Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:07 Ras TV 0:11 [musik] 0:17 Bismillahirahmanirahim, assalamualaikum 0:19 warahmatullahi wabarakatuh. 0:20 Alhamdulillahirobbilalamin, 0:22 wabihi nasta'in wa'ala umuriddunya 0:24 waddin. Wassalatu wassalam ala sayyidina 0:27 Muhammad wa'ala alihi wasahbihi ajma'in. 0:29 Rabbi zidni ilman Allahuma fa'alni bima 0:32 alamtani wa'alimni ma yanfa'uni warzuqni 0:35 ilman yanfa'uni. Dipancarkan dari jalan 0:37 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis 0:39 Timur, Bekasi. Radio Silaturahim dan Ras 0:42 TV mengucapkan selamat datang. Ikhwan 0:44 dan akhwat yang dirahmati Allah 0:45 subhanahu wa ta'ala, apa kabar Anda di 0:47 malam hari ini? 0:48 Di manapun saja Anda berada, yang dapat 0:51 menyimak dan menyaksikan siaran kami, 0:54 semoga Anda selalu dalam keadaan sehat 0:56 walafiat. Senang sekali di malam hari 0:58 ini Ikhwan dan akhwat hari yang ke 1:02 13 ya, hari Ahad hari ke 13 di bulan 1:05 Juli 2025. Saya Angga Aminudin, ini 1:11 yang bertugas, ada Oni di kameramen, ada 1:14 juga Fahri di operator dapat kembali 1:16 menyapa Anda dalam program spesial Buka 1:20 Mata Buka Telinga memasuki bulan Juli 1:23 ini ya. 1:25 Buka Mata Buka Telinga kita bersama 1:27 narasumber kita Dr. Sarbini Abdul Murad 1:31 dan juga tamu spesial kita di edisi Buka 1:35 Mata Buka Telinga kali ini, kami 1:37 menghadirkan pengamat Timur Tengah yang 1:40 memiliki pengalaman luar biasa dengan 1:43 aktivitasnya di Timur Tengah begitu ya 1:45 dan juga akhir-akhir ini banyak kita 1:48 simak 1:49 pandangannya, analisanya dan juga 1:51 opininya mengenai konflik, eskalasi 1:55 ataupun 1:57 apa sesuatu yang sekarang menjadi 1:59 sorotan dunia di Timur Tengah yaitu Bung 2:02 Faisal Assegaf. Kami sudah terhubung di 2:05 siaran malam hari ini melalui aplikasi 2:08 Zoom Meeting. Sudah standby narasumber 2:10 kita Dr. Sardini Abdul Murad dan juga 2:13 Bang Faisal Assegaf. Assalamualaikum 2:15 warahmatullahi wabarakatuh Bang Faisal, 2:17 Dr. Ben. Waalaikumsalam warahmatullahi 2:18 wabarakatuh. Waalaikumsalam 2:20 warahmatullahi wabarakatuh Mas Angga. 2:23 Dr. Ben sehat Dok? 2:25 Alhamdulillah alhamdulillah sehat. 2:27 Alhamdulillah sehat Dok kita nih bisa 2:29 kedatangan tamu nih Bang Faisal nih Dok. 2:33 Betul Mas Angga. 2:35 Iya. Iya spesial bagi bagi kita pada 2:38 malam hari ini ketemu apa kehadiran Bang 2:40 Faisal karena pada malam ini kita akan 2:43 mencoba untuk mengkaji ini spesialis 2:45 beliau nih spesialis beliau nih tentang 2:46 Suriah. 2:49 Nah kita coba angkat 2:51 kita coba angkat masalah Suriah. 2:53 Suriah yang Suriah 2:55 juga 2:56 tiga tidak kalah hangat juga untuk 2:59 hangatnya topiknya nih Mas Angga jadi 3:01 kita hadirkan 3:03 Bang Faisal untuk kita tambah-tambah 3:04 diskusi 3:06 sehingga pendengar Radio Suara Rahim 3:07 bisa lebih terangkan. 3:09 Saya pikir itu Mas Angga. Iya. 3:11 Baik gimana Mas Angga seperti halnya 3:14 flyer yang sudah kita share gitu ya di 3:16 berbagai grup juga info yang sudah kami 3:18 sampaikan melalui Radio Suara Rahim Buka 3:20 Mata Buka Telinga. Kali ini kita akan 3:23 mengangkat topik mengenai masa depan 3:28 Suriah gitu ya bagaimana sebenarnya 3:30 ketika kita melihat kondisi Suriah saat 3:33 ini 3:34 juga kita tadi nih tidak akan melupakan 3:36 sebenarnya 3:37 sejarah masa lalu Suriah apakah ada 3:39 kaitannya dengan saat ini yang memang 3:41 perubahannya banyak pengamat melihat 3:43 perubahan yang sangat drastis gitu ya 3:46 yang terjadi dari segi politik 3:50 ini, pengaruhnya terhadap geopolitik dan 3:52 juga kondisi Timur Tengah. Lalu tentu 3:54 saja kita juga akan lihat bagaimana 3:55 sebenarnya hubungan kondisi Suriah saat 3:58 ini dengan Palestina, dengan kondisi 4:03 Palestina saat ini dan juga 4:06 pembebasan ataupun perjuangan yang ada 4:08 di Palestina. Kita juga akan melihat 4:10 itu. Dan kita juga akan melihat 4:12 sebenarnya 4:12 agenda penting apa ke depan yang perlu 4:16 banyak orang tahu khususnya 4:19 pihak-pihak yang selama ini gitu ya, 4:21 mereka berjuang 4:24 atas nama kemanusiaan ataupun atas nama 4:27 ideologis yang menyoroti yang terjadi di 4:30 khususnya Palestina dan juga umumnya 4:32 Timur Tengah. Sebagai pembuka, saya akan 4:34 ke Dokter Ben dulu ya. Dokter Ben 4:37 di malam hari ini sebagai pengantar 4:40 sebelum saya ke Mas Angga, apa Dokter 4:42 Ben? Silakan. 4:44 [berdehem] 4:44 Eh, terima kasih eh Mas Angga, kita 4:47 melihat bahwa 4:48 eh kondisi Suriah yang menurut kami itu 4:51 perlu kita coba diskusikan secara 4:53 mendalam karena bagaimana penduduk itu 4:55 adalah bagian dari Palestina ya, bagian 4:57 dari Syam ya. 4:58 Karena Palestina, Lebanon, Suriah dan 5:01 Yordania itu adalah satu kesatuan yang 5:03 pada hari ini tidak bisa kita 5:04 pecah-pecahkan. Jadi, kita bicara 5:06 masalah Palestina juga kita enggak bisa 5:08 melupakan Suriah karena 5:10 punya sejarah yang begitu membanggakan 5:12 kehadiran misalnya eh 5:15 Khalifah Utsmaniyah itu yang di di eh 5:18 Suriah. 5:19 Nah, saya mencoba melihat gini eh Mas 5:21 Angga, bahwa setelah tumbangnya Bashar 5:24 al-Assad, kemudian terjadinya eh 5:26 perubahan-perubahan politik yang sangat 5:29 luar biasa di Suriah ini, kita melihat 5:31 bahwa eh sebelumnya 5:34 itu Suriah di bawah Assad itu 5:37 melakukan tindakan-tindakan atau 5:39 upaya-upaya yang sangat represif 5:41 terhadap eh kelompok-kelompok demokrasi 5:44 dan kemudian kelompok-kelompok tertentu 5:46 di mana yang namanya kebebasan bicara, 5:48 kebebasan berpendapat ini sama sekali 5:51 tidak ada pada periodenya Hafez al-Assad 5:53 maupun Bashar al-Assad. 5:56 Dan kemudian 5:58 ada hikmah yang tersembunyi setelah 6:00 serangan 7 Oktober 2023, 6:03 di mana serangan ini menimbulkan 6:04 eskalasi yang luar biasa dan 6:06 implikasi-implikasi yang memang 6:08 sama-sama tidak kita kita prediksikan. 6:11 Di mana terjadi serangan begitu kilat 6:14 ya, blitzkrieg istilahnya itu, yang 6:16 menumbangkan 6:17 Bashar al-Assad. 6:19 [mendengus] 6:19 Dan yang sangat menarik adalah setelah 6:22 Bashar al-Assad 6:23 tumbang, kemudian Muhammad Ghulani atau 6:26 Ahmad Syara menjadi pemimpin, jadi 6:28 presiden pada hari ini, dan dia 6:30 mengakomodasi banyak kelompok-kelompok 6:33 atau faksi-faksi dalam pemerintahannya. 6:35 Dan juga dia mengakomodasi 6:36 kelompok-kelompok yang mungkin dulu 6:38 berseberangan dengan beliau, misalnya 6:40 kelompok Idrous, kemudian kelompok 6:43 kelompok 6:45 Syariah atau Alawiyah, yang juga itu 6:47 diakomodasi, walaupun 6:49 ada juga kelompok-kelompok yang tidak 6:51 puas terhadap pemerintahan Ghulani ini. 6:54 Itu menarik. Dan kita juga melihat bahwa 6:57 dalam konflik dengan peta konflik antara 7:00 Palestina dengan Israel, dan kita 7:02 melihat bahwa sikap Ghulani ini masih 7:05 sebagian dari kita ini masih ada yang 7:08 mempertanyakan apakah beliau membela 7:11 Palestina secara konsisten atau memang 7:14 beliau lagi bersiasat, atau beliau lagi 7:17 melakukan internalisasi atau konsolidasi 7:20 di internal di Syria. 7:22 Jadi ini menarik. Jadi banyak 7:23 spekulasi-spekulasi, 7:25 sebagaimana kita baca di media-media, 7:27 bagaimana misalnya upaya-upaya salah 7:29 satu negara Arab mencoba untuk melakukan 7:32 pendekatan dengan Ahmad Syara agar 7:33 membuka hubungan komunikasi atau 7:35 normalisasi diplomatik dengan Israel. 7:38 Jadi sebenarnya eh, 7:41 Syria hari ini tuh itu itu bagaimana? 7:44 Makanya perlu kita perlu kita diskusi 7:45 pada malam hari ini karena 7:47 eh 7:48 kita yakin bahwa pendengar Rasio masih 7:50 penasaran. 7:51 Karena dengan kesempatan ini kita bisa 7:53 clear melihat persoalan Suriah bahwa eh 7:55 Suriah itu berpihak di mana, dalam 7:57 kapasitas apa, kemudian apa tantangan ke 8:00 depan yang sama-sama kita ketahui bahwa 8:03 sebagai kita mempercayakan bahwa Imam 8:05 Mahdi itu akan turun itu di sini. Jadi, 8:07 ini diskusi ini 8:08 saya pikir sangat tepat kita undang Bang 8:10 Faisal yang selama ini beliau ya ya ya 8:13 membicarakan masalah Suriah. Saya pikir 8:14 itu Mas Angga sebagai prolog dari saya. 8:18 Baik, Dokter Ben, penasehat dari Medical 8:21 Emergency Rescue Committee juga 8:25 mengawal terus gitu ya lembaga MER-C 8:27 untuk terjun dan juga perhatian terhadap 8:29 isu-isu kemanusiaan global. Dan Ikhwan 8:32 Akhwat, sebelum kita ke Bang Faisal 8:34 Assegaf, Anda bisa berinteraktif dan 8:38 juga berpartisipasi di acara malam hari 8:40 ini. Silakan sampaikan pertanyaan 8:42 ataupun komentar Anda ke nomor WhatsApp 8:44 Rasio di 08511999720. 8:49 Saya akan ke Bang Faisal Assegaf. Bang 8:51 Faisal, kalau tidak salah ini 8:53 waktu dekat kemarin itu bulan lalu ya, 8:55 baru dari Suriah ya, Bang ya? 8:57 Iya, eh 19 April sampai 3 Mei, 2 minggu 9:00 saya di Suriah. 19 April sampai 3 Mei. 9:02 Jadi, betul-betul kalau kita lihat 9:04 kondisi update, apalagi kaitannya dengan 9:06 berita-berita terakhir gitu ya, eh 9:09 Suriah yang mulai terlibat 9:12 apa eh dialog gitu ya, membuka hubungan, 9:16 ada celah-celah itu, lalu sudah mulai 9:19 ada interaksi-interaksi dengan 9:20 pihak-pihak yang sebelumnya memang 9:22 enggak gitu ya, baik itu tidak secara 9:24 langsung dengan Israel ataupun dengan 9:26 tangan-tangan lain gitu ya. Sebenarnya 9:28 kita ingin melihat dulu di awal apa 9:30 hubungannya sebenarnya sejarah panjang 9:31 Suriah dengan kondisi saat ini dan 9:33 Suriah masih menjadi 9:35 eh target utama untuk Barat dalam tanda 9:38 petik ditaklukan. 9:40 Bagaimana Bang Faisal memulai analisanya 9:42 tentang Suriah ini? 9:44 [berdehem] 9:44 Terima kasih, saya kira kata kuncinya 9:47 antara perubahan setelah rezim Assad 9:49 tumbang pada 8 Desember 2024 terus 9:52 berganti dengan rezim Ahmad Hussein 9:54 Asy-Syara'a dulu nama gerilyanya ketika 9:56 di Al-Qaeda di ISIS itu Abu Muhammad 9:58 Al-Julani itu kata kuncinya adalah 10:00 Julani iya 10:02 Syara'a ini tidak mau mengulang tanda 10:05 kutip kesalahan rezim Assad 10:08 kesalahan dalam arti tidak anti 10:11 jadi enggak anti Zionis lagi nah kalau 10:14 dia 10:14 oh pro Zionis apa kalau dia tetap anti 10:17 Zionis ikut porosnya Iran artinya sanksi 10:21 tidak akan dicabut kita tahu kan kemarin 10:24 setelah Syara'a menunjukkan apa ya 10:27 istilahnya perubahan moderat terus kita 10:30 terakhirkan sudah dicabut sanksi 10:31 terhadap Suriah yang 10:34 di tempat apa diterapkan Amerika sejak 10:37 2011 ketika pecah pemberontakan kemudian 10:39 juga sanksi HTS Hay'at Tahrir Asy-Syams 10:43 yang dia bentuk pada 2016 itu juga sudah 10:46 dicabut sebagai organisasi teroris 10:49 [mendengus] 10:49 tapi yang menarik adalah ya 10:51 dia statusnya 10:54 Syara'a sebagai buronan Amerika seharga 10:57 10 juta dolar itu masih dikaji artinya 10:58 belum dicabut ini ini ini ini yang apa 11:01 kontradiktif organisasinya sudah dicabut 11:04 dari daftar organisasi teroris 11:06 internasional tapi orangnya yang pernah 11:08 membentuk dan mengepalai itu masih masuk 11:11 dalam daftar buronan Amerika seharga 10 11:13 juta dolar 11:14 jadi kuncinya itu kata kuncinya jadi 11:16 Syara'a enggak mau mengulang kesalahan 11:18 yang dilakukan rezim Assad jadi dia jadi 11:20 dia enggak akan mungkin lagi apa masuk 11:23 dalam poros anti Zionis yang dipimpin 11:25 oleh Iran 11:26 nah itu karena itulah 11:29 karena ini yang diperlukan oleh Syara'a 11:30 dia ini kan 11:32 Syara'a ini sebenarnya orang asli 11:34 Suriah, jadi dia paham warga Suriah 11:37 adalah warga yang heterogen baik dari 11:39 segi etnis maupun agama atau sektenya. 11:43 Makanya dia kalau kita lihat kenapa dia 11:45 bisa berubah ya memang dia harus berubah 11:48 kalau dia mau diterima di kalangan 11:50 rakyatnya. 11:51 Selama pengalaman saya itu 2 minggu saya 11:54 lihat ya 11:55 warga apa muslim, non muslim, terus 11:59 Sunni dengan Syiah itu enggak enggak ada 12:01 masalah. Jadi banyak narasi-narasi yang 12:04 di apa digaungkan itu ya ketika ya untuk 12:08 apa propaganda untuk menumbangkan Assad. 12:10 Hanya saja memang ada empatlah tantangan 12:14 bagi Syara'a terkait masa depan Suriah. 12:16 Pertama tantangan politik 12:18 [mendengus] 12:18 artinya Syara'a secara politik dia tidak 12:21 boleh melakukan hal yang pernah 12:22 dilakukan oleh rezim Assad yaitu 12:26 terlalu eksklusif memberikan 12:28 keistimewaan terhadap satu kaum waktu 12:31 zaman Assad kan kaum Alawi kan 12:33 Alawi [mendengus] 12:34 terus nah dia harus apa mengakomodir 12:38 semuanya. 12:39 Nah ini makanya yang dilakukan di 12:41 kabinet itu ada dari Druze tadi disebut 12:43 oleh Dr. Sarbini ada dari Kurdi, ada 12:45 dari Kristen, ada dari Syiah ada Alawi, 12:48 Sunni juga mayoritas nah di situ. Hanya 12:51 saja memang kalau dalam konteks 12:53 demokrasi eee 12:56 pemilihan Syara'a ini kan tidak ada yang 12:58 memilih artinya yang memilih ya 13:00 kepala-kepala milisi yang memang di 13:02 bawah kontrol dia. Ketika dia ditunjuk 13:04 sebagai presiden itu kan kesepakatan 13:06 bukan melalui sebuah pesta demokrasi 13:09 atau lembaga yang memang dibentuk 13:10 independen untuk memilih presiden 13:12 sementara. 13:13 Nah yang terus yang menarik adalah ya 13:16 Syara'a ini akan menjabat untuk 5 tahun 13:17 karena kan konstitusi sementara itu 13:19 berlaku 5 tahun. 13:21 Nah satu lagi 13:23 eee 13:25 kalau kita lihat jabatannya Ahmad 13:27 Hussein al-Sharaa ini dari 13:47 Ketua anggota Dewan Keamanan Nasional 13:50 terus juga dia sebagai Ketua Mahkamah 13:52 Agung. Dia juga sebagai Kepala Staf 13:55 Angkatan Darat dan Panglima Angkatan 13:56 Bersenjata ini menurut Konstitusi 13:57 sementara. Konstitusi sementara itu kan 14:01 dibuat oleh sebuah komite yang dibentuk 14:03 oleh Ahmad Hussein al-Sharaa. Jadi kalau 14:08 kita lihat dari Konstitusi ini ya Suriah 14:10 di bawah Sharaa saat ini atau untuk 5 14:13 tahun ke depan kita belum tahu akan apa 14:15 ada perubahan itu menjadi seperti hiper 14:18 presidensial. Karena kan sistemnya 14:20 presidensial dihapuskan Perdana Menteri 14:22 Ahmad Saibani itu kan kalau saya lihat 14:25 ada dua orang kepercayaannya Sharaa yang 14:27 pertama adalah Murhaf Abu Kasra itu jadi 14:30 Menteri Pertahanan terus sama Ahmad 14:33 al-Saibani. Dulu dia yang memimpin 14:35 pemerintahan 14:36 apa penyelamatan yang di Idlib sejak 14:38 2016 itu 2015 sampai akhirnya jatuh 14:42 Damaskus awal Desember tahun lalu. 14:45 Nah, terus apa lagi kita lihat kalau 14:48 dalam sisi politik yang 14:50 kelihatannya masih belum ada perubahan 14:52 tadi saya bilang artinya semua faktor 14:54 secara secara legisla legislatif, 14:57 yudikatif, militer, diplomasi maupun 15:00 eksekutif itu semua berada tersentral di 15:03 tangan Ahmad Hussein al-Sharaa. Ya kalau 15:05 dibilang versi Barat bisa disebut 15:06 diktatorlah kalau lihat itu ya atau 15:09 hiper presidensial kata kata halusnya. 15:12 Nah, kemudian juga yang belum kita lihat 15:15 di Konstitusi saya apa saya enggak tahu 15:17 saya saya kurang paham itu belum 15:19 ketahuan bagaimana soal pembentukan 15:21 partai politik karena di zaman Assad itu 15:23 kan hanya satu partai, partai Ba'ath, 15:25 partai kebangkitan. 15:26 Nah, apakah nanti di zaman Syarah ini 15:29 dalam 5 tahun ke depan akan digelar 15:31 pemilihan umum secara rutin atau setelah 15:33 5 tahun atau nanti di tengah-tengah 15:36 baik parlemen maupun presidensial itu 15:37 kan enggak disebut. Jadi belum belum 15:39 disebut eh 15:41 apa mengenai masalah itu. 15:43 [berdehem] 15:43 [mendengus] 15:44 Terus tantangan politik lainnya itu ya 15:46 di masa eh yang terkait masa depan 15:49 Syarah ini adalah selain tadi semua 15:51 kekuasaan, pemerintahan, militer, 15:53 diplomasi, terus hukum itu berada di 15:56 satu tangan ya 15:58 eh selain itu di eh belum ada eh ya itu 16:01 tadi belum ada aturan. 16:03 Terus kemudian eh Syarah ditunjuk 16:05 sebagai presiden sementara untuk 5 tahun 16:06 ke depan. Artinya sampai 2030. 16:10 Nah, terus kemudian kedua adalah 16:12 tantangan ekonomi. 16:14 [mendengus] 16:14 Nah, tantangan ekonomi sendiri biaya 16:16 rekonstruksi itu kan eh pernah 16:18 diperkirakan itu antara untuk membangun 16:20 kembali Suriah setelah perang selama 13 16:23 tahun dari 2011 sampai 2024 itu antara 16:27 250 miliar sampai 400 miliar dolar. 16:31 Nah, terus juga 90% rakyat Suriah itu 16:34 hidup di bawah garis kemiskinan dan eh 16:37 16,7 juta itu masih membutuhkan bantuan 16:40 kemanusiaan. Ini data menurut PBB. 16:46 Enggak mungkin dia lari ke Iran, dia 16:48 harus lari ke Amerika. Dia butuh 16:49 pencabutan sanksi dari Amerika itu sudah 16:51 dilakukan sehingga si eh Suriah bisa 16:53 masuk dalam sistem keuangan 16:55 internasional atau SWIFT. Dan bisa ada 16:57 investasi asing masuk. Kalau sudah 16:59 dicabut sanksi ekonominya, kan itu yang 17:01 sudah dilakukan. Karena dia butuh 17:02 investasi asing, dia butuh bantuan asing 17:05 yang untuk ya itu tadi eh membangun 17:07 kembali Suriah. 17:09 Nah, kemudian tantangan ketiga adalah 17:11 tantangan keamanan. Ini menurut 17:14 Kementerian Pertahanan Suriah ada lebih 17:16 dari 138 milisi 17:18 yang harus diintegrasikan ke dalam 17:20 angkatan bersenjata Suriah. 17:22 Secara 17:24 secara garis besar itu kan ada enam 17:26 faksi besar di Suriah. Itu ada Hayat 17:29 Tahrir al-Sham, itu HTS yang dipimpin 17:31 oleh Syara'a, itu terdiri dari 14 17:34 milisi. Kemudian Syrian National Army, 17:38 itu 17:39 beranggotakan sekitar 41 milisi. Dua ini 17:41 kan didukung oleh Turki. Jadi setelah 17:43 mereka terdesak di Aleppo dengan alasan 17:45 kemanusiaan diberi jalan oleh rezim 17:48 Assad pindah ke Idlib, nah itu kan yang 17:50 jaga itu kan Turki. 17:52 Ah, ini ini ini prosesnya yang tidak 17:55 mudah. Terus kemudian yang keti 17:57 milisi ketiga itu ada Free Syrian Army. 18:00 Kemudian ada Syrian Defence Force, 18:03 pasukan Kurdi. Ini yang menguasai 18:05 sekarang Provinsi Hasakah, Deir ez-Zor 18:08 dan eh eh Raqqa. 18:11 [mendengus] 18:12 Terus kemudian eh ada eh namanya 18:15 sekarang itu sayapnya ISIS di Suriah 18:17 namanya Saraya al-Sunnah. 18:19 Saraya al-Sunnah itu kemarin saya lupa 18:21 beberapa hari lalu mengklaim bertanggung 18:23 jawab atas kebakaran yang terjadi di 18:25 wilayah pesisir pantai di Tartus, 18:28 sekitar Tartus atau Latakia, sekitar 18:29 itu. Ada sudah berapa ribu hektar yang 18:32 terbakar dan sampai sekarang belum bisa 18:33 dipadamkan. 18:35 Eh kemudian juga ada eh tadi sayapnya 18:38 sayapnya ISIS di Suriah namanya Saraya 18:40 al-Sunnah. Kemudian juga ada al-Qaeda 18:42 Hurras al-Din. 18:43 Kalau dilihat dari enam itu yang bisa 18:45 diintegrasikan cepat ya tiga. 18:48 Yaitu eh HTS, Syrian National Army atau 18:51 SNA, terus Free Syrian Army atau FSA. 18:54 Nah sedangkan tiga lagi ini kan mereka 18:57 berbeda kepentingan baik secara ideologi 18:59 maupun politik. Kalau buat eh al-Qaeda 19:03 atau ISIS melihat Julani sekarang, ya 19:06 Julani itu adalah pemimpin thaghut. Dia 19:08 sudah sesat, dia sudah kafir. Karena kan 19:10 dari penampilannya. 19:12 Dari penampilannya dia sudah berpakaian 19:14 ala Barat yang bagi ISIS dan Al-Qaeda 19:16 itu sebuah kesalahan, terus juga apa? 19:20 Eh, istrinya bisa tampil di depan umum 19:21 tanpa cadar, terus kita lihat dia juga 19:24 menerima tamu asing, terus eh 19:26 berhubungan dengan eh apa? Pihak kafir 19:28 yaitu Amerika dan eh dan seterusnya. 19:31 Jadi, bagi bagi ISIS dan Al-Qaeda ya 19:33 Julani itu sudah jadi musuh. 19:36 Nah, itulah makanya menjadi tantangan 19:38 keamanan berikutnya karena tidak tidak 19:41 karena kan yang gabung di HTS dengan 19:43 Syrian National Army juga enggak enggak 19:45 seluruh 19:46 eh mayoritas yang saya lihat itu ya 19:48 mereka bergabung atas ideologi bahwa 19:50 mereka berjuang menumbangkan Assad itu 19:52 karena Assad 19:54 Syiah Nusairiyah kafir, sesat, halal 19:57 darahnya. Nah, ketika melihat Julani 19:59 ternyata dia tidak menghancurkan tempat 20:02 ziarah Syiah, kaum Syiah di Damaskus 20:05 saya ke Sayyidah Zainab memang sudah 20:06 sepi karena sepi pengunjung karena eh 20:09 sejak awal eh Syara'a itu eh memimpin 20:13 awal Desember, dia juga sudah apa? 20:16 Eh, sudah melarang peziarah dari eh Iran 20:19 terutama dan Lebanon. 20:20 Karena ya itu takutnya ya itu ada ada 20:23 Hizbullah. 20:24 Nah, kalau kita lihat itu karena kan 20:25 kita lihat ketika awal-awal 8 Desember 20:27 itu 20:28 itu kan ada beberapa video yang bilang 20:31 eh orang rata-rata ini jihadis dari Asia 20:33 Tengah, Tajikistan, Uighur, 20:36 Turkmenistan, Azerbaijan, itu mereka 20:40 sampai bilang bahwa 20:41 ini tempat ini harus diledakkan kubur 20:43 Sayyidah Zainab itu, kubur cucunya 20:45 Rasulullah. Di sana juga ada kubur 20:47 Sayyidah Ruqayyah, ya kan di Damaskus. 20:49 Nah, saya saya ziarah semua itu. 20:51 Itu jadi artinya 20:54 ada kelompok penyebaran ideologi ekstrem 20:57 itu tetap berlangsung eh meski 21:00 Syara'a sudah mengkampanyekan, sudah 21:02 menetapkan aturan untuk moderat karena 21:05 hakikatnya rakyat Suriah itu hidup 21:07 moderat. Makanya ketika saya saya sempat 21:10 bertemu kombatan asal Indonesia, itu dia 21:13 mengaku namanya Pandu. Dia dia me 21:16 memberitahu, dia berbohong tapi akhirnya 21:19 saya tahu dia berbohong, dia ngakunya 21:20 relawan. Padahal untuk ke Idlib tahun 21:22 2015 enggak mungkin jadi relawan. 21:25 Nah, itu itu kebohongannya di situ. 21:27 [mendengus] 21:27 Eee terus dia berbicara bahwa semasa 21:30 Assad, ya ini kan yang yang 21:32 narasi-narasi yang muncul ketika 21:34 pemberontakan menghadapi Assad kan 21:35 narasi-narasi yang menurut saya sangat 21:37 keliru ya. Ini misalkan bahwa akhirnya 21:40 setelah tumbangnya Assad kita akhirnya 21:42 apa Suriah jatuh ke tangan Islam. Yang 21:44 saya lihat, saya dapat cerita selama 2 21:46 minggu di sana ya masjid tetap ada. 21:49 Masjid orang tetap salat berjamaah, cuma 21:51 memang untuk Jumat dan Subuh memang ada 21:55 intel-intel yang beroperasi di 21:56 masjid-masjid karena untuk meng apa 21:59 mengantisipasi kalau ada apa pertama 22:03 gerakan Islam politik kalau untuk Subuh 22:04 kalau Jumat kalau ada apa 22:06 khotbah-khotbah yang eee nuansanya 22:09 politik dan anti pemerintah, anti Assad. 22:11 Jadi jadi hal wajar di negara yang 22:13 diktator seperti itu pasti ada intel di 22:15 mana pun. Nah, itu. Terus juga saya 22:17 lihat kenapa saya bilang itu narasi 22:19 keliru, ya salat berjamaah tetap ada, 22:23 terus daras-daras itu 22:24 pengajian-pengajian di berbagai masjid. 22:26 Eee saya waktu itu sempat tinggal di di 22:29 daerah namanya 22:31 Ja Jabal Qasiun. 22:33 Jabal Qasiun, Jabal Qasiun di Damaskus a 22:36 atas. 22:37 Eee itu dekat rumahnya Syekh eee 22:40 almarhum Syekh Said Ramadhan al 22:42 Al Buthi. Iya, di situ dan juga dekat 22:44 dengan kuburnya eee apa tokoh tasawuf 22:49 eee Ibnu Arabi, Syamsudin Ibnu Arabi. 22:51 Iya, betul sekali. 22:52 Iya, saya dapat cerita ya eee para 22:55 mahasiswa tetap bisa kuliah zaman Assad. 22:57 Kan di sana kan ada kuliah di Damaskus 22:59 kan ada Universitas Abu Nur, banyak 23:01 mahasiswa Indonesia itu dan juga 23:03 Universitas Abu Fatah. Mereka tetap ikut 23:05 pengajian ada, kuliah ada, terus masjid 23:08 tetap masjid kampus tetap apa bisa salat 23:12 berjamaah. Itu jadi narasi-narasi yang 23:15 keliru itu yang saya peroleh, saya lihat 23:17 oh ternyata enggak sesuai dengan 23:18 propaganda mereka. Seolah-olah sebelum 23:22 Assad tumbang 23:23 Islam itu ditindas di ini. Ternyata 23:25 tidak. Kalau 23:27 diktator biasanya kan yang menindas ya 23:29 pengkritik anti atau yang anti 23:31 pemerintah. Tapi dalam segi Islam atau 23:34 agama ya itu tetap berlangsung seperti 23:35 biasa. Salat berjamaah di Masjid 23:37 Umayyah, di masjid kampus, pengajian di 23:40 apa Ma'had Syekh 23:42 almarhum Syekh Adnan Afyouni. Saya 23:43 sempat ke sana juga. Itu tetap 23:45 beroperasi selama zaman Assad. Ya cuma 23:47 bedanya itu tadi untuk salat subuh 23:49 berjamaah di masjid sama salat Jumat 23:51 intel 23:52 ada di 23:53 ya. tiap masjid. Enggak, ada di tiap 23:55 masjid. Jadi mereka 23:57 yang saya dapat cerita kalau salat subuh 23:59 itu ya intel mencatat ya orang-orang 24:01 yang bagi bagi mereka itu dilihat oh ini 24:04 Islam politik karena rajin salat subuh 24:06 atau 24:07 terus kalau salat Jumat itu juga dilihat 24:10 apakah ada khotbah yang Assad atau tidak 24:12 mendoakan keluarga Assad Assad dan 24:15 keluarganya. 24:16 Nah, jadi jadi 24:18 Baik baik, menarik menarik. Terus juga 24:20 eh selain itu saya lihat ya kalau 24:24 misalkan narasi keliru lainnya bahwa kan 24:26 kita lihat sempat ada bahwa sebentar 24:28 lagi Al Aqsa di apa Nah. akan dibebaskan 24:33 setelah Assad tumbang. Kenyataannya kan 24:34 tidak. Ya itu tadi karena 24:36 Iya iya iya. agar Syara' ini bisa 24:39 bertahan lama sebagai presiden Suriah, 24:41 sebagai penguasa Suriah ya dia enggak 24:44 boleh lagi mengulang tanda kutip 24:46 kesalahan Assad menjadi anti Zionis. 24:48 Ya dia harus 24:50 eh saya belum dengar ketika kalau tidak 24:53 salah dari sekian pemimpin Arab hanya 24:54 Syara' yang tidak mengecam serangan 24:57 Israel ke Iran ketika perang itu yang 24:59 ketika Iran apa 25:00 iya 25:00 pertama kali menyerang menyerang Iran 13 25:03 Juni itu tidak ada kecaman sama sekali 25:04 dari pemerintah Suriah iya jadi ya itu 25:08 narasi yang sangat keliru karena kita 25:10 lihat di awal itu 25:13 Suriah sudah mengeluarkan bahwa milisi 25:14 Palestina harus dibubarkan, kem 25:16 Palestina harus di dimusnahkan tidak 25:19 boleh ada lagi kem pelatihan, 25:21 persenjataan juga harus dilucuti terus 25:24 juga 25:25 iya 25:26 jadi tidak boleh ada sayap militer 25:28 Palestina di beroperasi di Suriah 25:31 artinya gini itu ditekankan berkali-kali 25:33 termasuk oleh Menteri Luar Negeri Syar'i 25:35 Bani bahwa mereka tidak akan 25:37 menjadikan Suriah sebagai wilayah untuk 25:41 yang mengancam negara lain termasuk ya 25:42 Israel tentunya ya berbeda di zaman 25:45 tahu zaman Assad itu ada apa 25:49 biro politik Hamas sebelum pindah ke 25:51 Doha itu kan di di Damaskus setelah 25:55 pindah 25:56 97 dari Amman Yordan 25:59 nah makanya 26:00 ada ada beberapa pertanyaan yang 26:02 menanyakan tapi banyak juga Assad 26:05 memenjarakan anggota Hamas ya itu karena 26:07 ya Hamasnya memberontak makanya Hamas 26:10 itu diusir pimpinannya akhirnya 26:12 iya iya iya 26:14 jadi jadi itu alasannya terus juga 26:16 Hizbullah juga di sana kita tahu ada 26:18 kasus Imad Mughniyah salah satu komandan 26:20 senior Hizbullah di 26:22 iya 26:22 [berdehem] 26:22 oleh Mossad pada 26:24 apa hari Valentine 2008 itu dibunuh oleh 26:27 Mossad dan jangan lupa sepanjang selama 26:30 Assad berkuasa ya Suriah itu adalah 26:34 negara yang pro Palestina sekaligus anti 26:36 Zionis bersama bersama Iran dan itu 26:38 menjadi 26:39 iya iya kekuatan Iran ke Hizbullah 26:42 karena kan Suriah dengan 26:43 berbatasan darat iya 26:46 menjadi tempat pelatihan bagi 26:47 milisi-milisi Hamas dengan Jihad Islam 26:50 itu yang latih dan juga Iran juga dari 26:53 Hizbullah. Itu latihannya di Suriah 26:55 makanya ada kem-kem 26:56 di Suriah 26:57 termasuk di 26:58 Jakarta. 26:59 Nah, kemudian 27:01 politik selanjutnya 27:03 tantangan keamanan keamanan selanjutnya 27:05 adalah tadi setelah ini ya ini kita tahu 27:09 ada konflik sektarian ini yang 27:11 melaporkan kantor berita Reuters 27:13 melakukan investigasi itu ada sekitar 27:15 1.500 kaum Alawi yang tewas dibunuh oleh 27:19 pasukan rezim baru Suriah. 27:22 Jadi bukan bukan loyalis Assad ini yang 27:24 hasil investigasi kantor berita Reuters 27:26 dan pemerintah Suriah sudah membentuk ee 27:29 apa membentuk komite investigasi pada 10 27:32 Maret itu kan dimulai Maret itu 27:35 apa konflik sektarian pembunuhan kaum 27:37 Syiah kaum Alawi Nasrani juga di ee di 27:41 mana di pesisir itu daerah pesisir 27:43 Latakia dan Tartus itu diperpanjang 27:45 sampai 10 April diperpanjang terus 3 27:48 bulan sampai 10 Juli sampai sekarang 27:50 hasilnya belum belum apa di apa di 27:53 sampaikan apa hasil investigasi dari 27:55 komite bentukan rezim baru di Suriah 27:57 artinya kalau memang tidak ada 27:59 transparansi ya tidak akan ada trust 28:02 terhadap pemerintahan Syara'a jadi 28:05 Syara'a ya itu tadi karena ideologi 28:07 ekstremis kita 28:09 kita tahu 2 3 juta serangan 28:12 apa 28:13 ke bom bunuh diri di Gereja Santo Elias 28:15 di Damaskus. Nah, itu kan 28:18 di Hama juga 28:20 ada penembakan ada videonya beredar 28:22 penembakan oleh anggota 28:24 milisi jihadis dan kemungkinan besar 28:26 yang itu tadi karena 28:28 sulit untuk bagaimana mengintegrasikan 28:31 bagaimana mengatur ribuan jihadis yang 28:35 sama-sama satu kepentingan menumbangkan 28:37 Assad sekarang 28:39 melihat ya ternyata Syara'a tidak 28:41 seperti yang kita harapkan dia tidak 28:43 menerapkan Syara'a 28:44 ketika dia menjadi pemimpin ISIS atau 28:46 Al-Qaeda. 28:47 Nah, kemudian tantangan keempat adalah 28:49 ya pengaruh negara asing. Kita tahu 28:52 Nah. Israel itu sejak awal 8 Desember 28:55 sudah masuk ke Gunung Hermon. Gunung 28:57 Hermon ini sangat strategis karena 28:58 berbatasan dengan Suriah, eh Israel dan 29:01 Lebanon. Dari situ pasukan Israel dari 29:03 puncak Hermon itu bisa memantau 29:06 pergerakan Hizbullah maupun ya milik 29:08 Suriah sekaligus. Jadi memang sangat 29:10 strategis. 29:11 Itu terakhir kabarnya kata militer 29:13 Israel mereka sudah mendirikan 10 29:15 pangkalan militer di Suriah Selatan. 29:17 Saya lupa daerahnya. 29:18 Kemudian juga pasukan Israel masuk ke 29:21 zona penyangga wilayah Suriah di Dataran 29:23 Tinggi Golan. Mereka juga beroperasi di 29:26 provinsi di Selatan Suriah dekat 29:29 Damaskus di Daraa, kemudian di Suwayda, 29:32 kemudian di Al-Quneitra. 29:34 Nah, itu jadi Israel 29:37 juga melakukan serangan sejak awal Assad 29:39 tumbang ya tujuannya agar sisa-sisa 29:42 persenjataan atau apa perlengkapan 29:45 militer 29:46 sisa rezim Assad 29:48 dihancurkan sehabis sebelum bisa dipakai 29:50 itu. Itu itu kan antisipasinya. 29:53 Nah, itu satu. 29:54 Kedua, 29:55 kalau untuk Amerika, eh negara asing 29:57 yang ingin bermain tetap berperan di 29:59 Suriah ya Amerika butuh ya tidak mau 30:02 Suriah kembali dalam cengkraman Iran 30:05 menjadi musuhnya Israel, menjadi anti 30:07 Amerika. 30:08 Nah, itu kepentingan Amerika selain juga 30:10 membantu Kurdi untuk memerangi ISIS 30:14 karena banyak anggota banyak ISIS itu di 30:19 apa mereka di penjara-penjara yang 30:21 dikelola oleh pasukan SDF, pasukan 30:22 Kurdi. Terus juga di Camp Hol, terus 30:25 juga di Camp Roj, di beberapa camp itu 30:27 yang terkenal dua itu. Ada di Camp Ain 30:30 Al-Issa. Pernah ada kasus ada 300 30:33 eh penghuni Camp Ain Al-Issa itu kabur 30:35 dan banyak orang Indonesia. 30:37 Nah, di Kurdi itu sendiri nama Indonesia 30:40 itu sudah jelek. Jadi, pengalaman saya 30:43 saya 30:44 eh ingin ke Raqqa, bekas ibu kota ISIS 30:47 di Suriah. Jadi, di Suriah eh ISIS itu 30:49 ketika berkuasa, puncak kekuasaannya 30:51 pada pertengahan 2014, itu sekitar Juni. 30:55 Kita mereka punya dua ibu kota, di Irak 30:57 Mosul, eh terus di Suriah eh namanya 31:00 Raqqa. Nah, saya ditangkap di 31:01 tengah-tengah. 31:03 Itu namanya di Desa Deir Hafir, sejam 31:05 dari Kota Aleppo dan sejam sebelum 31:08 sampai ke Raqqa. Jadi, nama nama 31:10 Ditangkap oleh militer? Eh iya, oleh 31:13 militer nya Kurdi dan sempat ditawan 31:16 Militer Kurdi? 31:17 5 hari. Jadi, saya melihat sendiri bahwa 31:19 Suriah itu masih terbelah. Jadi, kalau 31:22 dari Kota Aleppo sampai Deir Hafir, tiga 31:24 pos pemeriksaan itu dikuasai oleh HTS. 31:28 Jadi, bendera tiga warna, bendera Suriah 31:30 itu berkibar. Tapi, eh 31:33 eh pos pemeriksaan keempat sampai Raqqa, 31:35 itu dikuasai oleh Kurdi. Nah, saya 31:37 ditangkap di pos pemeriksaan itu. 31:39 Benderanya bendera warna biru, bendera 31:40 Kurdi itu sendiri. 31:42 Nah, seperti itu. Terus, ya 31:44 Baik, baik. Ya. 31:47 Eh kemudian, ya kita tahu Turki. Turki 31:50 juga eh ingin bermain di Suriah karena 31:53 eh Turki kan sudah melakukan agresi 31:57 militer ke Suriah sejak Oktober 2019. 31:59 Iya. 31:59 Sebenarnya pelanggaran eh hukum 32:01 internasional dan piagam PBB karena 32:03 menyerang menyerang wilayah berdaulat 32:05 negara berdaulat. Cuma ya karena dia dia 32:08 sekutunya Amerika, dia anggota NATO ya. 32:10 Jadi, Dewan Keamanan tidak mungkin 32:12 bertindak atau tidak berani bertindak. 32:14 Kemudian, ada Rusia. Rusia kan ingin 32:16 mempertahankan pangkalan militer nya di 32:18 Latakia dengan Tartus. Kemudian juga 32:20 yang akan 32:21 ya negara-negara Arab Teluk. Seperti 32:24 kita tahu Arab Saudi, Qatar kan sudah 32:26 menanggung gaji pegawai negeri Suriah 32:28 sama membayar utang ke utang luar negeri 32:31 Suriah eh ke Bank Dunia. Kalau enggak 32:33 salah, 15 miliar dolar. Mereka juga 32:35 ingin 32:36 negara-negara Arab Teluk ini kan eh 32:38 mereka juga sebenarnya ya 32:41 sebagian 32:43 ada termakan propaganda ya itu tadi 32:44 karena Arab Saudi dengan 32:47 Qatar ini adalah dua negara yang sejak 32:48 awal mendukung pemberontakan di Suriah. 32:51 Nah, pemberontakan di 32:53 terus 32:54 yang terakhir adalah ya Iran. Iran 32:57 kenapa dia harus punya kepentingan ya 32:59 karena dia harus melindungi komunitas 33:02 Syiah di sana dan tempat-tempat ziarah 33:04 yang istilahnya disucikan oleh kaum 33:06 Syiah di Iran. Walaupun ya tempat ziarah 33:08 itu umat Islam cuma 33:10 ya itulah dominannya oleh kaum Syiah di 33:13 sana. 33:14 Terima kasih. Baik. Baik Bang Faisal, 33:17 itu penjelasan yang hampir 30 menit tadi 33:20 sebenarnya sudah 33:22 menjawab isu-isu yang beredar gitu ya di 33:25 negeri ini. Makanya tadi verifikasi dan 33:28 juga konfirmasi itu sebenarnya sudah 33:30 terjawab. Begitu ya Dokter Ben ya apa 33:33 tadi yang disampaikan oleh oleh Bang 33:35 Faisal ini sampai ke ketika ada 33:38 narasi-narasi bahwa dengan kepemimpinan 33:40 yang baru rezim Assad itu tumbang 33:42 Al-Aqsa akan segera 33:43 apa bebas Palestina akan segera merdeka. 33:46 Itu tadi sudah dikasih gambaran itu 33:48 sebenarnya gambaran gambaran langsung 33:50 ketika melihat kondisi 33:52 Suriah dari mata kepala langsung Bang 33:56 Faisal. Saya ke Dokter Ben dulu. Dokter 34:00 Ben berarti ini kalau 34:03 kita ingin melihat masa depan ini Dokter 34:07 Ben ya dari mulai tadi intervensi asing, 34:09 kekuatan oposisi lalu sistem 34:10 pemerintahan sekarang kondisi seperti 34:12 apa. Berarti dalam beberapa bulan 34:14 terakhir situasi di Suriah ini kan 34:17 memang terlihatnya berkembang cepat ya 34:20 Dokter Ben. Bisa menyimak suara saya 34:22 Dokter Ben? 34:23 Ya, saya dengar. 34:26 Nah nah, jadi dinamika internal dan 34:28 eksternal dari data-data terkini tadi 34:31 yang disampaikan oleh Bang Faisal. 34:33 Dokter melihatnya bagaimana Dok dari 34:35 tiga hal investasi asing, 34:37 kekuatan pemerintahan yang baru juga 34:39 kondisi 34:41 ideologis, sosial dan politik tadi Dok. 34:44 [berdehem] 34:45 Ya Mas Angga saya melihat di beberapa 34:46 banyak aspeknya beberapa aspek sehingga 34:49 antara itu mengambil sikap yang 34:51 kecenderungan cenderung pragmatis ya. 34:54 Jadi kalau kita lihat juga bahwa 34:56 dengan kondisi begitu fragmentasi di di 34:59 internal Syria kemudian tantangan 35:01 eksternal juga tidak kurang. Jadi dia 35:03 harus mementingkan kepentingan nasional 35:05 daripada kepentingan-kepentingan luar 35:07 gitu. 35:08 Jadi memang saya melihat bahwa ada sisi 35:10 lain yang saya melihat bahwa ada 35:12 upaya-upaya yang yang terstruktur dan 35:17 dan ter 35:18 [mendengus] 35:19 apa ya terpola ya dilakukan terutama 35:21 oleh negara-negara Teluk untuk mendorong 35:25 Syria agar melakukan normalisasi dengan 35:27 Israel. Sampai sisi itu nih Mas Angga. 35:30 Jadi jadi dengan dengan pembayaran utang 35:33 luar negeri yang dilakukan oleh Qatar 35:35 dan Saudi Arabia kemudian 35:36 investasi-investasi yang datang dari 35:38 negara-negara Teluk ke ke Syria itu kan 35:41 membantu perekonomian rakyat. Apalagi 35:43 dengan upaya pendekatan-pendekatan yang 35:45 dilakukan oleh Saudi Arabia terhadap 35:46 Amerika sehingga ada pertemuan yang yang 35:49 sangat spektakuler ya antara Mas Arab 35:52 Trump sehingga Trump bisa memutuskan 35:55 untuk mencabut 35:56 embargo ekonomi yang sudah berlangsung 36:00 berpuluh tahun. Jadi ini ada euforia 36:03 euforia dari dari warga dari warga Syria 36:05 artinya 36:06 bahwa mereka merasa bahwa mereka lelah 36:08 untuk untuk untuk konflik gitu ya. Jadi 36:11 jadi ee 36:13 capek loh karena kan harus 36:14 mempertimbangkan banyak hal ya. 36:16 [berdehem] 36:16 Dan posisi dia seperti yang dikatakan 36:18 oleh Mas Faisal tadi bahwa dia dia tidak 36:20 kuat-kuat banget ya dari segi 36:22 persenjataannya, tentaranya masih 36:24 tentara-tentara milisia yang yang 36:26 disiplinnya juga tidak terlalu maksimal 36:29 gitu ya. Jadi dia harus menentukan bahwa 36:31 mereka menentukan kepentingan nasional 36:32 itu lebih lebih utama daripada 36:34 kepentingan-kepentingan asing dan ada 36:36 ada hal yang memang itu ada 36:38 pesanan-pesanan asing ya. Tapi jadi 36:40 Assad harus menentukan sikap untuk 36:42 kepentingan nasional dalam kondisi yang 36:44 terbelah ini. 36:45 Dan saya mengkhawatirkan ini Mas Angga 36:47 bahwa kita melihat melihat politik ini 36:50 kan tidak tidak eh di di depan panggung 36:53 ya. Ada hal yang di belakang panggung 36:54 yang terjadi. Contoh seperti ini ya. 36:57 [mendengus] 36:57 Eh 36:58 ketika Israel itu membawa 37:02 membawa eh perlengkapan-perlengkapan 37:04 pribadi 37:06 dari intel legendaris Israel Eli Cohen. 37:10 Apakah catatannya, jam tangannya, segala 37:12 macam itu diserahkan dan 37:15 kepada istrinya si si Eli Cohen ya. 37:18 Jadi 37:19 muncul lah bahwa bagaimana 37:20 eh apa namanya upaya operasi-operasi 37:22 intel intel Mossad bisa mendapatkan 37:25 perlengkapan-perlengkapan pribadinya Eli 37:27 Cohen. Tapi sebagian pengamat mengatakan 37:29 bahwa sebenarnya dengan dia menemukan 37:31 begitu detail hal-hal yang kecil dari 37:33 perlengkapan pribadinya Eli Cohen 37:36 berarti ada komunikasi intelijen antara 37:37 intelijennya Syria sama intelijen 37:40 Mossad. 37:41 Sehingga mereka menemukan dengan mudah 37:43 mudah perlengkapan-perlengkapan pribadi. 37:45 Jadi jadi saya membacanya 37:48 Angga bahwa ada upaya-upaya yang 37:50 terstruktur ya untuk untuk ke arah ke 37:53 sana itu. Jadi kalau misalnya seperti 37:54 yang dikatakan oleh Mas 37:56 eh Bang Faisal bahwa kalau misalnya 37:59 Assad dia tegas untuk tidak mengatakan 38:02 tidak 38:03 dengan tentara Israel ya, ini posisi dia 38:05 berat. Bukan cuma dia posisi dia berat 38:07 tapi posisi Syria secara keseluruhan ini 38:09 bisa-bisa berat ya karena 38:11 kelompok-kelompok Druze itu ada juga 38:13 yang mendukung banyak yang mendukung eh 38:15 Israel. Kemudian kelompok-kelompok yang 38:16 kecewa juga banyak mendukung Israel. 38:18 Maka cerita panjang eh Syria itu 38:21 masih-masih terus akan akan ada 38:23 episode-episode selanjutnya. Nah, maka 38:26 saya melihat bahwa begitu beratnya 38:28 serangan 38:30 sampai 38:33 ke pegunungan Hermon, kemudian Quneitra, 38:35 kemudian Golan tuh habis habis sama 38:38 Israel. 38:39 Dan dengan keterbatasan senjata yang 38:41 dimiliki oleh oleh Syria, kemudian ini 38:44 tidak tidak mungkin bisa melawan untuk 38:46 kekuatan-kekuatan 38:48 Israel. 38:49 Nah, makanya 38:50 saya melihat bahwa 38:52 eh, negara-negara Arab itu walaupun 38:54 membantu Syria akan ada kepentingan 38:56 global di situ, ada kepentingan regional 38:59 juga di situ. 39:00 Maka ada pesan-pesan tertentu yang 39:02 seperti saya katakan pada awal bahwa 39:05 hubungan normalisasi dengan Israel itu 39:07 itu sudah 39:08 sudah ada langkah-langkah yang di di di 39:11 apa yang dilakukan 39:12 eh, oleh oleh pihak-pihak tertentu. Nah, 39:14 ini yang harus diwaspadai saya pikir 39:16 oleh oleh oleh pihak Syria ya. 39:18 Sehingga tidak terjebak dalam jebakan 39:20 yang yang bisa membahayakan keutuhan 39:24 internal 39:25 Syria sekalipun. 39:27 Nah, awalnya kita menyangka bahwa Turki 39:29 akan ikut dalam pertarungan ini ya. 39:31 Turki akan ikut dalam pertarungan ini. 39:33 Jadi, setelah ketemu Benjamin Netanyahu, 39:35 ketemu dengan dengan 39:37 Trump dan Trump mengingatkan Benjamin 39:39 agar berbaik-baik hatilah dengan Turki 39:41 untuk tidak melakukan langkah-langkah 39:43 yang 39:43 [mendengus] 39:43 yang brutallah begitu ya atau melakukan 39:45 serangan terhadap Turki. 39:48 [mendengus] 39:48 Dan saya saya yakin juga bahwa ada 39:50 pergerakan-pergerakan di belakang itu 39:52 antara Turki dengan dengan Israel 39:53 sehingga rencana perjanjian perjanjian 39:56 antara Turki dengan Syria untuk 39:58 menempatkan pangkalan-pangkalan yang ada 40:01 pangkalan-pangkalan Turki di di Syria 40:02 ini kan tidak berlangsung dengan hari 40:03 ini. Karena di daerah Tiyas 4 itu ya 40:06 artinya itu akan ditempatkan beberapa 40:10 eh, rudal Turki di sana untuk untuk bisa 40:13 menghambat atau me me melawanlah melawan 40:16 eh, 40:17 pesawat-pesawat Israel tapi ini kan 40:19 keburu di bom oleh oleh Israel kemudian 40:22 tidak ada kelanjutan lagi gitu ya. Jadi 40:24 saya bisa melihat bahwa eh, Turki secara 40:26 langsung pun masih mikir-mikir untuk 40:28 konfrontasi dengan dengan Israel. 40:29 Artinya untuk apakah Turki berani 40:31 menempatkan pasukannya apakah itu eh, 40:34 apa namanya perisai udara atau pesawat 40:37 tempur misalnya ini sangat berisiko bagi 40:39 Turki dengan dan saya yakin bahwa 40:41 kekuatan Israel untuk udara itu masih 40:44 masih lebih unggul eh, dengan dengan 40:46 Turki ya karena 40:48 bagaimanapun pesawat siluman Turki kan 40:50 belum punya ya kan dia baru tipe F-35 40:52 ini kan eh, Turki belum punya ya. Karena 40:55 walaupun pada awalnya ada perjanjian 40:57 bahwa Turki akan mendapatkan 100 pesawat 40:59 tempur F-35 siluman tapi akhirnya kan di 41:01 depak oleh oleh Trump dan Kaan itu kan 41:05 eh, generasi kelima ini kan beroperasi 41:07 tahun 2032. Jadi saya yakin bahwa untuk 41:10 diunggulan untuk udara itu masih Israel 41:13 masih unggul. Jadi jadi posisi posisi 41:15 terjepit seperti ini Syah harus 41:16 memutuskan untuk kepentingan nasional 41:18 maka 41:19 maka eh, 41:21 bisa jadi dia dia harus ber apa ya 41:24 berbaik-baik artinya berbaik-baik 41:26 sehingga tidak tidak kembali lagi ke 41:27 fase-fase semula ya. Jadi 41:29 [mendengus] 41:30 ada konsentrasi yang mengatakan bahwa 41:32 misalnya ya misalnya eh, 41:34 ada kedekatan yang lebih lebih apa lebih 41:37 dekat antara Syria dengan Israel bisa 41:39 jadi itu itu juga eh, upaya-upaya yang 41:42 dilakukan oleh pihak-pihak tertentu juga 41:44 bisa jadi 41:45 agar agar meningkatkan 41:47 ini ini lu lu rasain loh ya setelah Syah 41:49 Assad turun Syria akan melakukan hal 41:52 yang di luar eh, di luar keinginan kita 41:54 bersama artinya membuka komunikasi 41:56 dengan Syria. Jadi jadi saya pikir ini 41:58 eh, kita harus harus melihat bahwa bisa 42:01 jadi ini bagian siasat dari dari Ahmad 42:03 Syah Assad bahwa dia eh, 42:05 untuk mengecam mengutuk Israel dia dalam 42:07 posisi sulit tapi kalau untuk tidak 42:10 mengecam dia juga akan posisi sulit jadi 42:12 dalam bermain dua dua pulau karang ini 42:14 juga harus harus pintar-pintar dia. Dia 42:17 kita harus tahu bahwa dia itu bukan 42:18 bukan bukan seorang diplomat dia. Dia 42:20 seorang panglima ya. Artinya 42:21 pengalaman-pengalaman militer di 42:23 pengalaman-pengalaman gerilyawan dia 42:24 oke. Tapi untuk untuk yang namanya 42:26 politik luar negeri ini kan dia harus 42:28 belajar cepat untuk bisa eh bisa apa 42:31 bisa mengantisipasi ya mengantisipasi 42:34 kalau kalau terjadi sesuatu yang itu 42:36 bisa mengganggu stabilitas eh eh 42:38 Syria dan dan satu hal yang kita ketahui 42:40 bahwa dalam hal ini sangat rapuh sekali 42:42 ya. Artinya mereka secara undang-undang 42:43 diberi kekuasaan kepada 42:45 kepada saran yang dikatakan yang 42:46 dikatakan oleh Bang Faisal tadi adalah 42:48 hyper presiden pilihan tapi tidak banyak 42:51 betul jabatan-jabatan yang memang 42:52 diembankan oleh dia. 42:54 Tujuan kan untuk menjaga stabilitas kan. 42:57 Kalau misalnya ada pembagian kekuasaan 42:59 itu kan tidak mengganggu stabilitas yang 43:00 yang ada di Syria. Jadi 43:02 saya pikir [mendengus] eh 43:03 eh Mas Angga bahwa ke depan cerita Syria 43:06 ini kan masih masih kita 43:08 masih panjang masih ada episode yang 43:11 yang kita mengharapkan dan bahwa eh 43:14 [berdehem] 43:14 dalam konteks ini Syria harus harus bisa 43:18 bermainlah dalam dalam dalam eh 43:22 konstelasi politik global sehingga tidak 43:24 tidak juga menjadi bagian dari poros 43:27 barat dan juga tidak juga menjadi poros 43:30 eh 43:31 apa poros Iran misalnya yang yang 43:33 dikhawatirkan ya. Jadi jadi walau 43:35 bagaimanapun juga eh Mas Angga kejatuhan 43:38 Hizbullah ini kan tidak lepas lepas dari 43:40 kejatuhan Assad kan. Jadi 43:42 sampai enggak habis Hizbullah tidak 43:44 tidak mampu berdiri mandiri sekuatnya 43:46 seperti yang terdahulu ini tidak bisa 43:47 dilepaskan dari kejatuhan Assad. Dan 43:49 saya saya pikir itu Mas Angga bahwa 43:51 eh 43:53 bagaimana bagaimanapun juga Syria adalah 43:55 negara sangat-sangat strategis 43:57 sehingga bagaimanapun juga eh 43:59 banyak kepentingan di situ. Amerika 44:01 walaupun katanya mau keluar dari Syria 44:03 tapi masih mencokol. Rusia demikian juga 44:05 masih mencokol. Kita mau lihat bagaimana 44:07 misalnya ee 44:09 Putin membantu Suriah bisa bisa, tapi 44:11 kalau untuk Iran dia masih masih ee 44:14 tarik ulurlah, masih tidak se se full 44:16 Iya iya iya iya iya. full total ya untuk 44:18 membantu seperti ee apa salah alasan ya 44:21 sambil memberikan perlindungan misalnya. 44:23 Jadi jadi hari ini kita gitu ee ee Mas 44:25 Angga. Jadi 44:26 sebagai negara yang sangat strategis dan 44:28 di situ juga ada unsur-unsur ideologis 44:30 ya, ideologis dan teologis yang dimiliki 44:32 Suriah ini kan. Maka wajar semua Tuh. ee 44:35 apa pandangan itu ke ke Suriah dan masa 44:38 depan Suriah juga sangat menentukan masa 44:40 depan Palestina kan. Jadi jadi ada 44:42 sebagai orang euforia Mas Angga. Jadi 44:44 ketika Hamas Arab 44:47 ada euforia bahwa ini Suriah sudah 44:48 direbut nih sebentar lagi kita bisa 44:51 dan sebagainya dan sebagainya macam. 44:52 Tapi dalam proses perjalanan ini kan kok 44:54 enggak seperti Mas Angga seperti itu 44:56 kan. Jadi Iya iya iya iya. 44:59 Harapan tidak sesuai realita itu. 45:00 Realita kan dan apa yang dikatakan oleh 45:03 Bang Faisal tadi itu memang banyak 45:04 faktor yang memang harus-harus dijaga 45:07 dijaga oleh Hamas Arab sehingga 45:09 stabilitas, kemudian ee 45:11 persatuan internal mereka itu bisa 45:13 berlangsung. Kita mungkin setelah itu ee 45:16 Mas Angga ee Mas Angga setelah misalnya 45:17 ada pemilu ya, kemudian mereka sudah 45:20 bisa konsolidasi itu mungkin ada ada hal 45:23 yang mungkin di luar di luar ekspektasi 45:26 kita bisa jadi seperti itu. Ehm. 45:28 Dan ada hal tadi sebenarnya yang membuat 45:30 ee menyedihkan untuk masyarakat anti 45:33 Zionis ya. Tadi dikatakan bahwa 45:35 ee Joulani ini ternyata dia tidak ingin 45:37 anti Zionis gitu. Apakah tidak ingin 45:39 anti Zionis ini dia harus pro Zionis 45:42 atau dia harus bersikap seperti 45:44 pimpinan-pimpinan Arab lain yang 45:48 kasih. Apakah harus begitu Dok? 45:51 Ya ee 45:55 menurut saya ee ee Mas Angga ya bahwa 45:58 posisi dia ini sangat sulit sekali itu. 46:01 Jadi ini kadang-kadang apa yang 46:02 diungkapkan dengan apa yang di hati itu 46:04 bisa-bisa bisa bisa bisa beda ya. Jadi, 46:06 artinya dia an 46:08 bukan berarti saya anti Zion, apa saya 46:11 di anti Zionis berarti berarti pro 46:12 Zionis tidak seperti itu kan. Jadi, 46:15 saya lebih-lebih melihat bahwa dia ter 46:16 ter dari sedang menjaga eh apa namanya 46:20 kesatuan eh Suriah sehingga tidak 46:22 terpecah dalam kondisi yang sangat 46:23 krusial hari ini. Jadi, 46:25 dia [berdehem] lagi bermanuver. Saya ber 46:27 ber masih ber berpositif thinking dengan 46:28 apa yang di dia jalani. 46:30 Seperti yang 46:31 kita lihat bagaimana misalnya Uni Emirat 46:33 Arab ya melakukan pendekatan, kemudian 46:36 eh apa mendorong dia untuk melakukan 46:38 pendekatan dengan Israel. Kemudian kita 46:39 lihat juga ada beberapa hoax berita hoax 46:41 di mana dia bersalaman dengan Benjamin 46:43 misalnya kan. Jadi, memang ada saya ada 46:45 skenario, ada setting dari 46:48 beberapa apa media yang mendorong 46:51 seolah-olah 46:53 seolah-olah itu ada ada komunikasi yang 46:54 arahnya ke normalisasi hubungan. Saya 46:57 saya berpikir apa iya begitu ya. Tapi 46:59 dengan kondisi saya enggak enggak enggak 47:01 yakin bahwa eh eh Suriah me 47:05 menormalisasi hubungan dengan dengan 47:06 Israel. Tapi kalau dia menjaga jarak 47:08 mungkin iya karena kondisi hari ini itu 47:10 sangat rawan sekali 47:12 seperti dikatakan oleh Bang Faisal bahwa 47:13 faksi-faksi dari dari jihad dan jihad 47:15 itu masih sekali luar biasa 47:17 senjata-senjata kan belum semua bisa 47:18 ditarik. Masih ada dipegang baik oleh 47:20 banyak kelompok. 47:21 Jadi, kalau misalnya dia keras dengan 47:23 satu kelompok maka akan terjadi 47:24 resistensi dan itu kan akan menjadi apa 47:27 akan merugikan kepentingan nasional 47:29 mereka. 47:32 Baik, baik. Saya ke Bu Faisal lagi nah. 47:35 Bu Faisal, ketika kita melihat pengaruh 47:38 kuat ya negara-negara asing seperti 47:41 Amerika Serikat, Turki maupun Israel, 47:44 apakah Bu Faisal melihat Suriah ini 47:48 kemungkinan begitu ya akan terpecah 47:50 bahkan parahnya lagi akan sampai ada 47:53 negara-negara kecil lah 47:55 atau justru seperti yang dikatakan oleh 47:57 Trump, kami akan menyatukan Suriah, tapi 48:00 akan ada agenda tertentu di dari dari 48:02 dari kami kan ee 48:04 Trump tuh bilangnya seperti itu. Gimana 48:06 ee Bang Faisal? 48:07 Ya, saya masih yakin apa dengan kondisi 48:11 tadi tantangan politik, ekonomi, terus 48:14 keamanan, terus intervensi asing, ya 48:16 Suriah tidak akan stabil ke depannya. 48:19 Tahun-tahun ke depan tidak akan stabil 48:20 ya. 48:21 Seperti tadi kata Dokter Sarbini, 48:23 seperti tadi kata Dokter Sarbini ya 48:26 Suriah ee itu apa Syarah itu menghadapi 48:29 dilema. 48:31 Kalau dia itu kan Trump mencabut sanksi 48:34 buat Suriah 48:37 sanksi sanksi ekonomi, tapi sanksi 48:39 Suriah sebagai negara pendukung 48:40 terorisme itu belum dicabut yang 48:42 diterapkan sejak 74. 48:44 Jadi baru sanksi ekonomi dan sanksi 48:45 untuk HTI, 48:47 itu yang dicabut. 48:48 Ee tentu enggak ada yang gratis. 48:51 Dan Trump ini kalau saya melihat dari 48:53 awal dari periode pertama, Trump adalah 48:55 presiden paling berjasa bagi Israel. 48:57 Kenapa saya sebut paling berjasa? 48:59 Dan itu menjadi teladan mestinya buat 49:01 para pemimpin negara Arab muslim dalam 49:03 membela {tanda kutip} sahabatnya. 49:06 Nah, itu. 49:06 Iya. 49:07 Ee Trump ini kan ee 49:09 ee menjadi presiden Amerika pertama ee 49:13 sepanjang sejarah mengakui Yerusalem 49:14 baik barat maupun timur sebagai ibu kota 49:16 Israel. Kan itu yang dimau Israel dari 49:18 awal. 49:19 Makanya mereka 49:19 Iya iya. ee mengesahkan apa 49:21 undang-undang hukum namanya hukum dasar 49:24 Yerusalem pada 1980. 49:26 Iya. 49:27 Nah, terus Trump ee itu kan ee 49:30 apa namanya Amerika itu kan punya 49:32 namanya Yerusalem Embassy Act. Jadi 49:35 undang-undang mengenai kewajiban 49:37 siapapun presiden Amerika yang berkuasa 49:39 saat itu untuk memindahkan kedutaan 49:41 besar Amerika dari ibu kota Tel Aviv ke 49:43 Yerusalem. 49:44 Nah, itu ditandatangani oleh ee 49:47 Presiden Bill Clinton pada 95. 49:49 Ee dari partai Demokrat. Demokrat atau 49:51 Republik sebenarnya sama saja. 49:53 Cuma karena masalah sensitivitas, takut 49:55 akan terjadi bentrokan besar, takut 49:57 tanda kutip ini akan jadi perang agama 50:00 karena ada Yerusalem di situ ada Al 50:02 Aqsa, 50:03 enggak ada presiden yang berani. Makanya 50:04 dalam undang-undang itu dikasih 50:06 kelonggaran, bisa diperpanjang diulur 6 50:09 bulan dan bisa terus 6 bulan kalau 50:11 merasa oh ini belum waktunya. Nah, Trump 50:13 pada 6 Desember 2017, ya dia berani 50:16 mengam 50:20 para pemimpin 50:23 bisa memaksa Trump untuk membatalkan 50:25 keputusan itu. 50:26 Nah, terus prestasi Trump 50:28 iya, prestasi Trump kedua di periode 50:31 pertama adalah dia bisa menggandeng 50:33 negara-negara Arab 50:35 untuk 50:37 membuka hubungan diplomatik dengan 50:38 Israel melalui perjanjian Ibrahim. Pada 50:40 September 2020 50:43 iya, itu kan ada Uni Emirat Arab, 50:45 Bahrain, Maroko. Itu kan sebuah 50:47 prestasi. Sampai sekarang [mendengus] 50:48 ada ada flyer baru tuh Abraham Accord, 50:50 jalur ini masuk di situ tuh di 50:51 flyer-nya. Nah, itu tadi. Makanya saya 50:54 melihat tidak mungkin ada yang gratis 50:56 lah dalam dalam panggung politik itu. 50:59 Jadi, Trump pasti mencabut sanksi itu ya 51:02 tentu ada ada harga yang harus dibayar 51:04 oleh Syarah. Dalam seminggu terakhir 51:08 nih, dalam minggu ini ada dua berita. 51:10 Pada Senin itu ada berita bahwa Presiden 51:14 Syarah itu bertemu dengan penasehat 51:15 keamanan nasional yaitu Syekh Hanegbi. 51:19 Itu di Abu Dhabi ketika dia berkunjung 51:20 ke Abu Dhabi. Kunjungannya, iya. Uni 51:24 Emirat Arab kan salah satu operator 51:25 untuk perluasan perjanjian Ibrahim. Nah, 51:28 terus kemarin ada berita bahwa Syarah 51:31 hadir dalam salah satu pertemuan antara 51:33 delegasi Suriah dengan 51:35 delegasi Israel di ibukota Baku, 51:37 Azerbaijan. Azerbaijan ini kan negara 51:39 mayoritas muslim Syiah tapi yang punya 51:41 hubungan diplomatik dengan 51:43 pro Israel hubungan diplomatik dengan 51:46 dengan Israel. Bahkan 51:47 Azerbaijan adalah negara yang memasok 51:50 40% kebutuhan minyak mentah Israel. 51:53 Ekspornya melalui Turki. 51:55 Nah, jadi Iya, iya. 51:57 Kalau ada orang yang masih yakin bahwa 52:00 Suriah di bawah Syara'an nanti akan 52:02 menyerang Israel untuk membebaskan 52:04 Al-Aqsa, kita lihat saja contohnya 52:06 Turki. 52:07 Turki menjalin hubungan diplomatik 52:08 dengan Israel, negara muslim pertama 52:10 tahun 4 1949. Betul. Jadi ya kalau mau 52:13 dengan Israel ya jangan jangan 52:14 bersahabat dengan Amerika, kan itu. 52:17 Kalau memang mau ber sekutu ya jangan 52:19 bersahabat dengan Amerika. Pasti Amerika 52:21 Iya. Iya, iya. 52:23 Ah, itu itu dilema pertama. Dilema kedua 52:26 adalah Ehm. kalau memang Syara'an nekat 52:29 membuka hubungan, yaitu bisa dalam 52:32 konteks ekonomi, enggak sampai hubungan 52:34 diplomatik, liaison officer. 52:36 Kan itu salah satu kesepakatannya adalah 52:39 pembukaan liaison officer Israel di 52:40 Damaskus. 52:42 Iya. Itu artinya Syara'an harus melihat 52:44 reaksi rakyat Suriah. Kan belum pernah 52:46 ada 52:47 survei jajak pendapat yang me apa 52:51 meminta penilaian masyarakat Suriah, 52:52 bagaimana Iya, iya, iya. kalau ekonomi 52:54 bisa maju, investasi masuk, pembangunan 52:57 lancar karena ada dukungan dari 52:58 negara-negara luar, termasuk negara Arab 53:00 Teluk tadi seperti dibilang Dokter Sardi 53:02 karena punya kepentingan. 53:04 Tapi kita 53:05 punya hubungan resmi dengan Israel, kan 53:06 itu belum ada survei itu. Nah, itu yang 53:08 Suara rakyatnya suara rakyatnya itu 53:10 belum diketahui ya. Belum kelihatan, 53:12 tapi Ehm. 53:14 ada satu contoh yang menarik, yaitu 53:16 ketika setelah Assad tumbang, saya lupa 53:19 bulan apa, bulan April lah kalau enggak 53:21 salah. April. 53:23 Itu ada namanya Brigade Muammar Muhammad 53:25 Deif. 53:26 Itu menembakkan dua roket Grad ke 53:29 Dataran Tinggi Golan yang dikuasai 53:30 Israel. Kan Dataran Tinggi Golan dibagi 53:32 dua. 53:33 Ya, satu Israel. Iya, iya. Ada itu itu 53:36 pertama kali ada tembakan setelah Assad 53:39 tumbang ke wilayah Israel. 53:41 Israel lah, wilayah yang dikuasai oleh 53:42 Israel namun 53:43 itu sipil dari sipil ada Muhammad Daif 53:46 nah seperti 53:47 oh salah satu faksi begitu ya nah itu 53:50 kita tidak tahu salah satu faksi atau 53:51 apa tapi yang jelas ah itulah yang apa 53:55 yang akan eh menjadi dilema apakah siap 53:58 nanti apa 54:01 Syariah mendapat tentangan dari 54:02 rakyatnya ya tentu saja ya dari faksi 54:04 yang lain terutama yang ideologis 54:06 Al-Qaeda terus ISIS kan pasti juga akan 54:09 kecewa mereka sudah kecewa sekarang 54:10 karena tidak menerapkan syariat Islam 54:12 walaupun konstitusinya syariat Islam 54:14 tapi pada prakteknya kan Syariah bisa 54:16 bertemu kembali 54:17 iya iya 54:18 itu jadi salah satu fragmentasi begitu 54:20 ya 54:21 nah itu itu juga 54:23 yang akan dihadapi Syariah ke depan 54:24 makanya saya yakin ya Suriah tidak akan 54:27 stabil untuk tahun-tahun mendatang 54:29 apalagi eh SDF atau Kurdi yang sudah 54:33 menguasai tiga provinsi saya lihat 54:35 mereka 54:36 akan eh mungkin pilihannya 54:39 eh mereka mereka akan meniru seperti 54:41 provinsi Kurdistan di Irak karena kan 54:43 salah satu perjanjiannya itu kan yang 54:45 masih mandek adalah soal pembagian hasil 54:47 minyak karena kan yang dikuasai itu tiga 54:49 provinsi itu yang punya sumber energi 54:51 nah itu dikuasai oleh Kurdi kan 54:53 jadi memang banyak banyak hal terus juga 54:56 Druze yang merasa kemarin di apa eh 54:59 diserang pasukan rezim Suriah itu ada 55:01 yang pro ke Israel ada yang tetap anti 55:04 Israel ada yang netral sama seperti itu 55:07 jadi memang eh Suriah ini akan 55:09 menghadapi dilema dan dilematis inilah 55:11 yang membuat ya Suriah ini tidak akan 55:13 stabil ke depannya baik secara politik 55:16 maupun keamanan 55:19 baik luar biasa nih Bang Faisal Dokter 55:22 Ben begitu ya sudah enggak terasa juga 55:24 satu jam nih Ikhwan Akhwat saat ini Anda 55:27 sedang menyimak live siaran langsung 55:29 buka mata buka telinga bersama Dokter 55:32 Sarbini Abdul Murad dan juga pengamat 55:35 Timur Tengah Bang Faisal Assegaf kita di 55:39 sesi kedua, kita masuk sesi kedua, kita 55:42 akan menjawab dan juga akan menyapa ini 55:45 Ikhwan Akhwat, pendengar Rasio yang 55:47 sudah mengirimkan komentar dan juga 55:49 pertanyaannya melalui nomor WhatsApp. 55:51 Saya akan ke 55:53 [berdehem] 55:54 Oh, ini ada Pak Yuman. Assalamualaikum 55:55 warahmatullahi wabarakatuh. 55:57 Terima kasih banyak Rasio, Pak Yuman 55:58 hadir menyimak ba'da salat Isya langsung 56:02 mantengin Rasio. Saya ikutan saja. 56:05 Terima kasih kepada para narasumber atas 56:07 info-infonya. Oke, Pak Yuman selamat 56:09 menyimak. Selanjutnya juga saya akan 56:11 menyapa ini ada tensi dari Bapak Budaya 56:13 Saikudin menyimak Rasio. Ada Ibu Rundia, 56:18 ada juga Bapak Abdul Rashid, ini ada 56:20 juga Pak Mul Hendri di Jakarta, Pak Imam 56:23 Pratomo menyimak. Terima kasih Dokter 56:25 Ben info-info terkini nya buka mata buka 56:28 telinga kembali hadir. 56:30 Dan juga Bapak Iwan Caniago. Saya akan 56:32 ke Pak Ahmad di Depok gitu ya. 56:34 Assalamualaikum warahmatullahi 56:36 wabarakatuh Kang Angga, BMB dan juga 56:38 narasumber di malam hari ini. 56:41 Kalau narasi-narasi tadi sudah 56:43 terkonfirmasi, tapi kan 56:45 media khususnya media-media Islam di 56:49 Indonesia masih mengangkat tentang 56:52 kejayaan Suriah sekarang. Mereka seperti 56:55 keluar dari kegelapan dan menuju kepada 56:58 hal yang terang benderang. Bagaimana 57:00 tentang hal ini? Nah, itu dari Pak 57:01 Ahmad. 57:02 Saya akan ke Dokter Ben dulu ya. Dokter 57:04 Ben akan menjawab pertanyaan Pak Ahmad 57:06 di Depok, Pak. 57:08 Bagaimana Dokter Ben? 57:09 [berdehem] 57:10 Bisa bisa diulangi Mas eh Mas ya? Bisa 57:12 diulangi pertanyaannya? Iya, jadi 57:15 Suriah saat ini sudah keluar dari masa 57:17 kelam menuju masa terang benderang. 57:20 Begitu, Dok. Itu apakah benar? Bagaimana 57:22 dengan narasi seperti ini yang masih ada 57:24 di Indonesia khususnya dari media-media 57:27 Islam dan juga lainnya. 57:29 Ya, saya kita ambilnya apa eh motonya 57:32 Ibu Kartini, era Kartini, habis gelap 57:35 terbitlah terang, begitu ya. 57:38 Jadi, kita harap, kita harapkanlah bahwa 57:40 ee 57:41 ini adalah terakhir 57:43 penderitaan yang dialami oleh oleh warga 57:46 Suriah dan kita juga mengharapkan 57:49 pengungsi-pengungsi Suriah yang 57:50 terlunta-lunta di banyak negara, mereka 57:52 bisa kembali lagi untuk membangun 57:54 negaranya. Jadi, yang kita diskusikan 57:56 pada kesempatan ini adalah kita melihat 57:58 bahwa Suriah ini akan lebih baik, lebih 58:01 baik, tapi dalam catatan baik itu dalam 58:03 konteks tidak tidak menjadi sekuler ya, 58:06 tidak tidak 58:08 apa namanya, tidak menjadi boneka negara 58:11 lain ya. Kalau dulu menjadi boneka Iran 58:13 mungkin ya, Iran atau Rusia, dan sampai 58:16 dengan hari ini menjadi boneka yang 58:17 lain. Jadi, jadi dia dia pindah tuan 58:19 saja, pindah bonekanya saja. Jadi, kita 58:21 mengharapkan ee 58:23 Suriah yang punya stabil, yang mandiri, 58:25 yang makmur, yang tetap komit dalam ee 58:28 dalam membela kepentingan kepentingan 58:30 umat. 58:33 Oke, saya ke Bang Faisal. Bagaimana Bang 58:36 Faisal tadi pertanyaan dari Pak Ahmad 58:38 jawaban dari Bang Faisal seperti apa? 58:40 Ya, apa, ya itu tadi, Suriah 58:43 kondisi setelah perang ini kan Suriah 58:45 yang lemah tak berdaya. 58:47 Jadi, siapapun yang berkuasa di Suriah, 58:49 mau Syara'a atau siapapun 58:52 itu ya tidak punya pilihan. 58:54 Mereka mau enggak mau ya harus menuruti 58:57 apa keinginan Amerika Serikat. 59:00 Apa keinginan Turki, orang apa 59:02 negara-negara asing yang memang punya 59:04 peran dalam menumbangkan Assad. 59:07 Jadi, makanya ketika ada proyek 59:09 pembangunan 59:10 apa, pembangkit tenaga listrik, saya 59:12 lupa di daerah timur laut Suriah, berapa 59:14 megawatt 59:16 itu ee 59:17 Turki dapat, kalau enggak salah dapat 59:19 dua dapat dua proyek lebih banyak 59:22 daripada Amerika. Saya lupa ada empat 59:23 kalau enggak salah. 59:25 Satu proyek pembangunan pembangkit 59:26 listrik, karena kan listrik di Suriah 59:28 pengalaman saya itu kan jadi 3 jam 59:32 apa tiap 3 jam jadi nyala sejam habis 59:34 itu mati 3 jam nah kayak seperti itu 59:37 jadi listrik masih menjadi masalah 59:38 walaupun harga murah. 59:40 Terus juga untungnya air fasilitas air 59:43 itu sangat melimpah terma jadi di 59:45 rumah-rumah di Suriah itu saya kan 59:47 menginap di rumah mahasiswa Indonesia 59:50 di Jabal Qasiun itu selain saluran air 59:53 mentah keran air mentah ada keran 59:54 langsung minum jadi enggak perlu masak 59:57 air enggak perlu 59:59 dalam arti untuk diminum ya tapi kalau 1:00:00 untuk nyeduh kopi 1:00:02 harus panas Dimasak dulu. Enggak enggak 1:00:05 perlu dimasak dulu bisa langsung diminum 1:00:06 dan itu banyak keran-keran di lokasi 1:00:08 bisa langsung minum artinya kan dua 1:00:11 apa dua fasilitas fundamental untuk 1:00:14 hidup rakyat yakni listrik dengan air. 1:00:33 6.000 artinya pondasi ekonominya 1:00:36 saya melihat ya tadi faktor listrik 1:00:37 murah dengan faktor air yaitu tadi jadi 1:00:41 pun ketika ditahan di kantor intelijen 1:00:44 Kurdi di Deir Hafit saya minumnya 1:00:46 langsung dari keran 1:00:47 jadi langsung 1:00:48 jadi memang itu fasilitas keran air 1:00:51 minum itu bisa antre seluruh Suriah di 1:00:53 masjid-masjid wakaf itu sendiri itu 1:00:55 banyak kalau saya melihat seperti itu 1:00:57 jadi ya 1:00:59 secara ini tidak punya pilihan kalau dia 1:01:02 memang mau membangun negaranya 1:01:05 mau menyejahterakan 1:01:07 rakyatnya ya karena tadi butuh 250 1:01:10 miliar sampai 400 miliar dolar itu kan 1:01:12 butuh butuh bantuan asing 1:01:15 butuh bantuan itu ya yang diharapkan ya 1:01:18 ya peran Amerika 1:01:20 dan di mana-mana ya enggak ada yang 1:01:21 gratis, pastilah. Amerika pasti 1:01:23 eee memberikan apa apa sih syarat? Ya, 1:01:26 saya kira syaratnya salah satunya ya 1:01:28 membuka hubungan diplomatik dengan 1:01:30 Israel. 1:01:31 Tadi, karena eee terakhir itu pernyataan 1:01:34 eee apa sih penasehat keamanan nasional 1:01:38 yang paling mungkin paling dekat untuk 1:01:40 buka hubungan diplomatik, hubungan resmi 1:01:42 dengan Israel yaitu ada Suriah. Ya, 1:01:44 karena Suriah Suriah tidak berdaya, dia 1:01:46 tidak punya pilihan. Kalau Syara'a mau 1:01:47 bertahan lama ya dia harus buka asing. 1:01:50 Dia harus berkiblat ke Amerika. 1:01:52 Berkiblat kepada Amerika kan artinya 1:01:55 tidak boleh menentang Amerika. Kan 1:01:57 selama rezim Assad kan Nah, itu. Israel. 1:01:59 Jadi memang tidak punya pilihan. 1:02:01 iya. Iya. cuma belum diketahui sejauh 1:02:03 mana reaksi masyarakat jika memang benar 1:02:06 itu nanti terwujud. Apakah rakyat Suriah 1:02:08 Iya. 1:02:09 bahwa negaranya punya hubungan 1:02:12 diplomatik dengan Israel. Apalagi Iya. 1:02:15 Israel melakukan serangan ke mana? Ke 1:02:18 Gunung Hermon, terus juga eee naik ke 1:02:21 Golan, terus Suwaida sama 1:02:24 sama Dara'a itu itu ada beberapa 1:02:27 demonstrasi eee baik di Damaskus maupun 1:02:30 di wilayah yang eee operasi keamanan 1:02:32 Israel itu, mereka meminta Syara'a harus 1:02:34 melawan dong. Artinya mana harga diri 1:02:36 kita 1:02:37 sebagai bangsa? Kan itu terusiknya di 1:02:39 situ. 1:02:40 Kok kita diam saja ini eee Israel bisa 1:02:42 dengan bebas kita. Ya, walaupun ada 1:02:44 pembelaan ya bahwa wah, karena kita 1:02:47 enggak punya persenjataan, enggak punya 1:02:49 ini. Ya, tapi 1:02:50 Iya. balik lagi kalau mau dibangun ya 1:02:54 syaratnya kan pasti buka hubungan 1:02:55 diplomatik, enggak boleh menjadikan 1:02:57 wilayah 1:02:57 Iya. sebagai ancaman bagi Israel. Kan 1:02:59 itu intinya Amerika. 1:03:00 Iya. Kan Iya. punya proyek normalisasi. 1:03:03 Artinya Iya. ya akan kemungkinan ya 1:03:07 kalau memang Syara'a memang ingin menye- 1:03:10 menyejahterakan rakyatnya, membangun 1:03:12 kembali Suriah ya mau enggak mau dia 1:03:14 harus masuk gerbong normalisasi dengan 1:03:15 Israel. Yang menurut saya ketika gabung 1:03:18 normalisasi dengan Israel yaitu 1:03:20 kegelapan 1:03:21 dan itu adalah ya sebuah kemunduran 1:03:23 artinya pengkhianatan bagi saya ya 1:03:25 negara yang punya hubungan resmi 1:03:28 walaupun banyak punya hubungan tidak 1:03:30 resmi ya itu artinya berkhianat terhadap 1:03:33 bangsa Palestina karena bangsa Palestina 1:03:35 ini kan mereka bertahan karena ada 1:03:37 kiblat, mereka menjaga kiblat. 1:03:39 Kiblat 1:03:41 kita Masjid Al Aqsa, mereka menjaga 1:03:43 kiblat pertama kita dan mereka menjaga 1:03:45 masjid yang pernah dijadikan tempat Isra 1:03:47 dan Mi'raj. 1:03:48 Artinya narasi-narasi yang bergaung di 1:03:50 Indonesia bahwa ini abad keterangan ya 1:03:53 apa bahwa ini keterangan sebenarnya sama 1:03:55 saja sih. Jadi enggak enggak enggak 1:03:57 enggak akan ada perubahan. Belum lagi ya 1:03:59 faktor internal tadi itu baru faktor 1:04:01 eksternal itu bisa 1:04:02 mengganggu di internal itu sendiri. 1:04:06 Ehm. 1:04:07 Baik, saya akan ke pendengar lain ya di 1:04:09 sini ada 1:04:11 Bu Nurjana binti Madio. 1:04:14 Assalamualaikum warahmatullahi 1:04:16 wabarakatuh. Berhasil semuanya 1:04:17 alhamdulillah menyimak kami dari 1:04:19 Singapura. 1:04:21 Kepada Bang Faisal 1:04:25 apa yang Anda lihat dari masyarakat 1:04:27 Suriah sekarang 1:04:29 tentang kepeduliannya terhadap rakyat 1:04:32 Gaza saat ini? Apakah seperti masyarakat 1:04:36 Barat yang memang menentang kalau di 1:04:39 media-media? 1:04:40 Kalau untuk masyarakat Suriah seperti 1:04:41 apa? Oke Bang Faisal bisa langsung 1:04:43 dijawab itu. 1:04:45 Saya belum pernah enggak tahu ya 1:04:46 sepengetahuan saya dan selama saya 2 1:04:48 minggu saya belum pernah melihat ada 1:04:50 demonstrasi mengecam agresi genosida 1:04:53 Israel di Gaza. 1:04:56 Seperti itu. Ya kalau lihat dari 1:04:58 kebijakan syara 1:04:59 bahwa harus bubar milisi Palestina, kem 1:05:02 Palestina ditutup, mereka harus 1:05:04 milisinya apa 1:05:06 pelucutan senjata. Bahkan kita pernah 1:05:09 ada kabar beberapa petinggi Jihad dua 1:05:11 petinggi Jihad Islam ditangkap dan 1:05:13 sebelumnya juga PFLP barisan rakyat 1:05:16 untuk pembebasan Palestina artinya ya 1:05:18 masyarakat Suriah tidak bisa bersuara 1:05:21 keras 1:05:22 atau bersuara secara terbuka mendukung 1:05:24 ya Palestina ya karena 1:05:26 Syariah sekarang ya tidak mungkin karena 1:05:28 dia ya itu tadi dia sudah melarang eh 1:05:31 ada ada milisi Palestina tidak boleh ada 1:05:34 tidak boleh ada camp pelatihan 1:05:36 Palestina, tidak boleh ada persenjataan 1:05:38 dimiliki milisi-milisi Palestina kan 1:05:40 itu. Ya 1:05:41 eh saya kira ya masyarakat Suriah 1:05:43 sekarang tidak bisa bersuara secara 1:05:46 terbuka dalam mendukung perjuangan 1:05:48 bangsa Palestina. 1:05:49 Tapi yang menarik saya 1:05:51 yang saya lihat adalah gini-gini 1:05:54 masyarakat Suriah itu tidak berubah baik 1:05:56 di masa Assad maupun sekarang. 1:05:59 Mereka itu seperti Indonesia 1:06:01 eh dalam kehidupan sosialnya 1:06:03 moderat mereka jadi 1:06:05 begini eh saya naik bus 1:06:08 terus naik angkot di sana sebutnya 1:06:09 service itu duduk bersebelahan dengan 1:06:12 dengan perempuan Suriah bukan muhrim 1:06:14 enggak ada masalah dan enggak ada 1:06:16 segregasi artinya kan 1:06:18 dan Syariah enggak mungkin 1:06:19 segregasi itu. Iya kayak di Indonesia 1:06:21 ada yang pakai jilbab, ada yang enggak, 1:06:23 ada yang pakai cadar tapi saya lihat 1:06:26 sedikit yang pakai cadar eh jilbab 1:06:28 dengan tidak berjilbab ya rata cuma eh 1:06:30 yang 1:06:31 yang pasti eh apa budayanya bagus bagi 1:06:36 bagi rakyat Suriah itu masyarakat Suriah 1:06:39 ketika lelaki mengganggu perempuan itu 1:06:41 adalah aib dan itu di zaman Assad 1:06:43 hukumannya sangat keras bisa dipenjara 1:06:45 bawah tanah. 1:06:47 Nah itu saya dapat cerita dari orang 1:06:48 Indonesia yang tinggal di Suriah sejak 1:06:50 2000 1:06:52 15 1:06:54 jadi dari 2015 sampai 2025 baru terjadi 1:06:57 satu kali kasus pemerkosaan saking 1:07:00 tradisi menghormati perempuan itu sangat 1:07:02 kuat di Suriah 1:07:04 itu tahun 2024 itu kejadian di Damaskus 1:07:07 karena hutang, 1:07:08 suaminya dibunuh, istrinya diperkosa, 1:07:11 nah pelakunya langsung dihukum di rumah 1:07:12 itu. 1:07:13 Buat membuat jera, jadi korban langsung 1:07:15 lihat, jadi enggak dihukum di penjara 1:07:16 atau di mana, langsung di rumah korban. 1:07:19 Di situ, jadi 1:07:21 yang saya lihat ketika saya ikut 1:07:23 pengajian di mazhabnya Syekh Adnan 1:07:24 Afyouni, itu perempuan jam 09.00 malam 1:07:27 nunggu angkot di tengah kegelapan, lampu 1:07:29 yang remang-remang enggak ada masalah, 1:07:30 naik angkot semua laki dia perempuan 1:07:32 aman. 1:07:32 Aman. Jadi ya itu tadi. Enggak khawatir 1:07:34 gitu ya? Gayanya bagus, jadi kalau 1:07:37 enggak ada orang nanya, mau ke mana, 1:07:39 siapa namanya, kan kalau di Indonesia 1:07:40 kan gitu, apalagi lihat Kalau itu beda 1:07:43 di Indonesia kalau itu. digodain kan. 1:07:45 Iya iya iya iya iya iya iya iya iya iya 1:07:46 iya iya iya iya iya iya iya iya iya iya 1:07:46 iya iya. 1:07:47 Jadi mereka Iya mau berjilbab, mau tidak 1:07:50 berjilbab, dan berpakaiannya 1:07:52 sama kayak kita, ya ada yang pakai 1:07:54 jaket, pakai kaos, dan dengan celana 1:07:56 jeans ketat pun ada, jadi mereka mirip 1:07:58 kayak kita. 1:07:59 Iya Itulah karena ketika syariah 1:08:02 memimpin, dia tidak mungkin bisa kenapa 1:08:04 dia harus berubah jadi moderat? Ya 1:08:05 karena dia orang Suriah, dia tahu kultur 1:08:08 masyarakat Suriah itu 1:08:10 masyarakat yang heterogen, masyarakat 1:08:11 yang moderat 1:08:13 dan menerima perbedaan. Ini kan yang 1:08:15 datang ideologi 1:08:16 ekstrem itu kan dari luar. 1:08:19 Dari luar, mazhab itu adalah 1:08:22 Nusairiyah atau apalah, kafir, sesat, 1:08:25 kalau saya sih ngomongnya begini aja. 1:08:28 Kalau memang 1:08:29 Syiah, kan di sini yang berlaku di 1:08:31 Indonesia narasinya kan semua Syiah 1:08:33 sesat. 1:08:34 Ya, enggak mungkinlah Arab Saudi selama 1:08:37 ini mengizinkan orang Syiah dari Iran 1:08:39 orang Syiah dari Lebanon, kan dari 1:08:40 pakaian kelihatan. 1:08:42 Itu bisa haji dan umrah bertahun-tahun, 1:08:44 artinya ulama Saudi kan enggak goblok 1:08:46 untuk mengizinkan mereka, nah seperti 1:08:48 itu, atau mengizinkan 1:08:51 siapa Assad untuk umrah atau haji, kan 1:08:53 dia juga pernah berhaji dan umrah. 1:08:55 Ya kalau sesat, kafir kan enggak enggak 1:08:57 boleh mereka masuk Masjidil Haram, 1:08:59 artinya gitu, Mekkah pun diharamkan. 1:09:01 Iya iya. Jadi, ya itu tadi 1:09:03 narasi-narasi keliru yang saya lihat, ya 1:09:06 yang akhirnya ya itu membuat ya dikotomi 1:09:10 semakin semakin kuat di sini antara 1:09:13 Sunni dan Syiah. Kalau bagi saya, saya 1:09:15 sudah tiga kali ke Iran. 1:09:17 Saya pernah salat di masjid Syiah, 1:09:19 diimami orang Syiah. Gerakannya sama, 1:09:21 takbirnya sama. 1:09:23 Bedanya mereka ee pakai batu. 1:09:27 Nah, buat saya kan itu bukan rukun. 1:09:30 Bukan bukan hal yang membatalkan salat, 1:09:32 tidak termasuk rukun salat. Kalau buat 1:09:33 saya ya sama 1:09:34 sama seperti kita memakai syal atau 1:09:36 sejadah atau sorban untuk alas sujud. 1:09:38 Kalau saya seperti itu. Iya, iya. Dan 1:09:41 juga saya membuktikan bahwa Syiah di 1:09:44 Iran itu tidak sesat, saya membeli Quran 1:09:46 ketika ke Iran. 1:09:47 Dan saya cek surat-surat yang biasa 1:09:49 dibaca orang, Al-Waqiah, Yasin, 1:09:51 Ar-Rahman, Al-Mulk. 1:09:53 Tidak ada perbedaan. Jadi, ya buat saya 1:09:56 ya orang yang berbicara katanya-katanya, 1:09:59 artinya dia tidak melaksanakan tabayun. 1:10:01 Tabayun dalam arti bukan bertanya. Kalau 1:10:03 buat saya ya tabayun ketika dia terjun, 1:10:06 lihat langsung Langsung dibuktikan di 1:10:08 lapangan. 1:10:09 Iya, bukan bukan katanya. Nah, kalau 1:10:11 katanya 1:10:12 orang yang ditanya juga katanya kan itu 1:10:14 kan sudah biasanya sudah bisa biasanya 1:10:16 bisa beberapa kali. Kalau saya sih ee 1:10:18 bertanya seperti itu. Oke. 1:10:22 logikanya seperti itu. 1:10:24 Baik, baik. Nah, Dokter Ben tadi 1:10:26 dijelaskan juga tuh mengenai dari ee 1:10:30 sosial masyarakatnya Suriah. Di sini kan 1:10:32 kita lihat sebenarnya Suriah itu 1:10:34 terkenal dengan ee kultur yang kuat ya 1:10:37 secara tradisi gitu ya. Belum lagi kita 1:10:39 lihat bahwa Suriah ini bagaimanapun di 1:10:42 dunia Islam, khususnya di kawasan Timur 1:10:44 Tengah, itu dikenal sebagai ee wilayah 1:10:49 keilmuan. Memiliki sejarah panjang 1:10:52 tentang keilmuan. Ulama-ulama banyak 1:10:54 lahir di sana. Kalau ee Dokter Ben 1:10:57 melihat gambaran yang disampaikan oleh 1:10:59 Bang Faisal tadi, apakah Suriah juga 1:11:01 akan mempertahankan tradisi kultur 1:11:03 Islamnya? Lalu juga ulama-ulama di sana 1:11:06 juga ee dengan kondisi ee 1:11:08 politik yang carut-marut terus terjadi 1:11:10 dinamikanya, akan bisa terus gitu ya 1:11:13 membina umat ataupun ber bahkan-bahkan 1:11:16 ee ber berkreasi gitu ya mencipta apa 1:11:20 membuat karya-karya tulisan-tulisan baru 1:11:23 di masa lalu masih dijalankan di masa 1:11:24 kini. Bagaimana Dokter Ben melihatnya? 1:11:27 Ini ee Kang Angga saya lihat bahwa 1:11:29 Suriah ini kan bukan bangsa muda, ini 1:11:32 bangsa tua ya sudah 2.000 tahun usianya 1:11:34 ya. Iya. 1:11:35 Iya, iya. 1:11:36 Di situ kan ada dulu ada kerajaan ada 1:11:38 kerajaan-kerajaan apa Romawi ya, Bani 1:11:41 Zaitun dan 1:11:43 Ehm. Dan itu kan orang-orang luar semua 1:11:45 ya. Jadi interaksi-interaksi dengan 1:11:47 pihak-pihak luar itu sudah sudah sangat 1:11:49 intens. Dan saya pikir enggak ada yang 1:11:51 namanya orang Suriah asli lagi, semua 1:11:53 pendatang semua kan. Nah, karena dia 1:11:55 adalah bangsa besar yang terbuka, 1:11:57 ilmu-ilmu pengetahuan berkembang, jadi 1:11:59 mereka itu enggak enggak enggak apa 1:12:01 enggak monolitik ya enggak enggak saklek 1:12:03 gitu memang terbuka semua. Dan 1:12:05 pengalaman saya ke Suriah pun demikian 1:12:07 saya lihat, mereka ter ngobrol biasa 1:12:09 enggak enggak enggak ada batas ya dan 1:12:11 memang karena budaya tadi itu budaya 1:12:13 keilmuan juga mereka tinggi di sana 1:12:15 juga. Jadi ee toleransi itu lebih lebih 1:12:18 tinggi ya. Jadi saya lihat 1:12:20 ee negara-negara atau bangsa-bangsa 1:12:22 besar itu yang bangsa-bangsa yang sangat 1:12:24 toleran ya, bangsa-bangsa yang 1:12:25 berakulturasi dia dengan budaya-budaya 1:12:27 yang lain. Jadi ee 1:12:29 jadinya enggak aneh lah ulama-ulama 1:12:31 Suriah juga banyak yang kita kenal Syekh 1:12:33 Bouthi, Syekh Bouthi itu kan bukan orang 1:12:34 Suriah tapi dia bisa bisa diterima atau 1:12:37 Albani, dia kan bukan orang Suriah tapi 1:12:39 dia bisa bisa diterima di Suriah. Jadi 1:12:42 ee [mendengus] 1:12:43 paham mazhab-mazhab di di Suriah pun kan 1:12:45 berkembang dengan Sunni Syiah di sana 1:12:47 tuh kan sudah menjadi bagian dari 1:12:48 kehidupan dan dan enggak ada 1:12:50 pertentangan. Kan usia pun tua, saya 1:12:53 kira Nasrani-Nasrani yang Syria itu kan 1:12:55 sudah tua kan ya 1:12:57 misalnya bahasa Syria bahasa Suryani 1:12:59 misalnya itu kan bahasa kitab Injil yang 1:13:01 pertama itu kan dari Syria juga. Jadi, 1:13:03 sebenarnya bahasa Syria ini bangsa yang 1:13:05 tua yang sangat toleran lah saya pikir. 1:13:08 Iya, iya, iya. 1:13:11 Ehm, saya akan ke pendengar terakhir ini 1:13:14 yang menyampaikan pesan WhatsApp-nya. 1:13:17 Assalamualaikum warahmatullahi 1:13:19 wabarakatuh. Itu tidak menyebutkan nama 1:13:21 08132 sekian-sekian. Masa depan eh Syria 1:13:26 apakah kalau dihubungkan dengan eh 1:13:29 Indonesia dari segi eh politik support 1:13:33 yang paling nyata dari pimpinan-pimpinan 1:13:36 negeri ini apa terhadap konflik yang 1:13:38 terjadi di Syria? 1:13:40 Oke. 1:13:41 Dari hamba Allah. 1:13:44 Saya akan ke Bang Faisal dulu ya. 1:13:46 Bagaimana Bang Faisal? 1:13:47 [berdehem] 1:13:48 Kita masih punya waktu sekitar 1:13:51 10 menit lagi. 1:13:51 saya agak bingung support dari pemimpin 1:13:53 terhadap konflik di Syria. Ya, kalau 1:13:55 Indonesia sih pemerintah pasti 1:13:57 Maksudnya perhatian. Mungkin perhatian 1:13:58 ya, perhatian dari pimpinan-pimpinan 1:14:00 Indonesia mungkin ya terhadap konflik 1:14:01 Syria. 1:14:02 Ya, kalau pemerintah pasti selalu 1:14:05 mengedepankan 1:14:07 dialog bukan kekerasan 1:14:10 atau konflik bersenjata. Kan itu selama 1:14:12 ini apa eh paradigma yang dijalankan 1:14:15 pemerintah Indonesia dalam melihat eh 1:14:18 sebuah konflik di sebuah konflik eh di 1:14:20 sebuah negara. Selalu mengedepankan 1:14:22 dialog, apalagi kita juga pernah punya 1:14:24 pengalaman serupa GAM atau sekarang juga 1:14:27 di apa OPM itu kan eh itu itu yang belum 1:14:31 beres. Tapi kalau GAM kan kita juga eh 1:14:33 apa apa pendekatan dialog. Tapi kan ini 1:14:35 berbeda. 1:14:36 Syria ini kan ada impor orang asing. Dan 1:14:40 Syria sudah bilang dari awal 1:14:43 semua jihadis asing yang ikut membantu 1:14:45 menumbangkan eh Assad itu dapat 1:14:47 kewarganegaraan kewarganegaraan gratis. 1:14:50 Makanya ketika saya bertemu mantan asal 1:14:52 Indonesia namanya Pandu, dia dia 1:14:54 mengakui, saya lebih saya lebih suka apa 1:14:57 jadi [mendengus] 1:14:58 warga negara Suriah karena itu seperti 1:15:00 dijanjikan oleh Syara'a. 1:15:02 Nah, Mmm. adanya orang-orang asing yang 1:15:06 ideologinya masih ekstrim ya seperti 1:15:08 Pandu tadi bilang akhirnya Suriah jatuh 1:15:10 ke ke tangan Islam. Seolah-olah Islam 1:15:12 tidak ada ketika zaman Assad. Itu kan 1:15:13 narasi yang sangat keliru. Itu yang 1:15:15 digembar-gemborkan Rusia. 1:15:17 Dan ditelan mentah-mentah oleh 1:15:18 segelintir kalau buat saya sih 1:15:20 segelintir orang. Enggak enggak enggak 1:15:21 mayoritas enggak dominan. 1:15:23 Nah, dia dia dia bilang begitu bahwa 1:15:26 alhamdulillah waktu saya tanya tanya 1:15:28 bagaimana komentar saya ketemu di sebuah 1:15:30 masjid di Mazah. Mazah itu kawasan 1:15:33 bisnis, kawasan perdagangan ramai di 1:15:35 sebuah masjid. Nah, dia cerita ya saya 1:15:38 tanya gimana komentar Anda tentang apa 1:15:41 jatuhnya Assad? Oh, alhamdulillah 1:15:43 akhirnya Suriah jatuh ke tangan umat 1:15:44 Islam. Itu itu kan narasi yang ngawur 1:15:46 buat saya. Seolah-olah Islam itu tidak 1:15:48 pernah ada 1:15:49 di Suriah. Padahal Suriah mayoritas 1:15:50 muslim. 1:15:52 Ya kan di negara yang mayoritas non 1:15:53 muslim saja ada Islam. Apalagi ini 1:15:56 mayoritas muslim. Yang tadi saya sudah 1:15:58 ceritakan bahwa orang Islam di zaman 1:16:00 Assad ya tetap bisa salat, salat 1:16:03 berjamaah di masjid. Saya dapat cerita 1:16:05 itu di lapangan dari orang yang sudah 1:16:06 tinggal di sana termasuk mahasiswa 1:16:08 Indonesia. Jadi enggak ada itu bahwa 1:16:10 dilarang salat berjamaah enggak ada. 1:16:12 Mereka tetap salat, mereka tetap kuliah 1:16:14 agama. Karena rata-rata kan mereka ambil 1:16:16 kuliah-kuliah agama. 1:16:18 Kuliah Tarbiyah. 1:16:20 Jadi kuliah Syari'ah dan itu tetap 1:16:23 terbuka zaman Assad itu kampus dua 1:16:24 kampus di Damaskus itu Abu Nur atau 1:16:28 Syekh Ahmad Kaftaru sama Universitas 1:16:30 Fatah tetap terbuka padahal itu kampus 1:16:31 agama, kampus Islam. Enggak enggak ada 1:16:33 dilarang enggak ditutup zaman Assad. 1:16:35 Masjid Umayyah juga kan ada narasi yang 1:16:37 sangat keliru tuh untuk pertama kalinya 1:16:39 ada video kalau enggak salah saya lihat 1:16:41 sekilas, azan berkumandang di Masjid 1:16:43 Umayyah. Loh padahal selama Panas 1:16:46 orang-orang di sana selalu ada salat 1:16:48 berjamaah dan enggak ditutup 1:16:49 Iya iya Yang dilarang yang saya dapat 1:16:51 cerita itu adalah 1:16:53 [mendengus] 1:16:54 oleh pemerintah Assad itu yang dilarang 1:16:56 adalah tentara yang sedang bertugas 1:16:58 dilarang salat berjamaah. Mereka boleh 1:17:00 salat sendiri-sendiri. Tapi tergantung 1:17:02 lagi dengan Alawi. Jadi saya baru tahu 1:17:05 ada definisi Alawi kemarin dapat cerita 1:17:08 bahwa Alawi itu ada yang Syiah. Alawi 1:17:10 itu sudah jadi semacam etnis. Ada yang 1:17:12 Syiah, ada yang sudah populer. 1:17:15 Nah kalau mereka yang 1:17:16 iya atau yang anti-Islam mereka melarang 1:17:18 tentaranya salat kalau komandannya ini. 1:17:20 Ah 1:17:21 Tentara ketika tidak bertugas boleh 1:17:23 salat. Boleh salat di masjid. Tapi 1:17:25 ketika bertugas dilarang salat 1:17:27 berjamaah. Ya mungkin ya itu tadi karena 1:17:29 negara diktator, police state, negara 1:17:31 keamanan yang harus selalu siap sedia, 1:17:33 waspada ya mereka ya enggak bisa 1:17:36 ninggalin apa harus bareng-bareng semua 1:17:38 ninggalin pos salat berjamaah itu yang 1:17:39 tidak bisa. Akhirnya ya bolehnya 1:17:41 sendiri-sendiri. Ya itu yang saya dapat 1:17:42 ceritanya. Jadi kalau dilarang salat 1:17:44 berjamaah itu narasi sangat sangat 1:17:47 keliru. Jadi ya 1:17:49 ya itu tadi eh tadi pertanyaannya apa? 1:17:52 Lupa lagi saya. 1:17:53 He 1:17:54 iya itu pimpinan-pimpinan di negeri ini 1:17:56 gitu ya menanggapi konflik Ya kalau saya 1:17:58 lihat ya seperti itu. Jadi lebih 1:18:00 mengedepankan dialog, perdamaian eh 1:18:04 kedua 1:18:05 pihak untuk ya dengan kepala dingin kan 1:18:07 itu paradigma kita. 1:18:08 Terima kasih. Oke. Ini ternyata ada 1:18:11 pendengar ini yang mohon nih supaya 1:18:13 dijawab menjadi pertanyaan terakhir. 1:18:15 Jadi saya akan kasih bonus ya. Pak 1:18:17 Bagas. Assalamualaikum eh warahmatullahi 1:18:20 wabarakatuh. Kalau komentar Iran melihat 1:18:24 kondisi Suriah saat ini apa? 1:18:27 Oke. Saya ke Dokter Ben dulu. Jadi 1:18:30 Dokter Ben 1:18:31 Iran itu 1:18:32 menyikapinya bagaimana nih kondisi 1:18:33 Suriah sekarang? Yang dapat Dokter Ben 1:18:36 pantau nih pertanyaan dari pendengar Pak 1:18:37 Bagas. 1:18:39 Eh. 1:18:40 Saya lupa namanya eh Kang eh eh. 1:18:43 Kang enggak itu ada seorang jenderal, 1:18:45 bekas jenderal saya lupa namanya saya 1:18:47 dari Iran bahwa dia mengatakan bahwa 1:18:49 kejatuhan Assad itu adalah kekalahan 1:18:50 Iran. 1:18:52 Jadi jadi kejatuhan Assad adalah ke ke 1:18:54 kekalahan Iran ya. Jadi sebenarnya 1:18:56 dengan kejatuhan Ehm. Assad ini itu 1:18:58 pukulan berat. Maka kita mengatakan 1:19:00 bahwa kejatuhan Assad ini adalah 1:19:02 kemenangan Turki. 1:19:04 Jadi sebenarnya [mendengus] dengan 1:19:04 dengan 1:19:05 Ehm. 1:19:05 eh Assad ini kabur ya kalah rezimnya ini 1:19:08 memang isinya adalah kekalahan Iran. Dan 1:19:11 merembet berantai ke ke Hizbullah. Jadi 1:19:13 kita lihat ya kenapa bisa Hizbullah yang 1:19:15 gampang dihajar oleh Israel. 1:19:17 Dan 1:19:18 dan karena dan memang bantuan-bantuan 1:19:21 Iran itu enggak bisa langsung ke ke ke 1:19:22 Hizbullah selalu melalui Syria kan. 1:19:25 Begitu Syria yang Iya iya. eh jadi 1:19:27 bagian dari perjuangan Hizbullah itu 1:19:30 Hizbullah itu selesai. Dan selama ini 1:19:32 untuk membangun pun susah sekali 1:19:34 Hizbullah karena mendapatkan uang dari 1:19:35 Iran, bantuan dari Iran. Nah maka oleh 1:19:37 sebab itu eh Iran sekarang 1:19:40 jadi posisinya sangat apa ya sangat 1:19:42 dilematis saya sendiri sekarang ini. 1:19:44 Kur apa dengan Turki dia gabungan enggak 1:19:46 bagus, kemudian dengan eh Rusia juga 1:19:49 demikian, dengan Cina juga enggak mau 1:19:51 membantu ya betul-betul dia mandiri 1:19:53 untuk bisa 1:19:54 eh apa mengkri mengkri teknologi agar 1:19:56 bisa melawan Israel. 1:19:58 Jadi jadi ini pukulan berat 1:19:59 Iya iya. 1:20:00 pukulan pukulan berat pukulan berat bagi 1:20:01 Iran. Sehingga narasi-narasi 1:20:04 macam-macam itu juga saya pikir iya Iran 1:20:07 juga belum belum semua move on ya enggak 1:20:09 semua move on ya ada yang ya ada yang 1:20:10 mau menerima ini bagian dari Iran. 1:20:12 Tapi ada juga sebagian enggak enggak 1:20:14 bisa move on karena belum 10 tahun kan 1:20:15 mereka tuh mem memback up Iya iya. 1:20:18 Gara-gara pergeseran Hizbullah dari 1:20:20 Syria ke Lebanon yang meledak apa bom 1:20:24 Beirut 1:20:25 di situlah awal 1:20:26 kalah Assad. 1:20:28 Ehm. 1:20:29 Nah ini pertanyaan bonus kedua terakhir 1:20:31 nih ya, pendengar juga. Dari Pak Hari. 1:20:34 Apakah Al Jailani itu agen Mossad atau 1:20:37 MI6? 1:20:39 [tertawa] 1:20:39 Saya Saya ke Bang Faisal dulu. Bang 1:20:41 Faisal menjawab pertanyaan Pak Hari apa 1:20:43 tuh? 1:20:44 E susah spekulasi itu ya. Susah 1:20:47 spekulasi ya. 1:20:48 Susahnya itu kan sangat spekulasi. Tapi 1:20:50 eh Mossad itu pada tahun 50-an kalau 1:20:53 tidak salah punya program 1:20:55 menginfiltrasi 1:20:57 ke orang-orang Palestina. Jadi saya lupa 1:21:00 nama programnya. 1:21:02 Itu mereka menikahi orang-orang 1:21:03 Palestina. Ya mereka beraksen Palestina. 1:21:06 Makanya di di polisi di militer eh 1:21:10 Israel itu ada namanya satuan Duvdevan. 1:21:13 Jadi yang bisa menyamar di Palestina. Ya 1:21:16 secara paras kan sama orang Yahudi 1:21:17 dengan orang Arab kan. Mereka Morfologi 1:21:20 perempuannya sama itu. Bisa berbicara ya 1:21:22 bahasa Arab juga. Nah itu itu ada 1:21:24 program itu. Itu sampai saya lupa tapi 1:21:28 masih apa saya lupa. Itu sampai ya 1:21:31 mereka tidak sampai anak istrinya tidak 1:21:32 tahu. Sampai suatu saat mereka sudah 1:21:36 selesai misinya atau dalam bahaya ya 1:21:38 mereka ditarik. Meninggalkan 1:21:40 keluarganya. 1:21:41 Seperti itu. Jadi Jadi itu. Nah kalau 1:21:43 misalkan Al Jailani atau Mossad apa Al 1:21:46 Jailani itu agen Mossad atau MI6 ya 1:21:49 seperti kata 1:21:50 eh Pak Sarbini 1:21:53 ya saya melihat ya Suriah di bawah 1:21:55 Syariah ini ya berubah berubah tuanlah 1:21:58 karena dia tidak punya kemampuan apa-apa 1:22:00 tidak berdaya melawan Israel enggak 1:22:02 punya senjata. 1:22:03 Bangun 1:22:05 rekonstruksi Suriah enggak punya duit ya 1:22:06 dia mau enggak mau dia harus bertekuk 1:22:08 lutut ke Amerika. 1:22:10 Gitu. Dan ke Amerika ya tentu enggak ada 1:22:12 yang gratis. Artinya harus ada 1:22:15 kolaborasi yang memang eh proyek 1:22:18 inisiatifnya Trump yang sangat berhasil 1:22:20 di periode awal. 1:22:22 Oke. Kalau Dokter Ben menjawab 1:22:24 pertanyaan terakhir apa kalau menurut 1:22:26 Dokter Ben? 1:22:27 Ini saya pikir enggak akan jauh lari. 1:22:29 Enggak ya enggak ke sanalah, saya pikir 1:22:31 enggak ke sanalah. Walaupun sikap beliau 1:22:33 agak bertentangan itu kesannya tapi saya 1:22:35 pikir enggak. 1:22:36 Iya iya iya iya. 1:22:38 Oke. 1:22:39 Baik, kita sudah dibatasi oleh waktu ini 1:22:41 ya. Bang Faisal saya ke Bang Faisal dulu 1:22:43 sebagai penutup dari seluruh pembahasan 1:22:46 kita, jawaban-jawaban dari pertanyaan 1:22:48 pendengar rasional di malam hari ini. 1:22:51 Skenario yang paling mudah 1:22:55 atau tentang masa depan Suriah apa dari 1:22:58 Bang Faisal secara singkat, Bang? 1:23:01 Ya kata kuncinya tadi Syariat tidak akan 1:23:04 mengulangi tanda kutip kesalahan rezim 1:23:06 Assad menjadi anti Zionis eh masuk dalam 1:23:09 poros Iran. Nah sekarang mereka masuk 1:23:12 dalam poros Amerika. Artinya tidak anti 1:23:14 Zionis. Tidak tidak menjadikan Suriah 1:23:17 sebagai basis untuk melawan eh Israel 1:23:19 atau untuk membela Palestina. 1:23:24 Baik. 1:23:25 Kalimatnya [berdehem] yang eh luar 1:23:27 biasa. Dari Dokter Ben sebagai penutup, 1:23:28 Dok, di acara BBT kita malam hari ini 1:23:30 topik Suriah apa? 1:23:32 Ya saya pikir pemerintah Indonesia 1:23:34 jangan ketinggalan kereta lah. 1:23:36 Artinya ketinggalan 1:23:37 ketinggalan kereta. Ketinggalan banyak 1:23:39 negara berkunjung ketemu dengan Assad 1:23:42 kemudian menginvestasikan ini saya adem 1:23:45 adem saja. Enggak enggak enggak ada saya 1:23:47 pikir langkah strategis yang dilakukan. 1:23:49 Jadi Suriah harus punya poros lain kan, 1:23:51 poros Indonesia kan. Nah apalagi 1:23:53 sekarang ramai kan. 1:23:54 Nah. 1:23:55 Enggak dia concern dengan Timur Tengah 1:23:57 kan. Sebenarnya harus melakukan 1:23:58 pendekatan-pendekatan lebih intens, 1:24:00 lebih ya ada nuansa lainlah 1:24:01 Iya iya iya. Oke oke Assad lihat kami di 1:24:04 Indonesia kita mungkin kita bisa jadi 1:24:06 role model kan bagi dalam keberagaman 1:24:08 dan politik luar negeri bla bla bla bla 1:24:10 bla macam. Dan ini saya pikir pemerintah 1:24:13 Indonesia harus melakukan 1:24:14 pendekatan-pendekatan yang struktural 1:24:16 dan lebih strategis ya dan lebih tertata 1:24:18 sehingga eh Indonesia juga tidak tidak 1:24:22 meninggalkan Suriah dalam konteks ini. 1:24:25 Dan stigma-stigma dulu itu harus 1:24:27 ditinggalkan. Bahwa Suriah hari ini 1:24:29 adalah Suriah era baru dan ini harus 1:24:31 kita isi dalam, dalam segala konteks. 1:24:34 Walaupun dalam pertemuan di Saudi Arabia 1:24:36 kan eee, 1:24:38 Prabowo sama sama Sarah kan duduk 1:24:39 berdampingan kan. Tapi kan itu kan 1:24:41 sebagian awal. 1:24:42 Jadi saya pikir, saya pikir ke depan itu 1:24:44 ya ini jangan sampai ketinggalan kereta 1:24:45 lah kira-kira. 1:24:46 Dalam hal politik luar negeri. 1:24:49 Baik, Dokter BEM terima kasih banyak. 1:24:51 Bang Faisal Assegaf terima kasih banyak 1:24:53 di malam hari ini. Eee, sangat 1:24:55 mencerahkan untuk pendengar. Semoga Bang 1:24:58 Faisal selalu sehat gitu ya. Dan juga 1:25:00 Dokter BEM. 1:25:01 Semoga selalu sehat Dok. Sama, sama. 1:25:03 Terima kasih banyak sekali lagi saya 1:25:04 sampaikan. Dan juga Ikhwan dan Akhwat 1:25:06 demikianlah acara Buka Mata Buka Telinga 1:25:08 Kita di malam hari ini bersama Dokter 1:25:10 Sarbini Abdul Murad, pembina MER-C dan 1:25:14 juga Bang Faisal Assegaf, pengamat Timur 1:25:17 Tengah yang luar biasa analisanya tadi. 1:25:20 Dan 1:25:21 mudah-mudahan kita bisa jumpa lagi insya 1:25:23 Allah gitu ya di agenda BM PT 2 minggu 1:25:26 ke depan. Saya Angga Aminudin dan juga 1:25:29 tim yang bertugas di malam hari undur 1:25:32 diri. Terima kasih atas kebersamaan 1:25:33 Anda. Wabillahi taufiq wal hidayah. 1:25:36 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu 1:25:37 alla ilaha illa anta astaghfiruka 1:25:39 waatubuilaik. Assalamualaikum 1:25:40 warahmatullahi wabarakatuh.