Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wa
- nasta'inuhu wa
- nastagfiruh wa naud nauzubillahi min
- syururi anfusina wamin sayiati
- a'malina. May yahdihillahu fala
- mudillalah. Wam yudlil fala hadiyaalah.
- Ashadu alla
- ilahaillallahu wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna sayyidana
- muhammadan abduhu wa
- rasuluh.
- Masyaallahu ka wama lam yasya lam yakun
- la haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim. Amma
- ba'd. Ikhwan akhwat yang sangat disayang
- oleh Allah subhanahu wa taala.
- pemirsa TV silaturahim dan pendengar
- radio
- silaturahim. Alhamdulillah pada malam
- hari ini kita kembali dapat
- bersilaturahim
- lewat kajian tafsir atau tarjemah
- lafziah. Pada malam Jumat yang lalu kita
- telah sampai pada ayat yang
- ke-81 dari surah Hud.
- Malam hari ini kita akan
- lanjutkan mulai ayat
- 82 sampai menjelang Isya
- nanti. Untuk itu marilah kita awali
- kajian kita pada malam hari ini dengan
- membaca doa tholabul ilmi.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rbi zidni ilma
- Allahumf bima
- alamtani waimni maanfauni warzuqni ilma
- yangfauni.
- Amin. Ikhwan
- akhwat, kita lanjutkan ayat 4
- 82 menjelaskan tentang
- akhir dari
- kehidupan kaumnya Nabi Luth Alaih Salam
- yang mereka melakukan
- perbuatan yang sangat keji yang belum
- pernah dilakukan oleh manusia sebelum
- mereka tindak kejahatan.
- yang pertama mereka lakukan yaitu
- melakukan
- homoseksual. Nah, apa akibat dari
- perilaku tindakan yang sangat keji ini?
- Itulah yang disebutkan oleh Allah pada
- ayat yang
- ke-82 dan
- 83. Mari kita
- baca. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Falamma
- jaa amruna ja'alna
- aliaha
- safilaha wa
- amharna wa amharna alaiha hijaratan.
- itu ayat 82 ayat 83 kita jadikan
- satu
- musawwamanaik wama hiya
- minadzolimina
- bibaid arti lafziahnya
- Ya. Falamma. Maka ketika jaa telah
- datang amruna ketetapan
- kami ja'alna maka kami jadikan
- aliaha atasnya atas negeri
- itu
- safilaha menjadi di bawahnya.
- Wa amtorna dan kami
- hujani alaiha di
- atasnya
- hijaratan dengan
- bebatuan min sijil dari jenis tanah yang
- dibakar
- mangdudin yang
- bertubi-tubi musawwamatan yang diberi
- tanda
- indobbika dari sisi
- [Musik]
- Tuhanmu wama hiya dan tidaklah
- dia
- minzalimina dari orang-orang yang
- zalim
- bibaid
- itu akan jauh.
- Arti jarak keseluruhan dari dua dua ayat
- ini ayat
- 82. Maka ketika keputusan kami
- datang, kami menjungkir
- balikkan negeri kaum
- Lut dan kami hujani
- mereka
- bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang
- terbakar.
- Ayat
- 83. Dan diberi tanda oleh
- Tuhanmu dan siksaan itu tiadalah jauh
- dari orang-orang yang zalim.
- Inilah akhir yang sangat
- ngeri dari
- kehidupan kaumnya Nabi Luth yang
- melakukan tindakan yang sangat keji
- yaitu berupa homo dan
- lesbi. Apa akhirnya keputusan Allah atau
- siksaan Allah yang dijatuhkan pada
- mereka?
- Di sini
- disebutkan
- akhirnya tanah atau daerah yang
- ditempati
- oleh kaum Sodom itu nama dari kaumnya
- Nabi Luth. Dibalik oleh Allah Subhanahu
- wa taala bahkan dicungkir
- balikkan yang
- atas menjadi di
- bawahnya. Dan Allah hujani batu mereka.
- dari jenis tanah yang dibakar
- dan itu terjadi
- bertubi-tubi. Jadi kalau hujan itu
- deras, kalau tadi ee hijarah
- mandut terus-menerus.
- Nah, di antara keistimewaan batu
- tadi sudah diberi tanda oleh Allah
- musawwamatan.
- Jadi batu-batu
- tadi oleh Allah sudah diberi nama,
- diberi tanda dan tidak akan
- meleset, tidak akan mengenai orang
- selain orang yang sudah di tentukan
- ditulis namanya di batu tadi.
- siksaan itu ini mengingatkan kepada
- kaumnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam tidak jauh dari kampung
- mereka. Karena setiap kali penduduk
- Makkah melakukan perjalanan di musim
- panas menuju Syam, mereka akan melewati
- daerah itu. Itu yang disebut dengan
- bibait. Ada juga yang mengatakan biba
- itu tidak jauh, tidak meleset dari
- orang-orang yang
- zalim. Itulah akhir
- kisah
- dari
- yang
- dilakukan dari siksaan Allah yang
- ditimpakan kepada kaumnya Nabi Luth.
- Mudah-mudahan kita semuanya
- diselamatkan.
- dari siksaan yang demikian ini dan kita
- diselamatkan dari perilaku yang sangat
- keji yaitu homo dan
- lesbi. Selesai sudah soal kisah kaumnya
- Nabi Luth berpindah kepada kaumnya Nabi
- Syuaib. Kalau para ikhwan lihat di
- mushaf itu ada ain. Selesai pembahasan.
- Ain
- adalah singkatan dari rukuk. Karena para
- ulama ketika membaca Quran secara
- berurutan, ketika sampai pada
- ayat-ayat yang bertanda ain, mereka itu
- rukuk atau pada sampai ayat ini mereka
- rukuk sehingga diberi tanda oleh para
- ulama dengan ain. Sekarang kita bicara
- kaumnya Nabi Syuaib.
- Ayat yang
- ke-84. Waila madana akahum
- syuaiba. Qala ya
- quiy'budullaha maa lakum min ilahin
- ghairuh. Wala
- tanquul mikyala wal mizana.
- Inni
- arakum
- inni
- arakum bikhairin wa
- inni akhafu
- alaikum wa
- inni akhafu
- alaikum adzaba
- yaumim
- muhit waila madyana dan kepada penduduk
- madyan
- Akhum kami
- utusaiba yaitu Suaib.
- Qala dia Suaib
- berkata, "Ya kaum, wahai kaumku udu.
- Sembahlah
- Allah maum yang tidak ada bagi kalian
- min ilahin dari sesembahan ghairuh
- selain
- dia. Wala tangquusu dan jangan kalian
- mengurangi almikyala takaran wal mizana
- dan timbangan.
- Inni sesungguhnya aku
- arokum melihat kalian bikhairin dalam
- keadaan baik atau
- makmur. Wa inni dan sesungguhnya aku
- akho takut alaikum atas kalian adzaba
- yaumin siksaan pada hari
- muhitin yang
- meliputi arti secara keseluruhan.
- Ayat 84. Dan kepada kaum atau penduduk
- Madyan, kami utus saudara mereka
- Syuaib. Dia berkata, "Wahai kaumku,
- sembahlah Allah. Tidak ada Tuhan bagimu
- selain
- Dia dan janganlah kamu mengurangi
- takaran dan timbangan.
- Sesungguhnya aku
- melihat kamu dalam keadaan yang baik
- atau
- makmur. Sesungguhnya aku
- khawatir kamu akan ditimpa azab pada
- hari yang membinasakan.
- Jadi Nabi Syuaib diutus oleh Allah
- kepada penduduk Madyan setelah beliau
- menyampaikan misi utamanya yaitu
- mengajak mereka agar menyembah Allah
- yang memang tidak ada tuhan selain
- Allah.
- Kemudian beliau
- menyampaikan misi selanjutnya untuk
- melakukan amar makruf nahi
- mungkar. Kemungkaran apa yang dilakukan
- oleh penduduk Madyan? Kalau
- penduduk Sodom atau kaumnya Nabi Luth
- yang sekarang kita lihat peninggalannya
- yaitu Laut Mati itu dulu di situ adalah
- penduduknya kaum Sodom ee kaumnya Nabi
- Luth. Nah, sekarang Madyan apa
- kemungkaran mereka? yaitu
- mereka itu melakukan tindak kejahatan
- perekonomian dengan
- melakukan pengurangan takaran dan
- timbangan. Nabi Syuaib mengingatkan
- mereka
- dengan
- mengingatkan, "Sebetulnya kalian itu
- sudah
- makmur, kenapa harus melakukan tindak
- kejahatan itu?"
- Itulah disebut dengan inni arakum
- bikhairin. Maka sudahlah jangan kau
- lakukan tindakan tindakan itu, tindakan
- kejahatan,
- perekonomian dengan mengurangi
- tambangan, timbangan dan tukaran dan
- takaran. Karena saya takut
- nanti akan menimpa kalian azab yang akan
- membinasakan.
- Ya. Kemudian pada ayat
- 85 belum melanjutkan lagi peringatannya.
- W
- quful mikyala wal mizana bilqisti wala
- tabkhasunas wala
- tabkhasunasa
- asyaahum walaa taauu fil ardhi
- mufsidin arti lawiahnya w kaum wahai
- kaumku
- Penuhilah
- takaran dan
- timbangan dengan
- adil wu dan jangan kalian mencurangi
- anasa manusia asyaahum terhadap hak-hak
- mereka walau dan janganlah kalian
- berkeliaran atau berlaku fil ardhi di
- muka bumi
- mufsidin sebagai pelaku kerusakan.
- secara keseluruhan. Selanjutnya ayat
- 85. Dan wahai kaumku penuhilah
- timbangan, takaran dan timbangan dengan
- adil. Jangan kamu merugikan manusia
- terhadap hak-hak mereka dan jangan kamu
- membuat kejahatan di muka bumi dengan
- berbuat kerusakan.
- Ini kelanjutan
- dari peringatan Nabi Suaib Alaih Salam,
- yaitu
- agar mereka menepati
- timbangan, kemudian tidak membuat
- kecurangan atau pelanggaran terhadap hak
- asasi manusia kalau sekarang.
- dan jangan membuat kerusakan di muka
- bumi, melakukan kekacauan di muka bumi.
- Inilah pekerjaan kerjaan teroris ya yang
- diingatkan oleh Nabi Syuaib. Dan ini
- yang sekarang kita lihat terutama sekali
- tentang ee pelanggaran hak asasi manusia
- yang terjadi dan
- dilakukan oleh Zionis Israel terhadap
- bangsa Palestina. Jadi itu sudah ada
- sejak dulu.
- Selanjutnya Nabi Syuaib
- menyatakan,
- "Baqiatullahi lakum in
- kuntum
- mukminin
- wama ana
- alaikum
- bihafid baqiatullah
- sisa yang dihalalkan dari Allah.
- Kirun itu lebih baik lakum bagi kalian.
- In kuntum jika kalian
- mukminina
- beriman. Wama dan tidaklah ana aku
- alaikum atas kalian bihafiz akan terus
- menjaga. Ada secara
- keseluruhan sisa yang halal ayat 86 ya
- dari Allah adalah lebih baik bagimu jika
- kamu beriman dan aku bukanlah seorang
- penjaga atas diri kalian.
- Yang dimaksudkan baqiyatullah ini adalah
- laba ya yang
- didapatkan
- secara halal yang
- memenuhi ketentuan-ketentuan Allah itu
- lebih baik.
- Tapi itulah manusia sekarang betapa
- rakusnya mereka
- ber laku
- curang dalam kejahatan ekonomi dengan
- melakukan tindak korupsi yang tidak
- terbayangkan triliunan itu sudah tentu
- itu menggambarkan tidak ada keimanan
- dalam hatinya. Kalau orang beriman itu
- cukup dengan laba atau sisa yang halal
- ya.
- dengan menimbang dan menakar yang sesuai
- tidak
- dicurangi dan Nabi Luth Nabi Sueb
- menyatakan saya sudah tentu tidak akan
- dapat terus mengawasi sifat buruk kalian
- saya hanya memberi nasihat saja ya itu
- itulah tugas ulama ya tugas pengawas ada
- lagi. Tapi apa yang
- di lakukan oleh kaumnya Nabi Syuaib? Apa
- jawaban mereka terhadap Nabi Syuaib?
- Ya, ayat 87 Allah
- menggambarkan qolu ya suyuaibu
- asatuka
- tammurukaan
- natrukama ya'budu
- abaana au an naf'ala
- fi
- amwalina au an naf'ala
- fi
- amwalina ma
- nasya innaka
- laantal halimur
- rasyid qolu mereka berkata ya suy suaibu
- wahai suyuaib asolatuka apakah salatmu
- ibadahmu takmuruka menyuruh engkau
- annatsruka agar kami meninggalkan ma
- ya'budu apa yang telah menyembah abauna,
- bapak-bapak kami au naf'ala atau kami
- melakukan fi amwalina dalam harta kami
- manasa yang kami kehendaki.
- inaka sesungguhnya
- engkau la anta sungguh engkau
- alhalim engkau adalah orang yang sangat
- penyantun arrasyid yang cerdas arti
- secara keseluruhan ayat 87 mereka
- berkata, "Wahai Syuaib, apakah agamu
- agamamu yang menyuruhmu agar kami
- meninggalkan apa yang disembah nenek
- moyang kami?
- atau melarang kami mengelola harta kami
- menurut yang cara yang kami kehendaki.
- Sesungguhnya engkau benar-benar orang
- yang sangat penyantun lagi pandai. Nah,
- ini sindiran para ikhwan semuanya kepada
- Nabi Syuaib ya untuk mengejek beliau.
- Ketika mereka dilarang oleh Nabi Syuaib
- untuk melakukan tindak kejahatan berupa
- pengurangan takaran tendang dan
- timbangan, mereka begini dan juga
- dilarang menyembah ee kepada selain
- Allah. Jawabannya, "Eh, Su, apakah kamu
- melarang kami untuk
- meninggalkan ee agar kami meninggalkan
- api disembahan nenak moyang kami? Gak
- bisa.
- Atau kami
- melarang ee kamu melarang kami mengelola
- harta kami sesuai dengan kehendak kami.
- Apa itu? Karena ibadahmu. Ah, itu
- pengejekan. Karena memang Nabi yang
- sangat senang melakukan salat. Ya,
- disebutkan semacam itu. Gara-gara kamu
- salat tuh kamu melakukan sesuatu yang
- sangat kami benci. Kata mereka itulah
- ejekan. Ya. Dan kamu sebetulnya orang
- cerdas, orang yang pandai. Ah, itu
- ejekan sindiran ya pada Nabi Saib untuk
- menolak apa yang disampaikan oleh Nabi
- Saib. Ah. Kemudian Nabi Syuaib menjawab,
- "Qala ya quaumi araitum in kuntu ala
- bayyinatim mirbi
- warzaq warozaqoni minhu rizqon hasan
- wama uridu an
- ukolifakum ila ma anhaakum an inu
- illa
- billah alaihi tawakkaltu wa ilaihi
- unib qala berkata nabiuaib ya kaumi
- wahai kaumku arroitum bagaimana pendapat
- kalian in kuntu jika aku ala bayinatim
- di atas bukti yang nyata mirbi dari
- Rabbku. Warozaqoni dan dia memberi
- rezeki aku minhu daripadanya
- rizqon e dengan rezeki hasanan yang
- baik. Wama uridu dan tidaklah aku an
- ukalifakum
- akan menyalahi kalian ila ma anhakum
- kepada apa yang aku larang kalian anu
- daripadanya.
- In uridu dan tidaklah aku berkeinginan
- illal islah kecuali untuk mendatangkan
- kebaikan sesuai dengan
- kesanggupanku. Wama taufiki. Tetapi
- tidaklah e taufik petunjukku illa billah
- melainkan dari Allah. Alaihi tawakaltu
- kepadanya aku berserah diri wa ilaihi
- unib dan kepadanya aku kembali. secara
- keseluruhan ayat 88. Dan Suaib berkata,
- "Wahai kaumku, terangkan kepadaku jika
- aku mempunyai bukti yang nyata dari
- Tuhanku dan aku dianugerahinya rezeki
- yang baik, pantaskah kamu menyalahkan
- perintahnya? Aku tidak bermaksud
- menyalahi kalian terhadap apa yang aku
- larang daripadanya. Aku hanya
- bermaksud mendatangkan perbaikan selama
- aku sanggup aku mampu dan petunjuk yang
- aku ikuti hanya dari Allah. KepadaNya
- aku bertawakal dan kepadanya aku
- kembali. Inilah jawaban cerdas dari Nabi
- Syuaib Alaih Salam. Kita dibantah oleh
- kaumnya agar tidak melarang perilaku
- mereka baik menyembah berhala atau
- mengelola harta menurut apa yang mereka
- kehendaki. Beliau menjawab, "Wahai
- kaumku, beritahukan
- kepadaku bagaimana
- pendapatku tentang apa yang aku lakukan
- jika aku punya hujah dan juga bagaimana
- pendapatmu jika Allah memberi rezeki
- kepadaku dengan rezeki yang baik tak
- banyak. dari jalan yang halal toh.
- Ternyata saya bisa tidak harus dengan
- melakukan tindak-tindak kejahatan
- seperti kalian dan aku melarang kalian
- terhadap
- kecurangan itu tidak mungkin aku akan
- melakukannya. Tidak. Jadi apa yang saya
- lakukan konsisten saya larang kalian
- berbuat corang saya tidak akan berbuat
- curang. Nah, inilah yang seharusnya ya
- dilakukan oleh ee para penyampai, para
- mubaligh konsisten. Apa yang diucapkan
- sama dengan tindakannya. Ingat ya, kata
- Nabi Syuaib, "Saya tidak ada maksud lain
- kecuali ingin memperbaiki kalian menurut
- kadar
- kemampuan." Adapun tentang kalian
- mendapatkan ee petunjuk atau tidak itu
- tergantung pada Allah. Kami hanya
- menyampaikan kalian mengikuti saya itu
- kehendak Allah dan saya berserah diri
- kepada Allah dan juga saya kembali pada
- Allah. Demikianlah jawaban Nabi Syuaib
- terhadap pengingkaran kaumnya.
- Mudah-mudahan kita semuanya dapat
- menyampaikan
- kebenaran-kebenaran yang bersumber dari
- Quran maupun Asunah. Walaupun mungkin
- aja yang membatahnya, tidak perlu kita
- putus asa, tidak perlu kita berhenti,
- tapi kitanya terus melakukannya.
- Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- memberikan taufik kepada kita semuanya
- sehingga kita dapat berhasil dalam
- melakukan
- ee dakwah untuk mengajak manusia kepada
- jalan yang benar. Kurang dan lebihnya
- mohon maaf. Dan akhirnya marilah kita
- akhiri kajian malam hari ini dengan
- baca doa kafiratul majelis dan kami
- jazakallah atas perhatiannya dan mohon
- maaf atas segala kekurangan saya.
- Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka bolehik
- lafikumukron. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.