Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat, pendengar radio silaturahim dan
- juga pemirsa Rasil TV yang dirahmati
- Allah. Alhamdulillah kita kembali
- berjumpa Iwan akhwat di Senin sore hari
- ini tanggal 19 atau 20 Ramadan 1447
- Hijriah atau tanggal 9 Maret 2026 hadir
- kembali acara tausiah sore bersama Ustaz
- JM Bahmid yang alhamdulillah telah
- bergabung bersama kami dan kita live
- aplikasi Zoom Ihwanawat. Kita sapa Ustaz
- terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Apa kabar, Ustaz? Sehat ya?
- Baik, alhamdulillah binmah waliah.
- Alhamdulillah.
- Masyaallah. Ini kita sudah di 2/3 ya.
- Hampir 2/3 Ramadan kita nih, Ustaz.
- Besok 2/3 insyaallah. Muhammadiyah sudah
- 2/3. Sudah masuk. Masyaallah. Semoga
- nanti Idul Fitrinya barengan ya, Ustaz
- ya. [tertawa]
- Amin. Insyaallah dipatah. Insyaallah.
- Biar lebih seru kalau barengannya.
- Insyaallah.
- Hari ini tema yang akan Ustaz sampaikan
- adalah mengenai taubat dan istigfar
- sebelum berakhir Ramadan gitu, Ustaz.
- Ya, tema kita di hari ini. Nanti kita
- akan bersama-sama simak ikhwan akhwat
- dan nanti juga ingin bergabung bertanya
- silakan and bisa kirimkan oleh WhatsApp
- kami di 0811999720
- T ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Walhamdulillahiabbil alamin.
- Alhamdulillahilladzi
- kataba alainam fi syahri ramadan.
- Tumma innalhamdalillah nahmaduhu
- waskuruh wastainuhu wasastagfiruh
- wa naud nazubillahi minuri anfusina
- wtialina.
- Man yahdillah fahual muhtad w yudlil
- falan taj lahu waliyan mursyida.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah
- wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammad an nabi rahma wa ala
- alihi wasahbihi wasallama tasliman.
- Allahumma rabbisrohli sadri waassirli
- amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu
- qauli. Amin ya rabb.
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah, para pemirsa radio dan TV
- silaturahim.
- Alhamdulillah
- satu nikmah dari Allah Subhanahu wa
- taala.
- kita Allah Taala hantarkan sampai di
- bulan Ramadan.
- Dan ini merupakan salah satu nikmat dan
- kesempatan yang Allah berikan kepada
- kita.
- Karena kalau kita
- merenung sebentar sejenak
- melihat teman-teman kita
- yang mungkin Ramadan yang lalu mereka
- berada bersama-sama kita,
- tapi saat ini, subhanallah mereka Allah
- telah pindahkan ke alam barzah atau
- [berdehem] ke alam kubur.
- Berarti dengan sampainya kita di bulan
- Ramadan, alhamdulillah. Apalagi sudah
- melewati pertengahan Ramadan,
- maka ini kesempatan yang Allah berikan
- kepada kita yang luar biasa. Luar biasa.
- Masyaallah. Insyaallah mudah-mudahan
- Allah Taala menghantarkan kita dengan
- segala pengampunan dan barkah dengan
- sampainya kita di bulan Ramadan melewati
- telah lebih dari setengah bulan Ramadan.
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah subhanahu wa taala.
- Sebelum kita masuk ke tema ini, saya
- ingin memulai dengan ada ayat dalam
- Al-Qur'an yang Allah Taala ingatkan
- kepada kita sekalian
- yang Allah Taala nyatakan
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Wama khalaqtul jinna wal ins illa
- liya'budun.
- Allah Taala ingatkan,
- "Sesungguhnya aku tidak menciptakan
- manus jin dan manusia."
- Kenapa didahulukan jin?
- Karena memang jin diciptakan oleh Allah
- lebih dahulu daripada manusia. Ketika
- manusia diciptakan, jin sudah ada, sudah
- diciptakan oleh Allah.
- Dan Allah Taala menyatakan,
- "Aku tidak menciptakan jin dan manusia
- terkecuali untuk beribadah kepadaku,
- untuk menyembah kepadaku, untuk
- mengarahkan peribadatan mereka
- kepadaku."
- Berarti
- kalau kita merenung tentang ayat ini,
- renung benar-benar tentang ayat ini,
- berarti manusia sebelum dia dilahirkan
- oleh Allah dari rahim ibunya, tendensi
- untuk beribadah sudah ada, tendensi
- untuk menyembah itu sudah ada.
- Nah, justru itu Allah Taala mengirim
- nabi-nabi,
- Allah Taala mengirim Al-Qur'an supaya
- peribadatan kita itu atau penyembahan
- kita itu jangan salah jalan.
- Sebab kalau salah jalan,
- akibat fatal bagi kita dalam kehidupan
- dunia dan akhirat.
- Jadi tendensi untuk menyembah,
- mengabdikan diri itu sudah ada kepada
- manusia sejak dia lahir.
- Justru itu kalau kita perhatikan
- ada hamba-hamba Allah yang menyembah
- pohon, ada yang menyembah batu, ada yang
- menyembah harta, ada yang menyembah
- jabatan, ada yang menyembah
- kepintarannya.
- Tapi ada hamba-hamba Allah yang
- benar-benar mengarahkan penyembahannya
- dia kepada Allah dengan adanya
- kitabullah, dengan adanya Al-Qur'an,
- dengan adanya nabi-nabi yang diturunkan
- Allah kepada kita. Itulah salah satu
- daripada kesayangan Allah kepada kita.
- Salah satu rahmat Allah Subhanahu wa
- taala kepada kita.
- Nah, di dalam perjalanan kehidupan
- manusia
- sudah pasti ada banyak
- kesalahan, kekeliruan,
- dosa.
- Ada yang hamba-hamba Allah tadinya
- dia menghambakan diri kepada jabatannya
- dengan tidak mempedulikan benar atau
- salah. Yang penting jabat-jabatannya
- kokoh, pegangan jabatannya itu kokoh.
- Ada hamba-hamba Allah
- [berdehem]
- yang kehidupannya seakan-akan menyembah
- kepada
- materi.
- Dan itu banyak yang kita lihat dalam
- kehidupan kita.
- waktu dia tidak mempedulikan
- mengejar dunia
- dengan tidak memperhatikan tentang
- hukum-hukum Allah, memperhatikan tentang
- larangan-larangan Allah, itu namanya dia
- menghambakan diri kepada materi, kepada
- kekayaan dunia. Dan Allah Taala
- berulang-ulang di dalam Al-Qur'an
- tentang kehidupan kita. Tumma turaduna
- ilaimil ghaibi wasyahadah. Kemudian
- kalian akan dikembalikan oleh Allah
- kepada zat yang mengetahui perbuatan
- kita yang nyata dan yang tersembunyi.
- Kemudian Allah Taala menyatakan,
- "Fayunabbiuhum."
- Dan nanti Allah akan membalikkan kepada
- kita, menceritakan kepada kita ini
- tingkah lakumu dalam kehidupan dunia.
- Lambat atau cepat
- kita akan dikembalikan kepada Allah.
- Itu yang Allah Subhanahu wa taala
- nyatakan
- di dalam [batuk][berdehem] ayat yang
- lain. Kullu nafsin
- semua manusia dia berjalan menuju kepada
- kematian.
- Dia akan menghadapi kematian. Semua
- manusia tidak terkecuali.
- Nabi-nabi pun meninggal dunia apalagi
- kita.
- Nah, untuk itu Allah Taala mengingatkan
- kepada kita di dalam Al-Qur'an
- [mendengus] supaya
- kita selalu
- harus
- jaga
- kita selalu harus
- K
- roh manusia
- ini
- kerongkongan
- banyak belumongan
- kan di dalam ayat yang lain Allah Taala
- kesempurnaan
- sebagai manusia di dalam rahim. Kemudian
- Allah Taala menyatakan wfaha fihi min
- ruhi.
- Kemudian Allah menghembuskan roh
- kepadanya. Tapi ketika dia sudah badan
- lebih banyak Allah Taala mempergunakan
- kalimat nafs.
- Ini ada kesalahan dikit dengan internet.
- Mohon maaf dulu saya balik.
- Subhanah.
- Alhamdulillah.
- Nah, di dalam perjalanan kehidupan kita
- manusia ee
- sudah pasti banyak kekeliruan yang kita
- lakukan, kesalahan ada dosa yang kita
- lakukan.
- Ya, ada hamba-hamba Allah yang
- berhati-hati dalam perjalanan hidupnya.
- Dia berhati-hati dengan apa yang Allah
- Taala arahkan dalam Al-Qur'an. Dia ikuti
- dengan baik.
- Tapi ada juga
- yang tidak memp yang tidak
- artinya tidak
- memperhatikan tentang apa yang Allah
- Taala larang dalam Al-Qur'an.
- Bermasa bodoh.
- Yang penting tujuannya yang dia inginkan
- tercapai.
- Maka Allah Subhanahu wa taala ingatkan
- kepada kita di dalam Al-Qur'an
- tentang pentingnya kita beristigfar
- kepada Allah Taala.
- Seorang yang melakukan kekeliruan ketika
- ada penyesalan, dia merasa menyesal itu
- sebenarnya merupakan bagian daripada
- pintu gerbangnya bertobat.
- Dan tidak ada manusia dalam kehidupan
- ini yang tidak pernah salah, tidak
- pernah keliru.
- Allah Taala menyediakan kepada kita tiap
- tahun itu Ramadan. Sebenarnya Ramadan
- ini Allah memberikan kesempatan kepada
- kita untuk membersihkan diri, bukan
- membersihkan badan. Kalau badan bersih
- kan paling gampang kita memakai sabun
- wangi mandi
- enggak sampai 15 menit selesai badan
- berbau wangi. Bersih semua tapi
- membersihkan jiwa kita. Tazkiyatun nafs.
- Membersihkan roh kita. Karena sering
- saya sampaikan
- yang bertanggung jawab nanti kepada
- Allah yang akan ditanya oleh Allah bukan
- badan kita yang akan menjawab. Roh kita
- yang bertanggung jawab
- itu. Di surah Alqiyamah Allah Taala
- nyatakan, "Balil insana ala nafsi
- basirah." Tiap-tiap manusia nanti kepada
- dirinya, nafsnya, rohnya nanti akan
- menjadi saksi. Jadi badannya akan
- menjadi saksi kepada jiwanya, kepada
- rohnya.
- Walau alqama.
- Sekalipun roh ini mencari-cari alasan
- untuk seakan-akan
- ingin lolos daripada perbuatan-perbuatan
- dosa yang dia lakukan.
- Justru itu
- Allah Subhanahu wa taala menyediakan
- kepada kita ini Ramadan sehingga Allah
- taala menyata Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan manqama Ramadan
- ya
- imanan wtisaban
- gufir lahu minambih ma taqadamfirlah
- Maka Allah Taala mengampuni dosa-dosanya
- yang kemarin-kemarin, yang dahulu-dahulu
- diampuni oleh Allah Taala. Nah, ini
- fungsinya Ramadan. Tiap tahun Allah
- Taala menyediakan kepada kita 1 bulan.
- Nah, kita alhamdulillah sudah melewati
- setengah 1 bulan penuh.
- Jadi Ramadan itu bukan hanya sekedar ya
- upacara menahan lapar dan minum. Semua
- kita tahu.
- Tapi Ramadan mendidik kepada kita untuk
- mendidik nafs kita, mengekang nafsu
- kita, ya. Mendidik supaya kita ini
- terbiasa mendekatkan diri kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Karena ketika Allah Taala akan
- memindahkan kita ke alam barzakh,
- kita akan melalui satu proses yang
- namanya sakaratil maut.
- Dan semua hamba Allah tidak terkecuali.
- Semua hamba Allah yang beriman ketika
- dia menghadapi sakaratil maut, dia
- menginginkan
- magfirah
- dan rahmat
- dari Allah
- Subhanahu wa taala
- dan kehidupan kita.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan kepada kita sekalian,
- innal [berdehem] maut
- sakarat. Dalam riwayat lain dikatakan
- waliil maut sakarat. Maknanya dua-dua
- sama. Tiap-tiap menghadapi kematian dia
- akan melalui satu proses yang namanya
- proses sakaratil maut
- atau proses gamaratil maut.
- Itu dalam Al-Qur'an. Dua-duanya dalam
- Al-Qur'an. Kalimat sakaratil maut
- dan gamaratil maut itu dalam Al-Qur'an.
- Kalau sakaratul maut itu mabuk
- menghadapi kematian.
- Gamaratil maut. Tekanan
- tekanan gelombang kematian
- kamaratil maut.
- Semua kita akan mendatangi jalur
- tersebut. Kita harus melewati jalur
- tersebut sebelum kita dipindahkan Allah
- ke alam barzakh. Di alam barzakh lain
- lagi ceritanya.
- Maka marilah kita lihat kehidupan kita.
- Tiap-tiap manusia itu mempunyai
- kekeliruan,
- kesalahan,
- kelalaian
- dengan
- perintah
- Allah
- insan.
- Semua manusia itu mempunyai dosa,
- bersalah, mempunyai kekeliruan.
- Dan sebaik-baiknya hamba Allah yang
- berdosa, sebaik-baiknya hamba-hamba
- Allah yang melalaikan perintah-perintah
- Allah, Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan, "Sebaik-baiknya mereka
- adalah tawab."
- Mereka yang bertobat kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Bertobat ini hamba Allah yang mulia.
- Allah Taala e Allah Taala memberikan
- gambaran sedikit di dalam Al-Qur'an.
- Di antaranya Allah Taala menyatakan
- innama taubah.
- Sesungguhnya bentuk bertobat itu bentuk
- orang yang bertobat.
- Innama taubatu alallah
- lilladina ymalun bijahalah
- tumma yatubuna min qib.
- Allah Taala nyatakan, "Sesungguhnya
- bentuk taubat
- yang diterima oleh Allah Taala, ya yang
- diperhatikan oleh Allah bahwa oh hambaku
- ini benar-benar bertobat."
- [mendengus]
- Innama taubatu alallah. Sesungguhnya
- bentuk taubat kepada Allah subhanahu wa
- taala. Lilladina yalun.
- Sesungguhnya yang mereka itu melakukan
- perbuatan-perbuatan dosa bijahalah.
- Ya, karena dengan kejahilan.
- Nah, kejahilan ini bentuk sangat luas.
- Ada karena kadang-kadang dia tidak tahu,
- ada kadang-kadang dengan sengaja.
- Kemudian Allah Taala menyatakan, "Tumma
- yatubuna min qarib." Kemudian mereka
- cepat-cepat bertobat kepada Allah. Dia
- enggak nunggu-nunggu untuk tobatnya.
- Sebab ada kadang-kadang kita sering
- dekat
- ya mumpung masih muda nanti aja umur 35
- atau 40 tahun baru saya bertobat.
- Padahal terkadang kita mendengar
- subhanallah
- nanti aja
- saya insyaallah mau umrah baru
- betul-betul saya bertobat dan saya
- berhenti dari segala-gala perbuatan
- maksiat.
- Nauzubillah.
- Padahal kita tidak ada jaminan apa kita
- masih sempat untuk berangkat umrah untuk
- bertobat? Apakah umur kita masih bakal
- sampai ke situ?
- Jadi jangan mendahului takdir Allah
- Subhanahu wa taala.
- Karena salah satu yang sangat tidak
- disukai oleh Allah, hamba-hamba Allah
- yang seakan-akan dia menentukan umurnya,
- dia sudah tahu bahwa dia akan berangkat
- dulu dan balik baru dia bertobat.
- Itu namanya mendahului takdir Allah
- Taala.
- Takdir Allah Taala itu enggak ada yang
- tahu.
- Ada hamba Allah yang dia sakit dulu baru
- meninggal dunia. Ada hamba Allah yang
- keluar rumah pagi hari dengan
- bermacam-macam rencana,
- sorenya kembali tinggal nama.
- Jasadnya sudah berada di rumah sakit.
- Ada hamba-hamba Allah yang lagi tidur
- berpesan kepada istrinya,
- "Nanti jam sekian bangunkan saya untuk
- sahur."
- Ketika istrinya bangunin
- sudah tidak bernafas.
- Dipanggil-panggil tidak bersuara.
- Kemudian digoyang-goyang
- sudah keras, sudah enggak seperti biasa.
- matanya sudah tertutup,
- meninggal dunia.
- Jadi, berhati-hati jangan sekali-kali
- kita berani untuk mendahului takdir
- Tuhan untuk bertobat.
- Allah Taala menyatakan di sini,
- tumma [berdehem] yatubuna min qarib.
- Ini Allah Taala memberikan signal kalau
- seorang itu dia berbuat salah, berbuat
- dosa, cepat-cepat dia bertobat,
- beristigfar kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Istigfar kepada Allah Taala.
- Karena istigfar itu akan
- menghapus dosa-dosanya. Tapi betul-betul
- dia bertobat.
- Allah Taala menyatakanika
- yatubullahu alai yang demikianlah Allah
- Taala terima tobat mereka dan Allah
- Taala seakan-akan mengakui bahwa
- hambanya ini benar-benar kembali dengan
- bertobat. Wallahu aliman hakima. Karena
- Allah Taala maha mengetahui
- apa yang kita sebut, apa yang kita niat,
- apa yang terkandung dalam dada kita itu
- Allah mengetahui.
- Innahu yam fu. Ya,
- baru niat sudah diketahui oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- baru niat aja baru terlintas di otak
- kita. Saya akan melakukan ini, ini, ini.
- Itu sudah diketahui oleh Allah Taala.
- Ada bentuk
- hamba-hamba Allah yang berbuat dosa ya,
- bermaksiat kepada Allah, bermaksiat
- kepada manusia, zalim kepada manusia.
- Dan Allah Taala ingatkan dalam Al-Qur'an
- tentang masalah wais taubah lilladina
- yalunat.
- Dan bukanlah bentuk taubat
- mereka-mereka yang berbuat kemungkaran,
- berbuat zalim ya sayiat,
- kejahatan-kejahatan,
- maksiat.
- Tapi dia menunda-nunda doanya sampai
- Allah Taala menyatakan, "Hatta had aumul
- maut." Sampai ketika kematian dengan
- kalimat yang lain, sakaratil maut telah
- datang kepadanya.
- Subhanallah. Hatta
- ahadah maut. Sampai ketika ketika
- kematian sudah ber sudah sudah mendekati
- kepada artinya dengan kalimat yang lain
- sudah sakaratul maut.
- Dan sakaratul maut ini bukan rencana
- kita. Sakaratul maut ini adalah utusan
- Allah Taala. Dan terkadang orang dalam
- sakaratil maut
- terkadang dia sudah enggak bisa
- berbicara. Dia lagi melihat apa yang
- Allah Taala tunjukkan kepadanya.
- Karena di ayat yang lain Allah Taala
- terangkan tentang orang yang dalam
- ketika rohnya telah sampai di
- kerongkongan dan Allah Taala ingatkan wa
- antum hinaidin tanurun.
- Dan pada waktu itu keluarganya
- mengelilingi dia dan dia sendiri melihat
- sesuatu. Keluarganya menyaksikan
- kepadanya dan dia menyaksikan sesuatu.
- Jadi sampai ketika tiba-tiba sakaratul
- maut sudah datang kemudian dia
- mengatakanta
- hatta ahadahumul maut
- q inni
- maka dia akan mengatakan saat ini aku
- bertobat kepada Allah subhanahu wa taala
- mau bertobat dan di dalam hadis Rasul
- sallallahu alaihi wasallam
- Rasulullah mengingatkan
- kepada kita sekalian, Allah Taala tidak
- pernah menutup pintu taubat.
- Allah Taala tidak pernah menutup pintu
- taubat
- sampai ketika sudah sampai ke dalam
- sakaratul maut.
- Pintu tobat tertutup.
- Dan itu Allah Subhanahu wa taala
- buktikan kepada kita sekalian. Firaun.
- Firaun itu ketika dia dalam sakaratil
- maut sudah tenggelam di air
- ya, paru-parunya sudah penuh dengan air.
- Hatta adrakal garq qala. Dan Firaun
- bersyahadah pada waktu itu kepada Allah
- Taala. Bersyahadah.
- Amantu. Dia bersyahadat kepada Allah.
- Syahadahnya sampai selesai.
- Annahu la ilahailla
- la ilahailla hua amanu bani israil.
- Aku beriman
- kepada dia Allah Tuhannya Bani Israil
- yang Bani Israil beriman kepadanya.
- Tapi dijawab oleh Allah Subhanahu wa
- taala
- alan
- wauntu asid wauntu minal mufsidin. Baru
- sekarang.
- Dan tadinya Anda menjadi manusia
- penyanggah ya, penyanggah dengan
- hukum-hukum Allah, penyangga dengan
- ayat-ayat Allah, ingkar kepada Allah dan
- Anda seorang yang fasad, berbuat fasad
- tidak diterima oleh Allah Taala. Jadi,
- justru itu dalam ayat ini Allah Taala
- menyatakan bukan bentuk taubat.
- Seorang yang dia berbuat maksiat.
- Kemudian terkadang kan kita mengatakan
- nanti ajak saya bertobat.
- Nanti ada saatnya kita bertobat.
- Paling bagus dia mengatakan, "Insyaallah
- Allah Taala menggerakkan hatiku untuk
- cepat-cepat bertobat."
- Itu yang paling baik.
- Jangan kita mendahului takdir Allah.
- Nanti aja saya akan berangkat umrah
- kemudian betul-betul saya balik. Saya
- bakal bertobat. Benar-benar bertobat di
- sana. Jangan.
- Kita belum tahu juga sampai tempat untuk
- menangkat umrah atau tidak.
- Dan apa Allah Taala ingatkan dalam ayat
- ini?
- Kemudian dia mengatakan, "Ya Allah, aku
- bertobat kepadamu." Wallina wahum kuar.
- Dan mereka itu meninggal dunia mati sama
- sebagai orang-orang kafir.
- Nah, sekarang kita berada hampir di
- penghujung Ramadan.
- Baru melewati pertengahan Ramadan.
- perbanyak untuk kita beristigfar kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Beristigfar
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Apa Allah taala ingatkan dalam
- Al-Qur'an?
- Wama kanallahu liuadzibahum wa anta
- fihim. Wama kanallahu muadzibuhum wahum
- yastagfirun.
- Ayat ini Allah Taala ingatkan bahwa
- Allah Taala tidak akan mengirim adab,
- mengadab kepada kaum muslimin selama
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- berada di tengah-tengah mereka. Tapi
- sesudah itu Allah Taala ingatkan
- [berdehem]
- wallahu muadabuhum
- wahum yastagfirun.
- Dan Allah Taala tidak pernah akan
- mengazab kepada mereka siapa aja.
- Baik dia individu, baik kelompok selama
- mereka memperbanyak istigfar.
- Tapi kita perlu tahu
- apa sebenarnya sih isi istigfar.
- Sebenarnya orang yang beristigfar itu
- adalah satu pengakuan tulus kepada Allah
- Subhanahu wa taala bahwa dia banyak
- berbuat kekeliruan.
- banyak berbuat dosa,
- banyak kelalaian.
- Kita ajak di dalam salat
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan
- selesai salat mungkin logikanya kita
- berpikir
- kalau kita nanti berbuat dosa baru kita
- beristigfar.
- Itu pendapat yang sangat salah dan itu
- pemikiran yang sangat keliru, pemikiran
- yang sangat berbahaya.
- Kenapa kita sesudah salat dalam hadis
- Rasul sallallahu alaihi wasallam disuruh
- kita beristigfar duluan?
- Logikanya kan kita baru selesai salat
- kepada Allah Taala. Kenapa kita masih
- beristigfar lagi?
- Salat artinya kita mentaati kepada
- Allah. kita memenuhi panggilan Allah,
- kita salat apalagi dia salat di masjid.
- Lalu kenapa salat disuruh kita
- beristigfar?
- Karena juga di dalam salat kita
- terkadang otak kita itu
- ngelantur ke mana-mana.
- Teringat pekerjaannya
- ya, teringat macam-macam.
- Jadi sangat-sangat
- masyaallah sangat normal kalau kita
- beristigfar sesudah salat. Karena itu
- diperintahkan oleh Rasul sallallahu
- alaihi wasallam.
- Jangan begitu selesai salat cepat-cepat
- buka HP.
- Subhanallah.
- beristigfar
- kan di dalam Al-Qur'an Allah Taala
- ingatkan
- aflahal mukminun alladina hum fi
- shatihim khasiun.
- Jadi kalau kita lihat ayat ini,
- seakan-akan orang yang akan berhasil itu
- yang akan beruntung dalam kehidupan
- dunia dan akhirat yaitu orang yang
- betul-betul khusyuk di dalam salat.
- Alladzina fatihim khasiun.
- kita dalam syarat
- terkadang mungkin
- hanya 50% kita khusyuk
- mungkin 70% mungkin cuma 20%.
- Jadi pantas ketika kita selesai salat
- kita perlu untuk istigfar kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Orang yang selesai salat ajak disuruh
- oleh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam beristigfar, apalagi orang yang
- berbuat dosa, berbuat salah.
- Itulah sehingga Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan kepada kita Nabi Allah Nuh
- Alaih Salam mengingatkan kepada kaumnya.
- Jadi jangan kita berpikir bahwa kita itu
- perlu beristigfar yang banyak.
- Hanya umat Rasul S. sallallahu alaihi
- wasallam. Tidak zaman nabi-nabi
- sebelumnya juga
- Nabi Nuh alaih salam
- dan perintah Nabi Nuh kepada kaumnya ini
- diabadikan Allah dalam Al-Qur'an.
- Berarti juga ini untuk kita semua.
- Faqulu maka aku sampaikan kepada mereka,
- "Ya Allah, astagfirubakum innahuana
- gara."
- Perbanyaklah kalian beristigfar kepada
- Tuhanmu, memohon ampun kepada Tuhanmu.
- Beristigfar itu ya termasuk itu
- zikrullah.
- Karena zikrullah itu artinya orang
- mendekatkan diri kepada Allah. Dia
- mengingat kepada Allah.
- Tapi juga berarti dengan rasa yang tulus
- dia merasa dirinya bersalah dan dia di
- mohonkan ampun kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- Rasul
- adalah hamba Allah yang paling mulia di
- atas dunia.
- Hamba Allah yang paling bersih di atas
- bumi. Hamba Allah yang sangat dicintai
- oleh Allah subhanahu wa taala.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- beristigfar dalam sehari itu. Sebagian
- riwayat mengatakan 10 70 kali ya.
- Sebagian riwayat mengatakan 100 kali.
- Itu Rasulullah. Bagaimana dengan kita?
- Coba balik kepada diri kita
- masing-masing.
- Berapa banyak kita beristigfar tiap pagi
- begitu bangun pagi?
- Berapa banyak kita beristigfar?
- Dan ketika kita buat istigfar
- jangan hanya sekedar
- astagfirullahalazim.
- Astagfirullahalazim.
- Renungkan kekeliruan dosa kita,
- kelalaian kita yang kita lakukan.
- Sehingga perlu kita beristigfar kepada
- Allah Subhanahu wa taala sebanyak
- mungkin yang kita mampu.
- Dan istigfar ini termasuk salah satu
- ibadah ya, ibadah yang tidak diketahui
- orang.
- Dan ibadah yang paling baik itu ketika
- tidak diketahui orang. Kenapa? Karena
- tidak terkontaminasi rasa riak.
- Tidak harus kita mengatakan kepada
- orang, "Saya beristigfar sehari itu
- sekian." Kalau ada ada yang bertanya
- kepadamu, "Entum beristigfar tiap hari
- berapa banyak?"
- Jawab kepada mereka,
- "Mudah-mudahan Allah Taala terima
- istigfar saya."
- Dan soal berapa kali, berapa banyak saya
- kira Anda enggak perlu tahu.
- Karena itu antara saya dengan Allah
- Taala.
- Tapi ada kadang-kadang orang iseng dia
- suka ingin tahu, ingin tanya, "Berapa
- kali Anda berselawat kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam? Berapa
- banyak Anda istigfar dalam sehari?"
- itu sebenarnya pertanyaan yang tidak
- perlu ditanyakan kepada seseorang
- karena itu merupakan satu ibadah yang
- tersembunyi yang tidak perlu orang tahu.
- Maka di dalam [berdehem]
- Subhanallah di dalam ayat yang saya
- bacakan tadi ketika Nabi Nuh mengatakan
- faquluagfiru rabbakum innahuana gffar
- Nabi Nuh mengajak umatnya perbanyak
- kalian beristigfar kepada Allah memohon
- ampun kepada Allah. Nah, kita ini ada di
- Ramadan.
- Perbanyak kita [berdehem] mendedahkan
- tangan kepada Allah, beristigfar kepada
- Allah karena kesempatan untuk mencuci
- dosa-dosa kita di bulan Ramadan.
- Ya, bukan berarti sesudah Ramadan terus
- kita lupa segala-galanya.
- Tapi di bulan Ramadan karena Rasul
- sallallahu alaihi wasallam mengingatkan
- kepada kita, qad jaakum Ramadan syahrun
- mubarak. Telah datang kepada kalian
- bulan Ramadan, bulan yang penuh dengan
- keberkahan.
- Berarti ketika keberkahan mengalir dalam
- diri kita,
- keberkahan ini datangnya dari Allah
- Taala.
- Nah, salah satu sumber keberkahan
- ketika kita berpuasa
- itu merupakan juga sumber keberkahan dan
- sumber magfirah yang Allah Taala memang
- jadikan.
- Karena di hadis yang Rasul sallallahu
- alaihi wasallam menyatakan
- manqama Ramadan teman sama Ramadan
- ya [berdehem]
- imanan wahtisaban.
- Siapa yang berpuasa di bulan Ramadan
- karena imannya kepada Allah. Jadi
- berarti bukan puasa supaya saya badan
- saya turun. Bukan puasa karena dia iman
- ini perintah Allah Taala
- nanti dia bakal sehat
- dengan berhati-hati. Artinya iman dengan
- iman kepada Allah wahtisaban itu dia
- banyak berhati-hati di dalam ramadannya
- dan lebih banyak dia mempergunakan
- lisannya ini dengan istigfar kepada
- Allah subhanahu wa taala.
- Allah Subhanahu wa taala mengingatkan di
- dalam ayat ini. Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan dalam hadis ini
- Allah Taala akan ampunkan dosa-dosanya.
- Berarti kita berjalan melangkah dengan
- keberkahan. Dosa-dosa kita diampunkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Tapi
- perbanyaklah kita bertobat, beristigfar
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Di pertemuan kita yang lalu ada hadis
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- yang Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan
- ah yang peristiwa kejadian ketika
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- berkhotbah
- [berdehem]
- dan ketika Rasulullah menaiki tangga
- mimbarnya yang pertama. Subhanallah.
- Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan amin sampai tiga
- kali. Selesai itu kemudian Rasul
- sallallahu alaihi wasallam ee para
- sahabat bertanya. Mereka heran, "Ya
- Rasulullah, enggak biasanya Anda
- mengatakan amin sampai tiga kali."
- Kemudian Rasulullah menjawab kepada
- mereka di antaranya yang pertama aja
- tapi ada tiga.
- Yang pertama aja ketika mereka bertanya
- demikian. Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan kepada mereka,
- [berdehem]
- kemudian Rasul sallallahu alaihi
- wasallam bertanya ee mengatakan
- kadani Jibril, sesungguhnya Jibril
- datang kepadaku.
- Kemudian Jibril mengatakan kepadaku,
- sakian abdun.
- Celakalah seorang hamba Allah yang dia
- masuk di bulan Ramadan, dia selesaikan
- Ramadan dan dia tidak mendapatkan
- pengampunan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Subhanallah. Subhanallah.
- Coba bayangkan.
- Nah, ketidak dapatnya pengampunan dari
- Allah Taala itu, itu kan ada
- bermacam-macam sebab.
- Bermacam-macam sebab.
- Karena kita Ramadan hanya sekedar untuk
- menahan lapar dan haus.
- Dan kita Ramadan juga kadang kadang
- salat kita enggak benar.
- Dan kita di bulan Ramadan juga termasuk
- ya Allah
- merasa takut untuk bersedekah.
- Jangan berkurang hartanya.
- Dan itu di antaranya tanda-tanda
- tangga-tangga yang menghantarkan kita
- ditolaknya amal ibadah kita. Tidak
- diterima oleh Allah, tidak mendapat
- pengampunan dari Allah Subhanahu wa
- taala.
- Nah, mari kita lihat
- kalau kita beristigfar yang banyak.
- Yang pertama, yang pertama ya di dalam
- Al-Qur'an Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan
- [berdehem] wallahu muadahum wahum
- yastagfirun. Berarti orang yang banyak
- beristigfar kepada Allah, Allah Taala
- akan menjauhkan dia daripada
- bentuk-bentuk adab.
- Istigfar.
- Beristigfar kepada Allah.
- Ada orang hamba Allah yang mungkin dia
- sakit, bukan cuma dia berbuat dosa,
- sakit beristigfar kepada Allah.
- Astagfirullahalazim
- alladzi la ilahailla huual hayyul qayyum
- wa atubu ilaih. Dan ikuti dengan
- alhamdulillah ala kulli.
- Jadi seakan-akan dia rida dengan cobaan
- Allah kepada dirinya, dia tetap
- beristigfar dan bertahmid kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Jadi Allah Taala akan menjauhkan kita
- daripada musibah kalau kita banyak
- beristigfar.
- Bukan nanti kita berbuat dosa baru kita
- beristigfar.
- Kalau tidak berbuat dosa aja disuruh
- oleh Allah beristigfar. Apalagi ketika
- kita berbuat dosa. Nah, ada hamba-hamba
- Allah yang dia salat, dia puasa, dia
- berangkat umrah. Tapi juga ada satu
- perbuatan yang dia lakukan, perbuatan
- zalim.
- Menzalimi orang, mengambil hak orang,
- itu zalim. Memfitnah itu zalim.
- Dan dalam hadis qudsi, Allah Subhanahu
- wa taala menyatakan, "Inni haram
- dululman ala nafsi."
- Aku telah mengharamkan sifat zalim itu
- kepada diriku.
- Allah yang maha maha agung ya, maha
- kuasa.
- Dia bisa berbuat apa aja yang dia
- inginkan
- karena dia yang menciptakan kita.
- Tapi sifat rahman dan rahimnya
- yang selalu didengungkan kepada kita.
- Maka Allah Taala dalam hadis qudsi ini
- Allah Taala menyatakan, "Faja'alt
- muharaman bainakum." Dan aku haramkan
- perbuatan zalim ini di antara kalian
- satu sama yang lain.
- Jadi ada manusia yang dia berpikir yang
- penting saya salah sesudah itu dia
- beristigfar tapi dia berbuat zalim
- kepada manusia.
- Bagaimana mungkin
- apalagi di bulan Ramadan?
- Bagaimana mungkin dia akan mendapatkan
- pengampunan dari Allah Subhanahu wa
- taala?
- Kemudian Nabi Allah Nuh alaihi salam di
- ayat had yang kedua, Nabi Nuh mengatakan
- dan nabi-nabi itu ketika dia
- menyampaikan itu adalah merupakan wahyu
- dari Allah Taala kepadanya.
- Faqulu astagfiruakum innahuana gar. Aku
- menyampaikan kepada umatku perbanyak
- kalian beristigfar memohon ampun kepada
- Allah Taala.
- Karena dia adalah zat yang maha
- pengampun,
- maha lembut.
- Yursilamaikum.
- Nanti Allah Taala turunkan hujan kepada
- kalian yang lebat. Bukan hujan membawa
- musibah, tapi hujan akan membawa rezeki.
- Nah, hamba Allah yang mulia.
- Kalau umpama kita anggap di zaman Nabi
- Nuh atau zaman Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam,
- hujan datang kepada mereka itu belum
- tentu setahun dua kali.
- Tapi kalau hujan datang, tumbuh-tumbuhan
- itu lagi subur.
- Ya, zaman-zaman itu belum ada sistem
- irigasi yang canggih.
- Kalau sekarang masyaallah sudah sistem
- sirigasi yang canggih. Jadi mereka
- mendapat rezeki dengan datangnya hujan.
- Kalau kita saat ini Allah Taala
- memberikan rezeki itu dari penjuru mana
- aja
- dengan yang lebih canggih lagi.
- Dan ini janji Allah dalam Al-Qur'an
- sama alaikum
- biamwali walin
- dan nanti Allah Taala akan perbanyak
- rezeki kalian. Allah memudahkan rezeki
- kalian dan Allah memudahkan
- memperbanyak turunan kalian. Justru itu
- hamba Allah yang mulia teristimewa
- kepada pasangan-pasangan pengantin
- yang sudah 5 tahun belum ada tanda-tanda
- punya anak. 10 tahun belum ada
- tanda-tanda punya anak. Jangan berputus
- asa dengan rahmat Allah.
- perbanyak beristigfar dan bertahmid
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Karena
- di di ayat ini
- Allah taala menjanjikan wumdikum biamwal
- wain.
- Dan nanti Allah Taala perbanyak
- rezeki kalian, harta kalian, dan
- anak-anak kalian.
- Jangan terus lompat kepada putusan udah
- istri saya mandul. sudah enggak bakal
- punya anak.
- Nabi Zakaria
- punya anak itu nanti umur 95 tahun.
- Sebagian riwayat mengatakan umur 105
- tahun ketika dia punya anak
- yang namanya Yahya.
- Karena dia tidak pernah berputus asa
- dengan Allah Taala.
- kita umpama
- umpama
- sudah menikah 10 tahun
- enggak punya anak,
- kita mencoba untuk membikin baju bayi
- tabung boleh. Itu salah satu ikhtiar
- yang dibolehkan.
- Asalkan
- yang menyuntik
- ya bayi tabung itu dipertemukan kan
- sperma suaminya dengan istrinya kemudian
- dikembangkan dalam tabung kemudian
- disuntikkan kepada perempuan tersebut.
- Yang menyuntik ini harus dokter
- perempuan
- muslimah.
- Dan itu saya ingat tahun sekitar tahun 5
- waktu saya masih aktif di Islamic Center
- di Amerika. Kemudian kita pernah
- mengundang beberapa kali
- ulama-ulama dari
- dari Syria. Waktu itu Syria belum ada
- peperangan, masih aman-aman. Ulama dari
- Syria, dari Mesir. Dan waktu itu kan
- bayi tabung, bayi tabung sudah mulai
- berkembang cukup pesat.
- Kemudian ditanyakan tentang baitab, maka
- fatwa mereka boleh. Karena itu salah
- satu ikhtiar. Tapi ikhtiar itu dikatakan
- yang menyuntikkan
- ketika sudah berkembang si sel lelaki
- dan perempuan ini yang harus
- menyuntikkan itu harus seorang perempuan
- muslimah.
- Sebab kalau bukan muslim itu aurat itu
- kita haram bagi mereka.
- Tapi jangan kita terus bergantung kepada
- bita. Perbanyak kita ikuti dengan
- istigfar dan bertahmid kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Tadahkan tangan
- kepada Allah.
- Nah, mereka-mereka yang mengharapkan
- menginginkan keturunan ini di bulan
- Ramadan. Bulan yang Allah muliakan.
- Subhanallah. Bulan yang kita tadahkan
- tangan Allah membuka pintu doa untuk
- kita.
- Perbanyaklah kita beristigfar,
- bertahmid kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Insyaallah.
- Innallaha la yukliful miad. Allah Taala
- tidak pernah memungkiri janjinya.
- Allah Taala nyatakan, "Udu
- astajiblakum."
- Tadahkanlah tanganmu kepadaku. Mintalah
- kepadaku. Aku akan memenuhi
- permintaanmu. Astajiblah.
- Jadi hamba Allah yang mulia,
- marilah sebelum berakhir bulan Ramadan,
- pergunakan sisa hari-hari ini
- sebaik-baiknya untuk kita ikuti dengan
- ibadah, dengan istigfar, dengan
- bertahmid kepada Allah Taala
- supaya apa yang kita inginkan dalam
- kehidupan dunia dan akhirat dikabulkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Karena
- belum tentu
- ketika Ramadan datang kembali tahun
- depan
- kita masih bisa bertemu dengan Ramadan.
- Alilim indallah. Pengetahuan soal itu
- ada di tangan Allah Subhanahu wa taala.
- Kalau ada yang salah kepada Allah saya
- mengharapkan magfiratnya. Waminallahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian ikhwat telah kita
- bersama-sama simak tausiah sore yang
- telah disampaikan oleh Ustaz JM. Mahmid
- tobat dan istigfar sebelum berakhir
- Ramadan. Itu tema kita di hari ini.
- Sudah banyak yang bergabung yang masuk
- di WhatsApp Rasil yang mengirimkan
- sapaan dan juga pertanyaan. Ini ada
- Bapak Asep ya sedang menyimak di jalan
- sambil mendengarkan hasil amanilah. Pak
- Asep juga Ibu Ania C Hudaifah
- e sedang menyimak. Ustaz. [mendengus]
- Dan ada juga Bapak Musyawir Abdul Basyir
- sedang menyimak. Ibu Hajah Syaidah, Ibu
- Jahir juga ee Ibu Karisa ya. Ada Ibu
- Nurhaidah juga sedang menyimak di sore
- hari ini. Terima kasih Ustaz atas
- tausiahnya di sore hari ini. Bibetno SW
- juga ada Ibu Maskur ya sedang menyimak.
- Ibu Kamelia, Bapak Mugi Jumana, ada juga
- Bapak Rasyid, Ibu Titi Sediati, Ibu
- Suratmin di Jakarta Pusat, Ibu Wati, Ibu
- Ratna juga ada Ibu Sunarti dan masih
- banyak lagi yang bertanya. Pertama saya
- akan bacakan
- dari
- Ibu Hajah Nurul Imtisan di Lombok Timur.
- Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Izin bertanya.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Dulu waktu belum tahu, belum banyak
- dengar pengajian, saya melakukan banyak
- dosa. Terus sekarang karena banyak
- beristigfar, banyak ikut pengajian,
- banyak tahu semua hal,
- bisakah terhapus dosa-dosa kita, Pak
- Ustaz? Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shalli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammad wa al doa ini
- pertanyaan yang bagus. Masyaallah. Untuk
- yang lain-lain juga bisa Allah subhanahu
- wa taala tidak pernah menutup pintu
- taubat terkecuali sampai dia sakaratul
- maut.
- Kalau sudah sakaratul maut selesai
- tertutup
- ya. Dan itu di ayat tadi yang saya
- bacakan
- umul maut had ahadahumul maut dan
- bukanlah bentuk taubat. Artinya kalau
- sudah Allah Taala nyatakan bukanlah
- bentuk taubat berarti tobatnya sudah
- ditutup.
- Ya, mereka berbuat macam-macam dan dia
- tunggu-tunggu, tunggu, tunggu sampai
- ketika datang sakaratul maut baru dia
- mau bertobat. Selesai dan tertutup.
- Di ayat yang lain Allah Taala
- menunjukkan bagaimana besarnya rahmat
- Allah Taala untuk memberikan
- pengampunan,
- mencurahkan pengampunan kepada
- hamba-Nya.
- Allah Taala menyatakan ee kalau enggak
- salah dalam surat Azzumar,
- qul sampaikanlah seakan-akan Allah Taala
- memerintahkan kepada Rasul sallallahu
- alaihi wasallam. Sampaikan kepada
- umatmu, qul
- lilladina asrofu ala anfusihim
- la tagnat min rahmatillah.
- Sampaikan kepada mereka yang
- menghamburkan
- diri mereka dalam dosa. Berlebih-lebihan
- dalam dosa.
- Mungkin ibu yang bertanya ini hanya ada
- beberapa kekeliruan-keliruan
- ya. Kebiasaan-kebiasaan berbuat
- dosa-dosa kecil
- apalagi dosa besar.
- Allah Taala nyatakan mereka yang
- menghamburkan diri mereka dalam dosa,
- berkeciimplung dalam dosa. Asro anfus
- terlalu berlebih-lebihan.
- Allah Taala menyatakan
- min rahmatillah. Jangan putus asa dengan
- rahmat Allah.
- Innallaha yagfirudun jamian innahual
- gfururahim.
- Allah mengampuni dosa-dosa itu jamian.
- Artinya jamian itu seberapa besar
- dosanya, seberapa banyak dosanya,
- diampunkan oleh Allah Taala.
- Dan Allah paling senang kepada seorang
- hamba ketika dia bertobat, betul-betul
- bertobat, beristigfar kepada Allah dan
- dia balik kepada Allah.
- Artinya
- betul-betul menyerahkan diri kepada
- Allah dengan makna dia melaksanakan apa
- perintah-perintah Allah berhati-hati
- menjauhi dari dosa.
- Tidak ada dosa yang tidak bisa
- diampunkan oleh Allah Taala. Terkecuali
- kalau sampai dia meninggal dunia dia
- masih syirik kepada Allah.
- Iya.
- Ya.
- Itu
- tertolak.
- sampai dia meninggal dunia masih dia
- syirik kepada Allah dan tidak sempat
- bertobat.
- Ada di ayat yang lain dalam surah
- Al-Furqhan
- Allah [berdehem] Taala ingatkan
- ketika seorang itu berbuat macam-macam
- dosa,
- dia berzina, macam-macam khamar, Allah
- Taala nyatakan nanti di yaumul akhir
- dilipat gandakan oleh Allah dosanya.
- Tapi kemudian Allah Taala tutup ayat ini
- dengan kalimat illa man taba
- terkecuali mereka yang bertobat
- sebelumnya meninggal dunia.
- Ketika dia bertobat ada dua hal yang dia
- lakukan.
- Illa man taba wa amana wa amila amalan
- shihan. Kemudian dia bertobat dia
- perbaiki imannya.
- Artinya dia perbaiki imannya. Kalau dia
- percaya yang tadinya percaya yang
- tidak-tidak ya percaya ada angka yang
- sial, percaya ada yang bisa membawa
- rezeki selain Allah Taala kan ada dalam
- kehidupan kita.
- Iya
- percaya macam-macam.
- [mendengus]
- Dia perbaiki imannya artinya dia buang
- semua itu.
- Waila amalan shihan. Dan sesudah itu
- semua tindak tanduknya menuju kepada
- yang baik.
- Allah Taala nyatakan, "Uika
- yubaddilullahui sayiatihim hasanat."
- Mereka-mereka itu yang Allah balikkan
- dosanya,
- dosanya dia
- menjadi kebaikan.
- Jadi artinya dosanya dia yang lalu
- dihapus oleh Allah dan dicatat
- seakan-akan dia berbuat baik.
- Jadi artinya tidak ada dosa yang tidak
- diampunkan oleh Allah Subhanahu wa taala
- kalau dia betul-betul bertobat dan rubah
- tingkah lakunya. H
- jadi umpama kalau tadinya dia biasa
- pergi ke tempat-tempat maksiat, tempat
- disko, ya naik kelab, sekarang dia pergi
- ke pengajian,
- masyaallah
- apalagi ketika dia beristigfar
- mendedahkan tangan kepada Allah.
- dengan air mata. Masyaallah.
- Ketika matanya telah meneteskan air
- mata.
- Dalam hadis qudsi Allah Taala
- menyatakan, "Aku malu untuk menolak
- permintaan hambaku yang telah membawa
- dua saksi." Ditanya oleh sahabat, "Ya
- Rasulullah, dua saksi ini apa?" Allah
- Taala menyatakan ketika kedua matanya
- telah meneteskan air mata.
- Insyaallah terjawab.
- Masyaallah.
- Ini juga sapaan dari Ibu Anggit ya
- sedang menyimak dan juga Ibu Hajah
- Syaidah yang selalu menyimak acara
- tausiah sore di Rasil. Selanjutnya
- pertanyaan yang masuk lagi dari
- hamba Allah tidak menyertakan nama
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, bagaimana dengan
- bagaimana dengan seseorang yang setiap
- Ramadan ikut sahur berpuasa, tapi tidak
- mengerjakan salat lima waktu? Kerjaannya
- dari pas salat subuh dia tidur sampai
- waktu berbuka puasa. Itu bagaimana
- hukumnya? Bertobatnya bagaimana? Dan
- kita orang rumah sudah capek kalau harus
- selalu mengingatkan. karena sudah
- diingatkan terus tapi tidak dihiraukan.
- Bagaimana Pak Ustaz pencerahannya?
- Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shallli ala sayyidina Muhammad wa ala
- ali Muhammad. Kan di dalam hadis
- Rasulullah sudah dikatakan
- kam minasimin
- laisa lahum illal ju wal atas.
- Berapa banyak di antara mereka-mereka
- yang berpuasa berpuasa. He.
- Tapi yang mereka dapatkan hanya lapar
- dan haus.
- Sayang, sayang. Benar. Sudah berpuasa
- enggak mau salat.
- Sedangkan salat ini sesuatu yang
- nonegotiable.
- Nonnegotiable artinya sudah tidak bisa
- di
- negosiasikan
- apa? Sudah tidak diperbincangkan, tidak
- bisa ditawar lagi. Itu salah.
- Jadi sudah pasti ya subhanallah
- dia berbuat dosa yang sangat besar
- meninggalkan salat ini.
- Ada hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan begini.
- Man tarakasalah mutaamidan.
- Siapa yang meninggalkan salat sekalipun
- satu waktu secara sengaja
- faqad kafara jihar. Sesungguhnya dia
- telah kufur kepada Allah dengan nyata.
- Dalam masalah ini sebagian ulama
- mengatakan kufur dalam ibadahnya dia.
- Tapi masuk kategori kufur.
- Telah kufur kepada Allah. Membangkang
- kepada Allah secara nyata. itu
- meninggalkan salat aja satu waktu, dua
- waktu.
- Apalagi di bulan Ramadan turut sahur,
- subuh enggak bangun, enggak salat. Ya,
- Allahu Akbar.
- Tidur terus
- nanti bangun sesudah asar mendekati buka
- puasa.
- Ini yang Rasulullah menyatakan yang
- mereka dapatkan hanya lapar dan haus.
- H.
- Dan seperti hadis tadi yang Jibril
- mengatakan, "Celakalah orang yang masuk
- di bulan Ramadan sampai berakhir bulan
- Ramadan dia berpuasa berakhir bulan
- Ramadan dia tidak mendapat amampunan
- dari Allah Taala. Mungkin dia masuk
- kepada kategori ini." Dan Jibril
- mengatakan kepada ee Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, "Celakalah
- orang yang begini." Dan Rasulullah
- mengan. Rasulullah menyatakan amin. Dan
- kalau dia tidak cepat-cepat tobat kepada
- Allah Taala
- maka bukan hal mustahil. Dia masuk
- kepada kelompok yang celaka sebagaimana
- yang disampaikan oleh
- untuk itu
- jangan jangan berputus asa. Ingatkan dia
- terus peringatkan kepadanya terus. tetap
- dia masih membangkang. Setidaknya antum
- telah terlepas.
- Kalau kalian diamkan ya kalian turut
- berdosa karena tidak menyampaikan.
- Ingatkan kepadanya insyaallah terjawab.
- Baik,
- selanjutnya pertanyaan dari Ibu
- Nurhaidah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz Jadin Bahmid.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Ustaz, saya mau bertanya, apakah benar
- salat yang tertinggal yang tidak
- terhitung di masa yang lalu bisa dibayar
- di bulan Ramadan di Jumat terakhir
- dengan jumlah 4 rakaat? Saya pernah
- mendengarnya dari media sosial. Apakah
- benar seperti itu, Pak Ustaz? Ada
- keterangannya. Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- waa ali sayyidina Muhammad.
- Ini contoh begini.
- umpama selama kira-kira selama 2 tahun
- atau 3 tahun atau mungkin 5 tahun atau
- 10 tahun enggak mau salat atau terkadang
- salatnya Senin Kamis. Maksudnya Senin
- Kamis kadang-kadang ya lohor aja dia
- salat, asar tidak, magrib tidak, isya
- tidak. Atau ada kadang-kadang hanya
- magrib aja dia salat. Jadi artinya
- bolong-bolong enggak pada tempatnya. H
- dia enggak bisa bayar.
- Yang hanya bisa dibayar itu orang
- berpuasa dan dia sakit atau dia dalam
- perjalanan
- dia tidak puasa. Ah, itu diberikan
- kelonggaran oleh Allah Taala untuk dia
- bisa bayar. Tapi enggak ada dalam
- Al-Qur'an, dalam hadis Rasul yang
- mengatakan dia bisa bayar. Apalagi
- mengatakan nanti di Jumat terakhir di
- bulan Ramadan.
- Itu mungkin hanya pendapat
- dari beberapa orang yang tidak berdasar.
- Nanti orang bisa berpikir kan
- kalau begitu ana enggak usah salat nanti
- tunggu di akhir Ramadan Jumat yang
- terakhir baru. Jadi itu bukan dari hadis
- Rasul sallallahu alaihi wasallam. Jadi
- yang paling bagus perbanyak salat sunah.
- Perbanyak salat sunah. Karena dalam
- hadis Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan yang pertama-tama bakal di
- bakal diperiksa ketika dia masuk kubur.
- Ya,
- kata yaumul akhir. Pertama-tama
- diperiksa salatnya. Nah, yaumul akhir
- kubur itu pintu gerbangnya yaumul akhir.
- Berarti begitu masuk kubur yangun Allah
- lebih mengetahui Allah masih bertanya
- kepada malaikah memberikan kesempatan
- seakan-akan Allah menunjukkan
- kekuasaannya. Dia coba lihat ada
- salat-salat sunahnya karena ada
- salat-salat yang ketinggalan, yang
- enggak benar. H.
- Maka Allah Taala menyuruh periksa
- salat-salat sunahnya untuk menutupi
- kekurangan-kekurangan.
- Iya.
- Nah, ini sudah enggak salat sunah,
- enggak salat wajib lagi. Jadi, justru
- itu kalau ingin membayar salat wajib,
- perbanyak salat sunah, perbanyak
- istigfar, tadahkan tangan kepada Allah,
- tobat benar-benar kepada Allah, Allah
- Taala tidak pernah menutup pintu tobat.
- Insyaallah terjah.
- Selanjutnya dari Ibu Widya di Bogor.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Ustaz, apakah boleh wanita lansia ikut
- iktikaf di masjid?
- Mohon penceranya, Pak Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- waa ali Muhammad.
- Nah, ada hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam yang menyatakan ketika ya
- untuk kepada perempuan.
- Rasulullah menyatakan la la tamnau
- nisaakum bil masajid
- walau hunah ahsan buyutun.
- Jangan kamu larang
- perempuanmu untuk ke masjid
- sekalipun bagi mereka lebih baik untuk
- salat di rumah.
- Nah, sebagian para mufassirin mengatakan
- ini adalah hadis yang Rasulullah
- menyatakan wanita itu paling bagus untuk
- dia salat di rumah.
- H
- oke. Tapi kalau dia ingin salat di
- masjid, jangan kamu larang untuk dia
- datang ke masjid.
- Apalagi kalau perempuan yang sudah boleh
- bilang sudah tua ya, sudah enggak punya
- suami, sudah tidak ada kewajiban untuk
- menyediakan sesuatu kepada suaminya,
- maka dia mau iktikad di masjid. Bisa
- aja, bukan enggak bisa. Sangat bisa.
- Karena Rasulullah menyatakan kepada kaum
- wanita itu, "Jangan kamu larang kalau
- dia ingin pergi ke masjid."
- Iya.
- Walaupun bagi mereka itu lebih baik
- untuk salat di rumah. Mungkin ini kepada
- perempuan-perempuan yang masih punya
- suami. H
- supaya jangan terlalu kadang-kadang
- mereka itu lalai. Dia berpikir kalau dia
- salatnya sudah salat di masjid, TK
- masjid dia tinggalin suaminya umpama
- soal makanannya terbengkalai, makanan
- saurnya terbengkalai.
- Jadi
- sebenarnya
- untuk apalagi perempuan yang boleh untuk
- beriktikaf di masjid insyaallah terjawab
- ya. Dari Bapak Raya di Depok.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Silakan. Lanjut.
- Iya. Ini alhamdulillah saya merasa
- bahagia.
- Warahmatullah wabarakatuh.
- Saya merasa bahagia kalau mendengar
- tausiah ini. Berarti saya ada peluang
- untuk diampuni Allah. Pak Ustaz, bagai
- bagaimana? Saya dulu pernah juga salat
- bolong-bolong, Pak Ustaz. Selanjutnya,
- langkah ke depannya saya harus
- bagaimana? Kalau harus diqada, bagaimana
- cara mengqodanya, Pak Ustaz? Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Seperti yang saya sampaikan tadi,
- paling bagus itu perbanyak salat sunah.
- Karena kewajiban itu sudah lewat.
- H
- do salah itu sebenarnya enggak ada
- ya. Tapi Allah Taala akan Allah Taala
- berikan ee kemudahan kepada kita. Contoh
- begini. Contoh begini.
- Seorang musafir
- ya ketika zuhur dia enggak salat karena
- dia dalam perjalanan sampai di satu
- tempat kemudian asar Allah Taala
- memberikan kesempatan kepadanya boleh
- digasar dan digabung. Bukan kita gada
- salatnya bukan.
- Jadi apa yang sudah lewat salat kita,
- perbanyak aja kita minta ampun kepada
- Allah, beristigfar, bertahmid, dan
- perbanyak salat sunah.
- Innallaha yagfirudun jamian. Allah
- mengampuni dosa itu banyak. Walaupun
- dosanya itu jamian, artinya dosa itu
- sudah bertumpuk-tumpuk.
- Apalagi dosa antara kita dengan Allah
- Taala.
- [mendengus]
- Tapi itu dosa ada tiga macam.
- Ada dosa antara kita dengan Allah Taala.
- Ada dosa antara kita dengan manusia.
- Tapi [mendengus] Allah Taala
- gantung dosa ini sampai dia selesaikan
- dengan sesama manusia. Ada dosa antara
- kita dengan Allah Taala.
- Ya Allah Taala ingatkan dalam Al-Qur'an.
- Innallah yagfirudun liman yasya. Allah
- mengampuni dosanya kepada siapa yang Dia
- kehendaki.
- Perbanyak kita rubah tingkah laku kita
- ya, arah kita
- yang biasanya ke mana kalau kita lagi
- ada waktu luang.
- Perbanyak salat sunah,
- perbanyak beristigfar, minta ampun
- kepada Allah, tedahkan tangan bertobat
- betul-betul kepada Allah. Allah Taala
- nyatakan dalam Al-Qur'an yang saya
- terangkan tadi.
- Orang yang berbuat dosa macam-macam
- kemudian dia tobat kepada Allah Taala.
- Benar-benar tobat kepada Allah.
- Allah Taala rubah dosanya dia yang lalu
- dihapus oleh Allah. Yubadilullahu
- sayiatihim
- hasanat.
- Allah merubah mengampuni dosanya dia
- yang lalu. Allah Taala catat sebagai dia
- berbuat baik.
- Perbanyak kita minta ampun kepada Allah.
- Ikuti dengan tahajud kepada Allah Taala.
- Dan Allah Taala tidak pernah memungkiri
- janjinya. Pasti Allah Taala berdasarkan
- ayat ini ya. Insyaallah Allah Taala akan
- ampuni, ampunkan dosanya. Insyaallah
- terjawab.
- Baik, Ustaz. Yang terakhir, Ustaz. Ya,
- yang terakhir ini pertanyaan yang datang
- dari Ibu Karisa. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, bagaimana caranya agar kita bisa
- istikamah ketika Ramadan berakhir?
- Demikian, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shi ala sayyidina Muhammad wa
- ala ali Muhammad. Betul. Kita itu
- beribadah bukan pada hanya pada waktu
- bulan Ramadan, tapi pada waktu bulan
- Ramadan ibadah kita kita perbanyak.
- Perbanyak ya. Karena ini bulan yang
- kesempatan Allah Taala akan berikan
- kemampunan, keberkahan, macam-macam
- Allah Taala berikan kepada kita.
- Bagaimana untuk kita istiqamah
- sesudah Ramadan?
- Seorang itu kalau dia niat baik,
- berusaha dengan baik, biasanya Allah
- Taala ikuti dengan banyak kebaikan.
- Justru itu jangan kita lupa minta
- tadahkan tangan kepada Allah.
- Minta kepada Allah.
- Di antaranya ingat tidak
- doa yang diajarkan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- tiap kita selesai salat
- itu. Doa ini keluar. Rasulullah
- mengajarkan kepada Muad bin Jabal.
- Rasulullah menyatakan, "Aku ajarkan
- kepadamu, jangan engkau tinggalkan
- sesudah selesai salat." Ja, begitu
- artinya. Ya,
- Muaz mengatakan labaika ya Rasulullah.
- Kemudian Rasulullah menyatakan selesai
- salat tadahkan tanganmu kepada Allah
- minta kepada Allahumma ain
- alikrikaukrika
- wusni ibad. Ya Allah bantulah aku,
- tuntunlah aku
- untuk selalu mendekatkan diri mengingat
- kepadamu. Itu termasuk bagian daripada
- istiqamah. Iya.
- Wasukrika. Dan tuntunlah aku supaya aku
- selalu mensyukuri nikmahmu.
- W husni ibadatika.
- Dan supaya makin hari makin baik
- ibadahku kepadamu.
- Jangan kita tinggalkan doa itu tiap
- selesai salat. Kalau enggak bisa hafal,
- bahasa Indonesia boleh.
- H
- bahasa Jawa, bahasa Cina, bahasa Siak
- boleh.
- Minta kepada Allah
- ya. Ya Allah perbaikilah ibadahku.
- Iya
- makin hari makin baik.
- Ya Allah bantulah
- aku untuk meningkatkan
- ibadahku
- se Indonesia. Minta kepada Allah. Dan
- itu disuruh oleh Rasul sallallahu alaihi
- wasallam tiga hal.
- Ya Allah, bantulah aku untuk selalu
- mengingat kepadamu, mendekatkan diri
- kepada-Mu. Bantulah aku ya Allah untuk
- selalu
- mensyukuri nikmah yang dalam hidupku.
- Nikmat Allah itu hanya berbentuk materi.
- Oh, orang kalau kaya raya, rumahnya
- besar, mobilnya banyak, dia hidup dalam
- nikmat. Belum tentu.
- Belum tentu dia hidup dalam nikmat.
- Mungkin dengan begitu dia dia
- penyakit berkepanjangan. Tapi itu pun
- nikmat dari Allah Subhanahu wa taala.
- Kita bernapas aja enak kita
- kita bisa beribadah kepada Allah. Itu
- satu nikmat yang luar biasa dari Allah
- Subhanahu wa taala. Just itu kita minta
- kepada Allah. Jadi kalau Ibu bertanya
- bagaimana saya bisa istikamah?
- Minta kepada Allah niat yang baik.
- Ya Allah
- I
- berikanlah jadikan ketaatanku ini
- kepadamu, ketakwaanku ini kepadamu,
- peliharalah selama sampai akhir hidupku.
- Bisa minta kepada Allah Taala yang
- demikian, niat yang baik bahwasan
- istiqamah. Allah Taala mengetahui niat
- kita. Insyaallah terjawab.
- Dan kepada para pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa taala.
- Sebelum saya tutup
- saya ingin mengundang kembali bahwa kita
- membuka tempat tahfidul Quran khusus
- untuk putri.
- Iya.
- Menerima pendaftaran sampai bulan Mei.
- Dan ini total,
- mutlak
- free H
- full beasiswa
- tidak ada uang pendaftaran.
- tidak ada uang bulanan, makan sehari
- tiga kali dengan pembimbing-pembimbing
- Al-Qur'an perempuan semua yang cukup
- sangat eksert.
- Dan yang ingin ee [berdehem]
- kami ada di Instagram yang bernama
- Nurul Quran Al-Hakim.
- ada Instagram di dalam telepon bisa
- hubungi kepada Rasil
- nanti Rasil [berdehem] akan menyampaikan
- kepada saya atau menghubungi langsung
- silakan
- nomor telepon saya 0857
- 1072
- 9353
- sekali lagi 0857
- 1072
- 9353
- kalau ada yang salah kepada Allah
- mengharapkan magfirahnya.
- Selamat berpuasa
- para pendengar sekalian. Insyaallah
- mudah-mudahan kita ketemu kembali pada
- waktu yang akan datang. Waminallahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahaillallah wa anna muhammadar
- rasulullah. Nastagfiruka waubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian mana telah kita
- bersama-sama simak tausiah sore yang
- telah disampaikan oleh Ustaz JM Bahmid.
- Tobat dan istigfar sebelum berakhir
- Ramadan tema kita di sore hari ini.
- Semoga apa yang ustaz sampaikan dapat
- menambah ilmu agama kita juga menambah
- iman kita kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Saya yang bertugas Pak Har
- ditemani Neza dan juga Yusuf Subamit.
- Billahi taufik walhidayah
- wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.