Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:05 [musik] 0:08 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 0:10 rabbil alamin. Allahumma sholli ala 0:12 sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina 0:15 Muhammad. Ikhwan dan akhwat yang 0:16 dirahmati Allah subhanahu wa taala yang 0:18 dapat meraih kami lewat Radio Rasil 0:21 maupun lewat YouTube Rasil di Rasil TV. 0:24 Asalamualaikum warahmatullahi 0:27 wabarakatuh. Alhamdulillah saya Karolin 0:29 dan Kurasil yang bertugas pada siang 0:31 hari ini hadir di ruang dengar Ikhwan 0:34 dan Akhwat pada setiap hari Jumat siang 0:37 fikih wanita bersama Ustazah Herlini 0:39 Amran hadir di ruang dengar Ikhwan dan 0:42 Akhwat. Guru kita telah hadir. Mari kita 0:44 sapa terlebih dahulu. Asalamualaikum 0:45 warahmatullahi wabarakatuh Ustazah. 0:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:50 wabarakatuh. 0:51 Alhamdulillah sehat ya, Ustazah. 0:53 Alhamdulillah luar biasa. Allahu 0:56 Akbar. Allahu [tertawa] Akbar. 0:58 Masyaallah. Dan tadi sudah disampaikan 1:00 Ustazah bahwa tema yang akan dibahas 1:02 Ustazah ee yaitu bahaya membandingkan 1:07 hidup orang lain. Tafadol langsung 1:08 Ustazah. 1:09 Iya. Jazakillah Mbak Olin. 1:11 Bismillahirrahmanirrahim. 1:13 Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdani amah 1:16 mazidah. Yaabbana lakal hamdu bil iman. 1:20 Yaana lakal hamdu bil islam. Ya rabbana 1:23 lakal hamdu bil quran lakal hamdu bil 1:26 maali wal ahli wal muafah lakal hamdu 1:29 bikulli nikmatin anamta biha ala 1:33 allahumma sholli wasallim wabarik ala 1:35 sayyidina muhammadin waa alihi wa 1:38 ashabih ajum 1:41 inna nasaluka ridaka wal jannah waubika 1:44 minar 1:47 majlis bina saah kita duduk-duduk 1:49 sejenak kita bahas ya tentang tema yang 1:52 sehari-harinya mungkin ee kita pernah 1:56 lakukan ya, bagaimana membandingkan 1:59 hidup kita dengan hidup orang lain ya. 2:02 Jadi ini bahaya banget. Kenapa? Karena 2:05 di zaman medsos ini itu kita mudah 2:08 sekali masuk ke dalam kehidupan orang 2:10 lain. Mudah sekali ya dalam hithitungan 2:12 detik ya ketika kita buka HP kita itu 2:15 terlihatlah rumah-rumah mewah yang 2:17 ditampilkan sempurna ya. Harta yang 2:20 dipamerkan itu ya. liburan yang 2:23 menyenangkan gitu ya. Itu mudah sekali 2:25 pasangan yang ee tampil harmonis ya. 2:28 Jadi ee banyak sekali kita temukan ya di 2:31 media sosial itu kehidupan orang lain 2:34 ya. Jadi pencapaiannya itu benar-benar 2:37 ee apa dibanggakan ee bisa membanggakan 2:41 gitu ya penampilan serba indah. Bahkan 2:43 bisa jadi ibadah amal-amal yang dulunya 2:46 tersembunyi yang harus dijaga supaya 2:48 tidak riak kini ikut dipertontonkan gitu 2:51 ya. yang di depan Ka'bah, tawaf, atau 2:54 berdoa dan segala macamnya. Jadi, setiap 2:56 hari itu manusia tuh ee disuguhi 3:00 potongan-potongan kehidupan yang 3:02 tampaknya begitu sempurna ya, sepertinya 3:04 sempurna banget gitu ya. Kemudian ee 3:07 dipamerkan ya ini kan kalau kita lihat 3:10 di media sosial kan begitu ya. Ya, 3:12 akhirnya kan kita lihat bagaimana ee di 3:16 media-media sosial tuh kan jadi 3:18 muncullah pada diri kita itu ee yang 3:21 awalnya mungkin tenang dengan kehidupan 3:23 bahagia jadi gelisah gitu ya. Awalnya 3:26 kita tuh bersyukur tapi kok jadi kayak 3:28 ada yang kurang ya. Yang sebelumnya kita 3:31 mungkin menikmati hidup hidup kita 3:33 sederhana bersyukur penuh syukur tuh 3:35 mulai merasa kok bisa ini ya ee beda 3:39 dengan orang lain ya. Akhirnya lahirlah 3:42 iri ya ee minder, kecewa terhadap 3:46 kehidupan, bahkan bisa jadi terhadap 3:48 pasangan kita sendiri. Kok orang 3:50 hidupnya bahagia ya? Kok aku belum 3:52 seperti mereka ya? Kenapa sih Allah 3:54 memberikan mereka seperti itu? Kok aku 3:55 masih begini-gini aja? Nah, padahal 3:58 seringki yang terlihat di media sosial 4:00 itu kan hanya bagian indahnya aja yang 4:03 sengaja diperlihatkan ee kepada ee 4:06 netizen ya, kepada manusia. Sementara 4:09 bisa jadi bisa jadi mereka itu ee banyak 4:13 sekali memiliki e pertengkaran atau 4:16 kekurangan yang tidak terlihat ya. 4:18 Mungkin bisa jadi mereka tuh punya utang 4:20 banyak gitu ya, mungkin merasa kesepian, 4:23 mungkin punya tekanan hidup yang tidak 4:25 mereka perlihatkan kepada ee masyarakat. 4:28 Ya, bisa jadi kita lihat banyak orang 4:31 tertawa di layar ya, di kamera gitu tapi 4:35 sebenarnya di dunia nyata menangis gitu. 4:38 banyak yang rumah tangga sebenarnya itu 4:40 ee kita lihat di layar itu kayaknya 4:43 bahagia banget gitu ya, fotonya harmonis 4:46 ya, kayaknya romantis, penuh sayang gitu 4:49 ya. Pokoknya membuat orang pada iri dah 4:52 gitu ya kalau pasangan-pasangan yang ee 4:55 apa seakan-akan gitu ya ee mereka itu 4:58 bahagia. Nah, barang kita sering 5:01 mendengarkan atau mungkin mendapatkan 5:02 berita kok tiba-tiba cerai ya gitu ya. 5:05 Padahal, nah itu hanya tampilan layar. 5:09 Manusia tuh sering tertipu oleh apa yang 5:12 tampak. Nah, inilah sebabnya media 5:15 sosial hari ini menjadi salah satu ujian 5:18 terbesar dalam kehidupan kita ya. Ee 5:21 bukan hanya menguras waktu, waktu kita 5:23 habis tapi juga merusak rasa syukur 5:26 kita. Hati kita jadi sibuk menghitung 5:28 nikmat orang lain sampai lupa menghitung 5:31 nikmat yang Allah berikan kepada diri 5:33 kita sendiri. Padahal 5:35 kebahagiaan yang ee tidak lahir ee 5:38 kebahagiaan yang tidak lahir dari ee 5:40 maksudnya kebahagiaan itu enggak enggak 5:42 enggak lahir dari membandingkan hidup 5:44 kita dengan orang lain ya. Tapi 5:46 kebahagiaan itu adalah rida dengan 5:49 takdir yang telah Allah tetapkan kepada 5:51 kita. Ya. Ya. Ada manusia yang diuji 5:54 dengan kekurangan harta, ada yang pula 5:56 diuji dengan melimpahnya harta. Kan 5:57 semuanya ujian ya, semuanya ujian. Maka 6:00 oleh karena itu ee orang yang tenang, 6:04 yang bahagia itu bukan orang yang 6:07 memiliki segala-galanya, bukan. Tapi 6:09 orang yang hatinya dipenuhi rasa syukur 6:12 dan qanaah. Dia tidak sibuk melihat apa 6:15 yang ada di tangan orang lain, tapi dia 6:17 sibuk menjaga hubungannya dengan Allah. 6:19 Ya, karena hati yang selalu melihat ke 6:22 atas dalam urusan dunia tidak akan 6:25 pernah merasa cukup, tidak akan pernah 6:27 merasa bahagia. beda hal dengan hati 6:29 yang selalu ee melihat ke bawah, 6:31 mengenal Allah dan dia memahami bahwa 6:33 setiap takdirnya itu selalu mengandung 6:35 hikmah ya. Ee jadi kita ee lihat ya ee 6:40 apa bahayanya ya membandingkan ee hidup 6:43 kita dengan orang lain itu. Pertama, 6:46 jadi ada beberapa bahaya ya. Tentu juga 6:49 ada dampak positif tapi kita bahas dulu 6:51 yang bahaya. Bahayanya memang bahaya 6:52 banget gitu ya. tanpa disadari ee pelan 6:56 namun pasti itu bahaya itu akan merasuk 6:58 ke dalam jiwa kita ya. Bisa jadi 7:01 menggerogoti keimanan kita. Yang pertama 7:04 bahaya membandingkan hidup kita dengan 7:07 hidup orang lain itu adalah 7:10 menghancurkan 7:12 syukur kepada Allah. Jadi menghancurkan 7:15 rasa syukur kepada Allah itu bahaya 7:16 banget. Bukankah Allah berfirman dalam 7:20 surat eh Thaha ayat 131, 7:30 yaq. 7:41 Dan janganlah engkau tujukan pandanganmu 7:44 kepada kenikmatan yang telah kami 7:46 berikan kepada mereka. Ya, yang telah 7:49 kami berikan kepada beberapa golongan 7:51 dari mereka sebagai bunga kehidupan 7:54 dunia. Jadi di sini pakai ee zahrah 7:57 zahratal hayatid dunya. Nah, jadi Allah 8:01 ee dalam ayat ini melarang hati terlalu 8:06 sibuk melihat nikmat dunia milik orang 8:08 lain. Jangan kamu tujukan pandanganmu 8:11 kepada kenikmatan yang telah kami 8:13 berikan kepada beberapa golongan dari 8:15 mereka. 8:16 Ya. Jadi ayat ini pelajaran pelajari 8:19 untuk kita bagaimana menjaga hati dari 8:23 ee godaan-godaan, cobaan-cobaan ya yang 8:26 ada di dunia ini. Allah mengetahui 8:28 tabiat manusia. Karena Allahlah yang 8:30 menciptakan manusia tuh mudah terpikat. 8:33 Manusia tuh ee dari pandangan mata itu 8:36 mudah tergoda dari pandangan mata. Ya, 8:38 itulah sebabnya Allah mengingatkan kita 8:41 agar jangan terlalu sibuk memandang 8:43 kenikmatan yang ada di tangan orang 8:45 lain. Wala tamudanna aika. Jadi ainaika 8:49 maabih. Jangan kamu tujukan pandanganmu 8:52 kepada kenikmatan yang kami berikan 8:54 kepada sebagian orang lain. Jadi, jangan 8:57 terus-menerus melihat siapa yang lebih 9:00 kaya, siapa yang lebih mewah rumahnya, 9:02 siapa yang lebih terkenal, siapa yang 9:04 lebih sempurna keluarganya, siapa yang 9:07 tampak lebih bahagia hidupnya. Ya, sebab 9:09 kalau hati kita terlalu ee lama ya 9:12 memandang dunia milik orang lain, selalu 9:16 melihat ya enak ya jadi dia ya kok aku 9:18 begini kayaknya ini banget ya. ee 9:20 bahagia banget ya, pengin deh kayak dia 9:22 kayak gitu ya. Itu biasanya di hati kita 9:24 kan ya kan artinya bermula kan dari hati 9:28 ya. Hati itu kan bisa berbahaya loh 9:30 hati. Dalam ee Dr. Yusuf Kodawi itu 9:33 mengatakan dosa yang dilakukan hati itu 9:35 bisa jad bisa jadi jauh lebih besar 9:37 daripada dosa yang dilakukan oleh 9:39 anggota tangan, anggota tubuh. Kalau 9:42 anggota tubuh melakukan kesalahan ketika 9:44 dia bertobat selesai. Tapi kalau hati, 9:47 nah ini yang memang sulit. hati itu kan 9:48 di dalam gitu ya. Jadi ketika hati 9:51 terlalu membanding-bandingkan 9:54 ee kehidupan kita dengan orang lain itu 9:57 berdampak kepada rasa syukur yang akan 10:00 memudar. Jadi hati itu mulai merasa 10:03 kurang ya. Padahal sebelumnya dia 10:05 baik-baik saja tapi ada rasa yang kok 10:08 begini kok begini ya. Makanya terjadinya 10:11 bisa jadi ya ee peluang perselingkuhan 10:13 yang terjadi dalam rumah tangga itu 10:16 karena kurang bersyukurnya pasangan ee 10:18 terhadap pasangannya. Banding-bandingin 10:21 kita orang bilang ee rumput tetangga 10:24 lebih ini ya lebih hijau gitu ya. Jadi 10:26 hati ketika mulai membanding-bandingkan 10:30 hidup orang lain itu jiwa mulai gelisah 10:33 ya. karena tidak lagi ee mensyukuri 10:36 nikmat yang telah Allah berikan karena 10:38 sibuk ee menghitung nikmat orang lain. 10:41 Makanya Allah sebutkan dalam ayat tadi 10:43 itu zahratal hayat ya zahratal hayatid 10:46 dunya bunga kehidupan dunia. Jadi kalau 10:49 janganlah kamu tujukan pandanganmu 10:52 kepada kenikmatan yang kami berikan 10:54 kepada ee beberapa golongan dari mereka 10:56 karena itu adalah sebagai bunga 10:58 kehidupan dunia. Zahratal hayatid dunya. 11:01 Nah, kenapa dinamakan bunga kehidupan 11:03 dunia zahrah? Karena bunga itu kan kalau 11:06 kalau dipandang kan indah tapi cepat 11:08 layu. Ya, dunia juga begitu. Hari ini 11:12 manusia bisa memamerkan kekayaannya, 11:15 besok bisa bisa hilang. Mungkin hari ini 11:17 terlihat bahagia, tapi bisa jadi besok 11:19 berubah menjadi kesedihan. Dunia tuh kan 11:22 kesenangan sementara yang sering menipu 11:25 pandangan manusia. Jadi dunia tuh bukan 11:27 abadi, bukan segala-galanya. Bisa jadi 11:30 banyak orang yang terlihat sempurna di 11:32 mata manusia ya. Padahal hidupnya tuh 11:35 penuh kegelisahan loh ya. Bisa jadi ee 11:39 orang yang hidupnya sederhana justru itu 11:41 hatinya paling tenang karena dia dekat 11:44 dengan Allah. Jadi tampilan-tampilan 11:46 yang ada itu tuh hanya tampilan semu ya. 11:50 Di balik itu tuh yang justru lebih ee 11:53 mereka lebih tahu ya. Jadi 11:54 tampilan-tampilan itu hanya menipu. Nah, 11:56 inilah ayat tadi mengajarkan kepada kita 11:59 bahwa ketenangan hidup itu tidak datang 12:02 dari banyaknya apa yang kita lihat, tapi 12:05 dari kemampuan kita menjaga hati agar 12:08 tidak diperbudak oleh pandangan terhadap 12:11 dunia orang lain. Kan suka 12:13 banding-bandingin kita cukup enak ya 12:14 jadi itu coba begini ya. Kok coba itu 12:17 kita tuh memang suka banding-bandingkan 12:19 tanpa disadari ya. 12:20 Enggak sadar 12:21 tanpa sadar. Bahkan juga bisa jadi kita 12:24 dengan anak-anak juga suka membandingkan 12:25 satu dengan yang lain. Kok kamu enggak 12:27 kayak adikmu? Adikmu rajin gitu ya. Kok 12:30 kamu abangnya kok jadi malas? Kok begini 12:32 kok begini? Kenapa sih begitu-begitu? 12:34 Nah, nanti anaknya juga bandingin tuh 12:36 kok mama beda ya dengan mama temanku 12:38 gitu [tertawa] ya. 12:39 Enggak enak kan digituin. 12:41 Jadi membandingkan itu memang tidak baik 12:43 ya. Karena memang ketika kita 12:45 membandingkan kehidupan kita dengan 12:48 orang lain itu kita akan berasa kurang 12:50 terus. Nah, jadi kalau kita ee mengingat 12:54 nikmat yang Allah berikan kepada kita, 12:56 mensyukurinya, insyaallah hati kita akan 12:58 tenang. Jadi, kita jaga hati ya dari 13:01 terlalu sibuk melihat kehidupan orang 13:03 lain ya. Karena tidak semua itu indah 13:07 ya, tidak semua itu bahagia. Itu hanya 13:09 bahagia dari sisi fotografi atau ininya 13:13 aja itu posisinya. Coba lihat deh kalau 13:15 foto yang kita lihat indah gitu ya, 13:18 mungkin gayanya apanya? Padahal itu juga 13:21 hasil latihan lama ya. Capek tahu gitu 13:23 ya. 13:25 Itu di apa diatur-atur gayanya apa 13:27 kayaknya terus cara memandangnya coba 13:29 lihat apa itu kan semuanya tidak 13:32 settingan 13:33 eh settingan tidak alami gitu ya. Jadi 13:36 justru ee kesederhanaan 13:38 yang disertai syukur itu lebih 13:41 menenangkan daripada kemewahan yang 13:43 dipenuhi oleh kegelisahan. Jadi, jadi 13:46 jangan dibandingkan ya. Jangan 13:48 dibandingkan terus ya. Rumah orang kok 13:51 udah ede gede ya. Datang ke rumah teman, 13:53 ih enak ya rumahnya besar ya. 13:55 Benar-benar bahagia kayak bahagia banget 13:56 punya yah. Itu mah yang terlihat ya. 13:59 Melihat ihnya sukses ya ternyata ya. Ih 14:02 suami atau pasangannya romantis ya. Ih, 14:05 kehidupan rumah tangganya bahagia banget 14:07 ya. Akhirnya kita enggak bersyukur 14:08 bawanya. Coba saya dulu nerima yang itu 14:12 mungkin udah kayak gitu ya. Timbullah 14:15 artinya ee rasa syukurnya tergerus ya. 14:18 Padahal konsep kebahagiaan dalam 14:21 kehidupan ini itu yang terbesar itu 14:24 disumbang oleh rasa syukur. Jadi rasa 14:27 syukurlah yang menjadi sumber 14:29 kebahagiaan kita ya. Orang yang selalu 14:32 melihat ke atas dalam urusan dunia itu 14:35 tidak akan pernah merasa cukup ya. Jadi 14:39 bersyukur dengan apa yang telah Allah 14:41 berikan kepada kita ya. Jadi kalau 14:44 misalnya ibu rumah tangga ya awalnya kan 14:46 hidupnya bahagia aja tuh sama suami dia 14:48 ee menerima kondisi suaminya apa adanya. 14:51 Eh lihat postingan gitu ya. [tertawa] 14:54 Kalau suami itu harus begini begini 14:56 begini atau sebaliknya ya akhirnya dia 14:58 bandingkan. Akhirnya yang muncul adalah 15:00 kecewa. Akhirnya kan berantem. Ada 15:02 banyak kasus tu terjadi perceraian 15:04 karena membandingkan hidupnya dengan 15:05 orang lain ya. Nah, ini suaminya sudah 15:08 baik atau istrinya sudah baik padahal 15:10 anak-anaknya sehat walaupun rumahnya 15:12 sederhana tapi kedamaian. Enggak pernah 15:15 berantem. Eh, setelah lihat media sosial 15:17 ya lihat tayangan apa, lihat apa 15:19 teman-temannya pada liburan, punya 15:21 barang mewah, pamer hadiah suaminya atau 15:24 pasangannya, rumahnya megah, mulai dia 15:27 rasa, kok hidupnya kok begini. Ah. amat 15:29 kok suaminya enggak perhatian, enggak 15:30 romantis ya kayaknya gagal punya 15:32 hidupnya itu kayaknya gimana gitu. 15:34 Akhirnya kan cara pandangnya itu kan 15:36 jadi kurang bersyukur akhirnya berantem 15:38 nuntut banyakan. Jadi yang berubah itu 15:41 kalau kita lihat ya dalam ee apa namanya 15:45 ee orang-orang yang awalnya itu ee dia 15:49 menerima kondisi hidupnya dan bersyukur 15:52 dengan apa yang Allah berikan setelah 15:54 dia membandingkan hidupnya dengan orang 15:56 lain akhirnya berubahlah. Ya, jadi bukan 16:00 dia berubah. Ee yang berubah itu bukan 16:02 nikmatnya tapi cara pandangnya yang 16:05 berubah. Akhirnya muncullah rasa tidak 16:07 syukur. Dan kita tahu orang yang tidak 16:09 bersyukur ya lain syakartum 16:11 laazidannakum. Kalau bersyukur Allah 16:13 tambahkan nikmat. Tapi kalau kalian 16:15 tidak bersyukur, kalian kufur 16:17 innaabiadid 16:19 langsung azab. Ya. Jadi ini eh berat 16:22 gitu ya kalau kita tidak bersyukur tuh 16:23 berat banget. Yang ada adalah azab 16:25 Allah. Nah itu yang pertama bahaya. 16:28 bahaya membandingkan ee orang lain ya, 16:31 kehidupan orang lain. Nah, kedua ee 16:34 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 16:37 itu mengajarkan kita agar melihat ke 16:40 bawah dalam urusan dunia. Sekali lagi 16:43 dalam urusan dunia ya. Dalam urusan 16:45 dunia lihatnya ke bawah ya. Unzuru 16:48 manual asfalum 16:50 wuru manua fauqokumikum. 16:57 Lihatlah kepada orang yang berada di 17:00 bawah kalian dan jangan melihat kepada 17:03 orang yang berada di atas kalian. Ini 17:05 urusan dunia ya. Itu lebih pantas agar 17:08 kalian tidak meremehkan nikmat Allah 17:11 atas kalian. Ini pesan Nabi kepada kita. 17:13 Jadi hadis ini itu bukan mengajarkan 17:16 kita untuk merendahkan orang lain. 17:18 Bukan. Jadi bukan merendahkan orang yang 17:20 bukan. Hadis ini mengajarkan kita 17:23 bagaimana cara agar hati kita tetap 17:27 penuh rasa syukur. Itu lihat yang di 17:29 bawah kita, jangan lihat yang di atas. 17:31 Ya. Jadi kalau manusia itu kan memilih 17:33 kita biar mudah melihat ke atas ya. Oh 17:35 dia tuh sudah ini ya padahal baru baru 3 17:37 tahun nikah sudah punya rumah sendiri 17:39 ya. Kita sudah 30 tahun menikah belum 17:41 juga punya rumah misalnya gitu ya. Ada 17:43 tak ada ini ya apa memiliki tabiat mudah 17:46 melihat ke atas ya. kita ee tertaku ya, 17:50 kagum ketika ada orang yang lebih kaya 17:53 dari kita, lebih cantik, lebih sukses, 17:55 lebih terkenal, lebih mewah hidupnya. 17:57 Akhirnya yang terjadi apa? Yang terjadi 18:00 itu hati mudah merasa kurang ya. Padahal 18:03 nikmat Allah sebegitu banyak. Itu bukan 18:05 berarti kita enggak boleh ini ya meraih 18:07 kebahagiaan dunia ya. Ini maksudnya 18:09 menjaga hati jangan sampai kita tidak 18:13 bersyukur kepada Allah. Dan dalam 18:15 urusan-urusan dunia itu supaya ada rasa 18:17 syukur, lihatlah orang yang di bawah 18:19 kita. 18:21 Orang yang memiliki misalnya rumahnya 18:23 sederhana itu akan terasa sempit deh 18:26 kalau dia melihat, "Ih, rumah temannya 18:27 tuh gede banget ya. Rumah kita aja satu 18:30 rumah aja itu kamar dia gitu ya." 18:32 Akhirnya kan timbul ketidakpuasan 18:34 terhadap hidup ya. Melihat pencapaian 18:37 temannya itu sudah ee demikian ee 18:39 melejit ya. Akhirnya dia merasa tidak 18:43 ada apa-apanya. Padahal Rasulullah 18:45 mengarahkan pandangan kita itu kepada 18:47 orang yang berada di bawah kita dalam 18:48 urusan dunia ya. Mereka yang hidup serba 18:51 kekurangan. Alhamdulillah kita masih 18:53 punya rumah gitu ya. Itu orang-orang 18:56 yang di jalanan bagaimana? Atau ada 18:59 orang yang punya rumah besar tapi 19:00 sakit-sakitan gitu ya. Kita yang 19:03 alhamdulillah sehat walaupun ya apa ala 19:06 kadarnya makannya. Tapi kita bersyukur 19:09 karena ada orang yang duitnya banyak, 19:11 dia bisa beli makanan satu kampung, satu 19:14 kota gitu ya. Tapi dia tidak boleh makan 19:16 semuanya ditakar makannya ditimbang 19:19 gitu. Padahal duitnya banyak. Nah itu 19:21 kita bersyukur ya. Banyak lagi orang 19:23 yang kehilangan keluarga, orang yang 19:25 tidur tanpa makanan, yang tidak memiliki 19:28 ee apa ya keamanan, ketenangan. Jadi 19:30 banyak hal-hal orang yang di bawah kita 19:32 tuh hidupnya lebih susah. Nah, ketika 19:35 kita melihat itu semua, kita akan 19:37 menyadari ya bahwa alhamdulillah 19:40 ternyata nikmat yang Allah berikan 19:42 kepada kita tuh subhanallah ini luar 19:44 biasa ya. Banyak nikmat yang selama ini 19:48 tidak terasa kita tidak kita sadari luar 19:52 biasa yang wajib kita syukuri. Misalnya 19:55 tubuh kita sehat. Coba deh lihat 19:57 orang-orang ya yang walaupun duitnya 19:59 banyak, rumahnya bertebaran di mana-mana 20:01 ya tapi dirawat di rumah sakit. Tubuhnya 20:03 itu udah semua ditakar makannya enggak 20:06 boleh dijaga. Wah sudah cuci darah gitu 20:08 dan segala macam. Kita sehat walafiat. 20:11 Alhamdulillah. rumah kita walaupun apa 20:13 adanya, walaupun mungkin ee sekamarnya 20:16 orang gitu ya, mungkin ada rumah, ih 20:18 kalau dibandingkan dengan kamarnya 20:20 gedean kamar dia gini, rumah kita 20:21 segini, alhamdulillah kita masih aman, 20:24 tidak ngontrak gitu ya. Keluarga masih 20:27 bersama kita, makanan tersedia tetap 20:30 ada, udara bisa kita hirup. Coba kalau 20:33 yang sakitnya asma, ya Allah oksigen 20:36 mahal ya, Mbak ya. Nah, itu syukuri kita 20:39 bisa diberikan kesempatan beribadah ya 20:42 walaupun ya alhamdulillah orang enggak 20:45 bisa lagi beribadah ya bisa jadi karena 20:47 keingkarannya kepada Allah. 20:49 Alhamdulillah walau bagaimanapun kita 20:51 masih sujud kepada Allah. Jadi semua itu 20:55 dianggap biasa. Biasa dianggap biasa 20:57 kalau kita melihatnya ke atas melihat 20:59 orang lain. Jadi kita tidak akan 21:00 menikmati rasa syukur yang telah Allah 21:03 berikan kepada kita. Jadi ee untuk 21:08 kehidupan ini bisa membahagiakan kita, 21:11 pandanglah orang yang di bawah kita ya. 21:14 Orang yang di bawah kita tuh akan terasa 21:17 ya kita itu sedemikian banyak nikmat 21:20 yang telah Allah berikan kepada kita 21:22 dalam hidup ini ya. Mudah-mudahan kita 21:24 menjadi hamba Allah yang bersyukur ya. 21:27 Jadi urusan itu urusan dunia tapi kalau 21:29 urusan akhirat jangan lihat yang di 21:31 bawah. 21:32 [tertawa] 21:33 Kalau urusan akhirat masih mending 21:35 alhamdulillah aku lima waktu salat 21:36 enggak pernah enggak pernah ee apa 21:39 namanya 21:39 pernah ditinggalin itu orang cuman 21:42 sepekan sekali salatnya mendingan aku ya 21:44 enggak begitu kalau urusan ibadah urusan 21:48 akhirat Islam justru mengajarkan kita 21:51 untuk melihat kepada orang yang lebih 21:54 baik kepada dari kita, yang lebih rajin 21:56 ibadahnya yang lebih dekat dengan 21:58 Al-Qur'an. Ya Allah, itu usianya sudah 22:01 60 kok mulai menghafal Quran ya. Kok 22:03 bisa ya gitu ya? Usia 70 hafal Quran. 22:06 Masyaallah lah kita ini usia berapa sih 22:08 kok masih. Nah, itu jadi boleh kita 22:10 lebih dekat dengan Al-Qur'an, lebih 22:12 ikhlas, lebih mulia akhlaknya agar 22:14 termotivasi, agar kita bisa dekat kepada 22:17 Allah. Nah, inilah keseimbangan yang 22:19 diajarkan oleh Rasulullah sallallahu 22:21 alaihi wasallam. Besar. Besar. Benar. 22:22 Kalau urusan dunia, ya sudahlah. Tapi 22:25 kita punya cita-cita tertinggi dalam 22:27 urusan akhirat. Karena syukur itu adalah 22:31 kunci ketenangan. Hati yang sibuk 22:35 menghitung nikmat Allah yang diberikan 22:37 kepada kita itu tidak akan sempat sibuk 22:42 atau iri terhadap kehidupan manusia. 22:44 Karena kita sudah sibuk dengan nikmat 22:46 yang Allah berikan. Ya. Jadi dalam 22:48 urusan dunia ya lihatnya yang di bawah 22:51 ya. Lihat orang yang lebih susah, yang 22:53 lebih miskin, yang lebih berat ujiannya. 22:55 Jadi hati kita bersyukur, hati kita jadi 22:58 tidak tomak ya, tidak iri, tidak dengki, 23:01 jadi lembut ya. Nah, kalau urusan 23:03 akhirat kita lihat orang yang lebih 23:05 saleh, orang yang lebih rajin ibadahnya, 23:07 orang yang lebih ikhlas. Jadi ini kita 23:09 termotivasi untuk menjadi lebih baik 23:12 lagi. Nah, ini em yang kedua ya. Tadi 23:16 kan yang pertama [berdehem] ee kita rasa 23:18 syukur kita jadi hilang ya, kurang. Yang 23:23 kedua, Rasulullah memang mengajarkan 23:24 kita untuk melihat ee urusan dunia itu 23:27 yang di bawah kita. Nah, yang ketiga, 23:30 kalau kita terbiasa membandingkan hidup 23:33 kita dengan orang lain, itu akan terbuka 23:37 pintu hasad, akan terbuka pintu iri dan 23:40 dengki. Ya, karena hasad itu adalah 23:43 tidak suka melihat orang lain mendapat 23:46 nikmat. Ya, penginnya nikmat itu ke kita 23:49 ya. Makanya kita di ee ajarkan oleh 23:52 Rasulullah ya. Bahkan dalam Al-Qur'an 23:54 juga kan berlindung kepada Allah ya dari 23:57 ee apa surah Al-Alaq itu ya wamin syari 24:00 hasidin idza hasad. Kita berlindung 24:03 kepada Allah dari kejahatan orang-orang 24:06 yang dengki yang hasad ketika dia 24:08 dengki. Jadi ayat ini menunjukkan bahwa 24:11 hasad itu bukanlah penyakit yang kecil 24:14 itu penyakit hati yang sangat berbahaya. 24:17 Sampai-sampai Allah memerintahkan kita 24:20 berlindung kepadanya dari kejahatan 24:22 orang-orang yang dengki. Oh, bahaya 24:24 banget ya. Karena hasad itu lahir ketika 24:26 seseorang tuh enggak rela melihat orang 24:28 lain mendapatkan nikmat. Jadi hatinya 24:29 sempit. Jadi kalau lihat orang bahagia 24:31 tuh kayaknya gimana gitu kok bisa ya? 24:33 Kok apa ya gitu ya. Akhirnya dia pengin 24:37 apa namanya kebahagiaan nikmat orang itu 24:40 biar biar hilang atau ketika ada musibah 24:42 alhamdulillah mensyukuri 24:44 nauzubillahzalik. Ya. Jadi ini penyakit 24:46 hati. Ternyata hasad atau dengki ini 24:50 adalah penyakit hati yang paling tua 24:54 dalam sejarah hidup manusia. Penyakit 24:56 yang paling tua, yang paling lama, yang 24:58 dari awal paling itu dengki, hasad ya. 25:01 Hasad pertama itu kan terjadi ketika 25:03 iblis dengki kepada Nabi Adam kan ya. 25:06 Nabi Adam kan ee apa? Iblis itu 25:09 diperintahkan Allah untuk sujud kepada 25:12 ee Nabi Adam, tapi enggak mau. Dia 25:13 dengki dia. Karena Nabi Adam alaihi 25:15 salam ini dimuliakan Allah. Timbullah 25:17 kesombongannya, timbullah kedengkiannya. 25:20 Kenapa sih aku harus sujud dengan dia? 25:22 Ya kan aku eh ana khairu minhu. Kan aku 25:25 lebih baik daripada dia. Ya kan engkau 25:27 ciptakan aku dari api. Dia kan dari 25:29 tanah. Jadi hasad ya. Hasad, iri, 25:32 dengki. Jadi hasad inilah ya penyakit 25:35 tertua ya di dunia tuh hasad. Nah, kita 25:38 lihat lagi hasad inilah yang menjadi 25:41 penyebab pembunuhan pertama di muka 25:43 bumi. Ya, ketika Qabil ya dengki dengan 25:47 saudaranya itu Habil ya karena ee 25:49 kurbannya diterima oleh Allah. Nah, 25:52 kedengkian inilah yang membuat si Qabil 25:55 ini membunuh saudaranya. Itu kan 25:58 kejahatan besar itu tega banget gitu ya 26:00 karena Allah menerima ya. Karena dia 26:02 ikhlas. Habil itu ikhlas. dia disuruh 26:05 kurban, dia korbankan sesuatu yang 26:07 terbaik, yang paling baik, ya. Jadi 26:09 dengkilah dia, iri. Nah, jadi hasad itu 26:12 seperti itu. Hasad itu tidak membakar 26:15 hati orang, tapi ee membakar hati 26:18 pemilik orang itu sendiri. Jadi, orang 26:21 yang hasad itu hidupnya susah ya, susah 26:23 tenangnya, tidak bahagia, kurang 26:25 bersyukur karena pikirannya mikirin 26:27 nikmat orang lain. Kok bisa? Kenapa dia 26:29 begitu? ya. Apalagi di zaman media 26:31 sosial sekarang ini penyakit hasad itu 26:34 semakin tumbuh ya bahkan tanpa batas ya 26:37 keberhasilan orang, kecantikan orang. 26:39 Kadang-kadang itu terungkap lewat ee 26:42 komen di komen ya komennya itu langsung 26:45 gitu ya pasangan romantis alah itu mah 26:48 setting kayak gitu ya. Itu kan hasad ya. 26:51 Nauzubillah minzalik. Jadi itu ee 26:55 merusak ya, merusak hasad itu. Merusak. 26:58 Semoga Allah lindungi kita dari 27:00 penyakitpenyakit hasad. 27:03 Nah, Rasul juga 27:05 apa? Mengingatkan kita ya iakumadat. 27:11 Jauhilah hasad ya. Jangan sampai kalian 27:14 hasad. Karena hasad itu memakan kebaikan 27:17 sebagaimana api memakan kayu bakar. 27:19 Dalam kehidupan sehari-hari aja. itu 27:22 dalam rumah tangga ya itu hasad itu 27:25 kadang-kadang ada tanpa disadari itu 27:27 dengan kakak dengan adik ya kan biasanya 27:30 dalam rumah tangga kalau anak-anaknya 27:32 sudah besar itu kan ee setelah menikah 27:35 kan takdir ee kehidupannya kan berbeda 27:39 setiap anak enggak sama ya anaknya ee 27:42 misalnya ada tiga gitu ya tapi 27:45 ekonominya beda-beda tuh ada yang 27:47 anaknya datang pakai pesawat ada yang 27:49 datang pakai mobil ada yang datang pakai 27:51 kendaraan umum gitu ya. Nah, ini kan 27:54 kumpul bersama dengan orang tua. Nah, 27:56 itu kan beda ya. Nah, di sini nih cikal 27:59 bakal hasad itu muncul tanpa disadari 28:01 ya. Karena kok dia bisa ini kok ini ini 28:04 suaminya banding-bandingin ya. Nah, ini 28:06 yang enggak dibenarkan ya. Jadi, hati 28:08 yang bersih itu dia akan mendoakan 28:11 kebaikan untuk orang lain. Ketika orang 28:13 lain mendapatkan nikmat ya itu dia tidak 28:16 akan merasa tersaingi. Bahkan dia 28:18 alhamdulillah ya Allah berkah ya. 28:21 Masyaallah gitu ya. Mudah-mudahan selalu 28:23 sehat walafiat. Jadi ketika kita 28:26 mendoakan orang lain dengan nikmat yang 28:29 telah Allah berikan kepadanya itu justru 28:31 kita itu diberikan Allah ketenangan, 28:33 diberikan ditambahkan keimanan dan 28:36 ditambahkan kebahagiaan hidup kita. 28:38 Karena hati kita tuh enggak enggak 28:40 terkotori dengan kedengkian. Bahkan kita 28:43 doakan Allahumma bariklah. Ya Allah 28:46 berkahi dia. Ya Allah mudah-mudahan 28:49 istikamah gitu. Masyaallah ya. Jadi hati 28:52 yang dipenuhi doa itu akan lebih tenang 28:55 daripada hati yang dengki. Insyaallah 28:57 ya. Jadi ini ee apa namanya? Bahayanya 29:01 ya. Bahaya ee membandingkan hidup kita 29:05 dengan orang lain. Kemudian ee kita juga 29:08 memahami ya tadi rasa syukur tadi 29:10 pertama kan ee kurangnya rasa syukur. 29:13 Kemudian yang kedua itu Rasul 29:15 memerintahkan kita kalau melihat itu 29:17 lihat yang di bawah tentang dunia ya. 29:19 lihat orang-orang yang hidupnya di bawah 29:21 kita. Kemudian yang ketiga itu ee bahwa 29:25 ee kita ini memang ee munculnya hasad 29:29 kalau kita membandingkan hidup kita 29:30 dengan orang lain. Nah, kemudian ee kita 29:34 pahami bahwa setiap orang itu memiliki 29:37 ujian yang berbeda ya. Nah, qosamna 29:40 bainahumisatahumid 29:42 dunya. kami sudah menentukan antara 29:44 manusia itu penghidupan mereka 29:46 masing-masing. Jadi, takdirnya berbeda, 29:49 enggak sama ya. Setiap kita tuh punya 29:52 takdir masing-masing. Yang penting kan 29:54 kita usaha ya. Jadi ayat yang 29:56 menjelaskan tentang nahnu qaminahum 29:59 maatahum 30:01 dunya warna baum darat itu jelas kami 30:06 telah menentukan antara mereka 30:08 penghidupan mereka dalam kehidupan dunia 30:11 dan kami telah meninggikan sebagian 30:13 mereka atas sebagian yang lain beberapa 30:15 derajat. Jadi ayat ini menjadi obat ya 30:18 menjadi penawar bagi hati kita yang suka 30:20 gelisah gitu ya. Kalau lihat kehidupan 30:22 orang lain, kok bisa ya, Pak Dor? 30:24 Sama-sama. Dulu jurusannya sama, bahkan 30:26 IP saya lebih tinggi dari dia kok 30:27 sekarang hidupnya lebih makmur daripada 30:29 saya gitu ya. Nah, Allah menegaskan 30:32 bahwa Allahlah yang memberi rezeki, 30:34 Allah yang memberikan kehidupan, Allah 30:36 yang memberikan kemampuan siapapun 30:37 manusia di muka bumi ini. Jadi bukan 30:40 manusia yang menentukan siapa yang harus 30:43 kaya, siapa yang sederhana, siapa yang 30:45 terkenal, siapa yang hidupnya biasa 30:47 bahasa saya. itu semuanya Allah yang 30:49 membagikan semuanya kepada manusia. Jadi 30:53 Allahlah yang telah menentukan takdir 30:55 kita masing-masing. Rezeki telah 30:57 ditentukannya. Ada yang dikasih harta 30:59 melimpah, ada yang hidupnya sederhana 31:02 walaupun berusahanya sama gitu ya kan 31:05 hasilnya bisa beda ya. Lulusan kampus 31:08 terkenal jurusannya sama mungkin IPK-nya 31:10 lebih lebih itu belum tentu juga takdir 31:13 e ekonominya sama ya. Kayak kita 31:15 sehari-hari di sini tukang bakso ya 31:17 misalnya ngontrak di kontrakan itu ada 31:20 rumah petakan ya lima orang pedagang 31:21 bakso itu takdir rezekinya beda. Ada 31:24 yang melejit ada yang begitu-gitu saja. 31:26 Ini sudah menjadi ee ketetapan Allah ya. 31:30 Nah, oleh karena itu bagaimana pembagian 31:33 Allah, rezeki ketentuan hidup ini yang 31:36 kita ee yakini, yang kita imani bahwa 31:41 setiap orang itu memiliki ujian yang 31:43 berbeda-beda. Ya, bukankah hidup di 31:45 dunia ini juga ujian juga ya. Libluakum 31:48 ayukum ahsanu amal. Pada intinya Allah 31:51 tuh ingin melihat mana yang terbaik 31:53 amalnya di antara ee kita. Jadi, hidup 31:56 itu kan perlombaan. perlombaan untuk 31:58 kita ingin perlihatkan kepada Allah 32:00 hasil dari ee perlombaan tersebut. Kita 32:04 menang atau tidaknya. Jadi, perbedaan 32:07 hidup di antara manusia itu adalah 32:11 takdir yang telah ditetapkan oleh Allah 32:13 ya. Karena dunia ini kan berjalan dengan 32:15 ee masing-masing kan saling membutuhkan 32:18 ya. Ada yang kaya ya, ada yang miskin, 32:20 ada yang jadi pemimpin, ada yang jadi 32:21 kalau semuanya kaya gimana? Repot juga 32:23 ya. Jadi ketika kita memahami bahwa ini 32:27 adalah ketentuan Allah, maka kita hanya 32:30 berharap kepada Allah. Warahmatuika 32:33 khairun mimma yajmaun. Dan rahmat 32:36 Tuhanmu lebih baik daripada apa yang 32:39 mereka kumpulkan. Jadi kita penginnya 32:41 dekat kepada Allah yang pemberi nikmat 32:44 sehingga ketenangan hati, iman, hidayah 32:47 tuh luar biasa ya. Jadi enggak tergoda, 32:50 tidak ter [berdehem] ee pengaruh dengan 32:52 keadaan orang lain sehingga kita tidak 32:54 akan membanding-bandingkan nasib kita 32:58 dengan orang lain. Ya, karena memang 33:00 dunia ini kan ya hanya sebagai ujian aja 33:03 ya yang kita harapkan tuh kan nanti 33:05 bagaimana happy ending-nya nanti di 33:08 akhirat. Jadi ini ee yang keempat ya, 33:12 bahwa Allah memberikan kita ujian yang 33:14 berbeda-beda ya. Kemudian yang terakhir 33:17 yang kelima ee bahwa ini bahayanya 33:21 membandingkan hidup tuh ya itu bisa 33:24 cacat iman kita. Cacatnya kenapa? Karena 33:27 kita bisa protes kepada takdir Allah. 33:31 Itu bahaya besar itu. Itu kan salah satu 33:33 rukun iman ya. Ketika seseorang terlalu 33:36 sibuk membandingkan hidupnya sampai dia 33:39 kecewa nanti bisa kecewa kepada Allah. 33:41 Kenapa sih takdirku dapat suami model 33:44 begini ya? Kenapa sih yang itu yang 33:46 besa-besa saja kok begitu ya? Kenapa sih 33:48 Allah kok enggak adil ya? Jadi dia 33:50 merasa hidupnya tidak adil. Dia merasa 33:52 Allah tidak sayang kepadanya. Ini bahaya 33:54 bagi iman. Ini cacat imannya. Kan Allah 33:57 telah menjelaskan dalam Al-Qur'an ya. 33:59 Waasa anqrahuaian 34:02 wahuahair lakum. Wa asa an tuhibbuan 34:06 wahua lakum. Wallahu y'lamu wa antum 34:09 laun. 34:11 Boleh jadi kamu tuh membenci sesuatu 34:14 padahal dia amat baik bagimu. Boleh jadi 34:16 kamu itu menyukai sesuatu tapi itu amat 34:19 buruk bagimu. Wallahu y'lamu wa antum la 34:22 tamamun. Allah mengetahui sedangkan kamu 34:24 tidak mengetahui. Nah, jadi ee 34:27 seringkiali manusia itu kan melihat 34:28 hidupnya itu dari apa yang terlihat saat 34:30 ini ya. Ketika dia kehilangan sesuatu 34:33 dia mengira hidup ini hancur. Waduh, 34:35 hidupku paling malang ya. Kok sudah doa 34:37 enggak terkabul? Kenapa ya kok Allah 34:40 menjauhiku ketika gagal dia ditinggalkan 34:42 ya atau di ee sakiti gitu? Kenapa 34:45 hidupku kayak begini enggak nyangka? Ya 34:47 banyaklah hal-hal yang menyebabkan dia 34:49 itu ee terpuruk menangis karena ujian 34:52 cobaan yang diberikan. Akhirnya kecewa 34:55 kan ya. Kecewa di PHK, kecewa ee 34:59 perlakuan pasangan, kecewa dengan ee 35:01 kondisi orang. Pokoknya semua yang dia 35:04 lihat itu dilihatnya itu sebagai bentuk 35:07 tanda kutip ya. Kok Allah kayak begini 35:10 ya, enggak adil sama aku ya? Kenapa sih 35:12 Allah enggak sayang? Nah, itu jadi 35:14 menggugat takdir. Nah, ini bahaya. 35:16 Bahaya sekali ya. Kenapa? Karena manusia 35:20 tuh enggak tahu apa yang akan terjadi 35:23 setelahnya. Kan bisa jadi kamu menyukai 35:27 sesuatu tapi itu yang tidak tidak baik 35:29 untukmu. Allah kan maha tahu ya. Jadi 35:31 bagian ee masa depan hidup kita itu 35:34 hanya Allah lah yang tahu semua 35:36 perjalanan hidup kita ya. masa depan 35:38 kita semua itu Allah maha tahu. Itulah 35:40 sebabnya ee ditekankan kembali dengan 35:44 kalimat yang Allah sebutkan wallahu 35:46 y'lamu wa antum la tamun. Allah 35:49 mengetahui sedangkan kalian tidak 35:51 mengetahui. Ini bentuk kalimat ee 35:54 ketawakalan. Ketika kita mencoba untuk 35:57 merenungi kalimat ini. Wallahu yamu wa 36:00 antum laamun. Allah ee mengetahui, 36:03 sedangkan kalian tidak mengetahui. Itu 36:05 akan muncul dalam diri kita itu tawakal 36:08 ya, rida dengan takdir Allah. Karena 36:11 Allah itu maha tahu dengan ee 36:13 ciptaannya. Bisa jadi Allah menunda 36:16 sesuatu karena ingin memperbaikinya. 36:18 Jadi bisa jadi ya kan kita enggak tahu 36:20 masa depan kita ya. Cerita misal tentang 36:23 Nabi Musa dengan Khidir kan yang 36:25 diprotes Nabi Musa kan. Kenapa sih 36:28 dibolongin kapalnya? Kenapa sih dibunuh 36:30 anak kecil ini? Enggak salah. Kenapa sih 36:32 dibangun, direnovasi rumahnya? Padahal 36:34 penduduknya enggak baik sama kita kan 36:36 gitu ya. Tapi kan dijawab oleh Khidir 36:38 karena Allah memberikan ee ilmunya 36:40 kepada Khidir itu ya. J kalau enggak 36:42 dibolongin nanti rajanya itu ngambil 36:44 kapal yang ini yang utuh. Makanya di 36:47 jadi dirusak sedikit untuk hasil yang 36:49 lebih baik lagi, menyelamatkan yang 36:51 lebih baik lagi. Ini anak kecilnya 36:53 dibunuh karena kalau dibiarkan nanti dia 36:54 akan durhaka ya. Jadi, jadi ini ilmu 36:57 Allah. Jadi, setiap takdir yang Allah 37:00 tetapkan kepada kita hamba-hambnya pasti 37:04 itu adalah yang terbaik untuk kita ya. 37:07 Jadi ee bisa jadi ya ketika kita 37:11 merasakan hidup kita itu tidak baik, kok 37:13 malang, kok buruk, kenapa sih begini 37:16 banyak ujian cobaan? Ada saja ya ee 37:18 musibah-musibah yang menimpa kita ya. 37:20 Bisa jadi itu kita merasakannya. Tapi 37:22 justru di situlah ee hikmah yang harus 37:26 kita imani. Bisa jadi Allah itu menjaga 37:29 kita. Allah itu ingin mendidik kita. 37:32 Allah itu ingin membersihkan dosa kita. 37:34 Allah itu ingin mengangkat derajat kita. 37:37 Allah itu akan menyiapkan kebaikan yang 37:39 belum kita lihat. Allah akan memberikan 37:41 sesuatu yang membuat kita terkagum-kagum 37:43 setelahnya. Karena manusia itu hanya 37:46 bisa lihat di satu pintu aja. Begini 37:48 lihat. Hanya di manusia itu kan ilmunya 37:50 enggak banyak ya. Jadi yang dia lihat 37:52 hanya pada saat kejadian. Sedangkan 37:54 Allah itu melihat seluruh jalan yang 37:56 akan dibukakan setelahnya. Karena Allah 37:58 yang menciptakan kita. Allah maha 38:00 mengetahui. Jadi apa yang tampak 38:02 sekarang ini itu yang kita dari sisi 38:04 manusia keterbatasan ilmu. Tapi Allah 38:07 itu melihat masa depan kita. Mana yang 38:10 terbaik untuk kita? Mana yang akan 38:12 membawa maslahat bagi kita. Maka sekali 38:15 lagi, apapun takdir yang telah Allah 38:18 tetapkan, maka kita pasti akan ee 38:21 berhusnuzon dengan Allah, ya. Jadi ee 38:24 hikmah yang ini sebagai apa namanya? Ee 38:27 dari sebelum ee sebelum ini Mbak ya, 38:30 sebelum break ya sedikitnya nanti ada 38:32 kita sambung lagi ya. Ee jangan jadikan 38:36 cuplikan hidup orang lain sebagai ukuran 38:38 kebahagiaan hidup kita. Karena hidup 38:41 bukan perlombaan dunia dan standar 38:44 sukses bukan apa kata manusia. Begitu. 38:48 He. 38:48 Baik, Ikhwan dan akhwat. Telah kita 38:50 dengarkan tadi paparan ustazah perihal 38:52 tema kajian kita yaitu bahaya 38:54 membandingkan kehidupan orang lain. Di 38:56 antaranya akan menghancurkan rasa syukur 38:59 kepada Allah. Kemudian memang kita telah 39:01 diingatkan kepada Rasulullah sallallahu 39:02 alaihi wasallam. Walah ketika ee 39:04 berhubungan dengan dunia lihatlah ke 39:07 bawah. Namun kalau untuk urusan 39:09 akhiratlah ke atas. Yang ketiga ee 39:12 bahayanya bisa membuka pintu hasad, iri, 39:15 dan dengki. Kemudian diingatkan bahwa 39:17 setiap manusia juga memiliki ujian 39:19 masing-masing. Yang terakhir bahayanya 39:21 yaitu cacat iman karena akan cenderung 39:24 memprotes takdir Allah. Iwan dan Ahwat 39:27 kami undang untuk menyampaikan 39:28 pertanyaannya seputar tema yang tadi 39:30 sudah dibahas oleh Ustazah dan 39:32 insyaallah nomornya tidak berubah masih 39:34 0811999 39:39 7 20. Insyaallah kami akan bahasnya. 39:42 Ustazah yang akan menjawabnya. Tapi 39:43 setelah nasyid berikut ini. 39:48 [musik] 39:54 Radio Silaturahim juga Rasil TV saat ini 39:56 menyimak fikih wanita bersama guru kita 39:58 Ustazah Herlini Amran dengan tema bahaya 40:01 membandingkan kehidupan orang lain. 40:03 Sudah tadi ada lima poin yang dibaw 40:05 saja. Namun sebelum kita masuk ke 40:08 beberapa pertanyaan yang sudah masuk di 40:09 mesin WhatsApp, ada beberapa hal yang 40:11 masih ingin disampaikan Ustazah. Silakan 40:13 Ustazah. 40:15 Iya. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 40:18 Tadi kita sudah membahas sisi bahayanya, 40:21 tapi ada sisi positifnya, ada bentuk 40:23 membandingkan. Itu yang justru bisa 40:26 menjadi motivasi, 40:28 jadi muhasabah, jadi penyemangat, jadi 40:32 ee jalan menuju kebaikan. Karena memang 40:34 manusia itu kan butuh contoh untuk bisa 40:37 memperbaiki diri. Jadi membandingkan 40:40 urusan akhirat itu ya itu bisa 40:42 menumbuhkan semangat ibadah ya. Jadi 40:44 kalau hasad itu dilarang oleh Rasulullah 40:47 tapi ada hasad yang dibolehkan itu dalam 40:49 dua perkara ya Rasulullah dalam hadis 40:51 itu ya ee yang berilmu yang mengamalkan. 40:54 Nah itu boleh dong kita ee ter apa ee 40:57 hasad atau iri gitu ya. Ih dia tuh 41:00 salihah ya. Dia tuh banyak ilmunya. dia 41:02 saleh, dia ini ya kok dia itu boleh jadi 41:04 kita termotivasi untuk bisa ee 41:07 mengikutinya itu bukan tercela itu 41:09 bahkan itu bagus ya motivasi itu kan 41:11 bagus ya itu atau kita bilang sama anak 41:14 itu tuh yang yang temanmu yang ee the 41:17 best itu itu sebenarnya hidupnya susah 41:20 loh dari kita tapi itu anaknya itu nah 41:22 kayak gitu ya entar anaknya karena 41:24 dibanding-bandingin iya habis orang 41:26 tuanya ada ada selalu ada susah 41:28 [tertawa] juga ya 41:29 balik lag 41:30 iya balik lag tapi kalau urusan akhirat 41:32 tuh memang ini ya apa termotivasi ya dia 41:35 rajin ibadah rajin dia hafal Quran, dia 41:38 semangat sodqah dia ih itu ibu sabar 41:41 banget ya mendidik anaknya enggak 41:44 ngomel-ngomel gitu ya itu motivasi 41:47 [tertawa] 41:48 istikamah dalam berdakwah masyaallah 41:50 dari dulu gitu. Nah ini menjadi kita 41:52 bisa termotivasi ya. Jadi perbandingan 41:57 untuk ee menyemangati kita ya, membangun 42:00 semangat itu akan ee membuat kita lebih 42:03 positif ya. Jadi kita enggak malas 42:05 jadinya ketika ada yang rajin sekali ya. 42:08 Jadi level ibadahnya jadi bisa 42:09 meningkat. Itu boleh ya termotivasi itu 42:12 enggak enggak disebut ee apa namanya 42:16 hasad ya yang negatif itu tidak bahaya. 42:19 Itu malah bagus ya. Kita kan butuh 42:21 keteladanan. Nah, jadi kita meneladani 42:24 orang-orang yang memilik memiliki nilai 42:26 lebih positif yang kita bisa ikuti. Ee 42:29 jadi itu ee apa namanya? Positifnya. 42:32 Nah, jadi membandingkan itu tadi ya 42:34 positifnya di memotivasi kita. Bisa juga 42:37 menjadi muhasabah diri ya kan. Allah ee 42:40 memerintahkan kita fastabiqul khairat. 42:43 Berlomba-lombalah dalam kebaikan. Hidup 42:45 itu kan memang musabaqah, perlombaan. 42:48 Mana yang terbaik? Nah, itu kan berarti 42:49 kita berlomba-lomba ketika melihat orang 42:52 lain sabar. Oh, dia bisa ya. Kita akan 42:54 berusaha untuk sabar. Jadi yang positif 42:57 ya membandingkan hidup yang positif 42:59 bukan dunia ya. Tuh orang [berdehem] di 43:01 diomelin tapi dia diam aja kok bisa ya 43:04 sabar gitu. Dia jaga lisan dia dekat 43:07 dengan Al-Qur'an. Nah, kan kita 43:08 terdorong untuk memperbaiki diri kita 43:10 ya. Masyaallah ya. Jadi ee 43:14 membandingkan untuk positif ya untuk 43:17 kebaikan kita tuh boleh. Mungkin ada 43:19 yang merasa dirinya temperamen gitu ya. 43:22 Tersenggol dikit bukan bacok ya. Apa 43:25 Mbak [tertawa] 43:26 tinggi suaranya 43:29 ya. Jadi itu bukan itu ya. Jadi melihat 43:30 oh dia bisa lembut ya sama anaknya ya. 43:33 Kok suami itu bisa enggak bentak-bentak 43:35 ya sama istrinya ya. Jadi itu boleh itu 43:37 ee membandingkan orang lain dalam hal 43:40 positif tuh boleh. Oh, saya juga harus 43:42 baik. Saya juga harus mencoba mengelola 43:44 agar enggak marah. Jadi memperbandingkan 43:47 kehidupan orang lain untuk ee 43:50 memperbaiki jalan hidup kita itu bagus 43:54 sebagai muhasabah. Nah, dan jadi dengan 43:56 membandingkan ini bisa membuka mata kita 43:59 tentang nikmat Allah. Ya kan 44:01 kadang-kadang manusia itu kan harus 44:02 disadarkan ya bahwa nikmat ee yang Allah 44:05 berikan kepada kita tuh harus ee bisa 44:08 jadi lewat jalannya lewat membandingkan 44:09 ya biar orang sakit hidupnya di rumah 44:12 sakit diselang apa hidung apa segala 44:14 macam atau mungkin e asma ya pakai 44:17 tabung oksigen. Nah di situ kita ya 44:18 Allah itu orang. Nah kita bisa 44:20 bandingkan ke diri kita. Akhirnya rasa 44:22 sakit jadi ringan ketika kita lihat ada 44:25 pasien atau orang yang lebih sakit lagi 44:27 ya yang lebih parah lagi ya. 44:29 Kadang-kadang kita mengeluh rumah sempit 44:31 ya. Tapi coba lihat orang-orang yang 44:34 mendapatkan musibah korban bencana alam. 44:36 Alhamdulillah walaupun kecil tapi masih 44:39 utuh gitu ya. Jadi boleh membandingkan 44:41 tapi untuk kebaikan kita 44:44 atau misalnya ee kita punya anak repot 44:47 banget ya, anaknya kecil-kecil enggak 44:49 punya hodimat. Aduh udah hebohlah gitu 44:51 ya. Aduh nih ini nih apa pusing punya 44:54 anak begini-gini. Coba deh lihat 44:56 keluarga yang belum memiliki keturunan. 44:59 Ah, langsung deh. Alhamdulillah. Jadi 45:02 membandingkan tuh boleh, tapi dengan 45:03 syarat ya agar ee lebih baik lagi hati 45:07 kita jauh lebih bersyukur. Kita bisa 45:09 menghargai nikmat. Jadi membandingkan 45:12 tuh boleh untuk motivasi, untuk e 45:15 bertambah syukur ya, untuk bertambah 45:17 lebih baik lagi ya. Jadi ee tidak salah 45:22 seseorang tuh termotivasi menjadi lebih 45:24 baik dalam hal-hal ee kebaikan ya, dalam 45:27 hal ilmu, pendidikan, kerja keras, dalam 45:29 hal dakwah, dalam keterampilan, dalam 45:32 manajemen keluarga. Pokoknya ya hal-hal 45:34 yang positif boleh kita 45:36 perbandingbandingkan. Oh, dia aja begitu 45:38 tapi bisa ini ya gitu ya. Nah, selama 45:41 dengan syarat perbandingan itu enggak 45:42 ada rasa iri, dengki, sombong, ya, tidak 45:46 ee apanya membuat kita itu jadi 45:48 merendahkan itu ya. Jadi membandingkan 45:51 itu ada sisi bahayanya, ada sisi 45:55 positifnya. 45:56 Intinya adalah bagaimana kehidupan kita 46:00 di dunia ini pada dasarnya adalah sebuah 46:02 perlombaan. Pasadikul khairat, ya. 46:06 Jadi, kita berusaha untuk bersaing 46:07 terus. Oh, dia bisa menang karena dia 46:10 dengan hafal Qurannya. Oh, kalau gitu 46:12 saya bisa menang dengan tahajud saya 46:14 gitu ya. Itu mudah-mudahan ee bukan 46:16 bentuk ee apa namanya yang negatif ya. 46:19 Wallahualam seperti itu, Mbak Olin. 46:21 He. Baik. Masyaallah. Sudah ee genap 46:25 tadi pemaparan Ustazah perihal tema kita 46:28 sudah ada ee sisi negatifnya. Namun 46:30 ternyata ada juga sisi baiknya dengan 46:32 syarat dan kondisi yang sudah ditetapkan 46:34 oleh ustazah bahwa tetap aja kita harus 46:36 menjaga hati ketika kita membandingkan 46:39 ee kehidupan kita dengan orang lain. 46:41 Baik, sudah ada berapa pertanyaan 46:43 Ustazah yang masuk. Saya langsung 46:44 bacakan saja. Ustazah hamba Allah 46:46 bertanya. Asalamualaikum warahmatullahi 46:47 wabarakatuh Ustazah. 46:49 Waalaikumsalamsalam warahmatullahi 46:51 wabarakatuh, Ustazah. Ee saya pendengar 46:54 di usia umur 20-an akhir. Betul, 46:57 Ustazah. belakangan ini saya merasa 47:00 gagal karena melihat teman-teman kantor 47:02 sudah banyak yang naik jabatan atau 47:05 punya bisnis sampingan yang sukses. Saya 47:07 merasa tertinggal jauh dan sering 47:09 bertanya-tanya, "Kenapa Allah tidak 47:11 kasih saya jalan yang semudah mereka?" 47:14 Ya, apakah sikap saya ini termasuk tidak 47:16 bersyukur kepada ketetapan Allah? 47:20 Ee jadi gini, kan yang tahu diri kita 47:22 itu kan kita sendiri ya. Jadi ketika 47:24 kita membandingkan diri kita dengan 47:26 teman-teman yang sudah melejit, kok saya 47:29 begini ya, kenapa Allah? Nah, kalau 47:30 sudah langsung kena, kenapa Allah? Ah, 47:33 itu sudah termasuk ee memprotes takdir. 47:36 Tapi ketika kita insyaallah aku akan 47:39 juga bisa seperti mereka, itu artinya 47:42 artinya jangan sampai kita tuh tidak 47:45 nerima kondisi ini dengan menyalahkan 47:47 Allah secara tidak langsung. Jadi, tidak 47:49 mempertanyakan ee takdir Allah. Kenapa 47:52 sih Allah begini amat sih? Kenapa sih? 47:55 Nah, tapi kita bisa ee apa namanya? Itu 47:57 menjadi positif buat kita selama kita ee 48:01 insyaallah Allah akan bantu aku selama 48:03 aku. Nah, insyaallah pasti ada hikmah 48:05 yang terbaik. Jadi intinya sekali lagi 48:08 takdir yang kita terima yang saat ini 48:10 yang Allah berikan kepada kita berupa 48:11 ujian itu juga protes kepada Allah ya. 48:14 Pasti ada hikmahnya. Mungkin aku kurang 48:16 usaha kali ya. Mungkin aku kurangnya di 48:18 sini. Mungkin ini aku akan tingkatkan 48:20 yang ini nanti insyaallah mudah-mudahan 48:22 Allah akan ee berikan lebih lagi gitu. 48:24 Jadi ee jangan di kembalikan kepada 48:27 Allah berupa pertanyaan kenapa 48:32 ya? Kalau sudah kenapa berarti kita 48:34 mempertanyakan apa yang Allah lakukan 48:36 kepada kita ya. Jadi kalau kita bedakan 48:39 dengan ee husnuzan kita kan 48:41 diperintahkan Allah untuk berhusnuzan ya 48:43 dengan Allah. Jadi ketika kita bersun 48:46 pasti ada hikmahnya kenapa aku masih 48:48 diberikan Allah begini. Nah, bisa jadi 48:51 karena mungkin usahaku kurang atau 48:53 mungkin ini mungkin ini mungkin itu ya. 48:55 Jadi ee kita menerima secara umum 48:58 ketentuan Allah, takdir Allah, tapi 49:00 boleh evaluasi tapi tidak menyandarkan 49:02 kesalahan itu kepada Allah. Ya. Jadi 49:04 sekali lagi kuncinya jangan pertanyakan 49:06 apa yang telah Allah lakukan kepada 49:08 kita, tapi kita husnuzon kepadanya. 49:11 Apakah kita kurang usahanya? atau ada 49:14 sesuatu yang salah dalam hidup kita ini, 49:16 Mbak. Ada juga kasus kayak gitu, Mbak 49:18 ya. Dia sudah sama dia apa yang dia 49:20 lakukan gitu ya, usaha-usaha apa, tapi 49:22 kok temannya tuh melejit gitu ya dari 49:24 sisi jabatan, pokoknya cepat gitu ya. 49:27 Kok dia padahal kalau dikategorikan ee 49:30 keahlian dan kepintaran itu dia lebih 49:32 pintar gitu ya, tapi kok terhambat terus 49:34 gitu. Sementara temannya tuh melejit 49:36 juga udah pokoknya udah ini dah udah 49:39 udah ee jauhlah meninggalkan dia. Nah, 49:41 ketika tadi kita enggak boleh 49:43 menyalahkan Allah ya, kita evaluasi dari 49:45 apa yang telah kita lakukan pasti ada 49:47 hikmahnya. Kemudian apakah ada 49:50 penghalang dari keberkahan hidup kita? 49:53 Apakah ada penghambat dari kesuksesan 49:56 kita? Nah, coba evaluasi punya orang tua 49:59 enggak? Apakah orang tua masih ee 50:01 meridai kita atau mungkin ada masalah 50:03 dengan orang tua? Nah, baru di situ 50:05 terjawab ya ketika kita ee bahas ini. 50:08 Oh, ternyata orang tuanya ada sedikit 50:12 terluka dari perilakunya gitu ya. Suka 50:15 bantah-bantah, suka apalah gitu ya yang 50:17 membuat orang tuanya sedih. Nah, di situ 50:19 bisa jadi penghambat. Karena kita tahu 50:23 rida orang tua itu itu rida Allah bisa 50:26 jadi penghambatnya itu. Jadi setelah 50:29 coba deh ini ya artinya kan keberkahan 50:31 hidup itu kan salah satunya didapat dari 50:34 ridanya orang tua ya. Seapun kita sukses 50:37 berhasilnya kalau orang tua tersakit itu 50:39 susah berkahnya itu. Akhirnya ya itu dia 50:43 telepon orang tuanya didatangin minta 50:45 maaf minta ridanya. Masyaallah itu 50:48 langsung deh [tertawa] 50:50 berubah itu ya. Jadi bisa jadi ya 50:53 gitu ya Mbak ya. 50:54 Heeh. Iya. Iya. Baik. Jadi menata hati 50:57 penting kemudian evaluasi diri ya 51:00 catatan pentingnya dari ustazah itu. 51:02 Saya beralih ke pertanyaan berikutnya 51:03 ini dari masih hamba Allah tidak 51:06 mencapunkan nama. Asalamualaikum 51:08 warahmatullahi wabarakatuh ustazah. 51:09 Waalaikumsalamsalam warahmatullahi 51:11 wabarakatuh. Ketika masuk ke acara 51:14 kumpul-kumpul seperti arisan, saya 51:16 terkadang merasa stres, Ustazah, kalau 51:18 kumpul dengan keluarga besar. Anak saya 51:21 prestasinya biasa-biasa saja di sekolah, 51:23 sementara sepupu-sepupunya selalu 51:26 mendapatkan prestasi dan juara. Saya 51:28 jadinya lebih sering ee memarahi anak 51:31 karena membandingkan dia dengan yang 51:32 lain. Saya merasa berdosa karena membuat 51:35 anak tertekan. Tapi rasa gengsi itu 51:37 sulit sekali dihilangkan, Ustazah. Mohon 51:39 nasihatnya. 51:41 Ya Allah, kasihan anaknya ya. Jadi 51:44 sebenarnya kesuksesan hidup itu tidak 51:47 semata-mata tergantung dari prestasi ya. 51:50 Coba deh ee setiap anak tuh pasti ada 51:52 kecerdasannya, enggak harus prestasi 51:55 sekolah ya. Jadi pernah ada ee beberapa 51:57 ini ya kisah ya Mbak ya. Ada anak yang 52:00 prestasinya bagus tapi dari sisi 52:02 akhlaknya nol. Nah, artinya kita bisa 52:05 mengkondisikan anak kita ketika mungkin 52:08 prestasi sekolahnya kurang pasti ada 52:10 yang optimal. Tapi enggak tuh sama aja 52:12 anaknya. Ah, berarti kita evaluasi diri 52:14 mungkin kita ada salah dalam pola asuh 52:17 gitu ya, anak tertekan gitu ya. Jadi ee 52:21 kalau menurut saya ya, Ibu ya, kita 52:23 enggak usah bandingkanlah anak-anak kita 52:25 dengan yang lain. Kasihan anak-anak kita 52:27 kalau dibilang tuon mau anak kita 52:29 intinya pasti anak itu pasti punya 52:31 kelebihan. ada kelebihan yang yang 52:33 mestinya kita bersyukur ya mungkin sikap 52:35 santunnya, ringan tangannya ya. Kalau 52:38 dia tidak berprasi dengan ilmu A pasti 52:40 dengan ilmu B. Intinya ketika kita 52:42 bergaul dengan saudara-saudaranya itu 52:45 lepaskan semua ee predikat-predikat yang 52:48 ada. Ini kita munculkan silaturahim dari 52:52 keluarga besar. Karena dengan 52:53 silaturahim ini itu Allah akan 52:56 sambungkan ya itu keberkahan ya rahmat 52:58 Allah itu akan turun kepada kita. Jadi 53:01 kalau mungkin orang lain melihat orang 53:03 lain itu dengan ee kesuksesan dunia ya 53:07 kita kita enggak perlu minder. Kita 53:10 enggak perlu minder dengan kesuksesan 53:11 orang selama kita on the track ya. Kita 53:13 tetap mentaati Allah, menjauhi 53:15 larangannya. Buat apa kita harus minder? 53:17 Kan dalam Al-Qur'an kan dijelaskan wala 53:20 tahinu wala tahzanu wa antumul intum 53:23 mukminin. Jangan kamu merasa rendah, 53:26 jangan kamu bersedih. dukacita kamu tuh 53:28 orang yang di sisi Allah tuh tinggi 53:30 kalau kamu orang beriman. Jadi artinya 53:32 kalau kita sudah tidak percaya diri 53:35 dengan hasil orang lain, kasihan anak 53:37 kita jadinya kan terbawa. Apalagi 53:39 dimarah-marah, di omel-omel, jangan, 53:41 Ibu. Masyaallah. 53:43 Iya, kan artinya sukses sekarang 53:44 anak-anak itu belum tentu masa depannya 53:46 juga sukses, kan begitu ya. Anak yang 53:48 sekarang belum sukses, siapa tahu 53:50 nantinya justru lebih sukses lagi ya. 53:52 Jadi sekali lagi ya, memang kita semua 53:55 ya barangkali ya ibu-ibu ya pernah 53:57 keliru barangkali ya dalam kehidupan ini 54:00 ya. Jadi menginginkan anak kita seperti 54:03 anak orang gitu ya. Akhirnya kecewa 54:06 enggak mensyukur tuh alhamdulillah Bu 54:08 kita punya anak nih. Alhamdulillah 54:10 sehat. Coba orang enggak punya anak ya. 54:12 Masyaallah 54:14 ya. Masyaallah. Baik. Ee satu lagi 54:17 Ustazah ini dari hamba Allah juga. 54:20 Asalamualaikum warahmatullahi 54:21 wabarakatuh Ustazah. Waalaikumsalamsalam 54:23 warahmatullahi wabarakatuh. Saya hanya 54:25 ibu rumah tangga, Ustazah. Sering sekali 54:28 merasa kecil hati setiap kali membuka 54:30 medsos. Melihat teman-teman seangkatan 54:32 saya posting rumah baru, rumahnya bagus, 54:36 liburan ke luar kota, rasanya saya 54:39 langsung membandingkan dengan kondisi 54:40 ekonomi keluarga saya yang pas-pasan. 54:43 Saya tahu sih itu tidak baik, Ustazah. 54:45 Tapi tanpa saya bisa kendalikan rasa iri 54:47 itu muncul terus. Bagaimana caranya agar 54:50 hati saya bisa tenang? Apakah harus stop 54:52 metsosan, Ustazah? [tertawa] 54:54 Mohon nasihatnya. 54:56 Iya. Jadi memang setan tuh suka menggoda 54:59 ya. Makanya ee ada orang bilang HP itu 55:03 setan gepeng katanya. 55:04 Setan gepeng. Betul. 55:06 Jadi kalau mau bukanya baca taus dulu. 55:08 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 55:09 Oh iya benar juga Ustazah ya. 55:11 Iya. Jadi kalau memang hati kita akan 55:15 tersakiti, muncul ee negatif dalam sikap 55:19 kita, ya enggak usah lihat-lihat lah. 55:21 Kalau perlu tuh udah stop aja deh 55:23 lihat-lihat ee ee teman-teman kita coba 55:25 kalau bisa tuh ee lihatnya ini aja buka 55:28 YouTube kemudian cari ceramah tentang 55:30 hari akhir 55:31 ee hari kiamat tuh masyaallah itu 55:34 menambah keimanan kita. Tazkiyatun nafs 55:37 itu penting. Jadi daripada kita 55:38 lihat-lihat orang buat apa? Kan kita 55:41 masa depan kita kan masih lama. Hidup 55:43 kita tuh masih panjang. Dunia ini kan 55:45 sementara perjalanan hidup kita masih 55:46 lama loh. Kita baru melewati tiga alam 55:49 ya. Alam arwah sudah lewat, alam rahim 55:52 sudah lewat. Sekarang kita masih berada 55:54 di fase alam dunia. Kita belum ke alam 55:56 barzakh. Belum nanti fase hari kiamat, 55:59 hari berbangkit, hari padang mahsyar, 56:02 hari amal kita dievaluasi. Belum lagi 56:05 teimbang gitu ya apa melewati ee 56:08 timbangan belum lagi jembatan ya belum 56:10 itu kita belum ke sana nanti untuk 56:13 penentu apakah kita akan mendapatkan 56:16 keabadian nikmat ya surga atau neraka 56:18 kan masih panjang perjalanan hidup kita 56:20 maka enggak perlu perlu inilah kita 56:22 melihat ee kesuksesan orang iri atau 56:25 apa. Justru yang kita irikan itu adalah 56:28 orang yang hidupnya masih muda tapi amal 56:31 ibadahnya pencapaian pelampahannya luar 56:33 biasa. yang hidupnya tuh dia wakafkan 56:36 untuk Allah tuh baru gitu ya. Jadi 56:38 mendingan stop aja deh medsosnya 56:40 ketimbang daripada kita hati kita sakit 56:43 ya kan rugi dua kali. Pertama kita sudah 56:46 enggak bersyukur, yang kedua enggak kaya 56:48 juga gitu [tertawa] 56:50 apun. 56:51 Iya betul. Masyaallah. 56:53 Iya. Baik Ustazah. Nampaknya itu 56:55 merupakan pertanyaan terakhir Ustazah. 56:56 Sebelum kita tutup ee kami mohon 56:58 kesimpulannya 56:59 ya ee pendengar yang dirahmati Allah. 57:02 kita sama-sama ya untuk mengevaluasi 57:05 hidup kita karena kita duduk sejenak 57:07 beriman sesat untuk kita semua. Saya, 57:09 kita dan Anda semua. Kita tidak 57:12 membandingkan kehidupan kita dengan 57:13 orang lain karena akan menghancurkan 57:15 rasa syukur kita. Rasulullah 57:17 memerintahkan kita untuk melihat hanya 57:20 ee orang-orang yang di bawah kita dalam 57:23 urusan dunia. Karena dengan 57:25 membandingkan itu akan membuka pintu 57:27 hasad, pintu iri. ya. Karena kita tahu 57:30 bahwa hidup di dunia ini memang ujian 57:32 dan ujian kita berbeda-beda. Maka ketika 57:35 kita membiarkan, membandingkan hidup 57:38 kita dengan orang lain itu bisa menjadi 57:41 ee cacat iman kita karena kita protes 57:44 kepada takdir Allah. Nah, kita boleh 57:47 membandingkan ee sesuatu yang ee untuk 57:50 menambah semangat ibadah kita. Jadi 57:53 untuk menambah semangat ibadah kita 57:55 boleh kita membandingkan urusan akhirat 57:57 kita dengan orang lain. Kita akan 57:59 meneladani kalau ada ee hal-hal yang 58:02 positif yang bisa kita ikuti. Kita bisa 58:05 memuhasabah diri. Dia bisa begitu. Aku 58:07 belum. Kenapa? Ya. Jadi kita semangat 58:09 berlomba-lomba dalam kebaikan. Kita akan 58:11 mensyukuri nikmat yang Allah berikan 58:13 kepada kita ketika kita melihat 58:16 pencapaian akhirat saudara-saudara kita 58:19 untuk memotivasi kita agar lebih baik 58:21 lagi. Agar kita menjadi hamba-hamba 58:24 Allah yang mudah-mudahan diridainya 58:27 ketika kita melihat pencapaian ibadah 58:29 orang lebih dari kita. Mudah-mudahan 58:31 kita bisa mensikapi hidup ini dengan 58:33 baik. Kita senantiasa bersyukur kepada 58:36 Allah atas nikmat yang diberikan kepada 58:39 kita semua. 58:40 H astagfirullahi wakum. Asalamualaikum 58:43 warahmatullahi wabarakatuh. 58:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:48 wabarakatuh. Jazakillah khairan kasiran. 58:50 Kita ucapkan kepada Ustazah Lini Amran 58:52 atas waktunya, atas ilmunya. Insyaallah 58:54 bermanfaat besar bagi kami yang menyimak 58:56 pada siang hari ini. Kami doakan juga 58:58 ustazah diberikan kesehatan, usia 59:01 panjang dalam kebaikan dan keluarganya 59:03 diberikan keberkahan, kemudahan dalam 59:05 segala urusan. Amin ya rabbana yang 59:07 bertugas pada hari ini saya Carolin juga 59:09 ada Ondi di Rasil TV. Oh e Algi ya Algi 59:13 di radio. Kami juga mengucapkan terima 59:15 kasih atas pertanyaan yang masuk dari 59:17 para pendengar yang menyimak dari awal 59:19 hingga akhir. Insyaallah Allah kasih 59:21 berikan kita kesempatan untuk menuntut 59:24 ee ilmu di kemudian hari. Sama-sama 59:27 sehat ya ikhan dan akhwat. Sampai jumpa 59:29 lagi. Kami akhiri dengan doa. Subhanaka 59:32 Allahumma wabihamdika ashadu alla illa 59:35 anta astagfiruka wa atubu ilaik. 59:37 Wabillahi taufik wal hidayah. 59:39 Wasalamualaikum warahmatullahi 59:42 wabarakatuh. 59:43 Waalaikumsalam.