Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [Musik] 0:07 [Tepuk tangan] 0:14 [Musik] 0:17 [Tepuk tangan] 0:19 [Musik] 0:27 [Tepuk tangan] 0:29 [Musik] 0:45 Rasil 0:47 TV untuk Islam yang satu. 0:56 [Musik] 1:15 Allahu 1:17 Akbar. Allahu 1:21 Akbar. Lailahaillallah. 1:34 [Musik] 1:37 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:38 warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma 1:40 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 1:42 sayyidina Muhammad. 1:44 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 1:46 ini hari Jumat tanggal 18 Januari 2019 1:48 atau 12 Jumadil Awal 1440 Hijriah. 1:52 Sekarang di gedung Rasi di lantai 2 1:54 sedang berlangsung pengajaran ee pembaca 1:57 membaca Al-Qur'an metode Barki. Jadi ini 2:00 untuk yang guru-guru. Jadi untuk yang 2:01 sudah bisa baca Al-Qur'an bagaimana dia 2:04 bisa mengajarkan kepada orang lain 2:05 dengan cepat dengan 4 jam apa 8 jam 2:09 insyaallah sudah bisa itu diajarkan 2:12 bagaimana sehingga orang mudah 2:14 pesertanya banyak banget penuh. Bahkan 2:16 tadi Rizal dan siapa mau ikut enggak 2:19 kebagian penuh kursinya. 2:22 Oke, mudah-mudahan keberkahan 2:25 ada pada mereka ya. Alhamdulillah Ustaz 2:27 Salman sudah hadir di sini. 2:28 Asalamualaikum Ustaz Salman. 2:30 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:31 wabarakatuh. Bagaimana duren kita nih 2:33 ya? Eh, alhamdulillah. Terima kasih 2:35 kepada semua pendengar Rasil nih ya. 2:37 Sudah hampir 35-an mungkin Pak ya. Duren 2:40 yang sudah kita pesan sudah ditanam apa 2:43 masih eh on the way dia. Tapi sudah kita 2:46 gali. Itu jarak antara sepohon satu 2:49 berapa meter? 9 m. 2:51 9 m. Jadi antara pohon ke pohon 9 m. 2:55 Kemudian tanah kita ini agak berair. 2:57 Maka kita rencana mau bikin tali air di 2:59 antara pohon itu nanti, Pak Krisna. 3:01 Tali air. Tali air itu apa namanya? Ee 3:03 semacam selokan. Selokan. Oh. Jadi 3:06 supaya tiris air itu ke situ. Jadi 3:07 sambung menyambung. Oh iya. Sekaligus 3:09 kita ke isi ikan muzyair lelu. 3:12 Masyaallah. Kalau Ustaz Salman tuh 3:16 belanja paling cuma garam doang karena 3:18 ikan ada, sayur ada ditanam di sana. 3:21 Dan semuanya pesertanya ada dua ya. 3:24 Mereka benar-benar masyaallah lain 3:26 semangatnya ya. Lain Pak. Ini kita lagi 3:28 bikin lagi bedengnya udah hampir berapa 3:31 tuh yang jadi tuh kita menanam pakcoy, 3:34 tomat, cabe, kangkung. Hm. Khusus untuk 3:37 kebutuhan kita. Mereka sudah punya basic 3:40 bertanam apa memang diajarkan? Belum. 3:42 Belum. Kita juga sendiri. Saya sendiri 3:44 juga punya. Tapi ada orang yang bisa kan 3:46 yang mengajarkan. Ada cara macul yang 3:48 cara macul yang benar. Apa itu kaki 3:50 kenapa itu? Nah, iya karena saya enggak 3:53 punya basic maju. Kena kaki. Aduh 3:56 tulangnya lagi. Tulangnya alhamdulillah. 3:58 Aduh enggak kemb tapi asyik Pak Krisna 4:00 ya. Saya candu saya bikin pendidikan 4:02 kayak gini. Kalau saya punya uang 10 4:06 miliar lagi mungkin akan saya bikin lagi 4:08 di Medan gitu. Terus 10 miliar lagi mana 4:10 bagian asiknya itu yang mana? Di 4:12 bertanamnya, di ngajinya atau di apa? 4:13 berbagi sama anak-anak yang kurang mampu 4:16 itu, Pak. Asyik itu di situ berbagi. 4:18 Jadi, kan mereka rata-rata kan ada anak 4:21 yang situ tuh ada anak yang bingung 4:23 sudah disekolahkan emnya kemari ke sana 4:25 gitu kan. Ada yang memang enggak mampu 4:27 betul-betul. Terus kita 4:29 berikan dia pendidikan agama, hafal 4:32 Quran, hadis, nahwu dan saraf. Kemudian 4:36 kita ajak bertani dan berternak. Uh, 4:38 senang sekali. Insyaallah dalam waktu 4:40 dekat sebulan lagilah kandang kambing 4:43 kita lebih bagus lagi. Insyaallah Pak 4:44 Krisna rezeki kita kita mau bikin nanti 4:48 kita ajak juga nih pendengar ya sesudah 4:50 kandangnya jadi berkurban berat 30 kilo 4:54 hanya dengan Rp1.700 4:57 tapi di kita kenapa kenapa bisa murah? 4:59 Karena belinya belinya dari kecil cuman 5:01 kami yang besarkan. Oke silakan yang mau 5:04 tapi nanti belum sekarang yang mau 5:06 bersilaturahim ke pesantren ahlan 5:08 wasahlan. Pesantren Rama. Alamatnya 5:10 Jalan Aryaguna Kali Putih. Heeh. 5:13 Citayam. Ya, betul. Ee apa? Tajur 5:17 Halang. Tajur Halang. Tajur Halang. 5:19 Masuk dari Arco Sawangan bisa. Arco 5:21 Sawangan. Benar. Oke, 5:23 kita kembali ke laptop. Baik. Sir 5:26 Nawawiyah kali ini mengambil tema 5:29 kerendahan hati Rasulullah sallallahu 5:31 alaihi wasadal. Ustaz. Terima kasih, Pak 5:34 Krishna. Tentu segala puji syukur kita 5:37 ucapkan kepada Allah Subhanahu wa taala. 5:39 Selawat salam kepada Nabi Besar Muhammad 5:41 sallallahu alaihi 5:43 wasallam. Ee 5:45 pemirsa, pendengar yang kami 5:49 muliakan, semoga semua kita selalu 5:51 diberikan keberkahan oleh Allah 5:52 Subhanahu wa 5:54 taala. Semoga Radio Rasil ini dijaga 5:57 oleh Allah subhanahu wa taala sampai 5:58 akhir zaman. Amin. Amin ya Allah. 6:00 semua yang merelay ataupun yang buka 6:02 cabang rasil di kota-kota di kota-kota 6:04 yang sudah 6:05 di di sering disebutkan juga diberkahi 6:08 oleh Allah Subhanahu wa taala. Krunya 6:10 diberkahi oleh Allah Subhanahu wa taala 6:12 semakin kreatif, semakin bagus ya kompak 6:16 sehingga radio ini ee terus menjadi 6:18 pemersatu umat ya. Seperti yang sering 6:21 disampaikan bahwa kita memang unit ya 6:26 mempersatukan dan semoga bangsa 6:28 Indonesia ini juga diberkahi oleh Allah 6:30 Subhanahu wa taala dijauhkan dari gempa, 6:32 dijauhkan dari semua malapetaka bencana 6:35 gemah ripah loh jinawi itu ya ala hadin 6:39 niah waliulli niyatin shihah waa 6:41 hadratin nabiil mustofa shallallahu 6:43 alaihi wasallam 6:46 alfatihah auzubillahiminasyaitanirjim 6:57 Bismillahirrahmanirrahim. 6:59 Alhamdulillahi rabbil 7:03 alamin 7:05 arrahmanirrahim. Maiki 7:10 yaumiddin. Iyyaka na'budu wa iyyaka 7:16 nasta'in. 7:18 Ihdinasirathal mustaqim. 7:24 Adina anamta 7:27 alaihim ghairil maghdubi alaihim 7:37 waladin. 7:41 Amin. 7:43 Alhamdulillah berjumpa lagi kita pemirsa 7:45 di udara. 7:47 Sekali lagi saya mengucapkan kepada 7:50 semua pendengar Rasil terima kasih yang 7:52 sangat banyak 7:53 sekali atas banyak bantuan yang 7:55 diberikan kepada pesantren kita 7:58 ya. Ee pohon durian ee ayam setiap Jumat 8:03 ya. Semoga semua diberkahi oleh Allah 8:04 subhanahu wa taala. Hari ini kita nak 8:07 bercerita 8:09 mengenai akhlak Rasulullah sallallahu 8:12 alaihi wasallam. 8:16 Hm. 8:17 Kita sering mengulangi tema akhlak 8:20 Rasulullah sallallahu alaihi 8:22 wasallam. Sering membikin tema besar 8:25 mengenai akhlak Rasulullah sallallahu 8:26 alaihi wasallam. Dan pernah kita 8:29 membikinnya lebih spesifik tentang 8:32 pesona maafnya Rasulullah sallallahu 8:34 alaihi wasallam. Nah, hari ini yang nak 8:36 kita baca atau nak kita kaji adalah 8:40 kerendahan hati Rasulullah sallallahu 8:42 alaihi wasallam. 8:46 Manusia yang paling pandai mengamalkan 8:48 tawadu itu Rasulullah sallallahu alaihi 8:51 wasallam. Dan 8:54 ketawaduan adalah salah satu sunah 8:57 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 9:00 yang paling 9:02 dahsyat, hebat, sangat bermanfaat bila 9:05 kita mampu mencontoh dan meladaninya. 9:10 Seperti yang sering saya sampaikan bahwa 9:12 umat itu fokus kepada ee ee sunah ibadah 9:17 itu fokus sekali. Umat itu selalu fokus 9:19 di situ. Ee dan itu bagus ya. Tapi hanya 9:24 melulu wilayah ibadah itu tidak bagus. 9:28 Apalagi ibadahnya nampak bagus, 9:32 akhlaknya enggak bagus. Itu sama sekali 9:34 enggak bagus. 9:36 Kemudian umat juga fokus tentang simbol 9:39 ya lifestyle beberapa hal dari 9:42 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 9:43 Misalnya jenggot, jubah, kopiah. Bagus. 9:47 Itu bagus. Tapi bila hanya sampai di 9:49 situ, tidak diiringi oleh akhlak 9:52 Rasulullah, itu sangat tidak bagus ya. 9:54 Sangat tidak bagus. 9:56 Nah, yang bagus ibadahnya kita contoh, 10:00 lifestyle-nya kita contoh, akhlaknya 10:03 benar-benar kita contoh, gitu 10:08 ya. Seorang yang belajar tentang 10:12 sunah-sunah Rasulullah sallallahu alaihi 10:15 wasallam kemudian dia 10:18 merasa dirinya lebih benar dari orang 10:21 lain. Ah, ini enggak cocok sama bab ini, 10:23 tentang kerendahan hati itu ya. 10:26 Ada orang jauh-jauh belajar ke Madinah, 10:28 pulang ke Indonesia cuma 10:30 nyalah-nyalahkan orang, berarti dia 10:31 enggak belajar tentang akhlak kerendahan 10:32 hati Rasulullah sallallahu alaihi 10:33 wasallam sama 10:35 sekali. Ya. Dan sayangnya yang seperti 10:38 ini saya lihat berjenggot hafal Quran, 10:41 tahu 10:42 hadis, ustaz itu tidak baik. 10:48 Orang yang belajar tentang kerendahan 10:50 hati Rasulullah sallallahu alaihi 10:51 wasallam, akhlak Rasulullah sallallahu 10:52 alaihi wasallam, melihat orang yang 10:55 tidak sepaham dengan kita, kita pelajari 10:58 bukan kita 10:59 bantah. Ya, saya sering ya di 11:02 masjid-masjid menghadapi yang seperti 11:04 itu dalam hal praktik ibadah ini. Saya 11:08 mohon maaf ini tidak maksud menyinggung 11:11 siapapun ya. Dan kalau saya salah bahasa 11:14 saya mohon maaf. Tapi ingin saya 11:17 sampaikan banyak orang sekarang kalau 11:19 salat itu ee harus dirapatkan. 11:24 Oh, apa namanya? Nempel. Saya 11:26 kadang-kadang kalau yang saya kenal saya 11:28 bertanya, "Anda merapatkan ini kenapa?" 11:31 Saya bilang, "Kalau hanya sekedar 11:34 apalagi menganggap kau lebih benar dari 11:36 orang yang tidak rapat," itu berbahaya 11:39 sekali. Berbahaya sekali kalau hanya itu 11:42 yang diamalkan. Maksudnya dengan rapat 11:45 gitu dia merasa dia lebih nyunah dari 11:47 orang lain itu berbahaya. Artinya itu 11:49 sombong 11:50 namanya. Dia lebih nyunah dari orang 11:52 lain gitu ya. Itu enggak enggak benar. 11:55 Misalnya saya pakai jubah nih Pak 11:57 Krishna. Kalau tujuan saya pakai jubah 11:59 hanya supaya saya dianggap lebih alim 12:02 daripada orang lain, saya salah. 12:06 Nah itu saya salah total saya salah. 12:08 Kenapa saya pakai jubah? Pertama sudah 12:11 terbiasa saya di Makkah pakai jubah. H. 12:14 Nah, di sini juga selalu pakai 12:16 jubah. Padahal hari ini saya mau ketemu 12:19 ee orang-orang yang menawarkan beberapa 12:21 hal ya pakai jubah aja enggak usah harus 12:25 ganti. Memang sudah 12:27 terbiasa. 12:29 Ah, dan sunah Rasulullah sallallahu 12:31 alaihi wasallam gitu ya memakai pakaian 12:33 yang lebih tertutup. 12:38 atau kita 12:41 ee mempraktikkan satu praktik ibadah dan 12:45 itu sunah dan itu benar-benar sunah. 12:48 Benar kau lakukan itu. Tapi jika ada 12:52 anggapan kita lebih benar dari orang 12:54 lain, ah itu tidak benar. 12:56 Bag saya. Siapapun yang mendengarkan 12:58 sekarang bila kau merasa apa yang kau 13:01 lakukan lebih benar dari orang lain 13:02 apalagi muncul menyepelekan orang 13:04 tersebut. Waduh itu salahnya besar 13:07 sekali. Yang membuat iblis ke neraka itu 13:09 kan hanya dia merasa lebih 13:11 baik. Enggak yang disombongkan oleh 13:14 iblis itu hanya karena dia merasa lebih 13:17 baik, lebih nyunah. Lebih 13:20 nyunah. Iblis terhadap Adam tidak mau 13:23 iblis. Karena saya lebih baik ya Allah. 13:25 hanya itu. Nah, gitu. Dan iblis itu 13:29 orang alim. Iblis itu hamba pilihan pada 13:32 masanya, tapi dia merasa dia lebih baik 13:36 dari orang lain. Nah, itu berbahaya 13:38 sekali ya. Tidak boleh. Ah, inilah 13:41 kerendahan hati Rasulullah sallallahu 13:42 alaihi wasallam. Kita tidak pernah 13:44 melihat Nabi melakukan hal-hal seperti 13:48 itu. Merasa lebih baik dari orang lain, 13:50 lebih suci dari orang lain, lebih Islam 13:52 daripada orang lain, lebih itu enggak 13:55 enggak enggak pernah kita lihat 13:56 dilakukan oleh Rasulullah sallallahu 13:57 alaihi wasallam. Ee bahkan sebagai 14:00 peringatan untuk kita seperti yang kita 14:01 sampaikan tadi yang ee ee yang pertama 14:05 sepertinya mengakibatkan orang kekal 14:08 masuk ke neraka itu sombong. 14:11 Iblis tidak mau menghormati Adam hanya 14:14 karena merasa dia lebih senior dan lebih 14:16 baik daripada 14:17 Adam. Kenapa saya harus sujud? Kenapa 14:19 saya menghormati Adam? Ya 14:23 Allah. 14:25 Hati-hati. Rasulullah sallallahu alaihi 14:27 wasallam selalu mengajarkan kepada kita 14:30 kerendahan hati. 14:33 Attawadu. Salah satu contoh ah ini ya 14:37 sebelum saya sebutkan contoh tentang 14:39 akhlak Rasulullah sallallahu alaihi 14:40 wasallam ini apalagi rendah hati juga 14:42 Pak Krishna atau pemirsa pendengar semua 14:44 yang ee melihat kita itu entah kenapa 14:48 sulit sekali 14:50 dicontoh. Saya harus terus terang dalam 14:53 hal kerendahan hati yang akan saya 14:55 ceritakan ini kepada pemirsa juga banyak 14:58 hal yang belum bisa saya amalkan. Salah 15:00 satu contohnya ini beberapa bulan ini 15:02 sering saya sampaikan di beberapa 15:03 pengajian nih 15:06 ya. Salah satu contoh kerendahan hati 15:09 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 15:12 wasallam dia selalu duduk bersama para 15:17 sahabatnya di derajat yang sama. 15:23 Sehingga kalau ada orang datang ke 15:26 Madinah mau mencari Muhammad dan 15:29 Muhammad ada di tengah-tengahnya, dia 15:30 gak tahu kalau itu Muhammad sallallahu 15:32 alaihi wasallam. Kenapa? Karena kan yang 15:34 diketahui orang saat Nabi sudah di 15:36 Madinah, Muhammad ini kan presiden 15:37 sallallahu alaihi wasallam. Nabi 15:40 Muhammad ini adalah pemimpin sallallahu 15:42 alaihi wasallam. Artinya yang 15:44 dibayangkan oleh orang pemimpin itu 15:47 pasti kursinya mewah, serba tersendiri, 15:50 serba tersendiri. ada bodyguard ya, ada 15:52 berapa yang menjaga gitu ya. Rasulullah 15:55 sallallahu alaihi wasallam bagian dari 15:57 kerendahan hati yang dipraktikkan oleh 15:59 baginda Rasulullah sallallahu alaihi 16:00 wasallam adalah selalu duduk di tempat 16:03 yang sama bersama para sahabatnya. Sudah 16:06 pernah nemu kiai yang kayak gitu? Enggak 16:08 usah umat belum. Nah, itu 16:10 dia ustaz yang kayak gituah. 16:16 Belum. Saya pernah ya di Makkah tapi ya 16:20 atau di waktu saya di 16:22 Mustafawiyah di Jakarta ini pun saya 16:24 pernah nemu Pak Krishna ada ada mereka 16:28 yang paham tentang akhlak Rasulullah 16:30 pasti mengamalkan 16:32 itu. yang tak paham tentang akhlak 16:35 Rasulullah apalagi yang tujuannya 16:37 menjadi ustaz adalah 16:39 supaya dihormati dan disanjung 16:42 ya 16:43 pastilah butuh kursi supaya lebih tinggi 16:47 pula. 16:49 Ya tentu saya tidak mengatakan ulama 16:51 yang seperti itu, kia yang seperti itu 16:53 sombong gak gak berani saya bilang 16:54 begitu. Hanya saja kita ingin mengatakan 16:58 bahwa e yang kita lihat tentang 17:02 kerendahan hati Rasulullah sallallahu 17:04 alaihi wasallam selalu duduk sederajat 17:07 dengan para sahabat. Selalu. 17:12 Itu ada orang ingin datang bikinkan dia 17:14 kursi yang lebih mewah, tempat duduk 17:16 yang lebih ini, apa macam ditolak oleh 17:18 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 17:22 He. Atau mampukah kita mengamalkan itu? 17:26 Wahai para pendengar rasil. 17:30 Ah, Bapak dan supir Bapak duduk bersama. 17:35 Hah? 17:36 Ya, Bapak dan pembantu Bapak duduk 17:39 bersama makan di ruang tengah. Ini kan 17:42 rata-rata orang pembantu di ruang 17:46 belakang. Tuan rumah, pemilik rumah di 17:48 ruang depan. 17:51 Yang melakukan itu kadang-kadang yang 17:53 rajin 17:55 salat, rajin baca 17:57 Quran. Jangan bilang ini tentang salah 18:00 atau tidak salah. Ini cerita tentang 18:02 kerendahan hati Rasulullah. Bila kau 18:05 mengakui mencintai Rasulullah, kau harus 18:07 memang 18:09 mengamalkannya. Tapi memang cinta kita 18:12 terhadap Rasulullah ini di bibir saja. 18:18 Guru saya sering menasihati saya, orang 18:20 yang mencintai Rasulullah itu adalah 18:23 orang yang mengamalkan akhlak 18:26 Rasulullah. Kalau ibadah 18:28 Rasulullah ee gaya hidup Rasulullah, 18:31 pakaian ini belum tentu. Belum tentu. 18:34 Bukan dak ya, belum tentu. Tapi jika dia 18:37 mengamalkan akhlak Rasulullah sallallahu 18:39 alaihi wasallam, karena di antara sunah 18:41 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 18:43 yang sulit dicontohi itu akhlak 18:44 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 18:47 Kalau kemarin kita membahas tentang 18:49 pesona maaf Rasulullah sallallahu alaihi 18:51 wasallam, coba saya tanya sekarang, 18:53 sudahkah dendam dihapuskan dari hati 18:55 kita masing-masing wahai semua pendengar 18:58 rasilah atau masih adakah dendam 19:01 sebegitu detail? Eh enggak detail ya, 19:03 sebegitu enaknya kita kemarin mengaji 19:05 tentang pesona maaf Rasulullah 19:06 sallallahu alaihi wasallam diludahi dia 19:09 tak 19:09 marah sallallahu alaihi wasallam. Nah, 19:13 itu maafnya dia itu luar biasa. Ah, ini 19:16 tentang kerendahan hatinya. Sejajar dia 19:18 duduk dengan siapapun tak 19:20 pilih. Dia tidak mikin gini, Pak 19:22 Krishna. Aku kadang-kadang aja begitu 19:25 yang duduk di samping misalnya aku bikin 19:26 pengajian datang Pak Pak Kru. Kenapa? 19:29 Karena kita dekat Pak Krishna. Ondi 19:31 datang kau di sana aja 19:34 oni. Kita punya itu dan itu normal. 19:39 Normal gak? Saya saya enggak bilang ini 19:40 salah. Saya hanya ingin menceritakan 19:42 tentang kerendahan hati Rasulullah tuh 19:44 sampai di situ. Dia duduk, dia tak 19:46 peduli di sebelah dia Bilal atau Abu 19:48 Bakar, Ammar atau Umar. 19:54 Itu sallallahu alaihi wasallam itu 19:56 sejajar semuanya sallallahu alaihi 19:58 wasallam. 20:00 Dan yang lebih membuat saya merasa 20:04 bersalah ke Rasulullah sallallahu alaihi 20:05 wasallam, Pak Krisna ketika dia juga 20:08 memakai pakaian yang sama dengan 20:10 kelompok sahabatnya. Allah aku enggak 20:13 aku. Hah, aku pakai jubah nih. Ya 20:17 kan? Apa yang di yang membuat Rasulullah 20:21 seperti ini melakukan sehingga dia tidak 20:23 ada bedanya dengan sahabat? Kalau aku 20:25 pakai jubah kayak gini, pakai kopiah kan 20:27 langsung ketahuan aku ustaz kan. 20:29 Enggak usah pun siapapun kalau sudah 20:31 pakai jiwa pakai kopiah yang bukan ustaz 20:33 aja kadang-kadang enggak ustaz 20:36 panggil ustaz sudah panggil Pak 20:38 Haji. Nah, Nabi kita Muhammad sallallahu 20:41 alaihi wasallam di antara kerendahan 20:43 hatinya dia tak pernah terlihat 20:45 sekalipun membedakan pakaian dengan para 20:47 sahabat. Sehingga bagi orang yang baru 20:49 datang ke kota Madinah bingung mana 20:52 Muhammad. Sulit membedakan ya. Oh, sulit 20:54 sekali membedakan. Udahlah tempat 20:56 duduknya enggak beda, bajunya pun sama. 20:59 Allah, 21:00 Allah. Keren sekali nabi kita itu. 21:03 Sementara tentu mudah-mudahan bukan kita 21:06 ya. Banyak orang yang hanya mau makai 21:08 baju harga sekian ke atas. Banyak orang 21:12 yang hanya yang menghambur-hamburkan 21:14 uang untuk baju yang lebih mahal. 21:16 Padahal dipakai cuma sebulan. Ada orang 21:18 yang kadang-kadang stres menurut saya. 21:21 Dia enggak mau memakai baju yang sama 21:23 bila kondangan. Jadi setiap kondangan 21:25 jahit baju la haula wala quwwata illa 21:27 billahil aliyil adzim dia 21:29 mengumpul-ngumpulkan ee ee status 21:31 sosialnya dengan tas, jam, tangan, 21:33 sepatu, ikat pinggang, sabuk, dan lain 21:36 sebagainya. Ku bilang orang kayak gitu 21:38 tuh 21:40 stres. Stres hidupnya itu. Jam tangannya 21:43 harus gede. Yang merek apa ya? Bajunya 21:46 harus merek apa gitu ya. Ee kad 21:50 pinggangnya ada itunya gitu ya. 21:53 mereknya, sepatunya. E saya langsung 21:56 kalau ketemu orang ini orang stres nih. 21:58 Saya 21:59 bilang artinya jati dirinya dia enggak 22:02 punya. Jadi terpaksa dia bangun jati 22:04 diri dia dari penampilan 22:07 dia. Dan itu memalukan menurut saya. 22:11 Menurut saya. Tapi ya tentu ya kita 22:13 boleh beda 22:14 pendapat. Kalau dia punya kecintaan 22:18 terhadap Rasulullah sallallahu alaihi 22:19 wasallam daripada harus beli jam yang 22:21 harganya jutaan. Mending yang R juta 22:25 aja. R juta kan jam sudah bagus 22:27 sebenarnya kan. Sudah 22:29 bagus. Ada orang pakai jam Pak Krisna 22:31 kadang-kadang harganya R juta, R juta. 22:33 Saya pernah ketemu orang makai jam 22:35 harganya Rp1 miliar. 22:38 Saya langsung diam. Diam aja 22:41 saya. Artinya ee e dia tidak punya 22:45 kepercayaan diri. Dia baru muncul PD-nya 22:47 itu dengan jam yang mewah ini. 22:52 Ini Rasulullah sallallahu alaihi 22:54 wasallam presiden, Pak Krishna dan punya 22:57 uang banyak Pak 22:58 Krisna. Rumahnya saja 3,5* 5. Tak ada 23:03 sopa yang mentereng di rumahnya. 23:06 Kasurnya aja biasa-biasa aja. Kalahlah. 23:08 Pokoknya kita kalah, Pak Kristen. Saya 23:11 masih beli kasur, masih beli lemari, 23:13 masih beli kursi, padahal duit enggak 23:17 ada. Ih, itu kita ini keterlaluan. Nabi 23:20 itu duitnya banyak, tapi biasa saja. 23:24 Kita ini duit enggak ada, ngekredit pun 23:27 jadi. Aduh, astagfirullahalazim. Tapi 23:31 salat jalan terus, puasa jalan, ngaji 23:35 Quran jalan terus. Di sini saya yang 23:36 bingung ini kenapa miss kita antara 23:38 akhlak dan ibadah 23:40 itu? Saya bingung kita melihat umat kita 23:42 itu 23:44 begitu. Salat pergi tapi kerendahan hati 23:47 Nabi tak 23:49 dijaga. Hanya hanya beda qunut aja 23:52 kadang-kadang sudah berantem. Padahal 23:54 lagi salat. Selesai 23:56 salat cuma beda-beda. Satu dirapatin 23:59 satu kagak. sudah beda-beda. Satu di 24:02 leher, satu di cuma itu aja. 24:05 Kadang-kadang enggak mampu kita menahan 24:06 ego kita. Bilang kau salat, salat itu 24:11 Pak Krishna, pemirsa yang saya muliakan 24:13 ya, salat itu ada pesan dominan di salat 24:17 dan itu wajib 24:19 diamalkan. Sebelum saya sampaikan pesan 24:22 dominan ini, ada ayat yang sangat keren 24:24 mengenai salat ini yang masih ee sedikit 24:27 di diingatkan ke kita. Fawailul lil 24:32 [Musik] 24:34 musallin. Kata Allah apa? Nerakalah bagi 24:37 orang yang salat. Bagi orang salat ya 24:40 salat tapi masuk neraka. Tapi kata Allah 24:43 fawailul lil 24:45 musallinalladzina hum shatihim sahun 24:49 yang salatnya lalai kan gitu ya. Makna 24:53 lalai ini ulama menjelaskannya berbeda. 24:57 Tetapi saya mengambil tiga-tiganya. Wah, 25:00 itu ya. Tiga-tiganya ini disatuin aja. 25:03 Pertama, lalai 25:05 waktunya. Hayya alas shah. Duluan 25:07 sajalah. Lalai 25:09 waktunya. Yang kedua, lalai salatnya itu 25:14 dia salatnya lali. Lali itu artinya dia 25:16 Allahu Akbar lagi ngilat Ayu ting siapa 25:19 di kepalanya gitu ya. Ya kan? Dia salat 25:23 tapi kepalanya lagi ngelihat Raisa atau 25:25 ngelihat atau proyeknya atau apa gitu. 25:28 Ini lalai ini. Yang ini yang ini celaka 25:31 nih dua-duanya. Yang ketiga yang menurut 25:33 saya lebih keren. Yang menurut saya ini 25:35 lebih keren. Tapi tiga-tiganya ya aku 25:37 maunya tiga-tiganya diamalkan. Yang 25:39 ketiga ini adalah sahun itu orang yang 25:42 melalaikan pesan 25:46 salat. Jadi salat ini ada pesannya. 25:50 Salat ini sebuah terapi salatnya ada ada 25:52 yang ingin disampaikan Allah melalui 25:54 salat kepada pelakunya. Nah, bila kau 25:56 lalaikan pesannya kau masuk neraka. Ah, 25:59 gitu Pak Krisna pemirsan pendengar. Tapi 26:03 saya jelaskan ya, lalai waktunya, lalai 26:05 saat mengerjakannya atau melalaikan 26:07 pesannya. Dan pesan dominan salat adalah 26:09 rendah hati. Kenapa? 17 rakaat sehari 26:13 semalam kita salat itu gerakan yang 26:17 paling banyak kita lakukan adalah 26:20 sujud. Kalau rakaatnya 17, fatihahnya 26:23 17, rukuknya 17, duduk antara dua juznya 26:26 17, tahiyatnya kadang-kadang satu, 26:29 kadang-kadang 26:30 dua. Tapi kalau sujudnya 34 kali kita 26:34 sujud dalam sehari semalam. Itulah pesan 26:38 dominan salat. Hm. H. Apa maknanya sujud 26:41 itu supaya kau miliki rendah hati? 26:43 Karena kepalamu yang mulia itu ditaruh 26:46 di atas pantatmu. Mohon maaf agak kasar 26:49 supaya nempel di 26:51 kepalamu. Ini kan kepala kita kan di 26:54 bawah, pantat kita di atas. Itu Tuhan 26:57 ingin bilang ke kau, "Kau harus jadi 26:58 orang rendah hati, jangan jadi orang 26:59 yang sombong." 27:01 Salman. Maka ketika belajar itu kau 27:04 bilang sama guru saya, "Waduh, sulit itu 27:06 buah. Aku 27:07 bilang sulit itu menjadi orang rendah 27:10 hati itu sulit. Tapi kalau kita lagi 27:12 ngaji kayak gini, aku rendah hati 27:14 perasaan kita orang yang merasa rendah 27:16 hati mungkin ada kesombongan di 27:19 dalamnya. Lihat kita kembali lagi ke 27:22 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 27:23 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 27:24 menunjukkan kita kerendahan hati itu di 27:26 antaranya dia selalu duduk sejajar 27:29 dengan para 27:30 sahabatnya sallallahu alaihi wasallam. 27:33 Dan yang selanjutnya tadi apa? Dia tidak 27:35 pernah peduli siapapun di samping kiri 27:38 atau 27:40 kanannya. Dia juga tidak pernah 27:44 membedakan intonasi dia berbicara dengan 27:47 orang besar dan orang kecil. Pak 27:50 Krishna bisa enggak kita kalau ee sama 27:54 Pak Parahit dan sama ee ee Bang 27:57 Samit cara ngobrolnya 28:03 sama atau kalau kita kerja di kantor 28:06 bisa enggak kita kerja dengan eh bicara 28:09 dengan bos dan satpam 28:12 sama. Rasulullah sallallahu alaihi 28:14 wasallam memiliki ekspresi yang sama 28:16 ketika berbicara dengan Abu Bakar 28:17 ataupun Bilal bin Rabah. 28:20 Saya jawab, "Saya belum bisa." Nah, itu 28:24 saya salat bisa, saya ngaji bisa, saya 28:29 puasa bisa, pergi haji umrah bisa. Tapi 28:34 kalau mencontoh tawadunnya Rasulullah 28:36 dalam misalnya sama saja gaya bicaranya 28:40 Nabi dengan Bilal 28:43 ataupun Abu 28:46 Bakar. Terbayang enggak sih, Pak 28:48 Krishna? 28:50 Ditelepon orang. Aku 28:53 Salman mau datang 28:56 ini Bang Ondi ke pesantren. Bang Ondi 28:59 kita mau datang. Oke baiklah datang aja. 29:04 Datang dia naik 29:06 motor 7 menit kemudian nelepon sama gua 29:09 Salman Erik Tohir mau datang 29:11 [Tertawa] 29:15 ke ee beberapa menit kemudian nelepon 29:19 Salman Sandeg Uno mau 29:21 datang kira-kira ada Sandeg Uno, ada 29:24 Erik Tohir ada 29:26 Ondi menurutmu Pak Krishna bisa enggak 29:29 aku sama gaya bicaranya 29:31 lain 29:33 pasti beda. Padahal aku tahu bab ini 29:36 gitu 29:37 loh. Itulah sulitnya mengamalkan akhlak 29:40 Rasulullah 29:41 itu 29:44 beda. Apalagi datang datang-datang itu 29:47 panitia bilang, "Erik Tohir ini mau 29:49 meletak uang Salman 80 29:52 miliar." Sandego Uno enggak mau kalah. 29:55 Ditelepon apa? Sandego Uno 150 miliar. 29:58 Enggak mungkin sama lah. Si Ondi datang 30:00 minta makan lagi. Dia minta ya naik 30:03 motor pula dia lagi kan enggak mungkin 30:06 sasar lagi bentar kesasar pula 30:10 lagi berbeda kita. Mungkin karena Erik 30:14 Tohir sama Sandegono ku bikinlah 30:15 arak-arakan ya kan. Kalau oni datang 30:19 datang aja kau duduk kau di saung itu 30:20 entar lag antar kau 30:23 minum. 30:25 Beda berbeda pasti. Nah. Nabi Muhammad 30:29 sallallahu alaihi wasallam tidak 30:30 membedakan itu. Tidak membedakan 30:33 itu. Eh eh eh eh tapi nanti pelajari 30:36 lagi tafsirnya dengan Ustaz Husein 30:38 karena saya bisa sangat bisa salah 30:40 memahami ayat ini. Pernah Nabi 30:42 membedakan itu kan? Hm. Abasa itu. Abasa 30:47 itu. Ah tapi bagi saya makna Abasa 30:50 tidaklah bermuka masam ya. Nabi itu 30:53 hanya bilang begini ke Abdullah bin Ummi 30:54 Maktum. Abdullah, tunggu sebentar ada 30:57 tamu saya. Cuma begitu, Pak Krishna. H. 31:00 Tunggu sebentar ada tamu 31:05 saya. Saya kira tidak ada orang yang 31:08 mengatakan perlakuan Nabi itu salah. 31:10 Kalau 31:11 begitu ya. Dia hanya menunda ngobrol 31:15 dengan Abdullah karena ada tamu yang 31:17 datang yang 31:18 lain. Itu ditegur oleh Allah Subhanahu 31:21 wa taala. Tapi nanti makna ayat ini 31:23 tentu harus disempurnakan dengan yang 31:25 ahlinya, jangan dengan 31:27 saya sallallahu alaihi 31:30 wasallam. Sudah berapa tuh yang kita 31:32 sebutkan? Ya, tinggal pemirsa pendengar 31:35 ee cobalah amalkan nanti ya. 31:40 Selanjutnya Rasulullah sallallahu alaihi 31:47 wasallam di antara kerendahan 31:50 hatinya kata Bunda 31:52 Aisyah, dia mau melakukan semua 31:55 pekerjaan rumahnya sendiri. H. Wah, itu 31:58 aku enggak bisa itu, Pak 31:59 Krishna. Aku kalau pulang ke rumah, 32:02 Ipeh, bikinkan kopi, 32:05 Teh. Baju abang yang mana? Ambilkan 32:08 semua bini yang ngerjain. Siapkan makan 32:11 siang, sarapan. Semua bini yang 32:15 ngerjain. Apa-apa manggil dia, "Peh, kau 32:18 taruh di mana ini? Kopi ayah-ayah di 32:21 mana? 32:23 Semua dia yang 32:24 ngerjain." Rasulullah kata Bunda Aisyah 32:27 radhiallahu anha, "Kana fi mihnati 32:30 ahlih." Dia mengerjakan semua pekerjaan 32:32 rumahnya sendiri. 32:35 Nah, ini oh saya sering saya ini 32:37 mengkaji akhlak Rasulullah sebenarnya 32:39 lebih sering mengintroveksi diri saya 32:40 sendiri. Jangankan orang lain, saya 32:42 bilang cuman saya sampaikan nih kita 32:45 sama-sama instrofeksi jadi saya tidak 32:46 sedang menyalahkan siapapun. Karena bila 32:48 bicara akhlak Rasulullah saya nol bahkan 32:51 mungkin minus. 32:54 Bayangkan di antara kerendahan hati Nabi 32:56 kata 32:57 istrinya, "Pak, kalau istrimu mengakui 33:00 kau rendah hati, itu artinya betul-betul 33:02 rendah hati. 33:04 Kalau istri yang ngomong ya, kalau istri 33:05 yang ngomong pokoknya kalau ada bini 33:07 ngakui kebaikan suaminya itu benar. 33:09 Titik sudah 33:11 itu benar itu sudah. Karena segitu 33:15 direpotkannya dia oleh suaminya, 33:17 disakiti dia oleh suaminya, tetap diakui 33:19 suami itu baik. Itu keran itu 33:23 suami. Bayangkan Aisyah radhiallahu anha 33:26 mengatakan, "Kana fi mihnati ahlih." Dia 33:29 kerjain sendiri. Dia pergi ke dapur, dia 33:32 motong bawang, dia ngeblender cabe, dia 33:36 bikin sambal, dia siangi ikan, dia 33:38 goreng ikannya, dia bikin balado, 33:41 kemudian dia bikin sayur lodeh. Kemudian 33:44 sudah selesai dia bikin kopi sama teh. 33:46 Ada air dingin, ada air hangat dia 33:49 bikin. Kemudian buah naga sama jeruk, 33:51 pepaya dia potong-potong baru Aisyah 33:54 makan. Kita pernah kau bikin itu seumur 33:57 hidup belum pernah kau bikin 33:59 itu. Heeh. Cari aja ada kiai yang kayak 34:02 gitu enggak? Kalau ada kiai yang kayak 34:03 gitu, kita cium tangannya 414 kali. 34:06 Kalau perlu, gua bilang itu kerendahan 34:09 hati. Yang mampu melakukan itu adalah 34:11 orang yang rendah hati. Titik. Enggak 34:13 usah ada alasan apa-apa. Sering orang 34:15 beralasan sama aku. Aku bilang alasanmu 34:16 itu sudah tidak sesuai akhlak Rasulullah 34:18 sallallahu alaihi wasallam. Kalau kau 34:19 mengikuti sunah Nabi sallallahu alaihi 34:21 wasallam, lakukan hari ini seperti 34:24 takutnya kau menyingkrangkan celanamu 34:26 gara-gara masuk neraka. Harusnya sama. 34:29 Ini giliran ada neraka-nerakanya 34:31 langsung dicingkrangin celana. Giliran 34:33 cerita tentang rendah hati Rasulullah 34:35 gak 34:39 mau. Sulit itu Pak 34:42 Krisna. Dia kerjakan semuanya rumahnya 34:45 sendiri. 34:46 Keren itu. Habis-habisan keren. Jadi dia 34:49 pulang dia tahu handuk di mana, dia tahu 34:53 itu keren. 34:55 Habis kana fi mihnati 34:58 ahli. Luar biasa. Laki-laki yang mana 35:01 yang mampu melakukan 35:03 itu? Banyak laki-laki yang rajin 35:06 sembahyang. Karena kita enggak tahu dia 35:07 rajin sembahyang karena takut masuk 35:09 neraka sebenarnya. Besok ditanya Tuhan, 35:11 kita, "Kau ngapain kau sembahyang?" kata 35:12 Tuhan. "Gimana kita ya?" "Aku takut 35:14 Tuhan masuk neraka." katanya. Oh, kau 35:16 rupanya masuk neraka kau ya. Katanya 35:18 ditaruhnya kita ke surga tapi surga yang 35:21 menyakitkan. Mau kau kayak 35:25 gitu? 35:27 Maka kecintaan kita kepada Allah dan 35:30 Rasul-Nya itu teruji ketika cerita 35:32 tentang 35:34 akhlak. Coba kana Rasulullah sallallahu 35:37 alaihi wasallam fi mihnti ahli. Itu yang 35:38 di yang yang yang sangat dibanggakan 35:42 oleh Bunda Aisyah radhiallahu anha 35:45 ardha. Untuk contoh selanjutnya kita 35:47 break dulu sebentar Pak Krisna ya. 35:50 Oke, kita break 35:52 dulu nanti kita akan kembali lagi. 35:55 Silakan yang mau bertanya. Boleh, boleh 35:56 boleh. Di 35:58 0811 36:00 9993 * 36:03 720 atau telepon di 021 36:07 84515 12. Kami tunggu. 36:16 [Musik] 36:20 [Tepuk tangan] 36:25 [Musik] 36:30 [Tepuk tangan] 36:36 [Musik] 36:40 [Tepuk tangan] 36:46 [Musik] 36:53 [Musik] 36:58 [Tepuk tangan] 37:03 [Musik] 37:08 [Tepuk tangan] 37:10 [Musik] 37:18 [Tepuk tangan] 37:24 [Musik] 37:36 [Tepuk tangan] 37:41 [Musik] 37:46 [Tepuk tangan] 37:49 [Musik] 37:57 [Tepuk tangan] 38:02 [Musik] 38:14 [Tepuk tangan] 38:20 [Musik] 38:24 [Tepuk tangan] 38:26 [Musik] 38:34 [Tepuk tangan] 38:40 [Musik] 38:43 Yeah. 38:48 [Musik] 38:52 [Tepuk tangan] 38:57 [Musik] 39:02 [Tepuk tangan] 39:08 [Musik] 39:12 [Tepuk tangan] 39:18 [Musik] 39:30 Berasil 39:32 TV untuk Islam yang satu. 39:41 [Musik] 40:00 Allahu 40:02 Akbar. Allahu Akbar. 40:20 Lailahaillallah. Radio Silaturahim yang 40:22 dipancarkan dari Jalan Masjid 40:23 Silaturahim 36 Kalimangis Cibubur. Dan 40:28 acara ini juga dapat dilihat di YouTube. 40:30 Ketik saja Rasil TV. Masih bersama Ustaz 40:33 Salman Alfarisi dalam Sirah Nawawiyah. 40:35 Karena ini kita ambil tema ee kerendahan 40:39 hati Rasulullah. Belum selesai tadi, 40:41 masih ada bahasan lain. Tafadal. Terima 40:45 kasih Pak Krishna. Terima kasih 40:46 pendengar e pemirsa YouTube kita juga 40:52 ya. Ee kita lanjutkan bercerita ni 40:56 ya. Dalam konteks ceramah kita ini kita 40:59 tidak menyalahkan siapapun ya. kita 41:02 menyampaikan cerita Nabi Muhammad 41:03 sallallahu alaihi wasallam sebagai bahan 41:06 untuk instrospeksi buat kita 41:08 masing-masing. Nabi kita Muhammad 41:10 sallallahu alaihi wasallam di antara 41:11 kerendahan hatinya 41:14 adalah kalau bertemu anak kecil Nabi 41:17 mengucapkan salam kepada mereka dan 41:20 menyalam tangan 41:23 mereka. Ini sering dilakukan oleh Nabi 41:25 Muhammad sallallahu alaihi wasallam ya. 41:30 Jadi nabi bila tidak nabi itu bukan 41:34 orang yang 41:36 begini, "Ah, saya lebih tua dia yang 41:38 salam sama saya." Gak begitu, 41:41 Nabi ya. Saat ketemu anak kecil pun Nabi 41:45 sallallahu alaihi wasallam duluan 41:46 mengucapkan salam. 41:49 Dia duluan mengucapkan 41:51 salam ee dan dia salam tangan mereka. 41:54 Bahkan sering Nabi mengusap kepala 41:57 mereka. H ya. Sering Nabi mengusap 42:00 kepala mereka ee ee e e e e ee saat 42:05 bertemu. Dan yang kerennya lagi, Nabi 42:08 kita Muhammad sallallahu alaihi 42:12 wasallam selain mengucapkan salam, 42:15 mengusap kepala mereka, sering Nabi 42:18 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 42:19 memuliakan panggilan anak 42:21 kecil. Hm. Pernah satu hari terjadi saat 42:25 Nabi melewati seorang anak kecil yang 42:28 memainkan seekor burung. Nabi bilang 42:33 gini, "Ya Aba Umair ma fa'alan 42:39 nughair." Kalimat abu itu biasanya kita 42:43 ucapkan kepada orang yang terhormat atau 42:46 lebih besar dari kita atau orang dewasa 42:48 sebenarnya. 42:50 Dan panggilan Abu termasuk panggilan ee 42:53 sopan. Misalnya saya Salman. Sekarang 42:56 kalau saya tinggal di Makkah orang sudah 42:58 akan jarang memanggil saya Salman. Maka 43:01 dia panggil saya apa? Abu Muhammad. 43:03 Karena anak saya Muhammad. Hm. Nah, itu 43:06 tradisi di Arab sebenarnya ya. Tradisi 43:09 di Arab pakai nama pakai nama anaknya. 43:12 Kalau kita mungkin di tanah kita ini 43:15 lebih terbiasa makai Pak Salman. 43:19 itu lebih terbiasa Pak Salman atau Pak 43:22 Hamdan atau Pak Krishna, Pak Ondi itu 43:26 biasanya begitu kalau kita. Nah, jadi 43:28 kalimat Abu sama posisinya dengan 43:31 istilah Pak ya. Kita pun memanggil orang 43:35 biasanya yang jika beliau adalah orang 43:38 kita hormati, yang lebih tua dari kita 43:41 pasti menggunakan kalimat Pak Pak Ihsan, 43:44 Pak Parid misal gitu ya. Siapa aja, Pak? 43:47 Pak, Pak, Pak. Kalau kami di Medan, 43:49 Bang. Nah, ada lagi, Bang. Ada di Jawa, 43:52 Mas. Heeh. Ya. Nah, tentu kita lihatlah 43:55 kondisi umurnya dan lain sebagainya, 43:57 gitu ya. Nah, di tanah Arab istilah abu 44:01 itu termasuk istilah yang sangat sopan 44:03 sekali. Sangat sopan sekali untuk satu 44:07 istilah panggilan. Suatu hari kata Anas 44:10 bin Malik, Rasulullah sallallahu alaihi 44:11 wasallam lewat di depan adik saya yang 44:14 masih kecil. 44:17 Adik saya yang masih kecil kemudian 44:19 sedang bermain-main. Apa kata kata kata 44:23 kata kata Anas? Nabi Muhammad sallallahu 44:25 alaihi wasallam menyapa adik saya yang 44:27 kecil itu dengan istilah Abu Umair. Nah, 44:30 ya padahal anak 44:32 kecil. Nah, ini juga ini penting sekali 44:36 ya bagi kita yang mengajar, bagi kita 44:38 yang mendidik. 44:40 Kita kudu kalau memanggil anak didik 44:43 kita itulah dengan panggilan-panggilan 44:45 yang memotivasi, panggilan-panggilan 44:48 yang terhormat. Jangan panggil-panggil 44:50 mereka dengan istilah yang negatif ya. 44:53 Ee kadang-kadang ee guru bahkan ustaz, 44:57 bahkan kiai kadang-kadang suka kesleo 45:00 lidahnya ketika memanggil santri atau 45:04 muridnya karena bandel. 45:07 itu bagian dari hal yang tidak baik, 45:09 tidak dicontohkan oleh Nabi sallallahu 45:10 alaihi wasallam. Bahkan di bab 45:12 kerendahan hati Nabi 45:14 dimunculkan bagian atau ciri dari 45:17 kerendahan hati Nabi Muhammad sallallahu 45:19 alaihi wasallam adalah bahwa dia ketika 45:23 ketemu anak kecil sekalipun memakai 45:26 istilah Abu Umair sallallahu alaihi 45:29 wasallam. 45:32 juga bagian dari kerendahan hati Nabi 45:34 kita Muhammad sallallahu alaihi 45:36 wasallam. Ya, kerendahan 45:38 hati 45:42 eh Nabi mau menunggangi himar itu bagian 45:47 dari kendahan hati Nabi sallallahu 45:49 alaihi 45:50 wasallam. Ini tentu harus kita jelaskan 45:55 ya. Menunggangi himar itu maksudnya apa? 45:57 Kok masuk ke bab merendahkan gitu ya, 45:59 kerendahan hati. 46:02 Nabi itu punya unta sekelas 46:06 Mercedes-Benz atau 46:08 Polvo atau 46:11 BMW. Nah, itulah pokoknya merek-merek 46:14 yang di kalangan masyarakat modern itu 46:17 menunjukkan status sosial ya. Itu ya 46:20 Alfad misalnya, Vire itu Nabi punya 46:24 sallallahu alaihi wasallam. 46:28 Tapi Nabi juga punya mobil 46:37 udah Avanza tahunnya 46:40 tahun 2008 46:43 misalnya. Nah, itu sering dipakai oleh 46:45 Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ah, ini 46:46 loh kita istilahnya supaya teman-teman 46:49 bisa. Jadi, dia punya unta yang keren 46:52 sekali tapi yang ditunggangi itu sering 46:55 adalah himar. 46:57 Bukan hanya itu, sering Nabi baik ketika 47:00 mengendarai unta atau 47:04 himarnya menawarkan orang lain untuk 47:08 dibonceng sallallahu alaihi wasallam. 47:12 Nah, bagi tradisi masyarakat jahiliah 47:15 atau Mak Arab Madinah Makkah pada waktu 47:19 itu, bila dia sekelas pemimpin misalnya 47:23 sebut saja seperti Abu Jahal, Abu Lahab 47:27 gitu 47:28 ya, Abdullah bin Ubay bin 47:32 Salul, mustahil takkan mungkin dia mau 47:34 membonceng orang lain karena menurut 47:37 mereka itu bagian dari kerendahan status 47:39 sosial. Tapi bagi Nabi Muhammad 47:42 sallallahu alaihi wasallam eh itu sering 47:44 dilakukan. Bahkan pernah diajarkan 47:46 kepada para sahabatnya agar meruntuhkan 47:49 tradisi kesombongan. Istilah tidak ada 47:52 yang kita bonceng dalam unta ataupun 47:54 himar dan kuda kita. Waktu Nabi 47:56 sallallahu alaihi wasallam berangkat 47:58 bersama para sahabat ke peperangan Uhud 48:01 karena jauhnya Medan. Kemudian Nabi 48:04 hanya punya beberapa unta, maka dibikin 48:06 oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam 48:07 gantian naik atau naik dua. Nah, gitu 48:11 ya. Itu pernah dibikin oleh Rasulullah 48:13 sallallahu alaihi wasallam begitu. Nah, 48:15 itu juga termasuk bagian dari kerendahan 48:17 hati Nabi kita besar Muhammad sallallahu 48:20 alaihi wasallam. Nah, 48:24 itu eh termasuk dari kerendahan hati 48:28 Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi 48:29 wasallam bahwa dia sallallahu alaihi 48:37 wasallam mau diundang makan oleh siapa 48:40 saja. 48:44 termasuk nabi mau diundang makan 48:47 walaupun yang kita suguhkan itu hanya 48:50 ikan asin dan rebus daun singkong 48:53 misalnya sebut saja begitu untuk 48:54 Indonesia ya. 48:58 Suatu hari ada seorang sahabat yang 49:01 mencoba itu ya. Dia dia ingin juga 49:05 seperti Abu Bakar, seperti Umar, Utsman 49:08 ya yang ee mentraktir makan Rasulullah 49:11 sallallahu alaihi wasallam. Dia juga 49:13 ingin rumahnya didatangi oleh Rasulullah 49:15 sallallahu alaihi wasallam. Dia coba 49:17 bisikkan ke siapa? Ke Nabi Muhammad. Ya 49:20 Rasulullah, mau gak ikut makan di rumah 49:23 saya? 49:26 Hebatnya. Hah. Kapan kata Rasulullah 49:29 sallallahu alaihi wasallam, itulah nabi 49:31 kita ya. Kapan kau ngundang saya 49:35 makan? Padahal yang mengundang ini 49:40 kelasnya itu rendah sekali ya. Kalau 49:43 ibarat kita sekarang tinggal dikontrakan 49:45 3* 49:47 6, punya motor-motor 49:50 tua, yang paling bisa dia suguhkan nanti 49:53 ke Nabi goreng tempe sama sayur bening 49:56 saja. 49:58 Tapi Nabi Muhammad sallallahu alaihi 50:01 wasallam tetap mau mendatangi rumah 50:04 sahabat tersebut. Dan ee ee ee wajahnya 50:08 pun 50:10 berseri-seri. Sampai di rumah lahap 50:12 betul Nabi makan bersama mereka. 50:15 Wajahnya pun 50:16 berseri-seri. Ini kerendahan hati 50:19 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 50:22 Nah, bila saya pikirkan ke diri saya 50:25 sendiri misalnya tadi ya memanggil anak 50:28 kecil dengan panggilan yang 50:31 sopan. Sering saya ini 50:38 sering kalah. Ya, kalah artinya apa? 50:43 Sering sekali kita merasa diri kita ini 50:47 lebih baik dari orang 50:49 lain. Sehingga kita memanggil orang 50:52 dengan istilah, "Hei, sini kau 50:55 dulu. Iya kau sini." Sering kita kayak 50:59 gitu. Padahal itu kawan punya nama, 51:01 minimal panggillah namanya Henry 51:04 sini. Ya kan? Tapi hei sini 51:09 l itu saya sendiri pun sebenarnya sering 51:12 melakukan itu. Kenapa? Karena akhlak ini 51:15 belum belum reflek di darah 51:19 kita. Belum reflek darah 51:21 kita. Nabi mau memakai himar. Sekarang 51:25 saya punya mobil Avanza itu masih baru 51:28 saya 51:30 beli. Tapi syahwat saya sering menggoda 51:34 saya. Ah. 51:36 Avanza ini kan Salman udah lunas 51:38 ya. Apalagi kita kalau lagi servis mobil 51:41 tuh ke ke showroom dibilang, "Pak, kalau 51:44 sudah lunas Pak tukar tambah aja Pak 51:46 Innova atau Fortuner atau apalah rush 51:49 gitu misalnya." Kita tuh 51:53 tertarik tertarik kita pengin 51:57 kita supaya penampilan kita lebih wow. 52:01 Berbeda dengan Rasulullah sallallahu 52:02 alaihi wasallam. Dia punya punya unta 52:05 yang keren yang dipakai 52:07 himar. Sementara kita enggak bisa 52:10 sebenarnya udahlah syukuri aja yang 52:12 sekarang ada ini. Enggak usah kau jual 52:14 kemudian kau ngutang supaya pesonamu 52:16 apa? Penampilanmu lebih 52:18 mewah. Ini tidak begitu. Rasulullah 52:21 sallallahu alaihi wasallam Rasulullah 52:22 justru ada kenderaan mewah yang dipakai 52:25 kenderaan yang biasa saja. Itu baru 52:27 keren. Sementara kita berbeda. Enggak 52:30 sanggup beli kenderaan. Jangankan 52:32 kenderaan mewah, yang enggak sanggup 52:34 bilik kenderaan kita bela-belain nyicil 52:37 supaya supaya kita wah 52:40 kelihatan kita ini pada dasarnya kita 52:43 semua Pak manusia ini ingin betul agar 52:45 terlihat wow mewah gitu. Itu pada 52:48 dasarnya kita berbeda dengan Nabi 52:50 Muhammad sallallahu alaihi 52:54 wasallam. Berbeda betul. Begitu juga 52:56 tadi kita bilang bahwa Nabi Muhammad 52:58 sallallahu alaihi wasallam mau diundang 52:59 siapa saja. 53:03 saya ini sering ya misalnya siapa yang 53:05 ngundang saya nih masih saya 53:10 lihat mohon maaf nih saya sering lihat 53:13 itu bukan ee eh yang menjadi patokan 53:17 amplopnya karena saya enggak tahu berapa 53:19 amplop yang akan dia kasih karena saya 53:20 saya bilang gak perlu pakai amplop gak 53:22 ada kesepakatan amplop antara saya 53:23 dengan siapapun yang ngundang saya cuman 53:25 yang menjadi problem itu adalah saya 53:28 belum bisa seperti Rasulullah ketika 53:30 masjid itu jauh dari 53:33 Parung. H saya sekarang tinggal di 53:35 Parung. Ketika jalannya jauh kemudian 53:39 macet, nah itu masih menjadi 53:40 pertimbangan. Sementara Rasulullah 53:42 enggak sama sekali itu enggak ada 53:44 itu. Nah, ini belum bisa kita lakukan. 53:48 Atau coba intropeksi diri kita 53:50 masing-masing. Saat datang undangan 53:52 pernikahan milih-milih enggak 53:55 kita? 53:57 Hm. Nah, itu perlu dijawab oleh 53:59 masing-masing tuh. Saat ada orang yang 54:01 ngundang kita nikah, milih-milih enggak 54:02 kita? Kita maksa betul datang saat yang 54:07 ngundang kita itu orang kaya 54:09 raya. Tapi saat yang mengundang kita itu 54:13 orang biasa-biasa 54:15 saja, maka kita 54:18 pun ogah-ogahan. Datang enggak, datang 54:21 enggak, datang enggak. Rasulullah 54:23 sallallahu alaihi wasallam gak ada beda 54:26 di antara orang yang mengundang ini 54:28 siapapun 54:29 itu. Dia datang, dia penuhi, dia 54:32 tunjukkan rasa senangnya kepada yang 54:34 mengundangnya. Bukan sekedar datang Nabi 54:36 kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam 54:39 ya, tapi dia pergi ke rumah sahabat 54:43 tersebut tanpa dengan apa namanya? 54:46 Dengan 54:48 ee menunjukkan respon yang baik. ee e 54:53 apa namanya? Saat berbicara pun baik, 54:55 saat makan pun lahap. Itu saya sering 54:59 gagal mengamalkan 55:01 itu. Sering sering saya gagal 55:03 mengamalkan itu. Ya, saya hanya bisa 55:05 lahap makan kalau yang ngundang saya itu 55:08 menunya kalau kita kadang-kadang bukan 55:10 hanya sekedar tidak apa menunya cocok 55:13 dengan kita. Misalnya kalau Misop Medan 55:15 diundang aku ke MOP ee Medan misalnya. 55:18 Loh, senang kali aku kalau yang ngundang 55:21 aku tuh menghidangkan lontong Medan. Oh, 55:24 senang kali aku. Kalau yang ngundang aku 55:26 tuh daun ubi tumbuk ikan sale. Oh, 55:29 senang kali aku. Belum tentu senangnya 55:32 saya itu sama bila apa lautnya gudek 55:35 Jogja misalnya. Belum tentu sama aku 55:39 itu. Kalau Rasulullah sallallahu alaihi 55:41 wasallam luar biasa diundang oleh 55:43 sahabat tersebut 55:46 makan lauknya ikan asin sama rebus 55:49 singkong ada sambal terasi. Duduk Nabi 55:52 sallallahu alaihi wasallam di rumahnya 55:54 makan Nabi sallallahu alaihi wasallam 55:55 dengan lahab. Dipeluknya sahabat 55:58 tersebut diucapkannya terima kasih. Baru 56:00 Nabi sallallahu alaihi wasallam pulang. 56:02 itu bagian dari kerendahan hati Nabi 56:05 Besar Muhammad sallallahu alaihi 56:09 wasallam. Mudah-mudahan cerita kita ini 56:12 ee bisa menginspirasi kita semua ya. Ee 56:15 beberapa cuplikan tentang kerendahan 56:17 hati Nabi tadi sudah kita sampaikan. 56:19 Namun cuplikan tentang kerendahan hati 56:21 Nabi tidak berhenti sampai di situ. 56:23 Banyak ya. Kita hanya mengambil beberapa 56:25 saja sebagai pertimbangan buat kita 56:28 supaya hidup kita ini tak lagi terlalu 56:31 sombong ya. Kita lebih down to earth dan 56:34 kita lebih mencontoh Rasulullah 56:36 sallallahu alaihi wasallam. Sunah 56:37 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 56:39 ini juga mulai kita kita amalkan di 56:42 wilayah akhlaknya Rasulullah sallallahu 56:44 alaihi wasallam. Ee terima kasih Pak 56:47 Krisna. Silakan langsung pertanyaan. 56:48 Kita langsung ke pertanyaan saja. 56:50 Asalamualaikum Salman. Salman saya 56:52 alhamdulillah ada supir kalau saya 56:54 mampir di restoran kami ajak dia untuk 56:57 ee makan bersama-sama tapi kadang-kadang 56:59 dia sulit tidak mau ee itu berdosa kami 57:03 ya kita jangan kita dari tadi enggak 57:06 bahas dosa atau enggak ya akhlak itu 57:10 tidak dosa atau tidak tapi bicaranya 57:14 love or not love gitu ya di situ 57:18 wilayahnya ya kalau bicara dosa atau 57:21 tidak salah atau tidak nanti kita kajian 57:23 fikih itu perlu dan itu sangat perlu ya 57:25 karena supaya ibadah kita juga harus 57:27 benar. Oke. Sekarang dosa tidak gitu 57:31 pertanyaannya gak gak jangan begitu. 57:33 Kenapa supir ini gak mau? Karena belum 57:36 dibiasakan gitu ya. Berarti kita carikan 57:39 solusinya. Mulailah dibiasakan supir 57:42 kita ini makan bersama kita. Hm. Atau 57:46 nanti dia enggak mau semeja sama saya, 57:48 Ustaz. pesan satu meja di tapi sama-sama 57:51 lontong 57:52 [Tertawa] 57:53 Medan. Udah kau duduk di sini, kau makan 57:56 lontong Medan, kau minum minum apa 57:57 serahkan ke dia. 58:00 Ee saya sering melakukan itu, Pak 58:01 Krista. Oh, iya sering saya melakukan 58:03 itu. Bahkan 58:05 kadang-kadang saya bebaskan itu ya 58:07 misalnya yang kita pesan itu apa, yang 58:09 dipesan itu apa, lebih mahal dari enggak 58:10 apa-apa. He. Karena saya saya sudah 58:12 latih dia agar kalau makan berdua dengan 58:15 saya 58:17 pesan seperti kalau kau makan sendirian. 58:20 He. Dengan duitmu sendiri. Enggak usah 58:23 malu-malu. Enggak usah malu-malu. Nah, 58:24 itu harus kita harus kita tanamkan. 58:27 Karena kadang-kadang kita ketika dia 58:29 mesan misalnya kau mesnya lele, dia 58:32 malah kakap. Nanti mata kau beda kan? 58:35 Oh, kau bilang mata kau. Nanti kau 58:37 mesnya teh angat tower. Dia mesnya apa? 58:40 Es teh manis mah jangan kita santai aja 58:44 udah. Heeh. Ah begitu. Jadi tidak 58:46 istilah dosa atau tidak. Tapi ini 58:48 semakin seseorang itu menyayangi, 58:50 mencintai Rasulullah sallallahu alaihi 58:51 wasallam semakin akhlak itu dicontoh 58:53 oleh dia. 58:55 Sama juga pembantu di rumah pasti karena 58:57 belum di biasakan dia mau makannya di 59:00 belakang. Kita kita coba biasakan. Ayo 59:02 makan kita sama-sama kita atau jangan 59:04 bikin dua ruang makan. Bikin satu ruang 59:06 makan semuanya makan di situ. Ayo. Dia 59:09 hanya diminta tolongkan. Siapkan menunya 59:11 semuanya di atas meja. Sesudah itu ayo 59:14 kita makan 59:16 bersama. Eh, tentu berarti salah dong 59:19 saya Salmannya selama ini bikin pembantu 59:22 makan di belakang. Ini kita tidak bicara 59:24 salah atau benar. Yang kita bicarakan 59:26 ini meneladani akhlak Rasulullah 59:28 sallallahu alaihi wasallam. Wallahuam. 59:31 Baik, selanjutnya. Salam Ustaz Salmanam. 59:34 Saya punya suami baik, alhamdulillah. 59:36 Tapi 59:37 kalau sebentar-sebentar video call, 59:41 kalau mau pulang nanya mau dibawain apa? 59:44 Hm. Apa kerjaan di rumah ee 59:46 bantuin ke mana-mana mesti diantar, 59:49 enggak boleh pergi sendiri. Apa hal ini 59:52 tidak membuat istri selalu tergantung ke 59:54 suami tidak bisa mandiri? Terima kasih 59:58 dari hamba Allah. Mak, baik kali laki 1:00:01 kau itu, Pah. Iya. 1:00:04 Baik itu laki ya. Gitulah manusia ini ya 1:00:07 begitu ya kan. Dapat laki galak ngeluh, 1:00:11 dapat laki pelit ngeluh, dapat perempuan 1:00:15 cerewet kita ngeluh dapat ya begitu 1:00:17 manusia ibu ya seharusnya coba kita 1:00:20 syukuri ya. Jangan jangan dulu 1:00:22 diprasangkakan sesuatu yang belum 1:00:24 terjadi. Apa enggak menjadi saya ini 1:00:26 suamist istri yang bergantung kepada 1:00:29 suami? Jangan. Terimalah perbuatan 1:00:31 baiknya. Kau tergantung atau tidak 1:00:33 tergantung dengan suamimu, kau bisa 1:00:35 membentuk itu sebenarnya. Kau menerima 1:00:38 perbuatan baiknya bukan karena kau 1:00:39 seorang perempuan yang manja, tapi 1:00:41 karena menghargai apa yang sudah 1:00:43 dilakukan 1:00:44 suamimu. Ahah. Masalah manja atau tidak 1:00:46 manjanya kau itu bisa kau bentuk 1:00:49 sebenarnya. Bisa kau tunjukkan ke 1:00:51 suamimu kalau kau bukanlah seorang 1:00:53 perempuan yang manja, tapi perempuan 1:00:54 yang menghargai karya suaminya. Misalnya 1:00:57 dia video call sama kau, mungkin kangen 1:01:00 dia. Giliran enggak ditelepon-telepon, 1:01:02 nanti kacau juga, gelisah juga. Ah, gitu 1:01:06 ya. Ah, minta dibawain apa? Bagus. 1:01:09 Bilang aja minta dibain emas 4 kilo 1:01:11 misalnya kan repot ya kan. Ke mana-mana 1:01:15 harus diantar. 1:01:17 Bagus, baguslah. Iya. Iya, Abang antar 1:01:20 nanti kau kan enak daripada kau bayar 1:01:22 Gojek. Ah, kan diantar. Terimalah 1:01:26 perbuatan baik itu. Cuman memang menjadi 1:01:28 perempuan yang bergantung total ke suami 1:01:30 tidak baik. Aisyah itu tadi mengatakan 1:01:33 bahwa suaminya adalah fi mihnti alih 1:01:36 ahli mengerjakan semua pekerjaan 1:01:38 rumahnya. Tapi bukan Aisyah seorang 1:01:40 perempuan yang manja. Dia seorang 1:01:41 perempuan yang struggle. Bukan berarti 1:01:43 bantuan Rasulullah sallallahu alaihi 1:01:44 wasallam buat dia mengkek. Kalau kata 1:01:45 orang Medan. Kalau kata orang Jakarta 1:01:48 ini 1:01:49 apa? Ngelunjak 1:01:53 bukan ya? Ibu juga begitu. Perlakuan 1:01:56 suami ini jangan bikin ngelunjak tapi 1:01:58 tetap struggle, tetapan diri. Tapi apa 1:02:01 yang dilakukan suami dihargai. Karena 1:02:02 kupikir itu suami, suami kau ini ibu 1:02:05 nanti cepat masuk surga kalau begitu ya. 1:02:08 Iyalah aku aja enggak bisa ngamalkan 1:02:11 kayak gitu. Wallahuam. Terima kasih 1:02:13 banyak. Selanjutnya Salm Ustaz Salman. 1:02:15 Heeh. Ketika selesai salat berjamaah di 1:02:17 masjid, saya sering menyaksikan ada umat 1:02:20 jalan meninggalkan ee safnya dan 1:02:23 melewati barisan umat lain yang sedang 1:02:25 berdoa dengan jalan cepat dan seperti 1:02:28 tidak ada orang di sekitarnya. Sebagai 1:02:30 orang Jawa, saya kadang merasa gimana 1:02:33 gitu. Karena terkadang yang masih duduk 1:02:36 adalah seusia bapak atau kakek kita yang 1:02:39 saat itu sedang berdoa. Tapi juga di 1:02:42 sisi lain mungkin umat yang keluar dulu 1:02:45 tadi keperluan ada keperluan lain 1:02:47 sehingga tidak ee bisa ikut wirid 1:02:50 bersama-sama. Mohon pencerahannya, 1:02:51 Ustaz. Masyaallah. Ini dibutuhkan empati 1:02:56 di semua pihak, tenggang rasa di semua 1:02:58 pihak. Saya juga sering menyaksikan itu 1:03:01 ya. Bila orang masih duduk kin kita di 1:03:05 depan seyogianya kita duduk dulu. 1:03:09 Kecuali gini, aku ini nanti enggak mau 1:03:11 berzikir. Eh, jangan duduk di saf 1:03:14 pertama. Berdir saf belakang. He. Karena 1:03:18 Anda akan keluar. Makanya ini 1:03:19 diperlukan. Makanya akhlak itu 1:03:23 harus 17 kali sehari semalam diulang. 1:03:27 Yang yang rusak dari bangsa kita ini 1:03:29 akhlak, Pak. Heeh. 1:03:31 Hilang nilai-nilai itu diitu sering saya 1:03:35 juga sering lihat itu. Jadi sedang 1:03:37 berzikir mis apalagi kayak gini. Apalagi 1:03:39 kalau saya salat di masjid NU dan yang 1:03:42 jadi makmum itu banyak teman-teman kita 1:03:44 Salafi, Wahabi atau teman-teman yang 1:03:47 tidak mau pakai zikirlah. He. Masjid NU 1:03:49 kan berzikir dia. He itu dengan ininya 1:03:53 berdiri itu jalan. jalannya kan kalau 1:03:56 kita kan punya tata krama jalan di depan 1:03:58 orang lain menundukkan tangan sebelah 1:03:59 apalagi di depan jalan menghindar iya 1:04:02 ini nampak kali jalan itu jalan 1:04:03 seolah-olah jiji dia dengan zikir 1:04:05 bersama itu kalau itu yang di hati dia 1:04:09 sombong namanya 1:04:11 tapi saya tidak mau menyalahkan orang 1:04:13 yang seperti itu karena mereka ini belum 1:04:15 belajar yang dia tahu itu tidak pernah 1:04:18 dilakukan Rasulullah harus ditinggalkan 1:04:19 baru itu 1:04:21 kan banyak ustaz yang mengamalkan satu 1:04:24 hadis 1:04:24 untuk semua paket agama kan. Jadi gimana 1:04:28 enggak stres umat kalau begitu? Satu 1:04:31 hadis untuk mengatasi semua kehidupan 1:04:34 ini. Nabi aja enggak mengeluarkan satu 1:04:36 hadis ribuan just rus ribuan hadis untuk 1:04:39 mengatasi problema hidup 1:04:42 ini. Tak sepaham itu boleh, tapi saling 1:04:45 menghargai itu wajib, kawan. 1:04:49 Apalagi gini ya, saya sering perhatikan 1:04:51 itu. Kalau dia dengar kita ini ustaz 1:04:53 yang bukan golongan dia langsung berdiri 1:04:56 dia sudah enggak enggak jadi dengarin 1:04:57 ceramah. La haula wala quwwata illa 1:04:59 billah. Ya 1:05:02 itu obat yang harus di tawadunnya 1:05:05 Rasulullah ini ya rendah hati Rasulullah 1:05:07 harus dipelajari ya. Semua kita ini 1:05:11 harus mengingatkan tentang kerendahan 1:05:13 hati Rasulullah sallallahu alaihi 1:05:14 wasallam dan harus kita amalkan. berbeda 1:05:16 pendapat itu sah-sah saja boleh tapi 1:05:20 jangan jangan gara-gara beda pendapat 1:05:22 kita saling tinggal meninggalkan enggak 1:05:25 ada ajaran Nabi yang kayak gitu enggak 1:05:27 pernah Nabi begituah itu. Jadi saya 1:05:30 enggak tahu nih maka dia nih berdiri itu 1:05:32 karena tapi Bapak yang nanya ini bagus 1:05:35 sekali berakhlak betul yang nanya ini. 1:05:37 Kenapa aku bilang begitu? kali aja dia 1:05:39 ustaz punya keperluan lain enggak kayak 1:05:42 aku tadi kan pahamnya beda karena belum 1:05:45 bisa amalkan akhlak Rasulullah itu tadi 1:05:47 bapak ini lebih hebat sama aku. Dia 1:05:48 bilang mungkin saja beliau ini punya 1:05:50 keperluan lain. Bila kau punya keperluan 1:05:53 pun kau harus duduk di belakang kecuali 1:05:56 keperluannya kau kebelet mules. Hm. Ah 1:06:00 itu haruslah pula tadi kan belum mules 1:06:02 tiba-tiba pas rakaat ketiga mules kan 1:06:04 gitu. Silakan. 1:06:06 Tapi enggak ada angin, enggak ada hujan. 1:06:08 Apalagi sering kita 1:06:10 perhatikan Indonesia ini di Sabang Pek 1:06:12 Merauke tata kramanya lewat di depan 1:06:14 orang itu menundukkan tangan sebelah dia 1:06:17 lewat aja gitu aja tapi salat dia. Hm. 1:06:21 Berarti salatnya kan enggak berbekas 1:06:23 sedikit pun. Misalnya dia tadi salat 1:06:25 zuhur kali kepalanya ditaruh di tanah 1:06:28 enggak ada bekasnya. He he. Kan itu yang 1:06:30 menunjukkan kayak gitu. Delapan kali 1:06:32 kepalanya ditaruh di atas pantatnya, 1:06:34 tapi enggak tahu juga dia maknanya. Ah, 1:06:37 itulah kok bengak. Ah, 1:06:41 itu. Nah, aku juga memang adabnya masih 1:06:43 jauh aku. Wallahuam, Pak. Baik. 1:06:45 Selanjutnya salam, 1:06:47 Ustaz. Kal ee kalau salat berjamaah 1:06:50 selalu ingin merapatkan ee salat dan 1:06:54 luruskan barisan. Kalau tidak melakukan 1:06:56 itu, rasanya salat saya kurang sempurna. 1:06:59 Apakah saya ini termasuk sombong apa 1:07:01 gimana, Ustaz? Nah, kalau kau sudah 1:07:04 merasakan karena kekurangan sempurnaan 1:07:06 salat itu sudah bagus. Tapi kalau kau 1:07:10 rasakan karena kau merasa lebih benar 1:07:13 dari temanmu yang sebelah, itu tidak 1:07:15 bagus. Wah, hati-hati memelihara hatimu. 1:07:19 Nah, gitu tadi ya. 1:07:21 Hati-hati bila yang kau rasakan adalah 1:07:25 karena yang kau pelajari begitulah 1:07:28 kesempurnaan 1:07:29 salatnya. Bukan karena kau merasa yang 1:07:33 kau pelajari, yang kau yakini lebih 1:07:34 benar daripada yang laki orang lain. Ah, 1:07:37 silakan 1:07:39 amalkan ya. Silakan amalkan. Tapi bila 1:07:43 teman di sebelahmu ternyata belajarnya 1:07:46 rapat itu enggak perlu ditempel. Coba 1:07:48 kau belajar juga menghargainya. 1:07:51 Ah, gitu. Aku ini gini, aku saya nih 1:07:54 dulu ya. Saya ini orang yang belajarnya 1:07:57 rapat itu enggak bisa nempel, Pak 1:07:58 Krishna. Itu yang k pelajari. Tapi bila 1:08:01 ada orang yang menempelkan kakinya ke 1:08:03 aku, karena aku respon dong dia berarti 1:08:05 yang pelajari makin kurapatkan itu. Oh, 1:08:08 saya berikan supaya dia benar-benar 1:08:11 yakin kalau hadis yang diikan itu sahih, 1:08:13 Pap. K repat lagi. Ah, itu ya itu harus 1:08:16 begitu harusnya. Jadi, kita ini harus 1:08:18 punya rati empati. Aku ini tidak 1:08:21 pengamal rapat. 1:08:23 Maksud nempel rapat. Iya. Aku enggak 1:08:25 suka renggang, Pak Krishna. Karena 1:08:27 nempel rapat, renggang itu beda. He. 1:08:31 Saya pengamal yang rapat. He rapat itu 1:08:33 kan rapat, Pak. Ada nempel. H ya kan? 1:08:38 Terserah. Enggak usah kita berantem 1:08:39 gara-gara itu. Cuman saling menghargai 1:08:41 perlu, saling rendah hati perlu. Saya 1:08:45 pengamal rapat Salman. Coba perhatikan 1:08:48 orang di sebelahmu. Jika dirapat, kau 1:08:50 rapatkan kakinya digeser sama dia 1:08:52 sedikit. Oh, berarti kau harus mulai 1:08:54 belajar empati. Oh, berarti kawanku ini 1:08:58 punya paham enggak perlu nempel. Ada 1:09:01 yang direnggangan kita terus. Iya, ada 1:09:03 yang ngejar terus. Itu artinya kalian 1:09:06 berdua sama-sama pemain jun junior 1:09:10 sama-sama ini kan gitu ya. Kalau saya 1:09:12 enggak, Pak. Kalau saya ini saya sudah 1:09:14 berdiri. Kalau udah menurut saya rapat 1:09:17 tidak terlalu renggang oke tapi bila ada 1:09:19 orang yang merapatkan kakinya ke aku, 1:09:21 makin kutempel. Ah supaya apa? Saya 1:09:24 ingin memuaskan batin dia. Supaya dia 1:09:26 merasa lega dia. Oh satu aliran ini. 1:09:28 Satu aliran ini kan gitu ya. Itu perlu. 1:09:32 H ah. Coba amalkan yang kayak gitu. Saya 1:09:35 ulangi lagi ya. Saya pengamal rapat. 1:09:39 Oke. Bila saya rapatkan kaki saya ke 1:09:42 orang dia menghindar. Saya cukup tarik 1:09:45 diri. Oh, berarti dia memahaminya tidak 1:09:47 perlu nempel. Tawaran tidak diterima. 1:09:49 Tawaran tidak diterima. Oke. Saya 1:09:51 pengamal tidak perlu nempel. Saya 1:09:54 pengamal itu. Ini saya ilustrasikan 1:09:55 dua-duanya supaya adil kita 1:09:56 ilustrasinya. Bila ditempelkan orang 1:09:59 kakinya ke aku, justru aku harus apa? 1:10:01 Tempel balik supaya puas kawan kita itu 1:10:04 memuaskan batin orang pahalanya besar. 1:10:07 Wallahuam. 1:10:09 Asalamualaikum Salman. Mohon 1:10:11 pencerahannya. Saya pendengar Rasil. He 1:10:14 yang tidak pernah apa channel maksud ini 1:10:17 sebagian besar diisi ceramah rasil saya 1:10:20 sampaikan ke jamaah kebetulan saya ada 1:10:23 kesempatan tapi kadang saya belum bisa 1:10:25 mengamalkan syukron dari hamba Allah di 1:10:28 Bogor. Ya, sama aku juga yang 1:10:31 kusampaikan ini enggak usisa ku amalkan 1:10:34 semuanya. Enggak usah khawatir sampaikan 1:10:36 aja ya. Tapi ingat ada memang ancaman 1:10:39 dari Allah Subhanahu wa taala. 1:10:42 Kaburallahi anqulu ma taf'alun. Allah 1:10:45 gak suka melihat orang yang e banyak 1:10:48 cakap tapi enggak mau mengamalkan. Nah, 1:10:50 itu jadi peringatanlah untuk kita 1:10:52 semuanya. 1:10:53 Jadi bila Bapak pendengar Rasil yang 1:10:55 baik, karena bagi saya gini ya, Rasil 1:10:57 juga perlu memikirkan sebenarnya Pak 1:10:58 Krishna 1:11:00 kita bikin wisuda maunya ya pendengar 1:11:02 Rasil nih. Siapa pendengar yang sudah 1:11:05 sampai mendengarkan Rasil 9 tahun 1:11:07 berturut-turut maka kami berikan wisuda 1:11:10 ikut latihan PKD gratis. Kemudian kita 1:11:12 tes pandai berceramah kita beri gelar 1:11:14 Ustaz Fulan bin Fulan. Sesekali jadi 1:11:16 jadi penceramah derhasil keren enggak ya 1:11:19 kan ada wisudanya itu kan. 1:11:22 Ini orang yang mendengarkan Rasil ini 1:11:24 something gitu loh, Pak. Jadi, oh saya 1:11:26 sudah dengarin 5 tahun nih, Pak Krisna. 1:11:30 Apa yang bisa saya dapat dari Rasil? 1:11:32 Masukkan PKD gratis. Kita lihat 1:11:34 kemampuannya di PKD. Bagus, bijak, punya 1:11:38 ilmu pengetahuan, suruh ngaji sama Pak 1:11:40 Ustaz Husein. Kemudian berikan 1:11:42 sertifikasi ceramah. Kita pernah 1:11:44 mengundang pendengar rasia yang suka 1:11:45 mencatat ah ceramah-ceramah rasia. Dua 1:11:48 bawa buku-bukunya ini. Masyaallah. 1:11:52 dikasih medali mau nyatup tine. 1:11:56 Masyaallah. Jazakallah 1:11:58 khair. Shalom Salman. E saya masih 1:12:02 sangat awam dan baru dalam belajar 1:12:05 agama. Dalam kehidupan ini saya melihat 1:12:08 ada dua orang. Orang pertama yang 1:12:10 agamanya biasa saja dalam arti ya hanya 1:12:13 mengerjakan wajibnya saja tapi lempeng 1:12:16 dalam hidupnya. sangat mengghargai 1:12:18 istrinya baik dan jujur. Dan satu lagi 1:12:21 bedanya cukup baik. Wajibnya jalan, 1:12:23 sunahnya oke, pergi ke kajian sering. 1:12:27 Akan tetapi Ustaz masih berani 1:12:29 bermaksiat selingkuh dengan wanita, 1:12:31 teman sekantor juga sudah punya tunangan 1:12:35 dan beberapa bulan yang lalu menikah. Si 1:12:37 wanita pun berhijab, "Bagaimana Ustaz 1:12:40 kok baik agamanya malah keblinger dari 1:12:44 Ahmad di Bekasi?" La haula w qu. 1:12:47 Jazakallah kir 1:12:48 Ahmad. Eh, gini 1:12:52 ya, hidayah 1:12:56 itu datang berdasarkan kehendak Allah 1:12:59 Subhanahu wa 1:13:01 taala. Hm. Dan hidayah itu jangan 1:13:05 diterjemahkan hanya dengan perilaku 1:13:08 ibadah atau 1:13:10 penampilan atau ee sekedar rajin ke 1:13:13 pengajian. 1:13:15 Justru yang benar hidayah itu seperti 1:13:17 yang dicontohkan di kelompok pertama 1:13:18 tadi itu siapa? Orang yang salatnya 1:13:21 standar aja lima waktu katanya kan. Iya. 1:13:24 Tapi jujur ya kan? Amanah baik sama 1:13:28 keluarga itu justru hidayah 1:13:31 ya. Itu justru hidayah. Kalau cuma pakai 1:13:33 jubah rajin ke pengajian maulid nabi 1:13:36 atau daurah atau halaqah atau liqa atau 1:13:40 apalah namanya. 1:13:42 Kemudian sering berkhianat, sering 1:13:44 bohong, berarti belum dapat hidayah. 1:13:47 Nah, gitu. Jadi, dan saya ulangi hidayah 1:13:50 itu pemberian 1:13:52 Allah, prerogatif Allah Subhanahu wa 1:13:55 taala. Maka kan sering kita wama kunna 1:13:58 linahtadiya laula ananallah. Kalau bukan 1:14:01 karena diberi oleh Allah hidayah itu ya 1:14:03 kita enggak mungkin dapat. Iya. Ah, jadi 1:14:06 bagaimana R Salman? Ya sudahlah gini, 1:14:09 kita sebagai yang melihat itu tak perlu 1:14:13 mencibir salah satu di antara keduanya. 1:14:15 Saya ini selalu mengant mengantikan diri 1:14:19 mencaci Pak Krishna. Mencaci orang yang 1:14:21 salah pun jangan. Cuman kadang-kadang 1:14:24 medannya aku ini kadang-kadang keluar 1:14:25 itu aja. Nah, kalau pada dasarnya kalau 1:14:28 saya saya berpikir sehat gak boleh kita 1:14:30 caci. Nah, ini tadi kau bilang kan ada 1:14:33 orang beragama nampaknya pergi ke 1:14:35 pengajian tapi masih suka ingkar janji 1:14:38 mengkhianati keluarga gitu kan. Oh 1:14:40 berarti hidayah belum sempurna dia 1:14:42 terima. Apa yang kita lakukan? Doakan 1:14:45 dia supaya sempurna dapat hidayah. Atau 1:14:47 kalau sanggup ajak dia 1:14:50 bicara, ajak dia diskusi, suruh dengar 1:14:53 rasil misalnya supaya dengar Ustaz 1:14:56 Husein Hamzah Alattas eh Kiai Jazuli 1:14:58 Khalil, Kiai Ahmad Sanusi, Ustaz 1:15:01 Yaksyaallah Mansur atau 1:15:03 Kiai dan lain-lain kiai-kiai kita yang 1:15:05 lain. Saya enggak sebut namanya semua. 1:15:07 Kalau sebut namanya semua nanti enggak 1:15:08 selesai-selesai nanti kan. Oke. Baik, 1:15:10 Ustaz. Kita sudah di akhir acara ada 1:15:13 kesimpulan yang ingin disampaikan 1:15:14 tafadal Ustaz. Baik, terima kasih kepada 1:15:17 Pak Krishna dan semua khasil, pemirsa 1:15:19 dan pendengar yang saya muliakan. 1:15:21 Kesimpulannya adalah man tawad 1:15:24 rafaahullah. Siapa yang rendah hati 1:15:27 Allah akan angkat derajatnya. 1:15:30 Sudah. Jadi kalau kau ingin mulia 1:15:33 rendahkan 1:15:35 hati. Ada istilah mafhum mukhalafah. 1:15:38 Siapa yang takabbara menyombongkan diri 1:15:41 ahanahullah. 1:15:42 Siapa yang menyombongkan diri akan 1:15:44 dibikin oleh Allah terhina oleh 1:15:46 yazubillah. Mudah-mudahan kita diberi 1:15:48 rezeki untuk menjadi orang yang rendah 1:15:50 hati tawadu. Ini saja yang bisa saya 1:15:52 sampaikan. Baik dari Allah Subhanahu wa 1:15:54 taala, buruk dari saya karena kekurangan 1:15:56 ilmu. Wabillahi taufik wal hidayah. 1:15:57 Mohon maaf segala yang salah. 1:15:59 Asalamualaikum warahmatullahi 1:16:00 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:16:02 warahmatullahi wabarakatuh. 1:16:03 Alhamdulillah Iwan dan Nawawat telah 1:16:04 kita dengarkan nanti sirah nabawiyah 1:16:06 bersama Ustaz Salman Alfarisi dengan 1:16:09 tema kerenan hati Rasulullah. Kita akan 1:16:11 jumpa lagi pada sirah nababiyah 1:16:14 selanjutnya nanti hari Jumat. Saya 1:16:16 Muhammad Krishna Oni Saputra. Kemudian 1:16:19 juga Fahri E Atar mohon pamit. Wabillahi 1:16:24 taufik walhidah. Wasalamualaikum 1:16:25 warahmatullahi wabarakatuh. 1:16:29 [Musik] 1:16:52 [Musik] 1:17:56 [Musik] 1:18:01 H 1:18:05 Rasil 1:18:07 TV untuk Islam yang satu. 1:18:16 [Musik] 1:18:35 Allahu 1:18:37 Akbar. Allahu Akbar. 1:18:42 Lailahaillallah 1:18:54 [Musik]