Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Rasul TV
- untuk Islam yang satu.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirobbil
- alamin. Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammad wa ali sayyidina Muhammad.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala. Baik
- yang dapat meraih kami lewat Radio Rasul
- juga yang meraih kami lewat streaming di
- www.radiosilatuhrahim.com
- atau juga yang sedang on di YouTube
- dengan keyword-nya Rasul TV. Insya Allah
- ikhwan dan akhwat yang kali ini bersama
- kami diberkahi kesehatan dan sedang
- bersama orang-orang yang ikhwan dan
- akhwat cintai. Live hari ini Fiqih
- Wanita bersama Ustadzah Herlina Amran
- dan guru kita telah hadir di
- tengah-tengah kita. Mari kita sapa
- terlebih dahulu. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustadzah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah sehat ya
- Ustadzah. Alhamdulillah dan ikhwan dan
- akhwat kurang lebih satu jam ke depan
- Ustadzah akan membahas tema yaitu Fiqih
- Sakit. Kepada Ustadzah.
- Ya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah alhamdulillahilladzi
- hadana li hada wa ma kunna li nahtadiya
- laula an hadanallah.
- Ya rabbana lakal hamdu bil iman. Ya
- rabbana lakal hamdu bil Islam. Ya
- rabbana lakal hamdu bil Quran. Lakal
- hamdu bil mali wal ahli wal muafah.
- Lakal hamdu bi kulli ni'matin an'amta
- biha alaina.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- Muhammadin wa ala alihi wasohbihi
- ajma'in wa ba'd.
- Alhamdulillah, kita dipertemukan Allah
- kembali sesuai dengan takdir yang telah
- Allah tetapkan kepada kita sebagai
- hamba-hambanya
- di hari yang dimuliakan Allah ini, di
- hari Jumat ini, kita doakan bagi
- saudara-saudara kita yang sedang
- diberikan ujian sakit, semoga Allah
- berikan kesembuhan, Allah angkat
- penyakitnya, dan Allah berikan ganti
- dengan penghapusan semua dosa dan
- kesalahannya. Bagi yang masih sehat,
- alhamdulillah yang diberikan karunia
- sehat, mudah-mudahan dapat mensyukuri
- nikmat sehat tersebut. Kita doakan
- saudara-saudara kita yang tertimpa
- musibah, ujian, dan cobaan, semoga Allah
- angkat semua ujian, cobaan, dan
- musibahnya. Kita doakan pula untuk
- persatuan umat Islam, semoga Allah
- satukan umat Islam di manapun mereka
- berada, Allah hilangkan semua dendam,
- benci, Allah hilangkan, Allah hapus,
- Allah berikan kekuatan ukhuwah yang
- berlipat sehingga Allah memenangkan umat
- Islam dan memberikan kejayaan kepada
- umat Islam di manapun mereka berada.
- Hari ini kita bahas tentang fikih sakit.
- Tidak ada orang yang tidak sakit ya,
- Mbak ya.
- Sakit ini adalah suatu hal yang
- merupakan
- perjalanan hidup
- yang sudah ada sejak zaman Nabi Adam
- alaihissalam.
- Setiap perjalanan hidup manusia itu
- pasti kita dapatkan, kita temui
- kondisinya tuh tiga.
- Tiga.
- Pertama, mungkin sehat.
- Ya, kalau tidak sehat ya sakit, kalau
- enggak ya meninggal. Jadi, inilah
- kondisi manusia semasa mereka masih
- hidup. Tiga kondisi ini pasti akan kita
- lalui. Alhamdulillah bagi yang sedang
- yang yang sehat dan yang sakit
- mudah-mudahan diberikan
- eh eh
- kesabaran, diberikan pahala yang
- berlipat, dan digantikan insyaallah
- sakitnya ini dengan anugerah-anugerah
- Allah yang lainnya.
- Nah, kita akan melihat dalam hal ini
- manusia yang Allah pilih menjadi seorang
- nabi dan utusan Allah
- seorang nabi yang Allah berikan ujian
- sakit.
- Tentu kita sudah mengenal semuanya
- adalah Nabi
- Ayyub alaihissalam. Nabi Ayyub ini
- Allah ceritakan dalam Alquran surat
- Al-Anbiya surat 21 ayat 83 dan 84 ya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Wa Ayyuba idz nada rabbahu anni
- rahimin.
- Ya.
- Jadi Nabi Ayyub ini kita kalau membaca
- sirah tentang Nabi Ayyub alaihissalam
- itu tidak ada manusia yang sakitnya itu
- melebihi rasa sakit yang luar biasa yang
- luar biasa
- bagaimana rasa sakit itu itu tidak ada
- lagi penyakit kecuali sakitnya Nabi
- Ayyub. Sakitnya, lamanya, bahkan dalam
- riwayat disebutkan beliau ini menderita
- sakit itu kurang lebih 7 tahun lamanya.
- Yang hanya sehat anggota tubuhnya itu
- hanya lidah dan hatinya saja. Seluruh
- anggota tubuhnya itu itu penuh dengan
- penyakit bahkan dikatakan menjijikkan
- pula antara nanah dan darah wah
- nauzubillahimindzalik rasa
- luar biasa ya. Jadi kalau kita baca
- sejarah Nabi Ayyub ini dulunya beliau
- ini adalah orang yang kaya ya. Orang
- yang diberikan Allah rezeki, orang yang
- mulia, yang taat bahkan kalau nabi itu
- kan adalah manusia pilihan ya di antara
- manusia yang ada yang terbaik ya
- akhlaknya, perilakunya, yang terbaik
- ibadahnya luar biasa. Beliau ini eh
- lahir di Syam. Beliau ini adalah masih
- keturunan dari Nabi Ibrahim alaihissalam
- ya jadi masih dari bin Ishak bin Yakub
- ya masih masih ini ya masih satu
- turunan. Beliau ini
- kaya raya ya. Nah ini memang iblis dan
- setan ini dengkinya begitu ya. Beliau
- memiliki anak yang banyak, harta yang
- luar biasa banyak juga. Kemudian eee
- ya setan ini tentu tidak dengkinya itu
- memang orang yang dengki itu memang sama
- dengan setan ya. Wah, ini aja banyak
- uangnya ya dia bisa bersyukur bisa taat
- banyak hartanya. Coba diberikan ujian.
- Nah, mulailah hartanya itu satu-satu
- habis. Rumahnya, ternaknya, semua habis.
- Tidak ada satupun hartanya yang
- tertinggal itu. Kemudian anak-anaknya
- juga diwafatkan ya ada yang menyebutkan
- anaknya 11 orang banyak itu itu masalah
- riwayat ya berapapun tapi dalam kisah
- Nabi Ayub ini beliau mendapatkan tiga
- cobaan yang sangat berat. Cobaan harta
- yang habis semuanya dari kekayaan yang
- banyak, kemudian anak-anak yang dicintai
- semuanya meninggal dan dirinya yang
- sakit parah yang hanya diberikan
- kesehatan oleh Allah hanya lidah dan
- hatinya. Hatinya itu merasakan keagungan
- Allah, mensyukuri apapun yang Allah
- berikan dan lisannya itu mengucapkan
- kalimat-kalimat zikir. Jadi Allah
- berikan ujian cobaan yang demikian
- dahsyatnya dan beratnya tidak pernah
- keluar dari lisan beliau itu
- kalimat-kalimat yang menghujat. Bahkan
- kita perhatikan dalam ayat ini surat
- Al-Anbiya ayat 83 ini ketika Nabi Ayub
- menyeru Allah, berdoa kepada Allah itu
- tidak ada satupun kata menyesali diri
- atau mengeluh. Sebab bahasanya ini
- annii massaniyad durru wa anta arhamur
- rahimin. Ya Allah ya Rabb aku ini sakit
- loh gitu kalau bahasa umumnya ya.
- Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit
- dan Engkau adalah Allah Rabb yang Maha
- Penyayang diantara semua penyayang.
- Hanya ini yang diucapkan oleh Nabi Ayub
- alaihissalam. Ketika istrinya, istrinya
- termasuk istri yang setia ya istrinya
- yang selalu dalam suka dan duka bahkan
- dalam keadaan yang sakit luar biasa ini
- eh tetap mendampingi suaminya sampai
- istrinya mengatakan, "Minta sembuhlah
- sama Allah karena Allahlah yang
- menyembuhkan."
- Eh beliau malah menjawab, "Aku malu
- minta kesembuhan, padahal selama ini
- banyak sekali nikmat karunia yang telah
- Allah berikan kepadaku." Ya, jadi doanya
- itu. Rabbi inni massaniyad durru, ya
- inni massaniyad durru wa anta arhamur
- rahimin.
- Eh ya Allah aku tertimpa sakit. Jadi
- tidak mengeluh, ini hanya eh bersifat ya
- Allah Maha tahu kalau memang hambanya
- ini sakit. Tapi ketika dia mengucapkan
- ini, ini bentuk bahwa eh ini sudah
- puncaknya beliau itu akhirnya berdoa
- seperti ini, ya. Eh doa ini luar biasa,
- Mbak Olin. Kita juga boleh mengikuti apa
- yang diucapkan oleh Nabi Ayub karena
- Nabi Ayub ini sakitnya luar biasa dan
- kita upayakan juga sem- setiap rasa
- sakit yang kita
- alami dan kita derita ini, yang keluar
- tuh seperti doa Nabi Ayub. Ya, Rabbi
- inni massaniyad durru wa anta arhamur
- rahimin. Ya Allah aku ditimpa penyakit,
- Engkaulah yang Maha Penyayang di antara
- semua penyayang. Subhanallah. Enggak ada
- keluhan di situ. Tidak ada duk-duk eh
- tidak ada rasa eh
- apa ya menyesali kenapa sih sakit amat,
- tidak ada itu. Tapi yang diungkapkan,
- "Aku sakit, ya Allah." Gitu. "Tapi
- Engkaulah yang Maha Penyayang." Nah,
- luar biasanya di ayat ini, di ayat 84,
- kemudian Allah katakan fastajabna lahu
- fakasyafna ma bihi min durr wa atainahu
- ahlahu wa mislahum ma'ahum rahmatan min
- indina wa dzikra lil abidin.
- Jadi ketika Nabi Ayub ini membaca doa
- ini dengan penuh keimanan dan keikhlasan
- serta keyakinan, itu fastajabna. Pakai
- fa itu biasanya eh beda dengan wa atau
- tsumma, ya itu ada jedanya. Tapi fa ini
- segera langsung Allah kabulkan apa yang
- diminta oleh Nabi Ayub ini, maka Allah
- memperkenankan seruannya, "Kami
- lenyapkan semua penyakit yang ada pada
- dirinya, sembuh." Allah berikan
- kesembuhan, ya. Allah berikan
- kesembuhan, kemudian Allah kembalikan
- keluarganya dan kami lipat gandakan
- bilangan mereka. Dan ini adalah rahmat
- dari sisi Allah dan untuk menjadi
- peringatan bagi semua yang menyembah
- Allah. Semua hamba-hamba Allah yang
- menyembah Allah, ini jadi peringatan.
- Jadi pada dasarnya, pada prinsipnya
- penyakit atau rasa sakit ini adalah
- ujian dari Allah. Nah, sebagai manusia
- yang memang Allah berikan ujian, itu
- jangan pernah mengeluh.
- Jangan pernah
- merasa
- merasa sakit, dalam arti yang ada hanya
- keluhan, apalagi omelan, ya. Tapi yang
- kita ikuti dari Nabi Ayub ini adalah
- bagaimana sikap tawakal beliau dan
- kesabaran beliau itu hanya mengucapkan
- kata-kata yang membuat Allah ridho.
- Ya.
- Eh, bahkan para ulama mengatakan enggak
- boleh ngeluh kalau lagi sakit, katanya.
- Yang boleh ngeluh hanya untuk kedua dua
- dua hanya dua boleh ngeluh. Hanya dua.
- Kita boleh mengeluh terhadap dua hal
- ini. Siapa? Pertama kepada Allah. Ngeluh
- pada Allah enggak apa-apa. "Ya Allah,
- ini aku sakit, ya Allah, tolong, ya
- Allah, ringankan, sembuhkan, ya Allah."
- Gitu, ya. Allahumma syifini, ya Allah,
- sehatkan aku. Mengeluh hanya kepada
- Allah. Yang kedua ke dokter, Mbak.
- Kalau kita tidak mengeluh kepada dokter,
- ya dokter enggak tahu sakitnya apa.
- Nah, jadi kita mengeluh ke dokter ini
- dalam rangka apa? Dalam rangka
- pengobatan. Dan berobat ini adalah
- bagian dari perintah Rasulullah,
- fatadawau, berobatlah kalian. Kalau
- sakit, berobat. Allah menurunkan ada
- wadawa, obat penyakit dan obatnya. Maka
- berobatlah, tapi jangan berobat kepada
- yang hal-hal haram. Jadi boleh kalau
- kepada orang-orang yang eh, dengannyalah
- kita
- eh, meminta eh, apa obat yang sebenarnya
- yang berhak untuk menyembuhkan itu
- adalah Allah.
- Ini ada hal eh, dalam hal ini eh, kisah
- Nabi Ayub ini, kita dapat mengambilkan
- pelajaran bahwa
- yang
- memberikan kita sakit adalah Allah. Yang
- dapat menyembuhkan kita adalah Allah.
- Wa idza maridhtu fahuwa yasyfin. Kalau
- aku sakit, hanya Allah lah yang
- menyembuhkan. Nih terkadang ada cacat
- dalam akidah kita eh tanpa kita sadari.
- Seperti misalnya
- ketika anak kita sakit, yang terpikir
- dokter.
- Ah, dokter itu tuh bagus tidak sembuh
- tuh. Obatnya bagus tuh dokter itu bisa
- pengalaman tuh dia sembuh kalau ke sana
- itu berobat pasti sembuh.
- Ini enggak sadar kita lakukan ini cacat
- akidah kita. Seakan-akan yang
- menyembuhkan itu adalah manusia. Ini
- syirik ini.
- Artinya perbuatan eh yang
- menyerupai syirik. Karena Allah
- menyebutkan dalam Alquran wa idza
- maridhtu fahuwa yasyfin. Ini bisa
- dilihat eh dalam Alquran ya eh apa
- namanya doa ini eh ucapan ini ada dalam
- surat Asy-Syu'ara. Asy-Syu'ara ayat 80.
- Wa idza maridhtu fahuwa yasyfin. Kalau
- aku sakit, yang menyembuhkan adalah
- Allah. Jadi atas izin Allah lah
- seseorang itu sakit atau seseorang itu
- sembuh.
- Bukan dokter, bukan obat-obatan, tapi
- atas izin Allah.
- Nah, kalau ada komentarnya ah, itu kan
- cuma ngomong doang. Dalam hati kita tahu
- memang Allah kok yang menyembuhkan. Kan
- hanya ucapan aja dokter itu bagus bisa
- menyembuhkan. Ucapan ini akan menjadi
- catatan yang akan sa- menjadi saksi kita
- nanti.
- Ma yalfidzu min qaulin illa ladaihi
- raqibun atid. Setiap yang kita ucapkan,
- yang kita lafazkan dari lisan kita,
- dicatat itu.
- Jadi walaupun niatnya tidak syirik, tapi
- ucapannya syirik, catatannya itu syirik,
- berlaku.
- Jadi jangan main-main dengan ucapan.
- Karena ucapan itu akan menjadi saksi
- nanti di hadapan Allah. Karena orang
- beriman itu ucapannya benar, niatnya
- benar, perilakunya benar. Nah, enggak
- usah jauh-jauh misalnya ada suami
- bercanda, berkelakar dia dengan istrinya
- gitu ya. Eh, kau kucerai ya.
- Dan terus ketawa, ah bercanda. Ini
- ucapan walaupun bercanda tetap jatuh.
- Ya, artinya jangan main-main. Seorang
- beriman itu enggak boleh bercanda-canda,
- bercanda hal-hal yang yang menyalahi
- aturan syariat. Nah, termasuk tadi
- ucapan, "Itu bagus tuh dokternya bikin
- sembuh tuh, itu rumah sakitnya bagus."
- Itu enggak bagus. Ah, dan sebagainya.
- Nah, ini eh kita dapat
- pahami bersama bahwa hanya Allah-lah
- yang dapat dengan izinnya-lah seseorang
- itu bisa sembuh atau sakit. Nah, oleh
- karena itu sakit ini adalah takdir.
- Sakit ini adalah ketentuan yang telah
- ditetapkan Allah. Tapi kita memahami
- takdir jangan pasif. Artinya
- mentang-mentang takdir, ya sudah enggak
- usah jaga kesehatan-lah takdirnya kalau
- sehat sehat tidak juga. Karena takdir
- ini kalau kita katakan setiap eh manusia
- itu kan harus memilih takdir yang baik
- lewat usahanya. Maka berupayalah untuk
- menjaga kesehatan. Apalagi doa-doa yang
- diajarkan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam kepada umatnya itu minta sehat.
- Kan Allahumma afini fi badani, Allahumma
- afini fi sam'i, Allahumma afini fi
- basori. Kan itu minta sehat. Ya Allah,
- sehatkanlah badanku, pendengaranku,
- penglihatanku. Itu minta afiah, siha wal
- afiah. Jadi doa kita maunya sih sehat.
- Tapi kalaupun sakit, nah ini akan kita
- bahas fikih sakit. Sakit ini bukanlah
- suatu malapetaka, bukanlah beban,
- bukanlah sesuatu hal yang menjadi eh
- menjadikan kita itu menjadi orang yang
- paling malang. Tidak. Ya, sebagaimana eh
- Nabi Ayub ini. Beliau menjalani sakit
- yang itu adalah eh atas takdir yang
- Allah tentukan, tapi beliau tidak tidak
- menghujat Allah. Dia tidak berkeluh
- kesah, dia kembalikan kepada Allah dan
- dengan ujian ini kemudian dia berhasil
- lolos dari ujian ini. Maka kita dapat eh
- mengambil hikmah dari apa yang Nabi Ayub
- eh ajarkan ini kepada kita. Yaitu
- pertama, tidak berprasangka buruk kepada
- Allah.
- Jadi, seseorang yang sedang sakit itu
- jangan sampai suuzon sama Allah.
- "Kenapa sih sakit ini? Allah enggak adil
- nih, yang itu aja yang kaya yang
- hartanya banyak enggak sakit, kita yang
- pas-pasan gini sakit udah susah. Kenapa
- sih Allah begini?" Itu enggak
- dibenarkan. Jadi, kita mesti berbaik
- sangka kepada Allah. "Ana inda dzanni
- abdi bihi." Kalau kita berprasangka
- buruk kepada Allah, itulah yang terjadi.
- Maka, bersangka baik saja. "Oh, Allah
- mau beriku sakit ini karena Allah sayang
- ya. Mudah-mudahan setelah diberikan
- sakit ini diberikan anugerah." Seperti
- Nabi Ayub ini ya, setelah diberikan
- ujian yang sangat berat kemudian setelah
- itu berhasil menghadapi ujian ini, Allah
- berikan limpahan rahmat, kesehatan,
- kesembuhan, anaknya dikembalikan lagi
- dan hartanya pun berlipat-lipat. Ya,
- kita berbaik sangka kepada Allah dan
- tidak pernah berputus asa. Terus
- berharap dan berdoa kepada Allah agar
- diberikan kesembuhan dan bersabar
- menerima takdir ini.
- Nah, ini pelajaran dapat kita ambil dari
- Nabi Ayub bahwa sakit itu adalah ujian,
- cobaan, dan takdir Allah. Oleh karena
- itu, kondisi sakit ini bukanlah beban
- penderitaan, bukan malapetaka, dan bukan
- wujud kemurkaan dari Allah subhanahu wa
- taala. Karena memang yang terjadi dalam
- kehidupan kita ini itu
- pasti ada hikmahnya. Ya, "Wa ma khalaqna
- sama wal ard wa ma bainahuma batila."
- Tidak ada, artinya Allah tidak
- menciptakan langit dan bumi ini dan apa
- yang ada di antara keduanya itu tanpa
- hikmah. Pasti ada hikmahnya. Ya, kita
- ambil hikmahnya. Jadi, penyakit ini
- adalah ujian yang diberikan Allah kepada
- hambanya untuk menguji keimanannya. Ya,
- apalagi ada hadis dari ee Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, ini hadis
- hasan ya, ee diriwayatkan oleh Anas bin
- Malik, Rasulullah bersabda,
- "Inna idzamal jaza ma idzamil bala. Wa
- innallaha idza ahaba qauman ibtalahum.
- Fa man radhiya fa lahu, fa man radhiya
- fa lahu
- Artinya
- setiap ee uju pahala yang besar itu,
- jadi pahala yang besar itu tergantung
- balasan itu tergantung dari ujian yang
- besar. Jadi semakin besar ujian
- seseorang, maka pahalanya pun semakin
- besar. Dan Allah apabila mencintai suatu
- kaum, maka Dia akan menimpakan ujian
- untuk mereka. Barangsiapa yang rida,
- maka ia akan mendapatkan rida Allah.
- Barangsiapa yang tidak suka, tidak rida
- dengan ujian yang Allah berikan ini,
- maka Allah pun tidak akan rida, bahkan
- Allah akan murka kepadanya. Jadi
- pada hakikatnya
- semakin besar ujian yang menimpa seorang
- hamba, maka semakin besar pahala yang
- dia dapatkan. Dan sesungguhnya sakit ini
- adalah ujian yang Allah berikan untuk ee
- menentukan bahwa layak kah kita
- mendapatkan rida dari Allah, ya.
- Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan
- ya, ketika seorang hamba sudah beramal,
- semua amalan dia lakukan, tapi tidak
- mampu, tidak bisa membawanya ke surga,
- maka Allah berikan dia ujian. Nah,
- dengan ujian itu pun dia bersabar, maka
- dengan kesabaran itulah dia dapat masuk
- ke surga Allah. Jadi ujian itu pada
- hakikatnya adalah karena Allah cinta
- kepada kita, ya.
- Bahkan ada sebuah hadis Tirmidzi dari
- Anas bin Malik.
- Iza aradallah bi abdihil khair ajala
- lahul uqubah fidunya. Waiza aradallah bi
- abdihil syar, amsaka anhu bidambihi
- hatta yuwafihi yaumal qiyamah.
- Kalau Allah menginginkan kebaikan pada
- seorang hamba, Allah akan segera
- menyiksanya di dunia. Artinya apa?
- Ketika Allah
- ingin seorang hamba itu baik, maka
- disegerakanlah ee ujian-ujian itu,
- bahkan uqubah itu artinya siksaan
- disegerakan di dunia supaya nanti di di
- yaumil kiamat tidak ada lagi dosa
- baginya. Datang menghadap Allah, kembali
- kepada Allah tanpa dosa. Karena memang
- di dunia telah diberikan semua bentuk
- ujian, bentuk ee
- ee di sini dikatakan uqubah, sanksi atau
- mungkin penderitaan atau musibah
- diberikan di dunia. Jadi, DP-nya dulu
- diberikan, diberikan tunai di dunia ini.
- Nah, nanti insyaallah ketika masuk ee
- menemui Allah, masuk ke surga tanpa ada
- ee kesalahan-kesalahan lagi. Ya, bahkan
- dikatakan mafi hisab ya, tidak ada hisab
- di dalamnya. Ketika seorang
- ee wanita dari ee apa di masa Rasulullah
- itu ada seorang sahabiyat dari kulit
- hitam.
- Beliau ini terkena ayan. Jadi, dalam
- riwayat ini disebutkan bahwa wanita ini
- menderita ayan.
- Ee datanglah dia kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam minta
- disembuhkan. Ya Allah, ya ya Rasulullah,
- doakanlah kepada Allah ee agar Allah itu
- ayyasfiyani, supaya Allah itu bisa
- menyembuhkanku. Nah, kata Nabi,
- "Engkau mau aku doakan supaya Allah
- menyembuhkan sakitmu atau engkau
- bersabar dengan penyakit itu, kemudian
- engkau ee
- di hari akhir nanti datang menemui
- Allah, kemudian engkau masuk surga."
- Artinya, "Engkau akan mendapatkan surga
- jika engkau mau bersabar dengan
- penyakitmu ini di dunia atau aku doakan
- engkau akan sembuh." Nah, wanita ini
- memilih, "Ya ya Rasulullah, saya surga
- saja deh. Tidak apa-apa saya di dunia ee
- sakit seperti ini, insyaallah saya
- sabar. Tapi, tolong doakan ketika ayanku
- kambuh
- ditutup auratku. Karena orang sakit ayan
- itu kan tidak dalam kondisi apa ya,
- lupa, enggak ingat auratnya ke
- mana-mana. Ini rasa malu sahabiyat ini.
- Jadi, ketika sakit pun dia berharap agar
- auratnya ini ditutup. Nah, jadi oleh
- karena itu, mestinya ketika kita bahas
- tentang fikih sakit ini, mestinya
- hamba-hamba Allah yang sedang sakit ini
- mestinya bergembira ya. Kenapa? Karena
- sakit ini merupakan penghapus dosa.
- Ya. Ma min muslimin yusibu adza min
- marodin famasiwahu illa hatta Allah bi
- sayiatihi kama tahut. Jadi, setiap
- muslim yang tertimpa musibah, penyakit,
- atau apapun yang lainnya, itu pasti itu
- penghapus segala kesalahannya
- sebagaimana pohon menggugurkan daun.
- Jadi, artinya
- ketika kita mendapatkan ujian sakit.
- Sakitnya itu sakit apa saja? Yang
- ringan-ringan, sakit apa ya ringan Mbak
- ya? Atau yang berat-berat, sakit gigi
- gitu ya? Atau seorang ibu yang paling
- sakit dalam kehidupannya itu adalah
- melahirkan. Enggak ada lagi selain
- melahirkan itu rasa sakit tandingannya
- itu tidak ada lagi. Oleh karena itulah
- Rasulullah mengatakan seorang wanita
- yang meninggal ketika melahirkan itu
- pahalanya pahala syahid. Karena memang
- besarnya eh pengorbanan sakitnya itu
- luar biasa.
- Nah, inilah sebabnya orang-orang yang
- sakit itu mestinya bergembira. Karena
- kesusahan, kesedihan, dan rasa sakit itu
- dapat eh menghapuskan dosa dan
- kesalahannya.
- Eh, tapi perlu diingat pendengar yang
- dirahmati Allah. Ketika kita membahas
- ini, kita sebagai hamba Allah tidak
- boleh menghakimi, tidak boleh men-judge
- ya, tidak boleh me- apa ya? Menilai
- barangkali ya? Ketika kita
- bertemu dengan saudara kita yang
- sakit-sakit penderitaan, mungkin kemarin
- suaminya dirawat. Setelah itu istrinya,
- terus anaknya, semuanya pada sakit.
- Jangan pernah kita men-judge atau
- menilai. "Uh, banyak dosanya kali ya?"
- gitu ya? Karena memang yang berhak
- menilai itu hanya Allah. Kita hanya
- ber-evaluasi ya? Jadi, jangan pernah
- kita menilai orang. Karena hanya yang
- tahu orang itu adalah dia dan Allah. Ya,
- kalau kita melihat orang sakit, kita
- doakan
- agar mereka sembuh. Jadi, jangan
- katakan
- "Uh, dosanya banyak tuh dikasih sakit
- tuh ya? Jadi, biar ini, biar hapus
- dosanya. Ya, mudah-mudahan dosa itu
- memang
- sakit itu memang penghapus dosa, tapi
- kita tidak dibenarkan untuk menilai
- orang, hanya untuk evaluasi. Jadi, kita
- yang sedang sakit saat ini, apapun jenis
- penyakitnya, sebagai evaluasi dengan
- Allah, kita oh, mungkin barangkali Allah
- ingin kebaikan saya, saya banyak dosanya
- barangkali ya. Mudah-mudahan dengan
- sakit ini Allah sembuhkan semua
- dosa-dosa saya, Allah
- hapuskan dosa-dosa saya. Ya Allah,
- mudah-mudahan semua habis dosa-dosa saya
- dengan sakit yang Engkau berikan kepada
- hamba ini, kepadaku ini. Nah, itu yang
- kita mestinya kita evaluasi, ya.
- Nah,
- ada hal
- hadis yang luar biasa ya, artinya
- menjadi catatan kita
- itu dalam hadis riwayat Ahmad dari
- Tirmidzi, itu hadis hasan sahih, itu
- Rasul mengatakan ma yazalul bala ubil
- mukmin wal mukminah fi jasadihi wa
- malihi wa walid wa waladihi hatta
- yalqallah wa ma alaihi khotiatun.
- Cobaan akan selalu menimpa seorang
- mukmin dan mukminah, baik pada dirinya,
- pada anaknya, maupun pada hartanya,
- sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa
- dosa sedikitpun. Jadi, enggak ada orang
- yang tidak diuji. Pasti semuanya akan
- mendapatkan ujian dan bentuk ujian Allah
- itu macam-macam. Bentuk ujian itu bisa
- berupa sakit, bisa anaknya yang sakit,
- yang mungkin pas melahirkan ya, ternyata
- diberikan karunia oleh Allah seorang
- anak yang sakit hidrosefalus, kan ada
- ya? Ya Allah, itu luar biasa cobaan ya
- bagi orang tua yang diberikan Allah
- karunia anak yang dari awalnya sakit
- terus, ya Allah ini pahalanya luar biasa
- itu. Artinya, anak ini nanti mampu
- membawa orang tuanya ke surga karena
- kesabaran-kesabaran. Jadi, jangan pernah
- kita merasa, kok saya anak begini
- kenapa? Tidak, ini adalah takdir Allah
- yang kita terima dengan ikhlas, insya
- Allah ini menjadi
- ee kafarat bagi dosa-dosa orang tuanya,
- ya.
- Melihat besarnya keutamaan
- pahala bagi orang yang mendapatkan
- musibah, ujian, dan sakit ini, nanti
- pada hari kiamat itu banyak orang yang
- berandai-andai jika mereka ditimpa
- musibah di dunia. Jadi, banyak
- berandai-andai nanti. Nanti di yaumil
- akhir, di hari kiamat nanti, itu
- orang-orang berandai-andai.
- Se se berandai-andainya apa? Jika mereka
- ditimpa musibah di dunia, itu supaya
- mereka bisa dihapuskan semua
- dosa-dosanya. Coba dulu ya di dunia
- diberikan musibah ya. Coba dulu
- diberikan ini ya ujian ya, pasti saya
- dapat pahala. Nah, ini sabda nabi ini
- ee ya waddu ahlul afiyah yaumal qiyamah
- anna juluduhum quriqot bil maqorid mimma
- yarouna min tsawabi ahlil bala. Manusia
- pada hari kiamat itu menginginkan
- kulitnya dipotong-potong dengan gunting
- ketika di dunia.
- Nah, ini ini ee andai-andainya
- orang-orang di pada hari kiamat nanti.
- Coba seandainya ya di hari ketika di
- dunia aku diberi ujian, itu kulitku
- dipotong-potong. Ya, dipotong-potong,
- digunting ya di dunia. Karena mereka
- melihat betapa besarnya pahala
- orang-orang yang tertimpa cobaan di di
- dunia ini ketika nanti di yaumil akhir
- mereka mendapatkan balasannya. Besar
- sekali pahalanya sehingga mereka tuh
- berandai-andai begitu. Coba dulu di
- dunia ya sakitnya seperti
- dipotong-potong tuh digunting tangannya
- itu. Sakit banget kan itu ya. Coba dulu
- seperti itu nanti tentu kita akan
- dapatkan pahalanya. Itu sudah terlambat
- gitu ya. Itu itu itu adalah
- andai-andainya orang-orang yang nanti di
- akhirat. Kita belum sampai
- fase akhirat. Kita masih di dunia.
- Artinya apa?
- Artinya sakit yang kita rasakan sekarang
- ini belum apa-apa. Insya Allah dengan
- kesabaran tuh pahalanya luar biasa.
- Saudara kita kan banyak yang sedang
- sakit sekarang ya, Mbak ya. Baik itu
- yang mereka di rumah sakit dirawat
- bertahun-tahun, sakit kanker, sakit
- apapun yang luar biasa rasa sakitnya,
- itu insya Allah itu merupakan anugerah
- yang nanti di akhirat akan didapatkan
- pahalanya kalau sabar. Surga itu sudah
- di depan mata.
- Orang yang sehat yang sekarang ini
- seperti kita ini ya, alhamdulillah kita
- Allah berikan sehat, itu belum ada
- jaminan untuk masuk surga karena belum
- ada ujian artinya kita tidak merasakan
- ujian yang sakit itu.
- Jadi yang sedang sakit saat ini,
- bergembiralah dengan kesabaran
- Anda-anda yang sedang sakit ini, insya
- Allah kunci surga sudah di tangan. Tapi
- dengan syarat tadi ikhlas dan sabar,
- tidak mengeluh, tidak berprasangka buruk
- kepada Allah dan
- meyakini ini adalah takdir Allah dan
- inilah yang terbaik. Tapi tetap usaha
- berobat terus ya karena dalam fikih
- sakit ini, ini bagaimana kita menyikapi
- sakit. Sakit ini adalah takdir
- dan sakit ini, dengan adanya sakit ini
- mestinya kita bersyukur, bersyukur
- karena Allah hapuskan semua dosa-dosa
- kita. Tapi adanya rasa sakit ini harus
- sabar.
- Ya karena memang sakit, rasa sakit itu
- memang sakit ya Mbak ya.
- Justru
- dengan adanya sakit ini, rasa sakit ini,
- kesabaran itulah menjadi tantangannya.
- Maka orang-orang yang sakit dan dia
- bersabar itu
- balasannya surga.
- Nah kemudian ada anugerah lain yang
- tidak didapat oleh orang yang sehat.
- Walaupun sebenarnya dalam Islam itu al
- mukmin qawi mukmin yang kuat itu ahabbu
- ilallah itu lebih dicintai Allah dari
- mukmin ad dhaif ya maksudnya yang sehat
- karena memang orang yang sehat itu
- banyak yang bisa dia lakukan. Dia bisa
- melakukan perbuatan yang bermanfaat buat
- orang lain ya, bisa buat pahala jariyah
- ya, banyak yang bisa dilakukan. Itu
- bukan berarti orang yang sakit ini tidak
- dapat apa-apa. Justru mereka walaupun
- sakit, pahala tetap mengalir.
- Loh maksudnya gimana itu? Ya idza
- maridhal abdu aw safara kutiba lahu
- mitslu ma kana ya'malu muqiman shahihan.
- Jadi Rasulullah mengatakan bahwa orang
- yang sakit ini atau orang yang musafir
- dalam perjalanan ketika dia sakit itu
- pahalanya itu Allah akan menuliskan
- baginya pahala seperti ia lakukan ibadah
- di masa sehat.
- Jadi walaupun dia sakit, terbaring,
- tidak bisa qiyamul lail, tidak bisa
- sholat dhuha, tidak bisa baca Qur'an
- karena sakit, pusing dan segala macamnya
- ya, tidak bisa melakukan ibadah-ibadah
- sunnah yang lainnya, itu pahala tetap
- mengalir. Itu anugerahnya orang yang
- sakit.
- Tapi dengan syarat ketika sehat itu
- sudah mendawamkan, sudah mengkontinyukan
- ibadah-ibadah sunnah ini. Makanya
- mumpung lagi sehat kalau bisa semua
- ibadah-ibadah sunnah itu kita lakukan.
- Ya ter apakah itu sholat dhuha,
- qiyamul lail, baca Qur'an, apapun
- ibadah-ibadah sunnah yang kita lakukan
- ketika sehat, nah pada saatnya kita
- sakit tidak lagi kita bisa melakukan
- ibadah sunnah itu, insyaallah pahalanya
- terus mengalir. Apalagi orang tua-orang
- tua yang mungkin penyakit tua ya,
- mungkin ada yang stroke, yang enggak
- bisa ngapa-ngapain, yang lumpuh. Ketika
- masa-masa sehatnya dia terus
- melaksanakan ibadah sunnah, subhanallah.
- Pahalanya ngalir terus, Mbak.
- Ya, enggak perlu merasa ada
- Ke toilet dulu, Ustadzah.
- Hahaha, masyaallah.
- Itu terus dia dapat pahala yang mengalir
- ya. Dan
- memang kata kuncinya sabar ya, karena
- memang bersabar itu harus dan berobat
- juga harus. Ya, kalau sakit ya berobat
- dan Allah menurunkan penyakit itu pasti
- ada obatnya. Kecuali pikun.
- Ya. Kalaupun saat ini belum ada obatnya,
- ya mungkin belum mampu manusia untuk me
- mencarinya ya, mungkin suatu saat nanti
- ya, kalau sudah sampai waktunya eh akal
- manusia bisa menemukannya, insyaallah
- ya. Mudah-mudahan
- setiap kita sakit harus berobat, tapi
- kesabaran itu perlu di terus
- ditingkatkan.
- Baik, ikhwan dan akhwat demikian tadi eh
- pemaparan Ustadzah seputar fikih sakit
- dan kami undang Ikhwan dan Akhwat untuk
- menyampaikan pertanyaannya seperti biasa
- untuk nomor telepon dan WhatsApp masih
- sama di 08111999720
- atau silakan hubungi kami via telepon di
- 0218451512.
- Insya Allah Ustadzah akan kembali
- menjawab pertanyaan-pertanyaan Ikhwan
- dan Akhwat tapi setelah jeda nasyid
- berikut ini.
- Radio Silaturahim Rasio Network untuk
- Islam yang satu Ikhwan dan Akhwat saat
- ini sedang mengikuti Fiqih Wanita Live
- bersama Ustadzah Herlini Amran dan tema
- kita adalah Fiqih Sakit. Ada beberapa
- hal yang masih ingin disampaikan oleh
- Ustadzah, tafadhol Ustadzah. Iya.
- Eee sakit ini adalah bagian dari takdir
- Allah, oleh karena itu kita menerimanya
- dengan ikhlas dan sabar.
- Karena memang sakit yang kita derita ini
- akan menjadi penghapus dosa-dosa kita.
- Namun rasa sakit ini pada sebagian
- hamba-hamba Allah terkadang tidak sama.
- Ada yang rasa sakitnya ringan, mungkin
- sekedar tersandung ya. Jadi apapun rasa
- sakit yang musibah atau ujian yang Allah
- berikan kepada kita itu pada hakikatnya
- penghapus dosa kita. Misalnya
- tersandung, bahkan Nabi mengatakan
- tertusuk duri. Nah, Allah ingin dengan
- itu untuk menghabiskan dosanya. Karena
- dosa kita banyak, diberikanlah
- ujian-ujian seperti itu. Nah,
- masalahnya adalah ketika ujian yang
- Allah berikan berupa sakit ini adalah
- sakit yang berat, sakit yang luar biasa,
- rasanya itu luar biasa sakitnya, maka
- diberikanlah oleh Rasulullah
- rambu-rambu. Tidak boleh mengharapkan
- kematian.
- Heeh.
- Ya Allah, matikan ajalah aku ya Allah,
- sakit banget ya Allah, buat apa nih
- hidup? Begitu tidak dibenarkan. Itu
- berarti putus asa. Atau barang atau
- barangkali Ya Allah, kenapa enggak
- dimatiin aja? Kenapa disiksa kayak
- begini ya Allah? Nah, itu tidak
- dibenarkan ya. Paling tidak ada doa yang
- boleh kita baca.
- Sebagaimana Rasulullah mengajarkan
- kepada kita jika tidak tahan dengan
- musibah sakit tersebut, maka Nabi
- mengajarkan doa yang boleh kita ucapkan
- ya. Bunyinya Allahumma ahyuni madamatil
- hayah khaironli wa tawaffani idza
- kanatil wafah khaironli. Ya, kalau
- enggak bisa bahasa Arabnya enggak
- apa-apa pakai bahasa Indonesia ya. Ya
- Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan
- itu baik bagiku. Dan matikanlah aku
- sekiranya kematian itu lebih baik
- bagiku. Ini hadis sahih. Jadi, kalau
- kita merasakan sakit yang mungkin tidak
- bisa kita pikul karena rasa sakit yang
- luar biasa, kita boleh doa itu. Ya
- Allah, hidupkan aku kalau memang itu
- yang terbaik untukku. Dan atau
- wafatkanlah aku kalau memang itu yang
- terbaik untukku. Jadi, enggak boleh
- berputus asa, enggak boleh minta mati.
- Ya Allah, matikan aku sekarang juga,
- sakit banget ya Allah. Nah, itu tidak
- dibenarkan ya. Kita harus berbaik sangka
- kepada Allah bahwa apapun yang terjadi
- pada diri kita itu pasti ada hikmahnya.
- Pasti ada kebaikan-kebaikan yang akan
- kita dapatkan setelah Allah berikan kita
- ujian. Fainnamal usri yusro. Setiap
- kesulitan pasti ada kemudahan. Yakin,
- kita yakin. Dan yakin ini bagian dari eh
- kesembuhan. Insya Allah setelahnya Allah
- sembuhkan. Artinya kita perlu berbaik
- sangka kepada Allah karena Allah itu
- sebenarnya sayang sama kita. Maka, Allah
- berikan kita ujian dan cobaan. Nah,
- sekarang kita eh bahas adab ya. Adab
- bagi orang yang sakit. Artinya, ketika
- seseorang hamba diberikan sakit, ya
- ujian sakit oleh Allah, maka ada
- adabnya. Apa adabnya? Berbaik sangka
- kepada Allah, itu yang pertama. Yakin
- saja, ya Allah, ya mudah-mudahan ada
- hikmahnya lah. Insyaallah ini. Sakit apa
- pun, sakit gigi, sakit mata, sakit apa
- pun lah ya. Sakit perut bahkan ya.
- Yakinlah insyaallah ini ada ada ada
- hikmahnya. Kita baik sangka kepada
- Allah. Insyaallah, mudah-mudahan dosaku
- terhapuskan. Ternyata dosaku banyak juga
- ya, gitu ya. Kemudian sabar terhadap
- rasa sakit itu. Dan mensyukuri nikmat
- sakit itu. Kenapa? Karena dengan adanya
- sakit ini, Allah ingin menghapus semua
- dosa kita. Kita syukuri, ya Allah,
- alhamdulillah. Mudah-mudahan dosaku
- diampuni semua oleh Allah dengan rasa
- sakit ini, ya. Banyak-banyak istigfar.
- Lagi sakit itu istigfar. Jangan pernah
- mengeluh.
- Aduh, kenapa ini? Aduh, aduh, aduh aduh
- aduh saja ya. Kenapa enggak istigfar?
- Astagfirullahalazim.
- Apalagi kalau ibu-ibu yang bangsa saya
- kan sudah usianya setengah abad.
- Kalau sudah mulai itu lutut tuh ya
- biasanya. Naik tangga tuh ya. Aduh,
- mulai deh lututnya ini. Aduh, aduh.
- terus saja gimana tuh.
- Nah,
- dengan adanya kajian ini mengingatkan
- kita semua ya. Saya juga begitu. Kita
- manusia biasa pasti pernah melakukan
- perbuatan khilaf ya. Nah, ketika kita
- ingat, ya kalau mengeluh nanti enggak
- dapat pahala nih. Sudah,
- astagfirullahalazim. Ya Allah, sembuhkan
- ya. Itu. Jadi, aduhnya diganti.
- Atau ketika mau melahirkan tuh ya
- ibu-ibu yang akan melahirkan kan sakit
- banget tuh. Luar biasa ya. Itu orang
- yang tidak beriman pasti terucap
- kata-kata kufur.
- Saya ini kejadian dalam dalam hidup
- saya, anak saya yang ketiga tuh waktu
- melahirkan, itu sekamar dengan seorang
- ibu. Saya itu juga enggak kenal, orang
- lain. Saya sakit, tapi yang keluar ya
- ya, alhamdulillah dari dulu tuh, ya
- Allah, ya Allah, ya Allah gitu ya. Sakit
- ya Allah begitu saja, tapi saya cukup
- terganggu dengan erangan sebelah tuh,
- seorang ibu-ibu yang dia teriak. Ada
- suaminya, sabar Neng, sabar Neng. Dia
- marah istrinya, enak ya loh, ya loh,
- enak gua yang sakit, ngomong saja
- sabar-sabar. Itu maki-maki suami, saya
- mau ketawa tapi sakit gimana? Ya Allah
- ini lucu sekali ya. Nah, ini artinya
- jangan sampai itu terjadi kepada kita.
- Itu dia memaki-maki suaminya gara-gara
- gua sakit.
- Ini barangkali ibu ini belum paham ya.
- Ya jadi kita ganti kata-kata itu ya,
- kata-kata marah dengan suami, enak gua
- gua yang sakitnya.
- Kita kita astagfirullahaladzim ya Allah,
- kita ingat ya Allah mudah-mudahan dosa
- kita diampuni oleh Allah ya. Jadi
- banyak-banyak istigfar, kemudian
- memperbanyak doa minta kesembuhan dan
- jangan lupa muhasabah.
- Ya Allah ini barangkali ada dosa yang
- kita lakukan selama ini,
- astagfirullahaladzim. Diingat-ingat saja
- apa ya? Mungkin ada hak orang yang belum
- kita tunaikan, ada apa ya? Saja banyak
- istigfar, banyak-banyak muhasabah diri,
- kemudian bertawakal dan jangan lupa
- sakit apapun yang menimpa diri kita
- jangan pernah meninggalkan salat. Ya,
- saya pernah bertemu
- dengan ibu yang sehari-harinya itu
- berkhidmat untuk orang-orang yang sakit,
- bimroh bimbingan rohani ya, di suatu
- rumah sakit negeri ya
- pemerintah. Itu beliau mengatakan
- begini, dari pengamatan kami
- itu 60% pasien yang sakit di rumah sakit
- tidak salat. Nah, ini bahaya loh ini.
- Salat ini adalah amalan pertama yang
- dihisap oleh Allah di yaumul akhir. Coba
- bayangkan, sakit kemudian tidak salat
- meninggalnya seperti apa tuh nanti?
- Jadi salat ini wajib dilaksanakan selama
- masih ada akal ya, dia akil ya, dia
- berakal, dia masih sadar, dia masih
- respon. Sesakit apapun dirinya, mungkin
- lumpuh seluruh tubuhnya, tapi kepalanya
- masih yang bergerak hanya kepalanya,
- bisa nengok gitu ya kalau kita panggil
- Pak, dia dia nengok, ngangguk, berarti
- itu respon. Artinya dia wajib salat.
- Nah, siapa yang bisa menuntunnya ya
- keluarganya lah. Keluarganya yang
- mengingatkan. Jadi yang menunggui itu
- ingatkan terus orang yang kita tunggu
- ini apakah orang tua untuk melaksanakan
- kewajiban salat. Diingatkan dan ada
- rukhsah bagi yang sakit ini. Dia bisa
- melaksanakan eh dijamak ya karena
- kondisinya memang tidak memungkinkan dia
- salat sebagaimana biasa. Bahkan dalam
- kondisi-kondisi tertentu itu bisa dengan
- jamak qasar.
- Dua-dua ya. Kalaupun tidak bisa kena
- air, bisa tayamum.
- Kalaupun dia tidak bisa mentayamumkan
- dirinya, dia bisa ditayamumkan oleh
- keluarganya. Jadi ini jangan lupa ini
- salat ini penting. Kecuali kalau dia
- sudah tidak lagi akil ya, tidak respon,
- dia dalam keadaan koma, nah ini tidak
- ada lagi kewajiban atau pikun.
- Orang sakit pikun walaupun badannya
- sehat, tapi ya pikun ya. Ya ke mana-mana
- bawa gelang kan. Gelangnya namanya dan
- nomor HP ya, takut kabur ya. Ya dia
- enggak ingat. Walaupun dia sehat,
- makannya banyak ya, dia bisa ke mana,
- tapi kalau sudah pikun, maka tidak ada
- lagi kewajiban salat.
- Atau sakit jiwa Ustazah?
- Ya itu kan artinya tidak ada akal.
- Hilang akal.
- Iya, jadi orang yang tidak ada akalnya
- apakah dia pingsan, gila atau koma ya,
- artinya tidak tidak respon dengan
- kehidupan ini, tidak bisa diajak
- berkomunikasi ya, artinya memang memang
- sudah enggak ada akal. Maka tidak ada
- wajib, tidak ada kewajiban tidak ada
- kewajiban salat. Nah ini penting.
- Ya. Nah yang tidak kalah pentingnya bagi
- kita yang sakit ini nanti ya,
- mudah-mudahan ya kalau meninggalnya
- mintanya husnul khotimah ya, tapi
- caranya kan berbeda-beda. Allah telah
- menentukan hamba-hambanya meninggal itu
- dengan cara yang hanya Allah yang tahu.
- Ya, mungkin ada yang sedang karena
- sakit, ada yang tertabrak, ada yang
- terbunuh, ada yang tertimpa longsor, ada
- yang tenggelam, terbakar, itu itu hanya
- caranya saja, tapi pada prinsipnya
- Allahlah yang menentukan takdir ajal
- hamba. Nah, maksudnya ini bagi kita yang
- memahami ini sakit atau apa mungkin
- dalam kondisi sehat jangan lupa
- berwasiat.
- Wasiat itu
- ee Nabi mengatakan janganlah seorang
- ee seorang muslim itu 2 hari ee tidur
- tidak ada wasiat. Jadi, artinya begini
- sebenarnya. Jangan sampai kita meninggal
- dalam keadaan meninggalkan hutang.
- Ya, artinya ada was ada hal-hal yang
- akan mengganjal kita nanti kalau
- meninggal itu belum terpenuhi. Maka,
- perlu nyatet ya. Kalau saya bahasa saya
- itu bikin diari deh gitu ya. Ibu-ibu kan
- suka arisan tuh.
- Ya, mungkin ada hak-hak orang yang
- mungkin dia sudah nerima tapi belum apa
- keburu meninggal berarti ada hak orang
- yang belum dia tunaikan dicatat.
- Hutangnya apa semua supaya nanti
- ditunaikan oleh ahli warisnya. Ya,
- kasihan kan. Nabi saja tidak mau
- menyolatkan orang yang sahabat yang
- berhutang. Ya, ini penting buat kita ya.
- Ya, kalaupun enggak sa enggak sakit lagi
- sehat pun perlu untuk menulis mencatat
- semuanya.
- Nah, adapun membimbing orang yang
- sakit ini sangat ee penting bagi
- keluarga yang
- diberikan
- anugerah merawat orang tuanya yang
- sakit. Ya, mungkin masih memiliki ayah
- atau ibu yang sudah tua yang
- sakit-sakitan. Ini perlu ee adabnya juga
- bagi yang merawat orang sakit ini.
- Paling tidak yang pertama dan utama
- adalah ikhlas. Ya, walau bagaimanapun
- merawat orang yang sakit itu tidak
- mudah. Butuh keikhlasan. Apalagi orang
- tua. Orang tua yang tidak mampu lagi
- untuk buang buang air, buang kotoran di
- tempatnya di kamar mandi. Sudah di
- tempat. Ya, artinya itu luar biasa.
- Pahalanya luar biasa besar, tapi butuh
- keikhlasan. Ya, umpama kalau kita
- sebutkan
- orang tua kita ini adalah kunci surga
- kita. Nah, tinggal bagaimana kita
- manfaatkan kunci surga ini. Alangkah
- ruginya kalau kunci kita pegang, kita
- dapatkan tapi kita tidak dapat tidak
- bisa masuk surga.
- Ini bagi anak-anak yang tidak mau
- merawat orang tuanya yang sedang sakit
- ya. Dirawat, dirawat, dibimbing penuh
- kasih sayang, pemaaf, terus kemudian
- menyimpan rahasia kalau ada
- rahasia-rahasia yang mungkin aib ya pada
- orang tua kita itu di dijaga jangan
- sampai ee
- disebarkan karena
- orang yang menyimpan aib Allah akan
- sembunyikan, Allah akan tutup aibnya.
- Apalagi aib orang tua ya. Jadi ini
- adab-adab bagi orang yang merawat orang
- sakit karena pahala juga akan dia
- dapatkan. Dia akan mendapatkan pahala
- kesabarannya. Bahkan
- orang tua ini kalau istilah kata ya
- sebenarnya sih ini istilah umum, itu
- keramat yang berjalan gitu ya. Jadi
- walaupun orang tua kita sakit tidak bisa
- apa-apa ini kunci keberkahan. Jadi
- seorang anak yang berbakti kepada orang
- tuanya yang sedang sakit di hari-hari
- tuanya dia rawat itu subhanallah itu
- keberkahan hidup akan dia dapatkan insya
- Allah ya. Bahkan bisa menghantarkannya
- ke surga. Bahkan Rasul sangat sangat
- heran pernah dalam suatu saat itu aneh
- gitu ya. Ee ada orang yang orang tuanya
- bersamanya tapi tidak mampu membawa dia
- ke surga. Nah, ini anak yang memang
- tidak melaksanakan kewajibannya kepada
- orang tua. Itu aneh itu. Sungguh aneh
- orang yang kunci surga sudah dia pegang
- tapi tidak bisa membawanya ke surga.
- Ya. Jadi ini ee
- bagaimana adab bagi orang yang merawat
- orang sakit. Paling tidak
- ingatkan salatnya ya. Kalau orang tua
- kita tidak bisa melakukan apapun
- sedangkan dia masih ada akalnya, mungkin
- lumpuh atau stroke ya, kitalah sebagai
- anak untuk ee
- mengingatkannya, membimbingnya. Kalau
- enggak bisa berbicara kita kita
- talkinkan, kita ajak untuk ee
- salat. Bapak salat ya atau Ibu salat ya
- dia ngangguk ya berarti dia Dia dia
- masih sadar. Ibu salat zuhur ya dan asar
- dijamak qasar dua-dua ya, Bu. Kita kan
- yang mentayamumkan ya dan itu dimaafkan
- ketika lagi sakit ada kateter, ada apa
- lah gitu yang yang najis-najis. Kecuali
- kalau pampers ya, kalau pampers yang
- berisi
- air seni itu kan bisa dibuka ya. Artinya
- kalau kita ingin lebih bersih lagi itu
- juga paling kalau dalam sehari tiga,
- butuh tiga pampers ya. Pertama untuk
- salat subuh, kemudian zuhur asar itu kan
- satu ya untuk menggantikannya ya atau
- isya dan magrib. Ya artinya kita
- upayakan semaksimal mungkin bersih dari
- najis. Nah kemudian tayamumkan dan kita
- ajak
- kita bimbing salat ya. Nah kalau dalam
- keadaan orang tua kita yang sakit ini
- tidak mampu berbicara atau mungkin
- istilahnya koma
- koma, bukan titik.
- Mungkin kalau dalam bahasa kita tuh
- dalam kondisi sakaratul maut ya, itu
- perdengarkan Alquran. Dengarkan Alquran,
- jangan dibiarkan diam. Jangan dibiarkan
- apalagi bunyi televisi
- naudzubillahiminzalik.
- Banyak banyak ini ya mengaji, zikir.
- Artinya jangan sampai kosong telinganya
- tuh dari zikir mengingat Allah. Karena
- pada detik-detik dalam kondisi akan
- meninggal ini memang setan itu bertarung
- dengan dengan kita ya. Setan itu tidak
- ingin manusia meninggal dalam keadaan
- husnul khotimah. Setan itu membisikkan
- hal-hal yang tidak baik. Maka sering
- kita temukan orang yang bunuh diri
- karena sakit
- karena sakitnya udah enggak tahan lagi
- dia akhirnya bunuh diri itu godaan
- setan. Maka kita dampingilah
- keluarga kita di hari-hari sakitnya yang
- parah mudah-mudahan kita bisa
- mengingatkannya, bisa membimbingnya dan
- mudah-mudahan
- akhir dari kehidupannya kelak husnul
- khotimah.
- Baik, Ustazah nampaknya tadi merupakan
- eh
- apa akhir dari pemaparan Ustazah seputar
- fikih sakit dan kami akan langsung masuk
- ke tanya dan jawab dan tanya pertama
- akan saya bacakan dari SMS yang datang
- dari Bapak Solihin di Kranggan nih,
- Ustazah. Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Bagaimana cara menjaga
- kesabaran anggota keluarga kita,
- termasuk diri saya sendiri saat
- menghadapi ujian orang tua yang sakit
- sudah lama belum sembuh-sembuh juga dan
- juga menjaga kesabaran orang tua yang
- sedang sakit tersebut. Terima kasih.
- Iya, eh memang
- besarnya pahala itu tergantung dari
- besarnya ujian.
- Ketika kita ingin eh mendapatkan pahala
- dari kesabaran ini ya memang perlu
- diingatkan terus ya. Jadi, artinya
- sekarang ketika kita merawat orang tua
- yang sedang sakit ini kita
- kita kita bisa sampaikan kepada keluarga
- kita bahwa ini adalah keberkahan. Ini
- adalah kunci surga nih. Artinya, dengan
- kita terus memotivasi bahwa dengan
- menjaganya ini adalah bagian dari
- pahala. Ya. Jadi, eh
- ini memang butuh motivasi ya.
- Kadang-kadang bagi anak-anak atau
- keluarga yang enggak paham ada rasa
- gimana ya? Ini perlu terus diingatkan.
- Bahkan kita juga perlu diingatkan ya,
- karena manusia itu kan ya
- manusia itu kan dari kata insan nasiya
- suka lupa gitu ya. Diingatkan, eh ini
- adalah pahala, ini adalah pahala, ini
- adalah ujian, ini adalah pahala.
- Mudah-mudahan setiap eh ujian ini ada
- nanti jalan keluarnya. Terus dimotivasi
- ya. Nah, orang tua ini apalagi kalau
- sampai
- orang tua ini sudah pikun, kemudian
- cerewetnya luar biasa ya. Suka
- ngomel-ngomel kan ada yang begitu ya.
- Yang bahasanya kadang-kadang
- menyakitkan. Kita jangan tanggapi
- bahasa-bahasa itu. Kita anggap ini
- adalah oh ya orang tua itu kan kembali
- kepada anak seperti kecil semula seperti
- anak kecil. Kita bayangkan saja kalau
- ini orang tua kita dulu kita mungkin
- lebih dari ini ya Allah. Jadi,
- pandangilah orang tua kita ini dengan
- pandangan kasih sayang. Kasihan ya
- Allah, mudah-mudahan diberikan
- kesabaran. Terus jadi mudah-mudahan
- dengan memotivasi keluarga kita,
- mereka tuh bisa menyadarinya dan kita
- bisa kalau dengan dialog dengan keluarga
- kita, dengan anak-anak misalnya ya. Coba
- kamu bayangkan seandainya posisi orang
- tua ini atau ibu atau ayah ini nanti
- kamu seperti itu, bagaimana? Maka coba
- deh siapa yang menanam dia yang menuai,
- siapa yang
- memberikan kebaikan dia akan mendapatkan
- nanti. Maka dari sekarang kamu coba deh
- baik, mudah-mudahan anak kamu juga baik.
- Jadi kita motivasilah anak-anak kita
- ini, mudah-mudahan mereka bisa
- bisa menerimanya dengan baik. Bahkan
- yakinkan bahwa keberkahan hidup itu
- terletak pada bakti kepada orang tua.
- Itu sudah luar biasa ya, artinya DP-nya
- itu di dunia apalagi di akhirat nanti
- ya. Jadi jangan sia-siakan orang tua
- kita karena kunci surga itu ada tangan
- di tangan kita dengan berbakti kepada
- mereka. Ya,
- adapun
- menjaga kesehatan orang tua
- kadang-kadang orang tua kan rewel ya,
- bawel apa segala macam ya sudah sabar
- aja dibujuk-bujuk aja lah seperti anak
- kecil ya. Kemudian jangan lupa doa. Ada
- doa yang diajarkan Rasulullah ya ketika
- kita
- berhadapan dengan orang sakit misalnya
- menyebutkan misalnya mendoakannya
- Allahumma yasyfiaki gitu kalau dia
- perempuan, Allahumma ya
- Allahumma yasyfiaka dia laki-laki ya
- Allah sembuhkanlah dia. Nah kalau dia
- ibu kita Allahumma yasyfi ibu atau kalau
- memang sulit menghafal doa yang
- diajarkan Nabi ini dengan berbahasa Arab
- pakai bahasa Indonesia boleh. Ya Allah
- sembuhkanlah ibuku, ya Allah berikan
- kesabaran itu diungkapkan. Jadi biar dia
- dengar juga kita ikut mendoakan ya Allah
- berikan kesabaran sembuhkanlah bapakku
- ini ya Allah begitu. Atau doa misalnya
- diajarkan Nabi Allahumma rabbannas
- idzhabal ba'sa isyfi
- syifa'an la yughadiru saqoman. Nah itu
- ya doa-doa yang kalau memang belum hafal
- bisa
- dipajanglah nanti ya, ditulis di di
- inikan. Atau misalnya ee kepada orang
- yang sakit ini ada riwayat dari
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
- itu ee ketika itu Saad. Seorang sahabat
- namanya Saad sakit di perutnya. Kalau ee
- sakit di perut itu bisa jadi ee penyakit
- dalam ya, mungkin maag, liver, atau
- mungkin ginjal, atau apalah yang di
- perut ini. Rasul mengajarkan ya dalam
- sebuah riwayat ini ee ini Saad yang ee
- ketika sakit dikunjungi oleh Rasulullah
- kemudian Rasulullah mengatakan letakkan
- tanganmu di tempat yang sakit. Kemudian
- bacalah bismillah tiga kali. Bismillah,
- bismillah, bismillah sambil diusap yang
- sakit itu. Kemudian bacalah tujuh kali,
- "Audzubillahi wa qudrotihi min syarri
- maa ajidu wa uhadzir." Baca tujuh kali
- ya. "Audzubillahi wa qudrotihi min
- syarri maa min syarri maa ajidu wa
- uhadzir." Aku berlindung dengan Allah
- dan kekuasaannya dari kejahatan apa yang
- aku dapati dan yang aku khawatirkan. Ya,
- kejahatan maksudnya ini
- penyakit-penyakit ini. Baca tujuh kali.
- Dan itu yakinkan kita ya ini bisa
- diajarkan kepada orang yang sakit bahwa
- insyaallah Allahlah yang menyembuhkan.
- Tapi ya mesti pahami juga baca doa
- enggak instan ya. Karena ada orang yang
- sudah baca doa, "Sudah dibaca ini kok
- enggak sembuh." Ya, obat dokter saja
- butuh proses ya. Makan antibiotik saja
- harus lima hari ya, itu sehari tiga kali
- kan. Apalagi doa. Nah, maka pada saat
- itu kita baca doa ini, kita yakinkan
- sedalam-dalamnya pada diri kita bahwa
- Allahlah yang menyembuhkannya dan
- insyaallah semoga Allah sembuhkan. Jadi
- ini perlu di dipahami tahap-tahapnya
- ini. Yang penting banyak doalah Pak ya,
- anak-anak juga mudah-mudahan bisa sabar
- ya. Amin. Mudah-mudahan diberikan
- kekuatan dan kesabaran Bapak dan
- keluarga. Baik, kita beralih ke SMS
- berikutnya dari hamba Allah Ustadzah.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sudah hampir
- tujuh tahun suami saya sakit stroke dan
- dengan ikhlas materi maupun moril saya
- yang menanggung dengan cara menjadi
- asisten rumah tangga. Alhamdulillah
- tertanggulangi padahal dulu saya serba
- kecukupan saja. Apakah ini salah satu
- azab saja dari Allah?
- Oh.
- Ibu mohon maaf kami tahan dulu nanti
- saja akan menjawab pertanyaan Ibu karena
- ada penanya lewat telepon saya akan
- sambut terlebih dahulu. Assalamualaikum.
- Assalamualaikum.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Dengan Bapak siapa di mana Bapak?
- Saya Alwi.
- Bapak Alwi.
- Iya
- saya punya ayah mertua.
- Iya.
- Dia sakit mata tapi artinya sekarang
- matanya total buta tapi sebelumnya itu
- bisa melihat dengan jelas. Kira-kira 10
- tahun yang lalu lah ada satu penyakit
- ya.
- Nah kita kan berusaha saya berusaha
- untuk melayaninya sebaik mungkin kan
- mencari ini keikhlasan tadi.
- Dia tuh beliau tuh selalu pergi ke
- masjid maunya sendirian enggak mau
- merepotkan orang. Kalau dia
- yang penting dia bilang semuanya dia
- pada tempatnya maksudnya seperti sandal,
- sepatu dan lain-lain. Dan jangan
- diganggu jadi dia
- tidak mau mengganggu orang lain padahal
- kita kan ingin sekali artinya kan me
- melayani dia sebaik mungkin seperti tadi
- Ibu katakan bahwa kita melayani orang
- tua kan akan mendapat pahala yang besar
- tapi beliau sendiri kan namanya fisik
- yang cukup kuat padahal umurnya sudah 74
- gitu.
- Tapi dia tidak mau apa nya dilayanin
- secara ini begitu.
- Nah seperti itu Bu bagaimana caranya
- kita kita sudah berusaha agar
- melayani dia untuk mendapat pahala
- sebanyak-banyaknya gitu.
- Tapi yang bersangkutan merasa dia tidak
- ingin merepotkan orang lain walaupun
- anak atau mantunya sendiri.
- Iya.
- Baik Pak Alwi Ustazah akan menjawab lah.
- iya Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Iya, Pak Ali. Memang
- ada
- orang tua yang seperti Bapak mertua ini,
- subhanallah, memang niatnya baik ya. Dan
- saya rasa semua orang juga begitu ya,
- tidak ingin merepotkan anak cucu
- mantunya. Itu wajar. Nah, untuk saat ini
- yang bisa kita lakukan dalam eh melayani
- dan eh berbuat baik kepada orang tua ini
- apa pun yang bisa kita lakukan. Kalau
- pun beliau tidak mau karena beliau tidak
- mau merepotkan, dituruti saja, Pak.
- Karena nanti ada saatnya. Kan kondisi
- yang seperti ini kan enggak selamanya
- seperti ini. Usia orang tua kita atau
- usia kita semua juga kan semakin hari
- semakin terus ya, semakin tahun juga
- semakin bertambah. Tentu eh akan ada
- lemah masa lemahnya, masa ya artinya
- diikuti saja apa maunya eh orang tua
- kita ini. Selama eh beliau itu ikhlas
- dan rida. Jadi eh
- apa yang bisa kita lakukan lah, apa yang
- membuat beliau senang, kita lakukan.
- Kalau beliau merasa tidak mau dilayani
- atau kita ikuti saja, Pak. Saya rasa
- juga tidak semua bisa beliau lakukan
- sendiri ya. Nah, kita berbuat apa yang
- bisa kita lakukan, kita doakan orang tua
- kita ini diberikan kesabaran dan ya kita
- doakan terus lah, mudah-mudahan eh ada
- eh apa pun yang dilakukan oleh anak cucu
- mantunya ini tidak menyakiti hatinya.
- Ya, kan kita tidak tahu kadang-kadang
- orang tua menyimpan ya menyimpan rasa
- kecewa rasa
- sedih ya, mungkin dengan mantunya atau
- anaknya atau cucunya atau apanya. Nah,
- kita sering-sering minta ridanya.
- Minta rida orang tua, tolong diridakan
- didoakan supaya orang tua kita ini eh
- tidak eh tidak berkecil hati. Jadi,
- selama yang beliau lakukan itu adalah eh
- baik menurut beliau dan tidak eh merasa
- apa yang membebani atau itu beliau
- senang dengan apa yang beliau lakukan,
- biarkan saja Pak. Yang penting kita ee
- lakukan apa yang kita bisa lakukan
- semaksimal mungkin yang orang tua kita
- tuh mau. Kalau beliau tidak mau ya
- enggak apa-apa ikuti saja.
- Dipantau.
- Iya, dipantau teruslah ya, insyaallah di
- bawah pengawasan kita terus dan orang
- tua itu kadang-kadang merasa
- ee bisa ya, tapi jangan tinggalkan
- sendiri, jangan biarkan hidup sendiri.
- Beberapa waktu yang lalu ada kasus ya
- orang tua orang tua itu meninggal tanpa
- diketahui oleh anaknya. Ya, ayahnya ini
- merawat ibunya yang sedang stroke ya.
- Suami istri Ustazah?
- Suami istri ya, sudah tua kan? Ini
- anaknya ke mana gitu ya Allah, walaupun
- orang nah ini kalaupun orang tua enggak
- mau tinggal bersama anak tapi kalau kita
- lihat kondisi salah satu dari keduanya
- sakit, jangan biarkan tinggal sendirian.
- Kita kan enggak tahu kalau ayah kita
- misalnya atau ibu kita bisa merawat tapi
- kan keadaannya seperti itu ya, itu
- wallahualam apakah share-an
- berita itu benar atau tidaknya tapi
- sangat miris kita kita amati ya, ayahnya
- stroke ya eh bukan stroke ayahnya ibunya
- stroke enggak bisa ngapa-ngapain,
- ayahnya suaminya yang merawat. Nah,
- suaminya ternyata ternyata kena serangan
- jantung, meninggal mendadak ya Allah,
- ini anaknya ke mana ya? Jadi selama
- masih bersama kita insyaallah aman
- insyaallah, ya walaupun orang tua kita
- tidak mau dilayani. Ya, mungkin ada
- saatnya nanti ya, sekarang bisa dia kuat
- nanti kan belum tentu. Yang penting kita
- sudah
- menyiapkan diri, bersiap siaga ya untuk
- melayani kedua orang tua kita.
- Jadi bagi informasi yang belum tahu tadi
- pendengar Ustazah ceritanya ee ayahnya
- kena serangan stroke atau suaminya kena
- serangan stroke dan sang istri yang eh
- serangan jantung, sang istri yang
- dirawatnya tidak bisa berbuat apa-apa
- akhirnya mereka berdua meninggal tanpa
- diketahui siapa-siapa yang kasihan
- mungkin sang istri yang meninggal
- pelan-pelan karena tidak bisa melakukan
- apa-apa dikarenakan yang merawat ee
- terkena serangan jantung. Masyaallah,
- baik kita tinggalkan tadi. Mudah-mudahan
- Bapak Ali eh sudah puas dengan
- jawabannya dan kita kembali ke
- pertanyaan eh SMS tadi hamba Allah
- Ustazah yang bertanya apakah termasuk
- azab dari Allah dulu berkecukupan
- sekarang menanggung eh apa sebagai
- tulang punggung keluarga karena suami
- sakit selama 7 tahun.
- Eh hamba Allah yang dirahmati Allah
- ana inda dzanni abdi bi. Itu dalam hadis
- qudsi. Aku tuh tergantung sangkaan
- hambaku kepadaku. Kalau hamba Allah
- berprasangka ini adalah azab, ya itu
- azab.
- Tapi kan kita enggak mau berprasangka
- buruk ya. Kita harus berbaik sangka
- kepada Allah. Jadi kita berbaik
- sangkanya ini adalah bentuk ujian yang
- dengan ujian ini Allah ingin menghapus
- semua dosa-dosa kesalahan kita.
- Subhanallah hamba Allah itu luar biasa
- ya. Subhanallah. Merawat suami yang
- sudah yang sedang sakit bertahun-tahun,
- kemudian menjadi tulang punggung
- keluarga. Masyaallah Subhanallah.
- Mudah-mudahan semuanya diterima oleh
- Allah, diberikan balasan yang berlipat
- dan mudah-mudahan nanti dikumpulkan
- bersama di surga. Jangan lagi berpikir
- azab ya. Kita anggap ini adalah bagian
- dari kasih sayang Allah. Bentuk ujian
- ini adalah untuk mengangkat derajat kita
- dan innamal usri yusro. Setiap ada
- kesulitan insyaallah di sana ada
- kebaikan. Ya mungkin kebaikan banyak
- nanti dengan anak-anak yang menjadi anak
- yang saleh-salehah, dengan eh banyaklah
- nanti ya. Nah jadi kita hindarkan
- sangkaan-sangkaan yang tidak baik. Kalau
- apakah itu azab? Ya kalau memang
- dianggap azab itu azab. Tapi kalau kita
- anggap ini adalah ujian yang dengannya
- Allah ingin mengangkat derajatku, yang
- menghapuskan semua dosa-dosaku,
- insyaallah itu benar adanya insyaallah.
- Baik, eh kita ke WhatsApp. Di sini ada
- Bunda Tia Ustazah di Jakarta bertanya.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana dengan kondisi pada saat kita
- sakit dan berusaha untuk rida dan ikhlas
- dengan tetap ikhtiar untuk sembuh. Namun
- justru orang lain yang malah bicara di
- belakang, seolah-olah kita senang
- diberikan sakit. Bagaimana dengan hal
- tersebut, Ustadzah? Apakah itu termasuk
- ujian dari sakit itu sendiri? Mohon
- pencerahan.
- Ya, bisa jadi itu bagian dari ujian
- sakit karena ada orang ngomong-ngomong
- di belakang ya, ini senang dengan sakit.
- Begini saja,
- kita enggak usah peduli dengan apa kata
- orang. Itu dia akan
- mempertanggungjawabkan apa yang dia
- ucapkan. Apakah dia berburuk sangka
- dengan kita, dengan apapun itu, enggak
- usah dipedulikan. Kita enggak berurusan
- dengan orang. Kita berurusan hanya
- dengan Allah. Hanya Allahlah yang tahu
- isi hati kita. Bahwa sakit yang menimpa
- diri kita ini bukanlah ee kita kita
- jadikan sebagai senjata ya. Ini ada yang
- enggak benar juga loh, Mbak. Maksudnya
- dia sengaja sakit-sakit supaya apa?
- Supaya dikasihani orang.
- Jadi sakitnya enggak mau diobati.
- Ini memang sangat miris ya. Kita lihat
- ada sebagian kecil umat Islam yang
- memelihara sakitnya.
- Ya, minta-minta di pinggiran lampu merah
- ya, di bawah lampu merah. Sakit gondok,
- sakit apalah gitu ya. Ketika ada yang
- mau ada yang mau mengobatinya ya, saya
- ada dekat Cibubur ini kan ada yang sakit
- itu anak kecil yang besar idungnya ya,
- lehernya itu ya. Itu kan ih kasihan ya,
- enggak diobati. Mau diajak berobat gitu
- ya. Ayo kita bawa ke rumah sakit,
- mungkin dia enggak mampu ya untuk ke
- rumah sakit. Enggak mau.
- Enggak mau diajak, artinya ini
- dipelihara sakitnya ini. Supaya apa?
- Supaya orang kasihan, duitnya banyak
- minta-minta, itu enggak benar itu.
- Ya, artinya itu sudah salah ya, niatnya
- itu enggak benar ya. Sengaja memelihara
- sakit supaya tidak sembuh agar orang
- mengasihani nya, kemudian dia dapat uang
- dari itu. Itu cara-cara yang tidak baik
- ya. Jadi kembali kepada pertanyaan Ibu
- Tia tadi ya.
- Iya.
- Bahwa
- urusan orang dengan komentarnya itu
- urusan mereka. Biarkan mereka ngomong
- apapun, itu tanggung jawab dia dengan
- Allah. Yang tahu kita hanyalah Allah dan
- yang penting kita urusannya dengan Allah
- ya. Karena orang-orang yang ngomong di
- luar itu, apakah itu bagian dari dari
- ujian? Ya, itu bagian dari ujian. Hidup
- ini kan memang ujian, tidak ada yang
- tidak ada yang tidak mendapatkan ujian.
- Nah, ada orang yang ngomong-ngomong
- komentar seperti ini terhadap
- saudaranya, itu merugikan dia sendiri.
- Merekalah orang yang muflis. Orang yang
- bangkrut. Ketika datang ke hari kiamat
- dengan pahala puasa, salat, zakat,
- infak, sedekah, ternyata enggak punya
- lagi pahala itu karena sudah diambil.
- Diambil oleh orang yang dia gunjingi,
- yang dia sakiti. Jadi, begitu. Eee, Bu
- Tia, ya.
- Terakhir, Ustazah, eee, ini ada yang
- meminta doa dari Ibu Siti di Tambun. Ada
- eee, mengirimkan eee, WhatsApp. Mohon
- doanya, katanya, Ustazah, untuk adiknya
- Nur Baitih. Dari usia 16 tahun sampai
- sekarang usia 42 tahun, masih sakit eee,
- epilepsi atau ayan. Sudah hampir 26
- tahun jadi, Ustazah. Jadi, mohon
- didoakan agar diberikan yang terbaik
- oleh Allah.
- Mudah-mudahan
- bagi eee, tadi adiknya Nur Baitih. Nur
- Baitih ini semoga Allah berikan yang
- terbaik. Allah, Allahumma syfiha,
- Allahumma syfiha, syafa Allah syifaan
- ajila. Kalaupun Allah
- belum mentakdirkan untuk disembuhkan
- penyakit ini, paling tidak mudah-mudahan
- di yaumil akhir ini mendapatkan surga
- dan yang menjaga serta memelihara dan
- membimbingnya dengan kesabaran,
- mudah-mudahan Allah berikan kesehatan
- dan Allah berikan pahala yang berlipat
- dan bersama-sama bisa memasuki surganya
- Allah. Insya Allah.
- Amin. Insya Allah. Baik, eee, doa tadi
- tampaknya menutup eee, kajian kita pada
- hari ini.
- Ada satu lagi, Mbak.
- Silakan, Ustazah.
- Yang untuk di mengingatkan kita semua.
- Jangan lupa. Orang yang sakit itu tidak
- ada dosa pada dirinya. Maka, setiap dia
- berdoa makbul. Maka, Rasulullah
- memerintahkan kita untuk meminta doa
- kepada orang yang sakit. Nah, kenapa?
- Nah, Rasulullah mengatakan, "Idza
- dakholta ala marid." Eee, ketika kamu
- masuk kepada orang sakit, mintalah dia
- mendoakan kamu, sesungguhnya doanya
- seperti di malaikat. Ya, jadi
- orang-orang yang sakit ini mestinya kita
- mintakan doa, termasuk tadi yang adik
- yang Nur Bait itu yang sedang sakit
- ketika lagi masa-masa dia sehat atau
- mungkin lagi mintakan doanya buat semua,
- ya. Bagi yang sakit, yang mungkin ada
- yang datang menziarahinya, menjenguknya
- ketika sakit belum paham bahwa mestinya
- dimintain dimintakan doa, doakanlah
- dengan ikhlas orang yang menjenguk kita.
- Ya Allah, berikan dia kesembuhan,
- berikan dia rezeki yang berlipat,
- keluarga yang harmonis, anak yang
- saleh-salehah. Kitanya mendoakan, ya.
- Karena ketika kita mendoakan orang lain,
- maka malaikat juga mengatakan walaka
- mislu zalik, kamu juga dapat yang
- seperti itu, ya. Saling mendoakan, doa
- bid doa, insyaallah.
- Bisa kita langsung kesimpulan mungkin,
- Ustazah?
- Ya, pendengar yang dirahmati Allah bahwa
- hidup kita ini adalah ujian. Setiap
- musibah ujian yang menimpa diri kita
- pada hakikatnya adalah bentuk kasih
- sayang Allah kepada kita. Ketika kita
- sabar dalam menerimanya, mudah-mudahan
- surgalah sebagai balasannya. Dan kita
- berharap semoga kita dapat mengakhiri
- dalam kehidupan ini dengan akhir yang
- baik. Allahumma inna nas'aluka husnul
- khotimah. Allahumma inna nas'aluka
- husnul khotimah. Aqulu qouli hadza
- astagfirullahalazim walakum.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih kita ucapkan
- kepada guru kita Ustazah Helmi Amran
- atas ilmunya dan kajiannya pada siang
- hari ini. Insyaallah memotivasi bagi
- ikhwan dan akhwat yang saat ini
- diberikan ujian sakit, juga mungkin
- ikhwan dan akhwat yang sedang merawat
- orang tua atau orang-orang yang ikhwan
- dan akhwat kasihi dalam keadaan sakit.
- Mudah-mudahan malah menambah keimanan
- dengan ujian sakitnya, insyaallah. Dan
- yang bertugas pada hari ini saya
- Caroline ditemani belakang kamera ada
- Fajar, di belakang mixer radio ada
- Yusuf, ya? Yusuf di atas
- TV ada Robi. Mohon maaf dan Asep, ya.
- Dan Asep, mohon maaf apabila ada
- kekurangan terutama untuk
- pertanyaan-pertanyaan yang masuk dan
- belum sempat untuk dibahas oleh Ustazah.
- Mudah-mudahan untuk beberapa eh
- pertanyaan yang dibahas tadi dapat
- mewakili eh pertanyaan Ikhwan dan Akhwat
- yang tidak sempat dibahas. Insya Allah.
- Mohon maaf kembali lagi atas kekurangan
- kami. Subhanaka Allahumma wabihamdika
- asyhadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubu ilaih. Wabillahi taufik wal
- hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.