Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Jannah. Sesungguhnya Allah telah membili
- dari jiwa orang-orang yang beriman ini
- diri dan harta mereka itu dengan
- memberikan mereka surga. Ya. Lantas kita
- kepada siapa berharap? Ya berharapnya
- kepada Allah dong. Bukan kepada
- siapa-siapa. Bukan kepada konsultan atau
- yang penasehat perkawinan atau apalah
- dalam kehidupan. Mintanya berharapnya
- kepada Allah.
- tawallau faqul hasbiallahu la ilahailla
- hua alaii tawakaltu
- wahuulilim cukup Allah bagiku ya tiada
- ilah tiada tuhan selain Allah hanya
- kepadanyaalah aku bertawakal ya jadi
- kita minta kepada Allah jadi memang
- menyikapi ujian cobaan itu yang mengadu
- kepada Allah dan ujian dan hidup ini
- memang penuh ujian enggak ada orang yang
- enggak diuji ya semua pasti ada ujiannya
- cuman beda setiap orang itu
- ujian-ujiannya nya sesuai dengan
- kemampuannya ya, batas keimanannya ya.
- Maka kalau kita lihat bagaimana
- menghadapi ujian itu ya tentu sudah kita
- tahu jawabannya. Sabar ya gitu ya.
- Sabarnya gimana? Sabar ya buktikan
- dengan salat. Perbanyak salat ya. Jangan
- hanya salat ketika diuji saja. Kalau
- lagi diuji aja salat tahajudnya wuh luar
- biasa. Tiap hari sampai berjam-jam penuh
- dengan air mata. Wah nangis. Eh udah
- merasa ujiannya lewat sudah selamat
- tinggal salat tahajud. Enggak begitu
- juga ya. Jadi menghadapi ujian ini
- bersabar, perbanyak doa, salat ya
- mengadu kepada Allah, tidak berkeluh
- kesah ya, tidak berkeluh kesah, tidak
- menyesali takdir, ya. Tidak menyalahkan
- orang lain. Kalau kita menyalahkan orang
- lain gara-gara dia nih aku begini
- gara-gara ini enggak ya. Kecuali untuk
- evaluasi ya itu perlu tapi tidak
- menyalahkan orang. Ini adalah bagian
- dari ee ketentuan Allah ya. Kita perkuat
- iman dan keyakinan kita dan tidak
- berputus asa. Tapi ada yang mengatakan,
- "Aku enggak tahan lagi. Gimana caranya?"
- Ya, nauzubillah. Jangan sampai bundir.
- Ya, bundir itu udah kasihan, ya. Bundir
- itu bunuh diri kasihan, ya. Artinya
- orang yang bundir itu nanti di neraka
- dia akan seperti itu siksanya. Jadi
- ketika ada orang yang tidak dapat lagi
- bertahan dengan ujian yang menimpa
- dirinya, maka Allah
- sebutkan. Jangan kamu berputus asa dari
- rahmat Allah. Sesungguhnya tiada yang
- berputus asa dari rahmat Allah itu
- melainkan orang-orang yang kafir. Jadi
- enggak boleh berputus asa. Insyaallah
- innamal musri yusro. Itu janji Allah.
- Jadi sekali lagi ujian yang Allah
- berikan kepada manusia, kepada kita itu
- pada dasarnya adalah sebagai
- standarisasi keimanan, sebagai
- pembuktian iman. Semakin tinggi tingkat
- keimanan seseorang, maka semakin tinggi
- ujiannya. Ujian itu ee bentuknya
- macam-macam ya. Makanya insyaallah
- semoga Allah nanti akan memberikan kita
- ee kesabaran ya, apalagi ujian-ujian
- perasaan. Masyaallah. Luar biasa. Ujian
- itu yang paling besar tu ujian fitnah
- sebenarnya. Kalau kita lihat fitnah kita
- tidak mengerjakannya tapi dituduh orang.
- Eh kalau kita contohkan misalnya kisah
- hadisul ifq itu fitnah tuduhan kepada
- ibunda Aisyah radhiallahu anha itu berat
- loh. Beliau dituduh berbuat maksiat ya
- kan berduaan dengan Safwan Almuaal itu
- ya kita tahulah ceritanya ya. Saya hanya
- ingin menggambarkan bagaimana perasaan
- itu jika kita di posisi Ibunda Aisyah
- radhiallahu anha ya. Beliau tuh setelah
- ee pulang itu kan isu sudah tersebar.
- Itu kejadian kan tahun keelima Hijrah
- ya. Ketika Rasulullah ee pulang dari
- perang Bani Mustaliq itu beliau kan kita
- tahulah ya e apa kalungnya ketinggalan
- hilang. Balik lagi ternyata rombongan
- sudah pergi ya. Kemudian ee ternyata ada
- ee seorang sahabat Safwan bin Muatthal
- itu ya yang dia itu memang petugas ee
- terakhir, rombongan terakhir untuk
- melihat apa memantau rombongan. Ternyata
- Ibunda Aisyah kemudian beliau hanya
- mengucapkan innillahi wa inna ilaihi
- rojiun. Kemudian ibunda Aisyah naik ke
- untanya terus dibawa. Nah, ini nih
- fitnah dimulai nih. Orang-orang munafik
- itu bertebaran di mana-mana, ada di
- mana-mana ya orang menyembunyikan ee
- kemunafikannya seakan-akan orang beriman
- itu di situlah fitnah jadi viral ya
- fitnah ibunda Aisyah itu ee selingkuh ya
- ee dengan apa namanya dengan seorang
- sahabat ya. Kami enggak ada enggak
- enggak ada apa namanya ee itu kan
- berduaan itu kan memang jelas ya dilihat
- kemudian ee enggak ada bukti kalau
- mereka jadi ini menyebar itu sebulan
- lamanya. Bayangkan perasaan kita ya
- sebagai seorang perempuan dituduh
- berzina tanpa ada bukti ya. Tapi mereka
- lihat bukti sendiri. Itu kan saya lihat
- berdua tuh ada apa ya gitu tuh. Memang
- munafik ini memang eh di fidarkil aspal
- minanar. Memang munafik itu wajar dia
- dapat ee nanti tempatnya itu di neraka,
- di kerak-kerak neraka karena banyak
- menyebarkan kebingungan, banyak
- menyebarkan fitnah ya di barisan umat
- Islam. Nah, kemudian Ibunda Aisyah yang
- enggak tahu apa-apa setelah dia tahu itu
- kan bagaimana selama sebulan loh itu kan
- sakit ya sakit hati enggak enggak
- bagaimana kita mau membela diri ini
- bagaimana ini memang luar biasa ya
- penderitaan seorang ee istri nabi ini
- keluarga yang masyaallah luar biasa itu
- berat banget ya. Nah, kita lihat
- akhirnya Allahlah yang ee menyelamatkan
- ee membersihkan Ibunda Aisyah dari
- tuduhan-tuduhan keji tersebut ya dalam
- surat Annur itu. Nah, ini kan di masa
- Nabi sudah ada Rasulullah turun wahyu.
- Zaman kita sekarang fitnah-fitnah yang
- berupa ujian itu bisa menghancurkan ee
- tatanan masyarakat, kehormatan
- seseorang. Ya, makanya perlu ada tabayun
- ya, klarifikasi agar tidak ee membunuh
- ini ya apa namanya istilahnya tuh ya ee
- orang baik jadi
- difitnah gitu ya membunuh apa? Oh iya
- pembunuhan karakter gitu ya. Ini kan
- luar biasa ee pembunuhan karakter itu
- kan luar biasa ini. Kalau tidak sampai
- ter apa terklarifikasi dengan itu akan
- selamanya dicap itu. Ya Allah luar
- biasa. Makanya ini orang-orang munafik
- ini memang luar biasa ya akan
- mendapatkan sanksinya di yaumil akhir
- ya. Merekalah yang membawa berita-berita
- itu untuk ee merusak barisan umat Islam.
- Nah, ini ini juga ujian ujian bagi yang
- ee tentu saja bagi ee barisan umat Islam
- ya. Jadi luar biasa ya ujian itu ya
- tergantung iman. Semakin tinggi
- keimanannya semakin ujian itu semakin
- berat ya kayak pohon ya semakin tinggi
- kan anginnya juga semakin kencang gitu.
- Nah, inilah kita diuji oleh Allah. Yang
- namanya hidup pasti ada ujian. Ujian
- tergantung tingkat keimanan. Nah,
- tinggal kita bagaimana menghadapi ujian
- tersebut. Nah, oleh karena itu bagaimana
- kita menghadapinya? Kita lihat
- ujian-ujian yang ee orang-orang yang
- beriman tuh luar biasa. seperti misalnya
- Nabi Yahya ya, Nabi Allah Yahya bin ee
- Zakaria itu kan ee disembelih ya,
- disembelih, digorok lehernya ya atau
- khulafa Rasyidin ya ee apa namanya Umar
- bin Khattab ya, terus Ali bin Abi Thalib
- sama itu Utsman bin Affan itu kan juga
- dibunuh atau misalnya ee cucu Rasulullah
- ya Husein ya Alhusin atau misalnya Ibnu
- Zubair Ibnu Jabir ee bahkan ee kita
- lihat Imam Abu Hanifah itu ya di penj
- jarak sehingga beliau meninggal di
- tahanan. Imam Abu Hanifah dipenjara
- juga, Imam Malik juga ya ee bahkan
- dicambuk ya sampai artinya ulama-ulama
- dulu tuh berat juga ya ee menanggung
- cobaan ujian pada masa itu. Padahal dulu
- pemerintahnya pemerintahan ee apa
- khalifah ya ee apa namanya istilahnya
- pemerintahan ee Islamlah gitu ya.
- Ternyata fitnah itu luar biasa
- dahsyatnya. Dahsyat sekali ya. Maka ee
- cobaan yang semakin berat itu akan
- menimpa seorang mukmin yang saleh untuk
- meninggikan derajatnya agar Allah
- memberikan dia pahala yang besar.
- Masyaallah. Ujian itu ujian luar biasa
- ujiannya. Ujian itu memang akan terasa
- berat bagi seorang beriman. Semakin
- tinggi tingkat keimanan, semakin berat
- ujiannya. Dan ujian itu memang ee
- membutuhkan ketaatan, keikhlas,
- pembuktian beriman atau tidaknya.
- Sekarang bagaimana kita menghadapinya
- ya. ee bagaimana kita menghadapi ujian
- tersebut ee dalam kehidupan ini dengan
- segala bentuk ujiannya. Macam-macam
- ujiannya bentuknya macam-macam ya. Kita
- yakini, yakin kita imani ya. Beriman
- dengan bahwa ujian ini adalah ekspresi
- cinta Allah kepada hambanya. Itu harus
- diyakini bahwa Allah itu cinta kepada
- kita. Maka kita diberikan ujian. Ya.
- Jadi ee bisa jadi Allah itu memberikan
- kita yang terbaik untuk kita. Mungkin
- kalau kita tidak diberikan ujian,
- mungkin pahala kita tuh belum mencukupi
- untuk masuk surganya, belum bisa
- meninggikan derajat kita, maka
- diberikanlah ujian, diberikan kita ee
- apa namanya? Musibah ya, apapun
- bentuknya itu karena Allah cinta dengan
- kita. Allah enggak ingin mungkin kita
- itu masuk neraka. Nah, bagaimana caranya
- agar mudah langsung bighori hisab masuk
- surganya? Diberilah ujian. makin besar
- pahala ee ujian yang menimpa manusia,
- maka makin besar pula pahala dan sayang
- Allah kepada kita. Masyaallah. Jadi
- memang ee keyakinannya harus ditanamkan.
- Jadi jangan sampai kita berkeyakinan
- dalam hati bahwa kok Allah enggak sayang
- ya sama kita dikasih ujian yang berat.
- Itu keliru. Jadi dibalik ya mindsetnya.
- Dibalik. Ketika kita diberi ujian oleh
- Allah ini adalah karena Allah cinta dan
- sayang pada kita. Insyaallah ya. Karena
- ujian ini adalah penghapus dosa-dosa
- kita. Ya. Jadi apalagi Rasulullah ya
- dalam hadis sahih itu seorang muslim
- yang tertimpa penderitaan, kegundahan,
- kesedihan, kesakitan, gangguan, dan
- kerisauan. Apapun yang menimpa dirinya
- walaupun hanya terkena duri, duri itu
- kan kecil ya. Ya, apalah duri itu
- walaupun sedikit yang ee mengenai tubuh
- kita, semuanya itu adalah penebus
- kafarat dari dosa-dosa kita. Masyaallah.
- Makanya kita berpikiran positif ya. Kita
- berpikir positif bahwa apapun yang
- menimpa kita berupa ujian-ujian yang
- Allah berikan itu ada akan menjadi
- kebaikan untuk kita. Ya, makanya sungguh
- hebat ya sikap seorang mukmin itu ketika
- diberikan ujian, diberikan dia kebaikan,
- dia bersyukur. Diberikan dia ee apa?
- kesenangan ya, dia bersyukur, diberikan
- ujian, dia bersabar. Dan itu lebih baik
- bagi orang yang beriman. ya dan itu ee
- tidak bisa dirasakan oleh orang-orang
- yang lain, hanya orang beriman. Maka
- kita yakini sekali lagi bahwa ujian yang
- Allah berikan kepada kita itu adalah
- tanda cinta darinya. Ya. Dan kita yakini
- innamal usri yusro setelah kesulitan
- pasti ada
- kemudahan. Jadi ini bagian dari sikap
- kita ya dalam menghadapi ujian-ujian
- cobaan yang Allah berikan kepada kita.
- apapun bentuk ujian dan cobaan tersebut.
- Kemudian optimis, optimis bahwa kita
- bisa menyelesaikan ujian yang Allah
- berikan kepada kita ya. Karena Allah
- memberikan kita ujian pasti sesuai
- dengan kemampuan kita ya. Karena Allah
- tidak membebani seseorang kecuali dengan
- ee sesuai dengan kemampuannya. Dan yang
- terakhir ee kenapa ee kita diuji ya ee
- dan bagaimana sikap kita dalam
- menghadapi ujian ini adalah ee usaha dan
- doa ya. Kita kerahkan semua ikhtiar dan
- usaha kita untuk menyelesaikan ujian
- ini. Jadi dengan kita bingkai dengan doa
- ya mudah-mudahan dengan doa ini Allah
- ringankan semua ujian-ujian yang ada ya.
- Dan ee ujian yang paling berat saat ini
- itu adalah ujian yang dialami oleh
- saudara kita di Palestina. itu luar
- biasa. Semua ujian ada di situ ya.
- Mudah-mudahan ee dengan ujian ini
- insyaallah suatu saat ya kita akan
- mendapatkan ee kebahagiaan dan kalau
- yang ujian-ujian di Paris itu mereka itu
- sudah merasakan ya betapa ujian itu
- menambah keimanan mereka karena memang
- ee ujian itu diberikan yang sangat berat
- karena mereka mampu untuk memikulnya ya.
- Wallahu alam. Mudah-mudahan ee kita
- mampu menjalani ujian yang Allah berikan
- kepada kita ini dengan menghadapinya
- dengan tadi ya. Ini adalah bentuk cinta
- Allah, ini adalah untuk menghapuskan
- dosa kita, ini adalah ee untuk
- meninggikan derajat kita dan kita sikapi
- dengan optimis ya, ikhtiar, berdoa ya.
- Ee insyaallah pertolongan Allah itu akan
- datang. Inamal usri yusro. Kita yakin
- pertolongan Allah itu akan turun kalau
- kita berada di klimaks ujian tersebut.
- Dan itulah ujian itu sebagai tangga kita
- untuk meraih pertolongan Allah.
- Wallahuam. Baik. Masyaallah. Berulang
- kali Ustazah menekankan inna maal usri
- yusron yang berarti sesungguhnya beserta
- kesulitan ada kemudahan. Itu untuk
- mengingatkan apabila ee ada terbesit di
- dalam kehidupan kita atau bagian
- perjalanan hidup kita. Kenapa aku diuji?
- Ya Allah. Masyaallah. Telah kita ikuti
- bersama pemaparan Ustazah barusan dengan
- tema yang tadi sudah saya sebutkan yaitu
- Kenapa aku diuji ya Allah. Dan kami
- berikan kesempatan untuk ikhwan dan
- akhwat kami persilakan untuk
- menyampaikan pertanyaannya. Seperti
- biasa nomornya belum berubah di nomor
- WhatsApp
- 08111999720. Insyaallah ustazah akan
- menjawabnya. Tapi nanti setelah jeda
- nasyid berikut
- [Musik]
- ini. Radio Silaturahim Rasil TV. Ikhwan
- dan akhwat saat ini sedang menyimak
- fikih wanita bersama Ustazah Herlini
- Amran dan ikhwan dan akhwat. Kita telah
- menyimak tadi pemaparan ustazah dengan
- tema Kenapa aku diuji? Ya Allah. Sebelum
- saya bacakan pertanyaan-pertanyaan sudah
- masuk di mesin WhatsApp saya akan
- persilakan. Ada beberapa hal yang masih
- akan disampaikan. Tafadul Ustazah ee
- ketika kita diuji itu kan berarti kita
- tidak boleh bersedih ya. Artinya
- ekspresi sedih itu kadang-kadang
- menangis ya. Jadi bolehkah kita
- menangis? Tentu boleh dong nangis ya.
- Karena Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam juga menangisi putra beliau
- yang atau mungkin cucu beliau yang wafat
- ya. Ketika beliau menangis itu sahabat
- ada yang heran, "Ya Rasulullah, kenapa
- engkau menangis?" Terus Rasulullah
- mengatakan ee bukan ee apa?
- Aku tidak melarang kalian menangis ya
- ketika ada musibah.
- Inahum yang aku larang kalian
- melakukannya itu dua kebodohan yaitu
- apa?
- Berteriak farah
- wasuahi. Jadi e berteriak ketika gembira
- girang banget sampai wah heboh gitu ya
- sampai teriak-teriak atau menjerit
- ketika sedih menangisnya sampai gimana.
- Maka Rasulullah mengatakan, "Inal
- ain ya, air mata itu kan berlinang
- karena sedih ya.
- Innalsya hati itu juga bersedih tapi
- tidak." Eh, kata Nabi, "Aku tidak
- berucap-ucapan kecuali yang diredai oleh
- Allah." Jadi memang berpisah dengan
- putranya itu waktu itu e apa? Ibrahim
- ya. Itu sedih sekali ya. ee anak
- Rasulullah laki-laki meninggal sedih
- itu.
- Inal eh nangis itu wajar enggak ada
- masalah. Jadi sekali lagi kalau kita
- ekspresi sedih kita menangis enggak ada
- masalah. Yang penting adalah yang keluar
- dari lisan kita itu adalah kalimat rida.
- Bukan kalimat penyesalan, bukan kalimat
- ee protes terhadap takdir, bukan kalimat
- yang mendatang murka Allah, tapi kalimat
- yang pasrah, yang tawakal, yang rida.
- Tak kok nangsi mah sedih. Iya, itu wajar
- ya. Malah aneh kalau orang sedih enggak
- nangis kemudian senyum-senyum gitu ya.
- Bapaknya meninggal senyum-senyum ketawa
- katanya enggak boleh nangis. Itu keliru
- itu ya. Jadi sekali lagi menangis itu
- wajar. Oleh karena itu ketika ada ujian
- musibah cobaan yang menimpa kita, kita
- ngadu kepada Allah. Kita ketika kita
- mengadu kepada Allah yang maha kuat kita
- akan kuat. Ya. Kalau kita mengadu kepada
- manusia yang lemah jadi lemah ya.
- Eh inilah sebabnya kenapa kita hanya
- mengadu kepada Allah. Inama
- asniallah. Semoga kita kuat ya. Mari
- kita e memperkuat keimanan kita.
- Mudah-mudahan Allah memberikan kita
- jalan keluar yang terbaik insyaallah.
- Amin. Amin ya rabbal alamin. Itu luar
- biasa, Ustazah. Kalau kita memiliki
- masalah maka mengadulah kepada yang maha
- kuat. Kalau selama ini kita mengadu yang
- punya kelemahan ya kita jadi lemah. Itu
- luar biasa sih pengingat ya. Masyaallah.
- Baik itu akan jadi kuat pada hari ini.
- Iwan dan Ahmad. Saya akan ee apa masuk
- ke tanya dan jawab. Saya akan bacakan
- pertanyaan pertama. Ustazah hamba Allah
- bertanya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustazah dan
- Bakar, saya menyimak dari YouTube.
- Alhamdulillah ee saya saat ini diberikan
- ujian ditinggal orang yang terkasih
- yaitu suami saja. Suami saya yang baru
- saja berpulang. Namun rasanya ustazah
- sudah berjalan 6 bulan. saya belum bisa
- melupakannya dan kerap kerap menangis
- juga kadang-kadang berharap bisa
- menyusul beliau. Apa yang harus saya
- atasi dan harus saya lakukan agar saya
- bisa move on dari kesedihan yang sangat
- dalam ini? Masyaallah. Iya. Ee memang
- meninggal atau berpisah dengan orang
- yang kita cintai yang selama ini bersama
- kita itu memang ujian yang sangat berat
- ya. Sangat berat. Nah, tapi ee ketika
- kita mencoba untuk menggali lebih dalam
- lagi tentang beriman kepada hari akhir,
- bagaimana beriman kepada hari akhir
- kemudian kita berusaha ya perbanyak deh
- ibu-ibu banyak deh baca, banyak dengar
- ee apa tausiah, nasehat, banyak baca
- Al-Qur'an artinya kembali kepada ilmu.
- Banyak deh menuntut ilmu. waktu yang ada
- untuk bisa move on itu ilmu ya pelajari
- artinya ee waktu-waktu yang senggang ini
- bukan untuk melanglang buana ke masa
- lalu ya mengingat masa lalu nangis lagi
- sedih lagi ingat teringat apa kan itu
- masa lalu itu betul itu masa lalu itu
- enggak bisa lepas tapi kita isi
- hari-hari kita, waktu-waktu kita agar
- berkah dengan ilmu ya ikut kajian baca
- ee mendengarkan kajian ikut pengajian ya
- baca buku-buku terutama misalnya
- buku-buku yang terkait dengan
- makrifatullah, buku-buku yang terkait
- dengan ee keimanan kepada hari akhirat
- itu ya ada bukunya tazkirah misalnya
- Imam Qurtubi ya itu ada dua jilid tebal
- itu bagaimana perjalanan hidup manusia
- dari awal dari sebelum meninggal
- kemudian ee masa di alam barzakh dan
- bagaimana akhir. Jadi kita akan paham
- memiliki ee ilmu wawasan bahwa kita
- nanti akan kembali kepada Allah seperti
- inilah. Nah, tentu saja dengan bekal
- ilmu yang lebih detail karena saya yakin
- ya ee umat Islam kebanyakan itu ee belum
- detail memahami ee ilmu tentang hari
- akhirat ya. E bagaimana seperti apa
- hadis-hadisnya itu luar biasa ya. Buku
- tazkirah itu ada dua jilid sampai
- sekarang sudah berapa tahun memilikinya
- belum selesai tuh Mbak bacaannya tuh
- Mbak. Masyaallah hadis-hadis tentang
- hari akhirat ya. Kemudian itu situ jadi
- isi waktu dengan ilmu tqfah yang dapat
- mendekatkan diri kita kepada Allah dan
- tentu targetnya adalah mencari
- mendapatkan cinta Allah. Jadi kita buruk
- sekarang ini yang kita usahakan
- semaksimal mungkinnya adalah cintanya
- Allah. Gimana caranya supaya kita dapat
- mencintai Allah dan kenikmatan yang luar
- biasa itu adalah ketika kita bisa
- melihat wajah Allah yang agung. Jadi
- makanya doanya ada ya.
- Allahumznajalq. Ya Allah karuniakanlah
- aku agar bisa melihat wajahmu yang agung
- dan kerinduan untuk berjumpa denganmu.
- Jadi kalau segala sesuatu itu kita
- kembalikan kepada Allah, artinya
- pencipta kita, pencipta alam semesta
- yang telah memberikan kita ujian yang
- berat. Kemudian kita berusaha untuk
- mengenalnya, untuk berusaha meraih
- cintanya, ridanya itu tentu saja ee
- menjadi sesuatu yang dapat menghibur
- kita. Bahwa yang kita ya fokus kita ini
- adalah bagaimana Allah rida dengan kita,
- bagaimana kita bisa meraih cintanya.
- Subhanallah. Dan itu memang ee butuh
- ilmu ya, ilmu makrifatullah. Nah,
- insyaallah mudah-mudahan dengan ee usaha
- seperti ini, waktu-waktu kita habiskan
- untuk mengkaji ilmu ya, memahami,
- mendalami tentang keimanan kepada ee
- hari akhir, tentang surga dan neraka,
- kemudian tentang bagaimana perjalanan
- hidup manusia yaitu bagaimana kita bisa
- mengenal oh insyaallah mudah-mudahan
- semakin kuat gitu ya ee keimanan kita
- ingin kita ingin ee misalnya mencontoh
- ya ada seorang sahabiat
- ketika dalam suatu peperangan itu
- diinformasikan kepada beliau telah ee
- anggota keluarganya tuh ada beberapa
- yang sudah ee syahid ya suami ya paman
- ya anak ya ada pokoknya kan itu sedih
- banget gitu ya sebagaimana sedih yang
- dirasakan oleh saudara kita di Palestina
- sedih banget ya Allah memang kalau kita
- merasakannya itu memang ya Allah dapat
- merasakan deh karena sudah terjadi pada
- diri kita tapi sahabat ini ketika
- ditanya diinformasikan tentang
- keluarganya yang syik Dia hanya
- bertanya, "Wak kaifa birasulillah
- sallallahu alaihi wasallam?" Rasulullah
- gimana? Gitu ya. Kalau beliau itu dalam
- keadaan baik saja, semua duk sedihku itu
- akan terhibur. Jadi artinya aku tidak
- akan bersedih lagi karena aku melihat
- Rasulullah dalam keadaan baik. Nah, itu
- kan artinya cinta Allah dan Rasul ya.
- Jadi sekali lagi Ibu wajar ya ee kita
- dapat memahami deh memang kehilangan
- orang yang kita cintai setelah
- bertahun-tahun hidup bersama kita
- kemudian dipisahkan dengan ee kehidupan
- antara alam dunia dengan alam barzakh
- ya. Orang yang sudah mendahului kita
- kembali kepada Allah kan jasadnya
- dikuburkan. Itu kan sudah di alam
- barzakh. Walaupun di dunia kita lihat
- itu hanya bentuk seonggok kuburan itu
- dunia ya. Tapi kalau di alam barzah itu
- beda lagi. Maka dengan keyakinan kita,
- kita ingin kembali dikumpulkan
- bersama-sama dengan dengan keluarga kita
- nanti di surga, tentu kita mendalami
- ilmunya ya, ilmu ee bagaimana mengimani
- kepada hari akhir dan bagaimana bekal
- nanti yang kita akan bawa bisa berjumpa
- dengannya. Kemudian jangan lupa yang
- dibutuhkan oleh orang-orang yang kita
- cintai yang telah mendahului kita yang
- sekar sekarang berada di alam barzakh
- yang kalau di alam dunia itu mereka ee
- jasadnya dikuburkan. itu doa yang mereka
- butuhkan itu doa dari dari keluarganya,
- dari anak-anaknya, anak cucunya kirimkan
- doa. Kita enggak tahu bagaimana
- kondisinya di alam barzakh kita tahu ya
- karena di alam barzakh juga ada siksa
- kubur akibat dari dosa-dosa ya. Enggak
- besar-besar juga dosanya ketika disiksa
- kubur itu ya ada yang karena mungkin
- kencingnya enggak dibersihkan itu kan
- kena ee siksa kubur ya untuk
- menyelamatkannya menghil artinya Allah
- ampuni semua dosa-dosanya kirimkan deh
- ya ajak anak-anak ya atau cucu misalnya
- mendoakan ayahnya atau kakeknya atau
- bersedekah atas nama ee orang yang kita
- cintai ini, suami kita ini atau orang
- tua kita. Jadi intinya kita banyak
- beramal dan kita niatkan untuk yang
- sudah meninggal. Mudah-mudahan dengan
- cara ini ada rasa apa ya ketenangan di
- hati kita dan keyakinan insyaallah kita
- akan berjumpa lagi. Insyaallah kita akan
- disatukan Allah lagi nanti di surganya
- insyaallah ya. Mudah-mudahan begitu ya
- Bu ya. Semoga Allah berikan pahala yang
- berlipat bagi orang-orang yang bersabar
- atas ujian dan cobaan musibah yang
- diberikan. Amin. Insyaallah
- mudah-mudahan dikuatkan, Ibu. Ya, saya
- akan beralih ke pertanyaan berikutnya
- masih dari hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Saya memiliki tetangga yang
- kemudian menjadi teman dekat karena
- memang kerap bertemu dan berinteraksi.
- Namun, Ustazah, setiap kali bertemu dan
- berbicara ia selalu mengeluhkan banyak
- hal. Jadi sepertinya hidupnya itu ujian
- semua, Ustazah. Sebenarnya sebagai
- sahabat apa yang seharusnya kita
- sarankan? Karena rasanya sudah beribu
- kata sabar ya saya ucapkan kepada
- beliau. Namun tetap saja setiap kali
- ketemu ada lagi ujiannya, Ustazah. Apa
- yang harus saya sarankan kepada beliau,
- Ustazah? Terima kasih sebelumnya.
- Ya, memang sikap seseorang itu dalam
- menghadapi ujian, persoalan hidup itu
- kan kembali kepada ilmu yang dimiliki
- ya. Artinya coba deh diajak pengajian,
- diluaskan wawasannya, tqafahnya ya
- diberikan bacaan-bacaan buku. Kalau
- hanya sekedar nasehat ya mungkin masuk
- telinga kanan keluar telinga kiri ya.
- Ini kan masalah wawasan ya keilmuan ya.
- Jadi ajak pengajian kemudian ee mari yuk
- kita jadi artinya dampingilah ya
- biasanya orang-orang yang diberikan
- ujian itu ketika kita dampingi dengan ee
- apa namanya kajian-kajian ya
- mudah-mudahan ya dengan doa itu akan
- terisilah ya akan memahami bagaimana
- bentuk ujian nanti kan di situ nanti ada
- ada ee ilmu yang kita dapatkan misalnya
- jangan terlalu banyak mengeluh kalau
- mengeluh tuh nanti pahalanya hilang jadi
- orang yang jadi orang dalam menghadap
- Adapti, ujian dan cobaan itu ada empat,
- empat kategori nih. Ada empat kelompok,
- ada empat golongan. Orang yang ketika
- mendapatkan ujian atau musibah, sikapnya
- itu ada empat. Pertama, marah. Nah,
- orang yang ketika mendapatkan ujian
- cobaan musibah disikapi dengan marah, ya
- Allah, habis tuh semuanya tuh enggak
- dapat apa-apa. Yang ada apa itu bukannya
- ee kedekatan kepada Allah, cinta Allah,
- murka Allah yang dia dapat. Ngeluh aja
- itu ya. Nah, ini perlu disampaikan. ini
- kan bagian dari keilmuan juga ya. Jadi
- mensikapi dengan marah itu ee jauh
- hilang semua kebaikan-kebaikan ee dari
- dari yang Allah berikan. Ya kan tadi
- dalam hadis tadi ya, barang siapa yang
- rida dengan ujian yang Allah berikan,
- Allah rida dengannya. Jadi kita tahu
- bagaimana apakah Allah itu rida dengan
- kita ketika kita diberikan ujian itu
- tergantung kita menyikapi ujian
- tersebut. Kalau rida berarti Allah rida
- kepada kita. Nah, itu bisa disampaikan
- kepada beliau ini ya. Kemudian ee pensik
- terhadap ujian cobaan itu enggak marah
- sih ee tapi apa ya ee sabar ya sabar
- enggak marah sabar sudah sabar
- insyaallah ya sabar itu indas matil ula
- ketika benturan pertama insyaallah sabar
- sudah sabar tapi apakah kesabaran itu
- tingkat tertinggi ketika seseorang
- mendapatkan ujian cobaan manusia enggak
- sabar itu belum itu baru level du ya
- ketiga itu adalah rida.
- Itu kan rida itu di atas sabar ya. Dia
- rida dengan apapun yang Allah berikan.
- Nah, yang keempat itu adalah syukur.
- Masyaallah. Dapat ujian malah bersyukur
- gitu ya. Iya. Karena dengan ujian ini
- dia yakin, "Oh, Allah kasih cinta
- denganku. Oh, dengan ujian ini Allah
- ingin mengangkat derajatku. Oh, dengan
- ujian ini Allah ingin mengampuni
- dosaku." Ya Allah, terima kasih dengan
- ujian ini. Coba lihat ya. Nabi Ayub itu
- berat ujiannya ya. Anaknya semuanya
- meninggal, hartanya habis ya. Ya udah
- gitu dirinya pun sakit. Luar biasa
- sakitnya. Yang sehat itu hanya lisan dan
- hatinya aja yang yang sehat. Tapi lisan
- dan hatinya itu penuh dengan rasa
- syukur. Ketika istrinya menyuruh minta
- mintalah sembuh kesembuhan kepada Allah.
- Engkau kan nabi. Rasanya aku malu untuk
- minta sembuh kepada Allah. Allah telah
- berikan aku banyak bertahun-tahun
- kenikmatan sehat. Masa hanya dikasih
- ujian sekitar 17 tahun, 18 tahun ini
- minta langsung kesembuhan. rasanya
- kurang syukur. Kalau begitu ya, ini
- bahasa saya dalam arti beliau bersyukur
- ketika Allah berikan ujian cobaan gitu.
- Ini kan bentuk cinta Allah kepadanya.
- Nah, ini empat ini. Nah, kepada teman
- kita itu pertama ya ketika kita
- menyikapi saudara kita atau siapapun
- selalu ngeluh. Pertama kali sikap kita
- adalah jaga hati. Maksudnya gimana? Jaga
- hati kan kadang-kadang setan tuh
- menggoda ya tuh orang enggak sabar amat
- sih begitu aja udah ngeluh cuman segitu.
- Betul, Ustazak. Itu kan setan suka
- begitu ya. Setan tuh begitu tuh. Setan
- tuh berusaha untuk menggoda manusia tuh
- dengan cara seperti itu. Alah, segitu
- aja gua mah lebih berat dari itu. Enggak
- enggak ngeluh tuh kayak gitu. Jadi jaga
- hati, bersihkan hati kita dari menilai
- orang. Ya, kita tuh kan diciptakan Allah
- bukan untuk menilai orang. Khawatir
- nanti ada rasa sombong di hati kita. Ya,
- sombong itu kan artinya apa? Ee kalau
- sudah sombong tuh lah segitu aja. Nah,
- aku dong. Nah, itu kan setan. Itu
- sombong itu enggak akan mencumba surga
- kalau ada rasa kesombongan. Ya, itu satu
- ya. Jadi, kita mulai lihat diri kita,
- kemudian yang kedua, kita niatkan karena
- Allah untuk menghibur saudara kita itu.
- Ya, mudah-mudahan dengan ee niat ikhlas
- kita ingin membantunya ee memberikan ee
- solusinya, mudah-mudahan dia menyadari
- kekeliruannya. Dia tidak lagi mengeluh.
- Karena orang-orang yang mengeluh tuh
- enggak dapat apa-apa.
- udah dapat ujian, enggak dapat pahala,
- udah dapat ujian itu aja sudah berat ya,
- pahala pun enggak ada kan sayang ya
- rugi. Nah, kemudian di ee nasihati
- dengan keikhlasan ya, tidak ee dengan
- doa kepada Allah semoga diberikan ujian.
- Nah, kemudian ceritakan kisah-kisah atau
- kejadian-kejadian orang yang mendapatkan
- ujian yang lebih berat dari dia. Ya kan?
- kita kalau melihat orang yang ujiannya
- lebih berat kan kita merasa, "Ih, aku
- sih gini aja enggak enggak ada seberapa
- dengan dia, ya Allah dia kuat ya." Nah,
- begitu. Jadi kita ee kemukakan, kita
- gambarkan bagaimana ujian yang dialami
- oleh orang lain. Dan saya rasa ya ujian
- yang berat dan sangat amat terberat saat
- ini kita bisa lihat langsung dengan ee
- kacamata kita apa apalagi lihat media
- sosial tuh kejadian atau kisah kenyataan
- yang dialami saudara kita di Palestina
- itu berat banget, Mbak. He, ya Allah,
- dia punya negeri. Negerinya hancur. Wah,
- Allah enggak ada apa-apanya. Kemudian
- keluarganya juga syahid. Bisa jadi dia
- diaat terus di depan matanya musibah
- itu. Kemudian hidupnya juga susah,
- kekurangan air, kelaparan, ya Rabb. Tapi
- itu dia masih kuat, masih mengucapkan
- alhamdulillah Allah berikan ujiannya. Ya
- Allah, itu luar biasa ya. Jadi kita coba
- berempati gitu ya. Itu kalau kita
- merasakan ujian kayak gitu sudah kayak
- gimana lah kita ya. H ini ee
- mudah-mudahan dengan ee seperti ini
- saudara kita yang ee banyak ngeluh ini
- kita doakan mudah-mudahan diberikan
- kesabaran ya. Kita ajak ya kita enggak
- usah nyala-nyalahin deh kamu ngelum lulu
- nih gitu. Iya kita ya semoga sabar ya
- mudah-mudahan kita lihat. Jadi kita
- banyak bercerita atau dengerin kajian
- kan banyak tuh ee kajian-kajian yang
- temanya tentang kesabaran, bersyukur dan
- sebagainya. Semoga Allah bukakan pintu
- hati untuk kita semua insyaallah. Amin.
- Amin ya rabbal alamin. Baik. Diniatkan
- untuk menghibur kata Ustazah ya Bu ya.
- Saya akan lanjutkan ke pertanyaan
- berikutnya dari Ibu Yulia di Depok.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah Herlini
- Amra. Warahmatullahi wabarakatuh.
- Ustazah menampaknya pertanyaan saya ini
- mungkin kerap dipertanyakan ee dan
- sering. Namun saya ee ingin sekali ini
- mendengar pendapat Ustazah. Bagaimana
- membedakan k yang datang kepada kita ini
- adalah ujian atau ee atau hukuman atau
- azab yang Allah berikan karena dosa-dosa
- kita di masa lalu. Terima kasih.
- Hm. Jadi
- gini ketika kita melihat ujian ee
- menilai ya ujian yang menimpa diri kita,
- yang pertama kali yang harus kita miliki
- adalah husnudan.
- Ana abdi ya. Aku kan tergantung sangkaan
- hambaku kepadaku. Maka ketika Allah
- berikan kita ujian pertama kali itu dulu
- kepada Allah. Artinya jangan buruk
- sangka. Kalau buruk sangka memang benar
- begitu kan. Sesuai dengan seangkaan
- hamba. misalnya diberi ujian misalnya ee
- apalah sesuatu misalnya ujian berat apa
- ya tadi misalnya ee tidak hanya
- meninggal mungkin kecelakaan apalah ya
- atau terbakar atau apalah ujian-ujian
- kehilangan uang dan pokoknya bentuk
- ujian ketika Allah berikan kepada kita
- yang pertama dan utama kita berbaik
- sangka kepada Allah ya artinya tentu
- mengucapkan ee tentu istirja ya pertama
- ya innillahi wa inna ilaihi rojiun
- kemudian kita berbaik sangka kepada
- Allah ini pasti ada hikmahnya nih ya
- jadi jangan buruk sangka. Jangan sampai
- kita buruk sangkanya gini, kenapa sih
- ujian kayak begini amat susah. Mungkin
- ini azab kali ya dari Allah gitu ya.
- Yang sangkannya azab ya azablah gitu ya.
- Jadi jangan bersangka buruk kepada Allah
- ya. Itu satu ya pensik kita. Allah
- sayang sama kita ya. Ini adalah tanda
- cinta Allah. Nah itu satu. Kemudian yang
- kedua bagaimana kita tahu ini adalah
- tanda cinta Allah apa azab kan sudah ada
- tadi. Semakin ee apa?
- Innallah itu Allah itu ketika ahabal
- kaum mencintai seseorang itu diberikan
- ujian. Nah, jadi itu tanda cinta Allah.
- Kemudian kedua ee kita bisa tadi ee ya
- semoga Allah ampuni. Jadi tadi dalam
- rangka berbaik sangka dengan Allah tadi
- ya husnuzan Allah cinta nih sama kita,
- Allah sayang nih sama kita dan Allah
- ingin menghapuskan dosa-dosa kita. Nah
- kita yakinlah sebagai manusia hamba
- Allah enggak ada orang yang tidak
- berdosa. Pasti banyak dosa yang telah
- dilakukan. sengaja atau tidak sengaja,
- besar atau kecil. Nah, kita husnun-nutan
- tadi ya Allah ingin menghapuskan
- dosa-dosa kita. Ya Allah, ampuni
- dosa-dosaku. Nah, itu ya. Nah, jadi
- sekali lagi jangan
- pernah menyangka atau menduga bahwa
- ujian ini adalah azab yang Allah berikan
- kepada kita. Enggak. Azab itu ujian yang
- diberikan sebagai azab itu terhadap
- orang yang tidak beriman kepada Allah.
- He ya. Jadi misalnya ada musibah menimpa
- suatu daerah misalnya di daerah itu kan
- tidak hanya orang-orang yang kafir aja
- di situ kan pasti ada orang yang
- beriman. Mungkin ada juga ee banyak
- ulama-ulama di situ. Nah bagaimana kita
- mensikapinya? Apa kita katakan oh banyak
- dosa kali itu ya ulama ya azab. Maka di
- belum tahu itu. Jadi apa musibah yang
- menimpa manusia tergantung siapa manusia
- itu. Misalnya meninggal semua misalnya
- kalau dia orang kafir memang azab ya
- sudah gitu ya itu memang bencana itu
- azab. Tapi bagi orang yang beriman itu
- adalah ee bentuk ee syahid ya kan. Kalau
- meninggalnya dalam kondisi itu kan jadi
- syahid. Kalau dia karena Allah ya dia
- seorang ulama ya. Jadi artinya
- meninggalnya baik kan ee syahid itu kan
- enggak tergantung daripada ini ya amalan
- yang apa ee kondisi e dia bagaimana
- meninggalnya kan yaitu bagaimana amalnya
- yang terakhir gitu ya. Jadi bisa jadi
- itu adalah sebagai mati syahid ya
- syuhada ya walaupun ee dalam bencana
- gitu ya. Ya seperti tadi ya di apa di
- Gaza tuh dihancurin gedungnya itu terus
- kemudian yang banyak ya banyak meninggal
- itu Sid. Nah, kalau misalnya menimpa
- kita bencana itu ya kita ee enggak
- sampai syahid ya maksudnya mungkin ee
- ujianlah yang menimpa kita ya. Kita tadi
- yakin bahwa Allah ingin menghapuskan
- dosa kita kemudian Allah ingin ee
- mengangkat derajat kita dan jangan sama
- sekali menduga atau menyangka ini adalah
- azab dan tidak ada. Tidak ya. Jadi ini
- adalah bentuk cinta Allah kepada kita
- dan kita ingin diberikan tempat yang
- sangat mulia nantinya di ee jannah gitu
- ya. Jadi semua tergantung pensik kita.
- Jangan jangka buruk. Jangan menyangka
- yang buruk kepada Allah. Iya. Baiknya
- nampaknya pertanyaan dari Ibu Yulia
- mengakhiri sesi tanya dan jawab untuk
- edisi siang hari ini. Kiranya sebelum
- ditutup kesimpulan kita Ustazah tafadul.
- I pendengar yang dirahmati Allah, hidup
- ini adalah ujian.
- Hidup ini adalah cobaan ya. Takdirnya
- seorang mukmin ataupun manusia itu
- adalah mendapatkan dan merasakan ujian
- dari Allah. Maka oleh karena itu, mari
- kita ee berbenah ya. Mari kita ee
- memberikan yang terbaik untuk masa depan
- hidup kita dengan membekali dengan
- keimanan, dengan semangat, dengan usaha
- dan dengan ee husnuzan kepada Allah.
- Berprasangka baik kepada Allah. tidak
- ada. Allah menciptakan semua itu dengan
- sia-sia. Maka setiap apapun yang Allah
- berikan kepada kita, maka ucapan kita
- adalah hasbiallahu la ilahailla hua
- alaihi tawakaltu wahuaul arsyilim.
- Semoga kita ditempatkan di tempat yang
- tinggi derajatnya dan kemudian bisa
- melihat wajah Allah yang agung yang
- mulia. Astagfirullah wakum.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Ikhwan dan
- akhwat telah kita ikuti bersama kajian
- pada siang hari ini fikih wanita bersama
- Ustazah Harini Amran dengan tema Kenapa
- aku diuji ya Allah. Jadi seperti yang
- selalu ditekankan oleh guru kita bahwa
- tiada yang hadir di dalam kehidupan kita
- yang datang dari Allah adalah kebaikan.
- Baik dan buruk kadang-kadang itu adalah
- label yang manusia sendiri ee sematkan
- di dalam kejadian tersebut. Karena yang
- mengerti maksudnya hanya sang pencipta
- yaitu Allah Subhanahu wa taala. Baik
- ikhwan dan akhwat yang bertugas pada
- hari ini. Saya Karolin juga didampingi
- Ondi dan Algi kami ucapkan terima kasih
- atas ee urun dan ee kesertaan ikhwan dan
- akhwat yang mengikuti acara ini dari
- awal hingga akhir. Mudah-mudahan
- bermanfaat besar. Kami tutup dengan doa
- karatul masjid. Subhanaka Allahumma
- wabihamdika asadu alla ila anta
- astagfiruka wa atubu ilaik. Wabillahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.