Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:18 Bismillah alhamdulillah washolatu 1:20 wassalam ala Rasulillah wa ala alihi wa 1:22 sahbihi wa mawalah. Assalamualaikum 1:24 warahmatullahi wabarakatuh ikhwan akhwat 1:25 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:27 Apa kabar? Selamat pagi, selamat 1:29 berakhir pekan. Dan selamat datang di 1:31 acara kajian tasawuf bersama al fakir 1:33 Rizal Kaf. Ada Andi kameramen dan juga 1:36 Mas Fajar di meja operator. 1:38 Alhamdulillah. 1:39 Pagi ini kita kembali berjumpa live bisa 1:43 bertemu langsung ikhwan akhwat. Terima 1:45 kasih banyak, senang sekali. Dan 1:47 alhamdulillah sudah membersamai kita 1:49 guru kita semua Habib Ahmad Mushtafa bin 1:52 Syahab. Assalamualaikum Habib. 1:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:55 wabarakatuh. Ya Allah, apa kabar Habib? 1:56 sehat? Sehat alhamdulillah afiat. 1:59 Setelah closing apa kitab kemarin apa 2:03 Mahiyat Tasawuf penutupan Mahiyat 2:05 Tasawuf kemarin masya Allah, benar apa 2:08 antimo 2:09 ikhwan akhwat senang banget bisa ketemu 2:12 duduk sama Habib masya Allah, 2:14 mudah-mudahan bisa duduk lagi minggu 2:15 depan Habib ya, insya Allah di Masjid 2:17 Silaturahim insya Allah jam 06.00 insya 2:19 Allah 2:20 insya Allah jam 06.00 atau ya at least 2:23 jam 06.30 kita sudah insya Allah sudah 2:25 mulai kajian sama Habib Musyabab, nah 2:28 ikhwan akhwat karena kemarin kitabnya 2:30 sudah khatam, sudah selesai Mahiyatut 2:32 Tasawuf, kali ini kita mulai kitab baru 2:35 kitab yang berjudul Mabidayatul Hidayah 2:40 atau yang diartikan 2:42 mulainya 2:44 permulaan 2:46 daripada hidayah yang datang dari Allah 2:48 subhanahu wa taala karya Imam Ghazali, 2:52 masya Allah, Habib kenapa Habib eh 2:54 memberikan eh memilih kitab ini sebagai 2:58 daras kita 3:00 Habib setiap minggu 3:02 Memang luar biasa Habib ya, memang 3:04 namanya pas banget kan hidayah untuk 3:07 permulaan Naam Bidayatul Hidayah, 3:09 permulaan untuk mendapatkan petunjuk 3:11 dari Allah taala, jalan untuk 3:13 mendapatkan petunjuk dan memang kitab 3:15 ini kitab yang sangat relevan untuk eh 3:18 dikaji untuk memahami tasawuf yang amali 3:22 bahkan tasawuf yang falsafi 3:24 nah setelah kita ketahui 3:26 hakikat daripada tasawuf itu daripada 3:27 kitab Mahiyatut Tasawuf definisinya dan 3:30 dan tanda-tanda orang yang bertasawuf, 3:32 mari kita merauhi jalan mereka nah 3:35 mulainya dari mana? Dari ini, dari 3:37 bidayah, dari permulaannya hakikat 3:40 memang di sana juga gitu Habib ya, kalau 3:41 di sana 3:42 eh kitab Bidayatul Hidayah itu diajarin 3:44 sebelum baca kitab yang lain, nomor satu 3:45 Bidayatul Hidayah dulu Ah 3:47 biasanya kalau di sana dihafal in Eh 3:49 iya, diajarin, disuruh ngafal dan 3:51 diamalin. 3:52 Bahkan kalau adatnya orang-orang 3:55 Hadramaut sana, 3:56 Iya. sampai sekarang sih sebagian tapi, 3:58 ee ee mereka tidak kasih izin untuk 4:01 pakai imamah kecuali kalau sudah baca, 4:03 hafal, dan mengamalkan kitab Bidayatul 4:05 Hidayah. 4:05 Bidayatul Hidayah wajib wajib wajib. 4:08 Masya Allah. 4:09 Tapi memang di sana sih yang yang 4:10 bacanya anak-anak kecil. 4:12 Iya. Pas kita lihat, "Wah, ini masya 4:14 Allah anak kecil sudah sudah pada hafal 4:16 Bidayatul Hidayah, setelah hafal Qur'an, 4:18 ba'da kita hafal juga ee hadis beberapa 4:21 hadis, sambil mereka menghafalkan Diwan 4:23 Al-Haddad, dan mereka menghafalkan 4:25 Bidayatul Hidayah." Oh, wajib masya 4:27 Allah. 4:28 Heeh. Nah, sebagaimana Ikhwan wal 4:30 Akhwat, apa namanya buku itu kalau 4:32 ibarat kata kalau kata 4:35 ee sastrawan-sastrawan itu jendela ilmu. 4:38 Wih, masya Allah. 4:40 Jendela ilmu. Heeh. Nah, tapi jendelanya 4:43 siapa dulu? Allahu Akbar. Kalau jendela 4:46 rumah orang-orang yang di pinggir kali 4:48 yang kelihatan ya kali. Heeh. 4:50 Kalau jendela orang yang rumahnya di 4:52 pinggir sungai yang kelihatan sungai. 4:54 Keren. Nih, kali sama sungai sama aja 4:56 ya. 4:57 Kalau jendela orang yang di pinggir kota 4:59 yang kelihatan kota, kalau jendela orang 5:00 yang di pinggir gunung ya yang kelihatan 5:03 gunung. Nah, untuk tahu siapa pemilik 5:06 jendelanya, Imam Ghazali, 5:09 ee hari ini insya Allah kita akan 5:11 mengkaji dulu siapa itu Imam Ghazali 5:15 bersama Habib Mustofa ya. Ee biografi 5:17 beliau ya Habib ya. Kemudian karya-karya 5:20 beliau dan apa namanya kontri kontribusi 5:23 beliau di dalam 5:25 ilmu agama, masya Allah. Kita akan 5:28 pelajari insya Allah dan bagi Ikhwan wal 5:30 Akhwat yang ingin bertanya silakan boleh 5:32 kirimkan pertanyaan Anda nanti di 5:35 08111999720 5:39 atau mau telepon juga bisa di 5:41 0218451512. 5:45 Tapi sebelumnya kita dengarkan dulu 5:46 cerita dan penjabaran dan tentang 5:50 bagaimana Imam Ghazali dari Habib Ahmad 5:52 Musyawwa bin Syihab. Silakan, Habib. 5:54 Baik, masyaallah Habib. Jazakumullah 5:55 khair. Bismillahirrahmanirrahim. 5:57 Alhamdulillah rabbil alamin. Allahumma 5:58 shalli wa sallim 5:59 ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa 6:01 shahbihi ajma'in. 6:03 Insyaallah ikhwan, hari ini kita akan 6:05 mulai mengkaji kitab eh Bidayatul 6:07 Hidayah karangan Al Imam Abi Hamid 6:09 Muhammad 6:11 bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali At 6:13 Tusi rahimahullah ta'ala wa qaddasa wa 6:16 quddisa sirrah. 6:17 Eh selayaknya sebelum kita memasuki atau 6:21 merauhi samudra kitab yang luar biasa 6:23 ini hendaknya kita me mengetahui sedikit 6:26 daripada biografi pengarang kitab. 6:28 Karena memang eh salah satu untuk kita 6:31 bisa menjalin hubungan dengan seorang 6:34 eh yang baik, orang saleh adalah dengan 6:36 membaca kitabnya. Wahai kita. Nah, 6:39 makanya dulu kalau orang-orang salihin 6:40 mereka baca kitab-kitab para aulia dan 6:42 salihin, semoga mereka mendapatkan 6:45 wasyafa'at daripada mereka dan juga 6:47 mendapatkan hubungan erat di dunia dan 6:49 di akhirat. Jadi kitab itu adalah sarana 6:52 untuk kau engkau bisa menjalin hubungan 6:54 dengan pengarang kitab. Wahai kita. 6:57 Ya, dikatakan dalam perihal library, 6:59 maktabah, ya kan? 6:59 Heeh, heeh. Kalau ente mau duduk sama 7:01 Imam Nawawi, sama Imam Ghazali, Imam 7:03 Syafi'i, semua ada kok. Pernah 7:04 nongkrong. Di mana itu? Di perpustakaan 7:06 tuh. 7:07 Hahaha. 7:09 Nongkrongnya di sana. Mau nongkrong 7:11 ngobrol lama ya, baca kitabnya. 7:12 Baca kitabnya. Betul, Habib. 7:15 Memang luar biasa kitab itu 7:17 luar biasa ya. 7:18 Dan eh makanya hendaknya kita me 7:21 mengenal ya, mengenal paling tidak nama 7:23 atau sedikit sekelumit biografi dari 7:25 sosok yang kita baca kitabnya itu. Wahai 7:27 kita, ikhwan. 7:28 Nah, eh sosok yang di hadapan kita ini 7:30 adalah 7:31 imam yang sangatlah agung, yang tenar 7:34 namanya bukan hanya di kalangan kaum 7:36 muslimin. Di kalangan non muslim pun 7:39 tenar kitabnya. Eh nama beliau ya. dan 7:42 beliau berjasa besar 7:44 atas eee 7:46 Islam dan juga atas muslimin. 7:49 Bukan cuma itu saja, berjasa besar 7:52 atas sains atau keilmuan 7:54 dan terutama falsafat wa hakaza di 7:57 zamannya dan setelah zamannya wa hakaza 7:59 ikhwan. 8:00 Dan makanya eee, julukan beliau di 8:03 kalangan orang-orang non muslim adalah 8:05 filosofnya Islam ya, falsaf, ahli 8:08 falsafat dalam 8:09 eee, karangan mus, dari kalangan 8:11 muslimin. 8:12 Kita akan bahas eee, biografi beliau ini 8:15 dari semenjak beliau lahir, lalu 8:16 bagaimana beliau bisa mendapatkan 8:18 martabat atau manggaba yang adzim itu. 8:20 Lalu beliau melewati lika-liku kehidupan 8:22 yang sangat luar biasa. 8:24 Eee, dan semua ini beliau ceritakan 8:26 Habib sebenarnya. Beliau ngarang kitab 8:28 namanya Al Munqidz Minad Dhalal. He Itu 8:30 luar biasa, beliau ceritakan di situ 8:32 lika-liku kehidupan beliau. Eee, dari 8:34 belajar, mengajar, sampai beliau khalwat 8:37 meninggalkan semuanya, habis itu kembali 8:39 lagi. Eee, dan 8:41 dan sampai akhir hayat beliau, luar 8:43 biasa kitab Al Munqidz Minad Dhalal. 8:45 Diawali kisah beliau ini ikhwan, beliau 8:47 lahir pada tahun 450 ya, 450 Hijriah. 8:52 Dan beliau wafat di tahun 505. 8:55 Nah, jadi umurnya itu cuma 55 tahun. Wa 8:58 hakaza, tapi umur yang singkat itu 9:00 sangat barokah, luar biasa. 9:02 Meninggalkan apa namanya karya-karya 9:05 tulis yang adzim, yang agung, yang 9:07 menjadi rujukan bagi generasi-generasi 9:10 setelah beliau. 9:11 Seperti kalau kita lihat eee, Imam 9:12 Nawawi contohnya, Imam Nawawi enggak 9:14 lama hidup, 45 malahan kalau Imam 9:16 Nawawi. Tapi karya beliau itu sangatlah 9:18 manfaat untuk kita sampai sekarang wa 9:20 hakaza. Nah, makanya 9:21 kadang-kadang umur yang singkat itu 9:23 mempunyai keberkahan yang luar biasa 9:25 indahnya wa hakaza. 9:27 Tapi ada juga umur yang panjang tapi tak 9:29 ada berkahnya. Wa hakaza, semoga Allah 9:31 Ta'ala jadikan umur kita umur yang 9:32 barokah insya Allah ikhwan. 9:34 Allah barokah. Nah, beliau lahir eee, di 9:36 area namanya Tus. 9:38 Di kota Tus, wa ha ka da. Sekarang masuk 9:40 dalam wilayahnya Uni Soviet Rusia. 9:43 Wa ha ka da. Beliau lahir di sana. 9:45 Dan beliau ini punya saudara namanya 9:47 Ahmad. Nah, beliau ini namanya Muhammad. 9:48 Yang Ghazali namanya Muhammad. 9:50 Saudaranya namanya Ahmad. 9:52 Muhammad dan Ahmad ini anak daripada 9:54 seorang ayah yang bernama Muhammad juga. 9:57 Ayahnya itu punya ayah namanya Muhammad 9:59 lagi. Jadi tiga serangkai. Jadi yang 10:01 Ghazali itu Muhammad bin Muhammad bin 10:03 Muhammad gitu. 10:04 Ayah daripada datuknya baru namanya 10:06 Ahmad. Jadi Muhammad tiga kali baru 10:08 Ahmad. Muhammad bin Muhammad bin 10:10 Muhammad bin Ahmad Al Ghazali. 10:12 Kalimat Al Ghazali 10:14 apa namanya 10:16 bisa diambil daripada kalimat ee apa 10:18 namanya Al Ghazal karena ayahnya itu 10:21 emang tukang jahit, tukang tenun, tukang 10:23 bordir nih. Ghazal dalam bahasa Arab ini 10:25 bordir namanya Ghazal. 10:26 Wa ha ka da. Bisa dikatakan dari itu dan 10:28 juga bisa diambil daripada nama daerah 10:29 dibilang gitu, daerah di kota Tus. 10:32 Memang ayahnya beliau ini adalah orang 10:34 yang saleh. Orang yang baik. Tapi ulama 10:37 bukan. Bukan dari kalangan ulama. 10:39 Tapi ayah beliau itu ya sangat sederhana 10:42 orangnya ee 10:44 cinta sama ulama tapi ayahnya itu. 10:46 Nah, sering hadir majelis-majelis ulama. 10:49 Dan setiap beliau hadir ke 10:51 majelis-majelis ulama dia berdoa di 10:53 akhir majelis. Ya Allah jadikanlah 10:54 anak-anakku alim seperti orang ini. 10:57 Begitu. Jadi beliau hadir di majelis 11:00 ahli tafsir itu doanya. Beliau hadir di 11:02 majelisnya ahli fikih itu juga doanya. 11:04 Maka Allah Ta'ala kabulkan doa itu. Maka 11:07 keluarlah darinya dua anak yang ahli 11:10 dalam segala bidang. 11:12 Wa ha ka da. Bukan cuma bidang tasawuf 11:13 saja. Semua dari fikihnya, dari segi 11:16 filsafatnya, ilmu dunianya pun masya 11:19 Allah ahli. Nah, kalau saudara beliau 11:21 Ahmad itu terkenal dengan ilmu fikihnya. 11:23 Yang Ghazali juga luar biasa. Terkenal 11:25 dengan semua ilmu kalau yang Ghazali 11:26 sih. Ini semua berkat daripada doa 11:28 ayahnya. Makanya dibilang kalau kita 11:30 cinta sama kaum salihin ee dekat dengan 11:33 mereka pasti Allah akan 11:35 apa namanya tularkan kebaikan itu ke 11:37 kita atau ke anak-anak kita paling tidak 11:40 begitu 11:41 pernah juga ayahnya berkata 11:43 kepada Muhammad dan Ahmad ini anaknya, 11:46 sungguh aku akan 11:48 menggobok apa yang telah lewat daripada 11:51 umurku lewat tanpa ilmu aku akan 11:53 menggodoknya pada kalian pada Muhammad 11:55 dan Ahmad ini wahakada 11:57 juga jadi dari kecil Imam Ghazali itu 11:59 dididik sama ayahnya untuk sering hadir 12:01 majelis-majelis ilmu nah tapi apa 12:03 ayahnya ini wafat 12:05 ketika ayahnya wafat akhirnya Imam 12:07 Ghazali sama saudaranya itu dititipkan 12:09 ke temannya 12:11 nah ini cerita pertama 12:13 apa namanya beliau apa namanya 12:17 adventure dalam dalam apa namanya dalam 12:21 belajar dalam ilmu dari teman ayahnya 12:23 ini ceritanya oh temannya ayahnya 12:24 orang-orang yang sholeh berpetualang 12:27 mulailah petualangan beliau dalam ilmu 12:29 dari teman ayahnya 12:31 jadi ayahnya pas wafat kasih wasiat 12:33 semua harta yang beliau tinggalkan 12:35 dikasih ke temannya ini 12:38 ini buat nafkah anak-anaknya untuk 12:40 sekolah untuk belajar nah itu dan 12:43 alhamdulillah teman abahnya itu orangnya 12:44 amanah 12:45 untungnya amanah 12:48 bukan cuma amanah dia juga ulama 12:49 sebenarnya 12:51 dan inilah sosok pertama yang menjadi 12:53 guru Imam Ghazali setelah ayahnya ya 12:55 wahakada dididik Imam Ghazali sama 12:57 temannya ini sama teman ayahnya 12:59 dan juga teman ayahnya lah yang 13:00 menyekolahkan Imam Ghazali ke madrasah 13:02 sono sini 13:03 ketemu dengan ulama ini kalau setiap 13:06 orangnya setiap teman ayahnya itu 13:07 berkunjung ke teman-temannya daripada 13:09 ulama dibawanya nih 13:11 Imam Ghazali sama saudaranya itu 13:13 kemana-mana dari itu Imam Ghazali dekat 13:15 sama para aulia dan ulama wahakada 13:18 nah 13:18 sampai apa yang terjadi sampai habis 13:21 nafkah yang ditinggalkan oleh ayahnya 13:23 sebagai warisan itu tapi tetap teman 13:26 dari ayahnya itu dari dari dirinya 13:28 pribadi akhirnya. Wakar. 13:30 Dan memang dari kecil Imam Ghazali 13:31 terkenal dengan 13:32 kejeniusannya. Pintar luar biasa. Makin 13:35 demen nih temannya abahnya itu. Wah, ini 13:36 luar biasa ini. Aset luar biasa bagus. 13:39 Akhirnya beliau dimasukkan ke 13:40 madrasah-madrasah ternama 13:43 di masa-masa itu. 13:44 Dan 13:45 ketika beliau sudah menjadi remaja, 13:48 sudah belasan umurnya, beliau pergi ke 13:50 Naisabur wakar menimba ilmu di sana. Dan 13:53 lebih tua lagi akhirnya beliau pindah ke 13:56 Al-Haramain Asy-Syarifain 13:58 dan berguru kepada seorang ulama besar 14:00 namanya Abil Ma'ali Abdul Malik 14:02 Al-Juwaini, Imamul Haramain julukannya. 14:05 Nah, ini menjadi guru favorit beliau. 14:09 Yang dengan beliaulah tercetak Imam 14:10 Ghazali. Dan beliau sangat banyak 14:13 menukil apa namanya perkataan gurunya 14:15 ini, Imam Al-Haramain. Imam Al-Haramain 14:17 luar biasa Habib, jasanya besar. 14:19 Dalam segala ilmu, terutama dalam fikih 14:21 dan ilmu tauhid. Imam Al-Haramain 14:25 wakar mengarang kitab 14:28 Nihayatul Muthlab. Nihayatul Muthlab ini 14:30 adalah ringkasan daripada semua 14:33 kitab-kitab mazhab Syafii yang sebelum 14:35 beliau. Itu beliau karang. Sekarang sih 14:37 tercetak 27 jilid. Itu Nihayatul 14:39 Muthlab. Yang nantinya entar muridnya 14:41 ini Imam Ghazali meringkas kitab itu. 14:43 Semua kitab mazhab Syafii pasti merujuk 14:46 ke ke situ. Sebelum ke kitab-kitab yang 14:48 dulu-dulu Al-Umm yang lain itu. Itu 14:51 diringkas sama beliau rapi di Nihayatul 14:54 Muthlab. Wakar. Dan diringkas lagi oleh 14:56 Imam Ghazali. Imam Ghazali. Dalam kitab 14:58 Nah, itu apa? Imam Ghazali nantinya 15:00 entar meringkas kitab Nihayatul Muthlab 15:02 itu. Pertama beliau ringkas dalam kitab 15:04 namanya Al-Basith. Gede lumayan. 15:07 Tapi beliau ringkas lagi menjadi Wasith. 15:10 Kemudian beliau ringkas lagi menjadi 15:11 Wajiz. Nah, ketiga ini Wajiz. Ada yang 15:14 riwayat bilang bilang beliau ringkas 15:15 lagi kitab Wajiz menjadi kitab Khulasah. 15:18 Ada yang bilang enggak Khulasah itu sama 15:19 dengan Wajiz. Ala kulli hal. Nah, 15:21 baikpun Khulasah atau wajiz, itulah yang 15:23 diringkas akhirnya oleh Imam Ar-Rafi'i 15:25 dalam kitab namanya Muharrar. 15:28 Nah, kitab Muharrar itulah yang menjadi 15:30 ee diringkas oleh Imam Nawawi dalam 15:31 kitabnya Minhajut Thalibin. Ajib. 15:34 Nah, ini ceritanya Minhajut Minhajut 15:35 Thalibin itu ringkasan berarti. Oh, jauh 15:37 banget ringkasan dari ringkasan dari 15:38 ringkasan. Itu aja kita udah puyeng 15:40 bacanya ya, Minhajut Masya Allah, 15:42 Minhajut Thalibin. 15:43 Jadi kan kitab Minhajut Thalibin itu 15:44 kitab patokan utama dalam mazhab 15:46 Syafi'iyah. 15:47 Kalau di Indonesia biasanya di 15:48 pondok-pondok mereka baca syarahnya, 15:50 Bib, syarah Mahalli. Eee. Nah, kalau 15:52 kita bilang Minhajut Thalibin, yang mana 15:53 itu? Kalau bilang syarah Mahalli, oh 15:55 pada kenal semua, pondok-pondok 15:56 Indonesia. Tapi kalau di Hadramaut dan 15:58 di Mesir dan di sana, matannya yang di 16:00 iniin. Minhajut Thalibin. 16:02 Itu lubuk dan inti sari daripada mazhab 16:04 Syafi'i. Semua ini berkat Imam Haramain 16:06 yang pertama kali menggagas untuk 16:07 meringkas semua. Wa ha kadza. 16:09 Juga dalam ilmu tauhid, Imamul Haramain 16:11 punya banyak daripada karangan-karangan 16:13 yang juga Imam Ghazali meringkasnya. Di 16:15 antara kitab Imam Ghazali yang beliau 16:17 karang dalam ilmu tauhid yang ringkasan 16:19 daripada kitab gurunya itu, apa namanya? 16:21 Kitab Imam Ghazali namanya Al-Iqtisad. 16:23 Al-Iqtisad fil I'tiqad. Wa ha kadza. 16:26 Ala kulli hal. 16:27 Imamul Haramain mencetak Imam Ghazali 16:29 sehingga menjadi seorang yang alim, Bib. 16:31 Itu beliau lama loh dengan Imamul 16:33 Haramain. 16:34 Sampai umur beliau 28 tahun lebih. Jadi 16:37 30 tahun itu masih dalam status belajar, 16:39 Imam Ghazali itu. 16:40 Belum menjadi guru besar. 16:42 Rujukan. Walaupun jenius dan sosok yang 16:44 masya Allah luar biasa, tapi statusnya 16:46 masih belajar umur 28 tahun itu. 16:49 Nah, 16:50 sampai-sampai terjadi perdebatan antara 16:51 beliau dan gurunya. 16:53 Ada beda pendapatlah gitu. 16:55 Benar, ya sudah akhirnya 16:57 yang akhirnya yang yang menang Imam 16:58 Ghazali. 16:59 Ajib. Ajib, muridnya yang menang ini. 17:01 Dan diakui oleh gurunya. 17:03 Apa namanya? Eee ketika ditanya Imam 17:05 Ghazali, "Bagaimana engkau mendapatkan 17:07 Imamul Haramain? Masya Allah, ente 17:08 menang nih dalam dalam perdebatan ini." 17:10 Enggak, aku mendapatkannya bagaikan eee 17:13 samudra yang tiada ujungnya. Hanya saja 17:15 Allah menolongku. 17:16 tadi. 17:18 Nah, 17:19 habis itu ditanya Imam Haramain, 17:20 "Bagaimana engkau mendapatkan murid Imam 17:22 Ghazali yang engkau barusan kalah 17:23 darinya?" "Enggak, aku mendapatkannya 17:25 tuai labil ilim. 17:27 Aku mendapatkannya seorang pelajar, 17:29 namun Allah menolongnya." 17:33 Haji, juga dalam perihal yang lain Imam 17:35 Haramain pernah ngasih 17:37 statement yang luar biasa, "Al-Ghazali 17:39 ini adalah ayat tanda kebesaran Allah 17:41 taala dalam suatu ilmu wa akat. Dan dia 17:43 mendapatkan ini bukan karena hanya modal 17:46 jeniusnya, tapi benar-benar beliau 17:48 semangat dalam belajar." 17:49 Itu nukilan daripada Imam Haramain 17:51 terhadap Imam Al-Ghazali. Yang akhirnya 17:53 masyaallah Bib, beliau menjadi luar 17:54 biasa, sosok yang tenar habis itu Imam 17:56 Al-Ghazali. 17:57 Nah, habis itu yang terjadi beliau 17:59 akhirnya 18:00 eh kembali ke daerahnya. Dan ketemu 18:02 dengan seorang apa eh apa namanya 18:05 seorang eh raja 18:08 Nizamuddin 18:09 As-Saljuqi. Itu kan masa-masa Saljuqiyah 18:12 itu. 18:13 Apa namanya? Dan menggagas kita buat 18:16 madrasah yang besar yang menjadi 18:19 eh rujukan untuk orang-orang yang 18:20 jenius, pintar belajar di sini. Maka 18:22 dibangunlah namanya Nizamiyah, 18:24 An-Nizamiyah. Hmm. Itu madrasah yang 18:26 ternama di masa-masa itu. Itu yang yang 18:28 namanya Nizamuddin atau dalam cerita ini 18:30 Nizamuddaulah. 18:32 Nah, 18:33 dan Imam Al-Ghazali menjadi kepala 18:34 sekolah di situ. 18:35 Masih ada sampai sekarang Bib? Kayaknya 18:36 udah enggak ada lagi. Udah enggak ada. 18:38 Yang di pekarangan enggak terawat 18:39 lihatnya. 18:41 Ya Allah Bib. Di rumah Habib. 18:43 An-Nizamiyah. 18:44 Masyaallah Habib. 18:45 Iya. Eh itu lain lagi An-Nizamiyah ya 18:46 betul. 18:48 Njiplak dari itu sih ceritanya. 18:51 Masyaallah Habib. Nah, An-Nizamiyah itu 18:53 Bib, itu menjadi kiblat pusaranya eh 18:56 keilmuan di masa itu. Ini kan masa-masa 18:58 kejayaan Islam itu. Jadi orang-orang 19:00 kafir pun, orang-orang Eropa sana 19:02 memandang muslimin tuh uh 19:04 masa-masa kejayaan Baghdad itu. 19:06 Iya kan? 19:08 Ala kulli hal, eh terbangunlah eh 19:10 madrasah Nizamiyah dan Imam Al-Ghazali 19:12 menjadi kepala sekolahnya. Dan di situ 19:14 beliau banyak ngarang-ngarang kitab. 19:16 Dalam falsafah, dalam mantik, dalam ilmu 19:19 fiqih atau juga dalam ilmu ushul fiqih. 19:21 Oh iya, kita lupa tadi. 19:22 Imam Ghazali juga sangat berjasa ikhwan 19:24 ya dalam perihal ilmu ushul fiqih dalam 19:25 kitabnya yang bernama Al-Mustashfa. 19:28 Al-Mustashfa Al-Mustashfa fi ilmil 19:30 ushul. 19:30 Dan juga beliau sangat berjasa dalam 19:32 ilmu logik, ilmu logika, ilmu mantik. 19:35 Ah beliaulah yang berkata dalam 19:37 Muqaddimah Mustashfa barang siapa yang 19:40 tidak mahir ya dalam mantik, dalam ilmu 19:44 logik, maka tidak bisa dipercaya 19:46 ilmunya. Ehm. Ajib. Falah bihi. Walaupun 19:49 ini orang ahli fiqih, walaupun ahli 19:50 hadis, selagi dia enggak punya mantik 19:52 ngeri ya nih. Kita ngeri keilmuannya. 19:54 Kok bisa? Karena dia enggak bisa enggak 19:56 punya timbangan untuk menimbang 19:58 apa namanya informasi yang benar atau 19:59 salah. 20:00 Betul. 20:01 Karena mantik itu dalam dalam akal 20:04 bagaikan nahwu untuk lisan. Lisan ya. 20:07 Ehm. Ehm. Kalau mantik lil janani 20:08 nisbatuka nahwi lilsani fayaksimul afkar 20:11 an ghoyil khoto wa an daqiqil fahmi 20:13 yakshiful ghito. Sebagaimana nahwu itu 20:15 apa 20:17 menjaga lisan kita dari salah baca Ehm. 20:19 juga mantik menjaga pemikiran kita dari 20:21 salah pola pikir. Bedanya apa orang sama 20:24 komputer atau mesin fotokopi kalau 20:26 enggak pakai akal dan otak? 20:28 Masya Allah antum. Sama-sama dihafal ya. 20:31 Benar-benar. Keren-keren Habib, benar. 20:33 Jadi dia bisa mengolahnya dengan akal 20:34 ya. Betul, dengan akal. Nah mantik itu 20:36 penting. Walaupun ceritanya mantik itu 20:38 kan ehm 20:40 mantik yang yang yang dipakai oleh Imam 20:41 Ghazali, walaupun beliau mengomentari 20:43 dan juga yang di masa-masa itu mantiknya 20:46 Aristoteles, Aristot Aristot Aristot 20:48 Aristoteles. 20:49 Aristoteles. Aristoteles wa haza. Ehm. 20:51 Ehm yang yang yang banyak ceritanya lah 20:55 di masa Yunani kuno ya kalau bahasa 20:56 ininya. 20:56 Itu zamannya Imam Ghazali waktu itu. Oh 20:58 enggak, itu sebelum Masehi malah. 21:01 Sebelum Masehi malahan. Tapi itu populer 21:03 lagi. Nah, apa yang terjadi Bib? Begini. 21:05 Di masa-masa ehm Abi Ja'far Al Mansur, 21:08 salah seorang daripada khilafah 21:09 Abbasiyah, ada yang bilang sebelumnya 21:11 ada yang bilang setelahnya, tapi beliau 21:12 yang sosok yang ma'ruf. 21:14 Itu kan wilayah Islam luas luas luas, 21:16 sampai-sampai wilayah Islam masuk ke 21:17 Yunani dan menguasai Yunani sempat 21:19 muslimin itu sempat di Yunani itu sempat 21:20 menjadi daerah muslimin syuf. 21:23 Wa ha ka da, sampai dekat Perancis. 21:26 Sampai. 21:27 Wa ha ka da. 21:27 Nah, apa yang terjadi ketika muslimin 21:29 masuk ke wilayah Yunani, maka 21:31 diperintahkanlah para ulama yang mahir 21:33 bahasa mereka untuk menterjemahkan 21:35 kitab-kitab mereka ke bahasa ke bahasa 21:37 Arab. Karena itu masa-masa hausnya 21:39 ee apa namanya ee ilmu dalam budaya 21:42 Islam itu kan, budaya Baghdad yang luar 21:43 biasa. 21:45 Diterjemahkan, ada tiga orang sosok yang 21:47 menterjemahkan itu. 21:49 Akhirnya, nah itu kapan terjadi pada 21:51 abad ketiga Hijriah Bib. Ehm. Semenjak 21:53 itulah akhirnya ilmu mantik masuk ke 21:55 dalam ilmu syariat. 21:57 Diwarnai, bahkan nahwu diwarnai oleh 21:59 mantik. Kalau kita baca kitab 22:01 Gatrunnada, enggak enggak bisa mantik ya 22:03 puyang kita, ini kok nahwu kok 22:05 mantik-mantikan, justru ini yang ajaib. 22:07 Iya iya. Wa ha ka da, balaghoh apa lagi. 22:11 As-Sakkaki dan lain sebagainya, 22:12 Al-Miftah itu. 22:13 Penuh dengan mantik, walaupun sebagian 22:15 memprotes. Tapi Imam Ghazali diantara 22:17 orang-orang yang sangat mendukung. 22:19 Dan membela. 22:20 Wa ha ka da. 22:21 Ada seorang apa namanya ee Al-Farabi. 22:25 Ee kalau dalam 22:26 ilmu mantik kan kalau mahaguru kalau 22:28 bahasa mereka, mahaguru pertama itu 22:29 Aristoteles. 22:30 Mahaguru kedua ini, Abu Nashr Muhammad 22:33 Al-Farabi. 22:35 Awwalu man allafahu ee fil apa fil kufri 22:38 qabla mab'ats tsumma ta fil Islam, 22:40 tsumma ta fil Islam li Al-Farabi. 22:42 Tsumma ta fil Islam li Al-Farabi, hakim 22:44 al-Atraki akhir al-Ighrabi, nah dalam 22:46 Zawaji Sullam itu. 22:48 Nah. 22:48 Apa yang terjadi Bib, ee Imam Ghazali 22:50 salah satu orang-orang yang sangat 22:52 menjunjung tinggi perihal mantik itu, 22:54 beliau mengarang tiga kitab dalam ilmu 22:57 mantik. 22:58 Mi'yarul Ilm, juga Al-Qistas 23:01 Al-Mustaqim. 23:02 Wa ha ka da, juga Mahakun Nazar. Tiga, 23:04 tiga kitab yang beliau karang dalam ilmu 23:06 mantik. Ala kulli hal. 23:07 Tayib, mulai beliau karang dalam ilmu 23:09 ini, ilmu itu dan beliau menjadi rujukan 23:11 utama di masa itu 23:13 Imam Suyuti bilang. Eee, wa fi kaunihim 23:16 mujaddidil qarnil khamis la taradduda 23:18 fihi. 23:19 Penobatan beliau sebagai mujaddid di 23:22 abad kelima itu tak ada keraguan lagi. 23:24 Hmm, semua sepakat bahwasanya mujaddid 23:26 kan setiap 100 tahun ada mujaddid ya, 23:27 ada hadisnya itu kan. 23:28 Iya. 23:29 Eee, di abad 23:30 Kelima siapa? Semua sepakat, Imam 23:31 Ghazali yang menjadi mujaddidnya. 23:32 Anjii. Heeh, na'am. Pembaharu, pembaharu 23:35 segalanya keilmuan. 23:36 Apa yang terjadi? Begini Habib. 23:39 Ini kan beliau ini ceritanya bukan sosok 23:40 tasawuf, enggak jauh dari sosok tasawuf. 23:42 Heeh. Bahkan anti, awal-awalnya begitu. 23:45 Sangat-sangat ilmunya eee, 23:47 ilmiah banget gitu. 23:49 Iya, iya. Fakta nih. Logik banget. 23:52 Apa yang terjadi? Beliau eee, merasa 23:54 kekosongan. 23:56 Yang beliau derita di hati, walaupun 23:57 sudah menjadi rujukan utama di zaman 24:00 zaman itu dalam ilmu 24:01 apa namanya? Murid-muridnya orang-orang 24:03 jenius semua, ulama-ulama di zaman itu 24:04 tunduk semua sama sama sama beliau. 24:06 Bukan cuma muslimin, ghairu muslimin 24:07 juga tunduk. Tapi beliau masih merasa 24:08 kekosongan di hatinya itu. 24:11 Senantiasa beliau bermunajat kepada 24:13 Allah Ta'ala biar diarahkan ke yang mana 24:15 yang benar. 24:17 Iya kan, akhirnya itu masyhur satu 24:19 pendapat beliau itu, kata perkataan 24:20 beliau. 24:21 Talabnal ilma li ghairillah fa abal ilmu 24:23 illa an yakuna lillah. 24:25 Kami ini mencari ilmu bukan karena 24:27 Allah. 24:29 Dan ilmu itu enggak datang. 24:30 Kata beliau. 24:31 Sehingga kami merubah. Tulus mencari 24:33 ilmu karena Allah, ketika itu baru 24:34 datang ilmu. 24:35 Itu beliau utarakan pas akhir hayat 24:37 beliau. Hmm. Masya Allah, berarti ente 24:39 kemana aja kemarin tuh? 24:41 Sudah ngarang ini, ngarang itu, ilmu 24:43 enggak datang. Ilmu apa yang enggak 24:44 datang? Ah, bukan ilmu pengetahuan yang 24:46 dihafal, enggak, ilmu yang lain, ilmu 24:48 ma'rifat. 24:49 Wa ha kada. 24:50 Itu yang beliau maksud itu, pas tulus 24:52 baru datang itu ilmu. Yang sebenarnya, 24:54 ilmu yang diselubungi dengan cahaya yang 24:56 yang luar biasa lah. 24:57 Penyebabnya apa? Penyebab kekosongan 24:59 beliau karena He eh. kita pernah dengar 25:01 pada waktu beliau nulis Ihya Ulumuddin 25:04 menghidupkan ilmu agama pada zaman itu 25:06 katanya 25:08 eee tren debat itu lagi tinggi-tingginya 25:11 orang menggunakan agama ya 25:13 buat hebat-hebatan dan sebagainya. 25:15 Betul betul banget. Jadi memang Habib, 25:18 cerita beliau ngarang Ihya entar kita 25:19 ceritakan, kan beliau entar akhirnya 25:21 khalwat meninggalkan semua itu, baru 25:23 entar ke beliau ke Damaskus. 25:25 Dan khalwat di sana baru beliau 25:26 mengarang Ihya Ihya 25:28 Itu cerita. Dan memang di masa-masa itu 25:30 yang tren ya debat-debatan. Makanya 25:32 mantik itu dijunjung tinggi di masa-masa 25:33 itu. Dijadikan alat utama dalam 25:36 peristiwa dan dalam perihal perdebatan. 25:38 Beliau merasa kekosongan itu memang 25:40 Habib ada ada sisi yang mana siapa guru 25:44 musaliknya gitu. Wah siapa guru 25:47 murabbinya eee untuk masalah makrifat 25:49 kepada Allah kok masih yang beliau 25:51 rasakan itu. Akhirnya apa yang terjadi? 25:53 Arahan daripada doa dan istikharahnya, 25:55 beliau diarahkan untuk keluar dari semua 25:58 ini. 26:00 Begitu. Ya sudah akhirnya beliau minta 26:01 izin dari eee raja itu yang bangun 26:04 madrasah itu. Lalu distop deh. 26:06 Stop dari sekolah-sekolah. He eh. Enggak 26:08 dikasih. "Woi ente kalau keluar siapa 26:10 yang jadi ganti?" 26:11 Begitu. 26:12 Enggak mi enggak enggak dikasih berapa 26:14 kali. Akhirnya beliau minta alasan, mau 26:16 haji. 26:18 Mau haji. Kalau haji dikasih izin. 26:20 Beliau suruh adiknya untuk 26:21 menggantikannya. 26:22 Dari haji itu kabur langsung. 26:24 Nah itu ceritanya. 26:26 Nah ketika beliau haji dan ziarah ke 26:28 Nabi sallallahu alaihi wasallam, beliau 26:29 minta isyarat di situ. Bagaimana ke mana 26:31 nih Anda seharusnya? 26:33 Dikasih isyarat untuk ke Syam. 26:36 Begitu. 26:37 Pergilah beliau ke Syam. Orang ngilang 26:39 tuh, ngilang. Dia dapatkan hilang. He 26:41 eh. 26:43 Begitu. 26:44 Ke Syam dan beliau di situ nah di 26:47 situlah beliau bertemu dengan beberapa 26:49 sosok-sosok ulama yang menjadi guru 26:51 beliau dalam perihal tasawuf. Dan juga 26:53 tepatnya lagi beliau khalwat akhirnya 26:55 kan. 10 tahun Bib, beliau khalwat. 26:58 Ngapain? Di menara, menara Masjid Al 27:01 Umawi itu. Waktu itu menara putih. 27:04 Beliau khalwat di situ 10 tahun. Nah, di 27:06 situlah beliau mengarang Ihya. 27:09 Di situlah beliau 27:11 ngarang Bidayatul Hidayah ini juga. 27:12 Beliau karang Bidayatul Hidayah ini ada 27:14 yang ada yang bilang beliau masih di 27:15 masa khalwat, ada yang bilang enggak 27:16 beliau setelah pulangnya baru karang 27:17 Bidayatul Hidayah. 27:19 Dan semua sepakat kitab yang paling 27:21 akhir beliau karang adalah Minhajul 27:22 Abidin. 27:24 Itu kitab beliau karang, beliau tulis 27:26 akhir beberapa 27:28 hari sebelum beliau wafat tamatnya kitab 27:29 itu tulisannya. Allah perihal. Ketika 27:32 beliau khalwat di mana di di menara 27:35 putih di Syam 27:37 itu 27:38 ah, ini Habib ceritanya. Masa-masa itu 27:41 walaupun di Baghdad masa kejayaan tapi 27:43 sayangnya 27:44 ah, di area Syam ini 27:46 justru agak turun. Di masa-masa itulah 27:49 dirampas Masjidil Aqsa dari tangan kaum 27:51 muslimin dan diambil alih oleh orang 27:53 orang Nasrani 27:55 dalam perang salib. 27:56 Oke. 27:58 Jadi Imam Ghazali ceritanya lagi 27:59 tengah-tengah khalwat itu 28:00 ini belum belum nulis Ihya belum nulis 28:02 Ihya ceritanya. 28:04 Eee, lagi tengah-tengah khalwat itu 28:05 beliau mendengar kumandangan jihad. 28:08 Beliau turun akhirnya. 28:10 Beliau turun. 28:11 Ada apa? Oh, Masjidil Aqsa diambil alih 28:14 oleh kaum Nasrani, kita harus 28:15 membelanya. Langsung beliau semangat 28:16 untuk berjihad fisabilillah. Kapan? Ayo 28:18 besok kita jalan. Bismillah besok kita 28:19 jalan bareng-bareng. 28:21 Ya sudah, akhirnya beliau siap-siap 28:22 untuk berjihad sama kaum muslimin. 28:25 Tapi pas beliau turun dari menara 28:26 besoknya enggak ada orang yang mau 28:28 jihad. Mana nih? 28:29 Katanya, mana yang kemarin? 28:32 Oh, rame-rame 28:33 mana 28:34 Woi, semua sibuk sibuk masing-masing. 28:36 Semua hidup sibuk pada apa ini? Ya, 28:38 perihal masing-masinglah. 28:39 Sendiri-sendiri. 28:40 Sendiri-sendiri. 28:42 Beliau sempat kecewa. 28:43 Kecewa. Mana katanya kemarin yang 28:45 ngajak-ngajakin semangat untuk jihad 28:47 pada ngilang. kepada orang pada enggak 28:48 peduli dengan Masjidil Aqsa. Di sini 28:51 beliau menerka bahwasanya benar ini 28:52 berarti 28:53 sudah mati nilai-nilai Islam di hati 28:56 kaum muslimin. 28:57 Buktinya mereka enggak punya kecemburuan 28:59 atas Masjidil Aqsa yang telah dirampas 29:01 dari mereka. 29:02 Nah, gimana cara menghidupkan itu? 29:05 Itulah akhirnya beliau naik ke menara 29:06 lagi, baru beliau nulis kitab namanya 29:09 Ihya Ulumuddin. Artinya apa? 29:10 Menghidupkan kan Ihya, menghidupkan lagi 29:13 nilai-nilai ilmu agama yang telah mati 29:15 di kaum muslimin. 29:16 Beliau mulai tulis kitab itu. 29:19 Luar biasa kitab Ihya itu luar biasa dan 29:21 lama loh beliau nulis kitab Ihya itu 29:23 sampai beliau tamat. 29:25 Jadi niatnya ketika beliau nulis itu 29:27 untuk menghidupkan kembali, iya kan? 29:29 Karena beliau lihat hati yang sudah 29:30 mati, enggak enggak enggak cemburu 29:32 ketika Masjidil Aqsa terampas. Jadi awal 29:35 muasal asal muasalnya 29:37 tertulis Ihya itu karena Masjidil Aqsa 29:39 yang dirampas oleh 29:41 kaum Nasrani. Nah, ini niat beliau Allah 29:43 Ta'ala enggak sia-siakan. 29:45 Apa ceritanya? Ketika Imam Ghazali 29:47 karang Ihya itu selesai ngarang Ihya. 29:49 Habis itu gimana ceritanya? Beliau 29:51 selesai khalwat dari mana? Dari menara 29:53 putih itu dan kembali ke Baghdad lagi. 29:57 Iya. 29:58 Eee diperintahkan lagi untuk menjadi 30:01 kepala sekolah, beliau nolak akhirnya. 30:03 Enggak mau. 30:05 Dipaksa-paksa beliau enggak mau, 30:06 akhirnya beliau pulang kampung ke Tus. 30:09 Pas beliau pulang kampung ke Tus itu. 30:12 Eee beliau hanya memilih 10 murid 30:13 katanya beliau. 30:14 Yang menjadi murid eee murid eee inilah, 30:17 murid setia beliau. 30:19 Sampai hayat akhir hayat beliau itu 10 30:21 murid itu dan beliau ajarkan kitab Ihya 30:23 kepada mereka, 10 itu. 30:25 10 orang itu. 30:26 Nah, apa yang terjadi? Di antara yang 10 30:28 itu eee mempunyai murid namanya Nuruddin 30:30 Az-Zanki. 30:32 Yang menimba kitab Ihya daripada gurunya 30:34 yang di antara murid Imam Ghazali itu. 30:36 Nuruddin Az-Zanki punya anak namanya 30:37 Ali, Ali bin Nuruddin Az-Zanki. Ini 30:40 sosok-sosok nama yang tenar, mereka 30:42 adalah panglima perang, Habib. Pada 30:44 masa-masa itu. 30:45 Ali bin Nuruddin Az-Zanki adalah siapa? 30:47 Guru spiritualnya Salahuddin Al-Ayyubi. 30:49 Nah, itu ceritanya. Jadi, Salahuddin 30:51 Al-Ayyubi tercetak karakter beliau itu 30:53 karena sosok guru ini, ya. Ali bin 30:56 Nuruddin Az-Zanki. Dan beliau yang 30:58 ngajarin apa? Taktik perang, juga beliau 31:00 ngajarin Ihya ini. 31:01 Ke Salahuddin Al-Ayyubi. Apa yang 31:02 terjadi? 31:03 Ketika Salahuddin Al-Ayyubi berhasil, 31:05 ya, mengambil alih kembali Masjidil Aqsa 31:07 dari tangan kaum Nasrani, 31:09 ya, kan? Ma'ruf itu. 31:11 Bukan hanya karena kehebatan militer 31:14 atau taktik perang yang beliau kuasai 31:16 hebat, enggak. Di samping itu juga, 31:18 bahkan ini yang paling utamanya, 31:20 beliau mewajibkan prajurit-prajuritnya 31:22 itu untuk mengkaji Ihya Ulumuddin. 31:25 Nah, wa ha ka da. Diwajibkan semua 31:28 prajuritnya baca Ihya, berusaha 31:30 mengamalkan. 31:32 Dan akhirnya Allah Ta'ala kembalikan 31:34 Masjidil Aqsa ke tangan kaum muslimin. 31:36 Nah, jadi niat Imam Ghazali ketika nulis 31:38 Ihya, Allah Ta'ala wujudkan. 31:40 Habib, 31:42 setelah sekian abad kemudian. Iya, kan, 31:44 ya? Karena beliau melihat Masjidil Aqsa 31:46 dirampas oleh orang. Wa ha ka da, wah. 31:48 Sakit. Ya udah, ana pengen nulis biar 31:50 biar timbul lagi 31:52 eh, ilmu itu, timbul lagi nilai 31:54 keagamaan. Allah Ta'ala timbulkan, 31:55 walaupun setelah dua dua abad. 31:58 Begitu. Dan Allah Ta'ala kembalikan 31:59 Masjidil Aqsa dengan berkat Ihya 32:00 Ulumuddin ini. 32:01 Nah, begitu, Habib. Nah, itulah. 32:03 Tapi luar biasanya, Habib, 32:05 apa namanya? Eh, emang kita Ihya 32:07 Ulumuddin, kitab Ihya itu isinya apa 32:09 sih? 32:10 Masa bisa menjadikan eh, dengan berkat 32:12 kitab inilah bisa kembali Masjidil Aqsa 32:14 kembali? Betul, karena ini Salahuddin 32:16 Al-Ayyubi mewajibkan prajuritnya untuk 32:18 membaca itu. Kalau kita kaji, dalam 32:20 kitab Ihya Ulumuddin tuh enggak ada 32:21 babul jihad. 32:23 Aneh, sih, kan, ya? 32:25 Justru semestinya kitab ini yang 32:26 menyemangati, iya, padahal enggak enggak 32:28 ada babul jihad sama sekali. Baik, 32:30 adanya apa? Adanya tata cara salat, tata 32:32 cara wudu, 32:34 tata cara puasa, 32:36 kitab ibadat, kitab muamalat, gimana 32:38 jual beli yang benar yang sesuai dengan 32:40 adab-adab habis itu rubu'ul muhlikat 32:43 sifat-sifat yang keji yang harus kita 32:46 sucikan hati kita dari itu sifat hasad, 32:48 sifat benci, sifat apa namanya sifat 32:50 sombong, sifatnya banyak. Habis itu 32:52 rubu'ul munjiyat, sifat-sifat terpuji 32:53 yang harus kita hiasi diri kita dengan 32:55 itu sifat tawadhu' sifat ikhlas, 32:57 ketulusan, shiddiq, kejujuran tawakal 32:59 dan ridha dan mahabbah itu yang beliau 33:01 bahas, kelar kitab Ihya' Ulumuddin dan 33:03 ini menjadi kunci untuk menangkal 33:05 muslimin di 33:07 Masjidil Aqsa 33:08 ini luar biasa Habib 33:12 masya Allah tabarakallah ya nah itulah 33:13 Imam Ghazali akhirnya beliau duduk lama 33:16 di di di kota, di kampung beliau dan 33:19 beliau wafat di situ dan di dan 33:20 dikuburkan di situ masya Allah nah 33:22 itulah ringkas dari perihal Imam masya 33:24 Allah sosok yang yang masya Allah Habib, 33:26 semua menghormati Imam Ghazali semua 33:28 menghormati 33:31 walaupun ada beberapa sosok yang yang 33:33 yang ini sih yang mengkritik beliau 33:34 dalam beberapa perihal dalam perihal 33:36 hadis ataupun perihal falsafah seperti 33:38 Ibnu Rusyd, Ibnu Rusyd 33:39 mengkritik beliau dalam kitabnya 33:41 Imam Ghazali 33:42 ngarang kitabnya Tahafut al-Falasifah 33:45 tapi dikritik oleh Ibnu Rusyd dalam 33:46 kitabnya Tahafut al-Tahafut, tapi juga 33:48 ada beberapa ulama Mesir yang yang 33:50 menolak kritikan Ibnu Rusyd karena 33:52 banyak kesalahpahaman dengan Imam 33:54 Ghazali tapi ala kulli hal 33:56 ringkasnya kalau kita pengin mengetahui 33:58 sosok Imam Ghazali 34:00 mengetahui liku-liku pemikirannya, itu 34:02 beliau tuangkan semua dalam kitabnya 34:03 Al-Munqidz min al-Dhalal nggih tidaklah 34:06 ada aliran fiqih kecuali beliau telah 34:08 kuasai dan beliau dan tidaklah ada 34:10 aliran falsafah manapun kecuali beliau 34:13 sudah menjadi rujukan, beliau tulis 34:14 semua itu ringkasan apa yang ini jadi 34:16 semua ilmu sudah beliau kuasai namun 34:18 ketika beliau cerita tentang ilmu 34:19 tasawwuf coba antum baca wah luar biasa 34:22 nggih inilah yang yang apa namanya yang 34:25 benar-benar aku lihat sebagai yang 34:27 sempurna dan semua telah yang yang telah 34:30 aku lewati semua itu semua sia-sia 34:32 Tahu-tahu ada di sini yang aku cari. 34:34 Gitu kalau kita baca tentang tasawuf 34:35 yang ditulis oleh beliau. 34:37 Ya, luar biasalah. Masya Allah dan kalau 34:39 kita baca nih ee 34:42 testimoni lah kalau bahasa Indonesia. 34:45 Ulama-ulama salaf kita tentang Ihya 34:48 Ulumuddin tuh, ya Allah, masya Allah. 34:50 Allah, Bib. Bahkan ada yang menjamin 34:52 surga kalau sudah nulis. Sampai 34:54 segitunya, Bib. Sampai segitunya. 34:55 Masya Allah, masya Allah. 34:57 Itu kenapa, Bib? Gini, jadi 34:59 jadi begini ceritanya. Heeh. Ee 35:00 bagaimana pandangan ulama Hadramaut 35:02 tentang Imam Ghazali? Heeh. 35:04 Madrasah Hadramaut memandang Imam 35:05 Ghazali sosok yang luar biasa. 35:06 Heeh. Terutama dalam kitabnya Ihya 35:08 Ulumuddin. Kalau bahasa kasarnya, nah 35:10 kalau bahasa kasarnya lebay. Iya, iya. 35:11 Ini terlalu lebay nih muji Imam Ghazali. 35:13 Iya, benar-benar. 35:13 Benar. 35:14 Dan benar-benar lebay sih. 35:15 Heeh. Tapi luar biasa. Ceritanya gimana? 35:18 Nah, gini kan Sayyidina Abdullah bin Abu 35:19 Bakar Alaydrus, Imam Alaydrus Al-Akbar 35:21 di abad ke-8 dan 9 Hijriah. 35:24 Itu sempat mengarang kitab untuk sebagai 35:26 pedoman kepada Saadah Bani Alawi. 35:29 Nah, begini lah jalan kita, wahakaza. 35:31 Sudah mulai mau nulis, Habib. Ketika itu 35:33 datang kitab Ihya, sampai kitab Ihya ke 35:36 Hadramaut di abad ke-8. Jadi telat 2 35:38 atau 3 abad baru sampai ke Hadramaut 35:40 kitab. Ketika datang kitab Ihya itu 35:42 beliau kaji. 35:43 Beliau lihat, "Wah, ini dia yang ane 35:45 mau." 35:46 Batal akhir beliau ngarang kitab. 35:47 "Inilah pedoman kalian. Ini nih jadikan 35:50 pedoman sebagai Saadah Bani Alawi ini 35:52 thariqahnya kita." 35:53 Ihya Ulumuddin. Dan bahkan beliau ee apa 35:56 dinukil dari beliau Al-Bakhbakhah. Apa 35:58 itu bakhbakhah? Itu bakhin-bakhin, 35:59 beruntung orang yang 36:00 benar. Ee beruntung orang yang baca 36:02 Ihya. Nah, ini ceritanya beliau yang 36:03 menjamin apa namanya barang siapa yang 36:05 menulis Ihya. Iya kan? Nah, kalimat 36:07 menulis itu bukan cuma nulis artinya, 36:09 menulis, membaca, mengamalkan. 36:10 Mengamalkan. Mengamalkan ada jaminan 36:11 surga. Iya, kalau ngamalin Ihya ya 36:13 pasti, insya Allah khair, bagus semua 36:15 artinya. 36:16 Imam Haddad pun mengarang qasidah. 36:19 Suatu qasidah full pujian kepada Imam 36:21 Ghazali dan kepada Ihya. 36:23 Wabi wabi wabi wabi Ihya. Fayalahu min 36:27 faga, dalam ainiyah juga. Apa namanya 36:34 itu 36:36 awal qasidahnya dengan kitab Ihya 36:38 Ulumuddin 36:39 hidup lah hati kami dan hilanglah segala 36:42 kegundahan dan kesumpekan kami dan terus 36:44 wa muallifu syaikhuna satu qasidah kamil 36:47 ini yang benar-benar ini Bib ya iya 36:50 benar antum hadir dulu mungkin pernah 36:51 dulu ya kalau di di Gubatul Aydrus itu 36:54 dibaca terus dibaca terus khatam baca 36:56 lagi khatam dari mana-mana dari Batariem 36:59 juga dibaca Ihya khatam baca lagi 37:01 di Bali juga sekarang sudah mulai 37:03 setahun mulai setahun belakangan dibaca 37:05 habis ashar sama Habib Umar jamil jiddan 37:07 jamil jiddan Ihya Ulumuddin Ihya 37:09 Ulumuddin masya Allah afwan di itu Habib 37:12 di Darul Faqih di Darul oh Darul Faqih 37:14 jamil jiddan oh iya di zaman Habib Umar 37:16 dibaca itu ya Ihya Ulumuddin kan tadinya 37:19 Habib Ali Habib Ali Masyhur baca Habib 37:21 Ali meninggal diganti Habib Umar Habib 37:23 Ali habis maghrib jamil jiddan Ihya 37:26 Ulumuddin dan di mana-mana tempat memang 37:28 kayaknya jadi kewajiban mereka baca Ihya 37:30 Ulumuddin jadi wiridan jadinya jadi 37:31 wiridan 37:32 benar-benar Ihya Ulumuddin kitab yang 37:35 sangat sakral masya Allah tapi urutannya 37:38 bagus ya Bib kalau kita lihat kitab Ihya 37:40 Ulumuddin tuh awalnya ayat Allah di Ihya 37:42 Ulumuddin kemudian hadis-hadis Nabi 37:45 kemudian di akhir baru kisah-kisah nah 37:47 kebanyakan orang ngritiknya yang di 37:49 kisah-kisah itu 37:50 kisahnya riwayatnya katanya dhaif nah 37:52 padahal kan kalau kisah dhaif saja oke 37:55 begini nanggapinya bagaimana begini 37:58 dalam perihal hadis 37:59 walaupun Imam Ghazali pernah berkata 38:01 bid'ati fil hadisi muzjah katanya 38:04 barangku dalam hadis apa namanya 38:07 sedikit ini ketawaduan beliau padahal 38:10 beliau dalam hadis masya Allah Bib luar 38:11 biasa ada bahas beberapa penelitian 38:14 daripada ulama-ulama yang terkini 38:15 meneliti 38:16 pun Imam Ghazali itu luar biasa rujukan 38:18 juga dalam hadis nah dalam Ihya 38:20 Ulumuddin oh Ihya Ulumuddin itu banyak 38:22 hadis daif. Wah, tak dulu. Baik. 38:24 Apa yang terjadi? Coba lihat, Al Imam Al 38:26 Hafiz Zainuddin Al Iraqi. 38:28 Itu mengarang kitab sebagai taklik, 38:31 sebagai footnote kalau bahasa kita ya. 38:33 Mengomentari hadis-hadis yang di Ihya. 38:36 Kebanyakan ada sanadnya semua. 38:38 Hanya sedikit yang enggak ada sanadnya, 38:39 yang enggak ditemukan oleh Imam 38:41 Zainuddin Al Al Iraqi, enggak nemu. 38:43 Tapi beliau sangat beradab dengan Imam 38:44 Ghazali ketika beliau enggak menemukan 38:46 hadis, enggak kayak orang sekarang, wah, 38:47 ini hadis maudu, tercium, enggak, enggak 38:49 gitu. Beliau ee lam ajid lahu aslan, aku 38:53 belum menemui. Nah, itu bahasa yang 38:55 halusnya. He eh. Jadi, enggak memvonis, 38:57 oh, pasti maudu ini, enggak. 38:58 Ee ane belum nemu. Dan benar, 39:00 tahu-tahunya apa? Setelah beliau banyak 39:02 satu, dua ulama, yang paling akhirnya 39:04 Murtadha Zabidi. 39:05 Itu menemukan banyak daripada 39:07 sanad-sanad yang enggak ditemukan oleh 39:08 Imam Al Iraqi. 39:10 Sampai-sampai dinobatkan, Ihya Ulumuddin 39:12 hadis yang daifnya terhitung dengan 39:13 jari. 39:15 Yang katanya, wah, banyak hadis 39:16 maudunya, eh, 39:18 terhitung dengan jari, bukan maudu lagi, 39:19 cuma daif saja. 39:20 Wahai ikhwan, yang lainnya ada semua 39:21 sanadnya. Nah, begitu. 39:24 Wahai ikhwan, dalam perihal kisah-kisah 39:25 saya masih musykilah, wahai ikhwan, 39:26 qisas. Iya, kadang-kadang riwayat masih 39:29 musykilah. 39:30 Orang kita ini enggak tahu tapi 39:31 nge-judge. Oh, na'am. Maksudnya ee 39:35 enggak tahu sanadnya, kita yang enggak 39:37 tahu, tapi kita bilang, ah, itu tertolak 39:40 gitu. 39:42 Gitu-gitulah, wallahualam bissawab, 39:44 mudah-mudahan kita bisa mengambil 39:46 hikmah. Bagi kawan-kawan yang bisa, yang 39:49 mau ee mengirim pertanyaan, silakan 39:51 kirimkan pertanyaan Anda di 08111999720. 39:57 Atau bisa telepon di 0218451512, 40:02 insyaallah kami akan kembali sesaat 40:04 lagi. 43:44 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 43:46 Subhanahu Wa Ta'ala, kembali lagi 43:47 bersama kita di kajian tasawuf bersama 43:51 Habib Ahmad Musthofa. Dan kali ini kita 43:54 baru, insyaallah kita buka kitab 43:56 Bidayatul Hidayah. Nanti akan kita buka 43:59 kitabnya insyaallah di 44:01 Sabtu depan, tanggal berapa Sabtu depan 44:03 dia? 22 ya? 44:06 22 Desember, catat ikhwan akhwat 44:09 insyaallah kita buka bersama-sama Ikhwan 44:11 Akhwat silahkan datang 44:12 ke Masjid Silaturahim tanggal 24. 24. 44:15 Afwan. Sabtu depan tanggal 24 di Masjid 44:19 Silaturahim jam 06.00 Ikhwan Akhwat ya 44:22 telat-telatnya jam 06.30 deh datangnya 44:24 Ikhwan Akhwat insya Allah jam 06.00 sih 44:26 mudah-mudahan nanti kita mulai buka 44:29 Kitab Bidayatul Hidayah Imam Ghazali ee 44:34 kayak waktu kita penutupan. Kemarin kan 44:36 kita penutupan Kitab nah nanti kita 44:38 haflah buka Kitab dan jangan lupa bawa 44:40 botol Aqua insya Allah biar kita bisa 44:43 sama-sama berbagi makanan dan 44:45 nasi uduk juga insya Allah coming soon. 44:48 Seperti yang ee pertemuan ee bulan lalu 44:52 insya Allah mudah-mudahan Ikhwan Akhwat 44:55 punya kesempatan, punya rezeki dan punya 44:57 waktu untuk bisa datang di acara 45:03 buka Kitab Bidayat tul Hidayah insya 45:06 Allah. Dan ini Kitab masya Allah 45:08 recommended sekali Ikhwan Akhwat kalau 45:10 kata ee 45:12 Habib Abdullah Alaydrus bin Abu Bakar 45:14 Sakran bahin bahin bahin liman qaraa 45:18 Bidayatul Hidayah wa amila bihi masya 45:20 Allah. 45:22 Dan ini memang bisa disebut Kitab ini 45:25 Habib mungkin ringkasan dari Ihya 45:28 Ulumuddin kayaknya. Iya betul Habib. Iya 45:30 Habib ya. Betul banget. 45:32 Masya Allah masya Allah. 45:33 Pas banget memang 45:34 kan entar ada yang berapa jumlah yang 45:35 bakal kita baca di Bidayatul Hidayah He 45:37 eh. ketika beliau membahas ee ini 45:39 ringkasannya kalau engkau mau yang lebih 45:41 lengkapnya kembalilah 45:42 Kembali ke Ihya Ulumuddin ya. Berarti 45:44 Kitab ini beliau karang setelah Ihya 45:46 berarti kan ya. Mmm sebagai ringkasannya 45:48 betul betul banget. Dan ini kalau mau 45:50 ada terjemahannya kalau yang ini mah 45:51 sudah ada banyak Ikhwan Akhwat. 45:53 Kalau ini terjemahannya insya Allah 45:55 enggak usah kita kirim PDF-PDF lagi beli 45:57 aja terjemahannya insya Allah. 45:59 Ee nanti akan 46:01 dibahas di sini apa saja Bib kira-kira 46:03 secara umum musykil am? 46:05 betul Habib. Di sini beliau 46:08 eee pertama-tama beliau akan membawakan 46:11 mukadimah yang panjang 46:13 tapi sangat indah. 46:15 Mukadimah itu tentang apa? Tentang 46:17 apa niat kita dalam belajar, itu nomor 46:19 satu. 46:20 Niatmu apa nih dalam buka kitab? 46:22 Niatmu apa dalam meluangkan waktumu 46:24 untuk mengambil ilmu? 46:25 Apa karena itu bakal masyaallah lah, apa 46:28 karena pengen tenar atau karena Jadi 46:30 ini, kenapa sih orang sebagian orang 46:32 enggak demen sama kitab Ghazali? Karena 46:34 sistem beliau sistem ngomelin. 46:36 Ngomelin 46:38 Benar-benar membongkar isi hati kita. 46:41 Kayak ditampar-tampar kalau dibaca 46:43 apa Bidayatul Hidayah itu. 46:44 Betul. 46:46 Maka dikatakan 46:47 kalau engkau mau mengetahui tandanya 46:49 ulama akhirat He dan mengetahui 46:51 perbedaan antara mereka dengan ulama su, 46:53 ulama dunia ini. 46:54 Bilamana engkau lihat ulama itu senang 46:56 dengan kitab dengan kitab Imam Ghazali, 46:58 menjunjung tinggi, mengamalkan itu tanda 47:00 ulama akhirat. Demen dinasehatin. 47:03 Begitu. Berusaha untuk memperbaiki diri 47:05 karena benar-benar beliau ini membongkar 47:07 isi hati kita semua. Tuduh-tuduhan 47:09 segala macam. 47:11 Tapi kalau orang enggak demen berarti 47:13 dia ulama dunia. 47:14 Enggak demen dinasehatin. 47:16 Enggak demen diomelin, bahkan merasa 47:17 tersinggung. Ini apaan sih? Ini suudzon 47:19 banget begitu. 47:21 Nah, begitu mengucapkannya kan, itu 47:22 tandanya Betul Habib. ulama akhirat sama 47:24 ulama ulama dunia. Iya. 47:27 Nanti diceritakan di buku ini Ikhwan 47:28 Akhwat eee ada ulama yang ditakutin oleh 47:31 Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi 47:32 Wasallam. Siapa itu ulama itu? Entar 47:34 datang saja insyaallah bi minggu depan 47:36 begitu. 47:37 Ulama yang fitnahnya lebih ditakuti 47:39 daripada Dajjal oleh Baginda Nabi Allah. 47:43 Iya kan mukadimah itu Bib, mukadimahnya 47:45 itu kan ada perihal tentang 47:47 eee niat-niat kita menuntut ilmu. Habis 47:49 itu beliau akan membawakan 47:51 al ibadah fi taat atau fi taat fi tarkil 47:54 ma'ashi 47:55 ketaatan ketaatan lahiriyah dulu beliau 47:58 akan bahas nih perihal masalah wudhu 48:00 masalah salat, adab keseharian 48:03 tapi beliau membahasnya dengan pola 48:05 pandangan lain, bukan pandangan fikih, 48:07 walaupun ada fikihnya di sini, tapi 48:09 dengan pandangan adab yang ketika 48:11 berwudhu itu, kau pas 48:12 basuh muka kau baca apa, apa yang kau 48:15 hadirkan ketika engkau basuh muka itu, 48:17 ketika engkau berdiri salat pas takbir 48:19 apa syaratnya, juga apa yang engkau 48:21 semestinya renungi ketika takbir, nah 48:22 itu beliau bahas di sini 48:24 nah habis masalah taat selesai, beliau 48:26 bahas masalah ma'asi dan terutama ma'asi 48:28 di dalam maksiat hati perihal sifat iri, 48:31 sombong yang lainnya, gimana cara 48:33 nyuciinnya dan dan akhir beliau yang 48:35 bahas di sini adabushuhbah adab kita 48:38 berteman 48:39 bertaman manusia, pertama-tama bagaimana 48:42 engkau menjadi temannya Allah Ta'ala 48:44 berteman dengan Allah Ta'ala, bagaimana 48:45 engkau senantiasa meresapi engkau 48:48 bersamanya, baru entar di situ beliau 48:49 tutup dengan berteman dengan 48:52 dengan hamba-hamba Allah, nah itu nah 48:54 itu ringkasan daripada 48:55 apa namanya, 48:57 fahrus, daftar isi daripada kitab 49:00 Ihya Ulumuddin ini 49:01 ada cerita Bib, ada cerita 49:04 kan beliau ini kan sosok yang masya 49:05 Allah 49:06 sosok yang tenar dan jenius ya 49:09 ada orang minasholihin 49:11 ada yang bilang yang Sya'roni, ada yang 49:12 bilang yang Khoiru 49:14 jadi ceritanya beliau itu ada orang 49:15 mimpi 49:17 mimpi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi 49:18 Wasallam 49:18 iya kan, dan di samping Baginda ada Nabi 49:20 Isa, Nabi Musa 49:22 Nabi Musa Alaihisalam 49:25 Nabi Musa sedikit 49:27 bukan memprotes ya, mempertanyakan 49:29 wahai Nabi Muhammad, betulkah engkau 49:30 berkata 49:31 ulama 49:32 umatku persis seperti nabi-nabi Bani 49:36 Israil 49:38 kayak merasa gimana gitu Nabi Isa ini di 49:39 mimpinya orang ini 49:41 yang Sya'roni yang 49:42 bilang itu 49:44 yang mimpi itu, di dalam riwayat, iya 49:46 kan ya 49:47 katanya iya, aku yang berkata itu 49:49 Nabi Musa bingung 49:51 seperti siapa sih ulama mu itu, Masa 49:52 sama kayak kami? He Nah, dipanggillah 49:54 Imam Ghazali. 49:56 Nah, gitu katanya Musa. 49:58 Nih. 49:59 Nih, kayak gini lho, Mak, ulama ku. 50:02 Nabi Musa akhirnya mengetes. 50:05 Hai, anak muda. Siapa nama mu? 50:08 Nah, Imam Ghazali dengan penuh adabnya 50:09 menjawab. Nama ku Muhammad ya, bin 50:11 Muhammad bin Muhammad Al Ghazali. 50:14 Gitu. 50:14 Langsung diprotes sama Nabi Musa 50:15 alaihissalam. Dalam mimpi itu. 50:18 Nih, anak muda. Aku ini nanya engkau 50:20 nama saja, bukan nama ayah mu. Apalagi 50:22 kakek mu. Apalagi kakek mu, kabilahnya 50:24 lagi nisbat. Ah, enggak. Ane cuma 50:26 nanyain ente nama. He. 50:28 Artinya sudah disalahin gitu ya. Iya. 50:30 Imam Ghazali nunduk. 50:32 Dan enggak jawab. Imam Ghazali nanya 50:34 sama Rasulullah. Ya Rasulullah. 50:35 Apakah aku beradab? Cukup gini saja atau 50:38 aku bisa menjawab? Aku menjawabnya, aku 50:39 bisa menjawabnya. 50:41 Kata Nabi alaihissalam, jawab. 50:43 Nah, kata nya begitu juga engkau, wahai 50:46 yang mulia, wahai Nabi Musa. 50:48 Engkau juga pernah seperti itu. Masa? 50:50 Iya. 50:51 Nah. 50:52 Apa yang kau katakan ketika kau ditanya? 50:54 Tilka bi yaminika. 50:56 Apa yang ada di tangan kanan mu, wahai 50:58 Musa? Engkau berkata, iya asoya. 51:01 Atau kawan alaiha. 51:02 Wahusy biha. Ala ghanami. Wali fiha 51:05 maaribu. Ukhra. 51:06 Allah taala tanya mu, apa yang di tangan 51:09 mu? Iya, engkau jawab apa? Ini adalah 51:11 tongkat ku. Yang mana aku bersandar 51:12 dengannya. Wahusy biha ala ghanami. Apa 51:15 itu wahusy? Bukan wahusy, bukan. Wahusy 51:17 itu artinya kita bawa kambing-kambing 51:20 eh, ke bawah pohon. Habis itu ranting 51:22 pohon itu kita giniin dengan tongkat. 51:24 Jadi turun tuh daun-daun. Nah, itu kan 51:25 wahusy itu artinya. 51:27 Wali ya fiha maaribu ukhra. Dan ada 51:28 banyak juga tujuan lain dari ke tongkat 51:30 ini. Allah tanya itu cuma apa di tangan 51:33 mu? Cukup tongkat, enggak perlu ente 51:35 sebutkan Kegunaannya. 51:38 Sama juga itu lebih berarti jawabannya. 51:41 Oh, iya ya. 51:43 Akhirnya Nabi Musa mengakui, wah, 51:44 benar-benar nih, benar berarti ulama 51:46 umat mu seperti kami. Ya Allah, ya 51:48 Allah. Walaupun ada ini sih, ada 51:50 jawabannya Bib. Nabi Musa 51:52 agak panjang jawabannya gitu. Iya betul 51:54 karena dikatakan beliau tuh merasakan 51:56 nikmat daripada munajat dengan Allah. 51:57 Ketika Allah menanyakan 51:59 Kalau dijawab ini tongkatku tek kelar 52:02 dong, tanya jawab kelar. Biar lama nih, 52:04 biar lama. 52:05 Biar lama ngomongnya. 52:05 Ngomongnya. 52:07 Apa aja cari tema apa kek, kayak gitu 52:09 kalau demen sama orang 52:10 mau ngobrol lama sama dia, nyari tema 52:12 yang apa gitu. 52:13 topik biasanya. 52:15 Biar ngomongnya lama, jawabnya lama, 52:16 biar lama nih waktunya. Itu yang terjadi 52:17 pada Nabi Musa. 52:21 Nyari topik kalau kita suka sama orang, 52:23 cari aja topik enggak penting juga 52:25 diomongin Bib ya. 52:27 Yang penting lama masanya kan. 52:28 Betul-betul. Ya itu terjadi pada Nabi 52:30 Musa alaihisalam. Masya Allah. Nah, 52:31 intinya di situ. 52:32 Oh, berarti masya Allah diakui yang 52:34 Ghazali ini. 52:36 Mmm, masya Allah. Ya akhir, ya akhir 52:38 Habib. Nah, ini kita bacain Habib 52:40 atensi-atensi. Apakah ada pertanyaan? 52:42 Sebenarnya banyak ini pesan-pesan. Masya 52:44 Allah. Ada dari Fajrin mengirimkan 52:47 jempol-jempol. Masya Allah. Ada Ibu 52:49 Hani, Ibu Hani menyimak sambil 52:52 bungkus-bungkus. Ya, semangat Ibu Hani 52:54 dagangannya mudah-mudahan laku. Ada 52:56 Bunda Fajar, masya Allah. Bunda Fajar oh 53:00 bertanya nih. Assalamualaikum 53:01 warahmatullahi wabarakatuh Habib 53:03 Mushtafa. 53:04 Habib mohon nasehat dan pencerahannya 53:06 bagaimana agar dalam kita belajar 53:09 benar-benar bertujuan untuk mencari 53:11 ridho Allah subhanahu wa taala 53:13 agar jangan terkoment kontaminasi oleh 53:16 oleh hal yang tanpa kita sadari membuat 53:19 kita terbesit rasa sombong, merasa lebih 53:22 dari orang-orang lain. Mohon 53:23 pencerahannya syukron, masya Allah. 53:26 Kadang-kadang kita 53:28 belajar juga ikut majelis biar dapat 53:31 update status Bib, tas sudah habis itu 53:33 pulang deh. 53:36 Ada yang begitu ada aja Bib. Nah, gimana 53:38 Bib cara membersihkan nih? Aji Habib, 53:40 aji aji. 53:42 Ini masya Allah, ini yang menjadi 53:44 pembahasan pertama nanti ya di kitab 53:46 Bidayah Hidayah ini. Memang ini yang 53:47 beliau pertama kali bahas. Jadi, sebelum 53:49 engkau masuk ke dalam lautan ilmu dan 53:51 macam-macam, tanya dulu tujuannya apa 53:52 ini? Wah, kata jangan sampai sudah ke 53:54 dalam tahu-tahu salah arah, ya susah 53:56 baliknya panjang. Heeh. 53:58 Apalagi kalau enggak mau balik lagi, ya 53:59 sudah bahaya bakal bahaya itu kalau 54:00 sudah salah arah Heeh. 54:02 dan enggak mau pulang, itu sangat-sangat 54:03 bahaya. Ini makanya sebelum kita mulai, 54:05 kita benahin dulu niat kita dan tujuan 54:07 kita dalam belajar wahakaza. Ini makanya 54:10 yang menjadi tema utama yang akan kita 54:11 bahas nanti. Ringkasannya begini. 54:14 Ini luar biasa ketika seseorang 54:17 menyadari. Memang 54:19 semua itu Habib, semua kebaikan dimulai 54:20 dari kesadaran. Nah. 54:23 Itu. Ketika orang sadar, baru dia bisa 54:25 membenahi kesalahannya. Yang 54:27 musykilahnya orang kalau enggak sadar. 54:29 Nah, iya kan? Jadi, ada empat dibilang. 54:32 Ada empat golongan dalam perihal ilmu 54:34 dan kebodohan. 54:35 Ada orang yang berilmu 54:38 dan dia mengetahui bahwasanya dia itu 54:39 berilmu. 54:40 Nah, orang kayak gini dekatilah dan 54:42 ambillah faedah darinya. 54:44 Yang kedua, 54:45 ada orang yang berilmu, tapi dia tidak 54:48 tahu bahwasanya dia itu berilmu. Orang 54:50 kayak gini perlu disadarkan biar manfaat 54:53 ilmunya itu, biar dia ngajar ke yang 54:54 lain. Yang kedua. 54:56 Orang yang ketiga, orang yang tidak 54:58 berilmu, orang yang tidak tahu 55:00 dan dia sadar bahwasanya dia tidak tahu 55:02 dan dia mengetahui bahwasanya dia tidak 55:03 tahu. 55:04 Orang kayak gini bagus. Ada kesadaran 55:07 bahwasanya dia dia tidak tahu. Orang 55:08 kayak gini ajari. 55:10 Karena dia sadar bahwasanya dia tidak 55:12 mengetahui sadar kekurangan dirinya, 55:14 maka orang kayak gini bisa 55:16 disempurnakan, bagus. Karena ada 55:18 kesadaran. 55:19 Yang keempat yang paling paling 55:20 musykilah. 55:21 Apa yang keempat? Orang yang tidak tahu 55:24 dan dia tidak tahu bahwasanya dirinya 55:26 tidak tahu. 55:28 Jahlun murakkab begitu ya? Nah, jahlun 55:29 murakkab. 55:32 Rajulun jahilun jahilun anhu jahilun 55:33 wahakaza. Maksudnya apa? Dia mengira 55:35 dirinya tahu, dia mengira dirinya tahu, 55:37 padahal dia enggak tahu. Lah, orang 55:39 kayak gini gimana ente kasih tahu? 55:41 Enggak bakal diterima. Kan dia kan 55:42 mengira sudah tahu. 55:44 Padahal salah. Wah, padahal dia enggak 55:46 tahu. Ah, yang kayak gini enggak bisa. 55:48 Tertutup, buntu jalan untuk menuju 55:51 untuk ilmu sampai kepadanya. 55:53 Karena sendiri dia menangkis dirinya 55:55 yang membentengi dirinya dengan rasa 55:57 sudah tahu, padahal dia enggak tahu. 55:59 Padahal dalamnya dalamnya masih kosong. 56:00 Gimana ente untuk bisa sampaikan ini 56:03 kepadanya? 56:04 Sedangkan dia sendiri yang membenteng. 56:06 Nah, kayak gini dijauhin. Enggak bisa. 56:07 Merasa benar begitu ya? 56:09 Ya Allah. Yang keempat ini. Memang jadi 56:12 intinya Habib, 56:13 semua itu kembali ke kesadaran. Jadi 56:16 beruntung, sangat beruntung mereka yang 56:17 Allah Ta'ala kasih kesadaran. 56:20 Ane 56:21 Gimana caranya? Ketika engkau sudah 56:23 bertanya, itu berarti Allah Ta'ala 56:25 mempunyai keinginan baik untukmu. Iya 56:27 iya iya iya. 56:28 Kalau seandainya Allah Ta'ala enggak 56:29 kasih kebaikan, Allah akan tutup suatu 56:32 ilham ini atau 56:34 terbesit di hati ente untuk bertanya 56:35 seperti ini. 56:36 Ketika orang sadar akhirnya masih kurang 56:39 ini, masih banyak salahnya. Gimana ya 56:40 biar ini? Ah, berarti sudah langkah 56:42 pertama. Tinggal langkah keduanya 56:43 terusin. Jangan cuma langkah pertama 56:44 toh. Mundur lagi, jangan sayang. Lah, 56:47 langkah pertama yang tinggal teruskan. 56:49 Nah, apa ini entar gimana caranya? 56:50 Pertama kesadaran, yang kedua entar 56:52 senantiasa memantau dan resep-resepnya 56:54 entar kita bakal bahas nanti di 56:56 pertemuan pertama dan kedua insya Allah 56:57 baidillah. Masya Allah masya Allah masya 56:58 Allah. 56:59 Kalau kita pinjam bahasa Qur'an Qul hal 57:02 unabbiukum bil akhsarina amala dalam 57:04 surat Al Kahfi ada orang yang paling 57:07 merugi amalnya Habib ya. Alladzina 57:09 dhalla sa'yuhum fil hayati dunya wahum 57:12 yahsabuna annahum yuhsinuna sun'a. Orang 57:15 yang 57:16 apa namanya? Tersesat. 57:19 Apa yang dia perbuat di dunia tapi dia 57:21 nyangka dia lagi berbuat baik. 57:23 Betul. Mungkin ini orang yang jahilun 57:25 murakkab itu ya Habib 57:27 Dia bodoh tapi merasa benar begitu ya? 57:30 Insya Allah kita sih saya, saya bodoh 57:32 tapi kadang-kadang kita suka merasa 57:34 benar. Masyaallah, masyaallah, 57:35 masyaallah, masyaallah. 57:37 Ibu Wiwin di Cakung, assalamualaikum 57:39 Habib Ahmad Musyaba izin bertanya, saya 57:42 pernah dengar saking bagusnya isi kitab 57:44 Ihya Ulumuddin itu, maka kitab itu di 57:47 dianggap sebagai pedoman hidup He eh. 57:50 setelah Alquran dan hadis, mohon 57:51 pencerahan dan nasehatnya Habib. 57:53 Mumtaz. Ibu Wiwin dari Cakung. Ini luar 57:56 biasa, terima kasih, siapa namanya? Bu 57:57 Ririn? Bu Wiwin. Bu Wiwin, terima kasih 57:59 Bu Wiwin. 58:00 Eh ini yang barusan Bu Wiwin sampaikan 58:04 itu adalah perkataan dari siapa? 58:07 Bukan dari ulama yang ecek-ecek. He 58:09 Enggak, luar biasa, bayangin antum, 58:11 siapa yang berkata? Imam Nawawi, Bib. 58:13 Haji. Itu perkataan bukan Imam Nawawi 58:15 Banten, bukan? Bukan. 58:17 Imam Nawawi. 58:17 Imam Nawawi, Asy-Syaikh Muhyiddin Yahya 58:20 bin Syaraf An-Nawawi, Abu Zakaria. 58:22 Pengarang hadis Arba'in. 58:25 pengarang Arba'in Nawawiyah, Minhajut 58:26 Thalibin, pengarang Riyadhus Shalihin, 58:28 Al-Adzkar. 58:29 Imam Nawawi. Sosok yang luar biasa, 58:30 siapa yang enggak tahu Imam Nawawi? 58:31 Pengarang Shahih, Syarah Shahih Muslim 58:33 yang menulis judul-judul di Shahih 58:34 Muslim, yang menerbitkan Shahih Muslim. 58:36 Semua 58:38 masyaallah He eh angkat apa namanya? 58:41 Angkat topi. Angkat topi. Angkat topi 58:42 untuk Imam Nawawi. Beliau yang berkata. 58:44 Apa yang nasnya? Kadal Ihya an yakuna 58:48 Qur'anan, begitu katanya. 58:50 Kada, hampir saja 58:52 Ihya itu menjadi Alquran. He 58:55 Begitu, kata Imam Nawawi. 58:58 Tidak ada kitab yang shahih sah, benar 59:01 setelah Alquran He di bawah naungan 59:04 langit ini setelah Ihya. He 59:06 Eh setelah 59:07 setelah Alquran apa itu? Al-Ihya 59:08 langsung. He 59:10 Begitu yang Imam Nawawi utarakan itu, 59:11 Kadal 59:12 Kadal Ihya an yakuna Qur'anan, hampir 59:15 saja. 59:16 yang menyampaikan itu. Wah, ini siapa 59:17 yang nyampaiin? Imam Nawawi, yang 59:19 muhaddis yang faqih. Imam Nawawi itu 59:20 hidup di setelah zaman Imam Ghazali. Oh, 59:23 nah, setelah zaman Imam Imam Ghazali, 59:24 Imam Nawawi hidup ke abad ke ketujuh. He 59:27 600 sekian beliau. He 59:30 Artinya yang bilang hadisnya di dalam 59:32 kitab maudu berarti kan 59:34 Imam Nawawi udah muhadis 59:36 mau tahu. Iya makanya kurang mengkaji 59:39 berarti iya iya iya masyaallah. 59:41 Hadis maudu semua siapa yang bilang 59:43 terhitung dengan jari kok bukan maudu 59:45 lagi daif hanya. 59:46 Wajib wajib wajib wajib. Dan subhanallah 59:50 diawali dengan Alquran artinya dia 59:53 saling menjelaskan antara ayat dengan 59:55 ayat masyaallah masyaallah. 59:57 Habib tadi pertanyaan tadi menutup akhir 59:59 perjumpaan kita Habib minta maaf sekali 1:00:02 ikhwan akhwat yang belum sempat terbaca 1:00:03 ini. 1:00:04 Saya bacain namanya aja ya ada Nana 1:00:06 Sumarna, Ibu Hati, Bapak Praja, Muhammad 1:00:09 Rosyidi, Ibu Dharma, Nur Sumianto, 1:00:11 Johar, Eyang Sri, masyaallah. Lasmiati, 1:00:14 Ibu Ida, Femi, Muhammad, Aminah, Ani 1:00:18 Suryanti, Surharti, ada Abah, ada Edi 1:00:21 Rustamin Tuwo, Siti Rubiah, Maman 1:00:23 Sumantri, Sunarsih Ibu Ros Aisyah, Mama 1:00:27 Keiri dan Aro. 1:00:29 Fatma Dewi, ada Aisyih, Sas Herman, Ali 1:00:33 Yahya, Abdul Rasyid Mustofa Hasan dan 1:00:36 masih banyak lagi terima kasih banyak 1:00:37 ikhwan akhwat yang sudah menyimak Radio 1:00:40 Silaturahim di manapun Anda berada 1:00:43 khususnya buat ikhwan akhwat yang berada 1:00:44 di Jabodetabek melalui 720 AM, ikhwan 1:00:47 akhwat di Batam melalui Sheila 104,3 1:00:52 FM, Radio Almas 98,9 di Magelang 1:00:56 Radio Madinah 90,0 di Pontianak, Radio 1:00:59 Latansa 96,9 Sukabumi, Radio Lusiana 720 1:01:04 Semarang, Radio Rasal 100,0 Palembang, 1:01:08 Radio Silaturahim 107,0 1:01:11 Bondowoso, Suara Habibullah 94,8 1:01:15 di Banyuwangi, Radio Silaturahim 1:01:16 Yogyakarta dan Radio Silaturahim di 1:01:20 Bondowoso. 1:01:21 Masyaallah ini eh saudara kita Kamil ini 1:01:25 kirim-kirim salam dari Radio Silaturahim 1:01:28 Bondowoso. Terima kasih banyak, 1:01:29 mudah-mudahan bisa menjadi wasilah 1:01:32 hidayah buat ikhwan akhwat sekalian. Dan 1:01:34 Radio Alkhairat di Pontianak, eh di 1:01:36 Palu, mohon maaf di Palu. Masyaallah, 1:01:38 jazakumullah khair. Mudah-mudahan bisa 1:01:40 jadi wasilah hidayah, bisa kita ambil 1:01:42 manfaatnya. Dan ikhwan akhwat jangan 1:01:44 lupa minggu depan kita buka kitab 1:01:46 Bidayatul Hidayah di Masjid Silaturahim 1:01:49 jam 6 hari Sabtu pagi, insyaallah. Bawa 1:01:53 makanan, kita saling berbagi makanan 1:01:54 nanti di Radio Silaturahim. Ajak anak, 1:01:58 ajak istri, ajak kerabat, ajak tetangga, 1:02:01 ajak teman-teman arisan, ajak semua 1:02:04 kenalan, ajak reuni SD semua di situ. 1:02:07 Semua ajak, insyaallah kita belajar 1:02:09 bareng buka kitab Bidayatul Hidayah sama 1:02:12 Habib Ahmad Mushtafa bin Shahab. Sekali 1:02:14 lagi terima kasih banyak kepada Habib 1:02:16 Ahmad Mushtafa bin Shahab yang sudah 1:02:17 menyempatkan waktunya dari habis subuh 1:02:20 di Kota Wisata, kemudian menuju Jakarta, 1:02:23 mampir dulu ke sini, masyaallah. 1:02:25 Minta maaf barangkali sambil 1:02:26 menahan-nahan ngantuk, Habib. Diminum 1:02:29 jamunya boleh, Habib. 1:02:30 Nanti. Masyaallah. Syukron juga Kang 1:02:33 Ondy yang sudah standby sejak subuh 1:02:35 tadi. Dan juga Kang Fajar yang sudah 1:02:37 standby sejak jam 6 tadi, ya Allah. 1:02:40 Alhamdulillah, terima kasih juga ikhwan 1:02:41 akhwat. Saya Isal Kaf beserta kru yang 1:02:44 bertugas mohon undur diri. 1:02:46 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:02:48 wabarakatuh.