Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Ahim. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat pendengar
- dari silaturahim dan juga pemirsa Ras TV
- yang dirahmati Allah. Alhamdulillah kita
- kembali berjumpa Iwan akhwat di Senin
- sore hari ini tanggal 14 Rabiul Akhir
- 1447
- Hijriah atau tanggal 6 Oktober 2025.
- Kemudian hadir acara tausiah sore
- bersama Ustaz Z Mahmid yang
- alhamdulillah telah bergabung bersama
- kami dan kita live aplikasi Zoom Ian
- Nawat. Kita sapa terlebih dahulu Iwad.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Apa kabarnya, Ustaz hari
- ini?
- Alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah.
- Alhamduk lillah.
- Masyaallah. Kita akan membahas tema
- mengenai antara syukur dan kufur ya. Dan
- nanti juga yang ingin bergabung bertanya
- silakan Ananda bisa kirimkan WhatsApp
- kami Iwan Wan Awat di 0811999720.
- Tad Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Tumma innalhamdalillah nahmaduhu
- waskuruh waastainuhu wastagfiruh
- wa naud nauzubillahi min syururi
- anfusina wamin sayiati a'alina.
- Man yahdillah fahual muhtad. Waman
- yudlil falan tajida lahu walian
- mursyida.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammad wa ala alihi
- wasahbihi wasallama tasliman kira.
- Para pendengar sekalian di mana aja Anda
- berada.
- Para pemirsa
- pendengar radio dan TV silaturahim.
- yang insyaallah
- selalu di dalam hidayahnya Allah
- Subhanahu wa taala dan begitu juga kita
- semua.
- Hari ini mari kita lihat, kita akan
- bersama-sama membahas
- satu keajaiban yang Allah Taala
- terangkan di dalam Al-Qur'an.
- ketika
- jadi kita ini dalam kehidupan ini
- sebenarnya
- kita mempunyai
- ya
- kalau kayak orang jual beli kan biasanya
- ada akad perjanjian kan
- manusia dalam kehidupannya dia itu ada
- perjanjian dengan Allah Subhanahu dia
- ada ikatan perjanjian dengan Allah Taala
- itu mutlak Hak tiap manusia yang
- dilahirkan oleh Allah ada ikatan
- perjanjian antara dengan Allah Subhanahu
- wa taala.
- Di antaranya perjanjian-perjanjian ini
- antara kita dan Allah Taala nanti kita
- lihat di dalam ayat-ayat yang Allah
- Subhanahu wa taala terangkan dan dalam
- beberapa hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam.
- Biasanya kita kalau melakukan satu
- perjanjian
- dengan pihak kedua
- itu semua sangat jelas.
- Tapi perjanjian antara kita dan Allah
- Taala, ada beberapa hal yang Allah Taala
- tidak jelaskan kepada kita
- merupakan masalah yang gaib yang hanya
- Allah yang lebih mengetahui.
- Di dalam surah Az-Zumar
- ketika Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan kepada kita sekalian
- ayat ini
- nanti kita sudah dewasa,
- sudah punya anak,
- sudah beristri dan istri hamil,
- baru kita ngerti bagaimana kebesaran dan
- keagungan Allah Subhanahu wa taala dalam
- menerangkan kan kepada kita di ayat ini
- ketika Allah Taala nyatakan yaklukum
- fi butuni umatikum
- khalqan min ba'di khqin fiulumati
- Allah Taala ingatkan kepada kita supaya
- kita jangan lupa tempat berpijak jangan
- lupa daratan,
- jangan salah langkah
- Allah Taala menyatakan dia Allah
- menciptakan kalian kita semua
- di dalam rahim ibu-ibu kita di dalam
- tiga kegelapan
- fi dululumat.
- Ada beberapa perbedaan penafsiran
- tentang fidulumatif.
- Tapi saya ambil salah satu penafsiran
- aja itu dengan perkembangan teknologi.
- Allah Taala mengingatkan kepada kita,
- kita ini dirancang,
- didesain oleh Allah
- ya fi ayatin masyaakab
- dengan bentuk yang bagaimana, warna apa
- yang Allah taala akan ciptakan kepada
- kita itu Allah Subhanahu wa taala
- tetapkan ketika kita berada di alam
- rahim.
- Allah menyusun urat-urat saraf kita,
- mata kita, semua
- di dalam kondisi yang sangat gelap.
- Kalau kita berpikir sejenak,
- ini salah satu yang Allah Taala ingin
- menunjukkan kepada kita sekalian
- bagaimana seorang bayi dia lahir dengan
- sempurna
- sehingga tiap orang yang melihatnya
- ingin mencium,
- ingin menggendong.
- Dan Allah Taala ciptakan semua ini
- dengan segala
- kelengkapan yang dia punyai.
- Di dalam Allah Taala menyatakan khq ba
- khqin
- babak demi babak Allah Taala ciptakan
- kita di dalam tiga kegelapan.
- Salah satu mufassir mengatakan tiga
- kegelapan. Ada beberapa penafsiran
- yang agak-agak berbeda, tapi saya ambil
- yang satu aja karena waktu kita sangat
- terbatas.
- Dia sudah terbung di ee dia di dalam di
- dalam rahim tertutup dengan rongga badan
- kita. Kemudian tertutup dengan dinding
- rahim.
- Kemudian dia terbungkus dengan plasenta.
- Dan ketika sudah 2 bulan di dalam alam
- rahim, dia terendam di dalam air.
- Masyaallah.
- Dan di situlah Allah menyusun ke mana
- mata kita akan di diletakkan oleh Allah.
- Hidung kita enggak pernah salah.
- Apakah pernah kita lihat ada hamba Allah
- yang matanya satu di depan, satu di
- belakang?
- Tidak ada.
- Kita ajak untuk memasukin memasukkan
- benang ke dalam lubang jarum.
- Ya, sekalipun terang benderang itu masih
- susah, masih sulit.
- Bagaimana kalau remang-remang aja?
- Jangan gelap.
- Ini Allah Taala menyatakan
- fiulumatif
- di dalam tiga kegelapan zulum.
- Masyaallah.
- Kemudian Allah Taala
- mengambil satu perjanjian dengan kita.
- Justru itu di ayat yang lain Allah
- Subhanahu wa taala mengingatkan kepada
- kita sekalian.
- Waid akabuka
- min bani adam minuhim.
- Ketika Allah subhanahu wa taala
- mengambil satu perjanjian.
- Jadi kita semua itu terlibat dalam
- perjanjian ini. Hanya mungkin
- kita nganggap kita belum tahu. Tapi
- nanti sudah dewasa baru kita baca
- Al-Qur'an. Baru kita tahu bahwa antara
- kita dan Allah Taala ada perjanjian.
- Ketika Allah Taala di ayat ini Allah
- Taala, "Waid akbuka min bani adam
- minuh."
- Ketika Allah Taala mengambil satu
- perjanjian
- kepada
- turunan-turunannya bani Adam minzurihim.
- Kebanyakan para mufasirin mengatakan
- dari sulbi tulang belakang mereka.
- Jadi ketika roh sudah masuk,
- Allah Subhanahu wa taala bertanya kepada
- mereka, "Alastu
- birabbikum?"
- Ya, wa asaduhum ala anfusihimikum.
- Dan Allah Taala menyuruh mereka bersaksi
- kepada diri mereka sendiri. Itu satu
- perjanjian antara dia dengan Allah
- Taala. Bukankah aku Tuhanmu? Alastikum.
- Mereka menjawab
- bala
- antaquulu e [berdehem]
- bala syahidna.
- Mereka mengatakan, "Benar ya Allah dan
- kami menjadi saksi untuk itu. Kami
- bersaksi untuk itu."
- Allah menjaga antaqu yaumal
- antaqu yaumalqiamah inunailin.
- Supaya jangan nanti kalian membikin
- alasan ketika di yaumulqiamah menghadapi
- pertanyaan dari Allah Taala dan mereka
- akan mungkiri mengatakan kita tidak
- tahu. Kita tidak kenal Allah Subhanahu
- wa taala. kita tidak taat.
- Nah, hamba Allah yang mulia,
- perkembangan di alam rahim ini luar
- biasa.
- Luar biasa.
- Bayangkan.
- Ketika di ayat yang lain Allah Taala
- menyatakan wayamu ma fil arham.
- Dan Allah lebih mengetahui bagaimana
- perkembangan di alam rahim. Karena di
- alam rahim ini ada yang Allah Taala
- sebut di dalam Al-Qur'an. Ada yang Allah
- sempurnakan dia sampai lahir menjadi
- seorang bayi. Ada yang Allah gugurkan.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan,
- "Dalikumullah
- rabbukum lahul mulk."
- yang demikian yang merancang kalian di
- dalam rahim ibumu
- ya yang mengkomplitkan semua susunan
- saraf-sarafmu,
- semua perlengkapan yang diperlukan oleh
- anggota badan ketika kita sampai di
- bumi.
- Allah Taala menyatakan itu adalah
- Tuhanmu. Lahul mulk
- la ilahailla hua faanna tusrofun.
- Yang demikian itu adalah Tuhanmu yang
- merancak, yang menetapkan dalam bentuk
- apa kita diciptakan oleh Allah. Fi ayi
- suratin masyaarab.
- Jadi Allah Taala menyatakan lahul mulk.
- Karena segala kekuasaan langit dan bumi
- berada di tangannya.
- Apalagi hanya kita individu seorang. Ya
- Allahu Akbar.
- Sehingga seorang hamba Allah kalau dia
- akan menjadi ateis, ateos kalau bahasa
- Inggrisnya
- itu adalah manusia yang paling bodoh.
- Tapi ternyata di Amerika banyak ketika
- mereka mau mulai membaca Al-Qur'an
- membaca artinya
- baru mereka sadari
- bahwa ini agama yang benar-benar
- diwahyukan oleh Allah kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam.
- Sebab kebanyakan
- banyak di Amerika,
- saya sering bawa contoh di Amerika
- karena saya hidup di sana 12 tahun.
- Kebanyakan di Amerika baru dengar
- Al-Qur'an aja dia sudah benci, enggak
- mau megang, dia enggak mau dekat.
- Tapi terkadang karena dia lihat
- teman-temannya ini kok temannya begitu
- tenang. Menghadapi sesuatu itu tenang.
- Terjadi itu musibah satu, dia tenang.
- Mereka-mereka tertarik
- apa agama hamba Allah ini. Siapa mereka
- ini? Nanti biasanya temannya bilang,
- "Saya muslim." Kenapa Anda enggak mulai
- coba baca Al-Qur'an? Baca aja. Walaupun
- Anda tidak suka, baca aja. Tapi
- subhanallah, makin mereka baca, makin
- mereka tidak mau tinggalkan.
- Bagaikan orang yang kehausan luar biasa.
- dia dapat air sedikit, dia ingin lagi
- air yang lebih banyak.
- Jadi Allah Subhanahu wa taala ingatkan
- kepada kita, yang demikian yang
- merancang kalian di alam rahim itu
- dalalikumullahu rabbukum. Yang demikian
- itu Tuhanmu yang berancang
- lahul mulk dan semua kerajaan langit dan
- bumi semua yang tumbuh, yang hidup yang
- bergerak apapun itu semua dikendalikan
- oleh Allah Subhanahu wa taala diketahui
- oleh Allah. Maka Allah Taala menyatakan
- la ilahailla hua faun.
- Justru itu tidak ada Tuhan, tidak ada
- Allah melainkan dia. Apalagi yang
- menyebabkan kalian ini menyimpang dari
- memungkiri.
- Jadi hamba Allah yang mulia,
- ketika seorang hamba Allah dia sudah
- menikah,
- istrinya hamil.
- Biasanya kalau istrinya hamil mereka
- menunggu dengan gembira dan cemas-cemas.
- cemas karena takut. Jangan-jangan
- baby-nya ini ada apa-apa, lahirnya tidak
- normal dan sebagainya.
- Tapi ketika mereka ini sadari dan mau
- membaca, mengerti tentang ayat ini, baru
- mereka bakal lihat bagaimana kebesaran
- Allah Subhanahu wa taala.
- Kita dikembangkan Allah di alam rahim.
- Kemudian kita terendam di dalam air. Di
- alam rahim itu kita terendam dalam air,
- yaitu air ketuban.
- Sebelum kita keluar, kita dibuka
- keran-kerannya air ketuban oleh Allah
- Taala. Merupakan satu indikasi bahwa
- Allah Taala akan mengirim bayi ini dari
- alam rahim ke pangkuan ibunya.
- Maka Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan
- kita sudah lihat kejadian kita, sudah
- sadari bagaimana perkembangan di alam
- rahim.
- Maka Allah Taala ingatkan, in takfuru
- fainnallaha ghaniyun anum.
- Sudah tahu kebesaran Allah, kemampuan
- Allah. Kita diciptakan oleh Allah Taala
- di alam rahim yang sangat gelap.
- Khalqan min ba'di khalqan,
- berbabak-babak Allah Taala ciptakan.
- Mulai dari setetes air Allah Taala
- terangkan menjadi segumpal darah
- kemudian menjadi segumpal daging
- dan selanjutnya. Itu di beberapa ayat
- Allah Taala terangkan.
- Dan semua kita yang sekarang sudah
- dewasa, sudah cakap, sudah ganteng,
- sudah cantik,
- semua berasal dari situ.
- Jadi bagaimana kita diciptakan oleh
- Allah? Apa dia putih? Dia saw matang.
- dia hitam
- itu bukan menjadi perbedaan bahwa satu
- lebih mulia daripada yang lain. Tapi
- Allah Taala ingatkan fi ayatin
- masyaarakab
- dalam bentuk yang bagaimana warna apa
- yang Allah kehendaki itu yang Allah
- Taala ciptakan.
- Saya teringat dulu itu tahun -an belum
- ada tes
- DNA DNA.
- Satu pasangan suami istri, dua-dua
- putih.
- Tiba-tiba istrinya melahirkan seorang
- anak hitam negro.
- Suaminya luar biasa, suaminya tidak mau
- terima. Akhirnya terjadi perceraian.
- Ya, istrinya terima dengan baik. Dia
- enggak ada pilihan.
- Tapi dia besarkan ini anak dengan kasih
- sayang. Dia didik sampai ini anak sukses
- luar biasa.
- ketika ini anak sudah umur 25 tahun
- kalau enggak salah sekitar itu sudah
- sukses, sudah berhasil kerja dengan
- baik, punya posisi yang baik dalam satu
- perusahaan. Ibunya mengambil inisiatif
- untuk cek DNA, DNA
- antara anak ini dengan bapaknya,
- apa betul ini anaknya atau bukan.
- Dan masalah ini sudah hampir dilupakan,
- sudah 20 tahun lebih.
- Ketika dicek DNA,
- ternyata itu anak dari bapaknya
- ya. Mungkin ada kakeknya mereka, mungkin
- yang warna hitam. Wallahuam.
- Tapi Allah Taala nyatakan dalam bentuk
- mana, warna apa, itu yang Allah Taala
- ciptakan kepada kalian.
- Nah, di dalam peristiwa ini akhirnya si
- suaminya sadari minta maaf dan kemudian
- si perempuan ini menuntut ganti rugi dan
- juga untuk memperbaiki namanya dan
- suaminya ini harus membayar dengan
- jumlah uang yang tidak sedikit karena
- dimenangkan oleh perempuan.
- Itu peristiwa terjadi di
- Nah, hamba Allah yang mulia justru itu
- di dalam Al-Qur'an sesudah Allah
- terangkan dengan bagaimana perkembangan
- kita di alam rahim, Allah Taala
- menyatakan,
- "In takfuru fainnallah ghaniun anum."
- Seakan-akan Allah Taala ingin ee
- mengingatkan kepada kita. Anda sudah
- perhatikan Anda dari mana? Bagaimana
- Allah kembangkan Anda di alam rahim.
- Maka Allah Taala menyatakan, "Anda ingin
- mengambil tindakan kufur, langkah
- kekufuran." Nah, kufur ini
- ya bagaikan pisau yang bermata dua.
- Ada hamba Allah yang kufur nikmah,
- ya kufur nikmat.
- Ada hamba Allah yang kufur dalam akidah.
- Yang paling berat ini kufur dalam
- akidah.
- Tapi tetap kedua-duanya Allah Taala
- menganggap satu bentuk pembangkangan
- kepada Allah Taala. Kekufuran.
- Allah Taala menyatakan in takfuru
- fainnallaha ghaniun anum. Anda ingin
- membangkang kepada Allah.
- Ya Allah Taala menyatakan sesungguhnya
- Allah maha kaya. Allah tidak butuh
- apa-apa dari kita.
- Kita salat, kita bersedekah bukan untuk
- Allah Taala, untuk kita. Tapi itu karena
- perintah Allah Taala yang kita lakukan
- untuk kehidupan kita, untuk diri kita.
- Ada manusia-manusia yang kufur dengan
- nikmah yang Allah berikan kepadanya.
- Karena kalimat syukur
- kebalikannya juga kufur.
- Kalimat iman juga kebalikannya kufur.
- Nah, sebagian mufassirin mengatakan
- kalimat iman itu
- kebalikannya
- musyrik.
- Tapi kebalikan daripada iman
- kedua-duanya masuk.
- Dia kufur kepada Allah dan dia menjadi
- musyrik.
- Di ayat ini seakan-akan Allah Subhanahu
- wa taala menggambarkan kekufurannya ini
- dalam kufur nikmah.
- Artinya semua pemberian-pemberian Allah
- ke dalam kehidupan kita, kita
- membangkang kepada Allah. Seakan-akan
- itu bukan dari Allah Taala. Itu karena
- kepintaran saya sendiri. Itu karena
- kemampuan saya sendiri. Kan banyak
- sering kita dengar demikian. Orang yang
- diberikan oleh Allah menjadi kaya raya
- sama dengan
- ee subhanallah Qarun.
- Sama dengan Qarun.
- Karun mengatakan kepada gomnya, "Ini
- karena kepintaran saya. saya mendapat
- harta ini. Itu dalam Al-Qur'an.
- Begitu juga seorang yang mendapat posisi
- jabatan menjadi pejabat.
- Jangan lupa bahwa itu adalah satu takdir
- dari Allah Subhanahu wa taala yang
- mengamanahkan, menitip amanah ke pundak
- Anda
- supaya jangan lupa tempat berpijak bahwa
- ini amanah. Jangan lupa daratan.
- Maka Allah Taala ingatkan, in takfuru
- fainnallahunum.
- Anda mau membangkang kepada Allah,
- Anda mengambil tindakan pembangkangan.
- Dan biasanya orang-orang kalau dia
- kufur,
- dia itu angkuh
- karena dia lebih percaya kemampuan
- dirinya sendiri. Angkuh. Kalau kufur dia
- angkuh.
- In takfuru fainnallahum.
- Anda mau tunjukkan keangkuhanmu,
- kekufuranmu kepada Allah. Allah Taala
- menyatakan
- Allah zat yang maha kaya. Allah enggak
- butuh apa-apa.
- Malahan di ayat yang lain Allah Taala
- ingatkan, in yasya yudhibkum ayuhan
- biakin wallahuika.
- Kalau Allah menghendaki
- untuk mengenyahkan kalian penduduk
- Jakarta
- semua.
- Inasya yudhibkum ayyuhanas biak.
- Allah Taala enyahkan semua penduduk
- Jakarta. Umpama
- Allah datangkan suami yang apa? Suami
- tsunami yang dahsyat tenggelam semua.
- Allah Taala wafatkan semua.
- Mungkin karena kekufuran, kesombongan
- ya
- atau lupa tempat. Apalagi cuma berbicara
- individu.
- Anda siapa? Seorang yang kaya raya,
- seorang ilmuan,
- seorang jabat pejabat.
- Allah Taala menyatakan kalau Allah ingin
- mengenyahkan Anda dan Allah pindahkan
- Anda ke alam yang Anda belum ketahui,
- alam barzakh,
- dan Allah datangkan yang lain.
- Bagi Allah sangat mudah. Dan di ayat ini
- Allah tidak berbicara kalau seorang
- ribuan orang, jutaan orang. In yasya
- yudhibkum ayyuhanas.
- Kalau Allah menghendaki untuk
- mengenyahkan kalian dari satu tempat
- wahai manusia, berarti beribu-ribu
- orang. Apalagi kalau cuma satu orang.
- Bagi Allah itu sangat mudah.
- Justru itu Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan, "Tapi ingat,
- wala yardibil
- kufur." Tapi Allah Subhanahu wa taala
- sangat tidak senang dengan orang yang
- mengambil langkah menunjukkan kekufuran
- kepada Allah Taala.
- Banyak dalam tindak tanduk kita tanpa
- kita sadari
- kita menunjukkan kekufuran kita kepada
- Allah Taala.
- Banyak contoh.
- Ada hamba-hamba Allah
- ketika dia mendapat rezeki yang berlimpa
- ruah,
- dia makin merendah kepada Allah.
- Dan kalau ada orang yang memuji
- kepadanya atau mengatakan, "Masyaallah,
- Anda ini seorang yang berhasil dalam
- bisnis," dia selalu mengatakan,
- "Alhamdulillah
- had bimasiatillah.
- Alhamdulillah ini karena kehendak Allah
- Taala."
- Itu masyaallah.
- Tapi ada hamba-hamba Allah yang
- menunjukkan kekufurannya kepada Allah.
- Kalau saya tidak mempunyai kemampuan,
- mana mungkin saya akan mendapat posisi
- ini. Nah, subhanallah.
- Berbeda kan antara bumi dan langit
- dengan jawaban hamba Allah yang pertama
- dengan yang ini.
- Biasanya hamba Allah yang mulia, manusia
- itu kadang-kadang lupa tempat berpijak
- karena tiga hal. Karena tiga hal.
- satu karena kekayaannya,
- kedua karena jabatannya,
- ketiga karena
- kemampuannya di dalam ilmu pengetahuan
- sehingga dia anggap bahwa sudah dia yang
- paling tahu.
- Ini biasanya yang paling gampang
- menunjukkan sifat-sifat keangkuhan dan
- kufur kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Tapi Allah Taala ingatkan wala
- yardibadiil kufur. Tapi Allah Subhanahu
- wa taala sangat tidak senang, tidak rida
- kepada hamba Allah yang kufur.
- Apa dia dalam kufur nikmah
- atau dia dalam kufur akidah
- atau dia kufur dalam ibadah.
- Allah perintahkan untuk salat. Dia
- bilang, "Ah, nanti aja dulu salat hanya
- cocok untuk yang zaman-zaman dulu atau
- orang tua-tua."
- Ada banyak yang suka ngomong demikian.
- Padahal salat itu subhanallah,
- subhanallah
- mendatangkan bermacam-macam dalam
- kehidupan kita.
- Wala yard. Allah sangat tidak senang
- orang mengambil kekufuran.
- Saya berikan contoh yang sangat simpel
- aja.
- Contoh yang simpel.
- Saya teringat ada teman saya,
- dia ini mempunyai anak sembilan.
- Sembilan anaknya. Masyaallah dari ibu
- yang satu. Sembilan.
- Di antara sembilan ini ada enam yang
- sudah berumah tangga.
- Jadi sekali waktu dalam perjalanan saya
- dengan dia
- di mobil
- ada berempat
- tadi biasanya kan kita tanya cucu sudah
- berapa, mantu berapa masyaallah saya
- cerita-cerita. Kemudian saya tanya
- kepadanya,
- "Di antara mantu-mantu entum yang lelaki
- mana yang paling Anda sayang?
- yang Anda paling senang.
- Dan apa ada mantu yang Anda sangat bukan
- tidak senang tapi asu tak asu?
- Dia bilang, "Ada ustaz
- ada."
- Siapa mantu yang Anda pering dia b si
- fulan
- dari anak saya perempuan yang bernama
- ini.
- L. Saya tanya,
- "Apa yang menyebabkan engkau lebih
- senang kepadanya?" Paling engkau pilih
- yang paling baik di antara mantu
- daripada yang lain.
- Dia katakan, "Ustadz, dia ini sering
- ditugaskan ke luar negeri. Kadang ke
- Singapura,
- kadang ke Korea, kadang ke Amerika.
- Bangsa-bangsa 1 minggu ada yang 2
- minggu." Saya bilang, "Masyaallah."
- Tapi tiap dia mau berangkat satu minggu
- sebelumnya, dia telepon saya
- karena dia tinggal di rumah sudah
- berbeda.
- Dia bilang, "Pak,
- saya ini ditugaskan saya harus berangkat
- ke Korea.
- Papa mau pesan apa?" Tad saya bawa dari
- sana.
- Nah, biasanya dia bilang, "Ya, biasanya
- saya malu dong untuk mengatakan ya cari
- ini ini aja anda."
- Maka dia katakan, "Sudah, yang penting
- ente berangkat dengan selamat dan balik
- dengan sehat walafiat."
- Begitu juga kalau dia berangkat ke mana
- aja,
- tapi tiap dia datang ada aja yang dia
- bawakan sesuatu.
- Sebenarnya yang dia bawakan itu bukan
- barang mungkin tidak cocok juga bagi
- saya, tapi bukan barangnya yang saya
- nilai.
- Perhatiannya dia yang saya nilai. Coba
- itu hanya seorang manusia.
- Bagaimana lagi dengan Allah Taala?
- Ketika Allah Taala menyatakan inaskuru
- yardahuakum.
- Kalau tadi kan Allah Taala menyatakan
- infuru
- ward kufur
- aku tidak senang orang yang mengambil
- tindakan pembangkangan membangkang
- wain taskuru anak ini mantu ini dia
- menunjukkan
- rasa syukurnya kepada mertuanya dia
- karena mertuanya sudah rida memberikan
- anaknya kepadanya jadikan istri
- Jadi manusia aja yang tidak mempunyai
- sifat arrahman dan arrahim.
- Ketika kita tunjukkan perhatian
- kepadanya, menunjukkan kehormatnya kita
- kepadanya,
- dia masyaallah
- berhati besar membalas dengannya.
- Bagaimana dengan Allah Taala?
- Ketika kita menunjukkan ketaatan kita
- kepada Allah,
- kita pandai mensyukuri dengan nikmat
- Allah Subhanahu wa taala kepada kita.
- Allah taala menyatakan, "Yardahu lakum."
- Allah pasti senang kepadanya. Kalau
- Allah rida kepada salah seorang
- hambanya, masyaallah
- apa aja dia tadahkan tangan. Subhanallah
- sangat mudah untuk Allah Taala berikan.
- Justru itu di ayat ini Allah Subhanahu
- wa taala tunjukkan dua sifat yang sangat
- berbeda. Yang satu bisa mencelakakan,
- menjadikan seorang hamba Allah hidup
- tidak tenang. Yaitu tindakan atau
- langkah-langkah menunjukkan kufurnya
- kepada Allah Taala.
- Kita anggap aja ini kufur dalam nikmah.
- Jangan dulu berbicara kufur yang lebih
- besar. Orang-orang yang kafir tidak
- percaya kepada Allah Taala tidak
- mengakui tentang Rasul sallallahu alaihi
- wasallam itu adalah seorang nabi pesuruh
- Allah subhanahu wa taala. Seorang nabi
- dan rasul. Kita berbicara aja kepada
- orang yang kufur nikmah
- itu. Sehingga Allah Taala nyatakan wain
- tauduallah.
- Anda mau coba-coba menghitung
- jumlah kenikmatan yang Allah berikan
- kepada kita. Luka
- pernah saya ingat saudara-saudara
- sekalian para pendengar yang dimuliakan
- Allah Subhanahu wa taala.
- Kan Allah ciptakan kita di alam rahim.
- Kita itu kalau sudah mulai umur 6 bulan,
- 7 bulan dalam rahim, kita mulai main
- akrobat di dalam mahim. Kita suka
- berbalik-balik di air, berputar-putar.
- Subhanallah. Bayangkan
- dia nikmati jalur-perjalan dalam air.
- Dan kalau dia bisa berkomunikasi dengan
- Allah Taala langsung, kalau bayi ini
- bisa berbicara langsung, dia akan
- mengatakan kepada Allah Taala, "Ya
- Allah, aku tidak butuh tangan. Aku tidak
- butuh kaki.
- Saya lebih senang berbolak-balik di di
- alam rahim ini, dalam air
- tanpak tangan dan tampak kaki. Karena
- memang kalau dia enggak ada tangan,
- enggak ada kaki, dia berbolak-balik
- lebih le lebih lebih mulus, lebih
- gampang.
- Tapi karena Allah Taala zat yang maha
- tahu, Allah Taala tahu
- bahwa tangan dan kakinya dia dia akan
- butuhkan ketika Allah keluarkan dia dari
- alam rahim.
- Masyaallah subhanallah.
- Ada hamba-hamba Allah yang Allah cobai
- ketika dia dilahirkan oleh Allah.
- yang Allah Taala nyatakan tumbukumla.
- Kemudian kami lahirkan Anda menjadi
- bayi.
- Ada yang tidak punya tangan.
- Allah mencobai kepada mereka dengan
- tidak punya tangan.
- Sehingga ketika kita lihat kelengkapan
- yang Allah berikan kepada kita, di
- situlah kita akan bersyukur kepada
- Allah. Ya Allah, ya Rabb. Alhamdulillah
- ketika aku dilahirkan, dilahirkan dengan
- mempunyai tangan dan kaki.
- Justru itu para ulama-ulama mengatakan,
- "Kalau Anda mau ingin lebih bersyukur
- lebih banyak, datangilah tempat-tempat
- yang duafa,
- tempat-tempat orang-orang yang miskin.
- Datangilah ke rumah-rumah sakit
- orang-orang yang anggota tubuhnya sudah
- tidak ada.
- sehingga kita akan merasa lebih
- bersyukur kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Jadi Allah Taala menyatakan
- wain taskuru yardahuakum.
- Perbanyaklah kalian bersyukur.
- Allah bakal sangat senang kepadamu. Tapi
- hamba Allah yang mulia, kita bersyukur
- kepada Allah bukan hanya sekedar
- kita mengatakan alhamdulillah.
- Langkah-langkah kita tiap hari
- itu yang lebih dinilai oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Apa menunjukkan rasa
- syukur atau tidak?
- Dia diberikan oleh Allah Taala kelebihan
- harta.
- Masyaallah, tangannya dia terbuka
- karena dia tahu bahwa Allah memberikan
- ini untuk dia juga membagi kepada
- saudara-saudaranya.
- Allah menjadikan dia seorang dokter yang
- sangat terkenal. Masyaallah.
- Yang berikan kemampuan kepnya di otak
- itu siapa?
- Saya berikan contoh begini.
- Manusia yang sekolah mulai dari SMP,
- SMA, sampai dia kuliah
- itu nampak ada hamba-hamba Allah yang
- mempunyai kelebihan cara berpikirnya.
- Dia mempunyai kelebihan di dalam
- menyelesaikan satu masalah
- itu karena pemberian Allah kepadanya.
- Dokter juga itu banyak berbeda-beda.
- Ada dokter yang diagnosisnya cepat.
- Masyaallah dia hati-hati
- ya.
- Tapi ada dokter dia coba-coba aja dulu
- dengan obat ini, obat itu.
- Enggak berhasil ganti obat ini, ganti
- obat itu. Itu kenyataannya yang terjadi
- dalam kehidupan.
- ketika dia menjadi dokter yang menjadi
- buah bibir orang karena terkenal
- keramahannya
- ya kebaikannya.
- Dia tidak melihat dari soal fulus berapa
- yang harus dibayar. Dia tidak melihat
- bagaimana apa hamba Allah ini saya
- jadikan ATM atau tidak.
- Malahan ada hamba-hamba Allah. Dokter
- ketika dia melihat orangnya ini yang
- tidak mempunyai kemampuan, dia gak mau
- narik bayaran.
- Salah satu tanda bersyukurnya ketika
- Allah menjadikan dia seorang dokter
- dengan kemampuan yang luar biasa
- sehingga cukup terkenal.
- Jangan korbankan masyarakat hanya untuk
- mengumpulkan kekayaan.
- Selipkanlah amal di dalam praktik Anda.
- Ini saya mohon maaf kalau kebutuhan yang
- mendengar ini seorang dokter.
- Karena perjanjian
- antara Anda dengan Allah Subhanahu wa
- taala yang tidak Allah taala jelaskan.
- Kapan Anda akan dipanggil untuk
- dipindahkan ke alam barzak itu tidak
- dinyatakan oleh Allah dalam perjanjian.
- Apa perjanjian kita dengan Allah
- Subhanahu wa taala?
- Allah perintahkan kepada kita untuk
- mengenal kepada Allah, taat kepada Allah
- Taala, menjalankan perintah-perintahnya.
- Itu perjanjian kita ketika kita malam
- pahit. Alastikum bukankah aku Tuhanmu?
- Dan kita semua menjawab, "Bala
- syahidna." Benar, "Ya Allah, kami
- menjadi saksi."
- Berarti dia tahu bahwa dia harus
- mentaati kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Sehingga di dalam ayat yang lain,
- Allah taala berulang-ulang, "Ya
- ayyuhalladzina amanutlah."
- Ya ayyuhalladzina amanutqulah.
- Wahai hamba-hambaku yang beriman,
- jagalah ketaatanmu kepada Allah.
- Masukkan dirimu menjadi hamba Allah yang
- takwallah.
- Subhanallah.
- Jadi di dalam surah ini Allah Taala
- menceritakan ada tiga bentuk macam
- manusia.
- Walaupun dia sudah lalui itu alam rahim
- dan dia tahu bagaimana ketika dia
- dilahirkan oleh Allah Taala dengan
- segala kelengkapan sebagai manusia yang
- dia punyai.
- Diprovide lagi oleh Allah Subhanahu wa
- taala dengan kemampuan otaknya,
- ketajaman otaknya.
- Tapi ada manusia yang fifty-fifty.
- Fiftyfifty 5050.
- Kalau yang tadi kan ada yang mengambil
- tindakan kufur kepada Allah,
- ada yang pandai bersyukur kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Ah yang fy-fifty ini
- gimana?
- Di dalam Al-Qur'an Allah Subhanahu wa
- taala menyatakan dan di dalam ayat ini
- Allah Taala
- ukumunukum
- bimtumalun.
- Allah tidak akan
- meletakkan dosa itu kepada orang lain.
- Artinya si A berdosa, berbuat salah,
- Allah tidak mungkin akan meletakkan
- kepada si B.
- Tapi kontaminasi. Kontaminasi berjangkit
- dosa itu ada. ada berjangkit dosa.
- Umpama contoh
- di antara temannya yang suka minum ya
- suka khamar masuk di hotel apa dia
- khamar di hotel dia mengajak Anda untuk
- duduk bersama-sama saya mau ingin ya
- minum-minum untuk segar-segar dikitlah
- kira-kira begitu ada yang menganggap
- kalau dia tidak minum tidak segar
- kemudian kita temani. Itu namanya
- kontaminasi dosa, terjangkit dosa.
- Bukan Allah meletakkan dosa yang dia
- minum kepada Anda, tapi Anda terjangkit
- dosa duduk dengan orang yang berbuat
- maksiat.
- Dan itu dilarang oleh Rasul sallallahu
- alaihi wasallam.
- Kemudian Allah Taala menyatkan, "Tumma
- ila rabbikum marjukum."
- Jadi, Anda ambil tindakan kufur kepada
- Allah atau Anda pandai mensyukuri nikmat
- Allah. Allah Taala menyatakan kepada
- Tuhanmu, Anda akan kembali.
- Berakhir itu kontrak.
- Kontrak seberapa lama kita akan tempati
- kehidupan ini ah itu yang tidak
- diberitakan oleh Allah Taala.
- Tapi kita mempunya kontak dar Allah
- Taala. Allah Taala memberikan kepada
- kita untuk menempati dunia ini,
- menempati
- bumi Allah Taala ini.
- Tapi kapan berakhir Allah Taala akan
- mengangkat
- ya kayak kita bilang sertifikat hak
- pakai, bukan sertifikat hak milik.
- Kita diberikan sertifikat hak pakai oleh
- Allah Taala.
- Tapi kalau sertifikat hak pakai untuk
- tanah, kalau kita di dunia kita tahu dia
- berakhir kapan.
- Tapi ini sertifikat hak pakai ini tidak
- diberitakan oleh Allah berakhir kapan.
- Nanti Allah Taala menyatakan nanti
- tiba-tiba aja baru Anda akan tahu bahwa
- hak untuk memakai bumi Allah ini sudah
- selesai masuk ke dalam bumi.
- Innahu alimun
- bidzti sudu
- Allah Taala. Faunabbiukum bima kuntum
- tammalun. Nanti Allah Taala akan
- menggabarkan balik kepada kita apa yang
- kita lakukan.
- Kemudian Allah Taala menyatakan,
- "Innahu alimun bidzti sudur." Dalam
- kehidupan kita
- baru niat di dalam dada kita aja itu
- Allah Taala sudah tahu. Kita rencanakan
- sesuatu itu Allah Taala sudah tahu.
- Seberapa banyak kita mensyukuri nikmat
- Allah? Kita berusaha untuk menunjukkan
- bahwa kita bersyukur dengan apa yang
- Allah berikan kepada kita. Itu semua
- diketahui oleh Allah. Sekalipun kita
- tidak berbicara kepada siapap pun juga,
- kita tidak berusaha untuk menunjukkan
- kepada siapa juga, tapi Allah Taala tahu
- apa yang bergejola di dalam dadamu dan
- apa yang engkau lakukan dalam tiap hari
- kehidupan.
- Sekarang kita masuk kepada manusia yang
- fifty-fifty. Ya, saya katakan
- fifty-fifty karena setengah-setengah.
- Allah Taala nyatakan diini.
- Waal insanun
- daahu muniban ilaih. Tapi ada
- manusia-manusia
- ketika Allah benturkan dia dengan satu
- cobaan yang tidak enak,
- dia jadi pintar mensyukuri nikmat Allah,
- pintar berdoa, berusaha berdoa
- betul-betul dalam doanya. Muniban ilaih,
- sangat-sangat khusyuk,
- bersungguh-sungguh dalam doanya kepada
- Allah.
- Tapi Allah Taala menyatakan
- ubuatun minhu nasib.
- Tapi ketika Allah Taala sudah rubah
- keadaannya,
- sudah Allah hilangkan musibah dari dalam
- dirinya, Allah Taala angkat posisinya,
- Allah Taala jadikan dia umpama seorang
- yang kaya raya atau pejabat, dia lupa
- nasih makana yadu ilaihiqr.
- Dia lupa ketika dia susah dalam keadaan
- dibenturkan dengan musibah, doanya
- kepada Allah. Masyaallah luar biasa ya.
- Tapi sesudah Allah, Allah yang rubah
- keadaannya.
- Tapi ayat ini Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan
- hawalahu nikmatan minhu.
- Ketika Allah Taala rubah kondisinya
- memberikan kenikmatan kepadanya yang
- luar biasa, jadikan dia seorang pejabat,
- seorang yang kaya raya.
- Dia lupa
- tempat berpijak, lupa daratan.
- kekufurannya muncul kembali dan bukan
- hanya kufur aja kepada Allah tapi Allah
- Subhanahu wa taala menyatakan
- walaillahian
- dia jadikan tandingan-tandingan dalam
- hukum-hukum Allah
- ya Allah
- kita mau bertanding dengan Allah Taala
- coba aja kalau panas kira-kira jam 1100
- siang
- Matahari kan ini ciptaan Allah untuk
- manusia.
- Coba aja Anda tantang itu matahari
- menghadap matahari begitu kemudian
- berdiam aja 10 menit enggak usah
- ngomong.
- Coba
- di waktu musim panas
- apalagi mau menantang Allah Taala.
- Jadi Allah sudah rubah keadaannya, sudah
- berikan nikmat dalam kehidupannya,
- angkat musibah daripadanya.
- Waja lillahi andadan.
- Dia ciptakan tandingan-tandingan hukum
- Allah. Apa ini tandingan? Wallillahi
- andadan. Tandingan-tandingan hukum
- Allah. Oh banyak kejadian.
- Salah satu ya contoh menciptakan
- tandingan hukum Allah.
- Ada dua manusia yang berperkara,
- si A dan si B. Si A sudah jelas-jelas
- bahwa dia ini terzalimi dengan perbuatan
- si B yang
- tidak pada tempatnya. Artinya sudah
- sangat jelas dengan bukti-bukti yang
- tersedia. Tapi karena si B ini mempunyai
- fulus dibayar,
- maka pengadilan menyalahkan kepada si A
- perlu memenjarakan dia karena terima
- fulus. Itu termasuk menciptakan
- tandingan-tandingan hukum Allah. Karena
- hukum Allah, Allah memerintahkan
- innallaha ymurukum anadul amanati ahli
- wa hakamtum bainanas anahkumu bilil.
- Kalau kalian menghukum antara manusia,
- hukum dengan seadil-adilnya.
- Dia berpikir, "Nanti dulu keadilan ini
- letak di belakang yang penting terima
- fulus dulu."
- Hah.
- Dan bukan hanya sampai situ. Liudillili
- dan juga ngajak kepada teman-temannya
- untuk menyesatkan di jalan Allah
- Subhanahu wa taala yang benar. Maka
- Allah Taala nyatakan
- qul manusia-manusia semacam ini Allah
- nyatakan tamat bikufrikaan
- innaka min ashabinar.
- Silakan
- Anda nikmati kekufuranmu yang hanya
- pendek.
- Hanya pendek.
- Karena sesudah itu anda akan menjadi
- penduduk neraka. Nauzubillah.
- Jadi hamba Allah yang mulia, para
- pendengar yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa taala,
- renungkanlah akan kekuasaan Allah dalam
- diri kita. Perbanyaklah kita bersyukur
- kepada Allah. Rubah tindak tanduk kita,
- kelakuan kita, lisan kita kepada yang
- menyenangkan dan disenangi oleh Allah
- Taala. Maka Allah Taala nyatakan
- yardahuakum.
- Allah bakal senang kepad kalau ada yang
- salah kepada Allah mengharapkan
- magfirahnya.
- Waminallahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian Awat tausiah sore
- bersama Ustaz Zaid M. Mbahmid membahas
- tema mengenai antara syukur dan kufur.
- Ya, telah kita bersama-sama simak Iwan
- Awat ini sudah banyak ustaz yang
- bergabung di WhatsApp Rasil yang menyapa
- kita di sore hari ini juga yang
- bertanya. Langsung saja Ustaz ya bacakan
- yang sudah bergabung di WhatsApp Rasil
- ini ada Bapak Bahroni Anwar.
- Alhamdulillah nyimak terus Ustaz Jad
- Bahmid di sore hari ini. Bapak Abdullah
- Khaliq juga sedang menyimak. Barakallah
- Ustaz atas pencerahannya. Terima kasih.
- Bapak Iwan Caniago sedang menyimak. Ibu
- I Mundari juga selalu menyimak di sore
- hari ini. Bapak AD Tejo. Ibu Ani Cani
- Hudaifah rutin menyimak terus Rasil 24
- jam. Masyaallah, Pak Arwin sedang
- menyimak. Bapak Tejo Sukmono, Ibu Eyang
- Sri, Umi Amaliah, Bapak Mustofa Hasan
- juga Ibu Angit.
- Masyaallah.
- Imam Pratomo, Ibu Lasmiati, Pak Sayan
- Rohili juga Bapak Sujoko, Bapak Nur
- Sumiatno, ada juga Ibu Maria, Bapak
- Abdur Rasid juga ada Bu Rukmini, Pak
- Edwin Saleh selalu setia menyimak
- melalui YouTube Rasil TV, Aliah Yahya,
- Nenek Jamilah Pitriana, dan masih banyak
- lagi yang sudah
- mengirimkan WhatsApp. Terima kasih
- banyak Iban Ahmad. Ini yang pertama
- Ustaz saya bacakan pertanyaan yang masuk
- dari Bapak Rohili di Pulau Gebang.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz J
- ustaz izin bertanya. Seseorang yang
- diberikan kelebihan rezeki yang
- berlimpah namun hidupnya jauh dari Allah
- Subhanahu wa taala. Apakah itu yang
- disebut kufur, Pak Ustaz? Dan bagaimana
- kufurnya orang yang fakir?
- Mohon pencerahannya. Demikian, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa ali Muhammad. Itu benar namanya kufur
- nikmah. Allah sudah berikan
- bermacam-macam dan menjauhkan dirinya
- kepada Allah Taala.
- Itu yang Allah Taala menyatakan
- menjadikan tandingan-tandingan dalam
- hukum Allah. Enggak mau salat, enggak
- mau puasa, enggak mau bersedekah, enggak
- mau zakat.
- itu kufur.
- Hm.
- Kufur total kufur kepada Allah Taala.
- Tapi Allah Taala ingatkan tamata
- bikufrika qil. Silakan nikmati
- kekufuranmu kepada Allahnya pendek. Kita
- mau hidup berapa tahun?
- Taruhlah kita hidup 100 tahun.
- Mulai umur 75 ke atas Anda sudah enggak
- bisa makan macam-macam seperti semula.
- Dan bisa-bisa juga dari 90 sampai 100
- tahun, 10 tahun dia hidup dengan
- penderitaan di atas tempat itu. Sudah
- enggak bisa jalan pakai kursi roda,
- bisa.
- Jadi justru itu perbanyak kita bersyukur
- kepada Allah. Ketika Allah memberikan
- berlimpah ruah kekayaan kepada kita,
- ingat baik-baik.
- Allah ada berikan kelebihan kepada kita.
- Maka mari kita berbuat sebaik-baiknya
- sebagaimana yang diarahkan oleh Allah
- Taala supaya Allah Taala senang kepada
- kita. Jadi kita hidup di dunia enak,
- meninggalnya enak, di alam kubur juga
- enak. Insyaallah terjawab.
- Beralih ke Bapak Sujoko. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz,
- Ustaz, apakah syukur cukup dengan hati
- dan lisan? Bagaimana dengan bersyukur
- dengan amal perbuatan? Demikian, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala Muhammad wa. Memang Allah
- Taala menyuruh kita itu dan menunjukkan
- rasa syukurnya kepada Allah itu bukan
- hanya dalam hati.
- Dalam hati itu kadang kita merencanakan
- sesuatu. Lisan kita bersyukur,
- tapi juga diri kita, badan kita
- menunjukkan kita bersyukur kepada Allah.
- Salah satunya contoh gini, begitu kita
- dengar azan, kita datang ke masjid, itu
- salah satu tanda syukur kepada Allah
- karena kita taat kepada Allah Taala.
- Ada hamba-hamba Allah yang datang
- meminta pertolongan. Apa yang kita bisa
- bantu? kita bantu. Itu menunjukkan rasa
- syukurnya kita kepada Allah Taala.
- Karena Allah Taala perintahkan dalam
- Al-Qur'an
- ya boleh dibilang salah satu perjanjian
- kalau kita beriman kepada Allah salah
- satu perjanjian Allah Taala menyatakan
- ya
- alladina yunfiquuna far w
- orang yang mau bersedekah berinfak dia
- dalam dalam keleluasaan ataupun dalam
- kesempitan
- itu artinya dia bersyukur kepada Allah
- Subhanahu wa taala Allah lebih menilai
- tingkah laku kita, perbuatan kita
- daripada kita
- pandai mengucapkan alhamdulillah,
- tapi dalam tingkah laku kita tidak kita
- menunjukkan kekufuran kepada Allah.
- Insyaallah terjawab.
- Baik, Ustaz. Beralih ke pertanyaan
- selanjutnya datang dari Depok, Bapak
- Haji Raya Sawangan. Ya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Jadmahid.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Pak Ustaz ee ini perasaan saya
- alhamdulillah kalau ibadah
- saya sudah rajin. Alhamdulillah. Tapi
- untuk bersedekah itu yang belum bisa
- saya lakukan. Gimana ini, Pak Ustaz?
- Perasaan seperti ada hutang. Saya juga
- ada perasaan malu, Pak Ustaz, kepada
- Allah. Ini bagaimana, Pak Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala Muhammad wa Muhammad.
- yang bertanya ini kan kita enggak tahu
- kondisi keuangannya.
- Tapi kalau Anda seorang yang tidak
- mampu,
- Rasul sallallahu alaihi wasallam pernah
- ketika mengatakan kepada para
- sahabat-sahabatnya,
- al muslimin sodqah. Tiap-tiap muslim itu
- punya kewajiban bersedekah. Maka
- sahabat-sahabat Rasulullah yang lain
- kaget karena mereka para miskin-miskin
- semua. Kadang-kadang makan di waktu ee
- di waktu siang, malam sudah enggak makan
- karena sudah
- tidak ada tidak ada cadangan makanan
- lagi di rumah.
- Pagi.
- Maka Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan,
- "Kamu lakukan sesuatu yang baik kepada
- saudaramu.
- Fainahqah."
- Itu sudah termasuk sedekah.
- ditanya lagi, "Ya Rasulullah,
- kalaupun dia enggak mampu
- jadi melakukan sesuatu yang baik
- macam-macam."
- Contoh begini,
- Anda lagi jalan
- menuju satu tempat, kemudian ada seorang
- kakek-kakek juga lagi jalan membawa
- sesuatu yang berat. Kayaknya jurusannya
- hampir sama.
- Kemudian Anda mengatakan, "Pak, biar
- saya bawakan itu. Ayo, saya juga menuju
- ke sana." Mari diangkat.
- Itu termasuk Anda bersad.
- Sampai Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan, "Anda senyum aja dengan
- ikhlas kepada saudaramu." Faindah.
- Tapi kalau kita mempunyai kemampuan
- fulus untuk bersedekah,
- jangan kita lupa justru itu fulus jangan
- disimpan di hati.
- Fulus itu simpan aja di kantong
- supaya gampang keluar. Kalau sudah
- simpan di hati, Allah Taala menyatakan
- jamaalan waadada.
- Dia hanya ee
- menimbun-nimbun harta dan
- menghitung-hitung hartanya sudah berapa
- banyak.
- Insyaallah terjawab.
- Ini juga yang sedang menyimak Bapak
- Yuman di Gunung Putri. Alhamdulillah
- telah menyimak dan terima kasih Ustaz
- atas nasihat dan tausiahnya. Juga ada
- Bapak Budi Hartono selalu menyimak
- rasil. Ada juga Ibu Hajah Syaidah juga
- sedang menyimak melalui radio
- silaturahim. Selanjutnya pertanyaan yang
- masuk dari Bapak Hasan, Ustaz di Bogor.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz, ada yang mengatakan katanya
- kefakiran dekat dengan kekufuran.
- Bagaimana harusnya orang fakir biar
- tidak kufur dan seperti apa masyarakat
- muslim berperan untuk menolong
- saudara-saudaranya yang fakir? Demikian.
- Itu memang memang itu salah satu hadis
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengatakan kefakiran itu paling gampang
- orang menjadi kufur. Contoh begini.
- Contoh
- seorang yang seorang punya anak kecil
- ya. He
- mungkin karena dia susah
- kerjaan kena PHK.
- Iya.
- Anak nangis minta susu enggak ada.
- dia sudah berusaha enggak dapat, dia
- mulai berpikir negatif.
- Apa yang saya bisa curi? Saya mau curi
- untuk menyelamatkan anaknya.
- Padahal
- itu salah
- walaupun dia akan menyelamatkan anaknya.
- Ini yang dimaksud akhirnya dia mencuri.
- Dia mencuri bukan untuk memperbanyak
- kekayaan. Dia mencuri karena untuk
- menghidupkan anaknya. Tapi tetap itu dia
- kufur kepada Allah.
- Kufur di dalam ibadah.
- Allah melarang dia dia langgar larangan
- Allah Taala.
- Tapi ada manusia yang lebih setan lagi
- dengan yang demikian.
- Sudah kaya, sudah punya posisi, gaji
- berlimpah ruah, masih korupsi gak.
- Hm. Betul.
- Kira-kira. Jadi justru itu terkadang
- orang kalau dia terlalu fakir
- ada hukum-hukum Allah yang dia langgar
- untuk padahal tidak boleh. Justru itu
- karena dikatakan kefakiran itu dekat
- kepada kekufuran.
- Nah, bagaimana justru itu? Kenapa di
- dalam Al-Qur'an Allah berulang-ulang
- mengatakan waati zakat, berikanlah zaka.
- Mana ada kalimat ya, wakjunazaka
- enggak ada.
- Ai zaka artinya kita punya kewajiban
- untuk mencari dan memberikan. Bukan
- tunggu nanti mereka datang minta. Kita
- harus jel lihat mana keluarga yang susah
- yang pantas untuk dibantu. Bantu itu
- namanya wa zakat. Berikan berikan zakat
- sadaf.
- Kalau kita umpama benar-benar mau
- jalankan ini, ya Allah
- hampir tidak ada orang yang susah di
- negeri Indonesia kalau yang kaya-kaya
- betul
- mengeluarkan zakat yang benar.
- Bayangkan itu orang-orang yang kaya-kaya
- raya itu bukan sedikit banyak
- ya. Tapi terkadang umpama dia bisa
- ciptakan satu sistem,
- satu sistem dia lihat mana rumah-rumah
- yang perlu dibantu.
- H
- kirim orang untuk membawa bantuan ke
- rumah tersebut.
- Bukan kita tunggu di rumah, nanti mereka
- datang kemudian kita suruh antri. Ah,
- itu lain cerita lain. Itu
- kalau dia mempunyai kemampuan, dia bisa
- ciptakan sistem yang baik.
- di kampungnya dia, tempatnya dia, dia.
- Masyaallah. Jadi kita juga umat Islam
- itu tidak boleh bermasak bodoh dengan
- kefakiran di lingkungan kita. Insyaallah
- terjawab.
- Baik dari Eyang Sri. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz
- ZNAHmid.
- Waalaikumsalam warahmatullahi wabar. ini
- tadi menyinggung mengenai pejabat nih.
- Ustaz bertanya, Ustaz ee di negara kita
- pejabatnya sudah gaji besar, fasilitas
- banyak tapi masih korupsi. Ini bagaimana
- hukum Islam? Apakah tidak ditegakkan
- atau bagaimana? Pejabat enggak mau
- bersyukur. Padahal kebanyakan orang yang
- paham agama di antaranya begitu.
- Demikian, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala Muhammad wa ala ali
- memang kenyataannya yang terjadi begitu
- sekarang ini.
- Kenyataannya yang terjadi begitu
- sudah bermacam-macam diberikan oleh
- negara.
- Bayangkan
- sudah berlimpah ruah gaji mau makan pun
- gaji 1 bulan bisa dia makan setahun
- mungkin lebih
- tapi masih serakah masih mau korupsi dan
- memang Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam sudah pernah ingatkan bani Adam
- ya kalau Allah berikan satu gunung emas
- sebesar gunung Uhud
- maka dia akan mengkhayalkan supaya dia
- punya dua gunung emas.
- dikasih dua gunung emas, dia akan
- mengkhayalkan supaya dia punya tiga
- gunung emas sampai nanti tanah yang
- memenuhi mulutnya baru dia berhenti.
- Artinya bakal berhenti ketika dia sudah
- masuk ke alam barzakh.
- Tapi ketika dia berpikir yang normal,
- ada yang sifat namanya qanaah
- ya. Merasa puas dengan apa yang Allah
- berikan kepadanya.
- Nah, mereka-mereka ini karena apa?
- Karena seraka.
- Ini Allah Taala menyatakan dalam
- Al-Qur'an jamaalan waadah. Hanya ingin
- menimbun-nimbun kekayaan dan
- menghitung-hitung.
- Tapi padahal
- ketika datang perintah Allah untuk
- memindahkan dia ke alam barzakh mungkin
- jadi pertengkaran harta-harta yang dia
- kumpulin. Apalagi kalau harta yang haram
- yang dia korupsi. Ya Allah
- itu adalah hak orang banyak, hak rakyat
- yang banyak.
- Insyaallah saya jawab.
- Selanjutnya pertanyaan yang masuk dari
- Bapak Ruslan. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee apakah saya termasuk orang yang tidak
- mensyukuri nikmat? Mensyukuri nikmat,
- Pak Ustaz. Karena saya terlalu sibuk
- dengan pekerjaan sehingga tidak maksimal
- melakukan ibadah-ibadah. Kalau ibadah
- wajib, alhamdulillah selalu saya
- kerjakan, tapi ibadah lain belum bisa
- saya lakukan. Badan sehat, tetapi waktu
- luang selalu tidak ada. Demikian, Pak
- Ustaz. Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shallolli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali Muhammad. Sebenarnya
- waktu itu Allah berikan kepada kita,
- kita bisa manage
- ya
- Allah Taala tentukan waktu-waktu untuk
- kita salat itu sebenarnya juga
- mengajarkan kepada kita untuk kita bisa
- ngatur waktu.
- Jadi terkadang
- kita menganggap waktu kita ini
- tidak ada untuk melakukan satu ibadah
- kepada Allah Taala selain ibadah-ibadah
- yang wajib. Man, terkadang ibadah yang
- wajib zuhur dia salat mendekati asar.
- Tapi justru itu kan di dalam satu ee
- satu peristiwa Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam pernah mengajarkan
- kepada salah satu sahabatnya Rasulullah
- menyatakan supaya jangan kamu tinggalkan
- doa ini. Tiap selesai salat minta kepada
- Allahumma
- inni alaikrika
- wa husni ibadatika. Itu doa yang luar
- biasa.
- Selesai salat. Ya Allah, aku mohon
- kepada-Mu.
- Bantulah aku untuk selalu mengingat
- kepadamu, mendekatkan diri kepadamu. Dan
- bantulah aku untuk selalu mensyukuri
- nikmah
- untuk bersyukur kepad-Mu.
- Jadi, doa itu juga berperan yang perlu
- kita minta kepada Allah supaya Allah
- Taala mempermudah kita selalu mengingat
- kepada Allah, selalu bersyukur kepada
- Allah. Dan yang terakhir doanya itu
- wusni ibadah.
- Dan supaya ibadahku
- makin hari makin bagus, makin baik.
- Coba.
- Jadi kepada Bapak yang bertanya,
- Subhanallah.
- Allah memberikan
- kemampuan di dalam otak Anda untuk
- mengatur waktu.
- Mak ada malaikat akan turun dari langit
- untuk mengatur waktu untuk Anda. Atau
- ada siapa aja yang akan ngatur waktu.
- Anda sudah diberikan kebebasan oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Kebebasan
- untuk mengatur waktu. Tapi terkadang
- kenapa kita merasa kita terlalu sibuk?
- Karena kita lagi mengejar dunia.
- Sehingga
- salat
- ee subhanallah sehingga salat wajib.
- Hanya itu aja yang kita lakukan karena
- kita terlalu mengejar tergila-gila
- dengan kehidupan dunia.
- Insyaallah saya jawab.
- Masyaallah.
- Dari Ibu Aminah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz
- Mahmid.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, tolong sedikit penjelasan tentang
- alam malakut yang sering saya dengar di
- tausiah-tausiah ustaz. Samakah dengan
- alam barzakh? Dari buku yang saya baca
- menjelang sakaratul maut alam malakut
- diperlihatkan. Benarkah seperti itu, Pak
- Ustaz? Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad waa ali
- Muhammad.
- Ibu tidak usah khawatir ingin tahu
- tentang alam malakut.
- Ya, ini alam malakut ini saya sendiri
- ini yang dimaksud alam malakut artinya
- alam yang dikuasai oleh Allah yang belum
- kita sampai, belum kita tahu
- gaib
- ya. Alam barzakh itu alam pemisah.
- Kenapa dikatakan barzak itu artinya
- pemisah
- kubur. Kenapa dikatakan alam barzak?
- Karena kita masuk ke kubur, kita
- dipisahkan dari kehidupan dunia dan kita
- belum bisa sampai ke yaumul akhir.
- Direndam dulu di kubur sampai dikatakan
- alam barzakh.
- Nah,
- kalau kita berbuat baik, beriman yang
- benar kepada Allah Subhanahu wa taala,
- kita enggak usah khawatir dengan
- alam-alam lain, alam malakut, alam
- barzakh. Karena Allah telah memberikan
- jaminan kepada kita.
- Di antaranya Allah Taala ingatkan kepada
- kita sekalian,
- faamma in kanana min ashabil yamin
- fasalamun laka min ashabil yamin. Kalau
- dia kepada kelompok yang beriman,
- kelompok kanan, Allah Taala katakan bagi
- dia perjalanan selamat. Masuk ke alam
- barzakh dengan selamat. dari alam
- barzakh ke akhirat dengan selamat. Tapi
- ada lagi kelompok fit
- ya, kelompok muqarabi.
- Faamma in kanana minal muqarabin
- farauhun waraihanun wa jannatun naim.
- Kalau dia kelompok yang selalu suka
- mendekatkan diri kepada Allah sehingga
- Allah kelompokkan dia menjadi kelompok
- muqarabin. Sebagian mufassirin
- mengatakan kelompok muqarabin ini karena
- ee di di Quran Allah Taala menyatakan ee
- katirun minal akhirin
- katsirun minal awalin walilun minal
- akhirin. sangat banyak terdapat sebelum
- kita sebelum umat Rasulullah kelompok
- muarabin
- dan sedikit
- kepada kelompok kita di akhir zaman.
- Kalau dia kelompok yang muqarabin Allah
- Taala katakan farauhun waraihanun wa
- [berdehem] jannatun naim.
- Kembalinya kita ke alam barzakh
- ya Allah Taala sangat gembira dan Allah
- gembirakan kita dan sudah pasti jaminan
- jannah untuknya.
- Enggak usah berpikir alam malakut, alam
- ini, alam itu, enggak usah. Yang penting
- kita hidup di dunia Allah Taala enggak
- perintahkan kita untuk mempelajari alam
- malakut.
- tidak memerintahkan kepada kita untuk
- pelajari alam barzakh tapi Allah
- memberikan gambaran
- ya innalladina amanu wailhat lahum
- jannatun tajri min tahtihal anhar
- khidina fiha abada lahum fiha azwajun
- mutaharatun
- orang yang beramal baik bagi mereka itu
- pasti surga jaminan bagi mereka dan
- mereka Allah berikan ikan
- pasangan-pasangan
- yang sangat-sangat bersih, mulia dan
- cantik dan indah.
- Pasangan kalau dia perempuan, Allah
- Taala berikan pasangan lelaki atau Allah
- jadikan dia bidadari berpasangan dengan
- suaminya. Suaminya sudah dirubah oleh
- Allah lebih cantik, lebih cakep semua.
- Jadi yang perlu kita perhatikan
- amal ibadah kita insyaallah terjawab.
- Masyaallah. Selanjutnya pertanyaan yang
- masuk dari tidak menyertakan nama dari
- hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee Pak Ustaz, ketika kita telah
- bersyukur atas segala nikmat yang Allah
- berikan, tetapi bukannya nikmat yang
- ditambah, bahkan nikmat tersebut
- menghilang. Apakah kita salah dalam
- mensyukuri nikmat tersebut ataukah ujian
- lain yang kita hadapi? Bukankah janji
- Allah selalu benar, Pak Ustaz? Siapa
- yang bersyukur akan ditambah nikmatnya.
- Mohon pencerahan Ustaz.
- Masyaallah. Masyaallah. Betul. Memang
- ada ayat dalam Al-Qur'an kan Allah Taala
- menyatakan lain sakartum laazidannakum
- wain kafartum innaabiadid.
- Kita bersyukur kepada Allah Taala, Allah
- Taala akan menambahkan kepada kita belum
- tentu bentuk materi.
- Mungkin Allah Taala tambahkan kepada
- kita dalam soal kesehatan.
- Mungkin Allah Taala tambahkan kepada
- kita dalam kehidupan kita lebih
- dihormati dan disayangi orang.
- Macam-macam.
- Tapi ketika Allah Taala beturkan dengan
- satu musibah,
- tergantung bagaimana kita hadapi.
- Kalau kita meyakinkan diri kita bahwa
- ini pasti ada hikmah dari Allah Taala
- untuk membawa kebaikan berakhir dengan
- demikian.
- Karena Allah Taala nyatakan dalam hadis
- qudsi qala Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam qallah
- innani
- abdi
- sesungguhnya aku
- mengikuti sangkaan hambaku.
- Jadi kalau umpama kita dibenturkan
- dengan satu musibah
- jangan kita menyalahkan, mengeluh
- mencari kambing hitam,
- tandahkan tangan kepada Allah. Lakal
- hamdu ya Allah.
- sambil mencari jalan bagaimana untuk
- nanti Allah berikan jalan keluar
- daripada musibah yang kita hadapi. H
- insyaallah terjawab.
- Baik, Ustaz. Alhamdulillah semua
- pertanyaan sudah dibacakan.
- Mungkin sebelum pamit Ustaz disimpulkan
- atau ada yang disampaikan?
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah Subhanahu wa taala. Kita ingat aja
- baik-baik.
- Pandainya kita bersyukur sama dengan
- kita mengundang kecintaan Allah kepada
- kita, keridaan Allah kepada kita. Ada
- saatnya ketika kita memerlukan sesuatu,
- kita menginginkan sesuatu, kita terjebit
- dalam sesuatu. Ketika kita mendedahkan
- tangan, Allah Taala tahu siapa hamba
- Allah yang mendedahkan tangan. Yang
- Allah sangat senang dan Allah ridai,
- pasti Allah Taala akan mengabulkan
- doanya.
- Mudah-mudahan Allah
- Subhanahu wa taalaikan
- kita hamba-hamba Allah yang syakiri.
- Amin ya arhamarahimin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian tausiah sore
- bersama Ustaz J M. Mahmid membahas tema
- mengenai antara syukur dan kufur. Semoga
- apa yang disampaikan banyak manfaat
- untuk semuanya. Saya yang bertugas Pak
- Harani dan juga Yusuf. Subhanakallahum
- bihamdika asadu alla ilahailla anta
- astagfiruka waubu alalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.