Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad. Rabbana zidna ilman warzuqna
- fahman. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Bagaimana
- kabar Anda di sore hari ini? Senang
- sekali saya Abi Agus dapat kembali
- menjumpai Anda dalam tausiah sore
- bersama Ustaz ZM Bahmid. Di edisi hari
- ini kita kembali berjumpa di tanggal 1
- Oktober 2018. Dan saya juga tidak
- sendiri, saya ditemani oleh Ondi dan
- juga Yusuf Subangkit di meja operator.
- Saya Bagus akan menemani Anda hingga
- nanti menjelang pukul
- 5.15 menit. Dan saat ini di studio kami
- menunjukkan pukul . 6 menit waktu
- Indonesia bagian barat dan tema kita di
- sore hari ini tentang musibah dan
- bencana yang akan disampaikan langsung
- oleh Ustaz Zaad Mah Hamid.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sehat,
- Ustaz? Ya, alhamdulillah. Alhamdulillah
- binikmah waliah. Baik. Tema kita adalah
- tentang musibah dan bencana. Silih
- berganti.
- Kemarin ee gempa mengguncang Lombok,
- Ustaz. Belum selesai penanganan.
- Allah berkehendak betul mengguncang di
- Donggala, Sulawesi Selatan, Palu
- tepatnya dan bukan hanya bencana tapi
- juga tsunami
- dan belum tahu lagi apa yang akan
- terjadi. Wallahuam. Wallahuam. Dan itu
- dia ikhwan ikhwat tema kita di sore hari
- ini. Baik, mari kita sapa pemaparan yang
- insyaallah membawakan kesejukan bagi
- kita semua. Tafad Ustaz, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillahilladzi an'amana
- bifdolilan. Alhamdulillah alladzi anama
- alaina binikmatal islam wal iman.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah alladzi la ilahailla huwal
- malikur
- rahman wa ashadu anna muhammadan abduhu
- wa
- rasuluh arsalahu bil ayati wal
- ihkam. Allahumma sholli wasallim wabarik
- ala sayyidina Muhammad shabil burhan wa
- ala alihi wa ashabihi ulil fadli wal
- irfan.
- Allahumma rabbisrohli sadri waassirli
- amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu
- qauli. Para pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa taala di
- mana aja Anda
- berada. Segala puji dan puja bagi Allah
- subhanahu wa
- taala. Zat yang selalu menaburkan
- rahmatnya kepada kita sekalian.
- Pendengar
- sekalian, mudah-mudahan Allah Subhanahu
- wa
- taala akan
- memudahkan dan memberikan
- kesabaran kepada saudara-saudara kita
- yang berada di Lombok dan
- saudara-saudara kita yang berada di Palu
- yang baru saja dicobai oleh Allah
- Subhanahu wa taala dengan musibah.
- Hamba Allah yang
- mulia yang terjadi saat-saat ini kepada
- kita bangsa Indonesia, masyarakat
- Indonesia yang majoritinya
- muslimin. Belum selesai luka dan
- penderitaan yang terjadi di Kuningan
- dengan longsor yang terjadi di waktu
- malam tengah malam pukul 11.00
- malam. Sehingga mereka harus mengungsi
- berjalan di waktu malam. sejauh 13 km
- turun untuk mencari
- perlindungan. Tidak lama kemudian Allah
- Subhanahu wa taala mencobai
- saudara-saudara kita yang berada di
- Lombok dengan gempa
- bumi yang cukup besar.
- masih belum selesai
- penderitaan dan saudara-saudara kita
- yang berusaha untuk
- membantu masyarakat yang berada di
- Lombok, Allahu Subhanahu wa taala
- mencobai kemudian saudara-saudara kita
- yang berada di Sulawesi, di Palu,
- Sulawesi
- Tengah, sesudah
- gempa datang tsunam
- tsunami. Sehingga hamba Allah yang
- mulia,
- subhanallah, kapal yang begitu besar
- bisa naik sampai ke
- daratan. Dan sampai saat
- ini berita yang terakhir masih sangat
- menyulitkan.
- Hamba Allah yang
- mulia, mungkin kita
- bertanya, fenomena apa yang
- terjadi kalau kita sering
- mendengar ada
- kalimat-kalimat yang keluar dari apa
- disengaja atau tidak. Wallahualam dengan
- kalimat menyebut kemarahan alam. Ini
- kalimat yang sangat salah.
- Kalimat yang tidak pantas kita sebagai
- orang muslim untuk menyatakan kemarahan
- alam. Di dalam hadis qudsi Allah
- Subhanahu wa taala menyatakan qala
- Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam fala tasubbul
- dakhar. Jangan kalian
- menyalah-nyalahkan alam atau
- cuaca. Innani anaddahar. Sesungguhnya
- aku Allah yang mengendalikan alam.
- yang mengatur perputaran, pergantian
- cuaca ya, gempa bumi itu semua tidak
- akan terjadi kalau tidak dengan takdir
- dari Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- sebagai seorang muslim semestinya kita
- memakai kalimat yang lebih indah lagi
- yang menunjukkan bahwa kita beriman
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Boleh
- kita mengatakan ada musibah dari Allah
- Taala atau ini merupakan cobaan dari
- Allah Subhanahu wa taala. Itu adalah
- kalimat-kalimat yang tepat. Jangan kita
- mengatakan kemarahan alam. Seakan-akan
- alam ini tidak bertuhan. Subhanallah.
- Padahal di dalam Al-Qur'an banyak ayat
- yang Allah Taala menyatakan, "Walillahi
- ma fis samawati wa fil ard." Walillahi
- mulkus samawati wal ard. Banyak
- ayat-ayat demikian. Sesungguhnya di
- tangan Allah Subhanahu wa
- taala
- ee ma fis samawati wa fil ard. Dan di
- ayat yang lain dikatakan juga wama
- bainahuma dan di antara langit dan bumi.
- Apa yang ada di antara langit dan bumi
- itu semua Allah Subhanahu wa taala yang
- atur. Jadi hamba Allah yang mulia kalau
- kita lihat juga di dalam surah
- almulk. Tabarakalladzi biyadihil mulk
- wahua ala kulli saiin
- qodir. Maha suci
- Allah. Tabarakalladzi biyadihil mulk.
- Kerajaan langit dan bumi berada di
- tangannya. Wahua ala kulli saaiin qadir.
- Dan dia itu maha sanggup, maha
- kuasa.
- Ya, maha mengetahui dari segala-gala apa
- yang terjadi. Berarti daun jatuh dari
- pohon tidak akan jatuh terkecuali
- diketahui oleh Allah Taala. Melanda
- dalam Al-Qur'an kelopak ee daun tidak
- akan keluar dari kelopaknya. Kalau tidak
- dengan izin Allah Subhanahu wa taala,
- berarti hamba Allah yang mulia, para
- pendengar yang dimuliakan Allah
- Taala yang
- hidup, yang tumbuh, yang
- berputar itu semua di tangan Allah
- Subhanahu wa taala yang beredar. Semua
- itu dikendalikan oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Ada hamba Allah yang
- mulia, satu sunatullah yang ditetapkan
- oleh Allah yang bisa dihitung oleh
- manusia, bisa diprediksi oleh manusia
- secara jelas. Karena apa? Karena Allah
- Taala menentukan ketetapan waktunya.
- Seperti bumi yang berputar 24 jam dalam
- sehari. Kemudian bulan yang mengitari
- bumi, kemudian bumi dan bulan yang
- mengitari matahari.
- Dan itu sudah ditetapkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala ee ketetapan waktunya
- sehingga dari jauh-jauh hari para
- ahli-ahli astronomi bisa menghitung
- tanggal sekian akan menjadi akan terjadi
- gerhana matahari, tanggal sekian akan
- terjadi gerhana bulan. Karena itu salah
- satu sunatullah yang Allah Taala
- memberitakan kepada manusia untuk kita
- bisa menghitung. Karena perputaran bumi
- tidak
- pernah meleset, tidak pernah berubah.
- Perputaran bulan mengetari bumi tidak
- pernah
- berubah dalam sekian hari, sekian jam
- itu tiap hari sama. Dan begitu juga
- perputaran bumi dan bulan mengitari
- matahari tidak pernah berubah sehingga
- manusia bisa menghitung.
- [Musik]
- Namun cobaan Allah Taala, musibah Allah
- Taala ah itu yang enggak bisa
- diperkirakan dan tidak bisa dihitung
- oleh
- manusia. Di dalam Al-Qur'an, Allah
- Subhanahu wa taala mengingatkan kepada
- kita sekalian. Hamba Allah yang mulia,
- sebelum kita masuk untuk membahas ayat
- ini, mungkin banyak di antara kita yang
- berpikir, "Ya Allah, kenapa musibah
- datang berbabak-babak kepada bangsa kita
- ini?" Padahal kita majoritinya muslimin.
- Kita masih bersujud kepada Allah Taala.
- Kita masih menedahkan tangan kepada
- Allah. Kenapa musibah silnya berganti?
- Hamba Allah yang
- mulia, tidak akan terjadi satu musibah
- apapun di luar kehendak Allah Subhanahu
- wa taala. Semua apa yang akan terjadi
- itu la yusibana
- illa ma kataballahu lana. Tidak akan
- terjadi satu musibah terkecuali apa yang
- Allah Taala telah tetapkan untuk kita.
- Namun hamba Allah yang
- mulia, ada musibah yang Allah Taala
- berikan. yang merupakan
- cemeti untuk mengingatkan kepada kita.
- Wqnahum
- minalabil akbar laallahum
- yarjiun. Kami memberikan cemeti-cemeti
- azab yang kecil sebelum Allah Taala
- tumpahkan azab yang besar. Untuk apa?
- Allah Taala katakan, "La'allahum
- yarjiun." Supaya mereka kembali ke jalan
- yang benar.
- Pendengar sekalian yang dimuliakan Allah
- Subhanahu wa
- taala. Mungkin ada yang kita mungkin ada
- di antara kita yang berpikir ini azab
- dari Allah Taala. Mungkin ada yang
- berpikir ini adalah cobaan cemeti dari
- Allah Taala. Mungkin ada yang berpikir
- mungkin Allah Subhanahu wa taala ingin
- memperingati kepada
- kita. Apa ini karena dosa-dosa yang kita
- lakukan? Apa ini karena kebanyakan
- pejabat-pejabat yang munkar? Apa ini
- karena keadilan yang telah
- diinjak-injak? Karena saat ini mencari
- keadilan di bumi Indonesia, Subhanallah,
- sama dengan mencari jarum di tengah
- lautan. Dan itu yang terjadi saat
- ini. Di dalam Al-Qur'an Allah Subhanahu
- wa taala mengingatkan gini.
- Jadi Allah Taala memberikan
- gambaran bagaimana satu masyarakat itu
- akan dipelihara oleh Allah dengan
- keberkahan sebelum Allah Subhanahu wa
- taala menyatakan di ayat ini bahwa ada
- nanti Allah taala akan mendatangkan azab
- kepada kita sebagai peringatan, sebagai
- cemeti peringatan. Hamba Allah yang
- mulia, jangan sekali-kali kita
- berpikir mengapa kita majoritinya
- muslimin. Kita 85 sampai 90% muslimin di
- bumi
- Indonesia. Kenapa di negara-negara yang
- majoritinya hamba-hamba Allah yang kufur
- majoritinya
- musyrikin? Kenapa Allah Taala tidak
- datangkan musibah kepada mereka? Saya
- kira-kira memberikan contoh
- begini. Kalau kita mempunyai
- anak, terkadang anak ini
- membuat satu
- kesalahan atau anak ini melakukan satu
- keburukan. Terkadang kita sedil
- telinganya, mungkin kita kurung dia
- dalam kamar. Artinya kita
- memberikan apa? Subhanallah. kita
- memberikan ee pelajaran-pelajaran yang
- tidak mengenakkan kepadanya. Kita
- memberikan hukuman-hukuman yang
- kecil-kecil kepadanya. Untuk apa? supaya
- jangan dia lakukan lagi semacam
- ini. Dan hamba Allah yang
- mulia, demikian juga kalau kezaliman
- sudah terjadi di satu
- tempat dan kezaliman ini meraja
- lela, maka sama dengan kita mengirim
- undangan kepada Allah Taala untuk
- mendatangkan
- azab sebagai cemeti Allah Taala kepada
- kita untuk Allah Taala nyatakan
- laallahum yarjiun. Bukan karena
- kebencian Allah Taala, bukan karena
- kemarahan Allah Taala, tapi Allah Taala
- memberikan sentilan-sentilan kepada
- kita, cemeti-cemeti kepada kita supaya
- kita balik lagi jalan yang
- benar. Hamba Allah yang mulia di bumi
- kita ini, Indonesia yang kita cintai,
- masyaallah. Kalimat LGBT yang tadinya
- kita tidak ketahui, kita tidak pernah
- dengar ya,
- LGBT dikatakan di dunia barat.
- lesbian ya
- lesbi
- gg bate by bis t
- transgender
- lesbi
- gay gay gay semua kita tahu
- banci kemudian bis
- itu ya Allah kita enggak perlu berbicara
- detail. Laki dia senang, perempuan juga
- dia senang. Nauzubillah. Padahal hamba
- Allah yang
- mulia kita kalau pelihara kucing di
- rumah, Hm. kucing kita pelihara di
- rumah, enggak ada kucing lelaki dia
- senang kepada kucing lelaki itu
- binatang.
- binatang tidak akan
- mungkin dia
- melakukan artinya hubungan antara
- seperti kucing laki dan
- perempuan. Ini sebenarnya semua ini
- adalah sengaja didatangkan dari dunia
- Barat untuk menghancurkan masyarakat
- kita, untuk merusakkan moral kita.
- Karena begitu moral kita rusak, begitu
- masyarakat kita rusak, sangat gampang
- bagi mereka untuk menguasai masyarakat
- kita, untuk mendikte masyarakat
- kita. Itulah
- LGBT. Kemudian hamba Allah yang mulia.
- Jadi ketika Allah Subhanahu wa taala
- mendatangkan musibah kepada satu
- masyarakat, bukan berarti Allah
- Taala marah kepada masyarakat tersebut.
- Bukan. Cemeti yang kecil yang Allah
- Taala menyatakan kami berikan azab yang
- kecil. Tidak lain dan tidak bukan Allah
- Taala ingin mendidik kita. La'allahum
- yarjiun untuk kembali ke jalan yang
- lurus. Nah, apa penyebab Allah Taala
- memberikan musibah kepada kita?
- Wallahuam. Mungkin karena keadilan susah
- dicari, mungkin karena kezaliman meraja
- lela, mungkin karena terlalu banyak
- perbuatan-perbuatan dosa yang kita
- lakukan. Mungkin karena LGBT mulai
- meraja lela, dan apa mungkin
- juga sebagaimana yang terjadi di
- beberapa tempat sangat marak.
- Saya berikan contoh begini. Para petani
- ketika mereka panen raya bukan kepada
- Allah mereka bersyukur atau mensyukuri
- nikmat Allah Taala tapi mereka melakukan
- sajian-sajian tertentu yang terkadang
- diarung di
- laut.
- Terkadang diberikan sebagai
- ee sajian untuk kepada jin atau kepada
- ini adalah kemusyrikan.
- Apa ini juga termasuk mengundang azab
- dari Allah Subhanahu wa taala?
- Benar. Mari kita lihat apa yang Allah
- taala ingatkan dalam
- Al-Qur'an. Allah Taala berbicara dulu
- masyarakat yang diberkahi oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Masyarakat yang
- Allah taala tumpahkan keberkahan kepada
- mereka.
- Di ayat ini Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan, "Walau anna ahlal
- qura amanu
- wattaqau lafatahna alaihim barakatin
- minasama wal ard."
- Ini ayat ini
- masyaallah kalau kita mau renungkan
- dengan jujur, betapa indahnya Allah
- Taala memberikan gambaran kalau kita
- menginginkan hidup yang penuh dengan
- keberkahan, dilindungi oleh Allah
- Subhanahu wa taala dari bermacam
- musibah. Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan, "Walau anna ahlal qura."
- Kalau sekiranya penduduk daripada satu
- masyarakat, penduduk dari satu daerah
- atau penduduk dari satu
- negara,
- amanu
- wattaqu. Mereka benar-benar beriman
- kepada Allah subhanahu wa taala.
- Beriman. Hamba Allah yang mulia, kalau
- kita berbicara 85% muslimin, 85%
- beriman, saya yakin tidak ada yang kufur
- kepada Allah Taala. Beriman tapi iman
- masih belum cukup.
- Allah Taala memintakan kita untuk dalam
- kehidupan kita sehari-hari, dalam gerak
- langkah
- kita, dalam mode kita
- bermasyarakat, lekatkan ketaatan kita
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Takwallah. Sebab di ayat ini Allah taala
- menyatakan amanu wattaquu. Kalau iman
- itu masalah hati. Iman. Sab Rasul
- sallallahu alaihi wasallam menyatakan
- iman itu dia bersemayam dalam hati. Maq
- filqb wasqahul amal. Dia bersemayam
- dalam hati. Iman mengambil tempat dalam
- hati. Tindak tanduk kita yang
- menunjukkan ketaatan kita kepada Allah
- itulah yang disebut dengan takwallah.
- Justru itu Rasul sallallahu alaihi
- wasallam mengingatkan kepada kita,
- "Alaika
- bitaqwallah. Lekatkan ketaatanmu kepada
- Allah di dalam dirimu, kepada mereka
- semua yang
- beriman." Fainnaha jimaunul khair. Nanti
- ketaatan kita kepada Allah karena kita
- beriman kepada
- Allah akan menghimpun semua kebaikan
- dalam kehidupan kita.
- Di ayat ini Allah Subhanahu wa taala
- menggambarkan tentang masalah barah.
- Hanya dua syarat dimintakan oleh Allah
- Taala.
- Takwallah ee amanu wattaquu. Beriman
- kepada Allah yang
- benar. Kalau Allah Taala berbicara
- tentang amanu, kita beriman yang benar.
- Ya, jangan kita asosiasikan iman kita
- itu dengan sesuatu yang
- lain. Kita beriman kepada Allah
- terkadang juga kita beriman kepada
- angka, kepada
- nomor. Kita beriman kepada Allah Taala
- terkadang kita lebih beriman kepada
- orang pintar yang kita namakan orang
- pintar. Padahal bukan orang pintar itu
- sebenar peramal dukun. Hanya untuk
- memuluskan namanya lebih indah dinamakan
- orang pintar.
- Jadi beriman yang benar kepada Allah
- Taala. Jangan kita campurkan iman kita.
- Jangan terkontaminasi iman kita dengan
- sesuatu yang
- lain. Kemudian tindak tanduk kita
- sehari-hari, muamalah kita sehari-hari.
- Tunjukkan ketaatan kita kepada Allah
- Subhanahu wa
- taala. Apa dijanjikan oleh Allah Taala?
- Lafatahna alaihim barakatin minasamaai
- wal ard. Maka kami akan buka pintu
- barakah dari langit dan dari
- bumi. Hamba Allah yang
- mulia, perbedaan antara barakah dan
- rahmah apa
- sebenarnya? Barakah ya rahmah ini adalah
- pemberian Allah yang tidak terhingga.
- Seorang bisa bernafas dengan leluasa itu
- rahmat dari Allah Taala. Karena
- paru-parunya masih
- ada. Seorang yang hidup dengan sehat,
- jantungnya masih bisa memumpai memumpah
- darah dengan baik, itu rahmat dari Allah
- Taala.
- Barakah adalah merupakan sesuatu yang
- akan menyuburkan rahmah Allah Taala ini
- dan berakhir dengan
- kebaikan. Itu
- barakah kehidupan kita. Allah Subhanahu
- wa taala menyatakan kalau kita hidup
- yang benar dalam koridor yang sudah
- digariskan oleh Allah Taala, jangan kita
- lewati. E garis-garis yang dilarang oleh
- Allah Taala jangan kita
- lewati. Kemunafikan jangan kita
- berpraktik. Kezaliman jangan kita
- suburkan.
- Kecurangan jangan kita campurkan dalam
- kehidupan kita.
- Karena di saat ini, masyaallah
- masyaallah
- masyaallah kecurangan meraja lela luar
- biasa. Mulai dari masyarakat yang awam
- di
- pasar sampai kepada pejabat tinggi itu
- kecurangan meraja lela luar biasa.
- Masyarakat awam kalau dia berpraktik
- kecurangan tidak terlalu meluas ke
- mana-mana.
- Tapi kalau
- pejabat mengadopsi
- kecurangan, mencampurkan kecurangan
- dalam
- kehidupannya, itu masyaallah berakibat
- luar
- biasa. Apalagi pejabat-pejabat yang
- berada
- di
- pengadilan, pejabat-pejabat yang berada
- di kejaksaan.
- Kalau kecurangan
- masuk, maka putusan akan
- sangat dimurkai oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Tapi kalau menerapkan keadilan
- dengan baik, masyaallah keberkahan Allah
- Taala akan tumpahkan kepada mereka baik
- dalam kehidupan mereka. Karena Allah
- Taala menyatakan lafatahna alaihim
- barakatin minasama wal ard. Baik dalam
- kehidupan mereka, kehidupan keluarga
- mereka ataupun kehidupan anak-anak
- mereka akan dibukakan pintu barkah oleh
- Allah Subhanahu wa taala selama mereka
- tidak mempraktikkan kecurangan dan
- kezaliman. Sebab kalau kecurangan sudah
- mulai meraja lela atau mulai dicampurkan
- di dalam putusannya, kezaliman akan
- terjadi. Yang tidak bersalah akan
- dihukum.
- yang jelas-jelas bersalah akan
- dibebaskan. Atau sekalipun dia tidak
- bersalah dicari-cari
- kesalahannya. Dan apa yang akan terjadi?
- Kita telah menzalimi s seseorang. Kalau
- ini meraja lela, la haula wala quwwata
- illa
- billah. Karena di akhir ayat ini Allah
- Taala menyatakan, "Walakin kadzabu
- faaknahum bimau yaksibun."
- Tapi kalau kalian, kalau
- kita menantang ayat-ayat Allah,
- membohongi ayat-ayat Allah,
- mengaduk-aduk ayat-ayat Allah dengan
- kecurangan, dengan kezaliman, Allah
- Taala menyuruh kita berbuat adil.
- Keadilan kita
- lencengkan, kita
- kesampingkan. Kezaliman yang akan
- terjadi. Ini
- namanya mengundang untuk Allah Taala
- akan mendatangkan musibah kepada kita
- sekalian. Seorang pernah bertanya kepada
- Rasul sallallahu alaihi wasallam, "Ya
- Rasulullah, ketika datang
- musibah, apa hanya orang-orang yang
- tertentu yang berbuat curang, yang
- kena?" Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan semua akan kena musibah.
- Sekalipun orang-orang yang baik, yang
- jujur, yang salat, yang berpuasa akan
- kena musibah. Nanti ketika mereka
- meninggal dunia baru Allah Taala
- pisahkan. Ini orang yang baik, ini orang
- yang zalim, ini orang yang jujur, ini
- orang yang curang.
- Baru Allah Taala bangkitkan mereka
- sesuai
- dengan amal mereka
- masing-masing. Hamba Allah yang mulia,
- kita lanjutkan ayat ini. Allah Taala
- menyatakan kalau penduduk dari satu
- tempat, dari satu locality, dari satu
- masyarakat, dari satu daerah, dari satu
- negara, mereka betul-betul beriman
- kepada Allah Taala dan tingkah laku
- mereka menunjukkan mereka ini taat
- kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Sebenarnya untuk menjadi hamba
- Allah yang taat itu sangat gampang,
- sangat mudah. Malahan menjadi hamba
- Allah yang engkar itu agak susah.
- Kita berbuat munkar itu susah, biayanya
- mahal. Seorang yang kalau dia masuk
- tempat-tempat maksiat, dia harus
- mengeluarkan duit. Tapi kalau dia masuk
- masjid pengajian, terkadang dia mendapat
- makan di tempat tersebut. Dia duduk dan
- didoakan oleh para malaikat tidak perlu
- mengeluarkan
- biaya. Jadi memang dalam kehidupan ini
- untuk berbuat maksiat itu memerlukan
- biaya.
- mendatangi tempat-tempat dosa itu
- memerlukan biaya, tapi berbuat baik
- sangat mudah.
- Allah Subhanahu wa taala nyatakan kalau
- masyarakat ini mereka hidup dengan iman
- kepada Allah Taala, tindak tanduk mereka
- taat kepada Allah, Allah Taala bukakan
- pintu
- barkah dari langit dan dari bumi.
- Lafatahana alaihim barakatin minasama
- wal ard. Artinya kalau dia seorang
- politisi, kalau dia jujur di dalam
- berpraktik sebagai seorang politisi atau
- dia seorang
- pengacara dan dia jujur sebagai seorang
- pengacara karena hamba Allah yang
- mulia. Ada
- juga
- politisi yang curang dalam berpolitik.
- Ada juga
- pengacara. Sering saya dengar.
- Masyaallah. Pengacara itu dia bermain
- dua kaki. Saya sendiri enggak ngerti apa
- maksudnya bermain dua kaki. Lama-lama
- baru saya tahu apa artinya dia bermain
- dua kaki. Itu artinya tidak jujur. Tapi
- pengacara yang jujur masyaallah
- banyak. Namun hampir di tiap-tiap
- profesi kejujur ketidakjujuran sudah
- banyak meraja lela dalam kehidupan kita.
- Dan itu kita enggak bisa tutup mata.
- Sekalipun
- politisi banyak yang tidak jujur dalam
- kehidupannya. Padahal kalau kita jujur,
- kita betul-betul terapkan keimanan kita
- dengan ketaatan kita kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Umur kita diberkahi
- oleh Allah taala. Pekerjaan kita
- diberkahi oleh Allah subhanahu wa taala.
- Anak istri kita diberkahi oleh Allah
- taala.
- organ-organ tubuh di dalam tubuh kita
- diberkahi oleh Allah
- Taala. Karena organ-organ tubuh kita
- bukan kita yang kontrol. Kita tidak
- mempunyai kemampuan untuk mengontrol
- organ tubuh kita. Dokter ahli pun dokter
- ahli enggak bisa mengontrol organ
- tubuhnya.
- Nanti dia sudah berhadapan dengan
- penyakit baru dia mencoba untuk
- memperbaiki. Berapa banyak dokter
- jantung yang meninggal kena serangan
- jantung? Dokter ginjal meninggal ee
- gagal
- ginjal. Dokter ah ini penyakit dalam
- tiba-tiba ada tumor
- yang muncul di dalam dirinya. Kita
- enggak bisa ngontrol organ-organ tubuh
- kita.
- Allah Subhanahu wa taala menyatakan
- hamba Allah yang mulai kita menginginkan
- organ-organ tubuh kita dalam kehidupan
- kita diberkahi oleh Allah Taala. Artinya
- dengan kalimat yang lain dia dipelihara
- oleh Allah Taala dan berakhir dengan
- kebaikan.
- Karena Allah Taala menyatakan Allah
- membuka pintu ee barakah dari langit dan
- dari
- bumi. Mari kita
- lanjutkan ayat ini. Kemudian Allah Taala
- menyatakan, "Walakin kadzabu faaknahum
- bimau
- yaksibun." Tapi kalau kita bermain-main
- dengan ayat-ayat
- Allah, kita membohongi tentang
- perintah-perintah Allah, membohongi
- ayat-ayat Allah. Walakin
- kadzabu. Kita mencari-cari
- dalil untuk membenarkan yang
- diharamkan karena kita ingin membtikan
- diri kepada
- atasan atau mengharamkan yang
- dihalalkan. Itu
- termasuk
- kadzabu, berbohong dengan ayat-ayat
- Allah atau membohongi ayat-ayat Allah
- Taala. Allah Taala nyatakan, "Faaknahum
- bim yaksibun." Allah Subhanahu wa
- taala akan mencampakkan
- kita kepada musibah-musibah sebagaimana
- sebagai cemeti dari Allah Taala adalah
- karena ulah tangan kita sendiri.
- Jadi sebenarnya Allah Subhanahu wa taala
- di ayat ini
- menunjukkan Allah Taala tidak akan
- mendatangkan musibah yang
- dahsyat kalau kita tidak mengirim
- undangan untuk Allah mendatangkan
- musibah kepada kita sekalian. Karena di
- dalam hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam, Rasul sallallahu alaihi
- wasallam memulai dengan bersumpah.
- Rasulullah bersumpah, "Walladzi nafsi
- biyadihi lam'murunna bil mar'ruf wannail
- munkar.
- Dan demi dia Allah yang memegang
- nyawaku. Rasulullah bersumpah untuk
- meyakinkan kepada
- kita bahwa tiap-tiap hamba Allah yang
- beriman, tiap-tiap orang yang beriman,
- dia mempunyai kewajiban lam'murunna bil
- ma'ruf untuk bukan untuk mengajak
- manusia berbuat baik. Memerintahkan
- kepada manusia. Artinya kalau perintah,
- kalau kita mempunyai kemampuan anak
- kita, istri kita, kita mempunyai
- kemampuan kepada mereka, kita mempunyai
- wewenang kepada mereka ada sesuatu
- kesalahan kita itu harus memerintahkan
- kepadanya. L takmurunna bil makruf.
- Salat dijaga ya, akhlak dijaga, pakaian
- dijaga. Kalau dia seorang pejabat, dia
- mempunyai wewenang.
- Maka Allah Taala menyatakan dia harus
- memerintahkan kepada mereka-mereka
- bawahannya itu untuk melakukan hal-hal
- yang baik. Saya perhatikan masyaallah di
- beberapa tempat di Indonesia kita ini,
- masyaallah pada waktu yaumul
- jumah itu biasanya mobil
- pemda dia berjalan
- keliling dan yang membawa mobil pemda
- ini dua orang perempuan.
- dengan pengarah suara diajak ustaz untuk
- mengajak kepada mereka-mereka supaya
- salat Jumat supaya tinggalkan semua
- aktivitas. Masyaallah itu namanya
- perbuatan makruf yang begini-begini yang
- Allah Taala di antaranya Allah taala
- perintahkan kepada kita tammuruna bil
- ma'ruf. Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan wala tanhaunna anil munkar.
- Dan tiap-tiap kita mempunyai kewajiban
- untuk menghentikan kemungkaran.
- Menghentikan
- kemungkaran mulai dia dari RT, RW, lur,
- bupati, walikota,
- gubernur. Mereka punya kewajiban untuk
- menghentikan kemungkaran. Jangan karena
- ada faktor keuntungan, kemungkaran
- meraja lela di lokalitinya kita, kita
- tutup mata sebelah.
- seakan-akan aman-aman
- aja, halal-halal aja karena ada faktor
- keuntungan. Atau kita lihat
- di tempat kita
- bekerja, di tempat yang kita
- bertugas, kemudian kemungkaran meraja
- lela.
- Dan kemungkaran ini terkadang diadopsi
- oleh atasannya
- mereka. Karena untuk menyenangkan atasan
- kita berlagak tidak tahu. Sampaikan.
- Sebab Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan kepada kita sekalian.
- Kalau kita melihat
- kemungkaran fayugyiru biyadihi, maka
- hentikan dengan
- tanganmu. Nah, ini yang bisa
- menghentikan dengan tangan adalah
- mereka-mereka yang mempunyai
- kekuasaan. Kalau kita tidak mempunyai
- kekuasaan,
- fabilisani. Semua kita ini mempunyai
- lisan.
- Sampaikan dia akan berhenti atau tidak,
- dia akan ikut atau tidak. Yang penting
- kewajiban kita kita lakukan
- untuk menghentikan
- kemungkaran. Kemudian Rasul sallallahu
- alaihi wasallam
- mengingatkan, kalau kita bermasak
- bodoh, kita bermasak
- bodoh, kita berpikir, "Ah, itu urusannya
- dia. Tidak
- bisa setidak-tidaknya kita sampaikan
- dengan cara yang baik.
- bil hikmah wal mauidatil hasanah dengan
- cara yang
- baik yang perlu kita hentikan
- hentikan artinya kita hanya mempunyai
- kemampuan dengan lisan kita sampaikan
- dengan cara yang baik udu
- ilailibika panggillah ke jalan
- Tuhanmu bil hikmah wal mail hasanah
- dengan kalimat-kalimat yang sangat indah
- kalimat yang sangat baik
- Allah Taala perintahkan Musa kepada
- untuk datangi kepada Firaun. Siapa yang
- tidak kenal kemungkarannya Firaun sampai
- mengaku dirinya menjadi Tuhan. Tapi
- Allah Taala perintahkan kepada Nabi
- Musa, idhab ila Firaun innahu tha faqu
- lahu qulan
- layinan. Pergilah kepada Firaun. Dia ini
- sudah terlalu melampaui batas dan
- sampaikanlah dengan kalimat-kalimat yang
- baik. Jadi kita punya kewajiban untuk
- menghentikan
- kemungkaran setidak-tidaknya dengan
- kalimat kita karena kita tidak mempunyai
- kekuasaan. Rasul sallallahu alaihi
- wasallam
- menyatakan alikum iqobihi.
- Kalau kita bermasak bodoh dengan masalah
- ini, kita bermasak bodoh dengan
- LGBT, kita bermasak bodoh dengan
- ketidakadilan, kita bermasak bodoh
- dengan
- kecurangan, Allah Taala akan
- mendatangkan azab kepada
- kita dari sisi Allah
- Taala. Pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa taala.
- Di hadis ini, Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan Allah akan
- mendatangkan azab dari sisi Allah
- Taala. Dan pada saat itu sekalipun kita
- menadahkan tangan kepada Allah, kita
- berteriak kepada Allah Taala. Dan memang
- hamba Allah yang
- mulia, kalau sudah terjadi musibah,
- masyaallah semua berteriak Allahu Akbar.
- Semua berteriak, "Ya
- Allah, kan enggak ada yang berteriak
- NKRI. Semua berteriak Allah
- Taala." Karena pada saat itu tidak ada
- seorang pun yang bisa menghentikan
- musibah ini. Tidak ada seorang pun yang
- bisa menyelamatkan kita terkecuali apa
- yang sudah ditakdirkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Dan Allah Taala
- menyatakan, "Dan pada saat itu sekalipun
- kalian memanggil-manggil Allah Taala,
- azab ini tidak akan berhenti
- sampai putusan Allah Taala ini selesai
- sesuai dengan perintah Allah Subhanahu
- wa
- taala."
- Azab. Namun di dalam Al-Qur'an itu azab
- itu ada bermacam-macam.
- Ada adzabil adna, ada adzabil khuldi,
- ada adzabil huni, ada adzabil
- akbar. Kalau Allah memberikan azab
- kepada kita dalam kehidupan kita di
- sini, ini adalah karena kesayangan dan
- cintanya Allah Taala kepada kita untuk
- mengingatkan masih berbentuk adzabil
- adna.
- Sekalipun kita melihat azab ini sangat
- besar, tapi tetap Allah Taala nyatakan
- dalam Al-Qur'an adzabil adna dunal
- adzabil akbar. Sebelum Allah Taala
- memberikan azab yang besar.
- Kalau kita perhatikan di dalam
- sejarah
- Al-Qur'an ketika Firaun sudah meraja
- lela, luar biasa
- Firaun. Dan yang paling jelas yang
- terjadi di zaman Firaun itu yang paling
- jelas ketidakadilan yang beraja lela.
- Kalau anak-anak Bani Israil, kalau
- wanita Bani Israil
- melahirkan dan anak
- lelaki itu langsung dibunuh oleh Firaun.
- Diperintahkan untuk langsung dibunuh.
- Kalau anak
- lelaki, kalau anak perempuan boleh
- dibiarkan hidup. Tapi itu hanya dari
- kelompok Bani Israil. Kalau dari
- kelompok Firaun yang melahirkan,
- dibiarkan anak ini besar.
- Kalau Bani Israil
- melakukan ee
- kalau Bani Israel sekalipun tidak
- melakukan kesalahan, dicari-cari kalahan
- kesalahannya untuk
- dipenjarakan. Kalau kelompok kelompok
- Firaun yang melakukan kesalahan
- diberikan tanda jasa, diberikan
- penghargaan. Apa yang Allah Taala
- lakukan kepada mereka? Allah Taala tidak
- mengirim satu kaligus azab ke istananya
- Firaun. Hancur datar Firaun ee istananya
- Firaun.
- Tidak. Allah Taala nyatakan dalam
- Al-Qur'an. Faarsala
- alai faarsala
- alaihimutfan. Allah Taala kirim dulu
- kepada mereka taufan. Angin tafan
- marajal. Luar
- biasa.
- Istana
- Firaun dibangun dari batu-batu yang
- sangat
- kokoh. Topan ini tidak bisa
- menghancurkan istana
- Firaun. Karena taufan ini masih
- merupakan peringatan kiriman dari Allah
- Taala. Ini masih merupakan azab yang
- kecil. Adzabil adna dunal adzabil akbar.
- Untuk apaabilna? La'allahum yarjiun.
- Allah Taala nyatakan supaya mereka ini
- mau kembali. Firaun ini mau
- sadar. Dan tiap Allah Taala
- mengirim
- azab, Firaun menyuruh kepada
- penasihat-penasihatnya, pergi kepada
- Musa. Sampaikan kepada Musa untuk berdoa
- kepada Allah Taala, meminta kepada Allah
- Taala. Jadi kira-kira kalau kita
- sekarang ini sudah enggak ada nabi-nabi
- yang diturunkan Allah Taala sudah
- selesai. Mungkin kalau kita nanti sudah
- datang musibah, kita datang ke
- ulama-ulama ya, kita datang ke
- ustaz-ustaz, kita melakukan zikir
- bersama-sama minta supaya mereka berdoa
- kepada Allah. Ini boleh bagus.
- Sebab di Quran Allah Taala memberikan
- contoh. Mereka datang kepada Nabi Musa
- minta supaya Nabi Musa berdoa kepada
- Allah Taala. Berarti Firaun sendiri dia
- tahu bahwa Musa seorang nabi. Dia tahu
- bahwa Musa itu diutus oleh Allah Taala.
- Karena di dalam ayat ini Allah Taala
- menggambarkan ketika mereka datang
- kepada Musa, mereka katakan, "Udana
- rabbaka bima ahida.
- Ya Musa, mintakan kepada Tuhanmu dengan
- kenabian yang Allah Taala telah berikan
- kepadamu. Berarti mereka tahu dia
- seorang
- nabi. Lain kasyafna anarj lanna laka.
- Kalau azab ini, musibah ini sudah
- dihilangkan oleh Allah, kami akan
- beriman
- kepadamu dan kami akan biarkan Bani
- Israil tidak akan dijajah
- lagi. Musa berdoa kepada Allah Taala.
- Jadi berarti hamba Allah yang mulia,
- para pendengar yang dimuliakan Allah
- Subhanahu wa
- taala. Ketika musibah sudah datang
- biasanya baru kita ingat kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Firaun dan
- kelompoknya yang tidak mau mempercayai
- kepada Allah subhanahu wa taala. Malahan
- Firaun menganggap dirinya Tuhan. Tapi
- ketika Allah mengirim
- musibah, Allah Taala nyatakan laallahum
- yarjiun. Supaya mereka mau kembali ke
- jalan Allah Subhanahu wa taala yang
- lurus. Jadi ketika musibah datang
- sebagai cemeti kepada mereka, mereka
- sadari bahwa ini peringatan Allah Taala.
- Justru itu mereka janji kepada Nabi
- Musa, "Kalau musibah ini sudah hilang,
- kami akan beriman kepadamu dan kami akan
- biarkan Bani Israil bebas."
- Allah Taala hilangkan musibah ini. Tapi
- di ayat ini Allah Taala menyatakan
- mereka balik lagi dengan keengkaran
- mereka, dengan kemungkaran mereka.
- Kecurangan meraja lela, ketidakadilan
- juga meraja lela, kezaliman meraja lela,
- penipuan-penipuan meraja lela di
- mana-mana. Hamba Allah yang mulia,
- masyarakat awam juga berbuat curang.
- Terkadang
- ikan dicampur dengan digosok dengan
- formalin biar awet. Heeh. Terkadang ayam
- yang sudah
- mati dilabur dengan kunyit enggak tahu
- dengan apa supaya masih kelihatan fresh.
- Sekarang dijual segar.
- Subhanallah. Dan memang kalau kita
- perhatikan hamba Allah yang mulia,
- koruptor-koruptor meraja
- lela karena kemiskinan terlalu meraja
- lela.
- Sehingga masyarakat awam, rakyat
- awam yang imannya kurang, mereka akan
- melakukan kecurangan untuk mendapatkan
- keuntungan yang lebih. Tapi yang lebih
- dahsyat, pejabat-pejabat dengan gaji
- yang cukup besar masih korupsi memakan
- uang rakyat.
- Maka Allah Taala kirim
- azab yang Allah Subhanahu wa taala
- nyatakan ini baru adzabil adna dunal
- adzabil akbar laallahum
- yarjiun. Lima gelombang azab yang Allah
- kirim kepada Firaun berbabak-babak. Lima
- gelombang azab.
- Di dalam surat Ala'raf Allah taala
- menyatakan, "Faarsala alaihim
- tufan wal jarad
- walfadi wadam ayatin mufassalat." Allah
- Taala kirim kepada mereka tofan. Begitu
- dihilangkan tetap kecurangan mereka
- masih
- berpraktik. Ketidakadilan menjual
- keadilan dengan harga yang murah masih
- mereka lakukan.
- memenjarakan orang-orang yang
- baik. Dipraktikkan oleh
- Firaun.
- Musa sebagai pemimpin
- umat diperintahkan oleh Firaun untuk
- menembak di tempat, membunuh di tempat.
- Zaman itu belum ada
- ee belum ada senjata. senjatanya masih
- merupakan tombak ya, panah,
- pisau. Firaun memerintahkan untuk
- membunuh Musa kapan aja dan di mana ajak
- bertemunya. Dan Musa pada waktu itu
- merupakan pemimpin daripada
- umat. Ya, artinya kalau istilah sekarang
- imam besar h dari Bani Israil itu Nabi
- Musa Alaih Salam.
- diperintahkan untuk dibunuh di
- tempat. Habib Rizq, imam besar.
- Masyaallah juga sering diteror. Allah
- sering diteror. Akbar. Difitnah. Iya.
- Jadi hamba Allah yang
- mulia di dalam hadis Rasul sallallahu
- alaihi wasallam ini Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam mengingatkan,
- "Kalau kita bermasak bodoh tidak mau
- menghentikan
- kemungkaran, tidak mau mengajak
- memerintahkan rakyatnya untuk berbuat
- baik, berbuat
- jujur, dan ini juga
- merupakan kewajiban tiap-tiap individu
- yang beriman. Iman untuk menebarkan
- makruf. T'buruna bil
- ma'ruf. Hamba Allah yang
- mulia
- Firaun terakhir ketika Allah Taala
- mengirim tofan tidak mempan. Kemudian
- mengirim belalang tidak mempan. Kemudian
- mengirim kutu tidak mempan. Kemudian
- mengirim katak tidak mempan. Kutu ini
- apa yang terjadi? Diangkat bantalnya.
- Bantalnya di bawahnya ini penuh dengan
- kutu. Dia duduk di kursi penuh dengan
- kutu. Di mana-mana kutu begitu juga
- dengan katak. Allah Taala mengirim.
- Subhanallah innahu ala kulli saaiin
- qodir. Mengirim bala tentara-bala
- tentara Allah Taala itu luar biasa.
- Terakhir Allah Subhanahu wa taala
- menjadikan sungai Nil ini menjadi merah
- bagaikan darah dan mengeluarkan bau yang
- sangat-sangat tidak
- enak. Sudah berbabak-babak dikirim oleh
- Allah Taala ee tidak mempan. Akhirnya
- apa yang Allah Taala nyatakan dalam
- Al-Qur'an?
- Wa firaunail
- autad faakaru fihal
- fasad alladina wa firauna lilutad
- alladina fil bilad faakaru fal fasad
- fasabba alaihim rbukaab.
- Jadi kalau azab dikirim oleh Allah
- Taala, Allah azab dikirim oleh Allah
- Taala tidak
- mempan, maka bukan hal mustahil Allah
- Taala akan tumpahkan azab itu kepada
- satu bangsa, satu daerah, satu
- golongan. Ketika kemungkaran
- berbabak-babak tidak mau berhenti,
- dikirim Allah Taala cobaan,
- cobaan-cobaan, musibah-musibah sebagai
- peringatan tidak mempan. Allah Taala
- menyatakan fas alaiim rbukaab.
- Itu di surat Alfajr Allah Taala
- menyatakan
- Firaun empat bangsa
- besar eh alamara kaifa fa'albuka
- biadamil imad allati lam yukhlaq mluha
- fil
- biladamudina bil waun aut tiga bangsa
- besar Allah Taala gambarkan dalam
- Alquran ketika Allah mengirim azab
- mengirim azab tidak mempan. Allah Taala
- menyatakan, "Fasabba alaihim rbuka
- adab." Allah Taala tumpahkan azab kepada
- mereka. Kelompok ad hilang dari
- permukaan
- bumi. Firaun hilang dari perputaran
- kehidupan. Hanya tinggal sejarah yang
- kita lihat. Fasabba alaihim.
- Allah Taala tumpahkan azab ke atas
- mereka karena diberikan peringatan tidak
- mempan, peringatan tidak mempan,
- peringatan tidak mempan sama dengan
- kehidupan
- kita. Ketika kita ugal-ugalan di
- jalan, ditangkap polisi sekali,
- diberikan surat hilang.
- Peringatan itu merupakan azab. Kita
- harus keluarkan duit ya. Mungkin SIM
- kita
- ditahan. Masih tetap ugal-ugalan.
- Kemudian kita lindas beberapa orang
- umpama apa yang terjadi? Kita bakal
- dimasukkan ke dalam penjara
- diazab. Apalagi Allah Subhanahu wa taala
- yang menguasai peredaran langit dan
- bumi. Allah taala apabila menghendaki
- sesuatu di dalam Al-Qur'an Allah taala
- ingatkan, "Fainnahu yaqul kun fayakun."
- Faid arada saian fainnahu yaakulu kun
- fayakun. Hamba Allah yang mulia. Marilah
- sebagai penutup dari ceramah ini kita
- melihat lanjutan daripada ayat yang kita
- bacakan tadi yang Allah Subhanahu wa
- taala menyatakan walau anna ahlal qura
- amanu wattaqau lafatahna alaihim barakat
- minama wal ard walakin kadzabu
- faakadnahum bimau
- yaksibun. Jadi Allah Taala gambarkan
- dulu bagaimana peranan pentingnya
- keberkahan dalam kehidupan kita.
- Hanya dua yang diminta oleh Allah.
- Beriman yang benar dan tingkah laku kita
- itu tunjukkan ketaatan kita kepada
- Allah. Jangan main-main dengan ayat-ayat
- Allah. Namun kalau tidak, Allah
- Subhanahu wa taala menyatakan Allah
- taala akan mendatangkan cemeti adab
- kepada kita. Kemudian Allah Taala
- menyatakan, "Afaamina ahlul quraan
- yatiahum bauna bayatan wahum naimun.
- Afaina. Apakah mereka merasa aman? Jadi
- mereka ini siapa? Yang suka berbuat
- munkar, suka berbuat curang,
- mempraktikkan kezaliman semau-maunya
- karena merasa
- berkuasa. Allah Taala menyatakan,
- "Apakah mereka merasa aman?"
- Ketika nanti Allah Taala
- mendatangkan azab kepada mereka,
- yatiahum bau nabayatan wahum
- naimun. Ketika mereka masih
- tidur, masih tidur azab Allah Taala
- datangkan.
- Contoh hamba Allah yang
- mulia yang terjadi di
- Kuningan
- ee Desa
- Pinara, Kecamatan Ciniru kalau enggak
- salah terjadi di 11.00 malam jam 11.00
- malam.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan, "Awa amina ahlul
- qurahum buna
- duhan wahum
- yalabun." Apakah mereka akan merasa
- aman? Mereka merasa tetap merasa aman.
- Ketika Allah Subhanahu wa taala
- mendatangkan azabnya kepada mereka waktu
- dhha. H. Kalau tadi waktu malam, waktu
- dhha.
- Dan mereka masih dalam keadaan relaks,
- enak. Hamba Allah yang mulia yang
- terjadi di Palu, saudara-saudara kita.
- Masyaallah. Ketika mereka lagi berdiri
- untuk salat magrib hampir sama dengan
- yang terjadi di Lombok. di Lombok itu
- sebagian masjid pada waktu itu lagi
- salat terjadi gempa bumi.
- Nah, ini ketika akan memasuki
- magrib terjadi gempa bumi diikuti dengan
- tsunami. Bayangkan hamba Allah yang
- mulia berarti terjadi sesudah itu
- tsunami datang waktu malam.
- Ini yang Allah Taala
- menyatakan. Afaamina ahlul qura yatiahum
- ba bayatan wahum
- naimun. Tapi alhamdulillah datangnya
- waktu malam kita belum tidur. Masyarakat
- Palu belum tidur. Untuk itu, hamba Allah
- yang mulia jangan kita memakai kalimat
- kemarahan
- alam. Itu adalah kalimat-kalimat
- orang-orang yang tidak bertuhan. Kalimat
- orang-orang yang ateis.
- Kalimat yang baik kita pergunakan ini
- adalah musibah dari Allah Taala.
- Tadahkan tangan kepada Allah Taala.
- Untuk itu, Saudara-saudara sekalian,
- para pendengar yang dimuliakan Allah
- Taala, kita yang berada di sini yang
- belum dicobai oleh Allah Taala dan
- mudah-mudahan Allah Taala jauhkan
- seluruh bangsa Indonesia dari cobaan
- azab,
- dari cemeti-cemeti azab. Dan
- mudah-mudahan kita balik
- kepada
- koridor iman dan takwa Allah.
- Amin. Kita perlu doakan saudara-saudara
- kita yang berada di Palu. Ya Allah.
- Kemudian kita yang masih tidur enak,
- tidak ada gempa, tidak ada tsunami, coba
- renungkan sejenak mereka yang tidur
- tidak
- tenang, tidur dengan ancaman tsunami.
- Untuk itu hamba Allah yang
- mulia,
- marilah kita lembutkan hati kita
- memberikan bantuan berupa apa
- aja dan berikan bantuan-bantuan ini
- kepada mereka-mereka yang kita sudah
- tahu pasti. Dan masyaallah FPI H FPI
- betul.
- Kelompok yang pertama yang sampai di
- Palu untuk memberikan bantuan itu
- masyaallah FPI.
- Subhanallah luar
- biasa. Nah, kalau kita akan memberikan
- bantuan, berikan kepada badan-badan yang
- pasti yang kita sudah tahu-tahu bahwa
- mereka berpraktik. Sebab ketika terjadi
- musibah seperti ini, banyak yang
- mengambil
- kesempatan. Banyak yang mengambil
- kesempatan.
- seakan-akan mereka itu juga aktif untuk
- memberikan bantuan. Tapi padahal ada
- juga yang sebenarnya untuk mencari
- keuntungan bantuan tersebut tidak
- dikirim ke tempat tersebut. Banyak
- badan-badan yang sudah cukup kita kenal,
- sudah cukup kita tahu. Di antaranya
- Mercy, masyaallah ya,
- FPI itu luar biasa. Dan ketika FPI
- memberikan bantuan, dia tidak pilih
- bulu.
- Mereka yang beragama Kristen, yang
- Muslim ya atau yang Buddha tetap mereka
- memberikan bantuan dan pertolongan
- dengan tidak membedakan. Karena ini yang
- Allah Subhanahu wa taala ingatkan kepada
- kita dalam
- Al-Qur'an. Wa
- ahsin. Wa ahsin kama ahsanallahu ilaik.
- Berbuat baiklah. Berbuat baiklah. Justru
- itu mereka mengorbankan waktu mereka.
- Mereka
- mengorbankan, meninggalkan anak istri
- mereka untuk turut memberikan bantuan,
- untuk turut membantu kepada mereka yang
- kena musibah. Mudah-mudahan Allah
- Subhanahu wa taala meringankan
- saudara-saudara kita yang dalam keadaan
- meradang dengan musibah. Amin. Dan
- kepada Allah Subhanahu wa
- taala, sama-sama kita mohon kepada Allah
- Taala mudah-mudahan Allah Subhanahu wa
- taala menjauhkan kita daripada
- cemeti-cemeti cobaan yang cukup
- memberatkan kepada kita. Amin ya
- arhamarahimin.
- Rabbana la tuakidna inasina wa akana.
- Amin. Rabbana wahmil
- alamahuina
- minqlina w tuhammilna maana bih wafu
- wagfirlana warhamna anta
- maulanail kafirin. Amin ya arhamar
- rahimin. Wasallallahu ala sayyidina
- Muhammadin
- waallim. Walhamdulillahi rabbil alamin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik ikhwan
- dan akhwat, demikian tadi tausiah yang
- disampaikan oleh Ustaz Zaid M. Ahmed
- dalam tema kita di sore hari ini azab
- dan musibah. Kita akan jedah sejenak,
- Ustaz, atau langsung saja? Langsung aja.
- Baik Ustaz, kita langsung saja. Ee
- ketawali pertanyaan pertama, Ustaz. Ini
- pertanyaan dari Ibu Liza. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Ustaz
- mohon pencerahannya. Bagaimana cara kita
- memahami suatu musibah yang terjadi?
- Apakah ini ujian, cobaan, teguran, atau
- azab. Dan terkadang musibah terjadi
- karena kesombongan sekelompok orang yang
- mengakibatkan orang-orang yang tidak
- bersalah menjadi korban. Korban.
- Astagfirullah. Ibu Liza di Bekasi.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shallolli ala sayyidina Muhammad wa ala
- ali
- Muhammad.
- Sebenarnya kita pakai istilah
- cobaan, musibah.
- azab. Azab ini adalah bagian daripada
- cobaan.
- Musibah. Ee azab ini bagian daripada
- cobaan dan adab dan cobaan ini adalah
- musibah. Jadi sebenarnya tiga kalimat
- ini hampir sama.
- Sebab ketika Allah Taala memberikan azab
- itu sebagai cemeti kepada kita, cobaan
- kepada kita untuk supaya kita sadar
- diri, supaya kita tahu tempat
- berpijak. Nah, ada hamba-hamba Allah
- yang tertentu diberikan cobaan oleh
- Allah Taala untuk mengangkat derajat
- mereka. Karena mereka ketika diberikan
- cobaan, mereka lebih mendekatkan diri
- kepada Allah Taala.
- Kita masyarakat awam ketika diberikan
- cobaan oleh Allah Taala sebagai cemeti
- peringatan. Cemeti peringatan kata Allah
- Taala laallahum yarjiun. Supaya mereka
- kembali ke jalan yang benar. Jadi
- sebenarnya azab itu termasuk
- cobaan. Cobaan itu berbentuk
- adab.
- Musibah. Nah, ini musibah sangat luas.
- Azab itu
- musibah. Orang yang diberikan kekayaan
- juga yang berlimpah ruah itu termasuk
- salah satu musibah cobaan kepadanya.
- Ente mau pakai buat apa fulusnya ini?
- Mau dikemanakan? Mau dibelanjakan ke
- mana? Apa dipergunakan untuk memecah
- belah umat? Untuk menciptakan fitnah ya
- untuk membangun tempat-tempat maksiat.
- Justru itu Sayidina Abu Bakar
- radhiallahu
- anhu ketika dia dipilih untuk menjadi
- khalifah, dia mengatakan kepada
- masyarakat, "Ini musibah untuk diriku."
- Karena ini cobaan dari Allah Taala yang
- dijadikan pemimpin. Jadi pemimpin juga
- itu merupakan cobaan dari Allah Taala
- ketika dia diamanahkan sebagai seorang
- pemimpin. Kemudian pertanyaan yang
- kedua, apakah musibah
- ini akibat
- daripada sekelompok manusia-manusia yang
- sombong, yang angkuh, sehingga
- hamba-hamba Allah yang tidak berdosa
- terkena getah daripada musibah itu?
- Mungkin itu salah satu sebabnya. Karena
- manusia itu kalau terlalu angkuh, baik
- angkuh dengan kepunyaannya, angkuh
- dengan
- kekuasaannya, ya angku dengan
- kemampuannya, itu sama dengan dia
- mengundang untuk Allah Taala
- mendatangkan musibah kepada dirinya atau
- kepada kelompoknya. Insyaallah terjawab.
- H. Baik. Kemudian Ustaz, pertanyaan
- kedua. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi. Baik Ustaz. Bagaimana
- kita menyikapi video yang beredar di
- Twitter saat ini bahwa terjadi
- penjarahan di Palu, Sulawesi Tengah.
- Bukankah ini kasihan orang-orang yang
- sudah berusaha kemudian dijarah, mereka
- sudah jatuh tertipa taga pula.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad.
- penjarahan dalam kondisi apapun Islam
- tidak
- membenarkan. Islam tidak
- membenarkan untuk mengambil hak orang
- itu tidak dibenarkan dalam
- Islam.
- Jadi dari segi
- apapun itu Islam tidak membenarkan untuk
- penjarahan.
- Nah, kalau terjadi musibah seperti ini
- umpama
- umpama kita pun dalam keadaan lapar yang
- sangat, kita tidak usah malu untuk
- meminta.
- Tapi kalau menjarah hak orang itu enggak
- boleh lah. Justru itu juga hamba-hamba
- Allah yang
- mempunyai stok makanan dan minuman.
- Kalau sudah terjadi semacam ini,
- bermurah hatilah untuk membagi kepada
- masyarakat. Karena ini dalam keadaan
- emergency, dalam keadaan darurat.
- Jangan kita berpikir hanya untuk diri
- kita sendiri aja atau hanya untuk
- kemaslahatan diri kita sendiri. Jangan.
- Ini darurat. Allah Taala bakal ganti
- berlipat ganda. Dan Allah Taala sudah
- janjikan di dalam Al-Qur'an 700 kali
- akan digantikan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi bentuk penjarahan ini
- sebenarnya hanya menunjukkan akhlaknya
- kita yang kurang.
- tetap menjara itu dilarang dalam Islam.
- Insyaallah terjawab. Baik, Ustaz. Dan
- kita nampaknya berada di penghujung
- acara, Ustaz ya. Satu pertanyaan lagi,
- Ustaz. Silakan. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Dari Pak
- Rian di Jakarta. Ustaz, bagaimana
- diketahui kalau musibah itu hukuman atau
- ujian untuk meningkatkan derajat seorang
- muslim?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shallolli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad. Kalau kita berbicara musibah
- yang majoritinya kayak terjadi sekarang.
- Apa yang terjadi di Palu, ulamanya kena,
- orang ahli ibadah kena, ya orang awam
- kena, akibat daripada tangan-tangan yang
- berdosa mungkin. Tapi semua ini
- merupakan cemeti dari Allah Subhanahu wa
- taala. Mungkin bagi orang ahlil ibadah
- ini satu cobaan untuk Allah Taala
- mengangkat derajatnya kepada derajat
- yang lebih tinggi. Mungkin kepada
- orang-orang yang berdosa yang berbuat.
- Sebab saya dengar ini
- masyaallah ee komunitas LGBT H itu di
- Palu sudah lebih dari R.500
- lebih.
- Bayangkan
- R.500 orang untuk masyarakat yang hanya
- palu penduduknya berapa
- sih? Paling-paling mungkin 200 juta
- kali. Enggak sampai astagfirullah 200
- juta paling-paling mungkin sekitar 20
- juta, mungkin 10
- juta yang menjadi anggota LGBT itu sudah
- lebih dari 1500 orang dan mereka sudah
- tidak segan-segan untuk mengajak masuk
- kepada kelompok mereka dan memerkan apa
- yang mereka lakukan. 1500 itu.
- Nauzubillah. Sebab saya lihat ada yang
- kirim kepada saya beberapa mahasiswa
- yang mendatangi kalau tidak salah ke ee
- kantor pemda kalau enggak salah meminta
- perhatian supaya masalah ini menjadi
- perhatian daripada pemerintah untuk
- membatasi menjaga kepada mereka.
- Jadi tentunya bagaimana kita tahu untuk
- mengangkat derajat atau jadi kepada
- orang-orang yang beriman ahli salah ahli
- ibadah tentunya ini untuk mengangkat
- derajat mereka. Kepada orang-orang yang
- berdosa tentunya cemeti sebagai
- peringatan Allah kepada kita. Insyaallah
- terjawab. Kalau ada yang salah kepada
- Allah saya mengharapkan magfirahnya.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahaillallah wa anna muhammadur
- rasulullah. nastagfiruka waubu ilaih.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat, demikian tausiah kita di sore
- hari ini bersama Ustaz Z M. Bahmid dalam
- tema kita azab dan musibah. Semoga apa
- yang disampaikan oleh beliau bermanfaat
- dan kita doakan untuk saudara-saudara
- kita yang saat ini berada di Palu,
- Sulawesi Tengah. Semoga Allah berikan
- ketabahan dan kesabaran juga kepada
- seluruh saudara kita yang ada di Lombok
- dan di Nusantara. Semoga Allah berikan
- ketabahan dan juga kesabaran. Baik, saya
- Bagus Ondi dan juga S Bangkit mohon
- undur diri. Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]