Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:12 Brail TV. 0:15 [musik] 0:18 Bismillahirrahmanirrahim. 0:21 Asalamualaikum warahmatullahi 0:23 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:24 rahimakumullah. 0:26 Sungguh beruntung sekali kita bisa 0:28 sampai di hari ini dari perjalanan 0:31 panjang langkah kita. Mudah-mudahan 0:34 semua sehat ya, terbebas dari kecemasan 0:37 dari pandemi yang datang ini. Dan tentu 0:40 tidak lupa rasa syukur kepada Allah atas 0:43 kesempatan ini juga kita lantunkan salam 0:46 selawat kepada Rasulullah sallallahu 0:49 alaihi wasallam beserta keluarga dan 0:52 kerabatnya. Hari ini bincang komunikasi 0:56 seperti biasa di minggu pertama 0:58 menghadirkan 1:00 Dr. Laila Monaganim yang sudah siap 1:03 untuk hadir bersama-sama kita semuanya. 1:06 Asalamualaikum warahmatullahi 1:07 wabarakatuh, Dok. 1:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:11 wabarakatuh. Halo. 1:13 Tetap cantik, tetap semangat. Keren 1:15 banget. 1:16 Iya dong, kita tetap semangat. 1:18 Iya. Ini ngomong-ngomong masih di masa 1:21 pandemi ini itu banyak sekali komunikasi 1:25 yang berubah dari ee tuturan menjadi 1:28 tulisan ya. 1:30 Iya. I 1:30 kalau jauh oke deh. Tapi kalau di rumah 1:33 mau minta apa-apa juga cuman lewat ee WA 1:36 rasanya aneh bin ajaib gitu ya. 1:38 [tertawa] 1:38 Betul betul. 1:39 Kalau misalnya kita bahas lagi soal 1:41 komunikasi di masa pandemi, tapi khusus 1:43 untuk urusan belahan jiwa kita gimana? 1:47 Iya. Siap, Neng. Ee sebenarnya tidak 1:50 hanya di masa pandemi ya, di dalam 1:51 kehidupan sehari-hari itu juga perlu 1:54 kita terus perbaiki, bikin keren, 1:58 dirawat gitu ya. 2:01 Gitu. Pandemi aja juga ee harus dirawat 2:04 ya, apalagi pandemi ya, banyak stres 2:06 kita. 2:06 Iya, sering ketemu. Betul, betul. 2:09 Iya, iya, iya. Jadi persisnya hari ini, 2:12 Ikhwan Akhwat, kita akan bicara 2:14 bagaimana komunikasi antara kita dengan 2:17 belahan jiwa kita eh belah terjiwa eh 2:20 jiwa terbelah dengan pasangan kita. Dan 2:23 kalau ada kendala-kendalanya, Anda boleh 2:26 kirimkan ke kalau nulis di YouTube 2:28 boleh, tapi kirimnya tetap ke WA juga 2:30 enggak apa-apa kok ya. Nanti akan 2:32 dibacakan dan akan dijawab oleh Mbak 2:36 Mona. Oke, Mbak Mona silakan. 2:39 Terima kasih. Asalamualaikum 2:41 warahmatullahi wabarakatuh. 2:44 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:45 wabarakatuh. 2:46 Iya, Iwan dan akhwat yang dirahmati 2:48 Allah. Senang sekali ketemu lagi. Hari 2:50 ini saya akan mengajak mendiskusikan 2:54 tentang tadi tuh pertanyaannya Mbak 2:56 Nuning tuh gimana sih komunikasi efektif 2:59 dengan pasangan gitu ya. Ini penting 3:01 banget soalnya ya. [tertawa] 3:03 Penting buat semua orang termasuk juga 3:05 dengan saya. Nah, ee saya mau sharing 3:09 sedikit. Tadi pagi tuh saya ee ee 3:12 ngobrol-ngobrol sama sahabat saya ya, 3:15 Nadya dan suaminya Ningsih, Ella. Ee dan 3:20 sebelum sebelumnya saya juga ee ngerasa 3:23 ini isu yang menarik. Jadi saya 3:24 ngobrol-ngobrol juga sama beberapa ee 3:27 sahabat-sahabat lainnya gitu ya. 3:29 Nanya-nanya nih, gimana sih komunikasi 3:32 dengan pasangan? Kendala-kendala apa sih 3:34 yang mereka rasakan? gitu ya 3:37 ee dan apa yang sudah ee bagus dan lain 3:39 sebagainya. Nah ee sebelum sampai ke 3:42 dalam dialog itu Mbak Nun saya mau ajak 3:45 untuk kita ngelihat dulu pasangan itu 3:48 adalah orang yang sesungguhnya saling 3:53 menyempurnakan satu sama lain ya. Jadi 3:56 penting banget nih pasangan ini bagi 3:58 kehidupan kita. 4:00 ee di dalam ee Al-Qur'an juga disebutkan 4:04 bahwa mereka adalah pakaian bagimu dan 4:08 kamu adalah pakaian bagi mereka. Wah, 4:11 keren banget. Jadi ee apa ya precious 4:15 gitu ya, benar-benar 4:17 benar-benar ee berharga sekali gitu ya. 4:20 Nah, ee jadi gimana caranya kita bisa 4:25 dapatkan seseorang yang mau mengorbankan 4:28 dirinya untuk kita? Kita juga mau 4:31 mengorbankan dirinya untuk dia. Mau 4:34 saling belajar satu sama lain. Ee saling 4:38 menang ya. Menang nih win sama win gitu 4:40 ya. Dia menang, saya menang. saling 4:43 mendukung ee visi kita ee ee mencintai 4:48 dengan sepenuh hati. Nah, itu itu keren 4:52 banget ya bisa dapetin seperti itu. 4:55 Tetapi ternyata untuk itu tuh dirawat 4:58 gitu ya. 4:59 Ee karena gimanapun juga kita ee enggak 5:03 bisa sibuk mencari orang yang kayak 5:06 gitu. Ee ee manusia tuh enggak ada yang 5:09 sempurna kan gitu loh ya. Jadi kita ee 5:13 apa namanya? Jangan sibuk ya mencari 5:17 kesempurnaan dari dia gitu ya. Tapi kita 5:20 berusaha ee belajar satu sama lain, 5:24 berusaha menyaman. Berusaha berusaha ee 5:30 me me apa ya mencukup mencukupi dan 5:34 mencukupkan satu sama lain gitu. Nah, ee 5:39 jadi ee kita perlu merawatnya. 5:42 Kalau enggak ngerawat ternyata Mbak 5:44 Noning ee 5:46 banyak orang bercerai alasannya itu 5:49 pencetus utama perceraian adalah 5:52 komunikasi. Jadi penyebab 5:55 perceraian terbanyak adalah masalah 5:58 komunikasi. Jadi ee mari kita berhenti 6:02 menyepelekan komunikasi di dalam 6:05 perkawinan kita gitu ya. di dalam ee 6:08 komunikasi dengan pasangan kita. Nah, ee 6:12 mari kita lihat sekilas saja tentang 6:14 angka perceraian ya. Saya tadi search 6:16 gitu ya, berapa sih angka perceraian di 6:19 Indonesia? Ini yang agak-agak lama deh 6:21 ya. Ee ini ini belum belum ngomongin 6:23 COVID nih. COVID juga race naik lagi 6:25 juga gitu ya. He 6:27 ini dari 2015 sampai 2016 data yang saya 6:30 dapatkan itu ee 1000 kasus per hari ini 6:34 di Indonesia, Mbak Ning. 6:36 1000 sehari. 6:37 1000 sehari. 6:38 Jadi 6:40 dan ee 71% kasus ini gugatan istri. 6:46 Nah, jadi ee memang ee ini benar-benar 6:52 perlu kedua belah pihak menyamankan satu 6:56 sama lain untuk meminimalisir potensi 6:58 itu, gitu. Jadi ee apa hubungannya sama 7:02 komunikasi? Nah, ini ada research nih. 7:04 Research di tahun 2016 juga, tetapi 7:07 research-nya di luar negeri ya. 7:09 research-nya itu pada ee sejumlah 450 7:15 orang dewasa di seluruh dunia di 7:18 research. Ternyata menurut menurut 7:21 kesimpulan ee dari risch tersebut, 7:26 he 7:26 institusi perkawinan 7:29 dalam kondisi rentan 40 sampai 50% 7:33 bercerai lantaran gadget ya. [berdehem] 7:36 [tertawa] 7:36 Jadi, jadi itu juga benda komunikasi 7:39 juga gitu ya 7:42 yang tadi Mbak Nuni ngomongin tuh ya ee 7:45 ee masa WA-an gitu ya ee ngumasa 7:48 [tertawa] 7:50 WA-an ngomong di rumah gitu ya. 7:52 Jadi berasa Mbak Mona madunya tuh 7:55 madunya tuh gadget [tertawa] 7:58 ya. Ya ya ya. Kemudian e ya itu tadi e 8:01 gadget itu karena terlalu banyak e 8:04 screen time gitu ya. He. 8:06 Terus juga selain dari itu kan ee ee eh 8:08 e medium komunikasi gitu ya. Ee 8:11 komunikasi yang dikasih mediasi melalui 8:15 gadget. Enggak usah deh direct aja. 8:17 Kenapa sih? 8:20 Terus misalnya direct itu juga bisa jadi 8:22 karena ada kasar ngomongnya atau enggak 8:25 nyampein perasaan, enggak mau dengerin 8:28 terus kurang empati. banyak deh, banyak 8:31 deh, banyak ee isu-isunya ya yang 8:34 menimbulkan 8:35 ee penyebab ee perceraian ya. Bisa jadi 8:38 di samping itu ada lagi masalah-masalah 8:40 lain, masalah keuangan, perselingkuhan, 8:43 KDRT, kemudian ee apa ee enggak 8:48 cocoklah, whatever, banyak lagi ya. 8:52 Nah, ee 8:54 jadi Mbak Nuning, ada beberapa saya saya 8:58 ee kumpul kumpul nih 8:59 pertanyaan-pertanyaan nih ya tentang ee 9:03 apa sih yang mereka pikirkan tentang 9:05 pasangannya. Mungkin sebelum sebelum 9:07 lanjut barangkali Mbak Nuning ada dulu 9:09 yang mau disharingin tentang pertanyaan 9:12 curhatan. Kita bahas curhatan aja deh 9:14 ya. 9:14 Curhatan ya. 9:16 Ya kadang-kadang kemarin dulu itu kalau 9:18 enggak salah kita ngobrol di depan 9:20 apotek ya. 9:21 Heeh. Aku bingung deh. Kenapa sih dia 9:24 tuh kadang-kadang kayak anak kecil, tapi 9:26 kadang-kadang sok tahu, sok tua gitu, 9:28 sebel. Lah, 9:29 siapa? Ya itu ayahnya anak-anak. Heeh. 9:32 Begitukah seorang pria kadang-kadang 9:34 manja seperti anak-anak, kadang-kadang 9:37 matang dewasa tapi sok ngatur gitu. Iya. 9:40 Ya. 9:41 Ya, emang itu sih mau diapain? Terus 9:44 menurut Mbak Mona kitanya yang harus 9:45 berubah atau kita harus melakukan ee 9:48 pendekatan tertentu sehingga dia enggak 9:50 child tetapi enggak juga kayak gitu 9:52 gitu. 9:53 Iya, Mbak Nuning. Jadi ee yuk kita lihat 9:56 dulu kalau isu itu ee dari kajian 10:00 komunikasi dulu ya. Ada jadi orang itu 10:03 umumnya Mbak Nuning ada tiga tahapan ego 10:07 gitu ya. Manusia nih gitu ya. Termasuk 10:10 termasuk pasangan kita. kita juga gitu 10:13 ya. 10:13 Iya. 10:14 Tahapan tiga tahapan ego ini. Satu ego 10:18 anak-anak, kedua ego orang dewasa, 10:21 ketiga ego orang tua. Nah, jadi 10:25 perilakunya ini makanya tadi Mbak Duning 10:27 bilang kadang-kadang kayak anak-anak, 10:29 kadang-kadang kayak orang tua gitu ya. 10:31 Tapi juga ada orang dewasa sebenarnya. 10:34 Jadi, e tiga tiga ee tahapan ego itu 10:38 yang misalnya ya dia lagi kayaknya 10:41 manja-manja gitu ya, itu biasanya tuh 10:43 lagi tahap ego anak-anak gitu. Atau 10:47 misalnya dia ngatur nih kayak misalnya 10:50 waktu dia kecil dulu orang tuanya banyak 10:53 memberikan aturan terus juga dominan dan 10:56 lain sebagainya lalu dia mengekspresikan 10:58 diri seperti itu itu juga tahapan ego 11:02 yang lagi dimunculkan dengan memori yang 11:04 itu gitu. 11:06 He 11:06 atau juga tahapan ego yang dewasa gitu. 11:10 dia menampilkan ee ee apa namanya 11:14 responnya itu ee ee pikiran, perasaan, 11:18 perilaku itu responnya matang, dewasa 11:21 seperti orang dewasa gitu. Jadi 11:23 tiga-tiga tahapan itu ada nih kali ada 11:27 lagi ada di pasangan kita atau juga lagi 11:30 ada di kita gitu. Nah, karenanya kita 11:34 perlu kan gini Mbak Nuning, kunci He. 11:37 Menurut pendapat saya, kunci komunikasi 11:41 adalah emang betul dua belah pihak, 11:43 tetapi siapa sih yang bisa kita 11:45 kendalikan? Diri kita sendiri. Jadi kita 11:49 perlu lebih ee lebih bijak untuk meng 11:55 apa ya? mengelaborasi kita dulu gitu 11:57 supaya 11:58 pasangan kita jadi ngikutin gitu atau 12:01 kita ngasih stimulus, ngasih apa ya 12:05 rangsangan supaya pasangan kita merespon 12:08 seperti yang kita mau gitu. Misalnya 12:09 kita kasih tahu, kita omongin supaya 12:12 nanti pasangannya juga bakal ngikutin 12:14 yang kita sarankan gitu. He. 12:17 Nah, kita lihat-lihat nih, oh pasangan 12:19 kita nih lagi gaya kayak anak-anak nih. 12:22 Berarti kita bisa berperan ee 12:26 apa ya menyeimbangkan 12:29 ee menyeimbangkan dengan tanggapannya 12:32 ngertiin sebagai orang tuanya gitu. Dia 12:36 lagi berperan jadi anak-anak gitu ya. 12:40 atau misalnya ee ee dia sedang 12:43 benar-benar berperan seperti orang 12:45 dewasa gitu ya. kita lagi hal-hal 12:48 penting, lagi isu penting, kita diskusi, 12:50 dia diskusi ee sebagai orang dewasa itu 12:54 itu excellent gitu ya kalau 12:55 tahapan-tahapannya itu bisa saling ee 12:59 melengkapi, Mbak Nuning, 13:01 si ini lagi kekanak-kanakan, si ini dia 13:03 juga bisa ngertiin sebagai orang tua. 13:06 Makanya ada ada ya, Mbak Nuning, ada 13:08 orang bilang, "Aku punya pasangan tuh 13:11 kayak temanku, 13:13 kayak sahabatku, 13:16 kayak orang tuaku, kayak anakku gitu ya. 13:21 Jadi semua ada di sana dan itu bisa 13:24 cakep dua-duanya. 13:27 Dua-duanya [tertawa] tuh bisa ee klik 13:29 gitu pas ngertiin satu sama lain gitu. 13:34 misalnya suaminya lagi butuh fokus atas 13:38 ee kinerja produktivitas gitu ya, lagi 13:40 kerja nih, dia harus fokus ngerjainnya. 13:43 Nah, pasangannya ee kalau dia gayanya 13:45 kayak anak-anak nih ya, 13:48 aduh deh gitu ya. Kata kata ee 13:51 pasangannya ya, kata suaminya misalnya 13:53 gitu. Aduh, please deh ini tuh lagi 13:55 fokus nih ngerjain sesuatu nih. Jangan 13:58 jangan ganggu [tertawa] 13:59 jangan ganggu. jangan manja-manja yang 14:02 eh sebenarnya need attention yang jadi 14:05 clash. Nah, jadi kita perlu memahami ee 14:09 posisi-posisi 14:11 di mana dia sedang berperan termasuk 14:14 juga dia juga kepada kita gitu. 14:16 Ee nah jadi mm kita ngupayain untuk ber 14:21 ee seperti itu, tapi pasangan juga 14:24 mengupayakan, usahakan mengupayakan 14:26 seperti itu. Semoga ngerti. Kalau enggak 14:29 ngerti ya kita kasih tahu gituing. 14:32 [tertawa] 14:34 Kalau dikasih tahu terus ee kan ada 14:37 orang yang bilang, "Bingung deh, kenapa 14:40 istri saya sekarang lebih keras hati 14:42 dibanding sebelum pandemi gitu 14:44 misalnya." Terus kalau dikasih tahu 14:46 seperti yang barusan Mbak Mona bilang, 14:47 dia akan tetap kekeh gitu. Nablek kalau 14:50 orang Jawa bilang ya. 14:51 [tertawa] 14:51 Kalau yang seperti ini dialami oleh 14:53 suami, 14:55 tetapi istri juga ada loh yang mengalami 14:57 suaminya tuh keras kepala banget gitu. 14:59 Emang keras juga sih kalau enggak 15:00 kebentur bakal benyok ya enggak? 15:03 Jadi gimana memang? 15:04 Sama-sama ya. Sama-sama ya. Mungkin 15:06 mungkin dia lagi di kalau pakai tadi 15:09 gagasan yang tadi dari Er eh eh Eric 15:13 Berner dia itu eh lagi di state-nya 15:17 mungkin ya egonya tuh ego orang tua yang 15:20 dulunya dia mungkin orang tuanya kayak 15:22 gitu ke gitu ya. Jadi dia ngikutin kayak 15:26 gitu atau dia ketika anak-anak dia 15:29 maunya menang sendiri misalnya begitu ya 15:31 mungkin mungkin ya mungkin ya. 15:34 Ee tetapi yang perlu kita lakukan adalah 15:36 bagaimana kan kita bereaksi gitu ya atas 15:39 atas tantangan ini gitu ya. Karena 15:42 perkawinan tuh tadi tuh ee engkau 15:45 pakaianku, aku pakaianmu gitu ya. Aduh 15:48 keren banget deh. Keren banget gitu ya. 15:50 Jadi dengan itu gimana ya caranya kita 15:52 beradaptasi? Nah, ada tuh Mbak Nuning 15:56 yang namanya bahasa Cinta. Nanti kita 15:59 bahas ya bahasa cinta ya. He 16:01 eh bahasa cinta itu beda-beda, Mbak 16:04 Nuning, antara satu orang dengan orang 16:06 lain. 16:08 Ee 16:09 jadi ee 16:11 misalnya bahasa cintanya tuh ada yang 16:14 ngasih sesuatu gitu ya, ada yang 16:17 hadiah jadi ya. 16:19 Heeh. Ada yang ngasih sesuatu, ada yang 16:22 ee apa namanya? yang ngasih perhatian, 16:26 yang ngasih ee ee secara fisik ya, 16:32 secara fisik, sentuhan dan lain 16:34 sebagainya. Ada ada macam-macam ya. Nah, 16:36 kita nunjukin kasih sayang that I love 16:39 you gitu ya. Jadi eh terlepas dari apa 16:42 masalah bahwa kamu lagi keras, tapi saya 16:46 sebenarnya ee ee punya cinta sama kamu 16:49 gitu ya. Kita kita sampaikan. Jadi bukan 16:52 bukan aku enggak mau nih ee enggak 16:54 enggak mau nih aku enggak enggak mau 16:56 ikutan deh. Enggak mau ikutan. Enggak 16:57 mau enggak mau enggak mau apa 17:01 menyelesaikan masalah ini. Pokoknya kita 17:03 udah e langsung close gitu ya. Ee 17:05 iya 17:07 mengambil sikap seperti itu. Jangan kita 17:09 tetap menunjukkan aku cinta sama kamu 17:13 gitu. Ee tapi aku enggak suka ini. Gitu. 17:17 Gimana caranya untuk ngomong enggak suka 17:20 itu? Ada waktu deh. Nanti sementara lagi 17:23 keras ini ada beberapa yang bisa kita 17:25 lakukan. Yaitu kita caranya dengan 17:28 kelembutan kepada dia begitu ya. Bicara 17:32 saat dia lagi enggak emosi gitu ya. 17:34 Jadi, jadi gantian nih ngomongnya nih 17:37 gitu ya. Gantiannya gimana caranya? 17:40 Dengerin dulu supaya dia nanti ngebalas 17:42 dengan mau dengerin kita. 17:45 Ee 17:47 saya biasa mempraktikkan ini dengan ada 17:51 metode praktiknya gitu ya, Mbak Nuning 17:52 ya. Dengan misalnya ee apa ya ee ada ada 17:58 ee praktiknya tuh biasanya kayak main 18:00 pancuk begitu ya. ee tetapi ee menang e 18:04 enggak menang-menang, enggak enggak 18:06 saling kayak kayak Panco kan 18:08 cenderungnya kan pokoknya aku yang 18:10 menang, kamu kalah gitu kan. 18:12 Mengupayakan itu enggak jalan tuh gitu 18:14 ya. Nah, kalau gaya kayak panco tuh 18:16 enggak jalan. Tetapi yang bagus adalah 18:19 gaya aku dengerin kamu dulu gitu ya. Oh, 18:22 aku ngerti cara pandang kamu kayak gitu 18:25 gitu. Terus setelah itu aku ee dengerin 18:30 aku ya, aku sampaikan cara pandang aku 18:32 dan dia juga ngerti cara pandangnya. 18:35 Jadi ternyata cara pandang itu bisa 18:38 membuat kita ee ee bukan berarti iya 18:42 saya terima, tetapi oh gitu ya ternyata 18:46 dia itu gitu loh. 18:48 Pantesan dia cara dia ngelihatnya 18:50 ngelihatnya begitu karena dia cara 18:52 karena dia ee ee apa namanya ee cara 18:57 pandangnya begitu begitu. Ee 19:01 saya kasih contoh apa ya Mbak Noning ya? 19:06 ee misalnya misalnya kayak ee laptop lah 19:11 gitu ya, ada laptop ya di belakang ee 19:14 laptop itu kan di depan itu ada layar ya 19:16 Mbak Nuning ya 19:17 ee ada layar terus ada ada screen yang 19:22 nyala gitu atau handphone ya ada screen 19:24 yang nyala di belakangnya handphone itu 19:27 kan ada warnanya bisa jadi warna warna 19:31 ee ee warna handphone-nya nya itu ya 19:34 bisa jadi hitam misalnya begitu ya. Jadi 19:37 di belakang handphone itu kan misalnya 19:39 hitam ya handphone saya lah hitam ya di 19:41 depannya kan layar tuh. Nah kalau yang 19:44 ngelihat dari depan yang ngelihat dari 19:46 layar dia bilang, "Oh di sini nih ada 19:49 layar ya." gitu. Yang ngelihatnya dari 19:52 belakang bilangnya atas benda yang sama 19:54 ini ngelihatnya di ee itu warnanya hitam 19:58 ya bukan bukan handphone gitu. Kalau dia 20:01 ngelihat dari sana, dia benar, kita juga 20:04 benar. Yang bilang ngelihatnya ada layar 20:06 gitu ya kan. Kalau bendanya enggak 20:08 terlihat gitu ya ee cuman kelihatan di 20:11 depannya seperti ini begitu. Jadi di 20:14 satu orang bisa bilang ini layar benar, 20:17 satu orang bisa bilang ini ee warnanya 20:20 hitam di belakangnya gitu ya. Bukan 20:22 bukan layar itu gitu. 20:25 dua-duanya benar kan gitu loh kalau dia 20:28 ee mau saling ngelihat satu sama lain 20:32 yang di belakang kan enggak bilang ada 20:33 layar enggak ada layar gitu loh ya kan 20:37 jadi dengerin nih jadi yang pertama 20:39 adalah ee ee tunjukkan bahwa beneran nih 20:43 saya sebenarnya sayang loh. Saya bukan 20:45 benci sama kamu tetapi saya sayang. 20:48 Kemudian kita mau dengerin ee dia dengan 20:52 ee kelembutan ya. Karena dia lagi keras 20:54 hati nih. Kalau keras ditambahin keras 20:57 bakal bahaya. Kemudian ee buat dia 21:01 menyampaikan sudut pandangnya dan kita 21:03 dengerin lalu kita sampaikan saya saya 21:07 sudah dengarkan sudut pandang kamu. 21:09 Sekarang saya minta kamu dengarin sudut 21:11 pandang saya. Begitu. Jadi sama-sama 21:14 dikeluarin nih cara pandangnya. Kenapa 21:17 dia mikir gini? Kenapa dia mikir begitu 21:19 begitu? 21:20 Lalu dengan dipaparkan dua-duanya, kita 21:24 kan bisa mikir solusinya apa ya? Yuk 21:26 kita sama-sama cariin solusi. Jadi 21:30 membuat memperkenankan kedua belah pihak 21:33 secara transparan ngelihat realitas 21:35 masalah dan ayo selesaiin bersama. 21:38 Jadi ee ee apa ya bikin nyaman gitu Mbak 21:43 Nuning dibandingin sama udah nih yang 21:45 benar kayak begini begitu. Terus dengan 21:49 kita gantian bicara, kita juga bisa 21:51 ngedengerin sudut pandang dia kan gitu 21:53 loh. Jadi ee ini perlu kita ee upayakan 21:57 dan berupaya sekali lagi berupaya sabar. 22:00 Sabar itu ee ee apa ya ada batasnya tapi 22:05 kalau bisa enggak ada batasnya gitu 22:07 [tertawa] ya. Berat juga sih ya. Tetapi 22:10 mari kita mengupayakan. Nah, yang lebih 22:12 spesifik juga bisa kita lakukan dari 22:15 bentuk dari kita tenang. sabar ya atas 22:18 yang situasi keras ini. Sekali lagi 22:21 keras jangan dibanjur sama keras lagi 22:24 gitu ya. Tetapi kita 22:27 menunjukkan I care ya. E dan ini nanti 22:30 suatu saat kita omongin jangan kayak 22:32 gitu ini enggak nyaman nanti hubungan 22:34 kita rusak gitu ya kan. Bagaimana 22:37 mengajak supaya kita tuh sama-sama punya 22:40 tanggung jawab ngejaga ngerawat hubungan 22:43 ini gitu. 22:44 In the next moment. Enggak. Saat itu, 22:46 saat itu dia lagi emosi dan lain 22:48 sebagainya. Nah, caranya kita 22:50 menyampaikannya adalah terefleksi dari 22:54 ekspresi suara kita. Sabar itu tahunya 22:58 dari mana? Dari ekspresi suara, dari 23:00 ekspresi wajah, dari gerak tubuh, dari 23:05 ee dia dari ekspresi-ekspresi inilah 23:08 Mbak Nuning. Pilihan kata juga 23:11 kesabarannya. 23:13 Oke. Oke. Menurut kamu seperti apa? Oke. 23:18 Saya dengerin ya. Oh, oke. Dia bilang 23:20 gini gini gini dari omongan dia. Oke. 23:23 Saya ee jadi ini ya yang kamu maksudkan 23:26 ya ini dengan ini ya. Oke, saya 23:29 mengerti. Sekarang saya akan sampaikan 23:32 cara pandang saya. Yang ngelihat ini ada 23:35 layar terang gitu ya. nih kayak gini nih 23:39 jelasin jadi bahwa ini benda benda 23:42 handphone ini yang satu ngelihatnya ada 23:45 layar, satu lagi ngelihatnya ee enggak 23:48 ada layar ya karena karena ini jadi 23:50 dua-duanya benar tetapi ini ee seperti 23:55 yang kita sama-sama lihat berarti 23:56 solusinya seperti apa atau 23:58 kesepakatannya seperti apa setelah 24:00 sama-sama terbuka 24:03 ee 24:04 dan yang juga tidak kalah penting adalah 24:07 jadilah contoh yang baik sehingga ini 24:11 jadi referensi. Ee lalu 24:15 di momen tertentu yang tepat sampaikan 24:19 that kita enggak bisa jalanin perkawinan 24:22 dengan kayak begini nih. Kalau 24:23 emosi-emosi, mari kita belajar sama-sama 24:26 gitu. Merawat perkawinan. Nah, gitu Mbak 24:30 Nuning. 24:31 Jadi ee jelaskan di depan ya biar aku 24:36 selesaikan dulu bicaraku gitu. [tertawa] 24:38 Iya. Gantian. Heeh. Dia dulu. Dia dulu. 24:41 Tapi karena kita 24:42 beri dia kesempatan dulu. 24:44 Iya. Dia karena dengan dia dikasih 24:46 kesempatan kan ini ada ada rumus 24:48 berbalas pantun nih ya. 24:51 Hukum berbalas gitu. Kalau dia dikasih 24:53 kesempatan dia akan mau memberikan 24:54 kesempatan. Dia lagi keras. Jadi kitanya 24:57 yang lebih sabar saat ini gitu. 25:00 Jadi porsinya dia duluan itu untuk 25:02 berbagai ee kondisi ya 25:05 kalau [mendengus] bisa. 25:06 Iya dia duluan sehingga kita tahu kenapa 25:10 dia bilang ini warnanya hitam gitu loh 25:12 ya kan? 25:13 Heeh. Heeh. 25:16 Oke. Kalau 25:20 pernah dengar dari beberapa teman Mbak 25:22 Mona. 25:22 Heeh. Heeh. kayaknya bicaranya tuh 25:25 pasangan itu cuman searah doang deh. 25:28 Yang satunya manut manggut-manggut. 25:30 Kalau misalnya suaminya yang begitu, 25:32 istrinya yang manggut-manggut boleh. Ini 25:33 dibalik istrinya yang bicaranya begitu 25:36 searah doang. [tertawa] 25:38 Nah, untuk orang-orang yang menghadapi 25:40 pasangan seperti ini 25:42 kan kalau kita bicara seperti yang Mbak 25:44 Mona bilang tadi, kita kasih penjelasan 25:47 dulu atau silakan bicara dulu enggak. 25:48 Udah-udah nanti kesempatan buat kita 25:50 enggak ada katanya. [tertawa] 25:52 Iya. 25:52 Gimana? 25:54 Ee jadi yang satu ee agresif, satu pasif 25:57 gitu ya. Gaya komunikasinya barangkali 26:00 ya. 26:00 Nah, kalau kalau kita ketemu sama 26:03 pasangan yang misalnya dia itu ee 26:07 agresif begitu ya, 26:09 he 26:09 ee kita juga bisa cari cara untuk bisa 26:13 ee menyampaikan kepada dia begitu ya. 26:15 Jadi, jadi yang harus kita lakukan 26:17 adalah introspeksi diri. Jangan kita 26:20 ambil ee ee pasif ee terus-terusan gitu 26:25 ya. Karena ee kita ini kita ini ee apa 26:29 ya? Pasangan gitu. Pasangan yang saling 26:31 dia pakaian bagiku, aku pakaian baginya 26:33 gitu. Iya kan? 26:34 Ee kesan kesan kesan dari pernyataan itu 26:38 tuh ee dua-duanya punya proporsi, 26:42 dua-duanya punya peran signifikan begitu 26:45 ya kan? Jadi, jadi ee kita perlu ee 26:50 berkontribusi dan menempatkan diri 26:52 dengan cara yang yang 26:54 ee kontributif gitu ya, yang yang enggak 26:59 enggak enggak enggak ambil ee ee posisi 27:01 pasif gitu, tetapi juga aktif gitu. Nah, 27:05 ee kalau pasangannya ee adalah ee 27:09 diam-diam aja ee kita yang narik nih. 27:13 Jadi yang perlu di e dimodifikasi 27:19 terus gitu ya [tertawa] 27:20 adalah si saya nih gitu ya. Sayanya 27:23 siapa nih? Saya istri atau saya suami 27:26 gitu ya. He. 27:27 Ketika saya sebagai istri 27:29 ee ee saya tahu pasangan saya itu 27:32 misalnya agresif satu arah dan saya 27:35 mengambil posisi pasif gitu ya. 27:38 Saya harus wake up dong, jangan kayak 27:40 gitu gitu loh. Ini sama-sama sama-sama 27:43 punya tanggung jawab untuk ngerawat 27:45 gitu. Karena ini kalau enggak dirawat 27:47 nih ee tamannya rusak deh. I kan 27:50 [tertawa] itu tuh 27:53 tamannya bagus gitu ya. tapi enggak 27:55 dirawat juga rusak nantinya gitu. Jadi, 27:57 makanya kita harus mengambil posisi 27:59 untuk kontributif juga. Tapi kalau 28:02 misalnya pas ee kitanya yang agresif 28:05 gitu ya, yang yang satu arah, terus 28:07 pasangan kita juga diam-diam aja begitu 28:09 ya, kita minta dia untuk menyampaikan 28:13 gitu ee cari waktu yang berkualitas buat 28:18 diajak bicara gitu ya. Betul. kita juga 28:21 pahami ee ee kepribadian dia. Ee kan 28:26 gini, ada orang punya kepribadian 28:28 gitu ya, Mbak Nuni. [tertawa] 28:31 Iya. IBAD diam-diam aja. Tetapi di dalam 28:35 isu-isu substantif itu enggak bisa dia 28:38 diam-diam aja atau dia tokatif banget 28:41 gitu loh. Dalam isu-isu tertentu yang 28:43 memang harus ada solusi, harus sama-sama 28:46 untuk yuk kita ee ee mencari yang baik, 28:53 solusi yang baik atau mencari suasana 28:55 yang baik yang sama-sama menyamankan 28:58 sehingga keduanya merasa fulfill begitu. 29:01 ee mungkin mungkin yang satu ee tidak 29:06 dibutuhkan ya misalnya ya yang satu 29:08 dibutuhkan untuk memang enggak banyak 29:10 ngomong gitu ya dan memang 29:12 kepribadiannya seperti itu dan itu 29:13 menjadi melengkapi gitu ya tetapi eh on 29:18 the certain issue yang memang harus ya 29:21 ya jangan diam aja gitu. Jadi, gimana 29:25 caranya kita cari waktu yang berkualitas 29:29 untuk ngomong bahwa ini penting gitu ya. 29:32 Ee ajak untuk kita sama-sama perbaiki 29:36 yuk gitu. Kalau kita enggak ngerasa ini 29:38 cukup, dia diam-diam aja di masalah yang 29:41 penting gitu ya. Ya, kita ajakin ngomong 29:43 gitu. cari waktu kemudian ajakin ngomong 29:47 ee ajak untuk memperbaiki satu sama 29:49 lain. Jadi supaya sama-sama bisa melihat 29:54 perkawinan ini adalah upaya kolektif 29:58 kamu dengan aku gitu bersama-sama gitu. 30:02 He he. 30:04 Ee dan kita bagus banget untuk kita mau 30:06 dengerin Mbak Nun mau dengerin apa yang 30:09 perlu diperbaiki dari saya 30:12 dan apa yang saya rasa kamu perlu 30:15 perbaiki. Jadi kita menyampaikan yang 30:19 udah bagusnya apa, yang belumnya apa. 30:23 sama-sama aku juga dengerin yang sudah 30:25 bagusnya dari saya seperti apa sehingga 30:28 saya tahu untuk me mejutkan seperti itu 30:32 seperti apa dan juga saya memperbaikinya 30:35 seperti apa. Jadi, both side akan 30:37 benar-benar mengupayakan untuk 30:39 memperbaiki begitu. 30:41 Bisa dalam kondisi seperti itu keren 30:43 banget. Karena kan kadang-kadang 30:45 ee ego itu tempatnya di depannya depan 30:49 ya. [tertawa] 30:51 Itu tadi keras kepala ya. 30:54 Jadi Mbak Nuning hindari manajemen by 30:57 mode ya. Jadi ngomong aja seenaknya gitu 31:00 ya. nanti ee ini ee tanpa memikirkan 31:03 dampaknya yang perlu kita lakukan adalah 31:07 ee ya kita harus tahu management by rle 31:10 gitu. Peran kita ini sama-sama penting 31:12 gitu di dalam keluarga. 31:15 Iya. Sebetulnya untuk 31:19 berkomunikasi dengan pasangan agar 31:22 hubungannya itu awet itu kan ada seperti 31:26 yang Mbak Mona bilang ada beberapa tips 31:27 trik. Tapi kadang-kadang kita kan 31:29 berhadapan dengan diri kita sendiri yang 31:32 juga membutuhkan. Ada yang bilang, 31:34 "Heran deh gue itu loh suamiku tuh 31:36 selalu aja punya masalah. Masalah lagi, 31:38 masalah lagi." Kita semua kan punya 31:39 masalah. Kalau lagi didekatin pengin 31:42 ngadu, dia bilang, "Sori, Mah. Aku lagi 31:44 banyak masalah." Maksudnya lu jangan 31:45 cerewet, lu jangan ganggu gue. Gitu. 31:48 Iya. I ya, ya, ya, i. 31:50 Bayangin kalau kayak gini terus kita 31:52 harus gimana kalau saben hari ada 31:53 masalah? Emang masalah kan sama tengah 31:55 kita semua. 31:57 Betul, Mbak Nuning. Mbak Nuning, aku mau 32:00 cerita ya. Ada satu 32:02 konsep yang menarik banget ya untuk kita 32:05 renungkan ya. Jadi di dalam pasangan itu 32:11 ada kebutuhan. 32:13 Kebutuhan masing-masing yaitu kebutuhan 32:17 ingin sendiri, ingin bareng-bareng. 32:20 Kadang ada tuh kita ingin sendirian ee 32:24 atau ingin perginya sendiri sama 32:27 teman-teman kita. Kadang ingin bersama 32:31 dengan pasangan kita gitu ya. Jadi ada 32:33 momen ingin sendiri ingin bareng, ada 32:37 momen ingin ngomong ingin diam. Heeh. 32:40 He. 32:41 Terus ada momen ingin sesuatu yang pasti 32:45 dan ada ingin kejutan. Jadi tiga tiga 32:50 tiga pendekatan dalam berhubungan dengan 32:54 pasangan itu kebutuhan dasar pasangan ya 32:57 itu tuh diperlukan. Jadi jangan berpikir 33:02 bahwa pasangan nih lagi 33:06 ingin ingin sendiri gitu ya. Seolah-olah 33:10 kita ini ee dia ini ee ngejauhin gitu 33:13 ya. 33:14 Nah, caranya supaya enggak ada prejudice 33:18 ngejauhin tadi gitu ya, caranya adalah 33:21 diomongin eh aku lagi butuh sendiri, 33:25 lagi butuh nyelesaiin masalah kerjaan 33:27 ini, ini urgen gitu ya. Jadi pasangannya 33:31 juga ngasih waktu, ngasih kesempatan 33:34 gitu ya ee untuk enggak enggak enggak 33:37 ngeganggu ee in noteganggu ya gimana ya 33:41 ngomongnya gitu deh [tertawa] 33:44 pokoknya 33:46 enggak inilah enggak dekatin dulu gitu 33:48 ya gitu ee atau misalnya lagi enggak 33:52 lagi main manja-manjaan gitu ya itu 33:55 entar dulu entar dulu gitu Mbak Nuning. 33:57 Jadi 33:58 kalau seandainya Mbak Mona yang dihadapi 33:59 seperti itu nih, 34:01 kita menghibur dirinya dengan cara apa 34:02 biasanya? Kan kita memang tidak bisa 34:04 memaksakan kan kehendak kita terus 34:06 dianya gitu terus kitanya harus ngapain? 34:09 [tertawa] 34:09 Yang tadi yang tadi Mbak Nuning omongin 34:11 tadi itu juga ee ini apa namanya? 34:15 Terus-terusan ya enggak bisa kayak gitu 34:18 gitu loh. Ngerti enggak Mbak Nun yang 34:19 tadi contoh awalnya itu sering banget 34:22 terus-terusan ya. Jangan kayak gitu. Dia 34:25 harus mampu menempatkan proporsinya juga 34:30 dengan dengan tepat gitu. Iya kan? Emang 34:34 kadang-kadang ada sesuatu yang urgen 34:36 tetapi juga ada sesuatu yang bisa 34:38 diupayakan gitu atau menyampaikan dengan 34:41 baik supaya pasangannya juga mengerti 34:44 begitu ya bahwa ini memang ee memang 34:48 deadline atau ya kan ada ada 34:50 situasi-situasi seperti itu tetapi 34:52 pemahaman jadi nantinya tuh ya Mbak Nuni 34:55 ya kita akan ketemu sama bahasa cintanya 34:58 dari pasangan itu 35:00 adalah dengan me 35:03 apa ya? Eh, I let you happy with your 35:07 condition gitu loh. Jadi enggak eh 35:10 enggak apa ya ngasihnya tuh dengan 35:14 sesuatu yang dibutuhkan. Dia lagi butuh 35:17 menyelesaiin sesuatu ya di-support gitu. 35:20 Itu juga adalah bahasa cinta begitu. 35:23 Mendukung ya berarti ya dukungan 35:25 bentuknya. Heeh. Kan ada ya yang ee di 35:28 mana n kadang-kadang kalau terus-terusan 35:31 seperti itu barangkali juga bisa 35:32 disampaikan itu tadi. Makanya ee makanya 35:36 Mbak Nuning ee isu yang pertama tadi 35:40 masalah ee ee komunikasi di dalam 35:43 pasangan itu jangan disepelekan, harus 35:46 diomongin gitu loh Mbak Nuneng. 35:48 Diomongin. 35:49 Penyebab perceraian paling besar adalah 35:52 ketidakharmonisan komunikasi gitu ya. 35:54 [tertawa] Betul. Makanya diomongin kalau 35:56 dia ngerasa keberatan. Tapi kan tadi kan 35:58 ada ya situasi di mana dia ingin 36:00 sendiri, ingin bareng, ingin ngomong, 36:03 ingin diam, ingin sesuatu yang pasti, 36:05 ingin sesuatu yang kejutan. Misalnya 36:07 begini, sesuatu yang pasti, dia mau 36:09 mendapat kepastian ini pasti nih. Atau 36:13 dia juga butuh kejutan gitu loh. 36:15 Misalnya ya, dikasih hadiah sesuatu atau 36:19 dikasih surprise gitu ya, dikasih 36:21 kecupan misalnya gitu ya, atau dikasih 36:24 attention khusus gitu ya. Itu juga 36:29 ee sesuatu yang kejutan gitu loh ya, 36:31 yang surprise gitu. Ee jadi sesuatu yang 36:36 unik. ada pendekatan khusus, ada 36:38 emosional, ada personal gitu ya. Ee itu 36:43 itu yang tadi tuh yang namanya eh 36:46 surprise, tapi juga butuh kepastian 36:48 butuh kepastian bahwa ada hal-hal yang 36:51 memang dia ee misalnya misalnya 36:54 kepastian itu misalnya ee kepastian 36:57 informasi misalnya begitu ya. Saya 36:59 pulang jam segini itu dia butuh kalau 37:02 enggak uncertain. terus dia juga ee 37:04 butuh juga ee kepastian misalnya, "Oh, 37:07 saya mampu melakukan ini, ini, ini." Itu 37:09 itu kepastian dibutuhkan begitu. Tetapi 37:12 juga butuh juga sesuatu yang eh 37:14 uncertain tapi surprise gitu. 37:16 Kejutan-kejutan itu dibutuhkan. 37:19 Misalnya kepastian bahwa I love you, e 37:21 saya tuh beneran cinta sama kamu gitu. 37:24 Ee itu kadang-kadang dibutuhkan untuk 37:27 didengarkan kembali gitu. Jadi, jadi 37:30 adem rasanya gitu, Mbak Nuning. 37:32 Sementara bagi sebagian orang udah gini 37:35 hari kita menikah sudah 20 tahun masih 37:37 perlu bilang I love you. 37:39 Iya. Iya, Mbak Nuning. Perlu perlu 37:43 karena itu adalah trust, itu adalah 37:47 merawat, merawat nih, gitu. [tertawa] 37:51 Eh, cinta itu kan perasaan itu kan 37:55 berkembang ya, dinamis begitu ya. Cinta 37:57 itu kan ketika ketika sebelum ee sebelum 38:01 menikah ya, akhirnya menikah itu di 38:03 awal-awal itu ee ee kategorinya lagi 38:06 honeyimon gitu ya. Tetapi kan honeyimon 38:08 itu kan honeyimon itu kan sebentar ya. 38:11 Lalu setelah itu dalam kehidupan 38:13 sehari-hari ee kita jalanin. Makanya 38:17 kehidupan sehari-hari yang kita jalanin 38:18 ini perlu perlu saling melengkapi gitu. 38:21 Saya tuh enggak bisa kalau enggak ada 38:23 kamu gitu. dan dan dua-duanya kayak gitu 38:26 gitu. 38:27 Iya. 38:30 Kalau orang-orang tertentu yang pandai 38:33 memilih ee apa ya kata-kata yang pas 38:39 banget, kosakata yang pas banget 38:42 sehingga si pasangan ini juga menjadi 38:44 merasa ter apa ya terpedulikan, enggak 38:49 terabaikan. Itu ada loh, Mbak Mona. Aku 38:52 ini kasih gambaran aja. TemanK tuh yang 38:54 nyatat sampai nyatat di buku kecil kalau 38:58 suaminya itu suka kalau dia mengucapkan 39:00 kata A, kata B, kata C. Aku bilang, 39:02 "Buat apaan sih? Ini cara paling mudah 39:04 untuk merebut perhatian dan hatinya, 39:06 gitu, Mbak Mona. [tertawa] 39:07 Keren banget. Keren banget." Iya. Jadi 39:11 dia ee kasih ee ee saya ulang lagi 39:16 tentang bahasa cinta tadi ya, Mbak Nun. 39:18 itu kan tadi ya sebenarnya ee cara dia 39:21 ee 39:23 mengambil hati pasangan gitu ya. Ada 39:25 satu research yang dilakukan oleh eh 39:29 Gary Chapman. Dia research-nya itu 39:33 dengan five love languages gitu ya. Jadi 39:38 teorinya tuh lima bahasa cinta gitu ya. 39:41 He. 39:41 Nah, ee bahasa cinta itu ee ternyata 39:46 cara seseorang untuk mengekspresikan 39:49 perasaan cintanya gitu ya ee kepada 39:52 orang lain e kepada pasangannya gitu ya 39:56 dan bagaimana membuat pasangannya merasa 39:58 nyaman gitu. Nah, bahasa cinta itu 40:01 ternyata macam-macam yaitu ada lima. 40:04 Lima tadi ya. Yang pertama waktu yang 40:06 berkualitas. bisa saja kita ngasih ee ee 40:12 waktu yang spesial bersama dengan dia 40:15 gitu ya. Ee kita ee ee apa namanya 40:20 memberikan perhatian khusus dengan 40:22 keberadaan kita untuk dia gitu ya. Ada 40:25 nih. Jadi saya saya mau ngajak untuk 40:27 ngelihat ada tipe-tipe orang bisa 40:31 diklasifikasikan dengan lima bahasa 40:33 cinta ini. Bisa jadi dia cara dia 40:35 mengekspresikan dia cinta itu dengan ada 40:38 terus gitu ya. melakukan bersama-sama, 40:42 melakukan kegiatan bersama-sama, kerjaan 40:45 hobi bareng atau nonton bareng, quality 40:47 time lah sama orang tersebut atau dengan 40:50 sentuhan fisik misalnya ya, dengan 40:52 gandengan 40:54 dengan ciuman, dengan sentuhan gitu ya 40:57 atau juga misalnya membantu ya membantu 41:01 menyelesaikan apa yang menjadi 41:04 masalahnya dia misalnya gitu. dia sedang 41:07 menyelesaikan sesuatu dibantu 41:08 diselesaikan itu nyelesai itu penting 41:11 loh Mbak Nuning. Itu penting juga gitu 41:13 ya. 41:14 Ee atau misalnya dia lagi perlu ee apa 41:17 ya support pokoknya pokoknya tindakanlah 41:21 gitu ya tindakan yang dibutuhkan, 41:23 service yang dibutuhkan. Lalu yang 41:25 keempat ngasih hadiah. Ee jadi ada yang 41:29 bahasa cintanya ngasih-ngasih hadiah. 41:31 Bisa jadi dari yang sederhana sampai 41:33 yang berat gitu ya. misalnya ya, ngasih 41:35 jepitan rambut untuk cewek, ngasih 41:38 [tertawa] e apa ee dasi misalnya gitu 41:41 untuk cowok, ngasih kacamata misalnya 41:44 gitu atau ngasih tas misalnya gitu ya. 41:48 Itu kalau tas mungkin udah ya agak 41:49 lumayan. [tertawa] 41:52 Terus sudah gitu bahasa cinta kelima 41:54 adalah dengan pujian. Jadi bisa jadi 41:57 dengan muji. Nah, kalau tadi yang teman 42:00 Mbak Nuning sampaikan tadi barangkali 42:02 dia catat nih, oh dia mungkin ya mungkin 42:05 ya ada di antara [tertawa] itu. 42:07 Oh, mungkin dia suka kalau omongannya 42:09 ini atau dia suka kalau dikasih 42:12 hadiahnya makanannya ini misalnya begitu 42:15 ya kan hadiah yang surprise kan tadi. 42:17 Butuh orang itu dalam perkawinan itu 42:19 butuh Heeh. butuh kejutan, butuh pasti 42:22 gitu. Pasti dikasih makanan gitu ya. 42:25 Tapi sesekali dikasih kejutan ah yang 42:28 spesial gitu kan seru gitu. Nah, itu 42:31 bahasa cinta. Jadi kita perlu ee 42:34 beda-beda loh Mbak Nuning. Suami dan 42:36 istri itu bahasa cintanya beda-beda 42:38 gitu. 42:39 Harus dikenali berarti ya. 42:41 Harus dikenali. Harus dikenali. 42:43 Oh, Dai itu dengan dia. Dia enggak 42:45 pernah ngomongin I love you, tapi dia 42:47 selalu ada, selalu support itu bahasa 42:49 cintanya gitu. 42:52 Kalau bahasa cintanya makin banyak makin 42:54 bagus. begitu ya. Tetapi ya ada yang 42:57 spesifik dia tuh ngomongin ekspresi 42:59 cintanya ya dengan itu gitu. 43:01 Jadi berarti kita yang harus tahu bahasa 43:04 cintanya dia apa sehingga kita tidak 43:06 menuntut 43:08 ee di luar daripada bahasa yang dia 43:10 ketahui. Kalau bahasa cintanya adalah 43:13 hadiah misalnya dia selalu memberi kita 43:15 ini itu. Tapi kalau diajak ngomong ya 43:18 hambar gitu orang. Memang bukan itu 43:20 kebersamaan kehangatan tuh pointnya 43:23 bukan itu. Heeh. ee ya belajar. Jadi 43:26 kita harus belajar seumur hidup ya 43:27 meskipun perkawinan sudah 5 tahun, 10 43:28 tahun dan lebih. 43:30 Mbak Mona boleh sambil jalan kita ke 43:32 pertanyaan ya yang sudah dikirim. 43:34 I 43:35 banyak sekali yang memberikan jempol 43:37 nyimak gitu. Nyimak apa minyak nih? Oh 43:39 nyimak. 43:41 Em dari Pak Yudi di Perumahan Cibubur 43:46 City. Bagaimana caranya biar kita dan 43:49 pasangan selalu istikamah di jalan 43:51 Allah? Nah, terkait dengan bahasa cinta 43:54 diapain nih? [tertawa] 43:56 Oke, silakan Mbak Mona. 43:58 Perkawinan itu dirawat, perkawinan itu 44:00 diupayakan begitu ya. Ee ini karena 44:04 istikamah ya bahasanya ya. Jadi kita 44:07 coba dengerin ee apa sih ee Rasulullah 44:10 begitu ya. 44:12 Ee kata kata Rasulullah, sebaik-baik 44:16 kalian adalah yang paling baik terhadap 44:21 keluarganya. 44:23 ya ee ee dan kamu adalah orang yang 44:27 paling baik ee dan aku adalah orang yang 44:31 paling baik di antara kalian terhadap 44:34 keluargaku, istriku. Ee kata Rasulullah, 44:37 jadi [mendengus] eh 44:40 give our best to our family gitu. 44:43 Heeh. 44:44 Supaya istikamah. 44:46 Ee kalau dia jadi yang upaya kan kita 44:50 tadi sudah sepakat ya ee yang 44:52 mengupayakan saya yang mengupayakan jadi 44:55 orang baik berupaya jadi orang 44:57 sebaik-baiknya saya gitu ya. Ee kalau 45:00 saya sebagai istri berarti saya akan 45:02 mengupayakan sebaik-baiknya. Nah, semoga 45:04 pasangan juga jadi ikutan gitu ya kan. 45:07 Jadi yang ee 45:10 ee komunikasi dua dua-duanya, tetapi 45:13 yang bisa kita kendalikan kita kan. Jadi 45:15 kita yang mengupayakan dulu gitu ya. 45:17 Nanti kita ajakin dia ke sini gitu. Yang 45:19 benar gitu. 45:21 Gimana Rasulullah memanggil istrinya? 45:25 Ah, keren banget. [tertawa] 45:27 Ee dengan saapaan hangat. Jadi bahasa 45:29 cintanya itu ya Rasulullah dengan 45:32 menyapa Khadijah dengan sebutan ya 45:35 habibi wahai kekasihku. 45:37 Wow. 45:38 Heeh. Dengan Aisyah. Ya humairah. 45:42 Wahai wanita yang pipinya kemerahan. 45:46 Keren bangetnya [tertawa] 45:47 bahasa cintanya 45:49 choice of words ya di antaranya ya 45:52 beliau ya pastinya banyak lagi ya. 45:55 Kemudian 45:56 Rasulullah tidak pernah berbicara kasar 45:59 dalam perkawinan 25 tahun dengan 46:02 Khadijah. Kemudian juga beliau 46:05 mengajarkan menjaga rahasia 46:10 keluarga khususnya rahasia istrinya. 46:13 Ee balik lagi tadi karena dua-duanya 46:16 adalah pakaian satu sama lain begitu. 46:19 Jadi, bagaimana menghargai ee perkawinan 46:24 itu karena ngelihat eh baiti jannati 46:28 gitu ya, 46:30 rumahku surgaku 46:32 eh set in our mind gitu ya. Ini rumahku 46:36 ini udah deh keren banget. [tertawa] 46:39 Rumah kayak gimana juga udah deh. Di 46:41 mana lagi kita ee dapat tempat yang 46:45 terindah? Dan siapa yang bikin indah? 46:47 nya kita sendiri gitu. 46:49 He he 46:51 dan dampak dari ee keluarga yang 46:53 harmonis itu kita jadi 46:56 berkinerja 46:58 bisa produktif, kita jadi bisa apa ya 47:02 saling memperbaiki. Ini bukan berarti 47:04 semuanya harus jalan lancar-lancar aja. 47:06 Kan tadi lihat nih banyak ini banyak 47:08 itu. Tapi kita mengupayakan 47:10 terus-menerus 47:12 mengupayakan memperbaiki gitu ee tidak 47:17 saling mencela begitu ya. Ee tidak 47:21 mencela ee meskipun makanannya enggak 47:24 enak misalnya gitu ya ee dan lain 47:27 sebagainya. Ee itu bahasa cintanya luar 47:31 biasa. Kita perlu cari tahu nih gimana 47:34 caranya juga kayak gitu. tuh gitu. 47:37 Kalau ada yang bilang kalau sama dia tuh 47:40 pokoknya layanin aja deh. Karena yang 47:43 dia perlukan sebagai bukti dari kita 47:46 cinta sama dia itu pelayanan. Waduh, 47:48 kalau ada yang seperti ini berarti 47:50 bahasa cintanya ee dilayani gitu ya. 47:53 Iya. Tadi fisik tadi Mbak Nuning. 47:55 Fisik 47:57 iya kan ee fisik ee terus perilaku ee 48:01 dengan menyelesaikan kebutuhannya ya 48:04 yang tadi tuh ya kan. He itu termasuk 48:06 ya. 48:07 Nah, jadi gini loh, yang kita perlu 48:10 ketahui bahasa cinta dia tuh apa sih 48:13 kepada kita dan dia itu butuh bahasa 48:17 cinta seperti apa dari kita pada dia 48:21 gitu ya. 48:23 Ee dan ee kita juga jangan terlalu 48:26 banyak menuntut upayakan ya ini ini 48:30 good things to do gitu ya. [tertawa] 48:33 kan kita [mendengus] sama-sama 48:35 memperbaiki diri ya, good things to do 48:36 ya, enggak terlalu banyak. Jadi eh you 48:39 are enough gitu. Udah deh eh punya 48:42 pasangan itu lihatnya yang 48:44 positif-positif gitu dari dirinya. 48:46 Iya. 48:48 Iya. Positif positif dulu di kepala kita 48:50 tentang dirinya gitu. 48:52 Yang sekarang dihindari itu kan positif 48:54 kalau tes ya swap. [tertawa] 48:57 Iya. Ya. Ya. I gitu. 48:58 Cuman satu itu doang yang kita hindari. 49:00 Oke, kita kembali ke pertanyaan ini. E 49:02 sayang tidak disebutkan juga di mana. Em 49:06 Mbak Mona, asalamualaikum warahmatullahi 49:08 wabarakatuh. Saya punya teman yang agak 49:11 tertutup tentang perasaan dia ke 49:14 pasangannya. Terlalu sibuk dengan 49:16 kerjaannya dan dia merasa jadi kurang 49:20 diperhatikan. Tapi sayangnya dia enggak 49:22 mau bilang tentang perasaannya ke 49:24 pasangannya. Eh, curhatnya malah ke 49:26 teman, salah satunya ke saya. Terus saya 49:30 nasehhatinnya gimana ya, Mbak Mona? 49:33 Soalnya jadi tempat curhatan tuh begitu 49:35 tuh ya. Oke. Ini Mbak atau Mas nih? 49:37 Enggak tahu deh. Oke. Oh, ada keterangan 49:40 di bawahnya dari Ibu Emilda. [tertawa] 49:42 Halo, Ibu Emila, ya. 49:45 Jadi, mm kadang-kadang kita berpikir 49:48 begini, pasangan sejati adalah yang tahu 49:51 pikiran dan perasaan pasangannya. Enggak 49:54 kayak cenayang dong. 49:55 Heeh. Orang 49:56 kayak dukun ya. [tertawa] 49:59 Betul ya. Jadi enggak tuh. Orang tuh 50:02 bukan pembaca pikiran ya. Jadi diaak 50:06 harus tahu pikiran dan perasaan 50:08 pasangannya. Dia perlu mengupayakan 50:12 untuk tahu. Tetapi apa benar enggak? 50:16 [berdehem] 50:17 Apa benar enggak tuh gitu ya caranya. 50:20 Dia perlu mencari tahu gimana caranya 50:23 ianya gitu atau ngomong gitu. 50:28 Makanya quality time itu penting sekali 50:32 ya. Gimana caranya perlu ngajakin 50:35 ngomong, cari waktu buat ngomong dan 50:38 lain sebagainya. Jadi cari ee di dia di 50:42 caranya dia mengubah diri. Untung dianya 50:45 yang enggak banyak ngomong 50:47 ee tentang pasangannya ee kepada 50:49 pasangannya. Jadi ee ini omongannya buat 50:52 beliau ini gitu ya, teman kita ini ee ee 50:56 untuk ee di apa ya ee kita ingatkan ayo 51:01 jangan gitu. Karena yang 51:05 menjaga hubungan ini yang bertanggung 51:07 jawab saya ya. Karena karena kita lagi 51:09 ngomongin tentang diri kita ya. Jadi 51:11 sayalah yang bertanggung jawab. dia juga 51:13 bertanggung jawab. Tetapi pihak yang 51:15 bisa kita kendalikan kita kan gitu loh. 51:17 Jadi kita jangan diam aja kalau kita ada 51:19 sesuatu. Kita omongin cari waktu 51:22 berkualitas 51:23 ee omongin 51:25 dengan baik dan ee kalau dia enggak 51:28 ngerti apa yang kita omongin terus dia 51:31 kita enggak ngomong juga ya kan dia 51:33 enggak ngerti pikiran dan perasaan kita, 51:35 kita enggak ngomong juga ya iyalah 51:37 pantes aja gitu loh. Dia enggak ngerti 51:40 kita enggak ngomong 51:40 nabrak tembok ya. [tertawa] 51:43 Jadi, mm dengan kita mau ngomong kita 51:47 jadi punya kedekatan, kita jadi ee apa 51:51 ya, lebih lebih nyamanlah gitu ya. 51:54 Begitu. Ee ini ee karena orang bukan 51:58 pembaca pikiran. Tetapi satu lagi Mbak 52:01 Nuning, 52:01 he 52:02 kita dengan kita punya hubungan dengan 52:05 pasangan, kita jadi tahu kan, oh 52:07 kebiasaannya gini. Oh, kesukaannya gini. 52:11 Nah, bedain sama pasangan dan ee teman 52:16 gitu ya. Ee pasangan sama teman itu 52:20 beda. Pasangan itu kita attach sama dia 52:23 gitu ya, dekat gitu ya. Kalau teman kan 52:25 tahu aja gitu, kenal aja gitu. Jadi kita 52:29 attach sehari-hari karenanya ee 52:33 jadilah lebih sadar akan ee kesukaannya 52:39 dia apa, apa yang dia tidak suka. 52:43 E ee terus pahami gaya berkomunikasinya 52:46 dia, verbalnya dia omongannya apa, 52:49 nonverbalnya seperti apa. Coba berusaha 52:53 menangkap pikiran dan perasaan dia ee 52:57 sekitar samar-samar lah gitu ya. 53:00 Meskipun kita belum tentu karena itu kan 53:02 di pikiran dia gitu ya. Di ee kita bukan 53:04 pembaca pikiran, tapi kita juga 53:06 mengupayakan sehingga kita akan lebih 53:08 mudah mengerti dia. Bagusnya dua-duanya 53:11 kayak gini gitu. 53:12 dua-duanya mencoba memahami, tetapi kita 53:15 jangan take it for granted, gitu loh. Ya 53:18 misalnya dia kelihatan cemberut, ah dia 53:21 belum ngomongin ya cuek aja ya. Enggak 53:22 kayak [tertawa] gitu. Iya kan? 53:24 Harus dipancing ya. 53:26 Oh ini berarti ada sesuatu nih baru kita 53:29 tanyakan. Jadi ee menanyakan, 53:31 mendengarkan, memahami, bukan 53:34 mengira-ngira aja gitu ya. Mengira-ngira 53:37 di awal boleh sebagai ee apa ya? modal 53:40 awal gitu ya untuk bisa melanjutkan ee 53:43 komunikasi berikutnya. Tapi jangan hanya 53:47 mengira-ngira lalu kita yakin itu gitu. 53:50 Kita harus konfirmasi, kita harus tanya 53:52 atau kitanya sendiri yang tadi ya harus 53:54 secara aktif. Jangan biarkan rusak 53:57 perkawinan kita. Begitu. 54:00 Iya. Betapa pentingnya ya menjaga ini 54:02 tadi ya. Baik. Ee saya ingin sekali 54:04 menyapa teman-teman yang ada di emm 54:09 Sela FM di Batam, kemudian Radio Almas 54:12 di Magelang ya, kemudian Radio Madina di 54:16 Pontianak, Latsa di Sukabumi. 54:20 Juga di Semarang ada Radio Luciana 54:26 yang juga semuanya menyebar luaskan 54:28 siaran-siaran kita nih, Mbak Mona. 54:30 Kemudian juga di Palembang ada Radio 54:32 Rasal, kemudian silaturahim yang di 54:35 Bondowoso, kemudian di Banyuwangi ada 54:39 suara Habibullah 54:41 dan di Jakarta di Piungan ada radio 54:45 silaturahim. Mudah-mudahan apa yang 54:47 dibahas hari ini juga akan sampai ke 54:50 telinga para ee 54:53 istri atau suami sehingga tahu, "Ya deh 54:57 kalau gitu gue harus begini dan begini 54:59 dan begitu. Kita jeda sejenak ya Mbak 55:01 Mona. Nanti kami kembali ke ruangan 55:03 Anda. [musik] 55:16 Brail TV 55:23 masih ditemani Dr. Laila Monaganim yang 55:27 sore hari ini dibincang komunikasi 55:29 ngingetin kita lagi. Benar enggak sih 55:31 sudah yang kita lakukan untuk pasangan 55:33 kita ini? Enggak pria enggak wanita sama 55:35 aja loh ya. Terima kasih emm Mbak Mona 55:39 kalau kita langsung ke pertanyaan yang 55:42 ya kurang lebih sih tapi pengin dengar 55:45 juga sih jawabannya dari hamba Allah. 55:48 [terkesiap] Gara-gara gadget diajak 55:50 bicara enggak pernah menatapku lagi. 55:53 Sebel enggak sih itu? Kenapa sih emang 55:55 enggak bisa dengerin terus mengok 55:57 sebentar ya? 56:00 Yang disalahin gadgetnya, Mbak? 56:02 Iya, yang salah. 56:05 [tertawa] 56:06 Jadi ee ee 56:10 teknologi jadi manusia itu memuh 56:19 jaringan jelek, suaranya enggak 56:20 kedengaran. 56:22 Ondi 56:35 jaringan buruk banget ya. 56:47 H 57:09 [musik] 57:17 [musik] 57:21 Brail TV. 57:24 [musik] 57:28 Ikhwan akhwat rahimakumullah. 57:31 Ternyata 57:32 hubungan antara pasangan bukan hanya 57:36 tidak menyenangkan, tetapi juga hubungan 57:39 internet ini barusan ada gangguan 57:41 sehingga Mbak Mona sekarang masih bisa 57:43 dengar aku. 57:44 Halo. 57:46 Halo. Jadi soal gara-gara gadget diajak 57:50 ngomong matanya tetap keegad. Heeh. 57:53 Heeh. Apa-apa rasanya sebel banget. 57:55 Ditambah satu lagi nih soal gadget juga 57:58 e mungkin bisa dirangkum ya 57:59 pertanyaannya. Kenapa sekarang itu dia 58:02 selalu mendengarkan politik lewat HP-nya 58:04 enggak mau pakai headset kan kedengaran 58:06 sampai ke mana-mana. Saya kesal tahu 58:08 harus diapain ya, Mbak. [tertawa] 58:10 Iya. I ya ya. Jadi, Mbak Nun tadi tuh di 58:14 awal-awal kita bahas bahwa penyebab 58:18 perceraian 58:20 40 sampai 50% gara-gara gadget gitu ya. 58:25 Screen time terlalu panjang. 58:29 screen time yang terlalu panjang bisa 58:32 juga menjadi ee ee dia jadi apa ya 58:36 saingan 58:38 madu. [tertawa] 58:39 Madu, madu, madu. Betul, betul. Nah, 58:42 jadinya adalah ee ee kadang-kadang 58:45 ngasih perhatiannya karena dia fokus 58:47 banget jadi ngasih perhatiannya kurang 58:49 ya kan. Kadang ee apa iya sambil 58:52 melihatnya ke sini sebel banget gitu ya. 58:54 ee di tempat makan pun sambil ini gitu 58:57 ya, sambil gadget dan lain sebagainya. 58:59 Nah, ee karenanya kita harus menyadari 59:03 jangan sampai ee saya tadi ngasih ngasih 59:07 contoh nih, Mbak Nuning ya. 59:08 He 59:09 ee kita ini kerja keras ee memproduksi 59:14 teknologi supaya kehidupan kita 59:17 sejahtera. Cari bikin teknologi yang 59:20 memudahkan kehidupan kita gitu ya. 59:23 Tetapi teknologi itu memakanmu. Itu ada 59:26 ada statement dari siapa? [tertawa] Saya 59:28 suka sekali sama itu. Benar-benar 59:30 ngingetin kita. Kita pintar-pintarin nih 59:34 bikin teknologi. Entar teknologi itu 59:36 yang mau makan kita. So, jangan ngapain 59:39 kita di rumah yang kita udah kelola, 59:42 kita udah bikin dengan sedemikian rupa 59:45 eh kita beli teknologi lalu teknologi 59:48 merusak kehidupan kita. So don't don't 59:51 be smart. buat pilihan yang terbaik 59:53 untuk kehidupan kita gitu. Ee suami yang 59:56 enggak ee cek suami atau istri enggak 59:59 ngedengerin ini ini masalah nih. Jadi 1:00:02 jangan enggak ngedengerin karena di 1:00:04 dalam berkomunikasi itu ada empat 1:00:06 keterampilan. Mendengar, bicara, baca, 1:00:09 tulis. 1:00:11 Mendengar itu porsi terbesar dalam 1:00:13 berkomunikasi dan 75% orang enggak 1:00:17 dengerin gitu. Ee kemudian mendengar 1:00:21 penting. Jadi porsi terbesar dalam 1:00:22 berkomunikasi mendengar. Karena 1:00:24 mendengar itu harus juga kelihatan kayak 1:00:27 dengerin gitu, Mbak Nuning. Itulah 1:00:29 meskipun enggak dengerinak [tertawa] 1:00:32 maksudnya 1:00:34 mendengarkan dan kelihatan kayak 1:00:35 mendengarkan gitu. Jadi bukan cuma iya 1:00:38 saya dengerin tapi saya enggak kelihatan 1:00:40 kayak dengerin gitu loh Mbak Nun. 1:00:41 Makanya 1:00:42 kalau bahasa tubuhnya harus kelihatan 1:00:43 mendengarkan juga ya. Heeh. Heeh. Begitu 1:00:48 Mbak Nuning. Dan mendengarkan untuk 1:00:50 memahami masalahnya atau memahami 1:00:53 pernyataannya begitu Mbak Nuning. 1:00:56 Iya. 1:00:57 Tadi ada satu lagi apa, Mbak Nuning yang 1:00:59 ee 1:01:00 ya 1:01:01 itu dengerin politik tetapi lewat gadget 1:01:04 tapi suaranya dikencengin sementara ee 1:01:08 kan isinya politik kan enggak semua 1:01:10 orang suka toh, Mbak? Gitu maksudnya. 1:01:11 Betul. Betul, Mbak Nuning. Karenanya 1:01:14 perlu cari waktu untuk mengatakannya 1:01:17 gitu ya, menyampaikannya. That ini kalau 1:01:20 dilanjut-lanjutin ngerusak loh hubungan 1:01:22 kita. So, [tertawa] 1:01:23 iya benar, beneran. Kalau itu enggak 1:01:26 suka ya harus disampaikan gitu loh. Dan 1:01:30 ee makanya aku ngerti sudut pandang 1:01:34 kamu, kamu ngerti sudut pandang aku, 1:01:37 gitu kan. Mm sama-sama ngelihatin nanti 1:01:41 mari kita cari solusi apa gitu. Ee 1:01:46 solusi yang terbaik yang semua nyaman. 1:01:48 Kamu butuh kan dengerin dengerin si ee 1:01:51 isu-isu politik nanti dengerin aja pakai 1:01:54 headset tapi nanti implikasinya headset 1:01:56 didengerin terus nanti ee 1:01:59 kita ngomong enggak dengar ngomong. 1:02:01 Jadi, e harus ada time ee ini kita 1:02:06 sama-sama ngerawat pernikahan ini gitu. 1:02:09 Bikin bikin sadar kita sama-sama kok 1:02:12 bikin taman kita nih bagus gitu loh, 1:02:14 Mbak Nuning. 1:02:15 Iya. Iya. 1:02:17 Jadi biar bagaimanapun juga tetap ya 1:02:21 konsolidasi terus dilakukan ya dari 1:02:23 waktu ke waktu. 1:02:24 Iya. Who live who live. Sepanjang hidup 1:02:27 kita konsolidasi. 1:02:28 [tertawa] 1:02:28 Saran Mbak Mona 3 hari sekali apa sehari 1:02:30 tiga kali? 1:02:32 Apa tuh? Apa tuh 1:02:33 konsolidasinya? 1:02:35 [tertawa] 1:02:35 Ya manakala perlu Mbak Nuning. Jadi 1:02:38 karenanya tadi ada bahasa cinta yang 1:02:41 perlu kita sampaikan. Dia butuh yang 1:02:43 tadi tuh ada dia butuh sendiri, dia 1:02:46 butuh bersama, dia butuh ngomong, dia 1:02:48 butuh enggak ngomong, dia lagi posisi 1:02:51 jadi anak, ee lagi dewasa, lagi jadi 1:02:55 orang tua. Kita memahami itu 1:02:56 terus-menerus begitu saling tapi jangan 1:02:59 cuman one side gitu. Karena kalau 1:03:02 [tertawa] one side iya nanti ee ee tidak 1:03:06 menimbulkan kepuasan. Padahal ee 1:03:09 dua-duanya ini harus merasakan kedamaian 1:03:12 gitu di dalam perkawinan gitu. 1:03:15 Ee ada pertanyaan di sini, 1:03:19 istri tuh enggak pernah minta maaf deh, 1:03:21 Mbak. [tertawa] 1:03:23 Oh, jadi diperlukan ya? Bukannya sudah 1:03:25 sadar kalau udah orang biasanya Mbak 1:03:28 Mona kalau orang merasa bersalah kan 1:03:29 yang dilakukan kelihatan ya. Oh, tapi 1:03:31 ternyata ada pasangan yang ingin 1:03:33 mendengar kata maaf keluar dari 1:03:34 pasangannya. Betul, Mbak Nuning. Karena 1:03:37 kalau udah kayak gini yang harus kursus 1:03:39 lagi yang mana nih? [tertawa] 1:03:42 Jadi ee apa ya perasaan perasaan dia dia 1:03:49 kan dia kan merasa ee pasangannya 1:03:53 bersalah gitu ya, berarti dia yang 1:03:55 merasa dirugikan. Iya kan? 1:03:57 Ee seharusnya atau sebaiknya ee si apa 1:04:01 misalnya ya? misalnya istri merasa 1:04:04 suaminya yang bersalah misalnya ya 1:04:07 misalnya ee atau sebaliknya ya sekarang 1:04:11 satu situasi aja istri merasa 1:04:13 pasangannya bersalah sebaiknya si ee 1:04:16 suami ini minta maaf dong supaya dia 1:04:19 juga dan ini ini proven ya terbukti 1:04:22 benar bersalah gitu ya sebaiknya untuk 1:04:24 menyampaikan minta maaf sehingga ee dia 1:04:28 juga merasa ada empati nih gitu ya ee ee 1:04:32 dia merasa ee dirinya tuh dihargai gitu. 1:04:36 Ada yang salah yang dia merasa ee di 1:04:41 perasaan dia bahwa ada yang salah itu 1:04:44 diconfirm iya benar itu salah dan saya 1:04:47 tidak akan melakukannya lagi gitu. 1:04:49 Jadi ada dengan dengan tingkah laku dan 1:04:54 juga dengan pernyataan ketika itu 1:04:56 diperlukan kenapa sih gitu loh? Ini kan 1:04:59 perkawinan kita nih yang kita sama-sama 1:05:01 bikin nyaman ini. Kalau ada apa-apa sama 1:05:04 perkawinan ini dampaknya besar sekali 1:05:07 Mbak Nuning dengan anak-anak dengan dia 1:05:11 pasti enggak kemungkinan besar enggak 1:05:13 nyaman gitu loh. Susah loh cari orang 1:05:15 yang klik gitu Mbak Nuning. Kalau 1:05:17 misalnya entar pindah lalu cari lagi 1:05:20 yang lain sama juga polanya sama ya 1:05:22 enggak jalan juga gitu. 1:05:24 Jadi kenapa sih yang ada enggak kita 1:05:26 perbaiki? Padahal yang ada ini precious, 1:05:29 penting banget, berkualitas banget, 1:05:31 keren banget gitu loh. Itu Mbak Nuning. 1:05:35 [mendengus] 1:05:35 Iya. Ee ini ada yang tanya. 1:05:39 Heeh. 1:05:39 Kalau suami jarang dengerin saya, 1:05:42 enaknya diapain ya? Apa saya dengerin 1:05:43 yang sesuatu yang lain aja? Saya 1:05:45 dengerin musik, saya dengerin apa aja 1:05:47 gitu. Cuekin aja dia gitu. Suami jarang 1:05:50 dengerin saya. Ada kerinduan seorang 1:05:52 istri untuk didengarkan ternyata ya, 1:05:53 Mbak Mona. Nah, saran Mbak Mona terhadap 1:05:55 suami yang enggak mau dengerin istrinya 1:05:57 harus gimana nih? 1:05:59 Ee 1:06:00 kan ini kita posisinya lagi sama 1:06:03 istrinya ya kan. Berarti kita perlu ee 1:06:07 apa ya memang memang ada bahasa yang 1:06:10 berbeda ya antara laki-laki dengan 1:06:11 perempuan ya. Perempuan ngomongnya 1:06:13 panjang gitu ya, laki-laki cenderung 1:06:15 ngomongnya short gitu ya. 1:06:17 Kan perempuan perlu ngeluarin 30.000 1:06:19 kata sehari. 1:06:20 Betul. [tertawa] 1:06:21 sehingga dia juga harus reflektif apakah 1:06:24 banyakan ngomong suaminya ee punya 1:06:26 kesibukan yang ee enggak enggak mampu 1:06:29 untuk mendengarkan. Tapi ketika dalam 1:06:31 situasi yang memang memang perlu untuk 1:06:34 disampaikan, memang perlu ada ungkapan, 1:06:37 makanya cari suasana yang nyaman. eh 1:06:40 kasih tahu bahwa I need to talk to you 1:06:43 gitu loh. Saya butuh didengerin, saya 1:06:46 butuh eh kamu tuh eh ada gitu ya. Bahasa 1:06:51 cinta yang dibutuhkan aku nih adalah 1:06:53 kamu tuh be there, be present. Ada 1:06:56 pikiran dan perasaannya tuh di sini nih 1:06:59 dengerin aku gitu loh. Aku ngerasa aku 1:07:01 ngerasa dihargai dan itu penting gitu. 1:07:04 Ee sampaikan itu berikan yang dia 1:07:08 butuhkan juga ya. bahasa cinta yang 1:07:10 dibutuhkan dan juga ee minta ee kan tadi 1:07:15 bahasa cinta ada banyak Mbak Noni, ada 1:07:17 lima tadi gitu. Jadi aku butuh aku butuh 1:07:20 itu gitu supaya pasangannya juga tahu 1:07:23 dia bisa memberikan quality time yang 1:07:25 terbaik. Begitu, 1:07:28 Mbak Mona. Terkait dengan ee minta maaf. 1:07:31 Tadi 1:07:32 aku ingat beberapa waktu yang lalu 1:07:34 pernah dengar waktu di masjid ada taklim 1:07:36 gitu 1:07:37 ee si istri ini cerita sama temannya 1:07:41 bahwa dia memanfaatkan setiap hari 1:07:44 Jumat. 1:07:46 Heeh. 1:07:46 kalau bisa pagi sebelum suaminya 1:07:49 berangkat, kalau enggak sempat malam 1:07:50 adalah minta maaf untuk kelakuannya 1:07:52 seminggu. [tertawa] 1:07:54 karena ee mungkin saja salah dan enggak 1:07:57 sempat minta maaf. Jadi saya ingat, "Oh, 1:07:58 iya betul juga ya." Nah, berkala seperti 1:08:01 ini ee Nora enggak sih atau memang 1:08:03 diperlukan, Mbak Mona? Jadi dia setiap 1:08:05 Jumat dia minta maaf sama pasangannya. 1:08:08 Ini keren, Mbak Nuning. Ini bagus dan 1:08:10 kalau bisa di dibudayakan 1:08:13 dua belah pihak begitu. Karena kan dua 1:08:15 belah pihak pasti punya sesuatu juga 1:08:17 begitu. 1:08:19 Itu dalam situasi yang normal umum ya 1:08:22 kan. Jadi, jadi terus bikin diri 1:08:25 bersihlah gitu ya. 1:08:26 Nah, tetapi ada isu substantif yang 1:08:30 memang memang salah gitu dan itu kalau 1:08:34 kalau misalnya gini ee maafin aku ya 1:08:37 gitu ya, itu kan ee ee biasa gitu ya, 1:08:40 enggak enggak penting gitu. Tetapi 1:08:42 ketika aku minta maaf ya atas perilaku 1:08:45 yang itu ya 1:08:47 dan aku tahu itu enggak nyaman tuh kamu 1:08:49 gitu ya ee atau ngasih kesempatan dia 1:08:51 menyampaikan lalu aku minta maaf aku 1:08:53 benar-benar minta maaf aku khilafnya 1:08:55 begini itu penting. Jadi ada ada isu 1:08:59 yang umum yang tadi 1:09:01 yang tiap Jumat tadi gitu ya boleh juga 1:09:03 bagus juga dibudayakan gitu ya 1:09:05 [berdehem] kayak lebaran tuh minal aidin 1:09:08 wal faizin maaf lahir batin itu kan ee 1:09:11 umum gitu ya. 1:09:12 Coba Mbak Mbak Mana Mbak Mana bantuin 1:09:14 dong diksinya. Aku juga mau ikutan nih 1:09:17 bikin kalimatnya seperti apa gitu. 1:09:20 Iya. Misalnya tadi gitu ya ee satu isu 1:09:23 misalnya ya misalnya dia ee dia ee ee 1:09:27 ninggalin misalnya ee pada saat dia 1:09:29 butuh misalnya gitu ya. Ini sampaikan 1:09:31 saja penjelasannya nanti pasangannya 1:09:34 akan perlu ee menyampaikan untuk minta 1:09:36 maaf atau kitanya yang meminta maaf 1:09:38 karena kita memang melakukan kesalahan. 1:09:39 Sampaikan saja saya minta maaf, saya 1:09:42 khilaf sekali ee saya tahu masalah ini. 1:09:45 Jadi substansinya juga dijelaskan. 1:09:48 Heeh. terus ee saya minta maaf dan saya 1:09:51 tidak akan melakukannya kembali. Ya, 1:09:54 sesuatu yang kira-kira membuat dia tuh 1:09:57 confidence gitu loh dengan 1:09:59 ee apa namanya relationship ini gitu 1:10:02 loh. 1:10:04 Iya. 1:10:04 Jadi memang ini PR bersama Mbak Nuning 1:10:09 itu gitu. 1:10:10 Ada salam nih dari Mbak Tati. Katanya 1:10:13 aku dengerin acara sore ini keren 1:10:15 banget. terutamanya untuk yang masih 1:10:17 punya Yayang Beb. Oh, kalau yang enggak 1:10:20 punya [tertawa] memang ya sebetulnya 1:10:23 bisa bermanfaat juga untuk dengan 1:10:26 anak-anak atau dengan saudara ya, Mbak 1:10:27 Mona ya. 1:10:28 Iya. 1:10:28 Ee ini yang terakhir mungkin 1:10:31 kalau masih ada yang masuk lagi. Kemarin 1:10:34 saya semobil dengan keponakan suami 1:10:36 istri. di mobil itu saya menyaksikan dan 1:10:40 menyimak bahwa yang perempuan itu kalau 1:10:44 sudah bicara enggak mau disela. Entar 1:10:47 dulu, entar dulu, entar dulu biar aku 1:10:48 selesaikan dulu. Selalu kalimat itu 1:10:50 keluar. Jadi saya enggak heran kalau 1:10:53 suaminya cuek bebek karena sikapnya yang 1:10:56 seperti ini. Sebagai bibinya, apa yang 1:10:59 harus saya lakukan, Mbak Mona? Oh, oke. 1:11:03 Kalau sebagai bibinya posisinya cukup 1:11:07 nyaman ya karena dia ee ee sebagai apa 1:11:10 ya 1:11:10 bibi yang perempuan ya. Heeh. Saudara 1:11:13 ibu begitu. Jadi mungkin bisa ee apa ya 1:11:18 upayakanlah cari waktu gitu ya untuk 1:11:21 ngasih tahu. I love you. Heeh. Aku ingin 1:11:25 menyampaikan 1:11:27 ee 1:11:29 apa 1:11:30 pandangan saya tentang apa yang saya 1:11:33 amati gitu dari 1:11:35 percakapan kamu gitu. 1:11:37 Ee ya mungkin bisa diingatkan perkawinan 1:11:40 ini adalah banyak masalah komunikasi 1:11:43 loh. Jadi yuk kita lihat kembali gimana 1:11:46 caranya supaya komunikasi kita lebih 1:11:49 baik. 1:11:51 kemarin kamu ee ngomongnya begini begini 1:11:54 begini dijelasin situasinya masalahnya 1:11:57 ini bisa berpotensi dampaknya kayak gini 1:11:59 loh sama pasangan ee kalau terus-menerus 1:12:03 jadi kan kesannya kan agresif itu kalau 1:12:05 gayanya gaya agresif kan gaya gaya 1:12:07 komunikasi ada empat mending ya kan 1:12:08 iya 1:12:09 kita pernah bahas itu ya gaya agresif 1:12:11 gaya pasif agresif pasif agresif itu 1:12:15 enggak ber agresif itu langsung tet tet 1:12:18 kayak mitra liur ya. 1:12:20 Heeh. Kalau pasif agresif dia berani 1:12:24 tapi enggak berani-berani amat. Jadi dia 1:12:26 ee nyela ini e apa ya? E dia beraninya 1:12:30 enggak enggak enggak straight to the 1:12:33 point seperti yang si agresif tadi. 1:12:35 Terus ada yang pas yang submissif yang 1:12:39 di bawah posisinya gitu ya. Kalau yang 1:12:42 tadi yang pasif agresif itu tadi yang 1:12:43 misalnya nyindir-nyindir misalnya gitu. 1:12:45 Dia enggak berani langsung, tapi dia 1:12:47 nyindir-nyindir. Yang ketiga adalah yang 1:12:49 pasif. Yang pasif dia itu posisinya 1:12:53 nerimo diapain juga. Iya. Ini enggak 1:12:56 enggak enggak bagus dalam perkawinan 1:12:58 ini. Ketiga itu enggak bagus. Yang 1:13:00 paling bagus adalah asertif, 1:13:03 menyampaikan apa yang dipikirkan, 1:13:06 mendengarkan, menghargai, dan lain 1:13:08 sebagainya. Itu itu perlu terus-menerus 1:13:11 kita kembangkan. Begitu. Jadi si yang ee 1:13:15 kalau si Bibi tadi bisa menyampaikan 1:13:19 bahwa coba deh kalau kedengarannya kayak 1:13:21 gini, apa perasaannya kalau 1:13:24 terus-menerus? Jadi mari kita lihat nih 1:13:26 dampaknya yang kita ini 1:13:28 kalau sayang sama dia harus harusnya 1:13:29 dikasih tahu gitu 1:13:31 dan dikasih gambaran supaya dia tahu apa 1:13:35 yang perlu dia lakukan gitu untuk 1:13:37 memperbaiki dirinya. 1:13:40 Iya. Ee 1:13:43 [terkesiap] 1:13:44 banyak jempol Mbak Mona, tapi waktu kita 1:13:46 sudah tinggal beberapa saat lagi. Jadi 1:13:49 mungkin bisa dirangkum tentang bahasa 1:13:52 cinta, tentang bagaimana menyikapi 1:13:54 pasangan yang sesebel apapun kita 1:13:56 terhadap dia tetap saja harus kita jaga. 1:13:59 [tertawa] 1:14:00 Oh, satu Mbak Ma sebelum ee ke 1:14:03 rangkuman, kalau pasangan sering sekali 1:14:07 melakukan tuduhan, ini yang sering kita 1:14:09 laku ee lihat kan ya, itu pembelaannya 1:14:13 seperti apa atau harus bagaimana agar 1:14:17 yang dituduh bisa terbebaskan dan yang 1:14:20 menuduh juga tidak menjadi ee pihak yang 1:14:24 menzalimi gitu. [tertawa] 1:14:26 Iya, Mbak. Bu Intan ini yang tanya. 1:14:30 Iya, Ibu Intan. Halo, Bu Intan. Jadi, 1:14:32 kalau tadi tuduhan itu memungkinkan 1:14:35 karena dia pakai gaya agresif atau pasif 1:14:39 agresif begitu ya, Mbak Nun. He. 1:14:41 Jadi, yang perlu kita lakukan adalah 1:14:44 tenang dulu deh, ayemin dulu. Kan tadi 1:14:47 kan itu yang keras tadi gitu dia tuh 1:14:49 agresif langsung gini gitu ya. ngasih 1:14:52 tahu harusnya gini atau jangan begini 1:14:54 atau langsung apa ya ee agresiflah. 1:14:59 Gimana caranya kita hadapi dengan 1:15:01 kelembutan untuk menenangkan dia? Tetapi 1:15:04 juga kita jangan merendahkan 1:15:07 in my opinion ya' not going to do it 1:15:09 gitu ya. Enggak mau [tertawa] aku 1:15:10 nerima-nerima terus. Iya enggak ya 1:15:13 enggak enggak. I'm not going to do it. 1:15:15 Saya akan ee bilang, "Oke, coba jelaskan 1:15:19 apa ee yang membuat tuduhan itu gitu ya. 1:15:24 Minta dia jelaskan sudut pandangnya dia 1:15:26 sehingga dia berkesimpulan tersebut." 1:15:29 Heeh. 1:15:30 Jadi kan kita jadi tahu nih, I kan ini 1:15:32 faktanya. Lalu kita juga bisa jelaskan 1:15:35 dari sudut pandang kita apa yang kita 1:15:37 anggap terkait dengan isu yang dibahas 1:15:39 tadi gitu. Jadi kita juga bisa 1:15:42 menyampaikan dengan bukti yang 1:15:44 meyakinkan bahwa sudut pandang yang kita 1:15:48 sampaikan ini benar loh gitu loh. Ee 1:15:52 dengan baik ya dengan baik dengan data, 1:15:54 dengan informasi begitu. Lalu setelah 1:15:57 itu ajak untuk jadi jang jangan nanti 1:16:00 jadinya dia dia yang tadi agresif terus 1:16:03 kita sampaikan fakta ternyata dia salah 1:16:06 gitu ya. He. 1:16:07 Terus kita merasa di atas angin, enggak, 1:16:08 ini ini lagi enggak aku menang, kamu 1:16:12 kalah gitu. Enggak kayak gitu ini enggak 1:16:14 jalan. 1:16:14 Makanya e dalam perkawinan, oke, I don't 1:16:18 like this. Saya enggak suka sama eh apa 1:16:20 yang kamu lakukan itu. Eh, mari kita 1:16:24 perbaiki dengan cara kamu ee 1:16:27 menyampaikan tadi gitu. Misalnya kamu 1:16:29 punya sesuatu ee apa ee ee kecurigaan 1:16:33 terhadap saya, sebaiknya tanyakan saja. 1:16:35 Jangan to the point menuduh karena itu 1:16:38 membuat saya menjadi apa ee membatasi 1:16:43 atau membuat saya menjadi marah begitu 1:16:45 dan ini akan menghancurkan gitu. Jadi ee 1:16:47 ajak untuk yuk kita sama-sama perbaiki. 1:16:50 Balik lagi tanya apa yang sudah baik 1:16:52 dari saya, apa yang belum baik dari 1:16:54 saya, apa yang sudah baik dari kamu, apa 1:16:56 yang belum baik dari kamu. Menurut saya 1:16:59 ee 1:17:00 ajak untuk sama-sama jadi tukang kebun 1:17:03 di taman kita, gitu. Mbak Nuning. 1:17:07 Iya. Jadi, biar bagaimanapun juga ee 1:17:12 segala sesuatunya itu lagi-lagi soal 1:17:15 dijaga ya, Mbak Mana ya. Ee saya ingin 1:17:17 sekali menyapa Ibu Munowarah yang juga 1:17:20 berada bersama-sama kita, Mbak Siska, 1:17:23 kemudian ada Pak Bambang dan yang tidak 1:17:28 disebutkan namanya. senang sekali bisa 1:17:30 berbagi melalui radio silaturahim untuk 1:17:34 menjadi pasangan yang tetap bisa 1:17:36 membanggakan dan dibanggakan ya. Mbak 1:17:39 Mona waktunya sudah mepet banget tinggal 1:17:41 1 seteng menit jadi mari [tertawa] 1:17:44 satu kalimat aja Mbak Dun kalimat. 1:17:45 Iya silakan ditutup dengan satu atau 100 1:17:48 kalimat. [tertawa] 1:17:50 Jadi karena pasangan hidup itu 1:17:55 kita saling menyempurnakan satu sama 1:17:58 lain. Jadi mari benar-benar saling 1:18:00 menyempurnakan. Ada yang dia bagusnya di 1:18:03 sini, ada yang ee enggak bagusnya di 1:18:06 sini, kita bagusin di situ, dan lain 1:18:08 sebagainya. Dia adalah mereka adalah 1:18:12 pakaianmu dan kamu adalah pakaian bagi 1:18:15 mereka. Jadi indah banget kalau kita 1:18:18 tahu peran-peran penting itu. 1:18:20 He 1:18:21 selalu berdoa, selalu berlindung kepada 1:18:24 Allah untuk Allah selalu menjaga 1:18:27 perkawinan kita. Karena Allah sudah 1:18:29 bilang bahwa paling tidak disukai adalah 1:18:31 perceraian. Jadi pastinya insyaallah 1:18:34 keberkahan dari pernikahan ini yang kita 1:18:36 butuhkan. 1:18:37 Semoga menginspirasi pada hari ini. 1:18:40 Terima kasih Mbak Nuning, Iwan dan Ahwat 1:18:42 semua. Asalamualaikum warahmatullahi 1:18:44 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:18:46 warahmatullahi wabarakatuh, Mbak Mona. 1:18:48 Terima kasih sekali. Mudah-mudahan habis 1:18:50 ini kita bisa jauh lebih ngerem. Kita 1:18:52 bisa pilih diksi-diksi yang menyenangkan 1:18:54 pasangan kita. Enggak pria, enggak 1:18:56 wanita, enggak suami, enggak istri, sama 1:18:57 aja ya. Mari kita beri kesempatan 1:18:59 pasangan kita untuk berbicara. Kita 1:19:02 mendengarkannya dengan telinga jiwa. 1:19:04 Enggak cuman ee dengerin tapi seb ituu 1:19:06 apa tadi tadi ngomong apa? [tertawa] 1:19:08 Dan juga em 1:19:11 puji puji pasangan karena ini penting 1:19:13 sekali. Tapi jangan pujian yang sama 1:19:16 dari waktu ke waktu bunyinya sama ya. 1:19:18 Biar enggak membuat dia merasa nih orang 1:19:20 kenapa sih? Oke, sayang sekali lagi 1:19:22 waktu kita sudah sangat ee mepet dan 1:19:25 habis dan saya harus pamit dari ruangan 1:19:27 Anda semua. Terima kasih untuk 1:19:29 radio-radio di daerah yang sudah 1:19:30 menyebarluaskan siaran ini dan untuk 1:19:33 Mbak Mona. Mudah-mudahan bulan depan 1:19:35 kita bisa datang lagi untuk 1:19:38 membuka sekat baru pemahaman kita 1:19:40 terkait dengan komunikasi ya. Billahi 1:19:43 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 1:19:45 warahmatullahi wabarakatuh.