Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:28 Ah. [musik] 0:44 Brail TV. 0:51 Bismillahirrahmanirrahim. 0:53 Asalamualaikum warahmatullahi 0:54 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 0:56 sayyidina Muhammad wa ala sayyidina 0:58 Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa 1:00 lagi hari ini hari Kamis tanggal 18 1:02 Syakban 1442 Hijriah atau tanggal 1 1:05 April 2020. 1:08 Ya, seperti biasa Radio Silaturahim dan 1:10 Rasil TV melalui YouTube kembali 1:12 menghadirkan acara. Kali ini kita kasih 1:14 nama Majuo Juo. Mari jualan online, 1:18 jualan online. Majuo Juo. Mari jualan 1:22 online, jualan online. Seperti biasa 1:27 acara ini biasanya dibawakan oleh Kak 1:29 Musa dan 1:32 Apau Ami Fauzan. [tertawa] 1:35 Ami Fawas. Ami Fawas. Tapi ee mohon maaf 1:41 Kak Musa sedang berhalangan, jadi saya 1:43 diminta untuk gantinya sebentar ya. Ya. 1:46 Ya. Kita jumpa lagi dalam acara Majuojo. 1:49 Mari jualan online silakan yang belum 1:51 paham mau apa siapkan pulpen sama 1:54 kertas. Nanti Kak Ami akan bacakan nomor 1:56 HP-nya 1:58 yaitu 082119027784 2:03 atau telepon kerasil untuk WA di 2:05 0811199720 2:10 untuk telepon langsung di 0218451512 2:14 sudah hadir di sini Apau Ami Fawas. 2:18 Asalamualaikum Apau. 2:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:21 wabarakatuh. [tertawa] 2:22 Soalnya di sini ada Ustaz Fawas juga. 2:24 Jadi supaya enggak keliru yang ini apau 2:26 ya. 2:27 Ami Fawas. Oke, kita akan mengambil tema 2:31 masih bergunakah kemampuan jualan secara 2:35 verbal gitu ya. 2:36 Iya. 2:37 Oke. Bagaimana uraiannya ini 2:40 tafadol? 2:41 Baik. Saya izin buka dulu ya. 2:43 Oke. 2:45 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 2:47 Allahumma shallolli ala Muhammad wa ala 2:49 ali Muhammad. Ee semoga teman-teman 2:51 sekalian ya ee pendengar Rasil di mana 2:55 pun Anda berada. Asalamualaikum 2:56 warahmatullahi wabarakatuh. Ee terima 2:58 kasih banyak Pak Krishna ya. 3:01 Ya. 3:02 Jadi eh pada kesempatan kali ini ya kita 3:07 alhamdulillah akan membahas sebuah topik 3:10 yang menarik nih Pak Krisna. 3:11 He. 3:12 Yaitu kemampuan menjual secara langsung 3:15 itu kira-kira masih kepakai enggak 3:17 sekarang? Hm. 3:18 Padahal orang tahunya kemampuan ngomong 3:21 apalagi bahasa 3:23 ekspresi itu sangat sangat menentukan. 3:25 Nah, sekarangnya gimana nih? [tertawa] 3:27 Baik. Jadi gini teman-teman ya, eh 3:32 ketika kita masuk di dunia era digital, 3:36 ketika kita masuk di era digital 3:38 sekarang, seakan-akan itu semua jualan 3:40 itu online, Pak Ken. He. 3:43 Jadi, kemampuan jualan kita secara 3:46 langsung ketika bertatap muka sama 3:48 orang, ketemu sama orang, lalu melakukan 3:50 presentasi. Nah, ini kan yang kita mau 3:52 bahas ya. ini masih masih kepakai atau 3:54 tidak, apalagi sekarang pandemi he 3:57 ya ketemu orang itu juga sudah ee sangat 4:01 dibatasi, Teman-teman 4:02 ya. Apalagi ada beberapa tantangan kayak 4:06 ee ketika kita ketemu sama orang itu dan 4:08 kita melakukan penjualan secara 4:10 langsung, berarti kan harus ada proses 4:12 presentasi. 4:13 Iya. 4:13 Nah, proses presentasi itu, Teman-teman, 4:16 ada yang namanya jarak keintiman. 4:19 Hm. He. 4:19 Jarak keintiman itu setidaknya kita 4:21 hanya ee berjarak beberapa senti saja 4:23 dengan 4:24 ee calon pembeli kita ya ketika kita 4:27 menjelaskan sesuatu. Nah, tapi ketika 4:30 pandemi gini tentu harus dilakukan 4:32 penyesuaian. 4:33 H 4:34 ya. Nah, saya akan mulai teman-teman 4:37 soal penjualan langsung ya atau 4:40 penjualan secara verbal ini. Ini adalah 4:43 skill pertama yang harus dikuasai oleh 4:46 semua orang yang mau jualan. h 4:49 jualan secara online maupun jualan 4:51 secara offline 4:52 paling tidak komunikasi yang seperti apa 4:54 yang dibutuhkan. 4:55 Nah, jadi begini 4:58 ee sebelum kita ke situ gitu ya, 5:01 setiap orang ya teman-teman ya, apapun 5:04 latar belakangnya, latar belakang 5:06 skill-nya he 5:08 itu dituntut untuk mampu menjual skill 5:11 tersebut kan seperti itu 5:13 ya. Bila yang diperjual belikan adalah 5:15 skill. H 5:16 bila yang diperjual belikan ee adalah 5:18 barang pun demikian harus mampu 5:21 menjelaskan ke orang. 5:22 He. 5:23 Nah, di dunia offline ini pelakunya 5:28 teman-teman ya rata-rata justru ee 5:30 orang-orang itu pistak sinis dengan 5:33 profesi sebagai sales. 5:34 He. 5:36 Ketika ditawarin jadi sales, "Ah, ini 5:37 mah sales. Saya enggak mau." [tertawa] 5:40 Begitu ya. Padahal, Teman-teman 5:42 sekalian, saya berpengalaman 5:44 alhamdulillah kurang lebih 8 tahun lah 5:47 di dunia ee perselesan gitu ya. 8 tahun 5:50 di dunia perselesan dan ee dari ketika 5:54 saya bicara itu takut sama orang 5:57 biasanya ngomong sama dua orang, tiga 5:58 orang aja Pak Krishna itu dengkul kanan 6:01 bisa pindah ke kiri [tertawa] 6:02 saking gemeteran gitu ya. Nah, sampai 6:05 alhamdulillah ya pada ee satu momen itu 6:09 semua hilang. 6:10 Itu semua hilang ya. Nah, yang saya 6:14 dapati ketika kita memiliki kemampuan 6:17 untuk menjual secara langsung ini 6:18 kepakai sampai kita kapanpun gitu ya 6:22 kemampuan komunikasi. 6:23 Nah, jadi seorang sales eh sales apapun 6:27 itu, mobil, rumah ya, sales eh apalagi 6:32 forex gitu ya dan lain sebagainya. 6:35 Ini adalah salah satu profesi yang 6:38 menurut saya paling fair. 6:40 Begitu. Paling fair. Nah, ketika kita 6:43 menjadi seorang sales, kita dituntut 6:45 untuk mampu melakukan presentasi. Nah, 6:48 dan kita dibayar berdasarkan hasil 6:51 daripada kerja kita, bukan dari ee tanda 6:54 kutip 6:55 ijazah kita. He 6:57 seperti itu. Nah, bagi para pedagang 7:00 untuk pelaku UMKM teman-teman ya, Pak 7:03 Krista, 7:04 kemampuan jualan ini juga yang pada 7:07 akhirnya akan mendatangkan pembeli baru. 7:10 H 7:11 karena jualan itu kan kita bicara 7:13 tentang dua ya. kita harus ngedapetin 7:14 pembeli baru dan kita juga harus 7:17 ee mengelola pembeli lama agar beli 7:19 lagi. 7:20 Nah, tapi nafasnya itu adalah 7:22 mendapatkan pembeli baru dan pembeli 7:24 baru datangnya dari kemampuan kita 7:26 melakukan presentasi. 7:28 He. 7:28 Nah, presentasinya teman-teman ya kalau 7:31 dunia offline kita harus tatap muka sama 7:33 orang, ketemu sama orang dan kita ee 7:36 ceritain produk kita ya. Kalau secara 7:38 online ya itu semua tetap kepakai. 7:41 Nah, kita belajar ini buat apa? Kalaupun 7:45 kita yang ee mengurusi transaksi, Pak, 7:48 kita penting. Tapi kalaupun kita punya 7:51 staf, nah staf kita yang bagian mana nih 7:54 yang harus belajar ini gitu ya, 7:56 yaitu staf kita bagian CS, 7:59 customer service, 8:01 begitu. Jadi kalau dia sudah menguasai 8:03 ilmu penjualan secara langsung atau 8:05 komunikasi dia secara offline baik, 8:08 He. 8:08 Maka secara online juga akan demikian. 8:10 Hmm. He. Nah, 8:11 enggak ada perbedaan ya. 8:12 Nah, jadi ketika offline kita harus 8:15 bertemu sama orang, tatap langsung, 8:17 komunikasi secara langsung. 8:18 Bila online ya chatting. 8:21 Hm. 8:22 Ketika ada orang bertanya gimana cara 8:24 meresponnya? H 8:26 ya 8:26 berarti bahasanya bahasa tulisan yang 8:27 digunakan. 8:28 Bahasanya bahasa tulisan. Nah, jadi 8:30 antara online dan offline itu berbedanya 8:32 itu aja. Tapi tetap dua-duanya kita 8:35 dituntut untuk mampu melakukan 8:36 presentasi. 8:37 He. 8:38 Mengkomunikasikan produk kita. He. 8:40 Nah, kurang lebih seperti itu. Itu itu 8:42 pengantarnya gitu ya. Nah, setelah ini 8:43 nanti kita akan bahas kemampuan 8:45 penjualan secara verbal itu, 8:48 Teman-teman. Itu di bisnis offline ya. 8:52 Itu apa aja yang harus dilakukan agar 8:54 orang itu percaya, agar orang itu yakin, 8:56 agar orang itu beli, gitu ya. Nah, bila 8:59 ee di dunia online maka penerapannya 9:02 seperti apa? Jadi pada ujungnya 9:05 teman-teman ya, bisnis itu bicara 9:07 tentang bagaimana kita menjual sesuatu 9:10 dan menjual sesuatu dimulai dari kita 9:13 mampu mengkomunikasikannya secara 9:15 langsung. H 9:16 seperti itu. Saya ada cukup banyak 9:18 kurang lebih teman-teman pelaku UMKM 9:20 yang belajar digital marketing ya 9:22 teman-teman ya. Saya enggak membiarkan, 9:24 enggak tidak memperbolehkan dia belajar 9:27 tentang dunia online dulu 9:29 kalau dia belum bisa ngejual secara 9:33 langsung gitu ya. 9:34 H 9:34 ya. Kalau dia tidak menjual secara 9:36 langsung. Kenapa demikian? Karena kan 9:39 kita yang namanya menjual secara 9:40 langsung itu adalah bagian daripada 9:42 presen apa? Presentasi. 9:44 He. 9:44 Nah, kalau dia sendiri enggak mampu 9:47 melakukan presentasi produknya, gimana 9:49 orang mau paham gitu ya. 9:50 Heeh. He. 9:51 Nah, apalagi di dunia online cara 9:52 komunikasinya, Teman-teman, ya, bukan 9:54 secara verbal begini. Kalau secara 9:56 verbal kan kita bisa lebih lebih mudah 9:59 untuk membuat orang mengerti apa maksud 10:01 kita. Tapi kalau secara online ya kita 10:04 harus lebih ringkas ya, detail, padat 10:08 dalam sebuah tulisan. Nah, seperti itu. 10:11 Jadi saya punya pengalaman Pak Krisna ee 10:14 menarik sekali ya. tahun 2010 10:18 ketika saya baru ee menyelesaikan 10:20 sekolah 10:21 ya saya sekolah saat itu ee kebetulan 10:24 orang tua saya tidak tidak cukup untuk 10:27 mengkuliahkan saya. 10:28 He. 10:29 Nah, akhirnya saya mencari jalan untuk 10:31 menjadi seorang sales. 10:33 Heeh. 10:34 Saya jadi seorang sales. Ee 10:36 sales apa waktu itu? 10:37 Herbal. 10:38 Herbal. 10:39 Herbal ya. Jadi saya masuk di sebuah 10:42 program saya menjual herbal ya. Saya 10:46 pertama kali ee menjelaskan ke orang itu 10:50 benar-benar 10:52 keringat dingin [tertawa] 10:54 ini di rumahnya atau di mana? 10:56 Itu ketemu langsung di rumahnya gitu ya. 10:58 Karena secara gini teman-teman ya 11:00 namanya anak muda ya zaman sekolah itu 11:02 cukup 11:03 cukup anak yang cukup unik gitu loh. 11:06 [tertawa] 11:06 Zaman sekolah tuh anak yang cukup unik 11:08 gitu ya. jarau masuk kelas tapi enggak 11:10 pernah absen gitu ya. Tapi jarang ada di 11:12 kelas aja. 11:14 Ke sekolah sih datang, [tertawa] 11:15 ke sekolah sih datang gitu ya, tapi 11:17 masuk kelasnya itulah yang jarang. Nah, 11:20 jadi ketika saya memulai ee apa namanya? 11:25 merintis karir ya. 11:27 Saya mulai dari dunia perselesan, 11:30 saya mulai dari dunia penjualan dan yang 11:32 namanya ketemu sama orang ya, ngobrol 11:35 sama orang, menawarkan sesuatu itu tuh 11:37 ternyata sangat banyak triknya. 11:40 He, 11:41 sangat banyak triknya. Ada juga yang 11:44 ketika saya tawarin, eh ini nih saya ee 11:47 telepon langsung saya bilang, "Eh, 11:48 gimana kabarnya?" "Oh baik. Eh, kita 11:50 lagi punya produk nih gini gini gini." 11:52 Aduh, sor ya. 11:53 [tertawa] 11:53 itu bunga-bunganya tuh ya 11:56 kurang lebih seperti itu ya. Nah, 11:58 ketika orang itu melakukan presentasi 12:01 secara langsung, orang ini banyak yang 12:03 takut. 12:04 H 12:04 takut apa? Takut berhadapan sama orang. 12:07 He. 12:07 Dan yang paling parah adalah takut untuk 12:09 ditolak sama orang. 12:11 Iya. 12:12 Yang namanya penawaran kan pasti ada 12:14 penolakan gitu toh. Kita cerita sama 12:16 orang gitu ya, ayo kita inikan apa 12:19 namanya ee kita jalankan yuk sebuah 12:21 bisnis katakanlah gitu. atau yuk kita 12:23 yuk ee kita jualan yuk jadi reseller yuk 12:26 atau saya punya produk nih. Apapun 12:29 penawaran atau ajakan kita ke orang ya 12:32 cenderung akan sangat banyak orang-orang 12:34 yang ee 12:36 menolak memang 12:38 begitu menolak memang. Nah, sekarang 12:40 balik lagi ke saya aja kan jadi kurang 12:42 lebih tahun 2010 itu dari kurang ee 12:45 sekitar 70-an lah 70-an yang saya 12:48 tawarin produk saya secara langsung 12:50 benar-benar ketemu ya. 12:53 yang akhirnya membeli itu insyaallah 12:54 cuman tiga. 12:56 [tertawa] 12:56 Luar biasa itu mentalnya itu. Aduh, 13:00 mental belajar. 13:02 Teman SMP satu, 13:03 Heeh. 13:04 Teman SMA satu, 13:05 teman kampus satu. [tertawa] 13:08 Jadi dari kurang lebih jenjang gitu ya. 13:09 Iya. Jadi dari 70 sekitar orang yang ee 13:12 saya jualin ya, alhamdulillah tiga orang 13:17 membeli. 13:18 Sisanya 13:20 ada yang ee ketawa. gitu. Oh, sekarang 13:22 jadi sales obat ya gitu kan. Oh, 13:25 sekarang ini ada lagi yang ee 13:26 ngeledekin, "Oh, promosi ya, promosi 13:29 kayak gituah ya." Hal-hal seperti itu 13:30 ya. Nah, jadi eh hal-hal seperti itu 13:34 yang akhirnya saya sadari betul ini 13:37 kalau saya berhenti untuk belajar cara 13:41 presentasi ya, maka saya akan kehilangan 13:44 semuanya gitu loh. Karena satu-satunya 13:46 kesempatan saya untuk berkarir saat itu 13:48 ya saya harus ambil pekerjaan itu. 13:50 Apa yang membuat langsung terus apa 13:52 tetap mau 13:54 ya 13:54 berjualan gitu. 13:56 Jadi gini, Pak Krisna, 13:59 saya adalah orang yang paling gugup atau 14:02 nervous ketika disuruh ngomong gitu 14:05 ya. 14:05 Sekarang lancar, 14:06 sekarang tukang ngomong, [tertawa] 14:08 sekarang jadi tukang ngomong. Nah, tentu 14:12 itu semua berdasarkan keadaan ya. 14:13 Berdasarkan keadaan karena saat itu ee 14:16 benar-benar kita saya enggak punya 14:18 pilihan lain. 14:19 Saya tidak punya pilihan lain selain 14:20 harus cari duit. ya dan ketika saya cari 14:24 duit siapa yang mau terima kerja gitu ya 14:26 baru benar-benar lulus SMA 14:29 kan begitu. 14:29 Nah, akhirnya saya pilih sebuah profesi 14:32 yang tadi saya masuk di ee program 14:34 selling ya. Saya jadi sales, saya jualan 14:37 ke banyak orang ya. Tapi ketika ketemu 14:40 satu dua orang walaupun memang ditolak 14:42 tapi kok saya suka ya gitu loh. 14:43 Oh gitu. Waduh bagus banget kayak gitu 14:46 ya. 14:46 Jadi saya ngerasa ngerasa kayak 14:48 enggak terganggu gitu ya. 14:49 Enggak. Wah, jarang-jarang gitu. 14:52 Biasanya langsung down loh. Begitu 14:54 ditolak langsung down. 14:55 Iya. Yang penting jangan ngomongin 14:56 dompet. 14:58 Kalau saat itu pikiran saya di dompet, 15:00 pusing saya. 15:01 Nah, tapi karena saat itu pikirannya 15:04 adalah ya udah sih saya masih muda juga 15:07 gitu ya. 15:08 Saya masih muda juga. 15:10 Apa sih resiko terburuk kalau saya 15:12 ngomong sama orang dan saya tawarin 15:13 produk? Resiko terburuknya terburuknya 15:16 cuman dia enggak beli aja kan. Heeh. 15:18 Dia enggak beli aja kan. Enggak mungkin 15:20 sampai kita dipukul apa di diancam 15:23 nyawanya kan. Enggak enggak mungkin 15:24 sampai seperti itu gitu ya. 15:25 Tapi menempatkan waktu dia untuk kita 15:27 bisa presentasi kan juga susah juga itu. 15:29 Iya. Jadi ee yang saya lakukan 15:32 teman-teman ya ini cerita pengalaman aja 15:34 ya Pak Istna ya. Jadi yang saya lakukan 15:37 itu hari demi hari saya ngumpulin kontak 15:40 orang 15:41 dari mana aja tuh? 15:43 Teman SD. H 15:44 teman SMP, teman SMA ya, teman kampus ee 15:48 orang-orang yang baru kenalan ya. Nah, 15:51 itu seru ketika di dunia itu ee 15:55 saya enggak punya tujuan mau ke mana 15:57 lagi naik motor tiba-tiba ngelihat ada 16:00 warung. 16:00 H 16:01 lalu ada orang duduk-duduk di situ 16:03 ya tanpa tanpa ada tanpa ada uang nih 16:05 ya. saya mampir ke kafe atau ke warung 16:08 itu untuk sekedar ngobrol aja sama dia. 16:11 Cari-cari kesempatan, curi-curi 16:12 kesempatan untuk ngobrol sama dia. Jadi 16:14 yang tadinya saya orangnya takut bicara 16:18 karena saya dituntut untuk bisa 16:20 berjualan 16:21 ya berjualan secara langsung secara e 16:24 apa presentasi gitu teman-teman. 16:26 Akhirnya saya paksa diri saya untuk mau 16:28 ngobrol sama orang dan lain sebagainya 16:30 ya. Nah, 16:33 langkahnya adalah saya kumpulin semua 16:35 data-data ya. Keluarga, tetangga, teman 16:38 SD, SMP, SMA ya, teman majelis sana, 16:42 majelis sini, [tertawa] lalu orang-orang 16:44 yang baru kita kenal itu semua saya 16:46 kumpulin sebelum saya keluar rumah saya 16:48 kontak satu persatu nih orang-orang. 16:50 H 16:52 makan pulsa juga ya 16:53 pasti dulu apalagi belum ada WhatsApp 16:55 gitu [tertawa] 16:56 saat itu belum ada WhatsApp teman-teman 16:58 ya. Jadi itu awalnya saya memahami bahwa 17:03 seorang sales itu kan rata-rata 17:05 freelance ya. 17:06 Heeh. 17:06 Jadi kalau dia hari ini tidak ada 17:08 aktivitas 17:09 He. 17:09 maka dia tidak bisa jualan apa-apa. 17:11 Heeh. 17:12 Ya. Hari ini dia tidak ada aktivitas, 17:14 besok enggak ada yang gaji dia. 17:16 He. 17:17 Nah, akhirnya saya menuntut diri saya 17:19 untuk selalu beraktivitas setiap hari. 17:22 Heeh. 17:22 Maka dari itu ya setiap malam itu saya 17:26 kontak semua orang-orang. 17:27 Hm. Saya kontak semua orang-orang itu ya 17:29 dulu BBM ya zamannya BBM dulu ya 17:32 Blackberry 17:33 ya. Saya kontak semua orang saya buat 17:35 schedule besok. 17:37 Ada yang bisa, ada yang enggak bisa. 17:38 Tapi saya punya triknya tuh kalau ada 17:40 orang yang bilang, "Aduh enggak bisa." 17:42 [tertawa] 17:43 Ya, itu biasanya langsung saya bilang, 17:45 "Oh, enggak apa-apa, enggak apa-apa." 17:47 Tapi lusa bisa kan? [tertawa] 17:51 Jadi enggak apa-apa. Enggak apa-apa kok. 17:53 Enggak apa-apa. Aduh, santai aja kali. 17:54 Tapi lusa bisa kan? kita kunci di situ. 17:57 Terus jawabannya gimana? 17:58 Nah, orang biasanya kalau sudah 18:00 memberikan jawaban yang mengecewakan, 18:02 dia enggak enak untuk mengecewakannya 18:04 kedua kalinya. [tertawa] 18:06 Apalagi kalau kita fine-fine aja. I. 18:09 Nah, maksud saya begini. Hal-hal seperti 18:11 ini adalah bagian daripada kita menjual 18:13 ke orang. 18:15 [tertawa] 18:15 Luar biasa nih. 18:17 Dan ini perlu, ini penting bagi pedagang 18:20 untuk menguasai komunikasi secara verbal 18:22 gini, jualan secara langsung gini ke 18:24 orang 18:25 ya. Kayak contoh ketika kita menawarkan 18:27 produk ke orang itu pada akhirnya jangan 18:30 pernah kita ngomong jadi kamu beli atau 18:32 enggak 18:33 gitu. Jangan kayak gitu. 18:34 Orang akan cenderung mengamankan diri. 18:37 Oh enggak [tertawa] gitu ya. Nah tapi 18:40 saya langsung ambil apa? Ambil langkah 18:42 begini 18:44 gini ya. Produknya udah bagus kamu juga 18:45 udah cocok. Nah kamu langsung mau ambil 18:47 tiga apa empat [tertawa] 18:49 gitu aja langsung. 18:53 Ya, [tertawa] hal-hal seperti itu 18:55 penting, Teman-teman. Kenapa demikian? 18:57 Karena pada ee orang orang itu ya calon 19:01 pembeli ya, kita pun begitu. Kita 19:02 biasanya cenderung mengamankan diri kita 19:05 kan. 19:06 Gimana jadi apa enggak, Pak? Aduh, saya 19:07 pikir-pikir dulu lah. 19:09 Sedangkan kan sales ini ada target. 19:11 Heeh. 19:12 Maka kita harus mampu tuh ng-drive orang 19:15 gitu ya, mengarahkan orang untuk 19:17 mengambil keputusan yang kita inginkan. 19:19 Nah, itu semua belajarnya ee ada banyak 19:23 hal yang perlu dipelajari ya. Di mana 19:25 nanti insyaallah hari Minggu kita akan 19:27 bahas itu 19:28 tanggal 4 April ini. 19:29 Benar, hari Minggu tanggal 4 April. 19:32 Begitu. Jadi sekali lagi ya, dunia 19:35 penjualan langsung atau penjualan secara 19:37 verbal kalau kita nganggapnya itu takut 19:39 ketemu orang, takut ngomong duluan sama 19:41 orang, takut ditolak sama orang, kita 19:44 enggak dapat serunya gitu loh. Padahal 19:46 kalau kita dapat serunya, ilmu ini tu 19:48 kepakai bahkan ketika kita jualan online 19:50 sekalipun. 19:52 Begitu ya. Jadi ee sekali lagi 19:54 teman-teman sekalian ya, apapun bisnis 19:58 Anda ee bagaimanapun 20:01 kondisi Anda sekarang ya belajar ngomong 20:05 itu adalah hal yang benar-benar sangat 20:07 kita butuhkan gitu ya yang akan terus 20:09 kepakai sampai kapanpun. Ngomong ee 20:13 bukan doang menurut saya. Kan ada orang 20:14 gitu ya, "Ah, kamu mah ngomong doang." 20:16 Ngomong bukan doang menurut saya. Karena 20:18 ngomong itu bisa menggerakkan orang kan. 20:20 He. 20:21 Nah, itu juga kepakai di dunia sales 20:24 marketing, di dunia penjualan, di dunia 20:27 marketing gitu ya, Teman-teman ya. Jadi, 20:29 bagaimana caranya membuat orang yang 20:30 tadinya dia ee negatif bahkan gitu ya, 20:35 jadi tertarik, jadi mau dengan produk 20:37 kita. Bagaimana cara membuat orang itu 20:40 yang sebelumnya dia merasa tidak butuh 20:42 dengan produk kita jadi merasa butuh 20:44 dengan produk kita. Nah, seperti itu. 20:47 Itu semua ada caranya ya. Dan insyaallah 20:50 hari Minggu nanti Pak Krisna eh di 20:52 tanggal 4 April saya akan bagikan 20:55 detail satu persatu sampai bagaimana 20:57 bila orang menolak gitu ya. 20:59 Apa yang harus kita omongin ke dia gitu 21:01 ya. Nah, ilmu ini sekali lagi buat apa? 21:04 Ilmu ini tetap kepakai kok. Tetap 21:07 kepakai karena kan kita yang namanya 21:09 silaturahmi dengan orang-orang ya ketemu 21:11 sama keluarga, ketemu sama ee 21:13 teman-teman itu semua jadi momentum kita 21:15 untuk nawarin produk sebenarnya kan. 21:18 Sekarang lagi sibuk apa? Aduh, lagi 21:20 sibuk nih ngurusin orderan. 21:23 Orderan apa gitu. 21:24 Iya, sekarang lagi ramai banget yang apa 21:27 namanya? Ee black garlic gitu ya. Lagi 21:30 ramai banget black garlic. Iya. Tuh saya 21:32 juga dengar gitu kan. Nah, jadi hal-hal 21:35 seperti itu ketemu sama orang, ketemu 21:38 sama family, ketemu sama ee apa namanya? 21:41 Teman itu bisa jadi momentum yang 21:44 mungkin tidak bisa terulang gitu loh 21:46 untuk kita orang. jadi tahu kita itu 21:48 ngapain sih, jualan apa sih 21:51 seperti itu. Jadi ini benar-benar ee 21:53 penting teman-teman ya. Jadi jangan 21:56 berpikir jualan online itu enggak butuh 21:58 gini-gini gitu. Enggak butuh kemampuan 22:01 untuk jualan secara verbal. Ya, nanti 22:03 saya akan bagikan pagna ee walaupun kita 22:06 jualannya di marketplace, kita tetap 22:08 butuh juga nih jualan secara langsung 22:11 karena nanti ada kaitannya dengan 22:12 kemudahan kita menjual di ee semacam 22:15 Tokopedia, Shope, Bukalapak itu ada 22:18 kaitannya nanti 22:20 seperti itu mungkin ee begitu dulu. Ini 22:22 kalau ada perusahaan besar dengar ini, 22:24 waduh gua gua cabut aja nih. [tertawa] 22:27 Apau nih 22:29 jadi perusahaan gue. 22:32 Oke, silakan e untuk Anda ee yang mau 22:34 ikut nanti acara hari Minggu jam 10. 22:38 pagi hari tanggal 4 April. Temanya 22:41 bagaimana? Berjualan atau bagaimana? 22:43 Temanya? Baik. Temanya tema sor ya. Jadi 22:47 temanya adalah hari Minggu itu kelas 22:51 kursus ya kita. Jadi setiap hari Minggu 22:53 itu kita punya kursus. 22:54 He. 22:55 Kursus kita dionlinekan.id itu 22:57 teman-teman ya ee minggu lalu kita habis 23:00 kursus tentang membuat website 23:02 ya. Itu alhamdulillah ya itu bas kedua. 23:05 Jadi khusus membuat website gratis tanpa 23:07 hosting itu minggu lalu. 23:09 Nah, yang minggu ini masuk di April itu 23:11 kita akan bicara tentang bagaimana 23:13 caranya mempengaruhi orang lain. 23:16 I 23:16 mempengaruhi orang lain tanda kutip ya 23:18 untuk kepentingan bisnis ya. Bagaimana 23:20 caranya ee agar kita disukai dan ee 23:22 mempengaruhi orang ya tentang seperti 23:25 itu. Jadi sangat menarik teman-teman dan 23:27 kita cuman buka untuk 35 orang aja. 23:29 Oke begitu. 23:31 Oke ini nomor telepon yang harus Anda 23:33 catat ya. 0821 23:37 sudah 19 23:40 kemudian 02 23:43 kemudian 77 23:45 84 23:47 0821 23:50 kemudian 19 23:52 02 23:54 77 23:55 84 masih di acara Majuojo. 23:59 Mari jualan online. Kami akan kembali 24:01 setelah yang berikut ini. 24:11 [musik] Brail TV. 25:04 [musik] 25:25 [musik] 26:21 [musik] 26:33 [mendengus] 26:41 berasil TV 26:49 radio silaturahim yang dipancarkan dari 26:51 Jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimanggis 26:54 Cibuwur. Masih di acara Majuojuo. 26:58 Mari jualan online bersama Apau Ami 27:01 Fawas. Oke, sudah ada pertanyaan dari 27:04 Ibu Hani ya. 27:05 Baik, 27:06 ini pertanyaan. Asalamualaikum 27:08 Bang Apau. 27:11 Bagaimana cara melihat seorang seseorang 27:13 yang akan membeli produk kita dengan 27:15 serius? Bukan sekedar nanya-nanya doang 27:18 atau membandingkan harga. 27:20 Jika bertemu dengan orang yang hanya 27:23 sekedar membandingkan harga seperti itu, 27:24 bagaimana? Mungkin masih mending kalau 27:27 dari awal orang itu memang bilang mau 27:30 lihat-lihat dulu aja ah atau nanya dulu. 27:33 Jadi semisal tidak mau jadi membeli pun 27:35 kita merasa biasa aja. Ee bagaimana 27:38 tanggapan mm apau? 27:42 Baik. 27:44 Baik. Ibu siapa? Ibu Hani. 27:46 Baik, terima kasih Ibu Hani. Oke. Eh, 27:51 berarti tadi yang dibahas adalah gini 27:53 ya, Teman-teman ya. Ini ada calon 27:56 pembeli ya ee bertanya 28:00 berarti kan gitu ya kondisinya itu ada 28:01 calon e pembeli yang datang untuk 28:03 bertanya. 28:05 Bertanyanya itu ee kira-kira gini dia 28:07 nyari ee ini produk ini ada enggak? 28:10 Produk ini ada enggak? Harganya berapa 28:12 gitu ya? Di sini harganya berapa? 28:14 terkesan mau membanding-bandingkan gitu. 28:16 Nah, seakan-akan dia mau beli, 28:18 seakan-akan dia lagi membandingkan. 28:20 He 28:20 ya. Lalu pada akhirnya rupanya dia 28:23 enggak beli. 28:23 Heeh. 28:25 Ya. Lalu yang ditanya adalah gimana 28:27 caranya gitu kan. 28:29 Gimana caranya? Sebenarnya teman-teman 28:31 gini, 28:32 pembeli kan adalah raja ya. 28:33 Iya. 28:34 haknya dia kan membandingkan itu haknya 28:37 dia. Jadi boleh enggak orang itu datang 28:41 untuk ee 28:43 membandingkan harga? Boleh enggak? 28:45 Jawabannya adalah boleh. 28:46 Boleh. 28:47 Boleh enggak orang datang lalu dengan 28:50 wajah jutek datang ke toko kita? Boleh 28:53 enggak? 28:53 Boleh. 28:54 Boleh dong. [tertawa] hak dia. 28:56 Hak dia, terserah dia. Nah, lalu berarti 29:00 ee begini, mohon maaf sebelumnya Bu 29:01 Hani, tapi ya kita sebagai pedagangnya 29:06 ya, kita yang harus 29:09 ngalah. 29:09 Hm. 29:10 Artinya gini, kita yang harus menekan 29:12 ego kita. 29:13 H 29:14 ya, kita yang harus tekan ego kita dan 29:16 harus bersyukur dulu. Maksudnya 29:18 bersyukur gimana nih? Bagus ada orang 29:20 yang datang nanya. [tertawa] 29:24 Betul toh? Bagus. Ada orang yang datang 29:27 nanya karena berapa banyak toko ya? Apa 29:30 sih alasannya orang itu ee dia buka kios 29:34 di Tanah Abang? He. 29:36 Karena dia berharap kan akan banyak 29:37 orang yang datang. 29:38 He. 29:39 Banyak orang yang datang. Orang datang 29:41 ke tokonya dia atau ke WA-nya dia datang 29:45 ee lalu nanyain harga, nanyain harga, 29:46 nanyain harga. Nah, bagus. Ada orang 29:49 yang nanya itu dulu, Ustaz. Berarti 29:52 kalau ada orang datang terus dia ee 29:55 cuman nanya-nanya doang, cuman ee 29:58 membandingkan harga doang, lalu 30:01 seakan-akan itu memberikan ee PHP gitu 30:03 ya, [tertawa] 30:04 diphphp-in 30:06 lah bahasanya anak-anak sekarang ya. di 30:09 ee kitanya sudah berharap ayo beli dong, 30:11 beli dong, beli dong, rupanya tidak 30:13 terjadi. Nah, berarti teman-teman ya 30:18 satu hal yang harus kita benar-benar ee 30:21 tanamkan di diri kita adalah 30:24 kita hanya perlu mendatangkan banyak 30:26 orang untuk nanya. 30:27 Hm. 30:29 Kalau ada satu orang, dua orang yang 30:31 membandingkan tadi, orang ketiga siapa 30:32 tahu langsung beli. 30:33 Hmm. 30:34 Benar. Who knows? 30:37 Jadi ada juga yang bilang sama saya 30:38 gini, "E, Mas Fawas, Bang Fawas, kalau 30:41 saya ee katakanlah saya mengerjakan 30:43 sesuatu nih, saya mau bisnis, tapi kalau 30:45 saya gagal gimana? Saya sudah utang sana 30:47 sini untuk cari modal nih. Kalau saya 30:49 gagal gimana? Siapa yang tahu?" 30:51 Ya, maka saya selalu sampaikan kalau 30:53 Anda berhasil gimana? Saya balikin gitu 30:56 ya. Nah, begitu juga ketika ee Ibu Hani 31:00 ya ada orang yang bertanya, ada orang 31:03 yang datang untuk bertanya atau kesannya 31:05 membandingkan harga dan lain sebagainya. 31:07 Disyukuri dulu karena artinya bisnis 31:10 Anda sudah mulai eksis ya. Bisnis Anda 31:12 sudah mulai diketahui sama orang begitu. 31:16 Sudah mulai tampak di matanya orang. 31:19 Nah, sekarang yang diperlukan sama Bu 31:20 Hani adalah jangan nungguin satu orang. 31:22 Hm. 31:23 Jangan nungguin satu orang. Perbanyaklah 31:26 orang yang nanya sama Bu, 31:28 kalau dari 10 atau dari 100 yang beli 31:31 cuman tiga yang tadi ya, yang ee apa 31:34 yang saya lakukan di zaman dulu ya, 70 31:36 orang yang saya tawarin tiga doang yang 31:38 masuk. Itu berarti ada yang salah sama 31:39 kita. 31:40 Hm. 31:41 Kalau dari ee begini, kalau dari WA 31:43 kesalahannya itu ada di mana gitu ya, 31:45 rata-rata ada di teknik kita untuk 31:48 chatting 31:49 itu ada caranya, ada strateginya 31:51 ya. Tapi yang paling pertama sekali 31:53 adalah karena memang kita naruh harganya 31:55 ketinggian. Mungkin h 31:56 ada banyak faktor yang membuat orang itu 31:59 akhirnya mundur perlahan. 32:00 H 32:01 ketika kita dia sudah maju, dia sudah 32:03 bertanya gitu ya, mundur perlahan. 32:05 Faktor pertama adalah harga. Pasti harga 32:08 dan stok yang tentu kan ada juga 32:10 harganya cocok, stoknya enggak ada, 32:11 orang mundur. 32:13 Ada juga orang yang harganya sudah 32:15 cocok, stoknya ada, tapi pelayanan dari 32:18 customer service-nya itu ngomongnya 32:20 seadanya doang gitu ya. Mbak, produk ini 32:22 ada enggak? Ada. [tertawa] 32:25 Selesai sama situ. 32:26 Saya mau saya mau itu itu dong. Ini 32:29 pengalaman saya kemarin saya lagi cari 32:31 ini mau cetak mau cetak buku. Saya bikin 32:33 buku lalu ee apa namanya? Mau cetak. 32:37 Saya tanya nih salah satu jasa 32:39 percetakan. Saya tanya, "Bisa cetak buku 32:41 enggak?" Bisa. 32:42 He. 32:43 Oke. 32:44 Kalau untuk 200 halaman harganya berapa? 32:50 Untuk berapa? 32:51 untuk berapa kopi gitu. 32:53 Itu aja. 32:54 Heeh. 32:55 Lalu ee saya ee apa namanya? Saya bilang 32:59 lagi minimum berapa? 33:01 H 33:01 10. 10nya itu benar-benar cuman satu dan 33:04 kosong. 33:04 Hm. 33:06 Walah ada emotion, [tertawa] 33:08 walah ada basa-basi gitu ya. Nah, 33:11 hal-hal seperti ini CS yang seperti ini 33:13 yang bikin pembeli itu gagal untuk 33:16 membeli enggak jadi 33:17 gitu ya. Nah, maka dari itu ada banyak 33:19 faktor. Pertama, pastikan harga produk 33:22 Ibu Hani itu memang sesuai dengan 33:25 pasaran. Itu satu. Yang kedua, pastikan 33:27 memang stoknya ada. 33:29 Yang ketiga, pastikan cara kita 33:32 komunikasi sama orang itu membuat orang 33:35 nyaman. Ya, membuat orang nyaman. Ini 33:38 secara online ataupun offline, ya. Kalau 33:40 offline orang yang Anda pasang di depan 33:43 pembeli itu harus orang yang bisa 33:45 ngomong sambil senyum kayak yang saya 33:47 lakukan sekarang. He [tertawa] 33:49 ngomong sambil senyum gitu. 33:50 He 33:51 ya. Jadi orang itu datang enak dia orang 33:54 itu datang merasa bahwa dia di apa 33:56 namanya? Dia itu di ee benar-benar 33:58 diterima gitu ya. Benar-benar dihargai. 34:01 Lalu ee apa namanya? Kalau online maka 34:05 mainkan emotion kan ada emote-emoticon 34:08 itu ya emoticon-emoticon ya. Nah, saya 34:10 tuh selalu pakai emoticon senyum 34:13 dan tangan seperti ini. 34:14 Oh, 34:15 ini ini benar-benar ampuh nih. Terima 34:18 kasih gitu ya. Orang mau bilang ee apa 34:21 namanya? Ini produknya kemahalan. Enggak 34:23 kok, Kak. E belakangnya kasihini 34:25 [tertawa] lagi enggak kok gitu ya. Lalu 34:29 ada banyak hal lah, Bu Hani ya. Tapi 34:31 intinya adalah Ibu Haninya yang harus 34:33 tahan egonya ya. Jangan terlanjur bete, 34:37 jangan terlanjur ee apa ibaratnya ee 34:41 kecewa ya. Karena kalau sudah ada orang 34:44 yang nanya itu sudah bagus. Tinggal 34:46 diperbanyak aja orang yang nanya ya. 34:48 Dari 100 orang yang nanya masa satu 34:50 enggak ada yang beli. 34:53 Seperti itu, Bu. 34:54 Oke. Baik, kita lanjut ke pertanyaan 34:56 berikut dari Ibu siapa nih? Dari Bunda 34:58 Emilda. Asalamualaikum. 35:01 Waalaikumsalam. 35:02 Bang Fawas. Dulu saya termasuk orang 35:04 yang kurang begitu bisa dan penakut 35:06 berbicara di depan customer langsung. 35:10 Sama kayak tadi Bang Fa yang cerita 35:12 kalau kelamaan dengkul bisa berantem 35:14 ini. Tapi semenjak banyak belajar dan 35:16 berinteraksi lewat online membuat saya 35:19 mulai agak berani dan menjelaskan 35:21 tentang sesuatu produk yang kita jual. 35:24 Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara 35:26 menyeimbangkan antara jualan online 35:29 dengan offline? 35:31 Kemudian bolehkah kita agak sedikit 35:33 lebay dalam menjelaskan suatu produk 35:35 yang kita jual tapi tetap jujur baik 35:38 lewat online maupun offline. 35:40 Baik berarti ada dua ya, 35:42 Ibu. Iya, ada dua. 35:44 Bunda Emilda. 35:45 Emilda. 35:46 Baik, makasih banyak Bunda Emilda ya. 35:49 Jadi ada dua pertanyaannya tadi ya. Yang 35:51 pertama itu soal bagaimana cara 35:53 menyeimbangkan. 35:55 Nah, yang kedua itu tadi soal apakah 35:58 boleh kita ee menyampaikan produk kita 36:01 itu secara lebay gitu ya. 36:03 Oke. Jadi pertama dulu ya 36:06 atau yang kedua dulu yang saya bahas ya 36:07 biar nanti alurnya enak. 36:08 Iya. 36:09 Boleh enggak kita menyampaikan produk 36:11 kita itu secara lebay? Nah, produk itu 36:15 kalau kita cuman sebatas gini ya, 36:16 Teman-teman. Saya ada kelas kapan 36:18 kelasnya? Hari Minggu. Berapa bayarnya? 36:21 Rp300.000. He. 36:23 Ee minggu depan ada kelas lagi enggak? 36:25 Ada kelas lagi. Bayar lagi enggak? 36:26 Enggak. Orang benar tertarik [tertawa] 36:28 kalau seperti itu. 36:30 Apalagi dengan ekspresi wajah yang pasif 36:32 gitu. [tertawa] Nah, maka teman-teman ya 36:37 kita wajib ya wajib untuk ee mendandani 36:43 produk kita gitu ya. Mendandani produk 36:45 kita. Nah, dengan cara apa? Dengan 36:47 menggunakan kata-kata seperti itu ya. 36:50 Jadi boleh atau tidak boleh. Yang paling 36:52 penting benar ya. Yang paling penting 36:55 itu jujur gitu loh. Nah 36:58 eh urusan menyeimbangkan ini teman-teman 37:02 ya antara jualan online dan jualan 37:04 offline-nya ini semua tergantung dari 37:06 program kerja. Makanya teman-teman ee 37:09 ketika kita jualan online sekalipun kita 37:11 itu tetap harus ada yang namanya PROGJA 37:15 atau program kerja harian Pak Krisna. 37:18 seperti itu. Kalau kita punya PRJA, kita 37:21 tahu hari Senin itu kita ngapain, Selasa 37:23 itu kita ngapain, sampai Minggu itu kita 37:26 ngapain. Ya. Nah, walaupun kita 37:28 jualannya secara online ya, ada enggak 37:32 PRJAnya? Ada. Hari Senin itu bikin 37:34 konten. 37:34 He. 37:35 Hari Senin bikin konten Instagram untuk 37:37 1 minggu. He. 37:38 Jadi di semua ditumpuk aktivitas itu di 37:40 hari Senin, 37:41 hari Selasa itu waktunya kita katakanlah 37:44 untuk ee mulai memposting konten 37:47 tersebut dan membuat copywritingnya. 37:50 Hari Rabu itu bikin video. 37:52 Nah, hari Kamis sampai dengan hari 37:54 Minggu ini apa yang kita lakuin? He. 37:57 Nah, kita sebagai pemilik bisnis itu 37:59 tetap harus komunikasi sama orang, harus 38:02 tetap membangun relasi. 38:03 H. Nah, karena transaksi itu terjadinya 38:06 bukan tentang jual beli doang, ada juga 38:09 negosiasi. 38:11 Nah, jadi ee pentingnya pelaku UMKM itu 38:14 untuk keluar dari sarang, tanda kutip 38:17 ya, keluar dari sarang itu maksudnya 38:19 adalah Anda keluar dari comfort zone 38:20 Anda. Keluar dari comfort zone Anda itu 38:22 Anda sudah dapat omset katakanlah jutaan 38:25 lah ya. jutaan setiap bulan ya atau 38:28 jutaan setiap hari yang teman-teman 38:29 dapat dari omset itu eh 38:33 cukup cuman main handphone aja dari 38:35 rumah. Biasanya kan orang nyaman kan. 38:37 He. 38:37 Padahal dia punya kesempatan untuk scale 38:39 up bisnisnya untuk ningkatin bisnisnya 38:41 lebih besar lagi kalau dia keluar dan 38:43 ketemu sama orang. 38:44 Hm. 38:45 Nah, ketika dia keluar dan ketemu sama 38:47 orang bisnis owner ini kan yang dinilai 38:49 adalah cara dia komunikasi. Jadi balik 38:51 aja ke situ. 38:52 Jadi penjualan online tetap dia bisa 38:55 berjalan asalkan PRJ tadi pembuatan 38:57 konten itu rapi ditumpuk dalam 1 hari 39:00 biar 1 minggu itu selesai. Jangan ee 39:02 kayak saya dulu. 39:04 Saya dulu itu gini posting saya punya 39:06 jadwal memposting ee di Instagram jam 39:09 katakanlah jam 11.00 siang. 39:11 Saya baru kerjain kontennya jam 08.00 39:13 pagi. 39:14 Hm. 39:14 Akhirnya setiap hari kerjaan saya adalah 39:17 ngurusin konten Instagram. Heeh. 39:19 Saya enggak punya kesempatan untuk 39:20 ketemu sama orang. Saya enggak ee enggak 39:22 punya kesempatan untuk belajar. Bahkan 39:24 enggak punya kesempatan untuk main sama 39:26 anak-anak akhirnya. 39:27 Hm. 39:28 Karena saya disibukkan dengan aktivitas 39:29 yang kejar-kejaran terus. Maka dari itu 39:32 ee Bunda Nailda, pastikan Anda sekarang 39:34 membuat yang namanya program kerja. 39:37 Bikin konten kapan, bikin video, kapan, 39:40 bikin copywriting-nya kapan, gitu ya. 39:42 Tentukan dalam 1 hari, 2 hari. 39:44 Setelahnya, sisa-sisa harinya ya, 39:46 pilihlah hari-hari di mana Anda keluar 39:48 dari sarang. 39:49 H 39:50 seperti itu. Tanda kutip nih, 39:52 Teman-teman, ya. Dengan catatan atas 39:54 izin pasangan tentunya 39:57 jangan. Oh, kata Bang Fawas keluar dari 39:59 sarang ini. Kata suaminya, "Kamu enggak 40:01 boleh ke mana-mana." Tetap kata Bang 40:03 Fawas, "Wah, bahaya itu kalau seperti 40:05 itu." Artinya tetap butuh kemampuan 40:07 jualan secara verbal. Karena ketika kita 40:09 ee berurusan dengan orang di luaran sana 40:11 ya itu kesempatan untuk kita ee 40:15 memperbesar market gitu ya, membesar 40:17 penjualan seperti itu. 40:20 Oke, selanjutnya. Asalamualaikum Bang 40:21 Fawas. Bang Faas, apakah boleh kita 40:25 dalam hal menjual menceritakan yang 40:27 bagus-bagusnya saja? Seolah-olah produk 40:29 kita ini sempurna. Kelemahannya kita 40:31 tidak sebutkan. 40:33 Baik, ini hampir hampir sama seperti 40:36 pertanyaan sebelumnya ya. ee boleh 40:39 enggak menyampaikan yang bagus-bagusnya 40:41 saja? 40:43 Kalau saya ya, kalau saya akan bilang ya 40:46 memang harus saya sampai saya sampaikan 40:48 yang bagus-bagusnya. 40:49 H 40:50 kalau yang jeleknya gimana? Yang 40:52 jeleknya bukan berarti saya bilang ini 40:54 bukan jelek, tapi kalau ada orang nanya 40:56 baru saya jelasin. 40:57 Oh, [tertawa] kelemahannya gitu. Nah, 40:59 kelemahannya baru saya jelasin contoh 41:02 ya, katakanlah gini, kan tidak semua 41:04 orang itu ngerti black garlic itu 41:05 fungsinya apa. 41:06 Heeh. 41:07 Sekali lagi tidak semua orang paham 41:09 black garlic itu fungsinya apa, lalu ee 41:12 safron itu fungsinya apa gitu ya, 41:14 manfaatnya apa. Nah, kita jelasin nih ke 41:17 orang nih. Yang kita jelasin kan pasti 41:19 bagus-bagusnya aja. 41:21 Nah, tapi ketika ada orang yang nanya 41:25 ini katanya setelah ini begini. Ah, saya 41:27 enggak tahu ya. Nah, katanya set ee ada 41:30 yang beginilah, begitulah, beginilah, 41:31 begitulah gitu ya. Ada yang berkeluh 41:33 kesah baru saya jelaskan. 41:34 He 41:35 seperti itu. Nah, jadi boleh enggak 41:37 menceritakan yang baik-baiknya aja? 41:39 Wajib. 41:40 Wajib menceritakan yang baik-baiknya aja 41:42 memang. Ya, [tertawa] 41:44 kalau Terus berarti saya bohong dong. 41:46 Bukan bohong. Jadi saya saya belajar 41:47 untuk tidak menyampaikan apa yang tidak 41:49 ditanyakan. [tertawa] 41:51 Seperti itu, Mbak Krista. Kayak contoh 41:53 ya, contoh jual properti juga sama. Jual 41:55 properti apalagi ya? kita harus harus 41:57 kemas ee 42:01 produk benar-benar 42:03 blow mind gitu kan biar untuk ee apa 42:06 namanya ibaratnya tuh ngebo-boom orang 42:08 gitu kan sampai orang tuh ngerasa wah 42:10 saya rugi kalau enggak saya keluarkan 42:12 uang 1,4 miliar saya kan gitu 42:14 harus sampai seperti itu. Nah, maka yang 42:17 disampaikan itu tentu yang 42:18 positif-positifnya, 42:20 benefit-benefitnya, manfaat-manfaatnya 42:23 ya, kelebih kekurangannya, Teman-teman, 42:26 semuanya enggak ada yang perfect, pasti 42:27 ada kekurangannya. Ya, saya sampaikan 42:30 hanya bila ada orang yang mengeluhkan 42:33 itu dulu. Kecuali kalau obat-obatan ada 42:36 ada efek samping 42:37 ini, efek sampingnya enggak boleh ya ini 42:39 dipakai untuk ini, itu 42:41 wajib gitu ya. Tapi lucu juga kan kalau 42:44 ketika kita e menyampaikan, "Oke 42:46 teman-teman ini saya punya perumahan di 42:48 sini. Perumahan ini benefitnya kalau 42:51 Anda beli begini gini gini." Nah, 42:53 kekurangannya perumahan ini kita 42:54 aromanya kecium bau sampah ya. Kita 42:57 sebagai developer enggak mungkin 42:58 dongelakukan itu. Enggak ada orang yang 43:00 beli dong. Seperti itu, Teman-teman. 43:02 Jadi, boleh enggak menyampaikan hanya 43:04 yang positif-positifnya aja? Boleh. Nah, 43:08 boleh bohong enggak? Enggak boleh. 43:12 tidak saya sampaikan berarti kan bukan 43:14 bohong. 43:14 He. 43:15 Kecuali ketika ada orang yang 43:16 mengeluhkan ke saya baru saya akan 43:18 sampaikan seperti itu. Yang penting 43:21 teman-teman ya yang penting Anda tahu 43:22 batasnya lah ya. Nalarnya aja. Sampaikan 43:25 hal yang positif-positif. Oke. 43:27 Manfaatnya ini tuh begini, ini begini, 43:29 ini begini, ini begini. Nah, tapi ingat 43:32 kalau kita cuman e menawarkan manfaatnya 43:34 aja orang itu cuman oh gitu. Kita kan 43:37 enggak mau orang oh gitu kan. Kita mau 43:39 orang itu, "Oh, gitu saya beli dong gitu 43:41 toh." Maka kita harus kasih trigger. 43:44 Kita harus cari pancingannya [berdehem] 43:47 sekali. Oke. Asalamualaikum Pak, saya 43:50 punya produk. Saya juga memperbandingkan 43:53 produk-produk sejenis dengan 43:55 penjual-penjual lain. Tapi saya suka 43:57 minder. Wah, mereka tuh bagus-bagus 43:59 banget. Saya kayak gini akir saya enggak 44:00 jadi memasarkan. Bagaimana ini 44:02 mengatasinya, Bang Paws? 44:04 Baik. Cara pertama, Teman-teman ya, ee 44:07 silakan ikut kelas kita. 44:09 He 44:09 ya. Karena di kelas kita setiap hari 44:11 Minggu itu ya sekali lagi hari Minggu 44:13 tanggal 4 April ee perdana di bulan 44:16 April ini kita hanya buka untuk 35 orang 44:19 aja ya. Ee 44:20 itu bayar 44:21 itu bayar 44:23 yang 300 itu. 44:24 Benar. 44:24 Jadi begini Pak Krisna kan sekarang lagi 44:26 banyak banget ee orang itu jualan video 44:29 belajar. 44:30 Cara untuk membuat masker. 44:33 Hm. 44:34 Itu dijual videonya harganya Rp300.000. 44:36 He. 44:37 Cara menjual ee masker ada berapa video? 44:40 15 video. Lalu ketika dia mau belajar 44:44 tentang cara menulis, cara membuat 44:46 copywriting, itu bayar lagi. 44:48 Heeh. 44:49 Ya. Berapa? R00.000 katakanlah gitu. 44:51 Lalu dia mau belajar bikin website 44:53 apalagi 44:54 bisa juta-jutaan. He kena 44:56 R juta R juta itu karena kemampuan itu 44:59 kan bisa dijual sama sama orang yang 45:01 belajar setelah itu dia bisa bikinin 45:03 orang website untuk dijual lagi gitu 45:04 toh. Nah 45:06 hal-hal seperti itu lagi banyak. Untuk 45:08 itu online kan kita sistemnya beda, 45:11 program kita beda. Orang cukup bayar 45:13 satu kali untuk dapetin semua kelas. 45:15 Hmm. 45:16 Untuk dapetin semua kelas. Minggu lalu 45:19 perdana kita bikin itu kelas tentang 45:21 pembuatan website. 45:22 Iya. Nah, terus yang kita yang ikutannya 45:25 sekarang bagaimana? Yang minggu lalu 45:27 gitu ya. Yang minggu lalu itu sudah kita 45:28 buat sudah enggak perlu bayar lagi. 45:30 Bayar lagi. Oh, begitu. 45:31 Benar. April ini kita ada kelas ee 45:34 penjualan langsung ya. Belajar jualan 45:36 secara langsung seperti ini, 45:37 Teman-teman. Nanti saya akan bahas di 45:39 sana bagaimana caranya membuat orang itu 45:41 suka sama kita 45:42 ya. Tanda kutip ya, orang cocok sama 45:43 kita. Karena rahasianya Pak Krisna orang 45:46 itu beli rata-rata 83% menurut riset 45:49 teman-teman. Dia beli karena suka sama 45:51 yang jual. Masyaallah. Oh, gitu ya. 45:53 Iya 45:54 ya. 17% sisanya itu karena dia merasa 45:57 butuh dengan produk 45:59 ya. Jadi ketika kita jualan sama orang 46:00 itu bukan tentang nih produk saya 46:02 fungsinya ini ini ini. Bukan tentang itu 46:05 aja. Tapi persentasi itu dimulai dari 46:07 ketika kita hubungi dia pertama kali. 46:10 H 46:11 presentasi itu dimulai dari situ. Ya. 46:13 Saya lanjutin teman-teman. Ee minggu ini 46:16 ya ada kelas untuk ee cara jualan secara 46:20 verbal. Minggu depan itu ada kelas 46:23 Instagram 46:24 ya. Lalu ee ada kelas di Ramadan kita 46:28 akan ada banyak banyak banget tuh 46:29 kelas-kelaskelas karena di Ramadan kan 46:31 rata-rata orang-orang jadi pebisnis 46:33 dadakan. 46:33 He maka kita harus ee benar-benar 46:37 insyaallah bisa bantu teman-teman 46:39 sekalian yang mau belajar cuman 46:41 Rp300.000 aja dan kita hanya buka untuk 46:44 35 orang untuk yang kelas ee jualan 46:47 secara langsung ya. Fungsinya buat apa? 46:49 fungsinya akan meningkatkan pe apa 46:52 namanya penjualan teman-teman sekalian 46:54 seperti itu. Tadi kalau enggak salah ada 46:56 pertanyaan terakhir mungkin kita ini aja 46:58 ya. 46:58 Oke. E asalamualaikum Bang Fawas. Bang 47:01 Fawas ada orang yang mukanya memang udah 47:04 mukanya senyum aja dia. Enggak senyum 47:05 aja mukanya mukanya mau enggak senyum 47:07 tapi ada yang mukanya cemberut walaupun 47:09 dia lagi enggak enggak kesal gitu. 47:11 Mukanya meang udah asem aja gitu. Itu 47:13 bagaimana mengatasi yang [tertawa] udah 47:16 template-nya seperti itu? 47:19 Baik. Jadi gini ya, Teman-teman ya. Dulu 47:23 saya ya Fawas ketika zaman sekolah itu 47:27 kerjaannya main basket aja. He. 47:29 Main basket aja. Paling enggak betah 47:31 kalau suruh duduk dua kali 45 menit. 47:34 He. 47:35 Itu enggak kuat saya ya. Tapi kok bisa 47:39 berubah? 47:39 H. 47:41 Tapi itu kok bisa berubah gitu toh. 47:43 Nah, 47:44 kalau ngomong sama orang dengkul pindah 47:46 kiri kanan tapi kok bisa berubah? He. 47:49 Nah, itu semuanya bisa berubah. Jadi, 47:51 ketika ada orang yang ee dia bilang ee 47:55 bukan tentang bukan tentang ini ya, 47:57 Teman-teman ya, bukan tentang wajahnya 48:00 good looking atau bad looking itu bukan 48:02 tentang itu. Tapi kan orang itu feel ya. 48:04 H 48:05 orang itu ngerasa gitu loh. Dia ngerasa 48:06 cocok. Saya ngerasa cocok sama 48:08 Kristusna. Oh, nih orang enak nih, orang 48:10 ini baik nih. Nah, bila ada orang yang 48:13 secara ee dia merasa dirinya itu bad 48:16 looking, 48:18 aduh, saya kan enggak ganteng, saya kan 48:19 begini, saya kan begitu. Itu kan kata 48:21 Anda. 48:22 He, 48:22 betul toh. Itu kan kata Anda. Yang 48:24 paling penting mau enggak berubah. 48:26 Mau enggak berubah, mau enggak belajar 48:28 belajar berubah gitu. 48:30 Itu bisa dirubah dari dalam ya. 48:31 Itu harus itu harus dipaksa. 48:34 Yang maksa enggak bisa kita itu harus 48:35 dirinya dia sendiri. He. 48:37 Setidaknya seperti itu yang saya rasain, 48:39 Teman-teman. Mau ngomong sama orang 48:41 dulu, Pak Krisna, waduh ngomong sama 48:44 gini, kalau sama teman aja, kalau dia 48:46 enggak nyapa duluan, saya enggak mau 48:47 nyapa gitu. [tertawa] 48:49 Dia enggak nyapa duluan, saya enggak mau 48:50 nyapa gitu. Ketika saya masuk di ee 48:53 sebuah kondisi yang akhirnya ee kfevfet, 48:57 [tertawa] 48:58 yang kefevet tadi. 48:59 Kalau enggak jualan gua enggak makan 49:00 nih. 49:00 Nah, kalau enggak jualan enggak makan 49:02 kita enggak jadi kita nikah muda gitu ya 49:04 saat itu ya. Walaupun alhamdulillah ee 49:07 tercapai gitu nikah muda. Nah, [tertawa] 49:12 jadi mau enggak mau suka enggak suka 49:14 saya harus paksa diri saya. Karena hari 49:16 itu kalau saya tidak 49:18 tidak a maka saya enggak bakalan dapat 49:21 makan atau apa begitu. Terakhir mungkin 49:24 yang saya bisa kasih gini teman-teman. 49:27 Kalau dalam kondisi kondisi-kondisi 49:28 kepepet itu memang manusia itu jadi jadi 49:32 semakin apa ya? Semakin bright [tertawa] 49:34 ya. semakin cerah ya. Jadi gini, kalau 49:39 kita ee bayangkan gini aja, tiba-tiba 49:42 ada telepon dibilang orang yang kita 49:45 cintai itu masuk rumah sakit. 49:46 H 49:47 ketika kita ketemu sama dokternya, 49:49 dokternya bilang, "Mohon maaf, orang 49:52 yang Anda cintai ini tidak bisa selamat 49:55 kalau tidak operasi." 49:57 Hm. 49:57 Ini malam nih ceritanya 49:59 ya, jam 09.00 malam. Lalu 50:03 dokter bilang gini, 50:05 "Biaya operasi Rp15 juta." 50:07 Hm. 50:08 Ya, biaya operasi Rp15 juta. Kita enggak 50:11 ada duit nih. 50:11 He. 50:12 Jam 10. Malam, insyaallah jam 09.00 pagi 50:15 sudah ada tuh duit. 50:16 Hm. Bagaimana begitu? 50:18 Pasti akan copot malu, dicopot ini 50:21 dicopot apapun dilakuin. Begitu kan? 50:23 Apapun dilakuin dia berdoa dulu minta 50:25 jalan keluar sama Allah. Setelahnya dia 50:26 akan temukan tuh cari solusinya. Heeh. 50:29 Yang sebelumnya dia malu buat ngutang, 50:31 setelah itu tabrak sana sini dia utang 50:33 kiri kanan. Ya. Nah, jadi itu yang saya 50:36 rasain dulu. 50:38 H 50:38 bayangin aja, Pak Krisna, teman-teman 50:40 saya diterima di UI, di UGM, di ini, di 50:42 itu, gitu kan. Orang tua saya kasih 50:43 pilihan kalau kamu kuliah, adikmu enggak 50:45 sekolah. Waduh. Akhirnya saya suka 50:48 enggak suka harus paksa diri saya mau 50:50 buat benar-benar hadapin aja, udah 50:53 berubah deh kita gitu. 50:54 Masyaallah, luar biasa. 50:58 Oke, banyak ilmu yang kita dapat dari 51:00 Bang Pawas ya. Luar biasa ya. Kalau Anda 51:02 mau ikut nanti pada hari tanggal 4 April 51:05 silakan dicatat nomornya. 51:08 Nomornya 0821. 51:12 Kemudian 19 51:16 02 51:18 77 51:21 84 51:23 0821 51:25 1902 51:27 7784 ini bayar bayarnya Rp300.000 tapi 51:32 enggak sampai di situ aja akan terus 51:34 terus terus dan banyak ilmu yang bisa 51:36 kita dapat ya 51:37 selain membuat bisa membuat website dan 51:39 lain-lain ya. Betul, betul banget. Jadi 51:41 akan ee terus sampai berapa lama itu? 51:45 Jadi ee kita sistemnya tidak menjual 51:47 kelas, kita tidak menjual seminar. 51:50 Heeh. 51:50 Ee jadi kita bukan ini bayar seminar ee 51:53 bayar untuk ikut satu kali seminar, 51:54 tidak. 51:55 Iya. 51:55 Tapi bayarnya satu kali untuk ikutin 51:58 semua edukasi yang kita kasih. He. 52:00 Apa saja yang kita kasih? Ya, minggu 52:02 lalu saya ingatin itu membuat website 52:04 gratis tanpa hosting. 52:05 He. 52:06 Yang bahkan emak-emak aja sudah bisa 52:08 bikin ya. Lalu minggu ini kita akan ada 52:11 kelas eh presentasi public speaking 52:15 sebenarnya ya. Cuma dengan kan istilah 52:16 public speaking enggak semua orang itu 52:18 ee merasa penting buat belajar ya. Maka 52:21 saya kita rubah tadi jualan secara 52:23 verbal ngomong sama orang. Lalu ee kelas 52:27 berikutnya tentang Instagram marketing. 52:30 Bagaimana caranya kita ee 52:32 mengolah Instagram kita untuk 52:34 kepentingan bisnis. Kelas berikutnya 52:36 lagi itu ada pembuatan konten. Nah, itu 52:39 sampai kapan, Teman-teman? Insyaallah 52:42 teman-teman status membership-nya itu 52:45 selamanya. 52:45 Hm. 52:46 Status membershipnya itu selamanya. 52:48 Jadi, orang-orang akan tetap terus 52:50 belajar 52:51 dan enggak perlu khawatir setelah ikut 52:52 kelas online-nya kita langsung buatin 52:55 modulnya untuk bisa dipelajari 52:56 berkali-kali 52:58 seperti itu. 52:59 Waduh, lumayan. Masyaallah, 53:02 menarikmenarik ya. Silakan dicatat 53:04 nomornya 0821 53:06 19 02 53:10 77 53:13 84 0821 53:16 1902 53:19 7784. 53:20 Ini bisa komunikasi enggak melalui nomor 53:22 telepon ini? 53:22 Iya betul bisa. 53:23 Apa cuma 53:25 cuma cit chat aja gitu? 53:27 Itu melalui telepon ini Anda bisa 53:29 tanya-tanya, Anda bisa langsung 53:31 registrasi gitu. Ini saya barusan 53:32 dikabarin sisa sisa 20. 53:36 Oh, [tertawa] cepat banget. 53:37 Sisa 20 ya. 53:38 Cepat banget ya. 53:40 Ya. 08211902784. 53:45 Bang Fawas terima kasih. Kita akan jumpa 53:47 lagi dalam acara Majuojo. Mari jualan 53:51 online pada ni ini ke 53:56 Kamis keesatu dan ketiga. 53:58 Iya. Oke, mudah-mudahan banyak peminat 54:00 ya dan banyak bermanfaat untuk mendengar 54:02 ya. Baik, saya Muhammad Krisna, kemudian 54:04 juga Atep dan juga Anis Malim mohon 54:06 pamit. Wabillahi taufik walhidayah. 54:08 Wasalamualaikum warahmatullahi 54:09 wabarakatuh.