Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:11 Bismillahirrahmanirrahim. 1:13 Assalamualaikum warahmatullahi 1:15 wabarakatuh ikhwan akhwat 1:17 rahimakumullah. 1:18 Syukur alhamdulillah atas karunia 1:21 hidayah inayah rahmat Allah subhanahu wa 1:23 taala kita dapat bersama-sama kembali di 1:26 ruang kesehatan yang mudah-mudahan 1:29 membuat kita semakin mampu membawakan 1:33 diri 1:34 sebagai hamba yang sehat lahir batin ya. 1:36 Tidak lupa salam selawat kita lantunkan 1:38 kepada junjungan umat, kepada kekasih 1:40 kita yang sangat kita kasihi 1:43 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 1:45 yang mudah-mudahan juga kelak kita 1:47 dipertemukan dengan beliau di saat-saat 1:50 yang sangat kita rindukan di yaumil 1:52 akhir. 1:53 Ikhwan akhwat untuk Kamis ini kita 1:56 kehadiran Dokter Rudi Sutadi yang 1:59 beberapa waktu lalu juga pernah 2:01 mempersuasi kita terkait dengan 2:04 bagaimana menyikapi autis ya, dari Kid 2:10 ABA Autism Center, Dokter Rudi Sutadi 2:13 sudah siap untuk kita, beliau ada di 2:14 ujung sana. Assalamualaikum 2:16 warahmatullahi wabarakatuh, Dok. 2:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:22 wabarakatuh. 2:23 Sehat ya? 2:24 Sehat, alhamdulillah. 2:27 Nah, bicara soal autis nih kan 2:29 kadang-kadang 2:30 kita sering mendiagnosisnya 2:33 dokter mungkin atau orang yang ahli 2:35 keliru, sementara kita juga melakukan 2:38 terapinya juga belum tentu benar, 2:39 kayaknya perlu banget dibahas deh, Dok, 2:42 karena banyak yang ingin enggak 2:44 keliru-keliru dalam hal ini. 2:46 Gimana, Dok? 2:50 Iya. 2:51 Memang benar, kan kita sudah 2:53 yang ke sekian kali ya. 2:55 Ehe. 3:02 Jadi, 3:04 itulah ikhwan akhwat, menambah pemahaman 3:07 kita, pengertian kita terkait dengan 3:11 eh autis ini, sebab siapa tahu ada dekat 3:13 kita, tetangga, saudara yang perlu 3:16 informasi lebih jelas. Mari kita simak 3:19 dengan 3:20 eh Dokter Rudi Sutadi dari Kid ABA 3:23 Autism Center. Silakan, Dok. 3:27 Iya, terima kasih Mbak Nuning, 3:30 dan 3:31 para 3:33 staf dari Radio Rasio, 3:36 TV Rasio. 3:39 Assalamualaikum 3:41 warahmatullahi wabarakatuh. 3:45 Waalaikumsalam. 3:49 Innalhamdalillah nahmaduhu wanastainu 3:52 wanastagfiruhu wamin sayyiati a'malina, 3:54 mayyahdillahu asyhadu al la ilaha 3:56 illallah, wa 3:59 asyhadu 4:01 anna Muhammadan 4:03 abduhu 4:05 wa 4:07 rasuluh. 4:10 Ya 4:12 ayyuhalladzina 4:14 amanu, ittaqullaha haqqo tuqotih. Wal, 4:17 ya ayyuhannasu ittaqu robbakumulladzi 4:20 kholaqokum min nafsin wahidah, wa 4:21 kholaqo minha zaujaha, wa bassa minhuma 4:22 rijalan katsiro wa nisaa. Wa 4:24 ittaqullahalladzi tasaaluna bihi wal 4:27 arham. Innallaha kana alaikum raqiba. 4:34 Ya 4:36 ayyuhalladzina 4:38 amanu, ittaqullaha waqulu qoulan sadida, 4:41 yushlih lakum a'malakum, wa yaghfir 4:42 lakum dzunubakum. Wa man yuthi'illaha wa 4:44 rasulahu, wa rasulahu, faqod faza fauzan 4:47 adzima. Amma ba'd. 4:49 Fa inna ashdaqol haditsi kitabullah, wa 4:52 khoirol hadyi hadyu Muhammadin 4:54 shollallahu alaihi wasallam. Wa syarrul 4:56 umuri muhdatsatuha, wa kullu muhdatsatin 4:59 bid'ah, wa kullu bid'atin dholalah, wa 5:01 kullu dholalatin finnar. 5:04 Ya. Kita awali dengan basmalah, 5:06 bismillahirrahmanirrahim. 5:09 Ya. Eee. 5:11 Terima kasih pada 5:14 Radio Rasya dan TV Rasya, 5:16 yang telah memberi kesempatan ke saya 5:19 untuk membahas 5:21 diagnosis keliru dan terapi keliru. Eee, 5:24 saya lupa, kalau tidak salah ini yang 5:27 ketiga kali atau keempat kali ya. Eee, 5:30 Kamis kita bahas tentang diagnosis 5:33 keliru dan terapi keliru. 5:36 Eee. 5:38 Yang lalu-lalu kita bahas 5:41 diagnosis keliru 5:44 terapi keliru 5:46 eee 5:47 diagnosis dilakukan oleh dokter lalu 5:49 kenapa dokternya bisa keliru gitu ya ya 5:53 terus terang autisme ini tidak diajarkan 5:57 eee saat kuliah 6:00 di eee wak saat men eee saat kuliah 6:05 untuk dokter umum ya 6:08 maupun saat 6:09 ambil spesialis sehingga tidak heran 6:12 umumnya dokter baik dokter umum maupun 6:15 spesialis 6:17 eee itu tidak bisa mendiagnosis autisme 6:21 eee yang lalu kita sudah bahas padahal 6:25 eee dengan mudahnya kita bisa 6:28 menscreening 6:30 autisme ya 6:31 eee yaitu dengan 6:33 literat chat misalnya 6:36 checklist for autism in toddlers ya 6:39 jadi ada tiga hal yang perlu di 6:42 eee 6:45 perhatikan atau ditanyakan ya atau di 6:48 observasi pertama apakah 6:51 eee anak 6:53 menunjuk 6:55 ke 6:56 sesuatu yang menarik dia 6:59 atau menunjuk sesuatu yang kita suruh 7:01 gitu ya 7:03 eee 7:04 atau 7:06 secara spontan menunjuk 7:09 hal-hal 7:11 benda-benda 7:12 hewan-hewan apapun yang menarik 7:15 perhatian dia ya 7:17 kemudian apakah dia punya 7:20 kemampuan untuk imaginative play bermain 7:24 pura-pura gitu ya 7:26 nah 7:27 kalau tiga dari tiga itu 7:31 eee 7:32 gagal 7:33 kemungkinan besar autisme 7:36 kalau dua dari tiga gagal kemungkinan 7:39 autisme 7:41 nah tadi kemungkinan besar ini 7:43 kemungkinan. 7:44 Kalau satu gagal masih mungkin autisma. 7:48 Kalau tiga-tiganya tidak gagal, bisa 7:51 mampu kemungkinan besar bukan autisma. 7:55 Jadi kebalikannya. Nah, waktu itu kita 7:57 sudah bahas eh cukup detail. 8:01 Eh. 8:02 Dan ini kita hanya ingin mengingatkan 8:05 saja reminding. Nah, 8:08 sebenarnya orang tua, 8:10 kader posyandu, 8:12 dokter bisa eh 8:15 bisa melakukan skrining ini. Ya, kalau 8:19 ternyata 8:21 kemungkinan autisma 8:23 eh ya di 8:25 rujuk ke dokter yang 8:28 menguasai 8:29 untuk didiagnosis apakah benar autisma 8:33 atau tidak. Nanti dilanjutkan 8:35 skriningnya kalau eh dari chat dan 8:38 misalnya ke M-CHAT. Kemudian untuk 8:41 diagnosisnya menggunakan DSM. 8:44 Ya, menggunakan kriteria DSM. 8:48 Oke. 8:50 Eh, kemudian 8:53 ya sebenarnya simpel saja kan. 8:55 Eh, kemudian untuk eh terapinya 9:00 eh oh ya, eh untuk diagnosisnya itu 9:04 sering dokter karena tidak mampu 9:06 mendiagnosis 9:08 kemudian mendiagnosisnya sebagai eh 9:13 speech delay 9:15 atau mmm 9:18 ADHD 9:19 atau GDD. 9:21 Padahal speech delay itu 9:23 tidak ada ya di di kriteria 9:27 ICD International Classification of 9:30 Disease. 9:32 Tidak ada nomenklaturnya. 9:35 Gitu ya. 9:36 Nah, 9:38 eee 9:40 kemudian 9:42 itu hanya hanya 9:45 terjemahan saja dari 9:48 terlambat bicara, speech delay. 9:50 Dan pada autisme itu bukan masalah 9:55 speech, 9:57 tapi masalah speak. 10:00 Sebentar, ya. 10:19 Iya. 10:21 Jadi, 10:21 Oke, eee mohon maaf ter- terputus 10:24 sebentar tadi. Oke. 10:26 Jadi, 10:28 hanya sebagai terjemahan saja dan ma- 10:31 autisme maka bukan pada masalah speech, 10:34 tapi pada masalah speak. Bukan pada 10:37 masalah speech, s p e e c h tulisannya, 10:40 ya. 10:41 s p s p double e c h, nah. Tapi pada 10:45 masalah speak, s p e a k, s p i i k, 10:50 gitu, ya, speak. 10:52 Bedanya apa? Kalau eee 10:55 kalau speak, ya, itu dia mem- 10:59 memproduksi suara, 11:01 vokal, 11:03 suku kata, kata, ya. Kalau speech itu 11:07 dia bicara dengan lancar, gitu, ya. 11:11 Nah, 11:12 jadi speak saja belum, apalagi speech, 11:15 gitu, ya. 11:16 Kemudian ADHD. ADHD itu salah 11:22 satu cirinya adalah 11:25 excessive talking, ya. Eee 11:28 excessive speaking, ya. Jadi, bicara 11:33 berlebihan. 11:34 Sedangkan pada autisme 11:37 gejala yang paling menonjol umumnya 11:40 seorang anak dibawa ke dokter adalah 11:42 belum bisa bicara. 11:45 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, 5 11:48 tahun, berapa umur berapapun kalau tidak 11:51 diterapi tetap tidak bisa bicara begitu 11:55 ya. 11:56 Oke. 11:59 Jadi 12:00 kalau anak umur sekian tahun belum bisa 12:05 bicara didiagnosis aneh-aneh kemungkinan 12:08 besar salah diagnosis ya. 12:11 Kemu- kemudian GDD global developmental 12:15 disorder ini hanya eh menunjukkan 12:20 suatu ciri aja ya. Jadi bisa dibilang 12:24 dia eh diagnosis keranjang-keranjang 12:27 sampah karena kalau developmental 12:30 disorder tuh 12:32 terdapat 12:34 masalah pada satu bidang perkembangan. 12:37 Kalau sudah lebih dari satu dua tiga 12:40 empat lima itu dibilang global, 12:44 menyeluruh ya. 12:45 Nah, kemudian terapinya 12:48 karena dulu autisme disalahsangkakan 12:51 sebagai 12:53 sakit jiwa 12:54 Ehe. 12:55 gila pada anak 12:57 anak 12:58 eh karena itu dokter spesialis penyakit 13:01 jiwa yang menangani. 13:03 Eh ya jadi diberikannya penang- 13:05 penanganannya dengan eh kedokteran jiwa. 13:09 Eh kalau dulu awal-awalnya 13:13 eh pernah dilakukan ECT 13:16 electroconvulsion 13:18 therapy atau electroshock therapy ya. 13:21 Disetrum kepalanya ya. 13:23 Eh. 13:25 Nah kemudian setelah 13:28 eh berkembang terapi pada psikiatri itu 13:33 diterapi dengan psikotropik. 13:37 Obat-obat sakit jiwa, gitu ya. 13:40 Nah, 13:43 kalau autisme ternyata terbukti bukan 13:46 masalah kejiwaan, bukan masalah gangguan 13:50 jiwa, tapi masalah gangguan 13:52 perkembangan. 13:53 Nah, 13:55 yaitu pada masalah 13:58 metabolismenya, 14:00 masalah gastro intestinalnya, masalah 14:04 imunologinya, masalah metabolismenya, 14:07 masalah detoksifikasinya dan lain-lain, 14:10 termasuk neurologinya eh termasuk 14:12 neurologi atau eh berdampak kepada 14:16 neurologi, ya. Jadi, kita tidak 14:20 menggunakan obat-obat psikotropik, ya. 14:24 Nah, 14:25 kemudian 14:27 terapi yang keliru 14:29 terapi bicara SIOT, 14:32 ya. Terapi bicara TW, eh 14:36 karena kayaknya cocok, ya. Anaknya belum 14:40 bicara diterapi dengan terapi bicara. 14:44 Nah, 14:45 kelihatannya cocok, padahal terapi 14:48 bicara atau speech terapi itu 14:51 dikembangkan bukan untuk autisme, 14:54 melainkan untuk tunarungu, tunarungu, 14:58 pasca pasca kohlear implan, pasca 15:02 operasi eh bibir sumbing, eh pasca 15:05 stroke, ya. Eh, gagap, ya, yang kita 15:09 bilang eh stuttering atau cluttering 15:12 bertumpuk-tumpuk bicaranya terlalu cepat 15:14 sehingga seperti bertumpuk-tumpuk gitu, 15:16 ya, kayak seperti kumur-kumur saja gitu, 15:18 ya. Dan lain-lain. Nah, seperti tadi 15:22 yang kita bilang. 15:23 Nah, 15:25 autisme bukan masalah speech, terapi 15:27 bicara kan dalam bahasa Inggrisnya 15:30 speech terapi. 15:32 Nah, autisme 15:34 pre-speech, yaitu speak, mereka belum 15:37 bisa speak. Nah, tidak ada speak terapi, 15:41 adanya speech terapi, ya. Nah, 15:46 jadi terapi bicara atau speech terapi 15:48 itu tidak 15:50 bisa untuk autisme. 15:52 Kemudian OT, occupational terapi. 15:56 Occupational terapi itu menerapi 15:58 otot-otot 16:00 halus, kalau otot-otot besar 16:02 fisioterapi. Misalnya eee 16:06 pasca stroke, eee masalah berjalan itu 16:09 dengan fisioterapi. Nah, tapi kalau 16:11 misalnya ada masalah pada jari jemari 16:14 gitu, ya, itu ok eee terapi okupasi atau 16:18 occupational terapi atau OT. Nah, 16:21 autisme masalahnya bukan pada ototnya, 16:24 tapi pada otaknya. 16:26 Jadi, 16:27 eee 16:29 autisme yang diterapi otaknya, bukan 16:32 ototnya. 16:33 Ya, kemudian SI, sensory integration. 16:38 Nah, 16:39 sensory integrasi itu NYSDOH saja, New 16:44 York State Department of Health panel 16:47 ahlinya 16:50 tahun 19 1999, 16:53 kemudian 2007 dan 2017, ya, memberi 16:58 pernyataan, statement, bahwa tidak ada 17:01 bukti yang mendukung 17:07 sensory integrasi atau sensory 17:09 integration 17:11 nah, 17:12 untuk autisme. Tidak ada bukti yang 17:14 mendukung. Panel ahli saja sudah 17:17 mengatakan begitu, ya kenapa harus 17:21 dipaksakan terus gitu ya. 17:23 Dan terus ada yang menyampaikan terapi 17:26 perilaku ini salah, salah kaprah. Dulu 17:29 kan 17:30 mmm 17:32 ilmu perilaku ini berdasarkan dua 17:36 dua aliran besar yaitu operant 17:39 conditioning dan respondent conditioning 17:42 atau reflex conditioning. 17:44 Kemudian menjelang tahun 60 bersatu 17:47 menjadi behavior modification, 17:49 modifikasi perilaku. Kemudian tahun 62 17:52 60-an dipecah lagi ya 17:55 eee 17:56 menjadi 17:58 applied behavior analysis dan behavior 18:01 therapy. Jadi terapi perilaku ini 18:03 behavior therapy untuk perilaku 18:05 patologis, perilaku sakit. Misalnya 18:09 nah 18:11 eee misalnya percobaan bunuh diri, stres 18:15 ya, kemudian 18:17 fobia ya, eee masalah rumah tangga, 18:21 anak, adiksi, adiksi narkoba, adiksi 18:25 rokok, adiksi 18:27 eee alkohol dan lain-lain. 18:30 Kalau ABA bukan untuk perilaku sakit, 18:33 bukan perilaku patologis ya. ABA 18:36 penggunaannya luas 18:38 untuk olahraga, untuk manajemen, untuk 18:41 vocational skill, melatih pilot. Nah, 18:44 masa pilot perilakunya sakit kan enggak 18:47 mungkin. Nah, antara lain untuk autisme 18:51 juga ya. 18:53 Nah 18:55 kita sudah bahas diagnosisnya keliru itu 18:58 apa saja, terapinya keliru itu apa saja. 19:02 Lalu apa dong terapi yang benarnya? Nah 19:07 hanya ada dua 19:10 hanya ada dua terapi yang telah terbukti 19:14 efektif dan efisien menyembuhkan 19:17 autisme. 19:19 Yaitu apa? 19:21 ABA dan BIT. ABA singkatan dari Applied 19:25 Behavior Analysis, BIT dari Biomedical 19:30 Intervention Therapy. 19:32 Yang saya dan Ibu Lisa, Direktur Kita 19:35 Autisme Center telah mengembangkan 19:39 menjadi Smart ABA dan Smart BIT. Itu 19:44 revolusi dari eh teknik-teknik ABA ya, 19:48 sudah 19:49 nyaris sempurna jadi begitu ya. Nah, 19:53 i- 19:54 itu ibarat ibarat komputer ya, ada 19:57 hardware ada software. 19:59 BIT, Biomedical Intervention Therapy 20:03 meng-upgrade hardware-nya. 20:05 Setelah itu di-install software yang 20:08 canggih dengan ABA ya. Nanti insyaallah 20:12 kita akan bahas eh 20:14 mendetail ya. Eh 20:17 ABA sendiri, BIT sendiri. Nah, 20:23 jadi 20:25 ABA itu 20:29 suatu teknik, suatu metode untuk 20:31 mengajarkan berbagai kemampuan pada anak 20:34 ya. 20:35 Meliputi berbagai hal. 20:38 Misalnya kemampuan bicara anak um- 20:41 umumnya penyandang autisme tidak bisa 20:43 bicara. 20:45 Terus kemampuan akademik, kemampuan 20:48 sosial, kemampuan bantu diri dan lain 20:50 sebagainya. 20:52 Nah, BIT dia 20:55 meng-upgrade eh 20:57 meng-upgrade hardware-nya atau 20:59 brainware-nya ya dengan memperbaiki 21:02 berbagai masalah neurobiologis yang 21:05 terdapat pada autisme ya. Kemudian 21:08 diinstal software kami nya dengan ABA, 21:10 ya. Nah, BIT ini terdiri dari terdiri 21:14 dari diet, obat dan suplemen. Nah, diet 21:19 ini saya akan insya Allah akan saya 21:22 bahas 21:23 khusus tentang 21:25 diet dulu ini, ya. 21:28 Diet 21:29 apa sih yang dimaksud dengan diet? 21:32 Ini 21:33 ada 21:35 banyak orang salah sangka. 21:37 Juga dokter sekali lagi salah sangka. 21:41 Saat seorang anak autisi autisi 21:45 penyandang autisma 21:47 berobat 21:49 ke mereka misalnya batuk, pilek, panas, 21:52 nah ini, ya. 21:54 Kemudian orang tuanya bilang, "Dok, anak 21:57 saya sedang diet." Nah, Dok, kadang ada 22:00 dokter yang kaget, "Ah, diet? 22:04 Anak ini kan anak masih dalam 22:06 pertumbuhan. 22:09 Nanti anaknya jadi bantet gitu, ya." 22:12 Nah, ini perkataan asli dari seorang 22:14 spesialis anak gitu. Karena lupa 22:20 definisi diet diet, ya. 22:23 Diet diet itu bukan cuma mengurangi 22:27 makanan, ya. Karena di kalangan awam kan 22:32 diet itu di dikenalnya untuk bikin kurus 22:36 gitu kan. Nah, 22:38 kegemukan, "Oh, lu mesti diet nih." 22:40 gitu, ya. Padahal diet artinya 22:44 mengatur makan, mengatur makanan. Nah, 22:50 ada yang 22:53 perlu diatur 22:55 makanannya 22:57 jumlah kalorinya dikurangi, kemudian 23:00 dengan olahraga. 23:03 Misalnya pada 23:06 yang obesitas, ya. 23:08 Nah, 23:09 kegemukan, ketenjitan gitu, ya. 23:11 He em, he em. 23:13 Nah, kemudian 23:15 adanya makanan seimbang, mengatur 23:18 makanan seimbang. 23:20 Pada orang-orang yang tidak ada masalah. 23:23 Atau mengatur makanan dengan intake, 23:28 dengan asupan nya 23:30 lebih tinggi, ya. Nah, ini 23:35 misalnya pada malnutrisi, 23:38 pada pasien-pasien yang 23:41 kurang gizi, nah, atau orang-orang yang 23:45 kurus ingin gemuk gitu, ya. Nah, 23:48 jadi diet jangan salah sangka, mengatur 23:51 makanan. 23:53 Kalau pada pasien autisme, itu ada 23:57 sembilan macam diet. Jadi ada yang tidak 24:00 boleh dipantang, ya. Nah, misalnya 24:03 katakanlah susu, nanti kita akan bahas 24:06 satu persatu, ya. 24:07 He em, he em. 24:08 Nah, 24:10 kemudian ini eh saya perlu meluruskan, 24:14 ya. 24:15 Karena banyak dokter, banyak spesialis 24:20 anak yang tidak percaya dengan diet, ya. 24:26 Eh, diet ini dibilang bahkan adanya 24:30 ekstrem. Eh, bilang 24:33 itu diet untuk autisme sampah gitu, ya. 24:37 Tanpa 24:39 tanpa 24:40 eh tanpa ilmu bicaranya. 24:44 Padahal kalau dokter, apalagi spesialis 24:48 anak, itu kan seorang ilmuwan, ya. 24:52 Harus bicara dengan 24:55 dasar ilmu, ya. 24:57 Nah, 24:58 siapapun 25:00 yang mengatakan 25:02 autisme perlu diit, harus menyampaikan 25:05 dasar ilmunya. Yang bilang enggak perlu 25:08 diit, nah, 25:09 ini 25:10 eh, 25:11 juga harus 25:14 harus berdasarkan ilmu. Nah, ini banyak 25:17 yang eh, 25:19 terinfluence 25:21 eh, 25:23 terhadap penelitian 25:25 seorang spesialis anak, nah, penelitian 25:28 S3 disertasi seorang spesialis anak 25:32 yang menyimpulkan 25:34 bahwa 25:36 tidak perlu diit pada autisme. Nah, ini 25:38 banyak flaws-nya, nanti kita akan bahas, 25:41 ya. Banyak flaws, banyak cacat pada 25:43 penelitian S3 disertasi itu, ya. Nah, 25:48 sebelumnya 25:49 tentang diit, ya, ini ya, 25:54 agak aneh juga kalau ada dokter, apalagi 25:57 spesialis anak tuh yang 26:00 kaget terhadap diit 26:03 untuk 26:05 anak autis, 26:07 penyandang autisme. Karena diit bukan 26:10 ilmu baru dalam ilmu kedokteran, 26:15 khususnya dalam 26:17 kedokteran anak, eh, kedokteran anak, 26:20 ya. 26:21 Aplikasi diit ini sudah ada di dan 26:23 diakui oleh dunia kedokteran. Makanya 26:27 hal-hal yang harus diit, ya, pada anak, 26:31 ya. 26:32 Nah, misalnya pada inborn error of 26:35 metabolism, masalah metabalu, 26:38 metabolisme sejak lahir. Nah, 26:42 ada beberapa, misalnya saya sebut saja 26:45 PKU dan MSUD, PKU dan MSUD. PKU, PKU 26:51 singkatan dari fenilketonuria, 26:55 MSUD 26:56 maple syrup urine disease, ya. Jadi 27:01 hasilnya nih eee 27:03 urinnya, urinnya eee berbau 27:08 seperti sirup maple. Waduh, enak kali ya 27:11 baunya. Nah 27:13 pada 27:15 PKU ini ada penyakit adalah penyakit 27:19 metabolik genetik autosomal resesif. 27:23 Karena apa? Adanya defisiensi enzim 27:25 fenilalanin hidroksilase, sehingga 27:28 terjadi retardasi mental, kejang, dan 27:31 lain-lain. Sedangkan pada MSUD, MSUD 27:35 penyakit metabolik genetik autosomal 27:37 resesif juga dan ini 27:41 terjadi defisiensi alf eee enzim alfa 27:45 keto acid dehidrogenase. 27:47 Jadi ini akan mengakibatkan kerusakan 27:50 berat otak. 27:52 Akhirnya meninggal jika tidak ditangani. 27:55 Sehingga pada PKU dan MSUD harus 27:59 di-diet. 28:00 Nah, pada 28:02 PKU 28:04 mereka tidak boleh mengkonsumsi 28:08 makanan yang mengandung asam amino 28:11 fenilalanin tinggi. Contohnya kedelai, 28:14 keju, kacang-kacangan, biji-bijian, 28:17 daging sapi, domba, ayam, ikan, telur, 28:21 susu, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 28:24 Nah pada 28:26 jadi pada PKU antara lain kedelai, keju, 28:30 susu. Nah, kalau pada pasien autisme 28:34 di-dietkan kedelai, keju, susu, kok 28:37 bingung, heran, ya. 28:41 PKU ini sudah penyakit 28:45 Eh, dulu kuno, ya. Nah, sama-sama pada 28:49 autisme karena ada masalah metabolisme 28:51 juga, gitu ya. Eh, nah, pada MSUD, 28:56 tidak boleh makan makanan yang 28:59 mengandung asam amino leusin, isoleusin, 29:02 dan valin. 29:04 Contohnya, susu dan turunannya, daging, 29:08 kedelai, gluten, telur, kacang-kacangan, 29:11 padi-padian, biji-bijian, alpukat, 29:14 algae, rumput laut, dan kacang polong, 29:17 ya. Nah, tapi disebut susu dan 29:20 turunannya, kedelai, gluten. Nah, pada 29:24 pasien autisme juga susu dan 29:30 eh, 29:32 terigu, eh, terigu, gandum, ya. 29:36 Nah, 29:37 pada autisme, 29:39 harus pantang susu dan turunannya, 29:41 kedelai, 29:43 gluten, kok bingung, gitu ya. Padahal, 29:47 ada juga penyakit-penyakitnya, 29:50 masalah metabolisme, ya. Oke, eh, itu 29:54 saya hanya bahas sedikit. Nah, 29:56 tentang tidak perlu diikut ini, 30:00 perlu saya 30:03 tekankan, utamanya 30:05 insyaallah 30:07 ada dokternya yang mendengar, utamanya 30:12 hasil, ya. 30:14 Karena terpengaruh pada penelitian 30:17 disertasi S3, eh, flow cacat, ya. Oh, 30:20 itu, mmm, 30:23 setelah ada 30:25 kabar gitu, saya hubungi 30:28 spesialis anaknya, senior saya. 30:32 Mbak, Mbak, eh, boleh saya minta full 30:35 paper-nya, disertasinya? Oh, boleh, dia 30:38 bilang. Karena ya ini saya berkecimpung 30:41 dalam dunia autisme, menterapi autisme 30:45 sangat berkepentingan kalau memang 30:48 terbukti tidak 30:51 perlu di buat apa di gitu kan yang 30:56 kuat 30:57 terlalu terlalu banyak plusnya cacat ah, 31:01 kemudian saya dapatkan ah, full paper 31:06 disertasinya 31:07 kemudian juga waktu itu saya baca di 31:10 detik tempo yang edisi 16 sampai 22 Juni 31:14 2014 31:15 juga saya baca di dari sumber ah, http 31:20 fk.ui.ac.id 31:25 ah, page news detail.id 274 31:30 ah, entah kenapa sekarang sudah tidak 31:32 bisa diakses ya, oke 31:36 flow cacat penelitian tersebut ada enam 31:39 ya 31:41 pertama pada pemilihan sampel penelitian 31:44 ya, kedua 31:46 cacat pada paparan pada kelompok subjek 31:50 tiga 31:52 cacat pada plasebo pada kelompok kontrol 31:56 ya, ah, nanti saya terangkan apa yang 31:59 dimaksud plasebo 32:00 keempat 32:03 lima enam 32:04 kalau kita 32:06 versuskan 32:08 jadi keempatnya yang di diteliti versus 32:11 kesimpulan versus pendapat pribadinya 32:14 ini bertentangan ya 32:17 tidak nyambung ya 32:19 oke 32:22 flow cacat penelitian pada pemilihan 32:25 sampel ya 32:27 ini pada kriteria inklusi jadi kalau 32:30 pada penelitian kalau yang paham tentang 32:33 penelitian itu kan kita ah 32:37 sampelnya apa? Ada kriteria inklusi, ada 32:41 kriteria eksklusi. Kriteria inklusi yang 32:44 di diikutsertakan dalam penelitian, 32:47 kriteria eksklusi yang 32:50 dikeluarkan dari penelitian karena tidak 32:54 memenuhi persyaratan itu. Nah, bisa 32:57 dibaca pada halaman 34 penelitian eh 33:01 disertasi tersebut. 33:03 Jadi, disebutkan anak GSA, eh gangguan 33:07 sindrom autis. Eh, autisme itu 33:10 eh terjemahan dari ASD. Um, eh autism 33:14 spectrum disorder. Umur 2 sampai 10 33:17 tahun. Kemudian dia mendapat diet 33:21 GF CFG. 33:23 FCF teratur minimal 3 bulan. Nah, 33:27 menurut 33:29 paper tersebut, ya. 33:31 Ini jadi nanti saya 33:33 eh tulisan di paper VS tulisan di paper, 33:37 gitu ya. He em. Jadi, seperti kalau 33:40 kita menafsirkan Alquran dengan ayat 33:43 Alquran yang lain. 33:44 Nah, ini 33:47 eh 33:48 claus-nya 33:50 eh bisa dibuktikan dari paper itu 33:52 sendiri, bukannya saya yang 33:53 karang-karang, ya. 33:55 Dikatakan telah diit 33:59 gluten free, casein free. Jadi, terigu 34:02 dan susu serta segala produk nya teratur 34:06 minimal 3 bulan. 34:08 Ini saya tidak yakin, ya. 34:11 Eh, ada dua hal 34:13 yang me 34:15 yang saya tidak tidak yakin. 34:17 Pertama, ya. 34:22 Kriteria 3 bulan ini 34:26 tidak masuk akal, ya. 34:29 Karena, ya. 34:31 Saya mendalami Biomedical Intervention 34:34 ya ke Amerika berkali-kali saya eh 34:37 langsung dari sumbernya dari Autism 34:40 Research International. 34:42 Ya. 34:43 Dari Dr. Sidney Baker, 34:46 eh Prof. Rimland dan eh Jon Pangborn ya. 34:50 Nah, 34:53 ini 34:56 masing-masing anak beda-beda. 34:59 Tergantung pertama kemampuan dia 35:03 metabolismenya 35:04 yang kita bilang wash out period. 35:07 Kemudian kedua dari berapa lama dan 35:12 berapa banyak sudah 35:14 sudah dikonsumsi 35:17 eh 35:18 bahan makanan terlarang terlarang ini. 35:21 Dalam hal ini 35:23 susu, terigu, dan turunannya ya. 35:26 Masing-masing anak beda-beda ya. 35:29 Eh 35:30 tapi kalau 3 bulan itu belum benar-benar 35:36 bersih ya. 35:38 Jadi, kalau kita strict diet 100% sama 35:42 sekali tidak diberikan ya, bukannya 35:45 sesekali diberikan atau sepekan sekali 35:48 diberikan 35:49 atau sesekali bocor gitu ya. 35:52 Itu 35:54 makanan mulai terlihat ya. 35:57 Dan perlu waktu bulanan untuk 36:00 benar-benar bersih. Nah, 36:03 bahkan ada anak yang 1 tahun baru 36:06 benar-benar bersih dan pada kasus jarang 36:09 ada yang 2 tahun baru benar-benar 36:12 bersih. Maksudnya benar-benar bersih ini 36:15 kalau kita ibaratkan eh ibaratkan 36:21 tinta di dalam gelas, tinta hitam pekat 36:26 ya. Ini kita ibaratkan yang belum diet. 36:30 Nah, masih bertumpuk-tumpuk barang 36:33 terlarangnya di dalam di dalam tubuhnya 36:37 yang perlu wash out period, periode 36:40 untuk membersihkan, mengeluarkan, ya. 36:44 Wash out period ini contohnya kalau ada 36:48 obat-obat yang dikonsumsi sekali sehari, 36:51 tiga dua kali sehari, tiga kali sehari, 36:54 empat kali sehari. Nah, sekali sehari 36:57 karena eh 36:59 wash out period-nya kalau dalam hal ini 37:02 dikenal sebagai half life 24 jam. Jadi, 37:06 cukup sekali sehari. Kalau yang 37:09 half life-nya 12 jam, perlu dua kali 37:12 sehari. Half life-nya 8 jam, ya, itu 37:15 perlu tiga kali sehari. Kalau half 37:18 life-nya 6 jam, perlu empat kali sehari, 37:21 empatnya digunakan. Nah, pada autisme, 37:24 dia wash out period-nya ini dari 37:28 perlu waktu bulanan untuk benar-benar 37:32 bersih, ya. 37:34 Jadi, 37:35 ibarat kalau gelas gelas isi tinta hitam 37:41 pekat ditetesin air ditetesin air bersih 37:46 gitu, akhirnya lama-lama lama-lama lama, 37:49 baru bening kan, enggak sekaligus bening 37:51 gitu ya. Nah, ini wash out period. 37:54 Setelah bening, ya, ditetesin 37:58 air setetes apa bukan di air, diteteskan 38:03 tinta hitam setetes, itu kelihatan 38:08 pada airnya itu, paling tidak ada 38:11 garis-garisnya 38:13 gitu, ya. Nah, 38:16 kalau belum diet, ya, 38:18 eh eh susu dan terigu belum diet, itu 38:22 kan dalam tubuh dirubah menjadi morfin 38:25 ya. 38:26 Eh, panjang tangannya untuk mudahnya eh 38:30 dalam eh 38:31 berubah jadi morfin. 38:33 Nah, 38:34 kalau susu jadi kaseomorfin, kaseomorfin 38:37 kalau terigu jadi gluteomorfin atau 38:42 gliado 38:43 gliado gliadorfin ya. 38:46 Nah, 38:50 ibarat pemakai ya, morfinis. 38:54 Misalnya dia biasa suntik 10 mg per hari 39:00 ya. 39:01 Kemudian 39:02 eh dia biasa 10 mg, kemudian disuntik 39:06 cuma 0,1 mg, 39:09 itu kalau istilahnya yang pemakai 39:13 narkotik enggak nendang gitu ya. 39:15 Tidak terlihat efeknya gitu. 39:19 Sedangkan kalau orang yang 39:22 tidak bukannya adiksi narkoba, 39:25 dia disuntik 0,1 mg, 39:28 sudah terlihat efeknya. 39:31 Nah, 39:33 ini jadi saya tidak yakin ini GFCF 39:37 teratur jadi diet susu dan terigu 39:40 teratur minimal 2 3 bulan karena di 39:44 halaman 70 ya, 39:47 itu 39:49 tertulis 39:51 bahwa ada anak-anak eh ada beberapa anak 39:55 yang sulit 39:59 makan eh ini kan di berikan dalam bentuk 40:04 eh dalam bentuk apa? Eh kue berisi 40:08 gluten dan eh dan eh kasein ya. 40:13 Nah, 40:14 itu nanti ada kesalahan kenapa eh eh 40:18 kenapa mereka enggak suka ya. Pertama 40:20 karena memang anak autistik eater yang 40:23 belum di-diet-kan tuh picky eater. 40:26 Milih-milih makanan. 40:29 Dan umumnya dia mereka mengkonsumsi 40:31 meng-meng-mengkonsumsi banyaknya makanan 40:34 yang terlarang 40:35 bagi tubuhnya gitu ya. 40:38 Nah, karena itu adiksi, adiksi morfin. 40:40 Nah, 40:43 jadi itu pertama 40:45 eh 40:46 ya. 40:50 Yang yang berikutnya ya, 40:53 eh 40:55 karena 40:57 eh pemilihan 40:59 casein-nya ya 41:01 yang salah. Nanti kita bahas ya, 41:04 sehingga itu di lidah terasa seperti 41:08 berpasir, jadi mereka enggak suka. 41:11 Sedangkan sehari itu harus mengkonsumsi 41:15 tujuh biskuit 41:17 Heeh. 41:18 untuk percobaan ini ya. 41:21 Kita bisa bayangkan. Kemudian 41:24 eh ada orang tua yang sudah dicoba 41:28 dengan berbagai cara walau eh misalnya 41:31 dicampur dengan susu. Nah, 41:34 ini kan 41:36 tidak logis kan ya. 41:38 Kalau anak autis 41:42 sudah di-diet-kan oleh orang tuanya, 41:45 orang tuanya tidak akan 41:48 memberikan susu hanya untuk demi sebuah 41:53 penelitian ya. 41:55 Eh 41:56 artinya memang 41:58 tidak tidak di-diet 100%. 42:01 Kadang-kadang diberikan, sesekali 42:04 diberikan ya. 42:06 Jadi ini belum tin- belum air bening. 42:11 Masih tinta hitam pekat atau tinta hitam 42:16 gitu ya. Nah, jadi ya itu diteteskan 42:20 diberikan 42:22 susu dan terigu 42:24 eh dalam penelitian ini 42:28 yang dosisnya sedikit tidak nendang ya. 42:32 Nah, oke. 42:34 Ini kalau eh langsung atau online 42:42 ya sampaikan slide-slide-nya lebih eh 42:46 jelas gitu ya objek visual ya. Nah, pada 42:49 diet susu dan terigu itu harus 100% 42:53 tidak boleh kebocoran walaupun sesedikit 42:56 pun, walaupun sesekali pun. Nah, 43:00 yang namanya 43:02 sesedikit pun ya 43:04 itu 43:06 setetes dua tetes kalau roti 43:09 remah-remahnya 43:10 itu yang namanya bocor. Kalau lebih dari 43:13 setetes dua tetes, seteguk dua teguk 43:17 apalagi segelas gitu ya atau roti atau 43:21 yang lain-lainnya lebih lebih banyak 43:24 dari remah-remahnya misalnya sepotong 43:26 roti itu bukan bocor namun tidak diet 43:30 ya. 43:31 Nah, tadi kita bahas wash out period. 43:35 Efek pengaruh susu kalau tadi obat kan 43:38 ada yang 24 jam, 12 jam, 8 jam, 6 jam 43:42 ya. 43:43 Kalau susu dan terigu, kalau susu 43:47 khususnya susu 43:48 wash out-nya tuh 4 sampai 6 pekan. 43:53 Kalau terigu lebih panjang lagi 6 sampai 43:56 8 pekan wash out-nya. 43:59 Nah, 44:00 kalau sesekali diberikan, sesekali bocor 44:05 ya 44:06 nah 44:06 itu kan 8 pekan tuh udah 2 bulan, 44:10 ya. Nah, 44:12 kalau sepekan sekali aja diberikan, yang 44:15 pekan ini 44:17 2 bulan ke depan berefek. Pekan depan 2 44:21 bulan plus 1, pekan depannya 2 bulan 44:24 plus 2, pekan depannya 2 bulan plus 3, 44:28 pekan depannya 2 bulan plus 4 44:32 plus 4 pekan, ya. Itu udah 3 bulan. 44:35 Apalagi terus, jadi makanya 44:39 3 bulan ini 44:41 pertama saya sangsikan, kedua tidak bisa 44:45 dipatok. Harusnya 44:47 mereka benar-benar sudah di-diet dalam 44:50 bimbingan orang yang mengerti, paham 44:53 diet. Karena orang yang tidak paham 44:56 tentang diet, ya, dokter ya umumnya 45:00 enggak tahulah, ya, tentang diet untuk 45:02 autisme. 45:03 Orang tua yang baca-baca, ikut-ikut 45:06 seminar, 45:08 itu 45:09 tidak tidak benar-benar menguasai diet, 45:13 ya. 45:13 Itu 45:16 mereka ternyata diet-dietan, 45:19 ya. 45:20 Nah, 45:21 nah, jadi harus dibimbing oleh orang 45:24 yang benar-benar 45:26 menguasai tentang diet ini, kemudian 45:29 sudah terjadi wash out period, ya. Sudah 45:33 terlewati wash out period-nya. Yang bisa 45:36 berbeda-beda. Ada yang pekanan, bulanan, 45:40 ada yang perlu setengah tahun, setahun. 45:43 Nah, 45:44 kita lihat dari mana? 45:46 Yaitu terlihat kalau tadinya hiperaktif, 45:51 eh, 45:52 sudah tidak hiperaktif, tadinya 45:55 pandangannya kosong, jadi pandangannya 45:58 enggak kosong lagi, tadinya tidak ada 46:02 kontak mata sama sekali. 46:04 Sekarang sudah ada kontak mata. Tadinya 46:08 tidak eh hanya babbling-babbling eh 46:12 saja, sekarang sudah mulai keluar 46:16 verbal. Nah, 46:18 baru kita masukkan ke dalam kriteria 46:21 inklusi penelitian. Jadi, 3 bulan 46:25 nah 46:26 tidak logis ya, bagi yang mengerti 46:30 biomedical intervention untuk autis 46:32 penyandang autisme. 46:35 Nah, 46:36 itu jadi flaws yang pertama ya. 46:39 Eh, 46:41 flaws yang pertama. Tapi, kalau 46:44 orang tua penyandang autis yang memang 46:48 benar-benar sudah diet 100% 46:52 He em. 46:52 kemudian 46:55 mau diikutsertakan 46:57 dalam penelitian ini. 47:00 Padahal anaknya dengan diet sudah 47:02 terlihat membaik segala gitu, apa mau 47:05 relakan penelitian? 47:08 Apa mau 47:09 mereka 47:11 sudah bukannya bocor malah, malah 47:13 diberikan. 47:17 Terigu dan susu ya. 47:19 Nah, saya enggak yakin. Nah, 47:22 jadi ini juga salah satu hal pada poin 47:25 satu yang meragukan. Kok ya mau ya? 47:29 Sudah diet 47:30 dan sudah kelihatan manfaatnya, kemudian 47:33 dimasukkan dalam penelitian, diberikan 47:37 bukan cuma sekadar dibocorkan, tapi 47:39 diberikan. Nah, 47:41 kenapa? 47:42 Kemungkinan besar orang-orang tua itu 47:45 tidak melihat efek perbaikan pada diet 47:49 gitu kan. 47:51 Nah, 47:53 jadi kalau mau bimbingan diet kita ada, 47:56 bukan bimbingan di-add saja, bimbingan 47:57 Biomedical Intervention Therapy. 48:00 Eee, itu dari awal tuh sudah kita 48:03 bimbing dari hari pertama sehingga tidak 48:06 trial and error, tidak coba-coba, sudah 48:09 benar 100%. 48:12 Nah, gitu ya. Itu flaws pertama. 48:16 Flaws yang kedua, cacat penelitian yang 48:19 kedua ya, bukannya kekurangan penelitian 48:22 ya, cacat penelitian. Karena ada yang 48:25 salah sangka kekurangan penelitian, 48:26 bukan. 48:27 Kekurangan, kalau kekurangan penelitian, 48:30 kalau ada 48:32 orang-orang yang paham terhadap 48:34 penelitian ya, 48:36 pernah melakukan penelitian, pernah baca 48:39 penelitian, kekurangan penelitian itu 48:42 sudah biasa dalam suatu penelitian, 48:46 bahkan dituliskan oleh peneliti ya. 48:51 Kekurangan pada penelitian ini, misalnya 48:55 karena menggunakan sampelnya kecil. Eee, 48:59 sehingga ini merupakan preliminary 49:01 study. 49:02 Hanya menggunakan 49:04 lima subjek atau 10 subjek, gitu ya. 49:08 Eee, 49:09 harusnya kan untuk 49:11 sampel ada rumusnya. 49:14 Ya. Eee, 49:16 supaya representatif, 49:18 mewakili populasi, gitu ya. 49:21 Nah, 49:24 ini jadi bukan kekurangan, 49:26 tapi 49:27 eee, cacat 49:29 flaws 49:30 flow penelitian. 49:33 Flow yang kedua, 49:34 paparan pada kelompok subjek penelitian. 49:37 Jadi, kan penelitian ini 49:40 sebenarnya rancangannya sudah bagus. 49:43 Itu eee, 49:46 eee, 49:47 dibagi 49:49 dua kelompok. 49:50 Kelompok subjek yang mendapat paparan 49:54 dan kelompok kontrol yang tidak mendapat 49:57 paparan, ya. 49:59 Nah, 50:01 ini pada kelompok subjek yang mendapat 50:06 paparan yang diberi biskuit 50:09 mengandung kalsium dan gluten 50:12 yang digunakan untuk kalsium kase 50:15 kaseinat, ya. Kalsium kaseinat, ya. Ini 50:19 kalsium kaseinat didapat dari hasil 50:22 koagulasi, 50:23 ya. Nah, jadi kalau susu untuk kita 50:27 ekstrak, untuk kita ambil 50:30 kalsium kaseinatnya itu, itu melalui 50:33 proses koagulasi. Pada proses koagulasi 50:37 ini terjadi kerusakan protein. 50:41 Nah, memang karena biasanya 50:46 pemberian kalsium kalsium kaseinat 50:50 itu 50:52 ditujukan untuk 50:55 untuk 50:56 fortifikasi kalsium atau untuk 51:00 suplementasi kalsium, 51:02 bukan untuk 51:05 proteinnya. Jadi, proteinnya rusak, ya 51:08 enggak apa-apa. Yang dibutuhkan adalah 51:11 kalsium kalsiumnya. Jadi, kalsium 51:14 kaseinat itu dia dapat dari hasil 51:16 koagulasi yang menyebabkan terjadi 51:19 kerusakan protein. Nah, seperti kita 51:21 ketahui 51:23 kaitan susu, ya, 51:26 kasein kasein 51:29 dengan terbentuknya morfin, ya, 51:32 ini karena 51:34 terbentuk beta kaseomorfin 7, ya. Jadi, 51:39 kalau protein protein kasein, ya, itu 51:43 terdiri dari ribuan 51:45 ribuan rangkaian asam amino. 51:49 Asam aminonya macam-macam. 51:52 Ada valine, ada glutamine, isoleucine, 51:56 leucine dan lain-lain, ya. 51:58 Nah, 51:59 kemudian kalau kita makan protein, 52:02 protein apapun di perut dicerna. 52:05 Di perut dicerna, dipotong-potong 52:07 menjadi asam amino. Nah, asam amino ini 52:11 yang bisa di 52:13 serap. Ya. 52:16 Nah, pada anak autis ada gangguan enzim 52:20 sehingga 52:21 tidak 52:24 di 52:25 tidak semua dipecah sempurna 52:29 menjadi asam yang masih berikatan 52:33 dua asam amino yang kita bilang peptida, 52:37 peptide. 52:38 Kalau dua as eh dua asam amino di 52:41 dipeptide, dipeptida. Kalau tiga 52:44 tripeptide, tripeptide. 52:47 Kalau empat dan seterusnya, itu dibilang 52:50 peptide saja, peptida saja, ya. 52:53 Nah, pada 52:55 pasien autisme, ya, kalau dia minum 53:00 susu, protein kaseinnya 53:03 itu dipecah-pecah juga, tapi masih ada 53:07 yang 53:08 tujuh rangkaian asam amino yang kita 53:12 bilang BCM seven, BCM tujuh. Beta 53:16 casomorphin tujuh. 53:18 Ya, gitu. 53:21 Kemudian selain itu, 53:23 eh kalsium kas kaseinat itu mengandung 53:26 17% 53:29 glutamat. 53:31 Glutamat itu bahan dasar untuk pembentuk 53:34 glutation, antioksidan dan detoksifikasi 53:37 logam berat antara lain merkuri. Jadi, 53:41 dikasih kalsium kaseinat 53:43 ee kemungkinan 53:45 terjadi peningkatan produksi glutation, 53:48 kemungkinan terjadi detoksi 53:50 detoksifikasi 53:53 merkuri. Jadi, ee malah membaik bukannya 53:58 memburuk, membaik. Nah, jadi kasein yang 54:02 mana? Yang apa yang diberikan? 54:06 Ee kalau kalsium kaseinat ini 54:09 harus dibuktikan apakah dia menghasilkan 54:12 BCM-7, BCM-7, beta kasomorfin 7, ya. 54:17 Ee harus dibuktikan dulu. Karena memang 54:20 kaseo kalsium kaseinat tuh bukan 54:23 digunakan untuk 54:25 suplementasi protein, tapi suplementasi 54:27 kalsium. Kenapa? Proteinnya sudah rusak, 54:31 begitu ya. 54:32 Nah. 54:33 Oke. 54:35 Kasein tersendiri, tadi kan kalsium 54:38 kasei ya, kaseinat. Kasein sendiri 54:41 terdapat 13 varian. 54:43 Heeh. 54:44 Salah satunya beta kasein. 54:46 Ya, beta kasein sepertiga dari kasein 54:50 susu lebih lebih kurang 12 gram per 54:53 liter susu. 54:55 Ini terdapat pada keju. Ee ee ee apa? 54:59 Kalau pada keju ya, konsentrasinya lebih 55:01 besar. 55:02 Nah, beta kasein sendiri terdiri dari 55:05 dua golongan, A1 dan A2. 55:09 Jadi, tipe A1 beta kasein beta kasein 55:13 tipe A1 55:14 dan beta kasein tipe A2. 55:18 Bedanya apa? Yaitu kalau 55:21 tipe A1 itu di posisi 67 di rantai ke-67 55:28 asam aminonya histidin. Sedangkan tipe 55:31 A2 asam aminonya di rantai ke-67 itu 55:35 prolin namanya. 55:37 Nah, beta casomorphin 7 55:41 itu hasil pencernaan tidak sempurna beta 55:44 kasein yang tipe A1. 55:49 Nah, jadi 55:51 kasein yang mana yang digunakan dalam 55:53 penelitian? Apakah beta kasein atau alfa 55:56 kasein? Kalau alfa kasein sudah langsung 55:59 masuk otak. Nah, kalau beta kasein yang 56:02 A1 atau A2? 56:05 A 56:06 karena kasein casomorphin ini hanya 56:09 dibentuk oleh tipe yang A1. 56:12 Kalau digunakan tipe A2, ya enggak ada 56:14 gunanya, ya. 56:16 Nah. 56:18 Beta kasein ini ada 56:21 eh kandungannya 12 gram per liter susu, 56:25 sedangkan beta kasein casomorphin 7 0,4 56:29 0,4 gram per liter susu, ya. 56:33 Nah, ini sar mereka maksimum maksimum 56:37 susu dibandingkan biskuit yang 7 keping 56:41 itu, ya. 56:44 Beta casomorphin 7, ya 56:47 itu 56:50 kok tidak semua anak 56:52 ya 56:53 eh me me me mengalami efek buruknya. 56:58 Eh 56:59 karena, ya, umumnya bayi bisa cepat 57:03 memetabolisme BCM7. 57:06 Pertama ini protein besar, sering 57:09 seringnya juga tidak masuk ke aliran 57:12 darah, tidak mencapai ke otak, ya. Nah. 57:17 Kemudian 57:18 eh 57:19 kalau pada autisme ada terjadi leaky 57:22 gut, sehingga diserapnya 57:24 sehingga diserap kemudian eh 57:28 sulit dimetabolisir, ya. Nah, BCM7 juga 57:33 terdapat pada ASI. 57:35 Nah, cuma bedanya kalau human BCM 57:40 eh 7, ya, BCM 7 ASI sama BCM 7 susu 57:45 sapi, kalau 57:47 ASI itu 57:50 beda dua posisi asam aminonya pada 57:53 posisi kelima dan ke keempat dan kelima, 57:57 valin dan glutamin. Sedangkan kalau dari 57:59 susu prolin dan glisin. Nah, ini yang 58:02 berefek buruk pada 58:05 eh autisme. 58:07 Nah, kalau pada ASI, nah, juga dia 58:09 disebut beta-casomorphin 7, tapi tidak 58:12 berefek buruk, hanya menyebabkan ngantuk 58:16 saja, tertidur. Makanya 58:18 ada bayi kalau disusui, 58:21 itu baik susu ASI maupun susu buatan, 58:25 itu kemudian dia tertidur. Buk dulu 58:28 orang kira karena kenyang, bukan, tapi 58:30 karena dia meng mengkonsumsi 58:33 eh 58:34 BCM 7, ya. 58:36 Eh, beta-casomorphin 7, ya. 58:39 Nah. 58:42 Oke. 58:43 Jadi, eh pada flow yang ketiga, placebo 58:47 pada kelompok kontrol. Ini kita lanjut 58:49 sampai jam berapa? Eh Gimana nih? 58:52 Nah, gini, Dokter Rudi, waktu kita 58:54 sebetulnya sampai 14.30, 58:57 tapi ada beberapa pertanyaan yang sudah 58:59 masuk. 58:59 Oke, kalau gitu kita bahas pertanyaan 59:01 dulu. 59:02 Heeh, sambil jalan, ya. 59:03 Iya. 59:04 Baik. Jadi, bicara soal yang gluten 59:07 tadi, Dok, ini dari hamba Allah, tidak 59:09 disebut namanya. Kalau gitu, 59:12 segala olahan harus dihindari 59:16 yang dari gandum, padahal anak suka 59:18 banget biskuit, jadi harus diganti yang 59:21 lain, ya, Dok, ya? 59:23 Iya. Jadi, eh seperti tadi kita akan 59:26 bahas satu-persatu antara lain adalah 59:29 gandum, wheat atau flour ya, terigu. 59:32 Nah, ini produk-produk terigu banyak, 59:36 misalnya roti, mi ya, ee biskuit-biskuit 59:40 atau yang lain ya. Nah, ee 59:44 ini memang tadi juga ada saya sampaikan 59:48 ee anak autis sih ya, anak penyandang 59:52 autisme ini dia akan mengkonsumsi 59:56 banyak pada yang terlarang. Nah, kalau 59:59 pada terigu dia kenapa banyak? Ada yang 1:00:03 cuma 1:00:04 ee minumnya susu aja seharian, ada yang 1:00:08 susu sama roti aja seharian, ada yang 1:00:10 roti aja ya dan gluten-gluten yang lain, 1:00:13 misalnya mi gitu ya. Nah, 1:00:17 karena dia diproduksi ee memproduksi 1:00:21 morfin, nah morfin ini seperti morfin 1:00:25 jenis yang lain dia perlu semakin lama 1:00:28 dosis yang semakin tinggi. Kalau tadinya 1:00:31 dia cukup 0,1 mg nyuntik, sekarang perlu 1:00:36 lebih dari 0,1 ya, seperti obat tidur 1:00:39 aja, misalnya diazepam. Kita minum kalau 1:00:43 2 mg yang belum pernah minum diazepam, 1:00:47 nah teler. Nah, akhirnya enggak. Nah, 1:00:50 perlu 5 mg. 1:00:52 5 mg 1:00:53 baru dia tertidur. Akhirnya ee 1:00:57 toleransi, perlu 10 mg, 20 mg gitu ya. 1:01:02 Nah, 1:01:03 jadi 1:01:04 ini kita hentikan. 1:01:07 Ya. 1:01:07 Nah, 1:01:08 ini banyak orang tua yang loh enggak 1:01:11 boleh makan ini, enggak boleh makan itu, 1:01:13 makan apa dong gitu ya. Nah, ternyata 1:01:17 masih dari sekian yang tidak boleh 1:01:21 dikonsumsi, masih jauh lebih banyaknya 1:01:24 yang bisa dikonsumsi. Nanti insyaallah 1:01:27 akan kita bahas selanjutnya. Jadi, yang 1:01:30 memang tidak boleh gitu ya. Mbak Nuning, 1:01:33 silakan Mbak Nuning. 1:01:34 Ini dari Ibu Mela. 1:01:37 Apakah diet untuk anak autis ini harus 1:01:40 seumur hidup ya, Dok? Atau setelah 1:01:42 pencernaan membaik bisa dibocorkan 1:01:45 pelan-pelan. 1:01:46 Terima kasih, Dok. Materinya manfaat 1:01:48 banget bagi kami orang tua anak 1:01:50 penyandang autis. Oh ya, Mbak Nuning ada 1:01:52 rekaman atau siaran ulang enggak? 1:01:55 Saya telat nih dengarnya. Oke, betul 1:01:58 Dokter Rudi Sutadi yang sedang bersama 1:02:00 kita. Jadi, gimana Dok untuk 1:02:01 pertanyaannya? Apakah dietnya harus 1:02:03 seumur hidup? 1:02:05 Ya, alhamdulillah kalau bermanfaat ya. 1:02:08 Insyaallah bermanfaat. Nah, 1:02:11 apakah untuk seumur hidup? Ya, ini one 1:02:15 million dollar question. 1:02:19 Yang selalu ditanyakan saat saya ikut 1:02:23 acara di Amerika maupun di Ameriki ya, 1:02:27 di Indonesia. 1:02:28 Itu Dok, apakah harus seumur hidup 1:02:33 dietnya? 1:02:34 The good news ya, 1:02:37 kabar baiknya tidak perlu seumur hidup. 1:02:41 Nah, 1:02:42 umumnya pas 1:02:43 mereka kemudian bisa makan apa saja. 1:02:47 Nah, tapi ada syaratnya. Pertama, 1:02:50 setelah mereka sembuh. Pertama sembuh 1:02:52 dulu ya. 1:02:54 Kedua, ya kenapa perlu sembuh sih? Ada 1:02:57 itu kaitan-kaitannya ya. Kedua, sudah 1:03:01 remaja. Ya, kalau kita mulainya di 1:03:04 sebelum 5 tahun, dia sudah remaja, sudah 1:03:06 17, 18 tahun, sehingga dia 1:03:11 kognitifnya baik, tahu hubungan sebab 1:03:13 akibat dan bertanggung jawab pada 1:03:16 dirinya. Kalau masih anak-anak kan 1:03:19 dia belum enah ya, 1:03:23 belum bertanggungjawab pada dirinya yang 1:03:25 penting enak di lidah gitu kan. 1:03:28 He em, he em. 1:03:29 Nah, kalau sudah 1:03:31 sembuh, remaja, eh kognitifnya baik, 1:03:35 tahu hubungan sebab akibat, misalnya dia 1:03:38 makan udang 1:03:39 He em. 1:03:40 terus kemudian timbul gatal-gatal, itu 1:03:43 enggak perlu dilarang oleh orang lain. 1:03:46 Jangan makan udang, dia nya sendiri 1:03:49 langsung enggak makan udang, gitu. Nah, 1:03:53 jadi setelah remaja mulai kita bocorkan 1:03:56 satu persatu setiap pekan satu dan kita 1:04:01 evaluasi. 1:04:03 Nah, ada evaluasinya yang yang namanya 1:04:06 SKP FB I. Nah, nanti insyaallah kita 1:04:10 akan bahas dalam 1:04:12 Iya. 1:04:12 eh rotasi dan eliminasi diet. Ya, kita 1:04:15 evaluasi, kalau enggak kita evaluasi itu 1:04:18 ya kita enggak tahu kalau kelolosan gitu 1:04:21 ya. Oke, sip, eh tapi kabar baiknya 1:04:24 tidak perlu seumur hidup. 1:04:26 iya. 1:04:26 Umumnya tidak perlu diet. Oke, nah, 1:04:30 silakan dilanjut. 1:04:31 Alhamdulillah kalau begitu ya. Eh ini 1:04:34 dari Pak siapa nih? 1:04:37 Waduh, kalau anak autis minum susu 1:04:40 katanya kurang baik tadi, keponakan saya 1:04:44 maunya cuman makan apapun yang ada 1:04:47 susunya, gimana dong Dok? Ngebersihinnya 1:04:50 perlu berapa lama ya Dok seperti yang 1:04:51 tadi dokter sebutkan? Bahkan kebocoran 1:04:54 sekali saja mesti dibersihin. Eh terima 1:04:57 kasih, iya. 1:04:58 Iya. 1:04:59 Nah, tadi yang saya sampaikan, karena 1:05:03 dia mendapat morfin dari susu ini 1:05:07 dan terjadi toleransi, 1:05:10 ma eh sehingga perlu dosis yang lebih 1:05:13 besar. 1:05:14 Ehm. 1:05:14 Jadi tidak heran. 1:05:16 Ada anak-anak autis yang tidak mau 1:05:20 makan.