Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:12 Khasil TV 0:24 [musik] 0:37 Bismillahirahmanirahim. 0:39 Assalamualaikum warahmatullahi 0:40 wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang disayang 0:43 Allah subhanahu wa taala. 0:45 Alhamdulillah kita dikaruniai kesempatan 0:48 untuk menimba ilmu, memperkaya tabung 0:51 jiwa kita dengan hal-hal terkait apapun 0:55 yang membuat kita menjadi hamba Allah 0:56 yang jauh lebih 0:58 pantas atau layak kelak mendapatkan 1:01 ridho dan surganya. Di acara tausiah 1:04 pagi hadir hari ini juga berharap apa 1:07 yang disampaikan akan membuat kita 1:10 menjadi semakin siap melangkah. Tidak 1:13 lupa salam selawat kita lantunkan kepada 1:15 kekasih junjungan umat Muhammad 1:18 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 1:20 beserta keluarga dan kerabatnya. Ikhwan 1:23 akhwat seperti biasa Kamis pagi tausiah 1:25 akan diisi ditemani oleh Ustaz Abul 1:30 Hidayat Sairoji. Assalamualaikum 1:32 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:34 Assalamualaikum warahmatullahi 1:36 wabarakatuh. 1:37 Sehat? Alhamdulillah. 1:40 Dan belakangan ini begitu banyak godaan 1:43 yang datang bertubi-tubi ya dari depan, 1:46 dari belakang, dari samping, dari mana 1:48 saja yang membuat kita seolah-olah 1:52 bimbang, ragu, bahkan bisa saja porak 1:54 poranda dan tumbang. 1:57 Apakah kalau ini menjadi bagian dari 1:59 bahasan pagi ini 2:02 oke, Ustaz? 2:03 Ya, insyaallah, mudah-mudahan. 2:06 Saya akan mengambil 2:07 salah satu ayat dari surat Al-An'am ayat 2:10 112. 2:11 He eh. 2:12 Yang menegaskan bahwa disebut sana musuh 2:15 para nabi adalah setan. 2:17 Wow, musuh para nabi adalah setan yang 2:20 tentu pastilah juga musuh kita yang 2:23 ingin membuat kita tidak berdaya, yang 2:25 ingin membuat kita porak-poranda dan 2:27 menyerah kalah. Baik, kita simak 2:30 sepenuhnya apa yang akan disampaikan 2:31 oleh Ustaz Abul Hidayat Sairoji terkait 2:34 dengan setanlah, musuh para nabi. 2:37 Silakan, Ustaz. 2:43 Asalamualaikum warahmatullahi 2:45 wabarakatuh. 2:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:47 wabarakatuh. 2:48 Bismillahi alhamdulillah 2:50 alladzi arsala rasulahu bil huda wa 2:53 dinil haq liyuzhirohu 2:56 aladdini kullihi wa kafa billahi 2:59 syahida. 3:01 Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la 3:03 syarikalah 3:05 wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 3:07 rasuluhu la nabiya ba'da. 3:09 Allahumma sholli wa sallim ala sayyidina 3:12 Muhammadin wa ala alihi 3:14 wa shahbihi wa jundihi wa man tabi'ahum 3:17 bi ihsanin ila yaumil qiyamah. 3:20 Masyallah kan wa ma lam yasya lam yakun 3:23 la haula wala quwwata illa billah amma 3:26 ba'd. 3:30 Ayyuhal ikhwan rahimakumullah, para 3:32 ikhwan muslimin dan muslimat di manapun 3:35 Anda dapat mengikuti siaran ini. 3:38 Pertama, 3:40 kami tentu saja harus mengucapkan 3:42 alhamdulillah 3:44 karena betapa banyak nikmat yang sudah 3:46 Allah curahkan kepada kita semuanya. 3:50 Kemudian sebagai 3:52 hamba Allah, kita harus menyadari 3:56 dan kemudian juga harus mensyukuri 3:58 terhadap nikmat Allah itu. 4:00 Karena syukur dan tidak mensyukuri itu 4:03 menjadi satu parameter apakah dia orang 4:05 baik atau tidak baik. 4:07 Kalau kita orang yang tahu diri, tentu 4:09 kita harus memposisikan diri menjadi 4:11 hamba yang pandai mensyukuri 4:14 terhadap nikmat Allah, sekecil apapun. 4:17 Karena kalau 4:19 yang kecil saja kita tidak bisa 4:22 mensyukuri, apalagi yang banyak. 4:24 He em. 4:24 Jadi sedikit ataupun banyak, kita tetap 4:27 menjadi hamba Allah yang pandai 4:28 bersyukur. Kecil pun kita belum tentu 4:31 bisa menghitung, apalagi membalasnya. 4:33 Nah, tiap hari kita dimanjakan oleh 4:35 Allah, dikasih jantung yang terus 4:37 berdetak, 4:40 paru-paru yang terus bekerja, 4:42 sel-sel tubuh ini yang terus-menerus 4:44 enggak pernah berhenti, 4:46 oksigen yang gratis, 4:48 dan lain sebagainya. 4:50 Jadi suatu keharusan kalau memang kita 4:53 ini 4:54 atau sebagai manusia harus 4:57 mensyukurinya. Dan yang tidak normal 4:59 adalah kita 5:01 menjadi manusia yang tidak tahu diri, 5:03 kalau kita tidak mensyukuri terhadap 5:05 nikmat Allah tersebut. 5:08 Para ikhwan rahimakumullah, 5:11 kalau lihat gejala kehidupan 5:15 itu 5:17 seolah-olah 5:18 ada pertarungan antara hak dan batil. 5:22 Pertarungan yang tiada berhenti. 5:25 Gejolak kehidupan selalu silih berganti 5:30 untuk mengambil posisi yang menang atau 5:33 kalah. 5:34 Memang ternyata selain malaikat yang 5:37 diciptakan oleh Allah subhanahu wa 5:38 taala, ada makhluk yang namanya setan. 5:42 Dan ini yang menjadi musuh utama para 5:44 nabi, 5:47 juga pengikut-pengikutnya. 5:50 Jadi apapun yang dilakukan para nabi itu 5:53 selalu dihadang 5:55 dari depan 5:57 dari samping 5:59 dari kanan, kiri, dari belakang, dari 6:01 mana saja 6:02 selalu digembosi. 6:05 Lebih jelas saya bacakan ayatnya 6:08 pada [berdehem] surat Al An'am ayat 112 6:11 Allah berfirman 6:14 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 6:19 Bismillahirrahmanirrahim. 6:22 Wakadzalika ja'alnakum 6:25 likulli nabiyyin aduwan syayatinnal 6:29 insi wal jin. 6:32 Yuhyi ba'duhum ila ba'din zukruf al 6:34 qauli gurura. 6:36 Walau syaa rabbuka ma fa'alu 6:39 fazarhum wa ma yaftarun. 6:42 Sadaqallahulazim. 6:44 Yang artinya 6:46 dan demikianlah untuk setiap nabi 6:49 kami menjadikan musuh 6:52 yang terdiri dari setan-setan. 6:56 Nah, ternyata setan 6:58 ada dua. 7:01 Pernah lihat setan belum nih para 7:03 pendengar? Belum ya, belum pernah lihat 7:05 ya. 7:06 Coba nanti kita cari setan ada apa 7:07 enggak di keliling kita. 7:10 Ternyata setan itu ada dua jenis yaitu 7:12 setan manusia syayatinnal ins wal jin. 7:16 Setan jenis manusia dan setan dari jenis 7:19 jin. 7:21 Ya. 7:21 Yang bagaimana disebut setan manusia, 7:25 setan jin? 7:27 Nah, di sini sebutkan 7:29 yuhyi ba'duhum ila ba'din ila ba'din 7:33 zukruf al qauli gurura. 7:35 Yaitu sebagian mereka membisikkan kepada 7:38 sebagian yang lain. 7:40 Apa yang dia bisikan? Perkataan yang 7:43 indah. 7:45 Sebagai tipuan. 7:48 Nah. 7:50 Coba. Jadi apakah dia manusia? Apakah 7:53 yuwaswisu sudurinnas yang selalu 7:56 memberikan bisikan dalam hati? Tapi 7:59 intinya 8:00 ketika dia mengungkapkan kata-kata, 8:02 menyampaikan kata-kata, membisikkan 8:05 sesuatu 8:06 perkataan 8:08 yang indah dikemas dengan seindah 8:10 mungkin, masuk akal 8:12 mudah dipahami, cocok dengan selera, 8:15 tapi isinya adalah racun. 8:19 Isinya adalah tipuan. 8:23 Nah, kalau melihat di sini kita bisa 8:25 merasakan banyak sekali hoax di 8:27 sekarang. 8:28 Ya. 8:30 Isi kalimatnya indah, misalnya demi 8:32 kemanusiaan. 8:34 Demi perdamaian. 8:37 Untuk persatuan. 8:39 Kebinekaan. 8:42 Dan seterusnya. Tapi isinya adalah 8:45 mengadu domba, memfitnah. 8:48 Dia mengatakan Pancasila, padahal 8:50 dirinya tidak Pancasilais. 8:52 Pancasila dijadikan alat yang kalimatnya 8:55 indah untuk memukul lawan-lawannya 8:57 sehingga terjadi terpecah belah 9:00 menjadikan permusuhan. Nah, 9:02 pekerjaan-pekerjaan 9:03 seperti itu, itulah pekerjaan setan. 9:09 Orang yang mengerjakan termasuk kategori 9:11 setan manusia. 9:15 Ibu-ibu sudah pernah lihat setan ya? 9:18 Ternyata setannya gentayangan di 9:20 mana-mana di keliling kita. 9:23 Jadi tidak salah kalau kemudian ada 9:25 orang kelakuannya itu amit-amit ya, 9:28 membuat rusak saja. Kalau ngomong indah, 9:30 bagus, pintar halus, tapi kelakuannya 9:34 isinya memfitnah, isinya mengadu domba, 9:37 isinya memutarbalikkan. 9:39 Ya, itu dia setan. 9:41 Kalau kemudian kita katakan, "Dasar lu 9:42 setan." Nah, itu benar, pas itu. 9:45 Jadi, jangan marah kalau dikatakan 9:47 setan. 9:48 Jadi, ciri khas daripada setan, baik 9:50 setan yang berbentuk manusia atau yang 9:53 selalu yuwaswisu fi sudurinnas, 9:57 memberi waswas di dalam hati manusia, 9:59 yaitu kemasannya indah, tetapi isinya 10:03 racun. 10:04 Menipu, mengadu domba, memfitnah. 10:09 Kalau dilihat dari gejalanya atau 10:11 karakternya, sifat-sifatnya, 10:14 berarti kita ini 10:16 banyak sekali ya setan-setan 10:18 berkeliaran. Ada setan laki-laki, 10:22 ada setan berdasi, 10:25 ada setan perempuan, ada banyak sekali 10:27 di mana-mana. Di rumah ada, 10:29 jangan-jangan istrinya sendiri jadi 10:31 setan. 10:32 Kalau istrinya sendiri tukang fitnah, 10:34 tukang apa dengan kalimat-kalimat yang 10:37 dibungkus 10:39 secara kamuflase, 10:40 tapi isinya adalah untuk maksud-maksud 10:43 tertentu yang buruk, ah, berarti istri 10:46 sampean itu adalah setan. 10:49 Demikian juga di tetangga kita, kemudian 10:51 juga di misalnya kantor-kantor, 10:55 mungkin juga di antara 10:57 di antaranya ada oknum-oknum sebagai 10:59 pejabat, sebagai pemimpin. Kalau 11:01 kelakuan ciri khasnya selalu saya 11:04 mengucap kan dengan kata-kata indah 11:06 sebagai kamuflase yang dibungkus dengan 11:09 bungkusan yang rapi, kemasannya rapi, 11:11 tapi isinya adalah racun, isinya adalah 11:15 kebohongan, isinya adalah menuduh orang 11:18 lain, memposisikan orang lain, 11:21 kemudian menghancurkan, apa namanya, 11:23 karakternya dan seterusnya, pembunuhan 11:27 karakter, 11:28 itulah namanya setan. 11:32 Maka, 11:34 jika banyak penghuni-penghuni dalam 11:36 kehidupan masyarakat ini tipe model 11:39 setan seperti ini kacau di yang 11:42 dikehendaki di masyarakat kacau. 11:45 Ya, sebagai bangsa yang banyak 11:47 penghuninya setan-setan itu bangsa 11:48 menjadi kacau. 11:50 Saling curiga. 11:52 Saling memfitnah. 11:54 Saling bermusuhan. 11:55 Yang ada kejengkelan. 11:57 Dibuat kamuflase kalimat-kalimat indah 12:01 tapi isinya ingin menguasai monopoli. 12:04 Monopoli ekonomi dan seterusnya. Itulah 12:07 kerjaan setan. Jadi kita sudah jelas 12:09 sekarang bisa melihat 12:11 setan-setan yang gentayangan. 12:13 Malah saking 12:15 saking setannya, saking mantapnya jadi 12:18 setan 12:19 setan sendiri sudah putus asa. 12:22 Dia ngobrol kok sama temannya, Kang saya 12:25 mau berhenti ah jadi setan. 12:27 Loh kok bisa? 12:29 Habis setan selalu jadi kambing hitam, 12:32 jadi tertuduh. 12:34 Orang berzina kemudian orang datang 12:36 mengatakan tuh setan mana itu yang 12:38 menyuruh. 12:39 Ada orang membunuh katanya setan mana 12:41 itu di otak di kepalanya itu. 12:43 Selalu saja setan setiap kejahatan yang 12:45 dilakukan oleh manusia setan yang 12:47 tertuduh padahal kelakuannya manusia. 12:51 Jadi saya mau berhenti jadi setan. 12:53 Lha terus gimana dong yang ngapain? 12:56 Orang manusia sudah lebih dari setan. 13:00 Ungkapan-ungkapan seperti ini sih memang 13:02 benar. Jadi banyak setan itu ternyata 13:04 bukan dari jin saja yang ndak nampak 13:07 tapi adalah yang gentayangan. 13:09 Kadang-kadang setannya cantik luar 13:11 biasa. Matanya indah, hidungnya mancung, 13:14 kulitnya kuning langsat. Kalau jalan 13:16 melenggang melenggang aduhai apalagi dia 13:19 tersenyum masyaallah. Tapi kalau 13:22 mulutnya itu biasa mengungkapkan 13:23 kalimat-kalimat indah tetapi isinya 13:26 racun, menipu, memperdayakan orang lain, 13:29 itulah setan. 13:31 Jadi, setan ada yang cantik juga. 13:35 Tergantung. 13:36 Nah, 13:37 para nabi pada ayat ini dihadang oleh 13:39 setan. 13:42 Kenapa setan ini menghadang? Karena 13:45 kalau nabi pembawa rahmat, pembawa 13:47 kebaikan, 13:49 menunjukkan jalan kebenaran, 13:52 ditunjukkan 13:54 diinformasikan siapa yang Tuhan semesta 13:58 alam, pencipta alam semesta ini. Supaya 14:00 manusia tidak tersesat menyembah kepada 14:03 makhluk, ditunjukkan dan ditunjukkan 14:05 bagaimana cara mengabdi, menyembah, dan 14:08 berbakti kepadanya. 14:10 Tapi setan sebaliknya, justru ingin 14:12 sebaliknya. 14:14 Supaya Allah tidak disembah. 14:16 Supaya manusia menyembah berhala, supaya 14:19 manusia menyembah alam. 14:21 Dengan tipu daya, dengan kalimat-kalimat 14:24 yang muncul pada orang-orang cerdik 14:26 pandai, menjadi filosofi-filosofi 14:29 hidup karena filsafat yang dicetuskan 14:31 dari pemikirannya. 14:33 Ide-ide besar pemikiran manusia dan 14:35 seterusnya, tapi ciri khasnya tadi, 14:38 indah kemasannya, tapi racun di 14:40 dalamnya. 14:45 Jadi, nabi selalu mengajak kepada 14:47 kedamaian. 14:49 Tapi setan menghendaki kekacauan. 14:54 Oleh karenanya, kalau kepingin jadi 14:56 pengikut 14:58 nabi, 14:59 bukan kalau kepingin, kalau menjadi 15:01 pengikut nabi, pasti 15:05 pasti 15:08 dia akan dihadang oleh setan. 15:11 Baik setan manusia maupun setan jin. 15:17 Dan karakter yang kedua, semangatnya 15:19 setan itu, kalau bisa dicegah dari 15:21 depan. 15:23 Dihalangi orang mau berbuat baik. 15:26 Tapi kalau dia kokoh akidahnya, kuat 15:29 dia, maka 15:30 dibiarkan. 15:32 Tapi nanti di tengah perjalanan 15:34 digerogoti. 15:37 Di tengah perjalanan pun 15:39 dia masih bisa mengatasinya. Nanti 15:42 sesudah selesai dia melakukan kebaikan 15:44 itu. 15:46 Dibisikkan 15:48 kalimat-kalimat yang indah. Tapi intinya 15:50 supaya pahalanya itu habis karena 15:54 keikhlasannya menjadi terganggu. 15:59 Saya pernah membaca dalam 16:02 kisah 16:04 bagaimana setan menggoda manusia. 16:08 Ada anak muda yang pulang dari 16:11 nyantri. 16:14 Kalau sekarang pesantren. 16:15 Dia belajar agama. Dia pulang. 16:19 Dengan akidah, wawasan keagamaan, dan 16:21 sebagainya. 16:24 Di satu kampung dia lihat 16:27 He em. 16:28 masyarakatnya menyembah pohon. 16:32 Nah, dari kacamata santri yang dia 16:35 telaah menurut agamanya, Islam. 16:39 Ini tentu ndak benar. 16:42 Kenapa ndak menyembah Allah? Dia 16:43 menyembah pohon. 16:45 Ini sebuah penyimpangan dan dalam 16:48 dalam ajaran keislaman ini dosa yang 16:51 paling besar adalah syirik, mengenyetuku 16:55 menyekutukan Allah. 16:58 Tidak menyembah Allah. 17:01 Dan kemudian dia harus mempunyai 17:04 tanggung jawab amar makruf nahi mungkar. 17:10 Maka 17:11 dia berpikir ini satu-satunya jalan, 17:14 pohon itu harus ditebang. 17:17 Supaya tidak disembah banyak 17:20 manusia-manusia yang bodoh yang enggak 17:22 ngerti. 17:24 Diasahlah kapak tajam-tajam. 17:27 Bismillah dia berangkat untuk menebang 17:29 pohon itu. 17:32 Di tengah jalan dihadang oleh setan. Kan 17:35 yang menghadang kebaikan mesti setan. 17:38 Dia menjelma menjadi manusia. 17:41 Ditanya, "Kisanak, mau ke mana?" 17:44 "Saya mau menebang pohon." "Kenapa kau 17:46 tebang?" 17:48 "Ya itu kan sumber kemusyrikan. Orang 17:51 mah mestinya menyembah Allah, bukan 17:52 menyembah pohon. 17:54 Jadi itu musyrik, kasihan. Jadi harus 17:56 saya bantu. Cara membantunya supaya 17:58 pohon itu tidak disembah saya tebang." 18:01 "Enggak bisa." Kata setan. 18:05 "Jangan kau lanjutkan." 18:06 Terjadilah pertengkaran mulut. 18:09 Sampai terjadi perkelahian. 18:13 Jurus bangau mematuk, 18:15 jurus harimau, 18:18 jurus ini, jurus itu, segala macam. 18:21 Ternyata setan enggak berdaya. 18:24 Kalah dia. Eleh ceuk urang Sunda mah. 18:26 Terdesak terus dia. 18:29 Akhirnya dia nyerah. 18:31 Nyerah dia, kalah. 18:34 Tapi dasar setan namanya, dia licik. 18:37 Gunakan kalimat-kalimat 18:40 yang indah 18:42 dengan tipu daya. 18:45 "Baik, 18:46 saya akui Anda memang luar biasa. Saya 18:49 mengakui kalah. 18:51 Tapi jangan kau bunuh saya. 18:54 Saya berjanji." Tuh kan indah. 18:57 He em. 18:57 "Satu hari Anda menunda saya, 19:01 tidak membunuh saya, akan saya berikan 19:04 satu keping emas." 19:06 Nah kalau satu keping emas itu kan 19:08 lumayan itu, ada 10 gram kali, 19:10 tergantung kepingannya ya. 19:12 "Tiap hari saya sediakan emas untuk 19:14 Anda. 19:16 Nah, mulai nih goyang ini. Dengan 19:18 kalimat-kalimat indah tadi yang isinya 19:21 tipuan 19:23 itu mulai goncang goyah ini. 19:25 Anak muda yang keluaran pesantren yang 19:27 akidahnya kuat, yang dia bertauhid, 19:30 timbul mulai ada perdebatan dalam 19:33 hatinya, pertarungan di hati. 19:36 Aduh, gimana enggak bisa disogok begini. 19:39 Enggak bisa. 19:40 Tapi lalu mikir-mikir lagi. Ya kan ini 19:43 dia tidak melarang. 19:46 Cuma menunda. Karena setan menjanjikan 19:49 boleh kau tebang tapi jangan sekarang, 19:51 tundalah beberapa lama. 19:53 Nanti kalau satu hari Anda menunda, saya 19:56 berikan satu keping emas. Kan ini tidak 19:58 dilarang, dia tidak mencegah saya 20:00 melarang menebang, cuma ditunda dan 20:02 lumayan 20:04 keping emas itu. 20:05 Daripada nunggu honor, nunggu gaji 20:08 berapa tiap bulan. 20:10 Lumayan ini. 20:12 Baik kalau gitu, dia 20:13 dia terima. 20:14 Logika bermain di sini, sa dia 20:17 menjanjikan 20:19 tidak tidak melarang, hanya menunda, 20:22 silakan, tapi diberikan janji 20:26 janji palsu. 20:28 Dan ini termakan. Makanya kalau sudah 20:30 urusan akidah itu sama setan jangan 20:32 kompromi, kompromi mesti kalah. Dia 20:34 licik. 20:36 Pandai. 20:37 Ya. Zukhruf al qauli ghurura. Dia pandai 20:40 menggunakan kalimat-kalimat indah, 20:43 teori-teori indah, tapi isinya adalah 20:45 menipu, racun. 20:48 Baik kalau gitu, tawaran Anda saya 20:49 terima. 20:50 Pulang nih 20:52 si santri ini. 20:54 Sampai di rumah pagi-pagi benar di bawah 20:56 tempat tidurnya, di bawah kasurnya, 20:58 dilihat sekeping emas. Alhamdulillah. 21:02 Berapa gram itu? Kalau 10 gram berapa 21:04 itu di 21:06 ya. 21:07 Satu juta satu gram itu berapa? 21:09 Enggak ngerti emas saya enggak pernah 21:10 jual emas. 21:13 Kalau 900 ribu saja 1 gram kan sudah 21:15 berapa? 900 apa 500? 21:18 Tuh lumayan kan? 21:20 Besok hari kedua ada lagi wah masya 21:23 Allah. Berarti makin nunda makin lama 21:26 semakin banyak diharapkan. 21:28 Dengan alasan secara akidah saya toh 21:31 tidak 21:32 tidak akan berhenti untuk menebang pohon 21:34 itu cuma ditunda. 21:36 Itu hebatnya itu setan itu. 21:40 Nah hari ketiga 21:42 Heeh. 21:42 diteangan teu aya. 21:45 Enggak ada itu emas yang dijanjikan. Nah 21:48 ke mana ini? 21:50 Bolak-balik ke kasurnya enggak ada, di 21:52 bawah bantal enggak ada, di mana-mana 21:53 enggak ada. Timbul marahnya. Kurang ajar 21:57 sih 21:57 setan. Dasar si setan memang penipu. Nah 22:00 kok baru ngomong begitu? Dari dulu juga 22:02 setan itu memang tukang nipu. 22:04 Iya. 22:05 Ke mana ini kurang? Enggak bisa. 22:06 Akhirnya dia asah lagi kapak 22:08 tajam-tajam. 22:10 Enggak ada kompromi sekarang. Harus saya 22:12 tebang pohon itu. 22:14 Berangkatlah dia dengan kampak yang 22:16 lebih tajam lagi. 22:18 Kemudian di jalan dihadang lagi sama 22:20 setan yang kalah kemarin itu. Eh Kang 22:22 arek ka mana? 22:24 Si Akang teh arek ka mana gening eh. 22:27 Kegancangan itu mau pergi ke mana 22:29 cepat-cepat atuh pelan-pelan saja Kang 22:31 slow slow katanya. 22:34 Rupanya sedikit bahasa Inggris juga 22:35 ngerti ini setan ini. 22:38 Lelawanan wae atuh Kang sabar sabar 22:40 heula. Mau ke mana sih? Enggak bisa kamu 22:43 itu setan ya memang dia setan. Emang 22:46 kenapa? Kenapa kamu dusta? 22:49 Ya terus memang mau apa kamu? Kalau saya 22:53 berdusta. 22:54 Hanya bisa terjadi perang mulut dan 22:57 terjadi perkelahian yang kedua. 23:00 Tapi apa dalam perkelahian yang dua? 23:03 Semua jurus-jurus yang dia pelajari 23:05 ternyata eleh di depan iblis tadi, depan 23:08 setan tadi. 23:11 Si santri yang tadinya perkasa hebat 23:14 tadi ini ndak berdaya sekarang. 23:17 Akhirnya 23:18 santri tadi kalah. 23:21 Kok jadi letoy iki yo e. 23:24 Kalah dia terdesak. 23:27 Akhirnya dia nyerah, udah kalau gitu 23:28 saya nyerah. 23:32 Jangan sekali-kali kamu berani menebang 23:34 pohon itu, kalau tidak saya hancurkan, 23:36 saya binasakan. Udah, saya nyerah. 23:39 Cuma saya mau nanya. 23:41 Kenapa kemarin kamu ndak berdaya, kok 23:43 sekarang menjadi hebat digdaya seperti 23:46 ini, sehingga saya yang tidak berdaya 23:48 dan saya kalah? 23:50 Senyum. 23:52 Senyum di kolom si setannya ini. 23:55 Tuh, ingat. 23:57 Kalau kamu kemarin itu berangkat 24:00 motivasinya tuh tulus ikhlas karena 24:04 Allah. 24:05 Ndak ada yang lain. 24:08 Ini yang disebut ikhlas. Kalau 24:11 golongan setan 24:13 itu menghadapi manusia, manusia yang 24:16 ikhlas karena Allah, motivasi 24:18 orientasinya hanya karena serta bagi 24:20 Allah, kami tidak punya daya, mesti kami 24:23 kalah, ndak bisa, ndak mampu. 24:26 Itu rahasianya. 24:28 Nah lalu hari ini kenapa? Iya, nah hari 24:31 ini kamu berangkat perang lawan saya, 24:33 itu karena uang. 24:36 Ayo, ayo ketahuan ya kan, ketahuan dia. 24:40 Kamu berangkat hari ini karena kamu 24:42 marah tidak mendapatkan uang. Jadi kamu 24:44 berangkat bukan karena Allah, tapi 24:46 karena sekeping emas yang tidak saya 24:47 berikan. Itu sebabnya saya menjadi ber 24:50 hebat jadi kuat kuat. 24:53 Nah, di sini dapat pelajaran. 24:56 Jadi menghadapi setan itu tidak boleh 24:58 kompromi. 25:00 Innas syaitona lakum aduwum mubin, 25:02 karena sesungguhnya setan bagi kamu 25:05 adalah musuh yang nyata. 25:08 Jadi yang tidak bisa diperdayakan oleh 25:10 setan adalah orang yang ikhlas karena 25:13 Allah. 25:15 Bukan karena pamrih. 25:17 Apalagi karena riya. Sehebat apapun dia. 25:21 Setinggi apapun ilmunya, sealim apapun 25:24 dia, kalau bukan karena Allah, ah mudah 25:26 bagi setan ngalahkannya. 25:31 Nah, nih kisah ini bisa kita jadikan 25:33 satu pelajaran. 25:36 Dalam menghadapi gejolak kehidupan, 25:38 gentayangannya setan-setan manusia, 25:42 kalau setan-setan golongan jin, kita 25:44 sudah ada penangkalnya. 25:46 Ya. 25:47 Dengan doa muawwidzatain. 25:50 Apa itu? 25:53 Qul, tiga qul. Qul huwallahu 25:55 Qul a'udzu birabbil falaq. 25:57 Qul a'udzu birabbinnas. 26:00 Makanya kalau mau tidur disunnahkan satu 26:02 baca ayat kursi. 26:06 Dihayati ya maknanya, bukan bukan 26:08 mantra, tapi jadikan penghayatan bahwa 26:11 Allah itu Tuhan semesta alam yang tidak 26:13 pernah tidur. Artinya selalu mengawasi. 26:15 Kekuasaan di tangan Allah. Kalau Allah 26:17 kehendaki jadi, yang tidak dikehendaki 26:19 enggak akan terjadi. 26:21 Itu artinya secara tidak langsung kita 26:23 berlindung pada naungan kalimat Allah 26:25 yang sempurna. 26:26 Itu pada ayat kursi. 26:28 Allah yang mengendalikan jagat raya, 26:30 Allah yang mengatur semuanya. 26:32 Jadi enggak ada yang berdaya melainkan 26:33 dengan izin Allah. Kita serahkan kepada 26:35 Allah. 26:36 Yang kedua, Al Baqarah ayat 26:40 dua ayat 26:42 atau tiga ayat akhir. 26:45 Ya, lillahi ma fissamawati wama fil ard 26:48 wa intubdu ma fi anfusikum dan 26:50 seterusnya. 26:52 Kemudian 26:55 Qul huwallahu ahad dibaca tiga kali, al 26:58 falaq tiga kali, an nas tiga kali. 27:00 Ditiupkan tangan kita, diusapkan di 27:02 wajah kita, di tubuh yang bisa kita 27:04 jangkau dengan tangan kita. 27:06 Baru kita pergi tidur. 27:09 Insyaallah itu dijaga oleh Allah. Setan 27:11 ora doyan, demit ora dolet. 27:15 Dengan izin Allah subhanahu wa taala. 27:18 Nah, itu kalau bisa jadi wirid pagi dan 27:20 sore. 27:22 Ditambah lagi ketika kita mau tidur. 27:25 Itu jin dari kalangan setan dari 27:28 kalangan jin. 27:30 Atau kalau kita ke satu tempat ada rasa 27:32 takut dan sebagainya kita diajarkan 27:35 nabi. 27:36 Auzu bi kalimatillahi tamah 27:40 min syarri ma khalaq. 27:43 Atau pada anak-anak yang kita mohon 27:44 perlindungan 27:46 dari Allah u'izuka, bayi kita laki-laki 27:49 u'izuka bi kalimatillahi tamah min kulli 27:52 syaitani wa hammah wa min kulli ainil 27:55 lamah. 27:57 Kita perlindungan bayi itu dari 28:00 tipu daya setan dan dari pandangan mata 28:02 yang jahat. 28:04 Dari buasnya atau bisa binatang buas. 28:09 Kita perlindungan. Itu kalau menghadapi 28:12 setan yang 28:13 tidak kelihatan. Lah, setan yang 28:15 kelihatan, nah ini. 28:18 Kita harus mewas- mewaspadai setiap 28:22 isu-isu hoax yang dilontarkan 28:26 seindah apapun, mengatasnamakan apapun, 28:29 apa itu kebangsaan, apakah itu atas nama 28:32 kemanusiaan, 28:34 atas nama sosial, atas nama apalagi, 28:36 tapi isinya fitnah, menyudutkan orang 28:40 lain, kemudian menjelek-jelekkan, 28:43 mengadu domba, itulah setan. 28:50 Nah, bicara soal setan mengadu domba, 28:52 memfitnah, 28:54 saya jadi teringat di bulan September. 28:56 September ini kan 28:58 banyak peristiwa di bulan September, 29:00 khususnya di Indonesia, G30S. 29:04 S-nya itu S September. 29:06 Pemberontakan PKI. 29:10 Apa kaitannya? Nah, saya 29:12 sudah, walaupun masih anak-anak, SMP 29:15 waktu itu. 29:18 Bagaimana 29:20 PKI dulu 29:21 prolog Gestapu dulu, G30S PKI, itu luar 29:25 biasa. Bertebarannya fitnah, 29:28 memojokkan, ada kiai disebut sebagai itu 29:31 salah satu itu setan desa, antek 29:34 imperialisme, kapitalisme, menguasai 29:37 menguasai tanah, sawah, ladang yang 29:39 luas, dianggap itu tidak keadilan karena 29:42 komunis itu komunal. 29:44 Itu bersama ndak ada 29:46 sama-sama dalam hidup ini. 29:49 Ekonomi 29:50 milik negara, semua untuk negara. 29:53 Jadi, rakyat ndak punya hak milik. 29:55 Jadi, 29:56 dituduh sebagai antek imperialisme atau 30:00 kelompok-kelompok 30:03 apa namanya kapitalisme. 30:05 Kemudian para ustaz dituduh katanya 30:07 dukun santet. 30:09 Macam-macam tuduhannya itu. Akhirnya 30:11 dibunuh, 30:13 dikeroyok massa. 30:15 Sawah punya Pak Haji di serobot, digarap 30:19 oleh dia. Nah, itu kelakuan PKI. 30:21 Prolog Gestapu dulu. 30:24 Mengadu domba satu dengan yang lain, 30:26 menuduh kaum sarungan, santrinya 30:29 dianggap kita ini macam-macam. 30:32 Nah, gejala-gejala seperti ini kok 30:34 rasa-rasanya hari ini banyak sekali 30:36 fitnah-fitnah, tuduhan, menyudutkan yang 30:38 dianggap lawan-lawan. Apakah lawan 30:41 politik, apakah lawan usaha ekonomi dan 30:43 sebagainya. Persis seperti itu 30:45 kejadiannya. 30:48 Nah, itu antara lain ciri-ciri setan. 30:49 Setan dari manusia, jenis manusia. 30:58 Nah, oleh karenanya jangan sampai 31:00 kita ter jebak 31:03 kepada kalimat-kalimat indah tapi isinya 31:06 adalah mengadu domba untuk menghancurkan 31:08 umat Islam untuk menghancurkan bangsa 31:11 Indonesia dan dalam rentetan sejarah 31:14 tertulis jelas 31:17 dengan darah 31:19 bagaimana PKI melakukan pemberontakan 31:22 dan pembantaian kepada tokoh-tokoh 31:26 mas tokoh-tokoh masyarakat khususnya 31:29 para ulama dan umat Islam. 31:33 Tahun 48 pemberontakan Madiun. 31:37 Pesantren diserbu, kiyainya ditangkap, 31:40 dimasukkan dalam sumur. 31:43 Itu kelakuan PKI. 31:46 Tahun 65 sudah bukan rahasia walaupun 31:49 dia mengata menganggap bahwa PKI itu 31:51 korban. Sopo sing ngomong korban? Wong 31:53 PKI yang 31:55 membunuhi para ulama. 31:57 Ya, kalau dibunuh kalau umat Islam yang 31:59 dibunuh, yang diperangi ya umat Islam 32:01 itu bukan manusia dayus. 32:04 Karena dalam ajaran Islam itu diajarkan 32:06 tidak boleh mengganggu apalagi membunuh. 32:09 Membunuh binatang saja ada aturannya 32:11 kok. Kalau yang halal yang boleh dimakan 32:13 itu 32:14 harus diperlakukan dengan baik, kemudian 32:17 di pis tajam pis perta apa tajamkan 32:20 pisaunya, enggak boleh dianiaya dan 32:23 seterusnya. Itu kalau terhadap binatang 32:25 yang halal. Yang boleh dibunuh binatang 32:27 yang membahayakan. 32:30 Pohon saja harus dihormati. Orang bicara 32:33 di abad 20 ini baru mengatakan tentang 32:35 ekosistem 32:37 lingkungan, ramah lingkungan. Islam jauh 32:39 sebelumnya sudah mengatakan, "Jangan kau 32:41 tebang pohon sembarangan." 32:44 Bahkan jangan kau kencing di lubang 32:46 semut. Kasihan semutnya, sampean nguyuh 32:48 toh? 32:49 Semutnya yang kelepek-kelepek. 32:51 Itu sampai begitu ajaran Islam. 32:54 Bahkan ketika digelar pasukan 32:58 mau menghadapi orang-orang kafir, 33:00 Rasulullah berpidato di sana, "Jangan 33:01 kau berharap ketemu musuh." 33:05 Coba. 33:06 Sudah digelar, baru musuhnya belum 33:08 nampak, tapi jelas waktu itu memang. 33:11 Itu Rasulullah memberikan pidatonya, 33:13 memberikan suatu arahan. 33:15 "Jangan kamu berharap ketemu musuh." 33:18 Artinya Islam itu tidak menghendaki 33:20 peperangan itu terjadi. 33:22 Lah kalau bisa ngomong kenapa, kenapa 33:24 mesti perang? 33:25 Kenapa mesti berantem? Kan bisa ngomong, 33:28 kita punya 33:29 bisa berdiplomasi, bisa bermusyawarah, 33:32 bisa duduk bersama. Itu ajaran Islam. 33:36 Tapi kalau musuh itu datang juga, nah di 33:39 sini kamu ndak boleh lari dari medan 33:41 perang. Artinya Islam itu bersifat 33:43 ksatria. 33:46 Tidak boleh mengganggu, tapi satu hal 33:49 dia juga makhluk, umat yang tidak mau 33:52 diganggu. 33:54 Kalau diganggu ya malang-malang putung, 33:56 rawi-rawi rantas. 33:59 Dia ndak pernah mengenal kalah dan ndak 34:00 pernah takut mati, itu orang Islam. 34:04 Tapi ketika orang baik, kita harus lebih 34:06 baik. Jika dia menga- meminta damai, 34:08 kita berikan uluran tangan kita untuk 34:11 damai. 34:12 Dan berbuat baiklah kepada manusia, 34:15 siapapun dia, apakah kafir, apakah 34:18 non muslim, apakah siapa, diperintah 34:21 berbuat baik, apalagi dia dekat, 34:22 bertetangga dengan kita. 34:24 Bersaudara sebangsa, setanah air. 34:27 Jadi perintah untuk berbuat baik. 34:30 Maka ada komitmen dalam kemasyarakatan, 34:33 apa itu sebagai bangsa, organisasi 34:35 bangsa. 34:36 Asal komitmennya itu benar, Islam tidak 34:39 pernah 34:40 melarang, silakan saja bergaul di 34:42 tengah-tengah umat karena kita 34:44 dilahirkan di tengah-tengah umat antar 34:45 golongan, antar bangsa. 34:47 Hanya demarkasinya itu pada hak dan 34:49 batil. 34:52 Selama itu untuk kebaikan, untuk 34:53 kemaslahatan, untuk keadilan, untuk 34:55 kebenaran. 34:59 Itu enggak masalah, Islam mendukung. 35:03 Silakan buat aturan-aturan yang tidak 35:05 bertentangan dengan Allah dan Rasul-Nya. 35:09 Kita mesti baik. 35:11 Tapi kalau dia kemudian curang, 35:13 memfitnah, mengadu domba, membunuh 35:16 apalagi, ya rawi-rawi rantas, tadi 35:19 malang-malang putung dihadapi. 35:22 Karena kesatria yang ditanamkan dengan 35:24 jiwa-jiwa mujahid pada orang beriman. 35:28 Yang di situ tertanam, kita tidak boleh 35:30 mengganggu, menyakiti, mencubit, apalagi 35:33 membunuh. Tapi kita juga tidak mau. 35:37 Diperlakukan seenaknya. 35:40 Maka Rasul mengatakan, syahid termasuk 35:42 di antara orang mati syahid adalah satu, 35:45 menjaga kehormatan diri. 35:48 Kalau keluargamu diganggu, terancam, 35:51 kamu harus bela diri, membelanya. 35:54 Atau hartamu dirampok, kamu punya hak 35:56 untuk membela diri. 36:00 Bagaimana kalau terjadi perkelahian 36:02 kemudian dia terbunuh, dia masuk neraka. 36:06 Bagaimana kalau saya yang terbunuh dalam 36:08 menjaga kehormatan keluarga dan menjaga 36:10 harta benda milikku. 36:12 Dari usaha kejahatan dia, kalau kau 36:14 terbunuh kau mati syahid. Tuh, indah 36:17 sekali Islam itu. Jadi enggak boleh 36:19 mengganggu tapi juga tidak mau diganggu. 36:22 Kalau orang lain damai, kita harus lebih 36:23 damai. Orang [berdehem] lain baik, kita 36:25 harus lebih baik. 36:28 Nah, jadi. 36:29 Di. 36:31 Nah, jadi 36:32 di bulan September 36:34 ini kalau saya sebut sebagai September 36:36 kelabu, walaupun ada lagunya itu 36:38 Desember kelabu. 36:40 Tapi ini karena ini bukan lagu betul 36:41 dalam perjalanan hidup ini antara lain 36:43 yang sangat melukai sejarah bangsa dan 36:47 umat Islam khususnya, peristiwa G 30 S 36:50 PKI. 36:51 Para jenderal dibunuh, para ulama-ulama, 36:54 guru-guru kita, muslimin dibantai, 36:56 anak-anak, santri-santri. Enggak terima 36:59 kita. 37:00 Ya, waktu itu kita lawan. 37:03 Jadi bukan pembantaian sengaja orang 37:05 ditangkepin enggak ngapa-ngapain 37:06 dibunuh, itu pembantaian. Tapi kalau PKI 37:09 yang melawan kemudian kita menjaga 37:11 kehormatan diri 37:14 itu saya kira satu kehormatan, kesatria. 37:19 Nah, oleh karenanya berbagai peristiwa 37:21 yang kita lihat, banyak hoax sana 37:23 mengadu domba, memecah belah, memfitnah, 37:26 itu kerjaan setan. 37:29 Yang menghadang kebaikan-kebaikan yang 37:32 ingin keadilan, yang ingin kebaikan, 37:35 yang ingin ketentraman. 37:37 Maka kalau 37:39 sekarang ada kiai, ada mubalig, ada 37:42 ustaz diancam dibunuh, itu jelas kerjaan 37:46 setan. Karena ustaz kan mengajarkan 37:48 kebaikan, ngajak ibadah, ngajak 37:50 kemaslahatan, amal saleh. Kok dihadang 37:53 sama dia dibunuh? 37:55 Diancam, wah itu berarti setan. 37:59 Nah, jangan lupa 38:03 setan pun 38:05 itu punya jaringannya, jaringan setan 38:07 namanya. 38:08 Baik, dia pun ada kerja sama, ada 38:10 komplotannya. 38:12 Walladzina kafaru ba'dhuhum auliya'u 38:15 ba'dh. Orang-orang kafir 38:17 ya, termasuk jin-jin dan manusia-manusia 38:19 jahat ini 38:20 mereka berkomplot, ada 38:22 persekongkolannya. Dalam rangka melawan 38:24 kebaikan, melawan kebenaran, melawan 38:26 keadilan, 38:28 melawan ketentraman, ingin menghancurkan 38:30 yang dianggap lawan-lawannya. Dia 38:31 bersekongkol, ada teman-temannya. 38:34 Jadi kalau ada ustaz tiba-tiba diserang, 38:36 nah itu berarti ada yang nyuruh. 38:38 Siapa yang nyuruh? Setan. 38:41 Yang disuruh setan. 38:43 Kenapa kamu katakan setan? Karena dia 38:46 tidak suka kepada kebenaran. 38:49 Kebenaran yang bagaimana? Yang 38:51 disampaikan oleh para kiai, para ustaz, 38:53 para mubalig. Kan ulama mubalig itu 38:55 mengajak pada kebenaran. 38:57 Kalau pun kemudian agak pedas sedikit 38:59 itu kan merupakan kritik, itu kan 39:00 nasehat penting dalam hidup ini. 39:03 Orang yang enggak mau dinasehati, enggak 39:05 mau dikritik itu namanya anak Firaun di 39:07 abad modern. 39:10 Atikang atikung, tapi kalau yang benar 39:12 ya kita saring, benar enggak itu 39:14 kalimatnya? Kalau benar ya untuk 39:15 perbaikan. 39:17 Nah, saya kira ini mudah-mudahan di 39:19 bulan September ini peristiwa-peristiwa 39:23 berdarah 39:24 terutama yang dilakukan oleh PKI dengan 39:26 gayanya mengadu domba, memfitnah, 39:28 penyusupan, infiltrasi 39:30 itu tidak terjadi di kemudian hari. 39:34 Sehingga kita bernegara, berbangsa, 39:37 bermasyarakat, masyarakat yang diberkati 39:39 oleh Allah Subhanahu wa taala, jauh dari 39:42 berbagai macam pertikaian. Wallahualam 39:45 bissawab. 39:48 Masyaallah. 39:50 Perjuangan untuk menolak melakukan 39:52 kejahatan atau melaksanakan kebaikan itu 39:55 penuh dengan tantangan. 39:59 Memang kemenangannya sekali-kali, tetapi 40:01 kekalahannya berkali-kali. Dan itu semua 40:05 kalau mau kita bilang ulah setan, 40:08 bisa jadi itu setan yang ada di dalam 40:10 diri kita sendiri. Baik, kita jeda 40:11 sejenak sebelum nanti ke pertanyaan yang 40:14 telah Anda kirimkan untuk dijawab oleh 40:17 Ustaz Abul Hidayat Sairaji. Tetap 40:19 bersama Rasyid untuk Islam yang satu. 40:59 [musik] 41:07 [musik] 41:09 Sungguh nikmat orang yang sudah mendapat 41:12 perhatian Allah dan Rasul-Nya. 41:15 Jika perhatian dari atasan, pejabat, 41:18 [musik] dan orang-orang yang berkuasa 41:20 saja sudah bisa membuat kita kegirangan. 41:23 [musik] 41:24 Bagaimana jika perhatian itu datang dari 41:26 pencipta alam semesta beserta ciptaannya 41:30 yang paling indah, yaitu Baginda Nabi. 41:35 Apa lagi yang kita cari di dunia selain 41:37 dua hal tersebut. 41:43 [musik] 41:44 Perhatian tadi bisa didapat hanya jika 41:47 kita beramal saleh, apa pun bentuknya. 41:50 Bisa dengan [musik] tenaga, harta, 41:53 pemikiran, dan lain sebagainya. 41:57 Namun amalan yang paling menyenangkan 41:59 Baginda Nabi adalah memperjuangkan 42:02 ajarannya, meneruskan perjuangan beliau 42:06 berdakwah di jalannya. 42:11 [musik] 42:12 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 42:15 Radio Silaturahim dan pemirsa Rasya TV 42:18 bersama-sama berjuang bersama Radio 42:21 Silaturahim dengan berdonasi ke nomor 42:24 rekening berikut. 42:34 [musik] 42:41 [musik] 42:57 Terima kasih masih tetap bersama Rasya 42:59 TV untuk Islam yang satu. 43:01 Ustaz, kalau ada yang bertanya 43:04 kalau kita jadi teman pengikut hawa 43:06 nafsu 43:07 bukankah itu berarti kita berteman 43:09 dengan setan karena menyebabkan hati 43:11 menjadi berpenyakit tetapi bagaimana 43:14 mengenalinya teman yang membawa hawa 43:17 nafsu kalau kita sendiri memang suka 43:20 bernafsu? [tertawa] 43:21 Iya. 43:22 Iya. 43:23 Ayyuhal ikhwan rahimakumullah 43:26 nafsu itu bukan setan, nafsu itu adalah 43:29 satu perangkat yang sebenarnya 43:32 ditempatkan, dijadikan manusia punya 43:34 nafsu maksudnya men 43:36 hendak dikelola supaya dia menjadi suatu 43:38 energi 43:39 memberikan dorongan untuk melakukan 43:41 suatu kebaikan 43:43 satu kekuatan, energi 43:45 karena manusia diberikan tugas yang amat 43:47 berat mengelola dunia ini. 43:50 Jadi tergantung seperti mata pisau mau 43:53 digunakan untuk apa. 43:54 Heeh. 43:55 Nah, [berdehem] setan dalam hal ini 43:56 memang menggunakan hawa nafsu sebagai 43:59 gerobaknya 44:00 untuk menarik perbuatan manusia itu ke 44:03 arah menjadi pengikut setan kalau kita 44:05 mengikuti apa yang jadi bisikan setan, 44:07 bisikan nafsu. 44:09 Jadi nafsu itu dijadikan alat buat dari 44:12 setan, maka kita harus kendalikan. Kalau 44:15 nafsu itu dia dapat di dominasi oleh 44:19 pertimbangan akal budi yang didasarkan 44:22 pada keimanan, nafsu menjadi nafsul 44:24 mutmainnah. Dia enggak mau dengar 44:27 tipu daya setan, dia enggak mau karena 44:29 sudah begitu macam menjadi super ego. 44:32 Artinya dia sudah terlatih, sudah 44:34 terdidik, sudah terarah. 44:36 Mampu mengendalikan dengan izin Allah, 44:39 mampu dapat dikendalikan. Jadi dia 44:41 arahnya selalu positif, insyaallah. 44:44 Jadi tergantung manusianya, kalau 44:46 makanya jangan 44:47 mengikuti apa yang menjadi selera nafsu. 44:49 Kita kendalikan nafsu itu sehingga setan 44:51 tidak mudah mengu 44:53 memperdayakannya. Wallahualam. 44:55 Iya, dan nafsu untuk melakukan kebaikan 44:58 bukan nafsu ya, Ustaz? 44:59 Ya, nafsu namanya nafsul mutmainnah. 45:02 Oke. 45:03 Ehm. 45:04 Ini pertanyaannya, "Assalamualaikum, 45:06 Ustaz. Menyimak dan mendengar Ustaz 45:09 Abul, mau tanya nih. 45:11 Apa yang disebut setan modern? 45:13 Modelnya itu bagaimana, Ustaz?" Dari 45:16 Bapak Sunan. 45:18 Eee, saya kira seperti yang saya uraikan 45:20 tadi, ciri khasnya disebut dalam Alquran 45:22 adalah yuhyi ba'duhum ila ba'din 45:25 zukrufal qauli gururo. 45:28 Mereka biasa meniup-niupkan, 45:29 mengisu-isukan, menghembus-hembuskan 45:33 kalimat-kalimat indah. 45:35 Apakah lewat tulisan, apakah lewat 45:37 secara verbal atau lewat sekarang sosmed 45:40 atau apa, tapi dia ada 45:43 ada maksud di balik kalimat-kalimat 45:46 tadi. 45:47 Ehm. 45:47 Yang maksudnya adalah mengadu domba, 45:49 memfitnah, menyudutkan yang dianggap 45:51 lawan-lawannya. 45:53 Supaya kebaikan itu tidak terlaksana dan 45:55 yang terjadi adalah keburukan-keburukan. 45:58 Nah, itulah ciri daripada setan. 45:59 Siapapun dia. Kalau ada pejabat yang 46:02 seperti itu namanya pejabat setan 46:03 namanya. Kalau ada seorang ekonom, orang 46:06 kaya, konglomerat yang kelakuan seperti 46:08 itu untuk menyudutkan lawan-lawan 46:11 usahanya, itu juga setan namanya. Nah, 46:13 ada kalau orang awam yang kelakuan 46:15 seperti itu juga namanya setan, setan 46:17 dari jenis manusia. Wallahualam. 46:21 Iya, ini dari Ibu Tini. Assalamualaikum 46:25 Ustaz. 46:25 Waalaikumsalam warahmatullah 46:27 wabarakatuh. 46:27 Semoga diberi kesehatan dalam rahmat dan 46:29 karunia Allah. 46:32 Terkait dengan tema pagi ini, bagaimana 46:34 dengan seseorang dalam hal ini wanita, 46:37 ibadahnya rajin, ilmu agamanya luas, 46:41 tapi aurat enggak ditutup Ustaz. Apa 46:43 yang terjadi? Apakah ini bagian dari 46:47 sang setan tadi? 46:48 Iya. 46:49 Iya, kita tidak bisa memvonis begitu 46:52 saja, tapi yang jelas ibadah bagus, ya, 46:56 ilmu jelas satu keharusan, tidak menutup 46:59 aurat dosa. 47:01 Nanti bagaimana? Ya, itu nanti Allah 47:03 yang lihat nanti menimbang baik buruknya 47:05 akan ditimbang. 47:06 Yang salah mesti akan dapat hukuman, 47:08 jelas. Hukuman di akhirat adalah neraka, 47:11 kecuali dia bertobat. 47:13 Jadi, simpel saja sih. Kalau baik 47:15 dapatnya baik wamayakmal 47:17 misqala dzarratin 47:18 Heeh. 47:18 khairan yarah, wamayakmal misqala 47:21 dzarratin syarran yarah. Jadi, kalau dia 47:23 masih mencampuradukkan, 47:25 dia ngerti tapi dia masih lakukan, nanti 47:27 urusannya disidang di akhirat nanti. 47:30 Ada mahmilub, mah mahkamah 47:32 kalau dulu mahmilub PKI di sidang di 47:35 mahmilub. 47:36 Mahkamah luar biasa di akhirat nanti. 47:38 Kita akan ditanya apa yang kita katakan, 47:41 apa yang kita perbuat, apa yang kita 47:42 makan, itu semua akan di ditanya. Di 47:45 hisab. 47:46 Dan enggak ada yang terlewat. 47:47 Enggak ada yang terlewat, walau sebesar 47:49 dzarrah. 47:49 Heeh. 47:50 Wallahualam. 47:52 Mudah-mudahan kita selamat dari yang 47:53 terlewat-lewat tadi. 47:55 Baik, yang berikutnya dari Bapak Zaki di 47:58 Tangerang. 48:00 [berdehem] 48:00 Ehm, ayah saya 48:03 Oh, bukan. Ini dari hamba Allah. Ayah 48:05 saya sakit sudah hampir 8 bulan dan saya 48:09 harus meninggalkan semua kesibukan saya 48:12 untuk merawat beliau. 48:14 Terbesit jenuh, 48:16 bosan, 48:17 lelah. 48:19 Apakah ini bagian dari setan juga, 48:21 Ustaz? Mohon nasihatnya agar saya bisa 48:23 istikamah karena berat sekali ujian ini. 48:28 Iya. 48:28 Nah, itu setan membisiki kalau bisa 48:30 tinggalkan. Ngapain lu capek-capek 48:33 ngurusin gitu. Nanti kamu diberikan 48:35 bayangan. Asyaitonu yaidukumul faqro. 48:39 Wayamurukum bil fahsya. Setan itu 48:41 membayang-bayangi bayangan yang buruk. 48:44 Nanti kamu bagaimana, nanti kehidupan 48:45 kamu gimana, nanti terus saja itu 48:48 bayangan. Nah, itu bayangan dari setan. 48:50 Terus menyuruh yang fahsya, yang jelek. 48:52 Tinggalkan orang tua. 48:54 Jangan enggak usah berbakti, ngapain, 48:55 hitung-hitungan matematika, macam-macam 48:58 dengan berbagai macam cara. Nah, saya 49:00 kira 49:01 dengan orang tua sakit itu sebenarnya 49:03 Allah sedang memberikan kesempatan Anda 49:06 untuk me 49:09 memenuhi pundi-pundi iman dan amal saleh 49:12 Masyaallah. 49:13 supaya Anda bisa masuk surga. 49:15 Amin. 49:16 Sabar, tetap ditekuni. Insyaallah dengan 49:18 mohon pertolongan Allah, insyaallah yang 49:20 lain nanti Allah akan menolong Anda. 49:22 Enggak usah khawatir. Kalau Anda lakukan 49:24 dengan ikhlas, dengan tulus ikhlas, 49:26 insyaallah nanti ke sana Allah pun akan 49:28 menolong Anda. 49:29 Jadi, jangan diikuti bisikan-bisikan 49:31 setan itu. 49:32 Wallahualam. 49:34 Baik, dari Mbak Femi 49:37 di Tebet. Ustaz, mirisnya sekarang ini 49:41 banyak di antara umat muslim yang 49:43 betul-betul terperdaya oleh rayuan setan 49:47 yang ditiupkan di antara umat muslim ini 49:49 juga. 49:50 Sampai rela mengorbankan sesama muslim 49:53 yang tidak berdaya. 49:54 Bagaimana kiatnya untuk menangkal tipu 49:57 daya setan di antara kita ini, Ustaz? 49:59 Terima kasih. 50:01 Tadi antara lain, setan itu enggak akan 50:03 berdaya 50:05 kalau kita ikhlas. 50:07 Artinya ikhlas itu 50:10 hatinya murni. 50:12 Perbuatannya murni yang dilatarbelakangi 50:14 karena Allah, motivasinya karena Allah, 50:18 dan berjalan di atas kebenaran Allah. 50:20 Dan apa yang kita lakukan itu kita 50:21 persembahkan hanya untuk Allah tanpa 50:23 pamrih. 50:25 Dan setan itu tidak akan kalah dengan 50:27 ilmu orang pintar, orang alim. 50:30 Ada saja caranya setan itu. 50:32 Dan setan itu bisa saja tidak akan 50:35 menjadi 50:36 kalah karena orang-orang ahli ibadah. 50:40 Bahkan cara setan juga pintar. 50:43 Ada dua cara, ifrad dan tafrid. 50:46 Cara menggoda, metodenya, caranya. 50:49 Kalau orang yang tidak bisa di cegah, di 50:52 apa berbuat baik, 50:54 ibadah umpamanya di 50:57 dicegah itu enggak bisa, 50:59 orang berbuat kebaikan itu enggak bisa 51:01 dicegah, 51:03 maka didorong. 51:05 Didorong terus, didorong terus, didorong 51:07 terus, tetapi sampai melampaui batas. 51:10 Ehm. 51:11 Ibarat balon yang ditiup. 51:13 Meletus juga. 51:14 Terus ditiup, tiup, tiup. Nanti kalau 51:16 sudah besar tusuk du apa jarum dikit 51:19 saja dia meledak dengan sendirinya. 51:21 Jadi kalau orang ahli ibadah dicegah 51:23 enggak bisa, diteruskan terus, tapi 51:25 nanti di susupkan di dalam hatinya riya, 51:29 Ehm. 51:29 pamer. 51:30 Nih loh aku, kebanggaan, 51:32 sombong, dan seterusnya. 51:35 Nah, ini bahaya. 51:36 Orang derma memang senang berderma, ber 51:38 tuh dicegah enggak bisa dari depan, 51:41 terus didukung sehingga dia berlebihan 51:43 melampaui batas, kemudian ditanamkan 51:46 kebanggaan, pamer, riya. 51:48 Hancur juga. 51:50 Nah, kepada orang yang lemah ditekan di 51:52 bawah garis. 51:54 Terus ditekan, ditekan, ditekan, 51:56 ditekan. Jadi makin jauh. Nah, itulah 51:58 cara setan. Maka luar biasa. Nah, 52:00 caranya tentu berpegang teguh kepada 52:02 kitabullah. Karena Rasulullah bersabda 52:04 waktu menjelang akhir hayatnya. Taroktu 52:07 fikum amroin la tadilu mata masaktum 52:09 bihi ma kitabullah wa sunnata nabihi. 52:12 Masyaallah. 52:13 Berpegang teguhlah kamu dengan dua yaitu 52:16 dari Alquran dan sunah nabi. Karena 52:18 dengan berpegang teguh pada keduanya 52:20 kamu tidak akan sesat selama-lamanya. 52:22 Jadi berbuat baik seperti apapun kalau 52:25 ada sebersit saja 52:27 tempat untuk setan hadir, asyik. 52:31 Jadi kesombongan 52:33 yang tanpa disadari meskipun hanya di 52:35 dalam hati. Ustaz dari Singapura dari 52:38 Nurjamah binti Madio. Kami menyimak 52:42 wahai guru Ustaz Abul Sairoh Abul 52:45 Hidayah Sairoji. Salam silaturahmi dari 52:48 kami semua di Singapura. Syukron dengan 52:51 tausiahnya yang sangat bermanfaat. 52:53 Amin. 52:54 Dan emm pertanyaan yang dari hamba Allah 52:57 tadi yang belum sempat saya sampaikan 52:59 adalah 53:01 Ustaz, sekarang setan sudah pensiun. 53:04 Manusia sudah lebih suka melakukan yang 53:07 biasa ditawarkan setan. Apalagi kalau 53:10 diganti jadi kambing hitam. Pada malas, 53:12 Ustaz. 53:12 Emm. 53:13 He eh. 53:14 Ya, komentar. Terima kasih komentarnya. 53:16 Jadi hati-hati jangan sampai nanti kita 53:19 yang mewarisi ilmu-ilmu setan. 53:21 Emm he. 53:22 Naudzubillahiminzalik. Kita berlindung 53:24 pada Allah. 53:24 Audzubillahiminasyaitanirrajim. 53:27 Sering-seringlah berlindung. Maka sekali 53:28 lagi jadikan tiga qul tadi menjadi 53:31 wirid. 53:33 Qul. 53:33 Ya, qul kalau hati agak kurang gelisah, 53:35 macam-macam, kurang bagus, baca itu. 53:38 Qulhuwallahu ahad. Ya, qul [mendengus] 53:40 audzubirabbil falaq, qul 53:41 audzubirabbinnas. Wallahualam. 53:44 Benar apa yang dikatakan Pak Ustaz 53:47 tentang komunis. Dulu pada tahun 65 saya 53:50 sendiri menyaksikan kekejaman komunis. 53:52 Ustaz, 53:54 bagaimana dengan komunis gaya baru saat 53:56 sekarang ini untuk mengenalinya? 53:59 Ya, kita hanya bisa karena memang kalau 54:01 secara formal, legal formal, PKI kan 54:04 sudah dibubarkan. 54:05 He em. 54:06 Walaupun antek-anteknya ini masih terus 54:10 berupaya karena komunis itu kan 54:13 satu partai yang kalau secara legal itu 54:16 bisa di, tapi kan dia sebuah ideologi 54:18 dengan keyakinan. 54:21 Jadi bisa saja PKI-nya sudah tidak ada 54:23 dalam arti partai komunis tidak ada, 54:25 tapi gaya-gayanya, 54:27 cara-caranya dia akan tetap berjuang 54:29 untuk menjadikan Republik ini menjadi 54:32 negara komunis 54:34 dan mengganti Pancasila dan 54:35 Undang-Undang Dasar 45 itu tetap menjadi 54:37 satu ideologi. 54:39 Itu apa harga mati juga buat dia. Maka 54:41 dia akan berusaha merubah konstitusi. 54:45 Sekarang sudah mulai Pancasila mulai 54:47 diutak-utik. 54:49 Nanti supaya di ini, supaya di itu dan 54:51 sebagainya. Kegiatan keagamaan di 54:54 sekolah sudah mulai 54:56 diutak-utik diganti dengan budi pekerti. 54:58 Terus kemudian penghapusan para 55:01 nama-nama pahlawan, pejuang-pejuang 55:03 Islam dalam sejarah. Nah, ini antara 55:06 lain 55:07 ciri-ciri khasnya itu. Ya, ciri-cirinya 55:10 begitu. Memutarbalikkan fakta, ya. 55:14 Maling jadi hansip, yang hansip dituduh 55:16 maling. Nah, itu kerjaan PKI itu gaya 55:19 baru modelnya begitu dengan perang 55:21 mental, perang urat saraf. Kemudian 55:24 memfitnah, menyudutkan yang dianggap 55:26 lawan-lawannya, 55:27 suka berbohong 55:30 dan membuat apa namanya corgan cor 55:33 corgan apa namanya? 55:35 Jargon. 55:36 Jargon, ya? 55:37 Jargon. 55:37 Jargon, kebalik. 55:40 Jargon-jargon yang isinya adalah 55:42 memfitnah, enggak suka dengan ke 55:45 kehidupan keagamaan. Nah, itu antara 55:47 lain ciri-ciri 55:48 ciri-ciri komunis, wallahualam. 55:51 Well, berikutnya nih hamba Allah, 55:54 "Ustaz, tawaran kerjaan dengan gaji 55:56 tinggi tapi menebar racunnya, racun isu. 56:00 Hasutan setan apa 56:03 apa-apa ini, Ustaz?" 56:06 Ia mengajak bersekongkol pada keburukan. 56:11 Quran melarang. Yang diperintah itu 56:13 ta'awanu alal birri wa taqwa, wala 56:15 ta'awanu alal ismi wal udwan. 56:19 Pertolong-tolonganlah kamu kepada 56:21 kebaikan dan takwa. Jangan 56:24 pertolong-tolongan terhadap keburukan 56:26 dan permusuhan. 56:28 Jadi, kalau kita berkomplot atau 56:30 berserikat, bergabung dengan orang-orang 56:33 yang kerjanya memfitnah, 56:35 hoax dan segala macam, walaupun dibayar 56:37 setinggi langit, berarti kita kompromi, 56:39 bukan kompromi, menjadi komplotan, 56:42 bagian dari komplotan mereka. 56:44 Jadi, tetap kita 56:46 terseret-seret. Kalau biangnya masuk 56:48 neraka, ya, buntutnya juga akan masuk 56:50 neraka juga, naudzubillahiminzalik. 56:52 Termasuk komplotan, jaringan-jaringan 56:54 seperti itu. Maka, kita netralisir. 56:57 Maka, saya bilang demarkasi Islam itu 56:59 pada hak dan batil. Siapapun dia kalau 57:01 mengajak maksiat, mengajak bermusuhan, 57:04 itu berarti musuh. 57:06 Berarti itu setan. 57:08 Apakah manusia apa jin atau siapapun 57:10 namanya, nah, itu kita diperintah di 57:12 dalam Alquran banyak sekali disebut 57:14 innahu lakum aduwum mubin. 57:16 Sesungguhnya dia, setan itu musuh bagi 57:18 kamu yang nyata, musuh yang nyata bagi 57:21 kamu. 57:22 Wallahualam. 57:24 Tadi Pak Shodiqin sudah, kemudian ini 57:26 dari Cipulir tanpa nama yang mengatakan 57:30 tentang kebingungannya. 57:32 Sekarang ini 57:34 kalau berbuat baik, berbuat jujur dan 57:37 segala macam itu malah termarjinalkan. 57:42 Bagaimana Ustaz untuk istikamah karena 57:46 saya kadang-kadang iri pada orang yang 57:49 enggak ngapa-ngapain tapi hidupnya enak, 57:51 sementara yang berjuang setengah mati 57:53 difitnah sana-sini. Tidakkah ini ada 57:56 kaitannya juga dengan gangguan rasa 58:00 atas sang setan tadi 58:03 Iya. 58:03 menjadi iri, cemburu dan benci pada 58:05 orang yang seperti itu. 58:07 Iya. 58:09 Sekalipun gonjang-ganjing jagat 58:12 badai ada malam tetap kita berjalan di 58:15 atas rel. 58:17 Ehe. 58:18 Kereta itu kalau berjalan di atas rel 58:20 insyaallah sam- sampai pada tujuan. 58:23 Kita oleh Allah sudah diberikan akal, 58:25 sudah diberikan hati nurani, sudah 58:26 dituntunkan Alquran, sudah diutus nabi. 58:29 Pegang ini. 58:32 Masio sedino lindu kaping pitu gondelono 58:35 waton itu 58:36 Ehe. 58:36 orang anu wat pesan-pesan orang tua 58:39 dulu. 58:40 Gonjang-ganjinge zaman itu ndak akan 58:42 selamanya. 58:44 Ya. Segelap-gelap malam insyaallah masih 58:46 ada secercah bintang. 58:48 Jadi tetap berpegang teguh pada 58:50 kebenaran. Pahit getirnya jelas. 58:52 Jangankan kita manusia lumrah para nabi 58:55 aja merasakan kegentiran 58:58 kepahitan sedih tapi di balik itu semua 59:01 insyaallah Allah 59:03 akan memberikan ganjaran dan pahala yang 59:06 luar biasa. Tapi yang jelas 59:09 saya selalu mengu- meng- apa namanya 59:12 mengulang-ulang 59:16 pidatonya K.H. Hasyim Muzadi mantan 59:20 ketua tanfidiyah ketua umum NU 59:24 pada waktu diundang di beliau sebagai 59:27 keynote speaker. 59:28 He em. 59:28 Konferensi Media Islam Internasional di 59:32 Gedung Antara, Jakarta. 59:34 Beliau mengatakan, 59:37 mungkin latar belakangnya karena 59:38 gangguan-gangguan secara, apa? Lewat 59:42 medsos, lewat, apa namanya? Berita, 59:45 menyudutkan umat Islam dan sebagainya. 59:48 Lalu beliau mengatakan bahwa Islam 59:50 atau umat Islam 59:52 tidak 59:54 pernah, tidak akan 59:56 berhenti dari berbagai macam gangguan. 1:00:00 Baik gangguan lisan, gangguan kebencian, 1:00:02 gangguan intimidasi, gangguan 1:00:04 macam-macam. 1:00:05 Tidak akan. 1:00:07 Ya, waktu itu saya menangkap, ya benar 1:00:09 juga, selama setan masih ada, gangguan 1:00:12 itu tak akan tetap ada. Jadi kalau umat 1:00:14 Islam, ya tidak akan mungkin berhenti 1:00:16 ada gangguan-gangguan, ketidak sukaan, 1:00:18 dan seterusnya. 1:00:20 Yang kedua, beliau mengatakan, "Tapi 1:00:22 Islam tidak bisa dikalahkan." 1:00:26 Itu yang kedua. 1:00:27 Dan memang sudah terbukti, agama-agama 1:00:30 yang dibawa oleh para nabi, 1:00:32 itu enggak bisa dikalahkan, sekalipun 1:00:33 musuhnya guedene sak piro guedene. 1:00:37 Seperti Nabi Ibrahim, 1:00:39 itu dihadang oleh Namrud. 1:00:41 Namrud itu raja di raja, 1:00:44 yang punya bala tentara yang kuat. 1:00:46 Cuma dia 1:00:47 dikang adigung adiguno. 1:00:50 Dia zalim. 1:00:52 Dan seterusnya. Nabi Ibrahim ditangkap 1:00:54 dan dibakar. 1:00:56 Ya, 1:00:57 akhirnya apa? Namrud sendiri dengan bala 1:00:59 tentaranya kalah, dikalahkan oleh Allah, 1:01:01 dengan izin Allah diturunkan tentaranya 1:01:03 namanya nyamuk. 1:01:05 Ada nyamuk yang luar biasa ini, pendekar 1:01:07 nyamuk, masuk ke hidung Namrud, modyar 1:01:10 Namrud. 1:01:11 Nabi Musa, 1:01:12 dihadang oleh siapa? 1:01:14 Oleh Firaun. 1:01:16 Sama ini, Firaun bahkan 1:01:19 karena hebatnya kekuasaannya, sehingga 1:01:21 rakyat itu semua takut. Dia mengatakan 1:01:23 "Ana rabbukumul a'la, aku Tuhanmu yang 1:01:25 Maha Tinggi." Coba kurang ajar tuh 1:01:27 manusia. 1:01:28 Masih itu ya nasi saja tuh ya yang 1:01:30 tepung tuh yang terigu tuh yang roti 1:01:32 masih mengatakan sebagai Tuhan. Semua 1:01:34 manusia suruh nyembah dia. 1:01:37 Gara-gara gegara ya sekarang, gegara ada 1:01:40 orang meramal 1:01:42 Ehm. 1:01:42 bahwa nanti 1:01:44 ya kerajaan Tuhan akan dihancurkan oleh 1:01:47 bayi laki-laki yang lahir dari 1:01:49 Bani Israil. 1:01:51 Wah ini kalau sudah 1:01:53 kekuasaan ada yang mau ngutik-ngutik, 1:01:56 wah ini sensitif sekali. 1:01:58 Jojo mawing ngowing. 1:02:00 Ehm. 1:02:00 Dia mesti luar biasa meluap 1:02:02 kemarahannya, enggak bisa ini enggak 1:02:04 bisa enggak boleh terjadi. 1:02:06 Maka pas saat itulah Nabi Musa 1:02:09 dilahirkan. 1:02:10 Jadi ketika dia dilahirkan sudah 1:02:12 dihadang oleh tentara-tentara Firaun 1:02:15 yang siap membunuh laki-laki bayi lahir, 1:02:18 bunuh dari kalangan Bani Israil. Kalau 1:02:20 perempuan biarkan hidup. Waktu itu Nabi 1:02:22 Musa lahir. 1:02:24 Nabi pembawa Islam, pembawa agama. 1:02:27 Kalah? Tidak. 1:02:30 Firaun yang mati tenggelam dengan izin 1:02:32 Allah. Karena tentara Allah itu semua 1:02:34 jadi tentara Allah kalau Allah 1:02:36 berkehendak. 1:02:38 Nabi Muhammad kayak apa itu 1:02:40 tantangannya. 1:02:42 Dari mulai fitnah, diboikot, diadu 1:02:44 domba, dicaci maki. 1:02:48 Terakhir 1:02:49 apa namanya klimaksnya adalah 1:02:51 kesepakatan mereka membunuh, membantai 1:02:53 Muhammad. 1:02:57 Enggak bisa. Wong Allah yang punya kok. 1:02:59 Wong Nabi itu utusannya Gusti Allah udu 1:03:01 karepe dewe dadi Nabi. 1:03:02 Ehm 1:03:03 Dia jadi Nabi itu bukan kepingin jadi 1:03:05 Ratu atau kepingin apa, enggak. 1:03:08 Allah yang melindungi. Walaupun pendekar 1:03:10 dengan pedang terhunus ngepung rumah, 1:03:12 kinempung wakul binoyo mangap. 1:03:14 Enggak rasanya enggak tikus saja sulit 1:03:16 sulit untuk keluar. Bagi Allah mudah ya 1:03:19 pendekar sekalipun pedang di tangannya 1:03:21 kalau matanya ngantuk dikendurkan 1:03:23 sarafnya ya ngantuk. Nyatanya Rasulullah 1:03:25 sendiri dikepung itu bisa keluar dengan 1:03:27 izin Allah karena Allah yang punya. 1:03:30 Akhirnya mati semua itu yang memusuhi 1:03:32 Islam itu. Matinya dalam keadaan ngenes 1:03:35 di dunia apalagi di akhirat. 1:03:37 Dan di zaman kontemporer siapapun dia 1:03:40 kita bisa melihat baca apakah dia orang 1:03:43 intelektual apa dia seorang profesor apa 1:03:45 dia seorang jenderal ketika kelakuannya 1:03:48 petakilan membenci pada Islam mesti 1:03:51 lihat dihancurkan oleh Allah kecuali 1:03:54 yang bertobat. 1:03:56 Nah jadi dalam hal ini insya Allah Islam 1:03:59 akan dijaga oleh Allah. Kenapa? Karena 1:04:00 Islam itu agama Allah. 1:04:02 Hanya saja memang umat Islam itu bisa 1:04:05 dikalahkan. 1:04:08 Di mana yang umat Islam dikalahkan? Yang 1:04:10 tidak konsekuen pada agamanya. 1:04:12 Sehingga karena ikut-ikutan 1:04:14 petantang-petenteng dia jual akidah, dia 1:04:17 berpihak pada setan tadi 1:04:19 pengikut-pengikutnya. Allah biarkan 1:04:21 Allah enggak mau menolong, Allah enggak 1:04:22 melindungi akhirnya dapat dikalahkan, 1:04:24 dapat dibantai dan sebagainya. 1:04:27 Dan yang keempat adalah 1:04:29 Allah memberikan cara bagaimana 1:04:32 Islam itu menghadapi berbagai macam 1:04:34 fitnah dan tipu daya musuh-musuh itu. 1:04:38 Wallahu a'lam. 1:04:40 Iya mudah-mudahan bahasan terkait dengan 1:04:42 setan yang mengganggu Rasulullah juga 1:04:44 tidak akan pernah lelah berhenti 1:04:46 mengganggu kita masuk ke dalam bawah 1:04:49 sadar kita bahwa kita tidak pernah bisa 1:04:52 lepas dari gangguan dan godaan dan kalau 1:04:55 bisa jangan nyalahin setan. Oke Ustaz 1:04:57 waktu kita habis. 1:04:58 Iya. 1:04:59 [berdehem] 1:04:59 Eee sebagai penutup maka kita sudah tahu 1:05:02 ciri-ciri setan yang akan menjadi musuh 1:05:04 kebenaran, musuh para nabi, musuh orang 1:05:07 beriman, musuh kebenaran keadilan 1:05:11 musuh 1:05:13 ini jelas harus meningkatkan kewaspadaan 1:05:16 kita, lebih waspada lagi jangan kita 1:05:20 menjadi bagian daripada kelompok setan 1:05:23 yang berlawanan dengan kebenaran. 1:05:25 Naudzubillahiminzalik kita berlindung 1:05:27 pada Allah, mudah-mudahan umat Islam, 1:05:30 bangsa Indonesia dijaga, dilindungi 1:05:33 daripada tipu daya setan 1:05:36 dari rongrongan tipu daya orang-orang 1:05:39 penjahat-penjahat yang pengkhianat 1:05:42 bangsa ini sehingga kemudian menjadi 1:05:44 bangsa yang diridhoi oleh Allah 1:05:47 Subhanahu Wa Ta'ala. 1:05:48 Mohon maaf segala kekurangan, kekeliruan 1:05:50 wabillahi taufik walhidayah. 1:05:51 Assalamualaikum warahmatullahi 1:05:53 wabarakatuh. 1:05:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:55 wabarakatuh Ustad Abdul, terima kasih 1:05:57 banyak. Ya, kalau kita terhempas ke 1:05:59 bumi, terpelanting ke udara, semua 1:06:02 karena terperdaya oleh rasa, rasa, 1:06:06 sekali lagi rasa kita sendiri yang indah 1:06:09 mempesona yang belum tentu aman setan di 1:06:12 diri kita inilah yang akan terus menebar 1:06:15 keserakahan dan kerakusan yang tidak 1:06:18 pernah ada tepinya. Mudah-mudahan kita 1:06:20 bisa belajar dari semua yang kita dengar 1:06:22 hari ini. Subhanakallahumma wabihamdika 1:06:24 asyhadu alla ilaha illa anta, 1:06:27 astagfiruka wa atubu ilaih. Billahi 1:06:30 taufik walhidayah. Assalamualaikum 1:06:32 warahmatullahi wabarakatuh.