Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:16 Assalamualaikum Bang Ihsanudin Nursi, 0:18 apa kabar? 0:19 Waalaikumsalam 0:21 warahmatullahi wabarakatuh Wahai Ihsan 0:23 Tarib dan para pendengar Rasil ya. 0:25 Alhamdulillah, 0:27 itu nikmat Allah yang luar biasa. Amin, 0:30 amin, amin. Mudah-mudahan kita selalu 0:32 dalam ridho. Nah, itu dia Bang. Hmm. 0:34 Ini 28 0:37 September. 0:39 Banyak orang menunggu-nunggu. Dulu tuh 0:41 saya kalau masih kecil, mbah bapak saya 0:43 tuh suruh nongkrong depan TV 30 0:45 September lihat ini kenyataan katanya. 0:49 Film 0:50 G30SPKI. 0:51 Tapi sekarang nampaknya kita akan nonton 0:53 G30STWK 0:55 ini Bang. 0:56 Hah. 0:57 Dan juga eh Pak Mahfud sudah bilang Bu, 1:01 Bu, tidak akan memberikan ruang 1:03 sedikitpun kepada PKI katanya berita 1:05 hari ini. 1:07 Nah, sementara Cinanya yang katanya 1:09 komunis itu lagi uring-uringan terkena 1:12 dampak baik urusan apa tuh industri 1:16 propertinya yang utang terbesar di dunia 1:18 maupun eh power apa supply energinya. 1:22 Nah, bagaimana Bang melihat peta dunia 1:25 dan negeri tercinta ini ke masa depan 1:27 dan dari masa kini? Silakan Bang Ihsan. 1:31 Kita lihat dulu eh 1:34 pemberitaan Hmm. 1:36 yang cukup seru gitu ya tentang 1:40 kolapsnya Evergrande 1:41 Evergrande, luar biasa. 1:43 dan eh kebutuhan 1:45 hmm. pasokan listrik di Hmm. beberapa 1:48 provinsi 1:50 Cina gitu. 1:51 Hmm. 1:53 Eh kasus Evergrande ini 1:56 mau di 1:58 sama-samain seperti jatuhnya subprime 2:00 mortgage. Subprime mortgage. 2:02 Jadi eh kalau ngelihat pemberitaan 2:06 media arus utama Barat 2:08 He em. mereka mau menyama-nyamakan 2:12 kasus subprime mortgage 2:14 dengan Evergrande gitu. 2:15 Evergrande. Kasus Evergrande dengan 2:17 Bubble ya? subprime mortgage posisinya. 2:20 Eh 2:21 yang 2:22 eh tidak ditulis oleh media arus utama 2:25 sama Barat adalah He em. dengan baik 2:27 bahwa eh pemerintah Cina 2:30 memberikan jaminan penuh Wah. 2:33 atas gagal bayarnya Evergrande 2:35 posisinya. 2:36 Nah, persoalan pokoknya kan kita mesti 2:38 ngelihat lebih lanjut kenapa sampai 2:40 Evergrande itu eh terkena kasus collapse 2:44 kayak gini gitu ya posisi keuangannya. 2:46 He em. 2:47 Eh 2:49 menurut saya dalam kalau saya bikin 2:52 perbandingan dengan beberapa karena ini 2:54 berkaitan dengan 2:55 eh bebasnya Meng Wanzhou Iya. gitu ya. 3:00 Wah. 3:00 Pembebasan Meng Wanzhou ini menangnya 3:02 Cina melawan Amerika. 3:04 Amerika sebenarnya. Betul. Dalam dalam 3:06 konstruksi 3:08 Foreign Corruption Act dan dalam 3:09 konstruksi 3:11 eh perang diplomasi gitu posisinya. 2 3:14 tahun setengah loh si Meng Wanzhou ini. 3:16 Ditahan di Kanada ya? 3:17 Yang ditahan di Kanada posisinya. He em. 3:20 Ini memerlukan satu satu pemerintahan 3:22 lain. 3:24 Eh saya ingin tutup eh sebelum eh kasus 3:29 eh 3:31 global pandemi ini 3:32 eh Cina selalu diberitakan oleh media 3:36 utama Barat sebagai akan terserang 3:39 krisis, akan mengalami krisis. Dan semua 3:41 berita ini tentang krisis utang. He em. 3:44 Jadi kalau kita ikuti pemberitaan selama 3:47 2018-2019 3:50 eh media Barat 3:52 gencar betul memberitakan Cina akan 3:54 mengalami krisis, Cina akan mengalami 3:56 krisis. Tidak peduli apakah Bloomberg, 3:59 apa apakah CNBC, apakah Financial Times, 4:02 apakah The Economist, semuanya ceritanya 4:04 seperti itu gitu posisinya. 4:06 Sama seperti sekarang, mereka bilang ini 4:08 akan sama dengan subprime mortgage dan 4:10 posisinya mengkhawatirkan para investor 4:12 gitu, mencemaskan para investor asing 4:14 mereka bilang. 4:16 Pak Syahril. Dijawab oleh pemerintah 4:18 Cina sederhana sekali, kami tetap dalam 4:20 posisi menjamin Evergrande posisinya. 4:23 Nah, karena itu yang harus dilihat bukan 4:25 bukan sekedar collapse-nya tapi sebab 4:27 collapse-nya gitu posisinya. 4:30 Nah, kalau kita lihat sebab collapse-nya 4:31 menurut saya memang ada 4:34 ada terjadi penurunan pendapatan bagi 4:38 bagi masyarakat Cina dalam krisis ini 4:40 gitu, suka tidak suka. 4:42 Nah, itu menyebabkan beberapa 4:45 utangnya menjadi masuk dalam kategori 4:48 macet gitu posisinya. Istilah mereka 4:50 default ya, gagal bayar semuanya. 4:54 Itu akan terjadi seperti itu karena pada 4:56 hakikatnya ketika harga properti 4:58 melambung tinggi-tinggi enggak 5:00 karu-karuan 5:01 yang terkena adalah bubble price gitu 5:03 ya, harga 5:05 harga-harga yang menggelembung enggak 5:06 karu-karuan itu 5:08 dan itu tidak sesuai dengan kontennya 5:09 akan terjadi apa yang disebut dengan 5:11 default posisinya gitu. 5:13 Itu dalam dunia properti itu biasa-biasa 5:15 saja begitu ngelihatnya gitu. Posisinya 5:17 adalah kenapa sampai muncul bubble price 5:19 karena sampai muncul harga-harga yang 5:21 menggelembung enggak karu-karuan. Nah, 5:23 itu 5:24 itu kan diisukan sesungguhnya pada 5:26 persoalan adanya permintaan tetap 5:28 perumahan yang tetap tinggi padahal pada 5:30 saat yang sama terjadi surviving pada 5:34 pada income. 5:35 Ada orang yang ada masyarakat banyak 5:37 bertahan pada posisi pendapatan di 5:39 tengah yang namanya perekonomian masih 5:40 tetap bergejolak. 5:42 Itu latar belakang yang mesti dilihat 5:43 secara mendalam. Itu khusus untuk posisi 5:46 yang namanya Evergreen. Karena itu 5:48 ee kalau kita baca New York Times, New 5:50 York Times cuma mem membuat satu kalimat 5:53 pendek. 5:54 He eh. The government still guaranteeing 5:56 for the Evergreen gitu. 5:59 Jadi pemerintah tetap memberikan jaminan 6:01 atas posisi Evergreen posisinya. Cuma se 6:03 kalimat itu gitu, selesai. Tapi 6:05 pemberitaan panjang di yang dibikin oleh 6:07 New York Times misalnya 6:08 itu cerita tentang ya tadi seperti yang 6:10 saya bilang 2018-2019 6:12 isinya selalu tentang 6:14 kegagalan China. Nah, menurut saya ini 6:15 mengindikasikan perang ekonomi berlanjut 6:18 terus. Oh. 6:20 Apalagi Weng Man Weng Wanzhou-nya ini, 6:22 Sabrina Meng ini uh disambut luar biasa 6:25 gitu. 6:25 Loh, pakai baju merah. Baju merah ya di 6:28 pesawat, luar biasa. 6:30 Iya dan ee dan menariknya ee kasusnya 6:33 kemudian dibikin perbandingan dengan 6:34 Alstom. Karena Presiden Alstom pernah 6:37 juga diperlakukan kayak gitu oleh 6:39 pemerintah 6:41 Amerika. He eh. Begitu mendarat langsung 6:43 ditahan dan ternyata persoalan-persoalan 6:45 semacam sampai akhirnya dia betul-betul 6:48 berjuang sendirian posisinya gitu. 6:49 He eh. Nah, menu ini menunjukkan bahwa 6:52 sesuatu di balik kebijakan-kebijakan 6:54 Departemen of Justice Amerika He eh. 6:56 sesungguhnya mengandung unsur persaingan 6:58 usaha gitu dan dilakukan oleh Amerika 7:01 ketika bicara tentang korporasinya, 7:04 tentang perlindungan bukan perlindungan 7:05 pembelaan terhadap korporasinya 7:07 sesungguhnya mereka apa yang saya sebut 7:09 selalu menerapkan multiple suitable 7:11 standard gitu melihatnya. 7:13 Dan itu ee ee 7:15 jadi apa yang dilakukan oleh ee Amerika 7:17 terhadap Presiden Alstom, apa yang 7:19 dilakukan oleh Amerika terhadap yang 7:21 namanya Meng Wanzhou itu cuma 7:23 membuktikan multiple suitable standard 7:25 gitu cara pandangnya. 7:28 Nah, kalau kemudian masuk ke krisis Iya. 7:30 ee ini kan masuk ke kemarin minggu lalu 7:33 kita sudah bicara tentang 7:35 ee global climate change ya. Betul. Dan 7:37 global climate change itu kan persoalan 7:39 penurunan gas emisi rumah kaca 7:41 He eh. yang menurut ee menurut rumus 7:43 Bill Gates penurunan gas emisi rumah 7:46 kaca itu kan harus ada tiga komponen 7:49 komponen jumlah penduduk posisinya 7:52 begitu kan, komponen pemakaian energi 7:56 jasa energi services gitu posisinya dan 7:59 komponen rumah gas rumah kaca yang 8:01 dihasilkan per unit 8:03 per unit korporasi 8:05 nah untuk kata kayak gitu karena jumlah 8:06 penduduk yang meningkat maka mereka 8:08 harus turunin dulu jumlah penduduk nah 8:10 itu harus diikuti dengan isu harus 8:12 diikuti dengan isu persoalan krisis 8:13 energi 8:14 krisis power plant nah itu dibuktikan 8:17 krisis power plant nah negara yang tidak 8:20 bersiap-siap menghadapi tesis tentang re 8:24 hubungan antara pertumbuhan ekonomi 8:26 dengan peningkatan kebutuhan energi 8:29 pasti akan terkena isu krisis energi 8:32 kita ngelihatnya 8:33 jadi tesisnya saya begini setiap 8:35 pertumbuhan ekonomi atau setiap 8:37 terjadinya peningkatan perekonomian 8:40 selalu diikuti dengan 8:41 peningkatan permintaan power plant 8:44 pembangkit listrik gitu nah negara yang 8:46 abai akan tesis ini pasti akan dikenakan 8:48 isu krisis energi nah Cina memang tidak 8:51 semuanya serta merta di diikuti dengan 8:54 per 8:55 peningkatan produksi peningkatan 8:57 pertumbuhan ekonomi diikuti dengan 8:58 peningkatan 8:59 pasokan listrik enggak semuanya karena 9:02 di beberapa tempat kan mereka 9:03 menggunakan 9:05 ee 9:06 nuklir tapi di sisi lain kan mereka juga 9:08 menggunakan batu bara yang mereka 9:10 sendiri berkurang 9:11 Inggris sendiri kan menggeser ini bukan 9:13 hanya bukan hanya Iran dan Irak yang 9:15 krisis juga Cina Inggris sendiri juga 9:18 kan bergeser dari penggunaan batu bara 9:20 ke gas karena global climate sudah dan 9:21 kemudian kemarin sempat terjadi 9:23 kekurangan pasokan 9:24 karena 9:26 karena energi primernya kurang ah nah 9:28 yang mereka mau bilang sesungguhnya di 9:30 balik krisis energi ini jadi kalau 9:32 krisis pasokan listrik ini di balik 9:34 kasus ini ini soal pengadaan energi 9:36 primer gitu ngelihatnya. 9:39 Kan listrik itu energi sekunder. Iya. 9:41 Nah, berarti kita mesti ngelihat energi 9:43 primer. Nah, sekarang apakah persoalan 9:45 energi primer itu eh 9:47 eh memang bermasalah? Menurut saya 9:50 itulah global climate change. Jadi, 9:51 ketika mereka memang memaksakan 9:53 penurunan gas rumah kaca 9:55 eh dan pada saatnya sama mereka tetap 9:57 menggunakan strategi Covid dengan 9:59 vaksinnya, mereka sesungguhnya dalam 10:01 konstruksi 10:02 ini menarik nih sesungguhnya di sini. 10:05 Setannya kelihatan gitu. 10:06 Iya, kelihatan gitu. 10:09 Arahnya ke mana gitu. Mereka sudah 10:11 menerapkan apa yang disebut dengan 10:12 making money adalah untuk mereka karena 10:14 global climate change kan arahnya 10:16 renewable energy. 10:19 Renewable energy, energi baru yang 10:20 terbarukan. Maka mereka memaksa untuk 10:22 tahun eh tahun-tahun 2025 akan terjadi 10:26 pengurangan batu bara habis-habisan 10:28 digeser ke gas pada saat yang sama dan 10:30 seluruhnya akan menggunakan renewable 10:31 energy dan pada saat yang sama 10:33 mereka akan bilang bahwa penurunan gas 10:35 emisi rumah kaca itu harus diikuti 10:37 dengan tadi rumus tadi. Bagaimana jumlah 10:40 penduduk kali kali jasa-jasa kali 10:42 pemakaian per unit eh apa kali produksi 10:45 per unit eh gas rumah kaca pada 10:48 masing-masing korporasi gitu 10:49 ngelihatnya. Yang mereka tekankan kan 10:51 jumlah penduduk. Yang mereka tekankan 10:52 adalah persoalan global climate change. 10:54 Itu satu kesatuan utuh gitu. 10:59 Kan kelihatan banget gitu loh motifnya 11:01 gitu ngelihatnya. 11:03 Jadi, arahnya ke sana pengurangan 11:06 manusia. Jadi, memang 11:08 ya gerakan yang selama ini 11:09 didengung-dengungkan ya kejadian 11:12 eh tapi urusan pengurangan manusia ini 11:17 saya lompat ke dalam negeri sebentar nih 11:18 agak agak agak jauh. 11:20 Yang terjadi pengurangan orang miskin 11:24 Departemen Sosial di tengah-tengah 11:26 pandemi ini. 11:27 Negeri kita ini banyak banget orang 11:29 miskin sebenarnya berapa? Ini kan sampai 11:30 90 juta di data ini ya tapi ndak BPS 11:34 96,7 iya gede banget tapi di dikurangi 9 11:38 juta kalau itu kan 96,7 masih belum 11:41 menggunakan angka IDD mmm iya kalau 11:44 menggunakan angka IDD kan pernah saya 11:46 bilang 104 115 he em ditambah dengan 11:50 27,5 11:52 tuh jadi 142,5 tuh 11:55 dengar tuh kan pergeseran orang orang 11:57 dekat miskin menjadi orang miskin mutlak 11:59 orang miskin mutlak menurun lagi menjadi 12:01 kemiskinan lebih mendalam lagi ke 12:03 itu itu coba pendengar ingin tahu ya 12:05 yang dimaksud orang miskin itu tuh kayak 12:07 gimana sih kalau kita ini ya ini miskin 12:09 dalam hal materi ya lain lagi dalam hal 12:11 moral cerita lain lagi 12:14 iya jadi miskin miskin dalam konstruksi 12:17 Indonesia kan 1 dolar per hari he 12:20 hitungnya kayak gitu gitu sehingga kali 12:23 14.400 12:25 he perjiwa itu he dikalikan aja sama 30 12:28 jadi dihitung sampai 420 ribuan lebih 12:30 gitu ya 12:31 satu bulan itu 12:32 jadi ya kalau Anda cuma berpendapatan 12:33 sampai dengan 14.400 per hari he Anda 12:37 masih dalam kategori miskin gitu ada 12:39 juga banyak 12:40 indikator 14 indikator he seperti pernah 12:43 saya bilang juga salah satunya misalnya 12:45 he rumahnya lantai tanah tanpa iya saya 12:48 ingat ada 12:49 tanpa tanpa jendela ada orang yang 12:51 sampai cabut lantainya karena kita 12:52 enggak dibilang orang miskin kalau pakai 12:53 keramik ini katanya gitu iya iya padahal 12:55 kemewahan dia dari keramik gitu 12:58 iya pada saat yang sama mereka tetap 13:00 punya motor tapi WC-nya jambannya 13:03 jongkok gitu misalnya dengan posisi 13:06 langsung ke tanah gitu posisinya 13:08 yang mereka anggap itu tidak sehat he 13:10 terus ee 13:13 ee rumah cuma ukuran berapa kali berapa 13:15 gitu ukuran posisi itu ukuran BPS ada 14 13:18 item lantas yang saya ingat itu dan dulu 13:20 dengan dengan dengan dengan keadaan 13:22 ekonomi macam begini Bang de ee 13:25 Departemen Sosial me me 13:27 mencabut eh 13:29 hak orang miskin itu cukup besar 13:32 tidak menambah lagi katanya mungkin 13:34 dianggap tidak atau memang ada data di 13:36 negeri ini memang luar biasa eh, menjadi 13:38 masalahnya atau bagaimana? 13:40 Bang Ikrar 13:41 Saya sekali lagi saya teringat ketika 13:44 eh, Profesor Doktor Boediono menjadi 13:46 Wapres 13:47 He em. 13:48 itu ada tim penanggulangan percepatan 13:50 kemiskinan gitu 13:52 Percepatan kemiskinan. 13:55 He em. 13:56 Nah, itu motifnya adalah 13:58 mensinkronisasi data kemiskinan dari 14:01 berbagai institusi He em. dari Bappenas 14:04 eh, Kemensos He em. 14:06 BPS gitu antara lain yang diambil ya 14:08 Iya. terus Kementerian Pertanian karena 14:10 menyangkut Bulog karena menyangkut soal 14:12 restoran dan semacam. 14:14 Tapi anehnya sampai dengan sekarang saya 14:16 tidak pernah tahu hasilnya kayak apa tuh 14:19 sinkronisasi data kemiskinan itu 14:22 sehingga 14:23 eh, Kementerian Sosial sendiri pernah 14:25 menyebut bahwa datanya tidak 14:28 eh, berantakan 14:31 Iya. datanya tidak harus dirapikan gitu 14:35 salah satu indikatornya adalah orang 14:36 yang tidak berhak menerima bansos mereka 14:38 bilang menerima bansos itu 14:39 disalahgunakan oleh oknum seperti itu. 14:41 Artinya sesungguhnya mestinya sebelum 14:43 keluar keputusan Menteri Sosial bulan 14:46 September 2021 ini 14:48 dibanding dengan keputusan bulan Januari 14:50 2021 yang masih banyak itu He em. 14:52 mestinya ada ada 14:54 eh, jangan dulu dikeluarkan keputusan 14:57 Menteri Sosial kalau menurut saya ini 15:00 tapi temuan Kementerian Sosial sendiri 15:02 dalam rangka pemutakhiran data 15:04 kemiskinan gitu mestinya jadi tidak 15:07 langsung serta-merta mengeluarkan 15:08 keputusan 15:09 eh, keputusan Menteri Sosial tentang 15:11 orang miskin yang berhak menerima He em. 15:14 BPJS gitu ya sehingga BPJS kekurangan 15:16 apa terjadi penurunan angka sampai 8 15:18 juta dari 96,7 menjadi 89 sekian gitu 15:22 posisinya. 15:24 Iya, belum. 15:24 Nah, ini karena tadi eh model 15:26 kebijakannya aneh memang di Indonesia 15:28 ini. 15:29 Jadi, suka memaksakan kehendak. Jadi, 15:31 pemerintah itu 15:33 acap kali dalam ilmu kebijakan publik 15:35 namanya acap kali menggunakan apa yang 15:37 disebut dengan the iron law, hukum besi 15:39 gitu. Eh, the iron law in public policy. 15:42 Hukum kebijakan publik dalam public 15:44 policy, posisi kebijakan publik. Iya. 15:46 Nah, model-model seperti ini 15:48 sesungguhnya memang ada kesenjangan 15:49 aspirasi 15:51 Jadi, ada ada problematik ke kesenjangan 15:54 aspirasi 15:55 yang menumbuhkan apa yang saya sebut 15:57 sebagai social and political distrust 15:59 gitu posisinya. 16:00 Iya. Yang menimbulkan satu 16:02 ketidakpercayaan sosial, 16:03 ketidakpercayaan politik. 16:05 Mmm. 16:05 Saya khawatir ya kalau terus-menerus 16:07 dipelihara ke model-model kebijakan 16:09 begini 16:10 ujung-ujungnya 16:12 eh 16:14 tidak akan ada peninggalan yang cukup 16:16 positif. Artinya, bahasa sederhananya 16:18 tidak ada tidak ada legacy legacy yang 16:21 cukup bagus gitu. Mmm. Mestinya kan 16:23 kalau setiap orang eh 16:25 berada dalam satu jabatan maka yang dia 16:27 wariskan adalah sesuatu yang positif 16:29 gitu mestinya. 16:30 betul. Nah, kalau dia ninggalin sesuatu 16:32 yang jelek melulu kan repot. 16:35 Iya, ini ini ter eh entah ya saya mau 16:37 bilang tertolong tapi wallahualam. Eh, 16:39 tapi KPK juga kan dengan dengan suasana 16:43 hati sekarang kan dari dari dari 16:47 partai-partai yang terkena serok kata 16:50 saya kata media itu kan Nasdem sama 16:53 Golkar. Eh, sementara yang lainnya itu 16:56 entah bulan madu DPR terhadap KPK sudah 16:59 habis atau cerita lain. Karena kenapa? 17:02 Karena Depsos ini kan menjadi langganan 17:04 KPK dulu dari menteri ke menteri ini. 17:06 Ini juga 17:07 eh menjadi sebuah masalah pengawasan 17:10 negeri ini. Nampaknya sudah tak bisa 17:12 diawasi lagi atau macam mana ketika 17:14 hari-hari ini para mahasiswa mungkin 17:17 karena mulai tipis ini Covid, ke mulai 17:20 demo di berdepan KPK. Bang, melihat 17:23 apakah masih ada harapan atau akan 17:26 menjadi akhir kisah dari perjuangan KPK 17:28 atau bagaimana, Bang? 17:30 Eee 17:32 saya sejak kalau saya mundur ke belakang 17:34 cukup seru sebenarnya. Oke, saya mundur 17:36 dari kasus Artalita Suryani saja, ya. 17:38 Oh, ya. Jangan jauh-jauh, ya. 17:39 Sesungguhnya begitu Artalita Suryani 17:42 ditangkap dan 17:43 Jaksa Tri Urip Gunawan ditangkap juga 17:45 posisinya, kan. Setelah Artalita Suryani 17:48 ditangkap, ditangkap juga oleh KPK, 17:51 Jaksa Tri Urip Gunawan, ya, posisinya. 17:55 Eee itu sudah terjadi persaingan tajam 17:58 istilah istilah istilah 18:01 eee teman-teman dulu itu kalau ada di 18:03 situ terjadi persaingan tajam antara 18:06 Lembaga hukum. 18:06 Pojok Kuningan dengan Gedung Bundar, 18:08 istilahnya gitu. 18:11 Eee 18:13 persaingan internal badan hukum itu 18:15 sudah makin kuat tuh pada kasus itu. 18:18 Karena perbedaan antara penangkapan 18:20 Artalita Suryani, perbedaan waktu, ya, 18:23 antara penangkapan Artalita Suryani 18:27 oleh 18:28 KPK 18:29 dan oleh 18:31 Kejaksaan Agung itu hanya beberapa menit 18:33 saja. 18:34 Tidak sampai hitungan 10 menit itu dalam 18:37 Dari situ mulai. 18:38 Artinya mereka masing-masing saling 18:39 memburu. Nah, di situ mulai terjadi 18:41 persaingan sesungguhnya. 18:43 Persaingan 18:45 Dalam bahasa yang lain di balik di balik 18:47 kata persaingan itu 18:50 reputasi dan kredibilitas 18:53 masing-masing lembaga penegak hukum 18:55 makin kencang dipertaruhkan gitu dan 18:58 semakin kuat orang menaruh harapan pada 19:00 KPK 19:01 sesungguhnya semakin lemah 19:04 reputasi dan kredibilitas lembaga 19:06 penegak hukum. 19:08 Jadi, tesisnya kan begini, karena 19:09 lembaga KPK kan lembaga ad hoc. Ad hoc, 19:12 ya, sementara. 19:13 Ketika dia mungkin memperoleh reputasi 19:15 dan kredibilitas yang membaik, pada 19:17 saatnya sama kan sesungguhnya reputasi 19:19 dan kredibilitas lembaga penegak hukum 19:21 yang lain yang memang lembaga permanen 19:24 gitu, ya, lembaga tetap, 19:26 bukan lembaga ad-hoc, 19:27 itu kan itu menurun reputasinya berarti. 19:30 Ehm. Nah, untuk meningkatkan itu 19:32 posisinya, maka 19:34 eh harus dibuat sebuah strategi 19:37 eh yang lain posisinya. Nah, kebetulan 19:40 ada kesalahan sistem yang bisa di pakai. 19:43 Ehm. Kesalahan sistem yang dipakai 19:45 adalah KPK 19:47 eh selalu memburu pemegang saham 19:49 pemerintahan. 19:50 Iya. 19:51 Siapa itu? Orang-orang partai politik 19:53 kan. Ehm. 19:54 Sementara partai politik kan pemegang 19:56 saham pemerintahan berdasarkan 19:58 Undang-undang. pasal 6, pasal 23 20:00 Undang-undang Dasar 2002. Lahirnya, ehm. 20:03 Jadi, eh 20:05 partai politiklah yang menjadi peserta 20:07 pemilu, misalnya pada pasal 23 gitu, ya. 20:09 Ehm. Eh pada pasal 6, 20:11 partai atau partai-partai mengusulkan 20:13 presiden, misalnya. Ehm. Kan artinya 20:15 hanya partai politik yang menjadi 20:17 pemegang saham pemerintahan. 20:19 Pada saatnya sama para pemegang saham 20:21 pemerintahan ini pelakunya, bukan 20:22 sistemnya lagi, tapi aktor dari sistem 20:26 tadi, Ehm. itu kan sering ketem kena 20:29 KPK. 20:30 Mau enggak mau marah dong si aktor gitu. 20:33 Ehm. 20:34 Eh si aktor enggak terima, ya, perbaiki 20:36 dulu si KPK-nya. Bagaimana perbaiki? 20:37 Lemahkan saja. Maka 20:39 janji memperkuat KPK itu justru yang 20:42 terjadi sebaliknya karena para aktor 20:44 terganggu dengan cara-cara KPK yang 20:46 reputasinya terus membaik dan harapan 20:47 masyarakat mungkin positif gitu, mungkin 20:50 tinggi posisinya. Ehm. Nah, sistem yang 20:53 salah itu ditunggangi dengan 20:55 permainan itu, maka terjadi pelemahan. 20:58 Ehm. Ketika terjadi pelemahan, apakah 20:59 diikuti dengan perbaikan? Nah, itu kan 21:01 mestinya begitu munculnya. Betul. Kalau 21:02 ini dilemahkan, mestinya terjadi 21:04 peningkatan reputasi dan kredibilitas 21:06 pada lembaga penegak hukum. Jadi modal 21:08 bejana berhubungannya mestinya begitu 21:10 ya, begitu gitu. Kalau pakai hukum 21:12 Archimedes-nya mestinya begitu gitu. 21:14 Kalau 21:15 kalau di sini dilemahkan, di sini 21:16 dikuatkan. 21:18 Tapi ternyata bukan terjadi penguatan, 21:19 yang muncul adalah 21:21 satu eh satu kondisi penegakan hukum 21:23 yang menurut World Economic Forum, yang 21:26 menurut Bank Dunia memang buruk gitu 21:27 ceritanya. 21:29 Nah eh itu yang yang yang saya sebut 21:32 akhirnya menciptakan apa yang disebut 21:34 dengan political distrust. 21:36 Nah eh 21:37 itu berarti menunjukkan manajemen 21:40 pemerintahan, kalau kita ambil manajemen 21:42 pemerintahan, manajemen public 21:43 policy-nya 21:44 itu tidak running well, tidak berjalan 21:46 dengan baik. Nah dari situlah dari 21:48 situasi itulah sesungguhnya nampak 21:50 selalu terjadi eh gambaran kegelisahan 21:53 dalam pemerintahan jadi. Jadi kan kalau 21:55 kita lihat eh saya menyebutnya bahasanya 21:58 lembut ya, kegelisahan. 22:03 Yang 22:04 kalimat lainnya was-was lah gitu. 22:07 Jadi selalu terjadi kegelisahan dalam 22:09 dalam kebijakan pemerintahan. Dia eh 22:11 kalau pakai kalau pakai itu selalu 22:14 terjadi sikap eh bukan qul a'udzu 22:17 birabbinnas-nya itu, tapi ah malikinnas 22:20 waswasnya itu itu loh. Waswasnya itulah 22:22 yang muncul jadi. Jadi dalam memanage 22:24 itu yang muncul dari sikap waswas, sikap 22:26 cemas gitu posisinya. 22:28 Kenapa? Karena memang ada kesalahan 22:30 dalam dari mulai apa saya pernah 22:32 menyebut misalnya dari perencanaan 22:34 sampai dengan pengawasan itu ada sesuatu 22:36 yang salah dibuat gitu. Kasus pernyataan 22:39 Gatot Nurmantyo, hilangnya patung Abdul 22:41 Haris Nasution eh dalam 22:43 eh di kontrakan bersama Soeharto, itu 22:46 kan seru itu ceritanya. Pada saat yang 22:48 sama pernyataan eh Dirjen Pendidikan itu 22:51 bahwa eh dalam film G 30 S PKI banyak 22:54 kebohongan misalnya 22:56 itu seru gitu loh ceritanya. Belum lagi 22:57 Departemen Pendidikan yang lagi mencoba 22:59 merubah sejarah, macam-macam kisah ini. 23:01 Iya jadi seru gitu. Jadi itu menunjukkan 23:04 yang saya bilang tadi, oh mereka 23:05 memimpin dengan waswas gitu loh. Mereka 23:08 memimpin dengan cemas karena ada 23:09 target-target yang enggak mereka capai 23:11 gitu posisinya. Apalagi ada keinginan 23:13 memperpanjang masa jabatan gitu 23:15 posisinya karena ada target-target 23:17 tertentu misalnya gitu ya posisinya. 23:19 Ada agenda-agenda terselubung di balik 23:22 itu misalnya kalau dilihat kayak gitu 23:23 misalnya kayak gitu ya. 23:25 Eh 23:27 ini kan dugaan orang jadinya. Yang kita 23:30 sampaikan ini kan orang bercerita di 23:32 mana-mana, ini kok jadi begini ya 23:33 dugaannya kan jadi begini gitu. Nah, 23:35 dugaan-dugaan kayak gitu ketika dia 23:37 menjadi kenyataan itu justru menimbulkan 23:39 loh iya, oh loh iya gitu jadi. Itu 23:41 sekali lagi menonjolkan kecemasan ke 23:44 dampaknya bukan ketiadaan pengawasan 23:47 tapi pengawasan yang sesungguhnya 23:50 eh dalam posisi eh berpihak jadinya. 23:53 Contoh sederhana soal Harun Masiku kan. 23:55 Iya. Kalau KPK baliknya ke kasus KPU 23:58 tidak pernah jelas ada bagaimana. 24:00 Contoh sederhana eh kalau kemarin eh 24:03 Aziz eh terkena gitu sama Bupati yang 24:07 baru itu gitu loh yang usianya 36 tahun 24:09 itu ya baru dilantik terus terkena 24:11 posisinya. 24:13 Itu kan tidak sama dengan kasus misalnya 24:15 eh bagaimana impor gula impor gula kan. 24:22 Enggak enggak sama gitu status posisinya 24:24 atau tidak sama misalnya dengan 24:25 keputusan 24:26 keputusan pengadilan soal Samintan sama 24:28 Eni Maulani Saragih Iya benar gitu. 24:32 Jadi sampai kayak gitu kita orang 24:33 ngebanding-bandinginnya. Nah, 24:35 cerminan-cerminan seperti ini dalam 24:38 siklus kebijakan publik namanya itu 24:41 tidak melahirkan kebijakan publik yang 24:43 baik, tidak melahirkan kebijakan publik 24:45 yang yang benar gitu dalam paket siklus 24:47 kebijakan publik ya. Kan model siklus 24:50 kebijakan publik itu agenda agenda 24:53 kebijakan dan eh pelaksanaan kegiatan 24:57 itu didasarkan pada bagaimana ketepatan 25:00 merumuskan masalah sehingga terbangun 25:02 rencana dengan benar. Nah, ketepatan 25:04 merumuskan masalah kan 25:05 harus betul-betul dirancang dengan sikap 25:08 ketidakberpihakan gitu. Artinya 25:10 sungguh-sungguh menjalankan amanah 25:12 berdasarkan sumpah. Jadi yang dijunjung 25:14 tinggi adalah kebersamaan, 25:16 kebersaudaraan gitu. Bukan dalam rangka 25:20 agenda terselubung yang yang kemudian 25:22 malah melahirkan 25:24 apa yang saya sebut dengan bangsa 25:25 terbelah gitu ngelihatnya. Nah, itu yang 25:27 sesungguhnya bisa dilihat dalam dalam 25:29 konstruksi berpikir begitu. Dalam bahasa 25:32 sederhana ketika kita menggunakan siklus 25:34 kebijakan publik itu 25:36 demikian rupa baiknya tetapi kemudian 25:39 kontennya menjadi bermasalah maka dia 25:41 cuma frame-nya yang benar tapi 25:43 kontennya, konsistensinya, 25:45 komprehensifnya itu penuh dengan 25:48 subjektivitas dari penguasa. Di situlah 25:50 muncul arrogansi kekuasaan di jalanan. 25:53 Itu nampak arrogansi kekuasaan di 25:55 jalanan, arrogansi kekuasaan di dalam 25:57 pelaksanaan politik misalnya itu kan 25:59 nampak posisinya. 26:00 Ada arrogansi-arrogansi yang berlebihan 26:03 gitu misalnya posisinya. 26:04 Yang yang sesungguhnya tidak lagi secara 26:06 proporsional dan itu mengganggu rasa 26:08 keadilan masyarakat. Bahkan bukan lagi 26:12 mengganggu, dia mencederai siapa ya pada 26:14 posisi gitu ngelihatnya kalau saya 26:16 ngelihat. Jadi kepengawasan itu cuma 26:18 bagian dari satu siklus kebijakan publik 26:20 yang bermasalah gitu. 26:24 Wah, nampaknya sementara masalah belum 26:28 selesai kita sudah dihadapi berbagai 26:30 masalah di Laut Cina Selatan, Australia 26:33 dengan kapal nuklirnya dan juga ribuan 26:36 kapal Cina di Natuna yang enggak bisa 26:39 kita apa-apain. Kalau dulu masih ada Bu 26:41 Susi masih keren ya tenggelamkan gitu 26:43 kan. Sekarang ya dirangkul saja lah 26:46 ikannya ikannya mungkin sedang 26:47 jalan-jalan ke sini. Nah, ini 26:50 ee, ee, apa Taiwan juga sudah hang heng 26:53 hong dengan Cina ketika kapal Inggris 26:55 kemarin melewati Selat Taiwan. 26:57 Ini kan menjadi berhubungan dengan 26:59 conditioning dari sesuatu yang akan 27:00 terjadi. Gimana, Bang, melihatnya? 27:02 Ah. 27:04 Ee. 27:05 Rasanya Rafsanjani duluan yang bicara 27:07 kayak gini. 27:09 Karena saya ngomongnya dari 27:12 saya ngomongnya dari minggu lalu. He eh. 27:14 Ee, ketika Prancis marah-marah He eh. 27:16 ee, menarik diri dari kesepakatan 27:18 Amerika He eh. United Kingdom dan 27:20 Australia soal 27:22 Australia diperkenankan menggunakan 27:24 kapal selam He eh, nuklir. bertenaga 27:26 nuklir, Prancis marah-marah dan Prancis 27:29 menarik diri gitu. Tapi Boris Johnson 27:31 bilang, enggak apa-apalah dia saudara 27:32 kita yang dekat, nanti juga dia akan 27:33 baik kembali, kan gitu ceritanya. 27:34 He eh. 27:35 Asumsi sih kayak gitu. Tapi sisi lain 27:36 ada yang yang mestinya kita juga lihat. 27:39 He eh. Amerika menggunakan 27:41 kebijakan 27:43 ee 27:46 standarnya berlapis posisinya. He eh. 27:48 Khusus untuk Laut Cina Selatan kan dia 27:50 bukan hanya membangun kerja sama sesama 27:53 kulit putih. 27:54 Iya. Ee, dalam hal ini ee, Amerika, 27:57 United Kingdom, ee, Inggris ya maksud 27:59 saya. Iya. Australia dan Prancis, tapi 28:01 juga dia enggak bangun kerja sama dengan 28:03 Korea Selatan, India, Jepang dan 28:06 Australia, berlima He eh. mereka. Khusus 28:08 untuk pengawanan ee, khusus untuk 28:10 pengamanan di ee, Laut Cina Selatan. 28:14 Saat yang sama 28:15 ee, kalau kita lihat 28:17 gerakan kapal selam dan gerakan 28:19 pengintaian udara juga kencang 28:21 posisinya. He eh. Jadi fokus ke Laut 28:22 Cina Selatan kalau kita ambil bukan 28:24 hanya persoalan Australia yang menjadi 28:27 negara ketujuh ee, sebagai pem, ee, 28:29 pemilik ee, kapal selam bertenaga nuklir 28:32 posisinya. He eh. Tapi juga ada kegiatan 28:34 pengamatan luar biasa dari antariksa 28:36 terhadap kawasan 28:38 yang kita sudah bilang berbulan-bulan 28:40 lalu He eh. betapa pentingnya ee, 28:42 kawasan ini dalam kacamata Amerika 28:44 Laut Laut Selatan dan Selat Taiwan 28:46 posisinya, sekali-kali kita bilang. 28:48 Apa artinya? Artinya sesungguhnya 28:50 seperti yang kita bilang tadi, kecamuk 28:52 perang ekonominya eh itu 28:55 belum selesai. Walaupun dalam kerangka 28:57 sistem nanti eh antara Demokrat dengan 29:00 Cina ketemu karena sama-sama menggunakan 29:02 sistem fasis posisinya. 29:04 Akan menerapkan sistem fasis. Tapi dalam 29:06 kecamuk ekonomi ini belum ketemu nih eh 29:08 kecamuk perang. 29:09 Lalu saya mencoba membandingkan misalnya 29:12 eh kepemilikan eh hulu ledak nuklir 29:17 dari beberapa dari berbagai negara. 29:19 Nah, ternyata 29:20 pemilik hulu ledak nuklir itu antara 29:23 Amerika dengan Rusia masih sedikit lebih 29:26 banyak Rusia. 29:28 Maka ketika terjadi eh kebijakan 29:32 eh 29:33 pencegahan 29:35 eh 29:37 nuklir soal nuklir, 29:38 itu yang tidak mau tanda tangan adalah 29:40 Amerika dan Rusia. 29:42 Diikuti oleh negara-negara lain. 29:45 Eh pada kerangka itu justru Turki, ah 29:48 ini menarik. Turki justru meminta 29:50 bantuan Rusia untuk tetap memasok 29:52 senjata nuklir. 29:54 Eh dan kemudian eh ancaman yang muncul 29:57 dari Amerika adalah eh eh 29:59 eh embargo terhadap eh ekonomi eh Turki. 30:03 Karena dia sebagai anggota NATO kok 30:05 mintanya ke sana, karena itu akan 30:06 menyaingi fighter F-35 30:09 posisinya. 30:10 Apa artinya? Artinya sesungguhnya kalau 30:12 kita lihat 30:14 dari perang perekonomian, dia tetap 30:16 bergeser ke dalam apa yang saya sebut 30:17 dengan pertarungan kekuatan senjata 30:19 militer. Jadi saling unjuk kekuatan 30:21 militer itu 30:22 di bersamaan berjalan dengan saling 30:24 unjuk kekuatan ekonomi. Ah, ini pernah 30:26 saya sampaikan sesungguhnya eh 30:29 ke eh seorang menteri yang eh seseorang 30:32 yang sedang jadi menteri sekarang. 30:34 Ya, dulu dia calon presiden gitu. Saya 30:36 bilang begini pertarungannya. 30:37 Eh 30:41 Enggak, karena 30:42 Menteri yang ngurusin peluru lah begitu, 30:44 silakan. Iya. 30:46 Karena di belakang ini kan soal industri 30:47 militer. 30:50 Kan karena soal industri militer, jadi 30:53 kalau kita bicara soal industri militer 30:54 kan nanti berhubungan dengan yang 30:55 namanya industri baja, industri 30:57 strategis, industri komputer, industri 31:01 permesinan, 31:03 industri keuangan, industri logistik itu 31:05 kan terlibat semua, ketemu semua. 31:07 Artinya sesungguhnya negara-negara yang 31:09 sedang dalam posisi kecamuk ini 31:11 sesungguhnya dalam rangka terus berusaha 31:12 memutar perekonomiannya dengan 31:14 pendekatan masing-masing. Itu yang saya 31:15 bilang tadi kasus global climate change 31:19 dengan posisi tadi 31:21 krisis power plant misalnya gitu ya, itu 31:23 keutuh. Begitu juga kalau kita ngelihat 31:25 krisis Laut Cina Selatan dengan Taiwan 31:27 dengan dengan pendekatan senjata 31:29 masing-masing, itu utuh dengan persoalan 31:31 perekonomian. Dia ber 31:33 dalam bahasa Indonesia ber berkelindan 31:35 satu sama lain gitu. 31:37 Dia berkelindan bahkan sesungguhnya kita 31:39 tidak kita tidak perlu sampai, maaf ya, 31:42 kita enggak perlu bego-bego amat gitu 31:44 memandang persoalan kayak gini tapi 31:46 kemudian kita biarkan malah kedaulatan 31:48 kita di kedaulatan laut ya. Ini kita 31:50 baru bicara kedaulatan laut loh, belum 31:52 bicara kedaulatan udara loh. 31:54 Wah, belum iya laut yang diacak-acak 31:57 sama drone dalam laut itu kan Cina 32:00 yang ketangkap. Jadi kalau kita bicara 32:01 dalam dua hal tadi menyangkut soal 32:03 bagaimana misalnya katakan 32:06 kedaulatan kedirgantaraan kita gitu ya 32:08 yang relasinya dengan kedaulatan laut 32:10 posisinya karena kita harus tarik ke 32:11 atas sampai akhirnya kita bicara tentang 32:14 orbit satelit dan macam-macam, itu 32:16 termasuk soal akhirnya soal digital dan 32:18 soal digital akhirnya berhubungan dengan 32:19 frekuensi apa yang dipakai dan akhirnya 32:21 berhubungan teknologi yang dipakai. 32:24 Itu akhirnya menunjukkan 32:25 pertanyaan 32:27 gue ini berdaulat enggak? 32:28 Macam akuarium kita ini jadinya. 32:32 Jadi ketika para nelayan ketakutan 32:35 dengan munculnya sejumlah 32:38 kapal Cina karena kapal Cina itu dalam 32:39 rangka mengawal ikan-ikan ikan-ikan yang 32:42 sedang berenang ke kawasan Indonesia. 32:48 Itu kan bisa jadi kapal-kapal Cina itu 32:50 dalam argumen dalam argumen kita dalam 32:53 argumen Eksanudin Nursi posisinya 32:55 kapal-kapal Cina itu sudah mengawal 32:56 ikan-ikan yang sedang berjalan-jalan ke 32:58 laut Indonesia gitu. 33:02 Sehingga 33:03 Cina sehingga ikan-ikan itu tetap aman 33:05 dan tidak diambil oleh orang lain gitu. 33:11 Jadi kalau diambil ikan-ikan itu sekali 33:13 lagi gitu ya 33:14 saya ngelihat bagaimana kebijakan Joe 33:17 Biden dan kemudian 33:18 ini memang harus mereka ngambil posisi 33:21 tepat sekali karena jika posisi 33:23 kebijakannya tidak tepat yang muncul 33:24 memang akan memuncak eskalasi istilahnya 33:27 eskalasi konfliknya akan meningkat kalau 33:29 pakai bahasa berita kalau pakai bahasa 33:30 sehari-hari konfliknya akan terus 33:32 meningkat memuncak 33:34 dan satu hal seperti Cina yang ingin 33:36 mempercepat posisi dirinya di dari 2035 33:38 ke 2030 misalnya 33:40 itu akan mengakibatkan 33:43 konfliknya 33:44 lebih lebih seru gitu. Nah baliknya tadi 33:47 bagaimana Erdogan merasa perlu untuk 33:49 mengamankan negaranya dengan nuklir, 33:52 bagaimana mengamankan negaranya dengan 33:54 sistem pendidikan yang tangguh gitu ya, 33:56 bagaimana mengembangkan sistem sosial 33:59 ekonomi yang tangguh itu dilakukan oleh 34:00 Erdogan juga menyeluruh loh 34:02 hampir seluruh sektor 34:04 di bawah Erdogan itu ditata ulang 34:07 sehingga akhirnya membangun ketahanan 34:08 nasional yang luar biasa. 34:10 Makanya kemarin sampai akhirnya dia 34:11 pesan lagi senjata nuklir dari Rusia itu 34:14 kan yang kedua berarti posisinya. Dan 34:16 Amerika uring-uringan tapi enggak bisa 34:18 ngapa-ngapain. Enggak bisa ngapa-ngapain 34:20 dia ngancamnya nanti bisa kena embargo 34:22 Washington akan menjatuhkan embargo gitu 34:24 posisinya. Kecepatannya tiga kali lipat 34:26 600 km wah luar biasa per jam. Dan 34:30 Washington enggak bisa enggak bisa bikin 34:32 apa-apa juga seperti saya sampaikan 34:33 minggu lalu ketika namanya Korea Utara 34:36 uji coba nuklir ini untuk jarak jauh 34:37 posisinya. Heeh. Karena jadi artinya 34:40 ketika pandemi sedang terjadi, kesulitan 34:41 ekonomi sedang terjadi karena meletusnya 34:43 perekonomian dunia Korea Utara enggak 34:45 peduli itu, tetap saja dia bikin nuklir. 34:47 Padahal Korea Utara sudah juga punya 34:49 nuklir Hwasong ya 34:51 Heeh, iya. jarak jangkauannya sampai 34:52 8.500 km. Yang diuji coba kemarin kan 34:55 cuma 1.500 km. 34:57 Jadi artinya sesungguhnya negara-negara 34:59 yang melihat kayak gini dengan kancah 35:01 begini, itu sadar betul bahwa ternyata 35:03 kekuatan persenjataan mutakhir itu 35:05 menjadi alat untuk menunjuk untuk tidak 35:07 bisa ditekan gitu bahasa sederhananya. 35:10 Nah, Cina menunjukkan itu bahwa dia 35:11 tidak bisa ditekan. 35:13 Sesungguhnya dalam kasus Laut Cina 35:14 Selatan walaupun dia sudah walaupun 35:17 Amerika sudah melakukan dua dua 35:19 perjanjian dengan ikatan perjanjian 35:21 pertahanan Asia Pasifik sedemikian rupa 35:23 posisinya tetap Cina menunjukkan bahwa 35:25 ketika dia punya kekuatan nuklir, dia 35:27 bilang dia enggak bisa ditekan. Itu 35:28 pernah dinyatakan oleh Xi Jinping secara 35:30 terbuka. Iya. Tidak ada satupun negara 35:33 di dunia yang bisa campur kepentingan 35:35 Cina dan bisa memaksakan kehendaknya 35:37 pada Cina. Heeh. Kami punya saya pernah 35:39 menyatakan juga di di di Rasil. Kami 35:42 punya pengebuk besar untuk menghajar 35:46 negara manapun untuk memukul negara 35:47 manapun yang mencoba untuk 35:48 mengintervensi kami gitu kalimatnya. 35:51 Heeh. Jadi Cina nunjukin betul bahwa dia 35:52 punya pertahanan untuk nunjukin itu. 35:54 Jadi harga ada harga diri Heeh. ada 35:57 harkat martabat bangsa yang 35:58 dipertahankan. Gitu gitu. Walaupun nanti 36:01 dalam kerangka sistem dia akan ketemu 36:02 yang saya sebut sebagai sistem fasis 36:04 tadi gitu melihatnya. 36:06 Wih, luar biasa Bang. Enggak terasa 8.40 36:09 menit sudah. Terakhir Bang Ismed 36:11 Nurhasyim sebagai closing, apa yang 36:13 mesti diingatkan buat pendengar Radio 36:14 Silaturahim 36:15 Selasa ini? Silakan, Bang. 36:18 Eee 36:20 sesungguhnya yang sedang terjadi di di 36:22 negeri kita adalah 36:24 satu satu 36:27 eee pergerakan 36:29 tampak eh, tampak arah yang jelas 36:31 kecuali adanya agenda-agenda yang 36:34 yang masyarakat sudah menciumnya gitu 36:36 posisinya. Ehm. Nah, karena itu kalau 36:39 kita ngambilnya dalam siklus kayak gitu 36:40 apa yang disampaikan oleh 36:42 beberapa kalangan misalnya oleh beberapa 36:45 eh, pihak-pihak tertentu tentang situasi 36:48 dalam negeri. 36:50 Eh. 36:51 Saya mencium ada hal-hal yang patut kita 36:54 selesaikan dengan segera. 36:57 Sehingga eh, 36:58 kita kembali lagi duduk sebagai anak 37:00 bangsa yang betul-betul memegang 37:03 persatuan Indonesia. Ehm. 37:05 Kalau kita memang bersumpah 37:08 saya Pancasila gitu ya. 37:11 Saya Bhinneka Tunggal Ika. 37:13 Maka tolong tunjukkan bahwa Anda 37:16 menjunjung tinggi persatuan, bahwa Anda 37:18 Bhinneka Tunggal Ika gitu posisinya. 37:21 Dan karena itu eh, 37:23 yang muncul adalah kebersamaan sebagai 37:25 bangsa. 37:26 Yang muncul adalah kebersamaan sebagai 37:29 saudara sebangsa dan setanah air yang 37:32 memiliki eh, ideologi yang kuat untuk 37:34 ditegakkan gitu ya. 37:36 Ya, bukan ideologi dalam perspektif 37:38 hanya sendiri dan 37:39 kemudian menerjemahkannya secara 37:41 sepihak. 37:42 Ini yang eh, sekali lagi saya ulang eh, 37:45 betapa pentingnya seorang pejabat publik 37:47 punya sikap rendah hati gitu ya. 37:50 Eh, tidak peduli mereka ada di mana. 37:52 Saya sungguh-sungguh menyaksikan 37:54 mata kepala saya menyaksikan 37:56 arrogansi-arrogansi 37:58 kekuasaan yang luar biasa. Saya 38:00 sungguh-sungguh menyaksikan mata kepala 38:01 saya saksikan. Iya. Dan eh, itu menjadi 38:03 contoh buruk sesungguhnya ketika 38:06 eh, arrogansi kekuasaan itu eh, tidak 38:09 adanya sikap rendah hati gitu posisinya, 38:11 tidak adanya keteladanan itu eh, ketika 38:13 muncul dalam eh, sistem pendidikan 38:16 sosial masyarakat, sistem-sistem 38:18 pendidikan sosial politik masyarakat. 38:20 Dalam bahasa kita tidak adanya uswatun 38:22 hasanah, tidak adanya sikap rendah hati, 38:24 arrogansi kekuasaan tinggi, sesungguhnya 38:26 menunjukkan ada satu masalah yang sedang 38:29 sedang eh di kandang oleh bangsa ini 38:32 secara luar biasa. Ehm. Nah, bagaimana 38:35 menyelesaikannya? Tidak ada cara lain 38:37 karena para pihak mestinya memang punya 38:38 sikap rendah hati. Itu. Nah, di situlah 38:41 eh kita penting untuk saling memaafkan. 38:44 Kalau Anda merasa perlu Anda benar gitu 38:46 ya, tunjukkan bahwa Anda benar dengan 38:47 dengan rujukan-rujukan yang benar gitu 38:49 loh. Ehm. Kalau Anda benar. Kalau kami 38:51 salah, kami juga mau menerima salah. 38:53 Kalau saya masuk, oke. Tapi tidak perlu 38:55 kemudian Anda menunjukkan satu satu palu 38:57 godam, satu pedang keadilan yang 39:00 demikian tajam kepada kami tapi tumpul 39:02 kepada Anda gitu. Enggak boleh dong 39:04 begitu. 39:05 Enggak boleh terjadi seperti itu gitu. 39:07 Nah, saya 39:09 terus terang saya dalam amat krisis yang 39:10 amat sangat posisinya gitu ya. Iya. 39:12 Karena saya menyaksikan itu di dari dari 39:14 lapis paling bawah gitu ya. Betul-betul 39:17 lapis paling bawah. Sampai lapis paling 39:19 atas gitu. Anda kan tidak tidak bergaul 39:22 di masyarakat bawah. Anda sama sekali 39:24 dengan sistem protokol yang Anda punya 39:26 dengan para pejabat publik, jangankan 39:28 pejabat publik, orang seorang direksi 39:30 komisaris BUMN saja bisa sombong kok 39:32 posisinya. Apalagi ada jabatan-jabatan 39:34 kayak gitu gitu ya. 39:35 Anda tidak bergaul di bawah. Anda tidak 39:37 Anda tidak berjalan kaki. Anda tidak 39:39 bersepeda. Anda tidak mengobrol dengan 39:41 mereka. Anda tidak ketemu dengan 39:43 orang-orang yang 39:44 orang tuanya sakit sampai harus maaf to 39:47 say ya. 39:50 Meny- menyedihkan isinya. Dan itu itu 39:52 kita hadapi dalam realitas sosial yang 39:54 eh apa menyentuh hati gitu, menyentuh 39:57 kalbu bahwa kita harusnya betul-betul 39:59 bersama mereka dalam rangka eh jadi 40:02 kalau Anda memang mengisalahkan diri 40:03 Anda seperti disebut oleh Rohmin Dahoeri 40:05 bahwa Anda adalah Umar bin Khattab gitu 40:07 ya, tunjukkan itu gitu. Atau Rohmin 40:09 kemudian salah dan mencabut ucapannya. 40:12 Dan itu yang mestinya kita terima. Jadi, 40:14 eh social empathy, social sympathy. Saya 40:18 enggak bilang political empati, 40:19 political simpati deh. Saya bilang 40:20 sosial deh. Sosial empati, sosial 40:23 simpati. Itu mestinya ditunjukin di 40:25 tengah yang namanya masyarakat dalam 40:27 kondisi sekarang. Karena kerja sama 40:28 sosial itulah sesungguhnya senjata 40:30 paling ampuh menghadapi COVID-19 dan 40:32 vaksin. 40:34 Senjata paling ampuh. Gitu. Sekarang 40:36 sudah menyebar luas habis-habisan 40:38 bagaimana sesungguhnya agenda di 40:39 belakang vaksin gitu. Enggak ada lagi 40:41 apalagi kalau Anda buka internet dengan 40:43 baik terus Anda bisa masuk menyelusup ke 40:45 beberapa internet yang yang yang khusus 40:47 kayak gitu ya seperti yang saya lakukan 40:48 pada Bitchute misalnya gitu ya. Itu kan 40:50 luar biasa ternyata data-data itu gitu. 40:53 Apalagi Peduli Lindungi sekarang yang 40:55 menjadi badan intelijen tersendirilah. 40:58 Nampaknya makin seru lagi. Itu yang saya 41:00 bilang. Kok kok akhirnya malah omongan 41:02 saya terbukti bahwa sesungguhnya di 41:04 belakang di belakang barcode atau QR 41:06 code itu bagian dari langkah kontrol 41:08 sistem seperti yang disebut oleh seorang 41:09 Kristen fundamentalis Texe Marrs yang 41:11 beberapa eh waktu saat sebelum global 41:14 sosial global pandemi itu berjalan mati. 41:17 Itu kan menarik jadi artinya. Artinya 41:19 sekali lagi data-data yang saya punya 41:21 mungkin hari mungkin mendekati kebenaran 41:22 100% gitu loh posisinya. 41:25 Nah, itu yang makanya saya sebut tadi. 41:27 Betapa pen betapa pentingnya soal 41:29 kesehatan itu bisa soal political and 41:32 social empathy, bisa juga soal economic 41:33 empathy. He em. Mari kita dekati dengan 41:36 posisi itu supaya kebersamaan kita 41:37 sebagai anak bangsa. Saya saya terus 41:39 terang motif saya adalah betul-betul 41:41 bicara tentang kebersamaan dan persatuan 41:42 Indonesia. Bahwa keterpilahan dan 41:45 keterbelahan kita itu eh 41:47 kalau dia sempurna alah sudahlah 41:49 disintegrasi yang terjadi. Apa itu yang 41:51 kita mau gitu loh. Insya Allah. Kalau 41:53 itu kita mau berarti agenda asing 41:54 berjalan dong. 41:56 Sabar. Itu itu yang mestinya kita cegah 41:58 posisinya. Dan mudah-mudahan ini tidak 41:59 terjadi gitu. Dan kalau umat Islam mari 42:01 kita mari kita evaluasi keimanan 42:04 ketakwaan kita. Amin amin. Sehingga 42:05 betul-betul Allah menurunkan berkah dan 42:07 dan rahmat-Nya disebabkan oleh keimanan 42:10 dan ketakwaan kita sebagaimana 42:11 Al-Baqarah mensyaratkan jika kamu 42:13 sungguh-sungguh beriman dan bertakwa, 42:15 maka anakku tambah keberkahan kamu. 42:17 Amin. Nah, kali ini mari kita jaga 42:18 keimanan ketakwaan kita supaya 42:20 betul-betul keberkahan dan rida Allah 42:21 itu turun bagi kita sebagai umat Islam 42:23 di Indonesia. Demikian Aisan Talib. 42:27 Salah menjadi tanggung jawab saya, benar 42:29 terus terang itu hanya karena kehendak 42:31 Allah semata. 42:33 Wabillahi taufik walhidayah. 42:34 Assalamualaikum warahmatullahi 42:35 wabarakatuh. Waalaikumsalam 42:37 warahmatullahi wabarakatuh.