Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- sampai Nabi mengatakan tungkahul maratu
- liar. Perempuan dinikahi disebabkan
- empat empat sebab.
- Yang pertama lijamaliha itu biasanya
- kalau laki-laki pandangan pertama
- cantik, kalau perempuan getaran pertama
- dari kuping. Pujian sanjungan ya itu
- membuat dia lupa betul-betul hanyut.
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- katsiran thyiban barokan fih kama
- yuhiburbuna waardo. Allahumma shalli
- wasallim wabarik ala sayyidina
- Muhammadin wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Masih dipancarkan dari jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis
- Cibubur Bekasi. Radio Silaturahim dan
- juga Rasul TV untuk Islam yang satu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Senang sekali di
- kesempatan ini saya Rizal Hakq kembali
- hadir menyapa ikhwan akhwat dalam
- program acara psikologi keluarga.
- Alhamdulillah telah hadir narasumber
- kita seperti biasa ada Bapak Abu Bakar
- Barajah psikolog. Asalamualaikum Pak.
- Sehat Pak?
- Waalaikumsalam.
- Alhamdulillah. Dan juga Ustaz Husin
- Altas guru kita. Alhamdulillah.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Kabar
- baik, Ustaz?
- Semua sehat? Al,
- alhamdulillah. Dan ikhwan akhwat, di
- kesempatan ini saya mendampingi ee
- beliau-beliau karena Buning izin ya
- biasanya Buning yang mendampingi.
- Insyaallah pengan depan beliau kembali
- mendampingi. Nah, Yuhan Awat untuk
- memulai pertemuan ini seperti biasa kita
- awali dengan membaca ummul Quran
- al-Fatihah yang akan dipimpin langsung
- oleh guru kita Ustaz Husein Alatas. Kami
- persilakan Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- maiki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin
- Amin.
- Amin. Baik, alhamdulillah telah kita
- buka bersama dengan pembacaan Quran
- Quran surah Al-Fatihah. Semoga kita
- semua mendapatkan ee rahmat dari Allah
- Subhanahu wa taala dan bisa memetik
- pelajaran dan ilmu yang akan disampaikan
- oleh narasumber-narasumber kita,
- guru-guru kita. Di kesempatan ini
- seperti biasa kami akan bacakan beberapa
- pertanyaan dari pendengar hasil yang
- dikirimkan ke nomor hasil. Ini ada tiga
- pertanyaan mungkin yang ee dua
- pertanyaan hampir senada ya mengenai
- keturunan dan juga yang kedua mengenai
- yang ketiga pertanyaan mengenai
- permasalahan dalam rumah tangga. Saya
- coba bacakan dari hamba Allah keduanya
- tidak menyebutkan namanya. Ustaz,
- bagaimana kita merasa ikhlas dan rida
- dengan ketentuan Allah Subhanahu wa
- taala ketika kami tidak kunjung mendapat
- keturunan ataupun takdirnya nanti kita
- tidak dikaruniai keturunan sama sekali.
- Pertanyaan selanjutnya ini dari hamba
- Allah juga dalam surah at-Tin ayat 4
- bahwa Allah menciptakan manusia dengan
- sebaik-baik penciptaan. Bagaimana dengan
- anak yang terlahir tidak sempurna
- cacat fisik ataupun mental seperti
- contohnya down down syndrome? Apakah ini
- bertentangan dengan ayat tersebut? Mohon
- nasihatnya, Ustaz, untuk orang tua-orang
- tua yang diamanahkan
- anak seperti ini.
- Kemudian pertanyaan ee selanjutnya ini
- mengenai permasalahan dalam rumah
- tangga. Ustaz, saya seorang istri
- pernikahan 15 tahun. Saya merasa
- berjuang sendiri. Saya yang mencari
- nafkah untuk keluarga dan untuk
- pendidikan anak-anak. Saya jualan
- kecil-kecilan di rumah. Suami saya
- sering tidak bekerja dan pergi dari
- rumah dan tanpa kabar. Anak masih
- sekolah semua. Mohon nasihatnya, Ustaz.
- Bukan karena masalah ekonomi, tapi saya
- merasa suami tidak bertanggung jawab.
- Saya ikhlas membantu mencari nafkah
- untuk keluarga, tapi saya merasa lelah
- harus berjuang sendiri dan suami sering
- pergi dan tidak ada kabar. Dan saya
- sudah merasa lelah ingin bercerai,
- katanya Ustaz. Saya benar-benar siap
- untuk berpisah dan saya tidak berpikir
- untuk menikah lagi nanti. Hanya ingin
- membesarkan anak-anak. Mohon nasihatnya,
- Ustaz. Demikian, Ustaz. Kami persilakan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Hamdan
- katsiran thyiban mubarakan fih kama
- yuhibuna.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. Asalamualaik
- ya Rasulullah. Assalamu alaina wa ala
- ibadillah shihin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Allahumina
- minika rahma waimnaadunka
- ilman nafna bimaam
- allahum inna naud nazubikaill
- nazilla nuzal nadlima
- najhala yuj ba'du
- ikhwan akhwat pendengar pemirsa radio TV
- silaturahmi yang dirahmati Allah
- apabila Bila kita semua
- mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa
- taala,
- menyadari bahwa apa yang Allah pilihkan
- bagi kita itulah yang terbaik buat kita.
- Dan kita memahami bahwasanya Allah maha
- pengasih maha penyayang
- juga. Allah Subhanahu wa taala menguji
- kita tapi tidak meninggalkan kita.
- Allah menguji kita dan menjadikan
- kehidupan dunia ini merupakan ladang
- ujian.
- Dunia bukan merupakan tempat kita
- beristirahat,
- tempat kita mencari kesenangan, karena
- semuanya hanya merupakan ilusi.
- Semuanya akan sirna dan fana. Sedangkan
- kehidupan akhirat dialah kehidupan yang
- sejati.
- Dan setiap orang Allah Subhanahu wa
- taala berikan ujian sesuai dengan
- kebijaksanaannya.
- Setiap ujian yang Allah berikan kepada
- setiap orang disesuaikan dengan
- kemampuannya. La yukallifulahu nafsan
- illa usa.
- Dan jangan kita beranggapan ada sebagian
- orang yang bebas dari ujian. Dia tertawa
- senang, gembira, bahagia,
- hidupnya dimudahkan,
- penampilannya cukup menarik bersama
- istri dan keluarganya.
- Lalu sebagian orang mengatakan, "Coba
- saya bisa menikmati sedikit saja
- dari apa yang Allah berikan kepada
- mereka." Dia tidak tahu
- bahwa senyum yang menghiasi wajah mereka
- tawa kebanyakannya hanya merupakan make
- up yang menutupi wajah asli mereka yang
- sebenarnya.
- Mereka tidak tahu bagaimana penderitaan
- kegelisahan yang mereka rasakan. Bahkan
- mereka merasa hidup mereka tanpa tujuan.
- Mereka memamerkan berbagai macam
- kekayaan yang Allah berikan kepada
- mereka berpenampilan baik hanya sebagai
- casing.
- Karena setiap orang tidak akan lepas
- dari ujian. Bahkan seandainya dia
- bersembunyi di sebuah pulau kosong,
- Allah akan kirimkan ujian yang menguji
- dirinya sampai
- terlihat dan nampak dengan jelas siapa
- yang terbaik amalnya.
- Dari pertanyaan pertama tadi, pasangan
- suami istri yang mohon petunjuk agar
- diberikan kesabaran dan keridaan karena
- sekian lama dia tidak mendapatkan
- keturunan.
- Mungkin saja sampai akhir hayat mereka
- tidak menerima ketutup.
- Sebagian lagi manusia kita jumpai, Allah
- berikan kesuburan.
- Allah berikan buat dia
- anak yang banyak. Justru mereka berusaha
- untuk apa?
- Untuk menahan bahkan kalau perlu
- memadamkan kesuburan
- istri mereka.
- Jadi kita lihat dua kontradiksi. Satu
- mengeluhkan karena tidak punya
- keturunan. Satu lagi mengeluh ya
- karena apa? Terlalu subur.
- Terlalu subur. Seperti kisah yang pernah
- saya ceritakan kejadian di Mesir.
- Pasangan suami istri ya yang tinggal di
- pedalaman di wilayah Asyut. Pedalaman
- yang cukup jauh dari Mesir ini ee cukup
- jauh ya.
- Tinggal di pedalaman. Rumah mereka pun
- terbuat dari tanah.
- Biasa di Mesir di pedalaman-pedalaman
- mereka buat rumah mereka itu berlapisan
- tanah pada musim panas sejuk pada musim
- dingin hangat.
- Pasangan suami istri yang sederhana
- mereka menikah
- laki-laki mendapatkan wanita yang
- diidam-idamkan. Begitu juga wanitanya
- yang berasal dari sama-sama penduduk
- kampung.
- Setelah mereka berumah tangga,
- tidak lama kemudian
- ternyata pasangan suami istri melahirkan
- anak kembar.
- Mereka sambut dengan gembira, luar biasa
- bersyukur pada Allah. Mereka bukan orang
- yang punya. Sekian banyak orang tidak
- mendapatkan anak, Allah berikan dia
- langsung dua anak.
- Suami istri kerja sama untuk merawat
- anaknya.
- Ternyata
- kebahagiaan
- mulai berubah menjadi cobaan buat
- mereka.
- Setahun kemudian ternyata istrinya
- melahirkan anak lagi.
- Ternyata melahirkan kembar.
- Mereka masih merawat anak mereka yang
- kembar. Sekarang sudah dapat lagi anak
- kembar.
- Tapi mereka pada saat tersebut masih
- menerima dengan hati lapang. Walaupun
- berat bagi mereka kehidupan yang sulit,
- ya. Mereka harus bekerja keras dan ibu
- tidak mungkin memiliki pembantu karena
- mereka hidup dalam keadaan yang amat
- sederhana.
- Subhanallah.
- Ternyata beberapa lama kemudian istrinya
- hamil kembali.
- Akhirnya
- suaminya berkata pada istrinya, "Bukan
- saya tidak mencintai kamu,
- tapi cobaan cukup berat buat saya maupun
- buat kamu.
- Seandainya kamu melahirkan kembar dua
- lagi, maka sebaiknya kita berpisah."
- Maklum orang awam kan,
- orang awam berpikir sederhana. Mereka
- beranggapan dengan bertambah anak maka
- hidup mereka bertambah sempit. Ini ujian
- dari Allah menguji kita.
- Si istri bersedih kan? Karena bukan
- kesalahan dia melahirkan kembar.
- Bukan dia yang mengatur.
- Allah kasih. Subhanallah. Si istri
- berdoa kepada Allah agar tidak
- melahirkan
- dua anak kembar seperti sebelumnya.
- Suami juga berdoa
- subhanallah. pada saat melahirkan,
- begitu melahirkan satu, karena dulu kan
- tidak ada USG.
- Iya.
- Melahirkan satu, ternyata mules kembali
- keluar anak yang kedua.
- Ternyata tidak sampai di sana keluar
- yang ketiga.
- Bayangkan coba
- si suami begitu melihat
- keluar anak yang ketiga, si istri
- bingung. Nasibnya di tiang gantungan.
- Artinya suaminya akan apa? Meninggalkan
- dia. Si suami langsung pada saat
- tersebut
- terhentak.
- Dia tidak rida dengan anugerah Allah ya.
- Mendapatkan dua anak bukan dosa
- istrinya.
- Akhirnya berikan tiga anak.
- Langsung pada saat itu juga si suami
- sujud mohon ampun pada Allah.
- Dia mengatakan, "Saya ya Allah tidak
- akan menolak berapapun yang kami
- berikan,
- tapi bantu kami dan murahkan rezeki
- kami."
- Allah kasih, subhanallah, begitu dia
- mendapatkan tiga anak, Allah murahkan
- rezeki mereka
- hingga berkembang menjadi orang yang
- terkaya di kampungnya.
- Jadi sebetulnya
- kita ini seringki tidak menerima ujian
- yang datang dari Allah, akhirnya
- menambah berat beban di hati kita.
- Kita kalau hidup di dunia ini seorang
- diri atau hanya bergantung pada usaha
- kita, pikiran kita, akal kita, niscaya
- kita akan terkapar. Karena tantangan
- hidup jauh lebih berat daripada
- kemampuan kita. Tapi begitu kita kembali
- pada Allah, berpegang kepadanya, kita
- jadikan Allah sebagai harapan kita dalam
- semua perjalanan hidup kita, Allah akan
- turun tangan.
- Oleh karena itu, Allah tidak pernah
- sekalipun meninggalkan kita.
- Allah bersama kalian di mana pun kalian
- berada. Bersama yang beriman, bersama
- yang kafir, yang taat dan bermaksiat.
- Allah Subhanahu wa taala menunggu dari
- orang-orang yang kafir maupun yang
- bermaksiat untuk datang kepadanya,
- bertaubat kembali kepadanya.
- Sekejap pun Allah tidak pernah
- meninggalkan kita.
- Begitu juga Allah Subhanahu wa taala
- menantikan dari mereka-mereka yang
- sedang lupa karena kesenangan,
- kelapangan. Allah nantikan mereka untuk
- kembali padanya. Di saat mereka masih
- belum kembali, Allah berikan cobaan yang
- berat baginya supaya dia ingat pada
- Allah. Jadi cobaan pun yang datang
- merupakan apa? Merupakan peringatan dari
- Allah supaya dia kembali kepadanya.
- Tidak pernah sekalipun orang yang
- berdosa, orang yang bermaksiat, bahkan
- yang kafir kalau datang kepada Allah,
- Allah akan katakan, "Kenapa baru hari
- ini?"
- Allah tidak sebutkan kesalahan yang
- dulu, tapi Allah janjikan ampunan dan
- rahmatnya.
- Jadi, bagi kepenanya yang pertama,
- bagaimana kita bisa rida dengan
- ketetapan Allah yang belum menaguhkan,
- menganugerahkan anak bagi keduanya atau
- mungkin tidak akan mendapatkan anak?
- Apa yang Bapak, Ibu alami bukan
- merupakan cobaan yang pertama.
- Sekian banyak orang mengalami hal yang
- sama. Di antara mereka bahkan Nabi
- Zakaria.
- Bahkan sebelum Zakaria, Nabi Ibrahim
- sampai hari tua baru mendapatkan anak.
- Sampai Siti Sarah ketika mendengarkan
- malaikat membawa kabar gembira sambil
- menampar wajahnya, ajuzun aqim. Masa
- mungkin nenek-nenek yang sudah tua akan
- melahirkan seorang anak.
- Tapi di sini Allah mau tunjukkan
- kekuasaannya.
- Kalau sebab membatasi kita,
- maka sebab yang ditetapkan Allah tidak
- membatasi kekuasaan Allah. Innama amruhu
- idaian yaqu lahu kun.
- Jadi jangan kita beranggapan kondisi
- seorang wanita yang mandul
- atau kondisi laki-laki yang tidak subur
- membatasi dia untuk mendapatkan
- keturunan.
- Dari seorang wanita tanpa seorang suami,
- Allah Subhanahu wa taala anugerahkan Isa
- bagi Maryam.
- Dari ketiadaan Allah menciptakan Adam.
- Betul gak? Kemudian lahir Hawa juga
- merupakan belahan jiwanya Adam
- alaihialatu wasalam.
- Yang seringki membuat doa kita ini tidak
- memberikan ketentraman karena kita
- batasi kekuasaan Allah dengan sebab ya
- dan batasan-batasan
- yang Allah tentukan bagi kita tapi tidak
- berlaku untuk Allah. Api yang panas
- membakar itu merupakan hukum Allah. Tapi
- hukumnya tidak berlaku untuk Allah. Maka
- Allah katakan pada api, "Ya narukun
- bardan wasalaman ala Ibrahim." Api
- menyala, membakar kayu. Tapi Ibrahim
- duduk dengan tenang, merasakan
- kesejukan. Kenapa? Karena Allah maha
- kuasa atas segala sesuatu. Allah kuasa
- untuk memberikan bapak ibu saat ini anak
- keturunan. Tapi Allah menguji ibu
- terlebih dahulu.
- Allah menguji agar Bapak Ibu juga dengan
- ujian ini
- terbuka kesadarannya,
- keyakinannya, kepasrahan kepada Allah.
- Karena kita memuji Allah bukan hanya
- pada apa yang Allah berikan, tapi pada
- apa yang Allah tahan juga mengandung
- hikmah. Alhamdulillah
- alal mani wal at
- wa alal usri wal yusri wa alaqi wasah.
- Segala puji bagi Allah pada saat Dia
- menahan.
- Segala puji bagi Allah pada saat Dia
- memberi. Segala puji bagi Allah pada
- saat kita dalam kesempitan. Segala puji
- baginya dalam kelapangan. Segala puji
- bagi Allah Subhanahu wa taala pada saat
- mudah. Begitu pula pada saat susah. Jadi
- jangan kita beranggapan hanya pada saat
- kemudahan. Ya,
- itu merupakan nikmat. Tidak. Pada saat
- Allah Subhanahu wa taala masih menahan
- dan belum memberikan kita, itu merupakan
- nikmat yang selalu menarik kita pada
- Allah Taala.
- Jadi hendaknya Bapak, Ibu menerima
- ketentuan Allah, mohon pada Allah agar
- dianugerahkan keturunan tapi jangan
- sampai di sana. Mohon kalau diberikan
- keturunan, menjadikan mereka anak dan
- anak keturunan yang saleh. Jangan
- menjadi anak yang durhaka yang akan
- menyakiti Bapak Ibu. Jadi mohon
- katakan, "Rabbi la tadarni farda wa anta
- khairul waritin." Seperti doa Nabi
- Zakaria, "Ya Allah jangan biarkan aku
- sendiri tanpa keturunan dan engkau
- sebaik-baiknya pemberi warisan
- keturunan."
- Jadi, Bapak Ibu dalam hal ini semuanya
- ujian. Bapak, Ibu diuji, saya juga
- mengalami ujian. Ustaz Abu Bakar juga
- sama menghadapi ujian. Kang Rizal
- semuanya termasuk Atep Setia Budi. Cuma
- setiap orang memiliki ujian
- masing-masing.
- Nah, pada saat kita diuji, kita bersabar
- dan yakin bahwa Allah telah pilihkan
- bagi kita yang terbaik.
- Dan yang terbaik itu yang Allah berikan
- buat kita, kita syukuri. Jangan kita
- mengharapkan apa yang ada pada tangan
- orang lain.
- Kita hanya melihat secara lahir belum
- tentu apa yang apa apa yang mereka
- rasakan. Seperti yang kita lihat,
- ada seorang
- belajar pada satu orang ustaz di maahad
- tahfizul Quran. Ustaznya sudah meninggal
- dunia. Allah yarhamu, seorang yang
- saleh. Lalu si ustaz berkata pada
- muridnya, "Mau enggak kamu menikah
- dengan putri saya? Karena si anak
- laki-laki ini baik.
- Si anak laki-laki mengatakan, "Siapa
- yang enggak mau menikah dengan putri
- Anda?" Itu merupakan idaman dari setiap
- murid-murid kamu semua. Tapi kondisi
- saya ini tidak memungkinkan untuk
- mendapatkan anak.
- Saya tidak mau sama sekali menyusahkan
- anak kamu
- karena dia harus suntik. Dia harus
- berangkat ke Malaysia suntik untuk
- pengobatan dia. Tapi kondisi spermanya
- enggak subur. Bahkan dia mengalami
- gangguan pada apa namanya? Pada buah.
- Lalu si guru mengatakan, "Dokter
- mengatakan kamu tidak akan punya anak.
- Saya mau tanya yang menentukan dokter
- apa?" Allah Subhanahu wa taala.
- Dia bilang Allah, "Sudah
- kamu saya tanya mau apa tidak mau."
- Langsung dinikahkan.
- Tahun kemudian Allah kasih istrinya
- hamil
- melahirkan satu, dua. Padahal dokter
- memvonis tidak mungkin dapat anak.
- Yang mengherankan yang Allah anugerahkan
- kesuburan menolak untuk punya anak
- bahkan minum obat-obatan untuk
- mengeringkan kandungannya. Aneh enggak?
- Yang dicoba dengan kekurangan
- mengeluh, yang diberikan kesuburan juga
- mengeluh.
- Kalau seandainya Allah harus mengikuti
- kemauan manusia, langit bumi ini hancur,
- musnah.
- Jadi kita harus tahu bahwa kita ini
- sebetulnya keberadaan kita karena
- kehendak Allah.
- Potensi kita juga karunia dari Allah.
- Begitu juga bentuk rupa kita, orang tua
- kita, suku kita. Apa yang kita mau
- banggakan? Seharusnya kita katakan,
- "Lakal hamdu ya Rabb, bantu kami untuk
- dapat menjalani hidup ini sebagaimana
- yang Engkau ridai. Jauhkan kami dari
- tipu daya setan agar kami tidak
- tergelincir dalam perbuatan-perbuatan
- yang rendah hina yang akan mencelakakan
- kami dan keluarga kami." Jadi, mohon
- pada Allah lalu serahkan padanya pilihan
- yang terbaik buat Bapak, Ibu. Tidak
- perlu berkecil hati.
- Bapak, Ibu harus tahu
- Allah Subhanahu wa taala mendengarkan
- suara dan doa hambnya
- tanpa melihat latar belakang dan
- kedudukannya. Terkadang seorang rakyat
- jelata yang hatinya betul-betul yakin
- dan berbaik sangka pada Allah
- dikabulkan. Sedangkan ulama besar yang
- hafiz Quran, yang berilmu dia berdoa
- tidak dikabulkan. Kenapa? Si awam rakyat
- kecil ini hidupnya betul-betul
- sepenuhnya bergantung pada Allah.
- Sedangkan si ulama melihat ilmunya,
- melihat kemampuannya, dia merasa
- seolah-olah Allah pasti akan mengabulkan
- doanya. Dia datang dengan kebanggaan,
- yang satu datang dengan kerendahan.
- Oleh karena itu, siapa yang datang
- kepada Allah dengan kerendahan,
- dengan penuh harap, Allah akan kabulkan
- doanya. Waqbukumuni
- astajib lakum.
- Kemudian jawaban yang kedua,
- bagaimana ustaz? Allah berfirman dalam
- Al-Qur'an
- pada surah Tin tepatnya mengatakan,
- "Laqad khalaqnal insana fi ahsan."
- Sungguh Kami telah menciptakan manusia
- dalam kondisi keadaan bukan hanya lurus,
- tapi yang sebaik-baiknya dalam keadaan
- yang lurus dan penuh keseimbangan.
- Perhatikan di sini Allah gunakan kata
- khalaqna,
- tidak menggunakan kata khalaqtu.
- Karena apa? Karena Allah dalam
- menciptakan manusia ini
- kehendaknya berjalan menuju
- kesempurnaan.
- Tapi terkadang
- pelanggaran-pelanggaran penyimpangan
- yang dilakukan si ibu pada masa
- kehamilan
- atau si bapak pada saat istrinya dalam
- keadaan hamil.
- Merokok depan istrinya.
- atau si bapak
- berhubungan liar dengan wanita lain.
- Setelah itu dia berhubungan dengan
- istrinya dalam keadaan membawa penyakit.
- Si bapak yang membawa penyakit tidak
- nampak dia punya gejala. Tapi suami yang
- menggauli istrinya dengan benih-benih
- penyakit yang dibawa. Akhirnya pada saat
- si anak paham dikandung mulai terjadi
- pembuahan, si anak tersebut ternyata
- membawa dampak penyimpangan dari suami.
- Ada yang sumbing, ada yang sumtumbuhan
- kepalanya tidak sempurna,
- ada yang pertumbuhan organ badannya
- tidak sempurna.
- Ini mau tidak mau tidak mungkin
- dikembalikan kepada Allah.
- Tapi apa ini kembali kepada intervensi
- manusia
- yang menimbulkan kerusakan sebagaimana
- kerusakan di bumi ini yang diciptakan
- Allah dalam keadaan baik dan penuh
- keseimbangan rusak akibat apa? tangan
- manusia fasadu fil barri wal bahri
- bidinas
- terjadi kerusakan di daratan maupun di
- lautan sebagai akibat ulah perbuatan
- tangan manusia begitu juga ibu yang
- sedang hamil
- begitu datang terkena pusing atau flu
- dia makan obat antihistamin yang
- dilarang untuk seorang ibu yang hamil
- dia makan obat tersebut
- pada hamil mudanya tahu-tahu terjadi
- pendarahan
- terjadi pendarahan, dibawa ke dokter,
- segera diobati, kandungan bisa
- dipertahankan. Subhanallah. Begitu lahir
- terlihat dampak pendarahan tersebut.
- Ada yang sumbing,
- ada yang tangannya hilang ya, ada yang
- pertumbuhan hidungnya tidak sempurna.
- Akibat apa? Akibat pelanggaran ibu. Oleh
- karena itu kita lihat obat-obatan
- biasanya diresepkan untuk seseorang
- disebutkan
- jangan diminum oleh wanita hamil
- termasuk steroid.
- Jadi ini merupakan hal-hal yang
- berbahaya.
- Begitu juga obat batuk yang mengandung
- alkohol tidak diizinkan untuk diminum
- wanita yang hamil. Bahkan bukan hanya
- sampai salep pun ada yang tidak boleh
- dipergunakan untuk wanita hamil.
- Jadi Allah berfirman, "Laqad khalaqnal
- insana fi ahsani takqwim." Kehendak
- Allah Subhanahu wa taala berjalan
- membawa pertumbuhan manusia menuju
- kesempurnaan. Tapi karena anak tersebut
- tumbuh dalam rahim seorang wanita yang
- juga merupakan apa? Merupakan kandungan
- yang tidak terlepas dari pengaruh sang
- ibu, pengaruh ayah di sisinya. Jadi
- kalau seandainya anak mengalami katakan
- down syndrome, coba periksa apa yang
- dilakukan oleh si ayah dan si ibu.
- Jangan dia menyalahkan
- perjalanan ciptaan Allah dan tahapannya.
- Seperti ada seorang wanita ini terus tor
- pada saat dia hamil dia kesal sama
- kucing dimasukin di karung dibuang ke
- sungai
- mati dalam keadaan
- tersisa kan. Begitu dia melahirkan anak
- laki-lakinya, anak laki-laki tersebut
- mengalami da sindrom yang menjadi beban
- buat dirinya.
- Kalau dia tidak suka, ambil itu kucing
- bisa dibuang ke pasar di tempat-tempat
- yang bisa men kehidupannya. Tapi dengan
- masukkan ke dalam karung, dibuang ke
- dalam sungai.
- Oke. Penyiksaan dan penganiayaan. Allah
- paling tidak suka kezaliman walaupun
- terhadap apa? Makhluk yang dipandang
- lebih rendah. Jangan kita anggap hanya
- terhadap manusia. Terhadap hewan pun
- kalau kita berbuat anat ada hukumannya.
- Jadi, Ibu
- terjadinya
- katakan
- hal-hal yang tidak menyenangkan pada
- bayi yang dikandung seseorang bukan
- berarti bertentangan dengan ayat Allah,
- tapi ini merupakan pelanggaran dan
- penyimpangan yang terjadi pada ibu yang
- mengandung atau pada bapak katakan yang
- melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak
- benar akhirnya berakibat pada anak
- tersebut.
- Ada pasangan suami istri datang kepada
- saya
- bertanya mengenai anak yang otis.
- Setiap bulan tuh dia harus mengeluarkan
- biaya yang besar untuk merawat anaknya.
- Untuk merawat anaknya itu, mendidik
- anaknya tidak sedikit biaya yang
- dikeluarkan. Kalau anak normal biayanya
- katakan sejuta bisa sampai R juta.
- Dia kerja di satu perusahaan.
- Dia mengatakan, "Ustadz, bagaimana kita
- ya bisa betul-betul apa upaya kita
- membawa anak ini untuk poi." Saya
- bilang,
- "Coba kamu koreksi diri kamu.
- Kalau kamu dalam pekerjaan kamu, dalam
- usaha kamu, kamu dapatkan dari harta
- yang haram, hentikan. pindah ke
- pekerjaan yang lain yang kamu berikan
- makan kepada anak kamu atau pada saat
- kamu menggauli istri kamu, kamu berikan
- makan buat istri kamu, itu yang menjadi
- penyebab terjadinya kerusakan.
- Allah berfirman, "Ma asobaka min
- hasanatin faminallah." Kebaikan yang
- kamu terima itu dari Allah. W asobaka
- min sayiatin famin nafsik. Tapi yang
- menimpa kamu dari keburukan ituulah
- perbuatan kamu. Jadi jangan kamu
- salahkan takdir Allah, tapi periksa apa
- yang telah kamu lakukan.
- Kalau kamu insyaallah berubah, hidup
- dengan usaha yang baik, berikan makan
- yang halal, anak kamu insyaallah juga
- akan berubah.
- Ternyata dia keluar mengatakan, "Waduh,
- resepnya berat amat." Karena sudah asyik
- apa?
- Sudah nyaman,
- sudah nyaman menerima hasil yang besar.
- Jadi kita harus sadari cobaan yang
- menimpa kita
- sebetulnya tidak lepas dari perbuatan
- kita. Jangan kalau kita sukses berhasil,
- kita banggakan sebagai hasil usaha kita.
- Bahkan kita undang orang dalam rangka
- syukuran untuk menunjukkan kelebihan
- kita. Bahkan dia mengatakan, "Siapa dulu
- dong orangnya?
- Siapa dulu dong orang tuanya?
- Siapa dulu suaminya? Siapa dulu
- istrinya? membanggakan diri mereka.
- Begitu mengalami cobaan, kita bisa
- bilang apa? Semua takdir Allah. Yang
- buruk dikembalikan pada Allah, yang baik
- apa? Diklaim sebagai usahanya.
- Jadi tidak terjadi pertentangan antara
- firman Allah, "Laqad khalaqnal insana fi
- ahsani takqwim." Karena apa? Di sini
- bukan hanya Allah Subhanahu wa taala
- yang mengendalikan
- anak tersebut menuju kesempurnaan
- tangan-tangan
- ibu atau bapak. Ya, begitu juga pengaruh
- polusi lingkungan kalau dia hidup di
- daerah yang berpolusi bisa menimbulkan
- efek buruk pada anak tersebut. Oleh
- karena itu, Bapak pada saat dia katakan
- mengharapkan anak untuk menjadi anak
- yang saleh, dia menjaga kesalehannya.
- Begitu juga seorang ibu menjaga dirinya
- berdoa kepada Allah dan yakin doa itu
- apa? Akan menjaga anaknya dari berbagai
- macam.
- Saya ingat ketika istri saya hamil di
- hamil tua, kebetulan
- hamilnya kembar.
- Salah satu keluarga saya terkena campak.
- Campak yang berbahaya yang cukup berat.
- Akhirnya menular ke anak saya. Menar
- juga kepada ibunya sedang hamil.
- Biasanya campak semacam ini menimbulkan
- biasanya anak tersebut bisa cacat.
- Kita dalam hal ini kan di luar kemampuan
- kita. Kita berdoa kepada Allah Taala
- mohon
- agar Allah menjaga anak tersebut ya dari
- hal-hal yang tidak baik. Kita berdoa
- mohon pada Allah dan perlindungannya
- dengan tulus. Allah kasih alhamdulillah
- lahir anak kembar dalam keadaan sehat
- dan mudah.
- Sedangkan saya kenal satu orang, si ibu
- kena cacar, anaknya cacat.
- Jadi berbagai macam wabah dan marabahaya
- tidak akan mengenai seseorang melainkan
- dengan izin Allah.
- Ini kalau kita berlindung pada Allah
- Taala, bertobat dari kesalahan kita,
- mohon agar menjaga istri kita, anak
- kita, Allah jaga. Allah berfirman, "Qul
- ma ya'bau bikum rbi laula duaukum."
- Katakan Tuhan kalian tidak akan peduli
- pada kalian kecuali kalau kalian minta.
- Masa minta sama Allah saja kalian enggak
- mau?
- Betul gak? Dan minta dengan yakin dan
- husnudan kepada Allah.
- Jadi Allah enggak pernah meninggalkan
- kita. Cuma kita ini kalau kuat lagi kaya
- lupa sama Allah. Ingat sama teman-teman
- jalan-jalan ke sana kemari berifforia.
- Ngajak istri jalan ke Bali. Ngajak istri
- untuk bersenang-senang. Padahal orang di
- sekeliling kita dalam keadaan susah.
- mestinya kita nikmati sebagian, berbagi
- dengan sebagian pada orang-orang yang
- susah. Ingat diri kamu dulu, enggak
- punya apa-apa sama sekali. Betul gak?
- Betul.
- Jadi kalau seandainya kita ingat pada
- Allah pada saat senang, Allah juga akan
- ingat kita pada saat susah. Fadkuruni
- adkurkum waskuruli wala takfurun.
- Terakhir apa tadi?
- Permasalahan rumah tangga, Ustaz yang 15
- tahun
- menikah sudah lelah.
- Iya. Sebetulnya nasib ibu ini ya
- mengenaskan, tapi ibu harus tahu yang
- ibu alami dari derita dan cobaan ini
- akan menjadi bekal yang sebaik-baiknya
- di hari kemudian nanti. Perjuangan yang
- ibu lakukan di mana perjuangan suami ibu
- ambil alih. Ibu bersabar dan minta pada
- Allah untuk menerima perjuangan ibu.
- Adapun seharusnya suami yang tidak
- bekerja seharusnya tahu diri.
- Tahu di dia bantu istrinya.
- Istri bekerja, dia bekerja di rumah.
- Bersihkan rumah, jaga anak, besarkan
- hati istri dan dia bisa menggantikan
- istrinya kan di warung. Betul gak? Tapi
- kalau istrinya bekerja ngurus anak,
- ngurus sekolahnya, si bapak
- luntang-lantung ke sana kemari. Apalagi
- kalau minta uang rokok. Ini bapak
- seperti ini ya tidak layak menjadi
- bapak, tidak layak juga menjadi suami.
- Yang dinikahi seorang manusia ya ada
- saat-saat lemah.
- Dia berharap kalau sampai suaminya itu
- ya paling enggak membantu dia. Kalau
- sudah enggak bisa mencari nafkah, bantu
- untuk menjaga anaknya, mengantar anaknya
- sekolah.
- Kemudian juga berbelanja. Katakan dia
- buka warung, suaminya yang belanja. Kan
- nikmat sekali kan? Tapi kalau suaminya
- tidak menjalankan tugasnya, berikan
- nasihat, berikan peringatan atau kalau
- ibu tidak bisa minta orang lain untuk
- memberikan nasihat pada suami.
- Tapi kalau dia tidak peduli juga, lebih
- baik ibu berpisah tukar dengan suami
- yang lebih baik. Yang menjadi teman ibu
- di dunia, teman ibu di akhirat. Menikah
- lagi bukan kehinaan.
- Jadi, ibu tidak perlu mengatakan saya
- tidak akan menikah lagi. Ibu sendiri
- juga ibu akan pusing. Kalau ada
- laki-laki baik yang mau menikahi ibu,
- bertanggung jawab juga ikut peduli
- terhadap anak ibu fabiha nikmat. Tapi
- kalau tidak, insyaallah ibu dapat suami
- di hari akhirat nanti yang lebih baik
- lagi. Jadi, pertama-tama berikan nasihat
- pada suami. Ajak orang yang berakal,
- yang bijak untuk memberikan nasihat. Dan
- ibu tidak perlu curhat sama orang yang
- bisa bikin tambah sakit hati ibu,
- tapi curhat sama orang yang bisa
- memberikan nasihat. Kalau tidak mau
- juga,
- Ibu tukar
- suami ibu serahkan pada orang lain yang
- berminat. Insyaallah ibu dapat suami
- yang baik.
- Jadi dalam hal ini Islam ya tidak
- melarang ibu berpisah sebagaimana yang
- dilarang pada sebagian agama. bahwa
- orang yang dipersatukan oleh Tuhan tidak
- boleh sama sekali berpisah. Hubungan
- suami istri itu ya tidak lepas dari
- pilihan. Jadi jangan menganggap itu
- ditentukan Allah begitu saja. Enggak.
- Kalau enggak enggak mungkin. Rasulullah
- bilang cari wanita yang salehah yang
- beragama.
- Berarti kan dalam ranah pilihan kan.
- Iya.
- Jangan mengatakan bahwa ini sudah
- ditentukan Allah Taala. Tidak.
- Ketentuan Allah disesuaikan dengan
- pilihan kita. Ini yang namanya takdir
- muallaq. Kalau takdir mubram itu apa-apa
- yang ditetapkan Allah tanpa ada pilihan
- kita seperti suku kita, bangsa kita,
- bapak ibu kita, warna kulit kita, bentuk
- rupa kita. It takdir mubram.
- Enggak ada pilihan kita. Tapi kalau
- takdir mualak yaitu satu pekerjaan yang
- kembali pada pilihan kita. Hasilnya
- sesuai dengan pilihan.
- Orang kalau masukin tangannya ke api
- panas kebakar, masukin ke es dingin.
- Betul enggak? Jadi tergantung pilihan
- kita.
- Kita menikah dengan laki-laki baik ya
- hasilnya kan masyaallah ketemu laki-laki
- yang apa hidung belang hanya membuat
- hati kita terbakar setiap saat terkena
- penyakit lagi akibat ulah perbuatannya.
- Jadi kita akan mendapatkan
- hasil tergantung pilihan kita. Oleh
- karena itu kalau menikah jangan hanya
- lihat laki-laki maco,
- ganteng,
- ganteng ya. Kemudian turun dari mobil
- itu bisa dipinjam semuanya.
- Sewa.
- Iya. Handphone sekarang ada peminjaman
- handphone.
- Tapi lihat siapa orang tuanya, bagaimana
- laki-lakinya terhadap ibunya?
- Gimana perbuatan bapak terhadap ibunya?
- Kalau bapaknya memperlakukan istrinya
- dengan mulia, si anak insyaallah akan
- berbuat yang sama salatnya. Kemudian
- lihat teman-temannya, jangan tanya,
- "Kamu orang baik bukan?"
- Pasti setiap orang bakal bilang baik.
- Lihat teman-temannya. Kalau teman
- berkumpulnya orang baik, berarti dia
- orang ba. Tapi kalau teman berkumpulnya
- orang enggak benar, walaupun dibilang
- saya orang baik, bohong. Karena enggak
- mungkin orang baik bisa kumpul apa?
- Semua orang enggak ber mustahil.
- Burung nemplok sama burung. Betul gak?
- Jadi lihat siapa temannya.
- Jangan tanya seseorang kamu baik apa
- enggak. Tanya teman-temannya siapa
- teman-temannya.
- Jadi dalam hal ini ya kita apa namanya
- jangan beranggapan bahwasanya
- ee jodoh sebagaimana yang sering beredar
- itu merupakan takdir yang pasti dari
- Allah. Tidak benar. Kalau memang takdir
- yang pasti, Allah enggak bakal salahkan
- dia. Tapi tergantung pilihan kita.
- sampai Nabi mengatakan tungkahul maratu
- liar. Perempuan dinikahi disebabkan
- empat empat sebab.
- Yang pertama lijamaliha itu biasanya
- kalau laki-laki pandangan pertama
- cantik, kalau perempuan getaran pertama
- dari kuping. Pujian, sanjungan ya itu
- membuat dia lupa betul-betul hanyut.
- Kemudian walimaliha yang kedua hartanya
- capek menumpang hidup aja sampai banyak
- laki-laki pedikur, medikur ke salon.
- Ngapain? Capek kerja, Ustaz. Kita mau
- numpang hidup aja sama perempuan yang
- kaya katanya.
- Yang ketiga, wali hasabiha karena
- pengaruh keluarganya, namanya ya. Supaya
- bisa apa? Mendapatkan juga kemuliaan.
- Ketiga hal ini bukan merupakan apa?
- Bukan merupakan pilihan yang tepat.
- Lalu Rasul mengatakan, "Fadfar biddin."
- Jadikan peruntungan kamu pada wanita
- yang betul-betul beragama. Bukan hanya
- Islam, beragama yang taat pada Allah.
- Tari tiada kalau kamu enggak mau memilih
- disebabkan tiga hal tadi itu cantik,
- kaya atau nasabnya tari kedua tangan
- kamu berlumuran tanah. Artinya hina.
- Laki-laki kalau kawin sama perempuan
- karena kecantikannya,
- dia akan dipermalukan, direndahkan.
- Begitu juga kalau menikahi wanita karena
- hartanya. Kalau dinikah karena
- kecantikannya, yang demen sama perempuan
- cantik bukan hanya dia.
- Nanti banyak lagi laki-laki lain. Betul
- enggak? Akhirnya panas, terbakar,
- cemburu, atau pusing, sudah masa bodo
- amat dah.
- Begitu juga karena harta, begitu juga
- karena nasab. Tapi kalau dia menikah
- karena mencari keridaan Allah, istrinya
- akan memuliakan dirinya dan menjadi
- pintu keberkahan baginya. Wallahuam.
- Baik. Alhamdulillah terjawab ee jawaban
- dari Ustaz Husein cukup ya komprehensif
- juga ya. Insyaallah ee memberikan
- nasihat untuk para penanya. Selanjutnya
- bagaimana pandangan dari psikolog kita
- Pak Bakar? Kami persilakan Pak.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah,
- segala puji dan syukur kepada Allah.
- Nikmat-Nya yang selalu hadir ke dalam
- kehidupan kita.
- menjanjikan kepada kehidupan begitu
- nikmatnya ber
- berlapang-lapang.
- Sesuatu yang menarik, sesuatu yang
- baik
- itu adalah kenikmatan.
- Nikmat yang selalu hadir itu akan
- menjadikan sesuatu yang baik.
- Apalagi
- kasus yang pertama.
- Ketika kasus pertama menunjukkan
- sesuatu yang baik
- tetapi dipikirkan kepada diri kita yang
- tidak baik.
- Sebenarnya baik bahwa dia
- tidak mempunyai anak baik.
- cuman karena dipikirkan kenapa
- dia memikirkan
- kenapa
- dia bertanya kenapa bukan mempertanyakan
- apa yang terjadi
- bukan mempertanyakan apa yang terjadi.
- Dia bertanya kenapa saya tidak punya
- anak?
- Harusnya dia bertanya apa yang terjadi?
- Kedekatannya dia kepada Allah. Itu yang
- tadi sudah dijelaskan oleh Ustaz Tusin.
- Kedekatannya
- dia kepada Allah itu yang menjadikan
- penting buat kehidupannya.
- Bukan kenapa saya punya enggak punya
- anak, kenapa saya tidak bisa melahirkan
- anak. Bukan kenapa, tapi apa yang
- terjadi.
- Apa yang terjadi? Mungkin berbagai macam
- yang tadi sudah dijelaskan oleh Ustaz
- yang sekarang kita perhatikan apa yang
- terjadi
- kejadian demi kejadian itu akan terjadi
- pada kehidupan kita. Jadi kalau kita
- menikah enggak punya anak bukan dari
- Allah,
- bukan Allah yang menyebabkan, bukan
- karena dari diri kita berbagai macam
- permasalahan, informasi,
- perbuatan kita, perlakuan kita yang
- menyebabkan
- tidak punya anak. Bagaimana dengan yang
- punya anak yang banyak? Itu permasalahan
- sendiri. Karena ketika dia bertanya
- kenapa itu sudah tidak bisa lagi
- ditawar. Tapi yang yang harus kita
- pikirkan
- apa yang terjadi?
- Apa yang terjadi? Nah, ketika dia
- menanyakan apa yang terjadi itu
- mengintrospeksikan
- dirinya.
- mengintrospeksikan bagaimana
- oh saya melakukan perbuatan yang tidak
- baik saya akan tinggalkan perbuatan yang
- tidak baik perlahan-lahan lahan-lahan
- insyaallah akan datang seorang anak
- oh mungkin karena perbuatannya karena
- melakukannya karena itu yang membuat
- mengapa ee apa yang terjadi kita tidak
- punya anak.
- Kalau kita bertanya kenapa? Kenapa itu
- mempertanyakan bukan mengintrospeksikan.
- Dia mempertanyakan berbagai orang lain,
- kepada siapa, kepada Allah. Dia
- mempertanyakan kenapa?
- Tapi dia lupa. Harusnya dia bertanya apa
- yang terjadi.
- Ketika dia bertanya apa yang terjadi
- mengintrospeksikan
- dirinya.
- Nah, kalau dia sudah mengintrospeksikan
- dirinya dengan jelas dia akan tinggalkan
- perbuatan-perbuatan yang tidak baik.
- perbuatan-perbuatan yang dia lakukan,
- pikiran-pikiran yang dia pikirkan yang
- mengganggu
- bagaimana menghasilkan seorang anak itu
- yang benar. Jadi kita tinggalkan, kita
- ganti dengan perbuatan yang baik,
- perbuatan yang tidak baik diganti dengan
- perbuatan yang baik. insyaallah akan
- menjadikan kebaikan
- dan apa yang tadi sudah diterangkan
- dengan detail itu yang benar.
- Yang kedua, kita melahirkan seorang anak
- down syndrome
- atau autis
- atau sebagai
- ketidakmampuan dirinya secara fisik.
- Apa yang terjadi?
- ketika kita mengintrospeksikan
- apa yang terjadi, bukan kenapa. Kenapa
- kok saya lahir anak ini menjadi down
- syndrome?
- Kalau bertanya kenapa bukan terjadi pada
- dirinya, terjadi kepada orang-orang atau
- pada orang lain atau pada situasi yang
- di luar itu kepada dirinya. itu yang
- terjadi.
- Tapi kalau kita tak bertanya apa yang
- terjadi, nah itu yang kita harus lihat.
- Dan ini sudah menjadikan takdirnya.
- Karena perbuatannya, perlakuannya,
- akibatnya menghasilkan sesuatu yang
- tidak baik.
- ketika sudah terjadi down syndrome atau
- autis atau retibility
- ee mental itu permasalahan
- dan kita takdir itu kita terima
- bagaimana kita memperlakukannya.
- Jadi ketika kita terima dan kita lakukan
- sesuatu yang baik insyaallah akan
- menjadi baik.
- Karena kita sudah mengintrospeksi diri
- kita bahwa oh ini terjadi karena
- perbuatan kita yang kurang baik. Oh
- karena sesuatu yang kita pikirkan yang
- tidak baik. Karena kita tidak
- berhubungan kepada Allah. Karena kita
- tidak ada kaitannya dengan Allah.
- Nah dengan seperti itu kita kembali.
- Nah, setelah hadir, setelah terjadi,
- ya kita terima,
- kita terima bagaimana kita melakukan
- kebaikan ini. Bahwa don sindrom itu,
- autis itu dan sebagainya.
- Insyaallah itu menjadikan kebaikan buat
- diri kita. Kalau kita terima dengan
- baik,
- kalau kita menerima dengan baik, ujian
- itu adalah kebaikan.
- Karena perbuatan kita bukan dari Allah,
- karena perbuatan kita.
- Khalaqnal insana fi ahsani takwim. Itu
- dari Allah. Allah menciptakan kebaikan.
- Allah menciptakan
- kebaikan. Enggak mungkin Allah
- menciptakan yang tidak baik.
- Karena Allah menciptakan segala
- sesuatunya baik.
- Nah, apa yang terjadi?
- Karena perbuatan kita, perlakuan kita.
- Itu yang menyebabkan terjadinya
- ketidakbaikan.
- Menjadi baik karena perbuatan kita baik.
- menjadikan ee menyenangkan karena kita
- yang melakukan menyenangkan.
- Ketika terjadinya sesuatu yang down
- syndrome karena perbuatan kita.
- Autis juga perbuatan kita bukan salah
- Allah
- bukan salah Allah kembali kepada diri
- kita.
- Jadi bukan salah Allah. Salah siapa?
- salah diri ki kita.
- Oke.
- Dan yang ketiga,
- ketiga,
- kita menikah.
- Menikah itu sesuatu yang baik.
- Pernikahan itu menjadikan sesuatu yang
- menyenangkan, bergembira, tetapi
- perjalanan
- berubah.
- Seorang suami yang tiba-tiba dia tidak
- bekerja, dia melakukan segalanya yang
- tergantung pada istrinya. Maka si istri
- bekerja, si istri mencari nafkah,
- banting tulang
- untuk siapa? Untuk keluarga. melahirkan
- anak 1 2 3 di sini
- sampai dengan usia 15 tahun dia sudah
- lelah
- karena perbuatan pertama, kedua, ketiga,
- kita tidak tahu pertanyaan itu. Apakah
- suami itu dia tidak bekerja ketika yang
- ketiga,
- anak yang ketiga apa yang kedua kita
- enggak tahu. Yang jelas istrinya sudah
- lelah. Mungkin di tengah-tengah di usia
- pernikahan 10 tahun apa 7 tahun ee
- istrinya eh suaminya tidak bekerja.
- Ya, kita tidak tahu. Yang penting
- istrinya setelah 15 tahun dia sudah
- lelah.
- Sudah lelah. Kenapa kok dia lelah?
- Karena suaminya pergi pulang, pergi
- pulang seenaknya.
- Yang merawat anak-anak, yang membesarkan
- anak-anak, yang melakukan semuanya
- istrinya.
- Kalau peristiwa yang terjadi seperti
- ini, ini harus kita lihat. Karena suami
- tidak pernah memberikan nafkah. Dia
- pergi seenaknya, dia minta uang sama
- istrinya dan sebagainya. Dan dia selalu
- seperti itu.
- Apakah dia menjadikan seorang ayah yang
- baik? Kalau suaminya dia menjaga rumah
- tangganya walaupun dia tidak bekerja,
- dia membantu, dia jualan, dia ikut
- memberikan apa yang menjadikan adonan
- pisang goreng yang dia harus dia dia
- ikut dan dia menjualkan dia ikut.
- itu akan menjadikan kebaikan.
- Tapi tidak, dia tidak mau ikut campur
- sama sekali kepada istrinya. Dia pergi
- pulang enggak ketahuan.
- Nah, di sinilah apakah saya akan cerai
- baiknya saya akan bercerai atau tidak.
- Kalau kita cerai, apa yang terjadi?
- Kalau enggak cerai, apa yang terjadi?
- Nah, itu pertanyaan sekarang yang
- dijelaskan kepada seorang istri yang
- tegas. Dia punya penghasilan.
- Maka dengan tegas kepada suaminya,
- sampaikan kepada suaminya. Kalau dia
- tidak mau bekerja, dia tidak mau
- melakukan, katakan sebaiknya kamu tidak
- usah di sini lagi. Sebaiknya kamu tidak
- usah di sini lagi. Kita pisah. Kalau
- benar-benar dia seperti itu, kita pisah.
- biarkan memisahkan dirinya dan dia akan
- berpikir. Kalau dia berpikir sebulan, 2
- bulan dia akan kembali sebelum masa idah
- dia akan kembali dan dia katakan saya
- mau bekerja. Tapi setelah masa idah
- salapah itu dia tidak kembali,
- insyaallah istrinya menjadikan kebaikan.
- Jadi pisahkan,
- fokuskan dengan anak-anak tampak sua,
- insyaallah akan menjadi lebih baik.
- Insyaallah.
- Baik. Baik, Ustaz. Ee Pak Abu Bakar nih
- dari ee ketiga kasus ini ee terutama
- kasus yang ketiga, Ustaz ya. Karena
- memang banyak sekali kasus seperti ini.
- Mungkin yang konsultasi dengan Ustaz
- atau Pak Abu Bakar pasti sangat banyak
- sekali. Apakah salah satunya gitu,
- Ustaz? ada juga ee apa istilahnya ee
- penyebab dari kultur atau tradisi di
- sebagai contoh di Indonesia lah.
- Sunahnya kalau enggak salah dulu tuh
- yang mencarikan jodoh untuk anak
- perempuannya kan orang tuanya tetap
- nanti minta persetujuannya. Tapi kan
- zaman berubah apalagi sekarang zaman
- media sosial si perempuan itu mencari
- jodohnya sendiri malah dibiarkan oleh
- orang tuanya terutama ayahnya supaya
- anak perempuannya mencari jodoh sendiri.
- Akhirnya kan ketika mencari juru
- sendiri, ketika dia cinta akhirnya
- dibutakan. Mungkin tadi ya
- karakter-karakter suami yang seperti itu
- karena awalnya mungkin melihat dia
- ganteng atau kelebihan lainnya dibutakan
- dan akhirnya menikah dan seperti itu.
- Nah, apakah mungkin salah satu
- penyebabnya itu atau sunahnya seperti
- apa sih, Ustaz, untuk mencarikan jodoh
- terutama untuk perempuan, Ustaz?
- Agar mengurangi gitu meminimalisir
- hal-hal seperti tadi? Seorang wanita
- apabila statusnya gadis ya, maka dengan
- sendirinya hak orang tua itu penuh.
- Status orang tua juga sebagai wali.
- Jadi orang tua punya hak penuh
- untuk menjadi wali anaknya memilihkan
- menantu laki-laki yang terbaik. Menantu
- laki-laki yang terbaik.
- Tapi kalau seandainya si Bapak ternyata
- tidak menjalankan tugasnya,
- malah mau mencarikan menantu hanya asal
- kaya yang bisa paling tidak menjadi
- pembantu
- kehidupan rumah tangganya, maka dengan
- sendirinya kemauan si ayah tidak
- diikuti.
- Kemauan si ayah
- tidak
- tidak diikuti. Karena status wali itu
- bukan menjadi penindas. Wali itu justru
- mengayomi anaknya, mengarahkan kepada
- yang terbaik untuk pertumbuhannya.
- Demikian pula keselamatan agamanya,
- keluarganya. Maka orang tua wajib
- mencarikan laki-laki yang terbaik buat
- anak perempuan.
- Jadi walaupun dia seorang gadis, orang
- tua tidak berhak memaksa anaknya untuk
- menikah dengan pilihan orang tua. Tapi
- dalam waktu yang sama, seorang anak juga
- apa? Tidak boleh memaksakan pilihannya
- pada orang tuanya yang tidak disukai.
- Kalau anak perempuan suka sama seorang
- laki-laki, dia memaksakan pilihannya
- pada orang tuanya. Orang tuanya harus
- setuju dia melakukan dosa di sini.
- Kalau seandainya pilihannya laki-laki
- yang baik, yang bertakwa, yang bijak
- dengan sendirinya, dia berikan masukan
- untuk orang tuanya.
- Minta nasihat dari pamannya atau siapa
- untuk memberikan nasihat buat orang
- tuanya.
- Jadi, dalam hal ini peran seorang wali
- itu ya penuh dalam mengawasi
- dan mengarahkan anaknya kepada pilihan
- yang terbaik. Tapi kalau dia seorang
- janda sudah punya pengalaman. H
- pengalaman biasanya kalau masih gadis
- kan lihat yang ganteng, yang menarik ya.
- Tapi kalau seorang janda saya dia
- baik-baik punya pengalaman sebelumnya
- dia tahu mana laki-laki yang bertanggung
- jawab ya walaupun penampilannya tidak
- seperti yang diharapkan, tapi laki-laki
- bisa menjadi suami yang baik.
- Oleh karena itu, dia punya hak untuk
- menentukan pilihannya, orang tuanya. Ya,
- kalau ada perlu bimbingan dia memberikan
- bimbingan. Kecuali kalau dia memilih
- laki-laki yang bakal merusak dirinya,
- mempermalukan keluarganya, orang tua
- bisa melakukan intervensi, bisa langsung
- mengatakan kami tidak setuju dan bisa
- mengajukan gugatan ke pengadilan.
- Oleh karena itu, orang tua yang menjadi
- wali jangan sewenang-wenang.
- Saya katakan pada saat orang datang
- melamar anak perempuan, yang pertama
- saya tanya anaknya, "Coba kamu lihat,
- kau suka apa enggak? Kita perhatikan
- akhlaknya, pribadinya. Kalau memang
- orang tuanya baik-baik, anaknya
- baik-baik, tanya anaknya. Kalau anaknya
- tidak mau, kita paksakan
- akhirnya menjadi bemenang nantinya.
- Kalau terjadi ketidakcocecokan ini sih
- pilihan Abah, bukan pilihan saya."
- Betul gak? Jadi kita punya pilihan, anak
- juga punya pilihan. Nah, hendaknya
- pilihan orang tua sama pilihan anak bisa
- bersatu.
- Anak menyukai pilihan orang tuanya, ya.
- Kemudian pilihan orang tuanya merupakan
- pilihan
- sebagai pilihan yang terbaik untuk anak
- perempuannya. Cuma sekarang ini kan
- orang berpacaran dulu,
- jatuh cinta dulu, baru setelah itu
- menikah. Betul enggak?
- Betul. Ada yang pacaran 5 tahun baru
- seminggu, sebulan pecah. Karena apa?
- Sehari-shari cintanya sudah habis pada
- masa pacaran.
- Soalnya wajib pacaran bisa sekarang.
- Itu dia. Tapi sekarang alhamdulillah
- sudah banyak juga perempuan-perempuan
- yang sadar
- di saat ada seorang laki-laki menyukai,
- dia bilang, "Coba kamu hubungi orang tua
- saya."
- Nah, orang tuanya nanti mengawasi,
- mencari ya latar belakangnya, lihat
- kelakuan dan pribadinya bagaimana. Nah,
- biasanya orang tua yang bijak, perempuan
- juga anak yang dewasa, mereka insyaallah
- dalam bimbingan Allah untuk menemukan
- pasangan yang sesuai. Begitu juga
- laki-laki jangan dianggap
- salah pilih tidak berbahaya.
- Jangan beranggapan
- dunia tidak apa tidak sedun satu.
- Dunia bukan apa bukan sekedar apa
- namanya satu satu apa tempat yang kecil
- banyak pilihan di hadapannya
- patah satu 1000 gantinya itu memang di
- mulut gampang
- tapi orang kalau sudah berumah tangga
- hatinya ya sudah terisi dengan wanita
- yang dicintai walaupun tidak terlalu apa
- cantik tidak gampang dia bercerai dapat
- perempuan yang bisa cocok
- ini bukan pelacuran rumah tangga kalau
- pelacuran dia suka sama suka bersepakat
- kumpul setelah itu berpisah.
- He.
- Tapi kalau rumah tangga itu suami istri
- kalau sudah menyatu itu menyatunya tidak
- kepalang tanggung
- mendarah dan mendaging.
- H
- walaupun muridnya mengatakan, "Ah kamu
- saya enggak butuh kamu. Kalau saya
- tinggalkan kamu, saya bisa dapat yang
- lebih baik lagi." Itu hanya omongan di
- mulut. Sebetulnya di hati mereka tidak
- seperti itu. Perempuan juga sama.
- Walaupun kadang-kadang marah-marah minta
- cerai, sebetulnya hatinya itu berat pada
- suaminya.
- Dia ngucapkan hari ini untuk menguji
- suaminya cinta sama dia apa enggak.
- Oleh karena itu, laki-laki jangan pelit
- untuk memberikan pujian kata-kata manis
- buat istrinya. Laki-laki yang suka
- memberikan pujian kata-kata manis,
- laki-laki yang paling dicintai oleh
- istrinya walaupun nafkahnya kurang
- katakan
- karena ekonominya susah. Ya, kalau
- mulutnya manis, penuh berkah, istrinya
- mencintai dirinya. Ada seorang
- laki-laki, kebetulan ekonominya jatuh,
- dia punya empat istri.
- Karena dia merasa enggak mampu untuk
- memberikan nafkah dengan baik pada
- istri-istrinya, akhirnya dia bilang pada
- istri pertamanya, "Saya punya ekonomi
- susah, kondisi seperti ini.
- Saya pikir lebih baik kita bercerai
- aja." Istri bilang, "Eh, jangan ngomong
- cerai. Saya enggak mampu untuk menggilir
- dengan baik. Bahkan ongkos pun berat.
- Kamu yang penting datang nih ongkosnya.
- Tiap-tiap kamu datang
- datang lagi ke istri yang kedua. Dia
- bilang hal yang sama. Istri menolak
- empat-empatnya enggak ada yang mau
- dipisah.
- Kenapa? Karena suaminya ini walaupun
- bukan orang yang ganteng gagah ya, tapi
- betul-betul menjadi apa? Menjadi pelipur
- lara, penghibur, kata-kata yang manis.
- Enggak pernah keluar kata-kata kasar,
- mencaci, memaki. Si perempuan merasa di
- hadapan suaminya menjadi wanita yang
- paling cantik.
- Oleh karena itu, perempuan ya
- pertama-tama telinganya.
- Kalau laki-laki pandangan matanya.
- Betul gak?
- Iya. Oleh karena itu, suami istri jangan
- suka jaim. He.
- Jangan suka jaim. Nanti kalau kita ee
- terlalu apa namanya? memberikan
- kesempatan, kata-kata yang manis, dia
- makin kurang ajar pada kita. Tidak.
- Sikap kasih sayang, perhatian itu akan
- membuat istri semakin memuliakan kita.
- Jadi, dalam hal ini hendaknya orang tua
- bersama anak-anak kerja bersama-sama
- bermusyawarah untuk mencari yang terbaik
- buat mereka. Anak, dengarkan nasihat
- orang tua kalau mengatakan laki-laki ini
- punya kelemahan ini itu dan lain
- sebagainya. Orang tua juga harus
- dengarkan anak-anak. Terkadang anak
- perempuan sekarang lebih tahu dari orang
- tuanya.
- Orang tua tertarik lihat anak laki-laki
- baik-baik.
- Si perempuan ketawa. Saya sering
- abah enggak tahu. Coba buka Facebook
- sama Instagramnya.
- Sosialnya orang tuanya baik-baik
- rapi-rapi di Facebook ini anak
- laki-lakinya
- kumpul sama perempuan pakai bikinnya
- teman-teman kantornya.
- Bayangkan coba. Jadi kadang-kadang depan
- orang penampilannya baik.
- Tapi masyaallah tabarakallah
- pergaulannya.
- Jadi hendaknya juga ayah mau
- mendengarkan anak perempuannya.
- Dan ingat jangan penekanan pada
- kecantikan, pada nasab satu nasab, satu
- suku ya atau kekayaan. Kalau kekayaan
- Allah kuasa untuk memberikan kekayaan
- yang lebih melimpah dalam keridaan
- Allah. Mengenai nasab-nasab mulia itu
- karena apa? Karena orang-orang tua dulu
- berakhlak baik, bersikap mulia, akhirnya
- anak-anaknya dikenal sebagai orang yang
- bernasab mulia. Jadi nasab itu bukan
- lahir begitu saja, tidak. Begitu juga
- berkaitan dengan har kecantikan
- atau ketampanan.
- Ketahuilah orang kalau sudah berumah
- tangga beberapa saat, subhanallah kalau
- hanya sebatas kecantikan, pudar sebulan,
- 2 bulan,
- dia lihat orang lain kita lebih cantik.
- Ap kalau sudah mulai hamil, garis-garis
- muncul melahirkan
- niscaya penampilannya akan menurun.
- Kalau hanya itu sebagai perekat,
- sebentar lagi akan apa? Akan mulai
- terjadi kejemuan. Tapi kalau perkatnya
- dari dalam diri seorang wanita yang
- akhlaknya baik, mulia, hormat pada
- suaminya, Subhanallah. Suaminya pergi ke
- mana saja, hatinya selalu ingin kembali
- ke istrinya. Dia dapatkan ketenangan,
- kedamaian. Dia takut kehilangan
- ketenangan tersebut.
- Tapi kalau cantik mulutnya Judas suka
- marah-marah. Nah, pada saat itu si laki
- melihat ternyata kok di luar lebih
- cantik lagi. Bahkan terkadang dia
- pandang pembantunya lebih menarik buat
- dia.
- Oh iya.
- Waliyadubillah.
- Jadi hiasan wanita itu bukan hanya make
- up-nya. Jangan hanya bolak-balik ke
- salon. lidah jaga selalu senyum ya dan
- menjaga apa yang dicintai suaminya dia
- bisa kuasai jiwa suaminya. Itu merupakan
- resep sederhana.
- Itu orang bilang temu kunci.
- Temu kunci.
- Kalau orang masak pakai temu kunci itu
- jadi perekat. Nah temu kuncinya apa?
- Pemikat jiwa, akhlak, pekerti yang baik,
- dan kalimah thayibah. Sabar dalam
- menghadapi cobaan. Insyaallah akan
- menjadi apa? Akan menjadi kemuliaan bagi
- suaminya. kemuliaan juga bagi dirinya
- dan keluarganya. Wallahuam. Baik,
- terakhir Pak Abu Bakar sekaligus
- tanggapan dan juga kesimpulan dari Mbah
- Sadian di kesempatan ini.
- Jadi
- ketika kita mau menikah
- bukan harapan kita,
- bukan harapan orang tua, tapi bagaimana
- harapan itu bersama yang menciptakan
- kebahagiaan. Jadi harapan kita belum
- tentu, harapan orang tua belum tentu.
- Jadi bagaimana harapan kita bersama
- untuk melihat seorang laki-laki yang
- baik itu yang mungkin anaknya menemukan
- sesuatu, mungkin ayahnya menemukan
- sesuatu. Itu yang perlu kita dapatkan
- ketika kita bersama-sama menciptakan
- dan di situlah kebaikan. kebersamaan.
- Kalau misalnya anak memaksakan diri itu
- tidak bisa. Ayahnya memaksakan diri itu
- tidak bisa. Yang paling penting bersama
- itu yang terbaik. Melihat wanita,
- melihat laki-laki.
- Perhatikan bersamanya.
- Kecuali ee kalau sudah janda atau duda,
- itu yang terpikirkan.
- Dan alhamdulillah insyaallah semuanya
- akan menjadi baik. Kita kembalikan
- kepada diri kita. Bagaimana kita
- memperhatikan semuanya ini.
- Kebaikan akan menghasilkan kebaikan.
- Insyaallah.
- Subhanallah.
- Mudah-mudahan yang
- bisa dapat jodoh yang saleh, yang saleh.
- Yang sudah dapat mudah-mudahan Allah
- berikan kebahagiaan.
- Amin.
- Bimbingan pada pasangan. Allah tutup.
- Insyaallah hidup kita dalam keadaan
- husnul khatimah dan penuh berkah buat
- anak kita, keluarga kita.
- Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilahailla anta astagfiruka
- wa atubu ilaik walfu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah, psikologi keluarga untuk
- kesempatan hari ini. Semoga tadi bagi
- para penanya dapat terjawab dan juga
- mendapatkan nasihat yang terbaik dari
- guru-guru kita. Semoga Allah memberikan
- kekuatan
- bagi ikhwan akhwat yang tadi mendapatkan
- berbagai ujian. Insyaallah, insyaallah
- banyak kebaikan, banyak hikmah di balik
- ujian ini.
- Demikian saya Rizal Hak bersama Kang
- Atep Setiabudi dan teman-teman dari
- Universitas ee Dian Nusantara nih yang
- lagi praktik magang dan guru-guru kita
- Pak Haji dan Ustaz Adli undur diri.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.