Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 [musik] 0:10 Bismillahirrahmanirrahim. 0:11 Assalamualaikum warahmatullahi 0:13 wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil 0:16 alamin. Allahumma sholli ala sayyidina 0:19 Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:22 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 0:24 subhanahu wa taala. Bagaimana kabarnya 0:27 di malam hari ini? Semoga dalam keadaan 0:29 sehat walafiat dan selalu dalam 0:32 lindungan Allah subhanahu wa taala. 0:34 Senang sekali kami dapat kembali 0:37 menjumpai Anda dalam program tausiah 0:41 malam bersama guru kita Ustaz Zaki 0:45 Mubarak edisi Kamis di tanggal 23 0:49 Oktober 2025. 0:52 Telah hadir guru kita melalui aplikasi 0:54 Zoom yang akan membawakan tema pengaruh 0:57 iman dalam pembentukan perilaku. 1:00 Langsung saja ikhwan akhwat kita sapa 1:02 terlebih dahulu guru kita. 1:04 Assalamualaikum warahmatullahi 1:05 wabarakatuh, Ustaz. 1:07 Waalaikumsalam 1:08 warahmatullahi 1:45 wabarakatuh. 1:48 Alhamdulillahi rabbil alamin 1:52 wa bihi nastain 1:55 ala umuriddunya waddin. 1:58 Wal aqibatu lil 2:01 Wala udwana illa ala dzolimin. 2:05 Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la 2:09 syarikalah. 2:11 Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 2:13 rasuluh. 2:15 Allahumma sholli wasallim ala hadzan 2:18 nabiyyil karim. 2:20 Sayyidina wa maulana Muhammadin. 2:24 Wa ala alihi wa ashabihi wa tabi'in. 2:28 Waman tabi'ahum bi ihsanin. 2:31 Ila yaumid din. 2:33 Amma ba'd. 2:36 Ikhwan. 2:38 Akhwat. Yang kami cintai alhamdulillah. 2:42 Pada saat ini telah dapat jumpa kembali. 2:45 Dalam. Tausiyah malam. 2:48 Yang kita isi dengan kajian. 2:51 Kitab. 2:53 Ya al lu'lu' wal marjan. 2:56 Semoga aktivitas ini dapat membimbing 2:58 kita. 2:59 Menapaki jalan yang lurus. 3:02 Serta memperoleh rahmat dan ridho dari 3:04 Allah subhanahu wa ta'ala amin ya rabbal 3:08 alamin. 3:11 Para jamaah sekalian. 3:13 Para. 3:15 Ikhwan akhwat. 3:18 Pendengar radio silaturahim. 3:20 Dan pemirsa asyik TV perlu saya 3:23 sampaikan. 3:25 Bahwa peran iman. 3:29 Dalam membentuk perilaku manusia itu 3:32 sangat menentukan. 3:37 Mengapa karena orang itu. 3:40 Hakikat perilakunya adalah perwujudan 3:42 dari. 3:44 Qalbunya. 3:46 Dari hatinya. 3:48 Ya iman itu adanya di hati. 3:53 Fil qalb dalam hati. kita. 3:57 Nah, maka kalau 3:59 imannya tinggi 4:02 perilakunya akan baik. 4:05 Imannya rendah 4:07 semakin rendah perilakunya. 4:15 Enggak beriman, ya lebih jauh lagi. 4:19 Perilakunya akan kacau. 4:24 Ya. 4:25 Pengaruhnya itu kuat sekali. 4:29 Saya ambil contoh 4:34 kita tidak mau mencuri. 4:37 Mengapa? 4:39 Karena iman kita. 4:42 Kita percaya bahwa kalau kita mencuri 4:44 itu akan celaka dunia akhirat. 4:52 Bukan karena yang lain. 4:56 Yang lain itu bisa diatasi. 4:59 Ya, misalnya diawasi, itu bisa 5:02 kita bohongi orang. 5:05 Yang ngawasi kita bisa kita bohongi. 5:07 Tapi kalau hati kita sendiri 5:10 yang mengawasi kita dengan iman kita 5:12 tadi 5:13 itu enggak bisa. 5:20 Apa kata Nabi ketika ditanya 5:23 Ma huwal birru wal ismu? 5:28 Rasulullah, apa sesungguhnya kebajikan 5:29 dan dosa itu? 5:32 Kata Nabi, al birru husnul khuluq. 5:36 Kebajikan itu memiliki akhlak yang 5:38 terpuji, akhlak yang baik. 5:42 Ya, akhlak yang mulia. 5:47 Sedangkan al ismu ma ha ka fi nafsika. 5:51 Sesuatu yang membuat keraguan dalam 5:53 dirimu, dalam hatimu. Timbul ragu-ragu. 6:01 Dan kemudian 6:03 kita 6:05 merasa keberatan dilihat orang lain. 6:08 Itu dosa berarti. 6:10 Ya. 6:11 Dari dari nurani saja kita sudah paham. 6:14 Kita berbuat sesuatu yang kalau dilihat 6:15 orang lain itu kita 6:18 keberatan, enggak suka. Nah, itu dosa. 6:23 Dari nurani kita. 6:30 Soal halal haram 6:32 oh, kita ngerti semua. 6:34 Saya enggak percaya kalau orang enggak 6:36 enggak mengerti bahwa hak mencuri itu 6:39 haram. Enggak, enggak percaya. Pasti 6:41 ngerti dia. 6:42 Berzina itu haram, ngerti. 6:47 Ya, menzalimi orang itu haram, semua 6:49 ngerti. 6:52 Masalahnya mau konsekuen enggak kita? 6:54 Dari bisikan nurani kita. 6:59 Yang sering kita enggak konsekuen. 7:01 Apa katanya? 7:02 Ah, enggak ada yang tahu ini. Nah, ini 7:04 yang bahaya ini. 7:06 Katanya enggak ada yang tahu ini. 7:08 Ada yang Maha Mengetahui. 7:13 Nah, kesadaran itu disebut iman. 7:21 Ma ha ka fi nafsika. Sesuatu yang 7:24 menimbulkan keraguan dalam dirimu, dalam 7:26 hatimu. 7:30 Dan merasa keberatan kalau 7:32 dilihat orang lain. 7:36 Saya yakin orang berbuat dosa itu kalau 7:38 dilihat orang lain 7:39 berbuat berapa enggak mau. 7:42 Makanya sembunyi kan dia. 7:46 Sembunyi. 7:48 Orang berbuat dosa sembunyi. 7:56 Ini yang disebut tadi. 8:01 Maka amat penting bagi kita untuk 8:06 menjaga kesucian hati kita. 8:11 Supaya tetap suci. 8:15 Dengan jalan 8:17 mensucikannya. 8:20 Apa? 8:24 Dengan merasa ada muraqabah. 8:29 Ya. 8:31 Dekat pada Allah. 8:34 Dan merasa 8:35 diperhatikan dan diawasi oleh Allah. 8:43 Tadi saya jelaskan soal halal dan haram 8:45 itu manusia yang ngerti semua, apalagi 8:47 manusia 8:49 para ikhwan akhwat. 8:52 Kucing itu kucing, hewan 8:54 hewan ya. Ngerti halal haram itu. 9:00 Hewan kucing ngerti halal haram itu. 9:03 Contohnya apa? 9:04 Kalau dia memakan daging 9:08 di meja 9:10 dia mencuri 9:11 ada majikannya dia ngerti lari. 9:15 Takutan. 9:17 Tapi kalau dikasih daging oleh 9:18 majikannya dia suruh makan, dia makan. 9:22 Di sini ngerti. 9:23 Kalau mencuri haram itu, apalagi 9:25 manusia. 9:27 Ya, itu gambarannya, contoh saja 9:29 misalnya. 9:32 Ya, sering saya lihat kucing lagi 9:33 mencuri makanan. 9:35 Ya, saya datang langsung lari. 9:39 Ngerti dia itu mencuri haram. Tapi kalau 9:42 kita kasih dia, oh enggak enggak lari 9:44 dia, tenang. 9:50 Maka perilaku 9:52 manusia itu ditentukan oleh keimanannya. 9:56 Coba kita lihat hadis ini. 10:03 Hadis Abi Hurairah. 10:07 Hadis dari Abi Hurairah. 10:10 Annan Nabiyya Nabi sallallahu alaihi 10:12 wasallam qala. 10:15 Nabi bersabda 10:16 dalam empat hal ini. 10:20 Kita akan mereka satu persatu. 10:24 La yazni zaani 10:27 hina yazni wa huwa mukmin. 10:35 Tidaklah mungkin seorang pezina itu 10:37 berbuat zina 10:41 kalau dia ada imannya. 10:46 Kami nyatakan. 10:48 Kalau orang ada imannya enggak mungkin 10:50 berbuat zina. 10:54 Kenapa dia itu dosa besar. 11:02 Nah, pada saat dia berzina, maaf imannya 11:05 sedang 11:07 los. 11:08 [berdehem] 11:09 Imannya sedang zero, kosong. 11:12 Kalau ada imannya meskipun sebesar biji 11:14 sawi 11:15 meskipun imannya itu setipis kulit 11:18 bawang, enggak akan berzina. 11:23 Begitu dia berzina berarti imannya lagi 11:26 zero, kosong sama sekali sekarang. 11:33 Ya. 11:34 Tapi biasa ini ya ini, Nabi tegaskan. 11:37 Hadis sahih. 11:38 Ini sepakati Imam Bukhari dan Muslim ya. 11:49 Nah, maka di sinilah 11:52 Saudara-saudara sekalian 11:55 kita ketahui jelas sekali bahwa 11:59 keimanan seorang itu 12:03 sangat berperan dalam membentuk perilaku 12:05 seorang, membentuk watak seorang. 12:12 Karena dia beriman 12:14 dia enggak mau berbuat zina. 12:21 Baik terang-terangan maupun sembunyi. 12:26 Termasuk dia enggak mau lakukan zina 12:28 mata. 12:31 Ya. 12:33 Katanya memandang 12:36 perempuan lain. 12:42 Zina zina pendengaran, kita mendengarkan 12:44 hal-hal yang 12:46 ya porno 12:48 dan lain-lain. Itu semua 12:51 dihindari oleh dia. 12:59 Maka itu dikatakan Alquran, "Wala 13:01 taqrabu zina." 13:03 Janganlah kamu mendekati zina. Mengapa? 13:05 Kalau sudah dekat 13:07 enggak sadar itu orang terjerumus itu. 13:10 Kalau dia sudah berani mendekati zina, 13:13 tidak sadar 13:15 terjerumus. 13:21 "Innahu kana fahisyatan wa sa'a sabila." 13:25 Sesungguhnya itu adalah zina perbuatan 13:28 keji dan jalan yang paling buruk. 13:43 Ya ini kerja besar. 13:53 Satu dulu, ya. 13:54 Satu dulu, ya. 13:56 Ini hadis tadi. 13:57 Ya, dari situ kita bisa lihat bahwa iman 14:01 seseorang 14:04 dapat membentuk 14:06 watak dan perilaku manusianya. 14:13 Yang kedua, 14:14 kita lihat. 14:19 Wala yasyrobu al-khamro 14:22 hina yasyrobuh wahuwa mukmin. 14:26 Tidaklah sekali-kali orang itu berzina, 14:28 apa, meminum minuman keras di sini. 14:31 Syaribul khamar. 14:33 Minuman keras atau mengkonsumsi 14:34 obat-obatan terlarang. 14:39 Kecuali pada saat saat dia 14:42 meminum minuman keras itu imannya lagi 14:44 kosong. 14:50 Imannya kosong, Saudara. 14:53 Kalau ada imannya 14:54 meskipun sebesar tepung, tepung yang 14:57 bisa terbang, 14:58 enggak akan dia 15:00 melakukan meminum minuman keras, 15:02 mengkonsumsi minuman keras atau 15:04 mengkonsumsi obat-obatan terlarang lain. 15:15 Mengapa? 15:17 Dia enggak perlu pengawasan orang lain. 15:19 Pokoknya dia sadar sendiri kok. 15:20 Enggak mau. 15:23 Nah, semua kalau diawasi manusia, oh, 15:25 bisa saja. 15:27 Orang 15:28 mengawasi itu enggak bisa mengawasi 15:30 orang lain. 15:34 Tapi diawasi oleh dirinya sendiri. 15:37 Oleh hati nuraninya. 15:40 Maka dia tinggalkan itu dan selamat. 15:45 Setiap orang yang menjerumuskan diri 15:46 dalam meminum minuman keras, 15:49 pemabuk bukan dan 15:52 mengonsumsi obat terlarang, 15:55 dia akan 15:58 merugi, menderita dunia akhirat. 16:03 Bukan cuma di dunia, di akhirat itu 16:04 lebih parah lagi. 16:08 Ya, penderitaannya luar biasa. 16:12 Ya. 16:13 Penderitaannya [berdehem] luar biasa. 16:24 Termasuk tadi dalam istilah perzinaan 16:26 itu 16:28 adalah 16:30 deviasi seksual, penyimpangan seks. 16:42 Saya sebut LGBT, itu perzinaannya. 16:45 Kelas berat itu. 16:52 Ada beberapa dokter murid saya 16:55 ceritakan pada saya bagaimana dia 16:59 mendampingi, mengobati orang-orang yang 17:02 terkena penyakit-penyakit menular yang 17:04 ganas sekali 17:06 karena melakukan LGBT itu. 17:09 Itu tangisannya berhari-hari, sesak. 17:14 Ketika sudah sakit, ya. 17:16 Penyakit kotor tadi. 17:19 Ih, mengerikan Saudara. 17:25 Saya ceritanya itu, uh saya ngeri. 17:29 Mengapa? Dia melanggar larangan-larangan 17:32 agama. Siapa yang melanggar larangan 17:34 agama akan tersampahkan dalam kubangan 17:37 kehinaan yang amat dahsyat. 17:46 Hindari 17:49 kemabukan, 17:51 konsumsi 17:52 obat-obat terlarang, hindari. 17:56 Karena itu akan membahayakan diri kita 17:58 sendiri 17:59 dan membahayakan orang lain, 18:01 pasti. 18:04 Membahayakan keluarga, 18:07 membahayakan orang tua, membahayakan 18:09 membahayakan anak-anak, banyak sekali 18:11 efeknya yang merusak. 18:17 Nah, lihat perilaku orang yang mabuk itu 18:19 gimana coba Saudara lihat. 18:21 Orang kalau mabuk gimana? 18:23 Betapa pun dia tadinya orang terhormat, 18:25 orang terkenal, orang baik, kalau lagi 18:27 mabuk, ya 18:30 jadi orang hina, 18:33 ngomongnya asal ngomong aja, ngomong 18:36 kalimat-kalimat yang kotor keluar. Aduh. 18:40 Jatuh dia dari orang terhormat jadi 18:42 orang yang sangat hina. 18:45 Apalagi kalau mengkonsumsi obat 18:46 terlarang. 18:47 Oh, itu lebih dahsyat lagi. 18:56 Ya, maka ditegaskan sedemikian. 18:59 Nabi 19:05 wala yasyrobu al khomru 19:08 khina yasyrobuhak wa mukmin. 19:12 Tidaklah meminum minuman keras ketika 19:13 dia meminumnya. 19:16 Padahal dia seorang mukmin, enggak 19:17 mungkin. 19:18 Berarti pada saat meminumnya itu dia 19:19 imannya sedang los, hilang. 19:22 Enggak ada imannya sama sekali. 19:28 Setipis 19:30 bulu laron. 19:33 Iman. 19:36 Sekecil zarrah. 19:39 Tuh biji sawi itu biji sawi itu 19:41 bukan zarrah itu, biji sawi itu masih 19:44 jutaan zarrah itu. 19:47 Ada zarrahnya 19:49 partikel paling kecil yang tidak bisa 19:50 dibagi lagi. 19:52 Sebutnya atom. 19:54 Sebesar itu ada imannya 19:57 enggak akan mabuk. 20:03 Kalau melakukan itu berarti 20:06 zero, kosong sama sekali. 20:13 Wala yasriqus sariqu, yang ketiga 20:17 Wala yasriqus sariqu. 20:20 Dan tidaklah seorang pencuri itu mencuri 20:24 hina yasriqu ketika dia mencuri 20:29 wahuwa mukminun. 20:32 Padahal dia sebagai seorang mukmin. 20:40 Pencuri 20:42 selagi dia beriman enggak maka enggak 20:45 akan mencuri. 20:50 Bahkan tidak akan memberani mengambilnya 20:53 hak orang lain. 20:59 Tidak berani mengambil yang bukan 21:00 haknya. 21:01 Tidak berani menghalangi hak orang lain. 21:08 Kalau dia betul-betul 21:10 ada imannya. 21:14 Kalau enggak ada imannya, sudah tabrak 21:16 semua. 21:22 Curi tabrak dia. 21:24 Korupsi ditabrak. 21:26 Menipu ditabrak, semua dia lakukan. 21:29 Kenapa? Imannya zero. 21:42 Ikhwan, akhwat, para pemirsa yang kami 21:44 cintai. 21:50 Pencurian ini sangat menyakitkan. 21:58 Bayangkan orang punya harta sedikit, 22:00 dapat usaha 22:02 bertahun-tahun 22:04 dengan jerih payah. 22:12 Dengan usaha sangat sulit, tiba-tiba 22:14 dicuri orang. Aduh, menyakitkan sekali. 22:23 Ya, maka orang yang mencuri itu pasti 22:26 enggak ada imannya. 22:28 Ya, kalau masih ada imannya enggak 22:30 mungkin mencuri. 22:41 Ada enggak mengatakan 22:44 oh itu mencuri itu 22:47 penyakit. Oh, bukan penyakit, perbuatan. 22:54 Ya. 22:55 Bukan penyakit, perbuatan dia. Melanggar 22:58 larangan agama. 23:02 Itu yang harus kita perhatikan dalam 23:04 Oh itu 23:06 karena sudah penyakit jadi menempel di 23:09 dia enggak bisa begitu, itu pelanggaran 23:11 ajaran agama. 23:22 Maka sejak kecil kita harus mendidik 23:24 anak-anak kita. 23:27 Generasi penerus kita hati-hati. 23:29 Jangan sampai ada kecenderungan untuk 23:33 mencuri enaknya saja mencuri bahaya 23:35 sekali. 23:45 Ya kalau dalam hukum Islam itu dipotong 23:46 tangan mencuri itu. 23:51 Apa itu untuk pelajaran supaya orang 23:52 jera. 23:54 Ada satu orang dipotong tangan karena 23:55 mencuri semua orang jera, takut. 24:01 Begitu dia lewat 24:02 kucing itu. 24:03 Ini yang enggak ada satu tangannya ini 24:05 dipotongnya di sini nih. Maaf ya. 24:11 Dia tarik dulu. 24:17 Ada satu pencuri tapi memberi pelajaran 24:20 bisa jutaan orang setiap orang ketemu 24:22 kaget. 24:23 Nah dengan demikian 24:25 orang 24:27 enggak mau mencuri. 24:33 Ya kalau mencuri hanya di 24:37 tangkap kemudian dilepasin lagi ya 24:39 enggak kapok-kapok dia. 24:43 Mencuri lagi mencuri lagi kan. 24:50 Ya itu 24:51 baik. [berdehem] 24:54 Harus jera harus kapok dia. 25:04 Baik, kita masuk yang keempat sekarang. 25:19 Wala yantahi bunuh batan. 25:23 Zata syarofin. 25:25 Yarfaun nas ilaihi abshorohum. 25:27 Fiha. 25:29 Hinayan yantahi wa. 25:32 Wa mukmin. 25:34 Tidaklah sekali-kali orang itu. 25:37 Merampok harta orang lain. 25:42 Merampas harta orang lain. 25:44 Ketika dia merampasnya itu. 25:49 Tadi imannya enggak ada. 25:53 Kalau masih ada imannya enggak mungkin. 25:56 Kok. 25:57 Merampas harta orang lain. 26:05 Nah, inilah. 26:09 Ikhwan akhwat. Yang mesti kita 26:12 perhatikan betul. 26:17 Merampok, merampas itu lebih besar 26:19 dosanya dari. 26:39 Mencuri. 26:41 Kalau mencuri kan masih sembunyi ya. 26:47 Bapak wajib bagi umat Islam untuk 26:49 membela saudara-saudaranya yang. 26:51 Dizalimi. jangan dibiarkan, harus 26:53 dibela. 26:56 Sehingga perampok jadi jera, 26:57 takut. 27:00 Dan menegakkan hukum itu penting. 27:04 Kalau hukumnya enggak tegak, sudah 27:05 percuma. 27:08 Banyak nanti 27:10 pencurian, 27:11 perampokan, 27:13 korupsi, 27:15 dekadensi moral akan 27:17 muncul 27:18 muncul di mana-mana. 27:20 Naudzubillah min dzalik. 27:23 Harus ditegakkan hukum. 27:27 Hukum enggak boleh main-main. 27:34 Sampai 27:37 ya, 27:40 hukum itu dibuat permainan. 27:43 Sehingga akhirnya enggak ada wibawa. 27:49 Di zaman di zaman Rasulullah pernah ada 27:55 pencurian yang dilakukan oleh seorang 27:57 perempuan 27:58 terhormat dari Bani Mahzum. 28:01 Paham Saudara? 28:03 Bani Mahzum itu kalau sekarang itu 28:04 banyak keluarga-keluarga jenderal, 28:06 konglomerat itu Bani Mahzum. 28:08 Nah, ada anggota perempuan, perempuan 28:11 anak perempuannya 28:12 mencuri tertangkap. 28:18 Karena dia ini anak orang-orang besar 28:20 semua, 28:22 mereka berkumpul, kemudian 28:28 meminta kepada Zaid 28:33 bin Haritsah. 28:37 Zaid bin Haritsah ini dulunya adalah 28:39 anak 28:40 Muhammad. 28:43 Dulu pernah disebut Zaid bin Muhammad. 28:47 Setelah ada ayat Alquran turun larangan 28:49 itu baru. 28:51 Ma kana Muhammadin 28:53 aba ahadin min rijalikum. 28:56 Ma kana Muhammadun gitu ya. 28:58 Kalimatnya. Ma kana Muhammadun 29:01 aba ahadin min rijalikum. Walakin 29:04 Rasulullah wa khataman nabiyyin. 29:06 Bukanlah Muhammad itu ayah dari salah 29:08 seorang laki-laki di antara kamu. 29:10 Maksudnya ayahnya dari Zaid bukan kata 29:12 [berdehem] Alquran. 29:14 Karena itu dia ayah angkat. 29:17 Anak angkat. 29:20 Tapi dia Rasulullah dan penutup segala 29:22 nabi. Nah, sejak itu enggak disebut lagi 29:24 kepada Zaid bin Muhammad, tapi Zaid 29:27 kepada ayahnya bin Haritsah. 29:32 Nah, mereka merasa kalau Zaid ini dekat 29:34 dengan nabi 29:37 lalu didekatilah oleh 29:38 tokoh-tokoh Bani Makhzum ini. 29:41 Tolonglah yang ini satu ini. 29:44 Pencurian ini jangan 29:47 ditindak tegas. 29:49 Di petieskan saja. 29:54 Orang-orang yang berbicara itu 29:56 orang-orang penting semua. 29:58 Orang-orang berpengaruh. 30:02 Dan sengaja mempengaruhinya melalui 30:04 melalui Zaid bin Haritsah sebagai 30:07 anak angkat nabi. 30:09 Mereka yakin akan gol. 30:12 Ketika Zaid datang kepada nabi 30:14 menceritakan itu meminta supaya di 30:17 petieskan nabi membalas tadi. 30:23 Sesungguhnya kehancuran orang-orang 30:25 sebelum kita dulu 30:27 kenapa? 30:28 Adalah karena selalu 30:32 menegakkan hukum kepada orang-orang 30:34 lemah. 30:35 Orang-orang miskin ditegakkan hukum, 30:37 tapi kalau orang-orang kaya dibebaskan. 30:41 Orang-orang kuat dibebaskan, itu bahaya. 30:46 Tidak, kata Nabi. 30:50 Lau anna Fatimah binta Muhammadin 30:52 saraqat, laqata'ti yada ha. 30:56 Sampai seandainya Fatimah, putri 30:58 Muhammad mencuri, aku potong tangannya, 31:00 kata Nabi. 31:01 Enggak ada kompromi, ya. 31:04 Ini ketegasan. 31:07 Nah, jadi itulah [berdehem] yang harus 31:08 ditegakkan, hukum itu. 31:11 Jangan buat main-main. 31:15 Ya, enggak bakalan benar. 31:17 Suatu bangsa, suatu umat 31:20 yang menjadikan hukumnya main-main, 31:21 enggak akan benar, pasti kacau. 31:31 Nah, jadi itulah. 31:34 Ini nanti bisa dikembangkan pada 31:35 perbuatan-perbuatan lainnya. 31:39 Dosa-dosa besar yang lain, begitu. 31:42 Kalau orang itu berani melakukan dosa 31:44 besar, pada saat melakukannya dia itu 31:46 termasuk imannya lagi kosong. 31:50 Maka iman 31:51 sangat 31:55 berpengaruh 31:58 dalam pembentukan 32:01 perilaku dan watak umat manusia. 32:04 Ikhwan dan akhwat sekalian, inilah 32:05 pengantar kali ini. 32:07 Hadisnya riwayat Imam Bukhari dan 32:09 Muslim. 32:10 Sahih. 32:11 Ya. 32:12 Masih ada waktu, kalau nanti ada 32:13 pertanyaan-pertanyaan, 32:15 kami persilakan. 32:16 Wal afwu minkum. Wassalamualaikum 32:19 warahmatullahi wabarakatuh. 32:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 32:24 wabarakatuh. Terima kasih, Ustaz, atas 32:26 tausiahnya di malam hari ini. Ikhwan dan 32:29 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 32:31 taala, kami akan jeda sejenak terlebih 32:34 dahulu, dan seperti biasa, kami tunggu 32:38 ee 32:39 pertanyaan ataupun komentar dari Anda di 32:41 08111 32:44 999720 32:47 kami kembali setelah jeda berikut ini 32:58 [musik] 33:00 radio silaturahim untuk Islam yang satu 33:02 Ikhwan dan Akhwat terima kasih Anda 33:04 masih bersama kami dalam kajian 33:06 ee kitab Al Lu'lu Wal Marjan bersama 33:10 guru kita Ustadz Zaki Mubarak 33:15 salam ee kami ucapkan kepada Eyang Sri 33:19 Ibu Aminah kemudian ada Ibu Ani 33:22 Pak Mukmin Pak Musyawir dan juga Pak 33:26 Rusgandar 33:28 ada pertanyaan dari Bapak Musyawir Abdul 33:31 Basir Pak Ustadz Assalamualaikum 33:33 warahmatullahi wabarakatuh tuh 33:38 ee Ustadz 33:39 Waalaikumsalam 33:40 semoga selalu dalam lindungan Allah 33:42 Subhanahu Wa Ta'ala dan diberkahi sehat 33:45 walafiat amin 33:48 amin 33:49 mohon pencerahannya Ustadz pengertian 33:51 iman yakin dan akidah terima kasih 33:56 iman 33:58 iman ee 34:00 mana 34:01 iman yakin akidah 34:03 iman yakin dan akidah iya 34:06 baik iya 34:07 al iman menurut bahasa adalah at tasdiq 34:12 em 34:13 artinya membenarkan 34:17 iya 34:18 membenarkan jadi kalau 34:21 ke beriman kepada Nabi ya kita 34:23 membenarkan segala berita yang datang 34:25 dari Nabi 34:28 kita beriman pada Alquran artinya kita 34:30 membenarkan isi Alquran semua. 34:35 Nah, itu pengertiannya. Nah, nanti 34:39 iman ini adalah suatu keyakinan 34:44 yang ada dalam hati kita 34:47 yang tidak diketahui orang lain. 34:51 Maka perlu ada syahadat supaya orang 34:53 tahu. 34:55 Kalau iman dalam hati saja orang enggak 34:56 tahu. 34:57 Iya. Maka hakikat 34:59 iman itu tiga. 35:02 Ada tiga. 35:03 Yang pertama adalah i'tiqadun bil qolbi. 35:08 Meyakini dalam hati. 35:11 Yang kedua iqrarun bil lisan, 35:12 mengikrarkan dengan lisan. 35:15 Dan yang ketiga wa'amalun bil arkan. 35:18 Merealisasi dalam perbuatan sehari-hari. 35:21 Tiga komponen. 35:22 Maka di Quran disebutkan selalu itu. 35:24 Amanu wa'amilus sholihat. Beriman dan 35:27 berbuat kebajikan terus di berbagai 35:29 ayat. 35:30 Nah, jadi itu arti iman. 35:32 Nah, 35:33 kalau yakin itu adalah sesuatu yang 35:38 tidak meragukan. 35:41 Yang la yuzalu bisyak. 35:43 Tidak bisa dibatalkan dengan keraguan 35:45 itu iman. 35:48 Nah, keyakinan. Kalau masih ragu itu 35:50 belum yakin. 35:51 Raib, ya ada raib, ada keraguan. 35:54 Alif dikatakan 35:56 alif lam mim 35:58 dzalikal kitab la raiba fihi. 36:04 Kitab Alquran ini tidak ada keraguan di 36:05 dalamnya. Aila syakka fihi, enggak ada 36:08 raib. 36:09 Hudan lil muttaqin, sebagai petunjuk 36:12 bagi orang bertakwa. Nah, jadi artinya 36:14 keyakinan itu adalah 36:15 sesuatu 36:17 kepercayaan yang 36:19 tidak bisa dikalahkan oleh 36:21 keragu-raguan. 36:24 Kalau masih ada keraguan belum yakin. 36:31 Maka ada ilmul yakin, 36:36 ada ainul yakin, 36:37 ada haqqul yakin, nah gitu. 36:41 Ilmul yakin itu 36:44 diartikan 36:47 yakin 36:49 secara ilmu, secara ilmiah. 36:52 Ainul yakin, keyakinan yang bisa dilihat 36:55 dengan mata. 36:58 Secara fisik. 37:00 Dan haqqul yakin adalah 37:03 keyakinan yang sesungguhnya. 37:05 Gitu. 37:10 Nah, akidah 37:13 menurut pengertian bahasa itu adalah 37:17 ikatan atau sangkutan atau simpul. 37:23 Ya, asal bahasanya. 37:26 Kemudian apa? Dia merupakan 37:30 keyakinan yang teguh dalam hati kita. 37:34 Dan sesuatu itu namanya 37:37 akidah. 37:39 Maka diarahkan akidah kita itu dalam 37:41 Islam adalah akidah tauhid. 37:44 Akidah yang mengesakan Allah subhanahu 37:46 wa taala. 37:48 Ya. 37:49 Maka syahadat itu dalam bahasa 37:50 Inggrisnya 37:55 there is no God 37:56 but Allah. 38:00 Tidak ada Tuhan kecuali Allah. 38:03 Nah. 38:04 Ya. 38:07 Believe in one and only God. 38:10 Lihat itu, one and only God. 38:13 Hanya percaya pada 38:15 yang satu dan hanya satu 38:18 Tuhan. 38:19 Maka saya tidak sependapat dengan orang 38:21 yang sering mengartikan, la ilaha 38:22 illallah diartikan 38:24 tidak ada Tuhan yang wajib disembah 38:25 kecuali Allah. 38:27 Oh, kalau begitu ada Tuhan yang enggak 38:28 wajib disembah dong. 38:30 Enggak. La di situ li nafyi jinsi hilang 38:32 semua. Tidak ada Tuhan kecuali Allah. 38:35 Yang tepat. 38:38 Ada yang terjemahkan, tidak Tuhan yang 38:40 berhak yang berhak disembah. 38:42 Oh, kalau begitu ada Tuhan yang enggak 38:43 berhak disembah dong. 38:44 Enggak. 38:46 Ya. La ilaha illallah. 38:49 There is no God but Allah. Tidak ada 38:52 Tuhan kecuali Allah. 38:54 Tepat. 38:56 Nah, itu itu disebut dengan akidah. 38:58 Ya. 38:59 Namanya akidah tauhid. Akidah mengesakan 39:01 Allah subhanahu wa taala. Terima kasih. 39:06 Di malam hari ini tema kita adalah 39:10 pengaruh iman dalam pembentukan 39:12 perilaku. Ada Ibu Rini di Depok, Pak 39:15 Ustaz. Assalamualaikum warahmatullahi 39:17 wabarakatuh. 39:20 Ustaz, kalau iman 39:21 Waalaikumsalam 39:23 Ya. Ustaz, kalau iman seseorang itu naik 39:25 turun, apakah otomatis juga mempengaruhi 39:28 perilakunya sehari-hari? Misalnya saat 39:31 imannya sedang lemah, jadi mudah marah 39:34 atau malas beribadah. 39:36 Terima kasih, Ustaz. 39:38 Ya. 39:40 Iman dibagi empat. 39:44 Yang pertama, al imanu yazidu wa la 39:47 yanqus. 39:48 Iman yang terus-menerus bertambah, 39:50 enggak pernah berkurang. 39:54 Itu imannya para nabi dan rasul. 39:57 Yazid wa la yanqus. Bertambah terus, 40:00 tidak pernah berkurang. 40:02 Yang kedua, iman yang permanen. 40:07 La yazidu wa la yanqus. Enggak pernah 40:09 tambah, enggak pernah kurang. Tetap aja 40:10 segitu. Itu imanul malaikah, imannya 40:12 para malaikat. 40:15 Yang ketiga apa? Al imanu yazidu 40:18 wayangkus. 40:19 Imannya kadang-kadang bertambah, 40:21 kadang-kadang berkurang. Itu imanul 40:22 mukminin, imannya kita semua, imannya 40:24 orang-orang mukmin. 40:28 Maka naik turun. 40:30 Ya, yazidu wayangkus. 40:35 Kapan naiknya? Pada saat kita berbuat 40:37 baik, iman kita naik. 40:41 Ke atas. 40:42 Begitu berbuat buruk, 40:43 jatuh. 40:44 Berbuat buruk lagi lebih jatuh. Kosong. 40:47 Sampai mencuri, kosong imannya. 40:52 Nanti dia bertobat, begini-begini, mulai 40:54 ada lagi. 40:58 Itu imannya orang mukmin semua. 41:00 Yazidun, kadang-kadang bertambah, 41:02 kadang-kadang berkurang. Kalau dia 41:03 berbuat baik, maka imannya tambah. Kalau 41:05 berbuat buruk, imannya kurang, bisa 41:08 habis sama sekali. 41:12 Yang keempat, al-imanu yang usul alaihi. 41:15 Terus-menerus berkurang, tidak pernah 41:16 bertambah. Itu imanul kafirin, imannya 41:19 orang-orang kafir. 41:20 Orang-orang kafir dulu waktu masih di 41:23 alam arwah, ditanya oleh Allah semua 41:25 kita. 41:26 Alas tubirikum, bukan aku ini Tuhan 41:27 kalian? Semua jawab, qalu bala, benar 41:29 kau Tuhan kami, Allah. 41:31 Jadi maksudnya awal mulanya orang itu 41:34 beriman. 41:35 Pengaruh hawa nafsu, pengaruh setan dan 41:38 iblis, lalu menjadi orang ka-kafir. 41:41 Gitu, 41:43 ya, itu iman. Nah, yang yazidu wayangkus 41:46 tadi. 41:49 Kalau kita berbuat baik, 41:52 begitu azan subuh, kita langsung pergi 41:55 ke masjid. 41:57 Habis salat subuh, kita jalan-jalan. 42:00 Eh, banyak orang perempuan lagi 42:02 olahraga. 42:04 Maaf, kadang-kadang pakaiannya, ya. 42:07 Nah, lalu kita 42:09 melihat, ah, turun imannya. 42:11 [tertawa] 42:12 Turun, ya. 42:13 Lalu istigfar, astagfirullahalazim. 42:16 Naik lagi. 42:19 Setiap berbuat baik imannya naik, setiap 42:21 berbuat buruk imannya turun. Itu yang 42:23 disebut Yazidu wa Yarkus. Terima kasih. 42:27 Baik, Ustaz. Ibu Rini di Depok, semoga 42:31 terjawab. Lalu ada Bapak 42:33 Deni di Bekasi. Eh, asalamualaikum 42:36 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 42:39 Sekarang banyak orang 42:42 Sekarang banyak orang yang rajin ibadah, 42:44 tapi perilakunya di masyarakat belum 42:46 mencerminkan akhlak yang baik. Apakah 42:49 berarti imannya memang belum benar-benar 42:52 tertanam kuat, Pak Ustaz? Terima kasih. 42:55 Ya. Baik. 42:57 Ibadahnya belum bagus. 43:01 Ibadahnya hanya kegiatan ragawi. 43:05 Kegiatan fisik saja. 43:07 Belum dengan haknya. 43:09 Ya. 43:12 Salat hanya gerak ragawi apa? 43:16 Af'alun, wa qaulun, muhtatamatun 43:19 bitakbir. Eh. 43:21 Muftatamatun bitakbir, wa muhtatamatun 43:24 bitaslim. 43:26 Suatu ibadah 43:27 [berdehem] 43:27 yang terdiri dari ucapan dan perbuatan, 43:30 diawali dengan takbir, diakhiri dengan 43:31 salam. Itu salat, itu saja. Padahal 43:33 bukan cuma itu. 43:34 Harus salat daim, salat terus-menerus. 43:37 Apa dia? 43:39 Menjaga diri dari hal tercela. 43:42 Wa aqimis salata fil Quran. Innas salata 43:45 tanha anil fahsya'i wal munkar. 43:48 Dirikanlah salat. 43:50 Karena sesungguhnya salat itu dapat 43:51 mencegah seseorang dari perbuatan keji 43:52 dan munkar. Nah, jadi kalau kita salat 43:54 belum berbuat, belum tinggal perbuatan 43:56 keji, berarti salat kita kosong. 43:57 Nah, itu sekarang banyak orang yang 43:59 ibadah. Puasa itu hanya tiga dia. Apa? 44:03 Tarkul aqli was syurbi wa wasaili nisa' 44:05 minal fajri ilal maghrib. 44:08 Meninggalkan makan, minum, dan bergaul 44:10 dengan istri. 44:12 Dari fajar sampai maghrib itu padahal 44:15 bukan cuma itu harus menjaga lisan, 44:17 menjaga mata, menjaga pendengaran, 44:18 menjaga hati. 44:20 Nah itu maksudnya ya. Ibadah kita harus 44:23 meningkat di sana. 44:24 Terima kasih. 44:26 Baik. Dan pertanyaan terakhir Pak Ustaz 44:29 ee dari Bapak Rahmat di Cibinong. 44:33 Assalamualaikum warahmatullahi 44:34 wabarakatuh. 44:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:38 wabarakatuh. 44:40 Ustaz, saya melihat sekarang ini banyak 44:42 yang sibuk 44:43 ah dunia mulai dari politik, ekonomi 44:46 sampai urusan hiburan. Sementara majelis 44:49 ilmu atau masjid makin sepi. 44:52 Bagaimana cara kita menumbuhkan kembali 44:54 semangat umat untuk mencintai majelis 44:57 ilmu? 45:00 Demikian Ustaz. 45:01 Ya. 45:02 Yang pertama 45:06 pengelola masjid harus 45:08 mengikuti perkembangan. 45:11 Anak-anak remaja, anak-anak muda. 45:15 Jadi kegiatan masjidnya itu kira-kira 45:16 menyenangkan begitu loh. 45:19 Pengajian-pengajiannya, 45:20 ceramah-ceramah nya. 45:23 Ya, jangan yang kurang menyenangkan. 45:25 Jadi orang enggak tertarik yang 45:26 menyenangkan. Oh banyak sekarang dai-dai 45:28 yang [berdehem] bagus-bagus. 45:31 Kegiatannya juga begitu, misalnya salat 45:32 jangan terlalu lama kalau salat jamaah 45:34 itu. 45:36 Kalau salat sendiri boleh. 45:38 Sampai kakinya bengkak silakan kalau 45:40 salat sendiri. Tapi kalau jadi imam 45:42 harus kata Nabi kalau kamu jadi imam 45:45 ringankan salatmu. 45:47 Jadi orang senang. 45:49 Ya. 45:50 Tapi saya ingin sendiri yang lama 45:51 silakan sendiri begitu. Tapi yang 45:53 dipimpin 45:55 Nah dengan cara ini maka 45:57 saya mengelola banyak masjid kok. 45:59 Alhamdulillah. 46:00 Jamaah-jamaahnya banyak. 46:03 Ya, orang-orang tua juga enggak mau 46:05 ketinggalan. Pengajiannya penuh semua. 46:07 Itu karena itu, mengelolanya begitu. Dia 46:09 cari dai yang bagus-bagus, 46:10 penceramahnya, kiai-kiai nya. 46:13 Ya, yang punya wawasan ke depan, punya 46:16 wawasan yang 46:18 internasional, ya, sehingga 46:20 Cina. 46:22 Kemudian caranya gitu, jangan terlalu 46:23 lama. 46:24 Doa jangan terlalu panjang. Nah, doa 46:27 singkat saja. 46:28 Ya, kalau mau berdoa sendiri, silakan. 46:31 Mau 2 jam doa, 46:32 monggo. Tapi kalau kita memimpin doa, 46:35 singkat. 46:36 Nah, Nabi 46:38 ya, menuntun kita dalam khotbah, 46:40 ceramah, dan lain-lain itu tiga. 46:45 Singkat, 46:46 padat, menarik. 46:49 Insyaallah akan maju, ya. Apa rajin ke 46:51 masjid. 46:53 Anak-anak remaja termasuk, ya. 46:55 Demikian, terima kasih. Baik. Itu 46:58 pertanyaan terakhir, Ustaz, di malam 47:00 hari ini. 47:01 Dan sebagai penutup, kalau ee 47:03 kesimpulan apa yang bisa kita 47:06 sampaikan kepada pendengar? Iya. 47:08 Ikhwan-akhwat sekalian, dari kajian ini 47:10 kita dapat 47:12 mengambil pelajaran yang sangat penting. 47:16 Bahwa 47:18 iman kita 47:20 itu akan membentuk perilaku kita. 47:24 Harus hati-hati. 47:26 Kita harus jaga iman kita sekuat 47:29 mungkin, seteguh mungkin, sehingga 47:30 perilaku kita jadi baik. 47:32 Sebab kalau iman kita merosot, 47:35 menipis, bahkan bisa habis, perilaku 47:37 kita 47:38 enggak karu-karuan. 47:40 Ya, jadi itulah makanya kita harus 47:42 menjaga iman kita dengan 47:44 sungguh-sungguh. 47:47 Dan merealisasikan 47:49 iman kita dalam perbuatan sehari-hari. 47:51 Bukan cuma dalam lisan, tapi dalam 47:54 perbuatan sehari-hari. Insyaallah itu 47:56 kita akan menjadi muslim yang baik. 47:59 Demikian, terima kasih. Mohon maaf kalau 48:01 ada kekhilafan. Wasalamualaikum 48:04 warahmatullah wabarakatuh. 48:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:08 wabarakatuh. Terima kasih, Ustaz, atas 48:10 tausiahnya di malam hari ini. Ikhwan dan 48:12 akhwat, dengan demikian selesai sudah 48:13 jumpa kita dalam program kajian kitab Al 48:16 Lu'lu Wal Marjan bersama 48:18 guru kita, ee Doktor 48:21 K.H. Zaki Mubarak, Mustasyar PBNU. Apa 48:25 yang beliau sampaikan, mudah-mudahan 48:27 bermanfaat bagi kita semua. Akhirul 48:29 kalam, kami yang bertugas mohon undur 48:31 diri. Billahi taufik wal hidayah. 48:33 Wasalamualaikum warahmatullahi 48:35 wabarakatuh.