Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] Brail [bernyanyi] 0:06 TV. 0:10 Para pendengar, kita akan berhubungan 0:12 dengan Bang Ihsanuddin Nursi di ujung 0:15 telepon. Asalamualaikum, Bang Ihsanudin 0:18 Nursi. Kembali kita berhubungan. 0:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:21 wabarakatuh. [berdehem] 0:22 Alhamdulillah. Berhubung kembali. 0:24 Berhubung kembali. Oke. Bagaimana, Bang? 0:26 Mudah-mudahan salam sama Rasulullah 0:28 kalau sudah sampai di depan makam Rasul. 0:32 Insyaallah apa yang ingin disampaikan di 0:34 tengah kerinduan kita terhadap 0:37 Rasulullah tentu proses dunia harus kita 0:40 lakukan. Seperti tadi kita bincang di 0:42 awal. Silakan Bang Ihsanuddin Nursi 0:44 untuk melanjutkan. 0:47 Baik. E Anda sekarang ada di Masjidil 0:49 Haram. 0:49 Masyaallah. 0:52 [tertawa] 0:53 Masyaallah. 0:55 Yang pertama soal Iran. Hm. 0:57 Iran ini menggunakan 0:59 strategi 1:01 apa yang disebut dengan 1:05 sistem pertahanan mosaik. 1:07 Hm. 1:08 Sist pertahanan mo mosaik ini doktrin 1:11 sistem pertahanan mosaik ini sistem 1:13 pertahanan 1:15 terdistribusi tapi tersentralisasi gitu. 1:19 Hm. Jadi ee 1:23 menghancurkan pemimpin 1:25 seperti kemarin dia membunuh Ali Haminei 1:28 dalam serangannya itu. 1:29 He 1:29 ee diduga akan meluluh lantakan Iran. 1:33 Ternyata 1:34 Heeh. 1:35 doktrin itu tidak berjalan karena Iran 1:40 ternyata menggunakan eh mosaik e defense 1:44 doktrines ini atau doktrin sistem 1:46 pertahanan mosaik 1:48 ini eh betul-betul menghidupkan sebuah 1:51 sistem jejaring kepemimpinan 1:53 dengan basis dengan rujukan utama modal 1:57 sosial yang utuh. Dan kalau modal 1:58 sosialnya utuh 2:00 itu berarti basisnya basis keimanan. 2:02 Masyaallah. Karena kata kuncinya pada 2:05 nilai komitmen he 2:07 kejujuran dan ee silaturahim 2:11 ditutup dengan tingkat kepemimpinan. 2:13 ini ee membuktikan bahwa sistem ee modal 2:18 sosial jika merujuk ke dalam 2:22 pembelajaran Rasulullah 2:24 sallallahu alaihi wasallam 2:25 sejak dari Makkah ke Madinah he 2:29 sampai akhirnya membentuk satu modal 2:31 sosialnya itu lewat Muhajirin dan Ansar 2:34 H 2:34 itu adalah modal awal untuk terbangunnya 2:37 kekuatan moral. He 2:39 he. 2:39 Kekuatan moral, kekuatan nilai 2:42 yang ngbentuk komitmen sehingga 2:43 ngebentuk modal sosial. 2:45 Modal sosial ini menjadi bentuk modal 2:47 politik. 2:48 Jadi dalam syariat nabawiyah yang saya 2:50 pelajari dari 2:53 ee Rasulullah 2:54 he 2:55 ketika dari Makkah ke Madinah lalu 2:58 kemudian melakukan 3:00 ee peperangan, melakukan perlawanan, 3:02 pertahanan terhadap serangan ee musuh. H 3:06 itu hubungan antara wujudnya adalah 3:09 hubungan antara modal sosial, modal 3:11 politik, modal ekonomi, dan modal 3:13 kultural. H 3:14 pada Iran itu terjadi. Iran bisa 3:17 ngembentuk modal sosial, Iran bisa 3:19 ngebentuk modal politik, Iran bisa 3:21 ngebentuk modal ekonomi, Iran bisa 3:23 ngebentuk modal kultural. 3:24 Nah, sampai pada pembentukan modal 3:26 kultural itu ee saya mendapat 3:29 pembelajaran mahal. H 3:31 yakni ee betapa ee bangsa Arya 3:35 yang tampil di muka bumi ini selama 25 3:39 abad ulang selama 25 abad 3:42 itu tampil sebagai bangsa yang tangguh 3:44 luar biasa gitu 3:46 dan kali ini dia buktikan bahwa 3:47 ketangguhannya itu terbukti 3:49 yang menarik adalah di balik ketangguhan 3:51 itu ketika mereka menggunakan nama 3:52 Republik Islam Iran 3:56 I. Nah, ketika sampai pada posisi 3:58 pengguna istilah Republik Islam Iran ini 4:01 berarti ee Barat dalam hal ini Amerika 4:04 dan Israel sesungguhnya sedang memerangi 4:06 Islam. 4:07 H 4:07 itu yang saya bilang sekali lagi entah 4:09 berapa kali saya bicara dengan Ahialb. 4:12 Betul. 4:13 Pahami bahwa perang Israel itu perang 4:14 agama. 4:15 Perang 4:15 itu [tertawa] 4:17 perang agama. Jadi ketika kita melihat 4:19 juga sekarang Israel bersama Amerika 4:21 maka yang terjadi adalah perang agama. 4:22 He. 4:23 Nah, ketika perang agama pertanyaannya 4:25 menjadi ee di sana kalah kokoh ee 4:31 keyakinan motivasi untuk berperangnya. 4:33 Mereka cuma punya keyakinan bahwa alut 4:36 sistem mereka yang tangguh bisa 4:38 mengalahkan ee alut sisa Iran yang e 4:41 sederhana. Ternyata Iran punya 4:44 kedua-duanya. Alut sisanya cukup bisa 4:46 mengimbangi. Tapi modal utamanya adalah 4:48 the man behind the gunnya. Nah, demnya 4:51 ini punya modal sosial yang luar biasa 4:54 dan itu [berdehem] 4:56 mengakibatkan negara-negara teluk itu ee 4:59 ee ee bergetar, ketakutan. 5:02 Kita bisa lihat [mendengus] bagaimana 5:03 Kuwait, e, bagaimana Qatar, bagaimana 5:06 UAI, Bahren, Oman dan Arab Saud 5:10 berpikir dua tiga kali tentang keraya 5:13 iya tergunjang dan 5:14 ee kemudian berpikir manfaat atas 5:17 pangkalan militer yang di tempat mereka 5:18 yang ternyata tidak memberi manfaat 5:20 bahkan memberikan persoalan. 5:22 Pemerasan 5:22 apa persoalannya? Karena persoalan 5:25 iya karena persoalan desalinasi air, 5:27 persoalan listrik, persoalan panik 5:29 baying dari warga masyarakat. H 5:31 ah itu itu yang A Ihsan Talib sebut 5:34 masuk dalam kategori makarah makarah 5:37 mereka duga dengan ber berkiblat atau 5:40 berkiblat atau ber 5:42 berikhwan dengan ee Arab dan Israel 5:45 ah itu mereka akan aman ternyata mereka 5:47 malah tetap tidak aman. 5:49 Heeh. 5:49 Yang kedua ini bukti bahwa sesungguhnya 5:52 Bani Israel ya hendak mewujudkan apa 5:55 yang disebut dengan Israel Raya. 5:57 Zionis. desa raya itu memang harus 6:00 menundukkan negara-negara teluk. 6:01 Hm. 6:02 Itu seluas dari Efrat sampai dengan 6:04 sungai Nil. 6:05 H. 6:05 Itu berarti sembilan negara teluk itu 6:07 harus tunduk di bawah Israel. 6:09 H. 6:09 Dan ternyata hambatan besarnya ada pada 6:11 Iran. Dan Iran bukan hanya menghambat 6:14 dalam perspektif ajaran, tapi Iran juga 6:15 menghambat dari berbagai segi. Ini yang 6:18 tidak diduga. 6:19 H. He. 6:19 Jadi hampir kurang lebih setengah abad 6:22 gitu ya, 6:23 Iran betul-betul menghambat kekuatan 6:25 Bani Israel 6:27 untuk menguasai Teluk. 6:29 H. Nah, kalau sampai pemikiran Israel 6:31 raya ini sesungguhnya mungkin jelas 6:34 bahwa ee sejarah tentang ee mereka di 6:39 tanah 6:40 Teluk ini, di Zazirah Arab ini, 6:42 ini adalah sejarah bagaimana ee mereka 6:45 pernah menjungkir balikkan dan mereka 6:47 terjungkir balikkan habis oleh Islam di 6:50 ah ngelihatnya sekali lagi ini 6:52 membuktikan tesis ini bukan. Nah, kalau 6:54 sudah sampai tesis ini perang agama, 6:57 maka sebenarnya perang ini seperti yang 6:58 disebut oleh Samuel P. Huntington, the 7:01 class of civilization. H 7:03 walaupun kemudian eh Huntington berpikir 7:07 lain ketika masuk e ini soal kultural 7:10 yang memang Islam yang tidak pernah bisa 7:12 ditundukkan sepenuhnya oleh Barat. He. 7:14 Nah, kalau kajiannya seperti itu, maka 7:17 perang ini bukan bukan sekedar perang 7:19 militer dalam istilah 7:21 saya. He 7:22 ini perang nonmiliter 7:23 ideologis. Nah, jangan heran kalau 7:26 seperti kita bilang berkali-kali ee 7:28 embargo yang diberikan ke Iran, embargo 7:30 yang ditetapkan oleh Amerika 7:32 40 tahun 7:32 itu hal yang kita pernah sebut beberapa 7:35 waktu lalu, 7:36 your embargo our blessing gitu [tertawa] 7:41 kan [berdehem] begitu kan our blessing 7:44 luar biasa. He. 7:45 Nah, kalau kita ngelihatnya embargo 7:47 adalah karunia bagi mereka, jadi jangan 7:49 heran kalau drone-nya Iran bukan cuma 7:52 sekedar ee yang harganya cuma puluhan 7:55 ribu US dolar itu bisa menghantam 7:58 miliaran. 7:59 Iya. Eh, 8:01 bisa menghantam kapal induk Jaral dan 8:04 Abraham Lincoln Colen yang harganya 8:05 miliaran dolar. [tertawa] 8:08 [berdehem] 8:09 Takut mereka. Di sanaah Iran menggunakan 8:11 Salat Hormus. He. 8:12 Nah, kalau sudah salat hormus dipakai 8:14 untuk menghajar itu ya terkena Pak, 8:17 bukan hanya terkena negara teluk, bukan 8:19 hanya enam negara teluk yang terkena 8:21 terkena seluruh dunia. 8:23 Karena di [berdehem] situ terkena LNG, 8:25 terkena nafkah, terkena puk terkena 8:28 minyak, 8:29 bahkan terkena asuransi. Nah, 8:31 asuransinya menjadi waris premium. 8:34 Nah, kalau waris premium 8:35 itu bukan hanya barang yang 8:37 diasuransikan, tankernya pun 8:38 diasuransikan. 8:40 Hm. Nah, pengasuransian seperti ini gitu 8:43 ya. Ini mahal mahal luar biasa 8:47 ya. Terkenalah perekonomian dunia. Di 8:49 sini Trump disalahkan. 8:50 H. 8:51 Nah, ini ee makaramah yang kedua. 8:54 Trump kemudian [mendengus] menjadi ee 8:57 gundah gulana. 8:58 He. 8:59 Ee menarik diri kalah 9:02 maju terkena. Maka 9:04 dia satu-satunya jalan dia mengajak 9:06 keterlibatan 9:07 NATO dan mengajak keterlibatan negara 9:09 dulu. Tapi sayangnya NATO, Jepang, Cina, 9:11 Korea Selatan menolak semua untuk 9:13 terlibat. 9:14 H 9:15 kenapa? Karena memang Trump sudah salah 9:17 sejak awal. Jadi ini lagi-lagi makarah. 9:21 Jadi makarah yang ketiga itu gitu. Kalau 9:23 konstruksinya begitu-gitu 9:24 tidak ada [berdehem] orang yang menduga 9:26 bahwa permintaan Trump akan ditolak 9:28 gitu, tapi ternyata ditolak 9:29 habis-habisan. He. 9:31 Nah, berikutnya kalau kita melihat lebih 9:32 lanjut kalau dari situasi ini ee 9:38 banker sistem pertahanan ini itu menjadi 9:41 kata kunci. 9:44 Nah, di sini ee mereka sulit memetakan 9:46 kekotan bengker yang dibangun oleh 9:50 Iran. 9:51 Halo. 9:53 Halo. Bergeser dikit, Bang. Halo 9:56 para pendengar, kami sedang berhubungan 9:58 dengan Bang Ihsanuddin Nursi langsung 10:01 dari Makkah almukarramah. 10:04 Beliau sedang menunaikan umrah di pagi 10:07 hari menjelang subuh. Lanjut lagi, Bang. 10:09 Lanjut, Bang. Tadi 10:10 lanjut. 10:10 Lanjut lagi. Lanjut, lanjut. Lanjut. 10:12 Sementara bengker di Tel Afif itu banyak 10:16 yang hancur. 10:16 Wuh. 10:17 Ee sampai banyak kalangan yang sudah 10:20 meminta agar Benyamin Eanyu segera 10:23 menghentikan. Lalu di Amerika, 10:25 di Pentagon, di komando Pentagon 10:28 sudah he 10:29 behxet menteri perangnya Amerika 10:32 itu sudah dituntut oleh sejumlah 10:35 oleh sejumlah 10:37 tokoh agama Kristen Protestan 10:40 untuk segera menghentikan perang. 10:41 Oh. 10:42 Ah. Kalau kalangan NATO menyatakan this 10:45 is your war, not my enemy gitu ya. 10:47 Ini adalah perang Anda dan bukan musuh 10:49 gua. He 10:50 sementara kalau di sana bilang ini 10:51 jangan pergi 10:53 perang agama, berhentilah, berhentilah 10:54 gitu kalau di di Pentagon. 10:56 Hm. H 10:58 membuktikan bahwa dan Marco Rubio 11:00 menjadikan suasana ini menjadi suasana 11:02 perang enggak karu-karuan 11:03 karena sudah menyangkut kantongnya orang 11:05 Amerika karena harga minyak naik 30% 40% 11:08 begitu, Bang. 11:10 Nah, begitu dampaknya ke harga minyak 11:13 Indonesia paling terkenal. 11:15 Hm. Karena 1 juta barel, 1 juta barel 11:18 kita itu impor walaupun disebut impor 11:22 dari Angkola, dari Singapura, dari 11:24 Malaysia, dari Australia, dari Nigeria 11:28 gitu ya. 11:29 Tapi akhirnya memang dari Arab Saudi ada 11:31 katanya, tapi 11:32 ya sudah bisa dialihkan ke negara lain. 11:35 Tapi bukan itu soalnya. Soalnya adalah 11:37 kenaikan harga minyak dunia akan 11:39 berdampak pada 11:40 PBM 11:42 makin tingginya defisit anggaran 11:44 tekanan fiskal. He. 11:45 Lagi-lagi mereka harus ngejawab 11:47 pertanyaan saya. 11:48 He. 11:49 Bagaimana Anda mengatasi di sektor 11:52 monitor nilai tukar? 11:53 Nah, ini juga nilai tukar yang di sektor 11:56 fiskal Anda mengatasi ketergentuan 11:59 energi. H. 12:01 Halo. 12:01 Iya, lanjut. 12:02 Dan itu dan itu berdampak pada yang 12:05 namanya dan itu berdampak pada yang 12:07 namanya ee tekanan fiskal yang luar 12:09 biasa dan akhirnya apa yang saya sebut 12:12 sebagai mengalami staklasi. 12:13 H. He. 12:14 Karena begitu harga minyak naik itu 12:16 diduga ee 12:19 defisit APBN terhadap PDB mencapai 3,6 12:21 melampaui angka 3 12:23 dan itu melanggar undang-undang 12:26 dan itu mungkin parah dan itu berarti 12:27 tekanan bayar utangnya juga naik dari 12:30 sekitar R.00 triliun itu naik menjadi 12:32 sekitar R00 1600 triliun. Nah, tekanan 12:35 fiskal yang naik itu membuat fiskal 12:37 ruang fiskal makin tidak berdaya, makin 12:39 tidak bisa bikin apa-apa. He. He. 12:41 Nah, kesulitan-kesulitan kayak gitu 12:43 enggak bisa diatasi dengan sederhana. 12:45 He. 12:45 Bagaimana cara mereka mengatasi 12:47 kebutuhan fiskal? Ya, mereka harus bikin 12:49 utang lagi. Nah, kejebak di situ. Di 12:51 situlah saya bilang perangkap-perangkap 12:53 sistem ekonomi neoliberal betul-betul 12:56 telah terjadi di Indonesia. Dan 12:58 Indonesia tanpa perlu serangan senjata 13:00 dia telah 13:02 pertundungan oleh perangkap hutang dan 13:04 sistem standarisasi reputasi dan 13:06 pemeriksaan dari sistem neil liberal 13:09 gitu. Itu yang dibangun. Jadi kalau 13:11 balik ke Indonesia ya mestinya ee 13:13 menganalisisnya bukan analisis sekedar 13:15 tekanan tekanan eksternal. Analisisnya 13:18 analisis struktural pada internal dan 13:20 eksternal. Analisisnya analisis 13:22 fundamental fungsional. Anda tidak bisa 13:25 ngejawab misalnya ee kritik saya atau 13:27 kajian saya hanya dalam perspektif e 13:29 purchasing manager index yang naik dari 13:31 49% menjadi 51% karena angka saya 13:34 selisih cuma 2%. Iya. Nah, jangan 13:37 ngejawab cuman itu, tapi Anda mesti 13:39 ngejawab secara struktural, fundamental 13:42 ke fungsional. Misalnya tentang 13:43 kejatuhan nilai tukar yang terus-menerus 13:45 ee berkesinambungan selama 60 berapa 13:49 tahun? 66 tahun dari mulai 700 perak 13:52 jadi [tertawa] 17.000 13:55 yang saya [berdehem] bilang angkanya 13:56 tiap tahun jatuh 9,38% 13:59 sementara namanya irit cuma 4% sama 4,5% 14:02 itu kan tetap negatif gitu. Hitungah 14:04 lagi namanya inflasi ditambah lagi 14:06 dengan 14:06 h 14:07 ee selisih harga ee ee diindek harga 14:11 gabungan. Ditambah lagi namanya e SBN 14:14 dengan BI rate selisihnya cukup jauh. 14:17 Sekarang sudah naik dari 6,1 ke 6,8 14:19 gitu. [tertawa] 14:20 Itu kan menunjukkan betapa rapuhnya 14:23 perekonomian. Nah, di situ lagi-lagi 14:24 terbukti menjatuhkan Indonesia tidak 14:27 perlu dengan senjata, tapi cukup dengan 14:30 utang dan 14:31 standarisasi sistem 14:34 ee gitu ya kontrol pengendalian reputasi 14:36 atas nama mereka semua gitu. 14:38 Jadi tundukkan secara sistem. 14:40 Oke. Itu yang ya yang saya ulang 14:42 berkali-kali ini menyebabkan kita tidak 14:44 bisa seperti Malaysia membatalkan 14:46 resiprokal begitu saja. Ini kan menjadi 14:49 sebuah sandra yang luar biasa begitu. 14:52 [berdehem] 14:52 Heeh. Iya. 14:53 Jadi kalau kita mau ngikuti Malaysia ee 14:57 mestinya ee waktu 97 98 kita tidak ikut 15:00 kita tidak ikut AMF. 15:02 Kita harus punya sikap sendiri. 15:04 Dari situ. Itu yang saya bilang 15:06 sejak saya di DPR saya bilang ini jatuh 15:08 nih satu generasi enggak karu-karuan 15:10 berantakan. He. 15:11 Tapi gini sih para penguasa ini angkuh 15:14 gitu ya. Saya saya mengalami sendiri 15:16 keangkuhan para penguasa ini. 15:18 Saya mengalami langsung gitu ya. He. 15:20 Ketika kalian berkuasa, kalian seperti 15:22 tidak mengenal 15:24 siapa pemilik kedaulatan gitu. 15:26 Kalian [berdehem] 15:27 konstitusikan kalian merasa cuma sebagai 15:30 pribadi yang berkuasa dan karenanya 15:31 kalian bisa bertindak semau-maunya 15:33 sesuai dengan kekuasaan kalian gitu kan. 15:35 Ya, akhirnya saya ngomong kalian nih 15:36 walaupun saya ngomongnya dalam masjid 15:38 karena saya menyaksikan betapa 15:39 sombongnya kalian ketika kalian berkuasa 15:41 gitu. 15:42 He keangkuhan saya. Saya tidak 15:43 tersinggung kalian sombong. 15:45 Saya sama sekali saya bersyukur dengan 15:47 kesombongan itu kalian tambah busuk. H 15:49 ini saya ngomong dalam masjid dengan 15:50 kesombongan itu kalian tambah busuk. 15:52 Busuk pada perilaku kekuasaan. Seperti 15:54 saya mengajukan tesis pada radio 15:56 silaturahim. Setiap kekuasaan yang 15:58 munafik kafir dan kemudian menuhankan 16:01 materialisme gitu ya dengan tingkat 16:03 kemunafikan ekstrem. Kalau pakai bahasa 16:06 akademik tingkat kemunafikan struktural 16:08 maka akan berujung pada kehinaan dan itu 16:10 menjadi kenyataan. Heeh. 16:12 Nah, kalau sedang diikuti juga oleh 16:14 penguasa sekarang untuk berujung pada 16:15 kehinaan, ya jangan salah, itu kesalahan 16:18 kalian sendiri. Itu kalau kalimat 16:20 kalimat kalimat kesimpulan 16:21 Al-Qur'an begitu gitu. Jadi, kezaliman 16:23 yang terjadi itu kezaliman karena diri 16:25 kalian sendiri gitu. [tertawa] 16:27 Banyak kalimat-kalimat macam gitu, 16:29 pilihan orang. Jadi, ee apa yang lanjut, 16:32 Bang. 16:33 Nah, jadi kalau kalau kita ngelihat 16:35 perang Iran ini sebenarnya dimensinya 16:37 menjadi sangat luas. kita bisa ngelihat 16:40 dalam perspektif antropologi, kita bisa 16:41 ngelihat dalam perspektif sosiologi, 16:43 kita bisa ngelihat dalam perspektif 16:44 ekonomi dan politik, gitu ya. Bahkan 16:46 kita melihat dalam kontestasi senjata. 16:49 Nah, lagi-lagi ke dalam kontestasi 16:50 senjata e tingkat akurasi serangan Iran 16:54 ke Israel, tingkat akurasi serangan Iran 16:56 ke beberapa pangkalan militer itu tidak 17:00 sembarang. Begitu juga tingkat serangan 17:01 Iran ke kapal induk Abraham Lincoln 17:03 Colen dan 17:04 kapal induk Jar Alford gitu. itu 17:08 presisinya ee luar biasa. Anda bayangkan 17:11 harga kapal induk sebesar satu senilai 17:13 1,8 miliar US dolar hanya bisa hanya 17:16 digempur dengan oleh beberapa rudal 17:18 dron-nya Iran dan itu kemudian rusak dan 17:20 luluh lentak dan dipaksa untuk 17:22 meninggalkan salat hormos. Coba kebayang 17:24 enggak? He [berdehem] 17:26 artinya ancaman serangan amfibi, 17:29 serangan marinir, dan serangan darat itu 17:31 harus dipikirkan dua tiga kali karena 17:33 bisa 17:36 pun mereka punya alusakatan yang paling 17:39 canggih, paling mutahir. Jadi episode 17:42 tentang kecanggihan militernya Amerika, 17:44 kecanggihan militernya Israel itu 17:46 tertundukkan hanya dengan kejuangan yang 17:49 dimiliki oleh Iran. kan dahsyat kalau 17:51 sampai kayak [tertawa] gitu 17:54 ngelihatnya begitu. Nah, itu dampak dari 17:56 sini seperti saya pernah bilang ee saya 17:58 pernah menyebut juga di Rasil 18:00 berkali-kali dengan menggunakan tesis ee 18:03 eh eh Dwight Een Howard tapi saya 18:05 perluas 18:06 menjadi tesis kalangan ekonom. 18:08 He. 18:09 Ini soal keuntungan. 18:11 Hm. 18:11 Nah, keuntungan siapa nih? Kalau tadi 18:13 beredar e berita spekulatif e sebenarnya 18:16 bisa kita lihat PB Hexet sudah minta ke 18:19 kongres 200 miliar US dollar. 18:21 H 18:21 gitu. Dengan kalimat dengan kalimat it 18:23 takes money to kill bad guys katanya. 18:26 [tertawa] 18:27 Dan dia mau ini dilempar ke negara Arab 18:31 nih. Negara yang Arab kata ayo sekarang 18:33 nyumbang lagi. Lah ini kan sementara ee 18:37 apa ya Iran e pezesekkian maksud 18:40 Pzesekian ketika bertemu India 18:42 mengatakan ayo kita tata lagi keamanan 18:44 di Asia Barat. Ini kan sebuah jalan 18:47 keluar. Kalau mau dibilang jalan keluar 18:50 yang betul-betul realistis. Gimana Bang? 18:53 Nah, ketika masuk Asia Barat itu kan 18:55 berarti melibatkan India, melibatkan 18:57 Pakistan, melibatkan Iran sendiri kan 18:59 gitu. 19:00 Betul. 19:00 Melibatkan pasti mereka gitu kalau 19:02 posisinya begitu. 19:03 Ee ee Pakistan ee pasti nah ini menarik 19:09 nih. 19:09 Pakistan sendiri sudah kemarin ee di 19:11 sudah diadu domba dengan ee Taliban 19:13 gitu. 19:14 Oh, iya betul. 19:15 Tapi kemudian tidak terpancing 19:16 berkepanjangan. 19:17 Namun [berdehem] Pakistan malah kali 19:18 ngbackup Iran gitu. He. 19:20 Nah, sementara India seperti biasa ini 19:22 kan dalam tesisnya kalau kita berhadapan 19:24 dengan ular dan India lebih baik kita 19:25 mati dianya daripada ularnya kan gitu 19:27 ya. Betul. Betul. Iya. [tertawa] 19:32 Ada istilah begitu tuh begitu gitu ya. 19:34 Betul. 19:35 Iya. Ada istilah begitu gitu ya. 19:37 Nah ee ya kemarin kan Narendra Mahdi 19:40 ketemu dengan ee netahu setelah ketemu 19:43 yang setelah Halo. 19:45 Iya iya betul Ustaz. Masud P sekian ya. 19:47 Setelah ketemu 19:49 iya setelah ketemu yang namanya ketemu 19:51 Trump, dia ketemu Netanyahulah. Jadi 19:54 begitu. Jadi kita harus hati-hati 19:55 menghadapi dia. 19:57 H 19:57 tidak bisa sembarangan dietnya. Nah 20:00 dalam bahasa yang lain di sini paling 20:03 paling akhir dari semua ini peperangan 20:05 ini sesungguhnya kita mendapat satu 20:09 berita menarik di panggung 20:11 internasional. 20:12 Heeh. 20:13 80 tahun Amerika berkuasa sesungguhnya 20:15 mereka menggunakan dolar. didukung oleh 20:17 kekuatan militer. Itu yang saya bilang e 20:20 financial military industrial complex. 20:22 Jadi bukan jadi kalau tesis hanya 20:24 sejumlah ee orang di Indonesia hanya 20:27 bicara military ind complex, mereka 20:29 ketinggalan zaman. 20:32 Nah, ketika kita ngelihatnya dalam 20:34 perspektif financial military industrial 20:36 complex, maka perang ini menunjukkan 20:38 betapa Amerika memaksa semua pihak 20:42 menggunakan tiga hal. Yang pertama 20:44 menggunakan dolar. 20:45 Hm. 20:46 Yang kedua menggunakan payment system 20:48 swift code. 20:49 Yang ketiga menggunakan sistem asuransi 20:51 berbasis pada dolar. 20:53 What's the point? Poinnya adalah dengan 20:56 dolar itulah munggunya Amerika menggeser 21:00 kekuatan pembiayaan kejagoannya, 21:03 menggeser pembiayaan 21:05 ee ee apa yang disebut dengan tata 21:07 dunianya itu ke negara-negara yang 21:10 tertundukkan sama mereka 21:11 termasuk ke Indonesia gitu. [tertawa] 21:14 Jadi mengges yang ini saya bilang 21:16 menggeser biaya ke negara-negara 21:19 itu yang mau lolos dari harmus bayar 21:21 pakai Iwan. Oh itu uring-uringan 21:23 Amerikanya. 21:25 Nah, [tertawa] di situlah 21:26 uring-uringannya Amerika ketika mereka 21:29 berhadapan dengan tahun 2026 ini, Brix 21:31 akan hidup, 21:33 akan melanggeng sebagai mata uang dari 21:35 para pihak yang terlibat dalam brakes 21:37 yang sekarang ini sudah seperti saya 21:39 sebut kemarin 21:40 ee sejumlah negara di ASEAN sudah mau 21:42 masuk ke dalam braks gitu ya setelah 21:44 Indonesia 21:45 ditambah lagi beberapa negara di Asia. 21:47 Nah, itu total menjadi sekitar en. Tapi 21:50 yang menarik bukan itu 21:52 apa, Bang? 21:52 Yang menarik bukan cuma sekedar braks. 21:54 Yang menarik adalah bagaimana Eropa 21:56 sadar untuk berhubungan dengan Asia. 21:58 Ketika nanti terbentuk [berdehem] ketika 22:01 Erasia tampil 22:02 sebagai perjanjian antara dua benua, 22:05 antara Eropa dan Asia, 22:07 maka 70% panggung perdagangan dan 22:10 panggung keuangan dunia adalah di tangan 22:11 EirA. 22:12 Dan itu berarti makin ditinggalkan 22:14 Amerika itu makin ketakutan tuh yang 22:16 namanya. He. 22:18 Nah, sekarang prosnya 22:20 H 22:21 Eropanya siapa? Nah, kalau Eropanya City 22:23 of London ya kembali lagi ke tangan 22:25 mereka gitu. Iya. Di antara mereka ada 22:29 ada terpecah memang sekarang gitu. 22:32 Iya. 22:33 Ya, jadi bahasa sederhananya 22:35 sesungguhnya yang sedang dihadapi adalah 22:37 gitu ya 22:38 eh the city of London sama the city of 22:41 Manhattan gitu ya. 22:43 The city of New York gitu ya. itu memang 22:45 sedang mempertahankan posisi keunggulan 22:48 mereka. 22:49 Jadi, primus interparis mereka berbasis 22:51 financial industrial complex. Ulang ya. 22:54 Primus interpares mereka berbasis 22:56 financial industrial military complex 22:58 ini sedang sedang ditantang 23:00 habis-habisan dan dalam pos dalam posisi 23:03 luruh, dalam posisi runtuh gitu. 23:06 Nah, di sini memang e ketemu tesisnya. 23:09 Tidak ada yang bisa menolak ketika 23:11 terjadi pergiliran. Eh, 23:13 kan dipergilir segala sesuatu aku 23:15 pergilirkan gitu. 23:16 Nah, ini yang pernah kita ingetin 23:19 kita pernah ingatin bahwa 23:20 he lanjut 23:21 ini satu abadan, pergiliran satu abad 23:23 gituah 23:25 2027 ini menjadi sebuah catatan yang 23:28 semakin terang benderang walaupun 23:30 analisa ini harus dilalui dengan sebuah 23:32 perjuangan bukan begitu Bang? 23:36 20 seperti tulisan saya di bangsa 23:39 terbelah dan di prahara bangsa 23:41 ee ee 23:43 untuk mencapai puncak pergiliran satu 23:44 abad itu nanti di 245 23:47 dan kalau pergiliran itu ee tidak 23:49 diantisipasi dengan baik gitu ya 23:51 e Indonesia tetap menjadi negara 23:53 terjejas secara sistem. 23:54 Hm. 23:55 Indonesia boleh merdeka, berdaulat, tapi 23:57 secara sistem mereka tundukkan. 23:59 secara sistem, secara keuangan, secara 24:01 standarisasi, secara ukuran-ukuran gitu 24:03 ya, 24:04 reputasi gitu. Misalnya seorang ahli 24:08 Ihsan Thalib 24:09 karena tidak masuk dalam ee satelit 24:11 mereka maka reputasi Ihsan Talib tidak 24:13 akan pernah dihitung. Sepintar apapun, 24:15 sehebat apapun tidak akan pernah 24:17 mengalami mobilitas vertikal. seorang 24:19 Ihsanuddin Nursi. Ee seperti apapun 24:21 reputasi dan kredibilitasnya, 24:24 tapi karena bukan reputasi mereka, bukan 24:26 dalam lingkaran mereka, tidak 24:29 mereka tidak akan pernah mengalami ee 24:31 yang namanya mobilitas vertikal. Nah, 24:33 itu yang saya bilang tadi ee 24:35 jenjang-jenjang sistem penundukan 24:38 Indonesia. Nah, itu dilakukan oleh yang 24:40 namanya Bani Israel, dilakukan oleh 24:43 Yahudi melalui pendidikan, melalui 24:45 keuangan, melalui media massa, melalui 24:47 persenjataan. melalui kebudayaan e 24:50 melalui yang 24:51 he 24:52 buku bangsa terbelah melalui 5F 24:54 ee melalui melalui finansial gitu kan 24:57 melalui frekuensi yang menarik 24:58 sesungguhnya sekarang melalui frekuensi 25:00 karena dengan frekuensi itu mereka 25:02 menyebarkan dua hal 25:04 ee apa yang saya sebut sebagai ee 25:07 keragaman kultur dan keseragaman kultur. 25:10 Hm. Nah, itulah media sosial itulah AI, 25:13 artificial intelligence ee yang disebut 25:16 dengan general artificial intelligence 25:19 itu mengarahkan terbentuknya dua kultur 25:21 dan kultur itu baik keragaman maupun 25:24 keseragaman itu diarahkan oleh mereka. 25:26 Nah, itulah yang saya sebut sebagai 25:27 perang nonmiliter, perang peradaban. 25:29 Hm. 25:30 Nah, lagi-lagi lagi-lagi kalau masuk ke 25:32 dalam Islam saya enggak ngelihat yang 25:34 ternyata punya perugi itu ya. Lanjut 25:36 yang punya persiapan ternyata IR. I 25:39 yang punya persiapan ternyata Iran gitu. 25:41 Kalau kelihatan nanti kalau 25:43 e ya radio kita sudah terdampak urusan 25:46 isu-isu macam gini, tapi persatuan umat 25:49 nampaknya menjadi sebuah masalah. 25:51 Setting ini apa yang ingin disampaikan? 25:54 Kalau Imam Komeni telah mengingatkan 25:57 tentang pentingnya persatuan, tapi 25:59 urusan branded ini di kalangan para 26:02 ulama pun sekarang lagi garuk-garuk 26:04 kepala ini. Macam mana ini Iran yang 26:06 berani membela Palestina? Baik, 26:08 hampir satu saat. Bagaimana, Bang, 26:09 menyikapi macam gini supaya kita juga 26:12 tidak kontraproduktif, Bang? Aajjukan 26:14 kepada semua ulama di Saya yang 26:17 mengajukan pertanyaan pada semua ulama 26:19 di Indonesia. 26:20 Hm. 26:22 Ee Iran berani menggunakan dengan nama 26:24 Islam. 26:25 He. 26:26 Republik Islam Iran. 26:27 He. 26:28 Jelas dia berani sebut nama itu gitu ya. 26:30 He. 26:30 Maka pertanyaan saya, apakah unsur iman 26:33 dalam Islam yang disebut oleh Iran, iman 26:36 yang disebut oleh Iran itu berbeda 26:37 dengan iman dalam unsur Indonesia? Itu 26:40 pertanyaannya. 26:42 Kalau unsur imannya, 26:45 kalau unsur imannya segera beda, itu 26:48 memang berarti kita beda. 26:50 Hm. 26:52 Pertanyaan kedua, apakah bunial Islam 26:54 alah homsinnya antara Iran dengan 26:57 Indonesia beda sama 26:59 iman ya? Ingat bukan jangan terjebak 27:02 pada akidah lagi. Pada iman ini yang 27:04 pentingnya. Iya. Begitu Bang. 27:06 Jadi, jadi ada kata kunci unsur iman itu 27:08 enam. Unsur buni Islam al khamsin itu 27:10 lima. Apakah unsur iman yang enam itu 27:12 sama unsur Islam yang lima itu antara 27:15 kita dengan Iran beda? 27:16 Hm. 27:17 Enggak beda sama. 27:19 Berarti kita beda cuma dalam perspektif 27:21 apa? Berbeda fungsi. Itu yang saya sebut 27:23 sebagai antara Islam Indonesia dengan 27:25 Islam Iran cuma berbeda di struktural 27:27 fungsional. He. 27:29 Tidak beda di struktural fundamental 27:31 gitu ngelihatnya. 27:32 Heeh. 27:34 Mestinya kita tidak terjebak dalam apa 27:36 pendekatan Anda pakai Anda pakai gamis, 27:38 saya pakai sarung gitu. Mestinya kita 27:40 tidak terjebak. Wah, harus pakai gamis. 27:42 Jangan begitu dong. 27:43 Harusnya gitu. [berdehem] 27:45 Masyaallah. Sebentar lagi azan, 27:47 Bang. Bang, sebentar lagi azan kedua 27:49 ini. E 5 menit lagi di sana. 27:52 Apa yang ingin Bangsan kita ingatkan 27:55 untuk seluruh pendengar? Karena ini dari 27:58 keberkahan Anda berada di Masjidil Haram 28:01 ini 100.000 kali lebih baik. Apa yang 28:04 ingin Anda sampaikan dari tempat yang 28:06 paling mulia? Sementara Masjid Al-Aqsa 28:08 sekarang ini sudah 20 hari kosong 28:11 melongpong terhadap jemaah. Ah, silakan 28:13 Bang Is. 28:16 Ee mereka yang pertama adalah mereka 28:18 berhasil memperakporandakan kita dengan 28:20 strategi pecah belah, dengan strategi 28:22 desepsi. 28:23 Umat Islam tidak pernah belajar strategi 28:24 desepsi mereka dengan sebaik-baiknya. 28:26 Maka umat Islam Indonesia harus belajar 28:28 tentang strategi desepsi untuk mengatasi 28:30 desepsi itu. 28:31 Hm. 28:31 Itu berarti untuk mengatasi salah 28:33 satunya seperti yang kita bilang Islam 28:35 yang satu rasil Islam yang satu untuk 28:37 Islam 28:38 umatan wahidah. 28:39 Masyaallah. 28:40 Nah, itu artinya e artinya kasus lebaran 28:44 yang berbeda kemarin gitu ya. Itu 28:46 menunjukkan kita masih berhasil 28:48 diacak-acak. 28:49 Oh. 28:49 Bagaimana mungkin satu hakikat berlaku 28:51 dua waktu? 28:53 Saya punya pertanyaan. Bagaimana satu 28:55 hakikat berlaku dua waktu coba? 28:57 Barang 28:57 logika apa coba? 28:58 Barang kelihatan gitu ya. 29:00 Iya. Coba coba coba logika jelaskan pada 29:03 saya. Satu hakikat berlaku dua waktu kan 29:06 itu kan sama dengan kelahiran berlaku 29:08 dua waktu. E dia lahirnya enggak kok ee 29:10 tanggal tanggal 19 Maret. Oh enggak kok 29:13 ini lahirnya tanggal 20 Maret. Ini 29:15 gimana coba? 29:16 Padahal kelahirannya sama. Kelahiran itu 29:18 sendiri. 29:19 Kedatangan 1 Syawal itu gitu ya. Artinya 29:22 memang urusan kedekatan hati urusan 29:24 Allah. Tapi itu dimulai dengan posisi 29:27 qolban saliman wosian. 29:31 Iya. 29:32 Itu kata kuncinya qolban saliman 29:33 wahasian. Jadi mari kita selamatkan 29:35 kalbu kita dan pikiran kita sehingga 29:37 tindakan kita utuh gitu. 29:39 Selamatkan kalbu kita, selamatkan 29:40 pikiran kita. Kan kita berdoanya 29:42 Allahumma inni asaliman 29:46 kan kita doanya begitu. 29:47 Kalau kita doanya begitu maka satukan 29:49 kalbu kita, satukan hati kita. 29:51 tidak akan menyatukan kalau kita di diri 29:53 sendiri. Kalau Bu kita sudah tertarik, 29:55 enggak, gua lebih lebih hebat dari lu. 29:56 Gua lu enggak bisa begitu. Dalam itu. 29:59 Kalau sudah bilang kita lebih hebat atau 30:01 kita lebih bergengsi, itu setan yang 30:03 masuk gitu ngelihatnya. [tertawa] 30:06 Jadi itu yang pertama tadi. Yang kedua. 30:08 Yang ketiga sekarang karena kejujuran 30:10 itu mata uang universal. Yuk kita jujur 30:12 sama ajaran kita. Yuk kita jujur sampai 30:14 seberapa jauh kita menerapkan Al-Qur'an. 30:16 He. 30:17 Nah, saya kira gitu. Karena memang 30:18 Al-Qur'an adalah petunjuk kehidupan bagi 30:20 kehidupan kita. Demikian aib 30:22 subhanakallahumma wabihamdika asadu alla 30:25 ila anta astagfiruka wubai. 30:27 Alalamualaikum warahmatullahi 30:28 wabarakatuh. 30:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 30:31 wabarakatuh.