Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 [musik] Brail TV 0:20 [musik] 0:26 [musik] 0:42 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:44 warahmatullahi wabarakatuh. 0:46 Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu 0:48 wasalamu ala sayyidina Muhammad waa 0:50 alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma 0:53 allahumfani bima alamtani waimni mafani 0:56 warzuqni ilman yangfuni. Dipancarkan 0:58 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 1:01 Kalimanggis Cibubur Bekasi. Radio 1:03 Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam 1:06 yang satu. Ikhwan akhwat yang dirahmati 1:08 Allah subhanahu wa taala, pendengar dan 1:09 juga pemirsa. 1:11 di mana saja Anda berada. Apa kabar Anda 1:13 di pagi menuju siang hari ini? Semoga 1:15 dalam keadaan sehat walafiat dan 1:17 aktivitas Anda di kesempatan kali ini, 1:20 apapun yang Anda lakukan, semoga oleh 1:22 Allah selalu diberikan perlindungannya. 1:25 Amin ya rabbal alamin. Senang sekali 1:27 saya angka Aminuddin Ikhwan Akhwat 1:29 ditemani oleh Algi di media operator, 1:32 ada Ondi di kameramen. Kami hadir dalam 1:35 acara rutin setiap hari Selasa pagi ya, 1:39 kajian ekonomi Islam. Dan alhamdulillah 1:43 narasumber kita untuk kajian ekonomi 1:46 Islam, Ustaz Ikhwan Basri telah hadir di 1:50 studio. Asalamualaikum warahmatullahi 1:51 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:54 wabarakatuh. Bagaimana kabarnya sehat, 1:56 Ustaz? 1:56 Alhamdulillah sehat walafiat. 1:58 Alhamdulillah kita bisa siaran live 1:59 lagi, Pak Ustaz, ya. 2:00 Alhamdulillah. 2:01 Cukup sibuk nih, Pak Ustaz nih di studio 2:02 nih. 2:03 Betul. [tertawa] 2:04 Karena ikhwan Ahmad, hari ini kita ada 2:06 acara bakti sosial Tibun Nabawi. Nah, 2:10 ada sekitar 15 terapis ya dari komunitas 2:14 Terapis Alfatah yang akan melayani 2:18 pengobatan tibawi dengan bekam Pasdu dan 2:22 juga ada pendaftar nih lebih dari 80 2:25 pendaftar nih di acara hari ini. 2:28 Mudah-mudahan nanti kegiatannya lancar. 2:30 Baik, Ustaz. ee kita akan mengangkat 2:33 satu topik yang sebenarnya ini topik ini 2:38 menjadi pertanyaan sejak lama. 2:41 Bahkan setiap kita mengkaji tentang 2:43 ekonomi Islam 2:44 selalu ada pertanyaan ini. Ada 2:46 pertanyaan tujuannya untuk membandingkan 2:48 gitu ya. Karena kan kita ini di negara 2:50 Indonesia gitu. 2:51 Iya. 2:51 Ketika bahas ekonomi syariah mereka 2:53 langsung membandingkan loh itu negara 2:55 Arab bagaimana 2:56 gitu ya yang awal mula kedatangan Islam 2:58 yang ada di sana. Nah, topik kali ini, 3:01 Ikhwan Akhwat, kita akan mengangkat ee 3:04 sudahkah negara-negara Arab menerapkan 3:07 ekonomi syariah? Ini pertanyaan umum dan 3:10 memang berulang-ulang gitu ya. Kalau 3:13 kita bicara negara Arab, kalau ingin 3:15 sesuai peta regional benua ee bukan 3:19 hanya Asia apa Timur Tengah yang sering 3:21 kita sebut. Padahal kan Sudan juga 3:23 masuk, Pak. Ustaz ya 3:24 masuk. 3:24 Mesir kan negara Arab juga masuk 3:26 gitu. Maroko juga masuk, Tunisia juga 3:29 masuk. Saya membaca ee ee tadi cek gitu 3:32 ya di AI dan diberikan beberapa link 3:36 termasuk di sini ada link jurnal 3:39 penerapan ekonomi syariah di beberapa 3:42 negara dan persentasinya ada 3:44 persentasinya di sini Pak Ustaz ternyata 3:45 gitu. Dan di sini kita ingin lihat gitu 3:47 ya sebenarnya 3:48 apakah negara-negara Arab itu sudah 3:52 sesuai syariahnya berapa persen gitu. 3:55 Kalau kita lihat ternyata dalam 3:57 menerapkan sistem ekonomi hampir di 3:59 semua negara Arab juga menerapkan dual 4:02 sistem, 4:02 dual banking system ya. 4:03 Iya. Ada yang konvensional. Nah, itu 4:06 bagaimana gitu ya. Kita ingin ee 4:08 menyoroti dan juga kita ingin tahu 4:10 perkembangannya kan di negara Arab 4:12 karena juga bisa menjadi acuan juga 4:13 untuk negara Indonesia yang mayoritas 4:15 memang beragama muslim dan untuk 4:18 sosialisasi ekonomi syariah juga begitu 4:19 masif di negeri ini. Ikhwan Ah. Kami 4:21 juga nanti ingin mengundang Anda untuk 4:23 menyampaikan pertanyaan dan juga 4:25 komentar mengenai topik yang kami bahas. 4:27 Silakan kirimkan ke nomor WhatsApp Rasil 4:30 di 0811999720. 4:34 Dan siaran ini juga Anda bisa saksikan 4:36 di siaran live YouTube Rasil TV dan juga 4:39 siaran streaming Rasil di 4:40 ww.radiosisilaturatrahim.com. 4:43 Baik, Pak Ustaz. Bagaimana maksudnya, 4:45 Pak Ustaz? perekonomian yang sesyariah 4:48 itu dan kenapa patokannya negara-negara 4:49 Arab? Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin 4:51 kita perlu penjelasan di awal pembuka 4:53 dari Pak Ustaz. 4:54 Makasih, Mas Sangga. [berdehem] 4:56 Asalamualaikum warahmatullahi 4:58 wabarakatuh. 4:59 Alhamdulillahiabbil alamin 5:02 wabihi nastainuhu ala umurid dunya 5:04 waddin wasalatu wasalamu ala asrofil iya 5:07 wal mursalin nabiyina wa rasulina 5:10 Muhammadin wa ala alihi wasahbihi 5:12 ajmain. Amma ba'du. 5:14 Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 5:17 radio silaturahim yang dirahmati Allah 5:18 subhanahu wa taala. Alhamdulillah 5:22 kita senantiasa 5:24 memanjatkan syukur ke hadirat Allah 5:25 Subhanahu wa taala atas segala chanan 5:28 rahmatnya kepada kita sekalian sehingga 5:31 pada pagi hari ini kita dapat siaran 5:35 offline, siaran langsung setelah kurang 5:38 lebih 2 minggu kita off karena berbagai 5:41 alasan kesibukan masing-masing saya 5:44 dengan beda-beda 5:46 sibuknya ini. Kemudian selawat dan salam 5:49 mudah-mudahan tetap Allah curahkan 5:51 kepada junjungan kita Nabi Besar 5:54 Muhammad sallallahu alaihi wasallam, 5:56 kepada kerabatnya, kepada sahabatnya, 5:59 dan kepada seluruh kaum muslimin yang 6:02 mengikuti sunah-sunahnya. 6:05 Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 6:08 Silaturahim ini sebetulnya yang 6:11 dibawakan Masangga tadi itu harusnya 6:14 sudah lama dikaji ya 6:15 karena banyak pertanyaan. 6:18 atau ya banyak pertanyaan dari berbagai 6:20 kalangan terkait dengan bagaimana 6:22 ekonomi negara-negara Arab. Ya, saya 6:25 juga tidak ee ini tidak apa ya namanya 6:29 tidak memberikan aba-aba. Tapi kenapa 6:31 pertanyaan itu ditujukan kepada negara 6:34 Arab? Ya, 6:35 apa hubungannya? tadi tadi itu sudah 6:37 disinggung bahwa karena Arab itu negara 6:40 pertama yang menerima Islam dan kita 6:43 kaum muslimin selalu berharap bahwa 6:46 negara-negara Arab itu ee memberikan 6:49 keteladanan dalam berbagai kehidupan, 6:52 dalam berbagai segmen kehidupan, 6:54 termasuk dalam bidang ekonomi dan 6:57 keuangan. 6:58 Maka pertanyaan itu jadi wajar muncul 7:00 seperti itu ya. Nah, 7:03 ee tapi sebelum kita masuk ke situ itu 7:05 ada beberapa yang harus kita klarifikasi 7:07 terlebih dahulu ya. 7:09 Yang pertama istilah syariah itu apa ya? 7:12 Ekonomi syariah itu apa? Karena di sini 7:15 ada istilah yang mirip-mirip yaitu 7:18 industri halal misalnya 7:21 ya, kesesuaian syariah misalnya. Jadi 7:24 apakah yang dimaksud dengan ee ekonomi 7:28 syariah itu adalah seluruh ekonomi saja, 7:31 seluruh ekonomi perekonomian. Jadi 7:33 termasuk di dalamnya adalah perdagangan 7:37 dan sebagainya, 7:39 investasi. 7:40 Jadi bukan hanya dalam keuangan seperti 7:43 perbankan, 7:45 seperti pasar modal, seperti juga 7:48 asuransi. Bukan hanya itu, tapi seluruh 7:50 ya boleh dikatakan kalau dalam cara 7:53 berpikir makroekonomi itu ee pendapatan 7:57 nasional. Apakah pendapatan nasional itu 8:01 seluruhnya sudah sesuai dengan syariah 8:03 ataukah ada yang katakanlah mengandungi 8:07 yang haram, mengandungi yang syubhat, 8:10 gor dan lain sebagainya. Ya, jadi tidak 8:13 hanya di situ. Mestinya itu pertanyaan 8:16 ee kalau dimaksud dengan perekonomian 8:18 syariah adalah keseluruhan, bukan hanya 8:21 apa namanya lembaga keuangannya saja. 8:24 Nah, kaitannya misalnya dengan industri 8:27 halal. 8:28 [mendengus] 8:29 Kalau industri halal ini kita anggap di 8:32 luar daripada lembaga keuangan syariah, 8:34 maka ini adalah ee koridor atau wilayah 8:38 di mana ee kesesuaian syariat 8:40 diperhatikan tetapi tidak dihubungkan 8:42 dengan perbankan. ya misalkan 8:46 apa namanya obat-obatan sekarang udah 8:49 trennya itu obat ini halal ya ee apa 8:54 namanya skinc ya sekarang sudah pada ee 8:58 disesuaikan dengan apa namanya 9:01 prinsip-prinsip halal herbal dan lain 9:04 sebagainya ini kan sebetulnya sektor ril 9:06 bukan sektor keuangan 9:07 nah nah ini juga harusnya masuk gitu 9:10 tetapi kalau kita survei lagi dari 9:14 berbagai lembaga survei internasional 9:16 tentang ranking daripada beberapa negara 9:20 yang dikategorikan sebagai 9:24 memiliki ekonomi Islam itu 9:27 penjelasannya gak ada apakah itu hanya 9:29 lembaga keuangan saja ataukah di luar 9:32 itu. Jadi misalnya ada ini ada skor 9:35 indikator ekonomi syariah global global 9:38 Islamic Economy Indicator atau GIEI 9:42 ini pada tahun 2023 melakukan survei 9:47 kepada negara-negara mayoritas 9:49 berpenduduk Islam dan hasilnya adalah 9:53 Malaysia sebagai negara nomor satu 9:56 skornya karena dia mencapai skor 192,2 10:01 poin ya. Baru kemudian Saudi Arabia. 10:04 Malaysia bukan negara Arab, Pak. 10:05 Bukan negara Arab. Iya. Ini ini saya 10:08 menjelaskan tentang ini tadi kesyariahan 10:10 itu konteksnya bagaimana ya. 10:12 Jadi di situ ee ini ada lembaga yang 10:16 melakukan survei itu. Nah, yang kita apa 10:18 namanya? Yang kita akan pertanyakan di 10:20 sini adalah nanti apakah ini lembaga 10:22 keuangan atau bukan. 10:24 Nah, Saudi malah dapat nomor dua nih 10:26 rankingnya 93.6 10:30 ya. Kemudian baru Indonesia, Indonesia 10:33 nomor 3 80,1 poin baru. Kemudian United 10:37 Arab Emirat, Bahroin, Iran, Turki, 10:40 Singapura, dan bahkan Pakistan enggak 10:42 masuk. 10:43 Sudan apalagi. 10:44 Oh. 10:44 Iya. Jadi ini perlu kita klarifikasi 10:50 tentang syariah ini di sini apa. 10:52 Walaupun dia menggunakan istilah ee 10:55 Islamic ekonomi, 10:56 tetapi tidak berarti bahwa itu 10:58 keseluruhannya gitu. He. 10:59 Dan yang lebih parah lagi adalah dia 11:01 tidak mencantumkan, tidak menjelaskan 11:03 apakah ini hanya sektor keuangan saja 11:06 yang diambil sebagai sampel besarannya 11:08 atau seluruh sektor. Nah, 11:12 karena itu maka hasilnya mungkin agak 11:14 ngacu itu ya. 11:15 Karena itu maka di sini kita berikan 11:18 suatu ee klarifikasi terlebih dahulu 11:21 karena supaya konteks kita ini ee 11:24 relevan ya, 11:26 relevan. Jadi ee ada istilah ekonomi 11:30 syariah. Kalau umpamanya seperti ini 11:33 kita 11:34 cetuskan berarti ee ekonomi itu bukan 11:39 hanya sektor perbankan, 11:42 bukan hanya lembaga kewangan syariahnya 11:44 saja, tetapi seluruh sektor ekonomi yang 11:48 ada di dalam perekonomian itu ya 11:49 semuanya dihitung. He. 11:51 Termasuk investasi negara, termasuk ee 11:54 obligasi negara, termasuk juga 11:57 industri-industri yang lain. Karena 11:59 industri yang sekarang ini selalu 12:01 terkait dengan lembaga keuangan. I nah 12:04 dan baru di situ kita ketahui dan apa 12:08 namanya ekonomi syariah dengan halal 12:11 industri itu beda. 12:13 Iya. 12:14 Ini harus diketahui ya. 12:16 Karena negara-negara 12:18 mayoritas sekarang itu gak 100% pendunia 12:22 beragama Islam ya. Ee kalau kecuali 12:25 dikecualikan Saudi misalkan ya, 12:27 misalkan ee Kotor atau Indonesia atau 12:29 Malaysia atau Pakistan sekalipun 12:32 atau Sudan juga ya. Itu penduduknya ada 12:35 yang nonmuslim di Iran [berdehem] 12:37 walaupun dia muslim Syiah 12:39 tapi ada banyak orang Yahudi di sana. 12:41 Orang Kristen juga banyak ya. Nah, 12:44 masing-masing umat ini, masing-masing 12:46 pemeluk agama ini ee menjadikan kitab 12:49 suci mereka sebagai panduan yang jelas 12:51 berbeda dari kitab Al-Qur'an. Karena itu 12:54 maka industri mereka yang di berbasis 12:57 agama ini mungkin akan bertentangan 13:00 dengan ee prinsip syariah. 13:03 Karena apa? ada ya orang-orang Kristen 13:06 atau orang Nasra di di negara-negara 13:09 Amerika itu itu tetap ee makan daging 13:12 babi gitu ya. 13:14 Ya, di dalam mazhab Hanafi, nonmuslim 13:18 itu menjadikan 13:20 babi sebagai harta. Itu diakui. 13:23 Jadi babi dalam pandangan mereka itu 13:26 malun mutaqawim ya. Harta yang bernilai 13:29 ya. 13:30 Di dalam syarah enggak ada nilainya 13:32 karena dilarang, diharamkan. Nah, 13:34 bilamana 13:36 diterapkan syariah, syariah tetap 13:38 menghormati umat ini ee memakan hal yang 13:41 dalam Islam itu haram, tapi dalam 13:43 pandangan mereka enggak ya. Jadi sesuai 13:45 dengan syariah sebetulnya karena syariat 13:48 membiarkan mereka begitu membolehkan 13:50 maksudnya ee melakukan ee makan-makan 13:54 dari babi dan lain sebagainya ya. Ee 13:58 maka di sini harus dibedakan ini sesuai 14:02 dengan syaratnya karena sering 14:03 membolehkan pemeluk agama mengikuti 14:05 agamanya dengan menyatakan itu halal 14:08 dibandingkan dengan konsep tadi itu yang 14:11 halal. 14:12 Nah, ini enggak masuk ya. Jadi prinsip 14:15 ee ekonomi syariah ee sesuai dengan 14:18 ketentuan syariah belum tentu sama 14:20 dengan halal industri gitu loh maksudnya 14:23 ya. 14:24 Iya. 14:25 Karena ada pihak atau orang umat yang 14:28 beragama yang meyakini bahwa babi itu 14:31 tidak haram. Dan dalam pandangan Islam 14:33 sekalipun mereka itu hidup dalam sebuah 14:35 naungan yang dilindungi oleh 14:37 undang-undang Islam tetap diberikan 14:38 kemerdekaan untuk itu. 14:40 Tetapi itu kalau dimasukkan ke sini 14:42 enggak masuk dalam kategori halal 14:44 industri. Iya. Ini penting karena di 14:47 semua negara ada. 14:48 Iya. 14:48 Iya. Di Pakistan ada. Bahkan 2 tahun 14:52 terakhir ini ada industri miras ya, 14:57 alkohol, 14:58 minuman keras di Pakistan yang sudah 15:00 diband, sudah dilarang, dibekukan dari 15:04 semenjak Pakistan itu berdiri tahun-an 15:08 itu sekarang diperbolehkan beroperasi. 15:10 Ada pabrik lagi. 15:11 Ada pabrik dekat dengan Islam Abad. 15:13 Karena di antara Islam Abad dengan MERI, 15:16 Meri itu kayak puncak dari Jakarta. 15:19 produk lokal, Ustaz. 15:20 Lokal 15:20 bukan merek internasional, bukan gitu, 15:22 bukan. Nah, ini terjadi ketika zaman 15:24 kolonial itu diperboleikahan. 15:27 Nah, jadi artinya apa? Pakistan itu 15:30 resminya negara kan bernama Islamic 15:33 Republic of Pakistan. 15:34 Pakistan ada Islamik. memberikan izin 15:37 kepada warga negara yang nonmuslim untuk 15:40 mendirikan industri miras itu non non 15:44 alkoh ee alkohol gitu loh 15:47 nah ini jadi ini sesuai dengan 15:50 undang-undang 15:52 tetapi tidak masuk dalam kategori halal 15:55 industri itu ya 15:57 gitu ya 15:58 ada cross di situ 16:00 berarti ya 16:01 berarti tadi betul kita harus memahami 16:03 ee perekonomian yang sesuai dengan 16:05 syariah Heeh. Lalu juga apakah perkemban 16:08 100% halal atau tidak gitu. 16:10 Iya. Pertanyaan jadi seperti itu. 16:12 Jadi pertanyaannya [tertawa] 16:13 apakah apakah ekonomi yang 100% sesuai 16:16 dengan syariah berarti 100% halal. 16:19 Nah, itu harus diklarifikasi. Iya. 16:22 Kalau diterapkan pada konteks kita pada 16:25 zaman sekarang ini kayaknya tidak 16:27 tidak. 16:28 It is very different ya. Karena di dalam 16:30 negara yang mayoritas penduduk beragama 16:32 Islam sekalipun umat-umat yang lain ada 16:34 dan umat-umat itu membelikan apa namanya 16:38 makan daging bagi atau yang diharamkan 16:41 dan mereka menganggap itu sebagai harta 16:43 dan ada pasar yang tidak halal jadinya. 16:45 Iya. Dan ada pasar yang tidak halal 16:47 gitu. Nah, itu konsep yang harus kita 16:49 ketengahkan. 16:50 Oleh karena itu maka lihat tadi itu 16:53 indeksnya yang dibuat oleh apa tadi? 16:56 Indikator ekonomi syariah di seluruh 16:58 dunia itu 16:59 kalau kemudian Malaysia itu nomor satu 17:02 itu yang diukur apa gitu kan. 17:04 Iya. 17:04 Kalau hanya sektor apa namanya ee 17:08 lembaga keuangan syariah mungkin ya 17:11 mungkin saja tapi enggak mungkin secara 17:13 keseluruhan sebab sektor yang lain 17:16 seperti yang non halal ini banyak banget 17:19 di Genteng Highland itu ya. 17:21 Iya. 17:22 Itu judi 17:23 dan itu legal. 17:25 Iya. Dan itu bukan hanya judi sebetulnya 17:28 ee supply chain daripada judi mulai 17:30 restoran, minuman, bar segala macam ada 17:33 banyak sekali di sana. 17:35 Dan itu terang-terangan disebut non 17:37 halal restoran. 17:39 Ada yang tulis haram restoran 17:41 enggak ada. 17:42 Ada ditulis di sana. 17:43 Oh, di sana ada. 17:44 Dijelasin haram 17:45 di ini di Genteng Highland. Iya. 17:47 Iya. 17:48 Haram restoran non halal 17:49 kan non halal biasanya. 17:51 Iya. H. Makanya kalau ke sana itu ya 17:53 siap-siap jangan makan ya. Rata-rata 17:56 restorannya itu mayoritasnya ya yang 17:59 saya lihat itu non halal. 18:02 H. 18:03 Oke. Jadi seperti itu. Diklarifikasi 18:05 dulu apa kriterianya karena penting 18:08 sekali. 18:09 Sebab kalau enggak diklarifikasi seperti 18:11 itu, 18:12 maka apa namanya? Kita bisa tumpang 18:15 tindih nanti cara melihatnya. Nah, 18:18 sekarang misalnya kita lihat dari contoh 18:20 di Arab Saudi ya kan yang pertama Arab 18:23 Saudi itu gimana itu? 18:26 Iya iya iya. 18:28 Saudi, [mendengus] Arab Saudi di 18:31 bukan dibukan 18:33 orang untuk bertanya ya. 18:35 Heeh. 18:35 Masyarakat apa bertanya 18:37 apakah ekonomi Arab Saudi itu 18:40 sudah sesuai dengan syariah? I syariah 18:43 atau sudah 100% halal gitu kan. 18:46 Itu nah yang yang 18:50 apa namanya yang di didata dalam bentuk 18:53 lembaga keuangan itu Saudi sendiri 18:56 banyak sekali 18:58 ee kategorinya ee ekonomi konvensional. 19:02 Jadi misalnya sampai sekarang Saudi 19:04 masih apa namanya me apa itu masih 19:09 melakukan dual banking system. 19:11 Iya 19:11 kayak di Indonesia tapi prosesnya jauh 19:14 lebih banyak. Artinya market syariah ee 19:17 syariah market daripada lembaga keuangan 19:20 di sana jauh lebih tinggi. Sudah antara 19:21 70% lawan 30 atau mungkin antara 70 19:25 sekian persen dan 20 sekian pers ya udah 19:29 bagus jauh lebih bagus gitu ya. Namun ee 19:34 apa namanya? Ada bukan hanya perbankan 19:36 ini misalkan investasi beberapa tahun di 19:40 beberapa tahun ini Saudi mengalami 19:43 defisit ya defisit anggaran dan itu kata 19:46 apa namanya guru saya almarhum Dr. Umar 19:50 Sapra. Aneh sebetulnya. 19:52 H 19:52 aneh kok bisa ya ee ya sebabnya apa? 19:56 Wallahuam bab yang penting terjadi 19:58 defisit ee anggaran belanja. Nah, 20:01 anggaran belanja ditip dengan utang. H. 20:04 Nah, utang itu dengan obligasi. 20:06 Obligasinya itu memang ada dua. Ada yang 20:09 sukuk seperti kita, ada juga yang 20:11 obligasi konvensional yang yang meng 20:14 yang apa namanya? Pendapatannya itu 20:17 ribawi. Nah, karena itu maka dalam 20:21 sektor pasar modal, dalam sektor apa 20:24 namanya? defisit anggaran Saudi Arabia 20:28 itu berlindung kepada cara menutupinya 20:31 dengan menggunakan keuangan konvensional 20:34 sekalipun juga menggunakan ee sukuk juga 20:36 ada. Nah, jadi faktornya bukan hanya di 20:38 bank di apa namanya surat utang juga ya. 20:42 Kemudian investasi global Saudi Arabia 20:46 berinvestasi pada institut keuangan dan 20:47 perusahaan multinasional dunia yang 20:49 tidak berbasis syariah. Banyak sekali eh 20:52 apa namanya di sini ada Bank Swiss itu 20:54 namanya apa ya? Bank Swis 20:55 bukan Bank Swis apa sih namanya 20:57 Swis? Aduh saya kok lupa. 21:00 Iya itu Saudi waktu ketika bank Swiss 21:04 ini yang berbasis di Swiss tapi bukan 21:06 bank Swis itu namanya apa namanya 21:09 astagfirullahalazim lupa 21:11 itu 21:12 Abayan Namro bukan 21:13 bukan Ab Namro Bank Belanda tuh 21:15 [tertawa] 21:16 ee coba dicek itu. 21:18 H 21:19 saya kok lupa. Jadi saham Saudi di situ 21:22 lumayan. Nah, ketika bank ini 21:26 hah 21:26 SMB 21:27 bukan 21:29 bank ada katakan Swiss gitu loh. He 21:32 ya. Jadi ee Saudi 21:37 siapa yang ber berinvestasi di bank ini 21:40 sebenarnya dan antaranya ya danant 21:43 antaranya kalau kita kan punya 21:45 apa namanya pengelola dana abadi ya. 21:47 Nah itu dan antara kalau namanya apa 21:49 gitu ya. Nah, dia menginvestasikan 21:52 dananya itu ke bank Swiss ya. He. 21:55 Dan ketika bank ini ee mulai goyang itu 22:01 apa namanya? Saudi enggak mau nambah 22:03 lagi apa nambah lagi modal ya. Artinya 22:06 apa? Dari kejadian ini bahwa investasi 22:09 Saudi di luar negeri, di bank, di 22:12 mana-mana tidak memperhatikan apakah itu 22:16 Islamik atau ribawi. Enggak. Kalau 22:19 misalkan pemilik bola klub ya, itu itu 22:23 pendapatannya apa? 22:25 Apa halal apa haram? 22:27 Ya, tiketing 22:28 kan ada judinya itu ya, ada 22:31 sponsor, 22:31 ada sponsor dan lain sebagainya. 22:33 Sponsornya bisa 22:34 rumah-rumah judi itu. 22:35 Nah, iya. 22:36 Jadi sebagian orang mengatakan ee apa 22:40 namanya pendapatan dari pemilikan klub 22:44 bola itu sebetulnya kan bola saja. Tapi 22:47 ada yang remang-remang, ada yang syubhat 22:50 sampai pada yang haram. I syubhat. 22:52 Iya. Karena di situ terjadi macam-macam 22:55 aktivitas yang ada berbau judi 22:58 benar-benar, 22:59 ada yang judinya mungkin separuh-separuh 23:02 gitu ya, tidak terlalu kelihatan. Nah, 23:04 dihukumi secara keseluruhan itu 23:06 pendapatannya bisa tidak 100% halal ya 23:09 dan banyak sekali sekarang. Iya. Jadi 23:13 seperti itu. Karena itu maka ee kita 23:17 lihat di sini ada perbandingan ya. 23:19 Perbandingan coba di itu di di situ ada 23:24 perbandingan kolom-kolom gitu ya 23:28 di perbandingan antara sektor yang sudah 23:33 syariah dengan sektor yang tidak atau 23:36 kurang 23:37 he 23:37 kurang syariah itu ada di kita cek dulu 23:40 sebentar ya. Bentar ya. 23:43 Karena ini 23:44 data ya, Ustaz ya. 23:45 Apa ya? Data I. Iya. Misalnya ini 23:49 summary table of economic proportion ya. 23:53 Jadi 23:54 tabel 23:55 Heeh. Estimated halal syariah complain 23:57 proportion non complain atau haram. Nah. 24:01 He. 24:01 Nah, di sini ee direct productive 24:05 ekonomi seperti retail, oil, 24:06 manufacturing, teknologi ini dikatakan 24:09 100% sesuai dengan saya penghasilan 24:11 Saudi sebagian besar dari minyak. 24:14 H 24:15 dan retail semuanya ini di sana tidak 24:17 boleh orang itu menjual barangnya haram 24:19 ya secara undang-undang jadinya enggak 24:21 ada. Nah, itu diabaikan maka ini apa 24:24 namanya dianggap sebagai sudah 100% 24:27 comply sesuai dengan ketentuan syariah 24:29 minyak manufaktur teknologi 24:32 100% ya. 24:33 Iya 100% dan yang non syarat 0%. H 24:38 kemudian banking financialor aset ya ini 24:42 diperkirakan 24:43 76% sesuai dengan syariah atau 24:46 istilahnya itu 24:48 syariah komplay ya ketentuan syariah 24:50 berlaku 76%. Nah, antara 15% sampai 24:55 dengan 20% 24:57 lainnya itu masih belum lah. Ini sektor 25:00 keuangan 25:00 karena itu pasti ada interestnya itu 25:02 kalau situ. 25:03 Iya. 25:04 Ada ribanya itu. 25:04 Iya. Karena ini kan sektor keuangan dan 25:06 dia kan masih dual banking system 25:08 ya 25:09 gitu. Nah, kalau yang 100% murni syariah 25:12 itu ya minyak penjualan minyak gitu ya. 25:14 Heeh. 25:15 Kemudian ee pendapatan ee 25:20 jam apa namanya? Pendapatan korporat itu 25:23 95% 25:25 mungkin lebih. Jadi 25:26 kurang dari 5% itu yang tidak sesuai 25:29 dengan syariah. Tapi di Saudi itu ada 25:32 namanya 25:34 cleansing, tadhir, pensucian. Jadi 25:39 pendapatan-pendapatan yang haram itu 25:41 enggak diakui gitu, tapi enggak dibuang. 25:44 Mungkin diinfakkan kepada 25:47 fuqar masakin enggak tahu ya. Kita 25:49 enggak sampai sana bagaimana 25:51 penggunaannya. Sama dengan 25:54 bank-bank syariah di Indonesia kan. 25:55 Heeh. 25:56 Ada pendapatan yang non halal. 25:58 Jadi itu tuh disalurkan. 25:59 Iya. Disalurkan ya. Mungkin dikirim ke 26:02 negara-negara termasuk kita gitu kali. 26:04 Maksudnya revenue itu maksudnya. 26:05 Iya kan pendapatan bunga. 26:08 Pendapatan bunga enggak boleh kita akui 26:10 sebagai pendapatan perusahaan. 26:12 Tapi bisa dimanfaatkan. 26:14 Iya. Tapi walaupun harta ini haram 26:16 enggak boleh dimusnahkan. 26:19 Karena harta itu enggak boleh 26:20 dimusnahkan. Ya, dimanfaatkan bagi orang 26:22 lain. 26:23 Tapi yang tadi maksud itu istilahnya 26:24 apa? Pensucian 26:25 ditadhir 26:26 ditadhir 26:27 di cleansing. Di cleansing. 26:29 Iya. 26:29 Oh. Jadi status kan perubahan status 26:31 tadinya. 26:32 Iya. Di cleansing artinya begini 26:33 supaya nanti bisa dipakai 26:34 posnya itu enggak boleh diakui sebagai 26:36 pendapatan perusahaan atau pendapatan 26:38 negara. 26:39 Oh. 26:40 Tetapi ini tidak dimusnahkan akan 26:43 dimanfaatkan mungkin ditransfer ke 26:45 negara lain untuk bantuan-bantuan 26:47 Fukoroa Mas. 26:48 Tapi itu nanti bisa masuk ke seperti CSR 26:51 kalau perusahaan atau ke lembaga wakaf 26:53 ya? Ya, CSR dengan non halal income itu 26:57 perutannya berbeda. 26:59 Oh, 26:59 iya. Kalau CSR itu kan ada 27:01 undang-undangnya. 27:02 Nah, kalau non halal income itu dengan 27:06 pengawasarannya juga harus melototin 27:07 itu. 27:08 Karena ini untuk Saudi aja. Contoh kan 27:11 yang data Ustaz share ini 5% dari 27:14 review. 27:15 Sebenarnya kalau untuk satu perusahaan, 27:17 satu perusahaan besar aja ini 5% kan 27:18 besar. 27:19 Apalagi BUMN misalnya. Apalagi BMN ini. 27:22 Oh, 27:23 bank-banknya rata-rata berkali-kali 27:26 lipat daripada kita. Misalnya Arrajhi 27:28 itu bank Arajhi di Saudi itu sudah 27:31 syariah. 27:32 Itu berarti sesuai fatwa ya, Ustaz ya? 27:34 Iya. Ada iya sesuai fatwa mereka 27:36 ada apa namanya dewan pengawas 27:38 syariahnya 27:39 yang itu min Gibaril Ulama 27:42 ulama-ulama besar. Nah, bukan hanya di 27:44 perbankannya, di seluruh pendapatan 27:46 negara Saudi itu 27:47 seluruh ya. 27:48 Iya. Itu diklinsik. Apakah apakah dari 27:51 satu perusahaan perbankan aja, Pak 27:52 Ustaz? 27:53 Enggak. 27:53 Bagaimana dengan perusahaan-perusahaan 27:54 yang ber 27:54 investasi misalnya kan 27:55 investasi 27:56 dan antara mereka 27:58 menginvestasikan 28:00 di apa namanya bank lain. Entah bank di 28:03 Inggris, entah bank di Amerika atau di 28:05 bank Swiss dan lain sebagainya. 28:07 Nah, pendapatannya kan haram. 28:09 Iya, iya. I 28:10 pendapatnya haram. 28:11 H. He. 28:12 Nah, itu di dalam jurnal yang saya baca 28:16 itu kan ada tadhir, ada pembersihan, 28:20 cleansing. Jadi modalnya kembali tetap, 28:24 tapi yang 28:26 apa namanya? Keuntungan yang tadi itu 28:28 keuntungan dari ee bunga di dipisahkan. 28:32 Hm. 28:32 Ini berbeda dari kalau mekanismenya 28:36 pencucian uang. Oh, lain. [tertawa] 28:39 Kalau pencet uang itu kan misalnya judi 28:41 atau apa gitu kan khawatirnya. Oh, itu 28:43 bisa ditadir [tertawa] lain. Oh, itu 28:45 enggak bisa. Itu dari pokoknya sudah 28:47 haram. 28:49 Haram. Iya. I 28:50 khawatirnya orang Indonesia banyak yang 28:52 kreatif itu ustaz. [tertawa] Pakai dalil 28:54 itu. 28:54 Jadi ini peristiwa ini atau masalah ini 28:56 kan sudah dibahas dalam bukunya 28:59 Yusuf Qurdowi tentang zakat. 29:02 itu di bab yang di di bab yang bab 29:06 tentang zakat terhadap harta yang yang 29:08 haram bisa enggak? Nah, kalau asal 29:12 hartanya itu haram ya enggak ada enggak 29:14 ada perlakuan untuk zakat. Tapi kalau 29:16 asalnya itu hartanya itu thahir suci 29:18 halal lalu diinvestasikan 29:22 kepada 29:23 apa namanya transaksi-transaksi yang 29:26 mengandung riba. 29:27 Heeh. 29:27 Maka modalnya tetap halal tetapi 29:29 pendapatannya yang haram. 29:31 Iya. Iya. itu gimana menakat itu ada. 29:33 Jadi zaman sekarang sudah kayak gitu ya 29:35 karena mekanisme apa investasi sekarang 29:38 itu bermacam-macam. Sebagian besar tidak 29:42 diatur oleh syariah gitu. Jadi bisa saja 29:46 investasi itu dari negara-negara muslim 29:49 kayak negara Arab gitu 29:50 di Eropa pendapatannya jadi haram karena 29:53 semuanya berbasis bunga atau riba. 29:55 Iya iya iya. Bukannya perbankan tapi 29:57 juga sekarang kan saham lagi trending 30:00 nih banyak juga kan yang masuk 30:01 saham saham-sahamnya enggak enggak halal 30:03 misalnya 30:04 padahal ada saham syariah gitu ya 30:05 ada jadi di sini 30:08 itu tadi apa namanya untuk kasus Saudi 30:10 ya 30:10 itu baru contoh satu Saudi nih Pak Ustaz 30:12 nih [tertawa] 30:13 kita 30:14 yang lainnya sebenarnya mirip-mirip ya 30:15 kayak misalkan apa ya 30:17 Qatar ya 30:18 Qatar 30:19 Qatar Qatar itu dia tidak sama dengan 30:23 Saudi dia tidak pernah mendeklare 30:26 Sebetulnya perekonomiannya itu kalau 30:29 kategori haram atau halal itu berapa 30:31 persen gitu. 30:31 I 30:32 misalkan yang halal itu 90%, yang haram 30:35 itu 10% misalnya. Itu Qatar enggak 30:39 pernah 30:40 sama dengan Saudi enggak pernah. Tetapi 30:42 Qatar itu tetap memberlakukan dual 30:44 banking system. Dan saya pernah ke sana 30:47 ke kantor pusatnya Kotor National Bank 30:51 UNB itu ya 30:52 pernah di sana dan ketemu dengan 30:54 orang-orangnya dan kebijakan Qatar 30:56 sampai dengan hari itu tetap menggunakan 30:59 sistem dual banking system 31:00 dual banking 31:01 karena Qatar ini sebetulnya kelebihan 31:02 uang ya 31:03 kelebihan uang itu caranya bagaimana 31:06 supaya uang ini tumbuh 31:08 dan menurut mereka sebagian besar itu 31:11 diinvestasikan di negara-negara barat ya 31:14 h 31:15 baik baik itu untuk proyek-proyek real 31:17 ee sektoral atau perusahaan-perusahaan 31:18 di barat maupun sektor keuangan barat 31:21 gitu. Karena itu maka dengan dengan 31:24 mekanisme seperti itu bukan tidak 31:27 mungkin sangat-sangat mungkin pendapatan 31:30 dari ee aset-aset yang diinvestasikan 31:33 oleh pemerintah Qatar ini 31:35 i 31:35 pendapatannya menjadi haram ya cuman 31:38 tidak bisa kita apa namanya persentasi 31:42 ya kita punya persentasenya berapa tapi 31:45 itu besar 31:47 negara yang kelebihan pendapatan 31:49 akhirnya menginvestasikan kan dana 31:52 kelebihan itu ya mungkin semau-mau gitu 31:55 aja gitu. 31:56 Heeh. Heeh. 31:56 Gak ada ini gak ada ee istilahnya itu 32:01 kecenderungan untuk diinvestasikan 32:03 dengan negara muslim. Karena pada 32:05 umumnya pemimpin Arab itu kurang percaya 32:09 kepada 32:12 kaum muslimin sendiri 32:13 dalam ber bisnis. 32:15 Dalam berbisnis. 32:16 Iya. Lebih kepada barat ya. 32:18 Barat ya. Ya, 32:19 kalau urusan bisnis keterbukaannya 32:20 mungkin lebih 32:22 Nah, 32:22 enggak mungkin ya seharusnya yang bisa 32:25 mendapatkan apa namanya limpahan uang 32:29 dari Timur Tengah itu harusnya Pakistan. 32:31 Heeh. 32:31 Karena dia dekat, sumber dayanya oke. 32:34 Tapi sulit sekali. 32:35 Sulit sekali. 32:36 Hampir enggak bisa. Malah lebih gampang 32:38 ke 32:39 ke ini ke Malaysia misalnya atau ke 32:41 negara-negara barat sekali ya. He. 32:44 Nah, ini itu sebabnya makanya kalau bisa 32:47 diduga sebagian besar investasi yang 32:51 dilakukan oleh negara-negara Arab ini 32:53 termasuk kotar oleh dan antara mereka 32:56 ya. 32:56 He 32:57 itu bukan ke negara muslim ya, tapi 33:00 sebagian besar ke Eropa. 33:02 Oke. 33:03 Bah sudah menjelaskan ee Saudi gitu ya. 33:07 Lalu juga menyinggung dari Qatar, Uni 33:09 Emirat Arab gitu ya. E Pakistan juga 33:11 tadi sudah disebut-sebut. 33:13 Kalau Mesir lalu juga negara-negara 33:15 tetangganya Sudan gitu ya yang kalau di 33:19 berita ini di ee istilahnya sistem 33:21 ekonomi sudah diislamisasi sejak tahun 33:23 itu gimana sebenarnya gimana posisi 33:25 kalau Sudan itu? Iya. 33:27 Hm. 33:29 Dan kan saya mengikuti 33:31 dari dari dulu ya, semenjak ada 33:35 perbankan syariah itu pemerintah Sudan 33:37 itu kepengin 33:40 sampai mana ini ee bank sentralnya. 33:44 Heeh. 33:44 Cuman satu bank Israal yang syariah. 33:47 Hm. 33:47 Lah kalau kita kan enggak 33:49 Iya. Bank Sentral Indonesia ini kan yang 33:51 dimomong kan dua itu yang konfen dengan 33:54 syariah 33:55 di Sudan itu 33:57 bank sentralnya satu dan itu syariah 33:59 dan mereka meng-hire konsultan 34:02 internasional untuk membuat itu. 34:04 Hm. 34:05 Walaupun konsultannya tidak harus muslim 34:09 karena ada dulu ahli ekonomi syariah 34:11 dari India ya. 34:13 Iya. Iya. Iya. 34:14 Itu di apa? Dikontrak oleh Bang Sudan. 34:18 Heeh. itu untuk menjadikan bank sentral 34:20 Sudan yang di bangsa syariah. Bagaimana 34:22 saya ketemu itu namanya siapa ya? Pernah 34:24 ke Indonesia 34:25 ya temannya orang-orang Gubernur Bank 34:27 Indonesia di Indonesia ini. Jadi sampai 34:29 meninggalnya pun di Hortum. 34:31 Hm. Sudan. 34:32 Eh Sudan 34:33 karena masih menjalankan tugas sebagai 34:35 kontraktor itu. 34:36 Itu 34:37 cuman masalah Sudan ini kan gak stabil 34:40 ya 34:40 politiknya ya. 34:41 Politiknya sama sekali enggak stabil. 34:43 yang itu membuat apa namanya ee jalan 34:47 menuju yang dia cita-citakan itu 34:49 sulit 34:50 sulit. 34:50 Heeh. 34:51 Itu mirip dengan Pakistan. 34:53 Hm. 34:53 Pakistan itu satu aja faktornya. 34:56 Heeh. 34:56 Ee stabilitas politik itu enggak ada. 34:59 Pakistan kudeta terus. 35:00 Iya. [tertawa] 35:01 Makanya kudeta itu kalau terjadi akan 35:03 diikuti dengan kudeta-kudeta berikutnya. 35:06 Iya. 35:06 Oke. Nah, lalu bagaimana Pak Ustaz 35:08 dengan Indonesia? Nah, Indonesia itu 35:12 kalau dilihat dari sisi 35:14 keuangan jauh paling kecil menurut saya. 35:17 Makanya saya heran bagaimana itu data 35:19 bisa Indonesia nomor Malaysia nomor 35:22 satu. 35:22 Malaysia nomor [tertawa] satu 35:24 Indonesia nomor lah itu cara mengukurnya 35:26 gimana itu ya? He he. 35:28 Karena itu karena bisa kita ini bisa 35:31 kita lihat dengan mata kepala hingga 35:34 sekarang 35:35 Heeh. market share daripada lembaga 35:37 keuangan syariah di Indonesia dikaitkan 35:40 dengan market share daripada lembaga 35:43 keuangan konvensional itu belum sampai 35:46 10% 35:48 ya masih antara 5 sampai 8% gitu ya. 35:52 Nah, kalau ini kita ambil sebagai sampel 35:56 Heeh. Berarti sektor keuangan di 35:58 Indonesia itu ya masih 90% konvensional 36:04 ya. Kurang dari 10% itu syariah. Iya. 36:08 Nah, saya enggak tahu bagaimana poinnya 36:11 bisa mendapat sampai di ranking ketiga. 36:14 Saya enggak tahu ini apa namanya tadi 36:16 survei dari lembaga tersebut ya. Tetapi 36:19 kalau dihubungkan dengan katakanlah 36:22 ee 36:24 apa namanya? halal industri. 36:26 Hm. 36:27 Nah, halal industri beda. Kalau lembaga 36:30 keuangan ditambah dengan halal industri 36:32 ini share-nya meningkat ya, sangat 36:35 meningkat. Karena boleh dikatakan ee 36:39 industri-industri besar itu otomatis 36:42 masuk ada kategori syariah misalnya 36:45 Pertamina G ya. 36:45 Iya. 36:46 Pertamina seperti Saudi tadi. Kalau di 36:48 dalam perminyakan itu 100% komplai. 36:50 Iya. Kemudian energi, gas misalnya 100% 36:55 komplek. 36:56 Teknologi 36:56 iya teknologi. 36:58 Kemudian makanan. E sektor makanan ini 37:01 kita memiliki apa namanya undang-undang 37:04 apa itu namanya? 37:05 Undang-undang perlindungan konsumen yang 37:07 mengharuskan itu 37:09 harus ada halal. Ya, itu juga besar 37:11 sekali. 37:12 Dan menurut tren yang ada industri 37:16 khalal Indonesia itu sangat dinamis, 37:19 sangat berkembang pesat. H 37:21 bahkan saya pikir Indonesia itu bisa 37:24 memasukkan hampir semua produk makanan 37:27 minuman ke seluruh negara Islam ya itu 37:30 dengan gampang di di Malaysia saja itu 37:33 iya 37:33 yang Indomie dan seterusnya atau biskuit 37:36 segala macam itu mendominasi 37:40 dan di Timur Tengah juga begitu 37:42 seandainya ada apa namanya bus ya daya 37:45 yang kuat untuk memasukkan produk-produk 37:48 kita ke Timur Tengah saya kira dengan 37:50 gampang produk Indonesia itu akan 37:53 diminati mereka. Karena salah satunya 37:55 yang mereka percaya adalah ee sertifikat 37:58 halal ini di sini bagus. 37:59 Nah, terus ini kalau ada data ini saya 38:02 lihat dari EI soalnya Pak Ustaz ya, 38:03 pangsa aset perbankan syariah di 38:07 Indonesia dibandingkan dengan Saudi, 38:09 Indonesia justru malah tinggi itu di 38:12 bangsa retail 70%. 38:14 Iya. Iya. 38:15 Sama dengan Saudi. 38:17 Ya misalnya otomotif misalnya. 38:19 Iya. Yung 38:20 otomotif kan ada isu syariah kan. 38:23 Iya iya iya. 38:24 Ada Toyota, ada Daatsu, ada Hyundai. 38:28 Enggak ada hubungnya ya. Artinya dia 38:30 konvensional tapi komplet dengan syariah 38:32 gitu. 38:32 Iya. 38:33 Dilihat dari hasil bukan dari hubungan 38:35 dia ke bank 38:36 ya. Kalau di hubungan ke bank ya enggak. 38:38 Misalnya Toyota enggak mungkin ke bank 38:39 syariah. Ada tapi enggak banyak gitu ya. 38:41 Kemungkinan 38:42 kemungkinan dia akan ke 38:44 ya bank Jepang. 38:45 Iya. I 38:46 atau Bank BCA ee atau BUMN tapi yang 38:49 konvens yang saya enggak tapi dari sisi 38:52 industri ini dipakai di dinikmati itu 38:56 isu syariatnya enggak ada sama dengan di 38:57 Saudi sebenarnya 38:58 minyak segala macamnya ya pembiayaannya 39:01 yang pembiayaan untuk memproduksi itu 39:04 kalau menggunakan lembaga keuangan 39:06 ee konvensional ya umumnya mereka begitu 39:09 gitu. He. 39:10 Tapi barangnya itu sendiri itu 39:12 sebetulnya tidak ada hubungannya dengan 39:14 syariah atau dia automatically 39:16 ee convei dengan ee kriteria syariah 39:19 gitu. Yang yang enggak itu kan makanan 39:23 atau restoran ya. 39:25 Itu ada undang-undang tersendiri tentang 39:27 harus mencantumkan sertifikat halal ya. 39:31 Tapi tren ini luar biasa ya. termasuk 39:34 apa namanya obat-obatan, termasuk juga 39:38 herbal yang sekarang cukup berkembang. 39:41 Iya. 39:41 Kemudian juga skinc itu atau ya apa ya 39:46 kecantikanlah kecantikan atau apa 39:49 namanya alat-alat untuk 39:51 benda-benda untuk aksesoris ya itu 39:54 naiknya luar biasa ya. 39:59 Ya. Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 40:00 Subhanahu wa taala. Saat ini Anda sedang 40:02 menyimak siaran live kajian ekonomi 40:05 Islam. Kita membahas mengenai sudahkah 40:09 negara-negara Arab menerapkan 40:12 ekonomi syariah. Nah, itu ya kami 40:14 mengundang Anda untuk bergabung. Silakan 40:16 sampaikan pertanyaan ataupun komentarnya 40:17 ke nomor WhatsApp Rasil di 0811999720. 40:23 Ihan, kami akan kembali di sesi kedua. 40:25 Tetaplah bersama kami. 43:40 [musik] 43:42 Brazil TV 43:50 [musik] 43:59 [musik] 44:15 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 44:16 subhanahu wa taala. Terima kasih masih 44:17 bersama kami dalam kajian ekonomi Islam 44:20 bersama guru kita Ustaz Ikhwan Basri. 44:24 Sudahkah negara-negara Arab menerapkan 44:27 ekonomi syariah? Itu topik kita di 44:29 kajian kali ini. Ee kami ingin menyapa 44:32 Pak Budi terlebih dahulu ya. Ada juga 44:34 Eyang Sri, ada juga Pak Fajar ini ya. 44:38 Dan juga ini Pak Bayu yang menyampaikan 44:41 atensinya. Asalamualaikum warahmatullahi 44:44 wabarakatuh. Alhamdulillah 44:46 menyimak Pak Ustaz kajian ekonomi Islam. 44:49 Sementara itu ada Ibu Fani. 44:51 Asalamualaikum warahmatullahi 44:52 wabarakatuh. 44:53 Waalaikumsalam. 44:54 Ekonomi Arab Saudi sepertinya paling 44:57 tahan goncangan di antara negara-negara 45:01 teluk lainnya. Kira-kira Pak Ustaz apa 45:03 yang membuat hal ini? Terima kasih atas 45:07 penjelasannya. Oke. 45:09 Eh, terima kasih Bu 45:10 Bu 45:11 Bu F ya. 45:12 Jadi ekonomi Saudi itu apa namanya? 45:15 Tahan paling tahan goncangan. 45:18 Ya, sebetulnya dari sisi apa kita 45:22 menilai bahwa ekonomi itu ekonomi Saudi 45:25 Arabia itu hutan guncangan ya. di 5 45:29 tahun yang lalu ya atau mungkin 10 tahun 45:32 yang lalu orang berpikir bahwa kayaknya 45:37 tidak mungkin Saudi itu mengalami 45:40 ee defisit ya karena pendapatan di luar 45:44 minyaknya tinggi ya. 45:47 yaitu dari pariwisata dalam hal ini haji 45:49 dan umrah itu itu sudah sangat besar ya 45:53 karena jumlah orang yang datang itu 45:55 berapa puluh juta itu ya dalam setahun 45:57 ya itu sangat besar ya dan mereka lama 46:01 di sana tidak 1 hari 2 hari pulang gitu 46:04 enggak haji bisa 40 hari kalau dari 46:06 Indonesia ee umrah bisa antara 9 hari 46:10 sampai ya pada umumnya begitu sampai 2 46:13 minggu ya jadi mereka itu lama di sana, 46:17 tinggal lama di sana. Sehingga sangat 46:19 memungkinkan itu ekonomi Saudi terbantu 46:23 dengan adanya orang asing yang belanja 46:25 di Saudi Arabia. Begitu juga ee 46:29 armadanya itu apa itu namanya? Airlines, 46:32 Saudi Arabia. Saudia itu 46:34 Saudia 46:34 kalau saya naik itu kayaknya enggak 46:36 pernah kosong, penuh terus ya. 46:38 He. 46:39 Ee lootnya itu mungkin faktornya sudah 46:42 sampai 90% ya sekali terbang. Nah, jadi 46:45 banyak faktor yang membuat ee seharusnya 46:48 Saudi Arabia itu apa namanya ee 46:52 ekonominya bagus dan di ini dan kita 46:55 sebutkan memang bagus tapi ada kalanya 46:57 suatu saat di mana harga minyak turun ya 47:01 namanya harga minyak turun ini kalau 47:03 suatu perekonomian didasarkan pada 47:06 komoditas ya Indonesia juga sama 47:08 batubara gitu ya kalau harga itunya 47:12 harga batubara atau harga minyaknya itu 47:15 ee normal atau tinggi ee maka orang ini 47:18 akan pesta, negara penghasil akan pesta. 47:20 He. 47:21 Tetapi apabila harganya turun maka itu 47:24 akan ee membuat pendapatannya juga 47:27 turun. Ya. 47:28 He. 47:29 Itu sebabnya maka pernah dalam beberapa 47:31 tahun Saudi itu mengalami ee bukan 47:35 goncangan ya, namanya defisit. 47:37 Defisit. 47:38 Saya juga kaget itu membaca bagaimana 47:40 negara seperti Saudi defisitnya. Artinya 47:43 begini, pendapatan negara itu enggak 47:46 cukup untuk memenuhi ee kebutuhan dia 47:49 dalam setahun. Jadi, ada selisih antara 47:51 penerimaan dengan penggunaan anggaran. 47:54 Nah, itu sebabnya maka terjadi defisit. 47:56 Nak, 47:57 saya dulu bertanya kepada guru saya 48:00 almarhum Dr. Marra. dia itu melihat 48:03 bahwa 48:05 ee tidak lama lagi Saudi akan defisit 48:09 dan akan akut gitu loh. 48:11 Akut itu bisa berlangsung berlama lama 48:13 gitu ya. 48:13 He he. 48:14 Dan dia agak agak emosi. Padahal ini kan 48:17 warga Saudi sendiri ya. 48:18 Iya. karena cara pemerintahnya itu tidak 48:22 mengelola ekonomi dengan benar menurut 48:24 beliau itu sehingga terjadi seperti ini. 48:26 Ini sebetulnya harusnya bisa 48:27 diantisipasi ya jangan sampai terjadi. 48:30 Jadi itu terjadi. Kemudian geopolitik 48:32 Saudi ini ee sangat ini sangat goyang ya 48:36 kalau terjadi apa-apa di Timur Tengah 48:38 ya. 48:39 Ya itu rapuh. 48:39 Iya rapuh ya karena ee posisinya gitu 48:44 ya. Jadi ada misalkan perang ya sekarang 48:48 ini slat hormus misalnya ditutup. 48:51 Iya. 48:51 Nah, kalau babel mandapnya ditutup juga 48:54 oleh Yaman 48:55 ya enggak mungkin itu mau dibawa ke mana 48:57 minyak. Masa yang impor di Asia Tenggara 49:00 harus ke Eropa dulu muter-muter ke 49:02 Afrika kan gak lucu gitu 49:04 ya. Itu jadi ini apa namanya istilah 49:07 furnable vurnability terjadi ke apa 49:10 namanya muda goyah gitu sebetulnya ya. 49:12 rentan ya. Rentan 49:15 rentan rentannya dikaitkan dengan 49:17 geopolitik ya. He. 49:19 Kemudian itu sebabnya maka sekarang ini 49:21 dengan visi 2030 atau apa itu namanya 49:23 itu akan mendeversifikasi 49:26 produknya bukan hanya ke ke minyak 49:29 tetapi ke apa namanya pertanian ya. 49:33 Sekarang sudah mungkin berjuta hektar 49:36 tanah Saudi yang tadinya itu tidak bisa 49:38 ditanam bisa ditanam bisa bikin kebun 49:40 dan lain sebagainya. Kemudian akan 49:43 dilipat gandakan lagi ee wisatawan 49:46 dengan visinya MB MBS ya 49:49 MBS ya 49:50 itu itu 49:52 yang dia bikin apa namanya 49:54 visi 2030 49:55 iya itu entertainment itu yang 49:59 di Saudi Arab sendiri kalau kita lihat 50:02 komentar rakyatnya itu tidak suka karena 50:05 itu akan merusak citra Islam 50:07 I 50:08 tapi karena yang penguasanya seperti itu 50:11 ya apa boleh buat ya tetap aja jalan dan 50:14 ini kalau jalan maka pendapatan non 50:18 halalnya menjadi lebih banyak. He. 50:20 Kemudian merusak ini merusak ee khadimul 50:25 Harmain ya 50:26 penjaga dua tempat suci ini. Iya. 50:29 Saya juga heran kenapa bagai bagaimana 50:31 visi Arab Saudi menjadi sangat kalau 50:35 dalam tanuler 50:37 ya. 50:37 He 50:38 ya. Kalau dilihat dari CVC 2030-nya itu 50:41 loh, 50:41 terutama yang di bab tentang 50:43 ee apa namanya? Pariwisata sektor 50:47 iya. Iya. 50:48 Itu sudah enggak merhatiin halal entar. 50:50 Iya. [tertawa] 50:52 Ada miras, kemudian entertainment itu 50:55 dan lain sebagainya. Itu enggak ramah 50:58 syariahlah kalau menurut saya. 51:00 He walaupun secara selain syariah begitu 51:04 jadi pasar 51:05 ya. Tapi itu belum tentu juga nanti 51:06 membuat ekonominya bagus. 51:09 Belum tentu ya. Belum. 51:11 Itu saya jawab dari Bu ini. 51:13 Baik. Selanjutnya ada Pak Abdullah di 51:16 Tapos Depok. Asalamualaikum 51:18 warahmatullahi wabarakatuh. 51:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:21 wabarakatuh. 51:22 Aneh, Pak Ustaz, kenapa negara-negara 51:24 Arab justru belum bisa melepaskan 51:28 ekonomi konvensionalnya? 51:30 Kalau tadi dikatakan ada istilah 51:32 integrasi, ada istilah penyesuaian atau 51:36 dual system. Seharusnya kan ketika Islam 51:39 ya pure harusnya Islam. Kenapa 51:41 kira-kira, Pak Ustaz? Terima kasih. 51:43 Iya. 51:45 Ee karena ini ee Saudi ini semenjak 51:50 ditemukan minyak itu tahun 1930-an ya 51:54 atau negara-negara Arab ini Pak Ustaz. 51:55 E negara-negara Arab atau umumnya itu 51:56 ya. Setelah diketemukanya ini ada 52:00 perubahan yang luar biasa cepat ya, 52:03 yaitu mereka itu langsung terhubung 52:05 dengan Amerika atau negara Barat. 52:07 H. 52:08 Nah, mereka akhirnya menyekolahkan semua 52:10 anak-anaknya itu 52:11 ke barat, 52:12 ke barat, ke Amerika untuk belajar semua 52:14 apa ilmu mulai ekonomi segala macamnya. 52:17 Jadi tidak ada sarjana ekonomi syariah 52:21 yang diberikan kesempatan untuk 52:23 mengelola ekonomi mereka. Saya pikir 52:26 100% mereka apa kata Amerika gitu, apa 52:28 kata konsultan-konsultan Baratnya gitu. 52:31 Sehingga yang seperti ini 52:33 ee tidak kita temukan cela bagaimana 52:37 ekonomi Islam itu di awala-awalnya bisa 52:39 mendapatkan tempat yang enggak ada ya. 52:42 Semua kebijakan itu boleh dikatakan 52:44 sangat berbasis ee bunga, sangat 52:47 berbasis kapitalis gitu. Berbasis bunga 52:50 karena banknya apapun semuanya juga 52:52 bank-bank barat yang dipakai. 52:55 untuk penjualan minyak, untuk pemberian 52:58 minyak dari mana-mana, dari negara mana 53:00 pun juga itu dikunci dengan 53:03 keuangan Barat, dengan dolar, dengan 53:05 bank-bank Amerika, dengan bank-bank 53:07 Eropa. Tidak pernah terpikir bagaimana 53:12 Bank Mandiri misalnya bisa ke sana. 53:14 Enggak mungkin pada waktu itu ya kan 53:16 juga belum ada ya. 53:17 Jadi di awal inilah proses ketika 53:20 modernisasi negara-negara penghasil 53:23 monyak ini dimulai. semua ee ekosistem 53:26 itu yang dimiliki mereka disenamakan ya 53:30 dengan ekosistem yang ada di barat baik 53:32 itu keuangan ataupun yang lain-lain. Itu 53:35 sebabnya maka ee betul-betul barat itu 53:39 ya cara mengelolanya. Nah, ini 53:41 berlangsung sampai mungkin puluhan 53:43 beberapa dekade ya setelah Perang Dunia 53:45 Kedua, tahun 50-an, tahun 60-an itu 53:48 berjalan dengan seperti itu. Enggak ada 53:49 perubahan sama sekali. He. 53:51 Nah, untuk mengharapkan bagaimana dia 53:53 akan mempelopori ekonomi syarat ya dalam 53:56 situasi yang seperti ini ya itu enggak 53:59 mungkin ya simple 54:02 impossible lah gitu ya. Karena semua 54:05 yang megang kekuasaan di situ sudah 54:09 dilatih dalam pemikiran barat ya. 54:11 bagaimana menginvestasikan hasil 54:13 daripada minyak pun dipakai secara barat 54:17 sehingga hasil minyak yang dipakai bukan 54:18 hanya diinvestasikan untuk hal yang 54:21 halal tetapi ke bank-bank barat, ke 54:23 investasi-investasi barat dan lain 54:26 sebagainya. 54:27 Nah, jadi 54:28 akhirnya apa di sektor ini semuanya 54:30 dominan konvensional ya. Ya, baru-baru 54:33 ini sesudah tahun 0-an itu mulai ada 54:36 sarjana Islam, sarjana ekonomi Islam 54:37 yang mencoba untuk memberikan solusi, 54:40 tetapi bukan main ya, bukan utama, 54:44 masih 54:45 apa namanya cangkingan apa bukan bukan 54:49 yang utama lagah gitu, bukan mainstream 54:51 itu. 54:51 Iya. Masih inilah apa cabanglah 54:54 masih cabang bukan utama bukan utama. 54:58 Selanjutnya, Pak Ustaz, ini ada hamba 55:00 Allah di Jakarta tidak menyebutkan nama. 55:02 Asalamualaikum warahmatullahi 55:03 wabarakatuh. 55:04 Waalaikumsalam warahmatullah. 55:05 Pak Ustaz, apa yang sudah diterapkan di 55:07 Indonesia apalagi mengenai 55:10 bank atau keuangan Islam sepertinya juga 55:14 masih sulit. Asuransi fintech, lalu juga 55:19 industri halal. ekonomi Islam ini belum 55:23 secara luas apalagi dipahami oleh 55:26 pemimpin negeri ini. Bagaimana menurut 55:28 Pak Ustaz? Oke. Kalau di sektor keuangan 55:32 itu ada macam-macam manuver ya. 55:35 He. 55:36 Ada penghilangan nama bank-bank ya. 55:39 Misalkan BNI SAR kan enggak ada 55:41 sekarang. 55:42 Iya. 55:43 BSM enggak ada. 55:44 Jadi BSI 55:45 BR BRI SAR enggak ada 55:47 digabung 55:47 penghilangan nama. Jadi jadi mulai 55:49 berkurang sebenarnya. 55:50 Hm. H 55:51 mau enggak mau dari tiga menjadi satu 55:53 walaupun besar kan berkurang. 55:55 Iya. 55:56 Kemudian ada yang almarhum ya, bank-bank 55:59 syariah almarhum ya. Misalnya 56:02 almarhum yang pertama itu tahun 2005. 56:05 Hm. 56:06 Bank I syariah. 56:08 Oh, itu 56:08 iya. E Bank I syariah itu yang pertama 56:10 almarhum. 56:12 Orang kita juga enggak tahu. 56:13 Kita juga enggak tahu. Iya. Baru dengar. 56:17 Yang kedua, HSBC. HSBC Amanah. 56:20 Hm. 56:21 Itu almarhum tahun 2013. 56:23 Almarhum ya? 56:24 Iya. Almarhum. 56:26 Iya. Nah, kalau yang fintech itu sudah 56:29 banyak yang 56:30 kalau muamalat nasibnya sekarang masih 56:31 ya? 56:32 Ee muamalat masih berlayar itu. 56:34 Masih berlayar. 56:36 Masih berlayar. Nah, jadi kalau asuransi 56:39 misalnya ada asuransi yang sudah gak ada 56:41 lagi almarhum 56:42 misalnya asuransi 56:45 mubarokah 56:47 sudah tidak ada. sudah tidak ada. 56:50 Nah, asuransi banyak ya yang termasuk 56:52 asuransi yang besar-besar bermain itu 56:55 ee apa saya juga enggak enggak enggak 56:59 lupa namanya bisa dicek di internet ya. 57:02 Kalau BPR sudah banyak, BPRS juga ada. 57:06 Iya. 57:07 Kemudian fintech syariah sudah banyak. 57:10 Ada yang di likuidasi, ada yang 57:14 dibekukan 57:16 dan lain sebagainya ya. koperasi banyak 57:19 sekali koperasi ya yang ini tidak 57:22 terlalu ee menonjol ke apa namanya ke 57:26 arus berita enggak? Iya. Tapi banyak ya. 57:30 Jadi kalaupun yang hidup ada yang mulai 57:34 mengurangi cabang gitu juga 57:36 banyak yang seperti itu. 57:38 Itu bukan hanya yang syariah, yang 57:39 konfen juga banyak ya. 57:41 Iya. 57:41 Iya. Dulu bank ini terkenal di TV. 57:45 He. 57:45 Sekarang minta bantuan. 57:48 asing untuk dibeli supaya bisa hidup 57:50 lagi. Iya. 57:51 Iya. Itu banyak ya. 57:53 Jadi ini dinamik kita belum banyak apa 57:57 kontribusinya kepada kemakmuran 58:00 Indonesia tetapi sudah jatuh duluan ya. 58:04 He 58:04 itu dari perbankan yang asuransi saya 58:06 lupa ini jumlahnya tapi kalau umpamanya 58:09 ingin tahu bisa dicek di internet itu 58:11 insyaallah ada ya. 58:12 Iya. Jadi kita ini apa namanya ee 58:16 pengalaman berbank 58:19 syariah itu belum lama tapi kendalanya 58:22 cukup tinggi sehingga beberapa pemain 58:24 itu harus dimerger 58:27 harus dihilangkan dari permukaan atau 58:29 mati mati sendiri ya seperti itu. 58:32 Kalaupun ada yang masih hidup itu ada 58:35 yang kondisinya itu tidak apa namanya 58:39 mati apa hidup segan mati tak mau kayak 58:41 gitu itu banyak itu 58:43 enggak untung-untung enggak bisa bayar 58:45 enggak ada break even point ya jadi 58:47 sudah berpuluh-puluh tahun dia enggak 58:48 break even point 58:50 modal aja belum balik itu sudah padahal 58:52 sudah berpuluh-puluh tahun ini juga ada 58:54 ya kasus seperti itu ya tapi kalau dalam 58:57 sisi apa itu namanya halal industri ini 59:01 beda kalau Kalau halalisasi ini makin 59:03 hari makin makin berkembang 59:05 kesadaran orang untukemb 59:08 makan minum atau menggunakan ee ee apa 59:11 namanya obat-obatan 59:13 ee herbal yang halal ini tiap hari makin 59:16 naik ya. H 59:17 iya dan ini sektornya berbeda ya. Kalau 59:20 di sektor rel itu seperti di makanan, 59:23 minuman, dan lain sebagainya ini 59:25 berkembang cukup dinamis. Tapi kalau 59:28 yang sektor keuangan ini ee datanya ee 59:32 tidak begitu menggembirakan dalam peng 59:34 pertumbuhannya tidak terlalu bagus. 59:36 Tetapi yang ada ini pun kondisinya 59:38 seperti tadi ya. Mudah-mudahan ada 59:42 keadaan di mana ke depannya itu makin 59:44 baik. 59:44 Mudah-mudahan. [berdehem] 59:45 Soalnya harus ada pemimpin yang punya 59:47 visi di sini. 59:48 Nah itu. 59:49 Iya. Kalau pemimpinnya sendiri enggak 59:50 punya visi ya diabaikan. Akhirnya 59:54 industri ini kehilangan induk. mau lari 59:56 ke mana, mau dibawa ke mana gitu ya 59:58 enggak tahu. Iya. 1:00:00 Ada Ibu Lise yang menyimak siaran 1:00:02 ekonomi Islam kali ini. Dan itu Pak 1:00:04 Ustaz pertanyaan-pertanyaan yang bisa 1:00:06 kita jawab di kesempatan kali ini karena 1:00:08 keterbatasan waktu sebagai penutup Pak 1:00:10 Ustaz dari seluruh bahasan kita dan juga 1:00:14 pertanyaan-pertanyaannya masuk. Apa 1:00:15 kira-kira yang bisa diingatkan kembali 1:00:17 kepada pendengar? 1:00:17 Terima kasih Mas Angka. Para pemirsa 1:00:19 Rasil TV dan para pendengar radius 1:00:21 silaturahim. Jadi ee apa yang kita kita 1:00:26 bahas tadi sebetulnya adalah pertanyaan 1:00:28 tentang apakah ekonomi negara-negara 1:00:30 Arab itu sudah sesuai dengan syariah 1:00:33 H 1:00:33 atau sudah 100% halal. Ya, ternyata 1:00:38 seperti yang kita bentangkan tadi masih 1:00:41 cukup banyak ya beberapa negara. Sebagai 1:00:44 contoh Arab Saudi misalnya kalau dalam 1:00:46 bidang keuangan itu sudah sekitar hampir 1:00:50 80% ya. 1:00:52 konve syariah kalau dalam bidang 1:00:54 industri perminyakan retail dan lain 1:00:56 sebagainya itu dia dikatakan sudah 100% 1:01:00 0% yang konvensional. Kemudian yang 1:01:02 lain-lain itu adalah investasi ee dari 1:01:06 apa namanya lembaga kawan mereka di 1:01:09 negara-negara barat atau di 1:01:11 perusahaan-perusahaan barat yang tentu 1:01:13 saja pendapatan yang muncul daripada itu 1:01:15 adalah ee tidak sesuai dengan syariah. 1:01:17 Dan ini bukan hanya Saudi, itu juga 1:01:19 dilakukan oleh Qatar, juga dilakukan 1:01:22 oleh Uni Emirat Arab. Apalagi dia Uni 1:01:26 Emirat Arab ini ee yang entertainment 1:01:28 aja apa yang ada di di Amerika diboyong 1:01:31 ke situ, judi juga dilegalkan dan lain 1:01:35 sebagainya. Maka sekalipun dia negara 1:01:37 Arab, tetapi ee pendapatan konvensional 1:01:41 atau yang haram itu sangat tinggi ya. 1:01:44 Karena negara-negara ini akhirnya tidak 1:01:46 hanya mengandalkan 1:01:47 jual beli minyak atau ekspor minyak, 1:01:49 tetapi mende 1:01:52 diversifikasi ekonomi mereka ya, 1:01:54 terutama apa itu Uni Emirat Arab ya, 1:01:57 seolah-olah tidak mempedulikan ini loh 1:02:00 apa namanya kesyariahan dalam 1:02:03 berinvestasi sehingga dia mantap dengan 1:02:06 Barat, mantap dengan Amerika dan lebih 1:02:08 parah lagi mantap dengan Israel. 1:02:10 Nah, itu 1:02:13 oke. 1:02:14 Baik. 1:02:14 Ya, itu dari untuk ee apa namanya? 1:02:16 Malaysia itu masih stand ya, tidak 1:02:20 berubah banyak ya, tetapi ada 1:02:22 perubahannya di industri halal. Nah, 1:02:25 industri halal ini menjadi contoh karena 1:02:29 Indonesia dan termasuk juga Malaysia itu 1:02:31 dianggap sebagai pusat kreativitas 1:02:34 industri halal. He. 1:02:36 Kalau itu bisa terjadi ke depan, kita 1:02:38 barang-barang kita yang halal itu dengan 1:02:40 akan mudah masuk ke Timur Tengah. Ya. 1:02:43 Iya. 1:02:43 Saya kira begitu ya. 1:02:45 Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati 1:02:47 Allah Subhanahu wa taala, kajian ekonomi 1:02:48 Islam bersama guru kita Ustaz Ikhwan 1:02:51 Basri. Semoga apa yang beliau sampaikan 1:02:53 bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih 1:02:56 banyak atas kebersamaan Anda dari studio 1:02:58 kami undur diri. Mohon maaf atas segala 1:03:01 kesalahan kata. Billahi taufik wal 1:03:02 hidayah. Subhanakallahumma wabihamdika 1:03:04 ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka 1:03:06 wa atubu ilaik. Asalamualaikum 1:03:08 warahmatullahi wabarakatuh. 1:03:10 Waalaikumsalam.