Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh, Bang Toni. 0:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:21 wabarakatuh, Mas Agus. 0:23 Bagaimana Bang Toni? Apa kabar? Sehat 0:25 Bang Toni? 0:26 Alhamdulillah sehat. Iya. 0:30 Baik, Bang Toni. Ada beberapa isu yang 0:33 ingin kami ee dialogkan dengan Bang 0:36 Toni. Kami juga butuh pencerahan begitu 0:38 ya untuk pendengar radio silaturahim di 0:41 manaun ee mereka saat ini berada, baik 0:44 yang berada di rumah dalam perjalanan 0:47 atau yang saat ini berada di tempat 0:48 aktivitas. Bang Toni beberapa ee di pagi 0:53 hari ini ee seperti narasi yang sudah 0:58 ditulis begitu ya oleh tim redaksi Radio 1:00 Silaturahim, kita dihadapkan pada 1:04 beragam perkembangan penting dari sisi 1:07 hukum. Misalnya putusan MK terkait uji 1:11 materi Undang-Undang Tipikor membuka 1:14 ruang baru dalam penanganan kasus 1:16 korupsi termasuk kemungkinan menjerat 1:18 pelanggaran undang-undang sektoral 1:21 sebagai ee apa namanya? Tindak pidana 1:24 korupsi. Sementara di saat yang sama ini 1:27 kemudian sorotan publik mengarah pada 1:30 dugaan pemborosan anggaran dan gaya 1:33 hidup mewah sejumlah pejabat di tengah 1:35 tekanan ekonomi yang dirasakan 1:37 masyarakat. Program-program pemerintah 1:40 pun tak luput dari kritik terutama 1:42 terkait efektivitas dan transparansi 1:45 penggunaannya di tengah defisit 1:46 anggaran. Sementara itu dari sisi 1:49 ekonomi global, konflik di Timur Tengah 1:53 turut berdampak signifikan. 1:55 Kenaikan harga bahan baku, kemudian 1:58 ancaman krisis energi akibat penutupan 2:01 jalur strategis seperti Selat Hormus 2:04 hingga potensi kenaikan harga BBM di 2:07 dalam negeri menjadi perhatian serius 2:09 bagi dunia usaha dan masyarakat luas. 2:12 Nah, dari tiga ee apa namanya? materi 2:17 ini Bang Toni. Bagaimana kemudian ee 2:20 kita melihat hal ini ee dan apa namanya 2:25 kita menyikapi halah ini semua Bang 2:27 Toni. 2:30 Ee baik Mas Angga. Yang pertama 2:35 berkaitan dengan hedonisme elit ya. 2:37 Heeh. ini biasa terjadi di Indonesia 2:42 ee 2:43 di mana ketika 2:46 terjadi 2:48 ee proses mutasi jabatan gitu ya atau 2:52 transformasi dari non job menjadi job ya 2:56 dari non jabatan mendapatkan jabatan 2:58 apalagi kemudian jabatan-jabatan itu 3:01 adalah jabatan-jabatan yang kita kenal 3:03 atau dikenal oleh masyarakat ada basah 3:05 ada kering gitu kan ya ini kan istilah 3:08 basah dan kering itu sendiri sudah 3:10 menunjukkan betapa ee posisi posisi ee 3:16 struktural yang ada di pemerintahan itu 3:18 bukan posisi bagaimana 3:21 menjalankan amanah atau bagaimana ee 3:26 apa melaksanakan tugas sebagai kewajiban 3:30 yang include ya ee di dalam posisi itu 3:34 tetapi lebih cenderung ee bagaimana 3:36 reward ya, dalam pengertian material 3:39 yang akan didapatkan. Jadi, bukan apa 3:42 yang akan dikerjakan tetapi apa yang 3:44 akan didapatkan. Kenapa ini terjadi? 3:47 Karena ee sistem yang kemudian membentuk 3:49 sebuah atau menciptakan sebuah budaya 3:52 seperti itu gitu loh. Sistem yang 3:53 terjadi itu artinya bahwa ee kinerja itu 3:57 seringki tidak memiliki standar ya. 4:00 standar. Eh jadi 4:03 eh orang bekerja itu eh the right man on 4:07 the right place. Dengan kriteria ini 4:09 orang akan punya job ini dengan kriteria 4:11 ini akan job ini. Itu ya itu seringki 4:15 terabaikan. Kemudian 4:17 ee faktor evaluasi seringkali juga 4:19 diabaikan bahwa orang ini bekerja di 4:22 sini ee QPnya atau apa penilaiannya akan 4:27 seperti ini. Maka kalau dia tidak mampu 4:29 dia diganti, dia dicopot, diganti kepada 4:31 yang lain yang lebih memenuhi kriteria 4:33 itu enggak ada. sehingga kemudian ee 4:37 image yang terbentuk bahwa pekerjaan itu 4:41 oh tidak identik dengan tugas dan 4:43 kewajiban untuk 4:47 mencapai target ya, tetapi lebih 4:49 cenderung sehingga kemudian menjadi 4:51 kontribusi ee terjadi terhadap 4:53 progresivitas negara ini. Tetapi yang 4:55 terjadi adalah ketika dapat posisi itu, 4:58 apa yang kemudian didapatkan? 5:00 Ee ini eh inilah kemudian menjadi pola 5:03 hedonistik di Indonesia. Wajar kalau 5:05 kemudian di tengah krisis, ya setengah 5:09 bukan krisis lah, di tengah yang praisis 5:11 semoga tidak terjadi krisis. Pra kan 5:13 tidak kemudian pas di krisis ya. Iya 5:15 ya. Karena akibat Timur Tengah ya di 5:17 tengah ke daya beli masyarakat yang 5:20 rendah, pengangguran yang bertambah, 5:22 kemiskinan yang ee bertambah, kemudian 5:25 ada masyarakat yang mempertontonkan itu 5:27 ya karena memang sistem kita mendukung 5:29 untuk itu gitu loh ya. Jadi kita tidak 5:33 bisa kemudian hanya bicara bahwa ini 5:35 soal etik belaka, tidak ini soal 5:38 moralitas personal, tidak tapi sistem. 5:41 Kalau yang melakukan itu satu dua orang, 5:43 itu soal moralitas. 5:45 Heeh. 5:46 Ya, tapi kalau yang melakukan itu hampir 5:48 semuanya, ini bukan soal moralitas, tapi 5:50 ini soal sistem yang salah. sistem yang 5:53 kemudian melahirkan perilaku hindonis, 5:56 perilaku tidak tahu diri, perilaku yang 5:58 kehilangan empati, perilaku yang tidak 6:01 memiliki perasaan. Hanya saja aja yang 6:03 dipertontonkan, ada yang tidak. Kalau 6:05 pengusaha e pengusaha karena uang 6:07 sendiri mereka mempertontonkan 6:09 elitismenya, ya itu hak-hak dia itu hak 6:12 individu. Tapi kalau kemudian seorang 6:15 pejabat dia digaji, dia makan, dia dapat 6:18 kekayaan, ya hampir totalitas itu dari 6:22 pajak rakyat di saat rakyat sedang 6:24 miskin, mereka melakukan itu. Tapi yang 6:27 melakukan itu hampir semua yaitu ini 6:30 soal 6:31 soal apa ini soal sistem yang keliru. 6:35 He. 6:36 Dari sistem inilah kemudian melahirkan 6:37 budaya seperti itu. Nah, yang perlu 6:40 diperbaiki itu apa? Bukan memberikan 6:42 nasihat kepada mereka. Jadi ee 6:46 apa individual problem atau personal 6:48 problem tidak ee itu bisa diselesaikan 6:51 dengan 6:52 apa ee solusi personal atau ee dengan 6:56 apa resolution gitu loh. Tapi kalau 6:59 kemudian 7:01 problemnya adalah social problem ya itu 7:03 bisa diselesaikan dengan rekayasa 7:05 sosial. Nah, rekayasa sosial itu melalui 7:07 sistem gitu Mas Sangga. He. 7:10 Jadi seringkiali kita terjebak kepada 7:13 hal-hal yang sifatnya persoalan Allah. 7:15 Ada ee apa namanya 7:19 istilahnya lupa itu right meals itu 7:21 membuat sebuah istilah 7:23 ee begini jadi persoalan personal 7:27 diimajinasi sebagai public ee e public 7:31 problem gitu, sosial problem ya. Ya, 7:34 contohlah misalnya kalau yang miskin itu 7:37 satu orang, dua orang gitu kan ya itu 7:40 karena malas gitu kan ada kemudian 7:43 karena dia mengaitkan dengan iman karena 7:45 takdir dan sebagainya ya karena 7:48 pemahaman yang keliru terhadap 7:49 keimanannya ya karena tidak punya 7:52 semangat karena macam-macamlah problem. 7:54 Tetapi kalau kemudian yang punya ini 7:58 banyak gitu kan yang punya apa namanya 8:01 eh 8:04 social imagination itu namanya. Kalau 8:06 yang punya masalah itu banyak ya itu 8:09 problem sosial bukan problem personal. 8:11 Kalau problem sosial maka 8:13 penyelesaiannya adalah padan sistem. 8:16 Heeh. 8:17 Gitu. Ah, ini yang maka seringki kita 8:21 lihat terkaget-kaget kok ada masalah 8:23 ini, masalah ini, masalah ini, masalah 8:25 ini. Ini kan sebenarnya ya masalah itu 8:28 banyak cuman munculnya satu-satu. 8:30 Menjadi isu dan menjadi pembicaraan 8:32 satu-satu. Tapi kalau ditarik garis 8:34 lurusnya gitu, itu hampir semua ada pada 8:38 setiap elit di elit politik atau elit 8:41 birokrasi di Indonesia yang melakukan 8:43 itu ya. Ya, kalau kemudian orang yang ke 8:47 Makau, ke Las Vegas, ke Genteng yang 8:50 main-main judi itu gitu kan ya. Ya, ada 8:53 sebagian pengusaha tapi banyakan 8:55 politisi gitu misalnya kan pejabat gitu 8:58 loh. Uang dari mana ya? Dari nyuri, dari 9:01 ngerampok, dari negara. Kenapa mereka 9:03 bisa melakukan itu? Karena sistem itu 9:05 kondusif untuk mereka mendapatkan uang 9:08 banyak yang kemudian seringkiali kita 9:10 mendapatkan istilah uang dari apa? Eh, 9:14 dari setan dimakan, 9:17 uang jin dimakan setan. Begitu, Uang 9:20 Ton. 9:23 Kalau jin kan masih terlalu halus 9:25 ber. 9:26 Iya. 9:28 Eh, mereka habis untuk judi. 9:31 Heeh. 9:31 Di ya di sekitaran lapangan golf dan 9:34 sebagainya dan sebagainya. Ya, itu itu 9:37 itulah gitulah itu. Ee jadi ee kalau 9:40 kita mau apa mau melihat maka perlu 9:43 pendataan, perlu identifikasi masalah 9:46 yang sebenarnya sehingga kita tahu 9:49 bagaimana menyelesaikannya. Bukan 9:51 kemudian sibuk dengan satu masalah, 9:53 nanti ada satu masalah. Padahal 9:55 masalah-masalah ini ee beririsan dan 9:58 bisa ditarik benang merahnya. Itu yang 10:00 pertama. Iya. 10:02 Kemudian yang kedua soal ee 10:07 salat huruf mosen. 10:08 Iya. 10:08 Kan dulu saya sudah ber tiga kali 10:10 menulis itu. 10:11 Heeh. 10:11 Yang kemudian kawan ee jabri saya 10:15 memberikan komentar 10:17 analisismu beda dengan pengamat yang 10:19 lain gitu ya. 10:20 Heeh. 10:21 Ya. Saya bilang kita lihat aja dulu 10:24 nanti gitu ya. Jadi eh ini gencatan 10:27 senjata dulu saya bilang dalam tulisan 10:30 itu gencatan senjata itu dalam rangka 10:32 memending ee masing-masing pihak yang 10:35 kemudian masing-masing pihak menyiapkan 10:37 alusista melengkapi alusistanya dan 10:40 kemudian ee apa? tentaranya, 10:43 personelnya. Dan sekarang terbukti bahwa 10:46 mereka ternyata dalam waktu penyataan 10:49 senjata itu udah kapal perang masuk, 10:53 personal perang masuk, alista masuk dan 10:56 sebagainya. Ini sebenarnya untuk perang 10:58 yang lebih dahsyat ke depan. 11:00 Hm. 11:00 Ya. Jadi kencatan senjata adalah ee masa 11:05 di mana masing-masing pihak sedang 11:07 mempersiapkan untuk perang yang lebih 11:09 dahsyat gitu loh. 11:11 Iya. 11:11 Kenapa begitu? karena keduanya enggak 11:14 ketemu proposal dan memang sengaja tidak 11:16 mungkin ketemu gitu loh. 11:18 Heeh. 11:18 Gitu loh. 11:19 Iya 11:19 ya. Ini 15 yang sana 10 kemudian di ya 11:23 apa yang dimaui oleh Iran, Amerika 11:25 enggak mau. Apa yang dimaui oleh Amerika 11:27 Iran enggak mau. Karena itu tidak 11:28 mungkin di di disampaikan. Contohlah 11:32 misalnya ya kita minta Amerika keluar 11:34 dari Timur Tengah. Ya enggak mungkinlah. 11:38 Ini negara di dunia. syarat di antara 11:40 menjadi adidaya dunia harus mengontrol 11:42 dunia. Kalau tidak mengontrol dunia, 11:45 gimana menjadi adidaya dunia? 11:48 Gak ah di antara ee menaruh ya ee 11:53 pasukan-pasukan perangnya dengan semua 11:56 perlangkapannya di semua wilayah di 11:58 dunia ini dengan pos-pos yang sudah 12:00 ditentukan itu itu bagian daripada 12:03 syarat untuk menjadi negara adidaya 12:04 dunia, mengontrol dunia. Kalau enggak ya 12:06 enggaklah. Apakah kemudian mau ya tidak 12:08 maulah. kan gitu. Sementara Iran soal ee 12:14 nuklir ya yang kemudian harus dihentikan 12:17 ya tidak mungkin ini sudah puluhan tahun 12:19 nek nyerin meskipun itu untuk ee damai 12:23 ya kegunaan atau manfaat yang damai gitu 12:26 loh ya. Tetapi kalau Iran tidak punya 12:28 nukler sudah babak belur juga. Ilan itu 12:31 siap ya sudah dengan ee apa namanya 12:35 pengayaan yang sudah 60% siap untuk 12:37 menjadikan itu sebagai rudal kan gitu. 12:41 Coba bisa bayangkan betapa habisnya Iran 12:44 kalau juga tidak punya nuklear. Begitu 12:45 juga Korea Utara kalau enggak punya 12:47 nukle sudah habis dari awal-awal gitu. 12:49 dengan danael itu kemudian menjadi eh 12:52 bergaining position ya menjadi kekuatan 12:56 yang harus dihitung kemudian tidak 12:59 semena-mena untuk diserang, untuk 13:00 diambil untuk dihabisi. Kan begitu ya 13:03 harga mati bagi Iran. Pengayaan uranium 13:07 itu soal penggunaannya itu nomor dua. 13:09 Tapi pengayaan uranium adalah merupakan 13:12 sebuah ee apa? keniscayaan ya 13:17 dipertahankan secara mati-matian oleh 13:19 Iran tidak bisa di itu dimasukkan dalam 13:22 negosiasi dalam pengertian untuk 13:24 dihilangkan. Begitu juga Amerika tidak 13:26 mungkin untuk kemudian keluar dari ee 13:29 dari Timur Tengah. Nah, enggak ketemu 13:31 ini maka dan itu sudah disadari oleh 13:33 masing-masing pihak bahwa kecatan 13:35 senjata adalah dalam rangka untuk 13:38 mempersiapkan ee perang yang lebih 13:40 dahsyat. Toh ketika genjatan senjata 13:43 awal-awal juga Iran sama Israel juga 13:45 masih saling serangan kan gitu. 13:46 Iya. He itu dan terbukti hari ee Senin 13:51 ini gitu ya. Senin kemudian ini ee 13:54 kemudian Selasa hari itu IHS jatuh. 13:58 Iya. 13:58 Saham dunia merah. 14:01 Itu kan itu kan merupakan sebuah 14:04 indikator yang paling mudah untuk 14:05 diamati. He. 14:06 Jadi kalau kemudian ini ee apa IHS atau 14:11 kemudian saham dunia itu merah jatuh 14:13 turun itu artinya gitu kan ya kerusuhan 14:17 dunia belum selesai 14:18 akan akan terjadi yang lebih parah gitu. 14:21 I. 14:21 Tapi kalau kemudian hijau naik itu 14:23 berarti ada tanda tanda ini. Coba lihat 14:25 pencatan senjata pertama. Oh hijau, 14:27 hijau, hijau gitu kan. Ee apa saham 14:30 dunia bagus gitu kan. Tapi ketika 14:32 kemudian muncul apa namanya publik yakin 14:36 bahwa atau petualang saham atau para 14:39 pengusaha atau ee para apa namanya? 14:43 Pembisnis ya, masyarakat di dunia 14:45 ekonomi itu ee membuat merah ya. berarti 14:48 mereka paham ini akan hancur, mereka 14:50 tarik kan itu ada jaranya. Kalau 14:52 kemudian kalau kita mau lihat dunia 14:53 baik-baik saja atau tidak, Indonesia 14:55 baik-baik atau baik-baik saja atau tidak 14:58 lihat kalau Indonesia lihat DASG 15:01 itu kalau dunia lihat pasar saham. 15:03 Iya. Iya 15:03 gitu kan. Nah, kalau itu merah berarti 15:05 dunia sedang tidak baik-baik saja. Nah, 15:07 kalau itu hijau dunia sedang baik-baik 15:09 saja. sederhana sesederhana itu 15:11 sebenarnya untuk melihat 15:12 baik ada komentar ee ee dari pendengar 15:17 dari Bu Karisa ini Bang Toni. Ee Bang 15:20 Toni itu kalau keadaannya seperti ini 15:24 apakah perang dunia ketiga sudah dekat? 15:28 Ya ee apa bergantung kepada ya eskalasi 15:33 yang dibangun oleh Amerika. 15:35 Heeh. Jika misalnya Amerika dan juga 15:39 Israel kemudian tidak tahan ya ee tidak 15:43 tahan ee dengan perang yang eskalasi 15:45 yang sangat naik kemudian mengeluarkan 15:48 nuklir misalnya ya sulit untuk 15:50 membendung terjadinya perang dunia 15:52 ketiga. 15:54 Tapi e lepas dari itu semua tanpa perang 15:58 dunia ketiga aja gitu ee dunia sudah 16:01 babak belur gitu. 16:02 Iya. 16:04 kita bisa bayangkan gitu termasuk 16:07 Indonesia 16:09 gitu. Heeh. 16:10 Jadi kalau kemudian ini perang 16:11 eskalasinya naik ya bisa diperkirakan 16:14 sampai lebih dari 1 tahun ya ee kita 16:18 bisa bayangkan harga minyak berapa. 16:20 Hm. Sekarang aja kan sudah pada naik ya. 16:21 Beberapa 16:23 beberapa wawancara yang yang dulu kan 16:25 saya sudah bilang sama Mas 16:27 ee Agus kan. 16:28 Iya. Bang T 16:29 kan saya bilang jadi Rasul juga. 16:32 Heeh. Saya bilang gitu loh secara 16:35 politik itu rasional untuk tidak 16:37 dinaikkan. Karena apa? Kalau dinaikkan 16:40 harga BPM akan terjadi gejola. Tapi 16:43 secara ekonomi enggak rasional. Saya 16:45 setuju JK harus dinaikkan 16:47 enggak rasional pada akhirnya tetap 16:49 dinaikkan 16:50 walaupun yang dinaikkan diesel ya 16:53 sekarang kemudian dimulai kenaikannya 16:55 adalah yang non subsidi. 16:57 Heeh. 16:58 Ya, tapi kita tahu bahwa 17:00 pengusaha-pengusaha itu gitu kan umumnya 17:04 ya mereka pakai minyak juga minyak yang 17:07 bersubsidi 80% katanya itu 20% yang 17:11 bersubsidi yang tidak bersubsidi. 17:14 Saya pernah ngobrol sama salah satu tim 17:17 ahlinya Kementerian 17:19 ee Kementerian Menko Ekonomi. Kenapa itu 17:23 tidak diberantas dulu? Kalau itu 17:24 diberantas ya apa yang kemudian terjadi? 17:27 e usaha jadi serot, jadi masalah. 17:31 Terus ke ini harga untuk minyak 17:34 bersubsidi yang non subsidi berapa? 17:37 Dolar sampai Rp32.000. 17:39 Heeh. 17:41 Darip.000. Coba kita bisa bayangkan 17:44 gimana enggak makin masif untuk mencari 17:47 dolar yang non subsidi yang harganya 17:49 masih tetap 8.000 6.800 17:53 ya. pertama deck dan sebagainya itu 17:56 naiknya bisa 10 apa namanya bisa 40% 17:58 coba Anda bayang kita bayangkan itu ya 18:02 supaya enggak teriak karena menengah ke 18:03 atas tapi kan mereka teriakannya teriak 18:06 teriak teriakannya tidak teriak di 18:08 medsos 18:09 Heeh 18:10 tapi mereka bisa melakukan 18:11 langkah-langkah kelas menengah atas ini 18:14 akhirnya apa ya mereka tidak beli mobil 18:18 sekarang dengan minyak ya misalnya ee 18:21 Pertamina Dek itu dari 14.500 atau 700 18:26 itu kemudian menjadi 23.900 18:30 gitu. 18:30 Betul 18:32 ya. Dan kemudian kalau ini terjadi di 18:34 semua orang Indonesia, mereka kan enggak 18:36 pakai mobil itu lagi atau hanya ke 18:38 orang-orang tertentu. 18:41 Otomatis ya ini otomatis pajak untuk 18:44 bahan bakar sangat berkurang, pajak 18:47 kendaraan bermotor jauh berkurang. Kan 18:50 begitu logikanya. 18:51 Iya. Otomatis pendapatan negara 18:54 berkurang mobilya ya ee mobile orang 18:58 yang punya duit ini kelas menengah atas 19:00 punya duit itu juga berkurang. 19:03 Kalau begitu daya beli masyarakat 19:05 berkurang, perputaran ekonomi juga 19:06 berkurang. 19:09 Jadi ini akan mengakibatkan terhadap ee 19:12 situasi ekonomi yang jadiak memang 19:15 enggak ada pilihan sulit. Siapapun 19:16 pemerintah saat ini, siapapun penguasa 19:19 pengelola negara saat ini itu tidak 19:21 mudah menghadapi 19:23 situasi seperti ini. Kalau kemudian ada 19:26 narasi-narasi fiskal aman, oh ini 19:29 gampang, ini selesai, tenang. Ya, 19:31 narasi-narasi seperti ini memang perlu. 19:34 Kenapa? untuk menenangkan publik supaya 19:37 tidak panik. 19:39 Jadi pemerintah jangan paniklah. Kalau 19:42 panik jangan dikelihatanlah kira-kira 19:43 gitulah gelihatan supaya masyarakat juga 19:47 kan kepanikan masyarakat itu tidak 19:49 semakin dipicu untuk kemak semakin 19:51 panik. Tetapi siapapun pengelola negara, 19:53 siapapun pemerintah saat ini enggak 19:56 enggak siapapun lah itu akan mengalami 19:59 ee yang tidak mudah situasi yang tidak 20:02 mudah. Heeh. 20:03 Maka kalau perang kemarin ya enggak ada 20:05 perang saja ee kita lagi berupaya untuk 20:09 menghadapi kondisi ekonomi yang juga 20:11 tidak baik-baik saja ya. Apalagi 20:13 kemudian ada perang. Ini kan warisan 10 20:16 tahun dari sebelumnya ya yang amburadul 20:19 dan sebagainya ini gitu loh. Nah, 20:21 kemudian kalau kemudian salah untuk 20:24 membuat ee terobosan-terobosan solutif 20:27 ya pemerintahan sekarang ini makin makin 20:30 sulit. Jadi ini kira-kira gini loh, ada 20:34 situasi ya, ada sakitlah orang itu sudah 20:37 sakit ya, cukup parah gitu kan ya. Terus 20:40 kemudian terapinya itu apa ya 20:42 diidentifikasi sakitnya kemudian 20:44 pelan-pelan. Jangan kemudian membuat 20:47 terapi atau membuat solisin justru 20:49 melahirkan penyakit baru. 20:51 Jangan dibawa ke dukun. Uang habis malah 20:53 masalah. Bawa ke dokter 20:54 sakit dibawa ke dokter. Kalau kemudian 20:57 patah tulang, ya sudah bawa Cimande atau 21:00 dibawa ke Haji Naim gitu kan. Dibawa 21:02 orang yang memang ya minimal itulah gitu 21:05 kan. 21:06 Kalau dibawa ke dukun pijat ya enggak 21:08 bisa gitu kan. Ah, itu kira-kira kita 21:11 khawatir kalau kemudian ya kita 21:14 berharaplah bukan khawatir kita berharap 21:16 ee pengelola negara saat ini, pemerintah 21:19 saat ini untuk betul-betul memahami 21:21 masalah dan kemudian ya semangatnya 21:25 adalah menyelesaikan masalah bukan apa e 21:30 mengekspresikan kemarahan terhadap 21:31 masalah itu. menyelesaikan masalah yang 21:34 dengan terukur, dengan solusi-solusi 21:36 terukur, dengan terobosan-terobosan 21:38 terukur. Ya, ini ada masalah oligarki, 21:41 betul gitu loh. Maka ee banyak orang 21:44 yang merampas, merampok aset negara 21:47 ambil aleh ya ambil aleh itu kita 21:50 setuju, kita dukung ya. Ini merupakan 21:53 langkah yang menurut saya berani, tegas 21:55 dan dan lompatan jauh. Tetapi juga harus 21:58 dipikirkan ketika diambil alih gitu kan 22:01 ya sawit misalnya gitu kan ya bagaimana 22:04 sawit ini tetap dikelola sehingga 22:06 menghasilkan tetap ekonomi berputar, 22:08 pekerja tetap bisa bekerja dan uang itu 22:11 masuk ke negara yang selama ini masuk ke 22:13 oligarki-oligarki itu. Kira-kira gitu 22:16 ya tambang atau apapunlah gitu loh yang 22:18 memang dulu itu hasil merampok negara. 22:21 Nah, ini kita perlu apresiasi Pak 22:22 Prabowo ya. Ee apa ambil kembali karena 22:26 itu memang milik negara yang diambil 22:28 secara tidak sah dan melanggar 22:30 undang-undang ya oleh para oligarki itu. 22:33 Tetapi juga jangan sekedar mengambil 22:36 tetapi memikirkan sustainable-nya bahwa 22:39 ee dipastikan apa yang sudah diambil itu 22:41 tetap berjalan nilai ekonomisnya gitu 22:43 loh 22:44 ya. He 22:44 bukan kemudian diambil lalu nganggur 22:47 kemudian tidak berbuat malah justru uang 22:50 yang semula menjadi memasukkan negara 22:52 menjadi berhenti. Ini ini perlu perlu 22:55 langkah yang menurut saya terukur 22:57 terencana dan sistematis 23:00 dari ketidakpastian global baik dari 23:03 sisi ekonomi kemudian politik ee dan 23:06 juga pertahanan serta keamanan. Apakah 23:09 langkah ee Indonesia menghadapi ini 23:12 semua sudah tepat untuk sejauh ini? Bang 23:14 Toni? 23:15 Ee saya bertemu dengan 23:19 teman-teman di Komisi 11 yang paginya 23:21 kemudian mereka bersama BI, ketua BI apa 23:25 namanya? Direktur BI, Menteri Keuangan 23:28 dan kemudian ketua untuk KMF dan WBANK. 23:32 Saya pikir memang ee 23:35 ya mau tidak mau hutang itu menjadi satu 23:37 salah satu solusi. 23:39 He 23:39 gitu kan 23:40 ya asal sesuai dengan undang-undang. 23:43 Heeh. 23:43 Hutang yang tidak menimbulkan makin 23:46 banyak masalah. Artinya gini jangan 23:48 melalui banyak broker. Jangan kemudian 23:50 hutang lalu ada pihak-pihak alumakum 23:53 yang kemudian e menerima kenikmatan dan 23:55 manisnya hutang itu. Itu satu. He. 23:58 Yang kedua gitu kan ee 24:02 saya mendengar pemerintah punya niat 24:04 yang baik untuk menertibkan pajak 24:08 misalnya gitu kan. Ee tetapi kalau 24:11 orang-orangnya tidak diganti, tidak 24:12 geser dan menggesernya itu dengan 24:14 orang-orang yang punya kapasitas dan 24:16 integritas ya ee angan-angan itu tidak 24:20 akan pernah tercapai. Misalnya bea cukai 24:22 gitu kan. Adakah di kapal pelayanan itu 24:25 menurut perkiraan ada kalau ditertibkan 24:28 itu negara akan mendapatkan ee pemasukan 24:31 sekitar 2.000 triliun. Artinya di situ 24:34 setiap tahun itu ada yang menguap 20 24:36 triliun. Kalau ini ditertibkan bukan 24:38 hanya menggeser orang orangmu aku geser 24:41 orangku bukan gitu kan ya. bukan hanya 24:44 sebuah pergantian pemain, tapi 24:46 betul-betul 24:48 mengoptimalisasi pendapatan melalui 24:51 jalur jalur dengan mengganti orang-orang 24:54 ee ee dengan orang-orang yang yang punya 24:57 kapabilitas dan percaya untuk bisa 25:00 memberikan masukan kepada uang. Ini kan 25:02 kebocoran luar biasa. Dipajak itu 25:04 kemudian dibuat cukai dan kebocoran kan 25:06 luar biasa ya. Ee karena itu ee 25:11 sebenarnya peluang-peluang untuk 25:14 memasukkan ee menjadi pemasukan negara 25:16 itu cukup besar. 25:17 Heeh. 25:18 Ya, cukup besar ya. Kalau fokus di sini 25:22 gitu sambil jangan e jangan hanya 25:24 kemudian rakyat kecil yang dikejar-kejar 25:26 untuk may bayar pajak yang kecil-kecil 25:28 itu. Iya. Tapi yang gede-gede itu, yang 25:30 pajaknya sampai triliunan itu, itulah 25:33 yang mestinya ya ee di ini ee 25:37 ditertibkan 25:39 ya. Yang kecil perlu ditertian, tapi 25:42 yang besar itu jauh lebih besar untuk di 25:44 jauh lebih penting untuk ditertibkan 25:46 gitu loh. Itu langkah-langkah. Jadi ee 25:48 kita akan tunggu ee apakah yang kita 25:52 yang dilakukan oleh ee pemerintah dengan 25:55 ee semua perbedaan-perbedaan. Saya pikir 25:58 terbosan-terbosannya cukup banyak ya 26:00 dengan 10 tahun Pak Jokowi ketika Pak 26:02 Pro melakukan terbosan-terbosan itu 26:04 cukup banyak. Ee pertanyaannya apakah 26:06 terbosan-terbosan ini kemudian 26:08 menghasilkan ya sesuatu untuk negara ya 26:13 untuk ee misalnya keadilan negara, 26:16 kesejahteraan negara ya ee apa namanya 26:20 pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan 26:22 sebagainya. kita akan lihat ini kan 26:23 masih dalam dalam proses tetap meskipun 26:25 hampir 2 tahun Pak Prabowo memimpin 26:27 tetapi tetap ini masih kita anggap 26:29 sebagai sebuah proses untuk kita lihat 26:32 ee ke depannya karena bagaimanapun e 26:34 ukurannya kan nanti dihasil. 26:36 Iya iya iya 26:37 ya. Oh si A, si B, si C gantinya kok si 26:40 ini si si B kok kemudian itu ditaruh di 26:42 sini itu di sini ee itu semua nanti ya 26:45 semua nanti akan berujung menghasilkan 26:47 atau tidak. Kalau tidak menghasilkan 26:49 bahwa menghasilkan sesuai dengan yang 26:51 diharapkan ya ekspektasi presiden 26:54 sendiri maupun ekspektasi rakyat ya ee 26:56 maka apa yang kemudian terjadi itu ya 26:59 betul ee kritik rakyat itu bahwa 27:03 pengganti-penggantinya itu hanya 27:05 menggeser orang 27:06 ya, bukan menggeser peran 27:08 ya, bukan memperbaiki ya, tapi ee 27:12 sekedar menggeser orang. Nah, ini yang 27:14 kemudian harus kita lihat nanti. Tapi 27:16 selama sampai selama ini ee belum belum 27:19 nampak hasilnya ya. Prosesnya sudah 27:21 kelihatan. Ada ada sebuah proses di mana 27:25 ee teroposan-teroposan ini perlu kita 27:27 apresiasi ya. Namanya juga mengambil 27:30 aset milik negara kemudian diambil 27:32 kembali kan memang harus kita dukung 27:35 ya. E contoh yang paling sederhana 27:37 adalah NBG ya. 27:39 Kalau saya dari awal ya e setelah secara 27:42 politik itu harga mati bagi Pak Prabowo. 27:44 Kalau MBK gagal, Pak Perbowo gagal 27:46 karena itu janji politik. Istilahnya MPK 27:48 itu identik dengan Pak Perbowo, Pak 27:49 Perbowo identik dengan MP. Kira-kira 27:51 gitu sederhananya. Kalau MPG gagal Pak 27:53 Prabowo itu akan mengalami eh turbulensi 27:56 politik yang luar biasa yang jadi kita 28:00 kalau saya ya MPK setuju MPC setuju gitu 28:03 loh. 28:05 tinggal mekanismenya, prosesnya 28:08 ya di lapangan. Kalau itu bagus misal 28:10 misal MBG pertama dia daerah terpencil 28:13 dulu diutamakan ya kemudian 28:16 daerah-daerah tertinggal dulu karena 28:18 mereka yang butuh 28:20 dengan mengukur kemampuan finansial 28:23 negara, kemampuan fiskal kita, kemampuan 28:25 anggaran kita, daerah terpencil, daerah 28:28 ini, daerah apa namanya yang dibutuhkan 28:31 langsung masuk ke desa-desa kemudian 28:34 masuk ke prakota sampai kemudian masuk 28:36 perkotaan. Itu belakang perkotaan. 28:38 Iya. yang yang terjadi adalah MB lebih 28:41 banyak di yang sudah ee apa namanya 28:44 sudah direalisasikan di kota-kota di 28:47 mana di kota-kota masyarakatnya relatif 28:49 lebih sejahtera meskipun masih ada orang 28:51 miskin ya 28:53 ya tapi daerah pinggir daerah yang jauh 28:55 dari kota, akses ya kesehatan ekonomi 28:59 itu agak pendidikan agak sulit mengalami 29:03 kendala yang cukup serius mestinya 29:05 mereka inilah yang didulukan gitu. Nah, 29:08 ini soal teknis saja sebenarnya. Soalsal 29:10 teknis ya. Kemudian ketidaksiapan 29:12 dapur-dapur, sebagian dapur-dapur ini 29:14 soal teknis, Pak. Tetapi pada prinsipnya 29:16 ya ee kalau MBG ini dikelola dengan baik 29:19 dengan anggaran yang tepat, tidak ada 29:21 kebocoran, terus kemudian mekanismenya 29:24 clear gitu kan, e saya pikir ini juga 29:27 akan memberikan kontribusi baik untuk 29:29 mengatasi stanting, distribusi ekonomi 29:32 ya, pemerataan distribusi ekonomi, 29:34 kemudian paling tidak mengurangi ee apa 29:39 usung lapar dan sebagainya. ini bisa ee 29:42 nanti akan terukur ini semua begitu, 29:44 Mas. 29:44 Iya. Heeh. Tapi di tengah ketidakpasan 29:47 ini juga akhirnya ee Menteri Keuangan 29:50 Purbaya ee menolak tawaran pinjaman IMF 29:53 dan juga Bank Dunia, Bang Toni 29:55 dikarenakan memang kondisi APBN kita 29:58 masih memadai dan belum membutuhkan 30:00 dukungan. Nah, ini juga saya ingin 30:02 menanyakan bagaimana menurut Bang Toni 30:04 terlebih dengan ee sinyal negatif dari 30:07 mobil listrik nih, Bang Toni ini 30:09 insentif kan juga dicabut nih. Akhirnya 30:10 kan mobil mobil listrik, kendaraan 30:12 listrik ini kan juga akhirnya akan sama 30:15 dengan mobil-mobil yang memakai bensin 30:18 begitu Bang Toni. 30:21 I kan seperti Paradoks. 30:23 Heeh. 30:24 Satu sisi 30:26 merasa bahwa semua aman-aman aja sebagai 30:29 satu menenangkan. 30:31 memenangkan, menenangkan rakyat seperti 30:34 tadi yang saya bilang setuju itu bagus 30:36 itu. 30:37 Heeh. 30:38 Tapi kalau kemudian narasinya bersamaan 30:40 dengan narasi yang kontra kontra itu kan 30:43 jadi menjadi sebuah pertanyaan. 30:45 Heeh. 30:46 Misal kita baik-baik saja ya, kenapa 30:48 mobil harus dipajaki? 30:51 Iya 30:52 kan gitu. 30:54 Iya Bang Tadi 30:54 gitu kan. Artinya kan pajacakin kan 30:57 untuk negara karena negara butuh duit 30:59 kan gitu. 30:59 Heeh. yang semula tidak dipajaki ya, 31:02 kecuali ngomong pajak sejak dulu sebelum 31:05 sebelum saat ini gitu loh. Gitu kan. Itu 31:08 satu. Kenapa ada efisiensi 31:12 ya? Jadi kalau efisiensi itu misalnya 31:17 bahwa efisiensi di daerah-daerah APBD 31:19 APBD kalau konteksnya efisiensi itu 31:22 karena di daerah itu di daerah banyak 31:25 korupsi. Pertanyaannya memang di pusat 31:27 enggak ada korupsi? Memang di 31:28 kementerian enggak ada korupsi? 31:31 gitu kan. Terus kemudian kenapa ada WFH 31:35 untuk efisiensi supaya satu hari itu 31:38 listrik dengan WFH itu listrik berapa 31:41 berkurang gitu. E pertanyaannya ngapain 31:43 ada efisiensi kalau kemudian ee apa ee 31:48 negara baik-baik saja secara ekonomi 31:50 dari sisi ekonomi 31:52 Heeh. 31:53 Kan kan begitu sederhananya gitu loh. 31:56 Iya 31:57 ya. ee menjadi paradoks bahwa kita 31:59 enggak perlu hutang, duit kita masih 32:00 banyak, cukup untuk menghidupi itu. 32:02 Kalau cukup kenapa harus efisiensi? Kan 32:04 itu aja. 32:05 Iya. Iya, iya. 32:07 Kalau cukup kenapa? Ya, ya, ya. 32:10 Begitulah. Jadi ee saya setuju bahwa 32:13 rakyat perlu ditenangkan gitu loh, 32:16 enggak perlu panik karena juga ee 32:19 sesuatu itu tidak akan pernah selesai 32:21 kalau dihadapi dengan kepanikan. Perlu 32:23 tenangkan. Itu tugas pemerintah untuk 32:24 menenangkan dan kita semua juga ikut 32:26 menenangkan. Ya, mari. Makanya saya 32:29 selalu bilang dalam situasi yang sedang 32:31 tidak baik-baik saja kita perlu kompak. 32:33 Heeh. 32:34 Abaikan dulu perbedaan sana sini dulu 32:37 gitu kan. Agak sedikit dikurangi 32:39 tensinya soal perbedaan. Tetapi mari 32:42 kita bersama-sama hadapi masalah yang 32:46 sedang ee menimpa dunia termasuk yang 32:49 terkena adalah Indonesia. 32:51 Heeh. He. 32:52 Kalau kita kompak menjadi ringan. Kalau 32:54 kita kompak terselesaikan. Tapi kalau 32:56 bertarung satu dengan yang ribut satu 32:58 dengan yang lain sedikit ya pemerintah 33:00 tetap harus buka telinga untuk menerima 33:02 kritik gitu kan ya. Rakyat kemudian juga 33:05 harus diajak untuk bersama-sama ya. 33:07 Pemerintah mesti terbuka, jujur, apa 33:10 adanya, transparan. Dari sinilah yang 33:12 kemudian ee semua mengetahui situasinya. 33:15 Kalau sudah mengetahui situasinya ya ayo 33:17 kita bareng-bareng hadapi bersama. 33:20 Iya 33:20 kan begitu gitu. Tapi kalau masih ada 33:23 yang ditutupin kemudian ee tidak terbuka 33:27 secara apa adanya ya pada akhirnya 33:30 ternyata e rakyat akhirnya tahu oh 33:33 ternyata kamu kemarin bohong enggak 33:34 ngomong kan akhirnya kecewa marah. 33:37 Nah itu yang yang mengikis sebuah 33:39 kekompakan. H. 33:40 Maka dalam situasi seperti ini menurut 33:43 saya ya ee Indonesia harus membangun 33:46 sebuah kekompakan dengan cara pengelola 33:49 negara harus jujur, terbuka apa adanya 33:52 dan bisa dipahami dan dimengerti oleh 33:54 rakyat dan kemudian kita semua kompak 33:57 untuk menghadapi situasi secara 33:58 bersama-sama. Begitu. H. Baik, 34:01 pertanyaan terakhir eh Bung e Bang Toni 34:03 dari pendengar kita ini ada yang 34:05 bertanya, "Bang Toni, Bang Toni setuju 34:07 enggak Bang Toni kalau MBG diganti uang 34:09 tunai gitu Bang Toni." 34:11 Oh, kalau sisa yang belum terbangun 34:13 sangat setuju gitu kan? Sangat setuju 34:16 yang sudah ada biar berjalan kemudian 34:18 MBK diarahkan ke daerah kampung-kampung 34:20 kemudian uang tunai. Tapi masalahnya 34:22 sudah di jalan ini. Kalau dikasih uang 34:25 tunai misalnya ya, rakyat Indonesia ee 34:28 yang miskin khusus untuk orang miskin 34:30 ya, khusus untuk orang miskin. Kalau 34:32 memang basisnya adalah miskin yang punya 34:35 anak di sekolah boleh. Kemudian dikasih 34:38 1 bulan misalnya kalau 1 hari mereka 34:41 dapat 10.000 atau R15.000 katakanlah ya 34:45 tidak perlu ada dapur 15.000 15.000 * 24 34:49 hari. 10.000* 34:50 250 katakanlah 300.000 rib mereka 34:53 dikasih luar biasa tapi memang perlu 34:56 seleksi memang nanti tetap akan ada 34:58 masalah nampaknya mekanism ya saya 35:01 setuju-setuju aja di ee ee dilakukan itu 35:04 tapi ini kan sudah berproses berjalan 35:06 tidak mungkin kan kemudian orang yang 35:09 sudah punya dapur jalan memb kan mereka 35:11 membantu memerintah ada yang pinjam bank 35:15 bikin dapur lalu di tengah jalan 35:17 dihentikan 35:19 ya ya enggak fair dong 35:21 iya 35:23 swasta sudah bantu terus kemudian ee 35:25 lalu di mengubah saja regulasi itu ada 35:28 enggak fair apalagi kalau kemudian 35:31 masyarakat itu sudah membantu 35:32 meringankan pemerintah tanpa modal di 35:35 awal lalu kemudian dihentikan di tengah 35:37 jalan ya masalah. 35:39 Tetapi kalau kemudian MBK itu dijalankan 35:41 dengan benar, sirkulasi ekonomi itu 35:43 jalan. 35:44 Heeh. 35:46 dengan selama misalnya misalnya ee 35:50 Prasimah Putih berdiri dulu 35:53 di daerah-daerah e tidak semua daerah 35:56 daerah-daerah yang memang bisa mengelola 35:58 itu kan harus pemetaan tidak bisa kita 36:00 gebiah uyah itu. Kenapa? Ada ada 36:02 kearifan lokal daerah pertanian, daerah 36:04 peternakan, daerah perikanan dan 36:06 sebagainya ya. Ee kemudian di situ 36:09 berdiri 36:11 ee koperasi merah putih. Nah, koperasi 36:14 ini ya ini milik warga semua dan inilah 36:18 yang akan men-suplai terhadap MBG yang 36:21 berdiri di daerah itu, kecamatan itu 36:24 atau di desa itu. Kalau itu kemudian 36:27 yang terjadi ini luar biasa. Masyarakat 36:30 itu kebeli sayur-mayurnya ya. Mereka 36:34 hidup ekonominya masih mendapatkan 36:36 sesuatu di dari koperasi. Koperasi 36:39 kemudian bisa jadi hidup. Koperasi kerja 36:41 sama dengan MBG. MB pun mendapatkan 36:43 barang yang segar dengan harga yang yang 36:46 10 katakanlah Rp10.000 itu ee itu untuk 36:50 men-supplai untuk makanan itu itu 36:52 menjadi cukup gitu loh 36:55 kalau ini dijalankan mekanismenya secara 36:59 baik dan itu dampaknya menurut saya akan 37:02 juga luar biasa. He. 37:04 menghidupkan ekonomi, mensejahterakan 37:06 rakyat, kemudian menciptakan keadilan, 37:09 distribusi yang lebih merata ke 37:11 daerah-daerah. 37:12 Iya. 37:13 Asal itu tidak dijalankan hanya di 37:15 kota-kota besar, 37:16 tapi diutamakan adalah daerah-daerah. 37:19 Begitu, Mas. Dan wajar jika segala 37:22 sesuatunya itu ada pro dan ada yang 37:25 kontra ya, Bang Toni ya. 37:26 Oh, iya. 37:27 Tinggal tergantung bagaimana kita 37:28 menyikapinya, Bang. 37:29 Kita menerima aspirasi itu 37:32 ya. rakyat ini kan niatnya yang baik ya. 37:34 He. 37:34 Ee maka se apa yang menjadi pemerintah 37:38 harus terbuka untuk mendapatkan masukan 37:40 untuk kemudian melakukan evaluasi dan 37:42 saya lihat Pak Prabowo juga mencoba 37:44 untuk melakukan evaluasi ya tetapi yang 37:46 perlu juga dievaluasi tim di bawah. 37:48 He 37:49 ya jangan juga diberikan keleluasaan 37:52 bagi para untuk bermain-main di situ 37:54 sehingga betul-betul ee rakyat ya 37:57 bagaimana p presiden kan juga terbatas 37:59 telinga dan juga pandangannya. Nah, ini 38:01 yang kemudian perlu mendapatkan ee 38:04 bantuan dari rakyat untuk memberikan 38:06 masukan, memberikan informasi terhadap 38:09 fakta-fakta yang terjadi di lapangan dan 38:11 pemerintah juga harus terbuka untuk 38:13 menerima, menelaah ya mendengarkan 38:15 informasi-informasi yang ee berasal dari 38:18 rakyat di lapangan. 38:20 Baik, Bang Toni. Terima kasih banyak 38:22 atas pencerahannya di pagi hari ini. 38:24 Nanti insyaallah kita akan jumpa lagi di 38:26 hari Rabu pekan depan. Jazakallah Bang 38:29 Toni. Asalamualaikum warahmatullahi 38:31 wabarakatuh.Salam warahmatullah.