Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail TV. [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ikhwan.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Rahimakumullah.
- karunia Allah kita bisa bersama-sama di
- acara psikologi keluarga.
- Asalamualaikum. Selamat pagi Ustaz
- Husein, Ustaz Abu.
- Alhamdulillah sehat semua ya?
- Sehat.
- Dan ikhwan akhwat di mana pun Radio
- Silaturahim bisa disimak
- di acara psikologi keluarga.
- Mudah-mudahan kita semua terpersuasi
- dengan kasus-kasus yang dibahas. Tentu
- saja tidak lupa salam selawat kita
- lantunkan untuk junjungan umat kekasih
- kita Muhammad Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Semoga kelak kita
- mendapatkan syafaat beliau dan
- dipertemukan dengan beliau di saat yang
- sangat kita rindukan di yaumil akhir.
- Baik, ikhwan akhwat, kita akan awali
- acara kita dengan bersama-sama membaca
- ummul kitab. [berdehem]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimathalladzina
- giriril magdubi alaihimadin.
- Amin. Allahum amin. Jadi, ikhwan akhwat,
- kasus yang masuk kali ini ada dua. Yang
- pertama dari sahabat kita di Cikarang,
- Bekasi.
- Ustaz, masih ada pemahaman bahwa istri
- harus sabar menerima kezaliman
- demi menjaga aib suami atau demi menjaga
- keutuhan keluarga.
- Suami yang zalim, terjerat pinjol,
- kecanduan judul, dan ini tidak diketahui
- oleh keluarga atau juga perbuatan lain
- yang bertentangan dengan syariat dan
- hukum.
- Bagaimana batas antara sabar yang
- berpahala
- dan membiarkan diri dalam kehancuran
- karena zalim dalam perspektif fikih dan
- psikologi trauma. Terima kasih, Ustaz.
- Kemudian yang satunya lagi dari Bogor
- nih. Saat ini banyak istri yang turut
- bekerja mencari nafkah.
- Namun sering terjadi konflik karena
- beban domestik tetap dibebankan
- sepenuhnya kepada istri.
- Bagaimana Islam dan juga psikologi
- memandang konsep kerja sama ini biar
- enggak terjadi burnout pada salah satu
- pihak yang bisa merusak keharmonisan.
- Istri kerja tapi di rumah harus tetap
- bertanggung jawab terhadap urusan rumah
- tangga. Masih ada satu lagi tapi dua
- dulu. Silakan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin hamdan katsiran thayiban
- mubarokan fih kama yuhibuna.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika sayyidina wa nabina
- Muhammadin wa alihi wasohbihi wasallim.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim. Allahumma atina min indika
- rahmah waimna minadunka ilman nafi
- unfana bimaambana
- zidna ilman.
- Amma ba'du.
- Allah subhanahu wa taala
- menjadikan seorang suami
- sebagai kepala rumah tangga yang
- bertanggung jawab.
- untuk menjaga kesucian, kehormatan,
- dan kelulusan keluarganya.
- Ini merupakan peran yang Allah wajibkan
- kepada suami.
- Arrialu
- qawamuna alan nisa. Kaum pria bertugas
- untuk mengayomi,
- menjaga, memelihara, membimbing, dan
- meluruskan wanita-wanitawanita.
- ini merupakan tanggung jawab pria. Oleh
- karena itu, sebelum dia melaksanakan
- semua ini, dengan sendirinya harus
- memenuhi persyaratan
- tanggung jawab,
- kemudian juga ilmu
- yang berhubungan dengan tanggung jawab
- dan peran suami dalam rumah tangga.
- Karena kehidupan ini bukan main-main.
- Kehidupan amanah, tanggung jawab yang
- kelak kita akan pertanggungjawabkan di
- hadapan Allah.
- [menghela napas]
- Allah angkat laki-laki sebagai kepala
- rumah tangga yang bertanggung jawab
- untuk mengayumi keluarganya,
- wanita-wanitanya,
- juga meluruskan dan membimbing mereka.
- Bima fadolallahu ba'dahum ala ba'din
- wabimaqu min amwalih.
- Karena apa? Karena masing-masing
- diberikan keutamaan sesuai dengan
- perannya. Laki-laki diberikan keutamaan
- sesuai dengan perannya.
- Wanita diberikan keutamaan sesuai dengan
- perannya. Arti bukan hanya laki-laki
- diberikan keutamaan, masing-masing
- diberikan keutamaan sesuai dengan
- perannya sebagai suami, sebagai istri.
- Kemudian fasalihat, maka wanita yang
- saleh qonitat yang taat pada Allah, taat
- juga kepada suaminya, menghormatinya.
- Dengan sendirinya ketaatannya bukan
- ketaatan mutlak, ketaatan di jalan
- Allah. Kalau suaminya meminta dia
- melakukan sesuatu yang tidak benar,
- memerintahkan perbuatan yang tidak
- benar, ya dengan sendirinya wanita tidak
- dibenarkan mentaati suami dalam
- kemaksiatan pada Allah. La taata
- limakluqin maksiatil kh. Dan dia secara
- tidak langsung tidak menjalankan
- peramnya sebagai seorang suami yang
- bertanggung jawab untuk menjaga,
- melindungi, dan meluruskan wanita-wanita
- mereka. Malah perintah ini secara enggak
- langsung merusak kan.
- Jadi wanita yang saleh itu yang taat
- pada Allah, taat kepada suami, menjalani
- tugasnya sebagai istri, juga menjaga
- kehormatan suami pada saat suami dalam
- keadaan tidak ada.
- tidak menerima tamu ya laki-laki yang
- bukan muhrimnya di saat suami tidak
- berada di rumah.
- Hafidatun lillai. Dia menjaga kehormatan
- suaminya pada suaminya tidak ada.
- Kemudian bima hafidallah dengan
- penjagaan pemeliharaan karena mereka
- menjaga perintah Allah. [berdehem] Allah
- juga jaga mereka.
- Jadi kalau dalam rumah tangga suami
- tidak menjalankan tugasnya, malah
- sebaliknya
- melakukan perbuatan yang tidak benar,
- terlibat dalam pinjol, dalam judi online
- hingga menjadi beban buat kehidupan
- rumah tangga. Maka sebagai istri mesti
- mengingatkan suaminya. Ini perbuatan
- yang tidak benar. Perbuatan yang akan
- merusak kebahagiaan kita, menjerumuskan
- kita ke dalam kesulitan.
- Dan semua kita lakukan dengan tangan
- kita. Kalau seandai kamu butuh sesuatu,
- coba sesuaikan dengan kemampuan kita.
- Jangan terbuai oleh gaya hidup. akhirnya
- pinjam sana, pinjam sini ingin cepat
- kaya terlibat dalam judi on online. Jadi
- sesuaikan lifestyle gaya hidup kita
- dengan kemampuan kita. Karena yang
- membuat kita menderita ini karena gaya
- hidup ya yang kita pilih gaya hidup di
- luar kemampuan kita. Akhirnya cara-cara
- yang haram, yang tidak benar kita ikuti.
- [mendengus]
- Jadi kalau seandainya suaminya katakan
- pendapatan dia UMR, pas-pasan,
- rumah juga kecil sederhana,
- yogianya wanita bersabar menghadapi hal
- ini. Dia bekerja sama dengan suaminya,
- saling mendukung,
- masing-masing juga berdoa agar Allah
- Subhanahu wa taala mudahkan hidup
- mereka. Tapi kalau suaminya meninggalkan
- salat, katakan kemudian terlibat dalam
- judi online atau katakan dengan gampang
- mengambil pinjaman melalui pinjol yang
- menjadi beban dalam rumah tangga.
- Kemudian suami marah-marah karena apa?
- Karena tidak mampu untuk melunasi
- hutangnya atau karena mengalami
- kesulitan di luar hingga membuat rumah
- tangga wali iyadubillah bukan lagi surga
- bagi mereka, tapi neraka.
- Maka dengan hal ini istri kalau
- menjumpai perilaku suami seperti ini
- bisa memberikan peringatan.
- Kalau peringatan tidak dihiraukan, bisa
- minta berpisah.
- Baik berpisah dengan berikan kesempatan
- buat mereka. Saya berikan kesempatan
- buat kamu selama sekian bulan. Kalau
- kamu tidak berubah, kita berpisah untuk
- selama-lamanya. Istri punya hak dalam
- hal ini. Karena apa? Karena suami tidak
- menjalankan tugasnya. bahkan melakukan
- perbuatan-perbuatan yang merusak rumah
- tangga mereka dan bisa menjerumuskan
- mereka ke dalam dosa yang lebih berat
- lagi.
- Sampai ada suami yang menawarkan
- istrinya pada orang lain demi menutupi
- hutang. Ini kan perbuatan bejat yang
- tidak baik. Jadi dalam hal seperti ini,
- istri tidak wajib bersabar, wajib
- mengingatkan, memberikan nasihat,
- kemudian tidak diperhatikan, diabaikan,
- berikan peringatan.
- tidak diabaikan, dia bisa pisah ranjang.
- Kalau perlu pulang ke rumah orang
- tuanya. Walaupun seharusnya seorang
- wanita tidak keluar dari rumah, tapi
- karena ini perilaku suami, perilaku yang
- betul-betul melampaui batas, dia bisa
- pulang ke rumah orang tuanya.
- Kalau selama masa peringatan tidak
- berubah, bisa mengajukan permohonan
- untuk berpisah dari suami. Bukan sabar
- menghadapi perbuatan bejat yang tidak
- benar yang dilakukan suami. Tapi kalau
- sabar dengan kekurangan suami di luar
- pilihan dia, itu yang seharusnya
- dilakukan seorang istri. Memberikan
- semangat, dorongan hingga suami pada
- saat dia sukses keluar dari
- kegelapannya, dia akan menghargai
- istrinya yang setia dengan
- sebaik-baiknya.
- Jangan pada masa susah ditinggalkan.
- Tapi kalau pada masa suami melakukan
- kerusakan, melakukan perbuatan bejat
- keluar dari syariat, [berdehem] kita
- enggak boleh berdiam. Bahkan kalau suami
- meninggalkan salat, meninggalkan
- diperingatkan, diberikan nasihat,
- diberitahukan orang yang kira-kira dapat
- memberikan nasihat, masih tidak
- mengerjakan salat. Ini bukan muslim. Ini
- bukan seorang mus. Jangan bilang nanti
- juga dia akan bertobat. Tidak. Kalau dia
- bersikuku meninggalkan salat yang
- merupakan tiang agama kita, maka
- putuskan untuk meninggalkannya.
- Baik dengan pisah dulu, berikan
- peringatan buat dia. Kalau dia masih
- meninggalkan salat, berarti dia tidak
- menghargai istrinya. Istri di mata dia
- sama sekali apa? Tidak berarti apa-apa.
- Kalau dia sayang pada istrinya, dia akan
- berjuang melakukan perbaikan.
- Ini semua disebabkan karena tidak adanya
- iman di hati. Jadi, ibu tidak harus
- bersabar terus-menerus. Malah kalau ibu
- bersabar terhadap perbuatan mungkar dia,
- perbuatan bejat dia, dia meninggalkan
- salat, ibu kongkikong bersamanya dalam
- perbuatan dosa. Ini yang tidak dapat
- dibenarkan sama sekali.
- Yang kedua,
- suami bekerja, istri bekerja. Yang ideal
- itu sebagaimana yang diamanatkan Allah.
- Arrijalu qamuna alisa bima fadallahu
- baahum bain wali.
- Suami diberikan keutamaan untuk berusaha
- bekerja kemudian berhadapan dengan
- cobaan-cobaan di tengah panas teriknya
- matahari berjejal-jejalnya orang dalam
- mencari nafkah ya. Kalau mereka tidak
- punya kendaraan mendarahi kendaraan umum
- ya itu lebih tepat buat perempuan, buat
- laki-laki.
- Sedangkan perempuan mereka menjaga
- rumah, mendidik anak-anak, memberikan
- motivasi
- menjadi juga apa? Menjadi ratu yang
- menantikan kembalinya suami,
- yang akan memberikan kehangatan buat
- suami dengan syarat bahwa suami mampu
- untuk memenuhi kebutuhan rumah
- tangganya.
- Dan ini sebetulnya akan lebih indah,
- akan menumbuhkan kehangatan, kedekatan
- yang lebih.
- Tapi kalau seandainya pendapatan suami
- tidak cukup, si perempuan terpaksa
- bekerja. Dia harus bekerja di
- tempat-tempat yang menjaga
- kehormatannya, menjaga kesuciannya,
- menjaga kemuliaannya. Kalau dia bekerja
- di tempat yang bisa merusak
- kehormatannya, bisa menjerumuskan ke
- dalam perbuatan dosa, haram dia keluar
- bekerja. Nah, apabila dua-duanya
- bekerja,
- lalu
- bagaimana mengenai kebutuhan rumah
- tangga? Apakah sepenuhnya masih tetap
- seorang laki-laki memberikan nafkah
- buat keluarganya? Apa bisa dibagi?
- Apa bisa dibagi? Dua dua apa? Dua
- bahagian. Sebagian tanggung jawab suami,
- sebagian tanggung jawab istri. Itu bisa
- diatur kesepakatannya.
- Katakan untuk kebutuhan makan dan lain
- sebagainya. Untuk kebutuhan listrik
- katakan suami bayar atau katakan untuk
- kebutuhan makan, untuk kebutuhan sekolah
- anak, istri punya e suami punya tanggung
- jawab, istri yang membiayai katakan
- listriknya untuk meringankan beban
- mereka. Kalau mereka merasa suami istri
- yang harmonis, saling menyayangi, saya
- kira perempuan tuh enggak berat keluar
- uangnya.
- Bahkan dia merasa seandainya seluruh
- pendapatan diberikan untuk kebutuhan
- rumah tangga, dia enggak merasa berat
- kalau suaminya peduli, perhatian, sayang
- terhadapnya.
- Tapi tetap untuk keadilan. Kalau mereka
- sama-sama bekerja di luar, saya kira
- untuk meringankan beban mereka, sebagian
- ditanggung suami, sebagian ditanggung
- oleh istri agar masing-masing punya
- simpanan kan untuk kebutuhan kebutuhan
- yang lain.
- Tapi kalau seandainya suami bisa
- memenuhi kebutuhan rumah tangga,
- sebaiknya istri di rumah. Kecuali kalau
- dia sernya sebagai seorang dokter,
- dokter kandungan, dokter anak, dan lain
- sebagainya. Ini pekerjaan yang
- dibutuhkan oleh banyak orang. Apalagi
- kandungan.
- Kita butuh juga dokter kulit wanita di
- samping dokter kulit laki-laki agar
- kasus-kasus perempuan jangan laki-laki
- yang memeriksa. Kasus yang berhubungan
- dengan laki-laki jangan perempuan yang
- periksa. Karena kulit selalu
- berdampingan dengan kelamin, spesialis
- kulit dan mau enggak mau enggak sama
- sekali etis dan tidak syari kalau
- seorang perempuan harus memeriksa yang
- berhubungan dengan rahasia laki-laki.
- Begitu juga
- seorang laki-laki tidak etis kalau harus
- memeriksa apa? Hal-hal yang berkaitan
- dengan rahasia perempuan. Jadi kalau ada
- dokter kulit wanita,
- ada dokter kulit laki-laki, betapa
- indahnya.
- Yang penting pekerjaan mereka pekerjaan
- yang tidak akan mencemari kehormatan
- mereka, menjerumuskan mereka ke dalam
- lembah dosa. Karena semua hidup ini
- merupakan amanah tanggung jawab yang
- kelak mereka akan pertanggungjawabkan di
- hadapan Allah. Bukan bersantai-santai,
- berleha-leha. Sebagaimana firman Allah,
- laqad khalaqnal insana fi kabat. Kami
- telah ciptakan manusia ini.
- Karakteristik dari kehidupan manusia di
- bumi ini berjuang menghadapi berbagai
- macam cobaan hidup ini. Oleh karena itu
- dikatakan fikabat artinya perjuangan
- yang amat berat yang memakan hati. Baik
- itu berhubungan dengan pasangan suami
- istri, hubungan orang tua dengan anaknya
- kan banyak liku-likunya.
- Tidak semua yang kita inginkan bisa kita
- laksanakan dengan kita berjuang.
- Kemudian kita berdoa, bekerja sama
- antara pasangan suami istri, insyaallah
- rumah tangga ini bisa apa? Bisa penuh
- dengan rahmat dan keberkahan. Jadi
- tinggal disepakati berdua apa yang
- yang bisa apa namanya mereka lakukan.
- Apakah suami mengatakan sudah 70% saya
- yang tanggung, kamu tanggung sebagian.
- Karena si perempuan di rumah juga akan
- apa? Akan mengurus juga urusan apa?
- Urusan rumah tangga kan. Dan di saat
- perempuan mengurus urusan rumah tangga,
- bukan berarti laki duduk-duduk
- ya, perempuan yang menghadapi pekerjaan
- yang benar. Tidak. Pada masa Rasul,
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- berbelanja. Rasulullah menjahit
- pakaiannya ya. Rasulullah juga menjahit
- sandalnya ya. Artinya pekerjaan seperti
- ini bukan aib bagi laki-laki kalau
- mengerjakan. Jangan ikuti pandangan
- jahiliah yang mengatakan diperbudak sama
- istrinya. Heeh. sudah kerja di luar, di
- rumah dia menyapu, dia mengepel,
- mencuci. Ini bukan pekerjaan yang
- merendahkan. Ini pekerjaan yang mulia.
- Karena Rasulullah melakukan hal ini.
- Rasulullah melakukan
- sebaik-baiknya laki-laki itu yang
- membantu istrinya meringankan
- pekerjaannya.
- Tapi sayang sekarang yang ngetren
- [berdehem] itu
- bodoh betul-betul. Ini pandang orang tua
- laki-laki diperbudak sama istri.
- Tapi kalau di antara yang muda-muda
- mereka mengatakan, "Jangan kita biarkan
- suami kita enak-enakan aja. Nanti
- kelayar-keluyur akhirnya apa? Disambber
- burung elang. Mendingan kita sibukin di
- rumah. Si perempuan yang nonton televisi
- uncang-uncang kaki, si laki-laki yang
- bekerja
- dalam urusan rumah tangga." Jadi banyak
- keanehan dalam hidup ini. Perempuan
- kalau cerita di antara mereka nih,
- ibu-ibu muda, "Wah, kalau kita sih
- enggak sembarangan. Suami kita enggak
- boleh begini, enggak boleh begini,
- enggak boleh begini.
- di kalangan laki-laki apa ni? Ana enggak
- gampang-gampang. Ana baru mulai
- memandang begini, istri langsung tunduk.
- [tertawa]
- Jadi kalau kita lihat bagaimana
- laki-laki tidak menyadari peran mereka,
- istri bukan makhluk yang harus ditindas,
- tapi kita ayomi dengan cara yang baik.
- Waasyiruhun.
- Begitu juga perempuan jangan menganggap
- laki-laki ini merupakan lawannya. Ini
- bukan pertandingan dalam rumah tangga,
- tapi merupakan apa? kerja sama yang
- saling melengkapi dan menyempurnakan.
- Jadi kalau seandainya seorang laki-laki
- berbuat zalim terhadap istrinya,
- istrinya mengingatkan suaminya
- memberikan nasihat atau minta orang yang
- bisa memberikan nasihat, tapi kalau
- tidak juga dia masih bersikap seperti
- itu, istri berhak untuk apa? menuntut
- kebebasan dari suaminya.
- Karena dia sebagai seorang wanita, tugas
- dia bukan menerima begitu saja perbuatan
- zalim. Islam tidak mengizinkan perbuatan
- zalim. Kalau dia menerima lama-kelamaan
- kezaliman menjadi apa?
- Menjadi kebiasaan bukan hanya di
- suaminya tapi di tengah-tengah
- masyarakat. Oleh karena itu, ada
- kejadian
- seorang wanita
- ee
- dianiaya oleh suaminya. Si wanita sabar,
- terima berdiam. Dia berikan nasihat pada
- suaminya.
- suaminya menganggap istrinya
- biasa-biasa aja. Setelah diberikan
- peringatan berkali-kali si laki-laki
- tidak sama sekali menghiraukan bahkan
- mengabaikan perintah Allah. Dia
- mengatakan, "Maaf ya, saya sudah berikan
- kesempatan buat kamu.
- Saya seorang wanita muslimah, kamu
- seorang pria muslim. Kita masing-masing
- wajib menjalankan perintah Allah. Kalau
- kamu tidak melakukan perintah Allah,
- kamu mengabaikan kewajiban kamu, bahkan
- kamu berbuat zalim, saya telah
- memutuskan untuk berpisah dari kamu.
- Silakan kamu cari wanita yang sesuai
- dengan kemauan kamu. Saya juga ingin
- berpasangan dengan pria yang bisa
- mengantarkan saya menuju ke riduan
- Allah. Si laki-laki kaget terpukul. Si
- perempuan diam-diam aja. Karena kalau
- kita biarkan ini kezaliman semakin
- meraja lelilah.
- kewajiban semakin.
- Tapi kalau suami kita baik, mulia,
- membantu kita, memperlakukan kita dengan
- mulia, dari sisi finansial katakan tidak
- berlebihan pas-pasan, bahkan terkadang
- kurang. Kalau kita hargai suami seperti
- ini, kita dukung dia, insyaallah rahmat
- keberkahan datang. Jangan kita
- menganggap ini laki-laki yang lemah,
- enggak bisa sama sekali menyenangkan,
- membahagiakan kita.
- Sering orang baik dipandang sepeleh,
- orang kenjam justru apa? Diacungkan
- tangan.
- Ini merupakan penyakit
- penyakit di tengah-tengah masyarakat
- yang mudah-mudahan Allah Subhanahu wa
- taala sembuhkan. Jadi kita berharap pria
- bertanggung jawab dengan dengan tugasnya
- wanita juga melakukan hal yang sama. Dan
- mudah-mudahan dengan cara seperti ini
- bisa melahirkan generasi yang saleh yang
- bertakwa pada Allah Subhanahu wa taala.
- Mudah-mudahan insyaallah e kajian
- psikologi keluarga datang dari
- orang-orang kita ya, dari kita semua
- yang bukan serba tahu,
- bukan juga memberikan solusi yang
- sempurna, tapi harapan dari kita
- mudah-mudahan bisa memberikan bimbingan
- pengarahan ke arah kehidupan yang lebih
- baik dengan mengharapkan bimbingan dan
- petunjuk dari Allah untuk kita semuanya.
- Amin ya rabbal alamin.
- Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat, hidup
- adalah perjuangan
- dan kerja sama dengan pasangan bisa
- hadirkan keharmonisan.
- Apa kira-kira yang akan disampaikan oleh
- Ustaz Abu Bakar Baraja? Yuk, kita simak
- dengan telinga jiwa kita. Silakan.
- [mendengus]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam
- warahmatullahsam wabarakatuh.
- Alhamdulillah,
- segala puji dan syukur kita panjatkan
- kepada Allah.
- [berdehem]
- Ketika syukur itu kita peroleh, kita
- keluarkan, kita menyampaikan,
- sesuatu datang dengan mudah.
- Ketika kita bersyukur, kita bersyukur,
- kita sampaikan
- apa yang kita sampaikan adalah suatu hal
- yang besar, yang menyenangkan.
- dengan mudah kita akan mendapatkan
- karena Allah memberikan semuanya kepada
- kita.
- Dari syukur ini
- kita akan memperoleh
- sesuatu yang nikmat.
- Apa itu nikmat? Yang Allah berikan.
- [berdehem]
- Ketika kita melakukan sesuatu,
- pasti
- Allah berikan kenikmatan yang luar
- biasa.
- Tidak ada sesuatu yang sia-sia yang
- Allah berikan kepada diri kita. Maka
- dari itu kita menikmati
- yang kita dapatkan, yang kita peroleh,
- yang kita senangi, kita nikmatkan. Apa
- yang terjadi ketika itu?
- Ada yang kita dapatkan. Kita mau yang
- ini, mau yang itu. Pikiran kita menuju
- kepada yang lainnya. Yang kita peroleh
- kita enggak pernah dapatkan.
- Kita memperoleh dapat tapi kita mikirkan
- yang lain.
- Jadi yang kita peroleh kita sudah tidak
- pernah tahu.
- Kita enggak pernah tahu lagi kalau kita
- mendapatkan sesuatu yang kita pikirkan
- yang lain-lainnya.
- Dari sinilah timbulnya
- berbagai macam perilaku.
- Jadi perilaku
- pinjaman
- online
- bermain judi, bermain, bermakan
- macam-macam karena pikirannya ke
- mana-mana.
- Karena pikirannya ke mana-mana, dia
- merasakan bahwa ini adalah bagian
- daripada dirinya. Padahal dia sudah
- dapat, dia sudah menikmati, dia sudah
- menyayanginya,
- tapi dia masih mikirkan yang lain, yang
- lain, yang lain. Itu kan belum kita
- dapatkan. Oh, ini belum kita dapatkan.
- Oh, itu belum kita dapatkan. dia sudah
- dapat sesuatu
- di sini pikirannya akhirnya ke mana-mana
- dan pinjaman-pinjamanpinjaman
- online yang kepada diri kitalah yang
- menimbulkan.
- Nah, orang-orang yang seperti ini apakah
- dia berbuat zalim terhadap istrinya?
- Apakah orang-orang yang seperti ini
- pinjaman online ee main judi online dan
- sebagainya?
- Apakah ini merupakan perbuatan zalim
- terhadap istrinya?
- Padahal dia adalah dirinya. Dia enggak
- mempedulikan orang lain.
- Dia tidak mempedulikan. Yang penting
- dirinya yang dia pikirkan.
- Orang lain enggak diperhatikan.
- Istrinya yang berpikir, yang bekerja,
- melakukan ini, melakukan itu sampai dan
- sebagainya sudah capek dan lelah. Tapi
- sang suami bermain judi, habis uangnya
- dia cari lagi, dia mainkan lagi sampai
- dia pinjam. Dia pinjam sama orang, dia
- butuhkan ini. Oh, nanti kalau gajian
- saya akan ganti. Akhirnya istrinya tidak
- dapat apa-apa, uangnya itu masuk ke judi
- online.
- Nah, apa yang membuat orang-orang yang
- seperti ini bermain, bermain, dan
- bermainan seperti itu? Karena pikirannya
- yang selalu menuntut-menuntut.
- Dia punya keinginan yang lebih.
- Dia punya keinginan yang lebih. Jadi dia
- enggak pernah berpikir bahwa oh ini saya
- sudah dapat. Karena dia tidak pernah
- bersyukur kepada Allah dia. Saya sudah
- dapat ini. Sudah enggak perlu lagi
- mikirkan yang lain.
- Karena pikirannya
- yang menetapkan pada dirinya itulah yang
- benar.
- Karena Allah memberikan kepada dirinya
- sesuatu yang pas. Namun karena
- pikirannya ke mana-mana, apa yang
- membuat dirinya seperti itu?
- Pikiran.
- Pikirannya apa yang membuat pikirannya
- dia seperti itu? Informasi yang masuk
- pada pikir,
- informasi-informasi
- dan sebagainya.
- Sekarang begitu luasnya, begitu
- gampangnya dan begitu mudahnya karena
- begitu banyaknya informasi.
- Informasi itu dengan mudahnya kita
- peroleh.
- Kalau kita mau mudah
- kita gampang mengambilnya.
- Namun Allah menetapkan diri kita. Allah
- menetapkan diri kita yang diberikan oleh
- Allah itu yang benar.
- Yang diberikan oleh Allah itu yang
- benar.
- Jadi kita menetapkan,
- "Nah, sekarang bagaimana seorang istri
- yang punya suami yang seperti ini?
- dia harus mengingatkan
- karena suami istri itu sama-sama
- hanya dilebihkan sedikit kepada seorang
- suami untuk mengambil satu sikap atau
- keputusan.
- Jadi apa yang terjadi? Seorang istri
- boleh mengingatkan. Jadi saling
- mengingatkan.
- Kalau kita saling mengingatkan maka
- hidup kita akan tenang.
- [berdehem] Jadi pada saat ini seorang
- istri itu harus mengingatkan
- sekali, dua kali, tiga kali. Kalau tidak
- mampu dan tidak bisa dia ngotot, tidak
- ada permasalahan. Dia bersih keras
- dengan pikirannya. Dia
- tetapkan,
- teruskan,
- kuatkan diri kamu untuk berpisah atau
- tidak berpisah.
- Yang jelas untuk berpisah
- kalau dia tidak mau lagi
- kalau dia sudah tidak menyadari lagi.
- Berpisah ini untuk mengingatkan,
- untuk menyadari
- bahwa oh aku salah,
- oh aku enggak bisa.
- Ketika dia dipisahkan
- oleh istri, dia kaget.
- Setelah dia sadar, dia kemudian
- menyadari,
- ya dia kembali kepada Allah. Untuk balik
- lagi enggak ada masalah. Maka pentingnya
- boleh perhatikan
- berpisah ini untuk mengingatkan,
- menyadari.
- Jadi dia untuk berpisah
- dan punya kekuatan
- pertahankan diri. Seorang istri itu
- harus punya pertahankan.
- Bagaimana mempertahankan diri?
- Jadi dia kuat
- untuk mengatakan bahwa saya harus
- berpisah. Dia harus kuat. Maka dia
- mempunyai kekuatan.
- Kekuatan inilah yang penting buat
- seorang istri.
- Karena dirinya adalah dirinya, bukan
- suaminya.
- Dirinya adalah dirinya, bukan suami.
- Menjadi seorang istri, dia adalah
- dirinya, bukan menjadi seorang suami.
- [berdehem]
- Ketika dia mengambil satu keputusan ini
- dirinya yang ambil keputusan untuk
- berpisah dulu. Untuk apa? untuk
- memberikan
- kesadaran.
- Bukan berpisah selesai, tidak.
- Karena seorang yang bermain, judi,
- pinjam ee pinjaman online dan sebagainya
- ini
- peringatan yang besar, peringatan yang
- terbaik untuk seorang suami. Katakan,
- "Saya pisah dulu."
- Kita katakan pisah.
- Kalau dia sadar, kita bisa kembali lagi.
- Kalau dia tidak sadar, biarkan dia terus
- enggak sadar. Sudah diingatkan dia tidak
- ma
- ya. Jadi kalau punya seorang istri,
- kuatkan diri untuk menyatakan bahwa saya
- bisa,
- saya kuat. Saya adalah diri saya.
- Katakan kekuatan ini hanya pada Allah.
- Kekuatan ini ingatkan bahwa saya kuat
- karena Allah.
- Maka bisa
- bukan langsung selesai.
- Kalau dia menyadari bisa balik lagi.
- Kalau tidak sadar ya sudah selesai.
- Itu yang paling penting.
- [menghela napas][terkesiap]
- Baik. ee ikhwan akhwat karena kita masih
- cukup banyak waktu nih sebelum kita
- akhiri kasus satu lagi boleh ya Ustaz
- ya.
- Jadi dengan adanya media sosial
- interaksi dengan lawan jenis menjadi
- sangat mudah memberi like, komentar atau
- ee direct message, mengirim pesan
- pribadi.
- Secara psikologis ini bisa bikin
- ketagihan ya, Ustaz ya. Tapi kalau
- secara syariat bisa mendekati zina,
- bagaimana dong cara mengomunikasikannya
- tentang batasan ini kepada pasangan biar
- enggak terlihat posesif atau mengekang
- gitu, Ustaz? Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa Muhammad.
- Rabbana zidna ilman walik.
- Dengan sendirinya
- kita pasangan suami, istri dan
- anak-anak.
- Di saat kita berhubungan dengan medsos,
- kita mau tidak mau harus meluruskan
- maksud tujuannya.
- Karena semua pekerjaan orang yang
- berakal kan memiliki tujuan. Dengan
- sendiri tujuan yang kita pilih, tujuan
- yang memberikan manfaat bagi kita dunia
- maupun akhirat.
- Tujuannya sebagai contoh kita ingin
- mencari informasi yang bermanfaat
- untuk wawasan kita, pendidikan kita,
- baik itu yang berhubungan dengan
- pelajaran yang kita pelajari atau
- berhubungan dengan wawasan,
- nasihat agama,
- petunjuk yang kita butuhkan atau
- tujuannya bersilaturahmi
- atau beramar makruf, bernahi mungkar
- atau untuk hiburan.
- hiburan yang bermanfaat yang jauh dari
- apa yang diharamkan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Kalau kita bisa [berdehem] memulai ya
- komunikasi kita, hubungan kita dengan
- medsos dengan tujuan yang jelas, yang
- bermanfaat, dengan sedikit kita
- diarahkan ke mana? Kita akan diarahkan
- ke arah yang yang positif.
- Tapi pada saat kita sedang
- berkomunikasi melalui MSOS, mau tidak
- mau pasti akan ada blok-blok iklan-iklan
- yang masuk.
- Tanpa kita minta, tanpa kita bayar, dia
- akan melintas di hadapan kita. Nah,
- dengan sendirinya orang yang beriman
- kepada Allah, beriman kepada hari akhir,
- di saat menemukan hal seperti ini, dia
- harus apa? Harus membiarkan liwat. Kalau
- perlu,
- kalau kita bisa mengirim berita, katakan
- bahwa ini konten yang tidak menyenangkan
- kami. Kita minta untuk tidak diulangi.
- Kan biasa ditanyakan, ditanya begitu
- kita mulai hapuskan, kenapa Anda
- hapuskan? Ini konten yang tidak
- menyenangkan.
- Yang tidak sesuai dengan aturan agama
- juga bisa. [berdehem]
- Ini penting sekali.
- Jadi orang berhubungan dengan Mersos
- ini, Mersos dapat dikatakan sebagai
- pisau bermata dua. Pisau bisa digunakan
- memasak, bisa digunakan untuk berbagai
- macam kebutuhan yang bermanfaat. Tapi
- kalau salah-salah bisa digunakan untuk
- melakukan kejahatan dan perbuatan zalim.
- Betul enggak?
- Dan Mersos ini daya tariknya luar biasa.
- Orang berhubungan dengan Mersos
- berjam-jam waktu berlalu tanpa
- dirasakan.
- Di saat dia dipisahkan dari Mesos,
- sekejap aja dia merasa kegelisahan yang
- luar biasa. Itu merupakan fakta. Oleh
- karena itu, di samping kita menjaga
- maksud kita juga harus kita batasi
- waktunya.
- Batasi waktunya jangan kita ya ee
- melakukan ya hubungan dengan mesos pada
- saat-saat mendekati salat umpamanya ya.
- pada saat kita berzikir, pada saat kita
- katakan sedang berkumpul bersama
- keluarga, ya artinya pada saat-saat yang
- kira-kira penuh kebersamaan kita
- hindari. Tapi di luar itu silakan kita
- berhubungan dengan tujuan yang baik dan
- juga kita mengenal batas. Oleh karena
- itu, sadar dan mengenal batas ini
- merupakan ciri yang menonjol dari orang
- yang beriman yang bijak.
- Karena manusia kan semua
- penuh keterbatasan. Jadi kalau dia
- melampaui batas berarti dia melakukan
- sesuatu sebetulnya apa? Yang memaksakan
- dirinya dan pasti akan berdampak berefek
- yang tidak baik buat dirinya. [berdehem]
- Dan kita dalam berhubungan berkomunikasi
- dengan Mesos, kita harus menjaga lisan
- kita.
- Dan kita tahu bahwa jari ini pengganti
- lisan dalam Mesos.
- Jadi merupakan lisan ya mesos kita.
- Allah berfirman, maalfid minadai
- raqibun atid. Dia tidak mengucapkan
- sepatah kata kecuali raqib ati at dua.
- Dua malaikat di kanan kiri kita dalam
- keadaan siap dan siaga. Kata raqib kata
- sifat yang artinya pengawas. Atit yang
- selalu siaga di kanan maupun di kiri
- kita.
- Jadi apa yang kita ucapkan itu semuanya
- bakal diminta pertanggungjawabannya.
- Oleh karena itu, di saat kita ingin
- katakan melakukan ee kritikan,
- kritikannya diusahakan yang betul-betul
- apa? Mililih bahasa yang baik, yang
- santun dengan tujuan niat yang baik,
- beramar makruf nahi mungkar dan juga
- menjaga kehormatan orang. kita sampaikan
- dengan bahasa yang santun dan baik
- [mendengus]
- tanpa menyebutkan juga nama seseorang ya
- itu akan lebih baik kecuali kalau memang
- yang sudah viral ya di mana begitu kita
- nyebutkan isyaratnya sudah menyebutkan
- siapa itu orang karena kejahatannya
- sudah apa sudah terbuka dan tanpa
- tendeng aling-aling.
- sehingga menjaga lisan pada saat kita ya
- masuk dalam arena medus penting karena
- biasanya nanti
- begitu kita sudah kirim baru timbul
- penyesalan.
- Jadi sebaiknya sebelum konten kita kirim
- kita cek berulang kali. Kita juga
- periksa niat kita apa, periksa juga
- bahasa yang kita gunakan. Karena sering
- saya kadang-kadang tanpa disadari dalam
- ceramah ee terlepas kata-kata mungkin
- yang orang anggap biasa tapi mungkin
- bagi sebagai orang menyakitkan. Saya
- bilang, "Coba hapuskan konten ini." Kita
- manusia kan suka lupa kadang-kadang kan.
- Jadi kita harus menjaga lisan digital
- kita itu jari-jari kita pada saat
- mengetik ya. Kemudian sebelum dikirimkan
- periksa terlebih dahulu, apakah sesuai
- dengan kebenaran? Apakah tujuannya
- semata-mata mengharapkan rida Allah?
- Kalau memang mengharapkan rida Allah,
- tinggal kita lihat kira-kira ini
- bermanfaat apa tidak kalau kita kirim.
- Kalau kita kirim tidak memberikan
- manfaat, malah dampaknya lebih buruk
- lagi, lebih baik. Tidak perlu kita
- kirim. Kita jauhkan dari pamer, dari
- ria, dari kebanggaan untuk menunjukkan
- kelebihan kita. Karena semua tujuan ini
- sia-sia.
- Sia sih. Karena walaupun kebenaran
- kebaikan yang kita sampaikan bukan
- karena Allah, tidak akan dapat apa-apa.
- Tidak akan dapat
- apa
- sedangkan pujian sebutan semua hanya
- berlalu begitu saja. Tidak akan menemani
- kita sepanjang masa apalagi begitu kita
- meninggalkan dunia. Semua hanya kerugian
- yang kita lakukan. Kita menganggap
- melakukan pekerjaan yang banyak tapi
- apa?
- Ternyata sia-sia.
- Kemudian di samping juga kita
- memperhatikan lisan kita ya untuk
- betul-betul
- dalam keadaan benar. Kalau kita menerima
- informasi atau input yang masuk kepada
- kita kalau bisa lakukan tabayun. Lakukan
- tabun
- karena seringki masuk. Betul. Apalagi di
- era AI. Luar biasa.
- Masyaallah.
- Saya dengar orang berbicara
- dari mulai mimik mukanya sampai gerakan
- bibirnya semua sama
- sama.
- Tapi subhanallah saya tanya sama sebagai
- anak-anak, "Bah, hati-hati, Mbah. Ini
- AI, Bah, dari mana disebutkan
- tanda-tanda ini AI?" Ini jelas-jelasan
- AI.
- Jadi kalau kita sebarkan
- akhirnya kita menyebarkan kebohongan
- kan. Menyebarkan kebohongan.
- Jadi sebaiknya sebelum kita ikut
- menyebarkan, lakukan tabayyun. Dan
- sebaiknya yang kita sebarkan itu hal
- yang positif, yang baik ya,
- nasihat-nasihat,
- kisah-kisah inspiratif ya atau kritikan
- yang tujuannya membangun tanpa
- menjatuhkan seseorang daripada kita
- menyebarkan berita.
- Akhirnya termasuk kita dalam golongan
- orang-orang apa? Yang menyebarkan
- fitnah. Padahal alfitnatu naimatun
- laallahu man aqha. Fitnahnya tidur.
- Allah mengutuk orang yang menyebarkan
- fitnah ini.
- Dan kalau kita lihat ternyata apa? Di
- tengah-tengah lingkungan
- yang [berdehem] katakan
- berhubungan dengan agama. Baik itu para
- ustaz, para kiai sering kita jumpai
- dengan gampang mereka tuh menyebarkan
- berita, fitnah, melakukan tahbir padahal
- dia tidak mengetahui dengan jelas.
- Allah mengatakan, "In jaakum fasiquun
- binabain fatabayyanu."
- Fatabayyanun artinya apa? Minta bayyinah
- dari orang yang membawa berita. Bukan
- kita bertanya pada orang yang difitnah.
- Jadi kalau orang membawa berita, coba
- bayinahnya mana? Kata bayinah itu bukti
- yang jelas, yang gamblang, yang tidak
- meragukan. Kalau kata orang, kata fulan
- menurut berita di ee media sosial itu
- enggak bisa diterima. [mendengus] Kata
- bayinah itu artinya bukti yang jelas,
- gamblang, yang tidak meragukan dan yang
- harus memberikan bainah yang membawa
- berita.
- Yang membawa berita
- bertanya pada orang yang terfitrah, ini
- betul enggak orang ngomong begini begini
- begini itu enggak boleh sama sekali
- ya. itu mau tidak mau kan pasti
- menyakitkan dia kan. Tapi di
- tengah-tengah kehidupan kita
- bermasyarakat kita itu subhanallah
- berita tayangan yang paling digemari
- yang dia punya rating tinggi termasuk di
- antaranya masalah-masalah yang
- berhubungan dengan apa?
- berhubungan dengan gosip
- dengan go
- sampai ada seorang bercerita bahwa satu
- stasiun televisi datang kepadanya ya
- menawarkan tayangan tayangan berhubungan
- dengan rumah tangga mereka tunjukkan
- kalian pura-pura sedang selisih dan
- ribut
- kita berikan berikan apa berikan imbalan
- yang cukup memuaskan karena gosip ini
- cerita berhubungan dengan orang luar
- biasa digemari coba perhatikan coba Coba
- kalau kita buka media kita nih, itu
- gosip memenuhi lembaran-lembaran media
- kita.
- Cerita-cerita tuh. Padahal kalau kita
- alihkan kepada kasus katakan umpamanya
- bencana alam di Aceh, di Siwolga, di
- Padang, kita mengajak orang untuk
- memberikan dana mereka ya berkontribusi
- kan lebih bagus kan.
- Tapi ini sampai terkadang
- berminggu-minggu
- yang tidak kita kenal sama sekali, tidak
- kita tahu orangnya. Itu menjadi berita
- yang viral. Kemudian bukan komentar pun
- dengan gampang dikeluarkan
- padahal dia tidak tahu persoalannya
- dengan jelas.
- Bahaya gak?
- Bahaya sekali.
- Jadi hendaknya lakukan tabayun sebelum
- kita menyebarkan. Kalau kita mau
- menyebarkan sesuatu yang bermanfaat
- untuk umat, mengingatkan mereka kembali
- kepada Allah dan merupakan kisah
- inspiratif atau informasi yang berguna,
- sebarkan. Tapi kalau tidak lebih bagus
- apa? Lebih bagus kita berdiam.
- Iya. Masih ada sedikit lagi. Jadi
- kesimpulannya bagi kita semua pasangan
- suami istri, enggak mungkin rumah tangga
- itu peran hanya ditangani oleh suami,
- begitu juga oleh istri. Dan enggak
- mungkin setiap orang yang berpasangan
- mengatakan, "Saya bebas melakukan apa
- yang saya lakukan. Kamu juga bebas."
- Tidak. untuk keharmonian yang saling
- melengkapi. Hendaknya suami sebagai
- seorang yang bertanggung jawab
- meluruskan
- menjaga rumah tangga, mereka harus
- menjadi contoh. Begitu juga istri
- sebagai ratu dalam rumah tangga ya
- hendaknya dia mentaati suaminya sebagai
- pemimpin dalam hal-hal yang apa? Hal-hal
- yang akan membawa keharmonian dalam
- rumah tangga. Tapi kalau masing-masing
- mengikuti nafsunya dan caranya, ya wis
- bubar.
- Jadi memang masalah medsos ini saya
- merasakan betul-betul kita ini sering
- terkadang ada masuk sesuatu kita buka
- begitu kita pun enggak ada manfaatnya
- buat kita hanya bikin susah kita
- kadang-kadang hati kita gelisah luar
- biasa. La haula wala quwwata illa
- billah. Mudah-mudahan Allah selamatkan
- kita semua, keluarga kita, anak-anak
- kita dari hal-hal yang bisa membawa
- kerusakan bagi kehidupan kita, rumah
- tangga maupun masyarakatnya.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Wal minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakat.
- Waalaikumsalam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jadi ikhwan akhwat, kalau
- medsos itu
- pisau bermata dua, hati-hati nanti
- tangan tersayat ya, Ustaz ya. Terima
- kasih sekali lagi untuk em apa yang
- sudah dibahas kali ini. Wahai para
- suami, wahai para istri, mudah-mudahan
- mempersoasi kita semua untuk bisa
- melangkah jauh lebih ringan. Ustaz
- terima kasih sekali lagi.
- Subhanakallahumma
- wabihamdika asadu allaa anta astagfiruka
- wauai. Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatull