Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Allahu
- Akbar. Allahu Akbar.
- Lailahaillallah.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita
- berjumpa lagi hari ini hari Jumat
- tanggal 12 Rajab 1439 Hijriah atau 30
- Maret 18 ya. Seperti biasa Radio Suluh
- Tarim dan Rasil TV melalui YouTube
- kembali menghadirkan acara sirah
- nabawiyah bersama Ustaz Salman
- Alfarisi. Tapi sebelumnya saya ingin
- ingatkan nanti jangan lupa hari Sabtu di
- Masjid Takwa Nanjar ada pengajian
- bersama Ustaz Husin Alatas, Ustaz Umar
- Ibrahim dan Ustaz Hamzah Alatas. Mulai
- pukul 0.30 Masjid Takwa Nanjar berada di
- Jalan Cendrawasi Ciputat Baru. Dan hari
- Sabtu pagi jam . di halaman pendopo
- silaturahim ada senam terapi linkung.
- Silakan yang mau hadir silakan yang ini
- adalah konsep penyembuhan tanpa obat,
- tanpa alat, dan tanpa uang. Silakan bisa
- hadir di pendopo
- silaturahim. Baik, kita akan mengambil
- tema hari ini dalam sirah nabawiyah
- adalah hikmah Uhud. Alhamdulillah Ustaz
- Salman sudah datang. Asalamualaikum
- Ustaz Salman. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh Pak Krisna.
- dapat salam dari teman-teman di Batam
- dan di Cilegon diharapkan darina Ustaz
- Salman untuk berceramah di sana. Ahlin
- wasahlin marhaba. Alaika alaih e alaika
- alaihsalam. Insyaallah ya insyaallah ee
- tanggal 17, 18, 19 soal ya disilakan ee
- April untuk di Batam insyaallah.
- Insyaallah. Insyaallah. Baik, Ustaz
- Salman kita akan mendengarkan ee hikmah
- Uhud. Baik.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Nahmaduka ya man a lana
- subal hidayah wasalatu wassalamu ala
- sayyidina Muhammad ibni abdillah wa ala
- alihi wa ashabihi
- wawalah. Ee pendengar pemirsa yang Allah
- muliakan semoga semua dalam berkahnya
- Allah subhanahu wa taala. Semoga sehat
- walafiat, rezeki juga diberikan oleh
- Allah subhanahu wa taala. Seperti biasa
- kami mengajak para hadirin hadirat ee
- pemirsa dan pendengar untuk membacakan
- surah al-Fatihah kita hadiahkan ke Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan
- kita minta kepada Allah subhanahu wa
- taala agar semua hajat kita yang baik
- dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala
- ala hadin niah waliul niatin shihah waa
- hadratin nabiil mustofa sallallahu
- alaihi wasallam.
- Alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Arrahmanirrahim.
- [Musik]
- Iyaka na'budu wa iyaka
- nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- sirathalladzina an'amta
- alaihim ghairil maghdubi alaihim
- waladallin.
- Amin. pemirsa pendengar yang Allah
- muliakan. Ee kita bercerita tentang
- sejarah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam di majelis kita ini sudah
- sampai di peristiwa Uhud dan sudah
- beberapa kali kita ceritakan. Hari ini
- kita masih bercerita tentang peristiwa
- Uhud, hikmah peristiwa Uhud.
- Tapi ee saya ajak kita semua ya
- mengingat atau membaca atau mendengarkan
- ulang ee sejarah Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam dengan baik.
- Jangan sekali dengar, jangan dari satu
- guru. Mulai dari Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam lahir, masa
- kecilnya, masa remajanya,
- perdagangannya,
- berternaknya, menikahnya, kemudian
- berbisnis luar biasa ke Gua Hira.
- Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam
- mulai berdakwah. 13 tahun Nabi
- sallallahu alaihi wasallam berjuang di
- kota Makkah. Akhirnya hijrah ke Thab,
- hijrah ke Ethiopia, hijrah pula Nabi ke
- Madinah.
- Nabi berhasil membangun masyarakat yang
- madani di Madinah yang sangat
- multikultural. Nah, ini contoh dari
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- ya. Karena Nabi sampai di Madinah, di
- Madinah itu ada beberapa suku bangsa,
- ada beberapa keyakinan. Tetapi dengan
- istilah piagam Madinah, Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam berhasil
- menentramkan kota Madinah. Ya, berhasil
- membangun peradaban yang sangat luar
- biasa di Kota Madinah. Walaupun begitu
- berhasil kita bilang ee terjadi beberapa
- peperangan ya tentu peperangan ini
- terjadi pertama karena itu memang
- perintah Rasul Allah Subhanahu wa taala
- ya. Tapi perang ini artinya bukan perang
- ingin membantai
- orang. Perang yang tujuannya adalah
- menyampaikan dakwah dengan baik. Maka
- setiap peperangan yang kita baca nanti
- di Nabi di sejarah Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam ya rata-rata
- dimulai oleh orang yang tidak beragama
- Islam. Nah, rata-rata Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam adalah untuk
- menjaga dirinya. Kecuali nanti ada
- beberapa perangan yang memang Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam datang. Namun
- itu pun Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam datang untuk menawarkan ajaran
- agama ini dengan baik, namun berakhir
- dengan perang gitu ya. Nah, kita sudah
- baca Badar, kita sudah baca Uhud.
- Sebelum Badar pun kita sudah baca
- beberapa peperangan kecil. Mudah-mudahan
- tidak dilupakan oleh pemirsa dan
- pendengar. Kalau nanti lupa ya baca
- bukunya atau dengarkan kembali. Nah, itu
- ya. Ee ini kita mau lihat peristiwa
- Uhud. Pemirsa yang kami muliakan, kita
- sudah tahu bahwa kita ulang lagi ya.
- Wababu sababu anna baqiata minamai
- qurais mimman lam yuqt gazwati badar
- ijtama liqatlahum fi badar. Semua
- pembesar orang Quraisy sepakat yang
- masih hidup, yang tidak terbunuh di
- peperangan Badar, mereka harus balas
- dendam terhadap semua kematian yang
- terjadi di kota Makkah. Ha tumma innan
- Nabi shallallahu alaihi wasallam khja
- minal mad alfin min ashabihi. Setelah
- peristiwa ini diketahui oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, Nabi pun
- berhasil mengumpulkan 1000 orang
- pasukan. Ya, 1000 orang
- pasukan ya. yang siap
- melawan ee pasukan orang-orang eh
- orang-orang Quraisy ini ya. Tapi seperti
- yang diceritakan di surah Annisa ayat
- 88. Famalakum fil munafiqina fiini
- wallahu arkasahum bima kasabu aturiduna
- tahdu manallah. Karena apa? Ini ayat ada
- cerita ini karena di peperangan Uhud
- seperti yang sudah pernah kita ceritakan
- ada orang munafik yang mengundurkan diri
- sebanyak 300 orang. Masyaallah ini ya eh
- wa askar Nabi shallallahu alaihi
- wasallam asabuh wahum lazidun alah.
- Bahwa akhirnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam hanya berhasil membawa
- satu pasukan yang berjumlah 700 pasukan
- saja. Ya, 700 pasukan saja.
- Ah, dan dahsyat ya, dahsyat sekali
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- menempatkan beberapa strategi
- peperangan. Nah, ini juga sebenarnya
- salah satu talenta yang harus dimiliki
- oleh umat Islam. Ya, kita berkali-kali
- sampaikan dalam pelajaran sirah Nabawi
- ini ee kita harus punya talenta yang
- berbeda-beda ya. Jangan semuanya
- penceramah, jangan semuanya penghafal
- Quran. Karena jelas terlihat ee di
- sekeliling Nabi sallallahu alaihi
- wasallam sahabat-sahabat itu memiliki
- beberapa
- talenta. Contohnya kita di radio Rasil
- ini. Kalau semuanya bisanya ceramah maka
- kita enggak jadi siaran karena ada
- kameramen, karena ada yang bisa ee
- operator, karena ada yang pandai
- mengedit gambar apa tahu ilmu
- pencahayaan ee tahu bagaimana manage
- keuangan. Akhirnya radio ini berdiri
- dengan baik dan berjalan dengan baik.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- juga ee ketika bersama eh ketika ee
- menjalani hidupnya menunjukkan talenta
- yang sangat banyak sekali yang dikuasai
- oleh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Tapi walaupun begitu tetap
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- membutuhkan sahabat-sahabat Nabi yang
- lain untuk menyempurnakan semua
- pergerakan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Akhirnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam mengatur strategi dengan
- 700 pasukan dan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam ee dengan strategi ini
- mampu memenangkan ee ee apa namanya?
- Mampu membuat ketakutan lawan yang
- berjumlah 3.000 orang waktu itu.
- Masyaallah tabarakallah. Dan dahsyatnya
- di peperangan Uhud ini, ini mungkin
- belum kira kita ceritakan ya. Ada dua
- orang sahabat yang masih muda, Samurah
- bin Jundub dan Rafi bin Khadij. Samurah
- ini tidak di tidak diterima oleh Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. Tidak
- diterima Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Kenapa enggak terima
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam?
- Karena umur mereka masih di bawah masih
- 15 belum diterima oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi
- wasallam. Kata mereka, "Loh, ya
- Rasulullah, saya
- berani saya kalau sudah walaupun sudah
- pernah saya sampaikan, saya ingin
- sampaikan lagi. Saya kalau baca Rafi bin
- Khalid dan Samurah ib Jundub, apa yang
- terbayang di kepala saya?"
- Sehe itukah anak muda yang di masa
- Rasulullah? Maksudnya bayangkan ya, dia
- masih muda, belum menikah istilahnya,
- dia pengin sekali ikut berangkat
- perang. Yang taruannya nyawa loh, Pak
- Kris. Berapa usianya? 1415. Oh, masih
- muda sekali. Masih muda sekali. Gini,
- Lio, Pak Krishna, jangan negatif tentang
- perangnya. Tapi yang kita habis, yang
- kita ambil adalah daya juangnya.
- Eh, daya juang yang ditunjukkan oleh
- Rafi dan
- Samurah
- ini bila kita memiliki sekolah, bila
- kita
- guru Insan Mandiri Cibubur yang kita
- sayangi ini, semoga kepala sekolah serta
- seluruh elemen yang ada di ee ke apa
- namanya?
- Kependidikannya mampu nanti menciptakan
- siswa-siswa yang memiliki kekuatan jiwa
- yang sangat tangguh.
- Ya, tidak
- takut. Jangan kayak sekolah kebanyakan
- anak-anak lulus cuma membawa rapot nilai
- matematikanya
- 10. Tapi penakut banyak yang kayak gitu
- kan.
- Samurah ibn Jundub dan Rafi ibn Khadij
- menunjukkan kekuatan karakter yang ada
- dalam dirinyaalah yang bermanfaat saat
- itu. Dia merasa terpanggil harus membela
- agama Allah Subhanahu wa taala dengan
- kondisi yang ada pada saat itu. Dia
- enggak mau mengelak-ngelak. Saya belum
- tahu apakah saya bila tiba-tiba kita
- berperang di sini apakah saya berani nih
- atau saya malah mencari tempat
- persembunyian seperti sebagian orang.
- Bila negara itu rusuh, dia pun mengambil
- visa ke luar
- negeri tinggal karena
- ketakutan. Kalau lagi tenang negaranya
- baru datang dia tu. Apakah kita berani
- seperti Samur bin Jud bin Rafi' bin
- Khadijah? Gak usah dulu ngomong masalah
- nyawa kita. Enggak usah. Nyawa mah jauh
- kali kita di negara kita negara aman.
- Alhamdulillah di negara kita ini tidak
- ada orang yang mau perang. Orang
- Islamnya pun enggak mau perang. Orang
- Kristennya pun enggak mau perang. Orang
- Hindunya pun enggak mau perang. Orang
- enggak ada yang mau perang negara
- ini. Dan saya yakin sekali bahwa negara
- kita akan dijaga oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Tetapi apa yang dicontohkan oleh
- Rafi'i bin Khadiji ini harus kita
- amalkan, harus kita implementasikan,
- harus kita buktikan bahwa kita juga
- bisa. Caranya apa? Lakukan semua yang
- bermanfaat di
- sekitarmu. Lakukan semua yang bermanfaat
- di sekitarmu. Menjadi orang baik saja
- sebenarnya tidak cukup sebenarnya. Tapi
- jadilah orang yang baik dan bermanfaat
- untuk orang sekitar kita. Manfaat yang
- bisa kita tebari itu banyak sekali.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- menggambarkan kepada kita ketika
- berbicara manfaat loh
- imatulqatiqah. Bayangkan saking
- mudahnya Allah.
- Saking mudahnya mencari pahala di agama
- kita
- ini, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam mengatakan membuang duri dari
- jalanan itu sedekah. Bila kita ingin
- mencontoh Rafi dan Samurah, maka
- mulailah sekarang buang sampah pada
- tempatnya. itu tadi yang sering saya
- sampaikan di majelis kita ini. atau
- apalah manfaat apa yang bisa kau sebar
- di atau gini mulailah berhenti
- menyebarkan berita
- hoa atau gini mulailah berhenti
- menyebarkan berita yang menakutkan
- walaupun itu
- betul sekarang kerja kita kan
- ee berita kita berita yang menakutkan
- terus ini perang itu perang perang itu
- perang
- perang dan aku lihat banyak orang yang
- mengambil manfaat dari berita-berita
- kekacauan ini dengan dalih minta
- sumbanganlah apalah macam
- ya.
- Masyaallah mudah-mudahan kita enggak
- begitu. Kita ingin mencontoh Rafi' ibn
- Khadij apa lagi Rafi' bin Khadij ini
- yang bisa kita lakukan? Ma, jagalah
- media sosialmu, Facebook, Instagrammu,
- bu. Saya enggak setuju juga kalau kau
- enggak main Instagram dan media sosial.
- Atau saya enggak setuju juga dengan
- istilah tidak kita bermedia sosial.
- Zaman kita ini kita harus hadapi dengan
- kondisi zaman kita ini. Jangan kita lari
- ke zaman ke belakang. Pakai aja dia
- untuk apa? Untuk yang baik. Sebar
- tulisan-tulisan baik di Instagram. Saya
- kadang-kadang gini ya, kalau saya share
- di Instagram ataupun Facebook yang
- membaca itu kira-kira 100 orang lebih.
- Aku pikir aku menghadiri ceramah aja
- kadang-kadang cuma 50 orang ya dan kita
- tidak capek. Artinya kita tidak perlu ke
- rumah siapa, ke masjid mana. Orang juga
- tidak perlu membayar saya untuk
- berceramah. Tapi saya mencoba membagikan
- kalimat-kalimat baik yang itu memberikan
- motivasi kepada orang. Ah, kenapa? Kalau
- mencontoh Rafi bin Khadij harus pergi
- kita ke Palestina enggak sanggup kita.
- Dan enggak juga begitu caranya. Kecuali
- huru-haranya air depan mata ya kita akan
- siap gitu ya. Tapi ini negara kita
- aman-aman aja. Maka ayo
- lakukan apa yang dicontohkan oleh Rafi
- bin Khazij dengan cara menebar manfaat
- sebanyak-banyaknya bersama Samurah bin
- Jundub. Tadi ada anak santri kita pamit
- dia mau pulang kampung karena umurnya
- sudah memang dia dari dulu memang ikut
- di pesantren kita itu hanya ingin
- memantapkan ilmunya dan hafalannya.
- sekarang sudah selesai dia ee dia santri
- yang sangat dewasa sekali. Sudah umur
- berapa? Pakam pulang. Saya bilang sama
- dia, "Nak, satu saja yang saya minta
- sama kau. Pulanglah ke kampungmu,
- tebarlah manfaat sebanyak-banyaknya."
- Loh, manfaat apa, Ustaz? Loh, ada musala
- enggak di kampungmu? Ada, Ustaz. Ah, di
- kampungmu itu umumkan saja bahwa setiap
- malam habis magrib saya menunggu semua
- warga untuk belajar baca Al-Qur'an.
- Sudah cukup. Jadi, pagi sampai sore
- berarti mulai jam 0.00 atau jam 08.00
- sampai jam .00 sore kau pergilah
- bekerja. Kalau memang sawah, kalau
- memang beternak,
- silakan. Berangkatlah ke sawah jam .
- sehingga sampai di sawah. 30 bekerjalah
- sampai asar. Saat azan zuhur berhenti
- istirahat, salat, dan makan siang.
- Sebelum asar kita pulang ee salat dulu
- di sawah atau di kebun baru jalan pulang
- sampai di rumah jam .00. Sampai jam .00
- di rumah bersih-bersih. Silakan mengajar
- di masjid karena kau sudah punya ilmu,
- Nak. Enggak ada gunanya kau kejar dunia
- ini juga. Saya sudah menemui, saya
- bilang anak-anak
- saya, saya sudah ketemu dengan
- orang-orang yang banyak duitnya di
- Indonesia ini, Pak Krisna. Ditakdirkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Saya
- berkenalan dengan orang-orang yang
- banyak duitnya di Indonesia. Tapi
- setelah saya temui mereka, mereka justru
- lebih stres hidupnya daripada kita yang
- tidak punya duit. Ini stres. Stres itu
- apa? Bahwa saya lihat Allah itu maha
- adil.
- Kau miskin, kau kaya, ujian hidup itu
- tetap ada, Pak Krishna. Ya, orang kaya
- tentu ujian hidupnya bukan karena tidak
- bisa makan. Justru menurut saya ujian
- yang diberikan oleh Allah ke orang kaya
- itu lebih sulit. Kalau orang miskin kan
- ujiannya enggak punya uang R.000 untuk
- makan diung padang. Itu mah gampang. Itu
- cuma cari uang Rp3.000. Artinya kita
- punya uang Rp1.000, pergi ke warung
- padang, makan kenyang selesai. Sudah
- enggak ada lagi masalah kita. Tapi orang
- kaya masalahnya enggak bisa
- dibayar. Mau dia buang pun uang semuanya
- uang enggak bisa dibayar. Masalah itu.
- Karena lebih sulit
- lagi. Nah, kita lanjutkan ya. Artinya
- saya tadi ingin bercerita kepada anak
- saya bahwa tebarlah manfaat
- sebanyak-banyaknya. Terinspirasi tentu
- bukan hanya dari Samurah dan Rafi'.
- Banyak sahabat. Cuman cerita kita saat
- ini Samurah dan Rafi'. Samurah bin
- Jundub. Rafi bin Khadij tidak ragu-ragu
- menawarkan diri ke Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Bahkan mendebat
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- ketika mereka ditetapkan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bahwa umur
- mereka belum nyampai. Tapi mereka ingin
- berperang, ingin menegakkan kalimat
- Allah Subhanahu wa taala. Kita umat
- Islam di zaman now ini yang orang
- Indonesia ini loh gak perlu perang.
- Banyak yang bisa kita lakukan untuk
- mencontoh Rafi'i bin Khadij.
- Banyak sekali. Silakan pemirsa
- pendengar.
- Kemudian ya Rasulullah.
- Ah
- ee yang dua ini luar biasa ya. Satu
- bilang, "Ya Rasulullah, inna rafi'an
- ramin." Rafi ini ketika mereka ditolak
- ada yang rekomendasikan bilang apa? Rafi
- ini, "Ya Rasulullah orang
- yang pandai memaknah."
- Op. Oke. Coba dites. Dites lulus-lulus
- pula hujan Rafi ini. Apa kata Samurah?
- Sengking pengennya dia berjuang untuk
- agama itu. Ya Rasulullah aku lebih jago
- sama dia daripada dia. Oke dia menang di
- mamanah tapi aku bisa jatuhkan dia kalau
- sparing. Coba sparing kalian berdua.
- Sparing dua-duanya. Eh menang ternyata
- Samurah bin Jundub. Akhirnya dua-duanya
- diluluskan oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam. Inilah para sahabat. Ya. Maka
- saya tidak suka kalau ada orang mencaci
- sahabat. Demi Allah saya tidak suka itu
- ya. Kalau ada orang yang mencaci
- sahabat, meremehkan sahabat, saya pikir
- ente ini siapa? Selalu saya dalam hati
- saya begitu ya. Kita ini siapa? Kita
- enggak ada yang bisa kita lakukan untuk
- agama kita ini. Salatnya kita aja
- terlalaikan. Kita masih terspepona
- dengan dunia ini. Eh, terpesona dengan
- dunia ini. Apa kita? Lihat nih, sahabat
- itu Zamurah dan Rafi bin Khadijah. Ada
- namanya Abdullah bin Amr ibn Ash. Datang
- ke Rasulullah. Dia dengar, didengar oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- atau dia bertanya ke Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, "Ya
- Rasulullah, saya pengin puasa ini.
- Berapa hari kau sarankan, ya Rasulullah?
- Puasalah kau 3 hari dalam
- sebulan." "Ana astata saya sanggup ya
- Rasulullah lebih banyak dari itu." "Ya
- udah kau puasalah seminggu." "Saya
- sanggup ya Rasulullah." "Ya udah kau
- puasalah 20 hari. Saya sanggup ya
- Rasulullah." "Oh tidak ada lagi yang
- lebih baik dari itu." Dia tanya lagi,
- "Ya Rasulullah, berapa kali saya
- Al-Qur'an?" Syahr. Saya sanggup 2
- minggu, saya sanggup seminggu aja, saya
- sanggup lagi. Enggak boleh lagi. Datang
- lagi dia. Ya Rasulullah, berapa rakaat
- saya harus salat? Salatlah ee sepertiga
- malam. Ee eh tidurlah dulu seper
- sepertiga malam eh berapa saya lupa nih.
- E tidurlah kau setengah malam, salatlah
- kau setiganya lagi. Jadi setengah malam
- bangun, salatlah kau sepertiga malam.
- Selesai sepertiga malam tidur lagi kau
- menjelang subuh. Apa kata Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam? Artinya
- sahabat-sahabat ini berlomba-lomba untuk
- melakukan kebaikan. Apa yang dicontoh
- apa yang kita dapatkan di cerita Uhud
- oleh dari Rafi' bin Khadij? Bukan mereka
- berdua saja yang melakukan ini. Banyak
- sahabat yang melakukan
- ini. Artinya sahabat-sahabat Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam girahnya
- untuk beribadah, semangatnya untuk
- mengabdi kepada Allah dan Rasul-Nya
- tidak tanggung-tanggung, tidak
- main-main. Terus kita mau mencaci para
- sahabat gak boleh.
- Jangankan sahabat Rasulullah, emak, emak
- kita penjudi, ayah kita pemain judi juga
- enggak boleh
- dicaci. Enggak ada yang boleh kita caci
- di dunia ini. Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam pernah menghadiri jamuan
- makan. Salah seorang sahabat bilang
- gini, "Ya Rasulullah, ini kurang asin.
- Enggak enak makan." Loh, kau ini diam
- aja kenapa sih? Tinggal ngunyah aja kok
- masih ngoceh. Itu Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Rasulullah gak suka
- kita meremeh-remehkan siapapun. siapapun
- itu enggak kita remehkan ya. Kecuali
- kita ingin menasihati, kita nasihati
- dengan baik. Itulah cerita Samrah ibn
- Jundub dan Rafi' Rafi' ibn Khadij.
- Akhirnya faajazahu hua
- aidan. Rafi dan Samurah akhirnya
- dibolehkan oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam untuk mengikuti
- peperangan Uhud.
- muslimah bin Abdul Mut
- binabirul
- wasam Ali Abi Thalib radhiallahu anhu
- wua illa anzallahu muslim
- [Musik]
- Nah, mulai berperang ya. Saya ulangi
- lagi ceritanya ya. Penyebabnya sudah ee
- kondisi pasukannya sudah. Kemudian ada
- cerita ada Rafi dan Samurah. Eh, akhir e
- orang munafik mengeluarkan diri. Kita
- juga sudah ceritakan majulah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam dengan 700
- pasukan ini. Majulah Rasulullah sallahu
- alaihi wasallam dengan 700 pasukan ini.
- Sebelum perang, sebelum perang
- orangorang kafir mengutus Abu Dujanah.
- Mengutus Abu Dujanah untuk sparing.
- Biasa zaman dulu ya zaman dulu setiap
- peperangan ada sparing dulu terlebih
- dahulu. Tapi ee ee Nabi sallallahu
- alaihi wasallam mengutus Hamzah bin
- Abdul Muthalib. Hamzah bin Abdul
- Muthalib ee dan siapa? dan Mus'ab bin
- Umair. Ee tapi apa bolehat di sangat
- disayangkan sekali di sini meninggalnya
- siapa? Mus'ab bin
- Umair. Kalau kita buka sedikit sejarah
- tentang Mus'ab bin Umair,
- kawan-kawan sering kita dengar cerita
- ini. Tapi saya mengajak kita
- mengamalkannya. Apa kata kata
- sejarah Mus'ab bin Umair? Ini laki-laki
- yang sangat tampan sekali.
- Siapa sekarang cowok yang tampan menurut
- kalian? Hai perempuan. Bilang saja ya.
- Mus'ab bin Umair ini ganteng sekali,
- tampan
- sekali. Bukan hanya ganteng, ayah ibunya
- kaya
- raya. Bukan hanya ayah ibunya kay raya,
- bijak pula. Baik
- hatinya. Artinya Mus'ab bin Umair ini
- adalah idola atau ee yang dicari oleh
- setiap wanita.
- Ketika dia masuk Islam, ayah ibunya
- melarang meminta agar Mus'ab bin Umair
- kembali ke agama nenek moyangnya. Bahkan
- mengancam Mus'ab bin Umair, "Kalau kau
- enggak mau masuk Islam, masuk lagi ke
- agama kita yang lama, maka kau tidak
- berhak mendapatkan waris." Setelah itu
- pun dikeluarkan oleh ayah ibunya, Mus'ab
- bin Umair tidak bergeming. Silakan, Mak.
- Tapi luar biasanya bahwa Mus'ab bin
- Umair tetaplah baik kepada orang tuanya.
- Mus'ab bin Umair tetap menyayangi orang
- tuanya. Apa yang nak kita ceritakan?
- Saat meninggalnya Mus'ab bin Umair di
- Uhud yang kita ceritakan barusan
- ditaruhlah kain kapan yang dia punya.
- Kalau ditutupi kepalanya enggak e
- terbuka kakinya. Kalau terbuka kakinya,
- kalau ditutupi kakinya terbuka
- kepalanya. Ya Allah, saya kadang-kadang
- malu saya ini berjuang. Saya ini sering
- mengatasnamakan perjuangan Islam. Saya
- merasa diri saya berjuang atas nama
- agama Islam. Tapi apa sih yang saya
- korban untuk agama kita ini? Coba
- bayangkan aku ceramah aja harus
- dibayar. Hm. Ceramah aja harus
- dibayar. Harus disambut, harus dikasih
- makan, harus dikasih teh, harus kasih
- air. Mereka para sahabat coba bayangkan
- Musab bin Umair demi iman kepada Allah
- Subhanahu wa taala rela dia tinggalkan
- warisan orang tua yang sangat banyak.
- Bak kata orang sekarang ni Mus'ab bin
- Umair ini tunggangannya force Ferrari
- Jaguar ya. Tem handphone-nya, handphone
- unlimited yang dipesan langsung ke Apple
- khusus dibuat untuk dia. Kalau bajunya e
- eh ecelananya, sepatunya belly mungkin
- Pak Krishna ya. Ah, betul-betul kaya
- raya. Tapi luar biasa dia datang ke
- Rasulullah memeluk agama Islam berjuang
- karena Allah. Bahkan dicatat beliaulah
- orang yang pertama kali dikirim oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ke
- Madinah untuk mengajarkan orang Madinah
- membaca Al-Qur'an. Coba lihat ketika dia
- meninggal, Pak Krisna. ketika dia
- meninggal, lailahaillallah, kain kapan
- untuk menutupi ee jasadnya saja tidak
- ada. Cerita ini harus kita renungkan
- baik-baik. Harus kita renungkan
- baik-baik. Berapa lemari baju kau,
- kawan? Wahai pendengar rasil yang kaya
- raya. Saya tanya kau dulu dan anggap
- saya di depan kau sekarang, Pak atau
- abang atau kakak. Anggap saya di depan
- kau. Sekarang aku bertanya kepadamu,
- berapa lemari baju kau? Jawab dulu. Tiga
- lemari, empat lemari. Kebanyakan. Mau
- kau bawa ke mana? Sudah pernahkah
- melihat orang dimakamkan di kuburan atau
- belum pernah? Kalau belum pernah biar
- kuundang nanti saat ada orang meninggal,
- ayo kita lihat di apa yang dibawa si
- mayat ke dalam kuburan.
- Kain putih aja. Hanya kain putih. Saya
- kemarin ketemu dengan seorang yang kaya
- raya. Menurut saya dia kaya raya. Tapi
- dia bukan orang yang pandai beragama.
- Bahkan dia tidak bisa baca Quran. Tetapi
- alangkah alangkah ter tersentilnya hati
- saya ketika dia bilang, "Salman, saya
- punya harta sekian banyak. Ini
- harta-harta ayah
- saya. Saya sudah lihat ayah saya
- meninggal enggak bawa apa-apa dari harta
- yang capek betul dia mengumpulkannya."
- Ini
- Salman saya tahu betul ayah saya
- mengumpulkan harta ini. Nak tidur
- dia. Berangkat pagi-pagi pulang malam
- sampai di rumah bertengkar dulu sama
- bininya. Karena dia fokus sekali sama
- pekerjaannya.
- Pekerjaannya. Kami anaknya, saya pernah
- kena narkoba, adik saya begini ini
- begini. Demi karir dan pekerjaannya.
- Ternyata setelah dia meninggal dia tidak
- bawa apa-apa.
- Salma ini orang enggak pernah belajar
- agama, Pak Krishna mengucapkan kalimat
- itu depan mata saya. Masyaallah. Saya
- bilang ini baru tasawuf tingkat tinggi
- dia. Kesadaran yang muncul bukan karena
- ee ancaman Al-Qur'an atau rayuan hadis
- dari Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Tapi kesadaran yang muncul
- dari kepalanya, dari bimbingan Allah
- Subhanahu wa taala bukan melalui kitab
- suci Al-Qur'an, bukan juga meng
- hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi
- wasallam, tapi peristiwa nyata yang ada
- di depan mata dia. Maka muncul saya
- tulis dari Facebook, kalau kita sudah
- siap bersusah payah untuk secuil dunia
- ini, kenapa kita tidak siap bersusah
- payah untuk akhirat yang
- abadi? Bayangkan luar biasa.
- Saya juga bukan orang yang baik tentang
- apakah saya betul-betul bisa meyakini
- apa yang dilakukan oleh Mus'ab bin
- Umair. Mus'ab bin Umair demi
- lailahaillallah Muhammad Rasulullah
- ditinggalkan semua warisannya dan dia
- meninggal dengan kondisi bila kapannya
- ditutupi kepalanya dia tidak akan
- kelihatan kakinya. Bila yang ditutupi
- kakinya akan kelihatanlah kepala gak ada
- harta dan harus dik harus segera
- dilaksanakan. Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam bilang apa? Cari
- rerumputan di sekitar. Tutupkan kakinya.
- Eh, maksudnya kain kapal itu biar
- menutupi kepalanya, biar kakinya
- ditutupi pakai rumputan. Pergi dia
- bersama syuhada-syuhada yang lain menuju
- alam barzakh yang akan kita lewati
- bersama. Bayangkan betapa tersenyum dan
- tertawanya Mus'ab bin Umair setelah pas
- dia disambut oleh Munkar dan Nakir dalam
- kuburnya. Allah, Munkar dan Nakir bilang
- apa? Welcome to your paradise, katanya
- langsung kepada Mus'ab bin Umair. Mus'ab
- bin Umair, kau ada laki-laki terbaik,
- kau ada laki-laki tercerdas. Kenapa
- cerdas? Saya bilang, "Karena Rasulullah
- sallahu alaihi wasallam pernah bertanya
- kepada para sahabat. Siapakah orang yang
- cerdas?" Rasulullah e para sahabat kami
- bingung ya Rasulullah. Orang yang cerdas
- yang bisa bikin panah, yang bisa bikin
- pelana kuda, yang bisa berperang, yang
- bisa bersyair, yang ini, ini. Lak kata
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- "Yang cerdas adalah orang yang mati."
- Mengingat mati.
- Orang yang bersiap untuk kematiannya
- bukan bersiap untuk kehidupannya.
- Sementara saya dan kita semua rata-rata
- illa man
- rahimallah menyiapkan apa-apa yang bisa
- kita makan saat kita sudah tua. Takut
- kali kita enggak makan. Takut kali.
- Rakus kali kita
- ini. Hebat Allah menciptakan elang,
- kucing, ular dan lain sebagainya.
- Lihatlah ular. Sekali dia menerkam
- kambing, mungkin sebulan dia tidur. Dia
- hanya berzikir kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Lihatlah katak beberapa ekor
- nyamuk dia makan. Setelah itu dia Allahu
- Akbar kabira, Allahu Akbar kabira,
- Allahu Akbar kabira. Sampai
- malam kita emas kita berkilo-kilo, mobil
- kita beberapa biji, rumah kita
- besar. Tak berhenti kita mencari dunia
- yang betul-betul sangat hina. Ini kata r
- kata Allah subhanahu wa taala, "Andai
- umat Islam," kata
- Allah, "Aai dunia ini dan seisinya
- berharga di mata Allah walau seperti
- sayap lalat sebelah
- saja." Itu perumpamaan yang sangat
- dahsyat. Bila ada yang hafal Quran,
- tolong share ke kita di SMS itu surah
- berapa, ayat berapa itu. Andai dunia ini
- berharga di mata Allah
- seperti sebelah sayap lalat. Coba kau
- copot sayap lalat bawa ke pasar ada
- harganya enggak, Pak Kr? Enggak ada.
- Enggak ada.
- Dunia lebih enak dari itu. Ya kata
- Allah, "Andai lebih ada harganya seperti
- itu, maka tidak akan kuberikan harta ini
- atau rezeki ini kepada orang
- kafir." Tidak aku kasih sedikit pun
- enggak aku kasih sama orang
- kafir. Tapi kata Allah, "Gak ada harga
- yang aku kasih sama orang
- kafir." Bukan berarti kita aajar orang
- miskin, salah paham dengan ceramah ini.
- Kalau meningin Mus'ab bin Umir tadi
- kaya. Tetapi kalau kata Buaya Mufasir
- yang di Pandelang pabrik bukan mobil BM
- yang boleh kau punya. Kata Buya Mufasir.
- Ada seorang guru yang sering saya
- datangin ya apa kata dia? Salman, boleh
- kau punya pabrik BMW? Boleh. Tapi pabrik
- BMW itu tidak mengganggu hatimu. Paten
- ma jangankan pabrik BMW, uang sejuta aja
- g mengganggu hati kita.
- [Musik]
- Alah, uang sejuta macam yang diceritakan
- tadi ya. Kita
- ceramah amplop berapa kebayang di kepala
- kita ya kan. Penyambutan tuan rumah baik
- tidak makannya mengganggu hati kita.
- Cantik pula yang ngundak kita ini
- wajahnya ganggu hati kita.
- Eh ya itu masyaallah tabarakallah
- masyaallah.
- Mus'ab bin Umair ada salah satu pesan
- Uhud yang sangat luar biasa yang harus
- diulang-ulang. Jangan
- sekatakan bukan saya mengatakan, guru
- saya pernah bilang gini, Salman, kalau
- bisa cerita Mus'ab bin Umair ini harus
- diulang-ulang seperti pramugari
- mengulang-ulang standar operasional
- prosedur penerbangan sipil di dalam
- pesawat. Pak Krisna sudah berapa kali
- naik pesawat? Sering pasti Pak Krisna
- ya. Karena beliau ini di masa-masa
- perambang ke Amerika, terbang ke
- mana-mana dia terbang. Pernah enggak Pak
- Krisna naik pesawat pramugarinya bilang,
- "Ah, udah sering semua ini. Enggak usah
- lagi disebut lagi cerita itu." Ada
- enggak? Enggak ada. Enggak ada. Enggak
- ada. Ya, tetap walaupun kita sudah
- sering naik pesawat. Kepada seluruh
- penumpang sesuai dengan peraturan bla
- bla bla penerbangan sipil, maka kami
- umumkan ikatlah seatbell anda nanti cara
- bukanya begini begini begini begini.
- Betul enggak? Belum pernah sejarah saya
- naik pesawat walaupun enggak
- sering-sering kali k naik pesawat. Ada
- pesawat yang kita terbang tidak dibaca
- itu. Entah pula jet pribadi aku enggak
- tahu. Eh kali-kali kalau jet pribadi kan
- cerita Mus'ab bin Umair ini harus
- diulang-ulang karena apa? Lihat the big
- choice diajari diajak di di terinspirasi
- kita dari dari siapa? Dari Mus'ab bin
- Umair. Dia pandai betul memilih. Oh ya
- kepandaian dia memilih ini harus kita
- pelajari. Kata ayah dan emaknya, "Musab,
- kalau kau enggak mau balik ke agama ayah
- sama mama, maka Ferrari disita. Rumahmu
- yang di Kemang juga ayah Sita. Ee PT
- yang ada di e Cikarang ayah Sita. Kebun
- kau yang di Sumatera, ayah Cita. Ee batu
- bara kau yang di Kalimantan, Ayah Sita.
- Tambang emas kau yang ada di Papua, Ayah
- Sita. Tambang ee timah kau yang di
- Bangkap, Belitung, Ayah Sita." Apa kata
- Mus'ab bin Umair? Sungguh ayah semua itu
- tidak ada lag artinya bagi saya kecuali
- Allah Subhanahu wa taala. Allah
- kalau aku enggak enggak berani
- gitu. Kalau ada orang yang ngasih aku
- apa dari aku bilang gini kalau aku
- enggak kayak gitu ayah. Setidaknya
- tambang emas yang di Papua itu tetap
- sama aku dan aku beriman kepada Allah.
- Itulah pula ya kan beriman tetap kita
- tapi tambang emasnya kita ambil. Tapi
- Mus'ab bin Umair radhiallahu anhu ard.
- Radhiallahu anhu ard. Ah inilah Uhud ini
- mengisahkan hal yang sangat dalam
- sekali. Meninggal dia di peperangan
- Uhud. Allah masih muda pria tampan itu
- meninggal membawa segudang pahala yang
- tak terukur oleh kita. Allah. Allah. Pak
- Krishna nanti kita sambung lagilah
- cerita kita ini.
- Silakan Pak Krna. Menarik sekali cerita
- Musa bin Umar ya, Umair. Ee baik ee
- siapkan pertanyaan Anda kirim ke
- 081199970 untuk telepon di
- 021845 151. Kami akan kembali setelah
- yang berikut
- [Musik]
- ini. Radio Silaturahim yang dipancarkan
- dari jalan masjid. Silaturahim 36
- Kalimangis Cibubur Bekasi masih di acara
- sirah nabawiyah bersama Ustaz Salman
- Alfarisi. Kita masih akan meneruskan
- orientadi yaitu hikmah Uhhud. Tafadol.
- Terima kasih Pak
- Krishna. Sesudah kita tadi melihat
- betapa dahsyatnya Mus'ab bin Umair
- radhiallahu anhu
- wardah ee ada peristiwa dahsyat juga
- yang sudah kita ceritakan. Saya ulang
- lagi enggak apa-apa ya.
- bahwa setelah tadi kan di awal kita
- bilang Nabi mengatur peperangan, ada ee
- pasukan pemanah 50 ditugaskan oleh
- Rasulullah. Ini pernah kita ceritakan
- agak detail di sini tapi kita ulang
- lagi. Tapi dari sisi yang lain yang
- ingin saya ceritakan itu apa? Yang
- meluluhlantakkan pasukan Rasulullah di
- peperangan Uhud ini namanya Khalid bin
- Walid. Pak
- Kristen ya. Khalid bin Walid. Luar biasa
- ya kalau kita pikirkan nih baik-baik.
- Sesungguhnya cerita yang sama persis
- dengan Khalid bin Walid ini bisa kita
- ambil dari beberapa orang
- sahabat. Ini menyemangati kita sebagai
- orang tua, sebagai guru, sebagai
- pemimpin atau sebagai seorang penanggung
- jawab pendidikan. Artinya apa gini? Hai.
- Misalnya Insan Mandiri Cibubur, bisa
- saja nanti kita terima murid SD, SMP,
- SMA sudah sampai 12 tahun jadi didik
- lisan mandiri bandal aja. Bisa enggak
- gitu, Pak? Bisa. Tapi jang jangan
- khawatir. Don't worry. Jangan
- khawatir. Jangan khawatir. Kenapa? Kita
- melihat kilas balik beberapa preman di
- masa
- sahabat. Di antaranya siapa? Khalid bin
- Walid radhiallahu anhu ard. Oh, ini
- preman kelas kakal. Siapa preman di
- Jakarta lagi? John K atau siapa lagi
- namanya? Eh, Pak yang orang Papu yang
- orang Timur atau orang Papua ini siapa
- namanya? Hah? Hai. Artinya saya saya
- tidak pernah gini, jangan pernah
- berburuk sangka kepada siapapun. Karena
- kira sebalik preman-preman kelas kakap
- di masa Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam menunjukkan kalau kita tidak
- bisa berbuat apa-apa saat hidayah memang
- diberikan oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Atau justru kita lihat orang-orang
- terdekat Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam, paman Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam, orang terhormat di
- kalangan masyarakat justru tidak
- mendapat hidayah dari Allah Subhanahu wa
- taala. Jatuh martabatnya di sisi Allah
- Subhanahu wa
- taala. Saya sering mengatakan saat saya
- kita bikin pesantren di Sawangan. Kita
- hanya memberikan stimulus supaya mereka
- menjadi orang yang baik. Yang menentukan
- siapa dia jadi orang baik atau tidak itu
- Allah Subhanahu wa taala. Bandal pun
- anak itu kita kita tunggu dia dirubah
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Lagi-lagi
- hanya stimulus saja. Tapi memang bila
- stimulusnya tepat, tapi memang bila gaya
- pendidikannya tepat, itu akan membuat
- seorang anak cepat meraih hidayahnya.
- Khalid bin Walid radhiallahu anhu wardah
- sempat meluluhlantakkan pasukan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di
- peperangan Uhud ini. Tetapi para pemirsa
- pendengar yang kami muliakan, Khalid bin
- Walid setelah memeluk agama Islam
- dijuluki oleh baginda Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam sebagai apa?
- Saifulahil
- maslul. Uh. Pedang yang tak terkalahkan.
- Pedangnya Allah yang tak terkalahkan. Uh
- keren. Siapa yang dapat gelar itu?
- Khalid bin Walid. radhiallahu anhu
- wardah. Oh, itu luar biasa kecintaannya
- juga kepada Rasulullah setelah dia
- memeluk agama Islam. Uh, luar biasa
- sengking cintanya rambut Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam yang pernah
- dia dapatkan saat peperangan apa yang
- dibagi-bagi saat Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam tahalul disimpan sampai
- dia meninggal rambut
- saja. Uh, sahabat-sahabat kita ini ya
- kalau sudah bicara cinta mereka kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- tak ada takarannya. Kalau nak berbicara
- cinta yang sesungguhnya, bacalah kisah
- cinta Nabi dengan para
- sahabat. Tak terukur, kawan, tak
- terukur. Boleh saja kita berukangka
- kepada beberapa orang sahabat, tapi jika
- ditelisik kecintaannya ke dalam
- riwayat-riwayat yang mereka lalui
- terhadap Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam, oh dahsyat sekali cinta mereka
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Dibandingkan kita-kita ini
- jauh kawan. Jauh kita kepada cinta itu
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Khalid bin Walid radhiallahu
- anhu ward. Radhiallahu anhu ward.
- Radhiallahu anhu ward. Masyaallah
- tabarakallah. Harusnya kisah para
- sahabat ini menginspirasi kita kembali.
- Di rasil saya dengar ada kisah para
- sahabat yang dibuka oleh Syekh ustaz
- kita. Siapa namanya? Pak hari Senin saya
- dengar pagi hah Komaruddin Yahya ya? Eh
- Komaruddin Basuni atau apa namanya? I
- ya. Masyaallah tabarakallah. Dengarkan
- itu baik-baik. Simpan itu baik-baik.
- Rekam itu di kepala kita.
- Implementasikan cerita itu kehidupan
- kita sehari-hari. Sekari mana lagi kita
- mengambil teladan kalau bukan dari para
- sahabat radhiallahu anhum
- ajmain. Mereka adalah the real
- superhero. Mereka adalah pasukan-pasukan
- Marvel yang tidak pernah difilmkan.
- Memang pasuk Avengers itu adalah
- sahabat-sahabat Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Sehebat apa
- avenger-avenger yang diceritakan oleh TV
- yang betul-betul fiksi itu? Cerita itu
- kalau bagi saya tak mampu mengalahkan.
- Hebatnya cerita para sahabat radhiallahu
- anhum ajmain. Sehebat apapun X-Men
- metamorfosisnya Wolforein diceritakan
- dengan semua serialnya X-Men. Bila kau
- baca sejarah para sahabat radhiallahu
- anhum ajmain, kalah. Itu cerita-cerita
- itu cerita-cerita yang yang membikin
- kita semakin kita baca semakin kita
- penasaran dan setiap kita ketemu poinnya
- tarik napas kita sengking terpesonanya
- kita dengan cerita itu. Bayangkan Khalid
- bin Walid radhiallahu anhu ardah
- meluluantakkan pasukan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Tiba-tiba
- dia menjadi seorang pejuang yang membela
- habis-habisan darah, tulang, daging,
- jiwa, raganya untuk Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Yang paling keren itu saat nanti kita
- baca di Gazwatul Muktah. Saat tiga
- jenderal yang dipercayakan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- syahid di medan tempur. Khalid bin Walid
- yang saat itu belum dipandang sebagai
- apa-apa. Jarang orang mau begitu kawan.
- Begini ya Pak Krishna pindah organisasi
- seseorang di organisasi lama dia adalah
- seorang sekjen. Tiba-tiba dimasukkan dia
- di organisasi baru. Dia menjadi anggota
- biasa. Ada orang yang tahan enggak kayak
- gitu? Enggak
- ada. Enggak ada orang yang tahan kayak
- gitu. Bukankah pertempuran kita antara
- sama kita ini adalah karena kita ingin
- eksistensi dilihat oleh orang banyak?
- Kenapa muncul NU, Muhammadiyah, PERS,
- Salafi, Wahabi, Ikhwanul Muslimin, Jemah
- Tablig hanya karena ingin orang-orang
- eksis di golongannya masing-masing. Pada
- hakikatnya seperti itu. Jika itu tidak
- ada maka yang muncul adalah Islam.
- Bukan saya merendahkan semua organisasi
- itu. Saya hormati sekali organisasi itu
- semuanya. Apapun nama organisasi dalam
- Islam saya saya hormati sekali. Saya
- anggap saya selalu berpandangan positif.
- Tapi bila bicara akhlak Khalid bin Walid
- radhiallahu anhu wardah, terpaksa kita
- katakan bahwa mereka-mereka atau kita
- yang dititipkan Allah ilmu agama ini
- tetap ingin eksis dan tidak mampu
- mencontoh Khalid bin Walid radhiallahu
- anhu wardah. Termasuk saya bukan saya
- menceritakan mengecualikan diri saya
- sendiri. Saya juga begitu.
- Berat untuk tidak eksis itu. Berat untuk
- tidak dianggap itu. Bayangkan Khalid bin
- Walid, jenderal hebat, saat dikirim ke
- Muktah, dia tidak dikasih oleh
- Rasulullah kepercayaan
- memegang apapun. Dia pasukan
- biasa. Tapi saat di Medan Tempur, tiga
- jenderal yang dipercaya Nabi gugur. Pak
- Krishna mati.
- Seorang mantan jenderal yang tidak
- dianggap ini dengan sukarela mengatur
- ulang strategi peperangan di
- tengah-tengah berkecamuknya
- perang pulang ke Makkah setelah beberapa
- strategi dicaci pula. Tapi Khalid bin
- Walid tetap menunjukkan kebesaran jiwa.
- Tetap menunjukkan gak apa-apa saya
- salah. Ya Allah, siapa yang mampu begitu
- Pak Krishna? Saya kalau baca sejarah ini
- ya, ini yang paling sering saya orang.
- Salman, mampu enggak kau jadi Khalid bin
- Walid? Sering saya tanya diri saya. Ya
- Allah, kita ini kadang-kadang baru
- berbuat sedikit pengin dianggap kita
- berbuatnya sekilo. Sekilo yang kita
- bikin nih. Kita pengin dianggap orang
- kita berbuat 4 juta ton. Makanya aku
- bilang gitu. Bersedekah 3.000 perak tapi
- share-nya media sosial 4 juta kali
- share.
- Foto spanduklah, foto wajahnya
- dipampanglah, apa macam ku tempeleng
- juga kau nanti kayak gitu kau kayak
- gitu. Aku juga termasuk. Bukan aku gak
- termasuk. K bilang aku pun termasuk
- karena sudah aku bilang tadi betapa
- sulitnya untuk tidak menjadi orang yang
- dianggap itu eksistensi itu. Karena
- karena eksistensi inilah banyak ulama
- yang terjerembap ke dalam busuknya dunia
- ini. Ah itu. Tapi Khalid bin Walid
- radhiallahu anhu ard.
- Oh mantap kali dia Pak Kristen.
- Sebenarnya iktibar di sejarah Rasulullah
- dan para sahabat kaya kita Pak Kraya
- betul kaya betul. Andai ada sutradara
- muslim, produser muslim mau memfilmkan
- ini ya serial para sahabat, serial Nabi
- didesain, didramatisir sedemikian rupa,
- efek kamera, efek cahaya, efek visual
- keren sekeren-kerennya. W. Tapi adung
- harus ada hepeng itu, Pak Krisna. Kalau
- dang adong hepeng dang bisa tulang.
- Akhirnya terpaksa kita ceritakan saja.
- Ini saja mungkin yang bisa kus sampaikan
- Pak Krishna ku serahkan dulu sama kau
- Pak Krishna. Kalau ada pertanyaan kita
- bahas sama-sama. Allahuam. Baik kita
- langsung saja ke pertanyaannya. Sudah
- banyak SMS masuk ini dari siapa ini?
- Asalamualaikum Ustaz Salman.
- Subhanallah. Terima kasih tausiahnya
- Ustaz. Semoga Ustaz dan juga Rasil
- selalu diberkah Allah Subhanahu wa
- taala. Amin. Ustaz, bagaimana cara
- menumbuhkan keberanian dalam kebenaran
- dan memupuk rasa cinta anak-anak kita
- sejak dini mungkin? Terima kasih dari
- Bunda Fajar di Bekasi. Rasa cinta anak
- terhadap Rasulullah dan sahabat seperti
- apa? Baik, dua ya, dua poin ya aku yang
- pertama ingin ku bahas ini keberanian
- dalam kebenaran. Sering ini
- diterjemahkan oleh orang salah ya, Ibu.
- Siapa namanya tadi di Bogor ya Bu?
- Jangan terjemahkan keberanian dalam
- kebenaran. Lantas kita menjadi orang
- yang kejam. Apa-apa salah itu salah.
- Keberanian dalam kebenaran adalah
- lakukan kebaikan tanpa minta dinilai
- oleh siapapun. Ini yang lebih cocok.
- Saya ulangi ya. Kebenaran, keberanian
- dalam kebenaran adalah lakukanlah
- kebaikan sekecil apapun itu tanpa
- mempedulikan siapapun. Kau dipuji, kau
- eksis atau tidak. Lakukan itu. Gak perlu
- besar. Gak perlu kau bilang saya ingin
- merubah Indonesia. Enggak usah capek
- kau. Banyak kali yang kau merubah. Mana
- bisa mana bisa kita rubah lagi watak
- Kapolri, watak pangap, watak presiden,
- watak gak mungkin. Maka bila kau ingin
- berani melakukan kebaikan, mulai dari
- yang terkecil di kampungmu. Contoh, aku
- kasih contoh. Kau ajak beberapa anak
- muda yang bisa kau ajak cerita setiap
- hari menyapu musala dekat rumah kau.
- Udah itu aja.
- Tapi jangan musala yang besar. Kalau
- masjid rakyat, masjid jami sudah
- didesain, duitnya besar. Musala kecil
- itu biasanya selalu
- kotor. Ayo, siapa tadi yang nanya sama
- kita? Mau enggak, Ibu? Kira-kira, Bu,
- Ibu tak ajak teman-teman Ibu ee
- misalnya, "Ah, Salman, aku tinggal di
- komplek ini, enggak ada musala kecil
- yang tidak bersih. Carilah komplek
- sudah." Banyak itu setiap hari. Tapi
- jangan, jangan kau foto-foto. Sudah
- bersihkan aja.
- Coba dulu, jangan dulu kita eksis dulu.
- Ayo lakukan tet tet tet. Banyak aku
- sering aku karena aku tinggal di
- kampung-kampung sana di sepanjang banyak
- yang masalah-masalah kecil
- kampung-kampung itu kotor Pak
- Krishna. Mana pula bisa orang kampung
- untuk bersihkan dia pula nak nyari makan
- lagi, nak nyari ini lagi. Ya kita ini
- yang ada rezeki ini. Itu yang saya
- senang bila bicara keberanian dalam
- menegakkan kebenaran. Bukan yang kayak
- kawan-kawan kita. Aku enggak begitu
- setuju. Aku demi kebenaran dan keadilan
- gini gak enggak. Aku bukan itu mazhab
- aku. Tapi bukan aku benci aku sama orang
- kayak gitu. Ini ya berbeda cara kita
- menegakkan kebenaran. Kalau aku nih
- sukanya apa? Ayo kita nak menegakkan
- kebenaran. Keberanian kita dalam
- menegakkan kebenaran. Ayo apa? Contoh
- lain, kita ajak beberapa anak muda jalan
- di gang Rasil ini. Mulai dari Jalan
- Kalimangis ini namanya kan ini eh jalan
- silaturahim ini dari depan sampai mentok
- rumah Ustaz Husein. 10 anak rasil akan
- saya bawa. Apa? Setiap sampah plastik
- yang dapat di tengah jalan ambil. Itu
- keberanian dalam kebenaran itu lebih
- paten.
- Kalau saya memaknakan kebenaran itu
- selalu di
- situ. Itu bermanfaat. Manfaatnya itu
- totalnya
- banyak. Contoh lagi misalnya ternyata
- jalin silaturahmi dari Kalimanggis sana
- sampai sana banyak rumput di
- pinggir-pinggirnya. Hari berikutnya yang
- ku ajak anak muda apa? Mencabuti
- rerumputan liar yang ada di sekitar
- jalan. Enggak usah banyak-banyak dari
- depan itu sampai sana sudah
- cukup. Gak ada sampah. Rumputnya bersih.
- Allah ini baru pejuang kebenaran.
- Pejuang itu
- namanya. Wah, itu baru pejuang, Kak.
- Tentu gini. Aku ini mazhabnya begitu.
- Kalau ada yang lain lagi loh, aku hormat
- sama mazhab lain. Baik itu mazhab fikih
- atau mazhab perjuangan. Enggak sama gaya
- kita berjuang. Enggak mungkin pula sama.
- Deri Sulaiman berjuang dia pakai apa?
- Pakai gitar. Enak lagu dia tadi kan
- petikan gitarannya enak itu pula yang
- gak bisa. Aku enggak pandai aku main
- gitar di sini ustaz dari Sulaiman aku.
- Ustaz artis menjadi ustaz itu satu
- kemajuan. Jangan sampai ustaz menjadi
- artis itu satu kemunduran. Kat wah macam
- banget Ustaz.
- Kami pernah sama-sama ceramah di celeduk
- situ kan dia bilang az jangan
- ya bisa. Ah ini berbeda-beda cara kita
- berjuang. Kalau aku tuh lebih suka kayak
- gitu.
- Ya, bila ingin menyuarakan kebenaran,
- lakukan kebenaran itu dengan hal yang
- terkecil-kecil. Ayo. Itu mudah-mudahan
- Ibu bisa. Aku doakan Ibu bisa. Hal yang
- kecil-kecil saja. Kadang-kadang kita ini
- suka melihat kita ini kayak apa namanya?
- Mercuar. Tahu mercu suar enggak, Pak
- Krisna? Mercuar itu kan lampunya besar
- dan tembakannya ke mana? Jauh.
- Maka dia bisa lihat ada di ujung sana
- entah apa tapi di di bawah dia gelap.
- Betul. Nah itu jangan kayak gitu. Aku
- gak setuju aku kayak mercuar. Ya kalau
- ada yang mau kayak mercuar ya apa boleh
- buat. Suarakanlah kebenaran itu. Kalau
- kata Pak Munip Hatib aku suka kata-kata
- ku hafal betul. Daripada mengutuk
- kegelapan ini. Ayo nyalakan sinar-sinar
- kecil yang akan menyinari lingkungan
- kita sekitar.
- Nabi sallallahu alaihi wasallam enggak
- ada targetnya merubah dunia. Dia
- islamkan kota Makkah, dia islamkan kota
- Madinah dan dia tinggalkan konsep yang
- sangat luar biasa di Kota Madinah, kota
- Makkah menginspirasi seluruh dunia
- akhirnya. Oh, itu baru paten. Ah, yang
- kedua, bagaimana cara menumbuhkan rasa
- cinta kita kepada eh rasa cinta
- anak-anak kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam? Banyak cara. Kalau ini
- harus kita tanya orang-orang ee
- pendidikan ya, orang-orang psikolog.
- Karena beberapa cara membikin orang
- jatuh cinta itu ada banyak sekali ya. Ee
- atau kalau capek kalau kita nanya ke
- psikolog, nanya ke tokoh, ya coba teliti
- apa yang membuat kita jatuh
- cinta. Kadang-kadang kita ingin mendiri
- anak itu
- memaksa. Kita lihat aja apa sih yang
- membuat saya jatuh cinta itu. Apa
- harusnya
- gitu-gita, apa yang buat saya jatuh
- cinta? Kenapa akhirnya saya sekarang
- pakai jilbab? Kenapa? Akhirnya itu yang
- harus kita pikirkan. Ini yang kita
- berikan ke anak kita. Kenapa sekarang
- saya mau mendengarkan sirah nabawi?
- Kenapa anak saya belum? Ini yang harus
- kita pikirkan. Bukan nak dengar tuh
- sirah nabawi. Kamu ini enggak mau
- belajar. Ah, itu
- salah. Bapaknya aja baru sudah umur 80
- tahun baru dengar sirahna baik. Masa
- anak kau kau suruh-suruh kayak gitu?
- Nah, itu gak jadi kita teliti. Oh iya
- aku ini begini rupanya caranya. Pelan
- pelan pelan pelan pelan. Itu yang
- pertama. Yang kedua ya itu tadi kita
- pelajari misalnya setiap kita naik mobil
- Rasul sudah standby
- ya sudah suara Pak Ihsan yang
- muncul suara Pak Krishna yang muncul
- yang itu isinya adalah dakwah yang
- selanjutnya ya seringlah ajak anak kita
- ke masjid ee selanjutnya gini bikinlah
- pengajian tentang Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam di kampung
- kita masing-masing. Saya sering
- bercita-cita ini ya, bahwa nanti di
- seluruh Indonesia ini akan ada satu
- penanggung jawab sirah nabawi dalam
- setiap
- masjid. Tapi yang menguasai betul, yang
- pandai menceritakannya, yang pandai
- menganalogikannya, yang pandai
- mengejawantahkan cerita dulu ke cerita
- sekarang. Jadi, bagi saya sarjana sirah
- Nabawi ini ya harus ee harus perfect,
- harus sempurna. Ada orang yang tahu
- ceritanya, tapi giliran menceritakan
- enggak pandai dia. Akhirnya enggak
- menarik. Enggak mau juga aku kayak gitu.
- Saya pengin sekali ada duta-duta sirah
- nabawi di setiap
- masjid. Tapi gini, ada juga orang yang
- bikin komunitas sirah nabawi tapi anti
- dengan orang lain. Aku enggak setuju aku
- bila dia belajar sirah nabawi anti
- dengan yang lain. Orang yang belajar
- sirah nabawi ini sangat menghargai orang
- lain. Dia menghargai semua perbedaan
- itu. Dihargai sama dia. Enggak apa-apa
- kita berbeda-beda. Itu sah-sah saja. Ah,
- itu karena ada beberapa kaum sirah
- nabawi kemudian tapi dia seolah-olah
- seperti NU atau seolah-olah seperti
- Salafi atau enggak. Jangan kayak gitu.
- Boleh kau NU tapi gak benci Salafi.
- Boleh kau Salafi tapi gak benci NU.
- Harusnya gitu orang yang memahami sirah
- Nabawi enggak enggak ada istilah benci
- orang yang memahami sirah dengan baik.
- Lihat Ramadan Albuti ini bagaimana luar
- biasa dahsyatnya. Dia merangkul masar
- masyarakat
- Syam yang multietnis, multi pemahaman.
- Uh, dia betul-betul jaga sampai akhir
- hayat baru berantakan. Kan itu harusnya
- sirah nabawi. Tapi saya dukung Ibu ya.
- Ayo lakukan sesuatu Bu untuk bagaimana
- anak-anak kita mencintai Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam atau
- bagaimana anak-anak di sekitar kita
- mencintai Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Langkah pertama yang
- paling mudah bikinlah sesuatu agar
- anak-anak kita kenal Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Doakan saya
- pak pemirsa ya. Ini saya kerja sama
- dengan Pak Klik, salah satu pendengar
- radio Rasil. Pak Krisna tahu ya. Kemarin
- saya ngobrol dengan dia bahwa dengan
- lamanya kita cerita di Rasil ini banyak
- orang yang minta kita bikin buku yang
- cocok untuk anak-anak tentang Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. Akhirnya
- saya tanya Pak Klik kalau Pak Klik siap
- karena dia kan ahli desain itu ya. Yang
- gambarnya siapa? Yang gambar Pak Klik.
- Pak Klik pintar gambar juga ya. Bisa
- gambar juga. Udah udah kita. Oke,
- mudah-mudahan nanti ada gambar. Ada juga
- santri saya dulu yang pintar gambar.
- Nanti kita coba panggil namanya Nurzat
- Satriana di Cikarang tinggalnya.
- Mudah-mudahan bisa saya panggil nanti ya
- kerja sama. Akhirnya saya pikir ya saya
- hanya bisa bercerita Pak Klik bisa
- ng-edesainnya, ada yang bisa
- ngegambarnya. Ayo kita kerja sama nanti
- kita serahkan ke umat ini biar dipakai
- oleh umat untuk menceritakan Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Wallahuam. Baik, selanjutnya dari Ibu
- Darman. Asalamualaikum Salmanam.
- Subhanallah. Pagi ini benar-benar sangat
- takjub dan tausiah, Ustaz. Jadi ingat
- almarhum suami dulu dia kalau tiap bulan
- selalu mengiangkan kita infak-infaknya
- jangan lupa. Hmm. Hidup hanya sementara.
- Jadi harus jangan lupa infak, infak,
- infak. Ini dari Ibu Darman. Masyaallah.
- Iman mengenang suaminya. Masyaallah.
- Mudah-mudahan lapang-lapang kubur suami,
- berkah keluarga yang ditinggalkan. Baik.
- Kemudian dari Ucok Lubis di Ciracas ini
- usianya 19 tahun. Weh, aku mau tanya
- nih, Pak, tentang minggu yang lalu
- tentang malas itu. Apakah malas karena
- enggak punya niat? Itu termasuk bidah.
- Ya, soalnya aku disuruh makku menikah,
- tapi aku malas mencari pasangannya
- karena aku belum punya niat untuk
- menikah. H. Apakah ini termasuk bidah
- juga? Mohon pencerahannya. Dari Ucok
- Lubis, usia 19 tahun. Oh, Ciracas.
- Harusnya gini, kita ngomong dulu sama
- mak kau lu bis gini maksudnya gini omak
- mengajak kau menyuruh kau nikah umur 19
- tahun cocok juga itu sebenarnya ya tapi
- kan umur kau 19 tahun nih berarti baru
- lulus kuliah Pak Krisna ya he eh baru
- SMA ya gini mungkin nampak kau nakal
- kali kau setiap malam minggu
- ganti-gantian cewek yang kau bawa e
- karena lubis ini terkenal playboy ini
- lubis-lubis ini ya itu ah ini harus tahu
- tahu kau nih Banyak cewek yang kau
- banyak bawa tidak ke rumah kau sehingga
- omak kau nyuruh kau menikah. Kalau
- banyak pula cewek yang kau bawa tiap
- malam, maka apa yang dikatakan omak tadi
- betul itu nikah aja. Karena malas kau
- menikah bidah. Sudah bukan hanya malas
- menikah bidah. Siapa yang tak suka
- menikah itu Nabi tak suka. Bahkan faman
- raghi an sunnati falaisa minni. Kalau
- enggak suka kau menikah karena menikah
- itu sunahku. Kau bukan pengikutku. Kata
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Tapi kalau ku tak, kalau kau laki-laki
- baik, apa cok lubis? Kalau kau laki-laki
- baik istilahnya sembahyangnya kau baca
- Qurannya kau kuliahnya kau baik-baik
- tidaknya kau ganti-ganti perempuan,
- bahkan tidak kau pacaran misalnya. Ya,
- tidak kurang cocok juga kalau kau
- disuruh menikah. Kuliah dulu kau
- baik-baik atau kerja dulu kau baik-baik.
- Bangun dulu usaha kau baik-baik baru
- nikah. Tapi pula kalau kau tukang rokok,
- melamunnya kerja kau, tiap malam minggu
- ganti pacar yang kau bawa ke rumah kau.
- Cocok juga kata mak kau kau menikah
- segera. Kalau bisa aku doakan kau seg
- menikah. Ah gitu ya. Mudah-mudahan bisa
- kita ketemu Bang Lubis. Jazakallah
- khair. Oke. Asalamualaikum Ustaz Salman.
- Warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
- tausiahnya. Saya jadi semangat. Semoga
- Ustaz selalu sehat dan selalu ee
- diberkah Allah. Saya Ibu Wartini. Saya
- jadi senang ke hati karena ilmunya.
- Terima kasih. Makasih. Kemudian,
- asalamualaikum Salman. Saya Umar di
- duren sawit. Mau tanya, apakah semua
- sahabat Nabi itu termasuk orang-orang
- makrifat? Makrifat yang selalu
- diidam-idamkan orang masa-masa
- sekarang? Makrifat.
- Ya gini, istilah makrifat ini harus saya
- pahami dari banyak orang ini ya,
- maksudnya dari banyak sudut. Ada
- sekarang istilah makrifat dengan ee
- sebenarnya sederhana. Makrifat itu
- artinya kenal Allah. Sudah. Kalau saya
- ditanya apakah sahabat orang makrifat
- mereka adalah orang yang paling kenal
- Allah Subhanahu wa taala?
- Sahabat-sahabat itu adalah orang yang
- paling mengenal Allah subhanahu wa
- taala. Saya sangat meyakini jarang
- sekali orang di luar sahabat yang mampu
- mengenal Allah seperti para sahabat
- mengenal Allah Subhanahu wa taala.
- Wallahuam.
- Oke. Asalamualaikum. Ee asalamualaikum
- Ustaz Salman. Ustaz Salman adalah
- sahabat Nabi yang sukanya mandangnya
- Nabi aja. Sahabat siapa, Ustaz? Ya. Ee
- jadi ee dalam bentuk-bentuk mencintai
- Nabi itu macam-macam sahabat ya. Heeh.
- Tapi aku enggak hafal aku namanya siapa
- yang suka mang terus. Ada. Wallahuam.
- Mungkin ada. Tapi yang aku ingin
- komentari adalah memang betul
- bermacam-macam cara sahabat mencintai
- Nabi. Kita pun akhirnya juga begitu.
- Bermacam-macam cara kita mencintai Nabi.
- Ada yang dengan Maulid Nabi ya kan.
- Kalau kami di Makkah Pak Krisna bukan
- sebulan sekalian setahun sekali Maulid
- Nabi. Seminggu sekali kami maulid Nabi.
- Ya Nabi
- salam alaika setiap Jumat. Ya Rasul
- salam
- alaika. Ada pula yang memanjangkan
- jenggot ya. Ada pula yang ee ada pula
- yang mencintai Nabi dengan memperbanyak
- istri Pak Krishna. Macam-macam kan sunah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Ada perempuan yang mencintai Nabi dengan
- memanjangkan jilbabnya setiap hari di
- rumah menjagai anak-anaknya.
- Bermacam-macam. Ada pula perempuan yang
- mencintai Nabi mengikuti Bunda Khadijah
- aktif di pasar, berbisnis dan lain
- sebagainya. Kemudian dia bersedekah
- dengan hasil itu. Bermacam-macam cara
- memang mencintai Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Wallahuam.
- Asalamualaikum. Asalamualaikum Ustaz
- Salman. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Kami ingin membeli
- buku-buku tentang sahabat. H buku ee
- susunan siapakah yang ee direferensikan
- oleh Ustaz Salman untuk anak-anak kami.
- Nah, itu dia nih. Aku nih kalau baca
- buku itu bahasa Arab rata-rata jarang
- sekali bahasa Indonesia. Tapi kalau
- sahabat ini yang aku sudah tahu ada
- terjemahannya 60 sahabat Rasulullah
- sallallahu alaihi
- wasallam. Coba dicari ada enggak ya? Ee
- kalau bahasa Arabnya rijalun haul rasul
- sallallahu alaihi wasallam. Itu bagus.
- Atau kalau yang paling kami sering baca
- adalah asadul ghabah brifatus sahabah.
- Aku yakin belum ada terjemahannya. Atau
- yang sudah ada juga terjemahannya
- hayatus sahabah karyanya Maulana Zakaria
- atau Maulana Ismail alkandahlawi.
- Pokoknya karyanya Alkandahlawi. Keluarga
- Kendahlawi dari India itu juga bagus
- sekali. Yang ada di Rasil yang ustaz
- pernah baca itu apa? Atau itu sejarah
- Nabi kelengkapan tarikh Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam itu karya K.
- K Haji Munawar Khalil itu bukunya itu
- ada di situ di RA kita ada di situ. K.
- Ha. Munawar Khalil menulis sejarah
- kelengkapan tarikh Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam dan saya
- rekomendasikan itu untuk dibaca. Hm.
- Bagus, lengkap, luar biasa dan kiai yang
- luar biasa menulisnya. Wallahuam.
- Baik Ustaz. Ee kita sudah dibatas oleh
- waktu barangkali terakhir yang ada yang
- mau diberi kesimpulan tafadal. Baik.
- Saya hanya ingin menyampaikan kepada
- kita semua, ayo ulang-ulang kembali
- sejarah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Karena sejarah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam sangat
- menginspirasi, sangat merubah tata cara
- kita hidup insyaallah. Ini saja mungkin
- Pak Krisna yang bisa saya sampaikan.
- Lebih dan kurang saya mohon maaf. Yang
- baik datang dari Allah, Pak Krisna. Yang
- tidak baik datang dari saya. Karena saya
- memang ilmunya sangat sedikit. Jangan
- sungkan-sungkan kirim SMS untuk
- mengkritik Salman Alfarisi dan kita
- sangat menerima itu. Baik, terima kasih
- Ustaz Salman. Dan jangan lupa besok di
- Masjid Takwa Nanjar ada pengajian. Anda
- bisa hadir di sana di ee di Masjid Takwa
- Anjar, Jalan
- Cendrawih bersama Ustaz Husin Alatas,
- Ustaz e Hamzah Alatos dan Ustaz Umar
- Ibrahim. Kemudian hari Sabtu paginya
- besok juga jam .00 pagi di halaman
- pendepo silaturahim ada ee senam terapi
- untuk kesehatan Link Tienkung. Eh
- lamanya senam ini kira-kira 35 menit.
- Sebenarnya bukan senam ini terapi untuk
- penyembuhan ya. Nanti instruknya adalah
- Bapak
- Gani. Baik, terima kasih atas perhatian
- Anda semuanya. Saya Muhammad Krishna,
- kemudian Fajar Hidayah, kemudian
- eh Zulfikar dan Robi. Mohon pamit.
- Wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Yeah.