Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Iwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Bagaimana puasanya?
- Bagaimana ibahnya? ibadahnya maksud saya
- makin gas ya karena sebentar lagi sedih
- namun gembira semuanya campur aduk kita
- akan memasuki sedikit lagi 10 hari
- terakhir Ramadan sedih ya dan masyaallah
- saya hadir kembali di ruang dengar
- Ikhwan dan Akhwat setiap Jumat seperti
- biasa fikih wanita bersama guru kita
- yang baru saja kembali dari beribadah
- dari tanah suci mari kita sapa terlebih
- dahulu Ustazah Herlini Amran
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustazah sehat?
- Alhamdulillah. Mudah-mudahan semua kita
- sehat ya, Mbak Olin ya. Yang sedang
- sakit kita doakan segera Allah angkat
- penyakitnya diberikan kesembuhan
- insyaallah.
- Insyaallah. Insyaallah. Dan Ustazah
- insyaallah tema yang tadi sudah ustazah
- sampaikan ketika kita off air ee adalah
- haid itu bukan cuti untuk ibadah,
- Ustazah. Ya, tafadol Ustazah langsung.
- Iya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin hamdan yaamah
- mazidah ya rabbana lakal hamdu bil iman
- yaana lakal hamdu bil quran yaana lakal
- hamduamadan
- lakal hamdu maal ahli wal muah lakalamdu
- anamtaha
- allahumma shi wasallim wabarik ala
- sayidina muhammadin waa alihi wa
- W
- Allahumma balikna lailatul qadar.
- Mudah-mudahan Allah menyampaikan kita ke
- lailatul qadar dan mudah-mudahan Allah
- berikan kita anugerah yang terindah
- dapat beribadah semaksimal dan optimal
- mungkin di malam itu insyaallah.
- Maka tema kita pada hari ini ee terkait
- dengan sosok muslimah
- yang masih mendapatkan siklus bulanan
- haid. Ya, haid itu bukan cuti dari
- ibadah. Beberapa muslimah tentu berharap
- untuk 10 hari terakhir bisa beribadah
- dengan sempurna ya, bisa beriktikaf
- bahkan sudah merancang, merencanakan,
- punya planning nanti akan beriktikaf di
- masjid ini nanti akan begini begini
- begini. Ternyata subhanallah
- itu siklus datang ya, siklus bulanan.
- Nah, kita membahas
- siklus ini.
- Ini adalah bagian dari fitrah kita.
- Sebagaimana Rasul menyebutkan hun
- katabahullah ala banati adam. Ini haid
- ini adalah katabahullah libanati Adam.
- Udah fitrah bagi anak, cucu, keturunan
- ya perempuan ya dari ee Nabi Adam. Jadi,
- seorang perempuan, seorang muslimah itu
- sudah menjadi suratan takdirnya
- mendapatkan haid. Jadi ketika kita
- membahas tentang haid dengan semangat
- untuk mengisi Ramadan apalagi Mbak Olin
- ya pada saat ee kita mendapatkan tarhib
- ya ee Ramadan ya ee bagaimana keutamaan
- bulan Ramadan, bagaimana ibadah pokoknya
- semuanya di penuh dengan semangat. Kita
- akan mengisi hari kita di 10 hari
- terakhir apalagi mengincar dan memburu
- lailatul qadar. Oh, semangat sekali.
- Ternyata ketentuan Allah berkata lain
- ya, datang haid. Nah, makanya ekspresi
- muslimah tuh macam-macam tuh. Ada yang
- sedih, nangis, ada yang ya Allah kecewa
- gitu ya. Nah, di sini kita tidak dalam
- membahas masalah perasaan ya, tapi kita
- membicarakan tentang sunatullah, fitrah
- ya. Ini adalah
- kodratnya wanita. sudah Allah ciptakan
- seperti itu. Bahwa haid itu adalah
- ketentuan Allah. Haid itu bukan sesuatu
- yang harus ditangisi, bukan aib. Ya. Ya.
- Bahkan dalam Al-Qur'an kan disebutkan
- wasasalunil mahit qulhua. Mereka
- bertanya kepadamu tentang haid. Ya, haid
- itu sesuatu yang kotor. Ya, memang
- pertanyaan ini akan ditanyakan terus ya.
- Tapi jangan khawatir, ini bukan masalah
- aib. Jadi ayat ini wasalunil mahit itu
- menjelaskan bahwa haid itu adalah
- ketetapan alami yang Allah tetapkan bagi
- seorang perempuan. Udah fitrah, udah
- kodratnya. Jadi bukan dosa, bukan
- kekurangan dalam iman, bukan. Ya, bahkan
- kita juga mendapatkan riwayat ya,
- bagaimana Ibunda Aisyah radhiallahu anha
- itu ketika beliau saat haji juga haid.
- Iya, bayangin haji ya. Ya. Jadi memang
- ee perkara-perkara haid itu memang sudah
- ditetapkan Allah kepada anak-anak
- perempuan Nabi Adam alaihi salam. Jadi
- ketetapan Allah sejak awal penciptaan
- manusia. Jadi enggak boleh tuh disesali
- apalagi sampai ada kata-kata yang keluar
- kok gini amat ya jadi perempuan.
- Ada kanak saking semangatnya untuk
- beribadah.
- Ya. Kenapa sih gitu ya sampai gitu loh
- Mbak kenapa sih pakai haid seg enak ya
- jadi laki-laki enggak ada haid. Nah, ini
- nih kalau sampai ada yang mengatakan
- begitu kayaknya perlu tobat deh ya.
- Kenapa harus tobat? Ini kan sudah takdir
- Allah ya. Sudah Allah tetapkan ya. Kita
- rida roditu billahi rba ya sudah rida
- aja. Apalagi mungkin yang merasakan
- sakit lagi haid ya Mbak ya.
- Ya Allah begini amat jadi perempuan.
- Astagfirullahalazim.
- Padahal kalau rasa sakit haid itu
- terjadi, kita itu sebagai pengguguran
- dosa loh. Jadi rasa sakit yang kita
- alami oleh siapapun itu kafarunub. Allah
- tuh sayang sama kita. Allah ingin
- mengampuni dosa-dosa kita, mengangkat
- derajat kita dengan dikasih rasa sakit.
- Jangankan rasa sakit haid yang luar
- biasa, Mbak ya. Tertusuk duri aja itu.
- Tertusuk duri itu kan sakitnya enggak
- gitu-gitu amat lah ya. Ada rasa enggak
- nyaman ya. Itu saja Allah tuh sayang
- sama hambanya tuh. Allah ingin
- menghapuskan dosa-dosa kita yang banyak
- itu yang enggak sengaja tuh banyak
- banget ya. Apalagi yang sakitnya luar
- biasa. Maka kita pahami bahwa ini adalah
- ketetapan Allah sejak awal penciptaan
- manusia. Kemudian juga kita perlu pahami
- bahwa haid itu yang tidak diboleh
- dikerjakan itu yang kita tidak
- diperintahkan untuk melaksanakan itu
- hanya salat dan puasa saja. Ya. Jadi
- dalam keadaan haid itu wanita itu tidak
- salat, tidak puasa. Ya, ini perintah
- syariat ya. Ya kanqah
- yaqah.
- Jadi kata Ibunda Aisyah, kami itu haid
- di masa Nabi kami itu diperintahkan
- menggantikan ya mengqada puasa, tapi
- tidak diperintahkan mengganti salat.
- Jadi syariat yang tidak boleh dikerjakan
- oleh seorang wanita haid hanya ya kalau
- dalam perintah syariat itu salat dan
- puasa saja. Nah, ini menunjukkan
- bahwa meninggalkan salat saat haid itu
- bukan meninggalkan ibadah, tapi justru
- kita mentaati perintah Allah. Jadi
- sekali lagi ya, ketika kita tidak salat
- ya, ketika haid itu bukan meninggalkan
- ibadah, tapi dalam rangka kita mentaati
- perintah Allah. Karena Allahlah yang
- memerintahkan kita untuk tidak salat,
- ya. Jadi, meninggalkan salat saat haid
- itu ibadah loh. Masyaallah. Jadi, itu
- bentuk ketaatan kepada perintah Allah.
- Justru haram kalau kita haid, salat
- dengan sengaja tuh haram gitu ya. Jadi
- kita pahami sekali lagi bahwa
- meninggalkan salat saat haid itu ibadah
- ya. Nah, kemudian kita juga perlu
- memahami bahwa
- wanita haid juga bisa loh beribadah.
- Yang enggak bisa tuh tadi salat dan
- puasa aja ya. Ya, kalau lagi umrah tuh
- ya tawaf gitu ya. kan kita lagi di ee
- lagi di ee negara kita ya hanya salat
- dan puasa, tapi tetap bisa beribadah
- untuk ibadah-ibadah yang lain ya
- walaupun tidak salat tidak puasa kan
- masih banyak ibadah yang lain. Ibadah
- tuh luas. Ibadah tuh enggak hanya salat
- puasa saja. Seluruh aktivitas hidup kita
- tuh ibadah. Bukankah Allah menciptakan
- kita itu untuk beribadah kepadanya? Nah,
- ada ibadah yang mahdoh, yang giru mahd
- itu lebih banyak. Masyaallah.
- Jadi contohnya misalnya wanita yang
- tidak salat dan puasa, tapi kan masih
- bisa berzikir kepada Allah ya. Bahkan
- perintah zikir itu kan diperintahkan
- Allah kan. Ya ayyuhalladzina
- amanurullahaikron
- katir. Wahai orang yang beriman,
- berzikirlah kepada Allah dengan zikir
- yang banyak. Ya banyak zikirlah ya.
- Bangun tidur baca doa apa yang kita
- doakan ya. Tasbih, tahmid, tahlil,
- takbir, istigfar, selawat itu boleh
- dilakukan wanita haid. Kemudian berdoa
- kepada Allah juga ya. Dan doa itu kan
- doa itu ibadah yang sangat besar ya. Doa
- wal ibadah ya. Jadi doa itu sendiri
- sudah ibadah ya. Jadi lagi haid jangan
- malas semuanya semuanya ditinggalin itu
- rugi. Jadi wanita haid itu justru bisa
- memperbanyak doa terutama di waktu-waktu
- yang mustajab ya. Di waktu mustajab itu
- kapan? Banyak ya ketika turun hujan atau
- ketika misalnya kita ee apa namanya?
- Musafir ya safar gitu ya. itu juga jadi
- enggak ada halangan kok. Banyak ibadah
- yang bisa kita lakukan. Tapi ini 10 hari
- terakhir gimana dong ya malamnya? Yang
- yang yang rugi itu di 10 hari terakhir
- tuh kalau tidur malamnya. Kan biasanya
- wanita haid ya kebanyakan malas ya, Mbak
- ya.
- Maunya tidur aja, makan tidur gitu ya.
- Ya, justru di 10 hari terakhir
- orang-orang yang saleh sedang memburu
- lailatul qadar. Lailatul Qadar itu tidak
- diharamkan bagi wanita yang haid.
- Lailatul Qadar itu hanya tidak bisa
- didapat bagi orang yang lalai yang tidak
- menunggunya. Nah, wanita haid bisa
- bangun malam ya tadi ya dengan zikir
- memperdengarkan
- atau mempelajari Al-Qur'an ya baca
- tafsirnya, pelajari ilmunya, tadabur
- gitu ya. Ini kan masalah khilafiah ya.
- Apakah boleh wanita haid baca Quran atau
- tidak? Ya sudahlah kita enggak usah
- bahas-bahas tentang ikhtilaful fuqaha
- deh. Tapi kan kita boleh mendengarkan
- sekarang apapun di tangan kita ada HP,
- ada program Quran, ya dengarkan aja
- syekh-syekhnya yang baca. Pahami artinya
- ya. Jadi cari ilmu ya. Jadi malam-malam
- lailatul qadar yang 10 hari terakhir
- jangan juga ini kan masalah kapan sih
- lailatul qadar katanya malam ganjil lah.
- Ganjil yang mana ya versi siapa ya? awal
- ibadah aja beda gitu kan. Nah, udah cari
- aja di 10 hari terakhir insyaallah kita
- temukan. Maka kita menuntut ilmu dan
- menuntut ilmu itu adalah ibadah yang
- besar, ibadah yang mulia.
- Siapa yang menempuh jalan untuk mencari
- ilmu, Allah mudahkan baginya jalan
- menuju surga. Ya, jadi malam itu bisa
- kita belajar menuntut ilmu, dengar
- kajian, berzikir. Jadi bukan tidur aja
- sepanjang malam ya. Iyalah enggak dapat
- lailatul qadar. Kemudian bisa sodqah ya,
- berbuat baik ya. Ee sekarang sodqah
- mudahlah ya, tinggal transfer-transfer
- ya. Atau kita mengajarkan kebaikan atau
- berdakwah atau membantu menolong orang
- ya, menyiapkan iftar. Nah, itu semua
- bisa dilakukan. Jadi sekali lagi, wanita
- yang sedang haid itu bukan cuti dari
- ibadah. Wanita haid itu tetap mendapat
- pahala amal yang biasa dia lakukan. Ya,
- jika seorang muslimah tu haid itu pasang
- niat aja, Mbak. Yang penting niat dah.
- Sebab kalau enggak ada niat enggak dapat
- enggak dapat balasan juga kan.
- Innamalalu bin niat. Amal kan tergantung
- niat. Jadi pernah Rasulullah suatu hari
- mengatakan gini,
- jadi ketika Rasul pulang dari bepergian
- kemudian Rasulullah mengatakan, "Ya ini
- ada orang yang dapat pahala sama sama
- kita." Nah, jadi artinya jika seorang
- hamba itu sakit atau bepergian, maka
- dicatat baginya pahala seperti amal yang
- biasa dia lakukan saat sehat dan menetap
- ee saat dia tidak bepergian. Nah, wanita
- haid ini para ulama mengkiaskannya sama
- seperti wanita yang sakit ya, tetap
- dapat pahala niat ibadah. Makanya yang
- penting sekarang ini adalah pasang niat.
- Jadi kalau enggak punya niat ya enggak
- dapat apa-apa dong. Jadi kita perlu niat
- nih. Iyalah sebentar lagi nih 10 hari
- terakhir masyaallah kita niatkan aja
- insyaallah ya. Karena enggak hanya niat
- ya, Mbak ya, tapi juga pengin juga bukan
- hanya apa istilahnya kan kepengin tapi
- tidak diniatkan. Pengin deh iktikaf tapi
- dalam hatinya enggak juga deh. Gitu.
- Pasang niat ya dengan niat itu sendiri
- itu sudah bagian dari ibadah. Jadi
- hadirkan niat dan tekad dalam setiap
- amal ibadah kita ya. Hadirkan. Jadi ini
- 10 hari terakhir kita niatkan kita punya
- tekad. Insyaallah 10 hari terakhir ini
- nanti akan iktikaf ya. Disiapkanlah
- semuanya tuh ya. Yang punya anak di
- mana, bagaimananya, seperti apanya,
- planning-planningnya itu ya nanti usulan
- gimana itu disiapkan karena memang sudah
- punya niat, punya tekad dan itu nilainya
- ibadah loh. Ternyata
- mau menghampiri 10 akhir haid. Aduh
- kecewanya. Jangan kecewa. Insyaallah
- setelah kita niatkan untuk iktikaf,
- pahala iktikaf itu akan ngalir. Kita
- bisa aja minta sama Allah kan, "Ya
- Allah, aku sudah niat iktikaf. Aku sudah
- siapkan ini, siapkan itu, Ya Allah. Tapi
- takdir Engkau berkata lain, aku haid ya
- Allah. Aku sedang menjalankan
- perintahMu. Aku saat ini sedang
- menjalankan kodratku yang telah Engkau
- tetapkan. Maka tetapkanlah pahala
- iktikaf bagiku walaupun aku tidak
- iktikaf." Insyaallah dapat pahala tuh.
- Ya kan? Diniatin ya kan? Allah yang
- menghalang yang menyebabkan kita enggak
- bisa karena ketentuan Allah itu pahala.
- Ya, makanya dalam hal niat itu Yahya
- Ibnu Katsir pernah mengatakan,
- "Ta'allamun niyah fainnahu ablak minal
- amal." Pelajarilah masalah niat itu
- lebih niat itu lebih besar dampaknya
- daripada amal itu sendiri. Jadi, setiap
- amal-amal yang kita enggak bisa kerjakan
- ketika haid ee itu dapat pahala tuh ya.
- Misalnya
- orang pada salat tarawih ke masjid ya
- kita kan di rumah misalnya, "Ya Allah,
- aku kalau tidak haid aku ke masjid deh
- tarawih. Ya Allah, karena aku
- menjalankan perintahmu, ya Allah berikan
- aku pahalanya, pahala tarawih yang tidak
- aku kerjakan dapat insyaallah gitu ya."
- Begitu juga ketika puasa, "Ya Allah, aku
- haid ee menjalankan perintahMu. Jadi,
- aku tidak berpuasa ya Allah pahalanya
- untuk dapat tapi tetap diqada." Ya,
- jangan begitu. Jangan hanya tapi enggak
- diqada. Insyaallah dapat. Termasuk ini,
- Mbak, detik-detik 3 detik menjelang
- berbuka tata haid kan lagi kita ngumpul
- gitu ya. Terasa kan kalau seorang
- perempuan kayaknya ngalir nih, kayaknya
- haid gitu ya. Eh, benar pada saat mau
- salat magrib ya Allah kadang-kadang
- lemas tuh ya Allah sudah seharian. Nah,
- ini nih hati-hati nih ucapan itu jangan
- sampai keliru, jangan sampai
- menghabiskan amal kita. Jangan sampai
- dengan ucapan itu kita rugi ya. Kalau
- tahu begini mah dari tadi pagi aja
- haidnya. Kenapa sih? Ah, itu kan
- menyesali takdir kan banyak yang begitu
- ya. Coba dari tadi pagi kan kita ber
- puasa-puasa begini gitu. Nah, itu tuh
- menyalahi takdir. Udah qadarallah wya
- faala. Jadi artinya ya Allah roti itu
- bila ya sudah kita beriman kepada takdir
- Allah ya itu pahala dapat insyaallah.
- Jadi walaupun itu hari diqada di hari
- yang lain puasanya ya karena dianggap
- kan tidak berpuasa karena haid ya tapi
- pahalanya insyaallah kita dapatkan. Nah,
- jadi ini ee perlu kita pahami bersama
- ya. Jadi haid itu bukan cuti untuk
- ibadah. Haid itu hanya memberikan ee
- kepada wanita perempuan itu ee rohah.
- Rohah itu apa ya? Kan kalau lagi haid
- salat misalnya tuh rasanya enggak nyaman
- kan.
- Kalau berpuasa juga barangkali darahnya
- banyak keluar. Jadi Allah tuh sayang
- sama kita sebenarnya. Karena haid itu
- bentuk memuliakan wanita sebenarnya ya
- kan. Ketika kondisi lemah haid itu kan
- kondisi lemah darah keluar banyak. Jadi
- Allah berikan keringan keringanan kepada
- kita untuk ibadah untuk tidak ibadah
- salat dan puasa. Nah jadi wanita tuh
- enggak terbebani salat lima waktu tuh
- kan sebenarnya kalau yang ee artinya
- orang-orang kadang itu berat juga ya
- lima waktu ya. Ya, itu sebenarnya ee
- bagi seorang muslimah tuh keringanan itu
- ya. Intinya itu tidak dibebanilah ya.
- Bagaimana itu Allah tuh sayang sama
- perempuan ya. Jadi sekali lagi pintu
- ibadah itu luas ya. Tidak hanya salat
- dan berpuasa. Jadi keringanan salat ee
- tidak salat ya, keringanan ee tidak
- berpuasa itu karena Allah itu sangat
- menyayangi perempuan. Apalagi yang
- namanya perempuan ya banyak tugasnya
- yang hamil, yang menyusui, yang ini yang
- rumah tangga. Jadi itu bagian dari kasih
- sayang Allah kepada perempuan ya. Jadi
- sekali lagi bahwa
- tidak ada halangan bagi wanita haid
- untuk optimal beribadah ya. Jadi kita
- syukuri ya jangan disesali agar
- ibadah-ibadah kita menjadi dicatat Allah
- sebagai ee ibadah-ibadah yang terus
- ngalir ya. Jadi, setiap ibadah yang kita
- lakukan yang rutin selama kita tidak
- haid, kemudian kita haid itu pahalanya
- ngalir terus. Kita biasa salat duha
- misalnya, biasa salat qiyamulail atau
- tarawih kita biasa misalnya ee
- ibadah-ibadah yang lain ketika terlalang
- haid karena kita rida dengan itu, itu
- pahalanya terus ngalir. Masyaallah. Jadi
- Allah tuh sayang banget sama muslimah
- ya. Jadi jangan sekali lagi jangan
- pernah merasa berkecil hati, jangan
- pernah merasa sedih. Ini adalah bagian
- dari ketentuan Allah ya, takdir ya. Jadi
- ee apa? Jangan sampai juga menganggap
- haid itu sebagai libur dari ibadah.
- Masyaallah. Kadang-kadang ada juga yang
- kepengin, "Kapan sih haidnya biar enggak
- salat lagi gitu." Nah, itu keimanan itu
- ya. Itu kayaknya salatnya terpaksa deh.
- Kan yang tahu iman seseorang tuh kan
- kita sendiri. Ketika ada perasaan kangen
- dengan haid nih kayaknya nih ibadahnya
- terpaksa deh bukan karena Allah deh ya.
- Nah, ini kesalahan kesalahan termasuk
- kesalahan ya. Kesalahan ketika
- merindukan haid agar cuti ibadah itu
- kesalahan. Ini kayaknya ibadah jadi
- terpaksa deh bukan karena Allah itu ya.
- Jadi kita bisa evaluasi diri kita.
- Cintakah kita kepada Allah? Nah, kalau
- cinta pasti enggak pengin terhalangi.
- Nah, jadi sekali lagi termasuk kesalahan
- umum jika seorang wanita menganggap haid
- itu adalah cuti ibadah ya, tidak perlu
- ibadah lagi, istirahat ibadah, tidur
- terus. Nah, itu keliru ya. Dan setiap
- apapun yang kita lakukan itu bisa
- menjadi ibadah walaupun kita dalam
- keadaan ee tidak ee tidak suci. Tidur
- aja kita bisa ibadah dengan niat ya.
- Apapun ya pakai baju kita niatkan karena
- Allah itu ibadah. Setiap gerak langkah
- kita niatkan karena Allah itu juga
- ibadah.
- Ketika seorang ibu rumah tangga
- menyiapkan perbukaan untuk anak
- keluarganya itu juga ibadah pahala. Jadi
- apapun dalam Islam tuh banyak lahan
- ibadah. Yang penting niat ya. Maka
- pelajari tentang ilmu niat tersebut.
- Nah, sekali lagi kesalahan itu adalah
- kalau kita menganggap haid itu sebagai
- cuti dalam beribadah atau haid itu
- menjadi kita meninggalkan zikir dan doa.
- Ya, ada kan yang merasa kayaknya enggak
- pantes deh lagi haid berzikir. Enggak
- pantes deh lagi haid kita menyebut nama.
- Siapa bilang itu zikir itu kan boleh
- dilakukan dalam keadaan apapun ya. ya
- kan kita artinya kalau sampai seorang
- muslimah enggak boleh berzikir tuh ya
- memang ya hawa nafsu aja kali ya padahal
- kan kita harus nyambung dengan Allah ya
- kecuali kalau yang ke masjid itu memang
- ini ikhtilaful fuqaha boleh masuk atau
- tidaknya itu kan ee perbedaan pandangan
- ya yang penting zikir itu adalah
- perintah dari Allah untuk memperbanyak
- kan umum ya ya ayyuhalladina
- amanullahikron
- ingatlah Allah dengan ingatan yang nya.
- Nah, termasuk juga kesalahan dalam
- seorang muslimah tentang haid ini kalau
- merasa enggak dapat lailatul qadar
- itu juga kesalahan. Kesalahan dalam ee
- persepsi ya. Kayaknya Lailatul Qadar tuh
- hanya didapat bagi yang iktikaf di
- masjid saja yang dalam keadaan suci.
- Enggak. Wanita yang berjaga-jaga pun
- insyaallah juga mendapatkan Lailatul
- Qadar. sama dia malam itu juga dia
- bangun enggak tidur. Nah, yang salah kan
- tidur lagi. Haid malas sudah tidur
- sampai subuh. Nah, itu salah ya. Malam
- itu tetap berjaga, malam itu kita tetap
- beramal bahkan berkhidmat kepada ee
- masyar orang yang berpuasa boleh ketika
- ee ee kita menghidangkan ee melayani ya
- itu juga bagian dari khidmat kan
- bermanfaat buat orang lain. Kita ee
- berdoa masyaallah kebutuhan kita tuh
- banyak ya kepada Allah. doa ya, duduk ya
- ee menghadap kiblat ya, diutamakan
- menutup aurat. Ini doa doa zikir kan
- kita enggak salat ya. Kita bisa lakukan
- itu bahkan kita bisa memanfaatkan waktu
- untuk ilmu ya. Maksudnya kita ya baca
- tafsir aja udah atau dengar kajian aja
- juga udah. Ini yang penting yang penting
- jangan main medsos
- gitu. Jadi lagi haid kan lagi enggak
- ngapa-ngapain ibadah enggak
- ibadah-ibadah sudah akhirnya apa
- scrollingnya sudah sampai berjam-jam tuh
- ya itu kan namanya menghilangkan waktu
- yang terbaik gitu ya apalagi di 10 hari
- terakhir Mbak kalau kita hitung-hitung
- lailatul qadar itu itu kan ee khairun
- min alfi syahr lebih baik dari 1000
- bulan J kalau dihitung-hitung 1000 bulan
- itu kalau tahunnya tuh kurang lebih 83
- tahun 4 bulan
- ya. Jadi kita beribadah di dalam misal
- kita baca Qur ee apa ee zikirlah ya atau
- misalnya ee
- apa ya ibadah ringanlah kita kita salat
- misalnya contoh ya ee dua rakaat itu
- seperti kita salat selama 83 tahun 4
- bulan padahal dua rakaat itu di malam
- qadar itu lailatul qadar itu. Sedangkan
- umur kita aja tuh enggak sampai segitu.
- Jadi kalau dihitung-hitung, Mbak ya,
- kalau tahun itu kan 83 tahun 4 bulan.
- Kalau ee apa namanya? Kalau kita hitung
- misalnya hari ya atau jam ya, 1 hari 24
- jam itu ya jadi 708 kurang lebih 8.000
- kok bisa dihitung kok. Bahkan 1 detik
- aja bisa dihitung kalau dari 1000 bulan
- itu ya. Itu 1 detiknya itu ee seperti
- kita ee 16 jam ya kurang lebih 16 jam.
- Jadi satu detik di malam qadar itu,
- Lailatul Qadar itu seperti 16 jam.
- 16 jam apa 12 jam lah gitu ya. Durasinya
- tuh sekitar
- 12 apa 16 jam beribadah. Masyaallah itu
- detik loh. Makanya disebut dengan
- daqaiqul goliah. Detik-detik yang sangat
- berharga. Kan sayang tuh malam-malam
- kayak gitu kita pakai untuk apa namanya?
- Hal-hal yang tidak penting yang ngabisin
- waktu ya. baca apa tuh eh Facebook,
- nonton apa segala macam apalagi main
- game ya. Jadi kalau dihitung-hitung tuh
- 1 detik di bulan di 10 hari terakhir tuh
- seperti 16 jam di luar di apa ee ibadah
- pada hari biasa. Subhanallah kan. Nah,
- ini wanita haid itu bisa banget ya. Yang
- enggak boleh itu kan hanya salat dan
- puasa. Malam hari enggak ada puasa
- berarti enggak salat kan. Tapi yang lain
- kan masih bisa. Masyaallah. Jadi ee bagi
- wanita haid jangan sampai tidak
- memanfaatkan waktu pada malam hari ya.
- Apalagi ngobrol tanpa manfaat. Ngobrol
- aja ni kadang-kadang iktikaf juga gitu
- loh, Mbak. Kalau bisa mah iktikaf cari
- cari tempat yang tidak kenal dengan
- siapapun.
- Lagi iktikaf ketemu teman lama. Oh,
- reuniol aja. Sayang banget waktunya ya.
- Ya, jadi ini memang trik-trik seperti
- ini kadang-kadang itu godaan juga ya. ee
- waktu habis hanya untuk ee ngobrol,
- ingat masa lalu. Masyaallah, nauzubillah
- minzalik ya. Mudah-mudahan kita bisa
- mengisi ee hari-hari kita di 10 hari
- terakhir karena ini adalah hari-hari
- yang sangat luar biasa, yang sangat
- dinanti-nanti. Bahkan Rasul tuh dalam
- memburu Lailatul Qadar itu pernah Rasul
- tuh dalam 10 awal pertama tuh mencari.
- Kemudian malaikat Jibril mengatakan,
- "Enggak ada di situ, masih di depanmu."
- Nah, tambah lagi 10 hari. Belum ada
- nanti ada lagi di depanmu. Akhirnya
- barulah di 10 hari terakhir. Jadi memang
- ee taharau carilah ya. Jadi memang kita
- diperintahkan oleh Nabi mencari karena
- ini adalah kesempatan berharga kita
- untuk dapat meningkatkan lebih banyak
- amal saleh kita. Karena amal salah kita
- tuh banyak banget. Nah, itu
- mudah-mudahan bisa tercovery dengan kita
- beroptimal ibadah di 10 malam terakhir.
- Nah, insyaallah juga akan didapatkan
- oleh wanita yang haid, ya. Jadi sekali
- lagi, wanita haid tetap dapat
- mendekatkan diri kepada Allah dengan
- beribadah di 10 malam hari terakhir ya.
- Dengan memperbanyak doa, zikir, sodqah,
- mengkaji Al-Qur'an, ya mentadaburkan
- Al-Qur'an, belajar bantu orang lain,
- bantu orang tua, bantu siapapun ya ee
- yang membutuhkan bantuan. Jadi, karena
- hakikatnya kedekatan seorang hamba
- dengan Allah itu tidak terputus dengan
- haid, tapi dilakukan dengan kesungguhan,
- keikhlasan, ketulusan dalam menjadi
- hamba Allah yang bermanfaat bagi orang
- lain. Nah, itulah Mbak ya kira-kira
- insyaallah.
- Baik, masyaallah telah kita ikuti tadi
- pemaparan ustazah dan catatan penting
- untuk kita terutama wanita untuk tetap
- menjaga ee intensitas ibadah kita
- walaupun kita nanti sedang berhalangan.
- Mungkin kita langsung saja masuk ke sesi
- tanya dan jawab, Ustazah, ya. Karena ee
- terkait dengan waktu.
- Langsung saja ini saya
- bacakan pertanyaan dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah.
- Waalaikumsalamsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah, saya memiliki
- kebiasaan sebelum tidur membaca surah
- almuluk dan zikir pagi petang.
- Sebenarnya batasan untuk membaca
- Al-Qur'an atau ee ayat-ayat ee apa saja
- yang diatur dalam agama, Ustazah? Karena
- saya pernah melihat lewat di reil saya,
- Ril Oh, berarti Instagram bahwa membaca
- Al-Qur'an ee juga dilarang walaupun
- tidak memegang mushafnya untuk wanita
- yang sedang haid. Jadi saya ketika
- melihat video itu sekarang beberapa
- bulan terakhir ketika haid, jadi ragu,
- Ustazah membaca zikir pagi petang.
- Iya. Ya, sekali lagi tadi sudah kita
- sampaikan bahwa membaca Al-Qur'an bagi
- yang ee wanita yang sedang haid itu
- adalah masalah ikhtilaful fuqaha. Para
- ulama tuh berbeda pandangan ya. Ada yang
- membolehkan, ada yang tidak membolehkan
- ya. Ada yang membolehkan tapi tidak
- menyentuh mushaf gitu ya. Jadi
- masing-masing tuh punya ee dalil ya. Ya
- mungkin dalilnya sama ya. La yamasual
- mutahaun. Tidaklah menyentuh kecuali
- orang yang suci. Nah itu maksudnya apa?
- Suci itu siapa gitu ya. Nah, ada yang
- melarangnya. Yang melarang tadi ya, laid
- junub minal Quran ya. Enggak boleh orang
- haid dan junub baca Quran. Akhirnya
- walaupun hadis ini diif tapi dipakai e
- oleh mereka yang melarang misalnya. Nah,
- paling tidak
- ee alternatif. Jadi, karena pandangan
- itu ee apa namanya? Sebagian ulama itu
- berbeda pandangan. Ada pandangan ulama
- kontemporer ya sebagai alternatif
- mengatakan bahwa boleh baca Al-Qur'an
- tapi harus ada adabnya ya. Adabnya apa?
- Tidak menyentuh ee mushaf ya. Ee
- kemudian tujuannya apa dulu? Tujuannya
- untuk zikir atau untuk belajar atau
- untuk murajaah. Nah, itu jadi semuanya
- itu pasti akan ditemukan perbedaan
- pandangan tersebut. Jadi kalau Ibu sudah
- terbiasa sebelum tidur baca surah
- Almulk, baca aja enggak apa-apa. Tapi
- kalau ragu-ragu misalnya latar
- belakangnya kan kita mazhab itu kan ada
- empat ya di yang terkenal saat ini
- termasuk mazhab Syafi'i ee kan
- masing-masing berbeda tuh. Nah, kalau
- masih ragu juga daaribuka
- yaribuka tinggalkan yang meragukan ya
- kan bisa pasang aja apa tuh apa murotal
- gitu ya surat almuluk sudah disimak aja
- diikutin aja dalam hati itu kan juga
- kita baca juga jadi intinya kita keluar
- dari permasalahan khilafiah itu lebih
- baik jadi tidak mau jangan
- dipertentangkan deh kita hargai aja
- masing-masing punya pandangan kenapa
- dilarang kenapa dibolehkan jadi artinya
- kalau kita ragu tinggalkan yang
- meragukan ya sudah cari yang yang Aman.
- Yang aman tuh kan gitu dengerin kan.
- He.
- Ee jadi wa Alquranahuakum
- turhamun. Jika dibaca Quran ee jika
- dibacakan Al-Qur'an diam dengar maka
- akan dapatkan rahmat dari Jadi kalau
- yang latar belakangnya tidak membolehkan
- baca Al-Qur'an ya udah lanjutkan aja
- dengerin aja. Kalau enggak boleh baca ya
- sudah dengerin kan sama. Yang penting
- disimak. Disimak tuh artinya didengar,
- diperhatin, jangan tidur, jangan ngobrol
- gitu ya. Ini kayak di ini, Mbak.
- Iya, kayak gini, Mbak. Di di misalnya di
- di ee mobil kita kan ingin berzikir kan
- pasang tuh merotal ya.
- Ini merotal ee melantunkan Al-Qur'an
- yang dengerin ngobrol ya. Terusak gimana
- fungsinya Al-Qur'an itu? Jadi
- seakan-akan penghias aja kan sama kayak
- musik begitu kan. Itu enggak etika,
- enggak adab kan. Jadi kalau misalnya mau
- ngobrol dia jangan itu dimatikan dulu
- gitu. ini kita enggak jadi memperhatikan
- bacaan Quran ini kan wahyu Allah gitu
- loh maksudnya jadi kalau dipasang gitu
- ya didengerin gitu jangan di diobrol
- dianggap apa gitu dianggap ya sebagai
- penghias aja jadi sekali lagi ee ini
- masalah khilafiah jadi saya tidak akan
- men-judge yang satu pandangan silakan
- kita hargai pandangan yang penting
- jangan sampai waktu haid itu tidak ada
- lagi tidak ada sama sekali Al-Qur'an
- yang kita dengarkan gitu ya. Jadi
- dengarkan aja dari kaset itu. Kalau
- memang Ibu sudah biasa baca, baca juga
- enggak apa-apa gitu. Bagi yang
- membolehkannya kan enggak ada masalah
- itu.
- He.
- Baik, mudah-mudahan sudah jelas terjawab
- ya. Saya akan beralih ke pertanyaan
- berikutnya masih dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah dan Mbak Karolin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Merasa terstampar nih ee ketika Ustazah
- bilang cuti ketika kita haid ibadahnya.
- Karena terus terang saya juga merasa
- iman saya menurun drastis ketika masa
- haid karena merasa jauh dari Allah
- selama 7 sampai 10 hari karena tiba-tiba
- merasa bebas dari aturan agama, tidak
- beribadah dan lain-lainnya pun dalam
- bulan Ramadan. ee bagaimana caranya
- supaya kita ibadah hati tetap terjaga
- sehingga saat suci nanti kita tidak
- merasa berat untuk kembali memulai salat
- dan ibadah wajib lainnya. Panjang Ustaz.
- Iya, biasanya gitu kan yang dialami
- perempuan haid itu Mbak ya. Lagi haid
- itu imannya turun terus kalau memulai
- lagi itu susah gitu ya. Eh pas saat
- sudah bisa memulai lagi tahu haid lagi
- gitu ya. Heeh. Ee jadi gini, ini kan
- masalah persepsi ya. Jadi kita mulai
- luruskan persepsi kita bahwa haid itu
- bukan cuti ibadah. Haid itu bukan
- berarti kita tidak beribadah ya. Haid
- itu hanya yang enggak boleh salat dan
- puasa. Nah, jadi untuk menjaga ibadah
- hati agar terasa dekat dengan Allah ya
- tentu saja mengingatnya lebih intens
- lagi ya. Zikir kepada Allah harus
- ditingkatkan lagi. Yaitu dalam dilakukan
- dalam semua keadaan perbanyak zikir.
- Nanti kalau perlu malah ini apa
- maksuratnya kencangin tuh ya apa zikir
- pagi dan petangnya gitu ya. Yang
- biasanya yang sugra yang pendek-pendek
- sekarang yang panjang-panjang misalkan
- baca subhanallah walhamdulillah itu 100
- kali misalkan ya. Jadi artinya untuk
- mengimbangi kita ketika kita tidak salat
- ya kan. Kalau salat sudah jelas ya ee
- aturannya. Nah, kita ganti dengan zikir
- atau beristigfar misalnya ya atau
- memperbanyak doa atau misalnya ee
- menambah waktu untuk mentadaburkan
- Al-Qur'an misalnya berapa kita salat apa
- yang enggak salat salat subuh misalnya
- ya. Bisa enggak kira-kira ketika kita
- enggak salat subuh kita bangunnya tetap
- subuh. Terus apa yang kita lakukan? Baca
- tafsir, baca pokoknya ee digantikanlah
- gitu ya. Jadi insyaallah mudah-mudahan
- kalau modelnya kayak begini itu akan
- akan stabil ya. Zuhur misalnya asyik
- enggak salat itu kita ganti dengan baca
- apa. Jadi ada penggantiannya ya untuk
- supaya ee ibadah ibadah kita ya artinya
- ibadah hati ini dekat dengan Allah tu
- jalan terus. Nah ini kan masalahnya
- persepsi mindset masalahnya waduh ini
- kita bisa puas-puas nonton enggak ada
- lahalangan karena salat kan gitu Mbak.
- Jadi seakan-akan beban itu ibadah itu.
- Oh,
- subhanallah.
- Iya. Jadi merubah persepsi ya bahwa ee
- beribadah kepada Allah itu digantikan ee
- ketika haid yaitu jadi waktunya sama
- tapi beda bentuknya. Nah, mudah-mudahan
- dengan cara ini iman kita stabil.
- Insyaallah.
- Insyaallah. Amin. Ee memotivasi budaya
- membaca, Ustazah. nampaknya itu jadi PR
- karena tidak ee apa ya tidak terbiasa
- pemandangan melihat wanita-wanita yang
- sedang haid misalnya ee mereka ber apa
- ya tenang membaca tanpa kemudian tergoda
- untuk tidak memegang gadget saja.
- Ya, itu mindset Mbak Mindset bahwa haid
- itu cuti ibadah akhirnya asik bisa
- nonton 24 jam enggak dipotong dengan
- salat kayak gitu kan jadinya. Heeh. Itu
- dia. Baik. Berat belum berarti tidak
- bisa dilakukan ya Ibu-ibu dan ee Ukhti.
- Saya akan ke berikutnya ini Ibu Ratna.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Putri saya Ustazah ini ee ketika
- menjelang haid dia mengalami PNS, emosi
- tidak stabil, mudah marah, dan sering
- mengeluh. Ee kemudian dia menganggap hal
- itu wajar karena hormon.
- Namun bukankah menahan diri dari marah
- dan menjaga lisan juga termasuk ibadah,
- Ustazah? Bagaimana saya memberikan
- pengertian putih saya yang usianya saat
- ini menginjak 19 tahun?
- Iya memang alasan ya memang secara ee
- struktur ini ya ee fisik juga tubuh juga
- gitu ya. Kalau dalam keadaan akan haid
- itu terjadi perubahan emosi ya, mudah
- marah, sedih, lelah, sakit kepala,
- nyeripur dan segala macam dan segala
- macam. Dan ini memang ee sudah menjadi
- keadaan alami ya fitrah ya bagi
- perempuan itu ya. Makanya ee Allah
- sayang dengan perempuan. Jadi kondisi
- apalagi diiringi dengan rasa sakit ya.
- Sampai ada yang membandingkan. Enak ya
- laki-laki ya kalau dia balhnya tuh
- mimpi, mimpinya mimpi, mimpinya mimpi,
- mimpi begitu begitu ya. Perempuan itu
- enggak boleh ya membanding-bandingkan
- begitu ya. Ya intinya ini adalah ujian
- buat kita semua yaitu memang ada PMSI
- itu memang ada perubahan hormon tuh ada
- itu tapi itu adalah latihan bagi kita
- untuk mengendalikan diri. Jadi ini
- adalah suatu tantangan buat siapapun
- atau buat khususnya muslimah.
- haid untuk dapat mengendalikan emosi dan
- mengendalikan dirinya. Apakah pada saat
- itu dia bisa ee mengendalikan dan
- mengarahkannya dari perbuatan dosa? Ee
- karena dia akan mendapatkan pahala
- besar. Haid itu kan ee ketika seorang
- perempuan ikhlas menerimanya itu kan
- pahala loh ya kan sakit. Emang enggak
- sakit ya? Maksudnya kan enggak itu tuh
- Allah tuh sayang banget sama kita ya.
- tertusuk duri dikit aja yang merasa
- enggak nyaman aja tuh udah udah udah
- menghapuskan dosa. Apalagi yang sakitnya
- sampai
- waduh sampai enggak tahan gitu ya. Itu
- penghapusan semua dosa. Nah, tentu
- tantangannya berat. Ini dikasih ujian
- nih dengan emosi-emosi yang ada ni.
- Kira-kira mampu enggak menahan diri atau
- lisan nanti kalau lisannya enggak mampu
- di akhirnya ya sayang amat mau dikasih
- pahala besar tapi karena tidak sabar
- dalam menghadapi ujian ya udah gitu kan.
- Jadi sekali lagi ee semua yang kita
- hadapi ini adalah ujian buat kita. Jadi
- tidak bisa dijadikan sebagai alasan ya
- pembenaran ya kan lagi begini. Jadi
- boleh dong enggak begitu juga ya. Ee dan
- memang yang lain-lain juga perlu
- dipahami juga ya seperti misalnya ee
- bisa jadi pola makan ya. Saya rasa kalau
- yang menjalani memahami hal kayak gini
- enggak PMSnya enggak begitu-gitu amat
- gitu ya. yang menjalani pola makan
- dengan baik, yang istirahatnya cukup,
- yang melakukan olahraga ringan dan dia
- bisa ee mengendalikan emosinya itu.
- Terus doa kepada Allah agar diberikan
- ketenangan. Saya rasa insyaallah bisa ee
- mengatasinya. Nah, tentu saja ee untuk
- putri ibu yang seperti ini ya
- disabar-sabarkan aja deh ya. Dan dalam
- dalam keadaan itu ya di hati-hati aja
- jaga lisan ya seperti ya itu kan semua
- kembali kepada pemahaman alfahmu qoblaai
- pemahaman ya kalau yang paham bahwa ini
- memang bagian dari ee takdirnya tentu
- dia sesakit apapun ee mengalami gangguan
- emosi bagaimanapun kan tetap jaga lisan,
- jaga adab, jaga jaga etika kan itu tetap
- ya ada rasa enggak enak misalnya itu
- memang memang ee mudah tersinggung gitu
- ya. Selama tidak ee melakukan
- pelanggaran syariat sih sebenarnya ya
- sudahlah mau gimana lagi ya mungkin
- dalam hati aja kan gitu Mbak ya banyak
- kesel aja gitu ya. Nah setelah sadar
- istigfar astagfirullahalazim jangan
- sampai terucapkan
- ya. Kalau sampai orang juga merasakan
- sakit kan berarti kita juga bertanggung
- jawab di hadapan Allah juga ya terhadap
- ucapan kita ya. Jadi memang butuh
- kesabaran yang prima ya. jaga hati ya,
- jaga ya luar biasa ya. Itu pahalanya
- besar itu ya kalau kita mampu untuk
- menanggulanginya. Insyaallah.
- Insyaallah. Amin. Baik. Ee kemudian kita
- ke pertanyaan berikutnya. Hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana
- pandangan Ustazah perihal saya yang
- masih mengikuti kajian-kajian yang
- diadakan di dalam masjid pada saat saya
- ee sedang haid pun saya tetap hadir
- walaupun ada beberapa yang melarang
- untuk tidak boleh memasuki area masjid
- tapi saya berdali saya akan tetap
- menjaga kebersihan mohon nasihatnya
- ya ini kan masalah-masalah ikhtilaful
- fuqaha ya pendapat mayoritas ulama tidak
- boleh berdiam di masjid
- Tapi ada yang menyebutkan boleh lewat ee
- masuk sebentar tapi enggak boleh menetap
- ya. Pendapat sebagian yang lain boleh.
- Jadi kan itu ada beberapa. Nah, semua
- kan kembali kepada ee nawa itu ya ee
- inamal amalu bin niat ya. Artinya kalau
- dia berdiam di masjid tujuannya untuk e
- mendengar kajian benar-benar gitu ya. Ya
- itu kan Allah maha tahu. Jadi sekali
- lagi ee ini masalah ikhtilafuqaha ya.
- Jadi kalau kita mengambil pandangan ee
- satu mazhab misalnya mazhab Syafi'i ya
- enggak boleh. Ee kalau memang enggak
- boleh berarti jangan di dalam, di luar
- ya artinya bisa di luar arahnya masjid
- tapi kan dengar kajian bisa
- mendengarkan. Kadang-kadang ini loh Mbak
- ee niat nawa itunya itu kan berbeda-beda
- setiap orang ya. Ketika ada kajian
- diajak ee diajak kajian alasannya saya
- lagi haid enggak bisa ke masjid. Tapi
- ketika pembagian sembako gitu ya, lagi
- paling depan
- paling depan. Nah, itu kan nawa itunya
- kan.
- Jadi Allah maha tahulah dengan jadi
- kalau memang mengambil pandangan yang
- membolehkan selamat tetap menjaga ya
- silakan. Intinya ee kembali kita akan ee
- bertanggung jawab dengan apa yang kita
- pilih ya kan. Ada pandangan para ulama
- itu kan beda-beda Mbak ya. Jadi
- kalau sudah berpandangan, satu
- pandangan, jangan mencela pandangan yang
- lain. Kita ee tetap memberikan ee
- menghormati pandangan yang berbeda ya.
- Jadi semua kembali attqwa hauna takwa
- tuh ada di sini gitu ya.
- Di hati. Masyaallah. Baik ya. Ee sudah
- cukup. Oh ada lagi ini. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh ustazah.
- Waalaikumsalamikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. se berkaitan dengan menjaga
- wudu, Ustazah. Bagaimana bagaimana kita
- tetap menjaga wudu ketika haid? Apakah
- tetap berwudu atau merupakan hal yang
- sia-sia, Ustazah? Hamba Allah.
- Iya. Ya, memang setelah seseorang itu
- memiliki kebiasaan berwudu, ya memang ee
- tidak ada salahnya juga untuk
- melanjutkan kebiasaan berwudu ketika
- haid, ya. Karena ee wudu itu kan bagian
- dari apa ya ee kesucian ya. Bahkan
- bahkan dalam beberapa riwayat itu
- Rasulullah memerintahkan
- ee para ee umatnya ya yang telah
- berhubungan gitu ya, hubungan biologis
- ya mencampuri istrinya kemudian akan
- melaksanakan aktivitas yang lain untuk
- berwudu ya kan itu bukan berwudu untuk
- salat ya. Jadi maksudnya berwudu ini kan
- untuk menjaga kebersihan ya, bisa juga
- untuk ee ya mendatangkan keberkahan lah
- ya. Padahal kan tadi hubungan sama istri
- itu kan wajibnya mandi kan. Tapi pada
- saat belum mandi mungkin ada aktivitas
- mau makan lagi, mau minum lagi atau mau
- nambah lagi atau gimana kan disunahkan
- wudu lagi. Padahal itu wudu bukan untuk
- salat. Jadi sebenarnya ini bagian dari
- ee menjaga kebersihan ya dan menjaga
- kebiasaan. Jadi enggak ada salahnya lagi
- haid juga berkan sebelum tidur kita juga
- berwudu ya kan. Apakah itu berwudu?
- Padahal kita tidur bukan ibadah kan.
- Maksudnya tidur juga ibadah sih bukan
- ibadah mahdoh maksudnya tapi sunah.
- Malaikat mendoakan kita. Jadi kalau
- memang sudah punya kebiasaan berwudu ya
- lanjutkan aja ya. Berwudu itu kan ee
- Allah kan mencintai orang-orang yang
- bertobat dan mencintai orang-orang yang
- mensucikan diri. Wudu itu kan bagian
- dari mensucikan diri. Nah, jadi wudu itu
- memang ee bermanfaat sekali ya untuk ee
- beribadah, berzikir, enggak hanya untuk
- salat saja, tapi untuk berzikir, untuk
- mengingat Allah. Jadi kalau untuk wanita
- haid ee ibu yang sedang haid terbiasa
- wudu, lanjutkan aja, Bu ya. Kita juga
- tidur juga kan berwudu juga dalam
- kondisi ya apapun ya. Bahkan dalam
- keadaan junub atau mungkin dalam keadaan
- haid ya, wudu ya. Jadi kalau sudah biasa
- sebaiknya kalau sudah biasa sebaiknya
- dilanjutkan aja.
- He enggak ada masalah ya. Baik. Ee satu
- lagi masih ada waktu kita ee saya akan
- bacakan insyaallah. ini ustazah ee rasa
- nyerit nyeri haid yang saya rasakan
- terutama di hari pertama Ustazah hebat
- sekali sehingga saya
- ee sehingga saya minimal di hari satu
- harian itu akan berbaring dan tidak
- melakukan aktivitas produktif apapun.
- Saya kemudian merasa ketika mendengar
- penjelasan ustazah, apa dong ustazah
- yang harus saya lakukan apabila misalnya
- nanti bulan ini saya mendapatkan haidnya
- di ee hari terakhir ee 10 hari terakhir
- Ustazah dengan kondisi yang saya alami
- saat ini.
- Di berbaring aja gitu ya, tidak bisa
- apa-apa ya.
- Sakit banget katanya Ustazah.
- Jadi sebenarnya ee dengan rasa sakit itu
- bukan berarti putus hubungan kita dengan
- Allah ya. Jadi bisa, "Ya Allah,
- karuniakan aku ee rezekimu ya Allah
- dengan ee pahala-pahala gitu ya. Berikan
- aku balasan dari rasa sakit ini dengan
- pahala yang berlimpah darimu ya." Terus
- ingat tah zikir ya hayyu ya qayyum doa
- aja zikir doa ada doa-doa yang penguat
- itu ya untuk menghilangkan rasa sakit
- itu doa aja itu insyaallah terus kita ee
- munajatkan kepada Allah ya.
- Mudah-mudahan ini bagian dari ibadah
- juga dan pahala insyaallah. Insyaallah.
- Insyaallah. Baik, Ustazah. Nampaknya
- merupakan pertanyaan terakhir tadi ee
- sebelum kita tutup mudah-mudahan ada ee
- yang ingin sampaikan kesimpulan Ustazah
- Tafadul.
- I ee pendengar yang dirahmati Allah
- bahwa sebagai seorang perempuan yang
- telah Allah ciptakan karena kita menjadi
- perempuan itu adalah takdir Allah.
- Seseorang menjadi laki-laki itu adalah
- takdir Allah. Ketika telah Allah
- tetapkan kita menjadi seorang perempuan,
- maka kita rida dengan ketetapan itu dan
- kita rida dengan apapun ketentuan yang
- berlaku bagi seorang perempuan termasuk
- haid. Kita menerima apapun keputusan
- Allah dan kita yakin bahwa sebagai
- seorang perempuan yang mendapatkan haid
- pun mendapatkan pahala selama kita
- ikhlas, selama kita jalani hidup ini
- dengan ketentuan-ketentuan Allah. Dan
- mudah-mudahan dengan keikhlasan kita,
- kesabaran kita, rasa syukur kita,
- mudah-mudahan tidak terhalang apapun
- kebaikan-kebaikan untuk kita. Wabil
- khusus 10 hari terakhir mudah-mudahan
- kita dapat meraih lailatul qadar, Allah
- terima semua amal ibadah kita dan Allah
- kumpulkan kita bersama ee para
- hamba-hamba yang saleh bertetangga
- dengan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam di surganya. Amin ya rabbal
- alamin. Astagfirullaha.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah ikhwan dan akhwat telah
- kita ikuti bersama kajian fikih wanita
- pada Jumat siang hari ini yang tadi
- sudah disampaikan Ustazah Harini Amran
- dengan tema haid itu bukan cuti untuk
- ibadah. insyaallah memotivasi kita
- khususnya para Ukhti yang mendengarkan
- dan mungkin ee Bapak yang juga
- mendengarkan bisa memotivasi istri dan
- anak ee putri-putrinya. Baik, kami
- akhiri yang bertugas pada hari ini. Saya
- Algi juga Ondi mohon pamit kami mohon
- maaf apabila ada kekurangan. Kita juga
- doakan bersama semoga guru kita
- dikaruniakan Allah kesehatan dan
- keberkahan dalam keluarga besarnya dan
- panjang usia dalam takwa sehingga kita
- bisa bertemu kembali untuk mengkaji ee
- tema-tema berikutnya. Subhanaka
- Allahumma wabihamdika ashadu alla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik. Wabillahi
- taufik walhidayah.