Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirahmanirahim.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahuma shali ala sayyidina Muhammad wa
- ala alihi sayyidina Muhammad.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini, hari Rabu tanggal 18 Jumadil Awal
- 1443 Hijriah atau tanggal 22 Desember
- 2021.
- Seperti biasa Radio Salam Tarhim
- menampilkan kembali menampilkan kembali
- acara ruang
- bukan ruang sehat
- acara tamu kita.
- Anda bisa lihat juga di YouTube ya,
- ketik saja Rasyid TV.
- Kami menghadirkan kembali
- Bapak yang ajaib ini
- Prof. Dr. Ridwan
- Hasan Saputra.
- Dipanggil Profesor atau Doktor karena
- prestasinya bukan bukan secara akademik
- tapi karena dia sering membawa adik-adik
- ikut apa lomba olimpiade matematika di
- berbagai negara di luar negeri
- dan menang
- dan bayar seikhlasnya, [tertawa]
- luar biasa. Beliau mendirikan KPM ya,
- Kampung Matematika.
- Prof.
- Dr. Ridwan Hasan
- Saputra
- lahir nya di Bogor
- tanggal 16 April tahun 75
- SD nya di Ciherang, Bogor
- SMA nya SMA 2 Bogor, SMA 5 Bogor
- kemudian S1, S2-nya di IPB Bogor S3-nya
- di Universitas Ibnu Khaldun
- untuk jurusan pendidikan agama Islam.
- Tahun 2014
- itu terpilih menjadi tokoh perubahan
- oleh eee media Republika
- kemudian 2007
- mendapat Bintang Satya Lencana
- Wira Karya dari Bapak SBY
- kemudian tahun 2014
- mendapat anugerah
- mmm pendidikan dari Kemen- Kemendikbud
- 2005 2015
- mendirikan Kampung Matematika
- oh, Kampung Matematika
- itu dianggap baik oleh Bapak Anies
- Baswedan
- dan dia mendirikan Koperasi Simpan
- Pinjam tanpa bunga
- Koperasi Simpan Pinjam tanpa bunga
- Koperasi Simpan tanpa bunga
- dikasih nama Koperasi Simpan Pinjam
- Bangkrut
- Bangkrut Bang Ridwan
- dan ini bukan sekedar parodi
- tapi juga ada filosofinya dan ada sudah
- legal, ada SK Menkum-nya
- tadi saya sudah lihat masyaallah
- namanya [tertawa]
- Koperasi Simpan Pinjam Bangkrut rupanya
- Bangkrut itu ada ada kepanjangannya
- yaitu Badan Amal Negeri Guna Kerja Sama
- Rakyat untuk tolong-menolong.
- Kalau orang mau pinjam
- ada yang ada 5 juta, ada yang 1 miliar,
- enggak pakai bunga
- syaratnya apa? Ada keterangan dari DKM
- masjid bahwa dia rajin salat di masjid,
- masyaallah
- Assalamualaikum Pak Ridwan
- Waalaikumsalam Pak Ridwan.
- Aduh senang sekali saya ini bisa ketemu
- lagi Pak Ridwan kali ini karena ini Pak
- Ridwan datang bersama putra tercintanya
- putra ketiga ya?
- Kedua Pak.
- Ah kedua Alam. Ternyata Alam ini jago
- juga matematik seperti ayahnya.
- Bersama supirnya yaitu Kang Jonathan.
- Agamanya Kristen ya?
- Iya.
- Oh masyaallah.
- Pak Ridwan apa kabar sehat Pak Ridwan?
- Alhamdulillah baik Pak Kusnadi.
- Ini masih terus bermain di hikmah-hikmah
- apa suprarasional?
- Iya.
- Ini mungkin walaupun sudah pernah siaran
- di sini tapi mungkin ada pendengar yang
- belum mengerti apa itu suprarasional
- itu apa?
- Oke.
- Kalau kita lihat suprarasional supra
- artinya di atas.
- Berarti di atas rasional. Nah saya buat
- buku namanya cara berpikir suprarasional
- dan karakter suprarasional. Jadi kalau
- kita angkat tentang cara berpikir
- suprarasional itu cara berpikir yang di
- atas rasional.
- Kalau rasional berpikirnya pakai ini nih
- otak di kepala.
- Nah kalau suprarasional pakai otak di
- dada.
- Otak di dada.
- Jadi pakai ini hati kalbu nih pakai
- kalbu mikirnya. Jadi beda dengan orang
- lain pasti Pak.
- Tuh hasilnya beda ya?
- Hasilnya beda.
- Salah satu produknya adalah bikin les
- bayaran seikhlasnya. [tertawa]
- Bikin koperasi simpan pinjam tanpa
- bunga.
- Kalau orang yang pakai
- rasional Pak bikin les tuh
- Gimana marginnya gimana gimana?
- Kapan balik modalnya ya kan?
- Termasuk koperasi ini gimana dapat
- untungnya?
- [tertawa]
- Dari mana karyawan kerja gitu dapat
- uangnya? Nah itu kalau rasional pasti
- akan begitu kalau suprarasional enggak
- Pak.
- [tertawa]
- Nah bahkan Bapak kan mendirikan koperasi
- simpan pinjam tanpa bunga bangkrut Bang
- Ridwan.
- Syaratnya
- [tertawa]
- yang minjam harus ada keterangan dari
- DKM masjid bahwa dia rajin salat di
- masjid.
- Yang beragama Islam Kalau yang beragama
- lain nanti ada lagi.
- Ada lagi. Tapi boleh juga, ya?
- Boleh.
- Boleh, ya?
- Boleh.
- Oke. Apakah orang yang rajin salat, lalu
- peminjamannya itu pembayarannya lancar,
- Pak?
- Kadang-kadang enggak lancar, Pak.
- Enggak lancar juga?
- pengurus DKM-nya juga enggak lancar.
- [tertawa]
- Tapi Pak Ridwan senyum saja, tuh.
- Ya, senyumlah, Pak.
- Karena gini, saya
- Ya, nagih pernah, cuman ya sudahlah
- alasannya Covid, Pak. Covid, Pak, gitu.
- Hmm. Tapi ya sudahlah, gitu.
- Hmm.
- Ini kalau cara berpikir suprarasional,
- ya, Pak. Tapi ini tidak untuk, apa, ya?
- Mungkin tidak untuk diterangkan ke
- konsumen.
- Heeh. Heeh.
- Jadi, kalau misalkan kita meminjamkan
- uang itu, yang saya pahami dalamnya tuh
- kita sama dengan sedekah sebesar
- pinjaman itu sampai
- waktu pelunasan.
- Heeh.
- Ketika waktu pelunasan masih nunggak
- juga,
- Heeh.
- kita sama dengan sedekah dua kali nilai
- pinjamannya, tiap hari, Pak.
- Hmm.
- Nah, kalau kita berpikir tentang sedekah
- dan orang suka sedekah, bahagia dong,
- Pak.
- Heeh.
- Tiap hari kalau kita minjemin seseorang
- satu juta enggak dipulangin sehari dua
- juta, dua juta kita sedekah. Bahagia
- dong.
- Hmm.
- Cuman ini jangan sampai diketahui oleh
- peminjam. Jadi, mikir enggak usah
- dipulanginlah, entar Pak Ridwan kan
- nanti sedekah ini tiap bulan, eh tiap
- hari. Bahagia Pak Ridwan. Jadi, orang
- malas mulangin. Cuman ini di sisi kita
- kalau misalkan kita dipinjemin enggak
- bayar-bayar orangnya. Sisi itu yang
- dipakai, Pak.
- Hmm.
- Supaya
- enggak kesel gitu. Tapi emang hikmahnya
- gitu. Yang saya rasakan kok uangnya
- enggak habis-habis, Pak.
- Berapa persen yang pembayarannya macet,
- tuh?
- Yang saya rasakan sih, Pak, di atas 50%.
- 50%? [tertawa]
- Itu dia, tuh.
- Ajaibnya Pak Ridwan senyum saja.
- [tertawa]
- Uangnya beredar enggak dibayar-bayar.
- Tetap saja senyum. Nah, pasti ada pintu
- lain yang tiba-tiba masuk, ya, pintu
- rezeki lain, ya?
- Itu betul, Pak. Jadi, yang saya rasakan
- ketika orang tuh nunggak,
- He eh.
- enggak bayar,
- saya dapat rezeki lain yang tak terduga.
- He eh.
- Jadi, saya bahagia aja gitu karena
- ya, pokoknya tetap aja saya bisa-bisa
- bertahan, masih bisa gaji karyawan,
- masih beraktivitas gitu. Jadi,
- hutang mah hutang, rezeki mah rezeki
- gitu.
- Jadi, Bapak ini enggak pernah marah,
- enggak pernah kecewa terhadap
- seperti ini?
- Enggak.
- Enggak?
- Enggak.
- [tertawa]
- Aduh.
- Jadi, kadang-kadang yang
- yang ini, Pak. Jadi, yang ngulangin
- bayaran serius tuh malah ibu-ibu yang
- enggak saya duga gitu.
- He eh.
- Yang saya duga misalkan guru ngaji apa
- malah enggak bayar.
- He eh.
- Ibu-ibu
- malah yang suka bayar ada satu orang
- tuh.
- He eh.
- Terus yang lucu gini, saya kan kerja
- sama dengan
- [tertawa]
- kepala desa.
- Terus kata kepala desa tuh, kan dia
- kerja sama dengan jamaah pengajian.
- Kata kepala desa, "Pak Iduan, saya juga
- ketipu. Saya pikir orang itu jujur,
- ternyata enggak."
- Saya bilang, "Pak kepala desa, ketipu
- saya udah biasa."
- He eh.
- Dia baru sekali aja udah udah stres. Dia
- bilang,
- "Susah gitu untuk berpikir kita duga
- orang baik ngambil dari pengajian buat
- minjem, ternyata sama, Pak."
- Jadi, yang kita tidak duga malah yang
- rajin, Bapak.
- He eh.
- Rajin nyicil tuh.
- He eh, he eh.
- Kalau misalnya minjem 5 juta, gimana
- sistem pembayarannya? Tiap bulan apa
- gimana?
- Sesuai kesepakatan sih, cuman kita buat
- biasanya itu jatahnya 2 tahun, sebulan
- sekali.
- Jadi, misalnya 2
- 2 tahun.
- Pokoknya 2 tahun aja dia. Sebulan sekali
- terserah dia. Apa misalkan mau misalnya
- 200 ribu, ujungnya nanti dilunasin pas
- di ujung, terserah sih.
- He eh,
- gitu ya.
- Apakah uang selalu ada setiap orang?
- Pasti menarik nih, banyak orang mau
- pinjam. Uangnya selalu tersedia?
- Dana? Ada dananya?
- Alhamdulillah kalau sekarang mah
- selalu ada sih.
- He eh.
- Cuman kan yang minjem ke saya ada
- syaratnya, Pak. Selain yang tadi.
- He eh.
- Jadi kan syarat jadi anggota koperasinya
- itu.
- Oh, syarat harus menjadi anggota
- koperasi ya syaratnya apa?
- Jadi harus ikut pelatihan dulu
- Berapa lama pelatihannya?
- Jadi ada seminar dulu dulu 1 jam
- setengah terus pelatihan 3 kali
- Bayar enggak tuh ikut pelatihan?
- Enggak
- Enggak, gratis ya?
- jam setengah terus
- itu nanti ada apa
- kegiatan
- jaringan supranasional
- dia harus aktif dulu baru boleh minjam
- dan ada yang lucu Pak yang waktu saya
- bilang ke notaris tuh notaris sampai
- bingung
- ada yang namanya iuran wajib sama
- apa iuran pokok sama iuran wajib itu
- jadi iuran pokoknya itu 5.000 Pak iuran
- wajibnya
- 2.500 per bulan
- [tertawa]
- orang kan pasti gampang dong Pak jadi
- anggota koperasi saya
- cuman dapat ngasih cuman 7.500 bisa
- minjam duit
- karena tujuannya emang saya ingin orang
- tuh minjam uang ke saya Pak
- cuman sebelum dia minjam uang ada syarat
- dan ketentuan berlaku
- jadi harus rajin ibadahnya kalau enggak
- ya enggak kita kasih
- saya punya pengalaman juga orang yang
- gini
- orang yang saya cap ustad atau yang
- aktif ke mesjid saja enggak mulangin
- apalagi yang enggak ke mesjid Pak
- [tertawa]
- saya terus terang banyak yang lebih
- enggak mulangin lagi gitu
- tidak membuat Pak Ridwan kapok ya?
- Enggak
- Masya [tertawa] Allah luar biasa deh
- Oke nanti kami akan bacakan juga nomor
- telepon yang Anda bisa hubungi
- untuk bertanya-tanya mengenai
- Bapak Ridwan Hasan Saputra ini yang unik
- ini
- memberi pinjaman tanpa bunga syaratnya
- harus dapat surat keterangan dari DKM
- mesjid bahwa dia ini rajin sholat di
- mesjid gitu ya
- silahkan Anda boleh bertanya baik
- melalui WA maupun telepon untuk telepon
- di 0218451512
- untuk WA di 08111
- 99975
- Bagaimana ke kegiatan apa? Ehm.
- Apa kursus matematika yang gratis masih
- jalan?
- Masih jalan.
- KPM itu ya, Kampung Matematika.
- Iya.
- Di Bogor ya?
- Iya. Ini juga ini Pak, jadi inilah hasil
- setiap hari berpikir suprarasional.
- Jadi saya dari awal tuh ketika les
- bayaran si ikhlasnya
- kan orang bilang enggak mungkin bisa
- jalan. Ternyata bertahan sampai
- sekarang.
- Bahkan bisa punya gedung ya?
- Iya bahkan punya gedung.
- [tertawa]
- Jadi saya berpikir koperasi ini juga
- harusnya
- bisa bertahan logikanya.
- Ini harusnya sudah berjalan 2 tahun.
- Masih bertahan alhamdulillah.
- Awalnya saya juga agak bingung tuh,
- waduh kira-kira bakal bangkrut enggak?
- Tapi dalam hati kan kalau bangkrut juga
- namanya bangkrut. Berarti tujuan
- tercapai dong.
- [tertawa]
- Kalau misalkan, Pak koperasinya
- bangkrut. Iya kan namanya juga bangkrut
- koperasinya.
- Itu dari SK Menkumnya waktu ngurus itu
- legalnya apa enggak? Bertanya kok
- namanya bangkrut? Enggak dipertanyakan
- itu?
- Notarisnya yang nanya Pak.
- [tertawa]
- Ini Pak Ridwan serius bikin namanya
- bangkrut gitu kan.
- [tertawa]
- Serius saya bilang.
- Terus enggak takut jadi doa?
- Kan saya bilang ada dua beda Pak.
- Kalau namanya koperasi Bang Ridwan
- bangkrut Bang Ridwannya yang bangkrut.
- Heeh. Tapi kalau misalkan bangkrut Bang
- Ridwan sebenarnya ada kata di
- sebelahnya.
- Bisa jadi gini kan harus karena tiga
- kata ya.
- Nih rentenir bangkrut Bang Ridwan.
- Pinjol bangkrut Bang Ridwan.
- Jadi yang bangkrut bukan Pak Ridwannya.
- Bukan Pak Ridwannya tapi hal-hal yang
- berhubungan dengan ribanya yang
- bangkrut.
- Ehm jadi yang bangkrut
- riba itu ya. Pinjol itu bangkrut.
- [tertawa]
- Karena pinjol pakai pinjol pakai bunga
- ya.
- Ya kasihan Pak Guru minjam uang 3 juta
- harus balikin 40 juta.
- Masyaallah.
- Minjam 6 juta sampai 206 juta. Kalau
- disyariatkan tetap 3 juta.
- Kalau ini dicicil lagi
- cicil lagi
- 2 tahun lagi
- 2 tahun lagi
- [tertawa]
- gimana enggak edan tuh orang
- sudah gitu telat lagi pak
- [tertawa]
- aduh malam masya Allah bangga banget ya
- punya ayah seperti
- bapak Ridwan ini
- oke ini nomornya
- silakan siapkan pulpen sama kertas kami
- akan bacakan nomor HP dari
- Profesor Doktor Ridwan Hasan Saputra
- nomornya adalah mana tadi saya sudah
- catat tadi itu
- oh iya 0812
- kemudian [mendengus]
- 81
- 34
- 11 00
- 0812
- 80 34 11
- 00
- nah bapak bagaimana [berdehem]
- kalau mengajak anak-anak untuk olimpiade
- matematika ke luar luar negeri itu
- selalu menang atau bagaimana bekal-bekal
- yang bapak berikan kepada anak-anak itu
- oke yang jelas ini kalau bicara lomba
- olimpiade matematik
- saya menganggap itu adalah proses untuk
- mereka melatih berpikir otak di kepala
- tapi yang tingkat tinggi namanya higher
- order thinking skill
- tapi saya bekali juga tadi pak otak di
- dadanya harus cerdas
- jadi saya mengajak mereka rajin ibadah
- salat dhuha tahajud pada saat istilahnya
- tuh
- itu berpengaruh sangat berpengaruh
- sangat berpengaruh dan berpengaruh juga
- pada kesuksesan mereka hidup gitu
- jadi ketika mereka sudah menjuarai suatu
- event lomba di luar negeri ada dua model
- tuh pak kalau orang yang rajin beribadah
- mah biasanya dapat beasiswa kemana yang
- enggak rajin malah enggak dapat apa-apa
- makanya saya sering bilang jadikanlah
- lomba matematik itu momentum untuk
- meningkatkan ibadah supaya nanti kita
- mendapatkan manfaat kalau istilah di
- supranasional itu tabungan jiwa.
- He em.
- Nah, saya ingin cerita di sini, gini Pak
- Krisna.
- Pendidikan kita ini
- agak sedikit bermasalah.
- He em.
- Apa masalahnya?
- Kita hanya mengasah otak di kepala sama
- panca indra.
- He em.
- Tapi otak di dada nih yang saya bilang
- antena yang ketiga jarang diasah.
- He em.
- Efeknya kita menjadi orang-orang yang
- pertama kurang bersyukur, yang kedua
- kurang beruntung.
- He em.
- Coba nih, yang saya lihat gini bukti ya
- kalau kita tuh mengutamakan otak di
- kepala sama di sama panca indra.
- Orang ranking satu gara-gara apa? Pintar
- matematik, pintar IPA, pintar IPS.
- Eee fisiknya bagus. Sampai ada olimpiade
- untuk matematik, sampai ada olimpiade
- untuk olahraga.
- He em.
- Coba kalau ada anak jujur, Pak.
- He em.
- Suka menolong.
- He em.
- Rajin ibadah, dikasih ranking satu
- enggak?
- Enggak.
- Enggak.
- He em.
- Akhirnya orang malas, Pak.
- He em.
- Efeknya otak di dadanya, qolbunya itu
- jadi tidak terasah.
- He em.
- Padahal manfaat qolbu luar biasa, Pak.
- Bisa ibaratnya berpikir hal yang gaib,
- Pak.
- He em.
- Hal yang gaib itu nih saya pribadi nih,
- saya ilustrasikan.
- Kenapa saya berani melakukan buat
- pinjaman tanpa bunga?
- He em.
- Saya meyakini pertama
- tadi bahwa kalau kita minjemin sama
- dengan sedekah.
- He em.
- Nah,
- berarti saya meyakini kalau sedekah itu
- kan pahalanya banyak.
- He em.
- Nah, kalau saya meyakini itu kan jadi
- saya mau melakukan pinjaman tanpa bunga.
- Tapi kalau orang yang tidak yakin akan
- sedekah,
- malas dia untuk melakukan pinjaman tanpa
- bunga.
- He em.
- Nah, itu yang saya ingin bilang bahwa
- dengan hati hidup kita banyak melakukan
- hal-hal besar yang tidak terpikirkan
- orang.
- Masya Allah.
- Itu.
- Wah, sudah langsung ada pertanyaan nih.
- Assalamualaikum warahmatullahi Ridwan,
- pinjaman untuk renovasi rumah boleh atau
- tidak?
- Oke.
- Oke, yang jelas gini pertama memang ini
- kan koperasi nih. Jadi koperasi.
- jadi
- orang yang boleh minjam itu adalah
- anggota koperasi
- nah anggota koperasi itu
- ada syaratnya juga kan tadi ada ikut
- seminar
- terus pelatihan sebanyak tiga kali itu
- bisa tiga minggu terus dia beraktifitas
- di jaringan supranasional jadi kan
- pelatihannya supranasional
- sampai sekitar dua bulanan
- kalau terlihat aktif itu ada proses
- memang
- jadi peminjaman yang lima juta dulu ada
- yang minjam satu miliar itu yang sudah
- benar saya yakin orang itu jujur bisa
- dipercaya
- karena saya
- sudah berapa lama beliau minjam satu
- miliar
- itu mungkin enam bulan
- berjalan itu
- berjalan
- lancar ya
- lancar
- jadi saya tidak mau juga kalau untuk
- ukuran uang besar kita tidak memberikan
- kepada yang tidak amanah begitu
- karena kan
- kasihan harusnya bisa dibagi untuk 200
- orang misalkan ini jadi sayang
- sendiri [berdehem] ya sendiri ya
- kita pinjamkan itu sampai untuk bukan
- hanya renovasi rumah
- beli rumah juga kita pinjamkan Pak
- cuma tapi yang seperti itu enggak
- mungkin peserta baru nelpon dipinjamin
- enggak itu yang sudah bertahun-tahun
- kita lihat ini orangnya aktif membantu
- baru kita kita kasih
- seperti itu Pak
- oke baik selanjutnya dari Bapak Sudiyono
- Jakarta
- Assalamualaikum Pak Ridwan
- hasil menarik sekali tamu kita nih
- pembicaraan dalam pikiran enggak sampai
- simpan pinjam kok
- enggak bayar 50% tanpa bunga
- nah itu
- terus gajinya dari mana gaji karyawannya
- jadi saya punya usaha namanya salah
- satunya Ridwan Group yang kedua KPM
- begitu
- kalau Ridwan Group kan jual buku jual
- berbagai
- produk-produk yang arahnya pendidikan
- terus setelah itu yang istilahnya itu
- yang bayaran seikhlasnya yang ternyata
- alhamdulillah untung begitu
- jadi enggak rugi sekarang malah untung
- tapi awal-awal katanya bayaran
- seikhlasnya ada yang bayar lima ribu
- nah itu itu yang saya yakini Pak awalnya
- rugi sekarang jadi untung, itu yang saya
- enggak ngerti. Itulah saya bilang Allah
- yang nolong gitu.
- Nah, keuntungan itu saya sisihkan
- sebagian untuk mendanai
- karyawan-karyawan yang kerja di
- koperasi. Jadi, mereka mah enggak
- dibayar oleh hasil pinjaman, emang
- enggak ada uangnya, tapi dari si
- keuntungan yang saya sisihkan untuk
- ibaratnya tadi mendanai operasionalnya
- koperasi.
- Dari pintu lain ya.
- Oke, jadi sudah terjawab itu tadi ya.
- Jadi, karyawannya tetap mendapat gaji,
- cuman dari pintu lain.
- Eh, assalamualaikum. Masyaallah, tamu
- kita hari ini keren banget. Bagaimana
- menumbuhsuburkan keyakinan di
- supranatural, Pak?
- Pernah merasakan pesimis tidak, Pak, pas
- minjam min orang yang banyak yang enggak
- lancar bayarnya. Ya, tadi sudah
- diceritakan, silakan
- diulangi kembali dari awal.
- suprarasional bukan supranatural.
- Beda ya.
- [tertawa]
- Jauh beda.
- Heeh.
- Jadi, emang untuk menumbuhkannya itu
- pertama ya, kita harus
- eh
- banyak mengingat Allah, mendirikan
- salat.
- Terus yang kedua, ini mendirikan apa,
- mengingat Allah itu bisa dari zikir, ya
- berzikir, ngaji gitu ya, baca Quran
- gitu.
- Terus yang kedua, istilahnya itu
- banyak melakukan sedekah, Pak.
- Heeh.
- Wakaf.
- Sedekah itu berapa banyak, Om?
- Terus terang ini saya sedekah saya
- kadang-kadang juga kayak orang gila,
- Pak.
- Heeh.
- Jadi, istilahnya tuh enggak pakai mikir.
- Saya kadang-kadang sifatnya kalau ada
- peluang tuh kadang-kadang diborong aja
- gitu.
- Heeh.
- Ada pembangunan apa diborong,
- kadang-kadang istri suka protes.
- Itu ngeborong, ngeborong. [tertawa]
- Jadi, saya berpikir logikanya begini
- sih, logika logika sederhananya begini.
- Kan istilahnya tuh
- kita sedekah kan dikalikan 700 kali lah,
- istilahnya tuh di ayat surat Al-Baqarah
- ayat 261.
- Saya pikir daripada disimpan uang di
- bank, paling cuma 4% setahun, ini
- sedekah lebih gede. Nah, itu.
- Dan kadang-kadang terus terang awalnya
- enggak ada balikan, Pak, enggak ada
- balasan gitu. Uang tuh, "Kok enggak ada
- balasan?" Tapi saya meyakini aja, Allah
- pasti ngebalas. Dan yang saya rasakan
- adalah uangnya enggak habis-habis.
- Ini terus terang begini, Pak, contoh ya.
- Asal uangnya ada ya, Pak.
- Di masjid misalkan dibutuhkan turap
- biaya sekian puluh juta gitu.
- Biasanya saya suka suka ngeborong, "Itu
- bahan bakunya dari saya deh gitu semua."
- Nah, itu tuh udah aja uangnya kasih aja,
- "Brak!" gitu. Nah, saya pikir, "Wah, ini
- uang saya habis nih." Ada lagi tuh, Pak.
- Dari yang tak terduga. Makanya
- saya tuh sering bilang kalau ke
- orang-orang
- sedekah tuh minimal 20% dari penghasilan
- kita.
- Kalau itu minimal, pasti dapatnya
- lebih gede lagi.
- Tapi enggak tuh, saya juga enggak
- ngitung sih. Berapa yang jelas saya
- rasakan, saya punya prinsip sedekah
- sekarang begini.
- Saya lebih suka nyimpan uang tuh tidak
- di bank.
- Terus saya di mana?
- Di dalam bentuk sedekah-sedekah aja, ke
- masjid, ke pesantren.
- Nah, sekarang saya lebih suka nyimpan di
- koperasi bangkrut, Pak.
- [tertawa]
- Karena kan dipinjamkan. Sebab sedekah
- itu gini, saya pernah baca hadis Nabi
- itu
- pas Isra Mi'raj Nabi Muhammad Nabi
- Muhammad melihat di pintu surga tuh ada
- tulisan
- "Kalau meminjamkan uang itu 18 nilainya,
- kalau sedekah 10." Berarti kan lebih
- gede. Makanya lebih lebih suka nyimpan
- uang di bank. Eh, sori, di bank Ridwan
- maksudnya,
- karena manfaatnya lebih gede.
- Mungkin sekarang bisa jadi lebih dari
- 20% penghasilan saya per bulannya masuk
- sini.
- Gitu.
- Assalamualaikum, bagaimana cara saya
- mengikuti pelatihan Profesor Ridwan yang
- di tadi ditawarkan? Bagaimana caranya?
- Nah, biasanya nanti kita tiap bulan tuh
- saya suka nge-share sih. Ada pelatihan
- pertama seminar dulu, nanti ada diikuti
- pelatihan suprarasional sebanyak tiga
- kali.
- Nah, setelah itu
- ikut jaringan suprarasional. Ini ada
- yang menarik begini, Pak.
- Di jaringan suprarasional itu nanti
- orang jadi anggota koperasi ada dua
- alasan, Pak.
- Alasan pertama itu dia memang pengin
- minjam uang.
- Alasan kedua itu dia pengin nitipin
- uang.
- Oh, gitu.
- Untuk dipinjamkan.
- Bahkan saya ada tiga pos, Pak.
- Pos pertama itu
- eh pinjaman tanpa bunga.
- Jadi pinjaman tanpa bunga, orang minjam
- tanpa bunga.
- Yang kedua, simpanan tanpa bunga.
- Simpanan tanpa bunga itu
- orang nyimpen
- tapi tidak dapat bunga, tapi mengizinkan
- untuk dipinjamkan ke orang lain. Yang
- penting uangnya utuh kalau pas mengambil
- gitu.
- Yang ketiga ada lagi, Pak.
- Saya nyebutnya sih sebenarnya dulu
- sedekah gotong royong.
- Cuman karena di koperasi ini
- tidak dipakai ada yang namanya sedekah
- gotong royong itu
- orang nyimpen untuk kalau ada yang
- macet, misalkan meninggal dunia si
- peminjam enggak bisa bayar, itu dipakai
- buat melunasi.
- Tunggakannya itu.
- Oh, gitu.
- Karena ternyata melunaskan orang yang
- berhutang itu pahalanya gede juga, Pak.
- Jadi keuntungannya dapat di situ pahala,
- Pak.
- Bukan uang.
- Karena saya orang suprarasional
- dengan pahala itu lebih
- enak daripada uang.
- Assalamualaikum Pak Ridwan, eh apakah
- betul katanya sedekah bisa menyembuhkan
- penyakit?
- Jawabannya betul, cuman tidak secara
- langsung.
- Jadi istilahnya begini.
- Eh saya itu
- ya anggaplah saja punya punya penyakit
- gitu.
- Terus saya sedekah.
- Nah, ternyata saya ketemu orang yang
- ibaratnya dokter yang cocok dengan
- [tertawa]
- penyakit saya jadi bisa menyembuhkan.
- Jadi enggak tiba-tiba langsung sembuh
- tapi sedekah itu bisa jadi jalan gitu.
- Assalamualaikum Bapak Profesor Dokter
- Ridwan, anak saya perempuan kelas 1 SMP.
- Tipsnya bagaimana supaya senang dan
- pintar matematika?
- Oke.
- Nah, ini kalau misalkan anaknya itu
- dulunya tidak suka matematika
- jadi harus cari guru yang ibaratnya
- menyenangkan
- guru yang membuat dia termotivasi
- matematika.
- Biasanya guru tersebut misalkan kalau
- tidak ditemui di
- sekolah
- ya bisa dicari di
- mungkin guru-guru privat ya yang baik
- atau bisa juga nonton di YouTube
- guru-guru yang bagus.
- Yang kedua adalah
- Bapak mungkin sering mengajak
- anak tersebut ke ibaratnya
- tempat-tempat yang ada hubungannya
- dengan matematika. Kalau dulu misalkan
- di PP IPTEK tuh yang sains, jadi melihat
- permainan itu.
- Yang berikutnya juga
- di leskan sih, Pak. Di les yang memang
- cocok. Cuma nanti kalau di les itu kan
- memang ada yang namanya anak tuh hanya
- untuk matematika di sekolahnya pintar
- ada untuk di olimpiade. Nah, kalau itu
- untuk bicara olimpiade tidak usah
- dipaksakan.
- Karena itu kan ada hubungannya dengan
- bakat yang anak.
- Yang terakhir yang sangat penting adalah
- mendoakan mendoakan anaknya agar
- ibaratnya
- pintarlah. Kalau saya saran bukan hanya
- pintar matematik, jadi anak yang
- saleh-salehah saja gitu.
- Karena terus terang saya secara pribadi
- banyak murid saya itu bilang, "Pak
- Ridwan saya keterima beasiswa di luar
- negeri ya."
- Terus banyak keterima juga di dalam
- negeri di perguruan tinggi elit dan di
- sekolah elit.
- Saya merasakan faktor mendoakan
- murid-murid saya itu juga ternyata
- punya pengaruh. Buktinya mereka itu
- melaporkan saya ketika mendapatkan
- suatu apa ya anugerah prestasi atau
- mendapatkan kesempatan belajar di luar
- negeri.
- Katanya sebelum les harus salat dulu
- bagaimana tuh waktu itu?
- Oh kalau di saya beda memang Pak.
- Di saya tuh harus mengamalkan tujuh
- sunah.
- Oh apa saja?
- Jadi
- anak tuh harus
- Murid-murid nih kepada murid-murid.
- Murid-murid, murid-murid rajin ngaji,
- sedekah, salat tahajud, salat dhuha,
- puasa Senin Kamis,
- tadabbur Alquran, menjaga wudhu. Nah itu
- saya menekankan itu karena terus terang
- ada hubungan antara rajin ibadah dengan
- prestasi matematika.
- Dengan
- anu mudah menangkap gitu ya.
- Ya ada hubungan.
- Oke.
- Assalamualaikum Pak Ridwan. Saya
- sekarang kebetulan dari Pak Andi nih.
- Saya sekarang kebetulan diamanahkan
- untuk jadi bendahara masjid. Saya mau
- tanya sistem cara koperasinya gimana?
- Saya kadang suka bingung Pak.
- Bagaimana cara mengatasinya? Ada jamaah
- suka mau pinjam uang kas masjid,
- bagaimana ini?
- Nah.
- Ini sebenarnya saya tuh
- punya program nanti
- ibaratnya
- eee kerja sama dengan masjid-masjid
- gitu.
- Istilahnya tuh. Justru masjid itu
- ibaratnya kayak ini Pak
- cabang
- eee Bank Ridwan.
- He em.
- Jadi kalau saya saran nih
- uang jamaah itu
- dikumpulkan diinformasikan nih kita mau
- buat misalkan simpan pinjam untuk warga
- jamaah yang tanpa bunga. Siapa yang mau
- nitipin anggap uang sedekahnya tuh
- memang tujuan untuk dipinjamkan.
- Karena mohon maaf sih menurut saya
- daripada uang ngumpul di masjid
- di kas masjid tidak jelas gitu
- He em.
- dipakai apa
- He em.
- toh bangunannya sudah bagus mending
- diniatkan untuk dipinjamkan tapi memang
- dengan cara yang benar memang dia harus
- rajin ke masjid, harus pekerjaannya
- jelas, analisisnya jelas gitu.
- He em.
- Dia mau kuat
- ini berapa gitu. Jadi saran saya sih
- memang kalau memang uang kas masjidnya
- ada
- ya ada yang diposkan untuk dipinjamkan
- tanpa bunga buat jamaah masjid. Jangan
- bukan jamaah masjid. Kalau bukan jamaah
- masjid enggak ada manfaatnya ya.
- Heeh, heeh.
- Ke masjid enggak, bayar juga belum
- tentu. Tapi harus hati-hati juga. Jangan
- sampai dia
- sudah pas minjam karena malu enggak ke
- masjid lagi.
- Heeh.
- Assalamualaikum Pak Ridwan. Pak Ridwan
- apakah punya pengajian yang
- murid-muridnya ini anak-anak muda?
- Eee
- kalau saat ini
- saya
- tidak punya pengajian seperti itu gitu.
- Yang saya suka adalah
- melatih
- mengadakan pelatihan super nasional buat
- guru
- buat umum lah, buat anak muda, buat
- orang yang sudah tua.
- Pernah juga buat pengurus DKM gitu.
- Di mana dan
- kapan saja jadwalnya itu?
- Kalau itu modelnya kan pelatihan. Itu
- biasanya sih Zoom Meeting Pak kalau
- sekarang.
- Heeh.
- Biasanya Kamis
- jam 4 sampai jam 17.30. Cuman itu tadi
- ya?
- Eee modelnya per paket ya.
- Jadi paketnya sebulan saya buatkan 3
- minggu tuh.
- Heeh.
- Jadi kalau misalkan yang besok nih Kamis
- ya, itu yang pertemuan ketiga.
- Heeh.
- Jadi enggak boleh masuk kalau yang
- ini yang baru itu. Harus di bulan depan.
- berapa dari jam berapa?
- Jam 4 sampai jam 17.30.
- Jam 4 sampai 17.30 ya.
- Itu kan paketnya 3 kali Pak. Jadi besok
- paket yang ketiga. Jadi kalau Bapak mau
- ikut yang bulan Januari
- ya.
- Oke.
- Assalamualaikum. Waduh, keren sekali
- tamu rahasia pagi ini. Di mana alamat
- markasnya
- [tertawa]
- Pak Ridwan?
- Yang jelas
- Laladon
- Laladon Pak.
- Laladon
- Markasnya di Laladon. Di Laladon.
- Di Laladon. Itu ada kalau enggak salah
- Klinik Pendidikan MIPA tuh.
- He eh.
- Istilahnya.
- He eh.
- Gitu.
- Cuman tadi orang enggak boleh
- sembarangan pinjam karena syaratnya jadi
- anggota koperasi. Kan namanya juga
- koperasi, Pak.
- He eh.
- Bukan ibaratnya
- lembaga keuangan umum yang siapa saja
- boleh pinjam tapi ada bunganya, enggak.
- He eh.
- Kalau ini enggak.
- Assalamualaikum warahmatan, Bapak dapat
- istilah
- supra rasional dari mana, Bapak?
- Oke, ini pertanyaan menarik.
- Jadi
- saya tuh waktu kuliah S3 itu dulu
- belajar yang namanya filsafat sains.
- Ketemulah kata-kata supra rasional, gitu
- loh. Istilahnya.
- Nah, di situ. Terus yang kedua, saya
- juga ketemu dulu
- guru saya
- Pak Dokter Adian Husaini itu.
- He eh, Adian Husaini.
- Nah, beliau juga cerita tentang
- kata-kata supra rasional karena saya
- dulu tuh suka suka punya
- pemikiran-pemikiran aneh, Pak. Yang
- ibaratnya itu
- enggak biasa, gitu.
- Saya awalnya menyebutnya irasional.
- Cuman cuman beliau bilang, "Sebenarnya
- masih masuk akal sih, masih masuk akal
- cuman enggak masuknya lebih banyak, gitu
- mungkin."
- Jadi ini pantas disebutkan supra
- rasional.
- Nah, dari dua
- sumber itu saya akhirnya meramu sendiri
- sebenarnya. Jadi yang saya dapat supra
- rasional yang dipraktikkan sama saya ini
- agak berbeda dengan istilahnya itu
- buku-buku filsafat itu karena dulu juga
- guru saya Profesor Dokter Tafsir bilang
- "Yang saya pahami di buku yang saya buat
- itu karakter supra rasional sama cara
- berpikir supra rasional berbeda dengan
- definisi yang ada tapi
- secara praktik
- terlihat bahwa nyata hasilnya, gitu.
- Jadi saya akhirnya tetap dengan
- keyakinan yang saya miliki saat ini."
- Oke, ya.
- Assalamualaikum Pak Ridwan, apakah Pak
- Ridwan menulis buku mengenai supra
- rasional? Apa judul bukunya dan di mana
- kami dapatkan buku itu?
- Eh, bukunya judulnya
- pertama,
- cara berpikir suprarasional, silakan
- lihat di Google tuh. Nanti ada.
- Yang kedua, buku karakter suprarasional.
- Belinya bisa di KPM Mart, Bapak, yang
- ada di Shopee sama yang di
- Bukalapak, kalau enggak salah.
- Di di Google ada kok. Tinggal dicari
- saja,
- Oke.
- Pak Ridwan, eh kadang-kadang kita ingin
- berbuat seperti yang Pak Ridwan katakan,
- tapi kadang-kadang mesti kompak keluarga
- nih. Kadang-kadang kita maunya begitu,
- tapi istri enggak setuju.
- Ya.
- Bagaimana supaya meyakini
- anggota keluarga yang lain bahwa apa
- yang kita korbankan ini
- adalah bagus?
- Ya, betul.
- Kalau saya, alhamdulillah istri itu
- sangat mendukung, Pak.
- Dengan aktivitas yang saya lakukan,
- walaupun aktivitasnya itu
- kadang-kadang sangat aneh. Contoh, Pak.
- Waktu saya buat les bayaran seikhlasnya,
- saya kan punya rumah, Pak.
- Rumah satu-satunya.
- Terus saya putuskan kalau saya les itu
- dalam tanda petik sewa rumah
- atau sewa gedung mahal.
- Nanti kalau laku juga dinaikin. Akhirnya
- saya putuskan apa? Rumah saya dipakai,
- di sewakafkan untuk tempat les.
- Pak?
- Ya, lumayanlah, tipe berapa ya? Luasnya
- 60 yang dulu mah, luasnya 60.
- Saya tuh pindah tuh, Pak, pindah rumah.
- Yang rumah satu saja diwakafkan, saya
- pindah ngontrak ada 7 tahun ngontrak,
- Pak.
- Untung istri itu mendukung. Kalau istri
- enggak mendukung mah kayaknya
- Repot juga ya?
- repot. Nah, istri itu
- saya ini sih, Pak, ibaratnya
- saya doktrin, saya nasehatin.
- Bahasanya gini bahwa
- tujuan kita itu akhirat, bukan dunia.
- Jadi, istilahnya teh mending kita
- bersusah-susahlah memberikan manfaat
- kepada orang lain,
- tapi nanti di akhirat kita senang.
- Daripada kita mungkin senang gitu loh,
- tapi tidak memberi manfaat. Nah, memang
- perlu waktu sih untuk meyakinkan istri
- tentang hal ini dan alhamdulillah
- istri saya tuh sudah yakin, makanya saya
- tuh terus terang
- saya pernah ini Pak, melakukan wakaf
- yang
- aneh-aneh juga.
- Ehm.
- Harganya buat saya lumayan, istri saya
- nurut saja gitu akhirnya.
- Ehm.
- Masyaallah.
- Minta nomor teleponnya Pak Ridwan dong,
- ini nomornya silakan siapkan pulpen sama
- kertas. Saya akan membacakan kembali
- nomor HP dari
- Bapak Profesor Doktor Ridwan Hasan
- Saputra
- ehm apa namanya tokoh suprarasional.
- Ini nomornya 0812
- sudah?
- Kemudian 80
- kemudian 34
- 11
- 00 0812
- 80
- 34 1100.
- Assalamualaikum Pak Ridwan, apakah
- keluarga Pak Ridwan tertular juga cara
- berpikirnya Pak Ridwan?
- Ehm. Yang jelas sih kalau di anak-anak
- saya
- alhamdulillah mereka sudah mulai
- Ehm.
- ibaratnya berpikir hal yang sama,
- minimal mau menderita lah.
- Ehm.
- Menderita ikut pindah-pindah, enggak
- protes, karena terus terang saya
- menjalani hidup yang model seperti ini
- terus terang Pak sering pindah-pindah
- rumah Pak.
- Ehm.
- Apalagi dulu ketika les bayaran
- seikhlasnya gitu, kontrakan habis
- pindah, kontrakan habis pindah. Kalau
- sekarang sudah mulai rada mapan, cuman
- sekarang alasan pindah-pindah rumah juga
- terus terang saya pribadi tidak ingin
- dikenal Pak.
- Ehm.
- Apalagi sudah punya koperasi.
- [tertawa]
- Takutnya minjam ke rumah.
- Ehm gitu, tapi selalu di seputar Bogor,
- ya?
- Seputar Bogor.
- Dulu gimana ceritanya tuh gedung
- bisa akhirnya terbeli oleh Pak Ridwan,
- padahal kan dulunya masih sewa, ya, Pak,
- ya?
- Iya.
- Nah, ini yang saya bilang
- [berdehem]
- di sinilah cara berpikir super rasional
- itu bermanfaat, Pak.
- Jadi gini, ini mohon maaf sih agak
- sedikit tidak masuk akal.
- Tapi saya meyakini begini, Pak, di surat
- Al-Baqarah
- ayat 3 Bismillahirrahmanirrahim
- alladzina yu'minuna bil ghaibi wa
- yuqimuna sholata wa mimma razaqnahum
- yunfiqun.
- Jadi beriman kepada yang ghaib itu, Pak.
- He eh.
- Mendirikan salat dan menafkahkan
- sebagian rezeki yang dianugerahkan.
- Jadi dulu tuh gini, saya
- pas
- mau ini apa
- beli sebuah ruko tuh, Pak
- He eh.
- saya enggak punya uang.
- Terus saya memberanikan diri, ini
- mungkin ciri seorang pengusaha berani.
- Saya mendatangi yang punya tuh.
- Saya minjam dulu 3 bulan.
- Nanti saya bayar.
- He eh.
- Terus saya [tertawa]
- enggak punya uang, Pak
- buat bayarnya.
- Pas 3 bulan mau habis
- enggak punya uang.
- He eh.
- Di sini saya percaya yang ghaib gini,
- Pak, saya yakin
- kan jadikanlah sabar dan salat sebagai
- penolong gitu.
- He
- Saya salat, Pak.
- He eh.
- Minta pertolongan dari Allah.
- Ada suara begini, Pak pas Allahu Akbar
- tuh.
- Minjam uang ke Pak Anu sebentar 1 miliar
- sekian buat bayar ruko, gitu, Pak.
- He eh.
- Saya bingung ke Pak Anu emang mau
- minjemin uang?
- He eh.
- Itu orang tua siswa.
- He eh.
- Beres salat saya tuh bingung kok beres
- salat dapat ilham bisikan gitu tuh. Saya
- telepon.
- Pak, saya mau minjam uang, Pak, buat
- beli ruko. Berapa? 1 miliar sekian.
- Saya mikir nolak, Pak.
- He eh.
- Senyum-senyum. Kapan Pak Ridwan mau
- ngambilnya, ya? Kapan ketemu saya? Saya
- kaget.
- Masya Allah.
- Uh, gampang amat
- Dia orang tua murid tuh.
- Iya, orang tua murid. Ngasih juga sambil
- ketawa-ketawa nulis di ceknya Pak
- mau bayarnya kapan Pak gitu kan, saya
- bilang
- itu mah akhirnya itu bayarnya terserah
- Pak
- sudah dibayar sekarang?
- sudah sudah lunas
- masya Allah
- di situ saya merasa aduh enak banget ya
- kalau bisa nolong orang dan enggak pakai
- bunga Pak
- ya Allah
- di situ saya baru berpikir saya pun
- harus berbuat baik enggak usah pakai
- bunga ini nolong orang, tapi karena dia
- percaya saya dia minjemin Pak itu juga
- faktor-faktor penting gitu
- di sinilah
- suprasural tuh kalau suprasural biasanya
- akan ada ada bisikan hati
- yang memberitahukan kita hal-hal penting
- tapi syaratnya seperti tadi jangan
- bertentangan dengan dalil harus dicek
- ini infonya salah apa tidak secara hukum
- agama
- kalau salah enggak benar jangan
- dilaksanakan
- tapi ketika informasi coba hubungi Pak
- Anu kan enggak salah Pak dan ternyata
- memang
- tepat itu yang minjemin
- oke
- Assalam Muatadi Ban katanya tahun ini
- KPM atau Kampung Matematika menjadi tuan
- rumah lomba matematika internasional
- sebanyak tiga kali
- ya
- lomba nya online atau gimana?
- online Pak
- oh
- jadi yang pertama itu
- di awal Januari tahun kemarin
- International Mathematics and Science
- Olympiad yang ke-17
- itu sekitar mungkin 25 negaraan
- terus IMC International Mathematics
- Competition di bulan Juli
- itu 30 negara, yang terakhir ini
- International
- Mathematics and Science Olympiad itu ada
- sekitar 17 negara itu online semua
- dan itu sebenarnya biasanya negara Pak
- yang membuat tapi alhamdulillah kita
- yang dipercaya oleh
- ibaratnya pihak internasional
- melaksanakan ini
- apa saja mesti dipersiapkan tuh?
- wah banyak hal Pak
- undangan-undangan kontak sana kontak
- sini
- yang pasti sih ini Pak sistem IT kita
- nih
- ibaratnya eee
- kita itu punya bukan software tapi saya
- punya programmer yang bisa membuat apa
- yang mereka butuhkan.
- Ehm.
- Undangan, sistem penjurian,
- peserta, terus sistem di mana dia
- ketika melakukan upload, memeriksa
- segala macam itu bisa dilakukan secara
- online. Nah, kita punya teknologinya.
- Malah tahun depan pun
- ya beberapa negara minta kita lagi yang
- jadi pelaksana
- lomba-lomba internasional.
- Kalau contoh soal di Olimpiade
- Matematika tuh seperti apa soalnya, Pak?
- Apakah sama dengan Matematika yang
- diajarkan di sekolah-sekolah atau ada
- unik-uniknya?
- Wah, ada unik-uniknya, Pak.
- Ehm.
- Ehm.
- Eh, yang jelas gimana ya?
- Eh, semakin ke sini
- soal-soal itu eh semakin rumit, semakin
- rumit.
- Oh.
- Walaupun dengan cara-cara sederhana sih,
- Pak.
- Ya, misalkan ginilah, misalkan
- ini mah hanya cerita saja ya, Pak.
- Ehm.
- Kita ngelihat ada bangun misalkan segi
- empat tidak beraturan, diketahui
- sudutnya saja. Terus diketahui misalnya
- ada dua garis yang sama panjang,
- misalkan.
- Terus ditanya sudut yang lain.
- Nah, orang tuh bingung gitu. Ini
- ngerjakannya pakai apa gitu, ibaratnya
- teh.
- Misalnya dikasihnya cuma dua sudut,
- terus ada dua garis yang sama.
- Terus ibaratnya
- dia harus mencari sudut yang tertentu
- gitu.
- Ehm.
- Nah, itu biasanya harus pakai gambar
- lagi, Pak. Bikin gambar jajar genjang
- yang dengan sisi yang sama.
- berapa menit untuk menyelesaikan soal
- itu?
- Itu tergantung lombanya ya, Pak.
- Ehm.
- Kalau lomba yang seperti IMSCO tuh
- misalkan ada
- isian singkat
- Ehm.
- 25 soal 1 jam. Tapi kalau ada IMC itu
- ada isian singkat 15 soal 1 jam.
- Tergantung
- jenis lombanya, Pak. Ada yang di
- saya pernah bawa anak ke Bulgaria itu
- 5 soal 4 jam.
- Ehm.
- Wah, itu sampai keriting anak tuh.
- 5 soal?
- 4 jam.
- 4 jam.
- Oh, terus soal yang Indonesia bisa
- dikerjakan berapa lama itu?
- Ya, akhirnya mereka harus tetap 4 jam
- juga, Pak.
- Mmm.
- Tetap harus ada di situ.
- Memang rumit ya soalnya ya?
- Soalnya rumit. Iya, soalnya rumit.
- Mmm.
- Itu betul salah atau hampir betul atau
- gimana ininya?
- Itu modelnya eh biasanya pembuktian,
- Pak.
- Pembuktian sesuatu gitu loh.
- Atau yang kedua dia ketika mengerjakan
- tuh soalnya analisis. Jadi ketika
- menjawab itu
- ibaratnya harus
- dengan alasan-alasan yang kuat.
- Pelajaran SMP di kita dengan di
- negara-negara lain apakah sama?
- Beda, Pak.
- Beda?
- Tergantung negaranya. Ada yang lebih
- maju, ada yang lebih mundur.
- Gimana negara pembelajaran matematikanya
- yang paling bagus di negara-negara itu?
- Kalau saya lihat sih berdasarkan ini ya,
- yang sering juara mah Cina sama
- Singapura sih, Pak.
- Mmm.
- Vietnam juga sekarang bagus.
- Mmm.
- Vietnam bagus itu.
- Berarti pembelajaran matematikanya bagus
- di sana ya?
- Bagus. Iya.
- Mmm.
- Nah, kayak kemarin ada soal-soal yang
- ibaratnya ini, Pak. Misalkan
- ini misalkan nih sekarang tahun 2022
- kayak sekarang misalkan tanggal ini kan
- tanggal 22 ya, Pak.
- Iya, 22.
- 20 Desember bulan Januari eh 20 Desember
- 2021 jatuh pada hari Rabu.
- Mmm.
- Penanggalan yang sama itu berapa tahun
- lagi gitu. Ada tuh soal gitu.
- Ngitungnya gimana itu?
- Nah, itu dia.
- Tapi ada yang betul ya?
- Ada yang betul. Walaupun jarang ya, tapi
- ada yang betul.
- Yang betul itu anak usia berapa itu?
- Itu SD kelas 5, Pak.
- SD? Pertanyaan kayak gitu?
- Iya.
- Ya ampun.
- Kalau orang yang ini apa? Yang manual
- mah bingung tuh.
- Mmm.
- Ngurut berapa ini gitu.
- Itu kalau di lomba gitu kita boleh bawa
- kalkulator enggak sih atau gimana, Pak?
- Enggak boleh, Pak.
- Enggak boleh? Benar-benar alat-alat
- coretan boleh?
- Alat coretan boleh, tapi enggak boleh
- bawa kalkulator.
- Mmm.
- Harus pakai benar-benar logika
- berpikirnya yang harus bagus.
- Nah, kalau lombanya secara online itu
- ada kemungkinan bisa nyontek enggak?
- Ada kemungkinan sih, Pak. Cuman kan
- biasanya nih
- ini komitmen para
- tim leader-nya
- He eh.
- bahwa mereka akan menjaga kejujuran.
- He eh.
- Jadi biasanya ada dua model nih, Pak.
- Si anak tuh disimpen di satu ruangan,
- nanti ada kamera
- yang ibaratnya tuh ini
- Mengawasi ya?
- mengawasi dan mereka juga mengawasi.
- He eh.
- Tapi ada juga mungkin karena kepepet dia
- mengerjakan di rumah terus ada kamera
- yang mengawasi.
- He eh.
- Nah, biasanya kalau
- ada nilai yang fantastis ibaratnya kita
- mulai curiga.
- Ini bener nih gitu loh. Ini
- gimana latar belakangnya gitu.
- He eh.
- Dan biasanya yang saya rasakan gini,
- Pak.
- Mereka tuh orang-orang jujur yang saya
- tahu nih.
- Jadi kalau muridnya nilainya aneh malah
- mereka yang curiga ke muridnya.
- He eh.
- Jadi bukan ngebela untuk misalkan jadi
- menang tapi
- "Kamu kok jadi bagus amat sih?"
- He eh.
- Gitu loh. Kamu jujur nih ngerjakannya
- gitu. Ketika dia misalkan pakai kamera
- dicek lagi gitu.
- Makanya
- mudah-mudahan sih biasanya kalau lomba
- yang seperti ini
- fair biasanya, Pak.
- Oke. Masya Allah. Oke, Iwan dan Maud
- kami masih berbincang-bincang dengan
- Profesor Doktor Ridwan
- In Hasan Saputra.
- Beliau mencetuskan ide berpikir secara
- supra rasional.
- Banyak bersedekah.
- Bukan hobi bersedekah bahkan beliau
- mendirikan koperasi yang diberi nama
- Koperasi Simpan Pinjam Bangkrut.
- Bang Ridwan dan ini sudah ada SK
- Menkum-nya jadi legal ya.
- Itu kalau mau pinjam di sana ada yang 5
- juta, ada yang 1 M. Syaratnya
- si peminjam harus ikut pelatihan dulu di
- Pak Ridwan. Kemudian juga harus ada
- catatan dari eh ke apa
- DKM masjid bahwa dia rajin salat
- berjamaah di masjid.
- Jadi walaupun itu juga tidak jaminan ya.
- Tidak jaminan Pak.
- Ya cerita saya Kadesnya saja ketipu.
- [tertawa]
- Tapi dia Pak eh saya belum mampu bayar
- dulu nih Pak, gitu bilang enggak?
- Kadang enggak.
- Enggak.
- Sudah saja menghilang. [tertawa]
- Aduh masyaallah.
- Di situ saya ada catatan penting Pak
- akhirnya.
- Kenapa mungkin kalau orang-orang yang
- mohon maaf bank itu ketika ada orang
- yang miskin itu persyaratannya banyak
- karena memang rada susah dipercaya.
- He em.
- Karena yang saya rasakan yang macet di
- situ orang-orang yang kategori tidak
- mampu Pak.
- He em.
- Yang kaya-kaya yang minjam malah lancar.
- Itu yang saya ngelihat itu fenomenanya.
- Oke.
- Silakan yang mau mencatat yang tanya nih
- eh
- nomor telepon Pak Ridwan ini nomornya
- ya.
- Nih di Humas KPM ya 0812
- 80
- 34
- 11
- 00
- 0812
- 80341100
- Assalamualaikum mohon izin bertanya
- bagaimana caranya membedakan sistem yang
- diajarkan Pak Ridwan
- berbeda ada kesamaankah dengan sistem
- yang digunakan oleh Ustaz Yusuf Mansur?
- Terima kasih dari Takdir TB.
- Waduh.
- Saya
- agak kurang enak Pak mengomentari orang
- lain.
- He em.
- Yang jelas pertama
- eh apa ya
- saya kan enggak pakai program sedekah
- ya.
- He em.
- Harus sedekah ke saya kan saya mah
- enggak.
- He em.
- Yang ada saya apa coba? Minjemin uang
- gitu.
- Banyak yang output nih daripada
- Nah banyak output.
- Eh yang kedua ya ketika saya tawarkan
- misalkan ada yang mau dititipi itu juga
- orang-orang yang
- memang sudah percaya saya wong saya
- tidak maksa gitu kan istilahnya teh.
- Dan
- eee
- yang pasti sih
- apa ya?
- Orang-orang yang bergabung dengan saya
- itu orang-orang yang memang
- percaya saya dan saya percaya dia sih.
- Makanya ibaratnya enggak bisa orang
- ujug-ujug minjam uang.
- Emm.
- Tanpa saya
- percaya. Terus perkara setelah mereka
- akhirnya ngabur ya sudah lah.
- Ibaratnya sudah takdirnya mungkin. Yang
- jelas
- dinasehati sudah, diajari sudah Pak.
- Emm.
- Seperti itu.
- Oke.
- Saya enggak berani Pak ya ngomentarin
- pihak lain.
- Baik-baik. Oke.
- Assalamualaikum eee
- Pak Ridwan
- Pak Ridwan bagaimana caranya Pak Ridwan
- ini menjaga hati supaya tidak ujub,
- tidak riya karena kan luar biasa ini
- gerakannya.
- Ah.
- Begini, saya pertama bersyukur kepada
- Allah saya itu banyak kekurangan Pak.
- Emm.
- Jadi
- Emm.
- supaya tidak ujub, tidak riya saya lihat
- kekurangan saya gitu saja sudah.
- Emm.
- Gitu saja. Jadi Allah itu ngasih ke saya
- banyak kekurangan.
- riya-riya terus malah enggak jalan-jalan
- nanti ya.
- Heeh,
- [tertawa]
- gitu.
- Itu juga malah godaan setan tuh.
- Heeh. Takut riya, takut riya akhirnya
- enggak jalan-jalan.
- Padahal ini kan mesti diumumkan, mesti
- di mana?
- Betul.
- Mesti bisa diketahui oleh umum ya.
- Eee Pak Ridwan bolehkah saya mampir ke
- tempatnya Pak Ridwan KPM di jalan apa
- nomor berapa Pak di Bogornya?
- Yang jelas kalau KPM itu di
- Jalan Raya Laladon.
- Pokoknya tulisan KPM sih ruko
- ruko 6 ya.
- Emm.
- Nomor 1 sampai nomor 3.
- Emm. 1 sampai 3 ada 3 nih 3
- 3 ruko.
- Wih.
- sebenarnya Pak.
- Masyaallah itu punya Pak Ridwan sendiri?
- Heeh.
- Masyaallah.
- Tapi rencana rencana saya 3 ruko mau
- diwakafkan nanti.
- Emm.
- Untuk umat biar bekal akhirat.
- Masya Allah.
- Pak, cuman saya sekarang agak jarang di
- kantor ya.
- Ehm.
- Saya sering ini kan saya
- sering ngelatih yang bayaran seikhlasnya
- kadang tidak dibayar. Jadi jarang ada di
- tempat.
- Ehm.
- Saya terus terang kalau ngelatih
- guru-guru Pak ya, saya enggak mau
- dibayar.
- Ehm.
- Walaupun banyak yang ngerasa aneh, tapi
- saya terus terang sukanya kalau ngelatih
- guru enggak dibayar. Tapi kalau ngurusin
- perusahaan
- Ehm.
- supra nasional nih dibayar seikhlasnya.
- Apa kepuasan Pak Ridwan di dalam
- menjalankan hidup ini?
- Saya terus terang gini Pak, merasakan
- kepuasan tuh kalau kita bisa memberi
- manfaat kepada orang lain.
- Ehm, masya Allah.
- Hati saya tuh
- merasa tenang walaupun kadang-kadang
- kita rugi nih Pak.
- [tertawa]
- Tapi puas ya?
- Tapi puas.
- Ehm.
- Iya.
- Ehm.
- Tapi puas. Dan satu hal saya sekarang
- juga belajar nih Pak,
- tidak berpikir untung rugi Pak.
- Ehm.
- Kan gini biasanya, saya ada yang nanya
- kan, "Pak, saya sedekah sudah 8 juta nih
- kok belum dapat balasannya gitu." Saya
- bilang tuh.
- Saya bilang saya sedekah 100 juga enggak
- akan dapat balasan.
- [tertawa]
- Biasa aja saya bilang tuh.
- Karena saya yakin
- Allah tuh pasti nyatetlah dan kita
- enggak usah hitung-hitungan pengen dapat
- balasan.
- Insya Allah akan balas dapat balasan
- tapi entah kapan Pak atau gimana gitu.
- Iya, saya sih meyakini gini,
- saya meyakini gini Pak, kenapa orang
- harus baca bismillahirrahmanirrahim Pak
- dalam melakukan berbagai aktivitas?
- Karena?
- Kata-kata dengan nama Allah yang Maha
- Pengasih, Maha Penyayang tuh
- pengakuan syukur kita kepada Allah,
- Allah tuh sangat baik Pak.
- Ehm.
- Sangat baik, Pengasih Penyayang ke kita.
- Makanya ketika saya berbuat baik,
- beramal saleh itu saya tuh sudah enggak
- berpikir balasan.
- Ehm.
- Wong yang kita dapatnya sudah balasan
- Pak dari Allah teh. Makanya saya mah mau
- nyumbang berapa kek, minjemin berapa
- kek,
- Ehm.
- sudah aja saya mah biasa aja.
- Ehm.
- Karena Allah tuh sudah sangat baik Pak,
- enggak usah nuntut macam-macam.
- Assalamualaikum Pak Ridwan, Pak Ridwan
- Anda orang menyumbang atau berinfak pada
- hari Jumat pagi atau subuh.
- Eee, apakah
- ini faedahnya apa? Apa nilai ada
- nilai-nilai berbeda enggak diantara itu?
- Yang jelas kan gini, kita mah kan pakai
- dalil. Jadi ketika hari Jumat itu hari
- terbaik. Jadi ketika kita melakukan
- aktivitas ibadah di hari itu pasti
- jadi jauh lebih baik daripada yang
- hari-hari biasa.
- Istilahnya tuh.
- Seperti berdoa saja kan hadisnya ketika
- di waktu ashar di hari Jumat kan
- mustajab. Ya, itu pasti menunjukkan
- bahwa banyak kebaikan di sana. Tapi
- kalau bisa berbuat baik itu
- jangan hanya masalah hari.
- Ada pengemis orang kelaparan nih datang
- hari Rabu, mohon maaf
- [tertawa]
- enggak bisa bantu, bisanya hari Jumat.
- Enggaklah. Berbuat baik berbuat baik
- saja. Dan kalau saya pribadi Pak, mohon
- maaf sudah enggak mikir hari Pak.
- [tertawa]
- Ada kesempatan ya berbuat baik saja.
- Oke, assalamualaikum Pak Ridwan. Apakah
- hutang kartu kredit bisa dibayarkan oleh
- jasa pelunasan kartu kredit? Karena saya
- sering di SMS dengan jasa tersebut. Saya
- hutang kartu kredit sudah 3 tahun saya
- belum bisa melunasinya. Jadi saya tiap
- bulan hanya mampu bayar minimum.
- Yang jelas gini sih kalau
- di saya ini Pak
- kalau sudah syaratnya jadi anggota itu
- masuk dan orangnya bisa dipercaya
- dia minjam ya kita pinjami gitu loh.
- Kalau tidak bisa dipercaya tidak kita
- pinjami, prinsipnya seperti itu. Dan dia
- nanti digunakan buat apa juga
- terserah. Saya pernah minjamin uang tuh
- Pak
- yang lumayan gede
- dia untuk bayarin hutang dia di bank
- Pak.
- Tapi karena saya percaya dia saya
- pinjamin.
- Akhirnya lunas?
- Lunas kembali. Nah, bisa kembali. Cuma
- kan kadang-kadang gini Pak menurut saya,
- banyak orang-orang yang berhutang tuh
- ternyata juga berhutang juga ke yang
- lain Pak.
- Jadi masalah memang. Nah, di situ kan
- ketika saya lihat
- Gali lubang tutup lubang.
- mah malah enggak saya pinjamin karena
- kan.
- Saya juga harus berpikir jangan sampai
- kita juga.
- Apa ya?
- Memberikan sesuatu kepada orang yang
- tidak amanah gitu.
- Emm, iya iya iya.
- Assalamualaikum Pak Ridwan, apakah
- misalnya dari.
- Agama lain juga bisa dibantu oleh Pak
- Ridwan?
- Iya.
- Terus terang gini.
- Saya jadi buka kartu sedikit.
- Saya tuh tiap bulan rutin tuh ngirim ke
- panti asuhan yang mulanya agamanya
- Katolik.
- Terus juga saya suka rutin misalkan.
- Suster butuh bantuan apa gitu.
- Ada tuh, oh Pak Ridwan ini tangga di
- ibaratnya apa sih namanya teh kalau
- Kristen teh.
- Kesusterannya apalah gitu rusak.
- Saya bantuin dana.
- Ada mau buat ruangan mesin jahit.
- Kita kirimin dana gitu loh.
- Saya juga punya karyawan non muslim Pak.
- Emm. Termasuk supir Pak Ridwan.
- Iya, supir saya juga non muslim.
- ini ya.
- Maksud saya tuh.
- Kita mah terbuka buat semua.
- Agama, semua suku bangsa dan ras.
- Dari Bu Rukmi nih, assalamualaikum Pak
- Ridwan kalau minta sumbangan boleh
- enggak Pak?
- [tertawa]
- Nah, kalau minta sumbangan tuh syarat
- ketentuan berlaku yang jelas kita tiap
- bulan memang suka nyumbang sih ke
- berbagai tempat. Cuma ada satu yang unik
- nih, saya tuh kan karena orang
- suprarasional kalau ada yang minta
- sumbangan tuh ada yang saya tolak.
- Ada yang saya.
- Berikan.
- Berikan, makanya.
- Eee, Ibu teh harus bisa membuat hati
- saya ini.
- [tertawa]
- Assalamualaikum Pak Ridwan, agar hati
- kita tenang apa-apa saja yang mesti
- dihindari dan dilakukan Pak Ridwan.
- Agar hati kita tenang tuh pertama kita
- harus banyak berzikir ya kepada Allah.
- Makanya kalau saya suka bawa tasbih biar
- ketika di mobil zikir gitu.
- Terus baca Alquran pagi-pagi setelah
- subuh itu upayakan baca Alquran. Saya di
- kantor Pak
- punya program pokoknya satu minggu
- masing-masing harus baca dua juz. Jadi
- hataman kita seminggu dua kali.
- Itu proses itu untuk mengingat Allah.
- Yang kedua perbanyak sedekah.
- Yang ketiga yang sangat penting juga
- jauhi maksiat se maksimal mungkin ya.
- Ngomongin orang lah atau hal-hal yang
- tidak bagus.
- Jauhilah.
- Maksiat yang terkecil apa misalnya Pak?
- Sebenarnya kalau saya lihat ya
- itu kan definisinya tiap orang mungkin
- beda-beda ya. Kadang-kadang ngomongin
- orang tuh. Biasanya saya nanti
- suka rada timbul enggak enak tuh.
- Ngomongin orang terus ngomongin hal-hal
- yang
- tidak benarlah gitulah.
- Jadi istilahnya teh membuat biasanya
- hati kita jadi tidak tenang.
- Terus yang kedua
- ngebohong.
- Terus yang agak lebih masalah tuh adalah
- itu Pak riba.
- Orang kan banyak sekarang terjebak sama
- riba. Makanya hatinya sering tidak
- tenang terus. Makanya kalau bisa
- riba itu dihindari itu memang
- kategorinya dosa besar ya.
- Bagaimana kalau sudah terlanjur kadung
- ke pinjam kita belum
- mampu ganti kan masih riba jalan terus
- tuh.
- Nah itu makanya upayakan
- harus segera dilunasi.
- Oke.
- Dari Ais eh
- oh minta nomor telepon.
- Dari tadi minta nomor terus ya.
- Oke oke ini nomor teleponnya
- Bapak Profesor Doktor Ridwan
- Hasan Saputra
- bisa lewat Humas KPM Kampung Matematika
- di Bogor di Laladon ya.
- Di 0812
- sudah?
- Kemudian 80
- 34
- 1100
- 081
- 2
- 80
- 3411
- 00
- Pak Ridwan ke tiap kita lewat tikungan
- atau perempatan jalan suka ada orang
- yang minta-minta uang.
- Kalau saya niatnya untuk sedekah boleh
- enggak? Bukan sebagai upah.
- Kalau ini
- jawabannya harus hati-hati nih.
- Kalau saya lebih menyarankan
- sedekahlah kepada lembaga-lembaga resmi,
- Pak.
- Yang memang nanti peruntukannya jelas.
- Kalau untuk fakir miskin juga mereka
- memang bisa
- melihat ini benar-benar fakir miskin
- gitu.
- Kalau kita ngasih di pinggiran kan kita
- enggak tahu. Karena saya pernah lihat,
- Pak, dengan mata kepala sendiri itu
- musafir atau yang suka minta-minta
- masukin uang tebal, Pak. Mungkin hasil
- penghasilan dia itu. Terus di Bogor juga
- ada, Pak.
- Yang suka minta-minta uang di pinggir
- jalan pulangnya pakai mobil, Pak. Tiap
- hari datang pakai mobil, pulang pakai
- mobil. [tertawa]
- Sampai teman saya bilang itu punya
- angkotnya dua, Pak Ridwan. Saya bingung
- itu kerjanya itu.
- Minta-minta.
- Jadi lebih baik saran saya
- berikan kepada lembaga resmi saja, ke
- masjid atau ke
- yang inilah sudah jelas gitu.
- Mmm, oke. Pak, kita eh zuhur 11.54
- ya, Mas Sandi ya.
- Oke, ya. Ini terakhir, Pak Ridwan, ada
- lagi yang mau disampaikan? Sehubungan
- dengan
- apa supra rasional ini? Hikmah-hikmah
- supra rasional apa hikmah-hikmahnya?
- Jadi yang ingin saya sampaikan pertama
- begini.
- Allah tuh Maha Adil, Bapak Ibu. Karena
- Allah tuh bisa membuat kita semua tuh
- jadi orang besar.
- Jadi orang yang dalam tanda petik mah
- apa ya? Yang merasa berkecukupan,
- rezekinya berkelimpahan.
- Cuman sayangnya kita sebagai manusia itu
- diberikan tiga antena.
- Antena
- akal, panca indra sama antena kalbu nih.
- Orang bilang sering bilang hati.
- Itu yang dipakai cuman dua saja akal dan
- panca indra. Kalbu tidak. Nah, berpikir
- suprarasional itu membuat otak di dada
- atau kalbu ini aktif sehingga kita akan
- merasakan adilnya Allah. Saya meyakini
- ya, kalau misalkan kita
- sudah kalbunya hidup, insya Allah
- kehidupan kita enggak akan susah, Pak.
- Makanya
- belajarlah ilmu suprarasional
- dan belajarlah untuk mengasah kalbu.
- Nanti ada uniknya, Pak.
- Saya tuh terus terang banyak kebutuhan
- hidup cuman bilang, "Ya Allah, saya
- butuh anu." Datang, Pak.
- Yang paling fenomenal nih, Pak. Yang
- paling fenomenal tuh saya waktu di
- Afrika Selatan ada seminar matematik.
- "Ya Allah, saya pengen berziarah ke
- makam Syekh Yusuf Al-Makassari."
- Itu sewaktu-waktu di Durban.
- Masa ketemu orang Afrika Selatan baru
- selewat
- ketemu saya tuh
- langsung ngasih tiket gratis, Pak.
- Pulang balik ke
- Tiket pesawat berarti ya?
- Tiket pesawat.
- Untuk berziarah ke tempat itu jadi
- Durban-Cape Town, Cape Town-Durban.
- Karena hati saya berbisik, "Ya Allah,
- saya pengen A. Ya Allah, saya pengen B."
- Itu Allah apa ya? Penuhi, Pak.
- Sampai yang aneh-aneh lah. Misalkan
- pengen umroh dibayarin ada yang bayarin
- sampai tiga kali, Pak, ngebayarinya.
- Masya Allah.
- Jadi,
- kalbu diasah.
- Sayangnya kita udah dikasih kalbu jarang
- diasah gitu aja.
- Ustaz Ridwan, itu kan kalau
- suprarasional untuk diri kita sendiri.
- Bagaimana kita bisa menularkan orang
- lain misalnya anak kita susah sholat?
- Bagaimana kita supaya mudah sholat dari
- sebab musabab supranatural? Bisa enggak?
- Bisa.
- Jawabannya bisa.
- Heh?
- Supra supra
- [tertawa]
- suprarasional salah lagi tuh.
- Jawabannya bisa. Pertama, ya, kita
- menyuruh dia sholat, didik dia dengan
- benar misalkan dengan
- ajak ke pengajian segala macam dan
- doakan untuk menjadi anak saleh-salehah.
- Insya Allah proses itu akan kita
- dapatkan. Cuman biasanya ujiannya satu,
- Pak. Ada istilah
- teman bilang kan
- kontraktor juga rumahnya suka bocor.
- Ehm.
- Gitu kan.
- Ehm.
- Kadang mungkin ustaz, kiai anaknya juga
- malas-malasan. Itu memang ujiannya, tapi
- kalau dalam ilmu suprarasional itu
- akan jadi orang-orang hebat nantinya.
- Masya Allah.
- Oke, saya periksa dulu ini masih ada
- pertanyaan enggak? Kalau enggak
- kita sudahi saja acara bincang-bincang
- kita dengan Profesor Doktor Ridwan Hasan
- Saputra
- yang punya nomor
- Humas KPM adalah 0812
- 80
- 34 1100.
- 0812
- 8034
- 1100.
- Ehm, masih ada lagi nih.
- Ehm.
- Antena tolong diulang dong.
- Oh, tadi kan tadi 0812
- 803411
- 00.
- Ehm.
- Mungkin tadi tiga antena manusia
- mungkin, Pak.
- Oh, tolong diulang.
- Apa-apa tuh, he eh.
- Itu pertama panca indra
- yang kedua akal, yang ketiga hati atau
- saya nyebut kalbu lah.
- Oke, oke.
- Pertama?
- Panca indra.
- Panca indra.
- Yang kedua akal.
- Akal.
- Yang ketiga kalbu.
- Kalbu.
- Atau hati di Indonesia itu biasanya.
- Ini mesti diasah.
- Diasah tiga-tiganya.
- Cara mengasah kalbu bagaimana?
- Dengan tadi banyak mengingat Allah dan
- melakukan sedekah.
- Ehm, banyak mengingat Allah dan
- melakukan sedekah.
- Oke, waktu di studio menunjukkan pukul
- 11.43
- menit. Kita sudahi acara bincang-bincang
- kita dengan
- Bapak Profesor Doktor Ridwan Hasan
- Saputra yang hari ini datang bersama
- putranya tercinta yaitu Alam dan
- supirnya Jonathan.
- [tertawa]
- Hatur nuhun, Pak. Mudah-mudahan Bapak
- selalu sehat, bisa kembali sharing
- kepada kami.
- Amin.
- Saya Muhammad Krisna Undi Saputra dan
- juga Anis Mualim mohon pamit. Wabillahi
- taufik walhidayah. Wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.