Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Brail TV
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu
- wasalamu ala sayyidina Muhammad waa
- alihi wasohbihi ajmain. Rbi zidni ilma
- allahumfani bima alamtani waimni mafani
- warzuqni ilman yangfa. Dipancarkan dari
- jalan masjid silaturahim nomor 36
- Kalimangis Cibubur Bekasi radio
- silaturahim dan rasil visual untuk Islam
- yang satu. Alhamdulillah wan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala. Apa
- kabar Anda di pagi hari ini? Semoga
- dalam keadaan sehat walafiat ya. Menuju
- siang hari kita di hari Selasa dapat
- kembali menyapa Anda di mana pun Anda
- berada. Yohan Ahwat yang dapat
- mendengarkan siaran kami. Angga
- Aminuddin ditemani oleh Neza dan juga
- Nis Mualim hadir dalam acara ekonomi
- Islam.
- Dan kita sudah kedatangan narasumber
- ekonomi Islam kita yaitu Ustaz Ih Basri
- dari Dewan Syariah Nasional.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabarnya sehat, Pak Ustaz? Ya,
- alhamdulillah sehat walafiat.
- Alhamdulillah masih bisa menjalani
- aktivitasnya
- dan di hari ini kita bisa kembali siaran
- live langsung.
- Dan insyaallah Iwan Ah di kesempatan
- kali ini kita akan bahas mengenai sekali
- lagi tentang dinar dan dirham. Memang
- beberapa ee pekan yang lalu atau bulan
- lalu ya Pak Ustaz ya sempat dihebohkan
- diramaikan kembali isu tentang dinar
- dirham berawal dari ya ada satu kasus ya
- di Depok gitu ya. Akhirnya banyak
- sorotan juga dari tokoh-tokoh dan juga
- alih ekonomi melihat bagaimana
- sebenarnya tentang dinar dan dirham. Dan
- di kesempatan kali ini kita akan
- memberikan penjelasan kembali agar umat
- ini paham karena ee banyak pendapat ya B
- ya.
- Iya.
- Banyak sekali pendapat. Namun kita akan
- lihat bagaim sebenarnya memposisikannya
- seperti apa.
- Begitu Pak Ustaz ya.
- Nanti kami juga mengundang Anda untuk
- bergabung. Silakan Iwan Hawa sampaikan
- pertanyaan dan komentarnya ke nomor
- WhatsApp berhasil di 0811999720.
- Mengawali bahasan kita, Pak Ustaz,
- silakan.
- Makasih Mas Angga. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu
- wasalamu ala asrofil iyaai wal mursalin
- sayyidina Muhammadin wa ala alihi
- wa ashabihi
- ajmain. Amma ba'du. Para pemirsa hasil
- visual dan para pendengar silaturahim
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Alhamdulillah kita bersyukur ke hadirat
- Allah Subhanahu wa taala atas segala
- curahan rahmat-Nya kepada kita sekalian.
- Sehingga dengan rahmatnya itu pagi hari
- ini kita bisa melangsungkan siaran live
- tentang ekonomi Islam yang pokok
- bahasannya adalah sekali lagi tentang
- dinar dan dirham.
- Nah, ee
- ini sebetulnya ketinggalan 4 minggu apa
- 3 minggu ya dari peristiwa itu.
- Iya.
- Karena kita 2 minggu lockdown ya
- diperpanjang lockdown-nya 2 minggu.
- Terus minggu lalu kita ini juga ee tidak
- bisa siaran live karena ada
- kendala ya, ada penerogan jadwal. Nanti
- baru baru bisa ini minggu keempat.
- ee banyak sekali yang bertanya-tanya,
- bukannya bertanya-tanya ya, kegalauan
- mereka tentang hal ini diutarakan kepada
- saya dari teman-teman saya, dari kolega,
- dari
- mahasiswa gitu ya
- tentang sebenarnya gimana sih ustaz ini
- diar dan di dalam ini ya. Makanya
- sebetulnya kita sudah sudah pernah itu
- kalau enggak salah
- iya
- kita siarkan di sini sudah lama sudah
- bertahun-tahun yang lalu. Tetapi karena
- ini ada perlu yang kita klarifikasi
- ee maka tidak mengapalah kita kita
- sharekan lagi atau kita bahas kembali.
- Jadi kita kembali kepada masa di mana
- ketika
- ekonomi Islam ini
- ee keluar dari peta ee percaturan
- politik
- akibat daripada penjajahan atau
- kolonialisme di negara-negara Islam oleh
- kolonial Barat yang sekuler dan Kristen
- ini,
- maka Sistem sosial Islam juga tidak
- berjalan, sistem ekonomi Islam juga
- tidak berjalan. Yang berjalan cuman
- ibadah mahd saja. Muamalah pun tidak
- berlaku lagi muamalah Islamiah syariah.
- Ya, yang berlaku adalah muamalah
- ribawiyah
- yang mungkin jahiliah gitu ya, lebih
- tepatnya gitu. Karena tercampur muamalah
- kita itu dengan riba,
- dengan gor, dengan kimar, dengan maisir
- dan lain sebagainya.
- Dan itu menjadi parah sekali setelah
- benar-benar
- tidak ada satuun kekuatan politik Islam
- yang yang
- bertahan setelah kekhilafan Turki
- Utsmani juga jatuh dan seluruh
- negara-negara Islam atau mayoritas
- berpenduduk Islam ini akhirnya
- kehilangan induk dan sepertinya
- makin jauh daripada tatanan Islam
- terutama di dalam hal muamalah. Oleh
- karena itu, maka sistem keuangan,
- ekonomi, perdagangan dan lain sebagainya
- yang berasal dari negara penjajah itu
- berkembang
- di berkembang pesat dan dipraktikkan
- serta di diedukasikan
- di negara-negara ini mulai dari SD
- sampai perguruan tinggi.
- sehingga seluruhnya itu hanya mengenal
- riba, hanya mengenal bunga, hanya
- mengenal goror dan tidak tahu apa itu
- ekonomi Islam.
- Nah, berlangsung berpuluh-puluh tahun
- beberapa dekade sampai akhirnya suatu
- saat di awal tahun 60-an atau di dekade
- 60-an
- mulai terpikir kepada mulai terpikir di
- kalangan para ulama dan para sarjana
- yang ingin kembali bagaimana ekonomi
- Islam, muamal islamiah ini bisa kita
- tegakkan ya.
- Nah, di situ mulai ada pembahasan
- tentang bagaimana
- kita memulai ee
- memulai menggunakan ekonomi Islam dalam
- bidang keuangan. Sekarang
- trennya itu adalah ada bank, ada bank
- komersial, ada bank sentral dan lain
- sebagainya.
- Tidak ada sebuah negara di dunia ini
- yang merdeka atau berdaulat melainkan
- dia punya bank sentral, melainkan dia
- punya mata uang sendiri. Dan mata uang
- itu bukan dinar dan bukan pula dirham.
- Kalaupun ada beberapa negara yang
- menggunakan nama dinar seperti Kuwait ya
- atau Emirat Arab ya ketika merdeka tahun
- 70 berapa itu Emirat Arab itu ya Kuwait
- itu juga tahun 60-an ya Qotar juga sama
- ini ee negara-negara menggunakan ee
- nama-nama yang sepertinya itu nama mata
- uang yang berlaku pada zaman dulu yaitu
- dinar dan dirham. ada dirham imarati,
- ada dirham
- Kuwaiti, eh dinar Kuwaiti.
- Tapi sekali lagi itu hanya nama ya. Jadi
- mata uangnya tetap ee berupa uang kertas
- atau koin. Untuk satuan yang lebih kecil
- itu koin 1 riyal atau 1 dirham itu ada
- seperti diital lah. Rupiah dalam bentuk
- apa? Bentuk apa itu namanya? Kertas. Ada
- yang juga berbentuk koin seperti Rp100,
- Rp200, R500 perak ya 1.000 dan
- lain-lain.
- Nah,
- di antara mereka yang
- mempunyai visi untuk mengembalikan
- sistem ekonomi Islam itu ada yang
- berpendapat bahwa
- harus kembali kepada mata uang dinar dan
- dirham.
- Tapi kelompok ini tidak populer.
- Sehingga kalau kita
- ee sebagai mahasiswa di Fakultas Ekonomi
- atau tempat saya belajar itu
- International Institute of Islamic
- Economic itu tidak ada kajiannya dan
- tidak ada makalahnya atau gak ada sama
- sekali
- itu. Tapi itu ada di luar sistem ya. ya
- beberapa kalangan terutama dari kalau
- enggak salah itu dari
- Afrika Utara dari sekitar Maruku
- sana atau orang-orang yang
- ee muslimin Eropa yang mualaf atau
- orang-orang yang yang
- dulu pernah ee berinteraksi dengan ini
- dengan ee dinar dan dirham dan
- bernostalgia ingin mengembalikan itu.
- Tapi untuk yang apa namanya? Untuk
- mainstream itu enggak ada. Enggak ada
- kajian, enggak ada makalahnya, enggak
- ada kajian. Dan seperti memang tidak
- pernah kita ee perhatikan.
- Tapi setelah tahun ee
- 90-an, 1990-an,
- dekade 90-an
- ini ee beberapa sarjana bahkan mungkin
- ya ahli-ahli keuangan mulai tertarik
- untuk bagaimana mengembalikan itu
- ee sampai mereka mendekati beberapa
- pemimpin dunia di antaranya kalau enggak
- salah itu Mahattir ya.
- Mahathir Muhammad ya sampai ter ee
- terobsesi bagaimana
- dikembalikan aja itu dinar dan dirham
- karena kekuatan dominasi
- green bag atau dolar ini tidak bisa
- dibendung ya sehingga terutama pada
- waktu krisis ee mata uang yaitu tahun 99
- tahun 2000 atau yang kita sebut dengan
- Krismon yang akhirnya membuat Kris
- bisnis ekonomi dunia ya.
- Dan yang paling parah terkena pada waktu
- itu adalah mula-mula Korea Selatan,
- kemudian Malaysia, Thailand, akhirnya
- Indonesia dan saja yang paling buruk ya
- di antara yang terkena.
- Nah, itu kemudian sekali lagi memberikan
- semacam testimoni
- bahwa seandainya negara-negara ini
- menggunakan dinar dan dirham, maka
- krisis itu akan terjadi, ya.
- Tetapi ee para ulama muassirin ya sampai
- dengan hari ini sudah sepertinya sudah
- menurut saya sudah sepakatlah gitu
- di luar daripada yang kelompok ini gitu
- bahwa mata uang kertas seperti sekarang
- ini adalah mata uang yang bisa diterima
- dan sesuai dengan ketentuan ee dengan
- syariat Islam ya gitu. Maka rupiah
- adalah mata uang Indonesia.
- Dolar Amerika adalah mata uang Amerika.
- Dolar Singapura adalah mata uang
- Singapura. Dolar Australia adalah mata
- uang Singapura. Dan setiap mata uang,
- setiap currency
- itu treated as independent. Ya, dianggap
- sebagai mata orang tersendiri, berdaulat
- dan ee dengan rate yang sudah ditentukan
- sendiri ya. Rate-nya itu atau apa
- namanya? kursnya itu
- waktu dipatok pertama difix tertentu ya
- tetapi saat sesuai dengan perjalanan
- waktu
- terjadi interaksi ekspor impor
- terjadi perdagangan internasional
- maka mata uang itu nilainya berfluktuasi
- ya
- walaupun negara itu mematuk 1 dolar
- masalahnya sama dengan 1/4at uah e
- seperapat gram emas misalnya ya waktu
- dibuat pertama kali. Tapi seiring dengan
- perjalanan waktu itu enggak bisa nilai
- itu dipertahankan.
- Pstling juga sama ya didefinisikan
- sebagai 0,5
- gram emas misalnya. Tapi ketika di ee
- dia sesuai dengan perjalanan waktu
- Inggris melakukan perdagangan ke Amerika
- dan lain sebagainya
- maka itu tidak bisa dipertahankan. Maka
- terjadi fluktuasi.
- Nah, karena fluktuasi ini
- waktu-waktu itu masih mata uangnya masih
- go standar ya, ini justru menyulitkan
- karena kalau mata uang itu turun maka ee
- misalnya ada suatu negara atau suatu iya
- suatu negara kekurangan mata uang. Nah,
- itu sama dengan kekurangan kekurangan
- emas
- dan dia harus bagaimana mendapatkan emas
- itu untuk mendukung ee transaksinya.
- dan seterusnya. Akhirnya sesuai dengan
- percelaan waktu
- mata wang sama sekali tidak ada yang
- dikaitkan dengan emas atau ya dengan
- emas ya itu tahun-an, 73 kalau enggak
- salah sudah selesai.
- Jadi bahwa apa namanya bahwa akhirnya
- mata uang semuanya ini adalah mata uang
- kertas yang sebetulnya tidak dibag,
- tidak dilatar belakangi oleh logam
- mulia. entah itu Mas atau apa yang lain
- semata-mata pemerintah negara itu
- mendeklarasikan
- bahwa mata uangnya adalah ini dan itu
- nilainya segini. Maka kalau nilainya
- turun itu semata-mata karena terjadi apa
- namanya ee interaksi antara permintaan
- dan penawaran ke dalam mata uang itu
- yang akan selalu mencerminkan fluktuasi
- diar ya.
- Nah, inilah akibat fluktuasi seperti
- ini. Maka idenya itu adalah bagaimana
- membuat suatu mata uang yang mempunyai
- nilai intrinsik.
- He.
- Mau dia berbentuk uang kah, mau dia
- berbentuk benda seperti apa adanya, yang
- jelas dia itu tetap bernilai. Nah, itu
- yang diinginkan. Nah, benda yang seperti
- itu dari zaman dulu sampai dengan hari
- ini ya cuman ada dua, yaitu
- emas dan perak.
- Tapi ee itu enggak menyelesaikan masalah
- ya. Jadi hanya bisa menyelesaikan
- masalah apabila orang atau negara itu
- ketika melakukan perdagangan dengan
- negara lain dengan mitra dagangnya
- sepakat untuk menggunakan dinar atau
- dirham sebagai mata uang
- ekst. Tapi kalau dia tidak sepakat salah
- satu saja gak sepakat ya enggak bisa.
- Iya. Itulah kesulitan yang paling ee
- yang paling besar. Kenapa itu kemudian
- enggak bisa?
- Yang kedua adalah konsensus para ulama
- zaman sekarang bahwa
- mata uang fiat itu, mata uang kertas
- yang sekarang ada ini dianggap sah
- sesuai dengan syariah. Maka itu kemudian
- tidak ada ijtiad atau usaha dari
- berbagai kalangan ulama baik di Saudi
- Arabia, di Pakistan juga di Indonesia
- untuk menggugat kembali seperti ini.
- sehingga itu ada dianggap sudah
- establus, sudah
- dianggap sebagai soal yang bisa diterima
- begitu saja. Meskipun banyak paper atau
- banyak para ulama yang kemudian beda
- pendapat, tapi tetap saja yang inilah
- yang berlaku ya.
- Tapi melihat bahwa fluktuasi terus
- berjalan inilah maka kelompok yang ingin
- mengembalikan dinar dan dirham itu tidak
- pernah berhenti karena mereka melihat
- bahwa stabilitas daripada nilai tukar
- yang berbasiskan emas dan apa namanya
- dan perak ini terbukti di dalam sejarah
- ya mulai dari zaman Rasulullah sampai
- dengan zaman kita. Nah, jadi dikatakan
- bahwa coba kita lihat pada zaman
- Rasulullah 1 dirham belikan ayam satu
- bisa.
- Sekarang 1 dirham pun kalau kita beli
- ayam dapat ya.
- 1 dirham pada zaman Rasulullah eh 1
- dinar pada zaman Rasulullah bisa beli
- kambing ya. Sekarang pun kalau kita
- punya 1 dirham dengan ukuran 4,25 gram
- Mas
- 1 dinar.
- 4,25 gram ya.
- 1 dinar ya? Iya, itu kan 1 dinar itu
- tetap bisa beli kambing. Iya, kan? 1
- gram berapa sekarang? 1 gram sudah
- hampir 800 ya. Sekarang 8 * 4 e Rp2.400
- se/empatnya Rp3 juta. Rp3 juta sudah
- dapat kambing ya. Iya. Jadi itu untuk
- menggambarkan betapa stabilnya ee ee
- dinar dan dirham di sepanjang sejarah
- sampai 2 milenial ya. sampai ribuan
- tahun itu masih seperti itu. Dan ini
- kita tidak lihat dalam uang uong perak
- atau uang oh bukan uang perak, uang
- kertas
- bahkan dolar sekalipun ya misalnya kalau
- kita lihat dolar mobil
- Ford ya, mobil Ford pertama model T37
- tahun 1900
- 20 berapa gitu. Itu harganya kan paling
- ee 200 300 enggak sampai 200 dolar ya.
- Iya.
- Iya.
- Rolex yang apa yang GMT atau apa yang
- tahun 50 60 harganya cuma 200 dolar
- sekarang sudah ribuan 16.000
- Iya kan itu dolar sendiri juga mengalami
- apa ya depresiasi sebetulnya. Jadi 1
- dolar tahun 1900
- dengan 1 dolar dengan e dengan 1 dolar
- tahun 2000 beda sama dengan kita rupiah
- kita ee rupiah tahun 3 misalnya dengan
- sekarang beda sekali. Saya mengalami
- dulu ketika beli buku tulis harganya
- cuman Rp10. Enggak kebayangan Rp10. Saya
- masih belanja apa uang dari ibu saya
- dikasih R itu Rp2,5 satu. Kemudian suku
- suku R5
- 1 sen.
- Iya Rp1 itu kan 100 sen. Tapi ada
- satuannya itu.
- Oh
- ya R1 itu Rp2,5 itu bisa beli mainan,
- bisa beli
- gulali [tertawa]
- ya. Sekarang kan enggak mungkin. Gulali
- juga harganya sudah R5.000 ya,
- beda sekali. Jadi mata uang semuanya
- bukan hanya rupiah, seluruh mata uang
- viat ini itu mengalami bukan fluktuasi
- mengalami depresiasi.
- Nah, itu makanya ini semakin menambah
- keyakinan teman-teman ini yang yang
- bergerak dalam bidang ee dinar dan
- dirham ini untuk ee menunjukkan kepada
- kita semuanya bahwa mari kita
- ee pakai ini karena ini adalah lebih
- stabil. Dan salah satu tugas daripada
- bank sentral dalam menerbitkan uang itu
- adalah menjaga
- stability of currency. Ya, tuju apa?
- Salah satu tujuan makroekonomi suatu
- bank sentral adalah stability of
- currency. Ini nomor satu itu. Jika kalau
- mata uang suatu negara itu tidak stabil,
- maka banyak yang terzalimi.
- Banyak terzalimi. Ya, raya terzalimi
- yang menggunakan mata uang itu
- ya gitu. Oleh karena itu bisa kita
- pahamilah dari latar belakang cara
- berpikir seperti ini ee
- kelompok-kelompok yang ingin menjadikan
- itu sebagai mata uang ya itu seperti
- itu. Tetapi yang terjadi di sini
- sebetulnya bukan mata uang. Dinar ini
- kan sebetulnya logam mulia
- yang diperdagangan seperti komoditas
- logam mulia yang lain atau ada masat
- tangan yang mereka itu beli untuk
- investasi karena harganya harga ini kan
- terus naik ya pernah turun turun tetapi
- itu short term kalau long term-nya
- selalu dia naik ya. Nah, ini dilihat
- trennya seperti itu, maka ee ini
- dianggap sebagai tempat investasi untuk
- menyimpan nilai kekayaan sehingga
- kekayaan kita ini tidak tergerus oleh
- depresiasi mata uang yang selalu terjadi
- setiap waktu.
- Jadi itu alasannya ya, bukan di bukan
- dimaksudkan sebagai mata uang untuk
- menggantikan rupiah sebetulnya bukan
- begitu.
- Jadi ee beberapa pertanyaan ditanyakan
- ke saya itu adalah ee mengenai dinar dan
- dinamit. Tetapi kemudian saya
- menjawabnya itu dari sisi sejarah ya.
- Bagaimana dinar atau bagaimana zaman
- Rasulullah itu mata uangnya. Ya, ini
- yang paling terang ya.
- Kalau kita di dalam kita baca bukunya
- Almaqrizi
- tarikh annut alislamiyah saya punya ya.
- Dan itu dikutip oleh semua ulama tentang
- bagaimana mata uang pada zaman
- Rasulullah.
- Jadi mata uang pada zaman Rasulullah itu
- atau sebelum Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam itu sudah beredar mata
- wong dinar dan dirham. Ya, umumnya kalau
- dinar itu adalah Bizantin. Byantin itu
- Romawi ya.
- Kalau dirham itu Sani ee Parsi ya.
- Dan orang-orang Quraisy, orang-orang
- Arab itu menggunakannya untuk transaksi
- sehari-hari.
- Meskipun sebetulnya orang Quraisy itu
- mempunyai satuan sendiri kayak miskol
- seperti itu. Tapi mereka tidak membuat e
- mata uang sendiri, tapi mempunya
- timbangan untuk ee lugah mulia itu.
- Itu yang kemudian Rasul mengatakan
- alwaznu ee alwaznu wajnu Makkah wal kail
- kail Madinah. Kan begitu. Jadi kalau
- untuk timbangan referensinya adalah
- punya orang Makkah, orang-orang Quraisy.
- Tapi kalau untuk ee takaran
- sukatan atau apa itu namanya kail itu
- itu adalah punya orang Madinah sebagai
- referensinya.
- Karena apa? Karena ee penduduk Madinah
- ini adalah agrilaris dan itu
- ee ee apa namanya? teliti di dalam
- menakar. maka mereka menjadi
- referensinya. Sedangkan penduduk Makkah
- itu pedagang ya, pedagang semuanya
- mereka teliti dalam timbangan karena itu
- dijadikan sebagai referensi.
- Nah, ketika mata uang berdarah entah itu
- dinar, entah itu dirham ya yang berasal
- dari luar negeri sebetulnya malah dari
- Parsi, dari Bizantium, dari apa namanya
- Romawi itu mereka diterima begitu aja
- sebagai exing apa? Medium of exing.
- Sebagai alat tukar sehari-hari.
- Begitu juga ketika Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam lahir dan menyebarkan
- Islam sampai beliau wafat itu mata wong
- seperti apa adanya.
- Tidak di tidak dirubah,
- tidak disentuh-sentuh dalam pengertian
- untuk diedit enggak enggak ada.
- akar Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam menetapkan itu yang berlaku.
- Kemudian khalifah Rasulullah diganti
- oleh Khalifah Abu Bakar. Sepanjang
- pemerintahan Khalifah Abu Bakar juga gak
- pernah merubah
- gak peruma enggak pernah kebijakan
- merubah mata uang yang berlaku
- apa adanya. Kemudian ee apa namanya?
- Khalifah Abu Bakar radhiallahu anhu
- meninggal, wafat diganti oleh khalifah
- yang kedua, Umar bin Khattab radhiallahu
- anhu. Sampai beberapa tahun beliau
- menjadi khalifah, tidak ada kebijakan
- untuk ee merubah
- h
- atau mengedit atau menambah-nambahlah
- itu koin itu ya yang berlaku seperti apa
- adanya. Baru kalau enggak salah tahun
- ke-8 saat beliau menjadi khalifah itu
- ada perubahan, ada dukungan dari para
- sahabat. Karena pada zaman Umar bin
- Khattab ini terjadi futuhat ya, terjadi
- penaklukan-penaklukan. di Mesir dibuka,
- di Irak dibuka, di Syam dibuka,
- di Parsi apa di apa namanya di Iran atau
- Parsia itu pada waktu itu ya semua
- ditakluka dan ini menimbulkan ee
- persoalan-persoalan baru bukan hanya
- dalam bidang politik, tapi juga dalam
- bidang ekonomi termasuk dalam hal
- ukuran.
- Heeh.
- Ukuran berat, ukuran panjang dan lain
- sebagainya. Ya. Maka pernah juga ee
- Khalifah Umar bin Khattab radhiallahu
- anhu ini membuat menerbitkan ya mengedit
- poin yang ada itu.
- Heeh.
- Ya. Dominannya masih ee masih apa ini
- namanya? Rum Romawi dan Farsi. Tapi ada
- tambahan ada lailahaillallah, ada
- Muhammad Rasulullah, ada kalimat-kalimat
- tauhid gitu ya. itu ada sampai sekarang
- itu di museum-museum di Makkah itu ada
- ya dikeluarkan pada Umar bin Khattab
- radhiallahu anhu. Tetapi itu tetap ee
- Bizantin gitu. Begitu juga beliau
- setelah meninggal Umar bin Khattab seb
- khalifah kedua, khalifah ketiga Utsman
- bin Affan radhiallahu anhu. Khalifah
- keempat Ali bin Abi Thalib radhiallahu
- anhu dan seterusnya. Itu seperti apa
- adanya. Hm.
- Sampai di tahun 76 Hijriah kalau tidak
- salah ini di mana kekhilafan ee Umawiyah
- itu Abdul Malik bin Marwan itu secara
- radikal me mencetak uang Islam pertama.
- Ya, itu dikatakan oleh Almagar dan juga
- sejarawan kaum muslimin bahwa inilah
- adalah betul-betul orang ee koin kaum
- muslimin atau nukut alislamiyah yang
- betul-betul kita sebut ee umlah atau
- mata wong Islam ya yang diterbitkan pada
- tahun 76 Hijriah pada masa kegelapan
- Abdul Malik bin Marwan ya itu dan ini
- ada sejarahnya kenapa begitu
- h
- ya ee bisa dilihat dicek ya, bahwa
- terjadi
- apa namanya ee kaisar Rumawi itu siapa
- namanya itu
- ee apa namanya? Kaum muslimin kan
- mengekspor barang-barang ke sana dan
- barang-barang itu di label ada kalimat
- tauhid. Nah, itu membuat mereka marah
- gitu,
- tersinggung. Maka mereka membalas, "Saya
- akan kirim juga nanti koinnya koin tapi
- atau barang dari kami yang itu akan ada
- tulisan yang menghina Nabi atau yang
- membuat kaum muslimin marah." Maka
- ketika itu terjadi, sebelum terjadi para
- pembesar negeri khalifah musyawarah
- bagaimana menghadapi seperti ini.
- Hm.
- Sudah bikin mata orang sendiri.
- Hm. itu namanya dirham atau dinar
- sumairah itu namanya karena yang ee itu
- yang memin yang mencetak itu namanya
- namanya Sumah orang Yahudi tapi
- ee atas instruksi daripada khilafah ya.
- Jadi itulah. Nah, ini berlaku sampai
- dinaamin ini berlaku sampai
- Turki Utsmani sebetulnya. meskipun kalau
- kita lihat dari cerita Almakrizi itu
- terjadi fluktuasi yang sangat ee buruk
- ya pada masa beliau tahun 1400 Hijriah
- di Mesir di mana COVID yang seperti
- dinar itu atau dirham itu yang aslinya
- enggak ada di ee peredaran karena
- semua
- ee enggak maksudnya setiap orang itu
- yang dapat dinar yang asli mereka simpan
- misalnya saya lagi berdagang terus saya
- dapat ee apa namanya ee uang sebagai
- perantara gitu ya. Jualan barang usah
- dapat dirham diam di dirham yang asli
- atau dinar yang asli bukannya saya pakai
- untuk transaksi tapi saya simpan
- simpan
- ya sehingga yang berdar dinar atau din
- yang menghusus yang yang tipu-tipu
- yang palsu
- yang palsu.
- Maka kemudian yang berlaku itu fulus ya.
- Hm. Fulus itu ya selain mata uang yang
- bukan dari dirham atau bukan dari perak
- atau bukan dari emas ya dari tembaga
- atau kuningan ya yang biasanya tetap
- dipakai untuk transaksi yang remeh-temeh
- gitu ya.
- He.
- Jadi misalnya kalau kita belanja 1
- seteng 12eng kilo cabe misalnya kalau
- dengan diram kan kebesaran ya.
- Iya. Nah, itu ada matawang yang kecil
- fulus
- ya namanya fulus itu.
- Nah, itu yang ada fulus. Tapi sebetulnya
- resminya itu tetap dinar dan dirham.
- Cuman pada banyak episode tertentu dalam
- sejarah di mana uang ini yang asli
- hilang karena
- apa ya? kerusakan sosial,
- tatanan pemerintah yang tidak benar atau
- terjadi konflik di perpolitikan sehingga
- negara Kajobalau ini terjadi seperti
- itu.
- H.
- Tapi ketika Turki menguasai dunia Islam
- itu sampai dengan akhir 1918 itu tetap
- menggunakan koin apa dinar dan dirham.
- Setelah jatuh oleh Atatru ya sudah
- diganti dengan yang seperti sekarang.
- Nah, ini itu dari ceritanya. Kenapa
- kalau saya menjelaskan dirham atau dinar
- itu selalu dengan vistori supaya supaya
- tahu bahwa sesungguhnya pada zaman
- Rasulullah sendiri itu tidak ada
- keinginan untuk mengganti uang yang
- beredar.
- He
- sampai kepada khilafah Abu Bakar, sampai
- kepada khilafah Umar bin Khattab. Dan
- paling radikal pada kekhilafahan siapa
- itu? Bani Umayyah yaitu Abdul Malik bin
- Marwan tahun 76 Hijriah. Jadi masalnya
- jauh sekali dari nubuwat atau dari masa
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Kemudian yang kedua adalah ee para ulama
- juga berbeda pendapat tentang
- apakah dinar dan dirham itu adalah mata
- uang Islam. I
- begitu. Kayak misalnya ada istilah e apa
- namanya kedokteran Islam.
- Heeh.
- I kan kayak bekam. itu dianggap sebagai
- kedokteran apa namanya tib anabawi
- misalnya
- herbal misalnya hab sauda dan lain
- sebagainya.
- Nah, ini kan ee kalau dikatakan itu
- adalah mata orang Islam mestinya
- dari Islam
- kaum muslimin yang membuat. Tapi kalau
- ada sebelum Islam ada sebelum zaman
- zaman jahil sudah ada.
- Kemudian ketika Rasulullah hidup di
- periode itu juga beliau tidak ee membuat
- mata wong yang baru tapi melegalkan apa
- yang ada.
- Maka bagaimana kita mengatakan bahwa itu
- adalah mata uang Islam gitu loh. Karena
- itu maka dalam satu riwayat ya Umar bin
- Khattab pernah mengatakan bahwa
- ee saya ingin suatu saat suatu saat
- seandainya saya masih hidup kata Umar
- bin Khattab radhiallahu anhu bahwa suatu
- saat nanti saya akan jadikan kulit unta
- ini sebagai alat tukar ya. tidak harus
- dari ee emas atau dari perak. Ini
- menunjukkan bahwa bahan untuk mata uang
- itu terbuka.
- Iya.
- Tidak harus dari ee emas yang kita sebut
- dinar dan tidak harus dari perak ee dari
- dirham yang yang berasal dari perak.
- He.
- Karena sesungguhnya tidak ada ee anjuran
- daripada syariat-syarat itu secara
- khusus untuk membuat kita atau mendorong
- kaum muslim harus menjadikan masan berak
- sebagai mata uang.
- So kalau enggak begitu, Mas Umar bin
- Khattab radhiallahu anhu mengatakan
- demikian.
- Iya.
- I toh. Dan Ibnu Taimiyah juga mengatakan
- hal yang sama. Jadi bisa saja mata wang
- itu bukan dari ee emas juga bukan dari
- perak. Bisa saja karena
- mata wong dinar dan itu aslinya dulu
- sudah ada belum Islam.
- Dan pada zaman Rasulullah diakui begitu
- saja tidak ada keinginan untuk membikin
- mata uang sendiri.
- Maknanya itu begini ya sebenarnya secara
- terbuka bahwa mata uang itu sebetulnya
- boleh dibuat dari mana saja. Kalau
- sekarang dari kertas ya dari kertas.
- Makanya para ulama zaman sekarang boleh
- dikatakan konsensus atau ijmak tentang
- bolehnya kita menggunakan matang yang
- perdaku sekarang itu. Tetapi sebagian
- daripada teman-teman yang bersemangat
- ini tetap guguh gitu.
- Iya. K bahwa ini harus menjadi alat
- tukar begitu. Nah, atau paling tidak ya
- sebagai ee kalau hanya untuk apa namanya
- sarana investasi is gitu ya.
- Kita treat atau dasar undang-undang
- dianggap hanya sebagai luga mulia yang
- memang nilainya itu secara longterm itu
- naik.
- Sehingga bagi mereka yang punya
- kelebihan uang bisa menukar itu
- rupiahnya dengan logam mulia.
- dan bisa lebih e selamat untuk ee
- menjaga asetnya gitu. H
- ee kira-kira seperti itu.
- Nah, lalu Pak Ustaz mulai
- dikenalkan atau mulai penggunaan uang
- kertas itu bagaimana ceritanya itu Pak
- Ustaz?
- Sebetulnya upaya untuk menjadikan kertas
- mata uang itu juga bukan barang baru.
- Iya.
- Kalau kita lihat di Cina itu sudah ada
- dari tahun 900 Masehi ya.
- Dan ketika Holagohan atau Mongol
- menguasai Islam itu di beberapa tempat
- Samarkah, daerah-daerah Asia Tengah yang
- dikuasai oleh Mongol pada waktu itu
- dipaksa menggunakan uang kertas pada
- zaman itu. Tapi ditentang oleh ulama ya
- enggak berhasil. Tapi di Cina berhasil
- pada waktu itu. Jadi mungkin sudah 1000
- tahun yang lalu Cina itu pernah
- menggunakan
- He
- uang kerta sebagai mata uang ya.
- Tapi kemudian itu berhenti ya, tidak
- berlangsung lama ee akhirnya kembali
- kepada dinar dan ee dirham lagi, koin
- emas dan koin
- ee apa itu? Perak ya.
- Nah, benar-benar tidak ada emas dan
- perak itu ya setelah abad 20 ini ya. I
- di situ mulai Pak Ustaz ya.
- Iya. Nah, sebenarnya
- bisa enggak umat Islam saat ini
- menggunakan dinar dan dirham?
- Ya, sebetulnya secara undang-undang
- enggak bisa.
- Lalu penggunaannya sebenarnya dina dan
- dirham itu bagaimana, Pak Ustaz?
- Kalau yang saya amati sebetulnya ini kan
- sebetulnya ee hanya sebagai ee wasilah
- investasi.
- Heeh.
- Iya.
- Tidak lebih dari loga mulia. Jadi
- logamula ini kan ada emas berbentuk
- batangan, ada emas berbentuk
- ee yang bukan ya dilingkari seperti
- berbentuk mata uang tertentu ya. Tapi
- dia hanya sebagai emas saja mulga mulia
- seperti dinar dan ini sebetulnya kan
- bertanya bulat kemudian ada gambar
- Masjidil Haram ada lailahaillallah.
- Heeh. Ya, sebenarnya tujuannya bukan
- untuk untuk alat tukar, tapi sebagai
- sarana untuk investasi saja. Tidak lebih
- daripada itu. L kalau kita menjadikan
- dinar yang kita bikin sendiri atau dari
- Antam kemudian kita gunakan untuk
- transaksi sebagai mata uang itu ya
- bertentangan dengan undang-undang.
- Undang-undang kita kan mata uang yang
- harus dilakukan adalah rupiah ya.
- Dan di situ ada sanksinya.
- Kalau ada orang lain berkata, "Wah, itu
- kan di Bali ada pakai dolar segala macam
- lah." Itu ditukar ditukar dulu. N semua
- turis yang datang ke sini kan
- menggunakan dolar. Tapi mereka dengan
- dolar itu tidak boleh bertransaksi
- langsung. Harus ditukar dulu
- menjadi rupiah baru di transaksikan
- untuk beli barang.
- Kalau negara-negara Islam sendiri
- bagaimana, Pak Ustaz? isu mengenai dinar
- dirham kalau tidak salah dulu juga kan
- Libya dengan Kaddafinya itu juga
- sama sebetulnya
- mengkampanyekan dinam
- kalau di tingkat pimpinan itu yang saya
- lihat cuma Mahattir ya
- Mahathir ini didekati beberapa kelompok
- almurabitun yang mereka ini adalah
- orang-orang yang pimpinnya menjadikan
- dena dan dianti sebagai mata uang
- kembali karena menghadapi
- dominasi mata uang dolar dan wong Yuru
- misalnya.
- Heeh.
- Itu tidak adil gitu loh ya. Karena ini
- kertas yang sama dengan kertas buku saya
- gitu ya.
- Heeh.
- Tapi harganya kok bisa beribu-ribu kali
- lebih
- kertas tidak bernilai tapi memiliki
- nilai gimana itu.
- Sedangkan kalau emas atau perak itu kan
- walaupun kita tidak bentuk dalam bentuk
- uang.
- Bentuk apa sajalah itu mau bentuk
- segiempat segilima.
- He
- enggak punya dis soal. Tapi dia dengan
- sendirinya ada nilainya ya dan nilainya
- itu semua disepakati oleh orang. He.
- Nah, ini menunjukkan bahwa ini lebih
- baik.
- Ini cerita mahatir itu gimana jadinya,
- Ustaz?
- Ya, setelah didekati kan dulu oleh
- kelompok-kelompok ini pernah dia ngomong
- begitu.
- Bahkan juga kalau enggak salah di
- beberapa kesempatan di luar negeri
- mungkin di PBB atau di mana sampai
- menganjurkan begitu. Tapi anjuran ini
- kan ibaratnya
- apa ya? Bertepuk tangan sebelah. H
- kalau kita bertransaksi dengan mitra
- kita,
- kita harus sepakat dulu alat tukar yang
- kita pakai apa.
- Heeh.
- Kalau keduanya sepakat pakai dinar,
- settingnya dinar berapa sekarang?
- Heeh.
- Sepakat. Kalau itu terjadi bisa enggak
- ada yang dilanggar? Wong itu terjung
- kesepakatan internasional.
- Iya.
- Tidak ada undang-undang secara
- internasional harus dolar. Heeh.
- Ee kesepakatan apa bisa barter ke
- Indonesia dengan Thailand dulu pernah
- pesawat dengan apa itu ketan ketan.
- Iya. Iya.
- Ya. Sukoi yang kita beli dari Rusia itu
- iya sukoi juga tukar ya.
- Itu juga dengan minyak sawit itu.
- Iya.
- Jadi kalau dengan mitra dagang itu
- tergantung kesepakatan mata uang apa
- yang kita pakai dolar kah atau rupiah
- kah itu boleh-boleh saja.
- Heeh. Heeh.
- Tapi kan bagaimana bisa dikatakan tadi
- kan ingin gitu ingin me
- menyusul bahkan menyayangi dominasi
- dolar secara internasional
- itu secara apa ya secara intelektual
- gitu loh. Jadi he
- ee semua orang juga kalau diceramahi
- atau di di apa ya dipresentasikan
- tentang kelebihan daripada emas
- dibandingkan dengan kertas biasa pasti
- iya. Iya,
- pasti artinya masuk akal itu. Masuk akal
- itu rasional.
- He.
- Tapi masalahnya adalah
- ketika
- belum menjadi uang ya artinya atau uang
- kertas belum terjadi seperti sekarang
- ini.
- Heeh.
- Itu salah satu kekurangan emas yang
- mereka pikirkan adalah banyaknya emas
- yang harus dibawa ketika terjadi
- transaksi besar.
- Hm.
- Misalnya Mas Angga mau beli puing besar
- dari Amerika. Iya
- 100 biji lah. Terus kita gotong masuk
- Amerika itu.
- Iya. I
- pakai DSL
- pakai lon apa itu apa itu pakai apa
- ya fisik pokoknya harus dibawah gitu ya.
- Heeh.
- Pakai sig gesit apa paket-paket
- [tertawa]
- bisa berjuta-juta poin apa gitu.
- Iya. dan risiko kan risiko
- jadi salah satu ee apa namanya full
- bodyed money itu mata uang yang
- berbentuk seperti itu adalah risiko kita
- bawa ke mana-mana lah. Pada zaman dahulu
- bayangkan tahun 1600-an ya belum ada
- kereta ap
- yang ada cuman kereta ditarik kuda.
- Heeh. E seberapa banyak orang atau mau
- beli apa dari Prancis ke Belanda
- misalnya
- terus dia mau bawa uang segitu banyak
- karena beli barang ke Belanda
- di tengah jalan dirampok resikonya
- tinggi sekali. Iya. Zaman begal itu
- zaman begal dulu kita juga sama kita
- misalnya kalau beli ke Surabaya misalnya
- barang kita kita bawa entah itu lewat
- kapal entah itu lewat darat itu sangat
- berisiko jumlahnya banyak tidak bisa
- disembunyikan
- h
- nah sekarang kalau kertas kan bisa ya
- nah ini kan masa depan ini jalan terus
- Pak eh masanya kan jalan terus Ustaz
- bahkan ada prediksi masa depan muncul
- money lagi sekarang
- sekarang eranya bukan itu eranya elek
- elektronik. Jadi ya seperti Bitcoin ini
- ke depannya seperti itu.
- Ee era ini sudah akan ditinggalkan
- karena pada peradaban yang lebih maju
- nanti itu yang dipentingkan bukan
- fisiknya
- ya. Seperti mungkin akan apa namanya
- terjadi sesuatu yang kita tidak tahu
- bagaimana bentuknya.
- Jadi gabungan antara elektronik dengan
- ee apa namanya?
- Black chain. Black chain.
- Dan ini kan pengusung dinar dirham juga
- akhirnya iya mereka katanya menyesuaikan
- akhirnya ada dinar dirham digital gitu
- ya elektronik.
- Kalau diham digital atau dinar digital
- itu sudah lama betul.
- Karena itu juga melihat persoalan bahwa
- kalau kita misalnya ee harus membawa
- dinar dan dinam Saudi 10 kilo misalnya
- resiko sekali ya kan.
- Maka harus pakai elektronik. Jadi kita
- seperti giruk aja lah gitu. He
- atau apa namanya? Cek ya.
- Iya.
- Nanti kita bisa sharekan di sana seperti
- itu. Enggak bisa kita bawa fisiknya
- ya bisa. Tetapi itu risiko. Nanti kalau
- kita pesawatnya jatuh hilang semua. Kita
- di hotel dirampok orang diah habis semua
- gitu.
- Jadi resiko.
- Iat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala. Saat ini Anda sedang mendengarkan
- ekonomi Islam live bersama Ustaz Iwan
- Basri. Sekali lagi tentang dinar dirham.
- Bagi Anda yang ingin bertanya, silakan
- sampaikan ke nomor WhatsApp hasil di
- 0811999720.
- Kita akan jilat dulu, Ustaz dan Ikhwan
- Akhwat. Silakan kirimkan pertanyaannya.
- Kami akan kembali nanti di sesi kedua.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat sekali
- lagi tentang dinar dirham. kita bahas di
- ekonomi Islam kali ini bersama Ustaz Ih
- Basri. Sudah ada beberapa pertanyaan
- yang masuk di antaranya yang pertama Pak
- Ustaz ya kita akan ke Bapak Haji Yudi di
- Bogor. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apakah bisa, Pak Ustaz, dinar dan dirham
- itu kelak menjadi mata uang dunia?
- Terima kasih.
- Ee terima kasih, Pak. Siapa? Pak Yudi,
- Pak Haji,
- Pak Yudi saya kira bisa sangat terbuka
- ya terbuka untuk menjadi mata uang masa
- depan ya karena kelebihannya adalah dia
- itu memiliki nilai tersendiri atau
- intrinsik ya intrinsiknya itu yang tidak
- bisa dimiliki oleh mata uang yang
- sekarang ada.
- Jadi jawaban saya sangat-sangat bisa ya
- karena ini akan memberikan kepada kita
- stabilitas currency yang itu merupakan
- tujuan makroekonomi
- ee bank sentral manapun. Ya,
- persoalannya cuma satu aja, bagaimana
- memudahkan cara transaksi.
- Karena kalau kita menggunakan physical
- transaction itu resikonya sangat tinggi.
- Ini yang belum ketemu. Yang kedua adalah
- ee secara tidak kelihatan ya ada
- kelompok yang
- enggan menggunakan ini dan mereka
- kekuatannya besar ya. Ya. Ini kekuatan
- bayangan tapi sangat besar ya.
- Itu mereka-mereka yang menguasai
- ee mining
- penambangan logam.
- Tambang lukam itu kan di dunia ini
- dikasih ini beberapa keluarga saja.
- Iya. [tertawa]
- Anda sudah tahulah itu.
- Iya.
- Iya. Itu
- kira-kira. Jadi saya sangat mendukung
- suatu saat ini adalah
- menjadi mata uang di masa yang akan
- datang.
- Sementara itu, Umut Tia nih, Pak Ustaz
- ya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh,
- Pak Ustaz. dinar dirham yang saat ini
- ada
- dengan dinar dirham yang dulu itu sama
- atau tidak, Pak Ustaz?
- Bisa bisa diperbaharui atau bagaimana,
- Pak Ustaz? Nilainya juga sama atau
- bagaimana? Terima kasih.
- Pertanyaan jelimit sebetulnya artinya
- begini. Ee dirham pada zaman Nabi atau
- dinar pada zaman Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam
- Heeh. yang pada waktu itu dikeluarkan
- oleh Bizantium atau Romawi kemudian dian
- dikeluarkan oleh Sasani atau Persia.
- Heeh.
- Apakah sama dengan sekarang bobotnya
- gitu? Nah, dulu itu kan untuk dirham
- atau namanya dinar itu satu miskol ya.
- Heeh.
- Itu menggunakan satuan biji gandum
- sebetulnya. Ee berapa biji? 60 biji atau
- berapa ya? Satu miskol yang kalau
- dirunut oleh para ulama ini panjang
- sekali ceritanya ya.
- Iya.
- Kalau Anda punya buku ini apa namanya?
- Fikih zakah dr. Rizf Qordowi di ada dua
- jilid ya fikih zaka Dr. Yuf Alqardwi ini
- di halaman 252 sampai 250
- 260
- itu beliau membahas bagaimana
- ee menghubungkan dinar dan dirham
- sekarang satuannya atau besarannya
- dengan dirham dan dinar pada zaman
- Rasulullah itu jelas sekali.
- Heeh.
- Jadi rumit memang ya. Dan ternyata
- memang di Eropa
- yang dulu dikuasai Romawi itu ee setelah
- dicek ee dengan yang dikembangkan kaum
- muslimin sendiri ya itu selesihnya dikit
- apa dikit apa ya sedikit sekali sehingga
- boleh dikatakan negligible ya tidak ada
- bukti perbedaan
- yang akhirnya singkatnya itu adalah
- kalau dinar adalah 4,25 gram emas murni
- gitu dan diram adalah 1 kom berapa tadi
- nih
- saya lupa
- ini ada satuannya di
- jadi apa namanya
- ee
- di dalam buku ini dijelaskan gitu
- pokoknya yang di yang sekarang ada itu
- itu dengan dengan Nabi Muhammad pada
- zaman Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam tidak begitu berbeda ya hampir
- sama ya tentu saja kalau ee selisih 0
- kom sekian gram misalnya itu ditolerir
- karena ee semakin canggih kita melakukan
- ukuran pada masa sekarang semakin lebih
- presisi. Sedangkan pada zaman Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam itu atau pada
- zaman ee sebelum Islam itu tidak
- memiliki kepresisian seperti itu. Ya,
- ini ada di sini.
- Jadi hitung-hitungannya ada semua di
- halaman 259 ini dari bukunya Sukardowi.
- bagaimana ee satuan ee dinar pada zaman
- Rasulullah dengan dinar pada zaman
- sekarang sampai pada angka du ee 2 kom
- 4,25
- 42,5
- gram itu adalah dinar pada zaman
- dikeluarkan oleh Abdul Malik bin Marwan
- yang saya ceritakan tadi. Jadi itu di
- bisa di di dicek seperti itu. Kemudian
- dirham adalah 2,975
- gram berak ya. Ini aja
- dan dirham atau dinar pada zaman Abdul
- Malik bin Marwah sampai sekarang masih
- ada di museum dan itu kurang lebih sama
- dengan kalau satuannya sekarang troian
- di di di Inggris ya dengan dinar yang
- dulu dipakai oleh Romawi itu sama ya.
- Jadi kesimpulan kita adalah bahwa apa
- yang kita terima dari satuan dinar itu
- 4,25 gram. Kemudian direm ada direm
- adalah 2,975 gram perak. Ini sudah
- sesuai dengan apa yang dulu berlaku pada
- zaman Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Saya kira itu.
- Tapi untuk lebih untuk lebih memberikan
- informasi kalau Ibu atau yang bertanya
- tadi ee punya buku fikih zaka yang sudah
- diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
- oleh siapa ya? Tapi diterbitkan oleh
- Gema Insanipress bisa dicek ya nanti di
- halaman di jilid yang satu halaman kalau
- bahasa Arabnya ini halaman 259.
- Silakan.
- Jadi itu yang paling bisa saya katakan
- bagaimana kita hendak menghubungkan
- relevansi antara dinar dan diram pada
- zaman Rasulullah dengan dinar dan diran
- pada sekarang dari sisi bobotnya.
- Hm. Baik,
- selanjutnya kita ke Pak Adi. Pak Ustaz
- di Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Beberapa waktu yang lalu ketika dina dan
- dirham itu ramai, Pak Ustaz, ada satu
- berita dinar dirham dijadikan alan
- transaksasi di beberapa negara. seperti
- Aljazair, Bahrain, Irak, Yordania,
- Kuwait, Libya, bahkan Serbia yang negara
- Eropa menggunakan dinar dirham.
- Bagaimana itu, Pak Ustaz? Terima kasih.
- Ee kalau itu saya kurang tahu ya,
- kurang tahu saya untuk masalah itu ya.
- Ya, mungkin dilakukan transaksi ee di
- negara yang disebutkan tadi itu. Tapi ee
- partisipasinya adalah mereka yang
- sepakat ya. Ya, sepakat. Tapi kalau ada
- negara yang menggunakan mata uangnya
- sebut dinar, katakanlah itu Kuwait
- sekarang.
- Tapi Kuwait itu dinarnya tidak dinar
- pada zaman Nabi, bukan juga dinar dari
- emas gitu ya. He.
- Walaupun KU itu dinarnya tinggi, lebih
- tinggi daripada dolar Amerika.
- Heeh. Tapi tidak sama dengan dinar pada
- zaman ee atau dinar yang resmi. He.
- Begitu juga dirham kalau ee emirat ee ee
- apa uniham
- itu kalau dirupiahkan kan cuma 3.000
- sekian gitu.
- Heeh. Ya, jadi hanya formalitas saja,
- tetapi tidak hakikinya tidak dengan
- tidak sama dengan diram yang istilahi
- yang kalau kita cek itu 2,9 gram perak
- itu juga sebetulnya bisa Rp90.000 itu
- bisa beli ayam.
- Heeh.
- Tapi kalau dirham 5 roti ya beli roti
- satu lembar. [tertawa]
- Iya.
- Iya. Jadi mata uang negara tapi tidak
- namanya sama tetapi hakikatnya berbeda
- gitu. Heeh.
- Baik. Selanjutnya, Pak Ustaz ini tidak
- menyebutkan nama hamba Allah di Depok.
- Pak Ustaz, saya punya pengalaman hampir
- 10 tahun yang lalu pernah meminjam
- dipinjami dengan emas waktu itu 3 gram
- emas.
- Saya baru punya kesempatan untuk
- membayar lebih dari 8 tahun dengan harga
- yang berbeda. Kesepakatan awalnya sesuai
- dengan berat emas 3 gram. Tapi ketika
- berkembang harganya itu kan jadi mahal,
- Pak Ustaz. Diminta harga terkini. Itu
- bagaimana, Pak Ustaz? Jadi membebani
- saya. Tapi sudah selesai, Pak Ustaz.
- Oke, terima kasih. Jadi kalau ibu atau
- bapak ini
- tadi tidak menyebutkan namanya Allah
- pendengar ini
- berhutang kepada seseorang dan yang dia
- terima itu adalah emas 3 gram ya
- mudah-mudahan 24 karat ya katakanlah
- kita enggak bicara karatnya tapi bicara
- 3 gramnya ya oke
- anda mendapatkan 3 gram itu artinya Anda
- meminjam kepada teman
- dan dikasih pinjaman itu bentuknya emas
- 3 gram itu yang Anda terima.
- Maka kewajiban Anda adalah mengembalikan
- seperti itu ya.
- H
- mengembalikan 3 gram itu walaupun
- harganya sudah berubah.
- Ini kan ukuran waktu hampir 10 tahun
- lebih sudah lebih tinggi gitu ya.
- Dulu berapa itu mungkin
- 400 sekarang udah 800 900 ya
- sekarang 900?
- Iya dulu
- sudah dua kali lipat
- 10 tahun lalu ya 300-an. Iya. Jadi sudah
- dua kali lipat,
- tapi kewajiban Anda adalah
- mengembalikan 3 gram karena Anda
- pinjamnya 3 gram dan diberinya dalam
- bentuk emas.
- Hanya akad emas bukan angkat harga.
- Iya. Bukan bukan referensi pada harga.
- Yang diterima yang kita ya terima itu
- adalah emas 3 gram.
- Maka kewajiban kita mengembalikan
- seperti itu. Nah, terus persalan kedua
- adalah loh bagaimana sekarang harga
- sudah dua kali lipat duruh 400 sekarang
- 900 kali lipat lebih.
- Iya. Itu kan tidak adil bagi saya.
- Heeh.
- Kita tanya lagi, memang yang membuat
- harga mahal si yang memberi uang,
- memberi pinjaman kepada Anda kan bukan
- dia. Ya, yang enggak bersalah.
- Iya kan? Itu kejadian biasa. Nah, kalau
- ada konflik seperti ini antara terima
- dengan tidak terima,
- nego. Kita datang kepada ustaz.
- Hm.
- Atau kepada yang kita percaya, "Saya
- keberatan." Enggak masalah Anda
- mengatakan saya keberatan karena
- harganya itu tinggi sekali. negosiasi
- itu bisa ya?
- Iya.
- Nah, nanti kita musyawarahkan mufakat
- ya. Kalau memang si peminjam atau yang
- beri pinjaman kepada kita ini bisa
- menurunkan ya enggak apa-apa. Maka
- diturun enggak apa-apa ya se tapi dalam
- mazhab eh dalam ini dalam hal jika suatu
- barang harganya sangat tinggi ya.
- Heeh.
- Terutama dalam hutang-putih ini
- sehingga itu fah istilahnya sangat luar
- biasa ya. Heeh.
- Sangat keberatan kita karena uang kita
- menjadi sangat rendah dinilai. Kemudian
- kita harus dua kali membeli barang itu
- harganya sangat luar biasa mahalnya.
- Maka ini dinik kembali ya. Dinik kembali
- itu yang bisa. Tapi kalau kewajiban Anda
- tetap harus mengembalikan gitu
- sesuai itu tadi ya. Ini juga bisa
- terjadi dengan dinar Pak Ustaz
- bisa
- ya. Kalau misalkan 10 tahun saya
- minjamnya 2 dinar sekarang harus dibayar
- 2 dinar lagi juga bakal akan seperti
- itu.
- Iya. Makanya itu untuk yang seperti
- dinar dan dirham dalam hal untuk wasilah
- investasi
- hm
- itu sangat sangat mirip persis ya dengan
- gerakan harga logam mulia terutama emas
- ya.
- Mul kan bukan hanya mas emas dan perak
- ini ini naik terus meskipun ada beberapa
- tempo dia turun ya tapi ini sementara
- atau set pada umumnya long term begitu
- ya stabil lag
- cuman itu ustaz yang menentukan harga
- emas tuh ya itu baga [tertawa]
- emas ini kan langka gitu loh
- iya
- gak seperti minyak sawit gitu
- iya
- baik semoga terjawab sayang sekali ini
- kita sudah dibatasi oleh waktu Pak Ustaz
- ya. Iya. Ee sebagai penutup Pak Ustaz
- dari seluruh bahasan kita apa
- ya? Terima kasih Mas Sangga. Para
- pendengar Radio Rasil Radio Silaturrahim
- yang dirahmati Allah dan para pemirsa
- Rasul Visual ya. Kita sengaja me apa
- membahas kembali dinar dan dirham.
- meskipun sebenarnya sudah kita pernah ya
- beberapa kali kita jelaskan itu dalam
- serial-serial dulu-dulu bertahun-tahun
- yang lalu.
- He. Tapi karena beberapa kasus dan yang
- terjadi karena dinar dan dirham sehingga
- me apa namanya me
- membedat ya perhatian kita, menarik
- perhatian kita untuk kita klarifikasi
- kembali bagaimana sebenarnya dinar dan
- dirham dalam Islam itu.
- Kesimpulannya adalah bahwa dinar dan
- dirham itu sudah dipakai
- sebagai mata uang pada zaman sebelum
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- menjadi rasul.
- Jauh sebelum itu sudah di dalam
- masyarakat dipakai untuk pertukaran.
- Bahkan dalam Al-Qur'an sendiri ee itu
- ada warik ya dalam surat Alkahfi
- H
- ya itu kan ada
- ee Ashabul Kahfi ketika dia bangun
- kemudian mau beli makanan itu
- menggunakan warik ya.
- Iya
- ya. Warik itu mata uang dinar sebetul
- apa dirham sebenarnya dari dari Perak
- yang kemudian itu terlihat bahwa itu
- adalah mata uang yang kuno.
- Kemudian dalam surat Yusuf ya disebut
- dirham dan Nabi Yusuf itu dijual oleh
- saudaranya darohim
- makduda hanya beberapa dirham saja ya.
- Heeh.
- Sebanding dengan beberapa kambing saja
- itu.
- Iya. Nah, kalau Nabi Yusuf itu lebih
- lama lagi masanya sebelum Nabi Musa ya
- peradaban manusia sudah bisa membuat
- atau menjadikan ee mata uang perak
- sebagai medium of exchange.
- Kemudian dalam Al-Qur'an kafi juga itu
- ada yang bilang sebelum Masihi adalah
- selama Masihi. Tapi itu juga kuno sekali
- menunjukkan bahwa memang dari dulu
- manusia menggunakan itu menggunakan
- dirham dan dinar
- sebagai mata uang. Oleh karena itu, maka
- ketika zaman Rasulullah, dinar dari yang
- berlaku yaitu dari Romawi dan dari Parsi
- dibiarkan begitu saja. Sampai pada
- Khalifah Abu Bakar radhiallahu anhu juga
- dibiarkan begitu saja.
- Umar bin Khattab radhiallahu anhu
- menjadi khalifah juga dibiarkan begitu
- saja. Hanya ada editan sedikit ya. Dan
- kalau edit-edit itu banyak mulai dari ee
- Khalifah Umar bin Khattab radhiallahu
- anhu sampai kepada beberapa khilafah di
- Bani Umayyah. Yang terakhir adalah
- kemudian dirham dan dirham resmi menjadi
- mata uang yang ee dikeluarkan oleh
- khilafah khalifah Bani Umayyah itu pada
- zaman Abdul Malik bin Marwan bin Marwan.
- Abdul Malik bin Marwan tahun 76 Masehi
- eh Hijriah 76 Hijriah.
- Semenjak itu sampai dengan kekhilafan
- Turki Ismani mata uang adalah dinar dan
- dinam seperti itu. Setelah jatuh tahun
- 1918
- atau 24
- kean Turki maka berakhir pulalah rezim
- bimetalisme atau dinar dan Iran.
- sehingga seluruh muamalah kaum muslimin
- sekarang mulai dari masa itu sampai
- dengan hari ini
- difasilitasi dengan mata uang kertas
- yang kita sebut sebagai fight money atau
- mata uang fiat
- yang berlaku hingga sekarang.
- Maka banyak juga kalangan tertentu yang
- ingin mengembalikan
- dinar dan IRAM itu sebagai mata uang.
- Dan ini tidak bisa dibenung karena
- mereka melihat keunggulan daripada dinar
- dan iram he
- lebih stabil
- atau sepanjang waktu dia stabil dari
- zaman dul sekarang. Sehingga fungsi
- currency yang itu harus menjaga
- stabilitas nilai mata uang bisa ter ee
- terpenuhi jika ini dipakai.
- Iya. Saya kira itu dan mudah-mudahan
- bermanfaat bagi ee saudara-saudara
- sekalian pendengar dan pemirsa. Kalau
- ada kesalahan itu dari saya, kalau ada
- kebaikan dari Allah Subhanahu wa taala.
- Akhirnya saya tutup. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah demikianlah ikwan akhwat
- yang dirahmati Allah kajian ekonomi
- Islam kita di kesempatan kali ini
- bersama Ustaz Yohan Basri. Semoga apa
- yang beliau sampaikan bermanfaat bagi
- kita semua. Terima kasih telah bersama
- kami Yan Ahot. Kami undur diri. Mohon
- maaf atas segala kesalahan kata. Billahi
- taufik wal hidayah. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.