Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- katsiran thyiban barokan fih kama
- yuhibbu rabbuna waardu. Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala sayyidina
- Muhammadin waa ali sayyidina Muhammad.
- Masih dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36, Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi. Radio Silaturahim untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Senang sekali di pagi
- hari ini kami bisa menjumpai ikhwan
- akhwat dalam program acara renungan di
- bawah naungan Al-Qur'an untuk edisi
- Kamis ya, hari yang ke-18 di bulan
- Desember ini bertepatan juga dengan 27
- Jumadil Akhir 1447 Hijriah. Ikhwan
- akhwat. Semoga di pagi hari ini Allah
- senantiasa mencurahkan rahmat kepada
- kita semuanya. Dan alhamdulillah guru
- kita Ustaz Husein Alatas telah hadir di
- studio. Insyaallah kita akan kembali
- membacakan beberapa pertanyaan nanti ya
- yang sudah masuk sebelumnya dan juga
- mengundang ikhwan awat yang mungkin
- ingin berdialog langsung di kesempatan
- ini. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, kita buka bersama
- dengan pembacaan al-Fatihah yang akan
- dibimbing langsung oleh Ustaz Husin kami
- persilakan.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahman.
- irahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim wad
- Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Selanjutnya, Ikhwan akhwat, langsung
- saja kita bacakan ee pertanyaan dari
- siapa ini? Tidak menyebutkan namanya,
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ini temanya hampir sama dengan pertemuan
- selanjutnya, Ustaz. bagaimana kita
- menghadapi ee usia senja, Ustaz. Ee
- selain mengucap syahadat, Ustaz, apa
- saja tanda husnul khatimah yang perlu
- saya usahakan agar tampak ee di diri
- saya itu dan bagaimana saya mengelola
- ketakutan akan suul khatimah, Ustaz.
- Akhir yang buruk tanpa berputus asa dari
- rahmat Allah. Demikian, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah.
- Amin.
- Hamdan katiron thyiban mubarokan fi kama
- yuhibbu rabbuna waardo.
- Allahumma sholli ala sayyidina wa
- nabiyana Muhammadin wa alihi wasohbihi
- wasallim.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. Assalamualaika ya Rasulullah.
- Assalamualaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Hari senja merupakan saat-saat yang
- menentukan
- apabila
- Allah Subhanahu wa taala menutup kita
- dalam keadaan
- beriman, bertakwa,
- dan selalu mengingat Allah berbekal bagi
- hari akhir, bertobat dari
- kesalahan-kesalahan kita yang lampau
- sungguh merupakan peruntungan yang amat
- besar yang tak dapat dibandingkan
- dengan seluruh kekayaan yang terdapat di
- bumi ini. Walaupun dilipat gandakan
- berlipat-lipat,
- tak sebanding dengan peruntungan seorang
- yang ditutup hidupnya oleh Allah dalam
- keadaan husnul khatimah.
- Tapi sungguh merugi orang-orang
- yang mengakhiri hidupnya dalam keadaan
- suul khatimah.
- Dia sudah berusia berada pada usia
- senja, tapi masih
- perhatiannya tertuju pada kehidupan
- dunia.
- Mengikuti hawa nafsunya, menghalalkan
- segala cara untuk mencapai tujuannya.
- dan berangan-angan
- bahwa
- sebelum wafat dia akan bertobat kepada
- Allah. Ternyata sebelum dia bertobat
- datang saat ajalnya secara tiba-tiba
- tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
- Oleh karena itu, kita semua yang berada
- pada usia senja bahkan termasuk
- pemuda-pemuda kita, jangan
- berangan-angan bahwa kita di masa akan
- hidup panjang.
- Berapa banyak bayi baru saja dilahirkan
- ke dunia. Allah Subhanahu wa taala
- menjemput kembali
- bayi tersebut memisahkan dari kedua
- orang tuanya sebagai ujian bagi mereka.
- Begitu juga penganten yang dipersiapkan
- untuk menyambut hari bahagianya.
- Pakiannya disiapkan, acara juga
- disiapkan, dana sudah dikeluarkan.
- Demikian pula tempat acara yang begitu
- megah. Ternyata belum sempat dia
- menikmati saat-saat bahagia berumah
- tangga. Ternyata
- Allah Subhanahu wa taala mengirim
- penjemput yang menjemput dirinya.
- Oleh karena itu, kematian bukan
- ditentukan pada usia tua
- juga tidak ditentukan
- pada seorang yang sakit-sakitan. Berapa
- banyak yang sehat dipanggil lebih dulu?
- Berapa banyak yang muda juga
- mendahului mereka-mereka yang tua. Oleh
- karena itu, mohonlah kepada Allah
- Subhanahu wa taala untuk menjaga hati
- kita,
- begitu pula amal kita membimbing kita
- untuk selalu berada di atas jalan yang
- Allah ridai hingga akhir hayat Allah
- tutup hidup kita dalam keadaan husnul
- khatimah.
- Dan kekuatan doa ini luar biasa
- dahsyatnya. Apabila kita
- bersungguh-sungguh mohon kepada Allah,
- banyak-banyak berzikir kepadanya,
- banyak kita membaca lailahaillallah,
- bertasbih kepada Allah dengan penuh
- penghayatan. Jangan kita baca dengan
- tergesa-gesa.
- Baca lailahaillallah.
- Lailahaillallah.
- Muhammadur Rasulullah.
- Baca selawat kepada nabinya kemudian
- bertasbih. Kalau kita sering membaca dan
- mengucapkannya
- pada saat detik-detik sakaratul maut
- yang biasa kita baca, yang biasa kita
- ingat itu yang akan hadir secara reflek
- bersama kita. Dimudahkan bagi kita untuk
- menutup hidup kita dalam keadaan husnul
- khatimah.
- Oleh karena itu Allah ingatkan dalam
- suratul baqarah, fadkuruni adkurkum.
- Hendaklah kalian selalu mengingat aku.
- Aku akan selalu mengingat kalian.
- Waskuru li wala takfurun. Dan
- bersyukurlah kepadaku. Jangan kalian
- ingkar.
- Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa
- taala berikan kabar gembira kepada kita
- semua pada suratuz zumar ayat 50
- ayat 53.
- ayat 53, 54, 55
- dan ayat-ayat berikutnya memberikan
- kabar gembira juga peringatan bagi kita.
- Allah berfirman, "Qul ya ibadiyalladzina
- asrofu ala anfusihim."
- Katakan, "Wahai hamba-hambaku
- yang telah melampaui batas mengikuti
- hawa nafsunya, hanyut bersama
- angan-angan.
- La taqnatu mir rahmatillah. Jangan
- kalian disebabkan karena dosa kalian
- yang begitu banyak, kelalaian kalian,
- kalian berputus asa dari rahmat Allah.
- Jangan sekali-kali berputus asa dari
- rahmat Allah. Itu yang diinginkan setan.
- Innallaha yagfirudzunuba jami. Sungguh
- Allah akan mengampuni seluruh dosa.
- Innahu hual gfurur rahim. Sungguh Dia
- Maha Pengampun lagi Maha Penyay. Seluruh
- dosa tidak dibatasi.
- Baik sebelumnya orang tenggelam dalam
- syirik, dalam perbuatan dosa mengikuti
- hawa nafsu. Bila dia bertauat, memohon
- ampun kepada Allah, bersujud di
- hadapannya, Allah akan ampuni
- dosa-dosanya.
- Dosa yang tak terampunkan adalah dosa
- iblis. berbuat dosa, berbuat salah, tapi
- bersikap angkuh sombong di hadapan
- Tuhannya. Tapi dosa kakek nenek kita
- diampuni karena dia menyesal, merendah,
- menyadari bahwa apa yang dialami semua
- diakibatkan karena dia terbujuk
- mengikuti godaan setan hingga dia
- menzalimi diri sendiri.
- Jadi, innallaha yagfirudzunuba jamia
- innahu huwal gfurur rahim.
- Lalu kita lanjutkan pada ayat berikutnya
- yang mengingatkan kita, wa anibu ilbikum
- wa aslimu lahu minqobli ayatiumulabu
- tumma la tunsarun.
- Dan kembalilah kalian, jiwa dan raga
- kalian. Kembalilah kepada Allah Tuhan
- kalian.
- Tuhan yang selama ini merawat kalian,
- menjaga kalian, mengasihi kalian,
- menyayangi kalian.
- Waibu ilabbikum wa aslimulah. Dan
- hendaklah kalian berserah diri kepada
- Allah.
- Kalian betul-betul patuh, pasrah dengan
- tulus kepada Allah. Tidak akan sia-sia
- sebelum datangnya azab Allah. Dan pada
- saat azab Allah datang, kalian tak akan
- tertolong. Kecuali kalau kalian kembali
- kepada Tuhan kalian.
- Kalian berserah diri kepadanya. Bahaya
- apapun tak akan menimpa kalian di dunia
- maupun di hari akhirat.
- Setelah itu,
- wattabiu ahsana ma unzila ilaikum
- mirbikum.
- Wattabiu ahsana ma unzila ilaikum
- mirbikum minqobli minqobli yatiakumul
- adzabu.
- Minqobli yatiakumul adzabu bagtatan wa
- antum la tasurun.
- Watabiu ahsana ma unzila ilaikum
- mirbikum.
- Dan ikutilah
- sebaik-baiknya
- yang diturunkan oleh Tuhan kalian untuk
- kalian.
- yaitu kitab suci Al-Qur'an yang
- merupakan sebaik-baiknya kitab,
- sebaik-baiknya petunjuk yang diturunkan
- dari Tuhan kalian untuk kalian
- sebelum kedatangan azab Allah Subhanahu
- wa taala secara tiba-tiba tanpa kalian
- sadari.
- Jadi Allah ingatkan di samping kita
- diajak oleh Allah untuk kembali
- kepadanya berserah diri secara tulus.
- Allah mengajak kita untuk mengikuti
- Alkitab yang diturunkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala untuk kita semua demi
- keselamatan kita, bukan demi memberatkan
- kita.
- an taquula nafsun ya hasrata ala ma
- faradu fi jambillah wain kuntu
- laminasakirin
- sebelum kedatangan satu waktu ya satu
- keadaan di mana jiwa manusia dengan
- penuh penyesalan berkata, "Ya hasrata
- ala ma faratu fi jambillah."
- Betapa besar penyesalan dan kerugianku
- atas kelalaianku yang melalaikan
- kewajibanku kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Wain kuntu laminasakhirin. Dan
- dulu aku dalam kehidupan duniaku
- termasuk orang yang seringki
- mengolok-olok dan meledek orang-orang
- yang mengikuti petunjuk Allah.
- taquula la anallaha hadani lakuntu minal
- muttaqin atau pada saat itu
- dia berkata, "Seandainya Allah
- memberikan petunjuk kepadaku, niscaya
- aku akan tergolong dari orang yang
- bertakwa." Padahal Allah sudah utus
- rasulnya, turunkan kitabnya, berikan dia
- akal, tapi semua diabaikan.
- Au taquula la annali karatan
- faakuna minal muhsin. Atau dia
- berandai-andai.
- Seandainya aku diberikan kesempatan
- kembali ke dunia, aku berjanji untuk
- menjadi orang-orang yang selalu berbuat
- kebaikan. Tapi masa ujian sudah berlalu,
- kesempatan telah hilang, tak mungkin
- dapat kembali.
- Lalu setelah itu Allah Subhanahu wa
- taala menegaskan bala semua yang kamu
- minta telah Allah berikan kepada kamu.
- Kesempatan, waktu ya begitu juga
- bimbingan, petunjuk,
- keluasan untuk berbuat kebaikan. Tapi
- pada saat itu justru kamu mengolok-olok
- orang yang berbuat kebaikan. Kamu kikir
- dengan apa yang Allah berikan kepada
- kamu. Kamu hanyut bersama nafsu dan
- angan-angan.
- Bala semua yang kamu minta Allah telah
- penuhi. Q jaatka ayati. Telah datang
- kepadamu ayat-ayatku. Fakadzabta biha
- wastakbarta. Tapi ternyata kamu dustakan
- dan kamu nyombongkan diri pada saat
- tersebut. Wata minal kafirin. Dan kamu
- tergolong dari orang-orang yang kafir.
- Waumalqiamatiina
- kadabu alallahi wujuhum muswaddah. Dan
- di hari kiamat nanti engkau akan
- menyaksikan orang yang berdusta atas
- nama Allah. Wajah mereka hitam legam.
- Alaisa fi jahanama matwan lil
- mutakabbirin. Bukankah tempat yang layak
- bagi orang-orang yang bersikap sombong
- adalah api neraka jahanam. Tempat yang
- sesuai bagi mereka. Lalu selanjutnya
- bagi orang yang beriman.
- Waunajjillahulladzinaqau
- bimafazatihim la yamassuhum wala hum
- yahsanun. Kemudian Allah selamatkan
- orang-orang yang bertakwa dengan
- kesuksesan mereka melintasi ujian yang
- bermacam-macam.
- Mereka dimasukkan ke dalam taman
- surganya dan tidak akan disentuh oleh
- keburukan sedikitp. Mereka diiringi
- dengan rahmat, naungan dan perlindungan
- dari Allah. Jadi kepada penanya coba
- banyak-banyak merenungkan suratuszumar
- ini dimulai dari ayat 53
- yang berisikan kabar gembira juga
- peringatan.
- Dan rasa takut terhadap suul khatimah
- bukan hal yang buruk. Rasa takut akan
- membuat kita berhati-hati. Justru rasa
- aman dari suul khatimah ini yang amat
- mengerikan dan menakutkan.
- Bapak dan Ibu bisa mohon kepada Allah
- sujud sambil menangis berlindung dari
- azab dan murkanya berlindung juga dari
- suul khatimah. Insyaallah Bapak
- diberikan hidayah, petunjuk dan juga
- perlindungan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Dikumpulkan kelak bersama para
- nabinya
- termasuk Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam, keluarga dan para
- sahabatnya. Amin.
- Baik. Ee semoga terjawab ya tadi dari
- hamba Allah.
- Selanjutnya, Ustaz, ada pertanyaan dari
- siapa ini? Pak Saleh di Ciputat. Ini
- juga saya gabungkan saja, Ustaz, dengan
- Bunda Khadijah yang sebelum siaran kita
- bahas, Ustaz, ini mengenai kehidupan ee
- sekarang yang sulit. Ustaz, Ustaz ee
- kenapa hidup rasanya semakin sulit bagi
- kami yang sudah berusaha jujur dan taat
- beribadah? Sementara di sisi lain kita
- lihat orang-orang korupsi
- dan tidak taat beragama justru terlihat
- hidup mewah dan urusannya dilancarkan
- katanya Ustaz. Nah, apakah ini bentuk
- ketidakadilan atau ada hikmah yang yang
- tidak kami pahami? Satu lagi, di tengah
- kenaikan harga, kebutuhan pokok dan
- sulitnya mencari kerja, Ustaz,
- seringkiali kami merasa ya sesak dan
- mengeluh karena beban mental yang berat.
- Nah, apakah mengeluhkan kondisi ekonomi
- yang menjepit ini termasuk tanda bahwa
- kami ini kurang bersyukur dan tidak rida
- terhadap keadaan terhadap takdir Allah
- ini? Bagaimana batasannya agar keluh
- kesah kami ini tidak menjadi dosa untuk
- kami, Ustaz? Syukran.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma atina min indika rahmah waimna
- min ladunka ilman nafi unfaf'na bimaam.
- Rabbana zidna ilman waikna bisihin.
- Kepada Bapak Rusli ya, Pak Saleh dan
- Bunda Khadijah.
- Salh. Begitu juga kepada yang lain yang
- berada pada kondisi yang sama.
- Apabila kita sadar selalu
- bahwa Allah Subhanahu wa taala maha
- pengasih lagi maha penyayang
- dalam merawat, mengasuh, dan mendidik
- hamba-Nya
- hingga kita berhusnudan terhadap Allah.
- Berbaik sangka. Berbaik sangka ini akan
- membuka pintu harapan bagi kita.
- akan menerangi kalbu kita juga
- menentramkan hati kita dan akan membuat
- juga apa
- yang tadinya kita menghadapi kesulitan
- akan terjadi perubahan.
- Kalau seandainya kita berbicara mengenai
- kesulitan hidup yang kita alami,
- sebetulnya Rasul dan para sahabat dulu
- menghadapi kesulitan yang lebih besar di
- tengah-tengah lingkungan yang keras.
- Bukan di tengah-tengah negara yang penuh
- dengan ladang pertanian, sungai-sungai
- yang mengalir, tapi di tengah situasi
- keadaan yang sulit.
- Di mana terkadang Rasul tidak menjumpai
- makanan walaupun hanya sebutir kurma,
- dia menahan diri. Begitu pula sang putri
- tercinta
- mengikat perutnya karena menahan lapar.
- H.
- Demikian pula sahabat-sahabat yang lain.
- Bukan hanya mereka dalam kesulitan,
- bahkan mereka berperang juga dengan
- bekal kurma yang mereka hisap-isap.
- Seperti dalam satu peperangan Rasulullah
- mengutus pasukan
- dibekali satu kerbah kantong kulit yang
- berisikan kurma. Itu bekal perjalanan
- mereka.
- Mereka berjuang
- dengan sedikit bekal. Mereka berhasil
- meraih kemenangan. Ketika kembali mereka
- melintasi perjalanan menuju ke Madinah
- di tepi pantai,
- tahu-tahu mereka menjumpai seekor ikan
- yang besar terdampar.
- Akhirnya mereka nikmati makanan tersebut
- yang merupakan hadiah dari Allah. Lalu
- sebagian mereka keringkan, mereka bawa
- ke hadapan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Kesadaran
- akan
- kedudukan kita sebagai manusia yang
- sedang menjalani ujian. Bukan hidup
- untuk bersenang-senang menikmati
- kesenangan dunia, tapi untuk menghadapi
- berbagai macam cobaan. Baik senangnya
- maupun susahnya kita hadapi sebagai
- cobaan. Senangnya kita syukuri. Kemudian
- sulitnya kita sambut dengan kesabaran.
- Kemudian jangan kita gantungkan harapan
- kita pada makhluk pada sebab walaupun
- kita berusaha gantungkan harapan kita
- kepada Allah subhanahu wa taala.
- Bapak saleh yang dirahmati Allah,
- salah satu rukun haji kita yaitu saie di
- antara Safa dan Marwah.
- Kata sai dalam bahasa Arab
- terjemahannya dalam bahasa Indonesia
- adalah usaha.
- Tapi karena kita sudah berakrab dengan
- pekerjaan sai tanpa memahami
- maknanya,
- kita beranggapan sa itu berlari-lari
- kecil.
- H.
- Padahal kata sa'i dalam bahasa Arab
- diambil dari sa'a yas'a yang artinya
- berusaha.
- As'a ya diterjemahkan ke dalam bahasa
- Indonesia usaha karena ain susah untuk
- disebutkan ya. Jadi kalau saya
- mengatakan dalam bahasa Arab ana asa
- berarti saya berusaha
- a ini dirubah menjadi H karena sulit
- disebutkan
- dalam bahasa Indonesia karena kita punya
- huruf A tapi tidak punya A.
- He.
- Nah, apa yang dilakukan Sayidah Hajar
- sebetulnya pendidikan buat kita semua.
- pendidikan buat kita. Di saat kita
- menghadapi kesempitan, di tengah-tengah
- lingkungan yang begitu keras, tidak
- terdapat tanaman, tidak terdapat juga
- air. Sampai Nabi Ibrahim berdoa, Pak
- Rbiana
- inni askantu
- minriyati biwin giri
- bait muharam. Wahai Tuhanku, aku telah
- tempatkan tinggalkan sebagian dari
- keluarga
- di lembah yang tidak terdapat tanaman.
- Apakah Nabi Ibrahim zalim? Tidak. Itu
- perintah Allah untuk menguji keikhlasan
- kepasrahannya pada Allah. Sang istri pun
- ketika akan ditinggalkan,
- dia bertanya, "Apakah ini perintah
- Allah?" Ibrahim mengatakan, "Naam, ini
- merupakan perintah Allah." Sang istri
- langsung bergembira. Kalau gitu Allah
- tidak akan menyia-nyiakan kita. Dia
- bukan bergantung pada suaminya.
- Suaminya sendiri pun butuh kepada Allah.
- Begitu suami pergi, dia bersama anaknya
- di padang tersebut tidak berputus asa.
- Tapi terlebih dahulu dia berusaha
- naik ke Bukit Safa, melihat ke sana
- kemari. Mungkin ada sesuatu yang bisa
- digunakan menyambung hidupnya atau
- kafilah yang berlalu atau tanda-tanda
- adanya air biasanya dengan burung-burung
- yang berkumpul berkerumun di suatu
- tempat.
- tidak menemukan berangkat menuju Marwah.
- Bolak-balik di antara Safa dan Marwah
- bukan pekerjaan sia-sia.
- He.
- Tapi sebagai
- bentuk usaha yang Allah perintahkan
- kepada kita. Adapun hasilnya kembali
- pada Al
- Allah.
- Setelah dia berusaha sebanyak tujuh
- kali, ya. Baru setelah itu dia pasrahkan
- dirinya kepada Allah. Datanglah bantuan
- dari Allah.
- Malaikat mengirimkan makanan. Kemudian
- dengan rahmat Allah, Allah pancarkan air
- zamzam.
- Air zamzam ya yang
- memancar dari daerah yang kering
- kerontang. Yang hujan mungkin turunnya
- hanya 1 tahun sekali. Tetapi dengan
- rahmat Allah bisa menyirami dan
- memberikan minum bermiliar-miliar
- manusia. Hingga kini
- dia berusaha rezeki dari Allah. Begitu
- juga Bapak Saleh. Coba mulai sekarang
- ya, Bapak pasrahkan, serahkan hidup
- Bapak kepada Allah. Gantungkan harapan
- kita pada Allah. Kita berusaha hanya
- sebab
- melakukan se sebab. Jangan biasakan diri
- kita melamun di rumah. Setelah kita
- salat, berdoa kepada Allah, sujud, mohon
- rahmatnya, kita keluar.
- kita keluar ya. Kalau
- Anda bertanya ke mana saya keluar dari
- rumah? Coba Anda berusaha. Insyaallah
- dengan rahmat Allah Subhanahu wa taala
- akan berikan rezeki yang penuh
- keberkahan. Dan jangan Anda berkecil
- hati
- dengan sulitnya usaha. Begitu juga
- dengan susahnya rezeki. Karena bagi
- Allah mudah sekali walaupun tanpa sebab
- kehidupan seperti di Makkah. Ketika
- pertama kali Sayidah Hajar datang ke
- sana, Allah limpahkan rahmatnya pada
- mereka. Karena iman pasrahnya seorang
- wanita, Allah pancarkan juga mata air
- keberkahan yang terus melimpah hingga
- kini.
- Tugas kita berusaha rezeki dari Allah.
- Dan Bapak saleh juga harus tahu bukan
- hanya Bapak.
- Saya ketika pertama kali berumah tangga,
- pendapatan saya itu tidak mencukupi
- kebutuhan saya sebulan. Saya hanya
- menerima pendapatan Rp100.000.
- Sedangkan kebutuhan saya pada saat itu
- Rp300.000.
- Saya keluarkan 20.000 dari Rp100.000
- untuk fisabilillah.
- Ternyata Allah gantikan dengan yang
- lebih baik.
- Saya punya perabotan, pernikahan, saya
- jual untuk kontrak rumah. Istri
- alhamdulillah menerima.
- Terkadang anak sakit, kita tidak punya
- uang untuk berobat ke dokter.
- Terkadang kita untuk menutupi kebutuhan
- kita berhutang ke sana kemari.
- Ini perjalanan hidup. Tapi kalau kita
- renungkan, di situlah kita merasakan
- manisnya hidup. Faidza faragta fansob
- waika fargab. Kalau kamu sudah selesai
- dari satu urusan, mulai pekerjaan yang
- baru dan jadikan harapanmu hanya kepada
- Allah.
- Jadi, Bapak Saleh jangan beranggapan
- dalam hidup ini hanya Bapak yang
- sendirian dalam kesulitan.
- Bapak bersyukur alhamdulillah Bapak
- dianugerahkan iman petunjuk dari Allah.
- Sedangkan para koruptor
- jangan Bapak anggap mereka bahagia.
- Mereka bersenang-senang,
- menghambur-hamburkan harta. Tiap manusia
- Allah anugerahkan fuad di hatinya. Fuad.
- Fuad ini kesadaran
- di mana kalau dia berbuat salah
- hatinya akan resah dan gelisah.
- Walaupun semua orang memuji dirinya,
- menyebut-nyebut namanya sebagai orang
- yang baik, tapi kalau dia mendapatkan
- hartanya dari cara yang haram, hatinya
- bergelisah resah, hidupnya tidak nyaman.
- Nampak casingnya di luar begitu indah,
- tapi dalamnya betul-betul digerogoti
- oleh kesedihan, ketakutan, keresahan,
- dan kegelisahan. Dan amalnya, sedekahnya
- pun tidak akan diterima di sisi Allah.
- Kenapa? Karena yang Allah terima hanya
- dari hasil orang yang bertakwa.
- Mereka dengan harta dijauhkan dari
- Allah. Bapak dengan cobaan ini
- didekatkan kepada Allah.
- Artinya bukan Allah tidak adil, tapi
- Allah memilih bapak, memilih orang yang
- serupa dengan bapak.
- untuk selalu membuat dia teringat kepada
- Allah agar Allah Subhanahu wa taala
- melimpahkan rahmatnya kepadanya. Dan
- Bapak jangan berkecil hati
- baca
- doa, baca Al-Fatihah. Coba resapi.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Coba buka pintu-pintu yang tertutup.
- Dengan nama Allah yang maha
- pengasih lagi maha penyayang. Resap
- jangan hanya dibaca tapi jadikan sebagai
- sesuatu yang kita hayati.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Dengan nama Allah yang maha pengasih
- lagi maha penyayang. Insyaallah yang
- tertutup akan terbuka bagi Bapak. Tapi
- jangan lupa setelah itu, alhamdulillahi
- rabbil alamin. Segala puji bagi Allah
- Rabb Tuhan semesta alam yang merawat dan
- menjaganya.
- Arrahmanirrahim kembali diulangi yang
- maha pengasih lagi maha penyayang dalam
- merawat hambanya dan makhluk-makhluknya.
- Maliki yaumiddin. Ini yang tidak
- disadari oleh para koruptor,
- oleh mereka-mereka yang hanyut bersama
- hawa nafsu mereka. Maliki yaumiddin.
- Bagaimana mereka nanti di hadapan Maliki
- yaumiddin.
- Tapi kalau Bapak dalam kondisi selalu
- ingat kepada Allah, sadar begitu
- berhadapan dengan
- Maliki Yaumiddin, bahkan dengan
- peringatan yang mengingatnya dia sadar,
- dia bersyukur alhamdulillah dengan
- hidayah yang Allah berikan padanya. Oleh
- karena itu Allah tunjukkan jalan
- keselamatan.
- Iyaka na'budu wa iyaka nastain. Hanya
- kepada-Mu ya Allah kami menyembah.
- Hanya kepada-Mu ya Allah kami mohon
- pertolongan, dambaan dan harapan kami.
- Seperti doa Imam Ali Zainal Abidin.
- Allahumma man asbaha
- lahu thqatun a rajaun ghair. Ya Allah ya
- Tuhanku. Seandainya seorang di pagi hari
- membuka matanya,
- dia memiliki pegangan harapan selain
- dari Engkau.
- Sedangkan saya, ya Allah, tidak memiliki
- harapan, pegangan, sadaran, kecuali
- hanya Engkau. La syarikalak.
- Maka selamatkan aku dari berbagai macam
- fitnah yang akan mencelakakanku. Dan
- bukalah pintu rahmat-Mu ya Allah. Betapa
- indahnya kalau kita menikmati munajat
- bersama Allah,
- merasakan tangan-tangan Allah membelai
- kita dengan bimbingan petunjuknya.
- Seperti seorang ayah ketika dia
- memaksakan dirinya tega untuk mendorong
- anaknya belajar. Mengingatkan diri bukan
- karena orang tua tidak sayang kepada
- anaknya, tapi karena ingin anaknya
- sukses.
- Apalagi Allah Tuhan semesta alam yang
- maha pengasih lagi maha penyayang.
- Bapak saleh sedang disayangi Allah,
- diberikan perhatian. Begitu juga
- orang-orang yang serupa. Dan saya pernah
- merasakan keadaan kondisi,
- merasa soal tertutup dari segala
- penjuru. Tidak lagi ada harapan sama
- sekali dari manusia.
- Tapi subhanallah dengan kita berdoa
- sujud di hadapan Allah tahu-tahu yang
- tadi tertutup terbuka bukan hanya pintu,
- seluruhnya terbuka dengan izin Allah
- Subhanahu wa taala. Maka
- banyak-banyaklah kita berzikir,
- beristigfar, resapi, hayati manisnya
- kita bermunajat bersama Allah Subhanahu
- wa taala. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Tadi yang satu lagi dari
- Bunda Khadijah, bagaimana ee antara
- sabar dan mengeluh, Ustaz? Heeh.
- Agar katanya ee bagaimana batasan agar
- keluh kesahnya itu tidak menjadi dosa?
- Ustaz,
- kalau seandainya kita sadar
- ujian yang datang dari Allah bukan
- pertanda Allah Subhanahu wa taala tidak
- menyukai kita atau meninggalkan kita.
- Begitu juga kebaikan yang kita terima
- ini bukan bertanda bahwa Allah Subhanahu
- wa taala menyayangi kita.
- Allah berfirman dalam surah alfajr,
- faammal insanu idza mabtalah rbuhu
- faakrahu waamahu fqubi akr manusia ini
- banyak yang salah paham kalau diuji oleh
- Allah dengan kesenangan, kemurahan dan
- kemuliaan dibilang Tuhanku sayang
- padaku.
- Amma idtahu faqadar alaihi rizq fqulu
- rbi ahan. Tapi sebaliknya kalau Allah
- uji dia dengan kesempitan rezeki dan
- kesulitan, dia mengatakan Tuhanku telah
- apa? Menghinakan aku dan merendahkan
- aku. Sama sekali tidak. Ini ujian. Oleh
- karena itu Allah ingatkan dalam surah
- Al-Hadid, ma asoba mim musibatin
- fil ard w anfusikum illa fi kitabim
- minqabaha
- inalikaallahi yasir. Ingatlah wahai
- manusia, tidak ada satu musibah atau
- perolehan yang didapatkan manusia.
- Dalam bahasa Arab asab itu bukan hanya
- menggambarkan musibah tapi juga
- perolehan. tidak ada perolehan yang kamu
- terima, tidak ada juga apa e cobaan
- keberatan yang kamu rasakan
- melainkan kami apa? Begitu juga kejadian
- yang terjadi bumi dengan berbagai macam
- cobaan-cobaan yang dialami manusia
- kecuali semua tertulis dalam kitab Allah
- Subhanahu wa taala sebelum bahkan kami
- ciptakan manusia.
- Tapi ingat, jangan kita menuduh Allah
- Subhanahu wa taala dengan perbuatan
- zalim yang kita lakukan. Contohnya
- bencana yang terjadi di Aceh, di Padang,
- ya, di wilayah Sibolga dan lain
- sebagainya. Jangan kita beranggapan
- bahwa ini perbuatan Allah. Ini
- pelanggaran manusia terhadap takdir dan
- norma-norma
- alamiah yang ditetapkan Allah. akhirnya
- berakibat buruk bukan hanya pada
- pelakunya, tapi kasihan juga pada
- masyarakat yang tidak berdosa ini. Lalu
- Allah hibur bahwa mereka-mereka
- mengalami cobaan ini sebagai ujian bagi
- mereka.
- Lalu Allah terangkan, likai lau ala ma
- fatakum. Agar kalian tidak larut dalam
- sedih dan duka atas sesuatu yang hilang
- dari kalian. Karena kehilangan di dunia
- bukan kehilangan seperti di akhirat.
- Banyak orang kehilangan di dunia
- kekasihnya, orang yang dicintai atau
- hartanya atau di hari akhirat
- ditempatkan di tempat yang mulia karena
- sadar dan sabar.
- Agar kalian tidak larut dalam sedih dan
- duka karena sesuatu yang hilang dari
- kalian. Wala tafrahu bima atakum. Juga
- untuk mengingatkan kalian agar kalian
- tidak bersukaria, berifia dengan sesuatu
- yang Allah berikan pada kalian.
- Wallahu la yuhibbu kulla mtarin fakhur.
- Allah paling tidak menyukai orang yang
- angkuh lagi bangga diri. Oleh karena
- itu, Kang Rizal, seorang mukmin sadar
- sebagaimana dia menghadapi siang dan
- malam siri berganti
- itu merupakan keharusan yang harus
- dihadapi. Begitu juga cobaan hidup ini.
- Terkadang lapang, terkadang sempit,
- terkadang kita senang, bahagia,
- terkadang kita bersedih. Kalau bukan
- karena cobaan ini, manusia akan lupa
- kepada Allah. Kalau Allah bentangkan
- rezekinya, berikan mereka semua
- kesenangan dunia, tidak ada satuun dari
- mereka mungkin yang akan ingat Allah.
- Tapi dengan rahmat Allah,
- Allah Subhanahu wa taala uji mereka
- dengan sehat dan penyakit. Uji mereka
- dengan lapang dan sempit, senang dan
- susah. Pertemuan dan juga perpisahan.
- Pertemuan juga dengan
- perpisahan. Oleh karena tidak ada jamuan
- yang tak bubar. Tidak ada jamuan yang
- yang tak bubar.
- Semua apa? Semua kalau kita perhatikan
- sama-sama
- mengandung makna yang amat indah. Baru
- kita merasakan nikmatnya pertemuan
- dengan adanya perpisahan. Betul gak?
- Iya.
- Tapi kalau selamanya pertemuan, yang
- lahir kejemuan dan tidak akan menghargai
- nikmat Allah.
- Iya. Jadi semua memang diatur oleh Allah
- dan kita harus siap menerima keduanya
- sebagaimana kita menghadapi siang dan
- malam siri berganti. Begitu pula pada
- saat kita senang jangan lupa.
- Kita tidak akan selamanya senang. Kalau
- kita terus seperti tidak mungkin kita
- bersyukur.
- Lalu berganti dengan kesusahan.
- Yang penting dalam senang dan susah,
- dalam lapang dan sempit kita selalu di
- jalan Allah Subhanahu wa taala. Ini
- merupakan kebahagiaan yang tak
- terhingga. Seperti yang dialami oleh
- Nabi Ayub. Setiap kali dia menghadapi
- cobaan, dia mengatakan semua ini milik
- Allah. Dia memberi, kapan dia mengambil,
- kita harus kembalikan dengan hati yang
- rela dan pasrah.
- Ini pelajaran yang amat indah. Jadi, Ibu
- Khadijah atau yang lain hendaknya kita
- selalu betul-betul berbekal kesadaran
- akan peran kita di muka bumi ini. Bukan
- dunia sebagai tujuan, tapi tujuan kita
- di hari akhir setelah kita menyelesaikan
- ujian kita, jangan pada masa ujian kita
- berpikir untuk berleha-leha,
- bermain-main. Begitu datang hasil ujian
- kita akan menyesal. Wallahuam. Satu
- lagi.
- Baik, Ustaz. Satu lagi dari sebentar
- Ustaz ee saya buka dulu yang tadi dari
- siapa? Dari
- hamba Allah kembali Ustaz tidak
- menyebutkan namanya. Ustaz, bagaimana
- cara kita berhusnuzzan kepada Allah di
- saat kita diuji dengan semuanya? Padahal
- menurut kita sendiri kita sudah
- melakukan apa yang diperintah dan
- menjauhi apa yang dilarang Allah. Tapi
- kenapa kita masih seperti ini, Ustaz?
- Apalagi ekonomi kita yang belum kunjung
- membaik malah menambah hutang kata
- Ustaz. Kurang lebih tadi sudah
- dijabarkan mungkin terakhir Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Jangan sekali-kali kita menganggap amal
- kita yang kita lakukan, ketaatan kita
- kepada Allah ya sebagai hutang Allah
- kepada kita.
- Jangan kita beranggapan kebaikan yang
- kita lakukan.
- Begitu juga ketaatan kepada perintahnya
- sebagai hutang Allah kepada kita.
- Kita berhutang kepada Allah dengan
- seluruh hidup kita. Seandainya sepanjang
- masa kita sujud ya,
- hingga punggung kita dalam keadaan
- bengkok, meneteskan air mata hingga mata
- kita buta, tak akan dapat membayar
- nikmat Allah yang tak terhingga.
- Kalau Anda perhatikan, ada seorang kaya
- raya. Kaya raya.
- Tahu-tahu
- dia mendengar
- pernyataan dari dokter yang merawatnya
- bahwa Anda harus cuci darah. Ginjal Anda
- tak berfungsi.
- Ketika dia cuci darah,
- mulai saat itu semua dibatasi minumnya,
- makannya.
- Dia tidak lagi mampu untuk berhubungan
- dengan lawan jenisnya.
- Bila minum terlalu banyak, pada saat
- cuci darah dia akan disedot juga airnya
- cukup banyak. Dan itu juga di antara
- mati dan hidup. Kekayaannya melimpah
- ruah. Dia bertanya, "Ustadz, saya mau
- tanya, kenapa Allah coba saya begini?
- Saya katakan, kamu harus bersyukur pada
- Allah. Kamu diberikan kekayaan,
- diberikan harta, tapi kamu tidak mampu
- mengendalikan nafsumu.
- Kamu selalu mencari kesenangan ke sana
- dan kemari.
- Akhirnya kamu mengalami cobaan seperti
- ini, tidak langsung Allah jemput kamu
- karena mengajak kamu untuk bertobat
- kembali kepadanya.
- Dulu kamu diberikan kesenangan, sekarang
- dicoba untuk membuat kamu mengingat
- Allah.
- sampai pernah satu kali waktu di saat
- dia putus asa, dia berangkat ke tanah
- suci melakukan ibadah umrah. Kemudian
- dia berharap dia mati di sana karena
- hidupnya dia merasakan tidak memiliki
- arti.
- Ternyata ketika dia sedang bertawaf, dia
- tidak cuci darah sebelumnya langsung dia
- terkapar dalam keadaan tidak sadar.
- Tahu-tahu ketika dibuka matanya, dia
- pikir sudah di hari akhirat. Ternyata
- berada di rumah sakit ya karena ada
- kartu keanggotaan cuci darah langsung di
- tangan dicuci darahnya kembali sehat.
- Saya bilang Allah masih berikan kamu
- kesempatan. Kalau kamu berpindah menuju
- hari akhir di sana tidak akan dapat
- kesempatan lagi. Apa artinya?
- Penderitaan singkat dalam kehidupan
- dunia dibandingkan dengan kebahagiaan
- kekal di hari akhir. Satu hari di sisi
- Tuhanmu
- sama dengan 1000 tahun dalam hitungan
- kita. Jadi kalau Anda hidup saat ini 65
- tahun,
- 65 tahun katakan umur 70 tahun Anda
- meninggal dunia. Kalau usia seorang 100
- tahun hanya 1/10 satu hari akhirat.
- Dan manusia seluruhnya dalam kehidupan
- dunia akan menjalani cobaan. Bukan hanya
- kamu, cuma cobaan yang berbeda-beda. Ini
- kaya menghadapi penyakit. Ada seorang
- yang sehat menghadapi kesulitan hidup.
- Justru kesulitan hidup ini yang akan
- menempa kita. Jangan berburuk sangka
- pada Allah. Ketahuilah terkadang yang
- tidak kita sukai itu yang membawa
- kebaikan buat kita. Seperti ketika Qarun
- dengan bangga memamerkan kekayaannya,
- orang-orang yang lemah imannya berkata,
- "Coba seandainya kami he
- memiliki apa yang Allah berikan kepada
- Qarun walaupun hanya sedikit saja, dia
- sungguh orang yang beruntung." Tahu-tahu
- ketika mereka sedang menyaksikan Allah
- tenggelamkan Qarun ke dalam perut bumi
- bersama pengikutnya dan semua hartanya.
- Begitu mereka menyaksikan, mereka
- mengatakan kalau Allah tidak berbelas
- kasih terhadap kami, melimpahkan
- karunia, niscaya kami akan mengalami
- nasib seperti.
- Jadi jangan kita melihat keluar, kita
- anggap mereka senang, mobil mewah, rumah
- mewah, pasangan-pasangan, anak-anak yang
- sekolah di sekolah-sekolah yang
- bergengsi,
- kita tidak iri kepada mereka. Oleh
- karena itu, ada sebuah riwayat hadis
- cuma sering disalah tafsirkan. Kang
- Rizal itu hadis yang berbunyi, "Adunya
- sijnul mukmin wa jannatul kafir." Dunia
- ini penjara bagi orang yang beriman,
- surga bagi orang kafir.
- Seolah-olah hadis ini mengajak kita
- untuk hidup miskin, melarat. Padahal
- bukan begitu maksudnya.
- Ketika seorang Yahudi berjumpa dengan
- Imam Hasan
- bin Ali bin Abi Thalib, Sayidina Hasan
- menggunakan pakaian yang baik,
- mengendarai kuda, penampilan yang begitu
- gagah. Sedangkan si Yahudi ini miskin
- dan melarat. Dia mengatakan
- kepada Imam Hasan, "Dulu kakek kamu
- mengatakan bahwa dunia penjara bagi
- orang yang beriman, surga bagi orang
- kafir." Kenapa? Justru saya sebagai
- seorang kafir hidup dalam penderitaan
- dan kemiskinan, sedangkan kamu sebagai
- seorang muslim hidup dalam berarti
- ucapan kakek kamu bohong. H.
- Dijawab oleh Imam Hasan, "Kamu salah
- memahami hadis ini. Ketahuilah saya ini
- dengan kenikmatan yang Allah berikan
- kepada saya
- dibandingkan surga yang Allah sediakan
- bagi orang yang bertakwa, kehidupan saya
- ini adalah penjara.
- Kalau Allah perlihatkan kepada manusia
- kehidupan di surga, walaupun sekejap
- mata tidak ada seorang pun yang akan
- betah tinggal di dunia ini. Jadi
- walaupun saya diberikan kenikmatan
- seperti ini dibandingkan dengan
- kenikmatan surga yang Allah janjikan
- untuk orang yang bertakwa, kehidupan ini
- merupakan penjara. Jangan kita
- beranggapan ini surga, akhirnya kita
- lupa. Begitu juga kamu dengan
- penderitaan yang kamu alami, tapi dengan
- kekafiran kamu dan neraka yang kamu akan
- masuki, kehidupan kamu saat ini surga.
- Kehidupan kamu saat ini
- surga.
- Jadi mereka yang kaya raya ini jangan
- beranggapan ini kehidupan ini surga.
- Sangril bukan penjara bagi mereka kalau
- mereka tahu kehidupan akhirat. Oleh
- karena itu yang dicoba dengan kesusahan
- kalau dia berhusnudan pada Allah.
- Selesai ujian insyaallah akan menempati
- tempat yang amat indah.
- Berkaitan dengan rezeki sebetulnya ini
- cobaan buat Bapak. Coba alihkan perasaan
- Bapak yang tadinya beranggapan Allah ya
- kurang adil atau Allah Subhanahu wa
- taala tidak memperlakukan dirinya dengan
- mulia. Alihkan ibadah ketaatan Bapak
- untuk Allah sebagai ungkapan syukur.
- Bukan karena mengharapkan rezeki,
- tapi sebagai ungkapan syukur Bapak yang
- menerima hidayah karunia dari Allah ya
- diberikan petunjuk. Ya Allah aku
- melakukan ibadah ini semata-mata bukan
- karena merasa bahwa kebaikanku
- bermanfaat kepadamu atau karena kamu
- berhutang kepadaku. Tapi aku berhutang
- kepadamu dengan seluruh hidupku. Aku
- lakukan ibadah ini sebagai ungkapan
- syukurku dan cintaku padamu. Kalau Anda
- bisa melakukan hal ini, insyaallah hidup
- Anda akan betul-betul merasakan
- kebahagiaan yang sempurna. Oleh karena
- itu, Imam Ali sebagai penutup berkata
- apa? Manusia yang beribadah pada Allah
- tiga golongan. Satu, yang beribadah pada
- Allah sambil menghitung-hitung pahala.
- H
- menunggu balasan dari Allah. Itulah
- ibadahnya para pedagang.
- Satu lagi, beribadah kepada Allah mirip
- dengan budak. Kalau diawasi rajin, tidak
- diawasi langsung apa? Bermalas-malasan.
- Itulah ibadahnya para budak. Tapi yang
- ketiga, mereka yang beribadah bukan
- karena surga yang menjadi tujuan
- utamanya, bukan juga karena neraka yang
- menyebabkan dia beribadah. Ya, tapi yang
- menjadi tujuan ibadahnya adalah syukur
- dan cintanya kepada Allah. Ibadatus
- syakir. Dia tidak pernah merasa dengan
- amalnya memberikan sesuatu untuk Allah.
- Justru dia bersyukur dengan hidayah
- taufik yang Allah berikan kepadanya.
- Jadi kalau Bapak selamanya menganggap
- amal pekerjaan Bapak ini hutang bagi
- Allah yang mesti dibayar
- ini merupakan ibadah yang tidak murni.
- Tapi usahakan murnikan ibadah Bapak
- semata-mata karena Allah. Allah akan
- memberikan hal yang tidak pernah Anda
- bayangkan.
- Kemarin dalam sebuah dialog ya seorang
- bertanya, "Ustaz, saya sudah bangun
- malam salat ya beribadah pada Allah
- supaya saya dapat diterima di perguruan
- tinggi favorit saya." Ternyata apa? Saya
- tidak diterima.
- Jadi jangan beranggapan bahwa nasib kita
- ditentukan dengan perguruan tinggi yang
- kita inginkan. Tidak.
- Jadi kamu jangan tahajud kamu untuk
- mendapatkan sekolah favorit. Tahajud
- kamu sebagai ungkapan syukurmu, cintamu
- kepada Allah. Baru Allah akan berikan
- kamu yang terbaik. Di antara yang
- terbaik. Jadi perbaiki ibadah kita.
- Jangan ibadah kita untuk tujuan-tujuan
- duniawi, tapi jadikan kita, dunia kita
- sebagai ibadah pengabdian kepada Allah.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik wal afu minkum. Wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Ustaz Husin
- Alatas atas jawaban-jawaban ee dan
- penjelasan ee mengenai pertanyaan dari
- Ikhwan Akhwat ya. Insyaallah, Iwan.
- Kesulitan hari ini menjadi sekolah,
- Ustaz, ya, bagi kita, bagi jiwa kita
- agar ee tumbuh lebih tangguh, Ustaz, ya.
- Badai pasti berlalu, Ustaz, ya.
- Insyaallah, ya.
- Dan di balik setiap ee kesempitan selalu
- ada kemudahan yang Allah siapkan.
- Insyaallah.
- Setiap kali malam datang, kita harus
- siap-siap untuk menghadapi. Setiap malam
- datang kita berharap terbitnya fajar.
- Insyaallah. Dan setiap kita berada di
- waktu siang siap-siap juga untuk
- menghadapi malam.
- Baik ikhwan akhwat, akhirnya saya Rizal
- Alhaq dan juga Ondi beserta Kang Algi
- undur diri. Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah