Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Bagaimana kabar Anda
- di kesempatan sore hari ini? Semoga
- dalam keadaan sehat walafiat dan selalu
- dalam lindungan Allah Subhanahu wa
- taala. Senang sekali rasanya saya Abi
- Agus ditemani Neza juga ada Yusuf
- Subangkit di meja operator dapat
- menjumpai ikhwan dan akhwat di udara
- dalam program tausiah sore edisi 9
- Februari
- 2026.
- Dan tema kita di hari ini yaitu makna
- dan tujuan kita berpuasa yang akan
- disampaikan oleh guru kita Ustaz Z
- Mahmid. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustaz? Ya.
- Alhamdulillah binikmah waliah.
- Alhamdulillah. Baiklah ikhwan dan
- akhwat, langsung saja kita akan
- mendengarkan pemaparan tausiah yang akan
- disampaikan oleh guru kita. Tafadol
- Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Alhamdulillahilladzi
- an'amana bdolilan.
- Alhamdulillah
- alladzi kataba alainam
- fi syahr ramadan
- alladzi unzila fil quran hudinasi winati
- minal huda wal furfan.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammad shabil burhan waa
- alihi wa ashabihi ulil fadli wal irfan.
- Allahumma rabbisrohli sadri waassirli
- amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu
- qauli.
- Allahumalna minalladina amanu wailus
- shihat watwu bilhaqq watu bisabr.
- Sadaqallahulim.
- Para pendengar sekalian, hamba Allah
- yang mulia di mana aja Anda berada.
- Segala puji dan puja bagi Allah
- Subhanahu wa taala yang mempertemukan
- kita kembali. Masyaallah
- bersahat waliah
- dan insyaallah Allah Subhanahu wa taala
- menghantarkan kita sekalian di bulan
- yang kita nanti-nantikan. Bulan yang
- penuh dengan keberkahan yaitu di bulan
- Ramadan.
- Masyaallah.
- Biasanya
- di bulan Ramadan kita ini ya exciting,
- gembira, bahagia.
- Dan ayat yang sudah sering kita dengar
- tentang Allah Taala berbicara soal bulan
- Ramadan. Satu-satunya ayat dalam
- Al-Qur'an yang Allah Taala menyatakan,
- "Ya ayyuhalladzina amanut alaikumam
- kama kutiba alalladina minqablikum
- la'allakum
- tattaquun."
- Ayat ini Allah menunjukkan bagaimana
- kebesarannya Allah Taala.
- dan penetapan yang diwajibkan kepada
- mereka-mereka yang beriman.
- Allah Taala memanggil dengan panggilan
- khusus, panggilan kasih sayang. Wahai
- hamba-hambaku yang beriman atau wahai
- mereka yang mendakwahkan dirinya mereka
- beriman. Kutiba alaikumusabat. Allah
- Taala telah menetapkan
- ya mendesain untuk manusia.
- berpuasa
- untuk kita diperintahkan untuk
- berpuasa. Subhanallah.
- Di dalam hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam, Rasul sallallahu alaihi
- wasallam mengingatkan tentang bulan
- Ramadan ini.
- Kad ya'alakum syahru Ramadan
- syahrun mubarak.
- Sesungguhnya telah datang kepada kalian
- bulan Ramadan.
- Bulan yang penuh dengan keberkahan
- dan Allah Taala mewajibkan kepada kita
- sekalian. [berdehem][batuk]
- Aftarallahu alaikum.
- Allah Taala wajibkan kepada kalian
- antasu untuk berpuasa.
- Nah, para pendengar sekalian yang
- muliakan Allah Subhanahu wa taala.
- Kalau kita melihat ayat ini yang Allah
- Taala menyatakan, "Kutiba alaikumusam
- kama kutiba alalladina minqlikum."
- Berarti ayat ini menunjukkan
- tidak ada
- manusia yang diciptakan oleh Allah yang
- beriman kepada Allah yang Allah tidak
- wajib yang Allah tidak wajibkan
- berpuasa. Tidak ada. Semua diwajibkan
- oleh Allah berpuasa. Jadi berarti kalau
- kita lihat dari segi saintis aja, dari
- segi sains ya, pengetahuan, dari segi
- pengetahuan aja kita lihat
- semua. Kita akui
- bahwa Allah yang menciptakan kepada
- kita. Itu banyak ayat dalam Al-Qur'an
- Allah Taala menyatakan. Malahan ada di
- ayat yang Allah Taala menyatakan
- kemudian Allah menciptakan kalian babak
- demi babak ya, pertumbuhan demi
- pertumbuhan.
- Semua itu kita akui, semua kita yakin.
- Sekalipun seorang yang dia tidak
- mempunyai agama, dia tahu bahwa dia itu
- diciptakan oleh zat yang menguasai alam
- ini. Hanya dia kurang meyakini untuk dia
- beribadah kepada Allah Taala. Sehingga
- dia katakan, "Saya tidak mempunyai
- agama. Saya tidak percaya agama."
- Tapi semua kita tahu organ-organ tubuh
- kita di dalam tubuh kita itu yang
- menciptakan Allah Taala. Saraf-saraf
- kita yang kalau ditarik itu subhanallah
- ribuan meter. Kalau keseluruhan
- urat-urat saraf yang ada dalam tubuh
- kita ditarik, disambung satu persatu itu
- ribuan meter itu diciptakan oleh Allah.
- Kemudian sesudah Allah menciptakan
- kepada kita, Allah mewajibkan kita harus
- berpuasa.
- Saya ingat tahun 1973
- ketika baru pertama kali saya masuk
- Amerika untuk sekolah di sana.
- 1 bulan sesudah saya masuk Amerika
- terjadi bulan Ramadan.
- Subhanallah.
- Tahun 3.
- Di saat itu
- orang Amerika mereka melihat orang yang
- berpuasa itu kayak ee ritual yang aneh.
- Dia lihat aneh.
- Waktu itu saya masih tinggal course
- close course close course kamar di satu
- rumah yang [berdehem] kamar-kamarnya dia
- close kepada studen-studen.
- Dan pada waktu itu dengan
- makan sarapan dan makan malam. Makan
- siang tidak.
- Jadi ketika dia tahu saya berpuasa, dia
- agak heran. Dia mengatakan, "Jadi Anda
- tidak minum, tidak makan." Saya bilang,
- "Aak." Sampai kapan? Saya katakan,
- "Sampai matahari terbenam." Apa
- jawabannya mereka? Wah, ini aneh.
- This is world.
- Ya, ini aneh.
- Anda tidak makan, tidak minum. Saya
- bilang sampai matahari terbenam baru
- saya bisa makan dan minum.
- itu tahun 3. Sekarang ini di Amerika
- para dokter-dokter semua disuruh manusia
- itu kalau ingin sehat
- paling kurang dalam seminggu di berpuasa
- 2 hari. Itu di Amerika sekarang ini.
- Karena teknologi berkembang.
- makin berkembang teknologi, makin mereka
- lihat kebenaran daripada ayat-ayat Allah
- Subhanahu wa taala. Masyaallah. Jadi
- dengan berkembangnya teknologi mereka
- melihat bagaimana kebenaran daripada
- ajaran Islam. Justru itu sekarang di
- Eropa dan Amerika berbondong-bondong
- orang yang masuk Islam.
- Nah, kita perlu bersyukur kepada Allah.
- Yang pertama nikmah yang Allah berikan
- kepada kita, kita dilahirkan daripada
- orang tua muslim.
- Sehingga alhamdulillah
- kita sudah kenal, kita sudah enggak
- susah-susah untuk mencari lagi tentang
- agama yang paling baik kepada kita.
- Karena Allah Taala ingatkan kepada kita,
- innaddina indallahil Islam. Sesungguhnya
- agama yang di sisi Allah Taala itu yaitu
- itu agama Islam. Sejak zaman Nabi Adam,
- Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan
- Nabi-nabi yang lain, mereka itu agama
- Islam semua. Ajaran-ajaran Islam yang
- diajarkan kepada Allah Subhanahu wa
- taala kepada mereka sampai kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam. Hanya
- mungkin hukum-hukum aja yang agak
- berbeda-beda ya. Apa perintah salat juga
- berbeda,
- maksudnya berbeda jumlah waktunya,
- jumlah rakaatnya. Wallahuam. Tapi kalau
- puasa Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan
- kutiba alikumam kutibaina minqlikum.
- Jadi umat-umat kita ini semua ee
- umat-umat sebelum kita tidak ada yang
- tidak yang yang tidak diperintahkan
- untuk berpuasa. Semua diperintahkan
- untuk berpuasa. Berarti kalau kita lihat
- dari pengetahuan karena Allah yang
- menciptakan kita, Allah lebih mengetahui
- apa yang kita butuhkan. Allah lebih
- mengetahui apa yang dibutuhkan oleh
- organ-organ kita dalam tubuh. Dia yang
- ciptakan, Dia yang adakan semua
- organ-organ kita. Maka dia wajibkan kita
- untuk berpuasa
- dalam setahun itu, sebulan.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- mensunahkan kepada kita, Rasul
- sallallahu alaihi wasallam mensunahkan
- kepada kita ada puasa
- dalam seminggu itu dua hari, Senin dan
- Kamis. Kemudian
- ada lagi puasa yaumul bait. Masyaallah.
- Dan ternyata
- menurut para ahli medis di Amerika,
- mereka mengatakan
- ternyata orang yang berpuasa itu sangat
- sehat.
- Sangat sehat. Nah, hamba Allah yang
- mulia,
- kemudian kita ingin tahu kita ee kita
- berpuasa bukan untuk mencari sehat,
- bukan.
- Kita berpuasa karena itu perintah Allah
- Subhanahu wa taala.
- Sama dengan perintah Allah kepada kita
- untuk salat lima waktu dalam sehari. Ini
- perintah Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- kita berpuasa karena kita menunjukkan
- ketaatan kita kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Justru itu di akhir ayat ini
- Allah taala menyatakan la'allakum
- tattaquun.
- Jadi Allah ingin mendidik kepada kita
- untuk menjadi hamba-hamba Allah yang
- benar-benar taat kepadanya sehingga kita
- ini dimasukkan oleh Allah dalam kelompok
- muttaqin.
- Orang yang takwallah.
- Jadi puasa itu perintah dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Tapi kalau kita perhatikan ayat ini,
- Allah ingin mendidik kepada kita untuk
- menjadi hamba-hamba Allah yang muttaqin.
- Laallakum tattaquun. Supaya kalian
- menjadi hamba-hamba Allah yang muttaqin.
- Yang muttaqin.
- Karena di dalam Al-Qur'an itu Allah
- Subhanahu wa taala mengingatkan
- berkali-kali.
- Di antaranya satu ayat yang Allah
- Subhanahu wa taala nyatakan,
- jannatun ardamawat walard uid lil
- muttaqin.
- Dan jannah yang lebih luas dari langit
- dan bumi
- dijanjikan hanya kepada mereka-mereka
- yang muttaqin.
- Nah, Ramadan
- Allah Taala wajibkan kepada kita
- Ramadan. Allah ingin mendidik kepada
- kita di bulan Ramadan.
- Kita lihat ya
- Ramadan itu Allah Taala membiasakan kita
- untuk bisa menahan hawa nafsu.
- Kalau kita berbicara tentang hawa nafsu
- ini sangat luas.
- Ada hawa nafsu orang yang cepat marah.
- Ya, ada hawa nafsu orang yang mengejar
- dunia dengan meninggalkan akhirat.
- Macam-macam
- ada hawa nafsu untuk ingin berbuat
- maksiat.
- Ya,
- hawa nafsu ingin mengejar perempuan.
- Allah ingin Allah memberikan kesempatan
- untuk mendidik kepada kita. Kita kan
- sering dengar
- istilah di Indonesia tentang diklat.
- Diklat ya pendidikan kilat.
- Mau masuk kejaksaan ada diklat. Masuk ee
- Kementerian Dalam Negeri ada diklat.
- Masuk Kementerian Luar Negeri ada
- Diklat. Semua ada diklat. Pendidikan
- kilat.
- maksudnya untuk ya memperkenalkan kepada
- mereka apa tujuannya ya daripada satu
- kementerian apa yang harus mereka
- lakukan itu namanya diklat
- dan kita sudah sangat sering dengar
- tentang diklat ini. Jadi Ramadan ini
- juga merupakan karena rahmannya Allah
- Taala
- menyediakan dalam tiap tahun itu ada 1
- bulan diklat untuk kita.
- membiasakan diri menahan hawa nafsu.
- Kedua, jujur.
- Mendidik untuk kita jujur.
- Hamba Allah yang mulia,
- mari kita bahas satu-satu ini. Bagaimana
- Allah mendidik kita di bulan Ramadan.
- Justru itu dalam hadis Rasul sallallahu
- alaihi wasallam Rasulullah mengingatkan
- kam minasimin
- ya laisalah illal ju wal atas. Berapa
- banyak daripada orang-orang yang
- berpuasa tapi yang mereka dapatkan hanya
- rasa lapar dan haus.
- Jadi kalau kita berbicara Allah ingin
- mendidik kepada kita hawa nafsu
- ya
- dalam Al-Qur'an Allah Taala ingatkan
- begini.
- Afaraita
- manitahada ilahahu hawa.
- Sudahkah kalian melihat manusia-manusia
- yang mengambil hawa nafsunya menjadi
- Tuhannya?
- Menjadi Tuhannya.
- Jadi kalimat Tuhan
- ya ilah belum tentu itu tertuju kepada
- Allah Subhanahu wa taala.
- Tuhan itu bisa bentuk patung, bisa
- bentuk materi, bisa bentuk jabatan,
- macam-macam.
- Bisa bentuk wanita, bisa bentuk khamar.
- Mereka menuhankan hawa nafsu. Hawa
- nafsunya ingin sesuatu. Apa aja yang dia
- harus perbuat, dia akan lakukan. Benar
- atau salah, halal atau haram, dia enggak
- peduli.
- Yang penting
- keinginan nafsunya
- dia dapatkan.
- Itu yang Allah Taala menyatakan.
- Dan kalau ini terjadi Allah Taala
- nyatakan maka faallahullahu ala ilmi
- maka Allah Taala akan sesatkan dia
- dengan kepintarannya dia sendiri dengan
- ilmunya yang ada padanya
- sekalipun dia profesor doktor
- dan orang juga
- yang menuhankan hawa nafsu dia tidak
- segan-segan
- untuk menjual ayat dengan harga yang
- murah.
- Menterjemahkan ayat menurut keinginannya
- dia hanya untuk menutupi
- ee
- menutupi kelompoknya dia yang berbuat
- salah atau berbuat dosa atau menyimpang
- atau zalim.
- Banyak kejadian dalam kehidupan kita.
- Jadi Ramadan ini termasuk Allah Taala
- mendidik kita untuk membiasakan diri
- menahan hawa nafsu. Saya berikan contoh
- begini.
- Perokok.
- Rokok ya orang yang enggak bisa lepas
- rokok.
- Terkadang kalau kita nasihati kepadanya
- atau kita tegur kepadanya, dia
- mengatakan, "Aduh,
- saya enggak bisa berpikir kalau saya
- enggak merokok.
- Ah, kayaknya otak saya blank kalau saya
- enggak merokok."
- itu sebenarnya dia sugestikan dirinya
- dia. Tapi yang saya heran
- kenapa di bulan Ramadan
- dia bisa berhenti untuk merokok di siang
- hari?
- Jadi sebenarnya Allah Taala ingin
- mendidik kepada kita supaya kita
- tinggalkan yang tidak-tidak yang makruh
- ya. mungkin haram karena kita membakar
- uang. Bahwa membakar rokok itu membakar
- uang.
- Kenapa dia bisa nahan di bulan Ramadan?
- Karena mungkin bulan yang penuh
- keberkahan.
- Sehingga keberkahan ini mengalir di
- dalam dirinya.
- Hilang dia sugestinya. Kalau dia enggak
- merokok, enggak bisa mikir. Kalau dia
- enggak merokok, enggak bisa kerja.
- Kan banyak manusia yang demikian.
- Ada hamba-hamba Allah yang sudah
- berhenti rokok kemudian dia merokok
- lagi.
- Saya tanya kepadanya lah setahu ana kan
- berhenti rokok. Dia bilang ya ana sudah
- berhenti. Tapi ternyata ana enggak bisa
- mikir kalau ana enggak merokok.
- Subhanallah. Itu statement daripada para
- perokok.
- Ketika di bulan Ramadan dia bisa
- hentikan ini, kenapa tidak dilanjutkan
- aja?
- Jadi Allah Taala Ramadan itu juga
- sebagai diklat kepada kita.
- Kemudian yang kedua untuk
- membiasakan kita jujur di bulan Ramadan.
- Karena ibadah yang paling gampang kita
- bohongi
- seseorang.
- itu orang yang berpuasa yang paling
- gampang kalau dia membohongi orang
- mengatakan dia berpuasa. Enggak ada
- orang yang tahu.
- Sekalipun tadinya bakda zuhur dia sudah
- makan kenyang, di satu tempat ada tempat
- untuk berbuka puasa, dia datang
- beramai-ramai, ingin berbuka puasa
- beramai-ramai.
- Alilim indallah. Yang mengetahui hanya
- Allah Taala padahal dia enggak puasa.
- Berbeda kalau memang dia ada uzur
- ya. Ada uzur. Kalau umpama perempuan
- pada waktu dia dapat bulanah
- itu ada wudu. Kalau laki-laki kalau
- memang benar-benar dia sakit yang tidak
- bisa berpuasa,
- nah obat yang dia harus minum itu cukup
- ketat dan memang puasan badannya sangat
- lemas. Ah, itulah.
- Tapi banyak di antara kita ketika datang
- bulan Ramadan dia tidak berpuasa. Begitu
- ditanya dia katakan, "Mah, saya lagi
- kambuh." Jadi biasanya kalau bulan
- Ramadan, bulan puasa banyak terus
- penyakit ma ini banyak.
- Padahal sebenarnya dia mensugestikan aja
- dirinya atau alasan kepada yang lain
- seakan-akan dia ada ma malahan berpuasa
- itu bisa mengobati mahnya.
- Nah, nanti kita lihat di akhir daripada
- bagaimana pendapat para ahli-ahli
- medikal ya dalam medical saci. Bagaimana
- apa reaksi ketika kita berpuasa. Jadi
- Allah juga ingin mendidik kita untuk
- juur
- di bulan Ramadan.
- Kemudian Allah mendidik kita untuk
- disiplin.
- Disiplin.
- Saya berikan contoh begini.
- Terkadang sudah azan banyak yang
- berpikir, "Ah, nanti aja,
- nanti aja. Zuhurnya masih panjang,
- ya.
- Tapi pada waktu ketika dia berpuasa,
- dia sahur,
- dia tahu jam yang tertentu itu dia
- enggak enggak bisa lewati.
- Begitu juga ketika akan berpuasa
- kan zuhur, asar ada hamba-hamba Allah
- yang tertentu. Terkadang mereka berpikir
- ya azan sesudah 1 jam kadang-kadang
- karena kesibukan sudah dekat magrib
- sudah 2 jam baru dia salat.
- Ahah. Itu hati-hati. Subhanallah.
- Sebab Allah Subhanahu wa taala tidak
- menyenang
- orang-orang yang menundak.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam pernah
- mengingatkan dalam hadisnya ketika
- seorang bertanya kepada Rasulullah, "Ya
- Rasulullah, apa di antaranya supaya saya
- dicintai oleh Allah?" Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menjawab
- kepadanya, "Sallu fil wqti." Kamu salat
- pada waktunya. Jangan ditunda-tunda.
- Tapi kalau Ramadan, bagaimana Allah
- mendidik kepada kita?
- Begitu sudah mendekati umpama kalau
- magrib jam .00, kalau sekarang kan
- magrib jam 0.00. 20
- mereka itu tunggu dengan sabar.
- Tunggu dengan sabar. Begitu teng jam .00
- langsung mereka berbuka puasa juga.
- Allah Taala ingin mendidik kepada kita
- untuk disiplin.
- Kenapa kita tidak lanjutkan disiplin ini
- ketika kita mendengar azan?
- Dan di atas segala-galanya itu
- pengampunan Allah Subhanahu wa taala
- kepada mereka yang berpuasa luar biasa.
- Manqama Ramadan imanan wtisaban.
- Gfira lahu minambihi
- ma taakhar ma taqadam.
- Orang yang berpuasa
- benar-benar karena iman dan dia
- berhati-hati dalam puasanya.
- Allah Subhanahu wa taala menjanjikan
- Allah ampunkan dosa-dosa dia yang telah
- lalu, yang dia telah lewati.
- Subhanallah.
- Betapa beruntungnya ketika kita berpuasa
- benar-benar karena Allah.
- Satu keberkahan
- mengikuti semua langkah kita pada saat
- itu. Yang kedua, magfirah dari Allah
- Subhanahu wa taala. Allah taala janjikan
- dan Allah taala nyatakan innallaha la
- yukhliful miad. Allah Taala tidak pernah
- memungkiri janjinya.
- pengampunan
- turun kepada kita.
- Masyaallah.
- Nah, hamba Allah yang mulia,
- kemudian mari kita lihat Allah Taala
- ingatkan kepada kita laallakum
- tattaquun.
- Supaya kalian menjadi hamba Allah yang
- taat kepada Allah, masuk kepada kelompok
- muttaqin.
- Ya itu laallakum tattaquun. supaya dia
- masuk kepada kelompok muttaqin.
- Di ayat yang lain Allah Taala nyatakan
- begini supaya kita tahu Allah Taala
- memperinci
- bagaimana di antaranya untuk supaya Anda
- ee bagaimana apa sifat-sifat daripada
- kelompok yang muttaqin.
- Karena di bulan Ramadan itu, subhanallah
- Aisyah radhiallahu anha
- bercerita bahwa
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di
- bulan Ramadan itu
- seakan-akan di dalam hidupnya itu penuh
- dengan
- sedekah
- tiap hari.
- sedekah.
- Nah, mari kita lihat di ayat yang lain
- apa hubungannya ini sedekah dengan
- muttaqin.
- Apalagi kita akan memasuki bulan Ramadan
- dan kita menginginkan supaya Ramadan
- kita ber
- yang muttaqin.
- Jadi Allah memberikan gambaran di ayat
- yang lain
- supaya kalau kita di bulan Ramadan itu
- kita tunjukkan kepada Allah Subhanahu wa
- taala, kita termasuk karakter yang Allah
- taala gambarkan di dalam Al-Qur'an.
- Ketika Allah Subhanahu wa taala
- [berdehem]
- menyatakan
- wajnatun ardamawat walardat
- lil muttaqin jannatin arduamawatidat
- lil muttaqin dan jannah yang lebih luas
- dari langit dan bumi
- dijanjikan hanya kepada orang-orang yang
- muttaqin. Kemudian Allah Taala terangkan
- kepada kita di antara sifat-sifat yang
- muttaqin
- yang Allah Taala menyatakan alladzina
- yunfiquuna farra wadra
- walqadiminal ghaid walinainas
- wallahu yuhibbul muhsin
- mereka-mereka itu orang yang suka
- berinfak
- bersedekah
- ya berinfak atau bersedekah.
- Di bulan Ramadan
- juga Allah Taala mendidik kepada kita
- supaya kita itu punya toleransi yang
- tinggi kepada orang-orang yang tidak
- mampu.
- Jadi bulan Ramadan itu bukan hanya
- sekedar kita menahan lapar.
- Seakan-akan Allah ingin memberitakan
- kepada kita, coba Anda rasakan bagaimana
- caranya orang yang lapar yang tidak
- makan.
- Mereka-mereka yang tidak mempunyai
- kemampuan yang fakir, mungkin dia makan
- di malam hari, dia enggak bisa makan di
- siang hari.
- Mungkin dia hanya makan sehari sekali.
- Kita kan kalau bulan Ramadan makan hanya
- sehari sekali. Setelah berbuka puasa
- kita makan.
- Jadi Allah Taala juga menyuruh kepada
- kita untuk alladina yunfiquuna farra wra
- kita banyak perbanyaklah kita bersedekah
- di bulan Ramadan.
- Perbanyaklah kita berinfak di bulan
- Ramadan.
- Bukan berarti kita hanya nanti nunggu di
- bulan Ramadan baru kita berinfak. Bukan.
- Karena juga kita berinfak, bersedekah.
- Coba kita renungkan, bayangkan ketika
- kita berpuasa,
- kita berpuasa itu kita dalam kondisi
- yang penuh dengan keberkahan dari Allah
- Taala.
- Karena Allah Taala menyatakan syahrun
- mubarak.
- sahab bulan yang penuh dengan
- keberkahan.
- Kemudian
- kita bersedekah.
- Dan sedekah juga ini Rasul sallallahu
- alaihi wasallam mengingatkan kepada kita
- di antaranya
- di antaranya
- yang bisa
- mempengaruhi takdir Allah Taala ketika
- seorang bersedekah.
- Jadi umpama contoh begini. Kira-kira
- Allah Taala sudah takdirkan dia bakal
- jatuh dari atas tangga ke bawah.
- Subhanallah. Kita kan tidak tahu apa
- takdir Allah akan terjadi kepada kita.
- Pagi-pagi mungkin kita lihat ada seorang
- yang lagi jualan tidak mampu, mungkin
- belum laku. Kemudian kita berpikir, "Ah,
- lebih baik saya berikan sedekah
- kepadanya." Ya, kemudian kita berikan
- sedekah kepadanya.
- Takdir Allah sorenya kita jatuh dari
- atas tangga.
- Takdir Allah tetap terjadi. Tapi hasil
- daripada takdir Allah ini kita
- dipelihara oleh Allah tidak cedera,
- tidak apa-apa.
- Subhanallah karena sedekah.
- Dan itu pernah saya ceritakan di sini
- salah satu
- di zaman Nabi Musa Alaih Salam
- seorang pasangan suami istri yang sangat
- taat di dalam mentaati kepada apa yang
- Allah ajar apa yang Allah Taala wahyukan
- kepada Nabi Musa dan Nabi Musa
- mengajarkan kepada mereka dan dia
- termasuk seorang termasuk pasangan
- Muslim yang baik. Mereka datang kepada
- Nabi Musa, minta kepada Nabi Musa, "Ya
- Musa, doakan kita kepada Allah Taala
- supaya keluarkan kita daripada
- kemiskinan."
- Artinya dengan istilah yang lain,
- jadikan mereka orang yang kaya, yang
- mampu. Maka Nabi Musa berdoa kepada
- Allah Subhanahu wa taala dan Allah taala
- nyatakan kepada Musa, "Aku akan jadikan
- mereka ini kaya raya,
- tapi hanya 2 tahun.
- Kemudian sesudah 2 tahun akan
- dikembalikan lagi sebagaimana semula.
- Dan benar
- Nabi Musa berdoa kepada Allah. Mereka
- dikayakan oleh Allah Taala diberikan
- kemampuan.
- Ketika mereka ini diberikan kelebihan
- oleh Allah sedekahnya hampir tidak
- pernah berhenti.
- Dia bersedekah sana sini sana sini.
- Kemudian sesudah mendekati 2 tahun,
- suaminya mengatakan kepada istrinya,
- "Kita harus lebih memperbanyak sedekah.
- Karena sesudah 2 tahun kita sudah tidak
- punya kemampuan lagi untuk bersedekah.
- Kita balik sebagai
- fuqara.
- 2 tahun selesai
- mereka
- tetap
- punya perempuan dalam Subhanahu wa taala
- kemudian bertanya kepada Allah.
- Kemudian Allah Taala menjawab kepada
- Nabi Musa,
- "Karena sedekahnya mereka yang tidak
- pernah berhenti,
- maka aku panjangkan kekayaan mereka ini
- dan kemampuan mereka ini." Jadi berarti
- sedekah itu dan juga sedekah itu
- menjauhkan kita daripada sakit.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan daidakum badaqah.
- Ya, obatilah penyakit kalian itu dengan
- banyak sedekah.
- Nah, jadi ini subhanallah subhanallah
- ini di antaranya sifat daripada
- orang-orang yang berbahu wa taala
- menyatakan mereka ini untuk dididik
- menjadi hamba-hamba Allah yang muttaqin.
- Menjadi hamba-hamba Allah yang muttaqin.
- Subhanallah.
- Nah, hamba Allah yang mulia, para
- pendengar dimuliakan Allah Taala. Di
- dalam Al-Qur'an ini ada yang Allah
- janjikan kepada sifat daripada orang
- muttaqin yang suka bersedekah.
- Ketika Allah Taala menyatakan mataladina
- amwum fibilillah
- habbatin ambatabi
- perumpamaan
- mereka-mereka yang suka berinfak.
- Sadekah itu termasuk berinfak. Infak itu
- bagian daripada sedekah.
- Jadi maknanya sebenarnya sama.
- Ya,
- artinya orang yang suka berinfak, orang
- yang suka bersedekah. Orang yang suka
- bersedekah itu termasuk dia berinfak.
- Allah Taala menyatakan perumpamaan
- mereka itu orang yang bersedekah
- bagaikan sebutir biji ya, apa? Biji
- tanaman
- yang kemudian dia tumbuh.
- habbatinat
- sabil
- fulli sumbalin
- mi habah maka dia tumbuh menjadi tujuh
- cabang
- dan tiap cabang itu berbuah 100 buah
- tiap cabang berarti kalau tujuh cabang
- berapa 700 buah
- Jadi Allah memberikan perumpamaan ini
- bahwa kalau kita bersedekah
- 700 kali Allah Taala akan membalas
- kepada kita,
- akan membayar kepada kita, memberikan
- keuntungan kepada kita dengan apa yang
- kita sedekahkan.
- Namun pertanyaannya, hamba Allah yang
- mulia,
- seberapa jauh kita yakini ini?
- Kita yakin benar yakin banyak orang
- yakin
- tapi terkadang dia lupa dengan ayat ini
- lalai bahwa kalau dia keluarkan sedekah
- 700 kali Allah Taala akan membalas
- kepadanya mengganjar kepadanya 700 kali
- Allah Taala akan mengganjar dengan apa
- kita enggak tahu.
- Mungkin Allah Taala mengganjar dengan
- kesehatannya. Mungkin Allah mengganja
- dengan rezeki yang macam-macam.
- Subhanallah.
- Wallahu yudfu liman yasya wallahu wasiun
- alim. Allah Taala melipat gandakan siapa
- yang dia kehendaki.
- Dan Allah wasiun alaih.
- Dan Allah Taala
- mempunyai pengetahuan yang sangat luas.
- Pengetahuan yang tidak terbatas. Allah
- maha tahu, Allah maha pinta. Ya Allah
- Subhanahu wa taala maha mengetahui.
- Di ayat yang lain Allah taala
- menyatakan, "Innahu yalamu ma fisur."
- Dia mengetahui apa yang ada dalam
- dadamu. Kita baru niat, Allah Taala
- sudah tahu.
- Teknologi sekarang
- mereka bisa mendeteksi bagaimana jantung
- kita bergeraknya gimana. Ya, ada X-ray
- juga bisa melihat bentuk jantung kita,
- tapi tidak ada ilmu
- pengetahuan atau alat yang bisa
- mendeteksi niat kita.
- Gak ada.
- Hanya Allah Taala yang tahu. Jadi, kita
- baru niat sudah diketahui oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- Jadi itu di antaranya salah satu sifat
- untuk menopang supaya kita menjadi hamba
- Allah yang muttaqin ya.
- Wal waladiminal ghaib.
- Ini cocok.
- Masyaallah.
- Ya, kita berpuasa Allah mendidik kepada
- kita orang kan kalau di bulan Ramadan
- kita disuruh oleh Allah Subhanahu wa
- taala jangan gampang-gampang marah
- ya. Sedikit-sedikit tanduknya keluar,
- marahnya luar biasa. Jangan.
- Kita lagi berpuasa. Bukan hanya makanan
- dan minuman yang perlu kita tahan. Nafsu
- kita juga perlu kita tahan. Kemarahan
- kita kita harus bisa bentuk. Dan itu
- merupakan salah satu daripada sifat
- muttaqin. Sedangkan Allah suruh kita
- berpuasa karena Allah inginkan supaya
- kita menjadi hamba Allah yang muttaqin.
- Wal kadinal gid walina anin. Dia bisa
- membendung kemarahannya
- tapi dia juga cepat memaafkan kepada
- saudaranya.
- Nah, para pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa taala di
- bulan Ramadan,
- mari kita lihat tentang marah dan
- memaafkan seseorang.
- Ada hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam yang Rasulullah menyatakan
- la yanzulur rahmah liquumin qahim.
- Allah Taala tidak akan menurunkan
- rahmannya. memandang kepadanya dengan
- pandangan rahmah. Mereka yang suka
- memutuskan silaturahim.
- Silaturahim terputus
- karena hamba Allah ini enggak mau
- memaafkan atau satu sama yang lain
- enggak mau memaafkan.
- Ada manusia tersinggung dengan kalimat
- ya. Ada manusia tersinggung dengan
- macam-macam
- dan satu sama yang lain menganggat dia
- paling benar. Silaturahim terputus.
- Mari kita lihat satu peristiwa yang
- berhubungan dengan silaturahim.
- Berarti di bulan Ramadan kalau
- silaturahim terputus,
- ya sama dengan kita kira-kira dan kita
- masih bodoh. Sama dengan kita hanya
- menahan lapar dan haus.
- Mari kita lihat di di
- zaman Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ketika sekali waktu
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- akan berkhotbah
- dan Rasulullah mimbarnya Rasulullah itu
- ada tiga tangga, tiga anak tangga.
- Rasulullah naik di tanggal yang pertama.
- Kemudian Rasulullah terhenti dan
- mengatakan amin.
- Dia naik di tanggal yang kedua kemudi
- lagi dan mengatakan amin. Sampai dia
- naik tanggal yang ketiga demikian juga
- terjadi mengatakan amin. para pendengar,
- para sa meladian ini agak
- agak heran
- setelah selesai
- kok tidak biasanya kira-kira
- Anda naik di tangga yang pertama
- mengatakan amin, yang kedua mengatakan
- amin, yang ketigaan amin. Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam kemudian
- mengatakan kepadanya,
- "Qad jaani Jibril
- faqala
- syaqiya abdun." Subhanallah. Jadi Jibril
- mengatakan kepada Rasul sallallahu
- alaihi wasallam, "Syaqi abdun adraka
- Ramadan
- fansalaka minhu walam yugfar lahu."
- Jibril mengatakan kepada ee jadi
- Rasulullah mengatakan Jibril datang
- kepadaku dan mengatakan
- merugi dan celakalah
- seorang hamba Allah Abdun
- dia sampai di bulan Ramadan dan dia
- selesaikan Ramadannya
- tapi Allah subh tapi dia tidak
- mendapatkan pengampunan dari Allah
- Subhanahu wa taala. Ini satu kerugian
- yang luar biasa. Kerugian yang luar
- biasa.
- Maka kita perlu tahu kira-kira apa di
- antaranya yang Allah Taala tidak
- memberikan pengampunan kepada kita.
- Kita sudah susah payah di bulan Ramadan.
- Kita mungkin salat malam ya bersedekah.
- Tapi kok pengampunan seakan-akan tidak
- dapat.
- Di antaranya salah satunya orang yang
- suka memutuskan silaturahim.
- Dan biasanya silaturahim terputus itu
- kepada orang-orang dekat
- dan satu sama lain tahan gengsi. Dia
- yang salah, kenapa saya harus
- minta maaf? Di sana juga berpikir dia
- yang duluan, kenapa saya yang harus?
- Padahal di dalam hadis yang lain, Rasul
- sallallahu alaihi wasallam mengingatkan
- kepada kita, sh liman qata.
- Hubungkanlah tadi silaturahim kepada
- mereka yang memutuskan silaturahim
- dengan engkau.
- Rasulullah tidak berbicara siapa yang
- salah, siapa yang benar
- sekalipun kita benar. Tapi kalau kita
- ingin menjadi hamba Allah yang muttaqin,
- yang taat kepada Allah, silaturahim
- terputus,
- kita datangi kepadamu. Sekarang ini
- sudah banyak kemudahan Allah berikan
- kepada kita. Ada WA ya, HP, macam-macam.
- Susun kalimat yang indah.
- Kalau kita benar-benar nyusun kalimat
- yang indah kepada hamba Allah atau teman
- kita yang terputus silaturahim,
- pasti insyaallah Allah akan menggerakkan
- hatinya. Mungkin dia akan meneteskan air
- mata ketika membaca kalimat yang kita
- kirim kepadanya.
- Jadi berarti terputusnya silaturahim
- Ramadan
- akan bermakna tidak ada bagi kita akan
- tidak bermakna bagi kita.
- Apalagi sesama saudara,
- bapak dan anak. Subhanallah.
- Bapak dan anak bukan, bukan tidak bukan
- bukan tidak mustahil. Banyak apa
- anaknya sudah sukses
- marah kepada bapaknya
- kemudian tidak pernah dia datangi kepada
- bapaknya.
- Subhanallah.
- Apalagi kalau dia berada di luar negeri.
- Mungkin bapaknya hanya ingin mendengar
- suaranya aja.
- Jadi hati-hati ketika kita masuk bulan
- Ramadan silaturahim ada yang terputus
- di antara keluarga apalagi keluarga
- dekat-dekat kita.
- Kemudian
- di ayat ini Allah Taala menjakkan
- orang yang suka bersedekah.
- Kenapa terkadang orang enggak mau
- memaafkan seseorang
- itu karena hatinya keras. Dan di Quran
- Allah Taala ingatkan tentang orang-orang
- yang berhati keras. Malahan Allah
- berikan umpamakan kerasnya seperti batu.
- Malahan terkadang di dalam batu tersebut
- ada air yang mengalir.
- Jadi Allah Taala tidak tidak reda, tidak
- menginginkan orang yang berhati keras.
- Lembutkan hati kita. Allah
- cintai orang yang berhati lembut.
- dia
- maafkan seorang.
- Sebab kita juga tahu kalau kita
- seorang
- subhanallah
- sering muncul dalam hati kita. Umpama
- karena ada seseorang yang kita bertikai
- dengannya dan kita enggak mau memaafkan,
- maka itu akan terjadi dendam di dalam
- hati. Dendam dalam hati akan mengganggu
- otak kita, mengganggu tidur kita,
- mengganggu makan kita.
- Dan bukan hal mustahil kalau dendam ini
- dipelihara
- itu bisa merupakan salah satu pemicu
- untuk bisa mendapat serangan jantung.
- orang yang dendam.
- Kalau menurut medis ya saya bukan
- dokter,
- tapi saya sering baca di [berdehem]
- ada yang namanya The Journal of Medical
- Science,
- jurnal tentang medical science, tentang
- eh ilmu-ilmu dalam kedokteran.
- Orang kalau dia dendam
- dan dia bersemayam dendamnya dalam hati,
- itu tekanan darahnya itu bisa naik.
- Kalau tekanan darahnya naik, bukan hal
- mustahil dia bisa mendapat serangan
- stroke.
- Subhanallah.
- Jadi Allah Taala memberikan gambaran
- kepada kita ingin menjadi hamba Allah
- yang muttaqin sebagaimana yang Allah
- perintahkan kita untuk berpuasa melatih
- diri kita. Allah Taala ingatkan
- cepat-cepat memberi maaf.
- Jangan dendam dalam kehidupan kita.
- Coba subhanallah
- cepat-cepat memberikan maaf. Sebab kalau
- kita sudah berikan maaf, sudah hilang
- dendamnya. Sudah ngendam, selesai kita
- sudah berikan maaf.
- Walina.
- Nah, hamba Allah yang mulia, para
- pendengar yang dimuliakan Allah
- Subhanahu wa taala. Jadi kita balik lagi
- kepada Ramadan.
- Jadi Jibril mengatakan kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, "Merugi dan
- celaka
- orang yang masuk di bulan Ramadan
- dan dia tidak mendapat pengampunan dari
- Allah."
- Di antaranya
- peminum khamar yang di bulan Ramadan dia
- enggak berhenti.
- Itu sangat jelas. Dalam hadis Rasul
- sallallahu alaihi wasallam menyatakan
- maka yang dia dapatkan hanya haus dan
- lapar.
- Pengampunan dari Allah Taala tidak
- turun.
- Subhanallah.
- Kemudian orang-orang yang suka menebar
- fitnah, hati-hati.
- Hati-hati
- di bulan Ramadan. Justru itu kenapa
- [berdehem]
- saya katakan di bulan Ramadan itu Allah
- Taala mendidik kepada kita untuk
- mendidik hawa nafsu kita, membiasakan
- kita bisa membendung hawa nafsu kita.
- Apalagi hawa nafsu ini kalau jatuh
- kepada pejabat.
- Allahu Akbar. Walillahilhamd.
- Atau orang yang mengejar-ngejar
- keuntungan
- karena ingin mendapatkan posisi. Ee
- mengejar-ngejar jabatan, ingin
- mendapatkan posisi
- itu. Subhanallah.
- Subhanallah.
- Sayang.
- Dia masuk di bulan Ramadan
- yang dia dapatkan hanya lapar dan haus.
- Nah, kemudian Rasul sallallahu alaihi
- wasallam
- di dalam hadis ini
- kemudian Rasul sallallahu alaihi
- wasallam
- [berdehem]
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- kemudian sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan faqala Jibrilq
- abdunai [berdehem]
- ahadahuma
- falam yudilahul jannah.
- Nah, ini hubungan sangat erat dengan
- Ramadan.
- Merugi dan celakalah
- hamba Allah yang mempunyai kedua orang
- tuanya
- atau hanya satu. Katanya satu sudah
- meninggal duluan
- dan orang tuanya berada di tengah-tengah
- kehidupannya
- tapi tidak menjadikan dia Allah
- Subhanahu wa taala memasukkan ke dalam
- surga.
- Artinya orang yang menyakitkan hati
- orang tuanya. satu
- kan di Quran Allah Taala ingatkan kepada
- kita
- ini ayat yang cukup panjang yang Allah
- Taala ingatkan apalagi ketika mereka
- berada di bawah naunganmu.
- Fala taqulahuma ufin fala tanharhuma
- waahumaan
- karima.
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah Subhanahu wa taala.
- Kalau di bulan Ramadan hati-hati umpama
- kita jauh dari orang tua,
- ya Allah
- apa susahnya tiap hari ketika kita
- hubungi kepada mereka?
- Enggak ada waktu tiap hari ya 2 hari
- sekali. Enggak ada waktu 2 hari sekali
- ya 3 hari sekali.
- Tapi tunjukkan perhatian dan kasih
- sayang sebagaimana dia menjaga kepada
- kita di waktu kecil.
- Kalau antum sekarang ini mempunyai anak
- kecil, antum tahu kan hati-hatinya
- menjaga anak. Bagaimana supaya anak ini
- merasa bahagia, merasa senang. Begitulah
- orang tua kita yang lakukan kepada kita
- sebelumnya. Sehingga Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam diingatkan
- oleh Jibril, "Celakalah mereka yang pada
- waktu itu masih ada orang tua dalam
- kehidupannya, tapi tidak menjadikan
- Allah memasukkan dia ke dalam surga."
- Berarti
- puasa kita juga tidak diterima oleh
- Allah Subhanahu wa taala.
- Dan ada hamba-hamba Allah yang merasa
- sudah berhasil dan cukup kasar kepada
- orang tuanya. Kasar cara berbicaranya.
- Kas
- anak-anak muda,
- saya kira-kira berikan contoh begini.
- Orang-orang tua yang kira-kira sudah
- umur sekitar 65 tahun ya, 60 tahun
- ketika mereka mulai tumbuh itu komputer
- belum ada, HP belum ada. Ya, mungkin ada
- satu dua di antara mereka yang masih
- memegang HP, yang masih mengerti, masih
- mau belajar. Nah, terkadang mungkin anak
- ini ada masalah sesuatu.
- Kemudian ibunya dengar atau bapaknya
- dengar,
- kemudian dia ingin tahu
- apa masalahnya dan bagaimana.
- Terkadang anak ini mengatakan, "Udah
- diam aja lah, Bu, atau diam ajalah, Pak.
- Bapak ini enggak tahu masalah ini. Bapak
- ini enggak bisa ikuti masalah ini.
- Jangan. Subhanallah.
- Balaslah kepada mereka dengan kalimat
- yang indah. Waahuma qulan karima."
- Setidak-tidaknya kalau kita mengatakan
- kepada mereka, "Iya, masa ini ada
- masalah atau Bu, saya ada masalah.
- Tolong ibu doakan saya.
- Kalau dia ingin tahu masalahnya apa,
- berikan gambaran sedikit tentang
- masalahnya. Kita menunjukkan ada
- perhatian kita dan kita tahu bahwa kita
- masih mengharapkan doa daripada ibu
- kita. Karena doa daripada orang tua
- kepada anak. Rasul sallallahu alaihi
- wasallam mengingatkan bagaikan doa nabi
- kepada umatnya.
- Doa nabi liumat umat.
- sebagai doa nabi kan kepada umatnya itu
- boleh bilang 99 9% diterima oleh Allah
- Taala.
- Jadi kalau di ee Rasulullah memberikan
- perbandingan, doa orang tua kepada
- anaknya sama dengan doa Nabi kepada
- umatnya.
- Sangat bagul.
- Kemudian yang ketiga, sebentar lagi kita
- akan tanya jawab insyaallah. Kemudian
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan
- Jibril mengatakan kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam, waqala
- Jibril
- syaqi abdunukirtaahu
- walam yusli alik.
- Jibril mengatakan, "Merugi dan celakalah
- seorang yang disebut nama Rasulullah."
- sebut namamu. Namamu itu artinya Jibril
- mengatakan kepada Rasulullah,
- seorang
- yang menyebut
- namu.
- Kemudian
- Rasul sallallahu alaihi wasallam disebut
- kemudian dia tidak berselawat.
- Jangan
- baik dalam keseharian apalagi di bulan
- Ramadan.
- Perbanyaklah berselawat kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam.
- Setidak-tidaknya ketika orang menyatakan
- apa dia penceramah ya, apa dia
- mengingatkan sesuatu tentang Rasulullah
- menyebut kepada Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam, kita cepat-cepat
- berselawat kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Justru itu, para pendengar yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa taala,
- kita sebentar lagi akan masuk ke bulan
- Ramadan.
- Tinggal mungkin kira-kira sekitar 10
- hari kita akan masuki bulan Ramadan.
- Di bulan inilah kita mendapatkan
- kesempatan yang terbesar dari Allah.
- Allah akan mengampuni dosa-dosa kita.
- Allah jamin kepada kita.
- Karena Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam mengingatkan kepada kita, Allah
- Taala berbicara mengatakan tentang
- Ramadan.
- Semua amal ibadah itu untuk hambanya
- tersebut.
- Tapi untuk puasa
- Allah Taala menyatakan itu untukku dan
- aku yang akan membalas kepadanya,
- mengganjari kepadanya.
- Jadi di bulan Ramadan pergunakan
- kesempatan ini sebaik-baiknya.
- Karena kalau kita masuk bulan Ramadan
- saat ini, belum tentu
- Ramadan yang akan datang masih kita
- sempat untuk melihat.
- Kalau Ramadan bisa berbicara, maka
- mungkin dia akan mengatakan kepada kita
- muslimin,
- hamba-hamba Allah muslimin,
- hamba akan mendapatkan pengampunan dari
- Allah Taala.
- Karena aku telah membendung Anda dari
- hawa nafsumu.
- Aku membendung Anda di siang hari untuk
- tidak makan dan minum.
- Maka pergunakan kesempatan
- sebaik-baiknya ini untuk mendekatkan
- diri kepada Allah supaya mendapat
- pengampunan dari Allah. Karena ketika
- aku tinggalkan engkau di akhir umurku
- Ramadan yang ke-30
- itu umurnya Ramadan.
- Tapi dia akan kembali lagi tahun yang
- akan datang. Dan Ramadan mungkin akan
- berbicara, "Ketika aku kembali, belum
- tentu engkau akan masih bisa melihatku.
- Mungkin pada saat itu Anda telah berada
- di alam barzakh."
- Itu kalau Ramadan bisa berbicara, dia
- akan mengatakan yang demikian.
- Perumpamaan
- mudah-mudahan
- Allah Subhanahu wa taala hantarkan kita
- di bulan Ramadan penuh dengan
- pengampunan, magfirah dan penuh rahmah
- dari Allah Subhanahu wa taala.
- Kalau ada yang salah kepada Allah saya
- mengharapkan magfirahnya.
- Waminallahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat. Demikian
- telah kita simak pembahasan yang telah
- disampaikan oleh guru kita Ustaz Z M.
- Mbahmid. Kita langsung menuju pertanyaan
- Pak Ustaz.
- Ada Pak Arwin, Ibu Ani Khani Khudaifah,
- kemudian ada Ibu Aminah Eyang Sri, Bapak
- Ahmad Rosidin, Bapak Fajar Alfatih, Ibu
- Fani, Bapak Sayan Rohili, Ibu Retno, SW,
- Bapak Musawir Abdul Basir. Pertama Bapak
- Musawir. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Mohon pencerahannya. Di ee
- dulu ada perintah puasa. Di mana nih?
- Perintah puasa ada dua harapan, yaitu
- harapan menjadi orang bertakwa dan
- menjadi orang yang bersyukur. Mohon
- pencah pencerahannya dari dua harapan di
- atas. Terima kasih, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammadin wa ali benar.
- Karena di akhir ayat ini Allah Taala
- menyatakan kutibinaumakum
- tquun.
- Ya Allah Taala menyatakan sebagaimana
- Allah Taala telah perintahkan kepada
- umat-umat sebelum kamu.
- Laallakum tattaquun. supaya kalian ini
- menjadi hamba Allah yang muttaqin.
- Hamba Allah yang muttaqin.
- Nah, di bulan Ramadan
- salah satu sifatnya daripada
- menunjukkan kepada Allah bagaimana kita
- bersyukur kepada Allah ketika kita
- membagikan nikmah yang Allah berikan
- kepada kita
- sedekah ya membagi-bagikan orang berbuka
- puasa itu termasuk dia melatih dirinya
- mensyukur kepada mensyukuri Allah Subhan
- Subhanahu wa taala. Jadi di dalam
- bersedekah itu sebenarnya dalam
- bersedekah juga itu menunjukkan dia
- hamba Allah yang bersyukur kepada Allah.
- Orang yang pelit.
- Nah, itu bukan orang yang tahu bersyukur
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Orang
- yang pelit.
- Jadi, kita disuruh banyak bersedekah
- karena sedekah ini juga menunjukkan
- salah satu sifat kesyukuran kita kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Dan memang itu
- yang kita harapkan. Insyaallah terjawab.
- Baik, insyaallah terjawab. Kemudian ada
- Bapak Rohili di Pulau Gebang.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, izin bertanya. Manakah yang lebih
- utama ketika waktu magrib tiba? Kita
- langsung salat dulu ataukah berbuka
- puasa terlebih dahulu lalu salat
- setelahnya? Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala Muhammad wa ali Muhammad.
- Sebenarnya yang lebih afdal itu dia
- berbuka puasa dulu. Dan itu yang
- dicontohkan oleh Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Sesudah berbuka puasa baru dia
- salat.
- Nah, tapi artinya berbuka puasa itu juga
- jangan terlalu ditunda-tunda waktunya.
- Ya. Ya. Kira-kira kita berbuka puasa 5
- menit, 10 menit lah.
- Masih enggak apa-apa 15 menitnya berbuka
- puasa. Karena itu memang yang
- dicontohkan oleh Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Baru buka puasa dulu baru
- salat. Jangan salat dulu baru baru
- berbuka puasa.
- Sekalipun muadin.
- Muadin itu ada baiknya sekalipun cuma
- satu butir kurma,
- iya. Pada waktu dia akan azan, dia makan
- buka puasa, bismillah kemudian dia azan.
- Sesudah itu baru dia buka makanannya,
- mau minumnya apa, silakan. Insyaallah
- terjawab.
- Baik. Insyaallah terjawab. Ikhwan dan
- akhwat. Kalau tadi dispahmi
- tentang kurma ini di Rasil sudah ada
- kurma barokah, kurma Mesir Baharia
- Oasis. Begitu, Ustaz. Jadi bagi Anda
- yang ingin ee
- memesan kurma, silakan langsung hubungi
- ke Rasil begitu. Barakallah.
- Masyaallah. Dari Ibu Fani. Ee Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Izin bertanya, Pak Ustaz, bagaimana
- hukum tradisi saling bermaaf-maafan yang
- ada di masyarakat kita menjelang
- datangnya bulan Ramadan? Dan apakah
- dibenarkan jika seseorang sengaja
- menunda meminta maaf atas kesalahannya
- dengan alasan nanti saja menjelang
- Ramadan? Mohon pencerahannya, Ustaz.
- Syukran. Jazakumullah khairan.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad wa ali
- Muhammad. Sebenarnya itu tradisi bagian
- daripada Al-Qur'an.
- Karena di Quran kan Allah Taala nyatakan
- sifat daripada orang muttaqin yang saya
- terangkan. tadi walinainas
- dan dia memberikan maaf. Nah, di ayat
- yang lain Allah Taala menyatakan khudil
- afwa.
- Khudil afwa. Khudil afwa ini artinya
- ambillah maaf
- dan berikanlah maaf.
- Karena maaf ini peranan yang luar biasa
- dalam kehidupan manusia.
- silaturahim terputus
- karena satu sama yang lain tidak mau
- memberikan maaf.
- Apalagi kalau kita menunda-nunda maaf,
- apa antum ada punya jaminan dari Allah
- Subhanahu wa taala bahwa kita akan
- sampai lagi bulan Ramadan yang akan
- datang. Yang menunda-nunda, maaf itu
- sebenarnya bagian daripada gengsi
- ya. Gengsi ini adalah ee bagian daripada
- keangkuhan.
- Tuh gengsi. Gengsi ini juga kan
- sebenarnya gengsi ini adalah tabiat
- daripada iblis. Disuruh bersujud kepada
- Adam dia enggak mau karena dia bilang
- dia lebih baik.
- Jadi jangan kita ikuti cara-cara ini.
- Kita rasa bersalah. Sebab begini,
- ada terkadang kalimat kita yang pendek
- bikin hamba Allah ini tersinggung
- berbulan-bulan.
- Iya.
- Artinya mungkin begitu dia pulang dia
- tersinggung luar biasa. Dia marah luar
- biasa.
- Kalau kita merasa
- bahwa tanpak kita sengaja dia
- tersinggung, cepat-cepat kita hubungi.
- Minta maaf, selesaikan pada saat itu
- supaya selesai.
- Itu yang Allah Taala ingatkan dalam
- Al-Qur'an. Walinainas
- dan cepat memberikan maaf kepada
- Jadi tradisi orang saling bermaaf-maafan
- itu sebenarnya bagian daripada Al-Qur'an
- yang ayat tadi saya bacakan
- bagian daripada Al-Qur'an.
- Ya, masih pakai waktu di Amerika.
- [tertawa]
- Iya, Ustaz.
- Kan subuh di Amerika sana 30.
- Heeh.
- Nah, jadi tradisi ini ada tradisi yang
- baik. Tradisi yang baik. Apalagi ketika
- kita ada salah paham dengan seseorang,
- salah paham dengan salah satu keluarga
- kita.
- cepat-cepat kita saling maafmemaafkan.
- Insyaallah terjawab.
- Insyaallah terjawab. Kemudian
- dari Pak Arwin ee terima kasih atas
- tausiah, nasihat dan pencerahannya
- tentang makna dan tujuan kita berpuasa.
- Semoga Pak Ustaz dan seluruh pejuang
- dakwah serta para pendengar Radio Rasil
- selalu dalam keadaan sehat walafiat
- serta dalam lindungan Allah Subhanahu wa
- taala. Allah.
- Pak Arwin 67 tahun di Lenteng Agung, Pak
- Ustaz.
- Kemudian,
- Masyaallah.
- Demikian juga untuk Pak Arwin.
- Masyaallah.
- Amin. Bapak eh ee Ibu Sri.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Di bulan Ramadan nanti, apakah saya
- tetap dianjurkan untuk melaksanakan
- salat tahajud seperti biasa? Mohon
- pencerahannya, Pak Ustaz. Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad wa Ali
- Muhammad.
- Masyaallah. Kalau ibu biasa bertahajud
- di bulan Ramadan itu dilipat gandakan
- lagi tahajudnya kita.
- Jadi lanjutan kalau kalau bisa
- diperbanyak lebih baik lagi.
- Bisa dengan diikut dengan zikir tahmid
- kepada Allah perbanyak bahkan lebih baik
- lagi. Karena ini bulan Ramadan lebih
- banyak lagi dosa-dosa kita diampunkan
- dan dirubah oleh Allah Subhanahu wa
- taala menjadi hasanah yang berlipat
- ganda. Insyaallah terjawab.
- Baik. Kemudian dari siapa ini? ee
- Bapak Mahfud Rafif,
- Ustaz di kami dari Cilegon menyimak.
- Masyaallah. Masyaallah.
- Masyaallah.
- Baik, Ustaz. Pertanyaan terakhir Pak
- Ustaz ya dari Bapak Ibu an bukan Ibu Ani
- Bapak Dadang di Sukabumi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Izin bertanya Pak Ustaz. Kalau di luar
- bulan Ramadan, apakah kita juga
- dianjurkan untuk rutin melaksanakan
- salat tahajud dan bagaimana keutamaannya
- dibandingkan dengan tahajud di bulan
- Ramadan? Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- Muhammad.
- Kan di dalam Al-Qur'an itu Allah Taala
- ingatkan ada di beberapa ada di surah
- ee di surah Al-Isra dan juga di surah
- kalau enggak salah
- Dan bagian dari
- kita tambahkan la untuk berpuasa. Eh
- waminalili fatahajjat bih. Maka di waktu
- malam waminlail sebagian daripada malam.
- Jadi mau jam .00 jam . jam 3. jam . jam
- silakan aja selama sebelum subuh. Allah
- Taala menyatakan fatahaj nafilatan
- sebagai tambahan ibadah untukmu.
- Supaya Allah Subhanahu wa taala angkat
- derajatmu
- di derajat yang terpuji di hadapan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Jadi
- ee
- kita tahajud itu salat malam itu bukan
- hanya di bulan Ramadan,
- tapi di bulan Ramadan
- kalau kita bisa perbanyak lebih baik
- lagi. Masyaallah. Jadi memang tahajud
- itu walaupun Allah Subhanahu wa taala
- tidak wajibkan kepada kita, tapi itu
- merupakan salah satu sunah muakkad yang
- tidak pernah ditinggalkan oleh Rasul
- sallallahu alaihi wasallam. Kita enggak
- bisa tiap hari ya paling enggak tiap 2
- hari sekali, enggak bisa 3 hari sekali,
- enggak bisa 1 minggu sekali,
- tapi jangan sampai itu tidak
- dilaksanakan.
- Insyaallah terjawab.
- Baik. Dan satu lagi, Ustaz, pertanyaan
- terakhir boleh.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Dari Ibu Siti di
- Sukabumi. Izin bertanya, Pak Ustaz.
- Kalau di bulan Ramadan kita menyadari
- banyak salah kepada orang lain dan juga
- masih punya hutang yang belum terbayar.
- Bagaimana seharusnya sikap kita agar
- ibadah puasa kita diterima Allah? Dan
- satu lagi, Pak Ustaz, bagaimana dengan
- dosa para pemimpin kepada rakyatnya jika
- mereka menzalimi atau tidak amanah dalam
- menjalankan kekuasaan? Mohon
- pencerahnya, Ustaz. Wasalamualaikum.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad wa ali
- memang semua kita manusia tidak ada yang
- tidak pernah bersalah, tidak ada yang
- tidak pernah berdosa. Itu dari hadis
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan,
- kullul insan khatai.
- Semua manusia itu punya salah.
- Ya. Dan sebaik-baiknya
- orang yang bersalah ketika dia bertobat
- kepada Allah.
- sebaik-baiknya.
- Dan Allah sangat mencintai orang yang
- bertobat kepada Allah. Sehingga di Quran
- itu Allah Taala ingatkan orang yang
- bergelimang dengan dosa, bergelimang
- dengan salah, ya menghamburkan,
- menghambur-hamburkan umurnya di dalam
- maksiat.
- Apa Allah Taala ingatkan kepada kita?
- Qul sampaikanlah ya Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Seakan-akan Rasulullah
- menyatakan, "Sampaikan kepada umatmuadi
- asfus
- kepada hamba-hamba
- Allah yang menghamburkan
- umurnya
- di dalam dosa."
- La tagnatu min rahmatillah.
- Jangan berputus asa dengan rahmat Allah
- Taala.
- Innallaha
- yagfirudun juma jamian.
- Innahu halal gfurur rahim.
- Allah mengampuni dosa manusia itu
- jamian.
- Sebanyak apapun dosa manusia kalau dia
- benar-benar bertobat kepada Allah,
- beristigfar, meminta ampun kepada Allah,
- Allah Taala menyatakan Allah ee
- innallaha yagfirudun jamian. Allah Taala
- mengampuni dosanya
- sebesar gunung apapun diampunkan oleh
- Allah Taala.
- Jadi kita jangan berputus asa dari
- rahmat Allah Taala. Justru itu di bulan
- Ramadan Allah Taala
- memberikan magfirah yang luar biasa
- kepada kita. Apalagi ketika kita meminta
- ampun, salah tobat, beristigfar kepada
- Allah, kita puasa yang benar, kita
- hati-hati,
- pengampunan Allah Taala insyaallah
- datang kepada kita. Itu pasti. Itu
- dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya.
- Baik dalam Quran dan hadis Rasul
- sallallahu alaihi wasallam
- mengenai hutang.
- Kalau kita punya niat untuk bayar,
- pasti Allah Taala akan memudahkan untuk
- dia lunasi hutangnya. Karena itu dari
- hadis Rasul juga sallallahu alaihi
- wasallam.
- Orang ketika dia berhutang kemudian
- niat, ya kalau kalau ada kesempatan saya
- bayar. Kalau enggak ya sudahlah.
- dia juga orang kaya tuh dia juga. Ah,
- itu niatnya sudah enggak benar. Allah
- bakal sulitkan dia untuk membayar
- hutang.
- Tapi ketika dia berhutang kemudian
- dengan niat kesempatan yang pertama yang
- saya bisa bayar walaupun cicil saya akan
- mulai cicil.
- Iya.
- Allah Taala akan mudahkan kepadanya.
- Amin.
- Nah, jadi itu Allah mengikuti niat kita
- mengenai pemimpin yang tidak bertanggung
- jawab kepada rakyatnya.
- Tidak amanah.
- Nah, ini kalau kita berbicara pemimpin
- ini pemimpin macam-macam.
- Hm.
- Ada pemimpin kota ya, ada pemimpin
- daerah provinsi,
- ada pemimpin gubernur, ada pemimpin
- presiden. Tidak terkecuali.
- tidak terkecuali.
- Ketika mereka tidak memperhatikan
- rakyatnya,
- maka Allah Taala memandang kepada mereka
- dengan kemurkaan dan Allah Taala akan
- mempersulit keadaan mereka di yaumul
- akhir.
- Sekalipun kita lihat, wah dia enak masuk
- ke mobil dibukakan pintu untuknya ada
- pakai pengawal diantar.
- Itu hanya untuk sementara.
- Tapi ketika kita menjadi pemimpin, ada
- ayat Allah yang sangat tegas
- mengingatkan kepada mereka,
- aman ahli
- waamum.
- Ada pemimpin di pengadilan, siapa mereka
- itu? Hakim dan jaksa. Pemimpin daerah.
- Allah Taala menyatakan, "Nah, mereka
- jadi pemimpin ini bukan karena
- kepintaran mereka, bukan.
- Karena memang Allah ingin mencobai
- kepada mereka dengan mengamanahkan jadi
- pemimpin.
- Dan Allah mengatakan Allah
- memerintahkan, mewajibkan kepada kalian
- wahai pejabat, wahai pemimpin untuk
- menyampaikan amanah Allah yang ada di
- atas pundakmu kepada mereka yang berhak
- untuk menerima. Apa mereka yang berhak
- untuk menerima rakyatnya? ketentraman,
- kemaslahatan,
- ya keadilan
- itu yang mereka inginkan.
- Dan itu wajib bagi para pemimpin
- untuk berusaha ciptakan ketentraman,
- kemaslahatan
- ya kepada yang dia pimpin.
- Nah, sekarang pemimpin di pengadilan.
- Pemimpin di pengadilan.
- Kan ini pengadilan para hakim dan jaksa.
- Jaksa membikin tuntutan,
- hakim yang memutuskan. Kadang-kadang
- mereka jadi koalisi,
- hakim dan jaksa kerja sama.
- Ya. Ya, mudah-mudahan di Indonesia
- enggak ada. Tapi [tertawa] tapi
- kenyataannya juga banyak
- ya.
- Iya. Kadang-kadang mereka kerja sama
- koalisi karena ada faktor keuntungan.
- Hati-hati. Itu sehingga Rasul sallallahu
- alaihi wasallam mengingatkan gadian
- finar wal fil jannah. Jadi gadi itu ada
- tiga. Ee
- kalau gadi itu ada tiga. E hakim ada
- tiga.
- Yang dua di jahanam
- cuma yang satu di surga.
- yang di jahanam ini ya memutuskan
- perkara karena ada hubungan partai,
- hubungan keluarga ya atau faktor materi.
- Yang dua ini. Yang satu dia mencari
- dengan susah payah
- untuk mencari kejujuran, untuk mencari
- yang jujur, yang benar-benar adil.
- Nah, di pengadilan itu Allah Taala
- menyatakan
- kalau engkau akan menghukum antara
- manusia menjatuhkan hukuman, jatuhkan
- hukuman seadil-adilnya.
- Jadi ada hamba Allah yang benar-benar
- dia mencari benar-benar
- di mana ini keadilan yang paling dia
- minta petunjuk dari Allah Taala kemudian
- dia jatuhkan putusannya tidak
- terpengaruh dengan
- apa sekarang suap
- tidak dengan suap tidak terpengaruh
- dengan hubungan keluarga tidak
- terpengaruh dengan jabatan
- yang penting dia lihat ini yang paling
- yang adil dia akan jatuhkan. Dia
- jatuhkan yang adil.
- Nah, jadi wahai para pemimpin,
- hati-hati dengan amanah Allah yang
- berada di pundak kalian.
- Karena amanah Allah ini akan satu waktu
- terlepas dari pundak kalian.
- Terkadang sebelum terlepas dari pundak
- dia telah dipindahkan Allah ke alam
- barzakh.
- Hati-hati. Tidak ada manusia yang hidup
- selama-lamanya dengan amanah yang ada di
- pundak ini. Insyaallah terjawab.
- Baik. Itu ada yang
- Iya.
- Itu menjadi pertanyaan terakhir, Ustaz.
- Iya itu alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Para pendengar sekalian,
- sebelum saya tutup saya ingin sampaikan
- kembali bahwa kami telah membuka
- pendaftaran lagi untuk tahfidul Quran
- untuk putri.
- Heeh.
- Ee tempat ini ada di berada di Sibadak
- Karang Tengah. Tapi komplitnya di
- Instagram
- ada namanya Nurul Quran Alhakim.
- Heeh.
- Full beasiswa
- tidak bayar.
- Heeh.
- Tinggal di dalam makan sehari tiga kali.
- Heeh.
- Tempat tidur bagus terjamin. Selimut
- terjamin.
- Program 2 tahun.
- 2 tahun.
- Kalaupun ya kalaupun 2 tahun masih belum
- selesai hafzil Quran
- kita bisa perpanjang.
- Heeh. Karena kita menginginkan supaya
- putri-putri kita ketika mereka menjadi
- ibu
- Heeh.
- mereka [berdehem] menjadi ibu yang
- berakhlak mulia,
- mengerti Al-Qur'an. Karena yang pegang
- peranan di dalam masyarakat Rasul
- sallallahu alaihi wasallam menyatakan
- anisail
- bilad.
- Wanita itu adalah tiang masyarakat,
- tiang negara. Kalau wanitanya baik,
- saleh, maka akan baik negara dan
- masyarakat tersebut. Kalau wanitanya
- tidak baik, maka akan hancur masyarakat
- tersebut.
- Heeh.
- Kalau ada yang salah kepada Allah, saya
- mengharapkan magfirahannya.
- Ah, dan untuk menghubungi
- insyaallah bisa hubungi kepada Radio
- Rasil
- atau bisa menghubungi saya ee nomor
- telepon 0857
- 1072
- 9353. Tapi lebih jelasnya hubungi kepada
- radio Rasil mereka insyaallah akan saya
- berikan semua detail.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikums
- insyaallah kita ketemu sehat walafiat di
- bulan Ramadan. Amin. Amin. Amin ya
- rabbal alamin. Jazakallah ustaz ikhwan
- dan akhwat. Demikianlah
- ee tausiah di sore hari ini yang
- insyaallah bermanfaat bagi kita semua.
- Bagi Anda ikhwan akhwat yang punya
- memiliki putri, Anda bisa
- ee apa namanya?
- memasukkannya ke Nurul Quran Al-Hakim.
- Ini program 2 tahun menjadi tahfiz
- Quran. Insyaallah full beasiswa seperti
- yang tadi disampaikan oleh guru kita
- Ustaz Z Mahmid. Ee lokasinya di Cibadak,
- Sukabumi ya. Nomor telepon bisa hubungi
- 0857
- 10729353.
- Itu ikhwan dan akhwat. Ee kemudian bagi
- Anda ini menjelang datangnya bulan
- Ramadan jangan lewatkan. Kami telah
- menyediakan kurma barokah kurma Mesir
- Baharia Oasis. Silakan Anda hubungi 0812
- 9499484.
- Korma ini adalah Korma produksi Desember
- 2025.
- Silakan hubungi kami di 0812
- 9499484.
- Kemudian info yang terakhir, ikutilah
- first aid workshop untuk pelajar,
- mahasiswa dan masyarakat umum. Silakan.
- Ini jadi materi tentang prinsip dasar
- first aid CPR, basic first aid for stop
- bleeding, kemudian emergency skenario
- insyaallah akan diadakan pada hari Sabtu
- 14 Februari 2026 jam 09.00 sampai dengan
- selesai. Jadi ini pelatihan ee P3K
- bersama Klinik Wismari Dr. Henri
- Hidayatullah, narasumber kesehatan Islam
- pada setiap hari Sabtu. Hubungi 0852
- 13.150.
- Ikhwan dan akhwat, demikian tausiah kita
- di sore hari ini. Kami mohon undur diri.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Ilalq wabillahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.