Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Jannah. Sesungguhnya Allah telah membili 0:03 dari jiwa orang-orang yang beriman ini 0:05 diri dan harta mereka itu dengan 0:07 memberikan mereka surga. Ya. Lantas kita 0:11 kepada siapa berharap? Ya berharapnya 0:12 kepada Allah dong. Bukan kepada 0:14 siapa-siapa. Bukan kepada konsultan atau 0:17 yang penasehat perkawinan atau apalah 0:19 dalam kehidupan. Mintanya berharapnya 0:21 kepada Allah. 0:23 tawallau faqul hasbiallahu la ilahailla 0:26 hua alaii tawakaltu 0:29 wahuulilim cukup Allah bagiku ya tiada 0:32 ilah tiada tuhan selain Allah hanya 0:34 kepadanyaalah aku bertawakal ya jadi 0:37 kita minta kepada Allah jadi memang 0:39 menyikapi ujian cobaan itu yang mengadu 0:42 kepada Allah dan ujian dan hidup ini 0:44 memang penuh ujian enggak ada orang yang 0:45 enggak diuji ya semua pasti ada ujiannya 0:48 cuman beda setiap orang itu 0:51 ujian-ujiannya nya sesuai dengan 0:52 kemampuannya ya, batas keimanannya ya. 0:55 Maka kalau kita lihat bagaimana 0:57 menghadapi ujian itu ya tentu sudah kita 1:00 tahu jawabannya. Sabar ya gitu ya. 1:03 Sabarnya gimana? Sabar ya buktikan 1:05 dengan salat. Perbanyak salat ya. Jangan 1:08 hanya salat ketika diuji saja. Kalau 1:10 lagi diuji aja salat tahajudnya wuh luar 1:13 biasa. Tiap hari sampai berjam-jam penuh 1:15 dengan air mata. Wah nangis. Eh udah 1:18 merasa ujiannya lewat sudah selamat 1:20 tinggal salat tahajud. Enggak begitu 1:21 juga ya. Jadi menghadapi ujian ini 1:24 bersabar, perbanyak doa, salat ya 1:27 mengadu kepada Allah, tidak berkeluh 1:30 kesah ya, tidak berkeluh kesah, tidak 1:33 menyesali takdir, ya. Tidak menyalahkan 1:36 orang lain. Kalau kita menyalahkan orang 1:38 lain gara-gara dia nih aku begini 1:40 gara-gara ini enggak ya. Kecuali untuk 1:42 evaluasi ya itu perlu tapi tidak 1:44 menyalahkan orang. Ini adalah bagian 1:45 dari ee ketentuan Allah ya. Kita perkuat 1:48 iman dan keyakinan kita dan tidak 1:50 berputus asa. Tapi ada yang mengatakan, 1:52 "Aku enggak tahan lagi. Gimana caranya?" 1:54 Ya, nauzubillah. Jangan sampai bundir. 1:55 Ya, bundir itu udah kasihan, ya. Bundir 1:58 itu bunuh diri kasihan, ya. Artinya 2:02 orang yang bundir itu nanti di neraka 2:04 dia akan seperti itu siksanya. Jadi 2:06 ketika ada orang yang tidak dapat lagi 2:08 bertahan dengan ujian yang menimpa 2:10 dirinya, maka Allah 2:19 sebutkan. Jangan kamu berputus asa dari 2:22 rahmat Allah. Sesungguhnya tiada yang 2:24 berputus asa dari rahmat Allah itu 2:26 melainkan orang-orang yang kafir. Jadi 2:29 enggak boleh berputus asa. Insyaallah 2:31 innamal musri yusro. Itu janji Allah. 2:34 Jadi sekali lagi ujian yang Allah 2:38 berikan kepada manusia, kepada kita itu 2:41 pada dasarnya adalah sebagai 2:43 standarisasi keimanan, sebagai 2:46 pembuktian iman. Semakin tinggi tingkat 2:49 keimanan seseorang, maka semakin tinggi 2:51 ujiannya. Ujian itu ee bentuknya 2:54 macam-macam ya. Makanya insyaallah 2:56 semoga Allah nanti akan memberikan kita 2:59 ee kesabaran ya, apalagi ujian-ujian 3:02 perasaan. Masyaallah. Luar biasa. Ujian 3:05 itu yang paling besar tu ujian fitnah 3:06 sebenarnya. Kalau kita lihat fitnah kita 3:09 tidak mengerjakannya tapi dituduh orang. 3:11 Eh kalau kita contohkan misalnya kisah 3:14 hadisul ifq itu fitnah tuduhan kepada 3:17 ibunda Aisyah radhiallahu anha itu berat 3:19 loh. Beliau dituduh berbuat maksiat ya 3:23 kan berduaan dengan Safwan Almuaal itu 3:25 ya kita tahulah ceritanya ya. Saya hanya 3:27 ingin menggambarkan bagaimana perasaan 3:30 itu jika kita di posisi Ibunda Aisyah 3:33 radhiallahu anha ya. Beliau tuh setelah 3:36 ee pulang itu kan isu sudah tersebar. 3:38 Itu kejadian kan tahun keelima Hijrah 3:40 ya. Ketika Rasulullah ee pulang dari 3:43 perang Bani Mustaliq itu beliau kan kita 3:46 tahulah ya e apa kalungnya ketinggalan 3:49 hilang. Balik lagi ternyata rombongan 3:52 sudah pergi ya. Kemudian ee ternyata ada 3:54 ee seorang sahabat Safwan bin Muatthal 3:57 itu ya yang dia itu memang petugas ee 4:00 terakhir, rombongan terakhir untuk 4:01 melihat apa memantau rombongan. Ternyata 4:04 Ibunda Aisyah kemudian beliau hanya 4:07 mengucapkan innillahi wa inna ilaihi 4:09 rojiun. Kemudian ibunda Aisyah naik ke 4:12 untanya terus dibawa. Nah, ini nih 4:14 fitnah dimulai nih. Orang-orang munafik 4:17 itu bertebaran di mana-mana, ada di 4:20 mana-mana ya orang menyembunyikan ee 4:22 kemunafikannya seakan-akan orang beriman 4:24 itu di situlah fitnah jadi viral ya 4:28 fitnah ibunda Aisyah itu ee selingkuh ya 4:32 ee dengan apa namanya dengan seorang 4:34 sahabat ya. Kami enggak ada enggak 4:36 enggak ada apa namanya ee itu kan 4:38 berduaan itu kan memang jelas ya dilihat 4:41 kemudian ee enggak ada bukti kalau 4:43 mereka jadi ini menyebar itu sebulan 4:45 lamanya. Bayangkan perasaan kita ya 4:47 sebagai seorang perempuan dituduh 4:50 berzina tanpa ada bukti ya. Tapi mereka 4:54 lihat bukti sendiri. Itu kan saya lihat 4:55 berdua tuh ada apa ya gitu tuh. Memang 4:57 munafik ini memang eh di fidarkil aspal 4:59 minanar. Memang munafik itu wajar dia 5:02 dapat ee nanti tempatnya itu di neraka, 5:04 di kerak-kerak neraka karena banyak 5:06 menyebarkan kebingungan, banyak 5:08 menyebarkan fitnah ya di barisan umat 5:11 Islam. Nah, kemudian Ibunda Aisyah yang 5:13 enggak tahu apa-apa setelah dia tahu itu 5:16 kan bagaimana selama sebulan loh itu kan 5:19 sakit ya sakit hati enggak enggak 5:22 bagaimana kita mau membela diri ini 5:24 bagaimana ini memang luar biasa ya 5:27 penderitaan seorang ee istri nabi ini 5:29 keluarga yang masyaallah luar biasa itu 5:31 berat banget ya. Nah, kita lihat 5:35 akhirnya Allahlah yang ee menyelamatkan 5:38 ee membersihkan Ibunda Aisyah dari 5:41 tuduhan-tuduhan keji tersebut ya dalam 5:43 surat Annur itu. Nah, ini kan di masa 5:46 Nabi sudah ada Rasulullah turun wahyu. 5:50 Zaman kita sekarang fitnah-fitnah yang 5:52 berupa ujian itu bisa menghancurkan ee 5:55 tatanan masyarakat, kehormatan 5:57 seseorang. Ya, makanya perlu ada tabayun 6:00 ya, klarifikasi agar tidak ee membunuh 6:03 ini ya apa namanya istilahnya tuh ya ee 6:07 orang baik jadi 6:08 difitnah gitu ya membunuh apa? Oh iya 6:12 pembunuhan karakter gitu ya. Ini kan 6:14 luar biasa ee pembunuhan karakter itu 6:16 kan luar biasa ini. Kalau tidak sampai 6:19 ter apa terklarifikasi dengan itu akan 6:22 selamanya dicap itu. Ya Allah luar 6:24 biasa. Makanya ini orang-orang munafik 6:26 ini memang luar biasa ya akan 6:29 mendapatkan sanksinya di yaumil akhir 6:31 ya. Merekalah yang membawa berita-berita 6:33 itu untuk ee merusak barisan umat Islam. 6:36 Nah, ini ini juga ujian ujian bagi yang 6:39 ee tentu saja bagi ee barisan umat Islam 6:42 ya. Jadi luar biasa ya ujian itu ya 6:45 tergantung iman. Semakin tinggi 6:47 keimanannya semakin ujian itu semakin 6:49 berat ya kayak pohon ya semakin tinggi 6:51 kan anginnya juga semakin kencang gitu. 6:53 Nah, inilah kita diuji oleh Allah. Yang 6:55 namanya hidup pasti ada ujian. Ujian 6:57 tergantung tingkat keimanan. Nah, 6:59 tinggal kita bagaimana menghadapi ujian 7:02 tersebut. Nah, oleh karena itu bagaimana 7:04 kita menghadapinya? Kita lihat 7:06 ujian-ujian yang ee orang-orang yang 7:09 beriman tuh luar biasa. seperti misalnya 7:11 Nabi Yahya ya, Nabi Allah Yahya bin ee 7:14 Zakaria itu kan ee disembelih ya, 7:17 disembelih, digorok lehernya ya atau 7:20 khulafa Rasyidin ya ee apa namanya Umar 7:23 bin Khattab ya, terus Ali bin Abi Thalib 7:25 sama itu Utsman bin Affan itu kan juga 7:28 dibunuh atau misalnya ee cucu Rasulullah 7:32 ya Husein ya Alhusin atau misalnya Ibnu 7:34 Zubair Ibnu Jabir ee bahkan ee kita 7:37 lihat Imam Abu Hanifah itu ya di penj 7:40 jarak sehingga beliau meninggal di 7:41 tahanan. Imam Abu Hanifah dipenjara 7:44 juga, Imam Malik juga ya ee bahkan 7:46 dicambuk ya sampai artinya ulama-ulama 7:49 dulu tuh berat juga ya ee menanggung 7:51 cobaan ujian pada masa itu. Padahal dulu 7:53 pemerintahnya pemerintahan ee apa 7:56 khalifah ya ee apa namanya istilahnya 7:58 pemerintahan ee Islamlah gitu ya. 8:00 Ternyata fitnah itu luar biasa 8:02 dahsyatnya. Dahsyat sekali ya. Maka ee 8:06 cobaan yang semakin berat itu akan 8:07 menimpa seorang mukmin yang saleh untuk 8:10 meninggikan derajatnya agar Allah 8:12 memberikan dia pahala yang besar. 8:14 Masyaallah. Ujian itu ujian luar biasa 8:16 ujiannya. Ujian itu memang akan terasa 8:19 berat bagi seorang beriman. Semakin 8:21 tinggi tingkat keimanan, semakin berat 8:23 ujiannya. Dan ujian itu memang ee 8:25 membutuhkan ketaatan, keikhlas, 8:27 pembuktian beriman atau tidaknya. 8:30 Sekarang bagaimana kita menghadapinya 8:32 ya. ee bagaimana kita menghadapi ujian 8:35 tersebut ee dalam kehidupan ini dengan 8:38 segala bentuk ujiannya. Macam-macam 8:40 ujiannya bentuknya macam-macam ya. Kita 8:42 yakini, yakin kita imani ya. Beriman 8:46 dengan bahwa ujian ini adalah ekspresi 8:49 cinta Allah kepada hambanya. Itu harus 8:50 diyakini bahwa Allah itu cinta kepada 8:53 kita. Maka kita diberikan ujian. Ya. 8:56 Jadi ee bisa jadi Allah itu memberikan 8:59 kita yang terbaik untuk kita. Mungkin 9:01 kalau kita tidak diberikan ujian, 9:03 mungkin pahala kita tuh belum mencukupi 9:05 untuk masuk surganya, belum bisa 9:07 meninggikan derajat kita, maka 9:09 diberikanlah ujian, diberikan kita ee 9:12 apa namanya? Musibah ya, apapun 9:14 bentuknya itu karena Allah cinta dengan 9:16 kita. Allah enggak ingin mungkin kita 9:17 itu masuk neraka. Nah, bagaimana caranya 9:20 agar mudah langsung bighori hisab masuk 9:23 surganya? Diberilah ujian. makin besar 9:25 pahala ee ujian yang menimpa manusia, 9:27 maka makin besar pula pahala dan sayang 9:30 Allah kepada kita. Masyaallah. Jadi 9:32 memang ee keyakinannya harus ditanamkan. 9:36 Jadi jangan sampai kita berkeyakinan 9:38 dalam hati bahwa kok Allah enggak sayang 9:41 ya sama kita dikasih ujian yang berat. 9:42 Itu keliru. Jadi dibalik ya mindsetnya. 9:45 Dibalik. Ketika kita diberi ujian oleh 9:48 Allah ini adalah karena Allah cinta dan 9:49 sayang pada kita. Insyaallah ya. Karena 9:51 ujian ini adalah penghapus dosa-dosa 9:54 kita. Ya. Jadi apalagi Rasulullah ya 9:56 dalam hadis sahih itu seorang muslim 9:59 yang tertimpa penderitaan, kegundahan, 10:03 kesedihan, kesakitan, gangguan, dan 10:06 kerisauan. Apapun yang menimpa dirinya 10:09 walaupun hanya terkena duri, duri itu 10:12 kan kecil ya. Ya, apalah duri itu 10:14 walaupun sedikit yang ee mengenai tubuh 10:17 kita, semuanya itu adalah penebus 10:20 kafarat dari dosa-dosa kita. Masyaallah. 10:22 Makanya kita berpikiran positif ya. Kita 10:25 berpikir positif bahwa apapun yang 10:28 menimpa kita berupa ujian-ujian yang 10:31 Allah berikan itu ada akan menjadi 10:33 kebaikan untuk kita. Ya, makanya sungguh 10:36 hebat ya sikap seorang mukmin itu ketika 10:39 diberikan ujian, diberikan dia kebaikan, 10:42 dia bersyukur. Diberikan dia ee apa? 10:45 kesenangan ya, dia bersyukur, diberikan 10:47 ujian, dia bersabar. Dan itu lebih baik 10:50 bagi orang yang beriman. ya dan itu ee 10:52 tidak bisa dirasakan oleh orang-orang 10:54 yang lain, hanya orang beriman. Maka 10:57 kita yakini sekali lagi bahwa ujian yang 11:00 Allah berikan kepada kita itu adalah 11:01 tanda cinta darinya. Ya. Dan kita yakini 11:05 innamal usri yusro setelah kesulitan 11:10 pasti ada 11:11 kemudahan. Jadi ini bagian dari sikap 11:15 kita ya dalam menghadapi ujian-ujian 11:17 cobaan yang Allah berikan kepada kita. 11:19 apapun bentuk ujian dan cobaan tersebut. 11:21 Kemudian optimis, optimis bahwa kita 11:24 bisa menyelesaikan ujian yang Allah 11:27 berikan kepada kita ya. Karena Allah 11:30 memberikan kita ujian pasti sesuai 11:32 dengan kemampuan kita ya. Karena Allah 11:34 tidak membebani seseorang kecuali dengan 11:38 ee sesuai dengan kemampuannya. Dan yang 11:41 terakhir ee kenapa ee kita diuji ya ee 11:45 dan bagaimana sikap kita dalam 11:46 menghadapi ujian ini adalah ee usaha dan 11:49 doa ya. Kita kerahkan semua ikhtiar dan 11:53 usaha kita untuk menyelesaikan ujian 11:55 ini. Jadi dengan kita bingkai dengan doa 11:58 ya mudah-mudahan dengan doa ini Allah 12:00 ringankan semua ujian-ujian yang ada ya. 12:02 Dan ee ujian yang paling berat saat ini 12:05 itu adalah ujian yang dialami oleh 12:07 saudara kita di Palestina. itu luar 12:09 biasa. Semua ujian ada di situ ya. 12:11 Mudah-mudahan ee dengan ujian ini 12:14 insyaallah suatu saat ya kita akan 12:17 mendapatkan ee kebahagiaan dan kalau 12:20 yang ujian-ujian di Paris itu mereka itu 12:22 sudah merasakan ya betapa ujian itu 12:24 menambah keimanan mereka karena memang 12:27 ee ujian itu diberikan yang sangat berat 12:29 karena mereka mampu untuk memikulnya ya. 12:31 Wallahu alam. Mudah-mudahan ee kita 12:34 mampu menjalani ujian yang Allah berikan 12:37 kepada kita ini dengan menghadapinya 12:39 dengan tadi ya. Ini adalah bentuk cinta 12:41 Allah, ini adalah untuk menghapuskan 12:43 dosa kita, ini adalah ee untuk 12:46 meninggikan derajat kita dan kita sikapi 12:48 dengan optimis ya, ikhtiar, berdoa ya. 12:52 Ee insyaallah pertolongan Allah itu akan 12:54 datang. Inamal usri yusro. Kita yakin 12:57 pertolongan Allah itu akan turun kalau 12:59 kita berada di klimaks ujian tersebut. 13:02 Dan itulah ujian itu sebagai tangga kita 13:04 untuk meraih pertolongan Allah. 13:07 Wallahuam. Baik. Masyaallah. Berulang 13:09 kali Ustazah menekankan inna maal usri 13:12 yusron yang berarti sesungguhnya beserta 13:15 kesulitan ada kemudahan. Itu untuk 13:17 mengingatkan apabila ee ada terbesit di 13:21 dalam kehidupan kita atau bagian 13:22 perjalanan hidup kita. Kenapa aku diuji? 13:25 Ya Allah. Masyaallah. Telah kita ikuti 13:27 bersama pemaparan Ustazah barusan dengan 13:29 tema yang tadi sudah saya sebutkan yaitu 13:31 Kenapa aku diuji ya Allah. Dan kami 13:34 berikan kesempatan untuk ikhwan dan 13:35 akhwat kami persilakan untuk 13:37 menyampaikan pertanyaannya. Seperti 13:38 biasa nomornya belum berubah di nomor 13:40 WhatsApp 13:46 08111999720. Insyaallah ustazah akan 13:49 menjawabnya. Tapi nanti setelah jeda 13:51 nasyid berikut 13:57 [Musik] 13:59 ini. Radio Silaturahim Rasil TV. Ikhwan 14:02 dan akhwat saat ini sedang menyimak 14:05 fikih wanita bersama Ustazah Herlini 14:07 Amran dan ikhwan dan akhwat. Kita telah 14:09 menyimak tadi pemaparan ustazah dengan 14:11 tema Kenapa aku diuji? Ya Allah. Sebelum 14:14 saya bacakan pertanyaan-pertanyaan sudah 14:16 masuk di mesin WhatsApp saya akan 14:18 persilakan. Ada beberapa hal yang masih 14:20 akan disampaikan. Tafadul Ustazah ee 14:23 ketika kita diuji itu kan berarti kita 14:25 tidak boleh bersedih ya. Artinya 14:27 ekspresi sedih itu kadang-kadang 14:28 menangis ya. Jadi bolehkah kita 14:30 menangis? Tentu boleh dong nangis ya. 14:33 Karena Rasulullah sallallahu alaihi 14:34 wasallam juga menangisi putra beliau 14:36 yang atau mungkin cucu beliau yang wafat 14:39 ya. Ketika beliau menangis itu sahabat 14:42 ada yang heran, "Ya Rasulullah, kenapa 14:44 engkau menangis?" Terus Rasulullah 14:46 mengatakan ee bukan ee apa? 14:50 Aku tidak melarang kalian menangis ya 14:53 ketika ada musibah. 14:56 Inahum yang aku larang kalian 14:58 melakukannya itu dua kebodohan yaitu 15:00 apa? 15:01 Berteriak farah 15:04 wasuahi. Jadi e berteriak ketika gembira 15:07 girang banget sampai wah heboh gitu ya 15:10 sampai teriak-teriak atau menjerit 15:12 ketika sedih menangisnya sampai gimana. 15:14 Maka Rasulullah mengatakan, "Inal 15:17 ain ya, air mata itu kan berlinang 15:20 karena sedih ya. 15:22 Innalsya hati itu juga bersedih tapi 15:25 tidak." Eh, kata Nabi, "Aku tidak 15:27 berucap-ucapan kecuali yang diredai oleh 15:30 Allah." Jadi memang berpisah dengan 15:32 putranya itu waktu itu e apa? Ibrahim 15:34 ya. Itu sedih sekali ya. ee anak 15:36 Rasulullah laki-laki meninggal sedih 15:39 itu. 15:40 Inal eh nangis itu wajar enggak ada 15:43 masalah. Jadi sekali lagi kalau kita 15:46 ekspresi sedih kita menangis enggak ada 15:48 masalah. Yang penting adalah yang keluar 15:50 dari lisan kita itu adalah kalimat rida. 15:53 Bukan kalimat penyesalan, bukan kalimat 15:56 ee protes terhadap takdir, bukan kalimat 15:58 yang mendatang murka Allah, tapi kalimat 16:01 yang pasrah, yang tawakal, yang rida. 16:03 Tak kok nangsi mah sedih. Iya, itu wajar 16:05 ya. Malah aneh kalau orang sedih enggak 16:07 nangis kemudian senyum-senyum gitu ya. 16:09 Bapaknya meninggal senyum-senyum ketawa 16:11 katanya enggak boleh nangis. Itu keliru 16:13 itu ya. Jadi sekali lagi menangis itu 16:15 wajar. Oleh karena itu ketika ada ujian 16:20 musibah cobaan yang menimpa kita, kita 16:22 ngadu kepada Allah. Kita ketika kita 16:25 mengadu kepada Allah yang maha kuat kita 16:27 akan kuat. Ya. Kalau kita mengadu kepada 16:30 manusia yang lemah jadi lemah ya. 16:33 Eh inilah sebabnya kenapa kita hanya 16:36 mengadu kepada Allah. Inama 16:39 asniallah. Semoga kita kuat ya. Mari 16:41 kita e memperkuat keimanan kita. 16:43 Mudah-mudahan Allah memberikan kita 16:45 jalan keluar yang terbaik insyaallah. 16:47 Amin. Amin ya rabbal alamin. Itu luar 16:49 biasa, Ustazah. Kalau kita memiliki 16:50 masalah maka mengadulah kepada yang maha 16:53 kuat. Kalau selama ini kita mengadu yang 16:55 punya kelemahan ya kita jadi lemah. Itu 16:57 luar biasa sih pengingat ya. Masyaallah. 16:59 Baik itu akan jadi kuat pada hari ini. 17:01 Iwan dan Ahmad. Saya akan ee apa masuk 17:04 ke tanya dan jawab. Saya akan bacakan 17:06 pertanyaan pertama. Ustazah hamba Allah 17:08 bertanya. Asalamualaikum warahmatullahi 17:10 wabarakatuh, Ustazah. Waalaikumsalam 17:13 warahmatullahi wabarakatuh. Ustazah dan 17:15 Bakar, saya menyimak dari YouTube. 17:17 Alhamdulillah ee saya saat ini diberikan 17:21 ujian ditinggal orang yang terkasih 17:24 yaitu suami saja. Suami saya yang baru 17:26 saja berpulang. Namun rasanya ustazah 17:28 sudah berjalan 6 bulan. saya belum bisa 17:31 melupakannya dan kerap kerap menangis 17:34 juga kadang-kadang berharap bisa 17:36 menyusul beliau. Apa yang harus saya 17:39 atasi dan harus saya lakukan agar saya 17:41 bisa move on dari kesedihan yang sangat 17:43 dalam ini? Masyaallah. Iya. Ee memang 17:48 meninggal atau berpisah dengan orang 17:51 yang kita cintai yang selama ini bersama 17:54 kita itu memang ujian yang sangat berat 17:55 ya. Sangat berat. Nah, tapi ee ketika 17:59 kita mencoba untuk menggali lebih dalam 18:03 lagi tentang beriman kepada hari akhir, 18:07 bagaimana beriman kepada hari akhir 18:10 kemudian kita berusaha ya perbanyak deh 18:12 ibu-ibu banyak deh baca, banyak dengar 18:16 ee apa tausiah, nasehat, banyak baca 18:19 Al-Qur'an artinya kembali kepada ilmu. 18:21 Banyak deh menuntut ilmu. waktu yang ada 18:24 untuk bisa move on itu ilmu ya pelajari 18:28 artinya ee waktu-waktu yang senggang ini 18:32 bukan untuk melanglang buana ke masa 18:35 lalu ya mengingat masa lalu nangis lagi 18:37 sedih lagi ingat teringat apa kan itu 18:39 masa lalu itu betul itu masa lalu itu 18:42 enggak bisa lepas tapi kita isi 18:44 hari-hari kita, waktu-waktu kita agar 18:47 berkah dengan ilmu ya ikut kajian baca 18:51 ee mendengarkan kajian ikut pengajian ya 18:53 baca buku-buku terutama misalnya 18:55 buku-buku yang terkait dengan 18:57 makrifatullah, buku-buku yang terkait 18:59 dengan ee keimanan kepada hari akhirat 19:02 itu ya ada bukunya tazkirah misalnya 19:04 Imam Qurtubi ya itu ada dua jilid tebal 19:06 itu bagaimana perjalanan hidup manusia 19:08 dari awal dari sebelum meninggal 19:11 kemudian ee masa di alam barzakh dan 19:14 bagaimana akhir. Jadi kita akan paham 19:16 memiliki ee ilmu wawasan bahwa kita 19:19 nanti akan kembali kepada Allah seperti 19:21 inilah. Nah, tentu saja dengan bekal 19:24 ilmu yang lebih detail karena saya yakin 19:26 ya ee umat Islam kebanyakan itu ee belum 19:29 detail memahami ee ilmu tentang hari 19:32 akhirat ya. E bagaimana seperti apa 19:34 hadis-hadisnya itu luar biasa ya. Buku 19:37 tazkirah itu ada dua jilid sampai 19:39 sekarang sudah berapa tahun memilikinya 19:40 belum selesai tuh Mbak bacaannya tuh 19:42 Mbak. Masyaallah hadis-hadis tentang 19:44 hari akhirat ya. Kemudian itu situ jadi 19:47 isi waktu dengan ilmu tqfah yang dapat 19:51 mendekatkan diri kita kepada Allah dan 19:53 tentu targetnya adalah mencari 19:56 mendapatkan cinta Allah. Jadi kita buruk 19:59 sekarang ini yang kita usahakan 20:01 semaksimal mungkinnya adalah cintanya 20:02 Allah. Gimana caranya supaya kita dapat 20:04 mencintai Allah dan kenikmatan yang luar 20:07 biasa itu adalah ketika kita bisa 20:10 melihat wajah Allah yang agung. Jadi 20:12 makanya doanya ada ya. 20:19 Allahumznajalq. Ya Allah karuniakanlah 20:21 aku agar bisa melihat wajahmu yang agung 20:24 dan kerinduan untuk berjumpa denganmu. 20:26 Jadi kalau segala sesuatu itu kita 20:28 kembalikan kepada Allah, artinya 20:31 pencipta kita, pencipta alam semesta 20:34 yang telah memberikan kita ujian yang 20:35 berat. Kemudian kita berusaha untuk 20:37 mengenalnya, untuk berusaha meraih 20:39 cintanya, ridanya itu tentu saja ee 20:42 menjadi sesuatu yang dapat menghibur 20:45 kita. Bahwa yang kita ya fokus kita ini 20:48 adalah bagaimana Allah rida dengan kita, 20:50 bagaimana kita bisa meraih cintanya. 20:52 Subhanallah. Dan itu memang ee butuh 20:55 ilmu ya, ilmu makrifatullah. Nah, 20:57 insyaallah mudah-mudahan dengan ee usaha 21:00 seperti ini, waktu-waktu kita habiskan 21:01 untuk mengkaji ilmu ya, memahami, 21:04 mendalami tentang keimanan kepada ee 21:08 hari akhir, tentang surga dan neraka, 21:11 kemudian tentang bagaimana perjalanan 21:13 hidup manusia yaitu bagaimana kita bisa 21:16 mengenal oh insyaallah mudah-mudahan 21:19 semakin kuat gitu ya ee keimanan kita 21:22 ingin kita ingin ee misalnya mencontoh 21:25 ya ada seorang sahabiat 21:27 ketika dalam suatu peperangan itu 21:29 diinformasikan kepada beliau telah ee 21:32 anggota keluarganya tuh ada beberapa 21:34 yang sudah ee syahid ya suami ya paman 21:37 ya anak ya ada pokoknya kan itu sedih 21:39 banget gitu ya sebagaimana sedih yang 21:41 dirasakan oleh saudara kita di Palestina 21:43 sedih banget ya Allah memang kalau kita 21:46 merasakannya itu memang ya Allah dapat 21:48 merasakan deh karena sudah terjadi pada 21:50 diri kita tapi sahabat ini ketika 21:52 ditanya diinformasikan tentang 21:54 keluarganya yang syik Dia hanya 21:56 bertanya, "Wak kaifa birasulillah 21:58 sallallahu alaihi wasallam?" Rasulullah 21:59 gimana? Gitu ya. Kalau beliau itu dalam 22:01 keadaan baik saja, semua duk sedihku itu 22:04 akan terhibur. Jadi artinya aku tidak 22:06 akan bersedih lagi karena aku melihat 22:09 Rasulullah dalam keadaan baik. Nah, itu 22:11 kan artinya cinta Allah dan Rasul ya. 22:13 Jadi sekali lagi Ibu wajar ya ee kita 22:16 dapat memahami deh memang kehilangan 22:19 orang yang kita cintai setelah 22:22 bertahun-tahun hidup bersama kita 22:24 kemudian dipisahkan dengan ee kehidupan 22:27 antara alam dunia dengan alam barzakh 22:30 ya. Orang yang sudah mendahului kita 22:31 kembali kepada Allah kan jasadnya 22:33 dikuburkan. Itu kan sudah di alam 22:34 barzakh. Walaupun di dunia kita lihat 22:36 itu hanya bentuk seonggok kuburan itu 22:38 dunia ya. Tapi kalau di alam barzah itu 22:40 beda lagi. Maka dengan keyakinan kita, 22:43 kita ingin kembali dikumpulkan 22:44 bersama-sama dengan dengan keluarga kita 22:47 nanti di surga, tentu kita mendalami 22:49 ilmunya ya, ilmu ee bagaimana mengimani 22:52 kepada hari akhir dan bagaimana bekal 22:53 nanti yang kita akan bawa bisa berjumpa 22:55 dengannya. Kemudian jangan lupa yang 22:57 dibutuhkan oleh orang-orang yang kita 23:00 cintai yang telah mendahului kita yang 23:03 sekar sekarang berada di alam barzakh 23:05 yang kalau di alam dunia itu mereka ee 23:07 jasadnya dikuburkan. itu doa yang mereka 23:10 butuhkan itu doa dari dari keluarganya, 23:14 dari anak-anaknya, anak cucunya kirimkan 23:17 doa. Kita enggak tahu bagaimana 23:18 kondisinya di alam barzakh kita tahu ya 23:21 karena di alam barzakh juga ada siksa 23:23 kubur akibat dari dosa-dosa ya. Enggak 23:25 besar-besar juga dosanya ketika disiksa 23:27 kubur itu ya ada yang karena mungkin 23:29 kencingnya enggak dibersihkan itu kan 23:30 kena ee siksa kubur ya untuk 23:33 menyelamatkannya menghil artinya Allah 23:35 ampuni semua dosa-dosanya kirimkan deh 23:38 ya ajak anak-anak ya atau cucu misalnya 23:40 mendoakan ayahnya atau kakeknya atau 23:43 bersedekah atas nama ee orang yang kita 23:46 cintai ini, suami kita ini atau orang 23:48 tua kita. Jadi intinya kita banyak 23:50 beramal dan kita niatkan untuk yang 23:52 sudah meninggal. Mudah-mudahan dengan 23:54 cara ini ada rasa apa ya ketenangan di 23:57 hati kita dan keyakinan insyaallah kita 23:59 akan berjumpa lagi. Insyaallah kita akan 24:01 disatukan Allah lagi nanti di surganya 24:03 insyaallah ya. Mudah-mudahan begitu ya 24:04 Bu ya. Semoga Allah berikan pahala yang 24:07 berlipat bagi orang-orang yang bersabar 24:09 atas ujian dan cobaan musibah yang 24:10 diberikan. Amin. Insyaallah 24:12 mudah-mudahan dikuatkan, Ibu. Ya, saya 24:14 akan beralih ke pertanyaan berikutnya 24:16 masih dari hamba Allah. Asalamualaikum 24:18 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. 24:20 Waalaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi 24:22 wabarakatuh. Saya memiliki tetangga yang 24:25 kemudian menjadi teman dekat karena 24:26 memang kerap bertemu dan berinteraksi. 24:29 Namun, Ustazah, setiap kali bertemu dan 24:33 berbicara ia selalu mengeluhkan banyak 24:35 hal. Jadi sepertinya hidupnya itu ujian 24:39 semua, Ustazah. Sebenarnya sebagai 24:42 sahabat apa yang seharusnya kita 24:44 sarankan? Karena rasanya sudah beribu 24:46 kata sabar ya saya ucapkan kepada 24:49 beliau. Namun tetap saja setiap kali 24:51 ketemu ada lagi ujiannya, Ustazah. Apa 24:54 yang harus saya sarankan kepada beliau, 24:56 Ustazah? Terima kasih sebelumnya. 24:59 Ya, memang sikap seseorang itu dalam 25:01 menghadapi ujian, persoalan hidup itu 25:04 kan kembali kepada ilmu yang dimiliki 25:06 ya. Artinya coba deh diajak pengajian, 25:10 diluaskan wawasannya, tqafahnya ya 25:14 diberikan bacaan-bacaan buku. Kalau 25:15 hanya sekedar nasehat ya mungkin masuk 25:18 telinga kanan keluar telinga kiri ya. 25:20 Ini kan masalah wawasan ya keilmuan ya. 25:23 Jadi ajak pengajian kemudian ee mari yuk 25:26 kita jadi artinya dampingilah ya 25:29 biasanya orang-orang yang diberikan 25:30 ujian itu ketika kita dampingi dengan ee 25:34 apa namanya kajian-kajian ya 25:36 mudah-mudahan ya dengan doa itu akan 25:38 terisilah ya akan memahami bagaimana 25:40 bentuk ujian nanti kan di situ nanti ada 25:42 ada ee ilmu yang kita dapatkan misalnya 25:45 jangan terlalu banyak mengeluh kalau 25:47 mengeluh tuh nanti pahalanya hilang jadi 25:50 orang yang jadi orang dalam menghadap 25:52 Adapti, ujian dan cobaan itu ada empat, 25:55 empat kategori nih. Ada empat kelompok, 25:57 ada empat golongan. Orang yang ketika 26:00 mendapatkan ujian atau musibah, sikapnya 26:02 itu ada empat. Pertama, marah. Nah, 26:05 orang yang ketika mendapatkan ujian 26:07 cobaan musibah disikapi dengan marah, ya 26:10 Allah, habis tuh semuanya tuh enggak 26:12 dapat apa-apa. Yang ada apa itu bukannya 26:15 ee kedekatan kepada Allah, cinta Allah, 26:17 murka Allah yang dia dapat. Ngeluh aja 26:19 itu ya. Nah, ini perlu disampaikan. ini 26:22 kan bagian dari keilmuan juga ya. Jadi 26:24 mensikapi dengan marah itu ee jauh 26:26 hilang semua kebaikan-kebaikan ee dari 26:29 dari yang Allah berikan. Ya kan tadi 26:31 dalam hadis tadi ya, barang siapa yang 26:33 rida dengan ujian yang Allah berikan, 26:35 Allah rida dengannya. Jadi kita tahu 26:37 bagaimana apakah Allah itu rida dengan 26:39 kita ketika kita diberikan ujian itu 26:42 tergantung kita menyikapi ujian 26:43 tersebut. Kalau rida berarti Allah rida 26:45 kepada kita. Nah, itu bisa disampaikan 26:47 kepada beliau ini ya. Kemudian ee pensik 26:50 terhadap ujian cobaan itu enggak marah 26:53 sih ee tapi apa ya ee sabar ya sabar 27:00 enggak marah sabar sudah sabar 27:01 insyaallah ya sabar itu indas matil ula 27:04 ketika benturan pertama insyaallah sabar 27:06 sudah sabar tapi apakah kesabaran itu 27:09 tingkat tertinggi ketika seseorang 27:11 mendapatkan ujian cobaan manusia enggak 27:13 sabar itu belum itu baru level du ya 27:17 ketiga itu adalah rida. 27:20 Itu kan rida itu di atas sabar ya. Dia 27:23 rida dengan apapun yang Allah berikan. 27:25 Nah, yang keempat itu adalah syukur. 27:28 Masyaallah. Dapat ujian malah bersyukur 27:30 gitu ya. Iya. Karena dengan ujian ini 27:33 dia yakin, "Oh, Allah kasih cinta 27:35 denganku. Oh, dengan ujian ini Allah 27:37 ingin mengangkat derajatku. Oh, dengan 27:39 ujian ini Allah ingin mengampuni 27:40 dosaku." Ya Allah, terima kasih dengan 27:42 ujian ini. Coba lihat ya. Nabi Ayub itu 27:44 berat ujiannya ya. Anaknya semuanya 27:46 meninggal, hartanya habis ya. Ya udah 27:48 gitu dirinya pun sakit. Luar biasa 27:51 sakitnya. Yang sehat itu hanya lisan dan 27:53 hatinya aja yang yang sehat. Tapi lisan 27:55 dan hatinya itu penuh dengan rasa 27:57 syukur. Ketika istrinya menyuruh minta 27:59 mintalah sembuh kesembuhan kepada Allah. 28:01 Engkau kan nabi. Rasanya aku malu untuk 28:04 minta sembuh kepada Allah. Allah telah 28:05 berikan aku banyak bertahun-tahun 28:07 kenikmatan sehat. Masa hanya dikasih 28:09 ujian sekitar 17 tahun, 18 tahun ini 28:10 minta langsung kesembuhan. rasanya 28:12 kurang syukur. Kalau begitu ya, ini 28:14 bahasa saya dalam arti beliau bersyukur 28:16 ketika Allah berikan ujian cobaan gitu. 28:18 Ini kan bentuk cinta Allah kepadanya. 28:21 Nah, ini empat ini. Nah, kepada teman 28:23 kita itu pertama ya ketika kita 28:25 menyikapi saudara kita atau siapapun 28:28 selalu ngeluh. Pertama kali sikap kita 28:31 adalah jaga hati. Maksudnya gimana? Jaga 28:35 hati kan kadang-kadang setan tuh 28:37 menggoda ya tuh orang enggak sabar amat 28:39 sih begitu aja udah ngeluh cuman segitu. 28:42 Betul, Ustazak. Itu kan setan suka 28:45 begitu ya. Setan tuh begitu tuh. Setan 28:46 tuh berusaha untuk menggoda manusia tuh 28:49 dengan cara seperti itu. Alah, segitu 28:51 aja gua mah lebih berat dari itu. Enggak 28:53 enggak ngeluh tuh kayak gitu. Jadi jaga 28:55 hati, bersihkan hati kita dari menilai 28:58 orang. Ya, kita tuh kan diciptakan Allah 29:00 bukan untuk menilai orang. Khawatir 29:03 nanti ada rasa sombong di hati kita. Ya, 29:07 sombong itu kan artinya apa? Ee kalau 29:09 sudah sombong tuh lah segitu aja. Nah, 29:11 aku dong. Nah, itu kan setan. Itu 29:13 sombong itu enggak akan mencumba surga 29:14 kalau ada rasa kesombongan. Ya, itu satu 29:17 ya. Jadi, kita mulai lihat diri kita, 29:19 kemudian yang kedua, kita niatkan karena 29:21 Allah untuk menghibur saudara kita itu. 29:24 Ya, mudah-mudahan dengan ee niat ikhlas 29:27 kita ingin membantunya ee memberikan ee 29:30 solusinya, mudah-mudahan dia menyadari 29:33 kekeliruannya. Dia tidak lagi mengeluh. 29:36 Karena orang-orang yang mengeluh tuh 29:37 enggak dapat apa-apa. 29:39 udah dapat ujian, enggak dapat pahala, 29:41 udah dapat ujian itu aja sudah berat ya, 29:43 pahala pun enggak ada kan sayang ya 29:45 rugi. Nah, kemudian di ee nasihati 29:47 dengan keikhlasan ya, tidak ee dengan 29:52 doa kepada Allah semoga diberikan ujian. 29:53 Nah, kemudian ceritakan kisah-kisah atau 29:57 kejadian-kejadian orang yang mendapatkan 29:59 ujian yang lebih berat dari dia. Ya kan? 30:02 kita kalau melihat orang yang ujiannya 30:04 lebih berat kan kita merasa, "Ih, aku 30:06 sih gini aja enggak enggak ada seberapa 30:07 dengan dia, ya Allah dia kuat ya." Nah, 30:09 begitu. Jadi kita ee kemukakan, kita 30:12 gambarkan bagaimana ujian yang dialami 30:14 oleh orang lain. Dan saya rasa ya ujian 30:16 yang berat dan sangat amat terberat saat 30:18 ini kita bisa lihat langsung dengan ee 30:21 kacamata kita apa apalagi lihat media 30:24 sosial tuh kejadian atau kisah kenyataan 30:26 yang dialami saudara kita di Palestina 30:28 itu berat banget, Mbak. He, ya Allah, 30:31 dia punya negeri. Negerinya hancur. Wah, 30:34 Allah enggak ada apa-apanya. Kemudian 30:35 keluarganya juga syahid. Bisa jadi dia 30:38 diaat terus di depan matanya musibah 30:40 itu. Kemudian hidupnya juga susah, 30:42 kekurangan air, kelaparan, ya Rabb. Tapi 30:45 itu dia masih kuat, masih mengucapkan 30:47 alhamdulillah Allah berikan ujiannya. Ya 30:49 Allah, itu luar biasa ya. Jadi kita coba 30:52 berempati gitu ya. Itu kalau kita 30:55 merasakan ujian kayak gitu sudah kayak 30:56 gimana lah kita ya. H ini ee 30:59 mudah-mudahan dengan ee seperti ini 31:01 saudara kita yang ee banyak ngeluh ini 31:03 kita doakan mudah-mudahan diberikan 31:05 kesabaran ya. Kita ajak ya kita enggak 31:07 usah nyala-nyalahin deh kamu ngelum lulu 31:09 nih gitu. Iya kita ya semoga sabar ya 31:13 mudah-mudahan kita lihat. Jadi kita 31:14 banyak bercerita atau dengerin kajian 31:16 kan banyak tuh ee kajian-kajian yang 31:18 temanya tentang kesabaran, bersyukur dan 31:21 sebagainya. Semoga Allah bukakan pintu 31:23 hati untuk kita semua insyaallah. Amin. 31:25 Amin ya rabbal alamin. Baik. Diniatkan 31:27 untuk menghibur kata Ustazah ya Bu ya. 31:29 Saya akan lanjutkan ke pertanyaan 31:31 berikutnya dari Ibu Yulia di Depok. 31:34 Asalamualaikum warahmatullahi 31:35 wabarakatuh. Ustazah Herlini 31:38 Amra. Warahmatullahi wabarakatuh. 31:41 Ustazah menampaknya pertanyaan saya ini 31:43 mungkin kerap dipertanyakan ee dan 31:46 sering. Namun saya ee ingin sekali ini 31:49 mendengar pendapat Ustazah. Bagaimana 31:51 membedakan k yang datang kepada kita ini 31:54 adalah ujian atau ee atau hukuman atau 31:58 azab yang Allah berikan karena dosa-dosa 32:01 kita di masa lalu. Terima kasih. 32:04 Hm. Jadi 32:06 gini ketika kita melihat ujian ee 32:10 menilai ya ujian yang menimpa diri kita, 32:13 yang pertama kali yang harus kita miliki 32:16 adalah husnudan. 32:19 Ana abdi ya. Aku kan tergantung sangkaan 32:22 hambaku kepadaku. Maka ketika Allah 32:25 berikan kita ujian pertama kali itu dulu 32:27 kepada Allah. Artinya jangan buruk 32:30 sangka. Kalau buruk sangka memang benar 32:31 begitu kan. Sesuai dengan seangkaan 32:33 hamba. misalnya diberi ujian misalnya ee 32:37 apalah sesuatu misalnya ujian berat apa 32:39 ya tadi misalnya ee tidak hanya 32:41 meninggal mungkin kecelakaan apalah ya 32:43 atau terbakar atau apalah ujian-ujian 32:45 kehilangan uang dan pokoknya bentuk 32:46 ujian ketika Allah berikan kepada kita 32:49 yang pertama dan utama kita berbaik 32:51 sangka kepada Allah ya artinya tentu 32:54 mengucapkan ee tentu istirja ya pertama 32:56 ya innillahi wa inna ilaihi rojiun 32:59 kemudian kita berbaik sangka kepada 33:00 Allah ini pasti ada hikmahnya nih ya 33:02 jadi jangan buruk sangka. Jangan sampai 33:04 kita buruk sangkanya gini, kenapa sih 33:07 ujian kayak begini amat susah. Mungkin 33:09 ini azab kali ya dari Allah gitu ya. 33:12 Yang sangkannya azab ya azablah gitu ya. 33:15 Jadi jangan bersangka buruk kepada Allah 33:17 ya. Itu satu ya pensik kita. Allah 33:20 sayang sama kita ya. Ini adalah tanda 33:22 cinta Allah. Nah itu satu. Kemudian yang 33:25 kedua bagaimana kita tahu ini adalah 33:28 tanda cinta Allah apa azab kan sudah ada 33:30 tadi. Semakin ee apa? 33:33 Innallah itu Allah itu ketika ahabal 33:36 kaum mencintai seseorang itu diberikan 33:38 ujian. Nah, jadi itu tanda cinta Allah. 33:40 Kemudian kedua ee kita bisa tadi ee ya 33:44 semoga Allah ampuni. Jadi tadi dalam 33:46 rangka berbaik sangka dengan Allah tadi 33:47 ya husnuzan Allah cinta nih sama kita, 33:49 Allah sayang nih sama kita dan Allah 33:51 ingin menghapuskan dosa-dosa kita. Nah 33:53 kita yakinlah sebagai manusia hamba 33:55 Allah enggak ada orang yang tidak 33:57 berdosa. Pasti banyak dosa yang telah 34:00 dilakukan. sengaja atau tidak sengaja, 34:02 besar atau kecil. Nah, kita husnun-nutan 34:05 tadi ya Allah ingin menghapuskan 34:07 dosa-dosa kita. Ya Allah, ampuni 34:08 dosa-dosaku. Nah, itu ya. Nah, jadi 34:11 sekali lagi jangan 34:13 pernah menyangka atau menduga bahwa 34:17 ujian ini adalah azab yang Allah berikan 34:20 kepada kita. Enggak. Azab itu ujian yang 34:23 diberikan sebagai azab itu terhadap 34:25 orang yang tidak beriman kepada Allah. 34:27 He ya. Jadi misalnya ada musibah menimpa 34:30 suatu daerah misalnya di daerah itu kan 34:33 tidak hanya orang-orang yang kafir aja 34:35 di situ kan pasti ada orang yang 34:36 beriman. Mungkin ada juga ee banyak 34:39 ulama-ulama di situ. Nah bagaimana kita 34:41 mensikapinya? Apa kita katakan oh banyak 34:43 dosa kali itu ya ulama ya azab. Maka di 34:45 belum tahu itu. Jadi apa musibah yang 34:48 menimpa manusia tergantung siapa manusia 34:52 itu. Misalnya meninggal semua misalnya 34:54 kalau dia orang kafir memang azab ya 34:56 sudah gitu ya itu memang bencana itu 34:58 azab. Tapi bagi orang yang beriman itu 35:00 adalah ee bentuk ee syahid ya kan. Kalau 35:05 meninggalnya dalam kondisi itu kan jadi 35:06 syahid. Kalau dia karena Allah ya dia 35:08 seorang ulama ya. Jadi artinya 35:10 meninggalnya baik kan ee syahid itu kan 35:12 enggak tergantung daripada ini ya amalan 35:15 yang apa ee kondisi e dia bagaimana 35:17 meninggalnya kan yaitu bagaimana amalnya 35:19 yang terakhir gitu ya. Jadi bisa jadi 35:22 itu adalah sebagai mati syahid ya 35:24 syuhada ya walaupun ee dalam bencana 35:27 gitu ya. Ya seperti tadi ya di apa di 35:30 Gaza tuh dihancurin gedungnya itu terus 35:33 kemudian yang banyak ya banyak meninggal 35:35 itu Sid. Nah, kalau misalnya menimpa 35:37 kita bencana itu ya kita ee enggak 35:40 sampai syahid ya maksudnya mungkin ee 35:42 ujianlah yang menimpa kita ya. Kita tadi 35:45 yakin bahwa Allah ingin menghapuskan 35:47 dosa kita kemudian Allah ingin ee 35:50 mengangkat derajat kita dan jangan sama 35:52 sekali menduga atau menyangka ini adalah 35:55 azab dan tidak ada. Tidak ya. Jadi ini 35:58 adalah bentuk cinta Allah kepada kita 36:00 dan kita ingin diberikan tempat yang 36:02 sangat mulia nantinya di ee jannah gitu 36:05 ya. Jadi semua tergantung pensik kita. 36:08 Jangan jangka buruk. Jangan menyangka 36:10 yang buruk kepada Allah. Iya. Baiknya 36:13 nampaknya pertanyaan dari Ibu Yulia 36:16 mengakhiri sesi tanya dan jawab untuk 36:18 edisi siang hari ini. Kiranya sebelum 36:20 ditutup kesimpulan kita Ustazah tafadul. 36:23 I pendengar yang dirahmati Allah, hidup 36:26 ini adalah ujian. 36:28 Hidup ini adalah cobaan ya. Takdirnya 36:32 seorang mukmin ataupun manusia itu 36:35 adalah mendapatkan dan merasakan ujian 36:38 dari Allah. Maka oleh karena itu, mari 36:40 kita ee berbenah ya. Mari kita ee 36:44 memberikan yang terbaik untuk masa depan 36:46 hidup kita dengan membekali dengan 36:48 keimanan, dengan semangat, dengan usaha 36:50 dan dengan ee husnuzan kepada Allah. 36:53 Berprasangka baik kepada Allah. tidak 36:55 ada. Allah menciptakan semua itu dengan 36:57 sia-sia. Maka setiap apapun yang Allah 37:00 berikan kepada kita, maka ucapan kita 37:02 adalah hasbiallahu la ilahailla hua 37:06 alaihi tawakaltu wahuaul arsyilim. 37:09 Semoga kita ditempatkan di tempat yang 37:11 tinggi derajatnya dan kemudian bisa 37:12 melihat wajah Allah yang agung yang 37:16 mulia. Astagfirullah wakum. 37:19 Asalamualaikum warahmatullahi 37:21 wabarakatuh. Waalaikumsalam 37:23 warahmatullahi wabarakatuh. 37:25 Alhamdulillahiabbil alamin. Ikhwan dan 37:27 akhwat telah kita ikuti bersama kajian 37:30 pada siang hari ini fikih wanita bersama 37:33 Ustazah Harini Amran dengan tema Kenapa 37:35 aku diuji ya Allah. Jadi seperti yang 37:38 selalu ditekankan oleh guru kita bahwa 37:40 tiada yang hadir di dalam kehidupan kita 37:42 yang datang dari Allah adalah kebaikan. 37:44 Baik dan buruk kadang-kadang itu adalah 37:46 label yang manusia sendiri ee sematkan 37:49 di dalam kejadian tersebut. Karena yang 37:51 mengerti maksudnya hanya sang pencipta 37:53 yaitu Allah Subhanahu wa taala. Baik 37:55 ikhwan dan akhwat yang bertugas pada 37:57 hari ini. Saya Karolin juga didampingi 37:59 Ondi dan Algi kami ucapkan terima kasih 38:03 atas ee urun dan ee kesertaan ikhwan dan 38:07 akhwat yang mengikuti acara ini dari 38:09 awal hingga akhir. Mudah-mudahan 38:11 bermanfaat besar. Kami tutup dengan doa 38:14 karatul masjid. Subhanaka Allahumma 38:16 wabihamdika asadu alla ila anta 38:18 astagfiruka wa atubu ilaik. Wabillahi 38:20 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 38:23 warahmatullahi wabarakatuh.