Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Brail TV
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- dipancar luaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis Cibuer Bekasi Radio
- Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala, bagaimana kabarnya
- di siang hari ini? Semoga
- dalam keadaan sehat walafiat, selalu
- dalam lindungan Allah subhanahu wa
- taala. Kembali kita berjumpa dalam
- tausiah siang bersama
- Ustaz Amin Nuroni edisi hari ini, Rabu
- 19 Rajab 1442 Hijriah yang bertepatan
- pula di tanggal 3 Maret 2021.
- Tema kita di siang hari ini melanjutkan
- pada Rabu Rabu sebelumnya yaitu tentang
- Hizbullah. Dan pada siang hari ini
- temanya adalah Hizbullah di tengah
- pasang surutnya kepemimpinan. Demikian,
- Ustaz ya.
- Baiklah ikhwan dan akhwat, langsung saja
- kita akan dengarkan ulasan dan juga
- pemaparan dari Ustaz Amin Roni. Saya Abi
- Agus ditemani Ondi juga Anis Mualim di
- meja operator dan switcher Rasil TV.
- Tafad Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah
- wasalatu wasalamu ala rasulillah
- wa ala alihi wa ashabihi wa mawalah. La
- haula wala quwwata illa billah. Amma
- ba'du.
- Yang [berdehem] berbahagia para
- pendengar hasil di mana pun berada dan
- para pemirsa Rasil Visual yang
- dimuliakan oleh Allah.
- Alhamdulillah kita bersyukur kepada
- Allah Subhanahu wa taala
- hingga siang hari ini Allah masih
- memberikan kita kesempatan
- untuk memperbaiki diri dengan
- meningkatkan amal ibadah kita kepada
- Allah subhanahu wa taala.
- Dalam kajian kita pada kesempatan sore
- hari ini, insyaallah kita akan
- pada kesempatan siang menjelang sore
- hari ini kita akan membedah tentang
- keberadaan Hizbullah di tengah-tengah
- pasang surutnya kepemimpinan.
- Dan tema ini sudah kita awali pada pekan
- yang lalu di mana kita membahas tentang
- pasang surut kebaikan dan keburukan
- yang terjadi pada umat dan keberadaan
- Hizbullah.
- Memang
- hadis Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang dibawakan oleh sahabat
- Hudzaifah bin Yaman yang bercerita
- tentang pasang surutnya kebaikan dan
- keburukan
- mengisyaratkan kepada kita
- periode-periode
- datangnya kebaikan setelah keburukan
- dari periode pertama hingga periode
- kedua dan periode ketiga.
- Keberadaan kebaikan itu semakin buram
- warnanya,
- semakin redup cahayanya.
- Bahkan pada
- pertumbuhan
- atau pada kemunculannya yang ketiga,
- kebaikan itu di tengah-tengah marak dan
- meraja lelanya kejahatan dan keburukan.
- Sehingga ketika sahabat Hudzaifah
- menyampaikan kondisi itu kepada
- Rasulullah dan minta solusinya,
- Rasul menyampaikan dan menjelaskan
- solusinya adalah agar umat Islam itu
- bersatu,
- agar umat Islam itu berjemaah. itu
- solusinya dari pasang surutnya kebaikan
- dan keburukan pada beberapa pekan yang
- lalu.
- Memang [berdehem] kehidupan berjamaah
- itu amat indah dan kebersamaan itu
- memang sangat indah dalam Islam.
- Karena minimalnya
- Allah subhanahu wa taala menjelaskan
- kehidupan berjamaah itu pertama menandai
- bahwa mereka telah menjalankan perintah
- Allah. Karena berjamaah bersatu itu
- adalah perintah dari Allah Subhanahu wa
- taala.
- Maka belum diukur dengan apa? Dengan
- dampaknya, dengan apa? ee dengan ee
- akibatnya
- asal muslimin berjamaah itu sudah tanda
- bahwa ia sedang menjalankan ketaatan
- kepada Allah. Yang kedua,
- dengan muslimin berjamaah bersatu
- berarti dia menjauhi larangan Allah.
- Larangan Allah berupa wala tafarqu dan
- janganlah kalian berselisih. Jangan
- kalian bercerai-berai,
- jangan kalian berfirqah-firqah.
- Yang ketiga, dengan kita umat Islam itu
- berjamaah,
- maka Allah akan mempererat jalinan
- persaudaraan. Faasbahtum binikmatihi
- ikhwana.
- Allah satukan hati kita. Ini ternyata
- sesuatu yang luar biasa
- kalau bisa tercapai dan terlaksana.
- Minimal adanya radio-radio tentang
- keislaman, radio-radio dakwah atau
- acara-acara tentang dakwah atau kajian
- di mana-mana itu mampu menyatukan
- minimal itu ya pemikiran
- minimal menyatukan mindset berpikir
- menyatukan mengkonsolidasikan
- cita-cita umat Islam secara bersama.
- Bagaimana agar umat Islam ini mampu
- menjalankan syariat dengan penuh
- kedamaian dunia dan akhirat. Nah, jadi
- yang ketiga dengan kita berjamaah itu
- solusi dari Rasulullah. Jadi pada
- periode kemunculan kebenaran yang ketiga
- itu dibarengi dengan marahnya
- seruan-seruan kepada pintu neraka
- jahanam. Maka Rasul memberikan solusi
- kepada umatnya. Jika mereka menemui
- kondisi semacam itu, hendaknya mereka
- berjamaah, mereka bersatu.
- Nah, yang ketiga tadi keuntungan
- berjamaah itu Allah akan pererat
- hubungan persaudaraan kita. Ikhwana.
- Yang keempat, dengan kita berjamaah,
- talamu jamaatal muslimin. Tetaplah Anda
- dalam jemaah muslimin, berjamaah,
- bersatu.
- Maka Allah akan menjauhkan kita,
- menyelamatkan kita dari jurang api
- neraka.
- Karena apa? Karena minimal dengan kita
- berjamah itu hilang kecurigaan,
- minimal hilang fitnah adu domba,
- minimal hilang rasa kebencian pada diri
- kita. yang namanya adu domba, yang
- namanya kebencian, yang namanya tadi
- bahkan mungkin perselisihan, nauzubillah
- kalau sampai terjadi peperangan itu
- berakhir kepada kefasikan dan tentu akan
- sangat erat dekat dengan neraka.
- Masyaallah. Maka dengan kita berjamaah
- insyaallah yang keempat Allah selamatkan
- kita dari api neraka. Yang kelima,
- la'allakum tahtadun. Dengan kita
- berjamaah maka akan lebih dekat kita
- dalam kehidupan yang dinaungi hidayah
- Allah Subhanahu wa taala. Kenapa? Karena
- berjalan di sana mekanisme tawas bilhaq,
- tawa bisab. Berjalan di sana saling
- mengingatkan tawabil marhamah.
- Saling menasehati dalam penuh kasih
- sayang, marhamah, kesabaran dan juga
- dalam kebenaran. sehingga ada kesempatan
- celah setan menggoda, membujuk,
- menyesatkan, menggelincirkan, tapi
- kemudian di apa? diraih tangannya oleh
- saudaranya lain agar tetap ada dalam
- kebenaran dan kebaikan. Itu pentingnya
- tawas bilhaq, tawab bisab. Nah, kemudian
- pada kesempatan
- siang hari ini kita pun akan membacakan
- tentang hadis dari Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh
- Imam Ahmad dan ini juga mengajarkan
- kepada kita tentang apa ya memahami
- situasi dan kondisi
- di mana Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- bersabda
- dari sahabat Nu'man bin Basyir an
- khudaif
- Q Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- telah bersabda Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam takunu annubuwah
- ada
- kepemimpinan kenabian fikum di
- tengah-tengah kalian datang ada
- masyaallahu
- an takun apa yang dikehendaki Allah akan
- keberadaannya
- jadi pada redaksi ini ketetapan Allah
- bahwa Allah gulirkan masa kenabian,
- menghampiri manusia.
- Dan oleh karena itu ini termasuk
- menjadikan kita ini harus selalu
- bersyukur kepada Allah.
- Karena walaupun kita hidup di akhir
- zaman nih, Mas apa? Mas Agus, tapi kita
- Allah takdirkan hidup di negeri yang
- aman. Itu alhamdulillah kita bersyukur
- kepada Allah
- karena memang hadirnya kita ya dengan
- izin Allah. Bukan karena kita minta
- absennya saya dilahirkan di belakangan
- saja atau di depankan saja.
- Atau Allah tidak takdirkan kita dalam
- situasi penuh fitnah seumpama di mana
- muslimin saling bertikai. Ya kan? Jadi
- bergulirnya masa periode itu merupakan
- ketentuan dari Allah dan semua harus
- mensyukuri karena memang itulah
- ketetapan Allah dan semua itu merupakan
- satu ujian.
- Makanya kalau kita membaca hadis ini,
- kita jadi merasa ya Allah bersyukur
- sekali kita. Allah takdirkan kita lahir
- di negeri mayoritas umat Islam. Kita
- ditakdirkan oleh Allah lahir di negeri
- bagaimana Islam itu bisa dipelajari,
- diamalkan, dan dipraktikkan bersama kaum
- muslimin. Kalaupun ada sedikit-sedikit
- kekurangan-kekurangan itulah yang mesti
- kita perbaiki satu demi demi satu. Nah,
- masyaallah. Maka disebutkan takunun
- nubuwah akan ada masa kenabian fikum di
- tengah-tengah kamu. Masyaallah antaquun.
- Keberadaannya itu karena Allah yang
- menghendakinya. Masyaallah antaquun.
- Tumma kemudian ini pun akan berjalan
- proses kepemimpinan ini. Sehingga Rasul
- menyebutkan dengan kata tsumma. Kemudian
- kemudian periode itu yarfauha. Allah pun
- akan mengangkatnya.
- syaallah apabila Allah menghendakinya.
- Jadi
- nabi diutus oleh Allah ketetapannya
- qadarullah di Makkah.
- Kemudian perjuangannya 23 tahun fase
- Makkah dan fase Madinah. Tentu kalau
- kita suruh milih masa Gusti Allah,
- kenapa kita tuk tidak hadir saat Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- diutus gitu kan ya Allah. atau di kota
- Makkah, di Kota Madinah ya. Ya, minimal
- kita bisa melihat wajahnya, wajah
- beliau. Kita sekarang banyak berselawat
- karena kita ingin berjumpa dan
- mendapatkan syafaat Rasul. Tentu berbeda
- sekali rasa rindu atau kesukacitaan para
- sahabat yang hidup bersama dengan Rasul.
- Masyaallah, itu karunia yang sangat
- besar. Tumma yarfauha. Kemudian masa
- kenabian itu akan Allah angkat.
- Allahu ayarfaah jika Allah kehendaki
- untuk mengangkatnya.
- Ya, tapi qadarullah ya memang sudah
- menjadi ketetapan Allah. Di usia 63
- tahun sempurna Islam disampaikan oleh
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Allah angkat beliau dan
- menjadi fase berakhirnya masa kena
- kenabian.
- Tumma takunu khilafah.
- Kemudian akan ada akan datang kepada
- kalian fase kepemimpinan alam minhajin
- nubuwah yang mereka mengikuti jejak
- langkah nabi kenabian nubuwah kenabian
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam.
- Nah, ini fase khilafah atau fase
- pergantian kenabian menjadi fase
- pengganti Nabi. Khalifah itu pengganti
- Nabi yang dalam sejarah keberadaannya
- bisa kita baca dengan gamblang.
- Berapa tahun Abu Bakar, berapa tahun
- sahabat Umar radhiallahu anhu, berapa
- tahun sahabat Ali karamallahu wajha,
- berapa tahun sahabat Utsman bin Affan.
- kan bisa kita baca dengan berbagai macam
- ijtihad-ijtihad mereka mengiringi
- pelaksanaan syariat sesuai dengan
- tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Juga kita
- juga bisa membaca fakta-fakta sejarah
- itu baik romantika, baik pergolakannya
- di masing-masing para kepemimpinan itu.
- Subhanallah.
- Dan itu sudah menjadi ketetapan Allah.
- Summa takunu khilafatan ala minhaji
- nubuwah. Hanya perbedaan pemimpin kalau
- nabi itu adalah seorang nabi dan rasul,
- tapi khulafaur rasyidin adalah bukan
- nabi dan rasul. Namun dalam mereka
- menjalankan kepemimpinan umat Islam
- tidak lepas dari konsep Al-Qur'an dan
- sunah Rasulillah sallallahu alaihi
- wasallam. Masyaallah. Ya, tadi
- disampaikan juga Mas Agus ini periode
- ini pasti berbeda ya. periode Nabi
- suasana ya berbeda dengan periode
- khulafaur rasyidin almahdiin
- dan kepemimpinan khulafa Rasyid
- almahdiin pun berbeda gayanya ya kan
- gaya antara Abu Bakar radhiallahu anhu
- dengan Umar gaya Umar radhiallahu anhu
- dengan Utsman, gaya Utsman radhiallahu
- anhu dengan Ali bin Abi Thalib
- karamallahu waj teru berbeda-beda. Nah,
- ya kan siapapun yang hidup di masa
- mereka ya itu ketetapan Allah qadarullah
- begitu. Subhanallah.
- Nah, ini bagaimana romantikanya
- kalau kita baca bagaimana situasi dan
- kondisinya dan Rasulullah sudah
- mengisyaratkan. Masyaallah.
- Namun bagaimana nih Hizbullah
- orang-orang yang berpihak kepada agama
- Allah dalam setiap kurunnya? Kan bisa
- kita baca, kita bisa jadikan ibrah
- pelajaran ya. Masyaallah bagaimana
- ketaatan para sahabat Rasulullah di masa
- kepemimpinan Abu Bakar. Masyaallah. dan
- tidak kecil problematika dan
- tantangannya. Dan bagaimana peristiwa
- terbunuhnya
- Khalifah Utsman bin Affan yang kemudian
- berimbas kepada banyaknya fitnah dalam
- kepemimpinan sahabat Ali radhiallahu
- anhu. Masyaallah, itu luar biasa. Dan
- kalau kita baca coba secara lengkap
- tarikh dari berbagai macam versi gitu
- kan, masyaallah tidak apa, tidak hanya
- merugikan secara finansial, tapi jiwa
- yang banyak ujiannya. Masyaallah ya kan?
- Kalau kita baca ulang lagi tuh bagaimana
- perang Jamal itu kan sangat menyedihkan.
- di satu sisi dua-duanya adalah kaum
- muslimin, dua-duanya adalah
- sahabat-sahabat terbaik Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Nah,
- masyaallah. Dan itu ya tidak apa mungkin
- kalau kita hidup di masa mereka pun kita
- dan mungkin ya wallahuam. Yang jelas
- ujiannya pun besar. Belum lagi ketika
- apa penyelesaian antara Ali dengan
- Muawiyah.
- Belum lagi setelah Muawiyah syahid eh
- apa syahid. Coba Muawiyah bagaimana dia
- yang sahabat juga sahabat Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Tapi merubah
- kondisi kepemimpinan itu ya kan itu pun
- berdampak secara luas terhadap kehidupan
- kaum muslimin. Nah nanti pada akhirnya
- kita ini semuanya [tertawa] bersyukur ya
- Allah kita hidup di masa ini walaupun
- penuh dengan fitnah. Nanti ada
- contoh-contohnya dari Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Kita lanjut.
- Fatakunu masyaallahu an takuna. Maka
- keberadaannya karena kehendak Allahuha.
- Kemudian Allah mengangkat fase ini,
- periode ini, periode khulafaur rasyidin
- almadiin.
- Tumma yarfauha. Kemudian Allah
- mengangkatnya. Allahu ayarfauha.
- Kalau Allah berkehendak untuk
- mengangkatnya. Tumma takunu mulukan
- Allah.
- Kemudian takun akan ada akan datang
- kepada kalian mulkan
- fase kepemimpinan
- dengan gaya kerajaan Allah yang
- menggigit. Ini kan kerajaan yang
- menggigit, kerajaan yang menindas,
- kerajaan yang tiran, kerajaan yang tidak
- ada lagi pilihan bagi rakyatnya kecuali
- harus taat dan manut. Ya kan dengan
- berbagai macam. Coba kita baca di sini
- tragedinya seperti apa. Masyaallah. Ya
- kan? Kalau di Makkah, di Madinah
- insyaallah. Tapi juga berimbas walaupun
- permasalahannya sangat cukup pelik untuk
- di wilayah Kufah, di wilayah Basrah, di
- wilayah Damsik tempat pusat kepemimpinan
- dari Mulkan Adan ini, Bani Umayyah. Tapi
- betapa besar fitnah yang menimpa umat
- Islam saat itu. Masyaallah suka dukanya
- begitu luar biasa kalau kita baca.
- Fayakunu masyaallah.
- Maka keberadaannya pun apa yang
- dikehendaki Allah ayyakuna atas adanya.
- Kemudian Allah mengangkat fase mulkan
- ini. Alallah jika Allah menghendakinya
- untuk mengangkatnya.
- Kemudian akan terjadi di tengah-tengah
- kaum muslimin itu kepemimpinan
- ala mulkan, ala kerajaan Jabariyah yang
- sombong, yang angkuh, yang takabur.
- Fatakunu masyaallah. Kemudian
- keberadaannya atas kehendak Allah anuna
- yarfaha. Kemudian Allah mengangkatnya
- aarfa jika Allah menghendakinya
- takunu kemudian akan terjadi khilafatan
- ala minhaji nubuwah kepemimpinan
- di mana kepemimpinan itu mengikuti
- kepemimpinan para khalifah sesudah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- yang mereka mengikuti jejak kenabian.
- Artinya akan datang periode yang kelima
- adalah kepemimpinan umat Islam yang
- mereka merindukan terlaksananya syariat
- Islam, terwujudnya kedamaian Islam,
- terwujudnya rahmat Islam.
- Summa sakata kemudian tumma tumma sakat
- tumma sakata kemudian Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam diam.
- Ini riwayat Imam Ahmad dalam musnadnya
- jilid [berdehem] 4 halaman 373.
- Para pendengar Rasil yang dimuliakan
- oleh Allah di mana pun berada.
- Hadis hadis ini menceritakan tentang
- kita tentang bagaimana bagaimana
- perjalanan Hizbullah orang-orang yang
- berpihak untuk menegakkan agama Allah di
- tengah-tengah perubahan apa tadi?
- perubahan kepemimpinan
- yang panjang. Masyaallah 14 abad yang
- lalu hingga hari ini.
- Subhanallah.
- Dari
- fase ke fase itu sudah dilewati beberapa
- oleh kaum muslimin. Nah, tinggal ini
- fase yang akan datang. Ini semuanya
- menggambarkan bahwa ini menjadi
- ketetapan Allah.
- Ada muncul dan berhentinya periode itu
- juga atas kehendak Allah Subhanahu wa
- taala.
- Oleh karena itu, jika kita hari ini umat
- Islam di dunia dengan jumlah yang cukup
- besar, memahami, menghayati,
- menghendaki, minimal kita bersama-sama
- berkeinginan untuk supaya umat Islam itu
- bersatu, supaya umat Islam itu satu
- tujuan, supaya umat Islam itu satu
- keinginan. Keinginan untuk bisa
- menjalankan syariat Islam secara
- sempurna.
- untuk bagaimana umat Islam ini mau
- bersatu tawas bilhaq tawab minimal
- fikrah kita berpikir positif untuk umat
- kita, umat Islam bagaimana caranya kita
- berpikir positif berdoa kepada Allah
- berkeinginan yang baik untuk dalam satu
- tujuan mengharap rida Allah subhanahu wa
- taala. Kalaupun mungkin secara fisik
- masih jauh kita ingin bersatu, namun
- setidak-tidaknya
- Al-Qur'an yang selalu kita baca
- mengajarkan kepada kita betapa indahnya
- persaudaraan, betapa indahnya tawas
- bilhaq, tawas, betapa indahnya saling
- membantu dan menolong. Begitu minimal
- betapa indahnya jika itu mewujud dalam
- kehidupan. Masyaallah yang semuanya
- ibrah pelajaran dari berbagai macam sisi
- kehidupan bisa kita lihat bagaimana
- orang yang hebat tapi bukan muslim
- kembali kepada Allah tanpa amal yang dia
- bawa. Bagaimana umat Islam, bagaimana
- seorang muslim yang dengan usianya yang
- pendek, tapi dia seorang muslim sudah
- kembali kepada Allah dan tidak ada
- kesempatan untuk berbuat baik lagi.
- Bagaimana dengan orang-orang yang
- seperti kita masih diberi oleh Allah
- kesempatan untuk menikmati hidup ini
- dalam suasana Islam? Nah, kita
- tingkatkan, kita satukan. Masyaallah.
- Ini Allah kehendaki. Bagaimana prosesnya
- perubahan dari wafatnya Rasulullah
- kemudian terlaksananya
- kekhalifahan [mendengus]
- diangkatnya secara musyawarah Abu Bakar
- radhiallahu. Itu semua atas kehendak
- Allah Subhanahu wa taala. Bagaimana
- kemudian kaum muslimin dalam situasi
- kepemimpinan khulafaur rasyidin, khulafa
- rasyidah kemudian secara alami karena
- takdir Allah mereka berada dalam situasi
- kepimpinan Mulkan adan. Begitu pula
- dengan kehendak Allah, prosesi perubahan
- dari mulkan adan kepada mulkan
- jabariyah. Dan tentu untuk periode yang
- terakhir itu pun atas kehendak Allah.
- Jika Allah kehendaki, mudah bagi Allah
- Subhanahu wa taala untuk menjadikan fase
- kekhilafahan di mana muslimin berada
- dalam kesatuan, dalam kehidupan
- berjamaah, dalam semangat untuk
- menjalankan syariat. Masyaallah. Dan
- kita bersyukur kepada Allah kita
- khususnya bangsa Indonesia hidup di
- negara dengan mayoritas umat Islam. Kita
- masih bisa salat berjamaah. Kita masih
- bisa membaca Al-Qur'an dengan baik. Kita
- masih bisa menikmati cara-cara fasilitas
- untuk beribadah mendekatkan diri kita
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Kita
- masih berada di tengah-tengah kaum
- muslimin yang mau memberi nasihat kepada
- kita. Kita juga bersyukur kepada Allah
- di tengah-tengah muslimin yang masih mau
- membaca Al-Qur'an. Masih banyak yang
- bertahajud, masih banyak memandang azan,
- masih ada bacaan Quran, kajian-kajian
- yang semuanya itu menjadi potensi untuk
- kita apa? Mengeksplorasi diri dengan
- potensi yang ada untuk
- sebanyak-banyaknya beribadah kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Ini ketetapan
- Allah, takdir Allah ya kan. Kita
- berpikir positif. Masyaallah. Inilah
- ketam. Karena apa? Karena Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- mengisyaratkan
- karena kita memang ya di satu sisi kita
- bersyukur karena kita hidup di negeri
- mayoritas umat Islam yang aman untuk
- menjalankan syariat. Walaupun di sisi
- lain kita pun tidak menutup mata bahwa
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- menggambarkan dalam banyak hadisnya
- tentang tanda-tanda fitnah-fitnah akhir
- zaman.
- Minimal kita akan dapati dalam
- hadis-hadis Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam beberapa kalimat yang
- mengisyaratkan tentang itu. Pertama ada
- kalimat amarat.
- Ketika
- malaikat Jibril datang menemui
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- mengajarkan tentang Islam dan malaikat
- Jibril bertanya kepada Rasul tentang
- saah hari kiamat. Rasul tidak
- menjawabnya. Kemudian malaikat Jibril
- berkata, "Akbirni an amaratiha." Artinya
- tanda-tandanya amarat. Amarat itu
- semacam petunjuk jalan, petunjuk kecil.
- Nah, yang di biasanya di ee artikan
- dengan tanda-tanda kecil hari kiamat.
- Sehingga Rasulullah menggambarkan apa
- tanda-tandanya, Mas Agus? Kalau seorang
- budak kemudian melahirkan anak tua sudah
- banyak.
- Iya.
- Kalau orang miskin kemudian tiba-tiba
- menjadi kaya raya sudah banyak. amarat
- tanda-tanda kecil.
- Kemudian Rasul juga mengisyaratkan
- tanda-tanda itu dengan kalimat ayat.
- Ayat itu menunjukkan tanda-tanda yang
- besar. Jadi kalimatnya tidak amarat,
- tapi ayat. Nah, ayat itu ya tadi
- menunjukkan hal-hal yang besar. Maka
- Rasul menyebutkan seperti terbitnya
- matahari dari arah barat kemudian
- Dajjal, kemudian Imam Mahdi, kemudian
- Isa dan seterusnya itu menjadi ayat
- tanda-tanda yang besar yang meng
- datangnya hari kiamat. Kemudian ada lagi
- hadis yang menunjukkan tanda-tanda itu
- dengan kalimat apa? Dengan kalimat
- asrat. Srat dan juga anaknya
- tanda-tanda. Tapi asrat di sini lebih
- kepada frekuensi yang meningkat. terus
- tahapan-tahapan asrat yaah. Nah,
- sehingga ada juga ee seperti hadis Nabi
- zalzalah munculnya berbagai macam
- bencana. Nah, subhanallah kita merasakan
- ya betapa bertubi-tubinya kita sedang
- diuji oleh Allah Subhanahu wa taala ya.
- Corona mendunia belum selesai, negeri
- kita sudah diberi ujian. Kemarin gunung
- meletus, Sinabung meletus, ya kan?
- Gunung Merapi meletus, belum lagi banjir
- bandang. Subhanallah. Ujian datang sini
- berganti. Itu namanya jal-jalan.
- Datangnya bermacam-macam ujian dan
- cobaan. Nah, itu kan mengiringi tentang
- fenomena hari ini
- sebagai tanda isyarat akhir akhir zaman.
- Masyaallah. Itu disebutkan oleh Rasul
- zalzalah, bencana-bencana.
- Asrat yang asrat yang tanda-tandanya itu
- secara frekuensi bukan semakin melemah
- tapi semakin semakin membesar.
- frekuensinya semakin banyak begitu ya,
- kuantitasnya semakin besar dan
- seterusnya dan seterusnya. Itu namanya
- asrat.
- Jadi ada amarat tanda-tanda kecil, ada
- ayat tanda-tanda besar, kemudian ada
- asrat, ada tanda-tanda yang menunjukkan
- frekuensinya meningkat, kuantitasnya
- juga mening meningkat. Nah, kemudian
- Rasul mengisyaratkan juga munculnya
- fitan. Fitan itu jamak dari fitnah.
- Hm.
- Banyaknya ujian-ujian.
- Walaupun fitnah itu sendiri fungsinya
- sebenarnya adalah untuk mengokohkan agar
- jelas orang yang beriman dengan imannya
- ragu dengan keraguannya. Itu fitan.
- Karena fitan itu aslinya sebenarnya ya
- kalau lihat dari kaul Arab itu adalah
- orang yang membakar besi sehingga
- karat-karatnya hilang. orang yang apa ee
- apa membakar emas supaya karat-karatnya,
- kadarnya yang buruk-buruk hilang menjadi
- murni. Itu fitnah. Nah, fitnah itu
- memang ujian dari Allah agar kita ini
- berkualitas
- atau setidak-tidaknya kita tahu posisi
- kita bahwa kita ini ya dalam kondisi
- sedang diuji oleh Allah subhanahu wa
- taala. Itu fitan. Fitan dalam kondisi
- akhir zaman luar biasa. minimal satu
- fitan dalam bentuk syahwat
- meraja lelanya hasrat hawa nafsu
- terhadap harta kedudukan, ya kan
- pangkat. Terkadang juga orang sudah
- sampai lupa hukum, lupa waktu, lupa
- apaagi, lupa segalanya. Hanya karena
- tadi hasrat keduniawian yang luar biasa.
- Yang kedua ya hasrat untuk menjadi
- penguasa kedudukan luar biasa. terkadang
- juga tidak mempedulikan kanan kiri hukum
- dan seterusnya. Kemudian apalagi fitnah
- berupa hasrat terhadap pasangan hidup ya
- kan? Masyaallah apalagi dieksploitasi,
- dieksplorasi lagi. Subhanallah. Itu kan
- merupakan suatu fitnah yang besar. Yang
- kalau kita baca, kita sering dengar
- ceramahnya siapa? Dasad. Ustaz yang dari
- Makassar tuh Sulawesi. Latif kan
- berkaitan tentang syahwat terhadap
- wanita. Nah, mau tidak mau ya ini juga
- menjadi fenomena ujian berupa apa tadi?
- Fitnah subha, fitnah fitnah syahwat.
- Belum lagi fitnah subhat. Masyaallah.
- Fitnah subhat itu artinya kan fitnah
- ketidakjelasan ya kan. Dibuat
- remang-remang, dibuat tidak jelas,
- dibuat apa lagi? Orang ragu, dibuat lagi
- gamang, dibuat apaagi? Atau disisipkan
- dalam subhat. ee yang bersifat fitnah
- subhat ini adalah tadi memang
- kecenderungan kepada sesuatu yang
- dilarang oleh Allah, kecenderungan
- kepada sesuatu yang diharamkan oleh
- Allah gitu kan atau disampaikan kepada
- budaya permisif semua serba boleh, serba
- boleh sehingga tidak jelas aturan mana
- yang hak dan mana yang yang batil. Ini
- luar biasa fitnah namanya. Jadi ada
- fitnah syahwat, ada fitnah subhan.
- Nah, itu mengiringi fenomena ini.
- Masyaallah. Di sisi lain, Rasul
- menggambarkan tentang tadi pasang
- surutnya kebenaran dan kebatilan itu
- menjadi ujian. Di sisi lain juga hadis
- menyebab menyebutkan tentang pasang
- surutnya kepemimpinan yang gaya
- kepemimpinan itu mempengaruhi bagaimana
- sikap hidup dan pemikiran manusia. Di
- sisi lain hari semakin hari semakin
- menjelang atau semakin sore dunia ini
- dengan gambaran-gambaran fitnah yang
- begitu ba
- begitu banyak
- semuanya. Apakah Rasul sengaja supaya
- kita takut? Kan tidak. Tentu Rasul yang
- sangat sayang terhadap umatnya memberi
- informasi tentang ini agar kita apa?
- Agar kita selamat, agar kita tidak
- terjermat, agar kita tidak terjerumus
- dalam kesalahan dan kesesatan.
- Subhanallah. Sehingga apa yang
- disampaikan oleh Nabi itu ya selalu
- diiringi dengan solusi, solusi, solusi.
- Nah, begitu. Nah, ini salah satunya tadi
- ya tentang fitnah. Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam bersabda dari sahabat
- Abu Hurairah radhiallahu berkata, Rasul
- bersabda, takum tidak akan terjadi yang
- namanya hari kiamat
- sehingga akan muncul dua kelompok besar
- yang mereka saling berperang
- muqalat
- yang di antara keduanya terjadi
- pertempuran yang yang besar ya
- rijalun
- Nah, ini beberapa ini panjang hadisnya.
- Jadi, Rasul menyebutkan tidak akan
- terjadi kiamat sebelum ada dua kelompok
- yang besar saling berhadapan
- dan sebelum akan muncul orang-orang yang
- mereka sebagai pendusta.
- Nah, ini di sebagian syarah hadisnya
- diriwayatkan mereka adalah muncul para
- pendusta, para nabi-nabi palsu,
- orang-orang yang mengaku orang-orang
- yang baik, orang yang dan banyak juga
- yang mengaku itu bagian dari keluarga
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Hatta yaqbidul ilm. Sehingga
- diangkatlah ilmu. Nah, ini kan
- hatta watta yaqbidul ilm. Tanda
- datangnya hari kiamat itu diangkat oleh
- Allah ilmu-ilmu,
- pengetahuan-pengetahuan.
- Bisa saja melalui tadi banyak
- orang-orang yang saleh meninggal, para
- ulama meninggal ya kan. coronavirus juga
- termasuk tanda hari kiamat.
- Watsuruzalazil akan terjadi banyak
- bencana-bencana
- zaman dan waktu itu terasa dekat, terasa
- singkat.
- Masyaallah. Ini sudah diibarat
- disampaikan oleh Rasulullah watirul
- fitan akan nampak di mana-mana itu
- fitnah. tadi yang saya sampaikan
- berbagai macam fitnah akan muncul
- watudhir akan muncul akan nampak
- fitnah-fitnah yang tadi dalam hadis yang
- apa dalam hadis yang kemarin kita bahas
- tentang pasang surutnya fitnah-fitnah
- itu duatun al abwabi jaham akan muncul
- kelompok-kelompok yang mereka menggiring
- mengajak kepada neraka jahanamudilul
- fitan wakrul haraj akan banyak terjadi
- haraj harj itu apa tadi
- kejadian-kejadian besar berupa tadi
- pembunuhan pembunuhan,
- kematian-kematian, bencana-bencana.
- Masyaallah.
- Hattau fikumul ma. Sehingga juga nanti
- akan muncul di mana harta itu juga tidak
- lagi ada manfaatnya di antara kalian.
- Ini tanda-tanda hari kiamat. Nah,
- hadisnya panjang sementara sampai di
- situ. Jadi, dari hadis yang kita bacakan
- tadi, pertama tadi akan berhadapan dua
- pasukan yang besar. Yang kedua akan
- muncul para pendusta-pendusta. yang
- banyak kemudian akan dicabut ilmu dari
- tengah-tengah mereka ya tentunya dengan
- meninggalnya wafatnya para ulama.
- Kemudian akan terjadi banyak zalzal
- yaitu bencana-bencana
- yang terjadi watqarab zaman dan akan
- dirasakan waktu itu ya sangat berdekatan
- dan sangat cepat rasanya wathirul fitan
- dan akan banyak nampak bermunculan yang
- namanya fitnah-fitnah. Masyaallah banyak
- sirul harut dan akan banyak muncul tadi
- bencana-bencana apa ya Harut itu hal-hal
- yang mengguncangkan, peristiwa peristiwa
- yang banyak menimbulkan ee apa
- kematian-kematian yang banyak. Ini
- fitnah-fitnah yang mengirim tentang
- akhir akhir zaman. Nah, semua itu
- bagaimana? Nah, bagaimana kita mensikapi
- ini? Ya kan? Bagaimana mensikapi ini?
- Kalau kita sebagai seorang muslim
- kemudian menghendaki seumpama
- menghendaki semua ini berakhir dan
- hilang, rasanya ya tidak kan ujian akan
- terus datang terus-menerus. Nah, namun
- kalau kita baca Al-Qur'an, maka
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- pernah berwasiat, "Lan tadillu, kalian
- selalu berpegang teguh kepadanya." Tidak
- akan menjadikan Anda sesat, tidak akan
- menjadikan Anda ee salah gitu kan. atau
- terpeleset selama tamatum bihima kalian
- berpegang terhadap Al-Qur'an dan sunah.
- Di sana Allah menjelaskan salah satunya
- surah Annur ayat yang ke-36. Allahuus
- samawati wal. Allahlah Allah cahaya di
- langit maupun di di bumi. Matalu nuri
- kamishka. Nah cahaya Allah itu seperti
- apa? seperti lampu fiha misbah yang ada
- di e kamiskah seperti fiha misbah
- seperti lampu yang bercahaya e
- wisbahuajah
- lampu yang ada di satu apa satu kaca
- yang bersihu adujaatu kaanaha kaukabun
- kaukabun yukidu
- cahaya lampu itu seakan-akan bintang
- yang bercahaya terang yang beneran
- yukidu
- yang menyala
- menyala
- yang menyala yang lampunya itu menyala
- yang bisa dilihat
- oleh semua manusia kapanpun di manaun la
- syarqiatin w khbiyah yang keberadaannya
- itu tidak berada di barat juga tidak
- berada di timur itu ibarat cahaya Allah
- hidayah Allah di muka bumi ini. Semua
- orang bisa. Nah, itu Allah terangkan.
- Allah nurus samawati walardinha
- misbah albahuajahukidu
- dalam surah Annur ayat yang ke-35.
- Subhanallah
- itu menggambarkan yahdi linurri
- yahdillahu linurrias. Allah akan
- tunjukkan siapa saja dengan cahayanya
- itu orang yang dikehendaki. Artinya di
- sisi lain Rasul menggambarkan tentang
- fitnah, tentang fitnah. Kemudian di sisi
- lain kita perhatikan bagaimana
- kecenderungan manusia dalam kehidupan
- saat ini. Tapi di sisi lain Allah
- menjelaskan bahwa cahayanya kapanpun di
- mana pun berada itu akan selalu
- menyinari dan sinarnya kapanp
- diterima dan dinikmati oleh manu
- manusia. Oleh karena itu untuk kita
- solusinya kan subhanallah di tengah
- berbagai macam fitnah yang terjadi,
- ujian yang melanda, bencana datang silih
- berganti, kemudian rasa waswas di sisi
- lain kita juga dituntut agar umat Islam
- itu bersatu supaya mereka memberikan
- apa? Mendapat mendatangkan rahmat dari
- Allah Subhanahu wa taala. Nah, Allah
- berikan solusinya. Allah nur, Allahlah
- pemberi cahaya. Oleh karena itu nanti
- kembali kita bersyukur kepada Allah
- Subhanahu wa taala yang dengan izinnya
- dapat hidayah dari Allah. Yang kalau
- kita baca lagi pada ayat itu fi buyutin
- adinallah. Cahaya Allah itu ada di
- rumah-rumah Allah. Maka kita bersyukur
- alhamdulillah masih bisa datang ke
- masjid, masih terdengar suara azan, kita
- masih bisa salat berjamaah dan itulah
- tempat hidayah Allah.
- Masjid tempat kita mengagungkan Allah.
- Masjid tempat kita apalagi? Mensucikan
- Allah. mesti tempat kita berzikir
- mengingat Allah dan seterusnya. Nah,
- kita mendapatkan hidayah. Oleh karena
- itu, berbagai macam fitnah dan ujian ini
- mudah-mudahan mengantarkan kita justru
- untuk semakin dekat kepada Allah.
- Sebagaimana tujuan fitnah. Apa itu
- tujuan fitnah? Agar kita kembali ke
- jalan yang benar. Agar kita sadar
- tentang posisi diri kita. Agar kita
- sudah sadar diri akan ke mana kita
- kembali tentu kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Dan juga agar kita sadar dalam
- hidup ini agar kita selalu membekali
- diri dengan berbagai macam amal saleh.
- Tawaso bilhaq, tawa, berbagai macam
- peristiwa menjadi pelajaran bagi kita.
- Allahu Akbar.
- Jadi kalau kita kembali tadi bagaimana
- Rasul menggambarkan tentang dinamika
- kepemimpinan umat Islam yang
- kepemimpinannya itu kalau kita baca
- secara fakta sejarahnya, Subhanallah
- peristiwanya sangat dahsyat. Korbannya
- juga luar biasa. Subhanallah. Dan itu
- tidak terjadi antara muslim dengan
- nonmuslim. Justru sepanjang sejarah
- perjalanan antara tadi Bani Umayyah,
- Bani Abbasiyah, Bani Utsmaniyah, betapa
- banyak muslimin yang menjadi korban
- dalam peristiwa-peristiwa prosesi
- pergantian periode ini. Subhanallah.
- Oleh karena itu, kami khususnya mengajak
- kepada kita umat Islam khususnya
- Indonesia dan pendengar Rasil pada
- umumnya, marilah kita sehat senantiasa
- berpikir positif. selalu bersyukur
- kepada Allah menikmati kesempatan hidup
- dan peluang yang Allah berikan untuk
- beribadah sebanyak-banyaknya. Kita baca
- Al-Qur'an tidak lagi banyak
- sedikit-sedikit baca Al-Qur'an,
- sedikit-sedikit baca Al-Qur'an. Kita
- selalu beristigfar kepada Allah, selalu
- berzikir kepada Allah dan selagi ada
- waktu kita isi dengan nilai-nilai
- kebaikan. Agar apa? Agar tadi betapun
- pekatnya fitnah dan ujian itu, betapun
- gelapnya gelombang syahwat, gelombang
- subhat itu melanda kita, kita tetap
- mendapatkan cahaya yang bisa menerangi
- hati kita, pikiran kita, dan juga
- menyerangi perjalanan hidup kita.
- Sehingga apapun dinamikanya kita tetap
- istikamah dalam kebenaran dan
- mudah-mudahan kita husnul khatimah.
- Wallahuam bawab.
- Baik, Ustaz. Terima kasih banyak atas
- tausiah dan ulasannya, Ikhwan dan
- akhwat. Demikian tadi
- Ustaz Aminuroni telah memberikan
- pelajarannya kepada kita di siang hari
- ini dalam tema kita
- yaitu tentang
- Hizbullah di tengah pasang surutnya
- kepemimpinan. Kami akan segera kembali
- setelah jeda berikut ini. tetaplah
- [musik]
- berasil [bernyanyi]
- [musik]
- [musik]
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu
- yang dipancarlaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Terima kasih Anda masih bersama kami
- menyimak tausiah Ustaz Amin Roni di
- siang hari ini dalam tema kita tentang
- Hizbullah di tengah pasang surutnya
- kepemimpinan.
- Tadi sudah disampaikan oleh Ustaz Amin
- Roni baik dari hadis tentang datangnya
- khilafan ala Minhajin nubuwah. Kemudian
- juga bagaimana Ustaz mengulas tentang
- Al-Qur'an surah Annur ayat 35 di mana
- Allah pemberi cahaya kepada langit dan
- bumi dan seterusnya ya. Lalu pertanyaan
- yang pertama datang dari Ibu Mameh di
- Bekasi. Pak Ustaz, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz ee saya ingin bertanya. Periode
- Jabariah itu umat dan pemimpinnya lebih
- beribadah kepada Allah atau maksiat
- dan tokoh-tokoh pemimpin di masa
- Jabariah siapa saja dari bangsa mana
- saja. Apakah zaman sekarang ini sudah
- termasuk periode Jabariah? Mohon
- penjelasannya Ustaz. Terima kasih,
- ya. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala Muhammad. Iya. Memang
- berbagai macam versi dan pendapat
- bermunculan di tengah para ulama.
- Dan ada yang memaknai bahwa mulkan oddan
- itu dari kata obdan itu artinya yang
- menggigit. Sedangkan jabariyah itu ee
- yang apa yang menggambarkan tentang
- kesombongan, ketakaburan, dan
- keangkuhan.
- Sehingga dari melihat secara bahasa dari
- kalimat adon artinya menggigit, ada yang
- berpendapat bahwa ini adalah Bani
- Umayyah. di mana kepemimpinan mereka
- itu sangat apa ya? Sangat kuat, sangat
- apa?
- Sangat agresif juga. Sangat ini sangat
- apa? Men
- mencengkeram.
- Nah, mencengkeram ya.
- Nah, kalau kalau kita lihat 93 tahun
- pada masa periode Bani Umayyah itu
- memang luar biasa ya. mulai dari
- Muawiyah sendiri, kemudian anaknya Yaji.
- Sehingga terjadi berbagai macam
- peristiwa dahsyat yang itu dialami oleh
- tidak jauh-jauh dari keluarga Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, dari
- keturunan Ali radhiallahu anhu.
- Nah, itu kita lihat bagaimana itu apa
- apa itu di Basrah, apa itu di Kufah, apa
- itu di Mesir. Subhanallah. Bahkan juga
- kalau kita lebih ngeri lagi di masa Yaj
- itu bagaimana di Madinah terjadi, di
- Makkah terjadi
- ketika apa ketika terjadi apa peperangan
- melawan Juba Abdullah bin Zubair.
- Masyaallah luar biasa itu. Kita baca ya
- Allah mengerikan gitu. Mengerikan.
- Nah ini itu termasuk dari kategori obdan
- karena memang menggigit ya. Kemudian ada
- juga yang berpendapat Jabariyah.
- Jabariyah itu artinya sombong, takabur.
- Yang ini menunjukkan tentang ya tadi
- bisa dilihat dari gelar-gelar para para
- apanya? Para rajanya, muluknya seperti
- Assfah. Makanya ada sebagian yang
- berpendapat itu termasuk bagian dari
- Mulkan Jabariyah itu ya Bani Abbasiyah,
- Bani Utsmaniyah. Karena ee gelar-gelar
- yang dipergunakan oleh para rajanya itu
- sesuatu yang memang menunjukkan
- ketinggian gitu ya. Dan peristiwanya
- juga luar biasa kalau kita lihat ya kan.
- Nah, jadi memang yang banyak merekam
- peristiwa-peristiwa ini ya memang Basrah
- Irak itu yang luar biasa. Namun jangan
- lupa dalam kondisi semacam itu dilihat
- dari sisi lain kalau kita baca tentang
- ilmu kalam pun muncul tadi bermunculan
- aliran-aliran seperti apa? Ada Khawarij,
- ada Muktajilah, ada juga apa? Syiah, ada
- juga apalagi ee Murjiah. Tapi itu
- menurut ee menurut ee penelitian Abul
- Ala Almaud hanya melibatkan 10% saja.
- Sisanya mayoritas. Mayoritas apa?
- Mayoritas yang Islam itu sudah mapan
- sejak pemahaman mereka, pemikiran mereka
- tentang Islam itu sudah mapan sejak Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- Khulafaur Rasyidin 30 tahun kan. Jadi
- sudah cukup mapan. Jadi mayoritas tetap
- masih muslim. Jadi kalau yang
- dipertanyakan bagaimana tentang umat
- Islam saat itu dan jangan lupa di
- saat-saat itu juga muncul imam-imam
- hadis ya kan seperti Abu Hanifah di Iran
- ya kan kemudian muncul lagi di Madinah
- Imam Mali kan ya kemudian muncul lagi
- dari Gaza itu kan imam mazhab itu luar
- biasa itu pun di masa itu artinya
- menunjukkan bahwa ya memang di
- wilayah-wilayah tertentu ada gejolak
- yang luar biasa tapi secara umum
- mayoritas jumhur masyarakat ya
- masyaallah dengan pemahaman Islam yang
- mapan umat Islam yang sudah ya ahlusunah
- wal wal jamaah. Wallahuam.
- Baik.
- Jadi kalau pertanyaannya di masa siapa?
- Nah, sebagian analisa para ahli hadis
- tentang syarah ini melihat dari sisi
- bahasanya. Addon itu apa, kemudian juga
- jabariyah itu apa. Kemudian dikaitkan
- tentang tadi mulkan-mulkan. Kalau mulkan
- aldinan
- kepada Bani Umayyah yang memang sangat
- pressure ke bawah. Kemudian dari sisi ee
- Jabariyah itu adalah gelar-gelar yang
- disematkan kepada para murkan di
- kalangan Bani Abbasiyah. Wallahuam
- bisab.
- Baik. Kalau tidak salah di masa ee Bani
- Umayyah sendiri ini juga muncul ee
- angkatan laut pertama dalam Islam,
- Ustaz, ya.
- Iya. Ya. Di sisi lain tadi
- ada prestasi ada.
- Iya. prestasi-prestasinya ada, tapi
- berbagai macam ee berbagai macam ya,
- termasuk nanti di Bani Abbasiyah itu kan
- muncul juga ada seperti ada Alhadi, ada
- Almun kan Harun Ar-Rasyid dan
- seterusnya. Di kalangan Bani Umayyah
- juga muncul 2 tahun Umar bin Abdul Aziz
- sebagai khalifah yang ingin
- mengembalikan citra khilafah aladin
- nubuwah khilafah rasyidah kan gitu ya.
- Subhanallah. Jadi dinamika itu terus
- berjalan. Di sisi lain dilihat
- negatifnya ada, di sisi lain
- perkembangannya ada. Termasuk ilmu
- pengetahuan juga banyak berkembang di
- masa-masa ini. Tapi secara umum hadis
- tadi memang menjelaskan tentang
- periodisasi yang disampaikan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Ya, wallahuam.
- Baik, Ustaz. Terima kasih banyak atas
- jawabannya Ibu Mame di Bekasi. Semoga
- terjawab.
- Dari Ibu Mame kita beralih ke pertanyaan
- selanjutnya. Ada Bunda
- Iskandar. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, apakah hadis tentang kedatangan
- khilafah itu memang benar-benar akan
- terjadi? Karena ada sebagian pihak yang
- menyatakan tentang akan datangnya
- khilafah ini telah gugur karena adanya
- [berdehem] seorang perawi yang bernama
- Habib bin Salim al-Anshari yang tidak
- sikah atau terpercaya. Mohon
- penjelasannya, Ustaz.
- Iya. Hadis yang kita bawakan tadi dari
- sahabat Nuuman bin Basir dari Hudzaifah
- bin Yaman riwayat Imam Ahmad memang
- sebagian menyebutkan itu adalah hadis
- hasan dan mungkin ada riwayat lain yang
- ada sebagian hadis apa perawinya yang
- diif
- itu. Tapi dilihat dari sisi apa? Dari
- sisi matanya tadi banyak syahid-syahid.
- Artinya
- ee ada yang apa melengkapi tentang
- kedudukan hadis ini seperti hadis ya
- tadi bicara tentang periode kedua,
- periode khilafah ala minhajin nubuwah.
- Di sisi lain Rasulullah bersabda bahwa
- periode masa khulafaur rasyidin itu
- salatun sanah 30 tahun dan seterusnya.
- saling meng saling menguatkan satu
- dengan yang lain. Ee dari
- periode-periode yang disampaikan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- itu sebagai bukti nubuwahnya ya terwujud
- satu per persatu. Nah, adapun tadi
- tentang apa? Apakah kemungkinan akan
- terjadi periode terakhir di mana
- muslimin itu akan kembali jaya dalam
- artian Islam itu akan kembali eksis
- seperti di masa setelah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam dengan
- kepemimpinannya. Nah, itu pun diiringi
- dengan banyak hadis. Apa kalau kita baca
- dalam buku Kutubus Sitah saja, Bukhari
- Muslim ada bab tentang fitan, Ahmad ada
- bab tentang fitan, kemudian Abu Daud.
- Nah, dalam bab-bab itu juga bicara
- tentang bagaimana kondisi muslimin nanti
- akan berperang dengan Yahudi di akhir
- zaman gitu kan. bagaimana Imam Mahdi,
- bagaimana umat Islam itu akan
- memenangkan ya kan dengan diutusnya
- siapa ee kembali ee Isa Almasih turun
- dan seterusnya Imam Mahdi dan
- seterusnya. Itu kan beberapa rentetan
- riwayat yang kali ini sudah mulai di apa
- dikronologiskan peristiwanya apa di
- pasang hadis itu dibahas, dikaji lagi
- disyarahkan lagi gitu kan. Dalam
- kitab-kitab kutubusah muncul tuh bab
- fitan-bab fitan itu. Nah, ini semuanya
- mengisyaratkan ya tadi saling menguatkan
- antara hadis satu dengan hadis yang yang
- lain. Kita berharap kepada Allah
- tentunya ya bagaimana nanti akhir zaman
- ini ya umat Islam itu dapat disatukan.
- Islam itu menjadi rahmat bagi seluruh
- alam semesta sehingga endingnya dunia
- ini berakhir dengan kebaikan. Wallahuam
- bisab.
- Baik, terima kasih banyak Ustaz.
- Iya. Pertanyaan selanjutnya dari Ibu
- Bonita, Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz dalam selalu dalam
- lindungan Allah Subhanahu wa taala.
- Amin. Allahum amin.
- Ustaz mengingat sudah banyaknya
- tanda-tanda kerusakan yang terjadi, baik
- kerusakan moral dan kerusakan lingkungan
- dengan banyaknya bencana di mana-mana.
- Maka benarkah saat ini bisa
- dikategorikan sudah masuk zaman vulkan
- jabarian seperti yang sudah disebutkan
- oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam.
- Mohon penjelasannya, Ustaz. Jazakallah
- khair.
- Iya.
- Kalau isyarat-isyarat itu yang pasti di
- sini tadi supaya hadis Nabi sallallahu
- alaihi wasallam itu ya munculnya
- kerusakan-kerusakan.
- Contoh ini semuanya ee
- [berdehem]
- dalam hadis yang tadi bencana gempa yang
- sangat masif. Ini sahabat Abu Hurairah
- berkata
- jalil
- hari kiamat tidak akan datang sampai
- ilmu dicabut. sering terjadi gempa
- zaman semakin cepat banyak terjadi
- fitnah pembunuhan dan pembunuhan terjadi
- di mana-mana dan hari kiamat tidak akan
- datang sebelum harta di antara kalian
- banyak dan melimpah. Nah, ini juga hadis
- riwayat Imam ee Al-Bukhari yang
- hadis-hadis ini dan hadis-hadis serupa
- seperti tadi ee waktu yang berjalan
- begitu cepat kemudian ee hilangnya ee
- para ulama atau meninggalnya para ulama
- sehingga yang ada pemimpin-pemimpin dari
- orang-orang yang bodoh, yang tidak
- berilmu dan seterusnya banyak sekali
- tanda-tandanya itu. Itu hadis-hadis yang
- mengisyaratkan tentang dekatnya dengan
- datangnya hari kiamat. Nah, jadi ini
- hadis-hadis tentang fitnah-fitnah yang
- mengiringi hari kiamat. Sedang
- periodisasi
- periodisasi yang disampaikan oleh
- Rasulullah yang akan dialami oleh umat
- Islam tadi dalam kaitan kepemimpinan
- secara umum dan kemarin itu berkaitan
- tentang naik pasang surutnya kebaik
- kebaikan. Apakah kalau pertanyaannya
- apakah berbagai macam bencana fitnah ini
- adalah tanda dari Mulkan Jabariyah?
- Pertanyaannya sebenarnya isyarat-isyarat
- fitnah yang terkait dengan perjalanan
- umat Islam itu jauh sebelum apa? Jauh
- sebelum Jabariyah terjadi pun sudah
- disarkan oleh Rasulullah. Bahkan ketika
- Rasulullah ya kan duduk bersama para
- sahabat kemudian ada cucunya tuh Hasan
- kan ini nanti akan menjadi apa? Akan
- menjadi penyatu umat itu Hasan. Jadi
- sudah diisyaratkan itu itu belum jauh
- sebelum terjadinya nanti sebelum
- terjadinya Mulkan Jabariyah. Kemudian
- sahabat Amr bin Yasir ya kan ketika
- suatu saat Rasul berkata kepada sahabat
- yang lain, Amr bin Yasir akan terbunuh
- dan akan dibunuh oleh kelompok
- pemberontak. Nah kan masyaallah
- peristiwanya di masa Rasul sudah
- disampaikan tapi kejadiannya masih di
- zaman siapa? Masih di zaman ee Khalifah
- Ali radhiallahu anhu. Ketika terjadi
- perang sif. Nah, didapati di sana Amr
- bin Yasir terbunuh
- dan dibunuh oleh kelompoknya Muawiyah.
- Yang Muawiyah itu sendiri adalah sahabat
- Rasulullah sahu alaihi wasallam dalam
- perang si perang sifir. Tapi isyarat itu
- sudah disampaikan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bahwa nanti
- ya kan ee Amr bin Yasir ini akan
- terbunuh ee akan dibunuh oleh kelompok
- pemberontak. Nah, itu sudah isyarat
- namanya fitnah-fitnah itu akan terjadi
- begitu dan seterusnya dan sampai
- kemudian ketika kalau kita baca nih
- tentang fitnah akhir zaman, bagaimana
- Aisyah radhiallahu an ketika belum
- terjadi peristiwa sifin itu sudah
- disyaratkan oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Nanti salah satu
- istriku akan melalui tempat ini dan akan
- mendengar rolongan anjing. Itu sudah
- disebutkan. Sehingga ketika ee Aisyah
- akan berangkat ke Basrah sebenarnya dia
- sudah berkeinginan kembali karena di
- tempat itu yang disatkan Rasul dia salah
- satu istri Rasul yang mendengarkan
- tentang tadi lolongan anjing itu. Nah,
- ketika dia akan pulang kemudian didesak
- oleh Thalhah untuk berangkat terus demi
- kesatuan Umah. Kan begitu juga. Jadi
- sebenarnya sudah banyak
- peristiwa-peristiwa itu.
- Termasuk tadi peralihan dari Khulafaur
- Rasyidin almahdiyin kepada apa? kepada
- kepemimpinan Bani Umayyah itu sudah
- menjadikan isyarat bahwa akan terjadi
- banyak fit fitnah dan fitnah dan
- seterusnya. Jadi fitnah-fitnah yang
- diisyaratkan oleh Rasul mengiringi
- perjalanan sejarah umat Islam ini tidak
- hanya mengisyaratkan kepada tadi Mulkan
- bukan Jabariyah saja mulkan adon bahkan
- belum mulkan adon pun sudah terjadi fit
- fitnah. Bagaimana berita tentang nih
- nanti sahabatku ini akan syahid dua
- syahidain. Siapa itu dua syahidain itu?
- Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan
- radhiallahu sudah Rasulullah beritakan
- sebelumnya. Itu juga bagian dari
- dinamika fitnah yang diisyaratkan Rasul
- yang akan menimpa kaum kaum muslimin.
- Wallahuam bislam.
- Baik, Ustaz. Terima kasih banyak atas
- jawabannya. Ee pertanyaan selanjutnya
- dari Bapak Sodqin di Jakarta Timur, Pak
- Ustaz. Dalam Al-Qur'an surah Al-An'am
- ayat 123.
- Iya.
- Allah Subhanahu wa taala berfirman yang
- artinya, "Dan demikianlah pada setiap
- negeri kami jadikan pembesar-pembesar
- yang jahat agar melakukan tipu daya di
- negeri tersebut. Namun mereka sebenarnya
- hanya menipu diri sendiri tanpa
- menyadarinya. Ustaz, apakah ayat di atas
- sama apa yang terjadi di negeri ini?"
- Jazakallah.
- Iya. Ya, sebenarnya itu adalah ayat-ayat
- yang bermakna umum karena ada apa? Kalau
- kita baca Ala'raf Ala'raf ayat yang
- ke-97. Walau anzubillahiminasyaitanirjim
- bismillahirrahmanirrahim. Walau anna
- ahlal quatna
- minakinabuahum.
- Nah, pada ayat ini itu sebenarnya
- bermakna umum ya kan. Seandainya suatu
- penduduk negeri beriman dan bertakwa.
- Nah, berarti apa? Jadi kalau ingin
- mendatangkan keberkahan, ingin
- mendatangkan apa? Kebaikan dalam satu
- negeri, jadilah een-agen kebaikan. Nah,
- karena een-jen kebaikan itu menjadi apa?
- Mengundang datangnya rahmat dan berkah
- dari dari Allah. Nah, itu satu. Yang
- kedua, kalau kita baca dalam surah ee
- Al-Isra ayat yang ke 16.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Wa arnauhlika qatan. Dan apabila kami
- ingin untuk menghancurkan suatu negeri
- amarnaha
- maka kami akan perintahkan orang-orang
- yang kaya, orang-orang yang berpengaruh.
- Fafasqu kemudian mereka berlaku fasik
- fiha fahaq alai. Maka wajib atau menjadi
- ketetapan ketetapan kami. Fadamarnair
- kami hancurkan mereka dengan
- sehancur-hancurnya. itu juga menjadi
- satu isyarat bahwa Allah itu ya
- masyaallah kalau dalam ayat lain doharul
- fasadu fil barri wal bahri makabat
- ayatin kerusakan-kerusakan itu
- hakikatnya adalah datangnya dari manusia
- bukan dari Allah daharal fasad telah
- nampak kerusakan fil barri wal bahri
- dalam di daratan di dalam baka karena
- akibat dari perbuatan manu manusia nah
- sehingga ayat satu dengan ayat yang lain
- ini coba oh di ayat ini jika ingin
- mendatangkan keselamatan, kedamaian,
- keberkahan dari suatu negeri, hendaknya
- kita dorong pemimpinnya untuk menjadi
- beriman dan bertakwa. Ya kan? Kita
- dorong masyarakatnya untuk menjadi
- beriman dan bertakwa. Karena perilaku
- keimanan dan ketakwaan itu mengundang
- apa? Mengundang datangnya apa tadi?
- Keberkahan dari Allah. Dalam surat
- Al-Isra menyebutkan, "Nah, kalau kami
- ingin, kalau kami menghendaki hancurnya
- suatu negeri, maka apa? ditandai dengan
- tadi orang-orang kaya, tokoh-tokohnya
- mereka berbuat fasik. Berarti kefasikan
- bagi orang-orang yang berkedudukan,
- orang-orang yang apa yang terhormat itu
- akan mengundang kehancuran, malapetaka.
- Kan jelas begitu disebutkan.
- Nah, di sisi lain Allah menyebutkan
- bahwa segala bentuk kerusakan di muka
- bumi ini hakikatnya disebabkan karena
- tingkah laku manusia. Masyaallah. Jadi
- ini tidak hanya untuk Indonesia, tapi
- untuk semua. Oleh karena itu, betul jika
- kita bersyukur kepada Allah di Indonesia
- ini kita masih bisa amar makruf nahi
- mungkar.
- Iya,
- bisa amar makruf nahi mungkar. Bisa
- mengatakan yang benar itu benar, yang
- buruk itu buruk. Sehingga apa? Masih
- masih berjalan. Dan kita masih berharap
- kuntum khair ummah, kalian akan menjadi
- sebaik-baik umat. yang syarat
- sebaik-baik umat itu jika dinamika tadi
- tawasu bilhaq, tawu bis amar makruf nahi
- mungkar itu berjalan saling menasihati,
- saling mengingatkan. Alhamdulillah ya
- kan ini dinamika belakangan kan terjadi
- tuh bagaimana ya Allah ya kan dibatalkan
- keputusan tentang iya tentang miras loh
- itu ya kita bersyukur kepada Allah
- artinya ya masyaallah
- kita masih tadi tadi di di awal sudah
- saya sampaikan alhamdulillah kita hidup
- di ditakdirkan oleh Allah lahir di
- negeri yang mayoritas muslim kemudian
- dalam suasana kehidupan beragama yang
- masih meskipun masih banyak
- fitnah-fitnah coba jika dalam kondisi
- semacam ini kita saling Tawas bilhaq,
- taw bis. Kita menjadi een-jen kebaikan.
- Kita undang kebertuahan negeri ini
- dengan apa? Umat Islam bersatu kemudian
- dengan niat yang baik, tujuan yang baik
- gitu kan. Saling mendoakan satu dengan
- yang yang lain. Walau anna ahlal qura.
- Kita undang. Ya, jadi keberkahan itu
- kita undang. Kita undang dengan apa?
- Dengan membangun dinamika iman dan takwa
- kepada Allah. Dan kita tidak
- menjerumuskan para tokoh-tokoh
- masyarakat untuk berbuat fasik. Karena
- kalau tokoh masyarakat berbuat fasik itu
- juga sebaliknya mengundang bencana dan
- malapetaka seperti surat Alisra tadi ya
- kan.
- Kita cegah itu. Maka dengan apa kita
- cegah? masih bisa ya kan kita protes ya
- kan kita nasehhati ketika para pemimpin
- kita memang sudah mulai menyimpang atau
- berbuat fa fasih alhamdulillah kita
- bersyukur kepada Allah ternyata ya tadi
- terkait dengan apa dengan khamer masih
- kita ber apa masih alhamdulillah ada
- perubahan mudah-mudahan ke depan Allah
- tunjuki lag cuman ayo kita bangun
- kebersamaan kita bangun jemaah umat
- Islam Indonesia bersatu untuk apa untuk
- kebaikan negeri ini dan untuk kebaikan
- Islam dan kaum muslimin insyaallah
- saling mendoakan, saling tawas bilhaq,
- tawas, kita amar makruf nahi nahi
- mungkar. Wallahuam biswab.
- Baik,
- pertanyaan selanjutnya datang dari
- Sukabumi
- ada Kang Pur. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, saya ingin bertanya,
- apakah
- sama khilafah ala Minhajin Nubuwah
- dengan turunnya Imam Mahdi?
- Ya, subhanallah. Ini tentu kalau dilihat
- dari sisi riwayatnya memang ya berbeda
- ya kan. Tapi kemudian ketika
- kejadiannya, peristiwanya ee apakah sama
- atau tidak, wallahuam bawab. Tapi ada
- sebagian ee syarah hadis yang ee dari
- beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa
- Imam Mahdi itu nanti memang ee di akan
- dibaiat oleh Muslim, tapi dia
- melanjutkan dari apa? Dari perjuangan
- umat Islam yang ada
- dan sudah ada. Dan kalau kita baca
- beberapa hadis yang sahih, ada riwayat
- Muslim, ada riwayat riwayat Imam
- Bukhari, ada riwayat Imam Ahmad juga
- menyebutkan tentang tidak akan pernah
- putusnya thaifah itu selalu ada di
- setiap waktu dan setiap masa yang mereka
- mengajak manusia kepada ke kebenaran.
- Artinya tidak berdiri sendiri. Nah,
- tidak bersendiri-sendiri. Seperti halnya
- ketika kita baca begini ini umat Islam.
- Nah, baru kita akan membedah apa itu
- kata umat. Kata umat tidak hanya untuk
- sebutan kelompok manusia di satu masa
- saja, tapi kelompok umat. Apa pengertian
- umat ini? Pengertian satu kaum yang
- mereka hidup secara turun-temurun dengan
- tujuan yang sama, dengan akidah yang
- sama, dengan nilai-nilai kebenaran yang
- sama. Sehingga ketika kita menyebutkan
- umat Islam itu tidak hanya umat yang
- berdiri sendiri pada suatu masa, tapi
- akar umat Islam itu muncul sejak Nabi
- dari Nabi Adam sampai dengan Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Nah, karena umat Islam itu adalah umat
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- sejak Nabi adalah umat ee umat Islam
- adalah umat yang bertauhid, yang
- menjalankan perintah Allah, maka mereka
- adalah merupakan satu kesatuan yang
- tidak terpisahkan antara satu waktu
- dengan waktu yang lain gitu kan. Bisa
- saja kehendak Allah, Allah turunkan Imam
- Mahdi itu melanjutkan dari perjuangan
- muslim yang sudah panjang di dunia ini
- untuk apa? mengalahkan kebatilan. Nah,
- namun yang pasti hadis ini berbeda
- periwayatannya dengan hadis-hadis yang
- terkait tentang akan datangnya Imam Imam
- Mahdi. Walaupun sebagian juga ada yang
- menyebutkan Mahdi mungkin dilihat dari
- sisi maknanya. Mahdi artinya adalah
- orang-orang yang mendapatkan hida
- hidayah atau juga bisa dikatakan sebagai
- imam secara fisik namanya Imam Mahdi
- yang keturunannya kalau kita baca
- hadisnya namanya seperti nama Rasulullah
- keturunan dan seterusnya dan seterusnya.
- Nah, itu bisa kita pelajari lebih dalam
- lagi tentang ee bab fitan baik dalam
- kitab Bukhari maupun kitab Muslim. Untuk
- kepastiannya, wallahuam biswab. Namun
- Rasul menjelaskan bahwa setiap waktu dan
- zamannya akan terus selalu ada
- orang-orang muslim yang mereka membela
- kebenaran Islam. Wallahuam bawab.
- Baik, Ustaz.
- Pertanyaan ee lanjut dari Bapak Yudi di
- Perumahan Cibubur Siti Bogor.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, bagaimana kemudian agar kita bisa
- istikamah menjadi Hizbullah dan berjuang
- di jalan Allah Subhanahu wa taala?
- Ya, subhanallah. Ini pertanyaan yang
- bagus dan sudah kita bedah beberapa
- kali. Jadi memang Hizbullah itu dalam
- perspektif surah ee Al ada ada tiga kali
- dua kali penyebutan tentang Hizbullah.
- Pertama dalam surah Al-Mujadalah ayat
- yang ke-22. Yang kedua adalah dalam
- surat Al-Maidah ayat yang ke-54, 55, 56
- dan 57 insyaallah begitu. Nah, Hizbullah
- itu memang dalam perspektif ayat ini
- adalah orang-orang yang berpihak kepada
- Allah. Kriterianya sudah sangat jelas.
- Bagaimana supaya kita istiqamah menjadi
- hiz Hizbullah? Ya, masyaallah. Jadi,
- Hizbullah itu adalah kaum pilihan Allah.
- Hizbullah itu adalah kaum pilihan Allah.
- Hizbullah itu adalah orang-orang yang
- memang Allah berikan kriteria kepadanya
- dengan jelas. Siapa mereka? Yuhibbu
- humum. Yuhibbunahum.
- Allah mencintai mereka. Itu hizbullah.
- Kenapa kok mereka dicintai oleh Allah?
- Ya kan? Mereka orang yang takwa, mereka
- orang yang sabar, mereka orang yang
- ihsan. Wallahu yuhibbul muttaqin. Wallah
- yuhibbusirin. Jadi layak kalau mereka
- itu hizbullah itu orang-orang yang
- dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Ya kan? Karena mereka memang orang-orang
- yang selalu bertakwa kepada Allah. Yang
- kedua, wuhibbunahu.
- Dan mereka pun mencintai Allah. Nah,
- mencintai Allah tentu dengan apa? dengan
- cara mencintai apa-apa yang dicintai
- oleh Allah dan membenci apa-apa yang di
- dibenci oleh Allah subhanahu wa taala.
- Yang ketiga, hizbullah itu sifatnya
- adalah adillatin alal mukminin aizatin
- al orang yang sangat menjunjung tinggi
- persaudaraan, orang yang selalu
- menjunjung tinggi kehormatan sehingga
- mereka berbuat kasih sayang, lembah
- lembut, penuh perhatian, saling tawanu
- alal biri wat takwa terhadap sesama
- muslim dan seterusnya dan seterusnya.
- Bagaimana supaya kita istiqamah menjadi
- Hizbullah? Tentu kita pahami Hizbullah
- itu adalah orang-orang yang dicintai
- oleh Allah. Dan orang-orang yang
- dicintai oleh Allah adalah orang-orang
- yang melakukan amalan-amalan yang memang
- bisa mendekatkan dirinya untuk dicintai
- oleh Allah. Maka ada doanya ya kan.
- Allahumma inna nasaluka hubba wahubba
- yuhibbuka wubba dan set. Ya Allah saya
- Ya Allah sesungguhnya aku mencintaimu
- dan mencintai hal-hal yang kau cintai.
- Tunjukkanlah kami kepada hal-hal yang
- kau ridai kau cintai. Itu ada sering
- dibacakan oleh Ustaz Umar kalau enggak
- salah. Allahumma inna nasaluka hubbak
- wahubba yuhibuk wubalin yqibuna. Dan
- dekatkan kami kepada mencintai amal-amal
- yang bisa mendatangkan cintamu melalui
- amal itu. Masyaallah. Jadi caranya
- adalah istiqamahlah dalam kebaikan.
- Kalau hari ini ya mungkin tidak lagi anu
- menurut saya sedikit-sedikit baca Quran
- insyaallah istikamah, sedikit-sedikit
- zikir, sedikit-sedikit istigfar,
- sedikit-sedikit selawat, sedikit-sedikit
- ke masjid kan gitu ya. Nah, insyaallah
- kita akan istikamah sebagai Hizbullah.
- Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Terima kasih banyak
- atas penjelasannya Pak Yudi. Semoga
- terjawab dan pertanyaan dari Pak Yudi
- ini menjadi pertanyaan terakhir Pak
- Ustaz. Ya,
- di kesempatan hari ini. Dan seperti
- biasa ikhwan dan akhwat sebelum kita
- berpisah ee ustaz akan menyampaikan
- kesimpulan dari perjumpaan kita di siang
- hari ini.
- Ya, pendengar Rasil yang dimuliakan oleh
- Allah dan pemirsa Rasil Visual yang
- berbahagia. [berdehem]
- Alhamdulillah sebagai kesimpulan pada
- kajian siang hari ini Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menggambarkan
- kepada kita tentang ee pasang surutnya
- kepemimpinan umat Islam yang mewarnai
- sejarah perjalanan umat Islam itu
- sendiri. Tentu dari perjalanan ini ada
- banyak hal yang bisa kita baca kemudian
- kita ambil hikmahnya kemudian
- memposisikan diri kita sesuai dengan
- yang dikehendaki Allah. Namun
- bagaimanapun dinamika, kemudian
- bagaimanapun ee berbagai macam
- problematika, kemudian berbagai macam
- fitnah, ujian dan cobaan yang mengiringi
- perjalanan sejarah umat Islam itu
- hendaknya menjadikan kita tetap optimis.
- Optimis kepada Allah, optimis untuk
- kebaikan diri kita, optimis dalam
- kebenaran. Caranya bagaimana? Ayo kita
- raih cahaya Allah kapanpun, di mana pun
- juga berada. Sepekat apapun fitnah dan
- ujian yang melanda manusia, jika kita
- mendapatkan hidayah dari Allah, maka
- hati kita akan tercahayai, akan
- tersinari, pikiran kita akan tersinari,
- langkah hidup kita akan tersinari
- sehingga segala potensi yang ada pada
- diri kita sekecil bahkan sampai sebesar
- apapun bisa mengantarkan kita kepada
- kemuliaan hidup dunia dan akhirat. Dan
- kita tidak boleh menyerah dengan
- berbagai macam kesulitan. dan ancaman
- serta fitnah yang ada di sekitar kita.
- Justru kita semakin mendekatkan diri
- kepada Allah, bersandar kepada kemaha
- besarnya sehingga kita menjadi kuat di
- tengah-tengah banyaknya orang yang lemah
- imannya. Dan kita saling bergandeng
- tangan untuk merajut persaudaraan dan
- ukhuwah agar kita sama-sama mampu meraih
- kemuliaan Islam bersama orang-orang yang
- muslim. Wallahuam biswab. Alafu minkum.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat. Demikian
- tausiah kita di siang hari ini. Terima
- kasih atas segala perhatian dari ada
- kami yang bertugas mohon undur diri dari
- ruang dengar ada. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik. Ilalq
- wabillahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.