Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail [bernyanyi] TV. 0:11 [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. 0:20 Alhamdulillahiabbil alamin wasatu 0:22 wasalamu ala sayyidina Muhammad waa 0:25 alihi wasbihi ajmain rbi ilma allahumf 0:29 bimaamtani waimni mafani warzuqni ilman 0:33 yangfi. Dipancarkan dari jalan masjid 0:35 silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibu 0:37 berbekasi radio silaturahim dan Rasil TV 0:40 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:43 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, 0:45 pendengar dan juga pemirsa di mana pun 0:47 Anda berada yang dapat menyimak siaran 0:50 kami. Semoga dalam keadaan sehat 0:52 walafiat. Senang sekali di malam hari 0:55 ini saya Angga Aminuddin ditemani oleh 0:57 Neza di kameramen dapat kembali menyapa 0:59 Anda di mana pun saja Anda berada. 1:02 Ikhwan akhwat mimbar hasil kembali hadir 1:05 di malam hari ini. Kita sudah memasuki 1:08 pekan-pekan terakhir di bulan Ramadan 1:11 1442 1:12 Hijriah. Ada kesedihan. 1:15 Sedihnya itu kalau bagi saya itu enggak 1:18 terasa gitu ya. Kok tahu-tahu udah di 1:20 akhir Ramadan lagi. Sementara ibadahnya 1:22 masih kurang banget, tilawahnya masih 1:25 kurang ya, Za ya. Bahkan kayaknya kita 1:26 pakam makan ini enggak iktikaf nih, Za. 1:28 Rekaman terus. [tertawa] 1:30 Tapi nanti saya mau nanya, dapat 1:32 berkahnya enggak sih ke ustaz gitu ya. 1:34 Dan di mimbar hasil malam hari ini, 1:36 ikhwan akhwat di pekan-pekan terakhir 1:38 bulan Ramadan, senang sekali kita 1:40 bersyukur dapat kembali menghadirkan 1:42 narasumber kita, Ustaz Khairul Huda. 1:46 Alhamdulillah beliau telah bersama kami. 1:47 Asalamualaikum warahmatullahi 1:48 wabarakatuh, Ustaz. 1:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:51 wabarakatuh, Kang. 1:52 Sehat ya, Ustaz? Ya, 1:53 alhamdulillah sehat walafiat. 1:55 Iya. Ini kita mau minta waktunya lagi 1:57 nih, Pak Ustaz, ya, untuk minta nasihat 1:59 dan tausiahnya. Ini 2:00 alhamdulillah dengan senang hati 2:01 sepanjang kita masih terus bisa 2:03 berkhidmah, waktunya memungkinkan 2:06 dengan sangat bersyukur dan senang 2:08 sekali. 2:09 Jadi, kawan saat ini saya bersilaturahim 2:11 ke pondok beliau di daerah Bojong 2:14 Nangka. Eh, Bojong Nangka ya, Bojong 2:16 Kulur ya. [tertawa] 2:18 Jong Nangka, Gunung Putri. 2:19 Oh, Gunung Putri. Tadi sih kalau lewat 2:22 itu daerah Gerea Bukit Jaya, Percis 2:24 [tertawa] 2:24 di belakang Gerea Bukit Jaya. 2:26 Pondok Pesantren Tahfiz Alkaukab. 2:29 Pondok Pesantren Tahfiz Alkaukab. Nah, 2:33 luar biasa pesantren yang begitu besar 2:35 dan ini adalah di ruangan 2:37 perpustakaannya. 2:39 Bisa dilihat di sini ada kitab-kitabnya. 2:42 Kalau saya kayaknya bacanya harus lama 2:43 nih, Ustaz. Karena kayaknya gundul semua 2:45 nih, Ustaz. Ya, ketepatan yang di sini 2:48 kitab-kitab gundul belakangnya. Tapi di 2:49 sebagian yang lain banyak juga yang 2:52 bahasa Indonesia, bahasa Inggris, 2:54 beberapa juga ada bahasa Jepang, 2:57 Mandarin itu. 2:58 Karena ini sudah di akhir-akhir bulan 3:00 Ramadan memang santri juga sudah libur, 3:02 Ustaz. Ya, 3:02 betul. sudah sekitar seminggu yang lalu, 3:05 seminggu yang lalu 3:06 ee mereka ee pulang dan kembali ke rumah 3:09 masing-masing. Memang tradisi tahunan 3:11 kita kalau kita Ramadan ee 3:14 pengajaran 3:16 pendidikan biasanya sampai tanggal 20 3:19 Ramadan 3:20 persis usai melaksanakan 3:23 apa ee nuzulul Quran biasanya 17 Ramadan 3:27 lalu satu harinya istirahat 19 3:29 bersiap-siap 20 pulang 3:32 cukup sunyi. Alhamdulillah kita bisa 3:34 bersilaturahim ke pondok pesantren ini. 3:37 Mudah-mudahan kita banyak dapat ilmu nih 3:38 ikhwan akhwat ya dengan silaturahim ini. 3:41 Nah, di mimbar Rasil kali ini, Ikhwan 3:43 Akhwat, insyaallah kita akan mengangkat 3:44 topik yang memang juga berkaitan dengan 3:47 pekan-pekan terakhir di bulan Ramadan. 3:49 Terus mau dekat ke Lebaran, topik-topik 3:52 mengenai zakat selalu diangkat untuk 3:55 mengingatkan kaum muslimin karena 3:57 ternyata 3:58 masih banyak juga yang belum begitu 4:00 paham mengenai zakat. sehingga 4:03 layanan-layanan ee mengenai tanya jawab 4:05 tentang zakat itu masih banyak tuh, Pak 4:06 Ustaz. 4:07 Apalagi sekarang kan orang searching 4:08 googling termat aja masih tinggi nih, 4:11 Pak Ustaz. Mereka bertanya-tanya 4:13 mengenai zakat dan juga perihal-perihal 4:15 yang berkaitan dengan zakat. 4:16 Dan di malam hari ini kita juga akan 4:18 membahas mengenai kaitannya zakat itu 4:21 dengan solidaritas umat dan juga bukti 4:24 ketakwaan gitu ya, tingkat ketakwaan 4:27 gitu ya. Nah, ini yang akan kita bahas 4:29 di malam hari ini bersama Ustaz Khairul 4:31 Huda. Begitu ya, Ustaz? Ya, 4:32 betul. 4:34 Sebelum ke zakat, ada satu hal yang ee 4:37 biasanya orang tuh ee melihat sebenarnya 4:40 ruang lingkup zakat kan begitu luas 4:42 gitu. 4:43 Iya. Iya. 4:43 Kaitannya bukan hanya bagi kita yang ee 4:47 mungkin sudah melaksanakan 4:48 bertahun-tahun, rutinitas gitu. Zakat 4:50 itu rutinitas gitu. 4:52 Apakah setiap tahunnya itu bisa merubah 4:54 keadaan sosial atau tidak? apakah bisa 4:56 merubah keadaan bangsa atau tidak gitu 4:57 ya. Nah, ini akan kita bahas mungkin 5:00 sebagai pembuka Ustaz dari ee kajian 5:02 kita malam hari ini. Apa yang 5:04 disampaikan? Silakan. 5:06 Baik. Ee terima kasih Akang Angga ee 5:08 kesempatan yang baik untuk bisa bersua 5:10 kembali, bermuwajahah, dan 5:13 bersilaturahim 5:14 secara virtual dengan seluruh pendengar, 5:18 pemirsa dan simpatisan Radio Rasil. 5:22 Ikhwan Akhwat di mana pun berada. Kami 5:24 buka dan kami mulai pertemuan mimbar 5:27 rasil kali ini dengan menyampaikan 5:29 salam. Asalamualaikum warahmatullahi 5:32 wabarakatuh. 5:35 Alhamdulillahi rabbil alamin wa afdolus 5:38 shati wa atammut taslim ala sayyidina 5:41 maulana wa habibina Muhammadin waa alihi 5:44 wa ashabihi wa atbai ila yaumiddin. Amma 5:48 ba'du. 5:50 Allahumma akhrijna min dulumatil wahmi 5:53 waakrimna binuril fahmi 5:56 wainna bil hilmi waftah alainafatal 6:01 ilmi walna mimma yastami faybiuna 6:05 ahsanah amin ya arhamar rahimin. 6:10 Para pemirsa pendengar 6:13 radio Rasil di mana pun berada. Ikhwan 6:17 akhwat yang dirahmati Allah. 6:20 Kajian dan taklim kita pada kesempatan 6:24 yang sangat mulia ini di penghujung 6:27 bulan agung bulan suci Ramadan 6:31 adalah apa yang tadi sudah disampaikan 6:34 oleh Akang Angga terkait dengan ee 6:37 pemaknaan ee zakat sebagai salah satu 6:41 pilar penting dalam arkan Islam. 6:46 Tentu sebagaimana kita pahami dan 6:48 ketahui 6:50 bahwa zakat ini merupakan rukun ketiga 6:56 dari lima rukun Islam setelah 7:00 pelaksanaan syahadah dan salat. Maka 7:04 kemudian yang ketiga adalah ibadah zakat 7:09 dan keempatnya ibadah siam. Lalu yang 7:11 kelima adalah ibadah haji limanistata 7:15 ilaihi sabila. 7:19 Ibadah zakat 7:21 sesungguhnya memang 7:23 menjadi instrumen yang sangat penting 7:26 dalam kaitan untuk menegakkan 7:31 terjaminnya keadilan sosial di 7:33 tengah-tengah masyarakat. 7:35 Dan dengannya maka kemudian muncul 7:38 kesejahteraan sosial. di tengah-tengah 7:41 umat. 7:44 Begitulah memang ajaran dan syariat 7:46 Islam yang sangat maha sempurna karena 7:51 ia bersumber dari zat yang maha sempurna 7:54 di dalam mengatur dan mengelola 7:56 kehidupan umat manusia ini. Bab itu saya 7:59 ingin mengawali 8:02 bahwa ibadah zakat ini dalam tarikh 8:06 tasyriknya, dalam sejarah syariatnya 8:10 memang hampir para ulama menyatakan 8:13 bersamaan persis dengan kewajiban 8:16 melaksanakan ibadah puasa yang 8:19 dilaksanakan 8:21 tahun kedua dari tahun hijrahnya Rasul 8:25 dari Makkah ke Madinah. Jadi tahun kedua 8:28 setelah hijrahnya Rasul, Allah 8:31 memerintahkan kepada Nabi untuk 8:34 melaksanakan ibadah puasa Ramadan 8:38 sebagai kewajiban bagi setiap individu 8:41 muslim. Dan kemudian pada tahun yang 8:44 sama pada saat bulan Ramadan itu pula 8:48 kemudian diturunkan kewajiban syariat 8:52 mengeluarkan ee zakat. 8:56 Jadi memang beriringan 8:59 betapa ee sesungguhnya keberiringan 9:03 kewajiban 9:05 antara puasa dan zakat ini seakan 9:09 memberikan makna dan pesan betapa begitu 9:13 dekatnya 9:14 antara pentingnya untuk membersamai 9:19 ibadah-ibadah yang bersifat mahdiyah, 9:22 ibadah-ibadah yang beraroma. ritual 9:26 dengan ibadah-ibadah yang bernuansa 9:30 sosial. 9:31 Kalau kita melihat ibadah siam itu lebih 9:35 kepada ibadah-ibadah yang sangat syarat 9:37 dengan kesalehan individu kita. 9:40 penempaan dan penggemblengan untuk 9:42 pengendalian hawa nafsu dengan 9:44 sedemikian rupa sehingga kita mampu 9:48 mengelola dan mengarahkan hawa nafsu 9:50 kita menjadi ee sesuatu yang positif, 9:54 sesuatu yang ee produktif, manfaat, dan 9:57 maslahah kepada diri dan kepada umat 10:00 yang lain. Nah, bersamaan dengan itu di 10:04 akhir pelaksanaan ibadah puasa di 10:08 penghujung-penghujung Ramadan kemudian 10:11 Allah Taala memberikan syariat berupa 10:15 kewajiban menunaikan ee zakat, 10:18 mengeluarkan zakat. 10:21 Dan ini dimaksudkan agar ibadah 10:25 individual kita memang kemudian beref 10:29 efek ber ee implementasi 10:33 dengan ee bersama-sama 10:36 pada aspek-aspek yang membawa kepada 10:40 kemaslahatan umat manusia. 10:43 ee betapa begitu dekatnya hubungan 10:46 antara ee ibadah ritual yang bersifat 10:50 individual ini dengan ibadah sosial yang 10:52 kemudian mengimbas kepada kesejahteraan 10:55 dan kemaslahatan manusia ini. 10:58 Sampai-sampai kemudian tasyriya 11:01 kewajiban syariat ini dilakukan ee 11:04 bersamaan pada waktu dan tahun yang 11:06 sama. 11:08 Para ikhwan akhwat fillah. 11:11 Karena itu juga kalau kita lihat dalam 11:15 banyak ayat-ayat Al-Qur'an maupun 11:16 hadis-hadis Nabi di mana ada perintah 11:21 melakukan ritual salat misalnya, maka 11:25 bersamaan dengan itu langsung disusul 11:27 dengan ayat yang memerintahkan 11:31 melaksanakan menunaikan zakat. Betapa 11:34 kita banyak jumpai misalnya akang Angga 11:37 pada ayat-ayat Al-Qur'an di mana Allah 11:39 berfirman, "Wa aqimus shata waatuz 11:44 zakah." 11:46 Perintah untuk mendirikan salat. Lalu 11:49 bersamaan dengan itu, Allah pun 11:52 mengiringinya dengan perintah menunaikan 11:56 zakat. 11:58 seakan antara ibadah ritual yang kita 12:00 lakukan ini tidak boleh terlepas dengan 12:04 ibadah sosial yang itu sesungguhnya 12:06 manifestasi daripada ibadah-ibadah yang 12:10 ee kita lakukan. 12:13 Jadi seakan memberikan pesan dalam 12:16 banyak hadis juga diriwayatkan betapa 12:19 ibadah saum Ramadan kita ini hanya akan 12:23 kemudian diterima sepenuhnya oleh Allah 12:26 kalau kemudian kita laksanakan kewajiban 12:29 zakatnya. Bahkan para ulama dulu sering 12:32 menggambarkan ibadah saum kita yang 12:34 sudah demikian luar biasa kita lakukan 12:37 ini masih digantungkan oleh Allah pahala 12:41 dan hikmahnya. sampai kemudian pelakunya 12:44 menyelesaikan dan menunaikan zakatnya. 12:48 Sebab itu di dalam ee hadis Nabi 12:52 dijelaskan ee 12:55 sebagaimana riwayat Abdullah Ibnu Abbas 12:58 ee dinyatakan far Rasulullahi sallallahu 13:02 alaihi wasallama zakatal fitri 13:05 thuhratan lisoimi minalagwiati 13:11 watmatan lil fuqar wal masakin. 13:16 Jadi bersamaan dengan ibadah puasa itu 13:19 di akhir pelaksanaannya di penghujung 13:21 Ramadan memang kemudian Allah Taala 13:25 mewajibkan kepada setiap individu 13:28 mengeluarkan zakat. Dalam konteks ini 13:30 adalah zakat fitrah. Seperti kita 13:33 ketahui ee jenis zakat itu setidaknya 13:36 ada dua. Ada zakat mal atau zakat amwal 13:40 dan kemudian zakat fitrah. Zakat nafs. 13:44 Zakat mal tentu punya ketentuan dan 13:47 syarat rukunnya tersendiri. Sementara 13:49 zakat fitrah ini juga punya ketentuan 13:52 dan syarat rukunnya tersendiri yang 13:54 salah satu pembedanya ee kalau zakat mal 13:58 tentu ada nisabnya, ada batasan ukuran 14:02 di mana kewajiban seseorang baru 14:05 diberikan untuk mengeluarkan zakat dari 14:08 harta kekayaannya setelah sampai satu 14:10 nisab, setelah misalnya mencapai satu 14:13 haul, 1 tahun dalam perputaran hartanya. 14:17 Beda dengan zakat fitrah. Tentu kalau 14:20 zakat fitrah ini ee kewajiban yang 14:23 sifatnya individual setiap ee muslim 14:27 baik yang laki perempuan, yang tua, 14:30 muda, bahkan yang ee bayi sekalipun 14:33 semua memiliki kewajiban mengeluarkan 14:37 zakat fitrah. Makanya namanya zakat 14:39 fitrah, zakat nafs, zakat yang 14:42 dikeluarkan untuk membersihkan setiap ee 14:45 jiwa dan individu muslim. Dan itu 14:47 dilakukannya hanya pada bulan Ramadan. 14:51 Dia boleh diawali di bulan-bulan Ramadan 14:53 meskipun baiknya memang di akhir-akhir 14:56 Ramadan. ini sekaligus kami mengingatkan 14:58 supaya saudara-saudara kita yang ee 15:00 belum berkesempatan supaya segera 15:02 menyiapkan untuk mengeluarkan zakat 15:04 fitrah. Karena ini kewajiban yang sama 15:07 persis dalam syariat Islam sebagaimana 15:09 kewajiban salat lima waktu, kewajiban 15:12 puasa kita di bulan Ramadan ini. Karena 15:15 ini merupakan pilar asasi, pilar utama 15:17 dalam ee syariat Islam. Nah, Bapak Ibu 15:22 tadi dinyatakan oleh hadis Rasul, salah 15:24 satu hikmah daripada zakat fitrah ini 15:27 adalah thhrotan lisimi. 15:30 Untuk mensucikan 15:32 diri setiap orang puasa secara totaliti. 15:36 Apakah orang berpuasa yang saat dia 15:39 menunaikan qiyamulail, melakukan 15:41 tadabbur Al-Qur'an, menjalankan iktikaf, 15:45 itu juga ee sudah mampu memberikan 15:49 pensucian terhadap diri dan jiwanya? 15:51 Iya, pasti. Tapi apakah sudah 15:53 sepenuhnya? Belum. Belum tentu. Karena 15:56 itu tadi ibadah-ibadah yang bersifat 15:58 ritual haqqu minallah tidak kemudian 16:01 serta-merta bisa mensucikan dengan 16:03 hak-hak yang bersifat adami, 16:05 kesalahan-kesalahan yang berhubungan 16:08 dengan umat manusia. Maka kata Rasul, 16:11 salah satu fungsinya adalah mensucikan 16:14 orang puasa dari ucapannya yang jorok, 16:17 dari ucapan yang kotor, dari tindak laku 16:21 yang lalim. 16:22 minallagwiarafati dari sesuatu yang eh 16:26 apa berbau ee ketidakelokan yang porno 16:30 dan seterusnya dan seterusnya yang ee 16:33 kebohongan, sumpah palsu, caci maki dan 16:37 seterusnya dan seterusnya itu manusia 16:39 kadang-kadang baik dalam waktu saat dia 16:43 sengaja maupun dalam kondisi ee emosi 16:45 tinggi suka melakukan itu meskipun dia 16:48 dalam kondisi puasa bisa jadi dia 16:51 terlepas atau kadang-kadang sengaja 16:53 azakat fitrah termasuk di antaranya 16:56 membersihkan ucapan dan tindak laku yang 16:58 kotor, yang jorok, yang kemudian sia-sia 17:01 di hadapan Allah Taala ini. Dan kemudian 17:03 yang kedua hikmahnya adalah wath'matan 17:07 lil fuqarai wal masakin. Bahwa zakat 17:10 fitrah ini memastikan akan kesejahteraan 17:14 dan kemaslahatan 17:16 terutama kepada fuqara dan basakin. Ini 17:19 ini yang paling penting. Sehingga jangan 17:22 sampai kemudian pada yaumul id di hari 17:26 kebahagiaan, hari kemenangan, hari 17:28 begitu meluapnya kesyukuran kita kepada 17:32 Allah, masih kita jumpai saudara-saudara 17:35 kita yang kesulitan hanya untuk misalnya 17:38 bertahan hidup, hanya untuk kemudian 17:41 menyuapi makan kepada anak ee istrinya, 17:45 keluarganya dan seterusnya. itu sesuatu 17:48 kezaliman yang luar biasa. seakan bahkan 17:50 ibadah puasa kita 1 bulan penuh itu 17:53 kalau kemudian kita masih dihadapkan 17:56 dengan kenyataan problem masyarakat kita 17:58 yang begitu menganga terjadinya 18:01 kemiskinan, 18:03 kelaratan, 18:05 ketidakberdayaan secara ekonomi, maka 18:08 sesungguhnya ibadah itu masih belum 18:11 mampu ee membawa ee ee ee pesan utama 18:17 dari apa yang diperintahkan oleh Allah. 18:19 di mana ibadah-ibadah ee mahdiyah ini 18:22 berefek langsung kepada hal-hal yang 18:24 sifatnya kemasyarakatan dan kemanusiaan. 18:28 Maka dijamin dengan fitrah itu 18:30 diharapkan 18:32 kesejahteraan, kebahagiaan, kenyamanan 18:35 secara lahiriah utamanya ya terutama 18:38 terkait dengan sandang dan pangan itu 18:40 bisa dirasakan oleh semua 18:42 saudara-saudara kita baik terutama yang 18:46 mereka-mereka tidak mampu dan tidak 18:48 berkecukupan. 18:50 Karena itu, ikhwan akhwat, para 18:52 pendengar yang budiman, para pemirsa ee 18:55 Rasil di mana pun berada. 18:58 Satu hal yang ingin saya berikan dasar 19:00 secara teologis, betapa sesungguhnya 19:03 Islam ini sangat menekankan 19:06 kebersamaannya antara pentingnya menjaga 19:10 keutuhan dan keseimbangan ibadah ritual 19:13 dan ibadah sosial. Ini surah Al-Maun 19:16 cukup bagi kita untuk merenungi dan 19:18 menjadikan inspirasi 19:21 ketegasan masalah ini. Betapa Allah 19:24 Taala mengingatkan dengan keras kepada 19:27 mereka-mereka umat yang mengaku beragama 19:31 lalu kemudian agamanya bersifat egois, 19:34 individualistik, ritual semata. itu 19:37 Allah ingatkan jangan, jangan sampai di 19:39 situ. Agama ini hadir justru untuk 19:43 memberikan rahmat, memberikan 19:47 kesejahteraan, memberikan keadilan dan 19:50 kenyamanan kepada sesama. Sebab itu 19:52 Allah kemudian berikan satu pertanyaan 19:55 besar dalam surah Almaun ini. 19:57 Aroitalladzi yukadzibu biddin. 20:02 Wahai Muhammad. Dan ini khitabnya juga 20:04 untuk kita semua tentunya. 20:06 Araita alladzi yukadzibu biddin. Tahukah 20:10 kamu 20:12 bahwa siapa orang yang mendustakan agama 20:15 itu? Adin di sini juga dimaknain 20:19 mendustakan hari kebangkitan yaumul 20:21 qiamah itu. 20:24 Lalu kemudian Allah dengan tegas 20:25 menyatakan 20:27 alladzi yaduul yatim. Orang yang 20:30 dianggap mendustakan akan klaim 20:33 keagamaannya, akan kesalehan ritualnya 20:37 itu. Tatkala mereka-mereka 20:40 kemudian yaduul yatim, mengabaikan nasib 20:45 anak-anak yatim, me 20:49 melakukan ketidakpeduliannya terhadap 20:52 para yatim dan para piatu di antara 20:56 lingkungan kita. 20:58 Mereka-mereka yang menghardi anak-anak 21:00 yatim. 21:01 Ini surah ini sesungguhnya memang ada 21:03 asbabun nuzulnya. ee diriwayatkan 21:06 sebagaimana dikutip dalam tafsir 21:08 almisbah itu asbabun nuzul dari surah 21:11 almaun yang salah satu namanya adalah 21:13 surah adin dari almaun ini. Karena ini 21:16 mencakup esensi daripada risalah dan 21:19 pesan ee syariat Islam itu. Konon pas 21:22 waktu ee apa ee hari kesenangan 21:27 dilakukan di masyarakat Arab. Ee 21:30 kemudian adalah salah satu paman e Rasul 21:33 yang diriwayatkan antara Abu Sufyan atau 21:35 Abu Jahal menyembelih banyak ekor unta. 21:38 Lalu pada waktu itu datanglah ee 21:41 beberapa anak yatim untuk ingin 21:43 mencicipi dan mendapatkan ee daging unta 21:45 yang ia e rasakan dan nikmati bersama 21:48 itu. Lalu apa yang dilakukan oleh Abu 21:50 Jahal? Mereka mengusir dan menghardi 21:53 anak yatim itu dengan sama sekali tidak 21:55 memberikan kesempatan untuk menikmati 21:58 secuil daging unta sekalipun sebagaimana 22:01 yang ia nikmati bersama. Lalu kemudian 22:03 turunlah ayat ini sebagai kecaman keras 22:06 kepada orang-orang yang ee dinyatakan 22:09 oleh Al-Qur'an sebagai pendusta agama, 22:12 sebagai pendusta akan datangnya hari 22:15 kebangkitan kelak. Nah, yang kedua dalam 22:18 ayat ini langsung disusul oleh Allah 22:20 dengan alladzi yadul yatim wala yahuddu 22:25 ala thaamil miskin. 22:29 Pendusta agama itu adalah orang yang 22:33 tidak menganjurkan untuk berbagi, 22:36 memberi makan kepada orang-orang miskin. 22:40 Coba mari kita hayati. 22:43 Ee jadi di sini itu bukan saja perintah 22:47 Al-Qur'an ee kita memberi makan kepada 22:51 orang miskin, tapi ada upaya juga untuk 22:54 bersama-sama mengajak kepada yang lain 22:57 untuk memberi ee makan dan kesejahteraan 23:00 kepada mereka-mereka yang tidak mampu. 23:02 Jadi, ada gerakan kolektivitas 23:04 sebenarnya di situ. bukan hanya sekedar 23:07 mengingatkan individu kita untuk 23:08 memberikan karena kalau hanya sekedar 23:11 individu kalau kemudian tidak digerakkan 23:13 bersama-sama efeknya tidak akan kuat. 23:16 Karena betapun keadilan dan 23:17 kesejahteraan sosial itu baru mampu 23:20 ditegakkan kalau ada upaya yang 23:22 bersama-sama sehingga mampu menjembatani 23:25 dan memberikan ee apa kesejahteraan yang 23:28 seutuhnya. Maka dalam ayat ini wudu alam 23:32 miskin bukan eh yang mendustakan sekedar 23:36 tidak memberi makan kepada orang miskin, 23:39 tetapi juga ee mereka yang tidak 23:42 menyeru, tidak mengajak kepada yang lain 23:44 untuk bersama-sama ngopenin dan peduli 23:47 kepada nasib mereka-mereka yang tidak 23:49 mampu. Nah, menarik juga kita baca di 23:52 sini ee ikhwan akhwat fillah ee 23:54 sebagaimana pula dinyatakan oleh 23:56 Profesor Qurais Syiab dalam tafsir 23:57 almisbahnya di situ wala yahudu ala 24:00 thaamil miskin tidak mengajak menyeru 24:04 untuk memberi ee ee konteksnya 24:08 menghadirkan 24:09 makanan orang miskin bukan memberi makan 24:13 sem kalau memberi makan seakan-akan 24:15 makanan itu datang dari makanan kita. 24:18 Padahal sebenarnya ayat ini lebih kepada 24:22 mengembalikan makanan orang-orang 24:24 miskin, orang-orang tidak mampu yang ada 24:26 di kita. Ah, inilah zakat. Sesungguhnya 24:29 zakat itu tidak dimaknai kita memberi 24:32 harta yang kita miliki sebenarnya di 24:34 dalam Islam kepada ee mereka-mereka yang 24:37 tidak mampu. Tetapi 24:40 zakat itu sesungguhnya esensinya adalah 24:43 mengembalikan 24:45 hak-hak daripada fuqara masakin yang ada 24:48 di kita yang sudah tentu menjadi 24:50 kewajiban kita untuk kemudian 24:52 menyalurkannya. Jadi kalau kita tidak 24:55 salurkan sama artinya kita memakan 24:58 haknya para fuqara wal masakin meskipun 25:01 itu harta ada di dalam kepemilikan kita. 25:05 Sebab itu sebenarnya konsep zakat itu 25:07 antara yang memberi dengan yang menerima 25:09 sama-sama mulianya. 25:12 Dan itulah luar biasa ee pemaknaan zakat 25:16 di dalam Islam. itu ee dalam konteks ini 25:21 ee setidaknya jangan sekali-kali kita 25:24 pahamkan pengeluaran zakat yang wajib 25:28 kita lakukan itu kemudian dimaknai ee 25:31 memberi ee dari harta kita itu ee apa ee 25:37 sesungguhnya ee pemakanaan yang tidak 25:39 persis dengan esensi syariah. Makna 25:42 syariah yang betul itu adalah eh zakat 25:45 itu mengembalikan hak-haknya orang 25:47 miskin. Maka ayat ini wala yahudu alamil 25:50 miskin. Makanannya orang miskin yang ada 25:52 di kita. kesejahteraan orang miskin yang 25:55 dititipkan oleh Allah ee di dalam harta 25:58 kekayaan kita dan kemudian kita wajib 26:01 mengembalikannya, wajib menyalurkannya 26:04 melalui ee proses menunaikan ibadah 26:07 zakat ini. 26:09 Pemirsa, para ikhwan akhwat fillah yang 26:12 dirahmati Allah, ee kita akan lanjut 26:15 pada sesi berikutnya. 26:17 Luar biasa, Ikhwan Akhwat yang dirahmati 26:19 Allah Subhanahu wa taala. pembuka yang 26:22 ee kalau buat saya sih malah menimbulkan 26:24 banyak pertanyaan gitu kan. Kalau diajak 26:26 diskusi kayaknya enak nih, Ustaz ya. 26:28 [tertawa] 26:28 Betul. Betul. Supaya lebih ee hidup, 26:31 lebih nyambung. 26:32 Iya. Jadi memang perlu pemahaman ikhwan 26:34 akhwat. Banyak orang yang terjebak di 26:36 rutinitas itu akhirnya ya ee zakat dia 26:39 keluarkan tapi dia tidak memahami makna 26:41 dan perubahannya yang justru tidak ada. 26:44 Saya ingat dengan ee salah satu bahasan 26:47 zakat dan agen perubahan. agen perubahan 26:50 masyarakat gitu. Ternyata Muzaki ini 26:53 bisa dijadikan sebagai 26:54 ee agen perubahan, Ustaz. 26:56 Apalagi saya ingat ini satu artikel 26:59 Prof. Muhammad Hasbi Asidiki ya beliau e 27:02 mufassir dari Aceh 27:03 yang menjelaskan bahwa dari sisi ibadah 27:07 sosial zakat itu dilihat dari muzakinya 27:11 itu kan membersihkan 27:13 membersihkan 27:16 ee hartanya. 27:17 Ternyata yang dibersihkan bukan 27:18 hartanya. yang dibersihkan itu dari 27:20 kotoran kekikirannya. Jadi [tertawa] 27:23 yang dibersihkan dirinya itu dari sisi 27:25 muzaki, dari sisi ee penerima zakat gitu 27:29 ya. 27:30 Itu merubah gitu. Jadi dengan apa yang 27:32 diberikan itu merubah merubah menuju 27:34 kepada kesejahteraan. Pertanyaan Pak 27:36 Ustaz, 27:36 iya 27:37 sudah puluhan tahun 27:38 Heeh. 27:39 umat ini 27:40 melaksanakan ibadah zakat tapi 27:41 kemiskinan masih ada, 27:43 kesenyangan sosial makin tinggi. 27:45 Apakah ini justru tidak berhasil di umat 27:47 Islam dalam melaksanakan ibadah zakat? 27:48 Itu pertanyaan Pak Ustaz. Menurut Ustaz 27:49 bagaimana? 27:50 Baik, pertanyaan yang sangat kritis dan 27:53 memang ini faktual ya, kenyataan yang ee 27:56 dihadapkan kepada kita umat Islam antara 27:59 doktrin agama dengan realita yang 28:01 kemudian terjadi di masyarakat. 28:04 Tadi saya memang mengawalinya dengan 28:05 dogma yang diajarkan oleh syariat Islam, 28:08 oleh baginda Rasul kepada kita. 28:11 Bagaimana instrumen zakat ini memang 28:13 diharapkan oleh syariat menjadi media 28:18 peneguh terciptanya keadilan dan 28:21 kesejahteraan sosial. Tapi tampaknya 28:23 kita juga harus akui betapa kesenjangan 28:28 ee yang terjadi di masyarakat kita dan 28:30 umumnya bahkan di masyarakat-masyarakat 28:33 muslim begitu luar biasa ee kita masih 28:36 banyak jumpai. di mana letak ee 28:39 ketidaktepatan ini? Ee sungguh menurut 28:42 himat saya tentu antara ee doktrin 28:46 dengan kemudian ee fakta yang ee terjadi 28:50 di masyarakat memang masih jauh panggang 28:53 dari api istilahnya. Kita harus 28:55 menyadari mungkin perlu dilakukan riset 28:57 ini penelitian sejauh mana sesungguhnya 29:01 masyarakat muslim ini sudah menunaikan 29:04 kewajiban zakatnya. Kalau kemudian sudah 29:07 men berapa persen dari ee jumlah total 29:10 masyarakat ee muslim yang mengeluarkan. 29:14 Belum lagi kemudian apakah cara 29:16 mengeluarkannya memang sudah memenuhi 29:18 akan standar minimal sebagaimana 29:20 ketentuan ee syariat Islam. Belum lagi 29:24 juga pertanyaannya, adakah sudah zakat 29:26 yang sedemikian diatur pengelolaannya 29:29 oleh Islam dilakukan dengan 29:31 sebaik-baiknya? 29:33 Ah, apakah manajemennya dilakukan ee 29:37 sesuai dengan ee kaidah-kaidah yang 29:39 sudah diajarkan oleh para ulama? Ee 29:42 kemudian para amilnya apakah sudah 29:44 betul-betul melakukannya dengan amanah 29:47 dan adakah kemudian zakat itu semangat 29:50 produktivitasnya 29:52 kita betul-betul bisa kembangkan dan 29:53 seterusnya dan seterusnya. upaya ini 29:56 memang sudah ada, Bapak, Ibu sekalian, 29:57 termasuk di negeri kita Indonesia ini. 29:59 Ee Akang 30:01 H 30:01 ee kita sudah lama punya undang-undang 30:03 misalnya tentang pengelolaan zakat. 30:05 Seingat saya ada undang-undang pertama 30:07 kali dulu itu ee Undang-Undang Nomor 38 30:10 Tahun 1999 yang ee kemudian direvisi, 30:14 diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 30:17 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. 30:22 Ini semua memang kemudian menjadi bagian 30:25 upaya hadirnya pemerintah ee melakukan 30:28 ee intervensi ya dalam tanda kutip 30:31 pengelolaan dan pengaturan zakat supaya 30:35 lebih ee mampu mengoptimalkan 30:39 kesejahteraan dan hadirnya kemaslahatan 30:42 ee kepada umat ini. He. 30:44 Ee makanya sampai juga kita kemudian ee 30:47 punya sudah lama sekali ee sebuah 30:49 lembaga yang secara nasional khusus 30:52 menangani tentang zakat ini yang disebut 30:54 dengan apa? Baznas. 30:55 Badan ee Amil Zakat Nasional 30:58 yang ee sesungguhnya ini di 31:00 wilayah-wilayah di tingkat provinsi, 31:02 tingkat kabupaten, bahkan tingkat 31:03 kecamatan pun ee ada. 31:05 Iya. 31:06 Hanya memang ee lagi-lagi kita memang 31:08 harus perlu terus melakukan upaya-upaya 31:10 perbaikan. Nah, tadi saya tergelitik 31:13 dengan ee pertanyaan itu. Nah, ini tentu 31:16 menjadi media introspeksi kita bersama, 31:19 media muhasabah kita bersama. Betapa 31:22 sesungguhnya zakat ee dengan segala 31:24 hikmah dan maknanya itu masih jauh 31:27 sekali dari upaya-upaya untuk 31:29 menghadirkan ee kesejahteraan, 31:31 mengangkat kemiskinan, memberikan ee apa 31:34 namanya? Solusi bagi ee para 31:36 pengangguran-pengangguran dan 31:37 seterusnya. Dan apakah pernah terjadi 31:39 dalam sejarah Islam? H 31:41 sesungguhnya kita bisa menengok dalam 31:43 banyak sejarah dan itu banyak diungkap 31:45 dalam kitab-kitab ee apa sejarah Islam 31:49 misalnya pada zaman ee Khalifah Umar bin 31:52 Abdul Aziz yang dikenal khalifah yang 31:55 sangat ee adil, khalifah yang ee ke lima 32:00 dari kekhulafaan Islam itu pada zamannya 32:04 meskipun waktunya singkat beliau 32:06 memimpin tapi dinyatakan pengelolaan 32:09 zakat 32:10 wakaf ee infak sedekah ya waktu itu 32:13 memang benar-benar ee luar biasa. Bahkan 32:17 sampai-sampai kemudian dengan ee 32:19 pengelolaan zakat yang diarahkan pada 32:22 sesuatu yang sangat produktif itu ee 32:25 kemudian tercipta baitul mal w tamwil 32:27 dan seterusnya dan seterusnya itu 32:29 diriwayatkan sulit sekali pada zamannya 32:32 itu mencari para mustahaqin zakat itu. 32:35 Jadi fuqara masakin itu sudah beralih 32:38 status semua menjadi dari mustahik ke 32:40 muzaki. Dan inilah sesungguhnya misi 32:43 zakat itu bukan kemudian zakat itu 32:47 melanggengkan para mustahi, tapi 32:49 harusnya dengan zakat itu mengentas para 32:53 mustahiqin menjadi para muzakki. Dari 32:56 mustahik menjadi muzakki. ini yang 32:58 nampaknya ee gagal banyak untuk 33:00 dilakukan ee di umat Islam itu. Jadi 33:04 spiritnya sebenarnya kalau kita ini 33:07 kadang-kadang mohon maaf ee zakat ini ee 33:10 nuansanya kan dibawa kepada bagaimana ee 33:15 apa ee pemberian ee solidaritas sosial 33:21 semata sampai di situ. belum sampai 33:23 kemudian 33:25 peningkatan harkat martabat ee 33:27 kemasyarakatan dari aspek kesejahteraan 33:30 dan ekonominya. 33:32 Saya ada ee cerita lucu waktu ee kita 33:35 pas satu saat seminar ee di salah satu 33:38 ormas Islam lah ya 33:39 ee kita mau membahas tentang melakukan 33:42 pemberdayaan zakat ee produktif lah 33:46 ee supaya zakat itu kemudian bisa 33:48 optimal ee pengelolaan dan 33:50 pemanfaatannya termasuk kemudian ee apa 33:54 pendistribusiannya untuk macam-macamlah 33:56 bisa untuk ee kemudian pemberian 33:59 beasiswa ee kemudian pemberian stimulan 34:03 usaha kepada mereka-mereka yang ee usaha 34:06 ee di bidang ee mikro ee yang menengah 34:09 ke bawah dan seterusnya itu hadirlah 34:11 sekitar 50-an para ee peserta seminar. 34:15 Lalu kemudian di situ nampaknya setelah 34:18 diinventaris, setelah didata, hampir 34:21 semua yang datang itu adalah 34:23 potongan-potongan yang para mustahi 34:25 semata yang muzakinnya enggak ada sampai 34:27 10%-nya. Jadi kita berbalik pikir, kita 34:30 ini mau berbicara tentang mengangkat 34:32 mustahik menjadi muzaki dengan 34:35 mengoptimalkan 34:36 ee produktivitas zakat. Tapi kenyataan 34:38 diri kita 90% dari peserta itu adalah 34:42 mustahikin semuanya. Jadi ee paradoks ee 34:45 apa dari apa yang ee kemudian kita ee 34:49 lakukan. Nahnya enggak nyampai. 34:50 Nah ee kemudian segmennya jadi belum 34:53 lagi keluar. Maksud saya betapa orang 34:56 yang bergelut dalam dunia pengaturan dan 35:00 pengelolaan zakat pun masih belum mampu 35:03 menerjemahkan ee pesan-pesan penting 35:05 dari zakat itu. Apalagi dengan di luar. 35:07 Nah, inilah memang 35:09 ee kesenjangannya kita. Nah, saya ingin 35:12 ee ee menarik ke sini ee ee Bapak, Ibu, 35:15 para ikhwan akhwat fillah, para pemirsa 35:17 sekalian ee betapa sesungguhnya ee ayat 35:22 zakat dalam surah at-Taubah ayat 103 itu 35:27 nyata sekali. Tadi sudah disinggung sama 35:29 ee akang Angga. Allah berfirman, 35:32 azubillahiminasyaitanirrajim. 35:35 Khuz min abwalihim shodqatanhirum 35:40 wa tuzakkihim 35:42 biha wasi alaihim. 35:45 Inna shataka sakanul lahum ila akhiril 35:49 ayah. Kita ambil cuplikan ayat yang 35:51 pertamanya. Khud min amwalihim. 35:56 Ambillah wahai Muhammad. Dan inilah 35:59 perintah syariat kepada siapapun umat ee 36:02 Islam ini. Min amwalihim dari sebagian 36:05 harta kekayaan mereka yang berpunya. 36:08 Mereka yang memang sudah berkewajiban 36:10 melakukan zakat. Suf. Mari kita lihat 36:13 dalam ayat ini. Khud perintahnya disuruh 36:16 mengambil. 36:17 Jadi kalau kemudian mereka-mereka yang 36:20 tidak berkesadaran untuk mengembalikan 36:23 hak-hak fuqara masakin itu negara bisa 36:26 hadir untuk memaksa mengambil dari apa 36:29 yang ee mereka punyai untuk kemudian 36:32 dikembalikan kepada hak-hak fuqara 36:34 masakin. 36:35 Itulah bedanya zakat dengan sedekah atau 36:37 dengan infak ee ee biasa. Jadi di sini 36:41 sesungguhnya ada unsur memang ee 36:44 diberikannya otoritas wewenang amil 36:48 melalui representasi ee instrumen negara 36:51 yang ee sah untuk kemudian mengambil 36:54 paksa kepada mereka-mereka yang sudah 36:57 berkewajiban zakat ee harta sebagian 37:00 dari harta kekayaan yang harus 37:01 dikeluarkan itu untuk dikembalikan 37:03 kepada ee fuqara masakin dan para 37:06 mustahaqin yang lain. khud min amwali 37:09 shodqatanirum. Sodqah ini dalam 37:11 pemaknaan ee adalah zakah tuthirum ya. 37:15 Tadi disebutkan ini zakat menjadi media 37:19 pembersih pensuci sifat-sifat kekikiran 37:23 dan kebahilan kita. ya sebenarnya ee 37:26 juga pembersih ee harta dalam konteks 37:29 mungkin ee cara 37:32 pengambilannya yang ee katakan dipenuhi 37:34 dengan kesyubhatan atau bahkan 37:36 kemungkinan keharaman yang mungkin kita 37:38 tidak ee ketahui. Tidak ketahui. Nah, 37:41 dalam konteks sesungguhnya ee harta itu 37:44 ya ee kalau kemudian kita ambil ee 37:49 secara benar, secara ee apa ee halal ee 37:54 tentu adalah sesuatu yang sudah suci. 37:56 Tetapi dalam konteks ini pemilik harta 38:00 itu sangat mempengaruhi dengan ee status 38:03 harta yang dimiliki. Pemilik harta ini 38:05 mendapatkannya dari sesuatu yang halal 38:07 atau dari sesuatu yang menyimpang. Nah, 38:10 itu proses bersamaan. Jadi, mensucikan 38:13 diri dari kekiran dan kebahilan supaya 38:15 dengan zakat itu orang kemudian timbul 38:19 ke e dermawanannya, kepeduliannya, 38:23 perhatiannya kepada yang lain. Dan pada 38:25 saat yang sama pun juga mampu 38:27 membersihkan ee apa riak-riak atau 38:30 kekotoran harta dari sesuatu yang 38:32 syubhat sampai sesuatu yang haram 38:34 sekalipun. Nah, wa tuzakkihim biha. Dan 38:38 itu pun ee dengan bersamaan zakat itu 38:41 insyaallah akan kemudian justru 38:44 menjadikan kita semua ee apa tersucikan 38:48 jiwa kita. Jadi bukan hanya semata-mata 38:52 sekali lagi ibadah ritualan ansih tapi 38:55 ibadah-ibadah yang berdimensi sosial, 38:58 yang berdimensi kemanusiaan itu juga 39:00 sangat efektif untuk mensucikan jiwa dan 39:04 ruhaiah kita. Maka kalau kemudian ada 39:08 orang yang mohon maaf ya secara ritual 39:10 keagamaannya tinggi tapi sulit menerima 39:13 kebenaran, sulit menerima 39:15 nasihat-nasihat itu bisa jadi memang di 39:17 dalam jiwanya masih ada ke keruhan atau 39:22 kekotoran yang berdimensi kemanusiaan 39:26 yang dia belum bersihkan. Dia jarang 39:28 sekali berderma, dia jarang sekali 39:30 bersedekah, dia jarang apalagi kemudian 39:32 ee memberikan zakat dan seterusnya dan 39:35 seterusnya. Nah, maka kemudian itu masih 39:37 ee apa menjadi ee sesuatu yang e kotor 39:42 sekali dalam dirinya dan itu menutup 39:44 akan kebenaran, akan rahmah dan tentu 39:48 menutup hal-hal kebaikan ee dari sisi 39:50 Allah Subhanahu wa taala. Nah, ikhwan 39:53 akhwat fillah, ee hal lain yang mungkin 39:56 dan perlu kita cermati ee ee sebagaimana 40:00 ditulis oleh Syekh Mustofa Assibai dalam 40:03 ee kitabnya Musyaratul Islam itu ee 40:07 sebenarnya Islam ini ee memberikan 40:12 penekanan keseimbangan antara 40:15 menghormati hak-hak kepemilikan secara 40:18 individu dan pada saat yang sama juga 40:21 sangat mementingkan ee terciptanya 40:25 kesejahteraan dan kemaslahatan ee 40:28 kolektif, kemaslahatan ee masyarakat 40:30 secara umum. 40:32 Ee apa artinya? Bahwa ee 40:36 kepemilikan secara individu itu memang 40:39 dihargai dan dihormati oleh Islam. 40:41 Tetapi hendaknya kepemilikan ini 40:43 kemudian tidak menutup akan hak-hak 40:46 kepemilikan secara umum atau mengganggu 40:50 hak-hak kepemilikan masyarakat secara 40:52 luas. Dan karena itulah banyak di dalam 40:55 hadis-hadis dinyatakan larangan dan 40:58 keharaman terjadinya ikhtikar, monopoli 41:01 pada sesuatu ee apa ee produk atau 41:04 makanan atau minuman tertentu atau ee ee 41:08 sesuatu yang menjadi hajat dan 41:10 kebutuhan. ee masyarakat luas. Jadi 41:12 haram dilakukan ee ee monopoli yang 41:15 sehingga itu kemudian menyumbat ee hajat 41:19 dan kebutuhan publik. Ee begitu pula ee 41:23 dilarang pula di ee dalam Islam misalnya 41:26 ee kita banyak tahu hadis ee misalnya ee 41:31 produk-produk yang sebenarnya itu bisa 41:33 dikonsumsi dan bisa di ee jual secara 41:37 bebas. Lalu kemudian kita tahan, kita 41:40 timbun, kita tumpuk untuk satunya saat 41:43 ee kita mainkan harga dan itu kemudian 41:46 menyusahkan kepada yang lain. Ini ee 41:49 sesuatu yang memang sangat ee dibenci 41:52 dan di ee larang di dalam Islam. Kenapa? 41:55 Karena ini ee pasti kemudian akan 41:57 terjadi ketidakseimbangan 42:00 ee sosial. Ada kemudian terjadi 42:03 kesenjangan sosial yang mengangah. Dan 42:05 kesenjangan sosial yang menganga inilah 42:08 yang kemudian akan menjadi pintu-pintu 42:10 terjadinya ee konflik sosial, terjadinya 42:14 ee tindak kriminalitas di tengah-tengah 42:16 masyarakat lah. Inilah yang ee sering 42:19 kita jumpai. Maka Bapak Ibu sekalian 42:21 sebenarnya mohon maaf memang ada 42:23 kejahatan ee pencurian, korupsi ee 42:26 perampokan itu karena faktor ketamakan 42:29 seseorang, karena kerakusan seseorang. 42:31 Tapi tidak sedikit pula ee kriminalitas 42:35 yang bersifat perampasan hak-hak orang 42:37 baik itu mencuri, merampas seterusnya 42:39 itu juga karena keterpaksaan ee hajat 42:42 seseorang karena dia sudah sulit sekali 42:45 untuk menemui ee katakanlah ee pekerjaan 42:49 karena dia sulit sekali untuk ee 42:51 mendapati ekonominya yang layak karena 42:53 ee ee mereka-mereka yang punya harta 42:56 kemudian berdiam diri tidak pernah 42:58 berempati berbagi untuk menaik nengok 43:01 kanan kiri dan ee saudara-saudaranya 43:03 bagaimana akan nasibnya dan seterusnya 43:05 dan seterusnya. Dan karena itulah ee 43:08 kemudian pentingnya kita menjaga antara 43:13 ee hak-hak kepemilikan individual dengan 43:17 kemudian pada saat yang sama hak-hak 43:19 yang itu memang menjadi hajat dan 43:22 kebutuhan ee masyarakat secara ee luas. 43:26 Dan itulah kemudian Al-Qur'an dan ajaran 43:29 Islam mengamanahkan pentingnya 43:32 menyalurkan dan menunaikan zakat itu. 43:35 Karena esensi dari zakat ini ee akangga 43:38 di antaranya para ikhwan akhwat. 43:39 Sebagaimana ayat Al-Qur'an juga ee dalam 43:41 surah Al-Hasyr itu menegaskan, "Kai 43:44 yakunaat 43:46 bainal agni minkum." 43:50 supaya harta kekayaan itu tidak hanya 43:53 beredar dan berputar pada komunitas 43:55 tertentu saja, orang-orang yang kaya 43:58 saja. Sehingga mereka yang miskin, 44:00 mereka yang ee fuqara, mereka yang tidak 44:03 mampu ee harus bergelut dengan ee 44:06 kemiskinannya, dengan kesusah 44:08 payahannya. ee karena memang tidak 44:10 kemudian terjadi rotasi yang normal ee 44:14 apa peredaran ekonomi itu. Bayangkan 44:16 kalau kemudian ekonomi yang juga kita 44:18 sering ee rasakan tersentral pada 44:20 komunitas tertentu ya seperti yang 44:22 sekarang kita ee banyak alami akan 44:25 banyak terjadi kesenjangan sosial, 44:27 kecemburuan sosial yang kemudian 44:30 mengarah pada tindak kriminalitas e di 44:33 mana-mana. Dan inilah yang harusnya kita 44:35 waspadai. Sebab itu sebenarnya orang 44:38 berderma, orang-orang kaya yang 44:40 dititipin harta itu tatkala dia 44:42 menunaikan zakatnya, maka sesungguhnya 44:44 dia pada hakikatnya adalah menyelamatkan 44:48 harta kekayaannya sendiri, mengamankan 44:51 dirinya sendiri. Dan itulah yang ee 44:54 memang dititipkan ee di dalam syariat 44:56 Islam. Jadi ee maka sampai kemudian ee 45:00 muncul istilah yang kaya makin kaya, 45:02 yang miskin makin miskin. Ini karena 45:04 apa? Karena ini tadi ee zakat belum 45:07 ditunaikan dengan sebaik-baiknya, 45:09 zakat belum diatur dan dikelola dengan 45:11 sebaik-baiknya. Karena itu melalui 45:13 kesempatan yang baik ini adalah 45:15 tantangan dan ee persoalan kita semua 45:18 bagaimana kemudian menumbuhkan semangat 45:21 kedermawanan, semangat berbagi, semangat 45:24 untuk berempati melalui instrumen zakat 45:27 yang diwajibkan dalam syariat Islam dan 45:29 menjadi rukun Islam kita ini untuk 45:30 benar-benar kita optimalkan. Dan 45:32 kemudian pada saat yang sama menjadi 45:34 garapan kita semua juga bagaimana 45:37 mengatur, mengelola, mendistribusi, 45:39 mengembangkan zakat ini ee menjadi ee 45:43 instrumen yang luar biasa bagi hadirnya 45:46 ee kesejahteraan. 45:48 Dan ini saya kira adalah urusan kita 45:51 semua. Bahkan negara pun wajib hadir 45:54 untuk ee bersama-sama 45:57 memberikan ee perhatiannya yang serius 46:00 dan secara terprogram ee terkait dengan 46:03 upaya yang ee sangat mulia ini. 46:05 Hm. Itu kalau dari penjelasan terakhir 46:08 buat ekonom konvensional langsung 46:09 melihatnya teori kapitalis sosialis 46:11 digabung itu. 46:12 Iya. Iya, betul sekali. 46:14 Karena kalau pengin dicocokkan memang 46:17 Islam ini kan tengah-tengah ya, Ustaz 46:18 ya. 46:19 Iya. 46:19 Iya. selalu Islam itu memang wasatiah. 46:22 Iya. Cuma tadi dengan koridor Al-Qur'an 46:25 itu jadi sempurna gitu. 46:26 Iya, persis. Tidak boleh ada monopoli. 46:29 Iya. 46:30 Tidak boleh pula kita kemudian ee ee 46:33 menjadi orang pinggiran yang sama sekali 46:35 tidak ee memperhatikan akan ee 46:39 hak-haknya. 46:39 Tapi Islam juga membolehkan mengenai 46:41 kepemilikan gitu ya. 46:42 Persis. Makanya itu tadi makanya dalam 46:46 salah satu ee maqasid syariah itu 46:49 Heeh. ee lima maqasisar yang sangat ee 46:51 populer dalam ushul fikih itu. Selain 46:54 ada hifzul hifzuddin, 46:57 menjaga ee kemaslahatan agama, 47:00 kepentingan agama, kemudian aja juga ee 47:04 hifzun nasal, menjaga dan merawat 47:07 keselamatan anak [berdehem] ee turun 47:08 kita. Ada yang ketiga itu adalah hifzul 47:11 mal. 47:12 Menjaga, merawat, melindungi harta yang 47:16 kita miliki. 47:17 Iya. Bahkan dalam hadis dinyatakan orang 47:19 itu ee kalau kemudian dia mempertahankan 47:23 kepemilikannya yang benar, 47:25 lalu sampai kemudian dia mati, maka dia 47:27 ee bisa jadi dihukumi ee mati dalam 47:30 keadaan syahid. 47:31 Syahid 47:31 bukan karena dia karena ee mata 47:34 duniawian, tetapi karena memang ee 47:36 mempertahankan hak kepemilikan yang sah, 47:38 yang halal ee demi ee kemaslahatan ee 47:42 diri, keluarga, dan ee tentu lingkungan 47:44 masyarakatnya itu. 47:45 Baik, Ustaz Iwan Ahot. 47:48 Kita juga akan menggali sebenarnya ee 47:50 zakat ini diterapkan di berbagai negara 47:53 itu seperti apa. Lalu apakah zakat juga 47:57 ada word forumnya gitu. Jadi skalanya 48:00 itu bukan hanya nasional tapi 48:01 internasional. 48:02 Bagaimana kita lihat negara yang sudah 48:04 begitu 48:05 makmurlah sejahtera. Contohnya kayak Uni 48:07 Emirat Arab, Qatar sampai mereka itu 48:09 harus menyalurkan bantuan itu ke 48:11 berbagai negara kan gitu ya. 48:13 Bagaimana dengan Indonesia? Nah, itu 48:15 lalu bagaimana dengan sistemnya 48:16 sebenarnya ee zakat itu bisa dikatakan 48:19 juga sistem keuangan umat Islam. Nah, 48:21 itu ada konsep juga ternyata seperti 48:22 itu, Pak. Ya, kita akan gali lagi 48:24 setelah kita jedah. tetaplah bersama 48:26 kami. 48:53 [musik] 48:58 [musik] 49:11 [musik] 49:13 Brail TV 49:20 Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk 49:23 Islam yang satu. Yohan akhwat. Yang 49:25 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 49:26 Terima kasih masih bersama kami dalam 49:28 mimbar hasil kajian kita mengenai ee 49:30 zakat, bukti tingkat ketakwaan dan juga 49:33 solidaritas umat. Tadi sudah banyak 49:35 sekali dijelaskan oleh narasumber kita, 49:38 Al Ustaz Khairul Huda Kaukab. Nah, di 49:42 saya ini lagi di pondok pesantren ya 49:44 gitu. Ini 49:45 Alkaukab ee pesantren tahfiz e Alkaukab. 49:49 Santrinya lebih dari 200 Ihan akhwat. 49:53 Jadi kalau misalkan nanti Ihan Awat ada 49:55 putra-putri yang mau daftar, kalau di 49:58 website itu sudah pasti ada ya. 49:59 Ahlan banyak di website ada. 50:01 Kita juga ada sekolah formanya, Ustaz. 50:03 Oh, ada sekolah. 50:03 Jadi ada madrasah tsanawiyahnya, ada 50:05 madrasah ee Aliahnya. 50:07 Hm. Jadi berijazah nasional. Jangan 50:10 khawatir 50:11 bisa nanti putra-putrinya kalau pengin 50:12 survei 50:13 s hafal Quran. 50:14 Selain hafal Quran. Baik, di sesi yang 50:17 terakhir ini kita ingin lebih membuka 50:20 cakrawala, membuka pengetahuan, Pak 50:23 Ustaz. Zakat itu kalau di negara-negara 50:25 muslim lain itu seperti apa gitu. Lalu 50:28 tingkat ee kesuksesannya, 50:31 kualitasnya, dan juga contoh ada satu 50:34 negara yang kecil, kapasitas muslim juga 50:37 sedikit, tapi kualitas zakat tu kok 50:38 besar sekali gitu kalau dibandingin sama 50:41 Indonesia. 50:42 Bagaimana ee Pak Ustaz? Dan juga nanti 50:44 kita kaitkan dengan ini kondisi kita 50:46 masih COVID, Pak Ustaz. 50:47 Iya, 50:48 kondisi kita masih COVID. Bahkan di 50:50 tahun ini pun kita dilarang mudik. Saya 50:52 sama Neza kayak enggak mudik ya, Zak. 50:53 Ya, 50:54 nunggu nanti dibuka, Za. 50:55 Iya. Iya, iya. [tertawa] 50:56 Bagaimana zakat ini bisa ee ee 50:58 memberdayakan dan juga membantu 51:00 menghidupkan dan mensejahterakan di era 51:02 COVID seperti ini baik secara global 51:04 maupun nasional. Begitu, Pak Ustaz. 51:05 Iya. Ee pertanyaan ini ee menarik sekali 51:08 di penghujung perbincangan kita tentang 51:11 zakat dan bagaimana mengoptimalkan 51:14 pengelolaannya ini. Ya, saya ketepatan 51:17 ee Akang Angga alhamdulillah ee juga 51:19 bekerja di Kementerian Agama 51:21 dan berkesempatan juga kunjung ee di 51:25 beberapa negara termasuk ee 51:27 negara-negara Islam tentunya. Saya 51:29 pernah di ee Qatar, pernah juga di Uni 51:32 Emirat Arab, pernah juga di ee Maroko, 51:36 di Lebanon tentunya di Saudi Arabia, di 51:39 Mesir. Alhamdulillah. Nah, ee ee ee 51:43 pernah juga di Yordan. setidaknya saya 51:46 memang 51:48 apa ya merasakan melihat secara langsung 51:51 betapa memang sebenarnya negara-negara 51:53 Islam terutama di kawasan Teluk di Timur 51:56 Tengah sana itu ee memang mereka adalah 52:01 negara-negara kaya yang luar biasa dan 52:04 ee saya bisa perhatikan dan mari ikhwan 52:09 akhwat juga coba dilihat kenyataannya 52:11 semakin negara itu ee ee pengumpulan 52:15 zakatnya semakin besar atau boleh 52:18 dikatakan semakin negara itu 52:21 ee ee kuat dalam hal ee donasinya kepada 52:26 negara-negara lain melalui tentunya ee 52:30 gerakan filantropinya baik itu zakat, 52:32 infak, sedekah, dan wakafnya itu justru 52:35 malah semakin kaya dan makmur negara 52:39 itu. 52:41 Saya benar-benar merasakan misalnya 52:43 kayak ee Saudi. Saudi itu termasuk 52:46 negara yang dikenal sangat ee punya 52:49 empati dan kebudulan tinggi sekali dalam 52:51 hal ee pengembangan ee dakwah dan 52:54 kesejahteraan kepada negara-negara 52:56 muslim. ee kita bisa lihatlah termasuk 52:59 di Indonesia berapa ribu masjid ee yang 53:03 dibangun, berapa bahkan ee kemudian ee 53:07 yayasan-yayasan yatim piatu dibangun ee 53:10 lembaga-lembaga pendidikan sekolah juga 53:12 persis juga dengan Qatar, Kuwait, Uni 53:15 Emirat Arab dan seterusnya itu donasinya 53:17 ee kepedulian kemanusiaannya ke 53:19 negara-negara bahkan mulai dari Afrika 53:22 sama saya itu luar biasa. Jadi saya bisa 53:24 simpulin wallahuam ini ya. 53:27 Betapa keberkahan kemakmuran itu ee 53:31 nampaknya beriringan 53:34 dengan kekuatan negara untuk ee 53:36 memberikan dermanya, memberikan donasi 53:39 dan kepedulian ee kemanusiaannya kepada 53:42 ee dunia. Nah, saya bukan menyatakan 53:45 Indonesia lemah ee tapi ya memang memang 53:47 terus terang 53:48 ee dalam konteks ini dibanding dengan 53:51 besarnya negara kita apalagi mayoritas 53:53 muslimnya. Mohon maaf saya boleh ee 53:56 mungkin ya menyampaikan kepedulian kita 54:00 terhadap donasi pada negara-negara 54:03 internasional termasuk ee tentu 54:05 negara-negara Islam memang ee masih 54:07 kurang ee dibanding dengan begini luar 54:10 besarnya ee apa masyarakat muslim di 54:13 Indonesia. Bahkan kita sebagai negara ee 54:16 muslim terbesar di dunia dari sisi 54:18 kuantitas pemeluknya. Nah, belum lagi 54:21 saya juga menyadari ee betapa 54:23 negara-negara ee ee Islam yang kaya-kaya 54:27 itu memang ee lembaga amil zakatnya luar 54:31 biasa efektif dan hidup. Yang enggak 54:33 jauh-jauh Malaysia sendiri ee jauh lebih 54:36 maju sebenarnya dibanding ee terus 54:38 terang ee kita setahu setahu dan 54:39 sepemahaman saya. kita juga punya, 54:42 tetapi ee mereka ee apa lebih banyak apa 54:48 upaya-upaya kreativitasnya dalam hal 54:50 memproduktifkan 54:52 ee gerakan ee zakat itu. Belum lagi 54:55 kesadaran umat dan masyarakat dalam hal 54:58 berzakat ini. Mohon maaf, makanya tadi 55:00 saya awal sampaikan sejauh mana 55:02 sebenarnya kepedulian dan kesadaran umat 55:05 Islam dalam mengeluarkan zakat. Hemat 55:07 kami masih sangat ee minim sekali. di 55:10 Indonesia ini dibanding 55:11 kekayaan-kekayaan yang dimiliki oleh 55:14 individu-individu. 55:15 Andaikan kesadaran zakat ini muncul dari 55:19 mereka-mereka yang ee dititipin kayaan, 55:21 maka insyaallah ee efek dari zakat yang 55:24 kita lakukan ini dahsyat sekali. Dan 55:27 inilah pentingnya negara hadir. 55:29 Pengembangan ekonomi Islam akan luar 55:31 biasa ee bisa kita lakukan bersamaan 55:34 dengan kesadaran ee apa gerakan zakat, 55:37 wakaf dan ee sedekah dan seterusnya itu. 55:41 Dan ee persoalan-persoalan kayak gini 55:44 ini memang ee menjadi e tantangan kita 55:47 sendiri. Ee belum lagi ini mohon maaf 55:49 memang kita juga harus akui kekayaan 55:51 Indonesia ini nampaknya hanya dimiliki 55:54 oleh ee beberapa ekor manusia sekalian 55:57 dan ketepatan mohon maaf itu bisa 55:59 dikatakan dari katakanlah misalnya ee 56:02 100 dari manusia yang memiliki itu 56:05 mungkin gak lebih dari ee apa 20% yang 56:10 ee beragama Islam. Saya pernah baca 56:13 mereka yang punya harta kekayaan yang 56:15 luar biasa di Indonesia dari 10 orang 56:17 terkaya itu hanya satu kok yang muslim. 56:19 Selebihnya adalah nonmuslim. Ee 56:21 wallahuam. Ini menjadi sebuah tantangan 56:23 kita sendiri. Betapa sungguhnya 56:26 Indonesia yang memang memiliki kekayaan 56:29 alam yang begitu berlimpah ruah rahmat 56:31 Tuhan yang maha kuasa ini ee menjadi 56:34 amanah kita semua untuk benar-benar kita 56:37 hadirkan sebagai kesejahteraan dan 56:39 kemaslahatan Sam. Dan dengan itu 56:42 insyaallah keberkahannya muncul 56:44 sebagaimana keberkahan negara-negara 56:45 kaya yang kemudian dia sangat peduli 56:47 dengan kemanusiaan. Karena begini dalam 56:50 ee konsep teologi Islam ini sesungguhnya 56:52 Bapak Ibu sekalian orang semakin banyak 56:55 berderma, orang semakin banyak 56:56 bersedekah itu hartanya bukan semakin 56:59 hilang. 57:00 Masyarakat komunitas yang melakukan ee 57:03 sedekah berdoa semakin banyak dia akan 57:05 semakin banyak mendapati sesuatu. Begitu 57:08 juga dalam konteks negara. Ini yang 57:10 ingin kami dorong. Saya yakin negara 57:13 manapun yang selalu mudah dan ringan 57:16 memberikan bantuan kemanusiaan kepada 57:18 yang lain, itu pasti negara-negara akan 57:19 semakin melimpah ruah kekayaannya. 57:22 Rahmat dan keberkahan itu bersamaan 57:23 dengan itu boleh itu jadi negara secara 57:27 formal bukan negara-negara Islam tetapi 57:30 secara substansial dia menerapkan ee 57:33 syariat Islam. Karena itu bisa jadi 57:35 rahmat dan keberkahan Allah turunkan 57:37 kepadanya. Wong dari kata zakat itu 57:40 sendiri kalau kita memang hayati Bapak 57:42 Ibu memang zakah selain bna atuhr 57:45 mensucikan juga bmakna annumu azzakah 57:48 lghatan annumu annumu itu artinya apa? 57:51 Tumbuh berkembang. Jadi orang yang gemar 57:55 zakat itu sesungguhnya bukan lagi 57:57 hartanya malah berkurang tapi malah 58:00 tumbuh dan malah berkembang. Dan ini ee 58:03 baik secara individual, kolektif, maupun 58:05 kebangsaan saya yakin ee keberkahan itu 58:08 sama. 58:08 Maka boleh jadi 58:11 kemiskinan yang kita hadapi, kesenjangan 58:14 sosial yang kita temui di berbagai 58:17 tempat ini, solusi yang paling ee 58:20 mujarab adalah bagaimana kita 58:22 menggerakkan kesadaran secara kolektif 58:24 bersama-sama secara kebangsaan ini untuk 58:27 ee kesadaran zakat ini benar-benar kita 58:30 bangun supaya mereka-mereka yang 58:32 berkewajiban zakat itu benar-benar 58:34 ditunaikan dan insyaallah bersamaan 58:35 dengan itu maka kemakmuran sebuah sebuah 58:38 masyarakat, kesejahteraan sebuah bangsa 58:40 pun akan ee diperolehnya. 58:42 Jadi ee Bapak, Ibu, para ikhwan akhwat 58:45 fillah, para pemirsa sekalian tadi ee 58:48 dalam pengantarnya juga Akang Angga 58:51 menghubungkan antara kualitas ketakwaan 58:54 dengan ee implementasi zakat. Persis. 58:56 Persis. Coba ee kita baca saja salah 59:00 satu ee surah dalam Al-Qur'an, surah Ali 59:03 Imran ayat 134. 59:06 itu persis dijelaskan oleh Allah ciri 59:10 khas dan watak orang yang bertakwa, 59:13 orang yang mendapati tingkat dan derajat 59:15 ketakwaan itu yang pertama kali watak 59:18 itu dijelaskan oleh Allah adalah 59:21 alladzina yunfiquuna fisarro wador 59:27 orang yang ee mau dan mampu memberikan 59:33 dharmanya, memberikan infaknya. nya apa 59:36 yang ia miliki kepada yang lain baik 59:39 dalam situasi sempit maupun dalam 59:41 keadaan yang lapang. Ini ciri khas yang 59:43 pertama. Jadi memang betul kualitas 59:45 ketakwaan itu selurus sebanding dengan 59:50 kualitas ee sosial kita. Ee persis ayat 59:54 Al-Qur'an memberikan penjelasan ini. 59:56 Maka kalau puasa kita ini belum mampu 59:58 membentuk kesalehan sosial kita, maka 1:00:01 sesungguhnya bisa jadi ketakwaan kita 1:00:03 itu belum kita dapati. karena sifatnya 1:00:06 kita belum dapati. Itulah karenanya 1:00:09 dalam kesempatan yang sangat relevan ini 1:00:12 di mana kita sedang mengalami krisis 1:00:14 global termasuk di negeri Indonesia 1:00:17 saat-saat ee terjadinya apalagi ee ee ee 1:00:21 persebaran virus ee Covid-19 ini yang 1:00:26 kemudian ee tentu banyak berimbas pada 1:00:28 aspek-aspek ekonomi dan kesejahteraan 1:00:30 masyarakat. Di sinilah kita dipanggil 1:00:34 dari kesadaran kita, kesadaran 1:00:36 keberagamaan kita, kesadaran kemanusiaan 1:00:39 kita untuk kemudian bisa berbagi peduli 1:00:42 atas nasib dan ee persoalan-persoalan 1:00:45 kesenjangan masyarakat yang ada di 1:00:47 sekeliling kita. Sungguh kalau ee kita 1:00:50 sekarang ee apa namanya ee lihat memang 1:00:54 alhamdulillah ada hikmah yang luar biasa 1:00:56 juga ee dengan hadirnya COVID ini. 1:00:59 Kesadaran solidaritas dan kolektivitas 1:01:02 sesama warga itu menguat. Iya, betul. 1:01:05 Kesadaran, kepedulian untuk berbagi itu 1:01:07 juga luar biasa. Dan ini memang harus 1:01:10 kita dorong terus, kita perkuat terus. 1:01:13 Apalagi dengan momentum hadirnya ee 1:01:15 kewajiban zakat sebagai apa ee rukun 1:01:19 Islam kita, sebagai simbol syariah yang 1:01:21 begitu penting untuk menyadarkan 1:01:23 kolektivitas kita akan kepedulian ee 1:01:26 nasib dan keprihatinan orang lain. Saya 1:01:29 ee bahkan tiba-tiba teringat e sebuah 1:01:32 hadis qudsi yang sangat menyentuh sekali 1:01:34 menurut saya. Betapa Allah Taala ee 1:01:38 dalam hadis qudsinya ini menekankan akan 1:01:41 keberagamaan dalam aspek kepedulian ee 1:01:46 nasib sesama, kepedulian akan ee ee 1:01:50 orang-orang yang tidak mampu dan 1:01:52 mereka-mereka yang terbatas hidupnya. 1:01:55 Besok dalam hadis ini diriwayatkan dalam 1:01:58 hadis qudsi ee Allah Taala kala manusia 1:02:02 ini dikumpulkan di mahsyar sebelum 1:02:05 mereka ditimbang amalnya oleh Allah lalu 1:02:08 kemudian Allah mendakwah kepada 1:02:10 hamba-hamba yang berkumpul di Mahsyar 1:02:12 itu dengan kemudian beliau menyatakan 1:02:15 wahai hamba-hambak 1:02:18 kalau 1:02:20 itu engkau lihat aku telanjang tapi 1:02:23 engkau tidak pernah beri aku pakaian. 1:02:27 Kau pun melihat aku saat itu kelaparan. 1:02:31 Tapi kalian tidak pernah mendekati 1:02:33 diriku untuk memberi makan. Bahkan kalau 1:02:36 aku terbaring lemas sakit, kalian pun 1:02:39 tidak pernah menengok mengunjungiku 1:02:41 untuk memberikan obat-obatan. 1:02:44 Maka kemudian hamba-hamba waktu itu yang 1:02:45 didakwa oleh Allah pun terheran. Ya 1:02:49 Rabbal Alamin, ya Tuhan zat yang 1:02:52 menguasai dan mengatur seluruh alam 1:02:55 jagat raya. Bagaimana aku memberimu 1:02:57 pakaian? Bagaimana aku kemudian 1:03:00 memberimu makanan dan obat-obatan. 1:03:03 Sementara engkau adalah Rabbul alamin. 1:03:06 Engkau adalah zat ganiyunil alamin. Maka 1:03:09 kemudian Allah pun berfirman, "Kala itu 1:03:12 kau lihat, kau jumpai di banyak tempat 1:03:15 hamba-hambaku yang kelaparan, tapi tidak 1:03:17 pernah kau kemudian beri makanan. Kau 1:03:20 pun lihat hamba-hambaku yang telanjang, 1:03:22 tidak pernah kau kemudian ulurkan tangan 1:03:24 memberikan pakaian. dan termasuk 1:03:26 mereka-mereka yang banyak sakit 1:03:28 berbaring di rumah sakit. Tidak pernah 1:03:30 kau ulurkan solidaritasmu untuk 1:03:33 meringankan beban dan penderitaan 1:03:35 mereka-mereka yang sakit. Andaikan kau 1:03:38 datangi mereka, maka niscaya kau akan 1:03:40 dapati rahman dan rahimku bersama 1:03:43 mereka-mereka ini. Jadi, ikhwan akhwat 1:03:46 fillah, ternyata kasih sayang Allah, 1:03:48 rahman, rahim Allah Taala itu banyak 1:03:52 sekali ee bersembunyi di penderitaan 1:03:56 mereka-mereka yang tidak mampu. banyak 1:03:58 sekali ber ee berselimut di dalam 1:04:03 mereka-mereka yang terbatas akan 1:04:06 kehidupannya yang fuqara dan masakin. 1:04:08 Karenanya sekali lagi memang momentum di 1:04:11 mana kita saat-saat yang ee kita rasakan 1:04:15 bersama di mana ee keterbatasan ekonomi, 1:04:20 kesenjangan kesejahteraan kita alami 1:04:22 oleh karena wabah pandemi Covid-19 ini 1:04:26 hendaknya menggugah kesadaran kita semua 1:04:28 untuk semakin solider, semakin 1:04:30 meneguhkan dharma kita, semakin 1:04:33 menghadirkan kemaslahatan agama untuk 1:04:36 kesejahteraan masyarakat. masyarakat 1:04:38 paling tidak melalui bagaimana upaya 1:04:41 kita menunaikan zakat dan kemudian 1:04:45 mengelola dan mengatur zakat ini 1:04:47 sebaik-baiknya sebagaimana tuntunan ee 1:04:50 dalam ajaran dan syariat Islam yang kita 1:04:53 ee yakini. 1:04:54 Saya jadi ingat kalimat ini, Pak Ustaz. 1:04:57 Iya. 1:04:58 Allah itu menyukai mencintai 1:05:01 hamba-hamba fakir dengan rintihan 1:05:04 doanya. 1:05:05 Betul. Dan Allah juga lebih menyukai 1:05:08 ee gerak apa? Gerak langkah kaki 1:05:11 hamba-hamba kaya membantu fakir miskin. 1:05:13 Persis. Persis. Itulah ee lagi-lagi 1:05:17 betapa keluhuran Islam di dalam satu 1:05:20 sisi menghormati, menghargai ee dan 1:05:24 memberikan peneguhan hati kepada 1:05:26 mereka-mereka yang bernasib ee apa tidak 1:05:29 ee beruntung yang dalam keterbatasan 1:05:32 ekonominya toh Allah Taala ee mencintai 1:05:36 dan menyayangi mereka. Tapi pada sisi 1:05:38 yang lain juga Allah e menggugah 1:05:40 kesadaran mereka-mereka yang mampu untuk 1:05:43 terus berempati dan peduli kepada sesama 1:05:45 yang dalam keterbatasan ini. 1:05:47 Apalagi orang yang berzakat, Pak, 1:05:48 Ustazah. 1:05:49 Apalagi orang yang berzakat, 1:05:50 Allah cinta pasti. pasti dan ee 1:05:52 bersamaan dengan cinta itulah kemudian 1:05:54 seperti yang saya sampaikan insyaallah 1:05:56 akan ee turun kemudian rahmah dan 1:05:59 keberkahan Allah Taala bagi dirinya dan 1:06:01 bagi masyarakat serta bagi bangsa kita 1:06:03 ini 1:06:04 terutama tentu di bulan Ramadan bulan 1:06:06 yang agung ini mumpung masih semampang 1:06:09 waktu yang begitu ee berkesempatan bagi 1:06:12 kita ee untuk menunaikan zakat. Mungkin 1:06:15 kalau zakat fitrah 1:06:17 ee tentu adalah kewajiban setiap 1:06:18 individu, tetapi yang lebih perlu 1:06:20 penekanan kembali adalah zakat mal, 1:06:23 zakat harta kekayaan kita dalam segala 1:06:25 ee profesi yang kita ee punyai. Zakat 1:06:28 pertanian kita, zakat peternakan kita, 1:06:31 zakat perdagangan kita. Mari kalau ee 1:06:34 sebenarnya tidak susah untuk menghitung 1:06:37 dan mengeluarkan itu. Banyak sekali amil 1:06:39 zakat melalui lembaga-lembaga zakat yang 1:06:42 siap mendampingi hadir untuk kemudian 1:06:44 mempermudah cara menghitung ee harta 1:06:47 kekayaan kita untuk kemudian kita 1:06:49 keluarkan ee zakatnya. 1:06:51 He. Baik, Pak Ustaz. Sebagai penutup ini 1:06:54 ya. 1:06:54 Baik. 1:06:55 Optimisme secara pribadi, Pak Ustaz. 1:06:57 Iya. Optimisme ketika zakat ini 1:06:59 dimaksimalkan, apakah umat ini akan bisa 1:07:03 menguasai dunia? Waduh, pertanyaan saya 1:07:05 menguasai dunia [tertawa] 1:07:07 ya. Ee kita sebagai orang beragama 1:07:10 selalu harus optimis dan selalu 1:07:12 berhusnudan kepada Allah. Saya secara 1:07:14 berhaqul yakin Indonesia ini dengan 1:07:17 jumlah pemeluk muslimnya terbesar di 1:07:20 dunia menjadi negara dengan aset 1:07:23 kekayaan yang luar biasa berlimpah dari 1:07:26 sisi ee alamnya. ee tentu punya 1:07:30 kesempatan yang luar biasa untuk bisa 1:07:33 memimpin dan ee menjadi ee panduan 1:07:38 negara-negara dunia dalam ee upaya 1:07:41 pengentasan kemiskinan, dalam upaya 1:07:45 menyelesaikan persoalan-persoalan 1:07:46 kemanusiaan. He. 1:07:48 Sesungguhnya dari sisi stabilitas 1:07:50 politik Indonesia termasuk alhamdulillah 1:07:52 kita syukuri. Tapi dari sisi 1:07:55 kesejahteraan ekonomi, nah ini yang 1:07:57 memang perlu menjadi perhatian dan ee 1:07:59 upaya kita bersama. He. 1:08:00 Karena itu kita memang benar-benar 1:08:02 tekankan instrumen-instrumen 1:08:05 [berdehem] ee pemberdayaan ekonomi 1:08:07 melalui ee apa gerakan keagamaan 1:08:11 termasuk ee zakat, wakaf ee kemudian 1:08:15 pengembangan ekonomi Islam dan 1:08:16 seterusnya memang menjadi kewajiban kita 1:08:18 semua untuk terus mengupayakan dan 1:08:21 mengembangkan dengan sebaik-baiknya. 1:08:22 Kalau itu dilakukan, haul yakin. Ha 1:08:25 yakin saya Indonesia akan lebih cepat 1:08:28 untuk mencapai kesejahteraan dan 1:08:30 kemakmurannya. Afan saya sebenarnya 1:08:32 hampir terlupa tadi. 1:08:33 Iya. Iya. 1:08:34 Ketika gerakan zakat ini dilakukan 1:08:36 secara jamai dan bersama-sama, sekarang 1:08:39 kita lihat bukan hanya negara yang 1:08:40 bergerak sebenarnya jauh ormas-ormas 1:08:43 sudah bergerak. Iya. 1:08:44 Nana 1:08:47 Muhammadiyah dengan Laziza ini kan kalau 1:08:49 disinergikan waduh ini kayaknya lebih 1:08:51 persis saya setuju sekali setuju sekali. 1:08:53 Alhamdulillah kita memang punya 1:08:55 instrumen sosial yang luar biasa melalui 1:08:57 ormas-ormas keagamaan dalam konteks ini. 1:09:00 Ormas-ormas Islam memang itu sebenarnya 1:09:02 bagi negara utamanya sangat mempermudah 1:09:05 untuk mengkonsolidir 1:09:07 kekuatan umat terutama termasuk kekuatan 1:09:09 ekonomi umat ini. 1:09:11 Tapi saya sendiri sebenarnya meyakini 1:09:13 kontribusi ee kekuatan ekonomi bangsa 1:09:16 ini sangat juga ditopang dengan e 1:09:20 kekuatan ekonomi umat Islam. 1:09:21 Iya. Sebab itu boleh saya katakan kalau 1:09:23 ekonomi umat Islam ini diperhatikan 1:09:26 dengan baik, maka dengan sendirinya 1:09:28 ekonomi negara akan terangkat. 1:09:30 Heeh. 1:09:30 Tetapi kalau kemudian ekonomi umat Islam 1:09:33 diabaikan, 1:09:35 maka ya negara ini akan terabaikan, 1:09:37 ekonominya akan sulit untuk kemudian 1:09:39 mendapati ee kemajuannya. Sebab itu ee 1:09:43 dan ee ketepatan memang ee umat Islam 1:09:46 ini kebanyakan ya menengah ke bawahlah. 1:09:50 Dan karena itu menjadi eh apa concern 1:09:53 kita semuanya menjadi perhatian negara 1:09:56 harusnya ee bagaimana kemudian ee 1:09:59 mereka-mereka yang dalam posisi menengah 1:10:01 ke bawah ini untuk benar-benar 1:10:03 dihadirkan ee apa kepedulian dan ee 1:10:07 intervensi negara untuk mengangkat 1:10:09 harkat dan martabat mereka. Dan dengan 1:10:11 itu insyaallah ee negara ini akan ee 1:10:14 semakin mendapati kemajuan dan 1:10:16 kemakmurannya. 1:10:18 Baik, terima kasih Ustaz ini atas kajian 1:10:21 kita di kesempatan kali ini mengenai ee 1:10:24 bagaimana zakat itu bisa menjadi agen 1:10:28 perubahannya dari sisi muzakinya. 1:10:31 Lalu juga dari sisi mustahik pun 1:10:33 sebenarnya ada peran juga Pak Ustaz ya 1:10:34 dengan 1:10:35 betul betul 1:10:35 dengan syariat zakat ini. 1:10:36 Iya. 1:10:37 Heeh. He. 1:10:38 Kita ini kalau sisi mustahik ee lebih 1:10:40 diarahkan pada persoalan-persoalan yang 1:10:42 konsumtif yang habis begitu saja lah. 1:10:45 Ini memang harus di timbulkan juga 1:10:47 kesadaran kolektif 1:10:49 supaya mustahik pada saat yang sama 1:10:51 mampu 1:10:53 mengoptimalkan ee produktivitas zakat 1:10:56 yang diterimanya. 1:10:57 Betul. Jadi harus ada pemikiran tahun 1:10:59 ini mustahik tapi tahun depan harus jadi 1:11:01 muzaki. Nah, gitu. [tertawa] 1:11:03 Jangan menjadi mustahik terus gitu ya. 1:11:06 Mudah-mudahan bisa bergerak 1:11:06 bersama-sama. Mudah-mudahan kajian kita 1:11:08 di kesempatan kali ini juga 1:11:10 menginspirasi dan juga bisa bermanfaat 1:11:12 bagi ikhwan dan akhwat. 1:11:13 Amin. 1:11:13 Terima kasih banyak, Pak Ustaz. 1:11:14 Baik, sama-sama. Terima kasih. Semoga 1:11:16 bermanfaatinspirasi 1:11:19 kepada kita, menggugah kesadaran kita, 1:11:21 terutama dalam hal untuk terus 1:11:25 mengembangkan zakat yang kita lakukan. 1:11:28 Amin. Semoga energi positifnya merambat 1:11:31 ke seluruh ikhwan dan akhwat di mana pun 1:11:32 Anda berada. dari kediaman dan juga 1:11:36 pondok pesantren narasumber kita Al 1:11:39 Ustaz Khairul Huda Kaukab ya, Ustaz ya. 1:11:41 Iya. Pesantren 1:11:41 di pesantren tahfiz Alkaukab ini kami 1:11:45 undur diri. Saya yang bertugas Angga 1:11:47 Aminuddin ada kameramen Neza. Semoga apa 1:11:51 yang kami sampaikan di malam hari 1:11:52 manfaat. Mohon maaf atas segala 1:11:54 kesalahan kata. Billahi taufik wal 1:11:56 hidayah. Subhanakallahumma wabihamdika 1:11:57 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 1:11:59 waubu ilaik. Asalamualaikum 1:12:01 warahmatullahi wabarakatuh. 1:12:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:12:04 wabarakatuh.