Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:13 [musik] 0:21 Bismillahirrahmanirrahim. 0:23 Assalamualaikum warahmatullahi 0:24 wabarakatuh Ikhwan Akhwat 0:26 rahimakumullah. 0:28 Syukur alhamdulillah kita dipertemukan 0:30 kembali di acara bincang komunikasi 0:33 bersama Dokter Laila Monaganin yang 0:36 mudah-mudahan membuat kita semakin mahir 0:40 berkomunikasi terhadap apapun dan 0:42 siapapun serta kapanpun ya. Tidak lupa 0:45 salam selawat kita lantunkan untuk 0:48 junjungan umat kekasih kita Muhammad 0:50 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 0:52 Semoga kelak kita dipertemukan dengan 0:54 beliau di saat-saat yang sangat kita 0:57 rindukan di yaumil akhir. 0:59 Dan mendapatkan syafaat beliau adalah 1:01 kerinduan kita bersama ya. 1:04 Ikhwan Akhwat bicara soal komunikasi 1:08 banyak sekali yang berbeda satu sama 1:10 lain. Ngomong-ngomong kalau sama 1:13 eee tetangga di kiri kanan gimana? 1:15 Bagaimanakah gerangan? Nah, tadi waktu 1:19 off air 1:20 Mbak Mona bilang akan bicarakan soal 1:24 bagaimana berkomunikasi dengan tetangga. 1:26 Seperti apa gerangan? Kita sapa beliau. 1:29 Assalamualaikum warahmatullahi 1:30 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:32 warahmatullahi wabarakatuh. 1:34 Alhamdulillah sehat ya. Alhamdulillah. 1:36 Nih ngomong-ngomong banyak cerita 1:38 terkait tetangga nih. 1:39 Iya. Ada yang negatif, ada yang ah 1:42 pokoknya 1:42 [berdehem] 1:43 kayaknya kita perlu bekal tambahan nih 1:44 Mbak Mona. 1:45 iya. Refresh yuk kita ngobrolin yuk. 1:48 Jadi seperti apa sih yang efektif gitu? 1:51 Kayaknya kita udah baik tapi kok 1:53 feedback-nya enggak atau sebaliknya. 1:56 Oke, silakan. 1:57 Terima kasih Mbak Nuning, Ikhwan dan 1:59 Akhwat yang dirahmati Allah. 2:00 Assalamualaikum warahmatullahi 2:02 wabarakatuh. 2:03 Waalaikumsalam. Bertemu lagi kita di 2:05 sini, kita ngobrol-ngobrol yuk. 2:09 Gimana ya komunikasi sama tetangga? Ini 2:11 baru lagi seru banget di ee 2:15 sosmed ya. 2:16 He em. 2:17 Ee tentang kasus ee yang ada di Malang. 2:22 Yaitu Yai Mim dengan tetangganya Ibu 2:26 Zahara dan itu ee ee ke 2:31 ee ketidaksepakatan dan lain sebagainya. 2:34 Ee tentang penggunaan lahan dan ee 2:38 isu-isu lainnya gitu ya, merembet dan 2:41 viral begitu ya. Nah 2:43 ee kita 2:47 ee 2:47 pasti bertetangga iya kan? Sejauh ini 2:50 kita punya tetangga gitu ya atau 2:52 cenderung 2:54 jaranglah kita enggak punya tetangga ya. 2:56 Enggak mungkin sih hidup sendirian kan. 2:57 Iya betul, bisa tetangga dekat bisa 3:00 tetangga jauh ya. 3:02 Nah ee hidup bertetangga itu banyak 3:05 sekali hal-hal yang ee ee perlu kita ee 3:09 perhatikan dengan baik gimana caranya 3:11 kita berkomunikasi efektif dengan 3:13 tetangga. 3:15 Apalagi kita ingat ya pasca pandemi ini 3:18 perubahannya juga luar biasa ya. 3:21 Interaksi yang sebelumnya offline 3:23 menjadi online atau kombinasi ee online 3:27 dan offline, kebiasaan baru yang ada di 3:31 ee lingkungan kita daerah perumahan kita 3:34 itu juga terjadi. Kemudian juga isu-isu 3:38 tetangga sekarang ini banyak rumah 3:41 kos-kosan dekat rumah kita juga begitu 3:43 ya. 3:44 Ee apa namanya ada apartemen, ada 3:46 kos-kosan, ee kemudian ada banyak juga 3:51 ee perpindahan ya, urbanisasi juga gitu 3:54 ya. Atau juga ee isu-isu lain yang kita 3:59 temukan di dalam lingkungan tetangga 4:01 kita. Bagaimana ee kehidupan kita, 4:04 problem parkir, problem sampah, polusi, 4:09 kebersihan dan lain-lain sebagainya. 4:11 Sebuah contoh aja, 4:13 ee konflik agraria itu dan sengketa 4:17 tanah di tahun 2024 4:19 tercatat 5.973 4:23 kasus konflik. 4:24 Ya, dan ini ee bisa karena ee 4:27 individu-individu ya, antara kasus ee 4:32 ee tetangga atau individu-individu atau 4:35 ee penggunaan lahan atau juga ee yang 4:38 tidak selalu terlalu berkaitan dengan 4:41 tetangga adalah terkait dengan warisan. 4:44 Apa lagi yang juga seru umu urusannya 4:46 dengan tetangga adalah 4:48 ee tentang WhatsApp. Ya, sosmed. Itu 4:51 seru banget ya. Ee 4:54 grup ee grup ee RT. 4:58 Ee ada ada WhatsApp, ada Telegram, ada 5:03 Facebook grup, ada aplikasi RW online. 5:07 Ee dan 5:09 itu berdampak pada pentingnya untuk kita 5:11 mengetahui bagaimana etika 5:14 ee berkomunikasi digital. Nah, itu semua 5:17 akan kita bahas pada sore hari ini. Ya. 5:20 [mendengus] 5:21 Ee gimana Nawaf, ada sebuah cerita 5:25 ee tentang seseorang yang kos gitu ya di 5:29 di sebuah wilayah. 5:31 Ee dia bilang dia enggak kenal sama 5:33 tetangganya karena dia merasa aku kos 5:36 doang kok. Jadi enggak perlu kenal sama 5:38 tetangganya gitu ya. 5:39 Dan itu ee perumahannya lumayan baguslah 5:43 gitu ya. Jadi dia 5:45 ya udah ee 5:47 ee lu lu gue gue gitu ya. 5:49 Nah, eee tempat itu dekat dekat ini, apa 5:53 namanya? Dekat kampus. Tetapi di dekat 5:56 sana itu ada eee wilayah yang eee 6:02 di dekat perumahannya itu ada 6:04 rumah-rumah yang sederhana lah begitu 6:06 ya. He em. Tetangganya sederhana. Eee 6:09 apa namanya? Kehidupannya kelihatannya 6:11 sederhana gitu rumah itu. 6:14 Nah, eee dia juga 6:17 enggak terlalu ambil pusing, enggak 6:20 terlalu ingin menyapa, ngajakin ngobrol 6:22 dan lain sebagainya gitu ya. Tapi suatu 6:25 saat lampunya di rumahnya tuh tiba-tiba 6:29 eee padam, mati gitu ya. 6:33 Eee ada giliranlah gitu ya. 6:34 [tertawa] 6:35 He em. 6:37 Terus ada ada orang ketok-ketok. Terus 6:41 sudah gitu dia bilang, "Eee Kak, Kak, 6:44 eee ini kalau mau lilin gitu." 6:46 Dia surprise ternyata itu tetangganya 6:48 yang sederhana itu gitu yang yang 6:50 ngasihin lilin gitu. Jadi ternyata eee 6:55 apa ya? Orang yang kita enggak anggap 6:58 ternyata luar biasa begitu. Luar biasa. 7:01 Jadi ada omongan, ada ungkapan yang 7:06 menurutnya benar banget. 7:08 Tetangga adalah saudara terdekat begitu 7:12 ya. 7:13 Eee 7:14 karena dia bersebelahan dengan kita dan 7:17 dia akan biasanya paling cepat 7:20 untuk membantu kita ketika ada masalah. 7:23 Dan di dalam Islam, kedudukan tetangga 7:26 itu punya proporsi yang signifikan, yang 7:29 penting gitu ya. Dihormati, kedudukannya 7:32 cukup tinggi, disayangi, dan di 7:36 berikan arahan kita untuk memperlakukan 7:39 tetangga kita dengan sebaik-baiknya. 7:42 Ah, terus gimana tuh batasan tetangga? 7:44 Kita sebut tetangga itu kayak gimana sih 7:46 gitu ya. Tetangga itu jaraknya eh 40 7:51 rumah dari rumah kita gitu ya. Dari 7:53 depan, belakang, eh samping ya. Itu 40 7:59 jaraknya gitu. Jadi emm itu yang kita 8:03 masih kategorikan tetangga gitu ya. 8:07 Eh atau siapa yang mendengar panggilan 8:12 kita itu juga disebut sebagai tetangga. 8:15 Biasanya pada saat sakit itu tetangga 8:19 yang terdekat yang eh jamin langsung 8:22 ngebantu nganterin ke rumah sakit atau 8:26 eh eh eh bantuin atau ada misalnya yang 8:30 meninggal itu jamin itu tetangga begitu 8:33 ya. 8:34 Eh paling pertama untuk menolong kita 8:38 adalah tetangga kita. Apalagi waktu 8:41 malam-malam hari gitu ya atau saat-saat 8:43 di mana memang 8:44 sangat-sangat sensitif. Ada hajatan 8:47 misalnya begitu ya. Biasanya 8:49 yang paling mungkin untuk kita repotkan 8:52 adalah tetangga kita. Minimal di eh 8:57 lingkup eh apa eh rumah daerah rumah 9:01 akan terganggu begitu ya. 9:03 Jadi 9:04 punya tetangga sebenarnya 9:08 lebih banyak senangnya. 9:10 Terutama kalau kita butuh sesuatu 9:13 eh dan dia menolong itu rasanya aduh 9:16 rasanya adem banget gitu ya. 9:19 Eh bagaimana kita memperlakukan tetangga 9:22 kita, bagaimana kita berkomunikasi 9:25 dengan tetangga kita 9:27 itu luar biasa. Itu sesuatu yang perlu 9:30 kita perhatikan karena 9:32 punya tetangga yang 9:34 menyenangkan itu adalah rezeki besar 9:37 gitu ya. 9:38 Yang 9:39 eh tidak menyenangkan itu adalah ujian 9:42 juga. Jadi so it's 9:43 pilihan kita gitu untuk mengambil itu 9:46 menjadi berkah atau sebaliknya. 9:49 [tertawa] 9:51 Nah, 9:53 ada catatan yang penting yang perlu kita 9:55 perhatikan. Konflik ada dalam setiap 9:59 hubungan yang penting. Jadi kalau kita 10:01 punya hubungan sama orang 10:04 penting hubungannya cukup penting 10:07 misalnya sama pasangan, sama anak, sama 10:10 saudara, sama tetangga gitu ya. 10:14 Bisa sangat mungkin 10:17 ada konflik. 10:18 Kenapa? Karena kita berinteraksi dan dua 10:21 insan ini sama-sama punya persepsi yang 10:24 berbeda atau sama-sama punya ekspektasi. 10:28 Masing-masing manusia itu kan unik, 10:30 wajahnya aja beda. 10:32 Ya kan? Eh pikirannya juga beda, latar 10:35 belakangnya beda, minatnya beda. Jadi 10:38 kalau sama itu bisa saja karena ada 10:41 beberapa hal sama, yang lain juga bisa 10:44 jadi beda. Apakah sih yang beda itu 10:46 menjadi ribut atau enggak? Itu 10:48 tergantung dari kita eh bersikap dewasa 10:52 atau tidaknya begitu. 10:54 Ketika kita ketemu, kalau kita enggak 10:56 ketemu sama orang, kita ngelihat dia 10:59 terus udah gitu kita enggak enggak 11:00 merasa punya hubungan yang penting sama 11:02 dia misalnya, dia nyebelin kelihatannya, 11:05 ah udah terserah lu aja deh gitu ya. 11:07 [tertawa] 11:08 Kita enggak terlalu peduli sama dia. 11:09 Tapi kalau punya hubungan yang penting 11:12 ya udah kita ter ya gimana ya? Eh kita 11:16 eh mau enggak mau harus berhadapan terus 11:18 sama dia. Kalau kita tidak mampu untuk 11:21 mengelola konflik, maka itu 11:26 banyak tantangan dalam 11:28 eh setiap hari kita. 11:30 [tertawa] 11:32 Jadi gesekan itu pasti ada, gitu ya. 11:37 Masalah bau kotoran, masalah 11:41 ada eh tikus mati, 11:44 masalah ada air kececeran, masalah 11:47 talang air, masalah pembuangan air 11:51 cucian ikan, atau masalah gosip, masalah 11:56 parkir, masalah sampah, 11:59 dan lain sebagainya. 12:00 Jadi, hal sepele bisa jadi gede, bisa 12:03 jadi ribut, begitu ya. 12:06 Tetangga 12:07 bisa jadi teman selamanya atau saudara 12:11 atau juga musuh selamanya. 12:14 Jadi, 12:15 tergantung dari pilihan kita. 12:18 Nah, eh yuk kita lihat yuk dari sisi 12:20 komunikasi. Manusia itu pasti 12:23 berkomunikasi. Kita tidak pernah tidak 12:26 berkomunikasi, gitu ya. 12:28 Jadi, eh jadi komunikasi itu adalah hal 12:32 yang 12:33 paling menakjubkan. 12:35 [tertawa] 12:36 Eh, karena manusia bertahan hidup itu 12:39 juga berkat komunikasi dan berkembang 12:41 juga berkat komunikasi, begitu. Jadi, 12:44 manusia melakukan berbagai penyesuaian 12:46 diri 12:47 yang diperlukan untuk 12:50 eh em memenuhi kebutuhan hidupnya 12:53 melalui komunikasi, gitu ya. Jadi, eh 12:56 komu termasuk komunikasi sama 12:58 orang-orang dengan eh geografis yang 12:59 dekat tadi ya, tetangga itu dengan letak 13:02 geografis yang dekat. Nah, di dalam 13:05 Islam panduan berkomunikasinya kita 13:08 harus berhubungan baik dengan eh 13:11 tetangga kita, gitu ya. Menolong waktu 13:14 sulit, kemudian berbagi kebahagiaan 13:18 kalau 13:19 ada yang berbahagia, gitu ya. Melarang 13:24 untuk ngegangguin tetangga, jangan 13:26 nyebelin tetangga. Kemudian juga 13:28 dilarang menyebarkan aib tetangga, 13:31 saling menasehati, saling saling 13:34 menyamankan begitu ya. 13:37 Jadi eh tidak menghalangi pembangunan 13:40 rumah tetangga begitu ya, memelihara hak 13:44 tetangga, kemudian juga tidak gangguin 13:47 tetangga, eh saling memberi makanan, 13:50 sabar kalau diganggu eh atau cari solusi 13:55 yang eh tepat eh untuk menyelesaikannya. 14:00 Kalau lagi sakit kita jenguk, kita 14:03 doakan begitu ya. 14:05 Eh 14:07 banyak sekali yang bisa kita lakukan 14:09 untuk menyamankan hidup dengan orang 14:13 yang penting tadi begitu ya di dalam 14:15 lingkungan geografis kita sudah eh eh 14:19 apa namanya eh 14:22 eh 14:23 ditakdirkan begitu ya 14:25 [tertawa] 14:26 untuk dekat [berdehem] dengan tetangga 14:27 tersebut. 14:29 Nah, eh 14:31 kalau kita lihat gimana sih saat ini ya 14:33 eh eh dan dalam konteks eh perkotaan dan 14:36 pedesaan. Di desa itu 14:39 saling peduli begitu ya eh eh 14:42 cenderungnya apalagi kalau kita lihat di 14:44 masa lalu. Sekarang saja juga masih kuat 14:47 begitu ya. 14:48 Eh orang menganggap eh ikatan di dalam 14:52 tetangga itu sangat dekat sesama lain. 14:55 Di kota cenderungnya eh apalagi di eh 14:59 komunitas eh perumahan yang elit begitu 15:02 ya. Eh perumahan itu cenderung eh ada 15:07 jarak antara tetangga begitu ya. Eh 15:09 cenderung individualis. Nah, 15:11 kalau kita lihat dengan kondisi seperti 15:14 itu tetap saja kalau kita ada di dalam 15:17 sebuah RT, RW kita perlu untuk 15:21 mengambil sikap lebih aktif dari dari eh 15:25 apa namanya dari kecenderungan 15:29 perubahan eh eh hubungan antara tetangga 15:34 di perkotaan. Menurut saya ketika kita 15:37 memahami itu 15:39 kita 15:41 akan kelihatan berbeda dan akan jadi 15:43 lebih positif gitu karena kita mencoba 15:45 hal-hal yang baru yang sebenarnya 15:47 diharapkan gitu. Hubungan baik dengan 15:49 tetangga kita bisa jalin begitu. Tentu 15:52 saja menyesuaikan dengan kondisi 15:53 lingkungan kita. 15:55 Ada eh 15:58 penelitian di Amerika. Yuk kita lihat 16:01 yuk mudah-mudahan ada yang cukup pas eh 16:05 compare sama Indonesia. Tipe tetangga 16:08 gitu ya. Pertama, tipe introvert. 16:12 Tetangga yang jarang atau tidak merawat 16:17 rumah mereka. 16:18 Ya. 16:19 Eh rumputnya panjang 16:22 eh eh di rumahnya juga kelihatan enggak 16:25 bersih gitu ya. Mungkin dia butuh 16:27 perhatian, mungkin malas, mungkin enggak 16:30 mau enggak mampu memperhati tidak mampu 16:32 membersihkan karena mungkin secara fisik 16:34 ada masalah gitu ya. 16:36 Sakit misalnya begitu ya. 16:39 Ya kan? Jadi kita kita bisa ngelihat oh 16:41 tetanggaku tuh yang ini nih introvert. 16:44 Ya. 16:44 Ternyata bisa jadi karena dia punya 16:46 masalah gitu. 16:48 Ma ma yang perlu kita lakukan adalah 16:50 kita berkomunikasi ajak 16:52 ke rumahnya 16:54 atau ajak eh ngobrol, tanya kabarnya, 16:58 tanya gimana kondisinya. 17:01 Eh ada yang perlu dibantu barangkali. 17:05 Itu yang perlu kita lakukan. Support. 17:07 Kadang-kadang orang yang begitu tuh 17:09 karena memang 17:11 ada masalah gitu. 17:13 Kedua, tetangga yang bahaya nih. 17:17 [tertawa] 17:17 Tetangga yang sama dia nih. 17:19 Ini orang bikin kita enggak nyaman, ya. 17:22 Eee misalnya dia apa namanya kasar, dia 17:27 eee agresif dan lain sebagainya gitu ya. 17:32 Nah, eee 17:34 ada ada tipe orang yang seperti itu. 17:36 Yang perlu kita lakukan adalah kita 17:38 baikin gitu ya. He em. Eee 17:42 kita tunjukkan keramahan. Orang 17:45 kalau dibaikin kan akan baik juga begitu 17:48 ya. Jadi kita enggak enggak enggak 17:50 karena dia agresif atau dia atau bukan 17:52 agresif ya, atau misalnya dia kesannya 17:54 kesannya cuek, kesannya galak, terus 17:56 kita jadinya ikutan galak sama dia. 17:58 Enggak perlulah gitu loh. Karena itu kan 18:00 tetangga kita gitu. Eee kasih saling 18:03 kenal, coba untuk mengenal dia, eee 18:06 pahami kebiasaan dia gitu ya. Eee 18:10 hindari konfliklah sama dia gitu ya. Ada 18:12 yang 18:14 ini ini orang bisa jadi membahayakan, 18:16 tapi kalau kita nambahin Iya. itu 18:19 risikolah untuk kita gitu ya. 18:20 [tertawa] 18:20 Jadi 18:22 eee 18:23 ya berusaha baik aja. Kan kita enggak 18:26 ingin punya masalah sama tetangga gitu 18:28 ya. He em. 18:29 Tetangga kaya raya. Dia kaya banget, 18:32 rumahnya eee mentereng misalnya begitu 18:35 ya. Kemudian eee 18:38 tetangga yang lain bisa jadi eee ngerasa 18:40 minder gitu ya sama dia. Oh, ini mah 18:42 keluarganya elit bahasanya begitu ya. 18:45 Eee 18:48 ya kita positif aja. Masing-masing punya 18:50 rezeki. Allah menjaga, menitipkan kepada 18:55 masing-masing orang 18:57 rezeki masing-masing. Enggak perlu kita 18:59 eee minder sama dia, enggak perlu kita 19:02 kecil hati sama dia gitu ya. Enggak 19:04 perlu dijauhi gitu ya. Dekati dengan 19:07 baik. Kita juga enggak perlu meminta 19:09 ekspektasi apapun dari dia begitu ya. 19:12 Eee kalau dia sombong, eee ya kita 19:16 berusaha untuk eee biasa-biasa aja gitu 19:19 sama dia gitu ya. Eee jadi jangan jangan 19:24 bermusuhan sama dia dan ngapain dia 19:26 harus sombong juga gitu ya kalau kita 19:28 eee reaksinya juga enggak enggak enggak 19:31 merendahkan diri, tidak meninggikan 19:33 diri, kita baik-baik saja menyapa dan 19:35 lain sebagainya gitu ya. Ada yang 19:37 seperti itu. 19:38 Ada tetangga yang unik. Ini eee dari 19:41 riset eee Jody Smith eee lima tipe 19:44 tetangga. Yang keempat 19:46 tetangga unik, kepedean misalnya gitu 19:48 ya. 19:49 Eee eee kepedean langsung masuk-masuk 19:52 rumah eee buka kulkas gitu ya. Eee 19:57 melanggar privasi lah gitu ya. Ini untuk 20:00 tetangga yang kayak gitu kita perlu 20:01 tegas gitu ya. Tapi tetap santun untuk 20:05 menyampaikan eee aturan di kita gitu 20:08 artinya menegaskan gitu ya. Itu 20:12 perlu kita ini. 20:14 Ada tetangga yang enggak mau 20:16 bersosialisasi begitu ya. 20:18 [mendengus] 20:18 Menghindar, menutup diri ada kok ada di 20:20 lingkungan kita tuh ada gitu ya. 20:23 Eee 20:25 jadi tetap 20:27 ya berusaha 20:30 eee menyapa saja ketika kita bertemu 20:33 begitu ya. 20:34 Eee kemudian salam dan lain sebagainya. 20:37 Eee tidak perlu maksa eee untuk kita 20:40 dekat sama dia tetapi ya 20:43 ini apa namanya kita bisa kasih senyum 20:45 atau misalnya memang kita punya hantaran 20:48 untuk satu RT atau satu RW ya semuanya 20:51 dapat gitu enggak cuman dia enggak 20:53 dikasih gitu itu itu enggak itu itu eee 20:56 apa namanya 20:57 eee 20:59 eee eee pendekatan yang baik gitu. 21:04 Biasanya orang kayak gitu memang ingin 21:06 zona nyaman sendiri gitu ya, enggak 21:08 ingin diusik oleh orang lain. 21:11 Eee sebagai orang yang tinggal paling 21:13 dekat dengan kita, perilaku dari 21:15 tetangga itu bisa berdampak 21:18 pada kehidupan kita. Bahkan 21:22 kalau mereka relatif asing gitu ya, 21:25 tetangga baik dampaknya positif. 21:29 Tetangga juga bisa jadi gangguan, bisa 21:31 jadi konflik, bisa jadi ribetin kita 21:35 gitu ya. Eee aturan 21:37 eee aturan aturan tetangga yang terkikis 21:40 berpotensi mengarah ke masalah keluhan 21:43 eee keluarga yang keluhan di antara 21:47 tetangga kita yang lebih besar gitu. 21:48 Jadi 21:49 penting untuk kita perhatikan. 21:52 Eee ada ada penelitian terkait dengan 21:55 penyakit jantung gitu ya, kesehatan 21:58 jantung pada lebih dari 5.000 orang 22:02 dewasa. Ini risetnya di Amerika. Mereka 22:05 diminta untuk memvalidasi 22:07 nilai berapa banyak mereka merasa 22:11 diterima 22:13 oleh lingkungan lokal mereka, di 22:15 tetangga. 22:16 Apakah mereka punya tetangga yang 22:18 nyamanin, ramah, sering membantu, bisa 22:21 dipercaya begitu ya. 22:24 Eee dari periode pemantauan selama 4 22:27 tahun 22:28 148 22:31 dari 5.000 lebih peserta itu mengalami 22:34 serangan jantung 22:36 dan menunjukkan eee mereka punya 22:39 lingkungan dengan tetangga yang baik itu 22:42 menurunkan risiko penyakit jantung 22:44 sampai 22%. Itu hasil penelitiannya ya. 22:48 Ini 22:49 menurut penelitian mereka. 22:51 Jadi eee 22:55 punya tetangga yang baik itu luar biasa. 22:57 Saya punya tetangga ya, keren banget. 23:00 Jadi ada yang sakit, itu tetangga lain 23:03 itu bantuin 23:05 eee bikinin makanan, nemenin gitu. Itu 23:09 luar biasa. Kita eee kalau kita ingat 23:12 bagaimana waktu Covid itu, itu 23:14 peristiwanya luar biasa itu di Indonesia 23:17 ya. Banyak sekali yang saling membantu 23:19 satu sama lain dan masalah-masalah 23:21 tetangga itu menjadi masalah bersama 23:22 begitu. Tapi ini udah udah bukan Covid. 23:26 Ini ada tetangga yang sakit itu yang 23:28 lain itu merasa ikut gitu. Ikut 23:31 terlibat, ikut ngebantu, nyiapin apa, 23:33 punya apa dikasih dan lain sebagainya. 23:36 Nah, sekarang kita lihat yuk gimana 23:38 hubungannya sama generasi. Nah, Gen Z ya 23:41 Gen Z. Gen Z itu ternyata cenderung cuek 23:46 ama tetangga. Tetapi dia sibuk, aktif 23:50 banget di komunitas online. Di komunitas 23:52 offline 23:54 eee tenang-tenang. 23:56 [tertawa] 23:58 Ini ini hasil risetnya ya. Eee jadi 24:01 kalau dibandingkan sama generasi 24:02 sebelumnya, apalagi tradisionalis, baby 24:05 boomers, X gitu ya, masih cenderung suka 24:08 face to face, tatap muka begitu ya. Nah, 24:11 dari situ berarti kita perlu juga bisa 24:15 eee eee tergantung dari kita ya saat ini 24:18 kita di generasi apa begitu ya. 24:21 Pertama kepada generasi Gen Z tadi kita 24:23 memahami 24:25 dan juga mengajak gitu. Karena bisa jadi 24:28 karena mereka enggan tuh karena mereka 24:30 enggak belum memahami begitu. Nah, eee 24:33 ketika kita eee sebagai orang yang lebih 24:36 eee senior, lebih dewasa begitu ya, itu 24:39 kita bisa mengajak, ngerangkul sehingga 24:42 eee kekeluargaan kita menjadi lebih 24:44 baik. Dan luar biasa tetangga eee 24:47 tetangga Gen Z itu, kita punya tetangga 24:49 anak Gen Z itu, itu keuntungannya banyak 24:51 banget. Mereka digital native, mereka 24:54 bisa menjadi supporter yang sangat 24:56 bagus, kreatif, dan lain sebagainya 24:59 begitu ya. Bukannya enggak mau, mereka 25:01 itu mau cuman mereka masih belum terlalu 25:03 terbiasa dengan eh kehidupan yang face 25:06 to face begitu ya. Apalagi dengan yang 25:09 lebih senior. 25:12 Eh 25:13 jadi 25:15 eh dua ri ini milenial ya, sekarang 25:18 milenial tadi Gen Z. Dua dari tiga 25:20 milenial 25:22 tidak merasa jadi bagian dari komunitas 25:25 lokal di mana mereka [berdehem] tinggal. 25:29 64% milenial terputus dari kelompok 25:33 mereka. Heeh. 25:34 Mereka tidak punya waktu luang, dua kali 25:37 berpotensi tidak punya waktu luang untuk 25:39 kumpul dalam lingkungan mereka dibanding 25:42 non milenial. 25:43 X, baby boomers, tradisionalis gitu ya. 25:46 Yang yang lebih senior ya. 25:48 Jadi 25:50 mmm 25:51 kita perlu 25:54 eh 25:55 eh menyadari artinya siapapun kita gitu 25:58 ya. Ketika kita adalah milenial, kita 26:00 perlu melihat eh rugi loh betapa 26:02 pentingnya loh tetangga itu Gen Z. 26:05 Penting loh tetangga itu, maka kita 26:07 perlu mengubah gaya komunikasi kita eh 26:13 menjadi lebih eh apa namanya ada ada 26:15 porsi proporsional 26:18 yang tepat untuk berinteraksi dengan 26:20 lingkungan tetangga kita gitu. 26:22 Nah yang lebih senior artinya 26:25 eh eh baby boomers, tradisionalis itu 26:29 juga perlu lebih empati, perlu lebih 26:31 ngajak dan lain sebagainya gitu. 26:34 Ini masih riset dari OnePool, dua dari 26:38 lima atau 22% milenial tidak 26:41 berpartisipasi karena tidak berteman 26:44 dengan siapapun di lingkungan mereka 26:45 gitu ya. 27% milenial tidak tahu cara 26:48 berteman dengan tetangga, terputus 26:50 dengan lingkungan lokal membuat mereka 26:52 kesepian. Sayang sekali. 57% milenial 26:55 merasa mengaku merasa terasing di 26:57 lingkungan lokal karena mengalami 27:00 perasaan kesepian akibat terasing dari 27:03 lingkungan. Pada dasarnya mereka mau kok 27:06 gabung sama komunitas gitu. 27:09 Eee 27:11 kesadaran ini perlu kita eee empati dan 27:15 perlu kita eee sikapi dengan bijak gitu. 27:19 Semua pihak eee baik eee si generasi 27:21 tersebut maupun eee bukan generasi 27:23 tersebut. 79% 27:27 berharap bisa berkomunikasi. 79% 27:30 milenial 27:32 berharap bisa berkomunikasi dan 27:33 berpartisipasi lebih banyak di 27:36 masyarakat. Eh, keren banget kan? 27:41 Eee tetapi faktanya hanya 16% kaum 27:44 milenial bergabung. Jadi, mau sih tapi 27:47 dia 27:48 mungkin enggan atau 27:50 eee eee tidak tidak terlalu eee apa ya 27:55 tidak terlalu mudah berinteraksi dengan 27:59 yang lebih senior gitu. Jadi, 28:01 eee akhirnya ada jaga jarak. 28:04 Ikhwan dan akhwat masih barengan di sini 28:06 kan ngebahas tentang 28:08 [tertawa] 28:10 Kita lanjut ya, Mbak Nuning ya. Enggak 28:11 ke mana-mana kok. 28:13 [tertawa] 28:14 Nah, gimana sih dalam eee Islam gitu ya? 28:18 Jangan 28:20 sakiti tetangga 28:22 gitu ya. Menyakiti tetangga baik 28:25 perilaku maupun kata-kata gitu ya 28:29 bisa merusak hubungan ya. Jangan 28:32 menghina 28:33 eee mencela gitu ya. 28:36 Eee Rasulullah sallallahu alaihi 28:38 wasallam 28:40 bersabda, "Barang siapa yang beriman 28:43 kepada Allah hmm subhanahu wa taala 28:46 dan hari akhir 28:48 maka janganlah dia 28:51 menyakiti tetangganya. 28:55 Eee menolong kesulitan tetangga. 29:00 Bukanlah seorang mukmin 29:03 orang yang kenyang 29:05 sementara tetangganya 29:07 kelaparan di sampingnya. Ini adalah 29:10 hadis riwayat Bukhari ya. 29:13 Perkataan yang baik dan pemberian maaf 29:17 lebih baik dari sedekah yang diiringi 29:20 oleh sesuatu yang menyakitkan. 29:23 Menyakitkan yang nerima. 29:26 Allah Maha Kaya lagi lagi Maha 29:28 Penyantun. 29:30 Itu di dalam Quran surat Al Baqarah. 29:33 Ikhwan dan akhwat maka kita perlu 29:35 beramah tamah, toleransi dengan 29:38 tetangga, enggak ngomong keras-keras, 29:42 enggak teriak-teriak, enggak bikin 29:43 ribut, enggak bikin gaduh gitu ya, 29:46 ngeganggu ketentraman tetangga kita. 29:49 Eee sebaik-baiknya sahabat adalah yang 29:52 paling baik sama sahabatnya dan 29:55 sebaik-baik tetangga adalah yang paling 29:57 baik 29:58 sama tetangganya. Ini juga hadis ya. 30:02 Jadi eee ini perlu kita perhatikan. 30:07 Kadang-kadang ributan nih gara-gara ada 30:09 polisi tidur dibikin yang tinggi banget 30:12 gitu ya. Eee 30:14 karena dia enggak mau nih lewat depan 30:17 rumahnya eee apa cepat gitu ya. Maka ya 30:22 udah deh saya tinggiin aja. Apa yang 30:24 terjadi dengan tinggi? Itu ngeganggu ke 30:26 mobil atau kendaraan jadi eee ngerusak 30:29 mesinnya atau mengganggu begitu dan itu 30:32 itu 30:33 itu juga berbahaya ya eee untuk semua 30:36 pihak. 30:38 Karena kalau kita nyebelin kita juga 30:41 berisiko untuk diri kita sendiri. 30:45 Eh, barang siapa menutup aib seorang 30:47 muslim, maka Allah akan menutupi aibnya 30:50 di dunia dan akhirat. Ini juga 30:53 perlu kita perhatikan karena cenderung 30:55 tetangga itu tahu masalah tetangga 30:58 lainnya. 31:00 Jadi, 31:02 dengan tetangga kita, 31:04 kita perlu berkomunikasinya 31:06 saling menghormati, saling menghargai, 31:10 tolong-menolong, 31:11 menjaga keharmonisan, 31:14 hati-hati ngomongnya, hati-hati perilaku 31:17 ekspresi nonverbal kita gitu. 31:20 Duluan salam. 31:22 Asalamualaikum. 31:25 Apa kabar, Pak, Bu? Gitu ya. Menyapalah 31:28 lebih dulu gitu. Itu akhlak yang lebih 31:30 baik. Sapa, senyum, ya. Eh, enggak 31:35 lama-lama ngobrolnya gitu ya karena bisa 31:37 jadi 31:38 eh, masing-masing punya 31:40 punya eh, kesibukan atau bahkan bisa 31:43 berdampak pada potensi gibah. 31:46 Eh, jadi gosipin, jadi panjang lagi bisa 31:49 fitnah dan lain sebagainya. 31:51 Terus enggak usah banyak 31:54 nanya gitu ya. Eh, 31:57 apa namanya? 31:59 Kan kalau di budaya Indonesia tuh kan 32:01 eh, mau ke mana gitu ya. Okelah ya. Itu 32:04 itu mau ke mana itu adalah pernyataan 32:07 bahwa aku aku yang menyapa Anda dan aku 32:12 tahu Anda ada gitu. Jadi cuman 32:14 memanusiakan saja gitu ya. Jadi enggak 32:17 enggak ke dalam-dalam. Tapi kalau kepo, 32:20 [tertawa] 32:21 mau ke mana sih gitu ya? Ada urusan apa? 32:24 Bisnisnya apa gitu ya? 32:26 Eh, mau beli apa? Itu udahlah biarin 32:29 ajalah urusan dia. Dia mau beli apa, mau 32:31 beli apa kecuali dia memang ingin 32:32 menyatakannya begitu ya. 32:35 Terus sama tetangga adalah kalau sakit 32:38 dijenguk. Siapa tahu eee apa namanya ada 32:44 hal yang memang perlu untuk kita bantu 32:45 begitu ya. 32:47 Kalau ada musibah ikut berbela sungkawa, 32:50 takziah 32:51 dan lain sebagainya, mendoakan ya. Ikut 32:54 bahagia kalau ada kebahagiaannya, ucapin 32:58 selamat atas keberhasilannya. 33:01 Eee lembut sama anak tetangga dan juga 33:05 eee orang yang bekerja di eee rumah 33:07 tetangga juga begitu ya. Memaafkan kalau 33:10 ada salah ucap begitu ya. 33:13 Menegur secara halus dengan baik sekali 33:16 komunikasi yang asertif. 33:19 Kalau ada kesalahan tetangga kita 33:22 enggak ngelihatin tetangga berlebihan 33:25 begitu ya, sampai eee bisa jadi ada 33:30 eee apa ya godaan setan yang terkutuk 33:33 itu begitu ya. 33:34 [tertawa] 33:34 Eee menolong kalau diperlukan itu perlu 33:37 kita lakukan. 33:38 Jadi eee Ikhwan dan Akhwat yang 33:42 dirahmati Allah 33:43 begitulah 33:45 eee yang sebaiknya kita lakukan untuk 33:48 berkomunikasi efektif dengan tetangga 33:50 kita. 33:51 Masha Allah. Ini enggak mudah ya Mbak 33:53 Nuning ya, tapi penting ini untuk kita 33:55 kita eee hayati. 33:58 Sangat karena ada apa yang terjadi pun 34:02 Iya. nomor satu yang bisa membantu Iya. 34:05 bisa meringankan tetangga. Iya betul. 34:10 Kalau saudara secinta apapun jauh 34:12 misalnya kan he eh. He eh. Seperti ini 34:15 yang disampaikan oleh Ibu Dharma di 34:18 Bekasi. 34:19 He eh. Jadi ceritanya waktu saya sakit 34:21 tuh Mbak Nuning 34:23 jam 03.00 pagi He eh. 34:25 kan enggak ada yang bisa membantu 34:27 membawa keluar saya telepon [berdehem] 34:29 tetangga. He eh. 34:31 Dan kalau di-chat aja belum tentu saat 34:33 itu juga 34:34 He em. 34:35 [tertawa] 34:35 Alhamdulillah 34:37 karena itu dialah yang antar. Ya Allah. 34:39 Jam 3 pagi. Alhamdulillah ya Allah. 34:42 Betapa pentingnya 34:43 Kalau saudara kita jauh kan 34:44 perjalanannya aja take time kan. 34:46 betul. 34:47 Alhamdulillah ya. Begitulah 34:50 begitulah eh tetangga itu. Makanya eh 34:53 itu ada investasi kan. 34:55 Enggak ujug-ujug kan kita minta tolong. 34:58 [tertawa] 34:59 Jadi eh makanya bukannya kita mau apa ya 35:03 mau ngerepotin tetapi ada saat memang di 35:07 mana kita memang butuh orang lain 35:09 begitu. 35:09 Apalagi di sini dikatakan anak saya jauh 35:13 semua. Kalau ada apa-apa ya tetangga 35:15 [berdehem] dulu. 35:17 Apalagi setelah 35:19 eh lebih senior ya kita ya artinya 35:22 aktivitas kita udah banyak di rumah gitu 35:24 ya di lingkungan di sekitar kita ini 35:29 yang paling penting gitu untuk kita 35:31 punya hubungan baik kita. Betul. Ini ada 35:34 pertanyaan. 35:35 Iya. 35:37 Apa dong yang harus kita lakukan agar 35:40 anak-anak yang memang tidak atau kurang 35:44 punya kepedulian untuk berkomunikasi 35:47 dengan tetangga? Iya. Ya kan enggak 35:51 perlu itu selalu jawabnya. Iya sih 35:53 anak-anak kan remaja ya. 35:54 Betul, he em. Sementara bisa jadi 35:56 tetangga di sebelah rumah enggak punya 35:58 anak remaja. Iya. 36:01 gimana caranya Mbak? He em. 36:03 Ya kita tunggu. Jadi di eh 36:07 pengurus 36:09 em 36:12 RT RW 36:14 ya RT RW lah terutama gitu ya. 36:15 He em. Pengurus itu penting sekali gitu 36:18 ya untuk memfasilitasi 36:22 eh 36:23 ruang-ruang perjumpaan mereka begitu. 36:26 Misalnya ada 36:27 eh Tarka ya, Taruna Karya atau juga 36:31 Karang Taruna 36:32 sekarang Taruna ya, hehehe. 36:34 Karang Taruna, eh terus ada acara-acara 36:37 yang nanti dikerjakan oleh anak-anak 36:40 muda begitu ya. Ehm misalnya pengelolaan 36:43 acara apa, mereka ini atau ada olahraga 36:47 bersama yang difasilitasi begitu ya. Itu 36:50 memudahkan untuk interaksi di antara 36:52 mereka atau acara di tempat-tempat 36:55 ibadah begitu ya. Heem. Eh yang eh 36:58 mereka akhirnya bisa bertemu, bisa 37:00 difasilitasila, ada ada ada momen-momen 37:03 seperti itu. Sehingga itu menjadi 37:07 eh tempat untuk bertemu dan mereka jadi 37:10 merasa oke, aku juga punya kok 37:13 teman-teman di kampungku sendiri gitu. 37:15 Heem, heem. Itu itu penting itu. 37:18 Eh eh itu dari eksternal ya, dari 37:20 internal ada keluarga kita sendiri gitu. 37:23 Keluarga kita bisa mengajak eh anak-anak 37:27 untuk ayo dong, eh kenal dong sama 37:29 tetangga dong, ngobrol dong sama dia 37:30 gitu. Heem. Gitu. Enggak enggak mudah 37:33 sih eh dorong-dorong anak eh sekarang 37:36 ini ya, Gen Z apalagi ya atau Alfa 37:38 barangkali ya. Heem. Mungkin kalau Alfa 37:40 anak-anak kecil ya, itu masih ada ehm 37:43 makan, suka jalan-jalan atau eh 37:47 jalan-jalan di eh apa ya, di 37:49 daerah-daerah taman atau eh ruang-ruang 37:52 tetangga dan lain sebagainya masih 37:54 memungkinkan. 37:55 Eh nanti kalau sudah mulai aktif di 37:57 sekolah dengan kesibukan yang begitu 38:00 rapid, begitu banyak begitu ya, bisa 38:02 jadi akan berkurang. Tapi ada 38:05 ruang-ruang untuk memungkinkan mereka 38:07 berinteraksi, itu yang perlu kita 38:09 fasilitasi begitu. 38:11 Bagus banget kalau kita bisa eh membuat 38:14 itu. Jadi kita kasih tahu anak kita 38:17 dan lingkungan juga memfasilitasi gitu. 38:21 Iya, belum lagi kalau memang ada 38:22 komunitas-komunitas yang terbentuk, ya, 38:25 di antara remaja-remaja kita atau 38:28 mungkin juga Tujuh belasan itu bagus 38:29 banget, ya, Mbak, Nuning. Tujuh belasan 38:31 atau acara apa, ya, akhir tahun atau 38:35 acara liburan, gitu loh. Iya. Ini 38:37 pertanyaan tidak ada namanya. "Saya 38:40 punya anak tiga. Heeh. 38:42 Di kamar masing-masing lebih 75% 38:46 dibandingkan berkumpul di ruang tengah. 38:49 Bagaimana cara membuat mereka menyatu 38:52 satu sama lain karena 38:54 ya, ada pekerjaan, ya, ada banyak deh 38:58 pokoknya alasannya. Iya, ya. Iya, 39:00 setuju. Apa yang harus saya lakukan 39:01 sebagai ibu? Kok rasa, oh, ini dari ibu, 39:04 ya. Iya. Iya. Itu tadi, ya, ada dua. 39:07 Satu, ee di dalam keluarga kita kita 39:10 ingatkan, ya, bahwa mereka juga kamu 39:13 fair dong punya teman yang ada di 39:16 lingkungan kamu sendiri, di sekolah, di 39:19 kampus. Ee atau di tempat kerja, tetapi 39:22 juga ada sesekali ikut dong ngumpul sama 39:25 tetangga, gitu, ya. Ee dan juga 39:28 lingkungan kita perlu memfasilitasi, 39:30 gitu. 39:31 Emm, memang butuh waktu. Nantinya pada 39:34 saat dia sudah masuk ke kehidupan 39:38 keluarga dan menjadi memiliki ee apa 39:42 namanya ee tetangga sendiri, gitu, ya, 39:45 karena ee berumah tangga sendiri, dia 39:48 merasakan itu, merasakan itu 39:50 tantangan-tantangannya, gitu, ya, ketika 39:52 sudah dijegurin, ngerasain tantangannya. 39:55 Sebelumnya belum, enggak? Maka, 39:57 mendingan kita ingatkan bahwa ini akan 39:59 terjadi loh, kamu butuh loh dan lain 40:02 sebagainya. Haruslah ada momen untuk 40:04 mengingatkan itu, gitu. 40:06 Ee 40:07 ini tantangan kolektif, ya. 40:09 [tertawa] 40:10 Kita semua atau kebanyakan orang punya 40:12 tantangan itu untuk anak-anak ee yang 40:15 Gen Z, gitu, ya, ee yang 40:18 cenderung Gen Z atau milenial ya, yang 40:21 cenderung sudah aktif dengan media 40:24 sosialnya gitu. 40:26 Itu 40:27 itu masalah. Tapi ketika dia sudah masuk 40:30 ke kehidupan keluarga, 40:32 mereka berumah tangga, punya rumah 40:34 sendiri, mereka ngadepin itu. Maka dari 40:37 awal kita sudah kasih tahu, "Ini produk 40:39 prediksinya kayak gini loh. Kamu tuh 40:40 juga butuh loh tetangga loh gitu." He 40:43 em, he em. 40:44 Terus kalau adik kakak pada 40:45 masing-masing tadi diapain ya anaknya 40:47 ya? Itu pertanyaannya. Iya, eh 40:49 ini ini ini kan tadi 40:51 konteksnya tetangga ya. Tapi kalau di 40:53 dalam rumah sendiri, kita harus cari 40:55 waktu yang memungkinkan untuk acara 40:59 kumpul keluarga seperti misalnya ada 41:02 makan bersama, ngajakin, narikin untuk 41:06 makan bersama aja tuh enggak mudah loh. 41:08 [tertawa] 41:09 Tapi kita bisa menyediakan itu gitu. 41:12 Kita masih punya kuasa ya. 41:14 Aduh, kata-katanya berat ya. Tapi it's 41:17 real ya. Susah ya cari kata lain ya. 41:19 Intinya gitu. Eh seorang ibu masih punya 41:22 eh 41:23 apa ya, kemampuan untuk menyatukan 41:27 dengan cara eh memberi eh stimulus gitu 41:31 ya. 41:32 [tertawa] 41:32 Rangsangan yang eh yang seru, makan 41:35 bersama atau ngobrol apa atau 41:39 jalan-jalan gitu. 41:41 Itu eh tak terlupakan dan itu menjadi 41:43 pelajaran berharga untuk tahu. Atau ada 41:47 kisah-kisah yang kita bisa ceritakan 41:49 gara-gara ini jadi gini gitu. Itu juga 41:51 bisa tuh jadi reflektif ya. 41:53 Iya, ini dari Ibu Indah. He em. 41:57 Kebetulan dua anak saya ikut Karang 42:00 Taruna, mereka jadi jauh lebih bahu 42:03 membahu 42:05 dibanding sebelumnya. He em. 42:08 Dan tetangga saya anaknya ikut remaja 42:11 masjid, Eh, ikut juga anak saya. Keren 42:15 ya. 42:15 Gitu. Berarti yang bertetangga enggak 42:17 cuman orang tua yang perlu ya. Iya, si 42:18 bocah juga. 42:20 Iya. 42:21 Mudah-mudahan semua anak-anak kita 42:25 tertarik untuk juga bergabung di entah 42:28 Karang Taruna atau remaja masjid. 42:32 Iya, keren banget. 42:34 Iya. 42:35 Oke, Mbak Nuning. Lanjut. Saya ada 42:38 beberapa yang saya ingin sampaikan 42:40 terkait dengan eh kasus-kasus gitu ya 42:43 yang 42:44 eh menimbulkan 42:46 kertakan dalam tetangga. Tadi sudah 42:50 bagaimana harmonisnya, bagaimana 42:52 menciptakan suasana harmonis, apa saja 42:55 tips-tips yang perlu kita lakukan. 42:57 Sekarang ini yang kita perlu perhatikan 42:59 bahwa 43:00 eh kalau ini dilanggar, ini akan 43:03 mengganggu begitu ya. Eh 43:05 diantaranya yang pertama adalah batas 43:07 privasi, penggunaan ruang umum gitu ya. 43:10 Di lingkungan tetangga itu pemahaman hak 43:13 dan kewajiban pemanfaatan ruang publik, 43:17 jalan, lahan parkir. 43:20 Itu penting. Kalau ngerti itu penting, 43:23 maka kita perlu menjaganya. Kalau enggak 43:26 entar konflik, ributan begitu ya. 43:28 Eh misalnya eh ruang umum itu adalah 43:31 ruang yang dipakai bersama. 43:34 Yang eh seperti jalan di lingkungan 43:37 kita, trotoar, taman, 43:40 eh lahan parkir, selokan, eh fasilitas 43:44 sosial dan lain sebagainya. Itu adalah 43:46 ruang umum. Nah, itu perlu kita pahami 43:51 ini punya bersama loh, kita sama-sama 43:53 ngejaganya gitu ya. 43:55 Batas privasi itu juga perlu kita 43:58 pahami. Ruang pribadi misalnya begitu 44:01 ya, di rumah, di halaman, di dalam pagar 44:05 rumah, garasi 44:08 eee 44:09 itu 44:11 eee orang lain enggak boleh masuk tanpa 44:14 izin. Nah, 44:16 pemahaman 44:18 eee tentang hal mendasar itu, meskipun 44:20 kayaknya mendasar ya, tapi ada yang 44:22 melanggarnya juga begitu. Dan 44:24 pelanggaran itu menimbulkan eee eee 44:27 masalah. Ruang semi pribadi, misalnya. 44:30 Halaman depan tanpa pagar, 44:33 teras terbuka. 44:37 Eee 44:40 et apa ya? Etisnya orang lain enggak 44:43 boleh gunakan tanpa izin dari pemilik. 44:46 He em. Itu itu punyanya dia, tapi memang 44:48 terbuka begitu. 44:50 Ruang umum, public space ya. Jalan 44:53 lingkungan, 44:55 lahan parkir umum, pos ronda. 44:59 Semua warga punya akses di sana. Tetapi 45:03 enggak boleh jadinya dia nguasain 45:05 sendiri gitu. Ada yang menguasainya, ya, 45:08 yang merasa ini jadinya ini bagian aku 45:11 gitu. 45:12 Atau dia simpan eee dia dia manfaatin 45:15 eee paling dominan begitu ya. Itu 45:19 kalaupun misalnya dia mau memanfaatkan 45:21 dengan dominan, dia perlu meminta izin 45:24 kepada RT atau RW begitu. Eee 45:28 sehingga eee RT dan RW bisa 45:30 mendiskusikannya, misalnya memberikan 45:32 kesempatan oke, misalnya mau berdagang 45:34 di situ eee karena minta izin dan lain 45:37 sebagainya dengan batasan-batasan yang 45:39 dia selesaikan juga dan lain sebagainya 45:41 begitu. 45:43 Kewajiban dalam penggunaan ruang umum, 45:44 tidak 45:47 menguasai berlebihan. 45:48 Ya. 45:49 Parkir 45:51 mobil di jalan umum boleh. 45:54 Ya. Tapi tidak boleh sampai menghalangi 45:59 Yang mau lewat. 45:59 lalu lintas atau menutup akses ke rumah 46:02 tetangga gitu. He em, he em. 46:04 Ini yang kemarin ribut itu di antaranya 46:06 ini. 46:07 Menjaga kebersihan dan kenyamanan. Tidak 46:10 buang sampah, tidak menaruh barang, 46:13 semen, material 46:16 eee 46:17 kandang di jalan umum gitu ya. 46:20 Eee 46:21 menghormati 46:22 kesetaraan. Ruang umum itu dipakai 46:26 gantian, bukan untuk kelompok tertentu 46:28 saja. 46:31 Ada juga batasan privasi tetangga di 46:33 ruang umum. 46:35 Jangan ngintip-ngintip. 46:37 Ya. 46:38 Atau campurin urusan tetangga. 46:41 Ya. 46:42 Eee meskipun itu kelihatan dari rumah 46:45 kita gitu. 46:46 Ya, kecuali memang perlu kita ikut 46:49 terlibat karena ada kekerasan misalnya 46:51 begitu ya. Atau ada ada ada hal-hal yang 46:54 memang kita perlu ikut involve gitu ya. 46:57 Jangan motret, nyebarin kondisi rumah 47:01 atau aktivitas pribadi tetangga di ruang 47:04 publik tanpa izin. 47:06 Ini sensitif loh. 47:08 Jangan pakai ruang publik seolah-olah 47:12 itu ruang pribadi kita. 47:14 Eee 47:15 depan 47:17 depan rumah orang [berdehem] jadi garasi 47:20 pribadi permanen misalnya begitu. Ya. 47:24 Ini tidak tepat. 47:27 [mendengus] 47:27 Eee 47:30 Eee prinsip keseimbangan hak dan 47:32 kewajiban itu perlu kita jaga. 47:35 Setiap warga berhak pakai ruang publik 47:40 untuk akses, parkir sementara atau 47:43 kegiatan sosial. Kewajiban kita setiap 47:47 warga wajib untuk menjaga penggunaannya 47:51 tidak mengurangi kenyamanan dan hak 47:53 orang lain. Ini penting untuk kita 47:55 sadari. Ini batasan-batasan tentang 47:57 ruang publik. 48:00 Karena ketika kita melanggar, 48:02 implikasinya akan banyak kepada 48:03 lingkungan kita. 48:06 Iwan dan Awan, saya ingin juga ngebahas 48:07 tentang penggunaan media sosial ya. 48:09 Tetapi sebelumnya saya ingin ngajak 48:11 untuk ngelihat bagaimana sih empati gitu 48:14 ya dan sikap sabar 48:17 dalam konflik yang berkembang misalnya 48:20 di dalam lingkungan kita gitu ya. 48:23 Konflik ada dalam setiap hubungan yang 48:25 penting. Itu, itu clear ya. Pasti ada 48:29 konflik gitu ya. Sama tetangga kita juga 48:32 ada konflik, sangat mungkin. Apakah 48:35 konflik-konflik itu kan sesuatu yang 48:37 memang tidak kita nyamani, sama-sama 48:40 punya perbedaan. Tapi gimana cara 48:42 nyelesaiinnya gitu ya? Enggak usah 48:44 enggak usah dikembang-kembangin lah. 48:47 Konflik kecil 48:48 bisa melonjak 48:50 kalau ada prasangka atau juga sikap 48:52 defensif. Kayaknya dia paling benar gitu 48:55 ya. 48:57 Maka yang perlu kita lakukan adalah kita 48:59 diskusikan, kita omongin dengan tenang. 49:03 Ya. 49:04 Ketika ada prasangka 49:07 kayaknya dia enggak ngehargain gue deh 49:09 gitu ya. 49:10 Atau 49:12 defensif ya ngerasa takut disalahin gitu 49:15 ya. Emosi itu cepat banget meledak. 49:19 Konflik itu jadi jauh lebih besar 49:24 daripada masalahnya. 49:26 Padahal masalahnya mungkin 49:28 eh parkiran atau mungkin eh apa namanya 49:33 mmm ada kucing misalnya gitu ya. 49:36 [tertawa] 49:36 Kucing yang di mana atau binatang dan 49:39 lain sebagainya gitu. 49:41 Jadi 49:42 eh awal masalah adalah kecil. Misalnya 49:45 tetangga eh nyimpen di tempat yang tidak 49:49 seharusnya kendaraannya gitu ya. 49:53 Ya udah bilang aja. 49:55 Tinggal bilang kok. 49:56 Eee dia juga akan berpikir gitu, akan 49:59 bersikap begitu ya. 50:02 Nah, kalau ada prasangka atau defensive. 50:05 Wah, dia sengaja parkir di sini nih. 50:09 Jadi dia enggak ngehargain aku gitu ya, 50:12 wah. 50:13 [tertawa] 50:14 [terkesiap] 50:15 Tetangga akan mikir, gila ya ini kan 50:19 cuman sebentar kenapa sih marah gitu ya. 50:21 Jadi 50:23 eee nyolot ya. 50:25 Jadi dua-duanya tidak merasa dihargai 50:29 dan enggak nyaman. 50:31 Emosi jadinya gitu ya. 50:34 Bisa kok kita ketuk eee sambil ngomong. 50:39 Maaf ya mobilnya eee ganggu digeser ya 50:43 heeh. 50:45 Eee saya mau keluar gitu misalnya. 50:49 Nah, 50:50 eee beda beda sama kalau kita 50:55 ngomong ya. 50:56 Eee gimana sih geser dong mobilnya 51:00 ngeganggu aja gitu ya. Itu itu beda 51:03 ekspresi suara, pilihan kata dan lain 51:05 sebagainya. 51:06 Ini jalan umum bukan jalan kamu ribut 51:09 lagi gitu [tertawa] ya. Suasana panas 51:12 orang lain yang nonton juga ikut 51:14 nambah-nambahin emosi makin ini jadi 51:17 konflik makin besar gitu ya. 51:21 Awalnya cuman sebentar parkir bisa lebar 51:25 saling sindir enggak nyapa 51:28 unggah status di medsos ya ini makin 51:32 rame. 51:33 Kalau udah gitu 51:35 hubungan jangka panjang bisa berisiko. 51:39 Ya. 51:40 Jadi 51:41 hindari buat masalah sama tetangga deh 51:43 gitu ya. Kalau ada 51:46 komunikasikan. 51:48 Beresin deh. Komunikasikan. Jangan 51:51 biarkan berlarut. 51:54 Sabar, dewasa. 51:58 Eee sadari bahwa iya ada kita saling 52:03 take and give gitu. 52:05 Eee mungkin ada yang enggak enggak 52:08 paham, salah paham. Eee 52:12 maka kita selesaikan masalah itu 52:14 sehingga hubungannya makin hubungannya 52:16 jadi baik kembali dan harmonis. Iya 52:19 enggak apa-apa saling kasih ada yang 52:21 kurang dikit, ada yang gantian gitu loh. 52:23 Iya kan? Hajatan misalnya bikin rame di 52:26 tetangga. Iyalah kita juga sesekali bisa 52:29 hajatan kok gitu loh. 52:33 Parkir di depan rumah misalnya. Jadi 52:36 rame dan lain sebagainya. Nih ya kalau 52:38 kita bisa ngelihat dengan cara yang 52:40 berbeda itu juga bisa kok. Ketika oke 52:44 eee 52:45 misalnya eee parkir itu mengganggu. 52:49 Ah enggak apa-apa. Enggak misalnya 52:52 enggak terlalu mengganggu misalnya. 52:53 Kalau mengganggu kita kasih tahu. Tapi 52:55 kalau tidak terlalu mengganggu sudahlah 52:56 enggak apa-apalah. Saya dapat pahala 52:58 juga dari kesabaran saya gitu ya kan? 53:01 Diam-diam enggak enggak enggak enggak 53:03 perlu pakai energi dapat pahala. 53:05 [tertawa] 53:07 Itu juga kenapa enggak positif juga kan 53:09 gitu loh. 53:12 [tertawa] 53:14 Hindari gosip ya. 53:16 Banyak orang ngomongin orang lain. Eee 53:20 yang suka gosip jaga jarak. 53:23 Ya bisa jadi ini jadi masalah gitu ya. 53:27 Eee berbahaya kalau ada adu domba, 53:31 saling ngomong dan lain sebagainya. Ini 53:33 bisa sampai bisa sampai jadi lebih 53:36 panas, jadi gugatan dan lain sebagainya. 53:38 Yang kita lihat ini kasus sekarang ini 53:40 juga sampai ada eee isu gugatan dan lain 53:44 sebagainya. Ini 53:46 perlu kita lihat dengan 53:48 hati-hati sehingga kita juga 53:51 bisa lebih bijak dalam menyikapi 53:53 komunikasi dengan tetangga yang penting 53:55 banget sudah kayak saudara gitu ya. 53:59 Gimana caranya resolusi dari konflik 54:01 itu? 54:03 Mediasi, RT, RW. RT, RW itu penting 54:07 sekali ya, musyawarah lingkungan, 54:10 lembaga keagamaan bisa jadi 54:14 sebelum kita nyelesaiin ke jalur hukum 54:16 atau ke medsos. Ya. 54:19 Jalur damai deh yang yang menurut saya 54:23 lebih tepat untuk kita gunakan ya. 54:26 Mediasi, peran RT, RW itu sebagai 54:29 pemimpin lokal mereka biasanya dihormati 54:32 dan juga mereka harus netral gitu ya. 54:35 Masalah jadi cepat selesai, tidak 54:38 melebar dan menjadi gosip, tidak merusak 54:40 hubungan, tidak berdampak lebih lanjut 54:42 lagi gitu ya. 54:45 Musyawarah, rapat rutin, 54:49 di situlah 54:50 percakapan atas masalah-masalah kolektif 54:53 di dalam lingkungan menjadi 54:55 dibuka 54:57 dan diselesaikan secara bersama gitu ya. 55:00 Misalnya sampah berserakan 55:03 disepakati jadwal piket atau iuran ya 55:07 kan ada yang bisa physically ikut 55:10 membantu ada yang dia bisa suruh iuran 55:13 gitu ya. 55:14 Jangan bikin masing-masing merasa enggak 55:16 nyamanlah gitu ya. 55:18 Semua warga merasa ikut memutuskan jadi 55:21 bukan 55:22 dipaksa atau lembaga keagamaan atau 55:25 tokoh masyarakat 55:27 di bidang keagamaan atau tokoh 55:29 masyarakat di bidang umum lah gitu ya. 55:32 Ustaz, kiai, pendeta, tokoh adat dan 55:35 lain sebagainya itu juga bisa berperan, 55:37 gitu ya. Eee jadi bisa saling 55:41 menyelesaikannya. 55:43 Eee jadi dengarkan dua sisi, 55:46 eee kemudian pakai bahasa yang netral, 55:49 jangan sampai 55:51 eee ikut bela-belain satu pihak, cari 55:54 titik temu yang menyamankan, gitu ya. 55:58 Ramah dalam eee menyampaikannya, 56:01 kemudian juga eee disepakati dan eee 56:04 dipantau, dijaga, di di dikawal untuk 56:07 menyelesaikannya, gitu ya. 56:09 Jadi jalur damai itu penting, ji eee 56:13 pertahankan silaturahmi, eee ini akan 56:16 jauh lebih mudah, lebih murah, gitu ya. 56:19 Jadi teladan, 56:20 enggak viral. 56:22 Ya. 56:24 Eee 56:28 saya ingin 56:30 ngebahas satu lagi tentang medsos, Mbak 56:32 Nuning. Bolehkah, Mbak Nuning? Masih ada 56:33 waktu? Boleh. 56:36 Medsos, ya. 56:37 [tertawa] 56:37 Penting banget nih. 56:40 Eee 56:43 waktu ada konflik saat ini, 56:47 orang itu banyak juga sharing di medsos, 56:51 ya. 56:52 Eee 56:54 langsung ke medsos, eee sharing, atau 56:58 juga misalnya misalnya tidak dikasih 57:02 gambar, gitu ya. Tapi langsung 57:05 komen-komen hal-hal yang diunggah, 57:07 apalagi sampai gambar dan video, ya. 57:11 Ini akan memperbesar konflik. 57:15 Ketika masalah 57:18 internal kita 57:20 di lingkungan kita diunggah ke 57:25 medsos, itu 57:27 eee 57:29 jadi lebih banyak masalahnya, gitu. 57:31 Lebih besar, ya. 57:32 Ke Facebook, ke TikTok, ke WhatsApp grup 57:36 gitu, ya. 57:38 Orang ikut komen padahal dia enggak tahu 57:40 masalahnya. 57:42 Eee jadi viral, jadi cekcok dan lain 57:46 sebagainya. Padahal sejak awal 57:50 kalau difasilitasi 57:53 itu bisa jadi 57:55 tidak 57:56 eee berdampak jauh seperti sekarang 57:59 gitu, ya. 58:00 Dialog tatap muka itu jauh lebih 58:03 efektif. Jadi 58:04 teman-teman semua Iwan dan Ahwat 58:07 dalam bertetangga itu sensitif sekali 58:09 eee terkait dengan medsos, ya. 58:12 Dialog tatap muka lebih efektif, ya, 58:14 daripada 58:16 eee 58:18 foto 58:20 kendaraan yang kita mau komenin atau 58:23 foto sampah yang kita mau komenin atau 58:25 foto kotoran hewan yang kita mau komenin 58:28 gitu, ya. Enggak langsung. 58:29 Kita langsung upload gitu, ya. Itu 58:32 aduh sakit hatinya, makjleb gitu, ya. 58:34 Dan dengan makjleb itu 58:37 eee jadi merasa ingin membalas dendam 58:40 atau ingin ikut eee setara gitu, ya, 58:43 dalam ini. 58:45 Potensinya itu akan tinggi gitu, ya. 58:48 Eee 58:52 Pak, boleh 58:54 tolong di 58:55 kecilkan volumenya, anak saya lagi 58:58 belajar gitu, ya. 59:00 Datangin aja. 59:02 Dia juga akan mikir, oh iya iya iya. 59:04 Oke. 59:04 Dibandingin sama enggak tahu diri 59:07 misalnya begitu, suaranya [tertawa] 59:09 digedein dan lain sebagainya gitu, ya. 59:12 Eee 59:13 terus 59:15 pertama hindari untuk medsos 59:19 pakai forum RT RW sebagai jalur resmi 59:22 gitu, ya. 59:24 Eee ada kok forum-forum yang tadi kita 59:26 sudah bahas, ada forum 59:28 arisan, kerja bakti, pertemuan warga ya. 59:32 Di situ, itu urusan masalah eh 59:35 kepemilikan bersama, bukan masalah 59:38 individu. Jadi, ini memang masalah 59:40 kolektif kita gitu ya. 59:42 Eh 59:43 itu bisa dibahas. Jaga martabat dan 59:47 hubungan jangka panjang. 59:49 Kecuali kita memang ingin 59:50 pindah-pindah-pindah 59:52 gitu ya. 59:54 Tetangga adalah orang yang kita akan 59:56 temuin terus, mostly setiap hari begitu 1:00:00 ya. Kalau konflik ke mana-mana, 1:00:03 hubungannya jadi rusak secara permanen. 1:00:05 Dan itu mengganggu kita, kita juga 1:00:07 enggan ketemu sama dia, padahal rumah 1:00:10 kita juga di situ juga begitu ya. 1:00:13 Dengan tatap muka, ada ruang 1:00:15 untuk saling ngertiin masalahnya apa. 1:00:19 Eh kalau masalah itu karena salah paham 1:00:22 aja, itu juga jadi bisa diselesaikan. 1:00:26 Jadi, unggahan video atau narasi-narasi 1:00:30 di media sosial 1:00:32 eh sepihak, itu membentuk opini publik 1:00:36 dan 1:00:38 dampaknya panjang. Klarifikasinya juga 1:00:40 ribet. Karena belum tentu eh cover both 1:00:44 side ya, dua-dua belah pihak bisa eh 1:00:46 menyem apa memberikan klarifikasi atau 1:00:50 eh sudut pandang dua-duanya di dipahami 1:00:54 gitu oleh kita. Misalnya, ada orang 1:00:57 ribut terus kita eh dengar dari satu 1:01:00 pihak, kita jadi punya keberpihakan, 1:01:02 kita enggak sempat untuk dengar yang 1:01:04 dari yang pihak lain, kita juga punya 1:01:06 persepsi. Mengganggu ke individu kita 1:01:08 yang menjadi lebih berpikirnya jadinya 1:01:11 negatif. Dosa juga untuk yang 1:01:14 bersangkutan, yang lain juga jadi merasa 1:01:16 ingin 1:01:17 eh jadi ribut terus nih. 1:01:19 Jadi, 1:01:20 gimana kita berada di posisi netral 1:01:22 juga, apa yang kita butuhkan untuk adil 1:01:24 dan objektif. 1:01:26 Kemudian juga pada saat kita penggunaan 1:01:28 media sosial di grup warga gitu ya, 1:01:32 WhatsApp grup misalnya ya WhatsApp grup 1:01:34 atau juga Telegram dan lain sebagainya. 1:01:36 Perhatiin waktu gitu ya. 1:01:38 Ada waktu untuk menjaga aktivitas 1:01:41 masing-masing privasi. 1:01:43 Bahasan yang relevan aja, yang enggak 1:01:46 relevan simpan ke grup yang relevan. 1:01:48 He em, iya. 1:01:49 Terus 1:01:50 hindari ujapan ujaran kebencian, jangan 1:01:54 sampai ngomong yang 1:01:57 rasis lah, kata-kata yang enggak udah 1:02:00 deh, jangan deh. 1:02:02 Pokoknya mah baik aja hubungannya ya, 1:02:04 hormati anggota grup. Kalau ada sesuatu 1:02:06 yang enggak nyaman japri aja didiskusiin 1:02:09 langsung kepada orang tersebut. 1:02:11 Bahasanya juga baik, bahasanya juga 1:02:13 nyaman ya. 1:02:15 Keperluannya aja deh yang kita bahas 1:02:17 karena itu adalah ruang untuk diskusi, 1:02:19 kecuali personal ya kita bahas japri 1:02:22 sama dia gitu. 1:02:23 he em. 1:02:24 Eee 1:02:26 apa namanya pahami tujuan dari grup itu 1:02:29 adalah untuk keharmonisan 1:02:32 eee warga, jadi perlu kita pahami itu 1:02:34 maksudnya kemana. Itu Mbak Nuning. Ini 1:02:38 tadi bicara soal tetangga berisik 1:02:41 dengerin 1:02:42 musik nya sebel kenceng banget 1:02:44 dibilangin malah cuek, diapain dong 1:02:46 kalau udah kayak gitu? 1:02:48 Iya. [tertawa] 1:02:49 Iya, kita enggak bisa maksa juga sih ya. 1:02:51 Iya. Kalau memang seperti itu, apalagi 1:02:53 kalau tinggalnya di gang. Iya. 1:02:55 Kedengeran banget, yang tinggal di 1:02:56 komplek masih mending jauh-jauh jaraknya 1:02:58 kan. 1:03:00 Eee kita bisa sampaikan langsung kepada 1:03:03 dia, eee kitanya harus sabar dulu gitu 1:03:07 ya. 1:03:07 [tertawa] 1:03:08 Sabar dulu terus sudah gitu eee omongin 1:03:11 aja langsung sama dia gitu ya. Eee 1:03:14 upayakan ngomongnya dengan baik bahwa 1:03:17 kenapa kok saya mau ini karena begini 1:03:19 misalnya begitu ya. 1:03:21 Kalau enggak bisa kita sampaikan kepada 1:03:23 ini 1:03:25 kepada kelompok gitu ya RT, RW gitu ya 1:03:28 atau forum-forum tokoh masyarakat yang 1:03:30 bisa gitu. 1:03:32 Ini 1:03:33 itu mekanismenya. 1:03:34 Yang bicara soal sampah tadi. Iya. Ada 1:03:37 yang naruh kulit duren di tong sampah di 1:03:39 depan rumah baunya mengganggu orang yang 1:03:42 enggak suka durian padahal tukang sampah 1:03:45 ngambilnya kan enggak setiap hari. 1:03:46 Iya. Iya, iya. Sudah dibilangin Ya. 1:03:49 Sudah begitu jawabannya. Iya. Pengen 1:03:52 rasanya ngelempar. Iya. Oh begitu ya. 1:03:54 Iya, iya, iya. Ada yang enggak suka 1:03:56 durian jadi terganggu banget. 1:03:58 bilang aja aduh maaf ya saya enggak suka 1:04:01 durian baunya tolong ya dipindahin. Buat 1:04:04 dia mengerjakan itu tapi dengan cara 1:04:07 yang baik gitu. Heeh. Saya jadi alasan 1:04:11 alasan itu membuat perbedaan ketika dia 1:04:12 menyampaikan bahwa aduh Bapak, Ibu maaf 1:04:15 sekali saya itu enggak tahan sama durian 1:04:18 jadi tolong ya dibuangnya jangan di sini 1:04:20 ya gitu. Jadi sekali lagi kehangatan, 1:04:24 keramahan dan kerendah hati yang sangat 1:04:27 diperlukan. 1:04:28 Heeh, heeh. Marahnya dikantongin dulu. 1:04:30 Marah dikantongin dulu heeh sabar dulu 1:04:31 heeh sabar dulu omongin bikin dia ngerti 1:04:35 sehingga dia akan 1:04:36 me berperilaku mudah-mudahan dia 1:04:39 berperilaku begitu. Mbak Mona bisa 1:04:41 enggak ngasih tahu bagaimana ke tetangga 1:04:45 enggak tetangga yang sukanya belanja di 1:04:47 market-market padahal tetangga kiri 1:04:50 kanan buka warung. Iya. 1:04:53 Mempersuasinya seperti apa ya? Iya. Jadi 1:04:56 di grup ee di kampung saya itu ada ada 1:05:01 kata-kata bijak yang lumayan sering 1:05:03 disampaikan gitu ya. Ee belanja ke 1:05:06 tetangga aja dong itu juga nyelesaiin 1:05:08 masalah dia masalah ee ini dia gitu. Itu 1:05:12 tuh reminding itu perlu gitu. Jadi 1:05:15 jangan personal, menurut saya sih enggak 1:05:17 personal. Kan ada WA grup eh 1:05:19 arisan atau Posyandu, Posyandu gitu ya 1:05:23 di situ 1:05:24 he eh he eh he eh he eh 1:05:25 Eh misalnya sebagai kata bijak atau apa 1:05:29 ya 1:05:29 ya 1:05:29 He eh saran-saran 1:05:31 eh bijaklah kayak gitu gitu. Jadi enggak 1:05:34 enggak enggak ke personal. Itu kan hak 1:05:36 asasi dia juga untuk membeli di mana 1:05:37 saja kan gitu. 1:05:38 tapi kalau sampai masjid punya warung 1:05:42 terus semua belanja ke situ kan asik. 1:05:44 Iya, eh itu kan bisa dilakukan himbauan. 1:05:47 Betul. 1:05:47 Iya kan Oke. 1:05:49 Iya, kita masih ada sedikit waktu. Kalau 1:05:52 dua dari lima tidak berkomunikasi dengan 1:05:54 tetangga 1:05:56 emang amit-amit ya, tapi kan orang sibuk 1:06:00 alasannya selalu seperti itu. 1:06:01 betul betul. Cara terus sederhana untuk 1:06:04 menunjukkan [berdehem] 1:06:05 bahwa kita punya kepedulian pada 1:06:06 tetangga padahal kesibukan kita juga 1:06:08 amit-amit gitu gimana? 1:06:10 nah iya. 1:06:11 Eh eh saya mengalami 1:06:13 [tertawa] 1:06:14 Mbak Noni enggak pernah di rumah juga. 1:06:16 gitu ya. 1:06:18 Jadi yang saya lakukan adalah kalau saya 1:06:21 bisa saya akan datang. Gitu ya. Atau 1:06:24 minimal saya datang sebentar gitu ya 1:06:26 nunjukin bahwa I take care also. Saya 1:06:30 kasih perhatian juga. Saya bukannya saya 1:06:32 enggak ini tapi saya karena begini gitu. 1:06:35 Jadi ketika saya diminta untuk 1:06:37 berpartisipasi dan saya bisa I will do 1:06:39 my best gitu ya. 1:06:41 Eh 1:06:42 eh tapi kalau hal-hal yang memang secara 1:06:44 fisik saya enggak bisa ya saya sampaikan 1:06:46 saja gitu. Dan itu bisa saling mengerti 1:06:49 kok eh orang yang mm eh apa namanya yang 1:06:53 yang 1:06:55 sibuk 1:06:56 eh bisa saling mengerti sesama lain kok 1:06:58 insyaallah gitu. Iya, ini ada 1:07:01 eh WA mendengar apa yang disampaikan 1:07:04 Mbak Noni He eh. saya memang sangat 1:07:08 sangat sibuk, tapi saya bikin 1:07:11 sebulan sekali. He eh. 1:07:15 Berapa nih? 14 bungkus. 1:07:17 Apapun itu, kue kah atau apa ke tujuh 1:07:21 rumah di depan. He eh. Dan yang tujuh 1:07:24 rumah di kiri kanan. He eh. Oke. Keren 1:07:26 banget ya. Daripada susah, ya udah deh. 1:07:28 Terima kasih. Ini kemarin aku 1:07:29 jalan-jalan loh. Iya. Ada ini nih. Iya. 1:07:32 Gitu gitu kali ya. Iya iya iya. Enggak 1:07:34 ada juga. 1:07:35 Bu melakukan itu, ya enggak apa-apa 1:07:36 bagus gitu ya kan. 1:07:37 setiap saat juga. Iya, he eh. Bahkan 1:07:39 tiga bulan sekali juga enggak masalah. 1:07:41 Iya, he eh. Cuman apa ya? Eh, sayang 1:07:45 gitu ya. 1:07:46 Betul. He eh. 1:07:47 Jadi Mbak Mona, mari kita rangkum 1:07:51 closing statement 1:07:51 Iya. terkait dengan bagaimana 1:07:53 berkomunikasi dengan tetangga. Iya. 1:07:58 Mbak Nuning, eh saya akan berikan 1:08:01 beberapa kisah dulu ya. 1:08:02 He eh. 1:08:04 Eh. 1:08:06 Seorang Yahudi tetangga Rasulullah 1:08:09 Shallallahu Alaihi Wasallam 1:08:12 ngasih kotoran manusia tiap hari 1:08:16 ke rumah Rasulullah. 1:08:17 Rasulullah sholat subuh He eh. di 1:08:19 masjid. Dia selalu lihat. 1:08:23 Pagi itu Rasulullah enggak ngelihat 1:08:26 kotoran. 1:08:28 Dicari tahu, ternyata sakit. Lalu beliau 1:08:32 jenguk, 1:08:33 dikasih makanan tanpa pak dendam. 1:08:36 Tetangganya nanya, "Tahu dari mana kalau 1:08:39 saya sakit?" 1:08:43 Enggak ada itu di 1:08:43 [tertawa] 1:08:45 "Sudah beberapa hari saya enggak 1:08:46 ngelihat ada kotoran 1:08:48 di depan pintu rumah. 1:08:50 Dan beliau berpikir pasti ada apa-apa." 1:08:54 Tetangganya itu langsung bersyahadat. 1:08:56 Masya Allah. Masya Allah. 1:08:59 Ada kisah lagi dari Tiongkok. 1:09:02 Petani itu punya tetangga, profesinya 1:09:06 pemburu. Mhm. Punya anjing, anjingnya 1:09:09 galak-galak. 1:09:10 Tapi kurang terlatih si anjingnya itu. 1:09:13 Anjingnya itu sering loncat 1:09:16 pagar dan mengejar domba dari si petani 1:09:19 itu. 1:09:21 Petani 1:09:22 kadang-kadang 1:09:24 eh petani itu didatangin sama 1:09:26 tetangganya minta 1:09:29 eh jadi si si petani yang punya 1:09:31 domba-domba itu datang ke tetangganya. 1:09:33 "Tolong dong jagain anjing kamu dong." 1:09:35 Tapi si 1:09:37 tetangga ini cuek aja gitu. 1:09:39 Suatu hari 1:09:41 anjingnya 1:09:43 lompat pagar 1:09:45 dan menyerang domba-domba 1:09:47 sampai luka parah. 1:09:49 Petani 1:09:51 marah waktu itu, lalu dia akhirnya 1:09:55 ke 1:09:56 hakim. 1:09:57 Hakim ngomong gini. 1:10:00 "Saya bisa aja 1:10:03 menghukum pemburu itu. 1:10:05 Memerintahkannya untuk merang 1:10:08 eh ngerangkengin gitu ya 1:10:10 atau ngurung anjing-anjingnya. 1:10:13 Tapi 1:10:14 Anda akan kehilangan teman dan dapat 1:10:17 musuh. 1:10:20 Mana yang kamu pilih? Teman 1:10:22 atau musuh yang jadi tetangga kamu?" 1:10:26 Petaninya bilang 1:10:28 "Saya lebih suka 1:10:30 teman yang mulia." "Oke. 1:10:32 Kalau gitu saya nawarin solusi. 1:10:35 Domba aman, tetangga jadi teman." 1:10:38 Petani pulang, dia ngambil tiga domba 1:10:41 yang bagus-bagus dihadiahin ke tiga anak 1:10:45 tetangganya. Tetangganya punya anak 1:10:47 tiga. 1:10:48 Mereka senang banget tuh dikasih eh apa 1:10:52 namanya domba gitu ya. Dan mereka main 1:10:56 sama dombanya seru gitu ya. 1:10:58 Eee karena itu jadi mainan baru. 1:11:01 Si pemburu 1:11:03 ngerangkeng 1:11:04 eee anjing 1:11:07 pemburunya karena takut si 1:11:08 domba-dombanya [tertawa] mati. 1:11:10 Ini kan penting buat mainan anak saya 1:11:12 gitu. Jadi anjing-anjing itu udah enggak 1:11:15 gangguin lagi 1:11:17 eee domba dari petani. Sebagai ucapan 1:11:20 terima kasih 1:11:21 karena petaninya begitu baik gitu ya 1:11:23 sama anak-anaknya, pemburu itu 1:11:26 sering bagi hasil buruannya ke petani. 1:11:30 Ehm. Balasannya petani juga ngirimin eee 1:11:35 daging domba dan keju buatannya. 1:11:38 Jadi gara-gara itu hubungannya jadi 1:11:41 bagus. Ini luar biasa nih ya. 1:11:44 Jadi sisi-sisi lain kita bisa ambil. 1:11:49 Itulah Ikhwan dan Akhwat, tetangga 1:11:51 adalah orang yang 1:11:54 rumahnya paling dekat dengan kita 1:11:58 dan 1:12:00 eee bisa jadi bagian dari keluarga kita 1:12:03 sebenarnya gitu ya. 1:12:04 Ehm. 1:12:05 Eee. 1:12:07 Tetangga bisa bikin perbedaan besar 1:12:09 dalam kehidupan kita atau 1:12:12 in a positive way atau negative way gitu 1:12:15 ya. 1:12:16 [tertawa] 1:12:17 Nyenengin atau nyebelin gitu ya. 1:12:20 Maka komunikasi dengan tetangga kita ini 1:12:22 perlu kita jaga dengan baik. 1:12:25 Tak kenal maka tak sayang ya. 1:12:27 Maka dengan komunikasi yang baik eee 1:12:30 kita perlu menjaga hubungan baik dengan 1:12:32 tetangga kita. Barang siapa yang beriman 1:12:35 kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia 1:12:38 berbuat baik kepada tetangganya. 1:12:40 Demikian aturan 1:12:42 Masyaallah. dari hadis ya. Konflik 1:12:45 tetangga jangan buru-buru dibawa ke 1:12:48 polisi, dibawa ke medsos ya. 1:12:52 Upayakan untuk jalur damai secara antar 1:12:55 pribadi 1:12:57 kalau mentok kepada jalur RT RW atau 1:13:00 tokoh masyarakat. 1:13:03 Viral itu ngerugiin He eh. hubungan 1:13:06 jangka panjang. 1:13:07 Demikian semoga bermanfaat diskusi kita 1:13:09 hari ini. Terima kasih, mohon maaf kalau 1:13:12 ada yang kurang berkenan. Wabillahi 1:13:14 taufik walhidayah. Wassalamualaikum 1:13:17 warahmatullahi wabarakatuh. Makasih 1:13:18 banyak. 1:13:18 Waalaikumsalam. Waalaikumsalam 1:13:20 warahmatullahi wabarakatuh. Medsos bisa 1:13:23 memudahkan komunikasi tapi bisa jadi 1:13:25 bumerang ya. Betul. Baik. Dan hubungan 1:13:28 yang baik dengan tetangga penting banget 1:13:30 karena merekalah tempat kita berbagi 1:13:32 cerita, saling membantu, juga 1:13:35 menciptakan lingkungan yang aman dan 1:13:37 nyaman. Dan 1:13:39 orang atau siapapun yang pertama kali 1:13:40 membantu, menolong kita adalah 1:13:42 Betul. yang paling dekat dengan kita 1:13:44 tinggal. Betul. Baik, terima kasih 1:13:46 sekali lagi Mbak Mona. Insya Allah kita 1:13:48 ketemu lagi bulan depan. Kapan ya 1:13:50 seminggu sekali? 1:13:52 [tertawa] 1:13:54 Baik Ikhwan Akhwat di manapun bisa 1:13:57 menyimak Radio Silaturahim. Wabillahi 1:13:59 taufik walhidayah. Wassalamualaikum 1:14:01 warahmatullahi wabarakatuh.