Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, ikhwan akhwat
- rahimakumullah.
- Syukur alhamdulillah kita dipertemukan
- kembali di acara psikologi keluarga
- Radio Silaturahim yang mudah-mudahan
- akan mempersuasi kita semua. bisa
- melangkah dengan jauh lebih ringan
- sebagaimana yang seharusnya kita lakukan
- di dalam ee berumah tangga menjadi ayah
- bunda dan menjadi anggota keluarga yang
- mudah-mudahan juga bersama psikologi
- keluarga ada hal-hal yang bisa kita
- dapatkan melewati kasus-kasus yang
- dikirim ke acara ini. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz
- Husein, Ustaz Abu Bakar dan semuanya.
- Tidak lupa salam selawat kita lantunkan
- kepada junjungan umat kekasih kita
- Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Semoga kelak kita mendapatkan
- syafaat beliau juga dipertemukan dengan
- beliau di saat yang sangat kita rindukan
- di yaumil akhir.
- Baiklah Ustaz sebelum kita mulai kita
- membaca ummul kitab terlebih dahulu.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- iki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin
- [Musik]
- Amin. Allahuma amin. Jadi, Ustaz, ada
- tiga kasus yang masuk hari ini. He.
- Yang pertama terkait dengan seorang
- wanita yang baru saja diceraikan 2 tahun
- lalu, enggak punya anak, "Ustaz, apa
- yang saya lakukan agar dapat jodoh yang
- baik sejalan dengan saya?" Karena kalau
- ada yang mau selalu saja ada masalahnya.
- di usia baru 29 tahun ini apa ada ya,
- Ustaz, orang yang baik yang bersedia
- menjadi suami saya. Itu yang pertama.
- Kemudian yang kedua, singkat sekali tapi
- bisa jadi penjelasannya panjang.
- Asalamualaikum, Ustaz. Bagaimana merubah
- suatu kebiasaan buruk menjadi kebiasaan
- yang baik? Mohon pencerahannya. Nah,
- yang terakhir, Ustaz. Kasusnya
- seseorang yang sulit sekali tidur. Kalau
- tidur suka mimpi enggak jelas. Saya
- belum pernah tahu apa itu rasanya
- bahagia. Ee bukannya tidak bersyukur
- sih, Ustaz, tapi bagaimana ya? Pekerjaan
- oke, rumah tangga oke, anak-anak oke,
- kebutuhan duniawi sudah oke. Yang
- herannya saya tuh tidak pernah punya
- hati yang kunjung lega. selalu saja
- bilang hati saya mengatakan semua itu
- bukan yang aku cari tapi enggak tahu apa
- kedekatan saya dengan Allah emang
- seperti tidak seperti yang ekspektasi
- saya ingin sekali dekat sehingga enggak
- ada yang membuat saya takut dan cemas
- tapi yah apa boleh buat pertanyaannya
- adalah apakah ini merupakan ujian Allah
- menguji saya menghukum saya atau ada apa
- dengan semua ini? Apa yang terjadi
- dengan saya, Ustaz? Terima kasih. Ya,
- itu tiga kasus kita hari ini. Silakan,
- Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- Alhamdulillahiabbil
- alamin.
- Allahumma sholli ala abdika wa rasulika
- sayyidina wa nabina Muhammadin wa alih
- thyyibin wasohabatihiluril
- mayamin.
- Asalamualaika ya rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Allahumma atina minika rahma waimna min
- ladunka ilman nafi wanfa'na bima
- alamtana.
- Allahumma anta waliyuna fid dunya wal
- akhir sholli ala abdika wa rasulika
- muhammadin wa tawallana fiman tawallait
- wahdina subulam waakrijna minadulumatian
- nur wahdina ilaatikal mustaqim
- amma ba'du menjawab pertanyaan
- saudari kita yang telah berpisah dari
- suaminya nya berusia 29 tahun
- berharap untuk mendapatkan jodoh
- pasangan yang saleh
- yang bisa membantu atau mendampingi
- dirinya untuk mengarungi kehidupan dalam
- suasana yang penuh dengan ketentraman,
- kebahagiaan,
- berjalan bersama-sama menuju Allah.
- Pertanyaan saudari ini sebetulnya
- jawabannya sederhana.
- yang mengetahui
- atau yang paling tahu
- tentang keadaan ibu
- juga pria yang sesuai dengan ibu adalah
- Allah Subhanahu wa taala.
- Dan Allah berjanji, waqala rbukumuni
- astajib lakum. Tuhan kalian berkata
- kepada kalian ini merupakan kabar
- gembira. Mohon padaku, aku akan kabulkan
- permintaan kalian.
- Allah tidak pernah sekejap pun
- meninggalkan kita. Waidza sa'alaka ibadi
- anni fainni qorib. Apabila hambaku
- bertanya kepadamu, "Di mana aku,
- sesungguhnya aku amat dekat dari diri,
- tapi dia yang lengah dan tidak
- memperhatikan kedekatanku dengan
- dirinya."
- Dia berlari ke sana kemari.
- bersusah payah untuk menggapai
- cita-citanya, meraih masa depannya, tapi
- lupa kepada Tuhannya yang menguasai
- segala sesuatu. Dalam genggaman
- tangannya,
- seluruh
- kekuasaan wewenang di langit maupun di
- bumi. Araian yaqu lahu fayakun. Kenapa
- kita membuat leti diri kita, susah hidup
- kita dalam kegelisahan, keresahan?
- Padahal jalan keluarnya begitu dekat
- dengan kita.
- Apabila hambaku bertanya kepadaku di
- mana kepadamu di mana aku? Aku amat
- dekat dengan diri. Ujibu dawadan.
- Aku akan mengabulkan
- doa hamba-hambaku di kala memohon
- kepadaku. Jangan mohon pada selain
- falyastajibu walmin syarat yang Allah
- ajukan. Kalau mau dikabulkan doanya
- dengan segera, maka dia
- bersungguh-sungguh juga untuk menyambut
- seruanku,
- ajakanku.
- Jadi kalau Allah mengajak, menyeru,
- jangan kita berleha-leha.
- Kalau kita berleha-leha nanti Allah juga
- memperlambat ijabahnya untuk kita. Jadi
- bersungguh-sungguhlah untuk menyambut
- seruanku. Kemudian apa? Walyukminu bi.
- Berimanlah kepadaku dengan penuh
- keyakinan. Maka bantuan Allah akan
- datang dengan segera.
- Kalau seorang mengatakan, "Saya sudah
- sering berdoa tapi Allah belum
- mengabulkan, coba tanya apa kira-kira
- yang menyebabkan doa kamu tidak segera
- dikabulkan?" Tanya, kamu sudah belum
- bergegas-gegas menyambut seruan Allah di
- saat memanggilmu? Baik pada saat
- dipanggil untuk salat, mengeluarkan
- zakat, berzikir kepadanya. Kalau belum,
- coba ubah gaya hidup kamu. Mohon pada
- Allah dengan penuh keyakinan. Setiap
- Allah memanggilmu,
- menyerumu, sambut seruannya dengan
- segera. Maka bantuan Allah akan datang
- dengan sekejap. Karena Allah tidak
- pernah jauh meninggalkan dirimu. Dia
- bersama kamu di mana pun kamu berada.
- Wahua maakum ainama kuntum.
- Jadi saudari kita jangan gunda, jangan
- resa, jangan frustasi, jangan berkecil
- hati. Kalau kita mencari sendiri bisa
- salah pilih.
- Tapi mohon pada Allah
- apabila ada orang yang datang melamar,
- coba istikharah. Apakah ini yang
- dipilihkan Allah untuk kita? Saya
- sewaktu pulang dari Mesir, usia saya
- pada saat itu 27 tahun.
- orang dari Al-Azhar
- tapi belum punya apa-apa sama sekali.
- Orang sekarang kan melihat harta
- pada saat itu ya orang belum apa namanya
- belum tertarik pada ustaz sama ulama.
- Dianggap kalau kawin sama ulama mau jadi
- apa? Bukan seperti sekarang ini. Karena
- ulama justru merupakan profesi yang apa?
- Yang diminati, digemari. Bahkan
- penyanyi, artis beralih prosesi menjadi
- ulama walaupun tidak berilmu. Dan kita
- ingatkan ulama sepatutnya menyampaikan
- amanat Allah, bukan menjadikan dakwahnya
- sebagai bisnis. Akhirnya semakin
- dijauhkan dari Allah dan menjauhkan juga
- manusia dari jalan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Saya melamar satu orang ditolak,
- kedua ditolak, ketiga ditolak.
- Lalu orang tua bilang, "Saya tidak akan
- lagi melamar sampai pasti keluarganya
- menerima." Saya bilang, "Kita ini
- melamar." Ya, itu merupakan apa?
- Kehormatan buat kita laki-laki. Bukan
- menunggu dilamar. Kita melamar tapi di
- sebelumnya kita beristikharah sama
- Allah. Ya Allah, kalau seandainya ini
- merupakan pasangan yang kamu ridai,
- tolong mudahkan. Kalau tidak tolong
- jauhkan. Berarti sebelum diterima
- berarti memang apa? Kalau belum diti
- bukan jodoh kita.
- Saya enggak berkecil hati sedikit pun.
- Sampai satu hari ya setelah saya
- beristtirah mohon petunjuk dari Allah
- Taala, Allah tunjukkan satu perempuan.
- Ternyata keluarganya menyambut dengan
- baik. Ya, padahal tidak pernah berjumpa
- sebelumnya, tidak pernah berkenalan.
- Saya baru melihat dirinya setelah
- menikah baru ketemu.
- Tapi saya yakin pilihan Allah tidak akan
- salah. Saya serahkan ya Allah kepadamu
- pilihanku
- dan kamu maha tahu maha bijaksana.
- Alhamdulillah kita berumah tangga dari
- mulai susah di pinggir kali
- terpontang-panting tapi kita yakin Allah
- tidak akan meninggalkan kita.
- Alhamdulillah.
- Allah berikan kemudahan, berikan juga
- zuriah, berikan juga rezeki yang
- membantu kita. Dan hati kita selalu
- dalam perjalanan hidup ini hanya
- melabuhkan hati kita di sisi Allah.
- Jadi, Ibu jangan kecil hati. Minta semua
- Allah. Minta bahkan yang terbaik.
- Jangan merasa minder. Minta yang
- terbaik. Suami yang saleh yang bakal
- menyayangi ibu, membimbing ibu menjadi
- pendamping yang betul-betul akan
- mengantarkan ibu menuju kebahagiaan
- dunia dan akhirat.
- Nah, yang kedua, seorang wanita
- mengeluhkan dirinya tidak merasa
- bahagia.
- Padahal untuk rezekinya alhamdulillah
- tercukupi
- buat anak-anaknya.
- Dalam hal ini tidak ada keluhan, tapi
- kenapa jiwanya tidak kunjung bahagia
- bahkan hatinya bergelisah?
- Apa kira-kira
- penyebabnya?
- Penyebabnya sederhana, Ibu sekalian.
- Kalau seorang pria ataupun wanita
- hatinya tidak terhubung dengan Allah,
- sama dia mengarungi ruang angkasa yang
- gelap gulita tanpa memiliki tujuan.
- Bagaimanapun banyaknya bekal ibu,
- katakan ibu memiliki pendapatan yang
- cukup besar, memiliki suami yang tampan,
- anak-anak juga yang sehat, yang mapan.
- Jangan ibu beranggapan ibu akan bahagia
- apabila ibu lupa kepada Allah.
- Karena kebahagiaan bukan di tangan kita.
- Allah berikan kekayaan bagi yang
- beriman, bagi yang kafir. Tapi sakinatun
- nafsi hanya untuk orang yang beriman
- yang selalu ingat pada Allah. Allah
- berfirman dalam suratul fatih, hualladzi
- anzalas sakinata fi qulubil mukminin.
- Allah yang menuangkan rasa sakinah,
- tentram, damai,
- nyaman, lapang, bahagia walaupun tinggal
- dalam sebuah gubuk.
- Tapi Allah turunkan ini hanya untuk
- orang yang beriman. liyazdadu imana ma
- imaniim dengan sakinah ini iman mereka
- hari demi hari tumbuh bertambah.
- Oleh karena itu dalam suratul ahzab
- Allah subhanahu wa taala berfirman
- mengingatkan kita pada ayat 41 suratul
- azab. Ya ayyuhalladzina amanu. Wahai
- orang yang beriman uzkurullahaikron
- katir. Banyak-banyaklah kalian mengingat
- Allah. Setiap kali kita mengingat Allah,
- menyebut namanya
- dengan ingatan di hati kita, maka
- Allah Subhanahu wa taala akan limpahkan
- rahmatnya, keberkahannya, dan cahaya
- yang akan menerangi jiwa kita.
- Kita tidak akan dirugikan
- tanpa kita bersusah payah dengan
- menyebut nama Allah, mengingatnya.
- Usaha yang sederhana Allah berikan
- keberkahan.
- Usaha yang sederhana. Allah berikan
- keberkahan yang melimpah tanpa kita
- berletih, lelah ya, tapi kita merasakan
- selah