Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Tepuk tangan]
- Ahim. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Bagaimana kabar Anda
- di sore hari ini? Semoga dalam keadaan
- sehat
- walafiat dan selalu dalam lindungan
- Allah Subhanahu wa taala. Di sore hari
- ini, Ikhwan dan Akhwat, senang sekali
- kami dapat kembali menjumpai Anda dalam
- program tausiah sore untuk edisi hari
- Senin di tanggal 24
- Februari 2025.
- Dan pada kesempatan kali ini kita akan
- membahas tema yang penuh makna
- menghadapi keistima keistimewaan
- magfirah ini menjelang bulan Ramadan
- yang sebentar lagi akan
- masuk dan semoga kita diberikan
- kesempatan untuk menjadi tamu bulan
- Ramadan. Ikhwan dan akhwat, magfirah
- atau ampunan dari Allah adalah karunia
- yang membawa kedamaian dan kesempatan
- untuk memperbaiki diri. Bersama
- narasumber kita di sore hari ini, Ustaz
- Z Mahmid, kita akan menggali lebih dalam
- tentang bagaimana sebaiknya kita
- menyambut magfirah, langkah-langkah
- untuk meraihnya, serta bagaimana
- ampunannya memberikan perubahan dalam
- hidup kita. Dan semoga tausiah kita,
- tausiah di sore hari ini dapat
- memberikan inspirasi dan ketenangan di
- hati kita semua. Kita telah tersambung
- dengan guru kita Ustaz Z Mahmid.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat, Ustaz? Ya.
- Alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Nahmadullah wasyukuruh. Baik, kita akan
- mendengarkan pemaparan yang akan
- disampaikan oleh beliau guru kita Ustaz
- Zaad M. Bahmid. Tafadol Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil
- alamin.
- Alhamdulillahilladzi hadana liha w kunna
- linahtadi
- lahadallahma inalhamdalillah. nahmaduhu
- wasaskuruhu
- waastainuhuastagfiruh wa naud
- nazubillahi min syururi anfusina wamin
- sayiati
- a'malina man yahdillah fahuwal muhtad
- waman yudlil falan tajida lahu waliyan
- mursyida ashadu alla ilahaillallah
- wahdahu la syarikalah wa ashadu anna
- muhammadan abduhu wa
- rasuluh allahumma sholli wasallim
- wabarik ala
- Sayidina wa Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam alladzi man nabi
- ba'dah. Para pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa
- taala. Para pendengar radio dan televisi
- Rasil di mana aja Anda berada.
- Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- selalu menganugerahkan kesehatan dan
- hidayah-Nya kepada kita sekalian dan
- pengampunannya dalam perjalanan
- kehidupan kita
- ini. Hamba Allah yang mulia, para
- pendengar sekalian yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa
- taala. Sebagaimana kita
- tahu yang lalu saya sampaikan juga kita
- ini hidup terikat dengan waktu.
- Memang sudah didesain oleh Allah
- Taala bahwa manusia itu tidak bisa
- melepaskan diri dari waktu dalam
- kehidupan dunia. Kalau dia sudah masuk
- ke alam barzakh, dia sudah tidak terikat
- dengan waktu. Saya ingin memberikan
- contoh bagaimana Ashabil Kahfi ketika
- Allah menidurkan mereka selama 309 tahun
- dan mereka bangun seakan-akan mereka
- tidur baru semalam dua malam. Kuku tidak
- menjadi panjang, rambut tidak menjadi
- panjang. Ya, masyaallah. Bayangkan 300
- tahun kita kalau enggak gunting kuku aja
- atau enggak gunting rambut
- lelaki.
- Umpama 4 bulan aja, 3 bulan kalau enggak
- gunting rambut. Wah, masyaallah. Apalagi
- kalau enggak potong kuku.
- Nah, itu artinya Allah membuktikan
- kepada kita kalau kita sudah masuk ke
- alam barzakh, kita sudah tidak terikat
- dengan
- waktu. Sama dengan Nabi Uzair yang Allah
- Taala tidurkan dia selama 100
- tahun. Kemudian dia bangun, dia lihat
- keledainya sudah menjadi tulang
- belulang. Dan dia berpikir dia hanya
- tidur hanya beberapa malam.
- Jadi hamba Allah yang mulia, para
- pendengar yang dimuliakan Allah Taala,
- waktu mengantarkan kita ke Ramadan.
- Alhamdulillah. Tapi jangan kita lupa
- waktu juga yang akan menghantarkan kita
- meninggalkan kehidupan ini. Dan
- mudah-mudahan kita tinggalkan dengan
- magfirah dan rahmat dari Allah
- Taala. Sebentar lagi kita akan
- menghadapi Ramadan. Masyaallah.
- Masyaallah. Ini bulan
- Ramadan kalau
- kita ee kenal dengan kalimat semua, di
- mana-mana aja. Karena itu dari hadis
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- merupakan bulan yang penuh dengan
- magfirah. Ya, satu hadis aja yang semua
- kita semua tahu. Berarti hamba Allah
- yang mulia Ramadan ini ketika kita
- berpuasa benar
- ya man sama Ramadan imanan
- wtisaban
- gfirahu ma taqadama minambih.
- Orang yang berpuasa dengan iman kepada
- Allah ya dengan ikut-ikutan artinya
- iman. Wahtisaban itu artinya dia
- berhati-hati ya. Dia
- berhati-hati ketika dia dalam bulan
- Ramadan itu enggak serampangan, enggak
- gampang-gampang.
- Allah Taala menyatakan Allah mengampuni
- dosa-dosanya yang telah lalu. Berarti
- hamba Allah yang mulia, ketika kita
- berpuasa apa siang atau malam,
- pengampunan Allah itu terus mengalir
- kepada kita.
- Masyaallah. Jadi kita bisa istilahkan
- bulan Ramadan ini kita kan berjuang
- selama 11 bulan.
- 11 bulan kita berjuang, mencari nafkah
- ya,
- beribadah, macam-macam dengan profesi
- yang
- berbeda-beda. Kemudian kita masuk bulan
- yang ke-12, bulan Ramadan.
- Artinya saya tidak ee menghitung bulan
- menurut urutannya, tapi saya hanya
- sampaikan aja bahwa dalam 11 bulan itu
- kita berusaha
- masyaallah sampai perusahaan-perusahaan
- pun banyak yang menjadikan di bulan
- Ramadan itu mereka hanya bekerja 6
- jam. Walaupun tidak semua perusahaan,
- tapi banyak perusahaan yang menganggap
- untuk memberikan kesempatan kepada kita
- untuk apa?
- Bukan karena badan kita lemah, karena
- berpuasa, bukan. Memberikan kesempatan
- kepada kita untuk kita bisa memperbaiki
- diri dalam ibadah kita kepada Allah
- Subhanahu wa
- taala, baik siang ataupun
- malam. Jadi, Ramadan ini bukan khusus
- hanya untuk orang-orang yang ahli
- ibadah, tidak.
- Dan Ramadan
- ini merupakan kalau saya istilahkan,
- anggaplah kan tidak ada manusia dalam
- kehidupan ini yang tidak punya
- dosa. Rasul sallallahu alaihi wasallam
- sudah
- nyatakan kullul
- insan khatam.
- Semua manusia itu mempunyai dosa,
- bersalah. Dan sebaik-baiknya mereka yang
- berdosa, yang
- bersalah, tawwabin, mereka bertobat
- kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Maka ketika mereka bertobat
- kepada Allah Subhanahu wa
- taala, ada yang dosanya dihapus oleh
- Allah Subhanahu wa
- taala. Kalau dia sudah ada titik-titik
- hitan dalam hatinya, dibersihkan
- hatinya. Nah, ini bulan Ramadan, bulan
- yang Allah Subhanahu wa taala
- istimewakan kepada umat
- Islam. Saya teringat, mari kita lihat
- dulu dari segi segi kesehatan ya. Kita
- lihat. Tapi kita berpuasa bukan karena
- untuk sehat
- bukan. Kita berpuasa itu karena dalam
- Al-Qur'an Allah Taala nyatakan, kutiba
- alaikumam kama kutiba aladina min
- qablikum laakum tattaquun. Ayat ini
- sudah sangat-sangat sering dari tahun ke
- tahun kita
- baca. Allah Taala telah
- menetapkan kalau kita memakai bahasa
- yang agak keren dikit
- ya. Allah Taala telah
- desain untuk kehidupan
- manusia. Kita kan kalau berbicara desain
- itu wah
- masyaallah arsitek mereka tidak
- mengatakan menggambar.
- Mereka mengatakan
- mendesain. Ahli-ahli bangunan dikatakan
- bahwa mereka mendesain bangunan ini.
- Karena itu kalimat apa? Kalimat untuk
- mereka yang berpendidikan
- tinggi.
- Desain artinya telah merencanakan dan
- menetapkan. itu
- desain. Nah, kita kan diciptakan oleh
- Allah Subhanahu wa
- taala. Salah
- satu desainernya, ya, salah satu
- desainnya Allah Taala. Allah menetapkan
- kita berpuasa dalam 12 bulan itu 1
- bulan. Ini belum kita menghitung yang
- sunah-sunah sebagai tambahan ibadah kita
- kepada Allah.
- Dan di hadis yang saya bawa tadi, ketika
- orang berpuasa itu magfirah Allah tidak
- berhenti. Berdasarkan hadis
- ini, siapa yang berpuasa di bulan
- Ramadan sama Ramadan imanan
- wahtisaban
- gfirahu. Allah mengampuni
- dosa-dosanya yang dia lakukan.
- Maka salah satu daripada rahmannya Allah
- Taala, Allah Taala dizahin Ramadan ini
- untuk kaum muslimin. Jadi kita boleh
- mengatakan
- ini pesta magfirah.
- Masyaallah. Pesta magfirah. Kita kan
- kalau akan berangkat ke pesta, kalau ada
- undangan, biasanya kita berdandan dari
- rumah kan. Bukan kita berdandan di
- tempat pesta, bukan. Kita berdandan dari
- rumah, kita masuk sudah dengan pakaian
- yang rapi. Demikian juga kita akan masuk
- pesta
- magfirah. Keistimewaan magfirah yang
- Allah berikan di bulan
- Ramadan. Kita perlu mendandani diri kita
- sebelum kita memasuki
- Ramadan. Yang lalu saya pernah terangkan
- ada beberapa yang perlu kita
- membersihkan hati kita.
- Ya, itu yang
- namanya membersihkan jiwa, membersihkan
- hati. Tazkiyatun
- nafs itu yang lalu kita bicarakan.
- Sekarang kita akan tinggal beberapa hari
- lagi masuk bulan Ramadan.
- Namun ada satu hadis Rasul sallallahu
- alaihi wasallam yang mengingatkan kepada
- kita sekalian yang ee gala Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam ini hadis
- dari Imam
- Ahmad. Syaqiya abdan adrakar
- Ramadan fansha
- minhu. Celakalah seorang hamba Allah.
- ketika dia memasuki bulan
- Ramadan dan dia selesaikan bulan
- Ramadannya walam
- yugfarulahu. Tapi sayangnya dia tidak
- mendapatkan pengampunan dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Dia
- berarti ketika kita akan
- memasuki bulan yang mulia
- ini, kita perlu bukan hanya
- mendandani, artinya
- mendandani kehidupan
- kita, tapi kita harus perlu
- benar-benar bahwa kita akan
- arahkan semua peribadatan kita kepada
- Allah Subhanahu wa taala dengan
- istiqamah. Istiqamah ini artinya
- benar-benar kita kan kalau
- salat satu hari itu paling kurang 17
- kali kita minta kepada Allah
- Taala. Ihdinasiratal
- mustaqim. Ya Allah arahkan aku atau
- hidayahilah aku jalan yang istikamah.
- yang istikamah ini artinya benar-benar
- dia berpegang dengan hukum-hukum Allah
- ya. Rotinnya tetap dia taat kepada Allah
- Taala dan dia berjalan di jalan Allah
- Subhanahu wa taala. Itu
- istiqamah. Saya mengatakan sebagian
- mufassirin kan di dalam tafsir dikatakan
- jalan yang lurus. Ihdinasiratal
- mustaqim.
- Tunjukkanlah kami jalan yang
- lurus. Itu mungkin hanya kira-kira 30%
- memenuhi
- maknanya. Karena kalimat istiqamah itu
- artinya kita berdiri tegak
- mempertahankan perintah-perintah Allah
- dan kita menjauhi semua larangannya. Itu
- istiqamah. Dan kita mengharapkan
- menginginkan keridaan dari Allah
- Subhanahu wa taala itu istiqamah.
- Justru itu di dalam Al-Qur'an Allah
- Subhanahu wa taala mengingatkan ada
- banyak ayat kurang lebih hampir 60 ayat
- Allah Taala berbicara tentang istiqamah
- di dalam Al-Qur'an.
- Di antaranya Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan,
- "Innalladina
- rbunallahamaqamu tatanazalu alaihimul
- malaikah taq
- tahzanu wala
- tahzanu hamba-hamba Allah
- ya innalladzina qalu
- rabbunallah ini kalau rabbunallah kalau
- menurut
- Terjemahan daripada Ibnu Katsir
- radhiallahu anhu. Artinya hamba-hamba
- Allah yang ikhlas benar mengarahkan
- peribadatannya mereka kepada Allah
- dengan mentaati semua perintah-perintah
- Allah dan menghindar menjauh daripada
- larangan Allah. Itu istiqamah.
- Ada hamba-hamba Allah yang berjalan di
- jalan
- lurus tapi masih
- korupsi. Nah, itu bukan
- istikamah. Kalau kita ingin tahu
- bagaimana berjalan di jalan lurus kalau
- istilah jalan lurus
- ya saya berikan contoh
- begini. Anggota
- DPR itu ada SOP-nya cara kerja mereka.
- ada
- SOP-nya. Mereka taat dengan SOP-nya ini.
- Jadi artinya dia jalan lurus menurut
- SOP tapi
- masih makan duit rakyat semaunya
- korupsi, semaunya macam-macam. Dan
- begitu juga dengan
- pejabat-pejabat. Jadi kalau istikamah,
- kalau berbicara
- istikamah jalan lurus menurut Al-Qur'an.
- Bukan hanya sekedar jalan
- lurus. Jadi hamba Allah yang mulia, para
- pendengar yang dimuliakan Allah
- Subhanahu wa
- taala. Kenapa saya katakan tadi Ramadan
- bukan khusus hanya untuk hamba-hamba
- Allah yang ahlil ibadah. Bukan.
- Malahan Ramadan ini Allah Taala membuka
- kesempatan kepada hamba-hamba Allah yang
- berdosa, yang penuh dengan dosa, yang
- bergelimang dosa. Kesempatan kepada kita
- untuk membersihkan diri kita daripada
- dosa-dosa. Karena dalam Al-Qur'an Allah
- Subhanahu wa taala
- mengingatkan, qul liibadi asrofu ala
- anfusih la tagnatu min
- rahmatillah. Innallaha yagfirudun
- jamian. Innallaha gfurur
- rahim. Sampaikanlah ya Muhammad kepada
- umatmu sallallahu alaihi
- wasallam. Allah perintahkan kepada
- Rasulullah, sampaikan kepada umatku.
- Sampaikan kepada mereka-mereka yang
- menghamburkan umur mereka dalam
- dosa. Allah Taala tidak pernah menutup
- pintu
- dosa terkecuali ketika rohnya sudah
- sampai di
- kerongkongan. Dan di hadis yang lain,
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan
- pintu-pintu surga dibukakan untuk
- mereka.
- Magfirah mengalir terus siang dan malam
- ketika kita
- berpuasa. Tapi ada hamba-hamba Allah
- yang masuk di bulan puasa, bulan
- Ramadan mereka tidak mendapatkan
- pengampunan dari Allah Subhanahu wa
- taala.
- Nah, di ayat tadi Allah Taala
- menyatakan, "Sampaikan
- kepada hamba-hambaku yang menghamburkan
- hidupnya di dalam dosa. Jangan berputus
- asa dengan rahmat Allah Taala. Allah
- mengampuni dosa-dosa itu jamian."
- Artinya keseluruhan dosa-dosa kalau
- Allah menghendaki dia bisa
- mengampuni. Jadi jangan sekali-kali kita
- berpikir,
- "Aduh, dosaku itu sudah terlalu banyak.
- Enggak bakal mungkin Allah mengampuni.
- Kayaknya sudah enggak bisa diampuni."
- Jangan. Itu termasuk dosa besar.
- Ketika kita
- menganggap bahwa dosa-dosa kita sudah
- tidak akan diampunkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Karena Allah taala
- sudah kenakan dalam Al-Qur'an.
- Malahan di dalam surah
- Al-Furqhan ketika Allah
- menceritakan orang-orang yang
- berzina, minum
- khamar
- ya dan macam-macam dosa bahwa mereka itu
- akan mendapatkan adab yang luar biasa
- yaumul akhir. Tapi kemudian ayat ini
- Allah Taala tutup
- dengan illa man
- taba terkecuali mereka yang bertobat
- kepada Allah. Inilah poinnya yang saya
- ingin sampaikan. Sebelum kita masuk di
- bulan Ramadan, perbanyaklah kita
- bertobat kepada Allah Taala. Perbanyak
- kita beristigfar kepada Allah Subhanahu
- wa taala.
- Kita akan
- memasuki bulan yang penuh dengan
- pengampunan. Nah, bulan pengampunan ini
- hamba Allah yang
- mulia bertalian sangat erat dengan apa
- yang kita minta di dalam Al-Qur'an. Ee
- eh apa yang kita minta dalam salat kita
- tiap hari itu kalau kita hanya salat
- wajib aja cuma 17 kali kita minta. Kita
- kan rata-rata ya boleh dibilang hampir
- enggak jarang hamba-hamba Allah yang
- hanya salat wajib enggak salat sunah
- jarang. Tapi saya perhatikan itu di
- masjid-masjid
- masyaallah itu walaupun orang mau
- cepat-cepat keluar biasanya dia begitu
- salam dia salat dulu dua rakaat saya
- salam baru dia keluar. Masyaallah.
- Jadi kalau dengan salat sunah
- mungkin ada 20 rakaat lebih dia salat
- dalam sehari dengan salat witirnya
- dengan
- macam-macam. Bayangkan 20 kali berarti
- dia meminta kepada Allah ihdina siratal
- mustaqim. Tunjukkanlah kepadaku ya Allah
- jalan yang istiqamah.
- Sebab kalau kita meninggal dunia dalam
- keadaan
- istiqamah, ayat tadi yang Allah Taala
- nyatakan, innalladina qubunallahu
- tummaqamu fatanazalu alaihimula malaika
- taku w
- tahzanu. Di ayat yang lain Allah Taala
- ingatkan juga hampir sama maknanya. Ada
- beberapa ayat. Innalladzina qalu
- rabbunallah humastaqamu fala khaufun
- alaihim wala hum yahzanun.
- Kalau menurut Ibnu Katsir radhiallahu
- anhu itu ada dua pendapat yang
- berbeda. Yang satu pendapat
- mengatakan tatanazalu alaihimula
- malaik tahzanu. Ketika kita menghadapi
- sakaratil
- maut maka turun
- malaikah termasuk malaikatul maut
- malaikat pengiringnya.
- mengatakan kepada kita, "An la takhafu
- wala tahu." Enggak usah takut, enggak
- usah
- sedih. Kamu ini pasti akan kembali
- kepada Allah dengan selamat. Kira-kira
- begitu. Wa absyiru bil jannatillati
- kuntum tuadun. Malahan mereka gembirakan
- lagi
- dengan kalian ini bakal tempatnya di
- janda sebagaimana yang dijanjikan oleh
- Allah Subhanahu wa taala itu orang yang
- istiqamah.
- Di ayat yang lain lagi Allah Taala
- menyatakan, "Inalladina qalu
- rabbunallahumqamu w khaufun alaihim
- walahum yahzanun." Mereka yang selalu
- istiqamah ya hidup
- istiqamah. Mereka tidak perlu sedih,
- tidak perlu takut, tidak perlu sedih.
- Walah hum yahzanun.
- Dan tidak perlu sedih, tidak ada
- kesedihan bagi
- mereka. Nah, hamba Allah yang mulia,
- mari kita berbicara sedikit tentang
- istikamah, apalagi ketika kita akan
- memasuki bulan
- Ramadan. Ada banyak hamba-hamba Allah
- yang mulia. Saudara-saudaraku yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa taala,
- kita
- semua menginginkan pengampunan dari
- Allah Subhanahu wa taala.
- Kan kita disuruh perbanyak membaca
- Allahumma innaka afuun tuhibbul afu fafu
- itu masyaallah. Apa maknanya afubun?
- Afubun artinya
- itu ee
- subhanallah dia mengampuni,
- menghapus semua kesalahan-kesalahan,
- dosa-dosa kita.
- Innakauun
- tuhibbul. Sesungguhnya Engkau ya
- Allah yang bisa menghapus dosa-dosa
- kita, menghilangkan
- dosa-dosa dan engkau adalah zat yang
- mencintai untuk mengampuni hamba-Nya.
- Kira-kira itu
- maknanya. Kemudian kita minta ampun
- kepada Allah.
- tuhibbul afuwa
- fafu engkau mencintai senang kepada
- orang-orang yang meminta
- ampun engkau mencintai untuk mengampuni
- hamba-Mu. Tapi hamba-Mu yang bagaimana?
- Hamba kita ini hamba Allah yang
- bagaimana? Nah, itu sehingga saya
- katakan mari kita berbicara tentang
- istiqamah.
- Istikamah ini
- artinya sebelum usahakan sebelum kita
- masuk bulan
- Ramadan kita sudah ee saya berikan
- contoh begini
- aja ketika kita
- akan travel ke tempat yang
- jauh akan travel ke tempat yang jauh itu
- biasanya 2 hari 3 hari sebelumnya kita
- sudah prepare macam-macam. macam kita
- sudah atur ini ini pakaian ini ini itu
- itu mau travel
- aja ini sekarang kita memasuki satu
- bulan yang luar biasa bulan yang penuh
- dengan pengampunan bulan yang perlu kita
- berhati-hati dalam bulan
- tersebut karena
- ada
- tingkah-tingkah hamba-hamba Allah yang
- bisa membatalkan puasanya bisa
- menjadikan Allah menahan pengampunan
- ampunannya. Orang yang sering berbuat
- dosa dan dia tidak berhenti
- dengan kebiasaannya berbuat dosa
- tersebut. Peminum
- khamar yang tidak mau berhenti di bulan
- Ramadan.
- Nauzubillah. Kemudian gibah. Ya
- Allah. Untuk itu apa jalan yang terbaik
- bagi kita?
- Ketika kita dalam keadaan
- berpuasa, perbanyak kita beristigfar
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Beristigfar di mana
- ada. Ini satu kalimat yang sangat
- dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala
- yang ujungnya mengampuni dosa-dosa kita
- dan tidak ditetapkan di mana aja kita
- berada. Kapan aja yang kita inginkan.
- Perbanyak istigfar Rasul sallallahu
- alaihi wasallam.
- Tiap hari itu beristigfar sekitar 100
- kali. Itu Rasul sallallahu alaihi
- wasallam yang sudah mendapat jaminan
- dari Allah Taala. Maksum artinya kalau
- dia mempunyai kekeliruan dosa dihapuskan
- oleh Allah Taala. Jaminan jannah untuk
- mereka, keselamatan perjalanan mereka ke
- yaumul akhir. Bagaimana dengan
- kita? Dan hamba Allah yang mulia, para
- pendengar sekalian yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa
- taala. Kalau kita perbanyak
- istigfar, kita
- berpuasa, lidah kita bergerak, lisan
- kita bergerak lagi beristigfar.
- Bayangkan kepengampunan Allah Subhanahu
- wa taala insyaallah yang akan mengalir
- di dalam kehidupan
- kita. Istigfar.
- Di dalam Al-Qur'an Allah Subhanahu wa
- taala berbicara sangat banyak ayat ayat
- Al-Qur'an itu. Allah Subhanahu wa taala
- menerangkan bagaimana hamba-hamba
- Allah yang ketika mereka beristigfar
- kepada Allah Subhanahu wa
- taala, nabi-nabi
- beristigfar. Rasulullah beristigfar 100
- kali. Nabi Musa dalam Al-Qur'an Allah
- Subhanahu wa taala tunjukkan dia
- beristigfar kepada Allah. Nabi Ibrahim
- Alaih Salam baru selesai membangun
- Ka'bah, dia beristigfar kepada Allah
- Subhanahu wa taala dan meminta kepada
- Allah untuk menunjukkan bagaimana
- cara-caranya melaksanakan
- haji. Bagaimana dengan kita?
- Apalagi ketika memasuki bulan Ramadan.
- Subhanallah. Ketika memasuki bulan
- Ramadan yang perlu kita jaga lisan
- kita, lebih baik kita perbanyak lisan
- kita itu dengan bertahmid kepada Allah,
- beristigfar kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Coba kita perhatikan
- subhanallah apa Nabi Allah Nuh Alaih
- Salam ketika menyampaikan kepada
- umatnya. Faqulufiru
- rabbakum innahu kana
- gara. Ini Nabi Nuh.
- Maka aku sampaikan faqulu aku sampaikan
- kepada
- umatku
- astagfiruakum perbanyaklah beristigfar
- kepada Tuhanmu. Innahuana gara
- sesungguhnya dia adalah zat yang maha
- pengampun.
- Yursamaikum nanti dia akan menurunkan
- hujan kepada kalian. Akan mengirimkan
- hujan dari langit. Tapi bukan hujan yang
- membawa musibah.
- Hujan yang akan membawa rahmah
- menghidupkan
- tanaman-tanaman, menyuburkan
- petani-petani.
- Ya, biamwalin
- win. Dan istigfar ini bukan hanya
- mengundang pengampunan Allah Subhanahu
- wa taala kepada kita, tapi Allah taala
- menyatakan biamwalin win. Ini Nabi Allah
- Nuh alaihi salam. Nabi yang menyampaikan
- nabi itu bukan berbicara semaunya.
- aja. Dan pesannya Nabi Nuh ini Allah
- abadikan dalam Al-Qur'an untuk kita
- mengambil pelajaran wahyukan kepada
- Rasulullah untuk
- kita. Waumdidum biamwalim wani dan Allah
- Taala nanti akan memperbanyak rezeki
- kalian, memperbanyak anak-anak
- kalian. Apalagi ketika di bulan Ramadan
- kita perbanyak beristigfar.
- Tapi jangan kita beristigfar perbanyak
- di bulan Ramadan pada waktu hari-hari
- biasa kita sudah enggak mau
- beristigfar. Perbanyak kita beristigfar
- kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Kemudian hamba Allah yang
- mulia di dalam hadis Rasul sallallahu
- alaihi wasallam.
- Kemudian Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan,
- "Asiam wal
- Quran
- yasfaani liabdi yaumil
- qiamah." Puasa
- kita dan Quran yang kita
- baca akan menjadikan
- penolong. Yasfaani liabdihi
- yaumalqiamah.
- Kedua ini akan menjadi penolong kepada
- kita di yaumul
- kiamah. Kapan kita sampai ke yaumul
- qiamah? Kubur itu adalah gerbangnya
- yaumul qiamah.
- Kubur sudah sering saya sampaikan itu
- gerbangnya yaumul qiamah itu
- kubur. Begitu kita masuk ke dalam kubur,
- kita sudah masuk di gerbangnya yaumul
- qiam. Pada saat itu salat ee puasanya
- kita, saumnya kita, dan Qurannya yang
- sering kita baca, kedua-duanya menjadi
- penolong bagi kita. Subhanallah.
- Dan ee
- subhanallah bulan Ramadan itu dikatakan
- juga syahrul Quran. Karena di bulan
- Ramadan itu Allah Subhanahu wa
- taala syahrur Ramadan alladzi unzila
- fihil
- Quran hudan linasi bayyinati minal huda
- wal furqan. Bulan Ramadan.
- Di saat itu Allah Taala menurunkan
- Al-Qur'an. Dan di ayat yang lain Allah
- Taala menyatakan, "Anzalnahu fi lailatin
- mubarakah." Kami turunkan Al-Qur'an ini
- di bulan yang penuh dengan
- keberkahan. Jadi, hamba Allah yang
- mulia, saudara-saudaraku yang saya
- cintai,
- masyaallah, perbanyak kita membaca
- Al-Qur'an di bulan Ramadan.
- Jangan, ya
- Allah, jangan kita perbanyak
- menghabiskan waktu kita dengan
- HP ya,
- YouTube ya. Kalau YouTube mungkin kita
- dengar ceramah atau dengar Quran, baca
- Quran itu
- masyaallah. Tapi perbanyak kita membaca
- Al-Qur'an.
- Iqra Alqur'an di hadis yang lain. Fainna
- yati syafianahibiha
- yaumalqiamah. Perbanyak membaca
- Al-Qur'an karena dia menjadi penolong
- ketika kita mulai memasuki gerbang
- yaumul
- qiamah. Rasulullah menyatakan menjadi
- penolong di yaumul qiamah. Kubur itu
- adalah pintu gerbangnya yaumul qiamah.
- Cuma Allah Taala menyuruh kita menanti
- di tempat tersebut sampai Allah
- Subhanahu wa taala mentakdirkan kapan
- untuk kita dibangkitkan dari alam
- kubur. Dan hamba Allah yang
- mulia, sebelum saya
- lanjut, mari kita lihat tadi saya
- katakan coba kita lihat dari segi
- kesehatannya ya. Kita lihat dari segi
- kesehatan. Kan ada hadis Rasul
- sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan suumu
- seha kalian berpuasalah nanti kalian
- bakal
- sehat. Saya
- ingin menceritakan
- kembali ada satu buku dulu itu saya
- pernah baca buku bukunya judulnya
- judulnya buku ini dikarang oleh seorang
- wanita oleh seorang perempuan.
- seorang profesor
- doktor
- perempuan. Dia ahli dalam bidang
- biologi. Tapi dia tapi dia medical
- doktor. Dapat gelar profesor
- doktor. Astagfirullahalazim.
- Kalau saya
- nak profesor-profesor
- doktor nama akhirnya kalau enggak salah
- conor. Conor C O N O R O A
- Cononor saya lupa namanya.
- Saya teringat dia membahas dalam buku
- ini. Dia judul bukunya aja the mankind
- is not standing
- alone. Bangsa manusia itu tidak berdiri
- sendiri. Artinya ada satu kekuatan yang
- kita katakan Allah Taala. Cuma mereka
- pada waktu itu ya dia ini bukan agama
- Islam. Mungkin juga saat ini dia sudah
- masuk Islam. Wallahualam.
- Dia katakan manusia itu tidak berdiri
- sendiri. Bangsa manusia baik laki
- perempuan. Ada yang mendesain, yang
- mengatur ya menghidupkan
- dia
- dan menggerakkan semua organ-organ tubuh
- di dalam
- tubuhnya. Itu sampai dia katakan bangsa
- manusia tidak berdiri sendiri. Dan apa
- dia katakan dalam buku itu?
- Dia bilang, "The
- mankind bangsa
- manusia have the most sophisticated
- laboratorium on
- earth." Bangsa manusia ini mempunyai
- laboratorium yang sangat canggih. Yang
- sangat canggih. The most
- sopisticated ya, laboratorium on earth.
- Laboratorium yang paling canggih di
- dunia.
- Bangsa manusia itu dia punya itu
- apanya? Perut kita. Perut kita ini
- laboratorium yang luar
- biasa. Coba intum renungkan
- sejenak. Kalau tidak
- berpuasa, apa aja yang antum makan dari
- pagi sampai malam? Macam-macam.
- Ada yang manis, ada yang asam, ada yang
- enggak enak, agak pahit-pahit dikit ya.
- Ada juga yang bau-bau enggak enak,
- terasi,
- ya. Kemudian ada yang panas, ada yang
- dingin. Kemudian ada lagi yang dicampur
- sama-sama
- dimakan. Perut itu dia terima dengan
- baik. Masyaallah.
- Kita hanya lempar aja ke dalam perut.
- Kita rasa nikmah ketika kita kunya,
- ketika kita tidur masuk ke dalam
- perut. Apa yang perut ini
- lakukan? Ini yang dia katakan
- laboratorium yang paling canggih di
- dunia. Mungkin saya berikan contoh
- begini sebelum kita
- lanjutkan. Kalau umpama ada sesuatu
- tabung terbuat dari kaca, ya. Terbuat
- dari kaca. Di atasnya ada lubang yang
- bisa kita masukkan
- sesuatu. Kemudian tabung
- ini kita masukkan nasi ke
- dalam. Sudah nasi masukkan lauk ke
- dalam. Sudah itu masukkan buah ke dalam.
- Sudah itu masukkan minuman ke dalam.
- Kemudian tabung
- ini kita sambungkan dengan electrical
- system dengan elektricity dengan
- listrik.
- Kemudian di dalamnya ada pompa kecil dia
- putar ini. Dia putar semua ini yang kita
- masukkan di
- putaan karena mereka menginginkan supaya
- yang campuran-campuran ini ada yang jadi
- darah, ada yang jadi
- antibodi ya, ada yang jadi ee nutrisi,
- vitamin, ya macam-macam. enggak bakal
- terjadi. Tidak ada laboratorium yang
- sedemikian. Tapi itulah yang terjadi
- perut kita yang Allah Subhanahu wa taala
- menggerakkan semua organ-organ tubuh
- kita untuk bekerja. Apa yang kita
- lemparkan ke dalam. Dia menciptakan
- darah. Dia menciptakan ee apa? Antibod
- darah putih ya untuk membendung ee
- bakteri. Infeksi. dia menciptakan
- macam-macam. Apalagi sudah berbicara dia
- ciptakan kalsium yang dibutuhkan oleh
- tubuh ya. Kemudian diciptakan gula untuk
- energi dia macam-macam.
- Masyaallah. Itu
- sehingga si doktor wanita ini dalam
- bukunya dia dia tulis, dia judulkan, dia
- ee letakkan judul bukunya The Mankind is
- not standing alone. Bangsa manusia itu
- tidak berdiri sendiri.
- Dan dia namakan perut manusia itu adalah
- laboratorium yang paling
- canggih di atas
- bumi. Karena enggak ada laboratorium
- kayak perut
- manusia. Kita makan sayur mentah, daging
- setengah matang, apa aja yang kita
- makan. Subhanallah. Kemudian dia cerna,
- dia ciptakan apa yang dibutuhkan oleh
- tubuh secara otomatis.
- Dan yang enggak pernah berhenti
- ini yang enggak pernah berhenti ada
- dua. Satu jantung kita yang memompa
- darah untuk ya jantung kita. Yang kedua
- perut
- kita. Perut kita kita minum dia mulai
- bergerak. Kita makan dia mulai bergerak.
- Nah, yang mendesain perut manusia itu
- Allah
- Taala itu. Sehingga Allah Taala katakan
- di dalam
- Al-Qur'an, "Wahai hamba-hambaku yang
- beriman." Jadi kalau enggak beriman
- enggak ada makna apa-apa ayat ini. Allah
- hanya ingatkan kepada yang beriman
- karena cintanya Allah kepada orang yang
- beriman. Kutiba
- alaikumam
- kutibaina minqlikum.
- Jadi berarti ayat ini menunjukkan tidak
- ada manusia di
- dunia yang diciptakan oleh Allah yang
- tidak diwajibkan untuk
- berpuasa. Berarti kalau Allah yang
- mendesain, Allah yang merancang, Allah
- yang menciptakan, kemudian Allah Taala
- katakan dalam 1 bulan, berpuasalah
- kalian. Ini kita berbicara
- kesehatan kita belum sebagaimana
- magfirah lagi datang ya kita berbicara
- kesehatan semua hamba Allah dalam
- kehidupan ingin sehat semua manusia
- ingin sehat tidak ada yang ingin
- sakit maka Allah Taala katakan dalam
- Al-Qur'an berpuasalah
- kalian dalam 1 tahun itu 1
- bulan sebagaimana Allah Taala wajibkan
- kepada manusia-manusia sebelum
- kita. Laallakum
- tattaquun. Di samping kesehatan, Allah
- ingin mendidik kita menjadi hamba Allah
- yang muttaqin. Laallakum tattaquun.
- supaya kalian menjadi manusia-manusia
- yang
- muttaqin. Kira-kira kalau kita bahas
- sedikit, oh ayat ini Allah Taala katakan
- supaya kalian menjadi hamba Allah yang
- muttaqin. Karena memang hamba Allah yang
- mulia. Saudara-saudara sekalian, para
- pendengar yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa
- taala, yang paling gampang orang
- berbohong itu soal puasa.
- Umpama dia keluar dari rumah mengatakan
- kepada istrinya, dia berpuasa di luar
- kemudian dia terbawa dengan
- teman-temannya atau gimana, diajak
- makan, ya dia makan aja. Kalau pulang ke
- rumah dia malu kan untuk katakan kepada
- istrinya dia tidak berpuasa. Paling
- gampang untuk dia
- bohong. Ya. Ya. Berlagak lemas-lemas
- dikit, bibirnya dikeringkan
- dikit. Ya. Saya berpuasa. Saya puasa.
- Istrinya melayani dengan baik dia
- berbuka
- puasa. Jadi puasa ini
- subhanallah paling gampang orang
- berbohong itu
- ketika dia tidak puasa dan dia
- mengatakan dia berpuasa. Enggak ada yang
- tahu. Hanya Allah Taala yang tahu atau
- temannya yang makan sama-sama dengan dia
- yang
- tahu. Justru itu Allah Taala mendidik
- kepada kita berpuasa itu supaya
- tattaqun. Menjadi hamba Allah yang
- takwa. Takwa itu orangnya apa? Jujur,
- istiqamah ya. dan berpuasa.
- Ya,
- jujur. Jadi, seorang hamba Allah ketika
- dia berpuasa, dia melatih kejujurannya
- dia. Yang kedua ini
- puasa yang paling mungkin yang paling
- susah kepada hamba-hamba Allah yang
- tertentu. Tapi kalau dia niat untuk
- berpuasa karena ketaatannya kepada
- Allah, Allah Taala akan mudahkan.
- menekan hawa
- nafsunya. Menekan hawa
- nafsu. Hamba-hamba Allah yang biasa
- merokok ya biasa kalau sarapan pagi
- mesti ada ini ada itu. Semua itu
- dihentikan oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Tinggal dia akan memilih, dia akan
- istiqamah kepada Allah atau dia
- mengikuti hawa
- nafsunya. Enggak kuat saya kalau enggak
- merokok kayaknya
- pusing. Saya kalau enggak merokok enggak
- bisa mikir itu. Nauzubillah sering saya
- dengar. Padahal itu cuma
- sugesti dibisikin oleh iblis.
- Dia lahir enggak merokok. Ketika dia
- bayi, dia enggak tahu
- merokok. Ketika dia 56 tahun, dia enggak
- tahu
- merokok. Kenapa? Terus katakan kalau
- saya enggak merokok, pusing, enggak
- merokok ee enggak bisa mikir. Itu karena
- dia sugesti dirinya yang demikian.
- Tapi orang yang berpuasa, dia istikamah
- dalam puasanya,
- masyaallah dia bisa menekan hawa
- nafsunya. Nah, itu kita kalau berbicara
- dalam segi
- kesehatan, mari kita balik lagi
- pengampunan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Dan bukan puny hananya
- pengampunan.
- Ketika kita dalam keadaan berpuasa,
- kalau pengumpunan turun dari Allah
- Taala, sudah pasti diikutkan dengan
- keberkahan,
- rahmah. Allah memandang seorang itu
- dengan rahmah, pasti dia akan mendapat
- pengampunan. Pasti dia akan mendapat
- pengampunan.
- Kan sering kita berdoa minta kepada
- Allah. Allahumarhamni ya Rabb. Ya
- arhamar rahimin. Arhamna
- ya. Kenapa? Kita menginginkan Allah
- memandang kita dengan pandangan kasih
- sayang. Seorang
- ibu dia mau bangun di tengah
- malam dia korbankan tidurnya.
- Ya, ketika anaknya
- menangis walaupun dia ngantuk pun
- bagaimana dia akan memberikan susu
- kepada
- anaknya. Anaknya ingin menetek
- kepadanya.
- Sehingga sekali
- waktu Rasul sallallahu alaihi
- wasallam ketika duduk dengan sahabat
- sahabatnya, ada juga seorang ibu duduk
- di
- masjid dengan anak bayi. Dan bayi ini
- suka ee kan biasanya bayi kalau sudah
- mulai bisa berdiri dia suka mau nanjak
- kepada ibunya kan di pangkuan ibunya.
- Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam bertanya kepada
- sahabat-sahabatnya, "Kalian melihat ibu
- dengan anaknya
- tersebut?" Mereka lihat anaknya yang
- lagi ibunya. Begitu anaknya sudah
- menjatuh dipegang tangan. Rasulullah
- bertanya,
- "Apakah ibunya sayang kepada anak
- tersebut?" Mereka semua menjawab,
- "Santa, sangat sayang ya Rasulullah."
- Maka Rasulullah menyatakan kepada
- mereka, "Sayangnya Allah kepada hamb-Nya
- melebihi daripada apa yang kalian
- perhatikan." Sayangnya ibu kepada
- anak.
- Tapi ada juga kemurkaan Allah kepada
- kita. Bukan hal mustahil.
- itu sehingga Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan di dalam
- Al-Qur'an. Innalladzina kafaru biayatina
- sauf nuslihim na. Mereka-mereka yang
- kufur membangkang dengan ayat-ayat Kami,
- Allah akan godok dia di api neraka.
- Dan ayat
- ini juluduhum badalum
- juludan.
- Tiap kulitnya
- terbakar Allah gantikan lagi dengan
- kulit yang lain. Liyadukul adab supaya
- dia rasa adab. Jadi Allah Subhanahu wa
- taala sifat rahmannya luar biasa.
- Tapi ketika kita ini membanggang kepada
- Allah Taala, tidak berhati-hati, tidak
- istiqamah, bukan hal
- mustahil. Kita masuk kepada kelompok
- yang kafar, kufur kepada Allah Subhanahu
- wa taala.
- Maka bulan Ramadan
- ini Allah Subhanahu wa taala seakan-akan
- menggiring kepada
- kita ya masuk dalam
- pengampunanku. Marilah masuk ke dalam
- bulan Ramadan. Ke dalam pengampunan itu
- saya katakan tadi kita akan memasuki
- pesta
- Ramadan. Maka sebelum kita memasuki
- pesta Ramadan kita atur diri kita yang
- baik.
- kita dandanin ibadah kita ya
- semua supaya ketika kita masuk di bulan
- Ramadan masyaallah kita konsentrasi
- dalam
- beribadah berpuasa kepada Allah berpuasa
- kemudian beribadah kepada Allah
- subhanahu wa taala beristigfar kepada
- Allah innallaha la yukliful miad Allah
- Taala tidak pernah memungkiri
- janjinya rahmat dan magfirah
- akan ditaburkan Allah dalam
- kehidupan sehingga kita keluar di bulan
- Ramadan. Pengampunan Allah Subhanahu wa
- taala ee apa? Pengampunan dari Allah
- Subhanahu wa taala penuh dalam diri
- kita. Dosa-dosa kita itu dihapus oleh
- Allah Subhanahu wa taala.
- Untuk itu para pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala,
- marilah
- bersama-sama kita
- mendandani hidup kita ini untuk memasuki
- bulan
- Ramadan. Supaya ketika kita berada di
- bulan
- Ramadan, kita sudah terbiasa dengan
- ibadah kita kepada
- Allah. Ini juga termasuk kepada
- hamba-hamba Allah. yang bergelimang
- dengan dosa. Kita semua itu punya dosa,
- punya kesalahan. Betul. Tapi ada
- hamba-hamba Allah yang memang sengaja
- ingin
- menghabiskan waktunya itu di
- tempat-tempat yang dilarang oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Mungkin dia pemabuk,
- suka
- mabuk-mabuk, mungkin suka
- berzina, mungkin suka ya menganiaya,
- mengambil hak orang.
- Hilangkan
- semuanya. Minta kepada Allah, janji
- kepada Allah. Bertobat kepada
- Allah. Laksanakan salat tobat dan tobat
- betul-betul kepada Allah Taala. Allah
- Taala tidak pernah menutup pintu tobat
- kepada
- hamba-hambanya. Dan jangan bersangka
- jelek kepada Allah bahwa dosaku terlalu
- banyak. Enggak mungkinlah Allah Taala
- akan mengampuni
- dosa. Itu sangkaan yang tidak baik dan
- itu
- dosa. Bersangka baik kepada Allah Taala.
- Malahan ketika kita bertobat, kita
- mendedahkan tangan kepada Allah Taala.
- Apa kata Rasul sallallahu alaihi
- wasallam? Udu rabbaka bil yaqin lil
- ijabah.
- Minta kepada Tuhanmu dengan
- keyakinan bahwa doamu ini akan diijabahi
- oleh Allah. Allah selalu mengikuti
- sangkaan hambanya. Ketika dia bersangka
- baik kepada Allah, Allah akan ikuti
- sangka.
- Penutupnya saya ingin melanjutkan ada
- hadis tadi yang saya bawakan.
- Jadi hadis yang saya bawakan tadi yang
- pertama ee yang ketika Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam ini
- penutupnya ketika Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam akan
- berkhotbah di tanggal yang
- pertama para jemaah mendengar Rasulullah
- menyatakan
- amin. Di tanggal yang kedua Rasulullah
- juga naik. Rasul mengatakan amin. Ketika
- naik di tanggal yang ketiga, Rasul
- sallallahu alaihi wasallam menyatakan
- amin. Maka para jemaah, para
- sahabat-sahabat Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam ini heran kok enggak
- biasanya
- begini. Kemudian mereka bertanya kepada
- Rasulullah, "Ya Rasulullah, kok agak ee
- ya kalau istilah kita kok kayak agak
- lain hari ini ya. Enggak biasanya engkau
- ketika mengenai tangga mengatakan amin.
- Yang kedua amin. Yang ketiga amin.
- Kemudian Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan ketika aku menaiki
- tangga yang pertama datang Jibril
- kepadaku dan mengatakan syaqiya abdan
- adrak
- Ramadan walam yfah.
- Celaka hamba Allah yang memasuki bulan
- Ramadan dan sampai
- selesai tapi dia tidak mendapat
- pengampunan dari Allah Taala. Rasulullah
- menyatakan amin. Diaminkan oleh
- Rasulullah. Kemudian tanggal yang kedua
- Jibril mengatakan syaqiya
- abdun adraka walidai
- ahadahuma falam yudkal
- jannah. Jadi ada hamba Allah yang dalam
- hidupnya masih ada orang
- tuanya. Apa satu atau keduanya?
- Tapi sayangnya dengan ada orang tuanya
- ini dia tidak mendapatkan jannah dalam
- kehidupannya. Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan
- amin. Ini adalah hamba-hamba Allah yang
- tidak mempedulikan orang tuanya. Apalagi
- ketika di bulan Ramadan.
- Dan yang ketiga, yang terakhir Rasul
- sallallahu e Jibril mengatakan, "Syaqiya
- abdunukirat walam yusalli
- alaik." Jibril mengatakan,
- "Celakalah hamba
- Allah
- ketika ada yang menyebut nama Rasul
- sallallahu alaihi wasallam." Jadi di
- hadis ini katakan abdun
- dukirat ketika menyebut namamu yaitu
- Rasul sallallahu alaihi wasallam walam
- yusalli alai tapi mereka tidak lanjutkan
- dengan
- berselawat justru itu kita kalau dengar
- orang yang menyebut Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam Muhammad
- Rasulullah kita ikuti dengan sallallahu
- alaihi
- wasallam tiga hamba Allah ini. Jadi
- artinya kita perlu
- kehati-hatian dengan peringatan daripada
- Jibril ini yang diaminkan oleh Rasul
- sallallahu alaihi
- wasallam. Kalau ada yang salah kepada
- Allah saya mengharapkan
- magfirahnya. Mudah-mudahan Allah
- Subhanahu wa taala menghantarkan kita
- dengan segala magfirah memasuki bulan
- Ramadan. Wabillahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, ikhwan dan akhwat. Demikian
- telah kita simak pembahasan yang telah
- disampaikan oleh Ustaz M. Bahmid dengan
- tema di sore hari ini menghadapi
- keistimewaan
- magfirah. Ini sebentar lagi akhwat
- insyaallah kita akan masuk di bulan
- Ramadan. Semoga Allah menyampaikan usia
- kita untuk berjumpa dan kembali bertemu
- dengannya. Akhirnya ikhwan dan akhwat
- kami akan jeda sejenak terlebih dahulu.
- Kami akan segera kembali setelah
- pariwara berikut ini. Tetaplah bersama
- [Tepuk tangan]
- kami. Untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Terima kasih Anda
- tetap setia bersama kami dan kini kami
- kembali dengan beberapa pertanyaan yang
- sudah masuk di nomor TS kami di
- 0811999720.
- Pertanyaannya adalah Pak
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Pertanyaan dari Jakarta
- warahmatullah wabarakatuh. Dari hamba
- Allah, Pak Ustaz, bulan Ramadan adalah
- waktu yang sangat istimewa, penuh dengan
- berkah dan ampunan dari Allah. Di bulan
- yang suci, banyak umat Islam berusaha
- untuk meningkatkan ibadah dan takwa.
- Namun seringkiali kita merasa masih
- terbebani oleh dosa-dosa masa lalu.
- Bagaimana sebaiknya kita memanfaatkan
- memantum bulan Ramadan untuk benar-benar
- meraih magfirah Allah serta membersihkan
- hati dan diri dari segala kesalahan yang
- pernah kita lakukan.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shallli ala sayyidina Muhammad wa ala
- ali Muhammad. Ya, pertanyaan yang bagus.
- Masyaallah.
- Jadi itu sehingga saya sampaikan
- tadi di bulan Ramadan itu perlu
- berhati-hati. Kita perlu
- kehati-hatian di dalam peribadatan kita
- kepada Allah. Artinya jangan terganggu
- ibadah kita itu dengan hal-hal yang
- tidak-tidak. Heeh. Umpama ini contoh
- umpama terkadang kita terbawa dari soal
- gibah ya.
- tidak memperhatikan waktunya
- salat.
- Kemudian apalagi kepada mereka-mereka
- yang Allah Taala melebihkan kemampuan
- ekonomi mereka. Subhanallah.
- itu perlu perlu untuk menjadi lebih
- pemurah di bulan Ramadan itu. Aisyah
- pernah menerangkan bahwa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam itu di bulan
- Ramadan luar
- biasa yang tidak pent luar biasa
- pemurahnya luar
- biasa. Saya teringat ada satu hadis
- Rasul sallallahu alaihi wasallam yang
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan salatun muhlikat.
- Ada tiga yang bisa mencelakakan
- orang. Yang pertama itu adalah syuhun
- mut.
- Kekikiran ya.
- Kekikiran apa ini? Kikir.
- Kedekut.
- Bakhil yang kita ikut, yang kita yang
- kita taat. Artinya sifat kekikiran kita
- yang tetap kita pertahankan itu bisa
- membawa kepada kecelakaan.
- Jadi ketika mungkin kita berpikir di
- saat-saat yang dulu kita pernah banyak
- berbuat dosa itu normal. Seorang ketika
- dia penyesalan aja, penyesalan itu sudah
- termasuk sudah termasuk bagian daripada
- ingin tobat kepada Allah Taala ketika
- dia menyesal.
- Nah, ketika masuk di bulan
- Ramadan yakin aja yang penting kita
- banyak mendedahkan tangan, beristigfar
- kepada Allah, meminta Allah mengampuni
- dosa
- kita. Insyaallah diampun oleh Allah
- Taala, diampunkan. Karena Allah Taala
- sudah katakan di Quran Allah Taala tidak
- pernah memungkiri janjinya. Dan bulan
- ini adalah bulan yang penuh magfirah.
- Rasulullah sudah
- katakan ya, Rasulullah sudah janjikan
- kepada kita semua.
- Rasulullah hawa Rasulullah bukan
- berbicaranya dengan hawa nafsunya aja
- asal ngomong
- tidak. Manama Ramadan imanan
- wtisaban. Mereka yang berpuasa di bulan
- Ramadan karena iman yang benar. Iman
- karena iman. Kita kan berpuasa karena
- taat kepada Allah, karena iman kepada
- Allah Taala. Bukan berpuasa untuk cari
- sehat. Bukan.
- Nanti sehat itu ikut belakang. Artinya
- itu hanya ikutan aja
- sehatnya. Tapi yang kita berpuasa itu
- karena taat kepada Allah, menginginkan
- magfirah dari Allah Subhanahu wa taala.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan gufiralahu. Allah mengampuni
- dosa-dosanya dia yang
- lalu-lalu. Kita yakin ini dengan janji
- Allah dan Rasul-Nya. Maka insyaallah ibu
- enggak usah khawatir selama kita ikhlas
- beribadah kepada Allah, betul-betul kita
- arahkan peribadatan kita kepada Allah.
- Amin. Pengampunan insyaallah pasti ter
- insyaallah terjawab. Amin. Insyaallah
- terjawab. Terima kasih, Ustaz. Kami juga
- ingin menyapa Ibu Aminah. Kemudian ada
- Eyang Sri, lalu ada Ibu Hani Suryani di
- Sukabumi, dan Ibu siapa ini? Ibu Darto.
- Kita beralih ke pertanyaan selanjutnya,
- Pak Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apakah puasa Ramadan seseorang akan
- diterima di sisi Allah jika ia
- menjalankan kewajiban puasa dengan
- menahan makan dan minum, namun sering
- tidur sepanjang hari sehingga
- mengabaikan waktu ibadah? sampaikan
- waktu ibadah serta jarang berbuat baik
- kepada sesama meskipun ia berusaha
- menghindari hal-hal yang membatalkan
- puasa. Apakah semua itu dapat
- mempengaruhi penerimaan ibadah puasa
- tersebut? Mengingat bahwa puasa bukan
- hanya sekedar menahan lapar dan haus,
- tetapi juga melibatkan peningkatan
- kualitas spiritual dan perbuatan yang
- baik dari Ibu Dewi. Terima kasih, Pak
- Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad wa ali
- Muhammad. Karena ada hadis di dalam
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan kam
- minasimin? Ya. Berapa banyak daripada
- orang-orang yang berpuasa laisa lahum
- illa ju wal
- at. Berapa banyak-banyak daripada
- orang-orang yang berpuasa yang mereka
- dapatkan hanya lapar dan haus.
- Jadi kalau kita puasa, jadi puasa itu
- gini, ketika kita
- tidur dalam keadaan berpuasa itu dicatat
- oleh Allah Taala sebagai satu kebaikan.
- Nafas kita itu sebagai kita zikir kepada
- Allah Taala.
- Tapi ketika tidur sepanjang hari dengan
- tidak mempergunakan, tidak mempedulikan
- waktu, ya bukan hal mustahil itu dia
- masuk ke dalam hadis Rasul tadi yang
- mengatakan berapa banyak yang berpuasa
- yang mereka dapatkan hanya lapar dan
- haus. Sebab kalau dia sudah tidur,
- masyaallah umpama ini
- contoh tidur dari jam 11.00 bangunnya
- jam .30 nya
- empat. Ya
- Allah, padahal kita ini kalau berpuasa
- bukan terus berpuasa seakan-akan ya kita
- tunggu buka aja ya ngantuk tidur aja.
- Pergunakan kesempatan ini untuk membaca
- Al-Qur'an, istigfar kepada Allah.
- Ngantuk tidur. Kalau tidur siang kan itu
- 1 jam, 2 jam normal. Heeh. Tapi kalau
- sudah lebih dari 2 jam sudah enggak
- normal. tidur siang. Kalau lebih dari 2
- jam sudah enggak
- apa-apa. Boleh. Contoh umpama
- begini, sesudah selesai subuh mungkin
- dia ee apa namanya? Iktikaf di malam
- hari atau dia baca Al-Qur'an, dia bangun
- salat tahajud, salam selesai subuh dia
- tunggu sampai syuruk. Dia salat syuruk
- selesai itu dia tidur. Boleh. Masyaallah
- boleh.
- Ya, umpama nanti dia bangun jam 09.00
- boleh. Sesudah itu jangan tidur
- lagi. Jangan kita sia-siakan waktu di
- bulan Ramadan ini bulan yang sangat
- mulia, bulan yang berlimpah ruah fadilah
- dan pahala dari Allah Taala. Jangan kita
- sia-siakan. Nah, apalagi kalau
- pertanyaan Ibu tadi yang mengatakan dan
- tidak mau berbuat baik.
- Ya, itu berarti puasanya cuma hanya
- untuk nahan lapar dan haus aja.
- Insyaallah
- terjawab. Baik, insyaallah
- terjawab. Kemudian pertanyaan
- selanjutnya ini kami ingin menyapa dulu
- Ibu Ani, Ibu Eyang Sri, dan Bapak
- Arwin. Kemudian pertanyaannya adalah
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Dari hamba Allah, Pak
- Ustaz. Warahmatullahi wabarakatuh. di
- Sukabumi. Bagaimana dengan puasa yang
- dijalankan oleh pejabat misalnya yang
- terlibat dalam korupsi? Apakah puasa
- mereka diterima di sisi Allah meskipun
- mereka menahan makan dan minum selama
- bulan Ramadan? Terima kasih, Pak Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalloli ala sayyidina Muhammad wa ali
- Muhammad. Jadi begini, di dalam
- Al-Qur'an itu Allah Taala nyatakan
- begini. La talbisunal haq bil batil.
- Jangan kalian tutupi yang benar itu
- dengan
- kebatilan. Dia berpuasa itu sudah
- benar. Tapi ketika dia
- korupsi ya sama dengan dia
- mencampuradukkan yang hak dengan yang
- batil. Yang sudah pasti ya puasanya
- enggak diterima oleh Allah Taala.
- Karena yang dilarang oleh Allah Taala
- itu korupsi sebenarnya
- mencuri. Cuma kenapa dikatakan korupsi?
- Kalau kelompok yang berdasi dikatakan
- korupsi. Kalau masyarakat awam dibilang
- pencuri. Tapi kalau masyarakat awam yang
- pencuri mungkin karena dia
- lapar. Mungkin anaknya
- kelaparan walaupun
- pencurinya salah.
- Ya, pencuri salah tetap
- pencuri. Tapi dia mencuri itu karena
- dalam keadaan terdesak daripada anaknya
- tidak makan. Tapi kalau
- korupsi ya
- Allah itu mencuri di atas kezaliman.
- He sudah gaji cukup semua di di disuplai
- oleh negara masih mau korupsi
- lagi. Nah ini sebenarnya puasanya ini
- hanya cuma buat tahan lapar dan tahan
- tahan lapar dan tahan a
- saja. Allah Subhanahu wa
- taala tidak meridai orang yang
- mencampurkan yang hak dan yang batil. Di
- dalam Al-Qur'an Allah sudah katakan, "La
- talbisunal haq bil batil." Enta berpuasa
- salat, semua itu sudah itu menyangkan
- yang hak.
- Masyaallah. Tiba-tiba dirusakkan semua
- dengan kebatilan. Hancur
- semua. Saya berikan contoh kira-kira
- begini. Susu di dalam
- botol. Susu dalam botol fresh, enak.
- Masyaallah.
- Kemudian ada yang meneteskan suka.
- Suka tiga tetes atau empat
- tetes. Kalau kita
- lihat masih bentuk susu namanya susu.
- Tapi padahal sudah rusak sebab susu
- enggak bisa kena
- cuka. Begitu juga hamba Allah yang
- berpuasa ini. Kalau kita lihat muslim
- yang lagi berpuasa tapi begitu dia
- korupsi batal semua puasanya, hancur
- semua puasanya. Insyaallah terjawab.
- Baik. Dan pertanyaan terakhir, Pak
- Ustaz. Pertanyaan terakhir. Oh, enggak
- apa-apa boleh. Kalau masih ada boleh
- masih ada 10. Kita kan masih ada
- setengah ee 40 menit lagi baru magrib.
- Baik,
- Ustaz. Pertanyaan dari Fikri, Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Bagaimana jika kita
- memasuki bulan Ramadan yang penuh
- rahmat, berkah, dan ampunan. Namun masih
- ada dendam di hati kita? Apa yang harus
- kita lakukan untuk membersihkan hati dan
- memohon ampunan Allah agar puasa dan
- ibadah kita diterima di sisinya?
- Masyaallah. Masyaallah pertanyaannya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalloli ala sayyidina Muhammad wa ala
- ali Muhammad. Jadi
- begini, kalau masih ada dendam berarti
- masih marah dan tidak mau
- memaafkan. Kalau kita menyimpan marah
- itu dalam hati, dia akan tumbuh menjadi
- dendam. Dan memang sifat manusia betul
- marah itu boleh ya.
- Tapi di dalam Al-Qur'an itu Allah
- Subhanahu wa taala mengingatkan kepada
- kita
- ee walyafu walyasfahu ala tuhibbuna
- yagfirallahu
- lakum. Ini ayat ini
- turun di dalam peristiwa ketika Aisyah
- difitnah.
- Aisyah ini anaknya Abu Bakar, mertuanya
- Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Kemudian ada misanannya, anak
- misanannya Abu Bakar yang susah orangnya
- miskin dan hamba Allah
- ini turut menyebarkan fitnah tersebut.
- Subhanallah.
- Dan Abu Bakar sering membantu kepadanya
- ketika dia akan
- menikah, maharnya dibantu oleh Abu
- Bakar. Masyaallah.
- Ketika sudah jelas turun ayat
- menjelaskan tentang kebersihannya
- Aisyah, maka baru ketahuan bahwa
- ternyata yang juga turut menyebarkan
- masalah ini anak daripada misanannya dia
- yang dia sering
- bantu. Maka pada saat itu dia datang
- kepada Rasulullah dan mengatakan,
- "Kira-kira kalau istilah kita sekarang
- ini ya, demi Allah ya Rasulullah, ana
- enggak bakal bantu lagi kepadanya
- walaupun 1 sen kira-kira
- begitu." Kemudian sesudah itu,
- subhanallah turun
- ayat dari Allah Subhanahu wa taala
- kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- itu ayat itu di dalam surah Annur
- walaupun jadi ketika Abu Bakar mendengar
- tentang ayat ini kemudian Abu Bakar
- balik
- lagi dia bersumpah di hadapan
- Rasulullah bahwa dia memaafkan dan tetap
- akan membantu orangnya. Itu ayat dalam
- surat Annur begini. Ketika turun ayat
- yang Allah jadi ayat ini seakan-akan
- Allah menegur kepada Abu Bakar. Karena
- Abu Bakar
- ini termasuk sahabat yang paling dekat
- kepada Rasulullah. Sehingga Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menyatakan
- kalau umpama
- umpama saya bukan nabi yang terakhir dan
- ada nabi lagi akan turun Abu Bakar itu
- mungkin bisa menjadi
- nabi. Jadi ber itu luar biasa. Maka
- ketika turun ayat ini, ayat itu berbunyi
- begini kepada yang
- bertanya walakin wal
- muhajirinillah. Jangan wahai engkau
- merupakan pemuka masyarakat ya wulum.
- Artinya orang-orang yang terkemuka,
- jangan kalian bersumpah
- untuk tidak mau memberi lagi atau
- membantu memberikan
- sedekah kepada ulil qurba, orang yang
- dekat. Orang yang dekat itu kepada
- anaknya misanannya
- dia wal masakin. Orang-orang yang
- masakin yang patut di yang patut
- diperhatikan yang fakir wal muhajirin
- fisabilillah dan orang-orang yang
- berhijrah. Karena yang turut menyebarkan
- fitnah ini dia juga turut berhijrah
- dengan Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- Jadi artinya dia ada berbuat kesalahan.
- Mungkin kalau kita mungkin kalau kita,
- kita akan timbul dendam yang luar biasa.
- Tapi ketika ayat ini
- turun, Allah Taala perintahkan apa?
- Allah Taala menyatakan walyafu wal
- yasfahu. Maafkan dan hilangkan
- titik-titik marah dari dalam hatimu.
- Luaskan
- hatimu. Ala tuhibbuna yagfirallahu
- lahum. Bukankah Anda menginginkan Allah
- mengampuni
- dosa-dosamu? Berarti kita kalau
- memaafkan
- seseorang, kumpulan dosa diampunkan oleh
- Allah Taala
- dosa-dosa jadi kita kalau memaafkan
- seseorang bukan hanya ber ee terus
- berakhir begitu aja. Ada dosa kita yang
- diampunkan oleh Allah Taala. Jadi ketika
- Anda masih
- dendam, hilangkan marahnya. Heeh.
- Maafkan dia. Sekalipun dia enggak
- tahu. Anda memaafkan kepadanya enggak
- perlu harus beritahu kepadanya. Tidak
- perlu. Sampaikan aja kepada Allah. Ya
- Allah, Engkau menjadi saksi. Ya Allah,
- Engkau adalah Tuhanku. Innakaabbi ya
- Rabb. Aku maafkan saudaraku itu bakal
- hilang dendam dalam
- dirimu. Dan jangan diingat-ingat lagi.
- Allah Taala bukan hanya
- mengatakan ee wal
- yafu, maafkan.
- Tidak. Walyafu. dilanjutkan lagi walu
- walasfahu sebab ada kadang-kadang kita
- mengatakan ya udah iya saya maafkan di
- tapi ana enggak mau kenal lagi dengan
- dia. Saya enggak mau kenal dengan dia.
- Ah itu enggak itu bukan maafkan namanya.
- Maafkan dan luaskan hatimu. Hilangkan
- noda-noda marah dari dalam hatimu.
- Bukankah Anda menginginkan pengampunan
- dari Allah Taala? Ketika Anda maafkan
- hilang dendam, pengampunan dari Allah
- turun kepadamu. Insyaallah terjawab.
- Baik. Insyaallah terjawab. Kemudian
- pertanyaan dari hamba Allah, Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Ustaz, untuk tilawah di bulan Ramadan
- sebaiknya kita mulai dari awal juz 1
- atau lebih baik diteruskan saja bacaan
- yang sudah kita baca. Misalkan kita baru
- sampai juz 23, lalu diteruskan saja.
- Mana yang lebih afdal, Ustaz? Terima
- kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- Muhammad. Jadi begini, kita kan
- ini ee disarankan oleh Rasul sallallahu
- alaihi
- wasallam untuk mengkhatamkan Al-Qur'an
- tiap sekian hari atau sekian ya.
- Jadi kalau Anda sudah sampai di juz 23,
- lanjutkan aja sampai khatam balik lagi
- dari
- situ. Dan itu bukan cuma terjadi kepada
- antum. Saya juga
- begitu. Saya juga begitu. Saya selalu
- berusaha supaya bisa khatam lagi di awal
- Ramadan. Tapi tidak selalu berhasil.
- Terkadang sudah masuk bulan Ramadan,
- saya baru di juz 27, saya baru di juz 20
- mungkin ya saya lanjutin baru nanti
- balik lagi dari jus yang pertama
- insyaallah terjawab. Baik, terima kasih
- Pak Ustaz. Kemudian pertanyaan dari
- Fajar. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah. Ada Fajar di Bekasi. Saya
- ingin bertanya, bagaimana cara membayar
- puasa Ramadan yang terlewat karena saya
- lupa. Padahal sudah lewat bulan Ramadan.
- Waktu itu saya sedang dalam perjalanan
- safar dan tidak bisa menjalankan puasa.
- Apa yang seharusnya saya lakukan untuk
- mengganti puasa yang tertinggal
- tersebut, Ustaz? Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad wa ali
- Muhammad. Kalau Anda benar-benar lupa,
- ya. Kalau betul-betul
- lupa, lupa
- itu tidak kena penalti dari Allah Taala.
- Saya berikan contoh begini
- aja. Kalau kita
- berpuasa
- kemudian kita lupa kita minum
- air, begitu teringat berhenti, lanjutin
- aja puasanya enggak apa-apa.
- Jadi kalau Anda lupa, benar-benar lupa,
- maka cepat-cepat membayar
- puasanya. Banyak minta ampun kepada
- Allah, minta magfirah dari Allah Taala
- dan banyak beramal, banyak bersedekah
- supaya Allah Taala juga mengampuni
- dosa-dosa kita, mungkin menutup apa yang
- kita lupa. Insyaallah terjawab
- baik. Ada Saputra di Bekasi, Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Saya ingin bertanya
- mengenai salat tarawih. Apakah salat
- tarawih itu wajib dilakukan di masjid
- atau boleh dilakukan di rumah? Kalau di
- kampung saya ini kebanyakan orang
- beranggapan bahwa salat tarawih itu
- harus dilakukan di masjid secara
- berjamaah. Namun saya ingin tahu apakah
- ada keringanan atau diperbolehkan untuk
- melakukannya di rumah terutama jika
- kondisi tertentu mempengaruhi.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shallli ala sayyidina Muhammad wa
- Muhammad. Salat tarawih ini kan yang
- mengorganize itu. Jadi di zaman
- Rasulullah, Rasulullah pernah salat
- bersama-sama sanya dalam riwayat itu
- hanya dua
- malam ya. Dua malam. Kemudian malam
- ketiganya Rasulullah enggak
- datang. Malam keempatnya enggak datang.
- Jadi berarti dengan ini salat tarawih
- itu bukan merupakan wajib ya, tapi
- pernah dicontohkan oleh Rasul sallallahu
- alaihi wasallam dalam satu malam atau
- dua malam. Jadi kalau umpama Anda mau
- salat tarawih kira-kira satu malam atau
- dua malam kemudian Anda salat tarawih
- bersama keluarga di rumah boleh. Enggak
- perlu karena itu bukan kewajiban. Itu
- bukan wajib itu cuma sunah.
- Seath itu
- sunah. Walaupun itu mungkin sunah
- muakkad tapi itu sunah bukan
- wajib. Justru itu terkadang kan ada
- hamba-hamba Allah dia bikin salat
- tarawih bersama-sama di
- rumah ya. Salat ee dia ngundang orang
- umpama buka puasa bersama salat
- bersama-sama. Jadi itu bukan wajib.
- Boleh. Kalau umpama Anda merasaah enggak
- enak ini bagi lebih baik salat di rumah.
- Tapi salat wajibnya itu usahakan waktu
- Ramadan salat wajibnya itu tetap
- insyaallah terjawab. Baik. Satu
- pertanyaan lagi Ustaz ya. Silakan
- terakhir ya. Baik. Jazakallah Ustaz ini
- dari Andri. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Ustaz, bulan Ramadan telah datang dan di
- banyak tempat banyak orang yang
- berziarah ke TPU untuk mendoakan
- keluarga dan saudara mereka yang telah
- meninggal. Namun yang menjadi
- pertanyaan, jika saya tidak sempat untuk
- berziarah karena alasan tertentu, apa
- yang sebaiknya saya lakukan, Ustaz?
- Apakah ada cara lain untuk tetap
- mendoakan mereka di bulan yang penuh
- berkah ini agar mereka tetap mendapatkan
- rahmat dan ampunan dari Allah Subhanahu
- wa taala?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shallli ala sayyidina Muhammad wa ali
- Muhammad. Ini tentang berziarah kubur 2
- hari atau 3 hari atau 4 hari sebelum
- Ramadan. Biasanya kan kalau sebelum
- Ramadan ini kompleks-kompleks perkuburan
- sangat ramai.
- itu istilah Jawa dibilang apa itu?
- Nyekar. Nyekar kalau enggak salah
- ya. Jadi begini, kita berziarah kubur
- itu untuk mengingatkan kepada kita
- mati. Supaya kita ingat, oh ini rumah
- masa depan kita. Tapi kalau kita masuk
- ke kubur, kita doakan ahlil
- kubur. Ya, kita berikan salam.
- Assalamualaikum ya ahl diar. Antum
- sabiquun wahnu lahiquun.
- Ya. Kemudian kita doakan kepada
- mereka. Nah, berziarah kubur pada waktu
- sebelum Ramadan seakan-akan sudah jadi
- kewajiban. Ini sebenarnya bukan wajib,
- bukan tuntunan dari Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam tapi ini
- merupakan tradisi yang berkembang di
- Pulau
- Jawa. Di Pulau Jawa. Kalau di Sulawesi
- sih enggak ada itu kita kalau mendoakan
- kepada orang tua kita sekalipun antum
- berada di kutub utara yang penting
- jangan lupa mendoakan kepada orang
- tua. Jadi Anda tidak berbuat salah kalau
- Anda tidak berziarah kubur sebelum
- kepada orang tua sebelum Ramadan apa
- sebelum Ramadan masuk. Tidak
- apa-apa. Tapi doakan kepada mereka.
- Heeh. usahakan tiap selesai salat doakan
- kepada mereka. Jadi itu bukan salah satu
- daripada tuntunan kewajiban dalam agama
- bahwa sebelum Ramadan kita harus
- berziarah kepada mereka. Itu tidak ada
- dalam Islam. Insyaallah terjawab. Baik.
- Dan pertanyaan terakhir, Pak Ustaz, dari
- Ibu Aminah. Oh, enggak apa-apa. Izin
- bertanya, Pak Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Jika saya
- tadarus di masjid bersama ibu-ibu dan
- sudah sampai khatam, namun di rumah
- belum selesai, apakah itu sudah cukup
- atau perlu dilanjutkan lagi di rumah?
- Mohon penjelasannya, Ustaz. Maksudnya
- seb belum selesai maksudnya apa ini?
- Jadi kalau di masjid itu sama ibu-ibu
- sudah khatam tapi baca Al-Qur'annya di
- rumah itu belum selesai. Ini baiknya
- bagaimana, Ustaz? Bodek kalau bilang
- baiknya tambah lagi di rumah kan dapat
- pahala kitaitu. I. Nah, para pendengar
- sekalian kesimpulannya saya ingin
- sampaikan berita masyaallah
- masyaallah sesudah Ramadan
- kita masih membuka penerimaan untuk
- tahfidil Quran. Gratis tidak ada bayaran
- apa-apa. tinggal di situ, makan minum di
- situ.
- Ee kita berikan waktu 2 tahun untuk
- hafzil Quran.
- Namanya ee Al-Hakim Nurul
- Quran. Lihat aja
- di inter apa namanya? Di Instagram ada,
- di Google ada. Ketik Alhakim Nurul Quran
- itu terletak di
- Cibadak gratis. untuk putra-putri e cuma
- putri khusus putri kita tidak menerima,
- kita tidak memungut bayaran total gratis
- insyaallah dengan pengajar-pengajar yang
- sudah mempunyai sanad program 2 tahun
- ustaz ya 2 tahun pengajarnya perempuan
- tapi umpama kalau 2 tahun baru sampai 25
- juz kita masih bisa perpanjang selama 6
- bulan insyaallah
- h ada yang bisa nomor dihubungi Ustaz.
- Iya. Nomor silakan dicatat. Nomor yang
- bisa dihubungi itu
- 0857
- 1072 9353.
- Hm. Ustaz Zaid.
- Oh, nomor antum, Ustaz, ya? Iya, nomor
- antum. Karena nomornya pengajar di sana
- saya lupa. Nanti saya arahkan kepada
- pengajar di sana. Kalau ada yang telepon
- saya kirim. Siap.
- 0857 10729353.
- Iya, 9353. Insyaallah mudah-mudahan
- masih ada kesempatan masih ada bisa
- terima lagi 10
- 10 santri. 10 santri. Baik ikhwan dan
- akhwat.
- Ini kesempatan emas jangan Anda
- lewatkan. ee khusus putri program 2
- tahun menjadi hafizul Quran di Pondok
- Pesantren Alhakim Nurul Quran.
- Insyaallah ini gratis, free. Silakan
- Anda menghubungi langsung Ustaz Zahmid
- di
- 0857
- 1072
- 9353. Sekali lagi di
- 0857
- 1072
- 9353 itu Ustaz ya. Iya.
- Jazakumullah khair. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat.
- Alhamdulillah kita telah sampai di
- penghujung tausiah di sore ini yang
- disampaikan oleh guru kita Ustaz Z. Mbah
- Ahmid. Semoga apa yang beliau sampaikan
- tentang keistimewaan magfirah Allah di
- bulan Ramadan dapat membuka hati kita
- untuk lebih mendekatkan diri kita
- kepadanya. Kita diajarkan bahwa di bulan
- yang penuh berkah ini pintu ampunan
- Allah terbuka lebar bagi siapa saja yang
- dengan tulus dan ikhlas memohon
- ampunannya. Jangan biarkan kesempatan
- yang berharga ini berlalu begitu saja
- tanpa memaksimalkan setiap detik untuk
- bertaubat dan meningkatkan ibadah kita.
- Semoga kita semua diberi kekuatan untuk
- senantiasa berusaha memperbaiki diri dan
- meraih magfirah Allah tidak hanya di
- bulan Ramadan tetapi di sepanjang tahun.
- Terima kasih telah setia mendengarkan
- kami. Semoga hari-hari kita senantiasa
- penuh berkah dan rahmatnya. Sampai jumpa
- di program berikutnya. Akhirul kalam
- kami yang bertugas di sore hari ini
- mohon undur diri. Billahi taufik wal
- hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.