Dan sudah jadi pegawai Allah aja. 1:09:31 Pasti betul. Dan ee Gontor dan 1:09:34 pasantren-pesantren turunan Gontor 1:09:36 seperti Darun Najah itu ya kamus ya. He. 1:09:38 Para alumninya nih yang lulus nih yang 1:09:40 lulus 3 SMA. He 1:09:43 mereka diwakif diwajibkan ber ngabdi 1:09:46 dulu setahun di pesantren-pesantren 1:09:47 lain. 1:09:48 Jadi kayak saya punya keponakan dia 1:09:49 sudah 3 SMA dia lulus dia enggak kuliah 1:09:51 dulu. Dia ngabdi dulu 1 tahun untuk 1:09:54 ditaruh di pesantren mana? Mungkin juga 1:09:56 di pesantren Darunjah juga atau di 1:09:58 tempat lain. Ada seperti itunya, Kam. 1:10:00 Iya. Jadi, ya itu mewakafkan diri dulu 1:10:03 setahun ya. 1:10:03 Jadi terjun dalam masyarakat. 1:10:05 Betul. 1:10:05 Canggih itu kayak gitu. 1:10:07 Di samping dia mendapatkan pahala, 1:10:10 karakternya juga ternyata terbentuk 1:10:11 selama 1 tahun itu tuh. He. 1:10:13 Akhirnya ketika dia kuliah mungkin 1:10:15 secara kasat mata kelihatan tertinggal 1 1:10:17 tahun dibandingkan teman-teman 1:10:19 seangkatannya. Tapi secara karakter dia 1:10:21 sudah lebih matang, akhirnya kuliahnya 1:10:23 bisa lebih optimal pada umumnya. 1:10:25 Mungkin itu seperti yang dilakukan 1:10:27 sahabat-sahabat kita dari jemah tablig. 1:10:29 Oh, iya keren. 1:10:30 Dalam sebulan 3 hari keluar 1:10:32 ke masjid, ngurus masjid, ngetokin pintu 1:10:35 rumah orang, ngajakin salat. 1:10:37 Hm. 1:10:37 Kadang-kadang diludahin, dilempar air 1:10:39 segala macam, kadang-kadang dicuekin. 1:10:42 Kapok enggak? Terus aja. 1:10:46 Iya. Keren jemah Tablik. 1:10:48 Karena ee ada teman jemah tablig dia tuh 1:10:51 cerita tugas kita nih bukan untuk 1:10:53 berhasil. Tugas kita nih untuk melakukan 1:10:56 perkara hasil urusan Allah. 1:10:57 Urusan Allah. Yang penting kita do the 1:10:59 best. 1:10:59 Do the best. 1:11:01 Apa yang kita bisa lakukan buat agama 1:11:03 Allah ini? Apa yang bisa kita lakukan 1:11:05 terbaik untuk kemanusiaan? Apa yang kita 1:11:08 bisa lakukan terbaik untuk lingkungan? 1:11:11 Kerjain aja dah. Hasilnya terserah 1:11:13 Allah. 1:11:15 Betul. kayak gitu, Bib Musa. 1:11:18 Betul. Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim. 1:11:22 Kadang 1:11:23 kadang-kadang ya iya ya kadang-kadang 1:11:24 kita nih tahu wakaf diri bagus, apa yang 1:11:27 dilakukan jemah tablig bagus, apa 1:11:29 [tertawa] 1:11:30 berat melakukannya itu berat. 1:11:32 Ustaz Deri itu banyak ngomong Ustaz Deri 1:11:35 dengerin tadi WhatsApp sama saya, Om Ian 1:11:39 ente anak antum anak ajakus di masjid 1:11:41 sini aja enggak bisa apalagi [tertawa] 1:11:44 apalagi jauh-jauh. 1:11:47 Eh, Bang Diri lagi huruj Kim? Udah, udah 1:11:49 balik, udah balik. 1:11:50 Oh, udah pulang. Kalau enggak salah 1:11:51 habis huruj ke mana gitu, ya? 1:11:53 Palembang. Palembang Sumater Barat ya. 1:11:55 Palembang tadinya mau ikut cuman kondisi 1:11:58 Rasil lagi enggak enggak memungkinkan 1:12:00 dulu ya untuk tamu nih. Doainlah supaya 1:12:03 Rasil bisa beroperasi dengan normal 1:12:05 lagi. 1:12:06 Amin. Amin. Amin. Amin. Yuk, kita bacain 1:12:07 Fatihah yuk, Kiman. 1:12:09 Buat para pendengar hasil yang mungkin 1:12:10 sedang terpapar corona, yang mungkin 1:12:13 sedang positif, keluarga pendengar, 1:12:15 sahabat-sahabat kita juga kita bacakan 1:12:18 alfatihah untuk para tenaga kesehatan 1:12:20 yang berjuang di garda terdepan di 1:12:23 tengah-tengah masa pandemi ini. Tuhan 1:12:24 dan kita doakan semoga semuanya 1:12:26 diberikan perlindungan oleh Allah 1:12:27 Subhanahu wa taala, diangkat 1:12:29 penyakitnya, segera dinegatifkan yang 1:12:32 sedang positif COVID 1:12:34 dan juga diberikan 1:12:35 balasan yang jauh lebih besar dari Allah 1:12:39 untuk para tenaga kesehatan kita atas 1:12:41 amal-amal yang beliau-beliau kerjakan. 1:12:44 Alin wtin shah wa had Nabi Muhammad 1:12:47 sallallahu alaihi wasallam. Alfatihah. 1:12:50 Auzubillahiminasyaitanirjim. 1:12:51 Bismillahirrahmanirrahim. 1:12:53 Alhamdulillahiabbil alamin 1:12:55 arrahmanirrahim maiki yaumiddin iyaka 1:12:58 na'budu wa iyaka nasta ihdinasiratal 1:13:01 mustaqimathalladzina 1:13:03 anamta alaihim giril magdubi alaihim 1:13:05 wadin amin 1:13:09 ayo bacain WhatsAppwatsapp yang masuk 1:13:10 lagi kam nih ada yang masuk ke saya nih 1:13:13 bacain 1:13:15 [tertawa] 1:13:15 dari hamba Allah lagini dong siarannya 1:13:17 enggak ada tamu 1:13:23 Kadang-kadang kita ngundang tamu itu 1:13:25 kita membutuhkan tambahan ilmu, 1:13:28 kadang-kadang kalau kalau tiga kepala 1:13:30 lebih baik dari dua kepala kan. 1:13:32 Iya. 1:13:33 Iya enggak? 1:13:33 Iya betul. 1:13:34 Kadang-kadang tamu itu memberikan warna 1:13:36 baru, bumbu baru 1:13:37 di acara ini. 1:13:39 Jadi jangan alergi-alergi kalau kita 1:13:40 buat tamu ya. Kita membutuhkan butuh 1:13:43 informasi tambahan. Karena setiap kepala 1:13:45 yang baru, kepala baru yang ikut hadir 1:13:47 di sini pasti memberikan informasi dan 1:13:49 ilmu baru lagi. 1:13:50 Betul ya? 1:13:51 Betul. 1:13:52 Dan memberikan perspektif yang berbeda 1:13:54 itu ya sehingga 1:13:56 apalah kita. 1:13:57 Iya. Aduh, 1:13:58 apalagi saya jauh banget. Kalau bisa mah 1:14:01 saleh lulusan pesantren. 1:14:03 Oh, Kaiman pengalamannya banyak. Aduh, 1:14:06 pengalaman-pengalaman yang enggak beres 1:14:07 semua ada 1:14:08 kan jadi pelajaran. [tertawa] 1:14:10 Tapi enggak bisa ngasih tahu yang baik 1:14:11 kan bisa jelek. 1:14:13 Ya Allah. untuk meroket. 1:14:17 Mudah-mudahan semuanya dilindungi Allah, 1:14:18 Kak Iman. 1:14:19 Amin. Am. 1:14:19 Mudah-mudahan setelah ini kita bisa 1:14:21 memulai kebiasaan-kebiasaan baik 1:14:23 walaupun kecil. 1:14:24 Oke. Dari bad habit berubah jadi good 1:14:25 habit ya. 1:14:26 Dari bad habit berubah jadi habit. 1:14:27 Yang biasa lempar share-share hoak dicek 1:14:30 dulu. 1:14:31 He he 1:14:32 dibagi-bagi. Karena siapapun yang sering 1:14:35 nge-share berita hoaks tuh menguntungkan 1:14:37 produsen-produsen hoaks itu. He betul. 1:14:39 Gampang kok cross check-nya. 1:14:41 Betul 1:14:41 ya. yang biasa suka berbuat menyakiti 1:14:43 orang, ee kurangin dulu deh. 1:14:46 Hm. 1:14:47 Pikirkan kalau gimana perbuatan 1:14:49 menyakitkan itu kita yang menerima atau 1:14:52 anak istri kita yang menerima. 1:14:53 He. 1:14:54 Tentu enggak mau kan? 1:14:55 Betul. 1:14:56 Pokoknya beralih dari bad habits, 1:14:58 kebiasaan buruk menjadi good habits. 1:15:00 Menjadi good habit. 1:15:01 Lakukan dari yang kecil. Mulai dari diri 1:15:03 sendiri mulai dari sekarang. Betul. Ada 1:15:06 satu tools sederhana Keman yang ternyata 1:15:08 bagus untuk mengubah kebiasaan baik 1:15:10 namanya habit tracker. 1:15:12 Habit tracker nih kita nulis kebiasaan 1:15:14 kebiasaan yang mau kita rubah apa. Tulis 1:15:15 di kertas nih jangan di handphone harus 1:15:18 di kertas supaya ee ketika kita menulis 1:15:20 kan kita me apa istilahnya ya bukan 1:15:23 memvisualisasikan tapi mengindrakan. 1:15:27 Tulis [berdehem] misalkan bangun pagi 1:15:29 terus ee salat duha dua rakaat. Tulis 1:15:32 macam-macam terus sampingnya tulis 1:15:34 tanggal kemudian kasih kolom-kolom 1:15:35 diceklis-ceklisin. 1:15:37 Ee Musa menantang 1:15:39 orang kantor online ni keman begitu 1:15:41 dikasih satu halaman ini udah ada ee 1:15:44 poin-poinnya. setiap kamu lakukan kamu 1:15:47 ceklis kalau kamu berhasil selama 1 1:15:49 bulan cuma kebobolan tujuh ee di tengah 1:15:53 bulan saya kasih ee hadiah ee uang uang 1:15:56 uang tunai sekian rupiah gitu kan untuk 1:15:59 memotivasi tujuannya. Tapi yang menarik 1:16:00 ya, Man, eh kemarin ketika briefing 1:16:03 pagi, salah satu tim Musa cerita, "Kak 1:16:07 Musa, setelah saya melakukan ini di 1:16:09 ceklis-checklist ini dan melakukan itu, 1:16:11 salah satu poinnya kan gini, Keman di di 1:16:14 list itu sebelum tidur baca surat almulk 1:16:17 dan memaafkan semua orang yang pernah 1:16:18 menyakiti kita." Itu testimoninya keman 1:16:21 setelah melakukan itu hati tenang, tidur 1:16:24 nyenyak, enggak pernah mimpi buruk, dan 1:16:26 selalu terbangun jam .00 malam tanpa 1:16:28 alarm dalam keadaan segar. 1:16:31 Tuh, kerja sama kamu saja. 1:16:32 Enggak gitu bukan [tertawa] poinnya jadi 1:16:35 ke situ salah poin 1:16:38 salah kita kerja sama musnya boleh 1:16:39 enggak nih dapat duit dapat gitu. 1:16:43 Waduh enggak jadi [tertawa] kita tutup 1:16:46 kita enak di 1:16:48 baik bos yang baik bok yang ram bos rama 1:16:51 royal. Baik, terima kasih banyak telah 1:16:54 mendengarkan kita pada malam hari ini. 1:16:56 WhatsApp masuk dulu jawab. Oh, iya. 1:16:58 Terakhir terakhir ada Pak Udin. 1:17:00 Asalamualaikum tim Rasil. Tolong doakan 1:17:02 juga para ulama warasatul anbiya yang 1:17:04 saat ini banyak dizalimi. 1:17:06 Amin ya Allah. Amin ya Allah. 1:17:08 Banyak-banyakin baca selawat Azghil 1:17:10 sekarang ya. 1:17:11 Amin. Amin. Amin. Amin. Amin. 1:17:12 Gimana kamu s salwat Azgil? Ajarin dong. 1:17:14 Ajarin dong. 1:17:14 Gimana? Gimana ni? Gimana nih? Kaiman 1:17:16 dong. Kaiman kan lebih suara kan. Allah 1:17:20 Muhammad. 1:17:27 Banyakin aja, banyakin salat asil. 1:17:29 Semoga yang 1:17:30 biar Allah yang ngebantu kita deh. Yang 1:17:32 mempertemukan antara orang zalim dan 1:17:34 orang zalim dan orang non zalim 1:17:35 dipisah-pisahin. 1:17:36 Betul. Orang zalim diadu dengan orang 1:17:38 zalim deh. 1:17:39 Orang zalim disibukkan dengan orang 1:17:40 zalim lainnya. Orang yang tidak zalim 1:17:43 disibukkan dengan orang yang tidak zalim 1:17:44 lainnya. 1:17:45 Pokoknya kita sama-sama sekarang 1:17:47 introspeksi 1:17:48 diri. Jangan cuman bisa nyalahin orang 1:17:51 lain, coba salahin diri sendiri. 1:17:52 Betul. Dari Bang Sony Odong. Kalau Bang 1:17:55 Musa dan Uncle Firman Khuruj, saya 1:17:56 ikutan. Mau juga kalau udah sama Bang 1:17:58 Soni pasti kenyang nih kita. [tertawa] 1:18:02 Ini Sony kekar. 1:18:03 Sony kekekar. 1:18:04 Wih. Ya Allah, Anda kangen banget sama 1:18:06 Bang Sony. Ya Allah. Bang Sony. Ya Allah 1:18:08 kangen banget sumpah. Ini orang saleh 1:18:10 banget loh. Kamusan. 1:18:11 Betul. Betul benar benar 1:18:12 betul. Bikin satenya jago banget. Enak 1:18:15 banget satunya Bang Soni nih. 1:18:17 Ih, kangen banget saya sama Bang Soni. 1:18:19 Apa kabar Bang Sony? Ya Allah ya Rabbi. 1:18:22 Mudah-mudahan kita bisa cepat ketemu 1:18:23 lagi Bang Soni ya. 1:18:24 Amin ya rabbin. Sehat-sehat Bang Soni. 1:18:25 Salam buat keluarga. 1:18:27 Begitu Keman sudah jam .30. 1:18:29 Siap. Jam .30. 1:18:31 Alhamdulillah sudah 90 menit. 1:18:32 Ondi hari ini kok oni kurang suara apa 1:18:34 kurang segar Ondi? 1:18:35 Apa belum mandi ni seperti biasanya 1:18:37 ya? Kalau kalau belum mandi mah enggak 1:18:39 usah dibilangin kalau usah. Ondi kan pas 1:18:41 mau mandi wah hujan keluar bos. sama 1:18:43 [tertawa] tadi 1:18:44 mandi outdoor mandi outdooran tadi 1:18:48 ya pokoknya yang sakit-sakit semoga 1:18:50 Allah berikan kesembuhan yang lagi 1:18:52 pusing semoga Allah berikan kelapangan 1:18:54 kalau ekonomi sulit sedikit ya emang 1:18:56 kondisinya lah kita sama-sama mendoakan 1:18:58 sama-sama membantu. Yang paling penting 1:19:00 apapun yang kita dapat 1:19:02 amin 1:19:02 kalau kebaikan jangan lupa bersyukur 1:19:04 kepada Allah 1:19:05 kalau suatu yang sulit introspeksi diri 1:19:07 dan istigfar semoga Allah memberikan 1:19:09 kita kebaikan ke depannya insyaallah 1:19:11 amin ya rabbal alamin. Amin ya rabbal 1:19:12 alamin. 1:19:13 Silakan ditutup, Pak Musa. 1:19:14 Semoga kita bisa lebih baik lagi dari 1:19:16 hari kiamat. Amin ya. 1:19:17 Ingat Iwan dan Nawat, perubahan 1% 1:19:18 setiap harinya bisa menghasilkan 367% 1:19:22 setiap tahunnya. 1:19:23 Amin. Insyaallah. 1:19:24 Terima kasih banyak danat. Mohon maaf 1:19:26 apabila banyak kesalahan, kesok tahuan 1:19:29 saya pada malam hari ini. Terima kasih 1:19:32 Uncle Firman atas semua ilmunya, atas 1:19:34 limpahan ilmunya pada malam hari ini. 1:19:36 Terima kasih K. 1:19:37 Terima kasih banyak K Musa. Ana mau 1:19:38 ngelamar kejadian. 1:19:39 Waduh. Aduh, aduh, aduh, aduh, aduh, 1:19:40 aduh. Saya juga ngomonglah merkur jadi 1:19:42 kayak mana. [tertawa] 1:19:43 Masa mau jadi pegawai TS 1:19:47 TS luar biasa [tertawa] 1:19:49 ini gede udah di mana-mana. 1:19:51 Terima kasih Mas Fahri di meja operator. 1:19:54 Ondi makasih sehat-sehat ya Ni. Semangat 1:19:56 terus semangat di 1:19:57 semoga masalahnya cepat selesai ya Ni. 1:19:59 Amin ni mati satu tumbuh 1000 diing. 1:20:03 [tertawa] 1:20:05 Terima kasih semua Iwan dan akhwat. Saya 1:20:06 Muhammad Musalf. 1:20:08 Saya Firman Muslim Tahir. 1:20:09 Kami berdoa undur diri. Ada oni lagi. 1:20:11 Ondi Surandi dan 1:20:13 Mas Fahri. Subhanakallahumma wabihamdika 1:20:16 ashadu alla ila anta astagfiruka. 1:20:19 Wabillahi taufik wal hidayah. 1:20:21 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:20:23 wabarakatuh.