Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Brail TV.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat
- rahimakumullah.
- Sungguh beruntung sekali kita bisa
- sampai di hari ini dari perjalanan
- panjang langkah kita. Mudah-mudahan
- semua sehat ya, terbebas dari kecemasan
- dari pandemi yang datang ini. Dan tentu
- tidak lupa rasa syukur kepada Allah atas
- kesempatan ini juga kita lantunkan salam
- selawat kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam beserta keluarga dan
- kerabatnya. Hari ini bincang komunikasi
- seperti biasa di minggu pertama
- menghadirkan
- Dr. Laila Monaganim yang sudah siap
- untuk hadir bersama-sama kita semuanya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Dok.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Halo.
- Tetap cantik, tetap semangat. Keren
- banget.
- Iya dong, kita tetap semangat.
- Iya. Ini ngomong-ngomong masih di masa
- pandemi ini itu banyak sekali komunikasi
- yang berubah dari ee tuturan menjadi
- tulisan ya.
- Iya. I
- kalau jauh oke deh. Tapi kalau di rumah
- mau minta apa-apa juga cuman lewat ee WA
- rasanya aneh bin ajaib gitu ya.
- [tertawa]
- Betul betul.
- Kalau misalnya kita bahas lagi soal
- komunikasi di masa pandemi, tapi khusus
- untuk urusan belahan jiwa kita gimana?
- Iya. Siap, Neng. Ee sebenarnya tidak
- hanya di masa pandemi ya, di dalam
- kehidupan sehari-hari itu juga perlu
- kita terus perbaiki, bikin keren,
- dirawat gitu ya.
- Gitu. Pandemi aja juga ee harus dirawat
- ya, apalagi pandemi ya, banyak stres
- kita.
- Iya, sering ketemu. Betul, betul.
- Iya, iya, iya. Jadi persisnya hari ini,
- Ikhwan Akhwat, kita akan bicara
- bagaimana komunikasi antara kita dengan
- belahan jiwa kita eh belah terjiwa eh
- jiwa terbelah dengan pasangan kita. Dan
- kalau ada kendala-kendalanya, Anda boleh
- kirimkan ke kalau nulis di YouTube
- boleh, tapi kirimnya tetap ke WA juga
- enggak apa-apa kok ya. Nanti akan
- dibacakan dan akan dijawab oleh Mbak
- Mona. Oke, Mbak Mona silakan.
- Terima kasih. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Iya, Iwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah. Senang sekali ketemu lagi. Hari
- ini saya akan mengajak mendiskusikan
- tentang tadi tuh pertanyaannya Mbak
- Nuning tuh gimana sih komunikasi efektif
- dengan pasangan gitu ya. Ini penting
- banget soalnya ya. [tertawa]
- Penting buat semua orang termasuk juga
- dengan saya. Nah, ee saya mau sharing
- sedikit. Tadi pagi tuh saya ee ee
- ngobrol-ngobrol sama sahabat saya ya,
- Nadya dan suaminya Ningsih, Ella. Ee dan
- sebelum sebelumnya saya juga ee ngerasa
- ini isu yang menarik. Jadi saya
- ngobrol-ngobrol juga sama beberapa ee
- sahabat-sahabat lainnya gitu ya.
- Nanya-nanya nih, gimana sih komunikasi
- dengan pasangan? Kendala-kendala apa sih
- yang mereka rasakan? gitu ya
- ee dan apa yang sudah ee bagus dan lain
- sebagainya. Nah ee sebelum sampai ke
- dalam dialog itu Mbak Nun saya mau ajak
- untuk kita ngelihat dulu pasangan itu
- adalah orang yang sesungguhnya saling
- menyempurnakan satu sama lain ya. Jadi
- penting banget nih pasangan ini bagi
- kehidupan kita.
- ee di dalam ee Al-Qur'an juga disebutkan
- bahwa mereka adalah pakaian bagimu dan
- kamu adalah pakaian bagi mereka. Wah,
- keren banget. Jadi ee apa ya precious
- gitu ya, benar-benar
- benar-benar ee berharga sekali gitu ya.
- Nah, ee jadi gimana caranya kita bisa
- dapatkan seseorang yang mau mengorbankan
- dirinya untuk kita? Kita juga mau
- mengorbankan dirinya untuk dia. Mau
- saling belajar satu sama lain. Ee saling
- menang ya. Menang nih win sama win gitu
- ya. Dia menang, saya menang. saling
- mendukung ee visi kita ee ee mencintai
- dengan sepenuh hati. Nah, itu itu keren
- banget ya bisa dapetin seperti itu.
- Tetapi ternyata untuk itu tuh dirawat
- gitu ya.
- Ee karena gimanapun juga kita ee enggak
- bisa sibuk mencari orang yang kayak
- gitu. Ee ee manusia tuh enggak ada yang
- sempurna kan gitu loh ya. Jadi kita ee
- apa namanya? Jangan sibuk ya mencari
- kesempurnaan dari dia gitu ya. Tapi kita
- berusaha ee belajar satu sama lain,
- berusaha menyaman. Berusaha berusaha ee
- me me apa ya mencukup mencukupi dan
- mencukupkan satu sama lain gitu. Nah, ee
- jadi ee kita perlu merawatnya.
- Kalau enggak ngerawat ternyata Mbak
- Noning ee
- banyak orang bercerai alasannya itu
- pencetus utama perceraian adalah
- komunikasi. Jadi penyebab
- perceraian terbanyak adalah masalah
- komunikasi. Jadi ee mari kita berhenti
- menyepelekan komunikasi di dalam
- perkawinan kita gitu ya. di dalam ee
- komunikasi dengan pasangan kita. Nah, ee
- mari kita lihat sekilas saja tentang
- angka perceraian ya. Saya tadi search
- gitu ya, berapa sih angka perceraian di
- Indonesia? Ini yang agak-agak lama deh
- ya. Ee ini ini belum belum ngomongin
- COVID nih. COVID juga race naik lagi
- juga gitu ya. He
- ini dari 2015 sampai 2016 data yang saya
- dapatkan itu ee 1000 kasus per hari ini
- di Indonesia, Mbak Ning.
- 1000 sehari.
- 1000 sehari.
- Jadi
- dan ee 71% kasus ini gugatan istri.
- Nah, jadi ee memang ee ini benar-benar
- perlu kedua belah pihak menyamankan satu
- sama lain untuk meminimalisir potensi
- itu, gitu. Jadi ee apa hubungannya sama
- komunikasi? Nah, ini ada research nih.
- Research di tahun 2016 juga, tetapi
- research-nya di luar negeri ya.
- research-nya itu pada ee sejumlah 450
- orang dewasa di seluruh dunia di
- research. Ternyata menurut menurut
- kesimpulan ee dari risch tersebut,
- he
- institusi perkawinan
- dalam kondisi rentan 40 sampai 50%
- bercerai lantaran gadget ya. [berdehem]
- [tertawa]
- Jadi, jadi itu juga benda komunikasi
- juga gitu ya
- yang tadi Mbak Nuni ngomongin tuh ya ee
- ee masa WA-an gitu ya ee ngumasa
- [tertawa]
- WA-an ngomong di rumah gitu ya.
- Jadi berasa Mbak Mona madunya tuh
- madunya tuh gadget [tertawa]
- ya. Ya ya ya. Kemudian e ya itu tadi e
- gadget itu karena terlalu banyak e
- screen time gitu ya. He.
- Terus juga selain dari itu kan ee ee eh
- e medium komunikasi gitu ya. Ee
- komunikasi yang dikasih mediasi melalui
- gadget. Enggak usah deh direct aja.
- Kenapa sih?
- Terus misalnya direct itu juga bisa jadi
- karena ada kasar ngomongnya atau enggak
- nyampein perasaan, enggak mau dengerin
- terus kurang empati. banyak deh, banyak
- deh, banyak ee isu-isunya ya yang
- menimbulkan
- ee penyebab ee perceraian ya. Bisa jadi
- di samping itu ada lagi masalah-masalah
- lain, masalah keuangan, perselingkuhan,
- KDRT, kemudian ee apa ee enggak
- cocoklah, whatever, banyak lagi ya.
- Nah, ee
- jadi Mbak Nuning, ada beberapa saya saya
- ee kumpul kumpul nih
- pertanyaan-pertanyaan nih ya tentang ee
- apa sih yang mereka pikirkan tentang
- pasangannya. Mungkin sebelum sebelum
- lanjut barangkali Mbak Nuning ada dulu
- yang mau disharingin tentang pertanyaan
- curhatan. Kita bahas curhatan aja deh
- ya.
- Curhatan ya.
- Ya kadang-kadang kemarin dulu itu kalau
- enggak salah kita ngobrol di depan
- apotek ya.
- Heeh. Aku bingung deh. Kenapa sih dia
- tuh kadang-kadang kayak anak kecil, tapi
- kadang-kadang sok tahu, sok tua gitu,
- sebel. Lah,
- siapa? Ya itu ayahnya anak-anak. Heeh.
- Begitukah seorang pria kadang-kadang
- manja seperti anak-anak, kadang-kadang
- matang dewasa tapi sok ngatur gitu. Iya.
- Ya.
- Ya, emang itu sih mau diapain? Terus
- menurut Mbak Mona kitanya yang harus
- berubah atau kita harus melakukan ee
- pendekatan tertentu sehingga dia enggak
- child tetapi enggak juga kayak gitu
- gitu.
- Iya, Mbak Nuning. Jadi ee yuk kita lihat
- dulu kalau isu itu ee dari kajian
- komunikasi dulu ya. Ada jadi orang itu
- umumnya Mbak Nuning ada tiga tahapan ego
- gitu ya. Manusia nih gitu ya. Termasuk
- termasuk pasangan kita. kita juga gitu
- ya.
- Iya.
- Tahapan tiga tahapan ego ini. Satu ego
- anak-anak, kedua ego orang dewasa,
- ketiga ego orang tua. Nah, jadi
- perilakunya ini makanya tadi Mbak Duning
- bilang kadang-kadang kayak anak-anak,
- kadang-kadang kayak orang tua gitu ya.
- Tapi juga ada orang dewasa sebenarnya.
- Jadi, e tiga tiga ee tahapan ego itu
- yang misalnya ya dia lagi kayaknya
- manja-manja gitu ya, itu biasanya tuh
- lagi tahap ego anak-anak gitu. Atau
- misalnya dia ngatur nih kayak misalnya
- waktu dia kecil dulu orang tuanya banyak
- memberikan aturan terus juga dominan dan
- lain sebagainya lalu dia mengekspresikan
- diri seperti itu itu juga tahapan ego
- yang lagi dimunculkan dengan memori yang
- itu gitu.
- He
- atau juga tahapan ego yang dewasa gitu.
- dia menampilkan ee ee apa namanya
- responnya itu ee ee pikiran, perasaan,
- perilaku itu responnya matang, dewasa
- seperti orang dewasa gitu. Jadi
- tiga-tiga tahapan itu ada nih kali ada
- lagi ada di pasangan kita atau juga lagi
- ada di kita gitu. Nah, karenanya kita
- perlu kan gini Mbak Nuning, kunci He.
- Menurut pendapat saya, kunci komunikasi
- adalah emang betul dua belah pihak,
- tetapi siapa sih yang bisa kita
- kendalikan? Diri kita sendiri. Jadi kita
- perlu lebih ee lebih bijak untuk meng
- apa ya? mengelaborasi kita dulu gitu
- supaya
- pasangan kita jadi ngikutin gitu atau
- kita ngasih stimulus, ngasih apa ya
- rangsangan supaya pasangan kita merespon
- seperti yang kita mau gitu. Misalnya
- kita kasih tahu, kita omongin supaya
- nanti pasangannya juga bakal ngikutin
- yang kita sarankan gitu. He.
- Nah, kita lihat-lihat nih, oh pasangan
- kita nih lagi gaya kayak anak-anak nih.
- Berarti kita bisa berperan ee
- apa ya menyeimbangkan
- ee menyeimbangkan dengan tanggapannya
- ngertiin sebagai orang tuanya gitu. Dia
- lagi berperan jadi anak-anak gitu ya.
- atau misalnya ee ee dia sedang
- benar-benar berperan seperti orang
- dewasa gitu ya. kita lagi hal-hal
- penting, lagi isu penting, kita diskusi,
- dia diskusi ee sebagai orang dewasa itu
- itu excellent gitu ya kalau
- tahapan-tahapannya itu bisa saling ee
- melengkapi, Mbak Nuning,
- si ini lagi kekanak-kanakan, si ini dia
- juga bisa ngertiin sebagai orang tua.
- Makanya ada ada ya, Mbak Nuning, ada
- orang bilang, "Aku punya pasangan tuh
- kayak temanku,
- kayak sahabatku,
- kayak orang tuaku, kayak anakku gitu ya.
- Jadi semua ada di sana dan itu bisa
- cakep dua-duanya.
- Dua-duanya [tertawa] tuh bisa ee klik
- gitu pas ngertiin satu sama lain gitu.
- misalnya suaminya lagi butuh fokus atas
- ee kinerja produktivitas gitu ya, lagi
- kerja nih, dia harus fokus ngerjainnya.
- Nah, pasangannya ee kalau dia gayanya
- kayak anak-anak nih ya,
- aduh deh gitu ya. Kata kata ee
- pasangannya ya, kata suaminya misalnya
- gitu. Aduh, please deh ini tuh lagi
- fokus nih ngerjain sesuatu nih. Jangan
- jangan ganggu [tertawa]
- jangan ganggu. jangan manja-manja yang
- eh sebenarnya need attention yang jadi
- clash. Nah, jadi kita perlu memahami ee
- posisi-posisi
- di mana dia sedang berperan termasuk
- juga dia juga kepada kita gitu.
- Ee nah jadi mm kita ngupayain untuk ber
- ee seperti itu, tapi pasangan juga
- mengupayakan, usahakan mengupayakan
- seperti itu. Semoga ngerti. Kalau enggak
- ngerti ya kita kasih tahu gituing.
- [tertawa]
- Kalau dikasih tahu terus ee kan ada
- orang yang bilang, "Bingung deh, kenapa
- istri saya sekarang lebih keras hati
- dibanding sebelum pandemi gitu
- misalnya." Terus kalau dikasih tahu
- seperti yang barusan Mbak Mona bilang,
- dia akan tetap kekeh gitu. Nablek kalau
- orang Jawa bilang ya.
- [tertawa]
- Kalau yang seperti ini dialami oleh
- suami,
- tetapi istri juga ada loh yang mengalami
- suaminya tuh keras kepala banget gitu.
- Emang keras juga sih kalau enggak
- kebentur bakal benyok ya enggak?
- Jadi gimana memang?
- Sama-sama ya. Sama-sama ya. Mungkin
- mungkin dia lagi di kalau pakai tadi
- gagasan yang tadi dari Er eh eh Eric
- Berner dia itu eh lagi di state-nya
- mungkin ya egonya tuh ego orang tua yang
- dulunya dia mungkin orang tuanya kayak
- gitu ke gitu ya. Jadi dia ngikutin kayak
- gitu atau dia ketika anak-anak dia
- maunya menang sendiri misalnya begitu ya
- mungkin mungkin ya mungkin ya.
- Ee tetapi yang perlu kita lakukan adalah
- bagaimana kan kita bereaksi gitu ya atas
- atas tantangan ini gitu ya. Karena
- perkawinan tuh tadi tuh ee engkau
- pakaianku, aku pakaianmu gitu ya. Aduh
- keren banget deh. Keren banget gitu ya.
- Jadi dengan itu gimana ya caranya kita
- beradaptasi? Nah, ada tuh Mbak Nuning
- yang namanya bahasa Cinta. Nanti kita
- bahas ya bahasa cinta ya. He
- eh bahasa cinta itu beda-beda, Mbak
- Nuning, antara satu orang dengan orang
- lain.
- Ee
- jadi ee
- misalnya bahasa cintanya tuh ada yang
- ngasih sesuatu gitu ya, ada yang
- hadiah jadi ya.
- Heeh. Ada yang ngasih sesuatu, ada yang
- ee apa namanya? yang ngasih perhatian,
- yang ngasih ee ee secara fisik ya,
- secara fisik, sentuhan dan lain
- sebagainya. Ada ada macam-macam ya. Nah,
- kita nunjukin kasih sayang that I love
- you gitu ya. Jadi eh terlepas dari apa
- masalah bahwa kamu lagi keras, tapi saya
- sebenarnya ee ee punya cinta sama kamu
- gitu ya. Kita kita sampaikan. Jadi bukan
- bukan aku enggak mau nih ee enggak
- enggak mau nih aku enggak enggak mau
- ikutan deh. Enggak mau ikutan. Enggak
- mau enggak mau enggak mau apa
- menyelesaikan masalah ini. Pokoknya kita
- udah e langsung close gitu ya. Ee
- iya
- mengambil sikap seperti itu. Jangan kita
- tetap menunjukkan aku cinta sama kamu
- gitu. Ee tapi aku enggak suka ini. Gitu.
- Gimana caranya untuk ngomong enggak suka
- itu? Ada waktu deh. Nanti sementara lagi
- keras ini ada beberapa yang bisa kita
- lakukan. Yaitu kita caranya dengan
- kelembutan kepada dia begitu ya. Bicara
- saat dia lagi enggak emosi gitu ya.
- Jadi, jadi gantian nih ngomongnya nih
- gitu ya. Gantiannya gimana caranya?
- Dengerin dulu supaya dia nanti ngebalas
- dengan mau dengerin kita.
- Ee
- saya biasa mempraktikkan ini dengan ada
- metode praktiknya gitu ya, Mbak Nuning
- ya. Dengan misalnya ee apa ya ee ada ada
- ee praktiknya tuh biasanya kayak main
- pancuk begitu ya. ee tetapi ee menang e
- enggak menang-menang, enggak enggak
- saling kayak kayak Panco kan
- cenderungnya kan pokoknya aku yang
- menang, kamu kalah gitu kan.
- Mengupayakan itu enggak jalan tuh gitu
- ya. Nah, kalau gaya kayak panco tuh
- enggak jalan. Tetapi yang bagus adalah
- gaya aku dengerin kamu dulu gitu ya. Oh,
- aku ngerti cara pandang kamu kayak gitu
- gitu. Terus setelah itu aku ee dengerin
- aku ya, aku sampaikan cara pandang aku
- dan dia juga ngerti cara pandangnya.
- Jadi ternyata cara pandang itu bisa
- membuat kita ee ee bukan berarti iya
- saya terima, tetapi oh gitu ya ternyata
- dia itu gitu loh.
- Pantesan dia cara dia ngelihatnya
- ngelihatnya begitu karena dia cara
- karena dia ee ee apa namanya ee cara
- pandangnya begitu begitu. Ee
- saya kasih contoh apa ya Mbak Noning ya?
- ee misalnya misalnya kayak ee laptop lah
- gitu ya, ada laptop ya di belakang ee
- laptop itu kan di depan itu ada layar ya
- Mbak Nuning ya
- ee ada layar terus ada ada screen yang
- nyala gitu atau handphone ya ada screen
- yang nyala di belakangnya handphone itu
- kan ada warnanya bisa jadi warna warna
- ee ee warna handphone-nya nya itu ya
- bisa jadi hitam misalnya begitu ya. Jadi
- di belakang handphone itu kan misalnya
- hitam ya handphone saya lah hitam ya di
- depannya kan layar tuh. Nah kalau yang
- ngelihat dari depan yang ngelihat dari
- layar dia bilang, "Oh di sini nih ada
- layar ya." gitu. Yang ngelihatnya dari
- belakang bilangnya atas benda yang sama
- ini ngelihatnya di ee itu warnanya hitam
- ya bukan bukan handphone gitu. Kalau dia
- ngelihat dari sana, dia benar, kita juga
- benar. Yang bilang ngelihatnya ada layar
- gitu ya kan. Kalau bendanya enggak
- terlihat gitu ya ee cuman kelihatan di
- depannya seperti ini begitu. Jadi di
- satu orang bisa bilang ini layar benar,
- satu orang bisa bilang ini ee warnanya
- hitam di belakangnya gitu ya. Bukan
- bukan layar itu gitu.
- dua-duanya benar kan gitu loh kalau dia
- ee mau saling ngelihat satu sama lain
- yang di belakang kan enggak bilang ada
- layar enggak ada layar gitu loh ya kan
- jadi dengerin nih jadi yang pertama
- adalah ee ee tunjukkan bahwa beneran nih
- saya sebenarnya sayang loh. Saya bukan
- benci sama kamu tetapi saya sayang.
- Kemudian kita mau dengerin ee dia dengan
- ee kelembutan ya. Karena dia lagi keras
- hati nih. Kalau keras ditambahin keras
- bakal bahaya. Kemudian ee buat dia
- menyampaikan sudut pandangnya dan kita
- dengerin lalu kita sampaikan saya saya
- sudah dengarkan sudut pandang kamu.
- Sekarang saya minta kamu dengarin sudut
- pandang saya. Begitu. Jadi sama-sama
- dikeluarin nih cara pandangnya. Kenapa
- dia mikir gini? Kenapa dia mikir begitu
- begitu?
- Lalu dengan dipaparkan dua-duanya, kita
- kan bisa mikir solusinya apa ya? Yuk
- kita sama-sama cariin solusi. Jadi
- membuat memperkenankan kedua belah pihak
- secara transparan ngelihat realitas
- masalah dan ayo selesaiin bersama.
- Jadi ee ee apa ya bikin nyaman gitu Mbak
- Nuning dibandingin sama udah nih yang
- benar kayak begini begitu. Terus dengan
- kita gantian bicara, kita juga bisa
- ngedengerin sudut pandang dia kan gitu
- loh. Jadi ee ini perlu kita ee upayakan
- dan berupaya sekali lagi berupaya sabar.
- Sabar itu ee ee apa ya ada batasnya tapi
- kalau bisa enggak ada batasnya gitu
- [tertawa] ya. Berat juga sih ya. Tetapi
- mari kita mengupayakan. Nah, yang lebih
- spesifik juga bisa kita lakukan dari
- bentuk dari kita tenang. sabar ya atas
- yang situasi keras ini. Sekali lagi
- keras jangan dibanjur sama keras lagi
- gitu ya. Tetapi kita
- menunjukkan I care ya. E dan ini nanti
- suatu saat kita omongin jangan kayak
- gitu ini enggak nyaman nanti hubungan
- kita rusak gitu ya kan. Bagaimana
- mengajak supaya kita tuh sama-sama punya
- tanggung jawab ngejaga ngerawat hubungan
- ini gitu.
- In the next moment. Enggak. Saat itu,
- saat itu dia lagi emosi dan lain
- sebagainya. Nah, caranya kita
- menyampaikannya adalah terefleksi dari
- ekspresi suara kita. Sabar itu tahunya
- dari mana? Dari ekspresi suara, dari
- ekspresi wajah, dari gerak tubuh, dari
- ee dia dari ekspresi-ekspresi inilah
- Mbak Nuning. Pilihan kata juga
- kesabarannya.
- Oke. Oke. Menurut kamu seperti apa? Oke.
- Saya dengerin ya. Oh, oke. Dia bilang
- gini gini gini dari omongan dia. Oke.
- Saya ee jadi ini ya yang kamu maksudkan
- ya ini dengan ini ya. Oke, saya
- mengerti. Sekarang saya akan sampaikan
- cara pandang saya. Yang ngelihat ini ada
- layar terang gitu ya. nih kayak gini nih
- jelasin jadi bahwa ini benda benda
- handphone ini yang satu ngelihatnya ada
- layar, satu lagi ngelihatnya ee enggak
- ada layar ya karena karena ini jadi
- dua-duanya benar tetapi ini ee seperti
- yang kita sama-sama lihat berarti
- solusinya seperti apa atau
- kesepakatannya seperti apa setelah
- sama-sama terbuka
- ee
- dan yang juga tidak kalah penting adalah
- jadilah contoh yang baik sehingga ini
- jadi referensi. Ee lalu
- di momen tertentu yang tepat sampaikan
- that kita enggak bisa jalanin perkawinan
- dengan kayak begini nih. Kalau
- emosi-emosi, mari kita belajar sama-sama
- gitu. Merawat perkawinan. Nah, gitu Mbak
- Nuning.
- Jadi ee jelaskan di depan ya biar aku
- selesaikan dulu bicaraku gitu. [tertawa]
- Iya. Gantian. Heeh. Dia dulu. Dia dulu.
- Tapi karena kita
- beri dia kesempatan dulu.
- Iya. Dia karena dengan dia dikasih
- kesempatan kan ini ada ada rumus
- berbalas pantun nih ya.
- Hukum berbalas gitu. Kalau dia dikasih
- kesempatan dia akan mau memberikan
- kesempatan. Dia lagi keras. Jadi kitanya
- yang lebih sabar saat ini gitu.
- Jadi porsinya dia duluan itu untuk
- berbagai ee kondisi ya
- kalau [mendengus] bisa.
- Iya dia duluan sehingga kita tahu kenapa
- dia bilang ini warnanya hitam gitu loh
- ya kan?
- Heeh. Heeh.
- Oke. Kalau
- pernah dengar dari beberapa teman Mbak
- Mona.
- Heeh. Heeh. kayaknya bicaranya tuh
- pasangan itu cuman searah doang deh.
- Yang satunya manut manggut-manggut.
- Kalau misalnya suaminya yang begitu,
- istrinya yang manggut-manggut boleh. Ini
- dibalik istrinya yang bicaranya begitu
- searah doang. [tertawa]
- Nah, untuk orang-orang yang menghadapi
- pasangan seperti ini
- kan kalau kita bicara seperti yang Mbak
- Mona bilang tadi, kita kasih penjelasan
- dulu atau silakan bicara dulu enggak.
- Udah-udah nanti kesempatan buat kita
- enggak ada katanya. [tertawa]
- Iya.
- Gimana?
- Ee jadi yang satu ee agresif, satu pasif
- gitu ya. Gaya komunikasinya barangkali
- ya.
- Nah, kalau kalau kita ketemu sama
- pasangan yang misalnya dia itu ee
- agresif begitu ya,
- he
- ee kita juga bisa cari cara untuk bisa
- ee menyampaikan kepada dia begitu ya.
- Jadi, jadi yang harus kita lakukan
- adalah introspeksi diri. Jangan kita
- ambil ee ee pasif ee terus-terusan gitu
- ya. Karena ee kita ini kita ini ee apa
- ya? Pasangan gitu. Pasangan yang saling
- dia pakaian bagiku, aku pakaian baginya
- gitu. Iya kan?
- Ee kesan kesan kesan dari pernyataan itu
- tuh ee dua-duanya punya proporsi,
- dua-duanya punya peran signifikan begitu
- ya kan? Jadi, jadi ee kita perlu ee
- berkontribusi dan menempatkan diri
- dengan cara yang yang
- ee kontributif gitu ya, yang yang enggak
- enggak enggak enggak ambil ee ee posisi
- pasif gitu, tetapi juga aktif gitu. Nah,
- ee kalau pasangannya ee adalah ee
- diam-diam aja ee kita yang narik nih.
- Jadi yang perlu di e dimodifikasi
- terus gitu ya [tertawa]
- adalah si saya nih gitu ya. Sayanya
- siapa nih? Saya istri atau saya suami
- gitu ya. He.
- Ketika saya sebagai istri
- ee ee saya tahu pasangan saya itu
- misalnya agresif satu arah dan saya
- mengambil posisi pasif gitu ya.
- Saya harus wake up dong, jangan kayak
- gitu gitu loh. Ini sama-sama sama-sama
- punya tanggung jawab untuk ngerawat
- gitu. Karena ini kalau enggak dirawat
- nih ee tamannya rusak deh. I kan
- [tertawa] itu tuh
- tamannya bagus gitu ya. tapi enggak
- dirawat juga rusak nantinya gitu. Jadi,
- makanya kita harus mengambil posisi
- untuk kontributif juga. Tapi kalau
- misalnya pas ee kitanya yang agresif
- gitu ya, yang yang satu arah, terus
- pasangan kita juga diam-diam aja begitu
- ya, kita minta dia untuk menyampaikan
- gitu ee cari waktu yang berkualitas buat
- diajak bicara gitu ya. Betul. kita juga
- pahami ee ee kepribadian dia. Ee kan
- gini, ada orang punya kepribadian
- gitu ya, Mbak Nuni. [tertawa]
- Iya. IBAD diam-diam aja. Tetapi di dalam
- isu-isu substantif itu enggak bisa dia
- diam-diam aja atau dia tokatif banget
- gitu loh. Dalam isu-isu tertentu yang
- memang harus ada solusi, harus sama-sama
- untuk yuk kita ee ee mencari yang baik,
- solusi yang baik atau mencari suasana
- yang baik yang sama-sama menyamankan
- sehingga keduanya merasa fulfill begitu.
- ee mungkin mungkin yang satu ee tidak
- dibutuhkan ya misalnya ya yang satu
- dibutuhkan untuk memang enggak banyak
- ngomong gitu ya dan memang
- kepribadiannya seperti itu dan itu
- menjadi melengkapi gitu ya tetapi eh on
- the certain issue yang memang harus ya
- ya jangan diam aja gitu. Jadi, gimana
- caranya kita cari waktu yang berkualitas
- untuk ngomong bahwa ini penting gitu ya.
- Ee ajak untuk kita sama-sama perbaiki
- yuk gitu. Kalau kita enggak ngerasa ini
- cukup, dia diam-diam aja di masalah yang
- penting gitu ya. Ya, kita ajakin ngomong
- gitu. cari waktu kemudian ajakin ngomong
- ee ajak untuk memperbaiki satu sama
- lain. Jadi supaya sama-sama bisa melihat
- perkawinan ini adalah upaya kolektif
- kamu dengan aku gitu bersama-sama gitu.
- He he.
- Ee dan kita bagus banget untuk kita mau
- dengerin Mbak Nun mau dengerin apa yang
- perlu diperbaiki dari saya
- dan apa yang saya rasa kamu perlu
- perbaiki. Jadi kita menyampaikan yang
- udah bagusnya apa, yang belumnya apa.
- sama-sama aku juga dengerin yang sudah
- bagusnya dari saya seperti apa sehingga
- saya tahu untuk me mejutkan seperti itu
- seperti apa dan juga saya memperbaikinya
- seperti apa. Jadi, both side akan
- benar-benar mengupayakan untuk
- memperbaiki begitu.
- Bisa dalam kondisi seperti itu keren
- banget. Karena kan kadang-kadang
- ee ego itu tempatnya di depannya depan
- ya. [tertawa]
- Itu tadi keras kepala ya.
- Jadi Mbak Nuning hindari manajemen by
- mode ya. Jadi ngomong aja seenaknya gitu
- ya. nanti ee ini ee tanpa memikirkan
- dampaknya yang perlu kita lakukan adalah
- ee ya kita harus tahu management by rle
- gitu. Peran kita ini sama-sama penting
- gitu di dalam keluarga.
- Iya. Sebetulnya untuk
- berkomunikasi dengan pasangan agar
- hubungannya itu awet itu kan ada seperti
- yang Mbak Mona bilang ada beberapa tips
- trik. Tapi kadang-kadang kita kan
- berhadapan dengan diri kita sendiri yang
- juga membutuhkan. Ada yang bilang,
- "Heran deh gue itu loh suamiku tuh
- selalu aja punya masalah. Masalah lagi,
- masalah lagi." Kita semua kan punya
- masalah. Kalau lagi didekatin pengin
- ngadu, dia bilang, "Sori, Mah. Aku lagi
- banyak masalah." Maksudnya lu jangan
- cerewet, lu jangan ganggu gue. Gitu.
- Iya. I ya, ya, ya, i.
- Bayangin kalau kayak gini terus kita
- harus gimana kalau saben hari ada
- masalah? Emang masalah kan sama tengah
- kita semua.
- Betul, Mbak Nuning. Mbak Nuning, aku mau
- cerita ya. Ada satu
- konsep yang menarik banget ya untuk kita
- renungkan ya. Jadi di dalam pasangan itu
- ada kebutuhan.
- Kebutuhan masing-masing yaitu kebutuhan
- ingin sendiri, ingin bareng-bareng.
- Kadang ada tuh kita ingin sendirian ee
- atau ingin perginya sendiri sama
- teman-teman kita. Kadang ingin bersama
- dengan pasangan kita gitu ya. Jadi ada
- momen ingin sendiri ingin bareng, ada
- momen ingin ngomong ingin diam. Heeh.
- He.
- Terus ada momen ingin sesuatu yang pasti
- dan ada ingin kejutan. Jadi tiga tiga
- tiga pendekatan dalam berhubungan dengan
- pasangan itu kebutuhan dasar pasangan ya
- itu tuh diperlukan. Jadi jangan berpikir
- bahwa pasangan nih lagi
- ingin ingin sendiri gitu ya. Seolah-olah
- kita ini ee dia ini ee ngejauhin gitu
- ya.
- Nah, caranya supaya enggak ada prejudice
- ngejauhin tadi gitu ya, caranya adalah
- diomongin eh aku lagi butuh sendiri,
- lagi butuh nyelesaiin masalah kerjaan
- ini, ini urgen gitu ya. Jadi pasangannya
- juga ngasih waktu, ngasih kesempatan
- gitu ya ee untuk enggak enggak enggak
- ngeganggu ee in noteganggu ya gimana ya
- ngomongnya gitu deh [tertawa]
- pokoknya
- enggak inilah enggak dekatin dulu gitu
- ya gitu ee atau misalnya lagi enggak
- lagi main manja-manjaan gitu ya itu
- entar dulu entar dulu gitu Mbak Nuning.
- Jadi
- kalau seandainya Mbak Mona yang dihadapi
- seperti itu nih,
- kita menghibur dirinya dengan cara apa
- biasanya? Kan kita memang tidak bisa
- memaksakan kan kehendak kita terus
- dianya gitu terus kitanya harus ngapain?
- [tertawa]
- Yang tadi yang tadi Mbak Nuning omongin
- tadi itu juga ee ini apa namanya?
- Terus-terusan ya enggak bisa kayak gitu
- gitu loh. Ngerti enggak Mbak Nun yang
- tadi contoh awalnya itu sering banget
- terus-terusan ya. Jangan kayak gitu. Dia
- harus mampu menempatkan proporsinya juga
- dengan dengan tepat gitu. Iya kan? Emang
- kadang-kadang ada sesuatu yang urgen
- tetapi juga ada sesuatu yang bisa
- diupayakan gitu atau menyampaikan dengan
- baik supaya pasangannya juga mengerti
- begitu ya bahwa ini memang ee memang
- deadline atau ya kan ada ada
- situasi-situasi seperti itu tetapi
- pemahaman jadi nantinya tuh ya Mbak Nuni
- ya kita akan ketemu sama bahasa cintanya
- dari pasangan itu
- adalah dengan me
- apa ya? Eh, I let you happy with your
- condition gitu loh. Jadi enggak eh
- enggak apa ya ngasihnya tuh dengan
- sesuatu yang dibutuhkan. Dia lagi butuh
- menyelesaiin sesuatu ya di-support gitu.
- Itu juga adalah bahasa cinta begitu.
- Mendukung ya berarti ya dukungan
- bentuknya. Heeh. Kan ada ya yang ee di
- mana n kadang-kadang kalau terus-terusan
- seperti itu barangkali juga bisa
- disampaikan itu tadi. Makanya ee makanya
- Mbak Nuning ee isu yang pertama tadi
- masalah ee ee komunikasi di dalam
- pasangan itu jangan disepelekan, harus
- diomongin gitu loh Mbak Nuneng.
- Diomongin.
- Penyebab perceraian paling besar adalah
- ketidakharmonisan komunikasi gitu ya.
- [tertawa] Betul. Makanya diomongin kalau
- dia ngerasa keberatan. Tapi kan tadi kan
- ada ya situasi di mana dia ingin
- sendiri, ingin bareng, ingin ngomong,
- ingin diam, ingin sesuatu yang pasti,
- ingin sesuatu yang kejutan. Misalnya
- begini, sesuatu yang pasti, dia mau
- mendapat kepastian ini pasti nih. Atau
- dia juga butuh kejutan gitu loh.
- Misalnya ya, dikasih hadiah sesuatu atau
- dikasih surprise gitu ya, dikasih
- kecupan misalnya gitu ya, atau dikasih
- attention khusus gitu ya. Itu juga
- ee sesuatu yang kejutan gitu loh ya,
- yang surprise gitu. Ee jadi sesuatu yang
- unik. ada pendekatan khusus, ada
- emosional, ada personal gitu ya. Ee itu
- itu yang tadi tuh yang namanya eh
- surprise, tapi juga butuh kepastian
- butuh kepastian bahwa ada hal-hal yang
- memang dia ee misalnya misalnya
- kepastian itu misalnya ee kepastian
- informasi misalnya begitu ya. Saya
- pulang jam segini itu dia butuh kalau
- enggak uncertain. terus dia juga ee
- butuh juga ee kepastian misalnya, "Oh,
- saya mampu melakukan ini, ini, ini." Itu
- itu kepastian dibutuhkan begitu. Tetapi
- juga butuh juga sesuatu yang eh
- uncertain tapi surprise gitu.
- Kejutan-kejutan itu dibutuhkan.
- Misalnya kepastian bahwa I love you, e
- saya tuh beneran cinta sama kamu gitu.
- Ee itu kadang-kadang dibutuhkan untuk
- didengarkan kembali gitu. Jadi, jadi
- adem rasanya gitu, Mbak Nuning.
- Sementara bagi sebagian orang udah gini
- hari kita menikah sudah 20 tahun masih
- perlu bilang I love you.
- Iya. Iya, Mbak Nuning. Perlu perlu
- karena itu adalah trust, itu adalah
- merawat, merawat nih, gitu. [tertawa]
- Eh, cinta itu kan perasaan itu kan
- berkembang ya, dinamis begitu ya. Cinta
- itu kan ketika ketika sebelum ee sebelum
- menikah ya, akhirnya menikah itu di
- awal-awal itu ee ee kategorinya lagi
- honeyimon gitu ya. Tetapi kan honeyimon
- itu kan honeyimon itu kan sebentar ya.
- Lalu setelah itu dalam kehidupan
- sehari-hari ee kita jalanin. Makanya
- kehidupan sehari-hari yang kita jalanin
- ini perlu perlu saling melengkapi gitu.
- Saya tuh enggak bisa kalau enggak ada
- kamu gitu. dan dan dua-duanya kayak gitu
- gitu.
- Iya.
- Kalau orang-orang tertentu yang pandai
- memilih ee apa ya kata-kata yang pas
- banget, kosakata yang pas banget
- sehingga si pasangan ini juga menjadi
- merasa ter apa ya terpedulikan, enggak
- terabaikan. Itu ada loh, Mbak Mona. Aku
- ini kasih gambaran aja. TemanK tuh yang
- nyatat sampai nyatat di buku kecil kalau
- suaminya itu suka kalau dia mengucapkan
- kata A, kata B, kata C. Aku bilang,
- "Buat apaan sih? Ini cara paling mudah
- untuk merebut perhatian dan hatinya,
- gitu, Mbak Mona. [tertawa]
- Keren banget. Keren banget." Iya. Jadi
- dia ee kasih ee ee saya ulang lagi
- tentang bahasa cinta tadi ya, Mbak Nun.
- itu kan tadi ya sebenarnya ee cara dia
- ee
- mengambil hati pasangan gitu ya. Ada
- satu research yang dilakukan oleh eh
- Gary Chapman. Dia research-nya itu
- dengan five love languages gitu ya. Jadi
- teorinya tuh lima bahasa cinta gitu ya.
- He.
- Nah, ee bahasa cinta itu ee ternyata
- cara seseorang untuk mengekspresikan
- perasaan cintanya gitu ya ee kepada
- orang lain e kepada pasangannya gitu ya
- dan bagaimana membuat pasangannya merasa
- nyaman gitu. Nah, bahasa cinta itu
- ternyata macam-macam yaitu ada lima.
- Lima tadi ya. Yang pertama waktu yang
- berkualitas. bisa saja kita ngasih ee ee
- waktu yang spesial bersama dengan dia
- gitu ya. Ee kita ee ee apa namanya
- memberikan perhatian khusus dengan
- keberadaan kita untuk dia gitu ya. Ada
- nih. Jadi saya saya mau ngajak untuk
- ngelihat ada tipe-tipe orang bisa
- diklasifikasikan dengan lima bahasa
- cinta ini. Bisa jadi dia cara dia
- mengekspresikan dia cinta itu dengan ada
- terus gitu ya. melakukan bersama-sama,
- melakukan kegiatan bersama-sama, kerjaan
- hobi bareng atau nonton bareng, quality
- time lah sama orang tersebut atau dengan
- sentuhan fisik misalnya ya, dengan
- gandengan
- dengan ciuman, dengan sentuhan gitu ya
- atau juga misalnya membantu ya membantu
- menyelesaikan apa yang menjadi
- masalahnya dia misalnya gitu. dia sedang
- menyelesaikan sesuatu dibantu
- diselesaikan itu nyelesai itu penting
- loh Mbak Nuning. Itu penting juga gitu
- ya.
- Ee atau misalnya dia lagi perlu ee apa
- ya support pokoknya pokoknya tindakanlah
- gitu ya tindakan yang dibutuhkan,
- service yang dibutuhkan. Lalu yang
- keempat ngasih hadiah. Ee jadi ada yang
- bahasa cintanya ngasih-ngasih hadiah.
- Bisa jadi dari yang sederhana sampai
- yang berat gitu ya. misalnya ya, ngasih
- jepitan rambut untuk cewek, ngasih
- [tertawa] e apa ee dasi misalnya gitu
- untuk cowok, ngasih kacamata misalnya
- gitu atau ngasih tas misalnya gitu ya.
- Itu kalau tas mungkin udah ya agak
- lumayan. [tertawa]
- Terus sudah gitu bahasa cinta kelima
- adalah dengan pujian. Jadi bisa jadi
- dengan muji. Nah, kalau tadi yang teman
- Mbak Nuning sampaikan tadi barangkali
- dia catat nih, oh dia mungkin ya mungkin
- ya ada di antara [tertawa] itu.
- Oh, mungkin dia suka kalau omongannya
- ini atau dia suka kalau dikasih
- hadiahnya makanannya ini misalnya begitu
- ya kan hadiah yang surprise kan tadi.
- Butuh orang itu dalam perkawinan itu
- butuh Heeh. butuh kejutan, butuh pasti
- gitu. Pasti dikasih makanan gitu ya.
- Tapi sesekali dikasih kejutan ah yang
- spesial gitu kan seru gitu. Nah, itu
- bahasa cinta. Jadi kita perlu ee
- beda-beda loh Mbak Nuning. Suami dan
- istri itu bahasa cintanya beda-beda
- gitu.
- Harus dikenali berarti ya.
- Harus dikenali. Harus dikenali.
- Oh, Dai itu dengan dia. Dia enggak
- pernah ngomongin I love you, tapi dia
- selalu ada, selalu support itu bahasa
- cintanya gitu.
- Kalau bahasa cintanya makin banyak makin
- bagus. begitu ya. Tetapi ya ada yang
- spesifik dia tuh ngomongin ekspresi
- cintanya ya dengan itu gitu.
- Jadi berarti kita yang harus tahu bahasa
- cintanya dia apa sehingga kita tidak
- menuntut
- ee di luar daripada bahasa yang dia
- ketahui. Kalau bahasa cintanya adalah
- hadiah misalnya dia selalu memberi kita
- ini itu. Tapi kalau diajak ngomong ya
- hambar gitu orang. Memang bukan itu
- kebersamaan kehangatan tuh pointnya
- bukan itu. Heeh. ee ya belajar. Jadi
- kita harus belajar seumur hidup ya
- meskipun perkawinan sudah 5 tahun, 10
- tahun dan lebih.
- Mbak Mona boleh sambil jalan kita ke
- pertanyaan ya yang sudah dikirim.
- I
- banyak sekali yang memberikan jempol
- nyimak gitu. Nyimak apa minyak nih? Oh
- nyimak.
- Em dari Pak Yudi di Perumahan Cibubur
- City. Bagaimana caranya biar kita dan
- pasangan selalu istikamah di jalan
- Allah? Nah, terkait dengan bahasa cinta
- diapain nih? [tertawa]
- Oke, silakan Mbak Mona.
- Perkawinan itu dirawat, perkawinan itu
- diupayakan begitu ya. Ee ini karena
- istikamah ya bahasanya ya. Jadi kita
- coba dengerin ee apa sih ee Rasulullah
- begitu ya.
- Ee kata kata Rasulullah, sebaik-baik
- kalian adalah yang paling baik terhadap
- keluarganya.
- ya ee ee dan kamu adalah orang yang
- paling baik ee dan aku adalah orang yang
- paling baik di antara kalian terhadap
- keluargaku, istriku. Ee kata Rasulullah,
- jadi [mendengus] eh
- give our best to our family gitu.
- Heeh.
- Supaya istikamah.
- Ee kalau dia jadi yang upaya kan kita
- tadi sudah sepakat ya ee yang
- mengupayakan saya yang mengupayakan jadi
- orang baik berupaya jadi orang
- sebaik-baiknya saya gitu ya. Ee kalau
- saya sebagai istri berarti saya akan
- mengupayakan sebaik-baiknya. Nah, semoga
- pasangan juga jadi ikutan gitu ya kan.
- Jadi yang ee
- ee komunikasi dua dua-duanya, tetapi
- yang bisa kita kendalikan kita kan. Jadi
- kita yang mengupayakan dulu gitu ya.
- Nanti kita ajakin dia ke sini gitu. Yang
- benar gitu.
- Gimana Rasulullah memanggil istrinya?
- Ah, keren banget. [tertawa]
- Ee dengan saapaan hangat. Jadi bahasa
- cintanya itu ya Rasulullah dengan
- menyapa Khadijah dengan sebutan ya
- habibi wahai kekasihku.
- Wow.
- Heeh. Dengan Aisyah. Ya humairah.
- Wahai wanita yang pipinya kemerahan.
- Keren bangetnya [tertawa]
- bahasa cintanya
- choice of words ya di antaranya ya
- beliau ya pastinya banyak lagi ya.
- Kemudian
- Rasulullah tidak pernah berbicara kasar
- dalam perkawinan 25 tahun dengan
- Khadijah. Kemudian juga beliau
- mengajarkan menjaga rahasia
- keluarga khususnya rahasia istrinya.
- Ee balik lagi tadi karena dua-duanya
- adalah pakaian satu sama lain begitu.
- Jadi, bagaimana menghargai ee perkawinan
- itu karena ngelihat eh baiti jannati
- gitu ya,
- rumahku surgaku
- eh set in our mind gitu ya. Ini rumahku
- ini udah deh keren banget. [tertawa]
- Rumah kayak gimana juga udah deh. Di
- mana lagi kita ee dapat tempat yang
- terindah? Dan siapa yang bikin indah?
- nya kita sendiri gitu.
- He he
- dan dampak dari ee keluarga yang
- harmonis itu kita jadi
- berkinerja
- bisa produktif, kita jadi bisa apa ya
- saling memperbaiki. Ini bukan berarti
- semuanya harus jalan lancar-lancar aja.
- Kan tadi lihat nih banyak ini banyak
- itu. Tapi kita mengupayakan
- terus-menerus
- mengupayakan memperbaiki gitu ee tidak
- saling mencela begitu ya. Ee tidak
- mencela ee meskipun makanannya enggak
- enak misalnya gitu ya ee dan lain
- sebagainya. Ee itu bahasa cintanya luar
- biasa. Kita perlu cari tahu nih gimana
- caranya juga kayak gitu. tuh gitu.
- Kalau ada yang bilang kalau sama dia tuh
- pokoknya layanin aja deh. Karena yang
- dia perlukan sebagai bukti dari kita
- cinta sama dia itu pelayanan. Waduh,
- kalau ada yang seperti ini berarti
- bahasa cintanya ee dilayani gitu ya.
- Iya. Tadi fisik tadi Mbak Nuning.
- Fisik
- iya kan ee fisik ee terus perilaku ee
- dengan menyelesaikan kebutuhannya ya
- yang tadi tuh ya kan. He itu termasuk
- ya.
- Nah, jadi gini loh, yang kita perlu
- ketahui bahasa cinta dia tuh apa sih
- kepada kita dan dia itu butuh bahasa
- cinta seperti apa dari kita pada dia
- gitu ya.
- Ee dan ee kita juga jangan terlalu
- banyak menuntut upayakan ya ini ini
- good things to do gitu ya. [tertawa]
- kan kita [mendengus] sama-sama
- memperbaiki diri ya, good things to do
- ya, enggak terlalu banyak. Jadi eh you
- are enough gitu. Udah deh eh punya
- pasangan itu lihatnya yang
- positif-positif gitu dari dirinya.
- Iya.
- Iya. Positif positif dulu di kepala kita
- tentang dirinya gitu.
- Yang sekarang dihindari itu kan positif
- kalau tes ya swap. [tertawa]
- Iya. Ya. Ya. I gitu.
- Cuman satu itu doang yang kita hindari.
- Oke, kita kembali ke pertanyaan ini. E
- sayang tidak disebutkan juga di mana. Em
- Mbak Mona, asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Saya punya teman yang agak
- tertutup tentang perasaan dia ke
- pasangannya. Terlalu sibuk dengan
- kerjaannya dan dia merasa jadi kurang
- diperhatikan. Tapi sayangnya dia enggak
- mau bilang tentang perasaannya ke
- pasangannya. Eh, curhatnya malah ke
- teman, salah satunya ke saya. Terus saya
- nasehhatinnya gimana ya, Mbak Mona?
- Soalnya jadi tempat curhatan tuh begitu
- tuh ya. Oke. Ini Mbak atau Mas nih?
- Enggak tahu deh. Oke. Oh, ada keterangan
- di bawahnya dari Ibu Emilda. [tertawa]
- Halo, Ibu Emila, ya.
- Jadi, mm kadang-kadang kita berpikir
- begini, pasangan sejati adalah yang tahu
- pikiran dan perasaan pasangannya. Enggak
- kayak cenayang dong.
- Heeh. Orang
- kayak dukun ya. [tertawa]
- Betul ya. Jadi enggak tuh. Orang tuh
- bukan pembaca pikiran ya. Jadi diaak
- harus tahu pikiran dan perasaan
- pasangannya. Dia perlu mengupayakan
- untuk tahu. Tetapi apa benar enggak?
- [berdehem]
- Apa benar enggak tuh gitu ya caranya.
- Dia perlu mencari tahu gimana caranya
- ianya gitu atau ngomong gitu.
- Makanya quality time itu penting sekali
- ya. Gimana caranya perlu ngajakin
- ngomong, cari waktu buat ngomong dan
- lain sebagainya. Jadi cari ee di dia di
- caranya dia mengubah diri. Untung dianya
- yang enggak banyak ngomong
- ee tentang pasangannya ee kepada
- pasangannya. Jadi ee ini omongannya buat
- beliau ini gitu ya, teman kita ini ee ee
- untuk ee di apa ya ee kita ingatkan ayo
- jangan gitu. Karena yang
- menjaga hubungan ini yang bertanggung
- jawab saya ya. Karena karena kita lagi
- ngomongin tentang diri kita ya. Jadi
- sayalah yang bertanggung jawab. dia juga
- bertanggung jawab. Tetapi pihak yang
- bisa kita kendalikan kita kan gitu loh.
- Jadi kita jangan diam aja kalau kita ada
- sesuatu. Kita omongin cari waktu
- berkualitas
- ee omongin
- dengan baik dan ee kalau dia enggak
- ngerti apa yang kita omongin terus dia
- kita enggak ngomong juga ya kan dia
- enggak ngerti pikiran dan perasaan kita,
- kita enggak ngomong juga ya iyalah
- pantes aja gitu loh. Dia enggak ngerti
- kita enggak ngomong
- nabrak tembok ya. [tertawa]
- Jadi, mm dengan kita mau ngomong kita
- jadi punya kedekatan, kita jadi ee apa
- ya, lebih lebih nyamanlah gitu ya.
- Begitu. Ee ini ee karena orang bukan
- pembaca pikiran. Tetapi satu lagi Mbak
- Nuning,
- he
- kita dengan kita punya hubungan dengan
- pasangan, kita jadi tahu kan, oh
- kebiasaannya gini. Oh, kesukaannya gini.
- Nah, bedain sama pasangan dan ee teman
- gitu ya. Ee pasangan sama teman itu
- beda. Pasangan itu kita attach sama dia
- gitu ya, dekat gitu ya. Kalau teman kan
- tahu aja gitu, kenal aja gitu. Jadi kita
- attach sehari-hari karenanya ee
- jadilah lebih sadar akan ee kesukaannya
- dia apa, apa yang dia tidak suka.
- E ee terus pahami gaya berkomunikasinya
- dia, verbalnya dia omongannya apa,
- nonverbalnya seperti apa. Coba berusaha
- menangkap pikiran dan perasaan dia ee
- sekitar samar-samar lah gitu ya.
- Meskipun kita belum tentu karena itu kan
- di pikiran dia gitu ya. Di ee kita bukan
- pembaca pikiran, tapi kita juga
- mengupayakan sehingga kita akan lebih
- mudah mengerti dia. Bagusnya dua-duanya
- kayak gini gitu.
- dua-duanya mencoba memahami, tetapi kita
- jangan take it for granted, gitu loh. Ya
- misalnya dia kelihatan cemberut, ah dia
- belum ngomongin ya cuek aja ya. Enggak
- kayak [tertawa] gitu. Iya kan?
- Harus dipancing ya.
- Oh ini berarti ada sesuatu nih baru kita
- tanyakan. Jadi ee menanyakan,
- mendengarkan, memahami, bukan
- mengira-ngira aja gitu ya. Mengira-ngira
- di awal boleh sebagai ee apa ya? modal
- awal gitu ya untuk bisa melanjutkan ee
- komunikasi berikutnya. Tapi jangan hanya
- mengira-ngira lalu kita yakin itu gitu.
- Kita harus konfirmasi, kita harus tanya
- atau kitanya sendiri yang tadi ya harus
- secara aktif. Jangan biarkan rusak
- perkawinan kita. Begitu.
- Iya. Betapa pentingnya ya menjaga ini
- tadi ya. Baik. Ee saya ingin sekali
- menyapa teman-teman yang ada di emm
- Sela FM di Batam, kemudian Radio Almas
- di Magelang ya, kemudian Radio Madina di
- Pontianak, Latsa di Sukabumi.
- Juga di Semarang ada Radio Luciana
- yang juga semuanya menyebar luaskan
- siaran-siaran kita nih, Mbak Mona.
- Kemudian juga di Palembang ada Radio
- Rasal, kemudian silaturahim yang di
- Bondowoso, kemudian di Banyuwangi ada
- suara Habibullah
- dan di Jakarta di Piungan ada radio
- silaturahim. Mudah-mudahan apa yang
- dibahas hari ini juga akan sampai ke
- telinga para ee
- istri atau suami sehingga tahu, "Ya deh
- kalau gitu gue harus begini dan begini
- dan begitu. Kita jeda sejenak ya Mbak
- Mona. Nanti kami kembali ke ruangan
- Anda. [musik]
- Brail TV
- masih ditemani Dr. Laila Monaganim yang
- sore hari ini dibincang komunikasi
- ngingetin kita lagi. Benar enggak sih
- sudah yang kita lakukan untuk pasangan
- kita ini? Enggak pria enggak wanita sama
- aja loh ya. Terima kasih emm Mbak Mona
- kalau kita langsung ke pertanyaan yang
- ya kurang lebih sih tapi pengin dengar
- juga sih jawabannya dari hamba Allah.
- [terkesiap] Gara-gara gadget diajak
- bicara enggak pernah menatapku lagi.
- Sebel enggak sih itu? Kenapa sih emang
- enggak bisa dengerin terus mengok
- sebentar ya?
- Yang disalahin gadgetnya, Mbak?
- Iya, yang salah.
- [tertawa]
- Jadi ee ee
- teknologi jadi manusia itu memuh
- jaringan jelek, suaranya enggak
- kedengaran.
- Ondi
- jaringan buruk banget ya.
- H
- [musik]
- [musik]
- Brail TV.
- [musik]
- Ikhwan akhwat rahimakumullah.
- Ternyata
- hubungan antara pasangan bukan hanya
- tidak menyenangkan, tetapi juga hubungan
- internet ini barusan ada gangguan
- sehingga Mbak Mona sekarang masih bisa
- dengar aku.
- Halo.
- Halo. Jadi soal gara-gara gadget diajak
- ngomong matanya tetap keegad. Heeh.
- Heeh. Apa-apa rasanya sebel banget.
- Ditambah satu lagi nih soal gadget juga
- e mungkin bisa dirangkum ya
- pertanyaannya. Kenapa sekarang itu dia
- selalu mendengarkan politik lewat HP-nya
- enggak mau pakai headset kan kedengaran
- sampai ke mana-mana. Saya kesal tahu
- harus diapain ya, Mbak. [tertawa]
- Iya. I ya ya. Jadi, Mbak Nun tadi tuh di
- awal-awal kita bahas bahwa penyebab
- perceraian
- 40 sampai 50% gara-gara gadget gitu ya.
- Screen time terlalu panjang.
- screen time yang terlalu panjang bisa
- juga menjadi ee ee dia jadi apa ya
- saingan
- madu. [tertawa]
- Madu, madu, madu. Betul, betul. Nah,
- jadinya adalah ee ee kadang-kadang
- ngasih perhatiannya karena dia fokus
- banget jadi ngasih perhatiannya kurang
- ya kan. Kadang ee apa iya sambil
- melihatnya ke sini sebel banget gitu ya.
- ee di tempat makan pun sambil ini gitu
- ya, sambil gadget dan lain sebagainya.
- Nah, ee karenanya kita harus menyadari
- jangan sampai ee saya tadi ngasih ngasih
- contoh nih, Mbak Nuning ya.
- He
- ee kita ini kerja keras ee memproduksi
- teknologi supaya kehidupan kita
- sejahtera. Cari bikin teknologi yang
- memudahkan kehidupan kita gitu ya.
- Tetapi teknologi itu memakanmu. Itu ada
- ada statement dari siapa? [tertawa] Saya
- suka sekali sama itu. Benar-benar
- ngingetin kita. Kita pintar-pintarin nih
- bikin teknologi. Entar teknologi itu
- yang mau makan kita. So, jangan ngapain
- kita di rumah yang kita udah kelola,
- kita udah bikin dengan sedemikian rupa
- eh kita beli teknologi lalu teknologi
- merusak kehidupan kita. So don't don't
- be smart. buat pilihan yang terbaik
- untuk kehidupan kita gitu. Ee suami yang
- enggak ee cek suami atau istri enggak
- ngedengerin ini ini masalah nih. Jadi
- jangan enggak ngedengerin karena di
- dalam berkomunikasi itu ada empat
- keterampilan. Mendengar, bicara, baca,
- tulis.
- Mendengar itu porsi terbesar dalam
- berkomunikasi dan 75% orang enggak
- dengerin gitu. Ee kemudian mendengar
- penting. Jadi porsi terbesar dalam
- berkomunikasi mendengar. Karena
- mendengar itu harus juga kelihatan kayak
- dengerin gitu, Mbak Nuning. Itulah
- meskipun enggak dengerinak [tertawa]
- maksudnya
- mendengarkan dan kelihatan kayak
- mendengarkan gitu. Jadi bukan cuma iya
- saya dengerin tapi saya enggak kelihatan
- kayak dengerin gitu loh Mbak Nun.
- Makanya
- kalau bahasa tubuhnya harus kelihatan
- mendengarkan juga ya. Heeh. Heeh. Begitu
- Mbak Nuning. Dan mendengarkan untuk
- memahami masalahnya atau memahami
- pernyataannya begitu Mbak Nuning.
- Iya.
- Tadi ada satu lagi apa, Mbak Nuning yang
- ee
- ya
- itu dengerin politik tetapi lewat gadget
- tapi suaranya dikencengin sementara ee
- kan isinya politik kan enggak semua
- orang suka toh, Mbak? Gitu maksudnya.
- Betul. Betul, Mbak Nuning. Karenanya
- perlu cari waktu untuk mengatakannya
- gitu ya, menyampaikannya. That ini kalau
- dilanjut-lanjutin ngerusak loh hubungan
- kita. So, [tertawa]
- iya benar, beneran. Kalau itu enggak
- suka ya harus disampaikan gitu loh. Dan
- ee makanya aku ngerti sudut pandang
- kamu, kamu ngerti sudut pandang aku,
- gitu kan. Mm sama-sama ngelihatin nanti
- mari kita cari solusi apa gitu. Ee
- solusi yang terbaik yang semua nyaman.
- Kamu butuh kan dengerin dengerin si ee
- isu-isu politik nanti dengerin aja pakai
- headset tapi nanti implikasinya headset
- didengerin terus nanti ee
- kita ngomong enggak dengar ngomong.
- Jadi, e harus ada time ee ini kita
- sama-sama ngerawat pernikahan ini gitu.
- Bikin bikin sadar kita sama-sama kok
- bikin taman kita nih bagus gitu loh,
- Mbak Nuning.
- Iya. Iya.
- Jadi biar bagaimanapun juga tetap ya
- konsolidasi terus dilakukan ya dari
- waktu ke waktu.
- Iya. Who live who live. Sepanjang hidup
- kita konsolidasi.
- [tertawa]
- Saran Mbak Mona 3 hari sekali apa sehari
- tiga kali?
- Apa tuh? Apa tuh
- konsolidasinya?
- [tertawa]
- Ya manakala perlu Mbak Nuning. Jadi
- karenanya tadi ada bahasa cinta yang
- perlu kita sampaikan. Dia butuh yang
- tadi tuh ada dia butuh sendiri, dia
- butuh bersama, dia butuh ngomong, dia
- butuh enggak ngomong, dia lagi posisi
- jadi anak, ee lagi dewasa, lagi jadi
- orang tua. Kita memahami itu
- terus-menerus begitu saling tapi jangan
- cuman one side gitu. Karena kalau
- [tertawa] one side iya nanti ee ee tidak
- menimbulkan kepuasan. Padahal ee
- dua-duanya ini harus merasakan kedamaian
- gitu di dalam perkawinan gitu.
- Ee ada pertanyaan di sini,
- istri tuh enggak pernah minta maaf deh,
- Mbak. [tertawa]
- Oh, jadi diperlukan ya? Bukannya sudah
- sadar kalau udah orang biasanya Mbak
- Mona kalau orang merasa bersalah kan
- yang dilakukan kelihatan ya. Oh, tapi
- ternyata ada pasangan yang ingin
- mendengar kata maaf keluar dari
- pasangannya. Betul, Mbak Nuning. Karena
- kalau udah kayak gini yang harus kursus
- lagi yang mana nih? [tertawa]
- Jadi ee apa ya perasaan perasaan dia dia
- kan dia kan merasa ee pasangannya
- bersalah gitu ya, berarti dia yang
- merasa dirugikan. Iya kan?
- Ee seharusnya atau sebaiknya ee si apa
- misalnya ya? misalnya istri merasa
- suaminya yang bersalah misalnya ya
- misalnya ee atau sebaliknya ya sekarang
- satu situasi aja istri merasa
- pasangannya bersalah sebaiknya si ee
- suami ini minta maaf dong supaya dia
- juga dan ini ini proven ya terbukti
- benar bersalah gitu ya sebaiknya untuk
- menyampaikan minta maaf sehingga ee dia
- juga merasa ada empati nih gitu ya ee ee
- dia merasa ee dirinya tuh dihargai gitu.
- Ada yang salah yang dia merasa ee di
- perasaan dia bahwa ada yang salah itu
- diconfirm iya benar itu salah dan saya
- tidak akan melakukannya lagi gitu.
- Jadi ada dengan dengan tingkah laku dan
- juga dengan pernyataan ketika itu
- diperlukan kenapa sih gitu loh? Ini kan
- perkawinan kita nih yang kita sama-sama
- bikin nyaman ini. Kalau ada apa-apa sama
- perkawinan ini dampaknya besar sekali
- Mbak Nuning dengan anak-anak dengan dia
- pasti enggak kemungkinan besar enggak
- nyaman gitu loh. Susah loh cari orang
- yang klik gitu Mbak Nuning. Kalau
- misalnya entar pindah lalu cari lagi
- yang lain sama juga polanya sama ya
- enggak jalan juga gitu.
- Jadi kenapa sih yang ada enggak kita
- perbaiki? Padahal yang ada ini precious,
- penting banget, berkualitas banget,
- keren banget gitu loh. Itu Mbak Nuning.
- [mendengus]
- Iya. Ee ini ada yang tanya.
- Heeh.
- Kalau suami jarang dengerin saya,
- enaknya diapain ya? Apa saya dengerin
- yang sesuatu yang lain aja? Saya
- dengerin musik, saya dengerin apa aja
- gitu. Cuekin aja dia gitu. Suami jarang
- dengerin saya. Ada kerinduan seorang
- istri untuk didengarkan ternyata ya,
- Mbak Mona. Nah, saran Mbak Mona terhadap
- suami yang enggak mau dengerin istrinya
- harus gimana nih?
- Ee
- kan ini kita posisinya lagi sama
- istrinya ya kan. Berarti kita perlu ee
- apa ya memang memang ada bahasa yang
- berbeda ya antara laki-laki dengan
- perempuan ya. Perempuan ngomongnya
- panjang gitu ya, laki-laki cenderung
- ngomongnya short gitu ya.
- Kan perempuan perlu ngeluarin 30.000
- kata sehari.
- Betul. [tertawa]
- sehingga dia juga harus reflektif apakah
- banyakan ngomong suaminya ee punya
- kesibukan yang ee enggak enggak mampu
- untuk mendengarkan. Tapi ketika dalam
- situasi yang memang memang perlu untuk
- disampaikan, memang perlu ada ungkapan,
- makanya cari suasana yang nyaman. eh
- kasih tahu bahwa I need to talk to you
- gitu loh. Saya butuh didengerin, saya
- butuh eh kamu tuh eh ada gitu ya. Bahasa
- cinta yang dibutuhkan aku nih adalah
- kamu tuh be there, be present. Ada
- pikiran dan perasaannya tuh di sini nih
- dengerin aku gitu loh. Aku ngerasa aku
- ngerasa dihargai dan itu penting gitu.
- Ee sampaikan itu berikan yang dia
- butuhkan juga ya. bahasa cinta yang
- dibutuhkan dan juga ee minta ee kan tadi
- bahasa cinta ada banyak Mbak Noni, ada
- lima tadi gitu. Jadi aku butuh aku butuh
- itu gitu supaya pasangannya juga tahu
- dia bisa memberikan quality time yang
- terbaik. Begitu,
- Mbak Mona. Terkait dengan ee minta maaf.
- Tadi
- aku ingat beberapa waktu yang lalu
- pernah dengar waktu di masjid ada taklim
- gitu
- ee si istri ini cerita sama temannya
- bahwa dia memanfaatkan setiap hari
- Jumat.
- Heeh.
- kalau bisa pagi sebelum suaminya
- berangkat, kalau enggak sempat malam
- adalah minta maaf untuk kelakuannya
- seminggu. [tertawa]
- karena ee mungkin saja salah dan enggak
- sempat minta maaf. Jadi saya ingat, "Oh,
- iya betul juga ya." Nah, berkala seperti
- ini ee Nora enggak sih atau memang
- diperlukan, Mbak Mona? Jadi dia setiap
- Jumat dia minta maaf sama pasangannya.
- Ini keren, Mbak Nuning. Ini bagus dan
- kalau bisa di dibudayakan
- dua belah pihak begitu. Karena kan dua
- belah pihak pasti punya sesuatu juga
- begitu.
- Itu dalam situasi yang normal umum ya
- kan. Jadi, jadi terus bikin diri
- bersihlah gitu ya.
- Nah, tetapi ada isu substantif yang
- memang memang salah gitu dan itu kalau
- kalau misalnya gini ee maafin aku ya
- gitu ya, itu kan ee ee biasa gitu ya,
- enggak enggak penting gitu. Tetapi
- ketika aku minta maaf ya atas perilaku
- yang itu ya
- dan aku tahu itu enggak nyaman tuh kamu
- gitu ya ee atau ngasih kesempatan dia
- menyampaikan lalu aku minta maaf aku
- benar-benar minta maaf aku khilafnya
- begini itu penting. Jadi ada ada isu
- yang umum yang tadi
- yang tiap Jumat tadi gitu ya boleh juga
- bagus juga dibudayakan gitu ya
- [berdehem] kayak lebaran tuh minal aidin
- wal faizin maaf lahir batin itu kan ee
- umum gitu ya.
- Coba Mbak Mbak Mana Mbak Mana bantuin
- dong diksinya. Aku juga mau ikutan nih
- bikin kalimatnya seperti apa gitu.
- Iya. Misalnya tadi gitu ya ee satu isu
- misalnya ya misalnya dia ee dia ee ee
- ninggalin misalnya ee pada saat dia
- butuh misalnya gitu ya. Ini sampaikan
- saja penjelasannya nanti pasangannya
- akan perlu ee menyampaikan untuk minta
- maaf atau kitanya yang meminta maaf
- karena kita memang melakukan kesalahan.
- Sampaikan saja saya minta maaf, saya
- khilaf sekali ee saya tahu masalah ini.
- Jadi substansinya juga dijelaskan.
- Heeh. terus ee saya minta maaf dan saya
- tidak akan melakukannya kembali. Ya,
- sesuatu yang kira-kira membuat dia tuh
- confidence gitu loh dengan
- ee apa namanya relationship ini gitu
- loh.
- Iya.
- Jadi memang ini PR bersama Mbak Nuning
- itu gitu.
- Ada salam nih dari Mbak Tati. Katanya
- aku dengerin acara sore ini keren
- banget. terutamanya untuk yang masih
- punya Yayang Beb. Oh, kalau yang enggak
- punya [tertawa] memang ya sebetulnya
- bisa bermanfaat juga untuk dengan
- anak-anak atau dengan saudara ya, Mbak
- Mona ya.
- Iya.
- Ee ini yang terakhir mungkin
- kalau masih ada yang masuk lagi. Kemarin
- saya semobil dengan keponakan suami
- istri. di mobil itu saya menyaksikan dan
- menyimak bahwa yang perempuan itu kalau
- sudah bicara enggak mau disela. Entar
- dulu, entar dulu, entar dulu biar aku
- selesaikan dulu. Selalu kalimat itu
- keluar. Jadi saya enggak heran kalau
- suaminya cuek bebek karena sikapnya yang
- seperti ini. Sebagai bibinya, apa yang
- harus saya lakukan, Mbak Mona? Oh, oke.
- Kalau sebagai bibinya posisinya cukup
- nyaman ya karena dia ee ee sebagai apa
- ya
- bibi yang perempuan ya. Heeh. Saudara
- ibu begitu. Jadi mungkin bisa ee apa ya
- upayakanlah cari waktu gitu ya untuk
- ngasih tahu. I love you. Heeh. Aku ingin
- menyampaikan
- ee
- apa
- pandangan saya tentang apa yang saya
- amati gitu dari
- percakapan kamu gitu.
- Ee ya mungkin bisa diingatkan perkawinan
- ini adalah banyak masalah komunikasi
- loh. Jadi yuk kita lihat kembali gimana
- caranya supaya komunikasi kita lebih
- baik.
- kemarin kamu ee ngomongnya begini begini
- begini dijelasin situasinya masalahnya
- ini bisa berpotensi dampaknya kayak gini
- loh sama pasangan ee kalau terus-menerus
- jadi kan kesannya kan agresif itu kalau
- gayanya gaya agresif kan gaya gaya
- komunikasi ada empat mending ya kan
- iya
- kita pernah bahas itu ya gaya agresif
- gaya pasif agresif pasif agresif itu
- enggak ber agresif itu langsung tet tet
- kayak mitra liur ya.
- Heeh. Kalau pasif agresif dia berani
- tapi enggak berani-berani amat. Jadi dia
- ee nyela ini e apa ya? E dia beraninya
- enggak enggak enggak straight to the
- point seperti yang si agresif tadi.
- Terus ada yang pas yang submissif yang
- di bawah posisinya gitu ya. Kalau yang
- tadi yang pasif agresif itu tadi yang
- misalnya nyindir-nyindir misalnya gitu.
- Dia enggak berani langsung, tapi dia
- nyindir-nyindir. Yang ketiga adalah yang
- pasif. Yang pasif dia itu posisinya
- nerimo diapain juga. Iya. Ini enggak
- enggak enggak bagus dalam perkawinan
- ini. Ketiga itu enggak bagus. Yang
- paling bagus adalah asertif,
- menyampaikan apa yang dipikirkan,
- mendengarkan, menghargai, dan lain
- sebagainya. Itu itu perlu terus-menerus
- kita kembangkan. Begitu. Jadi si yang ee
- kalau si Bibi tadi bisa menyampaikan
- bahwa coba deh kalau kedengarannya kayak
- gini, apa perasaannya kalau
- terus-menerus? Jadi mari kita lihat nih
- dampaknya yang kita ini
- kalau sayang sama dia harus harusnya
- dikasih tahu gitu
- dan dikasih gambaran supaya dia tahu apa
- yang perlu dia lakukan gitu untuk
- memperbaiki dirinya.
- Iya. Ee
- [terkesiap]
- banyak jempol Mbak Mona, tapi waktu kita
- sudah tinggal beberapa saat lagi. Jadi
- mungkin bisa dirangkum tentang bahasa
- cinta, tentang bagaimana menyikapi
- pasangan yang sesebel apapun kita
- terhadap dia tetap saja harus kita jaga.
- [tertawa]
- Oh, satu Mbak Ma sebelum ee ke
- rangkuman, kalau pasangan sering sekali
- melakukan tuduhan, ini yang sering kita
- laku ee lihat kan ya, itu pembelaannya
- seperti apa atau harus bagaimana agar
- yang dituduh bisa terbebaskan dan yang
- menuduh juga tidak menjadi ee pihak yang
- menzalimi gitu. [tertawa]
- Iya, Mbak. Bu Intan ini yang tanya.
- Iya, Ibu Intan. Halo, Bu Intan. Jadi,
- kalau tadi tuduhan itu memungkinkan
- karena dia pakai gaya agresif atau pasif
- agresif begitu ya, Mbak Nun. He.
- Jadi, yang perlu kita lakukan adalah
- tenang dulu deh, ayemin dulu. Kan tadi
- kan itu yang keras tadi gitu dia tuh
- agresif langsung gini gitu ya. ngasih
- tahu harusnya gini atau jangan begini
- atau langsung apa ya ee agresiflah.
- Gimana caranya kita hadapi dengan
- kelembutan untuk menenangkan dia? Tetapi
- juga kita jangan merendahkan
- in my opinion ya' not going to do it
- gitu ya. Enggak mau [tertawa] aku
- nerima-nerima terus. Iya enggak ya
- enggak enggak. I'm not going to do it.
- Saya akan ee bilang, "Oke, coba jelaskan
- apa ee yang membuat tuduhan itu gitu ya.
- Minta dia jelaskan sudut pandangnya dia
- sehingga dia berkesimpulan tersebut."
- Heeh.
- Jadi kan kita jadi tahu nih, I kan ini
- faktanya. Lalu kita juga bisa jelaskan
- dari sudut pandang kita apa yang kita
- anggap terkait dengan isu yang dibahas
- tadi gitu. Jadi kita juga bisa
- menyampaikan dengan bukti yang
- meyakinkan bahwa sudut pandang yang kita
- sampaikan ini benar loh gitu loh. Ee
- dengan baik ya dengan baik dengan data,
- dengan informasi begitu. Lalu setelah
- itu ajak untuk jadi jang jangan nanti
- jadinya dia dia yang tadi agresif terus
- kita sampaikan fakta ternyata dia salah
- gitu ya. He.
- Terus kita merasa di atas angin, enggak,
- ini ini lagi enggak aku menang, kamu
- kalah gitu. Enggak kayak gitu ini enggak
- jalan.
- Makanya e dalam perkawinan, oke, I don't
- like this. Saya enggak suka sama eh apa
- yang kamu lakukan itu. Eh, mari kita
- perbaiki dengan cara kamu ee
- menyampaikan tadi gitu. Misalnya kamu
- punya sesuatu ee apa ee ee kecurigaan
- terhadap saya, sebaiknya tanyakan saja.
- Jangan to the point menuduh karena itu
- membuat saya menjadi apa ee membatasi
- atau membuat saya menjadi marah begitu
- dan ini akan menghancurkan gitu. Jadi ee
- ajak untuk yuk kita sama-sama perbaiki.
- Balik lagi tanya apa yang sudah baik
- dari saya, apa yang belum baik dari
- saya, apa yang sudah baik dari kamu, apa
- yang belum baik dari kamu. Menurut saya
- ee
- ajak untuk sama-sama jadi tukang kebun
- di taman kita, gitu. Mbak Nuning.
- Iya. Jadi, biar bagaimanapun juga ee
- segala sesuatunya itu lagi-lagi soal
- dijaga ya, Mbak Mana ya. Ee saya ingin
- sekali menyapa Ibu Munowarah yang juga
- berada bersama-sama kita, Mbak Siska,
- kemudian ada Pak Bambang dan yang tidak
- disebutkan namanya. senang sekali bisa
- berbagi melalui radio silaturahim untuk
- menjadi pasangan yang tetap bisa
- membanggakan dan dibanggakan ya. Mbak
- Mona waktunya sudah mepet banget tinggal
- 1 seteng menit jadi mari [tertawa]
- satu kalimat aja Mbak Dun kalimat.
- Iya silakan ditutup dengan satu atau 100
- kalimat. [tertawa]
- Jadi karena pasangan hidup itu
- kita saling menyempurnakan satu sama
- lain. Jadi mari benar-benar saling
- menyempurnakan. Ada yang dia bagusnya di
- sini, ada yang ee enggak bagusnya di
- sini, kita bagusin di situ, dan lain
- sebagainya. Dia adalah mereka adalah
- pakaianmu dan kamu adalah pakaian bagi
- mereka. Jadi indah banget kalau kita
- tahu peran-peran penting itu.
- He
- selalu berdoa, selalu berlindung kepada
- Allah untuk Allah selalu menjaga
- perkawinan kita. Karena Allah sudah
- bilang bahwa paling tidak disukai adalah
- perceraian. Jadi pastinya insyaallah
- keberkahan dari pernikahan ini yang kita
- butuhkan.
- Semoga menginspirasi pada hari ini.
- Terima kasih Mbak Nuning, Iwan dan Ahwat
- semua. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh, Mbak Mona.
- Terima kasih sekali. Mudah-mudahan habis
- ini kita bisa jauh lebih ngerem. Kita
- bisa pilih diksi-diksi yang menyenangkan
- pasangan kita. Enggak pria, enggak
- wanita, enggak suami, enggak istri, sama
- aja ya. Mari kita beri kesempatan
- pasangan kita untuk berbicara. Kita
- mendengarkannya dengan telinga jiwa.
- Enggak cuman ee dengerin tapi seb ituu
- apa tadi tadi ngomong apa? [tertawa]
- Dan juga em
- puji puji pasangan karena ini penting
- sekali. Tapi jangan pujian yang sama
- dari waktu ke waktu bunyinya sama ya.
- Biar enggak membuat dia merasa nih orang
- kenapa sih? Oke, sayang sekali lagi
- waktu kita sudah sangat ee mepet dan
- habis dan saya harus pamit dari ruangan
- Anda semua. Terima kasih untuk
- radio-radio di daerah yang sudah
- menyebarluaskan siaran ini dan untuk
- Mbak Mona. Mudah-mudahan bulan depan
- kita bisa datang lagi untuk
- membuka sekat baru pemahaman kita
- terkait dengan komunikasi ya. Billahi
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.