Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:15 Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. Apa kabar, Bang? 0:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:22 wabarakatuh. 0:24 Aduh, mantap. Ini pagi penuh berkah. 0:27 Insyaallah pagi hari ini nampaknya 0:30 nampaknya hari terakhir ee apa ya ee 0:35 ultimatum dari seorang yang bernama 0:37 Donald Trump. Nah, banyak orang bilang 0:40 ini orang lagi galau ya tapi pocoh-pocoo 0:43 putusannya. Serangan darah tidak tah 0:46 F15E-nya sudah hancur juga beberapa 0:50 helikopter dua dan juga pesawat C130 0:54 yang besar kali itu juga hancur di Iran. 0:57 Nampaknya akan menjadi cerita lain kan 0:59 ini barang dagangan yang menjadi sorotan 1:02 langsung Kanada menyetop apa ordernya 1:06 untuk norat di sana juga berbagai kisah 1:10 dari pergolakan ini akan berubah ee 1:13 cerita di muka bumi. Bahkan di Indonesia 1:17 sudah langsung itu apa namanya ee 1:20 melorot dia punya APBN kita. Apa yang 1:23 terjadi pula di Indonesia? Kenapa kita 1:26 tidak berani menaikkan harga BBM seperti 1:29 usulan para tokoh bahkan lebih berani 1:32 untuk berjibaku dengan APBN yang minus 1:35 tersebut? Itu mungkin yang bisa 1:38 diingatkan dari berita-berita yang 1:41 berseliwuran di pagi hari ini. Mungkin 1:43 ada pula yang Bang Ihsanuddin Nursi 1:45 ingin sampaikan ya. Karena 240 triliun 1:49 ini minusnya lumayan juga ini. Ah, belum 1:52 lagi PHK. Sebentar lagi 3 [berdehem] 1:54 bulan lagi kata bos buruh ini mengatakan 1:58 baru-baru ini. Hm. Silakan Bang 2:01 Ihsanuddin Nursi. Apa yang akan 2:03 diingatkan dari pergolakan? Berubahkah 2:06 dunia? Apa akan terjadi? Nampaknya. Oh, 2:09 nampaknya. Silakan mungkin lebih luas 2:12 lagi dari balik berita-berita yang ada. 2:15 Tafadal, Bang. 2:15 Terima kasih. Bismillahirrahmanirrahim. 2:18 Asalamualaikum warahmatullah 2:21 wabarakatuh. 2:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:23 wabarakatuh. 2:24 Alhamdulillahiabbil alamin wasalam alat 2:28 mursalim. Allahum sayidina Muhammad 2:33 subhanakaidna 2:44 eh kita masuk dulu ke 2:48 hari 2:51 307 2:53 hari. Iya. Hari 2:56 37 hari. 2:59 37 hari istilah saya 3:03 ee Amerika dan Israel memeran Iran. 3:07 He. 3:07 J. Jadi jangan bilang jangan bilang ini 3:10 konflik jangan bilang. 3:11 Oh iya serangan. Menyerang. 3:13 Ini adalah 3:14 amis. Bu amis. 3:16 Kalimatnya harus jelas. 3:17 He he. 3:18 Kalimatnya jelas. Inilah adalah agresi 3:21 ee [berdehem] 3:24 agresi Amerika dan Israel terhadap Iran 3:27 ee selama 37 hari yang hasilnya 3:31 h 3:32 USS Abraham L. Col USS Geral Cord F35 3:37 Black Hawk dan beberapa kekuatan Amerika 3:42 eh beberapa pangkalan Amerika di 3:46 Bahrain, Arab Saudi, di beberapa tempat 3:50 lainnya dihancurkan oleh Irak. 3:54 ee ini 3:56 membuktikan bahwa kecanggihan 3:59 alat pertah sistem pertahanan 4:03 alat sistem pertahanan yang dimiliki 4:06 oleh ee Amerika ternyata mampu 4:09 dikalahkan oleh Iran. 4:12 Ee dalam bahasa yang lain 4:15 ee perang 4:17 kecanggihan militer 4:19 ini yang dibeli oleh Amerika ternyata 4:23 ee berhasil dirontokkan oleh Iran. 4:25 H 4:26 ee citra yang diteliti bahwa Amerika 4:29 punya kekuatan militer yang luar biasa 4:32 berhasilkan, 4:35 hancurkan. H 4:37 karena ini bukan cuma sekedar perang 4:39 biasa, ini perang menyangkut juga soal 4:42 kedirgantaraan. 4:44 Hm. menyangkut 4:46 kecanggihan 4:48 ee bagaimana satelit bekerja 4:51 menginformasikan kepada setiap rudal, 4:54 menginformasikan kepada ee kapal induk, 4:58 menginformasikan kepada jet tempur 5:01 ee tentang satu lokasi, tentang 5:05 ketepatan lokasi 5:07 dan ternyata ee Iran mendapatkan 5:12 sokongan luar biasa. Hm. 5:15 dari kecanggihan satelit yang dimiliki 5:18 oleh 5:20 ee Rusia dan Cina, 5:22 Cina. 5:23 He. [berdehem] 5:24 Sehingga seluruh serangannya demikian 5:27 rupa 5:28 ee menengenai sasaran. Jadi bukan cuma 5:31 sekedar menavigasi dari rudal ee bicara 5:35 tentang jarak, 5:37 tapi bicara juga kecepatan dan 5:39 ketepatan. 5:41 H dan kemampuan menghindar dari sistem 5:44 radar. Oh, itu yang dahsyat. 5:46 Sehingga hampir serangan 95% 5:50 ee mengenai sasaran. 5:52 Dari perspektif ini sesungguhnya 5:55 dia telah melahirkan 5:58 luruhnya semangat para pejuang ee 6:01 Amerika, para tentara Amerika. 6:03 Tapi makin kokohnya perjuangan 6:07 para 6:08 tentara Iran. 6:10 H 6:10 mereka berteriak Allahu Akbar sambil 6:13 membaca ayat dan kemudian 6:18 senjata meluncur 6:19 hm 6:19 belur meluncur menuju Sasarang. 6:23 Nah, dari situ 6:25 motif perang menjadi penting. 6:28 I 6:28 ketika Alut sista tidak lagi menjamin, 6:31 tapi kemudian semangat daya juang 6:33 menjadi penentu, maka motif perang 6:35 menjadi menjadi kata kunci. 6:38 itu yang saya sebut ee kecanggihan 6:41 militer tidak menjamin Anda berhasil 6:44 memenangkan. 6:45 Apalagi Iran terus berhasil menggunakan 6:48 Selat Hormus sebagai senjata untuk 6:51 memukul 6:53 enam negara yang sangat tergantung pada 6:56 Selat Hormus. Dan enam negara ini 6:58 terak-terak luar biasa kepada 7:01 tuannya dalam tanda petik 7:04 agar tuannya bertindak membantu mereka 7:07 mengatasi Selat Ormus. Maka keluar 7:10 ultimatum. Ultimatumnya pun akan ada 7:13 serangan kepada Iran. 7:15 Sehingga Iran akan kembali menjadi zaman 7:17 batu. 7:19 Hm. 7:20 Dan yang paling menarik lagi gitu ya, 7:23 serangan ini bukan cuma sekedar 7:25 serangan itu, tapi serangan yang sangat 7:27 amat keras, sangat amat ekstrem kerasu. 7:32 [berdehem] 7:33 Sehingga El Barade mengingatkan kepada 7:38 berbagai kalangan Elb Barade adalah ahli 7:41 atom yang menerima Nobel Perdamaian agar 7:44 Trump diingatkan oleh Dewan Keamanan 7:46 PBB. RAM diingatkan oleh berbagai 7:49 karangan h 7:50 agar tidak melakukan tindakan yang di 7:53 luar dugaan karena ultimatum-ultimatum. 7:57 Nah, ultimatumnya bagi banyak kalangan 7:59 diduga akan menggunakan nuklir. 8:01 Oh. 8:01 Dan kalau nuklir digunakan, nah 8:05 habis 8:05 muncul sudah 8:07 habis [berdehem] sudah pertarungan 8:08 kira-kiraan. He. 8:09 Nah, ee di sana semua pihak bersiap-siap 8:13 menghadapi ultimatum Trump yang katanya 8:16 tinggal 10 jam lagi. 8:17 Hm. 8:19 Karena dihitung dari mulai sekarang ini 8:21 Selasa pagi. 8:22 Iya. 8:23 Berarti di sana sudah mulai Senin malam. 8:25 Malam. Senin malam. 8:27 H. Hitungannya memang tinggal beberapa 8:29 karena hari Selasa ini adalah penentuan 8:32 penentuan terakhir 8:33 Selasa Amerika. 8:35 Ya, jadi ee Selasa jadi pergantian ke 8:38 hari Rabu adalah batas akhir 8:40 dan kalau Selasa Rusum tetap tidak 8:41 dibuka, 8:42 Amerika akan menyerang habis-habisan. 8:45 Yang menarik adalah hingga hari ini 8:47 kongres tetap tidak mencairkan 8:49 permintaan 8:51 ee 8:52 dana 200 miliar 8:54 seingga Iran kuring-uringan. He. 8:56 Dan yang menarik lagi suasana domestik 9:00 Amerika, 9:00 suasana politik Amerika 9:03 dan Israel 9:04 itu 9:05 dan Israel makin kacau balau. 9:08 Makin kacau balau. Walaupun ada sebagian 9:11 pendukung Amerika, pendukung Israel 9:13 menyatakan demo diesota yang menggunakan 9:16 8 juta orang itu tidak merupa tidak 9:18 tidak merupakan gambaran dukungan 9:21 terhadap Trump. Tapi dia lupa bahwa 9:23 ternyata dukungan terhadap perang, 9:27 dukungan terhadap perang yang dilakukan 9:28 oleh Trump bahkan terhadap ee nyetanyahu 9:33 itu makin merosot, makin hilang dukungan 9:36 moral gitu. 9:38 H. Jadi kalau pakai angka-angka yang 9:40 yang itu makin tipis dukungan terhadap 9:43 dan itu yang membuat Partai Republik 9:46 makin khawatir dengan pemilu selang 9:49 bulan November nanti. He. 9:51 Dan di situ makin ketakutan kalau sampai 9:53 nanti pemilu salahnya kalah. Ee seperti 9:56 yang pernah kita sampaikan ada ancaman 9:59 terhadap Trump untuk dihimpit untuk 10:02 dimakjulkan. He. 10:03 Nah, mereka enggak berani. Ahah. Itu 10:05 suasana internasional begitu. suasana 10:08 domen 10:09 tapi punya dampak ekonomi. 10:11 Dampak ekonominya karena 20% minyak 10:14 leopat selata hormus terkenallah semua 10:18 negara. 10:20 Semua negara terkenal 10:22 termasuk Indonesia. 10:24 Nah, [berdehem] 10:26 iya 10:27 dampaknya menjadi industri terganggu, 10:30 moneter terganggu, 10:31 PHK depan mata, 10:32 fiskal terganggu. 10:33 Fiskal terganggu 10:34 dan 10:36 janji 10:37 hm 10:38 harga gas yang rendah, lower price untuk 10:42 gas katanya itu yang kemudian di 10:44 dipakai senjata oleh Demokrat di Amerika 10:48 itu adalah omong kosong. 10:50 Hm. janji bahwa kemampuan mengendalikan 10:54 inflasi dengan harga lebih rendah juga 10:58 tidak terbukti. Janji konflik untuk 11:00 lebih damai 11:02 dan kemudian karena menggunakan ice 11:05 ternyata lebih berantakan menggunakan 11:07 kekuatan militer untuk menertibkan sipil 11:10 istilah mereka begitu 11:11 itu mungkin berantakan. 11:13 Nah, kalau situasinya begitu 11:16 berarti perekonomian dunia memang 11:19 melambat. 11:22 perekonomian dunia memang melambat 11:25 ee 11:27 dan kalau per lambat berarti inflasi 11:29 akan naik dan itu berarti negara seperti 11:32 Indonesia 11:34 yang rentan moneter, rentan fiskal, dan 11:37 rentan sektorialnya 11:39 tidak bisa mengedar. Pasti ada 11:40 dampaknya. 11:42 He. 11:43 Muncul sebagian orang mengatakan 11:45 jangan ee meningkatkan defisit gitu. 11:50 lebih baik naikkan harga BBM gitu kan. 11:52 Heeh. 11:53 Memang BBM BBM non subsidi akan naik. 11:58 Iya. 11:58 Sudah pasti naik BBM subsidi 12:00 itu otomatis. 12:01 Tapi itu otomatis. Tapi yang non subsidi 12:05 mereka menjamin untuk tidak naik 12:07 minimal sampai dengan 2 bulan. 12:09 Tapi tidak menjamin masalah 12:10 kelangkaannya gitu. [berdehem] 12:12 Oh iya. Mereka tegas-tegas Purbaya 12:15 menyatakan ini persoalan ketersediaan. 12:18 Lalu saya melanjutkan. Iya. 12:20 Tapi problemnya adalah soal 12:22 keterjangkauan. 12:23 H. 12:24 Nah, mereka mengakui problemnya memang 12:27 akhirnya konsepnya bukan kemandirian 12:29 energi 12:30 seperti yang mereka tulis dalam Asta 12:31 Cita 2. 12:33 Tapi terbukti Indonesia masih 12:35 problematik besar dalam persoalan 12:38 ketahanan energi. 12:40 Ketahanan energi itu adalah soal 12:43 tersedianya satu barang publik. 12:46 Entah didapat dari mana terserah yang 12:48 penting tersedia dan terjangkau dengan 12:50 kualitas yang baik dan bisa diterima dan 12:52 bisa diakses. Itu konsep ee 12:56 ketahanan energi. 12:57 Sementara kalau ter kemandirian itu 13:00 kemampuan menyediakan sendiri. 13:02 [berdehem] 13:03 Hm. 13:03 Kalau konsepnya kata-katanya 13:06 kata-katanya kemandirian energi maka 13:08 [berdehem] 13:09 perangkali ini membuktikan seluruh asta 13:11 cita rontok. [tertawa] 13:13 [mendengus] 13:14 seluruh asta cita rontok. Jadi ee 13:17 kasihan sebenarnya belum sampai 2 tahun 13:19 asta citanya rontok total kayak gitu. 13:23 Kecuali [berdehem] pangan 13:25 pangan pun kita sudah ribut sekarang 13:27 karena kedelai sudah naik harganya. 13:30 He [berdehem] 13:30 bungkil kedelai juga sudah naik. 13:33 Hm. 13:33 Oang putih bakal naik gitu. 13:36 [batuk] 13:37 [berdehem] 13:37 E kita belum dengar bagaimana gula. 13:40 Oh, tapi pal itu naik. [berdehem] 13:44 Iya. 13:45 Eh, yang pasti orang sudah ribut soal 13:47 harga plastik, harga kedelai, 13:49 hari-hari, 13:50 harga bungkil delay, 13:51 orang hari-hari sudah mulai naik. 13:53 Semua barang sudah bergerak naik. Apa 13:56 poinnya? 13:58 Seperti selalu saya sampaikan di Rasil, 14:00 pemerintah tidak akan mampu melahirkan 14:03 apa yang disebut dengan stabilitas 14:05 harga. Bukan hanya stabilitas nilai 14:07 tukar, tapi stabilitas harga. BI gagal 14:10 menjan stabilitas nilai tukar ya. 14:14 Ya, akibatnya dampaknya stabilitas harga 14:16 tidak ada. Itu bukti bahwa sesungguhnya 14:19 perekonomian Indonesia selalu dirundung 14:22 ketidakpastian. 14:24 Dirundung ketidakpastian sejak era 14:27 sampai dengan sekarang. Itu berarti 14:29 ekonomi Indonesia selalu dalam 14:31 kegelapan. Kalau kita selalu dalam 14:33 kegelapan itu berarti kita sedang 14:35 menerapkan sistem zulumat. 14:37 Iya. Iya. 14:43 Hm. [tertawa] 14:45 Jadi dari keterangan menuju ke kegelapan 14:49 dan itu dari Soeharto sampai sekarang 14:51 berjalan kayak gitu. Artinya 14:53 sesungguhnya 14:55 seperti semalam saya sampaikan di sebuah 14:57 stasiun TV swasta 14:59 mestinya ini momentum kita memperbaiki 15:03 fundak mental perekonomian. 15:07 Sehingga ini momentum kita memegang 15:09 sumpah jabatan 15:11 bahwa kita bertindak untuk dan atas nama 15:14 konstitusi demi tegaknya harkat martabat 15:16 bangsa. 15:18 Oh, bagaimana soal energi? Ya, dalam 15:21 jangka pendek kita masih tetap masih 15:23 tetap tergantung. Tapi berdayakan anak 15:26 bangsa yang bisa memproduk energi dari 15:29 hasil sampah gitu. 15:31 Ini 15:31 karena sudah berbagai kalangan, 15:33 berbagai kalangan sudah membuktikan anak 15:36 bangsa ini berhasil membuat energi dari 15:39 sampah gitu. Cuma problematiknya 15:41 birokrasinya enggak karu-karuan gitu. 15:44 bahkan terkadang ter terkang 15:48 terkesan menyulitkan gitu. 15:50 Iya. 15:51 Sisi lain perguruan tingginya juga tidak 15:54 menunjukkan sebuah inovasi. Ada 15:56 keinginan untuk inovasi malah mencuri 15:58 gagas dan kreatif temuan anak-anak sipil 16:00 lain gitu. 16:02 Saya enggak usah suur guruan tingginya 16:04 mana gitu ya. Tapi begitu faktanya. 16:06 Iya. 16:07 Enggak. Ini ini problematik serius. H 16:09 problematik serius di semua lini 16:11 kehidupan karena kita dalam kegelapan. 16:13 Sehingga sesuatu yang menjamin memberi 16:16 pencerahan, yang memberikan keterangan, 16:19 yang memberikan cahaya gitu ya, itu 16:21 ditutup oleh perilaku kegelapan tadi. 16:24 Jadi ketika kita bilang ee 16:28 bagaimana yang hak akan menyingkirkan 16:30 yang batil, di Indonesia hampir 16:32 rata-rata yang batil itu menyingkirkan 16:34 yang hak gitu. [tertawa] 16:38 itu bukti yang paling nyata gitu. Nah, 16:40 ee lalu kalau ada cerita tentang 16:43 bagaimana 16:45 ee defisit akan dia melampaui tiga, 16:48 yaitu karena dampak tadi karena tidak 16:50 mau tidak mau naikin harga ee harga BBM 16:55 ee subsidi gitu yang mestinya 16:58 dibayangkan itu begitu begitu. Nah, saya 17:00 menyebut semalam 17:02 ada tiga masalah besar kalau kita lari 17:04 ke dalam Indonesia. bagaimana dampak 17:06 monetor, bagaimana dampak fiskal, 17:08 bagaimana dampak sektoril. Kalangan 17:10 duruh sektoril sudah menyatakan akan ada 17:13 PHK. Itu sektoril berarti terkena keras 17:16 gitu ya. Itu berarti ee data BPS ee yang 17:21 menunjukkan bahwa telah terjadi 17:23 penurunan kemiskinan dan penurunan 17:26 penurunan angka gini rasio dari aspek 17:28 pengeluaran menjadi sekedar angka-angka 17:30 yang tidak cocok dengan realita gitu. 17:33 [tertawa] 17:34 Iya. Iya, paradoks ya. Karena ee angka 17:37 data IQ pun yang baru dirilis ini kita 17:40 ini juara ke-10 dari bawah ya, dari 146 17:44 negara ya. Luar biasa. Apakah makan yang 17:48 sekarang ini meningkatkan IQ atau 17:50 mungkin karena ya zaman ketika dipimpin 17:53 oleh tuh Rasulullah pernah menyatakan 17:56 itu ee sedang terjadi atau macam mana, 17:59 Bang? Karena kan orang nih kalau stres 18:02 mulu akhirnya bersandar kepada 18:03 nubuat-nubuwat itu. Bagaimana, Bang? 18:06 Nah, kalau [berdehem] kalau kalau saya 18:09 ee rasanya 18:12 saya bersama 18:14 Rasil tepatnya bersama Ihsan Thalib. 18:17 Setiap kali bicara tentang pentingnya 18:20 ee 18:22 mengembalikan 18:24 h 18:24 ee peta jalan pendidikan Indonesia. Nah, 18:28 itu 18:29 ee 18:31 baik di pesantren maupun di sekolah umum 18:36 dan mengembalikan peta jalan di 18:38 Indonesia itu salah satu kuncinya adalah 18:40 kita memang bukan negara agama tapi kita 18:43 negara beragama. 18:47 Artinya tidak mungkin kita sepenuhnya 18:50 menjadi negara sekuler. 18:52 Nah, Indonesia bangga betul beberapa 18:54 tokoh partai politiknya menjadikan 18:57 Indonesia sebagai negara sekuler. 18:59 H 19:00 di situ justru kalau kita lihat Iran 19:02 perang bagaimana Iran diperangi gitu ya. 19:05 Betul. Betul. Betul. 19:06 [berdehem][batuk] 19:07 Iran itu membuktikan bahwa ketika 19:09 negaranya bukan menjadi negara sekuler, 19:12 negaranya yang terbebas dari sistem 19:14 dolar, 19:15 negaranya terbebas dari sistem s, 19:18 negaranya terbebas dari sistem 19:19 perdagangan yang dibangun oleh 19:21 Washington yang dibangun oleh London 19:23 gitu, [berdehem] 19:26 dibangun oleh namanya Brussel. 19:29 Dia justru bisa tampil sebagai negara 19:31 yang pemimpin-pemimpinnya sederhana 19:33 begitu, Dok. 19:35 Iya. Yang pemimpin-pemimpin sederhana 19:37 begitu 19:37 sangat 19:37 itu mengindikasikan bahwa 19:40 ee keluar dari sistem kegelapan, keluar 19:43 dari sistem ketidakpastian itu menjadi 19:45 sebuah keniscayaan, menjadi sebuah 19:47 keharusan. 19:49 Sebenarnya pembelajaran mahal dari Iran 19:51 bagi bangsa Indonesia yang mayoritas 19:53 Islam gitu ya, itu mestinya membuka mata 19:56 mata hati mereka, 19:57 membuka mata pikiran mereka. 20:00 Mata hati dibuka, mata pikiran dibuka. 20:03 pendengaran kalbu dibuka, pendengaran 20:06 pikiran dibuka sehingga 20:08 tindakan-tindakan kita betul-betul 20:09 tindakan-tindakan yang menyadarkan bahwa 20:11 kita mesti mesti keluar dari sistem yang 20:14 hampir saya menyebut semalam 20:16 hampir 60 tahun 64 tahun lebih 20:20 kita selalu dalam kegelapan. 20:22 Dan anehnya 20:22 64 tahun lebih kita dalam kegelapan, 20:24 Bang. Anehnya Iran itu berharap juga 20:27 Indonesia dengan 270 juta rakyat ini kan 20:30 cuma 90 juta menjadi sebuah pionir yang 20:34 nampaknya tidak pernah dimanfaatkan 20:35 gedoran itu secara kencang di muka PBB 20:39 ataupun di dalam peran aktif di dunia. 20:42 Banyak diplomatik. 20:43 Nah, itu bukan soal 20:44 Iya, silakan. 20:45 Itu bukan soal jumlah akhirnya 20:48 bukan perbandingan R0 juta dengan 200 20:51 ee 70 juta gitu. Bukan soal itu gitu. 20:54 Bukan soal bukan soal akhirnya Indonesia 20:58 yang 85% dari 282 juta 21:02 adalah umat Islam. Akhirnya bukan soal 21:03 jumlah 21:04 i 21:04 tapi soal bagaimana 21:06 Anda tidak menjalankan kehidupan yang 21:09 didasarkan atas 21:12 didasarkan atas 21:14 Quran 21:14 Allah dan Rasul-Nya yang akan memerangi. 21:17 Berbangga-bangga dengan kelompoknya pula 21:19 repot. [berdehem] 21:20 Nah, ditambah lagi dengan 21:22 berbangga-bangga dengan kelompok gitu 21:23 ya. Heeh. He 21:24 ee dan merasa betul kelompoknya lebih 21:27 hebat. Nah, padahal tetap aja sistem 21:29 riba dijalankan gitu. 21:31 Nah, itu jadi kalau kita ngambil 21:34 struktur ee bagaimana era makiah dan era 21:38 madani dari modal sosial ke modal 21:41 politik, 21:42 dari modal politik ke modal ekonomi, 21:44 dari modal ekonomi ke modal peradaban 21:46 yang sekarang ini seluruh modal tadi 21:49 dijahit dengan kekuatan modal digital 21:51 gitu. Maka sesungguhnya kalau kita 21:56 diguet oleh pertanyaan tadi gitu, kenapa 21:58 umat itu mesti mestinya kita ngelihat 22:01 modal sosial kita berantakan. Nah, 22:02 ketika kita bilang modal sosial 22:04 berantakan, kita lihat unsur modal 22:06 sosialnya apa. 22:08 Dari mulai sistem nilai, dari sistem 22:11 komitmen, dari sistem kepercayaan gitu 22:13 ya. Sist sistem kejujuran, 22:16 dari sistem silaturahim gitu sampai yang 22:19 terakhir sistem kepemimpinan. Ini kan 22:21 lucu rusak semua. 22:23 Masa kita mesti beli mobil dari India 22:26 gitu kan lucu-lucuan juga. Ini motor 22:28 lagi bentar lagi mobil listrik itu pada 22:30 ke mana pikirannya? Kan pabriknya di 22:33 sini banyak gitu. H maunya murah tapi 22:36 gimana mungkin dokter andu bisa bilang. 22:40 Jadi jadi artinya ketika keinginan beli 22:42 mobil dari India, beli motor dari 22:45 dengan kayak gitu 22:46 itu karena orientasinya begitu Mas. 22:49 orientasi berpikirnya bukan dalam rangka 22:51 menahan diri, dalam rangka memberdayakan 22:54 bangsa sendiri gitu ya, 22:56 tapi lebih suka menjadi bangsa konsumtif 22:59 yang kemudian isinya 23:01 h 23:02 melemahkan bangsa sendiri dan 23:04 dan kemudian kita tidak berdaya sebagai 23:06 pasar. Ee Cina, nah ini pindah sekarang 23:09 ke Cina. 23:09 Lanjut. 23:10 Cina 23:12 itu memberdayakan bangsanya dalam tiga 23:14 pendekatan. 23:16 negeri dengan negeri dengan IQ tertinggi 23:19 di dunia di antaranya lima besar. 23:22 Jadi ee [berdehem] pendekatan pertama 23:24 pendekatan market base namanya. 23:25 Pendekatan berbasis pasar. 1,4 miliar 23:31 jiwa 23:32 h 23:33 diberdayakan sebagai kekuatan pasar dan 23:34 kekuatan pasar itu dia jadikan sebagai 23:36 posisi daya tawar. Oh, itu market base. 23:39 Tapi juga digunakan sumber daya ee 23:42 pendekatan sumber daya apa? Sumber 23:44 dayanya mineral rever, 23:46 infrastruktur 23:48 itu dia berdayakan. 23:49 Dia di berdayakan juga sebagai 23:51 industrinya industrial based approach 23:53 namanya. Jadi tiga-tiganya diberdayakan 23:55 oleh Cina. 23:56 Cina memberdayakan resources based 23:58 approach, pendekatan berbasis sumber 24:01 daya, pendekatan berbasis industri, 24:04 pendekatan berbasis pasar. Dan ketika 24:07 negara betul-betul memisahkan dengan 24:09 jelas mana hajat hidup orang banyak, 24:12 mana kemudian yang isinya adalah 24:14 komersial, maka rakyatnya didorong juga 24:17 untuk menjadi entrepreneur. 24:20 Ah, maka tadi keluar kalimat dia punya 24:23 kecerdasan yang cukup tinggi. 24:25 H 24:26 kita kan enggak. Kultur kita dalam 24:27 kultur pendidikan adalah kultur menjadi 24:29 pekerja, 24:30 hm. 24:30 Kultur menjadi aparat su negara atau 24:32 kultur menjadi guru gitu. Ini pula 24:35 mungkin yang harv survei, Bang. Karena 24:38 masyarakat kita sedemikian gayub 24:41 terjebak pada rutinitas atau 24:43 kesejahteraan. Jadi kita tuh walaupun 24:45 kayak begini, mereka menyebut negara 24:49 paling bahagia di dunia ini kan 24:51 lucu-lucuan lagi nih. Apa karena 24:54 survei jebakan atau macam manamana, 24:56 Bang? [berdehem] 24:57 Ee ya kita selalu diangkat-angkat 25:00 berbahagia padahal di dalamnya kita 25:02 punya kerentan. Kita dalam penderitaan. 25:04 Hm. H 25:04 itu kan kata kebahagiaan yang ada di 25:07 situ bertabrakan dengan kenyataan bahwa 25:09 Indonesia dalam posisi dijajah 25:12 ee tanpa disadari oleh 25:15 oleh mereka dan karena itu di di 25:17 disodorkan, dininak bobohkan bahwa Anda 25:19 adalah negara paling bahagia gitu. 25:21 Ee dan padahal Anda terus-menerus dalam 25:24 keributan, Anda terus-menerus dalam 25:26 posisi 25:27 krisis kepercayaan publik gitu. 25:29 He. 25:30 Kerja sama publiknya aja rendah. Apa 25:31 indikator kerja sama publiknya rendah? 25:34 bisa lihat tingkat kemacetan 25:36 di jalanan motor sampah di mana-mana 25:39 [tertawa] 25:39 saya capek mengutin sampah gitu kan 25:43 itu menggambarkan disiplin disiplin 25:45 sosialnya rendah modal sosialnya 25:47 berantakan gitu kan 25:49 ada lagi yang tukang lempar sampah di 25:51 jembatan lagi. Aduh kelakuan salah 25:53 pendidikan gimana? 25:56 Nah [tertawa] itu itu semua yang kita 25:57 selalu risaukan [berdehem] gitu. Jadi 25:59 obrolan kita pagi ini sesungguhnya 26:01 menggambarkan betapa modal sosial kita 26:04 dulu hantak karena kita menggunakan satu 26:07 sistem konstitusi yang salah. 26:09 H 26:09 dan itu basisnya adalah sekuler. Kita 26:12 bangga dengan menggunakan istilah 26:13 demokrasi liberal. Padahal itu adalah 26:15 ilusi 26:16 tentang harkat martabat manusia. Bahwa 26:18 harkat martabat manusia tidak bisa 26:19 dicapai dengan liberalisme. 26:21 Herk martabat manusia tidak bisa dicapai 26:23 dengan materialisme. Herkat martabat 26:25 manusia tidak bisa dicapai. Gagal bahkan 26:27 dicapai. H 26:28 melalui sekularisme dan itu 26:30 diperlihatkan betul di Amerika. 26:32 H 26:33 mereka gagal mencapai itu semua. Dan 26:34 sekarang Iran menunjukkan yang 26:36 sebaliknya mereka sukses meninggalkan 26:38 sekeliarisme, mereka sukses meninggalkan 26:40 materialisme, mereka sukses meninggalkan 26:43 liberalisme dan tampil sebagai pemenang. 26:45 Ah, jadi ada dua contoh sebenarnya dan 26:48 kita selama 64 tahun 26:50 mencontoh Amerika habis-habisan. Bahkan 26:52 lebih dari itu kita mencontohnya 26:53 bukan hanya mencontoh 26:54 dan kemudian kita menjadi bangsa yang 26:55 begitu rentan gitu. [tertawa] 26:58 itu yang kita yang sedang hadapi. Nah, 27:01 ee jadi pembelajaran mahalnya misalnya 27:03 pada pada [berdehem] 27:04 seperti saya sampaikan pada beberapa 27:06 tipis swasta gitu secara moneter 27:11 kita dapat tekanan eksternal. 27:13 Oh, 27:13 kita merujuk selalu pada federal riserve 27:15 h 27:16 tingkat suku bunga fet gitu, 27:18 nilai dolar gitu kan. 27:20 Nah, ini 27:20 sehingga kita kita larinya ke sana gitu 27:23 kita ditekan oleh dan itu menjadi 27:25 rujukan utama. He. 27:27 Dampak dari situ kena ke fiskal. 27:29 Fiskalnya karena ke karena kemudian itu 27:32 utang utang jebakannya luar biasa. 27:33 Jebakan 27:34 luar biasa naiknya dolar langsung naik 27:35 utangnya 27:36 langsung kena. Nah, di situ kena lagi 27:39 dengan namanya kemampuan pajak yang 27:40 rendah. Kenapa? Karena orang tidak ingin 27:42 membayar pajak disebabkan korupsi 27:44 merajalena. 27:46 Itu itu itu. 27:47 Nah, [berdehem] kenalah sektor rail. 27:49 Nah, sektor relnya 27:50 itu dapat tekanan 27:53 dari persoalan ketidakpastian biaya. 27:55 Hm. dapat tekanan dari posisi bagaimana. 27:59 Nah, tergambar sesungguhnya pada apa 28:02 yang disebut dengan pinjaman yang tidak 28:03 dicairkan yang nilainya mencapai 22,88%. 28:10 Nah, dari sana 22,8% 28:13 itu senilai dengan 28:16 ee 256 triliun 28:20 gitu ya. [berdehem] Nah, dari sana 28:22 kelihatan bahwa 28:24 sesungguhnya 28:26 dunia usaha dalam posisi web andc yang 28:29 mereka pernah bantah enggak kok. 28:30 Purchasing manager index membaik. Kalau 28:32 Anda ngambil purchasing manager 28:34 indeksnya jangka pendek, maka Anda akan 28:36 terus-menerus hanya melihat dalam jangka 28:38 pendek. Kalau Anda berpikir jangka 28:39 pendek, maka yang ada dalam benak patok 28:41 kepala Anda adalah sikap pragmatis 28:43 opportunis. 28:44 Nah, ketika sikap praktis opportunis itu 28:46 Anda tidak pernah berpikir jangka 28:47 panjang. Ternyata dalam jangka panjang 28:49 Anda terjebak dalam 28:52 tekanan sistematik struktural secara 28:53 internal dan eksternal. Ah, gitu 28:55 hasilnya. Artinya problematiknya 28:57 fundamental. 28:58 Heeh. 29:00 Akhirnya pola pikirnya bagaimana 29:03 mempersiapkan pemilu berikutnya lagi. 29:05 Itu kan lucu. Aduh 29:06 ini negeri jadi apalagi mereka merasa 29:09 dirampok oleh rakyat karena kan pas mau 29:11 pemilu harus ngempanin rakyat lagi. 29:14 Karena rakyatnya IQ-nya kan sedemikian 29:16 tuh nomor 10 di dunia dari bawah itu 29:19 juga [berdehem] gimana? 29:21 Jadi kalau kalau dibilang kalau dibilang 29:23 mereka merasa dirampak oleh rakyat 29:25 mereka ngerampok rakyat Pak. 29:26 Hm. 29:27 Lewat konstitusi. [tertawa] 29:28 Betul. Kedaulatan tidak ada di tangan 29:29 rakyat kok. Kedaulatan di tangan partai 29:31 politik. 29:32 He. 29:33 Itu itu perampokan kedaulatan. 29:35 Betul. 29:35 Itu perampokan ked. Sehingga partai 29:37 politik tidak mau mengubah Undang-Undang 29:39 Dasar 2002 yang menyalahi Pancasila. 29:41 H. 29:42 Ada orang bilang mengkhianati, ada orang 29:44 bilang menyalahi, ada orang bilang 29:45 membelakangi. Kalau saya menggunakan 29:47 kalimat mengkhianati. 29:48 He. 29:48 Dan sebagian tokohnya, tokoh tokoh 29:51 Islamnya itu setuju dengan Undang-Undang 29:54 Dasar 2002. Bagaimana saya pernah 29:56 mengumumkan gitu. 29:57 Udah adaudah udah udah ada ngaku dosa 30:00 atau yang nyari-nyari ee antum 30:02 [berdehem] ke Rasil itu kan dia merasa 30:04 berdosa tuh terang-terangan kan di depan 30:06 nih di [tertawa] MBP kan. 30:09 [terkesiap] 30:09 Jadi, jadi ada kesalahan sistematik 30:11 struktural 30:12 yang bangga mereka pertahankan karena 30:14 mereka mendapat kenikmatan atas 30:16 kesalahan itu. 30:17 He. 30:17 Itu kan artinya berdiri di atas 30:18 penderitaan orang lain. 30:20 He. 30:20 Anda tertawa di atas kependeritaan orang 30:23 lain. Anda berdiri di atas 30:25 berdarah-darahnya pihak lain. 30:27 Anda menikmati kekayaan atas penderitaan 30:29 orang lain. Itu kan kacau. 30:32 Enggak bisa begitu gitu. Berbahagia di 30:34 atas penderitaan orang itu kan. 30:37 Hm. 30:37 Aduh. hidup betul-betul ketemu dengan 30:39 apa yang disebut dengan Indonesia Saudi 30:41 Rundung iklim ketidakpastian ekonomi. 30:43 Itu berarti terus-menerus dalam 30:44 kegelapan. 30:46 Nah, di situlah ketemu pendapat 30:48 bahwa sesungguhnya kita tidak merdeka 30:50 ketika ekonomi itu begitu gitu. 30:52 Terlihatnya kita tetap 30:54 Anda sebagai pengamat apa apa ya 30:58 praktisi ekonomi dan lain-lain. 31:00 Sebenarnya Indonesia punya kemampuan 31:03 untuk menjadi mandiri. Bukan begitu? Eh, 31:06 Bang 31:08 ee rasanya sejak saya di DPR 31:13 tapi jadi orang 31:14 sampai dengan sekarang saya tidak pernah 31:15 keluar dari pernyataan saya bahwa 31:17 sesungguhnya kita bisa menjadi bangsa 31:19 yang harkat martabatnya tegak secara 31:21 utuh. 31:22 Jika saja 31:23 ketika 31:24 kita meninggalkan sistem yang itu tapi 31:27 kan orang wah bagaimana mungkin ini 31:30 terus timbul macam-macam gitu. Bahkan 31:32 ada teman yang demikian banget dan 31:34 pernah menjadi menteri gitu ya. H 31:36 ee itu mempertahankan cara-cara berpikir 31:38 establisme yang 31:39 Heeh. 31:40 yang sesat gitu. [tertawa] 31:42 Oh iya. Karena dianggap dunia sekarang 31:44 sudah global gitu. E kebalikan dari ee 31:47 yang Iran lakukan dia tidak mengglobal, 31:49 dia memandirikan diri. Tapi [berdehem] 31:52 jadi 31:54 jadi kalau kita melihat lagi-lagi Iran 31:56 gitu ya, pelajaran mahal dari Iran ada 31:58 lagi 31:59 terbukti bahwa sistem sekuler, sistem 32:01 liberal, sistem market, free market, 32:05 demokrasi liberal, free market, sistem 32:07 individual itu tidak tidak pernah 32:11 memberdayakan satu bangsa. Amerika tegak 32:13 di atas kekuatan, 32:15 bukan di atas namanya kebaikan. 32:18 Karena just jelas peace through strength 32:20 gitu. Perdamaian dicapai dengan kekuatan 32:23 kan itu yang terjadi. 32:26 Nah, kalau kalau kalau peace through 32:29 strength 32:30 pendamaian didasarkan kekuatan, 32:32 maka yang terjadi memang kita bersaing 32:34 berlomba dalam kekuatan. 32:36 Padahal kalau konsep Islam kan pasabikul 32:38 kirat. 32:39 Heeh. He 32:39 gitu. Dan dan tidak akan ada perdamaian 32:42 dengan kekuatan. H 32:44 yang ada adalah penindasan. Anda ikut 32:46 saya karena saya lebih kuat atau Anda 32:47 kemudian saya hajar habis? Gitu kan 32:49 ceritanya. Nah, itu yang ditunjukkan 32:50 oleh Trump. Itu yang ditunjukkan oleh 32:52 Netanyahu. 32:53 Walaupun 8 juta warganya protes di 300 32:57 titik, tetap 33:00 dablek katanya melakukan tindakan yang 33:04 nampaknya secara rasional enggak masuk 33:06 akal. Saya yakin dia juga tahu enggak 33:07 masuk akal, Do. Bang, tapi kok 33:10 dijalankan terus? Nah, ah. Apa yang 33:13 menjadi motivasi? Sandraakah dengan 33:15 berbagai kasusnya atau negara 33:18 dikorbankan untuk kepentingan 33:20 pribadi-pribadi pemimpin ini? 33:23 Yang pertama, ada tiga alasan saya. 33:26 Hm. 33:27 Alasan pertama, alasan pernyataan ibunya 33:30 yang pernah beredar. 33:31 Oh, iya. Itu 33:32 anak ini sesungguhnya anak ini 33:34 sesungguhnya asosial, 33:35 maka berbahaya kalau dia jadi presiden 33:37 gitu. itu ibunya perang yang paling tahu 33:40 satu 33:41 yang paling kenal gitu pada anaknya 33:44 pernah menyatakan itu. 33:45 Hm. 33:45 Yang kedua, alasan pribadi. Alasan 33:47 pribadi kalau saya ikuti beberapa 33:51 media sosial Amerika gitu ya. 33:53 He. 33:54 Perdebatan media sosial Amerika. Saya 33:56 kebetulan ada di dalamnya gitu ya. 33:59 Walaupun pasif tapi saya baca betul 34:01 gitu. Bagaimana mereka 34:03 Trump dianggap mengidap dua hal. 34:06 di satu sisi punya sociopatik, 34:09 sisi lain menghadap mengidap demensi. H 34:12 dan dalam posisi seperti itu dengan visi 34:14 yang sudah sekarang, yang dia tahu 34:16 adalah bagaimana mengutamakan 34:18 kepentingan dirinya. Nah, bagaimana 34:20 mengutamakan penting dirinya itu nampak 34:22 dari permainan tiga. Permainan tiga 34:25 sanak beranaknya. 34:26 bermain dalam penyediaan drone, 34:29 bagaimana pembangunan infrastruktur, 34:31 bagaimana kemudian menjadi vendor bagi 34:36 Kementerian Pertahanan, Kementerian 34:38 Perang 34:39 dan itu semuanya bisnis [berdehem] 34:41 dan harta pribadinya pun meningkat terus 34:43 dan baru pertama pedagang jadi presiden 34:46 Amerika pula sekarang ini. Bukan begitu, 34:48 Bang? Nah, nah kalau kalau dilihat 34:51 pedagang orang kemudian membandingkan 34:53 karena dia sering sekali menghina 34:56 mencela Joe Biden dan menghina mencela 35:00 Obama. 35:01 Maka orang bikin bandingan macam-macam. 35:03 He. 35:04 Dari mulai perbandingan bagaimana soal 35:06 pribadi sampai pada soal kebijakan. 35:09 Hm. 35:10 Dan itu menyakitkan perbandingan yang 35:12 dibikin oleh warga Amerika sendiri 35:14 terhadap kalau saya ngelihat itu 35:16 menyakitkan. 35:17 Wah memecah. menyakitkan menyakitkan 35:20 keluarga, menyakitkan 35:22 ya keluarga Trump tentunya gitu ya. Tapi 35:24 mereka kan enggak peduli dan karena 35:25 memang 35:26 buat mereka adalah ya sama seperti di 35:28 Indonesia kan keluarganya enggak peduli 35:29 kan yang penting saya berkuasa. Betul 35:31 enggak ada urusan gitu. [mendengus] 35:33 Oke. 35:34 Nah, saya kira ini bukti bahwa 35:35 Heeh. Ketika kekuasaan tidak didasarkan 35:38 atas amanah, 35:40 tapi kekuasaan didasarkan atas kekuatan, 35:42 baik kekuatan fisik, kekuatan keuangan, 35:45 maupun kekuatan kelompok. He 35:47 hasilnya akan seperti ini. 35:49 Terakhir pembelajaran mahal bahwa 35:52 ketika kekuasaan terlepas dari hubungan 35:55 dengan 35:55 konstitusi juga [berdehem] 35:57 dan melepaskan diri sepertinya sebagian 36:01 dari Pancasila yang sila pertamanya 36:04 Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini mungkin 36:07 menjadi garis bawah ee menit 36:10 ketika kekuasaan kekuasaan 36:12 e terlepas dari soal ketuhanan, dari 36:14 soal spiritual. 36:16 Hm. gitu ya. Ketika kekuasaan sepenuhnya 36:18 dirasakan sebagai hasil elektoral, 36:20 H 36:21 sementara dia tidak punya makna atas 36:23 spiritual walaupun diucapkan dengan 36:25 sumpah jabatan. 36:27 Saya mengatakan 36:28 dia akan berakhir dengan terhina. 36:31 Itu 36:32 siapa saja yang menyalahi mengkhianati 36:34 Pancasila, mengkhianati kata pembukaan, 36:36 h 36:36 bahkan sampai menyatakan kita memberikan 36:38 penghormatan dan penghargaan kepada 36:40 Israel. Karena kita yang akan memberikan 36:42 jaminan kedamaian bagi lahirnya 36:44 kedamaian. Maka itu melanggar kata 36:46 pembukaan. Karena jelas-jelas Israel 36:49 menurut ICG adalah ee Netanyahu adalah 36:52 penjahat kemanusiaan yang melakukan 36:54 genocida yang hal ini dilakukan bersama 36:56 Trump. Kalau tadinya Netanyahu sendiri, 36:58 sekarang Trump melakukan hal yang sama 37:02 dan kita melakukan hal itu dengan 37:03 menyebut pentingnya menegakkan perdaman 37:06 berbasis kekerasan. Itu semuanya 37:08 melanggar. Itu melanggar kata pembukaan. 37:12 Nah, di situlah muncul pendapat berbagai 37:14 kalangan ee sehingga ada pihak-piik yang 37:18 ingin memakzulkan oh dahsyat. [tertawa] 37:22 Ada pihak-pihak yang sudah berteriak 37:23 untuk memakzulkan. 37:24 Ee saya tidak perlu menyebut namanya 37:26 sampai 37:27 sampai-sampai ada ada kajian 37:30 yang menyebut bulan Agustus akan ada 37:32 kerusuhan. Heeh. [berdehem] 37:34 2 bulan lagi akan ada kerusuhan. 37:36 Saya enggak. 37:37 Iya. Saya akan melihat daya tahan 37:40 pemerintahan ini ee 37:44 kalau sudah kayak gini oleh Washington 37:46 akan kalangan korporasinya akan membantu 37:50 tapi tidak bisa dibantu karena 37:51 berubah negeri 37:52 e Washington sendiri menghadapi 37:54 problematik besar atas kekalahan perang. 37:56 Hm. Nah, jadi problematiknya bertumbuh 37:58 memang sudah bisa dikatakan kekalahan 38:01 sudah bisa dikatakan kekalahan per 38:02 Indonesia yang valalen. 38:03 He sudah bisa dikatakan juga melihat hal 38:07 yang sama. 38:09 Ee artinya saya enggak sepakat dengan 38:13 perkiraan Agustus atau 2 bulan lagi. 38:15 Saya merujuk pada pada akhir tahun ini 38:18 akan terasa betul ketidakmampuan APB, 38:20 ketidakmampuan fiskal dan ketidakmampuan 38:22 sektoril menghadapi gejolak. Kan ini kan 38:25 punya dampak panjang. Iya. Engak pasti 38:28 karena perang non militernya mungkin 38:29 perang militernya akan selesai dalam 38:31 hitungan 38:32 akhir akhir April ini. 38:34 Iya. 38:35 Atau minggu ketika April akan selesai 38:37 gitu. 38:38 Iya. 38:38 Tapi perang nonmiliternya akan 38:40 berkepanjangan. 38:41 Iya. 38:41 Nah, ketika perang nonit berkepanjangan, 38:44 pihak-pihak yang rentan akan pasti makin 38:46 ditekan. 38:47 Hm. 38:48 Negara lemak pasti akan ditekan. Negara 38:49 rentan pasti akan menjadi sasaran. 38:52 H 38:52 dalam rangka mendukung mereka karena 38:54 mereka sedang mencari ee dukungan, 38:56 mencari pembiayaan 38:58 itu dengan berbagai macam cara. Sekali 39:00 lagi mestinya ini menyadarkan kita 39:02 h 39:03 bahwa kita selama ini telah menjadi ee 39:06 sapi perah mereka. 39:08 Hm. 39:09 Bahwa kita menjadi korban mereka. Bahwa 39:11 kita menjadi objek mereka, bahwa kita 39:14 tidak duduk setara dengan mereka. 39:16 [berdehem] 39:17 mestinya kita sadari itu 39:19 supaya kita tahu bahwa kita 39:21 ya kalau pakai istilah Bung Hatta pakai 39:24 istilah tanmalaka gitu ya atau pakai 39:27 konsep konsep Al-Qur'an kita dalam 39:29 kegelapan dan itu berarti kita dalam 39:31 suasana jul 39:33 masyaallah 39:40 tentu kita harus mohon maaf saya mohon 39:42 ampunan dari Allah 39:44 dan mohon maaf dari semua yang mendengar 39:47 ee karena 39:51 semakin sering saya bicara semakin 39:52 kelihatan ee [tertawa] 39:56 tidak ya saya tidak bermaksud apa-apa 39:59 saya cuma dalam rangka 40:00 mengingatkan 40:01 ee 40:02 mengingatkan 40:05 saya dalam rangka 40:08 karena itu kalau kalau terasa 40:09 menyakitkan, kalau terasa tidak 40:11 menyenangkan, terasa bikin telinga 40:14 tersentil 40:15 Iya. 40:16 Terasa duduk dicubit. 40:17 He 40:18 ya. Saya mohon maaf. 40:19 Masyaallah. 40:20 Saya mohon maaf dari Anda semua 40:21 dan saya mohon ampun dari Allah. 40:23 Subhanallah. 40:24 Dan kebetulan masih bulan Syawal. 40:26 Maka sekali lagi minal aidin walidin. 40:28 Maaf lahir batin. 40:37 Alalamualaikum warahmatullahi 40:39 wabarakatuh. 40:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:43 wabarakatuh. H