Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wa
- nasta'inuhu wa
- nastagfiruh wa naud naubillahi min
- syururi
- anfusina wamin sayiati
- a'malina. May yahdihillahu fala
- mudillalah wam yudlil fala
- hadiyaalah. Ashadu alla
- ilahaillallahu wahdahu la syarikalah.
- Wa ashadu anna sayyidana Muhammadan
- abduhu wa
- rasuluh.
- Masyaallahu kan wama lam yasya lam yakun
- la haula wala quwwata
- illa billahil aliyil adzim. Amma
- ba'd. Ikhwan akhwat yang sangat
- disayangi oleh Allah subhanahu wa taala.
- Alhamdulillah malam hari ini kita
- kembali dapat
- bersilaturahim lewat
- kajian terjemah Quran
- lafziah. Pada malam Jumat yang lalu kita
- telah sampai pada ayat yang
- ke37 dari surah Hud.
- Malam hari ini kita akan melanjutkan
- mulai ayat yang
- ke-38 sampai menjelang Isya nanti.
- Marilah kita awali kajian
- kita pada malam hari ini dengan
- bersama-sama membaca doa menuntut ilmu.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rbi zidni ilma
- Allahumf bima
- alamtani waimni maanfauni
- warzuqni ilman
- yangfauni.
- Amin. Kita mulai ayat yang
- ke-38. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Waasnaul
- fulq
- waama marro alaihi
- malaum min quumihi sakhiru min.
- Q in
- taskharu minna
- fainna
- fainna naskharu
- minkum kama taskharun.
- Ardi
- lafziahnya wasna'u dan dia maksudnya
- Nabi
- Nuh
- membuat
- alfulkap. Kapal itu
- adalah kendaraan laut yang besar. Kalau
- kecil namanya safinah ya. Perahu. Alq
- berarti besar ya.
- H.
- Nah, waullama dan
- setiap marro
- melewati alaihi atas Nabi
- Nuh. Malaun
- pembesar min kaumihi dari kaumnya
- kaumnya Nabi Nuh.
- Sakhiru
- mereka
- mengejekol-olok minhu terhadapnya.
- Qala maka qala berkata Nabi
- Nuh
- intaskaru jika kalian
- mengolok-olok minna terhadap
- kami fainna maka sesungguhnya
- kami naskoru akan memperolok-olok
- minkum terhadap
- kalian kama
- taskarun sebagaimana kalian
- memperolok-olok arti
- keseluruhannya ayat yang ke
- 38 dan dia Nuh mulai membuat
- kapal setiap kali pemimpin kaumnya
- melewati hatinya mereka mengejeknya.
- Dia maksudnya Nabi Nuh
- berkata, "Jika kamu mengejek kami maka
- kami pun akan
- mengejekmu sebagaimana kamu mengejek
- kami." Jadi, sebagaimana permintaan
- kaumnya agar Allah segera mendatangkan
- siksaan pada mereka, maka Nabi Nuh
- diperintahkan oleh Allah pada ayat yang
- ke-37.
- untuk membuat
- kapal. Sudah tentu ini mengherankan bagi
- mereka. Daerah Nabi Nuh itu daerah di
- pegunungan. Kenapa harus membuat
- kapal? Nah, ketika beliau mulai membuat
- kapal, setiap ada tokoh-tokoh mereka
- lewat melewati Nabi Nuh yang beliau
- membuat kapal itu atas petunjuk Allah
- ya. Karena memang beliau sudah tentu
- belum pernah melihat pun belum pernah
- apalagi ee menaiki apalagi belajar
- membuatnya belum semua atas petunjuk
- Allah kaumnya mengejek. Bagaimana
- mungkin kamu ah apa sekarang kamu sudah
- berpindah
- menjadi tukang perahu atau tukang
- pembuat perahu yang dulunya kamu itu
- nabi atau bahkan mereka tidak mengatakan
- perahu karena tidak terbayang oleh
- mereka tukang kayu dan seterusnya
- ejekan-ejekan yang
- lain. Nabi Nuh sabar.
- Belanya menjawab, "Kalau kamu mengejek
- saya, kami, kami nanti akan mengejek
- kalian." Nah, begitu ya
- jawabannya. Ayat yang
- ke-39. Fasaufa
- tauna may ya'tihi
- adzabun
- yukhziihi wa yahillu alaihi
- adzabum muqim.
- Fasaufa maka kelak tlamuna kalian akan
- mengetahui man siapa yatihi yang datang
- kepadanya adzabun
- siksaan yukzihi yang akan
- menghindakannyaahillu dan yang akan
- menimpa menempati alai atasnya akan
- menimpa alai atasnya adzabun siksaan
- mukimin yang mukimun yang kekal arti
- secara
- keseluruhan maka kelak kalian akan
- mengetahui siapa yang akan ditimpa azab
- yang menghinakan dan siapa yang akan
- ditimpa azab yang kekal.
- Jadi kemudian Nabi Nuh menjawab lebih
- lebih tandas lagi, "Nanti kalian akan
- mengetahui siapa yang
- akan mendapatkan azab di dunia." Ya,
- yukzihi menghinakan dan yang akan
- mendapatkan azab di akhirat yang
- kekal. Akhirnya keputusan Allah
- datang ayat 40.
- Hatta idza
- jaa amruna
- waanuru
- qulna qul nahmil fiha min
- kullin
- zaujainitnaini wa ahlaka
- illa illa man sabaqo alaihil qulu waman
- aman
- amana maahu
- illa
- qilta sehingga id ketika jaa datang
- amruna keputusan kami perintah kami
- perkara kami wafaro dan memancar atuatan
- nur
- dapur maksudnya memancarkan air qulna
- Kami berkata ihmil bawalah fiha ke
- dalamnya ke dalam kapal min kullin dari
- masing-masing
- zaujaini
- berpasang-pasangan isnaini
- dua berpasangan jantan betina itu
- zaujah
- dan keluarga engkau
- illa man amana
- illa kecuali sabaqo orang yang telah
- berlaku alaihi atasnya alqulu
- ketetapanku waman amana dan orang-orang
- yang
- beriman wama amana dan tidaklah
- beriman maahu
- bersama nya bersama Nabi Nuh illa qolil
- kecuali
- sedikit arelur
- Ayat 40. Hingga apabila perintah kami
- datang dan dapur telah memancarkan
- air, kami
- berfirman, "Muatkanlah ke dalam kapal
- itu, ke
- dalamnya dari masing-masing hewan
- sepasang jantan dan sebadang
- betina." Sepasang jantan dan betina.
- Maksud kami begitu. dan juga
- keluargamu
- kecuali orang-orang yang telah terkena
- ketetapan
- terdahulu dan muatkan pula orang-orang
- beriman. Ternyata orang-orang yang
- beriman bersama dengannya bersama Nabi
- Nuh hanya sedikit.
- Nah, setelah keputusan Allah datang,
- yaitu
- banjir bandang akan menimpa
- mereka, dimulailah
- dengan tanah yang paling rendah, yaitu
- di sini tanur, ya, dibut dapur juga
- mulai memancarkan
- air. Nah, dari situlah kemudian hujan
- bade dan seterusnya. Nah, pada waktu
- mulai akan terjadi banjir itu, Allah
- memerintahkan kepada Nabi
- Nuh,
- naikkanlah
- setiap apa yang
- ada di lingkungan kamu.
- Maksudnya
- binatang-binatang, sepasang sepasang ya,
- jantan dan betina. Udah satu-satu aja
- dan juga keluarga kamu
- naikkan kecuali yang Allah telah
- tetapkan akan di
- tenggelamkan dan juga di samping
- binatang yang sepasang tadi dan keluarga
- orang yang beriman. Dan memang yang
- beriman kepada Nabi Nuh itu sangat
- sedikit.
- Ada yang mengatakan 80, bahkan di
- mengatakan delapan. Wallahualam. Kita
- tidak usah mencari-cari ee kepastiannya
- karena memang Allah tidak memastikan.
- Yang jelas memang
- sedikit. Nah, setelah itu Allah
- melanjutkan kisah Nabi Nuh
- ini.
- Waqarabu fiha
- bismillahi
- majriha wa mursal.
- Iniurahim waqala. Dan berkata Nabi Nuh
- dia irkabu naiklah fiha ke
- dalamnya. Bismillahi dengan nama
- Allah
- majriha. Ini imalah ya tulisannya
- majroha. Maka dibaca imalah. Imalah itu
- kecenderungan
- antara fathah, harakat fathah kepada
- kasrah. Kalau fathah a, kalau kasrah i,
- maka kalau imalah maj e ya jadi
- majriha wa mursaha dan berlabuhnya kapal
- ini. Inna rabbi sesungguhnya
- rabku lagfurun maha pengampun, rahimun
- maha penyayang.
- Kemudian Nabi Nuh berkata pada ayat 41,
- "Dan berkatalah Nabi Nuh, naiklah kalian
- semuanya ke dalamnya dengan menyebut
- nama Allah pada waktu berlayarnya dan
- berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku maha
- pengampun lagi maha penyayang."
- Jadi kemudian Nabi Nuh
- memerintahkan
- seluruh pengikutnya dan juga keluarganya
- kecuali yang tidak mau untuk naik kapal.
- Nah, setelah
- itu setelah sampai di dalamnya ketika
- akan berlayar
- Nabi Nuh menyampaikan baca bismillah ya.
- Nah, bacaannya begini.
- Bismillahi
- majriha
- berlayarnya pada waktu berlayarnya kapal
- ini dan
- berlabuhnya. Ini sunah dibaca bagi orang
- yang naik kapal.
- Dalam hadis riwayat Tebrani, Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan, "Amanlah bagi umatku dari
- tenggelam apabila dia naik kapal membaca
- bismillahi majriha wa
- mursaha." Ini doa peninggalan Nabi Nuh
- yang kemudian dilestarikan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- yang diajarkan kepada umatnya doa naik
- kapal. Jagi yang sering naik kapal ma
- mohon baca doa ini. Bismillahi majriha
- wa
- mursaha. Allah maha pengampun. Artinya
- Allah mengampuni dosa-dosa
- yang
- dilakukan oleh para pengikutnya Nabi Nuh
- ya sebelumnya. sebelum mereka ee Allah
- tidak langsung menghancurkan ya mereka
- banyak mengampuni dosa juga rahim maha
- penyayang mengundurkan untuk mereka
- siksaannya sehingga walaupun mereka
- sudah begitu lama menentang Allah
- subhanahu wa taala dosa-dosanya masih
- diampuni dan
- juga masih tempat mendapatkan rahmat
- Allah Subhanahu wa taala. Baru setelah
- sekitar nanti disebutkan pada
- selanjutnya
- 950 tahun mereka menolak Nabi seruan
- Nabi Nuh baru Allah menyiksa mereka.
- Selanjutnya Allah menyatakan, "Wah tajri
- bihim fi maujin kal
- jibal waada nuhun ibnahu waana fi mazili
- ya
- bunayarkam
- ma'na ya bunay yaram ma'na wala takum
- ma'al
- kafirin wahiya dan dia kapal maksudnya
- Ya, tajri
- berlayar bihim dengan membawa mereka fi
- maujin dalam gelombal kal gelombang kal
- jjibali seperti
- gunung wanada dan
- memanggil-manggil Nuhu Nabi Nuh ibnahu
- begitu kalau dibaca sendiri tapi kalau
- diwasolkan ee dibaca nunnya tampak
- tanwinnya Nuhun
- ibnahu Nuhun ibnahu asalnya begitu itu.
- Tapi karena ini Quran, bacaan Quran kita
- ee mendapatkan sima mendapatkan dari
- guru-guru kita dengan simaah, maka kita
- baca Nuhun
- ibnahu. Nabi Nuh memanggil-manggil
- ibnahu
- anaknya waana dan adalah dia tadi fi
- ma'zilin anaknya dalam tempat yang
- terpencil jauh dari kapal.
- Ya bunayya wahai anakku irkab asalnya
- begitu ya naiklah maana bersama kami.
- Tapi karena ini diidhamkan menjadi irkam
- maana wala takun dan janganlah engkau
- menjadi maal kafirin bersama orang
- kafir. Nabi Nuh selanjutnya diceritakan
- di sini setelah kapal berlayar yang arti
- secara keseluruhan ayat 42 ini. Dan
- kapal itu berlayar membawa mereka dalam
- gelombal gelombang
- laksana
- gunung-gunung. Nabi Nuh
- memanggil
- anaknya. Ketika
- itu anak itu berada di tempat yang
- terpencil yang jauh.
- Wahai anakku, naiklah ke kapal bersama
- kami dan janganlah engkau bersama orang
- kafir." Jadi menurut beberapa
- riwayat, putra Nabi Nuh yang dipanggil
- tadi adalah Qon'an atau Kan'an ya. Ada
- yang mengatakan yam ya. Tapi wallahu
- alam yang masyhur Kan'an.
- Ah, kapal tadi dalam gelombang yang
- tinggi dan besar seperti gunung. Artinya
- tidak hanya ee
- puncaknya ee puncak kemudian setelah itu
- turunah seperti gunung. Kita sebenarnya
- tahu ada ee sampai atas agak jauh baru
- kemudian turun lagi. Nah, jadi begitulah
- kurang lebihnya. Ini kita bisa bayangkan
- orang yang tidak pernah naik kapal.
- Sekali naik kapal dalam gelombang yang
- besar kita masyaallah ya. Tidak bisa
- menggambarkan termasuk pengikutnya Nabi
- Nuh. Tapi sebagai orang tua, Nabi Nuh
- masih ingat pada anaknya. Wah, ada anak
- saya yang memang sejak awal dia tidak
- mau beriman. tetap beliau mengingatkan,
- "Wahai anakku Kan'an tadi, kembalilah,
- marilah bersama kami, jangan bersama
- orang kafir ya itu naik kapal kami itu
- Kanan memang tidak berada di kapal malah
- memang jauh ee posisinya dari kapal Nabi
- Nuh. Tapi apa kata anaknya?"
- Qala
- saawi ila jabali
- ysimuni minal
- ma q
- laimal yauma min amrillahi
- illa mar
- rahim waala bainahumal mauju fakana
- minal
- mugraqin qala berkata dia anaknya saawi
- aku akan berlindung
- jabalin ke gunungimuni akan melindungi
- aku minal dari
- air berkatalah dia Nabi Nuh laima tidak
- ada pelindung alum pada hari ini min
- amrillahi dari keputusan perkara siksaan
- Allah illa marahim kecuali yang
- dirahmati waala dan akhirnya
- memisahkan bainahuma antara keduanya
- almauju gelombang yang besar
- Ana dan adalah dia anaknya minal mugrqin
- termasuk orang yang
- ditenggelamkan. Ayat secara keseluruhan
- artinya dan dia anaknya menjawab, "Aku
- akan mencari perlindungan ke gunung yang
- dapat menghindari aku dari air bah."
- Nabi Nuh berkata, "Tidak ada yang
- melindungi dari siksa Allah pada hari
- ini selain Allah yang maha penyayang.
- dan gelombang itu menjadi penghalang
- antara keduanya, maka anak itu termasuk
- orang yang ditenggelamkan.
- Inilah kisah tragis anak dari seorang
- nabi karena dia menentang ayahnya.
- Akhirnya dia tenggelam bersama
- orang-orang
- kafir. Kemudian ayat 44 Allah
- menyatakan waqila
- ya
- ardu maaki wa sama
- aqlii wa
- sama aqlihi wagidal ma waqiyal amru
- wastawat wastawat alal judi waqila bud
- lilqu
- Dan
- dikatakan ya ardu, wahai
- bumi, iblisi,
- telanlah
- mairmu
- wama dan wahai gunung, wahai
- langit aqlii
- berhentilah
- wagid dan
- disurutkan almau
- air waqud dan telah diputuskan al-amru
- perkara wastawat dan berlabuhlah kapal
- dan telah berlabuh kapal itu alal judi
- di atas bukit
- judi waqila dan dikatakan
- budguh jauh atau
- binasalah
- lilumi bagi orang-orang yang zalim.
- Arti secara
- keseluruhan. Ayat 44. Dan difirmankan,
- "Wahai bumi, telanlah airmu dan wahai
- langit atau hujan,
- berhentilah. Dan air pun
- disurutkan, dan perintah pun
- diselesaikan.
- Dan kapal itu pun berlabuh di atas bukit
- atau Gunung
- Judi. Dan dikatakan, "Binasalah
- orang-orang yang seakan orang kafir yang
- memusihi Nabi Nuh." Dan kemudian
- kapalnya Nabi Nuh berlabuh di Bukit Judi
- dan akhirnya binasalah semua orang-orang
- yang zalim. Mudah-mudahan menjadi
- peringatan bagi kita semuanya.
- Selanjutnya Allah
- menyatakan wada
- nuhurbahu
- faqbi
- innabni min
- ahli wa inna wa'dakal haqqu wa anta
- ahkamul hakimin.
- Anada dan berserulah Nuh, Nabi
- Nuh rbahu kepada Rabbnya. Faqala dan dia
- berkata. Nuh berkata, "Rabbi, wahai
- Tuhanku innabni sesungguhnya anakku min
- ahli itu termasuk
- keluargaku. Wa inna waakal haq." Dan
- sesungguhnya janjimu itu adalah benar.
- Wa anta dan engkau adalah ahkamul
- hakimin. Seadil-adil. pemberi
- keputusan. Ayat 45 secara keseluruhan
- artinya, "Dan Nuh memohon kepada
- Tuhannya sambil berkata, "Ya
- Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah
- termasuk
- keluargaku dan janjimu pasti benar dan
- engkau adalah hakim yang paling
- adil." Bagaimanapun juga seorang nabi
- akhirnya hatinya berbicara.
- Setelah beliau mendarat, teringatlah
- beliau akan anaknya yang
- tenggelam. Dan kemudian beliau
- menyampaikan pada Allah, "Ya Allah, itu
- anakku termasuk
- keluargaku. Kenapa ikut tenggelam?" Tapi
- Nabi Nuh hanya menyampaikan saja, tidak
- menyalahkan keputusan Allah. Karena
- memang janji engkau adalah benar, yaitu
- menenggelamkan orang-orang kafir. Dan
- engkau adalah
- seadil-adil pemberi hukum, pemberi
- keputusan. Demikian para ikhwan ee kisah
- Nabi Nuh yang disebut dalam surah Hud.
- Selesai kita pada ayat 45. Insyaallah
- akan kita lanjutkan pada ayat yang
- sesudahnya pada malam Jumat yang akan
- datang. Jazul jaza atas semua
- perhatiannya. Mohon maaf segala
- kururangan saya. Akhirnya marilah kita
- akhiri kajian ini dengan baca doa
- kafiratul majelis. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka. Bole alfikum syukron.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.